CARA BERTAWASUL KEPADA PARA AULIYA-ILLAHI TA’ALAA


( Khususon Fil Maqbaroh )

Ijazah ‘an :
• Syeikhina wa Mursyidina wa Maulana Al-Habib Muhammad Lutfi bi Ali bin Hasyim bin Yahya,R.a. Pekalongan ( Mursyid ThoriQoh Syadziliyah )
• Wa Syeikhina wa Mursyidina Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani,R.a.Palembang Darussalam ( Mursyid ThoriQoh Alawiyyah )

Pangeran Sukemilung
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr,wb santri wong alus…..bab berikut ini adalah Kaifiatul untuk bertawasul di Maqom Waliyullah. Sebagian dari adab berziarah ke maqam waliyullah adalah :

1. Perbaguslah niat
2. Perbaiki akhlak
3. Bersih lahir dan batin.
4. Mengingat dan meneladani perjuangan para Dai Ilallah
5. Menyadari bahwa hidup didunia adalah sementara

Insya Allah jika telah memenuhi sebagian syarat tersebut, kemungkinan Qobul akan cepat. Tujuan ziarah kepada para Wali adalah meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan kalimat Tauhid. Bertawasul kepada mereka, menurut ijma’ para Ulama hukumnya : DIBOLEHKAN. Tawasul atau wasilah artinya Mengerjakan sesuatu amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah telah berfirman :

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” ( Al-Maidah : 35 )

Ayat ini dikuatkan oleh firman Allah SWT :

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka” ( Al-Isra : 57 )

Perbuatan Tawasul sendiri telah dicontohkan oleh Rasulullah ( HR.Ath-Thabrany dalam kitab Ausath dan Al-Kabir juga Ibnu Hibban dan Hakim ), serta para sahabat beliau, diantaranya Sayyidina Umar bin Khotob ( Ad-Durratus Saniyyah fir-raddi ‘alal Wahabiyah : Syekh Ahmad Zaini Dahlan ), Sahabat Bilal bin Harits.

Hakekat Tawasul kepada Nabi, Wali dan Ulama

Tawasul adalah sebagai sebab yang dapat menyebabkan doa dikabulkan oleh Allah. Tawasul diperbolehkan dilakukan dengan seseorang yang masih hidup atau pun yang sudah wafat. Yang dalam hal ini jelas kesholehannya. Perbuatan tawasul ini ada tuntunan langsung dari Qur’an maupun Al-Hadits serta bimbingan dari Alim Ulama.

Berbagai macam cara tawasul telah diajarkan para Alim Ulama kepada kita. Dan menjadi warisan turun-temurun diantara murid-murid mereka. Maka diantaranya adalah yang Al-Faqir tuliskan dibawah ini. Maka jika engkau berkeinginan agar hajatmu tercapai, dengan kondisimu yang hina di mata Allah SWT-maka carilah asbab yang dapat mengantarkan keinginanmu dihadapan Allah SWT.

Inilah Ritual Tawasul yang dimaksud.

( Sebaiknya sebelum memulai bertawasul sebaiknya membaca Qoshidahnya Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Ba ‘Alawy saat berada didepan Maqom Sang Wali )

Dan setelah itu dalam posisi masih berdiri, bacalah salam untuk wali yang kita Ziarohi.

Assalamu’alaika Yaa Waliyullah

Assalamu’alaika Yaa Da’i ilaa Thoriiqillah

Assalamu’alaika Yaa Man akromahulloh bil ‘ilmi wal wilayah wa ‘inda qobri ahli baitin nabiyyi Sholallahu ‘alaihi wa sallama tuzaadu bihadzihil kalimaati.

Assalamu’alaika Yaa Ahla baiyti Rasulillahi Sholallahu ‘alaihi wa sallama.

Assalamu’alaika Yaa Baniiz Zahroo-il Batul.

Assalamu’alaika Yaa Baniil Musthofa Sholallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallama..

Assalamu’alaika wa ‘alaa jaddika Rasulillahi Sholallahu ‘alaihi wa sallama.

Assalamu’alaika wa ‘alaa jaaddatika Sayyidatina Fatimataz zahro sayyidati nisaa-il ‘aalamiin warohmatullahi wa barokatuh.

Kemudian duduk sambil membaca :

Attahiyyaatul mubaarokaatush-sholawaatuth-thoyyibaatu lillahi.Assalamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu warohmatullahi wa barokatuhu.

Assalamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillahish-shoolihiin…( Yaa Hayyu Yaa Qoyyum.7x tanpa nafas )

Allahumma inni waaqifun bibaabika walaa-idzun bijanaabika wa muta’awwidzun bijalaalika wa mutawassilun bi auliyaa-ika wa mustasyfi’un bi waliyyika……………..bin…………..antaqdhiya jamii’a haajati…..( sebut hajat kita )

( Cat : setelah kalimat bi Waliyyika sebut nama Wali yang kita Ziarohi )

Setelah itu membaca :
• Asyhaduan laa ilaha ilallah wa asyhaduanna Muhammadar rasulullah.3x
• Astaghfirullahal adhiimal ladzii laa ilaha illa huwal Hayyul Qoyyumu wa atubu ilaihi.3x
• Sholawat Ruh :

Bismillahir rahmaanir rahiim.

Allhohumma sholli ‘alaa ruuhi sayyidina Muhammadin fiil arwaahi wa ‘alaa jasadihi fil ajsaadi wa ‘alaa Qobrihi fiil Qubuuri wa ‘alaa alihi wa shohbihi wabarik wa sallim tasliiman bi qodri ‘adhoomati dzaatika fii kulli waqtin wahiin.11x

Setelah itu bacalah surah yasiin wa tahlil seperti biasanya. Baru kemudian kita membaca fatehah khusus kepada waliyullah tersebut. Mulailah dengan pembacaan fatehah sebagai berikut….

1. Alfatehah liridho illahi ta’alaa… syai-un lillahi ta’alaa…. alfatehah.1x

2. Alfatehah lisyafaa’atin Nabiyyi Sayyidina Muhammadin Sholallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam….Alfatehah 1x

3. Alfatehah libarokaati karoomati auliyaa-illahi ta’alaa….Alfatehah 1x

4. Alfatehah liridhol walidayni syai-un lillahi ta’alaa….. Alfatehah 1x

5. Alfatehah li akhi wa tau-amaani wa qoriibi syai-un lillahi ta’alaa….. Alfatehah 1x

6. Alfatehah ilaa ruuhi karoomati ………( Nama Wali yang dimaksud )…….wawalidayhi wa masya-ikhihi. …..Alfatehah 1x

7. Assalamu’alaika Yaa Syekh……….( Nama Wali yang dimaksud ) 7x…( Hadir )

8. Hatta Arokum bi’aiini wa ukallimukum bilisaanii. 7x

9. Kemudian baca Dzikir ini : Yaa Huu.1511x

Kemudian bacalah Amalan Asadullahil Gholib.

Pembacaan ini dimaksudkan untuk pencegahan dari kedatangan Ruhaniyyah atau sebangsa jin yang akan menyerupai Wali yang kita inginkan. Insya Allah setelah membaca ini maka ruhaniyyah / Jin / Khodam itu tidak akan bisa menyerupai sang Waliyullah. Ciri-ciri kedatangan Waliyullah biasanya diiringi dengan suasana yang terasa hening, badan dan pikiran kita terasa tenang, hati merasa haru.Terasa tumbuh Jiwa Tauhid kepada Allah SWT, meleburnya nafsu dalam diri, timbul rasa berdosa akan kesalahan / maksiat yg kita perbuat.

Alfatehah ‘ala niyyatil hifzhi wassalamati min syarril kholqi ajma’in,waliridho illahi ta’alaa syai-un lillahi bissiril fatehah…..
1. Asyhaduan laa ilaha illallah wa asyhaduanna muhammadan rasulullah. 3x
2. Astaghfirullahal adziim. 3x
3. Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin nabiyil’ummi wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallam.3x
4. Fakasyafna ‘anka ghithoo-aka fabashurkal yauma haddid.3x
5. Lahaula walaa quwwata illa billah.
6. Bismillahi…( Allahu akbar.3x senafas) tawasaltu bi sayyidil imam masyriq wal maghrib asadullahil gholib sayyidina ali bin abi tholib wa tilmidzihi dzul-iman laqobuhu kian santang, wal habib abdullah bin abdul qodir bil-faqih, wa syekh……..( isi dengan nama wali yang kita ziarohi )
7. Allahumma iyyakana’budu wa iyyaka nasta’iin…….( Niatkan disini hajatmu)
8. Ihfazhna wa salimna min syarril kholqi ajma’iin.
9. Bihaqqi…. : Laa ilaha illallah. 7x ( tahan nafas….)
10. sambung dengan ucapan : Muhammadur rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam.
11. Ya ‘ibadallah a’iinuuni.3x
12. Ya Rijal Ghoib unshuruni billah.3x
13. Ya Allah..66x / 1000x

14. Sholawat Nuur:
Allahumma sholli ‘ala nuril anwar, wa sirril asror,wa tiryaqil aghyaar, Wa miftahii baabil yasaar, sayyidina muhammadinil mukhtar wa alihil ath-har,wa ashabihil akhyaar, ‘adada ni’amillahi wa ifdholi…11 x

Selanjutnya hidupkan dzikir nafasnya selama kurang lebih 10 menit / selama setengah jam / selama yang kita inginkan )
Caranya:
1. Tarik nafas dari bawah pusat sampai ke ubun-ubun, baca : HUU
2. Turun nafas dari ubun-ubun kebawah susu kanan 2 jari, baca : ALLAH……sambil munajat kepada Allah dibatin . Fokus untuk kehadiran sang waliyullah.

=== Ritual Ziarah & Tawasul selesai. Tutup dengan Doa ===

Catatan : Pada maqom-maqom tertentu ( kedudukan seseorang dimata Allah SWT ) kehadiran seorang Waliyullah bisa dilihat dan dirasakan dengan mata kepala kita. Hati dan semua panca indera lahir batin akan mengetahui kehadiran Sang Wali. Namun apabila Maqom yg kita punya jauh dibawah itu, maka kedatangan beliau biasanya hadir dalam mimpi secara urut. Artinya minimal selama 3 hari ( malam ) berurutan beliau akan mengabarkan kehadirannya. Saat itulah akan ada komunikasi antara kita dan beliau. Bentuk komunikasi tersebut tidak sama antara satu dengan yang lain. Alangkah baiknya jika pengalaman spiritual ini tidak dibuka kepada orang lain. Tapi kabarkan saja kepada Guru / Syekh kita sendiri.

Silahkan dicoba semua saudaraku di KWA. Mohon maaf jika ada salah dalam translet bahasa. Semoga manfaat dalam menumbuhkan jiwa tauhid kita kepada Allah SWT. Jazakumullah bi ahsanal jaza !
@@@

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 71 Komentar

Navigasi tulisan

71 gagasan untuk “CARA BERTAWASUL KEPADA PARA AULIYA-ILLAHI TA’ALAA

  1. wongawam

    horeeeeeeeeeeeeeeeee

  2. Jibrut

    belum ada orang

  3. Jibrut

    eh udah ada

  4. om makruf

    tes

  5. bujang hitam

    qobiltu,ijin amalin suat saat nanti.

  6. OJIBUAKU

    ngintip…….. hadir….

  7. JOKO SAMUDRO

    CONTOH KESYIRIKAN YANG TERJADI DI TENGAH MASYARAKAT Perbuatan syirik yang dilakukan oleh orang- orang di jaman Jahiliyah, sebelum datangnya Islam, masih juga sering terjadi di jaman modern ini. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “ Perbuatan syirik yang terjadi di jaman Jahiliyah (juga) terjadi pada (jaman) sekarang ini: 1- Dulunya orang-orang musyrik (di jaman Jahiliyah) meyakini bahwa Allah Dialah Yang Maha Pencipta dan Pemberi rizki (bagi semua mekhluk-Nya), akan tetapi (bersamaan dengan itu) mereka berdoa (meminta/ menyeru) kepada para wali (orang-orang yang mereka anggap shaleh dan dekat kepada Allah Ta ’ala) dalam bentuk berhala-berhala, sebagai perantara untuk (semakin) mendekatkan mereka kepada Allah (menurut persangkaan sesat mereka). Maka Allah tidak meridhai (perbuatan) mereka menjadikan perantara (dalam berdoa) tersebut, bahkan Allah menyatakan kekafiran mereka dalam firman-Nya, َنيِذَّلاَو اوُذَخَّتا ْنِم ِهِنوُد َءاَيِلْوَأ اَم ْمُهُدُبْعَن الِإ اَنوُبِّرَقُيِل ىَلِإ ِهَّللا ىَفْلُز، َّنِإ َهَّللا ُمُكْحَي ْمُهَنْيَب يِف اَم ْمُه ِهيِف َنوُفِلَتْخَي، َّنِإ َهَّللا ال يِدْهَي ْنَم َوُه ٌبِذاَك ٌراَّفَك “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “ Kami tidak menyembah mereka (sembahan- sembahan kami) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya ”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang pendusta dan sangat besar kekafirannya ” (QS az- Zumar:3). Allah Ta’ala maha mendengar lagi maha dekat, Dia tidak butuh kepada perantara dari makhluk-Nya. Allah Ta ’ala berfirman, اَذِإَو َكَلَأَس يِداَبِع يِّنَع يِّنِإَف ٌبيِرَق “Dan apabila hamba- hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah maha dekat. ” (QS al- Baqarah:186). Kita saksikan di jaman sekarang ini kebanyakan kaum muslimin berdoa (meminta/menyeru) kepada wali-wali dalam wujud (penyembahan terhadap) kuburan mereka, dengan tujuan untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah. Maka berhala-berhala (di jaman Jahiliyah) adalah wujud dari para wali (orang-orang yang mereka anggap shaleh dan dekat kepada Allah Ta’ala) yang telah wafat menurut pandangan orang-orang musyrik (di jaman Jahiliyah), sedangkan kuburan adalah wujud dari para wali yang telah wafat menurut pandangan orang-orang yang melakukan perbuatan Jahiliyah (di jaman sekarang)

  8. Ahmad ghozali

    @ustadz pangeran sukemilung: qobiltu sluruh amalan yg panjenengan ijazahkan di kwa,
    Alhamdulillah telah kluar kaifiyat tawasul yg benar.
    Ustadz mohon dishare juga qosidahnya alhabib abdulloh bin husein bin thohir ba’alawy dan amalan asadullohil gholib tolong dishare lagi dalam versi huruf latin karna asadullohil gholib dalam text arab yg ustadz tulis kemaren saya tak bisa membacanya dan kurang begitu faham,
    Maafkan kebodhohan saya ustadz,
    Semuga ustadz berkenan menolong saya,saya sangat membutuhkannya.

  9. Cokro Perbowo

    Qobitu…

  10. Cokro Perbowo

    Qobiltu lagi…

  11. Jibrut

    Mas Joko Samudro lalu menurut Mas tentang Maulid dan pembacaan Sholawat gmana..mohon dijelaskan Mas..Trimaksaih.

  12. tilung

    absen malemmm
    nyimaxx

  13. Pangeran Sukemilung

    @ Ahmad ghozali..salam akhi, Amalan Asadullahil Gholib sudah dituliskan dalam artikel diatas. Antum tinggal baca saja ! itu sudah lengkap kecuali Qosidahnya bisa antum liat di kumpulan Qosidah Ziarah ditoko buku. Insya Allah nanti kalo ada waktu saya emailkan untuk antum. Barakalloh…

  14. Pangeran Sukemilung

    @ JOKO SAMUDRO…soal sirik atau tidak kembali berpulang kepada si peziarah tersebut…!!

  15. Ahmad ghozali

    Alhamdulillah trimakasih sebesar2nya ustadz,
Betul ustadz letak syirik ada di hati tergantung penziarah sendiri,bila ia menguatkan tauhidnya dimanapun ia berdoa dia takan jatuh pada kesyirikin.

    @joko samu:Letak syirik bukan pada seragam,kopyah,sarung atau penampakan luar yg laen,
    Orang boleh sama2 berkopyah namun dalam hati mreka pasti berbeda2.

    Kebetulan ane 3hari yg lalu baru bertemu dgn seseorang dan dia menjelaskan apa beda menyembah maqom dgn tawashul,
    dia menunjukan bgaimana niat tawasul yg benar.

  16. Anam

    Bang rico:
    Mohon diijazahkan hizib yusuf dan hizib al-fateha versi sanad lengkap dari anda.
    Terimakasih.

  17. resiyanto

    Assalamu’alaikum. wr. wb.

    nyimak ne

    wah urutan 20 besar ne

  18. denwiek

    Bab Thoriqoh
    Posting oleh : jauhdimata pada 4 May 2008

    Kata Syaikh Ahmad Al-Rafaie, ” Tidak ada jalan yang lebih mudah menghampirkan diri dengan Allah kecuali melalui tharikat “. Tharikat merupakan bagian terpenting dari pelaksanaan syariat Islam di bidang Tasauf. Mempelajari ilmu Tasauf dengan tidak mengetahui dan melakukan tharikat dianggap sia-sia. Prof. H. Abu Bakar Acheh dalam bukunya ‘Syariat Ilmu Fikah Menurut Tharikat Kadriah’ berkata, ” Dalam ajaran Tasauf diterangkan bahwa syariat itu hanya peraturan belaka, sementara tharikat merupakan perbuatan untuk melaksanakan syariat itu. Apabila syariat dan tharikat sudah dapat dikuasai maka lahirlah hakikat, yang tidak lain adalah memperbaiki hal ihwal zahiriah (yakni akhlak yang mulia)”.
    Menurut Al Ghazali ‘ Tharikat adalah sebagian perjalanan syariat batiniah’. Walau bagaimanapun untuk menjalani tharikat, menurut Imam Malik dan Imam Al Ghazali, memerlukan kekuatan di bidang ilmu syariat terutama di bidang Ushulludin (Tauhid).
    Kelebihan ilmu tharikat amat banyak. Menurut Imam Al Ghazali di dalam kitabnya Al Munkizu Minad Dhalalah bahwa kelebihan ilmu tharikat itu akan menjadikan seseorang yang menjalaninya mempunyai akhlak yang mulia (zahir dan batin) menepati akhlak nabi. Kata Sheikh Muhammad Al Sulaiman,” Barang siapa yang menjalani ilmu tharikat ia akan mendapat kemenangan di dunia dan di akhirat serta kesudahan matinya dalam kebajikan (Husnul khotimah) “. Ahli-ahli tharikat senantiasa bersifat tawaduk dan menjauhi takabur (ego). Kata Sheikh Syed Muhammad Saman,” Orang yang bersusah-susah dan bersunguh-sungguh menempuh jalan riadhatun nafsi (latihan melawan nafsu) dia akan mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah SWT “.
    Demikian kelebihan-kelebihan batin yang disebut di dalam kitab Sirrus Salikin tentang kelebihan tharikat. Sementara kelebihan zahiriah lainnya adalah yang menjalani ilmu tharikat ia akan mendapat kekuatan ukhwah, mendapat pertolongan Allah dari tentangan musuh, menjadikan dia taat kepada pucuk pimpinan, gigih berjuang dan berkorban dsb. Ini dibuktikan oleh kajian pihak musuh Islam tantang puncak-puncak kekuatan umat Islam dahulu. Pada zahirnya mereka tampak lemah di bidang material tapi susah untuk ditumpas dan dijajah diri, akal dan jiwa mereka.
    Laurens Of Arabian salah seorang orientalis sedunia, telah membuat kajian-kajian tentang puncak-puncak kekuatan umat Islam dan didapati bahwasanya kekuatan umat Islam adalah karena di barisan depannya adalah terdiri dari ahlil-ahli Tasauf dan ahli-ahli tharikat. Mereka adalah orang-orang yang paling gigih menentang penjajahan dan menangkis kepura-puraan yang ditaburkan oleh musuh-musuh Islam. Laurens telah membuktikan hujjahnya dengan sejarah, bagaimana gerakan tarikat Idrisiah di Maghribi (Maroko) berhasil dengan gemilang merebut kemerdekaan dari penjajajah. Raja-raja kerajaan Osmaniah dan para tentaranya adalah terdiri dari ahli-ahli tharikat. Mereka berkhalwat beberapa hari sebelum keluar berperang.
    Selain itu pihak orientalis atas arahan pihak kolonial telah menyelidiki juga tharikat-tharikat, antara lain Idrisiah di Libya dan beberapa negara Islam lainnya, termasuk kepulauan Melayu oleh Snouck Hurgronje orientalis Belanda di Indonesia. Hasil kajian dan laporan yang diberikan kepada pemerintah kolonial itulah yang menyebabkan lahirnya kecurigaan terhadap gerakan tharikat dalam Islam.
    Laurens Of Arabian telah diarahkan supaya menyelidiki ke dalam masyarakat Islam dengan menyamar sebagai ulama dan mendalami ilmu Islam di Mekah dan Mesir (Al Azhar) dan ia telah bertemu dengan ratusan ulama besar yang masyur, memperbincangkan tentang cara untuk membiasakan umat Islam di segi kemajuan dunia seperti kebiasaan barat serta ia menyebarkan faham supaya umat Islam tidak terikat dan tidak fanatik kepada aliran mazhabiah.
    Pihak penjajajah memandang gerakan tharikat berbahaya bagi kekuasaan mereka. Untuk menyekat dan menghapuskannya, Prof. Haji Abu Bakar Acheh dalam bukunya Syariat telah menyampaikan puncak timbulnya ordinan’s guru tahun 1925 di Indonesia. Melalui ordinan’s itu katanya, bagi guru-guru agama yang hendak mengajar agama terutamanya bidang tarikat hendaklah mendaftarkan diri dan mendaftarkan sekaligus kitab-kitab yang hendak diajarkan.
    Sementara itu di negara-negara Asia Timur, Laurens Of Arabian mengupah seorang ulama yang anti tharikat dan anti mazhab untuk menulis sebuah buku yang menyerang tarikat. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibiayai oleh pihak orientalis. Akibatnya kerajaan Arab Saudi setelah diambil alih oleh pemimpin yang bermazhab Wahabiah telah mengharamkan Tasauf dan Tharikat. Sedangkan di situlah (Mekah dan Madinah) asal mulanya pusat gerakan tharikat. Aliran faham anti tasauf dan tharikat itu telah menguasai di pusat-pusat pengajian di Timur Tengah dan pusat pengajian di Eropa, sehingga para pelajar termasuk di negara ini yang sekarang telah bergelar ulama mengikuti aliran itu.
    Selain menggunakan media masa (buku dan majalah) untuk menghapuskan tharikat sufi, pihak musuh Islam juga menggunakan berbagai cara lain, diantaranya mereka menciptakan tharikat sesat (palsu) dan menyelewengkan tharikat yang sebenarnya dengan menyelundupkan ajaran-ajaran mereka ke dalam gerakan tharikat. Ajaran mereka itulah yang mendakwa konon mendapat wahyu, dilantik menjadi nabi, menjadi Nabi Isa, Imam Mahdi dan lain sebagainya. Di antaranya yang jelas kepada kita adalah gerakan Qadiani, Bahai, Ismailiah di India, pimpinan Agha Khan dll.
    Seorang penulis barat A.J. Quine dalam novelnya The Mahdi menyampaikan tentang bagaimana dua badan dunia mewujudkan Al Mahdi palsu untuk merusak keyakinan umat Islam terhadap Al Mahdi yang sebenarnya yang disebut oleh Rasulullah SAW akan muncul di akhir zaman.
    Gerakan tharikat sesat (palsu) telah dikembangkan di seluruh dunia dan ini menjadi alasan bagi ulama anti tharikat untuk menguatkan hujjah mereka bahwa tharikat bukanlah ajaran Islam termasuk bertawassul itu suatu perbuatan sirik. Gerakan tharikat sesat tersebut tidak mustahil datang (tersebar) di negara kita sehingga merusak tharikat yang sebenarnya. Akibatnya pihak yang berwenang melakukan penyelidikan atas tharikat sesat tersebut kemudian membuat kesimpulan menyalahkan semua tharikat-tharikat yang ada termasuk tharikat yang haq.
    Kalau pihak tertentu membuat kesimpulan mendakwa aliran tharikat semuanya sesat, lalu bagaimana kita hendak menghukumkan kepada ulama-ulama terdahulu yang mengasaskan, mengajarkan dan mengamalkan tharikat seperti Al Ghazali (Tharikat Al Ghazaliah), Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani (Tharikat Qadiriah), Abdul Hasan Ali Asysily (Tharikat Syaziliyah), Muhammad Bin Bahaudin Naqsyabandi (Tharikat Naqsyabandiah) dan yang lainnya seperti Rafieyah, Ahmadiyah, Dasuqiyah, Satariyah dan sebanyak lebih dari 40 buah tharikat ?
    Kalau terdapat kesilapan dari segi pelaksanaan oleh khalifah atau syeikh tharikat yang kemudian (mutaakhirin) ini, itu adalah disebabkan kelemahan pribadi mereka sebagai manusia. Maka tidaklah sepantasnya diambil kesimpulan mengharamkan tharikat yang haq, sama seperti menuduh pengikutnya juga sesat. Sedang mereka terdiri dari orang-orang yang salih dan para Wali Allah.

  19. Qolkut

    skrng bnyk akun atupun status FB yg mlecehkan Islam cnt dlm status Nurhayati Nurdin Adawiyah.pndpt sesepuh sebgaimana?

  20. orang jawa

    joko samudro:pemahaman anda ttg ziarah kubur yg oleh anda di ibaratkan menyembah dan meminta pada kubur,itu sangat membabi buta.persis pemahaman orang2 wahabi yang anti maulid,thoriqoh,tahlilan.

  21. Pangeran Sukemilung

    @ denwiek…apa kabar ayahanda ? semoga ayahanda selalu dalam lindungan Allah SWT. Sertakan kami sekeluarga dalam setiap doa ayahanda. Barakalloh…

  22. shodaqta

    Ustadz pangeran sukemilung yg dirahmati ALLOH ,
    Izinkan ane bertanya:
    Mengenai RDR yg telah beredar saat ini,karna Anda pernah berguru langsung dgn keturunan pewaris asmak rajeh syeikh buju’ tumpeng dan lattong tentunya anda tau mana RDR yg sebenernya(versi keturunan syeikh buju’ tumpeng dan lattong),
    Apakah RDR INNA JAHARA. . .dst adalah bener2 RDR ASLI yg juga sama dgn punya keturunan syeh buju’ tumpeng?

    Mohon keikhlasan penjelasannya agar kami bisa menimba ilmu yg benar haq sesuai aslinya. .

  23. denwiek

    @Pangeran Sukemilung … mohon maaf baru bisa jwb, baru kelar jln kaki … spy otot2 gak terlalu kaku .. alhamdulillah saat ini saya sehat dan insya alloh dlm lindungan alloh swt.

    kemudian soal permintaan agar disertakan di dalam do’a … insya alloh … du’a fii du’a … begitu kata orang2 jaman dulu.

    wassalam.

  24. angdidi

    Kalau dilihat dari luar mungkin saja syirik, ibarat makan kalau hati kita mengitikadkan makanan yang mengenyangkan ya syirik, inilah permainan hati , makaanan haanyalah sebuah syareat, begitupun dengan ziarah kubur, jadi siapaa yang salah ? orang yang males belajar, orang yang tak berilmu, mari kita sama 2 belajar dan mencari ilmunya biar hati ngak nyasar.
    Qobiltu, Kyai atas izajahnya.
    dan salam rahayu buat semuanya.

  25. angdidi

    Salam..dan mohon maaf buat pak kyai, izinkan saya yang fakir ini untuk mewakili kyai menuliskan dengan hurup latin Qosidah “Habib Abdillah bin Husain Thohir Ba Alwi”.

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Yaa Ar – Hamar Roohimiin, Yaa Ar- Hamar Rohimiin.
    Yaa Ar- Hamar Rohimiin, Farrij ‘ Alal Muslimiin.

    Yaa Robbanaa Ya Kariim, Yaa Robbanaa Yaa Rohiim.
    Antal Jawaadul Haliim, Wa- Anta Ni’mal Mu’iin.

    Walaisa Narjuu Siwaak, Fadrik Ilaaahi Darook.
    Qoblal Fanaa Wal Halaak, Ya’Ummu Dun-yaa Wadiin.

    Wamaa Lanaa Robbuna, Siwaaka Yaa Hasbunaa.
    Yaa Dzal ‘Ulaa Walghinaa, Wayaa Qowwiyyu Yaa Matiin.

    Nas -Aluka Waalii Yuqiim, Wal’Adla Kay Nastaqim.
    Alaa Hudaakal Qowiim, Walaa Tuthii’Ulla’iin.

    Yaa Robbana Yaa Mujiib, Antassami’ul Qoriib.
    Dlooqol Wasii’ur Rohiib, Fandhur Ilal Mu’miin.

    Nadhoh Tuzhlul ‘anaa, Annaa Watudnil Munaa.
    Minnaa Wakullal Al Hanaa, Nu’thoohu Fii Kullihiin.

    As-Aluka Bijaahil Juduud, Waalii Yuqhmul huduud.
    Fiinaa Wayakfil Hasuud, Wayadfa’udh dhoolimiin.

    Yuziilu Lilmunkaroot, Yuqiimu Lish sholawaat
    Ya’ muru bishoolihaat, Mujiibun Lishsholihiin.

    Yuziihu Kullal Haroom, Yaq- Haru Kullath thoghoom.
    Ya’dilu bainal anaam, wayu’minul khoo-ifiin.

    Robbisqinaa ghoitsa ‘aam, naafi’ mubaarok dawaam.
    Yaduumu fii kulli ‘aam, alaa mamarris siniin.

    Robbih yinaa syaakiriin, watawaffanaa muslimiin.
    Nub’ats minal aaminiin, fii zumrotis saabiqiin.

    Bijaahi Thoohar rosuul, jud robbana bilqobuul.
    Wahablanaa kullasuul, robbistajibliy aamiin.

    ‘Athooka robbiy jaziil, wakullu fi’lik jamiil.
    Wafik amalnna thowiil, fajud alath thoomi’iin.

    Yaa robbi dlooqol khunaaq, Min fi’li maalaa yuthooq.
    Famnun bifakki gholaaq, liman bidzanbihiirohiim.

    Waghfir likullidz dzunuur, watur likullil’uyuub.
    Waksyif likullil kuruub, wakfi adzaal mu’miniin.

    Wakhtim bi-ahsan khitaam, idzaa danaal inshiroom.
    Wahaana hiinul himaam, wazaada rosy’hul jabiin.

    Tsummash sholaah wassalaam, alaa syafii’il anaam.
    Wal – aali ni’mal kiroom, wash shohbi wattaabi’iin.

    Maaf Pak Kyai Kalau ada yang salah tolong diperbaiki.
    terima kasih.

  26. Mamat Kumis

    slmt menjelang 2/3 malem bwat bang rico dan sodare2 smuanye…

  27. Mamat Kumis

    @Joko samudro…coba ente simak nyang aye tulis dibwh ini:

    1) “YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUTTAQULLOOHA WABTAGHUU ILAIHIL WASIILATA WA JAAHIDUU FII SABIILIHII LA’ALLAKUM TUFLIHUUN” (Surah Al-Maidah ayat 35)
    2) Berkata al-Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin Musa an-Nukmani dlm karyanya yg berjudul ‘Mishbah adz-Dzolam’; Sesungguhnya al-Hafidz Abu Said as-Sam’ani menyebutkan satu riwayat yang pernah kami nukil darinya yg bermula dari Khalifah Ali bin Abi Thalib yang pernah mengisahkan: “Telah datang kepada kami seorang badui setelah tiga hari kita mengebumi- kan Rasulullah. Kemudian ia menjatuhkan dirinya ke pusara Rasulallah saw. dan membalurkan tanah (kuburan) di atas kepalanya seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, engkau telah menyeru dan kami telah mendengar seruanmu. Engkau telah mengingat Allah dan kami telah mengingatmu. Dan telah turun ayat; “Sesungguhnya Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS an-Nisa: 64) dan aku telah mendzalimi diriku sendiri. Dan aku mendatangimu agar engkau memintakan ampun untukku. Kemudian terdengar seruan dari dalam kubur: ‘Sesungguhnya Dia (Allah) telah mengampunimu’ ”. (Kitab “Wafa’ al-Wafa’” karya as-Samhudi 2/1361)
    Dari riwayat di atas menjelaskan bahwa; bertawassul kepada Rasulullah pasca wafat beliau adalah hal yang boleh/baik utk dilakukan dan tidak tergolong syirik atau bid’ah. Bagaimana tidak? Sewaktu prilaku dan ungkapan tawassul/istighotsah itu disampaikan oleh si Badui di pusara Rasul dengan memeluk dan melumuri kepalanya dengan tanah pusara– yang ditujukan kepada Rasulallah yang sudah dikebumikan, hal itu berlangsung di hadapan Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib. Dan khalifah Ali sama sekali tidak menegurnya, padahal beliau adalah salah satu sahabat terkemuka Rasulullah yang memiliki keilmuan yang sangat tinggi dimana Rasulullah pernah bersabda berkaitan dengan Ali bin Abi Thalib kw. sebagai berikut: ‘Ali bersama kebenaran dan kebenaran bersama Ali’. (Kitab “Tarikh Baghdad” karya Khatib al-Baghdadi 14/321, dan dengan kandungan yang sama bisa dilihat dalam kitab “Shohih at-Turmudzi” 2/298).
    Dalam Kitab “Mustadrak as-Shohihain” karya al-Hakim an-Naisaburi 3/124, ‘Ali bersama al-Qur’an dan al-Qur’an bersama Ali, keduanya tidak akan pernah terpisah hingga hari kebangkitan’. Dalam Kitab Mustadrak as-Shohihain(3/126), “Aku (Rasulallah saw.) adalah kota ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya. Barangsiapa menghendaki(masuk) kota maka hendaknya melalui pintu gerbangnya”. Dalam Kitab Mustadrak as-Shohihain” 3/122, “Engkau (Ali) adalah penjelas kepada umatku tentang apa-apa yang mereka selisihkan setelah(kematian)-ku”. Dan masih banyak lagi riwayat mengenai Khalifah Ali kw.ini.

    bgimane pndpt ente? aye minte penjelasannye….mksh…

  28. Mamat Kumis

    @bang rico…tatacare tawassul ame ziarah nyang bang rico tulis diatas ternyate serupe ame aye…mantebsss! (slm dlu ame bang rico)

  29. ARIF PERTELON

    QOBILTU…

  30. Pangeran Sukemilung

    @ Mamat Kumis…salam akhi kaifa haluka ? Insya Allah antum sekeluarga dalam lindungan Allah Ta’ala
    @ denwiek…salam ayahanda, tetap semangat dalam Jiwa Tauhid ya !
    @ angdidi…salam akhi, Qoshidah ente benar punya Habib Abdillah bin Husain Thohir Ba Alwi, sayangnya bukan itu yang dimaksudkan untuk dibaca dalam ziarah.
    @ shodaqta…afwan, ana ga pernah minta ijazah RDR sama abah kyai.
    @ orang jawa…Antum shohibul Khoir !
    @ Ahmad ghozali…ini Qoshidah yang dimaksud :
    Qoshidah Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Ba’alawy
    • Salaamullah Yaa saadah minar-rahmaani yaghsyaakum
    • ‘Ibadallah ji’naakum Qoshodnaakum tholabnaakum
    • A’inuunaa aghiitsuuna bihimmatikum wajad wakum
    • Faa-ahyuunaa wa a’thuunaa ‘athoyaakum Hadaayakum
    • Falaakhoyyabtumuu dhoonnii fahaasyaakum wahaasyaakum
    • Sa’idnaa idz-atainaakum wa fuznaa hiina zurnaakum
    • Faquumuu wasyfa’uu fiinaa ilar-rahmaani maulakum
    • ‘Asaa nahdhoo ‘asaa rohmah taghosy-syanaa wa taghsyaakum
    • Salamullah hayyakum wa ‘ainullahi tar’aakum
    • Wa shalallahu maulanaa wa sallamaa atainaakum
    • ‘Alaal mukhtaari syaafi’inaa wa munqidunaa wa iyyakum
    @ Salam Tauhid untuk semuah Jamaah Kampus wong alus.
    Barakalloh fikum……

  31. Pangeran Sukemilung

    Ralat Qoshidah Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Ba’alawy :

    • Salaamullah Yaa saadah minar-rahmaani yaghsyaakum
    • ‘Ibadallah ji’naakum Qoshodnaakum tholabnaakum

    • A’inuunaa aghiitsuuna bihimmatikum wajad wakum
    • Faa-ahyuunaa wa a’thuunaa ‘athoyaakum Hadaayakum

    • Falaakhoyyabtumuu dhoonnii fahaasyaakum wahaasyaakum
    • Sa’idnaa idz-atainaakum wa fuznaa hiina zurnaakum

    • Faquumuu wasyfa’uu fiinaa ilar-rahmaani maulakum
    • ‘Asaa nahdhoo ‘asaa nu’thoo mazayaamin majaayakum

    • ‘Asaa nahdhoo ‘asaa rohmah taghosy-syanaa wa taghsyaakum
    • Salamullah hayyakum wa ‘ainullahi tar’aakum

    • Wa shalallahu maulanaa wa sallamaa atainaakum
    • ‘Alaal mukhtaari syaafi’inaa wa munqidunaa wa iyyakum

    Sempurna translet insya Allah…

  32. denwiek

    Assalamu’alaikum wr.wb

    @Pangeran Sukemilung … beberapa hari lalu saya dah kirim balesan ke anda … tau deh sampai apa gak?

    @Mamat Kumis … kalo diperhatiin dari postingan ente … keliatannya ente ada dibetawi? blah mane? …. met kenal … ane ade di betawi blah pusat (galur – pasar senen)

    Wassalam.

  33. Joko Thole

    Matur nuwun……………..

  34. Mamat Kumis

    @bang rico…aye bi khoir walhamdulillah…mksh bwat doanye,moga2 bang rico + kel. juge selalu berade dlm lindungan Allah Swt…amiin..!
    @denwiek…bner ape kate ente…aye dri daerah tn.abang…met knal juge bang denwiek…

  35. akang Gugum

    kesesatan yg nyata, kesyirikan dibungkus ibadah, memang licik cara iblis menyesatkan manusia, sehingga perbuatan maksiat dipandang baik.. smoga kita mendapat hidayahNYA..
    barang siapa yg disesatkan ALLAH maka tdk ada seorangpun yg dapat memberi petunjuk..
    barangsiapa yg telh diberi petunjuk oleh ALLAH, tidak ada seorangpun yg bisa menyesatkannya..

  36. Mamat Kumis

    @gugum…hati2..ente jngan slh..kaga slamanye bgitu !! karne ade juge kebalikan dri nyang ente tulis…bnyk nyang dri luar kliatan syirik pdhal kl dikaji bner2 sbnernye ntu kaga syirik…cb ente pahamin ape nyang aye ditulis diatas baek2…bner ape slhnye wallahu a’lam bisshawab,paling kaga bise bwat nambah wawasan kite2 smue…

  37. /gelar tiker..nyimak ^_^

  38. wongwongan

    Kisah seorang kakek tua bersama cucunya dan seekor keledai.

    Kakek menasehati cucunya :
    Kakek : “Tidak ada yang baik dimata orang lain. Kebanyakan orang hanya melihat sisi jelek/buruk dari orang lain”
    Cucu : Saya belum mengerti Kek?
    Kakek : “tuntun keledai mu kita berjalan ke kampung itu”
    seorang melihat mereka dan tertawa, “Kalian berjalan membawa keledai. mengapa kalian tak menungganginya? Kalian berdua benar-benar bodoh!”

    Kakek : “kau dengar cu?, sekarang aku naik keledai kau tetap berjalan”
    Maka Kakek tua itu naik ke punggung keledai, dan anaknya berjalan mengikuti di belakangnya. Tak berapa jauh mereka berjumpa lagi dengan seorang penduduk kampung, Begitu ia melihat Kakek tua itu menunggang keledai ia berseru kepadanya, “Hey Orang Tua, tidak kasihan kau dengan cucumu Kamu menunggang keledai dan membiarkan bocah kecil itu berjalan kaki di belakangmu.”

    Kakek : “Kau dengar lagi cu ? “Cu, kamu saja yang naik keledainya, biar Kakek yang jalan kaki sambil menuntun.”
    Kakek Tua itu segera melompat turun dari punggung si keledai lalu membiarkan cucunya naik.
    Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga mereka melihat seorang lelaki sedang bekerja di ladang yang berteriak: “oi.. oi, dasar kau anak kurang ajar, engkau menunggang keledai dengan enaknya dan membiarkan orang tua ini berjalan kaki.”

    Kakek : “sekarang kita berdua menunggangi keledai itu”
    Segera mereka berdua menunggangi keledai itu dan bertemu seorang pejalan kaki yang berteriak “Apa Kalian gila? Masa keledai kurus dan kecil ini, kalian tunggangi berdua, tak lama lagi keledai ini mati kecapaian, Orang macam kalian??”

    Kakek : “sekarang bagaimana kalau kita yang memanggul keledai itu.”

    Dalam perjalanan mereka berdua basah kuyup oleh keringat. Ketika sekelompok anak-anak pengajian melihat bagaimana kedua Kakek dan cucu ini membawa keledai itu, mereka semua tertawa terbahak-bahak. “Ha, Ha…., cepat sini ….lihat ini, dua orang bodoh ini tidak menunggangi keledainya, tapi justru keledainya yang menunggangi mereka. Baru ini kulihat orang yang begitu bodoh..Ha, ha, ha…..

    Kakek : Kau mengerti sekarang cu?

  39. kangdin

    qobiltu….
    ijin mengamalkan dan semoga mendapat ridho Alloh, amiiin

  40. cah cilik

    qobiltu moga bermanfaat dunia akhirat

  41. wong gentur

    @ Wong wongan…. Cerita yg menarik… sungguh ironis hidup di zaman sekarang ne… ea kembali kepada diri sendiri…

  42. assalamualaikum,, ana orang baru nih,, tata ziarah ini boleh ana minta??? makasih sebelumnya :)

  43. ms rizal

    Aren’t doa & restunya untuk mengamalkan

  44. Alhakim

    izin copy tuan:D
    smoga bermanfaat khususny buat saya ynG awam !

  45. esgeje

    ijin ngamalin tata cara ziarahnya kang !!nuhun

  46. Mulyadi Triogo

    Mengapa harus bilang ziarah kubur itu syirik sedangkan kamu mendatangi kubur orang tuamu,
    Mengapa harus berkata Tahlil itu bid’ah padahal dirinya menyebut kalimat yg terangkum dalam Tahlil.
    Semoga Gusti Alloh memafkan kaum muslimin….Terima Kasih Atas Ilmunya….Insya Alloh menjadi manfaat bagi diriku dan yang menginginkannya.

  47. Asri

    Qobiltu… mohon ijin ngamalin

  48. Hasaniy

    Qobiltu….mudah-mudahan membawa keberkahan bagi ane dan kita semua…
    mhon ijin untuk mengamalkan…
    syukron ustad…

  49. Qobiltu…mohon ijin utk mngamalkn dan menggunakan serta mengijajahkn utk org lain yg mm butuhkn

  50. Qobiltu … Ijin ngamalin

  51. akbar

    assalamulakum
    kepada pangeran sukemilung
    saya izin mengamalkan tata cara ziarah diatas semoga bisa bermanafaat bagi diri saya

  52. akbar

    maupun orang lain

  53. Mad tobii

    Alhamdu lillaaH banyak sudah ilmu yg brmanfaat dan ada hikmahnya. numpang lewat.

  54. Hendra

    @Pangeran Sukemilung Qobiltu, Mohon ijin mengamalkan

  55. Assalamu’alaikum.

    mau nanya n koreksi, ntu Mursyid Thariqahnya gak kebalik?
    Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yg Thariqah Alawiyyah?

  56. ahmad

    aku terima ijazahnya pangeran sukemilung, Allah Pasti meridloi tata cara bertawwasul ini……sukron insyaallah akan saya amalkan

  57. Mas Choliq

    Qobiltu ki….mohon ijin mengamalkan

  58. BAJAHITAM

    QOBILTU

  59. Ibra

    QOBILTU…… mohon izin untuk menfgamalkannya

  60. Hairil Anwar Aji Mustafa

    Mohon izin, pak kyai. Saya ingin mengamalkannya. Terima kasih, barokollah

  61. oby

    qobiltu mohon izin ngamalin suatu saat nanti tad…

  62. dhiya

    joko samudra itu wahabi> ga tahu ilmu tapi sok bicara. virus wahabi harus ditangkal dengan iman yang kuat

  63. jafar sidik

    Qobiltu. Terima kasih ijazahsa ustadz.

  64. Assalaamu’alaikum,Bismillaahirrohmaanirrohiim.Qobiltu ijazahan cara bestawasul saya terima dari KI Sukemilung.Alhamdulillaah,salam…

  65. habib

    TAWASSUL TAWASSUL Saudara saudaraku masih banyak yang memohon penjelasan mengenai tawassul, waha saudaraku, Allah swt sudah memerintah kita melakukan tawassul, tawassul adalah mengambil perantara makhluk untuk doa kita pada Allah swt, Allah swt mengenalkan kita pada Iman dan Islam dengan perantara makhluk Nya, yaitu Nabi Muhammad saw sebagai perantara pertama kita kepada Allah swt, lalu perantara kedua adalah para sahabat, lalu perantara ketiga adalah para tabi’in, demikian berpuluh puluh perantara sampai pada guru kita, yang mengajarkan kita islam, shalat, puasa, zakat dll, barangkali perantara kita adalah ayah ibu kita, namun diatas mereka ada perantara, demikian bersambung hingga Nabi saw, sampailah kepada Allah swt. Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah/patuhlah kepada Allah swt dan carilah perantara yang dapat mendekatkan kepada Allah SWT dan berjuanglah di jalan Allah swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan” (QS.AlMaidah-35). Ayat ini jelas menganjurkan kita untuk mengambil perantara antara kita dengan Allah, dan Rasul saw adalah sebaik baik perantara, dan beliau saw sendiri bersabda : “Barangsiapa yang mendengar adzan lalu menjawab dengan doa : “Wahai Allah Tuhan Pemilik Dakwah yang sempurna ini, dan shalat yang dijalankan ini, berilah Muhammad (saw) hak menjadi perantara dan limpahkan anugerah, dan bangkitkan untuknya Kedudukan yang terpuji sebagaimana yang telah kau janjikan padanya”. Maka halal baginya syafaatku” (Shahih Bukhari hadits no.589 dan hadits no.4442) Hadits ini jelas bahwa Rasul saw menunjukkan bahwa beliau saw tak melarang tawassul pada beliau saw, bahkan orang yang mendoakan hak tawassul untuk beliau saw sudah dijanjikan syafaat beliau saw. Tawassul ini boleh kepada amal shalih, misalnya doa : “Wahai Allah, demi amal perbuatanku yang saat itu kabulkanlah doaku”, sebagaimana telah teriwayatkan dalam Shahih Bukhari dalam hadits yang panjang menceritakan tiga orang yang terperangkap di goad an masing masing bertawassul pada amal shalihnya. Dan boleh juga tawassul pada Nabi saw atau orang lainnya, sebagaimana yang diperbuat oleh Umar bin Khattab ra, bahwa Umar bin Khattab ra shalat istisqa lalu berdoa kepada Allah dengan doa : “wahai Allah.., sungguh kami telah mengambil perantara (bertawassul) pada Mu dengan Nabi kami Muhammad saw agar kau turunkan hujan lalu kau turunkan hujan, maka kini kami mengambil perantara (bertawassul) pada Mu Dengan Paman Nabi Mu (Abbas bin Abdulmuttalib ra) yang melihat beliau sang Nabi saw maka turunkanlah hujan” maka hujanpun

  66. shiva3dy

    qobiltu ..insya allah semoga bermanfaat

  67. Assalam wr wb…………..
    bisa untuk amalan ajian tapak geni ?
    Wassalam wr wb….

  68. emfeb

    @rico: afwan rico yg bener tuiinuna tughitsuna
    Afwan co, watawasobil haqqi….

  69. emfeb

    @co: brpo no hape kau…

  70. rina

    assalamualaikum,terima kasih info menarik untuk dikongsi bersama,kebetulan saya bekerja di pulau besar ,melaka iaitu berdekatan dengan makam wali sultan Ariffin.Tak pernah tahu cara berdoa dimakam ,,kini saya sudah mengerti..minta diamalkan…wassaslam

  71. Sfs Sfs

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Salam Kenal dari Ane

    @Pangeran Sukemilung : Izin Kopas dan Izin tuk mengamalkannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: