RITUAL BERSIH DESA


Bersih Desa adalah sebuah ritual dalam masyarakat kita. Bersih Desa merupakan warisan dari nilai-nilai luhur lama budaya yang menunjukkan bahwa manusia jadi satu dengan alam. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap alam yang menghidupi mereka.

Acara ritual Bersih Desa ini biasanya berlangsung satu kali dalam setahun. Acara ini dibagi dalam serangkaian acara. Hari pertama biasanya dikhususkan untuk ritual sesaji dan persiapan-persiapan segala hal untuk hari berikutnya. Sesaji ditaruh di titik yang meliputi pusat-pusat desa, tempat-tempat keramat, tempat-tempat yang berkaitan dengan air (sumur, sungai, mata air), batas-batas desa (utara, selatan, timur, barat), setiap perempatan, dan setiap pertigaan di wilayah tersebut.

Hari kedua, acara berisikan kesenian-kesenian budaya lokal. Acara-acara seperti warok, kuda lumping, dan tari-tarian mendominasi. Di hari ini pula ada acara makan bersama, dimana setiap warga memasak makanan masing-masing, lalu dibawa ke tempat berlangsungnya acara kesenian, dan makan bersama-sama.

Dulu, saat Bersih Desa biasanya digelar Tayub. Tapi kemudian dilarang pemerintah karena berbau komunis. Bisa disimpulkan bahwa Bersih Desa adalah pernyataan masyarakat terhadap identitas, akar budaya, dan idealisme melalui pengalaman otentik orisinal komunitas, dimana komunitas menjadi pencipta budayanya sendiri, bukan hanya obyek yang dicekoki oleh rezim kebudayaan yang menghegemoni, seperti globalisasi budaya kapitalistik ataupun totalitarianisme budaya. ***

About these ads
Categories: BERSIH DESA | 14 Komentar

Post navigation

14 thoughts on “RITUAL BERSIH DESA

  1. hari inikampung saya sedang mengadakan bersih desa, dan malam harinya nanggap wayamh kulit, sayang saya ga bisa pulang kampung.

  2. dusun pundi ki? Kok mboten disempatke ki? menopo mboten wonten wedal malih? hehe..rahayu ki

  3. Dusun Grogol GK ki, pertama memang ndak ada libur, yang kedua biaya untuk pulang juga ga ada he he

  4. KangBoed

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku.. semoga dikau sekeluarga selalu dalam berkah dan lindungan Gusti ALLAH

  5. terima kasih kang boed. Doa ini akan kembali ke pendoanya. salam cinta damai bwt kang boed sekeluarga.

  6. sapto

    Bersih desa juga menjadi wadah silaturahmi…

    @Ki Ngabehi
    “Rasulan” Kang…:-)

  7. @Mas Sapto
    iyo kang, aku dadi kelingan sega wuduke plus ingkung je , he he

  8. Ritual macam ini dalam kalangan budayawan kekinian mengandung paling tidak dua hal :
    1. Persoalan keagamaan. Prosesi yang berlangsung di dalamnya cenderung dianggap merupakan sinkretisme agama, juga lebih berpedoman kepada paham dinamismie dan animisme.
    2. Persoalan pariwisata. Penghidupan kembali ataupun pelestarian ritual ini oleh pihak pemerintah atau masyarakat, lebih dicenderungkan untuk konsumsi wisatawan. Sehingga dapat dikatakan ritual ini telah kehilangan ruhnya.

  9. Ritual Bersih Desa…

    Salah satu Tradisi yang dilandasi Kesadaran RELIGI, yang melahirkan SENI, kemudian melahirkan HARMONI, kemudian lagi…melahirkan TRADISI.
    Dari Tradisi…barulah lahir JATI-DIRI SEJATI….

    Makin HILANGNYA TRADISI….
    Pasti DIIKUTI…
    Makin HILANGNYA JATI-DIRI SEJATI….

    Waspadai yang satu ini…
    Imperialisme dan Kapitalisme makin mengHEGEMONI….
    Yang melakukan BERSIH DE-VI-SA NKRI…
    Tanpa Ritualisasi…

  10. Benar.. benar.. benar kakangmas dbo911. Bila sekilas merenung budaya asli kita yang kini sedikit demi sedikit terlupa dan hilang, alangkah sayangnya. KIta pun kebingungan meneguhkan identitas karena kehilangan jati diri.
    Nuwun.

  11. edo jogja

    Salam
    Minggu kemarin di desa saya diadakan bersih desa namun terpisah antara selatan dan utara. Dan hari Selasa, ada warga yang gantung bunuh diri, apakah ini berkaitan dengan tidak bersamaanya acara bersih desa ?
    Nuwun.

  12. edo jogja

    Nggih, matur nuwun. Rahayu

  13. widodo suwandi

    truskan tradisi ini, banyak nilai luhir, -bebersamaan, saling menolong dan merayakan bersama, sehingga kita mampu memartabatkan diri sendiri dan semua kehidupan yang ada. sehingga hidup dalam harmonisasi, nwn.

  14. TiwulNggunung

    Rasulan..sing pasti sayur lombok ijo sama peyek..bersih desa juga bisa dijadikan ajang silaturahmi(disamping makan2 hehehe)…klo mnrut simbah awalnya rasulan bermula dari pertarungan 2 demang klo gk salah demang paliyan vs demang semanu,crita kesononya agak2 lupa hehehe…tapi rasulan beda desa beda tradisi n tata caranya n yg pasti cma ada di Gunungkidul,misal daerah ponjong klo ada kijang nongol baru ada rasulan dll…yg blm terpecahkan n masih tanda tanya besar di Gk yaitu kasus bunuh diri dgn cara gantung diri dan fenomena yg beredar tentang pulung gantung(entah mitos/kepercayaan/memang ada)…diluar itu faktor lain sprti psikis,budaya,ekonomi,karakter masyarakatnya sndri juga sangat berpengaruh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: