SHOLAT DAIM HADAPI 17 RIBU BOM TAUHID


Masih ingat kisah nyata seseorang pahlawan tauhid. Perempuan pula. Namun berani menceburkan diri ke dalam tungku api gara-gara menggenggam keyakinan bahwa Tuhan itu adalah Allah SWT dan bukan yang lain? Ya..Namanya Masyitoh, seorang budak tukang sisir keluarga Firaun di Mesir.

Suatu ketika, Firaun geram dengan meluasnya pengaruh Musa A.S di masyarakat Mesir. Hingga di dalam kerajaan Mesir juga sudah mulai bertebaran pengikut Musa namun mereka masih diam-diam karena ancaman nyawa dari Firaun bila mengingkari bahwa dirinya adalah Tuhan. Sementara ajaran Musa berbunyi Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT.

Terkuaknya keimanan Siti Masyitoh ini bermula ketika suatu hari budak perempuan ini menyisir rambut putri Fir’aun. Tiba-tiba sisir itu terjatuh, dan seketika Siti Masyitoh mengucap “Astaghfirullah…” Sehingga terbongkarlah keimanan Siti Masyitoh yang disembunyikannya. Mendengar ceritera putri Firaun bernama Hamman bahwa sang pelayan berani memeluk keyakinan yang dibawa Musa, Fir’aun naik pitam. “Panggil Masyitoh kemari”, perintah Fir’aun kepada pengawalnya. Masyitoh datang menghadap Fir’aun dengan tenang. Tidak ada secuil pun perasaan takut di hatinya. Ia yakin Allah senantiasa menyertainya.

“Masyitoh, apakah benar kamu telah memeluk agama yang dibawa Musa?”. Tanya Fir’aun. “Benar”, jawab Masyitoh mantap. “Kamu tahu akibatnya ? Kamu sekeluarga akan saya bunuh”, bentak Fir’aun. “Saya memutuskan untuk memeluk agama Allah, karena saya telah siap pula menanggung segala akibatnya” “Masyitoh, apa kamu sudah gila…Kamu tidak sayang dengan nyawamu, suamimu dan anak-anakmu” Masyitoh menjawab: “Lebih baik mati daripada hidup dalam kemusyrikan.“

Melihat sikap Masyitoh yang tetap teguh memegang keimanannya, Fir’aun memerintahkan kepada para pengawalnya agar menghadapkan semua keluarga Masyitoh kepadanya. “Siapkan sebuah belanga besar, isi dengan air dan masak hingga mendidih” perintah Fir’aun lagi. Ketika semua keluarga Siti Masyitoh telah diseret di depannya, Fir’aun memulai pengadilan..

“Masyitoh, kamu lihat belanga besar di depanmu itu. Kamu dan keluargamu akan saya rebus. Saya berikan kesempatan sekali lagi, tinggalkan agama yang dibawa Musa dan kembalilah untuk menyembahku. Kalaulkah kamu tidak sayang dengan nyawamu, paling tidak pikirkan keselamatan bayimu. Apakah kamu tidak kasihan padanya” Mendengar kalimat terakhir Fir’aun, Siti Masyitoh sempat bimbang. Tidak ada yang dikhawatirkannya dengan dirinya, suaminya, dan anak-anaknya yang lain, selain anak bungsunya yang masih bayi.

Naluri keibuannya muncul. Ditatapnya bayi mungil dalam gendongannya. “Yakinlah Masyitoh, Allah pasti menyertaimu”, kata sisi batinnya yang lain. Ketika itu terjadilah suatu keajaiban. Bayi yang masih menyusu itu berbicara kepada ibunya, “Ibu, janganlah engkau bimbang. Yakinlah dengan janji Allah” melihat bayinya dapat berkata-kata dengan fasih, menjadi teguhlah iman Siti Masyitoh. Ia yakin hal ini merupakan tanda bahwa Allah tidak meninggalkannya.

Gusti Allahpun membuktikan janji-Nya pada hamba-hamba-Nya yang memegang teguh keimanannya. Ketika Siti Masyitoh dan keluarganya dilemparkan satu persatu pada belanga itu, Allah telah terlebih dahulu mencabut nyawa mereka, sehingga mereka tidak merasakan panasnya air dalam belanga itu.

Ketika Nabi Muhammad SAW ber-Isra dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, beliau mencium aroma wangi yang berasal dari sebuah kuburan. “Kuburan siapa itu Jibril?” tanya Nabi. “Itu adalah kuburan seorang wanita shalihah yang bernama Siti Masyitoh,” jawab Jibril.

Itulah sedikit kisah nyata yang menggambarkan betapa berat menggenggam keyakinan akan kebenaran ayat-ayat-Nya/rumus-rumus-Nya dan akhirnya mengakui bahwa semua yang ada ini ciptaan-Nya. Ganjarannya adalah kemuliaan hidup abadi yang aromanya menebar di seluruh penjuru langit seperti Siti Masyitoh tersebut. Lain dulu lain pula tantangan di jaman sekarang….

Kini, kita dihadapkan pada berbagai hal yang menggoyahkan keyakinan. Kita ditantang oleh TUJUH BELAS RIBU BOM SIAP MELEDAK, BOM ITU yang sesungguhnya menjadi PENGHANCUR akidah ketauhidan kita bahwa TIADA TUHAN SELAIN ALLAH dan MUHAMMAD ADALAH RASUL-NYA.

PENGHANCUR akidah itu amat banyak dan siap untuk menjerumuskan kita hingga ke taraf binatang. Misalnya mulai yang sederhana: yakin bahwa dokter atau dukun yang menyembuhkan penyakit, uang adalah sumber kebahagiaan, tidak bisa senang tanpa kau disisiku, kedudukan pangkat derajat, harta benda dan wanita cantik mulus aduhai dan seterusnya…

PENGHANCUR akidah yang berat seperti: pengetahuan adalah alat pencerahan, akal budi adalah segala-galanya, agama saya adalah satu-satunya yang paling benar, tidak bisa hidup tanpa kepercayaan A, B, atau C, dan seterusnya…

Perlulah diketahui bahwa BERTAUHID MURNI adalah HANYA MENGAKUI BAHWA ALLAH SWT ADALAH SATU-SATUNYA TUHAN PENGUASA ABSOLUT ALAM SEMESTA. IMPLEMENTASINYA PENGAKUAN TERSEBUT BERPERILAKU YANG MENCERMINKAN KEYAKINAN DIA ADALAH SUMBER SEGALA-GALANYA. BAHWA DIA ADALAH SUMBER KEPERCAYAAN DAN ILMU PENGETAHUAN, SUMBER ENERGI ALAM SEMESTA, SUMBER KEBAHAGIAAN, SUMBER CINTA KASIH, SUMBER KEBERADAAN SEGALA SESUATU, dan seterusnya.

ALLAH SWT adalah SATU-SATUNYA GURU SEJATINYA MANUSIA DAN HANYA KEPADA-NYA BATIN MANUSIA HARUS DIFOKUSKAN, DIARAHKAN, DIKOMUNIKASIKAN, DAN DIPASRAHKAN DETIK DEMI DETIK… TIDAK ADA YANG LAIN. APAKAH ITU DALAM POSISI DUDUK, BERDIRI, BERJALAN, DAN BERBARING. BATIN YANG SELALU MEMANGGIL HU ALLAH…HU ALLAH…. Inilah yang dinamakan SHOLAT DAIM.

Semoga saya, Anda, dan Kita semua kuat untuk memegang ketauhidan yang sangat berat ini dengan perlindungan Gusti Allah. Dan hati kitapun tanpa ragu siap untuk memegang bom di tangan yang pasti meledak seperti Siti Masyitoh.

@@@

wongalus

About these ads
Categories: SHOLAT DAIM | 27 Komentar

Navigasi pos

27 thoughts on “SHOLAT DAIM HADAPI 17 RIBU BOM TAUHID

  1. shilla.kr

    ki,tulisan ki wong alus susah sekali dicerna dengan pola pikir sederhana,dengan kedangkalan ilmu yang dimiliki makhluk primitif seperti saya,yang mudah mudahan ini bukan gambaran keadaan nyata yang dimiliki kebanyakan pengunjung blog ini……….

  2. abu amili

    Ketauladanan dan pelajaran buat saya terutama dan semua para pendaki spritual menuju Kemanungalan/Atauhid kepada Allah SWT, seberat apapun rintangannya dan pengorbanan demi keutuhan Tauhid kepada Sang Maha Segalanya.

    Keteguhan Keimanan sangat diperlukn agar menjadi Mu’minyang Kuat (mu’min Khoi), dengan memilihara sholat daim, sehingga agar slalu bersama dalam nuasa suwung.

    Lanjut ki…..dengan nuasa suwung , salam buat sahabat semua, salam alus,asih dan sejati

  3. Yth sdr Shilla, terima kasih koreksinya. Semoga saya mampu menulis yang lebih mudah diterima para sanak kadang pengunjung semua. Salam asah asih dan asuh

    Yth Mas Abu Amili, saya merasakan betapa berat ujian yang harus kita hadapi untuk bertauhid, meskipun dibanding Masyitoh atau para nabi, ujian yang saya hadapi tidak ada apa-apanya. Monggo kita saling mendoakan, bermunajah kepada Allah SW agar diberikan hembusan energi ikhlas untuk pasrah total (sumarah) terhadap semua yang menjadi iradat-Nya.
    Salam suwung sejati.

  4. Agus

    Alhamdulillah, tulisan Ki Wong Alus sangat bermanfaat dan bagiku ini mudah dicerna dan dipahami, saran untuk Sdr. Shilla, kalau tidak/belum paham sebaiknya dalam memahami sebuah tulisan tanyakan langsung pd yg menulis tentang apa yg dimaksudkan dgn tulisan tersebut, jangan diterjemahkan dgn kaca mata sendiri, nanti bisa lain artinya.

  5. Azzie Iskandar

    alhamdulillah

  6. Sunaryo

    yth Wongalus.
    saya bukan org keluaran pesantren.insya Alloh saya mengerti mata kuliah panjenengan yg tak ternilai harganya.saya memang sempat bimbang dg mslh sholat 5 waktu yg tanpa makna dan penghayatan pelakunya.saya banyak melihat pelakunya tetap berkhianat.jidat sampai hitam tp maksiat jalan terus.pertanyaan saya adalah ;seandainya saya telah mampu mencegah yg keji dan mungkar bagaimana klo saya berhenti sholat(saya berpendapat bahwa sholat syariat;hanya gerak badan saja apabila pelakunya tetap maksiat )karena blm seorangpun berani menjawab pertanyaan ini.sampai skr saya terus belajar sholat daim.mohon jawabanya suwun.

  7. Yth Mas Sunaryo, kita semua adalah lulusan pesantren gaib bernama rahim “bunda” kita. Perkara dimana pada akhirnya kita mengolah dan menempa diri apakah itu di pesantren, di kampus, di gang kumuh, di pangti pijat, di lokalisasi atau di kolong langit manapun tidak jadi soal. “Sholat” adalah bentuk meditasi tertinggi dalam Islam yang tetap perlu “dijalankan” secara IKHLAS dalam perilaku (Tidak hanya dalam syariat lahir saja) dan keyakinan bahwa kelak Tuhan akan memberikan “GANJARAN”. Keyakinan adalah “WAHYU” PEMBERIAN-NYA. Setiap orang diberi “wahyu” berbeda-beda bila memang dia membuka diri untuk menerima. Bagi yang menolak pemberian, Gusti Kang Murbeng Jagad juga tidak memberi. Itu bukti Dia Maha Demokratis. Terima kasih mas… semoga kita semua selalu awas, eling dan waspada.

  8. Sunaryo

    Yth wongalus
    Terimakasih atas penjelasanya.mudah2an saya dpt mempraktekan dalam kehidupan sehari hari.mengenai sholat daim kalo boleh masih memerlukan penjelasan panjenengan.sebagian org mengatakan bahwa semua amal/kegiatan yg positif/baik.adalah manfestasi sholat daim.kadang kadang bathin tanpa sengaja berdzikir Hu Alloh …..sambil aktivitas.tp kadang2 menunggu perintah akal/pikiran.mungkin proses atau caranya yg salah barangkali meskipun saya rajin latihan dzikir nafas sampai bertahun tahun .tp kenapa blm bisa berdzikir secara otomatis ya ?suwun

  9. Muchlis

    Yth wong alus sholat daim itu dpt dilakukan langsung atau harus ada ijasah dr seorang guru

  10. Ibnu Jamil

    Alhamdulillah atas hidayah Allah SWT saya dapat memahami apa itu shalat daim, demi mendapatkan keridhoan Allah, saya tinggalkan pekerjaan yang membuat saya terlena dengan fatamorgananya dunia dan mengikis ketauhidan saya dengan salary yang cukup lumayan yang selama ini banyak membantu kehidupan keluarga dan saudara dan saya memilih untuk menjadi tenaga pendidik dengan gaji yang….tapi saya merasa bahagia dg gaji yang sangat halal dengan bekerja lebih ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah SWT, semua gerak nafasku hanya menyebut asma Allah

  11. lahaula walkuata illa billahil aliyilazim. maha benar Allah dangan segala firmannya lama sudah Saya belajar tentang Keesaan yang sejati. sampai saat ini belum bisa merealisasikan karena masih dalam kebimbangan berbagai pendapat tentang Ilmu Ketuhanan. sepintas pendapat itu (wong alus ) adalah yang paling benar. disisi lain siapa yang bisa memfokuskan,berkomonikasi, menyatukan pada yang dimaksud? bukan itu suatu kehampaan yang tidak ada kejelasan dan kenyataan sedangkan Allah itu wujud nyata disegala yang nyata disamping itu Allah memerintahkan untuk mengahadap ke baitullah dan ini telah dilakukan oleh semua yang telah mengaku dirinya muslim diseluruh penjuru Dunia ada apa pula di dalam baitullah itu ? dan apakah yang dimaksud baitulah itu adalah ruh kita yang gaib dengan nuraninya yang maha halus? mohon ampun mohon maaf atas kedoefan saya khususnya kepada wong alus yang kami tunggu jawabannya yang detael.

  12. Oval75

    Ass. @Ki wong alus : Memang benar kadang kita lemah disebabkan keyakinan kepada Allah, swt juga lemah. Ketauhidan adalah makanan untuk hati dan jiwa kita agar lebih mantap.

  13. SrundengGosong

    maturnuwun KI atas pencerahannya.

  14. kiki akhmad

    klau sholat dha’im seperti itu lantas yang dibilang meraga sukma itu apa ki..?? mohon pencerahannya..

  15. YA SEMAMPUNYA DAN SEIKLSNYA SAJA LAKKAN!!!!!!JANGAN PENSIUN
    TAPI ITU TERSERAH ANDA……………LHA SAHADATNE KOWE IKU OPO YO..??
    ASH………….YOYO ROSUL….?
    MONGGO MAS…………….

  16. D. Hidayat

    Alhamdulillah ………… Hu Allah, Hu Allah, ganti jadi “Ya Hu, Ya Hu, Ya Hu…… sma kan Ki ?

  17. kathy

    salam,

    mohon izin salin cerita ini untuk dimanfaat bersama keluarga. terima kasih.

  18. Adapun tahapan-tahapan/cara-cara yg harus d’lakukan sebelum sholat Daim ap Ki..?

  19. Wong alus tdk brni mnjlaskan secra terang2an apa i2 sholat dha’im. Mungkin krna menyangkt pendunungan. Yg mana bl ingin tahu dtail harus ngaji dulu. blajar pd ahlinya. Mnurut sy, sholat dha’im ibarat ondo (tangga) saja menuju Allah SWT. sholat dha’im. Mungkin krna menyangkt pendunungan. Yg mana bl ingin tahu dtail harus ngaji dulu. blajar pd ahlinya. Mnurut sy, sholat dha’im ibarat ondo (tangga) saja menuju Allah SWT.

  20. wahyu

    Aslkm ki… kebetulan sekali…sya pgn tau apakah sama amalanya yakni adanya (123 saya tdk sebutkan tkut krna saking rahasianya ktnya,yg ke 4 nufus) sya pgn tau asal 1234 itu ki.trims…jika sudi mohon penjelasanya via email saya di yudi_cokro@yahoo.com

  21. asolatu daimulhak wahua ainul hak lamaojuda ilaloh makhripatulloh lailaha ilaloh, ki apa masih pantes menjelaskan solat daim di tempat umum & coba bayangkan ,usoli solat toatil hajat li ijabati doa takoruban ilalloh minmjihatikabati lilahitaala, rasanya belum perlu saat sekarang menjalankan solat daim belum berhadapan dengan yang mengaku dirinya tuhan baru sebatas manunggaling kaula gustinya gak sekasar syeh siti jenar dalam cerita baca kitab sedunya karangan siti jenar pun gak mengaku dirinya tuhan tq from kampungspirit.com

  22. Monggo2sdoyo boten usah ragu2.madep mantep….?

  23. OtpasMargono

    Postingan yang sangat Bagus, kalau boleh saya ikut nimbrung kalau saya mengatakan : Apakah saya akan kenyang kalau “belum” makan? demikian juga dengan sholat Dhoim solat yang terucap namun tanpa “Kalam”, contohnya “Bekerja”, Makan, minum mandi, tidur sekalipun,bahkan mati sekalipun, namun dari sekian banyak “sholat” itu ada yang telah “ditetapkan” “waktunya” Sholat yaitu SHOLAT 5 waktu, apakah akan bisa menghasilkan sholat dhoim kalau yang 5 waktu itu ditinggalkan? yang di sana ada “berdiri, rukuk, sujud”, jadi sesunguhnya semua ilmu itu baik namun jangan salah “SANGKA” bukan jadi sholat Dhoim malah nanti jadi “Sholat DHO-L-IM”, karena terlalu banyak prasangka-prasangka manusia itu sendiri dan dijadikan Aqidah, Sesuai dengan kata “Beliau” AKU LUNGGUH/MAQOM ING SANGKAN PANING DUMADI HAMBAKU” Juga kata-kata harus betul diperhatikan “MAKNANYA” karena antara Bahasa “IBRANI” dan “Bahasa” AROM itu sedikit saja beda penulisan dan maknanya, jadi jangan sampai “Sangka kita” “TUHAN Sekalinya HANTU”, demikianlah makanya semua itu ada aturan, tatakrama dan perhitungan yang tepat dengan diberikan AKAL DAN MATA HATI bagi hambanya. Karena Allah menciptakan Alam semesta ini dengan SATU PERHITUNGAN yang “TEPAT” jadi say hanya ingin sharing saja bukan menguri semoga apa yang kita lakukan ini Tetap terjaga oleh ALLAH SWT. dan Beliau tidak menciptakan sesuautupun dialam jagad raya mayapada ini dengan SIA-SIA jalas sesuai ayatnya: Dosa sebesar Jarhpun “KAMI” Nerakan, dan Kebaikan/Kebenaran sebesar Jarahpun “KAMI” Sorgakan.karena Adab=Adeb=berkiblat, Ruh=Roh=Weroh= “TAHU”, Ma’rifat=Meripat=MATA=ma’rifatulah=Melihat Dengan Mata ALLAH yaitu “MATA BATHIN”
    Wasalam salam hangat selalu bagi KWA.

  24. iwan

    subhanallah

  25. Tuturi wani

    Lachaulawalakuwata ILLAHBILLAH.smua kawan benar, ta’ada manusia yg bisa,yg bisa ALLAH sendiri,makanya memplajari mentiadakan diri yg ada hanya ALLAH, GHONG LEWANG LEWON.,lebure papan ilange toles…

  26. kigebleksaestu

    khe…khe…khe…
    salamun qoulam mirrobbirrohim… utk Ki WA dan semua sedulur KWA
    sekedar mengingatkan… kalo bikin baju mbok yao ngukur awake dewe

    sing landesan agamane, utomo syari’at lan tauhide urung nyandak sing maksud nang njero pencerahan Ki WA, ojo mekso diri
    khe…khe…khe…

    umpomone nyekel pisang ambon, mbok yao sing dipangan
    yo kudu isi/woh pisange. ojo mangan kulite
    khe…khe…khe…

  27. sendiko dawuh

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: