RAHASIA SHALAT 5 (LIMA) WAKTU


Zainal Riyadi
asza84@gmail.com

Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh.
Salam sejahtera saudara-saudaraku di KWA, semoga saudara-saudaraku mendapatkan limpahan rahmat dan perlindungan dari Allah SWT, Pada kali ini izinkan saya menuliskan suatu Artikel di KWA tercinta tentang Rahasia dari Shalat Lima waktu yang kita jalani setiap hari, Mudah-mudahan sebagai pembuka mata hati kita bersama agar lebih memahami makna shalat fardhu tersebut.

Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib R.A. berkata: “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Anshar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, “Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa As. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.”

Lalu Rasullullah SAW bersabda, “Silahkan bertanya?”

Berkata orang Yahudi, “Coba terangkan kepada kami tentang 5 (lima) waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.”
Rasullullah SAW bersabda: “Shalat Zhuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Ashar itu ialah saat ketika Nabi Adam As. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam As. Maka setiap mukmin yang shalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini karena apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.”

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah SAW, lalu mereka berkata, “Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.”
Rasullullah SAW bersabda, “Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zhuhur, pada saat itu menyalanya Neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api Neraka Jahanam pada hari Kiamat.”

Rasullullah bersabda lagi, “Manakala shalat Ashar, adalah saat di mana Nabi Adam As. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Ashar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.”

Selepas itu Rasullullah SAW membaca ayat yang bermaksud, “Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam As. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.”

Sabda Rasullullah saw, “Shalat Isya (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah SWT haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Shirath.”

Sabda Rasullullah SAW seterusnya, “Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah SWT dua kebebasan yaitu:
1.Dibebaskan daripada api neraka.
2.Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah SAW, maka mereka berkata, “Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?”

Rasullullah SAW bersabda, “Ketika Nabi Adam As memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam As. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam As. berlapar selama 30 hari.
Sementara di izinkan makan di waktu malam itu adalah sebagai karunia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.”
Kata orang Yahudi lagi, “Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperoleh daripada berpuasa itu.”

Rasullullah SAW bersabda, “Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah senantiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baiknya amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Shirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemuliaan di syurga.”

Kata orang Yahudi, “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para Nabi.”
Rasullullah SAW bersabda, “Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).”
Kata orang Yahudi, “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).”

Sedikit peringatan untuk kita semua: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah: ayat 155).
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Surah Al-Baqarah: ayat 286).
Kesimpulan dari Riwayat diatas ialah :
1. SHOLAT ZHUHUR
Saat menyalanya Neraka Jahanam maka tidak seorang Mukmin yang melakukan sholat itu, melainkan diharamkan atasnya uap jahanam pada hari kiamat.

2. SHOLAT ASHAR
Saatnya Nabi Adam As memakan buah larangan, maka tidak seorang Mukmin yang melakukan sholat itu, melainkan keluar dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan dari perut ibunya.

3. SHOLAT MAGHRIB
Saat itu diterima taubatnya Nabi Adam As, maka tidak seorang mukmin yang melakukan sholat itu dengan ikhlas dan minta sesuatu dari Allah melainkan pasti diberiNya.

4. SHOLAT ISYA
Maka kubur itu gelap dan hari kiaamat pun gelap, maka tidak seorang mukmin yang berjalan dalam kegelapan untuk melakukan sholat Isya berjamaah, melainkan diharamkan Allah dari terkena api neraka dan diberi penerangan saat menyebrang diatas jembatan shirat.

5. SHOLAT SUBUH
Maka tidak seorang mukmin yang mengerjakannya dalam berjamaah selama 40 hari berturut-turut (bila wanita sedang datang bulan tidak dihitung, jadi setelah selesai datang bulan maka sholatnya tetap dilanjutkan), melainkan diberi Allah dua kebebasan, yaitu kebebasan dari Neraka dan kebebasan dari sifat munafik.
ISI DARI SUATU SHOLAT :
1. Membesarkan ALLAH (sewaktu takbir)
2. Mengagungkan ALLAH (sewaktu ruku)
3. Memuji ALLAH /Menghambakan (sewaktu sujud)
4. Mengesakan ALLAH
5. Berdoa

Sholat Taubat 2 rakaat paling baik yaitu dilakukan setelah sholat Maghrib.
Amalan sholat sebelum disampaikan kepada ALLAH maka akan melewati 7 lapis pemeriksaan Malaikat kecuali pada waktu sholat Maghrib, maka amalan sholat maghrib langsung disampaikan kepada ALLAH tanpa adanya pemeriksaan.

Bulan Rajab adalah Bulan Allah :
Di bulan ini Allah menunjukkan keagungan, kebesaran sifat dan karunia yaitu Nabi Muhammad SAW diperlihatkan oleh ALLAH dengan peristiwa yang belum pernah dilihat sebelumnya yaitu : Peristiwa Isra Mi’raj. Terjadinya Surga dan Neraka, Peristiwa Hari Kiamat.
Kita dianjurkan agar membersihkan jiwa dan raga, menyesali diri (bertobat), memperbanyak amalan sunnah seperti puasa, sedekah dan lain-lain.

Bulan Sya’ban adalah bulan Nabi Muhammad SAW Kita dianjurkan untuk mempelajari sunah-sunah Nabi untuk menghiasi jiwa dengan rasa tawadu (rendah hati)
Bulan Ramadhan adalah bulan Umat Nabi Muhammad SAW Setelah mengalami tahapan bulan Rajab dan Sya’ban maka dibulan Ramadhan dimana umat muslim bisa kembali fitrah. Dibulan ini kita harus dapat merealisasikan dengan amal perbuatan.

Nah,marilah bersama-sama kita mulai dari sekarang memperbaiki shalat kita agar menjadi insan dan hamba Allah yang bertaqwa. @@@

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 49 Komentar

Post navigation

49 thoughts on “RAHASIA SHALAT 5 (LIMA) WAKTU

  1. Subhannallah…
    Tambah lg pengetahuan tentang ibadah, terima kasih gan atas ilmunya… sangat2 amat2 bermanfaat bg org awam seperti sy ini… terima kasih buanyaaak…
    Al Fatihah sent to Agan Zainal Riyadi…
    Hatur nuhun.

  2. Patramantra

    3

  3. Patramantra

    4

  4. lanang langgur

    subhanallah, sangat lengkap paparan bpk ZAINAL RIADI, smoga ALLOH memberikan rahmatNYA kepada Bapak dan kami atas pencerahan ini

  5. Jazakallah

  6. Ilmi crb

    Matur nuwun atas pencerahannya sungguh bermanfaat.

  7. akar dewa petir

    alhamdulillah

  8. kangdin

    Ya Alloh
    berikanlah PETUNJUK, KETAQWAAN, dan KEKAYAAN DARI SISI-MU.
    @abang zainal: semoga barokah dan rohmad Alloh selalu terlimpahkan dan keluarga

  9. Palui

    absen

  10. SINGA MARANTEE

    JADILAH ENGKAU “MUHAMMAD” AGAR DIKASIHI OLEH ALLAH DAN MUHAMMAD, MAKA DISAAT ENGKAU TAAT, ENGKAU ADALAH AHMAD…..Heeeheee…tapi bukan AHMADIYYAH…

    MAKNA JADILAH ENKAU SEPERTI “MUHAMMAD” ITU MAKNA YG SANGAT DALAM DLM TASSAWWUF…

    TUBUH KASAR KITA BILA DLM KEAADAAN SUJUD MAKA AKAN BERBENTUK TULISAN MUHAMMAD ( DLM HURUF ARAB ), ITU ADALAH ISYARAT YG TERSIRAT, MAKA TDK SALAH HADIST NABI : “BARANGSIAPA MENINGGALKAN SHALAT, DIA BUKAN UMATKU”

    DAN BILA KITA BERDIRI TEGAK DLM SHALAT, MAKA TUBUH KITA TEGAK SEPERTI “ALIF”…., KEIKA RUKU’ MAKA MEMBENTUK HURUF ” HA’ “…., KETIKA KITA SUJUD MAKAMEMBENTUK HURUF ” MIM “…., DAN KETIKA DUDUK TAHYAT MAKA MEMBENTUK HURUF ” DAL “……

    JADI LENGKAPNYA….ALIF, HA’, MIM, DAL = AHMAD….( NAMA RASULLULLAH SEBELUM LAHIR KEDUNIA / MAKNANYA “AKU MEMUJINYA “….SIAPA “AKU ” DISNI…..???? AKU IALAH ALLAH SWT…

    MAKNA MUHAMMAD ADALAH ” KAMI MEMUJINYA ” ( KAMI DISINI DIMAKSUDKAN ADALAH KITA / SEMUA MAKHLUK )…

    JADI MAKSUD DARI KALIMAY SAYA :……..JADILAH ENGKAU “MUHAMMAD” AGAR DIKASIHI OLEH MUHAMMAD MAKA SAAT ENGKAU TAAT SESUNGGUHNYA ENGAKU AHMAD……ADALAH ” SHALATLAH KAMU SESUAI SYARIAT YG DI AJARKAN NABI AGAR DIKASIHI ALLAH SWT DAN RASULLULLAH MUHAMMAD…DAN SESUNGGUHNYA BILA KITA SHALAT KITA ADALAH UMAT MUHAMMAD…INI MAKNA YG TERSIRAT….

    MAKANYA ” THARIQAT HANYALAH BAGI ORANG YG MAU BERFIKIR…..

    SAYA TIDAK MENYAMAKAN ANTARA MAKHLUK DGN PENCIPTA….JELLL….( JELASSSS..HEHEHEHHE..) :) :) : )…

    JANGAN CARI PERMUSUHAN…, TAPI CARILAH PERSAUDARAAN.., KRN PERSAUDARAAN SANGATLAH INDAH…

  11. SINGA MARANTEE

    KARENA RASULLULLAH DITURUNKAN KEDUNIA UNTUK MENYAMPAIKAN “SAYRIAT ” DAN PERBUATAN SHALAT ITU SYARIAT, MAKA BILA KITA SHALAT ( TAAT MENJALANKAN PERINTAH-NYA ) MAKA ITULAH UMMAT “MUHAMMAD “… :) :) :) :) :)

  12. SINGA MARANTEE

    HADIST :
    ” SESUNGGUHNYA ORANG MUSLIM ITU BERSAUDARA, APABILA SATU MERASA SAKIT MAKA YANG LAIN IKUT MERASAKAN”..

    SALAM…, ASAH..ASIH..ASUH…, GOD NIGHT….ASSALAMU ‘ALAIKUM…MO PAMIT DULU…PENGEN NGOPI…HEHEHEHE…

  13. Mandor

    @singa marantee mantaaaap

  14. @singa marantee
    jelassss ki… ^_^

  15. karviw

    maturnuwun

  16. ki udeng_hhb

    PRESENSI MALAM…PRESENSI MALAM MAULID NABI…SALAM SEDULUR SEMUA DAN IKUT NYIMAK

  17. SINGA MARANTEE

    Sayangnya tulisan muhammad diketik di komputer aksaranya kurang mirip, lain halnya kalau ditulis tangan agar sedulur mudah memahami maksud saya, untuk menambah keimanan dan keyakinan kita.

    محمد
    Kata muhammad adalah posisi ketika sedang sujud / shalat….makna lebih dalam lagi dari sujud adalah wujud penyerahan diri kepada Allah swt / melaksanakan perintahnya, sedangkan shalat adalah perbutan syariat yang plg pokok ” SESUNGGUHNYA SHALAT ITU TIANG AGAMA”.

    Maka MIM……(م )……..itu sebagai isyarat kepala kita
    dan HA’….(ح) ..sebagai isyarat badan dari bahu sampai batas pinggang
    dan pinggang kita sebagai isyarat MIM…(م )
    dan telapak kaki kita sebagai isyarat DAL…..( د )

  18. SINGA MARANTEE

    Makna yg lebih dalam dari sikap SUJUD / MENYEMBAH ( SUJUD ATAU PERBUATAN SHALAT )adalah penyerahan diri kepada Allah Swt ( merendahkan dahi dan meletakkan dilantai adalah sikap TAAT / PATUH )

  19. Tokek

    @SINGA MARANTE…njenengan pengikut ajaran yang ga solat fardu mas???

  20. Abah suhaimi

    Ass.wth.wb. Singa marantee Alhamdulillah nanda sgt bagus pencerahan nya. Namun apa pn ibadah yg kita laku kn jgn sekali2 merasa diri yg berbuat kembali kn semua pd Allah. Kerna dari dia, dgn dia. Kepada dia hanya dia… kembali segala sesuatu. Kita hanya iktibar utk menyatakn keberadaan nya sebagai pembawa amanah nya..kerna ada firman nya: INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN.
    Dn islam itu org yg menyerah kn diri pd Allah. Sehingga tdk ada segala nya kecuali dia..yg lain hanya ujud mithali bukan ujud hakiki..kita di-suroh akui tentang keberadaan nya liwat diri kita. Selagi kita merasa diri memiliki kita msh terhijab olah olah kebodohan kita mudah2 liwat solat yg kita laku kn akn terbuka hijab diri kita selama ini. Kerna itu mengenal diri sejati itu sgt penting agar kita bisa tahu diri yg empunya diri…. Allah mengenal kan diri nya dgn diri nya..diri nya yg mana? Semoga kita semua dpt pencerahan.

    Wassalam.

  21. Yg ingn menemukan pSangan anda lebih cepat.

    Dagangan lebih cepat laku.
    Dll.
    Silahkan bisa konsultasi dngan kami di nomer hp :085259355701.terima kasiH.

  22. bayan

    Sholat itu harus berjamaah, yaitu jamaah secara hakekot, menjamaahkan badan, gerak perbuatan, ucapan, pendengaran, pikiran, nafsu, ruh, rahsa, nur, di imami muhammad sejati menuju Alloh(dzat sifat asma’ afngal)

  23. SINGA MARANTEE

    @ TOKEK…..

    SOPO SING NGOMONG INGSUN ORA SHOLAT FARDHU….???? ANE GAK NGOMONG GITU….., JUSTRU MENGAJAK, HIMBAUAN, SOAL ENTE PERCAYA ATAU GAK URUSAN ENTE SAMA ALLAH…SOALE ANE BUKAN DA’I, BUKAN ULAMA. ENTE KAN LEBIH TAHU SOAL INI DARI ANE…??? ENTE MAKSUDNYA APA NGOLOK-NGOLOK….???? JAWAB AJA GAK USAH NGOMONG NGALOR NGIDUL….., APA SAYA ADA MENYUDUTKAN ENTE….??? SAYA TUNGGU JAWABAN ENTE SAMPE MALAM NANTI….ENTE UDAH KELIWATAN…ADA YG BISA DITOLERANSI..ADA YG TIDAK….ADA YG BISA DI KOMPROMI ADA YG TIDAK….ENTE SAKIT HATI SAME ANE…..???? KALAU ADA SALAH KATA SAYA MOHON MA’AF BKN MAKSUD SAYA MENYINGGUNG ENTE.

    @ ABAH SUHAIMI…..
    SAYA HANYA MENJELASKAN SESUAI PENGETAHUAN SAYA, BERUNTUNGLAH YG SUDAH TAU….INI HANYA UTK MENAMBAH KEYAKINAN KITA….GAK ADA MAKSUD MENGHAKIMI PRIBADI SESEORANG ATAU MAKSUD MENYOMBONGKAN DIRI…, MASIH BYK YG LEBIH TINGGI PENGETAHUANNYA DARI SAYA….RIBUAN….. KRN PENGETAHUAN SAYA CUMA SAMPAI DISINI…

  24. SINGA MARANTEE

    Tolong setiap koment org jgn dipelintir…..apa ada ane ngomong….wooi..ente gak shalat…., ane yg shalat….????….ADDUHHH SUSAH SEKALI BILA ADA YG SELAU BERFIKIRAN GITU…., Maksud saya kan bkn ditujukan pd pribadi seseorang…??? kok ditanggapi laen…???

    @ TOKEK….ente dari dulu selalu nabrak orang siapa aja…, kalau ente merasa lebih…, monggo hadir di gathering, ijazahin yg ente punya…., ane gak koment soal ilmu ente…, ente sholat atau ngak, bukan urusan ane, bkn kapasitas ane…ane bkn sepuh atau apapun…cuma orang dhaif….tapi kalau ente ngak senang….oke…., no problemo….

  25. SINGA MARANTEE

    SO WHAT @ TOKEK…what your reason….??? i’ll wait you…. kayaknya ente nyari lantai terjungkat…??? kalau org muslim gak gitu komentnya…nyari musuh…., ente mau nyoba…???

  26. diantkeren

    assalamualaikum mas.makasih pencerahanya

  27. SESUNGGUHNYA….WAKTU-WAKTU SHOLAT ITU ADALAH SAAT PINTU ARSYI SIDRATUL MUNTAHA….DIBUKA UNTUK DIPERKENANKANNYA PARA HAMBA UNTUK MELAPOR DAN MEMOHON TENTANG APA YG TELAH MEREKA LAKUKAN UNTUK MENGABDI PADA ALLAH SWT….NAMUN MEREKA KURAG MENGETAHUI KETEPATAN WAKTUNYA….MAKA TUHANMU MEMAKLUMI NYA (PERKATAAN SEORANG DARNO YG DIDASARKAN MEMBACA KITAB ALQUR’AN) SALAM……

  28. Ade Setyowandi

    MAHA BESAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA…,Semoga @singa marantee tidak tersulut emosina dengan perkataan orang yang merasa sholat,biarlah saudara kita mengamalkan yg dia tahu,jika salah dluruskan brsama2 jika benar kita ambil hikmahna,terima kasih

  29. SINGA MARANTEE

    @ ADE Tengkyu
    ….tapi orang yg namanya @ tokek…kayaknya nyari masalah dgn semua org…, ane ngomong sendiri smbil jelasin…eeehhh…dia bilang ane ikut ajaran gak sholat fardhu…, padahal ane justru jelaskan makna yg tersirat wkt org islam sujud sholat…. kalau dia nyari lantai terjungkat, oke no problemo…soalnya saya kan gk nyebut apa2…??? hayyyooo mana ente @ TOKEK…kenapa ente gak muncul….

    Jgn pelintir2 omongan org….

  30. Abah suhaimi

    @singa marante nanda sabar aja di-posting abah jg nanda tokek memberi koment amalan yg abah posting(amalan keselamatan) bisa membuat jd miskin . Aah gak apa nanda maafin dia aja biarkn aja kerna gak ada rugi nya. Nanda biar kita mengalah asal kita dudok gak salah. Kalo kita mahu selalu menang nanti kita dudok gak senang. Nanda terus kn berkarya apa pn yg nanda tahu kerna pecerahan nya bagus bangat kita jgn kalah ama ujian yg Allah beri kn pd kita. Dn jgn biar kn nanda tokek bisa menjadi kn kita marah..bererti kita udah kalah ama nanda tokek salam sayang buat nanda singa marante tenang2 aja nanda.

  31. @ singa merintih…..sakit ya omongannya dipelintir…..hik88x
    padahal enak lho kalo kukis pelintir dimanado….hak00099x

  32. Ki Moyopodo

    Assalaamu ‘alaikum warahmaatullaahi wabaarakatuh….
    Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaah wallaahu akbaar….
    Pak Zainal Riyadi ada ga ebook sumber kitab tentang hal tersebut diatas, kalau ada boleh ga saya minta? Kalau ada tolong kirimkan ke email saya ya…. ini emailnya….mashuka_78@yahoo.co.id , sebelum dan sesudah saya ucapkan terima kasih……
    Baraakallaahi fika wa ‘alaika wash shallallaahi alaa muhammadar rasuulullahi shaaddiqul wa’dil aamiin.
    Wassalaamu ‘alaikum warahmaatullaahi wabaarakatuh…

  33. murid baru

    ikut nyimak…….

  34. Wong linglung

    pak zainal riyadi@mantab sekali penjelasan nya..
    singa marente@salam kenal dari ana,sabar aja ente jgn dhadapin dgn emosi,hadapi dengan senyuman..heheheeeee
    mantab penjelasan ente..

  35. SINGA MARANTEE

    @ wong linglung…

    Salam kenal juga, makasih byk…, ternyata @ Tokek hanayalah nick bajakan, tukang fitnah orang…menurut saya dia three un one, inisial nicknya…@ tokek,
    @ D…, @ A..Orangnya sama, tokek yg asli beda avatarnya dgn bajakan.., hati2 provokasi…

  36. Yuan

    Ass.Wr.Wb. La ilaha illallohul maujuudi fi kulli zamaan, La ilaha illallohul makbuudi fi kulli makaan, La ilaha illallohul mazkuuru bikulli lisaani, La ilaha illallohul makruufi bil ihsan, La ilaha illallohu kullu yaumin huwa fii saknin…… Inna kafainaa kal mustahziina.ya aziizu ya aziizu ya aziizu izil aglaalu fii akna qihim wassulaasu yushabuuna

  37. @singa marantee: iya tuh tokek palsu…udah jelas di dalam Al qur’an disebutkan orang yg suka mengolok-olok dan menggunjing seperti orang yg makan daging saudaranya sendiri yang sudah mati (sama dengan pemakan bangkai)….sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Hujurat ayat 11 dan 12

    11.”Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

    .12 Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang

    nih satu lagi buat yang kalau mengolok-olok ilmu dan orang yang berilmu :
    Asy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz menjelaskan masalah ini, katanya: “Yang benar dalam masalah ini adalah dirinci masalahnya. Kalau mengolok-olok ilmu syariat atau orang yang berilmu karena ilmunya maka yang demikian merupakan kemurtadan, tidak ada keraguan dalam masalah itu karena itu adalah perbuatan merendahkan dan meremehkan sesuatu yang Allah besarkan dan mengandung penghinaan dan pendustaan terhadapnya. Adapun mengolok-olok orang yang berilmu dari sisi lain seperti pakaian atau ambisinya terhadap dunia atau kebiasaannya yang tidak sesuai dengan kebiasaan manusia yang tidak ada hubungannya dengan syariat atau sebab yang serupa dengan itu maka yang semacam ini tidak sampai murtad karena perbuatannya ini tidak kembali kepada agama tapi kembali kepada perkara lain.” (footnote Asy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz terhadap Fathul Majid hal. 526)

  38. sri w priambodo

    Alhamdulillah, terima kasih buat pencerahan dan pengetahuannya, bang singa maranthee, good job. Selaku murid baru jadi nambah wawasan, selama ini taunya cuma berdiri, rukuk dan sujud ga tau makna, sekarang jadi terbuka artinya shalat itu buat apa. matur nuwun sekali lagi.

  39. kelinci

    mas zinal ! trima kasih atas segala postingan mas telah memberi bnyk pengetahuan kpd saya !! drpd belajar ilmu yg macam2 blm tentu selamat dunia akhirat ! lebih baik memahami makna sholat 5 waktu !!

  40. Huwangga Li'ali

    ijin nyimak dulu sambil ngisap rokok dari kampung

  41. Huwangga Li'ali

    syareat itu benar karena ada dalilnya…tariqah itu benar karena ada dalilnya…hakikat itu benar karena ada dalilnya…ma’rifat benar juga karena ada dalilnya…jadi mending kita saling berbagi pengetahuan dan pengalaman…khan malu diliatin tetangga sebelah…hehehehehehe…ki singa syukron kasir wejangannya ma’na dalam gerakan sholatnya,dan itu benar ada kitabnya,dan saya percaya…mohon maaf bila ada kata2 saya yang salah,syalam hormat dari saya murid baru dari kampung yg pingin belajar disini.

  42. SINGA MARANTEE

    @ SRI W PRIAMBODO
    @HUWANGGA LINGA….SALAM JUGA..SAMA2 LG NGEROKOK NE..? SMBIL NGETIK DI KOMPTER…, NAMANYA PENGETAHUAN YA DIBAGI2…YA GAK..??

  43. Huwangga Li'ali

    @singa marantee…sip dan cocok kalau kita saling berbagi…tapi kalau saya cocoknya belajar dan minta ilmu dari para sesepuh di kwa,ma’lum saya orang kampung bila saya yang ngasih resep2 takutnya banyak yang nggk suka,mending saya duduk yang manis sambil mendengarkan ilmu yg bermanfaat dunia wal akhirat,yang cocok saya ambil yg nggk cocok disimpan,hehhehhehehehhe

  44. SINGA MARANTEE

    heheheeeh…

  45. subiyanto

    Assalamualaikum…..slm kenal,,dari Wong Gembeng,,,,,,..!?

  46. subiyanto

    Slm knl dri Wong Gmbeng..!

  47. fatimah lasut

    “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman.”
    (Al Qur’an 051:55)

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.”
    (Al Qur’an 002:159)

    “F A K T A”

    SIAPAPUN PRESIDEN DAN WAKILNYA – PANCASILA IDEOLOGINYA
    APAPUN AGAMA PRESIDEN DAN WAKILYNA – KUHP HUKUM-HUKUMNYA

    ISLAM DAN BERIMANKAH KITA DI HADAPAN ALLAH SWT?

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Siapakah yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang beriman, yang mereka itu diseru untuk mematuhi Allah dan rasul-Nya secara kaffah?

    – Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya; kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar beriman. (Q. Al Hujurat 15)

    Dan siapakah pula yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang kafir?

    – Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (Q. Al Baqarah 6)

    – Hai orang-orang yang beriman, ber-Dinnul Islam-lah kamu secara kaffah (secara keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari Dinnul Islam) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. Al Baqarah 208-209)

    – Pada hari ini, telah Aku sempurnakan Agamamu (Pedoman Hidup dan Kehidupanmu) untukmu. Telah Aku cukupkan nikmat-nikmat-Ku untukmu. Dan telah Aku ridhai (Aku setujui dan Aku restui) Islam sebagai Pedoman Hidup dan Kehidupanmu. (Q. Al Maidah 3)

    – Siapa saja yang mencari (apalagi yang memakai) pedoman hidup dan kehidupan selain Dinnul Islam, maka tidaklah akan diterima (tidak dinilai ibadah) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (Q. Ali Imran 85)

    Bagi seluruh umat manusia, tidak terkecuali bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri mereka Islam dan beriman, tentu mengimani Kebenaran Ketetapan Allah Swt yang tersebut di atas. Jika tidak, tentu mereka bukan orang-orang yang beriman.

    Intinya adalah, tidak ada agama atau pedoman hidup dan kehidupan yang lain bagi mereka, selain Dinnul Islam dan Nabi Muhammad Rasulullah Saw adalah panutan, contoh dan tauladan bagi mereka di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka, baik di kala mereka hidup sendiri-sendiri berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.

    Berdinnul Islam secara kaffah dengan mematuhi segala perintah adalah Perintah Allah Swt yang wajib dipatuhi oleh seluruh umat Islam yang beriman, sebagaimana realisasinya yang benar telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah Saw pada masanya.

    Rasulullah Saw berpribadi, Rasulullah Saw berkeluarga, Rasulullah Saw bermasyarakat, Rasulullah Saw berbangsa, dan Rasulullah Saw bernegara. Bahkan, Beliau adalah kepala negaranya. Semua aspek hidup dan kehidupan Beliau berserta umat Islam yang beriman, begitu juga yang belum beriman yang berada di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah pada saat itu, ditata dan diatur berazastunggalkan Dinnul Islam seutuhnya atau yang lazim disebut dengan “secara kaffah”.

    Nabi Muhammad Rasulullah Saw tidak pernah mengajak bangsa Arab, baik yang kafir maupun yang beriman, dengan seruan Beliau yang seperti ini, misalnya: “Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Demi persatuan dan kesatuan bangsa Arab, marilah sama-sama kita rekayasa suatu ideologi yang baru, selain Dinnul Islam, kemudian kita lengkapi ideologi tersebut dengan hukum-hukum dan undang-undang serta peraturan-peraturan yang kita butuhkan. Kemudian, kita jadikan dan kita pergunakan ideologi kita tersebut berserta hukum-hukumnya sebagai satu-satunya azas pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, baik bagi yang beriman maupun yang kafir, agar kita semua dapat selamat dan sejahtera di dunia dan akhirat”.

    Pernahkah Rasulullah Saw mencontohkan ber-Dinnul Islam seperti misal ajakan Beliau yang tersebut di atas?

    Bukankah misal ajakan Rasulullah Saw itu seperti kita beragama, berbangsa dan bernegara di Indonesia?

    Kalaulah kita, seluruh bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita islam dan beriman, dan kita beriman sesuai dengan Ketetapan Allah Swt dan sesuai pula dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, tentu kita tidak akan pernah berideologi yang lain, selain Dinnul Islam, Pancasila misalnya, di dalam kita menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita, baik di kala kita beragama, berbangsa maupun bernegara. Seluruh aktifitas hidup dan kehidupan kita, bahkan mati kita pun hingga cara penguburan mayat kita haruslah berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Itulah Ketetapan Allah Swt bagi seluruh manusia yang mau digolongkan sebagai orang-orang yang beriman, yang imbalannya, adalah Jannah. Beriman dulu yang benar sesuai dengan Ajaran-Nya, barulah kemudian beramal saleh, yang harus juga sesuai dengan Bimbingan Allah Swt dan contoh serta tauladan yang telah diberikan oleh Rasulullah Saw. Maka barulah hidup dan kehidupan kita bernilai ibadah di sisi-Nya. Sebagaimana KetetapanNya atas penciptaan diri manusia.

    – Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.
    (Q. Az-Zaariyaat 56)

    Apakah Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam memang tidak berlaku atas umat Islam Indonesia?

    Ataukah kita, Umat Islam Indonesia yang jumlahnya mayoritas di Indonesia ini, telah mendapatkan dispensasi atau keringanan dari Allah Swt untuk tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tetapi kita masih dianggap beriman oleh Allah Swt di hadapan-Nya?

    Ataukah kita, umat islam Indonesia, yang tidak mau ber-Syariat Islam karena kita merasa berat mematuhinya, walaupun itu untuk kebaikan kita? Dan kalaupun kita mau ber-Syariat Islam, bagaimana mungkin kita dapat melaksanakannya karena kita masih tetap ber-Pancasila? Bukankah Pancasila juga mempunyai hukum-hukumnya sendiri yang harus dipatuhi oleh kita-kita yang ber-Pancasila? Sementara Allah Swt, yang kita imani dengan Dinnul Islam-Nya, juga mewajibkan kita, Umat Islam Indonesia, berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum-Nya atau Syariat Islam. Bahkan, Dia mengkafirkan siapa saja manusianya yang tidak mau, dan juga yang menolak atau tidak setuju atas pelaksanaan Syariat Islam.

    Bagaimanakah kita berpedoman di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita sebagai orang-orang yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman di dalam berbangsa dan bernegara?

    Siapa yang harus kita patuhi? Tuhan kita, Allah Swt, dengan Syariat Islam-Nya, ataukah Pancasila kita Nan Sakti dengan hukum-hukum thaghutnya?

    Bukankah ini artinya kita berdualisme dalam berpedoman, alias beragama “suka-suka”? Kita beragama sesuai dengan selera kita. Mana yang cocok dengan selera kita, kita patuhi. Dan mana yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita, kita ingkari. Kita beriman akan sebagian isi Al Qur’an dan kufur akan sebagian yang lainnya. Seperti inikah Rasulullah Saw mengajarkan dan mencontohkan kepada kita ber-Dinnul Islam? Koq kita tidak bermalu mengklaim diri kita sebagai umat Beliau?

    Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tidak berlaku di Negara Republik Indonesia, karena NKRI bukanlah Negara Islam. Padahal, kabarnya, mayoritas penduduknya beragama Islam (?). Apakah ada Allah Swt memerintahkan dan meridhoi kita, seluruh Umat Islam Indonesia, untuk mendirikan suatu negara yang berideologikan ideolgi manusia dan berhukum serta berhakim kepada hukum-hukum buatan manusia alias hukum-hukum thaghut?

    Sewaktu berjuang merebut kemerdekaan kita berteriak, “Allahu Akbar!” Tetapi, setelah merdeka, di mana kita letakan Ideologi dan Hukum-Hukum Allah? Koq malahan ideologi manusia dan hukum-hukum thaghutnya yang kita jadikan pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara? Dengan cara seperti inikah kita bersyukur kepada Allah Swt?

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Ini adalah FAKTA cara kita beragama. Kita ber-Dinnul Islam dengan cara kita, berdualisme dalam berpedoman, bukan dengan cara Rasulullah Saw yang hanya ber-Dinnul Islam secara kaffah. Beliau tidak berideologikan yang lain, selain Dinnul Islam, dan begitu juga para sahabat serta umat Islam yang beriman lainnya pada saat itu.

    Dan yang sangat naïfnya bagi kita adalah, kita selalu berdo’a memohon dan mengharapkan syafa’at beliau di kemudian hari. Tetapi ironinya adalah, disuruh beriman sebagaimana Rasulullah Saw beriman sajapun kita tidak mau. Koq, bisa-bisanya kita mengharapkan syafa’at beliau dan menginginkan Surga Allah?

    Oh, alangkah rancunya kita ber-Dinnul Islam karena kita berdualisme dalam berpedoman. Kita buat tandingan bagi Ideologi Allah Swt, yaitu Ideologi Panca Sila. Dan kita anugerahkan Pancasila kita itu dengan ungkapan yang hebat, yaitu “Nan Sakti” atau Yang Sakti, walaupun kita tahu Pancasila kita Nan Sakti itu tidak bisa menciptakan apa-apa, walau sehelai rambutpun, karena memang Pancasila itu bukan apa-apa, kecuali ideologi manusia yang membawa pengikutnya ke jurang neraka.

    Tidakkah cukup Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya) menjadi pedoman hidup dan kehidupan bagi orang-orang yang beriman?

    Ini adalah suatu perbuatan syirik yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah Swt, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali kita bertaubat nasuha dengan meninggalkan Pancasila untuk selama-lamanya, dan kembali ke Dinnul Islam secara kaffah.

    Apakah orang-orang yang beriman seperti kita-kita ini yang dimaksud oleh Allah Swt sebagai pewaris surga? Surga itu milik siapa? Milik Allah Swt, atau milik Pancasila kita Nan Sakti? Atau memang ada Pancasila kita Nan Sakti memiliki Surga sehingga kita mau berhukum dan berhakim kepadanya? Ataukah kita yang memang tidak mempergunakan akal sehat kita? Tetapi yang jelas, kita mendahului hawa nafsu kita yang tidak terbimbing oleh Bimbingan Allah, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasul, sehingga kita tidak saja beragama suka-suka, tetapi ternyata, kita juga berbangsa dan bernegara sesuka-suka kita. Ini adalah FAKTA yang ada di depan mata kita. Maukah kita kafir selamanya sampai ajal tiba menjemput kita?

    – Menetapkan Hukum itu hanyalah Hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi Keputusan yang paling baik. (Q. Al An’am 57)

    – Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Namun (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Q. Al Ma’idah 50)

    – Siapa saja yang kafir sesudah beriman (karena tidak mau berhukum kepada Hukum-Hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (Q. Al Ma’idah 5)

    – Siapa saja yang memutuskan (suatu perkara) tidak menurut apa yang diturunkan Allah, berarti mereka adalah orang-orang kafir. (Q. Al Ma’idah 44)

    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Orang-orang kafir atau masyarakat kafir, bangsa-bangsa kafir, negara-negara kafir, pemerintahan-pemerintahan kafir dan pemimpin-pemimpin kafir di seluruh penjuru bumi Allah ini tentu mereka semuanya tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam karena mereka memang kafir atau tidak beriman kepada Dinnul Islam. Mereka berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum thaghut, yaitu hukum-hukum yang dibuat oleh mereka sendiri, sesuai dengan apa yang mereka kehendaki, yang mereka anggap benar dan adil. Mereka tidak diperintahkan oleh Allah Swt untuk menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka dengan berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam karena mereka memang tidak beriman kepada Dinnul Islam. Dan bagi mereka, Allah Swt telah menetapkan Ketetapan-Nya, yaitu Jahannam tempat kembali mereka. Itulah seburuk-buruknya tempat kembali.

    Hanya orang-orang yang beriman atau masyarakat yang beriman, bangsa-bangsa yang beriman, negara-negara yang beriman dan para pemimpin yang beriman yang tidak berideologikan yang lain, selain Dinnul Islam, yang mau dengan ikhlas karena iman, menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka dengan berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

    Dan ber-Dinnul Islam secara kaffah dengan mematuhi segala Perintah, termasuk berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam hanya dapat dilaksanakan di suatu Negara atau Pemerintahan yang berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, yaitu yang lazim disebut dengan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan Daulah Khilafah Islamiyah tersebut tidaklah mungkin terbentuk dengan sendirinya atau orang-orang kafir yang mendirikannya kemudian dipersembahkan kepada Umat Islam Indonesia untuk mengelolanya. Ini adalah suatu hal yang mustahil. Tetapi sayang, sedikit sekali di antara kita yang memikirkannya. Padahal, Allah Swt telah mengisyaratkan dan Rasulullah telah mencontohkan kepada orang-orang yang beriman untuk memiliki suatu wadah pemerintahan yang berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul.

    – Wahai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Q. An Nisa’ 59)

    Bahkan di dalam tatanan Pemerintahan Islam sekalipun di mana ada orang-orang kafir atau non muslim yang di lindungi oleh Pemerintah atau Negara Islam, Allah Swt telah memperingatkan kita untuk berhati-hati di dalam memilih para pemimpin, jangan sampai Pemerintahan Islam tercemar dengan unsur-unsur kafirun dan munafikun.

    – Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu jadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Siapa saja di antara kamu memilih mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Q. Al Ma-idah 51)

    – Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Siapa saja yang berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembalimu. (Q Ali Imran 28)

    – Wahai orang-orang yang beriman!
    Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka memilih kekafiran daripada keimanan. Siapa saja di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q. At-Taubah 23)

    Akankah kita beriman di kala kita berbangsa dan bernegara sesuai dengan Petunjuk dan Ketetapan Allah Swt seperti apa yang disampaikan di atas agar kita tidak tergolong orang-orang yang merugi di kemudian hari, ataukah kita harus selamanya beragama seperti nenek moyang kita beragama walaupun mereka tidak berada di atas Kebenaran Illahi?

    Oleh sebab itu, marilah kita semua, Bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman, bertaubat nasuha dengan meninggalkan semua ideologi yang bukan Ideologi Allah, Pancasila misalnya, dan kembali ke jalan yang benar, yaitu Ideologi Allah – Dinnul Islam – Al Qur’an dan Sunnah Rasul agar kita semua dapat selamat di dunia dan akhirat.

    – Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menta’ati orang-orang yang kafir, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (menjadikan kamu kembali kafir), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi. (Q. Ali Imaran 149)

    – Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (Q. Ali Imran 32)

    – Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. (Q. Al Qasas 85)

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Sebagai Bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman, maka haruslah kita sadari dan kita insyafi bahwasanya:

    1. Pancasila bukanlah Agama Islam. Bahkan, bukan pula agama Bangsa Indonesia. Dan Agama Islam tentu bukan pula Pancasila karena Pancasila memang bukan Agama. Maka benarlah pernyataan para pancasilaist, “Pancasila bukan agama!”.

    2. Pancasila adalah ideologi manusia, sedangkan Dinnul Islam adalah Ideologi Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah Swt, Tuhannya orang Islam yang benar-benar beriman, yang beriman sesuai dengan Petunjuk dan Ketetapan-Nya.

    3. Ber-Pancasila bukanlah berarti ber-Dinnul Islam ataupun beragama yang lain karena tidak ada satupun agama yang dianut oleh bangsa Indonesia yang berakidahkan Pancasila. Berdinnul islam bukanlah berarti berpancasila karena memang tidak ada sangkut pautnya diantara Dinnul Islam dengan Pancasila. Sungguh sangat nyata perbedaannya. Bagaikan siang dengan malam. Yang satu adalah Ideologi Allah Swt, Yang Haq, dan yang lain adalah ideologi manusia atau Yang Bathil. Al Qur’an adalah pembeda diantara yang Haq dan yang Bathil.

    4. Berpancasila berarti harus berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Pancasila, yaitu hukum-hukum yang dibuat oleh manusia. Diberlakukan atas seluruh bangsa Indonesia. Suka atau tidak suka, wajib dipatuhi oleh seluruh warganegara Republik Indonesia yang berazastunggalkan Pancasila. Kalau tidak dipatuhi, tentu ada sanksi atau hukumannya, baik pidana maupun perdata.

    5. Beragama Islam berarti harus pula berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Islam atau Syariat Islam, yaitu Hukum-Hukum yang Diciptakan dan Diwajibkan oleh Allah Swt atas seluruh umat manusia yang telah bersyahadat menyatakan diri mereka Islam dan beriman agar dapat diakui oleh Allah Swt, sesuai dengan Ketetapan-Nya, sebagai orang Islam yang benar-benar beriman. Dengan kata lain, bagi manusia yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, dengan suka rela ataupun terpaksa, mereka harus berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah, karena kalau tidak, berarti mereka bukanlah orang-orang yang beriman. Dan fakta membuktikan, memang orang-orang yang tidak beriman alias orang-orng kafir yang tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam di dalam mereka menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka di dunia ini.

    6. Allah Swt mengkafirkan siapa saja manusianya yang tidak mau beriman kepada Dinnul Islam, dan yang memutuskan suatu perkara tidak menurut apa yang telah diturunkan-Nya. Dia juga menjadikan kembali kafir di hadapan-Nya, siapa saja manusianya yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, tetapi tidak mau menerima atau menolak Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam diberlakukan atas dirinya, atas keluarganya, atas masyarakatnya, atas bangsanya dan atas negaranya. Maka hapuslah amalannya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.

    7. Sesungguhnya Allah Swt telah memberi kebebasan kepada manusia untuk menentukan pilihannya, di antara keimanan dan kekafiran, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari seperti apa yang telah menjadi Ketetapan-Nya berikut ini.

    – Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka siapa saja yang ingin (beriman) silahkan ia beriman dan siapa saja yang ingin (kafir) silahkan ia kafir. (Q. Al Kahf 29)

    8. Dan apabila kita mengikuti dan mematuhi dengan senang hati alias ridho kepada para pemimpin dan pembesar negeri yang kafir, yang memimpin tidak berazastunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, maka kita akan menerima balasan seperti apa yang telah menjadi Ketetapan Allah Swt berikut ini.

    – Tidakkah kamu perhatikan orang-orang (para pemimpin) yang telah menukar nikmat Allah (Bimbingan Allah) dengan kekafiran (yang bukan Bimbingan Allah) dan menjatuhkan pengikutnya (rakyatnya) ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman.
    (Q. Ibrahim 28 – 29)

    – Orang-orang (para pemimpin) kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah (tandingan bagi Ideologi Allah) supaya mereka menyesatkan (rakyatnya) dari Ideologi-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu karena sesungguhnya tempat kembalimu adalah neraka.” (Q. Ibrahim 30)

    – Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Tetapi mereka masih mau berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. ( Q. An Nisa’ 60)

    – Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati)mu.
    (Q. An Nisa’ 61)

    – Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q. An Nisa’ 65)

    – Apakah kamu beriman (mendengar dan mematuhi) kepada sebahagian Al Kitab (Bimbingan Allah) dan kafir (mendengar dan mengangkangi) terhadap sebahagian yang lain? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. (Q. Al Baqarah 85)

    – Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir), mereka itulah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya (dedongkot kafir). Kami telah menjadikan untuk orang-orang kafir seperti itu siksaan yang menghinakan. (Q. An Nisa’ 150-151)

    – Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang dzalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. (Q. Al An’am 44 – 45)

    – Siapa saja yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
    (Q. An Nahl 106-107)

    – Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman.
    (Q. Al Baqarah 8)

    – Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah (persatuan dan kesatuan) di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
    (Q. At Taubah 107)

    – Jangalah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih (akidahnya).
    (Q. At Taubah 108)

    – Demi masa.
    Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasehati untuk menta’ati kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. (Q. Al ‘Asr 1-3)

    – Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.
    (Q. Ali Imran 132)

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Jadi sudah jelaslah bagi kita, seluruh Umat Islam Indonesia, bahwasanya kalau ada di antara kita, siapa pun dia adanya dan apa pun status sosial dan profesinya, yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, tetapi pada kenyataannya, dengan suka rela dan senang hati mengambil dan menjadikan Ideologi Pancasila berserta undang-undang dan hukum-hukumnya sebagai pedoman hidup dan kehidupannya, baik untuk dia berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara, maka dia sesungguhnya bukanlah tergolong orang-orang yang beriman di hadapan Allah Swt.

    – Katakanlah: “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.

    – Berkatalah orang yang beriman,
    “Wahai kaumku!
    Ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

    Wahai kaumku!
    Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

    Siapa saja mengerjakan perbuatan jahat, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan siapa saja mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.

    Dan wahai kaumku!
    Bagaimanakah ini, aku menyerumu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeruku ke neraka?

    (Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun?

    Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya tempat kembali kita pasti kepada Allah, dan sesungguhnya orang-orang yang melampui batas, mereka itu akan menjadi penghuni neraka..

    Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahakn urusanku kepada Allah. Sungguh Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (Q. Al-Mu’min 38 – 44)

    – Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu Ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan siapa saja mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.
    (Q. Al-Ahzab 36)

    – Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

    Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

    Dan ikutilah sebaik-baiknya apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya”. (Q. Az-Zumar 53 – 55)

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    – Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al Qur’an), mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat, kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang. (Q. Al Baqarah 159-160)

    – Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling dari padanya?
    (Q. As-Sajdah 22)

    PEMILU 2014 telah di depan mata
    Saat yang tepat untuk kita bertaubat nasuha
    Kalau kita memang masih beriman kepada-Nya
    Tentu kita tidak akan dapat menyertainya, karena Allah Swt melarangnya.

    Para pemimpin yang dipilih
    Dan semua rakyat yang memilih
    Semua mereka wajib berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Pancasila
    Itulah yang membuat kita menjadi kembali kafir di hadapan-Nya

    Membersihkan qalbu setiap hari
    Setelah bersih, dengan apa diisi?
    Apakah diisi dengan Pancasila Nan Sakti
    Ataukah diisi dengan Wahyu Illahi?

    Inilah fakta hidup dan kehidupan kita
    Bangsa Indonesia yang telah menyatakan diri kita Islam dan beriman
    Ternyata di hadapan Allah kita belum beriman
    Karena kita masih mau berideologi yang lain selain Dinnul Islam, yang membuat kita tidak berhukum dan berhakim kepada Syariat Islam

    Ini hanyalah sebuah peringatan
    Yang disari dari kitab suci Al Qur’an.

    Mau beriman, silahkan beriman
    Mau kafir, silahkan kafir
    Sudah jelas mana yang haq dan mana yang bathil
    Orang lain tidak menanggung dosa orang lain

    Maha Suci Allah Yang Mengkafirkan manusia yang tidak mau berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum-Nya. Dan hukum-hukum-Nya hanya dapat dilaksanakan di Pemerintahan Islam, suatu pemerintahan yang berazastunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Dan Pemerintahan Islam tidak akan pernah ada sampai hari kiamat kalau umat islamnya tidak pernah mau mengadakannya.

    Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Dia. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya). (Q. Al A’raf 3)

    Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (Q. Al Buruj 10)

    Dan siapa saja yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal dia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya. (Q. An Nisa’ 93)

    Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (Q. An Nisa’ 150-151)

    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. Al Baqarah 208-209)

    Apakah kamu beriman (mendengar dan mematuhi) kepada sebagian Al Kitab (Bimbingan Allah) dan kafir (mendengar dan mengangkangi) terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Q. Al Baqarah 85)

  48. bolot

    Mantab menjabaran nya.izin ngompas wat di pelajari n di amalken.
    Alfateha khulhum wat sesepuh n sedulur semuah.alfateha send…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: