SUMPAH BUDAYA II

Situasi mental sosial-budaya bangsa semakin memprihatinkan dan harus segera dicarikan jalan keluarnya. Juga harus ada langkah raksasa agar ada keperdulian dari semua elemen bangsa untuk memelihara dan menjaga budaya nusantara tidak sekedar parsial namun dalam scope nasional secara komprehensif. Perlu pula dilakukan semacam revitalisasi budaya bangsa dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat.

Apa pentingnya budaya ?
Budaya merupakan seperangkat nilai yang tak bisa dianggap remeh. Karena kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur sebagai hasil adanya interaksi manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam. Nilai-nilai luhur yang telah menjiwai sebuah bangsa dan masyarakat. Sehingga kebudayaan sangat mewarnai sekaligus memberi karakter pada jiwa suatu bangsa (volkgeist). Budaya menjadi cerminan nilai kejiwaan yang merasuk ke dalam setiap celah kesadaran dan aktivitas hidup manusia atau.

Oleh sebab itu, sistem budaya sangat berpengaruh ke dalam pola pikir (mind-set) setiap individu manusia. Budaya berkonotasi positif sebagai buah dari budi daya manusia dalam menjalani kehidupan dan meretas kreatifitas hidup yang setinggi-tingginya. Maka budaya pun bisa dikatakan nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan suatu masyarakat atau bangsa yang lahir sebagai hikmah (implikasi positif) dari pengalaman hidup selama ribuan tahun lamanya. Adanya budaya juga membedakan mana binatang mana pula manusia. Manusia tidak disebut binatang karena pada dasarnya memiliki kebudayaan yang terangkum dalam sistem sosial, plitik, ekonomi dan kesadaran spiritualnya. Setuju atau tidak setuju, kenyataannya budaya sangat erat kaitannya dengan moralitas suatu bangsa.

Lantas seperti apakah karakter budaya kita bangsa Indonesia ? Bangsa yang tidak berbudaya maksudnya untuk merujuk suatu bangsa yang sudah bobrok moralitas dan hilang jati dirinya. Budaya kita telah lama mengalami stagnasi kalau tidak boleh disebut kemunduran. Tanda-tandanya tampak terutama dalam pemujaan berlebihan di kalangan masyarakat luas terhadap hal-hal yang bersifat fisik dan material yang datangnya dari luar nusantara. Oleh karena itu, mutlak segera dibahas dan dipecahkan bersama-sama. Kita perlu menyadari bahwa banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Namun harus digarisbawahi kalau bidang-bidang tersebut sangat terkait dengan krisis yang berlaku di lapangan kebudayaan.

Kita mengakui budaya bangsa warisan leluhur kita sangat adiluhung. Namun kenapa perhatian semua pihak terhadap budaya bangsa semakin lama semakin rendah? Bangsa ini seakan menjadi bangsa yang tanpa budaya, dan perlahan dan pasti suatu saat nanti bangsa ini pasti lupa akan budayanya sendiri. Situasi ini menunjukan betapa krisis budaya telah melanda negeri ini. Rendahnya perhatian pemerintah untuk menguri-uri budaya bangsanya, menunjukan minimnya pula kepedulian atas masa depan budaya. Yang semestinya budaya senantiasa dilestarikan dan diberdayakan. Muara dari kondisi di atas adalah bangkrutnya tatanan moralitas bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa karena masyarakat telah kehilangan jati dirinya sebagai bangsa besar nusantara yang sesungguhnya memiliki “software” canggih dan lebih dari sekedar “modern”. Itulah “neraka” kehidupan yang sungguh nyata dihadapi oleh generasi penerus bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa dapat kita lihat dalam berbagai elemen kehidupan bangsa besar ini. Rusak dan hilangnya jutaan hektar lahan hutan di berbagai belahan negeri ini. Korupsi, kolusi, nepotisme, hukum yang bobrok dan pilih kasih. Pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, asusial, permesuman, penipuan dan sekian banyaknya tindak kejahatan dan kriminal dilakukan oleh masyarakat maupun para pejabat. Bahkan oleh para penjaga moral bangsa itu sendiri.

Undang Undang Dasar Negara RI tahun 1945 (UUD 1945) Pasal 32 ayat (1) dinyatakan, “Negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasa masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai–nilai budayanya”. Sudah sangat jelas konstitusi menugaskan kepada penyelenggara negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Ini berarti negara berkewajiban memberi ruang, waktu, sarana, dan institusi untuk memajukan budaya nasional dari mana pun budaya itu berasal.

Amanah konstitusi itu, tidak direspon secara penuh oleh pemerintah. Bangsa yang sudah merdeka 65 tahun ini masalah budaya kepengurusannya “dititipkan” kepada institusi yang lain. Pada masa yang lampau pengembangan budaya dititipkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kini Budaya berada dalam satu atap dengan Pariwisata, yakni Departemen Pariwisata dan Budaya. Dari titik ini saja telah ada kejelasan, bagaimana penyelenggara negara menyikapi budaya nasional itu. Budaya nasional hanya dijadikan pelengkap penderita saja.

Kita ingat beberapa saat yang lalu kejadian yang menyita perhatian yaitu klaim oleh negara Malaysia terhadap produk budaya bangsa Indonesia yang diklaim sebagai budaya negara Jiran tersebut, antara lain lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo, Tari Bali, dan masih banyak lainnya. Apakah kejadian seperti ini akan dibiarkan terus berulang?

Seharusnya peristiwa tragis tersebut dapat menjadi martir kesadaran dan tanggungjawab yang ada di atas setiap pundak para generasi bangsa yang masih mengakui kewarganegaraan Indonesia. Negara atau pemerintah Indonesia semestinya berkomitmen untuk mengembangkan kebudayaan nasional sekaligus melindungi aset-aset budaya bangsa, agar budaya Indonesia yang dikenal sebagai budaya adi luhung, tidak tenggelam dalam arus materialistis dan semangat hedonisme yang kini sedang melanda dunia secara global. Sudah saatnya negara mempunyai strategi dan politik kebudayaan yang berorientasi pada penguatan dan pengukuhan budaya nasional sebagai budaya bangsa Indonesia.
Sebagai bangsa yang merasa besar, kita harus meyakini bahwa para leluhur telah mewariskan pusaka kepada bangsa ini dengan keanekaragaman budaya yang bernilai tinggi. Warisan adi luhung itu tidak cukup bila hanya berhenti pada tontonan dan hanya dianggap sebagai warisan yang teronggok dalam musium, dan buku buku sejarah saja. Bangsa ini mestinya mempunyai kemampuan memberikan nilai nilai budaya sebagai aset bangsa yang mesti terjaga kelestarian agar harkat martabat sebagai bangsa yang berbudaya luhur tetap dapat dipertahankan sepanjang masa.

Dalam situasi global, interaksi budaya lintas negara dengan mudah terjadi. Budaya bangsa Indonesia dengan mudah dinikmati, dipelajari, dipertunjukan, dan ditemukan di negara lain. Dengan demikian, maka proses lintas budaya dan silang budaya yang terjadi harus dijaga agar tidak melarutkan nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Bangsa ini harus mengakui, selama ini pendidikan formal hanya memberi ruang yang sangat sempit terhadap pengenalan budaya, baik budaya lokal maupun nasional. Budaya sebagai materi pendidikan baru taraf kognitif, peserta didik diajari nama-nama budaya nasional, lokal, bentuk tarian, nyanyian daerah, berbagai adat di berbagai daerah, tanpa memahami makna budaya itu secara utuh. Sudah saatnya, peserta didik, dan masyarakat pada umumnya diberi ruang dan waktu serta sarana untuk berpartisipasi dalam pelestarian, dan pengembangan budaya di daerahnya. Sehingga nilai-nilai budaya tidak hanya dipahami sebagai tontonan dalam berbagai festival budaya, acara seremonial, maupun tontonan dalam media elektronik.

Masyarakat, sesungguhnya adalah pemilik budaya itu. Masyarakatlah yang lebih memahami bagaimana mempertahankan dan melestarikan budayanya. Sehingga budaya akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemeliharaan budaya oleh masyarakat, maka klaim-klaim oleh negara lain dengan mudah akan terpatahkan. Filter terhadap budaya asing pun juga dengan aman bisa dilakukan. Pada gilirannya krisis moral pun akan terhindarkan. Sudah saatnya, pemerintah pusat dan daerah secara terbuka memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam upaya penguatan budaya nasional.

Dengan dasar di atas, kami bagian dari elemen bangsa ini bersumpah untuk:

(1) IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
(2) MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
(3) MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF.
(4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
(5)) MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

TERTANDA

KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com
Remagelung Junti, http://www.Remagelungjunti.com
Wongfaqir, http://arifhamidkembara.blogspot.com
Jarwo jeporo…………
…………………………..
…………………………..

Bagi saudara sebangsa dan setanah air, silahkan bergabung dan sebarkan sumpah budaya ini dengan mengcopy paste, ditempel di blog anda dan mengisi nama anda dibawah Sumpah Budaya ini. Demikian pernyataan kami. Terima kasih. Asah asih asuh.

74 Responses to “SUMPAH BUDAYA II”

  1. Ga'Duwe'Ilmu (Mr.Di2c) Says:

    Pertama atau ke 2 ke 3 sama saja

  2. Alan wahlan Says:

    Pertamax,keduax N ketigax.

  3. Ga'Duwe'Ilmu (Mr.Di2c) Says:

    ke 2 maupun ke 3 sama saja

  4. Ga'Duwe'Ilmu (Mr.Di2c) Says:

    ke 3 / 4 sama saja

  5. Ga'Duwe'Ilmu (Mr.Di2c) Says:

    begitu semangatnya kalo ada postingan baru, kita pasti berlomba lomba untuk ngisi koment,
    mas alan salam ta’zim…

    selamat pagi semuanya,
    Assalamualaikum.Wr.Wb.

  6. Rantau kayong Says:

    Ijin nyimak

  7. wawan sleman Says:

    @ raja jin, salam hormat kulo kanggem pajenengan ki.

  8. Ari 1007 Says:

    Ndeprok…kalih simak….

  9. wawansleman Says:

    KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
    MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
    KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com
    Remagelung Junti, http://www.Remagelungjunti.com
    Wongfaqir, http://arifhamidkembara.blogspot.com
    Jarwo jeporo
    http://www.wawansleman.wordpress.com/

  10. wawansleman Says:

    @ raja jin, iya ki saya sendiri juga hasil copas sesepuh, dan pengcopas kwa, hehehhehe
    @ pak rektor, tulisan di atas ijin tak taruh di bloq. makasih

  11. laskar lembu suro Says:

    aslkm…..sugeng enjang poro sedulur

  12. wawansleman Says:

    @ raja jin, dan @ all sedulur,
    gimana kalau kita diskusi masalah budaya ?. gimana ada yg topik yg bagus untuk diskusi ? atau tema sumpah pemuda ini kita jadikan topiknya ?

  13. nakmas Says:

    assalamu’alaikum wr.wb

    sugeng enjang poro sederek engkang kinurmatan……

    nderek nguri-uri kabudayan khususipun budaya jawi lan indonesia umumipun….

  14. Nawiazky Says:

    Izin menyimak….
    btw ini sumpah budaya 2009…masih aktual sih materi sumpahnya..
    saat ini mendukung sumpah tersebut yah… belum berani ikut2an diambil sumpahnya :)
    wassalam

  15. Java Says:

    Hidup Islam rasa jawa….

  16. Orang Terlanjur Tampan Says:

    salam

  17. wawansleman Says:

    @ jawa, tema yg bagus “Hidup Islam rasa jawa” .
    @ raja jin dan all sedulur bagaimana kalau ini dibuat diskusi kuliah pagi ini, gimana ?

  18. Aji bayu sengkelat Says:

    Mari sedulur kwa q semua’a,qt tegakkan sumpah budaya untuk melestarikan kebudayaan qt ini yg hampir punah

  19. wawansleman Says:

    @ raja jin, kalau yg dibahas amalan atau agama dah banyak, mumpung postingan ttg budaya. kan menarik. dan lagi njenengan satahuku juga ahli masalah ini. biar kami yg muda ini tambah wawasan dari njenengan .

  20. andra Says:

    anseen siaaaaaaaaaang………
    @pak rektor:assalamualaikukm ki nderek nyemak…boleh q pasang d blogq ki?hehehe….
    http://budayasenijawa.wordpress.com/
    tapi isinya masih tugas2 kuliah….masi amatir ki…ehhehee,,oiy nti syg coba cek k tkp…
    @kang wawan:yo kang,,,setengah jam maning….motorq bensin e bocor…

  21. Satrio Mataram Says:

    om wawan …siang om
    mas andra…siang mas
    mojok aja………

  22. wawansleman Says:

    dra, mangkane motor dirawat lan diruwat, tukuo kembang 7 rupo lan boreh lan nyan jowo, mengko lak iso nggo mlayu meneh. jare simbahku lho

  23. wawansleman Says:

    @ mas satrio, pripon kabare , met ngajar di kampus,

  24. andra Says:

    @kang wawan:welah ne di we i boreh dadi awet mangkake mengko kang…hahhahhaaaa
    @kang satrio:wakakkakaa..siang juga kang….mojok kmana kang?mau jalan2 ni kang…ikut?hahahhahaaaaaaa….di tggu pesenane…hahhahahaaa,,
    :p

  25. Satrio Mataram Says:

    om wawan …ngajar nopo yo kang…wong sih bocah ingusan….kalau masalah budaya/tradisi mggak begitu paham, apalagi jaman sekarang sdh banyak yg ditinggalkan…..

    mas andra….nek mlaku2 sing ati2…..ojo karo nglamun wae….

  26. andra Says:

    @kang satrio:siaaap kang….weh sopo ngerti ana jin ayu sek geleeem ngetok….hahahhahahhaaaaaaay,, :D
    kebudayaan sudah mulai dibangkitkan lagi sejak 2010 kang…skarang sudah mulai menjamur,diprkuat pondasi2ny..mll,seni pertunjukan,pendidikan,pencarian bakat,audisi…ya d usahakan gmn generasi muda jadi tertarik…hihhihiihiiii,,d skolah2 skarang plajaran ngrawit diwajibkan…..hhahahahaa,,ahh ngemeng apo iki….hhahahaaa…

  27. wawansleman Says:

    bos satrio, fb tulung di aktipke bos, mumpung

    all sedulur, apakah ki sabdo palon noyo genggong merupakan wujud budaya jawa tau budaya hindu atau rubahan wacana imam mahdi yg di jawakan ? mohon pencerahannya

  28. Orang Terlanjur Tampan Says:

    Saya hendak berbagi ilmu mejik budaya aceh

    Ilmu Gayung Api

    Ruh quddus ruh qudsiy, ruh idhlafi cahaya Allah.
    Lon tueng beurkat mu’jizat nabi, beu-ek lon ungki syarat ngon meuntra.

    Ho ka gata ei hai gayung, nyang dudok bak pinto neuraka tujoh.
    Tron hai meutuah beh ta jak pajoh batang tuboh.
    Musoh yang sitre keu Allah.
    Musoh yang sitre keu Rasulullah.
    Musoh yang sitre keu lon.

    Ho ka gata ei hai gayung, nyang dudok bak pinto neuraka jahannam.
    Tron hai meutuah beh ta jak pajoh batang tuboh.
    Musoh yang dengki keu Allah.
    Musoh yang dengki keu Rasulullah.
    Musoh yang dengki khianat keu lon.

    Falam taqtuluu hum laakinallaaha qatalahum wa maa ramaita idz ramaita walaakinnallaaaha ramaa (yaitu surat al-Anfal 17, baca yang fasih)

    Lon masok lam kandong nawawi Allah, beurkat kalimah Laailaaha illallaah Muhammadurrasulullah.

    Tatacara:
    Dibaca sesanggupnya sesudah shalat hajat atau shalat malam dan sebanyak-banyaknya sebelum tidur malam hingga tertidur. Efeknya terasa panas yang merambat naik dari ujung jari hingga ke lutut, pusar atau bagian lain, lalu turun. Ini bakal terus terjadi hari demi hari hingga panasnya naik sampai ke ubun-ubun, artinya sudah sempurna. Waktunya tidak tentu, tapi insya Allah 7 jum’at kalau di amal terus menerus wajib sempurna.
    Kalau sudah sempurna di badan, silakan mandi dengan sabun jeruk purut saja, tanpa sabun lain, minimal 1x.

    Ilmu gayung ini jika digunakan pada musuh sifatnya membakar jantung dan organ dalam tubuh lainnya tanpa meninggalkan bekas di kulit. Cara menggunakannya cukup dengan diniatkan, tapi lebih afdhal apabila dilakukan dengan isyarat melempar. Untuk penawarnya, menggunakan ilmu Jruek Pulang Dakat

  29. andra Says:

    @kang wawan:bisa merupakan sebuah pencitraan dan gambaran,,olh orang2 linuwih dan hebat pada jamanya yg dituangkan dlm karya ssastra…untuk mengkajinya kita harus tau dulu,paling tidak…
    1,bahasa yg digunakan…tentunya pada saat karya itu dibuat,,
    2.cara pandang dan pola pikir masyarakat pada saat itu…
    3. kebudayaan dan sistim kepercayaan pada saat itu,
    mbuh opo maning…hahhahhaa,,
    ya bsa juga pribahasa,,ato ksah nyata..mbuh ah rung iso njawab kang…hahahhahhaa,,,tiap budaya,bangsa mempunyai peradaban,cara,bahasa dan tokoh yg berbeda dlm menceritakan tokoh2nya…KETONE C…hihihiiii,,mbuh dibiji 6 wae kang….hahahha

  30. Tiang Bungkuk Says:

    ini kira-kira budaya mana ya?:
    http://forum.detik.com/merapi-tenang-muda-mudi-kencan-di-hotel-t219144p2.html

  31. khozin A Says:

    absen pagi…

  32. wawansleman Says:

    @ andra. B.

    ki sabdo palon setelah meninggal kan prabu browijoyo terus moksa. dalam hal ini tidak ada saksi yg menguatkan kalau ki sabdo palon telah ngendiko bahwa akan kembali setelah 500 tahun. memang pertanda yg merupakan ciri ki sabdo palon akan segera kembali memang sudah terlihat, tapi apakah memang benar ki sabdo palon akan kembali atau pertanda yg ada sebenarnya adalah pencitraan sesepuh jaman dulu ttg indonesia ini yg di lambangkan dgn ki sabdo palon yg sebenarnya maksud sesepuh jaman dulu, bahwa indonesia akan makin baik/menguatnya dgn ideologi (yg ada dimana belum tentu dlm ” budaya jawa”) shg indonesia makin makmur. bener ngak ya ? minta pencerahan nya sedulur

  33. kertapati77 Says:

    absen siang……. all@ salam salim.

  34. ki Dewa Besi Says:

    aku datang…

  35. Madid Musyawaroh Says:

    Siii..aaappp…

  36. Cungkring Cerbon Says:

    41………..hadir

  37. Iblis Says:

    Huahaaaa….
    Sekarang ini jaman nya SUMPAH SERAPAH , bukankah etika manusia sudah terkontaminasi materi.
    JADI HIDUP …SUMPAH SERAPAH…
    Huahaaaa….

  38. NoName Says:

    @BIBlis,,Assalamualaikum wr. wb. salam salim buat tuan habib,,,banyak yg nungguin bib pencerahannya,,,

  39. andra Says:

    @kang wawan:sya coba jawab ya kang….
    mari kita coba translitrasi dulu maknanya….
    sabda berarti ucapan,omongan,ntah secara tertulis apa egak,
    palon berarti cara,aturan,pedoman,
    naya:dlm seni pengrawitan,atau pewayangan kita mengenal niyaga,yaitu penabuh gamelan,baik itu penabuh,bonang,balungan,slentem,kenong,gong,kendhang,gender,kempul,dll….bermakna pembantu,unsur2 yg hidup,menjiwai,
    genggong sendiri kalau tidak salah artinya langgeng….
    diawal dari dharmagandul sendiri dituliskan ingatlah kisah lama yg dituliskan pada babad majapahit….itu merupakan subuah kata kunci bahwasanya dharmagandul dibuat dan diceritakan oleh orang lain, setelah babat tersebut muncul atau majapahit itu sendiri runtuh…
    didalam karyanya sendiri yg asli tidak sebutkan pengarangnya…mungkin takut mengetahui pemerintahan itu sendiri masih sadish..hehhehee,,,bisa ditangkap karna memprovokasi dll,,pernah dahulu darmogandhul diterbitkan lantas di larang untuk diterbitkan…..itu yg menyebabkan adanya varian2 yg menjadikan adanya perbedaan versi yg menimbulkan kontroversi…..
    pengarang sendiri tdak lepas dengan menggunakan ngelmu titen,olah rasa, dan dituangkan dalam sebuah karya seni…yah bgtu dalam maknanya…..
    pada tahun 2004 adanya beberapa mahasiswa…dari jurusan bahasa jawa yg mempunyai prestasi mengagumkan,mencengangkan,menguasai pedhalangan,pertunjukkan dll tetapi nasibnya sangat memprihatinkan…disamping itu mahasiswa tsb berbudi pekerti luhur,bijaksana,setiap tutur katanya mengandung makna yg dlm….mahasiswa tsb dekat dgn dosen2nya…pada saat itu lowongan sbg pengajar juga tdak ada…yah masih blm penting….saat itulah beberapa dosen bahasa jawa tdk tega mlihat bbrapa ank trsbut…kemudian mengajukan permohonan pada wakil rakyat agar kearifan lokal,bahasa jawa di bangkitkan lagi,tidak lepas dari alasannya skrang siswa2 mlai smp,sma bahkan sd tidak diajarkan..malah diajarkan bahasa prancis,jerman….dan setelah diplajari 2 tahun pun yg dipelajari dan di tangkap itu2 saja..
    pling yg masuk vocab dan pling jauh tense…dlm kurun waktu tsb lebih baik diajarkan kearifan lokal.,budaya bangsa mungkin sudah ngaciir…hehhehe,,yg mulai luntur dan hilang….yah dari beberapa ijin dan dukungan dari ngarsa dalem,kraton,akhirnya didukung dan diajukan kembali ke wakil rakyat…akhirnya coba dipertimbangkan dan disetujui asalkan bisa dipertanggung jawabkan…dan bbrapa dosen tersebut menyanggupinya…..
    selesai proses tersebut tahun 2005…dan mulai 2006 jurussan bahasa jawa sudah mulai marak…..bisa dilihat dari tahun 2005 cuma sekitar 46 mahasiswa,…mulai 2006 mhasiswa mencapai 275,,makin naik smp tahun 2009…
    dan setelah 2010 mengetahui perwajiban bahasa jawa untuk,DIY,JATENG,DAN JATIM…dan beberapa peluang, pendaftar mencapai 4850an siswa…ttpi cma 325an yg ditrima…mengingat tenaga pengajar dan ruang kelas yg berjumlah 7 kelas….iya mas memang akan semakin baik…..bbrapa pondasi sudah mulai terbentuk,tinggal dilaksanakan…tentu masyarakat kecil senang… :)
    bisa menerima,,yah mungkin pemimpin bangsa ini akan mengalami kemakmuran setelah trauma rakyat,,yah nti juga pasti akan menjapai puncaknya meskipun harus menempuh beberapa periode…….smoga bangsa ini bisa mandiri,itu saja….
    itu dari saya kang mas wawan…hehehe,,mbuh ngono mbuh ra…..lanjut next episode..wkwkkwkwwkwkw,,
    monggo sedulur2 yg mau menyanggah dan menambahkan…….ign tau lebih banyak lagi…

  40. ♫Zeu§♫ Says:

    Om Madid….: gimana RDR nya kemarin uda di tajrid ya…….

  41. andra Says:

    ayo kang wawan…q wes siap…gek ndang rene….

  42. Agung Says:

    Om Iblis….email dari sy dibalas dong Om….biar ngemplong hati ini!

  43. ki Dewa Besi Says:

    salam3…
    @iblis
    @agung
    @noname
    @cungkring cerebon
    @zeus
    @andra
    @madid m
    @khozin
    @dan semua yg hadr.
    selama dan salam utk kalian semua..salam3..

  44. adim Says:

    “Mari kita dukung Pelestarian Budaya kita Indonesia serta sumpah budaya ke II sebagai wujud kita sebagai warga negara NKRI untuk mempertahankan jati diri bangsa menuju bangsa yang mulia dan bermartabat serta berpegang teguh kepada Pancasila sebagai benteng terakhir dalam menegakkan kehidupan dan budaya kita tercinta” … amin

  45. Agung Says:

    @Ki Dewa Besi…salam – salim juga ki….

  46. ki Dewa Besi Says:

    @tanah air kt sbelum menjadi indonesia/sblm merdeka adalah masih berkelampok kelompok/di pinpin oleh para raja2,..
    majapahit bisa menyatukan nusantara dan di segani bahkan sampai luar nusantara…pd zamannya majapahit tlah berjaya dlm sgala bidang…dan sy yakin indonesia pun akan mengalami kejayaan seperti majapahit,kt tggu saja 15/20 thn ke dpn indonesia akan menemukan pemimpin yg cakap dan mampu membuat indonesia ini makmur dan…….

  47. ki Dewa Besi Says:

    singkat cerita…
    belia yg akan memipin tanah air kt ini punyah keturunan/hubungan dgn darah majapahit,beliau seorang yg biasa2/bkn dari golangan militer dst,maaf kl ada yg krg sefaham,krn setiap penerawangan jg memiliki fersi2 yg berbeda pula,salam3

  48. bintang buana Says:

    DUKUNG 100 % LESTARIKAN BUDAYA NUSANTARA!!!!

    Assalamu ‘alaikum poro sedulur. Selamat siang. Semoga Allah meridlai kita semua. Amiin.

    Hehe..saya belum punya blog jadi belum tak copas, hihi..

  49. ki Dewa Besi Says:

    @bintang buana
    memang bgt seharusnya,kt hrs mendukung dan skaligus melestarikannya,tp kenapa budaya kt sampai2 bs di jajah oleh negara2 lain..?itu karna negara kt sdh hilang wibawanya,dan yg bs mengembalikan wibawa trbt adalah para pemimpin2 kt semua,tp utk skrg2 sepertinya susah skl,salam3

  50. Cakji Says:

    Budaya sbg warisan dr leluhur mmg sdh seharusnya kt lestarikan shga tdk luntur tergerus oleh zaman.sbg satu anugrah yg hrs kt jaga sbg estafet unt di teruskan kpd generasi muda.shg tdk melupakan tradisi budaya kita.kita satukan visi misi sehing dpt mengaktualisikan dan melestarikan budaya kita.sukses SB II (SUMPAH BUDAYA II)
    lanjut…..

  51. Aji bayu sengkelat Says:

    @cakji…setuju
    @mbah adim…salam hormat mbah…
    @zeus…mantap kemarin…

  52. NoName Says:

    @Ki Dewa Besi salam salim ki,,salam takzim buat tuan,,,

    @all semangat siang,,,

    absen siang,,,

  53. ♫Zeu§♫ Says:

    Mas aji…..udah mandi belum….
    kemarin gak jadi kehujanan….. mungkin kena efek RDR…….gak basah sampai tujuan….

  54. ♫Zeu§♫ Says:

    IKB nya mantaaaaaaaap

  55. Cakji Says:

    @aji bayu s. Tak enteni SMS.e jo lali rek!

  56. bintang buana Says:

    salam ki dewa besi. saya sependapat dengan aki. tapi mungkin saya ingin menambahkan sedikit. benar salahnya dan kurang lebihnya saya mohon maaf, karena saya bukan wong pinter. menurut saya, tidak hanya pemimpin. dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. perilaku pemimpin kita adalah cermin perilaku rakyat kita. karena pemimpin kita datangnya dari kita juga. jadi menurut saya marilah ita mulai dari diri kita, biar nanti kalau kita jadi pemimpin kita gak kaya pemerintah yang sekarang. kalau dulu bapak saya melarang duduk sambil “jegang”,menghormati yang lebih tua. klo sekarang bapak duduk bareng sama anaknya langsung njegang. kadang ada orang tua yg malah bangga kalau anaknya berkelahi. padahal..hari gini gitu lhoo..masih bangga dengan predikat “jago gelut”, “jago minum”, dll. makane “beberapa” anak-anak muda sekarang kadang kurang sopan santun. peace..

  57. bintang buana Says:

    selama masyarakat kita masih suka korupsi, kolusi dan nepotisme dan menururunkan ilmu2 ini kepada generasinya maka saya kira susah untuk melihat bangsa kita yg benar2 maju dan baik. kembali lagi ke “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”. peace..

  58. thanmust thepos Says:

    Dukung Sumpah Budaya II
    Salam Takzim untuk semuanya.

  59. Aji bayu sengkelat Says:

    @zeus…om bs aj,sy lum mnd,ntr sore aj sexan brgkt krj.
    @cakji,sms ndk no q ae,q gak ruh no’e pean.085781636708

  60. kertapati77 Says:

    ikut nyimak aj…………

  61. ki Dewa Besi Says:

    @bintang buanana
    betul saudaraku,itu salah sataunya,,baik buruknya negara kita ini tergantung dari pemimpinya,,cöntoh kecil..dlm keluarga aja kl sang orang tua krg bisa mengarahkan dan mendidik anak,walhasilnya jg krg memuaskan dan bisa2 bisa memalukan,,memang segala sesuatu tdk ada yg sempurna tp seminimal mkn kt bs mendekati kesempurnaan tsb,karna kesempurnaan hanya mlik allah ta’ala,salam3

  62. tomyarjunanto Says:

    Ikut angkat sumpah Mas

  63. Ki Syarkowi Says:

    Artikel yg bagus ni…Izin nyimak aja deh…!!! Lanjuuut.

  64. Wahyu taqwa Says:

    Hehehe… artikel attunement gratis kundalini Reiki saya gak lulus seleksi kwa nie… blom jodoh kali

  65. suwanto Says:

    salam puji rahayu sa’dulur kampus..

  66. tsmario Says:

    sekedar share saja mumpung dalam topik budaya. Bagaimana apabila kita balik paradigma kita bahwa bangsa kita sebenarnya adalah pengekspor budaya ke seluruh dunia, misalnya: dalam budaya tiongkok kuno ada naga dan itu ternyata hanya ada di Indonesia, mahameru dalam budaya India (dilambangkan sebagai himalaya) adalah bentuk perwujudan gunung Semeru di Jawa(?), berdasarkan perhitungan hari dan pawukon menurut para ahli Bangsa Jawa ini lebih tua 2000 th dari suku Maya (?), ada kemiripan kata Jawa dengan Jews, serta lambang joglo didalam budaya Israel(?), dan masih banyak lagi pendapat lainnya, mohon tanggapan para sedulur di KWA. nuwun.

  67. star night Says:

    Tsmario boleh-boleh saja selama itu baik entah darimana asalkan jngan meninggalkan budaya asli indonesia itu saja slmt sore semuanya

  68. decky sulle Says:

    YTH KWA
    Sumpah Budaya gagasan yang bugus, saya pribadi sangat mendukung’
    salam
    Soroako Sul-Sel 08124104221

  69. star night Says:

    TANAMKAN DULU RASA CINTA PADA BUDAYA ASLI INDONESIA YANG LAIN MENYUSUL

  70. bintang buana Says:

    * ki star night
    * ki decky sulle
    * ki tsmario
    * ki suwanto
    * ki wahyu taqwa
    * ki ki syarkowi
    * ki tomyarjunanto
    * ki ki yang lain poro sedulur semua,
    ass. selamat sore
    ~> ki dewa besi, betul, kesempurnaan hanya milik Allah. kita hanya bs berusaha, semoga Allah meridlai kita semua. Amiin.

  71. arek ilank Says:

    minyak,,,,,eh salah,nyimak,,,maksudx,,,,,
    Monggo dilanjut,,,,,

  72. jibrut Says:

    manusia tidak ada lalu ada kmudian tidak ada
    budaya tidak ada lalu ada kmudian tidak ada
    budaya dulu diganti budaya skarang itu jg budaya
    budaya luhur diganti budaya negatif itu jg budaya
    tiada ada tiada
    0 lalu 1 lalu 0
    budaya ada krn manusia ada
    dan hilang krn manusia
    sudah waktunya
    hanya Dia yg kekal slalu ada
    ada tiada ada

  73. nanda pratama Says:

    @zeus: ganas
    @aji bayu: ??????????????????????

  74. K.W.A 101 Says:

    ijin nyimak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s