Monthly Archives: Desember 2009

HIZIB CAHAYA (Hizb An-Nur)


HIZIB MENDAPATKAN PETUNJUK, KESELAMATAN, KECUKUPAN REZEKI, KEBAL SENJATA, MENUNDUKKAN SEMUA MAKHLUK TERMASUK JIN DAN MANUSIA

Berdoa bisa disampaikan dengan bahasa apapun dan dengan cara apapun. Tidak harus menggunakan bahasa Arab bagi mereka yang belum bisa bahasa Arab. Tidak harus menggunakan bahasa Inggris, Tionghoa, India bagi yang belum bisa bahasa Inggris, Tionghoa maupun India. Orang bisu dan tuli yang tidak mengenal bahasa-bahasa itu, bisa menggunakan bahasa tubuh dan bahasa batin. Tuhan Maha Mengetahui apa yang tersimpan di batin kita.

Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan kutipan Hizib An-Nur atau Hizib Cahaya dari Imam Syadzili. Hizib ini aslinya berbahasa Arab dan cukup panjang, dan akan kami ambilkan sedikit terjemahan kutipannya dengan harapan bisa diamalkan dengan khusyuk dan dijadikan doa wirid yang bisa dibaca kapanpun dan dimanapun. Hizib ini menggunakan bahasa yang mudah kita mengerti. Hizib ini sangat banyak faedahnya, di antaranya membuka hati agar mampu melihat cahaya-Nya, agar senantiasa mengingat-Nya, agar senantiasa berserah diri pada-Nya, agar senantiasa mendapatkan kecukupan rezeki, termasuk juga agar kita mendapatkan keselamatan dan kebal senjata apapun. Semua makhluk pun akan tunduk pada diri kita. Berikut kutipannya:

“MAHA SUCI DZAT YANG MAHA RAJA DAN MAHA PENCIPTA. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA RAJA DNA MAHA PEMBERI REZEKI. MAHA SUCI ALLAH DARI SEGALA SIFAT YANG MEREKA LEKATKAN, YANG MAHA MENGETAHUI SEMUA YANG GAIB MAUPUN YANG TAMPAK. MAHA LUHUR ALLAH DARI SEGALA YANG MEREKA SEKUTUKAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MEMILIKI KEPERKASAAN DAN KEBESARAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MEMILIKI KEPERKASAAN DAN KERAJAAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA HIDUP DAN TIDAK PERNAH AKAN MATI. MAHA SUCI DZAT YANG BERDIRI LAGI MAHA KUASA. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA KUASA LAGI MAHA PERKASA. DIALAH YANG MAHA PERKASA DI ATAS HAMBA-HAMBANYA DAN DIALAH YANG MAHA BIJAKSANA LAGI MAHA MENGETAHUI. MAHASUCI DZAT YANG MAHA BERDIRI LAGI MAHA ABADI.

KATAKANLAH, ALLAH ADALAH PENCUKUPKU DAN KEPADA-NYA ORANG-ORANG BERSERAH DIRI. AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI LETIH COBAAN, DARI KEPUTUSAN BURUK, DARI JURANG KEMALANGAN, DARI SORAK SORAI MUSUH ATAS MUSIBAH YANG MENIMPA DIRI, AKU BERLINDUNG KEPADA TUHANKU DAN TUHANMU DARI SETIAP DURJANA PONGAH YANG TIDAK MENGIMANI HARI PERHITUNGAN.

WAHAI DZAT YANG MENGGENGGAM SEGALA SESUATU DI TANGAN KEKUASAAN-NYA, YANG MEMBERI PERLINDUNGAN DAN TIDAK DILINDUNGI, TOLONGLAH HAMBA DENGAN TAKUT DAN BERSERAH DIRI KEPADAMU AGAR HAMBA TIDAK TAKUT SELAIN KEPADA-MU, TIDAK MENGHARAP SELAIN KEPADA-MU, TIDAK MENGHAMBA PADA SESUATU SELAIN-MU. HAMBA BERSAKSI BAHWA ENGKAU MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU, DAN ENGKAU MAHA MELINGKUPI SEGALA SESUATU DENGAN PENGETAHUAN-MU. KAMI MOHON KEPADA-MU DENGAN PERINTAH YANG MERUPAKAN SATUAN WUJUD, UJUNG KEMBALI SEGALA YANG AWAL DAN AKHIR DAN MUARA TUJUAN SEGALA TUJUAN, SUDILAH ENGKAU TUNDUKKAN BAGI KAMI LAUTAN INI BESERTA SEGALA BENDA MATI DAN MAHLUK HIDUP YANG ADA DI DALAMNYA, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN API BAGI IBRAHIM, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN GUNUNG DAN BESI BAGI DAUD, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN ANGIN, SETAN, DAN JIN BAGI SULAIMAN. TUNDUKKAN SEMUA LAUTAN DAN DARATAN BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA GUNUNG BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA BESI BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA SETAN DARI MANUSIA DAN JIN BAGI HAMBA. TUNDUKKAN NAFSU DIRI HAMBA. TUNDUKKAN SEGALA SESUATU BAGI HAMBA.

WAHAI DZAT YANG MENGGENGGAM KUASA SEGALA SESUATU DI TANGAN-NYA, SOKONGLAH HAMBA DENGAN KEYAKINAN DAN DUKUNGLAH HAMBA DENGAN JIBRIL DAN ENGKAU MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI.”

@wongalus,2010

Categories: HIZIB CAHAYA | 36 Komentar

2010: SELAMAT JALAN GUS DUR


Pergantian tahun tampaknya tidak bisa dihindari dan kita semua harus mengalaminya, dikehendaki atau tidak. Waktu akan terus berkejaran melintasi tahun, windu, abad, millenium, dan seterusnya… di dalamnya, manusia seperti daun. Tumbuh hijau, menguning dan selanjutnya gugur bersenyawa dengan tanah. Mungkin yang tersisa pada diri manusia hanya nama. Dan yang mengenangnya pun hanya keluarga atau handai tolan dan saatnya pun sangat terbatas: saat berziarah. Selanjutnya, yang tersisa dari manusia biasanya hanya warisan sepetak tanah dan seonggok bangunan untuk anaknya. Sisa selanjutnya dari manusia barangkali persoalan seperti utang piutang yang harus ditanggung oleh generasi penerusnya. Jarang yang meninggalkan amal kebaikan yang bisa langgeng dinikmati orang banyak. Amal yang demikian, dalam agama didefinisikan sebagai amal sholeh: ilmu yang manfaat, anak yang taat pada agama dan harta yang diberikan di jalan-Nya.

Dalam sejarah dunia, orang yang hidupnya “biasa-biasa” saja tidak akan tercatat dalam buku dan dikenang banyak orang. Hanya orang “luar biasa” yang menghiasi sejarah dunia, apakah itu karena karya emasnya dengan temuan-temuan baru (seperti Thomas Alfa Edison, Wright Bersaudara, Louis Pasteur), dengan perbuatan nyatanya yang menjadikannya tokoh pejuang kemanusiaan (seperti Bunda Theresa), karena dia ditunjuk sebagai Utusan-Nya (seperti Muhammad SAW, Yesus, maupun Budha) karena dia memegang kekuasaan yang besar di sebuah wilayah yang berpengaruh (seperti Napoleon, Raja Firaun, Raja Brawijaya, atau Gus Dur yang baru saja dipanggil-Nya). Bahkan ada pula yang dikenang karena perbuatannya yang antagonis, jahat dan menjadi musuh kemanusiaan (seperti Hitler, Westerling maupun Idi Amin).

Bagi orang biasa seperti kita kebanyakan, tidak mungkin akan tercatat dalam tinta emas sejarah, ditulis dalam wikipedia (insiklopedia elektronik) pun terasa tidak mungkin. Kita barangkali hanya bisa mencatatkan diri di MURI dan itu pun jika dilakukan secara masal dan momennya tepat. Barangkali, hanya Limbad yang akan dikenang banyak orang karena aksi-aksi gilanya yang terus menerus dijadikan diliput oleh televisi. Bagi orang-orang yang tidak tertulis dan dikenang sejarah, kita tidak perlu berkecil hati. Untunglah kita punya tempat bersandar yang kuat dan ada jaminan yang pasti bahwa bila kita berperilaku benar dan baik maka selanjutnya kita akan diganjar dengan kebaikan pula di alam lain pasca kita meninggalkan tubuh kita. Kita bisa menghibur diri, bahwa terkenal atau tidak terkenal memang bukan orientasi hidup kita.

Apa artinya terkenal dan tercatat dalam sejarah apabila tidak mendatangkan keberkahan hidup sejati kita. Masih mending jadi orang tidak dikenal namun mampu mengaliri kebaikan, kemanfaatan dan kebenaran di setiap tempat yang kita singgahi. Bukankah dalam sebuah panggung sandiwara ada banyak peran yang tidak diketahui publik namun sangat menentukan hidup dan tidaknya pergelaran sandiwara. Yang terkenal biasanya cuma para artis dan aktor. Sementara pemodal, produser, penulis skenario, sutradara yang mana pertunjukan bisa digelar justeru tidak dikenal publik. Masing-masing memang harus menyadari fungsi dan perannya masing-masing agar pergelaran alam semesta ini terus hidup berkelanjutan dan lestari. Sukur-sukur bisa membuat pergelaran menjadi lebih menarik, kreatif dan hidup.

Selamat tahun baru 2010 dan Buat Gus Dur, mohon maaf mungkin kami tidak bisa menjadi seperti Anda yang telah berkarya begitu luar biasa dalam hidup di bumi yang sesaat ini. Namun yakinlah, titik-titik api semangat kami tidak akan kalah dengan semangatmu membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang bermartabat, luhur dan sejahtera. Untuk para pembaca, tetap semangat untuk menggapai keridhoan-Nya.  Rahayu!

 @Wongalus,2010

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 6 Komentar

Diproteksi: ILMU SIHIR MENCERAIKAN PASANGAN


Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Categories: ILMU SIHIR MENCERAIKAN PASANGAN | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

Diproteksi: ILMU SIHIR PENGHANCUR MUSUH


Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Categories: ILMU SIHIR PENGHANCUR MUSUH | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

DOA IMAM SYADZILII TERBUKA PINTU KEMULIAAN HIDUP


Imam Syadzili, pendiri tarekat Syadziliah mengatakan jika ingin doamu dikabulkan dalam waktu lebih cepat dari kejapan mata, lakukan lima hal berikut ini: (1). Laksanakan perintah-Nya (2). Jauhi larangan-Nya (3). Konsentrasi pikiran (4). Sucikan mata batin (5). Doa dalam kondisi mendesak penuh harap.

Berikut doa untuk terbuka pintu kemuliaan hidup:

YAA ALLAHU YAANUURU YAA MUBIINU IFTAKH QOLBII BINUURIKA WA ALLAMNII MIN ILMIKA WAKHFADZNII BIKHIFDZIKA WASMIKNII MINKA WAFAHAAMNII ANKA WABISSARNII BIKA WASABABLI SABABAN MIN FADLIKA TUKHNII BIHI MINAL FAQRII WATUIZZUUNII BIHI MINAA DZUULI WATUSLIUULII BIHI DDUNYA WAL AKHIIROTA WATUUSIILUNII BIHI ILAA NNADZARI ILA WAJHIKAL KARIIMI FII JANNATIL FIRDAUSI INNAKA ALAA KULLI SYAIIN QADIIR, YAA NIKMAL MAULA WANIKMAL NASHIIR

Ya Allah, wahai Cahaya, wahai Yang Maha Benar, wahai Yang Maha Pemberi Penjelasan, buka hatiku dengan cahaya-Mu, ajarkan kepadaku dari ilmu-Mu, jagalah aku dengan pemeliharaan-Mu, berilah aku kemampuan untuk mendengar-Mu, berilah aku kemampuan untuk memahami-Mu, berilah aku kemampuan untuk memandang dengan Mu, berilah aku sarana peraih anugerah keutamaan-Mu yang membuat aku kaya dari kefakiran, yang membuat aku mulia dari kehinaan, yang membuat aku saleh di dunia dan di akhirat, yang mengantarkan aku untuk memandang Wajah-Mu yang mulia di surga firdaus. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, Wahai Dzat Sebaik-Baiknya Pelindung dan Sebaik-Baiknya Penolong.

@Wongalus,2009

Categories: DOA KEMULIAAN HIDUP | 20 Komentar

DOA IMAM SYADZILI MERAIH KELAPANGAN HIDUP


Berikut doa untuk meraih kelapangan hidup:

YA WAASIU YA ALIIMU YA DZALFADLIL ADZIIMI ANTA RABBII WAILMUKA KHASBI IN TAMSISNII BIDZURRON FALAA KASYIIFA LAHU ILLA ANTA WAIN TARUDDUNII BIKHAIRIN FALA RADDA LIFADLIKA TUSHIIBU BIROKHMATIKA MAN TASYAA U MIN IBAADIKA WA ANTAL GHAFUURUR ROHIM

Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Melapangkan, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Memiliki Anugerah Keutamaan Yang Agung, Engkau adalah Tuhanku dan cukuplah bagiku ilmu-Mu. Jika aku ditimpa penyakit, maka tiada yang bisa mengobati selain Engkau. Jika Engkau memulihkan kondisiku, maka tiada seorangpun yang bisa mengambil alih anugerah-Mu. Engkau curahkan rahmat kasih-Mu pada orang yang Engkau kehendaki dari hamba-hamba-Mu dan Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

@Wongalus,2009

Categories: DOA KELAPANGAN HIDUP | 17 Komentar

KESAKTIAN YANG SELARAS DENGAN KODRAT ALAM


Untuk mendapatkan ilmu kesaktian yang dahsyat sebenarnya kita tidak harus melakukan beragam puasa (membatasi makan minum tidur), menghindari mo-limo, berbuat dan berprasangka baik pada semua kejadian dan selalu ingat sangkan paraning dumadi. Namun kenapa orang yang ingin sakti disyaratkan untuk melakukan pengekangan diri?

Kenapa harus melakukan pengekangan diri? Sebab energi batin yang terkumpul dari hasil olah batin harus seimbang. Kita melakukan aktivitas pengekangan diri ini agar sesuai dengan kodrat alam. Ya, pengekangan diri merupakan hal yang selaras dengan kodrat alam. Lihatlah bagaimana rayap harus menjadi laron dan kemudian mati menggelepar dalam waktu beberapa menit? Rayap yang tidak ingin menjadi laron, berarti rayap tersebut tidak ingin mati. Padahal, bila rayap tidak ingin mati maka populasi rayap di alam semesta ini akan menggila dan ini tidak mungkin terjadi. Alam semesta sudah bekerja secara selaras, serasi dan seimbang.

Untuk mendapatkan kesaktian, sebenarnya sangat sederhana dan mudah bila kita menginginkannya. Yaitu:
(1). YAKIN SEYAKIN YAKINNYA TERHADAP KEAKUAN KITA , keyakinan adalah dasar semua kekuatan. Kekuatan keyakinan akan memusatkan energi apapun di alam semesta  untuk mengumpul pada AKU kita.
(2). MELAWAN HUKUM ALAM.  Contohnya:  bila sinar matahari itu panas, maka sakiti diri Anda dengan ‘mepe’ atau berjemur sekuat Anda.  Bila air itu dingin, maka lakukan mandi di air itu selama mungkin.
(3). MENYEMBAH SETAN. Tanamkan di dalam hati bahwa setan adalah Tuhan yang harus disembah. Laksanakan mo limo: judi, berzina, mabuk-mabukan, menghisap ganja….

Banyak para tokoh spiritual beraliran hitam mempraktekkan bagaimana cara mendapatkan kesaktian dengan cara ekstrem. Misalnya: Makan darah binatang tertentu, memperkosa perempuan yang masih perawan, membunuh bayi, dan lain-lain. Ritual mereka adalah ritual pemujaan terhadap Setan. Setan dijadikan Satu-Satunya Tuhan. Kekuatan-kekuatan para ilmuwan spiritual aliran hitam ini sangat mengerikan karena setan memang sangat sakti. Setan akan memberikan apa yang diminta manusia asalkan mau menjadi murid dan penganutnya.

SANGAT BERDOSA

Namun, melawan hukum alam ini sangat berdosa karena nanti akan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Menciptakan Alam. Ilmu-ilmu kesaktian yang didapat dari hasil karangan manusia (ilmu karang) memang sangat menakjubkan. Manusia yang memiliki ilmu karang ini bahkan tidak bisa mati, badan tidak tembus karena terkena peluru atau sabetan senjata tajam. Uang akan berlimpah dengan segera karena memelihara tuyul atau buto ijo. Hidup di dunia bisa bahagia (sesaat) karena apa yang kita inginkan akan terlaksana. Mau isteri cantik seperti Nabila Syakieb? atau suami ganteng seperti para presenter di televisi? Anda tidak perlu ikut acara TAKE HIM OUT. Para gadis akan mengerumuni Anda saat Anda mengendarai mobil Cadillac, Porsche, Rolls Royce dan mengantongi kredit card miliaran rupiah. Pelet paling manjur dan dahsyat di muka bumi.

Ada seorang Jepang yang karena kepintarannya di bidang bioteknologi merancang sebuah cara budidaya tomat dan berhasil. Satu pohon tomat bisa berbuah 12 ribu buah. Sebuah jumlah fantastis yang belum pernah ada di dunia manapun. Pohon ini pernah dipamerkan di Pameran Sains dan Teknologi Tsukuba tahun 1985 silam. Ternyata, pohon sakti itu dikembangkan dengan cara sangat sederhana: akarnya dimasukkan air dan tidak ditanam di tanah. Air diberi nutrisi yang banyak dan pohon tetap diletakkan di tempat yang sinar mataharinya cukup. Shigeo Nozawa, sang ahli tumbuhan ini, mengatakan bahwa tanah membatasi gerak akar untuk mencari nutrisi.

Dari sudut pandang manusia, penemuan ini sukses luar biasa. Tapi kenapa Tuhan Yang Maha Esa mentakdirkan tomat tumbuh di tanah??? Ini adalah pertanyaan para ahli kebatinan. Jawabannya: Tuhan telah memerintahkan tomat untuk melakukan PENGEKANGAN DIRI. Sebab tidak mungkin tomat dibiarkan tumbuh dengan bebas dan mematikan tumbuhan lainnya. Pengekangan diri inilah yang menjadi keharusan agar alam semesta ini tetap lestari dan berjalan dengan teratur, tertib dan berkesinambungan. Maka hidup di dalam keselarasan dengan alam adalah hal yang bijaksana dan wujud ketinggian pencapaian spiritualitas dan ruhani manusia. Pertanyaan selanjutnya bagaimana hidup yang selaras dengan alam?

Hidup selaras dengan alam berarti tidak melanggar hukum-hukum dan kehendak hakikat penciptaan alam. (Baca artikel sebelumnya: J’RETORNOUS A LA NATURE!). Untuk itu setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan agar hidup kita lurus yaitu:

1. NIAT YANG TULUS UNTUK MENGABDI PADA SATU KUASA TUNGGAL DENGAN MEMBERIKAN PUJIAN PADA TUHAN DAN MENSUCIKAN NAMA-NYA. (Tasbih)

2. RASA SYUKUR DAN RASA TERIMA KASIH (Tahmid)

3. BERPRASANGKA BAIK (BERPIKIR POSITIF) DALAM SEMUA SITUASI DAN KONDISI KARENA SEMUA KEJADIAN YANG MENIMPA KITA ADALAH BUKTI KEMAHABESARAN TUHAN (Takbir).

Inilah kunci-kunci olah batin yang harus terus menerus diasah….

Setiap manusia bebas memiliki keyakinan apapun. Jika ilmu pengetahuan menjadi pilihan hidup yang menjadi dasar pijakan eksistensinya sebagaimana manusia modern sekarang ini, ya terserah. Jika agama menjadi pilihan, ya monggo saja. Namun, bagaimana pun kita harus akui bahwa Ilmu pengetahuan dan agama memang harus saling melengkapi satu sama lain. Bila agama menyediakan kitab garing, pernyataan Tuhan, doktrin dan mitos yang bersifat DEDUKTIF, ilmu pengetahuan menyediakan analisa atas kitab teles. Analisa atas fenomena dengan pembuktian yang eksak dan kuantitatif atas satu gejala. Jadi sifatnya INDUKTIF. Bila KITAB TELES dan KITAB GARING itu bisa kita baca, kita cerna, kita hayati dan kita resapi untuk berperilaku, berbuat, beramal maka yakinlah bahwa kita akan memasuki PINTU GERBANG KEBENARAN ABADI, PINTU GERBANG SURGA SEJATI.

Akhirnya, kita tahu kenapa mendapatkan ilmu kesaktian kita harus melakukan beragam puasa (membatasi makan minum tidur), menghindari mo limo, berbuat dan berprasangka baik pada semua kejadian dan selalu ingat sangkan paraning dumadi untuk melakukan pengekangan diri? Yaitu agar selaras dengan KODRAT ALAM. Inilah ilmu putih, ilmu kebatinan, ilmu sejati.

@wongalus,2009

Categories: KESAKTIAN YANG SELARAS | 23 Komentar

TEKNIK BERDOA


DOA ADALAH SAPAAN MESRA. DOA JUGA PERMOHONAN. DOA JUGA DIALOG. BERDOA ADALAH INTI IBADAH. BAGAIMANA CARA BERDOA YANG MUSTAJAB DAN MANJUR?

Marilah kita kupas anatomi doa. Apa yang terjadi bila seseorang tidak pernah berdoa? Tidak pernah terjadi, karena setiap manusia pasti pernah berdoa meskipun tidak disadarinya. Sebab doa tidak hanya diucapkan di mulut dengan menengadahkan tangan ke atas. Doa juga tidak hanya disampaikan di masjid, gereja, pura, kapel, wihara, sinagoga atau rumah ibadah yang lain. Doa juga tidak hanya dilakukan saat sholat, saat iktikaf, saat meditasi, saat makan, saat minum. Doa dilakukan disetiap gerakan dan aktivitas manusia dimanapun dia berada. Doa adalah gerakan rasa, hati dan jiwa setiap manusia.

Kepada siapa kita berdoa? Ini juga harus jelas. Sebab ada banyak doa yang disampaikan kepada banyak hal. Ada doa yang disampaikan kepada batu, ada doa yang disampaikan kepada jin, ada doa yang disampaikan kepada Iblis, ada doa yang disampaikan kepada malaikat, ada doa yang disampaikan kepada mertua, ada doa yang disampaikan kepada uang, ada pula doa yang disampaikan kepada janda cantik tetangga kita. Ini semua doa yang keliru dan sesat. Doa yang benar adalah doa yang disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bagaimana berdoa yang benar dan syariat (aturan) yang bagaimana agar doa kita mustajab atau dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa? Doa yang dikabulkan tentunya doa yang sesuai dengan iradat/kehendak-Nya. Jangan berdoa sesuai dengan kehendak kita saja. Kalaupun suatu ketika Dia mengabulkan kehendak kita, itu artinya kita tidak tahu diri. Sama dengan mendikte Tuhan. Lha Tuhan kok didikte, apa ini nggak namanya keteraluan? Tuhan juga bukan pelayan toko, yang mengabulkan permintaan kita sesuai kehendak kita.

Maka doa yang benar adalah memahami apa kehendak/iradat Tuhan kepada diri kita. Untuk memahami kehendak Tuhan maka kita perlu menyelami apa hakikat penciptaan diri kita. Untuk apa kita diciptakan? Jawabannya sangat sederhana dan sangat mudah: Untuk menyembah-Nya, sebagaimana ayat suci: Tidak kuciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah kepada-KU (Tuhan). Sehingga doa yang kita sampaikan akan nyambung dan lurus dan bulat dengan kehendak-Nya. Tidak bengkok, sesat dan lonjong. Jadi janganlah berdoa untuk merusak tatanan alam semesta. Jangan berdoa agar orang lain celaka. Jangan berdoa agar kita diberi kekayaan berlebihan. Sebab Tuhan Maha Tahu-Maha Mengerti dan dia sudah memberikan semuanya untuk kita dan pemberian-Nya pasti yang terbaik.

Dalam berdoa, ajak Tuhan untuk berkomunikasi. ajak Tuhan untuk berdiskusi, berdialog dan ngobrol. Tuhan tidak pernah menutup “mulut”-Nya untuk kita. Setiap saat Tuhan berkenan untuk hadir di hadapan kita, di belakang kita, di atas kita, di bawah kita, di ruang kita, di dekat kita, di luar ruang kita, di luar diri dan di dalam diri kita. Kehadiran-Nya untuk menyapa kita, untuk berdialog dengan kita, untuk ngobrol dengan kita sekarang, besok, kemarin, lusa, minggu kemarin, minggu depan, tahun depan tahun kemarin dan seterusnya. Dia memang tidak pernah membatasi di ruangan mana kita berada, di saat kapan kita berada. Dia siap saja kita temui karena Dia tidak pernah kemana-mana, tidak pula dimana-mana. Dia adalah Yang Maha Hadir, Yang Tidak Pernah Jauh dan senantiasa dekat.

Doa juga harus disampaikan dengan sungguh-sungguh. Ini yang biasanya kurang dimengerti. Sungguh-sungguh artinya tidak iseng. Ibarat bila kita ingin berkunjung ke rumah orang lain, maka berangkatnya jangan mampir-mampir kecuali untuk membeli oleh-oleh dan mengisi bensin agar kendaraan kita tidak berhenti di tengah jalan. Jangan pula berkunjung ke “rumah Tuhan” hanya sekedar mampir. Ini tidak sopan. Berdoalah dengan tekad dan satu tujuan: mengetuk Pintu Hati Tuhan. Menangislah dalam hati, memohonlah dengan sepenuh jiwa dan raga.

Berdoa yang paling mulia adalah sapaan kepada Tuhan dengan penuh Cinta dan penuh Syukur. Meminta sesuatu yang kita kehendaki (meskipun diperbolehkan sesuai syariat) namun kadarnya jauh di bawah doa tadi. Doa penuh Cinta kepada-Nya dan penuh Syukur akan membuat Tuhan sangat bahagia dan bangga. Bahagiakan Tuhan dengan Cintamu yang meluap-luap. Lepaskan gairah asmaramu hingga kamu mabuk ekstase oleh rasa menyatu dengan Tuhan. Tidak ada pencapaian derajat manusia tertinggi selain menyatakan Cinta yang membara kepada-Nya. Ketahuilah bahwa tanpa kita minta pun Dia sudah membalas cinta kita, membalas perlakuan dendam, perlakuan kotor, perlakuan busuk kita setiap sepersekian detik dengan Sifat Pemberi dan Sifat Penyayang-Nya yang tidak bisa kita hitung. Ucapkan rasa terima kasih tidak hanya saat kita ingat. Ucapkan terima kasih dan bersyukurlah setiap saat. Jangan hanya saat ingat di memori akal kita yang terbatas, namun besyukur dan ucapkan terima kasih yang setulusnya dari dasar kesadaran ruhani kita yang melampaui ruang dan waktu.

@wongalus, 2009

Categories: TEKNIK BERDOA | 18 Komentar

KUNCI-KUNCI KEGAIBAN


DENGAN MEMAHAMI KUNCI-KUNCI KEGAIBAN, MANUSIA MENJADI MAHLUK YANG BISA BERKOMUNIKASI DENGAN SELURUH MAKHLUK DI ALAM, BAIK MAKHLUK NYATA MAUPUN MAKHLUK GAIB.

Manusia adalah makhluk satu-satunya yang diciptakan Allah SWT dengan dibekali oleh alat epistemologis untuk mendapatkan pengetahuan dan kebijaksanaan secara lengkap. Ia dibekali dengan panca indera, akal budi, rasa batin dan wahyu (petunjuk-Nya), sedemikian hingga manusia bisa melihat dan merasakan kehadiran yang nyata dan yang gaib. Semua yang gaib di alam semesta ini (makhluk halus, jin, malaikat) juga bisa diajak berkomunikasi dengan manusia. Bahkan manusia bisa berkomunikasi dengan Sumber dari Segala Sumber Yang Gaib yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukankah di dalam sholat kita sedang berkomunikasi dengan Allah SWT? Maka manusia adalah mahluk yang sangat luar biasa dan harusnya dengan kemampuannya ini dia mampu untuk berendah hati, mampu untuk mengendalikan dirinya, sekaligus bersyukur karena rasa syukur adalah kunci agar chanelling atau terhubung dengan semua kegaiban di alam semesta. Maka tanamkan pada diri Anda untuk selalu merasakan syukur. Rasa syukur adalah gelombang gaib yang ada di samudra energi. Apa tanggung jawab semua yang ada di alam semesta ini? Pertama, bertasbih mensucikan Asma-Nya dan yang Kedua, mensyukuri penciptaan dirinya.

Banyak dari kita yang belum mengerti keunggulan manusia ini. Dianggapnya manusia ini adalah mahluk yang hanya tahu dari apa yang dilihatnya dan apa yang dipikirkannya. Tidak banyak yang tahu, apa yang dirasakannya. RASA pun hanya direduksi dari rasa panas dingin, rasa cinta, rasa sedih, rasa takut, rasa bahagia. Jarang dari kita tahu, bagaimana mengintensifkan rasa MENYATU. Apa itu rasa menyatu? Rasa menyatu adalah rasa tidak ada lagi aku dan engkau, rasa tidak ada lagi dia dan mereka. Yang ada hanyalah ada-KU. Inilah yang harus disyukuri karena semua yang ada di alam semesta ini sejatinya adalah SATU. Satu dzat yang diciptakan oleh Tuhan dari satu sabda: KUN FAYAKUN (Jadilah!!)

Satu sabda itu akhirnya beranak pinak menjadi banyak benda, banyak hal, banyak akal, banyak warna. Ada kerikil, ada batu, ada Susilo, ada Obama, ada Susi, ada gunung, ada buku, ada kucing, ada bahasa, ada pengertian, ada konsep dan ada-ada yang lain. Namun sesungguhnya satu sabda itu mengandung satu rasa di dalam satu ruh yang sama. Tidak banyak orang yang bisa mengalami hal ini kecuali segelintir orang waskita yang telah mendapatkan percikan bunga api petunjuk-Nya.

Jadi, tidak ada yang hebat pada diri Nabi Sulaiman AS ketika dia bisa berkomunikasi dengan binatang. Tidak ada yang hebat pada diri Nabi Isa AS ketika dia menghidupkan orang mati, tidak ada yang hebat pada diri Muhammad SAW ketika dia diberi Kitab Suci Al Qur’an. Yang hebat adalah Allah SWT yang memberikan mereka kelebihan di atas manusia lain. Manusia lain yang mana? Yaitu manusia yang belum sampai “menjadi” Tuhan. Bagi manusia yang sudah menyatu dengan Tuhan, maka Tuhan akan menjadi “mata”, “telinga” “kaki” “tangan” dan “mulut”nya. Manusia yang sudah menyatu/manunggal dengan Tuhan, maka dia setara dan sederajat dengan para Nabi sepanjang masa. Para nabi adalah utusan-Nya sebagai contoh atau teladan yang kita. Namun kesucian para Nabi ini boleh diungguli oleh umat manusia siapapun juga. Tidak perduli apa profesinya, tidak perduli apa dia dilahirkan di tengah keluarga yang kaya atau miskin, berkulit putih atau gelap, bernama Suyadi atau Lao Tse, berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Semua orang ini berhak untuk menyalip kesucian para nabi!!!

Benar para nabi diberi kemuliaan sifat-sifat, benar para nabi dicuci hatinya. Namun tidakkah kita tahu bahwa sifat-sifat kita semua juga mulia dan hati kita juga dicuci oleh Tuhan setiap detik? Tidakkah kita sadar bahwa setiap kedipan mata kita untuk melihat sesuatu adalah petunjuk dari-Nya sehingga tidak perlu kita menunggu datangnya pencerahan apapun karena sesungguhnya pencerahan jiwa itu sudah sedemikian jelas diberikan Tuhan kepada kita. Tidakkah kita sadari bahwa setiap rasa yang muncul dan tenggelam di batin kita sesungguhnya adalah petunjuk ke arah jalan Tuhan?

Tuhan memang tidak sembarangan menunjuk manusia untuk mampu mengemban amanah-Nya. Namun jangan dilupakan bahwa setelah para nabi wafat dan tidak dilahirkan lagi, maka saat ini, kita semualah utusan-Nya. Kita semua adalah wakil-NYA. Kita semua inilah yang meneruskan  tongkat estafet  kenabian hingga akhir jaman. Tuhan tidak lagi menunjuk ke satu orang utusan karena sekarang semua orang itulah sesungguhnya utusan-Nya. Bila dulu kepemimpinan dipegang satu orang, kini kepemimpinan dipegang banyak orang.

Maka, apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia sekarang? Kita bisa “menjadi” Tuhan (menjadi sebagaimana yang Tuhan kehendaki), namun hati-hati, kita juga sangat gampang tergelincir “menjadi” Iblis, tergantung pada bagaimana kita mengobyektivasikan subyektivitas kita. Ingat utusan Tuhan pun juga bisa tergelincir ke dalam kesalahan dan hanya Tuhan juga yang mampu untuk membersihkan kesalahannya. Ya Tuhanku, ya Tuhanmu, ya Tuhan kita semua… kau ada demi aku dan aku ada demi kamu. Kita ada demi cinta. Hanya itu tujuan hidup sejati kita..

@wongalus,2009

Categories: KUNCI-KUNCI KEGAIBAN | 21 Komentar

DZIKIR YANG INTENSIF


Dzikir biasanya diartikan sebagai menyebut Asma-Asma Allah, nama-nama Tuhan berulangkali hingga menancap ke dalam hati sanubari. Namun hakikat dzikir sesungguhnya lebih dari itu. Mengupas kedalaman dzikir, sama dengan mengupas apa hakikat hidup.

Saya tinggal di sebuah perumahan. Tetangga saya dari beragam etnis dan agama. Masing-masing memiliki cara ibadah sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Namun, ada agama tertentu yang mayoritas dianut oleh para warga. Di dalam mayoritas agama ini, ada juga yang merupakan penganut tarekat (jalan ruhani). Pada malam-malam tertentu, penganut tarekat ini menghadirkan guru spiritual untuk memimpin dzikir. Dzikir dikumandangkan menggunakan pengeras suara. Volumenya memekakkan telinga.

Kebetulan, saya tinggal sekitar tiga rumah dari tempat dzikir tersebut biasanya digelar sehingga benar-benar tahu apa dan bagaimana acara dzikir bersama tersebut. Mulanya dzikir menyebut nama-nama Tuhan. Dilanjutkan dengan tidak hanya menyebut nama, namun beberapa kalimat yang merdu dilantunkan. Saya sungguh menikmati, bagaimana mereka berdzikir. Sambil duduk di temaram dekat kolam ikan, saya meresapi ghirrah atau semangat para pedzikir tersebut. Mulai pelan-pelan hingga akhirnya mereka berteriak-teriak seperti orang sekarat….. ekstase…. fana ….. kosong….

Sayangnya, tempat dzkir itu di tengah perumahan. Tidak setiap orang paham dan satu gelombang rasa dengan mereka. Ada tetangga yang beragama lain, ada tetangga yang anaknya ujian. Ada juga yang memiliki bayi. Bahkan ada juga yang memiliki burung merpati yang hampir menetas. Mereka ini sangat terganggu dengan dzikir tarekat tersebut. Ya, dzikir itu bagus tapi kalau dikerjakan tanpa mempertimbangkan aspek kesantunan akan berakibat citra agama perzikir itu jadi buruk. Harusnya, para pedzikir itu sadar bahwa tempat untuk berteriak-teriak itu tidak di perumahan. Kalau di tengah hutan atau di atas gunung ya silahkan saja. Saya tidak akan protes.

Inti dari dzikir sesungguhnya bukan terletak pada bagaimana teriakan keras saat kondisi jiwa sedang trans. Kedahsyatan dzikir tidak berada di wilayah ramainya kata dan kalimat-kalimat disampaikan, tapi terletak pada kefakuman rasa hingga Rasa-Nya bisa menyatu dan manunggal pada semesta diri. Ini butuh keheningan dan kesenyapan yang paling maksimum. Benar-benar hening tiada tara…

Nabi kita mengajarkan bagaimana caranya menafikan diri secara intensif di gua Hira selama dua tahun sejak usia beliau yang ke-38, sampai usia 40. Beliau mencapai penegasian diri (penghilangan diri) total. LA ILAHA, sehingga hasilnya mendapatkan AFIRMASI TOTAL yaitu ILAL-LAH. Terbukalah semua hijab atau penghalang melihat kasunyatan ini seperti menatap 1000 cayaya bulan.

Untuk bisa dzikir yang intensif, kita perlu lebih dulu memiliki kemapanan TAFAKKUR (berpikir), TADZAKKUR (olah rasa) dan TADABBUR (pencerahan). TAFAKKUR berarti berpikir tentang obyek-obyek, fenomena alam, sastra jendra hayuningrat pangruwating diyu hingga kita mendapatkan pencerahan bahwa SEGALA PUJI KEPUNYAAN ALLAH, PENCIPTA ALAM SEMESTA. Sedangkan TADZAKKUR adalah tafakkur/berpikir tanpa obyek-obyek, tafakkur intransitive, berpegang pada rahman dan rahim-Nya, sehingga hati akan terjaga. Sementara TADABBUR adalah kelanjutan dari tafakkur dan tadzakkur sedemikian rupa sehingga mendapatkan pencerahan. Menembus awal akhir, lahir batin mencapai jalan lurus yang berarti metode yang ditegakkan secara langsung. Yaitu benar secara obyektif (tidak sesat) dan benar dalam memerankan subyek (tidak dimurkai).

Jadi, marilah kita berdzikir pelan hening mengikuti gerakan nafas saja….

@Wongalus,2009

Categories: DZIKIR YANG INTENSIF | 8 Komentar

TERATAI KEDAMAIAN SAMADHI


Tanpa memahami hakikat cinta, kita mungkin tidak bertanggung jawab dan hanya sekedar memperturutkan emosi tanpa kebijaksanaan. Cinta yang demikian akan jadi merugikan dan sia-sia

Namun membedah makna cinta juga tidak mudah. Sulit untuk dirumuskan dengan kalimat-kalimat sederhana, sebab urusan cinta menembus berbagai lapisan terdalam kenyataan. Sifatnya yang meta-fisik, mendasari keberadaan segala sesuatu. Mendasari juga “adanya” sesuatu yang tampak ini.

Setiap orang mempunyai interpretasi sendiri tentang cinta. Memang, arti definitifnya bisa kita ambil dari kamus. Misalnya Kamus Besar Bahasa lndonesia mendefinisikan cinta sebagai rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada) atau rasa sangat tertarik hatinya. Tapi faktanya berkata lain. Mengapa kadang karena cinta orang bisa menyakiti, membenci memperkosa bahkan membunuh?

Cinta memang abstrak dan aneh. Tidak ada tolok ukurnya secara pasti bagaimana mengukur dalamnya perasaan cinta. Siapa yang dapat mengukur? Dapatkah kita mengatakan cinta seorang pengusaha yang memberi permata kepada kekasihnya lebih dalam daripada cinta seorang gembel yang memberi sepotong kue kepada kekasihnya? Cinta juga sulit diterima akal. Pantas Blaise Pascal mengatakan, ”hati mempunyai alasan-alasan yang sama sekali tidak diketahui oleh akal, yang menyebabkan orang mengambil keputusan yang irrasional”.

Cinta adalah “the never ending story”, cerita yang tidak pernah selesai…. Orang tidak pernah berhenti mencintai dan dicintai. Selalu ada yang baru tentang cinta. Tidak terhitung banyaknya kreativitas yang lahir karena cinta. Sumber inspirasi yang tidak pernah habis…. cinta adalah melodi sepanjang zaman.

Pelet cinta memang sangat dahsyat. Dengan cinta orang rela memberi dan berkorban apa saja, tapi dengan kekuatan cinta pula orang dapat membenci bahkan membunuh. Kekuatan cinta juga dapat mengelabui. Coba lihat kisah cinta Romeo and Juliet. Dunia menjadikannya legenda kisah cinta sejati. Orang hampir tidak percaya bahwa kisah itu sebenarnya tidak pernah terjadi. ltu hanya imajinasi, buah pena sastrawan Inggris William Shakespeare. Tapi hal ini juga sekaligus membuktikan betapa universalnya pemahaman tentang cinta.

Karena cinta pula sesuatu itu ada. Taj Mahal, sebuah bangunan di kota Agta, lndia, sangat populer didunia karena kemegahan dan keindahannya. Seluruh bangunan terbuat dan marmer berkualitas tinggi, bahkan bagian-bagian dari dindingnya bertahtakan berlian. Bangunan ini merupakan bukti cinta dari seorang Kaisar Moghul bernama Shah Jehan kepada istrinya Mumtaz. la ingin mempersembahkan monumen cinta abadi bagi sang istri yang lebih dulu meninggalkannya. Betapa dalam cintanya kepada sang istri yang setia mendampingi sampai akhir hayatnya.

Hitler sang pembantai bengis ribuan orang Yahudi ini siapa menyangka kalau ia tidak sanggup menerima kenyataan meninggalnya wanita yang dicintainya. Dua menit setelah kematian istrinya yang bunuh diri, Hitler menyusul dengan cara yang sama. Mayat mereka dikremasikan bersama sesuai dengan pesan Hitler.

Kisah raja Edward VIII dari Inggris yang rela kehilangan tahta demi untuk menikah dengan wanita yang dicintainya juga menjadi legenda dunia. Edward mengumumkan pengunduran dirinya sebagai raja untuk menikah dengan Wallis Simpson seorang janda yang telah dua kali menikah. Hat ini tentu saja tidak mendapat restu dari kerajaan.Tapi begitulah cinta, Edward bahkan berkata, ”Aku tidak mungkin memikul tanggungjawab yang begitu besar sebagai raja, tanpa dukungan wanita yang aku cintai”.

Perkawinan Pangeran Charles dengan Lady Di berakhir dengan tragis. Itu karena Charles ternyata tidak dapat melupakan teman kencan lamanya Camila Parker, seorang wanita yang sudah mempunyai suami. Perselingkuhan ini membuat Lady Di kecewa dan tertekan. Lady Di yang sangat dicintai rakyat Inggris karena keanggunan dan kepribadiannya, ternyata harus menderita menghadapi hubungan gelap suaminya dengan wanita tua yang tidak berparas cantik bahkan disebut nenek sihir oleh rakyat Inggris.

Abraham H Maslow tokoh psikologi humanistik memunculkan teori Teori Hirarki Kebutuhan. Teorinya mengatakan salah satu kebutuhan manusia dari lima kebutuhan dasar adalah kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs), ingin merasakan kehangatan dan kemesraan.

Kita sepakat bahwa cinta adalah kebutuhan manusia. Bila manusia hidup tanpa cinta, ada sesuatu yang tidak terpenuhi dalam kebutuhannya. Bahkan penelitian mengatakan, orang yang kebutuhan cintanya terpenuhi berumur lebih panjang dari orang yang tidak punya cinta.

Sigmund Freud tokoh psikoanalisa, dalam Teori Kepribadiannya mengatakan bahwa jiwa terdiri dari 3 sistem yaitu: id, ego dan super ego. ld terletak dalam alam bawah sadar yaitu dorongan-dorongan primitif atau instink dasar. Instink dasar manusia ada dua yaitu, dorongan untuk hidup dan dorongan untuk mati. Dorongan hidup adalah dorongan seksual/libido dan dorongan mati/dorongan agresi. Cinta adalah dorongan hidup. Dengan dorongan cinta orang ingin mempunyai keturunan untuk melanjutkan kehidupan.

Carl Gustaf Jung tokoh NeoPsikoanalisa agak berbeda dengan Freud dalam menerangkan konsep kepribadian. la juga menggunakan konsep libido seperti Freud namun tidak melihat libido sebagai dorongan seksual, tetapi libido adalah dorongan energi. Dorongan energi mendorong berbagai proses mental seperti, berpikir, merasa, berhasrat dan sebagainya.

Bila kita melihat cinta Shah Jehan kepada istrinya, tentu bukan dorongan seksual lagi yang mendorongnya untuk membangun Taj Mahal, tetapi dorongan energi sesuai dengan prinsip pelepasan energi. Tetapi mengapa Shah Jehan membuktikan cintanya setelah istrinya tiada? Arthur Schopenhauer mengatakan bahwa, “kita baru merasa betapa terkasih seorang bila ia telah hilang dari hidup kita”.

Alfred Alder juga seorang tokoh Neo Psikoanalisa yang tidak sependapat dengan Freud. la menulis kertas kerja berjudul “Organ Inferiority”. Menurut Alferd setiap manusia mempunyai kelemahan organis. lni mendorong manusia untuk mengadakan kompensasi. la mengatakan bahwa “Organ Inferiority” pada masing-masing orang tidak sama, melainkan khas bagi orang itu sendiri. Karena itu cara mengkompensasinya juga tidak sama tergantung dari tujuan yang hendak dicapai. ”Organ Inferiority” ini yang menyebabkan adanya perasaan rendah diri pada manusia (inferiority feeling).

Bila kita melihat pada kisah Raja Edward Vlll,maka perasaan rendah diri ini yang ada pada dirinya. Sebab, walaupun ia seorang raja, tetapi sebenarnya ia adalah seorang yang kolokan, cengeng dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri .Tidak heran bila sampai usia 41 tahun dia tidak bisa memilih calon istri. Tidak heran pula kalau kemudian ia memilih Wallis Simpson, wanita yang telah dua kali menikah asal Amerika Serikat. Baginya Simpson adalah wanita kuat yang dapat menopang dirinya. Maka tahta kerajaanpun rela diserahkan demi cinta.

Kompensasi juga salah satu dari sembilan mekanisme pertahanan diri yang dikemukakan Freud dalam Teori Kepribadian. Banyak cinta yang lahir karena kompensasi. Manusia mencari pasangan untuk saling melengkapi. Seperti pendapat Arthur Schopenhauer bahwa setiap orang paling mencintai unsur-unsur yang ia sendiri tidak akan milikinya.

CINTA DIMENSI SPIRITUAL
Di atas kita sudah membahas sedikit tentang hakikat cinta dalam konteks hubungan cinta antar manusia yang berseluk beluk, bikin pusing dan stress. Sekarang mari kita terbang menuju langit hakikat yang lebih tinggi lagi, yaitu hakikat cinta Ilahi di mana kita akan menemukan kedamaian dalam hening “NING” yang abadi. Pernahkah kita merasakan bahwa kita sekarang ini ada dan bereksistensi karena cinta kasih Tuhan kepada kita? Saking cintanya Tuhan kepada kita, harusnya kita juga membalas cinta-Nya. Bagaimana mencintai-Nya?

Melalui syair-syairnya, para mistikus membahas tentang cinta. Antara lain:
• Cinta adalah senantiasa condong kepada sang kekasih dengan hati bimbang. Cinta berarti mengutamakan sang kekasih di atas semua yang dikasihi. Cinta adalah kesesuaian diri dengan Sang Kekasih di alam nyata maupun gaib.
• Cinta adalah peleburan sifat-sifat si pecinta dan peneguhan Sang Kekasih dengan Dzat-Nya. Cinta adalah kesesuaian hati dengan kehendak Tuhan. Cinta berarti ketaatan. Cinta berarti penyerahan diri secara total kepada-Nya sehingga kau tidak memiliki apa-apa lagi. Cinta berarti melenyapkan segala sesuatu di hati selain kehadiran Sang Kekasih. Cinta adalah mengabaikan hasrat tanpa harap. Cinta adalah kerinduan untuk mengada bersama sang kekasih.
• Cinta adalah kecenderungan kepada segala sesuatu dengan sepenuhnya kemudian engkau mengutamakan yang kau cintai dibanding apapun juga termasuk dirimu, jiwamu, harta bendamu kemudian berada di dalam keserasian dengan-Nya baik lahir maupun batin. Kemudiaan engkau mengakui kekuranganmu dalam mencintai-Nya. Engkau juga tidak berkeluh kesah kepada apapun juga selain kepada kekasihmu.
• Cinta tidak bisa dikatakan cinta bila dua pihak tidak bisa mengatakan kepada masing-masing dengan ungkapan WAHAI DIRIKU. Ketika seseorang mengaku cinta, maka pengakuannya harus dibuktikan. Tiada cinta melainkan harus melekat di dalam hati terdalam dan tulang penegak hidup. Bila tidak ada kekasih hati, engkau akan layu tanpa sisa dan akhirnya engkau mati dalam hasrat cinta. Bibirmu tidak mampu berkata apa-apa selain diam kelu dengan mata menangis dalam penuhnya hati untuk bermunajat.
• Semua cinta pasti ada tujuannya. Cinta yang tanpa tujuan bukan cinta namanya. Tujuan cinta sejati adalah peleburan. Bila tujuan itu hilang, maka cinta pun akan sirna.

Cinta yang berdimensi spiritual yang biasa diungkap oleh kaum mistikus dalam bentuk puisi dan syair terlalu panjang untuk disingkap tabirnya. Kita akan kehilangan kedalaman cinta bila mengungkap hakikat cinta Ilahi. Begitu panjang dan jauh wilayah-wilayah cinta Tuhan kepada kita dan cinta kita kepada Tuhan. Karena cinta adalah kerinduan akan pertemuan, maka “Barangsiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu yang dijanjikan itu akan datang. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”

Ada sebuah doa yang sangat dahsyat. Bila kita sampaikan dengan hati yang benar-benar bersih, bening dan tulus maka kita akan mendapatkan secara total kasih sayang-Nya:

“Ya Allah, dengan ilmu-Mu yang gaib dan dengan kekuasaan-Mu atas semua makhluk, hidupkanlah aku jika Engkau tahu bahwa hidup itu membawa kebaikan untukku, dan matikan aku jika Engkau tahu bahwa mati itu membawa kebaikan untukku. Ya Allah, aku meminta kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam semua perkara, baik yang nyata maupun yang gaib. Aku memohon kepada-Mu ungkapan yang benar ketika aku senang maupun ketika aku marah. Aku memohon kepadamu kesederhanaan dalam kekayaan maupun kemiskinan. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesenangan yang abadi dan kesejukan jiwa yang tak terputus. Aku memohon kepada-Mu keridhaan dengan apa yang telah ditentukan. Dan aku memohon kepada-Mu kehidupan yang sejuk sesudah mati. Aku memohon agar bisa melihat wajah-Mu yang Mulia, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu tanpa bahaya yang mengancam atau menjadi korban fitnah yang menyesatkan. Ya, Allah, hiasilah kami dengan keindahan iman. Ya Allah, jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk maupun penerima petunjuk”

Demikian sedikit uraian tentang cinta. Awas sekali lagi, jangan ceburkan diri dalam cinta palsu. Cintailah yang sungguh-sungguh Pecinta. Cintailah DIA yang sejati dan abadi, maka kelopak cintamu akan indah bermekaran, yaitu cinta yang bersemayam di bunga teratai kedamaian samadhi.

@wongalus,2009

Categories: HAKIKAT CINTA | 11 Komentar

J’ RETORNOUS A LA NATURE!


KEMBALI KE ALAM ADALAH MENYATU DENGAN ALAM, YAITU PERSATUAN KEHENDAK, KEINGINAN DAN HARAPAN ANTARA MANUSIA DAN ALAM.

(Sebagai dasar metafisis memahami ilmu sangkan paraning dumadi, ilmu sejati, ilmu putih, ilmu kebatinan,  dan semua ilmu gaib yang diciptakan dan dikarang oleh manusia).

Kita sering mendengar istilah BACK TO NATURE atau kembali ke alam. Apa hakikat sebenarnya “kembali ke alam” tersebut? Sejak jaman romantik yaitu sekitar tahun 1750 sebagai reaksi terhadap semua tekanan penggunaan rasio (akal) dan empiri (indera pengamatan), muncul kecenderungan di peradaban barat peranan penggunaan perasaan, feeling, intuisi untuk mengetahui hakikat manusia, dunia dan seisinya serta Tuhan. Penggunaan akal dan indera pengamatan yang berlebihan dianggap menumpulkan naluri kemanusiaan dan melahirkan kemandegan kemajuan peradaban manusia. Maka jaman romantic adalah jaman di mana lahir sebuah gerakan di dalam agama, seni, puisi rakyat, sastra (Rousseau, Victor Hugo, Walter Scott, Keats, Shelley, Herder, Holderlin) dan musik (Beethoven, Mozart, Schubert, Chopin, Bahms), termasuk menyentuh ke wilayah teologi dan filsafat.

Peradaban yang melulu dibangun dengan akal dan empiri memang pada akhirnya akan membawa pada kehancuran. Kita terasa hidup dalam sebuah wilayah yang penuh fasade-fasade beton, akal-akalan, kucing-kucingan dimana di sana yang ada hanya manusia yang sebenarnya srigala yang siap memakan manusia yang lain. Manusia yang begitu luhur karena memiliki kekayaan budi pekerti, susila dan spiritualitas berketuhanan yang begitu tinggi akan terperosok derajatnya menjadi binatang. Binatang yang hanya mengandalkan naluri untuk membunuh (tanpa akal) bila dilepas berkeliaran akan berbahaya. Apalagi kalau manusia yang memiliki akal? Sangat berbahaya….

Maka, kemunculan jaman romantik ini mengisi ruang-ruang kosong manusia barat yang haus kedamaian dan keheningan. Manusia barat sedemikian rindu karena lama ditinggal perasaan, feeling dan intuisinya sendiri. Terlalu lama mereka hidup dalam kalkulasi otak dan pencapaian tujuan hidup yang hanya diisi dan dipenuhi oleh materi, benda dan wadag-wadag. Manusia kangen kesejatian dirinya yang asli. Terlalu lama dia diperbudak untuk menuruti akal dan matanya. Mata batin dan perasaannya kosong melompong. Hidupnya terasa hampa dan ciut. Keluasan manusia untuk mencari-cari sisi luas dari hati nurani hilanglah sudah. Dia terasa terasing tumpul di sebuah dunia akal yang dibuatnya sendiri.

Maka, RETORNOUS A LA NATURE! (marilah kita kembali ke alam) begitu disuarakan secara lantang oleh Jean Jacques Rousseau yang lahir di Swiss tahun 1712. Kembali ke alam… apa maksud istilah ini? Apa maksudnya adalah kita kembali menjadi monyet-monyet yang bergelantungan di hutan-hutan tanpa mengenakan selembar pakaian pun seperti kaum hippies atau para penganut paham nudis/naturist? Apa kita kembali menjadi manusia yang hidup pada jaman batu seperti film flintstone yang lucu itu, tanpa mobil, tanpa alat-alat dan teknologi canggih?

Tentu saja tidak demikian. Kembali ke alam adalah menghayati alam sebagaimana adanya. Alam semesta adalah makhluk Tuhan Yang Maha Hidup yang diperintahkan oleh Tuhan untuk bekerjasama dengan manusia sebagai KHALIFAH DI BUMI ini untuk menyelesaikan AGENDA PENCIPTAANNYA yang belum sempurna dan belum selesai. Manusia tidak bisa hidup tanpa alam semesta dan alam semesta tidak berarti dan bermakna apa-apa tanpa ada manusia yang ada di dalamnya. Kenapa bila alam semesta ini tidak ada manusia menjadi tidak berarti? Jelas tidak berarti sebab manusialah yang diberi kuasa untuk menafsirkan arti dan makna atas segala sesuatu. Bukankah manusia pertama yaitu Nabi Adam AS diberi kuasa Tuhan untuk hidup dengan bekal “NAMA-NAMA SEGALA BENDA”, yaitu manusia yang merupakan satu makhluk mulia karena manusia adalah penafsir dan pemberi makna segala hal. Manusia dikatakan animal symbolicum karena dia adalah penafsir simbol dan kemampuan ini khas manusia. Kucing dan cindil tidak perlu untuk menafsirkan apa arti rambu-rambu lalu lintas. Yang bisa menafsirkan hanya manusia karena dia diberi alat untuk menafsirkan/menginterpretasi simbol, kata, bahasa, pengertian, statistik dan sebagainya.

Karena alam semesta ini adalah MAKHLUK HIDUP, maka dia punya kehendak dan punya tekad, niat dan keinginan. Apa keinginan Alam Semesta? Tiada lain untuk melaksanakan perintah Tuhan yaitu BERTASBIH: MENSUCIKAN NAMA TUHAN SEMESTA ALAM, SUMBER DARI SEMUA SUMBER ENERGI DAN PENCIPTA SEGALA YANG ADA. Tuhan adalah rentetan terakhir dari semua sebab yang menjadikan akibat-akibat ada di alam semesta. Sebab yang tidak disebabkan lagi, CAUSA PRIMA, yang tidak bisa digambarkan ada-Nya, dimana dan kapan-Nya, Dia yang tidak terjangkau oleh semesta pengetahuan manusia.

Kenapa kehendak alam semesta ini hanya mensucikan nama Tuhan? Kok tidak ada tugas lainnya? Jawabannya terletak pada kebersatuan kehendak antara manusia dengan alam semesta. Meskipun sejatinya manusia dan alam semesta ini dua hal, sebenarnya intinya adalah SATU KESATUAN METAFISIS, Bahwa RUH MANUSIA adalah RUH ALAM SEMESTA dan juga percikan atau bagian dari RUH TUHAN. Sehingga Tugas Manusia pula adalah mensucikan NAMA-NAMA TUHAN. Yaitu sebuah tugas dalam rangka mengemban sistem keselamatan universal, dimana “nama-nama” segala benda di alam semesta dan juga dalam tataran konseptual harus konform dengan NAMA-NAMA-NYA. Sebagai suatu subyek, khalifatullah harus OBYEKTIF PLUS: bahwa subyektivitasnya harus subordinatif terhadap SUBYEKTIVITAS-NYA. Subyek yang seperti inilah yang atas perkenaan-Nya mendukung amanat untuk mewakili-Nya, mendapatkan pantulan dari wajah-Nya.

Maka bolehlah kita anggap bahwa alam semesta inilah SAUDARA TUA MANUSIA. Bahkan dari alam semesta inilah Tuhan menciptakan manusia dari berbagai unsur yang ada di dalamnya, yaitu TANAH, AIR, API, UDARA. Semua unsur itu kini tetap ada di tubuh manusia dan kini bila kita teliti kode-kode DNA manusia, maka kita akan menemukan unsur-unsur tanah, air, api, dan udara ini dalam jumlah yang pada setiap tubuh manusia tidak sama satu dengan yang lainnya. Tanah, air, api dan udara adalah sedulur papatnya manusia: sementara limo pancernya adalah unsur PERCIKAN BUNGA API ILAHI YANG DIPANCARKAN KE DALAM RUH MANUSIA. Ruh manusia adalah ruh Tuhan juga. Ruh adalah bagian dari diri Tuhan yang ada di dalam diri kita. Ruh adalah AKU SEJATI, DIRI SEJATI, INGSUNG SEJATI di dalam diri manusia. Maka, hormatilah diri sendiri maka dirimu juga berarti menghormati Tuhan. Sehingga kita akan paham bahwa MENGHORMATI AKU SEJATI ADALAH IBADAH, MANEMBAH, SHOLAT, SEMBAHYANG, MAKRIFAT TERTINGGI dari MANUSIA.

Kita tidak mungkin mampu menjangkau DZAT TUHAN karena jangan anggap kata Dzat ini seperti dzat dalam pengertian ilmu kimia atau fisika. Dzat Tuhan meskipun tidak terpahami oleh akal pikiran manusia, namun dzat Tuhan benar-benar bila kita hayati dan nikmati dalam kesekaranganku ini!! Bukankah Tuhan sangat dekat dengan diri kita, lebih dekat dari urat merih di leher, lebih dekat dari rasa dekat, Tuhan juga tidak pernah menyembunyikan dirinya dari manusia?? Manusia sendirilah yang menyembunyikan diri Tuhan di dalam pengetahuannya. Di dalam kebodohan dirinya sendiri? Di dalam ego atau keakuannya? Di dalam pantai-pantai dan membatasi lingkup pengetahuannya? Kita memang terbiasa menghilangkan berjuta-juta kilometer pengetahuan tentang Tuhan dengan dalih kita tidak mengetahui Tuhan. Duh manusia, betapa engkau bodoh dan hina justeru karena engkau menyukai dalam mandi lumpur keakuanmu yang kau ciptakan sendiri!!!!! Dengan kebodohan pula engkau mengaku bahagia, dengan keabsurdanmu sendiri kau mengaku menemukan jati dirimu dan membungkusnya dengan kepalsuan dan kesementaraan…..

Maka, jangan pernah menentang dan bertolak belakang dari hukum-hukum, prinsip-prinsip bekerjanya alam semesta. Apa prinsip bekerjanya Alam semesta ini? PRINSIPNYA ADALAH KEIKHLASAN. IKHLAS UNTUK MEMBERI TANPA BERHARAP UNTUK MENERIMA, SEPERTI MATAHARI, SEPERTI BUMI, SEPERTI UDARA YANG KITA HIRUP DAN NIKMATI SEHARI-HARI. Hukum dagang timbal balik antar unsur-unsur di alam semesta pasti semuanya berlangsung dengan adil dan berimbang. Tata cara kerja alam semesta sangat bermutu tinggi sedemikian hingga tidak pernah ada RESIDU atau SAMPAH lahir maupun batin.

Ini juga merupakan prinsip dasar yang menjadi basis untuk memahami apa dan bagaimana alam semesta bekerja. Kita perlu mengetahui prinsip-prinsip bekerjanya alam ini sebab ini menjadi INTI DAN SUBSTANSI SEMUA ILMU YANG ADA DI SEMESTA PENGETAHUAN MANUSIA BAIK ILMU PENGETAHUAN YANG KITA KENAL MAUPUN ILMU-ILMU GAIB.

SUBYEKTIF YANG TIDAK OBYEKTIF
Manusia yang sadar akan hakikat dirinya, berarti manusia yang juga menghayati keberadaan alam semesta, menghayati semua hal yang ada di pikiran-pikirannya, yang menghayati Tuhan adalah manusia yang selaras, serasi, harmonis, dan singkron dengan alam semesta . Inilah hakikat dari RETORNOUS A LA NATURE! (marilah kita kembali ke alam), TAO yang SEJATI…. Yaitu gerakan mengembalikan manusia pada titik orientasi yang sangat handal dimana penampilan subyektivitasnya yang benar-benar mendukung amanah mewakili-Nya.

Di sisi yang lain, kita juga melihat penampilan subyektif yang tidak obyektif sebagaimana disimbolkan oleh adanya IBLIS. Subyektivitas IBLIS adalah kebanggaan atas kelebihannya terhadap asal mula manusia. Iblis berasal dari api, sementara manusia dari tanah. Pemahaman IBLIS ini sungguh teramat dangkal karena tidak patut menjadi makhluk yang paling mulia. IBLIS LUPA, BAHWA YANG DIKEHENDAKI TUHAN UNTUK MENJADI WAKIL-NYA BUKAN HANYA KENYATAAN OBYEKTIF MANUSIA YANG BERASAL DARI TANAH TADI. Melainkan KENYATAAN OBYEKTIF PLUS: Bahwa TANAH itu sudah ditambah dengan ILMU (nama-nama segala benda) dan RUH dari SISI-NYA.

MAKRIFAT MATAHARI
Dari penjelasan ini, kita bisa menyimpulkan secara sederhana: bahwa bila Anda menginginkan sesuatu, berniat sesuatu, berkehendak sesuatu, mengupayakan sesuatu, maka hendaknya SELARASKAN dan HARMONIKAN dengan KEHENDAK ALAM SEMESTA. Bila pemahaman kita sudah berada di taraf tinggi, maka tanda-tanda kehendak yang selaras dengan alam adalah tidak adanya amalan atau akibat-akibat yang kembali pada diri kita. Sebab prinsip kerja alam semesta adalah keikhlasan: sebuah mekanisme yang alamiah yaitu peleburan antara aku dan alam, peleburan antara kawulo dan gusti, antara aku dengan AKU, tidak ada lagi wacana surga atau neraka… tapi cinta yang hanya ikhlas memberi tanpa keinginan menerima kembali…inilah MAKRIFAT MATAHARI. Inilah yang harusnya menjadi dasar ilmu sangkan paraning dumadi, ilmu sejati, ilmu putih, ilmu kebatinan, ilmu putih, dan semua ilmu gaib yang diciptakan dan dikarang oleh manusia.

Namun, bila pemahaman kita masih sederhana: bolehlah kita berpendapat bahwa kehendak akan memantulkan diri dalam wujud lain yang akan kita terima. Bisa cepat atau bisa juga lambat. Semua tergantung mekanisme alam yang berlaku. Bila kita memancarkan permusuhan, maka permusuhan pula yang akan kita terima. Bila kita memancarkan niat jahat, maka kejahatan pula yang akan kita terima. Bila kita menarik sesuatu (pelet) dengan energi yang kuat, maka tarikan kuat yang membalik pula yang akan kita dapatkan. Bila kita memberi kebahagiaan dan kedamaian pada orang lain maka kedamaian dan kebahagiaan pula yang akan kita terima. Seperti seutas karet, kita menarik dengan keras maka kita akan mendapatkan daya pantul akibat tarikan keras kita tersebut. Adanya surga atau neraka adalah mekanisme pembalasan hukum sebab akibat terakhir setelah penggulungan alam semesta.

Sekarang tinggal pilih, kita akan menjadi manusia macam apa. Pada mulanya adalah NIAT namun kemudian dilanjutkan dengan PERBUATAN yang yang akan membentuk kita untuk “menjadi” dan kita tunggu bersama “kejadian-kejadian” berikutnya…

@wongalus,2009

Categories: J' RETORNOUS A LA NATURE! | 6 Komentar

USUI REI KI


“Reiki” adalah penyaluran energi alam untuk kesehatan tubuh (fisik) dan psikis termasuk juga untuk self defence. Sebagai self defence atau pertahanan tubuh metafisik, Reiki dilakukan untuk membentengi diri dan lingkungan dari pengaruh kekuatan psikis yang dipancarkan oleh orang lain.

Dalam lintasan sejarah filsafat barat, konsep energi telah dipelajari oleh para filsuf sejak jaman Yunani kuno hingga kaum ilmuwan saat ini. Beragam bentuk energi di bumi seperti gelombang cahaya dan partikel atom menarik minat mereka untuk mempelajarinya karena sangat berpengaruh pada ekosistem lingkungan hidup serta hidup manusia sehari-hari. Fisikawan Newton menganalisa berbagai bentuk energi yang berupa atom, neutron, proton dan elektron. Ujung-ujungnya Newton menemukan hukum grafitasi yang terkenal. Einstein menemukan teori tentang energi yaitu teori relativitas yang tersimpul dalam rumus e= mc2 (energi = massa x cahaya pangkat dua). Max Planck menemukan bahwa energi dari radiasi panas tidak dipancarkan secara terus menerus, tapi dipancarkan dalam paket energi yang disebut quanta. Fisikawan lain, JS.Bell menjelaskan bahwa sub-atomik “partikel” berhubungan satu dengan yang lain dalam ruang dan waktu. Perpindahan partikel itu terjadi secara superluminal yaitu lebih cepat dari cahaya.

Di barat, berbagai kajian ilmiah tentang energi masih berkembang hingga saat ini dari berbagai sudut pandang ilmu pengetahuan, khususnya fisika. Sementara di timur (India, Tiongkok, Jepang, Asia tengah dan Tenggara) berbagai konsep tentang energi itu tidak diteliti dan diamati dengan cara yang sama. Orang timur lebih tertarik membicarakan energi dalam hubungannya dengan praktik keseharian seperti soal bagaimana pengaruh energi terhadap kesehatan, bagaimana memanfaatkan energi alam semesta untuk berbagai keperluan dan seterusnya.

Di jepang, energi disebut dengan Ki dan alam semesta disebut dengan Rei. Orang jepang menyadari bahwa untuk dapat hidup sehat, manusia tidak saja memerlukan makanan dan minuman dalam jumlah yang cukup, tetapi juga memerlukan sejumlah Ki. Gangguan pada sirkulasi Ki akan menyebabkan gangguan pada “tubuh eterik” yang diikuti fenomena sakit pada tubuh fisik. Orang jepang percaya, bahwa penyembuhan menyeluruh bekerja di lapisan tubuh eterik yang sangat berpengaruh pada tubuh fisik.

Orang yang gigih memperkenalkan cara pandang “penyembuhan holistik” itu adalah Sensei Mikao Usui. Seorang penganut Zen Budhisme setelah melakukan meditasi di Gunung Kurama, Jepang tahun 1923. Sensei Mikao Usui kemudian menyebut metode metafisisnya itu dengan “Reiki” yang maknanya adalah memanfaatkan energi alam semesta untuk berbagai keperluan. Salah satu keperluan yang kini populer adalah penyaluran energi untuk kesehatan tubuh (fisik) dan psikis termasuk juga untuk self defence. Sebagai self defence atau pertahanan tubuh metafisik, Reiki dilakukan untuk membentengi diri dan lingkungan dari pengaruh kekuatan psikis yang dipancarkan oleh orang lain.

BELAJAR REIKI
Belajar Reiki sangat mudah. Cara dan tekniknya tidak sulit dipelajari. Kita hanya membutuhkan sedikit waktu untuk memahami dan mempraktekkannya secara langsung. Syarat untuk belajar Reiki adalah niat dan kesungguhan hati untuk belajar dan mempraktekkannya.
Dengan belajar Reiki, seseorang akan mampu melakukan channeling (menyelaraskan diri) dengan energi alam semesta. Selain itu, dia akan mampu menyalurkan energi untuk di titik-titik tubuh tertentu yang sakit sehingga kesembuhan diri bisa dicapai. Bahkan, seseorang yang belajar reiki mampu memberikan attunement kepada orang lain.

Perlu digarisbawahi bahwa metode Reiki adalah supplementary treatment atau penyembuhan pelengkap dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyembuhan medis. Praktisi Reiki tidak diperkenankan menyarankan menghentikan proses penyembuhan yang dilakukan ahli medis. Selain itu, praktisi Reiki tidak diperkenankan melakukan diagnosa penyakit, terkecuali jika praktisi Reiki yang bersangkutan adalah ahli medis.

SIMBOL-SIMBOL REIKI
Sama dengan matematika atau fisika, dalam Reiki juga memiliki rumus tertentu. Namun fungsinya lebih sebagai simbol yang tidak ditafsirkan secara rasional. Dalam khazanah tradisi metafisis, simbol berfungsi sebagai alat untuk menghantarkan seseorang untuk mencapai tujuan dan bagian pengetahuan manusia yang mampu mengadakan pendekatan bidang metafisis ini adalah rasa.
Di jawa, kita mengenal istilah olah rasa untuk menyebut aktivitas latihan psikis atau mental untuk mengenal dunia metafisis itu. Semakin sering orang mengadakan olah rasa ini maka seseorang akan semakin terlatih dan peka untuk ‘meraba’ hal-hal yang tidak tergapai oleh indera dengar maupun indera mata.
Sebagai ilmu metafisis terapan, Reiki memiliki tiga prosedur yang harus terpenuhi untuk menerapkannya. Yaitu
(1). Penggambaran suatu simbol menggunakan visualisasi.
(2) Pengucapan nama suatu simbol dengan bersuara ataupun di dalam hati sebanyak tiga kali.
(3) Kalimat yang mencerminkan maksud, niat, tujuan, dan harapan.
Di dalam Reiki, kita mengenal tiga simbol utama dalam Usui Reiki yaitu Chokurei, Seiheiki dan Honshazeshonen.

1. Chokurei
Simbol untuk kekuatan, penguatan, dan perlindungan. Memperkuat daya simbol yang lain serta untuk “materialisasi”

2. Seiheiki
Simbol ini digunakan untuk pembersihan dan penyapuan energi negatif, baik dalam tubuh pada saat proses penyembuhan, maupun terhadap benda dan ruangan.
Simbol ini bekerja pada tingkat mental-emosional sehingga dapat digunakan untuk penyembuhan terhadap hal-hal yang terkait dengan alam bawah sadar (Sub Conscius).

3. Honshazeshonen
Simbol lintas dimensi ruang & waktu yang dipergunakan untuk pengiriman energi jarak jauh, pada saat proses penyembuhan maupun attunement.

CARA MEMAKAI SIMBOL
• Visualisasikan gambar simbol dengan benar di depan atau di atas obyek yang akan diberikan simbol. Ukuran umum dari penggambaran simbol ini adalah tinggi sekitar 20 – 40 cm. Setelah penggambaran simbol, letakkan kedua telapak tangan di tepi kanan-kiri simbol. Perhatian agar gerakan tangan tidak merusak atau menghapuskan simbol yang baru digambar.
• Ucapkan nama simbol dan niatkan agar simbol terhubung dengan energi Illahi, dan mengatakan seperti contoh: “Chokurei …. tarik energi Illahi”.
• Tunggu sekitar 10 detik. Bagi mereka yang cukup peka akan dapat merasakan bahwa simbol akan berubah menjadi bola energi yang padat, “menyala” seperti lampu. Bagi yang tidak cukup peka, imajinasikan bahwa simbol kini dikelilingi oleh energi yang berbentuk bola. Arahkan bola energi secara perlahan ke obyek dan berikan afirmasi.

BERBAGAI APLIKASI SIMBOL
1. Pengaktifan Chakra dengan simbol Chokurei. Sangat disarankan untuk menggunakannya pada saat sebelum memberikan Reiki-Treatment atau pada saat akan menerima Attunement. Sebaiknya diterapkan di seluruh Chakra Utama dan Chakra Telapak Tangan, atau minimal di : Chakra Mahkota, Chakra Jantung, dan Chakra Telapak Tangan. Pada Reiki-Treatment sebaiknya terhadap pasienpun diterapkan aplikasi ini. Yaitu memasukkan bola energi Chokurei ke cakra yang diperlukan dan memberikan Afirmasi : “Buka, bersihkan, dan aktifkan cakra ( ……… ) saya.”
2. Penyapuan Energi Negatif menggunakan simbol Seiheiki. Bentuk bola energi Seiheiki berukuran besar (sepanjang tubuh pasien), masukkan bola energi tersebut ke tubuh pasien. Afirmasinya adalah: “Bersihkan seluruh energi negatif, dan seluruh unsur negatif yang ada di tubuh pasien ini”. Simbol Seiheiki dapat diperkuat dengan simbol Chokurei dan Simbol Seiheiki juga dapat dipergunakan untuk menyapu unsur negatif di suatu ruangan/tempat.
Simbol Seiheiki juga dipergunakan untuk pembersihan lokal (bagian tubuh tertentu).
3. Pengiriman Energi Jarak Jauh memakai simbol Honshazeshonen. Pada pengiriman energi jarak jauh, maka simbol Honshazeshonen bertindak sebagai “kurir” energi & simbol antara pemberi dan penerima. Dengan menggunakan simbol Honshazeshonen pada awal pemberian energi, maka akan terbentuk “jalur” komunikasi antara pemberi dan penerima. Dimana seakan-akan penerima energi “ditarik secara fisik” ke hadapan pemberi energi. Caranya adalah bentuk bola energi Honshazeshonen di depan tubuh (dada). Pegang bola energi Honshazeshonen, sambil mengucapkan afirmasi pengiriman jarak jauh, contoh : “Seluruh simbol dan energi ini ditujukan untuk Sdr. X di kota B, dan akan bekerja sekarang juga”. Selanjutnya lakukan pengiriman energi dan simbol-simbol seperti halnya penyembuhan secara langsung. Pergunakan visualisasi atau alat bantu (boneka, tubuh anda sendiri, dll.). Catatan : Afirmasi : “ …. Akan bekerja sekarang juga ..” dapat dirubah sesuai dengan keperluan, misal : “ … akan bekerja pada pk. 22.00 WIB nanti …” atau “ … akan bekerja jika yang bersangkutan telah siap untuk menerima energi …”

KESEIMBANGAN EMOSI
Tidak ada fakta, yang ada adalah persepsi. Fakta (Noumena) yang sesungguhnya tidak akan terjangkau oleh manusia sebagai subyek. Yang terlihat hanyalah fenomenanya saja. Begitu dikatakan oleh Immanuel Kant, filsuf Barat beberapa abad yang lalu.
Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu mempersepsi akan fakta dengan perasaannya. Responnya bisa beragam. Ada sedih, gembira, marah, takut, cinta dan seterusnya. Terkadang karena sesuatu hal pelepasan emosi tersebut terhambat, yang mengakibatkan penimbunan emosi di alam bawah sadar.
Paradigma ilmu neuroscience (ilmu syaraf) terbaru mengatakan bahwa penyakit fisik kebanyakan ditimbulkan oleh timbunan-timbunan emosi yang terhambat seperti itu. Reiki juga memiliki metode untuk menyeimbangkan kembali emosi melalui pelepasan emosi yang tertimbun di alam bawah sadar.
Proses penyeimbangan emosi melalui Reiki memerlukan waktu yang relatif lama, yaitu antara ( ½ jam – 2 jam), sehingga perlu dilakukan persiapan yang benar-benar baik. Antara lain : tempat yang relatif tenang, posisi penyaluran yang santai dan seterusnya.
Proses penyeimbangan emosi ini akan mengakibatkan keluarnya berbagai emosi dari alam bawah sadar dengan berbagai reaksinya, misalnya tertawa terbahak-bahak, menangis tersedu-sedu, marah dan seterusnya. Oleh karena itu disarankan agar sebelumnya terlebih dahulu praktisi reiki yang melakukan penyembuhan emosional ini memberikan informasi kepada pasien atas reaksi-reaksi yang mungkin timbul, serta apa saja yang harus dilakukannya.

METODE REIKI UNTUK PENYEIMBANGAN EMOSI
Arahkan bola energi Seiheiki ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi). Arahkan bola energi Chokurei ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi). Arahkan bola energi Seiheiki ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi). Arahkan bola energi Chokurei ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi).
Salurkan energi dengan kedua belah telapak tangan, di mana satu tangan di Cakra Ajna dan tangan lainnya di belakang kepala. Niatkan bahwa Anda akan menyalurkan energi untuk penyeimbangan emosi.
Seluruh emosi pasien yang mungkin timbul harus tuntas dikeluarkan. Proses baru dihentikan jika pasien sudah merasa segar dan terbebas dari gejolak emosi apapun juga.

PERLINDUNGAN PSIKIS (PSYCHIC PROTECTION)
Selain untuk penyembuhan, Reiki dapat dimanfaatkan untuk membangun suatu perlindungan secara psikis terhadap suatu obyek. Caranya sebagai berikut: Bentuk bola energi Chokurei di depan dada. Pegang bola energi tersebut, dan visualisasikan bahwa obyek yang akan anda lindungi berada di dalam bola energi tersebut.
Berikan afirmasi : “Bola energi yang sangat kuat ini akan melindungi [benda, orang yang hendak dilindungi] dari seluruh hal dan kekuatan negatif. Tidak akan ada satupun energi negatif yang dapat menembus bola ini, tetapi seluruh energi yang bersifat positif tetap dapat memasuki bola energi ini dengan mudah”. Lepaskan bola energi tersebut, dan jangan dipikirkan lagi.
Ketahanan bola energi ini sangat tergantung kepada tingkat kesadaran jiwa dari praktisi. Secara umum, untuk praktisi pemula biasanya dapat membentuk bola energi yang dapat bertahan antara 1 jam – 3 hari. Oleh karena itu disarankan agar praktisi secara periodik memperbarui bola energi tersebut.

MATERIALISASI
Dalam khazanah spiritualisme kita mengenal bahwa suatu keinginan yang di-visualisasikan secara terus menerus akan mempengaruhi sistem makrocosmos dan tidak mustahil akan membuat keinginan tersebut menjadi nyata (ter-materialisasi-kan) dengan suatu alur sebab-akibat yang logis pada saat materialisasi tersebut terjadi. Keinginan itu dapat berupa apa saja, meliputi kebendaan, kondisi dan sebagainya.
Dalam khasanah teknik motivasi bentuk lain dari metode meraih keinginan ini dikenal dalam berbagai cara misalnya bersikap mental yang positif, emmanfaatkan kemampuan pikiran bawah sadar, melatih kinerja otak kanan dan sebagainya.
Dalam metode Reiki, seorang praktisi dapat memanfaatkan kekuatan simbol Reiki untuk membantu visualisasi keinginan secara terus menerus, sehingga segera dapat ter-materialisasikan. Simbol yang dimaksud adalah simbol Chokurei. Caranya sebagai berikut: Bentuk bola energi Chokurei di depan dada. Ucapkan Afirmasi Positif : “Saya senang sekali karena ( … ).” Ulangi afirmasi tersebut paling sedikit 4 kali dengan kesungguhan dan kedalaman hati. Lepaskan bola energi tersebut ke alam semesta (kosmos), dan jangan pikirkan lagi bola energi tersebut. Biarkan bola tersebut berkelana di sistem Makrokosmos dengan caranya sendiri. Cara tersebut diulangi setiap hari.

PENUTUP
Tidak ada yang mustahil di dunia ini asalkan seseorang itu memiliki niat, kesungguhan dan kerja keras. Mental yang kuat dan kokoh untuk memegang prinsip dan keinginan menjadi bekal apakah seseorang itu berhasil memenuhi keinginannya atau tidak. Menjadi praktisi Reiki yang menguasai berbagai cara, teknik, metode dan aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari itu mudah. Jauh lebih sulit adalah bagaimana agar praktisi Reiki itu mampu mengamalkan pengetahuan yang diperolehnya untuk kemanfaatan yang nyata bagi kemajuan peradaban manusia. Sehebat apapun pengetahuan bila tidak dilaksanakan dengan bijaksana akan justeru membawa bencana. Sebaliknya, sekecil apapun pengetahuan yang kita miliki namun diterapkan dengan rendah hati dan iklhas akan membawa pemiliknya pada keabadian. Reiki Master yang sejati adalah mereka yang semakin rela berkorban untuk sesama, rendah hati untuk membantu mereka yang kesulitan, menolong mereka yang butuh bantuan dengan ikhlas dan tanpa pamrih apapun.

@wogalus,2009

Categories: USUI REI KI | 19 Komentar

SEMEDI TIDUR


Salah satu cara Nabi mendapatkan wahyu adalah saat dia tidur. Ada apa dengan tidur?

Ini adalah rahasia besar yang disimpan dan disembunyikan selama berabad-abad oleh kaum sufi, orang-orang sakti dan winasis, kaum mistikus agama apapun sepanjang masa. Rahasia tentang bagaimana mendapatkan pandangan ilham, pencerahan dan kebijaksanaan. Rahasia terbesar itu adalah semedi dengan cara yang nyaris sama dengan kalangan umum yaitu dalam posisi tidur. Enak, nyaman sekaligus mendapatkan pencerahan. Sudah dicontohkan oleh para nabi, utusan, avatar bagaimana melaksanakan berbagai posisi yang mampu mengantarkan para penganutnya untuk mendapatkan pencerahan. Mulai dari posisi duduk (ini yang paling banyak diketahui), posisi berdiri maupun posisi berjalan. Sedikit yang mengetahui namun tidak atau jarang diajarkan di forum-forum spiritualis adalah melaksanakan semedi dalam posisi tidur. Konon, para guru semedi tidak mengajarkan semedi posisi tidur karena akan membuat para murid menjadi malas. Padahal posisi inilah yang paling disukai para guru spiritual itu.

Sebab antara tidur yang normal dan semedi tidur hampir tidak ada bedanya sehingga saat melaksanakan semedi dalam posisi berbaring ini para guru tidak mengetahui apakah para murid itu sedang tidur atau sedang semedi. Para murid pun juga dengan mudah beralasan sedang melaksanakan semedi padahal sebenarnya sedang tidur. Sehingga pengetahuan tentang semedi dalam posisi tidur ini kebanyakan “disimpan” oleh kalangan guru spiritual dan hanya disampaikan bila para murid sudah mencapai tingkat tertinggi dan sudah akan “turun gunung” dari padepokan.

Setelah kita mengenal berbagai posisi semedi yakni meditasi duduk bersila, berdiri, berjalan, kita memasuki tahap semedi posisi berbaring tidur. Tidur merupakan aktivitas yang setiap orang pasti melakukan karena sangat penting bagi hidup. Berapa lama kita mampu bertahan tanpa tidur? Penelitian menunjukkan, batas maksimal tanpa tidur yang tercatat sejauh ini adalah 264 jam, atau sekitar 11 hari. Tanpa makanan bisa bertahan sekitar 40 hari. Adapun tanpa minuman, kita bisa bertahan sekitar 3 hari. Apabila diurutkan, berturut-turut paling vital dalam hidup manusia adalah udara, cairan, tidur, dan makanan. Udara menduduki peringkat pertama karena beberapa menit tanpa udara manusia sudah tidak dapat bertahan hidup. Sedangkan tidur menduduki peringkat ke 3.

Kita menghabiskan banyak waktu untuk tidur. Jika rata-rata seseorang tidur 8 jam sehari, itu artinya sudah 1/3 hari digunakan untuk tidur. Jadi kalau kita telah berumur 30 tahun, maka sekurang-kurangnya 10 tahun telah dihabiskan dalam tidur. Bayangkan apa saja yang bisa dilakukan dalam 10 tahun? Tentunya banyak sekali. Tapi faktanya 10 tahun itu dihabiskan untuk tidur. Pada saat tidur, manusia tetap berpikir seperti halnya ketika bermimpi. Meski tentu saja berpikir saat jaga dan saat tidur berbeda. Ingatan seseorang juga tetap bekerja selama tidur seperti terlihat dari fakta kita mengingat mimpi-mimpi yang kita alami. Ketika tidur, seseorang tetap peka dengan rangsangan dari luar, misalnya suara gaduh atau disiram air bisa membangunkan seseorang yang tidur. Oleh karena itu tidur digolongkan sebagai kesadaran.

Sebagai acuan, tidur bisa diartikan sebagai bagian dari periode alamiah kesadaran yang terjadi ketika tubuh direstorasi (diperbaiki) yang dicirikan oleh rendahnya kesadaran dan keadaan metabolisme tubuh yang minimal. Secara otomatis, otak kita memprogram untuk tidur begitu gelap datang dan terbangun ketika terang tiba. Fakta bahwa manusia dapat bertahan hidup lebih lama tanpa makanan daripada tanpa tidur menunjukkan bahwa tidur memiliki peranan vital dalam kehidupan manusia.

Salah satu teori tentang tidur adalah teori restorasi. Teori tersebut berpandangan bahwa tidur diperlukan untuk: (1). Perbaikan sel otak. Dengan tidur, otak berkesempatan untuk istirahat dan memperbaiki neuron-neuron (sel-sel otak) yang rusak serta menyegarkan kembali koneksi penting antar sel-sel otak yang kurang digunakan. (2). Penyusunan ulang memori. Tidur memberikan kesempatan kepada otak untuk menyusun kembali data-data atau memori agar bisa menemukan solusi terhadap sebuah masalah. (3). Penghematan energi. Tidur menghasilkan rata-rata metabolisme tubuh dan konsumsi energi yang rendah. Oleh karena itu apabila seseorang kurang cukup makan atau memiliki asupan energi yang sedikit, maka tidur menjadi alternatif (4). Sistem kardiovaskular atau peredaran darah berisitirahat selama tidur. Peneliti menemukan bahwa orang dengan tekanan darah normal atau tinggi akan berkurang 20-30% tekanan darahnya, dan berkurang 10-20% denyut jantungnya. (5). Perbaikan enzim dan otot-otot tubuh. Selama tidur sel-sel otot tubuh yang rusak atau tua digantikan oleh sel-sel baru. Proses penyembuhan cedera lebih cepat dalam keadaan tidur. (6). Banyak hormon diproduksi dalam darah selama tidur. Misalnya hormon pertumbuhan pada anak-anak dan remaja, yakni hormon luteinizing yang berperan dalam pencapaian pubertas atau kematangan dan proses reproduksi dihasilkan ketika tidur.

Waktu ideal yang diperlukan untuk tidur tergantung pada banyak faktor, diantaranya usia, kesehatan, daya tahan fisik, dan aktivitas mental. Secara umum, bayi yang baru lahir memerlukan tidur sekitar 16 jam sehari. Pada usia 6 bulan setelah kelahiran, waktu tidur menurun menjadi sekitar 13 jam sehari. Remaja memerlukan rata-rata waktu tidur sekitar 9 jam sehari. Sedangkan kebanyakan orang dewasa memerlukan tidur rata-rata 7-8 jam sehari. Tentu saja banyak orang yang tidur diluar waktu ideal tersebut. Ada yang tidur lebih lama atau lebih sedikit dari waktu ideal yang diperlukan untuk tidur. Kewaspadaan-psikomotor dipengaruhi oleh tidur. Saat terjaga setiap orang mengalami tekanan fisik dan mental yang tinggi.

Tidur berperan menyeimbangkannya dengan penurunan tekanan sehingga mencapai tekanan yang rendah. Siklus itu alamiah terjadi dan telah diatur oleh jam biologis manusia. Seseorang hanya bisa melampaui tekanan fisik dan mental yang tinggi jika cukup beristirahat dalam kondisi tekanan fisik dan mental yang rendah. Oleh karenanya apabila kurang tidur, maka kewaspadaan-psikomotor saat terjaga juga akan sangat rendah. Artinya performa atlet di lapangan juga akan rendah. Tidak heran jika batasan jam tidur selalu dibuat.

Penelitian juga menunjukkan apabila seorang atlet dibiarkan tidur sampai benar-benar terlelap dan cukup, maka mood, tingkat energi dan perasaan sejahtera meningkat tajam. Hal tersebut tentu sangat berguna dalam menghadapi pertandingan. Kombinasi dari kewaspadaan-psikomotor, mood, tingkat energi yang tinggi dan perasaan sejahtera atau bahagia akan membuat seorang atlet mencapai performa puncak di lapangan. Bagaimana bila kurang kita tidur? Jawabannya, berisiko mati lebih dini. Dari hasil penelitian tercatat risiko kematian sebesar delapan persen terjadi pada mereka yang tidur enam jam sehari. Jumlah ini meningkat menjadi 11 persen pada orang yang tidur lima jam sehari. Risiko kematian sebesar 17 persen disandang mereka yang tidur hanya empat jam sehari.

POSISI SEMEDI TIDUR

Di dalam penempaan di sanggar, padepokan, kuil, para pejalan spiritual mempratekkan semedi dengan menggunakan empat sikap tubuh yang berbeda-beda. Mereka mempratekkan semedi dengan kesadaraan pikiran saat berjalan, berdiri, duduk dan berbaring (tidur). Mereka harus sepenuhnya membangun kesadaran setiap saat dalam kondisi apapun. Posisi utama tubuh dalam semedi adalah duduk bersila dengan punggung tegak. Tapi umumnya para pejalan spiritual sulit duduk berjam-jam tanpa merubah posisi. Sehingga posisi ini perlu dilanjutkan dengan semedi berbaring sebagai tahap untuk menjalani meditasi tidur. Di dalam semedi posisi berbaring sebagai latihan untuk menuju “semedi tidur”, kita butuh latihan. Setelah beberapa minggu bersemedi kita pun dengan mudah membiasakannya.

Tahap dalam semedi tidur ada empat: (I). Pada gerakan pertama, yakni gerakan mengangkat pikiran, pejalan spiritual mengalami rasa ringan. Ketika mengalami rasa ringan mereka “melihat” unsur api. Salah satu aspek dari unsur api adalah membuat benda-benda menjadi lebih ringan. Saat benda-benda menjadi lebih ringan itulah mereka bisa mengangkat pikiran. Kita merasakan intisari dari unsur api. Tidak hanya itu. Saat pikiran terangkat ada unsur lain yang juga bekerja. Setelah itu terjadi pergerakan pikiran bergerak naik. Pergerakan terjadi karena ada unsur udara yang bekerja. Tapi, dalam hal naiknya pikiran, unsur api lebih dominan dibanding unsur udara. Jadi bisa dikatakan saat mengangkat pikiran unsur utamanya adalah unsur api dan unsur kedua mengikuti adalah unsur udara. Kedua unsur tersebut bisa dirasakan oleh para pejalan spiritualsaat mereka menaruh perhatian sungguh-sungguh ketika mengangkat pikiran.

(II). Tahap berikutnya adalah mendorong pikiran ke depan. Saat pikiran terdorong ke depan unsur utama yang memengaruhi gerakan tersebut adalah unsur udara. Karena pergerakan (dalam hal ini ada gerakan mendorong) adalah satu sifat utama dari unsur udara. Jadi, saat bersungguh-sungguh melihat gerakan pikiran maju sebetulnya tengah “melihat” intisari unsur udara.

(III). Tahap semedi berbaring berikutnya adalah gerakan menurunkan pikiran. Sewaktu pejalan spiritual meletakkan pikiran ke bawah ada sejenis kekerasan pada pikiran. Kekerasan adalah karakteristik dari unsur air. Unsur air bersifat merembes dan mengental. Saat cairan menjadi berat maka ia akan mengental. Jadi, saat mengalami rasa berat pada kesadaran mereka sebenarnya mengalami peristiwa bekerjanya unsur air. Kita mengalami kekerasan dan kelembutan dari pikiran yang menyentuh dasar kesadaran. Persinggungan antara pikiran dan landasan mengalami keadaan alaminya yang khas. Kondisi ini dipengaruhi oleh unsur tanah. Jadi dengan menaruh perhatian sungguh-sungguh saat pikiran menekan landasan kesadaran bisa memetik pengalaman berupa keadaan alami yang dipengaruhi oleh unsur tanah.

(IV). Satu langkah konsentrasi tapi mengamati banyak proses. Mereka bisa mengamati empat unsur utama dan menyadari keempatnya secara alami. Keadaan ini hanya dialami oleh mereka yang berlatih sungguh-sungguh. Saat meneruskan latihan semedi berbaring mereka akan menyadari pada setiap gerakan ada pikiran yang mencatat atau mengawasi setiap gerakan tersebut. Proses yang sama muncul saat melakukan gerakan menekan kesadaran ke landasan. Saat itu ada gerakan menekan dan munculnya pengawasan atas gerakan tersebut. Dengan cara ini kita memahami bahwa bersamaan dengan melangkah ada gerakan kesadaran atau pengawasan batin. Sementara gerakan-gerakan kesadaran termasuk ke dalam kelompok materi atau rupa.

Pada saat itu para pejalan spiritual akan memahami batin dan jasmani muncul dan lenyap setiap saat. Pada satu waktu ada kesadaran yang terangkat dan munculnya kesadaran mengangkat. Saat berikutnya ada gerakan kesadaran mendorong ke depan dan kesadaran yang melihat pergerakan tersebut. Demikian seterusnya. Dari sinilah muncul pemahaman tentang bekerjanya pasangan batin dan jasmani yang muncul dan lenyap setiap saat. Hanya saja pemahaman atau pengertian tentang muncul dan lenyapnya batin dan jasmani setiap saat ini hanya akan terjadi bagi mereka yang berlatih dengan sungguh-sungguh. Ada hal lain yang akan ditemui. Yakni munculnya serangkaian kehendak atau maksud yang mengakibatkan terjadinya setiap gerakan.

Mereka akan menyadari bahwa kesadaran bisa diangkat karena mereka menginginkannya. Juga, kesadaran terdorong ke depan karena mereka bermaksud demikian. Kesadaran bisa turun karena mereka menginginkannya. Begitu pula pikiran bisa menekan landasan karena mereka bermaksud demikian. Jadi, hal itu bisa terjadi karena munculnya serangkaian kehendak. Kehendaklah yang mengawali setiap pergerakan. Setelah ada kehendak untuk mengangkat maka muncul proses mengangkat pikiran. Setelah ada kehendak untuk mendorong maka muncul proses pikiran terdorong ke depan. Demikian seterusnya. Setelah mengamati proses ini dengan sungguh-sungguh kemudian memahami semua kemunculan itu berkondisi. Pergerakan-pergerakan itu tak akan muncul dengan sendirinya.

Pergerakan-pergerakan itu tak akan terjadi tanpa adanya suatu sebab. Ada sebuah sebab atau kondisi untuk setiap pergerakan yaitu munculnya kehendak atau maksud yang mengawali setiap pergerakan. Sebab itu adalah gerakan dari AKU SEJATI, INGSUNG SEJATI KITA, RUH KITA. Inilah keuntungan besar dari berlatih semedi berbaring. Tentu saja tingkat di atas tidak mudah dicapai. Tapi, bila seorang pejalan spiritual mampu meraihnya bisa dipastikan akan mengalami ketenangan. Sebab memiliki kewaspadaan muncul-lenyapnya batin dan jasmani, memahami ketidakkekalan, memahami ketidakkekalan kesadaran. Ya, semuanya selain AKU SEJATI kita bersifat tidak kekal! Kita harus berusaha memahami apakah sesuatu itu bersifat kekal atau tidak kekal. Kita harus berusaha untuk melihat melalui kekuatan yang muncul dalam semedi apakah benda-benda itu subyek dari proses menjadi yang kemudian lenyap. Jika semedi kita cukup baik keadaan ini memungkinkan untuk mengamati ketidakkekalan. Setelah itu barulah kita bisa memutuskan fenomena yang tengah diselidikinya itu bersifat tidak kekal.

Melalui penyelidikannya kita akan melihat dan menyadari terangkatnya kesadaran yang muncul atas gerakan itu yang sesaat kemudian lenyap. Saat mereka memahami batin dan jasmani itu bersifat tidak kekal mereka akan mengerti bahwa batin dan jasmani itu bersifat tidak memuaskan. Hal ini muncul karena ternyata batin dan jasmani berada dalam keadaan terus-menerus timbul dan tenggelam. Setelah memahami ketidakkekalan dan tidak memuaskannya benda-benda akan muncul suatu penyelidikan yang memunculkan pengertian bahwa di sana tidak ada jiwa atau diri di dalam benda-benda yang memerintah mereka untuk menjadi kekal. Dalam setiap fenomena memang tiada apa pun, tak ada kekuatan apa pun, tak ada jiwa di balik fenomena-fenomena tersebut.

Pada kondisi ini pejalan spiritual bisa memahami sifat-sifat ketiga dari semua fenomena yang berkondisi yakni: TIDAK KEKAL, PASIF DAN TAK ADA INTI YANG KEKAL. Para pejalan spiritual bisa memahami ketiga sifat tersebut dengan penyelidikan secara tekun saat pikiran naik dan kesadaran yang muncul saat menaikkan pikiran. Akibatnya mereka bisa melihat semua fenomena secara alami.

MENEMUKAN AKU SEJATI

Usaha yang dikerahkan saat bersemedi dalam posisi tidur adalah melihat gerakan kita secara cermat secermat dengan energi berkekuatan tinggi. Melihat bingkai demi bingkai. Kita pun perlu menyelidiki kekuatan kesadaran dan kekuatan kehendak yang muncul di setiap pergerakan nafas. Dengan cara semacam inilah akan muncul penghargaan dan penghormatan atas perjuangan, kebijaksanaan. Setelah berlatih semedi dan mengamati dengan penuh perhatian kita akan tahu meski hanya satu pergerakan yang sebenarnya pergerakan itu gabungan dari jutaan gerak. Dari proses ini mereka mampu melihat ketidakkekalan dari fenomena karena ketidakkekalan tersembunyi dalam khayalan. Khayalan atas ketidakterputusan ini akhirnya setahap demi setahap tersebut bisa dihancurkan.

Nilai dari semedi ini bersandar pada kemampuan menyadari ketidakkekalan. Setelah menyadari bahwa benda-benda merupakan gabungan dari bagian-bagian yang muncul sedikit demi sedikit kita menyadari sesungguhnya tak ada apa pun di dunia ini yang cukup berharga untuk dilekati dan diidolakan. Ahli fisika modern berpendapat bahwa materi hanyalah gabungan partikel-partikel dan energi yang berubah terus-menerus. Tak ada suatu inti sari yang kekal di dalamnya. Maka, tidak ada yang berharga untuk digenggam di dunia fenomena ini. Sekarang kita bisa memahami alasan mengapa perlu berlatih semedi karena ingin menyingkirkan kemelekatan dan kerinduan terhadap obyek-obyek secara apa adanya.

Dengan cara itulah kita bisa menyingkirkan kerinduan pada apapun di dunia ini selain kerinduan untuk makrifat, bertemu SUBSTANSI, HAKEKAT DAN INTI KETIADAAN YAITU YANG MAHA ADA: TUHAN YANG ADA. Kita ingin menyingkirkan kerinduan pada benda-benda dan pada ego kita sendiri karena kita ingin keabadian. Kita enyahkan kerinduan dan kemelekatan. Kita harus memahami bahwa segala sesuatu muncul dan lenyap. Tak ada substansi yang kekal di dunia dan kemelekatan terhadap apapun harus ditiadakan. Kita beri perhatian penuh setiap saat pada keabadian yaitu hanya pada ADA-NYA, AKU-NYA, INGSUN SEJATI, DIRI SEJATI YANG MERUPAKAN BAYANGAN TUHAN SEMESTA ALAM sebagai SATU-SATUNYA PENGGERAK YANG TIDAK DIGERAKKAN LAGI.

@wongalus,2009

Categories: SEMEDI BERBARING | 20 Komentar

HIJIB AL JAYLANI


Hijib yang diciptakan oleh Syekh Abdul Qadir Al Jaylani Al Baghdaadi untuk mendapatkan pertolongan dari Allah dan mengumpulkan kekuatan dari dalam tubuh yang tersembunyi. Ini juga merupakan hijib untuk membangkitkan kembali amalan/ajian/hijib/ilmu kesaktian lama yang sudah tidak dipergunakan lagi dan sudah lama ditinggalkan.

Amalan hijib ini sebagai berikut:

Baca Surat Al Fatihah (1x) yang ditujukan untuk Syekh Abdul Qadir Al Jaylani dan baca lagi Surat Al Fatihan (1x) yang ditujukan untuk Syekh Mahfudz Sya’rani (orang yang memberi ijazah hijib ini.

Selanjunya baca hijib ini 72 x:

BISMILLAAHIRRAHMANIRRAHIM RABBI INNII MAGHLUUBUN FANTASHIR. WAJBUR QALBIL MUNKASIR. WAJMA SYAMLIL MUNDATSIR. INNAKA ANTAR RAHMAANUL MUQTADIR. IKFINII YA KAAFII WA ANAL ABDUL MUFTAQIR. WA KAFAA BILLAAHI WALIYYAN WA KAFAA BILLAAHI NASHIIRAA. INNASY-SYIRKA LAZHULMUN AZHIIM. W AMALLAAHU YURIIDU ZHULMAL LIL’IBAAD. FAQUTHI’A DAABIRUL QAWMILLADZIINA ZHALAMUU WAL HAMDU LILLAAHI RABBIL ALAMIIN.

@wongalus,2009

Categories: HIJIB AL JAYLANI | 76 Komentar

AJI KULHU SUNGSANG


Ajian yang sangat ampuh untuk mengembalikan amalan buruk dan akan menghancurkan khodam ajian yang dimiliki lawan. Ajian orang lain tidak akan melukai kita bahkan mereka akan luka akibat amalannya sendiri. Ajian ini serupa dengan aji kulhu dergo balik namun ajian ini memiliki spesifikasi yaitu mengacaukan jalannya proses sihir orang lain.

Cara mengamalkannya: Puasa pati geni 3 hari 3 malam, mulai puasa pada Selasa Kliwon. Mantranya sebagai berikut:

KULHU SUNGSANG, RAJAH IMAN, KUDUNGKU MALAIKAT JIBRIL, TEKENKU NABI MUHAMMAD RASULULLOHI SHOLLALLOOHU ALAIHI WASALLAM

@wongalus,2009

Categories: AJI KULHU SUNGSANG | 105 Komentar

AJI KULHU DERGO BALIK


Ajian untuk melawan ajian beragam sihir. Mereka yang berniat buruk dan ingin mengerjai kita dengan tenung, sihir dan santet akan kena sendiri oleh amalannya itu.

Cara mengamalkannya: Puasa pati geni 3 hari 3 malam, mulai puasa pada Selasa Kliwon. Mantranya sebagai berikut:

SATO MORO SATO MATI, JALMO MORO JALMO MATI, SETAN MORO, SETAN MATI, BUTO MORO BUTO MATI, SEDYA OLO MATI SAKING KERSANING ALLAH, LAAILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMAD RASULULLAH

@wongalus,2009

Categories: AJI KULHU DERGO BALIK | 45 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.