KEBENARAN SEJATI Vs KEBENARAN RELATIVE


Aa Tj
a.judin@yahoo.co.id

Kebenaran sejati adalah kebenaran yang tidak bisa dibantah, disangkal ataupun dicela, karena sekali saja ada yang melakukannya maka runtuhlah kedudukan kebenaran sejati tersebut menjadi kebenaran relative. Masalahnya, adakah di dunia ini yang namanya kebenaran sejati? Tentu akan sangat sulit sekali menjawabnya karena di dunia tidak ada yang sempurna karena kebenaran sejati lahir dari sebuah kesempurnaan, sedangkan pemilik kesempurnaan adalah Yang Maha Sempurna dan sangat sulit sekali untuk bisa mengerti kebenaran sejati dari Yang Maha Sempurna secara langsung.

Sebagai manusia tentu saja tugasnya adalah tidak pasrah total dengan keadaan tersebut namun tetap berusaha untuk menemukan apa yang benar-benar menjadi kebenaran sejati dalam kehidupan dengan tujuan agar dapat menjalani sebuah kehidupan yang sejati. Maka cara untuk mencari kebenaran sejatipun harus benar, tepat dan tidak melenceng dari jalan/rel yang telah diyakininya karena jika tidak yakin akan jalan yang dilalui menjadikan sulit sampai pada kebenaran sejati.

Berikut kami berikan ilustrasi dari hasil refleksi perjalanan hidup tapi kami tidak menganggap berikut ini adalah kebenaran sejati karena tugas kita masing-masing untuk mencarinya serta memahaminya.

Kebenaran sejati seperti rasa manis. Apakah ada yang membantahnya?(maksudnya ketika anda sedang merasakan rasa manis anda mengatakan itu rasa pahit, asam, panas atau lainnya). Manusia, ilmuwan, ulama sekalipun tidak akan membantah rasa manis. Maka rasa manis disebut kebenaran sejati karena bersifat universal dan semua pihak menerimanya, namun jika ada satu yang membantahnya maka rasa manis bukan kebenaran sejati tapi kebenaran relative. Sedangkan benda yang dapat memberikan rasa manis adalah kebenaran relative, karena rasa manis bisa saja dihasilkan dari gula, madu, air tebu, buah kurma, sukrosa, glukosa, ataupun zat kimia lain dsb.

Panas adalah kebenaran sejati, sedangkan benda yang dapat menghasilkan panas adalah kebenaran relative, karena rasa panas bisa saja dihasilkan oleh api, matahari, listrik, lava gunung dsb.

Dingin adalah kebenaran sejati, sedangkan benda yang dapat menghasilkan dingin adalah kebenaran relative, karena rasa dingin bisa saja dihasilkan oleh es, air, udara, Freon, nitrogen cair dsb.

Manis, panas, dingin atau yang semisal hanyalah sebuah rasa namun dapat mewakili dari kebenaran sejati dalam hidup ini yang muncul dari “kepolosan alam semesta”. Sejarah banyak mencatat leluhur nusantara kita senang dengan laku mengolah rasa atau ada yang menyebutnya olah batin, olah hati, bahkan lebih lanjut ada yang mengatakan olah iman, karena iman letaknya juga di hati ataupun dirasakan dengan batin. Wallahua’lam. Apapun namanya itu terserah anda karena tujuan utamanya adalah mencapai kesejatian sebuah rasa untuk menuju kebenaran sejati sehingga akan menjadi sebuah perjalanan kehidupan yang sejati untuk menjadi kholifah yang sejati di hadapan Yang Maha Sejati.

Mengambil istilah dalam islam rasa manis, panas, dingin adalah hakekat dan benda-benda yang menimbulkannya adalah syari’at, thoriqoh adalah cara kita untuk menuju rasa manis, sementara makrifat adalah buah dari semua itu. Contoh dalam kehidupan beragama adalah ibadah. Ibadah menurut orang islam (semisal sholat) menghasilkan rasa ketenangan batin, meskipun ada yang mengatakan ibadah karena kita butuh kepada Allah, ingin surga, ketakwaan dsb, yang pasti rasa/muaranya adalah ketenangan batin (jika dilaksanakan dengan benar) karena dengan jiwa yang tenanglah manusia akan kembali menuju Tuhannya (QS Al Fajr: 27-30).  Apakah hanya dengan ibadah (sholat) versi islam kita menjadi tenang, maka simak dari pengakuan orang yang beragama Nasrani, hindu, Budha, Sinto atapun agama dan kepercayaan lainnya: bahwa kebaktian di gereja atau berdoa kepada Yesus secara khusuk ternyata juga menimbulkan sebuah ketenangan batin bagi orang Nasrani, pun demikian dengan sembahyangnya orang Hindu di Pura atau orang Budha di Wihara semuanya menghasilkan apa yang namanya sebuah ketenangan batin. Pun demikian dengan ibadah-ibadah lainnya dengan tata cara dan versi dari agama maupun keyakinan masing-masing yang tujuan utamanya adalah menyembah kepada Zat Yang Maha yaitu ……. (dengan nama dari agama dan keyakinan masing-masing), sehingga menghasilkan sebuah rasa yang sama dan dapat dirasakan setelah beribadah apapun caranya itu. Apakah ini menjadi patokan kebenaran sejati tentu saja tidak jika anda menyangkalnya.

Kalau begitu apakah agama atau keyakinan kita itu salah? Wallahua’lam, anda sendiri yang bisa menjawabnya. Untuk mencapai rasa manis anda tetap butuh yang namanya gula, madu, sari tebu atau lainnya karena tanpa itu semua anda tidak akan menggapai rasa manis, pun demikan untuk mencapai hakekat anda tetap butuh yang namanya syariat karena tanpa syariat anda tidak akan menggapai hakekat. Apapun cara/syariat/toriqoh/metode yang kita yakini maka selanjutnya adalah menjalankan dan membuktikan kepada diri sendiri akan hasilnya bukannya malah mencela orang lain yang menggunakan cara/syariat/toriqoh/metode yang berbeda. Apakah bijaksana kita mencela orang lain yang minum sari tebu atau madu untuk mendapatkan rasa manis, karena tidak sama dengan kita yang memakai gula dalam menghasilkan rasa manis bahkan memaksakan orang tersebut untuk memakai gula seperti kita?

Sering kali kita terjebak pada kondisi mental yang setelah menemukan sebuah hakekat/rasa dari kebenaran maka kita tidak akan menerima pemikiran orang lain yang tidak sama dengan pemikiran yang kita dapatkan, dengan alasan cara/metode kita lah yang dapat sampai kepada kebenaran tersebut. Bahkan banyak sekali dari kita merasa telah menemukan sebuah kebenaran sejati meskipun belum pernah tahu dan mencari apa yang dinamakan kebenaran sejati. Jika suatu kebenaran yang anda sampaikan kepada orang lain kemudian orang lain menyangkalnya! Mohon maaf dan nuwun sewu kebenaran yang anda sampaikan tersebut masih takaran kebenaran relative.

Sampai sini kami menganggap kebenaran sejati adanya satu yaitu kebenaran yang terlepas dari yang namanya persepsi (katanya). Karena sejak kecil kita telah hidup di dunia persepsi dan tidak lepas dari yang namanya persepsi, menurut kami persepsi hanya masih sampai pada tataran pemikiran seseorang, yang tentu saja hasil pemikiran tersebut telah diambil dari sebuah pemikiran lain ataupun telah melewati proses yang tidak masuk akal (ghaib) meskipun kadang kala mengatas namakan Sabda Tuhan, utusan Tuhan atau yang sejenisnya. Maka dari itu untuk mencapai kebenaran sejati maka harus masuk ke tataran hakekat atau rasa sehingga benar-benar mengetahui secara yakin dan ainul yakin tentang kebenaran sejati dalam kehidupan ini. Tentu saja bukan pekerjaan yang mudah karena akan melibatkan rasa, intuisi, akal, pemahaman, pemikiran, pengalaman, ego, hati, batin bahkan kematian pun kalau diperlukan J jika hal tersbut dapat mencapai pada tahapan kebenaran sejati. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang arif dan bijaksana dalam memandang sebuah perbedaan di dalam kehidupan untuk tidak mudah mencela, menyalahkan, mendebat, bahkan memusuhi orang lain yang menggunakan cara (syariat) yang tidak sama dengan cara (syariat) kita. Bukan hak kita memvonis orang lain salah, sesat, kafir, melenceng dsb biarkan hak itu menjadi hak prerogative Tuhan untuk melaksanakannya dan memberikan balasan atas perbuatan yang dilakukannya.

Mohon maaf kepada para sesepuh  dan semua keluarga wong alus jika ada yang tidak berkenan dan kami mengucapkan terima kasih atas dimuatnya corat coret kami, tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui ataupun merasa unggul, sombong, riya’ dsb ataupun menghina keyakinan lain. naudzubillah, apa yang kami tulis bertujuan untuk sekedar sharing agar kita bisa saling asah asih asuh sehingga kita bisa menemukan kebenaran sejati dalam hidup ini. Kami pun tidak merasa tulisan ini adalah kebenaran sejati, karena pemillik kebenaran sejati adalah adalah Zat Yang Maha Benar. Wallahhua’lam.  — k –

Salam asah asih asuh

Kang TJ

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 104 Komentar

Post navigation

104 thoughts on “KEBENARAN SEJATI Vs KEBENARAN RELATIVE

  1. kang Dullah

    PERTAAMMAAAAAAAXXXX ………………………

  2. kang Dullah

    ALHAMDULILLAH BANGET,
    DAPAT YANG PERTAMA BANGET

  3. kang Dullah

    Terima kasih sedulur semua yang nmemberi kesempatan saya untuk dapet yang
    PERTAMAAAXXXX …………………

  4. Assalamualaikum ….

  5. Abu Yahya

    Mutlak –> Haqq

  6. Waah…mantap kang Dullah. Semoga dgn Pertamax kali ini, hati kang Dullah menjadi lebih tenang dan bahagia :-)

  7. A.I.U

    Derek nyemak
    semoga kebenaran sejati selalu ada

  8. A.I.U

    @kang dullah mantaaap
    @rumi ..Wa alaikumusalam wr WB
    @ABU yahya salim lam kenal

  9. LABUDA

    ngintib ah……..

  10. ugan surya

    Assalamualaikum wr wb.
    absen…wuiiih dapat 10 besar…

  11. ugan surya

    @Kang Dullah
    @RUMI
    @Abu Yahya
    @A.I.U
    @LABUDA:met siang menjelang sore,salam salim,salam kenal dan perseduluran.
    Hatur nuhun…

  12. roikhu-kwa830

    robbi

  13. Jaya Mendung

    Fastron kang dullah
    absent…. &…
    salam salim all bolo wong alus
    Salam seduluran….

  14. Sastro Gending

    Qobiltu

  15. Bismillahirahmanirahim

    ijin nyimak..

    Salam salim sedulur

  16. Saya punya cerita apakah cerita ini sejati atau relatif,sekitar 2 minggu yg lalu…ketika saya sedang mabok2an dipinggr jalan saya bertemu dengan seseorng yg blm prnah saya kenal …entahlah ngakunya sich malaikat.. entah malaikat jebrul atau jebrel gitu saya lupa lagi namanya..mukanya kusut banget gitu..kemdian saya tanya…kat loe kenapa sich kusut..kemudian ia jawab..ga tau ni aku lagi prustat ma Tuhan..saya jawab..lho kenapa emang organisasi Tuhan bubar..ia jawb..ya nich..saya tny lg..lho kenapa..ia menjwab lg..karna orang2 sudah punya Tuhan2 baru untk dsembah mereka menggantungkan kebahagiaan bukan kepada Tuhan, merka ada di mall,koran2,internet.radio dan lain2,.saya jwb sambl tercengang..lho Tuhan yg dulu itu kemana sich…malaikat sambil tepis muka gitu jawab”TUHAN TELAH MATIIIII”

  17. Asw…Wr..Wb. Absen dulu ah…
    Kamar mayat ?????!!! Apa anda salah makan ya???Ora mudeng maaf masih new baby ingusan hehehehehe peace

  18. dm3n_cah_ayu

    ass smua warga KWA,ijin nyimak…

  19. Aku keberapa ya?susahnya dapat pertamax

  20. Ijin nyimak…mantap…

  21. Salam Damai

  22. shuii

    assalamualaikum……….alfatehah saya haturkan u para sesepuh n para sedulur kwa semua…………ijin nyimak smga menjadi lebih baik n dekat dngNya dari pncerahan ini…..amiin

  23. Arifyanto

    Kamar mayat: anda memang filosof sejati ahli puisi sejati tingkat hakekat ,saya setuju dengan kmar mayat sedulur jangan dipandang sebelah mata koment kamar mayat pandanglah maknanya jangan fisik komeñnya yg bernuansa secara hakekat itu

  24. Arifyanto

    klo diartikan kamar mayat lagi mabok dia bukan mabok beneran tetapi dia mabok mengingat alloh yg sedang trance mengingat alloh,malaikat compang2ing bermakna tentang syariat yg tidak lagi di jalankan dg baik.mall,internet sesuatu yg dapat melupakan kita kpada alloh dan melupakan dzikir kpd alloh padahal dzikir adalah kesenangan hati yg sebenarnya.bravo buat kamar mayat

  25. Rihlah Rahmatullah

    @Mbah Arifyanto: salim cium tangan buat Mbah. Jazakallahu khoyron ya Mbah. Mbah memang begitu Bijak dan ‘Arif (sesuai dgn arti nama Mbah: ‘Arif/’Arif=orang yg Makrifat,mengenal diri&RobbNYA). Namun, setiap tempat ada ucapan yg tepat. Dan setiap ucapan ada tempat dan waktu yg tepat. Juga setiap kucuran harus memperhatikan wadah,,rasanya kurang tepat jika mengucurkan Air dlm sebuah wadah yg besar(misal,air 1 ember besar) ke sbuah cangkir kecil di sekaliguskan… Mbah. Mbah memang begitu Bijak dan ‘Arif (sesuai dgn arti nama Mbah: ‘Arif/’Arif=orang yg Makrifat,mengenal diri&RobbNYA). Namun, setiap tempat ada ucapan yg tepat. Dan setiap ucapan ada tempat dan waktu yg tepat. Juga setiap kucuran harus memperhatikan wadah,,rasanya kurang tepat jika mengucurkan Air dlm sebuah wadah yg besar(misal,air 1 ember besar) ke sbuah cangkir kecil di sekaliguskan…

  26. Joko Sabar

    Ijin nyimak mawon,salam salim kagem sedoyo mawon.

  27. seperti biasa….hadir untuk Absen.. :-) sebuah artikel yg menarik,penuh dengan nuasa kedamayan,persaudaraan,kasih sayang,.tanpa mengguru i,salam takdzim dariku (Al fatih muhammad rusdi.Ga.ssb)..damayan,persaudaraan,kasih sayang,.tanpa mengguru i,salam takdzim dariku (Al fatih muhammad rusdi.Ga.ssb)..

  28. Ki arifyanto maaf ya ki sy kagak ngerti filosofi bukan meremehkan spt itu kagak sekolah tinggi bukan dg mengerti filosofi berarti dpt menentukan derajat maupun tingkatan seseorg biarlah Alloh yg menentukan sy hanya hamba yg hina dina ini mana bs disamakan dg kamar mayat dan arifyanto yg punya tingkatan yg tinggi.
    Maklum ki sy masih ingusan maaf ya

  29. echo mencari guru

    Ass.ijin nyimak

  30. :-) :-) :-) :)

  31. Arifyanto

    Mas rihlah jangan memuji saya,yang pantas di puji hanya ALLOH SWT lewat asma ul husna yang mulia,saya hadir di sini karena kehendakNYA saya disini layaknya bangkai kotor tidak berguna yang di jalankan oleh tanganNYA

  32. Arifyanto

    @star:maaf saya tidak bermaksud menyinggung koment anda melainkan meluruskan maksud dari sdr kamar mayat,sekali lagi saya minta maaf mayat,sekali lagi saya minta maaf

  33. Rihlah Rahmatullah

    Perbedaan & Perubahan dlm kehidupan adlh sbuah Sunnatullah/ketetapan dariNYA. Saya Yakin sedulur semua yg ada di sini Bijak dlm menyikapi perbedaan, baik itu perbedaan pndapat, keilmuan, mind set, keyakinan, kelakuan dll. Saling menghargai dan menghormati adlh jalan trbaik. KALAU PUN, dirasa n difikir,menurut kita sedulur kita itu salah/kurang tepat, hendaknya diingatkan dan diluruskan dgn bijak tanpa serta merta memvonisnya, sehingga jauh dari kebencian & permusuhan karena ketergesaan nafsu…yuuk kita jadikan perbedaan di antara kita sbg pembelajaran dlm hidup ini dan menambahkan keindahan…ariNYA. Saya Yakin sedulur semua yg ada di sini Bijak dlm menyikapi perbedaan, baik itu perbedaan pndapat, keilmuan, mind set, keyakinan, kelakuan dll. Saling menghargai dan menghormati adlh jalan trbaik. KALAU PUN, dirasa n difikir,menurut kita sedulur kita itu salah/kurang tepat, hendaknya diingatkan dan diluruskan dgn bijak tanpa serta merta memvonisnya, sehingga jauh dari kebencian & permusuhan karena ketergesaan nafsu…yuuk kita jadikan perbedaan di antara kita sbg pembelajaran dlm hidup ini dan menambahkan keindahan…

  34. Absen :-).

  35. Kibuyut Tanggal

    Salam saling Asah…
    Salam saling Asih…
    Salam saling Asuh…ALL KWA.
    (sangat jauh, jauh, mendekat, dekat, bersama,berhampiran, aku bukan AKU)…
    Ahmad, Al Amin, Muhammad, Nabi, Rosul…

    Nuwun,
    KBT

  36. dm3n_cah_ayu

    @all,met mlm,mncb mmahami aj poro pakar berpuisi tk hakikt@mbh star,ingus sy jg bnyk,hex3@mbh2 yg lain monggo dilanjut.

  37. Rihlah Rahmatullah

    “..Ketergesaan adlh dr Syetan. Dan Ketenangan adlh dr Allah”. Makanya, ketergesaan dlm menyikapi/mengerjakan ssuatu, biasanya kn brbuah penyesalan. Contoh yg dekat ja, mlm kmarin sempat ada pngacau/provokator yg mbajak nick seorang sedulur/sesepuh. Saya trgesa2 langsung menyangka bhwa provokator itu benar orangnya. Jadinya, saya(mgkin jg sedulur lainnya) sempat buruk sangka, timbul kebencian dan memvonis “buruk/sombong”kpd sedulur yg dibajak nicknamenya tsb. Padahal…setelah diteliti n dilacak. Hmmm trnyata, krjaan orang iseng yg gk senang dgn kedamaian….akhirnya saya juga menyesal tlh brburuk sangka kpd sedulur yg dibajak itu…saya hrs meminta Ampun kpd Allah n meminta maaf kpd orang tsb.. enangan adlh dr Allah”. Makanya, ketergesaan dlm menyikapi/mengerjakan ssuatu, biasanya kn brbuah penyesalan. Contoh yg dekat ja, mlm kmarin sempat ada pngacau/provokator yg mbajak nick seorang sedulur/sesepuh. Saya trgesa2 langsung menyangka bhwa provokator itu benar orangnya. Jadinya, saya(mgkin jg sedulur lainnya) sempat buruk sangka, timbul kebencian dan memvonis “buruk/sombong”kpd sedulur yg dibajak nicknamenya tsb. Padahal…setelah diteliti n dilacak. Hmmm trnyata, krjaan orang iseng yg gk senang dgn kedamaian….akhirnya saya juga menyesal tlh brburuk sangka kpd sedulur yg dibajak itu…saya hrs meminta Ampun kpd Allah n meminta maaf kpd orang tsb..

  38. Rihlah Rahmatullah

    Manusia adlh Zoon politicon, makhluk sosial,–satu sama lain saling membutuhkan. Stiap manusia jg punya kelebihan dan kekurangan masing-masing..Dalam brhubungan sosial itu, tentunya masalah pasti ada,dan kdg ksalahan/kkhilafan tak dapat dielakkan. Oleh karena itu, jika ada koment2 saya yg salah/khilaf/tidak brkenan di hati slama brinteraksi dgn sedulur smuanya (mski hny lewat blog/dunia maya/hp, belum prnh ktemu lgsg) sudilah kiranya membuka pintu maaf yg seluas-luasnya kpd saya yg masih bocah ini. Semua Kritik, saran, bimbingan dan nasihat dari sedulur semua saya terima dgn jiwa besar dan lapang sepak bola..eehh dgn lapang dada…heuheu monggo dilanjut silaturrahim dan saling berbagi-nyaa kelebihan dan kekurangan masing-masing..Dalam brhubungan sosial itu, tentunya masalah pasti ada,dan kdg ksalahan/kkhilafan tak dapat dielakkan. Oleh karena itu, jika ada koment2 saya yg salah/khilaf/tidak brkenan di hati slama brinteraksi dgn sedulur smuanya (mski hny lewat blog/dunia maya/hp, belum prnh ktemu lgsg) sudilah kiranya membuka pintu maaf yg seluas-luasnya kpd saya yg masih bocah ini. Semua Kritik, saran, bimbingan dan nasihat dari sedulur semua saya terima dgn jiwa besar dan lapang sepak bola..eehh dgn lapang dada…heuheu monggo dilanjut silaturrahim dan saling berbagi-nya

  39. Kibuyut Tanggal

    Tuhan telah MATI
    ALLOH MAHA HIDUP
    Laa ilaaha illallooh .. Semoga dimengerti.

    Nuwun,

  40. dm3n_cah_ayu

    @mbh ust. Rihlah,stujastuju mbh.
    @Ki Buyut Tunggal,apa panjenengan mngakui da Tuhan yg lain?wah kpn dikubur’y Ki?

  41. KAMAR MANDI

    ..Ngomng pd ngalur ngidul gak jelas.hdup udah dksh jalan lurus brpegang tegung pd quran dn hadist..ini nyeleneh2 wae..sok hakekat lah syariat lah..yg ngmg pd sok kpinteran,keblinger sama ego filsafat msing pdhl hOAX..

  42. KAMAR MANDI

    ..Ngomng pd ngalur ngidul gak jelas.hdup udah dksh jalan lurus brpegang tegung pd quran dn hadist..ini nyeleneh2 wae..sok hakekat lah syariat lah..yg ngmg pd sok kpinteran,keblinger sama ego filsafat msing2 pdhl hOAX….Ngomng pd ngalur ngidul gak jelas.hdup udah dksh jalan lurus brpegang tegung pd quran dn hadist..ini nyeleneh2 wae..sok hakekat lah syariat lah..yg ngmg pd sok kpinteran,keblinger sama ego filsafat msing2 pdhl hOAX..

  43. :-) :-) :-)
    mantap ki kamar mandi monggo keluarkan hadist-nya agar kami2 ini dpt pencerahan dr panenjengan terutama sy ki.

  44. dm3n_cah_ayu

    @Kamar Mayat@Kamar Mandi,slm knal,wah enak y,slalu lht org tlanjang,pa lg yg tlanjang cah ayu,maknyus,pokoke,silakn Lnjt

  45. Ma’af saya hanya iblis…trimakasih telh mengingatkn…..salam damai…

  46. Salam Damai

    semua komentar telah diedit oleh ALLAH ta’ala

    jadi berdamailah

    (karena kalo tidak pasti sudah di baned)
    hehehehe

  47. Absen malam…
    Luar biasa pemahaman sedulur semua. Bukti bahwa sedulur sedulur kwa adalah pribadi yang mulia, berpengetahuan luas dan perlu untuk diteladani. Benar bahwa Al Qur’an dan As Sunah memiliki derajat kebenaran yang absolut. Namun, interpretasi kita terhadap kedua pegangan hidup itu perlu terus menerus di tambah agar semakin lengkap dan sempurna seiring dengan semakin arif dan bijaksananya kita. Mari kita berpikir luas dan maju namun diiringi dengan satu semangat untuk rendah hati sebagaimana bilangan nol. Kenapa bilangan nol?

    Sebagaimana operasi bilangan, titik awal adalah bilangan nol, kemudian bilangan 1, 2, dan seterusnya. Bilangan yang lebih besar di sebelah kanan dan bilangan yang lebih kecil di sebelah kiri. Semakin jauh ke kanan akan semakin besar bilangan itu. Berdasarkan derajat hierarki (dan birokrasi bilangan), seseorang jika berjalan dari titik 0 terus-menerus menuju angka yang lebih besar ke kanan akan sampai pada bilangan yang tidak terhingga. Tetapi, mungkin juga orang itu sampai pada titik 0 kembali. Bukankah dunia ini bulat? Mungkinkah? Bukankah Columbus mengatakan bahwa kalau ia berlayar terus-menerus ia akan sampai kembali ke Eropa? Lain lagi. Jika seseorang berangkat dari nol, ia tidak mungkin sampai ke bilangan 4 tanpa melewati terlebih dahulu bilangan 1, 2, dan 3.

    Tetapi, yang lebih aneh adalah pertanyaan mungkinkan seseorang bisa berangkat dari titik nol? Jelas tidak bisa, karena bukankah titik nol sesuatu titik yang tidak ada? Aneh dan sulit dipercaya? Mari kita lihat lebih jauh. Jika di antara dua bilangan atau antara dua buah titik terdapat sebuah ruas. Setiap bilangan mempunyai sebuah ruas. Jika ruas ini dipotong-potong kemudian titik lingkaran hitam dipindahkan ke tengah-tengah ruas, ternyata bilangan 0 tidak mempunyai ruas. Jadi, bilangan nol berada di awang-awang. Bilangan nol tidak mempunyai tempat tinggal alias tunawisma. Itulah sebabnya, mengapa bilangan nol harus menempel pada bilangan lain, misalnya, pada angka 1 membentuk bilangan 10, 100, 109, 10.403 dan sebagainya. Jadi, seseorang tidak pernah bisa berangkat dari angka nol menuju angka 4. Kita harus berangkat dari angka 1. Dari sini bisa diambil satu pemahaman bahwa dengan berjiwa nol maka kita perlu mengikuti semua bilangan sampai tiada berhingga…sebagaimana hakekat persaudaraan. Persahabatan bisa terjalin jika kita meng-nol-kan diri. Mari kita meneladani bilangan nol dalam menjalani hidup bersama dan mencari diri sejati masing-masing. Nuwun. rahayu sedulur semua.

  48. Nanang Jatmika

    Haleluya puji tuhan…pemahaman yang sangat baik sekali…God bless you..ameen

  49. Mhon jika salah dibetulkn…TUHAN sm ALLAH itu definisinya berbda..kl TUHAN itu sesuatu yg disembah..tp kl ALLAH adlh MAHA PENCIPTA dn yg menciptakan sluruh alam bsrta isnya..”Kesimpulanya bhwa TUHAN tdk bs dikatakan sbgai ALLAH..akn tetapi ALLAH bs dikatakn sbgai TUHAN..(allahu akbar…).. sy anak bawang mhon bimbinganya dr para sepuh dKWA..salam rahayu bt smua bolo alus trutama bt bp Rihlah slm knal..wslm.

  50. VENDRA

    Berarti kalau ada org merampok, membunuh, memperkosa dll kita gk boleh menganggap org itu jahat? kita tdk boleh menghukum org itu? hanya Tuhan yg blh menghukum org itu?Berarti kalau ada org merampok, membunuh, memperkosa dll kita gk boleh menganggap org itu jahat? kita tdk boleh menghukum org itu? hanya Tuhan yg blh menghukum org itu?

  51. Rihlah Rahmatullah

    @Ki Wong Alus: mantaps Ki penjelasannya. Kebenaran adlh mutlak milik Allah. Manusia hny bisa brdo’a n brikhtiar dlm menggapai keBenaran tsb. DIA telah memberikan dua jalan/pilihan: jln KBaikn&Kburukan, Kbahagiaan&KSengsaraan/celaka. DIA Tidak prnah memaksa sdkt pun tuk masuk agamaNYA, untuk menyembah/mngabdi kpdNYA. SEANDAINYA SEMUA Makhluk Biadab,seperti Iblis,memBangkang&memusuhiNYA, tiada satu pun yg menyembahNYA,,DIA tak kn rugi n tak kn mengurangi kemuliaanNYA sdktpun. Begitu pula, SEANDAINYA semua makhluk Ta’at & bribadah kpdNYA seperti Malaikat, tiada satu pun yg membangkang perintahNYA,,DIA tak kan untung&tak kan menambah kemuliaanNYA Sedikit pun. Jadi, sederhana saja: Jika mau beruntung & Bahagia, maka Ta’atilah Allah & RasulNYA, amalkanlh isi Al Qur’an&sunnah Rasul, Dekati DIA, n teruslah brbuat Kebaikan smpe akhir hayat. Dan Jika Tidak mau beruntung n tidak mau bahagia, maka perbuatlh sesuka hati, jauhi Allah, bahkan caci maki Dia dgn bangga, tebarkan kebencian, hujamkan kesombongan dlm hati smpe mati..sampe merasakan penyesalan yg tiada akhir… h. Manusia hny bisa brdo’a n brikhtiar dlm menggapai keBenaran tsb. DIA telah memberikan dua jalan/pilihan: jln KBaikn&Kburukan, Kbahagiaan&KSengsaraan/celaka. DIA Tidak prnah memaksa sdkt pun tuk masuk agamaNYA, untuk menyembah/mngabdi kpdNYA. SEANDAINYA SEMUA Makhluk Biadab,seperti Iblis,memBangkang&memusuhiNYA, tiada satu pun yg menyembahNYA,,DIA tak kn rugi n tak kn mengurangi kemuliaanNYA sdktpun. Begitu pula, SEANDAINYA semua makhluk Ta’at & bribadah kpdNYA seperti Malaikat, tiada satu pun yg membangkang perintahNYA,,DIA tak kan untung&tak kan menambah kemuliaanNYA Sedikit pun. Jadi, sederhana saja: Jika mau beruntung & Bahagia, maka Ta’atilah Allah & RasulNYA, amalkanlh isi Al Qur’an&sunnah Rasul, Dekati DIA, n teruslah brbuat Kebaikan smpe akhir hayat. Dan Jika Tidak mau beruntung n tidak mau bahagia, maka perbuatlh sesuka hati, jauhi Allah, bahkan caci maki Dia dgn bangga, tebarkan kebencian, hujamkan kesombongan dlm hati smpe mati..sampe merasakan penyesalan yg tiada akhir…

  52. Kibuyut Tanggal

    Salam asah asih & asuh ALL KWA…
    @kamar mandi n @vendra : ingat TEMAnya ttg sejati vs relative jd rileks aja
    Ikhlash & positive thingking kuncinya, jgn tegang belajarnya.
    @dm3n_cah_ayu : tuhan mati (TIADA), hrsnya dari dl semenjak hadir “Laa ilaaha illalloh” tp skrg banyak yg coba menghdpkannya lg.

    @ALL KWA n poro dosen…
    Mhn pencerahanya ttg :
    “Malaikat HARUT & MARUT” matur nuwun pembabaranya..

    Nuwun,
    KBT

  53. Kibuyut Tanggal

    ALL KWA n Poro Dosen :
    Dimhn pencerahannya ttg :

    “Malaikat HARUT & MARUT”.
    Nuwun sewu pembabaranya …

    Salam Rahayu,
    KBT

  54. Rihlah Rahmatullah

    Assalamu’alaykum..salam tadhim@Ki WA, @Mbah Arifyanto, @Ki Ronggo S, @KBT, @The stars, @Dm3n_cah ayu, @KAMAR MANDI, @KAMAR MAYAT, @NrU,,jg sedulur semuanya…@KBT: jika boleh, insya Allah saya kn membabarkn kisah Harut Marut…@Nanang Jatmika:salam kenal..
    boleh dilanjut ya..
    Yth Ki Wong Alus mbabar filosofi angka nol, jd mngingatkn pd kalimah tahlil. Laa ilaa ha illallah..”Laa ilaaha;Maknanya, Tiada tuhan, Tiada yg hrs disembah, Tiada tempat mengabdi, tiada tempat bergantung, tiada tempat menitipkan harapan & tiada tempat meminta prtolongan. Naah ini brarti kita harus me-NOL-kan diri kita, netralkan dulu kpd thogut, bersihkan & kosongkan dulu sepenuhnya hati kita dari tuhan-tuhan / hantu-hantu dan dari semuanya, pokoknya hati kita harus NOL tak berisi apa pun..Naaah baru hujamkan/isi hati kita itu dgn kuat ILLALLAH;Angka 1 MUTLAK yaitu Allah Ahad, TIDAK Beranak,dan TIDAK diperanakkan, TIDAK beristri jg TIDAK ada satu pun yg menyerupaiNYA & Tiada satu pun yg sebanding denganNYA. POKOKNYA ALLAHU AHAD= ALLAH SATU MUTLAK !!!…Jika seseorang Yakin, beribadah, mengabdi, mencintai jg tunduk patuh disertai penyerahan & kepasrahan total kpd Allah, maka ibarat angka 1/0=TAK TERHINGGA!! Jadi, membuahkan pahala, Anugrah & kekuatan Tak terhingga,,,Assalamu’alaykum..salam tadhim@Ki WA, @Mbah Arifyanto, @Ki Ronggo S, @KBT, @The stars, @Dm3n_cah ayu, @KAMAR MANDI, @KAMAR MAYAT, @NrU,,jg sedulur semuanya…@KBT: jika boleh, insya Allah saya kn membabarkn kisah Harut Marut…@Nanang Jatmika:salam kenal..
    boleh dilanjut ya..
    Yth Ki Wong Alus mbabar filosofi angka nol, jd mngingatkn pd kalimah tahlil. Laa ilaa ha illallah..”Laa ilaaha;Maknanya, Tiada tuhan, Tiada yg hrs disembah, Tiada tempat mengabdi, tiada tempat bergantung, tiada tempat menitipkan harapan & tiada tempat meminta prtolongan. Naah ini brarti kita harus me-NOL-kan diri kita, netralkan dulu kpd thogut, bersihkan & kosongkan dulu sepenuhnya hati kita dari tuhan-tuhan / hantu-hantu dan dari semuanya, pokoknya hati kita harus NOL tak berisi apa pun..Naaah baru hujamkan/isi hati kita itu dgn kuat ILLALLAH;Angka 1 MUTLAK yaitu Allah Ahad, TIDAK Beranak,dan TIDAK diperanakkan, TIDAK beristri jg TIDAK ada satu pun yg menyerupaiNYA & Tiada satu pun yg sebanding denganNYA. POKOKNYA ALLAHU AHAD= ALLAH SATU MUTLAK !!!…Jika seseorang Yakin, beribadah, mengabdi, mencintai jg tunduk patuh disertai penyerahan & kepasrahan total kpd Allah, maka ibarat angka 1/0=TAK TERHINGGA!! Jadi, membuahkan pahala, Anugrah & kekuatan Tak terhingga,,,

  55. Pembabaran yg mantap dari para sesepuh KWA ,ijin nyimak dan met pagi bolo KWA smua? Salam persaudaraan dari saya? KWA smua? Salam persaudaraan dari saya?

  56. Atok bujang

    Senyum

  57. Rihlah Rahmatullah

    ..Dunia ini adlh tempat ujian. Di dunia ni, Manusia hanya mencicipi sedikit dr semua amal perbuatannya. Balasan sejatinya adlh di akhirat sana. Timbul prtanyaan: sudahkh smua orang melihat n merasakan akibat perbuatannya yg didasarkn oleh kehendak&pilihannya itu?? Sudahkn yg beramal baik memetik buah prbuatannya? Sudahkn yg brbuat jahat menerima nista kejahatannya? Ooohh tentu Tidak, atau belum, Bahkan alangkah banyak manusia-manusia Baik yg dicambuk oleh kehidupan dgn cemeti-cemetinya, dan alangkah banyak pula orang-orang jahat yg disuapi oleh dunia kenikmatan-kenikmatannya. Dengan kata lain,,–kadang menurut pandangan sempit kita–,,Lho kenapa ya banyak manusia Baik,sholeh yg bnyk brbuat kebaikan kelihatan “sengsara”? Sementara, bnyk manusia pendurhaka/jahat tampak ” tenang/bahagia”? ? Atau mungkin kadang kita heran, knp ya kita tlh brbuat Baik, sering beribadah:sholat, puasa,membantu/mnolong sesama dll, TAPI koq hidup kita tetap miskin, tetap sengsara, gini-gini aja gak ada perubahan?? Sementara, ada manusia yg tidak suka beribadah bhkan sering brbuat jahat yg kita lihat hidupnya kaya,tenang bahagia?? Naahh ketika keadaan beginilah Iblis/syetan lebih mudah menggelincirkan dan menenggelamkan ke dalam lautan keputus-asaan & kehinaan. Sehingga yg trgoda oleh bujuk rayu syetan tsb jd Putus asa dari Allah, mgkn dgn mengatakan: percuma dweh gue ibadah, percuma dweh gue brbuat kBaikan, gue gak bakalan percaya DIA lg, DIA Tidak adil…maka, jika mengalami begini yg pertama adlh: NOL-kan kembali diri kita, Hujamkan kmbali dgn sekuat-kuatnya dalam hati n jiwa kita:LAA ILAAHA ILLALLAH dan LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH…juga ingat:ini adalah ujian…

  58. Rihlah Rahmatullah

    Eeh ada Ki SURO MENGGOLO n Ki Atok Bujang: salam ta’dhim wa takrim penuh hurmat buat panjenengan brdua..

  59. Sama2 Mas Rihlah? Oya saya salut dgn tulisan njenengan yg penuh dgn nasehat,filosofi kehidupan dan keagamaan. saya di blog cuma bisa bilang qobiltu,ijin nyimak maklum ane orang bodoh blm bisa ngasih nasehat kyak mas2 maupun sesepuh kwa soalnya masih malu pada diri saya sendiri yg hanya menuruti hawa nafsu?

  60. Arifyanto

    permisi….mau lewat……disebelah mana ya tempat….buat wudhu….saya mau wudhu dulu…..

  61. Arifyanto

    sambil selonjoran mbah mau buka email dulu,bagi yang mau konsultasi masalah problema hidup emailkan aja:zano.street@yahoo.co.id,monggo…..mbah tunggu……

  62. Mantap ki wong alus penjelasan anda bravo.
    Vendra tdk spt itu berbuat dosa spt itu ada blsnya didunia maupun akherat.Setiap perbuatan baik kecil maupun besar pasti menghasilkan buah(kebaikkan dan keburukkan)semua pasti menerima hasil cuma waktu tdk dpt diketahui kapan buah itu diterima hanyalah Alloh yg mengetahui.Kebanyakkan manusia pandai menilai org lain tapi tdk pandai menilai diri sendiri,merasa diri benar yg lain salah,merasa hidup begini2 saja merasa susah dan mengeluh akan kehidupan yg dijalani tdk berusaha memperbaiki diri sendiri. Dr nama seseorg jg dapat mengetahui garis kehidupannya dan dpt mengetahui godaan masing2 org yg terberat itu spt nafsu duniawi(sex),harta duniawi,kedudukan,amarah,pendusta,iri,dengki dll.
    Maaf kebanyakkan bicara bocah ingusan ini mohon maaf ya

  63. Asw…Wr..Wb. Sy tdk sependapat dg anda ustad rihlah bukti ada yg taat beribadah diberi segala kemudahan dan hidup tenang dst klau ada yg dlm kesusahan memang itu merupakan ujian dr Alloh tdk semua bgt ada kala manusia itu berbuat ulah sehingga mendapat musibah sebenarnya salah satu intinya manusia hidup didunia ini utk mengakui kesalahannya dr dosa2 dan bertobat demi Illataallah mohon maaf sebesar2nya sy tdk bermaksud mengurui ustad rihlah cuma meluruskan dikit

  64. Ada jg org yg miskin hidupnya senang dan damai tdk merasakan kekurangan itu semua kembali kemasing2 manusianya dan kembali seberapa besar keikhlasan org tsb.

  65. heheheheheeh hak prerogative Tuhan???? Tuhan Juga telah menyerahkan Dunia ini untuk dikelola….Tuhan juga menyerahkan penghakiman kepada manusia……apalagi yg ente cari……maka itu jadilah *manusia*…..*insan*……yang sejati….kwkwkwkwkwkwk
    preeeeeeettttttttttttttttttt……dung cereeet………..

  66. Rihlah Rahmatullah

    Wa’alaykumusSalam warahmatullah…@Kang Mas The Stars: jazakallahu khoyron katsiron ya Kang Mas telah meluruskan pndpt saya. Tentu, siapa pun boleh tidak setuju/tidak sependapat dgn saya. Pendpt saya sgt mgkn 100% salah, tdk ada jaminan benar, sgt relative. Maklum manusia biasa yg tak luput dr salah n dosa. Saya jg tdk kn memaksakn kehendak kpd sedulur yg lain, untuk sependapat saya. Tentu di sini Banyak sesepuh/sedulur yg sangat Dalam n Luas ilmunya, namun tetap rendah hati. Tidak seperti saya yg msih bocah, mgkn hny bisa semangaat menggebu dlm brbicara. Sungguh Keterlaluan n sungguh terlampau jauh jika s’orang Rihlah yg msih bocah & bodoh ini menggurui sedulur yg ada di sini. Saya hanya ingin belajar mencari ilmu, mencari prsahabatan dan mempererat tali silaturrahim/persaudaraan, dan berbagi, mengingatkn, menolong sesama sebisa mungkin. Hehe Tapi, Pangapunten yg sebesar-besarnya buat Kang Mas/sedulur lain, harap baca baik-baik dgn tenang koment/pendapat saya itu. Di sana trbaca “kadang”–“tampak/kelihatan”(menurut pndangan sempit saya). Bukan SELALU. Saya Tidak mengatakan “yg ta’at pasti selalu sengsara di dunia ini” atau yg durhaka pasti selalu bahagia. Saya harap Kang Mas tidak salah faham dlm mengartikan kata-kata di atas. “Robbi annii massaniyaddhurru wa Anta arhamurrohimin” “Robbku ssungguhnya aku tertimpa kemudharatan dan Engkau Yg Maha Penyayang”. Demikian Nabi Ayyub brmunajat dgn penuh kepasrahan kpd Allah tatkala dihantam badai ujian yg begitu berat. Para Nabi, pr wali dan orang-orang shalih perjuangannya begitu berat, badai godaan & rintangan mereka, sehingga kadang perjalanan hidup mereka berhiaskan air mata dan darah, namun semua itu malah menambah Keyakinan dan keimanan mereka kpd Allah. Ini dapat kita baca dan hayati di dalam alQur’an, juga dlm Sirah Nabawiyah; prikehidupan Rasulullah shollallahu “alayhi wasallam tercinta… pndpt saya. Tentu, siapa pun boleh tidak setuju/tidak sependapat dgn saya. Pendpt saya sgt mgkn 100% salah, tdk ada jaminan benar, sgt relative. Maklum manusia biasa yg tak luput dr salah n dosa. Saya jg tdk kn memaksakn kehendak kpd sedulur yg lain, untuk sependapat saya. Tentu di sini Banyak sesepuh/sedulur yg sangat Dalam n Luas ilmunya, namun tetap rendah hati. Tidak seperti saya yg msih bocah, mgkn hny bisa semangaat menggebu dlm brbicara. Sungguh Keterlaluan n sungguh terlampau jauh jika s’orang Rihlah yg msih bocah & bodoh ini menggurui sedulur yg ada di sini. Saya hanya ingin belajar mencari ilmu, mencari prsahabatan dan mempererat tali silaturrahim/persaudaraan, dan berbagi, mengingatkn, menolong sesama sebisa mungkin. Hehe Tapi, Pangapunten yg sebesar-besarnya buat Kang Mas/sedulur lain, harap baca baik-baik dgn tenang koment/pendapat saya itu. Di sana trbaca “kadang”–“tampak/kelihatan”(menurut pndangan sempit saya). Bukan SELALU. Saya Tidak mengatakan “yg ta’at pasti selalu sengsara di dunia ini” atau yg durhaka pasti selalu bahagia. Saya harap Kang Mas tidak salah faham dlm mengartikan kata-kata di atas. “Robbi annii massaniyaddhurru wa Anta arhamurrohimin” “Robbku ssungguhnya aku tertimpa kemudharatan dan Engkau Yg Maha Penyayang”. Demikian Nabi Ayyub brmunajat dgn penuh kepasrahan kpd Allah tatkala dihantam badai ujian yg begitu berat. Para Nabi, pr wali dan orang-orang shalih perjuangannya begitu berat, badai godaan & rintangan mereka, sehingga kadang perjalanan hidup mereka berhiaskan air mata dan darah, namun semua itu malah menambah Keyakinan dan keimanan mereka kpd Allah. Ini dapat kita baca dan hayati di dalam alQur’an, juga dlm Sirah Nabawiyah; prikehidupan Rasulullah shollallahu “alayhi wasallam tercinta…

  67. the star….santai saja om.. :-) sy ikut nyimak aja… ,.aja… ,.

  68. aku nyimak ae hehehe
    salam salim mbah gentar alam.ssb

  69. Kibuyut Tanggal

    Eh ada @ki gentar alam sm @om arum manis, salam ta’dzim buat panjenengan n ALL KWAnya jg. semoga sehat2 slalu…
    Monggo dilanjut..

  70. Rihlah Rahmatullah

    Eeehh ada Ki Al Fatih Muhammad Rusdi Gentar Alam.ssb: salam ta’dhim penuh hormat dr saya. nama Ki menyiratkan ketenangan dan keilmuan yg dalam. Sehingga Ki tetap Tenang, bijak n Santai dlm menjalani khdpn,khususnya dlm menyikapi prbedaan n menghadapi masalah. Juga @Kang Mas Arum Manis yg smakin hari semakin harum nan manis aja nieh…siang-siang gini enaknyo ngapain ya? INi Minum es kelapa+susu..sambil nyruput 234…mau gk Ki n Kang Mas jg sedulur lain..nyantai abiiez di siang hari..ratkan ketenangan dan keilmuan yg dalam. Sehingga Ki tetap Tenang, bijak n Santai dlm menjalani khdpn,khususnya dlm menyikapi prbedaan n menghadapi masalah. Juga @Kang Mas Arum Manis yg smakin hari semakin harum nan manis aja nieh…siang-siang gini enaknyo ngapain ya? INi Minum es kelapa+susu..sambil nyruput 234…mau gk Ki n Kang Mas jg sedulur lain..nyantai abiiez di siang hari..

  71. Iya ustad rihlah sy udah mengerti penjelasannya sy yg salah ustad maklum pengetahuan sy dangkal maaf.Terima kasih ustad mau menjelaskan dg sabar.Salam persaudaraan
    Iya ki gentar alam sy akan santai terima pelajaran terima kasih telah mengingatkan sy.
    Duduk diam dan mendengarkan guru menjelaskan :-)

  72. salam rahayu..rahayu..rahayu
    dalam hidup harus ada variasi karena manusia tipe pembosan,seperti air harus ada riaknya biar terlihat indah dan bagus,,untuk kamar mandi dan vendra adlah riak di kumpulan air yang tenang jadi mereka justru memperindah pemandangan air tersebut,,,wassalam

  73. @ kamar mayat———kamu pembunuhnya ya….??//atau orag-orangan….yg ngaku kenal tuhan tapi…..kekekekekek
    ah dasar pemabuk………..ya tetaplah mabuk terussssssssssssss

  74. *******BENAR********* ADANYA…….KWKWKWKWKW

  75. om arum manis@…,ki buyut .@ Rihlah,R.@.om The star….salam tak,dzim menundukan kepala sebagai tanda penghormatan,sy, pada kalian,slaku tukang nyimak dan pendengar stia…maaf bila ada kata sy ucap yg tak layak,yg sy tulis..

  76. Dji8ril

    Setuju kang Tj..:-) pembahasanya begitu halus.

  77. Sama2 ki gentar alam terima hormat sy.Sy dan ki gentar alam merasa akrab dg nama ini.Sy jg jika ada kata2 sy yg menyingung ki gentar mohon sy dimaafkan. :-) salam damai sejahtera selalu utk semua sesepuh kwa terutama ki wong alus. :-}

  78. Kibuyut Tanggal

    Absen mlm…

    Mhn pencerahannya ALL KWA n Poro pini sepuh ttg:
    “Malaikat Harut Marut & kisah Anak serta Istri Nabi Nuh AS, Istri Nabi Lut AS DLL”. Ini ttg Kebenaran Sejati vs Relative

    Salam Rahayu..
    Nuwun,
    KBT

  79. Rihlah Rahmatullah

    @Kang Mas The Stars; sama-sama Kang Mas, saya jg mohon maaf jk kata2 sy kurang brkenan di hati Kang Mas. Ya disini kita saling mengingatkn…tetap brsaudara…@Ki Gentar Alam.ssb; salim cium tangan kpd Ki Gentar dr saya..cups..cups..cups..Babar dong Ki keilmuannya…@KBT; monggo dilihat di QS Al Baqarah:102. langkung jelasna sumangga tiasa ditingali di tafsir Ibnu Katsir, T. Ruhul Ma’ani,T. Khozin, T.Thabari. Atanapi Tafsir al Mishbah jilid 1 karangan Prof. M Quraish Shihab. Sim kuring yakin Ki BT langkung faham tur langkung uninga drpd sim kuring. Sumangga Ki sakantenan dibabar tur diguar pedar… Namun; Secara singkat, Harut & Marut adlh dua malaikat yg turun ke bumi pd zaman Nabi Sulaiman,yg menguji manusia dgn brbg mcm ilmu2 sihir tingkat tinggi. Sebenarnya, ini adalah “protes” para Malaikat kpd Allah yg kdua kalinya(“protes” pertama adlh ktk penciptaan Adam), karna prediksi pr Malaikat bhwa manusia kn brbuat krusakn n menumpahkn darah di muka bumi, trnyata benar. Dan pr Malaikat “sebel”mnyaksikn manusia brbuat krusakn (makshiyat/dosa) jg sling mnumpahkn darah. Seolah-olah para Malaikat itu brkata,” Tuuh kan Bener ya Allah, bhwa manusia itu kn brbuat krusakn n menumpahkn darah,,kayanya udah gak pantas dweh manusia jadi penghuni bumi itu,,tapi yg pantas ini golongan kami(malaikat)”. “silahkan jika mau mencoba jd penghuni bumi”,jwb Allah. Maka pr malaikat mengutus Harut& Marut untuk mncoba mnjd penghuni bumi sbg prwakilan pr Malaikat. Hmm trnyata Harut&Marut itu pun tak tahan tinggal di bumi, krna trgoda oleh wanita. Jd, tetap yg layak jd “Pemain” di muka bumi adalah Manusia. Sedangkan Malaikat hny sbg “Penonton”. Makanya, dpt kita lihat sekarang,,biasanya para penonton suka dgn mudah “menilai buruk” para Pemain. Padahal jika jd pemain, hmm belum tentu bisa…

  80. Kibuyut Tanggal

    @ust rihlah, makasih pencerahannya ..
    Skalian monggo dibabar jg ttg anak & istri nabi nuh as, istri nabi luth as dll ttg keluarga nabi2 ‘alaihimus salam yg katanya menurut kisah, mereka pd durhaka.
    (ini msh ada kaitannya dg mata kuliah kebenaran sejati vs relative)

    Nuwun,

  81. Bs dikata didunia ini adalah neraka ke2 neraka sesungguh kita akan tahu akhir jaman.Maaf jika sy salah

  82. sekar ayu

    “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman.”
    (Al Qur’an Az Zariat 55)

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.”
    (Al Qur’an 002:159)

    “F A K T A”

    SIAPAPUN PRESIDEN DAN WAKILNYA – PANCASILA IDEOLOGINYA
    APAPUN AGAMA PRESIDEN DAN WAKILYNA – KUHP HUKUM-HUKUMNYA

    ISLAM DAN BERIMANKAH KITA DI HADAPAN ALLAH SWT?

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Siapakah yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang beriman, yang mereka itu diseru untuk mematuhi Allah dan rasul-Nya secara kaffah?

    – Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya; kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar beriman. (Q. Al Hujurat 15)

    Dan siapakah pula yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang kafir?

    – Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (Q. Al Baqarah 6)
    – Hai orang-orang yang beriman, ber-Dinnul Islam-lah kamu secara kaffah (secara keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari Dinnul Islam) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. Al Baqarah 208-209)

    – Pada hari ini, telah Aku sempurnakan Agamamu (Pedoman Hidup dan Kehidupanmu) untukmu. Telah Aku cukupkan nikmat-nikmat-Ku untukmu. Dan telah Aku ridhai (Aku setujui dan Aku restui) Islam sebagai Pedoman Hidup dan Kehidupanmu. (Q. Al Maidah 3)

    – Siapa saja yang mencari (apalagi yang memakai) pedoman hidup dan kehidupan selain Dinnul Islam, maka tidaklah akan diterima (tidak dinilai ibadah) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (Q. Ali Imran 85)

    Bagi seluruh umat manusia, tidak terkecuali bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri mereka Islam dan beriman, tentu mengimani Kebenaran Ketetapan Allah Swt yang tersebut di atas. Jika tidak, tentu mereka bukan orang-orang yang beriman.

    Intinya adalah, tidak ada agama atau pedoman hidup dan kehidupan yang lain bagi mereka, selain Dinnul Islam dan Nabi Muhammad Rasulullah Saw adalah panutan, contoh dan tauladan bagi mereka di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka, baik di kala mereka hidup sendiri-sendiri berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.

    Berdinnul Islam secara kaffah dengan mematuhi segala perintah adalah Perintah Allah Swt yang wajib dipatuhi oleh seluruh umat Islam yang beriman, sebagaimana realisasinya yang benar telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah Saw pada masanya.

    Rasulullah Saw berpribadi, Rasulullah Saw berkeluarga, Rasulullah Saw bermasyarakat, Rasulullah Saw berbangsa, dan Rasulullah Saw bernegara. Bahkan, Beliau adalah kepala negaranya. Semua aspek hidup dan kehidupan Beliau berserta umat Islam yang beriman, begitu juga yang belum beriman yang berada di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah pada saat itu, ditata dan diatur berazastunggalkan Dinnul Islam seutuhnya atau yang lazim disebut dengan “secara kaffah”.

    Nabi Muhammad Rasulullah Saw tidak pernah mengajak bangsa Arab, baik yang kafir maupun yang beriman, dengan seruan Beliau yang seperti ini, misalnya: “Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Demi persatuan dan kesatuan bangsa Arab, marilah sama-sama kita rekayasa suatu ideologi yang baru, selain Dinnul Islam, kemudian kita lengkapi ideologi tersebut dengan hukum-hukum dan undang-undang serta peraturan-peraturan yang kita butuhkan. Kemudian, kita jadikan dan kita pergunakan ideologi kita tersebut berserta hukum-hukumnya sebagai satu-satunya azas pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, baik bagi yang beriman maupun yang kafir, agar kita semua dapat selamat dan sejahtera di dunia dan akhirat”.

    Pernahkah Rasulullah Saw mencontohkan ber-Dinnul Islam seperti misal ajakan Beliau yang tersebut di atas?

    Bukankah misal ajakan Rasulullah Saw itu seperti kita beragama, berbangsa dan bernegara di Indonesia?

    Kalaulah kita, seluruh bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita islam dan beriman, dan kita beriman sesuai dengan Ketetapan Allah Swt dan sesuai pula dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, tentu kita tidak akan pernah berideologi yang lain, selain Dinnul Islam, Pancasila misalnya, di dalam kita menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita, baik di kala kita beragama, berbangsa maupun bernegara. Seluruh aktifitas hidup dan kehidupan kita, bahkan mati kita pun hingga cara penguburan mayat kita haruslah berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Itulah Ketetapan Allah Swt bagi seluruh manusia yang mau digolongkan sebagai orang-orang yang beriman, yang imbalannya, adalah Jannah. Beriman dulu yang benar sesuai dengan Ajaran-Nya, barulah kemudian beramal saleh, yang harus juga sesuai dengan Bimbingan Allah Swt dan contoh serta tauladan yang telah diberikan oleh Rasulullah Saw. Maka barulah hidup dan kehidupan kita bernilai ibadah di sisi-Nya. Sebagaimana KetetapanNya atas penciptaan diri manusia.

    – Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.
    (Q. Az-Zaariyaat 56)

    Apakah Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam memang tidak berlaku atas umat Islam Indonesia?

    Ataukah kita, Umat Islam Indonesia yang jumlahnya mayoritas di Indonesia ini, telah mendapatkan dispensasi atau keringanan dari Allah Swt untuk tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tetapi kita masih dianggap beriman oleh Allah Swt di hadapan-Nya?

    Ataukah kita, umat islam Indonesia, yang tidak mau ber-Syariat Islam karena kita merasa berat mematuhinya, walaupun itu untuk kebaikan kita? Dan kalaupun kita mau ber-Syariat Islam, bagaimana mungkin kita dapat melaksanakannya karena kita masih tetap ber-Pancasila? Bukankah Pancasila juga mempunyai hukum-hukumnya sendiri yang harus dipatuhi oleh kita-kita yang ber-Pancasila? Sementara Allah Swt, yang kita imani dengan Dinnul Islam-Nya, juga mewajibkan kita, Umat Islam Indonesia, berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum-Nya atau Syariat Islam. Bahkan, Dia mengkafirkan siapa saja manusianya yang tidak mau, dan juga yang menolak atau tidak setuju atas pelaksanaan Syariat Islam.

    Bagaimanakah kita berpedoman di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita sebagai orang-orang yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman di dalam berbangsa dan bernegara?

    Siapa yang harus kita patuhi? Tuhan kita, Allah Swt, dengan Syariat Islam-Nya, ataukah Pancasila kita Nan Sakti dengan hukum-hukum thaghutnya?

    Bukankah ini artinya kita berdualisme dalam berpedoman, alias beragama “suka-suka”? Kita beragama sesuai dengan selera kita. Mana yang cocok dengan selera kita, kita patuhi. Dan mana yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita, kita ingkari. Kita beriman akan sebagian isi Al Qur’an dan kufur akan sebagian yang lainnya. Seperti inikah Rasulullah Saw mengajarkan dan mencontohkan kepada kita ber-Dinnul Islam? Koq kita tidak bermalu mengklaim diri kita sebagai umat Beliau?

    Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tidak berlaku di Negara Republik Indonesia, karena NKRI bukanlah Negara Islam. Padahal, kabarnya, mayoritas penduduknya beragama Islam (?). Apakah ada Allah Swt memerintahkan dan meridhoi kita, seluruh Umat Islam Indonesia, untuk mendirikan suatu negara yang berideologikan ideolgi manusia dan berhukum serta berhakim kepada hukum-hukum buatan manusia alias hukum-hukum thaghut?
    Sewaktu berjuang merebut kemerdekaan kita berteriak, “Allahu Akbar!” Tetapi, setelah merdeka, di mana kita letakan Ideologi dan Hukum-Hukum Allah? Koq malahan ideologi manusia dan hukum-hukum thaghutnya yang kita jadikan pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara? Dengan cara seperti inikah kita bersyukur kepada Allah Swt?

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Ini adalah FAKTA cara kita beragama. Kita ber-Dinnul Islam dengan cara kita, berdualisme dalam berpedoman, bukan dengan cara Rasulullah Saw yang hanya ber-Dinnul Islam secara kaffah. Beliau tidak berideologikan yang lain, selain Dinnul Islam, dan begitu juga para sahabat serta umat Islam yang beriman lainnya pada saat itu.

    Dan yang sangat naïfnya bagi kita adalah, kita selalu berdo’a memohon dan mengharapkan syafa’at beliau di kemudian hari. Tetapi ironinya adalah, disuruh beriman sebagaimana Rasulullah Saw beriman sajapun kita tidak mau. Koq, bisa-bisanya kita mengharapkan syafa’at beliau dan menginginkan Surga Allah?

    Oh, alangkah rancunya kita ber-Dinnul Islam karena kita berdualisme dalam berpedoman. Kita buat tandingan bagi Ideologi Allah Swt, yaitu Ideologi Panca Sila. Dan kita anugerahkan Pancasila kita itu dengan ungkapan yang hebat, yaitu “Nan Sakti” atau Yang Sakti, walaupun kita tahu Pancasila kita Nan Sakti itu tidak bisa menciptakan apa-apa, walau sehelai rambutpun, karena memang Pancasila itu bukan apa-apa, kecuali ideologi manusia yang membawa pengikutnya ke jurang neraka.

    Tidakkah cukup Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya) menjadi pedoman hidup dan kehidupan bagi orang-orang yang beriman?

    Ini adalah suatu perbuatan syirik yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah Swt, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali kita bertaubat nasuha dengan meninggalkan Pancasila untuk selama-lamanya, dan kembali ke Dinnul Islam secara kaffah.

    Apakah orang-orang yang beriman seperti kita-kita ini yang dimaksud oleh Allah Swt sebagai pewaris surga? Surga itu milik siapa? Milik Allah Swt, atau milik Pancasila kita Nan Sakti? Atau memang ada Pancasila kita Nan Sakti memiliki Surga sehingga kita mau berhukum dan berhakim kepadanya? Ataukah kita yang memang tidak mempergunakan akal sehat kita? Tetapi yang jelas, kita mendahului hawa nafsu kita yang tidak terbimbing oleh Bimbingan Allah, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasul, sehingga kita tidak saja beragama suka-suka, tetapi ternyata, kita juga berbangsa dan bernegara sesuka-suka kita. Ini adalah FAKTA yang ada di depan mata kita. Maukah kita kafir selamanya sampai ajal tiba menjemput kita?

    – Menetapkan Hukum itu hanyalah Hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi Keputusan yang paling baik. (Q. Al An’am 57)

    – Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Namun (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Q. Al Ma’idah 50)

    – Siapa saja yang kafir sesudah beriman (karena tidak mau berhukum kepada Hukum-Hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (Q. Al Ma’idah 5)

    – Siapa saja yang memutuskan (suatu perkara) tidak menurut apa yang diturunkan Allah, berarti mereka adalah orang-orang kafir. (Q. Al Ma’idah 44)

    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Orang-orang kafir atau masyarakat kafir, bangsa-bangsa kafir, negara-negara kafir, pemerintahan-pemerintahan kafir dan pemimpin-pemimpin kafir di seluruh penjuru bumi Allah ini tentu mereka semuanya tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam karena mereka memang kafir atau tidak beriman kepada Dinnul Islam. Mereka berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum thaghut, yaitu hukum-hukum yang dibuat oleh mereka sendiri, sesuai dengan apa yang mereka kehendaki, yang mereka anggap benar dan adil. Mereka tidak diperintahkan oleh Allah Swt untuk menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka dengan berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam karena mereka memang tidak beriman kepada Dinnul Islam. Dan bagi mereka, Allah Swt telah menetapkan Ketetapan-Nya, yaitu Jahannam tempat kembali mereka. Itulah seburuk-buruknya tempat kembali.

    Hanya orang-orang yang beriman atau masyarakat yang beriman, bangsa-bangsa yang beriman, negara-negara yang beriman dan para pemimpin yang beriman yang tidak berideologikan yang lain, selain Dinnul Islam, yang mau dengan ikhlas karena iman, menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka dengan berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

    Dan ber-Dinnul Islam secara kaffah dengan mematuhi segala Perintah, termasuk berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam hanya dapat dilaksanakan di suatu Negara atau Pemerintahan yang berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, yaitu yang lazim disebut dengan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan Daulah Khilafah Islamiyah tersebut tidaklah mungkin terbentuk dengan sendirinya atau orang-orang kafir yang mendirikannya kemudian dipersembahkan kepada Umat Islam Indonesia untuk mengelolanya. Ini adalah suatu hal yang mustahil. Tetapi sayang, sedikit sekali di antara kita yang memikirkannya. Padahal, Allah Swt telah mengisyaratkan dan Rasulullah telah mencontohkan kepada orang-orang yang beriman untuk memiliki suatu wadah pemerintahan yang berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul.

    – Wahai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Q. An Nisa’ 59)

    Bahkan di dalam tatanan Pemerintahan Islam sekalipun di mana ada orang-orang kafir atau non muslim yang di lindungi oleh Pemerintah atau Negara Islam, Allah Swt telah memperingatkan kita untuk berhati-hati di dalam memilih para pemimpin, jangan sampai Pemerintahan Islam tercemar dengan unsur-unsur kafirun dan munafikun.

    – Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu jadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Siapa saja di antara kamu memilih mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Q. Al Ma-idah 51)

    – Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Siapa saja yang berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembalimu. (Q Ali Imran 28)

    – Wahai orang-orang yang beriman!
    Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka memilih kekafiran daripada keimanan. Siapa saja di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q. At-Taubah 23)

    Akankah kita beriman di kala kita berbangsa dan bernegara sesuai dengan Petunjuk dan Ketetapan Allah Swt seperti apa yang disampaikan di atas agar kita tidak tergolong orang-orang yang merugi di kemudian hari, ataukah kita harus selamanya beragama seperti nenek moyang kita beragama walaupun mereka tidak berada di atas Kebenaran Illahi?

    Oleh sebab itu, marilah kita semua, Bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman, bertaubat nasuha dengan meninggalkan semua ideologi yang bukan Ideologi Allah, Pancasila misalnya, dan kembali ke jalan yang benar, yaitu Ideologi Allah – Dinnul Islam – Al Qur’an dan Sunnah Rasul agar kita semua dapat selamat di dunia dan akhirat.

    – Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menta’ati orang-orang yang kafir, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (menjadikan kamu kembali kafir), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi. (Q. Ali Imaran 149)

    – Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (Q. Ali Imran 32)

    – Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. (Q. Al Qasas 85)

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Sebagai Bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman, maka haruslah kita sadari dan kita insyafi bahwasanya:

    1. Pancasila bukanlah Agama Islam. Bahkan, bukan pula agama Bangsa Indonesia. Dan Agama Islam tentu bukan pula Pancasila karena Pancasila memang bukan Agama. Maka benarlah pernyataan para pancasilaist, “Pancasila bukan agama!”.

    2. Pancasila adalah ideologi manusia, sedangkan Dinnul Islam adalah Ideologi Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah Swt, Tuhannya orang Islam yang benar-benar beriman, yang beriman sesuai dengan Petunjuk dan Ketetapan-Nya.

    3. Ber-Pancasila bukanlah berarti ber-Dinnul Islam ataupun beragama yang lain karena tidak ada satupun agama yang dianut oleh bangsa Indonesia yang berakidahkan Pancasila. Berdinnul islam bukanlah berarti berpancasila karena memang tidak ada sangkut pautnya diantara Dinnul Islam dengan Pancasila. Sungguh sangat nyata perbedaannya. Bagaikan siang dengan malam. Yang satu adalah Ideologi Allah Swt, Yang Haq, dan yang lain adalah ideologi manusia atau Yang Bathil. Al Qur’an adalah pembeda diantara yang Haq dan yang Bathil.

    4. Berpancasila berarti harus berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Pancasila, yaitu hukum-hukum yang dibuat oleh manusia. Diberlakukan atas seluruh bangsa Indonesia. Suka atau tidak suka, wajib dipatuhi oleh seluruh warganegara Republik Indonesia yang berazastunggalkan Pancasila. Kalau tidak dipatuhi, tentu ada sanksi atau hukumannya, baik pidana maupun perdata.

    5. Beragama Islam berarti harus pula berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Islam atau Syariat Islam, yaitu Hukum-Hukum yang Diciptakan dan Diwajibkan oleh Allah Swt atas seluruh umat manusia yang telah bersyahadat menyatakan diri mereka Islam dan beriman agar dapat diakui oleh Allah Swt, sesuai dengan Ketetapan-Nya, sebagai orang Islam yang benar-benar beriman. Dengan kata lain, bagi manusia yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, dengan suka rela ataupun terpaksa, mereka harus berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah, karena kalau tidak, berarti mereka bukanlah orang-orang yang beriman. Dan fakta membuktikan, memang orang-orang yang tidak beriman alias orang-orng kafir yang tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum Hukum Allah atau Syariat Islam di dalam mereka menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka di dunia ini.

    6. Allah Swt mengkafirkan siapa saja manusianya yang tidak mau beriman kepada Dinnul Islam, dan yang memutuskan suatu perkara tidak menurut apa yang telah diturunkan-Nya. Dia juga menjadikan kembali kafir di hadapan-Nya, siapa saja manusianya yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, tetapi tidak mau menerima atau menolak Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam diberlakukan atas dirinya, atas keluarganya, atas masyarakatnya, atas bangsanya dan atas negaranya. Maka hapuslah amalannya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.

    7. Sesungguhnya Allah Swt telah memberi kebebasan kepada manusia untuk menentukan pilihannya, di antara keimanan dan kekafiran, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari seperti apa yang telah menjadi Ketetapan-Nya berikut ini.

    – Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka siapa saja yang ingin (beriman) silahkan ia beriman dan siapa saja yang ingin (kafir) silahkan ia kafir. (Q. Al Kahf 29)

    8. Dan apabila kita mengikuti dan mematuhi dengan senang hati alias ridho kepada para pemimpin dan pembesar negeri yang kafir, yang memimpin tidak berazastunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, maka kita akan menerima balasan seperti apa yang telah menjadi Ketetapan Allah Swt berikut ini.

    – Tidakkah kamu perhatikan orang-orang (para pemimpin) yang telah menukar nikmat Allah (Bimbingan Allah) dengan kekafiran (yang bukan Bimbingan Allah) dan menjatuhkan pengikutnya (rakyatnya) ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman.
    (Q. Ibrahim 28 – 29)

    – Orang-orang (para pemimpin) kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah (tandingan bagi Ideologi Allah) supaya mereka menyesatkan (rakyatnya) dari Ideologi-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu karena sesungguhnya tempat kembalimu adalah neraka.” (Q. Ibrahim 30)

    – Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Tetapi mereka masih mau berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. ( Q. An Nisa’ 60)

    – Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati)mu.
    (Q. An Nisa’ 61)

    – Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q. An Nisa’ 65)

    – Apakah kamu beriman (mendengar dan mematuhi) kepada sebahagian Al Kitab (Bimbingan Allah) dan kafir (mendengar dan mengangkangi) terhadap sebahagian yang lain? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. (Q. Al Baqarah 85)

    – Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir), mereka itulah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya (dedongkot kafir). Kami telah menjadikan untuk orang-orang kafir seperti itu siksaan yang menghinakan. (Q. An Nisa’ 150-151)

    – Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang dzalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. (Q. Al An’am 44 – 45)
    – Siapa saja yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
    (Q. An Nahl 106-107)

    – Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman.
    (Q. Al Baqarah 8)

    – Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah (persatuan dan kesatuan) di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
    (Q. At Taubah 107)

    – Jangalah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih (akidahnya).
    (Q. At Taubah 108)

    – Demi masa.
    Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasehati untuk menta’ati kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. (Q. Al ‘Asr 1-3)

    – Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.
    (Q. Ali Imran 132)

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    Jadi sudah jelaslah bagi kita, seluruh Umat Islam Indonesia, bahwasanya kalau ada di antara kita, siapa pun dia adanya dan apa pun status sosial dan profesinya, yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, tetapi pada kenyataannya, dengan suka rela dan senang hati mengambil dan menjadikan Ideologi Pancasila berserta undang-undang dan hukum-hukumnya sebagai pedoman hidup dan kehidupannya, baik untuk dia berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara, maka dia sesungguhnya bukanlah tergolong orang-orang yang beriman di hadapan Allah Swt.

    – Katakanlah: “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.

    – Berkatalah orang yang beriman,
    “Wahai kaumku!
    Ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

    Wahai kaumku!
    Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

    Siapa saja mengerjakan perbuatan jahat, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan siapa saja mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.

    Dan wahai kaumku!
    Bagaimanakah ini, aku menyerumu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeruku ke neraka?

    (Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun?

    Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya tempat kembali kita pasti kepada Allah, dan sesungguhnya orang-orang yang melampui batas, mereka itu akan menjadi penghuni neraka..

    Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahakn urusanku kepada Allah. Sungguh Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (Q. Al-Mu’min 38 – 44)

    – Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu Ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan siapa saja mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.
    (Q. Al-Ahzab 36)

    – Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

    Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

    Dan ikutilah sebaik-baiknya apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya”. (Q. Az-Zumar 53 – 55)

    Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.

    – Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al Qur’an), mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat, kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang. (Q. Al Baqarah 159-160)

    – Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling dari padanya?
    (Q. As-Sajdah 22)
    PEMILU 2014 telah di depan mata
    Saat yang tepat untuk kita bertaubat nasuha
    Kalau kita memang masih beriman kepada-Nya
    Tentu kita tidak akan dapat menyertainya, karena Allah Swt melarangnya.

    Para pemimpin yang dipilih
    Dan semua rakyat yang memilih
    Semua mereka wajib berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Pancasila
    Itulah yang membuat kita menjadi kembali kafir di hadapan-Nya

    Membersihkan qalbu setiap hari
    Setelah bersih, dengan apa diisi?
    Apakah diisi dengan Pancasila Nan Sakti
    Ataukah diisi dengan Wahyu Illahi?

    Inilah fakta hidup dan kehidupan kita
    Bangsa Indonesia yang telah menyatakan diri kita Islam dan beriman
    Ternyata di hadapan Allah kita belum beriman
    Karena kita masih mau berideologi yang lain selain Dinnul Islam, yang membuat kita tidak berhukum dan berhakim kepada Syariat Islam

    Ini hanyalah sebuah peringatan
    Yang disari dari kitab suci Al Qur’an.

    Mau beriman, silahkan beriman
    Mau kafir, silahkan kafir
    Sudah jelas mana yang haq dan mana yang bathil
    Orang lain tidak menanggung dosa orang lain

    Maha Suci Allah Yang Mengkafirkan manusia yang tidak mau berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum-Nya. Dan hukum-hukum-Nya hanya dapat dilaksanakan di Pemerintahan Islam, suatu pemerintahan yang berazastunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Dan Pemerintahan Islam tidak akan pernah ada sampai hari kiamat kalau umat islamnya tidak pernah mau mengadakannya.

    Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Dia. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya). (Q. Al A’raf 3)
    Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (Q. Al Buruj 10)

    Dan siapa saja yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal dia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya. (Q. An Nisa’ 93)

    Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (Q. An Nisa’ 150-151)

    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. Al Baqarah 208-209)

    Apakah kamu beriman (mendengar dan mematuhi) kepada sebagian Al Kitab (Bimbingan Allah) dan kafir (mendengar dan mengangkangi) terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Q. Al Baqarah 85)

    Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari Kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’at selain dari Allah, agar mereka bertakwa.
    (Q. Al An’am 51)

  83. Rihlah Rahmatullah

    @Ukhtiy fillah Sekar Ayu yg sholihah…sampaikn salam saya kpd ikhwan n akhwat fillah yg ada di Hizb. Ukhtiy ghiroh juangmu bgtu tinggi tuk li’ilaa’i kalimatillah n ‘izzul islama wal muslimin,,namun dlm brdakwah hrs disertai metodologi yg tepat. Kucuran harus memperhatikan wadah, kurang tepat jk mengucurkan air yg bnyk, melimpah ke wadah yg kecil disekaliguskan. Jg ibarat menebang pohon pisang pake silet, bgmn jika disekaliguskn?? Pohon pisang tak trtebang, silet rusak dan tangan bisa trluka…lihat “uqulihim”. Menurut “terawangan” saya (cie cie gayanya sok bangets ya aku..hahay) 95% sedulur yg ada di sini Tidak mengerti bahkan kontra dgn seruan dakwah ukhtiy, bhkn Mgkin bilang “sok” pd ukhtiy. Memang jln dakwah penuh rintangan,godaan n tantangan, bhkan brhiaskan air mata dan darah,,,smg kita diberi kkuatan n keikhlasan oleh Allah…afwan jiddan ya ukhtiy, tak brmaksud mnggurui, saya mndukung prjuangan dakwah ukhtiy 100%. Jika ukhtiy trgerak hati tuk share lbih lanjut dgn aku, silahkn bs brhubungan via email or hp yg ada di KWA ini… lah yg ada di Hizb. Ukhtiy ghiroh juangmu bgtu tinggi tuk li’ilaa’i kalimatillah n ‘izzul islama wal muslimin,,namun dlm brdakwah hrs disertai metodologi yg tepat. Kucuran harus memperhatikan wadah, kurang tepat jk mengucurkan air yg bnyk, melimpah ke wadah yg kecil disekaliguskan. Jg ibarat menebang pohon pisang pake silet, bgmn jika disekaliguskn?? Pohon pisang tak trtebang, silet rusak dan tangan bisa trluka…lihat “uqulihim”. Menurut “terawangan” saya (cie cie gayanya sok bangets ya aku..hahay) 95% sedulur yg ada di sini Tidak mengerti bahkan kontra dgn seruan dakwah ukhtiy, bhkn Mgkin bilang “sok” pd ukhtiy. Memang jln dakwah penuh rintangan,godaan n tantangan, bhkan brhiaskan air mata dan darah,,,smg kita diberi kkuatan n keikhlasan oleh Allah…afwan jiddan ya ukhtiy, tak brmaksud mnggurui, saya mndukung prjuangan dakwah ukhtiy 100%. Jika ukhtiy trgerak hati tuk share lbih lanjut dgn aku, silahkn bs brhubungan via email or hp yg ada di KWA ini…

  84. udengudeng

    absen, lan derek nyimak

  85. Gak mudeng…..
    Lanjut,nyimak mawon.

  86. Ki Mas Danqow

    Salam Rahayu, AsSALAMU’ALAIKUM WR…
    Pengumuman… berita besar…berita besar!! ALL KWA seperjuangan..
    Kibuyut Tanggal ganti nick nih menjadi Ki Mas Danqow
    Mulai malam ini..hehe udah ngbubur loh..
    Semoga Berkah..Semoga Berkah…

    @ukhti Sekar Ayu : Mantap deh, tp matur nuwun sanget Sy ga sempat baca nih krn matanya agak remeng2 klu bc klamaan.. Maklum udah ubanan.
    @ALL KWA n poro dosen KWA : monggo dibaca @ukhti sekar.. Sy trimo matenge wae.

    Tangerang, 05 Juli 2011
    Nuwun,
    Ttd
    Ki Mas Danqow

  87. Pembeda

    Selama ini orang mengartikan DIIN sebagai AGAMA. Apakah memang demikian maknanya? Untuk mengkaji apakah DIIN sama dengan agama, mari kita lihat bagaimana ALLAH sudah mendefinisikan kata DIIN dalam al Qur’an yaitu pada QS Ali Imran (3/83) Afaghayra diinillaahi yabghuuna walahu aslama man fiis samaa waati wal-ardhi taw’an wakarhan wa-ilayhi yurja’uun “Maka apakah mereka mencari selain DIIN ALLAH, padahal kepada-Nya-lah berserah diri/ tunduk patuh (ISLAM) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan sukarela maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan.”Dalam ayat tersebut dengan jelas sekali ALLAH menerangkan makna DIIN, yang apabila kita mau berfikir sejenak akan mampu memahami batasan (definisi) DIIN yang dimaksud. Kata islam dibentuk dari kata aslama, kata aslama menjadi yuslimu (kata kerja), lalu kata bendanya adalah islam, dan pelakunya disebut muslim. jadi islam artinya adalah tuntuk patuh/ berserah diri. Sangat jelas bahwa semua apa yang dilangit dan dibumi sudah islam kepada Allah. Jadi ketunduk patuhan apa yang dilangit dan dibumi itu adalah karena ada suatu system yang mengatur yaitu Allah dengan aturan/hukumnya yang berlaku kepada mereka. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ketunduk patuhan itu bukan kepada orangnya tapi kepada suatu aturan yang diberlakukan oleh yang mengatur tersebut. Jadi orang yang dikatakan muslim itu adalah orang yang sudah aslama yaitu tunduk patuh pada aturan dan hukum Allah. Jadi pertanyaan sekarang adakah saat ini ummat yang mengaku islam sudah tunduk patuh pada aturan Allah? Jika tidak ada maka itu berarti ummat yang mengaku islam itu belum bisa dikatakan muslim.Jadi ayat diatas mendefinisikan apa yang dilangit dan dibumi tunduk patuh kepada Aturan/hukum Allah, sebab alam semesta itu sudah aslama kepada Allah, maka itu berarti matahari, bumi, awan, air, tumbuhan-tumbuhan, dan binatang sudah muslim. Mereka melakukan aktivitas (bersabaha) dengan DIIN ALLAH sehingga dengan fungsi masing-masing mereka bisa menjaga keseimbangan (mizan) alam.Untuk memahami makna DIIN ini, Marilah kita kaji tahap demi tahap penjelasan ALLAH dalam ayat ini dengan memperhatikan ayat-ayat kauniyah (ilmu alam) yang ada di alam semesta sebagaimana ALLAH berfirman bahwa apa-apa yang ada di langit dan di bumi telah berserah diri (ISLAM) kepada-Nya, baik secara sukarela maupun terpaksa.a. Apa yang ada di langitPada suatu galaksi (tatasurya) yang kita tempati terdapat matahari dengan planet yang mengitarinya, yaitu Mercurius, Venus, Bumi, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. ALLAH mengajarkan kepada kita bahwa apapun bentuknya, semua ciptaan ALLAH itu mengabdi didalam struktur, tidak sendiri-sendiri. Sebab begitulah semua ciptaan ALLAH mengabdi kepada Rabbnya. Sebagaimana tata surya kita, kenapa selalu berjalan teratur, seimbang, tidak kacau balau, sebab tata surya adalah suatu kelompok bintang yang sudah bershoff dan tersusun rapi yang kesemuanya bergerak dalam garis edarnya masing-masing dan tidak saling bertubrukan karena semuanya sudah aslama kepada Penciptanya.Kondisi semacam ini digambarkan ALLAH dalam firman Nya pada surat QS Al Mulk (67/3)”Yang telah menciptakan tujuh langit bertingkat. Kamu tidak akan melihat kekacauan pada ciptaan Ar- Rahman (Yang Maha Pemurah). Arahkan perhatianmu, adakah kamu temui suatu perpecahan…?”Tatanan kehidupan benda-benda yang ada dilangit itulah gambaran bahwa mereka telah ISLAM kepada ketentuan ALLAH. Bumi dimana manusia bisa hidup, berputar mengelilingi porosnya selama 24 jam sehari, dikelilingi oleh bulan yang beredar pada garis edarnya selama + 30 hari perbulan serta secara bersama-sama keduanya mengelilingi matahari selama + 365 hari pertahun. Tatanan yang demikian itu merupakan suatu bentuk tatanan hidup dan kehidupan benda-benda langit yang telah ISLAM kepada aturan ALLAH yang telah ditetapkan atas mereka.b. Apa yang ada di bumiSuatu benda terdiri dari molekil-molekul zat yang menyusun benda tersebut. Satu molekul terdiri dari jutaan partikel kecil dinamakan atom. Masing-masing atom terdiri dari neutron (inti atom) yang dikelilingi oleh electron. Kecepatan berputarnya electron mengelilingi inti atom, menentukan tingkat kepadatan/ kekerasan dari benda yang besangkutan. Artinya semakin cepat elektron mengelilingi neutron, semakin padat/ keras benda yang bersangkutan. Tatanan yang demikian inipun, menurut ALLAH sudah ISLAM.Segala macam tumbuh-tumbuhan dan berbagai jenis hewan yang ada di dunia ini dasarnya telah tunduk dan patuh kepada ketentuan ALLAH yang berkenaan dengan dirinya. Ketundukan dan kepatuhan tumbuh-tumbuhan dan hewan kepada ketentuan ALLAH merupakan suatu bentuk keber ISLAM an. Misal pohon kelapa untuk tumbuh harus mengikuti systemnya karena da Robbnya. Dari bibit, akar, batang, daun dan buah. Demikian juga apa yang ada dalam jasad manusia. Sampai ketingkat anatomis biologis sudah ISLAM kepada ketentuan ALLAH, baik secara sukarela maupun terpaksa. Contohnya dikepala yang terdiri dari tulang, selapis tipis jaringan dan kulit kepala, bisa tumbuh rambut dan alis mata. Bila rambut bisa tumbuh subur dan panjang (itulah sukarela), alis mata tumbuh terbatas (itulah bentuk ketundukan kepada ketentuan ALLAH yang secara terpaksa).Dengan memperhatikan ayat-ayat kauniyah (alam semesta) tersebut, secara definitive bisa disimpulkan bahwa DIIN adalah system/tatanan hidup dan kehidupan di alam semesta yang telah tunduk dan patuh (ISLAM) kepada aturan/hokum ALLAH.Jika DIIN diartikan “agama”, ambil contoh, apa “agama”nya pohon, hewan, awan, tanah dll? Padahal dari 3/83 semua yang dilangit dan dibumi sudah islam, binatang islam, semut islam, matahari islam, bulan islam dll, semua sudah tunduk patuh kepada Robbnya karena mengikuti system mereka. Sehingga apabila kita kembali ke QS (3/83) tersebut, sebenarnya ayat ini ditujukan bagi qolbu/jiwa manusia dimuka bumi ini, artinya hanya jiwa manusia sajalah yang belum bersedia ISLAM kepada aturan/ hukum ALLAH.  Selanjutnya untuk memperkuat argumentasi tersebut, ALLAH telah mewajibkan seluruh manusia untuk mentegakkan DIIN, Sebagaimana yang difimankan Nya dalam surat QS- Asysyuura (42/13)”Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang DIIN apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah DIIN dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik DIIN yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada DIIN itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (DIIN-Nya orang yang kembali kepada-Nya)”Kata syaro’alakum berasal dari kata sya-ro-‘a yang artinya syariat atau wajib hukumnya, kemudian disambung dengan kata lakum yang berarti bagi kamu sekalian (jamak). Jadi ayat ini ditujukan kepada seluruh manusia untuk mentegakkan DIIN ALLAH dan dilarang berpecah belah. Sebagaimana juga dalam firman-Nya dimana Allah akan tidak membeda-bedakan dalam memberi keputusan kepada siapa yang mau taat kepada DIN-Nya. QS Al Maidah (5/69) Innallaziina amanuu wallaziina haaduu washshabi-uunawannasharaa man amana billaahi walyawmil aakhiri wa’amila shalihan falaa khawfun ‘alayhim walaa hum yahzanuun”Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar berjanji, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” Apabila kita mau berfikir jernih, mungkinkah ALLAH yang Maha Rahman dan Rahim itu membuat lebih dari suatu aturan/hokum yang diperintahkan kepada seluruh manusia untuk ditegakkan? Tentu saja tidak, karena hal ini akan bertentangan dengan perintah Nya untuk tidak berpecah belah.Dengan demikian timbulah isme, faham, aliran pemikiran bahkan apa yang disebut dengan agama sekalipun dikalangan manusia itu tidak sesuai dengan yang dikehendaki-Nya Dari ayat tersebut disimpulkan bahwa seluruh Rasul diutus untuk mentegakkan DIIN yang sama yaitu: DIINul ISLAM. Untuk membuktikan kebenaran dari apa yang disimpulkan, mari kita lihat surat: QS Al Hajj (22/78) Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali idak menjadikan untuk kamu dalam DIIN suatu kesempitan. (Ikutilah) DIIN/ MILATA orang tuamu brahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu…………”Pertanyaan yang kemudian timbul adalah: Apa dan bagaimana DINul ISLAM itu ditegakkan? Untuk mengetahui apa yang dimaksudkan dengan DINUL ISLAM, mari kita kaji lebih lanjut apa yang terkandung dalam AL-FAATIHAH yang selalu kita baca dalam sholat, khususnya ayat 2, 4 dan 5 Al Faatihah merupakan ummul kitab, atau induk kitab dari Al Quran yang artinya keseluruhan isi Al Quran telah disarikan didalam surat ini. Dalam surat ini, ALLAH Azza wa Jalla mengemukakan diriNYA sebagai Rabb, malik dan ma’bud.2. Alhamdulillahi Rabbul aalamin (Terpujilah Allah Rab sekalian alam)Allah Maha Terpuji, tidak memerlukan lagi puji-pujian dari manusia. Allah maha terpuji artinya segala tindakan Allah sempurna. Manusia yang menurunkan sifat terpuji itu (hamada) dinamakan Muhammad, Muhammad adalah manusia yang bisa menjaga segala tindakannya agar terpuji (menurut ukuran Allah). Manusia yang terpuji (Muhammad) adalah manusia yang bisa memanage hidup dan kehidupannya dan alam sekitar dengan isme Allah yaitu berdasarkan apa yang diajarkan Allah dari KitabNya.Robbul ‘alamin : Yang mencipta alam dan mengatur serta memeliharanya. Alam semesta itu tidak pernah kacau karena alam semesta tunduk patuh kepada Rabb (Pengaturnya), kehidupan manusia pasti juga tidak akan kacau bila tunduk patuh kepada Rabbnya.Rabb bukan tuhan tetapi Yang Mengatur, Yang Memelihara, Yang Memandaikan, Yang Memberikan Hukum. Manusia itu bisa menjadi rakhmatan lil ‘alamin kalau tunduk patuh kepada Hukum Allah.ALLAH sebagai Rabb, tidak bisa diartikan sebagaimana pemahaman orang selama ini, yaitu tuhan, karena tuhan tidak memiliki sense bahasa yang tepat bahkan mirip dengan dewa. Tuhan dari bahasa sansekerta umat Hindu. Hal ini bisa dilihat dan dibandingkan dengan bacaan do’a anak terhadap orang tuanya: “Rabbi firli wali wali daiya war hamhuma kama rabbayani shagira”,”Ya Rabb, sayangilah kedua ibu-bapakku sebagaimana mereka berdua menyayangiku waktu aku kecil”Apabila Rabb diartikan sebagai tuhan maka setiap anak telah menjadikan/ menganggap orang tuanya sebagai tuhannya diwaktu mereka kecil. Maka berarti tanpa sadar atau tidak sadar kita telah menganggap tuhan itu ada tiga. Makna kata rabb adalah Dia (ALLAH) Yang Meciptakan, Yang Mengatur, Yang Memelihara, Yang Mendidik dan Yang Mengasih-sayangi.Bila makna ini diterapkan pada do’a tersebut, maka do’a tersebut memiliki makna yang tepat. Bukankah orang tua yang melahirkan, yang mengatur, yang mendidik dan yang mengasihsayangi mereka diwaktu kecil…?Dari keseluruhan makna ALLAH sebagai rabb tersebut yang paling dominant adalah Dialah Yang mengatur di alam semesta ini. Tidak ada satu makhluk pun dialam semesta ini yang terlepas dariNya. Sehingga ALLAH-lah yang berhak membuat aturan atau hukum yaitu HUKUM ALLAH (RububiyALLAH).QS Al A’raaf 7/54 “Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam.”Jadi Alhamdulillahirobbil’alamin adalah prinsip Rubbubiyallah, tidak boleh ada rabb-rabb lain atau tidak boleh ada hukum/aturan lain selain (dari) Allah.4. Maliki yaumiddinMalik = Yang Merajai, Raja yang berkuasa degan Hukum-HukumNya..Yaum = hari atau saat atau kurun waktu.Diin = System kehidupan yang diatur oleh AllahQS al Furqaan (25/2) “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu dalam kekuasaan/ kerajaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”Sehingga Pengertian Maliki Yaumiddin adalah Allah yang merajai alam sepanjang masa dengan diinNya. Allah tidak pernah lelah, mengantuk dan berhenti mengurus dan memelihara alam dengan diinNya (Baca ayat kursi QS.2/255). “Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.”Jadi Maliki yaumuddin adalah prinsip mulkiyallah, bahwa dialam semesta ini hanya Allah saja yang patut menjadi Raja bagi alam dan manusia, tidak ada satu makhlukpun yang boleh jadi raja selain Yang Merajai. ALLAH-lah yang berhak untuk berkuasa di alam semesta ini, artinya alam semesta ini merupakan KERAJAAN ALLAH5. Iyaa kana’buduPadaMu (Allah), kami mengabdi, Jadi mengabdi kepada Ma’bud (Yang Diabdi) tidak mungkin sendiri-sendiri harus berkomunitas ALLAH sebagai ma’bud, dimaksudkan: hanya kepada ALLAH sajalah seluruh makhluk ciptaan-Nya tunduk dan patuh (taat). Ketaatan makhluk yang hanya kepada ALLAH ini diistilahkan UbudiyALLAH atau UluhiyALLAH. QS An Nuur (24/55) Wa’adal laahul laziina aamanuu minkum wa’amilush shaalihati layastakhlifannahum fiil ardhi kamaa istakhlafal laziina min qablihim walayumakkinanna lahum diinahumul laazii irtadha lahum walayubaddilannahum min ba’di khawfihim amnan ya’buduunanii laa yusyrikuuna bii syay-an waman kafara ba’da zalika fa-ulaa-ika humul faasiquun”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka DIN yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap mengabdi-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”Jadi a’budu adalah prinsip Ubudiyallah/Uluhiyallah, tidak boleh ada ma’bud-ma’bud lain atau tidak boleh ada ila-ilah lain selain Allah.Al Qur’an sebagai kitab yang sempurna dibuka dengan tiga (3) hal tentang ALLAH dan ditutup atau disimpulkan dengan hal yang sama, sebagaimana yang tertera dalam surat An-naas (114) ayat 1, 2 dan 3. Rabbinnaas, Malikinnaas dan Ilahinnaas.Surat ini ada diakhir al Quran maksudnya agar manusia menjadikan Surat Itu sebagai visi kehidupan manusia. Kalau Al Fathihah itu memuat trilogi Ad-Diinul yaitu mengikrarkan bahwa Allah itu Robb, Malik dan Ilah/Ma’bud bagi seluruh alam, Agar manusia juga bisa menjadikan ALLAH itu Rabb, malik dan ilah manusia, maka manusia harus berjuang dengan sungguhsungguh (berjihad) untuk menegakkan diin agar Allah secara aktual dan operasional menjadi Robinnaas, Malikinnaas dan Ilahinnaas.Yaitu hanya Allah sajalah yang berhak menjadi Robb bagi manusia, yang berhak menjadi Raja bagi manusia dan menjadi Ilah bagi manusia, jangan sampai ada robb lain, malik lain dan ilah lain selain Allah. Inilah prinsip tauhid yang benar.Dengan memahami hakikat dari surat AL-FAATIHAH tersebut, yang selama ini kita hanya membeo seperti burung beo, maka terjawablah sudah sebuah pertanyaan, kenapa kita wajib membaca AL-FAATIHAH didalam sholat …? Dimana sholat merupakan tiangnya DIIN, sehingga orang yang tidak memahami AL-FAATIHAH tidak akan dapat mentegakkan DIIN, bahkan sebaliknya dia akan menghancurkan DIIN tersebut. Dan penegakan DIIN merupakan bagian yang tak terpisahkan dari fitrah penciptaan-Nya di dunia. Mari kita cermati QS Ar Rum (30/30)”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada DIIN Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) DIIN yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”Begitu juga dalam surat QS Ali Imran (3/19)”Sesungguhnya diin (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab- Nya.”Diin yang ada disisi Allah adalah islam, jabarannya adalah bahwa Islam adalah bermakna berserah diri atau tunduk patuh, jadi diin Islam adalah suatu system yang mengatur kepatuhan kepada sang Pencipta karena itu sudah merupakan fitrah Allah. Kalau orang menterjemahkan sebagai agama Islam itu jelas keliru, sebab Allah itu mengatur alam semesta dengan diin Islam, sejak menciptakan alam semesta. Apalagi kalau diterjemahkan saya “beragama Islam” saya yang paling benar, kamu non Islam pasti masuk neraka, itu jelas salah.Allah itu menciptakan manusia tanpa pilih kasih, tanpa harus dikotak-kotakkan harus “beragama” islam, ini jelas pengertian yang salah kaprah.QS Al Baqarah (2/62) Innallaziina aamanuu wallaziina haduu wannasharaa washshabiiina man aamana billaahi walyawmil aakhiri wa’amila shalihan falahum ajruhum ‘inda rabbihim walaa khawfun ‘alayhim walaa hum yahzanuun”Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar berjanji kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Rabb mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”Dari ayat diatas saja sangat jelas bahwa siapapun dia tanpa pilih kasih akan mendapatkan ganjaran /pahala dari rabbnya apabila dia mau taat dan tunduk patuh pada system yaitu aturan yang sudah dibakukan oleh Allah.Allah mengatur system pada alam adalah dengan physics (Ilmu fisika) dan ilmu-ilmu pasti lain yang belum diketahui manusia hingga saat ini. untuk itulah jika manusia mau kembali kepada fitrahnya maka manusia akan bisa lagi mengembangkan peradaban, mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada, karena sudah begitulah hakikat dari Al Qur’an sebagai ilmu, karena ilmu Allah itu tidak akan ada habisnya meskipun 7 tinta lautan untuk menjabarkannya.Allah mengatur manusia dengan kitab-kitab ALLAH yang inti ajarannya adalah sama agar manusia berserah diri (islam) pada diin ciptaan Allah. Dalam mengatur alam semesta Allah tidak menemui kendala berupa perlawanan dari alam sebab alam semesta itu sudah Islam kepada Allah.Tetapi dalam mengatur manusia, Allah menemui perlawanan, yaitu dari jenis manusia syaithan. Syaithan adalah sekedar sebuah istilah lambang perlawanan kepada Allah. Allah mengajarkan kepada kita bahwa nabi dan Rasul itu diutus untuk menegakkan diin Islam, tentu saja dengan segala konsekwensinya.QS At-Taubah (9/33) “Dialah yang telah mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk (Al-Quran) dan DIIN yang benar untuk dimenangkanNya atas segala DIIN, walaupun orang-orang musyrik benci.”Berarti bisa diambil kesimpulan bahwa Diin adalah sebuah system, apa system itu system adalah sebuah tatanan, ada hukum, ada aturan, ada prosedur, ada kekuasaan ada pimpinan (Raja). Maka yang disebut dinul islam itu suatu system tatanan hidup dan berkehidupan manusia yang menggunakan hukum ALLAH sebagai dasar hukum, dipimpin oleh khalifahtullah fil ard (pengganti Allah dimuka bumi), dan ditaati oleh ummat.QS An Nisaa 4/64 Dan kami tidak mengutus seorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Jadi klu kita menggunakan akal pikiran kita hari ini bagaimana kondisi kita hari ini apakah kita sudah benar2 dijalan Allah…,kita diciptakan oleh allah alam semesta ini juga ciptaan Allah apakah aturan a aturan Allah coba pikir aja sendiri…benar diridhoi atau tidak kita sekarang ini dlam hadis pun dikatakan Allah tidak akan mencoba suatu kaum dibatas kemampuan a..yg terjadi sekarang bencana dimana2 dan sistem jahiliyah pun merajalela…,,bangsa yg mengklaim muslim terbesar didunia tp terkorup juga..kemana akidah a…,,,ini ciri2 yg paling dibenci oleh Allah jika manusia sudah mendustai aturan a…maka jgn salah kan Allah jika Mengazab manusia karna ulah a sendiri..,,dari dulu Allah katakan kerusakan didarat dan lautan akibat ulah manusia itu sendiri…,sadaqaulah ul ‘adzim,dan pada saat a nti pasti Allah turunkan kebenaran yg membawa keagungan a berkuasa dimuka bumi ini kembali.sehingga manusia2 yg menganggap diri a tuan yg mengatur manusia akan terbelalak dgn keangkuhan a!

  88. Ki Mas Danqow

    @ukthi sekar ayu & @pembeda : mba & mas emang beeda muantap deh…

    Matur Nuwun kpd poro sepuh, poro dosen n ALL KWA mohon maaf jika kulo punya salah n dosa …
    Ini ada sebesar biji dzarroh ilmu kulo yg mau dishare…
    Yg sy tau qur’an yg tersurat baru 1% (persen) & yg tersirat itu 99% (persen) yakni Al Muhit (meliputi apapun) jd jangan teks book saja.
    Ada ungkapan : “KENALILAH DIRIMU, KENALILAH MAKHLUQ-NYA MAKA KAMU AKAN KENAL ALLOH SWT YG MAHA JAMAL, JALAL & KAMAL”.
    Contoh 1 :
    Didalam keterangan tafsir2 maupun ilmu tarikh banyak yg mnjelaskan ttg durhakanya malaikat harut marut, anak & istri nabi nuh, istri nabi luth, abi tholib paman nabi saw yg belum islam DLL..itu hanyalah sejarah yg ALLOH swt angkat padahal didlm dunia tasawuf, kita sebagai umat muslim jangan sekali2 berburuk sangka kpd siapapun trlebih lg kpd para malaikat ALLOH, kpd para nabi ALLOH beserta kluarganya krn ada rahasia dibalik kisah itu semua yg kita semua belum tau, maklum otak KITA msh terlalu KECCCIL.
    Contoh 2 :
    Seperti para sahabat Nabi rodhialloohu anhum, ALLOH swt katakan :”rodhiallohu anhum waroduu anhu yakni mereka ridho kpd ALLOH (maqom roodhiyah) dan ALLOH swt pun ridho kpd mereka (maqom mardhiyah)”, tetapi didlm sejarah mengapa mereka sesama para sahabat Nabi saling berkelahi, berperang bahkan saling membunuh dan tetap dikatakan mati syahid (rodhiallohu anhum) inilah ada rahasia yg ALLOH swt simpan dibalik sejarah itu, maka jgn tertipu dgn sejarah yg tersurat.
    PESAN : Janganlah KITA terlalu berani memvonis salah, sesat apalagi kafir kpd sesama saudara, RESEPnya agar KITA Luas Hati, LuAS Ilmu & Luas Pandangan usahakan Ikhlash & Selalu Brprasangka Baik, krn klu tidak KITA akan menjadi MuSLIM yg Sempit Hati, Sempit Ilmu & Sempit Pandangan.
    Semoga bermanfaat ttg kebenaran sejati & relative

    Nuwun,

  89. udengudeng

    @ki mas danqow: mantapz!!

  90. heru 1966

    iki pencerahane apik tenan. matur suwun.

  91. 91

  92. PetirSiloka

    Kebenaran sejati ada di dalam NUR-A-NI.

  93. Ki Mas Danqow

    Selesai…

  94. spsw nusantoro

    Sugeng ndalu . Nderek tepang dumateng para sederek ingkang kinurmatan. Mbok bilih panjenengan gadhah wekdal ingkang sak wetawes. Kula aturi mampir dumateng warung kulo. Warung alit. Nuwun sewu wontenipun namung wedang kopi.

    http://akigendengbanget.wordpress.com/

    Matur nuwun

  95. Panji Sukampret

    Assalamu ‘alaikum Warrahmatullahi wabarakatuh….Salam Sejahtera bagi kita semua…Om Swasti Astu…Mbah…Kakung…Mbah Putri, Pakdhe, Mbokde, Bapak, Ibu, Paklik, Bulik, Mas, Mbak, Dhe’, dulur….nyuwun sewu badhe nyuwun pirso…mbok menawi wonten ingkang pirso…naminipun Sona….manggenipun wonten iringipun wates langit….punika wonten sisih pundi nggih? Suwun Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtrea dan Oom Shanti..Shanti..Oom

  96. heru 1966

    nyimak maning

  97. Ping-balik: 'KUMPULAN ILMU'

  98. KI SAYA MINTA IJIN UNTK MENGKOPI SEBAGIAN ILMU DR KWA BOLEH GAK KI???????

  99. Lelaki Cinta Damai

    IJIN MENYIMAK. TRIMS.

  100. Bima

    Terkait dengan uraian anda di atas, coba anda pahami dulu, apa yang disebut dengan:

    sejati (mutlak), nyata (lurus), dan relatif (fana).

  101. Bima

    Koreksi buat Sdr. Pembeda:

    1. Syaithan adalah sekedar sebuah istilah lambang perlawanan kepada Allah.

    syaithan bukan lah hanya sekedar istilah/lambang…tetapi juga termasuk mahkluk Ciptaan Allah.

    ——————————————————

    2. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”Jadi a’budu adalah prinsip Ubudiyallah/Uluhiyallah, tidak boleh ada ma’bud-ma’bud lain atau tidak boleh ada ila-ilah lain selain Allah.Al Qur’an sebagai kitab yang sempurna dibuka dengan tiga (3) hal tentang ALLAH dan ditutup atau disimpulkan dengan hal yang sama, sebagaimana yang tertera dalam surat An-naas (114) ayat 1, 2 dan 3. Rabbinnaas, Malikinnaas dan Ilahinnaas.Surat ini ada diakhir al Quran maksudnya agar manusia menjadikan Surat Itu sebagai visi kehidupan manusia. Kalau Al Fathihah itu memuat trilogi Ad-Diinul yaitu mengikrarkan bahwa Allah itu Robb, Malik dan Ilah/Ma’bud bagi seluruh alam, Agar manusia juga bisa menjadikan ALLAH itu Rabb, malik dan ilah manusia, maka manusia harus berjuang dengan sungguhsungguh (berjihad) untuk menegakkan diin agar Allah secara aktual dan operasional menjadi Robinnaas, Malikinnaas dan Ilahinnaas.Yaitu hanya Allah sajalah yang berhak menjadi Robb bagi manusia, yang berhak menjadi Raja bagi manusia dan menjadi Ilah bagi manusia, jangan sampai ada robb lain, malik lain dan ilah lain selain Allah. Inilah prinsip tauhid yang benar.Dengan memahami hakikat dari surat AL-FAATIHAH tersebut, yang selama ini kita hanya membeo seperti burung beo, maka terjawablah sudah sebuah pertanyaan, kenapa kita wajib membaca AL-FAATIHAH didalam sholat …?

    Anda telah mencampuradukkan sebutan Nama-Nama Indah yang dimiliki-Nya, melalui surat An naas dan surat Al Fathihah, dan memaksakannya dengan istilah “trilogi” itu di antara kedua surat tersebut. Islam TIDAK MENGAJARKAN SAMA SEKALI tentang konsep atau pun prinsip TRILOGI.

    Mengapa anda batasi hanya dengan tiga sebutan Ya Rabb, Ya Malik, Ma’bud, sedangkan dalam surat Al Fathihah masih ada sebutan lainnya seperti Ya Rahman dan Ya Rahiim. Kelihatannya anda harus belajar lagi apa yang disebut dengan Tauhid itu sendiri dan pahami lah Asma ‘Ul Husna itu secara UTUH.

    Insya Allah kebenaran Mutlak itu akan tetap terjaga.
    Dia lah Yang Maha Memelihara dan Maha mengetahui.

  102. Andre

    Kebenaran sejati adalah milik NYA semata, dan DIA tidak memihak. Jadi Sejatinya adalah “sesuatu” yang berada di tempat yang berubah-ubah, namun sesuatu itu tidak merubah “keadaan” nya, tidak terpengaruh, tetap pada keadaanya( netral ) . Kalau berubah ubah, maka bukan lah sejati. Benar ayat Al Baqaroh( 2/62 )…..Sehingga siapa yang menganggap dia benar sendiri menurut keyakinan agama tertentu , maka dia sudah masuk ke “relatif” Salah atau benar itu ukuran manusia, ukuran Tuhan bukan soal salah benar , namun SEBAB-AKIBAT. Siapa berlaku benar, jujur , ikhlas, maka dia akan menerima balasan nya dan sebalik nya. Karena alam manusia adalah alam relative maka tidak bisa masuk alam kemutlakan( sejati ) kecuali sebab akibat.

  103. azrafa

    BismIllahiRohmaniRohim,,,
    La Hawla Wala Quwata Illah Billahil Aliyyil Adzim,,
    Hasbunallah wa ni’mal Wakil,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: