METAFISIKA KESATUAN RUH


Bagian paling sejati dari manusia adalah ruh. Keabadian ruh adalah paling nyata terlihat pada mereka yang telah menggunakan kesadaran makrifatnya dengan lurus. Bismillah…

Ruh tidak melekat pada tubuh manusia. Meskipun dia dikatakan berada “di dalam” diri manusia, namun ia tidak sungguh-sungguh dibatasi oleh tubuh yang berada di dalam ruang dan waktu. Ruh adalah sebuah bentuk yang tanpa waktu dan berada di luar waktu, yang berlaku kekal dan abadi sejak sebelum penciptaan alam. Untuk dikenali, ruh kemudian “masuk” ke dalam tubuh/jasad yang ada di dalam ruang dan waktu.

Bisa dikatakan ruh menjelma menjadi manusia yang berjasad dan berjiwa. Bentuk dan rupa ruh hingga kini tidak diketahui. Apakah bentuknya seperti manusia namun seperti bayangan belaka ataukah seperti asap, tidak diketahui. Kita hanya bisa mengatakan bahwa ruh adalah bagian manusia yang paling halus. Kenapa tidak diketahui? Itu sebab kita tidak pernah melihat, mendengar, meraba ruh sebelumnya. Sehingga bentuknya tidak ada di dalam gudang memori manusia. Pada tulisan terdahulu yang berjudul HIDUP YANG SEMENTARA telah sedikit diulas bahwa pengetahuan kia tentang ruh itu bukan berasal dari pengamatan/pengalaman.

Pengetahuan tentang ruh sudah diinstal secara otomatis ke dalam diri manusia. Manusia tinggal membuka program dan kemudian mengaplikasikannya. Alat untuk mengetahui tentang ruh adalah akal budi yang merupakan sumber hidup manusia yang sesungguhnya. Meskipun mendiskusikan soal ruh adalah sebuah upaya yang sia-sia, namun ruh juga tidak sepenuhnya menutup diri dari pengetahuan akal. Adalah watak dasar manusia untuk ingin tahu tentang segala hal, termasuk soal ruh ini. Ruh kemudian diletakkan sebagai barang atau benda yang berada di “luar” diri dan kemudian diteliti secara obyektif.

Salah satu cara untuk mendekati keberadaan ruh ini adalah menganalisa mereka yang sudah mengalami NEAR DEATH EXPERIENCE yang kemudian memberikan banyak pengetahuan tentang ruh. Banyaknya kejadian orang yang mengalami NEAR DEATH EXPERIENCE atau pengalaman saat mengalami kematian sementara ini membuktikan satu keyakinan: bahwa ada “sesuatu” yang hidup saat tubuh jasad fisik ini tidak berfungsi. “Sesuatu” yang menyadari, mengetahui, dan bisa menceriterakan kembali kejadian-kejadian runtut itulah akhirnya bisa disimpulkan bahwa ada satu entitas metafisis dalam diri manusia. Entitas itu kemudian disebut dengan RUH. RUH ADALAH TUHAN DALAM DIRI MANUSIA. Tidak ada dualitas karena sesungguhnya RUH MANUSIA DAN DZAT TUHAN TIDAK BERBEDA. KEDUANYA SESUNGGUHNYA SATU KESATUAN.

Bagaimana sejarah awal “kesatuan” antara ruh manusia dengan ruh Tuhan? Sebenarnya secara logika, pertanyaan ini pun juga mengandung kesalahan. Kenapa juga kita selalu memisahkan antara dua ruh yang sesungguhnya cuma satu? Inilah akibatnya bila kita menggunakan akal untuk menakar sebuah perkara. Adalah watak akal untuk memilah-milah/ menganalisa/memotong-motong obyek sebagaimana halnya sebuah benda atau barang saja. Padahal obyek kajian kita kali ini adalah ruh yang bersifat metafisis! Ah, sebelum pembicaraan kita mengenai ruh ini menjadi meaningless/tidak bermakna tidak salah kita teruskan saja membaca tanpa apriori terlebih dulu. Jangan dulu ditanya benar atau salah pendapat saya kali ini. Yang jelas, ayo dibaca saja tanpa prasangka dulu baru kemudian dikritik. Monggo, lha wong ini cuma pendapat/opini kok.

Semua hal terjadi karena sebuah proses. Bumi, matahari, bulan, galaksi tercipta karena proses ledakan besar. Begitu pula dengan ruh. Ruh juga mengalami proses penciptaan sehingga menjadi seperti sekarang ini. Syahdan diungkap dalam “kitab teles” kasunyatan, awalnya hanya ada satu dzat saja yang Ada. Dzat itu tidak punya nama sebab dia tidak dikenal. Lha siapa yang mengenal kalau hanya satu dzat saja? Bukankah nama-nama tersebut ada karena ada dua atau lebih sesuatu sehingga perlu diberi nama? Coba kalau hanya satu, maka tidak perlu dberi nama. Lha siapa juga yang memberi nama kalau hanya ada satu diri di “alam awang uwung?” Boleh dikatakan saat itu hanya ada satu ruh saja. Ruh yang satu ini memiliki energi kreatif yang berlimpah. Dia kemudian ingin “dikenal”.

Hmm… kata “dikenal” ini sebenarnya tidak tepat. Kata ini sama sekali tidak mewakili apa yang sebenarnya “diinginkan”-Nya. Apalagi kata “dikenal” sudah mengalami pemiskinan makna seperti abad sekarang. Dia bukanlah selebritis sebagaimana yang kita kenal di dunia sinetron. Namun, apa ada kata lain yang mewakili ya? Yang jelas, Dia Yang Satu ini kemudian berkata “Kun Fayakun”… “terjadilah”… kata ini mengandung maksud bahwa Yang Satu ini ingin menjadi Yang Banyak. Yang Satu ingin mengejawantah menjadi Yang Banyak. Yang banyak ini kemudian menjadi partikel-partikel mulai yang terkecil yang tingkat kesadarannya sederhana hingga yang paling sempurna tingkat kesadarannya.

Yang Satu oleh karena itu berusaha melepaskan diri dari kesendiriannya. Ruh Yang Satu mulai berpindah dari situasi “berada di luar dirinya” ke dalam situasi “berada bagi dirinya.” Sebab “berada bagi dirinya” bisa terjadi karena ada kesadaran-kesadaran Yang lain dari Yang Satu. Perlu diingat bahwa yang terjadi saat itu adalah Ruh Yang Satu kemudian membebaskan dirinya untuk diinterpretasi oleh Yang Lain Yang Bukan Diri-Nya. Proses ini ibarat manusia menciptakan komputer yang cerdas yang bisa melakukan perlawanan termasuk pengakuan bahwa komputer itu bikinan manusia. Setelah proses Kun Fayakun tersebut: Kini sudah ada dua ruh. Ruh Yang Satu dan Ruh Yang Lain.

Kehendak Ruh Yang Satu kemudian memasrahkan kepada Ruh Yang Lain untuk berkarya. Yang terjadi dalam peradaban manusia saat itu adalah lahirnya kesadaran bahwa dia berbeda dengan alam sekitarnya. Dia tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan kosmos-nya alam. Dia beranggapan manusia harus memiliki kehendak bebas sendiri dan kesadaran inilah yang akhirnya membuat dia merasa memiliki otonomi diri yang tidak ada korelasinya dengan Tuhan. Kehendak rasional manusia kemudian mengalami subyektivasi. Manusia menjadi hipokrit, dipenuhi selubung nafsu dan kenistaan. Nilai-nilai diputarbalikkan sedemikian rupa karena semakin tidak menyadari dunungnya. Eksistensinya menjadi absurd dan konyol. Itu karena dia tidak memahami bahwa awal muasal semua yang bereksistensi ini sejatinya hanya Yang Satu.

Mulailah manusia menata peradaban berdasarkan bentuk-bentuk hidup dengan prinsip subyektivitas. Kenapa subyektif? Sebab dia tidak melibatkan Yang Satu dlam proses penciptaan selanjutnya….. Bentuk dan nafsu-nafsu manusiawi dilembagakan secara formal. Diciptakan kebiasaan, diciptakan adat istiadat, diciptakan peradaban, diciptakan filsafat hidup dan ilmu pengetahuan, diciptakan tata kenegaraan, diciptakan sistem nilai-nilai yang dijadikan perangkap eksistensi manusia. Merasa hidup dalam sosialitas yang belakangan diketahui sangat mengerikan akibat ulahnya sendiri itu, manusia kemudian menciptakan agama! Dengan agama, manusia sebenarnya sedang membuat dogma dan mitos-mitos baru.

Siapa bilang agama diciptakan Tuhan untuk manusia? Manusia sendirilah yang menciptakan agama untuk dirinya sendiri. Tuhan tidak beragama. Tuhan tidak butuh agama. Jangan libatkan urusan Tuhan untuk mengungkung kebodohannya. Tuhan terlalu suci dari dosa-dosa manusia yang terbiasa merekayasa kebutuhan-kebutuhan dirinya dan merasa seolah-olah paling tahu apa yang dia butuhkan. Manusia memang sudah sedemikian egois. Astaghfirullah!!!

Inilah tahap yang terjadi saat ini. Manusia sengaja melemparkan dirinya, menjauh sejauh jauhnya dari kesatuan dengan Ruh Yang Satu. Diri manusia yang menjelma dalam ego perorangan memasuki kawasan yang lebih rumit lagi. Ruhnya terpendam di dasar diri dan tidak mampu untuk bergerak. Kecuali apabila nanti jasad manusia sudah dinyatakan mati, maka nyawa ruh akan kembali menyatu dengan Yang Satu. Sebelum mati, diri manusia membuat suatu tata tertib yang lebih rumit lagi. Manusia harus berkeluarga, manusia harus bermasyarakat, manusia harus bernegara, manusia harus memiliki pandangan hidup yang benar dan lurus, manusia hidupnya harus melaksanakan rencana-rencana A, B, C, D, dan seterusnya….

“Keharusan-keharusan” itu secara sengaja kemudian menciptakan peradaban dan sejarah dunia. Sejarah dunia yang dipenuhi dengan pertumpahan darah, egoisme dan pemuasan nafsu jasad saja. Bila proses penghancuran jagad cilik dan jagad gede oleh si jagad cilik ini terus berlangsung maka jangan harap ruh manusia akan mampu menemukan kesatuan dengan ruh Yang Satu. Dibutuhkan sebuah proses penghancuran kesadaran secara massif alias proses laku utama: “Mati dalam Hidup” sehingga manusia menemukan kembali jati dirinya. Inilah jalan makrifat tertinggi yang harusnya ditempuh oleh kita semua: KAWULO DENGAN GUSTI SEBENARNYA MANUNGGAL DAN JUMBUH. SEBAB SEMUANYA ASALNYA DARI YANG SATU DAN KESATUAN ITU KINI SUDAH DIHANCURKAN DAN DIRUSAK OLEH MANUSIA.

Dalam kitab suci kata “ruh” itu selalu dinyatakan dalam bentuk tunggal, bukan jamak. Juga dinyatakan sebagai ruh-Nya. Tidak ada satupun ayat di dalam Al Quran yang menyatakan bahwa ruh itu diciptakan oleh Tuhan. Sebab Ruh-Nya hanya satu yang kemudian nitis kepada manusia agar manusia dapat membangkitkan kesadaran dirinya sendiri bahwa dia adalah citra-Nya. “Maka, apabila Aku telah menyempurnakannya, dan Aku tiupkan ruh-Ku ke dalamnya, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”

Ini salah satu ayat dalam kitab suci yang memaparkan bahwa Yang Satu (Tuhan) mentamsilkan “tiupan” ruh ke dalam diri manusia. Nah, karena Tuhan tidak bermulut, maka kita perlu memahami kata “tiupan” itu sebagai limpahan, pancaran, emanasi ruh-Nya. Itulah sebabnya semua mahluk tidak terkecuali jin dan malaikat dulu diminta untuk sujud kepada manusia. Kenapa? Sebab manusia adalah limpahan Ruh Tuhan. Ia selalu suci, tidak tersentuh ego karena dipancarkan dari “pribadi” yang menjadi manifestasi yang menyejarah di bumi.

Jasmani manusia kini jumlahnya bermilyar-milyar yang terbentang dari barat ke timur, namun berapa jumlah manusia yang menyadari bahwa dia sejatinya adalah diri ruhani yang merupakan pancarah Ruh-Nya? Teramat sedikit dan mungkin bisa dihitung dengan jari dan yang kita kenal hanyalah para Rasul, nabi, wali, avatar, atau apapun namanya yang berperan untuk kembali menuntun umat manusia agar menyadari perannya sebagai pribadi manifestasi Ilahi. Pribadi yang tidak menyadari perannya sebagai manifestasi Ilahi berakibat fatal.

Dunia akan kiamat dan yang mampu menyelamatkan hanya manusia yang kembali menjadi pribadi yang terkendali oleh ruh. Jika jiwa/nafs merupakan substansi yang menyebabkan makhluk menjadi hidup dan menjalankan kodratnya maka ruh merupakan substansi yang mampu mewujudkan iradat manusia. Bila manusia hidup memiliki kodrat dan iradat, maka iradat manusia hanya bisa bekerja dengan benar bila dibimbing oleh ruh. Iradat yang benar bukan hasil dorongan dari luar yang palsu, tapi tumbuh dari dasar pribadinya.

Ingatlah bahwa manusia sudah dibekali dengan kesempurnaan penciptaan. Dibekali dengan sarana dan prasarana, baik fisik dan metafisik untuk manunggal kembali dengan iradat-Nya. Bukankah KAWULO SESUNGGUHNYA ADALH GUSTI???? “Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ruh-Nya ke dalamnya. Dia menjadikan bagimu pendengaran, pengelihatan dan perabaan. Tapi sedikit sekali kamu yang bisa bersyukur!”

Terakhir, memohon maaf bila interpretasi tentang ruh ini ternyata salah dan melenceng dari kebenaran. Itu semata-mata proses yang saya lakoni masih sangat terbatas dan semoga akan terus berproses hingga akhir hayat. Sehingga tercapai benar-benar pengetahuan makrifatullah tentang METAFISIKA RUH YANG SEJATINYA HANYA SATU DAN TIDAK ADA YANG LAIN. “Timur dan Barat adalah kepunyaan Allah. Maka kemana saja menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas dan Maha Tahu”

(Wong Alus)

About these ads
Categories: METAFISIKA KESATUAN RUH | 37 Komentar

Post navigation

37 thoughts on “METAFISIKA KESATUAN RUH

  1. jened

    salam sejahterah ki wong alus
    ingin sekedar sharing berhubung saya juga seorang pencari , selama ini dalam perjalanan saya, saya berusaha membuang semua pemikiran apapun , berusaha menjadi orang polos tanpa aling2 apapun baik itu agama atau tuhan yang sering dibicarakan manusia , sebagai manusia biasa saya ingin sekedar berpendapat dan sekedar ingin mendapatkan setitik demi setitik pencerahan , dimana selama ini perjalanan batin yang saya lalui , tidak ada sesuatu yang dihebohkan biasa saja, tidak ada kejadian2 aneh seperti sebuah kiasan2, biasa saja , tidak ada kegaiban , hanya sebuah kesadaran dimana ketika dalam kesunyataan tiada lagi hal2 yang ditanyakan , berdirinya bagai penanggap kehidupan , kun fayakun terjadilah , selama peleburan batin ada sebuah kesadaran dimana semuanya tidak pernah ada penyebab utama dari sebuah kejadian2 di kehidupan ini seakan2 seperti “beginilah ya inilah adanya” , “iqro’ lihatlah ya lihatlah , ya begini ini …” tidak ada lagi batasan dualisme , bukan lagi tuhan bukan lagi mahkluk , hanya exsistensi tanggapan dan yang menanggapi sebuah pertunjukan disana perannya, lalu menurun kepada peran2 sifat dan peran2 fisik , seakan2 terpisah sesungguhnya tidak ada yang terpisah, maaf kalo bahasanya agak kacau , hanya sekedar berusaha menyampaikan persepsi , karena pengetahuan saya tentang istilah2 seperti di quran atau kitab2 lain sangat minim ,

    salam sejahterah

  2. Itulah sebabnya semua mahluk tidak terkecuali jin dan malaikat dulu diminta untuk sujud kepada manusia.

    ——————————————————————————————————–

    nuwun sewu ki alus saya kutip tulisan panjenengan…………
    sebenarnya saya agak ragu juga apa betul malaikat dan jin disuruh Allah utk sujud kepada adam….setahu saya setelah baca2 ngalor ngidul…dulu bumi ini dihuni oleh jin….mungkin maksudnya manusia2 jaman dulu seperti atlan dan lemuria….sedangkan menurut kepercayaan agama samawi…adam itu manusia pertama…padahal sudah ada jauh sebelum adam lahir sudah ada manusia, kalo menurut orang arab yg konon punya silsilah nabi adam hingga nabi muhammad….adam kira2 sekitar 9000 tahun lalu…..jadi pertanyaan saya untuk saya sendiri terutama…..apakah betul adam manusia pertama? apakah kalo malaikat dan jin(mungkin yg dimaksud iblis) disuruh sujud lalu adam tidak ikut sujud atau adam juga ikut sujud? kalo benar adam manusia pertama apakah adam tinggal di planet bumi atau diplanet lain, sebab human being2 itu menurut saya tersebar diseluruh jagat raya tidak hanya manusia dibumi ini….sedangkan banyak planet lain yg jauh lebih tua dari bumi dan sudah dihuni lalu punah seperti mars yg menyimpan misteri karena terdapat kandungan air tanda dulu ada kehidupan…..jadi maksudnya anak cucu adam tersebar diseluruh jagat raya ini…..

    nuwun sewu ki kalo kurang berkenan….maklum pertanyaan wong nglindur….hihihihihihi

  3. ahmad zainul ihsan arif

    Ki Maha Pecinta, tulisan ini telah menjawab pertanyaan saya di FB. Makasih ki

  4. jened

    Yth semua rekan
    mungkin kalo bicara tentang adam , entah bagaimana menurut rekan sekalian , selama perenungan saya , saya merasakan adam dan hawa hanyalah sebuah kiasan , dinyatakan sebagai manusia pertama ,sebuah keinsyafan pertama dalam kesadaran mahkluk akan pengetahuan ilahiah dan juga godaan akan dimana hanyalah sebuah pertemuan dua (maaf ) kelamin berlawan jenis yang tergoda lalu sebagai hukumannya lahirlah sebuah kelahiran di dunia fana ini yang merasakan suka dan duka , mudah2an ada tambahan dari rekan2 sekalian

  5. Yth Mas Jened, Mas Zainal & Ki Mastono: terima kasih atas pendapatnya mas. Menurut pemahaman saya, adam dan hawa tidak hanya simbol tapi benar-benar manusia seperti kita yang memiliki kewarasan dan kesadaran ilahiah. Semoga begitu. Dia dan juga hawa adalah manusia pertama di bumi yang turun dari surga. Sebelum adam, hanya ada malaikat dan berbagai jenis makhluk termasuk spesies mirip manusia namun tidak memiliki kesadaran keilahian dan nalar sehingga tidak dihisab amal perbuatannya. Ada juga jin yang membangkang yang disebut iblis. Iblis membayangkan bahwa manusia yang akan diturunkan Tuhan adalah jenis makhluk yang mirip manusia, sehingga dia protes. Namun Tuhan menegaskan bahwa makhluk baru ini berbeda dengan yang dibayangkan iblis. Makhluk baru “manusia” ini sudah dilengkapi kesadaran “nama-nama segala benda” yang merujuk pada pengetahuan sangkan paraning dumadi dan wahyu. Sementara makhluk yang mirip manusia sebelum adam belum dilengkapi dengan wahyu.
    Adam sebagai manusia pertama ini juga diperkuat dalam Isra Mikraj yang dilakoni Muhammad SAW. Sang Nabi ini bertemu di langit terakhir sebelum Muhammad bertatap muka dengan Gusti Allah untuk menerima perintah ibadah.

  6. terkait dengan makhluk manusia” ini, memang adanya di bumi saja. Yang di luar bumi, tetap banyak makhluk lain namun tidak diberi “label” manusia. Dia juga diberi petunjuk/wahyu sendiri-sendiri. Jadi kehadiran manusia sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta memang harus ditafsirkan sebagai rahmat bagi semesta atau dunianya manusia saja. Bagi dunia lain selain bumi yang dihuni makhluk Tuhan yang lain jelas diberikan dunia, surga, neraka, pertimbangan amal kebaikan, kitab sucinya sendiri-sendiri. Wallahu a’lam.

  7. sebenarnya saya juga berpendapat begitu ki alus……tapi yg jadi pertanyaan adalah……nas itu kan artinya manusia kalo menurut qur’an atau biisa juga berarti jiwa2 yg berbahagia, sedangkan makhluk2 lain selain dibumi pasti ada yg jiwa berbahagia juga dan itu juga manusia…mungkin kalo panjenengan suka artikel2 xenology walaupun belum bisa dibuktikan secara ilmiah….bahwa bangsa lemuria jauh sebelum kita, mungkin juga sebelum nabi adam, telah menciptakan peradaban sangat tinggi, karena peperangan dgn bangsa atlantis dan bumi pun rusak karena peperangan dan menyebabkan populasi manusia hampir punah pada waktu itu….bangsa lemuria yg selamat pun pindah ke planet di gugusan bintang plaides dan menetap disana hingga sekarang…dan bangsa lemuria maupun atlantis sudah bisa menciptakan peradaban jauh lebih tinggi dari peradaban kta….kalo gak salah di qur’an juga disebutkan bahwa orang2 terdahulu itu lebih kuat dari kita, dan mungkin protesnya malaikat atas penciptaan adam dan memvonis manusia itu suka perang karena mungkin malaikat melihat peperangan antara bangsa atlan dengan bangsa lemuria………………saya kira adam itu bukan manusia pertama kali tapi memang adam itu bapak dari manusia sekarang ini, ini dugaan saya lho, sedangkan adam itu mungkin juga keturunan bangsa lemuria atau atlan yg selamat dan diselamatkan oleh Allah utk kemudian disadarkan dari keakuan yg keiblisan yg menyebabkan perang dan diberi kemampuan menamai nama2 benda sesuai dengan nama2 Allah………….sedangkan iblis itu adalah simbol dari keakuan adam yg sepihak pada waktu itu, maka dari itu wujud iblis itu antara ada dan tidak, saya kira bagi para pewaskita akan kesulitan mencari siapa iblis itu sebenarnya karena itu hanya sifat, sedangkan perwujudan iblis itu bisa dari jin dan manusia…………….ini hanya pendapat saya lho ki….semoga berkenan dan saling melengkapi

  8. Yth Ki Mastono, waduh saya terus terang tidak berani berspekulasi terlalu jauh ki. Sejarah peradaban manusia mulai yang tertua hingga postmodern banyak yang diwarnai mitologi dan juga bias. Bahkan ada pula yang cenderung untuk dijadikan komoditas ekonomi karena kisah-kisah fiktif pun bisa dijual. Awal mitologi bangsa Atlantis adalah apa yang disampaikan oleh filsuf Plato, guru Aristoteles sekitar 360 SM.

    Plato menulis tentang Atlantis dalam bentuk Dialog Timeaus dan Critias. Dialog ini adalah percakapan antara Socrates (guru Plato), Hermocrates, Timeaus dan Critias, Socrates menjelaskan tentang masyarakat ideal versinya, sementara Timeaus dan Critias bercerita kisah yang bukan fiksi.

    Kisah ini merupakan kisah konflik antara bangsa Athena dan Atlantis 9000 tahun sebelum masa Plato. Kisah yang sudah terlupakan tetapi muncul kembali dibawa oleh Solon (600 tahun SM), seorang Sage dari Hellena yang mendapatkan secara lisan dari pendeta Mesir di Sais. Solon menyampaikan kisah ini kepada Dropides, kakek buyut Critias. Dropides menyampaikannya kepada putranya, (yang juga bernama) Critias, dan diteruskan kepada Critias, sang cucu.

    Nah, Plato kita ketahui bukan sejarahwan handal. Dia adalah seorang filsuf yang rasionalistis dan tidak berangkat dari data-data akurat. Toh saat itu kita ketahui belum lahir sisiplin ilmu sejarah sebagaimana kita kenal sekarang. Dan saya percaya Plato menyampaikan sejarah Atlantis itu hanya perumpamaan mitologis bahwa hidup di dunia ini hanyalah bayang-bayang belaka.

    Selama lebih dari 2000 tahun, Atlantis menjadi dongeng dan banyak ilmuwan yang tidak berani secara terang-terangan mengakui adanya Atlantis. Tetapi sejak abad pertengahan, kisah Atlantis menjadi populer di dunia Barat. Banyak yang menganggap Atlantis (jika ada) terletak di Samudra Atlantis, bahkan ada yang menganggap Atlantis terletak di Amerika sampai Timur Tengah. Para penduduknya dianggap sebagai Dewa, makhluk luar angkasa, atau bangsa superior. Tetapi kebanyakan peneliti tidak memberikan bukti atau telaah yang cukup meyakinkan.

    Sebagian besar hanya mengira-ngira. Salah satu peneliti yang mengklaim telah menemukan Atlantis adalah Robert Sarmast, seorang arsitek Amerika keturunan Persia. Ia menyebutkan bahwa Atlantis dan Taman Firdaus adalah sama.

    Fakta menyebutkan bahwa benua Atlantis tenggelam secara perlahan-lahan karena serangkaian bencana, termasuk gempa bumi. Hanya beberapa tempat di bumi yang mempunya kecenderungan seperti itu dan Samudera Atlantis tidak termasuk. Sarmast menunjukkan bahwa Laut Mediteranian adalah lokasi atlantis, tepatnya sebelah tenggara Cyprus dan terkubur sedalam 1500 meter di dalam air. Penelitian menunjukkan bahwa permukaan air di daerah Mediterania 5000 tahun lalu jauh lebih rendah dibanding masa sekarang.

    Hal ini dibantah oleh Prof. Arysio Santos dari Brasil. Santos mengatakan jika Atlantis dan Taman Firdaus adalah sama, maka seharusnya deskripsi ini harus sejalan dengan seluruh tradisi keagamaan dan kepercayaan seperti Budhisme, Hinduisme, Islam, Kristen, kepercayaan Indian Amerika dll, yang menceritakan tentang Taman Firdaus, sebagai tempat asal mula manusia.

    Santos bahkan menuduh mereka yang percaya dengan atlantis ini terlalu terburu-buru dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Dengan wacana Atlantis ini kunjungan wisatawan ke Cyprus melonjak tajam. Para editor, produser film, agen media dll mendapat keuntungan besar.

    Sementara itu Dr. Pavlos Flurentzos, seorang arkeolog Cyprus sendiri menolak wacana itu karena Plato secara tegas mengatakan bahwa Atlantis berada di luar Laut Mediterania. Pernyataan ini didukung oleh Dr. Michel Morisseau, seorang ahli geologis Perancis yang tinggal di pulau Cyprus. Dia mengatakan ‘Aku sangat terkejut mendegar berita (penemuan) itu karena tidak berhubungan sama sekali dengan fakta geologis dan kita harus berhati-hati jika dalam mengumumkan hal tersebut…

    Nah, karena kadar spekulasi masih belum bisa diyakini, ada baiknya kita berangkat dari hal-hal yang kadar keilmiahannya sudah terbukti. Dan yang paling menyelamatkan adalah, apakah tidak sebaiknya kita kembali ke kitab suci saja? Toh ini akan lebih menyelamatkan akidah kita. Namun sebagai tambahan wacana, apa yang panjenengan sampaikan akan semakin membuat kritis kita semua agar tidak begitu saja percaya bila tidak ada data dan bukti yang akurat. Terima kasih ki. Rahayu…

  9. ya memang atlantis dkk ini hanya untuk obrolan di warung kopi ki…heheheheh….tapi walaupun belum terbukti kebenarannya tetap saja menarik bagi saya utk disimak, yg panjenengan sampaikan itu ya versi lengkapnya, tapi memang ada indikasi2 bahwa peradaban jaman dulu sudah sangat maju, seperti pembuatan piramida mesir yg sangat akurat, juga ada diduga piramida2 didaerah lautan jepang yg tenggelam, juga misteri segitiga bermuda, dunia ini memang penuh misteri ki, kan kita dari dulu hanya “didoktrin” dari guru agama kita bahwa adam lah manusia pertama, sebagai wong ndableg tentu saya tidak percaya begitu saja….ya inilah resikonya jadi wong ndableg dan ngeyel seperti saya ini…hehehehe….mau mencari tahu yg sebenarnya malah pusing sendiri gak nemu apa yg dicari, mungkin beda kalo saya ini manutan tentu akan menerima “doktrin” agama dengan mudah.

    saya kira kalau kita mempertanyakan apa iya adam manusia pertama? tentu bukan berarti menyangkal kebenaran yg ada di al Qur’an secara saya orang islam, tapi lebih mengkritisi pemahaman kita saat ini, tentu boleh2 saja kita berkata “sebaiknya kembali ke Qur’an dan sunnah” atau “yg tidak ada di Qur’an dan sunnah jangan diikuti”, tapi dengan pemahaman Qur’an dan sunnah yg benar atau mendekati kebenaran, sebagai contoh , dulu gereja2 di eropa meyakini bahwa bumi itu datar dan langit seperti kubah,da n matahari mengitari bumi, dan yg berpendapat lain dari gereja akan dibakar sepertio galileo, begitu mengetahui bumi itu bulat , langit tidak sepeprti kubah, dan bumi mengitari mathari maka terguncanglah gereja2 di eropa dan memasuki abad2 renaissance, apa ya mungkin ini akan terjadi kelak yg seperti ini di masa mendatang, hanya Allah yg tahu.

    ketika nabi terakhir datang membetulkan kesalahan umat nabi2 terdahulu maka siapa yg membetulkan atau mengoreksi kesalahan2 umat nabi muhammad SAW sekarang??? tentu temuan2 ilmiah, kalo hanya debat kusir tentang syariat tidak akan menyelesaikan masalah, dan saya kira mungkin…ini mungkin lho…masalah atlantis dan lemuria serta kebudayaan2 kuno lainnya bisa menjadi temuan ilmiah dimasa mendatang, salah satu contoh lagi ki, ada temuan reaktor nuklir purba berusia 2 milyar tahun di gabon afrika, bahkan bahan bakunya uranium seperti sudah diayaki serta terdapat pengolahan limbah nuklir dengan benar kecanggihannya melebihi reaktor nuklir jaman sekarang, reaktor itu kira2 berusia atau beroperasi selama 500 ribu tahun, walaupun ada juga yg berpendapat ini reaktor alami bukan bikinan manusia, tapi dengan mempercayai ini setidaknya kita bisa percaya bahwa manusia tidak berasal dari monyet seperti teori darwin dan ras manusia berasal dari langit, entah itu dari planet lain atau apa kita tidak tahu.

    dengan mempercayai bahwa kemampuan kita menafsirkan al Qur’an sangat terbatas maka kita telah menyadari bahwa kita itu sangat kecil dan lemah, oleh karena itu dilarang utk saling merasa benar sendiri apalagi sampai menghakimi seperti gereja2 di eropa abad pertengahan, saya kira semuanya ada di Qur’an tinggal penafsiran kita saja yg perlu kita tingkatkan kualitasnya, segala sesuatu tentang mitos belum tentu juga salah, hanya saja kita bisa tidak mengubah dari mitologi menjadi ontologi dan memahaminya dengan benar, sudah terlalu banyak kita dijejali berbagai misteri didunia seperti UFO dkk yg konon menampakkan juga di masa lampau jauh sebelum jaman modern, dunia ini memang penuh misteri ki, semoga kita menjadi orang2 yg terbuka hatinya akan ilmu2 Allah yg sinengker………………….nuwun

  10. Amin…. nuwun dan salut ki, memang penafsiran terhadap kitab suci harus terus dilanjutkan didekonstruksi dan dikonstruksi kembali dengan jembar nalar dan ego yang disempitkan. Sebuah ajakan yang sangat arif bijaksana dari panjenengan ki. Kulo manut kemawon atur panjenengan sami.. Salam kasih sejati…

  11. manut ya manut tapi jangan ikut2an yah…heheheheh….bisa jadi saya yg salah, ya memang diskusi dengan panjenengan ini memang mengasyikkan ki alus dan terus terang saya sangat menikmatinya dan semoga saja bukan dalam rangka utk mencari pembenaran diri sendiri tapi lebih ke saling melengkapi, bertukar ilmu sehingga kita bisa semakin pandai dan arif………terus berkarya ki dan keep posting tentang hal2 yg bermanfaat bagi kami2 semua pecinta kampus wong alus……………….matur nuwun

  12. pamuji rahayu..

    sugeng tetepangan malih Ki Wong Alus dan Juga Kadhang mudho M4stono., wah panjenengan pada gayeng tenan niki.. kulo tak menjadi penikmat saja.. waaahhh… sampun tansah lami kulo ambles bumi maya…, rasanya kangen dengan para kadhang ingkang kinasih .. mugya panjenengan sedaya tansah karaharjan kasugengan nggih Ki…, namung saged urug rembug meniko.. mugya ampun dados penggalih.., monggo dipun lanjut nggih Ki.,pembabaran panjenengan kekalih tansah ndadosaken kawruh ingkang sanget wigati.., nyuwun gunging pangaksami.
    matur sembah nuwun
    rahayu..,

  13. Yth Ki Hadi Wirojati, injih ki.. poro sanak kadang sami kangen kalihan penjenengan lho. Kok tiba-tiba hilang dari peredaran di dunia maya, dan apa sudah lupa dunia maya ya… sehingga memilih jagad kasunyatan.. hehe wah pasti ada keperluan yang mendesak yang harus diselesaikan ya ki??? Yah, semoga para sanak kadang sedaya tetap diberi keselamatan batin dan lahir. Ternyata, kita semua masih tetap manusia biasa ki… kalau ada satu sedulur yang tidak kelihatan, pasti jagongan jadi kurang gayeng. Sebab kopi anget yang sudah disuguh kok nggak ada yang nyruput hehehe… selamat datang kembali ke dunia maya ki, dunia wacana menebar ide dan gagasan, sekaligus belajar bersama olah rasa… lha saya senang menggunakan istilah kampus untuk hal ini. Namun karena gedung perkuliahannya tidak ada, struktur organisasi rektorat dan mahsiswanya ndak kelihatan, dosen-dosennya pun gaib dan tidak ada yang dibayar jadi saya sebut saja kampus wong alus… lha kita-kita ini semua lak “wong alus’ njih ki… tidak pernah kelihatan namun bisa jangongan ngalor ngidul… hehe… nuwun ki, monggo gantosan panjenengan ingkang mbeber kawicaksanan. Rahayu.

  14. wong samar

    Nyuwun pitedah ,dateng pundi anggen kawulo saged anemahi panjenengan ndiko, sahenggo kawulo saged nyuwun kawelasan piwulangan . Nuwun

  15. KangBoed

    hihihihihhi.. dimana engkau berada di situlah ALLAH bersama.. Telah HIDUP GENERATOR dalam DIRI.. memancarkan Cahaya Illahi..
    salam sayang

  16. Ki Umar

    Assalamu alaikum,,,
    Subhanallah,,sy sungguh bahagia bs mengenal blog ini, terasa sangat brmanfaat, Smg admin: wongalus, dkk, senantiasa diberi olehNYA kesehatan dan umur panjang yg barokah.
    sy ingin bertnya: knp disebut “YANG SATU” bukannya adlh “YANG ESA” krn “SATU” itu berbilang, berjumlah, berbagi. ½ + ½=1, 3:3=1, sbuah Segitiga sama sisi pun bisa berarti satu tp bisa juga berarti 3 (sisi). Maaf trlihat spt mslh spele, tp prnh sy mengikuti diskusi tentang TRINITAS, ternyta SATU dan ESA itu beda, dan jika salah mengartikan, akan berbeda pula tafsirannya. Nah, bolehkah sy artikan dr artikel diatas YANG SATU sy sebut sbg YANG ESA. Ataukah ada perbedaannya??
    Mhn penjelasan lbh lanjut ttg kalimat ini (mhn maklum sy msh awam ^^): “… kata ini mengandung maksud bahwa Yang Satu ini ingin menjadi Yang Banyak. Yang Satu ingin mengejawantah menjadi Yang Banyak.”
    Mhn maaf bl ada salah2 kata,

  17. wongalus

    Yth Wong Samar: kulo wonten tlatah wetan mas. Sidoarjo. sumonggo mbok bilih kersa nyambung paseduluran copy darat. Ananging kulo tiyang cubluk mas. Rahayu.

    Yth Kang Boed, trims. Lama nggak jumpa.. sibuk beramal ya?

    Yth Ki Umar: Terima kasih atas tambahan kritisnya. Bahasa memang sangat terbatas untuk menafsirkan sifat Tuhan yang “AHAD” ini. Monggo DIRASAKAN mana yang paling sesuai dengan RASA SEJATI kita. terima kasih.

  18. Anonymous

    Sayamah yakin kalo atlantis teh jin, soalnya ada unicron ama bisa telepati, tapi gak ada yang ngak mungkin bila Allah sudah berkehendak.

  19. mvslich

    Hanya Allah yang tahu ats semua itu. Sebenarnya kita adalah Allah tapi Allah bukanlah kita.mohon di hayati…

  20. mihad zayi

    assalam….saya ingin tau tentang apa yang sebenarnya yang menjadi nama dari ruh..??

  21. mihad zayi

    “sesuatu” yang hidup saat tubuh jasad fisik ini tidak berfungsi. “Sesuatu” yang menyadari, mengetahui, dan bisa menceriterakan kembali kejadian-kejadian runtut itulah akhirnya bisa disimpulkan bahwa ada satu entitas metafisis dalam diri manusia. Entitas itu kemudian disebut dengan RUH. RUH ADALAH TUHAN DALAM DIRI MANUSIA. Tidak ada dualitas karena sesungguhnya RUH MANUSIA DAN DZAT TUHAN TIDAK BERBEDA. KEDUANYA SESUNGGUHNYA SATU KESATUAN.
    maaf ya mas..ini tulisan mas saya kutip dan saya akan coba berikan pengalaman saya waktu terbukanya hijab saya pada nur makrifatullah… saya coba jelaskan tentang ruh yang mas katakan TUHAN MANUSIA DALAM DIRI MANUSIA> Saya jelasin ya mas.. RUH adalah nyawa bagi setiap manusia yang hidup dia bukan tuhan dalam diri manusia tapi dia berhamba pada akal diri manusia tersbut.. RUH itu semacam robot yang dapat kita gunakan untuk sesuatu yang bersifat nyata dan ghaib. dan ruh itu tunduk pada akal manusia.. RUH itu sama seperti manusia wujudnya yang membedkannya dgn manusia hanya zatnya…ini sekilas pengetahuan saya tentang RUH berdasarkan apa yang saya alami sekarang ini..bahkan sekarang ini saya jaani kehidupan bersama ruh ruh yang berusaha menjadikan saya seorang yang sempurna dalam ibadah dan kehidupan…

  22. mihad zayi

    Ini salah satu ayat dalam kitab suci yang memaparkan bahwa Yang Satu (Tuhan) mentamsilkan “tiupan” ruh ke dalam diri manusia. Nah, karena Tuhan tidak bermulut, maka kita perlu memahami kata “tiupan”
    ini satu lagi dari tulisan mas saya bantah ya..agar tiada yang menyimpang dari makna ketuhidan.. bila mas ingin tahu dalam SURAT AR RUUM ayat 30 di situ diterangkan bahwa ” Manusia diciptakan ALLAH menyerupai DIRINYA.” Jadi bila kita kaji dari bunyi ayat tersebut jelaslah bahwa ALLAH itu menyerupai kita..RUH itu bukan di tiup oleh ALLAH>mas hanya menjabarkan penciptaan manusia pertama NABI ADAM..KITA manusia keturunan adam lahir dari rahim loh mas dan hidup karena ALLAH memerintahkan MALAIKAT untuk Meletakkan Ruh kita waktu KITa masih Di rahim saat berumur 4 bln.. JADI SAYA HARAP MAS DAPAT MENYEMPURNAKAN TULISAN MAS.DAN CARILAH MASUKAN DARI ORANG ORANG YANG BENAR BENAR TAHU MAKRIFATULLAH AGAR TIADA YANG DI BODOHI.. WASSALAM SAYA LATHIF LA ILLALAH…

  23. ass….saya setuju dengan pendapat ki alus tuhan dan manusia sebenarnya SATU#TUNGGAL,tuhan ya …AKU …yg sebenarnya,ANDA ADALAH TUHAN DALAM BENTUK MANUSIA ,manusia adalah binatang yg berakal kalau kita buang binatangnya jadilah manusia,sebelum adam ada magluk secara fisik seperti manusia tapi tidak punya akal hidupnya seperti binatang,begitu ada manusia yg mempunyai akal sehat itulah yg beradab maka dia adalah ADAM {ada magluk yg beradab,mempunyai akal},itulah seberkas pemahaman saya ,bila ada yg keliru mohonmaaf.wss…

  24. Kadithea

    Asalamualaikum……. Puntenya ka sadaya nu aya di dieu pami kapercanten nami sim kuring kadi.s
    ti tatar tasikmalaya seja rurumpaheun di rorompok aki aki sadayana !
    Ngiring ngariung nu di pamrih sangkan nambihan pangaweruh, nambahan ku panalar kangge simkuring nu ngarumaoskeun jalmi nu jauh tina pangaweruh nu saat ku pangabisa, mudah mudahan ku tiasa mendakan bumi aki didieu sing tiasa nambihan pangaweruh +wawasan simkuring dina milari katenangan+kasalametan hirup di dunya rawuh akherat na ! Amin….,

  25. anwar

    alhamdulilah,atas berkat rahmat ALLAH,kami insya allah bisa membantu saudara yg punya penyakit belum bisa sembuh,isyaallah kami bisa membantu masalah penyakit baik medis maupun non medis(santet,guna guna,hidup sial dll)
    manusia di wajibkan iktiyar dan bertawakal
    silahkan konsultasi dgn kami di
    anwarmuhamad93@yahoo.co.id
    semua penyakit pasti ada obatnya kalau kita mau berusaha dan
    minta petunjuk dari ALLAH penguasa alam semesta,demikian semoga pengumuman ini bisa bermanfaat
    amien

  26. ass…..manusia sebenarnya TUHAN.dan TUHAN sebenarnya manusia,….BINGUNG…YAH.semuanya SATU….DIA adalah AKU,AKU adalah DIA juga……SATUHUNE ARA ANA PANGERAN AMUNG INGSUN.

  27. rizal

    assalamualikum sedulur KWH
    numpang kasih pertanyaan yang mungkin bisa memperdalam pemahaman tentang ruh. “RUH ADALAH TUHAN DALAM DIRI MANUSIA. Tidak ada dualitas karena sesungguhnya RUH MANUSIA DAN DZAT TUHAN TIDAK BERBEDA. KEDUANYA SESUNGGUHNYA SATU KESATUAN.” dari pernyataan diatas, rumah manusi dan tuhan adalah sama. saya jadi teringat sifat tuhan yang berbunyi. muhalifatahu lilhawadis, artinya berlainan dengan yang baharu maksudnya zat dan bentuk antara tuhan dan manusia tidak boleh sama.
    satu lagi , kalau ruh manusia adalah ruh Allah, pertanyaannya mengapa Allah menyiksa ruh manusia di neraka dan memberikan kesenangan di surga? hal ini sama dengan menyiksa dirinya sendiri?
    dua alasan saya ini mudah mudahan dapat menyumbang pemahaman kita tentang ruh manusia
    salam kompak semua warga KWH
    rizal

  28. Jack Santana

    Duh, saya benar-benar senang menemukan blog ini, kok ya baru sekarang……
    Sulit sekali memang memahami eksistensi ruh itu, hampir tak mungkin kita bisa menemukannya. Karena kita sekarang ini membicarakan ruh masih pakai akal, fikiran didimensi ruang dan waktu, padahal disatu sisi kita menyadari ruh berada diluar dimensi ruang dan waktu. Sehingga kita sering terjebak dengan kalimat kalimat yang berputar putar.
    Nah nah nah….kita ni seneng bicarakan ke hal hal yang sulit dijangkau, sehingga kitamemeras akal untuk menafsir – nafsirkan dengan bebas sebebas bebasnya
    karena memang tidak ada dan tidak perlu pembuktiannya, dan kitapun tidak perlu malu karena tidak ada tolok ukuran tulisan tersebut bermakna benar ato kagak.
    Sapa yang mau nyalahin dan sapa pula yang mau mbenerin ???
    Tapi otak kita sudah dipaksa habis-habisan untuk menyelaminya. Duh duh duh.
    Terlalu jauh kita mencoba menelaah dan mencari eksistensi ruh itu apa dan bagaimana ?
    Yang keliatan mata sajalah coba kita lihat misalnya Matahari……
    Tiap hari kita lihat, lha itu saja kita bingung kok, tu matahari khan api melulu kalo dilihat oleh Teleskop , segede apa tu Matahari ya ?
    Terus Mata kita melihat cahaya bisa bikin terang kelihatan sesuatu, tapi burung hantu gak perlu pake cahaya kalo melihat……….
    Terus tu pohon pisang ama pohon mangga tumbuh berdekatan dari tanah yang sama, tapi berbuah beda….
    Tanah ????
    Tanah itu apa sih ya ?
    Uaaah buanyak yang kita tidak mampu menalarnya……apalagi kalo kita melihat Jagat Raya…..yang sampe tujuh ribu turunan manusia gakkan mampu bisa mencapai bintang centaury…….karena jarak yang begitu jauh tapi ya kok bisa nyampe kealam fikiran kita…..
    Aneh deh rasanya kalo bahas hidup, kehidupan, ciptaan atau diciptakan atau tercipta oleh sang Pencipta……
    Apa lagi kita mau bicara tentang ruh, untuk menjawab kenapa daun harus berwarna hijau pada umumnya ? ada apa dengan hijau ?
    Kenapa batas pandang kok jadi berwarna biru ? kok tidak kuning ?
    Kenapa kalo manusia yang berjenis wanita kok lemah lembut , sekasar-kasarnya tetap kulitnya lembut…….
    Terus dimana pangkalan angin ya ?
    Oooh teorinya angin adalah udara yang bergerak…..Lha udara itu apa ? Oksigen O2 itu ya ? Lha apa O 2 itu , bahannya dari apa ? apa O2 itu sudah masuk ke zat hakekat belum ya ?
    Waduuuuh butek deh ni kepala, nuwun akh mau cari duit buat biaya anak kuliah, nti kita sambung lagi deh ya teman2….
    Maafin ya…

  29. Jack Santana

    Hemm………
    Menarik sekali membicarakan sesuatu yang diluar batas dimensi kita ini, namun jujur saja, sampai saat ini belum ketemu orang yang telah berhasil menembus alam ruh kembali kedunia dan hidup lagi, kecuali tentunya Nabi besar Muhammad Saw.

    Kalau saja ada orang yang telah berhasil meninggal dan ruhnya kembali kebadan asalnya terus menceriterakan bagaimana rasanya menjadi ruh itu ?
    Apakah masih lengkap dengan mata kepala telinga rambut kaki, jari tangan, kaki dan apakah berjalan diatas bumi atau melayang……..
    Tapi orang tersebut harus benar-benar disaksikan kematiannya oleh orang banyak, jadi kita takkan ragu lagi mengenai bagaimana rasanya jadi ruh itu, bagaimana melihat ruh orang lain ???

    Ada gak ya kira2 kejadian begitu……
    Hehehe maaf ngglambyar……..

  30. Aqshalfaz

    Ass..w wb…pingin gabung nh

  31. Imas Sylvaite

    blog ini apa masih dibuka gak ya??????????????

  32. bocah48

    ijin nyimak buat nambah ilmu…

  33. santri kuburan

    yg jelas nabi adam as itu adalah MANUSIA MODERN & BERBUDAYA pertama. karena sjak beliau ada di surga, terbukti sdh mengenal budaya walaupun msh sangat sederhana sekali.

  34. Rdy_Burneo

    ALLAHURUHUN JASADUN MUHAMMADUN
    Allah adalah Ruh Jasad adalah Muhammad

    ALLAHU AKBAR adalah kumpulan dari pada sekalian RUH

  35. klo emng bgtu berarti aku adlh km & km adlh aku, bgtu jg antara manusia semua ya sma bersaudara…..klo blh q bertanya,dmn kh Tuhan meletakan ruh dlm dri manusia ?

  36. mohon bantuannya karena semua wanita atau gadis prawan akan di tumbalkan oleh orang yang ingin bercinta dengan melakukan teleportasi ke masa sekarang dan orang itu meminta jin yang berasal dari dimensi depan memberitahuku bahwa wanita dimasa sekarang akan segera di tumbalkan oleh jin karena ingin bercinta dengan manusia apakah di ijinkan atau tidak.
    aku sekarang di sedang dirasuki oleh orang – orang yang meraga sukma agar bisa bercinta dengan istri rosul yang sebentar lagi akan datang……………..! mohon di bantu……..wasalam

  37. DELING JATI

    @bomers……menghasud atau terhasud itu bukan pribadi yang utuh….. itu hanya imajinasi anda saja yang harus diwaspadai oleh anda sendiri….untuk orang lain tidak begitu berpengaruh,…pertarunagn baik buruk itu akan terus berlangsung sampai alam semesta ini hancur… tinggal bagaimana kita saja menyikapinya…. kekuatan jin dan konco2nya, termasuk para peragasukma yang tidak amanah hanya akan bisa menyentuh wanita gadis perawan yang lemah imannya….. tidak untuk wanita gadis perawan solihah kuat iman dan pribadinya…… shollu ‘ala maratus-sholihah…… amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: