Arsip Bulanan: Juli 2009

MENSYUKURI HIDAYAH IMAN


daun

Iman secara sederhana diartikan sebagai percaya adanya Allah SWT, Malaikat-Nya, Rasul-Nya, Kitab Suci-Nya, Hari Akhir (kiamat) dan takdir-Nya. Ada orang yang tidak beriman. Ada orang yang beriman. Ada yang kadang-kadang beriman namun kadang-kadang tidak.

Mana yang lebih banyak apakah orang beriman atau tidak beriman, tidak ada data statistik yang akurat. Kecuali mungkin para malaikat yang setiap hari sibuk meraba-raba isi dada seseorang. Orang yang beriman dan tidak beriman susah dikenali tanda-tanda dari luar. Tidak ada tanda-tanda spesifik misalnya celananya harus pendek dibawah lutut berbaju gamis, jenggot gondrong, atau dahi hitam yang menandakan seseorang itu beriman atau tidak.

Iman ada dalam qalbu seseorang. Qalbu bukanlah hati atau jantung biologis. Qalbu adalah hati metafisik yang mampu untuk merasakan sesuatu getaran hati metafisik yang lain. Orang yang cinta dan sayang kepada sesuatu hal yang bergerak adalah qalbunya, rasanya, hatinya, jiwanya. Begitu juga dengan iman.

Iman adalah manifestasi spiritualitas seseorang yang berhubungan dengan sesuatu yang transenden (transcendere: mengatasi dirinya), adikodrati, dan mistik. Iman berhubungan dengan penghayatan diri terhadap nilai-nilai absolut yang diyakini berada di dalam diri manusia (immanere: berada di dalam) karena yang transenden mampu mendatangkan sesuatu yang lebih berkuasa dari dirinya.

Iman lebih dari sekedar percaya akan adanya sesuatu. Iman selain percaya, juga menuntut seseorang untuk ikhlas mengabdikan diri ke sesuatu tersebut sekaligus juga menunaikan hak dan kewajiban-kewajiban berdasarkan atas konsensus keimanannya. Keimanan saya kepada Tuhan akhirnya membawa saya pada ketaatan pada kewajiban religius yang harus ditunaikan atau juga kewajiban menghindari larangan.

Iman berasal dari cahaya petunjuk Allah yang menyinari qalbu manusia. Cahaya petunjuk dalam bahasa agama disebut hidayah. Hidayah turun karena kehendak-Nya. Petunjuk Allah sudah ada di dalam diri maupun di luar diri manusia karena Allah memiliki sifat Ar Rahman (pemberi). Namun tanpa hidayah yang merupakan hak prerogratif-Nya maka petunjuk itu tidak mampu dibaca oleh manusia. Inilah buah dari sifat Ar Rahim (Penyayang).

Kepada siapa dia menyayangi seseorang maka dia memberikan hidayah berupa iman. Hidayah ini tidak diterima oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang dipilih-Nya saja, yang diberi hidayah berupa iman. Maka, logis bila seseorang yang beriman hendaknya bersyukur. Bersyukur atas iman membawa konsekuensi bahwa seseorang itu harus menjaga serta memupuk keimanannya dengan mengimplementasikan keimanannya itu untuk kemanfaatan ciptaan-ciptaan-Nya yang lain (terminologi agamanya: amal sholeh).

Semoga kita semua mampu bersyukur atas iman yang bercahaya di dada kita masing-masing dan bila belum mendapatkan hidayah iman, marilah memohon kepada-Nya agar dia secepatnya memberikan kita hidayah iman yang tidak ternilai harganya itu. ###

Categories: HIDAYAH IMAN | 16 Komentar

AKU SEJATI


Tuhan mengingatkan bahwa sebelum mengenal Dia (Tuhan) maka manusia diminta untuk memahami “Aku” nya sendiri sebagai sarana atau jalan untuk menuju pengenalan AKU-TUHAN? Itu karena dalam “Aku” termuat rahasia AKU-NYA.

Pembahasan tentang pengenalan diri ini adalah kunci jalan spiritual. Sehingga menyelami kesadaran diri yang sebenarnya, dan mengenali hakikat ruh yang biasa menyebut dirinya “Aku” adalah cukup penting dan menjadi bangunan suci ibadah hidup manusia. Saya tidak akan lagi bicara soal dalil-dalil. Ibaratnya kita melakukan shalat, kita tidak lagi butuh dalil, akan tetapi kita tinggal memasuki keadaan shalat yang sebenarnya. Diskusi kita sudah selesai dalam hal hukum-hukum kebenaran Tuhan.

Perenungan tentang hakikat ruh ini mau tidak mau membawa kita pada khasanah filsafat manusia. Namun tidak perlu kita masuki terlalu dalam wacana filsafat apa hakekat manusia sesungguhnya. Yang jelas, bahwa manusia adalah makhluk sempurna yang telah diberi mandat untuk menjadi wakil Tuhan di muka bumi.

Selain unsur biologis fisik yang sangat kompleks mulai dari kaki hingga otak, susunan dalam mental dan kerohaniannya terdapat sifat yang tertinggi meskipun masih terdapat daya kemauan yaitu KEKUATAN SANG “AKU”, yang merupakan KEKUATAN yang diterima dari Yang Maha Mutlak.

Tubuh biologis dan mental keinginan nafsu adalah milik manusia. Namun bukan manusia itu sendiri. Sebelum manusia (“Aku”) dapat menguasai atau mengalahkan atau mengarahkan benda yang menjadi miliknya terlebih dahulu ia harus menyadari dirinya secara benar. Ia harus dapat membedakan mana yang merupakan Aku dan mana yang merupakan milik Aku, dapat membedakan mana yang Aku dan mana yang bukan Aku.

Yang harus disadari: SANG AKU BERSIFAT ABADI – TIDAK BISA MATI -TIDAK BISA RUSAK. AKU MEMILIKI KEKUASAAN, KEBIJAKSANAAN DAN KENYATAAN. AKU INILAH YANG AKAN KEMBALI POSISI ASALNYA: SESUNGGUHNYA AKU ADALAH BERASAL DARI ALLAH DAN KEPADA-NYA-LAH AKU KEMBALI….

Orang modern yang sejak lahir hingga dewasa selalu hidup dan mengarahkan dirinya dalam kesemestaan benda-benda material beranggapan bahwa rasa keakuan mereka hanya merupakan kesadaran mengenai nafsu badani pemenuhan keinginan, pemuasan kesenangan, memperoleh kenyamanan bagi dirinya. Bagian bawah dari batin naluri merupakan tempat rasa keakuan orang-orang primitif. Bila seorang primitif mengatakan “Aku”, maka yang dimaksud adalah badannya. Badan ini mempunyai perasaan, keinginan dan nafsu. Mereka menggunakan daya pikirnya guna memenuhi nafsu dan keinginan fisiknya, padahal mereka sebenarnya hidup dalam tingkat batin naluri.

Setelah menyadari ketololannya dan beranjak tua, manusia harusnya semakin tinggi pendakian spiritualnya. Mulailah ia mempunyai konsep tentang Aku nya yang lebih lengkap. Bila ia mulai menggunakan akalnya, maka ia pindah dari tingkat batin naluri ke tingkat batin mental. Ia mulai merasakan bahwa batinnya adalah lebih nyata bagi dirinya dari pada badannya, bahkan kadang ia melupakan badannya bila sedang terbenam dalam pemikiran secara serius.

Setelah kesadaran orang meningkat yaitu kesadarannya berpindah dari tingkat mental ke tingkat kerohanian ia menyadari bahwa “Aku” yang sebenarnya adalah sesuatu yang lebih tinggi dari pada pikiran, perasaan dan badan fisiknya, bahwa semuanya ini dapat digunakan sebagai alat saja. Hingga akhirnya orang benar-benar merasakan sebagai Aku yang sebenarnya (AKU SEJATI).

Berikut cara mengembangkan atau membangkitkan kesadaran Aku yang fitrah. Ini merupakan latihan yang harus disadari, sebab kita tidak akan bisa melakukan pendekatan kepada Allah kalau tidak menyadari hakekat diri yang hakiki. Kesadaran “Aku” ini merupakan langkah pertama pada jalan menuju mendapatkan PENCERAHAN yang merupakan realisasi hubungan Aku dengan Yang Maha Agung.

Monggo praktekkan latihan ini di berbagai tahapan perjalanan sampai memperoleh penerangan jiwa.

MENEMUKAN AKU SEJATI
Carilah tempat atau ruangan, yang terbebas dari gangguan, agar batin anda merasa aman dan tenang. Anda boleh duduk, berbaring, maupun berdiri yang enak agar anda dapat mengendorkan otot-otot dan membebaskan ketegangan syaraf. Lepaskan ketegangan dan biarkan otot-otot menjadi lemas, sampai terasa tenang dan damai meresapi seluruh tubuh. Istirahatkan badan dan pasrahkan seluruh jiwa raga. Atau lakukanlah dengan posisi berdiri, hal ini dilakukan untuk menghindari mudah terlena dan tertidur …

Setelah berpengalaman hendaknya mampu melakukan pengendoran badan dan menenangkan pikiran dimana pun dan kapanpun anda memerlukannya. Ingat bahwa keadaan dzikir harus berada di bawah penguasaan kemauan yang keras. Di dalam melakukan praktek dzikir harus diterapkan pada waktu yang tepat dan atas kemauan sendiri. SADARI BAHWA AKU ADALAH HAKIKI NYA MANUSIA YANG TIDAK PERNAH TIDUR – TIDAK MATI – ABADI, …SELALU SADAR TIDAK PERNAH MENGALAMI SEDIH DAN TAKUT … AKU SANG ROH SUCI (FITRAH) YANG MAMPU MENEMBUS ALAM MIMPI, ALAM MALAKUT DAN ALAM ULUHIYAH…

Sekarang anda memasuki tahapan yang menyebabkan Aku merasa sebagai makhluk mental. Kalau anda memejamkan mata anda akan merasakan dan bisa membedakan mana Aku yang sebenarnya … disitu ada aku yang memperhatikan sensasi badan, seperti misalnya : lapar, haus, sakit, sensasi yang menyenangkan, kesedihan. Anda akan merasakan ternyata bukan aku sebenarnya yang lapar, sakit dan sedih, akan tetapi itu adalah sensasi badan yang dimiliki oleh sang Aku. Aku sejati mengatasi semua itu tadi…

MUlai sekarang, melepaskan diri dari yang bukan hakiki, agar tidak diombang-ambingkan oleh tubuh anda sendiri. Sadari AKU ADALAH YANG MENGUASAI PERASAAN DAN PIKIRAN, JADILAH TUAN ATAS DIRI ANDA … keluarlah anda seperti melepaskan baju, lalu tinggalkan dan jangan anda memikirkan semuanya itu. Karena badan anda mempunyai batin naluri yang akan bergerak menurut fungsinya. Perhatikan saat anda tidur … Aku anda meninggalkan tubuh anda tanpa harus memikirkan bagaimana nantinya badanku, kenyataannya tubuh bekerja menurut yang dikehendaki oleh nalurinya sendiri.

SADARKAN SANG AKU. HUBUNGKAN DENGAN DZAT YANG MAHA MUTLAK …HADIRLAH DIHADAPAN-NYA SEBAGAIMANA KESAKSIAN AKU DIALAM `AZALI…PANGGILLAH …PENUH SANTUN YA ALLAH … YA ALLAH … TUNDUKKAN JIWA ANDA DENGAN HORMAT … DAN DATANGLAH KEHADIRAT-NYA DENGAN TERUS MEMANGGIL YA ALLAH …YA ALLAH … TIMBULKAN RASA CINTA YANG DALAM …HADIRLAH TERUS DALAM DZIKIR … BIARKAN SENSASI PIKIRAN DAN PERASAAN MELAYANG-LAYANG …SADARKAN DAN KEMBALIKAN BAHWA AKU BUKAN ITU SEMUA … AKU ADALAH YANG MENYAKSIKAN SEMUANYA … BERSAKSILAH DENGAN MENGUCAPKAN DUA KALIMAT SYAHADAT … SAMPAIKAN DO’A SALAWAT UNTUK RASULULLAH .DAN KELUARGANYA. TERUSKAN AKU MELAYANG MENEMBUS SEMUA ALAM-ALAM YANG MENGHALANGI, BIARKAN AKU BERJALAN MENUJU YANG MAHA TAK TERHINGGA … ###

Categories: AKU SEJATI | 70 Komentar

ILMU LADUNI


Dalam khasanah makrifat, pejalan spiritual akan bersinggungan dengan istilah ILMU LADUNI. Yaitu pengetahuan yang diperolehi tidak melalui proses kegiatan belajar mengajar dan membaca buku-buku, namun melalui PANDANGAN MATA HATI YANG DITERIMA LANGSUNG DARI ALLAH.

Tuhan hanya bisa dikenal jika Dia sendiri berkehendak untuk dikenali. Jika Dia ingin memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya maka hati hamba itu akan dipersiapkan untuk dilakukan pembersihan. Selanjutnya, Hati hambanya tersebut diterangi dengan CAHAYA atau Nur-Nya. Nur-Nya adalah kendaraan bagi hati untuk sampai ke SISI-Nya.

HATI ADALAH BADAN DAN RUH ADALAH NYAWANYA. RUH PULA YANG LANGSUNG TERKAIT DENGAN TUHAN DAN KETERKAITAN ITU DINAMAKAN AS-SIR (RAHASIA). RUH ADALAH NYAWANYA HATI DAN SIR ADALAH NYAWANYA RUH. BOLEH JUGA DIKATAKAN BAHWA HAKIKAT HATI ADALAH RUH DAN HAKIKAT RUH ADALAH SIR. SIR ATAU RAHASIA YANG SAMPAI KEPADA TUHAN DAN SIR YANG MASUK KE HADRAT-NYA. SIR INILAH MAMPU UNTUK YANG MENGENAL ALLAH KARENA SIR ADALAH HAKIKAT SEMUA YANG BERWUJUD.

Cahaya Ilahi menerangi hati, ruh dan Sir. Cahaya Ilahi akan membuka hakikat-hakikat. Amal dan ilmu tidak mampu menyingkap rahasia hakikat-hakikat. Cahaya Ilahi berperanan menyingkap tabir hakikat. Orang yang mengambil hakikat dari buku atau memahami dari ucapan orang lain belumlah dikatakan mengetahui hakikat yang sebenarnya. Mereka hanyalah menyangka atau mengkhayal sudah mengetahui hakikat padahal sesungguhnya belum.

Hakikat akan diketahui apabila seseorang gigih mendalami pengetahuan tentang hakikat dari perenungan-perenungannya sendiri (berarti dia menggunakan akalnya sebagaimana yang dianjurkan Tuhan dalam agama) dan kemudian mempraktekkannya dalam perbuatan sehari-hari dengan mempertimbangkan dengan hati nuraninya. Ditambah dengan memohon ampunan, memuji Nama Tuhan sebagai pembersih hati. Kemudian bersabar menanti hadirnya sinar kebijaksanaan sambil terus juga berharap.

Alam ini pada hakikatnya adalah gelap. Alam menjadi terang karena ada kenyataan Tuhan padanya. Misalnya kita berdiri di atas puncak sebuah bukit pada waktu malam yang gelap gelita. Apa yang dapat dilihat hanyalah kegelapan. Apabila hari siang, matahari bersinar, akan terlihat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang menghuni bukit itu. Yang terlihat di atas bukit itu menjadi nyata karena diterangi oleh cahaya matahari. Cahaya mewujudkan yang gelap menjadi benda-benda yang nyata.

Sesungguhnya cahaya hanya satu jenis saja dan datangnya dari sumber yang satu jua. Begitu juga halnya pandangan mata hati. Mata hati melihat banyaknya hakikat karena banyaknya hakikat yang tercermin dari ragam Cahaya Ilahi, sedangkan Cahaya Ilahi datangnya dari cahaya  yang satu yang bersumberkan Zat Yang Maha Esa.

Kegelapan yang menutupi mata hati menyebabkan hati terpisah daripada kebenaran. Hatilah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran tetapi untuk mengeluarkan hati dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang. Cahayalah yang menerangi atau membuka hijab hati.

Nur Ilahi adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya untuk menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila cahaya Ilahi sudah membuka tirai dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Semakin terang cahaya Ilahi yang diterima oleh hati akan menambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya.

Pengetahuan yang diperolehi melalui pandangan mata hati yang bersumber dari Cahaya Ilahi dinamakan ILMU LADUNI ATAU ILMU YANG DITERIMA DARI ALLAH SWT SECARA LANGSUNG. KEKUATAN ILMU YANG DIPEROLEHI BERGANTUNG KEPADA KEKUATAN HATI MENERIMA CAHAYA ILAHI.

Para pejalan spiritual awal yang hatinya belum cukup bersih, maka cahaya Ilahi yang diperolehinya tidak begitu terang. Oleh itu ILMU LADUNI yang diperolehinya masih belum mencapai peringkat yang halus. Pada tahap ini hati terkadang masih mudah goyah dan sewaktu-waktu mengalami kekeliruan. Kadang-kadang hati masih cenderung menuju yang samar-samar dan abu-abu.

Orang yang tataran spiritualnya pada peringkat ini memang perlu mendapatkan bimbingan dan penjelasan dari ahli makrifat yang ilmunya lebih tinggi. Apabila hatinya semakin bersih cahaya Ilahi semakin bersinar meneranginya dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas. Lalu hatinya menghadap kepada yang lebih benar, sehinggalah dia menemui kebenaran hakiki.

TERBUKANYA MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA AKAN KEBERADAAN ALLAH. KESAKSIAN MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA KETIADAAN DIRI SELAIN WUJUD NYA. KESAKSIAN HAKIKI MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA ANDA BAHWA HANYA TUHAN YANG WUJUD, TIDAK TERLIHAT LAGI KETIADAAN DAN WUJUD ANDA.

Apabila hati sudah menjadi bersih maka hati akan menyinarkan cahayanya. Cahaya hati ini dinamakan Cahaya Qalbu. Ia akan menerangi AKAL lalu AKAL dapat memikirkan dan merenung tentang HAKIKAT KETUHANAN yang menguasai alam dan juga dirinya sendiri. Renungan akal terhadap dirinya sendiri membuatnya menyadari perjalanan hal-hal ketuhanan yang menguasai dirinya. Kesadaran ini membuatnya merasakan dengan mendalam betapa dekatnya ALLAH dengannya.

Lahirlah di dalam hati nuraninya perasaan bahwa DIA sentiasa mengawasi gerak-gerik kita, mendengar pembicaraan dan mengetahui bisikan hati kita. Jadilah dia seorang yang CERMAT, ELING DAN WASPADA.

Di antara sifat yang dimiliki oleh orang yang sampai kepada MARTABAT ini ialah: 1. CERMAT DALAM MELAKSANAKAN HUKUM TUHAN. 2. HATI TIDAK CENDERUNG KEPADA HARTA,  CUKUP DENGAN APA YANG ADA DAN BAHAGIA BILA BISA MEMBANTU ORANG LAIN DENGAN HARTA YANG DIMILIKINYA. 3. BERTAUBAT DENGAN SEBENARNYA (TAUBAT NASUHA) DAN TIDAK KEMBALI LAGI KEPADA KEJAHATAN. 4. RUHANINYA CUKUP KUAT UNTUK MENANGGUNG KESUSAHAN DENGAN SABAR DAN BERTAWAKAL  5. KEHALUSAN RUHANINYA MEMBUATNYA MERASA MALU KEPADA TUHAN DAN MERENDAHKAN DIRI KEPADA-NYA SAJA.

Orang yang taat kepada perintah-NYA senantiasa kuat melakukan ibadah dan meningkatlah kekuatan ruhaninya. Dia akan kuat untuk menyerahkan semua urusan kehidupannya kepada TUHAN saja. Dia tidak lagi takut apapun yang menimpanya. Dia tidak lagi tergantung kepada sesama makhluk. Hatinya teguh dan ikhlas dengan semua ketentuan-NYA.

BAHAYA dan BENCANA SEHEBAT APAPUN tidak lagi menggugat imannya dan KENIKMATAN DUNIA tidak lagi menggelincirkannya. Baginya SUKA dan DUKA, BENCANA dan KEBERUNTUNGAN sama saja, karena ini takdir yang SUDAH DITENTUKAN TUHAN untuknya dan takdir-NYA kepada kita pasti yang terbaik.

Orang yang seperti ini sentiasa di dalam penjagaan TUHAN karena dia telah menyerahkan dirinya kepada TUHAN juga. TUHAN menganugerahi orang ini dengan kemampuan untuk melihat dengan mata hati dan bertindak melalui Petunjuk Laduni, tidak lagi melalui pikiran, kehendak diri sendiri atau angan-angan. Pandangan mata hati kepada hal ketuhanan memberi kesan kuat kepada hatinya (kalbunya). Dia mengalami suasana yang menyebabkan dia menafikan perwujudan dirinya dan diisbatkannya kepada Wujud ALLAH.

Suasana ini timbul akibat hakikat ketuhanan yang dialami oleh hati.. Dia MERASAKAN benar-benar akan keesaan Allah bukan sekadar mempercayainya. Hakikat sesungguhnya hanya bisa dialami dengan mata hati. Mata hati melihat atau menyaksikan keesaan TUHAN dan hati merasakan akan keadaan keesaan itu. Mata hati hanya melihat kepada Wujud-NYA, tidak lagi melihat kepada wujud dirinya.

Orang yang di dalam suasana seperti ini telah transenden dari sifat-sifat kemanusiaan. Orang yang mencapai tingkat ini dikatakan telah mencapai maqam TAUHID SIFAT. Hatinya jelas merasakan bahawa tidak ada yang berkuasa melainkan DIA dan segala sesuatu datangnya dari ALLAH.

Yang perlu digarisbawahi, bahwa perjalanan spiritual manusia akan melalui beberapa tingkatan dalam proses mengenal Tuhan. Pada tahap pertama terbuka mata hati dan cahaya Qalbu memancar menerangi akalnya. Seorang yang akalnya diterangi cahaya Qalbu akan melihat betapa dekatnya TUHAN. Dia melihat dengan ilmunya dan mendapat keyakinan yang dinamakan ILMUL YAQIN.

Pada tahap keduanya mata hati yang telah terbuka. Seseorang tidak lagi melihat dengan mata ilmu tetapi melihat dengan mata hati dan mata hati memandang itu dinamakan KASYAF. KASYAF MELAHIRKAN PENGENALAN ATAU MAKRIFAT. Seseorang yang berada di dalam maqam makrifat dan mendapat keyakinan melalui kasyaf dikatakan memperolehi keyakinan yang dinamakan AINUL YAQIN. Pada tahap AINUL YAQIN seseorang telah menceburkan diri di wilayah kegaiban segala sesuatu termasuk dirinya sendiri. ###

Categories: ILMU LADUNI | 54 Komentar

CAHAYA PETUNJUK-NYA DATANG SETIAP SAAT


Kenapa manusia harus menunggu datangnya Petunjuk Tuhan? Apakah Tuhan begitu kejam sehingga lama memberi petunjuk kepada manusia? Sesungguhnya bukan Tuhan yang enggan memberi petunjuk, tapi manusia sendiri yang sibuk menutupi hatinya sehingga petunjuk-Nya tidak datang.

Di setiap pergerakan alam semikro apapun, kita pasti menemukan jejak yang merupakan tanda-tanda adanya Tuhan Yang Maha Pencipta. Kemampuan kita membaca tanda-tanda yang sejatinya merupakan cahaya petunjuk-Nya ini akan mengantarkan kepada pemahaman yang komprehensif terhadap apa yang seharusnya dilakukan manusia untuk menjalani hidup.

Kita akan semakin banyak mendapati pelajaran yang mengajarkan bagaimana agar kita bisa menangkap cahaya petunjuk Tuhan, yang selama ini, sebenarnya sudah ada. Satu persoalan penting yang membuat kita tidak mampu menangkap cahaya petunjuk tersebut dikarenakan yang kita lakukan sehari-hari justeru menutup datangnya petunjuk. Salah satu penutup tirai datangnya petunjuk adalah keakuan kita.

Untuk mampu menangkap cahaya petunjuk Tuhan, kita dituntut untuk terus mencari “pengetahuan” dengan belajar, mendalami dan mengamalkan makrifat. Menurut Abu Yazid Al-Busthami, “Makrifat itu berarti mengetahui bahwa gerak dan diam manusia bergantung pada Tuhan”. Artinya, dalam kehidupan ini, kita harus selalu menjadikanNya tujuan utama. Mendalami makrifat membutuhkan persiapan yang tidak ringan. Meskipun demikian, justru mereka yang mampu bertahan di “dunia” makrifat, kemudian mengaksentuasikan dan mengamalkan dalam keseharian, akan mendapatkan kebahagiaan lahir maupun batin.

Agar kita bisa menangkap cahaya petunjuk Tuhan tersebut, dibutuhkan proses nglakoni yang panjang. Proses ini akan menjadikan manusia yang dimabuk cinta kepada Allah ini makin tenggelam dalam-Nya. Tatkala proses dikesampingkan, ia hanya mendapatkan kenikmatan yang profan dan hampa. Pasalnya, proses tersebut akan membuatnya terbang menuju ruang bening: sebuah ruang yang tak terbatasi oleh ruang dan waktu, dan di dalam ruangan itu ia senantiasa bermesraan denganNya.

Berjalan di atas api lebih mudah bagi manusia secara kodrati daripada mengikuti jalan makrifat. Mengamalkan satu makrifat berarti harus mempelajari pengetahuan yang paripurna, meskipun ketika dibandingkan dengan ilmu Tuhan itu adalah sebuah titik kecil yang tidak ada apa-apanya. Kita harus memiliki pemahaman yang cukup untuk menyadari bahwa ilmu kita sangat sedikit. Dengan kata lain, manusia mampu mencapai ilmu manusia, bahkan kemanusiaan adalah hijab tertebal antara manusia dan Tuhan. Dalam hal ini ada sebuah syair: “Ketidakmampuan memahami itu adalah pemahaman. Tetapi, berhenti di jalan kesalehan adalah penyembahan berhala”.

Melalui makrifat inilah kita akan selalu tersinari cahaya petunjuk Tuhan. Kita pun akan mampu menyibak bayang-bayang semu yang selama ini menutupi jiwa. Kita juga akan mampu mengatasi ketakutan yang menggumpal-gumpal yang seringkali memerosotkan harga diri. Dengan makrifat, kita akan terjaring dalam pelukanNya yang amat menggairahkan. Cahaya petunjuk Tuhan pun terus menyinari langkah kita, sehingga kita tidak tersesat.

Makrifat akan memberikan peneguhan kepada kita tentang kedirian juga tentang adanya Tuhan: sebuah pengetahuan yang berdasarkan afirmasi atas perbuatan-perbuatan Allah, yang juga berarti pengakuan bahwa Zat Yang Mahatinggi dan Mahasuci adalah Pencipta manusia dan segala tindakan mereka; yang menciptakan dunia dari ketiadaan kepada keberadaan dengan perbuatan-Nya dan Pengatur kebaikan dan keburukan serta Pencipta segala yang berguna dan berbahaya.

Berbagai fenomena kehidupan ini hendaknya menjadikan kita mampu untuk melihat tanda-tanda keberadaan Yang Abadi. Makrifat berfungsi sebagai bekal identifikasi jiwa manusia dan sebagai pendukung dalam rangka mengeliminir sifat dan sikap yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Hidup yang disebabkan makrifat ini memang selalu membuat cinta kepadaNya kian bersenyawa. Cahaya petunjuk itu mampu meluluhkan pelbagai kekotoran yang menempeli pada diri. Dzun Nun Al-Mishri berkata, “Makrifat pada hakekatnya adalah firman Allah tentang cahaya ruhani kepada kalbu kita yang terdalam”, yakni Allah menyinari hati manusia dan menjaganya dari ketercemaran sehingga semua makhluk tidak mempunyai arti biarpun hanya sebiji sawi di dalam hatinya. Kontemplasi tentang rahasia-rahasia Ilahi, lahir dan batin, tidak menguasainya. Dan, bila Allah telah demikian padanya, setiap kejapannya menjadi tindakan kontemplasi..

Barangsiapa yang mendapatkan makrifat ini, ia mendapatkan ledakan kenikmatan: tak terlukis dan di luar rasa biasa. Abu Bakr Wasithi berkata, “Barangsiapa yang diberkati dengan makrifat, (akan) terputus dari segala sesuatu, bahkan dia sepenuhnya bisu”. Nabi Muhammad bersabda, “Aku tidak mampu memuji-Mu dengan tepat”. Padahal, pada saat memuji Allah, Nabi bersabda, “Akulah yang paling fasih di antara orang-orang Arab dan bukan Arab.” Namun, ketika berbicara mengenai Allah, beliau berkata, “Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkan pujian kepada-Mu. Aku berbicara kemudian bisu, dari kondisi spiritual kepada keadaan non-spiritual. Engkaulah Engkau. Ucapanku ini entah dariku atau dariMu. Jika aku berbicara dengan bahasaku, aku akan tertabiri oleh pembicaraanku. Jika aku berbicara melaluiMu, kesempurnaanMu akan menjadi cacat. Maka itu, aku tidak akan berbicara”

Demikianlah, kenikmatan tak terperi yang menunjam dalam jiwa seseorang yang mendapatkan makrifat. Cahaya Tuhan akan selalu ditangkupnya dalam dekapan cinta dan rindu yang membakar diri. Bias cahaya ini juga akan menjadikan peraihnya mampu berjalan di garis keseimbangan antara saleh sosial dan saleh ritual. Ganasnya medan kehidupan, kerasnya tantangan hidup dan menderunya kejahatan tiada akan menggoyahkan mereka yang beroleh makrifat. Gerak kehidupannya, bagi penemu cahaya petunjuk Tuhan, merupakan kesan batin: untuk berduaan denganNya.

Bagi mereka, susah senang, bahagia derita, kaya miskin, kehidupan dan kematian tidak berbeda….

Categories: MELIHAT PETUNJUK-NYA | 45 Komentar

MENATA HATI BEKAL MENJELANG MATI


Menjadi manusia normal sungguh sulit dan berat. Ini karena manusia dianggap kuat mengemban amanah kerasulan sepanjang masa. Ia dianggap khalifah yang mampu menjadi pilar tegaknya kebenaran, keadilan dan keindahan.

Dalam sejarah, sebelum amanah ini diberikan kepada manusia Tuhan sudah terlebih dulu menawarkan kepada semua jenis makhluk di muka bumi. Ternyata, semua mahluk mengakui dirinya tidak mampu menggenggam amanah. Kecuali, satu makhluk yang konon memiliki unsur paling lengkap di jagad raya: Manusia.

Karena sudah ketiban sampur memegang amanah inilah, manusia harus mampu mengolah dirinya sedemikian rupa agar mampu melaksanakan dengan seefektif dan seefisien mungkin. Pikirannya harus terus berkarya kreatif untuk keberlanjutan kehidupan bumi, berpikir positif, jangan berbuat kerusakan, hatinya selalu menep dan santun untuk terus menyapa dan berasyik masyuk dengan Gusti Allah.

Dalam diri manusia ada unsur cipta, rasa dan karsa. Ketiganya menjadi alat manusia untuk meraba pergelaran alam semesta ini. Ini alat canggih yang tidak dimiliki oleh malaikat, jin, maupun seonggok batu yang tentu saja juga merupakan makhluk Tuhan.

Manusia perlu menganggap alam semesta sebagai teman dan sahabat, jangan berdiri di atas alam semesta dengan angkuh, congkak dan sombong dan merasa gumede, adigang adigung adiguna. Sikap menganggap diri lebih hebat derajatnya daripada alam semesta akan membawa pada eksploitasi alam. Alam dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga akhirnya rusak.

Sehebat apapun manusia mengolah alam agar lestari, pada kenyataannya masih lebih baik bila alam melestarikan dirinya sendiri. Kini, tugas kita adalah menggenggam dan meneruskan amanah kekhalifahan yang mampu menjadi pilar tegaknya kebenaran, keadilan dan keindahan di alam semesta. Sebuah tugas berat dan mulia…

Setidak-tidaknya bila belum mampu berbuat baik, ya jangan berbuat kerusakan. Sebagaimana tahapan awal seorang sufi menempuh salik, yaitu berkhalwat, uzlah. Memisahkan diri dari manusia dengan tujuan menyadari kekotoran dirinya dan agar masyarakat tidak terkotori oleh tangan-tangan jahatnya.

Manusia… manusia… usiamu sangat pendek di dunia, tata hatimu sebagai bekal menjelang mati.

Categories: MENATA HATI | 13 Komentar

KENAL DIA DULU, BARU IBADAH


Sebelum menjalankan ibadah, kita harus tahu dulu kepada siapa kita beribadah. Mengenal Siapa Tuhan oleh karena itu menjadi landasan ibadah.

Dalam kitab suci dikatakan, AWALUDDIN MAKRIFATULLAH (AWAL MULA AGAMA ADALAH MENGENAL ALLAH). Apabila seseorang itu tidak mengenal ALLAH, segala amal perbuatannya tidak akan sampai kepada ALLAH. Sedangkan, segala perintah agama yang dikerjakan baik yang berbentuk fardhu maupun sunat, dan segala perintah larang yang kita jauhi, baik yang berbentuk haram maupun makruh, hendak kita tujukan kepada ALLAH.

Kalau kita tidak MENGENAL ALLAH SWT, maka segala PERBUATAN itu tidak akan sampai kepada-Nya. Ini berarti, sia-sialah segala amalan yang kita perbuat.

Bila seseorang itu sudah MENGENAL ALLAH, barulah semua aktivitas atau perbuatannya akan sampai kepada ALLAH.

Apabila dia berpuasa, puasanya sampai kepada ALLAH. Apabila dia sholat, sholatnya sampai kepada ALLAH. Apabila dia berzakat, zakatnya sampai kepada ALLAH. Apabila dia menunaikan haji, hajinya sampai kepada ALLAH SWT. Apabila dia berjuang, bersedekah dan berkorban, serta segala amal bakti seseorang itu akan sampai kepada ALLAH SWT.

Kerana itulah, MAKRIFATULLAH (MENGENAL ALLAH) ini amat penting. Jika tidak mengenal-NYA, kita bimbang dan ragu apakah segala amal ibadah kita akan sampai kepada-Nya, sehingga menjadi sia-sia belaka.

Boleh jadi kita akan tertipu dengan angan-angan dan harapan yang kosong belaka. Kita mengira amalan yang kita perbuat sudah kita persembahkan kepada ALLAH, padahal itu adalah jebakan nafsu dan keinginan kita sendiri.

Ini karena kita tidak mengenal ALLAH, sehingga kita tidak mampu membedakan ilah (tuhan) yang kita ikuti, apakah itu ALLAH, atau nafsu yang menipu daya. Sebab itulah mengenal ALLAH itu hukumnya FARDHU ‘AIN bagi tiap-tiap mukmin.

MENGENAL ALLAH DAPAT KITA LAKUKAN DENGAN CARA MEMAHAMI SIFAT-SIFAT-NYA. KITA TIDAK DAPAT MENGENAL ALLAH MELALUI ZAT-NYA, KARENA MEMBAYANGKAN ZAT ALLAH ITU ADALAH SUATU PERKARA YANG SUDAH DI LUAR BATAS KESANGGUPAN AKAL KITA SEBAGAI MAKHLUK ALLAH.

Kita dapat mengenal ALLAH melalui sifat-sifat-Nya dengan penghayatan dalam perilaku yang disertai dengan kesadaran dari akal budi yang tercerahkan dengan ilmu dalam berbagai tingkatan sesuai dengan kemampuan manusia!

Untuk memahami sifat-sifat ALLAH itu, kita memerlukan DALIL AQLI DAN DALIL NAQLI. Dalil aqli adalah dalil yang bersumber dari akal (aqli dalam bahasa Arab = akal). Dalil naqli adalah dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Melalui dalil aqli dan dalil naqli ini kita dapat mengenal ALLAH. Dua hal itu menjadi jembatan untuk mengetahui sifat-sifat ALLAH.

SIFAT-SIFAT ALLAH

Sifat-sifat Wajib
Sifat kesempurnaan yang pasti dimiliki oleh ALLAH SWT, jumlahnya 20.

Sifat-sifat Mustahil
Sifat yang mustahil dimiliki ALLAH SWT, jumlahnya juga 20.

Sifat Jaiz / Mubah
Sifat yang bebas bagi ALLAH, jumlahnya hanya satu, yaitu ALLAH SWT BERKEHENDAK SESUATU ATAU TIDAK BERKEHENDAK.

TIGA CIRI ORANG YANG TELAH MAKRIFAT

Dzun Nun Al-Misri, berkata :
“Orang yang makrifat kepada Allah SWT adalah orang yang memenuhi janjinya, hatinya cerdas dan amalnya bersih.”

Orang yang makrifat kepada Allah SWT dengan demikian adalah :

1 Orang yang memenuhi janjinya kepada Allah swt. dengan berada DI GARIS ORBIT KETENTUAN YANG TELAH DIGARISKAN-NYA: Mengerjakan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

2 Hatinya bersih dan ikhlas bisa menerima APAPUN KEJADIAN YANG MENIMPANYA.

3 Amalnya perbuatannya DILANDASI KEBENARAN dan semakin bagus dari hari ke hari.

***

Categories: MAKRIFAT DASAR IBADAH | 18 Komentar

RITUAL BERSIH DESA


Bersih Desa adalah sebuah ritual dalam masyarakat kita. Bersih Desa merupakan warisan dari nilai-nilai luhur lama budaya yang menunjukkan bahwa manusia jadi satu dengan alam. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap alam yang menghidupi mereka.

Acara ritual Bersih Desa ini biasanya berlangsung satu kali dalam setahun. Acara ini dibagi dalam serangkaian acara. Hari pertama biasanya dikhususkan untuk ritual sesaji dan persiapan-persiapan segala hal untuk hari berikutnya. Sesaji ditaruh di titik yang meliputi pusat-pusat desa, tempat-tempat keramat, tempat-tempat yang berkaitan dengan air (sumur, sungai, mata air), batas-batas desa (utara, selatan, timur, barat), setiap perempatan, dan setiap pertigaan di wilayah tersebut.

Hari kedua, acara berisikan kesenian-kesenian budaya lokal. Acara-acara seperti warok, kuda lumping, dan tari-tarian mendominasi. Di hari ini pula ada acara makan bersama, dimana setiap warga memasak makanan masing-masing, lalu dibawa ke tempat berlangsungnya acara kesenian, dan makan bersama-sama.

Dulu, saat Bersih Desa biasanya digelar Tayub. Tapi kemudian dilarang pemerintah karena berbau komunis. Bisa disimpulkan bahwa Bersih Desa adalah pernyataan masyarakat terhadap identitas, akar budaya, dan idealisme melalui pengalaman otentik orisinal komunitas, dimana komunitas menjadi pencipta budayanya sendiri, bukan hanya obyek yang dicekoki oleh rezim kebudayaan yang menghegemoni, seperti globalisasi budaya kapitalistik ataupun totalitarianisme budaya. ***

Categories: BERSIH DESA | 14 Komentar

ENAM MACAM SAHADAT


SAHADAT

Sahadat artinya kesaksian. Kesaksian manusia terhadap eksistensinya. Bahwa sejatinya dia adalah hamba Tuhan. Dalam khasanah Pengutusan Wahyu sepanjang masa, mulai dari Adam AS hingga Muhammad SAW, setidak-tidaknya kita mengenal ada enam kesaksian. Berikut wawancara saya dengan KI KUMITIR tentang sahadat dan macamnya beberapa saat yang lalu.

WONG ALUS: Apa arti Sahadat bagi Panjenengan Ki?

KI KUMITIR: Sahadat artinya kesaksian seorang hamba setelah dipilih oleh-Nya menjadi wakil Tuhan bagi alam semesta.

WONG ALUS: Wakil Tuhan apa sama dengan Rasul Ki?

KI KUMITIR: Bisa sama tapi bisa juga tidak. Rasul jelas wakil Tuhan, tapi hakikat sesungguhnya bahwa setiap individu adalah wakil Tuhan juga.

WONG ALUS: Saya pernah mendengar bahwa sahadat setiap rasul yang diturunkan Tuhan di muka bumi ini berbeda-beda. Apa demikian Ki?

KI KUMITIR: Beda bunyinya, tapi substansinya sama. Yaitu tetap pengakuan eksistensi Tuhan Gusti Allah SWT. Tuhan Pencipta Semua Yang Ada. Ada kekhususan pada sahadat Muhammad SAW. Nabi terakhir ini mewartakan pertemuan langsung atau Makrifat kepada-Nya. Ini yang beda dengan syahadat para rasul yang lain.

WONG ALUS: Bisa dijelaskan secara rinci bagaimana bunyi sahadat masing-masing rasul Ki?

KI KUMITIR: Baiklah, akan saya paparkan sebagai berikut:

1. SAHADAT ADAM

Rasul yang pertama adalah nabi adam bunyi sahadatnya begini:

ASHADU ALA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA ADAM KHALIFATULAH.

PERINTAH TUHAN: hai adam kamu adalah utusan ku. Kamu jangan mempunyai keinginan ma’rifat kepada ku.

WALLAHU BATINUL INSAN AL INSANNU DOHIRULLAH.

Artinya: ketahuilah wujud kamu. Kenallah diri kamu. Wujud kamu adalah keadaan wujud aku. Hai! Adam setelah kamu memahami dan mengerti wujud kamu adalah wujud aku. Sekarang kamu harus sholat dua raka’at. Maka sholatlah adalah agar kamu menerima kebaikan.

2. SAHADAT NUH

Rasul yang ke dua adalah nabi nuh sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA NUH HABIBBULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai nuh kamu adalah utusan kami. Kamu jangan berkeinginan ma’rifat kepada kami.

Dalilnya SAMA-SAMI’AN. Kenallah pendengaran  kamu. Pendengaran kamu adalah kenyataan pendengaran kami. Tapi sekarang kamu Nuh harus sholat di waktu zuhur empat raka’at dan kamu harus menerima di berikan dua kuping, dua mata. Begitulah sebabnya sholat zuhur empat raka’at.

3. SAHADAT IBRAHIM

Rasul yang ke tiga adalah nabi ibrahim sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA IBRAHIM KHALIFATTULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai ibrahim kamu adalah utusan kami.kamu jangan berkeinginan ma’rifat kepada kami.

Dalilnya (BASYAR dan BASIRON) Ketahuilah penglihatan kamu. Penglihatan kamu adalah kenyataan penglihatan kami. Kamu harus sholat asar empat raka’at dan kamu harus menerima di berikan dua mata, dua tangan. Begitulah sholat asar wajib kepada umat umatnya.

4. SAHADAT ISA

Rasul yang ke empat adalah nabi isa sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASHADU ANNA ISA ROKHULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai isa ketahuilah bahwa nafas kamu adalah kenyataan hidup aku. Dan kamu harus sholat tiga raka’at di waktu magrib dan kamu harus mengerti bahwa kamu telah di berikan dua lubang hidung dan nafasnya. Begitulah sebabnya fardu sholat magrib tiga raka’at.

5. SAHADAT MUSA

Rasul yang ke lima adalah nabi musa sahadatnya begini: (kata hidup kita kepada suaranya).

ASHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUSA KALAMMULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai Musa kamu adalah utusan kami. Kamu jangan berkeinginan ma’rifat kepada kami. Kenalilah ucapan kamu. Ucapan kamu adalah kenyataan ucapan Ku.

Dalilnya KALAM-MUTAKALIMAN tapi kamu sekarang harus sholat empat raka’at di waktu Isya dan kamu harus menerima di berikan depan, belakang, kanan, kiri. Begitulah sebabnya fardu sholat isa empat raka’at.

6. SAHADAT MUHAMMAD

Rasul yang ke enam adalah nabi muhammad. sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADDARASULLULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai muhammad kamu adalah utusan kami. Sekarang kamu harus tajali. Kamu harus ma’rifat kepada kami sebab kamu adalah yang paling dekat kepada kami.

Dalilnya: AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU. artinya: Muhammad! rasa kamu adalah rasa kami. Maka pangkat mu Rasullulah. rasa kamu-rasa kami. Sekarang kamu adalah kekasih kami. Ini kami memberi cara untuk mendekatkan diri kepada kami. Turunlah kamu kepada anak cucu para wali dan umat-umat mu sampai akhir jaman. Begitulah perjanjian kepada rasul.

WONG ALUS: Terima kasih Ki, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

KI KUMITIR: Sama-sama Mas, Saya cuma wong cubluk jadi sorry kalau ada kesalahan. Itu semata-mata karena keterbatasan saya sebagai manungso. ***

Categories: ENAM MACAM SAHADAT | 88 Komentar

PERJALANAN MENEMBUS MALAM


Isra Mi’raj merupakan momen pernyataan-Nya. Bahwa bila Anda berjalan di orbit yang digariskan-Nya, maka Anda akan mampu menjadi diri yang sejati.

Dalam memperingati Isra Mi’raj biasanya kita akan mengingat kembali perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidrat al Muntaha.

Interpretasi perjalanan ini bisa beragam. Ada yang menafsirkan ini sebagai perjalanan simbolik ruhani Rasulullah untuk menembus hijab-hijab/tirai-tirai kemanusiaan yang menutup selubung ketuhanan. Ada pula yang menafsirkan sebagaimana perjalanan fisis biasa yang dilakukan manusia dengan cara terbang melebihi kecepatan cahaya hingga menembus aras langit sap tujuh yang terletak di atas sana.

Dengan berbagai alasan, saya lebih sepakat dua interpretasi itu podho benere/ dua-duanya benar. Yaitu perjalanan ruhani untuk bertemu dengan SANG PEMEGANG KENDALI KEBENARAN, TUHAN SEMESTA ALAM YANG BERSEMAYAM DEKAT DALAM DIRI MANUSIA. Sekaligus juga PERJALANAN FISIK BELIAU MENUJU KE ISTANA-NYA. Yaitu perjalanan ruhani menuju YANG MAHA BATIN, dan perjalanan fisik menuju YANG MAHA LAHIR/JASAD/FISIK.

Bila dipecah, maka kata Isra Mi’raj ini dapat dibagi pada dua kata yaitu Isra dan Mi’raj. Isra’ berarti perjalanan malam (yang disimbolkan dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa), sedangkan Mi’raj berarti NAIKNYA Rasulullah (yang disimbolkan dari masjidil Aqsa naik ke tiap langit sampai Sidratul Muntaha).

Segala ide manusia memiliki HUBUNGAN SEBAB AKIBAT YANG SOSIOLOGIS. Termasuk juga dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Momen Isra’ Mi’raj terjadi saat RASULULLAH DITEMPA UNTUK MENJADI MANUSIA PILIHAN. Yaitu terjadi di masa sang Kekasih Tuhan ini menghadapi cobaan hidup yang sulit penuh kesedihan, ketika nabi kehilangan dua orang yang menjadi pilar perjuangannya, orang yang dicintainya, dikasihi, sangat dihargai, bahkan melebihi rasa sayang pada diri beliau sendiri.

Dua orang tersebut adalah Abu Thalib –paman– dan Siti Khadijah –istri, dua orang yang selalu mendukung dan membantu perjuangannya. INILAH MOMEN PUNCAK COBAAN yang dihadapi Muhammad SAW. Hampir saja dia putus asa dan lupa telah dilantik oleh TUHAN untuk menjadi UTUSAN YANG MENYAMPAIKAN KEBENARAN KEPADA MANUSIA.

TUHAN MAHA TAHU kemudian memerintahkan Jibril untuk memperjalankan Rasulullah dari masjidil Haram (Makkah) ke masjidil Aqsa (Palestina) untuk kemudian menuju SIDRAT AL MUNTAHA. Peristiwa menembus dimensi ruhani dan sekaligus fisik ini berlangsung hanya TEMPO SEMALAM, sebuah waktu yang sangat pendek atau sangat amat luar biasa.

Apa yang Allah SWT inginkan dengan plesir-nya Sang Rasul? Setidaknya, ada dua alasan yaitu PEMBERITAHUAN HAL GHAIB DAN PEMBERIAN PERINTAH SHOLAT. Pemberitahuan hal ghaib dapat dinalar saat dalam Isra Mi;raj itu Rasulullah diperkenankan melihat ke surga dan neraka, pertemuan Rasulullah SAW dengan para nabi terdahulu, Mulai Adam hingga Isa.

Kita tahu, hal ghaib merupakan salah satu yang harus dipercaya.  Entah itu masuk akal, pernah mengalami dengan mata hati atau mata wadag atau tidak. Yang jelas instruksinya: WAJIB PERCAYA. Jadi hal ghaib merupakan aspek yang biasanya masih berada di luar pemetaan nalar manusia, sehingga PENGIMANAN TERHADAP HAL GHAIB MENJADI SUBSTANSI KEIMANAN SESEORANG.

Sedangkan mengenai PERINTAH SHOLAT dapat dimaknai  sebagai keharusan manusia untuk tunduk dan sujud makhluk kepada YANG MAHA TIDAK BISA DIDEFINISIKAN. Dengan tunduk dan sujud kepada GUSTI inilah kehidupan peradaban bisa ditata dan dikonstruksi.

MANUSIA sebagaimana yang DICONTOHKAN RASUL adalah tulang punggung perjuangan menegakkan KASIH SAYANG, KEBENARAN, KEADILAN, KESEJAHTERAAN DAN KESELAMATAN DI ALAM SEMESTA. Substansi inilah yang harusnya dipahami oleh manusia lintas agama dan kepercayaan manapun.

Isra’ Mi’raj setidaknya menunjukkan kepada kita bahwa MANUSIA ADALAH MAKHLUK SPIRITUAL yang merindukan DIRINYA YANG SEJATI. Yaitu diri yang BERTAKWA (Berada di orbit dan ketentuan-Nya) dan AMAL SHOLEH (Perilaku di dalam Orbit-Nya).

SELAMAT MENEMPUH PERJALANAN MALAM: 27 RAJAB 1430 HIJRIYAH.
DAN SENANTIASA ELING LAN WASPADA…

Wong Alus

Categories: ISRA MIKRAJ | 23 Komentar

JUMAT SUWUNG (2)


JW Marriot
Ritz Carlton

darah/ air mata

Jumat:
tujuh belas
bulan tujuh
jam tujuh


ikhlaslah

sujudlah

Ikhlaslah

sujudlah

Inalillahi  wainna ilaihi rojiun

(karena Manusia,
tak bisa memilih
kapan tangisnya meledak
menembus tujuh langit hijab)

Categories: PUISI & PROSA | 9 Komentar

PARTIKEL-PARTIKEL TUHAN


guestarticle_1_quark

Berapa jarak antara Tuhan dengan manusia? Di dalam kitab suci disebutkan sangat dekat. Berapa dekat? “Aku lebih dekat dari urat leher kalian…”atau dimana saja kalian menghadap disitu wujud wajah-Ku ….dan Aku Maha Meliputi Segala Sesuatu.”

Itu berarti TUHAN TIDAK BISA DILIHAT HANYA DARI SATU DIMENSI SAJA, AKAN TETAPI TUHAN MERUPAKAN KESEMPURNAAN WUJUD-NYA
Sangat jelas sekali bahwa Tuhan menyebut dirinya “AKU” BERADA MELIPUTI SEGALA SESUATU, dan DIMANA SAJA ENGKAU MENGHADAP DISITU WAJAH-KU BERADA!!!

Jawaban Tuhan ini begitu lugas dan DIA tidak merahasiakan sama sekali wujud-Nya. Namun dimana? Apakah Tuhan MAHA PEMBOHONG dengan firmanNya ini? Mampukah akal kita menjangkau pernyataan Tuhan yang sedemikian gamblang itu dengan akal?

Yang hebat adalah para ilmuwan fisika. Justeru dari kajian-kajian merekalah, kita mendapatkan referensi tentang pernyataan Tuhan yang bagi kita sangat metafisis dan berada pada wilayah KEYAKINAN BELAKA. Bagi kaum fisikawan modern, Tuhan tidak boleh sekedar dipercaya melainkan harus bisa dipetakan dalam rumus-rumus sehingga HARUS BISA DIBUKTIKAN.

Mari kita membuka literatur-literatur ilmu fisika dan mengolah sedikit nalar dengan pendekatan ala fisikawan untuk menelusur keberadaan Tuhan yang katanya LEBIH DEKAT DARI RASA DEKAT INI.

Kita mulai dengan penalaran sederhana: Bila diandaikan bahwa SATU INTI ATOM ini diperbesar sebesar bola golf, maka dia akan memiliki kulit atom 1 kilometer jauhnya, kulit kedua 4 km dan kulit ketiga 9 km. Sehingga apabila diteruskan maka alam semesta ini lebih banyak KOSONG-nya.

KOSONG adalah keadaan tanpa ada apa-apa, materi=nol + energi=0. Diameter jagat kita katanya mencapai 100 milyar tahun cahaya = 100 milyar x 300,000 km/detik x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = silahkan dihitung sendiri. Ada yang menghitung bahwa kepadatan masa alam semesta adalah satu per 10 pangkat 26 kg/m3. Dalam sebuah kotak sejuta km x sejuta km x sejuta km cuma ada 1 kg materi kira-kira sekepal logam. Logam inipun mengandung KOSONG dan jika kita remas sampai sebiji kedele. Kesimpulannya, alam semesta ini sesungguhnya didominasi oleh yang KOSONG.

Apakah gerangan KOSONG itu? KOSONG TAK ADA PENCIPTANYA DAN TAK ADA PENYEBABNYA. KOSONG SUDAH ADA SEBELUM ADA EKSISTENSI. KOSONG ITU TANPA AWAL TANPA AKHIR. DILUAR BATAS JAGAT YANG ADA ADALAH KOSONG. KOSONG ADA DI DALAM JAGAT. KOSONG ADA DI DALAM SETIAP MATERI. SEJAK KITA MASIH BERUPA SEL SAMPAI MENINGGAL KITA TAK PERNAH BERPISAH DARI KOSONG.

KOSONG ADA DIMANA-MANA,
MAHA ADA DAN MAHA HADIR.

KOSONG adalah Maha Besar karena biarpun misalnya jagat mekar sampai triliunan kali, selalu saja di luarnya ada KOSONG dan di dalam volume KOSONG akan mendominasi. Sebaliknya, apa yang terjadi jika jagat ini diremas agar tak ada KOSONG dalam jagat? Maka masa jagat menjadi sangat sangat besar, elektron menyentuh inti atom dan yang terjadi adalah kekacauan dan akhirnya, BLARR….meledak!!!!. KOSONG tidak bisa ditiadakan. KOSONG tidak bisa tidak HARUS ADA.

KOSONG memiliki sifat-sifat TUHAN: tak ada penciptanya, tak ada penyebabnya, tak ada batasnya (infinite), kekal, abadi, tak bisa dihilangkan, ada dimana-mana, ada didalam jagat ada diluar jagat, ada manunggal dengan jagat. KOSONG tidak berwarna, tidak berbau, tidak berbobot dan tidak bergerak. Demikian kecilnya jagat sehingga ibarat sebutir debu di padang pasir Biarpun debu beterbangan, KOSONG tetap tak bergerak.

Dulu orang mengira KOSONG itu tidak ada materinya, belakangan ketahuan ada materi-KOSONG dan energi-KOSONG. Materi KOSONG tidak bisa terdeteksi oleh indra bahkan dengan bantuan alat (teleskop x-ray dan infra). Dari mana orang tahu bahwa materi-KOSONG ini ada? Dari perhitungan sebuah galaksi bisa dihitung masanya. Ketika sudah ketemu angkanya tidak klop dengan perputaran galaksi. Tidak klopnya bukan hanya 10-20%, tetapi 400%, maka orang pun curiga bahwa ada materi-KOSONG menyelimuti jagat.

Ketika terjadi tabrakan antara dua galaksi kelihatan. Akibat tabrakan ini materi KOSONG ikut terbakar dan cahayanya lain dengan materi biasa. Yang berwarna kebiruan adalah materi-KOSONG.

Materi KOSONG mempengaruhi gravitasi tetapi tak terpengaruh oleh elektromagnetik sehingga tidak memantulkan cahaya dan akibatnya tidak terdeteksi. Materi KOSONG berinteraksi lemah dengan materi biasa. Belum jelas apakah materi-KOSONG ini memiliki karakteristik sama dengan materi biasa. Yang jelas ternyata masanya lima kali lebih banyak dari materi biasa.

Dulu orang berpendapat bahwa jagat ini statis termasuk Einstein. Belakangan orang yakin bahwa jagat mengembang semakin lama semakin semakin cepat. Apa artinya? Ada energi yang mendorong! Energi ini karena energi-KOSONG. Setelah dihitung ternyata jagat ini 73% energi KOSONG + 23% materi KOSONG = sudah 96%. Gas-gas antar galaktika yang didominasi Helium dan Hidrogen 3.6%. Sisanya barulah bintang, planet, dan massa padat.

Dari dua tesis ini orang mengira bahwa yang kita pahami sebagai KOSONG tidak benar-benar KOSONG. Adalah fisikawan John Baez telah menghitung berapa kandungan energi pada suatu KOSONG. Hasilnya adalah beberapa kemungkinan. Kandungan energi KOSONG bisa: (1). NOL, (2). KECIL SEKALI MENDEKATI NOL (3). TAK BERHINGGA, (4). BESAR SEKALI TETAPI BERHINGGA, (5). TAK BISA DIHITUNG.

Dari lima kemungkinan itu, yang paling masuk akal adalah nomor 2+5. Partikel subatomik tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang tanpa bisa ditebak. 1+1 bisa = 2, bisa = 0, bisa = 3, bisa =4, dan seterusnya. Bagaimana bisa dihitung? Maka suatu KOSONG bisa memiliki kandungan energi dalam semua kemungkinan. Bisa kecil sekali, sampai besar sekali. Artinya yang kita pahami sebagai KOSONG belumlah betul-betul KOSONG sebab KOSONG haruslah materi+energi+YANG TIDAK DIKETAHUI= nol.

Partikel subatomik itu ada banyak sekali, ada yang nyata terdeteksi pirantinya ada yang materi hipotesis, artinya belum jelas apakah materi itu benar-benar ada. Partikel elemeter misalnya FERMION, QUARK, LEPTON, GLUON, BOSON. Ada pula yang berupa gabungan partikel seperti HADRON (PROTON+NUTRON), BARYON, MESON.

Salah satu partikel hipotesis itu ada yang namanya HIGGS BOSON, yang kadang dinamakan PARTIKEL TUHAN, HIGGS BOSON adalah partikel dalam KOSONG yang menyebabkan partikel subatomik memiliki bobot. Yang kita pahami sebagai KOSONG sebenarnya isi yaitu medan Higgs. Dalam analogi, PARTIKEL ADALAH IBARAT ORANG BERJALAN DALAM LUMPUR, QUARK ADALAH PERENANG DI DALAM LUMPUR. QUARK ADALAH IBARAT ORANG BERENANG DENGGAN PAKAIAN MUKENA. ELEKTRON ADALAH DENGAN TOPLESS DAN PROTON ADALAH BELUT. MAKA MEDAN HIGGS ADALAH SEBUAH LAUTAN YANG MENYEBABKAN PARTIKEL PUNYA MASA DAN AKHIRNYA MUNCUL HUKUM GRAVITASI.

Di Eropa para ilmuwan mengadakan percobaan raksasa namanya Large Hadron Collider (LHC). LHC adalah ring pipa-pipa dengan diameter 27 km terpendam di perbatasan Prancis dan Swis. Dalam ring ada hadron, dalam hal ini proton, ditabrakkan pada kecepatan cahaya. Sehabis ditabrakkan, diselidiki apakah benar ada “partikel terkutuk”. Jika benar kesimpulannya adalah tak ada KOSONG. Yang kita pahami sebagai KOSONG adalah sebuah lautan yang menyebabkan partikel subatomik memiliki masa sekaligus wujud sebagai eksistensi. Jika tak terbukti? Semua teori yang bertumpu pada “partikel terkutuk” ini akan ambrol.

Barangkali juga bahwa dalam KOSONG tak hanya ada partikel Higgs tetapi ada yang lain. Barangkali KOSONG = X% KOSONG + Y% YANG TIDAK DIKETAHUI, dimana partikel Higgs adalah anggota YANG TIDAK DIKETAHUI. Jika benar YANG TIDAK DIKETAHUI ada, justru KOSONG yang harus dibuktikan ada. Untuk sementara anggaplah KOSONG justru yang tidak ada, yang ada adalah si YANG TIDAK DIKETAHUI. YANG TIDAK DIKETAHUI sudah ada sebelum apapun eksis, bahkan sebelum Bigbang. YANG TIDAK DIKETAHUI adalah sumber energi dan materi, baik yang tampak maupun yang KOSONG. Diantara inti atom dan elektron bukan ada KOSONG tetapi ada YANG TIDAK DIKETAHUI.

YANG TIDAK DIKETAHUI memenuhi syarat untuk disebut SANG PENCIPTA karena tak ada yang menciptakan, tak ada yang menyebabkan, tak ada awal, tak ada akhir, menjadi penyebab awal terjadinya jagat, CAUSA PRIMA. tak berbentuk, ada dimana-mana, tidak bisa dimusnahkan, tidak bisa dihilangkan, ada di dalam jagat, ada diluar jagat, ada dalam diri manusia, maha besar, dst.

Apapun isi YANG TIDAK DIKETAHUI itu bisa kita sebut TUHAN sepanjang definisi TUHAN adalah yang menyebabkan jagat ini eksis, lepas dari terjadinya jagat karena sengaja atau tidak. Tetapi TUHAN yang seperti ini bukanlah Tuhan Antromorphis — yang punya kehendak, punya emosi, dan tiba-tiba bisa mencipta, minta disembah, menawarkan surga, mau menghukum yang tak percaya, tanpa alasan yang rasional.

Siapa atau apa si YANG TIDAK DIKETAHUI belum sepenuhnya terbuktikan. Statusnya masih membingungkan. Tetapi paling tidak, ada upaya-upaya pencarian bukti-bukti keberadaan-Nya. Berbeda dengan mistisme dalam tradisi keyakinan dan agama. Ada yang bertapa dibawah Bodhi lantas, SUWUNG. Ada yang bertapa di gunung Sinai lantas, SUWUNG. Ada yang bertapa di gua hira lantas, SUWUNG. Sesudahnya tak ada upaya apapun untuk membuktikan dan hanya PERCAYA.

Kaki Manusia menapak dari satu KESALAHAN ke KESALAHAN yang lainnya. Dulu dikiranya bumi datar, dikiranya matahari mengelilingi bumi, dikiranya jagat itu statis, dikiranya ekspansi jagat melambat, dikiranya KOSONG ternyata ada materi dan energi KOSONG. Sekarang proyek LHC yang harganya 10 miliar dollar ingin membuktikan bahwa KOSONG itu ada Higgs Boson. Jika ilmuwan benar, maka yang dulu kita sebut KOSONG adalah SUMBER DARI EKSISTENSI yang kita sebut saja si YANG TIDAK DIKETAHUI.

Lantas ada yang bertanya, siapa yang menciptakan si YANG TIDAK DIKETAHUI? YANG TIDAK DIKETAHUI masih membingungkan karena tidak bisa membuktikan tak ada penciptanya. Tetapi paling tidak manusia sudah mendekati JANTUNG SUMBER EKSISTENSI. Barangkali juga manusia tidak pernah bisa.

Kontroversi kedua adalah bagaimana eksistensi terjadi? Misalnya ada yang berpendapat bahwa terjadinya jagat adalah karena proses yang tidak disengaja. Ada pula yang berpendapat ketidaksengajaan itu adalah INTER KONEKSI dan INTER REAKSI sehingga yang terjadi selanjutnya adalah konsekuensi dari peristiwa yang mengawali. Bukan karena adanya INSINYUR PERANCANG JAGAD.

Ada sebuah kisah saat seseorang berfantasi tentang Tuhan yang maha tahu. Karena mahatahu ia menjadi bosan karena semua peristiwa sudah diketahuinya. Ibarat nonton video ribuan kali, akhirnya bosan. Akirnya dia bunuh diri dengan meledakkan diri. Persis seperti bom bunuh diri. Maka tuhan hancur berkeping-keping.

Menurut kisah ini, tuhan yaitu alam semesta ini dianggap sedang memulihkan diri. Semakin lama semangkin cerdas semakin memiliki kesadaran yang tercermin dalam diri manusia. Tuhan mungkin juga sedang reinkarnasi atau bermetamorfosis seperti kupu.

Namun, Tuhan jelas tidak akan punah karena Tuhan bukanlah hanya Sang Pencipta. Tuhan juga sebagai psikolog bagi yang jiwanya merana. Teman untuk sumber harapan sesudah mati, teman untuk dijadikan kambing hitam atas peristiwa buruk yang dialami, teman yang bisa dijadikan pembenaran atas tindakannya. Teman yang diharapkan agar bisa membalas sakit hatinya atas ketidakadilan yang ia rasakan.

JIKA ADA SATU JUTA ORANG, BARANGKALI ADA SATU TUHAN YANG BENAR-BENAR DITEMPATKAN SEBAGAI TUHAN SEJATI. YANG JELAS, KEBANYAKAN LAINNYA KEMUNGKINAN BESAR ADALAH MENEMPATKAN TUHAN SEBAGAI TEMAN KHAYALAN. TEMAN UNTUK DICINTAI, DIHORMATI, BAHKAN DITAKUTI.

MAKA, ANDA AKAN DIJADIKAN APA TUHAN SEKARANG?

***

Categories: PARTIKEL PARTIKEL TUHAN | 11 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.