Arsip Bulanan: Agustus 2010

AMALAN MULTIFUNGSI


ki Suma geni
sukmageni@yahoo.com

saya ijazahkan amalan berikut:”INNA BI QUWWATILLAH YAKHDAU KULLU MAKHLUQIN LIQUDROTIHI artinya:”Sesungguhnya hanya dengan kekuatan Alloh Yang Maha Perkasa maka tunduklah semua makhluk.”

Dibeli dengan diamalkan 1000x setiap malam selama 7/11 malam berturut – turut. Lebih baik ditempat sunyi diatas pukul 24.00.

Silsilahnya kepada nabi Muhammad SAW,Ahlul Bait khususnya Imam Ali, Fatimah Azaahro, Imam Hasan,Imam Husain dan Imam Mahdi, 4 malaikat, para aulia.

Khasiatnya:
1. Untuk menundukkan jin/mengusir jin dibaca 100x pada tempat jin berada atau bisa juga dibaca pada air sebanyak 100x tiap 1x tiup ke air untuk dipercikkan
2. Untuk menyembuhkan kesurupan dibaca pada ubun 2 dan telinga sampai sembuh dan dibaca ke air sebanyak 7x dapat 1x tiup ke air untuk diminumkan agar jin tidak masuk kembali
3.Untuk pengasihan dibaca 313x tiap malam pada selesai 1 kalimat sebut nama yang dituju kerjakan sambil bayangkan yang dituju saat yang dituju sudah tidur selama 3/7 malam
4.Untuk menundukkan atasan kita dibaca 3x tahan nafas saat bertemu dan hembuskan ke arahnya
5. Untuk menundukkan orang berseteru dibaca 3x tiupkan ke orang yang bertengkar
6. Untuk menundukkan hewan buas dibaca 7x tiap 1x tiupkan ke arah hewan tersebut
7.Dll yang penting diniatkan dan baca 3x/7x karena intinya semua makhluk akan tunduk pada kita. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 346 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMA LAUT RAJEH (2)


Kelabang ireng
Ireng285@yahoo.co.id

Saya ijazahkan kepada sadulur semua dengan mengharap ridho Alloh ASMA LAUT RAJEH…

Bismillahir rohmanir rohim
INNA QUWWATIN NAKABAN NATAH TARSYADUSYIN KAHUSYIN HAMUHASYIN TOQOSYIN WAL LAUTHUN SAMARIK ABNA KITABUL JAUDZUL JAHAR


TAWASUL:
1. Nabi Muhamad.
2. Nb Khidir .
3. 4 Malaikat.
4. Syekh Abdul Qodir Jaelani.
5. Wali Songo.
6. Mbah Kuwu Sangkan.
7. Abuya Armin Banten.
8. Syekh Hasanudin.
9. Syekh Maulana Yusup.
10. Syekh Tajul Fathona.
11. Syekh Jaelani.
12. Abah Nuh.
13. Orang Tua.
14. Man Ajazani.
15. Hajat Diri Sendiri.

salam dari saya. Kelabang ireng.@@@

Categories: ASMAK LAUT RAJEH | 411 Komentar

MENGAJI KITAB SIRRUL JALIL BAB PERTAMA


GUS SANTRI
muhammadmubarok17@gmail.com

Assalamu’alaikum, salam hormat takdzim dan menjura dalam kepada Ki Wong Alus, Sang Rektor KWA. Perkenankanlah saya melanjutkan pengijazahan kepada para sedulur yang membutuhkan.

Dengan mengharap ridho ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA. Kami lanjutkan pengijazahan isi kitab sirrul Jalil kepada semua warga Kampus Wong Alus.

Bismillahirrohmanirrohiim.. Kita teruskan ngaji kitab sirrul jalil. Kita masuk pada BAB AWAL (PERTAMA) dari kitab As Sirrul Jalil. Ringkasan BAB 1 berisi 14 wirid hasbunallah dg berbagai faedah.

Kali ini saya mengijazahkan wirid ke 1 sampai ke 3 dari BAB I As-Sirrul Jalil.

1. Barang siapa membaca kalimat berikut 450x di waktu siang dan 450x di waktu malam, maka dia akan mendapatkan 6 hal:
a. Allah akan mencukupinya
b. Allah menjadi wakil (Yang diserahi) segala urusannya
c. Allah melindungi dari kejahatan makhluk-NYA
d. Allah akan menguatkan pertolongan untuknya
e. Allah akan menjadikan rasa mahabbah/suka kepadanya pada hati semua makhluk
f. Allah akan membuatnya kaya dg anugerah-NYA

Kalimat itu adalah:
hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKILL 450x (sekali siang & sekali malam)

2. Barang siapa mengamalkan ini akan mendapatkan 4 hal:
a. Berada dalam penjagaan/benteng Allah yg kuat
b. Berada dalam penitipan Allah yg tdk akan disia siakan
c. Selalu disenangi makhluk-NYA dalam geraknya dan diamnya
d. Di jaga dari semua hal yang menyakitkan

Amalan tersebut adalah:
1. hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIIL 450x
2. FANGQOLABUU BI NI’MATIM MINALLOOHI WA FADHLIL LAM YAMSAS HUM SUU’ 6x
3. WATTABA’UU RIDHWAANALLOOHI WALLOOHU DZUU FADHLIN ‘ADZIIM 1x
(Amalan ini dilakukan 1x siang dan 1x malam)

3. Syekh Abi Hasan Syadzili ra berkata: Barang siapa istiqomah membaca:
hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIIL (sebanyak kandungan bilangan hurufnya atau 450x) setiap saat atau sesering seringnya (semakin sering semakin baik) secara istiqomah, maka ia akan memperoleh keberuntungan bersama orang orang yg beruntung.

Siapakah orang orang yg beruntung itu? Mereka itulah orang orang yg tidak merasa kuatir atau takut dan tidak merasa susah. Ini adalah maqom para wali Allah.

NB. Mengapa orang wirid hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIIL bisa mencapai maqom wali, sama seperti yg mendawamkan LAA ILAAHA ILLALLOOH dan wirid lainnya? Sebab hakikat wirid adalah penghayatan maknanya secara dzohir batin. Lihat saja makna wirid kita ini, ALLAH YG MENCUKUPIKU DAN DIA SEBAIK-BAIK DZAT YG DISERAHI SEGALA URUSAN. Ini kalau terus kita ucapkan sbg wirid, otomatis akan mempengaruhi alam bawah sadar akan makna kandungannya. Sehingga pada tahap lanjut akan mempengaruhi dzohir batin agar hanya berserah diri kepada ALLAH. Hatinya mantap bergantung kepada-NYA. Tidak pernah terbersit sedikitpun atau sedetikpun untuk mengandalkan selain-NYA. Bukankah keyakinan seperti itu adalah keyakinan mukmin sejati? Siapakah mukmin sejati itu kalau bukan para wali Allah?

Mudah mudahan manfa’at dan barokah.. Wassamu’aikum wr wb..
(bersambung..) @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 171 Komentar

AMALAN AGAR YANG DITINGGAL BEPERGIAN SELAMAT


Freedo Abdullah
tiangtunggal@yahoo.com

Assalamualaikum.wr.wb Salam persaudaraan @ kiwongalus. Ijinkan saya tiangtunggal berbagi sedikit di bulan yang mulia ini. Semoga kita semua mendapat keredhoanNya di dunia & akhirat

Apabila kita akan pergi merantau dan mengharapkan agar isteri kita selamat dari gangguan orang dan selamat dari perbuatan penyelewengan, cukuplah kita berserah diri kepada Allah S.W.T. Caranya sebelum kita berangkat, letakkan tangan pada leher isteri seraya membaca Yaa Raqiibu Jalla Jalallaahu sebanyak 7x. Insya Allah isteri kita akan selamat dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagi orang yang hendak berangkat bepergian dan meninggalkan sanak keluarga, hendaklah ia membaca do’a di bawah kerana menurut riwayat Imam Ahmad yang bersumberkan dari Ibnu Umar r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: ” Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala apabila dititipi sesuatu, pastilah dia memeliharanya dengan baik akan titipan itu.”

Ini do’anya : ASTAUDI’KUMULLOOHUL LADZII LAA TADHII’U WA DAA’I’UHU

Artinya: ” Selamat tinggal, kutitipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah titipan-titipan itu sia-sia, kepada orang yang ia tinggalkan “.

Menurut riwayat Imam Ahmad yang bersumber dari ‘Usman bin Affan ra., bahawasanya Rasulullah s.a.w. pernah bersabda : ” Brangsiapa yang hendak bepergian, jauh ataupun dekat, kemudian ia berdo’a sebagaimana do’a di bawah maka sudah dapat dipastikan tidak akan mengalami hal-hal yang tidak disukainya (yakni diselamatkan dati bencana)”.

BISMILLAAH
AAMANTU BILLAAH
I’TASHOMTU BILLAAH
TAWAKKALTU ‘ALALLOOH
WA LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Sewaktu berada di depan pintu lafazkanlah Laa ilaaha illallaah’ dan tatkala melangkah keluar dari depan pintu amalkanlah yang berikut :
INNAA – LANGKAH KAKI KANAN
ANNAA – LANGKAH KAKI KIRI
AAMANA – LANGKAH KAKI KANAN

Dan apabila kembali ke rumah hendaklah melafazkan Mohammadar rasulullah di depan pintu. Yang demikian kata ulama akan membawa berkat dan ketenteraman. Sekian saja yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. Kalo salah tolong betulkan. Wassalam. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 25 Komentar

MOHON PETUNJUK AMALAN INI


Angker Ludiarto
angkerludiarto@gmail.com

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu….Salam Pamuji Rahayu.
Ki Wong Alus Yang Saya Takdzimi dan Para Sesepuh serta Warga Kampus Wong Alus yang senantiasa dalam Rahmat dan Naungan Allah SWT. Saya Al Awwam Mohon bantuan atas Fungsi Amalan ini karena saya dapet Th. 2006 sampai sekarang tidak pernah dibabarkan fungsinya, dan jika Warga KWA sudi mengamalkan Silahkan diamalkan dengan Ikhlas

Wassalam. @@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 49 Komentar

MANDI 9 BATHIN


Dewa Pelet
dewapelet@ymail.com

Assalamu’alaikum
slm hormat buat Ki Wongalus dan slm persaudaraan buat smua.. mhn ijin ‘tuk berbagi amalan mandi 9 bathin yg insya Allah bermanfaat ‘tuk membuang aura negatif/sengkolo/susuk/untalan (susuk kekebalan kalimantan) dilakukan pd hari jum’at tepat saat orang azan shalat jum’at( maaf bukan bermaksud melarang shalat jum’at lho)
caranya:
1.berwudhu
2.baca niat:
sengaja aku mandi 9 bathin untuk membuang aura negatif/sengkolo/susuk yg ada pd tbhku krn Allah SWT
3.tepat saat azan shalat jum’at
a. guyur kepala sambil dlm hati baca Ya Allah 1x
b. guyur bdn sblah kanan bc dlm hati Ya Rahman 1x
c. guyur pd badan sblah kiri,baca Ya Rahiim 1x
d. ulangi dari a s/d c 3x,jd total 9x guyuran..
keterangan:
jika stlah mandi badan terasa panas sperti meriang dan kepala agak sakit,perbanyaklah istighfar. Smg bermanfaat dunia dan akhirat, wassalam. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 117 Komentar

MOHON BANTUAN SCANNING ENERGI ASMA’


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Di penghujung bulan Ramadhan 1431 H. ini saya yang ‘bodoh’ ingin memohon bantuan kepada para sesepuh KWA untuk mendeteksi / scanning energi asma’ (tanpa nama) di bawah ini :

“YA LAWKHOYYILU BIHAQQI DAKHONTSA KALIKHO, YA GHIYATSI INDA KULLI SIDDATI, WA MUJIBI INDA KULLI DA’WATI, WA MU’ADZI INDA KULLI SIDDATIN, WAYA ROJA’I HINA TANQOTIU KHILATIY.”

Atas bantuan para sesepuh KWA, saya haturkan banyak terima kasih. Jazakumullahu khoiron katsiron. Wallahul muwafiq ila aqwamit thoriq. Ilahiy Anta maqsudiy wa ridloka mathlubiy.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hormat Saya,
WONG MBOHOL
[@Pantura Lamongan].

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 68 Komentar

TENTANG SEPULUH HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN DAN LAILATUL QADAR


kiagengjembarjumantoro@yahoo.co.id

Assalamu’alaikum Wr. Wb. sedulurku semua… Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya.

Monggo dulur –dulur kita hayati sebentar marilah kita saling mengingatkan, sebentar lagi puasa kita akan menuju,10 malam terakhir di bulan ramadhan , marilah kita sama-sama mencari malam dari seribu bulan, yang penting ikhlas, pasrah , tawadhu, istiqomal, sampai akhir ramadhan. mudah-mudahan ibadah kita semua di rido’i Allah SWT. amin.

Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata : “Bila masuk sepuluh (hari terakhir bulan Ramadhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan Keluarganya . ” Demikian menurut lafazh Al-Bukhari.

Adapun lafazh Muslim berbunyi : “Menghidupkan malam(nya), membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya.

Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu lanha : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh (hari) akhir (bulan Ramadhan), hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya. ”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhususkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, di antaranya:
Menghidupkan malam: Ini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya, dan kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar daripadanya. Dalam Shahih Muslim dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata:
“Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat malam hingga pagi. “
Diriwayatkan dalam hadits marfu’ dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali :
“Barangsiapa mendapati Ramadhan dalam keadaan sehat dan sebagai orang muslim, lalu puasa pada siang harinya dan melakukan shalat pada sebagian malamnya, juga menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan dan tangannya, serta menjaga shalatnya secara berjamaah dan bersegera berangkat untuk shakat Jum’at; sungguh ia telah puasa sebulan (penuh), menerima pahala yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar serta beruntung dengan hadiah dari Tuhan Yang Mahasuci dan Maha tinggi. ” Abu Ja ‘far berkata: Hadiah yang tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa. (HR. Ibnu Abid-Dunya).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya untuk shalat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak.
Dalam hadits Abu Dzar radhiallahu ‘anhu disebutkan:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak (shalat) keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27) saja. “
Ini menunjukkan bahwa beliau sangat menekankan dalam membangunkan mereka pada malam-malam yang diharapkan turun Lailatul Qadar di dalamnya.
At-Thabarani meriwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu :
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan, dan setiap anak kecil maupun orang tua yang mampu melakukan shalat. “

Dan dalam hadits shahih diriwayatkan :
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengetuk (pintu) Fathimah dan Ali radhiallahu ‘anhuma pada suatu malam seraya berkata:
Tidakkah kalian bangun lalu mendirikan shalat ?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Beliau juga membangunkan Aisyah radhiallahu ‘anha pada malam hari, bila telah selesai dari tahajudnya dan ingin melakukan (shalat) witir.
Dan diriwayatkan adanya targhib (dorongan) agar salah seorang suami-isteri membangunkan yang lain untuk melakukan shalat, serta memercikkan air di wajahnya bila tidak bangun). (Hadits riwayat Abu Daud dan lainnya, dengan sanad shahih.)
Dalam kitab Al-Muwaththa’ disebutkan dengan sanad shahih, bahwasanya Umar radhiallahu ‘anhu melakukan shalat malam seperti yang dikehendaki Allah, sehingga apabila sampai pada pertengahan malam, ia membangunkan keluarganya untuk shalat dan mengatakan kepada mereka: “Shalat! shalat!” Kemudian membaca ayat ini :
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. ” (Thaha: 132).

Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya. Maksudnya beliau menjauhkan diri dari menggauli isteri-isterinya. Diriwayatkan bahwasanya beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sehingga bulan Ramadhan berlalu.
Dalam hadits Anas radhiallahu ‘anhu disebutkan :
“Dan beliau melipat tempat tidurnya dan menjauhi isteri-isterinya (tidak menggauli mereka).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Orang yang beri’tikaf tidak diperkenankan mendekati (menggauli) isterinya berdasarkan dalil dari nash serta ijma’. Dan “mengencangkan kain” ditafsirkan dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Mengakhirkan berbuka hingga waktu sahur.
Diriwayatkan dari Aisyah dan Anas uadhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam-malam sepuluh (akhir bulan Ramadhan) menjadikan makan malam (berbuka)nya pada waktu sahur.Dalam hadits marfu’ dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu, ia berkata :
“Janganlah kalian menyambung (puasa). Jika salah seorang dari kamu ingin menyambung (puasanya) maka hendaknya ia menyambung hingga waktu sahur (saja). ” Mereka bertanya: “Sesungguhnya engkau menyambungnya wahai Rasulullah ?”Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya pada malam hari ada yang memberiku makan dan minum. “(HR. Al-Bukhari)
Ini menunjukkan apa yang dibukakan Allah atas beliau dalam puasanya dan kesendiriannya dengan Tuhannya, oleh sebab munajat dan dzikirnya yang lahir dari kelembutan dan kesucian beliau. Karena itulah sehingga hatinya dipenuhi Al-Ma’ariful Ilahiyah (pengetahuan tentang Tuhan) dan Al-Minnatur Rabbaniyah (anugerah dari Tuhan) sehingga mengenyangkannya dan tak lagi memerlukan makan dan minum.

Mandi antara Maghrib dan Isya’.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika bulan Ramadhan (seperti biasa) tidur dan bangun. Dan manakala memasuki sepuluh hari terakhir beliau mengencangkan kainnya dan menjauhkan diri dari (menggauli) isteri-isterinya, serta mandi antara Maghrib dan Isya.”
Ibnu Jarir rahimahullah berkata, mereka menyukai mandi pada setiap malam dari malam-malam sepuluh hari terakhir. Di antara mereka ada yang mandi dan menggunakan wewangian pada malam-malam yang paling diharapkan turun Lailatul Qadar.
Karena itu, dianjurkan pada malam-malam yang diharapkan di dalamnya turun Lailatul Qadar untuk membersihkan diri, menggunakan wewangian dan berhias dengan mandi (sebelumnya), dan berpakaian bagus, seperti dianjurkannya hal tersebut pada waktu shalat Jum’at dan hari-hari raya.
Dan tidaklah sempurna berhias secara lahir tanpa dibarengi dengan berhias secara batin. Yakni dengan kembali (kepada Allah), taubat dan mensucikan diri dari dosa-dosa. Sungguh, berhias secara lahir sama sekali tidak berguna, jika ternyata batinnya rusak.
Allah tidak melihat kepada rupa dan tubuhmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalmu. Karena itu, barangsiapa menghadap kepada Allah, hendaknya ia berhias secara lahiriah dengan pakaian, sedang batinnya dengan taqwa. Allah Ta’ala berfirman :
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. ” (Al-A’raaf: 26).

I’tikaf. Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau. “
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir yang di dalamnya dicari Lailatul Qadar untuk menghentikan berbagai kesibukannya, mengosongkan pikirannya dan untuk mengasingkan diri demi bermunajat kepada Tuhannya, berdzikir dan berdo’a kepada-Nya.
Adapun makna dan hakikat i’tikaf adalah:
Memutuskan hubungan dengan segenap makhluk untuk menyambung penghambaan kepada AI-Khaliq. Mengasingkan diri yang disyari’atkan kepada umat ini yaitu dengan i’tikaf di dalam masjid-masjid, khususnya pada bulan Ramadhan, dan lebih khusus lagi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana yang telah dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Orang yang beri’tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berdzikir dan berdo’a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Ia beri’tikaf dengan hatinya kepada Tuhannya, dan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada-Nya. Ia tidak memiliki keinginanlain kecuali Allah dan ridha-Nya. Sembga Alllah memberikan taufik dan inayah-Nya kepada kita. (Lihat kitab Larhaa’iful Ma’aarif, oleh Ibnu Rajab, him. 196-203)

LAILATUL QADAR
Allah Ta ‘ala berfirman :
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala uuusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. “(Al-Qadr: 1-5),

Allah memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.”(Ad-Dukhaan: 3)

Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta ‘ala :
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. “(Al-Baqarah: 185).

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata :
“Allah menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfudh ke Baitul’Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun.”

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta ‘ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. ” (Ad-Dukhaan: 4).

Kemudian, Allah berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur’anul Karim: “Dan tahukah kama apakah Lailatul Qadar itu?” ( Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/429.)

Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya:
“Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan. ” Maksudnya, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca, dzikir dan do’a sama dengan beribadah selama seribu bulan, pada bulan-bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar.
Dan seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan.

Lalu Allah memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril ‘alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah dari Allah. Selanjutnya, Allah menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya :
“Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar” (Al-Qadar: 5)

Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril- mengucapkan salam kepada orang-orang beriman.

Dalam hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan melakukan qiyamul lail di malam tersebut. Beliau bersabda : “Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

Tentang waktunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. ” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).

Yang dimaksud dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan.

Adapun qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dengan tahajud, shalat, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat kepada Allah Ta ‘ala.

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan di dalamnya?” Beliau menjawab, katakanlah : “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau mencintai Pengampunan maka ampunilah aku. ” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hadits hasan shahih).

Pelajaran dari surat Al-Qadr :
Keutamaan Al-Qur’anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada saat Lailatul Qadar.
Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.
Anjuran untuk mengisi kesempatan-kesempatan baik seperti malam yang mulia ini dengan berbagai amal shalih.

Jika Anda telah mengetahui keutamaan-keutamaan malam yang agung ini, dan ia terbatas pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan maka seyogyanya Anda bersemangat dan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari malam-malam tersebut, dengan shalat, dzikir, do’a, taubat dan istighfar. Mudah-mudahan dengan demikian Anda mendapatkan Lailatul Qadar, sehingga Anda berbahagia dengan kebahagiaan yang kekal yang tiada penderitaan lagi setelahnya Di malam-malam tersebut, hendaknya Anda berdo’a dengan do’a-do’a bagi kebaikan dunia-akhirat, di antaranya :
“Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang merupakan penjaga urusanku, dan perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku, dan perbaikilah untukku akhiratku yang kepadanya aku kembali, dan jadikanlah kehidupan (ini) menambah untukku dalam setiap kebaikan, dan kematian menghentikanku dari setiap kejahatan. Ya Allah bebaskanlah aku dari (siksa) api Neraka, dan lapangkanlah untukku ritki yang halal, dan palingkanlah daripadaku kefasikan jin dan manusia, wahai Dzat Yang Hidup dan terus menerus mengurus (makhluk-Nya)”

“Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari siksa Neraka. Wahai Dzat Yang Hidup lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemulyaan. “

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon hal-hal yang menyebabkan (turunnya) rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, keteguhan dalam kebenaran dan mendapatkan segala kebaiikan, selamat dari segala dosa, kemenangan dengan (mendapat) Surga serta selamat dari Neraka. Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurusi makhluk-Nya, Wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. “

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebajikan, kesudahan (hidup) dengannya serta segala yang menghimpunnya, secara lahir-batin, di awal maupun di akhirnya, secara terang- terangan maupun rahasia. YaAllah, kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku di hadapanmu kelak di akhirat. Wahai Dzat Yang Mahahidup, yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. “

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘afaaf (pemeliharaan dari segala yang tidak baik) serta kecukupan. “

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai pengampunan maka ampunilah aku. “

“Ya Allah, aku mengharap rahmat-Mu maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata, dan perbaikilah keadaanku seluruhnya, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. “

“Ya Allah, jadikanlah kebaikan sebagai akhir dari semua urusan kami, dan selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan siksa akhirat. “

“Ya Tuhan kami, terimalah (permohonan) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Hidup, yang memiliki keagungan dan kemuliaan. ”

Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah . Wassalamu alaikum wr. Wb.
==Kiageng Jembar Jumantoro==

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 60 Komentar

TATA TERTIB HADIR DI ACARA SILATURAHIM


SEHUBUNGAN DENGAN AKAN DILAKSANAKAN SILATURAHIM KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS PADA 17 SEPTEMBER 2010 PUKUL 15.00 WIB DI PANTAI PARANGKUSUMO, MAKA PANITIA AKAN MENJELASKAN BEBERAPA HAL SEBAGAI BERIKUT:

1. UNDANGAN BERSIFAT TERBUKA (BOLEH DIIKUTI OLEH SIAPA SAJA, DARI MANA SAJA, TANPA MEMANDANG SUKU, AGAMA, RAS, GOLONGAN DLL). TIDAK MENDAFTAR JUGA TIDAK JADI SOAL ASALKAN DATANG DENGAN NIAT YANG BAIK.
2. UNDANGAN GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA SAMA SEKALI.
3. ACARA DILANGSUNGKAN DI PANTAI. PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN KURSI, SEHINGGA ACARA DISELENGGARAKAN SECARA LESEHAN DI PASIR PANTAI.
4. PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN MAKANAN, MINUMAN, UANG SAKU, AKOMODASI, KAMAR, ANGKUTAN DLL. BAGI SEDULUR YANG INGIN HADIR SECARA BERKELOMPOK DIPERSILAHKAN UNTUK MEMBENTUK PANITIA DI SETIAP KOTA/WILAYAH MASING-MASING.
5. TUJUAN ACARA INI ADALAH MURNI UNTUK MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM. TUJUAN ACARA INI BUKAN UNTUK \PENGIJAZAHAN ILMU/AMALAN DLL. TIDAK ADA DEMO MAUPUN PRAKTEK ILMU YANG SUDAH ANDA PELAJARI DI BLOG KAMPUS WONG ALUS. INI PERLU KAMI TEKANKAN AGAR TIDAK MEMANCING RASA PERMUSUHAN DENGAN KELOMPOK MANAPUN.
6. BILA MEMANG ADA DOOR PRIZE/HADIAH-HADIAH YANG TELAH DISEDIAKAN OLEH PARA SESEPUH (SEPERTI ROMPI, CD, TASBIH, SURBAN DLL) MAKA HAL ITU TERSERAH KEPADA SESEPUH YANG BERSANGKUTAN. PANITIA TIDAK AKAN MENGKOORDINIR HADIAH-HADIAH INI KARENA BUKAN TUJUAN SILATURAHIM. KHUSUS MENGENAI ROMPI, PENGIJAZAHAN DILAKUKAN SECARA TERTUTUP DAN PENERIMA AKAN DITELEPON SECARA PRIBADI OLEH PENGIJAZAH.
7. PESERTA SILATURAHIM DIHARAPKAN MENJAGA ETIKA, TATA TERTIB, SOPAN SANTUN DAN ATURAN YANG TELAH ADA DI MASYARAKAT DI SEKITAR PANTAI PARANGKUSUMO. INGAT KITA ADALAH TAMU YANG HARUS MENGHORMATI TUAN RUMAH, WARGA YOGYAKARTA.
8. BILA AWALNYA KITA SEPAKAT MENGGUNAKAN BAJU WARNA HITAM DAN PAKAI IKAT KEPALA, MAKA UNTUK MENJAGA AGAR KEHADIRAN KITA TIDAK MENIMBULKAN KECURIGAAN BAHWA KITA SEDANG MELAKUKAN HAL-HAL NEGATIF MAKA KESEPAKATAN ITU DITIADAKAN. JADI PESERTA BEBAS BERPAKAIAN APA SAJA SEBAGAIMANA MASYARAKAT UMUM YANG LAIN.
9. KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS BUKANLAH KELOMPOK ATAU ORGANISASI EKSKLUSIF. BUKAN ORGANISASI BELA DIRI ATAU ORGANISASI KEAGAMAAN TERTENTU. SIKAP-SIKAP EKSKLUSIF, MERASA SOK BENAR SENDIRI, SOMBONG, AROGAN, PETENTANG-PETENTENG, EGOIS DLL PERLU DIJAUHI.
10. KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS WAJIB UNTUK RENDAH HATI, MENGHORMATI ORANG LAIN, SUKA MENOLONG ORANG LAIN BERDASARKAN ASAS MUSYAWARAH UNTUK MENCAPAI MUFAKAT. DAN DASAR IDEOLOGI KITA SAMA DENGAN IDEOLOGI BANGSA INDONESIA YAITU PANCASILA DAN UUD 1945.

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian sedulur yang sudah berencana hadir di acara tersebut. Apabila ada kekurangan dalam pengumuman ini maka akan dilakukan penyempurnaan lagi sesuai dengan situasi dan kondisi aktual yang berkembang. Terima kasih. Salam paseduluran. @@@

Categories: >SILATURAHIM NASIONAL KWA 2010 | 72 Komentar

MELEPAS IKATAN GAIB 2


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

KHUSUS SANTET BERAT
Assalamu alaikum saudaraku semua dan pengelola blog wongalus yang saya hormati.Memenuhi permintaan sebagian saudaraku yang mungkin lagi dirundung santet disini saya mau berbagi amalan untuk melebur santet yang bertaraf bertaraf berat.Insya alloh amalan ini bisa menetralisir segala macam serangan santet baik yang berupa sakit,pembangkrutan usaha, ataupun ikatan jodoh.

CARANYA:BERPUASA BIASA 3 HARI PADA HARI SELASA-RABU-KAMIS.PADA MALAM SELASA ANDA SHOLAT HAJAT 2 ROKAAT SETELAH SALAM WIRID KHASBUNALLOH WANI’MAL WAKIL 950X.
LALU SHOLAT HAJAT LAGI 2 ROKAAT LAGI SEHABIS SALAM WIRID LAGI KHASBUNALLOH WANI’MAL WAKIIL 950X.
LALU SHOLAT HAJAT LAGI 2 ROKAAT LAGI SETELAH SALAM WIRID LAGI
KHASBUNALLOH WANI’MAL WAKIL 950X.

Keterangan:dikerjakan selama malam selasa rabu kamis waktunya sehabis tidak apa2.Siang harinya puasa biasa.Godaanya walaupun anda jago begadang namun bila anda benar2 kena santet waktu mengerjakan terutama dimalam ke 2 dan ke 3 rasanya ngantuk tak tertahan dan badan lemas.Reaksi wirid ini bila anda benar kena santet terasa ada yg keluar dari lubang2 tubuh. Entah hidung, telinga,mata dll.Terasa namun tdk ada ujudnya.Kadang ada yg muntah atau seperti ada yg tercabut dari tubuh.

SARAN:KALAU ANDA KERJAKAN 3 HARI KELUHAN HILANG SAMA SEKALI ANDA SUDAH CUKUP.NAMUN BILA DIKERJAKAN 3HARI KELUHAN BELUM HILANG TOTAL TAPI ANDA MERASAKAN PERUBAHAN LANJUTKAN SHOLAT HAJAT DAN WIRIDNYA SAJA TDK USAH PUASA. BAGI YANG SAKIT BERAT KARENA SANTET YANG TIDAK MEMUNGKINKAN UNT MENGERJAKAN WIRID INI CUKUP KHASBUNALLOH WANI’MAL WAKIL DIWIRIDKAN 3000X SAMBIL BERBARING SELAMA 7HARI.KALAU SETELAH 7HARI ADA PERUBAHAN HARI SELANJUTNYA SUPAYA DILANJUTKAN WIRIDNYA SAMPAI KELUHAN HILANG TOTAL.

Perhatian bila anda mengerjakan wirid melepas ikatan yang saya tulis pertama atau kedua ini tidak merasakan reaksi apapun berarti 100% anda tidak kena santet.Walaupun mungkin puluhan paranormal yg telah anda hubungi anda kena santet.Untuk sekedar mendeteksi dg senang hati akan saya bantu unt mendeteksi kl memang anda tdk kena santet.Karena bnyk fenomena mistis yg blm kita ketahui selain santet.Karena kurangnya informasi tentang fenomena mistis maka bila anda mengalami problem entah penyakit atau usaha hancur dll anda datang ke paranormal siparanormal mengatakan anda kena santet pasti anda mengiyakan saja.

Namun dalam kenyataan kasusnya tidak tuntas2 walaupun anda telah mendatangi paranormal.Sebenarnya sejak saya menulis diblog ini ada beberapa fenomena mistis yg saya infokan ke anda kl anda mencermatinya.Sehingga dg info itu saya harapkan anda bisa menganalisa problem anda tanpa bantuan paranormal.

SEKILAS TENTANG
PAGAR GAIB:saya sering menemui kasus orang yang katanya rumahnya telah dipagari pagar gaib oleh paranormal namun dia tetap mempan disantet.Dukun santet sekarang juga banyak kreasi dia tdk lg memasang sarana santet dirumah target tapi bisa saja diperempatan2 jalan yg sering anda lewati.Apakah paranormal anda disuruh memagari seluruh perempatan seluruh kecamatan di daerah yg anda tempati? Dan untuk dukun memendam barang santet dari jarak jauh bukanlah hal yang sulit. Solusinya sebenarnya pagar itu terletak pada diri sendiri.

SEKILAS SANTET TEMPAT USAHA:tempat usaha yg kena santet ada tanda2nya:selalu ngantuk malas dan emosi dtempat usaha namun bila anda mencoba keluar dr tempat itu rasa kantuk dllnya hilang.Biasanya yg ditanami energi negatif bukan tempat usahanya saja tp jg orang sipemilik usaha jg dmasuki energi negatif oleh dukun.Menghadapi kasus ini kurang lengkap bila anda minta bantuan paranormal lalu disuruh membersihkan tempat usaha lalu memagari tempat usaha anda.Mintalah sekalian dibersihkan badan anda dr energi negatif. Biasanya orang yg dmasuki energi negatif krn persaingan usaha ada keluhan dileher belakang dan kepala.Tanda ini blm 100%mutlak namun kebanyakan begitu.Demikianlah tulisan saya semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat bg anda yang lagi dirundung problem santet. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 229 Komentar

YANG MAU LEWAT


UNTUK SEMUA SEDULUR YANG INGIN BERBAGI AMALAN/ILMU DIHARAPKAN TIDAK MENINGGALKAN ARTIKEL DI KOMENTAR-KOMENTAR BLOG INI. SUDILAH KIRANYA ANDA MEMBANTU KAMI YANG TIDAK SEMPAT MEMBUKA KOMENTAR SATU PERSATU DAN SILAHKAN KIRIM ARTIKEL ANDA KE EMAIL kiwongalus@gmail.com. TERIMA KASIH ALIAS MATUR NUWUN. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 23 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.