KULIAH UNTUK CALON PARANORMAL (2). MEMBUKA JALUR KEGAIBAN ILAHI


Jangan berharap akan mendapatkan keajaiban bila ego kita masih dominan. Pemaksaan diri dan konsentasi malah membuat jalur komunikasi kita dengan kegaiban tertutup rapat. Kondisi jiwa harus rileks dan santai saat mengamalkan ilmu gaib.

Untuk menjadi seorang paranormal, kita jelas perlu memiliki satu, beberapa atau banyak kelebihan atau kemampuan supranatural. Memang ada yang berpendapat, kita hanya perlu memiliki satu kemampuan saja namun benar-benar ahli dan mumpuni. Namun ada pula yang berpendapat, kita perlu memiliki banyak kemampuan sehingga apapun problem bisa kita pecahkan. Faktanya, sangat sedikit paranormal yang hanya memiliki satu amalan/ajian saja. Kebiasaan kaum paranormal adalah menjalani laku tirakat sehingga mereka memiliki banyak amalan/ajian yang membuat mereka dianggap sakti oleh masyarakat.

Maka, langkah pertama untuk menjadi paranormal adalah memiliki kemampuan supranatural/gaib yaitu dengan cara menguasai ajian. Ini sepertinya syarat yang mutlak dimiliki oleh paranormal. Memang lebih enak bila kita memiliki guru yang bisa mengajari kita secara langsung. Guru tersebut bisa orang lain yang tidak ada hubungan keluarga dengan kita, namun banyak pula guru tersebut adalah kakek, nenek, paman, atau kerabat kita sendiri. Guru yang masih keturunan dengan kita tersebut memang biasanya lebih serius menurunkan ilmu kepada kita karena mereka biasanya lebih ikhlas daripada guru yang tidak ada hubungan keluarga dengan kita.

Bagaimana kita bisa mendapatkan guru yang mengajari kita ilmu-ilmu gaib? Sekarang ini, apalagi di kota-kota besar sudah sangat jarang orang yang dengan sukarela mengajari ilmu-ilmu gaib peninggalan para leluhur. Kalaupun ada, kayaknya kita harus membayar mahar sekian rupiah untuk belajar. Proses belajar mengajarpun lebih banyak “pamrih”nya daripada “sepi ing pamrih”. Sehingga kewaskitaan seorang guru sudah sedemikian pudar dan terkena erosi materialisme dan keikhlasan menularkan kawruh ilmu-ilmu juga perlu dipertanyakan.

Dulu, saya punya pengalaman bertemu banyak guru yang siap mengajari saya ilmu-ilmu gaib. Namun akhirnya, saya memutuskan untuk tidak sungguh-sungguh belajar dan mengamalkan ajaran mereka karena saya menyadari bahwa jalan hidup dan jalan spiritual saya berbeda dari para guru tersebut. Jadi akhirnya saya memutuskan untuk belajar otodidak karena bagi saya lebih memuaskan. Terus terang, hingga sekarang…. usia saya saat ini hampir 40 tahun, tidak pernah sekalipun berniat total untuk belajar serius ilmu-ilmu gaib dari seorang guru. Namun, saya gemar menuntut ilmu apapun termasuk belajar ilmu kebatinan dan olah rasa.

Namun, jangan dikira belajar otodidak itu tidak punya guru. Orang belajar sendiri itu tetap punya guru. Gurunya adalah pengalaman dan ujiannya adalah fakta-fakta yang ada di depan mata. Minat saya belajar ilmu-ilmu gaib bermula saat saya memasuki usia sekolah.

Suatu ketika saat memasuki bangku SMA sekitar tahun 1987, saya ditinggal orang tua merantau ke pulau seberang. Saat itu ayah hanya berpesan: “Nak, jaga rumah ya dan rajin belajar. Masa depan ada di tanganmu sendiri…” Tercatat tiga tahun atau 1000 hari lebih saya “bertapa” di rumah yang ada di blok U nomor 24 tersebut.

Saya pun tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan yang sepi dan sunyi di sebuah perumahan yang masih lengang. Jadi karena keadaan atau orang jawa menyebut “kahanan” yang penuh deritalah yang membuat hidup saya menjadi orang yang awalnya dipaksa menyukai dunia dalam, inner world, dunia kebatinan, dunia rahsa, dunia aku sejati.

Di rumah yang terletak di ujung perumahan tersebut, yang saya lakukan adalah menjalani aktivitas rutin sebagaimana anak sekolah biasa. Belajar, makan-minum, tidur dan lain-lain. Satu televisi dan satu radio yang sudah butut tidak pernah saya nyalakan karena rasa-rasanya hati ini tidak terhibur oleh tayangan-tayangan informasi-informasi yang disediakan. Mulailah saya mencari-cari jawaban untuk apa sebenarnya manusia itu hidup, siapa yang menciptakan manusia, kenapa Sang Pencipta menciptakan saya, dan seterusnya… Pertanyaan-pertanyaan itu begitu mengganggu saya saat itu, sehingga saya pun mencari-cari jawaban tanpa guru.

Hampir setiap malam, saya berjalan kaki sekitar 500 meter ke gapura depan perumahan untuk sekedar menghibur diri, duduk di sebuah taman rumput tanpa agenda apa-apa. Suatu ketika, pada suatu malam minggu, saya berjalan ke tengah pertokoan dan langkah kaki berhenti di sebuah toko buku dan melongok-longok buku-buku agama. Tertariklah saya pada buku kecil yang judulnya TASWAUF karangan Dr Mir Valiudin. Sejak membeli buku itulah, saya semakin intensif mendalami dan mengamalkan tasawuf sebagai bagian spiritualitas sehari-hari termasuk juga hizib, wirid, doa dan sebagainya.

Bila orang yang mendalami tasawuf kebanyakan dengan membaca atau berguru ke guru tarekat, namun saya malah hanya sedikit tentang teorinya namun sungguh-sungguh menjalani dengan keyakinan penuh satu dimensi rasa/kebatinan yang sebenarnya medupakan sendi agama tersebut. Berbagai wirid dan hizib saya amalkan hingga mendarah daging hingga saat ini.

Bila dalam teori disebutkan bahwa untuk menjalani amalan tertentu memerlukan laku tirakat seperti puasa mutih, puasa ngalong, puasa ngrowot, puasa ngebleng maka saya malah sama sekali tidak melakukan tirakat yang seperti itu. Kenapa? Sebab saya menyadari inti dari berbagai macam laku tirakat itu pada hakekatnya adalah mengendalikan ego atau nafsu-nafsu yang ada pada diri manusia. Manusia harus siap menderita, siap lapar, siap lemas, siap miskin, siap tidak menggerutu, siap tidak mengomel, dan siap hidup dan siap pula mati, lahir maupun batin. Pasrah, sumarah, sumeleh pada Iradat/Kehendak Tuhan Maha Pencipta. Itu saja. Sementara tanpa niat puasa pun saya sudah puasa betulan karena memang tidak ada yang bisa dimakan selain daun-daunan ketela di belakang rumah dan air satu dua teguk dari sumur.

Kata orang tua, sejak kecil saya dikatakan telah memiliki bakat supranatural. Misalnya, pada suatu hari orang tua saya mengeluh tidak punya uang untuk makan. Apalagi orang tua punya hutang ke tetangga kanan kiri. Hati saya sedih bukan kepalang merasakan penderitaan tersebut. Dalam hati saya memohon agar Tuhan berkenan menolong keluarga. Eh, saat pulang dari sekolah di jok belakang kendaraan umum saya temukan sebuah kalung yang mirip kalung mainan. Karena tidak ada satupun penumpang selain saya, seketika itu kalung tersebut saya masukkan ke tas dan kalung saya berikan ke orang tua. Betapa kagetnya, orang tua ternyata kalung yang disangka mainan tersebut setelah dibawa ke toko emas ternyata benar-benar kalung emas dengan berat sekitar 22 gram.

Contoh kejadian lain adalah saat rumah kami tiba-tiba dijadikan markas setan. Meskipun masih usia SD, saya berhasil mengusir setan-setan dari rumah dengan cara melakukan wirid surat-surat yang ada dalam kitab suci.

Ya, belajar dari berbagai pengalaman gaib tersebut melakukan tes uji amalan ilmu gaib memang menjadi wajib hukumnya. Tidak masuk akal kita menjalani amalan tapi takut melakukan pengujian. Misalnya, bila Anda mengamalkan ajian ilmu kebal, maka ajian itu harus Anda buktikan dan jangan hanya berangan-angan sudah kebal. Ibarat tentara yang sudah menguasai ilmu menembak, namun tidak pernah memegang senjata dan menarik pelatuk maka kita belum bisa dikatakan memiliki ilmu menembak. Sebab teori sangat berbeda dengan praktek. Membaca buku teknik naik sepeda tidak sama dengan praktek naik sepeda, bukan?

Yang perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin menguasai ilmu gaib dan kemudian mengamalkan salah satu ajian. Perlu kita mengetahui apa yang masuk ke tubuh kita? Apakah itu jin? Apakah itu setan? Apakah itu malaikat? Perlu kiranya dijelaskan hal ini agar tidak salah sangka dan keblasuk ke pemahaman yang aneh-aneh.

Yang masuk ke tubuh kita saat mengamalkan ajian sebenanya adalah energi ilmu yang telah kita amalkan tadi. Orang menyebutnya khodam. Jadi tidak benar orang belajar ilmu gaib lalu dalam tubuhnya dimasuki jin, setan, malaikat dan sebagainya. Itu pemahaman yang salah dan menyesatkan. Sepanjang pengamalan saya, saya tidak pernah merasa diintervensi makhluk asing agar masuk ke tubuh saya dan menguasai kesadaran saya kalau saya memang tidak membuka jalur atau membuka pintu gerbang agar kesadaran diri saya dimasuki makhluk gaibYang benar adalah saat kita melakukan tirakat, puasa yang diniatkan untuk menguasai ajian tertentu maka yang terjadi adalah energi batin kita sendirilah yang mengumpul karena amalan kita tadi.

Energi batin kita akan memunculkan kekuatan karena kita menduplikasi energi gaib yang tersimpan di gudang data alam semesta. Jadi misalnya, Anda mengamalkan ajian KULHU SUNGSANG maka itu karena energi batin kita mengcopy kekuatan yang tersimpan di alam semesta yang telah terformulasikan sedemikian rupa dalam bentuk ajian tersebut. Saya lupa, amalan apa pertama kali saya kuasai. Saya sudah tidak ingat lagi karena itu terjadi sekian puluh tahun yang lalu. Yang saya ingat, saat itu saya mengamalkan wirid rutin milik tarekat Naqsabandriyah hingga hapal di luar kepala. Saya selalu melantunkan dalam hati wirid tersebut mulai bangun tidur sampai saat berada di dalam keadaan tertidur dan bermimpi saya juga masih dalam kondisi wirid.

Hijab atau tirai penghalang ruhani akan terbuka secara otomatis bila kita melakukan wirid rutin. Tersingkapnya hijab ini tanpa disangka-sangka dan bagi orang yang mengalaminya, sepertinya hal tersebut wajar-wajar saja. Bagi orang yang menjalani wirid, maka hal yang gaib itu tidak terasa sebagai hal yang gaib dan sepertinya sebuah gejala normal. Sementara bagi orang yang tidak berada pada gelombang ruhani yang sama akan mengatakan ganjil dan gaib. Ini terjadi saat saya hampir setiap malam sunyi melihat bola-bola api beterbangan di angkasa. Bola-bola api itu tidak terlihat oleh mata teman-teman saya. Sementara saya melihat dengan jelas dan tidak merasa melihat hal yang gaib. Bola-bola api itu ternyata adalah bola api yang dilontarkan oleh para dukun santet. Maklum, pada tahun 1980-1990 an, santet sangat marak di Jawa Timur. Termasuk di Sidoarjo, kota tempat saya tinggal, hampir setiap hari ada saja orang terkena santet.

Pada suatu ketika, sebuah bola api berwarna merah menghantam sebuah bangunan yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah saya. Saya pun berlari mengejar bola api itu, yang ternyata sasarannya adalah sebuah gedung pengadilan di Jalan Jaksa Agung R Suprapto. Saat sudah berada di depan pengadilan, dan dalam keadaan nafas yang ngos-ngosan.. saya melihat sesosok bayangan gelap tinggi besar sedang duduk di atas bangunan yang ternyata sosok itu adalah gendruwo yang memegang bola api santet. Saat saya datang, gendruwo itu juga memandang saya dan tiba-tiba dia melontarkan bola apinya ke arah saya.

Refleks, saya melantunkan wirid pendek dalam hati dan bola api itu pun melesat kembali ke arah gendruwo si pelempar. Dia pun terjatuh dari atas gedung dan bergelimpangan di tanah terkena bola apinya sendiri. Tubuhnya gosong. Ia mengerang kesakitan hingga akhirnya mati mengenaskan. Astaghfirullah….

Sebelum saya menutup artikel ini, saya berpesan pada diri saya sendiri dan juga kepada para sedulur/saudaraku semua yang sempat membaca blog ini: Kuasai dan kendalikanlah ego yang penuh nafsu itu. Jangan biarkan ego mendominasi diri kita dan menuntun langkah kita. Kita tidak perlu ngotot dalam meraih kesaktian karena ngotot adalah tanda kita melakukan pemaksaan diri yang justeru membuat jalur komunikasi kita dengan kegaiban tertutup rapat. Santai dan rileks saat mengamalkan ilmu gaib adalah tanda kita sudah mampu menguasai ego kita. Bila kondisi kejiwaan kita santai dan ego sudah terkendali, ayo kita melakukan wirid ASMA-UL HUSNA atau wirid lain yang tujuannya adalah untuk merasakan cinta dan kasih sayang pada Tuhan, satu-satunya Dzat yang wajib kita sembah. Maka kegaiban akan otomatis datang pada diri kita. Jadi KESAKTIAN tidak perlu dijadikan tujuan. Namun hadiah atau penghargaan dari buah amalan kita untuk manembah dan memperturutkan iradat-NYA.

Jangan pula menyembah nabi, menyembah malaikat, menyembah iblis, menyembah kyai, menyembah orang pintar, menyembah guru spiritual, apalagi menyembah keakuan/ego sendiri, menyembah uang, menyembah isteri atau suami, menyembah keluarga, menyembah pohon, menyembah kecantikan, menyembah kekayaan, menyembah kedudukan tahta dan derajat karena itu semua adalah BERHALA dan itu berarti kita telah SYIRIK/MUSYRIK. Tidak perlu juga mempraktekkan sihir apalagi menjadikannya sebagai tujuan. Sebab belum tentu kekayaan dan kesuksesan yang Anda inginkan dengan sihir itu akan membawa Anda kepada kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat.

Sebagaimana junjungan dan suri tauladan kita, Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia yang “ummi”, yang tidak bisa baca tulis namun hanya mampu pasrah pada iradat-Nya, kemudian berniat melakukan upaya penyucian batin dengan semedi di Gua Hira. Tanpa diduga dan diniatkan sebelumnya, dia ditemui kegaiban: hadirnya malaikat Jibril dan diminta untuk MEMBACA DENGAN DASAR BAHWA SEMUA YANG ADA INI HARUSLAH MEMILIKI DASAR PIJAKAN YAITU “ATAS NAMA TUHAN”

Untuk yang terkasih.. Muhammad Rasulullah SAW, selamat ulang tahun. Semoga kita mampu memantulkan kembali pancaran kasihmu kepada kita ke seluruh lorong dan sudut di jagad raya.

@wongalus,2010

About these ads
Categories: KULIAH CALON PARANORMAL

Post navigation

28 thoughts on “KULIAH UNTUK CALON PARANORMAL (2). MEMBUKA JALUR KEGAIBAN ILAHI

  1. abdul munif

    Alhamdulillah, akhirnya aku dapatkan nasihat Mas Wongalus yang bisa menjadi jawaban atas diri saya. Saya merasa “dijewer” oleh tulisan ini, karena masih punya ego yg tinggi. Menjelang usia 40 tahun, rasanya bukan kesaktian yg menjadi dambaan saya. Hanya keinginan utk “kasyaf” itulah yg selalu kudambakan shg bisa “bermesraan” dg SUMBER SEGALA CINTA, tanpa harus tercerabut dari kewajiban sosial saya. Terima kasih atas pituturnya KI.

  2. sugeng dalu ki….kagem sedulur kangmas munif salam asah asih lan asuh.

    jujur mawon dari sekian piwulang ki Alus bahasan meniko, dalem waos kanti detail lan mlongo. penyampaian gamblang lan mengerucut dan jelas. mohon energinya ki….supaya saya bisa mengendalikan ego dan bisa menjalani amalan amalan yang ki Alus berikan dan pangestune ki…..

    mohon maaf dan matur suwun.

  3. syahrial

    Ki saya mau tanya kalau mempraktekan yang ada di blok ini apa tidak menimbulkan masalah baru bagi kehidupan seseorang ( diri sendiri )mengingat saya pribadi sangat tertarik untuk mempelajari satu persatu,… saya kuatir bukan ilmu yang kita dapatkan tapi kekacauan jiwa lalu siapa yang bertanggung jawab karena di sini kita dituntun untuk belajar otodidak kalau ada kelirunya siapa yang mengingatkan atau meluruskan kalau tahu alamatnya Wongalus kan bisa share dan minta penjelasan khusus , Maturnuwun

  4. wongalus

    @sdr Syahrial: ada dan tidaknya masalah bukan terletak pada ilmu gaib yang diamalkan. Tapi pada banyaknya probem hidup yang tidak diatasi dengan manajemen qalbu yang baik. Oleh sebab itu, hidup perlu landasan yang menjadi pijakan yaitu SYAHADAT TAUHID. Bila sudah memegang teguh landasan itu, apapun problemnya, apapun amalan ilmu gaib yang kita praktekkan akan berdiri di atas landasan yang kokoh. Tidak ada sedikitpun keraguan dan kekhawatiran ilmu gaib itu akan menyesatkan dan membuat keguncangan. Saya sudah banyak membuktikan belajar otodidak tanpa guru dan ternyata hasilnya luar biasa. Insya allah, kita langsung dibimbing oleh Tuhan sendiri. Nwn.

  5. wongalus

    @sdr Endik: Injih mas. Monggo ngelampahi amalan menopo kemawon ingkang saged damel manfaat kagem sedaya. Pamuji rahayu.

  6. wongalus

    @mas munif: sepakat mas. Bukan saatnya lagi mencari yang aneh-aneh. Wis tuwo mas, arep ngopo meneh nek ora mung netepi janji ruh kita untuk kembali bersujud, menyatu dan mencair dengan Dzat-NYA. Ego memang perlu kita lemaskan dan kita hapus sebersih-bersihnya sebab yang berhak mengaku AKU adalah hanya DIA yang hakekatnya ada, sementara kita berhakekat tidak ada. Mana bisa kita mengaku aku.. Nuwun mas. Saya tidak menjewer panjenengan tapi saya jewer kuping saya sendiri lho. Salam.

  7. rony fiter

    ass wr wb ehmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm luar biasa sungguh pelajaran yg sangat luar biasa bagi saya khususnya,nuwun yo mas,umurnya blm 40 msh muda mas , tak kira udah 55 msh pantes dipanggil mas hehheheh,moso ki ketuaan ya hahah maaf sekedar guyonan pagi. ass wr wb

  8. Rosmin

    Alhamdulillah Mas Wong halus…benar apa yang tertulis… IQRA.. Bacalah dengan NamaNya…. Baa..Sin Mim Insyallah akan selamat dunia dan akhirat.
    Amin

  9. eko

    Kangmas matur suwon pitedahipun. nanging kulo ugi betah pembimbing kangge lampah bab meniko. kulo kedah pripun?. amargi ingkang sampun sampun meniko guru / pembimbing malah Ndadosaken piyambakipun dados tabir antawisipun AKU lan ALLAH. nyuwun pitedah,lan kemurahan ipun.mohon energinya juga supaya enggal terbuka hijab. Mgi panjenengan tansah diparingi panjang umur, lan tansah keberkahan. Nuwon.

  10. syahrial

    Ki… saya mau tanya lagi kalau untuk langkah awalnya saya harus mempelajari apa dulu sehingga batin saya sudah siap menerima pelajaran gaib, terus terang ada perasaan ketakutan yang luar biasa..// bagimana mengatasi ini apa ada wiridan khusus untuk terbebas dari rasa itu mohon petunjuk Ki???…nuwun sanget penjelasanipun ,maturnuwun

  11. Andre

    Terima kasih atas pencerahan dan pelajaran yang Kisanak Wongalus berikan kepada kami semua.
    Insya Allah kita semua dapat mengamalkan ilmu yang baik ini.
    Mudah-mudahan kita sebagai manusia makhluk ciptaan-NYA bisa mengontrol hawa nafsu diri kita dan senantiasa berserah diri kepada-NYA.

    Terima Kasih Kisanak Wongalus

  12. mantep ki……

    saya setuju bahwa yg masuk ketika matek aji itu adalah energi dari olah cipta kita…tapi memang adakalanya ya energi dari jin yg masuk, tergantung dari cara pengamalan ilmu tsb dan juga niatnya. sebenarnya ada cara praktis menjadi paranormal , saya kira panjenengan sudah tahu yaitu dengan mengamalkan asmak/hizib yg serbaguna spt asmak sungai rajah, tinggal disetrum/ijazah lalu wirid 40 hari dah jadi manusia yg linuwih dalam arti punya kekuatan supra, tapi ya perlu udhu juga utk membayar mahar setrumnya :mrgreen:

    lha saya ini malah jadi orang yg abnormal alias agak gendheng secara gratis ndak usah setrum2an…hihihihi :mrgreen:

    nuwun

  13. Putra

    Ass. Wr. Wb, mas mksih bnget telah membuka isi hti q, untuk mempelajri ilmu itu bkn nafsu ya mas?Saya bnyak trima ksi kepada mas wong alus,

  14. tengku ahmad

    Terimakasih atas sharingnya pengalaman ki. Ini akan sy ambil sebagai pengajaran sy bila sy mengolah batin. Sy ada pengalaman yang membuat sy jadi takut ki untuk mengamalkan olah batin. Pertama semasa sy lg zikir mata sy tiba2 pecah kayak kaca retak. Sy jadi kaget, sy langsung berhenti dari berzikir, sy kabur lari dari rumah sy sangking takutnya sy. Pengalaman ke 2 sy ki, sy disuruh mengamalkan zikir ALLAH HU, sy langsung amalkan zikir itu, masa mkn masa lg nonton tv gak kira apa yg sedang sy buat zikir itu terus menerus sy lantunkan. Gak tau sy berapa lama udah sy zikir. Sampai pada 1 titiknya, sy bangun dr tidur sy masih lg zikir, sampai di depan pintu kamar mandi gak tau kenapa tiba2 sy terdengar kata2 jika kamu teruskan berzikir maka kamu akan jadi gila wong sinting. Sy jadi kaget, sy coba berhenti dari berzikir tapi gak bisa, dihati sy terus terusan berzikir. Keringat dingin mengalir dari tubuh sy ki. Seluruh tubuh sy bergoyang sangking takutnya sy. Sy baring semula diranjang dan selimut tubuh sy, sy merasa dingin sekali seperti di siram es batu. Sy bangunin istri sy, sy suruh dia peluk sy, bila istri sy peluk sy, rasanya kayak ada jarum beribu2 nyocok tubuh sy. Hidup sy jadi gak keruan ki. Mkn gak bisa tidur gak bisa mau ngomong pun gak bisa. Kira2 sekitar 7 hari sy merasakan disiksa, tiba2 sy terdengar kata2, jika kamu mau sembuh kamu harus ke kota tinggi di malaysia, duduk dibawah air terjun dan berdoa, Ya ALLAH sebagaimana KAU mengalirkan air ini maka KAU mengalirkan penyakit dari tubuh badan ku. Sy ikut saranan itu, ya ALHAMDU LILLAH ki sy langsung sembuh. Masa kejadian itu umur sy sekitar 24 thn. Mulai dr saat itu ki sy gak mau lg mengamalkan ilmu apa2 pun. Sy jadi takut ki. Mulai dari saat itu ki, sy lalui kehidupan sy biasa2 aja. Baru sekitar 4 apa 5 tahun lepas sy ketemu dengan seseorang yg mengamalkan ilmu lmu kebatinan. Sy beranikan diri sy belajar sm dia, sy di isim sm gurunya dia. Sy disuruh banyakkan selawat keatas Nabi, zikir YA ALLAH. Ya ALHAMDU LILLAH, hati sy tenang sekarang ki. 1 tahun lepas sy ke jakarta ki mau di isi ilmu SEJATI. Modalnya agak besar ki, sekitar 20 juta, bagi sy bukan uwang nya ki tapi keilmuan nya yang sy mau. Sy udah merasa kesan nya keilmuan itu. Mungkin di masa hadapan, jika sy punya modal, sy mau ke jawa barat pula, mau isi ilmu asmak sungai raja. Moga 1 masa nanti sy bisa ketemu dengan diri yang sebenar2 diri, GURU SEJATI, minta doanya ki.

  15. sulisman

    assalamua’laikum mas wong alus

    salam kenal untuk mas wong alus, terima kasih atas penjelasannya, saya sering sekali membaca artikel anda, cuma saya belum pernah komentar sama sekali, baru kali ini saya komentar, dan ada beberapa amalan yang panjenengan posting saya sudah amalkan, terima kasih atas pencerahannya, kalau mas wong alus berkenan saya ingin ngangsu kaweruh dateng mas wong alus, kebetulan saya juga tinggal di sioarjo.

    matur nuwun

  16. Matur nuwun ki atas penjelasannya, sangat bermanfaat sekali buat saya

  17. dv

    Mau tanya ,Pak
    Mudah2an Allah memberi kemudahan utk menjawab pertanyaan saya ini.
    Waktu di Makkah thn 2008 lalu,saya melihat secara batin ada tulisan arab di gunung2.Kira2 maksudnya apa ya,Pak.
    Saya juga melihat ( batin )rambut warna abu2 waktu di Mina.Di tempat melempar jumrah badan saya juga merasa berat.Kenapa di tempat2 seperti ini ghaib itu juga masih banyak ya ?

  18. wongalus

    @sdri DV: Manusia itu sendiri makhluk gaib. Cinta kasih, rasa sayang, rasa keadilan, rasa susah senang, rindu dendam… itu kan nggak kelihatan mata tapi kok ada ya.. lha adanya dimana? Itu artinya pada diri manusia ada sesuatu yang gaib. Jadi manusia adalah replika Tuhan (citra tuhan/imago dei) karena Tuhan adalah Maha Gaib namun juga Maha Nyata. Tentang tulisan arab di gunung, itu artinya silahkan ditafsirkan secara positif sebagai bahasa Tuhan yang harus sdr terjemahkan dengan hati nurani (hati yang diliputi cahaya/nur-NYA), tentu saja agar Anda harus terus belajar membaca ayat-ayatnya: “IQRA sampai ke negeri Cina” Soal rambut warna abu-abu: mohon agar anda lebih tegas lagi memilih anternatif agar tidak nyrimpeti laku Anda di kelak kemudian hari. Mungkin begitu bila Tuhan mengijinkan saya menerjemahkan. Terima kasih

  19. wongalus

    @mas Haris: sama-sama mas. Semoga Gusti Allah selalu membuka pintu keberkahan hidup dan keridhoan untuk Anda. salam.

  20. wongalus

    @mas sulisman: lha senang saya mas bisa tambah sedulur. Monggo silaturahim ke gubuk wong alus. Nuwun mas.

  21. wongalus

    @Mas Ahmad: memang ilmu hikmah yang sumbernya dari langsung Al Quran dan Hadits akan memunculkan penolakan makhluk halus yang jahat baik di dalam diri kita maupun di luar diri kita/lingkungan sekitar kita. Saran saya Anda lebih baik menjalani sendiri wirid-wirid yang ada tuntunnya dalam agama kita tanpa harus diisi oleh guru spiritual siapapun. Kita akan dibimbing dan diisi langsung oleh Allah SWT bila kita menjauhi amalan isian dari siapapun juga.

  22. wongalus

    @mas tono: voltase setrumnya 220 atau 110 ki? hehe… wis kepenake ora perlu setrum2an lah.. nyetrum liyane wae ki sing normal.. rahayu ki

  23. wongalus

    @sdr syahrial: jangan takut dan khawatir mas. Hidup jangan setengah-setengah. Allah SWT pelindung kita.

  24. sulisman

    Ki.., dimana alamatnya ya, mungkin saya bisa mampir untuk silaturahmi dan ngangsu kaweruh dateng panjenengan.

    maturnuwun sanget

  25. tengku ahmad

    Ki wong alus terimakasih diatas pencerahannya, Insya ALLAH sy cuba ikut saranan Ki wongalus. Minta didoain Ki. ( Tengku Ahmad Bin Tengku Abdullah ) P.S. Terimakasih atas doanya Ki

  26. sasmita

    wah memang benar keadaan yang menempa manusia menjadi lebih baik (klo manusia itu memang bertekad bulat di jalan Allah).
    kondisi lingkungan sekarang ini apalagi di jakarta, sulit menampa anak” untuk laku tirakad, apalagi pergaulan dan hiburan yang macam”.
    kondisi dan keramaian ini pun sangat mengganggu, susah sekali untuk meditasi di ruang tenang karena kota ini hampir 24 jam masih terasa ramai aja.
    mungkin perlu bikin ruang kedap suara untuk melakukan semedi kali ya? karena lingkungan yg padat penduduk dan cukup ramai sampai jam 3 pagi.
    suatu waktu saya pernah latihan suyud/ngesti tengah malam, saat itu terjadi kejadian aneh : tetangga kanan kiri rumah yg sedang pada tidur terlelap pada ngelindur sampai teriak” keras dan membangunkan saya.
    saya kurang tau fenomena ini mungkin fase gelombang otak saat semedi hampir sama dgn orang saat tidur terlelap, tetapi perbedaan frekuensi tujuan otaknya beda jadi kress.
    mungkin ki wong alus bs menerangkan..

  27. wongalus

    @sdr tengku ahmad; sama-sama saling mendoakan ya. salam.

  28. wongalus

    @sdr sasmita: Ibarat radio, kalau frekuensinya sama ya bisa mengganggu. Jadi latihan meditasinya dengan cara berdzikir saja di dalam hati saat berada di tengah keramaian . Saya sering berdzikir di tengah keramaian dan langsung bisa merasakan NING sangat cepat dan hasilnya tidak kalah hebat dengan saat meditasi di tempat sepi. nwn.

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: