MENYEBERANGI PADANG PASIR KEHIDUPAN BERSAMA GURU TERCINTA


Diterjemahkan dari Crossing The Desert of Life
Ditulis Oleh: M. R. Bawa Muhaiyaddeen
Penerjemah Dimas Tandayu

Sayangku, cucu-cucuku, anak-anakku, putra-putriku. Maukah kau ikut denganku ke Arabia? Sejauh kau memandang, yang terlihat hanyalah padang pasir. Lihat bagaimana angin menghembuskan pasir hingga menjadi sebuah gurun. Beberapa tebing bebatuan ada disini dan disana, dan biasanya terdapat semak-semak berduri atau pohon kurma, tetapi saat ini dapatkah kita melihat air, orang-orang, perkampungan, atau kehidupan lainnya?. Kemanapun kita memandang, kita hanya melihat pasir, batu-batu dan cakrawala yang menjulang. Jika manusia terdampar disini, dia akan berhadapan dengan badai gurun, angin topan dan matahari yang menyengat.

Cucu-cucuku, berkenala sepanjang padang pasir ini akan menjadi sangat sulit. Dapatkah kau rasakan kakimu tenggelam kedalam pasir setiap kali kau melangkah? Kau harus mengangkatnya pada setiap langkahmu. Oh, lihat disana, diujung cakrawala. Dapatkah kau melihat burung unta berlari bergerombol menelusuri gurun? Mereka bisa berlari hingga dua puluh kilometer perjam. Kita tidak dapat berlari secepat itu. Kenyataannya, kaki kita terasa sangat berat dipasir dan menyulitkan kita untuk berjalan. Tetapi kita harus terus bergerak, karena jika kita diam disini kita akan mati. Kita harus mencari air sebelum badai gurun datang. Jangan sampai keletihan, kita tidak boleh membuang waktu. Kita harus terus berjalan.

Awas nak! banyak kalajengking dan ular di dekat batu itu. Beberapa ular adalah jenis ular yang berjalan merayap kesamping ketika menyusuri pasir. Lihat, kau juga bisa melihat beberapa iguana dan tikus, dan disebelah sana ada seekor rubah. Bagaimanapun juga mereka semua bisa hidup di padang pasir ini. Tetapi sangatlah tidak mungkin bagi manusia untuk bisa bertahan hidup di sini dimana mataharinya sangat menyengat dan tanahnya yang tandus, dengan hanya beberapa pohon saja yang bisa memberi keteduhan.

Cucu-cucuku, mari kita berjalan menuju gunung bebatuan diujung sana. Lihat! Apakah kau melihat asap yang datang dari sana? Ayo kita berjalan lebih dekat lagi. Sekarang mata kita bisa melihat dua atau tiga tenda dengan kuda dan unta yang diikat di luar. Tetap berjalan, kita hampir sampai disana. Sepertinya beberapa keluarga nomad hidup di sini. Mereka pasti berasal dari suku yang hidup di padang pasir. Para nomad biasanya dipandang rendah dan digolongkan kedalam kasta yang rendah oleh mereka yang menggolongkan diri mereka sebagai kasta yang tinggi. Tetapi mereka ini sangatlah baik dan bijaksana. Lihat bagaimana mereka mendatangi kita dan menawari kita makanan dan air dari kendi-kendi mereka.

“Salam, mari bergabung dan makan bersama kami. Apa yang membawa kalian kemari?
“Kami datang untuk menjelajahi padang pasir. Dan kami belum bertemu seseorang pun sampai Tuhan membimbing kami kepadamu.”

“Sahabatku, kau membutuhkan air untuk perjalananmu. Hanya terdapat sedikit mata air di daerah ini, tetapi kami bisa memberitahu kepadamu bagaimana untuk menemukan mata air itu. Kami juga bisa mengarahkanmu kepada beberapa orang yang memiliki rumah di gunung terdekat. Kau selayaknya bisa menemukan mereka dengan mudah, tetapi jangan dengan berjalan kaki. Silahkan bawa kuda-kuda dan unta-unta kami, mereka terlatih untuk berjalan di gurun dan akan membuat perjalanan kalian lebih mudah. Kami menungganginya kemanapun kami pergi.”

Cucu-cucuku, apakah kau tidak bertanya-tanya bagaimana mereka menemukan makanan di tanah yang panas dan tandus ini? Ayo kita tanya tuan rumah kita. Kita bisa belajar sesuatu jika kita mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang ia katakan kepada kita.

“Kami memakan binatang yang hidup di gurun, burung-burung unta dan unta-unta, beberapa sapi liar dan beberapa ayam. Kadang-kadang kami menangkap sejenis kambing gunung yang memakan rumput pada bebatuan. Dimanapun kami menemukan air, kami menggali sumur, mengisi kendi-kendi kami, dan membawanya kembali ke tenda kami. Kami juga mendapatkan susu dari unta-unta kami. Bagaimapun kami memutuskan untuk tetap disini.Hidup mungkin sulit, tetapi kami tidak pernah kekurangan makanan. Tuhan selalu mencukupi kebutuhan kami.
Cucu-cucuku, ayo kita minum sedikit air dari kendi-kendi ini. Lihat, airnya sebening kristal dengan bayangan agak kebiru-biruan.Mmmm, rasanya begitu segar dan nikmat. Siramkan sedikit ke badanmu. Air itu akan menghilangkan keringatmu dan mendinginkanmu. Ahh, begitu segarnya.

Cucu-cucuku, perjalanan hidup kita sama seperti berjalan mengarungi padang pasir. Kita harus menyeberangi lautan ilusi dan kemudian menyeberangi padang pasir kehidupan. Hari ini kau telah mengalami kesulitan-kesulitan yang ada di kehidupan gurun, dan tetap saja banyak mahluk hidup disini yang hidup tanpa mengalami kesulitan. Unta-unta, burung-burung elang, rubah-rubah, dan ular-ular juga tidak kesulitan dengan badai gurun. Hanya manusia yang menderita. Binatang-binatang hidup hari demi hari, menerima apa saja yang mereka dapatkan setiap harinya. Mereka tidak memiliki kemampuan analisa yang bijak untuk mengetahui yang benar dan yang salah. Mereka memakan apapun yang diberikan kepada mereka, tanpa berpikir akan masa depan.

Tetapi manusia merasakannya sangat sulit. Ia mengumpulkan barang-barang dan menyimpannya untuk besok, hari setelah besok, dan juga untuk sepanjang hidupnya. Ia menimbun barang-barang untuk anaknya dan istrinya. Ia mengumpulkan begitu banyak barang-barang dan mengikat mereka menjadi sebuah timbunan besar. Dia membawa keburukan, hasrat, kegelapan, ikatan keturunan, ilusi, dan fanatisme. Apakah kau melihat bagaimana akan sulitnya bagi dia untuk berjalan menyeberangi padang pasir kehidupan dengan segala beban ini? Dia mencoba membawa muatan yang begitu berat, tetapi ia mendapati kesulitan karenanya bahkan untuk mengangkat kakinya sendiri. Binatang-binatang tidak membawa beban seperti itu. Kau lihat betapa mudahnya burung-burung unta berlari menyeberangi padang pasir. Manusia tidak dapat berlari secepat itu karena ia membawa begitu banyak timbunan beban. Dan seiring dengan waktu, badai gurun dari pikiran dan hasratnya berhembus melawan dirinya dan menekannya ke dalam. Betapa menderitanya ia!

Bahkan jika manusia memutus untuk berenang menyeberangi lautan ilusi, ketika ia telah gagal keluar dari daratan padang pasir ini, gundukan pasir menimpanya dari atas dirinya dan ia mati dalam neraka. Lalu rubah-rubah, anjing-anjing liar, tikus-tikus besar akan memangsa jasadnya. Manusia datang ke padang pasir kehidupan dengan sifat-sifat neraka, dan neraka menunggunya disana, siap untuk memangsanya.

Sayangku, cucu-cucuku. Kita harus berenang menyeberangi lautan ilusi, menyeberangi padang pasir kehidupan, dan menaiki gunung bebatuan dari pikiran. Kita harus menghindar dari semak-semak berduri yang merupakan sifat-sifat beracun yang berkembang didalam pikiran kita. Kita harus menghindar dari sifat jahat yang menyambar untuk memangsa kita, dan dari rubah-rubah, anjing-anjing liar, burung bangkai, singa-singa, harimau-harimau, dan beruang yang siap untuk mencabik tubuh kita. Kita harus menghindar dari setan yang berkeinginan amat besar untuk menelan kita.
Anakku, pada perjalanan ini kita belajar betapa sulitnya kehidupan di padang pasir. Tetapi kaum nomad yang kita temui tidak mengalami kesulitan yang berarti. Mereka sangat bahagia hidup disini, karena mereka mengetahui bagaimana untuk bertahan hidup di tanah yang tandus dan kering ini. Mereka memiliki unta-unta dan kuda-kuda untuk membawa mereka di padang pasir, mereka memiliki tenda yang memberi mereka tempat berlindung, dan mereka mengetahui bagaimana dan dimana untuk mencari makanan. Mereka bisa memberi kita kenyamanan dan menunjukkan kita bagaimana menemukan air. Kita menderita karena kehausan, karena kita tidak menyadari bahwa terdapat air di tempat kita berjalan. Tetapi mereka mengetahui.

Cucu-cucuku, sebagaimana ada manusia yang mengetahui bagaimana untuk hidup di padang pasir, terdapat beberapa manusia bijak yang mengetahui bagaimana caranya menjelajahi padang pasir kehidupan. Manusia yang bijak tidak menemukan kesulitan dalam perjalanan ini, karena ia berjalan pada keimanan, keteguhan, kebenaran, kebersamaan, dan cinta. Dia berjalan pada kearifan, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Tuhan, yang dapat bergerak sangat cepat. Anakku, manusia seperti itu akan membantu memudahkan perjalananmu dengan menawarimu bentuk perjalanan yang sama.

Sebagaimana suku nomad bisa memberitahu dimana kita dapat menemukan makanan dan air, manusia bijak bisa memberitahu kita dimana menemukan kebenaran. Dia bisa menunjukkan kepada kita bagaimana untuk meringankan kelelahan, kelaparan, kehausan dan bagaimana membuat perjalanan kita menjadi mudah. Dia akan menjelaskan dan menunjukkan setiap jalan dan setiap langkah yang ada diperjalanan. Dia akan menunjukkan kepada kita bagaimana caranya menyeberangi lautan ilusi, bagaimana menyeberangi padang pasir kehidupan, dan bagaimana untuk menghindar dari binatang ketidaktahuan. Dia akan menunjukkan kepada kita, “Ini adalah sifat-sifat baik, Ini adalah sifat bijak, inilah Tuhan.” Manusia bijak akan mengajarkan kepada kita bagaimana menjalani hidup kita, bagaimana menghalau ketidaktahuan dan menghindari kecelakaan, bagaimana menghindar dari angin topan, dan akhirnya bagaimana mencapai kebebasan bagi jiwa kita dan membangun hubungan menuju Tuhan. Manusia bijak mengetahui semua ini. Dan ketika kau berjalan bersamanya menyeberangi padang pasir kehidupan, kau akan menemukan perjalananmu lebih mudah karena bantuannya.

Sayangku, cucu-cucuku, tolong pikirkan dalam-dalam tentang hal ini. Kau harus menemukan manusia bijak seperti ini, seseorang yang telah menyeberangi padang pasir ini dan mengetahui jalannya. Dia akan menolongmu pada setiap jalan. Sangatlah sulit untuk menemukan manusia sejati. Hal ini telah terbukti dimasa lalu, terbukti di masa sekarang, dan akan tetap terbukti di masa yang akan datang. Memang sulit untuk menemukan seseorang yang mengetahui jalannya. Juga cukup sulit untuk menemukan makanan dan air yang kau butuhkan, tetapi kamu harus belajar bagaimana caranya. Kau jangan berharap keajaiban untuk membantumu. Apa gunanya keajaiban jika kau tidak bisa keluar dari padang pasir?

Cucu-cucuku, padang pasir kehidupan penuh dengan binatang-binatang. Jika kau tidak melewati padang pasir ini, kau akan mati dan menjadi makanan untuk rubah-rubah dan setan. Tetapi jika kamu menemukan manusia yang bijak, kau akan berhasil dalam menyeberangi padang pasir kehidupanmu dengan kebahagiaan, cinta dan kegembiraan. Itu adalah keajaiban yang sebenarnya. Keajaiban yang terjadi didalam diri, bukan sesuatu yang orang-orang melakukannya dari luar. Tolong mengerti hal ini, cucu-cucuku. Semoga Tuhan memberimu kearifan dan kejernihan hati untuk melakukan ini. Amin. @@@

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 48 Komentar

Navigasi tulisan

48 gagasan untuk “MENYEBERANGI PADANG PASIR KEHIDUPAN BERSAMA GURU TERCINTA

  1. tarjo

    horeee

  2. murid sesaat

    horee………. mie ayammmmmmmmmmm

  3. Rantau kayong

    Hadir

  4. tarjo

    asik pertamanya…aha aha aha…enak

  5. Alhamdulillah

  6. suwanto

    pingin sabdo guruuuuuuuu., mau jadi muriiiiid..

  7. Cungkring Cerbon

    :-)

  8. UNLUCKYMAN

    KAENEM..ABSEN

  9. wanbiz1

    test

  10. mataharinya

    Assalamualaikum,
    Salam hormat semuanya…
    Sangat dalam….
    Waalaikumsalam….

  11. J4RI

    @salam………………………

  12. Laskar cinta

    Nyimak aja dari tengah laut :D

  13. Laa tansa

    Asalamu’alaikum……@all warga kwa.
    Salam hangat n hormat sll.

  14. onoRAono

    selamat malam…

  15. ta KWA -----

    salam…salam…

  16. ki tarjo
    ki murid sesaat
    ki laskar cinta
    ki onoraono
    ki la tansa
    ki j4ri
    @sedulur lain yg tdk bs saya sebutkan satu persatu
    salim sama sedulur semua. salam damai dari hati terdalam utk para sedulur. alfatihah sent.

  17. Rama Munding Wangi

    slamat malam hadir di kampus tercinta….sungguh pelajaran kehidupan yg sgt bijak dan patut mnjdi pelajaran dr sang master bawa muhayyadean..

  18. juga ki takwa, ki matahari, ki wanbizi, ki unlucky man, ki risang, ki dalijo, ki selor…. dll alfatihah….

  19. dalijo

    Sepi sesepi hati ku,.
    Yg tlah lama kosong,hampa dan gelap tanpa sinar-MU,
    ingin aku mencari sinar itu tp apadaya kaki ini tlah lama rapuh berdiripun tak mampu,
    tongkat untuk menuntun dan menopang ku kini tak ada padaku,..
    Aku hanya bisa terdiam dalam kebingungan,.
    Termenung dalam kebimbangan,..
    Smoga ku dapatkan kembali tongkat itu tuk mencari sinar-MU,..

  20. khozin A

    absen..absen..absen..
    sekaligus nyimax…
    salam takzim lan rahayu tuk sedulurku semuuuaaa

  21. khozin A

    @ki wongalus
    kumaha damang ki.?
    salam sali salaman ki.

  22. arek ilank

    assalamualaikum smua,,,
    @Waah ada om WA,salam takdzim om,semangat malam,
    @om ta kwa;semangat malam jg,
    @om LC;semangat malam jg,
    @latansa;semangat malam jg
    @onoraono;semangat malam jg
    @RMW:salam knal,semangat malam
    @ll semangat malam smua,,,,
    Tim sorak2 kok belum lengkap zaa??
    Absen menjelang tengah malam&ijin nyimak

  23. arek ilank

    @mbah khozin;salam takdzim mbah,semangat malam,,,
    @dalijo;sesepi itukah hatimu,,,,???!!

  24. Raden ajisaka

    Wah ketinggalan nich!

  25. laskar lembu suro

    aslk…..ki wong alus sugeng ndalu mohon bimbingan dan pencerahanx

  26. dalijo

    Selamat malam
    @ki wong alus
    @ki risang
    @sedulur semua
    salam paseduluran,..
    Nderek nyemak.

  27. khozin A

    @arek ilang
    waalaikum salam saudaraku…
    smoga sehat2 slalu tuk njenengan dan keluarga…

  28. @laskah lembu: lah saya ini siapa mas? … sayalah yg harusnya mohon pencerahan panjenengan dan sedulur sedulur yg lain.

    kangmase, ki raden ajisaka, kimas arek ilang, ki khozin, kabarnya baik ki.
    gus bonex dan ki risang monggo dilanjut pencerahannya.
    nuwuuunnnnn

  29. khozin A

    @ki wongalus
    njenengan sbagai sepuh kwa dan monggo wejangan2nipun kulo tak deprok kale nyimak injih..

  30. ta KWA -----

    @ki wongalus ….
    @sedulur kabeh ….
    salam damai penuh kasih.

  31. Singo luedro

    assalamu’alaikum.sugeng dalu ki Bc,ki wong alus.nderek absen lan nyimak.poro sedulur bolo alus slm hngt

  32. pencari ilmu

    absen wengi
    assalamualaikum wr wb kangge sedulur kabeh….
    kula ijin nyimak tetap semangat…!

  33. ta KWA -----

    @ki Singo luedro…salam ..
    lama gak ketemu .smg baik2.

  34. arek ilank

    sepi.com

  35. Gatholoco/CNDJ

    selamat malam dulur2 KWA………ijim myimak.njih.suwun

  36. khozin A

    wah pd kmn ni..?di tggal sebetar ko pd ilank..he3..
    @arek ilank
    masih ada ni…ayo di sorak sorakin biar pd hadir…

  37. khozin A

    @ghatoloco
    namanya ko antik ya.?..salam salim slalu..

  38. Ilmi crb

    Absen pagi lan nyimak bae.

  39. triwiyono

    assalamu’alaikum
    semangad pagi..
    salam takzim @ki alus @rektor bc
    all sedulur bolowongalus..

  40. Sartono jenar

    Met pagi…

  41. gusbonex

    yaaa balik maning ke IHDINASSIROOTOL MUSTAQIM

  42. nasrudinkb

    Alhamdulillah,sejuk hati ini bila membaca pencerahan ini, semoga membuahkan menafaat pada semua, wassalam.

  43. HEHEHHHH KENAPA TAKUT SAYANG ???????????

  44. uwi

    Selalu meyimak sambil ngopi ^_^

  45. semoga bisa mencerahkan saya yg sedang buram

  46. KiTAKARABAS

    Alhamdulillah…

  47. gas

    jaza kumulloh khoironkhatiro

  48. Aa Iing RW

    Ass.Wr.Wb.
    Yang terhormat keluarga besar dan para sesepuh KWA semua, khususnya Ki Wong Alus. Perkenankan hamba yang miskin ilmu & harta ini bergabung di keluarga besar KWA, sebagai bekal ibadah untuk dunia akhirat semata-mata karena mengharap ridho Allah SWT.
    Nama : Aa Iing RW
    Alamat : Komplek Vila Kelapa Dua Jl. Janur 4 No. E-31, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
    Email : taubatanafsu@gmail.com
    No.HP : 083871623500, 02190575007
    Terima kasih yang sebesar-besarnya dan salam kenal untuk semua.
    Wass.Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: