MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT

2 07 2009

Pemahaman yang beredar dalam khasanah sufistik, tasawuf atau mistik Islam bahwa perjalanan spiritual itu dimulai dari menjalankan syariat, memasuki jalan suluk tarekat dengan berdzikir, kemudian berolah pikir di aras hakekat, hingga berujung pada mengenal Tuhan setelah bermakrifat/ bertemu dengan-Nya.

Mohon maaf bila pemahaman tersebut perlu didekonstruksi dan didiskusikan ulang. Sebab keyakinan kita atas hal itu bisa jadi salah.

Menurut saya, proses bahwa perjalanan spiritual itu justeru tidak dimulai dari syari’at, tarekat, hakikat, hingga ma’rifat. Namun lihatlah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, teladan umat muslim justeru yang terjadi adalah kebalikannya:

Perjalanan spiritual justeru dimulai dari MA’RIFAT, TAREKAT, HAKIKAT dan akhirnya sampai pada SYARIAT.

MAKRIFAT adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang hakiki: yang disimbolkan saat Muhammad SAW bertemu Jibril, HAKIKAT saat dia mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk IQRA, TAREKAT saat Muhammad SAW berjuang untuk menegakkan jalanNya dan SYARIAT adalah saat Muhammad SAW mendapat perintah untuk sholat saat Isra Mikraj yang merupakan puncak pendakian tertinggi yang harus dilaksanakan oleh umat muslim.

Itulah sebabnya, SYARIAT SHOLAT ADALAH PUNCAK PENDAKIAN SPIRITUAL yang terkadang justeru dilalaikan oleh kaum sufi dan para ahli spiritual. Padahal, Nabi MUHAMMAD SAW memberi tuntunan tidak seperti itu.

SHOLAT adalah komunikasi tertinggi serta pertemuan antara TUHAN dan MANUSIA. Sholat juga merupakan PERTEMUAN TITIK MODULASI DIMENSI YANG LAHIR DAN BATIN ANTARA TUHAN YANG MAHA LAHIR DAN MAHA BATIN dengan manusia yang merupakan makhluk satu-satunya yang memiliki SDM untuk mempertemukan titik temu dari dua dimensi tersebut dalam dirinya.

TITIK TEMU itu terletak pada KESADARAN. NAH, Bagaimana penjelasan tentang PERJUMPAAN TUHAN dengan MANUSIA? Monggo KITA sholat dengan khusyuk. CARI TITIK PALING HENING dan NIKMATILAH WAJAH TUHAN DAN BERMESRAANLAH DENGAN DIA, YANG MAHA TERKASIH.

MA’RIFAT, HAKIKAT, TAREKAT DIAKSES dengan alat epistemologis PANCAINDERA AKAL-RASA-BUDI dan akhirnya PENDAKIAN SPIRITUAL sampai pada SYARIAT, yaitu DIAKSES DENGAN SEMUA ALAT EPISTEMOLOGIS MANUSIA: PANCAINDERA, AKAL, RASA, BUDI dan ini yang special yaitu HIDAYAH WAHYU untuk kemudian dimanifestasikan dalam PERILAKU…

Itu sebabnya, bila Sholatnya bagus maka PERILAKU PASTI BAIK, SEHINGGA DARI PERILAKULAH KITA BISA MENAKAR APAKAH SESEORANG ITU SUDAH BERMANUNGGAL DENGAN TUHAN. PERILAKU adalah ibadah yang menjadi SYAHADAT manusia yang sudah mencapai taraf INSAN KAMIL, yaitu bermanunggalnya makrokosmos dengan mikrokosmos, jagad alit dan jagad gede, manunggaling kawulo kelawan gusti.

Sampun.Pareng-paren ki sanak..,. ngapunten mbok bilih wonten ingkang lepat. Nuwun gunging ombak samudra pangaksami. Monggo paring pencerahan bersama.

Wong Alus

About these ads

Tindakan

Information

109 tanggapan

2 07 2009
hadi wirojati

pamuji rahayu..

terbalik dengan apa yang sering kita kerjakan dan umum pada khususnya, menurut pamanggih kulo nggih mekaten jalanipun…, dibalik.. orang harus menemukan dulu kebenaran hakiki.. setelah benar benar menemukan kebenaran tersebut yang datangnya dari Tuhan.. timbul perintah.. dan melaksanakan perintah selanjutnya.., dan menemukan… apa yang dicari…, Np Mekaten Ki… matur sembah nuwun,

salam sihkatresnan
rahayu..

2 07 2009
m4stono

ya kalau pas isro’ mi’raj ya begitu…tapi ya mbok dilihat pada waktu beliau sebelum diangkat menjadi rasul…beliau kan juga termasuk org yg gentur tapane, yg di gua hira itu yg kesekian kalinya beliau menyepi….proses yg terbalik yg disebutkan kangmas tadi berlaku bagi proses penciptaan makhluk khususnya manusia….dimulai dari yg paling bathin yaitu makrifat sampai ke yg paling kasar yaitu jasad atau syariat….jadi lengkapnya gini mas alus….nabi sebelum diangkat rasul sudah memulai laku prihatin dgn cara syariat walaupun belum diketahui seperti apa syariatnya tapi yg pasti sesuai dgn ajaran nabi ibrahim as, lalu bertarekat dgn cara menyepi ke gua2 termasuk gua hira….sampai pada kemudian menerima hakekat dari intisari keilmuan yaitu membaca dalam arti melihat sekeliling kita dgn kacamata qur’ani dengan jalan beliau menerima wahyu pertama….sampai beberapa tahun kemudian ilmu baru beliau diuji oleh Allah swt dgn cara ditimpa berbagai musibah dihina oleh kaumnya, ditinggal mati oleh istri dan paman beliau….hingga puncaknya beliau isra’ mi’raj bertemu dgn para nabi erdahulu sampai hingga menerima perintah sholat…pada isra’ mi’raj inilah beliau sampai pada tahap makrifat yg tertinggi hingga juga diperlihatkan berbagai tamsil kehidupan sehingga mengetahui berbagai rahasiaNya….berbekal pengalaman spiritual tsb maka rasulullah SAW menerjemahkan ke hakekat, tarekat dan syariat memlalui akhlak beliau ke umatnya….jadi apabila yg makrifat pada isra’ mi’raj tsb langsung dijelaskan ke umat tanpa hakekat, tarekat syariat maka umat akan bingung…sama seperti menjelaskan rumus einstein pada anak TK…

nuwun

3 07 2009
KangBoed

Woooow.. kereeeenxxxxzzz.. semua gerak adalah dariNYA.. yang ada hanya DIA..
Salam Sayang

3 07 2009
Ngabehi

Leres sanget Ki, seharusnya umat berjuang mengejar isi dulu baru turun kekulit-kulit.Jangan berawal dari kulit terus sibuk ngothak athik kulit dan akhirnya sampai mati cuma kekenyangan kulit.Yups… Sholat memang media tercanggih untuk berkomunikasi antara Tuhan dengan hambanya, dan banyak orang beranggapan bahwa sholat hanyalah sebuah rutinitas yang bersifat wajib. Pada hal “rasa wajib” itu baru muncul setelah merasakan rasanya, ilustrasinya seperti kita merasakan makanan yang enak pasti akan timbul rasa ketagihan.

3 07 2009
nugraha

Umat Rasulullah Muhammad saw, yang selama ini saya jalani sebagai umat beliau, ya berusaha untuk melaksanakan apa yang dicontohkan beliau dan tidak lupa harus membaca dan mengerti apa sih kitab suci beliau, juga bagaimana beliau itu sebenarnya.Nah dari sini insya’allah yakin dengan sepenuh hati kita akan dapat petunjuk hidayah dari Allah SWT dengan catatan ikhlas dan sabar jangan lupa bersihkan hati dengan niat baek.
Segitu saja dulu . . .
Itu menurut saya pribadi lho M.W. Alus.

3 07 2009
lor Muria

MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT
Salam kenal mas dari wong NDESOO sak Lere Murio
salam sayang

4 07 2009
lor MURIA

Ikut urun rembuk kangMas Wong Alus, jan alus tenan sampeyan niki……
Saya punya pendapat sendiri..hehehe….cuma pendapat……..
Mana yang lebih dulu? menurut saya adalah apa yang sekarang/awal yang kita dapat. kalau sdh islam sejak kecil ya jalani aja syariatnya sambil merenungi hakikat didalamnya melalui banyak jalan terserah yang memberi jalan. hingga menemukan kebenaran Hakikat yang Haqiqi, yaitu mengenal Sang Kebenaran Sejati.
Kalau belum muslim ya cari kebenaran Islam secara ilmu, sambil menempuh jalan sesuai jalan yang diberikanNYA, hingga tumbuh kepercayaan dan keyakinan, disini belum tentu telah masuk islam dan menjalankan syariat. Bisa saja mendapatkan Hakikat dulu, kemudian dengan kesadaran keimanan dari pancaran NurImani dia masuk islam dan menjalankan syariat untuk menyempurnakan Hakikatnya, hingga ditemuilah kebenaran Haqiqi yang mengantarkannya mencapai Ma’rifat, ma’rifatul Ma’rifat, Kamalul Ma’rifat.
Semua itu terserah yang memberi, yang Maha OTORITER, MahaKuasa atas segala mahluknya……
Ma’rifat bukanlah akhir perjalanan…..tapi awal perjalanan dijalanNYA….
Syariat juga belum tentu awal perjalan…..Tapi juga akhir perjalanan dalam JalanNYA…….
awal dan akhir tiada beda bagi ALLAH, karena DIA Al-awwalu walAkhiru…..wadhahiru walBatinu……AlQodimu……
.
Hehehe maaf ngelantur…..
Sugeng Rahayu
Salam Sayang
Salam Taklim
dari wong nDesooo….sing Bodo ela elo…..

4 07 2009
wongalus

Yth Kadang Sinarawedi sekalian: Mas Hadi Wirojati, Ki MasTono, Ki Ngabehi, Mas Nugraha, Mas Lor Muria…

Matur nuwun sanget, terima kasih sekali masukannya yang sangat berharga untuk menambah khasanah ngelmu dan laku kita.

Dari manapun perjalanan kita, dan dimana pun akhir perjalanan kita, apakah itu syariat, tarikat, hakikat dan makrifat, atau makrifat, syariat, tarikat dan syariat.. atau dibolak balik saya kira tidak jadi soal karena masing-masing memiliki jalannya sendiri-sendiri. Semoga kita semua tetap mendapat hidayah dan ampunan dari-Nya. Pasti, Keridhoannyalah yang kita cari. Ngapunten bila salah. Wass

4 07 2009
wongalus

Yth Kang Boed, apa sudah siap menyelenggarakan pertemuan spiritualis se jagad di Bandung?

6 07 2009
dbo911

pusat alam-semesta…….

menyatunya Sumber dan Muara seluruh Dumadi…..
tan kena kinaya apa…….
manunggaling kawula-Gusti…….

rahayu…karahayon kagem ki dimas Wong Alus dan para Kadang Sutresna semuanya…

10 07 2009
krishna

…salam kenal Mas…terima kasih udah dateng ke blog saya….boleh minta tuker linknya ya Mas..

11 07 2009
wong alus

Salam kenal kagem panjenengan, mas. Monggo kita tukeran link. Semoga bermanfaat bagi kita semua, lahir batin dunia akhirat atas karsa-Nya.
salam alus

11 07 2009
krishna

sami-sami…matur sembah nuwon njeh Mas…

8 09 2009
eRandy RahmanO

…apapun itu tergantung dari NYA yang memberikan “jalan” kepada setiap makhlukNYA,loe orang boleh aja bilang bolak-balik sono kemari antara Makrifatullah, Hakekatullah, Tarekatullah and Syariatullah, but kembali lagi itu berasal dari HIDAYAH NYA…cz everyones are differrrent, mereka punya “jalan hidup” dan “garis” masing2…so setiap orang pasti akan mengalami Perjalanan Spritiual yang berbeda….

10 09 2009
Hari Brawijaya Murti

Matur Sembah Nuwun…….Ilmu yg bermanfaat

17 09 2009
rosan

alhamdulillah, dulur di sini semuanya kok pinter2 dan baik2. Semoga saya bisa tertular. Salam asih asah asuh

28 11 2009
metrozza

zaman skrg smua mang udh serba terbalik……ditmpt tidur aje cwe yg diatas bukan lg cwo yg diatas……………

28 11 2009
metrozza

kern bo…..cwe yg diatassssssssss…jd kita ga cape2 lg deh ngenjotin die hehehehehehehehehehe

2 12 2009
badal besi

perlakuan harus waqiq, pegangan perlu tahqiq, lafaz&niat bertemu, qasod,takrad&takyin ketemu.. solat fe’elun,zikrun,khasyiun&daimun diketahui..

2 12 2009
badal besi

nabi berkata dia tidak tahu membaca kerna yg berupaya baca siapa? nabi tidak berkata hanya wahyu semata..apa beza kata&wahyu? wahyu itu quran martabat qodim iaitu kekal.. hadis itu perlakuan martabat muhadas iaitu baharu.. antara nafas masuk&keluar,,antara diam yg daim& bersuara…yg mana muhadas & qadim?

9 12 2009
sang realitas

sholat itu diluar sholat yaitu laku lampah kita setiap detik, karena setiap detik memiliki pertanggung jawabanya sendiri~sendiri, artinya kita musti paham terhadap setiap apa yg kita kerjakan/kita lakukan…
apa kita mampu mempertanggung jawabkan jika kita sendiri tidak mengerti atas apa yg dilakukan/dikerjakan?.
untuk ‘ki kanjeng’ wong alus : hal yg namanya khusyuk itu tidak ada, jd jgn pernah sedikitpun membayangkan, merasa atau berfikiran tentang hal yg tidak mampu dipahami(jgn sekalipun membayangkan atau merasa wajah Tuhan, karena tidak akan pernah mampu mencapai hal itu/tidak akan mampu mempertanggung jawabkannya) karena “Aku adalah pribadi~Ku sendiri..”
mengenai puncak isra mi’raj adalah peleburan/pemusnahan segala hal hingga tidak ada hal(keberadaan) apapun selain ‘pribadi~Ku sendiri’ itu puncak isra mi’ra, jd puncak isra mi’raj bukan pd hal(keberadaan) apapun bahkan sholat sekalipun! sudah cukup jelas sholat itu jelas tidak ada selain ‘pribadi~Ku sendiri’ saja…salam

9 12 2009
sang realitas

sholat itu diluar sholat yaitu laku lampah kita setiap detik, karena setiap detik memiliki pertanggung jawabanya sendiri~sendiri, artinya kita musti paham terhadap setiap apa yg kita kerjakan/kita lakukan…
apa kita mampu mempertanggung jawabkan jika kita sendiri tidak mengerti atas apa yg dilakukan/dikerjakan?.
untuk saudara ku yg tercinta ‘ki kanjeng’ wong alus : hal yg namanya khusyuk itu tidak ada, jd jgn pernah sedikitpun membayangkan, merasa atau berfikiran tentang hal yg tidak mampu dipahami(jgn sekalipun membayangkan atau merasa wajah Tuhan, karena tidak akan pernah mampu mencapai hal itu/tidak akan mampu mempertanggung jawabkannya) karena “Aku adalah pribadi~Ku sendiri..”
mengenai puncak isra mi’raj adalah peleburan/pemusnahan segala hal hingga tidak ada hal(keberadaan) apapun selain ‘pribadi~Ku sendiri’ itu puncak isra mi’ra, jd puncak isra mi’raj bukan pd hal(keberadaan) apapun bahkan sholat sekalipun! sudah cukup jelas sholat itu jelas tidak ada selain ‘pribadi~Ku sendiri’ saja…salam

22 03 2010
Hadi Kadar R

kalau kita lihat sejarah nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi nabi beliau lebih suka merenung dan tafakur di gua hira sudah jelas beliau mencari jalan untuk marifat lebih dulu.
Dan biasanya jaman sekarang lebih dulu syariat makanya banyak perbedaan pendapat mis.Sholat shubuh ada yg pakai doa Qunut ada yg tidak pada ribut.
jadi ada istilah “Kebenaran belum kepegang ribut didahulukan” dan kalau orang yg sudah mencapai marifat mustahil akan ribu sesama orang sama2 mencapai tingkat marifat. Contoh Para Wali, tidak ada perbedaan. Hei sunan kalijaga yg benar saya sunan bonang atau hei sunan gunung jati yg benar saya sunan kalijaga dalam sejarah tidak ada kecuali (siti jenar) semua para wali bersatu padu untuk menyebarkan agama islam yg merupakan rahmat bagi umat manusia.
Yang lebih kurang ajar sekali manusia jaman sekarang sampai2 menyalahkan wali bahwa wali belum tamat tugasnya. manusia sekarang lebih banyak ngomong tapi isinya kosong.
Sekian dari saya mohon maaf apabila ada yang salah itu dari saya sebagai mahluk tetapi yang benar itu dari ALLOH SWT.

13 04 2010
Buyuang

Ass Wr Wb. Salam buat Dunsanak Kasadonyo.
Berpulang dari apa semua yang dibahas masalah syariat, tarekat, hakikat dan makrifat, baik itu yang dibahas dari syariat sampai ke makrifat maupun sebaliknya dari makrifat baru ke syariat, kesemuanya adalah jalan untuk memahami Kebesaran dan Keagungan Allah SWT. tingkatan2 yang mesti dilalui terserah, semuanya bermuara kepada DIA semuanya. jangan yang satu merasa lebih unggul dari yang lainnya. karena kesombongan yang paling besar( kesombongan yang tersembunyi ) itu merasa lebih unggul dari yang lainnya, (tersembunyi tapi bisa dirasakan, walaupun tidak dikatakan
wassalam

5 05 2010
wahyu batam

assalammualaikum wr wb

terima kasih telah menghadirkan catatan seperti ini,moga dengan ada nya catatan seperti ini makin terjalin hubungan silaturahmi antar kita sesama umat rasulullah….
dan aq sangat setuju kl ini d jadikan untuk muzakarrah bukan untukmenonjolkan kelebihan….

19 07 2010
Trio Ibrahim Aji

Assmlkum. semua bagus . yang penting selama masih hidup belajar terus dan niat selalu tetap karenaNYA. DARINYA,KARENANYA,UNTUKNYA CARILAH DIA………………DAN TETAPLAH SELALU BERSAMANYA .

25 07 2010
ki joko kenthir

as-sholaaaaaaatu mi’rojul mu’min

31 08 2010
Zaedi Rofik

Assalaamu’alaikum WrWb
Nyuwun pangapunten sakaderengipun, bade urun rembug,timbulnya “pengkastaan” syariat ,thoriqot,hakekat,ma’rifat itu muncul seiring timbulnya ” sufisme”dan itu jauh puluhan , bahkan ratusan tahun setelah nabi wafat,jadi bagi saya yang tidak punya patren thoriqot (qodiriyah, naqsabandi,rifaiyah,atauyah yah yang lain….monggo mawon ) bagi saya barangkali kalau sesuatu sudah “exlusive” sudah hampir pasti ada unsur ria meskipun terkemas sangat transparan terkemas dalam Magic Word ” Khoiru Ummah “sehingga kalau sudah claim ma’rifat itu adalah : “puncak kesombongan “siapa yang menilai kalau bukan Alloh, pengalaman spiritual seseorang ” gembel ” tetap ada momenth tertentu merasa “LIQO”bertemu dengan Alloh begitu juga yang notabenepengikut Thorikot
dan katanya sudah mngclaim ma’rifat,si”gembel nggak perduli itu ma’rifat atau apapun namanya karena dia tidak kenal “suluk” , belum pernah dibaiat oleh mursyid thoriqot tertentu, boro boro ikut thoriqot hidupnya berjuang untuk perut saja masih susah,karena dia tidak punya uang untuk menjadi santri,tidak punya uang untuk memebeli kitab.
Singkat cerita ” sifat Alloh Yang serba”MAHA” tidak sesempit terkotakkotak seperti pengkastaan yang sebetulnya cuma Ijthad ulama’ tertentu dalm temporary tertentu yang dijadikan rujukan sampai sekarang, dan sekarng ini yang demikian lama lama hanyahanya sebatas khasanah inteltual muslim yang dijadikan standar bakukurikulum diIAIN atau di Pesantren.
Gejala yang muncul sekarang adalah sufisme modern yang lebih applicable simple tetapisudah bisa memenuhi kebutuhan “Spiritual Hungry” seperti fenomena yang ada dikota kota besar…….munculnya Aliran Baru…..nabi Baru….. training training exlusifsemacampunyaAri Ginanjar,majelis dzikir…. model pembahasan syariat ,Thoriqot,hakekat ,ma’rifat harus kita kemas kembali dalam kopor ajaib ” INNA AKROMAKUM INDALLAHI AT QOKUM’ dan itu ukuranya parameterya antara pribadi manusia dengan TUHANYA….
mAHON MAAF MOHON DI KOREKSI…..
SEDULUR solo

22 09 2010
guspur

lam kenal dari guspur di padepokan santri metal iundonesia(PASMI) ciamis,newun sewu ki sederenge kulo ajeng tanglet nopo kulo lepat upami kulo nangletaken gusti allah.teng pundi,ingkang kados pundi,seniki siwig nopo?kulo entosi waleranipun.guspur 085310145625

26 09 2010
kleyang kabur kanginan

ass.ww. nepangaken, kawulo badhe tepungan sareng wong alus, saged? amargikatah ingkang bade kawulo tangletaken mugi saged dipun babaraken amargi maos critos ingkang wonten inggil andadaosaken bingung manah kawulo, nuwun. wass.ww

29 09 2010
dedy

yakin aja , harus yakin pada diri sendiri

29 09 2010
dedy

makan dulu yag laper, tapi jangan makan beling.

1 10 2010
munifkalyana

Assalamualaikum
makrifat ,hakekat,tarikat, syariat empat kata yang menrut saya adalah jalan untuk mengenal Alloh.kalo dari uraikan kang mas alus saya sangat bersependapat akan tetapi kalo kita melihat iqro dari melihat segala sesuatunya,banyak juga orang yang menemukan makrifat dari syariah dan banyak juga seseorang menemukan jalan menuju Alloh dari makrifat ke syariah . tapi trlepas dari itu semua saya sangat sependapat dengan panjenengan
wassalamualaikum

16 10 2010
Gembel Gerbang Kampus

alhamdulillah ada yang sebut2 nama saya…xixixixi…
izin nyimak para sesepuh… :)

18 10 2010
raden arto

rahasia cara mudah menyelesaikan hutang,bg pengusaha atau sedulur yg punya hutang menumpuk
temukan rahasianya,
radenarto@yahoo.co.id

16 11 2010
Whong sugih

Raden arto, utang saya buaa…nyak,
bagaimana cara menyelesaikannya ?
Panjenengan mau bantu nyaur semuanya ta ?
Antarkan uangnya ke rumah saya ya !
Mau saya pake beli sepeda motor harley lagi. SUWUN

15 01 2011
haszfan ones

kok g2 ya..

18 01 2011
uwy

KATAKANLAH YANG BENAR MESKIPUN PEDANG DILEHERMU

22 01 2011
susianto

nuwun sewu pade nderek pitaken menopo panjenengan kagungan buku ilmu makrifat sunan bonang membongkar rahasia guru sejati sunan kali jaga dan syekh siti jenar ? menawi kagungan kulo badhe nggantos foto kopinipun. matur sembahnuwun saderengipun,

6 02 2011
atok bujang

(senyum)

17 03 2011
mas dot

manteb

23 06 2011
dicky prawanto

assalamualaikumwbr,,ijin mengamalkan alhamdulillah semoga menjadi barokah untuk semua amin amin amin

5 07 2011
bayu

Assalamu’alauikum,…Ngapunten sekderenge, kula bade nderek urun rembug…
Konsep ajaran antara syariat, tharekat, hakekat, ma’rifat itu sendiri adlah merupakan ijma’ atau buah pikir dari beberapa ulama yg hidup jauh setelah Rasulullah meninggal. Setahu saya, yang ada Rasulullah mengajarkan kita untuk memeluk Islam secara “kaffah” atau menyeluruh (total).
Bagaimanakah islam yg kaffah itu??? untuk menjadi seorang muslim yg kaffah hendaknya terlebih dahulu mengenal dan mempelajari apa itu (syariat) islam sendiri dengan thilabul ‘ilmi, karena Rasulullah mewajibkan kita untuk mencari ilmu. Tholabul ‘Ilmi-lah yg menurut saya merupakan makna dari konsep tharekat. Beda dengan yg dialami Rasulullah, beliau melakukan perenungan di goa hira’ dikarenakan tidak ada manusia lain yg membimbing beliau dalm mencari suatu kebenaran sejati. Sedangkan kita sudah diberi peninggalan oleh Rasulullah berupa Al Quran dan Hadist untuk mengetahu ilmu sejati, maka tidak diperlukan lagi yg namanya tapa brata, cukup dengan merenungkan dan mengenal lebih jauh tentang ajaran2 (syariat) Islam dari Al quran dan Hadist.
Pada tingkatan tertentu seseorang yg mendalami syariat Islam, mereka akan lebih mengenal dan mencintai Rasulullah, serta lebih mengenal dan mencintai Allah, sehingga akan terbentuk suatu ketenangan dan kedamaian batin. Dengan begitu manusia akan melihat keidupan didunia ini dengan menggunakan perspektif (sudut pandang) Rasulullah, disinilah menurut saya konsep hakekat akan dapat dirasakan..
Dan pada akhirnya mereka yang mengetahui dan mendalami keseluruhan ajaran2 Islam akan mengerakkan seluruh bagian hidupnya, baik jasad maupun ruhnya sesuai dengan cara syariat Islam itu sendiri. Inilah yg menurut saya konsep dari makrifat tercipta, sebab inti dari ajaran Islam itu sendiri adalah tunduk dan patuh kepada ajaran Rasulullah karena cinta kepada beliau dan kepada Allah Yang Maha Esa (Kang Akarya Jagad), melebihi cintanya kepada diri sendiri dan dunia seisinya.
Wassalamu’alaikum….

12 07 2011
wong nglutuk

assalamualaikum sedoyo…
buat yg punya rumah ki wong alus&sesepuh”sedanten sugeng rahayu wilujung.
urun rembuk nggih…
Mengenai syariat tarekat hakekat nyampe makrifat saya setuju dengan jalan trsbut.
Alasannya…
jika kita sudah paham akan syariat berarti kta sudah paham akan dasar islam. Dan apabila nanti kta sudah ada dlam tingkat hakekat kta tdak dihawatirkan terjerumus dlm goda’an” setan. Krna setan selalu menggoda manusia dri depan belakang kiri dan kanan.
Tidak ada ilham yg bertentangan dgn alquran&hadist’ Itu hanya penjabarannya saja.
Kalau makrifat didahulukan dihawatirkan akan terjerumus oleh goda’an setan.
Kta bsa ambil pljran dri Kisahnya seyh abdul qodir al jailani.
Coba klou syariatnya beliau kurang. Apa yg terjadi?
Berapa byak auliyak yg terjerumus?
Dri kesimpulan diatas, kta harus memperdalam syariat dlu sebelum menuju hakekat makrifat.
Matus suwun.
Ma’afe nak bhsane rodho mbulet.
wonten klenta klentunipun nyuwun samudrane pangapunten

11 08 2011
KangMasBro

Assalamualaikum Wbr
DIMULAI dari M H T S atau S T H M..
Pada intinya semua itu harus di pakai bersamaan, jangan pernah dipisahkan!!
kedua awalan itu sangat bagus,
Jadi isi arti dari kata” di atas apakah kalian sudah mengerti??

Wasalam

14 08 2011
gak ngerti opo2

assalamualaikum
nyuwun pangapunten nggeh sedoyo2
saya tadi baca dengan sepintas, kemudian saya pingin merespon hal yang ada dibawah ini.argument dari WONG ALUS yang berbunyikan seperti ini:
“Menurut saya, proses bahwa perjalanan spiritual itu justeru tidak dimulai dari syari’at, tarekat, hakikat, hingga ma’rifat. Namun lihatlah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, teladan umat muslim justeru yang terjadi adalah kebalikannya. Perjalanan spiritual justeru dimulai dari MA’RIFAT, TAREKAT, HAKIKAT dan akhirnya sampai pada SYARIAT.”
saya hanya ingin berbicara saya pun kurang setuju dengan argument ini. yang dimana pada awalanya kanjeng nabi itu sama seperti kita hanya sebuah manusia yang dimana adalah sebuah keturunan dari kanjeng nabi adam dan hawa pada titik akhirnya kanjeng nabi muhamad saw adalah manusia yang penuh kharoma dan penuh welas asih sampai dimana kanjeng nabi pun udah mempunyai tahap ilmu mulai syariat,hakikat,tarekat itu dari dia beranjak menjadi remaja pada akhirnya jalan yang untuk menuju ma’rifat dia mendapatkan dengan sendirinya yang dimana pada waktu itu allah melihat saking setiane kanjeng nabi muhamad saw kepada allah jadilah yang dimana wahyu itu datang mulai dari satu persatu yang diturunkan ama allah untuk menjadikan kanjeng nabi muhamad ini menjadi panutan agam islam yang sejatininya. kemudian belajar ilmu islam yang dimana syariat ,hakikat,tarekat,ma’rifat itu bukan sembrangan yang kita tempuh ilmu ini tidak bisa kita pelajari dengan segampang itu. jadi ilmu ini hendaknya dijalani dengan sendirinya aja mulai belajar ikhlas dan belajar sabar yang benar2 ilmu syariat udah berada didalam raga anda semuanya. kemudian tinggal dilanjutin dengan sendirinya. itlah ringkasan ilmu yang digabung menjadi ilmu laduni dengan belajar ilmu laduni pun terbagi dua dipelajari ama dikhromai ama allah swt. dan jika anda pingin belajar ilmu mungkin anda tau apa yang sebenarnya dicari dalam hidup dan inipun demi mendamaikan dan tidak membeda2kan agama. ” kenapa disaat seorang kristiani berdoa ya bapa ampunilah dosa aku: secara garis besar apakah allah dia bapanya dia. kemudian umat islam mengumandangkan adzan selalu memakai mic jam 12 siang itu serentak dari satu masjid sedunia: apakah allah kita jauh.
orang hindu kalok berdoa selalu dengan omswastu: apakah allah mereka om.
dan inilah sebenarnya ilmu kalian diuji dan bacalah perlah2an maksud dari kata2 ini. matur akeh sembah nuwun. sepurane lek dikata2kuw ada salah dan kurang berkenang banget .nyuwun pangapunten sing katah

20 08 2011
maduraBOY

Assalamu’alaikum……..,

salam kenal untuk semua sahabat yang semoga selalu dirakhmati Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

mohon ijin untuk ikut nimbrung dan bergabung disini bersama sahabat dan khusunya tuan rumah.

menyimak dari bahasan ini/sebelumnya, ada yang memulai syariat ke makrifat ataupun sebaliknya yang bisa jadi didasarkan pada pemahaman, pengalaman ataupun sesuatu (informasi) yang menjadi/dijadikan sebagai rujukan sehingga dapat diterima, pahami atau dimengerti menurut nalar.

Menurut saya ” mulai syariat, tarikat, hakekat sampai makrifat ataupun sebaliknya merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain”

yang ingin saya sampaikan sekaligus menjadi pertanyaan seperti yang disampaikan oleh “KangMasBro” (bukan untuk menguji lho…sekedar untuk lebih memantakan dan memahami saja), sebenarnya arti dan asal kata dari SYARIAT, TARIKAT, HAKEKAT dan MAKRIFAT itu apa?

maksud pertanyaannya selain lebih paham arti/asal kata tersebut ialah agar lebih tahu urutan yang sesuai itu bagaimana, walaupun menurut saya “syariat, tarikat, hakekat dan makrifat” itu merupakan sesuatu yang terpadu jika dilaksanakan dalam hal ini beribadah (seperti disebutkan dalam Qur’an, yang kurang lebih maksudnya yaitu “Tidaklah ALLAH ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah kepada-NYA”).

semoga semua sahabat bisa memberikan masukan dan penjelasan2 yang memberikan manfaat. sekian dulu saya ikut nimbrung dan bergabung, jika ada yang kurang dan keliru mohon maaf yang baaaaanyaaaak.

Wassalamu’alaikum….

30 08 2011
Hamba Allah

assalamu’alaikum,
ikut gabung y,,
saya ingin menambahkan untuk kita semua,,
pada intinya,, salah satu tujuan hidup kita itu agar islam bisa menyebar, umat islam bs bersatu dan menyebar seperti jamannya Rasul,,
kemudian harus adanya pemimpin islam (khalifah) seluruh dunia/ seluruh umat dan benar2 menjadi islam yang merdeka..
maka dari itu,, hayu ah mari semuanya intropeksi,,
sekali lagi… MARI INTROPEKSI…
hayu cari solusi/strategi gimana cara islam tuh bisa kumpul, bersatu, dan benar2 MERDEKA,,
alangkah lebih baiknya membahas hal tersebut, ketimbang kita bahas sana-sini yang tiada ujungnya dan ujungnya pun menimbulkan ujub/ria/takabur/dsb.
maka dari itu…
mari,,
bahas tentang solusi agar umat islam bs bersatu kembali dan merdeka kembali seperti jaman Rasul dan para sahabat2nya!!!
karena saat ini umat sedang bobrok, sholat banyak, mesjid banyak, penerbitan Al-Qur’an banyak, tapi kejahatan merajalela, maksiat di mana2, musyrik di mana2, dan macam perlakuan bejat lainnya yang menjadikan manusia lebih rendah dari pada binatang.
Allahuakbar!!!
moga hidup kita berkah dan bahagia dunia dan Akhirat.
-Hamba Allah-
Assalamu’alaikum..

3 09 2011
ikhwan

slm slwt,.,. tidak akan terkupasnya, puncak marifat,.,.sebelum tueunnya pemimpin akhir jaman.,.,.imam mahdi, krna beliaulah yg akan membentuk dan mengembalikan, aqidah islam di dunia ini, benahi diri kita ja terlebih dahulu, merendah akan danya allah, mudah midahan kita semua, digiring oleh allah untuk, bertemu sang duru mursyid trsbt.,.,.jarna 100% allah yg andil didalamnya. wslm slwt

7 09 2011
Baroq

Mohon maaf sebelumnya…

Ada sedikit Pertanyaan dari Wong Bodo:
Manusia selalu Diskusi tentang syareat-Tharekat-Hakekat & Makrifat.Setelah kita sampai tujuan Makrifat,memang untuk apa ?
Dan Alloh itu apa ? Dan satu lagi yang sangat penting.
Manusia itu apa.Karena ada dalil yang mengatakan:
Wallohu ghoibun Alinsanu Ghoibun.
Buat apa belajar Maqom syareat-Tharekat-Hakekat-Makrifat,kalau Alloh Ga kenal,Dan Manusia pun Ga kenal….Kenali dirimu maka niscaya kamu akan kenal dengan Allohnya.
Kita melakukan sholat,puasa,Dzikir,kalau allohnya sendiri ga dikenali dan Manusianya sendiri ga dikenali,bagaimana yach,

Mohon pencerahannya.
Via sms : 085711283009
Email : Yokuswoyo@yahoo.com

Matur kesuwun
”Abdul Mubaroq”

16 09 2011
rahasia

bukannya urutan yg benar tuh syariat,thareqat,ma’rifat,hakekat

3 10 2011
gus gusan

syareat thoriqoh haqiqat dan ma’rifat adalah “menejmen spiritual” yang diterapkan oleh imam ghozali untuk mendekatkan diri pada AllahSWT, sedekat-dekatnya…… ilmu semacam ini tidak bisa kita kesampingkan karena bagaimana kita bisa meraih tujuan kalau tidak dimenej sebaik-baiknya, ya…kan..!?. urusan kerja aja kita teliti sedemikian rupa agar tidak terjadi kesalahan, apalagi urusan akhirat, tentu lebih hebat pengaturannya. lain lagi menejmen spiritual yang diterapkan oleh waliyah robi’atul adawiyah, beliau menerapkan menejmen spiritual “HUBB” atau cinta kepada AllohSWT, sehinggal beliau sampai kepadaNya.
artinya…… banyak cara menuju Alloh, tergantung cara mana yang kita mantapi….. yang penting ada orang(guru) yang menuntun. ok!

jadi….. berhentilah untuk tidak perduli pada menejmen spiritual, karena TAQWA itu ibarat sebuah perjalanan, maka…. kita harus bisa memenej kondisi kendaraan kita agar tetap vit dan harus mengetahui rambo2 di jalan raya, agar kita selamat sampai ditujuan.

semoga bermanfaat,

12 10 2011
edi

Assalamualaikum,syariat,tareqat,hakikat,makrifat mnjd metode untuk mengenalNya..bl sudah mengenal kita mencintai dg sepenuh jiwa,menjalankn perintahNya menjauhi laranganNya,amal makruf nahi mungkar adalah implikasinya,,apalagi yg diperdebatkan..apakah itu disebut kembali pd syariat atau yg lain,oke sj,yg jelas manajemen laku yg ditempuh tsb pasti mghasilkan orang yg sempurna akhlaknya dn sempurna imannya,menjadi rahmatul lil alamin dn tdk pernah merendahkan kepercayaan org lain

17 11 2011
eky

arti dari MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT,,,,adalah tasawuf,,,,,yg saya ingin tanyakan,,,apa yg sebenarnya di cari dari seorang hamba jika memperdalam tasawuf,,,pasti kedikjayaan dunia maupun akhirat,,,,,yg saya ingin tanyakan jika seorang hamba mencapai tingkat makhrifat menyatu pada dzat wadhatul wujud apakah benar ia menyatu atau malahan menyatu sama kesesatan,,,dimana letak kesempurnaan nya,,,,apa hanya kharomah yg di harap atau sebatas ridha dari dzat wadhatul wujud.mnurut saya bedasarkan akal dan hati,,,,,tasawuf masih belum sempurna sampai menemukan tingkat kesempurnaan ikhlas,,,,inti nya…..tasawuf belum ada apa apa nya di banding ilmu ikhlas.

19 11 2011
salam silaturrahim

assalamu alaikum warohmatulloh wa ta’ala wabarokatuh wa maghfirotuh waridhwanuh,,
wahai saudaraku seiman..
kita umat yg beruntung ..
karena sudah dihadiahi kitab..
yaitu alqur’an dan hadist..
sebagai bekal bagi agama islam..
nahhhh,,,,
al qur’an itu apa?
hadist itu apa?
al qur’an dan hadist itu gunanya untuk apa?
itu harus di mengerti..
jika sudah ketemu jawabannya…
coba pahami isi yg ada di dalamnya,,.
jangan membahas masalah yg dimana tak da titik temunya…
thoh bisa menjadikan sesuatu kebimbangan pada diri masing2..

27 11 2011
ki ageng sastro

Hmmmm….sulit sekali memahami. Sudah sewajarnya sebagai manusia, hasrat ingin tahu itu muncul, bahkan untuk mengenali Tuhannya melalui berbagai tingkatan. Pencarian belum tentu mudah seperti yang diuraikan atau terbalik tidak sesulit yg dijabarkan. Tetapi rasa ingin tahu yang ‘bebas’ akan membawa manusia melewati jalan ‘paling lurus’.

27 12 2011
Ki"A6

Ya tdk ada mslh kt melaluinx dr mana sj yg pénting apa yg kt lakukan hrs LILLAH BILLAH LI ROSUL BI ROSUL”karna smuà itu pemberianNYA.bkn karna kt mampu.di akui sebagai hambanNYA sj kt sdh muji syukur.

27 12 2011
satia

Agamamu, agamaku agamaku. Yang menilai Allah. Simple

15 02 2012
masgengh

” ?, MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT”
“?” yang stu ini juga perlu di cari …

22 02 2012
¤R€D_DEVIL'S¤

Assalamu alaikum………

26 02 2012
didik suryono

semua yang dibicarakan diatas benar jika sudah ketemu tinggal mesam mesem saja, hehe,. ayo silahkan dicomen2 lagi siapa tau semua komentarnya bisa untuk bahan pelajaran.

27 02 2012
abu adin

mantap

28 03 2012
Suharyono

Iki gampangane contoh ning kehidupan sehari-hari syariat-tarekat-hakekat-makrifat,

Contone ning kehidupan sehari-hari lek wong iku wis makrifat kabeh, ora perlu polisi tidur neng kampung2 mergo kabeh wis ero iku dalan kampung akeh arek cilik ono wong istirahat turu ono wong loro dll, ora perlu wedi kelangan barang lha wong kabeh wis makrifat artine wis arif (bijaksana) wong sing arif iku iso mbedakno sing salah sing bener sing elek sing bagus sing pantes sing ngawur, lek kabeh wong koyo ngene ora ono korupsi kampung resik ora ono sampah kleleran ora ono got buntu,

lha supoyo makrifat iku kudu hakikat artine weruh kebeneran (hakekate/kebenerane) yen aku mbuang sampah sembarangan iku hakekate piye, yen aku njukuk barange liyan iku hakekate piye, dadi kudu ngerti hakekate (kenapa begini dan begitu itu karena apa harus tahu alasannya) iku artine ngert hakekat,

Tarekat iku tahap pembelajaran menuju hakekat (ngerti kebenaran) melalui latihan laku supoyo terbiasa nglakokno kebenaran gampange belajar mbedakno sing endi sing bener sing endi sing salah,

Syariat iku tahap paling awal yoiku weruh aturan (hukum) weruh etiket pergaulan weruh iki oleh iki ora oleh dilakoni tapi yen nglakoni kadang mergo kepekso utowo ono sing dikarep utowo sungkan karo wong tuwo, guru lan liyo liyane dadi kudu dilatih karo tarekat disik supoyo ngerti hakekat lan sak teruse.

29 03 2012
Dewinna Sannia

yang atas atau yang bawah..siap ko

30 03 2012
nikamojankkudus

menurut sepengetahuan saya,
itu semua terbalik kak..

kalau anda melihat dari “perjalanan spiritual Nabi” yang notabennya hamba terpilih (kekasih Allah).
bebeda dengan kita yang hanya bertitel orang awam.

bukannya pada hakekatnya MA’RIFAT itu tingkatan bagi para sufi, yang bisa sampai kesana???
karena bagi kita yang masih lemah dalam tanda kutip, untuk mencapai hakikat saja susahnya minta ampun, apa lagi ma’rifat.

2 05 2012
Arjuna mencari TUHANnya

Ass.wr.wb…
kii Wong Alus saya berminat belajar kebatinan di kampus ini,
bagaimana caranya dan apa saja yang harus di lakukan???
wss.wr.wb..

24 05 2012
rombengku

“Itulah sebabnya, SYARIAT SHOLAT ADALAH PUNCAK PENDAKIAN SPIRITUAL yang terkadang justeru dilalaikan oleh kaum sufi dan para ahli spiritual. Padahal, Nabi MUHAMMAD SAW memberi tuntunan tidak seperti itu.”

Saya kurang setuju sama argumen admin pada kalimat pertama. Kaum sufi tidak seperti itu. Mereka tidak mau ibadah mereka dilihat oleh orang umum/awam.. Makanya mereka terlihat seperti orang tidak pernah sholat..

-Jangan dilihat dari mata, lihat dengan hati-
-Pikirkan dengan hati, jangan cuma dengan akal-

5 06 2012
Arjuna Mencari Wahyu Hidayah

Kalau kita lebih sepakat kalau Puncak Makrifat adalah Syariat, ????

6 06 2012
edi

Assalamualaikum wr wb.
Ijin nyimak….salam taa:jim buat sesepuh kwa..

6 06 2012
jt20081874

banyak amat penjabarannya,bagi saya yang terpenting meminta kepahaman agama kepada Allah SWT sehingga saya bisa menjalankan agama ini untutk memohon RIDHO Allah Swt.kalau kita sudah faham,mau disogok emas segunung pun kita tidak akan pindah agama dan tidak bingung menghadapi banyaknya perpecahan dan multi anggapan dalam menjabarkan agama kita.

12 06 2012
andye

1 gmn bsa makrifat(ktmu sma tuhan DULU..?) bru yg lain.. qt ni manusia. Bukn nabi.
2. Membyangkn WAJAH TUHAn…???

12 06 2012
andye7

1 gmn bsa makrifat(ktmu sma tuhan DULU..?) bru yg lain.. qt ni manusia. Bukn nabi.
2. Membyangkn WAJAH TUHAn…??? Ni aja dah ga boleh..

Menjelasan nya bos?

1 07 2012
salam ukhuwah

assalamualaikm
ana ikutan y.
afwan koblaha antum bilang titik jemunya” Sholat yg khusuk”

sholatkan perintah kerja, jdi mana hakikatnya?
bukankah dlm Q.S.Annisa 103: mka apabila kmu tlh selesai mengerjakn sholat(mu) ingatlah Allah diwktu duduk , berdiri, berbaring dimana saja berada.

mustahil org bisa ingat klw tidk kenal.

jika sholat yg khusuk itu ingat Allah, coba sambil jalan? pastinya tdk bisa.

Q.S. Al-A’raf 205: byk2 ingat Allah dlm diri kmu jgn disebutkan pakai lidah dri pgi hingga petang jgn kamu lupa2.

syariat adlh peraturan undng2 hukum2 islam yg berhubungan dgn ucapan dn perbuatan. adapun bts ilmu syariat adalh yg dpt dilihat dn didengar dipelajari syariat biar thu bgaimana cara menyembah Allah.Thariqat arti jalan. ilmu yg mempelajaritntang tata cara mnsucikan hti dgn 7an utk mengenal Allah. Hakikat adlh: ilmu yg mempelajari apa yg da didlm hti.Makrifat ilmu yg mempelajari hubungan antara hamba dgn Allah.

Hadist qudsi: kuntu khaziinatun khaa fiyatian an a’rifa….(Aku ini rahasia tersembunyi, Aku ingin dikenal mka Aku ciptakan Makhluk2 Q ini utk mengenal Q.S. Azzariat 56: Tdk Q jdikan Jin dan Manusia utk mengabdi/menghambakan diri kpd Q (Allah).
Hadist Tabrani dn Muslim: Qahai saudara ku sesungguhnya ajaran islam itu mengenal Allah.

man ‘arafa nafsahu faqod ‘arofa robbah.
Q.S. Lukman 20: ketahui lh olh mu da dri zhahir dan bathin

@salam silaturrahmi: Quran dgn kitab quran berbeda. Quran terbagi 2 yaitu: Quran yg zhahir (syariat) yg disebut kitab Al-Quran dan Quran Bhatin (hakikat) yg disbt Qur’an. Qur’an diciptakan Allah, sdngkn kitab quran diciptakan manusia. kitab quran berhuruf dn bersuara, sdngkan Qur’an tdk berhrf dn bersuara. Kitab Al-Quran diturunkan Allah melalui Jibril dizahirkan olh ucapan Nabi Muhamad dlm bhsa aray yg mnjdi kitab Al-Quran, sdngkan Quran diturunkan Allah melalui jibril ditanamkn ke dlm hti org mukmin dl firman Allah, Q.S. Asy-Syu’ara: 192-194: qur’an itu diturnkan seru sekalian alam, yg dibawa olh Jibril, ditanamkan ke dlm htimu agr kmu mnjdi org2 yg memberi peringatan.
hadist da yg dhaif dan palsu.

dua pusaka Q tinggalkan kpd kmu brg siapa yg berpegang teguh pada pusaka Q maka… yaitu Qur’an dn sunnah

@Baroq:
manusia adlh bertemu nyawa dgn bdn atw bertemu roh dgn jasad.

afwan koblaha

7 07 2012
Puji Wiyanto

jadi kalau tanya tuhan ada dimana jawabnya bagaimana

12 07 2012
henky uj

pelajari,pahami dan amalkanlah al-qur’an dan as-sunah (apa2 yang diwahyukan ALLAH SWT dan apa2 yang diajarkan oleh Muhamad rasulullah SAW) maka STHM (atau secara acak) insyaAllah akan dilalui dengan sendirinya tanpa harus terjebak bid’ah dan kurafat,setiap yang bid’ah itu adalah neraka tempatnya. WSLM

12 07 2012
muntaha

semuanya benar asal kita faham. perjalanan manusia tidak sama. ada yang dari bawah lalu naik tidak mau turun merasa nikmat, ada yang langsung dari atas ke bawah.bagi orang2 tertentu, ada juga yang dari bawah naik trus turun lagi rutenya. syariat naik tarikat naik hakikat naik lagi puncak ma’rifat,

15 07 2012
Al Fakir

Pencerahan yg sangat pas buat saya ….

22 07 2012
Abdullah

Untuk kang alus dan para saudara disini
saya hanya orang yang tak begitu faham tentang ilmu agama
yang saya tahu mungkin hanya epidermis bagian luar, dari agama ini
sabda Rasulullah SAW menjelang wafat, Beliau bertanya terhadap Jibril AS tentang keadaan umatnya setelah Beliau wafat
lalu Jibril AS menjawab, bahwa umat Rasulullah SAW yang selamat adalah yang mau berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan sunah beliau
yang saya tanyakan adalah, apakah pembagian tentang Syari’at, tarekat, hakikat, dan ma’rifat terdapat pada Al-Qur’an dan sunah beliau ataukah mungkin pembagian oleh para sahabat Beliau?
mudah-mudahan saudara yang berilmu rela membagi ilmunya terhadap saya yang fakir ilmu

30 07 2012
muhammad sobiron

MAKASIH

15 08 2012
dedy

INTINYA BELUM FAHAM BAGAIMANA CARA SHALAT YANG KHUSUK YANG DIMAKSUDKAN, APALAGI DENGAN MELIHAT WAJAH TUHAN. INI KAN SANGAT TIDAK MUNGKIN KITA LAKUKAN. PENJELASANNYA AGAR LEBIH MUDAH LAGI.

18 08 2012
Bani Ibrahim

masa allah akal manusia klau benar2 d gunakan tuk jln yg benar2 ada brokahnya tp q sependapat nasehatnya mastono…….wau wau benar juga ilmunya yg d tuturknnya tuk smua pengemar wong alus………mastono weh hebat tenan………salam pasuduluran…….

28 08 2012
muhammad sahensya

ITULAH KEINDAHAN ISLAM ..BERMACAM MACAM BERWARNA WARNI JALAN MENUJU HAL YANG DI CARI TAPI YANG DI TUJU TETAP SATU YAITU ALLOH ,,,,,,,TITIK

30 08 2012
Raden

Assalamualaikum….salam-ukhuah sedulur sedoyo,,menurut saya intinya kebenaran itu wujud dari pusat perjalanan menuju titik sumber’nya,begitupun soal syari’at-tarikat-hakikat-makrifat itu proses penempuhan bagi yang menempuh soal mana yang di dulukan kita kembalikan pada diri masing2 keyakinan…..SALAM

5 09 2012
nicko....

masyaallah sungguh yg fosting salah besar dalam menjelaskan syareat,tarekat,hakekat ,makrifat.tolong jika tidak tau betul jangan menebarkan ilmu yg salah.dan jika tidak tau sufi itu seperti apa jangan asal bicara……
mau yg bener hub fb say Nicko AS MF

5 09 2012
gugun

ngelmu kabeh saka Alloh..arep sing tekan kuwi syariate dhisik, apa tarekate disik, apa hakekate disik apa ma’rifate disik..sing penting puncer lan sumbere saka Alloh..aja nganti ilmu ndadekake ngelu..trus marai wegah ngangsu elmu…hehehehe….

5 09 2012
R.Wijaya

Materi Bagus

27 09 2012
indra

Asslmlkm! maaf saya ingin sedikit bertanya,apakah shalat yg 5 waktu itu shalat yg Alloh syariatkan kpd Nabi Muhammad atw syariat yg di syatiatkan kpd utusan Alloh sblm Nabi Muhammad? saya pernah membaca sebuah penjelasan klo shalat yg 5 waktu itu di syatiat kpd utusan sblm Nabi Muhammad? klo ini bener klo salat yg 5 waktu itu ajaran slm Nabi Muhammad,jd mana syariat shalat yg di bawa Nabi Muhammad ketika di Isro dan di Mi’raj kan? mohon penjelasannya…. trm ksh baarokalloh!!!

4 10 2012
Aji Suha

Assalamu’alikum.
Ilmunya Nabi Muhammad (Rasululloh) yang diwariskan kpd para waliyulloh adalah:
Sari’at, tarekat, haqikat dan makrifat. Ilmu tersebut agar mu’min jadi insan kamil.
Mu’min yang punya tujuan jadi insan kamil, akan belajar dan mengamalkan ilmunya.
Ada 2 perjalanan (tarekat) untuk mencapainya, dari sare’at sampai makrifat (dari bawah ke atas. dan dari Makrifat ke sari’at (dari atas kebawah / dari surah Annas ke surah Alfatihah).
Untuk bersyahadah harusnya sudah makrifat namun kenyatannya makrifat dapat diraih setelah melaksanakan sari’at dan memahami haqekatnya, ini perjalanan dari sari’at
ke Makrifat (bagi orang-orang biasa) berguru kepada guru tunjuk (yg menunjukkan)
seperti ustad, ajengan atau kiyai.
Bagi mu’min yang mempunyai guru mursida akan mudah makrifat walau ilmu sari’atnya sangat minim. Sabda Rosululloh : Baligo anni walao ayyah.
Di lingkungan kita mu’min hanya belajar sari’at saja dan beranggapan makrifat itu
untuk para wali. Walaupun pengakuannya cinta rosululloh tapi tidak mau mengamalkan
ilmu rosululloh kepada diri sendiri khususnya. Kalau anggota KWA ini saya yakin
mu’minnya belajar ilmu gaib/haqikat dan memahami kemakrifatan.
Bedanya mu’min yg tetap diam di sari’at, sholatnya juga hanya fardhu dan sunah saja (shalat tahali).
Bagi yg makrifat shalatnya ditambah sholah wajib dan sholat tajali.

Catatan : uraian diatas hanyalah pendapat saya saja.

15 10 2012
jogosemar

Asslm slm knal lan sduluran,mmg sae banget kang meniko.syariat tarikat hakekat ma’rifat nopo ma’rifat hakekat tarekat syariat nak mnurut kulo smua adlh jalan/laku yg dbrikan YANG MAHA yg hrs sjln selaras ibarat kuda smua itu adlh kakinya lo tdk ada 1 y psti pincang, pertemuan dgn YANG HAQ adl tserah dr yg mau nemui intiny PENGAMPUNAN kl kt dah diampuni & mngikuti norma aturanNYA serta mnyadari lo kt hina dan hanya hamba/kawulo.dunia adl sirotolmustaqim jgn smp kt jtuh dsni TUNGGAK SEMI SANGKAN PARANING URIP,MULYANING TITAH KANTI LAKU SUCI,SINAU KANG SIJI TUMUSING ATI,SINEBUT MARANG RATUNING RATU,LOTALATIMU GINEGEM PONCODRIO.mekaten kang nak minurut kulo nyuwun agunge pangapuro menawi lepat MATUR NUWUN

17 10 2012
Abdul hamid

Sebenarnya, kalau kita mau memperdalam ajaran hakekat makrifat, maka kita harus masuk ngaji makrifat dengan secara resmi dibimbing oleh orang makrifat langsung dan memiliki stempel sertifikasi kemakrifatan. Belajar makrifat tidak akan sampai pada titik kesempurnaan tanpa digurukan. Karena secara syariatnya makrifat, nabi belajar makrifat kepada gusti Allah melalui bimbingan jibril, dan terjadilah silsilah guru kemakrifatan sampai pada masa sekarang. Banyak sekali kerahasian dalam ajaran makrifat yang tidak boleh disampaikan bahkan didengarkan kepada orang-orang yang tidak berguru resmi tentang kemarifatan, dan tidak pula pada forum luas. Begitulah para wali seperti sunan kalijaga berguru makrifat kepada sunan bonang, sunan kalijaga diwejang ditengah laut yang sekiranya rahasia yang mau diwejangkan kepadanya tidak didengar oleh manusia umum. Jadi, jangan terlalu dini membahas kemakrifatan tanpa guru yang memang memiliki tugas kemakrifatan, karena nantinya akan tahu RAHASIA WUJUD SEJATINYA GUSTI ALLAH. matur nuwon

17 10 2012
amang

telur dulu apa ayam dulu????

28 10 2012
edi

jadi enak nya gmn nie…blajar nya dri mana dlu..?? mkch

28 10 2012
Cah angon

assalamu alaikum..ikut nimbrung…Pernah seorang sufi berkata tentang tarekat ‘ jalan menuju Allah itu sebanyak jalan nafas manusia…mohon maaf kurang lebih seperti itu..namun mohon pencerahan maksud ungkapn itu….ada juga saya membaca artikel tentang tasawuf berbunyi ‘ jika sudah sempurna syareatmu.maka dapatlah tarekatmu,jikapun sudah sempurna tarekatmu dapatlah hakikatmu yg kau cari lalu berlanjut begitu hingga kesempurnaan hakikat maka dapatlah makrifat…..jadi kalo ada yg berhenti di titik hakikat itu lah godaan para ‘pejalan’ yg terbesar..mohon maaf jika banyak kekeliruan…nuwun sewu….

15 11 2012
H. Riza Nugraha

Syari’at, hakikat, thoriqot dan ma’rifat adalah 4 tingkat kewajiban yang melekat pada masing-individu dalam menjalankan kaidah2 dan norma2 agama islam sebagai satu kesatuan bagi tercapainya kesempurnaan hidup.
Dari : Satu – satunya Manusia Yang Putus Kaji Ma’rifat / H. Riza Nugraha

15 11 2012
H. Riza Nugraha

syari’at : kewajiban yg dibebankan bagi manusia dengan ketentuan yang harus dipenuhi untuk sahnya ibadah yang dilakukan.
Hekekat : apa yang dilakukan oleh jasad manusia / dhohir dalam menjalankan syari’at seperti sholat, pada hekekatnya dilakukakan pula oleh batin.
thoriqot kita mewujudkan dan mengamalkan apa – apa yang tersirat maupun yang tersurat pada 99 asmaul husna dalam kehidupan kita sehari – hari.
ma’rifat : kita melakukan pengkajian terhadap diri kita sendiri, keluarga, lingkungan dll dengan cara mengeluarkan pemikiran yang dalam bentuk pertanyaan dan pernyataan hingga mencapai kesimpulan.
Ke 4 tingkat kewajiban ini dapat dilaksanakan apabila kita mengenal diri kita sendiri dan dapat bertanya pada diri kita sendiri sebagaimana ungkapan yang pernah kita dengar : Kalau Ingin kenal Tuhan Kenali diri sendiri dan tanya pada diri sendiri.
Para penggiat ilmu bertobatlah dengan sebenar – pertobatan.

20 12 2012
Holligan Freedom

assalamualaikum dulor kabeh,,
singkat aja tuk catatan,,,dalam islam tidak ada yang dinamakan kesulitan dalam beribadah maupun mendekatkan diri kepada ALLAH SWT makanya terjadi lah kejadian isra mi’raj yang dimana lebih menyederhanakan kajian islam tanpa mengurangi hadist maupun sunnAH Rosul & isinya apalagi untuk jaman sekarang ini,,nah sehubung ada kejadian atas maka banyak sufi yang mendebatkan mana yang lebih dulu antara syariat torekot hakikat & makrifat.
kita didalam ajaran islam untuk mendekatkan diri ga ada sesuatu hal yang memberatkan diri kita tuk dekat denganNYA maka dari itu tergantung dari ajaran atau keinginan individu kita sendiri gimana cara kita mendekatkan diri kepada ALLAH SWT karena intinya adalah ttp satu entah dari syariat atau dari ma’rifat dulu,,,
kita jalani dulu apa yang kita jalani (hati) jangan meniru orang laen bila belum paham apa yang orang laen jalani,,,

mohon maaf bila ada keliru.

20 12 2012
gunawan

Ass.>wr wbb….jangan pada ribut masalah tingkatan ilmu,memang jelas dalam pembelajaran islam setau saya yg sdang saya pelajari
memang ada tingkatan ke Ilmuan tentang Islam:Syariat,Tarekat,Hakekat dan Ma,rifat,,,dalam Al,quraan sangat jelas:Kenali dirimu maka kau akan
mengenal Tuhanmu…”segala sesuatu yg kita imani kita harus tau apa yg kita imani..Carilah dulu wujud manusia yg sebenarnya…’Saya ambil contoh :ada murid buta belajar mencari bentuk gajah,si A blang gajah lebar,si B bilang gajah panjang,si C bilang gajah bulat dst……anda bsa kaji dr contoh tsb,,jadi jangan blajar sama orang buta ya salah semua…cari Al quraan yg sebenarnya,jng cuma baca di kaji,,.cari Ustad ma Kiyai jangan ustad buta ma kiyayi buta.,..mau dibawa kemana muridnya,sudah jelas2 kita kepengen SYURGA,,sdangkan SYURGA hanya untuk para Nabi & Rossul….pertanyaanya apaa manusia haram masuk SYURGA?tida,kalo sdh blajar ilmu Nabi & Rossul..kita tiap taon peringati maulid Nabi tapi kg tau hakekat Mauli,,

26 12 2012
haris

bicara soal tahapan syareat tharekat hakekat dan makrifat…??? knp diperdebatkan? jgn2 kalian gunakan Akumu tuk tunjukkan bahwa kalian mengerti tentang sgala sesuatu. mengerti bukan berarti bisa laksanakan, bisa berbuat bukan berati mengerti ilmunya.. orang yg tinggi ilmu hakekatnya atao org yg taunya hanya syareat saja hanya Allah yg berhak memilih mana yg Dia sukai… mari kita kontrol kecintaan kita kpd Allah…. apa wujud cinta itu? hanya ada Allah dihati, otak dan diseluruh jasad dan ruh….. hingga tak tau lagi derajat diri.. smua hanya Allah yg berkehendak. maaf… tahapan syareat tharekat hakekat dan makrifat adalah satu tujuan.. dan jgn lupa tahapan itu juga satu paket yaitu jalan yg lurus sperti yang tertera dlm QS. Al_fatihah ayat 7. tukar kaweruh boleh… asal jgn saling menyalahkan… kebenaran hanya milik Allah.. ngapunten dulur2 njih… wassalamualaikum…

26 12 2012
Ki Ageng Thundhung Thuruq

Mau dimulai dari makrifat dulu juga boleh. Mau syariat dulu juga boleh.

Yang gak boleh itu kalo mengaku hanya ALLAH SWT sebagai satu-satunya SESUATU (illah) yang PALING LEBIH, .. Akan tetapi orang tsbut masih mengandalkan kepada sesuatu selain ALLAH SWT.

Contohnya gampang saja, kalo mengaku ALLAH sebagai pusat Kekuatan , kenapa masih minta bantuan sama khodam. ?? Kenapa? Tanyakan pada QOLBU mu sendiri.
(Dan gak perlu pakai dalil jawabnya)

Angka 100 bisa dikatakan genap seratus kalo angka tersebut benar2 100. Tapi angka seratus kalo kurang 0,05 atau tidak genap 100, maka namanya bukan angka 100.

Begitu juga dengan IMAN (Keyakinan) iman itu harus yakin 100% kalo ada keraguan sedikit saja, apakah bisa dikatakan iman ?.

Kesimpulannya, ?
Iman harus di yakini, di ucapkan, dan dilaksanakan.

Apakah bisa iman itu cuma dilaksanakan dan diucapkan, tanpa adanya keyakinan. ?
Jawabnya: QOLBU diri kita masing2 yang akan menjawabnya. (Bukan dengan dalil dan cerita2 sejarah)

12 02 2013
dpw

ma’rifat,hakeket,tarikat,syariat…pada sesungguhnya berjalan dengan bersamaan dan semua berjalan secara otomatis jadi semua yg ada di alam semesta ini terkena hukum ini…ini klo menurut saya maaf para sepuh”
*salam cinta dan kasih sayang serta kerinduan yg mendalam*

20 02 2013
Tedja Samitha

sik..siik..asiik…
walaaah…Tuhan itu memberi kemudahan untuk umatnya..
susah sulit itu karena sampeyaaan deweeee..kabuur aaaah..

25 02 2013
OmaRoh

Salam semuanya,
Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul terakhir dan penutup segala Nabi dan Rasul ALLAH. Baginda di utuskan untuk melengkapi segalanya. Ibaratkan membungkus sesuatu mutiara yg perlu dijaga dan dipelihara dgn rapi agar tidak rusak dan musnah. Jadi, Syariat yg dibawa Baginda terkandung Perjalanan, Pengenalan dan Kesempurnaan didalamnya. Tarikat,Makrifat dan Hakikat semuanya terkandung didalam Syariat yg Benar. Kesemua ini berjalan seiring dan tidak pernah terpisah.Dikeluarkan satu persatu hanya untuk diperbaiki dan dihalusi keadaannya. Akhirya disimpan kembali kedalam Bungkusan yg bernama Syariat. Kesadaran bahawa Syariat terkandung di dalamnya Tarikat , Makrifat dan Hakikat lah yn membezakan dan menjadikan kita santun dan sopan sepanjang masa. Tanpa merugikan Diri dan SekelilingNya. Maaf atas kesilapan yg ada.
Sembah Salam buat semua..!

26 03 2013
depok

wah…….wah…….semua bagus-bagus……….
namung……….sebelum manusia mencapai akil balig didik mereka untuk jujur, tidak curang, tidak diajari memiliki yang bukan haknya, sayang kepada sesama sebagaimana kita ketahui akhlak rosulullah saw ketika beliau anak-anak sampai remaja………………….ini syariat awal ….sebelum ada syariat yang bersifat mengikat dan bersifat wajib dengan nilai nilai sepiritual ketuhanan. tanpa titik hitam pada nilai-nilai rubbubiah, seperti telah melaksanakan tarikat untuk menuju hakikat sampai pada marifat billah, bangun hakikat sampai pada marifat sebagimana syariatnya yang telah rosulullah tuntun

17 04 2013
amem

“Sungguh merugilah mereka yang shalat akantetapi lalai akan shalat nya,,!!

1 05 2013
noval nasya

sepurone anggene kulo niki lancang….
sakderenge slm ta’dzim kulo dtng njenengn…..
mergo klo tiang bodho,,,,,!!!!
syare’at maupun ma’rifat semu itu cuma ungkapan, krn dngn pengetahuan kita yg berbeda2 tujuanya sama,,,,,
kita cuma sbgi wayang yg d gerakkn sang dalang,,,,!!! buknkah semua yg ada pd kita hanya titipan dari Allah azza wajalla.. suwunnn

9 05 2013
MGC 047

semoga sukses

28 05 2013
praditta

salam sejahtera.
Mff penjelasanya kurang bisa dfahami..
Mff bila ada salah” kata mhn mff sbr”nya dan mhon bimbingannya.

28 05 2013
praditta

mohon bimbingannya.

19 06 2013
zarmicc

Allah

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




%d bloggers like this: