KISAH BUJU’ BATU AMPAR, MADURA


Pangeran Sukemilung
0852.6846.8720

Dari Catatan
Al-Mukarom KH. Ach.Fauzy Damanhuri
( Shohibu Batu Ampar, Madura )

Sejarah singkat Pesarean Buju’ Batu Ampar
Inilah kisah yang meluruskan tentang animo masyarakat akan kebenaran silsilah keturunan Auliya’ / Pemuka agama dilingkungan Buju’ Batu ampar. Semata-mata untuk mengembalikan kesadaran kita tentang nilai kebesaran Allah SWT. Seperti yang terdapat di Pesarean Buju’ Batu ampar ini adalah kekasih-kekasih Allah yang telah mendapatkan karomah atas kemurahan rahmat dan hidayah-NYA. Kisah ini semoga menjadi teladan serta penuntun bagi kaum muslimin dan muslimat dalam sebuah perjalanan menuju cita-cita mulia, guna menjadi INSAN KAMIL yang memegang teguh, menjaga serta memelihara kemurnian islam hingga hari yang dijanjikan ( kiamat ). Wallahu a’lam Bisshawab. KH.Ach.Fauzy Damanhuri.

Silsilah Auliya’ Batu Ampar, Madura

§ Sayyid Husein, berputra :

a. Syekh Abdul Manan / Buju’ Kosambi
b. Syekh Abdul Rohim / Buju’ Bire

§ Syekh Abdul manan / Buju’ Kosambi, berputra…

§ Syekh Basyaniah / Buju’ Tumpeng, berputra…

§ Syekh Abu Syamsudin ( Su’adi ) / Buju’ Latthong, berputra 3 :
a. Syekh Husein, berputra : ( ket. Dibawah )
b. Syekh Lukman berputra : Syekh Muhammad Yasin
c. Syekh Syamsudin, berputra : Syekh Buddih

§ Syekh Husein, berputra…

§ Syekh Muhammad Ramly, berputra..

§ KH. Damanhuri, berputra / putri 10 :

1. KH. Amar Fadli
2. KH. Mukhlis
3. KH. Romli
4. KH. Mahalli
5. KH. Kholil
6. KH. Abdul Qodir
7. KH.Ach. Fauzy Damanhuri
8. KH. Ainul Yaqin
9. Nyai Hasanah
10. Nyai Zubaidah

Sayyid Husein

Disuatu desa diwilayah Bangkalan, tersebutlah seorang pemuka agama Islam yang bernama Sayyid Husein. Beliau mempunyai banyak pengikut karena ketinggian ilmu Agamanya. Selain akhlaknya yang berbudi luhur, beliau juga memiliki banyak karomah karena kedekatannya dengan sang Kholiq.Beliau sangat dihormati pengikutnya dan semua penduduk disekitar bangkalan.Namun bukan berarti beliau lepas dari orang yang membencinya. Disebabkan karena mereka iri dengan kedudukan beliau dimata masyarakat saat itu.Hingga suatu hari ada seseorang penduduk yang iri dengki dan berniat buruk mencelakai dan menghancurkan kedudukan Sayyid Husein. Orang itu merekayasa cerita fitnah, bahwa Sayyid Husein bersama pengikutnya telah merencanakan pemberontakan dan ingin menggulingkan kekuasaan raja Madura. Alhasil cerita fitnah ini sampai ditelinga sang Raja. Mendengar kabar itu Raja kalang-kabut dan tanpa pikir panjang mengutus panglima perang bersama pasukan untuk menuju kediaman Sayyid Husein.Sayyid Husein yang saat itu sedang beristirahat langsung dikepung dan dibunuh secara kejam oleh prajurit kerajaan.Mereka melakukan hal itu tanpa pikir panjang dan disertai bukti yang kuat. Akhirnya Sayyid Husein yang tidak bersalah itu wafat seketika itu juga dan konon jenazahnya dikebumikan diperkampungan tersebut.

Selang beberapa hari dari wafatnya Sayyid Husein, Raja mendapat berita yang mengejutkan dan sungguh mengecewakan, serta menyesali keputusannya yang sama sekali tidak didasari bukti-bukti yang kuat. Berita tadi mengabarkan bahwa sebenarnya Sayyid Husein tidak bersalah, karena sesungguhnya beliau telah difitnah.Karena sangat menyesali perbuatannya, Raja Bangkalan memberikan gelar kepada beliau dengan sebutan Buju’ Banyu Sangkah ( Buyut Banyu Sangkah ). Dan tempat peristirahatan beliau terletak dikawasan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Sayyid Husein wafat dengan meninggalkan dua orang putra. Yang pertama bernama Abdul Manan dan yang kedua bernama Abdul Rohiim. Kedua putra beliau ini sepakat untuk pergi menghindari keadaan dikampung tersebut. Syekh Abdul Rohim lari menuju Desa Bire ( Kabupaten Bangkalan ), dan menetap disana sampai akhir hayat beliau. Dan akhirnya beliau terkenal sebagai Buju’ Bire ( Buyut Bire ).
Wallahu a’lam

Syekh Abdul Manan ( Buju’ Kosambi )

Lain halnya dengan Syekh Abdul Manan. Beliau pergi mengasingkan diri dan menjauh dari kekuasaan Raja Bangkalan. Hari demi hari dilaluinya dengan sengsara dan penuh penderitaan. Beliau sangat terpukul sekali kehilangan orang yang sangat dikasihinya.Hingga akhirnya beliau sampai disebuah hutan lebat ditengah perbukitan diwilayah Batu ampar ( Kabupaten Pamekasan ). Dihutan inilah akhirnya beliau bertapa / bertirakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.Dalam melaksanakan hajatnya beliau memilih tempat dibawah Pohon Kosambi. Syahdan tapa beliau ini berlangsung selama 41 tahun. Saat memulai tapa itu beliau berumur 21 tahun. Hingga akhirnya beliau ditemukan anak seorang penduduk desa ( Wanita ) yang sedang mencari kayu dihutan.

Singkat cerita akhirnya Syekh abdul Manan dibawa kerumahnya. Dari hubungan tersebut, timbullah kesepakan antara orang tua si anak tersebut untuk menjodohkan Syekh abdul Manan dengan salah seorang putrinya. Sebagai tanda terima kasih, beliau memilih si sulung sebagai istrinya, walaupun dalam kenyataannya sisulung menderita penyakit kulit. Anehnya terjadi keajaiban di hari ke 41 pernikahan mereka.Saat itu juga sang istri yang semula menderita penyakit kulit tiba-tiba sembuh seketika. Dan bukan hanya itu kulitnya bertambah putih bersih dan cantik jelita, sampai-sampai kecantikannya tersiar kemana-mana.Dan konon kabarnya pula bahwa Raja Sumenep mengagumi dan tertarik akan kecantikan istri Syekh Abdul manan ini.

Dari pernikahan ini, beliau dikarunia seorang putra yang bernama Taqihul Muqadam, setelah itu menyusul pula puta kedua yang diberi nama Basyaniah. Setelah bertahun-tahun menjalankan tugasnya sebagai Khalifah, akhirnya beliau wafat dengan meninggalkan dua orang putra. Jenazahnya dimaqamkan di Batu Ampar dan terkenal dengan julukan Buju’ Kosambi. Dan putra pertama beliau juga saat wafat jenazahnya dikebumikan didekat pusaranya. Wallahu a’lam

Syekh Basyaniah ( Buju’ Tumpeng )

Putra kedua Syekh Abdul manan yang bernama Basyaniah inilah yang mengikuti jejak ayahanda. Beliau senang bertapa dan cenderung menjauhkan diri dari pergaulan dengan masyarakat. Dan beliau juga selalu menutupi karomahnya.Ketertutupan beliau ini semata-mata bertujuan untuk menjaga keturunannya kelak dikemudian hari agar menjadi insan kamil atau manusia sempurna dan sholeh melebihi diri beliau serta menjadi khalifah yang arif dimuka bumi.

Dalam menjalani hajatnya beliau bertapa dan memilih tempat disuatu perbukitan yang terkenal dengan nama Gunung Tompeng yakni suatu bukit sepi dan sunyi yang penuh dengan tanda-tanda kebesaran Illahi. Bukit tersebut terletak kurang lebih 500 m arah barat daya ( antara Barat-Selatan ) dari Desa batu Ampar.

Saat wafatnya beliau meninggalkan seorang putra yang bernama Su’adi atau terkenal dengan sebutan Syekh Abu Syamsudin dan mendapat julukan Buju’ Latthong. Sedang jenazah Syekh Basyaniah dikebumikan berdekatan dengan pusara Ayahanda. Beliau akhirnya mendapat julukan Buju’ Tumpeng. Wallahu a’lam

Syekh Abu Syamsudin ( Buju’ Latthong )

Kisah hidup putra tunggal Syekh Basyaniah ini tidak berbeda dengan perjalanan hidup yang pernah ditempuh oleh ayahanda dan buyutnya yakni gemar bertapa dan selalu menyendiri bertirakat serta selalu berpindah-pindah dalam melakukan tapanya.Misalnya salah satu tempat pertapaanya yang ditemukan didekat kampung Aeng Nyono’. Wilayah tempat tersebut ada ditengah hutan yang lebat. Karena seringnya tempat tersebut dipergunakan sebagai lokasi tirakat / bertapa, oleh penduduk setempat dinamakan Kampung Pertapaan.

Begitu juga bukit yang ada dikampung Aeng Nyono’ yang menjadi tempat bertapanya Syekh Syamsudin. Disana terdapat sebuah kebesaran Allah yang diperlihatkan kepada manusia sampai sekarang. Tepat disebelah barat tempat beliau bertapa terdapat sumber mata air yang mengalir ke atas Bukit Pertapaan. Konon Syekh Syamsudin mencelupkan tongkatnya sampai akhirnya mengalir ke atas bukit hingga kini. Masya Allah…sungguh merupakan karunia yang besar dan jauh diluar akal manusia. Atas dasar keajaiban itulah yang menjadi asal-usul nama kampung Aeng Nyono’ ( Bahasa Madura ) artinya air yang menyelinap/mengalir ke atas. Dan konon dengan air inilah beliau berwudhu dan bersuci.

Asal usul sebutan Buju’ Latthong

§ Keramat itu muncul karena disebabkan keluarnya sinar dari dada beliau. Apabila sinar itu dilihat oleh orang yang berdosa dan belum bertaubat, maka orang tersebut akan pingsan atau tewas.

§ Kisah lain menceritakan karena seorang yang berjuluk Buju’ Sarabe yang bertabiat buruk berniat menghabisi beliau. Banyak penduduk desa yang dibunuhnya. Tetapi ketika akan menghabisi Syekh Syamsudin, ketika Buju’ Sarabe dan anak buahnya mencabut senjata, mendadak senjata itu lenyap dan tinggal warangkannya.Setelah mengaku kalah dan memohon agar senjatanya dikembalikan, Syekh Syamsudin menunjukkan letak senjata tersebut yang berada dalam Latthong ( Bahasa madura yang berarti kotoran sapi ).

Sebab itulah karena khawatir tentang hal itu, maka beliau menutupi dadanya dengan cara mengoleskan Latthong disekitar dada beliau. Banyak sekali kisah kekeramatan beliau. Setelah cukup menjalani darma baktinya sebagai Khalifah, akhirnya beliau wafat dengan meninggalkan tiga orang putra. Dan dikebumikan di Batu ampar, madura. Wallahu a’lam

Syekh Husein

Sepeerti halnya pendahulunya, syekh Husein inipun senang menjalani laku tirakat. Selain itu beliau ini terkenal akan kecerdasan pikirannya. Beliau hapal Kitab Ihya Ulumuddin Imam Ghozaly. Bahkan hapalannya sedemikian akurat sampai titik dan baris dikitab itu beliau mengetahuinya. Masa bertapa Syekh Husein ini tidaklah selama pendahulunya. Disebabkan perobahan zaman, maka tempat tinggal dan daerah sekitar telah menjadi ramai oleh pendatang. Beliau banyak bergaul dan menjadi pemuka masyarakat dan tokoh agama yang disegani. Dan beliau adalah keturunan terakhir dari Sayyid Husein yang mempunyai kegemaran bertapa dan menjalankan laku tirakat. Keturunan sesudahnya cenderung untuk merantau dan mencari guru untuk menuntut ilmu. Wallahu a’lam

Syekh Muhammad Ramly

Putera tunggal Syekh Husein ini sejak kecil senang sekali menuntut ilmu. Hingga menjelang dewasannya beliau pergi menuntut ilmu dan menuju Kabupaten bangkalan. Disana beliau berguru dan menuntut ilmu kepada seorang Waliyullah yang bernama Syaikhona Kholil, Bangkalan. Setelah cukup menimba ilmu dengan sang Waliyullah, beliau menuju ke Saudi Arabia. Dan menetap disana selama 10 tahun.

Setelah cukup 10 tahun, akhirnya beliau kembali dan menetap ditanah asal, batu ampar. Beliau menjadi panutan masyarakat dalam kehidupan beragama. Setelah berkeluarga, beliau dikaruniai seorang putra yang diberi nama Damanhuri. Sayang sekali kehidupan beliau sangat singkat. Saat puteranya masih membutuhkan kaih sayangnya, beliau akhirnya wafat dan dimaqamkan dipesarean Batu ampar. Wallahu a’lam

Syekh Damanhuri

Semasa hidupnya Syekh Damanhuri tidak banyak mendapatkan belaian kasih sayang dari Ayahandanya. Hingga akhirnya beliau di asuh sendiri oleh sang kakek ( Syekh Husein ).Beliau mendapatkan bimbingan dan tuntunan beragama secara langsung dari Syekh Husein. Akhirnya setelah cukup umur, beliau pergi menuntut ilmu ditempat Ayahandanya dahulu belajar. Yaitu ditempat Syaikhona Kholil, Bangkalan.

Singkat cerita setelah cukup menimba ilmu di pesantren Syaikhona Kholil, beliau akhirnya kembali ke kampung halaman.Seperti halnya para pendahulu, beliaupun menjadi Tokoh masyarakat di batu Ampar. Syekh Damanhuri mempunyai 2 orang istri. Dari istri pertamanya dikaruniai 2 orang anak ( KH.Umar Fadli dan Nyai Hasanah ) dan bersama istri yang kedua dikaruniai 8 orang putra/putri ( KH.Romli, KH.Mahalli, KH.Ach.Fauzy, KH.Mukhlis, Nyai Zubaidah, KH.Kholil, KH. Abdul Qodir dan KH.’Ainul Yaqin )

Dan diantara putranya yang masih ada itulah, yang menjadi generasi penerusnya. Sebagai panutan dan pembimbing serta kholifah dimuka bumi ini demi terpeliharanya kesucian dan kemurnian Islam untuk masa yang kita tidak ketahui batasnya.

Demikianlah sekilas kisah Para Buju’ Batu Ampar. Semoga kisah ini bermanfaat bagi pembaca dan pewaris Ilmu-ilmu Raje. Jadikanlah beliau diatas sebagai teladan dan hikmah. Wallahu a’lam. Wassalamu’alaikum, wr.wb. Jazakumullah bi ahsanal jaza.

Footnote :

Salam Ta’dzim Al-Faqir untuk :

Al-Mukarom KH.Kholil,Al-Mukarom KH.Abdul Qodir,KH. Zamahsry, KH. Achmad Khoiri, KH. Ahmad Fauzan, KH. Amalul Yaqin dan semua dzuriat serta keturunan Sayyid Husein di Batu Ampar…mohon ridho atas semua Ijazah yang tuan guru wariskan kepada hamba yang dhoif.

“ Ya Allah, golongkanlah dan masukkanlah kami bersama kelompok orang-orang yang KAU Ridhoi “ Amiin. @@@

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 33 Komentar

Post navigation

33 thoughts on “KISAH BUJU’ BATU AMPAR, MADURA

  1. sapto

    7

  2. tarjo

    perak

  3. perunggu..

  4. khozin A

    ke 4

  5. Kumbang kelana

    Manut, wae,melu nyimak,,

  6. om makruf

    antri ke brp ya

  7. om makruf

    wes mbah khozin leren sek koatok mbah….mlayu terusss

  8. Aria dwi pangga

    Ikut nyimak

  9. khozin A

    -om makruf
    ngikut yo…

  10. Adim

    Ila hadiyati babirrohmatin nafsi

    a. Syekh Abdul Manan / Buju’ Kosambi
    b. Syekh Abdul Rohim / Buju’ Bire

    § Syekh Abdul manan / Buju’ Kosambi, berputra…

    § Syekh Basyaniah / Buju’ Tumpeng, berputra…

    § Syekh Abu Syamsudin ( Su’adi ) / Buju’ Latthong, berputra 3 :
    a. Syekh Husein, berputra : ( ket. Dibawah )
    b. Syekh Lukman berputra : Syekh Muhammad Yasin
    c. Syekh Syamsudin, berputra : Syekh Buddih

    § Syekh Husein, berputra…

    § Syekh Muhammad Ramly, berputra..

    § KH. Damanhuri, wa`auladina :

    1. KH. Amar Fadli
    2. KH. Mukhlis
    3. KH. Romli
    4. KH. Mahalli
    5. KH. Kholil
    6. KH. Abdul Qodir
    7. KH.Ach. Fauzy Damanhuri
    8. KH. Ainul Yaqin
    9. Nyai Hasanah
    10. Nyai Zubaidah

    mugi-mugi barokah lan manfaat ilmune dumugi manjing dumateng manah kulo panjenengan sedoyo sedulur KWA
    ghofarollohulana lahumulfaaatikhaa …1 x

  11. Kertapati(RSA) PK378

    @mbah Adim……….Amiin..amiin ..Ya Robbal ‘alamiin.

  12. joko tgl

    ikut nyimak ustad rico,salam takzim,
    mbah adim,salam

  13. Salamm

  14. Mamat Kumis

    aye ngikut nyimak juge bang rico….salam…

  15. Pangeran Sukemilung

    @ Mamat Kumis…salam akhi kaifa haluka ?

  16. Mamat Kumis

    @bang rico…ana bi khoir walhamdulillah…bgimane bang rico & keluarge? kpn bang rico mo ngijazahin asma’ nakaban & asma2 buju nyang lainnye bwat sodare2 di kwa? pokonye aye selalu setie menunggu posting2 dri bang rico…he3!

  17. Cokro Perbowo

    Salam sekalian ijin copas

  18. Tiang Bungkuk

    alfatehah sent untuk semua nama2 yang ditulis pangeran sukemilung

  19. Pangeran Sukemilung

    @ Bang mamat kumis…mhn diijazahkan untuk saya salahsatu simpanan abang,insya Allah berguna buat saya.syukron akhi

  20. Temukan berbagai macam peluang untuk mendapatkan uang/dolar dari internet,kunjungi e-braunis.blogspot.com

  21. knight of 'ain jalut

    ikut nyimak

  22. mars

    smoga para keturunan sayyid husein slalu mendapat berokah dan dilimpahi rahmat ALLAH SWT

  23. abu muhammada

    asswrwb,bismillah sejarah yg anda tulis di blok ini banyak kesalahan,kami sebagai keturunan asli wali batu ampar mempertanyakan rujukan anda,mohon di perbaiki,apabila tidak anda melakukan kebohongan publik,apalagi tentang wali ! anda harus mempertanggungjawabkannya disisi Alloh,coba anda telusuri dari keturunan wali batu ampar yg kompeten dan bisa di pertanggung jawabkan secara ilmiyah.Garis keturunan harus anda tulis lengkap,bukti situs yg ada,keturunan tertua sebagai kholifah,siapa kholifah yg sebenarnya,semua harus ada bukti ilmiyah,perlu anda ketahui keturunan wali batu ampar tersebar diseluruh penjuru nusantara,terutama dijawa timur..selamat meneliti smg Alloj memberi petunjuk..

  24. abu muhammada

    salam,urutan nasab yg anda tulis salah,yg benar :
    Syekh Abu syamsuddin / Su’adi mempunyai putra :
    1.Syek Syamsuddin,beliau berhijrah ke dusun Berruk sebelah utara pesarean batu ampar -+200M,makax abahnya diberi julukan Abu Syamsuddin,karena putra pertamanya adalah Syekh Syamsuddin,beliaulah kholifah yg sebenarnya,dan tanah batuampar adalah hak beliau dan keturunannya,beliaulah yg sangat terkenal kewaliannnya,kealimannya dan perjuangannya berdakwah dijalan Alloh,rumah peninggalan beliau masih terawat sampai saat ini beserta Musholla dan sumur yg datang sendiri sbg karomah dari Alloh,semua peninggalan bersejarah wali wali batu ampar yg asli ada di dusun berruk,mereka benar2 zuhud dari dunia sebagaimana kakek2 mereka,pemandangan yg sangat berbeda dg keturunan adik bungsunya syekh husein,yg sangat mewah walau tetangga mereka sangat faqir dan miskin,silahkan anda berpikir dan telusuri fakta sejarah wali Alloh yg benar,hati2lah dg wali Alloh…!!!

  25. Silsilah tdk perlu diperdebatkan. Gak tau mana yg benar. Merasa paling benar pun juga gak boleh….! Kebenaran hanya milik Allah swt. Hanya Allah yang tau. Allah Maha Mengetahui Segalanya…. Wallahu ‘alam…. Moga apa yg tlh dilakukan oleh para Waliullah menjadi teladan bagi kaum Muslimin dan smoga semua amalan beliau2 (Waliullah) mendapat ganjaran yang setimpal dr Allah swt…. Dan smoga keluarga (anak turun beliau) dpt melanjutkan perjuangan buyut2nya dalam membantu masyarakat yg membutuhkan…… Amin….Ya Robbal Alamin…..

  26. Raden kelana

    kakek saya juga dari madura katanya nasabnya juga dari situ tapi memang nasab dan kewalian tidak perlu di perdebatkan hanya orang2 yang berada di jalan yang lurus yang bisa dekat dengan Allah tidak usah perang nasab

  27. bonekSARKUB

    d jawa bnyk kturunan dr madura dan jg sbaliknya, bnyk jg yg gk tertulis nasab2 nya.
    Ngapain d perdebatkan mslh nasab, walaupun sy sndiri tau dr guru2 yg mngerti tntang nasab.. Wallohu a’lam

  28. kelik gunarto

    subnallooh

  29. Salam Ta’dim’ ikut nyimak’juga ijin copas’

  30. apa caknah yang penting taqwa

  31. ju''benjir

    nggak usah dipermasalahkan walau sekalipun itu dianggap sebuah masalah ok monggo lanjut pertapaannya

  32. khoir

    Ass,’nggih nyimak aja…oiya saya mohon bantuannya…saya mau ke jl palaihary kalabeen/kalaban skitar lingkungan ponpes al is’af apakah ada yang bernama KH Ahmad Rizal?mohon pencerahan…ato kalo ada yang dkat dimana ya…?trmksih wasslm 081519432158

  33. Mohon di cari sejarah kebenarannya Alquran tulis tangan dari buju kami sekarang ada di pesantren ki taman karena ada kaitannya dengan sejarah bt ampar yang mana Alquran tsb apabila dibaca selain bkn keturunannya gak bs, Alquran tsb. Diberi nama seseser. dan ada sejarah juga kolam yg ada di pesantren tsb dpt menyembuhkan penyakit. Kata bpk sy msh ada kaitannya. Bukti yg msh ada, Alquran tulis tangan. Pesantren tua, kolam anti penyakit. Alamat pesantren pakamban parenduan Sumenep Madura. Atau kami ada alamat jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: