MAKRIFAT SUNAN KALIJAGA


Jeng Sunan Kalijaga ngling
Amdehar ing pangawikan
Den waspada ing mangkene
Sampun nganggo kumalamat
Den awas ing pangeran
Kadya paran awasipun
Pangeran pan ora rupa

Nora arah nora warni
Tan ana ing wujudira
Tanpa mangsa tanpa enggon
Sajatine nora nana
Lamun ora anaa
Dadi jagadipun suwung
Nora nana wujudira


(Sunan Kalijaga berkata, memaparkan pengetahuannya.
Hendaknya waspada pada yang berikut ini.
Janganlah ragu-ragu. Lihatlah Tuhan secara jelas.
Tapi, bagaimana melihat-Nya.
Karena Tuhan itu tidak memiliki rupa.

Tuhan tidak berarah dan tidak berwarna.
Tidak ada wujud-Nya. Tidak terikat oleh waktu dan tempat.
Sebenarnya Ada-Nya itu tiada.
Seandainya Dia tidak ada,
maka alam raya ini kosong dan tidak ada wujudnya.)

–Serat Siti Jenar, Tan Khoen Swie Kediri 1922

Pendakian spiritual itu mulai dari mana? Mulai dari syariat dulu, kemudian menuju tarikat, hakikat dan akhirnya sampai pada makrifat? Atau Makrifat (mengenal Tuhan) dulu, kemudian penghayatan hakikat, kemudian menjalankan tarikat dan melaksanakan syariat? Menurut saya, pendakian spiritual bisa dari mana-mana. Kita tidak perlu kebingungan terhadap mana yang harus terlebih dulu kita jalani. Semuanya boleh sebagai titik pijak untuk memulai perjalanan.
Ada banyak teman yang memulai perjalanan spiritual dengan “tidak percaya” terhadap adanya Tuhan. Lalu belajar tentang ilmu ketuhanan, dan setelah kedewasaan intelektualnya mengalami kemapanan dan kemudian dia yakin adanya Tuhan dan kemudian menjalankan syariat. Yang demikian ini hebat.

Ada yang memulai dengan menjalankan syariat agama. Sebab dari kecil dia berada di dalam lingkungan yang taat beragama. Oleh orang tuanya, dia dididik untuk menjalankan syariat agama secara leterluks. Kemudian seiring perjalanan usianya, dia mulai mencari tahu dengan banyak belajar tentang agama, yang telah dijalaninya selama ini. Himngga kemudian pengetahuan dan perenungannya sampai pada hakikat. Kemudian dia menjalani laku suluk/tasawuf dan akhirnya mendapatkan pencerahan Makrifat. Yang demikian ini luar biasa.

Ada pula yang tidak mulai apa-apa. Ya tidak menjalankan syariat agama, ya tidak berusaha mencari tahu tentang Tuhan. Dia skeptis dan agnostik terhadap berbagai wacara agama serta kerokhanian. Dia seakan puas dengan apa yang ada pada dirinya. Otaknya tidak digunakan untuk berpikir tentang Tuhan. Namun, di tengah hidupnya dia dipaksa untuk menerima banyak hal yang tidak mauk akal hingga suatu ketika kesadarannya mengalami “BYAR”. Tiba-tiba dia sadar apa yang telah dijalaninya selama ini. Dia pun menemukan Tuhan di dalam hidupnya. Sukur alhamdulillah.

Suatu saat dalam hidupnya, Tuhan pasti akan datang membawa cahaya-Nya yang suci. Dia akan menerangi diri pribadi kita sehingga yang sebelumnya hanya mampu melihat fakta-fakta dengan inderanya, maka setelah pencerahan Tuhan itu datang maka dia mampu untuk melihat hubungan antar fakta dan akhirnya menemukan kesimpulan bahwa hanya ada satu Tuhan yang wajib disembah oleh manusia.

Tuhan itu bukan benda-benda. Tuhan ya Tuhan. Adanya berbeda dengan apa yang pernah diketahui oleh manusia. Yang pernah diketahui oleh manusia berasal dari pengalaman inderanya. Nah, wujud Tuhan ini tidak ada di dalam gudang memori manusia. Sehingga mengatakan Tuhan seperti A, B, C pasti jelas bukan Tuhan. Tuhan sebagaimana yang dibayangkan oleh manusia, tentu berbeda dengan Tuhan sebagaimana wujud-Nya yang asli. Anggapan tentang Tuhan beda dengan Tuhan yang sebenarnya. Sama seperti anggapan saya tentang mobil Mercy, tidak sama dengan mobil Mercy yang sebenarnya. Sebab saya buta tentang mobil, apalagi tidak pernah memiliki mercy sebelumnya sehingga penggambaran saya tentang Mercy berbeda dengan Mercy yang sebenarnya.

Dikatakan oleh Sunan Kalijaga, sebenarnya wujud Tuhan sangat jelas… sangat sangat jelas! Nah, kejelasan ini pasti tidak dimaknai sebagaimana kejelasan benda-benda. Benda bisa dilihat oleh indera. Namun wujud Tuhan? Disinilah kita akan semakin beranjak arif bahwa Tuhan yang tidak bisa digambarkan oleh kata-kata manusia itu harusnya tidak dilihat dengan indera. Namun oleh “sesuatu” yang adanya jauh berada di dalam diri manusia. Yaitu batin yang intuitif yang disebut dengan guru sejati. Guru sejatilah yang mampu mengantarkan kita untuk melihat dengan jelas diri pribadi. (sukma sejati) Diri sejati adalah tempat bersemayam Tuhan dalam diri manusia. Di situlah Tuhan duduk di atas arasy.

Sukma sejati atau Diri Sejati berasal dari Cahaya Yang Terpuji yaitu dari NUR MUHAMMAD. Nur Muhammad hanya ada SATU. Dan NUR MUHAMMAD inlah yang selalu mendapatkan PANCARAN ILAHI. Semua yang ada ini pada mulanya satu, termasuk manusia. Asal cahaya itu satu. Pancarannya ke segenap arah inilah yang menyebabkan terjadinya “aku” yang jumlahnya banyak. Meski sekarang kita melihat YANG BANYAK namun itu semua adalah perwujudan dari satu CAHAYA.

Melatih kepekaan batin yang intuitif oleh karenanya sangat penting. Berbagai macam cara dilakukan oleh peradaban manusia untuk menemukan Tuhan di dalam diri manusia. Misalnya dengan berkhalwat, atau mengadakan perjalanan spiritual ke tempat-tempat yang sepi untuk kemudian berdzikir hingga dia merasakan kefanaan.

Dalam kesendiriannya, sang pejalan spiritual akan menemui banyak ilusi/bayangan yang mempesona batin. Namun dia tidak boleh menggap bayangan itulah kenyataan Tuhan. Perjalanan diteruskan hingga pendakian memasuki godaan besar. Dia ditawari berbagai macam kemuliaan dunia. Egonya yang masih melekat pada harta, benda, tahta dan wanita ditantang agar dituruti namun dengan imbalan dia harus menghentikan perjalanannya. Ini tahap berbahaya menuju final.

Bila perjalanan diteruskan lagi, dia akan sampai pada kesendirian dan kesenyapan, Tiba-tiba semua yang nggandoli egonya terlepas begitu saja. Dia tidak butuh apa-apa lagi. Di tahap ini, semua pendamping perjalanan yang selama ini menemaninya satu persatu otomatis terlepas. Pengiring batin terlepas, Malaikat lepas karena tidak sanggup menemani lagi, semua saudara gaib melepaskan dirinya. Ya, dia polos seorang diri menuju Tuhan. Dia kini sudah dituntun oleh Tuhan sendiri untuk melihat Sang Penuntun, yaitu AKU. Ya, manusia sudah bisa melihat AKU SEJATI-NYA tanpa was-was tanpa samar-samar lagi. AKU SEJATI itu begitu terang benderang.

Inilah saat mind/pikiran/budi/rasa sudah tidak lagi digunakan. Atau disebut dengan NO MIND. Dia sampai tahap SUWUNG atau FANA. Kata tidak lagi mampu untuk membahasakan apa fana itu. Sebab kata sangatlah terbatas untuk menggambarkan sesuatu. Apalagi ini menunjuk pada kata yang bukan kata benda, bukan kata sifat, bukan kata keterangan, bukan kata kerja, bukan apa-apa…. ya paling gampang kita sebut saja SUWUNG alias MBUH ORA WERUH. Sebab kita tidak membutuhkan berbagai alat indera dan batin lagi. Kita hanya pasrah, sumeleh, sumarah saja pada Iradat GUSTI. **

(wongalus)

About these ads
Categories: MAKRIFAT SUNAN KALIJAGA | 67 Komentar

Post navigation

67 thoughts on “MAKRIFAT SUNAN KALIJAGA

  1. pamuji rahayu….

    semoga kimas wong alus beserta keluarga selalu didalam rahmat Allah……
    ijinkan saya sedikit urun rembug untuk menanggapi tulisan panjenengan tentang idola saya kanjeng sunan kalijaga…………

    tak bisa dipungkiri beliau termasuk salah satu mubaligh yg paling sukses ditanah jawa dan kekaguman terhadap beliau tidak hanya datang dari kalangan santri tapi juga datang dari kalangan spiritualis berbasis aliran kepercayaan,
    salah satu ajaran beliau yg agak kontroversi adalah sholat dhaim, kebanyakan orang salah mengartikan sholat dhaim itu membaca kalimat Allah terus menerus dan tidak usah mengerjakan sholat 5 waktu sebab sudah terliputi oleh kalimat yg dibaca terus menerus tersebut, tapi bagi saya pribadi syariat itu harus dilakukan walaupun setinggi apapun pencapaian spiritual kita, sholat dhaim menurut pengertian saya adalah sela diantara tiang2 agama yg berjumlah 5 yg mewakili 5 waktu dan sela2 itu harus diisi dengan kalimat2 Allah yg indah walaupun tidak terucap tapi di dzikirkan secara sirri, itulah shoalt dhaim yg sejati

    kanjeng sunan kalijaga juga mewakili nafsu lauwamah atau nafsu yg menyesali diri tapi sudah agak terlambat, ini disebutkan di serat dharmogandhul, di serat itu disebutkan sunan kalijaga tidak berhasil menasehati raden patah untuk tidak menyerang sang ayahandanya sendiri di majapahit, padahal sang nata di majapahit sudah berbaik hati memberikan tanah perdikan di glagahwangi (demak) tapi apa balas jasa dari sang anak? karena sang ayah sekaligus sang nata di majapahit yg non muslim dan dicap kapir kopar oleh sang anak dan para sunan lainnya, oleh karena itu sang sunan kalijaga yg tadinya berbaju putih2 beralih ke baju wulung sebagai simbol penyesalan yg mendalam atas sikap sang raden patah yg beliau emong, idi dalam serat dharmogandhul yg kontroversi ini kita bisa melihat dari sisi lain, kebanyakan kita melihat babad demak hanya dari segi baik2nya saja tapi tidak disebutkan sisi kelamnya, inilah watak manusia apabila sudah diliputi nafsu kekuasaan.

    didalam berspiritualis kita hendaknya tidak terlalu larut didalam istilah2 syariat tarekat hakekat makrifat, semua itu hanya bahasa istilah manusia, sedangkan Tuhan punya bahasa sendiri yg jauh lebih mulia, tapi memang hendaknya kita menjalankan syariat dulu sebagai sarana latihan untuk mendengar panggilan tuhan secara langsung didalam hati kita, tapi bagi yang mau mengenal tuhannya terlebih dahulu untuk kemudian menjalankan syariat ya monggo2 saja asal jangan sampai hati kita terbelenggu api kesombongan merasa paling benar sendiri, tapi pada intinya kita tidak bisa menilai orang lain bahkan diri kita sendiri sudah mencapai tahapan mana, bagi saya sendiri biarlah mengalir bagai air disungai yang kesemuanya kalau tidak ketungkul insya Allah akan bermuara ke lautan Allah yg haq dan yg rahman rahim, semoga kita bisa menjalani laku spiritual kita sebaik baiknya dan diridhoi oleh Allah SWT

    maturnuwun kimas wong alus atas wejangannya, saya mohon maaf sebesar besarnya apabila ada salah2 kata, semoga kita bisa terus saling berbagi dan melengkapi satu sama lain

    nuwun

  2. abu amili

    Sunan Kalijaga adalah salah satu sosok yg terkenal dengan mempertahankan budaya asli jawanya., banyak karya2 y terkenal salah satunya juga Suluk Ling Lung. begitu juga kisah2 perjalanan spritualnya,terutama pada saat beliau menjadi seorang Wali Allah ditanah jawa ini, yg terpenting kisah, dan ajarannya yg dapat kita ikuti sebagai tauladan dalam mencapai kesempurnaan , dg berbagai ajarannya mudah2 an kita dapat mengikuti jejak beliau. Amiin….. Pendakian spritual dari mana awal , atau dari syariat…. dari marifat dulu…….yang terpenting bahwa ‘ Allah SWT telah memberikan Petunjuk , Rahmat kepada kita semua dengan NUR CAHAYA IMAN atas kehendak-NYA dan dipercayakan sebagai Khalifatull Fil’Ard……..sampai kepada kemulyaan hidupSEJATI.
    Monggo dilanjut ki…..terima kasih

  3. wong faqir

    sungguh luar biasa mantap…jika saya sampai tahap itu
    matur nuwun ki..

  4. Yth Ki Mastono, sami ki.. semoga panjenengan sekeluarga juga selalu didalam lindungan Allah SWT. Sepakat ki, bahwa sholat dhaim harusnya tetap dipahami dengan tidak meninggalkan syariat yang sudah ada. Matur nuwun ki, penjelasan panjenengan sudah sangat gamblang dan melengkapi yang sampun ada. Semoga semakin menambah kemanfaatan bagi kita semua.

    nuwun rahayu…

    Yth Mas Abu Amili, nuwun mas.

    Yth Mas Wong Faqir… injih mas. semoga kita semua pernah merasakan sampai di perjalanan akhir ini.

  5. Bagi saya shalat dhaim adalah menyatunya cipta rasa karsa dan karya kita dengan Sang Hidup sehingga setiap gerak kita adalah ibadah atau shalat kita seperti yang diungkapkan oleh Sang Sunan saat aku buang hajatpun itulah shalatku
    Itulah sampurnaning af’al, sempurnanya keseluruhan gerak hidup kita yang memayu hayuningrat

  6. Lha meniko ingkang kulo tenggo-tenggo kimas Tomi. Nuwun ki, lengkap jelas gamblang hakikat sholat daim dalam kerangka manunggaling kawulo lan gusti sebagaimana yang panjenengan beber. Rahayu…

  7. dalam ma’rifat murni itu sudah tidak ada apa apa yang tidak apa apa itu ada…salam

  8. Suroso S Bambang

    Sangat baik tulisan itu ki namun saya selalu mempunyai kesuliatan bagaimana mencapai /mengenal Gusti mestinya dengan tingkatan tertentu dari diri pribadi,
    Sy Berharap ki wong alus dapat memberi pencerahan yang lebih cerah
    ( gamblang ) maturnuwun

  9. om pap

    ya sunan kali jaga juga karena tekadnya yg bulat untuk mencari ilmu sejati, sehingga Gusti Allah menaruniakan beliau sejatine tauhid kesempurnaan syahadat

  10. reksodipo

    Ass, saya ikut nimbrung kimas wong alus.Menurut yg saya pelajari dr beberapa guru makrifat saya, makna manunggaling kawula kelawan Gusti adalah bersatunya seorang hamba dg Gustinya sehingga tidak ada celah sama sekali antara seorang hamba dengan Gustinya. jadi apapun yg kita lakukan dimanapun kita berada tidaklah lepas dari perasaan selalu bersama Tuhan ( disini Tuhan yg kita maksud sama dg Tuhan Kanjeng Sunan Kalijaga yaitu Allah). Pesen Guru saya, kamu bisa meninggalkan Sholat kalau kamu sudah bisa kayak kanjeng Syeh Siti jenar. meninggalkan kesenangan dunia dan hatimu bisa berdzikir mengingat Allah secara otomatis sebagaimana berputarnya jam dinding. kalau belum mampu ya tempalah dg syareat. jadi itu semua harus ditempuh dengan tirakat dan lelaku. (imogiri kamis wage,29 Nop1962)

  11. ass….urun rembug….menurut saya yg dimaksud SUWUNG:
    ORA KETON APA APA ,ORA KARASA APA APA MUNG INGSUN ANGLIMPUTI
    ING ALAM KABEH KALAWAN KODRAT INGSUN.
    itusaja wasalam

    SITI JENAR.

  12. Itulah ISRA MI’RAJ bukan….

  13. Kalau dari laku Nabi mungkin bisa diringkas sbb:

    Sengsara (Yatim)…..Al-amin (terpercaya/gelar)…Ekonomi/Keluarga/Jalan Rejeki/Penopang Dakwah….Pengakuan Kenabian/Diakui/Disaksikan/Syahadat/…..Amar Makruf/Jihad….Ujian Kenaikan/Masa bersedih/…..ISRA MI’RAJ=Uji Hipotesa/Makrifat/ oleh-olehnya Syariat SHOLAT 5 waktu…Pangkur/Pocung….

    Mohon koreksi jika salah….

  14. torro

    assalamualaikum…….bagaimana kita bisa mengenal tuhan klo dirinya saja tidak kenal dan bagaimana mau hidup klo dirinya belum pernah mati ,semua atas kehendak sertya ijinNYA dan org2 terpilih itu atas KEHENDAKNYA namun manusia apabila mau mendekat maka AKU akan mendeklat …….dgn mengenal diri maka akan mengenal TUHAN nya amin …..renungkan dan lakukan atas dasar TAUBATAN NAN NASUHA……..amin wassalam

  15. haqiqat diri (alif putih) hanya dpt d’capai atau keluar melalui ubun2 pd saat kt bertafakkur dlm titik nafas dlm rasa

  16. Mursyid syubakir

    sungguh Luar biasa

    sehingga ketika ditanya Apa Perbedaan

    Sunan kAlijaga dengan Syekh siti jenar

    tentulah sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar antara mereka berdua
    ga jarang kita hanya tahu syekh siti jenar melalui buku cerita, Tv, tapi bukan dari Kitab.

    salah seorang dari walisongo yang dapat menyamai pemikiran syekh siti Jenar Hanyalah sunan kalijaga, yang dari asal kata sunan kali Kang jumaga

    @mastono
    ruarr biasa penjelasan panjenengan
    emang kita tidak boleh terlalarut dan terikat dengan yang Namanya tingkat2 syariat tarekat hakekat ma’rifat
    tapi syariat ini emang adalah suatu tonggak keselamatan yang harus dijalanken dahulu.

  17. Mursyid syubakir

    satu lagi
    dan kita jangan pernah Mengejar suatu tingkatan itu
    Jangan pernah mErasa bahwa kita adalah pada suatu tingkatan ma’rifat
    Allah menginginkan Hambanya Ikhlas mencintaiNya
    tanpa ada batasan apapun

  18. bento

    Ass wr wb
    sangat bagus tulisane sebagai wacana
    terimakasih
    tuk kang syubakir bener sekali dan kalo boleh saya nambah dikit
    jangan memikirkan tingkatan makrifat tapi pikirkan gmn ibadah bs ihlas dan husuk semata karena Allah……….

    karena semua tingkata itu hak Allah apakah di naikkan apa di turunkan
    yg penting dalam ibadah kita sll ber doa spy di jauhkan dr sifat riya sombong ujub takabur iri dengki kufur sirik dll.

    Semoga kita bs membedakan antara JIHAD dan JAHAD
    karena berupaya menjadib baik adalah JIHAD tp bila ada sir ujub dalam hati maka yg JIHAD td menjadi JAHAD

  19. Si Bandel

    artikel dan coment-comentnya sangat menggetarkan. kapan ya ane bisa sampai…

  20. Siembah Ganteng

    roso jati jatining roso, merasakan dari lubuk hati yang paling dalam.Tanks wong alus, moga Allah memberikan rakhmat kepada panjenegan dan keluarga, Amin.

  21. herryjawa

    MBOK KULO DI PARINGI RAPALE SHOLAT DAIM MATUR SUWUN

  22. orapinginopo2

    matur nuwun sanget bt pengetahuan-nya mas. bt m4stono, saya setuju dgn apa yg disampaikan. hanya saja mgkin pendapat saya ini bs jadi pertimbangan.
    turun-nya agama itu adalah utk memperbaiki AKHLAK. artinya agama itu yg memandu manusia agar memiliki akhlak yg mulia terhadap sesamanya (hablu minannas) dan Allah SWT (hablu minallah). syariat ibarat anak tangga menuju “belenggu” wujud/fisik/nafsu. jika AKHLAK manusia itu mulia maka insya Allah tdk perlu turun agama.
    bagi saya pribadi pengenalan terhadap Dzat itulah yg penting, mengingat ketika mati maka INNALILLAHI WA INNALILLAHI ROJIUN, kembali kpd Dzat yg tunggal/esa. dalam syariat masih sangat terbatas sekali pemahaman bahwa akhlak kita di dunia akan diganjar oleh surga atau neraka.
    inilah yg menurut saya harus dibenahi. ibaratnya jadi seperti orang dagang. berbuat baik klo tdk diberi iming2 pahala dan surga maka tdk berbuat baik. berbuat jahat klo tdk diancam surga atau neraka, maka tdk berhenti nafsu jahatnya.
    klo dikatakan tdk perlu ada pemisahan syariat, tarikat, hakikat atau makrifat itu terlalu naif. krn sejatinya diri kita pasti tahu sampai batas mana pencapaian kita. dan itu tdk bs DIRASA atau DILIHAT melainkan DISADARI. dan puncak kesadaran manunggaling kawula gusti inilah yg membuat makrifat itu ada.
    tp yang jelas hanya diri kita sendiri dan Tuhan yg bs menyadari sampai batas mana pencapaian kita. Sesuai dalam Surat Ibrahim ayat 11, “Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.”
    kuncinya ada di kalimat, “…akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah….”

  23. ………………………………………….

  24. yoko

    Ass. Wr Wb. kalau boleh turut nimbrung dan salam kenal, saya tertarik di blog ini, ada yang mengatakan solat daim, solat daim itu seperti apa ? pelaksanaan dan rapalnya seperti apa, tolong saya yang baru mempelajari hal ini mbok dituntun dan diajari, kan mas wong alus agar saya ada pencerahan, matur suwun, Wass. Wr. WB.

  25. Erick

    Bismillah
    ya benar … mengenal Allah itu bisa darimana saja, sesuai kemampuan dan bakat masing. bukankah para Nabi dan wali mayoritas bukan memulai dari syari’at dulu ??? contoh nabi ibrahim as. beliau memulai dg tafakkur di malam yg sunyi. S. kalijogo dg bertapa di pinggir sungai, apakah itu ada di syariat ??? tapi perlu di ingat bahwa itu semua bisa dilakukan oleh hamba yg dikehendaki saja oleh – Nya. Banyak orang yg merasa dirinya hebat dan pantas melakukan cara ini dan berujung ; GILA !!! jadi mulailah dg ikhlas …. dan jangan anggap dirimu itu apa apa …
    Wallahu a’lam

  26. Edi

    Assalmualaikum,,saya msh awam,,mau tny setelah menemukan Tuhan/Aku sejati,,apa faedahnya dlm kehidupan atau di akhirat kelak?mohon jawabnnya Bapak wongalus By the way penjelasannya bagus,terimakasih atas berbagi ilmunya..

  27. pulung nggeni

    kulo stuju enten pengetahuan niku tp njenengan seng ndamel blog niku nopo mboten kwatir ta???
    njenengan mbuka alam 3 sedoyo lho yooooow.
    matur nuwon sak derenge. . .

  28. priantunrungnggenah

    bgm dgn yg ini:
    yg g usah shlt lg itu yg dah tergila2 ma Tuhan.
    hati,pikrn,bibir,mata yg ada hny Tuhan,g da yg lain’y

  29. priantunrungnggenah

    jd g inga apa2 lg slain Tuhan,bhkn dah g lpr haus.jd g da apa2 lg,yg nampak hny Tuhan,bgm mo shlt dah g inga,dah mabok..

  30. hery

    didunia ini gak ada yg mungkin jika kita mau belajar kita pasti akan bisa dan kita pasti akan tau, dan kita harus sesalu meminta ridho_Nya karna Dia sumber segalanya,
    dan khun fayakhun hanya milik Dia.

  31. YHWH

    “jangan engkau memberi dengan mengharap 10, 100,1000,1.000.000 kali lipat dari pada kami sesungguhnya tidak akan kami balas. disatu sisi disuruh bersedekah, zakat, fitrah, dari kedua ayat Al-Qu’ran itu mencontohkan bagaimana semestinya Mahkluk yang dikatakan oleh penciptanya Punya Intelegensia (IQ) Yang semppurna yang yang selalu dibanggakan diatara kedua mahlkuk terdahulu yakni “JIN dan Malaikat”, yang disebut dengan “MANUSIA” (INSAN), dan disinlah letak “AKAL DAN MATA HATI ITU”, Karena orang BIJAK adalah “Orang yang Bisa Membenarkan Kesalahan” bukan orang “Peng-Agung Kebenaran” itulah yang telah dicontohkan oleh para Nabi dengan Men-suritauladani (sunnah) mereka. bukan membelakangi mereka dengan segala taqwil dan dalil yang sebenarnya bukan dari kita-kitabNYA melainkan datang dari kitabnya sendiri “Hati manusia” itu “sendiri” yang bersekongkol dengan “JIN Fasik”

  32. Mahendrawijaya

    sedanten podho ngertos…
    namung kulo ingkang mboten ngertos …
    ingkang kulo pepurun namung mugi saget kulo sakluargo kalian panjenengan sedoyo ditresnani marang Gusti ,,,
    nggih namung niku ….

  33. ini yg kita cari2

  34. Assalamu’alaikum warohmatulloh..
    Apa pantas kita mengatakan kita ini ditingkatan ini,ini atau itu..kalian itu di sini,disini atau disana..lalu muncul harusnya seperti ini,kau salah,akulah yang benar…lalu sebuah pertanyaan patut kita renungkan,siapakah kita?
    Ada sebuah pernyataan dalam Al Quran,ttg hakikat penciptaan kita.renungkanlah…lalu kita ambil tongkat penuntun yg memang sdh disiapkan utk kita..jgn sampai terlepas..dan mulailah kita pahami setiap jengkal dari tongkat penuntun kita..bahwa Dia menciptakan banyak jalan..tinggal kita memilih terlepas dari benar dan salah,itulah diri yg memang sdh diatur olehNya dlm segala hal..apa kita akan tidak terima atas segala kehendakNya?
    Wassalamu’alaikum warohmatulloh..

  35. ryan

    saya rasa sholat yang sebenarnya adalah sholat tajali.. itu yang menuntun kita bertemu dengan nur muhammad(segara hidup)
    apakah kalian tahu sholat dhaim itu apa?
    bkanya rukun sholat ada 3 harkat ..
    1sholat tahali
    2sholat taholi
    3sholat tajali
    .. matur nuwun..

  36. lare alas purwo

    swung ewang ewung sejatine ono

  37. Mudjiono

    Banyak orang Pintar tapi sedikit orang yg paham dan mengerti tentang Agama.
    Islam mengajarkan cinta dan kasih sayang namun kenyataannya tdk demikian karena banyak yg belum paham.
    Islam adalah Selamat untuk mencapai selamat
    harus melewati 4 tahapan yaitu:
    syareat, thorekat, hakekat, makrifat baru Islam (selamat) ini harus paham dan mengerti agar tdk kebingungan dalam melaksanakan tentu harus di kaji satudemi satu. Nabi Muhammad di kolong langit mencari Tuhan dengan menembus 7 lapisan hawanafsu dan msk kepuncak akal dibawah sadar disitu baru menemukan dan berkomonikasi dg sang pencipta. Intinya adalah barang siapa mengenal dirinya dia Akan mengenal Tuhannya, baru menerima petunjuk-petunjuknya untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari (ahklakulkarim)

  38. bahr

    ASSALAM
    mu naya ne paling nikmak di dunia apa
    sih bang ana pengen tahu, mafff

  39. allah itu tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tapi dapat kita rasakan sepanjang kehidupan disebut rassa tak berasa

  40. tatkala raga,sukma hilang maka timbullah rassa dan itulah sudah damailah hatimu selalu semoga pancaran hidayah dan ridlallah senantiasa menyertai diri

  41. pandanwangi

    assalmkm. .
    aku mngerti dengan apa yang kalian ukapkan. . .itukan ilmu jiwa artiny untuk diri kita sendiri. .aku yakin kalian mempunyai guru, ,apakah guru kalian tidak mlarang membuka bab sampai tingkat ke 3 ini di publik. .???
    hati hati kawan ini ILMU ALLAH

  42. istimewa semua dalam kata”nya

  43. Gulang Gulang

    Salam buat Wong Alus dan sedulur kabeh. Benar benar Mantap. Ulasan yang telah fakum selama ribuan tahun untuk orang awam kini dijabarkan dengan cukup jelas dan mudah ditelaah untuk umum. Segala puji bagi Allah yang telah memberi ilham sehingga adanya media internet ini dan adanya blog ini. Semoga Allah membalas kebaikan mereka. Amin. (ijin menyimak).

  44. .

    Assalammualaikum..
    Tiada ungkapan dlm publik ato majelis..

  45. andika

    syareat dan hakekat harus seiring sejalan,,,,dengan demikian tercapailah kehidupan beragama yg selaras dan searah,,untuk mencapai ridho allah..

  46. Memang begitulah sbenar nya hidup, bah wa hidup itu tak kenal mati, cuma raga pinjaman yg bisa mati karna lepas dari yg hidup, sungguh mulia hati sang Syech yg mau me wedharkan agama islam sesungguh nya ini,

  47. gatot

    agama itu diambil dari mana…?

  48. agos

    yang ada dalam diri manusia karunia ilmu pengetahuan DARI TUHAN.WAJAH TUHAN tidak bertempat di diri manusia dan tidak bertempat di dalam arsy dan tidak bertempat di masjid . arsy di dalam TANGAN ALLOH. atau langit bumi atau semua dunia akhirat berada dalam TANGAN ALLOHUAKBAR : TUHAN itu lebih besar daripada dunia akhirat /makanya TUHAN ITU MAMPU menciptakan dunia akhirat yg sangat kecil dalam genggaman TANGAN ALLOHUAKBAR . sesuai firman WALA YAUDUHU H*IFDUHUMA WAHUWAL A*LIYYUL A*DHIM

  49. agos

    laisakamislihisyaiun: tiada sesuatupun makhluk yang menyerupai ALLLOH. surat as syura ayat 11.
    WAYABKO WAJHU ROBBIKADZULJALALIWAL IKROM : DAN TETAP KEKAL TUHANmu YANG MAHA SEMPURNA. surat AR ROH*MAN.
    dari 2 ayat di atas ALLOH ITU MAHA KEKAL BERBEDA DENGAN kita semua makhuk dan ALLOH ITU KEKAL LEBIH MAHA SEMPURNA daripada kita semua makhluk

  50. agos.

    laisakamislihisyaiun: tiada sesuatupun makhluk yang menyerupai ALLLOH. surat as syura ayat 11.
    WAYABKO WAJHU ROBBIKADZULJALALIWAL IKROM : DAN TETAP KEKAL TUHANmu YANG MAHA SEMPURNA. surat AR ROH*MAN.
    dari 2 ayat di atas ALLOH ITU MAHA KEKAL BERBEDA DENGAN kita semua makhuk dan ALLOH ITU WUJUDNYA KEKAL LEBIH MAHA SEMPURNA /LEBIH MAHA MENAKJUBKAN daripada kita semua makhluk

  51. syifa'

    semoga kita semua termasuk mahluk yang mendapat jatah rohmatNya Alloh dan syafaat rosululloh muhammad SAW. karena kita tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa. hanya kehinaan yang kita miliki

  52. Assalamu’alaikum wr,wb..Ki kalian sedulur kwa…amiin..Ya Robb..penyatuan antara Gusti & Hambanya itu tertera dalam kalimat bismilahirrohmanirrokhim.Tumetepe siro marang Gusti ugo tumetepe siro marang ingsung,sejatine siro yo sejatine ingsun,sopo siro yo sopo ingsun yo siro yo ingsun.sebetulnya Kajeng Lemah Abang tdk pernah meninggalkan syari’at utamanya Sholat,krn beliau juga manusia ciptaan Hiyang Agung,bertempat pd alam tatanan.aturan(syari’at),beliau mengemban amanah,sama seperti kita..kadar/kemampuan manusia(diri kita),sebetulnya kita yg tahu..tergantung diri kita mau ikhlas merapak langka,menata susuhunan kita,terhadap Sang Hidup,Qolbu kita komplit segala pustaka..tinggal kita laku jujur lan tulus tdk membohongi diri,nyata adanya & ada nyatanya…salam.

  53. joyobowo

    kang,,gimana caranya melatih “melepas” KE-AKU-AN,,melepas iri hati, dengki dll…angel kang

  54. semuanya sangat mendidik. alhamdulillah…

  55. Ass,,,maaf kalau bisa sy minta tolong,,,utk mendapatkan tasawup dn mursyid nya di mana pak,,,tlng sy minta alamat dn dukungan nya,,salam

  56. tuhan itu disting dan yunic . ini wajahtu wajhiya lilazi pataras sama watiwal ar …. kolainani analloh lailaha illoh lailaha ila ana …… inamal ilmu indalloh wainnama ana nazierummubi …….

  57. ghoman

    kt smua tw klo smua mhluk d dunia brsjd dn brtasbeh pd allah,,hewan tumbuhan mnsia smuay,,,,,
    saya cma ingn naya
    apa yg d mksd dngn dizikir nafas dan gmna lafay,,,,
    tolng di jwb monggoo,,q tnggu jwbanya

  58. Muklis

    Ascum..intine wong urip yo kudu wero uripe….lan podo2ne urip

  59. oemar

    Syariat tanpa hakekat = nol, hakekat tanpa syariat juga nol. Keduanya harus sinergi kalo tidak mau dikatakan omong kosong.

  60. arif

    alhamdulillah

  61. Smua intinx sma ke satu tjuan untk mnghlngkan wjud,yg ad ya hnx wjud alloh brulah mnglir rhasia illahi,krna smua adlh rhsia illAhi.

  62. ass. saya mau tanya kalo seandainya dikatakan dalam ulasan diatas tidak ada rasa,karsa,dan budi untuk fana terus bagaimana saya menjalani ibadah serta melakukan kehidupan sehari-hari, karena dalam keseharian saya untuk mencermati sesuatu saya menggunakan pikiran, rasa juga ilmu serta yang lainnya seandainya saya tidak menggunakan itu semua apa benanya saya dengan hewan tolong penjelasannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf karena kekurangan saya sebagai orang lemah dan tidak tau apa-apa, sekali lagi mohon petunjuknya….

  63. tirta

    Maaf, yang aku tahu Tuhan itu di atas arsy/diatas langit. langii itu tidak terbatas yang membatasi hanyalah Tuhan sendiri. Tetapi Tuhan ada dalam diri manusia karena manusia dicptakan dari sebagiannya Tuhan itu sendiri yaitu Ruh (Tuhan menyebutnya RuhKU), orang-orang menyebutnya ruh sejati (ruh suci). Ruh sejati (ruh suci) berkomunikasi melalui hati nurani sebagai corong/spiker dari Tuhan untuk menyampaikan petunjuk.
    Adapun ruh sejati (ruh suci / ruh Allah yang telah ditiupkan pada manusia saat penciptaanya) bisa juga sebagai pemancar/ferekuensi Tuhan dari atas langit.Karena itu Tuhan mengetahui apa-apa yang ada dalam diri manusia .
    Bagaimana dengan pikiran/otak manusia ?

  64. tirta

    Bila diizinkan Pikiran manusia bisa berdialog dengan nafsu, hati nurani tetapi bisa juga berdialog dengan Tuhan. Ada baiknya berdialog dengan Tuhan saja, pasti benar. Tuhan sebagai Guru sejati
    Ketika bertanya/berbicara dengan Tuhan, dan Tuhan meridhoi/mengizinkan maka Tuhan bisa berbicara dengan kata-kata melalui ruh suci dengan hati nurani sebagai corong/spiker, tetapi bisa juga dijawab oleh utusan Tuhan melalui figur/sosok yang diutus Tuhan untuk menyampaikan keterangan. Namun Tuhan itu bicara bisa lewat kata-kata, fenomena, tulisan dll. terserah Tuhan itu sendiri.

  65. viant27

    Sungguh mulia usaha para wali songo ,,, beliau memdakwahkan islam dengan mengorbankan harta diri dan waktu mereka untuk agama …. usaha dkwah yang sangat sempurna , usahanya para nabi dan rosul yang di teruskan oleh para wali ,,, sehingga para wali dikaruniai Allah hidayah yang sempurna . smoga kita bisa meneruskan perjuangan mereka sampai akhir hayat ,,, dakwah bil hikmah menyiarkan agama dengan pengorbanan … harta diri dan waktu untuk agama .

  66. dari mana agama,agama dari Alloh swt, bukan dari diri manusia.agama ibarat sinar menembus diri manusia seperti cermin peenerima sinar tadi.kita renungkan salah satu dari pengertian siapakah manusia itu ? Manusia adalah MAKHLUK ALLOH yang dimulyakan,yang diberi percikan ( PERCIKAN) SIFAT SIFAT KETUHANAN dan akan diminta pertanggung jawabannya ( sekarang dan nantinya )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: