KEMUKUS


Datanglah ke Gunung Kemukus setiap Kamis Pahing, Malam Jumat Pon. Anda akan mendapati tradisi turun temurun yang menyenangkan:  Ritual Seks Bebas!

Namun yang paling banyak kunjungan adalah pada bulan Suro. Tiap tahun orang yang berziarah ke Gunung Kemukus tidak pernah surut bahkan cenderung semakin banyak. Tercatat semalam yang datang ke gunung yang terletak di Sragen, Jawa tengah ini bisa mencapai 15 ribu pengunjung. Pada hari-hari biasa, pengunjung rata-rata antara 50 sampai 150-an orang. Puncak rame-ramenya pada malam 1 Suro saat dilakukan ritual membuka kelambu makam Pangeran Samodro.

Apa pesona daya tarik gunung yang lebih tepat disebut perbukitan ini? Tak lain karena di sana kita akan menjumpai “peradaban Indonesia” yang sesungguhnya. Yaitu banyaknya pengunjung dengan motif gado-gado dan sebagian besar adalah mereka yang bertujuan mencari berkah. Pengetahuan masyarakat akan hal-hal mistis yang masih dipahami sebagai klenik, serta pesona seks.

Sebenarnya, mencari berkah adalah tujuan yang mulia bila yang dicari adalah berkah dari Gusti Allah. Bila mencari berkahnya dengan cara meminta ke roh orang yang meninggal, ke jin-jin, ke batu-batu, ke kuburan keramat, mencari tuyul, dan meniduri isteri orang, maka yang terjadi jelas adalah kesesatan keyakinan.

Batin tidak akan pernah menjadi jernih laksana kaca. Batin akan tetap kotor oleh lumpur-lumpur keduniawian karena pencarian berkah, tirakat, akan bercampur baur dengan motif lain seperti selingkuh atau mencari kepuasan seksual dengan teman kencan.. Di Kemukus, kita bisa denga mudah menemukan teman kencan dan bahkan ada keyakinan bila kita mendapatkan teman kencan maka kita akan sukses karena tirakat kita diijabahi Tuhan.

Entahlah, apa ini merupakan bentuk tradisi hasil dari local genius (kearifan lokal) yang tetap harus dilestarikan atau tidak. Namun, sebagai sebuah fakta sosial keberadaan ritual seks Kemukus bisa merupakan sarana hiburan bagi masyarakat bawah laki-laki dan perempuan. Melalui ritual inilah kebebasan seks juga bisa dinikmati, bukan hanya hak pria saja namun juga perempuan.

Suasana di Kemukus memang menawarkan magnet bagi masyarakat.. kawasan yang pada hari-hari biasa gelap tiba-tiba menjadi terang seperti pasar malam. Penjual pernik-pernik mainan, penjual kacang rebus, rokok, penjual bakso hingga mie ayam menggelar dagangannya. Banyak juga yang menyewakan tikar untuk pasangan yang ingin indehoi. Di sini, indehoi sekali setahun selama tujuh tahun diyakini sarana menjadi sukses, makmur dan kaya.

Akan tidak bijaksana bila kita melihat fenomena kemukus dengan kaca mata hitam dan putih, halal dan haram… sebab sesuatu gejala memiliki latar belakang yang berlainan. Yang jelas, baik di tingkat nasional maupun lokal telah terjadi dominasi nilai-nilai ekonomis jangka pendek melebihi nilai-nilai adi luhung nenek moyang kita. Tradisi telah menjadi tradisionalisme yang tidak memiliki penggerak energi kemanusiaan ke arah yang lebih luhur.

Di Kemukus antara nasib baik dengan mengumbar syahwat memang tidak terpisahkan. Ini dilestarikan dengan sebuah keyakinan bersama yang dilakukan oleh mereka yang percaya dengan sepenuh hati. Bagaimana legenda Kemukus kok bisa jadi tradisi nyentrik seperti ini?

Syahdan, dikisahkan saat masa-masa akhir kejayaan jaman Majapahit sekitar abad 14 akibat munculnya kerajaan Islam di Jawa Tengah hiduplah di Gunung Kemukus dua manusia yang dimabuk asmara. Bukan dimabuk bir maupun mabuk dunia. Ya, mabuk asmara…

Mereka adalah Pangeran Samodro putra Raja Brawijaya Majapahit. Serta ibu tirinya yang juga selir Brawijaya, Nyai Ontrowulan. Menginjak dewasa Pangeran Samudro tiba-tiba punya krenteg atau keinginan untuk berhubungan asmara dengan Nyai Ontrowulan yang meskipun sudah berusia matang namun terlihat masih seksi.

Hubungan asmara di hati keduanya yang semakin mekar, akhirnya diputuskan untuk menikah agar terhindar dari dosa. Tempat pernikahan sudah ditentukan yaitu di Demak Bintoro. Namun, sampai di tempat tujuan pernikahan ada banyak duda kaya dan prajurit Demak jatuh hati kepada Nyai Ontrowulan yang parasnya cantik.

Para duda keren yang berduit pun berupaya menggagalkan pernikahan keduanya…. Khawatir rencana terganggu, Pangeran Samodro dan Nyai Ontrowulan lantas mengubah rencana pernikahan dan diam-diam mengadakan perjalanan ke arah selatan.

Saat berada di Gunung Kemukus, mereka tak bisa lagi menahan birahi. Di bawah pohon nagasari, mereka berhubungan seks. Masih asyik-asyiknya bercinta dan belum sampai orgasme, pasukan Demak Bintoro tiba-tiba melintas dan menghentikan dua makhluk yang dilanda hasrat ini. Terlibat adu mulut hingga berakhir pada perang kecil yang tidak seimbang.

Singkatnya, melihat Pangeran Samudro tewas di tangan prajurit demak, Nyai Ontrowulan memutuskan untuk bunuh diri dengan cundrik. Keduanya dikubur dalam satu lubang dan dalam lubang tempat terbunuhnya mereka itulah muncul sebuah sumber air jernih yang kini disebut sebagai Sendang Ontrowulan. Air sendang ini dipercaya memiliki bisa bikin orang awet muda, banyak rejeki dan tahan seks.

Dalam legenda juga dipaparkan munculnya asap, disusul suara dari atas makam Pangeran Samodro dan Nyai Ontrowulan yang baru dikuburkan. ”Barang siapa mau datang ke Kemukus dan bisa menyelesaikan hubungan seks tujuh kali, maka segala permintaanmu akan dikabulkan!!!”

Hmm… Kemukus..Kemukus…

wong alus

About these ads
Categories: KEMUKUS | 32 Komentar

Post navigation

32 thoughts on “KEMUKUS

  1. rosan

    gmn ya mas… kok gitu ya…. apa prakmatisme ?

  2. pamuji rahayu..

    heemmm.. kemukus… selalu kemukus… kendeng kendeng .. ibarat hangatnya bermain asmara…, duh..asmaragama…,

    ????….

    salam sihkatresnan
    rahayu,

  3. pamuji rahayu…,

    heemmm.. kemukus yang selalu berkukus…. jadi hangat dalam dekapan…, selalu kemukus kendeng kendeng… dalam jalinan asmaragama…, duh asmara….,????…sebuah tradisi yang justru banyak dminati.. ketimbang tradisi lain,.

    salam sih katresnan

  4. Yth Mas Eko, silahkan untuk berproses kreatif mas.. yang bisa kita lakukan hanya menulis. Ada manfaatnya atau tidak, terserah lah.. Bila ingin mendiskusikan ttg subud, adalah sebuah kehormatan. Siapa lagi yang peduli pada pelestarian budaya spiritual nusantara kalau bukan kita semua? Jangan nanti bila sudah diklaim negara tetangga, baru berteriak-teriak dan gelo.
    Terima kasih

  5. manusia perlu menerima sesamanya seperti apa adanya,tetapi dilain pihak manusia juga harus menampilkan dirinya seperti apa adanya dan menyatakan pendiriannya secara jelas dan tegas tanpa memaksakannya kepada orang lain.

    salam rahayu.

  6. abu amili

    Kemukus….tempat rekreasi dan sekaligus ritual eseek…asseeek….sampai 7 kali, berat juga ya….sampai tujum kali…..gmana semua yang pada percaya dengan mitos kemukus………ya…ya mudah2an para petualang Dunia, tidak berbondong-bondong kesana, dan kemukus hanya kenangan sejarah dan ditingal oleh para petualang dunia.
    Silakan dilanjut ki……mudah2an artikel ini menjadi wawasan kita semua…
    salam alus, sejati.

  7. Wong ndableg

    menurut mas…rata2 yg berkunjung kesana….cakep2 ga ? Terutama ceweknya….dan gimana kalo misalnya baru enam kali…tiba2 terserang impoten…dapet dispensasi ga ya….aku pernah liat dlm tayangan di tv..kebetulan pengunjung yg diwawancarai adl gadis berjilbat tinggi,putih mulus,hidup mancung,..rautnya bersih ga kalah sama gadis india ..dia mengaku dan berucap “….kalo gusti allah menakdirkan memang rejekiku dari sini dan dg ritual kemukus mau gimana lagi…kita khan cuma berusaha…ga tau hasilnya…coba kalo tuhan langsung memberitau kita..supaya hrs begini ato begitu tentu laen ceritanya…”gimana pandangan mas wong dg pemikiran spt itu ?!

  8. yth mas wong ndableg: setiap orang memilki perspektif sudut pandang yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh banyak hal, seperti situasi sosio kultural dan juga nilai2 spiritual mulai yg paling mikro spt keluarga, kerabat, ,masyarakat, tingkat pendidikan, spirituitas pribadi… Dan pengalaman hidup. Jadi, benar menurut a belum tentu benar menurut b. Jadi Kebenaran manusia itu relatif tergantung sudut pandang masing2. Namun ada juga kebenaran yg obyektif dan absolut, yaitu kebenaran Tuhan… Yaitu Kebenaran yang memakai kacamata tuhan. Nah, ini yg sulit karena kita harus benar2 mengetahui kehendak Tuhan. Dengan alat apa kita mengetahui kehendakNya? Ya dgn hati nurani. Lebih lanjut lagi, bagaimana agar hati nurani mengenal kehendakNya? Monggo kita belajar bersama2 dengan niat yg baik untuk itu… Selanjutnya, mari kita menakar kebenaran sebuah tradisi kemukus ini dgn kebeningan batin. Tidak dengan emosional dan pikiran yg Apriori. Terima kasih dan salam asah asih dan asuh…

  9. lorMuria

    Hmmm..
    MasyaAllah

  10. eko black

    terima kasih mas atas tanggapanya, sesungguhnya bukan hanya subud yang akan kami cari, tapi juga perjalanan tokoh2 spiritual jawa dan nusantara . hingga kami dapat juga mengopservasi jejak keilmuan dan tempat kebeadaannya. Mungkin mas wong dapt membantu kami.terimaksih

  11. yudi

    Waduh wongalus perkenalkan,nama saya yudi, saya yang bodoh ini mau urun rembug, ketika kita mendapati sebuah kenyataan yang sungguh sangat miris saya membaca tulisan anda ttg gunung kemukus, himbauan saya hendaknya kita lebih arif menyikapi. Cerita antara Pangeran Samudro dan ibu tirinya Nyai Ontrowulan terhanyut dalam nafsu yang menggelora, Nafsu itu100% hanya ada pada manusia dan binatang. Jadi ketika ada iming-iming kalau kita bisa mengikuti apa yg dianjurkan (sampai 7 kali), “maka segala permintaanmu akan dikabulkan!!!” Membuat saya mengernyitkan jidat sampai terlipat., ada lagi hasil wawancara “kalo gusti allah menakdirkan memang rejekiku dari sini dan dg ritual kemukus mau gimana lagi…kita khan cuma berusaha” Inilah sebuah pemahaman mengenai “gusti Allah” yang sangat dangkal, Untuk membedakannya barangkali sangat mudah : Kalau yang suka aneh2 (seks bebas rame2, hura2, serba ngumbar napsu ) itu hanyalah pekerjaan “manusia” disitu tidak ada “gusti Allah”nya sama sekali. Menopo leres makaten pakdhe…? Nuwun

  12. Wala taqrrobuzzina innahu kana fahisyatan wasaa sabila… “jangan kau mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan munkar|… wewarah itu prinsip dasar dalam konteks kemukus ini. Namun sekali lagi mengadili sebuah perkara tidak hanya dilihat dari fiqih-nya, tapi ada ushul fiqih dan seterusnya hingga mempertimbangkan sesuatu dengan sangat bijaksana. Nah, tinggal kita menelusuri latarbelakang sesorang itu datang ke kemukus, termasuk niatnya… bila dia tidak punya cara lain selain “menjual tubuh” dan niatnya hanya untuk “mencari keridhoan Allah SWT” demi menghidupi anak yang hampir mati kelaparan… Tuhan pasti punya pertimbangan sendiri… Sama seperti dilarang makan babi, namun bila di sebuah hutan hanya ada hewan babi,… ya akhirnya babi itu halal…
    sementara itu, bagi kita sekarang ya monggo dijawab sendiri dengan pikiran dan rasa yang awas eling lan waspada… dengan rasa ingkang menep madep ke Gusti kang Akaryo Jagad alit lan Jagad gede…

  13. Abdullah

    Assalamualaikum wong alus!setakat mana kebenaran cerita Pangeran samudera @ pangeran naga sari itu?Dari mana wong alus dapat maklumat tentang cerita itu?Semuanya terlalu lama dan banyak kelemahan kerajaan lama untuk merekod setiap aktiviti..Fikirkanlah saudara kerana kita merupakan khalifah dimuka bumi dimana mempunyai kemampuan untuk membezakan yang hak dan batil..Upacara seperti itu tidak patut berlaku!Kita perlu mentauhidkan Allah s.w.t!(Pangeran Naga sari digelar Pangeran Samudera kerana beliau mengawal perairan nusantara serta menyebarkan syiar Islam)

  14. wah itu ajaran budaya yang keblinger, jelas2 berhubungan sex diluar nikah adalah haram, kalo itu di jadikan budaya negara dan ajaran Islam akan RUSAK harusnya budaya itu di musnahkan. dan yang perlu di garis bawahi islam tidak mengajarkan untuk berzina jadi Pangeran Samudra tidak bisa disebut penyebar syiar Islam karena telah mengingkari Syariad Agama Islam. terima kasih mohon petunjuk jika ada kata yang salah

  15. faisal

    semua kita kembalikan kepada sang hyang akaryo jagad, kewajiban kita mencari jati diri kita, tuhan menciptakan manusia tentunya bukan sebuah produk yang tanpa makna pasti ada maksudnya…… kita musti mencari maksud dari penciptaan ini dan juga ada beban yang musti kita ambil sehingga kita tahu sangkan paraning dumadi yang endingnya kita mengetahui robul ‘izzah

  16. RBTK

    Jaman udah edan !!!!!!

  17. nderek nyimak dame wawasan kale copas

  18. >Coldfire99

    @RBTK ndan sedulur sekalian:
    maaf, sekedar mengingatkan… tidak boleh menyebutkan “jaman edan”.. karena jaman adalah waktu yg juga merupakan mahluk ciptaan ALLAH SWT. karena yg edan/gila itu manusia dan jin-nya bukan waktunya…
    dlm hadist diterangkan larangan mengatakan “zaman gila/edan” karena ALLAH murka telah dihina salah 1 mahluk ciptaannya yg taat.. waktu akan terus berjalan menurut kehendak ALLAH tidak akan mundur maju lambat cepat walau hanya sesaat saja…
    dan dlm Quran surah al’isra: wal’asri, innal insana lafii husri, illa ladzina amanu… dst..
    artinya: “demi masa, sesungguhnya manusia itu semuanya dalam kerugian!!! kecuali mereka orang2 yg beriman dan beramal soleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran”. ..
    dlm ayat tsb dikatakan yg “RUGI-meRUGI” itu kita2nya .. bukan waktu.. justru klau kita lalai maka kita akan tertinggal oleh zaman…

    maaf… semoga bermanfaat bagi saya dan sedulur sekalian…
    terimakasih salam rahayu…

  19. Dargombez

    Coba dulu ah…siaPa tau dpt jodoh disono, kemukus tggu kedatanganku.

  20. Abdul halik

    Tidak ada sesudah kebenaran melainkan kesesatan.(benar apa tidak ritual2 di kemukus ini,baik dari sudut pandang agama,budaya dll)jadilah kita manusia yg bijak dlm menyikapi.salah dan benar ada pada hati kita sendiri,

  21. ucup

    Manusia hanya makhluk yang lemah dan silau akan harta benda dunia saja…untuk apa kita mencari kekayaan,keberkahan ke alam gaib itu perbuatan syirik saudara2 ku,,lebih baik kita minta kekayaan,keberkahan ke gusti alloh,,liat lah banyak bencana di indonesia itu adalah teguran dari alloh,,agar kita bertaubat dijalannya…apakah anda berfikir???
    HANYA MANUSIA2 BODOH / SERAKAH YANG MENCARI KEKAYAAN KE ALAM GAIB.
    INGAT HIDUP DI DUNIA CUMA SEMENTARA..
    LEBIH BAIK SUSAH DI DUNIA SENANG DI AKHIRAT…
    pertaubatlah saudara2 ku kembalilah kejalan alloh…
    jauhilah kemusyrikan dekat kanlah ibadah

  22. sherly dahliya

    Apa sech yg anda cari di dunia ini???
    Amal sholeh / harta benda??
    dengan seiring waktu berjalan kita harus menyeimbangkan dalam mencari keberkahan dan amal sholeh…apa bila mencari keberkahan,keselamatan dengan mengunjungi kuburan sebagai tempat keramat seperti makam wali alloh,dan makam yang dianggap tempat untuk mendatangkan kekayaan.itu merupakan perbuatan syirik/menyekutukan alloh.mana ada dalam ajaran islam kita mengunjungi makam wali alloh dengan memakai menyan segala lah itu jelas perbuatan syirik.lebih baik memakai doa2..
    Janganlah akidah kita hancur dalam mencari keberkahan,kekayaan,keselamatan dengan mengunjungi kekuburan..
    Syukuri saja apa yang telah di beri oleh alloh untuk kita agar kita menjadi manusia yang bersyukur atas nikmat alloh…
    hanya alloh yang beri rizki kita bukan mengunjungi ke kuburan untuk mendapatkan rizki..

  23. salam damai

    hidup adalah pilihan pilihan, setiap pilihan mengakibatkan pertanggungjawaban, oleh karenanya biarkan kemukus sebagai pelengkap warna warni kehidupan. Tugas kita hanya mengingatkan ini lurus itu sesat selanjutnya silahkan subjek yang menentukan/memilih, bukankah tempat kembali yang disediakan ada 2 kalo gak surga ya neroko. maaf kalo salah

  24. Terima kasih informasinya,semoga saya bertemu lawan jenis yang cantik disana

  25. Apa boleh ana bersetubuh dengan istri yang sah disana

  26. sona

    boleh jga utk dibuktikan

  27. opo tenan to jane’

  28. paijo

    iseh akeh tradisi sing modele ngono kwi…

  29. Airin Digimedia

    Prakenton

  30. Raharjo

    Sejarah otentik Raden Samudra yg bisa dipercaya yang mana ya bingung aku, hehehe

  31. Kebudayaan yang menciptakan aliran sesat! Istilah ritual sex bebas dgn pasangan yang tetap, teruskan
    praktek pesugihan ini siapa yang akan memberimu GARANSI untuk di dunia dan akherat nantinya…….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: