ILMU LADUNI ASMAK KHIDIR


AKAL BUDI TETAP TERBATAS DAN HARUS BERGURU KEPADA ILMU LADUNI ALA KHIDIR. NAMUN JANGAN LANGSUNG MENCARI ILMU LADUNI TANPA MEMANFAATKAN AKAL BUDI. TUHAN MELAKNAT MANUSIA YANG MENCARI JALAN PINTAS TANPA MENGASAH AKAL BUDINYA. JADI IKUTI PROSES LOGIKA DENGAN SABAR DAN ISTIQOMAH. DENGAN KESABARAN MENEMPUH PROSES RASIONAL INILAH JUSTERU NANTI ILMU LADUNI BISA DIPEROLEH.

APA HAKIKAT ILMU LADUNI? Saya tidak tahu dan tidak ingin sok tahu. Jawaban ini sering kita sampaikan bila kita ditanya atau disodorkan sebuah fakta dimana kita belum mampu memahaminya. Kenapa kita menjawab “tidak tahu?”

Tidak tahu mengandaikan kita terlebih dulu tahu terkait sebuah hal. Sama seperti bila kita ini merasa ada di dunia. Apakah saya atau anda ini sungguh-sungguh ada di dunia? Kalau kita mengatakan saya tidak ada, berarti pada saat yang bersamaan kita sudah tahu perbedaan antara ada dan tidak ada. Sehingga kita memilih jawaban saya sudah ada. Dengan demikian, jawaban “saya tidak tahu” mengandaikan kita sudah tahu dua hal yang berbeda, yaitu saya tahu dan saya tidak tahu sehingga akhirnya kita memilih menjawab “saya tidak tahu”.

Begitulah. Kita mudah memilih dan memutuskan sesuatu tanpa kita nalar terlebih dulu dengan kebeningan. Kita mudah pula memutuskan si A ini salah, si B ini benar. Agama saya benar dan agama lain salah. Begitu seterusnya padahal kita tidak sungguh-sungguh tahu terhadap perkara yang kita hadapi. Orang bijaksana tidak boleh seperti itu. Orang bijaksana haruslah berpikir sebelum memutuskan sesuatu. Termasuk memutuskan untuk memilih: Tahu atau tidak tahu.

Saat saya bertanya, apakah Anda tahu tentang bagaimana cara termudah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT? Anda tiba-tiba menyodorkan jawaban yang hampir pasti anda merasa yakin bahwa jawaban anda benar. Apalagi anda sudah merujuk pada Kitab Suci, merujuk pada jawaban orang-orang keramat, dan seterusnya. Itu artinya anda sudah merujuk pada keyakinan anda sendiri yang belum anda buktikan dengan nalar dan logika, tiba-tiba anda yakin begitu saja. Taklid buta terhadap sesuatu tanpa anda analisa dan anda kaji secara mendalam. Islam melarang seseorang itu yakin (dan beriman) begitu saja yang tanpa proses akal budi.

Banyak ayat di kitab suci melarang kita yakin begitu saja tanpa anda kaji dengan akal budi. Proses meyakini sesuatu memerlukan tahapan-tahapan yang tidak sederhana. Nanti bila tahap-tahap perjalanan akal budi sudah sedemikian lengkap, baru anda mampu menyimpulkannya menjadi sebuah KEYAKINAN, dan keyakinan itu menjadi KEBENARAN yang tidak terbantahkan lagi. Meskipun begitu, harap berhati-hati bahwa anda tidak boleh mendewa-dewakan KEBENARAN anda yang sifatnya masih subyektif tersebut. Ingat bahaya menjadi dogmatis karena bisa jadi anda boleh jadi salah dan JADILAH ORANG YANG TOLERAN DAN BERPIKIRAN TERBUKA. Bukankah kita tetap diminta untuk belajar ke ideologi yang lain (ke China) meskipun sebagai orang beragama Islam kita diminta untuk yakin terhadap keislaman kita? Ruh Islam ada pada toleransi terhadap beragam kebenaran yang lain dan membebaskan diri dari ideologi yang sempit karena di dalam sejarah ideologi sempit bertentangan dengan watak dan hukum alam.

PARA NABI ADALAH SOSOK ANTI TAKHAYUL
Para nabi dan rasul sepanjang masa siapapun itu, mulai Nabi Adam A.S hingga Muhammad SAW adalah para tokoh dan teladan yang membebaskan akal pikiran kita dari tahayul dan mitos. Mereka mendobrak dan menggempur ragam keyakinan yang sudah melembaga pada saat itu dan menegakkan AKAL SEHAT. Para nabi dan rasul adalah pembebas dari prasangka dan kekeliruan serta meratakan jalan menuju kemajuan berpikir.

Sebelum kita mencoba menyelidiki bagaimana kita menguji kebenaran, kita perlu menyelidiki tentang BUKTI. Bukti harus bermula dari postulat-postulat tertentu. Ide atau fakta awalnya diterima sebagai postulat yang dianggap sebagai benar. Hal tersebut mencakup aturan-aturan pokok pemikiran atau logika seperti prinsip identitas seperti semua A adalah A, prinsip non kotradiksi seperti “tidak A dan bukan A” atau prinsip kemungkinan jalan tengah yang harus dikeluarkan seperti boleh jadi boleh jadi A atau bukan A. Semua itu dianggap sebagai jelas dengan sendirinya. Biasanya kita juga menerima kebenaran dengan pengalaman langsung dan bergerak ke depan dengan dasar asumsi postulat, aksioma atau kondisi misalnya, prinsip kausalitas –prediktif uniformatif, obyektivitas, empirisis, hemat dan sederhana, isolasi, kontrol, ukurannya pasti.

Hukum-hukum logika yang demikian itu, sangat diperlukan untuk melakukan pengujian kebenaran. Setidaknya kita mengenal tiga teori pengujian kebenaran yan umum yaitu ujian persamaan dengan fakta (korespondensi), ijian tentang konsistensi (koherensi) dan ujian kemanfaatannya (pragmatis) dan bisa pula diperluas dengan tiga pendekatan seperti berikut ini: yang benar adalah yang memuaskan keinginan kita. Yang benar adalah yang bisa dibuktikan dalam eksperimen. Yang benar adalah yang membantu perjuangan hidup kita sebagai makhluk hidup.

Kita akan sampai pula pada bagaimana segala sesuatu itu diketahui? Sebagai manusia, cara-cara untuk ‘mengetahui’ berdasarkan atas apa yang dimiliki oleh manusia adalah berpikir dengan akal sehat (logika), melakukan penyelidikan empiris karena kita punya mata, telinga, tangan, kulit (VAK). Melakukan pertimbangan normatif karena kita juga memiliki pertimbangan batiniah terhadap nilai-nilai seperti benar-salah, baik buruk, indah-tidak indah yang ukurannya pasti subyektif. Selain itu, ada cara mengetahui yang lebih menyeluruh dan terintegrasi (sinoptik). Ini adalah tingkat pemikiran yang paling inklusif karena ia memakai dan melampaui pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara sebelumnya. Disini, kita akan memasuki tahap RASA METAFISIS, yaitu menyelidiki watak kebenaran dalam perspektif yang seluas mungkin. Merangkai struktur umum dari segala benda. Bila analisa artinya memecah belah menjadi unsur unsur kecil maka pada tahap ini kita mengumpulkan unsur unsur kecil menjadi bangunan yang utuh dan mensintesakannya.

ILMU LADUNI KHIDIR
Nabi Musa bergelar kalimullah adalah sosok yang mulia, agung, rasional, cerdas, sakti karena memiliki mukjizat dahsyat dan sangat dekat dengan Tuhan. Musa juga diperkenankan untuk “mencicipi” keberadaan Dzat-Nya langsung melalui sebuah fenomena suwung total ekstase setelah gunung tempat menampakkan diri-NYA hancur berkeping-keping. Bahkan, turunnya kitab suci Taurat itu langsung dari “mulut” Tuhan tanpa perantara. Pada suatu ketika, rasionalitas Nabi Musa diuji dengan seorang pertanyaan kaum Bani Israil usai sebuah dakwah; Wahai Musa menurutmu siapa yang paling alim dan paling berpengetahuan di antara manusia yang hidup di bumi.

Musa dengan tegas menjawab: “Yang paling cerdas dan alim adalah aku”. Di sinilah Musa terjebak pada sifat sombong. Ini tentu saja tercela karena di muka bumi ini tidak seorang pun boleh sombong betapapun tinggi ilmunya. Bahkan seorang rasul pun dilarang untuk sombong karena ilmunya tidak seberapa dibanding pengetahuan Allah yang tiada berhingga.

Sebagai upaya untuk menyadarkan Musa, Allah SWT memerintahkannya untuk mendatangi sebuah tempat bertemunya dua lautan dan berguru kepada seorang yang alim yang berpengetahuan hikmah sangat luas dan jauh melebihi Musa. Dia kemudian dikenal sebagai Khidir atau BALYA BIN MALKAN bin Flaakh bin Anbar bin Salakh bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh A.S bin Lamak bin Mutawasylikh bin Idris A.S. bin Yard bin Mahlain bin Qainan bin Yanasy bin Syits bin Adam.

Hikmah dan luasnya ilmu Khidir juga terabadikan dalam dunia ilmu hikmah terapan di majelis-majelis dzikir khusus ahli thariqoh: Innaka quwwata bi quwwati wa quwwatika wa BALYAkhan BALYAkhin barnabal barnabil quwwah, bi idznillah bi laa hawla wala quwwaata ila billah. Innaka quwwata bi quwwati wa quwwatika wa MALKHAN malkhin mayakhal mayakhil quwwah, bi idznillah bi laa hawla wala quwwaata ila billah. Mungkin karena di dalam asmak ini ada nama Nabi Khidir yaitu BALYA BIN MALKAN maka disebut ASMAK KHIDIR? Saya tidak tahu…

Kisah selanjutnya tentang bergurunya Musa ke Khidir ini silahkan dibaca di QS Al Kahfi, 60-82. Belajar dari Khidir, kita akan mendapati kesimpulan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengaku mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang segala sesuatu. Kita jauhkan sisi fanatisme karena ini tidak bertanggungjawab terhadap akal sehat untuk mencerap keluasan ilmu-ilmu-NYA. Jalan menuju kepada Tuhan bukannya jalan dogmatisme yang menganggap bahwa pengetahuan dan keyakinan kita sekarang adalah sudah pasti dan sempurna. Jalan menuju Tuhan tersebut bukan juga skeptisisme yang mengatakan bahwa jalan itu mustahil untuk ditempuh. Segala proses mental itu tunduk kepada keterbatasan manusia, kepada pengaruh timbal balik antara beragam kepentingan. Namun senantiasa utamakan untuk mencari tahu, apa kepentingan Tuhan kepada kita. Di sinilah nantinya kita insya allah mendapati ILMU LADUNI. Ilmu yang langsung turun tanpa melalui proses perenungan dan proses belajar karena ilmu ini langsung turun melalui hidayah langsung dari-NYA.

Kebenaran bukan hanya prinsip dan persetujuan yang dibuat oleh manusia saja, yang dapat dipakai atau dibuang menurut kemauannya belaka. Kebenaran itu tetap hadir dan obyektif (ada an sich) meskipun semua manusia di muka bumi ini tidak ada. Pandangan kita juga bisa keliru, bengkok dan salah. Dunia bukanlah khayalan karena itu kita harus menyesuaikan diri dari keseriusan dunia ini diciptakan dan dibentuk dengan ketepatan ukuran. Dan pada akhirnya, HIDUP ADALAH KESABARAN UNTUK MENEMPUH PROSES YANG TERUS MENERUS UNTUK MENCARI, MEMBENTUK, MENGKAJI, MENCETAK, MENYESUAIKAN DENGAN CARA ATAU JALAN MENUJU PADA-NYA.

Belajar dari Khidir, kita juga diharapkan untuk senantiasa menghargai kepada siapapun yang kita temui. Dari orang-orang yang lain yang kelihatannya tidak berilmu dan hina, kita bisa jadi justeru mendapatkan hikmah yang besar di kelak kemudian hari. Etika seorang pembelajar adalah memelihara adab dan sopan santun kita sebagai murid yang berguru kepada siapapun dan apapun yang kita temui. Dengar dan lihatlah apa kata mereka dari awal hingga akhir sebelum kita mengambil kesimpulan. Dan bila sudah memiliki kesimpulan, teruskan dengan mencari kesimpulan-kesimpulan lain untuk membetulkan kesimpulan yang sudah anda dapatkan. Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya dan mohon maaf atas segala kekurangan. Salam paseduluran.

@wongalus, 2011

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 87 Komentar

Post navigation

87 thoughts on “ILMU LADUNI ASMAK KHIDIR

  1. nyimak

  2. thefirstmaxx hehe

  3. Gembel Gerbang Kampus

    ke….???
    :)

  4. Qie 548D4 Luhur

    Assalam…Dumateng Ki kang Wongalus, dan seluruh keluargaku KWA semuanya

  5. SALAM UNTUK SEDULURKU SEMUANYA

  6. aguswidodo

    hadir dan ikut nyimak

  7. kang Dullah

    Nomer piro yaaa….?

  8. wongedi

    susahnya dapat pertamaxxx,,,

  9. Appiitt

    Sugeng dalu para wargo KWA, nyuwun sewu kula nunut nyimak hehehe

  10. Qie 548D4 Luhur

    Bensin aja kang wongedi (sebagai alternatif)

  11. akar dewa petir

    nyimak mawon

  12. Qie 548D4 Luhur

    kalo saya gak PERTAMAX,BENSIN,ATAU SOLAR gak apa-apa
    yang penting ELPIJI

  13. De santos kds

    Assalamu’alaikum sesepuh KWA dan sedulur smua…..langsung nyimak….monggo dilanjut…..

  14. Appiitt

    @Ki Agus widodo, gmna ni kabarnya Cepogo??

  15. janoko gunung muria

    premium boleh

  16. janoko gunung muria

    duduk bersila, ikut nyimak, sambil makan mie………..salam buat sedulur semua

  17. Qie 548D4 Luhur

    @ Kangmas janoko gunung muria
    bagi-bagi donk mie nya buat sedulur semuanya mumpung cuaca adem.nie…

  18. JOYO SENTIEK

    Ijin ikut nyimak….
    Salam rahayu semua nyaa……….

  19. aguswidodo

    kulo saking nganjuk kang appitt.kulo pendatang baru hehehe

  20. dimAsYuDie

    menyimak,,

  21. Nino

    Ijin nyimak,.

  22. wah ada mie…enak nih palagi ditambah gudang garam ato djarum sipp

  23. Appiitt

    @Ki Agus : Wah met kenal mawon gih ki agus hehe
    @Ki Gunung Muria : Ijolan pripun Ki? Kula Mie Ayam niki
    @KI Joyo : Sugeng Rahayu

  24. wawan s

    salam salim poro sedulur semua, sugeng ndalu. ijin nyimak sambil udud an ngopi.
    @Ki Agus , @Ki Gunung Muria @KI Joyo @ appiitt @ dimAsYuDie @ JOYO SENTIEK @ ki udeng_hhb @ akar dewa petir, dll met malam semua, ijin ikut kuliah

  25. wawan s

    dibagi mie nya doooong,

  26. Cungkring Cerbon

    aku melu mlebuh….

  27. sai

    masih setia nyimak dari seberang,,,,,

  28. ngadek ngencengke sarung trus pindah nggon manggon buri karo udut samsu,
    nderek ngaos nggih kang !!!!!!!!!!!!

  29. aji saka

    absen malam….izin nyimak pembabaran…….

  30. @mas wawan s:salam ugi untuk panjenengan@ sedulur semua: salam lan wilujeng

  31. Rahman A'R

    Asalamu’alaikum..sungkem kahatur…
    @ki wong alus.
    @ki rektor bengawan candu
    @mbah abdul jabar.
    Salam katresnan kahatur sedoyo wargo kwa..wasalam

  32. aiebie

    ztzzzzzzttttt…..

  33. Rahman A'R

    Asalamu alaikum..ki wong alus,salam takdzim..nderek nyimak.

  34. Semangat malam kagem bolo wongalus nderek nyimak

  35. Gatholoco/CNDJ

    MONGGO DI SAMBI AMIK2 E NIKI INTIP KARO KOPI KENTEL. LUR DULUR KABEH

  36. sindur elqatar

    Assalamu’alaikum….

  37. Cungkring Cerbon

    Klo liat Dua Dunia….Lucu banget….y c klo g dbikin seru y g dpt reting……”cahaya merah (lampunya ketara bgt), eh kluar keris (koch mulus banget).”…

  38. pelan_pelan_saja

    Kalian menghadiri majelis ilmu hanya untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan duniawi kalian, bukan untuk mengobati penyakit hati. Kalian tidak mendengarkan nasihat para penceramah, tetapi meneliti kesalahan mereka, kemudian menghina dan mentertawakannya, kalian juga bermain-main dalam majelis. Sesungguhnya kalian sedang mempertaruhkan diri kalian kepada Allah swt yang Maha Agung dan Maha Mulia. Segeralah bertobat, jamgan mencontoh musuh-musuh Allah ‘Azza wa jalla. Berusahalah untuk mengambil manfaat dari apa yang kalian dengar.

    Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu :
    “Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah swt jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”

    jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :
    “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah swt, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku”

    Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :
    “Dia telah beribadah kepada Allah swt jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

    Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :
    “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

    Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah ( dalam hatimu ) :
    “Orang ini bermaksiat kepada Allah swt karena dia bodoh ( tidak tahu ), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku ”

    Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah ( dalam hatimu ) :
    “Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama islam dan beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk ”

    • Anakku! Pertama-tama nasihatilah dirimu, kemudian nasihatilah orang lain. Perhatikanlah dirimu, jangan mengurusi orang lain, jangan mengurusi orang lain selama dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki. Sungguh celaka, engkau mengaku tahu cara menyelamatkan orang lain! Engkau buta, bagaimana dapat menuntun orang lain? Hanya yang memiliki penglihatan tajamlah yang mampu menuntun umat manusia. Hanya seorang perenang handallah yang mampu menyelamatkan mereka dari samudera ganas. Hanya orang yang mengenal Allah swt lah yang dapat mengembalikan manusia ke jalan-Nya. Seseorang yang tidak mengenal-Nya, bagaimana dapat menuntun manusia ke jalan-Nya?

    jgn komplain ma ane yeee.ane cuma copy paste doank.itu beberapa wasiat dr Syeh Abdul Qodir Jaelani.klo mo komplain.komplain aja ke Syeh Abdul Qodir Jaelani. == dari forum sebelah ===

  39. khozin A

    numpang lewaaaat.

  40. OJIBUAKU

    ngintip pagi………. (bukan lari pagi :D :D :D )

  41. smngat pgi

  42. Setia menanti

    Absen pagi

  43. Moch.Riyan

    hadiiiirrrrrrrr………

  44. Numpang absen…

  45. syech lemah abang

    alhamdulillah suatu penjelasn dan ulasan yang sangat bagus. amin ya allah

  46. PRESENSI PAGI SALAM SEDULUR SEMUA

  47. dody

    …Mantaf …mohon dibabar ..poro sesepuh..

  48. pagi … nyimak sambil nunggu sarapan …

  49. Absen pagi
    @bolo wongalus semuanya sugeng makaryo cling….

  50. Asw…Mantap artikel ki alus salut utk intropeksi diri yg baik…
    [__/\__] ,salam rahayu
    setiap langkah harus waspada,teliti dan cemat…
    :-}

  51. s1 mengurai………….s2 mengumpulkan…………s3 perpaduan keduanya
    kihkihikih

  52. Oval75

    Ass. Salam semua…..Salam Hangat utk sedulur semua…….
    Intinya : “Kita Jangan Menasehati Sesuatu Kpd Org Lain Yg Kita Sendiri blm mampu mengamalkannya”………………

  53. ijin nyimax …

  54. Kertapati(RSA)

    ikut nyimak, sembari aktivitas……..
    @all salam sedulur.

  55. MBAH JATI

    Bagus benar bicaranya sedulur ini, ceramah yang mirip Disertasi buat meraih gelar akademisi. Kalo MBAH JATI cuma bisa kagum dan mohon sama Ilahi agar faham lagi mengerti.

  56. MBAH JATI

    Bagus benar bicaranya sedulur ini, ceramah yang mirip Disertasi buat meraih gelar akademisi. Kalo MBAH JATI cuma bisa kagum dan mohon sama Ilahi agar faham lagi mengerti. Salam sedulur semua…

  57. MBAH JATI

    Ngapuntenipun, selamat pagi menjelang siang. Kawulo yang bodoh ini mohon ijin menyimak.

  58. khozin A

    cihui..ada yg dpt sms dr cewek ni…he3
    e ya absen slamat pagi semuaaaa

  59. Rama dhe

    salam all bolo wong alus
    Hadir dan ijin nyimak

  60. iwan sableng

    udah dibawah ni posisi izin nyimak dah :roll: :roll: :roll: :roll: :roll::roll::roll::roll::roll:

  61. nyimak juga…… :)
    apakah Nabi Khidir juga yang menamai asmak-asmaknya atau manusia yang memberi nama….. ? saya jga tak tahu…………

  62. ParangLais

    YAKIN BALYA BIN MALKAN ITU NABI KHIDIR????????????????????????

  63. maulana ortega

    bismillah
    ijin nyimak dulu…
    terimakasih.

  64. yudha kelana

    kalau boleh tahu bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan ilmu laduni tersebut?…..

    …..

  65. bocah alit

    ass..pinisepuh sedaya,ndherek sinau

  66. Raden Anom

    Assalamualaikum wr,wb ..

    Mangga ki wongalus teraskeun abdi ngabandungan pepeling ti @ki anu insya allah ,tiasa manfaat kanggo diri abdi sareng urang sadaya lahir tumekaning bathin.,…amien.

  67. Joko Umbaran 577

    Assalamualaikum wr,wb ..
    Salam karahayon untuk semua bolo wong alus, ijik nyimak kalian absen siang.

  68. Adim

    @ joko umbaran sampun teng warung nasi pecel blitar teng palang …

  69. Mbah alit

    Monggo dilanjut ki.. Sekaligus dgn pengijazahan asmak khidir tersebut. .
    Kepada shohibul ijazah Saya mohon ijazah dan ijin tuk mengamalkan asmak khidir diatas,
    Monggo dilanjut gimana tatalaku pengamalannya dan tawasul-nya.. Kami tunggu
    Nuwun..

  70. Ijin menyimak aja,
    Maklum ane masih nubitol.

  71. MBAH SAREB

    ABSEN SORE……
    SALAM HORMAT KULO KAGEM PORO SESEPUH LAN DANYANG DANYANG KAMPUS
    SALAM SEDULURAN KAGEM SEDOYO DULUR BOLO ALUS WONTEN SEISI ALAM

    BAROKAH S.ALFATIHAH KAGEM SEDOYO MAHLUK CIPTAANE GUSTI ALLAH SWT. SENT………..
    @ GUS ADIM MBOTEN MAMPIR TEN PALANG? KULO SAK NIKI WONTEN SUKOREJO

  72. Dick Djoel

    asslm.. salam sedulur… para sesepuh…!!!

  73. Al-bayanul alam

    Para sesepuh apa asmak khidir diatas sudah diijazahkan??
    Lalu bagaimana caara riyadohnya?diwirid berapa kali?

  74. Mandra

    Ini saya share salah satu ilmu kuno sabdo dadi yang saya dapat dari orang tua kenalan saya dulu namun sayangnya kami sampai sekarang belum bertemu lagi.
    Pesan saya kalau sedulur niat ngamalin ya silahkan,mungkin ada perdebatan dengan intisari arti dalam kalimat ilmu ini namun,ini ilmu kejawen kuno yang patut dilestarikan / dipelihara. Karena termasuk peninggalan sesepuh kita khususnya orang jawa.

    Pangucap Kun ing pok’e ilatku
    Syahadat Rasululloh ing tengahing ilatku
    Sabdo jibroil ing pucuk’ing ilatku
    ucapku mandi’awakku kosong isine nur muhammad
    Aku nyekseni Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku.

    Tarik nafas sambil membaca dalam bhatin (awang uwung gak ono opo-opo)
    Hembuskan nafas sambil mengisi (misalnya dino iki rejekimu ake kersane rohmateGusti Alloh/hari ini kamu dapat rezeki banyak atas rahmat Alloh)

    Agar merasuk dan sangat ampuh sabdonya selalulah memperbanyak Dzikir menyebut Asma (Alloh)dalam bhatin

    Nuwun.

  75. Makrifat asli

    Di jaman ini, dimana persaingan hidup sedemikian ketatnya, beban-beban kehidupan dirasa semakin berat, mau nyekolahkan anak mahal, berobat di kala sakit pun mahal terlebih lagi bila harus masuk rumah sakit… wow…. Rasanya bagi kebanyakan orang di jaman ini, materi adalah segala-galanya. Orang dengan segala cara berjuang mencari materi, pergi pagi pulang malam bekerja mencari uang demi dan untuk anak istri. Tetapi sebaliknya banyak juga yang mempunyai kelimpahan materi tetapi akhirnya hanya dipergunakan memuaskan nafsunya, hura-hura tak ada habisnya.

    Beberapa hari yang lalu ada berita tentang bunuh diri satu keluarga di suatu daerah jawa timur dikarenakan rasa putus asa dililit kemiskinan. Ada juga berita tentang beberapa public figure yang meskipun mempunyai kelimpahan materi tetap saja merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya, terbukti banyak di antara mereka yang – Oo… kamu ketahuan…. – berujung di hotel prodeo, ditangkap polisi karena nyabu. Dan sebaginya dan sebagainya, sangat banyak peristiwa yang dapat kita baca dalam kehidupan ini.

    Di berbagai strata sosial, golongan dan komunitas masyarakat, ada sebagian yang mengalami kegersangan spiritual karena jenuh menghadapi berbagai problem kehidupan yang seakan tak ada habisnya. Mereka berusaha mencari nilai lebih dalam hidupnya yang dianggap dapat menentramkan jiwanya, mencerahkan batinnya, menuntaskan berbagai problemanya dan melapangkan jalan hidupnya.

    Ada yang mengembalikan semua itu pada Allah, menapaki jalan ketaqwaan, meniti ke dalam diri dengan merekonstruksi kembali pemahaman dan keyakinannya tentang siapa aku yang sebenarnya, dari mana berasal, akan kemana setelah ini dan dengan misi apa aku saat ini hidup.

    Ada juga yang mengupayakan penyelesaian secara instan dari tiap permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan jasa orang tua – orang pintar – paranormal. Berkebalikan dari cara yang instan tersebut, banyak juga yang ngelakoni atau menjalani sendiri dengan berbagai metode yang ada untuk membangkitkan kekuatan phsikis, daya linuwih atau kasekten (kesaktian).

    Nah… kekuatan phsikis, daya linuwih atau kesaktian inilah yang akan saya paparkan secara singkat tanpa metode ilmiah (khusunya ilmu hikmah) sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman saya selama ini (karena dulu saya juga sebagai pelaku atau praktisi) sebagai bahan renungan yang semoga bermanfaat. Terutama bagi para pelaku, penikmat dan pengamal daya linuwih, teman-teman yang membaca tulisan ini, semoga dapat menjadi pertimbangan – masih perlukah mengandalkan daya linuwih yang “dimiliki” ?

    KEKUATAN PHSIKIS, DAYA LINUWIH ATAU KESAKTIAN

    Dalam tradisi kebudayaan mana pun di dunia ini pasti ada metode atau cara-cara untuk membangkitkan daya linuwih atau kesaktian tersebut. Daya linuwih atau kesaktian yang dimaksud adalah suatu bentuk energi yang tidak kasat mata yang kekuatannya jauh melampaui energi fisik manusia.

    Di bumi Indonesia ini pun dapat kita temui berbagai khasanah daya linuwih tersebut, baik yang masih sangat-sangat tradisional dengan tradisi kembang-menyan-mantra bahasa lokal-kanuragan maupun yang campuran atau sinkretisme dengan khasanah Islam – wirid dan hizib. Ada juga adopsi dari budaya luar terutama yang berasal dari India Kuno dan Cina yang mengeksplorasi chakra semacam kundalini, gTumo dan reiki, gwa kang – gin kang – sin kang – leu kang. Ada juga yang menjamur dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini dengan daya linuwih yang dirasionalkan metodenya semacam bioenergi. Dari khasanah Islam juga dikenal dengan nama ilmu hikmah, hanya saja ilmu hikmah yang kita kenal sekarang sangat jauh berbeda dengan ilmu hikmah yang orisinil dimana ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi agung dalam kerangka ajaran thoreqoh. Sedangkan saat ini ilmu hikmah tersebut biasanya sudah lepas dari amaliyah thoreqoh dan tidak melalui pengajaran atau ijazah dari seorang mursyid yang kamil dan mukamil.

    Metode pembangkitan daya linuwih/kesaktian

    Metode pembangkitan yang dipakai oleh berbagai khasanah daya linuwih atau kesaktian tersebut biasanya secara parsial, menyeluruh atau pun kombinasi tidak lepas dari puasa (berbagai macam jenisnya), olah napas (tarik-tahan-hembus, keras, lembut, pengaliran napas ke titik-titik tertentu), pengulangan kata / self talk (mantra, wirid, hizib), olah gerak (postur tubuh, jurus), visualisasi (membayangkan, pemusatan kehendak) dan meditasi. Sedangkan yang model-model instan biasanya dengan menggunakan transfer energi, inisiasi atau attunement dan bahkan dengan menggunakan benda-benda isian atau pusaka berkhodam.

    Metode-metode tersebut biasanya berfungsi atau bertujuan untuk :

    1. Mengkondisikan pikiran dalam kondisi hening, dimana bila seseorang semakin dapat mengendalikan pikirannya dalam kondisi hening maka semakin besar besar pula kekuatan phsikis yang dimilikinya atau bisa dikatakan semakin tinggi vibrasi energi yang dimiliki sehingga akan semakin mudah untuk mewujudkan apa yang dikehendaki. (Metode yang dipakai biasanya : puasa, pengulangan kata / self talk, visualisasi dan meditasi. Hal ini secara nalar/logika berkaitan dengan pola gelombang otak yang dalam kondisi alpha dan vibrasi energi yang dikenal dalam fisika kuantum. Lebih detailnya bisa di-search di internet)

    2. Menyerap energi yang dianggap/dikategorikan sebagai energi alam, misalnya energi bumi, energi inti besi, energi matahari dan sebagainya. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas fisik sehingga sirkulasi energi tubuh dapat berjalan dengan lancar yang akhirnya pancaran energi tubuh keluar semakin bersih, halus dan kuat. (Metode yang dipakai biasanya : olah napas dan olah gerak.)

    3. Menguatkan keyakinan diri, bahwa : saya bisa, dengan mengakses kekuatan pikiran bawah sadar yang menurut para ahli yang mempelajari tentang otak, pikiran bawah sadar kekuatannya mencapai 88% dari pada pikiran sadar yang 12%. (Lebih detailnya bisa di-search di internet)

    Aplikasi daya linuwih/kesaktian

    Dari berbagai macam daya linuwih atau kesaktian tersebut, pada intinya biasanya diaplikasikan dalam bidang pengobatan baik fisik (demam, kanker, patah tulang,dll.), pshikis (stres, depresi, trauma, dll.) maupun batin (kesurupan, santet), bela diri (defensif, kanuragan : kebal, kekuatan tangan, kekuatan suara, dll.) dan perwujudan kehendak / permasalahan sehari-hari, misalnya : pelaris usaha, perjodohan, persaingan kerja, kehilangan barang dan sebagainya. Yang lebih ekstrem lagi tentu saja berada di luar logika, seperti misalnya kemampuan-kemampuan melipat jarak/berpindah tempat dalam sekejab, menghilang dari pandangan orang, menembus tembok, menempel di tembok dan masih banyak lagi. Hal-hal yang di luar logika, tetapi nyata adanya.

    Energi kitakah ?

    Apa sih yang tidak bisa dilakukan manusia. Sebagai makhluk yang default-nya paling mulia, tentunya potensi yang dimiliki sangat luar biasa, terutama potensi otak yang telah banyak diteliti oleh para ahlinya. Sehingga saat ini berbagai fenomena daya linuwih atau kesaktian tersebut dapat dijelaskan, dinalar, dilogikakan dan diformulasikan kembali metode pencapaiannya.

    Tetapi yang patut diingat adalah dapatkah metode-metode yang dijalani untuk membangkitkan daya linuwih atau kesaktian tersebut terbebas dari nafsu para pelakunya ? Nafsu ingin dipuji, nafsu ingin menjadi paling hebat, paling bisa, nafsu merasa bangga, sombong dan takabur. Bila nafsu-nafsu tersebut masih sedemikian besarnya maka dapat dipastikan bahwa tanpa disadari ada peran serta energi jin di dalamnya, yang nantinya malah akan memperbesar ego pelakunya dan akan membuat ketergantungan kepada daya linuwih atau kesaktian yang “dimiliki”, apalagi bila dalam pencapaian daya linuwih atau kesaktian itu sejak awal memang diniatkan untuk sesuatu yang “negatif” atau yang disebut sebagi black magic.

    Karena itu seseorang yang mempunyai kehebatan-kehebatan yang luar biasa, memiliki kasekten ngedab-edabi atau pun daya linuwih yang jauh di luar logika bukanlah jaminan kedekatannya dengan Tuhan, karena semua itu ada metodenya berarti termasuk rumusan hukum alam / sunatullah dan siapa yang bisa melaksanakan metode tersebut maka akan memperoleh hasil sebagaimana yang dimasudkan dalam metode yang dijalani (ngelmu kuwi kelakone kanti lelaku).

    Ilmu HIKMAH

    Dalam khasanah Islam terutama di Indonesia, daya linuwih dikenal dalam ilmu hikmah. Ilmu hikmah ini pada mulanya merupakan karya para sufi agung lewat ketersingkapan ilahiyah / kasyf dan tidak lepas dari koridor thoreqoh, sehingga nuansa ilmu hikmah tersebut benar-benar terlepas dari nafsu dan semakin menambah haqul yaqin-nya qolbu kepada ALLAH.

    Setelah melampaui rentang waktu yang panjang, maka pada masa kini sebagian besar ilmu hikmah sudah lepas dari koridor thoreqoh, pengijazahan ilmu hikmah bukan lagi dari seorang mursyid kamil mukamil, melainkan hanya dari seorang guru ilmu hikmah meskipun seorang guru ilmu hikmah tersebut juga memiliki silsilah keilmuan (ilmi hikmah) dari para sufi.

    Metode / riyadhoh / tirakat ilmu hikmah tersebut biasanya dilakukan dengan melaksanakan puasa (biasa, mutih, pati geni, ngrowot, kungkum), sholat (hajat, tasbih, taubat) dan wirid (ayat Qur’an, asmaul husna, hizib). Juga ada yang mengkombinasikan olah tubuh – gerakan jurus dan olah napas dibarengi wirid tertentu (tenaga dalam). Kalau yang dibaca adalah ayat atau asmaul husna semestinya pembacanya akan “lebur” sesuai nuansa yang dibaca, tetapi pelaku ilmu hikmah biasanya malah akan menguat egonya / AKUnya. Nah itulah masalahnya, karena sejak awal penempuhan niatnya memang untuk memperoleh sesuatu yang PLUS dan bukan untuk ibadah lillahi ta’ala. Walaupun tujuannya dikatakan agar bisa menolong orang, agar ini itu disertai argumen yang seakan-akan serba spiritual tetapi hampir pasti tidak akan bisa menghindar dari rasa bangga, sombong dan merasa bisa tanpa merasa bahwa BISA-nya itu semu. Kata Syekh Luqman, bahwa pada awalnya ilmu hikmah itu benar-benar Nur dari Allah, tetapi apabila NUR tersebut diserap oleh hawa nafsu, maka yang semula NUR akan berubah menjadi NAR – unsur api sehingga tidak lepas dari khodam JIN.

    Vibrasi energi, daya linuwih atau kesaktian yang diperoleh biasanya berbanding lurus dengan metode / riyadhoh / tirakat yang dijalani, dalam arti kata semakin berat metodenya ya… semakin dahsyat hasilnya. Sama-sama terawangannya, tetapi kedalaman trawangan tersebut berbeda-beda. Sama-sama kebalnya tetapi kekuatan kebal tersebut juga berbeda-beda. Sama-sama penyembuhannya, tetapi kecepatan dan ketepatan penyembuhannya juga berbeda-beda.

    Pengalaman pribadi

    Singkat cerita dulu saya juga seorang pemburu daya linuwih, hal yang aneh-aneh dan hal-hal yang baru. Dimulai dari pelajaran kerohanian (aspek batin) dari sebuah perguruan silat yang sangat tersohor di era tahun 50-an, kemudian beralih ke sebuah perguruan berazas Islam – silat tenaga dalam dan ilmu hikmah, serta dalam perjalan waktu itu belajar juga hal-hal baru sekaligus mencari perbandingan dari yang sedang ngetrend seperti Reiki (termasuk bermacam variannya, seperti : kundalini reiki, karuna ki, dsb.), gTumo, Yoga, Bioenergi juga ilmu perhitungan (mistik kalachakra, yang ini dapatnya ilmu asalnya nyuri pengetahuan, ada ceritanya sendiri).

    Ternyata dalam ilmu hikmah Islam, semua ada dan saya akui sesuai pengalaman saya memang TOP. Ilmu-ilmu dari India Kuno macam reiki, gtumo atau yang moderen macam bioenergi termasuk yoga sekalipun semuanya terangkum dalam Sholat. Ada rahasia penyerapan energi dari Takbiratu Ikhrom ketika sholat, penyembuhan dengan pengaliran energi melalui 7 titik sujud dalam sholat dan penguatan kekuatan bathin dengan dzikir di 7 titik ruh (lathoif). Diajarkan tentang 7 titik jazad untuk kekuatan kanuragan juga tentang 7 titik sifat rendah manusia alias jalur/lalu lintas masuknya jin-syaithon dalam diri manusia (setelah saya renungkan ternyata di antara 7 titik masuk jin-syaithon tersebut terdapat chakra-chakra yang dikenal dalam ilmu-ilmu dari india kuno). Bahkan ilmu ilmiah moderen yaitu hypnoterapi pun secara ringkas, singkat dan tepat diajarkan dengan mengunakan nur alif. Ilmu-ilmu kedigdayaan jawa pun ada ayatnya versi ilmu hikmah dengan disertai puasa sebagai riyadhohnya. Pengolahan tenaga dalam melalui gerakan jurus berdasarkan huruf hijaiyah dan olah napas disertai dzikir rahasia dan dikuatkan amalan rutin harian (dzikir keilmuan). Hasilnya memang TOP, tetapi dalam setiap kesempatan dipesankan untuk selalu menjaga ketaqwaan, sabar-pasrah-ikhlas dan jangan jualan ilmu apalagi ayat-ayat Allah. Artinya jangan sampai masang iklan seperti kebanyakan paranormal di masyarakat yang ujung-ujungnya memang cari duit dari ilmunya. Makanya dulu rasanya jengkel banget kalo ada paranormal pakai sebutan kyai atau ustadz apalagi pakai jubah-surban, tetapi kerjaannya nangkap hantu, melet orang dan sejenisnya. “Sungguh Terlalu !!!”. Selalu diingatkan juga untuk jangan sombong, takabur dan harus beribadah karena Allah bukan karena ilmu. Juga jangan memastikan sesuatu karena yang memastikan hanya Allah dan berjalannya ilmu tersebut juga dengan ridho Allah.

    Tetapi terus terang sangat sulit melakukan itu. Bagaimana tidak, bila sejak semula sudah diajarkan kalau mau memperkuat batin, shaolat taubatnya 5 kali sehari, ditambah sholat tasbih sekali plus dzikir minimal 1000 x sehari di setiap titik energi terutama titik lathoif. Bagaimana bisa untuk Allah, kalau diajarkan tirakat untuk suatu ilmu tertentu itu cara puasanya begini, ayat yang dibaca ini, jumlahnya segini dan cara menggunakannya seperti ini. Bagimana bisa “lebur” dalam Allah, kalau untuk memperkeras badan fisik kita harus menyerap inti besi (al hadid) yang malah menjadi hijab kita dari Allah.

    Hasil dari riyadhoh yang selama itu saya jalani menurut nalar memang terasa manfaatnya, untuk diri sendiri, keluarga, teman dan orang lain yang tidak saya kenal sebelumnya sekali pun. Dari satu kasus keberhasilan dalam pengamalan ilmu hikmah ke keberhasilan yang lain, dari satu orang ke orang yang lain, dari yang jumpa langsung sampai yang hanya lewat telpon, dari yang sekota sampai yang nun jauh di negeri seberang, semakin menguatkan rasa percaya bahwa “saya bisa”. Di balik itu tidak bisa dipungkiri terselip rasa bangga, rasa ingin dipuji dan rasa ingin menjajal orang-orang berilmu terutama paranormal-paranormal yang pasang iklan besar-besaran di media masa. Ya…. begitulah memang nuansanya.

    Lebih senang lagi kalau sudah bisa menguasai ilmu terawangan atau ilmu teropong. Menerawang hal-hal ghoib di balik yang tampak, menerawang sesuatu dari jarak jauh, menemukan pokok persoalan dari yang dikeluhkan seseorang. Ini yang banyak tipu dayanya, karena sering seseorang yang dikaruniai kemampuan menerawang, merasa mampu untuk melihat ini itu dan merasa sempurna hingga lupa untuk menerawang dirinya sendiri terutama yang berkaitan dengan hubungannya kepada Allah. Syaikh Ibnu ‘Athâillâh As-Sakandarî pun mengingatkan dalam kitab Al Hikam-nya : “tasyauwufuka ila maa bathana fiika minal ‘uyuubi khoirum min tasyauwufika ila maa hujiba ‘anka minal ghuyuub” – usahamu mengetahui cacat-cacat yang tersembunyi dalam dirimu lebih baik dari pada usahamu menyingkap perkara ghoib yang tersembunyi darimu. Ya…. terawangan memang mengasyikkan tetapi sekaligus melalaikan dari yang seharusnya kita lakukan yaitu menghisab diri kita sendiri setiap saat.

    Ada lagi yang asyik tetapi lebih banyak lagi tipu dayanya yaitu salah satu ajian yang pernah saya terima, yaitu aji rogoh kubur. Fungsinya adalah untuk komunikasi dengan alam jin, komunikasi dengan alam orang yang sudah meninggal khususnya para alim ulama dan untuk membedakan ruh beneran atau jin yang memba-memba atau menyerupai seseorang. Tetapi sekarang setelah saya renungkan itu bukanlah suatu jaminan kebenaran, karena dengan menggunakan metode tersebut siapa sih yang bisa menjamin kebenarannya bahwa yang berkomunikasi adalah benar-benar ruh alim ulama, apalagi yang menghendaki komunikasi adalah diri saya yang masih sangat jauh dari ikhlas. Bukankah Jin yang evolusinya tingkat tinggi dapat sekejap saja menggelar panggung sandiwara yang sangat detil dan tertata rapi yang ditampakkan di hadapan saya.

    Memang benar bila dikatakan bahwa : Amalan yang diterima bukan dari seorang Mursyid Kamil Mukamil banyak tidak sesuainya dengan volume batin kita di masa depan. Banyak contoh yang saya lihat selama ini, seseorang yang menjalankan tirakat keilmuan dengan kategori sangat berat – dia sanggup – tetapi di belakang hari ada saja gangguannya, entah itu secara ekonomi kurang beruntung, anak-anaknya engga ada yang nurut, sakit berkepanjangan di hari tua dan sebagainya.

    Perbandingan setelah berthoreqoh

    Setelah berthoreqoh khususon thoreqoh Syadziliyah dari pondok PETA Tulungagung, tentu saja semua amalan ilmu hikmah yang sebelumnya harus ditinggal karena dalam skala dunia-akhirat tentu saja amalan tersebut tidak ada barokah manfaatnya, hanya sesaat saja muncul khasiatnya. Thoreqoh lebih agung dari itu semua, apa artinya kemampuan-kemampuan daya linuwih dan kesaktian yang saya miliki jika dibandingkan dengan ridho-Nya Allah. Dengan thoreqoh hidup ini pasti lebih berkah, karena kita dilatih terus menerus untuk selalu mengarahkan tujuan dan masa depan kita hanya kepada Allah, sehingga punggung kita tidak terbebani oleh kepentingan-kepentingan hawa nafsu.

    Syaikh Ibnu ‘Athâillâh As-Sakandarî dalam Al Hikam-nya mengingatkan : “Bagaimana hati dapat bersinar sementara gambar du­nia terlukis dalam cerminnya ? Atau, bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah kalau ia masih terbelenggu syahwatnya ? Atau, bagaimana hati akan antusias menghadap ke hadirat Allah bila ia belum suci dari janabah kelalaiannya ? Atau, bagaimana hati mampu memahami kedalaman misteri gaib padahal ia belum bertobat dari kesalahannya ?”.

    Yang jadi andalan sekarang ya… Gusti Allah, pokoknya pasrah sama Allah. Pernah saya menanyakan ke Syekh Luqman, bagaimana saya harus menyikapi orang-orang yang dulu terlanjur mengenal saya “pintar” dan minta tolong kepada saya ? Beliau menasihatkan bahwa saya jangan menolak, tetapi jangan menggunakan amalan ilmu hikmah yang dulu melainkan menggunakan aurod yang diajarkan di syadziliyah. Bagaimana caranya ??? Setelah saya renungkan, jawabnya : ya melalui doa !!! Bukankah sekarang yang diandalkan hanya Gusti Allah, bukan yang lain-lain, jadi ya doa saja sesuai yang dihajatkan setelah melaksanakan amalan rutin syadziliyah baik aurod maupun hizb-hizbnya. Dari situ saya mengerti pentingnya istiqomah, salah satunya adalah untuk melatih agar amaliyah saya tidak ada motif apa pun selain Allah, sehingga kalu ada hajat ya tinggal berdoa saja, beres. Hal ini lain ceritanya kalau amaliyah tersebut saya lakukan karena ada hajat, berarti tujuannya adalah tercapainya hajat saya, lalu apa bedanya dengan dulu ? Kalau pun ada media (asma’) yang digunakan itu pun saya niatkan sebatas mohon keberkahan dari Allah sesuai yang dihajatkan.

    Lebih lanjut, Syekh Luqman mengatakan bila ada orang yang minta tolong entah itu minta didoakan, sakit, terkena gangguan jin, kesulitan sehari-hari yang berhubungan dengan problema rumah tangga, bisnis atau apa pun saja, tidak boleh menolak sama sekali walaupun tidak mempunyai metode keilmuannya. Cara menolongnya ya menurut kata hati paling dalam yang muncul (ilham Allah), apakah kata hatinya memunculkan sebuah doa, bacaan ayat tertentu atau hizb tertentu atau saran-saran tertentu. Namun tentu saja hal tersebut tidak bisa direncanakan dan dikonsepkan seperti seorang dokter atu ahli ilmu hikmah dan yang terpenting bahwa kemudian hal tersebut tidak boleh dijadikan profesi, ladang bisnis apalagi label sang penolong. Kalau orang yang ditolong memberikan sedekah juga tidak boleh ditolak karena menerima pemberian orang yang ditolong itu sama dengan meringankan bebannya, demi yang ditolong bukan demi kepentingan penolong.

    Hasilnya : alhamdulillah kebanyakan lebih cepat berhasil sesuai hajat yang dimaksud dan tidak ada efek negatif dalam diri saya, soalnya dulu misalnya kalau mengobati orang biasanya kalau sakitnya parah atau karena ganguan jin atau teluh, saya ikut merasakan efek negatif setelahnya soalnya jinnya ganti yang nyerang saya atau dukun santetnya engga terima. Saya sendiri juga heran, kok bisa ya ? Setelah saya renungkan akhirnya saya ambil kesimpulan Sesuai logika dan penalaran saya yang sempit ini, kira-kira begini : seseorang yang menjalani lelaku/metode keilmuan akan mengakibatkan semakin kuat vibrasi energi yang dimiliki, dimana kuatnya vibrasi energi ini sangat mempengaruhi kecepatan materialisasi/perwujudan keinginan atau kehendak, sedangkan ritual amaliyah thoreqoh yang istiqomah yang ditujukan kepada Allah tanpa embel-embel yang lain secara tidak langsung dan tanpa disadari (juga tidak perlu diharapkan dan diseriusi) akan mengakibatkan vibrasi energi pengamalnya akan semakin bersih, kuat dan halus. Hal tersebut juga akan menimbulkan efek percepatan materialisasi. Karena itu para wali Allah biasanya apa yang dikatakan makbul, langsung terjadi seketika, seperti kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya (yang kemudian menjadi Sunan Kalijogo), Sunan Bonang mengatakan tidak membawa apa-apa yang bisa diberikan tetapi kalau mau si Brandal Lokajaya disuruh mengambil emas – sambil Sunan Bonang menunjuk buah aren yang seketika itu juga menjadi emas. Bukankah Allah mempunyai nama Al Khaaliq yang berarti maha pencipta, berarti manusia pun mempunyai potensi seperti itu hanya lain dan jauh sekali dengan Kun Fayakun-nya Allah. Kalau Allah dari yang tidak ada menjadi ada sesuai kehendak-NYA, tetapi potensi yang dimiliki manusia hanya mentransformasikan dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain, sebagaimana sunatullah hukum kekekalan energi dalam ilmu fisika dimana energi itu tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan hanya ditransformasikan saja (energi potensial gravitasi menjadi energi gerak menjadi energi listrik menjadi energi panas dan seterusnya). Hanya saja bagi pari aulia / para wali Allah / orang suci yang bisa menjaga keikhlasannya, transformasi energi tersebut berlangsung sangat cepat dan tanpa memerlukan lat bantu / pesawat apa pun.

    Menurut pendapat Anda lebih bernilai mana bila dalam suatu persoalan ada dua pilihan untuk menuju solusi yang diharapkan yang kebetulan Allah juga mentakdirkan terjadinya solusi itu, yaitu :

    1. Ikhtiar secara fisik dilakukan dibarengi ikhtiar batin dengan menggunakan daya linuwih yang difokuskan mencapai solusi yang diharapkan. Pemfokusan daya linuwih itu tentu dengan menguatkan AKU pemiliknya.

    2. Ikhtiar secara fisik dilakukan dibarengi ikhtiar batin dengan memasrahkan segalanya pada Allah melalui DOA.

    Kedua-duanya berhasil karena kebetulan takdir Allah memang menghendaki seperti itu, tetapi lebih bernilai yang mana ?

    Yang perlu diingat adalah bila doa-doa kita banyak yang cepat diijabah oleh Allah, harus banyak istighfar juga, sebab kata Syekh Luqman hal itu bisa jadi sebagai tanda-tanda bahwa Allah mengusir kita dari hadapan-Nya, sehingga apa yang kita minta cepat-cepat diberi biar engga lama-lama menghadap. Na’udzubillah !

    Saya ingat dawuhnya Syaikh Abdul Jalil Mustaqim, bahwa kalau beliau disambati maka beliau cuma mendoakan saja tetapi doa yang ikhlas. Wah…. ini berat bagi saya, bagaimana itu mengaplikasikan doa yang ikhlas, ternyata berdoa yang ikhlas itu ya berdoa saja karena kita ini hamba sedangkan Allah itu Tuhan kita. Bagiamana bisa merasakan kalau Allah itu maha mengabulkan doa kalau kita tidak pernah berdoa ?

    Q.S. al-Mu’min [40]:60 : Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    “Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini : kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengkabulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya” (Hadits Riwayat Imam Ahmad dan AI-Hakim)

    “Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu“ (al-Hikam, Ibnu ‘Athâillâh As-Sakandarî)

    “Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.” (al-Hikam, Ibnu ‘Athâillâh As-Sakandarî)

    Q.S. al-Baqarah [2]:216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”

    Pada suatu kesempatan dalam acara khususiyah, Kang Wasi’ pernah menyampaikan dawuhnya Yai bahwa wong syadziliyah iku ati-ati nek ngomong biasane mandi, mulane ojo gampang nesu, masio dielokno bojo wis meneng wae mandak dielokno wae kok.

    Pada kesempatan yang lain. Kang Wasi’ juga pernah menyampaikan dawuhnya Yai bahwa kalau sudah berthoreqoh amalan lainnya ya ditinggal, cuman biasanya merasa sayang karena sudah merasa bisa ini-itu dan kalau ada amalan sebelum berthoreqoh ya bilang dulu ke Yai.

    Saya pun melalui Kang Wasi’ menyampaikan apa yang saya terima dulu dan ternyata Yai mengatakan kalau tidak apa-apa, dalam arti kalau sudah tidak digunakan ya sudah engga apa-apa, engga perlu ada ritual khusus untuk melepasnya. Alhamdulillah. Saya ingat-ingat lagi, ya memang benar hambatan meninggalkan amalan lama ya itu tadi eman alias sayang, sudah ngelakoni sekian lama dan bisa “ini-itu” kok disuruh ninggalkan. Tinggal kitanya ini yang mau atau tidak.

    Memang godaannya saat-saat kepepet dulu kadang ada keinginan menggunakan ilmu, tetapi di hati selau ada warning : hayo mo ngandelin ilmu lagi, engga ngandelin gusti Allah !!! Gitu, akhirnya ya pasrah saja sama Gusti Allah, berkali-kali sudah terjadi, di saat bahaya mengancam, wis pokoke pasrah – dzikir terus, BERES. Bukankah segala sesuatu dalam hidup ini hakikatnya telah ditetapkan takdirnya oleh Allah ?

    Kalau merasa berani masuk daerah rawan karena punya ilmu kebal, debus, tameng waja, lembu sekilan, tangan daud, bandung bondowoso, gelap ngampar – maka di mana keberanian yang sesungguhnya itu ada ? Lepaskan ilmumu kalau kau memang pemberani !!!

    Kalau merasa berani masuk daerah angker karena punya ilmu bathin, kulhu geni, kulhu balik, kulhu jabal – maka di mana keberanian yang sesungguhnya itu ada ? Lepaskan ilmumu kalau kau memang pemberani !!!

    Pokoknya sekarang harus sekuat tenaga latihan dan belajar istiqomah ibadah, pakai jurus dasarnya pondok PETA Tulungagung yaitu melatih bunyi Allah…. Allah… terus dalam hati, latihan dan belajar mengutamakan yang dituntut Allah bukan yang dijamin. Kalau ada keinginan, keperluan dan hajat tempatnya di doa (ada satu pengalaman tentang doa yang sungguh luar biasa kurasakan di blog ini). Berat memang, tapi kalau Allah menghendaki mudah pasti akan mudah. Mudahkanlah yaa Allah…. aamiin.

    “Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin oleh Allah dan kelalaianmu melaksnakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti rabunnya mata batinmu”. (al-Hikam, Ibnu ‘Athâillâh As-Sakandarî).

    Ya… begitulah. Wallahu’alam.

  76. aerovies

    ‘alaikumsalam wr wb

    Nyuwun nyimak n maturnuwun.

  77. tilung

    absen malem…

    ada ijasahnya kah…
    kalau ada saya qobiltu juga..

  78. nyimak…..

  79. meisaldy

    absen

  80. nyimak kale copas

  81. Numpang lewat mas, Saya setuju bgt dgn statement kalimat terakhir..
    “menghargai kepada siapapun yang kita temui. Dari orang-orang yang lain yang kelihatannya tidak berilmu dan hina, kita bisa jadi justeru mendapatkan hikmah yang besar di kelak kemudian hari.”

    Saya sering bertemu dgn orang berpenampilan kaya ustadz,kerap kali mereka merasa seperti malaikat, gak pernah salah. tapi tidak tahu cara menghargai lawan bicara, slalu merasa paling unggul dimana lawan bicara mereka dianggap sebagai object penderita yang selalu salah.

    intinya Tetap Tawadhu, rendah hati didepan manusia, rendah diri di hadapan Allah SWT, insya Allah, beliau akan meninggikan derajat kita.

  82. Suyanto

    nderek nyimak, matur nuwun.

  83. srimuryanisaiun

    nuwun sewu. nderek diskusi- mandala paksijalabumiwijayakusuma

  84. Qobiltu…ìzin utk mengamalkan

  85. nurul huda

    Assalamualaikum. Kulo nywun ngapunten ingkang ageng dumateng keluarga besar KH muhammad ABDUL JALIL BIN MUSTAQIM matur nuwun

  86. Jubah langit

    Aq dsni ntk jiwa yg beku…
    Tiap lisan q trukir mkna…
    Tiap doa q trwujud nyata…
    Aq brjumpa dgn bribu tuhan…
    Nmun hati q ttp brsanding pda 1 sang pncipta tuhanmu.
    Aq Yg slu brcumbu dgn hati q…
    Brcengkrama dgn hakekat doa…
    Tiada pinta q yg trtolak.
    Tiada rngek doa q yg trtunda.
    Tiada ssah dn tiada glisah dlm jiwa q..
    Krn aq slu brkhalwat dgn ALLAH yg mnciptakn bribu tuhan di stiap lisan dn prbwtan mu…
    doa q tiada dtolak.
    pinta q tiada di tunda.
    krn q tiada mmliki tuhan.
    yg q mliki hny ALLAH.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: