ILMU WISIK


ARIZAL 
zal.ari99@yahoo.co.id 
0813 6798 2143

Assalamu’alaikum wr wb…. Segala puji bagi Allah Tuhanku dan Tuhan segala yang menjadi isi semesta ini. Yang mengumpulkan hati kita yang terserak dalam keindahan silaturahim. Semoga sholawat dan salam tetap dicurahkan kepada Junjungan kita Penutup para Nabi, pemilik Syafaat yang Utama, Pemilik rahasia Ketuhanan, Cahayanya cahaya.

Kampus Wong Alus yang kami muliakan……

Mohon dengan sesepuh/pinisepuh KWA kami ingin berbagi kepada sedulur semua di KWA untuk mempelajari ilmu ini untuk menambah perbendaharaan ilmu bathinnya maupun dijadikan sebagai pegangan. Tapi sebelumnya saya mohon maaf pada semua sedulur/keluarga besar KWA dimanapun berada. Ilmu ini sy dapatkan dimagelang disebuah pesantren disana ini ilmu sejenis ilmu laduni tingta tinggi saya bisa belajar teknologi tanpa guru ya atas wasila keilmuan ini…..atas kebesaran allah smua bisa saja terjadi…tergantung kita mau niat kuat utk…..man jadda wa jadda. waddunya ya’ti wala yu’ ta..mudah2 an baroka buat sedulur semuanya sy hanya ingin berbagi…pada semua mahluk ciptaan allah.

A.  UMUM

 Petunjuk ini hanya untuk yang beragama Islam.

Untuk memulai pengamalan Ilmu Wisik ini harus pada malam Rabu Wage.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai pengamalan :

1 ( satu ) botol air aqua ( merek apa saja )

Parfum minyal/wangi merek apa saja, asalakan tidak beralkohol ( non alkohol).

 Langkah-langkah dalam pengamalan harus berurutan, tidak boleh terbolak-balik.

 B.  PEMBANGKITAN DAN PENGISIAN

Pada  malam  rabu  wage  (sangat  baik  jika  dilaksanakan  pada  jam  1200    tidak boleh lewat jam 300 ). Harus mandi besar dan berwudhu.  Setelah  mandi  kenakan  pakaian  yang bersih dan gunakan parfum/minyak wangi yang non alcohol.

Laksanakan sholat hajat minimal 2 roka’at , setelah jangan pindah dari sholaat tesebut, laksakan langkah ke-4

Ambil ATAU BUATLAH DAHULU WIFIKNYA 1 ( satu ) lembar Wifik dan peganglah dengan tangan kanan. Pandang dan perhatikan Wifik tersebut secara seksama. Pada saat dipandang harus terlihat/terbaca, adapun bentuk Wifik tersebut adalah sebagai berikut :

 PERHATIKAN POSISI ATAS, KANAN, BAWAH,  KIRI

Sambil  memandang/melihat  wifik  tersebut,  bacalah  Surat  Al-Fatihah   sebagai

berikut ditujukan kepada :

 a.   Rosulullah  Muhammad  SAW  beserta  seluruh keluarga dan para sahabatnya.

      1x, lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

b.   Nabi Kahidir Alaihissalam 1x. lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

c.   Nabi Musa Alaihissalam. 1x lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

d.   Malaikat Moqorrobin, khususnya Mlaikat Jibri, Mikail, isrofil, izroil. 1x. lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

e.   Sayyidina Abu Bakar, Umar, Usman, Ali. 1x. lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

f.    Syeck Abdul Qodir Jailani. 1x. lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

g.   Wali Songo khususnya, Syeck Sunan Kali Jaga. 1x. lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

h.   Semua oaring Islam, Para jin Islam baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, khususnya untuk Bapak dan Ibu kandung, kakek, nenek, para guru dan gurunya para guru. 1x. lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

i.    Untuk terkabulnya do’a dan permohonan maka bacalah do’a ini : “Ya Allah Saya Mohon Dikaruniai Ilmu Laduni, Ya Allah Saya Mohon Diberi Ilham Dan Petunjuk, Ya Allah Saya Mohon Dikaruniai Kemampuan Melihat Alam Jin, Ya Allah Saya Mohon Kepekaan Bathin Dan Qolbu Saya Untuk Menembus Alam Malakut, Ya Allah Saya Mohon Dibukakan Tabir Penutup Antara Diri Saya Dengan Alam Gaib, Ya Allah Saya Mohon Dikaruniai Ilmu-Ilmu Yang Bermanfaat, Ya Allah Kabulkanlah Do’a Dan Permohonan Saya” ( do’a diulang 3x, dihayati, diresapi dan penuh kesunguhan ), lanjutkan menbaca “Bihurmatil Fatihah”. Lalu baca Al-Fatihah 1x. lalu tiupkan sekali kewifik tersebut.

 Wifik  dimasukan   dalam  botol  yang  berisi  air  aqua ( awas ! posisi atas, kanan, bawah, kiri haruslah sama.

 Minimlah air wifik tersebut satu gelas.

Selanjutnya lakukan sikap semedi. Bersemedi ini boleh dilakukan dengan sikap duduk bersila, duduk bersimpuh, duduk dikursi, ataupun berbaring yang penting tangan bersedekap ( tangan melingkar dibadan seperti saat kita sholat ), namun sesantai/serilek mungkin, agar bisa khusuk.

 Laksanakan Tarekat Sataria Sunan Kali Jaga, dengan cara ucapkan lafaz : “LA~ILA~HA~IL~LALLAH” lalu ucapkan lafaz ALLAH  ( ﷲا).langsung ada dipusar, lalu gerakan dari pusar keotak ( melingkar di otak dari kanan kekiri), lalu turun kejantung/qolbu/bathin. Lakukan sebanyaki.33x.

 Lihat gambar berikut ini :

 8.      Baca Ayat Kursi 3x.

9.      Hentakan telapak kaki kanan kebumi/kelantai 3x. pada saat menghetakan kaki kanan kebumi tidak perlu berdiri, cukup kaki kanan saja yang diangkat.

10.  Lalu membaca Asma’ Nuraniya. 7x, adapun asma’ tersebut adalah sebagai berikut dibawah ini :

 AMSHONIHIN ARHAMIN SALATHISIN YALAARIIHIN SAHLAALIHIN ‘ANAA SALIIMIN SALAAMIN BAHROOSIININ BAHA BIHIIHIN IBROONIIHIN “ABROONAY NIHIN ASLAAMIININ INMAASIININ KANHAAHIIHIN QOSROONIIHIN ‘ALAA NIIHIN SULTHOONIIHIN. ‘AMSHONIYYAH YISROONIYAH QOHROONIYAH NAHROONIYAH AHLAANIYAH YAQSHONIYAH ‘ARNAANIYAH. ROOMANISIIN AHROOMIISIN A’LA KALMASIN MUTHO ‘IN AMIN KAAF HAA YAA A’IIN SHOD, THOOHAA, THOO SIIN MIIM,  THOO SIIN, YAASIIN, ALIF LAAM MIIM ROO, ALIIF LAAM ROO, HAAMIIM, HAAMIIM, A’IN SIIN QOOF, QOOF WAL QUR AANIL MAJIID, SHOOD WAL QUR AANI         DZI DZDZIKRI  WATHTHUURI WA KITAABIM MASTHUURIN, NUUN WAL QOLAMI WAMAA YASTHUURU. 

 Selanjutnya bezikr/membaca dalam hati/qolbu/bathin, lafaz ini : “Allah Al-Haq”   (   ﷲﺍ   ) tanpa hitungan semakin banyak dan semakin lama akan semakin baik.

Catatan :

ò     Proses pembangkitan dan pengisian ini di lakuakan selama 7 malam berturut-turut, sejak malam rabu wage sampai dengan malam selasa kliwon. Pada malam kamis kliwon-malam senin wage tidak harus mandi.

ò     Sisa air di aqua agar digunakan untuk minum, pagi, siang dan malam. Jika Anda sedan gpuasa di minum saat sahur dan berbuka. Air dalam botol sisakan sedikit saja , selanjutnya di isi lagi, air secukupnya untuk proses pembangkitan dan pengisian malam selanjutnya

ò     Wifik di dalam botol tidak boleh diambil, sehingga pada akhir proses pembangkitan dan pengisian di dalam botol tersebut akan ada 7 wifik, jiak proses proses pembangkitan dan pengisian telah selesai, ke-7 wifik tersebut dibakar atau di pendam di dalam tanah. ( Peringatan !!! : air dan wifik jangan sampai tersentuh anak kecil, karena akan menimbulkan dampak pengaruh bathiniah ).

ò     Pada saat melaksanakan zikir “Allah Al-Haq”, kemungkinan besar tangan dan tubuh Anda akan bergerak-gerak. Ikuti gerakan tersebut jangan di tahan, apabila gerakan tersebut menjadi keras dan cepat agar dihentikan, selanjutnya bersikap semedi lagi dan langsung bezikir dalam hati “Allah Al-Haq”.

ò     Pada malam selasa kliwon Insya Allah bila di izinkan Allah maka Anda akan Jika melihat mahluk halus apapun wujudnya ( bahkan wajahnya sama pesis dengan diri Anda ), segerahlah beri salam “Assalamu’alaikum”. Apabila ia memnjawab berarti muslim, maka dapat diajak dialog seperlunya sebagai latihan dan jika telah selesai Anda bisa meminta dia secara baik-baik untuk pergi.namun jika tidak menjawab, bahkan wajhny menjadi seram, segerahlah disuruh pergi, karena akan menganggu proses latihan. Jika tidak mau pergi bacakan “GHORIL MAGHDUBI” agar ia segerah pergi.

ò      Jika anda mendapatkan bisiskan,baik bisikan itu dari makhlk halus yang menampakan wujudnya (Jin, Saudara kembaran diri, Malaikat), bisikan lewat suara, bisikan yang langsung dalam hati/bathin/qlbu ataupun bisikan lewat mimpi, maka ikuti dan laksanakan bisikan tersebut sepanjang tidak bertentangan dengan sariat islam dan aturan hidup bermasyarakat Bila anda merasa ragu tanyakan/dialog dengan bisikan tersebut. Agar anda tidak lupa dengan isi bisikan tersebut maka segera catat dikertas.Bisikan tidak selalu datang pada saat anda melaksanakan amalan ilmu wisik ini, tetapi bisa juga datang pada saat dan keadaan apapun juga, seperti saat bekerja, makan, santai, dll.

Jika anda telah sering memperoleh bisikan/ ilham / petunjuk itulah bagian dari ilmu laduni.

òPeringatan : wanita yang sedang berhalangan / haid tidak diperbolehkan       melaksanakan proses dan pembangkitan ilmu ini. Supaya dilaksanakan pada kesempatan lain.

 C.  RIYADLOH/LATIHAN/PENGASAHAN

Setelahmelaksanakan  proses  pembangkitan  dan  pengisian,  selanjutnya  laksanakan

latihan / pengasahan secara rutin, sbb :

 1.          Berwudlu’ ( wanita yang sedang haid tetap harus berwudlu’ )

2.          Lebih jika mengenakan minyak wangi.

3.          Lebih baik jika sholat hajat, kecuali yang sedang haid.

4.          Pegang Wifik baca Al Fatihah dengan cara seperti tersebut no. B. 4

5.          Sambil memandang Wifik, baca Al-Fatihah  dengan  cara  seperti tersebut no.B. 5

6.          Selanjutnya Wifik dapat diletakkan disajadah atau persis ditempat kita sujud atau disimpan dalam saku baju.

7.          Lakukan semedi seperti tsb. No. B. 9

8.          Baca ayat kursi 3 kali

9.          Membaca Asma’ Nuraniyah 7 kali seperti tersebut no. B. 12

10.      Berdzikir “ Allah Al Haq  “ dalam bathin.

Catatan :

ò     Wifik harus disimpan sebaik-baiknya/dipelihara, karena selalu digunakan dalam latihan/pengasahan .

 D.  PENJELASAN TAMBAHAN

 1.      Hilangkan rasa takut, seperti takut melihat jin, takut kerasukan jin, dll, karena perasaan takut akan menghambat penguasaan ilmu ini.

2.      Untuk mempercepat penguasaan :

 F     Laksanakan latihan ditengah malam.

F     Lebih cepat jika dilakukan ditempat yang tidak beratap/diluar rumah, cukup pada saat berdzikir “ALLAH AL HAQ” PINDAH KELUAR RUMAH .

F     Sambil menahan napas lihatlah gelap sampai kelihatan terang, dan lihatlah terang (seperti : Lampu bolamp, nyala lilin, bintang, bulan, sinar matahari pagi, dll.) sampai kelihatan gelap.

F     Biasakan mandi fajar / mandi besar menjelang subuh.

F     Biasakan untuk berdzikir dalam bathin “ALLAH Al HAQ” Atau “Allah” dimanapun saja, kapan saja dan dalam keadaan apapun juga.

F     Berlaku sabar, tidak mudah emosi dan marah, karena amarah akan menutup kepekaan bathin.

Dengan    mengharap  ijin   dan   ridho  Allah  SWT.  Kami jamin   anda   sekalian akan menguasai Ilmu ini.

 E.   TATA CARA PEWARISAN ILMU

 Kunci ilnu wisik ini dapat diwariskan kepada anak cucu, yaitu apabila anda telah menguasai ilmu ini, tulislah wifik seperti yang kami berikan tersebut sebanyak 8 lembar dengan menggunakan tinta minyak campuran Misik, Mawasr, Jakfaron. Selama menulis lakukan tarekat Satariyah. Selanjutnya masing-masing wifik dibacakan Al Fatihah seperti tersebut no. B. 4dan B.. 5 ditambah 1 Al-Fatihah khusus untuk Anak yang akan diwarisi Ilmu tersebut. Selanjutnya anak tersebut, disuruh mengamalkan Kunci Ilmu Wisik ini.

 F.   PANTANGAN

 Tidak  ada  pantangan  apapun  dalam  mengamalkan  Kunci  Ilmu  Wisik ini,  kecuali

Pantangan   yang  diperoleh  daribisiskan.  Namun  demikian  Kunci  Ilmu  ini  sangat

dipengaruhi tingkat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

 ﷲا SELAMAT MENGAMALKAN SEMOGA ALLAH MERIDHOI.AMIN  ﷲا

Selamat mengamalkan, semoga Allah SWT, meredhoi dan memberi curahan rahmat dan taufik hidayah-Nya serta keselamatan di dunia dan akherat kepada kita semua. Akhirnya kami mohon maaf bila ada kesalahan, baik di sengaja maupun tidak di sengaja, karena ada pepatah yang mengatakan  “Tidak Ada Gading Yang Tak Retak”.

 Semoga bermanfaat. Jazakumullah bi ahsanil jaza.Terima kasih sesepuh, pinisepuh KWA serta keluarga besar KWA dimanapun berada mohon bantuan koreksinya, untuk memudahkan semua keluarga besar KWA yang tercinta. Semoga hubungan ini bisa terjalin dengan baik sesuai apa yang di redhoi oleh Allah, semoga sukses selalu. Amiin Ya Robbal ’Alamiin.  Wassalamu ‘alaikum wr. wb. @@@

INILAH WIFIK YANG DITULIS…YA TULIS SENDIRI BS SESUAI YANG DISEBUTKAN DIAKHIR PENJELASANNYA :

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 100 Komentar

Navigasi pos

100 thoughts on “ILMU WISIK

  1. purnomo

    pertamina/pertamax

  2. purnomo

    ke 2

  3. Saiii

    Semangat malam smua,,,
    Absen+nyimak dari seberang,,,

  4. purnomo

    ke 4

  5. purnomo

    ke 5

  6. mbah bajul putih.

    ndrex nyimak

  7. Joko Kelana

    izin nyimak …..

  8. PERTAMAX kah?

  9. Cakji

    Semangat malam
    absen malam 10 besar
    nderek nyimak
    nggak pakai cling…..

  10. sukmanto

    nyimax dulu…

  11. salam seduduluran buat para ki sepuh…

  12. WONG ALUS

    Sedulur KWA… salam KWA-NGENNN…. rahayu…

  13. dm3ncahayu

    ass f aLL ssph,dLr
    trt berdukacita atas mniggaL’y ayahanda dri Mas Taufik aLHidayah
    @Ki ArizaL
    ikut nyimak..
    aLL Lnjt..

  14. mantaaaaaaaaappppppp

  15. Nyimak

  16. @mbah ki wong alus… Salam hormat ki dari saya…

  17. mau tanya ki sepuh, itu wifik nya kalau di print dan langsung diaalkan bisa gak ya?? terria kasih atas pencerahan nya…

  18. De santos kds

    Qobiltu ki……ijin mengamalkannya semoga berkah..

  19. ***_nurcahyo_***

    QOBILTU AMIIIIIN……..

  20. Mas Cetho

    Qobiltu km arizal. Salim km wa

  21. Joko Sabar

    Salam sungkem kagem para sesepuh khususnya Ki Wong Alus dan salam rahayu untuk saudaraku di KWA.Nderek nyimak rumiyen.

  22. amang..el..

    ..:: syukron ki ARIZAL yg sudah berbagi keilmuannya… Ijin simpan ki…Qobiltu…dan buat saudaraku yang lain…salam takzim…

  23. ijin nyimak mas rizal

  24. dody

    ..Bagus sih…tpi kok agAk ribet ya..klo yg simpel ada nggak ya…ngarep..‎​​:pнĭ°°:pнĭ°°:pнĭ °°:p..

  25. ABSEN…
    QOBILTU…

  26. Jampang Kilat

    Hadir…………………..

    Izin nyimak..

    Salam tadzim Ki Wong Alus…

  27. aslkm ikut absen hadir

  28. mukdis cianjur selatan

    absen…

  29. ANOMAN

    absen malem…disambi sedikit bingung……..

  30. banta ahmad

    @ nyimak…mantap

  31. masjoe

    ikut nyimak…

  32. URIP BUDIYANTO(Boedi Alwa)

    Ikut nyimak

  33. qobiltu ki….

  34. balaputra

    assalamu’alaikum
    izin nyimak

  35. Ki Samber Gledek

    Absen pagi dan langsung nyimax,!salam selamat pagi and salam semangat slalu,!!

  36. haryo penangsang

    ass,
    qobiltu,

  37. haryo penangsang

    mbah samber gledek, salim cium tngan mbah, tp jng dsamber,

  38. Ki Samber Gledek

    Mbah haryo ku sayang yg tampan,.!salam cium tangan kembali mbah,,biar kena samber gledek jg ga pa2 mbah,,kan gledeknya saget sampean tangkap dgn kesaktian njenengan mbah.!qiqiqiqiqiqi
    Qobiltu dah.,!!

  39. Ki Samber Gledek

    Di ambon rusuh terus nie,ternyata dan ternyata provokatornya di dalangi orang2 kafirun,!!
    HAM hrs di hilangkan di indonesia,biar para provokator yg gendeng tdk bertingkah pola,,!!hemmmmmmmmmmmm

  40. saka ganteng

    nderek nyimak mbah yai,,,,sekalian,,,qobiltu

  41. Ro singo

    absen pagi

  42. Jampang Kilat

    “BERSAMA,KITA SUKSESKAN GATHERING KWA JAKARTA RAYA 23-10-2011…”

  43. Jampang Kilat

    Coffee Morning..

    Salam Rahayu & Sejahtera kepada :
    *Mbah Gledek
    *Ki Haryo P
    *Ki Lintang Sumirat
    *Ki Laskar L.S
    *Ki dm3ncahayu
    *Ki Kwan Nakama
    *Ki Unluckyman
    *Ki Nurcahyo
    *All Sepuh & Sedulur…

    ………………….Damai

  44. saka ganteng

    absen pagi…….salam rahayu buat sesepuh dan bolo kwa,,,salam persaudaraan

  45. haryo penangsang

    met pg jg mbah jampang kilat,,,
    jd nie k ragunan,,,
    kang saka ganteng pg jg kang,
    slam KWAngen slalu

  46. rizalfirman

    Assalamu’alaikum,
    ijin nyimak …
    n Qobiltu
    insya Allah di amalkan

  47. aringga

    ijin nyimak
    sambil hisap rokok,

  48. Jampang Kilat

    *Ki Haryo Penangsang :
    Kalau tidak halangan mendadak pasti saya datang Ki…

  49. Jampang Kilat

    DAFTAR HADIR GATHERING KWA JAKARTA RAYA 23-10-2011
    ============
    1.THANMUST THEPOS
    2.ABI
    3.KI PAMUKTI
    4.KANCIL SP
    5.TUKANG ANGON
    6.M@sKUMAMBANG/ryankadiri
    7.
    8.
    9.JAMPANG KILAT
    10.UWI
    11.
    12.
    13.
    14.
    15.
    Dst…

    “BERSAMA,KITA SUKSESKAN GATHERING KWA JAKARTA RAYA…”

    Nb:
    Bagi para sedulur yang ingin hadir silahkan mencantumkan namanya….terima kasih.

  50. Achmat junianto

    Nderek nyimak…

  51. @Mbah Ki WongAlus….sugeng rawuh mbah…salam takdzim
    @Ki Jampang sedulurku….tetap semangat KWA-ngen….
    @Mas Arizal….mantapp…ijn nyimak dulu sambil nyeruput kopi hitam yang rasanya manis agak pahit bikinan Ki Jampang Kilat….( maaf ya ki,,,he he )

  52. Jampang Kilat

    *Ki Tukang Angon:
    Hehe…mantaf Ki kopi luak+buhur 234.

  53. ubanan

    ngintip……..
    ijin copas dulu Ki….. untuk diamalkan kmudian …… trm ksh…
    salam KWA……… bwt smua

  54. wong edan

    qobiltu,ki,nuwun

  55. haryo penangsang

    sedulur, monggo
    persiapan jumatan

  56. neval

    qobiltu dan ijin mengamalkan

  57. salam puji rahayu,..nyimak..++

  58. SATRIO MODAR

    Ass.. Kok 1 botol air aqua, merk apa saja? gk hrs merk aqua ya?

  59. Kok by ki wong alus lg ya…kok gk zero mind ?

  60. Jampang Kilat

    *Ki Lintang Sumirat :
    Mungkin beliau sudah selesai dalam mengemban tugasnya sehingga sekarang beliau bisa bercengkrama lagi bersama kita…

  61. Belma

    Salam hangat seteretanan kepada :
    *Mbah Gledek
    *Ki Haryo P
    *Ki Lintang Sumirat
    *Ki Laskar L.S
    *Ki dm3ncahayu
    *Ki Kwan Nakama
    *Ki Unluckyman
    *Ki Nurcahyo
    Ki Jampang Kilat
    Wong tangrang
    Tukang Angin ( Eh maap Tukang Angon )
    *All Sepuh & Sedulur…

  62. Jampang Kilat

    Hahaha…salam tadzim & rahayu Ki Belma…lanjut.

  63. Thong Pho Ho

    Qobiltu

  64. Salam rahayu engkang sami pinangih…
    @jampang kilat
    @mbah arif
    @belma
    @thong pho ho
    @all…

  65. Belma

    Mbah Arif………
    Saya punya masalah…….
    hidup saya masih susahhhh……
    saya mau kaya………
    tapi mbah yang ritual,yang menyediakan umbo rampe….
    mbah yang capek saya yang dapat hasilnya
    saya tau saya jadi kaya aja pokoknya
    Piye mbah???????? Ha..ha..ha..ha,,ha,,,ha…..

  66. Jampang Kilat

    Hehehe…

    *Ki Lintang Sumirat :
    Salam rahayu Ki,bagaimana kabar disana ?

  67. mas arizal…sungguh amalan yg sy pengen skli sy amalkan…,tp mungkin lbh baik klo ada yg menuntun….,qobiltu..mohon do’a dan tuntunannya mas…mugi2 njenengan sklgi pinaringan sht wal’afiat amin….

  68. rijal ayubi

    ijin simpan dulu ki…dan mengamalkan satu saat nantk..

  69. Yoan

    Ngintip dulu…Ah

  70. Pandongane ki jampang kilat… Selalu segar bugar…he he he…

  71. Hr Panca

    Salam salim kagem ki wong alus,salam takzim.
    Salam Rahayu & Sejahtera
    kepada :
    *Mbah Gledek
    *Ki Haryo P
    *Ki Lintang Sumirat
    *Ki Laskar L.S
    *Ki dm3ncahayu
    *Ki Kwan Nakama
    *Ki Unluckyman
    *Ki Nurcahyo
    *ki Tukang angon
    *All SeSepuh & Sedulur…kwa semua. Salam KWAngen…

  72. yusup

    Hadir, ijin nyimak ki

  73. prayoga gemilang

    th.2000 yg lalu saya pernah belajar ilmu ini dari perguruan al miftah jogjakarta,tapi kurang berfungsi.hanya suatu malam setelah selesai mengamalkan saya mimpi bertarung dengan seekor naga yg dtg dari langit.naga itu masuk ketubuh saya lewat mulut.

  74. Bachtiar Nur

    Assalamualaikum..
    nderek nyemak..

  75. Belma

    ada ust. Prayoga…….
    Bgmn Kbrnya Suhu ? kok gak pernah ngasih ijazah lg ? tgl 23 Okt Hadir Gak ?

  76. SATRIO MODAR

    Kenapa jaman skrng kok sesama muslim saling menjelekkan, memusuhi dll hanya krn beda pendapat, beda organisasi, beda kelompok dll. mrk sibuk mencari kesalahan dan kekurangan org lain tp lupa utk mengkoreksi kesalahan dan kekurangan diri mrk sendiri. saya prihatin dg hal ini.

  77. Rudi

    ass.wr.wb…..qobiltu lillahi ta’aala…..mohon izin menyimpan & mengamalkan suatu saat nanti……Alfatihah >>>>>sent
    Salam rahayu bwt Ki Wong Alus & sdulur kabeh…..

  78. al_faqir

    ass.wr.wb…
    salam takzim dan salam perseduluran:)

    Maaf kalau boleh tau @Ki ARIZAL dari Pondok Pesantren Miftahussalam Yogyakarta Yah ?

  79. Jampang Kilat

    *Ki Prayoga Gemilang :
    Salam kenal Ki..pengalaman yang menarik.

    *Ki Satrio Modar:
    Jika ada satu kaum yang suka menjelek2an kaum lainnya,sesungguhnya mereka sedang menutupi kelemahannya sendiri…laqumdinukum waliadin.

  80. John as

    Ass,qobiltu. Mhn izin copas dan mengamalkan ki. Sljtnya mhn bimbingan.

  81. DEWA MABOK

    Saya beberapa thn mengamalkan bermacam amalan dari dukun, kyai, ajengan dan dari KWA tp gk ada keajaiban apa apa?

  82. saya dan kedua teman saya menerima ijazah ilmu wisik dgn sempurna dr anda mas arizal….mugi manfa’at dunia akhirat…amin..

  83. Mr.Zm

    qobiltu…

  84. ILMU yang Menarik Hati.. Mohon izin tuk mengkajinya, Alfatehah terkirim sohibbul ijazah dan Bolo KWA sejagad Maya :)

    *Tarekat Syattariyah adalah aliran tarekat yang pertama kali muncul di India pada abad ke 15. Tarekat ini dinisbahkan kepada tokoh yang mempopulerkan dan berjasa mengembangkannya, Abdullah asy-Syattar.

    Awalnya tarekat ini lebih dikenal di Iran dan Transoksania (Asia Tengah) dengan nama Isyqiyah. Sedangkan di wilayah Turki Usmani, tarekat ini disebut Bistamiyah.

    Kedua nama ini diturunkan dari nama Abu Yazid al-Isyqi, yang dianggap sebagai tokoh utamanya. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya Tarekat Syattariyah tidak menganggap dirinya sebagai cabang dari persatuan sufi mana pun. Tarekat ini dianggap sebagai suatu tarekat tersendiri yang memiliki karakteristik-karakteristik tersendiri dalam keyakinan dan praktik.

    Hanya sedikit yang dapat diketahui mengenai Abdullah asy-Syattar. Ia adalah keturunan Syihabuddin Suhrawardi. Kemungkinan besar ia dilahirkan di salah satu tempaat di sekitar Bukhara. Di sini pula ia ditahbiskan secara resmi menjadi anggota Tarekat Isyqiyah oleh gurunya, Muhammad Arif.

    Nisbah asy-Syattar yang berasal dari kata syatara, artinya membelah dua, dan nampaknya yang dibelah dalam hal ini adalah kalimah tauhid yang dihayati di dalam dzikir nafi itsbat, la ilaha (nafi) dan illallah (itsbah), juga nampaknya merupakan pengukuhan dari gurunya atas derajat spiritual yang dicapainya yang kemudian membuatnya berhak mendapat pelimpahan hak dan wewenang sebagai Washitah (Mursyid). Istilah Syattar sendiri, menurut Najmuddin Kubra, adalah tingkat pencapaian spiritual tertinggi setelah Akhyar dan Abrar. Ketiga istilah ini, dalam hierarki yang sama, kemudian juga dipakai di dalam Tarekat Syattariyah ini. Syattar dalam tarekat ini adalah para sufi yang telah mampu meniadakan zat, sifat, dan af’al diri (wujud jiwa raga).

    Namun karena popularitas Tarekat Isyqiyah ini tidak berkembang di tanah kelahirannya, dan bahkan malah semakin memudar akibat perkembangan Tarekat Naksyabandiyah, Abdullah asy-Syattar dikirim ke India oleh gurunya tersebut. Semula ia tinggal di Jawnpur, kemudian pindah ke Mondu, sebuah kota muslim di daerah Malwa (Multan). Di India inilah, ia memperoleh popularitas dan berhasil mengembangkan tarekatnya tersebut.

    Tidak diketahui apakah perubahan nama dari Tarekat Isyqiyah yang dianutnya semula ke Tarekat Syattariyah atas inisiatifnya sendiri yang ingin mendirikan tarekat baru sejak awal kedatangannya di India ataukah atas inisiatif murid-muridnya. Ia tinggal di India sampai akhir hayatnya (1428).

    Sepeninggal Abdullah asy-Syattar, Tarekat Syattariyah disebarluaskan oleh murid-muridnya, terutama Muhammad A’la, sang Bengali, yang dikenal sebagai Qazan Syattari. Dan muridnya yang paling berperan dalam mengembangkan dan menjadikan Tarekat Syattariyah sebagai tarekat yang berdiri sendiri adalah Muhammad Ghaus dari Gwalior (w.1562), keturunan keempat dari sang pendiri. Muhammad Ghaus mendirikan Ghaustiyyah, cabang Syattariyah, yang mempergunakan praktik-praktik yoga. Salah seorang penerusnya Syah Wajihuddin (w.1609), wali besar yang sangat dihormati di Gujarat, adalah seorang penulis buku yang produktif dan pendiri madrasah yang berusia lama. Sampai akhir abad ke-16, tarekat ini telah memiliki pengaruh yang luas di India. Dari wilayah ini Tarekat Syatttariyah terus menyebar ke Mekkah, Madinah, dan bahkan sampai ke Indonesia.

    Tradisi tarekat yang bernafas India ini dibawa ke Tanah Suci oleh seorang tokoh sufi terkemuka, Sibghatullah bin Ruhullah (1606), salah seorang murid Wajihuddin, dan mendirikan zawiyah di Madinah. Syekh ini tidak saja mengajarkan Tarekat Syattariah, tetapi juga sejumlah tarekat lainnya, sebutlah misalnya Tarekat Naqsyabandiyah. Kemudian Tarekat ini disebarluaskan dan dipopulerkan ke dunia berbahasa Arab lainnya oleh murid utamanya, Ahmad Syimnawi (w.1619). Begitu juga oleh salah seorang khalifahnya, yang kemudian tampil memegang pucuk pimpinan tarekat tersebut, seorang guru asal Palestina, Ahmad al-Qusyasyi (w.1661).

    Setelah Ahmad al-Qusyasyi meninggal, Ibrahim al Kurani (w. 1689), asal Turki, tampil menggantikannya sebagai pimpinan tertinggi dan penganjur Tarekat Syattariyah yang cukup terkenal di wilayah Madinah.

    Dua orang yang disebut terakhir di atas, Ahmad al-Qusyasyi dan Ibrahim al-Kurani, adalah guru dari Abdul Rauf Singkel yang kemudian berhasil mengembangkan Tarekat Syattariyah di Indonesia. Namun sebelum Abdul Rauf. Telah ada seorang tokoh sufi yang dinyatakan bertanggung jawab terhadap ajaran Syattariyah yang berkembang di Nusantara lewat bukunya Tuhfat al-Mursalat ila ar Ruh an-Nabi, sebuah karya yang relatif pendek tentang wahdat al-wujud. Ia adalah Muhammad bin Fadlullah al-Bunhanpuri (w. 1620), juga salah seorang murid Wajihuddin. Bukunya, Tuhfat al-Mursalat, yang menguraikan metafisika martabat tujuh ini lebih populer di Nusantara ketimbang karya Ibnu Arabi sendiri. Martin van Bruinessen menduga bahwa kemungkinan karena berbagai gagasan menarik dari kitab ini yang menyatu dengan Tarekat Syattariyah, sehingga kemudian murid-murid asal Indonesia yang berguru kepada al-Qusyasyi dan Al-Kurani lebih menyukai tarekat ini ketimbang tarekat-tarekat lainnya yang diajarkan oleh kedua guru tersebut. Buku ini kemudian dikutip juga oleh Syamsuddin Sumatrani (w. 1630) dalam ulasannya tentang martabat tujuh, meskipun tidak ada petunjuk atau sumber yang menjelaskan mengenai apakah Syamsuddin menganut tarekat ini. Namun yang jelas, tidak lama setelah kematiannya, Tarekat Syattariyah sangat populer di kalangan orang-orang Indonesia yang kembali dari Tanah Arab.

    Abdul Rauf sendiri yang kemudian turut mewarnai sejarah mistik Islam di Indonesia pada abad ke-17 ini, menggunakan kesempatan untuk menuntut ilmu, terutama tasawuf ketika melaksanakan haji pada tahun 1643. Ia menetap di Arab Saudi selama 19 tahun dan berguru kepada berbagai tokoh agama dan ahli tarekat ternama. Sesudah Ahmad Qusyasyi meninggal, ia kembali ke Aceh dan mengembangkan tarekatnya. Kemasyhurannya dengan cepat merambah ke luar wilayah Aceh, melalui murid-muridnya yang menyebarkan tarekat yang dibawanya. Antara lain, misalnya, di Sumatera Barat dikembangkan oleh muridnya Syekh Burhanuddin dari Pesantren Ulakan; di Jawa Barat, daerah Kuningan sampai Tasikmalaya, oleh Abdul Muhyi. Dari Jawa Barat, tarekat ini kemudian menyebar ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Sulewasi Selatan disebarkan oleh salah seorang tokoh Tarekat Syattariyah yang cukup terkenal dan juga murid langsung dari Ibrahim al-Kurani, Yusuf Tajul Khalwati (1629-1699).

    Martin menyebutkan bahwa sejumlah cabang tarekat ini kita temukan di Jawa dan Sumatera, yang satu dengan lainnya tidak saling berhubungan. Tarekat ini, lanjut Martin, relatif dapat dengan gampang berpadu dengan berbagai tradisi setempat; ia menjadi tarekat yang paling “mempribumi” di antara berbagai tarekat yang ada. Pada sisi lain, melalui Syattariyah-lah berbagai gagasan metafisis sufi dan berbagai klasifikasi simbolik yang didasarkan atas ajaran martabat tujuh menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa.

    Ajaran dan Dzikir Tarekat Syattariyah
    Perkembangan mistik tarekat ini ditujukan untuk mengembangkan suatu pandangan yang membangkitkan kesadaran akan Allah SWT di dalam hati, tetapi tidak harus melalui tahap fana’. Penganut Tarekat Syattariyah percaya bahwa jalan menuju Allah itu sebanyak gerak napas makhluk. Akan tetapi, jalan yang paling utama menurut tarekat ini adalah jalan yang ditempuh oleh kaum Akhyar, Abrar, dan Syattar. Seorang salik sebelum sampai pada tingkatan Syattar, terlebih dahulu harus mencapai kesempurnaan pada tingkat Akhyar (orang-orang terpilih) dan Abrar (orang-orang terbaik) serta menguasai rahasia-rahasia dzikir. Untuk itu ada sepuluh aturan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tarekat ini, yaitu taubat, zuhud, tawakkal, qana’ah, uzlah, muraqabah, sabar, ridla, dzikir, dan musyahadah.

    Sebagaimana halnya tarekat-tarekat lain, Tarekat Syattariyah menonjolkan aspek dzikir di dalam ajarannya. Tiga kelompok yang disebut di atas, masing-masing memiliki metode berdzikir dan bermeditasi untuk mencapai intuisi ketuhanan, penghayatan, dan kedekatan kepada Allah SWT. Kaum Akhyar melakukannya dengan menjalani shalat dan puasa, membaca al-Qur’an, melaksanakan haji, dan berjihad. Kaum Abrar menyibukkan diri dengan latihan-latihan kehidupan asketisme atau zuhud yang keras, latihan ketahanan menderita, menghindari kejahatan, dan berusaha selalu mensucikan hati. Sedang kaum Syattar memperolehnya dengan bimbingan langsung dari arwah para wali. Menurut para tokohnya, dzikir kaum Syattar inilah jalan yang tercepat untuk sampai kepada Allah SWT.

    Di dalam tarekat ini, dikenal tujuh macam dzikir muqaddimah, sebagai pelataran atau tangga untuk masuk ke dalam Tarekat Syattariyah, yang disesuaikan dengan tujuh macam nafsu pada manusia. Ketujuh macam dzikir ini diajarkan agar cita-cita manusia untuk kembali dan sampai ke Allah dapat selamat dengan mengendarai tujuh nafsu itu. Ketujuh macam dzikir itu sebagai berikut:

    1. Dzikir thawaf, yaitu dzikir dengan memutar kepala, mulai dari bahu kiri menuju bahu kanan, dengan mengucapkan laa ilaha sambil menahan nafas. Setelah sampai di bahu kanan, nafas ditarik lalu mengucapkan illallah yang dipukulkan ke dalam hati sanubari yang letaknya kira-kira dua jari di bawah susu kiri, tempat bersarangnya nafsu lawwamah.

    2. Dzikir nafi itsbat, yaitu dzikir dengan laa ilaha illallah, dengan lebih mengeraskan suara nafi-nya, laa ilaha, ketimbang itsbat-nya, illallah, yang diucapkan seperti memasukkan suara ke dalam yang Empu-Nya Asma Allah.

    3. Dzikir itsbat faqat, yaitu berdzikir dengan Illallah, Illallah, Illallah, yang dihujamkan ke dalam hati sanubari.

    4. Dzikir Ismu Dzat, dzikir dengan Allah, Allah, Allah, yang dihujamkan ke tengah-tengah dada, tempat bersemayamnya ruh yang menandai adanya hidup dan kehidupan manusia.

    5. Dzikir Taraqqi, yaitu dzikir Allah-Hu, Allah-Hu. Dzikir Allah diambil dari dalam dada dan Hu dimasukkan ke dalam bait al-makmur (otak, markas pikiran). Dzikir ini dimaksudkan agar pikiran selalu tersinari oleh Cahaya Ilahi.

    6. Dzikir Tanazul, yaitu dzikir Hu-Allah, Hu-Allah. Dzikir Hu diambil dari bait al-makmur, dan Allah dimasukkan ke dalam dada. Dzikir ini dimaksudkan agar seorang salik senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi sebagai insan Cahaya Ilahi.

    7. Dzikir Isim Ghaib, yaitu dzikir Hu, Hu, Hu dengan mata dipejamkan dan mulut dikatupkan kemudian diarahkan tepat ke tengah-tengah dada menuju ke arah kedalaman rasa.

    Ketujuh macam dzikir di atas didasarkan kepada firman Allah SWT di dalam Surat al-Mukminun ayat 17: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu semua tujuh buah jalan, dan Kami sama sekali tidak akan lengah terhadap ciptaan Kami (terhadap adanya tujuh buah jalan tersebut)”. Adapun ketujuh macam nafsu yang harus ditunggangi tersebut, sebagai berikut:

    1. Nafsu Ammarah, letaknya di dada sebelah kiri. Nafsu ini memiliki sifat-sifat berikut:
    Senang berlebihan, hura-hura, serakah, dengki, dendam, bodoh, sombong, pemarah, dan gelap, tidak mengetahui Tuhannya.

    2. Nafsu Lawwamah, letaknya dua jari di bawah susu kiri. Sifat-sifat nafsu ini: enggan, acuh, pamer, ‘ujub, ghibah, dusta, pura-pura tidak tahu kewajiban.

    3. Nafsu Mulhimah, letaknya dua jari dari tengah dada ke arah susu kanan. Sifat-sifatnya: dermawan, sederhana, qana’ah, belas kasih, lemah lembut, tawadlu, tobat, sabar, dan tahan menghadapi segala kesulitan.

    4. Nafsu Muthmainnah, letaknya dua jari dari tengah-tengah dada ke arah susu kiri. Sifat-sifatnya: senang bersedekah, tawakkal, senang ibadah, syukur, ridla, dan takut kepada Allah SWT.

    5. Nafsu Radhiyah, letaknya di seluruh jasad. Sifat-sifatnya: zuhud, wara’, riyadlah, dan menepati janji.

    6. Nafsu Mardliyah, letaknya dua jari ke tengah dada. Sifat-sifatnya: berakhlak mulia, bersih dari segala dosa, rela menghilangkan kegelapan makhluk.

    7. Nafsu Kamilah, letaknya di kedalaman dada yang paling dalam. Sifat-sifatnya: Ilmul yaqin, ainul yaqin, dan haqqul yaqin.

    Khusus dzikir dengan nama-nama Allah (al-asma’ al-husna), tarekat ini membagi dzikir jenis ini ke dalam tiga kelompok. Yakni, a) menyebut nama-nama Allah SWT yang berhubungan dengan keagungan-Nya, seperti al-Qahhar, al-Jabbar, al-Mutakabbir, dan lain-lain; b) menyebut nama Allah SWT yang berhubungan dengan keindahan-Nya seperti, al-Malik, al-Quddus, al-’Alim, dan lain-lain; dan c) menyebut nama-nama Allah SWT yang merupakan gabungan dari kedua sifat tersebut, seperti al-Mu’min, al-Muhaimin, dan lain-lain. Ketiga jenis dzikir tersebut harus dilakukan secara berurutan, sesuai urutan yang disebutkan di atas. Dzikir ini dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang, sampai hati menjadi bersih dan semakin teguh dalam berdzikir. Jika hati telah mencapai tahap seperti itu, ia akan dapat merasakan realitas segala sesuatu, baik yang bersifat jasmani maupun ruhani.

    Satu hal yang harus diingat, sebagaimana juga di dalam tarekat-tarekat lainnya, adalah bahwa dzikir hanya dapat dikuasai melalui bimbingan seorang pembimbing spiritual, guru atau syekh. Pembimbing spiritual ini adalah seseorang yang telah mencapai pandangan yang membangkitkan semua realitas, tidak bersikap sombong, dan tidak membukakan rahasia-rahasia pandangan batinnya kepada orang-orang yang tidak dapat dipercaya. Di dalam tarekat ini, guru atau yang biasa diistilahkan dengan wasithah dianggap berhak dan sah apabila terangkum dalam mata rantai silsilah tarekat ini yang tidak putus dari Nabi Muhammad SAW lewat Ali bin Abi Thalib ra, hingga kini dan seterusnya sampai kiamat nanti; kuat memimpin mujahadah Puji Wali Kutub; dan memiliki empat martabat yakni mursyidun (memberi petunjuk), murbiyyun (mendidik), nashihun (memberi nasehat), dan kamilun (sempurna dan menyempurnakan). Secara terperinci, persyaratan-persyaratan penting untuk dapat menjalani dzikir di dalam Tarekat Syattariyah adalah sebagai berikut: makanan yang dimakan haruslah berasal dari jalan yang halal; selalu berkata benar; rendah hati; sedikit makan dan sedikit bicara; setia terhadap guru atau syekhnya; kosentrasi hanya kepada Allah SWT; selalu berpuasa; memisahkan diri dari kehidupan ramai; berdiam diri di suatu ruangan yang gelap tetapi bersih; menundukkan ego dengan penuh kerelaan kepada disiplin dan penyiksaan diri; makan dan minum dari pemberian pelayan; menjaga mata, telinga, dan hidung dari melihat, mendengar, dan mencium segala sesuatu yang haram; membersihkan hati dari rasa dendam, cemburu, dan bangga diri; mematuhi aturan-aturan yang terlarang bagi orang yang sedang melakukan ibadah haji, seperti berhias dan memakai pakaian berjahit.

    Sanad atau Silsilah Tarekat Syattariyah
    Sebagaimana tarekat pada umumnya, tarekat ini memiliki sanad atau silsilah para wasithahnya yang bersambungan sampai kepada Rasulullah SAW. Para pengikut tarekat ini meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW, atas petunjuk Allah SWT, menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk mewakilinya dalam melanjutkan fungsinya sebagai Ahl adz-dzikr, tugas dan fungsi kerasulannya. Kemudian Ali menyerahkan risalahnya sebagai Ahl adz-dzikir kepada putranya, Hasan bin Ali, dan demikian seterusnya sampai sekarang. Pelimpahan hak dan wewenang ini tidak selalu didasarkan atas garis keturunan, tetapi lebih didasarkan pada keyakinan atas dasar kehendak Allah SWT yang isyaratnya biasanya diterima oleh sang wasithah jauh sebelum melakukan pelimpahan, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW sebelum melimpahkan kepada Ali bin Abi Thalib.

    Berikut contoh sanad Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh para mursyid atau wasithahnya di Indonesia:

    Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib, kepada Sayyidina Hasan bin Ali asy-Syahid, kepada Imam Zainal Abidin, kepada Imam Muhammad Baqir, kepada Imam Ja’far Syidiq, kepada Abu Yazid al-Busthami, kepada Syekh Muhammad Maghrib, kepada Syekh Arabi al-Asyiqi, kepada Qutb Maulana Rumi ath-Thusi, kepada Qutb Abu Hasan al-Hirqani, kepada Syekh Hud Qaliyyu Marawan Nahar, kepada Syekh Muhammad Asyiq, kepada Syekh Muhammad Arif, kepada Syekh Abdullah asy-Syattar, kepada Syekh Hidayatullah Saramat, kepada Syekh al-Haj al-Hudhuri, kepada Syekh Muhammad Ghauts, kepada Syekh Wajihudin, kepada Syekh Sibghatullah bin Ruhullah, kepada Syekh Ibnu Mawahib Abdullah Ahmad bin Ali, kepada Syekh Muhammad Ibnu Muhammad, Syekh Abdul Rauf Singkel, kepada Syekh Abdul Muhyi (Safarwadi, Tasikmalaya), kepada Kiai Mas Bagus (Kiai Abdullah) di Safarwadi, kepada Kiai Mas Bagus Nida’ (Kiai Mas Bagus Muhyiddin) di Safarwadi, kepada Kiai Muhammad Sulaiman (Bagelan, Jateng), kepada Kiai Mas Bagus Nur Iman (Bagelan), kepada Kiai Mas Bagus Hasan Kun Nawi (Bagelan) kepada Kiai Mas Bagus Ahmadi (Kalangbret, Tulungagung), kepada Raden Margono (Kincang, Maospati), kepada Kiai Ageng Aliman (Pacitan), kepada Kiai Ageng Ahmadiya (Pacitan), kepada Kiai Haji Abdurrahman (Tegalreja, Magetan), kepada Raden Ngabehi Wigyowinoto Palang Kayo Caruban, kepada Nyai Ageng Hardjo Besari, kepada Kiai Hasan Ulama (Takeran, Magetan), kepada Kiai Imam Mursyid Muttaqin (Takeran), kepada Kiai Muhammad Kusnun Malibari (Tanjunganom, Nganjuk) dan kepada KH Muhammad Munawar Affandi (Nganjuk).

    source from: http://jalanakhirat.wordpress.com/2010/03/13/tarekat-syattariyah/

  85. erickz sebastianz

    Qobiltu ki….mohon izin mengamalkan semoga ermanfaat…alfateha sent

  86. uji

    qobiltu ijin ngamalin smoga manfaat dunia akhirat amin

  87. qobiltu…..
    mohon ijin mengamalkan suatu saat…
    al fatihah kagem panjenengan…sent

  88. Ki Syattar

    ARIZAL : zal.ari99@yahoo.co.id == INI KHAN ILMU WISIK YANG DIJUAL DI POSMO

    BERARTI ANDA PERNAH KE
    Pondok Pesantren Miftahussalam JOMBOR – YOGYA JATENG YA….????

    @DEWA MABOK :
    anda benar.. !!!! lhawong semuanya cuma ABAL-ABAL kok mau ampuh darimana ………

  89. derek maos

  90. Qobiltu ki….mohon izin mengamalkan semoga bermanfaat…

  91. DENI

    Qobiltu. . .Mohon Izin ngamalin ilmu ny mas RIZAL. . .

  92. julham ham

    qobiltu ki

  93. qobiltu saya terima secara sempurna

  94. cahalus

    qobiltu jga N alfatehah

  95. Syukur alhamdulillah dan terimakasih amalan yg diberikan semoga bisa bermanfaat bagi sy mereka smua yg menyukai.boleh sy menghungi langsung lewat tif?ya tujuannya untuk memandu amalan tsb.

  96. mharis24dishut@gmail.com

    MOHON DOANYA AGAR SY BS MENGAMALKAN ILMU WIFIK DR USTADZ ARIZAL.AMIIN

  97. Izin baca

  98. ubanan

    qobiltu, ijin mengamalkan… trm ksh.. alfatihah…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d blogger menyukai ini: