h1

DALAM HENING DI MALAM SEPI

29 August 2009

Nangis rasanya membaca puisi ini. Kita sekarang bisa hidup enak merdeka, karena Tuhan memerintahkan para pejuang kemerdekaan kita dulu mengangkat senjata. Hingga tewas menggelepar ditembus peluru musuh!!!

Duh Gusti, ampuni mereka dan angkat mereka ke tempat tertinggi di sisi-Mu dan berilah kami semua semangat yang sama untuk membela ibu pertiwi yang sekarang sekarat dibalut penyakit jiwa.

chai

KARAWANG-BEKASI ~
CHAIRIL ANWAR

KAMI YANG KINI TERBARING ANTARA KRAWANG-BEKASI
TIDAK BISA TERIAK “MERDEKA” DAN ANGKAT SENJATA LAGI.
TAPI SIAPAKAH YANG TIDAK LAGI MENDENGAR DERU KAMI,
TERBAYANG KAMI MAJU DAN MENDEGAP HATI ?

KAMI BICARA PADAMU DALAM HENING DI MALAM SEPI
JIKA DADA RASA HAMPA DAN JAM DINDING YANG BERDETAK
KAMI MATI MUDA. YANG TINGGAL TULANG DILIPUTI DEBU.
KENANG, KENANGLAH KAMI.

KAMI SUDAH COBA APA YANG KAMI BISA
TAPI KERJA BELUM SELESAI,
BELUM BISA MEMPERHITUNGKAN ARTI 4-5 RIBU NYAWA

KAMI CUMA TULANG-TULANG BERSERAKAN
TAPI ADALAH KEPUNYAANMU
KAULAH LAGI YANG TENTUKAN NILAI TULANG-TULANG BERSERAKAN

ATAU JIWA KAMI MELAYANG UNTUK KEMERDEKAAN
KEMENANGAN DAN HARAPAN
ATAU TIDAK UNTUK APA-APA,
KAMI TIDAK TAHU, KAMI TIDAK LAGI BISA BERKATA
KAULAH SEKARANG YANG BERKATA

KAMI BICARA PADAMU DALAM HENING DI MALAM SEPI
JIKA ADA RASA HAMPA DAN JAM DINDING YANG BERDETAK

KENANG, KENANGLAH KAMI
TERUSKAN, TERUSKAN JIWA KAMI
MENJAGA BUNG KARNO
MENJAGA BUNG HATTA
MENJAGA BUNG SJAHRIR

KAMI SEKARANG MAYAT
BERIKAN KAMI ARTI
BERJAGALAH TERUS DI GARIS BATAS PERNYATAAN DAN IMPIAN

KENANG, KENANGLAH KAMI
YANG TINGGAL TULANG-TULANG DILIPUTI DEBU
BERIBU KAMI TERBARING ANTARA KRAWANG-BEKASI

Chairil Anwar (1948)
Brawidjaja, Jilid 7, No 16, 1957

10 comments

  1. eh…kirain itu poto njenengan ki ternyata om chairil anwar to…heheheheh


  2. betul ki.. meniko mas anwar, nuwun..


  3. Hanya bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya akan menjadi bangsa yang besar.Menghargai jasa pahlawan bukan hanya dalam doa,tetapi perlu bukti bukan janji.Yaitu dengan karya nyata untuk meneruskan perjuangannya.Sepi ing pamrih rame ing gawe,memelihara dan membangun apa yang sudah dicapai dan menyempurnakan apa yang belum sempurna.

    Ayo…,bangsaku kita cancut tali wanda untuk membangun negeri ini.Ini dadaku..mana dadamu…,jangan hanya ber-malas2an saja.Hai..para pemimpin & wakil2 rakyat,jadilah pelopor bukan pengekor untuk menjadi panutan dalam menyejahterahkan bangsa.Jangan sampai rakyat kita kelaparan ibarat”ayam dalam lumbung mati kelaparan”Sungguh aku prihatin melihat bangsaku.

    “kami bicara padamu dimalam hening dan sepi-dada terasa hampa”

    salam rahayu.


  4. Yth Yang Kung ingkang waskita..
    Generasi penerus haruslah yang mampu membuktikannya dengan karya yang nyata, bahwa bangsa kita bila dikelola dengan benar akan menjadi bangsa yang besar, maju dan unggul.

    Kita iri dengan India, China atau Jepang. Mereka sudah membuktikan bahwa karya-karya yang inovatif, kreatif dan mandiri yang berpijak pada kekayaan budaya hasil cipta rasa dan karsa yang luhur lah mampu mengangkat derajat martabat bangsa di mata dunia.

    Semoga ini tidak hanya menjadi wacana dan idealisme belaka. Mari bersama-sama meneguhkan niat sebagaimana yang disampaikan oleh Yang Kung di atas menjadi kenyataan. Bakti kita semua pada tanah air dan bangsa ini.

    Nuwun Yang Kung. Salam sih katresnan.


  5. SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll


  6. HANYA JIWA JIWA YANG MERDEKA YANG DAPAT TERIAK DENGAN LANTANGNYA MERDEKAAAAAAAAAAA !! SAYANG SEKALI SEBERAPA BANYAK JIWA JIWA YANG MERDEKA.. YANG DAPAT MANJADI KHALIFAH DI MUKA BUMI.. SUNGGUH MENYEDIHKAN JIKA NEGERI SPRITUALISME TANPA TUHAN.. MELAHIRKAN KEMANUSIAN TANPA NILAI PRIKEMANUSIAAN.. SUNGGUH BERSERAKAN JIWA JIWA YANG TERTIPU TERBALUT KEPALSUAN NAN MELEKAT
    SALAM SAYANG DAN CINTA SDULURKU YANG KUKASIHI


  7. delapan windu sudah…kita merdeka
    namun ternyata…
    negeri tercinta kita…makin porak poranda

    lagu kebangsaan ”INDONESIA RAYA”…
    bahkan TERLUPA…

    reformasi…apa hasilnya
    reformasi…kemana arahnya
    BLBI…dinikmati oleh siapa

    KEBODOHAN-KEMISKINAN…MERAJA LELA…

    ada apa…mengapa…
    ada siapa diantara kita…

    walau dengan TRIWIKRAMA BUDAYA…
    kita harus lebih LANTIP dan WASKITA…

    NKRI…harus kembali pada konsep semula…
    BHINNEKA TUNGGAL IKA….
    NAGARA KERTAGAMA…
    sebagaimana dirintis oleh Kertanegara…


  8. Malam itu aku bermimpi tentang seorang lelaki
    putra bumi kesayangan negeri
    dia datang disaat fajar
    berjalan didalam badai meniti gelombang

    “Aku telah datang dengan membawa bara di dada
    dan seperti yang kuinginkan api itu telah membesar dan terus menjalar”

    bangkit berdiri anak-anak negeri
    menghimpitku di tengah-tengah mereka
    berseru gegap gempita
    canangkan tekad bajakan semangat

    tiba-tiba dari seluruh penjuru datanglah
    laskar petaka mengumbar murka
    tercerai berai.. terserak kami semua

    berdirilah dia dihadapan para dursila
    setegar karang setenang samudra
    menantang maut serahkan hidupnya

    …dalam kegeraman
    …dalam kemurkaan

    mereka menyesahnya
    putra bumi kesayangan negeri
    direnggut dari tengah-tengah kami
    kini telah pergi dia yang kami kasihi

    lalu kulihat seorang badut
    wajahnya dipulas dipatut-patut
    seringai serigala namun terlihat selalu tertawa
    “Aku telah datang membawa kesenangan dan kegembiraan
    hidup hanya sekedar permainan mari jadikan sebagai panggung hiburan”

    Gegap gempita seluruh negeri
    badut diangkat didudukkan kursi
    “jadilah pemimpin kami
    terima hormat daulat kami”

    hancur hatiku melihat itu
    dengan menangis aku berlalu
    bangsaku oh bangsaku
    mengapa kalian begitu dungu?

    Terbangun aku oleh suara lembut istriku
    “Sayangku, Sayangku.. engkau bermimpi buruk lagi
    tenanglah ..aku disini ..aku disini”
    kulihat wajah cantiknya dengan mata sebening telaga
    dalam emosi kudekap dia
    menangis aku dalam cintanya

    “peluk aku… peluk aku…”


  9. Yth kang Boed, sepakat hanya jiwa yang merdeka yang mampu berteriak MERDEKA!!! nuwun kang.. i love you too

    Yth Ki DBO, iya benar.. kok generasi bangsa ini ya susah amat diajak pintar, apa sebenarnya sudah pintar tapi hanya untuk minteri sesama dan utk kepentingan diri sendiri kali ya??? nasionalisme hancur pula.. wah, tunggu kiamat kalau sudah spt ini.

    Yth Mas Tomy: dahsyat indah, kuat, berenergi khas panjenengan mas,… (semoga suka bikin merinding isteri siang-malam he he)

    sedulur sedaya, ngapunten atur kulo ingkang kirang trapsila. salam sih katresnan, rahayu…


  10. aku berharap indonesiaku ini menjadi negeri yang jaya dan beradab



Leave a Comment