PANTAI PARANGKUSUMO, KANJENG RATU KIDUL DAN PANEMBAHAN SENOPATI


WONGALUS

Sangat mengasyikkan menelusuri jejak-jejak magis pantai Parangkusumo dalam hubungannya dengan kekuasaan para Raja Mataram. Jadi nanti sambil bersilaturahim, Keluarga Kampus Wong Alus (K.W.A). bisa menerawang ke masa lalu untuk melangkah ke masa depan.

AKHIR KEJAYAAN PAJANG…
Tahun 1584. Sesaat setelah Ki Ageng Pemanahan meninggal, Ki Juru Martani menghadap Sultan Hadiwijaya, untuk memilih siapa di antara enam putra pemanahan yang akan diangkat sebagai penerus kerajaan Mataram yang baru saja dikembangkan saat babad alas mentaok. Ki Ageng Pemanahan adalah keturunan Majapahit dari garis ayah dan keturunan Nabi Muhammad dari garis ibu. Sementara Ki Juru Martani adalah ipar dan penasehatnya.

Sultan Hadiwijaya kemudian memilih Danang Sutawijaya, putra sulung Pemanahan dan diberi gelar Senopati Ing Ngalaga Sayidin Panotogomo. Sementara Ki Juru Mertani diserahi tugas untuk menjadi penasehat Mataram dengan gelar Adipati Mandaraka. Keduanya diizinkan untuk tidak usah sowan ke Pajang selama satu tahun agar dapat konsentrasi membangun Mataram. “Kalau sudah setahun, datanglah kemari jangan terlambat,” titah Sultan Hadiwijaya.

Setelah diangkat tersebut, itu berarti Sutawijaya yang sudah bergelar Senopati Ing Ngalaga Sayidin Panotogomo alias Panembahan Senopati adalah Raja Pertama Mataram. Setahun lamanya, Panembahan Senopati menata sedikit demi sedikit kerajaan baru tersebut sehingga tiba saatnya dia sowan ke Pajang (eks Demak) sebagai tanda “ngabekti”nya Mataram ke Pajang. Namun, karena alasan khusus Sang Panembahan Senopati enggan sowan ke Pajang. Sultan Hadiwijaya pun mulai curiga dan mengirim utusan terpercaya Ngabehi Wuragil dan Ngabehi Wilamarta untuk mencermati perkembangan Mataram.

Meskipun sebagai utusan Raja, dua Ngabehi ini tetap andap asor dan turun dari kuda lebih dulu ketika menemui Panembahan Senopati yang tetap duduk di punggung kuda. Kalau dilihat dari segi etika, hal ini tentu tidak pantas dan menunjukkan sikap merendahkan bahkan menantang tidak hanya utusan itu tetapi juga yang mengutus. Dengan sopan, utusan Pajang menyampaikan amanat Sultan Hadiwijaya bahwa Panembahan Senopati segera sowan menghadap ke Pajang, tidak mengadakan jamuan pesta dan tidak berambut gondrong.

Tetap duduk di punggung kuda, Panembahan Senopati menjawab, “Sampaikan kepada Kanjeng Sultan, saya tidak akan menghentikan pesta karena saya masih suka, saya disuruh cukur lha wong ini rambut-rambut saya sendiri. Saya diisurun menghadap ke Pajang ya mau saja asalkan Sultan menghentikan kesukaannya mengambil isteri para abdinya,.”

Dua utusan Pajang itu pun pulang dan melaporkan sebagai berikut bahwa Panembahan Senopati segera menghadap dan baik-baik saja. Soal Mataram sedang membangun tembok mengelilingi kerajaan dan sikap serta ucapan menantang Raja Pajang tidak mereka laporkan.

Semuanya mengalir apa adanya sesuai dengan jalan dan kehendak sejarah…

PANEMBAHAN SENOPATI: SOSOK WASIS-WASKITA
Panembahan Senopati adalah sosok yang pandai menyerap energi kekuasaan dan kekuatan alam semesta demi membangun kerajaan Mataram. Mulai dari membina hubungan dengan penguasa Kedu dan Bagelen di sisi barat Mataram. Termasuk membangun kesatrian yang berhasil memiliki 1000 tentara pilih tanding dalam olah perang. Melihat gelagat egoisme Panembahan Senopati yang berlebihan ini, Ki Juru Martani menegur dan memberikan nasehat:

“Ada tiga kesalahan yang kamu buat ngger… Kamu memusuhi Raja Pajang Kanjeng Sultan yang tak lain orang tua dan gurumu. Saya malu karena kita yang ada di kerajaan Mataram sepertinya tidak tahu membalas budi baiknya. Bukankah kita telah diberi tanah dan wilayah untuk kita tempati dan kita bangun ini? Saya minta ngger, sekarang mintalah kepada Allah dengan teguh agar nanti bila Kanjeng Sultan sudah wafat, kamu bisa menggantikan keratonnya. Tapi sekarang jangan sekali-kali memusuhi beliau. Justeru sebaliknya, balaslah kebaikannya agar batinnya rela nanti kamu yang menggantikan kedudukannya sebagai raja”

Panembahan Senopati kemudian memenuhi petunjuk Ki Juru Mertani. Ia kemudian berangkat ke Lipura untuk bertapa. Di sebuah tempat sepi, dia melihat sebuah batu hitam mengkilat yang cucuk untuk dipakai meditasi. Batu indah ini dikenal sebagai “Sela Gilang” dan di batu ini pula Panembahan mendapatkan WAHYU KERATON, yaitu sebuah wisik gaib yang jelas dan terang berbunyi: “KAMU AKAN MENJADI RAJA MATARAM SEJATI MENGALAHKAN PAJANG DAN KERAJAAN-KERAJAAN LAIN, BEGITU JUGA DENGAN ANAK CUCUMU. TETAPI CICITMU KELAK JUGA AKAN MENJADI AKHIR KERAJAAN MATARAM….”

Selesai bertapa, Panembahan Senopati menghadap Ki Juru Mertani dan Ki Juru mengatakan bahwa pekerjaan besar baru dimulai sekarang. Pekerjaan besar yang dimaksud Ki Juru adalah mencari dukungan kekuatan adikodrati dari alam gaib. Panembahan Senopati diminta pergi ke pantai segara kidul (laut selatan) dan Ki Juru sendiri pergi ke gunung Merapi.

Di mata seorang Ki Juru yang waskita ini, dua tempat ini dikuasai oleh sosok penguasa di alamnya masing-masing. Penguasa samudra yaitu Kanjeng Ratu Kidul dan penguasa gunung berapi yaitu Kyai Sapu Jagad dan kadang juga muncul sosok bernama Kanjeng Ratu sekar Kedhaton. Selain itu masih ada dua penguasa gaib lagi yang perlu untuk diminta bantuan agar kerajaan Mataram ini bisa kuat yaitu Kanjeng Sunan Lawu di timur kerajaan, dan Sang Hyang Pramoni dan di barat yang menguasai hutan Krendhawahana.

MEDITASI DI PANTAI PARANGKUSUMO
Sejak dulu, pantai Parangkusumo cukup dikenal kalangan mistikus. Pantai yang terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis yang kini ditandai dengan Bangunan Cepuri ini konon merupakan titik dimana pintu gerbang Kerajaan Gaib Segara Kidul berada. Bila anda melakukan meditasi di pinggir pantai menghadap ke laut maka di kejauhan akan tampak Pintu Gerbang Kerajaan Segara Kidul terbuat bahan berwarna emas dengan tinggi menjulang puluhan meter dari lautan. Jadi bentangan pantai dari barat ke timur adalah alun-alun Kerajaan Segara Kidul tersebut. Sebuah penampakan yang indah yang bisa dinikmati oleh para pejalan spiritual.

Tiba di pantai Parangkusumo, panembahan Senopati segera berjalan di bebatuan karang di pantai. Di sebuah batu kecil dan menonjol, dia duduk dan melakukan meditasi. Menyatukan semua pancaindera ke satu titik dan menata batin untuk berdoa agar Tuhan Semesta Alam berkenan memberikan bantuan.

Tuhan tentu saja punya puluhan, ratusan, jutaan, milyaran cara untuk membantu orang yang ingin ditolong-NYA. Salah satu cara itu adalah mengutus Kanjeng Ratu Kidul untuk menemui Panembahan Senopati. Sebagaimana hukum alam yang berlaku, bantuan dan pertolongan Tuhan ini pastilah ada kisah dan cerita uniknya.

Panembahan Senopati yang memang dikenal sakti ini memulai untuk bertapa. Laut selatan yang semula bergelombang alamiah tiba-tiba menampakkan keanehannya. Ombak laut bergulung-gulung semakin membesar. Dinginnya air laut selatan sedikit demi sedikit berubah menjadi panas hingga mendidih. Penghuni lautan pastilah terganggu. Ikan-ikan serta binatang laut lainnya banyak yang mati akibat panasnya energi spiritual yang terpancar dari batin Panembahan. Setiap Panembahan masuk ke lebih dalam wilayah “NING” atau keheningan dan satu kulit batin terkelupas maka satu kulit itu menjadi energi panas yang membakar alam sekitar. Proses yang alamiah terjadi itu hampir sama persis saat seseorang melakukan matek aji atau matek hizib dan mantra yang mengeluarkan hawa panas ke lingkungan sekitarnya.

Para prajurit dan punggawa kerajaan Segara Kidul kuwalahan membendung energi panas yang terpancar dari tubuh Panembahan Senopati. Segala kesaktian dan kekebalan ratusan ribuan makhluk halus ini tawar dan membuat tubuh mereka melemas. Cukup berbahaya bila tidak dilakukan pencegahan karena jagad lelembut dan jagad fisik laut selatan semakin banyak yang tewas. Di saat yang genting itu, muncullah Kanjeng Ratu Kidul.

Ternyata begitu melihat penyebabnya semua ini adalah Panembahan Senopati yang sedang “manekung” atau “maneges”, Kanjeng Ratu kemudian membangunkan kesadaran Panembahan Senopati. Setelah berdialog, lahirlah sebuah konsensus atau perjanjian gaib antar dua makhluk di dua dimensi yang berbeda ini. Perjanjian gaib itu berbunyi: KANJENG RATU KIDUL AKAN MENDUKUNG PENUH KEJAYAAN DAN KEMAKMURAN ANAK KETURUNAN PENGUASA MATARAM BILA MEREKA SELALU SETIA DENGAN PERNIKAHAN MEREKA.

Jadi dengan perjanjian tersebut, maka Para Raja Mataram sejak Panembahan Senopati hingga saat ini harus menikah dengan Kanjeng Ratu Kidul dan setia dengan perjanjian ini. Pernikahan ini juga secara filosofis bisa diartikan sebagai kewajiban Raja-Raja Mataram untuk wajib nguri-uri atau memelihara adat istiadat dan budaya Jawa karena ini sudah merupakan perjanjian. Bila perjanjian ini dilanggar, maka Kanjeng Ratu Kidul berpesan dirinya tidak akan menjamin lagi keamanan dan kesejahteraan kerajaan Mataram. Sebab secara alamiah tanah Mataram memang terkenal tanah yang sesungguhnya menyimpan potensi bencana. Bencana gempa bumi akibat pergeseran-pergeseran lempeng bumi dan bencana gunung berapi.

Setelah selesai bertemu dan mengadakan perjanjian dengan Kanjeng Ratu Kidul maka Panembahan Senopati menyelesaikan meditasinya. Momentum selesainya meditasi sang Panembahan ini adalah datangnya Sunan Kalijaga yang mengijazahkan pusaka Kyai Tunggul Wulung untuk dimiliki Raja-Raja Mataram secara turun temurun. Sunan Kalijaga akhirnya berpesan kepada Panembahan Senopati jangan terlalu mengandalkan kesaktiannya. Tidak lupa berdoa dan ikhlas menyerahkan hasil usahanya pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

BENDE KI BICAK DATANGKAN KANJENG RATU KIDUL
Bala bantuan pasukan gaib Kanjeng Ratu Kidul itu dalam sejarah benar-benar terbukti. Suatu ketika Kerajaan Pajang berkekuatan 10.000 orang yang dipimpin langsung Kanjeng Sultan Hadiwijaya menggempur kerajaan Mataram berkekuatan 1000 orang dipimpin Panembahan Senopati. Di wilayah Prambanan, kedua pasukan ini bertemu dan terjadilah peperangan yang berat sebelah.

Menyadari kekuatan pasukan Mataram yang kecil, Juru Martani mendapat wisik agar menabuh bende Ki Bicak. Bende ini peninggalan Ki Ageng Sela. (Bende ini pun ada sejarahnya. Konon sewaktu menanggap wayang dengan dalang Ki Bicak, Ki Ageng Sela jatuh hati pada isteri sang dalang. Ki Ageng kemudian membunuh Ki Bicak dan mengambil usteri serta gamelan termasuk bende. Menurut Sunan Kalijaga, bende itu nanti akan menjadi pusaka Keraton Mataram dan bila bende itu dibunyikan maka bunyinya menggelegar memenuhi angkasa dan penabuh akan menang perang.)

Suara Bende yang ditabuh menggelegar ini pula yang kemudian terdengar oleh Kanjeng Ratu Kidul. Itu tanda bahwa Mataram butuh bantuan sehingga Kanjeng Ratu beserta puluhan ribu bala bantuannya datang menyerang pasukan Pajang. Sementara penguasa gunung Merapi yaitu Kyai Sapu Jagad membuka kunci kawah gunung tersebut. Gunung Merapi meletus di tengah kegelapan, hujan lebat, banjir dan gempa bumi. Bala bantuan gaib yang berpadu dengan kekuatan alam yang hebat itulah yang membuat pasukan pajang berkekuatan lebih besar itu morat marit. Sultan Hadiwijaya sosok yang sakti mandraguna —yang mudanya disebut Jaka Tingkir dan punya guru sakti yaitu Ki Ageng Sela—ini pun harus terjatuh dari gajah tunggangannya dan harus melarikan diri dalam keadaan terluka yang parah.

Panembahan Senopati terus mengejar dengan 40 orang pasukan khususnya hingga masuk ke wilayah Pajang. Tahu kekuatan Panembahan yang tidak seberapa itu, pasukan Pajang yang dipimpin Benawa, anak Sultan Hadiwijaya segera siap melakukan penghadangan dan penumpasan. Namun Benawa diwejang sang ayah agar tidak membunuh Panembahan Senopati

“Jangan berani terhadap kakangmu (panembahan senopati), karena kalau aku sudah wafat maka kakangmu itu yang menjadi penggantiku. Rukun dan berbaktilah padanya” ujar Sultan Hadiwijaya yang kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1587 atau tiga tahun setelah ayah Panembahan Senopati, Ki Ageng Pemanahan wafat.

Memang sudah menjadi takdir bahwa Sultan Hadiwijaya wafat pada tahun itu. Namun konon salah satu lantaran sebabnya adalah berikut ini. Ki Juru Taman, seorang raja Jin abdi Panembahan Senopati menawarkan jasa untuk membunuh Sultan Hadiwijaya. Mendengar tawaran itu, Panembahan Senopati berkata: “Saya tidak punya niat seperti itu, tapi jika engkau ingin membunuhnya maka terserah dan saya tidak memberi perintah padamu tapi juga tidak melarangmu!”

Tahu dan tanggap sasmita narendra apa yang diinginkan sang Panembahan, Raja Jin Ki Juru Taman segera melakukan aksi membunuh Sultan Hadiwijaya dengan kesaktiannya. Jenazahnya dimakamkan oleh masyarakat di Makam Kota Gede, yang berjajar dengan Makam Nyai Ageng Enis, ibu Ki Ageng Pemanahan dan Pangeran Jayaprana— leluhur Raja-Raja Surakarta dan Yogyakarta.

@wongalus,2010

About these ads
Categories: JEJAK HISTORIS PARANGKUSUMO | 74 Komentar

Navigasi pos

74 thoughts on “PANTAI PARANGKUSUMO, KANJENG RATU KIDUL DAN PANEMBAHAN SENOPATI

  1. risang

    @assalamu alaikum wongalus monggo pinarak mampir wonten dlepih kayangan wonogiri unt menelusuri jejak sultan agung

  2. wong jogja

    Sebuah kisah heroik dan sarat makna …

  3. mbah göndröng X

    Pertamax

  4. SUBHANALLAH…begitu mengharu birunya kisah leluhurku… yg sarat trik dan intrik baik dr bangsa manusia dan bangsa ghaib smg diri yg hina ini bisa mendapatkan hikmahnya..

  5. Siapa aja

    Prtamax gk ya. . .?

  6. Siapa aja

    Yah premium dh. .

  7. roni wijaya

    Nunut nyimak nggeh….

  8. Aji bayu sengkelat

    Ini bisa dijadikan wawasan dan pembelajaran bt kita smua…amien…

  9. roni wijaya

    Kok sepi ya Mas aji bayu,apa sudah pada pulang kamung apa pada tidur siang,hehehe…..

  10. wong jogja

    mbah gondrong x maaf utk yg ini sy jadi imam pertamax…….

  11. Jalasutra

    Nyimak aja,..kisah yg sangat fantastis.

  12. mbah göndröng X

    ihiks..ihiks.. Malahan entuk e pertelon…kacihan deh kulo..
    salim kulo njih mbah yaine wong jogja..

  13. Ijin nyimak bwt nambah Pengetahuan…

  14. mbah jenggot

    ceritanya penuh history ,menarik juga buat refresing sambil nunggu bedu magrib.

  15. ari

    aslmlkm
    @all

  16. wimans

    assalamu’alaikum

    salam tuk ki wong@lus dan para sedulur dan sesepuh.
    izin nyimak ki

  17. Maaf ki Alus, ada keterangan menyebutkan bahwa yg dijumpai Panembahan Senopati waktu dlm pertapaannya di Pantai selatan adalah Dewi Angin–angin.
    Bagaimana dgn kabar tersebut???

  18. maaf para sesepuh jg para warga kwa smua,sbts saya tahu mengenahi mbok ratumas,bukan kh diya kakak dr prabu siliwangi,mbok ratu mas punya patih pengapit,nyiro kidul dan nyi roro kidul,maaf dgn sgl kebodohan saya,bila ada yg slh mohon diluruskan,nuwun…

  19. Anto_Bwok Samudera Putih

    Ass. Sedulurku semua.

    Ane ikut nyimak aja nih…salam.

  20. dedi fighter bandung

    Ass.wrwb, sya ikut nyimak…

  21. Ki Abduljabbar

    Mengharukan sekaligus membuat rasa tdk sabar menghirup udara Pantai Parang Kusumo.

  22. Halang kait

    Walaupun saya yg jauh di kalimantan,tdk bsa ikut dlm acara silaturahmi.karna terkendala jarak dan ekonomi.Tetapi saya tetap mendo’akan semoga acaranya bisa berjalan dg lancar dan sukses.amin.amin.amin.ya ALLAH YA ROHMAN YA ROHIM.

  23. Insan awam

    Untuk sedulur K.W.A yg dari daerah BATANG..PEKALONGAN..yg akan brangkt silaturohim Jogja..sudilah kiranya klo saya ikut brangkat bareng2..truz kumpulny dimana?..trimz..

  24. Pakdhe Gempo

    Memang banyak versi yang beredar, namun kalau kita kaji maka akan banyak manfaat yang bisa kita ambil…
    dilanjut poro sedulur…

  25. Assalamualaikum wrb, nderek nyimak.

  26. banyulumut

    ikut nyimak

  27. thanmust thepos

    derek nyimak om……….

  28. Mamat Kumis

    assalamu alaykum…ane pengen banget bs hadir ke acare di pantai parangkusumo neh…tp mohon maap ane kaga bs kesono soalnye dr pertengahan ampe akhir bln september ane ada urusan diluar kota…ane ikut nyimak disini aje yee…

  29. Wong bodho

    Wedaran bagus bgt,. Memang byk tm4 spiritual di seputaran parangkuso, tdk jauh disblh timur ada makam syeh belabelu dan syeh mahrobi, sebelah barat ada suatu tempat konon dlu tempat menempa ilmu dan bertapa sunan kalijogo, tidak jauh dari situ topeng mas pintu gerbang kluar masuknya prajurit laut kidul, tidak jauh dari situ jg pd jam 12 malam sedulur kwa dpt melihat fenomena yg sgt unik yaitu banyu turu/air tidur dmn tdk ada ombak air tenang seperti tidur,

  30. Wong bodho

    Wedaran bagus bgt,. Mmg byk tm4 spiritual di seputaran parangkuso,tdk jauh disblh timur ada makam syeh belabelu dn syeh mahribi,sblh barat ada suatu tmpt konon dlu tmpt menempa ilmu dn bertapa sunan kalijogo,topeng mas pintu gerbang kluar mskny prajurit laut kidul, tidak jauh dari situ jg pd jam 12 mlm sedulur kwa dpt melihat fenomena yg sgt unik banyu turu/air tidur dmn tdk ada ombak air tenang dlm 1mnt, monggo dulur kwa pinarak kl d waktu

  31. Wong bodho

    Wedaran bagus bgt,. Mmg byk tm4 spiritual di seputaran parangkuso,tdk jauh disblh timur ada makam syeh belabelu dn syeh mahribi,sblh barat ada suatu tmpt konon dlu tmpt menempa ilmu dn bertapa sunan kalijogo,topeng mas pintu gerbang kluar mskny prajurit laut kidul, tidak jauh dari situ jg pd jam 12 mlm sedulur kwa dpt melihat fenomena yg sgt unik banyu turu/air tidur dmn tdk ada ombak air tenang dlm 1mnt

  32. Wong bodho

    Mmg byk tm4 spiritual di seputaran parangkuso,disblh timur ada makam syeh belabelu dn syeh mahribi,sblh barat ada suatu tmpt konon dlu tmpt menempa ilmu dn bertapa sunan kalijogo,topeng mas pintu gerbang kluar mskny prajurit laut kidul,pd jam 12 mlm sedulur kwa dpt melihat fenomena yg sgt unik banyu turu/air tidur dmn tdk ada ombak air tenang seperti baru tidur

  33. Wong bodho

    Mmg byk tm4 spiritual di seputaran parangkuso,disblh tmr ad mkm syeh belabelu dn syeh mahribi,sblh barat ad suatu tmpt konon dlu tmpt menempa ilmu dn bertapa sunan kalijogo,topeng mas pintu grbng prajurit laut kidul,pd jam 12 mlm sedulur kwa dpt melihat fenomena yg sgt unik banyu turu/air tdur dmn tdk ada ombak air tenang seperti baru tidur

  34. Wong bodho

    Mmg byk tm4 spiritual di seputaran parangkuso,disblh tmr ad mkm syeh belabelu dn syeh mahribi,sblh barat ad tmpt menempa ilmu dn bertapa sunan kalijogo,topeng mas pintu grbng prajurit laut kidul,pd jam 12 mlm sdlr kwa dpt mlihat fenomena yg sgt unik banyu turu/air tdur dmn tdk ada ombak air tenang seprt air tidur

  35. Wong bodho

    Maaf ni maklum pake hp doble2 jadi nya, . Hehehe

  36. Air

    lautan adalah hamparan air yang sangat luas, = intinya air juga
    ombak adalah air yang bergulung-gulung tertiup angin = intinya air juga
    buih adalah gelembung air = intinya air juga

    Wujud air, dzat air, asma air, sifat air, af’al air,

    dari air ada dengan air untuk air kembali air

    smua air

  37. Klo ane ga salah informasi dari leluhur, sultan hadiwijaya/jaka tingkir beragama budha syiwa terus abunya di larung ke sungai,jadi sultan hadiwijaya ga ada makamya.

  38. sigit

    assalamualaikum,mohon ijin ikut nyimak,,,,,,,,

  39. @all poro dulur semuanya salam pamuji rahayu.
    mantab. derek nyimak ki alus nggih sejarahnya …..

    mongggo di pun lanjut …….

  40. terkadang sejarah ad yg kliru,ad baiknya qt tnya langsung ama leluhur2 yg brsangkutan,seperti jaka tingkir,panembahan senopati,ato mbok ratu mas,Knp kita gk cb brdialog sm mereka,maaf klw ad slh kata

  41. Onedie

    mudah mudahan saya bisa bertemu sesepuh dan para sadulur KWA disana, amin

  42. banyugeni

    tes

  43. Danu Top Markotop

    wah bagus sekali ceritanya..memang sy pernah baca ttg sejarah mataram dan pajang tp apa yg sdh ditulis diatas juga menceritakan apa yg menelatar belakanginya serta apa saja yg terlibat di balik kisah tsb yg tentunya tdk dicetak di buku2 sekolah mudah2 an suatu saat akan di wedarkan lg cerita sejarah dgn yg menelatarbelakangi nya..mksh wass

  44. bodokeremezken

    @salam salim katur mbah ki alus ,poro2 sesepoh ,dan sedulur semua warga KWA ;trimakasih bin maturnuwun ceritanya kakangmas pakdhe mbah ki alus seng guanteng…..hik…66x jng marah

    cerita kakangmas membuat saya teringat ketika saya diberi amalan ;allahulazhi qolakhosamawati wamafilardi walahaulawalaquwwata ila billah ; ketika itu saya masih SMA ,disuruhnya baca 3x dengan tahan napas mengahadap keutara lalu membalik keselatan dengan teriak allahuakbar ,sampai saya ulangi 3x lalu saya tidur , la didalam tidur saya bermimpi disuruh mengadap seorang raja ,ketika itu dipangil dan dihadapanya saya ditunjukan janur kuning 11 ,katanya itu hak saya ,lalu beliu pasangkan janur itu lengkap dan janur terakhir diikatkan dikepala saya ,sebelum saya pergi beliu memberi kalung yang dipakainya dan mahkota yang dipakainya dikasihkan dan dipasangkan langsung kepada saya ,setelah itu beliu berpesan ;;katanya kowe seng kepapat ojo dendam mbi jipang…3x ,lepas itu saya terbangun ,
    sebenarnya mimpi lucu ini ,mslnya dari keluarga atu trah ,kami dr kluarga miskin dan sedikitpun saya atau mbah saya tidak ada trah kraton ,dan dilain taun pangeran benowo dan pangeran sambernyowo sama juga ngasih janur kuning 11 ,juga dipakaikan langsung kepada saya.
    tapi anehnya ketika gencarnya saya ingin membuang ilmu2 dan khodam2 yang saya miliki ,beliau2 yang amalanya lebih berat dibidang agama maka yang mendatanginya katanya golongan2 walisongo ,tapi kalau amalan kejawenya/budayanya lebih kuat maka dengan serta2 mereka didatangi dari golongan kraton katanya………

    pernah juga secara tidak sengaja ,saya zikir dlm 15mnt tiba2 ada batu besar menyambar kepala saya klu tidak salah batu itu bentuknya macam budajulai ,lalu setelah itu dengan mata kepala langsung saya melihat sebuah pintu gerbang ,yang didepanya poro2 walisongo disitu lalu tersenyum ,saya juga tersenyum ,tidak ada komunikasi lain , klu itu benar2 beliau njeng wali songo ,atau bukan saya tidak tau ,masalahnya untuk kanjeng sunan kalijogapun saya ada 2versi ,dan dulu saya sering ketemu dan terakhir beliau bilang kepada saya katanya tugasnya sudah selesai, saya juga tidak tau .
    klu berkenaan dengan kanjeng ratu kidul ,mungkin secara tidak sengaja saya sudah pernah kesana ,ketika saya zikir saya niatkan untuk ketemu beliau ,tiba2 badan saya mak nyut”””””’macam memasuki sebuah terowong panjang dan disitu saya lihat ada 3buah batu terbuka dan saya masuk ….eeeladalah kok sampai dlapangan luas tdk ada satu bangunan/pepohonan ,lalu saya tanya dimana saya bisa ketemu ,la disitu saya lihat ada pusaran air tpi cuma seukuran sumur lalu saya dekati ,airnya jernih bening dan alhamdulillah ,tiba2 saya sadar klu saya sedang zikir ,
    dan besoknya saya caba lagi tapi sayang tidak ada satupun mahluk yang saya temui …..hik…77x
    dan setelah itu sampai sekarang saya kagak bisa lagi ….hiiiiihiiihuuuahaawahi….nangis

    selamat menikmati
    salam manis

  45. bodokeremezken

    waduh dah pada ilang

    malam demi malam tambah semalam sama dengan malam dan selamat malam ,da da daaaaaaaaaaaaa

  46. Masharis

    Nyimak aja,..

  47. Salam semua kpd KWA tertarik saya dengan kisah diatas, maaf saya ingin bertanya apakah hubungan Kajeng Ratu Kidul dengan Mutiara2 dilaut, warna hijau daun pisang, dan Kuda terbang, dan benarkah Raden Ratu amat benci kepada Lelaki yg suka permainkan wanita dan aura tenaga dalam berwarna biru, pukulan2 dlm bentuk hentaman sprt batu 2 kecil laut, Seribu maaf atas pertanyan bodoh saya ini, kerana saya amat tertarik dgn kisah Kajeng Ratu dan cuba dgn cara sendiri untuk menyelami akan nya. Apakah yg saya sedang fikirkan ini hanya hanya khayalan saya saja atau gimana, mungkin ada antara kita yg ada pengalaman mengenai hal2 yg demikian, sekian, terima kasih, wassalam…

  48. banyu lumut

    maaf kl ndak salah ibu ratu kidul itu adalah sangat muslimah dan telah bergelar hajah…..

    …………..salam persaudaraan…………….

  49. mas.rio

    @ ASSALAM’MUALAIKUM.WR.WB..

    MASIH HADIR..

    IKUT NYIMAK…

  50. Pandu Alvy putra Siliwangi

    ada yang tau gak nama raja jinnya siapa ???

    atau lokasinya dimana ???

    brani-branian dia mao ngebunuh eyang gua !!!

    itu salah ki..

    sunan kalijaga itu gurunya sultan hadiwijaya atau jaka tingkir !!!
    karena saya sudah di ceritakan oleh beliau sendiri bahwa sunan kalijaga itu gurunya !!
    dan pengembelangan ilmu yang di lakukan oleh sunan kali jaga ke jaka tingkir itu sama jaka tingkir di sruh bertafakur di pinggir kali sama seperti sunan kalijaga di suruh bertafakur di pinggir kali oleh sunan gunung jati !!

  51. Sabdo Sejati

    Selamat pagi Ki,

    Lipura , tempat

    Selamat pagi Ki,

    Lipura, tempat bertapa eyang Panembahan Senopati itu dimana ya. Saya pingin kesana. Mungkin Panembahan Senopati tidak mau ke Pajang(kratonnya dekat Kartosuro), memang sudah tahu bahwa saat ayahnya Ki Pemanahan bertapa di gunung Bang Lampir, daerah Panggang , Gn. Kidul. Ki Pemanahan mendapatkan wahyu bahwa keturunannya lah yang akan jadi penguasa (raja). Jadi eyang Panembahan ogah ke Pajang. Toh Beliau pasti menjadi raja, krn sudah pegang wahyu. Presiden kita waktu terpilih pada pereode pertama, partainya juga wayangan disana sehari
    semalam. Dulu tempat ini dikunjungi banyak orang yang ingin naik pangkat atau pegang jabatan. Dan pada berhasil.
    Kalau dari KWA ada yang tertarik, ini tidak terlalu jauh dari Parang Kusumo. Bisa potong kompas.
    Nuwun

  52. semua kisah tersebut dapat kita ambil hikmahnya walaupun kisah diatas tidaklah semua lurus sesuai kejadian/fakta yg sebenarnya.

  53. nderek copas

  54. fitur

    asalamualaikum wr wb.
    aki saya mau tanya ni
    gabung di situs web ini gimana ya
    saya pengen banget ni gabung di sini
    saya tertarik banget dengan hal** gaib ini
    mohon kasi tau ya ki
    terima kasih

  55. lutfi

    Subhanalloh!Orang2 dulu memang top. Kira2 Di zaman seperti ini masih bisa bertapa atau tidak ya ?

  56. Nasrudin

    @ Banyu lumut saya setuju dengan pendapat saudara, seakan-akan sama sangkaan saya, terima kasih, macam mana rakan2 diL0mbk bleh ceritakan sedikit kisah Dewi Anjani dan rakan diFl0res macamana cerita tentang Dewi/puteri Gel0ra ,…. kalau saya saya tak silap, maaf ya,dan burung Cenderawasih, terima kasih

  57. SURACHMAD

    kalo mo jadi member gimna

  58. hudoyo

    Kalo menurutku, kanjeng Ratu Kidul itu adl jin dr golongan ifrit. Begitu jg kanjeng Ratu Sekar Kedhaton atau eyang merapi. Umur mrk rata2 6000 th, jd pantas saja ia ingin kawin dg manusia hingga anak cucu manusia tsb. Makanya Ratu Kidul minta syarat tsb ‘setia dlm perkawinan’. Saya pikir itu adl tipu daya mrk agar manusia tunduk pada mrk. Manusia adl mahluk sempurna, bg mrk menjadi manusia adalah keinginan terkuat mrk. Jgnkan jin, sebenarnya malaikat pun ingin merasakan menjadi manusia. Mrk pikir hal itu sangat membahagiakan, krn manusia dpt merasakan nikmatnya cinta, tp mrk tdk sadar bahwa manusia punya tanggung jawab yg berat yakni sbg wakil Tuhan di bumi -khalifah fiil ardu- beberapa jin golongan ifrit bermusuhan dgn iblis. Iblis adl golongan terkuat diantara seluruh golongan jin, tetapi golongan ifrit adl yg paling cerdas. Karena struktur manusialah yg bisa mengalahkan iblis, mk ifrit berusaha menciptakan peranakan manusia dan ifrit. Inilah motif terjadinya mutualism manusia ifrit. Manusia dibantu berkuasa, mrk punya generasi peranakan.

    Nenek moyang manusia sdh mengawali mutualism tsb, skrg tinggal mewarisi perjanjian yg dulu mrk buat…mungkin 3000 th yg lalu. Manusia sdh ganti 30 generasi si ifrit yg dulu bertanda tangan skrg msh hidup, bahkan utk 30 generasi ke depan.

    Umur mrk ribuan th, pengalaman mrk lebih byk, sains mrk lebih maju, teknologi mrk lebih canggih, namun mrk tak punya seniman, tak ada karya sastra, krn mrk tak bisa merasakan pahit manisnya cinta. Mrk jagoan eksak, matematika mrk bukan berbasis 10 spt kita melainkan 3. Tapi untung kita masih bisa ketemu melalui komunikasi matematik basis 2 ‘biner’. Mungkin utk hiburan mrk bikin film fiksi horor, manusia digambarkan sbg sosok mahluk ghaib yg menakutkan bagi mrk.

    Aku belum pernah bertemu dg kanjeng Ratu Kidul, tp dgn Kanjeng Ratu Sekar Kedhaton/eyang merapi pernah bertemu sekali. Cantik sekali wajahnya walau umurnya sdh ribuan thn. Bertemu dirmhku di solo, berpisah di puncak Turgo dekat makam Syeih Jumadil Kubro. Perlu 1 bln untukku melupakan kecantikannya, kalo tdk aku bisa gila dan tdk bisa melihat manusia cantik. Wah ini berbahaya.

  59. banyulumut

    @ mas hudoyo… coba aja bermeditasi di parangkusumo, jika berikan ijin oleh ibu ratu insya alloh bs bertemu beliau mas…
    nuwun

  60. banyulumut

    sebelum ijin bertemu ibu ratu, kontaklah dulu salah satu penguasa parangkusumo yaitu pangeran jagad cahya kencana…
    nuwun

  61. Ass.Wr.Wbb
    Mohon penjelasan tentang asal usul naga emas. Trim’s smoga Allah SWT melimpahkan rahmat & bagi saudara2x kita yg sedang mengalami bencana smoga tbah.

  62. nasrudin

    @ hudoyo, terima kasih, kerana penerangan tersebut diatas, saya rasa Ki Hudoyo banyak pengalaman tentang Alam disebalik mata kasar ini, rasa saya tak jadi salah nya kalau kita cuba untuk menyelidiki sedikit hakikat golongan2 tersebut,terasa betapa Besarnya Keagungan Allah, diatas segala kejadian dan ciptaan nya, rupanya masih terlalu banyak yg tidak dijangkau oleh akal fikiran manusia dan memjadi mesteri….

  63. Wong Bener

    sejak kapan sunan kalijaga hidup pada masa panembahan??

    wkakakkakakakkak…..

    ojok nemen-nemen mas mengko dadi guyon :D

  64. wow…
    Akhirnya tau juga mengapa saya disuruh ke pantai parangkusumo dan pantai parangtritis… Dalam menyusuri leluhur…
    Disana dimana ada makam ya, saya disuruh nyekar disana juga…
    Cuma ada 1 makan kah disana…

    Terimakasih infonya…

  65. hmm.. salam untuk ibu kanjeng ratu kidul… ,, mudahmudahan ibu baik di pantai selatan…

  66. askum ki saya pengen tau apa mantra untuk penerawangan soal belajar?

  67. ubaydilah

    Yang saya tau knp panambah senopati itu bertapa di parangkesumo adalah ingin bertemu dgn ibu ratu kidul untuk menanyakan dimana adanya dwi nawangsit saat itu yg tak lain anak kandung ibu ratu kidul dan joko tarub,dwi nawangsit adalah istri panembahan senopati yg pertama dan membangun kerajaan mataram yg merasa terusir dari kerajaan krn tipu daya dari selir2 panembahan senopati yg ditemani paragola yg akhirnya mati di tgn p.senopati akibat rasa cemburu yg disebabkan fitnah yg dilancarkan selir2nya p.senopati

  68. prastowoluhurpribadi

    nek ngono tak coba tapa

  69. pandu dewantgoro

    adakah orng skrang seperti itu,

  70. begitu ya trooos

  71. I LOVE YOU ….bunda cint…??

  72. Mas Sabdo Sejati, Lipura tempat Panembahan Senapati bertapa berada di desa Gilangharja Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul ( barat laut Ganjuran ). Kalau dari Jogja Jalan raya Bantul/Samas kira-kira 3 km dari perempatan Palbapang sebelah kanan jalan batas Kec. Bambanglipura-Kec. Pandak, Kab. Bantul.

  73. tugimin

    nderek ngangsu kawruh kiwong alus matur sembah nuwun

  74. nderek nyimak niki… kenging ge nambah wawasan. :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: