MERAIH KEBIJAKSANAAN HIDUP


Mohandas_GandhiPernahkah Anda berpikir, apa yang membedakan antara orang yang bijaksana dan orang yang tidak bijaksana? Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kebijaksanaan seseorang? Apakah orang bijaksana adalah akibat dari keturunan?

Faktanya, tidak ada seperangkat gen umum yang ditemukan pada semua orang bijaksana. Orang bijaksana muncul dari berbagai bentuk, ukuran, warna kulit dengan berbagai sifat badan dan jiwa yag berbeda. Tidak ada dua yang persis sama. Orang bijaksana juga bukan melulu akibat dari pendidikan mereka, dan bijaksana juga bukan tidak dijamin oleh faktor lingkungan saja.

Ribuan penelitian filsafat pada dasarnya sampai pada jawaban meyakinkan bahwa kunci KEBIJAKSANAAN terletak dalam cara berpikirnya, CARANYA MENGGUNAKAN LOGIKA DAN AKAL SEHATNYA. BAGAIMANA SESEORANG MENJALANI PROSES BERPIKIR YANG BENAR DENGAN MENGHINDARI KESALAHAN ATAU KESESATAN BERPIKIR.

Yang perlu digarisbawahi bahwa: Kalau Anda mengubah cara berpikir tentang diri Anda, hubungan-hubungan Anda, sasaran-sasaran Anda, maka hidup Anda pasti berubah. Bila Anda mengubah mutu pemikiran Anda, mau tidak mau Anda akan mengubah mutu hidup Anda, dan akhirnya mengubah dunia Anda.

Sebaliknya, kegagalan untuk meraih kebijaksanaan adalah hasil dari gambaran-gambaran yang Anda simpan dalam pikiran Anda. Bila Anda berpikir bahwa diri Anda gagal mencapai kebijaksanaan, buruk, dan pikiran Anda tidak bermutu maka Anda akan mengalami kegagalan.

Pada saat ini, banyak dari kita berdiam diri membiarkan apa yang kita cita-citakan tetap menjadi impian saja tanpa benar-benar berusaha untuk mewujudkannya. Lantas apa yang menyebabkan kita tidak bisa merealisasikan Impian kita? bukankah kita sudah menginginkannya sejak lama bahkan sudah merencanakan berbagai cara maupun strategi untuk mencapai kebijaksanaan dan sudah bekerja keras untuk mengejarnya ?

Setiap orang pasti mempunyai cita-cita dan impian dalam hidupnya… seperti : memiliki banyak teman, menjadi orang yang suka beramal, bisa dekat dengan Tuhan, mengunjungi tempat-tempat yang menyejukkan hati, menikmati pengalaman spiritual yang luar biasa, dan bisa melakukan apa saja yang ingin kita lakukan bersama keluarga dan orang-orang yang paling kita sayangi dalam hidup kita. Kita ingin menjadi orang yang bijaksana yang bisa memberikan pencerahan pada orang lain dan seterusnya…

Tetapi pertanyaannya : “Kenapa banyak dari kita tidak bisa merealisasikan DIRI dari keinginan menjadi BIJAKSANA?”

Pertama : Selalu mengaitkan dengan masa lalu. Disaat kita mempunyai sesuatu yang berarti untuk diwujudkan seringkali kita tidak bisa lepas dari bayangan masa lalu. Kita mengingat kondisi hidup yang susah, serba emosional, uring-uiringan untuk mensikapi keadaan yang tidak membahagiakan, kita berkubang dalam keterbatasan, dan menemukan semua alasan kenapa kita tidak bisa berhasil, dst…

Kedua : Kita mempunyai ketakutan dan kecemasan. Sebelum melakukan sesuatu kita sering kali mempunyai ketakutan dan kecemasan yang berlebihan. Bagaimana kalau saya tidak bijaksana?, apa yang dikatakan orang tentang saya?, mereka akan menertawakan saya? Saya akan tambah frustasi jika saya sudah berusaha dan ternyata tidak mencapainya, dst…

Ketiga : Membiarkan sebuah perkara mengintimidasi kita. Sering kali kita membiarkan perkara mengintimidasi kita. Kita kerap mendengar kata-kata yang menurunkan semangat dan mengacaukan fokus kita bahkan mencuri keinginan kita untuk menjadi bijaksana. Anda tidak mungkin bisa berhasil menjadi bijak, jangan bermimpi, lakukan yang biasa-biasa aja, terlalu besar dan sulit dicapai. Udah terima nasib saja sebagai wong sak karepe dewe, dst…

Keempat : Tidak bisa melakukan sampai tuntas. Ini yang paling sering terjadi dalam hidup kita. Misalnya, memulainya perjalanan spiritual dengan antusias dan semangat yang mengebu-gebu, tetapi ketika menghadapi kendala cepat menyerah, tidak sanggup menderita dan tidak mau bayar harga sehingga melepaskannya begitu saja.

Kelima : Kita mempunyai sifat malas. Salah satu kebiasaan kita dan penyakit lama yaitu suka menunda-nunda tindakan dan rencana tindakan yang sudah ditetapkan. Menganggap masih ada banyak waktu dan masih muda sehingga sering kali tidak pernah memulai apapun bahkan sudah terlambat ketika kita sadar.

Jika kita mau berhasil mewujudkan impian untuk menjadi manusia bijaksana, kita harus segera menghancurkan lima penghalang mental (mental block) yang sudah ditulis diatas dan mengantikannya dengan lima kebiasaan baru yang akan menjadi titik tolak perubahan yang mendorong kita untuk segera merealisasikan keinginan. Saat ini juga !

Pertama : Fokus pada keinginan. Pikirkan APA HAKEKAT KEBIJAKSANAAN, susun rencana, gali potensi dan kelebihan, temukan strategi, cara dan segala kemungkinan untuk mewujudkannya dalam hidup sehari-hari.

Kedua : Yakin dan Percaya 100% bahwa Anda bisa. Keyakinan adalah modal utama untuk mendapatkan apapun yang Anda inginkan untuk menjadi BIJAKSANA. Segala sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini hanya seringkali belum pernah di coba.

Ketiga : Lakukan saja sesuai dengan keinginan Anda. Ikuti kata hati Anda, LIHATLAH SEMUA FENOMENA DI LUAR ANDA DENGAN MATA HATI dan jangan terpengaruh oleh sesuatu yang akan merontokkan semangat Anda untuk menjadi bijak. Buatlah sejarah baru dalam hidup Anda.

Keempat : Selesaikan apa yang telah Anda mulai. Berani untuk memiliki mental MENJADI SEPERTI YANG TUHAN KEHENDAKI dan Jangan pernah memalingkan mata Anda sedetikpun dari garis finish.

Kelima : Mulailah sekarang, saat ini juga. Lakukan segera apa yang Anda rencanakan, apa saja. Orang bijaksana bukanlah orang yang hebat tetapi mereka adalah orang yang bisa menyadari lebih awal tentang hakekat hidupnya sehingga seringkali satu langkah lebih maju dari yang lain.

BIJAK BISA SEJAK MUDA, KENAPA MENUNGGU TUA?
BIJAK ITU PILIHAN, MENJADI TUA ITU PASTI!

Wah, ngapunten saya ngelantur nih…persis seperti orang gila di pinggir jalan tadi sore…

Wongalus

About these ads
Categories: MENJADI BIJAKSANA | Tags: , , , | 16 Komentar

Post navigation

16 thoughts on “MERAIH KEBIJAKSANAAN HIDUP

  1. Hm…,dengan berbagai tantangan multi dimensi di era global ini,semakin sulit mencari orang yang bijaksana di masyarakat.
    KEBIJAKSANAAN ADALAH KEUTAMAAN YANG MEMBUAT ORANG BERUSAHA UNTUK MELAKUKAN SEGALA HAL SEPERTI YANG SEMESTINYA.

    Apakah ada tindakan kasih yang lebih agung,daripada memberi diri secara total untuk orang2 yang mengalami kesusahan dan meringankan penderitaan mereka.?

    namun saya percaya,masih ada orang waras yg bijak.
    mugi GUSTI tansah paring berkah dumateng kita sami.

  2. wongalus

    Yth Yang kung, yang kita cari (KEBIJAKSANAAN) sesungguhnya ada pada diri kita masing-masing. Cuma, kadang memang masih tertutupi oleh nafsu, ego, pikiran sempit dan fokus pada kepentingan-kepentingan jangka pendek. Yang Kung sudah memberi contoh, bagaimana gigihnya mencari kebijaksanaan. Semoga bisa ditiru oleh saya dan pembaca budiman yang lain.
    Salam damai dan sejahtera.

  3. kalau dalam tasawuf islam menurut saya kebijaksanaan yg benar atau yg tidak ditutupi oleh ego pribandi atau hawa nafsu adalah ketika sudah mencapai taraf hakekat(konformatif), yaitu ketika kita bisa mngambil hikmah dan hakekat dari benda2, fenomena dan perbuatan kita secara jelas dan gamblang…ketika kita sampai pada makrifat maka kita akan tahu hakekat suksma sejati dan bahkan hakekat illahi walaupun sedikit sekali. maap kalau ada salah2 kata btw saya belom mencapai yg saya sebutkan diatas…wong cuman bisa ngomong thok :D

    nuwun

  4. terima kasih Mas, omongan ngelantur tentang hidup adalah sebuah kebijaksanaan juga
    karena saat ngelantur hidup direfleksikan
    seperti juga saat saya ngelantur seperti dibawah ini :mrgreen:

    Hidupku bagai sebuah puzzle
    Untuk melihat keseluruhan hidupku
    Aku harus bisa merangkaikan setiap potongan puzzle
    Potongan peristiwa hidupku
    Peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi dalam hidupku
    Ya.. seperti saat kita bertemu
    Terjerat aku oleh lentik bulu matamu

    Potongan hidup itu harus kutemukan,
    Kujalani, kusadari dan kuhayati
    Karena itu adalah proses yang membawaku
    Kepada kepenuhan hidupku
    Entah bersamamu
    Atau harus sendiri tanpa dirimu
    Aku harus melaluinya, menyadarinya dan memahaminya
    Agar siap saat kesejatian hidupku itu tergelar

    Hidupku bagai wahana Bianglala di Dufan
    Bergerak terus berputar
    Namun kemanapun aku bergerak
    Selalu kembali ketempat semula
    Bagai lingkaran sebuah roda
    Sebenarnya aku tidak kemana-mana
    Hanya cara pandang dan pemahamanku
    Yang kini telah berbeda

    Jadi .. Hei kamu ikan kecil..
    Mengapa kau rewel menyusahkan ibumu ?
    Dimanakah letak laut ?
    Kibaskan siripmu !
    Hirup udara lewat insangmu !
    … LIHAT ???…

    matur nuwun sekali lagi semoga kita tidak hanya menua saja menjadi sepuh sepah berakhir jadi sampah
    semoga kita makin mendewasa & bijak
    salam sejati
    salam pantha rei

  5. wongalus

    Yth Kadang M4stono, begitulah.. kebijaksanaan ada mulai taraf syariat, tarikat, hakikat, sampai makrifat. Di taraf syariat seseorang juga bisa mendapatkan kebijaksanaan kok, asal melakukan sesuai dengan kaidah yang benar. Juga di taraf menjalani laku tarikat, asal melakukan tidak melanggar hak-hak orang lain… juga di taraf hakikat, yakni menggunakan hukum logika apalagi sampai taraf makrifat, perjumpaan dengan Tuhan adalah KEBIJAKSANAAN TRANSENDENTAL. Pada titik ini, juga sesungguhnya tidak boleh sembarangan karena bisa melanggar etika sosial bila tidak dikomunikasikan secara benar ke masyarakat. Al Hallaj, Syeh siti Jenar, sudah sampai tahap makrifat namun tidak bijaksana bila akhirnya malah membingungkan masyarakat. Maka, kebijaksanaan ada di semua taraf dan jenis perjalanan ruhani.

    Ngapunten bila salah. Ini hanya interpretasi Mas.

    Yth Mas Tomi, Sesama pengelantur perlu tetap berkomunikasi agar tidak kebablasan. terima kasih sudah diingatkan.

  6. hadi wirojati

    pamuji rahayu,,..

    arif bijaksana.. ya arif ya bijaksana sama makna beda kata.. tapi dalam segi tataran makrifat ya beda.., arif.. berbuat arif terhadap diri .. arif kepada Tuhan.. bijaksana kepada sesama.., pada tataran puncak kesadaran adalah sadar dalam kesadaran tertinggi.., nyuwun ngapunten kadhang,,.. ikut ngelantur.. barangkali ikut bijaksana juga..,

    matur sembah nuwun..
    salam sihkatresnan

    rahayu.

  7. Ardi Cahyono

    Saya kira orang bijak, hatinya harus bening sehingga nuraninya dapat memancar dan bisa dijadikan cermin bagi dirinya. kalau hatinya kotor maka sulit sekali untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

    Hati yang bening dapat dipergunakan untuk meminta fatwa seperti disabdakan oleh Kanjeng Nabi Muhammad Saw, “Iftahti nafsaka, iftahti Qolbaka”, yang berarti “mintalah fatwa pada dirimu, mintalah fatwa pada hatimu”. Hadist itu merupakan jawaban atas pertanyaan seseorang yg tidak perlu dijawab oleh Kanjeng Nabi, cukup si penanya itu diminta agar bertanya pada dirinya sendiri dan kalau hatinya bening, maka dia akan memperoleh jawaban atas pertanyaannya itu.

    Orang yg berhati bening, sikapnya akan tenang dan senantiasa menciptakan suasana tenang dan damai (Nafsu Mutmainah) atau dalam kisah pewayangan dilambangkan oleh Para Pandawa. Sedangkan orang yg berhati kotor adalah nafsu lawamah atau dalam pewayangan dilambangkan sebagai para Kurawa yg menyukai kekacauan, keributan, dah huru-hara.

    Semoga kita semua mewarisi sifat2 bai Para Pandawa. Amin…

    salam sayang,
    Ardi Cahyono

  8. Terima kasih kagem dimas Ardi yang telah menggarisbawahi bahwa hati yang bening adalah keharusan sarana dimana cahaya-Nya bisa memantul ke sekeliling. Hati yang buram dan kotor, otomatis tak mampu memantulkan cahaya apapun juga.

    Salam yang bercahaya

  9. Yth mas Hadi, ngelanturnya panjenengan sungguh mencerahkan. Kesadaran tertinggi (highest consciousness) adalah kesadaran yang mampu untuk “melihat” bagaimana kehendak/iradat Tuhan dalam menciptakan alam semesta, serta menciptakan manusia.
    Salam sih katresnan kagem poro sanak kadang sedaya. Matur nuwun.

  10. nugraha

    Bijaksana dalam HIDUP
    Ini penting, dan penentu orang jadi BIJAKSANA yang POSITIP itu kalau menurut saya ada pada AKHLAK dari pribadi manusianya itu sendiri, insya’allah kalau manusia di Bumi ini faham bagaimana berakhlak yang baik pada semua makhluk ciptaan-Nya kebijaksanaan akan terwujud dan tentunya harus dengan BERUSAHA semaksimal mungkin, selalu tanamkan keyakinan “PASTI BISA BIJAKSANA” . Tapi ingat syetan ada di dekat kita lho . . .harus waspada . . .ingat ALLAH SWT every time every where . . .OK
    Maturnuwun . . .

  11. Asslm….

    Waaah artikelnya sangat bermanfaat

    Nih ada hadiah dari Aku….hehehe

    Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
    Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
    Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
    Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
    Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

    Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
    dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
    Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
    melainkan awal dari kehidupan yang baru…

    Indahkan…hehehe

    Sob, jangan lupa kunjungan balik ya, sekalian mampir ke blog baru saya Mohon direview ya nih baru saya bikin:

    http://modifikasimobilterbaru.blogspot.com

    Salam Silaturahmi Antar Blogger Indonesia

    Wassalm…

  12. anwar

    alhamdulillah berkat rahmat allah,kami siap bantu saudara yg punya problem:
    1)penyakit yg belum lama sembuh baik medis maupun non medis(kena santet atau guna guna)
    2)memisahkan pil atau wil
    3)ruwat biar gak kena sial trus
    4)penarikan benda pusaka
    moga bermanfaat,konsultasi di
    anwarmuhamad93@yahoo.co.id

  13. raden arto

    rahasia cara mudah menyelesaikan hutang,bg pengusaha atau sedulur yg punya hutang menumpuk
    temukan rahasianya,
    radenarto@yahoo.co.id

  14. Orang yang belajar

    Terima kasih sekali atas pengajarannya.., minta ijin coppas untuk dijadikan bahan bacaan secara offline di rumah. Semoga Allah memberikan balasan lebih atas ilmu yang anda bagikan…

  15. Ki Arum Manis

    ngupi dulu ach, biar suguerrrrr

  16. abdul wahab

    susahnya buang sifat malasss,kumaha nyaaa,….tips na teuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: