MESU BUDI MANUSIA DAYAK


Suku ini memegang teguh kehormatan leluhur, setia kawan, jujur dan tenggang rasa. Kebersatuan mereka terhadap alam sekitar adalah hasil dari kepercayaan terhadap dunia magis.

dayak1

Siapapun tak bisa menyangkal kemampuan batin manusia Dayak sangat kuat. Ini adalah hasil dari keakraban manusia Dayak dengan dirinya sendiri dan lingkungannya dan diolah dengan laku perbuatan yang nyata: membela harkat dan martabat kemanusiaan serta alam sekitarnya dengan cara diam dan simbolik.

Salah satu ketua adat dari Etnis Dayak pedalaman menceriterakan bagaimana dia mendapatkan ilmu kesaktian sehingga dia memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia lain. Salah satu pesan penting dan begitu mendalam adalah apa yang biasa didengar oleh para spiritualis di Jawa yaitu etos yang disebut mesu budi, — dari Serat Wedatama. Yaitu bermakna mengandalkan kekuatan batin dan tidak bertumpu pada kemegahan dunia. Bahwa NILAI SESEMANUSIA TIDAK PERNAH DILIHAT DARI HARTA YANG DIA MILIKI, TETAPI DARI APA YANG TELAH DIA PERBUAT UNTUK MANUSIA DAN ALAM SEKITARNYA.

“Di zaman yang semakin bobrok seperti sekarang ini, seharusnya jangan hanya mengejar dunia. Lihat saja semua tokoh besar yang meninggal, tidak terkenal karena kendaraan mewah yang dia miliki, rumah yang dia punya, tetapi karena karya yang telah dia buat selama hidupnya,” katanya.

ok1

Salah satu adat yang diyakini manusia Dayak adalah menganggap tabu untuk menebang pohon di sekitar daerah itu, sehingga timbul berbagai istilah hutan adat atau hutan keramat yang dikenal sejak zaman nenek moyang mereka. Sayangnya, masih banyak oknum-oknum yang secara membabi buta melakukan penebangan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan akibat yang timbul dari perbuatannya tersebut.

Tidak sedikit dari wilayah hutan yang diklaim masyarakat Dayak setempat sebagai hutan adat, dijadikan areal penebangan hutan secara liar. Lagi-lagi sangat disayangkan, masyarakat Dayak setempat harus gigit jari terhadap para penebang yang sebenarnya telah melakukan pantangan adat dan pantas menerima hukuman, baik hukum positif maupun adat. Mereka tidak dapat berbuat banyak melihat hal itu. Selain menjadi penonton yang baik mereka lebih banyak diam, karena keterbatasan pengetahuan. Sementara aparat yang seharusnya menjadi pelindung bagi justeru ikut-ikutan menjarah hasil penebangan liar tersebut. Padahal selama ini, jika manusia Dayak memang harus melakukan penebangan kayu untuk membuka lahan atau dijadikan bahan baku membuat rumah, sebelumnya melakukan suatu upacara adat dengan berbagai sesaji.

Itu sebabnya saat terjadi kerusakan hutan yang parah di Kalimantan, manusia Dayak sangat gelisah dan tiada henti memprotes. Salah satu protes itu berbentuk pernyataan bersama menolak perusakan hutan. Misalnya protes yang dilancarkan Forum Kampung Dayak Punan Hulu Kelay yang terdiri dari Kampung Long Suluy, Long Lamcin, Long Lamjan, Long Keluh, Long Duhung, dan Kampung Long Beliu Kabupaten Berau. Mereka memberikan pernyataan:

Bahwa; hutan, air, sungai, pohon buah, pohon madu, tanaman obat, binatang buruan, rotan, emas dan sumber-sumber alam lainnya adalah tempat hidup dan sumber kehidupan kami dan kami harus menjaganya untuk memastikan sumber-sumber alam tersebut, akan
terus ada dan tersedia sebagai amanah pendahulu kami dan untuk kehidupan kami sekarang dan kehidupan generasi penerus kami pada masa yang akan datang, dengan ini kami sampaikan pernyataan kami untuk semua pihak:

1. Menolak penambangan sumberdaya alam, terutama tambang emas dengan menggunakan alat-alat mesin dan zat-zat yang membahayakan, kecuali dilakukan secara tradisional (dulang) seperti yang diajarkan oleh manusia tua kami secara turun-temurun.
2. Tidak menerima segala bentuk perkebunan besar, yang membuka hutan secara luas dan dapat menghabiskan sumberdaya alam sebagai tempat kami menggantungkan hidup dan kehidupan.
3. Menolak segala bentuk kegiatan penebangan liar yang dilakukan oleh siapapun dan dalam bentuk apapun.
4. Menolak segala bentuk perburuan binatang yang dilindungi baik yang dilindungi hukum adat maupun dilindungi hukum positif, kecuali perburuan bintang yang tidak dilindungi untuk kebutuhan hidup kami secara terbatas
5. Meminta pada semua pihak untuk mengakui dan menghargai hak-hak masyarakat secara adat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam
6. Meminta kepada semua masyarakat yang tinggal dikampung-kampung hulu sungai kelay, untuk secara bersama-sama menjaga dan mempertahankan seluruh sumber-sumber kehidupan kita.

ok3

Pernyataan ini adalah pesan serius dari kalangan komunitas Dayak yang selama ini dipandang rendah, hina, dibodoh-bodohkan dan dianggap sebagai “suku terasing” atau “primitif.” Jika kita memahami budaya Dayak, maka kebangkitan untuk tidak diam melihat kerusakan lingkungan ini bisa digambarkan bahwa naga yang tinggal di lubuk sungai telah muncul ke permukaan dan menghempas-hempaskan ekor raksasa perkasanya.

Dalam khasanah Budaya Dayak, manusia harus meyakini adanya konsep hidup-mati: “RENGAN TINGANG NYANAK JATA” (anak enggang, putera-puteri naga), yang dilambangkan oleh enggang dan naga (jata) di seluruh pulau Kalimantan, bukanlah manusia agresif. Tapi jika berkali-kali diagresi dalam berbagai bentuk, mereka akan melakukan perlawanan “ISEN MULANG” yang artinya “takkan pulang kalau tak menang”. Secara fisik terbaca pada “lahap” (pekikan perang) atau “lawung bahandang” (ikat kepala merah) dan “mangkok merah”.

Aksi Dayak ini hanya dilakukan jika mereka sampai pada batas kesabaran, apabila bumi dan mereka terus dirusak, apabila “sumpah potong rotan” dan upacara sejenis sudah dilakukan dan terus-menerus dilanggar. Padahal sejatinya, manusia Dayak termasuk manusia pendiam dan banyak bicara dengan bahasa isyarat, tatapan mata dan pengamatan serta mencermati kata oleh adanya tradisi mantera yang kuat di kalangan komunitas mereka. Mantera adalah satunya kata dan tindakan, keyakinan pada makna kata.

Manusia Dayak mengenal zat tertinggi yang menciptakan dunia dan segala isinya. Itu tersirat dalam adat, mitos-mitos tentang kejadian alam semesta dan manusia yang memperlihatkan keterkaitan-keterkaitan antara manusia dengan makhluk-makhluk lain serta alam lingkungan sekitarnya. Keyakinan terhadap zat tertinggi atau Tuhan itu tersurat dalam keyakinan mereka terhadap adanya dunia batin (inner world) yang memiliki kekuatan magis yang mengendalikan alam semesta. Berbagai nama-nama pengetahuan batin manusia Dayak tersebut diantaranya: Parang-maya, Pipit Berunai, Tumbak Gahan, Awoh, Kiwang, Kibang, Pakihang, Panikam Jantung, dan Petak Malai, dan Pantak.

Dalam mitologinya, manusia Dayak mengenal empat tingkatan dewa-dewa sebagai kekuatan alam yang tinggi. Mereka adalah:

(1) NEK PANITAH. Nek Panitah adalah dewa tertinggi. Ia hidup bersama istrinya yang bernama Nek Duniang. Anak Nek Panitah dengan Ne’ Duniang bernama Baruakng Kulub. Panitah = perintah.

(2) JUBATA. Jubata adalah roh-roh yang baik. Jumlah mereka banyak. Tiap sungai, gunung, hutan, bukit mempunyai jubata. Yang terpenting adalah jubata dari bukit bawakng. Apa’ Manto Ari adalah raja dari bukit bawakng.

(3) KAMANG. Kamang adalah roh-roh leluhur dari orang dayak. Ia berpakaian cawat dan kain kepala warna merah dan putih diputar bersama ( tangkulas ). Ini juga pakaian dari pengayau kalau mereka pulang dengan membawa hasil. Kamang pandai melihat, mencium bau dan makanannya darah. Ini terlihat dari upacara-upacara adat. Darah untuk kamang dan beras kuning untuk jubata. Kamang tariu dan kamang 7 bersaudara. Kamang tariu adalah adalah Kamang Nyado dan Kamang Lejak. Sedangkan kamang 7 bersaudara adalah Bujakng Nyangko ( yang tertua ) tinggal dibukit samabue, Bujakng Pabaras, Saikng Sampit, Sasak Barinas, Gagar Buluh, Buluh Layu’ dan Kamang Bungsu ( dari Santulangan ). Bujakng Nyangko adalah kamang yang baik. Sedangkan yang lain terkadang baik dan terkadang jahat. Saikng sampit, Sasak Barinas, Gagar Buluh dan Buluh Layu’ adalah kamang yang sering tidak senang dan menyebabkan pada waktu itu penyakit dan kematian. Kamang Tariu dengan 7 bersaudara itu adalah pelindung dari para pengayau.

(4) ANTU. Jumlah antu ( hantu ) banyak sekali. Dalam arti tertentu, mereka kurang lebih jiwa orang mati. Antu selalu menyebabkan penyakit pada manusia, binatang maupun tumbuhan. Antu cacar menyebabkan penyakit pada manusia. Antu apat menyebabkan penyakit padi dan antu serah menyebabkan banyak tikus makan padi diladang.

Kepercayaan pada 4 tingkat makhluk supranatural inilah yang melahirkan asas-asas kehidupan mereka, yakni:

(1) PAMA. Pama artinya kekuatan yang membawa keuntungan. Pama hanya dimiliki oleh orang besar dan juga pengayau yang berhasil. Mereka mempunyai pama karena dianggap mereka mempunyai hubungan keatas, dengan jubata. Kalau orang yang mempunyai pama meninggal, pama pindah kepantak yang pada akhirnya ditempatkan dipadagi. Kata pama sendiri berasal dari bahasa sanskrit = umpama, berarti gambaran. Pantak adalah gambaran seseorang yang mempunyai pama pada waktu dia hidup.

(2) JIWA. Orang Dayak mengenal ada 7 jiwa. Yaitu :

ok5

NYAWA. Hanya manusia dan binatang yang mempunyai nyawa. Nyawa hilang waktu meninggal.

SUMANGAT. Bukan hanya manusia mempunyai sumangat, tetapi juga binatang, tanaman dan benda-benda. Ini dapat dilihat dari doa-doa persembahan yang selalu diakhir dengan memanggil kembali sumangat manusia, padi, babi, ayam, beras, emas, perak dan semua milik rumah. Sumangat dengan mudah keluar dari tempatnya. Kalau terkejut, sesudah suatu perbuatan yang berbahaya yang didampingi oleh ketakutan, sesudah memandikan anak kecil ( bahaya sumangat anak hilang bersama dengan air ). Sesudah melahirkan juga diadakan upacara nyaru’ sumangat. Cara sederhana untuk memanggil sumangat kembali : kurrr….a’ sumangat. Mimpi disebabkan oleh sumangat, karena itu sumangat berjalan. Kalau kita sebut nama seseorang, sumangatnya pasti datang dengan kita dan kita akan bertemu dengan semangat orang itu dalam mimpi. Tempat sumangat ada dalam badan. Sumangat dikembalikan dalam badan oleh dukun baliatn lewat telinga kiri. Sesudah manusia meninggal, sumangatnya tidak menjadi pidara, tetapi pergi ke subayatn. Sumangat dari orang yang dibuatkan pantak pergi ketempat pantak itu dan bergabung dengan kamang.

AYU. Tempat ayu ada dibelakang badan. Kalau ayu pergi, ayu dikembalikan dipermulaan punggung ( ka’ pungka’ balikakng ), dibawah leher. Ayu melindungi manusia dari belakang. Penyakit yang disebabkan oleh kehilangan/kepergian ayu jauh lebih parah daripada penyakit yang disebebkan oleh kepergian sumangat. Dikatakan “ lapas ayu “ atau rongko’ (sakit ayu ). Sesudah orang meninggal, ayu menjadi pidara dan tetap tinggal bersama dengan badan. Ada hubungan erat antara ayu dengan hantu. Ayu juga disebut hantu.

SUKAT. Dalam doa selalu dikatakan “ sukat nang panyakng satingi diri’ “ artinya sukat yang panjang setinggi kami sendiri. Pertama sukat menunjuk kepada satu bagian dari badan manusia, mulai dari atas kepala lewat otak ke sumsum belakang. Penyakit bisa disebabkan oleh kekurangan sukat.

BOHOL. Bohol bersifat anatomis yakni garis perut dari tulang dada ke pusat atau lebih khusus tempat dibawah tulang dada yang berdenyut. Kurang bohol atau bohol yang tidak lurus adalah sala satu sebab penyakit. “ kakurangan sukat nang manyak, kakurangan bohol nang jarakng “ demikian dukun menyebutkan sebab penyakit pasiennya. Penyakit karena kekurangan bohol terutama dialami oleh anak kecil. Dari wnaita yang sulit beranak dikatakan “ mereng bohol anak “ artinya bohol anak bayi miring. Dukun baliatn pandai mencari bohol yang hilang.

LEO BANGKULE. Leo Bangkule berarti jantung, hati, paru-paru atau semua organ dalam perut manusia. Dalam doa, leo bangkule sering diundang kembali. Bersama dengan leo bangkule selalu dikatakan : tali nyawa atau tali danatn atau tali dane. Untuk manusia, tali nyawa berarti saluran pencernaan.

NENET SANJADI. Nenet Sanjadi disebut juga saluran pernafasan ( tali sengat ), permulaan dari tali mulai dari karukok (kerongkongan ).

Manusia dayak memegang 5 prinsip kehidupan yang ditetapkan berdasarkan adat, yaitu: HIDUP HARUS TOLONG MENOLONG, HARUS HIDUP MEMPERTAHANKAN KEAMANAN RAKYAT DAN DESA, TIDAK BOLEH HIDUP TIPU-MENIPU, HARUS JUJUR DAN ADIL, DAN HARUS HIDUP SETALI SEDARAH. Bagi pelanggar 5 sumpah adat ini, maka akan diberlakukan Hukuman adat bagi manusia

Secara ringkas, Manusia Dayak yakin bahwa ada dua ruang lingkup alam kehidupan, yaitu kehidupan alam nyata dan kehidupan alam maya. Yang berada di alam kehidupan nyata ialah makhluk tak hidup, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Sedangkan yang berada di alam kehidupan maya antara lain: Ibalis, bunyi’an, antu, sumangat urang mati, dan Jubata (Tuhan).

Kedua alam kehidupan ini dapat saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Kekuatan supranatural yang dimiliki oleh manusia adalah salah satu contoh dari akibat tersebut di atas. Untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan alam nyata dan kehidupan alam maya, serta untuk menata seluruh aspek kehidupan warganya, hubungan timbal-balik sesama warganya, hubungan warganya dengan alam lingkungannya, serta penciptanya/Jubata agar tetap serasi dan harmonis, nenek moyang para leluhur mereka telah menyusun secara arif dan bijaksana ketentuan-ketentuan, aturan-aturan yang harus ditaati dan dijadikan pengangan hidup bagi seluruh warganya dan warga keturunannya dari generasi ke generasi sampai kini.

Manusia Dayak dalam menjalani rutinitas kehidupannya tidak lepas dari praktek religius tradisionalnya yang diwarisi oleh para leluhurnya, terutama dalam interaksinya dengan alam lingkungannya. mereka percaya bahwa dalam usaha mendapatkan rejeki, kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan ini tidak hanya bertumpu pada usaha kerja keras saja, tetapi juga pada harapan adanya campur tangan dari “apa” yang mereka yakini.

Hal ini dapat dilihat dari doa dalam setiap acara ritual yang disampaikan oleh penyangohotn (imam):

“BUKOTNNYO UNANG I-MANTABOK I-MAROMPOKNG ADAT ATURAN ANYIAN, IO INURUNAN AMPET I NE’ UNTE’ I KAIMANTOTN, NE’ ANCINO I TANYUKNG BUNGO, NE’ SARUKNG I SAMPURO, NE’ RAPEK I SAMPERO’, NE’ SAI I SABAKO’, NE’ RAMOTN I SAA’U, NE’ RANYOH I GANTEKNG SIOKNG. ANGKOWOLAH ANGKENYO KAMI ANAK PARUCU’E MAKE IO DAH TINGOR-KAMANINGOR, DAH PAHIYAK DAH GOEHOTN KAMI IHANE.”

Bukanlah adat dan aturan ini hasil rekayasa semata-mata, namun dia diturunkan oleh mereka (para leluhur) yang bernama Nek Unte’ yang tingggal di kaimantotn, Nek Bancino (leluhur dari etnis cina) di Tanyukng Bungo, Nek Sarukng di bukit sampuro, Nek Rapek di sungai Sapero’, Nek Sai di bukit Sabako’, Nek Ramotn di bukit saba’u Nek Ranyoh di Gantekng Siokng. Karena itu generasinya menggunakannya yang diwarisi dari generasi yang menjadi tuntutan kehidupan kami.

Dalam adat terkandung segala aturan, norma dan etika yang mengatur korelasi manusia dengan manusia, manusia dengan unsur-unsur yang non-manusia dalam sistem kehidupan ini. Ajaran tentang adat (etika) lingkungan hidup yang mengatur korelasi antara manusia dengan alam ini didasarkan pada pandangan dunia yang termuat dalam mitos-mitosnya.

Manusia Dayak memahami alam semesta (kosmos) ini sebagai suatu bentuk kehidupan bersama antara manusia dan yang non-manusia, diluar alam para Jubato (dewa) dan Awo Pamo (arwah para leluhur) yang berada di Subayotn. Bentuk kehidupan itu merupakan suatu sistem yang unsur-unsurnya terdiri dari unsur alam manusia dan alam non-manusia yang saling berkolerasi. Sistem kehidupan itu sendiri merupakan lingkungan hidup manusia dimana manusia hidup dan berkolerasi secara harmonis dan seimbang dengan unsur-unsur lain yang bukan manusia. Hubungan yang harmonis dan seimbang dalam sistem kehidupan dibangun oleh manusia melalui praktik-praktik religi.

Manusia sebagai bagian dari alam memiliki unsur-unsur alam, misalnya, udara, air, dan zat lainnya dalam dirinya. Manusia merupakan mikrokosmos (bagian dari dalam sistem alam semesta (kosmos) ini dan setiap unsur dalam sistem itu masing-masing memiliki nilai dan fungsinya yang saling mendukung dalam satu kesatuan yang harmonis dan seimbang.

Alam berkomunikasi dengan manusia antara lain melalui tanda-tanda yang diberikan. Sebaliknya bentuk komunikasi manusia dengan alam melalui praksis (tindakan nyata dan disadari) dan praktik religiusnya. Beberapa contoh bentuk pemahaman manusia sebagai bagian dari alam yang berkolerasi dalam misalnya, kematian dipahami sebagai peristiwa kembalinya dan menyatunya jasad manusia dengan alam dunia (taino) serta sengat atau ayu (jiwa) dengan Subayotn.

Saat manusia akan meninggalkan dunia, alam mengkomunikasikannya pada mnusia berupa tanda dalam bentuk suara dari sejenis mahluk alam yang disebut Tirantokng. Suara itu menyerupai bunyi sebuah parang besar beradu dengan alas kayu terjadi pada malam hari antara pukul 10.00 hingga 12.00. Tanda ini diartikan bahwa hantu telah memotong-motong badan orang itu hingga meninggal. Orang segera tahu bahwa dalam beberapa hari akan ada yang meninggal dunia di desanya atau desa sekitarnya.

Saat orang itu akan menghembuskan nafasnya yang terakhir (NGOOH), pada malam sebelumnya suara riuh rendah dari mahluk malam di rimba terdengar tidak seperti biasanya. Peristiwa ini bisa dialami oleh mereka yang menunggu durian atau berburu pada malam hari (NERENG). Orang menafsirkannya bahwa alam bersorak-sorai menyambut kedatangan manusia yang akan menyatu kembali dengannya. Tidak ada kebiasaan membersihkan dan menyembahyangi dalam kehidupanmasyarakat Dayak. Pohon-pohon dan semak dibiarkan tumbuh lebat disekitar kuburan. Masyarakat takut untuk membersihkannya karena arwah manusia yang dikubur itu akan marah dan menyakitinya.

Jenasah itu dikubur tanpa nisan. Rangkaian peristiwa kematian yang dialami dalam kehidupannya membuat masyarakat Dayak berkesimpulan bahwa MANUSIA ITU BETUL-BETUL TELAH KEMBALI DAN MENYATU DENGAN ALAM KARENA DIA SESUNGGUHNYA BERASAL DARI ALAM. MANUSIA YANG SUDAH MOMO’ (MENINGGAL DUNIA) ITU SESUNGGUHNYA TELAH KEMBALI KE BINUO (TEMPAT) ASALNYA.

Selain menjalin keakraban kepada makhluk lain yang tidak terlihat, Manusia juga perlu menjalin kerjasama erat dengan binatang sebagai sesama adalah mahluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu ada salah satu suku dayak yaitu Suku Dayak Ngaju menempatkan binatang pada tempat yang istimewa, antara lain:
a. Burung Tingang merupakan lambang kemasyuran dan keagungan.
b. Burung Antang (Elang) merupakan lambang keberanian, kecerdikan serta kemampuan memberikan petunjuk peruntungan baik buruk. Dalam acara ritual “menenung” atau acara “menajah antang” untuk mengetahui “Dahiang-Baya”, maka burung Antang digunakan sebagai mediator.
c. Burung Bakaka diyakini memberikan petunjuk bagi pencari ikan apakah memperoleh banyak ikan atau tidak. Demikian juga burung perintis.
d. Burung Kalajajau/ Kajajau (Murai) dianggap sebagai burung milik dewa. Memperlakukan burung Kalajajau/ Kajajau (Murai) dengan semena-mena dapat membawa malapetaka.
e. Burung Tabalului, Kangkamiak dan kulang-kulit sebagai kelompok burung hantu diyakini sebagai burung iblis.
f. Burung Bubut mampu memberikan informasi bahwa tidak alam lagi permukaan air sungai akan meluap atau terjadi banjir.
g. Tambun (ular besar / ular naga) melambangkan kearifan, kebijakan sarana, dan kekuatan.
h. Buaya sering dianggap sebagai penjelma mahluk alam bawah (jata).
i. Angui (Bunglon) diyakini sebagai perwujudan saudara Ranying Hatala Langit yang bungsu.

Meskipun binatang adalah mahluk ciptaan Tuhan dengan derajad yang lebih rendah dari pada manusia, namun manusia harus tetap menjaga keseimbangan populasinya agar supaya keseimbangan alam tetap terpelihara. Dalam kehidupan Masyarakat Dayak, adat melarang siapapun menganiaya binatang. Sebaliknya adat juga melarang manusia mempunyai hubungan yang lebih dengan binatang atau disetubuhi oleh binatang. Apabila hal itu terjadi maka orang tersebut merupakan manusia terkutuk.

Demikian sedikit uraian tentang dunia mistik Budaya Dayak. Tulisan ini hanya sebagai pintu masuk yang perlu ditindaklanjuti dengan berbagai penelitian mengingat suku Dayak tersebar di hampir seluruh Pulau Kalimantan yang luas. Kekayaan budaya spiritual dan mistik di tanah air kita memang luar biasa dan perlu terus dilestarikan, dilindungi dan  dikembangkan.

Wong Alus

About these ads
Categories: DAYAK | Tags: , , , , , | 36 Komentar

Post navigation

36 thoughts on “MESU BUDI MANUSIA DAYAK

  1. Suatu informasi yang komplit dan penuh tuntunan hidup bagaimana manusia bisa belajar dari nilai2 moral budaya setempat guna pelestarian lingkungan alam kehidupan.

    Sebenarnya sejak sekolah dasar anak2 perlu memahami hukum sebab akibat dari “pitutur luhur budaya masing2 daerah”,jangan hanya dogma-dogma agama saja.

    Pembabatan hutan-pengrusakan alam dan perburuan hewan yang tak terkendali,membuktikan bahwa 20 th terakhir ini muatan lokal kurikulum di negeri ini telah menghasilkan manusia2 yang serakah dan kurang bertanggung jawab.Mari kita gali kembali tuntunan moral nilai luhur budaya bangsa,demi kelanggengan ibu pertiwi.

    salam rahayu.

  2. Gagak seta

    Betapa sayang sekali budaya yang penuh kearifan lokal terpojokan hanya karena dianggap masyarakat primitif dan minoritas.Sungguh sayang… mungkin perpecahan tidak hanya terjadi karena perbedaan namun juga adanya diskriminasi dan tidak adanya sikap menghargai pada budaya minoritas yang beragam banyaknya dinusantara ini.
    Saya banyak belajar dari panjenengan matur nuwun atas wawasannya.

    salam sejati

  3. sikapsamin

    Yth. Mas Wong Alus…liwat panjenengan para sedulur sikapsamin ngaturake Salam Kenal ing Sejatine Seduluran marang kabeh Sedulur Tunggal-Sikep ing Kalimanantan…

    Tambah Bakuh-Kukuh-Utuh Mosaik ‘NKRI’…..
    Banget panarimaku mas Wong Alus

    Samin adalah Sikap

  4. wongalus

    Yth Yang Kung, sepakat bahwa kurikulum lokal kita terlalu otak kiri sentris. Diperlukan satu kurikulum yang terpadu dan komprehensif yang dilatarbelakangi oleh kecintaan pada lingkungan hidup.

    Yth Mas Gagak Seta, justeru dari panjenenganlah saya belajar. Benar mas, bila tidak dikelola dengan kearifan berbagai suku bangsa itu bisa menjadi potensi konflik yang besar dan kalah oleh globalisasi budaya yang akan menyapu bersih keunikan dan keberagaman budaya kita.

    Yth Mas Sikap Samin, harusnya bangsa Indonesia yang besar ini belajar dari kearifan komunitas samin untuk melawan budaya global. Sepakat mas, Bangsa Kita dengan keragaman suku bangsa adalah Sedulur Tunggal Sikep yang harus bersatu padu, gotong royong untuk maju dan tinggal landas menyongsong globalisasi.

    Salam damai lahir batin dari hati terdalam.

  5. andesraya

    Yth. Mas Wong Alus..
    Informasinya bagus & lengkap….
    Namun untuk share bahwa foto yang ditampilkan itu menurut saya (dari yang ada di kalimantan barat) bukan orang dayak tetapi dari etnis china atau dikenal disana sebagai tatung atau louya. Memang sering atribut yang dipakai adalah atribut dayak bahkan banyak juga yang memakai ilmu-ilmu dayak akan tetapi setahu saya disana tidak ada orang dayak yang mau menunjukkan kesaktiannya di depan umum seperti dalam foto tadi.
    Mungkin inilah salah satu kearifan suku dayak di tempat kami yang mengikuti ilmu padi “semakin berisi semakin merunduk”.
    Oke.. mungkin itu saja dari saya, dan apabila ada pihak yang kurang/tidak setuju.. saya mengucapkan maaf yang sedalam-dalamnya.

  6. wongalus

    Yth mas andesraya, salam kenal. Terima kasih atas koreksinya yang sangat bermanfaat. Suku Dayak sebagaimana suku Jawa dan suku-suku yang lain ternyata memiliki kearifan lokal yang luar biasa ya: Semakin Berisi Semakin Merunduk.
    Salam persahabatan penuh cinta dari kami untuk saudara-saudara di Suku Dayak.

  7. Azzie Iskandar

    haturnuhun mas, alhamdulillah

  8. salamkenal kembali keluarga dari jawa terasa tekesan sekali karakter dayakdgn nepotisme kehidupanya yg beragramkan kebudayaan yg agraris penuh hikma utk dipelajari sbg falsafah jati diri manusia .dari bentuk pri badi kita yg kadang amat sombong makaakan jadi tunduk dihadapan sang perkasa.kami sampaikan kembali kpd keluaga suku dayaktrima kasih

  9. Mathew

    Yth. Mas Wong Alus,
    Salam kenal dan salam sejahtera..

    Sungguh suatu kebanggaan membaca artikel anda yg ditulis dgn cara pandang yg netral dan penuh kearifan. Mungkin sedikit koreksi utk berbagi informasi ( melengkapi apa yg sudah disampaikan oleh mas andesraya ), karena kebetulan saya adalah keturunan dari etnis dayak dan etnis tionghoa, foto foto yg dilampirkan memang bukan dari etnis dayak, melainkan foto paranormal dari etnis tionghoa yg memiliki kemampuan untuk mengundang dewa dewa untuk masuk ke badan mereka. Sedikit koreksi untuk mas andesraya, para paranormal tersebut tidak/bukan memakai ilmu dayak, melainkan dewa dewa yg masuk ke badan mereka itulah yg memiliki dan menggunakan ilmu ilmu tersebut ( biasanya utk kepentingan pengobatan ), dan para paranormal itu hanyalah sarana bagi mereka untuk bisa melakukannya. Mungkin itu saja sedikit berbagi info dr saya, jika ada kata kata yg salah ataupun ada merasa kurang setuju dng saya, saya mohon maaf yg sebesar-besarnya.
    Salam Damai dan Sejahtera.

  10. yuda

    Urang K U T A I……….!!!!!!!
    Saya Yakin Suatu Saat Akan Ada Seseorang dari Keturunan Kami Urang Kalimantan. Gak Jelas Juga Nanti Sukunya Apa???
    Berharap “Bisa Mengumpulkan Kembali, Orang2 Sakti”
    Yg Akan Menyerang, Lewat Angin “seLama anda Masih Bernapas”
    Dan Juga Lewat Makanan “Selama Anda Masih Makan & Masih Menginjak Bumi” “JanganLah Kami Dibuat Letih & Capek”

  11. sugeng sejati

    @yuda : maksudnya apa ya ???

  12. ahmad zamroni

    mantab dah..

  13. raden arto

    rahasia cara mudah menyelesaikan hutang,bg pengusaha atau sedulur yg punya hutang menumpuk
    temukan rahasianya,
    radenarto@yahoo.co.id

  14. murai batu

    Salam kenal mas “wong alus”

    Membaca artikel anda membuat saya semakin kagum dengan dayak…suku dayak terkenal memiliki kekuatan magis paling tinggi dibandingkan dengan suku-suku lain…ilmu dayak tak bisa dibuat main-main…banyak cerita aneh saat terjadi kerusuhan sambas dan sampit yg berhubungan dengan kesaktian orang dayak, dari mulai berjalan terbang, parang maya, ilmu kebalnya, ilmu menghilang dan ilmu penciuman yg tidak pernah meleset,…ini luar biasa…patut dilestarikan…ilmu dayak merupakan bukti hubungan mereka yg erat dengan dunia gaib….saya senang membaca artikel anda untuk menambah wawasan saya….salam…

  15. Kumbang kelana

    Selamat, malam, all, ,salam sejahtera,,,

  16. octa gamas

    saya bangga menjadi putra dayak..kita harus tetap menjaga budaya leluhur yg d’wariskan pada kita..dan tetap menjaga perdamaian serta kerukunan antar suku di seluruh indonesia..salam damai octa gamas putra dayak benuaq

  17. bumiku

    Dimana bumi di pijak di situ langit dijunjung. Terimakasih ulasannya sangat bermanfaat untuk dapat diketahui oleh orang lain yang belum mengenal orang2 Dayak. Saya putra Dayak Kapuas mengucapkan “Salam Damai”.

  18. Sisilia Hendrawati

    Informasi yang sangat bagus dan penting untuk dibaca. Saya akan meminta siswa-siswi saya untuk membaca informasi ini. Sudah waktunya orang Dayak melakukan sesuatu untuk menghentikan penebangan hutan, penambangan yang menggunakan alat berat dan membahayakan kesehatan. Tanah, Hutan dan isinya adalah milik kita yang diwariskan oleh nenek moyang kita, bukan milik perusahaan, bukan milik pemerintah tapi milik kita. Salam “Putri Dayak”.

  19. netral

    br bc artikel ini. hmph saya agak bingung dengan suku dayak. ada yg memang campur, ada yang memang asli dr china selatan tepatny di yunnan. yg sakti2 itu ga ada d keluarga saya. . kakek dan nenek saya smua brmarga etnis china, tp mrka mengaku dayak kenyah. yg ilmu2 bgni tidak ada di suku dayak yg sudah terima injil.dayak pun artinya non melayu,pendatang yg hdup di sungai hulu kalimantan. dayak dr yg saya tau dr leluhur2 mulut ke mulut, adalah suku dai dr china selatan,yunnan yg migrasi duluan jauh sblum suku hakka,han,hokkian (suku tionghoa tbyak di indonesia) pindah ke indonesia. jadi jujur yg ilmu bgini tdak ada di suku dayak dr keluarga saya.peace. . .

  20. Uluh itah kia..

  21. Saya bangga menjadi PUTRA DAYAK…
    Mari kita lestarikan budaya yang telah ada,, jangan sampai hilang begitu saja karena kemajuan zaman, yang sekarang ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita, baik positif dan negatifnya.
    Adil Ka’ Talino
    Bacuramin Ka’ Saruga
    Basengat Ka’ Jubata
    (arusss..arusss)

    Salam Dayak Kalimantan

  22. saya terkesan dengan ulasan saudara, walaupun disuku dayak ada sedikit perbedaan dan juga persamaan, saya seorang suku dayak ngaju yang masih memegang agama leluhur yaitu kaharingan mempunyai kepercayaan yang kuat bahwa kami tidak memiliki dewa melaikan Tuhan yang satu yaitu Ranying Hatala Langit, Tuhan Tambing kabunteran Bulan Raja Tuntung matan andau, sedangkan yang lainnya seperti jata, sangomang, sahawung Dll adalah pesuruhnya atau seperti malaikat untuk menyampaikan pesan atau membantu manusia, sedangkan anggui itu mungkin dikatakan setan atau iblis sebab dia pernah mengaku sebagai Ranying Hatala Kepada Raja Bunu(manusia pertama dibumi persi suku dayak agama Kaharingan). salam buat saudara semoga tulisannya lebih optimal dan Suku dayak semoga selalu menjaga adat dan budayanya.

  23. Nderek nyimak pituah leluhur saking suku dayak.

  24. estimate

    Kita semua suku bangsa Dayak patut berbangga ternyata Dayak bukan hanya ada di 4 provinsi tetapi ada juga di Sarawak, Brunei Darusalam, Sabah dan terakhir diketahui adalah Madagaskar wilayah Afrika Timur. Kalau saja Kerajaan Dayak di Kalimantan tidak dirusak oleh Jawa maka sampai sekarang Kalimantan makmur sentosa. Majapahit adalah kerajaan perusak bukan pembangun. Menyerang kerajaan lain dengan nafsu. Makanya Gajah Mada bersumpah sebelum ia menyatukan nusantara termasuk Madagaskar dia tidak akan makan buah pala. Akhirnya Gajah Mada tidak ampu menyerang kerajaan Dayak di Madagaskar.
    Pantasan Gajah Mada sudah tahu bahwa di Madagaskar penghuninya adalah orang Dayak yang ingin dikuasainya juga, tapi apa??? tidak berhasil karena terlalu jauh.

  25. Keaslian Budaya Dayak Sekarang Hanya terdapat Dalam Agama Hindu Kaharingan yang dulu disebut Agama Dayak di Buimi Borneo pada jaman penjajahan Kolonial Belanda/Jepang, Kelestariannya sebenarnya tergantung dari kepedulian Pemerintah terhadap agama ini bahkan sebelumnya pemeritah tidak mengakuinya sebagai agama namun dengan usaha yang mereka lakukan sendiri mereka akhirnya bisa di akui sebagai agama resmi, seandainya saja orang dayak semua beragama kaharingan maka Budaya aslinya akan bangkit dan jaya seperti dulu lagi, tapi sayang orang dayak sekarang sudah banyak yang tidak beragama Kaharingan padahal konsep dan sistem kepercayaannya terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa sangat jelas terlihat tidak kalah hebatnya dengan agama lain . mereka juga menggunakan sistem pemujaan yang terstruktur guna menjaga keharmonisan kehidupan/ Hubungan yang harmonis terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Dengan sesamanya maupun dengan alam lingkungannya.

  26. wawan

    saya senang dg artikel yg ditulis WONG ALUS ,namun masih kurang jelas dayak apa dan dimana?
    di kalimantan banyak sekali nama suku dayaknya,
    ulasan di atas tentang suku dayak dg pemahaman adat lama atau yg masih tidak tercampur dg budaya yg baru dan itu hanya ada dibeberapa tempat saja lg , namun dibeberapa tempat sudah berubah setelah ISLAM masuk kebudayaan pun berubah sesuai dg tuntunan ISLAM ,hadirnya ISLAM menambah/menguatkan jiwa orang dayak seperti tingginya toleransi sosial, kecintaan terhadap lingkungan/alam, menjaga kelestarian alam.
    salam dari saya dayak kal-teng

  27. Lok sado

    Salam damai semuanya, saya bangga dengan ulasan mas wong alus yg d atas tntang kerukunan masyarakat DAYAK, salam saya dr warga e dayak MERATUS, KALSEL

  28. Blog bagus, info yang bermanfaat

  29. netral

    Itu bener foto suku dayak.suku dayak juga bs tatung

  30. clarisa

    saya bangga menjadi suku dayak…di malaysia khususnya sarawak suku dayak sudah jauh maju sekarang malah bertaraf bumiputera….

  31. Alam Mistik

    Salam Persaudaraan.. Saya bangga sebahagian daripada DAYAK. Dayak itu banyak sukunya…walaupun begitu Dayak tetap bersatu bersehati…misalnya Suku Murut di Sabah juga masih tergolong dalam kumpulan Dayak Borneo…Kami salah satu cabang rumpun Dayak di Sabah amat mengharapkan kesatuan kita semakin kukuh walaupun dipisahkan oleh sempadan negara. Hakikatnya walau jauh di mata tapi di hati tetap dekat. Oya, saya ingin mengumpul data dan informasi berkaitan dengan Susur galur Sultan Murut ( dalam bahasa Murut dikenali sebagai SULUTAN) untuk catatan sejarah. Sulutan bermaksud pemerintah yang diteladani,dituruti, ketua dan pemerintah. Jesteru itu,sesiapa yang punya informasi kita boleh kongsikan….

  32. Ian Apokayan

    Adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ Jubata. Bakomo’ diri’ bapakat, bajalatn diri barage ngago’ maraga idup nang bujur !

    Nga’dan biyu’la Bangsa Dayak
    Ca lo’ kisi’ tawai-la, ca lo’ keta poyan la
    Lepu’ cin a’eng ngan Lepu’ cin aba’
    Apan nai loda’ keta selema’
    Nengayet-na pa’bat keta ga’gan
    Mo’o pekelet ca lo’ kisi’ poyan
    Ain serepi’ ca-lo’ tawai oyan

    Tabe salamat Lingu Nalatai Salam Sujud Karendem Malempang.
    Penyang Hinje Simpei Paturung Humba Tamburak, Hatamuei Lingu Nalatai, Hapangaja Karendem Malempang. Ela Kurang Penyang Panggarasang Belum Batu Panggiri Linggu Maharing Nyangkelan Garing Raja wen Beken

    Salam Borneo dari ku, Ian Apokayan
    Putra asli dayak Kenyah – Punan, Kalimantan Utara.

  33. Sebenarnya Magis Suku Dayak itu Tidak Terlalu kuat jika di bandingkan dengan magis suku Jawa khusunya yang berada di daerah Banten. Pusat Magis terkuat Di Indonesia Adalah Banten bahkan Panglima Batu Suku Dayak mengakui itu. Ada Beberapa hal yang membuat Dayak terlihat kuat kerena Dekat dengan Alam dan belajar Mengunakan Trial Error dari alam dan pengalaman..

  34. Ian Apokayan

    Jangan Takabur bro Suwardi :)
    Itu hanya pengakuan dari satu orang suku Dayak, bukan berarti bisa begitu saja diterima.
    Coba mana bukti argumentasi mu jika benar berita itu ada, dan mana bukti pengakuan dari kami masyarakat Dayak bahwa yang kamu sampaikan itu adalah benar sosok Panglima Batu, dari kerabat Dayak apa beliau ?

  35. Alhamdulilah

    Jangan meragukan suku kita sendiri. Kita bangsa Dayak tidak berasal dari mana-mana. Kita berasal dari pulau ini. Jangan pedulikan orang mengatakan kita dari Yunan sebab itu cara licik orang untuk mengusir kita. Ada teori gempa dan glatsier yang populer mengatakan bahwa dulu daratan ini satu. sejak terjadi gempa dan leburnya es di kutub membuat celah yang retak dipenuhi air sehingga terkesan terpisah. Oleh karena terpisah laut maka dibuatlah teori macam-macam yang mengatakan orang Dayak berlayar menuju Kalimantan lewat Formosa dan sebagainya. Semua teori tentang pelayaran dari Cina Selatan bohong. Yang benar adalah kejadian gempa dan mencair nya es di kutub yang akhirnya memisahkan diri dari daratan awal. Begitu. Jadi sangat tidak benar Dayak berasal dari Yunan. Yang benar adalah orang Dayak dan Yunan sama, mereka terpisah karena gempa besar yang emnajadikan daratan ini pecah menjadi pulau-pulau.

  36. Jariyanto - Ki Ageng Serang

    Salam Persaudardaraan, Di dunia ini memang banyak Orang orang Sakti dari berbagai kaum atau golongan, tapi sesungguhnya manusia tidak ada yang sakti kecuali hanya Allah, Sesungguhnya sakti bagi manusia adalah orang yang dapat mesu budi olah rogo, hamati roso tindak tanduk candolo,lan manunggalake roso, karso, cipto maring gusti kang kawoso.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: