Daily Archives: 4 April 2011

AMALAN MULTI FUNGSI UNTUK PEMBUKA PINTU KEBERUNTUNGAN DAN KETENTRAMAN BATIN


By: Satria_GaGak RiManG
satria_lamong77@yahoo.com

Puji Syukur tak akan lupa sedetik pun kami panjatkan kehadirat ALLAH Azawajallah, Tuhan yang maha segalanya, sholawat serta salam semoga tercurah ke Baginda Rosululloh Muhammad S.A.W. Manusia Agung penuh cinta kasih kepada umatnya.

Salam Penuh hormat dan menundukkan kepala kepada para sesepuh, mohon maaf apabila ada salah tulis dan salah persepsi atas memaknai sebuah kalimat, tapi pada hakekatnya semua ilmu adalah milik Sang Maha Berilmu.

Sahabat semua hayu hadiri Cangkrukan Akbar semua bolo wongalus yg tentunya akan sangat meriah, insya ALLAH akan banyak ilmu di babar serta banyak dulur dari segala penjuru bumi ini yg hadir. Al fakir hanya bisa meramaikan dengan memberikan simpanan batu alam yg sudah melalui proses ritual dan pengisian asma’ khusus yg tentunya akan banyak manfaat, hasil riadho & kontemplasi kami selama ini. Insya ALLAH kami akan percayakan 7 Butir Batu mustika alam pada sesepuh untuk di bagi pada bolowongalus melalui door prize, 2 Botol minyak pengobatan “Minyak Jaya Sempurna”, Bubuk Sidr dan MSA. Semoga tanda kasih dari kami dapat memeriahkan acara Pertemuan Nasional KWA ke-2 di Candi Mendut tgl, 22-23 April 2011.

Dulur bolowongalus semua ijinkan sebelum penulis membabar amalan sesuai judul untuk menceritakan sedikit asal muasal dan sedikit pengalaman dalam mendapatkan amalan ini. Dalam pemahaman dan pengkajian penulis insya ALLAH semua ilmu, amalan, mantera atau jangjawokan dll yg penulis dapat itu secara alami sesuai perjalanan hidup dan saling berkaitan, secara alamia sebagai insan yang masih begitu banyak kekurangan, apalagi dalam ilmu agama dan keimanan,pada awalnya penulis juga sangat protes dan merasa bahwa semua ujian dan cobaan berat ini seakan tidak adil, kenapa harus penulis terima?? Tapi seiring dengan berjalannya waktu serta belajar untuk memahami akhirnya sedikit demi sedikit al fakir sangat yakin “Ada Rahasia di balik Rahasia” ini meminjam istilah dari para tokoh film “Islam KTP” hehehe…..

Amalan ini penulis share atas pertimbangan karena banyak dari saudara kita yg Tanya baik via telp,sms & email misalnya: banyak saudara kita ini yg bertanya masalah kemudahan dalam mencari rizeki, biar dagangan laris, biar punya duit banyak alias kaya raya(wah kalau yg ini semua orang juga mau termasuk juga penulis, karena Alhamdulillah belum banyak duit/harta tapi sdh merasa kaya…wkwkwkw…), biar cepat dapat pekerjaan, cepat dapat jodoh, masalahnya biar cepat dapat jalan keluar DLL Amalan ini merupakan dzikir rutin yg harus kita amalkan setiap selesai sholat fardlu, minimal sehabis sholat subuh & sholat isya’, dan akan lebih mantab setiap selesai sholat Tahajjud dan sholat Hajad. Ingat dulur seperti apa yg di dawuhkan para sesepuh, kyai, ustadz dan para alim bahwa Rahasia di balik keheningan malam itu sangat luar biasa, hampir 90% turun dan masuknya sebuah ilmu itu di keheningan malam di saat jutaan Makluk-Nya terlelap dalam tidur, sungguh di keheningan malam yg dingin di sepertiga waktu malam, di saat enak-enaknya tidur tsb adalah waktu yg mengandung Sirr terijabahnya do’a sesuai dalil yg sering kita dengar. Saat utama bagi kita untuk bermunajad, tafakur, curhat, berbisik, meditasi hening, Mi’raj terbang membumbung tinggi keangkasa untuk menerima berita-berita langit. Turunnya sebagian besar hawatif dan ilafat, Saat di mana sebagian besar ilmu waskita, kemulyaan, derajat serta ijabah sebuah do’a itu di penghujung malam. Wallahu’alam.

Amalan ini al fakir dapat dari beberapa Kyai yg semuanya mengarah pada tujuan yg sama, yaitu Kyai Mas’ud-Lmg, kyai hamid-Lmg, Ust.Mbeling-Dsn.Keset, Ust.Masar-jateng, amalan tsb adalah :
Baca istighfar…………………………………………………………….129x
Baca Laa ilahaa ilalloh…………………………………………………165x
Baca Sholawat Nabi……………………………………………………333x
Laa lawlaa wala quwata illah billah………………………………….101x
Al fateha…………………………41x ( niatkan sesuai kebutuhan, sesuai pengajaran para guru, sirr Al fateha itu pada ayat…iyya kana’buduu wa iyya kanasta’in….itu semua kekuatan panca indra, lahir batin menyatu memohonkan yg di hajadkan, pada ayat tersebut menurut sebagian guru boleh di ulang2 sampai 41x atau hati mantab dan lancar memasukkan do’a2 kita). Sudah menjadi pakem baiknya sebelum mengamalkan ilmu di atas lebih baik bertawasul.

bertawassul terlebih dahulu kepada :
Kanjeng Rosul Muhammad SAW
4 sohabat Nabi : Abu Bakar Ash Sidiq RA, Umar Bin Khatab RA, Ustman Bin Affan RA dan Ali Bin Abi Tholib RA.
Nabi Ibrohim AS
Nabi Sulaeman AS
Nabi Yusuf AS
Nabi Musa AS
Para Nabi dan Rosul AS
Kanjeng Nabi Hidzir bin Malkan AS
Sulthonul Auliya’ Syech Abdul Qodir Al Jaelani
Rijalulloh Ghoib, Rijalulloh Bumi
Malaikat Jibril AS, Mikail AS, Israfil AS dan Izroil AS
wali 9
Para Guru, ulama’ sholeh, Kyai dan Ustadz
KH.Mas’ud al Mujnar-Lmg
KH.Hamid-Kenduruan-Lmg
Ustd.Abdul Azis-deket, lmg
Ustd.Massar, kudus
Kedua Orang Tua beserta istri/suami anak,saudara
Kaum Muslimin – Muslimat
Seluruh alam raya.
Al Mujiz gus Nurkholis

Amalan ini sangat baik jalankan selama 40 hari berturut-turut tanpa putus insyaALLAH akan mantab, kalau tidak mampu ya cukup di baca istiqomah tiap selesai sholat fardlu dan sholat lail. Mohon maaf apabila yg salah tulis dll, al fakir ini akan slalu ingat dengan petuah orang2 tua dulu yg penuh makna dan masih sangat relevan dgn kondisi sekarang “OJO DUMEH DULUR, NGONO YO NGONO TAPI YO OJO NGONO, LAN KUDU TANSAH ELING LAN WASPODO”….semoga kita semua saling mendo’akan untuk kebaikan. Wassalam. Salam Persaudaraan dari kami Satria_GaGak RiManG, dan Ndaru Cemlorot, P. Nur Langit.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 333 Komentar

JADILAH ENGKAU AHLUL MUJAHADAH


rony.kurniawan78@gmail.com

Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengatakan, orang-orang yang berhak mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ itu, tidak mudah. Tentu untuk mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ itu memerlukan mujahadah dan tajarrud (totalitas). Mujahadah dengan segala jiwa dan raganya agar mencapai maqam yang hendak dituju. Tidak mungkin hanya dapat dicapai dengan bentuk raganya, tanpa jiwa dan bathinnya ikut bermujahadah.

Diantaranya, golongan pertama yang berpendapat, bahwa ibadah yang paling utama dan paling bermanfaat, ialah yang paling berat dan paling sulit atas jiwa. “Karena ia paling jauh dari hawa nafsu, dan merupakan hakikat ta’abud. Pahala diberikan berdasarkan kadar kesulitannya.” Seperti diriwayatkan dalam sebuah hadist, “Amal yang paling utama ialah yang paling sulit dan paling melarat.”

Mereka ini adalah ahlul mujahadah dan orang-orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu. Di tengah-tengah beratnya godaan, yang terus-menerus dialami dengan segala bentuknya, dan mereka dapat selamat dari semua godaan, tanpa sedikitpun tersentuh oleh godaan dan hawa nafsu yang datang dari setan. Golongan ini, berkata, “Sesungguhnya jiwa hanya dapat lurus dengan ibadah yang sulit dan berat, karena jiwa mempunyai karakter malas, dan menyukai kerendahan dan kehinaan. Ia tidak dapat menjadi lurus, kecuali dengan melakukan hal-hal yang berat dan memikul kesulitan.”

Meninggalkan segala kenikmatan, kemewahan, angan-angan akan keindahan dunia, harta yang banyak , semuanya harus dipupus. Selain itu, harus meninggalkan orang-orang yang selalu menawarkan kenikmatan, keindahan, pangkat, serta buaian wanita-wanita yang cantik, dan dengan segala bujukan keindahan dan kenikmatan yang selalu ditawarkannya. Semuanya itu hanyalah akan mendera jiwa dan bathinnya,dan tak akan dapat membuat dirinya mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in”.

Tidak mungkin dapat mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ bagi jiwa dan bathin orang-orang yang terus menerus hidupnya dipenuhi dengan khayalan dan dikotori oleh kehidupan dunia, yang tidak pernah henti-henti. Kehidupan dunia hanyalah ambisi orang-orang yang lalai, dan tidak menyukai maqam ‘Iyyaka Na’budu”, karena hakikatnya mereka tidak lagi mempercayai janji dari Allah Azza Wa Jalla. Mereka ini hanyalah menjadi budak dunia, dan kemudian berwala’ (memberikan loyalitasnya) kepada hamba-hamba setan.

Bagi mereka yang menginginkan maqam ‘Iyyaka Na’budu’, hanya dapat dicapai dengan melakukan hal-hal yang berat dan memikul kesulitan. Kesulitan dan beban berat yang harus dipikul, pasti akan bermunculan dalam kehidupan ini, terutama bagi mereka yang ingin mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’, karena tantangan dalam kehidupan jahiliyah, yang tak lagi mengenal batas-batas, yang sudah ditetapkan dalam Qur’an dan Sunnah. Kencintaan pada hawa nafsunya telah membawa mereka meninggalkan segala kebaikan yang bersifat fitrah yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla kepada mereka.

Bagi mereka yang ingin menggapai maqam ‘Iyyaka Na’budu”, orientasi hidup mereka hanyalah mencari ridho Allah. Tidak mencari ridho makhluk termasuk manusia. Ketika, ibadah utama di masa jihad adalah mengutamakan jihad, dan meninggalkan wirid-wirid, seperti shalat malam, dan puasa sunah pada siang hari, bahkan sampai meninggalkan kesempurnaan shalat fardhu seperti dalam kondisi aman. Mereka pergi berjihad di jalan Allah Rabbul Alamin.

Karena mereka tahu bagi mereka yang memiliki maqam ‘Iyyaka Na’budu’, nilai berjihad itu lebih utama, dan akan janji Allah Azza Wa Jalla, di mana akan memasukkan ke dalam surga-Nya, tanpa melalui hisab, bagi mereka yang mati syahid. Betapa indahnya kehidupan bakal digapai kelak di akhirat.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan maqam ‘Iyyaka Na’budu’, lebih menyukai bangun malam, melakukan shalatul lail, membaca Qur’an, berdo’a, berdzikir, beristighfar, meninggalkan segala urusan saat datangnya adzan, melaksanakan shalat fardhu dengan penuh ikhlas, dan pergi ke masjid-masjid shalat berjamaah. Mereka tetap shalat berjamaah dalam kondisi apapun. Tidak sekali-kali masbukh. Masjid sebagai ‘Baitullah’ lebih utama dari segalanya. Tidak berarti apapun baginya, kecuali hanya masjid yang berharga bagi kehidupannya, di mana setiap saat sesuai dengan ketentuan Rabbnya, dan selalu melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Saat orang-orang membutuhkan pertolongan baik jabatan, fisik, maupun harta, maka ia akan segera memberikan pertolongan, dan berpikir panjang tentang pribadinya, dan mensegerakan kepentingan dari saudaranya yang tertimpa musibah.

Ketika membaca Qur’an, tak ada lagi yang diingatnya, karena Qur’an itu adalah ‘Kalamullah’, dan membaca dengan sepenuh hati, memahami makna-maknanya, dan berjanji melaksanakan semua perintah-Nya. Seperti generasi Salaf, yang terus melaksanakan apa saja, yang diperintahkan oleh Allah Azza Wa Jalla, sehingga mereka mendapatkan kemuliaan dan kejayaan.

Ketika, menjelang hari terakhir di bulan Ramadhan, ia tinggalkan semuanya, dan beri’tikaf di masjid-masjid, dan hanya mengharapkan datangnya maghfirah dari Rabbnya. Tidak lagi menyibukkan diri dengan kehidupan dunia, yang justru akan merusak hari terakhir puasa, yang akan membawanya kepada golongan muttaqin.

Mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ sebuah perjuangan yang sangat berat bagi manusia. Karena manusia selalu digoda oleh hawa nafsunya, dan sifat malasnya untuk melakukan kebaikan dan mencintai Rabbnya.

Manusia jahiliyah hidupnya hanyalah dipenuhi dengan berebut sekerat kehidupan dunia, yang diakhirat menjadikan mereka golongan yang merugi. Wallahu’alam.

“Renungan”

Salam Persaudaraan

Sahabat

KWA Jakarta

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 81 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.