TEKNIK BERKOMUNIKASI DENGAN ROH ORANG MENINGGAL


Mohon dimaafkan, artikel ini berangkat dari pengalaman yang saya alami saja. Sebab akan lebih mantap perjalanan menembus dimensi yang gaib ini bila tidak hanya dibaca dan diyakini melalui kitab suci maupun buku-buku referensi, namun dialami sendiri.

Entah kenapa, ada kecenderungan dari dalam diri untuk selalu memberontak untuk tidak yakin begitu saja terhadap apa yang dipaparkan dalam kitab suci maupun buku. Menurut saya (ini adalah bentuk egoisme dan kesombongan lho… jadi mohon dimaafkan), sudah waktunya saat itu menutup buku-buku teori.

Maklum, sejak kecil, remaja hingga lulus bangku kuliah tahun 1996, atau bila dihitung, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan es lain ada sekitar 18 tahun. Masa selama itu, pengetahuan yang saya kumpulkan hanya melalui buku tok? dan akhirnya saya mengalami kejenuhan… dan kesimpulannya: harus melalui pengalaman.. bukankah “pengalaman lebih kaya dari pengetahuan,” begitu kata A.N, Whitehead, si bapak filsafat proses dari Negeri Paman Sam.

Hingga suatu ketika, saya beranggapan sudah waktunya untuk menempuh jalur lain untuk mendapatkan pengetahuan/kawruh tentang kasunyatan. Entah itu kasunyatan yang bisa dilihat mata, hingga kasunyatan yang gaib. Yang gaib ini pun pasti bertingkat tingkat…

Maka, terbukalah kesempatan untuk membuktikan dunia gaib tersebut.

Pada suatu kesempatan, sekitar tahun 1990-an saya melayat seorang sanak keluarga yang meninggal di Kuburan Karngkajen, Pasartelo, Yogyakarta. Setelah menguburkan pak de yang meninggal dunia karena sakit, saya berjalan kaki sekitar dua puluh meter ke arah timur sisi paling utara kuburan yang hampir penuh. Kuburan karangkajen adalah kuburan yang tergolong tua. Buktinya, di sana tempat beberapa tokoh nasional yang dimakamkan. Salah satunya adalah Kyai Haji Ahmad Dahlan, tokoh pendiri organisasi sosial kemasyarakatan Muhammadiyah.

Entah kenapa, tiba-tiba muncul keinginan untuk bertemu dan bertamu dengan roh beliau. Tanpa pikir panjang, saya pun mengambil segelintir batu di atas kuburannya. Batu itu berwarna putih bersih dan saya bawa pulang ke gubuk. Tiba di rumah, saya letakkan batu itu di atas meja dan saya pun menghabiskan hari untuk bekerja disebuah bengkel las. Malam harinya, setelah saya menunaikan kewajiban sholat saya menggenggam batu tersebut. Batu adalah selain sarana pangeling-eling juga sebagai media yang pernah menyerap energi ruhani yang dipancarkan oleh roh sang mendiang, yaitu KH Ahmad Dahlan. Harap dimengerti karena batu adalah makhluk tuhan juga yang sesungguhnya dia “hidup”…

Sejenak kemudian, masih di atas sajadah saya yang masih menggenggam batu tersebut tertidur pulas oleh sebuah keheningan dzikir yang untuk meluruhkan hati dan panca indera. Ini fase saat memasuki dimensi batiniah. Apa yan terjadi kemudian, saya ditemui oleh Roh beliau dan setelah saya sampaikan niat awal untuk berguru kebijaksanaan dengan beliau.. maka saya pun mendapat wewarah agar terus nglakoni hidup sederhana, terus giat menuntut ilmu, dan memberikan kemanfaatan pada sesama makhluk tuhan yang lain. Saya pun meminta beliau untuk terus mengawal saya, dan mengingatkan bila saya melenceng dari ajaran pemurnnian tauhid kepada Allah SWT.

Setelah pertemuan dengan roh KH Ahmad Dahlan, dimensi gaib terasa begitu terang benderang. Saya memiliki sekitar 30 teman jin yang selalu nyangkruk di sekitar gubuk dan sesekali minta saran, kebanyakan bertanya tentang hal-hal yang bersangkutan dengan keyakinan. Maklum saja, untuk soal kawruh agama dari sisi hakekat para jin ini kebanyakan lebih banyak bodohnya dari pada pintarnya.

Komunikasi dengan roh memiliki banyak cara dan metode ritual. Namun, saya lebih memilih menggunakan cara yang paling sederhana. Yaitu mengambil tanah di atas kuburan, bahkan pernah mengambil kain cungkup yang dipergunakan untuk menutupi maesan yang sudah usang. Tanah dan kain tersebut saya pergunakan sebagai medium untuk berkomunikasi dengan para roh leluhur.

Tahap selanjutnya setelah kita memiliki tanah, atau benda-benda yang telah menyerap energi roh di kuburan adalah meletakkan di tempat tertentu. Setelah itu, saya biasanya bermeditasi/diam diri untuk mengheningkan seluruh panca indera dengan jangka waktu yang tidak terukur dengan masih memegang tanah yang saya masukkan ke pastik/ atau kain cungkup. Kalau bosan duduk dan berdiri, atau setelah sholat wajib saya biasanya menggunakan waktu untuk merebahkan badan. Entah ritual apa ini namanya,… yang jelas kita sampaikan niat awal bahwa kita ingin bertemu dengan roh penghuni kuburan.

Oleh sebab itu, pilihlah tanah dari kuburan orang yang Anda nilai baik, bijaksana, waskita dan winasis. Jangan asal ambil tanah kuburan karena bisa jadi roh mereka nanti malah terganggu dengan ulah Anda. Biasanya saya memilih berkomunikasi dengan para roh leluhur yang sudah terbukti memiliki track record kemuliaan dunia dan di akhirat.

Dulu, antara tahun 1999 sd tahun 2001 saya hampir setiap minggu tugas keluar kota untuk liputan kasus pembunuhan. Di setiap kuburan yang saya kunjungi, saya pergunakan kesempatan untuk mengambil tanah kuburan dan berkomunikasi dengan roh nenek moyang sebuah wilayah. Ya, hampir di setiap kuburan kita akan mendapatkan mereka yang semasa hidupnya berjasa besar untuk masyarakat. Inilah yang saya pilih untuk ngangsu kawruh pada mereka. Berguru pada mereka bagi saya lebih memuaskan karena yang ada adalah kejujuran dan tanpa pamrih keduniaan lagi. So, pasti… yang saya serap adalah nasehat-nasehat yang bagus: seperti hendaknya bertakwa pada Gusti Allah, berbuat baik pada sesama, tidak merusak lingkungan, menjaga kehidupan berkeluarga, harus selalu eling dan waspada hidup di dunia, dan hal-hal ideal yang lain…

Atau kalau kebetulan kita beruntung menemukan tokoh yang memiliki kesaktian, dia akan menurunkan ilmu-ilmu yang masih tersisa alias belum tersampaikan semasa mereka hidup di dunia. Kalau ini terjadi dan Anda merasa mampu untuk menggenggam amanah mereka, apa Anda siap?

Ini terjadi saat saya berkomunikasi dengan roh seorang tokoh yang winasis di Salakan Sewon Bantul, Yogyakarta. Namanya mbah Abu Sujak yang meninggal sekitar tahun 1980-an. Pada suatu hari saat saya berkomunikasi dengan roh Mbah Abu Sujak ini, dia ingin mengajarkan ilmu kawaskitaan pada saya. Dia bilang bahwa di alam kelanggengan (alam kubur) dia sudah tidak lagi memegang ilmu-ilmu kesaktian lagi. “Ilmu kasekten semuanya sudah saya wariskan ke anak-anak saya ngger.. sekarang saya hanya punya ilmu kawaskitan yang saya sampaikan ini, yaitu nasehat-nasehat saja. Saya ingin agar angger tahu bahwa ilmu yang manfaat adalah ilmu nasehat-nasehat yang baik… disebarkan ya ngger…kau akan selamat,” demikian sepotong ucapan beliau yang sampai sekarang masih saya ingat.

Ah, saya yang bodoh ini pun berandai-andai, misalnya dulu Mbah Abu Sujak menurunkan saya ngelmu kasekten tertentu… saya pasti sudah kondang sekarang. Sebab saya bisa mengobati berbagai penyakit, memiliki ilmu kebal, ngerti sakdurunge winarah, dan seterusnya… Akhirnya, saya menjadi dukun sakti. Tapi ternyata, apa yang saya inginkan ini tidak terjadi…

Allahu Akbar, Tuhan sepertinya memberikan saya kesempatan untuk menjadi yang bukan seperti yang saya inginkan. Dia akhirnya memberikan sesuatu katakanlah jalan nasib, yang saya yakini kelurusannya hingga saya dipilihkan jalan terbaik-Nya: jadi wong alus yang tidak tahu apa-apa saja…

Nuwun, Rahayu dan Salam sayang kagem sedulur sedaya….

wongalus

About these ads
Categories: KOMUNIKASI DENGAN ROH | 61 Komentar

Post navigation

61 thoughts on “TEKNIK BERKOMUNIKASI DENGAN ROH ORANG MENINGGAL

  1. eRandy RahmanO

    Assalamualikum…
    sa’denrngipun kulo nyuwun ngapunten nggih kangmas wong alus…kulo badhe nanggpi tulisanipun penjenengan….
    Berbicara mengenai pengalaman, saya teringat ketika SMU dl, masih seneng dolanan “kodham”, tapi dg berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan saya Alahamdulillah sedikit mendapat pencerahan atau bisa disebut Insight mengenai perkara ini kakakngmas….yakni apakah benar itu “benar – benar” roh halus? karena sependek pengetahuan saya yang namanya ROH adalah urusanNya dan kita tidak diberikan ilmu tentangnya, karena siapa tau itu adalah suatu konspirasi terselubung dari saudara kita JIN yang suka iseng…kan JIN bisa menyerupai apa saja, partikelnya lebih halus dari kita atau secara ilmiah termasuk dari salah satu gelombang elektromegnetik dengan kadar frekwensu yang khas dan unik…
    maturnuwun kakangmas wong alus…

  2. “yas alunaka anirruuh.. qulirruhu min amri robbi wamaa utitum minal ilmi illa qoliilaa .. ” ya, saya percaya memang demikian halnya roh menurut tataran teori yang saya yakini juga benar, mas. Dalam artikel di atas, saya menggunakan “bahasa kepercayaan pada umumnya” yang dianut masyarakat. Saya pun sebenarnya berkeyakinan seperti panjenengan, yakni apa yang kita hubungi adalah jin pendamping atau khodam-nya seseorang yang sudah meninggal. Namun terus terang saya susah membuktikan dan masih percaya sebatas teori, dan belum mampu “mengalami”.. hal ini karena keterbatasan saya. Yang bisa saya katakan adalah bahasa sederhana yang masyarakat mengerti dan saya pun alhamdulillah sudah mengalaminya sendiri. Terima kasih mas, monggo dilanjut…

  3. eRandy RahmanO

    matur nuwun kakangmas…alahamdulillah kulo sampun ngertos Perspektif ipin…monggo

  4. abu amili

    Pengalaman hidup adalah guru untuk melangkah kedepan yg lebih BENAR,dan kekeliruan, kehilafan dan kesalahan dapat diperbaiki dimasa akan datang dengan TAUBATAN NASUHA., itulah perjalanan pendakian spritual kalau kurang mawas identik membawah kita kejurang kemusrikan, AUDZUBILLAH MINDZLIK, ya…mudah2 dengan kekeliruan dan kesesatan itu pada saat ini kita diberikan Rahmat untuk wushul kepada ALLAH SWT ..amiin.

    Silakan dilanjut ki…terima kasih dapat berbagi pengalaman, dengan harapan semoga dari pengalaman ki….membawa pelajaran dan kebaikan untuk kita semua, salam asih, alus dan sejati.

  5. Ki Wongalus ingkang alus tenanan
    Saya tertarik membaca kisah-kisah spiritual panjenengan Ki. Pengalaman spiritual merupakan apa yg terjadi di alam gaib dan bisa disaksikan oleh yg mengalami. Sayang sekali, apapun pengalaman spiritual seseorang, jika tdk termaktub dalam kitab suci, maka dianggap salah. Salah mengamati/menilai alias tertipu oleh jin dst. padahal, bagi yg sdh sering mengalami hal2 serupa, sebenarnya sangat mudah membedakan apakah roh leluhur atau jin, semudah membedakan antara ayam jantan dengan burung emprit. Ada satu hal yg perlu dicermati, bahwa dalam tradisi arab, sebenarnya terdapat hubungan dgn leluhur pula. Misalnya dilakukan oleh org2 terdahulu. Lalu org yg bisa berhub langsung dgn leluhur dianggap sebagai mendapat wahyu, lalu menjadi tokoh spiritual. termasuk nabi, dulu mungkin juga berhub dengan leluhur. namun konsep wahyu akhirnya ditutup sendiri oleh generasi selanjutnya. Wahyu hanya berhak utk nabi. dalam konteks agama, hal itu tak perlu diperdebatkan. Cukup, closed sampai di sini.

    Saya sebagaimana Ki Wongalus, akan lebih mantap perjalanan menembus dimensi yang gaib ini bila tidak hanya dibaca dan diyakini melalui kitab suci maupun buku-buku referensi (TEKS BOOK), namun dialami sendiri (KONTEKSTUAL). Maka saya pun mengamati dan memahami tdk melalui kacamata agama/kitab, tetapi pengalaman dan dari tradisi turun temurun (terutama tardisi jawa) yg mudah sekali melakukan kontak dgn leluhurnya. Para leluhurpun sama sekali tdk menghawatirkan kita akan terkecoh oleh makhluk yg disebut jin. karena sangat mudah membedakannya. jangankan rupa/wujudnya, dari bau dan aura energinya saja jelas2 sangat berbeda antara leluhur dgn jin. Mungkin para pembaca banyak yg bingung dan kurang sepakat atas apa yg saya paparkan. namun demikian, apabila suatu saat anda benar2 mengalami seperti yg dialami Ki Wongalus, maupun apa yg pernah saya alami, pasti akan berubah MIND SET, bahwa anda benar2 merasa mudah membedakan mana leluhur dan mana jin. karena leluhur hidup dalam dimensi gaibnya para leluhur yg disebut ;alam kelanggengan/alam barzah, alam kajaten, alam pangrantosan. sedangkan jin hidup dalam dimensi bumi, hanya saja jin tdk punya badan fisik seperti manusia. sensasinya sungguh berbeda.
    dan saya tdk pernah menyaksikan adanya jin pendamping manusia. Yg ada adalah pendamping yg disebut GURU SEJATI, sebagai pancaran dzat Tuhan dalam diri setiap manusia. Nah, ketika kita menjelajah atau berkomunikasi dgn alam gaib, yg terjadi bukanlah hub antara pikiran sadar dgn gaib, melainkan antara alam bawah sadar, jiwa, sukma, dan rahsa sejati anda. Guru sejati adalah sukma anda sendiri. bagi yg memiliki talenta melihat gaib termasuk anak2 indigo, akan menyaksikan hal yg sama, yakni bentuk /rupa suka persis seperti raga kita, hanya saja, sukma selalu tampak lebih muda dari usia jasadnya.
    Sebagai contoh: misalnya, anda bertemu dgn leluhur anda sendiri, sebut saja misalnya eyang/simbah anda sendiri. Yg dulu sewaktu hidup anda kenal dekat. Ketika bertemu di ranah gaib, wujudnya tak ada perbedaan signifikan. Pasti keyakinan anda akan berubah menjadi kepastian, setelah terjadi pembuktikan secara kronologis meliputi crosscheck apa yg terjadi sewaktu hidup dengan komunikasi yg terjadi di runag gaib.

    Untuk ki Wongalus, kekuatan yg dapat mempertemukan dgn leluhur, yakni adanya tali RASA, rasa sejati, rasa yg kuat sekali ingin bertemu dan menerima wejangan dari leluhur seperti yg panjenengan idam2kan. akhirnya terkabul. Toh, semua tetap atas ijin Gusti Allah.

    salam asah asih asuh

  6. lorMuria

    Hmmm…
    Subhanallah

  7. Ass..ki alus..baru sekali ini saya mau kasi coment terhadap tulisan di blog ini,baik itu blog blog tetangga sebelah atau blog lain nya,pertama saya ucapkan salut sama ki alus yg begitu gamblang menulis dan mengulas tentang jin dari sisi pengalaman sendiri,sekali thanks lanjutkan ki.wass

  8. Yth Mas Abu Amili, Nuwun.. ini adalah wujud kehati-hatian agar tidak terjerumus ke tauhid yang salah

    Yth Ki sabda, nuwun tambahan referensinya ya.. lha ini cuma pengalaman. Sementara apa yang saya alami saya tidak tahu substansinya. Penjelasan panjenengan membuka pengetahuan baru bagi saya..

    Cuma kita memang perlu juga mencocokkan antara realitas dengan intelek. karena secara epistemologis cara berpengetahuan seperti ini akan semakin melengkapi data yang sudah ada. Apalagi biasanya kita hanya melakukan pencocokan intelek dengan realitas *adequatio rei ad intellectum” dengan penggabungan metode deduktif dan induktif, semoga pengetahuan kita semua semakin lengkap … Nuwun ki..

    Yth mas Lor Muria.. subhanallah….wal hamdulillah wa la ilaha ilallah wallahu akbar! Nuwun mas

    Yth Mas Anonymous, salam kenal. monggo mbabar kawruh ttg yang gaib ini bersama-sama.. tx

    Poro sedulur, salam yang apik2 saja nggih…. monggo kita teruskan puasa yang berat ini hingga selesai

  9. indra

    Pengalaman menjalani kehidupan apalagi ketika ada suatu manfaat real yang bisa dipetik dan lalu berbaginya kepada yang lain, maka itu akan menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Salam untuk Kangmas dan siapapun yang selalu ingin memetik hikmah dalam hidup.

  10. @Sabdalangit, alhamdulillah penjelasan nya memverifikasi pemahaman teori yang saya pelajari.
    Secara teori alam ruwh berada di alam amr, bahasa yang mudah dimengerti adalah alam rasa. Ruwh min amri Rabbiy, seperti kata Kang @Sabda, pancaran dzat Tuhan dalam diri setiap manusia. Alam amr ini berbeda dengan alam energi(naar), setelah manusia meninggal, ia akan memasuki alam barzakh, secara teori fisika alam barzakh ini sudah ada teorinya berdasarkan al quran, yang tidak bisa saya paparkan disini teorinya, namun teman2 bisa baca di blog saya atau di koment2 saya di blog haniifa.

    Soal jin pendamping yang tidak ditemui, pertama karena alamnya berbeda, kedua karena mereka setelah keluar dari tubuh yang telah meninggal, langsung memasuki tubuh bayi yang baru lahir. mereka jarang mengalami arus-pendek, atau jarang lama2 berada diluar tubuh. Jinn ini berbeda jenisnya, mereka tidak perlu di-charged. Tentang jinn ini ada di quran, bahwa setiap manusia ada penjaganya, dan manusia diberikan dua jalan

    Jinn ini tidak terlalu pintar, mereka tidak bisa membedakan tubuh yang lama atau tubuh yang baru. Apa yang disebut reinkarnasi sebenarnya tidak ada, jika seorang anak Indigo menyatakan bahwa ia pernah dulunya dibunuh dan ia katakan rumahnya dulu di suatu kota, memori ini berasal dari jinn pendamping, apa yang umat Lain katakan sebagai reinkarnasi adalah pembodohan, Islam tidak mengajarkan ini.

    Saya ingin kita melakukan kroscek antara teori dan pengalaman, sehingga kita tidak tertipu

  11. semoga tidak terjebak kepada fenomena-fenomena itu karena tujuan kita ke ALLAH.

  12. Kangdudung

    Ass..
    Kisanak, hendaknya pengalaman2 seperti itu tidak terlalu menjadi obsesi kita, karena kemanfaatannya tidak terlalu besar. Dulu saya juga pernah mengalami hal-hal semacam itu, bahkan banyak sekali yang memberikan benda2 keramat secara ghaib, ada yang berbentuk kitab, air, serbuk, batu ali, keris dan benda2 lainnya yang katanya “keramat”. Tapi akhirnya saya kembalikan semuanya kepada yang punyanya, sampai bersih nggak bersisa, nggak punya apa2. Tapi karena kita nggak punya apa2, kita justru semakin tergantung sama Allah bukan pada ciptaan-Nya. Itulah justru puncak kenikmatannya. Jadi pada sedulur kabeh, kalau kita mengalami hal-hal semacam itu hendaknya “diterobos” terus, jangan palingkan pencarian kita kepada Allah dengan hal-hal yang semacam itu. Jadikanlah hanya sebagai pengalaman saja! untuk menambah wawasan kita.

    Wassalam..

  13. lorMuria

    @Kangdudung
    Setuju sekali saya dengan Panjenengan…semua sebaiknya dijadikan pengalaman untuk menambah wawasan.
    Ketika kita mau menghadap Allah dan hanya kepada Allah-lah yang dituju, maka semua yang kita punyai baik harta, tahta, ilmu, Kelebihan, kesaktian, semua harus kita tinggalkan semua dari pandangan Kita. Menurut pengalaman2 ternyata sangatlah sulit untuk meninggalkan/melepaskan itu semua terutama ilmu kanuragan/ kesaktian, sesulit kita mendapatkannya.
    Maka sadarilah semua itu, semua hanyalah Fatamorgana, semua hanyalah Ilusi yang membuai kita pada kesenangan, kelebihan,kebenaran yang semu.
    Janganlah berhenti ditengah jalan…
    nuwun

  14. Yth Kangdudung & Ki Lor Muria: Terima kasih telah mengingatkan saya yang awam ini tentang pentingnya kita memegang prinsip tauhid murni. Semoga kita semua selalu ingat bahwa perjalanan kita masih teramat panjang. Salam.

  15. Agung

    Ass.Wr.Wb

    mas wong alus , saya pingin sharing dengan Anda , karena sifatnya pribandi bukan untuk publik . ini e-mail saya Agoengwisnoebroto@ymail.com. Salam kenal dari saya. tx

  16. Raton

    Ass wr wb
    Wong Alus mohon ditambahkan kupas tentang kakang kawah adi ari-ari dan lainya yang berhubungan dengan sedulur tua lan sedulur enom dengan hubungan eksistensinya, maturnuwun. saderenge.

  17. wongalus

    Sedikit sudah dikupas dalam artikel SEDULUR PAPAT LIMO PANCER. nwn

  18. eko

    saya pernah mengalami dan mempraktekkan bertemu dengan leluhur. ada satu pesan singkat yang sampai skarang membuat penasaran saya. karena hal tersebut akan saya ketahui jika sudah titik wancinya (tiba saatnya saja). ingin rasanya saya mewarisi apa yang leluhur mengerti dan kuasai cuma sayangnya sampai skarang leluhur saya tersebut belum menemui saya lagi.

  19. alfjr_k

    Matur suwu atas pengalamannya Ki….
    saya termasuk orang yang bodo dan tidak mengerti apa-apa tentang hal-hal seperti ini. Dan…saya juga belum ada keinginan untuk mendalami hal itu.

    Tetapi…bagi saya, pengalaman seperti ini juga penting, bagi yang merasa tidak penting, anggaplah mereka tidak atau belum lapar.

    Ada bayak hal yang sangat bermanfaat dalam hal ini. Satu contoh bagi diri saya. Pandangan dan penilaian kita terhadap seseorang tentang nasibnya di alam ruh. misalkan kita menganggap si A syahid, si B murtad, si C kafir. semua prasangka ini adalah murni dugaan yang dibangun dari teori-teori yang juga dugaan. Terjadi kontradiksi, sementara kita yang masih hidup ingin meniru jalan si A, B atau C yang kita anggap paling selamat. Bagaimana kita bisa memastikan keadaan mereka? satu jalan tentu saja yang bisa bertanya langsung kepada si A, B atau C tadi. Baik melalui mimpi atau bila mampu bermaneges langsung kepada mereka.

    Kesalahan menentukan teladan, menjadikan fatal hidup kita juga. Kita merasa sudah paling benar dan lurus di dunia, wis paling linuwih dan memahami kitab suci, ternyata dugaan kita salah dan nol besar karena ternyata kita memahami dan mengamalkan kulit bukan substansi, simbolik saja bukan makna.

    Apakah ini mungkin? bagi saya saya tidak membatasi rahmat Alloh hanya sebatas penjabaran kitab suci, rahmat dan kekuasaan Alloh sangat lebih luas dari itu. manusia saja yang terkdang membatasi rahmat Alloh. lebih dari itu atau tidak tertulis dalam kitab suci dianggap bukan lagi ilmu Alloh.

    Bagi saya, pengalaman itu merupakan ilmu, nasehat dan karunia Alloh kepada kita melalui saudara-saudara kita yang linuwih ini.

    Wallohua’lam.

  20. Yth sdr alfjr_k Says: matur nuwun. Panjenengan estu lantip. Memang demikian harusnya bahwa kita harus terbuka untuk mendapatkan semua pembelajaran baik atau buruk, benar atau salah. Inilah sikap terbuka seorang pejalan spiritual sejati. Rahayu.

  21. sugeng dalu ki……salam silaturohmi…
    kagem sedrek sedanten slam seduluran.
    bahasan yang sangat menarik ki. ada sesuatu yang ingin saya tanyakan.
    dalam keluarga saya ki… jika ada anggota keluarga yang salah atau tingkah laku keluar dari jalur totokromo dan aturan agama, pada saat tertentu”MBAH BUYUT ” saya turun?masuk k salah satu anggota keluarga yang kuat untuk di masuki raganya setelah keluarga pada ngumpul kemudian “MBAH BUYUT” memberi petuah dan saran serta ada kala yang di marahi. waktu nya juga tidak lama sekitar 30 menitan.MOHON BANTUANNYA KI…. karena saya sendiri bigung ki. apakah ruh yang masuk tersebut bener bener MBAH BUYUT saya. MATUR SUWUN KI…..

  22. dv

    Pak,
    utk membedakan bhw yg berkomunikasi dgn kita itu adalah roh,khodam pendamping,jin atau malaikat , ada doa2 atau tanda2nya gak ?
    Krn saya mengalami hal ini.
    Selama ini saya lbh sering melawan krn takut mereka akan menyesatkan.

  23. wongalus

    @sdr DV: tidak perlu takut karena perisai perlindungan kita langsung dari Allah SWT. maka, sebelum berkomunikasi baca audzubillahiminassaitonirrojim.. bismillahirrohmanirrohim.. tanda-tanda bila yang datang jin jahat/setan/gendruwo dll adalah suasana hati tidak bersahabat. kalau yang datang roh leluhur atau jin baik suasana hati tentram dan menyenangkan. salam.

  24. Harsa126

    Assalam Ki…
    saya hanya ingin ikut turun kebawah dalm kerendahan hati bersama panjenengan…yg sebenarnya ini adalah inti dari segala ilmu…
    turun merendahkan hati dan diri dihadapan Nya…

  25. dear_god

    jangan dibaca tulisan ini!!!! ini cuma membodohi pikiran kalian… pembodohan umatttt… org kyk gini perlu dicabut nyawanya biar tau sekalian… kebenaran sejati hanya milik tuhan… tidak boleh diganggu gugat!!!

  26. dear_god

    org2 kyk gini hanya org2 yg pendek akalnya… mendewakan perasaan.. berpikir scra pragmatis! org KAMPUNG… ayo santet gw sampe MATI kalo bisa!

  27. dear_god

    org yg mendewakan perasaan suatu saat dia termakan perasaanx sendiri… Q yakin… dia akan tau akibatnya kelak… jgn sampai doktrin2 tulisan dia masuk kepikiran anda… anggap saja ini tulisan yg nulis org gila… yg MENTALNYA LEMAH… jiwanya terganggu 0leh khayalan2 mistis…shgga cr bpikirnya SALAH… aku yakin dia tau akibatnya KELAK akan MENYAKITKAN!

  28. Assalamu’alaikum. Wong alus yang saya hormati. Tolong anda tanggapi tulisan ini? Sumber: Putusan Tarjih Muhammadiyah

    TEMPAT ARWAH SETELAH MENINGGAL, ARWAH GENTAYANGAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN MANUSIA SERTA CARA BEBAS DARI GANGGUAN ARWAH JAHAT

    Pertanyaan Dari:
    Nama dan alamat diketahui redaksi
    (disidangkan pada hari Jum’at, 29 Muharram 1431 H / 15 Januari 2010)

    Pertanyaan:
    Di manakah tempat arwah manusia setelah meninggal? Benarkah ada arwah manusia bergentayangan di bumi, bahkan berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup? Bagaimana kita bisa terbebas dari gangguan-ganguan arwah jahat?
    Terima kasih.

    Jawaban :

    Majlis Tarjih dan Tajdid Divisi Fatwa mengucapkan terima kasih atas pertanyaannya. Sebelum menjawab pertanyaan Saudara tentang posisi ruh (arwah) manusia yang telah meninggal, terlebih dulu ingin kami paparkan beberapa hal yang ada hubungannya dengan masalah itu.
    Pertama, tentang alam, bahwa alam itu terbagi menjadi tiga, yaitu alam dunia, alam barzakh dan alam akhirat. Ketiga jenis alam itu memiliki status dan aturan sendiri. Alam dunia adalah refieksi dari jasad sedangkan ruh sebagai bagiannya, namun sebaliknya alam barzakh adalah refleksi dari ruh sedangkan jasad sebagai bagiannya. Dan terakhir alam akhirat atau Dar al-Qarar adalah alam setelah kebangkitan manusia dari kuburnya untuk mendapatkan balasan, di mana jasad dan ruh digabungkan kembali.
    Kedua, kematian atau maut adalah berpisahnya ruh dengan jasad, dan ketika pemisahan tersebut terjadi, ruh berada di alam barzakh atau alam kubur. Ibarat perjalanan waktu, manusia yang sudah pindah ke alam lain itu tidak akan kembali ke alam semula. Ruh manusia yang sudah pindah ke alam barzakh juga tidak akan kembali ke alam dunia. Ketiga, barzakh secara bahasa berarti pembatas antara dua hal, dan di sini maksudnya pembatas antara alam dunia dengan alam akhirat.
    Dengan demikian, ketika seorang meninggal (mati, berpisah jasad dari ruhnya), maka ia tidak akan kembali ke alam dunia. Pada hari kiamat nanti, orang-orang kafir akan memohon kepada Allah agar dikembalikan lagi ke dunia untuk beramal shalih, tetapi permintaan itu tidak dikabulkan oleh Allah. Ada beberapa pendapat tentang keberadaan ruh setelah meninggal hingga hari kiamat. Dari sekian banyak pendapat yang ada, tidak satu pun yang menerangkan bahwa ada ruh yang gentayangan. Ruh orang-orang beriman berada di alam barzakh yang luas, yang di dalamnya ada ketenteraman dan rezeki serta kenikmatan, sedangkan ruh orang-orang kafir berada di barzakh yang sempit, yang di dalamnya hanya ada kesusahan dan siksa. Allah berfirman:
    حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ [المؤمنون (23): 99-100]
    Artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja, dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan”.” [QS. al-Mukminun (23): 100]
    Memang ada sebagian kalangan yang berkeyakinan dan menyatakan bahwa ruh orang Islam yang meninggal akan berputar-putar di sekitar rumahnya selama satu bulan sejak meninggalnya dan setelah itu berputar-putar sekitar makamnya selama satu tahun. Keyakinan tersebut berdasarkan pada hadits yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.
    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا مَاتَ الْمُؤْمِنُ حَامَ رُوْحُهُ حَوْلَ دَارِهِ شَهْرًا فَيَنْظُرُ إِلَى مَنْ خَلَفَ مِنْ عِيَالِهِ كَيْفَ يَقْسِمُ مَالَهُ وَكَيْفَ يُؤَدِّيْ دُيُوْنَهُ فَإِذَا أَتَمَّ شَهْرًا رُدَّ إِلَى حَفْرَتِهِ فَيَحُوْمُ حَوْلَ قُبْرِهِ وَيَنْظُرُ مَنْ يَأْتِيْهِ وَيَدْعُوْلَهُ وَيَحْزِنُ عَلَيْهِ فَإِذَا أَتَمَّ سَنَةً رُفِعَ رُوْحُهُ إِلَى حَيْثُ يَجْتَمِعُ فِيْهِ اْلأَرْوَاحُ إِلَى يَوْمِ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ .
    Artinya : (Diriwayatkan) dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw bahwa apabila seorang mukmin meninggal dunia, maka arwahnya berkeliling-keliling diseputar rumahnya selama satu bulan. Ia memperhatikan keluarga yang ditinggalkannya bagaimana mereka membagi hartanya dan membayarkan hutangnya. Apabila telah sampai satu bulan, maka arwahnya itu dikembalikan ke makamnya dan ia berkeliling –keliling di seputar kuburannya selama satu tahun, sambil memperhatikan orang yang mendatanginya dan mendoakannya serta yang bersedih atasnya. Apabila telah sampai satu tahun, maka arwahnya dinaikkan ditempat dimana para arwah berkumpul menanti hari ditiupnya sangkakala.
    Namun setelah ditelusuri dan diteliti, yaitu menggunakan Program al-Maktabah asy-Syamilah (edisi 2), Program al-Jami’ al-Akbar (edisi 2), dan Program al-Jami’ al-Kabir (edisis 4, 2007-2008) kami tidak menemukan sumber hadits yang dinyatakan di atas. Dapat dinyatakan bahwa hadits yang sedang kita selidiki ini tidak tercantum dalam satupun dari sumber-sumber orisinal hadits yang ada.
    Oleh karena itu, apa yang ditanyakan, bahwa ada ruh-ruh yang bergentayangan itu adalah setan yang melakukan tipu daya dengan menyerupai orang yang sudah meninggal. Dan ketika ruh akan dibangkitkan dari alam barzakh (alam kubur) ke alam akhirat, ruh itu dikembalikan ke jasad yang baru yang diciptakan untuk alam akhirat. Begitu juga kaitannya dengan Jin, bahwa Jin itu makhluk yang dapat menjelma atau merubah fisiknya menyerupai bentuk manusia atau makhluk-makhluk yang lain. Setan yang berasal dari Jin, ingin menyebarkan tipu daya dan keraguan pada keimanan manusia, maka salah satu caranya adalah dengan menjelma menyerupai seseorang yang telah meninggal. Akibat dari penjelmaan tersebut, orang-orang yang melihat menganggap dan berkeyakinan bahwa yang mereka lihat adalah ruh dari orang yang mereka kenal sebelumnya. Oleh karena itu, apa yang dikatakan oleh kaum awam tentang adanya ruh gentayangan tidaklah benar menurut ajaran Islam.
    Tentunya agar kita bisa terbebas dari gangguan-ganguan arwah jahat yang itu merupakan setan yang melakukan tipu daya, yaitu dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya yang merupakan jalan setan, serta senantiasa berdzikir dan mengingat Allah. Bukankah dengan senantiasa berdzikir hati kita akan tenang, sebagaimana dalam firman-Nya:
    الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ [الرعد (13): 28]
    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS. ar-Ra’d (13): 28]
    Adapun mengenai kemungkinan adanya komunikasi antara manusia yang masih hidup dengan orang yang sudah meninggal juga tidak benar, sampai para Nabi dan wali yang telah meninggal sekalipun, tidak bisa berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup. Memang ada firman Allah:
    وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ [ال عمران (3): 169]
    Artinya: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” [QS. Ali Imran (3): 169]
    Demikian juga hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitabnya, Hayat al-Anbiya fi Quburihim, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلْأَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ فِيْ قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ. [رواه البيهقى]
    Artinya: “Para Nabi itu hidup di dalam kubur mereka senantiasa dalam keadaan shalat.” [HR. al-Baihaqi]
    Namun demikian, maksud ayat di atas adalah menjelaskan tentang adanya bentuk kehidupan yang dialami para Syuhada dan para Nabi setelah mereka meninggal. Kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan secara khusus yang tidak dapat diketahui hakikatnya kecuali oleh Allah swt. Dan mengenai hadits di atas, setelah diteliti dan ditelusuri sumber haditsnya, kami menemukan ada rawi yang dinilai bermasalah yaitu Hasan bin Qutaibah dan Husain bin ‘Arafah yang mengakibatkan kedaifan kualitas hadits diatas.
    Wallahu a’lam. *aa)

  29. lutfi

    Saya setuju dgn ki wong alus.Kalo cari dalil ilmu2yg kita geluti ini diMuhammadiyah,sampai kapan pun tdk akan ada yg membenarkan.Krn mereka tdk mau dgn tasawuf,hakikat.

  30. lutfi Says: Bagi mereka para golongan Wahabi (muhammadiyah)mereka tidak percaya dengan tasawuf,para wali Allah,karomah berbeda dengan Ahlusunnah waljamaah.pengalaman kisepuh wong alus sama sperti pengalaman saya,sewaktu saya masih duduk dibangkut smp dan sma dulu,saya sering sekali pergi kemakam2 keramat sprti makam wali songo,syehk subakir ,makam para raja/adipati,para habib dll saya sering menemuinya dan berkomunikasi serta meminta ilmu dari mereka,awalnya saya sprti ki sepuh wong alus menduga bahwa mereka benar2 para wali songo dan yg lainnya karna saya yg bodoh ini masih belum bisa membedakan siapa mereka tetapi seiring umur yg bertambah dan sedikit cahaya ilmu yg bertambah dari yg maha kuasa berikan kpd saya ,akhirnya sedikit demi sedikit Allah bukakan hijab yg ada pd diri yg penuh dosa ini sehingga akhirnya diri ini bisa membedakan siapakah mereka itu,apakah mereka itu jin,para khodamnya wali ataukah wali itu sendiri.kebanyakan yg sya temui dimakam2 para wali,syehk,wali songo,habib2,para raja,tumenggung,tokoh2 sakti adalah para khodamnya (jin) jadi bukan walinya sendiri sama seperti yg dialamin kisepuh wong alus sendiri bahwa mereka adalah para khodam(jin) bukan arwah mereka yg sebenarnya. saya mohon maaf yg sedalam-dalamnya kpd ki sepuh wong alus bukan saya merasa paling tinggi/pintar.diri ini masih hijau dan buta.

  31. nderek nyimak kale copas

  32. KI TANJUNG

    subhanallah, ilmu Allah memang luas. Tak akan habis untuk kita kaji, tinggal kita pilih yang mana yang akan kita ambil. Sejatining rasa yaiku manunggaling kawula lan Gusti, itulah yang dinamakan Ihsan. Kalau kita tidak bisa melihat Allah, maka kita harus berasa dilihat Allah. Kalau Ilmu ini bisa kita dapatkan, maka selamatlah kita para dulur. Nyuwun sewu kalau ada kesalahan kata. Salam peseduluran kabeh.

  33. Topan Kiya

    assalamualaikum ki..mohon ijazahnya ya ki.terima kasih,,,

  34. Gusti

    Wah.. bisa ketemu nabi deh kalo begitu ya..? pergi ke mekkah trus ke kuburan nabi Muhammad.. belajar langsung dengan nabi agar tidak tersesat…

  35. satrio ilang

    untuk membuktikan semua itu, ide Gusti sangat cerdas.. coba saat ke makkah melakukan amalan wong alus pada ruh Nabi SAW, dimana Jin tidak akan bisa meniru menyerupainya.. jika ternyata amalan itu terkabul, maka ilmu thoriqoh adalah ajaran yg dihapus oleh wahabi dari ajaran Islam untuk mendangkalkan ilmu dan kepercayaan umat Islam akan keghaiban.. sehingga umat hanya berkutat pada Emperisme saja, meyakini hal2 yg bersifat iderawi saja..

    Emperisme mengajarkan kita untuk tidak percaya pada hal2 yg tidak terjangkau indera.. dan seolah kita dikondisikan untuk tidak mencoba menembus hal2 ghaib tersebut..

    org bertanya apakah manusia bisa berhubungan dg jin, dg malaikat? jika anda bertanya pada WAHABI, maka mereka akan menjawab tidak bisa.. tp mereka melupakan Nabi Sulaiman AS yg berteman dg jin..
    org bertanya apakah boleh menggunakan jimat?? org wahabi akan menjawab tidak boleh.. tp mereka lupa musa menggunakan tongkat ajaib.. karena inti kemusyrikan bukan soal alat, tp soal keyakinan.. Kita minum obat dari dokter bisa menjadi musyrik jika kita meyakini bahwa obat itulah yg menyembuhkan.. kita menggunakan pengobatan Ponari, bisa menjadi musyrik jika kita meyakini bahwa batu itu yg menyembuhkan.. tp kita bisa bebas dari kemusyrikan jika kita beriman bahwa Alloh yg menyembuhkan, sedangkan obat dan air batu Ponari hanyalah sebuah sarana, hanya alat bantu ikhtiyari..
    soal ruh: quli ruh min amri robbi wa ma utitum minal ilmi illa qolila menunjukkan bahwa kita sebenarnya diberi pengetahuan ttg ruh, tp ya hanya sedikit. ini sama dg ketika Alloh berfirman: “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.(Al-Kahfi : 109). ini menunjukkan juga bahwa manusia hanya diberi ilmu sangat sedikit..
    tp sayangnya manusia selalu merasa sok…

  36. adim

    derek lenggah kalian nyimak…Ki…nuwun

  37. Rahmat

    Kepada yth : ki wongalus

    Perkenankan saya menguraikan pengalaman spiritual saya semoga ki wong alus dan suadara memberikan penjelasan karena saya sangat awam tentang hal2 ghoib.

    Nama saya Rahmat, asli semarang,saat ini merantau di padang.

    Berikut uraian pengalaman spiritual saya :

    1.Mimpi bertemu nabi muhhammad SAW.saya alami sewaktu saya lajang dan ibadah saya sewaktu itu di puncak2 nya (menurut saya hehe maaf) sholat wajib,thajud,sunat zikir baca alqur’an,bila membaca alqur’an spontan saya menangis.
    Dalam mimpi tersebut nabi muhammad SAW sedang posisi berzikir,sewaktu saya dekati selangkah, beliau spontan berkata”saya sedang berikir dua minggu ini berturut2, apa yamaksud dari mimpi tersebut? apakah kira2 benar yang yang saya temui dalam mimpi itu benar2 nabi muhammad atau godaan saja.

    Setelah kejadian mimpi roh/sukma/perasaan saya bisa terbang kencang tak terkendali melebihi kecepatan jet sampae2 kulit saya serasa panas terbakar.

    Sering di dalam mimpi di temui jin,memanggil saya cucu,menunjukkan tempat tinggalnya dan kalo mau minta tolong tinggal panggil saja,namun saya belum pernah minta tolong pada jin.bahkan namanya saja saya ndak tau.Ada jin yang mau kasih saya cambuk api, namun saya cuekin saja.

    Ada yang datang saat sadar, hendak berbaring tiba2 datang memaksa saya suruh ucapkan “Laillah haillah”karena berupa mumi dan matanya merah saya jadi takut,ngak saya turuti.

    Sewaktu saya sholat magrib di mushola kantor sendirian karena terlambat, saat berzikir saya dan sajadah melayang di ruangan mushola sampae saya panik gimana cara turunannya.

    1.Thn 2008,Sewaktu kena phk masal saya berdo’a dan mohon sama ALLAH swt, minta uang 100 jt(y maklumlah lg streess) ,saya mimpi Ditemui raja jin dia (pengakuanya)Sulaiman.Saya ditunjuk kan harta karun di belakang rumah saya di sekitar pohon bambu (saat saya mimpi saat saya mimpi saya berada dikota lain jaraknya 250 km) .lalu saya di ajak memutari rumah, lalu di tunjukkan lah pada saya di setiap pohon randu di sekitar rumah itu bersinar2 kedip. “itu emas katanya”.lalu di tunjuknya lah emas itu,melayang emas itu kearahnya.lalu saya di suruh mencoba,saya tunjuk,sinar yg kedip2 tsb melayang kearah saya lalu ulurkan telapak tangan saya.Sewaktu sampai ketelapak tangan saya emas itu panas dan masih ada asap mengepul,spontan saya kibaskan emas itu.hingga emas itu jatuh ketanah.emas itu sebesar batu kepalan.Apakah makna dari mimpi itu ? mohon bantuannya,kalo kiranya memang itu raja jin sulaiman adanya,bagaimana cara menariknya emas tersebut, saya sudah tanya2 sama orang kampung, mereka takut karena nyawa taruhannya katanya.

    2.Sewaktu bulan ramadhan 2009,Saya sholat tarwih sendiri di rumah,masih berpakaian sholat itu, saya ngantuk berat lalu di betangan sajadah saya rebahkan badan saya berdo’a
    “ya ALLAH, akumohon petunjuk Mu”,
    Saya bermimpi saya di temui dua orang,Mengaku sebagai prewangan yang akan membuat saya kaya raya dengan syarat ngasih kopi atau apalah saya saya kurang jelas, mohon bantuannya untuk menjelaskan mimpi saya tersebut.

    3.Thn 2010,Tadi malam ,saya bermimpi:
    Saya berjalan2 berempat dengan orang yang tidak saya kenal di suatu tempat seperti daerah perbukitan namun saya kog merasa amat dekat,lalu salah seorang di samping saya menyuruh saya berhenti dan saya di suruh memejamkan mata,dan berpesan “nanti kalo saya suruh buka ya mata mu y”.Di saat mata saya masih terpejam dua orang di belakang saya berkata ” ihklas!” saya pun serta merta ikut ngucapin.Lalu saya buka mata saya,dan orang di samping saya perpesan di setiap hewan yang kamu lihat di bawahnya ada uang, lalu saya lihat di sekeliling saya,ada belalang jangkrik ikan,dan lainya, saya datangi,betul!di bawah hewan tsb ada uang hingga terkumpul segepok(kira2 100 jtan),setelah itu kaos yang saya pake di mintanya, untuk tumbal katanya.
    Mohon bantuannya penjelasan dari mimpi2 tsb agar saya tidak tersesat.
    Atas perhatian dan bantuanya saya haturkan terimakasih.

    Rahmat
    Padang

  38. HERI PURWATO

    assalamualaikum ki wong alus dan ki sabdo langit dan semua sederek kulo sedoyo.
    saya mohon wejangan,saya ingin sekali bisa berkomunikasi dgn almarhum bapak saya yang meninggal 10 hari kemarin.
    saya bekerja dilampung 40 hari sblm meninggal saya mimpi gigi saya copot.
    7hari sblm meninggal saya menabrak ular weling yang sedang menuju areal kuburan.
    pada waktu itu saya sudah menhubungi keluarga dijawa tapi tdk ada apa2,alias baik2 saja kata mamak dan almarhum waktu itu.
    dan karena keterbatasan biaya saya juga minta ijin tidak bisa mudik lebaran tahun ini.
    tapi ki,,,,hari kamis pgi saya ditelpon mamak kalo bapak sudah ga ada.
    saya langsung pulang pada malam takbiran msh di bus.
    jumat waktu isya saya sampai terminal maospati naik ojek dan tidak kerumah tapi lansung ke makam bapak.
    ki,,,saya mohon pitedahanipun bgmn agar saya bisa komunikasi dgn bpk saya.
    karena mgkn ada amanat2 yg balum tersampaikan.
    demikian kisah saya mohon maaf atas keterbatasan educations dan totokromo saya.
    saya haturkan beribu2 matur suwun atas wejangaipun.
    heri di magetan (0813 8222 0866)

  39. atok bujang

    assalamualaikum..
    salam takdzim ki alus dan kerabat seluruh nya.
    semoga Allah SWT selalu menyemangati langkah kakang alus & kita semua mencari hidayah .
    pengalaman ruhani hanya bisa di mengerti oleh mereka yang belajar mengenal diri nya.
    semoga yang selalu sibuk menilai keluar bisa lebih melihat ke dalam .
    semoga kita golongan yang selalu belajar mawas diri.
    (aplause 4 ki alus)

  40. Muhammad M Amri

    nyuwun pangapunten,,saya buyut dari Mbah Abu Sujak dari anaknya yang pertama Bp Fahruddin Alwi,BA ..setahu saya..Mbah Abu pernah mengatakan bahwa sesudah sedo..ROH tidak bisa berkomunikasi dengan manusia lagi karena beda dimensi..thx

  41. sabda polan

    saya juga samapai sekarang bisa komunikasi dengn roh yg sudah meninggal….sy berfikir dunia kita adalah sama dengan dunia alam roh….tapi kadang2 dia mennjukan kenyataanya…hampir tiap hari gun sy bsa komnikasi kadang lgsung bicara atao kadang lewat telpon….ada punya pengalaman kayak saya…sy pengin sharing…kalo punya kirim email ke : spiritualindonesia3@gmail.com

  42. mas kenther pamungkas

    qobiltuuuuuuuuuuuuuuuuuuu ,ahhahahha,jogja

  43. dirgo kalonk

    nyuwun sewu saderingipun.kawulo remen maos ingkang wonten KWA.sugeng nepangaken.

  44. subahanallah …kesuwun ya kang

  45. you_zhie

    Aq juga pengen bgt lo berkomunikasi dengan seseorang yang sudah meninggal…aq sudah mencari dia selama 7 thn namun aku baru tahu dia sdh meninggal selama 4 thn dlm usia mudax yg ke 21 tahun.
    bamanakah carax ?? apa aku jg harus mengambil batu kuburnya….???untuk bisa bertemu dan berkomunikasi denganx !!!

  46. Assalamualaikum wr. wrb. Maaf jika saya berminat dengan amalan trsbt gimana caranya? minta bantuan nya. terima kasih

  47. maaf beribu maaf, setau pengetahuan saya yg di ajarkan islam tak ada ruh manusia yg telah mati bisa berinteraksi dengan manusia, jika pun anda merasakan dalam ritual bisa bertemu ruh manusia itu hanyalah tipuan jin belaka, jin di bagi menjadi dua golongan, islam dan kafir, jin yg mengaku2 ruh manusia di sebut syetan, yg selama hidupnya menjerumuskan manusia ke lembah neraka, karna jin muslim takut akan Alloh SWT, Jin pun tak sepintar manusia, karna Jin berguru pada manusia,

    tolong ketika sodara sedang ritual, tanyakan lagi bila perlu ancam agar mengaku bahwa yg mengaku roh itu jin,

  48. Afn

    ingin melihat bunda

  49. v. darwin

    tertarik dengankupasan dan bahasan KWH, ingin gabung menjadi anggota atau lainnya

  50. v. darwin

    andaikan diperkenankan, amat besar rasa terima kasih saya

  51. ummu fachry

    hati2 dg tipu daya setan yg bisa mengalir dlm pembuluh darah manusia.

  52. mohon bantuannya karena semua wanita atau gadis prawan akan di tumbalkan oleh orang yang ingin bercinta dengan melakukan teleportasi ke masa sekarang dan orang itu meminta jin yang berasal dari dimensi depan memberitahuku bahwa wanita dimasa sekarang akan segera di tumbalkan oleh jin karena ingin bercinta dengan manusia apakah di ijinkan atau tidak.
    aku sekarang di sedang dirasuki oleh orang – orang yang meraga sukma agar bisa bercinta dengan istri rosul yang sebentar lagi akan datang……………..! mohon di bantu……..wasalam

  53. WONG KLATEN

    SAYA SANGAT SETUJU DENGAN KI WONG ALUS

  54. Assalamu’alaikum wr.wb,
    Salam sugeng rahayu kagem sederek kawulo sedoyo.
    Sungguh suatu keindahan tak terhingga rasanya didalam hidup ini bila bisa sianmbung warta, sinambung crita, dan sinambung rasa hangrasa dijalur-jalur spiritual seperti ini. karena pada dasarnya semua insan, khususon yang berjuluk manusia akan selalu merasakan dahaga yang takkan pernah terhapuskan sekalipun air dilautan habis diminumnya, apalagi yang masih bersifat misterius yanghanya dapat dirasa tanpa bisa disaksikan kecuali oleh sipelaku sendiri secara pribadi.
    Dari sekian puluh tahun perjalanan memenuhi dahaga hati kan existensi alam selain alam yang kita diami sekarang ini sungguh terasa berjalan diatas onak dan duri, kadang-kadang harus berjalan diatas jalan yang ditutupi bara api, kadang terasa menanjak tak berujung kapan kita akan sampainya, dan kadang juga kita dihadapkan perasaan percuma.
    Tapi semua itu masih bisa terukur, hal yang paling berat dan tidak bisa diukur justru yang harus diwaspadai karena sifatnya sangat samar, adalah perasaan kita sendiri walau toh sudah dikatakan terlatih sekalipun, walaupun sudah diasah sekalipun, karena sesuatu yang ghaib ( samar bahkan tak terlihat dan tak terasa oleh panca indra fisik ) tidak dapat disebut gaib lagi seteleah seseorang baik sekelompok atau secara individual dapat dengan mudah dan gamblang menjabarkannya.
    Kita manusia ini secara intuisi tidak pernah bisa lepas dari apa populer disebut motivasi, waspadailah si motivasi pribadi ini. Karena energy motivasi ini sungguh sangat-sangat mudah dibelokan oleh yang namanya Unsur Keinginan, keinginan pribadi. Dan Keinginan pribadi itulah sebenarnya kunci kontak/starternya Nafsu, baik nafsu suci ataupun nafsu godlob.
    Itulah yang harus kita waspadai. Didalam perjalanan hidupnya Manusia tidakkan lepas dari proses seperti yang saya katakan diatas. Motivasi pribadi – mendorong ke rasa keinginan – Keinginan mendorong kepada Niat, niat sangat mudah dikelabuhi oleh Motivasi, karena motivasi seseorang adalah hal yang sangat mendasar dan sangat-2 tersembunyi.
    Sebagaimana hal sebuah ilmu kawruh, ilmu pengetahuan, buah ilmu pengetahuan, akan selalu menggelitik jiwa kita, mana yang terlahir lebih dahulu ?? Pengalaman yang dijadikan suatu teori atau teori yang dahulu yang harus diejawantahkan ?
    Dua-duanya mempunyai kedudukan yang sama diperlakukan oleh manusia yang hidup didunia ini. Tidak ada mana yang lebih dahulu mana yang lahir belakangan.
    Karena kedua-duanya tergantung pengalaman intuisi pribadi masing-masing. Ini baru membahas jembatannya antara alam fisik menuju ke alam metafisika.
    Kesimpulannya, kita harus benar-benar waspada terhadap diri kita sendiri, yang terkadang dorongan kuat keinginan untuk memproklamirkan siap nih kita terhadap khalayak ramai, dorongan keinginan itu sendiri bermotivkan tersembunyi sangat halus, agar kita mendapatkan pengakuan bahwa kita ini orang hebat yang telah bisa itu dan bisa ini, subhanallahu…….pedih bathin ini merasakan keprihatinan apabila kita telah melangkah sampai kearah sana yang artinya kita telah ditipu oleh diri kita sendiri didalam kita memperoleh ” WAH” dari sesama. Jujur saja Sayapun didalam menulis ini , secara rasa kok ada ya rasa muntup2 rasa ‘WAH” itu, ” Wah” siapa ” Wongso” itu ya ?? , Sekalipun motivasi saya menulis ini ingin meluruskan rasa yang muncul dari khalayak disini. Sekalipun saya tulis secara tersamar , namun toh tetap saya paparkan juga.Saya pamerkan juga apa isi diri saya bukan??, Inilah yang saya selalu merasakan berdiri diantara kebimbangan. Karena saya teringat, orang yang benar-benar berilmu itu berpegang kepada palsafah : ” kang karso ora Ngandiko “.
    yang artinya : Cukup dibuktikan dari perbuatan saja.
    Mohon dimaafkan.

  55. Mendingan kita setiap hari sibuk bagaimana sih mencatat kebiasaan kita di buku kecil, dosa dosa sepanjangan hari ini, terus kalau sudah tercatat semua, setiap hari kita minta di hapsu dosa yang kita catat hari ini, dosa juga yang tidak tercatat di masa lalu, dosa yang akan datang, yang tampak atau tersembunyi didalam dada, sehingga kalaian semua akan sibuk bertobat bukan sibuk mencari yang gak kelihatan, nyari kesealahan itu lebih sulit dari pada nyari jin, karena kebanyakan manusia tidak mau mengakui keselahan yang kecil apalagi kesalahan yang besar, sibuklah anda didalam mencari keselahan diri sendir dan dosa inyaAllah anad tidak disbukkan dengan barang yg tidak kelihatan.

  56. Enak kalau bisa bicara dengan roh orang yang sudah meninggal, kita bisa bertanya agama yang benar itu agama apa sih, Hindi, Buda, Kristen atau Islam sebagai Jalan Kita menuju surga He he he

  57. keren abiz

    gw lbh enak lagi bertemu sm kamu jonandataw,krn aku cinta padamu

  58. dnw

    keren abiz……haahahahahh……..

  59. salam ki wong alus,kaleh ki sabdo,sampeyan sampeyan iku alung ngguyu wae trs turu,karena pengetahuan pakai akal diladeni sama pakai rasa nggk bakalan nyambung,,,allah itu maha luas,,,,jadi nggk bisa saling rebut bener,,,amargo bener iku nafsu,,,nafsu iku akal,,,mendingan mimik kopi,,,,,,,
    nek wong waskito kudu ngerti yo iku manjinge roso..orak ono salah ora ono bener,nek do rebutan iku berarti aku isih ono…padahal sejatine aku ora ono..kabeh kersane allah….ewondene nemuni dalam wujud ruh wali,ruh kethek,ruh wedus kalau dirasakan baik untuk diri dan mahluk mahluk lain yo tetep baik…mengaku ruh nabi kalau wejangane dadi sengsaranya mahluk yo ojo digugu…karena semua mahluk alam dunia iku podo mung bedo ing rupo……..

  60. istiqfhar !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  61. Bertobatlah sebelum terlambat !! Tuhan akan Mengampunimu !!! GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: