HAKIKAT MANUSIA DALAM MENUJU ILLAHI BAB-2


“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Assalamu’ alaikum Wr. Wb.
Salam pamuji rahayu katur dulur-dulur semuanya
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.

Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dulur-dulur aktivis Kampus Wong Alus di seluruh nusantara dalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan saya menghaturkan terima kepada para pini sesepuh atas wejangannya yang bermanfaat dalam menuju kehadirat Ilahy.

Monggo kita lanjutkan belajarnya tentang Hakikat Manusia Dalam Menuju Illahi Bab-2

Raga manusia termasuk kedalam derajat terendah, sementara ruh manusia termasuk ke dalam derajat tertinggi. Hikmah yang terkandung dalam hal ini ialah bahwa manusia mesti mengemban beban amanat pengetahuan tentang Allah. Karena itu mereka harus mempunyai kekuatan dalam kedua dunia ini untuk mencapai kesempurnaan. Sebab tidak sesuatupun di dunia ini yang memiliki kekuatan yang mampu mengemban beban amanat. Mereka mempunyai kekuatan ini melalui esensi sifat-sifatnya (sifat-sifat ruhnya), bukan melalui raganya.

Karena ruh manusia berkaitan dengan derajat tertinggi dari yang tinggi, tidak satupun di dunia ruh yang menyamai kekuatannya, entah itu malaikat maupun setan sekalipun atau segala sesuatu lainnya. Demikian pula, jiwa manusia berkaitan dengan derajat yang paling rendah, sehingga tidak sesuatupun di dunia jiwa bisa mempunyai kekuatannya, entah itu hewan dan binatang buas atau yang lainnya. Ketika mengaduk dan mengolah tanah, semua sifat hewan dan binatang buas, semua sifat setan, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda mati diaktualisasikan. Hanya saja, tanah itu dipilih untuk mengejawantahkan sifat “dua tangan-Ku”. Karena masing-masing sifat tercela ini hanyalah sekedar kulit luarnya saja, di dalam setiap sifat itu ada mutiara dan permata berupa sifat illahi.

Penjelasan diatas merupakan urutan ungkapan mengenai hakekat diri yang sebenarnya, dimana manusia sebagai makhluk yang sangat lemah dan hina disisi lain dinobatkan sebagai “khalifah” (wakil Allah). Bertugas mengatur alam semesta dan merupakan wakil Allah untuk menjadi saksi-Nya serta mengungkapkan rahasia-rahasia firman-Nya. Para mahkluk yang lain tidak melihat ada dimensi yang tidak bisa dijangkau olehnya, ia hanya mampu melihat pada tingkat yang paling rendah dalam diri manusia. Sementara ia terhijab oleh ketinggian derajat manusia yang berasal dari tiupan illahi (QS Al Hijir 28-29).

Ungkapan hakikat manusia mengacu kepada kecenderungan tertentu secara berurutan dalam memahami manusia. Hakikat mengandung makna sesuatu yang tetap, tidak berubah-ubah. Yaitu identitas esensial yang menyebabkan sesuatu menjadi dirinya sendiri.
Al Ghazaly yang hidup pada abad pertengahan tidak terlepas dari kecenderungan umum pada zamannya dalam memandang manusia. Didalam buku buku filsafatnya ia mengatakan bahwa manusia mempunyai identitas esensial yang tetap, tidak berubah-ubah yaitu An nafs (jiwanya). Yang dimaksud an nafs adalah substansi yang berdiri sendiri, tidak bertempat dan merupakan tempat pengetahuan intelektual (al makulat) yang berasal dari alam malakut atau alam amr. Ini menunjukkkan esensi manusia bukan fisiknya dan bukan fungsi fisik. Sebab fisik adalah sesuatu yang mempunyai tempat. Dan fungsi fisik adalah sesuatu yang tidak berdiri sendiri. Keberadaannya tergantung kepada fisik. Alam al amr atau alam malakut adalah realitas diluar jangkauan indra dan imaginasi, tanpa tempat, arah dan ruang. Sebagai lawan dari alam al khalq atau alam mulk yaitu dunia tubuh dan aksiden-aksidennya esensi manusia, dengan demikian an nafs adalah substansi immaterial yang berdiri sendiri dan merupakan subyek yang mengetahui (Bashirah).

Untuk membuktikan adanya substansi immaterial yang disebut an nafs, Al Ghazaly mengemukakan beberapa argumen. Persoalan kenabian, ganjaran perbuatan manusia dan seluruh berita tentang akhirat tidak ada artinya apabila an nafs tidak ada, sebab seluruh ajaran agama hanya ditujukan kepada yang ada (al maujud) yang dapat memahaminya. Yang mempunyai kemampuan bukanlah fisik manusia sebab apabila fisik manusia mempunyai kemampuan memahami, objek-obyek fisik lainnya juga mesti mempunyai kemampuan memahami. Kenyataan tidak demikian. Argumen bersifat keagamaan ini , bagaimanapun tidak dapat meyakinkan orang yang ragu terhadap kenabian dan hari akhirat. Karena untuk mempercayai argumen ini orang terlebih dahulu harus percaya akan kenabian dan hari akhirat.

Selain itu Al Ghazaly juga mengemukakan pembuktian dengan kenyataan faktual dan kesederhanaan langsung, yang kelihatannya tidak berbeda dengan argumen-argumen yang dibuat oleh Ibnu Sina (wafat 1037) untuk tujuan yang sama, melalui pembuktian dengan kenyataan faktual. Al Ghazaly memperlihatkan bahwa; diantara makhluk-makhluk hidup terdapat perbedaan-perbedaan yang menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing.

Keistimewaan makhluk hidup dari benda mati adalah sifat geraknya. Benda mati mempunyai gerak monoton dan didasari oleh prinsip alam. Sedangkan tumbuhan makhluk hidup yang paling rendah tingkatannya, selain mempunyai gerak yang monoton, juga mempunyai kemampuan bergerak secara bervariasi. Prinsip tersebut disebut jiwa vegetatif. Jenis hewan mempunyai prinsip yang lebih tinggi dari pada tumbuh-tumbuhan, yang menyebabkan hewan, selain kemampuan bisa bergerak bervariasi juga mempunyai rasa. Prinsip ini disebut jiwa sensitif. Dalam kenyataan manusia juga mempunyai kelebihan dari hewan.

Manusia selain mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia juga mempunyai semua yang dimiliki jenis-jenis makhluk tersebut, disamping mampu berpikir dan serta mempunyai pilihan untuk berbuat dan untuk tidak berbuat. Ini berarti manusia mempunyai prinsip yang memungkinkan berpikir dan memilih. Prinsip ini disebut an nafs al insaniyyat. Prinsip inilah yang betul-betul membedakan manusia dari segala makhluk lainnya.

Argumen kesadaran langsung yang dikemukakan seorang manusia menghentikan segala aktivitas fisiknya1, sehingga ia berada dalam keadaan tenang dan hampa aktivitas. Ketika ia menghilangkan segala aktivitasnya, menurut Al Ghazaly, ada sesuatu yang tidak hilang di dalam dirinya yaitu “kesadaran” yakni kesadaran akan dirinya. Ia sadar bahwa ia ada. Bahkan ia sadar bahwa ia sadar. Pusat kesadaran itulah yang disebut an nafs al insaniyyat (diri sejati). Dikatakan dalam suatu tafsir shafwatu at tafasir karangan prof. As Shabuny dalam surat Al qiyamah ayat 14: “akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu).”

Kata bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia yang sekalipun sangat rahasia. Ia biasa menyebut diri (wujud)-nya adalah “Aku”.

Wujud “Aku” yang memiliki sifat tahu yang memperhatikan dirinya atas perilaku hati, kegundahan, kebohongan, kecurangan, serta kebaikan. Ia tidak pernah bersekongkol dengan perasaan dan pikiran, ia jujur dan suci, sehingga manusia, setan dan jin tidak bisa menembus alam ini karena ia sangat dekat dengan Allah sekalipun manusia itu jahat dan kafir. Adalah pernyataan Allah atas pengangkatan sebagai wakil Allah, sehingga Allah menyebut tentang “Aku” ini sebagai ruh-Ku. Yang oleh As Shabuny sebagai penghormatan yang maha tinggi seperti penghormatan Allah terhadap Baitullah (rumah Allah).

Ketika itu yang disadari bukan fisik dan yang sadarpun bukan fisik. Kesadaran disini tidak melalui alat, tetapi bersifat langsung. Oleh karena itu subyek yang sadar itu jelas bukan fisik dan bukan fungsi fisik melainkan sesuatu substansi yang berbeda dengan fisik.

Mungkin juga dikatakan disini tidak bersifat langsung, tetapi melalui perantara, yaitu melalui perbuatanku. Dalam perbuatanku ada yang mendahului, yaitu kesadaran akan aku yang menjadi subyek perbuatan itu. Kesadaran disini bagaimanapun bersifat langsung dan terlepas dari aktivitas fisik. Dengan demikian subyek yang sadar, yang menjadi esensi manusia itu nyata ada dan merupakan substansi yang berbeda dengan fisik.

Hal ini terbukti ketika manusia kehilangan aktivitas pada moment menjelang tidur. Sang “Aku” (kesadaran) mengetahui dengan sadar peristiwa yang dialami pada saat bermimpi. Begitupun Kehidupan keruhanian dalam mendasari kesadaran ihsan dengan menghentikan aktivitas fisik sebagai kendali sahwati, maka yang timbul adalah kesadaran diri yang mampu menembus alam malakut dan uluhiah. Dimana manusia mencapai puncak eksistensi yang sejati. Kesejatian inilah yang di tuntut oleh Allah dalam hal melakukan peribadatan, apakah puasa, zakat, dan shalat. Dengan konteks “ihklaskanlah peribadatanmu dengan tidak melakukan kesyirikan sedikitpun” (QS. Az Zumar 11 & 14).

Aktivitas ruhani yang diajarkan oleh Allah adalah peribadatan saum yang mana manusia dalam sementara waktu diwajibkan mengendalikan emosinya dan aktivitas keinginan hawa nafsu selama satu bulan di bulan ramadhan. Selama satu bulan penuh menahan rasa dan keinginan ragawi, samar-samar akan terjadi proses transformasi kejiwaan yang tadinya emosional berubah menjadi ketenangan, dan fisik seolah tidak lagi menuruti keinginannya, sehingga sang fisik mengikuti kehendak-kehendak diri yang sejati. Maka oleh Allah dikatakan mereka itu telah mendapatkan karunia lailatul qadar, dimana ia mampu menembus seluruh semesta ruhani dan kembali sebagai manusia sejati dan fitrah.

Keadaan Fitrah ini diungkap Al qur’an, bahwa apabila telah terjadi fitrah pada diri manusia maka sesungguhnya fitrah itu sama dengan kehendak Allah (QS. 30:30): “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah)fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Dalam hal ini manusia tersebut mendapat karunia kepatuhan dan ketaqwaan seperti patuhnya alam semesta serta patuhnya tubuh manusia, dimana dimengerti bahwa tidak pernah dirinya merencanakan ada, kemudian kenapa aku ini laki-laki? Atau nafas ini mengalir keluar masuk tanpa aku kehendaki dan bisakah aku menangguhkan jangan keburu tua dulu. Hal ini merupakan renungan hakiki, kenapa pikiran ini tidak sepatuh alam dan tubuh yang diselimuti kekuasaan Allah. Ia begitu tampak jelas dalam gerakan dan keberadaan alam dan diri ini.

Dengan argumen di atas bahwa an nafs berdiri sendiri dipertegas bahwa ia tidak bertempat, baik didalam badan maupun diluar badan. Karena an nafs bukan materi maka dengan sendirinya tidak mengambil ruang dan tidak mempunyai tempat. Sifat dasar an nafs tidak mengandung kemungkinan bertempat. Artinya pernyataan tempat tidak sesuai dihubungkan kepada an nafs, sebagaimana tidak sesuai sifat mengetahui atau tidak mengetahui diletakkan pada benda mati.

Al Ghazaly tidak menerima pandangan bahwa an nafs berada di luar badan. Sebab an nafs dalam keadaan demikian, menurutnya tidak mungkin mengatur badan, tetapi kalau an nafs berada di dalam badan keberatan lain akan timbul. An nafs bertempat di dalam badan tidak terlepas dua kemungkinan, yaitu bertempat pada seluruh badan atau pada sebagiannya saja. Kalau ber-tempat pada seluruh badan, an nafs semestinya menyusut atau berpindah, jika sebagian anggauta tubuh manusia terpotong dan ini tidak mungkin.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa esensi atau hakikat manusia adalah substansi immaterial yang berdiri sendiri, bersifat illahi (berasal dari alam amr), tidak bertempat di dalam badan, bersifat sederhana, mempunyai kemampuan mengetahui dan menggerakkan badan, diciptakan (tidak kadim) dan bersifat kekal pada dirinya. Ia ber-usaha menunjukkan bahwa kesadaran jiwa dan sifat-sifat dasarnya tidak dapat diperoleh melalui akalnya saja, tetapi dengan akal dan sara’ . Untuk itu selain kutipan ayat 29 surat Al Hijir di atas juga ayat-ayat yang lain yang menerangkan esensi manusia seperti surat Ali Imron 169 : “Jangan engkau sangka orang-orang yang terbunuh pada jalan Allah itu mati, mereka itu hidup dan diberi rezeki disisi Tuhan.”

“Katakan jiwa itu dari amr Tuhanku.” (QS. Al Isra 85).

Ayat yang pertama menunjukkan kekekalan jiwa dan ayat yang kedua untuk menunjukkan bahwa ia berasal dari dunia yang sangat dekat dengan Allah, alam amr.

Pembangkitan kesadaran akan diri, dikatakan para ulama kerohanian sebagai ajang mujahadah untuk menemukan kesejatian, dan dengan kesejatian itu pula manusia akan mencapai hakikat “diri” serta terbukanya kebenaran adanya Allah secara hakiki, yakni makrifatullah.

Periode pertengahan kejayaaan islam di jawa, berlangsung semaraknya hidup berkerohanian yang dipelopori para dai (wali songo) masa itu.

Namun kita melihat kelebihan dan kekurangan metode yang diajarkan, masih banyak menyesuaikan budaya masyarakat kerohanian hindu. Sehingga peribadatan yang masih tersisa sekarang kelihatan asimilasi peninggalan hindu dan budha. Akan tetapi kita melihat dengan jernih ajaran yang disampaikan oleh beliau dengan tetap memurnikan ketauhidan kita kepada Allah. Misalnya dalam mantra ber-bahasa jawa, tentang perenungan hakiki manusia serta penyadaran dan pencarian kesejatian yang dikatakan dalam Al qur’an sebagai “bashirah” (Aku yang mengetahui).

Bismillahirrahmanirrahim (dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang). Melebu Allah..metu Allah (masuknya nafas karena Allah…keluarnya nafas karena Allah). Anekadaken urip iku Allah (yang mengadakan hidup itu Allah). Utek dunungno kodrate Allah (otak letakkan atas kodrat Allah). Ya Hu … Allah Ya Hu … Allah Ya Hu … Allah (ya hu … Allah ya hu … Allah ya hu … Allah). Nabi Muhammad iku utusane Allah (nabi Muhammad itu rasullullah).

Artinya : (perlu diketahui dalam membaca kalimat mantra ini diperlukan penghayatan dan pendalaman makna yang hakiki).

Masuk dan keluarnya nafas ini adalah kodrat Allah yang tidak bisa dicegah. Manusia hanya menerima dengan pasrah atas kekuasaan Allah yang meliputi nafas. Sehingga fikiran ini diajak patuh dan pasrah bersamaan dengan patuhnya nafas tanpa reserve (totalitas).

Yang mengadakan hidup pada manusia (semesta) itu adalah Allah. Dimana seluruh makhluk, apakah itu binatang, manusia, tumbuhan serta bumi, matahari semuanya bergerak dinamis atas sifat hidup Allah (Al hayyu).

Otak adalah merupakan bentuk kekuasaan Allah atas manusia, yang mana manusia diwajibkan berfikir dan berkontemplasi untuk menyatakan sebagai wakil Allah (khalifah) maka dengan itu otak harus sesuai dengan kehendak-kehendak Allah (perintah Allah). Wahai zat yang tidak sama dengan makhluknya. Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu rasulullah.

Disini kita melihat sejarah manusia ketika mensikapi atas dirinya dalam pencarian diri sejati secara universal. Al qur’an telah memaparkan sebelum para pemikir barat memulai.
Bersambung… Hakikat Manusia Dalam Menuju Illahi Bab-3

“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua).
Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah .

Wassalamu alaikum wr. Wb.
Ki Ageng JJ

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 33 Komentar

Post navigation

33 thoughts on “HAKIKAT MANUSIA DALAM MENUJU ILLAHI BAB-2

  1. pertamax

  2. Ngaliman

    bismillah,..

  3. Pea paser

    Aslamualaikum warohmatullah.

  4. Halang kait

    Ijin nyimak.mau ngerumus togel dl utk SGP esok hr

  5. arek ilank

    nyimak,,,,

  6. Kertapati77

    ijin nyimak,……. all@ salam sedulur, Ki Ageng serta para sesepuh Kwa salam takzim..

  7. ijin nyimak

  8. puji lembah dieng

    nderek nyimak…

  9. Satrio Mataram

    ass…
    salam hormat buat Ki Ageng JJ…ijin nyimak ya Ki Ageng…..sambil mojok…
    dingin dingin habis kehujanan langsung sruput kopi kental manis…mantaaaaap

  10. mbahgondrongX

    salam….salam….salam……
    sesepuhku semuanya………
    salam kinurmatan sedulurku ki AGENG jembar kubure……..
    semangat malam……..

  11. Ass.Wr.Wb.
    Ijin nyimak

  12. Dji8ril

    Matur nuwun ki..jj..

  13. Bengawan.Candhu

    SESUAI DENGAN HASIL RAPAT I DAN II,KAMI BERMAKSUD MENGINFORMASIKAN SUSUNAN ACR RESMI DAlam ACARA DIBANDUNGAN UNGARAN KAB.SEMARANG
    HARI/TANGGAL SABTU/MINGGU : 18-19 DESEMBER 2010

    SABTU :
    15.00-16.00 REGISTRASI PESERTA
    16.00-17.30 ACARA PERKENALAN
    17.30-19.30 ISHOMA
    19.30-20.00 PERSIAPAN
    20.00-21.00 PELATIHAN MEDITASI PENYELARASAN ALAM ENERGI KESELAMATAN OLEH KI AGENG UNGARAN
    21.00-21.30 DOOR PRICE
    21.30-23.00 1)PENYELARASAN DAN IJAZAHAN TASBIH ASMA OLEH RAKA MAS JAMBRONG
    2)PENYELARASAN DAN MEWUJUDKAN BENDA GHAIB KE ALAM MANUSIA
    23.00-00.00 PERSIAPAN PENYELARASAN ASMA XXX DR RADEN SANCANG UNGU
    00.00-00.30 PENYELARASAN ASMA XXX OLEH RADEN SANCANG UNGU
    00.30-01.00 EVALUASI PENYELARASAN
    01.00-07.00 ISTIRAHAT
    07.00-07.30 PERSIAPAN
    07.30-11.00 PENGOBATAN HERBAL,REFLEKSI DAN BEKAM OLEH KI CIPTO HUSODO DAN REKAN2NYA.
    11.00-12.00 PEMBAGIAN DOORPRICE,PENUTUP,ACR BEBAS……

    KEPADA PARA SEDULUR2 YG BERKENAN HADIR KAMI PERSILAHKAN,KEGIATAN INI MURNI KEGIATAN SOSIAL DAN GRATIS TNP DPUNGUT BIAYA.

    SALAM HORMAT

    TEAM LITBANG KWA SEMARANG

  14. Pengumuman

    Dari Rois’am jam’iyyah Ahlith Thoriqoh yang mulia Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan beliau menganjurkan kepada seluruh umat muslim indonesia didalam menghadapi bencana meletusnya gunung merapi agar melaksanakan sholat hajat Li daf ‘il bala’ 2 rohaat adapun rokaat pertama membaca s.Alfatiha dan s.Al lahab 3x dan rokaat kedua membaca s. al fatiha dan s.al iklas 3x, s,al falaq dan s.an nas masing-masing 1x. Kemudian sesudah sholat dilanjutkan membaca sholawat daf’ul bala, adapun bacaannya :
    Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin annabiyyil ummiyi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim, sholatan taghfiro lii wa liwaalidayya wa lil mukminin wak mukminat wal muslimin wal muslimat al ahyai minhum wal amwat, wa aslih bihal imam wal ummat warro’iy warro’iyah wa allif baina qulubihim wa dafi’ syarro ba’dlihim an ba’dlin wa mimma nakhof. Dibaca sebanyak-banyaknya sholawat tersebut kenudian diterushan dengan membaca s. alam nasyroh 28x..
    mohon kepada sedulur-sedulur semua diikhbarkan dan diamalkan

  15. BayuChakra

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Ijin menyimak,

  16. Java

    Apapun elmune,sing penting Islam rasa Jawa…hidup Islam rasa Jawa.

  17. banyulumut

    kajian yg mantap ki ageng…

  18. @banyulumut: terima kasih mas banyu enggih.

    @Bengawan.Candhu : wah….. manteb ki B.C. mudah-mudahan saya bisa hadir. dalam acara tersebut…. dan mudah-mudahan tidak bentrok karena di tempat padepokan saya juga ada pengesahan Pendekar tingkat satu…. pas di bulan suro….

  19. ari.hermana

    Ki Ageng saya tunggu nih Hakikat Manuasia Dalam Menuju Illahi Bab-3 dan saya mohon Ijin untuk saya Copas Ki..

  20. Wahyu Taqwa

    IJIN MENYIMAX

  21. Oval75

    Ass. Semangat pagi…………….mantap ki……………….

  22. Jaka Suka

    Ass.. Wr. Wb.

  23. Cungkring Cerbon

    banyak manusia lupa kpd tugasnya sbgai kholifah…….

  24. Assalamulaikum Wr Wb

    Matur sembah Nuwun Ki Ageng JJ, Pencerahanya Hakikat manusia Dalam menuju Illahi, Penjelasan Dalam surah Az-Zumar 14 “Qulillaaha a’budu mukhlishal lahuu diinii ” Hanya Allah Yang aku Sembah dengan Mengikhlaskan Agamaku Kepadanya, Mugi-mugi ini menjadi Dasar Keimanan khususnya utuk saya pribadi al-fakir dalam keilmuan.
    dan Ayat yg telah Ki Ageng JJ Sampaikan di KWA menjadikan Ladang Amal Ki Ageng JJ dan seluruh Bolo Wong Alus yang Menyimak dan wabil khusus Ki Wongalus, serta poro pelaku Blog Hingga Blog KWA ini mendapatkan dan mendatangkan Manfaat untuk kepentingan orang Banyak semoga Allah SWT lah yang akan membalas kebaikan niat luhur dalam Si’ar Agama, Amin

    Wassalam.

  25. wisanggeni

    test

  26. Nawiazky

    Assalamu alaikum Ki A JJ

    Kajian yang mantap…. memberikan pencerahan khususnya bagi saya pribadi.

    Ditunggu Bab III nya Ki..
    Barakallohi Fik

    Wassalam

  27. prayoga

    waduuh…komennya kok sepi amat.@hijib, salam kenal mas .
    banyulumut,wahyu taqwa,cungkring cerbon,oval 75,dan sedulur semua.salam kenal juga.

  28. banyulumut

    Mas prayoga slam kenal kmbali mas… apa mas prayoga gemilang?

  29. @All: Sugeng Enjang sedulur…
    nderek nyimak..

  30. prayoga

    mas banyulumut,bener mas.tp bukan yg di MISTERI itu.kesamaan nama mungkin.nama asli lho.

  31. Maiso Rani

    Subhannallah, kajian seperti ini yang harus diperbanyak!!
    krna kebanyakan orang sekarang hanya mau mendalami ilmu dan kebatinan tapi melupakan ajaran tassawuf dan ketuhanan…
    harus nya ini adalah pasangan yang tidak boleh ditinggalkan agar kelak pakar2 kebatinan selanjutnya lebih paham lagi punya ilmu itu untuk apa?
    cari uang/ mencari ridho Allah….aku suka artikel ini tks.
    mohon maf klo terlalu banyak kritik n saran …
    saya hanyalah hambah Allah yang masih mencari3x……..belajar3x dan truz belajar………salam dari seberang..

  32. @ari.hermana: monggo mas silahkan. di getok tularke nggih supaya jadi amal jariah saya suk…..

    @Maiso Rani: terima kasih mas… atas komentarnya. insya Allah kalau saya masih di beri umur panjang saya akan mengisi dan perbanyak artikel serupa dan hanya mencari Ridho Allah. dan saya juga masih belajar mas…

    @Nawiazky : insay Allah mas bab-3 segera saya luncurkan. silahkan di nikmati kajian selanjutnya enggih…

  33. Nasrudinkb

    Alhamdulillah syukur ne’mat kpd Tuhan Yg memberi Rahmat….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: