PERJALANAN MENUJU ILLAHI


“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”
Assalamu’ alaikum Wr. Wb. Salam pamuji rahayu katur dulur-dulur semuanya
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.

Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dulur-dulur aktivis Kampus Wong Alus di seluruh nusantara dalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan saya menghaturkan terima kepada para pini sesepuh atas wejangannya yang bermanfaat dalam menuju kehadirat Ilahy.

Dalam kesempatan ini, saya tidak membahas keilmuan/kadikjayaan tetapi saya sekedar sharing perjalanan pengalaman keruhanian saya serta apa dan bagaimana wejangan dari guru spiritual saya. Sebelum saya bertemu dengan guru spiritual, saya tinggal di sebuah padepokan di Banten. Sebuah padepokan yang menekankan nilai-nilai ajaran tasawufnya Imam Algazaly. Kami dikondisikan dengan suasana nizham tasawuf yang cukup ketat.

Namun anehnya, semakin dalam saya menekuni dunia tasawuf akhlakiah ini (bukan tarikah seperti Naqshabandiyah, atau yang lain) justru saya mengalami rasa jenuh yang luar biasa. Saya merasakan lelah yang sangat hebat. Dalam beribadah dan bersyariat pun terasa banyak yang masih terlewatkan. Belum lagi tuntutan kualitas dalam melakukannya.

Saya merasa tidak mungkin melaksanakan ajaran Islam secara total yakni melaksanakan ayat per ayat yang jumlahnya 6666 itu, ditambah lagi dengan hadist yang jumlahnya mencapai ratusan ribu.

Saya pernah berpikir betapa ajaran Islam ini susah sekali untuk diamalkan, padahal kita terlanjur tahu tentang segala kewajiban harus dilakukan .Baik yang berupa larangan maupun perintah.

Dan didalam Alquran sendiri dalam surat Al-Baqarah 208 menyatakan : Wahai orang yang beriman masuklah kalian dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.

Tiba-tiba saya menjadi sangat ngeri membaca peringatan ayat ini. Sebab kata “Kaafah” dalam ayat tersebut berarti keseluruhan ajaran Islam, dimana dalam pemahaman saya, kita harus melaksanakan ajaran Islam ini dengan total tanpa pilih-pilih lagi. Namun, terasa sekali betapa berat dalam merealisasikan tuntutan Al Qur’an tersebut, padahal saya sudah berupaya dengan sungguh-sungguh.

Mulai dari menjaga pandangan dari perbuatan maksiat serta shalat-shalat sunnah dengan diiringi puasa nabi dawud dan mendawamkan wudhu’, sampai-sampai di tengah banyak orang tidur lelap, saya tidak ketinggalan tahajjud. Keadaan ini saya lakukan selama bertahun-tahun, namun begitu melihat bahwa ajaran Islam tidak hanya itu, saya pun mengalami kebingungan. Karena terasa bahwa saya masih jauh dari kata ‘kaffah’.

Terus apanya yang salah?
Mulailah saya bertanya dalam diri, apakah ada yang salah dalam ibadah saya? Saya berpikir bahwa hanya diri saya yang mengalami kegelisahan tersebut namun ternyata banyak keluhan serupa terlontar dari ikhwan-ikhwan yang juga ketat dalam menjaga syariat.

Kalaulah saya tidak takut dosa mungkin saya akan mencari jalan lain untuk mendapatkan kedamaian dan ketentraman. Saya juga mengintip apa yang dilakukan orang lain dalam mencari kedamaian dan ketentraman. Dari sekian banyak yang saya temui melihat perilaku orang lain dalam mencari solusi.

Tidak salah lagi kebathinan dan dunia klenik mistis perdukunan jadi pelabuhan jiwanya. Sementara sebagian lagi terjebak oleh retorika ilmiah yang disajikan dengan memisahkan tidak ada hubungannya dengan agama sama sekali., apalagi dengan dunia mantra-mantra.

Dalam hal ini saya tidak akan membahas mengenai bagaimana dan tidak akan membuka perdebatan masalah apa yang dilakukan orang lain. Dari pergolakan jiwa saya yang menggelegak itulah saya bertemu dengan guru spiritual saya.

Lewat butiran mutiara nesehatnya itulah, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak akan pernah ada dan mampu manusia di kolong semesta ini untuk berIslam dengan ‘kaffah’, kecuali mendapatkan karunia dan bimbingan Allah secara langsung.

Didalam renungan saya yang sangat mengherankan. Betapa tidak, sedikitpun saya tidak pernah merencanakan benci atau marah terhadap seseorang yang menyinggung hati. Tapi kenapa benci dan marah itu datang tanpa bisa saya cegah. Namun sebaliknya kenapa untuk berbuat baik dan ikhlash harus memerlukan tenaga dan upaya yang sangat luar biasa.

Kenapa kebaikan tidak menjadi terasa ringan dan mudah sehingga tak terasa beban dalam fikiran maupun perasaan. Rasa marah berganti senyum, rasa benci menjadi kasih sayang, dari tidak khusyu’ menjadi khusyu’ dan seterusnya. Dan seharusnyalah sifat-sifat baik ini mengalir seperti ilham yang menuntun perilaku kita.

Suatu malam, saya keluhkan hal ini kepada Allah tentang keletihan hati dan ketidak mampuan untuk berbuat lebih banyak menjalankan syariat Islam. Saya pasrah dan mohon bimbingan agar ditunjukkan kejalan yang diridhoi.

Selama ini kita dipaksa untuk percaya terhadap suatu keyakinan tanpa pernah memahami mengapa kita harus meyakininya. Keadaan inilah yang menyebabkan keyakinan seseorang akan mudah lepas dan selalu dalam keraguan.

Misalnya begini, si Dulamin memberitahu Suliman bahwa gula itu rasanya manis. Berita dari Dulamin ini adalah bentuk informasi yang memaksa Suliman untuk percaya (wajibul yakin) kemudian dilanjutkan untuk melakukan memakan gula tersebut dan apa yang dikatakan oleh Dulamin ternyata benar bahwa gula yang baru saja dimakannya rasanya benar-benar manis.

Pada tingkat ini pengetahuan Suliman bertambah dari wajibul yakin menjadi ainul yakin (merasakan sendiri) kemudian menjadi haqqul yakin, karena ia betul-betul mengalami secara langsung bukan sekedar katanya si Ahmad. Akan tetapi bahkan Suliman sudah sekaligus mengisbathkan (keyakinan yang tidak bisa diubahkan) kebenaran informasi tersebut.

Sampai di sini, keyakinan Dulamin dan Suliman tidak akan mampu lagi orang lain mengubahnya walaupun dipenggal leher sekalipun. Nah…keyakinan seperti inilah yang kita harapkan dalam beribadah kepada Allah serta mempercayai ayat-ayat sampai kepada keadaan yang sebenarnya (hakikinya).

Dari hasil perbincangan dengan rekan-rekan yang tergabung dalam Kampus Wong Alus ini, banyak pengalaman yang telah mereka lalui. Apa yang mereka katakan hampir sama dengan apa yang telah saya lakukan. Dan ternyata mereka juga mengalami hal yang sama atas perubahan-perubahan dalam manisnya ibadah, sehingga berkembang memasuki keadaan hakikat yang sebenarnya dari bentuk syariat yang dilakukan.

Anda tidak usah khawatir untuk memasuki dunia iman lantas takut sesat, tidak! Saya justru hanya mengajak melakukan apa yang telah kita dapatkan, kalau sekiranya ada amalan yang keluar dari dasar Islam maka anda mempunyai hak untuk menentukan keluar dari Kampus Wong Alus ini.

Banyak orang terjebak dalam menilai sesuatu. Kita digiring kepada persoalan yang sempit. Kerohanian tidak banyak dikenal orang Islam lantaran takut sesat seperti Syekh Al Hallaj atau Syekh Siti Jennar yang terkenal dengan ajaran wihdatul wujud atau manunggaling kawula gusti. Dua orang yang dianggap sesat, menghalangi kita untuk belajar lebih dalam ilmu hakikat.

Padahal berapa ribu ulama yang tidak sesat dalam belajar menghayati ruhiyah Islamiyah seperti Hujjatul Islam Imam Alghazaly, Imam Annafiri, Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Hanafi, para shahabat rasul, serta Sunan Bonang, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Kali Jaga yang merupakan guru Syekh Siti Jennar, dan seterusnya yang hidup dengan ruhiyah Islamiyah.

Tapi mengapa kita hanya mempersoalkan kesesatan dua tokoh tersebut. Kenapa kita tidak melihat ulama yang tidak sesat seperti yang disebutkan tadi. Ada sentimen apa sehingga begitu gencarnya mengekspos sesat dan bid’ah terhadap yang sungguh-sungguh dalam bermujahadah kepada Allah yang Maha Ghaib dan mengatakan belajar ilmu hakikat ini divonis haram.

Dan yang perlu kita catat, kesesatan itu tidak hanya pada ilmu kerohanian saja. ilmu fiqih, ilmu ekonomi, ilmu akunting dan ilmu komputer, atau ilmu apa saja dapat dibawa menuju kesesatan. Kenapa anda tidak pernah takut untuk belajar ilmu akunting, padahal dengan ilmu ini orang bisa menggunakannya untuk korupsi (maling) juga ilmu yang lainnya.

Semoga kita tidak terpengaruh oleh pendapat sempit yang ia tidak pernah memasuki atau menghayati kedalaman Islam secara menghujam hingga ke lubuk hati.

Akibatnya kita menjadi korban atas pemberitaan yang tidak seimbang. Islam yang kita lakukan sekarang menjadi setengah hati, tidak sampai menghunjam ke dalam akar iman yang sebenarnya. Kita tidak pernah lagi mendengar suara hati kita terharu ketika berhadapan dengan Allah.

Apakah hati kita berguncang keras tatkala asma Allah disebutkan berkali kali? Ketakutan kita terhadap pemahaman tasawuf, yang menurut prasangkaan kita akan tersesat seperti Syekh Al Hallaj atau Syekh Siti Jennar, telah membuat asma Allah tidak lagi mampu menyejukkan dan menggetarkan jiwa. Padahal keadaan itu merupakan tanda-tanda keimanan seseorang.

Untuk itulah, agar kita tidak terjebak dalam pemahaman sesat seperti di atas, agaknya kita perlu menengok perjalanan sejarah pengalaman para nabi dan rasul dalam merentas jalan keruhanian menuju lautan cinta dan kasih sayang Allah SWT.

“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua).
Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah .

Wassalamu alaikum wr. Wb.

==Kiageng Jembar Jumantoro==

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 52 Komentar

Navigasi pos

52 thoughts on “PERJALANAN MENUJU ILLAHI

  1. ya…gpp…nyusul deh….

  2. keduaxxx

  3. heleh kalah lg… maklum puasa tenaga dah terkuras…

  4. Sipp!

    Powered by Telkomsel masHu9 Berry®

  5. Masharis

    nI BARU NUMBER UNO..

  6. hehehehehehehe waduhhhh abz pertamaknya….
    Salim dulu ama Mbah Jembar Jumantoro, Mbah Arwani,…
    Salam kenal tok mbah jenang kudus

  7. darmo gandul

    Assalamualaikum
    numpang nyimak ki Ageng mau pulang mampir ke ki ageng dulu

  8. sembilan tapi tidak sambilan lho nyimaknya

    @wah pengalaman ritual pak rektor alami sungguh menakjubkan apalagi bisa menuangkan kedalam tulisan untuk poro sedulur semua sunguh very amazing terima kasih pak rektor semoga cita2 menuju ke “islam yang kaffah” tetap bisa walau di jaman globalisasi ini dimana semakin jauh dari itu apalagi yang ini

  9. tsmario

    ijin nyimak, mendalami dan meresapi setiap goresan rasa yang tersangkut dalam perjalanan mencari Tuhan dari KI AgengJimbar Jimantoro. Nuwun!

  10. toto kwa 0526

    pengalaman luar biasa. matur nuwun ki ageng atas sharing pengalamannya.

  11. Sword Zulfaqor

    Luar Biasa… pengalaman yang jarang terjadi… bagus sekali…

  12. Anto Bwok Samudera Putih

    Alhamdulillah…dapat pencerahan lagi dari sesepuh KWA…Salam utk semuanya.

  13. OJIBUAKU

    nyimak ah…

  14. Mr.Zm

    Apakbr ki ageng salm ta’zim, mangga d lanjut ki..

  15. pencerahan yg sangat bagus ki ageng mudah2an sbg motifasi dlm memcari ridho allah

  16. laskar_lung gading

    15.

    UNDANGAN TERBUKA
    Kepada Yth :
    Sesepuh pini sepuh KWA
    Generasi biru KWA
    poro sedulur penggemar dan pemerhati ilmu dan hikmah

    Di wilayah Salatiga, Ambarawa, Semarang, Kendal, Kaliwungu, Pekalongan, Pati, Kudus Demak.

    Hal : undangan terbuka pertemuan perdana dan rencana kegiatan bulan Des 2010.

    Dengan hormat, Salam takzim…salam sih karahayon…..Sebelumnya dgn penuh kerendahan hati kami dan dgn sepenuh hati kami dan menjura yg sedalam2nya kepada para sesepuh dan pinisepuh jg sgenap para pendekar dan spiritualis di kota2 tsbtkan di atas. tnp bermksd jumawa dan berbangga diri dan jg berbesar diri…..
    Sehubungan dgn permintaan diadakannya pertuaman KWA Semarang dan berdasar pertemuan hr snin 4 okt 2010 oleh sebagian bolowongalus di smg. Kami bermaksud u/mengajak dan mengundang poro sedulur sesepuh pini sepuh smua u/berkumpul di sekretariat kwa smg.

    Jam/Hari/Tanggal : 21.00 WIB/Sabtu/16 Okt 2010
    Tempat : jln.Anjasmoro tengah no 9A Karang ayu SMG
    Acara :
    1)Pembentukan pengurus KWA cabang semarang
    2)membahas acara perdana KWA bulan des 2010.

    Dimohon kpd segenap sedulur yg ingin menjalin silaturahmi dan ingin menambah pasedulurannya kami persilahkan ambil bagian dlm acr tsbt. Tiada mksd lebih bagi kami yg masih generasi biru/generasi muda ini u/mendahului poro sesepuh pini sepuh bahkan smp melangkahi panjenengan smua. Insya Allah dlm hati kami murni u/lbh knl dgn poro sedulur dan sgenap sesepuh dan pini sepuh smuanya. Ingin menjalin paseduluran yg lbh akrab dan lbh dekat lg. u/itu bagi yg berkenan hadir dgn segala hormat kiranya berkenan mengisi daftar dibawah ini u/copas:

    1)mbah jambrong semarang 08157736941
    2)pencari guru sejati semarang 088215003820
    3)hijrah semarang 081228182273
    4)mas haris semarang 081325224129
    5)laskar lung gading 085740011189
    6)bengawan.candhu Salatiga 085216123458
    7) SANG PENG HAYAL(AHMAD DANY) SEMARANG
    8) PENDEKAR BODO SEMARANG
    9)
    10)

    Kami tgg kehadirannya dan partisipasinya. dsini adlh murni persaudaraan,siapapun blh tampil,siapapun blh bcr sejajar,siapapun blh menyumbangkan ide,kemampuan dan “membagi titipan2 dari-Nya”. ini forum terbuka yg saya harapkan akan lbh byk berinetraksi dgn diantara poro sedulur. mari k t samakan persepsi u/menyatukan sgenap ide,pemikiran,kemampuan dan ilmu serta hikmah yg kt miliki bagi sesama dan mrk yg membutuhkan. saling bahu membahu dan saling mengenal scr lillahi ta’alaa. semoga berkenan. salam takzim…salam sih katresnan.

    Tambahan u/acr pertemuan tgl 16 okt 2010:
    u/contact person bs menghubungi mas hijrah dan pencari guru sejati. krn acr malam hr dsediakan tmpt menginap berupa gelaran dtempat mbah jambrong. trmksh.

    KOORDINATOR KWA SMG

  17. Lutfi

    2 jempol Ki.menurutku Al Hallaj & Syeh St Jenar tdk sesat.mrk ber2 hanya mabuk ALLOH.semuanx tampak ALLOH,bhkn dirinya sendiri.menurut smbr yg pernah q bc,mrk itu contoh wali yg blm sempurna.shg tdk bs menguasai diri.sangking ….nya ALLOH.kalo yg sempurna tdk seperti mereka ber2.

  18. Budi

    Askum.wr.wb

    @ki ageng jembar jumantoro,nderek tanglet mugi mboten ndadosaken duko manah panjenengan,
    ..punopo ki ageng J.j,puniko asli asmanipun panjenengan?
    Menawi mboten lepat,ki ageng itu salah satu tokoh dalam “misteri gunung merapi”,selain ada kyai jamas,kyai basari,ki ageng prayogo dll.
    Pripun ki sejarah-ipun asma panjenengan.

    Nuwun.


    Sent on a phone using T9space.com

  19. nyuwun pangapunten kagem sesepuh kekalih kulo wastani puniko pak rektor ternyata pengalaman spiritual Ki ageng jembar jumantoro mugi dadosno tambahan ngelmu lan dados pencerahan kulo khususipun lan sedulur2 mriki umumipun nuwun

  20. al-Manfaluti

    Salam, Cuba bahaskan makna satohah dalam istilah tasawuf, mungkin boleh buat kesimpulan adakah Hallaj dan Syeikh Siti Jenar itu sesat. Pandangan saya tidak mudah untuk mengatakan ke dua tokoh itu sesat, Maaf kalau saya tersalah cakap. Pengalaman yang hebat ki.

  21. Laskar cinta

    Kekasihku kini kurindu kepadamu. Ingin ku sgra jmpa dgnmu dan menyatu. Bukalah tirai penghalang antara aku dan kamu. Musnahkan smua pkiran liarku yg trs sja mengganggu. Kini kekasihku hanya dirimu yg ada di dlm driku. Maafkan aku yg srg terpaku pd keindahan semu d luar dirimu. Engkau engkaulah hanya engkau yg ada d dlm driku tiada selain engkau. Engkau engkaulah hanya engkau yg ada d luar driku tiada selain engkau.

  22. angon

    hmmm… salut buat ki ageng yg telah “menemukan” Gustinya. Ya…., banyak jalan menuju Roma, banyak jalan untuk kembali “menemukan” Gusti Allah. Pencarian itu sdh merupakan rumus sunnatullah, krn di dlm diri manusia sdh diinstall program kerinduan pada asal-usulnya. Sayang banyak di antara kita yg tdk memanfaatkan program tsb dg baik, sehingga selalu merasa hidup dlm kegelisahan dan keresahan, kurang percaya diri, dan kebingungan yg berkelanjutan.
    Siapapun berhak untuk menemukan kembali Kesejatian Dirinya yang mgkin sekian lama terpendam dalam ego nafsunya, ego rasionya, dan ego kecongkakan ilmu pengetahuan yg selalu diagungkannya. Perenungan yang mendalam ttg hakikat Tuhan bisa menghasilkan filsafat ketuhanan. Tapi bukan itu yang dicari, karena belum tentu bisa memenuhi kehausan spiritual. Dalam filsafat ketuhanan, Tuhan mjd “objek” yang selalu diperbincangkan dan diperdebatkan. Logika dipakai untuk membuktikan keberadaanNya. Itulah salah satu karakteristik ilmu kalam atau teologi (Islam), yg awal kemunculannya sesungguhnya sbg respons atas maraknya kajian ketuhanan dlm perspektif Yahudi dan Kristiani. Wajarlah jika dlm ilmu kalam, piranti logika Aristoteles selalu dipinjam ditambah dengan taburan dalil-dalil naqliyah.
    Berfilsafat mengenai Tuhan hanya mampu memberikan kepuasan intelektual yang semu, tetapi belum mampu memberikan ketentraman batin. Tuhan sdh tidak perlu dibuktikan lagi keberadaanNya. Sebaliknya, Tuhan perlu “dirasakan kehadiranNya” dalam setiap hembusan nafas kita, dalam setiap gerak gerik hati kita, dlm setiap ucapan dan perilaku kita. Ketika seseorang sudah bisa merasakan semua itu, maka sdh tidak ada jarak lagi antara dirinya dg Tuhan. Tuhan tdk lagi berada nun jauh di atas sana, ttp bersama kita, bukankah Dia “MUHITHUN ALA MAHLUQIHI”….
    Harus diakui, perjalanan utk bisa merasakan kehadiran dan kebersamaan dg Tuhan bukanlah semulus yg dibayangkan. Ada banyak rintangan, keraguan, kebimbangan dan keputusasaan yg bisa menjegal langkah kita. Namun, percayalah, Allah tidak akan tinggal diam melihat hambaNya yg sedang “berjalan” kepadaNya. Allah akan mendekati dan menyambut hambaNya dg limpahan cintaNya yg tak terkira. Bukankah “jika seorang hamba mendekatiKu sepanjang satu hasta, maka Aku akan mendekatinya sepanjang satu kilan”.
    Selamat buat ki ageng jembar jumantoro….. semoga kita bisa menyusul.. Amien

  23. angon

    hmmm… salut buat ki ageng yg telah “menemukan” Gustinya. Ya…., banyak jalan menuju Roma, banyak jalan untuk kembali “menemukan” Gusti Allah. Pencarian itu sdh merupakan rumus sunnatullah, krn di dlm diri manusia sdh diinstall program kerinduan pada asal-usulnya. Sayang banyak di antara kita yg tdk memanfaatkan program tsb dg baik, sehingga selalu merasa hidup dlm kegelisahan dan keresahan, kurang percaya diri, dan kebingungan yg berkelanjutan.

    Siapapun berhak untuk menemukan kembali Kesejatian Dirinya yang mgkin sekian lama terpendam dalam ego nafsunya, ego rasionya, dan ego kecongkakan ilmu pengetahuan yg selalu diagungkannya. Perenungan yang mendalam ttg hakikat Tuhan bisa menghasilkan filsafat ketuhanan. Tapi bukan itu yang dicari, karena belum tentu bisa memenuhi kehausan spiritual. Dalam filsafat ketuhanan, Tuhan mjd “objek” yang selalu diperbincangkan dan diperdebatkan. Logika dipakai untuk membuktikan keberadaanNya. Itulah salah satu karakteristik ilmu kalam atau teologi (Islam), yg awal kemunculannya sesungguhnya sbg respons atas maraknya kajian ketuhanan dlm perspektif Yahudi dan Kristiani. Wajarlah jika dlm ilmu kalam, piranti logika Aristoteles selalu dipinjam ditambah dengan taburan dalil-dalil naqliyah.

    Berfilsafat mengenai Tuhan hanya mampu memberikan kepuasan intelektual yang semu, tetapi belum mampu memberikan ketentraman batin. Tuhan sdh tidak perlu dibuktikan lagi keberadaanNya. Sebaliknya, Tuhan perlu “dirasakan kehadiranNya” dalam setiap hembusan nafas kita, dalam setiap gerak gerik hati kita, dlm setiap ucapan dan perilaku kita. Ketika seseorang sudah bisa merasakan semua itu, maka sdh tidak ada jarak lagi antara dirinya dg Tuhan. Tuhan tdk lagi berada nun jauh di atas sana, ttp bersama kita, bukankah Dia “MUHITHUN ALA MAHLUQIHI”….

    Harus diakui, perjalanan utk bisa merasakan kehadiran dan kebersamaan dg Tuhan bukanlah semulus yg dibayangkan. Ada banyak rintangan, keraguan, kebimbangan dan keputusasaan yg bisa menjegal langkah kita. Namun, percayalah, Allah tidak akan tinggal diam melihat hambaNya yg sedang “berjalan” kepadaNya. Allah akan mendekati dan menyambut hambaNya dg limpahan cintaNya yg tak terkira. Bukankah “jika seorang hamba mendekatiKu sepanjang satu hasta, maka Aku akan mendekatinya sepanjang satu kilan”.

    Selamat buat ki ageng jembar jumantoro….. semoga kita bisa menyusul.. Amien …wassalamu ‘ala man ittaba’al huda

  24. Pea paser

    Salam hormat saya ki ageng.

  25. angon

    @wongalus… lha itu kan hasil ujian pendadaran sampean atas diriku… hehe.. saya baru persneleng satu, kalau sampean kan sudah wessss ewesssss bablas wis tekan…. nuwun

  26. Budi

    Askum.wr.wb

    ki@angon nderek tanya ki,
    apakah melepaskan ruh untuk ‘menempuh kehidupan abadi’ yang dilakukan kanjeng syeh siti jenar bisa di kategorikan bunuh diri ki?
    Trims,atas pencerahannya.


    Sent on a phone using T9space.com

  27. angon

    @budi… terus terang sy tdk tahu persis kebenaran dan kepastian kisah SSJ. Setahu saya, kematian hanyalah pintu masuk ke dlm alam kelanggengan. Pintu itu “tidak boleh” kita buka sendiri dg jalan bunuh diri, meskipun kadang terbersit keinginan untuk segera bertemu denganNya di alam keabadian. Biarlah Allah yang membukakan pintu kematian untuk kita. Tidak sopan bertamu dengan menggedor2 pintu tuan rumah.
    @wongalus…., lha wong sampean remme double cakram ko…, gak khawatir keblusuk… nuwun

  28. amparan sajadah

    kwa penuh misteri …..
    hem… dalam banget…
    Salam to wongalus, kiageng jj, angon n sedulur kwa semuanya.

  29. mbahgondrong X

    assssalaamu alaikum……
    @kang iwil;
    @ki ageng;
    @mbah yaine angon;
    @amparan sajadah;
    @budi t9;
    @pea paser;
    sedulurku semua……
    SEMANGAT TENGAH MALAM…………
    @KI AGENG;uuuuuuwwiiihh…….sippppppppppp,mak nyusssssss…….
    @MBAH ANGON;mantapppppp……,tinggal prakteke thok……….

  30. adim

    Selamat buat ki ageng jembar jumantoro

    @ mbah gondrong X pripun kabare …

  31. mbahgondrong X

    wa alaikum salam warohmatulloh wabarokah………mbah dim…..
    alhamdulillah waras…..,
    niki lagi nyimak PELANGI DI KWA…….,mugiyo ademmm…..ademmmm
    ademmmm terus koyo ngene
    nk poro dulur2 [panjenengan,mbah iwil, mbah rey, mbah angon, mbah hamdalah, mbah ki ageng,mbah yaine angon, mbahe iblis,dll} seng seneng ndeprok dlosoran wonten ngersane gusti , podo metu kbh, insya’alloh kwa bakal iso adem koyo ngene terus……
    amin…amin…..amin…..

  32. adim

    @ kiwongalus : waduh belum ki … biar barokahe ijazah lesehan di pinggir jalan kemarin masih nyumerambah ke tubuh hix hi xi..

  33. sendal jepit

    ngga nyangka ternyata masih relatif muda2 semua,
    tadinya saya kira mirip musafir yg kadang lewat, pd (maaf) brewokan putih semua.

    waduh sempat syok jg saya liatnya.
    apa fotonya yg palsu ya?

  34. @Bopo sendal jepit woten pundi kemawon nandalem puniko ????

  35. adim

    @ kiwongalus panjenengan panggil haji adim amin 3x …
    semoga jadi haji beneran nwn …
    @ sandal jepit … kita2 masih hijau daun slm kenal

  36. mbahgondrong X

    @MBAH sendal jepit ;
    @MBAH dim;
    @mbah qobiltuman;
    menurut pangamatan kulo smpyn kalih sandal jepit tidak sama2 hijau, tapi smpyn hijau mupus, nk sandal jepit biru tuwo, lha mbah qobiltuman pink……cek aja langsung nek gambar nik name ,huwahuhuhu………..
    @mbah iwil; ngapuntenipun mbah……saestu kulo namung sakdermo dadi tukang pertamaxx kalihan tukang sorak2 mawon…….ben katon awet nom terus……..

  37. yg di anggap sesat seperti kutipan ki ageng di atas siapa….?

  38. Assalamu’ alaikum Wr. Wb.

    Salam pamuji rahayu katur dulur-dulur semuanya

    Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
    Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.

    @wongalus: salam karaharjan katur panjenengan ki Alus
    segeng rawuh, dengan semangat lailnya

  39. @MBAH ANGON; terima kasih tambahanya mbah ANGON

    @Budi : punopo ki ageng J.j,puniko asli asmanipun panjenengan?
    Menawi mboten lepat,ki ageng itu salah satu tokoh dalam “misteri gunung merapi”,selain ada kyai jamas,kyai basari,ki ageng prayogo dll.
    Pripun ki sejarah-ipun asma panjenengan.

    Dados sejarahipun ngeten mas Budi. foto ini asli yg memerankan sebagai ki ageng di salah satu tokoh dalam “misteri gunung merapi” waktu memberikan cemeti amal rasuli kepada sembara.

    Saya sengaja pakai nama beliau dalam dunia maya ini tokoh dalam “misteri gunung merapi”

    Harapan saya. Supaya saya bisa seperti dalam cerita itu,memiliki ilmu linuih khususnya dalam mencari ridho Allah.

    Ngoten mas budi itu hanya nama dalam dunia maya. saya pakai nama itu dari tahun 1998 tepatnya blan April

  40. Cungkring Cerbon

    duduk tuma’nina….menghayati setiap makna yg ditorehkan stiap kata perkata pengalaman Ki jembar….membuka cakrawala keimanan…meneguhkan keyakinan Qolbi…krn kian kenal jalan ini tak sendiri kulewati……Nuwun agunging manah…..Ki Budi_syekh siti jenar banyak versi yg beredar dan masing2 perpegang bahwa mrk yg benar…jd trgantung liat yg mn…tp bgi kmi dsni Syekh siti jenar adl toko fiktip hy penokohan utk ajaran SunanKalijaga ttg “Syekh Sitjenar=Org yg mcapai kesempurnaan dlm kematianY”….yaitu yg bs mnyatukan Nafs,Irodat dan Qodarnya…..mohon maaf bila salah……monggo dibabar pak rektor KWA…….

  41. tiang bungkuk

    ruaar biasssa

  42. Salam pamuji Rahayu,

    Salam takzim kagem Ki Ageng JJ, Ki Angon, Ki Alus dan para sesepuh lan sedulur sedoyo.

    “Hanya orang yang pernah memakan buah jeruk yang bisa menjelaskan rasa sejati sebuah jeruk”.

    Nuwun

  43. sandal jepit jilid 2

    waduh… pada salah sangka nih kaya’nya. emangnya nick sendal jepit udah ada ya..? wah2, minta maaf deh sama yg duluan pake nick sendal jepit. q cuma tertarik aja dg nick yg ini, abis terkesan sederhana.. jd tak enak dg sedulur yg lain, ngirain q sesepuh.
    aduh,bener2 gx sengaja.

    @Ki Ageng jj
    salam ki, skarang film mak lampirnya tayang jam 01.00. kadang2 q sengajain nonton tuh. filmnya apik sayangnya tengah malam.

    @Ki Umar Jogja,
    salam Ki, moga sehat selalu.

  44. ass…. sedulur KWA

    semoga kita selalu di bimbing gusti Alloh SWT untuk menuju jalanNya. mohon maaf menyimak pertanyaan mas budi tentang…..apakah melepaskan ruh untuk ‘menempuh kehidupan abadi’ yang dilakukan kanjeng syeh siti jenar bisa di kategorikan bunuh diri ki…..?

    melihat kilas balik cerita SJJ yang saya tau (MAAF ORANG AWAM) adalah…… sewaktu terjadi konflik dengan wali songo tatkala terjadi perdebatan antara wali songo dan SJJ, beliau merasa kurang sreg memperdebatkan masalah ajaran beliau, kemudian SJJ meminta petunjuk GUSTI ALLOH SWT. beberapa hari kemudian atas petunjuk dari Nabi KHIDIR dan malaikat jibril di sarankan pada SJJ untuk MUKSO(menghilang) dan penggganti beliau di gantikan oleh kanjeng kali jogo untuk melanjutkan dakwah di tanah jawa karena hanya kanjeng kali jogo saja yang bisa mengakomodir/menggabungkan teknik dahwah wali songo dan SJJ. hal itu di lakukan juga Kanjeng Kali jogo juga pernah berguru pada SJJ….

    mohon maaf jadi SJJ bukan melepas ruhnya tetapi MUKSO atas izin Gusti ALLOH SWT. kira kira begitu, menambai cerita atas pertanyaan mas budi. mohon maaf orang awam seperti saya ndak tau apa apa dan hanya ALLOH SWT yang tau. salam seduluran
    matur nuwun.

  45. @Ki UmarJogja: terima kasih ki umar tambahanya

    @sandal jepit jilid 2: terima kasih ki sandal jepit 2. yg sudah berkenan hadir di sini. ada kesamaan hoby kita ki…

    monggo dipun lanjut

  46. gendero jowo

    asslmkm.wr.wb.nyuwun nderek langkung,sekalian derek ngebrok lan lenggah sedeku mirengaken ngendikane pak guru.

  47. @gendero jowo: monggo mas jenengan gantian. kulo tak sing gelar tikar

  48. gendero jowo

    @kiageng jj:sugeng enjang nggih mas.gantian nopo to mas ki lawong kulo namung murid jenengan guru kok.

  49. tio

    assalamuallaikum wr.wb.
    salam kenal buat semua…………….
    mohon maaf sebelumnya klo saya lancang,,, dan maaf juga klo salah …! karena sy bukan siapa2, sy ga punya apa2, sy ga tau apa2, dan sy jg ga bisa apa2..,,,….,!!!!!
    sy hanya makhluk Allah swt yg sedang belajar berjalan dijalan Allah.
    sesungguhnya klo kita mau mendekatkan diri kepada Allah swt kenapa kita harus takut,, yg penting kita kan tidak melakukan hal yg keluar dri ajaran islam..,
    sy persingkat aja,,,.,, ini adalah pengalaman hidup sy pribadi,
    ini yg sy dapat dalam perjalanan sy yg masih seumur jagung, sy bertemu dengan seseorang yg sy sebut BAGUS PURNOMO. beliau mengajarkan sy tentang islam yg sesungguhnya,. bahwa islam adalah ajaran kasih sanyang..,, tidak ada kekerasan dan paksaan. sy langsung ke inti aja, klo kita mau menjadi orang islam yg sesungguhnya segala sesuatu yg kita lakukan harus dg dasar keikhlasan;.
    pedomannya al-quran dan al-hadist
    suri toladannya nabi besar muhammad saw
    pegangannya iman , islam, dan ikhsan
    jika kita ingin mendalami ajaran islam kita jg harus ingat yg lainnya……………………… maksudnya hablum minalloh, hablumminannas, dan hablum minannar harus berjalan beriringan, tidak boleh ditinggal salah satupun……
    mohon maaf sekali lg klo da kata2 sy yg salah.
    tpi sesungguhnya sekarang sudah saatnya akidah agama islam ditegakan. … agar akhlak manusia menjadi baik. dah nantinya akan muncul pemimpin2 yg sejati,,….
    jika berkenan saya ragil setio ingin menjadi saudara dari WONG ALUS..
    terimakasih…

  50. Assalamualaikum

  51. salam hormat sy ki ageng jj

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: