MANUSIA Vs IBLIS


Assalamualaikum wr.wb
Terinspirasi dari pertanyaan dihati kenapa warga KWA lebih senang mendengarkan omongan ‘iblis’ daripada guru-guru spritual kita yang lain, sifat ‘iblis’ yang gayanya sering merendahkan orang lain, ternyata malah banyak yang suka, bicara tidak pakai dalil yang kuat langsung deh qolbiltu….untuk saling mengingatkan agar kita terjaga keimanan kita selalu maka berangkat dari situlah eh.. sinilah KERISAUAN HATI ini dimulai:
Al-Qur’an telah mengabarkan kepada kita tentang banyak keghoiban yang mesti kita imani secara absurd. Salah satunya tentang adanya jin, bala tentara, kerajaan, dan tabiatnya.

Bangsa jin mempunyai alam sendiri yang tidak pernah bisa kita lihat (hanya orang terpilih yang bisa lihat), namun mereka bisa melihat kita.
Bangsa jin diberi kekuatan yang melebihi kekuatan manusia. Bangsa jin memiliki kecepatan melebihi kecepatan cahaya (186.000 mil/detik), sehingga mereka sering pulang pergi ke langit untuk mencuri dengar informasi dari langit (malaikat). Mereka juga diberi kemampuan berubah-ubah bentuk, mereka mampu memperlihatkan diri pada manusia dalam sosok yang berbeda-beda tergantung seleranya.
Rasulullah bersabda, Jin itu terdiri dari tiga golongan, pertama golongan jin yang suka terbang di udara, kedua golongan jin yang berbentuk ular dan anjing dan ketiga golongan jin yang selalu berpindah pindah. (HR Thabrani, Hakim dan Baihaqi)

Manusia ternyata lebih hebat
Elemen jin berasal dari api sedang manusia seperti dari tanah. Manusia lebih mulia bila dibandingkan dengan jin. Pertama karena menjadi manusia lebih besar godaan yang ditanggung. Kita mungkin pernah mendengar ada orang musyrik (bisa jadi salah satu diantara orang KWA…) yang menyembah suatu bangsa jin, dengan memberikan pesugihan bahkan memberikan tumbal dengan mengabdikan dirinya menjadi abdi setan untuk mendapatkan kekayaan duniawi. Banyak manusia yang tergelincir dan jatuh ke lembah kemusrikan. Sehingga banyak orang yang takut kepada jin bukannya oleh Tuhan. Jadi godaan kepada kita sungguh berat, sehingga jika benar-benar beriman maka derajat kita di level tertinggi. Sedangkan jin belum pernah meminta sesuatu seperti orang yang melakukan pesugihan pada jin, karena itu juga manusia bisa lebih rendah derajatnya dibandingkan dengan binatang
Kedua, karena manusia memiliki modal yang lebih dari jin. kepada manusia diberikan energi yang lebih kuat dibandingkan dengan jin. Frekuensi energi yang dikeluarkan dari jin yang tertangkap sensor ternyata lebih lemah dari pada aura manusia manusia normal. Bahkan jika seseorang melatih auranya, mengalahkan jin itu sangat mudah, gimana pendapat sesepuh dan sedulur KWA kabeh?
lalu bagaimana jika orang punya kemampuan melihat jin? Pakai indra ke-6,malah ada yang bilang sampai indra ke 9 ..wah makin gak ngerti..hehehehe
tapi yang jelas energi yang diberikan Tuhan kepada manusia lebih hebat dibandingkan dengan jin.
Dalam kisah Nabi Sulaiman yang meminta dibawakan singgasana Ratu Balqis. Saat itu jin terhebat, jin Ifrit dikalahkan manusia yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis hanya dengan sekejap mata, sedangkan jin Ifrit memindahkan singgasana memerlukan waktu yang cukup lama bila dibandingkan dengan manusia sakti tadi.
Nah, dengan kemampuan dan energi manusia yang lebih kuat, manusia benar-benar diuji dengan berbagai tantangan dan godaan. Dalam pandangan Allah SWT manusia adalah mahluk yang paling tinggi derajatnya dibandingkan dengan mahluk lainnya, jika manusia itu benar-benar bertakwa, tetapi manusia pun bisa menjadi mahluk yang paling hina jika perbuatannya yang sering melanggar perintah Tuhan. Coba hewan mana yang tega memerkosa anak gadisnya sendiri, tapi manusia ada yang seperti itu, sekarang kasus seperti itu banyak terjadi, lihat saja berita di TV.”nauzubillahhiminzalik

Pada mulanya manusia dianugerahi derajat yang mulia yang dengan itu manusia dilebihkan dari malaikat, jin, langit, bumi, dan gunung.
Bangsa jin adalah makhluk Allah yang juga mengemban syari’at ketuhanan. Mereka juga layaknya manusia yang mempunyai kewajiban-kewajiban syari’at yang harus dilaksanakan dan kelak juga meraka akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah mereka lakukan. Bangsa jin ada yang beriman, ada yang fasik, munafiq juga ada yang kafir. Menurut pendapat yang sahih, iblis dan setan adalah salah satu dari bangsa jin yang senantiasa menggoda manusia. Jin kafir sudah pasti adalah setan, iblis adalah moyangnya setan, iblis ilmunya lebih tinggi dari setan, sangat pintar mirip malaikat tapi berkelakuan buruk dan sombong. hasil perkawinan iblis dengan pengikutnya maka keturunannya disebut setan yang bentuk dan rupanya yang na’zubillah,. wallahubissawab.

Hanya saja, iblis diberi kemampuan untuk melakukan tipu daya manusia hingga derajat manusia pun terpuruk karena tipu daya tersebut. Sehingga tergantung dari individu manusianya itu sendiri, seandainya manusia itu mau memegang teguh keimananannya dan ketaqwaannya, maka sungguh Allah akan selalu bersamanya dan memuliakan derajat manusia di atas mahluk-mahluk ciptaan Allah lainnya.
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rejeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” [Q.S. al-Israa' 17:70]
Tetapi di sisi lain, Allah pun merendahkan derajat orang-orang yang tidak mau beriman dan bertaqwa, bahkan Allah menjadikannya lebih buruk dari binatang.
“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli (tidak mau mendengar dan tidak mau memahami) yang tidak mengerti apa-apapun.” [Q.S. al-Anfal 8:22]
“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” [Q.S. al-Anfal 8:55]
Semoga kita tidak digolongkan ke dalam golongan manusia yang derajatnya buruk lebih rendah dari binatang. Amiiin…
Demikianlah sesungguhnya Allah S.W.T. telah menganugerahkan kekuatan luar biasa kepada manusia yang dengan kekuatan itu manusia bisa menundukkan hewan buas sekalipun, mengarungi lautan dan angkasa, mengukir gunung-gunung menjadi huniannya. Bahkan mampu untuk membuat iblis terpuruk menjadi mahluk yang dikutuk Allah Ta’ala, ataupun langit berguncang karena sebuah keihklasan amal baik seorang manusia.
Namun dari kekuatan luar biasa itu pula, alam semesta menjadi hancur, gunung memuntahkan laharnya, bumi bergoncang mengubur manusia ke dalam perutnya sebagaimana nasib buruk kaum Tsamud, ‘Ad, dan kaum Luth. Hal itu karena kemaksiatan dan kekufuran manusia, lihat tsunami, banjir,gunung meletus,longsong dan musibah lainnya yang terus menerus menerpa negeri kita yang loh jinawi ini tentram raharjo ini…

Berbicara mengenai iblis tentu saja kita kenal dengan kesombongan luar biasa buruknya;
Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” [Q.S. al-Israa' 17:61]
Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” [Q.S. al-Israa' 17:62]
Jadi jelaslah, karena gara-gara manusia, iblis diusir dari surga dan sejak saat itu iblis menjadi musuh yang nyata bagi manusia hingga hari kiamat:
Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” [Q.S. al-Israa' 17:63-64]
Dengan adanya permusuhan ini, maka manusia pun terbagi menjadi dua golongan, golongan yang berhasil disesatkan iblis dengan golongan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla. Golongan inilah yang kemudian mendapat jaminan pertolongan dan derajat kemuliaan dari Allah S.W.T. sebagaimana dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu (iblis) tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga.” [Q.S. al-Israa' 17:65]
Firman Allah ini sudah cukup membuktikan kepada kita bagaimana manusia yang beriman dan bertaqwa akan dimenangkan oleh Allah atas iblis.

Mengenali Kerajaan Iblis
Dari beberapa referensi terungkap Iblis mempunyai kerajaan yang sangat besar. Ada menteri-menteri, pemerintahan dan kantor-kantor. Iblis juga mempunyai wakil-wakil, lima di antaranya wajib diwaspadai :
1. Yang pertama, menurut kalangan Jin, bernama Tsabar. Dia selalu mendatangi orang yang sedang kesusahan atau ditimpa musibah, baik kematian isteri, anak ataupun kaum kerabat. Kemudian dia melancarkan bisikannya dan menyatakan permusuhannya kepada Allah. Diucapkannya, melalui mulut orang yang ditimpa musibah itu, keluh-kesah dan caci-maki terhadap ketentuan Allah atas dirinya. Biasanya yang non muslim seperti ini,menjerit dan meraung jika ada musibah kematian, malah ada juga muslim seperti ini…..bagaimana dengan keluarga dan handai taulan kita sendiri?
2. Yang kedua, namanya ialah Dasim. Syetan inilah yang selalu berusaha dengan sekuat tenaganya untuk mencerai-beraikan ikatan perkawinan, membuat rasa benci antara satu sama lain di kalangan suami-isteri, sehingga menjadi perceraian, ada juga dengan menciptakan ilusi pada diri laki2 perempuan) bahwa masing-masing tidak punya organ tubuh atau punya tapi tak berfungsi atau membuat dingin (frigid). Bentuk lain menghentikan usaha orang agar tercitra buruk sehingga merugi, membuat gadis atau lelaki sulit jodoh sehingga tidak yang melamar atau dilamar dengan membuat berbagai penyakit emata-mata untuk menunda/menghalangi pernikahan. Ada juga juga yang bertugas (kerjasama dengan dukun sihir) untuk membuat sakit, ada juga yang masuk kerahim agar mandul atau kanker. Pokoknya teknologi mereka sudah canggih…Dia adalah anak kesayangan Iblis di wilayah kerajaannya yang sangat besar.
3. Yang ketiga, namanya ialah Al-A’war. Dia dan seluruh penghuni kerajaannya, adalah pakar-pakar dalam urusan mempermudah terjadinya perzinaan. Mereka menghiasai bagian bawah (aurat) tubuh kaum wanita ketika mereka keluar rumah, apalagi wanita moderen, betul-betul menggembirakan Iblis di kerajaannya yang besar. Segala persoalan yang menyangkut keruntuhan moral dan perzinahan berurusan dengan kantor besar mereka.diantara setan-setan ada yang tinggal dirahim dan kemaluan para WTS, untuk membuat kemaksiatan semakin menawan, agar laki-laki yang menggaulinya makin ketagihan. Ada juga yang tinggal di dubur perempuan dan laki-laki agar bisa terjadi senggam lewat dubur. Ada yang aktif ditempat hiburan seperti pub,diskotek sebagai pangkalannya, jadi orang yang suka kesini dah pasti berkawanlah…mudah-mudahan warga KWA tidak dikuasai oleh jenis ini,amin
4. Yang keempat, namanya ialah Maswath, pakar dalam menciptakan kebohongan-kebohongan besar maupun kecil. Bahkan kejahatan yang dia dan anak-anaknya lakukan sampai pada tingkat dia memperlihatkan diri dalam bentuk seseorang yang duduk dalam suatu pertemuan yang disenggarakan oleh manusia, lalu menyebarkan kebohongan yang pada gilirannya disebarkan pula oleh manusia. Sudah pasti warga KWA banyak berinteraksi dengan ini…..waspadalah..waspadalah kata bang NAPI
5. Yang kelima, namanya ialah Zalnabur. Syetan yang satu ini berkeliaran di pasar-pasar di seluruh penjuru dunia. Merekalah yang menyebabkan pertengkaran, caci-maki, perselisihan dan bunuh-membunuh sesama manusia. Ada yang spesialis mengganggu anak kecil bisajadi ortunya ikut bertengkar, jika sudah bertengkar (marah) setan akan menambah pasukannya agar pertengkaran makin meningkat (orang marah kesadarannya akan hilang) dan jadilah kejahatan, kalau warga KWA ada caci maki/bertengkar berarti setan jenis ini lagi infiltrasi

Semua iblis ini masih hidup sekarang, wah ilmu panjang umur sampai puluhan ribu tahun…hehehehe…apalagi ada info DAJJAL sudah datang…wah makin berat peta pertarungan….

Demikian artikel ini dibuat untuk kita semua AGAR ADA PILIHAN MEMILIH SCORE , BUKAN MENEBAK SCORE: PILIHAN menjadi manusia menang vs iblis kalah, manusia kalah vs iblis laknatullah menang, atau skor imbang (DRAW); manusia = iblis
Kebohongan memang mengalir dalam tubuh iblis dan antek-anteknya yaitu setan dan jin jahat sebagaimana oksigen mengalir dalam tubuh manusia. Bahkan setan-setan mempunyai kemampuan luar biasa untuk menyakinkan tentang kepalsuan agama-agama umat manusia dengan kejujuran mereka.setan/iblis memang bercita-cita menghancurkan umat manusia melalui kekafiran dan kesesatan

Akhirul kalam, semoga kerisauan hati ini bermanfaat buat saya pribadi dan sedulur KWA, Tiada gading yang tak retak mohon maaf atas segala salah dan perihal kurang berkenan yang saya lakukan , tiada niat untuk menyakiti dan melecehkan seseorang, buat bib iblis, terima kasih kehadiran panjenengan mengilhami dan menginspirasi kami untuk terus menata hati dan memperbaiki diri dan menegarkan keimanan kami dalam islam rahmatan lilalamin dan menjadi manusia yang kaffah … Semoga Allah jadikan kita semua insan yang lebih santun dan mulia,amin ya rabbal alamin, allahu akbar, kun fa kun

Assalamualaikum wr.wb

Tiang Bungkuk, 22 desember 2010.

@@@

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 144 Komentar

Post navigation

144 thoughts on “MANUSIA Vs IBLIS

  1. wakgondrongx

    minyak angin

  2. wakgondrongx

    ppeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrr
    tttttttttttttaaaaaaaaaaaaaaa
    mmmmmmmmmmaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxx
    …………………………………………………..

  3. wakgondrongx

    minyak wangi

  4. wakgondrongx

    minyak tanah

  5. wakgondrongx

    minyak cengkeh

  6. wakgondrongx

    minyak jelantah

  7. wakgondrongx

    minyak urut

  8. dimAsYuDie

    …4JJI…

  9. Laskar Permadani

    Minyak kampak…

  10. Kanjeng Alam Biru

    http://www.iwak-iwak.com

  11. makasih ustad……………….alhamdullillah……………amin,,,,,,,,,

  12. amalan carut-marut

    pret

  13. wakgondrongx

    ingkang dahat kinurmatan;
    sohibul ijazah
    @PAK YAI TIYANG MBUNGKUK
    sholutum bisalaamil mubiinii
    linuqthotit ta’yiinii ya ghoroomi….
    salam..salam..salam…
    @ki dimas yudhie
    @ki kanjeng alam biru
    @ki darno
    @ki laskar permadani
    salam takdzim semuanya
    SEMANGAT MALAM……

  14. Laskar cinta

    :D :D :D

  15. Gatholoco/CNDJ

    WAH KETONE WAK GONDRONX AREP BUKAK AGEN MINYAK KI…KETORO..MBORONG2………YO KI DRONX..HE.HE.HE

  16. Sakiran wildan

    Kayakx seru nih…
    Nyimak dulu, sambil cari object taruhan

  17. nyimak juga…….. siapa yang menang…?

  18. Sakiran wildan

    Kayakx yg menang super tiang bungkuk.
    Hahahahaha….

  19. Absen dulu,wah bahas jin vs manusia hmmm…Nunggu dosen datang ahhh…

  20. sombet

    Absen aja ah

  21. Mamat Kumis

    aye mamat kumis ikut absen jg neh….slm knl bwat bang tiang bungkuk…

  22. Syetan ada dlm diri manusia & jin (Qs.anas). Syetan bukanlah golongan dari iblis/jin kafir. Syetan > energi yg mengajak kejahatan. Dari majalah mistik.

  23. Wiryo

    Salam tuk semuanya, kpd Tiyang bungkuk wah jan manteb tenan . . !? Skedar info, sy prnah liat di majalah beberapa hantu yg terekam kamera. Uniknya yg terekam pada kejadian tertentu, ya itu2 aja coraknya. Jadi kayaknya emang bnr law setan jenis A mangkalnya di situ, jenis B mangkalnya di sini . . . dsb.

  24. Halang tambonau

    Ijin nyimak dl.semoga aja ada jin/syaitan/iblis,kasih bocoran SGP utk isok hari.

  25. bang jampang

    ingat mengingatkan dalam kebaikan(Qs. al asr) met malam para sedulur…..ulasan yang menarik.

  26. Tiang Bungkuk

    apa iya yang nongkrong disini tukang jualan minyak semua…
    saya pilih minyak wangi dong satu….
    izin absen dulu…

  27. wakgondrongx

    Yaa الله aku mohon kepadaMU ,kecintaanMu dan kecintaan orang-orang yang mencintaiMU , serta kecintaan kepada amal yang mendekatkan kepada kecintaan kepadaMU …………

  28. arek ilank

    maaaaanntaaaapp,,,,,,,,!!

  29. Cungkring Cerbon

    Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat , ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin , pada hari terjadinya hisab .

  30. Momon

    amien ya robbal allamin..

  31. Sartono jenar

    Jafaron az…wangi…suegerrrrrrr……

  32. Ilmi crb

    Hadir lan nyimak baelah

  33. Agung

    Minyak Lintah….mangstaaapp……!

  34. agusabdul kholik

    artikel ini bagus banget, izin untk brpendapat:
    begitu banyak sekali manusia menyalahkan Iblis sampe2 iblis itu musuh nyata bagi manusia, padahal ada hadist Nabi SAW ” Iblis adalah selemah-lemahny tipu daya” kl manusia mmperdayakan otak brfikirnya(sebagaimana disindir dlm alquran) tentu Iblis diibaratkan VIRUS. ktika Iblis disuruh sujud sama Adam tidak mau itu bukan sombong, ta’jub/terkesima melihat Ruh ditiupkan ke Adam, sebagaimana manusia ketika ilmu kesadarannya tidak seimbang diberi kelebihan oleh Tuhan ia jg sombong. didalam DIRI manusia ada 4 unsur: ada unsur malaikat,Iblis, ruhhulqudus dan sifat manusia itu sendiri. coba telaah buku quantum ikhlas sama the esq way 165.
    betapa manusia bisa menciptakan energinya sendiri untk apa yg ia mau. Iblis tidak pernah mengaku Tuhan, tapi manusia begitu banyak mengaku BENAR seperti Firaun.

  35. danaramdhan

    assalamuallaikum
    semoga semuanya mendapat perlindungan allah swt
    dari godaan iblis terkutuk
    aminnn
    al-fatihah sent to all

  36. taufik al-hidayah

    selama manusia berpegang teguh pada qur’an dan hadits,niscaya allah akan menjaga nya dr perbuatan jahatnya jin,syaithon&manusia2dzolim,…salam perseduluran tuk saudara2ku di KWA,serta salam salim hormat ane pd sesepuh KWA semua,izin bergabung di blog ini…

  37. Tiang Bungkuk

    oh ya mengenai kerajaan iblis itu saya kutip dari buku dialog dengan jin muslim karangan muhammad isa abu daud.
    memang mengenai ada unsur iblis dan malaikat setiap manusia, semoga kita tidak mengetahui nama iblis yang ada di badan kita, bagi yang lemah iman bisa gawat kuliwat gawat…..
    namun iblis sayang juga dibuang dibadan kita, kenapa sayang….coba kalau agama kita (islam) di injak2 dan dihina sedemikian rupa oleh orang2 maka kalau sipat marah kita gak keluar berarti unsur penyeimbang kita dah hilang…hehehee
    semangat hari minggu

    oh ya di dalam kitab diatas diceritakan tentang qorin (jin pendamping) nabi muhammad SAW yang masih hidup bernama habib al-huda yang tinggal di Baqi’ yang mempunyai majelis pengajaran didatangi oleh jin-jin muslim dan mengajarkan tafsir dan hadist2 nabi SAW. bagi sesepuh yang sudah pernah ketemu ama beliau mohon sampaikan salam dari alfaqir Tiang Bungkuk, katakan kepada beliau bahwa hamba allah yang bernama Tiang Bungkuk KWA sangat mencintai beliau dalam agama-Nya

  38. Nico alamsyah

    Bagaimanapun juga sesuai Al quran & hadis,, Iblis tetaplah Laknatulloh,, apapun itu dalilnya,, Salam

  39. Sakiran wildan

    Hahahahaha….
    Kata sapa qorin rosululloh bernama habib al-huda.
    Tiang bungkuk ngaco dan stress, ke bnyk an baca kitab karangan manusia.
    Ki nico alamsyah juga bodoh, melaknat iblis, sama dgn melaknat diri sendiri, manusi kan ada unsur iblis nya.
    Wkawkawkawka…..

  40. Nico alamsyah

    @ Sakiran : Halo cuii.. apa kabar,, sudah sembuh pa belum ??

  41. Sakiran wildan

    @ki nico alamsyah,
    sehat cok…
    Cuma bahasan iblis x gak nyambung cok…dgn judul topik x.
    Hahahahahaha…..

  42. Nico alamsyah

    @ Sakiran Wildan: Ya sudahlah kalo gak nyambung.. mendingan kita ngopi aja cui,, wkwkwkkkkk….

  43. Sakiran wildan

    @ki nico alamsyah,
    ngopi dimana cok…
    Lha sya sdg mancing di rolak wonokromo kok cok…

  44. Info dari mana Dajjal sudah datang!!!, ngomong harus ada dasarnya bukan asal ngomong, jangan nonton video kedatangan dajjal, terus dijadikan dasar!!!

  45. Nico alamsyah

    @ Sakiran; Di Jakarta cui,, ya udah, lo mancing aja,, semoga sukses & salam ja tuk temen2 yg disana,, wassallam

  46. Sakiran wildan

    @ki nico alamsyah
    OK ..cok….
    Nanti sya salamkan sama kancil2 di wonokromo.
    @ki barutikung
    ngomong dajjal gak ada dasar, sama aja ngomong qorin rosululloh juga gak ada dasar.
    Jadi smua omongan kita gak ada dasar .
    Cuma nggedabrus sampe muru cangkeme.
    Hahahahahaha…..

  47. Tiang Bungkuk

    informasi dajjal berdasarkan pendapat pribadi ki risang di
    https://wongalus.wordpress.com/2010/08/29/melepas-ikatan-gaib-2/#comment-51341
    dan
    http://wongalus.wordpress.com/2010/09/23/fenomena-virus-xn2/#comment-65534

    ini hanya pendapat pribadi ki risang dan saya juga sepertinya condong kesana juga…..berdasarkan gejala2 yang ada, mungkin ki risang berkenan membabar…

    masalah qorin terus terang saya kutip dari buku dialog dengan jin muslim karangan muhammad isa abu daud….dalam bukunya jin muslim itu berasal dari bombai, india, menurut penulis buku ini dulunya ini jin kafir yang mendapat hidayah memeluk islam beserta 10.000 pengikutnya. nah jin ini yang bilang….monggo kalau keberaratan kalau habib al-huda tidak pernah ada….

    saya senang kita berdiskusi dengan santun dan menjaga tata kesopanan, ingat iblis berada dijalan darah kita semua….
    perbanyak istigphar kalau mau marah dan caci maki ya…
    salam

  48. Sakiran wildan

    Sebaik-baik jin masih baik manusia yg paling buruk.
    Sejujur-jujur jin masih jujur manusia yg paling dusta.
    Semulia-mulia jin masih mulia manusia yg paling hina.
    Maka jgn percaya sama jin.
    Katanya mau berpedoman pada dasar yg benar, tapi percaya sama jin. Jadinya OMDO .
    Wkawkawkawka….

  49. Joko Umbaran 577

    Ramalan Nabi SAW tentang Dajjal adalah bukti yang mengagumkan tentang hebatnya ru’yah beliau mengenai peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari. Dalam Hadits diterangkan bahwa beliau menunjuk Gereja sebagai tempat Dajjal, dan Al-Qur’an juga memberi petunjuk tentang identitas Dajjal dengan kata-kata sbb. “Dan agar ia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata bahwa Allah mempunyai Putera.” (18:4).

    Adapun kebencian orang-orang Yahudi terhadap Nabi Isa, Al-Qur’an menguraikan begitu jelas, hingga Al-Qur’an menyebut-nyebut surat tulisan kaum Yahudi yang menodai kesucian Siti Maryam, Ibu Nabi Isa. Qur’an berfirman sbb:

    “Dan ucapan mereka terhadap Maryam adalah fitnah yang besar” (4: 156).

    Sikap permusuhan kaum Yahudi terhadap Nabi Isa adalah yang paling besar yang pernah dilancarkan oleh suatu bangsa terhadap seseorang. Sifat permusuhan yang abadi ini diuraikan dalam Al-Qur’an sbb:

    “Kami bangkitkan sikap permusuhan di antara mereka sampai Hari Kiyamat” (5:14).

    Kaum Yahudi mengalami bermacam-macam penindasan, baik di zaman Nabi Suci maupun sebelum beliau, dan penindasan ini berlangsung terus sampai lama sesudah beliau. Bahkan dapat dikata sampai muncul Dajjal, kaum Yahudi tetap mengalami penindasan oleh kaum Nasrani. Namun demikian Nabi Suci meramalkan sbb:

    “Dajjal akan disertai oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi.”

    “Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi.”

    “Dajjal musuh Allah, akan muncul dan akan disertai oleh balatentara yang terdiri dari kaum Yahudi.”

    Hendaklah diingat bahwa tak ada Hadits satupun yang menerangkan bahwa Dajjal adalah orang Yahudi. Sebaliknya Hadits menerangkan bahwa Dajjal adalah identik dengan kaum Nasrani. Selain itu Al-Qur’an menerangkan bahwa kaum Nasrani selalu lebih unggul daripada kaum Yahudi:

    “Dan aku akan membuat orang-orang yang mengikuti engkau (Nabi Isa) melebihi orang-orang kafir, sampai Hari Kiyamat” (3:54).

    Namun kita dihadapkan dengan kenyataan yang paling aneh, yakni bahwa Pemerintahan Kristen sangat bergantung kepada bantuan kaum Yahudi. Para Menteri dari pemerintahan Negara Kristen yang besar-besar, mengerjakan begitu saja apa yang diminta oleh orangorang Yahudi. Adapun sebabnya tidak sukar dicari. Kaum Yahudi mempunyai banyak uang untuk membantu Pemerintahan Kristen. Bahkan Pemerintah Inggris yang begitu jayapun membantu kepentingan Yahudi untuk menghancurkan kaum Muslimin di Palestina.

    Kaum Muslimin di Palestina dibikin melarat, hingga ladang-ladangnya terpaksa dijual kepada orang-orang Yahudi yang berdiam di sana dalam jumlah besar. Perkataan “tujuh puluh ribu orang Yahudi” dalam hadits ini mengandung arti jumlah yang besar. Sebagaimana kita maklum, bahasa Arab “tujuh” atau “tujuh puluh” itu digunakan untuk menunjukkan jumtah yang besar. Jadi, tujuh puluh ribu orang Yahudi ini artinya banyak sekali kaum Yahudi yang mau bekerja-sama dengan Dajjal. Jika penduduk dunia tak tahu bagaimana kaum Yahudi secara diam-diam membantu Pemerintah Inggris dan Pemerintah Barat lainnya, atau bagaimana Pemerintah Inggris membantu kaum Yahudi, maka tindakan Pemerintah Inggris memindahkan bangsa Yahudi ke Palestina sudah cukup sebagai bukti benarnya ramalan Nabi SAW tentang adanya persekutuan rahasia ini.

    Namun demikian, gabungan kekuatan antara kaum Yahudi dan kaum Kristen Eropa tak sekali-kali menggentarkan kaum Muslimin, asalkan kaum Muslimin menyadari sepenuhnya bahwa Nabi SAW disamping meramalkan adanya kekuatan gabungan yang menakutkan ini, beliau tiga belas abad yang lampau juga meramalkan bahwa pada akhir zaman, Islam akan memperoleh kemenangan di atas sekalian agama di dunia.

  50. Tiang Bungkuk

    monggo dilanjut babarnya ki sakiran wildan, panjenengan memang sangat menguasai yang kayak gini…..saya kan tukang copy paste aja
    mohon maaf jika saya salah….saya memang omdo….
    betul sekali ki…
    malah dalam tafsir alqurtuby, malah dalam mazhab syeh syafii, RA (manaqib asy-syafi’i) sanad ar-rabi ‘ barang siapa mengaku melihat jin,maka kami mengganggap syahadatnya batal,kecuali dia seorang nabi., wah ini apalagi nih…
    atau kita bisa lihat di dalan surat al-araf:27
    tentu saja saya harus banyak menggali dan menggali ilmu…
    siapa saja tolong ajari saya yang dhoif ini…
    wassalam

  51. Tiang Bungkuk

    ki joko umbaran : terima kasih…..

  52. Sakiran wildan

    @ki tiang bungkuk
    sya bisa x cuma mancing & taruhan, jadi tdk menguasai kitab.
    Bnyk kyai nolak sya jadi murid, krn sya tdk bisa berhenti taruhan.
    Daripada sya ngibul dan bohong sama anda lebih baik anda belajar pada ahli kitab saja.
    Wassalam juja tiang bungkuk.

  53. Khrisna

    ijin nyimak ya

  54. pelan_pelan_saja

    setuju ma tiyang bungkuk

    manusia adalah mahluk yang paling HEBAT

    malaikat ma setan aja kalah hebat ma manusia.

    kakek buyut nya setan Prof Dr H Azazil SH lom pernah sama sekali nyekutuin Allah.

    lah klo manusia – banyak banget yang nyekutuin Allah n kadang malah ada yang menggap diri nya Allah

    nah manusia hebat banget kan.hehehehe

    para malaikat yang gagah perkasa aja takut banget ma Allah.

    – Dari Jabir, dia berkata, “Rasululloh ShalAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada malam aku melakukan isra’, aku melihat Jibril seperti geriba yang basah kuyup karena takut kepada Alloh.”Diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril mendatangi Rasululloh ShalAllohu ‘alaihi wa sallam sambil menangis. Beliau bertanya “Apa yang membuat engkau menangis?” Jibril menjawab, “Mataku tidak pernah berhenti menangis semenjak Allah menciptakan neraka Jahannam, karena aku takut akan mendurhakai-Nya, lalu Dia akan melemparkan aku kedalamnya”

    lah klo manusia apakah manusia takut? :D
    kayak nya manusia lebih takut khodam nya ngabur drpd takut ma Allah.hehehehe

    gmn hebatan mana manusia/setan/malaikat.hehehehe

  55. Sakiran wildan

    Kayakx hebat ki pelan_pelan_saja.
    Biar pelan asal selamat.
    Hehehehehehe….

  56. pelan_pelan_saja

    @sakiran wildan

    klo di bandingin ma para sesepuh di sini aku g ada apa2 nya mas.
    aku bahkan kalah hebat ma mas sakiran wildan.

    aq lom pernah nembus alam malaikat kayak para sesepuh di sini.jin kayak apa juga lom pernah liat.hehehe

  57. Sakiran wildan

    @ki pelan
    sama ki, sya juga gak tahu apa2 sama alam ghaib.
    Tiap hari mancing, juga gak ketemu sama setan, jin, lelembut, apalagi nabi kidir yg ktax penguasa air.
    Sya ini kosong mlompong, gak ada isi nya.
    Sya cuma pakai nalar aja tuk uji mana yg benar dan mana yg salah.
    Sama dgn teori probabilitas dalam memenangkan taruhan.
    Hixhixhix….

  58. pelan_pelan_saja

    @sakiran wildan

    jgn lupa klo menang taruhan bayar zakat mas.hehehe
    n klo bisa duit hasil taruhan buat di habisin sendiri aja mas.jgn buat anak istri.kasihan.masa tega.anak ma istri sendiri di kasih makan pake duit panas.hehehe

  59. Sakiran wildan

    Makasih atas pencerahannya ki pelan_pelan_saja.

  60. pelan_pelan_saja

    bukan pencerahan mas.tp saran doank.hehehe
    klo pun mas sakiran mo ngasih makan buat anak istri dr hasil taruhan juga g papa mas.cuma apa ya tega.hehehehe

  61. Sakiran wildan

    @ki pelan
    iya ki gak tega, tapi apa dikata, penghasilannya cuma itu aja.
    Tempo hari pernah dikasih nomer togel singapuran sama gus toko di ganggang panjang sda, eee… Gak tahu nya tembus 3 angka, hasilnya sya belikan sepeda mini anak sya dan beberapa mainan.
    Hehehehehe…..

  62. pelan_pelan_saja

    @ sakiran wildan

    g nyoba buat modal usaha aja mas.main forex, google adsen

  63. Wahwahwahwah geleng2 kepala,aaaaahhh…Tapi kok suasananya agak panas.Kenapa mesti memposisikan sang jin pasti yg salah why???Apa mentang2 di AL-QURAN menyatakan manusia adalah mahluk paling mulai dimuka bumi.Apa tdk ngaca bicara seberapa itu seberapa mulianya diri kalian???Klau jin diciptakan sudah jelas tujuan dia diciptakan yaitu menjerumuskan manusia sebanyak mungkin.Allah aja pernah berkata wahai iblis engkau boleh mengoda umatku membuktikan kesetiannya akan Diriku.Dari 100org,1 7aja umat manusia yg bertakwa dan sujud kepadaKu Maka yg 99 org lain engkau boleh mengambilnya.
    Jin pun tunduk akan perintah Allah.
    Manusialah yg paling susah diatur dibandingkan lainnya yg sudah tahu dilarang tapi dg berbagai macam dali2 dari dirinya menjadi halal,maka sy menganggap diri sy adalah manusia hina dan sampah tiada artinya sama sekali…
    Maaf jika ada kata2 sy yg salah dan menyinggung perasaan kalian,salam salam salam rahayu

  64. Sakiran wildan

    @ki pelan
    sya pernah coba usaha dari modal menang main taruhan, tapi gak ada hasil alias bangkrut.
    Akhirnya ama beberapa teman dirikan komunitas sendiri tuk taruhan di internet.
    Ya kayak ini,
    sya juga pernah coba ke BES/bursa efek surabaya, coba jadi pialang saham, tapi tetap aja bangkrut.

  65. tidak dijadikan jin dan manusia untuk mengabdi pada Tuhan….
    Tuhan bilang lagi….yang paling taqwalah yg tertinggi kedudukannya pada pandangan Tuhan… (pendapat darno didasarkan pada membaca ayat)…….yg dilarang adalah manusia meminta bantuan pada jin dalam hajat kehidupan didunia ini………
    jika jin lebih taqwa dari pada manusia maka manusia dibawah kedudukannya …namun jika manusianya yg lebih taqwa maka manusialah yg lebih tingi kedudukannya…
    masalah iblis diperintahkan sujud kepada manusia…itu ujian bagi iblis apakah dia tunduk dan patuh pada Tuhannya…ternyata iblis adalah makhluk yg ingkar didasarkan pendapatnya Pribadi bahwa dia lebih baik dari Manusia.
    inilah pandangan dari seorang darno (matahari).

  66. ternyata sampah juga masih berguna juga ya…gak……?
    yg komentarntar # PREET # adalah malaikat isrofil…..

  67. pelan_pelan_saja

    @ sakiran wildan.ohh gtu to mas.
    Al Fatihah sent buat mas sakiran wildan.moga bisa sering menang taruhan n
    moga bisa nemuin penghasilan yang lebih baik drpd yang sekarang.

  68. Sakiran wildan

    @ki darno
    “PREET”, itu suara kentut.
    Malaikat isrofil nya kentut, maka seluruh makluq di dunia mati karena bau kentut ( kena zat H2S).
    Wkawkawkawka…..

  69. risang

    @ada yg pingin dalil dajjal telah merajalela?Sayangnya sy tdk pakai dalil tulisan tp sy pke dalil kenyataan.KetiKa umat islam masih terkurung dg mana dalilnya?Tanpa mau ngaji kpd alam maka alloh meminjam org2 non islam unt mengaktualkan ilmunya gusti alloh.Bukti ttng dajjal telah merajalela g usah jauh2 tanyakan saja pd anggota kwa yg punya nickname berikut=@mas agung @ampel @pitulikur @yan-ganti nama @ki aji satria.@panji hitam @faisal.Diluar anggota kwa tp pembaca kwa sy sudah tdk bs menghitung yg telah membuktikan kl dajjal telah merajalela.Coba cari no hp nick2 yg sy sebut td di keanggotaan kwa lalu tanya sj mrk lwt hp benar tdk dajjal telah menyebar.Dan dajjal tdk mempan ilmu kesaktian apapun

  70. @ kirisang….iblis aja bisa mati…………apalagi dajal pasti bisa dikalahkan,,,,hikhikhik

  71. Astagfirulloh alazim,ki darno…Hmmm…Sy ikut nyimak aja.

  72. risang

    @mas darno al.Quran sdh lengkap ayat pembasmi dajjal jg ada.Yg sy maksud dajjal tdk mempan ajian hizib dll

  73. pelan_pelan_saja

    @ ki risang – masalah dajjal nya di babar lebih dalam dunk ki.penasaran.com

  74. risang

    ini ada kesaksian korban dajjal di sebuah komentar .10:04
    308.Ki risang,sesepuh dan sedulur semua,saya akn share penglmn mlwn mahklu neraka ini..
    Sya tdk tau msti dri mana critanya,tpi yg pasti sya mendrita sakit kaki yg kdang2 rasanya lumpuh tdk brtenaga,wkt sholat ngantuk gk ketulungn mski sblumnya gk ngntuk,berobat ksna kmrigk da hsil,ada paranormal yg sya dtangi ktae kena santet,tpi diobti jg gk sembuh,smpai akhre sya merantau jauh,tpi siksa nimakin menjadi,rasa ngantuk slalu menyerang pdhl cukup tidur…
    Berbagai cra sya tempuh buat mengusir rasa ngantuk n sakit kaki..tpi bukanya sembuh mlah makin jadi..DUH TOBAT GUSTI KULO NYUWONG NGAPURO..hingga alloh menjawb doa saya lewat blok ini dg tdk sengaja,stiap hari sya slalu buka KWA dg hrapan ada solusi dri penyakit ini,tpi yg sya dpt semua mengkaji mslah ilmu kanuragan..kecewa dan sdih hati ini krna blum dptyg saya cari..hingga suatu ketika saya buka,dan ada tulisan KI RISANG TENTANG VIRUS XN,mulai dri sna sya slalu mengikuti artikel KI RISANG meski tanpa coment,
    berbkal dg artikel beliau saya coba deteksi mandiri..ju2r saya kata,awalnya pun saya tdk percya dg semua ini..tpi ttp sya coba menjalankn apa yg trtulis dlm artikel beliau..
    By Jaka lampung73 on 11 December 2010 at 10:23
    309.Hari pertma saya wirid al iklas 100x,ada reaksi sangat ngantuk hingga wirid pun alhamdulillah tdk selesai..berlanjut hari ke 2 dan seterusnya..pas mulai hari ke 3 reaksinya benar2 prontal,badan panas dingin,tulang rasanya remuk,terutama persendian,yg jelas sensasinya luar biasa gakenak,tpi yg heran knpa reaksi ini timbul dwkt paswirid smpai pagi,dan 1 lg stiap wkt mau mulai wiridslalu seperti ada bisikn ygintinya mencegah,trus ada gmbrn jelas s*l*p dipkran,dan didlm hti slalu ada suara xg nyebut b*n*d* m*r*a dan b*p* yang k*d*s..ju2r wkt itu saya sngat takut,bahkn hmpir sya ga2l kn wirid ini,untng istri sya ksh sport untk trus brjuang,alhmdllh semua dpt tratasi meski dg perjuangn yg keras,dan alhmdllah jg skrang stlah istiqomah surah al kahfi pagi dan petang setiap dkat atau berintraksi dg pembwa virus Xn ini hati saya brgetar n panas,kepala jg rasane mau pecah..tpi stlah wiridalkahfi lg semua jd normal..alhmdllah jg segala keluhan saya trutama kaki yg seperti lumpuh bertahun2 kini kembali sehat n fit..
    Buat KI RISANG UCAPAN TRIMAKSH YG TAK TRHINGGASAYA HATURKN,ATAS BIMBINGANYA,BANTUANYA SERTA MAU DG SABAR MEMERI NASEHAT PD SAYA DAN DENGAN TELATEN SUDI MEMBALAS EMAIL SAYA..TERUS BERKARYA KI BUAT KEMASLAMATAN UMAT..SEMOGA JASA KI RISANG DIBALAS AMAL KEBAJIKAN SAMA GUSTIALLOH,DAN ILMU NYA SMAKIN BERTAMBAH AMIN..
    M’f Ki risang,sesepuh dan sedulur semua karna sayatrlalu banyak cerita,Buat Ki Risang..saya slalu setia mengikuti dan mengaji ilmu panjenenganmeski tanpa coment..maklum wong awam jd takut salah nanti kalo coment,jd bisane cuma nyimak dg sembunyi..tapi gk nyuri koq Ki..kan dh izin hehehe..
    SALAM PERSAUDARAAN SELALU BUAT SEMUANYA..WASSALAM
    By Jaka lampung73 on 11 December 2010 at 10:48

  75. risang

    Ini ada jg komentar dajjal yg memporak porandakan tmpt usaha.25.Mas risang ini saya aji satria dari tulungagung
    maaf ya mas Risang tadi malam saya menggangu mas Risang yg sedang di gunung sekali lagi mohon maaf mas ya.
    karena ingin secepatnya tuntas permasahan yg saya hadapi.
    kemarin saya tlp mas Risang saya dan istri sayadi diagnosis dinkes positif kena firus diktori tonsil setelah di cek up karena keponakan saya keponakan saya yg berumur 2 thn di nyatakanpositif maka kami sekeluarga di cek lap dan ternyata yg positif saya dan istri.akhirnya saya telp mas RISANG MINTA BANTUAN DAn solusinya.dan minta juga solusi untuk kemajuan tempat usaha biro perjalan saya yg akhir 2 ini sepi sekali. saya beberkan tempat usaha saya itu saya kontrak dariseseorang dan ternyata dulu pernah juga di kontrak org kristen. di katakan oleh mas RISANG TEMPAT SAYA GELAP SEKALI AURANYA .SAYA MINTA SOLUSI
    AKHIRNYA SAYA DI KASIH WIRID TADI MALAM LANGSUNG SAYA AMALKAN JAM 01 REAKSINYA HEBAT SEKALI BADAN TERASA SAKIT SEMUA DAN PERGELANGAN2 SEPERTI COPOT SEMUA DAN HAWA KANTUKNYA SUNGGUH LUAR BIASA.
    MAS RISANG INSYAH ALLAH AKAN TETEP SAYA ISTIQOMAHI AMALANNYA MAS. DAN MOHON BIMBINGANNYA DAN BANTUANNYA DARI JAUH
    WASSALAM
    By KI AJI SATRIA on 15 December 2010 at 18:08

  76. risang

    @mas pelan2 tdk usah sy jelaskan dr 2 komentar diatas sdh jelas pd jaman ini dajjal dimana.Cb simak komentar jaka lampung yg diberi tanda bintang2.

  77. Sakiran wildan

    Setujuuu….sama ki risang.

  78. Salam rahayu ki risang,sy setuju dg apa yg dikatakan ki risang dajjal sudah ada didunia ini,sy pernah ketemu sekali.Jd no coment ttg ini,intropeksilah akan diri kita sendiri.Pamit dulu
    salam rahayu

  79. @ ya itulah kang secara tidak langsung saya mengajak kita semua untuk berpikir kembali sebenarnya hiizib dan amalan yg telah dishare ini……….diteliti kembali……….jangan-jangan itu ada yg buatan dajal,,,,(judi) karena sy main kira-kira untuk ini mas………atau memang kesaktian yg sangka dajal itu adalah waliyulah……………dan secara tidak sadar pula kita telah mengikuti sidajal……….

  80. pelan_pelan_saja

    @ ki risang inggih ki ;)

  81. Raden ajisaka

    Semangat malam sedulur kwa

  82. ERLANGGA

    kalau berdasarkan pmikiran saya ada 1 hal mendasar yg membedakan manusia dengan iblis,,, manusia masih memiliki nurani( masih ada rasa kasihan,,, khususnya kepada sesamanya)

  83. kinjeng231

    @sakiran wildan…seeeetuuuujuuu
    Disini ada :
    Omdo,tukang copas,tukang kutip,tukang minyak,tukang baca buku,penyair,sastrawan,n tukang2 lainnya.. sok hebat,ibarat tahu tentang sholat tp kagak sholat,..lumayanlah tuk naikkan popularitas…

  84. Tiang Bungkuk

    @ki risang: salim sungkem ki….
    @ki darno:benar ki,salah satu kata atau tanda baris aja dah beda artinya….kita pikir malaikat yg malaikat eh rupanya katanya sih malaikat…hehehehe
    @ki kinjeng: monggo ditularkan ilmunya ki biar kami ini naik level gak jadi tukang aja..setidak2nya kepala tukanglah…hehehe naik jabatan dikit..daripada terus-terusn jadi kenet…

    monggo dilanjut….

  85. Sakiran wildan

    @ki kinjeng 231
    beeetuuul….setujuuu…sama ki kinjeng.
    Tumpas habis ki kinjeng, biar tdk kbnyakan OMDO, OMKO, COPAS, TIPU SANA SINI, HASUT SANA SINI, TUKANG SANA TUKANG SINI.
    Hahahahaha….

  86. taufik alhidayah

    sy prnh mendengarkn salah satu pengajian,ciri-ciri dajjal yaitu berbadan besar dan tambah besar dan akan bertambah besar seterusnya,bermata satu dan selalu di iringi oleh pengikutnya(bala tentaranya),apakah ciri-ciri semua itu adalh nyatanya atau hanya kiasan….mohon di beri pengertian sy yg bodoh ini oleh para sedulur KWA semua,dan penjelasan2 dr para dosen(sesepuh)KWA semua,salm sy tuk semua yg ada di KWA

  87. taufik alhidayah

    ciri dajjal yaitu berbadan besar dan akan bertambah besar seterusnya,bermata satu dan selalu di iringi oleh pengikutnya(bala tentaranya),apakah ciri semua itu adalh nyatanya atau hanya kiasan,mohon sy di beri pengertian oleh para sedulur KWA semua,dan penjelasan2 dr para dosen(sesepuh)KWA semua,salm sy tuk semua yg ada di KWA

  88. Sakiran wildan

    @ki taufik
    klo dari versi ki risang, maka dajjal bertambah besar kalo makan itu adalah kiasan.
    Nasrani akan semakin besar dengan teknologi amerika yg super.
    Maka dajjal dgn kedok kasih sesama manusia, maka akan bertambah besar tubuhnya sebesar pengikut nasrani.
    Hehehehehe….

  89. risang

    dajjal bermata satu=hanya punya mata fisik tak punya matahati.Tp ketika mas faisal dr depok membca surat kahFi Unt menanggulangi serangan dajjal yg berupa sakit asma 10thn dia ketergantungan obat kl g minum obat g bs nafas.Ikut ruqyah 5x tak bereaksi semula dia jg menduga sakit medis apalgi dia aktivis pks yg kurang pcy ttng hal2 gaib.Setelah dia membaca alkahfi ayat akhir selama 2 bln penyakitnya lenyap.Tp selama 2 bln dia sms sy slalu ditemui makluk aneh bermata satu dikening kuning ke emasan.

  90. risang

    Adalagi anggota kwa ngobrol dg sy lwt telpon ttng dajjal lalu dia mengambil air bekas baptis dirituali dg Gurunya kata dia keluar makluk aneh dr air tsb dg suara teriak2 keras.Lalu dia telp sy n bilang benar mas apa yg anda ungkapkan

  91. Sakiran wildan

    Betuul…ki risang.
    Setujuuu…..
    Kalo dajjal adalah jaringan kaum nasrani
    bagaimana dgn ya’juj dan ma’juj, akankah mereka adalah kaum yahudi, hindu, budha, sinto, atau yang lainnya….?
    Bukankah yahudi di isolasi pada jaman sultan iskandar zulkarnaen. Dan sekarang israel merajalela dgn dibantu amerika. Adakah keterkaitan 2 negara ini ?

  92. risang

    @mas sakiran sepertinya hindu budha no problem adem2 saja.Tentang ya’juj n ma’juj sbentar sy copas dr blog Sy

  93. risang

    DAJJAL. Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya’juj wa-Ma’juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, tapi juga dalam Al-Qur’an. Kata Dajjal berasal dari kata “dajala”, ertinya menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-‘Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi. Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia diberi nama Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu (seperti sifat nifaq/munafiq). Kata Ya’juj dan Ma’juj pula berasal dari kata”ajja” atau “ajij” dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajjaberarti pula asra’a, maknanya berjalancepat. Itulah makna yang terteradalam kamus Lisanul-‘Arab. Ya’juj wa-Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena kehebatan gerakannya. Kata Dajjal tak tertera dalam Al-Qur’an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan, bahwa sepuluh ayat pertama dansepuluh ayat terakhir darisurat al-Kahfi melindungi orang dari fitnahnya Dajjal, jadi menurut Haditsini, Al-Quran memberi isyarat siapakah Dajjal itu. Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab Hadits yang amat sahih sebagai berikut: “Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, iaakan selamat dari (fitnahnya) Dajjal.””Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir darisurat Al-Kahfi, ia akanselamat dari (fitnahnya) Dajjal.” Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayatterakhir, itu yang dituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang beraspek dua, yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. Bacalah sepuluh ayat pertama dansepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani. Mula-mula dihuraikan aspek keagamaan, yang dalam waktu itu Nabi Muhammads.a.w dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan umum kepada sekalian manusia (ayat 2 alkahfi), lalu dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan khusus kepada ummat Nasrani (ayat 4 alkahfi), yaitu ummat yang berkata bahwa Allah mengambil Anak laki-laki. Demikianlah bunyinya:”Segala puji kepunyaan Allah Yang menurunkan Kitab kepada hamba-Nya…, … agar ia memberi peringatan tentang siksaan yang dahsyat dari Dia… dan ia memperingatkan orang-orang yang berkata bahwa Allah mengambil anak laki-laki.” (alkahfi:1-4). Terang sekali bahwa yangdituju oleh ayat tersebut ialah ummat Nasrani, yang ajaran pokok agamanya ialah Tuhan mempunyai Anak laki-laki. Dalam sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi dihuraikan seterang–terangnya, bahwa ummat Nasrani mencapai hasil gemilang di lapangan duniawi. Demikianlah bunyinya :”Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-Ku sebagai pelindung selain Aku?… Katakan Apakah Kami beritahukan kepada kamuorang-orang yang paling rugi perbuatannya?(Yaitu) orang yang tersesat jalannya dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang yangmempunyai keahlian dalam membuat barang-barang.” (alkahfi: 102-104). Ini adalah gambaran tentang bangsa-bangsa Barat yang diramalkan dengan kata-kata yang jelas. Membuat barang adalah keahlian dan kebanggaan ummat Nasrani, dan ciri-khas inilah yang dituju oleh ayat tersebut.Mereka berlomba-lomba membuat barang-barang, dan mereka begitu sibuk datam urusan ini, sehingga penglihatan mereka akan nilai-nilai kehidupan yang tinggi, menjadi kabur sama sekali. Membuat barang-barang, sekali lagi membuat barang-barang, adalah satu-satunya tujuan hidup mereka di dunia. Jadi, sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayatterakhir surat Al-Kahfi menerangkan dengan jelas bahayanya ajaran Kristen tentang Putra Allah, dan tentang kegiatan bangsa-bangsa Kristian di lapangan kebendaan, dan inilah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal. Ya’juj wa-Ma’juj dihuraikan dua kali dalam Al-Quran. Yang pertama diuraikan dalam surat al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhirnya surat al-Kahfi, dihuraikan tentang perjalanan Raja Zhul-Qarnain [*] ke berbagai pelusuk untuk memperkuat tapak-bataskerajaannya. Ternyata bahwa menurut sejarah, raja ini ialah raja Farsi yang bernama DariusI. Diterangkan dalam surat tersebut, bahwa perjalanan beliau yang pertama, berakhir di laut Hitam. “Sampai tatkala iamencapai ujung yang paling Barat, ia menjumpai matahari terbenam dalam sumber yang berlumpur hitam.” (alkahfi:86). Ternyata bahwa yang dimaksud sumber yang berlumpur hitam ialah Laut Hitam. Selanjutnya diuraikan dalam surah tersebut, kisah perjalanan beliau keTimur “Sampai tatkala ia mencapai tempat terbitnya matahari, ia menjumpai matahari terbit di atas kaum yang tak Kami beri perlindungan dari (matahari) itu” (18:90). Selanjutnya dihuraikan tentang perjalanan beliau ke Utara. “Sampai tatkalaia mencapai (suatu tempat) diantara dua bukit” (18:93). Yang dimaksud dua bukit ialah pegunungan Armeniadan Azarbaijan. Dalam perjalanan ke Utara ini, raja Zhul-Qarnain berjumpa dengan satu kaum yang berlainan bahasanya, artinya, mereka tak mengerti bahasa Farsi. Kaum ini mengajukan permohonan kepada raja Zhul-Qarnain sebagai berikut: “Wahai Zhul-Qarnain! Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu membuat kerosakan di bumi. Bolehkah kami membayar upah kepada engkau, dengan syarat sukalah engkau membangun sebuah rintangan antara kami dan mereka” (18:94). Selanjutnya Al-Qur’an menerangkan, bahwa raja Zhul-Qarnain benar-benar membangun sebuah tembok [**] dan sehubungan dengan itu, Al-Qur’an menyebut-nyebut besi dan tembaga sebagai bahan untuk membangun pintu gerbang: “Berilah aku tumpukan besi, sampai tatkala (besi) itu memenuhi ruangan di antara dua bukit, ia berkata: ‘Bawalah kemari cairan tembaga yang akan kutuangkan di atasnya’ (alkahfi:96). Dalam ayat 97 diterangkan, bahwa tatkala tembok itu selesai, mereka (Ya’juj wa-Ma’juj) tak dapat menaikinya, dan tak dapat pula melubanginya. Dalam ayat 98 dari surah tersebut (al-Kahfi), raja Zhul-Qarnain menerangkan, bahwa bagaimanapun kuatnya tembok ini hanya akan berfaedah sampai jangka waktu tertentu, dan akhirnya tembok ini akan runtuh. Lalu kita akan dihadapkan kepada peristiwa yang lain. “Dan pada hari itu, Kami akan membiarkan sebagian mereka (Ya’juj wa-Ma’juj) bertempur melawan sebagian yang lain” (18:99). * [Kata Zhul-Qarnain makna aslinya"mempunyai dua tanduk",tetapi dapat berarti pula"orang yang memerintah dua generasi", atau,"orang yang memerintah dua kerajaan. Makna terakhir ini diberikan oleh musafir besar Ibnu Jarir. Dalam kitab perjanjian lama, Kitab Nabi Daniel, terdapat uraian tentang impian nabi Daniel, dimana ia melihat seekor domba bertanduk dua. Impian itu ditafsirkan dalam al-Kitab dengan kata-kata sebagai berikut: "Adapun domba jantan, yang telah kau lihat dengan tanduk dua pucuk, yaitu raja Media dan Farrsi, (Daniel 8:20). Diantara raja Media dan Farsi, yang paling sesuai dengan gambaran Al-Quran, ialah raja Darius I /Raja Zhul Qarnain (521-485 sebelum Kristus). Jewish Encyclopaedia menerangkan sbb :"Dariusadalah negarawanyang ulung. Peperangan yang beliau lakukan hanyalah dimaksud untuk membulatkan tapal-batas kerajaannya, yaitu di Armenia, Kaukasus, India, sepanjang gurun Turania dan dataran tinggi Asia Tengah". Pendapat ini dikuatkan oleh Encyclopaedia Britannica sbb: "Tulisan yang diukir dalam batu menerangkan bahwa raja Darius adalah pemeluk agama Zaratustra yang setia. Tetapi beliau juga seorang negarawan yang besar. Pertempuran yang beliau lakukan, hanyalah untuk memperoleh tapal-batas alam yang kuat bagi kerajaannya, demikian pula untuk menaklukkan suku bangsa biadab di daerah perbatasan. Jadi, raja Darius m enaklukkan bangsa biadab di pegunungan Pontic dan Atmenia,dan meluaskan kerajaan Farsia sampai Kaukasus"]. ** [Rintangan atau tembok yang diuraikan disini ialahtembok yang termasyur di Derbent (atau Darband) yang terletak di pantai Laut Kaspi. Dalam kitab Marasidil – Ittila’, kitab ilmu-bumi yang termasyur, terdapat uraian tentang hal itu. Demikian pula dalam kitabnya lbnu at-Faqih. Encyclopaedia Biblica menjelaskan tembok itu sbb :.Derbent atau Darband adalah sebuah kota kerajaan Farsi di Kaukasus, termasuk propinsi Daghistan, di pantai Barat laut Kaspi… Di ujung sebelah Selatan, terletak Tembok Kaukasus yang menjulangke laut, yang panjangnnya50 mil, yang disebut Tembok Alexander…Tembok ini seluruhnya mempunyai ketinggian 29 kaki, dan tebal ± 10 kaki; dan dengan pintu gerbangnya yang dibuat dari besi, dan berpuluh-puluh menara-pengintai, merupakan pertahanan tapal-batas kerajaan Farsi yang kuat. Adapun mengenai identiti Ya’juj wa-Ma’juj para mufassir tak sama pendapatnya. Ibnu Katsir berkata, bahwa Ya’juj wa-Ma’juj adalah dari keturunan Adam, dan pendapat ini dikuatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim. Menurut kitab Ruhul-Ma’ani, Ya’juj wa-Ma’juj adalah dua kabilah keturunan Yafits bin Nuh, yang bangsa Turki adalah sebagian darimereka; mereka disebut Turki, karena mereka “turiku” (ditinggalkan) di sebelah sananya tembok. Selain itu, menurut huraian Al-Qur’an, terang sekali bahwa mereka adalah sebangsa manusia, yang untuk menghalang-halangi serbuan mereka, terpaksadibangun sebuahtembok. Adapun yang kedua, Ya’juj wa-Ma’juj diuraikan dalamAl-Qur’an sbb : “Sampai tatkala Ya’juj wa-Ma’juj dilepas, mereka akan mengalir daritiap-tiap tempat tinggi” (20:96). Ternyata bahwa yang dimaksud dengan kalimat”mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi” ialah bahwa mereka akan menguasai seluruh dunia. Menilik caraAl-Qur’an menerangkan Ya’juj wa-Ma’juj dalam dua tempat tersebut, terang sekali bahwa akan tiba saatnya Ya’juj wa-Ma’juj mengalahkan sekalian bangsa di dunia. Dan terang pula bahwa pada waktu Al-Qur’an diturunkan, Ya’juj wa–Ma’juj sudah ada, tetapi gerak-geri mereka masih tetap terkekang sampai saat tertentu, yang sesudah itu, mereka akan terlepas untuk menguasai seluruh dunia. Bahkan sebenarnya, bangsa Inggris sendiri telah memasang patung Ya’juj wa-Ma’juj di depan Guildhall di London. Dipandang dari segi duniawi, kesejahteraan material mereka harus dipandang sebagai segi kebaikan mereka. Itulah sebabnya mengapa dalamHadits digambarkan, bahwa mata Dajjal yang hanya satu, yaitu mata duniawi;gemerlap bagaikan bintang. Al-Our’an juga menerangkan keahlian mereka dalam membuat barang-barang. Jadi julukan Dajjal hanyalah sebagian dari gambaran bangsa itu. Dalam Al-Qur’an, bangsa-bangsaKristian disebut “para penghuni Gua dan inskripsi” (alkahfi:9). Gambaran ini menggambarkan dua aspek sejarah agama Kristian. “Para penghuni Gua” merupakan gambaran yang tepat bagikaum Kristen dalam permulaan sejarah mereka karena pada waktu itu ciri khas mereka yang paling menonjol ialah hidup dalam biara. Mereka meninggalkan sama sekali urusan duniawi untuk mengabdikan sepenuhnya dalam urusanagama. Dengan perkataanlain, mereka membuang dunia guna kepentingan agama. Akan tetapi pada zaman akhir, mereka digambarkan sebagai”Bangsa Inskripsi (ar-raqimi)”. Kata raqmunartinya barang yang ditulis. Kata ini khusus digunakan bagi harga yang ditulis pada barang-barang dagangan, seperti pakaian dan sebagainya. Gambaran ini mengandungarti penyerapan mereka yang amat dalam, dalam urusan duniawi, fakta ini diuraikan dalam Al-Qur’an sbb: “Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia ini” (18:104). Jadi, bangsaKristian yang pada permulaan sejarah mereka membuang dunia untuk kepentingan agama, tetapi pada zaman akhir, mereka membuang agamauntuk kepentingan dunia; oleh sebab itu, mereka dikatakan dalam Al-Qur’an sebagai “salah satu pertanda Kami yang mengagumkan” (alkahfi:9). Ayat Al-Qur’antersebut di atas adalah gambaran yang tepat tentang kecondongan mereka kepada kebendaan. Oleh karena dalam urusan duniawi, mereka lebih maju dari bangsa-bangsa lain, maka bangsa lain itu mengikuti mereka secara membuta-tuli, karena terpikat oleh keuntungan-keuntungan duniawi yang dijamin oleh mereka. Jadi, bangsa-bangsa Kristian menyesatkan bangsa-bangsa lain di dunia, bukan saja dengan pengertian yang salah tentang Putra Allah dan Penebusan dosa, melainkan pula dengan cita-cita mengejar-ngejar kebendaan secara membuta-tuli, dengan mengabaikan sama sekalinilai-nilai hidup yang lebihtinggi. Oleh karena itu, dalam Hadits, mereka diberi nama Dajjal,atau penipu ulung. Dalam kitab Bible, Ya’juj wa-Ma’juj dihuraikan dengan kata-kata yang amat jelas, sehingga tak diragukan lagi siapa Ya’jujdan Ma’juj itu. Dalam KitabYehezkiel 38:1-4, diterangkan sbb: “Dan lagidatanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya: Hai anak Adam! Tujukkanlah mukamu kepada Juj dan tanah majuj, raja Rus, Masekh dan Tubal, dan bernubuatlah akan halnya. Katakanlah: Demikianlah firman Tuhan Hua. Bahwasanya Aku membalas kepadamu kelak, hai Juj, raja Rus, masekh dan Tubal. Dan kubawa akan dikau berkeliling dan kububuh kait pada rahangmu … ” Disini Juj diuraikan seterang-terangnya, dan Juj di sini adalah sama dengan Ya’juj dalam Al-Qur’an. Dia dikatakan sebagai raja Rusia, Moscow dan Tubal. Adapun Majuj (Ma’juj), hanya dikatakan “tanah Ma’juj”. Tiga nama yang disebutkan dalam kitab Bible ialah: Rus atau Rusia, Masekh atau Moscow, dan Tubal atau Tobolsk. Rusia adalah nama negara, sedangkan Omask dan Tubal adalah nama dua sungai di sebelah Utara pegunungan Kaukasus. Pada sungai Omask terletak kota Moscow, dan pada sungai Tubal terletak kota Tobolsk; dua-duanya merupakan kota Rusia yang termasyur. Mengingat terangnya gambaran ini, maka tak diragukan lagi siapa Ya’juj itu. Jadi terang sekali bahwa Juj ialah Russia, tempat kediaman bangsa Slavia. Adapun Ma’juj adalah negara itu juga. Jadi di satu pihak, Juj dikatakan sebagai raja Rusia, di lain pihak, ia digambarkan mendiami tanah Majuj. Rusia terletak di Eropa. Penduduk Eropa terdiri dari dua pokok suku-bangsa, yaitu Slaviadan Teutonia. Bangsa Teutonia meliputi bangsa Britis dan bangsa Jerman.Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa Juj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Timur (Slavia), sedangkanMajuj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Barat, yaitu bangsa Teutonia. Dan terang pula bahwa dua bangsa ini mula-mula sekali mendiami tanah yang sama. Boleh jadi, Juj dan Majuj adalah nama atau julukan nenek-moyang dua bangsa ini. Hal ini dibuktikan adanya kenyataan bahwa patung Ya’juj dan ma’juj itu sejak zaman dahulu sudah berdiri di depan Guildhall di London yang termasyur. Jika dua namaitu tak ada hubungannya dengan nenek-moyang bangsa-bangsa ini, mengapa patung mereka itu dipasang di depan gedung Dewan PerwakilanRakyat? The Guildhall, London. Gog (R) and Magog (L), giants said to have been killed by Brutus when he was founding New Troy. Berdasarkan keterangan tersebut dalam kitab Bible ditambah dengan bukti sejarah yang dilengkapi dengan dua patung di London, sudah dapat dipastikan bahwa Ya’juj wa-Ma’juj bukanlah nama khayalan, melainkan nama dua suku bangsa yang mendiami Benua Eropa, dan yang seluruhnya menutupi dataran Eropa. Menilik tanda-tanda yang terang tentang identiti bangsa-bangsa itu, maka apa yang dihuraikan dalam Al-Qur’an bahwa Ya’juj wa-Ma’juj akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi, ini tak dapat diartikan lain selain bahwa bangsa-bangsa Eropa akan menguasai seluruh muka bumi. Bahkan kalimat “kulli hadabin” yang artinya tiap-tiap tempat tinggi ini menunjukkan, bahwa mereka bukan saja ungguldalam bidang fizik, melainkan pula dalam bidang intelektual, sehingga bangsa-bangsa lain di dunia bukan saja diperbudak jasmaninya, melainkan pula rohaninya.Jadi, Al-Qur’an memberi gambaran yang nyata kepada kita tentang merajalelanya kekuasaan politik dan kebudayaan Eropa di seluruh dunia, dan runtuhnya ummat Islam pada akhir zaman; kenyataan ini memang aneh, tetapi ini membuktikan seterang-terangnya akan kebenaran Islam. Ins

  94. Mamat Kumis

    @risang…wuidih pemaparan ttng dajjal ame ya’juj & ma’juj dri bang risang mantep…tep…tep…! aye demen bacanye….
    slm knl bwat bang risang…

  95. Lanjut……….dan waspadalah………

  96. Sakiran wildan

    Makasih ki risang atas pencerahannya.
    Wah… Harus waspada..waspada…waspadaaaa..
    Nuwun.

  97. Asw…Selamat pagi semua para sesepuh,janganlah kalian salah menyalahi agama lainnya spt itu,lbh baik intropeksi diri aja.Spt tercantum surat.Al-kafirun ayat 6: bagimu agamamu dan bagi saya agama saya.
    Para umat muslim mari benahi agama kita sendiri,kita sendiri sbg umat muslim aja belum benar para umatnya.Jadi janganlah mempedulikan yg agama lain,toh mereka punya jalan sendiri.Klaupun mereka akhirnya masuk neraka,bukanlah kita yg menentukan kekafirannya,menghakimi sesama manusia dan masuknya mereka ke neraka tapi Alloh.

  98. Sakiran wildan

    @ki man
    yg nyalahkan agama lain itu siapa..?
    Keterangan ki risang diatas sya tambahin.
    “JANGAN DIBACA, DIBACA UNTUK KALANGAN SENDIRI” .

  99. om makruf

    absen pagi…
    salam rahayu dulur semua…

    izin nyimak

  100. Tiang Bungkuk

    mantap
    monggo sesepuh dibabar lebih lanjut

  101. Patramantra

    @ki Risang
    Mantap…tap…tap…..

  102. Rudi Mdn

    absen nyimak,,,
    fans berat mas risang,,,

  103. Sorry ya ki sakiran wildan,apa anda ngak baca kata nasrani yg menyesatkan agama lainnya dan telah menyebutkan nama nabi isa.Klau anda masih bersikukuh dg pendapat anda silakan mongo,sy tetap memegang makna dr surat Al-kafirun 1-6.Sy undur diri sekali lg mohon maaf jika kata2 sy tdk berkenan dihati sesepuh lainnya.

  104. Sakiran wildan

    “JANGAN DIBACA, DIBACA UNTUK KALANGAN SENDIRI”.
    @ki the man.
    Tuh dah sya ulang lagi.
    Yg menuliskan awal mula nasrani kan sya, bukan ki risang. Ki risang nulis nya bintang2.
    Jadi ki risang gak salah.
    Yg salah sya, krn menyudutkan para nasrani sebagai dajjal.
    Sudah salah kan saya aja.
    Oke..!!!

  105. tilung

    absen

  106. Mbelgedes

    Hwakkakkakk….

    SEKILAS INFO….

    Iblis nggak mau patuh pada ketentuan TUHAN untuk tunduk kepada Adam….maka iblispun menjadi makhluk terlaknat
    …….””
    Sebagian besar para sahabat nabi Muhammad tidak mau patuh pada ketentuan TUHAN untuk tunduk kepada Muhammad Rasulullah dan Ali Waliyullah maka merekapun senasib sama iblis menjadi gerombolan terlaknat…..
    ……..
    Muhammadnya diracun
    Alinya dibacok
    Hasannya diracun
    Husainnya digorok….dan seterusnya dengan nasib yang mengenaskan buat keluarga nabi…
    ………..
    Wong-wong islam apaan tuh????…
    Jawabannya adalah Wong-wong islam palsu…
    Hwakkakakakkak…
    …………
    Waspadalah!!!….
    Waspadalah!!!!….
    Waspadalah terhadap ajaran-ajaran islam palsu dari wong-wong islam palsu…
    ………….
    Sandangane koyok malaikat tapi sejatine mung iblis keparat…Djiyancok…

    Hwakkakkakk….

  107. nikninkniknik hai orang islam asli (nblegedes)sandangan mu apa kok kayaknya kgk pake sandangan……….yg asli itu yg mana ?????hikikikikikkhik

  108. dajal adalah mereka=mereka yg mengaku muslim tetapi sebenarnya niat mereka menghancurkan umat nabi muhamad sendiri………jika musuh dari luar umat selam dalam sejarah takkan pernah kalah……..tetapi umat nabi MUhamad kalah karena kena serangan dari dalam ( lebih tepatnya,perang yg besar adalah perang dengan diri sendiri) ingatlah iblis hampir banyak orang tidak dapat melihatnya secara fisik maka….waspadalah pada diri anda sendiri masing-masing………..patuhlah ,taatlah …..perangi diri anda dan damailah pada diri anda………siapakah anda (iblis???,dajal???,pengikut MUHAMAD SAW????,orang berilmu???? orang biasa-biasa saja????lihat-lhat diri anda (lebih tepatnya diri kita masing-masing ) waspada.waspada.waspada…

  109. kentung

    hahhahaha,,masih musm yg kyk gini…berpendapat jika suatu kaum tdak seperti yg penulis dan penceramah uraikan akan hancur,dilaknak gunung meletus,sunami,dll….hhahhahaa,,terbahak2 sakit perut ane……ya tentu indonesia letaknya secara astromis dan geologis dihimpit beberapa lempengan dan terdiri dari lempengan2….4 musim,ada gunung,laut,tanah subuh…tetapi juga ttp ada dampak negatifnya…coba lihat jepang,amerika,eropa,(jarang bencana,lebih maju dalam beberapa sektor perekonomian,tekhnologi,pembangunan,dll… apakah sesuai dengan pendapat pak kyai tiyang bungkuk?hahhahaa……berpedoman pendapat pak yai kalau begitu rosulluah menggunakan jasa iblis??mencuri rahasia langit(malaikan untuk tau kedepan?),iblis yg kelima berarti merasuki anggota2 muslim?hawa nafsunya bikin ngeri…..yg tidak sependapat langsung mau dimasukin neraka,,hhahahahhhahahhhahahhhaa
    smoga menjadi bahan renungan..

  110. Tiang Bungkuk

    @mas kentung: terima kasih atas nasehatnya. semoga kita tidak riya dan pamer..disitulah jalan iblis menggoda….sebetulnya jawabannya sudah ada dihati anda, monggo untuk saling mengingatkan

    Jika kita di rundung duka
    ingatlah pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata

    Jika kita teraniaya
    rasakan kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.

    Ibarat roda kehidupan, setelah lapar ada kenyang
    Setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas
    Setelah sakit ada kesembuhan
    Dalam kesesatan akan datang petunjuk
    Dalam kesulitan ada kemudahan dan setiap kegelapan akan terang benderang

    oh ya ada baiknya membaca artikel lama KWA:

    https://wongalus.wordpress.com/2010/03/08/cara-setan-mempengaruhi-kesadaran-manusia/

    http://wongalus.wordpress.com/2009/05/01/tangan-tangan-setan-manusia/

    monggo

  111. Tiang Bungkuk

    setan memiliki 1001 cara untuk menyesatkan manusia diantaranya… 1. Manusia di cegah untuk ibadah 2. Apabila manusia dapat melintasinya atau melaluinya ditanamkan sifat ragu2 dalam beribadah 3. Bila berhasil yang ke2 dilaksanakan setan berusaha agar ibadat dilakukan dengan cepat 4. Jika 3 jebakan itu dapat dilalui ia biarkan penyempurnaan ibadahnya namun padanya ditanamkan sifat riya. 5. Jika tidak berhasil mulailah diseludupkan sifat ujub (menganggap ibadahnya semata mata karena dirinya bukan karena karunia ALLAH SWT. 6. Apabila pintu ujub tertutup maka akan dibukakan pintu ibadah pada Khalayak ramai sehingga mau tidak mau timbullah sifat riyanya.. 7. Apabila manusia tersebut tidak mau mengikuti kehendaknya maka setan berusaha membiskkan bahwa ia termasuk orang yang bahagia dan juga tidak ada pengaruhnya kalau Allah SWT telah mentakdirkan ia termasuk orang celaka.Maka apabila manusia dapat mengatasinya barulah ia selamat dari bujukan godaan dan rayuannya – ki maghrobi dalam rambu-rambu indra bathin

    http://wongalus.wordpress.com/2010/06/16/mutiara-ilmu-ilmu-gaib-1662010/

  112. banyulumut

    @ mbelgedes…. preeettt…!!!

  113. Sakiran wildan

    @ki blegedes.
    Rosululloh itu meninggal karena kena DEMAM BERDARAH. Kebanyakan nyepi di gua hiro’. Jaman itu belum ada analisa kedokteran yg kuat.
    Tapi dari cerita gejala sakit rosululloh dapat dipastikan kena DB.

  114. Sakiran wildan

    @ki blegedes.
    Sayyidina ali r.a meninggal krn kena TETANUS akibat luka dalam perang.
    Sayyidina Hasan meninggal juga kena DB.
    Sayyidina husein meninggal krn perang melawan perampok kabilah dan kalah dalam pertempuran.
    Smoga penjelasan ini bermanfaat bagi ki blegedes.

  115. Tiang Bungkuk

    Mbelgedes panjenengan hati-hati berbicara…..panjenengan maunya apa?
    lagi sakit hati ya?
    ……………………………………………………………………..

    La ilaha illa anta maulana fansurna ‘ala qawmil kafirin…
    La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu mina dzalimin

  116. mblegedes dan sakiran ini……..kayaknya udah menelusuri lorong waktu….ya ………kok tau semua tentang nabi dan sahabatnya sampe-sampe tahu sebab dan akibat meninggalnya orang-orang disebut-sebut tadi……….
    apa iya lorong waktu itu sudah anda kuasai atau hanya membaca sejarah……….yg ditulis oleh orang-orang lain ????
    mbokya jelaskan anda itu tau dari mana………seperti yang sudah-sudah………di wedar…………..
    palig banter baca cerita sejarah…………..hikhikhikhik…….des
    bedes…………dan….bondan………..
    kupreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttt

  117. tung kentung……………semua …………..membaca yang tak tertulis si boleh-boleh aje………..siapa bilang di eropa kgk ada bencana………….berarti ketinggalan berita……………teung kentung ntar bisa kepentung,,,,,,,,,,,benjol…………….ukhkhkhukhukhukhuk

  118. Mbelgedes

    @sakiran wildan

    Hwakkakkakk…..

    Apa kau bilanG….Kena DEMAM BERDARAH?….Kebanyakan nyepi di gua hiro’?
    ………….
    Muhammad itu diracun Bro…Para sahabat yang mengelilinginya tuh kebanyakan adalah para bajingan tengik padang pasir…..kaji Ulang kitab-kitab anda…
    ……………..
    Om, Mengapa nggak ada acara HAUL MUHAMMAD untuk memperingati wafat beliau?
    Mengapa cuma NATALnya aja?
    ……………..
    Jawabannya adalah takutnya para pro kegelapan akan kejelasan perkara seputar peristiwa wafat Nabi khususnya di detik-detik terakhir wafat Nabi…
    ………….
    Hwakkakkakk…..

    @banyulumut

    Preeeeeeeeet……
    Preeeeeeeeeeeet……..
    Preeeeeeeeeeeeeeeettttttttt…tett..tett..tett..
    tett….tett….tett…tett…tett……..tett……tett..
    Preeeeeeeeeeeeet…….

  119. Sakiran wildan

    @ki darno/hebat
    emang beneran kok yg sya omongkan.
    Coba ki , cari di arsip perpustakaan kerajaan arab saudi..
    Pasti ki darno/hebat, dapatkan keterangan tersebut.

  120. Sakiran wildan

    @ki mbelgedes
    brarti kitab2 anda yg gak bener kajiannya.
    Baca aja tuh di arsip perpustakaan kerajaan arab saudi. Ntar anda pasti nemu jawabannya.
    Bukannya ocehan anda aja yg cuma OMDO(OMONGNYA DOANG).
    Hahahahahaha…..

  121. wawan sleman

    ikut nyimak ya poro sesepuh ku semua

  122. Mbelgedes

    @sakiran wildan

    Hwakkakkaakkakk…

    Anda hebat…..

    @darno

    Anda juga orang hebat..

    Hwakkakkakkaakk…..

  123. wawan sleman

    om hebat dan om Mbelgedes, wacana baru. aku minta buku referensinya dong, biar kita semua bisa belajar juga.

  124. Sakiran wildan

    @ki mbelgedes
    di gedung arsip perpustakaan kerajaan arab saudi cek aja nama saya di buku tamu di sono.
    Ada kok nama saya sakiran wildan tahun kunjungan november 1998, mudah2an belum terhapus.
    Ok…
    Hehehehe….peace..!!

  125. Asw…Utk tiang bungkuk salam rahayu,terima kasih atas masukkan dan wejangan.
    Dan ki mblegedes jika tersinggung ttg iblis tunduk kpd Alloh sy mohon maaf maklum sy yg bodoh ini salah tulis dan sy mualaf, dr kristen ke islam justru sy tahu islam adalah agama yg benar maka sy memilih masuk keislam.Sy cerita dikit ya?Byk kejadian2 yg menyebabkan kenapa sampai nabi isa disebutkan putra Alloh padahal yg sebenarnya nabi isa tdk pernah menyebutkan dirinya putra Allah, 11 para murid nabi isa 70-80% dibinasakan oleh paulus dan suatu hari mata paulus buta dan didatangi nabi isa: wahai paulus kenapa engkau binasakan kaumku,jika kamu mau sembuh matamu maka temukan kaumku maka sembuhlah matamu,lalu paulus kekota tsb(sy lupa namanya)tenyata dikota tsb yg masih hidup tinggal seorg.Akhirnya paulus masuk keagama nabi isa dan mengangkat dirinya jadi murid ke 12,apa anda percaya paulus tdk mengubah kita tsb demi kepentingan dan kekuasaannya???Itu cerita singkat sy takut ada yg tersinggung lg,mohon maaf jika ada yg salah lg.Mohon dikoreksi sy siap introkpesi diri sy.Klau anda mau tahu yg asli ada digereja ortodok itu gereja 1 satunya yg mementingkan menutup aurat tubuh.Mohon bimbingan saya yg bodoh dan hina ini

  126. banyulumut

    huhuuuhuu… mbel…mbel… cah rahnggenah…

  127. Mbelgedes

    DIALOG YOHANES DENGAN PARA ULAMA MAZHAB YANG EMPAT

    Saya menukil dialog ini dari kitab Munadzarah fi al-Imamah, karya Abdullah Hasan.

    Yohanes berkata, “Ketika saya melihat berbagai perselisihan di kalangan para sahabat besar, yang nama-nama mereka disebut bersama nama Rasulullah di atas mimbar, hati saya menjadi resah dan gelisah, dan hampir saya mendapat musibah dalam agama saya. Maka saya pun bertekad untuk pergi ke Baghdad, yang merupakan kubah Islam, untuk menanyakan berbagai perselisihan yang terjadi di antara para ulama kaum Muslimin yang saya lihat, supaya saya dapat mengetahui kebenaran dan mengikutinya.

    Ketika saya berkumpul dengan para ulama dari mazhab yang empat saya berkata kepada mereka, ‘Saya adalah seorang dzimmi, dan Allah SWT telah menunjukkan saya kepada Islam, maka saya pun memeluk Islam. Sekarang, saya datang kepada Anda untuk mendapatkan ajaran agama, syariat Islam dan hadis dari Anda, supaya bertambah pengetahuan saya di dalam agama saya.’

    Yang tertua dari mereka —yang merupakan seorang ulama Hanafi— berkata, ‘Wahai Yohanes, mazhab Islam itu ada empat. Oleh karena itu, pilihlah salah satu darinya, dan kemudian mulailah baca kitab yang kamu kehendaki.’
    Saya berkata kepadanya, ‘Saya melihat terdapat perselisihan, namun saya tahu bahwa kebenaran ada pada salah satu di antaranya. Maka Oleh karena itu, pilihkanlah bagi saya —menurut yang Anda ketahui— kebenaran sebagaimana yang dipegang oleh Nabi Anda.’
    Ulama Hanafi itu berkata, ‘Sesungguhnya kami tidak mengetahui dengan pasti kebenaran mana yang dipegang oleh Nabi kami, namun kami yakin bahwa jalannya tidak keluar dari salah satu kelompok Islam yang ada. Masing-masing dari kami yang empat mengatakan bahwa kamilah yang benar namun mungkin juga salah. Masing-masing mereka juga mengatakan bahwa selainnya salah namun mungkin juga benar. Singkatnya, sesungguhnya mazhab Hanafi adalah mazhab yang paling dekat dan paling sesuai dengan sunah. Mazhab yang paling masuk akal dan mazhab yang paling tinggi di kalangan manusia. Mazhab Hanafi adalah mazhab yang paling banyak dipilih oleh umat, dan bahkan mazhab pilihan para sultan. Kamu harus berpegang kepadanya, niscaya kamu selamat.'”
    Yohanes berkata, “Maka berteriaklah Imam dari mazhab Syafi’i, dan saya kira terdapat perselisihan di antara Syafi’i dan Hanafi. Imam mazhab Syafi’i itu berkata kepada ulama Hanafi tersebut, ‘Diam, jangan kamu bicara. Demi Allah, kamu telah membual dan telah berdusta. Dari mana kamu mengistimewakan suatu mazhab atas mazhab-mazhab yang lain, dan dari mana kamu menguatkan (tarjih) seorang mujtahid atas mujtahid-mujtahid yang lain? Celaka kamu. Di mana kamu telah mempelajari apa yang telah dikatakan oleh Abu Hanifah, dan apa-apa yang telah diqiyaskan dengan ra’yunya? Sesungguhnya dia (Abu Hanifah)lah orang yang disebut dengan sebutan ‘tuan ra’yu’, yang berijtihad dengan sesuatu yang bertentangan dengan nas, yang menggunakan istihsan di dalam agama Allah. Sampai-sampai dia meletakkan pendapatnya yang lemah dengan mengatakan, ‘Jika seorang laki-laki yang berada di India menikahi seorang wanita yang ada di Romawi dengan akad syar’i. Lalu, setelah beberapa tahun kemudian laki-laki itu mendatangi istrinya dan mendapatinya dalam keadaan hamil dan menggendong anak. Laki-laki itu bertanya kepada istrinya, ‘Siapa mereka ini?’ Wanita itu menjawab, ‘Anak-anakmu’. Kemudian laki-laki itu mengadukan masalah itu kepada seorang qadhi Hanafi, maka qadhi Hanafi itu akan menetapkan bahwa anak-anak tersebut adalah berasal dari tulang sulbinya, dan dinisbahkan kepadanya baik secara zahir maupun secara batin. Dia mewariskan kepada mereka dan mereka pun mewariskan kepadanya.’ Laki-laki itu protes, ‘Bagaimana mungkin, padahal saya belum pernah menyentuhnya sama sekali?’ Maka qadhi Hanafi itu menjawab, ‘Mungkin saja Anda pernah berjunub, atau Anda pernah keluar mani lalu air mani Anda terbang dan jatuh ke dalam kemaluan wanita ini.’
    Wahai Hanafi, apakah ini sesuai dengan Kitab dan sunah?'”
    Ulama Hanafi menjawab, ‘Benar, anak-anak itu dinisbahkan kepadanya. Karena wanita itu adalah tempat tidurnya, dan tempat tidur dinisbahkan kepada seorang laki-laki melalui akad syar’i, serta tidak disyaratkan harus adanya jimak. Rasulullah saw telah bersabda, ‘Anak milik tempat tidur (istri), sedangkan batu milik pelacur.’ Ulama Syafi’i itu tetap bersikeras menolak terjadinya tempat tidur dengan tanpa jimak, dan dia pun berhasil mengalahkan ulama Hanafi di atas dengan berbagai Hujjah yang dikeluarkan.
    Ulama Syafi’i berkata lebih lanjut, ‘Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika seorang wanita dibawa ke rumah suaminya; lalu seorang laki-laki lain menggaulinya. Kemudian laki-laki lain itu mengaku di hadapan qadhi Hanafi bahwa dirinya telah menikahi wanita tersebut sebelum wanita itu dinikahi oleh laki-laki yang membawanya ke rumahnya, lalu laki-laki yang mengaku itu mengajukan dua orang fasik untuk memberikan kesaksian palsu atas pengakuannya itu. Maka qadhi Hanafi itu akan memutuskan bahwa wanita itu haram bagi suaminya yang pertama (yang membawanya ke rumahnya —penerj.), baik secara zahir maupun batin, tertetapkannya ikatan pernikahan di antara wanita itu dengan laki-laki yang kedua, dan wanita itu halal baginya baik secara zahir maupun batin.’
    Lihatlah, wahai manusia, apakah ini mazhab orang yang mengenal kaidah-kaidah Islam?’
    Ulama Hanafi itu berkata, ‘Anda tidak berhak mengkritik. Karena dalam pandangan kami hukum qadhi berlaku baik secara zahir maupun batin, dan ini merupakan cabang darinya.’ Ulama Syafi’i berhasil mengalahkannya, dan melarang berlakunya hukum qadhi baik secara zahir maupun batin dengan firman Allah SWT yang berbunyi,
    ‘Dan hendak lah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang telah diturunkan Allah’ (QS. al-Maidah: 49)
    Ulama Syafi’i berkata, ‘Abu Hanifah telah berkata, ‘Jika seorang laki-laki ghaib dari istrinya, dan terputus khabar mengenainya, lalu datang seorang laki-laki lain berkata kepada wanita itu, ‘Sesungguhnya suami kamu telah mati, maka oleh karena itu, tinggalkanlah dia.’ Lalu wanita itu pun meninggalkan suaminya yang ghaib itu. Kemudian, setelah habis masa iddah, datanglah seorang laki-laki menikahinya dan menggaulinya, dan kemudian wanita itu melahirkan beberapa orang anak. Setelah itu, laki-laki yang kedua itu ghaib, dan kemudian laki-laki yang pertama muncul di sisi wanita itu, maka seluruh anak dari laki-laki yang kedua menjadi anak dari laki-laki yang pertama. Dia menerima waris dari mereka dan mereka menerima waris darinya.
    Wahai orang-orang yang berakal, apakah orang yang pandai dan mengerti akan mau berpegang kepada perkataan ini?’
    Ulama Hanafi menjawab, ‘Abu Hanifah mengambil perkataan ini dari sabda Rasulullah saw yang berbunyi, ‘Anak milik ranjang (istri) dan batu milik pelacur.’ Maka ulama Syafi’i memprotes dengan mengatakan bahwa istri disyarati dengan adanya dukhul (disetubuhi), dan dia mampu mengalahkan ulama Hanafi.
    Kemudian ulama Syafi’i berkata, ‘lmam kamu Abu Hanifah telah berkata, ‘Laki-laki mana saja yang melihat seorang wanita Muslim, lalu dia mengklaim bahwa suami wanita tersebut telah menceraikannya, dan kemudian dia mendatangkan dua orang saksi yang memberikan kesaksian palsu yang menguntungkan baginya, maka qadhi memutuskan terjadinya talak atas wanita tersebut, dan wanita itu menjadi haram bagi suaminya, sehingga dengan begitu boleh bagi laki-laki yang mengklaim itu menikahinya, dan begitu juga bagi saksi.’
    Dia menyangka hukum qadhi berlaku baik secara zahir maupun batin.’
    Ulama Syafi’i melanjutkan kata-katanya, ‘lmam kamu Abu Hanifah mengatakan, ‘Jika empat orang laki-laki bersaksi bahwa seorang laki-laki telah berzina, jika laki-laki itu membenarkan mereka, maka gugurlah hadd (hukuman), namun jika dia menyangkal mereka maka tertetapkanlah hukuman baginya.’
    Ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki penglihatan.’
    Kemudian ulama Syafi’i berkata lagi, ‘Abu Hanifah telah berkata, ‘Jika seorang laki-laki mensodomi seorang anak laki-laki dan kemudian membenamkannnya, maka tidak ada hadd baginya kecuali hanya ditegur.’
    Padahal Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelakunya (al-fa’il) dan orang yang menjadi objeknya (al-maf’ul).’ Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang merampas biji gandum lalu dia menggilingnya, maka biji gandum itu menjadi miliknya karena telah menggilingnya. Jika kemudian pemilik biji gandum itu hendak mengambil biji gandum yang telah digiling itu dengan cara memberikan upah menggiling kepada orang yang merampas, maka tidak wajib orang yang merampas itu memenuhi permintaannya dan dia boleh menolaknya. Jika pemilik gandum itu terbunuh maka darahnya terbuang dengan sia-sia, sedangkan jika perampas itu terbunuh maka pemilik gandum itu harus dibunuh karena telah membunuhnya.’
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika seorang pencuri mencuri seribu dinar dari seseorang lalu dia juga mencuri seribu dinar berikutnya dari yang lain, kemudian dia menggabungkannya, maka semuanya menjadi miliknya, namun dia wajib memberi ganti atasnya.’
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika seorang Muslim yang bertakwa dan berilmu membunuh seorang kafir yang bodoh maka orang Muslim itu wajib dibunuh. Karena Allah SWT telah berfirman, ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.’ (QS. an-Nisa: 141)
    Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang membeli ibunya atau saudara perempuannya, lalu dia menikahi keduanya, maka tidak berlaku hukuman (hadd) atasnya, meskipun dia mengetahui dan sengaja melakukannya.’
    Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang menikahi ibu atau saudara perempuannya dalam keadaan dia mengetahui bahwa mereka itu adalah ibu atau saudara perempuannya, dan kemudian dia menggauli mereka, maka tidak ada hukuman atasnya, disebabkan akad nikah tersebut akad syubhat.’
    Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang tidur dalam keadaan junub di sisi kolam yang berisi minuman keras, lalu dia berbalik di dalam tidurnya dan kemudian jatuh ke kolam, maka hilang junubnya dan dia menjadi suci.’
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Tidak wajib niat di dalam wudu, dan juga di dalam mandi.’ Padahal di dalam kitab sahih disebutkan, ‘Sesungguhnya amal perbuatan itu (terlaksana) dengan niat.’
    Abu Hanifah berkata, ‘Tidak wajib membaca basmalah di dalam Fatihah, dan dia mengeluarkannya dari surat al-Fatihah, padahal para khalifah telah menuliskannya di dalam mushaf-mushaf setelah dilakukan pengeditan terhadap Al-Qur’an.
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika bangkai anjing yang sudah mati diambil kulitnya, lalu kulitnya itu disamak, maka kulit anjing itu menjadi suci, meskipun digunakan untuk tempat minum dan hamparan di dalam salat.’ Ini bertentangan dengan nas yang menyatakan najisnya ‘ain najasah, yang berarti haramnya pemanfaatannya.’
    Kemudian ulama Syafi’i itu berkata, ‘Wahai Hanafi, di dalam mazhabmu seorang Muslim tatkala hendak salat boleh berwudu dengan menggunakan minuman keras, dan memulainya dengan membasuh kaki serta mengakhirinya dengan membasuh kedua tangan. Kemudian memakai pakaian yang terbuat dari kulit bangkai anjing yang telah disamak, sujud di atas kotoran yang telah mengering, bertakbir dengan menggunakan bahasa India, membaca surat al-Fatihah dengan bahasa Ibrani, dan kemudian setelah al-Fatihah membaca ‘du bargeh-ye sabz’ —yaitu kata mudhammatan (dua daun hijau), kemudian ruku, lalu tidak mengangkat kepalanya dari ruku melainkan langsung sujud, serta dua sujud hanya dipisah dengan jeda waktu yang sangat tipis tidak ubahnya seperti pemisah di antara dua mata pedang. Dan apabila sebelum salam dia sengaja buang angin, maka salatnya sah, namun jika dia tidak sengaja buang angin, maka salatnya batal.’
    Ulama Syafi’i kembali berkata, ‘Ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki penglihatan. Apakah seseorang boleh beribadah dengan ibadah yang seperti ini? Apakah boleh bagi Nabi saw memerintahkan umatnya dengan ibadah yang seperti ini, yang tidak lain hanya merupakan kebohongan yang dibuat-buat atas Allah SWT dan Rasul-Nya?’
    Ulama Hanafi membantah, dan dengan penuh emosi dia berkata, ‘Berhenti! Wahai Syafi’i. Semoga Allah merobek mulutmu. Kamu kira kamu ini siapa sehingga berani mengecam Abu Hanifah, mazhab kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan mazhabnya. Mazhab kamu lebih layak disebut mazhab Majusi. Karena di dalam mazhabmu seorang laki-laki boleh menikahi anak perempuan dan saudara perempuannya hasil zina, dan boleh mengumpulkan dua orang saudara perempuan hasil zina, dan begitu juga boleh menikahi ibunya hasil zina, begitu juga bibinya hasil zina. Padahal Allah SWT telah berfirman,
    ‘Diharamkan atas kamu menikahi ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan bapakmu dan saudara-saudara perempuan ibumu.’ (QS. an-Nisa’ 23)
    Sifat-sifat hakiki ini tidak berubah dengan terjadinya perubahan syariat dan agama. Jangan kamu mengira, wahai Syafi’i, wahai dungu, bahwa terlarangnya mereka dari menerima waris berarti mengeluarkan mereka dari sifat-sifat hakiki ini. Oleh karena itu, sifat-sifat tersebut di-idhafah-kan kepadanya, sehingga dikatakan ‘anak perempuan dan saudara perempuannya dari hasil zina’. Pembatasan (taqyid) ini tidak menyebabkannya menjadi majazi (kiasan), sebagaimana kata-kata kita yang berbunyi, ‘saudara perempuannya yang berasal dari nasab’, melainkan hanya untuk memerinci. Sesungguhnya pengharaman di atas mencakup segala sesuatu yang terkena lafaz di atas, baik yang hakiki maupun yang majazi, berdasarkan kesepakatan. Berdasarkan kesepakatan, nenek termasuk ke dalam kategori ibu, dan begitu juga cucu perempuan dari anak perempuan, maka Oleh karena itu, tidak diragukan haramnya keduanya dinikahi berdasarkan ayat ini. Perhati-kanlah, wahai orang-orang yang berpikir, bukankah mazhab ini tidak lain mazhab Majusi.
    Hai Syafi’i, Imam kamu membolehkan manusia bermain catur, padahal Rasulullah saw telah bersabda, ‘Tidak menyukai permainan catur kecuali seorang penyembah berhala.’
    Hai Syafi’i, Imam kamu membolehkan berjoged, memukul rebana dan meniup seruling bagi manusia. Allah memburukkan mazhabmu, di mana di dalamnya seorang laki-laki menikahi ibu dan saudara perempuannya, bermain catur, berjoged dan memukul rebana. Tidaklah ini semua kecuali kebohongan yang dibuat-buat atas Allah SWT dan Rasul-Nya saw. Tidak akan ada orang yang berpegang kepada mazhab ini kecuali orang yang buta hatinya dari kebenaran.”‘
    Yohanes berkata, “Perdebatan panjang terjadi di antara mereka berdua, lalu ulama Hanbali membela ulama Syafi’i sedangkan ulama Maliki membela ulama Hanafi, sehingga terjadilah perselisihan di antara ulama Maliki dan ulama Hanbali. Ulama Hanbali berkata, ‘Sesungguhnya Malik telah membuat suatu bid’ah di dalam agama, yang karena bid’ah itu Allah SWT telah membinasakan umat-umat terdahulu, namun Malik malah membolehkannya. Yaitu perbuatan mensodomi hamba sahaya. Padahal Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang mensodomi budak laki-laki, maka bunuhlah pelaku (al-fa’il) dan orang yang menjadi objeknya (al-maf’ul).’
    Saya pernah melihat seorang bermazhab Maliki mengadukan seseorang kepada qadhi, bahwa dia telah menjual budak laki-laki kepadanya namun budak itu tidak dapat digauli. Maka qadhi itu memutuskan ada kekurangan pada budak laki-laki itu, dan Oleh karena itu, pembelinya dapat mengembalikannya kembali kepada penjualnya. Apakah kamu tidak malu kepada Allah, hai Maliki, mempunyai mazhab yang seperti ini, sementara kamu mengaku-ngaku bahwa mazhabmu adalah sebagus-bagusnya mazhab?! Imam kamu menghalalkan daging anjing. Allah pasti memburukkan mazhab dan keyakinanmu.’
    Dengan serta merta ulama Maliki menghardik dan berteriak, ‘Dia kamu, hai mujassim (orang yang mengatakan Allah berjisim). Justru mazhab kamu yang lebih layak untuk dilaknat dan dijauhi. Karena dalam pandangan Imam kamu, Ahmad bin Hanbal, Allah itu jisim yang duduk di atas ‘arasy. Pada setiap malam Jumat Allah SWT turun dari langit dunia ke atap-atap mesjid dalam bentuk wajah yang tidak berjanggut, rambut yang keriting, mempunyai dua sandal yang talinya terbuat dari bunga kurma, serta mengendarai keledai yang diiringi beberapa serigala.'”
    Yohanes berkata, “Maka terjadilah perselisihan antara Hanbali dengan Maliki serta Syafi’i dengan Hanafi. Mereka saling meninggikan suara mereka dan menelanjangi keaiban mereka masing-masing, hingga menjengkelkan semua orang yang mendengarkan perbincangan mereka, lalu orang-orang yang hadir pun mencela dan mengecam mereka.
    Lalu saya berkata kepada mereka, ‘Demi Allah, saya bersumpah, saya tidak senang dengan keyakinan-keyakinan Anda. Jika Islam benar sebagaimana yang Anda katakan, maka sungguh celaka. Demi Allah, saya bersumpah kepada Anda, supaya Anda menutup pembahasan ini dan pergi. Karena sekarang masyarakat umum telah mencela dan mengecam Anda.”
    Yohanes berkata, “Maka mereka pun berdiri, lalu berpisah dan kemudian tidak keluar dari rumah masing-masing selama seminggu. Tatkala mereka keluar rumah, masyarakat mengecam mereka. Setelah beberapa hari kemudian mereka pun berdamai dan berkumpul di mustanshiriyyah, dan saya pun duduk dan berbincang-bincang kembali bersama mereka. Saya berkata kepada mereka, ‘Saya menginginkan seorang ulama dari kalangan ulama rafidhi, supaya kita berdialog dengannya tentang mazhabnya. Apakah Anda bersedia mendatangkan seorang dari mereka untuk kita berdialog dengannya?’
    Ulama-ulama mazhab empat itu berkata, “Wahai Yohanes, kelompok Rafidhah itu jumlahnya sedikit. Mereka tidak bisa menampakkan diri di tengah-tengah kaum Muslimin, karena sedikitnya jumlah mereka, dan juga karena banyaknya musuh mereka. Mereka tidak akan menampakkan diri, apalagi dapat berdebat dengan kita tentang mazhab mereka. Mereka itu sangat sedikit jumlahnya dan sangat banyak musuhnya.”
    Yohanes berkata, “Ini merupakan pujian buat mereka, karena Allah SWT telah memuji kelompok yang sedikit dan mencela kelompok yang banyak. Allah SWT berfirman,
    ‘Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.’ (QS. Saba: 13)
    ‘Dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.'(QS. Hud: 40)
    ‘Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.'(QS. al-An’am: 116)
    ‘Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’ (QS. al-A’raf: 17)
    ‘Akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.’ (QS. al-Baqarah: 243)
    ‘Akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.’ (QS. al-An’am: 37)
    ‘Akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.’ (QS. ar-Ra’d: 1)
    Dan ayat-ayat lainnya.”
    Para ulama tersebut berkata, “Wahai Yohanes, keadaan mereka lebih besar dari yang disifatkan. Karena, jika kami mengenal salah seorang dari mereka, maka kami akan terus membuntutinya hingga kami membunuhnya. Karena dalam pandangan kami, mereka itu kafir dan halal darahnya. Bahkan, di kalangan para ulama kita ada yang memberikan fatwa bahwa harta dan wanita mereka halal.”
    Yohanes berkata, “Allah Mahabesar. Ini perkara yang besar sekali. Anda memandang mereka berhak mendapatkan semua ini, apakah karena mereka mengingkari syahadatain?”
    Para ulama menjawab, “Tidak.”
    Yohanes bertanya lagi, “Apakah karena mereka tidak menghadap kiblat kaum Muslimin?”
    Mereka menjawab, “Tidak.”
    Yohanes bertanya sekali lagi, “Apakah karena mereka mengingkari salat, puasa, haji, zakat atau jihad?”
    Mereka menjawab, “Tidak. Bahkan mereka mengerjakan salat, puasa, zakat, haji dan jihad.”
    Yohanes kembali bertanya, “Apakah karena mereka mengingkari hari kebangkitan, shirat, timbangan dan syafaat?”
    Para ulama menjawab, “Tidak. Bahkan mereka mengakui yang demikian dengan sebaik-baiknya pengakuan.”
    Yohanes bertanya lagi, “Apakah karena mereka membolehkan perbuatan zina, sodomi, meminum khamar, riba, alat musik dan alat-alat hiburan lainnya?”
    Mereka menjawab, “Tidak. Bahkan mereka menjauhi dan mengharamkannya.”
    Yohanes berkata, “Demi Allah, sungguh mengherankan, bagaimana mungkin sebuah kaum yang bersaksi dengan dua syahadat (syahadatain), mengerjakan salat dengan menghadap kiblat, berpuasa di bulan Ramadan, pergi haji ke Baitul Haram, meyakini hari kebangkitan dan rincian perhitungan, dihalalkan darahnya, hartanya dan wanitanya, padahal Nabi Anda sendiri telah bersabda, ‘Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah. Jika mereka mengatakan itu, maka terjagalah dariku darahnya, hartanya dan wanitanya. Adapun perhitungan mereka berada di tangan Allah.”
    Para ulama itu berkata, “Wahai Yohanes, sesungguhnya mereka telah membuat bid’ah di dalam agama. Salah satunya ialah, mereka mengatakan bahwa Ali as adalah manusia paling utama setelah Rasulullah saw, dan mereka lebih mengutamakannya atas para khalifah yang tiga, padahal generasi pertama telah sepakat bahwa khalifah yang paling utama adalah khalifah yang pertama.”
    Yohanes berkata, “Bagaimana pendapat Anda jika ada orang yang mengatakan bahwa Ali lebih baik dan lebih utama dari Abu Bakar, apakah Anda akan mengkafirkannya?”
    Mereka menjawab, “Ya. Karena dia telah menyalahi ijma’.”
    Yohanes bertanya lagi, “Bagaimana pendapat Anda tentang muhaddis Anda yang bernama al-Hafidz Abu Bakar Ahmad bin Musa bin Mardawaih?”
    Para ulama menjawab, “Dia orang yang dapat dipercaya. Diterima riwayatnya dan lurus sifatnya.”
    Yohanes berkata, “Ini kitabnya yang berjudul Kitab al-Manaqib. Di dalam kitab ini dia meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Ali adalah sebaik-baiknya manusia, barangsiapa yang enggan menerimanya, maka dia telah kafir.’
    Di dalam kitab ini juga disebutkan, dari Salman, dari Rasulullah saw yang bersabda, “Ali bin Abi Thalib adalah sebaik-baiknya orang yang aku jadikan pengganti sepeninggalku.”
    Di dalam kitab ini juga disebutkan, dari Anas bin Malik yang berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Saudaraku, pembantuku dan sebaik-baiknya orang yang aku jadikan pengganti sepeninggalku adalah Ali bin Abi Thalib.”
    Dari Imam Anda, Ahmad bin Hanbal, dia meriwayatkan di dalam musnadnya bahwa Rasulullah saw telah bersabda kepada Fatimah, “Tidakkah engkau rida aku nikahkan engkau dengan orang yang paling pertama masuk Islam dari umatku, dan orang yang paling banyak ilmunya serta paling besar kebijaksanaannya.”
    Ahmad juga meriwayatkan di dalam musnadnya bahwa Rasulullah telah bersabda, “Ya Allah, datangkanlah kepadaku hamba-Mu yang paling Kamu cintai.” Lalu datanglah Ali bin Abi Thalib. Hadis ini juga disebutkan oleh Nasa’i dan Turmudzi di dalam kitab sahih mereka. Mereka berdua juga termasuk ulama Anda.
    Akhthab Kharazmi juga meriwayatkan hadis ini di dalam kitab al-Manaqib —dia juga termasuk dari ulama Anda— dari Muadz bin Jabal yang berkata, “Rasulullah saw telah bersabda, ‘Wahai Ali, aku mengunggulimu dengan kenabian, karena tidak ada nabi sepeninggalku; namun kamu mengungguli manusia dengan tujuh hal, yang tidak ada seorang pun dari bangsa Quraisy yang mendebatmu tentang hal itu: kamu adalah orang yang pertama kali beriman kepada Allah di antara mereka, orang yang paling menunaikan perintah Allah dan perjanjian dengan-Nya, orang yang paling rata di dalam pembagian, orang yang paling adil kepada rakyat, orang yang paling tahu tentang permasalahan dan orang yang paling besar keutamaannya di sisi Allah pada hari kiamat.”
    Penulis kitab Kifayah ath-Thalib, yang merupakan salah seorang dari ulama Anda berkata, “Hadis ini hadis hasan yang tinggi, dan al-Hafidz Abu Na’im meriwayatkannya di dalam kitab Hilyah al-Awliya.”

  128. Mbelgedes

    @The Man
    Wah Anda Muallaf ya….nih ada masukan buat Anda…:

    DIALOG YOHANES DENGAN PARA ULAMA MAZHAB YANG EMPAT

    Saya menukil dialog ini dari kitab Munadzarah fi al-Imamah, karya Abdullah Hasan.

    Yohanes berkata, “Ketika saya melihat berbagai perselisihan di kalangan para sahabat besar, yang nama-nama mereka disebut bersama nama Rasulullah di atas mimbar, hati saya menjadi resah dan gelisah, dan hampir saya mendapat musibah dalam agama saya. Maka saya pun bertekad untuk pergi ke Baghdad, yang merupakan kubah Islam, untuk menanyakan berbagai perselisihan yang terjadi di antara para ulama kaum Muslimin yang saya lihat, supaya saya dapat mengetahui kebenaran dan mengikutinya.

    Ketika saya berkumpul dengan para ulama dari mazhab yang empat saya berkata kepada mereka, ‘Saya adalah seorang dzimmi, dan Allah SWT telah menunjukkan saya kepada Islam, maka saya pun memeluk Islam. Sekarang, saya datang kepada Anda untuk mendapatkan ajaran agama, syariat Islam dan hadis dari Anda, supaya bertambah pengetahuan saya di dalam agama saya.’

    Yang tertua dari mereka —yang merupakan seorang ulama Hanafi— berkata, ‘Wahai Yohanes, mazhab Islam itu ada empat. Oleh karena itu, pilihlah salah satu darinya, dan kemudian mulailah baca kitab yang kamu kehendaki.’
    Saya berkata kepadanya, ‘Saya melihat terdapat perselisihan, namun saya tahu bahwa kebenaran ada pada salah satu di antaranya. Maka Oleh karena itu, pilihkanlah bagi saya —menurut yang Anda ketahui— kebenaran sebagaimana yang dipegang oleh Nabi Anda.’
    Ulama Hanafi itu berkata, ‘Sesungguhnya kami tidak mengetahui dengan pasti kebenaran mana yang dipegang oleh Nabi kami, namun kami yakin bahwa jalannya tidak keluar dari salah satu kelompok Islam yang ada. Masing-masing dari kami yang empat mengatakan bahwa kamilah yang benar namun mungkin juga salah. Masing-masing mereka juga mengatakan bahwa selainnya salah namun mungkin juga benar. Singkatnya, sesungguhnya mazhab Hanafi adalah mazhab yang paling dekat dan paling sesuai dengan sunah. Mazhab yang paling masuk akal dan mazhab yang paling tinggi di kalangan manusia. Mazhab Hanafi adalah mazhab yang paling banyak dipilih oleh umat, dan bahkan mazhab pilihan para sultan. Kamu harus berpegang kepadanya, niscaya kamu selamat.'”
    Yohanes berkata, “Maka berteriaklah Imam dari mazhab Syafi’i, dan saya kira terdapat perselisihan di antara Syafi’i dan Hanafi. Imam mazhab Syafi’i itu berkata kepada ulama Hanafi tersebut, ‘Diam, jangan kamu bicara. Demi Allah, kamu telah membual dan telah berdusta. Dari mana kamu mengistimewakan suatu mazhab atas mazhab-mazhab yang lain, dan dari mana kamu menguatkan (tarjih) seorang mujtahid atas mujtahid-mujtahid yang lain? Celaka kamu. Di mana kamu telah mempelajari apa yang telah dikatakan oleh Abu Hanifah, dan apa-apa yang telah diqiyaskan dengan ra’yunya? Sesungguhnya dia (Abu Hanifah)lah orang yang disebut dengan sebutan ‘tuan ra’yu’, yang berijtihad dengan sesuatu yang bertentangan dengan nas, yang menggunakan istihsan di dalam agama Allah. Sampai-sampai dia meletakkan pendapatnya yang lemah dengan mengatakan, ‘Jika seorang laki-laki yang berada di India menikahi seorang wanita yang ada di Romawi dengan akad syar’i. Lalu, setelah beberapa tahun kemudian laki-laki itu mendatangi istrinya dan mendapatinya dalam keadaan hamil dan menggendong anak. Laki-laki itu bertanya kepada istrinya, ‘Siapa mereka ini?’ Wanita itu menjawab, ‘Anak-anakmu’. Kemudian laki-laki itu mengadukan masalah itu kepada seorang qadhi Hanafi, maka qadhi Hanafi itu akan menetapkan bahwa anak-anak tersebut adalah berasal dari tulang sulbinya, dan dinisbahkan kepadanya baik secara zahir maupun secara batin. Dia mewariskan kepada mereka dan mereka pun mewariskan kepadanya.’ Laki-laki itu protes, ‘Bagaimana mungkin, padahal saya belum pernah menyentuhnya sama sekali?’ Maka qadhi Hanafi itu menjawab, ‘Mungkin saja Anda pernah berjunub, atau Anda pernah keluar mani lalu air mani Anda terbang dan jatuh ke dalam kemaluan wanita ini.’
    Wahai Hanafi, apakah ini sesuai dengan Kitab dan sunah?'”
    Ulama Hanafi menjawab, ‘Benar, anak-anak itu dinisbahkan kepadanya. Karena wanita itu adalah tempat tidurnya, dan tempat tidur dinisbahkan kepada seorang laki-laki melalui akad syar’i, serta tidak disyaratkan harus adanya jimak. Rasulullah saw telah bersabda, ‘Anak milik tempat tidur (istri), sedangkan batu milik pelacur.’ Ulama Syafi’i itu tetap bersikeras menolak terjadinya tempat tidur dengan tanpa jimak, dan dia pun berhasil mengalahkan ulama Hanafi di atas dengan berbagai Hujjah yang dikeluarkan.
    Ulama Syafi’i berkata lebih lanjut, ‘Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika seorang wanita dibawa ke rumah suaminya; lalu seorang laki-laki lain menggaulinya. Kemudian laki-laki lain itu mengaku di hadapan qadhi Hanafi bahwa dirinya telah menikahi wanita tersebut sebelum wanita itu dinikahi oleh laki-laki yang membawanya ke rumahnya, lalu laki-laki yang mengaku itu mengajukan dua orang fasik untuk memberikan kesaksian palsu atas pengakuannya itu. Maka qadhi Hanafi itu akan memutuskan bahwa wanita itu haram bagi suaminya yang pertama (yang membawanya ke rumahnya —penerj.), baik secara zahir maupun batin, tertetapkannya ikatan pernikahan di antara wanita itu dengan laki-laki yang kedua, dan wanita itu halal baginya baik secara zahir maupun batin.’
    Lihatlah, wahai manusia, apakah ini mazhab orang yang mengenal kaidah-kaidah Islam?’
    Ulama Hanafi itu berkata, ‘Anda tidak berhak mengkritik. Karena dalam pandangan kami hukum qadhi berlaku baik secara zahir maupun batin, dan ini merupakan cabang darinya.’ Ulama Syafi’i berhasil mengalahkannya, dan melarang berlakunya hukum qadhi baik secara zahir maupun batin dengan firman Allah SWT yang berbunyi,
    ‘Dan hendak lah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang telah diturunkan Allah’ (QS. al-Maidah: 49)
    Ulama Syafi’i berkata, ‘Abu Hanifah telah berkata, ‘Jika seorang laki-laki ghaib dari istrinya, dan terputus khabar mengenainya, lalu datang seorang laki-laki lain berkata kepada wanita itu, ‘Sesungguhnya suami kamu telah mati, maka oleh karena itu, tinggalkanlah dia.’ Lalu wanita itu pun meninggalkan suaminya yang ghaib itu. Kemudian, setelah habis masa iddah, datanglah seorang laki-laki menikahinya dan menggaulinya, dan kemudian wanita itu melahirkan beberapa orang anak. Setelah itu, laki-laki yang kedua itu ghaib, dan kemudian laki-laki yang pertama muncul di sisi wanita itu, maka seluruh anak dari laki-laki yang kedua menjadi anak dari laki-laki yang pertama. Dia menerima waris dari mereka dan mereka menerima waris darinya.
    Wahai orang-orang yang berakal, apakah orang yang pandai dan mengerti akan mau berpegang kepada perkataan ini?’
    Ulama Hanafi menjawab, ‘Abu Hanifah mengambil perkataan ini dari sabda Rasulullah saw yang berbunyi, ‘Anak milik ranjang (istri) dan batu milik pelacur.’ Maka ulama Syafi’i memprotes dengan mengatakan bahwa istri disyarati dengan adanya dukhul (disetubuhi), dan dia mampu mengalahkan ulama Hanafi.
    Kemudian ulama Syafi’i berkata, ‘lmam kamu Abu Hanifah telah berkata, ‘Laki-laki mana saja yang melihat seorang wanita Muslim, lalu dia mengklaim bahwa suami wanita tersebut telah menceraikannya, dan kemudian dia mendatangkan dua orang saksi yang memberikan kesaksian palsu yang menguntungkan baginya, maka qadhi memutuskan terjadinya talak atas wanita tersebut, dan wanita itu menjadi haram bagi suaminya, sehingga dengan begitu boleh bagi laki-laki yang mengklaim itu menikahinya, dan begitu juga bagi saksi.’
    Dia menyangka hukum qadhi berlaku baik secara zahir maupun batin.’
    Ulama Syafi’i melanjutkan kata-katanya, ‘lmam kamu Abu Hanifah mengatakan, ‘Jika empat orang laki-laki bersaksi bahwa seorang laki-laki telah berzina, jika laki-laki itu membenarkan mereka, maka gugurlah hadd (hukuman), namun jika dia menyangkal mereka maka tertetapkanlah hukuman baginya.’
    Ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki penglihatan.’
    Kemudian ulama Syafi’i berkata lagi, ‘Abu Hanifah telah berkata, ‘Jika seorang laki-laki mensodomi seorang anak laki-laki dan kemudian membenamkannnya, maka tidak ada hadd baginya kecuali hanya ditegur.’
    Padahal Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelakunya (al-fa’il) dan orang yang menjadi objeknya (al-maf’ul).’ Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang merampas biji gandum lalu dia menggilingnya, maka biji gandum itu menjadi miliknya karena telah menggilingnya. Jika kemudian pemilik biji gandum itu hendak mengambil biji gandum yang telah digiling itu dengan cara memberikan upah menggiling kepada orang yang merampas, maka tidak wajib orang yang merampas itu memenuhi permintaannya dan dia boleh menolaknya. Jika pemilik gandum itu terbunuh maka darahnya terbuang dengan sia-sia, sedangkan jika perampas itu terbunuh maka pemilik gandum itu harus dibunuh karena telah membunuhnya.’
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika seorang pencuri mencuri seribu dinar dari seseorang lalu dia juga mencuri seribu dinar berikutnya dari yang lain, kemudian dia menggabungkannya, maka semuanya menjadi miliknya, namun dia wajib memberi ganti atasnya.’
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika seorang Muslim yang bertakwa dan berilmu membunuh seorang kafir yang bodoh maka orang Muslim itu wajib dibunuh. Karena Allah SWT telah berfirman, ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.’ (QS. an-Nisa: 141)
    Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang membeli ibunya atau saudara perempuannya, lalu dia menikahi keduanya, maka tidak berlaku hukuman (hadd) atasnya, meskipun dia mengetahui dan sengaja melakukannya.’
    Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang menikahi ibu atau saudara perempuannya dalam keadaan dia mengetahui bahwa mereka itu adalah ibu atau saudara perempuannya, dan kemudian dia menggauli mereka, maka tidak ada hukuman atasnya, disebabkan akad nikah tersebut akad syubhat.’
    Abu Hanifah berkata, ‘Jika seseorang tidur dalam keadaan junub di sisi kolam yang berisi minuman keras, lalu dia berbalik di dalam tidurnya dan kemudian jatuh ke kolam, maka hilang junubnya dan dia menjadi suci.’
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Tidak wajib niat di dalam wudu, dan juga di dalam mandi.’ Padahal di dalam kitab sahih disebutkan, ‘Sesungguhnya amal perbuatan itu (terlaksana) dengan niat.’
    Abu Hanifah berkata, ‘Tidak wajib membaca basmalah di dalam Fatihah, dan dia mengeluarkannya dari surat al-Fatihah, padahal para khalifah telah menuliskannya di dalam mushaf-mushaf setelah dilakukan pengeditan terhadap Al-Qur’an.
    Abu Hanifah juga berkata, ‘Jika bangkai anjing yang sudah mati diambil kulitnya, lalu kulitnya itu disamak, maka kulit anjing itu menjadi suci, meskipun digunakan untuk tempat minum dan hamparan di dalam salat.’ Ini bertentangan dengan nas yang menyatakan najisnya ‘ain najasah, yang berarti haramnya pemanfaatannya.’
    Kemudian ulama Syafi’i itu berkata, ‘Wahai Hanafi, di dalam mazhabmu seorang Muslim tatkala hendak salat boleh berwudu dengan menggunakan minuman keras, dan memulainya dengan membasuh kaki serta mengakhirinya dengan membasuh kedua tangan. Kemudian memakai pakaian yang terbuat dari kulit bangkai anjing yang telah disamak, sujud di atas kotoran yang telah mengering, bertakbir dengan menggunakan bahasa India, membaca surat al-Fatihah dengan bahasa Ibrani, dan kemudian setelah al-Fatihah membaca ‘du bargeh-ye sabz’ —yaitu kata mudhammatan (dua daun hijau), kemudian ruku, lalu tidak mengangkat kepalanya dari ruku melainkan langsung sujud, serta dua sujud hanya dipisah dengan jeda waktu yang sangat tipis tidak ubahnya seperti pemisah di antara dua mata pedang. Dan apabila sebelum salam dia sengaja buang angin, maka salatnya sah, namun jika dia tidak sengaja buang angin, maka salatnya batal.’
    Ulama Syafi’i kembali berkata, ‘Ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki penglihatan. Apakah seseorang boleh beribadah dengan ibadah yang seperti ini? Apakah boleh bagi Nabi saw memerintahkan umatnya dengan ibadah yang seperti ini, yang tidak lain hanya merupakan kebohongan yang dibuat-buat atas Allah SWT dan Rasul-Nya?’
    Ulama Hanafi membantah, dan dengan penuh emosi dia berkata, ‘Berhenti! Wahai Syafi’i. Semoga Allah merobek mulutmu. Kamu kira kamu ini siapa sehingga berani mengecam Abu Hanifah, mazhab kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan mazhabnya. Mazhab kamu lebih layak disebut mazhab Majusi. Karena di dalam mazhabmu seorang laki-laki boleh menikahi anak perempuan dan saudara perempuannya hasil zina, dan boleh mengumpulkan dua orang saudara perempuan hasil zina, dan begitu juga boleh menikahi ibunya hasil zina, begitu juga bibinya hasil zina. Padahal Allah SWT telah berfirman,
    ‘Diharamkan atas kamu menikahi ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan bapakmu dan saudara-saudara perempuan ibumu.’ (QS. an-Nisa’ 23)
    Sifat-sifat hakiki ini tidak berubah dengan terjadinya perubahan syariat dan agama. Jangan kamu mengira, wahai Syafi’i, wahai dungu, bahwa terlarangnya mereka dari menerima waris berarti mengeluarkan mereka dari sifat-sifat hakiki ini. Oleh karena itu, sifat-sifat tersebut di-idhafah-kan kepadanya, sehingga dikatakan ‘anak perempuan dan saudara perempuannya dari hasil zina’. Pembatasan (taqyid) ini tidak menyebabkannya menjadi majazi (kiasan), sebagaimana kata-kata kita yang berbunyi, ‘saudara perempuannya yang berasal dari nasab’, melainkan hanya untuk memerinci. Sesungguhnya pengharaman di atas mencakup segala sesuatu yang terkena lafaz di atas, baik yang hakiki maupun yang majazi, berdasarkan kesepakatan. Berdasarkan kesepakatan, nenek termasuk ke dalam kategori ibu, dan begitu juga cucu perempuan dari anak perempuan, maka Oleh karena itu, tidak diragukan haramnya keduanya dinikahi berdasarkan ayat ini. Perhati-kanlah, wahai orang-orang yang berpikir, bukankah mazhab ini tidak lain mazhab Majusi.
    Hai Syafi’i, Imam kamu membolehkan manusia bermain catur, padahal Rasulullah saw telah bersabda, ‘Tidak menyukai permainan catur kecuali seorang penyembah berhala.’
    Hai Syafi’i, Imam kamu membolehkan berjoged, memukul rebana dan meniup seruling bagi manusia. Allah memburukkan mazhabmu, di mana di dalamnya seorang laki-laki menikahi ibu dan saudara perempuannya, bermain catur, berjoged dan memukul rebana. Tidaklah ini semua kecuali kebohongan yang dibuat-buat atas Allah SWT dan Rasul-Nya saw. Tidak akan ada orang yang berpegang kepada mazhab ini kecuali orang yang buta hatinya dari kebenaran.”‘
    Yohanes berkata, “Perdebatan panjang terjadi di antara mereka berdua, lalu ulama Hanbali membela ulama Syafi’i sedangkan ulama Maliki membela ulama Hanafi, sehingga terjadilah perselisihan di antara ulama Maliki dan ulama Hanbali. Ulama Hanbali berkata, ‘Sesungguhnya Malik telah membuat suatu bid’ah di dalam agama, yang karena bid’ah itu Allah SWT telah membinasakan umat-umat terdahulu, namun Malik malah membolehkannya. Yaitu perbuatan mensodomi hamba sahaya. Padahal Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang mensodomi budak laki-laki, maka bunuhlah pelaku (al-fa’il) dan orang yang menjadi objeknya (al-maf’ul).’
    Saya pernah melihat seorang bermazhab Maliki mengadukan seseorang kepada qadhi, bahwa dia telah menjual budak laki-laki kepadanya namun budak itu tidak dapat digauli. Maka qadhi itu memutuskan ada kekurangan pada budak laki-laki itu, dan Oleh karena itu, pembelinya dapat mengembalikannya kembali kepada penjualnya. Apakah kamu tidak malu kepada Allah, hai Maliki, mempunyai mazhab yang seperti ini, sementara kamu mengaku-ngaku bahwa mazhabmu adalah sebagus-bagusnya mazhab?! Imam kamu menghalalkan daging anjing. Allah pasti memburukkan mazhab dan keyakinanmu.’
    Dengan serta merta ulama Maliki menghardik dan berteriak, ‘Dia kamu, hai mujassim (orang yang mengatakan Allah berjisim). Justru mazhab kamu yang lebih layak untuk dilaknat dan dijauhi. Karena dalam pandangan Imam kamu, Ahmad bin Hanbal, Allah itu jisim yang duduk di atas ‘arasy. Pada setiap malam Jumat Allah SWT turun dari langit dunia ke atap-atap mesjid dalam bentuk wajah yang tidak berjanggut, rambut yang keriting, mempunyai dua sandal yang talinya terbuat dari bunga kurma, serta mengendarai keledai yang diiringi beberapa serigala.'”
    Yohanes berkata, “Maka terjadilah perselisihan antara Hanbali dengan Maliki serta Syafi’i dengan Hanafi. Mereka saling meninggikan suara mereka dan menelanjangi keaiban mereka masing-masing, hingga menjengkelkan semua orang yang mendengarkan perbincangan mereka, lalu orang-orang yang hadir pun mencela dan mengecam mereka.
    Lalu saya berkata kepada mereka, ‘Demi Allah, saya bersumpah, saya tidak senang dengan keyakinan-keyakinan Anda. Jika Islam benar sebagaimana yang Anda katakan, maka sungguh celaka. Demi Allah, saya bersumpah kepada Anda, supaya Anda menutup pembahasan ini dan pergi. Karena sekarang masyarakat umum telah mencela dan mengecam Anda.”
    Yohanes berkata, “Maka mereka pun berdiri, lalu berpisah dan kemudian tidak keluar dari rumah masing-masing selama seminggu. Tatkala mereka keluar rumah, masyarakat mengecam mereka. Setelah beberapa hari kemudian mereka pun berdamai dan berkumpul di mustanshiriyyah, dan saya pun duduk dan berbincang-bincang kembali bersama mereka. Saya berkata kepada mereka, ‘Saya menginginkan seorang ulama dari kalangan ulama rafidhi, supaya kita berdialog dengannya tentang mazhabnya. Apakah Anda bersedia mendatangkan seorang dari mereka untuk kita berdialog dengannya?’
    Ulama-ulama mazhab empat itu berkata, “Wahai Yohanes, kelompok Rafidhah itu jumlahnya sedikit. Mereka tidak bisa menampakkan diri di tengah-tengah kaum Muslimin, karena sedikitnya jumlah mereka, dan juga karena banyaknya musuh mereka. Mereka tidak akan menampakkan diri, apalagi dapat berdebat dengan kita tentang mazhab mereka. Mereka itu sangat sedikit jumlahnya dan sangat banyak musuhnya.”
    Yohanes berkata, “Ini merupakan pujian buat mereka, karena Allah SWT telah memuji kelompok yang sedikit dan mencela kelompok yang banyak. Allah SWT berfirman,
    ‘Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.’ (QS. Saba: 13)
    ‘Dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.'(QS. Hud: 40)
    ‘Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.'(QS. al-An’am: 116)
    ‘Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’ (QS. al-A’raf: 17)
    ‘Akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.’ (QS. al-Baqarah: 243)
    ‘Akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.’ (QS. al-An’am: 37)
    ‘Akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.’ (QS. ar-Ra’d: 1)
    Dan ayat-ayat lainnya.”
    Para ulama tersebut berkata, “Wahai Yohanes, keadaan mereka lebih besar dari yang disifatkan. Karena, jika kami mengenal salah seorang dari mereka, maka kami akan terus membuntutinya hingga kami membunuhnya. Karena dalam pandangan kami, mereka itu kafir dan halal darahnya. Bahkan, di kalangan para ulama kita ada yang memberikan fatwa bahwa harta dan wanita mereka halal.”
    Yohanes berkata, “Allah Mahabesar. Ini perkara yang besar sekali. Anda memandang mereka berhak mendapatkan semua ini, apakah karena mereka mengingkari syahadatain?”
    Para ulama menjawab, “Tidak.”
    Yohanes bertanya lagi, “Apakah karena mereka tidak menghadap kiblat kaum Muslimin?”
    Mereka menjawab, “Tidak.”
    Yohanes bertanya sekali lagi, “Apakah karena mereka mengingkari salat, puasa, haji, zakat atau jihad?”
    Mereka menjawab, “Tidak. Bahkan mereka mengerjakan salat, puasa, zakat, haji dan jihad.”
    Yohanes kembali bertanya, “Apakah karena mereka mengingkari hari kebangkitan, shirat, timbangan dan syafaat?”
    Para ulama menjawab, “Tidak. Bahkan mereka mengakui yang demikian dengan sebaik-baiknya pengakuan.”
    Yohanes bertanya lagi, “Apakah karena mereka membolehkan perbuatan zina, sodomi, meminum khamar, riba, alat musik dan alat-alat hiburan lainnya?”
    Mereka menjawab, “Tidak. Bahkan mereka menjauhi dan mengharamkannya.”
    Yohanes berkata, “Demi Allah, sungguh mengherankan, bagaimana mungkin sebuah kaum yang bersaksi dengan dua syahadat (syahadatain), mengerjakan salat dengan menghadap kiblat, berpuasa di bulan Ramadan, pergi haji ke Baitul Haram, meyakini hari kebangkitan dan rincian perhitungan, dihalalkan darahnya, hartanya dan wanitanya, padahal Nabi Anda sendiri telah bersabda, ‘Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah. Jika mereka mengatakan itu, maka terjagalah dariku darahnya, hartanya dan wanitanya. Adapun perhitungan mereka berada di tangan Allah.”
    Para ulama itu berkata, “Wahai Yohanes, sesungguhnya mereka telah membuat bid’ah di dalam agama. Salah satunya ialah, mereka mengatakan bahwa Ali as adalah manusia paling utama setelah Rasulullah saw, dan mereka lebih mengutamakannya atas para khalifah yang tiga, padahal generasi pertama telah sepakat bahwa khalifah yang paling utama adalah khalifah yang pertama.”
    Yohanes berkata, “Bagaimana pendapat Anda jika ada orang yang mengatakan bahwa Ali lebih baik dan lebih utama dari Abu Bakar, apakah Anda akan mengkafirkannya?”
    Mereka menjawab, “Ya. Karena dia telah menyalahi ijma’.”
    Yohanes bertanya lagi, “Bagaimana pendapat Anda tentang muhaddis Anda yang bernama al-Hafidz Abu Bakar Ahmad bin Musa bin Mardawaih?”
    Para ulama menjawab, “Dia orang yang dapat dipercaya. Diterima riwayatnya dan lurus sifatnya.”
    Yohanes berkata, “Ini kitabnya yang berjudul Kitab al-Manaqib. Di dalam kitab ini dia meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Ali adalah sebaik-baiknya manusia, barangsiapa yang enggan menerimanya, maka dia telah kafir.’
    Di dalam kitab ini juga disebutkan, dari Salman, dari Rasulullah saw yang bersabda, “Ali bin Abi Thalib adalah sebaik-baiknya orang yang aku jadikan pengganti sepeninggalku.”
    Di dalam kitab ini juga disebutkan, dari Anas bin Malik yang berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Saudaraku, pembantuku dan sebaik-baiknya orang yang aku jadikan pengganti sepeninggalku adalah Ali bin Abi Thalib.”
    Dari Imam Anda, Ahmad bin Hanbal, dia meriwayatkan di dalam musnadnya bahwa Rasulullah saw telah bersabda kepada Fatimah, “Tidakkah engkau rida aku nikahkan engkau dengan orang yang paling pertama masuk Islam dari umatku, dan orang yang paling banyak ilmunya serta paling besar kebijaksanaannya.”
    Ahmad juga meriwayatkan di dalam musnadnya bahwa Rasulullah telah bersabda, “Ya Allah, datangkanlah kepadaku hamba-Mu yang paling Kamu cintai.” Lalu datanglah Ali bin Abi Thalib. Hadis ini juga disebutkan oleh Nasa’i dan Turmudzi di dalam kitab sahih mereka. Mereka berdua juga termasuk ulama Anda.
    Akhthab Kharazmi juga meriwayatkan hadis ini di dalam kitab al-Manaqib —dia juga termasuk dari ulama Anda— dari Muadz bin Jabal yang berkata, “Rasulullah saw telah bersabda, ‘Wahai Ali, aku mengunggulimu dengan kenabian, karena tidak ada nabi sepeninggalku; namun kamu mengungguli manusia dengan tujuh hal, yang tidak ada seorang pun dari bangsa Quraisy yang mendebatmu tentang hal itu: kamu adalah orang yang pertama kali beriman kepada Allah di antara mereka, orang yang paling menunaikan perintah Allah dan perjanjian dengan-Nya, orang yang paling rata di dalam pembagian, orang yang paling adil kepada rakyat, orang yang paling tahu tentang permasalahan dan orang yang paling besar keutamaannya di sisi Allah pada hari kiamat.”
    Penulis kitab Kifayah ath-Thalib, yang merupakan salah seorang dari ulama Anda berkata, “Hadis ini hadis hasan yang tinggi, dan al-Hafidz Abu Na’im meriwayatkannya di dalam kitab Hilyah al-Awliya.”

  129. Sakiran wildan

    Waaah…
    @ki mbelgedes
    anda kebanyakan baca kitab nya, mangkanya agak error.
    Skali-kali anda mancing di tepi sungai, untuk refresing, biar gak error.
    Hahahahaha……

  130. Mbelgedes

    @ The Man
    ………………………..

    Yohanes berkata, “Wahai para pemimpin Islam, hadis-hadis yang sahih ini yang diriwayatkan oleh para Imam Anda, dengan jelas mengatakan kelebih-utamaan dan kelebih-baikan Ali atas seluruh manusia. Lantas, apa dosa kaum Rafidhahl Sesungguhnya ini adalah semata-mata dosa dari para ulama Anda dan orang-orang yang meriwayatkan dengan tidak benar serta membuat-buat kebohongan atas Allah dan Rasul-Nya.”
    Mereka berkata, “Wahai Yohanes, sesungguhnya mereka tidak meriwayatkan dengan tidak benar, dan juga tidak membuat-buat kebohongan, hanya saja hadis-hadis ini mempunyai takwil dan pertentangan.”
    Yohanes berkata, “Takwil yang mana yang dapat diterima terhadap hadis-hadis yang ditujukan secara khusus kepada manusia tertentu. Karena nas hadis-hadis ini secara eksplisit mengatakan bahwa Ali lebih baik dari Abu Bakar, dan ini tidak dapat ditakwilkan kecuali jika Anda mengeluarkan Abu Bakar dari kelompok manusia. Kalaupun seumpamanya kita menerima bahwa hadis-hadis ini tidak menunjukkan kepada makna di atas, namun coba beritahukan kepada saya mana di antara mereka berdua yang paling banyak berjihad?”
    Mereka menjawab, “Ali.”
    Yohanes berkata, “Allah SWT telah berfirman, ‘Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.’ (QS. an-Nisa: 95)
    Bunyi nas ini begitu amat jelas.”
    Mereka berkata, “Abu Bakar juga seorang mujahid. Maka Oleh karena itu, tidak harus Ali lebih utama dari Abu Bakar.”
    Yohanes berkata, “Jihad yang lebih sedikit apabila dibandingkan kepada jihad yang lebih banyak, maka dianggap duduk. Kalaupun seumpamanya maknanya demikian, lantas apa yang dimaksud oleh Anda dengan ‘orang yang lebih utama’?”
    Mereka menjawab, “Yaitu orang yang terkumpul pada dirinya berbagai kesempurnaan dan keutamaan, baik yang berupa bawaan maupun yang diperoleh karena jerih payah usaha, seperti kemuliaan asal-usul, keilmuan, kezuhudan, keberanian, dan sifat-sifat lainnya yang merupakan cabang dari sifat-sifat ini.”
    Yohanes berkata, “Seluruh keutamaan ini ada pada diri Ali as, dalam bentuk yang lebih baik dibandingkan yang lainnya.”
    Yohanes berkata, “Adapun dari segi kemuliaan asal (nasab), dia adalah putra paman Rasulullah saw, suami dari putrinya dan ayah dari kedua cucunya.
    Adapun dari sisi ilmu, Rasulullah saw telah bersabda, ‘Saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya.’ Akal dapat memahami bahwa seseorang tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari sebuah kota kecuali jika dia mengambil dari pintunya. Sehingga dengan begitu maka jalan untuk mengambil manfaat dari Rasulullah saw hanya melalui Ali as. Ini adalah kedudukan yang tinggi. Rasulullah saw juga telah bersabda, ‘Orang yang paling mengetahui di antara kamu adalah Ali.’ Kepadanyalah dinisbatkan seluruh permasalahan, berhentinya seluruh golongan, dan berpihaknya seluruh kelompok. Dia adalah pemuka dan sumber keutamaan, serta pemenang yang memenangkan arenanya. Setiap orang yang unggul di dalamnya semuanya mengambil darinya, mengikuti jejaknya dan meniru contohnya. Anda tentu telah mengetahui bahwa semulia-mulianya ilmu adalah tentang Ketuhanan. Ilmu ini dikutip dari perkataannya, dinukil darinya dan bermula dari dirinya.
    Sesungguhnya kelompok Mu’tazilah, mereka itu adalah ahli fikir. Dari mereka inilah manusia belajar tentang ilmu ini, dan mereka itu adalah murid-muridnya. Karena guru besar mereka yang bernama Washil bin ‘Atha adalah murid Abi Hasyim Abdullah bin Muhammad ibn al-Hanafiyyah, sementara Abi Hasyim Abdullah adalah murid ayahnya, dan ayahnya adalah murid Ali bin Abi Thalib as.
    Adapun kelompok Asy’ari, mereka itu berakhir kepada Abu Hasan al-Asy’ari. Dia adalah murid dari Abu Ali al-Juba’i, dan Abu Ali al-Juba’i adalah murid Washil bin ‘Atha.
    Adapun kelompok Imamiyyah dan Zaidiyyah, bermuaranya mereka kepadanya amat jelas sekali.
    Adapun dalam bidang ilmu fikih, dia itu adalah pokok dan dasarnya. Seluruh fakih di dalam Islam menisbatkan diri mereka kepadanya.
    Adapun Malik, dia mengambil fikih dari Rabi’ah ar-Ra’y, sementara Rabi’ah ar-Ra’y mengambil dari ‘lkrimah, ‘lkrimah mengambilnya dari Abdullah, dan Abdullah mengambilnya dari Ali.
    Adapun Abu Hanifah mengambil fikih dari Imam Ja’far ash-Shadiq as. Sementara Syafi’i adalah murid Malik, dan Hanbali adalah murid Syafi’i. Adapun tentang merujuknya para fukaha Syi’ah kepadanya adalah sesuatu yang jelas sekali. Begitu juga tentang merujuknya para fukaha dari kalangan para sahabat kepadanya adalah sesuatu yang jelas, seperti Ibnu Abbas dan yang lainnya. Berikut ini adalah perkataan Umar yang diucapkannya tidak hanya sekali, ‘Aku tidak dilanda masalah selama masih ada Abul Hasan.’Umar juga mengatakan, ‘Seandainya tidak ada Ali maka celakalah Umar.”
    Turmudzi telah berkata di dalam kitab sahihnya, dan begitu juga al-Baghawi telah berkata dari Abu Bakar, ‘Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang hendak melihat kepada Adam di dalam keilmuannya, kepada Nuh di dalam pemahamannya, kepada Yahya bin Zakaria di dalam kezuhudannya, dan kepada Musa bin Imran di dalam kekuatannya, maka hendaklah dia melihat kepada Ali bin Abi Thalib.’
    Baihaqi telah berkata, ‘Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang hendak melihat kepada Adam di dalam keilmuannya, kepada Nuh di dalam ketakwaannya, kepada Ibrahim di dalam kesabarannya, kepada Musa di dalam kewibawaannya, dan kepada Isa di dalam ibadahnya, maka hendaklah dia melihat kepada Ali bin Abi Thalib.’Dialah yang telah menjelaskan hukuman meminum minum-an keras, yang telah memberikan fatwa berkenaan dengan seorang wanita yang melahirkan pada usia enam bulan kandungannya. Dialah yang telah menyelesaikan pembagian uang dirham kepada pemilik adonan roti. Dia juga yang telah memerintahkan untuk membelah seorang anak menjadi dua bagian. Dialah yang telah memerintahkan untuk memenggal leher seorang hamba sahaya, dan yang bertindak sebagai hakim pada kasus orang yang mempunyai dua kepala.” Dia juga yang telah menjelaskan hukum makar (bughat), dan dia juga yang telah memberi fatwa berkenaan dengan seorang wanita yang hamil karena zina.
    Salah satu di antara cabang ilmu adalah ilmu tafsir. Manusia telah mengetahui kedudukan Ibnu Abbas di dalam ilmu tafsir. Dia adalah murid Ali. Dia telah ditanya, ‘Bagaimana kedudukan ilmumu dibandingkan ilmu putra pamanmu?’ Ibnu Abbas menjawab, ‘Laksana setetes air hujan di lautan yang sangat luas.'”
    Salah satu cabang ilmu yang lain adalah ilmu tarekat dan ilmu hakikat. Anda mengetahui bahwa tokoh-tokoh ilmu ini yang ada di seluruh negeri Islam, mereka semua berakhir kepadanya, dan berhenti di sisinya. Asy-Syibli, al-Hambali, Sirri as-Saqathi, Abu Zaid al-Busthami, Abu Mahfudz, yang dikenal dengan sebutan al-Kurkhi, dan yang lain-nya, dengan tegas mengakui hal ini. Cukup menjadi bukti bagi yang demikian itu, sobekan-sobekan yang menjadi slogan mereka, dan mereka menisbatkan sobekan-sobekan tersebut —melalui sanad mu’an’an— kepadanya, dan mengatakan bahwa dialah yang telah menuliskannya.
    Di antara cabang ilmu berikutnya adalah ilmu nahwu. Seluruh manusia telah mengetahui bahwa Ali as lah yang telah menciptakannya. Dia telah mendiktekan berbagai kumpulan yang hampir mendekati katagori mukjizat kepada Abul Aswad ad-Du`ali. Karena kemampuan manusia biasa tidak cukup untuk dapat menghasilkan penemuan yang seperti ini.
    Bagaimana bisa memiliki sifat seperti ini seorang laki-laki yang manakala ditanya, apa arti kata abban, dia berkata, ‘Aku tidak akan mengatakan tentang Kitab Allah berdasarkan pikiranku’, dan memberikan putusan tentang bagian warisan yang diterima kakek dengan seratus perkataan yang berbeda satu sama lainnya. Dia mengatakan, ‘Jika aku menyimpang maka luruskanlah, dan jika aku berada pada jalan yang benar maka ikutilah aku.’ Apakah seorang yang berakal akan membandingkan orang yang seperti ini dengan orang yang me-ngatakan, ‘Tanyailah aku sebelum kalian kehilanganku’, ‘Tanyailah aku tentang jalan-jalan yang ada di langit. Karena sesungguhnya demi —Allah— aku lebih mengetahui jalan-jalan yang ada di langit dibandingkan jalan-jalan yang ada di bumi.’ Ali as juga berkata, ‘Sesungguhnya di sini, sambil dia menunjuk ke arah dadanya, terdapat ilmu yang banyak.’ Dia juga mengatakan, ‘Sekiranya terbuka tirai penutup, tidak akan bertambah keyakinanku.’
    Adapun dalam masalah zuhud, dia adalah penghulu orang-orang zuhud. Tidak pernah sekali pun dia makan sampai kenyang. Dia adalah orang yang paling keras di dalam masalah pakaian dan makanan.
    Abdullah bin Abi Rafi’ berkata, ‘Saya masuk menemui Ali bin Abi Thalib pada hari raya. Lalu dia mengambil sebuah kantong tertutup yang berisi roti kering yang telah hancur, kemudian dia pun memakannya.
    Saya berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, kenapa Anda menutup kantong tersebut, padahal hanya berisi roti yang telah kering ?’
    Ali bin Abi Thalib menjawab, ‘Saya takut kedua anak saya akan membubuhinya dengan minyak atau mentega.'”
    Pakaian yang dikenakannya selalu bertambalkan kulit atau sabut. Kedua sendalnya terbuat dari sabut. Dia biasa memakai pakaian yang kasar, dan jika kepanjangan, dia memotongnya dengan pisau dan tidak menjahitnya kembali. Makanan yang dimakannya hanya berbumbukan garam atau cuka. Kalaupun lebih dari itu, dia cukup menambahkannya dengan tanaman hasil bumi. Kalaupun lebih baik lagi, dia hanya menambahkan dengan sedikit susu unta. Dia tidak memakan daging kecuali hanya sedikit. Dia berkata, ‘Jangan engkau jadikan perutmu menjadi kuburan binatang’, meskipun demikian dia adalah manusia yang paling kuat dan paling kokoh.
    Adapun dari sisi ibadah, dari dialah manusia belajar salat malam, dawam membaca wirid dan melakukan ibadah-ibadah nafilah. Bagaimana pendapat Anda tentang seorang laki-laki yang dahinya kapalan tidak ubahnya seperti lutut unta. Salah satu bukti bagaimana dia begitu menjaga kewajiban agamanya, dia membentangkan tikar sajadah yang terbuat dari kulit pada saat perang Shiffin. Dia tetap mengerjakan salatnya pada saat anak-anak panah berjatuhan di hadapannya dan melewati kedua telinganya. Dia tidak gentar, dan terus melanjutkan salatnya hingga selesai.
    Jika Anda menyimak dan memperhatikan berbagai doa dan munajatnya, serta melihat pengagungan Allah yang terdapat di dalam doanya, dan begitu juga ketundukan akan kebesaran-Nya dan kekhusyukan akan keagungan-Nya, niscaya Anda akan mengetahui betapa besar keikhlasan yang terkandung di dalamnya. Imam Ali Zainal Abidin, setiap malamnya mengerjakan salat sebanyak seribu rakaat, namun dia masih mengatakan, ‘Aku tertinggal apabila dibandingkan dengan ibadah Ali.’
    Adapun dalam masalah keberanian, Ali bin Abi Thalib adalah tokohnya. Dia adalah seorang pemberani yang tidak pernah lari dari medan perang, dan tidak pernah gentar menghadapi sekelompok pasukan. Tidak ada seorang pun yang datang menantang kecuali pasti dibunuhnya. Tebasan pedangnya hanya sekali tebasan, dan tidak memerlukan kepada tebasan yang kedua.
    Di dalam hadis disebutkan bahwa pukulan-pukulan pedangnya ganjil. Orang-orang musyrik, jika melihat Ali di dalam medan peperangan mereka berwasiat kepada satu sama lainnya. Dengan pedangnyalah bangunan agama menjadi kokoh, dan para malaikat merasa kagum akan kehebatan serangan dan pukulan pedangnnya.
    Di dalam perang Badar, yang merupakan cobaan berat atas kaum Muslimin, Ali bin Abi Thalib berhasil membunuh pahlawan-pahlawan Quraisy, seperti Walid bin ‘Utbah, ‘Ash bin Sa’id, dan Naufal bin Khuwailid, yang menahan Abu Bakar dan Thalhah sebelum hijrah. Rasulullah saw telah bersabda, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memperkenankan doaku berkenaan dengannya.’Ali bin Abi Thalib terus membunuhi pahlawan-pahlawan Quraisy satu demi satu, sehingga dia berhasil membunuh setengah dari keseluruhan jumlah kaum musyrik yang terbunuh di perang Badar, yang jumlah keseluruhannya sebanyak tujuh puluh orang. Sementara seluruh kaum Muslimin yang lainnya, beserta tiga ribu malaikat, berhasil membunuh setengah yang lainnya. Di sini lah Jibril berkata,
    ‘Tidak ada pedang kecuali Dzul Fiqar, dan tidak ada pemuda kecuali Ali.”
    Pada saat perang Uhud, manakala kaum Muslimin tercerai berai dari Rasulullah saw, dan Rasulullah saw dibanting ke tanah dan dipukuli dengan tombak dan pedang oleh orang-orang musyrik, Ali as berdiri kokoh di hadapan Rasulullah saw sambil menghunus pedang. Ketika Rasulullah saw melihat kepadanya, setelah siuman dari pingsannya, Rasulullah saw bertanya, ‘Wahai Ali, apa yang telah dilakukan oleh kaum Muslimin?’
    Ali bin Abi Thalib as menjawab, ‘Mereka telah melanggar sumpah dan telah lari dari medan peperangan.’
    Rasulullah saw berkata, ‘Lindungi aku.’ Maka Ali pun membuka kepungan mereka, dan menghadapi sekelompok pasukan demi sekelompok pasukan musuh, sambil memanggil kaum Muslimin, hingga akhirnya mereka kembali berkumpul. Jibril as berkata kepada Rasulullah saw, ‘Sungguh ini merupakan pembelaan. Para malaikat merasa kagum dengan pembelaan yang dilakukan oleh Ali untukmu.’
    Rasulullah saw berkata, ‘Tidak ada yang mencegahnya melakukan itu. Karena dia adalah bagian dariku dan aku bagian darinya.’ Karena keteguhan Ali itulah akhirnya sebagian kaum Muslimin kembali lagi, termasuk Usman, yang baru kembali setelah tiga hari. Rasulullah saw berkata kepada Usman. ‘Engkau pergi membawa peringatan.’
    Pada perang Khandaq, pada saat kaum musyrikin mengepung kota Madinah, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an, ‘(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ketenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan berbagai macam sangkaan’ (QS. Al-Ahzab: 10), dan Amr bin Abdul Wudd berhasil mendobrak parit kaum Muslimin, serta menantang duel kepada kaum Muslimin, sementara tidak ada seorang pun dari kaum Muslimin yang berani menghadapinya, maka tampillah Ali bin Abi Thalib dengan mengenakan sorban Rasulullah saw, sementara tangannya menenteng sebilah pedang. Dengan cepat Ali bin Abi Thalib memukulkan pedangnya kepada Amr bin Abdi Wudd, dengan sebuah pukulan pedang yang menyamai amal perbuatan seluruh jin dan manusia hingga hari kiamat.
    Di mana Abu Bakar, Umar dan Utsman pada saat itu?
    Orang yang membaca kitab peperangan karya al-Waqidi dan kitab sejarah karya al-Baladzari, niscaya akan mengetahui bagaimana kedudukan Ali di sisi Rasulullah, dari sisi jihad dan keberaniannya pada perang Ahzab, perang Bani Musthaliq, pada saat mengangkat pintu benteng khaibar, dan pada saat perang khaibar. Peristiwa-peristiwa ini merupakan peristiwa-peristiwa yang amat terkenal.
    Abu Bakar al-Anbari meriwayatkan di dalam kitabnya al-Amali, Ali duduk di sisi Umar di mesjid, sementara di samping mereka banyak orang yang hadir. Pada saat Ali berdiri dan meninggalkan majlis, salah seorang dari mereka yang hadir mengatakan bahwa Ali itu sombong.
    Umar berkata, ‘Orang sepertinya berhak untuk sombong. Kalau bukan karena pedangnya tidak akan tegak berdiri pilar-pilar agama. Dia adalah orang yang paling mengetahui di antara umat ini, dan paling mempunyai kedudukan.’
    Orang itu bertanya kepada Umar, ‘Lantas, apa yang mencegah Anda darinya, wahai Amirul Mukminin?’
    Umar menjawab, ‘Tidak ada yang kami tidak sukai darinya kecuali karena umurnya yang masih muda, kecintaannya kepada Bani Abdul Muththalib, dan dia yang membawa surat al-Bara’ah ke kota Mekkah.’
    Ketika Ali bin Abi Thalib mengajak Muawiyah untuk berduel hingga terbunuh salah seorang dari mereka, guna menghentikan peperangan di antara umat, Amr bin Ash berkata kepada Muawiyah, ‘Laki-laki itu telah bertindak adil kepadamu.’
    Muawiyah berkata kepada Amr bin Ash, ‘Belum pernah sekali pun engkau menipuku di dalam memberikan nasihat kepadaku kecuali pada hari ini. Engkau menyuruhku untuk berduel dengan Abul Hasan, padahal engkau tahu dia adalah seorang pemberani yang perkasa? Aku lihat, tampaknya engkau menginginkan kekuasaan negeri Syam sepeninggalku.’
    Orang Arab merasa bangga apabila berhadapan dengan Ali bin Abi Thalib as di dalam medan peperangan. Kabilah mereka merasa bangga apabila yang membunuh mereka adalah Ali. Hal ini tampak jelas sekali dalam ucapan-ucapan mereka. Ummu Kultsum berkata berkenaan dengan terbunuhnya Amr bin Abdul Wudd,
    ‘Seandainya pembunuh Amr bukanlah pembunuhnya, niscaya aku akan menangisinya selamanya, dan sekejap pun aku tidak mau hidup. Namun, pembunuhnya adalah orang yang tidak ada tandingannya, yang ayahnya telah menganggapnya sebagai orang yang terpandang.’
    Adapun tentang kedermawanannya, dialah yang telah menyelesaikan puasanya hingga tiga hari berturut-turut dengan menyedekahkan makanan untuk buka puasanya kepada peminta-minta setiap malamnya. Hingga Allah SWT menurunkan ayat berkenaan dengannya, ‘Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?’ (QS. Al-Insan: 1)
    Kemudian dia menyedekahkan cincinnya ketika ruku, maka turunlah ayat yang berbunyi, ‘Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat dalam keadaan ruku.’ (QS. Al-Maidah: 55)
    Dia juga bersedekah dengan empat dirham, lalu Allah SWT menurunkan ayat yang berbunyi, ‘Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidakpula mereka bersedih hati.’ (QS. Al-Baqarah: 274)
    Dialah orang yang menyiram kebun pohon korma dengan tangannya dan kemudian menyedekahkan uang upah yang diperoleh darinya. Muawiyah bin Abi Sufyan, yang merupakan musuhnya, manakala Mahjan adh-Dhibbi berkata kepadanya, ‘Saya telah datang dari sisi manusia yang paling kikir’, mengatakan, ‘Celaka engkau, apa yang engkau katakan? Engkau mengatakan dia manusia yang paling kikir? Tidak, seandainya dia mempunyai sebuah rumah yang terbuat dari lempengan emas dan sebuah rumah lagi yang terbuat dari jerami, niscaya terlebih dahulu dia akan menginfakkan rumahnya yang terbuat dari emas, sebelum rumahnya yang terbuat dari jerami.’
    Dialah yang telah mengatakan, ‘Wahai kuning (emas), wahai putih (perak), bujuklah selain aku. Jauhlah, jauhlah engkau dariku. Sesungguhnya aku telah memberimu talak tiga, yang tidak ada kemungkinan untuk kembali.’
    Dialah yang telah merelakan jiwanya dengan tidur di ranjang Rasulullah saw pada malam ketika rumah Rasulullah saw dikepung orang-orang musyrik Quraisy. Hingga Allah SWT menurunkan ayat berkenaan dengannya, Dan di antara manusia ada orang yang mengorbasnkan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.'” (QS. Al-Baqarah: 207)
    Yohanes berkata, “Ketika mendengar perkataan ini, tidak ada seorang pun dari mereka yang mengingkarinya. Mereka mengatakan, ‘Anda benar. Apa yang Anda katakan ini, kami telah membacanya di dalam kitab-kitab kami, dan kami telah menukilnya dari imam-imam kami. Akan tetapi, kecintaan Allah dan Rasul-Nya dan juga perhatian keduanya adalah sesuatu yang ada di belakang semua ini. Mungkin saja Allah SWT mempunyai perhatian yang lebih besar dibandingkan perhatian yang diberikan-Nya kepada Ali.’
    Yohanes berkata, ‘Sesungguhnya kita tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak ada yang mengetahui yang ghaib selain Allah. Apa yang Anda katakan ini adalah sebuah kebohongan, padahal Allah SWT telah berfirman, ‘Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta.’ (QS. adz-Dzariyat: 10) Kita semata-mata hanya menghukumi berdasarkan bukti-bukti yang menunjukkan kelebih-utamaan Ali, dan kemudian kita pun mengemukakan bukti-bukti tersebut.
    Adapun mengenai perhatian Allah terhadap Ali as, keutamaan-keutamaan di atas merupakan dalil yang pasti akan besarnya perhatian Allah SWT terhadapnya. Perhatian mana yang lebih baik dari dijadikannya dia oleh Allah SWT sebagai manusia yang paling mulia nasabnya setelah Rasulullah, sebagai manusia yang paling besar kesabarannya, sebagai manusia yang paling berani hatinya, sebagai manusia yang paling banyak jihadnya, paling banyak kezuhudannya, paling banyak ibadahnya, paling tinggi kedermawanannya, paling tinggi kewarakannya, dan sifat-sifat kesempurnaan lainnya yang telah disebutkan. Ini adalah perhatian dari Allah SWT terhadapnya.
    Adapun mengenai kecintaan Allah SWT dan Rasul-Nya kepadanya, Rasulullah saw telah memberikan kesaksian tentang hal itu pada banyak kesempatan. Salah satunya adalah apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw pada saat perang khaibar, yang tidak ada seorang pun dapat mengingkarinya. Rasulullah saw berkata, ‘Besok, saya akan memberikan panji ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.’ Kemudian Rasulullah saw memberikan panji tersebut kepada Ali.
    Seorang ulama Anda yang bernama Akhthab Kharazmi meriwayatkan di dalam kitabnya yang berjudul al-Manaqib, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Ya Ali, sekiranya seorang hamba beribadah kepada Allah SWT sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nuh kepada kaumnya, dan dia mempunyai emas sebanyak gunung Uhud, lalu diinfakkannya di jalan Allah, serta mempunyai umur yang panjang sehingga dapat menunaikan ibadah haji sebanyak seribu kali, kemudian dia terbunuh di antara Shafa dan Marwa secara teraniaya, namun dia tidak menjadikan kamu sebagai pemimpin, niscaya dia tidak akan bisa mencium baunya surga dan tidak akan bisa memasukinya.’
    Di dalam kitab yang sama juga disebutkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Sekiranya manusia sepakat di dalam mencintai Ali bin Abi Thalib, niscaya Allah SWT tidak akan menciptakan neraka.’
    Di dalam kitab al-Firdaus disebutkan, ‘Kecintaan kepada Ali adalah kebaikan yang bersamanya tidak ada satu pun keburukan yang dapat mendatangkan bahaya, dan kebencian kepadanya adalah keburukan yang bersamanya tidak ada satu pun kebaikan yang dapat mendatangkan manfaat.’
    Di dalam kitab Ibnu Khaluyah, dari Hudzaifah bin Yaman yang berkata, ‘Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang hendak bersedekah dengan batu cincin yakut yang telah Allah SWT ciptakan dengan tangan-Nya, dan kemudian Allah SWT katakan kepadanya, ‘jadilah’, lalu kemudian batu cincin yakut itu pun jadi, maka hendak-nya dia menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin sepeninggalku’
    Pada Musnad Ahmad bin Hanbal, di dalam jilid pertama disebutkan bahwa Rasulullah saw memegang tangan Hasan dan Husain seraya berkata, ‘Barangsiapa yang mencintaiku dan mencintai kedua anak ini serta mencintai ayah keduanya, niscaya pada hari kiamat dia akan berada dalam derajatku.”
    Yohanes berkata, “Wahai para imam Islam, apakah setelah semua ini masih terdapat pembicaraan tentang perkataan Allah SWT dan Rasul-Nya yang berkaitan dengan kecintaan kepadanya dan pelebihannya atas orang-orang yang tidak memiliki keutamaan-keutamaan ini?’
    Para imam tersebut menjawab, “Wahai Yohanes, orang-orang Rafidhi (Syi’ah) menyangka Rasulullah saw telah mewasiatkan kekhilafahan kepada Ali as, dan telah menetapkannya baginya. Sedangkan menurut pandangan kami, Rasulullah saw tidak mewasiatkan kekhilafahan kepada siapa pun.”
    Yohanes berkata, “Ini kitab Anda, di dalamnya disebutkan, ‘Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu bapak dan kaum kerabatnya secara makruf.’ (QS. al-Baqarah: 180)
    Di dalam Kitab Bukhari Anda disebutkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, Tidaklah seorang Muslim berhak tidur kecuali dia meletakkan wasiatnya di bawah kepalanya.’
    Apakah Anda membenarkan Nabi Anda saw memerintahkan sesuatu yang tidak dikerjakannya, padahal Kitab suci Anda mengecam keras orang yang memerintahkan apa yang tidak dilakukannya. Allah SWT berfirman, ‘Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?’ (QS. al-Baqarah: 44)
    Demi Allah, jika Nabi Anda meninggal dunia dengan tidak meninggalkan wasiat, berarti dia telah melanggar perintah Tuhannya, menyalahi ucapannya sendiri, dan tidak mengikuti jejak nabi-nabi terdahulu yang memberikan wasiat tentang siapa yang akan meneruskan urusanya sepeninggalnya. Padahal Allah SWT telah berfirman, ‘Maka ikutilah petunjuk mereka.’ (QS. al-An’am: 90) Namun, tentunya Nabi Anda tidak berbuat demikian. Apa yang Anda katakan tidak lain adalah semata-mata karena kebodohan dan kekeras-kepalaan Anda. Karena, Imam Ahmad bin Hanbal telah meriwayatkan di dalam kitab Musnadnya, bahwa Salman telah berkata, ‘Ya Rasulullah, siapakah washi Anda?’
    Rasulullah saw berkata, ‘Wahai Salman, siapa washi saudara saya Musa as?’
    Salman menjawab, ‘Yusya’ bin Nun.’
    Kemudian Rasulullah saw berkata, ‘Sesungguhnya washi dan pewarisku adalah Ali bin Abi Thalib.’
    Di dalam kitab Ibnu al-Maghazili asy-Syafi’i, dengan sanad yang menyambung kepada Rasulullah saw, disebutkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Setiap nabi mempunyai washi dan pewaris. Adapun washi dan pewarisku adalah Ali bin Abi Thalib.’
    Inilah Imam al-Baghawi Muhyis Sunnah ad-Din, salah seorang muhaddis dan mufassir besar Anda. Dia telah meriwayatkan di dalam kitab tafsirnya yang berjudul Ma’alim at-Tanzil, pada penafskan firman Allah SWT yang berbunyi, ‘Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.’ (QS. asy-Syu’ara: 214) Dia menyebutkan, ‘Dari Ali as yang berkata, ‘Ketika ayat ini turun, Rasulullah saw memerintahkan kepadaku untuk mengumpulkan Bani Abdul Muththalib baginya, maka aku pun mengumpulkan mereka. Pada saat itu terkumpullah kurang lebih empat puluh orang dari Bani Abdul Muththalib. Setelah menjamu mereka dengan hidangan kaki kambing dan susu, Rasulullah saw pun berkata kepada mereka, ‘Wahai putra-putra Abdul Muththalib! Demi Allah, tidak seorang pun pemuda bangsa Arab yang telah membawa untuk kaumnya sesuatu yang lebih berharga dan lebih utama dari apa yang aku bawa untuk kamu semua! Aku datang mem-bawa kebaikan dunia dan akhirat. Dan Allah telah memerintahkan aku menyerukan kepada kalian agar menerimanya. Maka siapakah di antara kalian yang bersedia memberikan dukungan bagiku dalam urusan ini; dan sebagai imbalannya, ia akan menjadi saudaraku yang terdekat, washi (penerima dan pengemban wasiat)ku, serta menjadi khalifah (pengganti)ku di antara Anda semua?’ Tidak ada seorang pun dari mereka yang menerima tawaran Rasulullah saw.
    Ali berkata, ‘Lalu aku pun berdiri dan berkata, ‘Aku, wahai Rasulullah, yang akan menjadi pembantumu.’
    Kemudian Rasulullah saw berkata kepada Ali, ‘lnilah saudaraku, wasbiku dan khalifahku di antara Anda semua. Dengar lah kata-katanya, dan taatlah kepadanya.’ Maka bangkitlah mereka itu sambil tertawa dan berkata kepada Abu Thalib, ‘Lihatlah, betapa ia telah memerintahkan Anda agar mendengarkan kata-kata anakmu dan taat kepadanya.’
    Riwayat ini juga telah diriwayatkan oleh Imam Anda Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya, oleh Muhammad bin Ishaq ath-Thabari di dalam kitab tarikhnya, dan juga oleh al-Kharkusyi. Jika riwayat ini dusta, maka berarti Anda telah memberikan kesaksian bahwa para Imam Anda meriwayatkan riwayat dusta atas Allah dan Rasul-Nya. Padahal Allah SWT telah berfirman, ‘lngatlah, kutukan Allah (ditirnpakan) atas orang-orang yang zalim.’ (QS. Hud: 18) ‘Yaitu orang-orang yang mengada-adakan kebohongan atas Allah.’ (QS. Yunus: 69 dan 96)
    Allah SWT juga berfirman di dalam Kitab-Nya, ‘Dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta.’ (QS. Ali ‘lmran: 61)
    Jika para Imam Anda tidak berdusta, dan memang demikian perkaranya, lantas, apa dosa orang-orang rafidhil Jika demikian, takutlah Anda kepada Allah, wahai para Imam Islam. Demi Allah, apa yang Anda katakan tentang peristiwa al-Ghadir yang dikatakan oleh orang Syi’ah
    Para Imam tersebut menjawab, “Para ulama kami sepakat bahwa itu tidak lain hanyalah cerita dusta yang diada-adakan.”
    Yohanes berkata, “Allah Mahabesar. Ini Imam Anda dan sekaligus muhaddis Anda, Ahmad bin Hanbal meriwayatkan di dalam Musnadnya bahwa Barra bin ‘Azib telah berkata, ‘Kami bersama-sama Rasulullah saw di dalam perjalanan kami. Lalu kami singgah di Ghadir Khum, kemudian salah seorang dari kami menyeru kami agar menunaikan salat jamaah. Seseorang menyapu untuk Rasulullah saw yang sedang berteduh di bawah dua pohon. Kemudian Rasulullah saw mengerjakan salat Zuhur. Selesai salat Rasulullah saw mengangkat tangan Ali as seraya bersabda, ‘Bukankah kamu semua mengetahui bahwa aku lebih utama atas seluruh orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri?’
    Semua yang hadir menjawab, ‘Benar.’ Kemudian Rasulullah saw mengangkat tangan Ali tinggi-tinggi, sehingga tampak putihnya ketiak keduanya, seraya berkata, ‘Barangsiapa yang aku sebagai pemimpinnya, maka inilah pemimpinnya. Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya dan musuhilah orang yang memusuhinya, tolonglah orang yang menolongnya dan telantarkanlah orang yang menelantarkannya.’
    Kemudian Umar bin Khattab berkata, ‘Selamat bagi Anda, wahai Putra Abu Thalib. Sekarang, Anda telah menjadi pemimpin setiap Mukmin laki-laki dan Mukmin perempuan.’
    Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan riwayat ini di dalam Musnadnya melalui jalan lain, yang bersanad kepada Abu Thufail; dia juga meriwayatkannya melalui jalan yang ketiga, yang bersanad kepada Zaid bin Arqam. Ibnu ‘Abdu Rabbih juga meriwayatkannya di dalam kitab al- ‘Iqd al-Farid. Sa’id bin Wahab juga meriwayat-kannya. Begitu juga ats-Tsa’labi di dalam kitab tafsirnya. Ats-Tsa’labi menguatkan riwayat ini dengan riwayat yang diriwayatkannya berkenaan dengan penafsiran ayat ‘Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi.’ Dia mengatakan bahwa Harits bin Nu’man al-Fihri mendatangi Rasulullah saw, yang sedang berada di tengah sahabat-sahabatnya. Harits bin Nu’man al-Fihri berkata, ‘Ya Muhammad, engkau telah menyuruh kami supaya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah, dan kami pun menerimanya. Engkau juga menyuruh kami untuk mengerjakan salat lima waktu, dan kami pun menerimanya. Kemudian engkau memerintahkan kami untuk berpuasa di bulan Ramadan, dan kami pun tetap menerimanya. Selanjutnya engkau memerintahkan kami untuk menunaikan haji, dan kami pun tetap menerimanya. Namun engkau tidak merasa cukup dengan itu, hingga akhirnya engkau mengangkat kedua lengan anak pamanmu dan mengutamakannya atas kami sambil berkata, ‘Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka inilah Ali pemimpinnya. ‘Apakah ini berasal darimu atau dari Allah?’
    Rasulullah saw menjawab, ‘Demi Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya ini berasal dari Allah.’
    Kemudian Harits bin Nu’man al-Fihri meninggalkan Rasulullah saw seraya berkata, ‘Ya Allah, seandainya apa yang dikatakan oleh Muhammad itu benar, maka turunkanlah hujan batu dari langit ke atas kami.’ Belum sempat Harits bin Nu’man al-Fihri sampai ke tempat dia menambatkan binatang tunggangannya, tiba-tiba Allah SWT menu-runkan sebuah batu dari langit yang tepat mengenai ubun-ubun kepalanya dan menembuh keluar dari duburnya, hingga dia pun tersungkur dan mati. Kemudian turunlah ayat Al-Qur’an yang berbunyi, ‘Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi.’ (QS. al-Ma’arij: 1)
    Bagaimana bisa Anda mengatakan riwayat-riwayat ini dusta dan tidak sahih sementara para Imam Anda meriwayatkannya?”
    Para Imam itu berkata, “Wahai Yohanes! Benar, para Imam kami telah meriwayatkan itu. Namun, jika Anda kembali kepada akal dan pikiran Anda, niscaya Anda akan tahu bahwa mustahil Rasulullah saw menetapkan yang demikian itu atas Ali bin Abi Thalib as, lalu seluruh sahabat bersepakat untuk menyembunyikan nas ini, dan kemudian mengalihkannya kepada Abu Bakar at-Timi yang lemah, yang berasal dari klan yang kecil. Padahal, para sahabat, jika Rasulullah saw memerintahkan mereka untuk membunuh diri mereka sendiri niscaya mereka akan lakukan. Bagaimana mungkin seorang yang berakal dapat membenarkan sesuatu yang mustahil ini?”
    Yohanes menjawab, “Anda jangan merasa heran dari hal ini. Umat Nabi Musa as, yang jumlah mereka enam kali lipat lebih banyak dari umat Nabi Muhammad saw, manakala Nabi Musa as mengangkat saudaranya Harun as sebagai khalifah (pengganti)nya atas mereka, sementara Harun as itu sendiri adalah Nabi mereka, dan mereka lebih mencintainya dibandingkan Musa as, mereka berpaling kepada Samiri dan menyembah patung anak sapi. Oleh karena itu, tidaklah begitu mengherankan manakala para sahabat berpaling dari washi Rasulullah saw, sepeninggal beliau, kepada orang tua yang Rasulullah saw telah menikahi putrinya. Sepertinya, jika Al-Qur’an al-Karim tidak menceritakan kisah penyembahan patung anak sapi yang dilakukan oleh umat Nabi Musa, Anda tidak akan membenarkannya.”
    Para Imam itu berkata, “Wahai Yohanes, Ali tidak menentang mereka. Bahkan diam dan berbait kepada mereka.”
    Yohanes menjawab, “Tidak diragukan, bahwa tatkala Rasulullah saw meninggal dunia jumlah kaum Muslimin sedikit. Di tengah-tengah mereka ada pendusta yang bernama Musailamah al-Kadzdzab, yang mempunyai pengikut sebanyak delapan puluh ribu orang. Sementara orang-orang Muslim yang ada di Madinah dipenuhi oleh orang-orang munafik. Seandainya dia menampakkan perlawanan dengan pedang, niscaya setiap orang yang anak atau saudaranya pernah dibunuh oleh Ali bin Abi Thalib di medan perang akan memeranginya. Sementara, hanya sedikit sekali ketika itu orang yang kabilah, kerabat atau sahabatnya yang tidak pernah dibunuh oleh Ali bin Abi Thalib di medan perang. Oleh karena itu, Ali bin Abi Thalib lebih memilih sabar, dan hanya menentang mereka melalui jalan hujjah dan argumentasi selama enam bulan. Kejadian ini merupakan sesuatu yang tidak diragukan di kalangan Ahlus Sunnah. Kemudian, salah seorang dari mereka menuntut baiat darinya. Menurut kalangan Ahlus Sunnah Ali bin Abi Thalib telah berbaiat, sementara menurut kalangan Rafidhah (Syi’ah) Ali bin Abi Thalib tidak berbaiat. Sementara Tarikh Thabari mengatakan bahwa Ali tidak berbaiat; hanya saja Abbas, manakala melihat fitnah ada di depan mata, dia berteriak, “Anak saudaraku telah memberikan baiat.’
    Anda tentu tahu, bahwa seandainya kekhilafahan bukan milik Ali maka tentu dia tidak akan mengklaimnya. Karena, jika dia mengklaimnya, sementara kekhalifahan bukan miliknya, maka dia seorang pendusta. Padahal Anda meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Ali bersama kebenaran, dan kebenaran bersama Ali.’ Bagaimana mungkin dia mengklaim sesuatu yang bukan merupakan haknya. Karena Jika demikian berarti Nabi Anda telah berdusta.
    Anda merasa heran dengan pembangkangan yang dilakukan oleh Bani Israil kepada Nabi mereka di dalam masalah khalifah (pengganti)nya, dan keberpalingan mereka kepada Samiri dan patung anak sapi. Namun —sungguh merupakan sesuatu yang aneh— pada saat yang sama Anda meriwayatkan bahwa Nabi Anda bersabda, ‘Niscaya kalian akan mengikuti jejak Bani Israil. Bahkan, seandainya mereka masuk ke lobang biawak, kalian pun akan ikut memasukinya.’ Di dalam Kitab suci Anda disebutkan bahwa Bani Israil membangkang nabi mereka di dalam masalah khalifahnya, dan mereka malah berpaling kepada sesuatu yang tidak layak untuknya.”
    Para ulama itu berkata, “Wahai Yohanes, apakah Anda melihat Abu Bakar tidak layak untuk jabatan kekhilafahan?”
    Yohanes berkata, “Demi Allah, saya tidak melihat Abu Bakar layak untuk jabatan kekhilafahan, namun saya juga tidak fanatik terhadap kelompok Rafidhah. Saya membaca kitab-kitab Islam, dan di sana saya melihat bahwa para Imam Anda memberitahukan kita, sesungguhnya Allah SWT dan Rasul-Nya memberitahukan bahwa Abu Bakar tidak layak untuk jabatan kekhilafahan.”
    Para Imam itu bertanya, “Di mana itu?”

  131. Tiang Bungkuk

    para sesepuh dan sedulur semua mari kita kirim al-fatehah buat ki Mbelgedes, biar hatinya makin disinari dengan cahaya kebaikan,al-fatehah sent…..

  132. Mbelgedes

    @The Man
    …………………………
    Yohanes menjawab, “Saya lihat di dalam kitab Bukhari Anda, di dalam kitab al-Jam’ Baina ash-Shihah as-Sittah, di dalam kitab Sahih Abu Dawud, Sahih Turmudzi, dan Musnad Ahmad bin Hanbal disebutkan bahwa Rasulullah saw telah mengutus Abu Bakar membawa Surat al-Bara’ah ke Mekkah. Ketika Abu Bakar sampai ke Dzil Khulaifah, Rasulullah saw memanggil Ali dan berkata kepadanya, ‘Susul Abu Bakar, ambil tulisan darinya, dan bacakan kepada mereka.’ Maka Ali pun menyusul Abu Bakar, lalu mengambil tulisan darinya. Kemudian Abu Bakar kembali ke hadapan Rasulullah saw dan berkata, ‘Ya Rasulullah, apakah ada ayat yang turun berkenaan denganku?’
    Rasulullah saw menjawab, Tidak ada. Hanya saja Jibril as datang kepadaku dan berkata, ‘Tidak akan melaksanakan tugas ini kecuali kamu atau seorang laki-laki dari kamu.’
    Jika memang demikian perkaranya, dan jika memang Abu Bakar tidak layak menunaikan ayat-ayat yang mudah dari Nabi saw semasa beliau hidup, maka bagaimana mungkin dia layak memangku jabatan kekhilafahan sepeninggal beliau. Dari sini, kita dapat mengetahui bahwa Ali as layak untuk menunaikan tugas dari Nabi saw. Wahai kaum Muslimin, kenapa Anda bersikap pura-pura dari kebenaran yang sedemikian jelas? Dan kenapa Anda condong kepada mereka? Apa yang Anda takutkan?”
    Ulama Hanafi menundukkan kepalanya sejenak, kemudian dia mengangkatnya kembali seraya berkata, “Wahai Yohanes! Sungguh, Anda melihat dengan pandangan yang adil, dan sesungguhnya kebenaran persis sebagaimana yang Anda katakan. Saya ingin lebih menambahkan tentang makna hadis ini untuk Anda. Yaitu bahwa Allah SWT hendak menjelaskan kepada manusia bahwa Abu Bakar tidak layak untuk kedudukan kekhilafahan. Oleh karena itu, Rasulullah saw mengirim Ali di belakangnya, dan memberhentikan Abu Bakar dari kedudukan yang agung ini, supaya manusia tahu bahwa Abu Bakar tidak layak untuk kedudukan tersebut, dan bahwa yang layak menduduki kedudukan tersebut adalah Ali as. Rasulullah saw bersabda, ‘Tidak akan menyampaikan tugas ini dari kamu kecuali kamu atau seorang laki-laki dari kamu.’ Bagaimana pendapatmu, wahai Maliki?”
    Ulama Maliki itu berkata, “Demi Allah, pikiran saya masih dibingungkan oleh kenyataan bahwa Ali menentang Abu Bakar di dalam masalah kekhilafahannya selama enam bulan. Dan, setiap dua orang yang berselisih tentang suatu perkara, maka mau tidak mau salah seorang dari mereka pasti berada di pihak yang benar. Jika kita mengatakan Abu Bakar yang benar, berarti kita telah menyalahi makna ucapan Rasulullah saw yang mengatakan, ‘Ali bersama kebenaran, dan kebenaran bersama Ali.’ Ini adalah hadis sahih, yang tidak ada perselisihan tentangnya.” Kemudian dia melihat ke arah ulama Hanbali, untuk mengetahui pandangannya.
    Ulama Hanbali berkata, “Sahabat-sahabatku, betapa banyak kita telah bersikap pura-pura dari kebenaran? Demi Allah, sesungguhnya saya yakin bahwa Abu Bakar dan Umar telah merampas hak Ali as.”
    Yohanes menuturkan, “Di dalam melakukan pembahasan, banyak sekali pertentangan yang timbul di antara mereka. Namun titik persamaan dari pembicaraan mereka ialah bahwa kebenaran berada di pihak Rafidhah. Yang paling dekat dengan kebenaran di antara mereka ialah ulama Syafi’i. Ulama Syafi’i itu berkata, “Bukankah Anda tahu bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak mengenal imam zamannya, maka dia mati sebagai orang Yahudi atau sebagai orang Nasrani.’
    Apa yang yang dimaksud dengan imam zaman? Dan siapakah dia?”
    Mereka menjawab, “Imam zaman kita adalah Al-Qur’an, karena kepadanyalah kita mengikuti.”
    Ulama Syafi’i itu berkata, “Anda semua salah. Karena Rasulullah saw telah bersabda, ‘Para Imam itu dari kalangan Quraisy.’ Beliau tidak mengatakan, ‘lmam itu adalah Al-Qur’an.'”
    Mereka berkata lagi, “Rasulullah saw Imam kita.”
    Ulama Syafi’i itu menjawab, “Anda semua salah. Kafena, tatkala para ulama kita dikritik kenapa Abu Bakar dan Umar meninggalkan jenazah Rasulullah yang masih terbaring belum dimandikan, untuk pergi menuntut jabatan kekhilafahan, dan ini menunjukkan kerakusan mereka akan jabatan tersebut, serta menodai keabsahan kekhilafahan mereka berdua, para ulama kita menjawab, bahwa apa yang mereka berdua lakukan adalah semata-mata kerena melihat sabda Rasulullah saw yang berbunyi, ‘Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak mengenal siapa Imam zamannya, maka berarti dia mati dengan kematian jahiliyyah.’ Oleh karena itu, mereka berdua pun bersegera pergi untuk menentukan Imam zamannya, karena takut akan ancaman Rasulullah saw dalam hadis ini. Dari sini, kita dapat mengetahui bahwa yang dimaksud dengan Imam di sini bukanlah Rasulullah saw.”
    Mereka berkata kepada ulama Syafi’i itu, “Anda sendiri, siapa Imam Anda, wahai Syafi’i?”
    Ulama Syafi’i itu menjawab, “Jika saya termasuk kelompok Anda, maka saya tidak mempunyai Imam; sedangkan jika saya termasuk kelompok (Syi’ah) Itsna ‘Asyariiyah, maka Imam saya adalah Muhammad bin Hasan as.”
    Para ulama itu berkata, “Demi Allah, ini adalah perkara yang sulit untuk bisa diterima. Bagaimana mungkin Imam kamu adalah seorang manusia yang mempunyai umur yang sedemikian panjang, yang tidak ada seorang pun yang mempunyai umur sepertinya, serta tidak ada seorang pun yang melihatnya? Hal ini amat sulit untuk bisa diterima?”
    Ulama Syafi’i itu berkata, “Dajjal, yang termasuk kelompok kafir, Anda katakan dia ada dan hidup, dan dia ada sebelum Mahdi dan Samiri. Demikian juga, Anda tidak mengingkari adanya Iblis. Berkenaan dengan Khidhir dan Isa, Anda juga mengatakan bahwa keduanya masih hidup. Di kalangan Anda terdapat riwayat-riwayat yang menunjukkan akan pemanjangan umur bagi kelompok orang yang bahagia dan kelompok orang yang celaka. Al-Qur’an al-Karim mengatakan bahwa para pemuda ashabul kahfi telah tidur selama tiga ratus sembilan tahun dengan tidak makan dan tidak minum. Lantas, apakah mustahil apabila salah seorang dari keturunan Rasulullah saw hidup dalam masa yang lama dengan makan dan minum, hanya saja dia tidak memberitahukan kita bahwa seseorang telah melihatnya? Dengan demikian, penolakan kamu akan hal ini tidaklah beralasan.”
    Yohanes berkata, “Sesungguhnya Nabi Anda telah bersabda, ‘Sepeninggalku umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Hanya satu golongan yang selamat, sementara tujuh puluh dua lainnya berada di dalam neraka. Apakah Anda tahu, golongan mana yang selamat itu?”
    Mereka menjawab, “Mereka itu adalah kelompok Ahlus Sunnah wal Jamaah. Karena, tatkala Rasulullah saw ditanya tentang siapakah golongan yang. selamat itu, Rasulullah saw menjawab, ‘Orang-orang yang berpijak pada sunahku sekarang dan sunah para sahabatku.'”
    Yohanes kembali bertanya, “Dari mana Anda tahu bahwa Anda berpijak pada sunah Rasulullah saw?”
    Mereka menjawab, “Ulama-ulama terkemudian menukilkan itu dari ulama-ulama terdahulu.”
    Yohanes berkata lagi, “Lantas, siapa yang berpegang kepada nukilan Anda?”
    Dengan heran mereka bertanya, “Memangnya kenapa?”
    Yohanes menjawab, “Karena dua hal:
    Pertama, sesungguhnya para ulama Anda banyak sekali menukil hadis-hadis yang menunjukkan kepada keimamahan Ali bin Abi Thalib as dan kelebih-utamaannya, sementara Anda mengatakan bahwa yang demikian itu dusta, dan itu berarti Anda memberi kesaksian bahwa para ulama Anda telah menukil berita dusta. Oleh karena itu, mungkin saja nukilan ini pun dusta.”
    Kedua, Rasulullah saw salat sebanyak lima kali di mesjid setiap harinya. Namun, mereka tidak mencatat apakah Rasulullah saw membaca bismillah di dalam surat al-Fatihah atau tidak? Apakah Rasulullah saw meyakini membaca bismillah di dalam surat al-Fatihah itu wajib atau tidak? Apakah Rasulullah saw menurunkan kedua tangannya di dalam salatnya atau tidak? Jika dia menyedekapkan kedua tangannya, apakah menyedekapkan tangannya di atas pusar atau di bawah pusar? Apakah di dalam wudu dia mengusap kepalanya sebanyak tiga helai rambut, seperempat kepala, separuhnya atau seluruhnya. Jika sesuatu yang setiap harinya dilakukan berulang kali oleh Rasulullah saw saja tidak dicatat oleh kalangan salaf Anda, maka bagaimana mungkin mereka mencatat sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw kecuali hanya sekali atau dua kali! Bagaimana mungkin mereka mencatat sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw di dalam hidupnya kecuali hanya sekali atau dua kali. Ini merupakan sesuatu yang sulit sekali untuk bisa diterima! Bagaimana bisa Anda mengatakan bahwa Ahlus Sunnahlah yang berpijak pada sunah Rasulullah saw, padahal sebagian mereka bertentangan dengan sebagian mereka yang lainnya di dalam masalah keyakinan; sementara berkumpulnya dua hal yang saling bertentangan (ijtima’ an-naqidhain) adalah sesuatu yang msutahil.”
    Yohanes menuturkan, “Mereka semua pun terdiam. Kemudian terjadi pembicaraan di antara mereka, dan keluar suara-suara dengan nada tinggi di antara mereka. Mereka berkata, ‘Yang benar ialah kita tidak mengetahui siapakah kelompok yang selamat itu. Masing-masing dari kita menyangka bahwa dialah kelompok yang selamat, dan bahwa orang lain di luar mereka celaka. Padahal, bisa saja sebenarnya dia yang celaka, dan kelompok lainnya justru yang selamat.”
    Yohanes berkata, “Kelompok Rafidhah yang Anda anggap sesat ini, justru mereka merasa yakin merekalah kelompok yang selamat, dan selain mereka akan celaka. Mereka berargumentasi atas hal itu dengan mengatakan bahwa keyakinan mereka lebih menepati kebenaran, dan lebih jauh dari keraguan.”
    Para ulama itu berkata, “Wahai Yohanes, katakanlah! Demi Allah, kami tidak akan menuduh Anda. Karena kami tahu bahwa Anda mendebat kami untuk memunculkan kebenaran.”
    Yohanes berkata, “Menurut keyakinan Syi’ah bahwa Allah SWT itu gadim, dan tidak ada yang qadim selainnya. Syi’ah mengatakan Allah SWT itu ada, bukan jisim, tidak menempati tempat, dan terbebas dari hulul (penitisan ke dalam makhluk). Sementara keyakinan Anda menetapkan bahwa selain Dia ada delapan lainnya yang qadim, yaitu sifat-sifat-Nya. Hingga Imam Anda, Fakhrur Razi mengecam Anda dengan mengatakan, ‘Sesungguhnya orang-orang Nasrani dan orang-orang Yahudi menjadi kafir karena mereka menetapkan dua Tuhan yang qadim di samping Allah, sementara sahabat-sahabat kita menetapkan sembilan yang qadim.’ Adapun Ibnu Hanbal, salah seorang dari Imam Anda mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah adalah jisim, dan sesungguhnya Dia bertengger di atas ‘arasy, dan turun ke bumi dengan wajah berkepala botak.’ Demi Allah, bukankah demikian yang Anda katakan?”
    Mereka menjawab, “Benar.”
    Yohanes berkata, “Jika demikian, tentunya keyakinan mereka lebih bagus dari keyakinan Anda. Syi’ah meyakini bahwa Allah SWT tidak melakukan sesuatu yang buruk, tidak melanggar sesuatu yang wajib, dan tidak ada kezaliman sedikit pun di dalam perbuatan-Nya. Mereka rida dengan qadha (ketetapan) Allah, karena Allah SWT tidak menetapkan kecuali kebaikan. Mereka meyakini bahwa perbuatan Allah SWT mempunyai maksud dan tujuan, serta tidak sia-sia. Mereka meyakini bahwa Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Tidak menyesatkan seorang pun dari hamba-Nya, tidak menghalangi mereka dari ibadah, menginginkan ketaatan hamba-Nya, dan melarang mereka dari maksiat. Mereka juga yakin bahwa mereka merdeka di dalam amal perbauatan mereka. Sementara keyakinan Anda mengatakan bahwa semua keburukan berasal dari Allah SWT —Mahasuci Allah dari yang demikian itu. Keyakinan Anda juga mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada wujud, yang berupa kekufuran, kefasikan, kemaksiatan, pembunuhan, pencurian dan zina, semuanya itu diciptakan oleh Allah SWT pada diri pelakunya, dan dikehendaki oleh-Nya terjadi pada diri mereka. Dia menetapkan qadha(ketetapan) atas mereka, dan menghilangkan kebebasan dari diri mereka, lalu kemudian mengazab mereka. Anda tidak rida dengan ketetapan Allah SWT. Dan, bahkan Allah SWT pun tidak rida dengan ketetapan-Nya. Keyakinan Anda mengatakan Allahlah yang telah menyesatkan hamba-Nya, menghalangi mereka dari ibadah dan keimanan. Padahal, Allah SWT berfirman, ‘Dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.’ (QS. az-Zumar: 7)
    Cobalah berpikir, apakah keyakinan Anda lebih baik dari keyakinan mereka, atau keyakinan mereka lebih baik dari keyakinan Anda?!
    Syiah mengatakan, para nabi terjaga dari dosa (maksum) sejak permulaan umurnya hingga akhir hidupnya. Baik dari dosa kecil maupun dosa besar, baik yang berhubungan dengan wahyu maupun yang bukan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Sementara keyakinan Anda mengatakan, mereka bisa terkena salah dan lupa. Anda menuduh Rasulullah saw lupa Al-Qur’an. Anda mengatakan bahwa Rasulullah saw mengerjakan salat Subuh, lalu membaca surat an-Najm yang berbunyi, ‘Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Lata, al-‘Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anakperempuan Allah)?’ (QS. an-Najm: 19 – 20)
    Ini adalah kekufuran dan kemusyrikan yang jelas sekali. Bahkan, sebagian dari ulama Anda telah menulis sebuah kitab yang khusus mencatat dosa-dosa yang dinisbatkan kepada para nabi as. Kemudian, kalangan Syi’ah menjawab kitab tersebut dengan menulis sebuah kitab yang mereka beri judul Tanzih al-Anbiya (membersihkan para nabi). Sekarang, di antara dua keyakinan ini, mana yang lebih dekat kepada kebenaran dan lebih selamat, menurut Anda?
    Keyakinan Syi’ah mengatakan bahwa Rasulullah saw tidak meninggal dunia kecuali setelah meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan meneruskan kepemimpinan sepeninggalnya. Dia tidak meninggalkan umatnya dalam keadaan terlantar dan tidak juga menyalahi firman Allah SWT. Sementara keyakinan Anda mengatakan, Rasulullah saw meninggalkan umatnya dalam keadaan terlantar, dan tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan meneruskan kepemimpinan sepeninggalnya. Padahal, Kitab suci yang turun kepada Anda mengatakan wajibnya seseorang meninggalkan wasiat. Demikian juga, hadis Nabi Anda menyatakan wajibnya meninggalkan wasiat. Oleh karena itu, berdasarkan keyakinan Anda ini berarti Rasulullah saw telah memerintahkan sesuatu yang tidak dikerjakannya. Mana di antara dua keyakinan ini yang paling layak mendapat keselamatan?
    Keyakinan Syi’ah mengatakan bahwa Rasulullah saw tidak meninggalkan dunia ini kecuali setelah menetapkan kekhilafahan Ali bin Abi Thalib as, dan tidak meninggalkan umat dalam keadaan terlantar. Rasulullah saw berkata kepada Ali as pada hadis Yaum ad-Dar, ‘Engkau adalah saudaraku, washiku, dan khalifahku setelahku. Maka dengarlah dan taatilah dia.’ Anda semua menukilkannya, dan demikian juga dengan para Imam Qari, ath-Thabari, al-Kharkusyi dan Ibnu Ishaq.
    Rasulullah saw juga bersabda pada hari Ghadir Khum, ‘Barangsiapa yang aku sebagai pemimpinnya maka inilah Ali pemimpinnya.” Hingga Umar berkata kepada Ali, ‘Selamat, selamat bagi kamu, hai Ali. Sekarang, kamu telah menjadi pemimpin setiap Mukmin laki-laki dan Mukmin perempuan.’ Imam Anda Ahmad bin Hanbal menukilkannya di dalam kitab Musnadnya. Rasulullah saw juga telah berkata kepada Salman berkenaan dengan Ali, ‘Sesungguhnya washiku dan pewarisku adalah Ali bin Abi Thalib.’ Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Anda Ahmad bin Hanbal.
    Rasulullah saw juga telah bersabda, ‘Sesungguhnya pada malam mikraj para nabi telah berkata kepadaku, ‘Kami diutus untuk menyatakan kenabianmu dan kewalian Ali bin Abi Thalib.’ Anda meriwayatkan hadis ini di dalam kitab ats-Tsa’labi dan kitab al-Bayan. Rasulullah saw juga bersabda, ‘Sesungguhnya Ali mencintai Allah dan Rasul-Nya.’ Hadis ini Anda riwayatkan di dalam kitab Bukhari dan Muslim. Rasulullah saw bersabda, ‘Tidak ada yang dapat menunaikan tugas ini kecuali aku atau seorang laki-laki dariku.’ Yang Rasulullah saw maksud adalah Ali bin Abi Thalib. Hadis ini diriwayatkan di dalam kitab al-Jam’ Baina ash-Shahihain. Dalam hadis yang lain Rasulullah saw bersabda, ‘Kedudukan engkau di sisiku tidak ubahnya seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi sepeninggalku.’ Hadis ini diriwayatkan di dalam kitab Sahih Bukhari. Allah SWT juga telah menurunkan ayat Al-Qur’an berkenaan dengan Ali, ‘Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang disebut.’ (QS. ad-Dahr: 1)
    Pada kesempatan lain Dia juga menurunkan ayat berkenaan dengan Ali, ‘Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat dalam keadaan ruku.’ (QS. al-Maidah: 55)
    Dia adalah pemilik ayat sedekah. Pukulan pedangnya kepada ‘Amr bin Abdul Wudd, lebih utama dari amal perbuatan yang dilakukan umat hingga hari kiamat. Dia adalah saudara Rasulullah saw, suami dari putrinya, pintu kota ilmu, pemimpin orang-orang yang bertakwa, pemuka agama, dan pemimpin kelompok al-ghurr al-muhajjalin. Dia adalah penyelesai kesulitan, dan pengudar keruwetan. Dia adalah Imam yang berdasarkan nash Ilahi. Kemudian setelahnya adalah Hasan dan Husain, yang Rasulullah saw telah berkata tentang keduanya, ‘Keduanya ini adalah imam, baik ketika duduk maupun berdiri. Dan bapak keduanya lebih baik dari keduanya.’
    Rasulullah saw bersabda, ‘Hasan dan Husain adalah dua penghulu pemuda ahli surga.’ Kemudian, Ali Zainal Abidin. Kemudian, putra-putranya yang maksum, yang diakhiri oleh al-Hujjah al-Qa’im al-Mahdi Imam Zaman as, yang mana barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak mengenalnya maka dia mati dalam keadaan jahiliyyah.’
    Anda meriwayatkan di dalam kitab-kitab sahih Anda, dari Jabir bin Samurah yang berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Sepeninggalku akan ada dua belas orang amir’, kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak terdengar oleh saya.’
    Di dalam kitab Bukhari Anda disebutkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, ‘Urusan manusia akan tetap berjalan selama pemimpin mereka masih dua belas orang laki-laki’. Kemudian Rasulullah saw mengatakan sesuatu yang tidak terdengar oleh saya.
    Di dalam Sahih Muslim disebutkan, ‘Urusan agama ini akan tetap tegak berdiri hingga datangnya hari kiamat, dan pada mereka terdapat dua belas orang khalifah, yang kesemuanya berasal dari Qurasy.” Di dalam kitab al-Jam’ Baina ash-Shahihain, dan juga di dalam kitab sahih yang enam (ash-shihah as-sittah) disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya urusan ini tidak akan berlalu sehingga datangnya dua belas orang kahlifah, yang kesemuanya mereka berasal dari bangsa Quraisy.’
    Seorang ulama Anda, muhaddis Anda dan kepercayaan Anda, penulis kitab Kifayah ath-Thalib, dari Anas bin Malik yang berkata, ‘Saya pernah bersama Abu Dzar, Salman, Zaid bin Tsabit, dan Zaid bin Arqam berada di sisi Nabi saw. Pada saat itu masuklah Hasan dan Husain as. Melihat itu Rasulullah saw pun menciumi keduanya. Setelah itu, Abu Dzar berdiri dan mencium kedua tangan keduanya, dan kemudian duduk kembali bersama kami.
    Secara perlahan-lahan saya bertanya kepada Abu Dzar, ‘Wahai Abu Dzar, Anda adalah seorang orang tua dari kalangan sahabat Rasulullah saw. Anda berdiri menghampiri kedua anak kecil Bani Hasyim, kemudian sibuk dengan keduanya dan menciumi kedua tangankeduanya.’
    Abu Dzar menjawab, ‘Benar. Kalau sekiranya engkau mendengar sebagaimana yang telah aku dengar tentang keduanya, niscaya engkau akan melakukan lebih dari apa yang telah aku lakukan.’
    Kami bertanya, ‘Wahai Abu Dzar, apa yang telah engkau dengar dari Rasulullah saw tentang keduanya?’
    Abu Dzar menjawab, ‘Saya telah mendengar Rasulullah saw berkata kepada Ali dan kepada keduanya, ‘Demi Allah, sekkanya seorang hamba mengerjakan salat dan puasa hingga lusuh, niscaya salat dan puasanya itu tidak akan memberikan manfaat kepadanya kecuali dengan mencintai engkau dan berlepas diri dari musuh-musuh engkau.
    Ya Ali, Barangsiapa yang bertawassul kepada Allah dengan perantaraan hakmu, maka Allah SWT berkewajiban untuk tidak menolaknya dengan kegagalan.
    Ya Ali, Barangsiapa yang mencintaimu dan berpegang kepadamu, maka berarti dia telah berpegang kepada tali yang amat kuat.’ Anas bin Malik berkata, ‘Kemudian, Abu Dzar pun berdiri dan keluar. Lalu, kami pun maju ke hadapan Rasulullah dan bertanya, ‘Ya Rasulullah saw, Abu Dzar telah memberitahukan kami begini-begini.’
    Rasulullah saw menjawab, ‘Sungguh benar apa yang telah dikatakanoleh AbuDzar.’
    Kemudian, Rasulullah saw bersabda, ‘Allah SWT telah menciptakanku dan Ahlul Baitku dari cahaya yang sama, tujuh ribu tahun sebelum Dia menciptakan Adam. Kemudian, kami dipindahkan dari tulang sulbinya ke dalam tulang-tulang sulbi yang suci, dan kemudian kepada rahim-rahim yang suci.’
    Saya bertanya, ‘Ya Rasulullah, ketika itu Anda semua di mana? Dan dalam bentuk apa Anda semua ketika itu?
    Rasulullah saw menjawab, ‘Ketika itu kami berupa bayangan dari cahaya, tergantung di bawah ‘arasy, dalam keadaan senantiasa bertasbih dan mensucikan Allah SWT.’
    Kemudian Rasulullah saw meneruskan sabdanya, ‘Ketika aku diangkat ke langit dan sampai ke sidrah al-muntaha, Jibril meninggalkanku.
    Lalu aku berteriak, ‘Wahai kekasihku, Jibril, engkau meninggalku pada maqam yang seperti ini?’
    Jibril menjawab, ‘Wahai Muhammad, aku ddak boleh naik ke tempat ini. Karena kedua sayapku akan terbakar. Kemudian, aku dilempar dari satu cahaya ke cahaya yang lain. Masya Allah. Kemudian Allah SWT berkata, ‘Ya Muhammad, sesungguhnya Aku memandang ke bumi sekali pandangan, lalu Aku memilihmu dan menjadikan kamu sebagai nabi. Kemudian, Aku memandang ke bumi sekali lagi, lalu Aku memilih Ali dan menjadikannya sebagai washimu, pewaris ilmumu, dan Imam sepeninggalmu. Lalu, Aku mengeluarkan dari tulang sulbimu keturunan yang suci dan para Imam yang maskum, yang akan menjadi perbendaharaan ilmu-Ku. Seandainya bukan karena mereka, niscaya Aku tidak akan menciptakan dunia dan akhirat, serta surga dan neraka. Maukah kamu melihat mereka?’
    Aku katakan, ‘Ya, wahai Tuhanku.’ Kemudian, datang seruan, ‘Hai Muhammad, angkat kepalamu’, maka aku pun mengangkat kepalaku. Tiba-tiba aku melihat cahaya Ali, Hasan, Husain, Ali bin Husain, Muhammad bin Ali, Ja’far bin Muhammad, Musa bin Ja’far, Ali bin Musa, Muhammad bin Ali, Ali bin Muhammad, Hasan bin Ali, dan al-Hujjah bin Hasan, cahayanya berkilau di antara mereka, seperti bintang yang bersinar —salawat dan salam atas mereka.
    Aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, siapakah mereka?’
    Allah SWT menjawab, ‘Mereka itu adalah para imam yang suci sepeninggalmu, yang berasal dari tulang sulbimu. Dan, ini adalah al-Hujjah yang akan memenuhi bumi dengan kebenaran dan keadilan, setelah sebelumnya dipenuhi dengan kerusakan dan kezaliman, yang akan menyembuhkan hati orang-orang yang beriman.’
    Lalu, kami pun berkata, ‘Ya Rasulullah, demi ayah dan ibu kami, sungguh engkau telah mengatakan sesuatu yang aneh (mengagumkan).’
    Rasulullah saw menjawab, ‘Yang lebih aneh dari ini ialah, sesungguhnya kaum-kaum mendengarkan hal ini dariku, namun kemudian mereka berbalik ke belakang, setelah Allah SWT memberi petunjuk kepada mereka, dan mereka menyakitiku berkenaan dengan mereka (para Imam dari kalangan Ahlul Bait). Sungguh, Allah SWT tidak akan memberikan syafaatku kepada mereka.”‘
    Yohanes berkata, “Keyakinan kamu ialah, bahwa tatkala Rasulullah saw meninggal dunia dia tidak meninggalkan wasiat, dan tidak menetapkan siapa penggantinya. Kemudian, Umar bin Khattab memilih Abu Bakar dan berbaiat kepadanya, yang kemudian diikuti oleh umat. Selanjutnya, Abu Bakar menamakan dirinya sebagai khalifah (pengganti) Rasulullah saw. Anda tahu bahwa tatkala Rasulullah saw meninggal dunia, Abu Bakar dan Umar meninggalkan jenazah Rasulullah yang belum dimandikan dan dikafani. Mereka berdua pergi ke Saifah Bani Sa’idah, dan berselisih dengan kalangan Anshar mengenai kekhilafahan. Abu Bakar merebut kekhilafahan sementara jenazah Rasulullah saw masih terbujur. Tidak ada yang meragukan bahwa Rasulullah saw tidak menunjuk Abu Bakar sebagai khalifah. Abu Bakar telah menyembah berhala selama empat puluh tahun sebelum menjadi Muslim. Padahal, Allah SWT telah berfirman, ‘Sesungguhnya janjiku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim.’ (QS. al-Baqarah: 124)
    Abu Bakar menahan warisan Fatimah yang berasal dari ayahnya. Fatimah berkata, ‘Hai Abu Bakar, engkau mewarisi ayahmu, sementara aku tidak mewarisi ayahku? Sungguh, engkau telah mengatakan sesuatu yang mengada-ada.’ Fatimah memprotes Abu Bakar dengan firman Allah SWT yang berbunyi,
    ‘Yang akan mewaris aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’gub.’ (QS. Maryam: 6)
    ‘Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud.’ (QS. an-Naml: 16)
    Allah SWT juga berfirman, ‘Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagianpusaka untuk) anak-anakmu.’ (QS. an-Nisa: 11)
    Abu Bakar menahan Fatimah untuk mendapatkan tanah fadak, pa-dahal Fatimah telah mengklaimnya, dan mengatakan bahwa Rasulullah saw telah menghadiahinya kepada dirinya. Namun, Abu Bakar tidak membenarkan kesaksian Fatimah mengenainya, padahal Fatimah termasuk ahli surga, dan Allah SWT telah menghilangkan dosa darinya, yang merupakan sesuatu yang lebih umum dari dusta dan yang lainnya.
    Abu Bakar berkata, Turunkan aku dari kedudukan ini. Sesungguhnya aku bukanlah yang terbaik selama Ali ada di tengah-tengah kamu.’ Jika dia benar-benar dengan perkataannya ini, maka dia tidak layak mendahului Ali bin Abi Thalib as. Namun, jika dia dusta maka dia tidak layak untuk menduduki kursi keimamahan.
    Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya aku mempunyai setan yang senantiasa mengikutiku. Oleh karena itu, jika aku menyimpang maka luruskanlah aku.’ Seseorang yang senantiasa diikuti setan, maka dia tidak layak menduduki kursi keimamahan!!
    Abu Bakar berkata berkenaan dengan Umar, ‘Sesungguhnya pembaiatan Abu Bakar sebuah kekeliruan. Semoga Allah SWT melindungi kaum Muslimin dari keburukannya. Barangsiapa yang mengulangi sepertinya, maka bunuhlah.’ Dari sini, dapat diketahui bahwa pembaiatannya adalah sesuatu yang salah dan tidak benar, dan orang yang melakukan hal yang sama wajib diperangi.
    Abu Bakar tertinggal dari pasukan Usamah, dan Rasulullah saw telah mengangkat Usamah sebagai komandan Abu Bakar. Namun, Rasulullah saw tidak pernah sekali pun mengangkat seseorang sebagai pemimpin atau komandan Ali.
    Rasulullah saw belum pernah sekali pun mengangkat Abu Bakar sebagai pemimpin, kecuali di dalam membawa surat al-Bara’ah. Namun, tatkala Abu Bakar keluar membawa surat al-Bara’ah, Allah SWT memerintahkan Rasulullah saw untuk memberhentikannya dari tugas ini, dan memberikannya kepada Ali.
    Abu Bakar tidak mengetahui hukum syariat, hingga dia memotong tangan kiri seorang pencuri dan membakarnya secara sekonyong-konyong. Padahal Rasulullah saw telah bersabda, ‘Tidak menyiksa dengan api kecuali Tuhan pemilik api.’
    Ketika Abu Bakar ditanya tentang orang yang tidak punya anak dan ayah (kalalah), dia tidak mengetahui apa yang harus dia katakan, lalu dia pun berkata, ‘Aku akan menjawab dengan pikiranku. Jika benar maka itu dari Allah, namun jika salah maka itu dari setan.’
    Seorang nenek bertanya kepadanya tentang warisan yang diterimanya. Abu Bakar menjawab, ‘Saya tidak menemukan apa pun tentang Anda, baik di dalam Al-Qur’an maupun di dalam sunah Muhammad. Kembalilah, hingga aku bertanya.’ Maka Mughirah bin Syu’bah pun memberitahunya bahwa Rasulullah saw memberi seperenam bagi bagian nenek. Abu Bakar sering meminta fatwa kepada para sahabat di dalam masalah hukum.
    Abu Bakar tidak mengecam Khalid bin Walid di dalam membunuh Malik bin Nuwairah, dan di dalam menikahi istrinya di malam terbunuh suaminya dengan tanpa menanti iddah.
    Abu Bakar mengutus sekelompok orang ke rumah Amirul Mukminin as, manakala Amirul Mukminin as menolak untuk berbaiat. Dia mengancam untuk membakar rumah, sementara di dalam rumah terdapat Fatimah as dan sekelompok orang dari Bani Hasyim dan lainnya. Oleh karena itu, mereka mengecam keras perbuatannya.
    Ketika Abu Bakar naik ke mimbar, datang Hasan dan Husain beserta sekelompok orang dari kalangan Bani Hasyim dan lainnya. Mereka mengecamnya, lalu Hasan Hasan dan Husain berkata kepadanya, ‘lni maqam kakekku. Kamu tidak layak untuknya.’
    Ketika hampir meninggal dunia, Abu Bakar berkata, ‘Oh, seandainya aku meninggalkan rumah Fatimah dan tidak membukanya paksa. Oh, seandainya dahulu aku menanyakan Rasulullah saw, apakah kalangan Anshar mempunyai hak dalam urusan ini?’
    Di dalam kitab-kitab Anda disebutkan bahwa Abu Bakar menyalahi Rasulullah saw di dalam mengangkat pengganti. Karena dia telah mengangkat Umar sebagai penggantinya. Juga disebutkan bahwa Rasulullah saw belum pernah sekali pun mengangkatnya sebagai pemimpin, kecuali dalam perang Khaibar, itu pun dia kembali dengan gagal. Rasulullah saw mengangkatnya sebagai petugas pengumpul zakat, namun Abbas memprotesnya, maka Rasulullah saw pun memberhentikannya. Para sahabat mengecam Abu Bakar di dalam mengangkat Umar sebagai penggantinya. Bahkan Thalhah sampai berkata, ‘Anda telah mengangkat Umar, seorang laki-laki yang bersikap kasar dan berhati keras.’
    Adapun Umar, orang-orang membawa seorang wanita yang telah berzina yang sedang hamil ke hadapannya, dengan serta merta dia memerintahkan supaya wanita itu dirajam. Ali berkata kepadanya, ‘Jika Anda mempunyai alasan untuk merajam wanita tersebut, namun Anda tidak mempunyai alasan untuk merajam bayi yang sedang dikandungnya.’ Mendengar itu Umar pun mengurungkan niatnya, lalu berkata, ‘Seandainya tidak ada Ali maka celaka lah Umar.’
    Umar meragukan kematian Rasulullah saw seraya berkata, ‘Muhammad tidak mati dan tidak akan mati’. Akhirnya, Abu Bakar membacakan ayat, ‘Sesungguhnya kamu akan mati, dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).’ (QS. az-Zumar: 3) Setelah itu baru kemu-dian Umar mengatakan, ‘Anda benar.’ Umar berkata lagi, ‘Sepertinya saya belum pernah mendengar ayat ini.’
    Orang-orang membawa seorang wanita gila yang telah berzina ke hadapan Umar. Umar memerintahkan supaya wanita gila itu dirajam.
    Namun, Ali berkata, ‘Pena terangkat dari orang yang gila hingga dia sadar’ Mendengar itu Umar pun mengurungkan niatnya, lalu berkata, ‘Seandainya tidak ada Ali maka celaka lah Umar.’
    Di dalam khutbahnya Umar berkata, ‘Barangsiapa yang meninggikan mahar wanitanya, aku akan masukkan maharnya ke dalam baitul mal. Seorang wanita protes kepadanya, ‘Anda mencegah kami dari apa yang telah Allah SWT halalkan bagi kami. Padahal Allah SWT telah berfirman,
    ‘Dan jika kamu ingin mengganti istrirnu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?’
    Maka, orang-orang pun berkata, ‘Seluruh manusia lebih fakih dari Umar. Bahkan orang-orang yang terbaring di dalam rumah-rumah sekali pun.’
    Dia memberikan kepada Hafshah dan Aisyah, masing-masingnya sebanyak dua ratus ribu dirham. Dia mengambil uang dari baitul mal sebanyak dua ratus dirham, lalu kaum Muslimin mengecamnya, kemudian dia berkata, ‘Saya mengambilnya sebagai hutang.’
    Dia mencegah Hasan dan Husain untuk bisa menerima warisan dari Rasulullah saw, dan mencegah keduanya untuk memperoleh khumus.
    Umar memberikan keputusan di dalam masalah hukum dengan tujuh puluh pendapat. Dia melarang dua mut’ah. Dia berkata, ‘Ada dua mut’ah yang halal pada masa Rasulullah saw, namun sekarang saya mengharamkannya dan saya akan menghukum orang yang melakukannya.’
    Dia menyalahi Rasulullah saw dan sekaligus Abu Bakar, di dalam masalah pengangkatan khalifah, apakah berdasarkan penetapan atau bukan. Dia menjadikan urusan kekhilafahan di tangan enam orang. Kemudian, dia menyalahi dirinya sendirinya dengan menjadikannya berada di tangan empat orang. Selanjutnya, di tangan tiga orang. Berikutnya lagi, di tangan satu orang. Kemudian, Umar menetapkan hak pilih berada di tarigan Abdurrahman bin ‘Auf. Umar berkata, ‘Seandainya Ali dan Usman bersepakat, maka pendapat yang harus dipegang adalah pendapat yang dikatakan keduanya. Namun, jika suara terpecah kepada tiga suara tiga suara, maka suara yang harus dipegang adalah suara yang mana di dalamnya terdapat suara Abdurrahman bin ‘Auf. Karena, Umar mengatahui bahwa Ali dan Usman tidak akan bersepakat dalam sebuah urusan, dan bahwa Abdurrahman tidak akan bersikap adil berkenaan dengan anak saudara perempuannya, yaitu Usman. Selanjutnya, Umar memerintahkan supaya memenggal kepala orang yang terlambat memberikan baiat dalam jangka tiga hari.
    Umar juga merobek kertas tulisan yang ada di tangan Fatimah as. Peristiwa itu terjadi pada saat terjadi perdebatan panjang antara Fatimah dan Abu Bakar, lalu Abu Bakar memutuskan untuk mengembalikan tanah fadak kepadanya. Abu Bakar membuat kertas tulisan untuknya. Lalu, Fatimah pun keluar dengan membawa kertas tulisan tersebut. Umar mendekati Fatimah, dan menanyakan apa yang terjadi. Fatimah pun menceritakan apa yang terjadi kepadanya. Mendengar itu dengar serta merta Umar mengambil kertas tulisan yang ada di tangan Fatimah dan merobeknya. Melihat itu, Fatimah melaknat Umar atas perbuatannya. Lalu Ali bin Abi Thalib masuk dan mengecam Umar.
    Adapun Usman bin Affan, dia membagikan kekuasaan di antara kaum kerabatnya. Dia mengangkat Walid, saudaranya seibu, sebagai gubernur Kufah. Walid, seorang laki-laki yang suka meminum minuman keras, dan dia mengerjakan salat Subuh dalam keadaan mabuk. Oleh karena itu, penduduk Kufah mengusirnya.
    Usman bin Affan memberikan uang yang banyak kepada masing-masing suami dari anak perempuannya yang empat. Dia memberikan kepada masing-masingnya sebanyak seratus ribu mitsgal emas, yang diambil dari baitul mal kaum Muslimin. Dia memberikan beribu-ribu dirham kepada Marwan, yang berasal dari khumus negeri-negeri Afrika.
    Utsman melindungi dirinya dari kaum Muslimin dan mencegah mereka untuk dapat menemuinya. Banyak sekali terjadi kemunkaran yang berasal darinya yang berkenaan dengan hak-hak para sahabat. Dia memukuli Ibnu Mas’ud hingga meninggal dunia, dan membakar mushafnya. Ibnu Mas’ud mengecam Usman dan mengkafirkannya.
    Usman memukuli Ammar bin Yasir, sahabat Rasulullah saw, hingga patah.
    Dia membawa Abu Dzar dari Syam, atas permintaan Muawiyah, dan lalu memukulinya serta membuangnya ke Rabadzah. Padahal, Rasulullah saw sangat dekat dengan ketiga orang tersebut.
    Usman tidak hadir di tengah-tengah kaum Muslimin pada saat perang Badar, perang Uhud dan Baiat ar-Ridhwan.
    Dialah yang menjadi peyebab Muawiyah memerangi Ali as di dalam masalah kekhilafahan. Tahap berikutnya, Bani Umayyah melaknat Ali as di atas mimbar. Mereka meracuni Hasan, dan membunuh Husain. Selanjutnya, urusan berpindah kepada Hajjaj. Dia membunuh sebanyak dua belas ribu orang dari keluarga Rasulullah saw. Yang menjadi penyebab semua ini ialah, karena mereka menjadikan masalah keimamahan berdasarkan pemilihan dan kehendak mereka. Jika sekiranya mereka mengikuti nas di dalam masalah ini, dan Umar tidak membangkang Rasulullah saw manakala beliau berkata, ‘Ambilkan aku pena dan kertas, supaya aku tuliskan bagimu sebuah tulisan yang dengannya kamu tidak akan tersesat sesudahnya’, tentu tidak akan terjadi perselisihan dan kesesatan ini.”
    Yohanes berkata, “Wahai para ulama agama, mereka yang dinamakan dengan kelompok Rafidhah, inilah keyakinan mereka, sebagaimana yang telah kita sebutkan. Adapun keyakinan Anda adalah ini, sebagaimana yang telah kita nyatakan. Anda telah mendengarkan dalil-dalil mereka, dan demikian juga Anda telah mengemukakan dalil-dalil Anda.
    Demi Allah, mana di antara dua kelompok ini yang paling benar menurut pandangan Anda?”
    Mereka menjawab dengan serentak, “Demi Allah, sesungguhnya kelompok Rafidhah lah yang berada di atas kebenaran. Perkataan-perkataan merekalah yang benar. Namun, keadaan masih seperti se-bagaimana yang sekarang terjadi. Kelompok kebenaran masih sebagai kelompok yang terkalahkan. Saksikanlah oleh Anda, wahai Yohanes, sesungguhnya mulai sekarang kami berpegang kepada kepemimpinan keluarga Muhammad, dan berlepas diri dari musuh-musuh mereka. Hanya saja kami meminta kepada Anda untuk menyembunyikan urusan kami ini. Karena manusia masih berpegang kepada agama raja mereka.
    Yohanes melanjutkan ceritanya, “Maka saya pun berdiri dari hadapan mereka, dalam keadaan benar-benar yakin dan berpegang kepada keyakinan saya. Segala puji bagi Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah SWT, maka dialah orang yang mendapat petunjuk.
    Kemudian, saya menuliskan tulisan ini dengan tujuan agar dia menjadi petunjuk bagi orang yang mencari jalan keselamatan. Barangsiapa yang membacanya dengan penuh kesadaran, dia akan terbimbing kepada jalan kebenaran, dan akan mendapat pahala. Barangsiapa yang mengunci hati dan lisannya, maka tidak ada jalan baginya untuk mendapat petunjuk-Nya. Allah SWT berfirman,
    ‘Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang Ia kehendaki.’ (QS. al-Qashash: 65)
    Namun, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang ta’assub,
    ‘Sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidakjuga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, serta penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.’ (QS. al-Baqarah: 6-7)
    Ya Allah, sesungguhnya kami mengucapkan puji kepada-Mu atas segala nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Kami sampaikan salawat dan salam atas Muhammad dan keluarganya yang disucikan dari segala dosa, selamanya, dan terus menerus hingga hari kiamat.●

  133. Mbelgedes

    @Sakiran Wildan
    ………………
    Wakkakkakkakk…….
    …………………………..
    …………………………..

  134. andra

    ikut nyemaaak…waaah rame niih..lama ketinggalan beritaa……sinyal lemoot….

  135. zenzen pencari pertamax

    haaha…aya aya wae

  136. Sakiran wildan

    @ki mbelgedes
    klo mancing trus dpt ikan cakarmud, enak tuh bikin bersihkan fitnah sedulor kwa yg pandai bersilat lidah.
    Ikan cakarmudnya langsung lempar aja ke mulut nya, buat ganjal gigi, agar tdk keluar liurnya.
    Wkawkawkawkawka…..

  137. Asw…Ki Mblegedes setelah bersusah payah akhirnya selesai ki mblegedes walaupun otak sy 3mega sy akan berusaha dg semangat,hehehehehe sudah sy tdk sia2 sy dpt teguran keras dr ki mblegedes sy ikhlas menerimanya akan sy perbaiki kekurangan2 sy ini.Sent alfateha Asw…Pamit dulu.

  138. rodo waras

    halah mbah2 .. ga ngerti kancane gi mumet kalah taruhan bola malah do ngedabrus rebutan bener, akhire sing menang lak yoo dajjal se…
    mbah sakiran di tunggu prediksine malah melu2 … nggedabrus… ga sah urusi dajjal ben di urusi sing ngaku2 pinter iku wae…
    setia mengamati obyek..prikitiwwww…

  139. BENAR.DAN TEPAT SEKALI BAHWA KALIAN TAU DARI MEMBACA NASKAH……….
    (HEBAT….HEBAT……..HEBAT……..SEBETULANYA ANDA-ANDA INI PERLU MENDAPAT IJAZAH…………AHLI MEMBACA
    ……………NASKAH..CERITA…………

    MBELGEDESLAH YG H’EBAT……….SAKIRAN JUGA…………KARENAT6ELAH BERANI MENGORBANKAN HARTA UNTUK MENCAR]I TAHU NA]S]KA]H”””””

    SAMA DENGAN TEORINYA CHARLES DARWIN BAHWA…MANUSIA BERASAL DARI MONYET………….MESKI TELAH TERBUKTI SALAH………..TETAP MASIH DIPAKAI UNTUK MENCAPAI GELAR KESARJANAAN……………
    GGGGGGGOOOOOOOOOOOODDDDDDD

    YA TERUSLAH BERJUANG……………KALO AKU……….KAGA BACA NASKAH-NASKAH ITU………..HANYA BERMODALKAN…………………IKRAR………..

  140. GAK RODO WARAS

    @Hebat

    Wekkwekkwekk….
    ………….
    Wehladalah…ada ilmu baru nih….namanya “IKRAR”
    Kasih tahu dong kami yang bodoh-bodoh ini
    Pak hebat ini perlu dikasih gelar “AHLI IKRAR” lho karena beliau ini menemukan kebenaran TANPA PAKAI OTAK tapi hanya bermodalkan IKRAR…
    Ayo pak hebat, dibabar ilmu ikrarnya……
    ……………
    Wekkwekkwekk….

  141. @gak rodo waras…….sangat benar yg anda katakan bahwa sy tidak pakai otak dalam mendapatkan kebenaran……………
    namun awalnya aku bertanya mengapa kok satu keyakinan yg namanya muslim………kok berbeda dalam melaksanakan perintah-perintah Tuhan………pikiran ku mengajak untuk mencari sebab mengapa demikian ………..baru aku temukan………dan setelah ketemu kujalankan………..namun setelah berjalan…………..ada petunjuk………..baru aku cari lagi apa maksud dari petunjuk tadi……..melalui ikrar……..yg disaksikan oleh orang-orang yang aku anggap sebagai orang yg berilmu dan sholeh……………..kujalankan lagi……….
    ada petunjuk lagi………….jalan lagi……ada ….pemberitahuan…………….jalan lagi………….terus sampai aku dapat janjiNYA………jalan lagi……………jalan lagi…..jalan lagi……itu deh……………..makasih….abang Gak rodo waras…………rggegegrggeegrggerrggegrgrg

  142. membandingkan dan berpendapat…………aku/ente/kamu………lebih baik dari si anu,dari si ini…………….mirip dengan perkataan sang iblis..#aku lebih baik dari Adam karena aku terbuat dari api#……..

    gergegrgegrgegrgegrgrgrgrgegegeegrgrgrrrgggg
    ayo bandingkan lebih baik dan buruk……….itu berarti umatnya…………..si………………………..

  143. iklas

    Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

    Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “Itu iblis, laknat Allah bersamanya”.

    Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

    Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”. “Siapa yang memaksamu? ” “Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin”.

    “Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.

    orang yg dibenci Iblis :

    Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.” “Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah. “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.” “Lalu siapa lagi?” “Orang Alim dan wara’ (Loyal)” “Lalu siapa lagi?” “Orang yang selalu bersuci.” “Siapa lagi?” “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.” “Apa tanda kesabarannya?” ” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar”. “Selanjutnya apa?” “Orang kaya yang bersyukur” “Apa tanda kesyukurannya?” “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.” “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?” “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.” “Umar bin Khattab?” “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.” “Usman bin Affan?” “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.” “Ali bin Abi Thalib?” ” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

    Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis :

    “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak saalat?” “Aku merasa panas dingin dan gemetar.” “Kenapa?” “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.” “Jika seorang umatku berpuasa?” “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.” “Jika ia berhaji?” “Aku seperti orang gila.” “Jika ia membaca Alquran?” “Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.” “Jika ia bersedekah?” “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.” “Mengapa bisa begitu?” “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.” “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?” “Suara kuda perang di jalan Allah.” “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?” “Taubat orang yang bertaubat.” “Apa yang dapat membakar hatimu?” “Istighfar di waktu siang dan malam.” “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?” “Sedekah yang diam – diam.” “Apa yang dapat menusuk matamu?” “Salat fajar” “Apa yang dapat memukul kepalamu?” “Saalat berjamaah.” “Apa yang paling mengganggumu?” “Majelis para ulama.” “Bagaimana cara makanmu?” “Dengan tangan kiri dan jariku.” “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?” “Di bawah kuku manusia.”

    Manusia yang Menjadi Teman Iblis :

    Nabi lalu bertanya:

    “Siapa temanmu wahai Iblis?”

    “Pemakan riba”

    “Siapa sahabatmu?”

    “Pezina”

    “Siapa teman tidurmu?”

    “Pemabuk”

    “Siapa tamumu?”

    “Pencuri”

    “Siapa utusanmu?”

    “Tukang sihir”

    “Apa yang membuatmu gembira?”

    “Bersumpah dengan cerai”

    “Siapa kekasihmu?”

    “Orang yang meninggalkan salat Jumaat”

    “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

    “Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja”

    Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas :

    Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.” Iblis segera menimpali: ” tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

    “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?” “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

    Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya :

    Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

    Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

    Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

    Cara Iblis Menggoda :

    Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.

    Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

    Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘salatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul.

    Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat seperti ayam yang mematuk beras.

    Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.

    Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.

    Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya, “kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat.” Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

    Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu. Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?”

    10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT :

    “Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?” “10 macam” “Apa saja?” “Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64) Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

    Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

    Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

    Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)

    Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat. Iblis berkata: “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

    Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

    Rasulullah SAW lalu membaca ayat: “mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119). Juga membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab: 38)

    Iblis lalu berkata: ” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong”

    (notes ini di copy dari web forum lain mohon di tag atau di share kepada saudara2 muslim dan orang2 yg kita cintai)

  144. IBLIS SELAMANYA TAKKAN PERNAH TUNDUK PADA MANUSIA……….HIKHIK 99X

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: