SYEKH SITI JENAR


Oleh benyokta2
Email: oktafen2dy@gmail.com

Tulisan ini di desikasikan Buat saudara saya (Ainul Yaqin) yang kini dirubah namanya menjadi Maulana Ishak, yang terbaring di rumah sakit hampir satu bulan lamanya, Demikian saya pribadi memohon sambung do’a para sedulur sekalian. Semoga saudara saya yang lahir tanggal 22 februari 1995 hari rabu dapat sembuh sediakala. Amin. Buat Saudara HUSNI HIDAYAT EL-JUFRIE Terima Kasih Atas Informasi yang diberikan.

Mengkaji sejarah merupakan sebuah upaya yang tidak mudah. Apalagi bila realitas sejarah tersebut telah menjadi opini yang menghegemoni atau hanya sekedar suara sumbang yang kurang dapat dibuktikan. Kenyataan tersebut menimpa sejarah ulama agung, syeh Siti Jenar. Keberadaannya yang misterius membuat pelbagai kalangan terjebak dalam data-data sejarah yang tidak bisa dibuktikan keabsahannya sampai sekarang.

Oleh sebab itu , melalui sebuah karya seorang ulama Jawa Timur tersohor K.H. Abil Fadol Senori Tuban dalam karyanya ” Ahla al- Musamarah Fi Hikayah al-Auliya al-‘Asyrah ( sekelumit hikmah tentang Wali sepuluh ). Penulis mencoba menampilkan sejarah yang sinkron dengan realitas. Mendengar karya tersebut, tentu kita akan ta’ajub, sebab selama ini yang terkenal di Jawa sebagai penyebar Islam adalah Wali Songo atau wali sembilan. Nah, K.H. Abil Fadol ingin menyampaikan realitas abu-abu sejarah yang selama ini terabaikan. Sebab realitanya, Syeh Siti Jenar sering diklaim sebagai seorang ulama yang sesat dan menyesatkan. Gagasan K.H Abil Fadol sebenarnya telah bergulir semenjak berpuluh-puluh tahun lalu. Tapi, karena kehati-hatian beliau, karya-karya ” kanonikal ” beliau tidak dipublikasikan secara umum. Akan tetapi, saat ini banyak karya beliau yang mulai dilirik oleh kiyai-kiyai pesantren tanah Jawa. Seperti ringkasan ” Audhoh al- Masalik Ala al-Fiyah Ibn Malik , Kawakib al-Lama’ah Fi Tahqiq al-Musamma Bi Ahlissunnah Waljama’ah, Ahlal Musammarah ” ( sebuah karya yang penulis jadikan rujukan utama dalam biografi Syah Siti Jenar dalam tulisan ini ), dan lain-lain. Bahkan ada karya beliau tentang Syarh Uqud al-Juman Fi Ilmi al-balaghah yang belum selesai, karena beliau telah berpulang kekhadirat-Nya, sehingga proyek balaghah tersebut menunggu uluran tangan para Kiyai di Indonesia. Dan kabar yang penulis terima, tak satu pun ulama Indonesia pada saat ini, mampu menyelesaikan maha karya tersebut, hanya seorang pakar balaghah dari Yaman lah yang mampu mencoba menyelesaikannya.Namun penulis tidak akan menyinggung banyak tentang K.H Abil Fadol, tapi penulis ingin menuangkan data-data beliau dengan realitas yang penulis jumpai.

Syekh Siti Jenar mungkin tidak banyak yang mengetahui asal-usulnya. Dikatakan bahwa beliau berasal dari seekor cacing yang berubah menjadi manusia, versi yang lain menyebutkan beliau berasal dari persia, bahkan ada juga yang menyatakan beliau sebagai keturunan seorang empu kerajaan Maja Pahit. Bagi penulis, sumber-sumber tersebut tidak dapat disalahkan akan tetapi juga tidak dapat dibenarkan secara mutlak. Penulis hanya ingin menampilkan sosok Syekh Siti Jenar alias Sunan Jepara alias Syekh Abdul Jalil dengan didukung beberapa data yang realistis. Dalam sumber yang penulis terima, beliau merupakan keturunan (cucu ) Syekh Maulana Ishak. Syekh Maulana Ishak merupakan saudara kandung dari Syekh Ibrahim Asmarakandi dan Siti Asfa yang dipersunting Raja Romawi. Syekh Maulana Ishak merupakan putra dari Syekh Jumadil Kubro, yang secara silsilah keturunan sampai ke Sayyidina Husain, Sayyidina Ali, sampai ke Rosulullah. Walaupun dalam versi yang lain, Syekh Maulana Ishak merupakan putra dari Syekh Ibrahim Asmarakandi, namun penulis tetap yakin dengan versi pertama. Syekh Ibrahim Asmarakandi menikah dengan Dewi Condrowulan, putri cempa yang menjadi saudara sekandung istri prabu Brawijaya yang bernama Dewi Martaningrum. Prabu Brawijaya (Rangka wijaya) memiliki banyak istri, diantaranya putri raja Cina yang bernama yang melahirkan Raden Patah, Martaningrum ( putri cempa ) dan Wandan Kuning yang melahirkan Lembu Peteng. Dari pernikahan Syekh Ibrahim Asmarakandi dengan Condrowulan melahirkan tiga buah hati, Raden Raja pendita, Sayid Rahmat (Sunan Ampel ), dan Sayyidah Zainab. Setelah dewasa, Raden Raja pendita dan Raden Rahmat mampir ke tanah Jawa untuk mengunjungi bibinya yang dipersunting Prabu Brawijaya. Tatkala akan kembali ke negeri cempa, keduanya dilarang oleh Prabu Brawijaya sebab keadaan Cempa tidak aman, maka keduanya pun diberi hadiah sebidang tanah dan diperbolehkan untuk menikah dan mukim di tanah Jawa. Raja Pandita menikah dengan anak Arya ” Beribea ” yang bernama Maduretno, sedangkan Raden Rahmat menikah dengan anak Arya teja yang bernama Condrowati. Dari pernikahan dengan Condrowati, Raden Rahmat dianugerahi lima anak, Sayyidah Syarifah, Sayyidah Mutmainnah, Sayyidah Hafsah, Sayyid Ibrahim ( Sunan Bonang ), dan Sayyid Qosim ( Sunan Derajat ).

Adapun Syekh Maulana Ishak menikah dengan seorang putri pasai, dengan dikaruniai dua orang anak, Siti Sarah dan Sayyid Abdul Qadir. Sunan Ampel menyebarkan Islam di daerah Surabaya dan sekitarnya, sedangkan Syekh Maulana Ishak meninggalkan Istrinya di Pasai menuju kerajaan Blambangan ( Jawa Timur bagian Timur ). Walaupun hanya tinggal di sebuah bukit di Banyu Wangi, namun keberadaannya dapat diketahui pihak kerajaan dan beliau berhasil menyelamatkan kerajaan Blambangan dari bencana. Sehingga ia pun diberi hadiah Dewi Sekardadu Putri Menak Sembuyu, Raja Blambangan. Pernikahan tersebutlah yang melahirkan Sunan Giri ( Raden Paku ‘ainul Yaqin ). Sayyid Abdul Qadir dan Sayyidah Sarah sebagai buah hatinya pun tak mau ketinggalan dengan ayahnya, keduanya mondok di pesantren Ampel Denta asuhan Sunan Ampel atas perintah sang ayah.

Setelah mumpuni keduanya pun dinikahkan, Siti Sarah dinikahi oleh Raden Syahid ( Sunan Kali Jaga ) bin Raden Syakur (Adipati Wilatikta) , sedangkan Sayyid Abdul Qadir dinikahkan dengan Dewi Asiyah, anak dari Jaka Qandar (Sunan Malaya). Nah, dari kedua padangan inilah lahir Syekh Abdul Jalil.

Sayyid Abdul Jalil mempunyai himmah untuk belajar Ilmu Tasawwuf kepada Sunan Ampel. Diantara temen-temannya, dialah yang sangat paham dalam menyingkap Ilmu tauhid secara tepat; tidak ingkar dan tidak kufur. Sebab tatkala seseorang memahami Tauhid tentu keyakinannya tehadap Tuhan tidak akan ekstrim kanan (ingkar ) atau ekstrim kiri (kufr ), tetapi berada dalam neutral point ( Nuqtah Muhayidah ).

Kegesitan dalam dunia da’wah melalui kedalaman teologi ( tauhid ) menarik simpati pelbagai keluarga keraton Majapahit, termasuk Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenanga untuk memeluk agama Islam, Ki Ageng Pengging dan Ki Ageng Tingkir adalah dua sosok guru yang mendidik Mas Karebet alias Jaka Tingkir untuk menjadi manusia yang saleh ritual, sosial dan intelektual. Sehingga keberadaan jaka tingkir sebagai seorang politisi, mampu mendamaikan konflik politik antara Arya Penangsang ( yang di back up oleh Sunan Kudus ) dan Ratu Kalinyamat. Setelah Arya Penangsang dapat ditaklukan, Jaka Tingkir memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang, dan menyerahkan kekuasaannya ke Sutawijaya. Sedangkan beliau mengembara dan berdakwah lewat jalur kultural, hingga meninggal di desa Pringgo Boyo, Lamongan. Kesuksesan Ki Ageng Pengging mendidik Jaka Tingkir tak lepas dari peran Sunan Abdul Jalil yang juga lihai dalam berpolitik. Bila anda mengkaji literatur tentang beliau, banyak sekali yang menyebutkan bahwa kematian beliau dikarenakan faktor politik. Sebagaimana yang telah diteliti oleh Agus Sunyoto dalam 300 literatur Jawa. Jadi bukan karena ajaran ” Manunggaling Kaulo Gusti” ( wihdatul wujud ) ” yang kurang bisa dipahami oleh sebagian kalangan. Memang Wali sepuluh menyebarkan Islam tidak dengan kekerasan, melainkan dengan kearifan, hikmah, mauidhoh hasanah, dan mujadalah lewat mata hati. Sehingga akulturasi budaya budha, hindu, dan Islam adalah sebuah keniscayaan. Akan tetapi esensi ajaran Islam tetap mendominasi dan tidak bercampur dengan syrik dan kufur. pernahkah kita berfikir, andaikan Wali Sepuluh memisahkan esensi Islam dengan budaya-budaya non Islam tersebut, tentu mungkin Islam belum belum mendarah daging d pulau Jawa, hingga sekarang. Sunan Abdul Jalil adalah seorang Wali yang juga menempuh metode tersebut, sehingga secara intelektual beliau berada dalam papan atas. Tak heran bila banyak kalangan elite Maja Pahit yang masuk Islam, Santri-santrinya lah yang dikhawatirkan mencegah berdirin dan berkembangnya kerajaan Demak Bintoro, sungguh sangat kejam, hanya demi tegaknya negara Syari’at Sunan Abdul Jalil direndahkan reputasinya dan dituduh menyebarka ajaran sesat.

Hal ini dapat anda buktikan dengan kematiannya yang misterius, tanpa diketahui tahun dan tempat eksikusi tersebut. Sehingga seolah-olah beliau hilang begitu saja, padahal santri-santrinya pun aman dan tidak mendapatkan tekanan dari penguasa, seperti Ki Ageng Pangging alias Kebo Kenanga.yang berhasil mendidik Jaka Tingkir. Konflik antara proyek besar negara Islam yang berpusat di Demak Bintoro dan Glagah Wangi (Jepara ) inilah, yang menjadikan nama Syekh Siti Jenar harum sebagai Sunan Jepara alias Syekh Abdul Jalil. Makamnya, yang terletak di dekat makam Ratu Kalinyamat (Bupati pertama Jepara) sampai sekarang banyak diziarahi orang,. Memang proyek Demak Bintoro merupakan garapan kontroversial, sebab Raden Patah sebagai pendiri merupakan anak dari Prabu Brawijaya, seolah-olah Demak Bintoro ingin membangun sebuah kerajaan New Majapahit versi Islam. Tak heran bila setelah Raden Trenggono wafat, banyak tarik ulur kekuasaan, terutama Glagah Wangi (jepara ) dengan pusat kerajaan (Demak Bintoro). Oleh sebab itu, tak heran bila kemudian Jaka Tingkir memindahkannya ke Pajang.

Begitulah sekelumit sejarah tentang Syekh Siti Jenar alias Syekh Abdul Jalil atau Sunan Jepara, lebih jelasnya anda dapat mengunjungi makamnya dan dapat bertanya kepada juru kunci makam tersebut, yang telah menutup rapat-rapat selama bertahun-tahun. Wallahu A’lam …..@@@

About these ads
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 50 Komentar

Post navigation

50 thoughts on “SYEKH SITI JENAR

  1. Alhamdulillah pengetahuan baru…ijin nyimak…salam buat bolo wong alus…

  2. absen pagi kedua…….
    Makasi buat ki wongalus dan salam persaudaraan buat semuanya

  3. Ki SamBer GleDek

    Hadir ke 3..

  4. amang..el..

    ..:: ki wong alus…ki benyokta…ikutan nyimak ya ki

  5. amang..el..

    ..:: dan buat saudaranya ki benyokta ainul yaqin (maulana ishaq) …semoga Allah mengangkat penyakitnya…dan menggantikan dengan berkah kesehatan….amiin

  6. Buat AMANG EL.. terima kasih atas doa’anya. Semoga Allah memberi balasan atas doa’a ki amang pada adik saya, balasan berupa ridho Allah.

  7. Nyimakkkkkkkkk…..

  8. aNz

    Askum Ikut Nyimak.

  9. dm3ncahayu

    ass
    @ki WA,Tim
    @aLL ssepuh
    @aLL dLr
    @mbh benyok2ta
    ijin trt nyimak
    aLfatihah dng ikhLas u/sdr
    ainuL yakin sent…
    smbuh3

  10. sesuap nasi

    Mhn izin Ikut nyimak..kl blh di babar lbh jauh ceritanya..guna menambah khasanah pengetahuan sejarah .salam seduluran bwt penghuni KWA smua..

  11. Atok Bujang

    senyum

  12. M@skumambang

    Wah mantapz..ada tambahan baru buku lg tentang syekh siti djenar. gmn bukunya mendapakat nya dijual bebas ato tdk.

  13. dm3ncahayu : mksi atas do’anya.
    M@skumambang : bukunya kyknya tak dijual…. bukunya seperti primbon walisongo gitu

  14. Jampang Kilat

    Tertulis dalam kisah lain murid pertama Syekh Siti Jenar adalah Arya Kebo Kenongo ayahanda dari Sultan Hadi Wijoyo alias Joko Tingkir dan Syekh Siti Jenar/Syekh Lemah Abang/Syekh Jabaranta wafatnya karena dibunuh oleh Sunan Kudus dengan mengeluarkan darah berwarna putih yang kemudian jasadnya langsung berubah wujud menjadi sekuntum bunga melati yang sangat harum…wallahu’alam.

    Salam Tadzim,rahayu sedaya-daya…

  15. Ya.. mmg ada beberapa perbedaan ki JAMPANG KILAT, !!!
    Entah mana yang benar…. tinggal sedulur Ki JAMPANG KILAT yang menyikapinya. Salam RAHAYU KI…!!! suwun atas comentnya

  16. ijin nyimak ki..

  17. Assalamualaikum….
    Salam kenal @ KM.Benyokta 2
    mohon maaf KM saya mau tanya pa benar makam dr syeh Siti Jenar itu ada, atau hanya petilasannya aja.
    Jika ada & KM tau, mohon petunjuk arahannya yg lebih detail di mana letak & alamat jelasnya makam tersbt berada….

    Mengapa ya para wali ko kebanyakan dlm penyebaran ajarannya hanya di pesisir pantai utara, & tdk ke pesisir pantai selatan….
    Apakah penduduknya pd jaman itu lebih padat di pesisir pantai utara di banding patai selatan…
    Atau ada sebab lain ya

  18. Jampang Kilat

    *Ki Benyokta2 :
    Salam tadzim penuh persaudaraan,betul Ki memang banyak sumber cerita yang beredar dan saya tidak pernah memusingkan mana yang benar mana yang salah karena tiap sumber tersebut tentu mempunyai dasar pembenaran masing2,yang terpenting adalah apa makna yang tersirat serta Hikmah dibalik semua itu yang dapat kita petik…

    *Ki Thole :
    Salam silahturahim…para wali ditanah air itu sangat banyak,bukan hanya 9 wali,yang 9 wali itu yang masuk dalam keorganisasian “Wali Songo” yang diketuai oleh Syekh Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati,dan dalam penyebaran agamanya tidak hanya mencangkup di Pantai Utara saja,tapi menyebar ke beberapa penjuru tanah air…wallahu’alam
    mohon maaf bila saya yang doif ini salah dalam menguraikannya…

  19. raden arjuna

    bagus sekali dalam pembahasannya….ijin menyimak..

  20. raden arjuna

    tapi ada yang bilang katanya makam syekh siti jenar…itu dibawah masjid demak.tapi mungkin memang banyak versinya….wallahu alam bishawab….salam perseduluran

  21. (Permono Shidiq)

    assalamu”alaikum
    salam persaudaraan dan salam kenal saudara-saudara……

  22. thanmust thepos

    @benyokta2 : Matur suwun mas pencerahanipun.
    sugeng siang, salam karaharjan, derek nyimak

  23. M@skumambang

    Salam rahayu.ki than must t,.bolo wong alus@ benyokta2: apa njenengan kagem buku meniko.? @jampang kilat versi ssj.. Yg menjadi sekuntum melati menjadi nama desa KEMLATEN -CIREBON pernah saya punya ki tp menrut kata bathin saya selama ini tetap di jepara.. dan petunjuk sejarah walaupun baru beberapa th ini terungkap di jepara dan bang iwan fals th kmrn ziarah dan do’a di makam

  24. mohamad soleh

    banyak yang mengatakan bahwa SYEKH SITI JENAR ……sesat tp kesembilan wali ( walisongo ) tidak ada yang mengatakan bahwa SYEKH SITI JENAR kufur…….

  25. totok topo s

    salut buat infonya……..klo bisa para sesepuh di babar sekalian ilmu2 beliau kanjeng syekh siti jenar…salam persaudaraan

  26. Patramantra

    Ajaran Syeh siti jenar bukan sesat. Hanya aja beliau mjd korban politik. Krn ada literatur yg menyatakan penyebabnya antara lain.
    1. Syeh siti jenar lebih mudah memperoleh santri (memiliki santri banyak)
    2. Salah satu muridnya yaitu ki Ageng pengging masih trah kerajaan Majapahit.
    3. Mengingat kerajaan Demak masih baru berdiri, dikhawatirkan ki Ageng Pengging akan memberontak dan membangkitkan kerajaan Majapahit dg memanfaatkan pengaruh / kharismatik Syeh Siti Jenar utk menyusun kekuatan baik dari para santri maupun rakyat jelata….
    Ke-3 hal itulah penyebab syeh Siti Jenar dihukum pancung. Ada yg mengatakan bukan dipancung tp diminta untuk mati. Sedangkan yg dipancung adl kambing yg tlah diubah menyerupai syeh siti jenar.
    Hal ini tdk beda jauh dg yg menimpa Al Hallaj… yg memiliki kharismatik dimata rakyat jelata melebihi sultan yg bertahta di situ. Shg sultan negara dimana Al Hallaj tinggal kwatir jika rakyatnya tdk percaya lagi kpdnya tp lebih percaya kpd Al Hallaj…..

  27. assalamualaikum. .ijin nyimak. .
    barokalloh untk BWA tnpa kcuali. .

  28. maskanto

    mohon maaf Ki numpang ya, salam kenal

  29. KawuloAlit

    Smoga benar ulasannya
    wallohua’lam bishshowab

  30. DARMAWULAN

    kalau siti aminah itu nama pacar saya……..wiwiwiwiwi

  31. paramanto

    tess

  32. yusup (An@k KeCIL)

    Nyimak..

  33. Jampang Kilat

    Salam………………….

    Ketika Sunan Gunung Jati sedang mengkaji agama bersama Sunan Kudus diatas perahu,Syekh Siti Jenar turut menyimak dengan merubah wujud menjadi cacing….

    Nyimak lagi ah sambil menikmati teh hangat…Hehe

    ………………….Damai

  34. Pangeran mangku bumi

    Rahayu

  35. Pangeran mangku bumi

    Tes

  36. Ki Mas Danqow

    Assalamu’alaikum, Salam Rahayu…

    Ini hanya sekedar share saja : [Lebih baik dalam membahas hal ini bertanyalah langsung kepada Ulama Mursyid yg Kamil Mukammil dengan jalan Bersuluk atau Silaturahim setelah itu share di KWA ini, karena Mereka mengetahui banyak Rahasia dibalik ini semua, dan hasilnya akan sangat jauh berbeda dengan apa yg ada di Alam Maya ini].

    [Sing Hade nyak.. Sing Eling lan Waspodo.. Elingna Kana Wiwitan Waspada kana Wekasan.. Hati-hati dalam menyimpulkan sesuatu yg masih Musykil. Sejarah yang Tersurat belum tentu sama dengan yg Tersirat. Fas'aluu Ahladz Dzikri Ing Kungtum Laa Ta'lamuun.. Bertanyalah kamu sekalian kepada Ahli Dzikir (Mursyid Kamil Mukammil tadi), kalau kamu sekalian ndak Mengetahui. Namun saat ini banyak yg mengartikan Ahludz Dzikir menjadi Ahli Ilmu padahal sangat banyak perbedaannya].

    [Satu contoh, apakah kita semua pernah mendengar ataukah malah sudah mengetahui ttg si Mata Tiga yg lahir di Kudus pada tahun 2003 kemarin... Cobalah ini agar ditanyakan kepada Guru Mursyid masing-masing utk sbg bahan Peringatan, saat ini anak kecil itu sudah berumur 8 tahun... Ingin terbang tonpo puoso maning, Hayang leungit teu kudu sholat deui, Ingin bisa ini dan itu ndak perlu Tirakat macam-macam... Tinggalkan Syariat dan dapatkan Khasiatnya, Hati-hati yah..!!]. Salam Kompak selalu Ku persembahkan tuk KWA ini.
    Nuwun.

  37. pangeran mangku bumi

    hadir

  38. Jampang Kilat

    Selamat pagi,selamat beraktivitas…

  39. Farid

    Test

  40. bonekSARKUB

    Syekh
    Siti
    Jenar
    lahir
    sekitar
    tahun 829
    H/1348
    C/1426
    M
    (Serat She
    Siti
    Jenar
    Ki
    Sasrawijaya;
    Atja, Purwaka
    Tjaruban
    Nagari (Sedjarah Muladjadi
    Keradjan
    Tjirebon),
    Ikatan
    Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LkiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i]Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, W.L., Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, ‘s-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol, 1817), dilingkungan Pakuwuan Caruban, pusat kota Caruban larang waktu itu, yg sekarang lebih dikenal sebagai Astana japura, sebelah tenggara Cirebon. Suatu lingkungan yg multi-etnis, multi-bahasa dan sebagai titik temu kebudayaan serta peradaban berbagai suku. Selama ini, silsilah Syekh Siti Jenar masih sangat kabur. Kekurangjelasan
    asal-usul ini juga sama dgn kegelapan tahun kehidupan Syekh Siti Jenar sebagai manusia sejarah.
    Pengaburan tentang silsilah, keluarga
    dan ajaran Beliau yg dilakukan oleh penguasa muslim pada abad ke-16 hingga akhir abad ke-17. Penguasa merasa perlu untuk “mengubur” segala
    yg berbau Syekh Siti Jenar akibat popularitasnya di masyarakat yg mengalahkan dewan ulama serta ajaran resmi yg diakui Kerajaan Islam
    waktu itu. Hal ini kemudian menjadi latar belakang munculnya kisah bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing. Dalam sebuah naskah klasik, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas,
    Wondene“ kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh
    Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia berdarah kecil saja (rakyat jelata), bertempat tinggal di desa Lemah Abang]…. Jadi Syekh Siti Jenar adalah manusia lumrah hanya memang ia walau berasal dari kalangan bangsawan setelah kembali ke Jawa menempuh hidup sebagai petani, yg saat itu, dipandang sebagai rakyat kecil oleh struktur budaya Jawa, disamping sebagai wali penyebar Islam di Tanah
    Jawa.
    Syekh Siti Jenar yg memiliki nama kecil San Ali dan kemudian dikenal sebagai Syekh Abdul‘ Jalil adalah putra seorang ulama asal Malaka, Syekh Datuk Shaleh bin Syekh Isa‘ Alawi‘ bin Ahmadsyah Jamaludin Husain bin Syekh Abdullah‘ Khannuddin bin Syekh Sayid Abdul‘ Malikal-Qazam. Maulana Abdullah‘ Khannuddin adalah putra Syekh Abdul‘ Malik atau Asamat Khan. Nama
    terakhir ini adalah seorang Syekh kalangan Alawi‘ kesohor di Ahmadabad, India, yg berasal dari Handramaut. Qazam adalah sebuah distrik berdekatan dgn kota Tarim di Hadramaut. Syekh Abdul‘ Malik adalah putra Syekh Alawi‘, salah satu keluarga utama keturunan ulama terkenal Syekh Isa‘ al-Muhajir al-Bashari al-‘Alawi, yg semua keturunannya bertebaran ke berbagai pelosok dunia, menyiarkan agama Islam. Syekh Abdul‘ Malik adalah penyebar agama Islam yg bersama keluarganya pindah dari Tarim ke India. Jika diurut keatas, silsilah Syekh Siti Jenar berpuncak pada Sayidina Husain bin Ali‘ bin Abi Thalib, menantu Rasulullah. Dari silsilah yg ada, diketahui pula bahwa ada dua kakek buyutnya yg menjadi
    mursyid thariqah Syathariyah di Gujarat yg sangat dihormati, yakni Syekh Abdullah Khannuddin dan Syekh Ahmadsyah Jalaluddin. Ahmadsyah Jalaluddin setelah dewasa pindah ke Kamboja dan menjadi penyebar agama Islam di sana.
    Adapun Syekh Maulana sa‘ atau Syekh Datuk Isa‘ putra Syekh Ahmadsyah kemudian bermukim di Malaka. Syekh Maulana Isa‘ memiliki dua orang putra, yaitu Syekh Datuk Ahamad dan Syekh Datuk Shaleh. Ayah Syekh Siti Jenar adalah Syekh Datuk Shaleh adalah ulama sunni asal
    Malaka yg kemudian menetap di Cirebon karena ancaman politik di Kesultanan Malaka yg sedang dilanda
    kemelut kekuasaan pada akhir tahun 1424 M, masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sumber-sumber Malaka dan Palembang menyebut nama Syekh Siti Jenar dgn sebutan Syekh Jabaranta dan Syekh ‘Abdul Jalil. Pada akhir tahun 1425, Syekh Datuk Shaleh beserta istrinya sampai di Cirebon dan saat itu, Syekh Siti Jenar masih berada dalam kandungan ibunya 3 bulan. Di Tanah Caruban ini, sambil berdagang Syekh Datuk Shaleh memperkuat penyebaran Islam yg sudah beberapa lama tersiar di seantero bumi Caruban, besama- sama dgn ulama kenamaan Syekh Datuk Kahfi, putra Syehk Datuk Ahmad. Namun, baru dua bulan di Caruban, pada tahun awal tahun 1426, Syekh Datuk Shaleh wafat.
    Sejak itulah San Ali atau Syekh Siti Jenar kecil diasuh oleh Ki Danusela serta penasihatnya, Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang yg sedang nyantri di Cirebon, dibawah asuhan Syekh datuk Kahfi. Jadi walaupun San Ali adalah keturunan ulama Malaka, dan lebih jauh lagi keturunan Arab, namun sejak kecil lingkungan hidupnya adalah kultur Cirebon yg saat itu menjadi sebuah kota multikultur, heterogen dan sebagai basis antarlintas perdagangan dunia waktu
    itu. Saat itu Cirebon dgn Padepokan Giri Amparan Jatinya yg diasuh oleh seorang ulama asal Makkah dan Malaka, Syekh Datuk Kahfi, telah mampu menjadi salah satu pusat pengajaran Islam, dalam bidang fiqih dan ilmu alat‘, serta tasawuf. Sampai usia 20 tahun, San Ali mempelajari berbagai bidang agama Islam dgn sepenuh hati, disertai dgn pendidikan otodidak bidang spiritual. Sumber http://yuliano.vox.com/ library/post/asal-usul-syekh-siti-
    jenar.html Nasab Syekh Siti Jenar Bersambung Sampai ke Rasulullah diakui oleh Robithoh Azmatkhan Abdul Jalil Syeikh Siti Jenar bin 1. Datuk Shaleh bin 2. Sayyid Abdul Malik bin 3. Sayyid Syaikh Husain Jamaluddin @ Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan (Gujarat, India) bin 4. Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin 5. Sayyid Abdullah AzhmatKhan (India) bin 6. Sayyid Amir Abdul‘ Malik Al- Muhajir AzhmatKhan (Nasrabad) bin 7. Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut, Yaman) bin 8. Muhammad Sohib Mirbath (lahir di Hadhramaut, Yaman dimakamkan di Oman) bin 9. Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin 10. Sayyid Alawi Ats-Tsani bin 11. Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin 12. Sayyid Alawi Awwal bin 13. Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin 14. Ahmad al-Muhajir (Hadhramaut, Yaman ) bin 15. Sayyid Isa‘ Naqib Ar-Rumi (Basrah, Iraq) bin 16. Sayyid Muhammad An-Naqib bin 17. Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin 18. Sayyidina Ja’far As-Sodiq (Madinah, Saudi Arabia) bin 19. Sayyidina Muhammad Al Baqir bin 20. Sayyidina Ali‘ Zainal Abidin‘ {menikah dengan (34.a) Fathimah binti (35.a) Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib, kakak Imam Hussain}
    bin 21. Al-Imam Sayyidina Hussain bin (22.a) Imam Ali bin (23.a)Abu Tholib dan (22.b) Fatimah Az-Zahro binti (23.b) Muhammad SAW Tentang Silsilah ke-atas dr Syeikh Siti
    Jenar dan para walisongo lainnya sudah diakui oleh para ulama nasab dari Yaman, Malaysia dan Thailand..para sayyid dan kalangan habaib yg memahami ilmu nasab banyak yg mencantumkannya di bawah nama fam. Azmatkhan, dan sudah menulis beberapa kitab mengenai ini, dan diakui Robithoh Alawiyah, Naqobatul Asyrof dan Robithoh Azmatkhan ..(Tentunya disini tidak ada nama tokoh pewayangan) untuk keterangan lebih lanjut bisa buka situs http://www.azmatkhanalhusaini.com dan bisa tanya jawab dengan Kyai Ali bin Badri selaku pengurusnya …wassalam

  41. bonekSARKUB

    buat tmbah pengetahuan wae, gitu saja kok repoot.. hehehehe

  42. Salam warga KWI. enggak benar Syeikh siti jenar asal dari cacing. Jikalau dari sperm n ovum itu memang benar. Kajeng Rasul SAW berasal dari manusia inikan pula si Siti jenar. Ngak ada pentingnya Gusti Allah ciptakan siti jenar dari cacing. Karut semua tu.

  43. SABRANGLOR

    ko..walisongo lagi yang salah…..astagfirrullah

  44. Adisukma

    Akulah Syech Siti Jenar…

  45. dirganto

    pernah suatu hari saya bertanya pada almarhum guru saya tentang pertemuan saya dengan beberapa orang berbaju putih dab bersorban sehabis wirid. . ketika saya dekati mereka berkata “kamu kan golongan sunan kalijaga kenapa kamu ada disini ?”. saya cuma lewat aja . jawab saya . saya melihat mereka asik membaca sebuah kitab . karena ketertarikan saya maka saya berkata “kalian baca kitab apa kok serius benar ?”” mereka menjawab “kamu gak boleh baca kitab ini karena kamu bukan golongan kami . golongan syeh siti jenar .
    emang apa sih isi kitab itu saya lihat dong . gak papa walau aku bukanlah golongan kalian . kemudian mereka memberikan kitab itu pada saya . saya kaget sebab isi kitab itu adalah kitab tentang senggama . seperti pada situs situs porno . seorang cewek di setubuhi banyak laki laki . saya langsung memberikan kitab itu pada mereka … saya terkesiap dari perjalanan ruh saya tersebut . pagi harinya saya bertanya pada almarhum guru saya dan beliau menjelaskan bahwa yang saya temui itu adalah murid murid syeh siti jenar . syeh siti jenar itu adlalah dari golongan kiri atau sesat . di alam ruh ia itu suaminya nyi rantam sari atau lanjar bukan dewi lanjar . yang mana orang menyebut lanjar itu dewi lanjar karena dewi lanjar atau dewi kholifatullah anak dari bupati surodilogo kalah perang dengan lanjar .
    syeh siti jenar sendiri dulunya adlah anak sekaligus murid dari syeh lemah abang . syeh lemah abang merupakan guru dari para wali di tanah jawa . syeh siti jenar sesat karena ia membolehkan wanita beristeri di gauli oleh yang bukan suaminya , membolehkan mengambil milik orang lain dan yang paling parah adalah ia mengaku sebagai Tuhan ( Allah ) . oleh karena itulah syeh siti jenar di perang dengan sunan kalijaga dan tewas .
    jadi syeh siti jenar yang di maksud orang dari golongan kanan adlah ayahandanya yang bernama syeh lemah abang .
    dalam dunia ruh syeh siti jenar merupakan anak buah dari nyai roro kidul yang merupakan isteri dari raja firaun. nyi roro kidul sendiri adlah anak dari ratu kidul ketika lahir di jaman kerajaan galuh . enatah ratu kidul ke berapa sebab ratu kidul yang sekarang adlah yang ke 13 yang bernama siti khodijah . Ratu kidul di kenal sebagai dewi ambar wati . ratu kidul merupakan golongan ruh kanan . sedangkan nyi roro kidul adlah golongan kiri . nyi roro kidul sendiri mempunyai nama lain nyai blorong .

  46. alhamdullilah dpt banyak ilmu baruu…

    izin untuk menyimak dan mengamalkan…mbah lan dulur sedoyo…

    maturnuwun…

  47. Baca jg dari disini http://www.facebook.com/photo.php?fbid=277383185638688&set=pu.180459105331097&type=1&theater

    Disitu jg ternyata Syeikh Siti Jenar ternyata bukanlah orang yang sesat.

  48. Ruslan Tada

    Ass. Salam kenal, mengenai siapa Syekh Siti Jenar saya ga pernah kenal sebelumnya, mungkin karena saya kurang membaca atau mungkin perbedaan latar belakang kebudayaan karena saya orang Makassar, tapi entah kenapa dalam kurun waktu 5 tahun ini dalam mimpi, ataupun dalam wirid saya sering dikunjungi oleh beliau, tapi sebelumnya saya minta maaf bila lancang menganggap beliau yang mengunjungiku, mungkin karena ketidaktahuan saya, sekedar berbagi akan saya ceritakan kisahku.
    Pada kunjungan pertama beliau mengaku bernama Syekh Abdul Jalil, pada saat saya berkenalan untuk pertama kalinya, saya banyak bertanya tentang beliau dan beliaupun banyak mengajarkan keilmuan,mengenai aqidah, pengobatan, tentang dunia kasat mata, saya berbincang-bincang dari jam 2 dini hari hingga menjelang subhu, dalam penglihatan mata bathin sy beliau mempunyai perawakan yang tinggi dengan tubuh padat berisi berpakain jubah putih, dengan wajah yang penuh senyum dan senang humor, saya sempat memohon kepada beliau agar diperkenankan untuk melihat wujud beliau tetapi beliau berkata belum saatnya saya bisa melihat beliau, lalu saya memohon untuk berkunjung ke dunia beliau, dan beliau setuju,………. “pejamkan matamu, lalu konsentrasilah, cucu akan menemukan sebuah titik putih, pada saat cucu melihat titik putih itu tingkatkan konsentrasimu, kelak titik putih itu akan semakin membesar, melabar yang pada gilirannya cucu bisa masuk melalui celah itu” kata beliau. Saya mulai konsentrasi dengan penuh keyakinan, dan Alhamdulillah apa yang telah dikatakan oleh beliau terlihat nyata, pada saat titik putih mencipatakan sebuah pusaran melingkar dari kecil hingga melebar lalu terdengar suara agar saya merentangkan tangan tangan menuju pusaran itu, terasa badan saya tertarik dan terus tertarik…….tapi entah kenapa pada saat itu konsentrasi saya buyar dan terpecah. ” saya belum pamit dengan anak istri saya, entah gimana bila tiba-tiba saya ga ada di rumah dan mereka tidak tahu kemana aku perginya:”.akhirnya aku terjatuh lalu terduduk kembali.
    Kegagalan saya untuk berkunjung ke dunia beliau tidak saya sesali, tapi perpisahan dengan beliau yang membuat saya sangat bersedih, ” Kek jangan tinggalkan aku, aku ingin bersama dengan kakek” rengekku kepada beliau. “jangan bersedih Cu, suatu saat nanti saya akan mengunjungimu” kata beliau. “Tapi kek gimana kalau aku rindu sama kakek, gimana caranya saya bisa bertemu dengan kakek” aku terus merengek. ” Cu bila engkau rindu dan ingin bertemu dengan kakek bacalah ayat ini (salah satu ayat panjang dalam surat Al-Baqarah) 3 x lalu sebut nama kakek 3 x dalam satu tarikan nafas, I.Allah kakek akan datang”. Akhirnya aku berhenti merengek dan kamipun berpelukan lalu bersalamam dan kamipun berpisah dalam suasana haru.
    Semenjak peristiwa itulah saya memahami bahwa ternyata gambaran lorong waktu itu benar-benar ada tidak hanya cerita fiksi, dan ternyata mereka mempunyai kehidupan layaknya manusia dan mereka mempunyai sebuah kode tertentu untuk memnghubungi mereka, lebih tepatnya disebut password…..ha..ha..ha..benar ga-nya mohon dimaafkan karena itu semata karena kebodohan saya.
    Pada waktu itu aku belum menyadari siapa beliau sebenarnya apalagi memahami kalau beliau adalah Syekh Siti Jenar, semenjak kejadian itu aku sering dikunjungi oleh beliau dalam mimpi atau dalam wiridku….kunjungan kedua kalinya beliau mengaku bernama San Ali, pada kesempatan lain beliau mengaku Syekh Jabaranta, pada kunjungan ke empat beliau mengaku bernama Syekh Lemah Abang dan kunjungan yang kelima baru beliau memperkenalkan diri dengan nama Syekh Siti Jenar….pada saat itu aku juga belum menyadari bahwa yang mengunjungiku selama ini adalah Beliau satu orang dengan bermacam-macam nama…….Subhanallah…….ampuni Hamba-Mu Ya Allah bila salah jalan……..banyak keilmuan yang telah beliau ajarkan bahkan hingga saat ini, tapi mungkin tidak cukup waktu dan ruang untuk saya tulisan semua saat sekarang, I.Allah pada kesempatan lain kita akan berbagi Wass.

  49. perjalanan spiritual yang inspiratif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: