Monthly Archives: November 2012

ZIARAH SURO KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS KE PARA WALI LELUHUR NUSANTARA SERTA MEDITASI BERSAMA


ASSALAMUALAIKUM WRB WB.

DISAMPAIKAN DENGAN HORMAT KEPADA SEDULUR-SEDULUR SEMUA, BAHWA PADA HARI KAMIS, 29 NOVEMBER 2012 KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS AKAN MENGADAKAN ACARA ZIARAH SURO KE MAKAM WALI SYEKH JUMADIL QUBRO DAN  PARA WALI YANG LAIN SERTA LELUHUR NUSANTARA YAITU PRABU BRAWIJAYA V & PUTRI CHAMPA, DI KAWASAN TROWULAN DIAKHIRI DENGAN LAKU MEDITASI/MALADIHENING DI TAMBAK SEGARAN, TROWULAN, MOJOKERTO.

BAGI YANG INGIN MENGIKUTI, DIPERSILAHKAN UNTUK HADIR DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, PUKUL 19.00 WIB UNTUK BERANGKAT BERSAMA-SAMA KAMI.

KEGIATAN INI TIDAK DIPUNGUT BIAYA ALIAS GRATIS SEHINGGA KAMI TIDAK MENYEDIAKAN KENDARAAN DAN KEPERLUAN LAINNYA. INI KEGIATAN MANDIRI AGAR TIDAK MEMBERATKAN KITA SEMUA. JADI SAUDARA-SAUDARA DIPERSILAHKAN MEMBAWA KENDARAAN (SEPEDA MOTOR/MOBIL) SENDIRI-SENDIRI. JANGAN LUPA MEMBAWA BUNGA DAN DUPA WANGI UNTUK ZIARAH LELUHUR NUSANTARA LHO YA….

SEMOGA ACARA KITA MENDAPAT BERKAH DAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

TERIMA KASIH DAN SALAM PASEDULURAN. RAHAYU KANG SAMI PINANGGIH. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

NB: Boleh juga langsung ke TKP dan bertemu disana….bebas…..

TTD

KWA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

SURAT AL FATIHAH: PEMBUKA SEMUA HAJAT (*****)


wongalus

Ini adalah sebuah amalan dahsyat yang dibaca setelah setiap selesai shalat fardhu. Barang siapa mengamalkannya secara rutin insya Allah akan mendapatkan beragam karomah luar biasa, biidznillah. Yang sakit akan sembuh, yang seret rejeki akan lancar, yang lemah akan perkasa, yang punya hutang akan terbayar dan banyak manfaat lainnya. Derajat akan naik setinggi mungkin. Coba simak kandungan artinya…. Bagi yang sudah mantap, silahkan mengamalkannya semoga bermanfaat.

Amalan ini juga merupakan pembuka semua ilmu. Bagi yang sudah mengamalkan beragam asmak, hizib dan wirid, namun belum merasakan hasilnya silahkan mengamalkan amalan ini.

Tata caranya cukup mudah yaitu membaca Surah Al-Fatihah setelah selesai SHOLAT dalam sehari-semalam 100 x.

Perinciannya sebagai berikut :
Usai Subuh 30 X
Usai dhuhur 25 X
Usai Ashar 20 X
Usai maghrib 15 X
Usai Isya 10 X.

setelah selesai membaca Al- Fatihah membaca doa ini tiga kali.
Inilah doanya :

======
Bismillaahirrohmaanirrohiim

(ALHAMDULILLAAHI RABBIL-‘AALAMIIN) MUNAWWIRI ABSHAARIL-‘AARIFINA BINUURIL-MA’RIFATI YAQIINI, JAADZIBI AZIMMATI ASRAARIL-MUHAQQIQIINA BIJADZABAATIL-QURBI WAT-TAMKIIN, FAATIHI AQFAALI QULUBIL-MUWAHHIDIIN BIFAATIHATIT-TAWHIIDI WAL-FATHIL-MUBIIN, ALLADZII AHSANA KULLA SYAY-IN KHALAQAHU WABADA-A KHALQAL-INSAANI MIN THIININ TSUMMA JA’ALA NASLAHU MIN SULAALATIN MIN MAA’IN MAHIIN.

(ARRAHMAANIR-RAHIIM) AL-‘AZIIZIL-HAKIIMIL-‘ALIYYIL-‘AZHIIMIL-AWWALIL-QADIIM, KHAATHABA MUUSAAL-KALIMA BIKHITHAABIT-TAKRIIMI WA SYARRAFA NABIYYAHUL-KARIIMA BINNASHSHISY-SYARIIF, WALAQAD AATAYNAAKA SAB’AN MINAL-MATSAANII WAL-QURAANAL ‘AZHIIM.

(MAALIKI YAWMID-DIIN) QAAHIRIL-JABAABIRATI WAL-MUTAMARRIDIINA WA MUBIIDITH-THUGHAATIL JAAHIDIINA DZA LIKUMULLAAHU RABBUKUM FATABAARAKALLAAHU AHSANUL-KHAALIQIIN, FAYAAMAN LAA SYARIIKA LAHU WALAA MU’IN.
(IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IIN) MU’TARIFIINA BIL-AJZI ‘ANIL-QIYAAMI WA HIYA RAMIIM.

(IHDINASH-SHIRAATHAL-MUSTAQIIM) SHIRAATHA AHLIL-IKHLAASHI WAT-TASLIIM

(SHIRAATHAL-LADZIINA AN’AMTA ‘ALAYHIM)
SHIRAATHAL-LADZIINA TASALLAW BIL-HUDAA WAFARIHUU BIMAA LADAYHIM.

(GHAYRIL MAGHDHUUBI ‘ALAYHIM) HABNALLAAHUMMA MINKA MAWAJIBASH-SHIDDIIQIIN. WA ASYHIDNAA MASYAAHIDASY-SYUHADAA’I WALAA TAJ’ALNAA DHALLIINA WALAA MUDHILLIINA WALAA TAHSYURNAA FII ZUMRATIZH-ZHAALIMIINA

(WALADH-DHAALLIIN) (AAMIIN)
ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHIL-FAATIHATI, IFTAH LANAA FATHAN QARIIBA, ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHISYSYAAFIYATI ISYFINAA MIN KULLI AAFATIN WA ‘AAHATIN FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH. ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHIL-KAAFIYATI, IKFINAA MAA AHAMMANAA MIN AMRID-DUNYAA WAL AAKHIRATI WA AJRI TA’ALLUQAATII WA TA’ALLUQAATI ‘IBAADIKAL-MU’MINIINA ‘ALAA AJALLI ‘AWAA’IDIKA WASYFA’LANAA BINAFSIKA ‘INDA NAFSIKA FID-DUNYAA WAL-AKHIRAH, IDZ LAA ARHAMA BINAA WABIHIM MINKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

WA SHALLALLAAHU ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAMA TASLIIMAN KATSIIRAN ILAA YAWMID-DIIN WAL HAMDU LILLAAHI RABBIL-‘AALAMIIN.====

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam) Yang menyinari pandangan orang-orang arif dengan cahaya ma’rifah dan keyakinan, Yang menarik kendali rahasia-rahasia para muhaqqiq (orang yang tahu detail-detail sesuatu) dengan tarikan-tarikan kedekatan dan kekokohan, pembuka kunci-kunci hati orang-orang yang bertauhid dengan pembuka tauhid dan kemenangan yang nyata, yang membaguskan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, dan memulai penciptaan manusia (yakni penciptaan Adam) dari tanah kemudian menjadikan keturunannya dari suatu saripati air yang hina.
(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Yang Maha Mulia, Maha Bijaksana, Maha Tinggi, Yang Maha Agung, Maha Awal, Maha Terdahulu. Dia berbicara kepada Nabi Musa, Kalamullah, dengan pembicaraan yang memuliakan. Dan Dia memuliakan Nabi-Nya yang mulia (Nabi Muhammad) dengan nash yang mulia, Wa laqad aataynaaka sab’an minal matsaani wal-qur’anal-‘azhiim (Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung).
(Yang menguasai hari kemudian) Yang mengalahkan orang-orang yang zhalim dan mereka yang sewenang-wenang, Yang membinasakan para thaghut yang ingkar. Itulah Allah, Tuhan kalian. Maha Suci Allah, sebaik-baik yang menciptakan. Wahai Dzat Yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak pula ada penolong.
(Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) Dengan mengakui kelemahan dalam melaksanakan hak-Mu di setiap waktu dan saat. Wahai Dzat Yang Membangkitkan angin yang diam, wahai Dzat Yang menghidupkan tulang-belulang yang dalam keadaan hancur.
(Tunjukilah kami jalan yang lurus) Jalan orang-orang yang memiliki keikhlasan dan penyerahan diri.
(Yakni jalan orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka) Jalan orang-orang yang terhibur dengan petunjuk dan merasa gembira dengan apa yang ada pada mereka.
(Bukan jalan orang-orang yang dimurkai) Berikanlah kepada kami, Ya Allah, dorongan-dorongan kaum shiddiqin, dan perlihatkanlah kepada kami pemandangan-pemandangan para syuhada, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang sesat dan jangan pula tergolong orang-orang yang menyesatkan, dan janganlah Engkau kumpulkan kami dalam golongan orang-orang yang zhalim.
(Dan bukan pula orang-orang yang sesat) (Aamiin).
Ya Allah, dengan kemuliaan Al-Fatihah (pembuka) ini, bukakanlah bagi kami keterbukaan (kemenangan) yang dekat. Ya Allah, dengan kemuliaan penyembuh ini, sembuhkanlah kami dari segala penyakit dan gangguan kesehatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, dengan kemuliaan surah yang mencukupi ini, cukupilah kami dalam segala yang penting bagi kami dari urusan dunia dan akhirat. Dan jadikanlah kecintaan kami dan kecintaan hamba-hamba-Mu yang mukmin adalah pada manfaat dari-Mu yang terbesar. Berilah kami pertolongan dengan diri-Mu pada diri-Mu di dunia dan akhirat, karena tidak ada yang lebih penyayang terhadap kami dan terhadap mereka daripada Engkau, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya sebanyak-banyaknya sampai hari akhir kelak, dan segala puji milik Allah, Tuhan sekalian alam.”

###

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 235 Komentar

SHOLAWAT PERLINDUNGAN, KEAMANAN, PENJAGAAN DARI SEGALA FITNAH SERTA KESULITAN YANG KELUAR DARI DALAM BUMI


Ijazah Rois Am Jam’iyah Ahli Thoriqoh KH Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’  Alawy…….

=====ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMI WA ‘ALAA ALIHI WA SHAHBIHI WA SALIM SHALATAN WA AN TAGHFIRALII BIHA WALIWALIDAYYAA WAL MU’MININA WAL MU’MINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYA’I MINHUM WAL AMWAAT WA ASHLIH BIHAA AL IMAMA WAL UMMATA WAR RA’IYA WAR RA’IYYATA WA ALLIF BAYNA QULUBIHIM WADFA’ SYARRA BADHIHIM ‘AN BADH WA MIM MA NAKHAFU WA NAHDZAR====

3 x bakda sholat fardhu

artinya
Ya Allah limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad, nabi yang ummi, dan keluarganya serta para sahabatnya kesejahteraannya dengan Shalawat ini Engkau Mengampuni dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa orang-orang yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, dan orang mukmin, laki-laki dan perempuan yang masih hidup maupun yang telah mati dan memperbaiki kepada ulama dan umat serta pemimpin dan rakyat, dan satukanlah hati-hati mereka, dan menjauhi segala keburukan diantara mereka dan dari segala yang kami takuti dan kami khawatirkan.

Shalawat ini merupakan amalannya para Wali Abdal, Autad dan Aqthab. Shalawat ini mempunyai banyak faedah, manfaat dan khasiatnya serta keajaiban yang tidak bisa dihitung dan tak terbatas. Diantara keuntungan itu adalah Allah SWT akan melimpahkan maghfirah-ampunan dan memperbaiki, melindungi, mendapatkan perlindungan, keamanan, penjagaan dari segala fitnah serta kesulitan yang keluar dari dalam bumi maupun turun dari langit, perlindungan dari segala keburukan seperti penyakit dan akibat dari perbuatan buruk yang mengenai fisik dan jiwa, juga mendapatkan keselamatan dari segala urusan lahir dan batin di dalam urusan agama, dunia dan akhirat.

Boleh dibaca kapan saja, sebanyak sekali, tiga kali atau tujuh kali, boleh setiap sehabis sholat, setiap pagi dan malam, atau setiap hari. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 80 Komentar

AMALAN REZEKI TERCEPAT TAK DISANGKA


Wongalus

Bismillahirrahmanirrahim, saya ijazahkan amalan wirid dari para leluhur ini untuk sedulur yang berkenan mengamalkannya secara rutin untuk segala hajat…. Baca wirid ini satu kali secara rutin selesai sholat fardhu secara istiqomah Biidznillah. Syarat lain: Banyak beramal.

Rangkaian Wiridnya mulai dgn Tawassul/ kirim al fatihah:

Nabi Muhammad SAW, sahabat dan isteri-isteri beliau, Para nabi dan rasul, Malaikat 4, Para Waliyullah khusushon Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, semua ulama, leluhur kita, ayah ibu kita, diri sendiri.

Baca wirid ini:

BISMILLAAHIRROHMAANIRRAHIIM.
ALLAAHUMMA INII AS-ALUKA BIHAQQI BISMILLAAHIR ROHMAANIR-RAHIIM,
WABIHURMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIFADHLI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’AZHAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJALAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIHAYBATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMANZILATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMALAKUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJABARUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKIBRIYAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABITSANAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBAHAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKARAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABISULTHAANI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBARAKATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’IZZATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUWWATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUDRATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
IRFA’ QADRII WASYRAH SHADRII WA YASSIR AMRII WARZUQNII MIN HAYTSU LAA YAHTASIB BIFADHLIKA WA KARAMIKA, YA MAN HUWA KAAF HAA YAA ‘AIN SHAD HAA MIM ‘AIN SIN QAAF, WA AS-ALUKA BIJALAALIL-‘IZZATI WA JALALIL-HAYBATI WA JABARUUTIL ‘AZHAMATI AN TAJ’ALANII MIN ‘IBAADIKASH-SHAALIHIINAL-LADZIINA (LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WALAA HUM YAHZANUUN) BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIN WA AN TUSHALLIYA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULLA LAHU KUN ……………………FAYAKUN.

(Keterangan: Ketika anda membaca KUN maka anda harus menahannya terlebih dulu beberapa saat untuk menyampaikan secara batiniah hajat apa yang ingin anda laksanakan. Baru setelah itu anda membaca kelanjutannya yaitu FAYAKUN).

Arti wirid di atas seperti ini:
Ya Allah, Sesungguhnya Aku Memohon Kepada-Mu Dengan Haq Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keutamaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keagungan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keindahan Bismillaahir rahmaanir -Rahiim, Dan Dengan Kesempurnaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kewibawaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kedudukan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keperkasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Pujian Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Cahaya Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim Dan Dengan Keberkahan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuatan Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Angkatlah Kemuliaanku, Lapangkanlah Dadaku, Mudahkanlah Urusanku, Dan Berikanlah Aku Rizqi Yang Tak Disangka-Sangka Datangnya Dengan Keutamaan-Mu Dan Kemuliaan-Mu, Wahai Dzat Yang Dia KAF HA YA ‘AIN SHAD HA MIM ‘AIN SIN QAF Dan Aku Memohon Dengan Kebesaran Kemuliaan-Mu, Dengan Kebesaran Kewibawaan-Mu, Dengan Keperkasaan Keangungan-Mu, Agar Engkau Menjadikanku Tergolong Hamba-Hamba-Mu Yang Shalih, Dengan Rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih Di Antara Yang Pengasih. Dan Aku Memohon Agar Engkau Senantiasa Melimpahkan Rahmat Kepada Junjungan Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Junjungan Kami, Nabi Muhammad.

Terima kasih semoga bermanfaat. Salam persaudaraan KWA

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 370 Komentar

PERANG GOIB KAMPUS WONG ALUS MELAWAN NEGERI ZIONIS ISRAEL


LATAR BELAKANG

Israel menyerang Jalur Gaza. Negeri Zionis itu mengancam akan meningkatkan serangan udara yang lebih mematikan ke Gaza. Ancaman itu dilontarkan Menteri Israel Urusan Militer, Ehud Barak. Ia mengatakan negeranya akan menimbang beberapa pilihan guna menghukum Palestina, salah satunya menyerang Gaza. Selama dua hari terakhir, milter Israel (IDF) telah mengevaluasi sejumlah pilihan untuk menanggapi lebih keras terhadap Hamas dan organisasi lainnya di Gaza. Kami akan menyerang dengan sebuah peningkatan intensitas,” ancamnya seperti dikutip dari Press TV, Senin (12/11).

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu juga memperingatkan eskalasi serangan negaranya melalui jalur pantai. “Angkatan Darat akan bertindak tegas terhadap organisasi di Jalur Gaza. Mereka akan menerima pukulan kuat dari tentara kami,” tegas Netanyahu. Dalam beberapa terakhir, Israel terus menggempur Gaza. Intensitas serangan udara ke Gaza terus ditingkatkan Israel.

Dalam kurun waktu 48 jam, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya enam warga Palestina dan hampir 45 warga lainnya terluka. Saat ini, kondisi beberapa korban yang terluka sedang kritis. Serangan militer Israel ke Gaza sudah tak terhitung. Negeri Zionis tersebut mengklaim serangan ke Gaza adalah serangan balasan dari pejuang Palestina yang lebih dulu menyerang. Namun, langkahnya itu justru menyebabkan banyak warga sipil tidak berdosa menjadi korbannya.

RENCANA:
Sebagai bagian dari masyarakat internasional yang ingin agar terwujud perdamaian dan keamanan dunia, maka dengan ini KAMPUS WONG ALUS mengutuk keras serangan Israel tersebut dan dengan ini kami mengajak kepada seluruh sedulur, sesepuh dan simpatisan KWA untuk mengadakan doa bersama sekaligus Serangan Goib.

SASARAN/TARGET;

1. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu
2. Menteri Israel Urusan Militer, Ehud Barak

SENJATA PERANG GOIB:
Semua amalan wirid hizib asmak ajian yang sudah diijazahkan di KAMPUS WONG ALUS.

JADWAL:
Serangan Goib akan dilakukan secara bergelombang selama 3 Hari. Hari Selasa, 20 November 2012 pukul 21.00 WIB,
Hari Rabu, 21 November 2012 pukul 21.00 WIB dan
Hari Kamis, 22 November 2012 pukul 21.00 WIB.

Secara serentak pada Jam dan tanggal itu kita di rumah, di masjid, di mushola atau dimanapun tempatnya melakukan serangan Goib ke target dan sasaran.

Kita kobarkan semangat Jihad agar dua orang penentu kebijakan Israel itu lebih menghormati dan tidak semena-mena menginjak harkat dan martabat kemanusiaan.

Demikian pengumuman dari kami. Salam persaudaran. Rahayu kang sami pinanggih. Wassalamualaikum wr wb.

Hormat saya

Wongalus

===========================================

TARGET

1. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu

2. Menteri Israel Urusan Militer, Ehud Barak

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 266 Komentar

RUGI SEUMUR HIDUP KALO NGGAK IKUT “JELAJAH SURO KWA INDONESIA 2012″


ASSALAMU’ALAIKUM WR WB. BISMILLAHIR ROHMANIRROHIM. MENYAMBUT BULAN SURO,  KAMPUS WONG ALUS INDONESIA BERENCANA MENGADAKAN ACARA  “JELAJAH  SURO  KWA  INDONESIA” PADA:

 HARI KAMIS : 22 NOVEMBER 2012,

 PUKUL           :  18.00 WIB s/d selesai 

ACARA   : PERJALANAN MALAM UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA SERTA DOA BERSAMA (doorprize:  Ijazahan)

PEMANDU DOA DAN IJAZAH: GURU SEPUH ABAH DAYAT (73 Tahun, Pendekar sepuh ”Ilmu Putih” dan ”Ilmu Hitam” dari Baduy Banten)

ROUTE PERJALANAN: BERKUMPUL DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO MENUJU TRAWAS DAN KEMBALI LAGI.

 TEMPAT START: BALAI DIKLAT, JL MAJAPAHIT 5  SIDOARJO JAWA TIMUR.

 DETAIL ACARA:

PUKUL 18.00 WIB PENDAFTARAN PESERTA DI BALAI DIKLAT

PUKUL 19.00 WIB BERANGKAT MENUJU TRAWAS

PUKUL 20.30 WIB SAMPAI DI  T.K.P.

PUKUL 21.00 WIB DOA BERSAMA DAN TOPO BROTO

PUKUL 22.00 WIB KEMBALI KE BALAI DIKLAT

PUKUL 23.30 WIB SAMPAI DI BALAI DIKLAT

PUKUL 24.00 WIB ACARA BEBAS, DISKUSI DAN NGOBROL SANTAI

 KONTRIBUSI PESERTA:

  • Bagi yang ingin bersama naik kendaraan yang disediakan panitia: Rp 100.000,- /orang
  • Bagi yang naik sepeda motor pribadi: Rp 50.000,-/orang
  • Bagi yang naik kendaraan pribadi: Rp 50.000,-/orang

PENDAFTARAN HANYA DILAKUKAN SECARA TATAP MUKA LANGSUNG PADA HARI KAMIS SATU JAM SEBELUM ACARA DIMULAI) PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENDAFTARAN MELALUI SMS/ONLINE.   

============YANG PERLU DIPERHATIKAN ===========

  1. MESKIPUN INI ACARA INFORMAL TAPI BISA KITA SAMPAIKAN BAHWA INI BUKAN ACARA SILATURAHIM BIASA DAN BUKAN PULA ACARA REKREASI BERSAMA. INI ACARA SAKRAL. BANYAK HAL YANG HARUS KITA PAHAMI DAN AKAN DIJELASKAN OLEH PANITIA SEBELUM BERANGKAT. APA TUJUAN KITA BERKUMPUL DAN KEMUDIAN BERANGKAT MELAKUKAN PERJALANAN DOA, BAGAIMANA TATA CARA LAKU DOA YANG HARUS DIPANJATKAN DAN PROSESI RITUAL YANG BAGAIMANAKAH YANG AKAN KITA JALANI. SEMUA ITU PERLU DIJALANKAN SECARA TERTIB TAHAP DEMI TAHAP SECARA KOMPAK DAN BERSAMA-SAMA SEHINGGA TUJUAN KITA TERWUJUD SECARA SEMPURNA. INI BUKAN ACARA INDIVIDU NAMUN SECARA BERKELOMPOK/BERJAMAAH.
  2. ACARA PENGIJAZAHANNYA DI MUSHOLA BALAI DIKLAT. INI BUKAN PENGIJAZAHAN SEBAGAIMANA PENGIJAZAHAN BIASANYA DI BLOG. INI PENGIJAZAHAN SANGAT SPESIAL DAN PENGIJAZAH AKAN MENDETEKSI KESIAPAN LAHIR DAN BATIN ANDA SATU PERSATU. BAGI YANG TIDAK MENDAFTAR MAKA TIDAK AKAN DIDETEKSI DAN PENGIJAZAH TIDAK AKAN BERKENAN MEMBERIKAN PENGIJAZAHAN KARENA BERESIKO TINGGI. PENGIJAZAH TIDAK BERTANGGUNGJAWAB BILA ADA HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN BILA MENGAMALKAN ILMU TANPA BIMBINGAN. DI TKP KITA TIDAK AKAN LAGI BERTANYA TANYA INI IJAZAHAN APA, SYARATNYA APA, BAGAIMANA CARA MENGAMALKANNYA DLL.
  3. BILA MAU IKUT ACARA PENGIJAZAHAN MAKA HARUS MENDAFTAR KE PANITIA DAN NANTI AKAN DI ABSEN DI BALAI DIKLAT. DEMIKIAN PENGUMUMAN DARI KAMI. TERIMA KASIH

TANYA JAWAB

Berapa lama perjalanan dari Sidoarjo ke Trawas?
memakan waktu kurang lebihnya 1, 5  s/d 2 jam.

Biayanya koq segitu?
Perincian biaya di atas untuk urunan bensin (bagi yang menggunakan mobil), selain itu kita perlu memberikan tanda rasa terima kasih kepada pengijazah guru sepuh yang jauh-jauh kita undang dari Jawa Barat pedalaman Baduy Banten dan biaya masuk kawasan wisata air terjun. Jadi tidak mahal kan?…

Kenapa kok konsumsi/makanan tidak ditanggung ?
Untuk makanan/konsumsi kami tidak menanggungnya, karena beban biaya setiap peserta akan lebih besar.

Kalau mau makan dan minum bagaimana ?

Untuk makan malam dan kopi peserta dapat membeli makanan yang sudah matang.

Perlengkapan apa saja yang dibawa?

Bunga yang biasa untuk nyekar makam. Cukup beli Rp 2500,- saja. Kalau mau hajatan khusus anda perlu membawa bunga berwarna putih 7 macam. Perlengkapan lainnya adalah senter karena disana masih hutan dan tidak ada lampu sama sekali. Bawa juga pakaian ganti karena nanti pengijazahan akan dilakukan dalam posisi berendam.

Boleh membawa konsumsi sendiri?
Silahkan membawa makanan dan minuman sendiri-sendiri agar tidak membebani siapapun. Tapi kalau mau bawa untuk panitia juga juga boleh hehe.

Bolehkah membawa Kamera ?
Semua jenis elektronik semua diperbolehkan di bawa. Pada saat pengijazahan HP harap dimatikan.

 Bisakah kita foto-foto di sana ?
Bisa.

Apakah disana boleh merokok ?
Merokok diperbolehkan. Tetapi mohon puntung-puntung rokok dimatikan dan jangan dibiarkan menyala. Mencegah kebakaran hutan.

Apakah yang perlu diperhatikan?

Pertama, tempat yang akan kita kunjungi kita nanti adalah hutan yang wingit dan angker. Harap menjaga ucapan tindakan dan perilaku agar tidak mengusik makhluk goib yang ada di sana. Kedua, harap berhati-hati karena disana banyak lintah. Kalau terkena lintah, segera dikasih tembakau dicampur dengan air. Sedulur sedulur akan membantu anda.

Ketiga, harap berhati-hati dan mengikuti petunjuk panitia karena disana banyak tumbuhan perdu yang berbahaya, bila terkena kulit akan terasa gatal selama 7 hari.

Jaket Harus di bawa ?
Ya. karena disana kondisinya dingin apalagi bila nanti naik sepeda motor maka harus berhati-hati dalam menjalankan perjalanan malam. Routenya naik dan turun. Jaga keselamatan masing-masing karena panitia tidak menyediakan asuransi. Maklum biayanya murah meriah

Dimana tempat berkumpulnya?
Balai Diklat Kabupaten Sidoarjo, selatan RSUD Kab Sidoarjo Jl. Majapahit 5 Sidoarjo.

TERIMA KASIH. SALAM PASEDULURAN. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

ttd

wong alus

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 76 Komentar

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1434 H


Memasuki tahun baru Islam, 1 Muharram 1434 H, menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan interospeksi secara kolektif, guna melakukan perubahan dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik sebagai revitalisasi hijrah. Meningkatkan spritualitas dan kesadaran keagamaan menjadi keniscayaan terutama ketika bangsa ini dihadapkan dengan berbagai musibah yang sepatutnya direnungkan sebagai momentum menguji kualitas keimanan sehingga perlu direnungi untuk diambil hikmahnya.

 Kita refleksikan dan aktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hijrah nabi secara kontekstual, yakni hijrah dari nilai-nilai yang buruk menuju nilai yang lebih baik.

 Tahun hijriyah ini sepatutnya baik secara personal maupun kolektif melakukan koreksi total. Dimulai dari diri sendiri dengan usaha untuk menghitung amal perbuatan kita,  karena dengan cara yang demikian, kita dapat terhindar dari perbuatan – perbuatan maksiat dan bisa memperbaiki amalan – amalan yang kurang baik. Firman Allah : Hitunglah amal – amal kalian semuanya, sebelum kamu sekalian dihisab/dihitung oleh Allah SWT.

 Koreksi selanjutnya adalah lingkungan keluarga menuju lingkaran sosial yang lebih besar. Kini saatnya bangsa ini berhijrah menuju sistem yang lebih arif dengan sistem yang demokratis guna mewujudkan kehidupan keadilan sosial bagi masyarakat luas.

 Kearifan memaknai hijrah dengan melakukan transformasi ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, termasuk didalamnya keberanian untuk melakukan rekayasa sosial dengan berbagai varian inovasinya amatlah ditunggu dan didambakan. Dengan begitu, setiap kita perlu melakukan perbaikan dalam pelbagai lini kehidupan sebagai cerminan semangat hijrah dan menyambut tahun baru Islam dengan membuka lembaran baru yang lebih baik di hari-hari mendatang.

 Ya Allah ya Tuhan kami

Berikan kekuatan lahir bathin bagi kami

Agar mudah bagi kami dalam melalui segala rintangan,

tantangan, cobaan dan hambatan dalam hidup ini

Jangan Engkau berikan cobaan yg berat kepada kami yang tak sanggup kami pikul sebagaimana cobaan kepada pendahulu kami

Berikan kenikmatan, kemuliaan dan rejeki yg berlimpah kepada kami

Seperti yang telah Engkau berikan kepada pendahulu kami

Ampuni dosa kami, keluarga kami, para sahabat kami dan seluruh umat-Mu ini

Agar ringan langkah kami menapaki kehidupan ini

 

Ya Allah ya Tuhan kami

Jadikanlah anak cucu kami dan keturunan kami

Menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, keluarga dan agama

Bekali mereka dengan rasa cinta kasih yang ikhlas

Hilangkan mereka dari sifat iri dan dengki

Tanamkanlah rasa cinta terhadap sesama kepada mereka

Sebagaimana kami mencintai mereka

Ya Tuhan Kami

Ridhoilah jalan kami

Tunjukkan yang benar itu benar

Tunjukkan yang salah itu salah

Kabulkanlah doa kami

Agar negeri ini bangkit dari keterpurukan

Agar negeri ini menjadi negeri yang di hormati

Karena kebersamaan dan persatuannya

karena keanekaragamannya

Karena kasih dan sayang antar sesamanya

Karena ke Bhineka Tunggal Ika-annya

Bukan menjadi negeri yang di cela

Karena perpecahannya dan perbedaannya

Karena korupsi dimana mana

Karena bencana tak jua reda

 

Ya Allah kami disini bersujud memohon Kepada-Mu

Kabulkanlah doa kami yang hina dihadapan-Mu

Yang berharap setitik kasih-Mu

Yang hanya bisa berharap dan meminta keridhoan-Mu

Amien Amin Amin Ya Rabbal Alamin.

 

 

TTD

 

Admin blog

KAMPUS WONG ALUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 59 Komentar

AMALAN PERTAHANAN, MURAH REZEKI, JUNJUNG DERAJAT, PENOLAK BAHAYA, PEREDAM DAN PENYEMBUH ILMU HITAM, ILMU TERAWANGAN, PELEMBUT QALBU, CEPAT BAYAR HUTANG, JELAJAH ALAM GAIB, MENGEMBALIKAN ORANG MINGGAT


Wongalus

SAYA IJAZAHKAN WIRID INI UNTUK SEDULUR YANG BERMINAT MENGAMALKANNYA….

CARA MENGAMALKANNYA:
1. BERSIHKAN DIRI DENGAN PUASA LEBIH BAGUS SELAMA 7 HARI. DAHULUI DENGAN SEMANGAT BERTOBAT. SELAMA PUASA WIRID USAI SHOLAT FARDHU 5 KALI SEHARI JANGAN PUTUS. KALAU PUTUS ULANGI DARI AWAL.
2. SETELAH PUASA LAKSANAKAN SECARA RUTIN WIRID INI DI SAAT-SAAT YANG BAIK. BAKDA SHOLAT FARDHU DAN SHOLAT TAHAJUD.
3. BILA ADA KEBUTUHAN MENDESAK, BACA WIRID INI LENGKAP. SEMOGA BAROKAH BIIDZNILLAH.

BERIKUT AMALANNYA….

TAWASSUL Kirim Al Fatihah untuk Rasullah SAW, Para isteri dan Sahabat Rasulullah, Semua Nabi, mulai Adam dst, Nabi Khidir, Malaikat Muqarrabin Qaribin, Semua Wali dan aulia, Syekh Abdul Qadir al Jailani, Para Leluhur kita, Orang Tua kita, diri kita sendiri.)

1. AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM. 3X

2. BISMILLAH HIROHMANIR RAHIM. 3X

3. AL FATIHAH 3X

4. LAQOD JAA’AKUM RASULLU MIN ANFUSIKUM, AZIZUN ‘ALAIHI MAA ANITUM HARISON ‘ALAIKUM BIL MUKMININ NAROUFUN RAHIM. 3X

5. FA’IN TAWALLAU FAKHUL HASBIYALLAH HULA ILLA HA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKAL WAHUA RABBUL ‘ARSIL ‘AZIM. 3X

6. QUL NA YAA NARUKUNNI, BARDAN WASSALAMAN ‘ALA IBRAHIM, SALAAMUN ‘ALAA NUHHIN FIL ‘ALAMIN, SALAAMUN QAU LAM MIRRABIR RAHIM, SALAMMUN HIYAHATTA MAF LA’IL FAJR. 3X

7. WAM TAA ZUL YAU MA AIYUHAL MUJRIMUN, ALAM AQ HAD ILAIKUM YAA BANI ADAMA ‘ALA TAQBUDU SYAITAN, INNAHU LAKUM ADUU UN MUBINN – 3X

8. HAA ZIHI JAHANNAMATUL LATI QUN TUM TUU ADUN – 3X

9. THO HA. MA ANZALNA ALAIQAL QURAN LALITASH KHO ILLA TAZKHIROTAL LIMAN YAQSHA TANZIL LAMMINMAN KHO LAKHO ARDHO WASSAMAWA TIL ‘ULA ARRAHMAN NU’ALA ‘ARSIS TAWA 3X

10. SURAH AL-INSYIRAH 3X ( ALAM NASHRAH )

11. SURAH AN-NAS 3X ( QUL A’U ZUBIROBIN NAS )

12. SURAH AL-IKHLAS 3X (QUL HUWALLAH HU AHAD )

13. ALLAH HUMMA INNI A’U ZUBIKAMIN GHOLABATID DAINI, WASYAMATATIL, AQDA’A 3X

14. AL YAK LAMUMAN KHO LAKHO WA HUWA LATHIFFUL KHABIR 3X

15. INNAMA AMRUHI IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULA LAHU KUN FAYAKUN 3X

16. LA ILAHA ILLALLAH 3X, HU ALLAH 3X, YA HAQQ 3X, YA HAYYU 3X, YA QAYYUM 3X, YA QAHHAR 3X, YA WAHHAB 3X, YA FATTAH 3X, YA WAHID 3X, YA SOMAD 3X

17. ALLAHUMMAFTAH ALAINA, FUTUHAL ARIFINNA, BIHIKMATIKA, WANSYURK ALAINA, BIROHMATIKA WAZARKKIRNA, MAANASITA, YA ZALJALALI WAL IQRAM. 3X

18. ROBBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIROTI NASANAH WAQINAA ADZA BANNAR 3 X

19. ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN. 3X.

====

UNTUK MENGGUNAKANNYA

UNTUK DIRI SENDIRI: CUKUP DIBACA DAN DITIUPKAN KE TELAPAK TANGAN KEMUDIAN USAP KE SELURUH TUBUH. POWER AKAN MASUK KE TUBUH.

UNTUK ORANG LAIN: BACA WIRID DI ATAS DAN TIUPKAN KE AIR, MINUMKAN KE ORANG YANG SAKIT. BISA JUGA DIUSAPKAN.

UNTUK MENGEMBALIKAN ORANG TERDEKAT MINGGAT, KEKASIH PERGI TANPA PAMIT DLL.. BACA WIRID DI ATAS DAN TIUPKAN KE BENDA-BENDA PRIBADINYA (PAKAIAN DAN LAIN-LAIN)

DAN CARA CARA LAINNYA.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 145 Komentar

PUISI SUFISTIK JALJALUT


Sumber: kitab Mamba Fi Ushul Al-Hikmah Karya Al-Buni.

 Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Anugerah agung semoga tercurah

Pada sebaik-baik ciptaan-Nya

Muhammad sang penghapus segala salah segala sesat

Ku memohon dengan isim yang tinggi nilainya

Dengan perantara Ajin, Ahujin Jaljalyut Halhalat

 

Oh Tuhanku

Jadilah Engkau penghilang celaka dan bala

Dengan Hayyin menjadi jelas segala cita

Dengan Hallin dengan Halhalat

 

Oh Tuhanku

hidupkan hati setelah mati

Dengan mengingat Mu

Satukan dalam hatiku ilmu dan hikmah

Sucikan dari kotor dan salah

Tambahkan aku keteguhan kepadaMu

 

Oh sang maha benar dengan haq

Tertuang dalam hati limpahan kasih

Dengan hikmah Sang Kuasa hatiku berbunyi

Cahaya-cahaya meliputiku dari segenap penjuru

Haibah Sang Kuasa menaungiku

 

Maha suci Engkau Oh Sebaik-baik Pencipta

Oh Sang Maha karya Sang Maha Mulia

Pancarkan padaku cahaya yang melimpah dahsyat

Bangkitkan bangkai hatiku dengan Thaythaghat

Kenakan aku pakaian kuasa dan martabat

Hentikan tangan musuh dariku dengan Gholmahat

bentengi aku dari musuh dan pendengki

dengan kebenaran Syamakh Asymakh Sallamat Samat

 

Dengan Mihrasy Shamsham dan huruf tilsam

Dengan Mihrasy Thomthom padam segala api

Dengan cahaya agung Bâzikh dan Syaronthokh

dengan kesucian Barkût berlalu gelap

 

Oh Tuhan

sempurnakan hajatku dengan cahaya

dengan Asymakh paripurna segala hasrat segera

Oh Sang Pemudah

Mudahkan segala urusanku

Berikan aku kemuliaan

Selamatkan aku dalam samudera

Berikan keindahan pulaunya

Turunkan padaku tirai penutupnya

 

Dengan kebenaran huruf yang bertemu dalam abjad

Hantarkan hatiku pada maksud dan Hasrat

dengan rahasia huruf yang termantra dalam jimat

hantarkan aku pada segala cita

menjadi satu dengan apa yang ada

dengan Yahin Yahuh Namuh Ashaliya

dengan shalshalat mudahkan urusan bahagia mulia

 

Oh Sang Pemilik Keagungan

dengan Kaf dalam Kun cukupkan aku

dengan Nash Selamatkan aku dari teror dan tekanan

Engkaulah harapan sarwa sekalian alam

limpahkan aku rizki curahan rahmat

Engkaulah harapan hati yang patah oleh salah

tulikan, bisukan dan butakan musuh kami

wahai Sang Pemilik Keagungan

dengan Khausamat, kelukan mulut mereka

Dalam Khausam, Dausam dan Barasam

Kubertahan dengan isim mulia dari kesalahan

Luluhkan untukku hati sarwa alam

dengan syalmahat Kenakan aku busana terima

 

Ya Allah

Berkahi segala usahaku

Lepaskan buhul kesukaran

Yahuh Armahat

Yahin Yayuhin

wahai sebaik-baik pencipta

Oh Dzat yang menumbuh kembangkankan

Segala rizki yang ada pada kami karena kemurahannya

Dengan Asma Mu kutolak musuh dari segala penjuru

Dengan Asma ini bubarkan mereka dari jauh

 

Engkaulah Harapanku

Tuhanku Oh Junjunganku

Halau barisan musuh yang siap siaga

jika mereka melempariku

Wahai sebaik-baik tempat meminta

Semulia-mulia pemberi

 

Wahai sebaik-baik yang diharapkan

kebebasan sebuah bangsa

Dengan Sandad Kahir dengan cacah jiwa Aizam

Bahrat Tibriz yang terformasi dengan Lam

lampu dipandu Takir cahaya

menuju rahasia pencipta

Sinar Pelita pada cahaya yang membuat bangga

Abarikh Bairukh dan Damikh

Syamarikh Syirakh Syarukh Syalmakhat

 

Dengan wasilah Yamlikh Tsamyatsa

dan Yanukh setelahnya

Damikh Yasmukh semerbak harum sarwa mayapada

Kamahin, Biyahin serta Awahin seluruhnya

 

Dengan Hasykah Hasykah terbentuklah semesta

huruf Bihram itu unggul dan mulia

kegelapan berlalu sudah oleh asma tongkat musa

Aku memohon kepadamu,

Ya Allah dengan rahasianya

permohonan orang yang hina,

menuju kepadamu semua manusia

 

Dengan isim ini

tuntunlah bintangku menuju cahaya semarak

sepanjang masa sepanjang hari

wahai cahaya jaljalat

Ya Syamkhitsa Ya Syalmakha engkaulah Syamlakh

Ya Ithala kelegaan udara jernih sudah

kepadamu kekuatan dan daya upaya

bagi siapa saja yang datang dan

mengharap pintu sayapmu terbuka

maka habislah gelap

 

Dengan taha yasin thasin

untuk kami hadirlah selalu

dengan tha sin mim kebahagian menuju

Dengan kaf ha ya ain shad

Cukuplah sebagai pelindungku

Dari segala kejelekan yang selalu mengikutiku

 

Dengan ha mim ain sin qaf

Cukuplah sebagai penjagaku

Karenanya gunung berguncang

Dengan alif lam mim shad

Kutarik hati semesta alam tuk menghadap

 

Dengan alif lam mim ra

Aku bertajalli dengan isim dan ruh yang tinggi

Dengan qaf nun shad dan lam mim ra

segala rahasia didalamnya dan apa yang ada

Dalam kitabullah dari setiap surat

Ayat dan huruf-huruf yang terhormat

Aku memohon kepadamu

dengan Quran, dengan seluruh kitab, 

dengan asma Mu yang mulia, 

dengan ayat-ayat yang terpisah

 

Ya Tuhanku

Sungguh Aku berdoa kepadamu,

Sungguh aku bertawasul dengan seluruh ayat yang ada

dengan rahasia huruf yang termantra dalam jimat

dengan cahaya Isim dan Ruh yang terbit semburat

tiga tongkat yang berbaris setelah cincin

diatasnya tergambar busur panah

yang melengkung panjang

 

Mim thamis yang terpisah-pisah dan Tangga

Bergabung dengan dua buli-buli ditengahnya

seperti semut yang berbaris empat

menunjuk pada kebaikan rizki

yang berkerumun rapat

 

Ha dan Bunga berbentuk bintang

Disusul wawu yang terbentang

Laksanai lengkung pipa menggulung rahasia

Sebagaimana yang awal, terakhir adalah cincin

Dengan sudut segilima yang meliput rahasia

 

Didalamnya terdapat Ahdu, Mitsaq,Wa’d dan Wafa

terpungkas misik, kapur barus dan embun

Shalawat tersuci dan Tahiyyat terkhidmat

Semoga tercurah pada sang mustafa (Muhammad SAW)

Dan umat yang mengikutinya.

Puisi sufistik ini berisikan rangkaian doa yang di kalangan ahli ibadah dikenal memiliki ‘power’ yang sangat dahsyat dan banyak fadhilah di dalamnya. Tentu syaratnya yaitu meyakini dan menjalani pesan-pesan di dalam puisi tersebut. Puisi ini ada dalam dua versi yaitu Jaljalut Kubra dan Jaljalut Syughra. Jaljalut Kubra terdiri dari 225 bait, sedangkan Jaljalut Syugra terdiri dari 60 bait dan merupakan ringkasan dari Jaljalut Kubra. Perhatikan banyak kalimat dalam Puisi Jaljalut yang mengandung asma-asma ganjil. Berikut bersi arab nya:

بدأت ببسم الله روحي به اهتدت     إلى كشف أسرار  بباطنه  انطوت

وصلّيت في الثّاني على خير خلقه      محمّد من زاح الضّـلالة والغلت

سألتك بالإسم المعـظّم  قـدره      بآج أهـوج  جلجليوت  هلهلت

فكن يا إلهي كاشف الضر  والبلا      بهي  جـلا همي  بهل  بهلهلـت

واحيي إلهي  القلب من بعد موته      بذكرك ياقـيوم حـقا تقومـت

احد يا إلهي فيه عـلما  وحكمة      وطهر به قلبي من الرجس  والغلت

وزدني يقينا ثابـتا  بك  واثـقا     بحقك ياحـق  الأمـور  تيسرت

وصبّ على قلبي شآبيب  رحمة        بحكمة مولانا  الكريم  فأنـطقت

أحاطت بي الأنوار من كلّ جانب     وهيبة مـولانا العظيم  بنا عـلت

فسبحانك  اللّهمّ  يا خير خـالق     ويا خير خلاّق وأكـرم  من بعت

أفض لي من الأنوار  فيضة مشرق     عليّ وأحيي  ميت  قلبي  بطيطغت

ألا و ألبـسنّي  هيبـة وجـلالة     وكفّ يـد الأعداء  عنّي بغلمهت

ألا واحجبنّي من عدوّ  وحـاسد     بحقّ شماخ  أشمخ سلّمت سمت

بصمصام مهراش  وبحرف مطلسم     بمهراش طمطام بها الناّر  أخمدت

بنـور جلال بازخ   و شـرنطخ    بقدّوس برهوت  به الظّلمة  انجلت

ألا واقض يا رباه  بالنّور حـاجتي    وياأشمخ جليا سريعا  قد انقضت

ويسّر  أموري  يا ميسر وأعـطني    من  العزّ والعليا  عزا تسـاميت

وسـلّم ببحر واعطني خير بـرّها    وأسبل على السّترواحجب من الغلت

وبـلغ  بـه  قلبي  وكل مـآربي    بحقّ  حروف  بالهجاء تجـمّعت

بسرّ حروف أودعت في عـزيمتي      تبلغنا الامــال جمعا  بما  حوت

بـياه  و ياهوه   نموه   أصـاليا     نجا عاليا يسّر أموري  بـصلصلت

ألا واكفني يا ذاالجلال بكاف كن     بنصّ حكيم  قاطع  السّرّ   أسبلت

وخلّصني من  كلّ هول  وشـدّة     فأنت رجـاء العالمين  ولو طغت

وصبّ  عليّ  الرّزق  صبّة  رحمة      فأنت رجا قلبي  الكسير من الخبت

وصـم وأبكم ثمّ أعـم عـدوّنا     وأخرسهم يا  ذا الجلال  بحوسمت

ففي حوسم  مع  دوسم   وبراسم    تحصّنت بالإسم العظيم من الغلت

وعطف قلوب العالمين بأسـرهم      عليّ  وألبسني  قبولا   بـشلمهت

وبارك  لنا  اللهمّ  في جمع كسبنا     وحلّ  عقود العسر  ياهوه  أرمخت

فـياه و يايوه  و يا  خير بـارئ    ويا من لنا الأرزاق من جوده نمت

نردّ بك الأعداء من كلّ  وجـهة     وبالإسم ترميهم من البعد  بالشّتت

فأنت رجائي  يا إلهي   وسـيّدي    ففلّ لميم الجيش  إن رام بي  عبت

فيا خير مسؤول  وأكرم من  عطى    ويا خير مأمـول إلى أمّة  خـلت

بتعداد   أيـزام   بسنداد  كـاهر   ببـهراة  تبريز  بـلام  تكـونت

سـراج  يقاد  النّور  سرّا   بتاكر    يقاد  سراج  النّور  نورا  تشمخت

أبـاريخ  بيروخ و داميخ  بعدها     شماريخ  شيراخ  شروخ  تشلمخت

بيمليخ سمياثا و يا نوخ  بعـدها     وداميخ  يشموخ  بها الكون عطرت

على ما نرم حقا يرون بقنصب        بحـق تنـاو يوم زحم  تزاحـمت

كماه بياه مع أواه جــميعها       بهشكاخ هشكاخ كنون تكونت

حروف لبهرام  علت  وتشامخت      وأسما عصى موسى بها الظلمة انجلت

توسّـلت يا ربّ إليك بسـرّها      توسّل ذي ذلّ ،  بك الناس اهتدت

أقد كوكبي بالإسم نورا وبهجة       مدى الدّهر والأيام  يا نور جلجلت

فيا شمخثا يا شلمخا أنت شملخ        ويا عيطلان غوث الّرياح تخلخلت

بك الطول والحول الشّديد لمن أتى     لباب جنابك وارتجى ظلمة جلت

بـطه و يس و طس كن لنا          بـطاسين ميم بالسّـعادة  أقبلت

بكاف  و ها يا ثم عين و صادها      كفايتنـا من كلّ سـوء بنا حوت

بحم عين ثـمّ  سين  و قافـها       حـمايتنا مـنها الـجبال تزلزلت

بألف و لام  ثمّ  ميم  وصـادها      جـذبت قلوب العـالمين فأقبلت

بألف  و  لام  ثمّ  ميم  ورائـها     تجلت بنور الاسم والروح قد علت

بقاف و نون  ثمّ صاد وماانطوى      من السـر والأسرار فيها وماحوت

بما في كتاب الله من كل سورة        واياته ثم الحروف تعظمت

سألتك بالقرآن والكتب كلها         بأسمائك العلا بآيات فصلت

دعوتك يا رباه حقا وإنني             توسلت بالآيات جمعا بماحوت

بسرّ حروف أودعت في عزيمتي        علوت بنور الإسم والرّوح قد علت

ثلاث عصيّ صفّفت بعد خاتم         على رأسها مثل السّهام تقوّست

وميم طميس أبتر ثمّ سلّم              وفي وسطها بالجرّتين تشربكت

وأربعة شبه الأنامل صفّفت            تشير إلى الخيرات للرّزق جمّعت

وهاء شقيق ثمّ واو مقوّس             كأنبوب حجّام من السّرّ التوت

وآخرها مثل الأوائل خاتم             خماسيّ أركان وللسّرّ قد حوت

بها العهد والميثاق والوعد والوفا       وبالمسك والكافور والنّدّ ختّمت

فأزكى صلاة مع أجلّ تحيّة            على المصطفى المختار مع أمّة تلت

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 48 Komentar

MERESAPI KANDUNGAN DOA AKASHAH IBNU MUHSAN R.A.


Sumber: kitab Majmu’ Syarif

Akashah ibn Muhsan RA. merupakan sahabat Rasulullah SAW. Beliau merupakan sahabat Nabi yang dijanjikan syurga oleh Allah SWT selain dari sahabat yang berjumlah 10 orang. Akashah meriwayatkan sebuah doa yang oleh kalangan ahli ibadah diberi nama “Doa Akshah”. Kami hanya menampilkan arti doa ini dengan harapan agar kita bisa menyelami maknanya dan menjalani apa saja yang kita minta. Apakah kita sudah meminta dengan pantas? Sebab berdoa perlu dilantunkan sesuai dengan kepantasannya dengan perilaku kita sehari-hari. Misalnya kita memohon kelapangan dan keluasan rezeki, namun apabila tidak kita imbangi dengan perilaku untuk membuka usaha dan peluang maka doa kita juga terasa kurang sempurna. Sebab Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak mengubah nasibnya sendiri. Berikut ini doa akashah:

 ===

DOA AKASHAH

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, tetapkanlah shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad, Keluarga dan shahabat-shahabat beliau.

Dengan Asma’ Allah yang menyinari sinar diatas sinar, Segala puji bagi Allah Pencipta Nur dan menurunkan kitab Taurat diatas gunung Thurdi dalam kitab yang tertulis, Segala Puji bagi Allah Yang Disebut kaya dengan kemulyaan dan keagungan yang dikenal dan atas senang dan susah yang disyukuri dan segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir kepada Tuhannya dan berpaling.

 KAF HA YA ‘AIN SHAAD, HA MIM ‘AIN SIN QAF, hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan memohon pertolongan, hai Dzat Yang Hidup Tegak Kokoh, Allah Yang sangat belas kasihan kepada hamba-Nya memberi rizki kepada siapa saja yang dia kehendaki, Dia sangat kuat dan mulia, hai Dzat Yang mencukupi segala sesuatu, cukupilah aku dan palingkanlah dariku segala sesuatu dengan kekuasaanMu yang baik, bahwasanya Engkau berkuasa atas segala-galanya.

 Ya Allah, Dzat Yang banyak pemberiannya dan Yang selalu bertemu, Yang bagus perbuatannya, Pemberi rizki hamba-hambaNya pada setiap keadaan, hai Dzat Pencipta pertama kali dengan tidak melalui contoh, hai Dzat yang langgeng, yang tidak akan binasa, selamatkanlah kami dari kufur dan tersesat dengan : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya kufur/rasa bimbang dan ragu masuk dalam keimananku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya kufur masuk kedalam keislamanku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya rasa bimbang dan ragu masuk ke dalam ketauhidanku terhadap Engkau, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya rasa sombong, takabur,riya’ dan sum’ah / menonjolkan diri dan kekurangan di dalam amal perbuatanku bagi Engkau masuk ke dalam hatiku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya sifat dusta, pengumpat, mengadu domba dan pembohong berjalan pada mulutku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya di dalam hatiku terlintas rasa was-was sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya rasa penyerupaan dan lalai masuk ke dalam ma’rifatku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

Ya Allah, seandainya rasa nifak, dosa-dosa besar dan kecil masuk ke dalam hatiku maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya sifat riya’ masuk ke dalam amal perbuatanku dan perkataanku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kejahatan-kejahatan yang telah aku perbuat sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kebaikan-kebaikan yang Engkau kehendaki bagiku, lalu aku tidak dapat mensyukuri sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, hal-hal yang telah Engkau takdirkan kepadaku, lalu aku tidak bergembira atau tidak menerimakannya sedang aku tidak tahu atau tahu, maka bertaubatlah aku dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, lalu aku salah gunakan, durhaka kepadamu sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau kuasakan kepadaku, lalu aku tidak bersyukur kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kebaikan-kebaikan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku tidak memujiMu, sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, berfikir dalam kekuasaanMu yang Engkau ciptakan terhadapku, lalu aku menutup mata, sedang aku mengetahui atau tidak, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

Ya Allah, perbuatan-perbuatan yang aku lakukan sepanjang umurku, lalu Engkau tidak ridha, sedang aku mengerti atau tidak, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, amal perbuatanku yang Engkau perpendek di dalam mengharap-harap rahmatMu, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, jika aku bergantung kepada selain Engkau di dalam menghadapi kepayahan-kepayahan, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, jika aku memohon pertolongan kepada selain Engkau, dalam kecelakaan dan bahaya, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, urusan-urusanku yang telah Engkau baguskan dengan anugerah Engkau dan pandanganku salah, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, jika aku tegelincir menyimpang dari jalan lurus (shirat), karena memohon kepada selain Engkau, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, Yang Hidup tegak kokoh, Yang memiliki rahmat dan banyak anugerahNya, banyak memberi dan Pemilik kerajaan, Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, maha suci Engkau, bahwasanya aku menganiaya diri sendiri, (firman Allah) : “Lalu Kami kabulkan dan Kami selamatkan dia dari kesusahan, demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang beriman.  Zakariya ketika menyeru tuhannya, ya Tuhanku: “Janganlah Engkau tinggalkan aku sendiri, Engkaulah waris yang paling baik”.

 Ya Allah, dengan hak La ila ha illallah dan kemuliaannya, hak kursi dan keluasannya, hak ‘Arsy dan keagungannya, hak kalam dan berjalannya, hak Lauh Mahfudh dan penjaga-penjaganya, hak Timbangan (Mizan) dan dua matanya, hak Shirat dan kelembutannya, dengan hak Jibril dan kejujurannya, hak Mikail dan belas kasihnya, hak Israfil dan terompetnya, hak Izrail dan terpilihnya, hak Ridlwan dan surganya, hak Malik dan nerakanya, hak Adam dan terpilihnya, hak Ibrahim dan terpilihnya sebagai khalilullah, hak Ishak dan keagamaannya, hak Isma’il dan disembelihnya, hak Ya’kub dan kedukaannya, hak Yusuf dan terasingnya, hak Musa dan ayat-ayatnya, hak Harun dan kehormatannya, hak Hud dan kewibawaannya, hak Shaleh dan untanya, hak Luth dan pemikirannya, hak Yunus dan ajakannya, hak Danial dan kerahmatnya, hak Zakariya dan kesuciannya, hak Isa dan kejiwaannya dan dengan hak Muhammad yang terpilih menjadi kekasihNya dan dengan syafa’at ‘Udhmanya SAW.

 Ya Allah, Yang Hidup, tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, bahwasanya aku termasuk orang-orang yang menganiaya diri, (Firman Allah); Lalu kami mengabulkannya dan menyelamatkannya dari kesusahan, demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Allah, kepadaNya aku bertawakkal, Dia pengurus ‘Arsy yang Agung. Allah-lah yang mencukupi aku, sebaik-baik Pelindung, Pengurus dan Penolong. Tidak ada daya kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.

 ===

BERBAGAI FADHILAH

Pada suatu hari aku duduk di hadapan Rasulullah SAW di dalam mesjid Madinah Al Munawarah,kemudian datanglah Malaikat Jibril dengan membawa Doa Akashahyang diberikan kepada Rasulullah SAW seraya berkata : “Wahai Rasulullah, yang aku bawa ini adalah doa Akashah : sejak zaman Nabi Adam AS dan nabi-nabi lain belum pernah kuturunkan doa ini kecuali kamu ya Rasulullah” demikian penjelasan dari Abu Bakar RA.

Abu Bakar ASh Shidiq ra telah berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda padaku Janganlah kautinggalkan membaca Akashah ini karena sebab membaca do ini kamu akan dapat kesentosaan dan anugrah dari Allah SWT dapat menghafalkan Alquran dan kitab.

Umar Bin Khatab berkata : Rasulullah SAW telah bersabda Wahai Umar bacalah doa ini,karena membaca doa ini akan memperoleh pahala yang sangat besar, tujuh puluh ribu Malaikat berbuat kebajikan karena membaca doa ini, satu Malaikat mempunyai mulut,tujuh puluh dan mempunyai kepala tujuh puluh. Tiap satu memuji kepada Allah SWT dan semua itu diberikan kepada orang yang mau membaca doa ini, Allah memberi rahmat kepadanya.

Usman bin Affan RA berkata : Sesungguhnya aku dapat menghafalkan Al quran karena berkah doa ini.

Ali Bin Abi Thalib RA: Aku menjadi kuat karena berkah doa ini.

Hasan Basri (semoga selalu mendapatkan rahmat Allah SWT berkata : Sesungguhnya  aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya seseorang tidak akan memperoleh pahala seprti pahalanya orang yang membaca doa ini.

Syech Sya’ba (semoga senantiasa mendaptkan rahmat Allah SWT berkata : Aku mendengar dari sabda Rasulullah SAW. Barang siapa yang berdoa dengan doa ini,
jika ia meninggal dunia, maka akan senatiasa mendapat anugrah dari Allah SWT tujuh puluh ribu Malaikat yang mengantar jenazahnya ke qubur yang setiap satu Malaikat alam nur/cahaya. Malaikat berkata : jangan takut engkau, sesunguhnya Allah SWT telah memberikan anugrah kepada engkau nanti hari kiamat dan membukakan pintu sorga untukmu. Allah SWT pun berfirman : Wahai Fulan sesungguhnya aku malu menyiksa engkau karena telah mengamalkan membaca doa ini.

Malaikat Jibril berkata : Sesungguhnya aku melihat doa Akashah ini tergantung di bawah Arsy sembilan puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan bumi.

FADHILAH LAIN YANG UMUM

Barang siapa membaca doa ini setiap hari tiga kali, pada hari kiamat wajahnya akan seprti bulan purnama tanggal 14 dan masuk surga tanpa kira-kira  karena berkah doa ini.

Barang siapa yang membaca doa ini, Allah SWT akan selalu melindunginya dari bahaya kebakaran.

Barang siapa yang membaca doa ini setiap hari, sebulan sekali, setahun sekali atau seumur hidup sekali, maka Allah SWT merintahkan tujuh puluh ribu malaikat dari langit membawa kebajikan, serta diberikan mudah rizqinya dan memperoleh rahmat.

Doa ini apabila diamalkan tiap hari dan malam hari dengan hati ikhlas, maka ia tidak akan sakit kecuali sakit yang menyebabkan ia meninggal dunia.

Jika akan bepergian atau pergi berlayar, maka bacalah doa ini sewaktu akan pergi dan berlayar, Insya Allah akan selama dari marabahaya.

Barang siapa yang membaca doa ini sehari sekali atau seumur hidup sekal: jika tidak dapat membaca,maka tulisannya saja diletakkan di dalam rumah, Allah akan
memberikan ampunan atas segala dosa-dosanya.

Dan barang siapa yang ingin berjumpa dengan Rasulullah SAW dalam mimpi, maka  mandilah keramas pada malam Jumat dengan memakai wewangian kemudian melakukan shalat dua rakaat kemudian setelah selesai shalat membaca doa ini lima kali dengan penuh ihklas, maka Insya Allah memperoleh anugrah berjumpa dengan Rasulullah dalam mimpi.

Jika ada orang yang sakit gila karena godaan syetan atau sakit panas dan di bacakan doa alasah ini Insya Allah lekas sembuh.

Barang siapa yang tidak ingin kekurangan rizki bacalah doa ini, Insya Allah tidak kekurangan rizqi.

Barang  siapa mempunyai tanggungan hutang dan ingin lekas dapat membayarnya dengan membaca doa ini, Insya Allah lekas dapat membayarnya.

Barang siapa yang ingin menghafalkan Alquran, maka tulis doa ini dengan tinta yang dicampur minyak kasturi serta minyak za’faran dalam mangkok putih yang diisi dengan air, kemudian airnya diminum selama tujuh hari, Insya Allah akan lekas dapat menghafalkannya

Jika ada orang yang meninggal dunia, tulislah doa ini pada kain kafannya, jika mayit ini didatangi ole dua malaikat Munkar dan Nakir untuk mengajukannya beberapa pertanyaannya, Insya Allah mayit ini akan dapat menjawabnya Allah berfirman : Sesungguhnya Aku malu menyiksa engkau karena ada doa ini dan menyebabkan ia lepasdari siksa kubur karena berkah doa ini.

jika ada anak,istri, pembantu atau yang lainnya pergi dari rumah tanpa pamit maka lakukanlah shalat dua rakaat dengan hati yang ikhlas tiga karena Allah  sesudah membaca Al Fatihah membaca surat Al Ikhlas tiga kali, sesudah salam membaca doa ini, Insya Allah orang yang mingat tersebut akan lekas kembali.

@wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 37 Komentar

======AYO DULURRR… HADIRI TEMU KANGEN KWA JAKARTA… MANTAPPPPP BROOOOO======


PENGUMUMAN
ASSALAMMU’ALAIKUM WR WB. KWA JAKARTA, BERENCANA AKAN MENGADAKAN SILATURAHMI DALAM
BENTUK TEMU KANGEN DAN GATHERING, YANG INSYAALLAH AKAN KAMI ADAKAN BESOK PADA :

HARI : KAMIS
TANGGAL :15 NOPEMBER 2012
TEMPAT : BUMI PERKEMAHAN RAGUNAN, JAKARTA SELATAN
WAKTU : JAM 08.00 s/d SELESAI
ACARA : TEMU KANGEN DAN PENGIJASAHAN DARI PARA SEDULUR KWA

DEMIKIAN PENGUMUMAN INI KAMI BERITAHUKAN KEPADA PORO SEDULUR SEMUA DAN SEKALIGUS SEBAGAI UNDANGAN, UNTUK HADIR.  ATAS PERHATIANNYA KAMI UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH.

KWA Jakarta,
ttd.
thanmust thepos

=========

Sebagian Pendekar KWA Jakarta ( dari kanan ke kiri: Ki Abdul Jabar, Ki Nurjati, Ki Deadman, Ki Angker Ludiarto, Ketua kwa jakarta: ki thanmust thepos , dll )……

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 136 Komentar

CAMPUR NUNGGAL ROSO KAWULO GUSTI


wongalus  & mas kumitir

Bagi saya, hari Kamis malam Jumat adalah saat yang menyenangkan. Sebab malam itu — dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga dini hari, saya bisa bertemu dengan sedulur-sedulur di mushola Balai Diklat Kab Sidoarjo, di acara wirid bersama KWA. Biasanya sedulur-sedulur yang hadir berjumlah di antara 10 hingga 25 orang. Dari berbagai kalangan, tua muda, pria dan wanita dari banyak daerah. Baik dari kota-kota sekitar Sidoarjo, bahkan tidak jarang ada sedulur yang datang dari kota-kota luar propinsi yang jauh.

Acara yang dikemas tidak resmi itu biasanya lebih menarik dan mengena. Tidak ada satu sosok pembicara di sini, namun banyak pembicara. Siapa lagi kalau bukan sedulur-sedulur sendiri. Yang satu berbicara yang satu mendengarkan. Begitu seterusnya. Segelas kopi menemani kami dan kadang ada juga sedulur yang membawa berbagai oleh-oleh misalnya gorengan, gethuk, jemblem dan ragam macam makanan tradisional.

Sebenarnya  apa motivasi sedulur untuk datang ke acara ini? Tentu saja beragam. Ada yang hanya sekedar untuk melepas penat setelah seharian bekerja, ada yag ingin mencari ilmu, ada yang butuh mendiskusikan banyak hal terkait amalan, doa, keberkahan, dan lainnya. Saya amati rata-rata sedulur yang datang ini memiliki tingkat pengetahuan yang cukup lumayan.  Setingkat sarjana dan ada yang sudah pasca sarjana. Namun ada pula yang setingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Kita bercampur aduk dalam tujuan menjalin tali silaturahim. Memberi dan menerima.

Inilah hakikat persaudaraan sejati…….

Nah, apa saja sih yang diperbincangkan di acara tidak formil itu? Ini adalah secuil gambaran ketika di saya Wongalus (WA) berdiskusi dengan Mas Kumitir pemilik blog Alang Alang Kumitir (AAK) seorang “misterius” yang di daftar keanggotaan KWA memiliki ”Nomor Punggung” 0000.

Kedatangannya malam itu bagi saya sungguh spesial karena saya berdiskusi tentang serat Pepali, serat yang melegenda karena kualitas filsafat ketuhanan yang cukup berbobot. Berikut petikannya yang sempat saya rekam di ingatan.

WA: Siapa sebenarnya pengarang Serat Pepali ini?

AAK:  Pengarangnya Ki Ageng Selo. Hidup antara abad 15, di jaman Kerajaan Demak. Ia adalah cucu Raden Lembu Peteng atau Raden Bondan Gejawan, putra Prabu Brawijaya (Raja Majapahit yang terakhir) dari istrinya yang termuda. Cicitnya, Sutawijaya, menjadi raja pertama Kerajaan Mataram yang bergear panembahan Senopati.

WA: serat ini begitu melegenda karena berisi warisan ajaran etika moral Jawa yang hingga kini banyak dianut orang Jawa. Ajaran tersebut berisi larangan-larangan yang harus dipatuhi apabila ingin mendapatkan keselamatan.

AAK: ya begitulah, bentuk Serat pepali itu syair macapat. Kenapa para pujangga memformulasikan ajaran hidup dalam bentuk mocopat yang bersyair? Itu agar mudah diingat dan dilagukan sehingga bisa lama mengendap dalam bawah sadar masyarakat. Coba kalau tidak dibentuk syair, misalnya hanya bentuk teks-teks teoritis, pasti mudah dilupakan.

WA: Apa saja isi Serat pepali itu mas?

AAK: Salah satunya bait berikut ini…. Ingkang samodra agung, Tanpa tepi anerambahi. Endi kang aran Allah? Tan roro tetelu. Kawulane tanna wikan, Sirna luluh kang aneng datu’llah jati, Aran sagara Purba…..

WA: coba saya artikan dan kalau salah monggo dikoreksi ada Samudera yang besar yang tak bertepi namun meresapi seluruh alam. Manakah yang disebut Allah? Tak ada lainnya dua atau tiga. Makhluknya tak ada yang menyadari, Karena musnah terlarut dalam zat Allah sejati, disebut Lautan Purba… maknanya apa mas?

AAK: Maknanya termuat dalam simbol samudera yang besar tadi. Samudra itu tidak punya tepi, tidak ada batasnya bahkan melingkupi seluruh alam. Samudra itu sesungguhnya adalah Allah. Dzat yang tunggalan itu sesungguhnya meliputi segala sesuatu di alam semesta. Semua bergantung pada samudera itu. Jika air itu kering, maka semua makhluk hidup akan mati.

WA: Allah itu kita yakini Dzat dimana semuanya bergantung. Ia adalah causa prima, Satu Satunya Pengada di alam semesta, sumber segala kejadian. Tiada apapun di alam semesta kecuali DIA  Abadi, Tak Terbatas, Luas, Hidup dan simbolnya adalah ‘Lautan Purba’. Asal segala ciptaan.

AAK: Nah, ini lagi bait penjelasannya…. Ana papan ingkang tanpa tulis. Wujud napi artine punika, Sampyuh ing solah semune, Nir asma kawuleku, Mapan jati rasa sejati. Ing njro pandugeng taya. Marang Ing Hyang Agung. Pangrasa sajroning rasa, Sayektine kang rasa nunggal lan urip,Urip langgeng dimulya….

WA: artinya apa mas?

AAK: Ada tempat yang tak bertulisan. Kosong mutlak artinya itu, Dalamnya lenyap terlarut segala gerak dan semu. Hapus sebutan Aku karena Masuk kedalam inti rasa sejati, Didalam tiada bangun sadar Kediaman Hyang Agung Perasaan masuk kedalam rasa, Sebenarnya rasa sudah bersatu dengan hidup, Hidup kekal serba nikmat.

WA: Sebuah pernyataan sangat jelas bagaimana merasakan kemanunggalan dengan Dzat NYA.

AAK: Bahasa manusia tak akan mampu mengungkapkan perasaan ini. Dimensi yang tak sanggup dilukiskan dengan kata-kata atau bahasa manusia. Ruang itulah yang disebut agama sebagai ‘ruang Allah’ (baitullah, ‘rumah Allah’).

WA: Maksudnya Tentu bukan baitullah yang ada di Mekkah namun sebuah ruang kesadaran untuk suwung dimana disanalah adanya Allah berada. Suwung yang tidak terketahui oleh otak bila belum mengalaminya sendiri….

AAK: ya, itulah … wujud napi artine punika…. ruang kosong mutlak dimana sudah tidak ada lagi gerakan batin… diam greg dalam pergerakan abadi… kita tidak mengenali gerak karena biasanya kita hanya mengenali gerakan di aras mata dan telinga… DIA adalah dalang yang menggerakkan semua gerakan wayang, tapi dia sendiri tidak digerakkan, karena dia itu asalmula ‘gerak’ dan ‘gerak’ itu sendiri.

WA: betul betul menarik… sebab di dalam khasanah sejarah filsafat Aristoteles pernah menyebutnya sebagai ‘Sang Penggerak yang tak tergerakkan’ (The Unmoved Mover). Bagaimana cara termudah merasakan kesadaran itu?

AAK: Tidak ada cara lain selain ikhlas untuk menempuh dan menceburkan diri dalam ’ruang Allah’ sebuah jalan mistik… namun kemudian kita harus pasrah menunggu hadirnya kesadaran NYA yang dialirkan dalam kesadaran kita

WA: Apa itu kondisi pelenyapan dirinya  ke medan fanafiilah ‘kekosongan mutlak’, larutnya diri ke dalam zat NYA.  Sehingga segala kesadaran kemanusiaan untuk sementara lenyap

AAK: Betul begitu seperti orang yang pingsan tak sadarkan diri namun merasakan kenikmatan tiada tara serasa nikmat minum anggur yang memabukkan.

WA: Berapa indahnya fanafiillah itu ya mas? Kupikir inilah sesungguhnya kehidupan yang sejati itu

AAK: Betul om. Di serat pepali ada bait Godhong ijo ingkang tanpa wreksa ….artinya daun hijau tak berpohon…. Semunira ing masalah ing rat…. Lah iya urip jatine…. Dudu napas puniku…. Dudu swara lan dudu osik…. Dudu paningalira… Dudu rasa perlu…. Dudu cahya kantha warna…. Urip jati iku, nampani sakalir….Langgeng tan kena owah.

WA: Daun hijau yang tak berpohon lambang masalah alam yaitu hidup sejatinya. Bukan nafas itu Bukan suara dan bukan gerak batin Bukan pemandangan… Dan bukan rasa syahwat…. Bukan cahaya, bangun atau warna… Itulah hidup sejati, yang menerima segala persaksian… Kekal tak ada ubahnya….

AAK: lanjutnya Bait berikut….. Pasemone kang modin puniki…. Pan bedhuge muhung aneng cipta…. Iya ciptanira dhewe…. Pan ingaken sulih Hyang Widi…. Cipta iku Muhammad…. Tinut ing tumuwuh…. Wali, mukmin datan kocap…. Jroning cipta Gusti Allah ingkang mosik…. Unine: rasulullah…. Lamun meneng Muhammad puniki…. Ingkang makmum apan jenengira….. Dene ta genti arane…. Yen imam Allah iku…. Ingkang makmum Muhammad jati…. Iku rahsaning cipta…….Sampurnaning kawruh…….Imam mukmin pan wus nunggal…….Allah samar Allah tetep kang sejati…….Wus campur nunggal rasa.

WA: Coba kujelentrehkan hakikatnya, kalau salah monggo dikoreksi bersama bahwa sesungguhnya kita ini adalah wakil Allah, dan kita diberikan akal pikiran serta hati nurani… itu sejatinya adalah utusan NYA. Akal pikiran dan hati nurani kan menjadi pembimbing, pemimpin, mursyid hidup kita… nahkoda di satu kapal dan dalam hidup inilah kita perlu menghayati Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah yang senantiasa bergerak memberikan firman-firmannya. Seandainya akal budi adalah utusan NYA maka yang makmum berarti kita sendiri. Yah kita paham, pastilah  sejatinya Allah adalah Maha Imam dan yang menjadi makmum ialah ”Muhammad Rasulullah” yang sejati sebagai inti-sari akal budi….

AAK: Ya ..sebenarnya Kesempurnaan ilmu adalah ketika imam dan makmum itu sudah bersatu…. Allah yang kita bayangkan dengan Allah yang sesungguhnya itu sudah tidak ada jarak dan tidak ada kekeliruan..rasa kita dengan rasa NYA pun sudah ada melebur dalam satu rasa cinta…. Bismilahirrohmanirrohim, Rahman dan Rahim.

WA: Oke mas, kapan-kapan kita lanjutkan lagi… monggo disruput kopi kental manisnya

AAK: Sip om… semakin lama kopinya tidak semakin dingin tapi justeru sebaliknya semakin hangat….

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

ILMU KESAKTIAN DAHSYAT SANG KODOK


Wongalus

Pada kesempatan kali ini marilah kita belajar pada alam semesta. Alam semesta adalah kitab yang tidak tertulis yang dianjurkan dalam agama untuk di Iqro’ alias dibaca. Salah satu kitab itu adalah Kodok/Katak. Kita menjadi ahli biologi sekaligus menjadi metafisikus karena berhubungan dengan hal-hal yang metafisis dibalik kesaktian kodok

Apa kelebihan kodok? Kodok adalah binatang yang sudah berada di bumi sangat lama sehingga usianya sangat tua, sekitar 450 juta tahun yang lalu. Binatang kecil ini termasuk sangat hebat karena kemampuannya bertahan dari segala macam cuaca dan keadaan. Itu dimungkinkan karena Kodok mampu bermetamorfose/malih rupa, bisa meloncat dengan ringan setinggi mungkin, bisa bertahan hidup di beberapa alam baik di udara, di air dan di darat. Katak juga memiliki kulit yang beracun, bila anda diserang secara metafisis (santet/sihir/tenung) maka penyerang anda akan mengalami keracunan yang hebat. Bahkan anda mampu hidup dalam tanah bertahun-tahun tanpa makanan dan air.

Kodok juga memiliki kemampuan tidur panjang hingga bertahun-tahun. Apa sebabnya? karena katak dapat memaksimunkan energi untuk bertahan hidup dengan jalan meningkatkan jumlah energi yang didapat per satu unit energi yang dikonsumsi. Dengan begitu, anda tidak akan pernah kehabisan energi hidup. Kodok juga binatang yang sangat peka, ia mampu memprediksi berbagai bencana alam misalnya gempa bumi, banjir dan lain-lain.

Nah berbagai kelebihan kodok di atas, kita mencoba untuk membongkar sekaligus menyerap ilmu kesaktiannya agar semua kelebihan di atas kita miliki. Nah, di berbagai referensi agama kita akan mendapati penjelasan luar biasa.

Diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dari Sayyidina Anas dari Sayyidina Malik sesungguhnya Rasulullah S.A.W bersabda: “Sesungguhnya Nabi Dawud A.S telah menyangka bahwa tidak ada seorang pun dari mahluqnya Alloh yang bertasbih sebagus tasbihnya, Maka Alloh menurunkan seorang malaikat kepada Nabi Dawud AS agar mengingatkan Nabi Dawud.

Malaikat itu berkata: “ Hai Dawud, pahamilah apa-apa yang disuarakan oleh kodok, dengarkanlah suaranya sesungguhnya kodok tesebut mengucapkan tasbih yang lebih baik darimu. Rasulullah Muhammad SAW bersabda === La Taqtuluu Ad-Dofadia’a Fa Inna Naqiqohunna Tasbihun=== Janganlah kalian semua membunuh kodok-kodok,karena sesungguhnya suara-suara mereka merupakan Tasbih kepada Allah SAW.

Inilah bacaan doa Ilmu Kesaktian Kodok:

====YA MUSABBIHA BI KULLI LISANIN WA YA MADZKURO BI KULLI MAKANIN SUBHANAKA WA BI HAMDIKA SUBHANAL MALIKIL QUDDUS WA MUNTAHA ILMUKA ===

Wahai Dzat yang di sucikan oleh tiap-tiap lisan, wahai Dzat yang di ucapkan di tiap-tiap tempat, Maha Suci Engkau Ya Allah, Maha Suci dengan segala pujimu Ya Allah, Maha suci Allah yang Maha Memiliki segenap Kesucian dan Ilmu Engkau ya Allah yang tidak pernah berakhir.

Apa Riyadhoh Ilmu? Sederhana. Tirulah Kodok yang senantiasa bertasbih siang malam, memujiNYA dan mensyukuri hidupnya. Kodok mampu membedakan mana itu kebutuhan dan mana itu keinginan. Hanya kebutuhan hidupnyalah yang diutamakan sementara keinginan itu dikendalikan. Kodok tetap mencari rezeki yang barokah yang disediakan untuknya disekelilingnya dan ia mampu berpuasa bertahun-tahun lamanya. Insya alloh apa yang anda hajatkan akan terkabul. Amin Ya Robbal Alamin. Matur nuwun.

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 109 Komentar

ASMAK SAFIR ADAM


=====BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. ALLOHUMMA INNI AS ALUKA YA MAN BIYADIKA YANB’UU HAYATA KULLI SAYIN AS ALUKA BI NAFAHATI ASRORI ANWARI ASMAIKA WA NURI BAHAI ISROQI ANWARI A’RSYIKA WA BIMA AWDA’TAHU FIL LAUHIL MAHFUDZI INDAKA MIN ASRORI ASMAIKA WA BIMA ALHAMTAHU WA ALLAMTAHU LI ADAMA ABIL BASYAR WA QULTA FI KALAMIKAL ANWARIL LADZI ANJALTAHU A’LA HABIBIKAL MUTOHHAR WA ALLAMAL ADAMAL ASMA’A KULLAHA WA AS ALUKA BI JALALIKA WA JAMALI KAMALI BAHAI NURI WAJHIKAL AKROMIL A’DHIMIL ANWARIL AQDASI WA BIMA AWDA’TAHU MIN ANWARI ASRORIKA WA ANWARIKA FI QOLBIS SYAMSI WAL QOMARI WA BIHAQQI HADZIHIL ASMAIL JALILATI HU HU HU HU YAHIN YAHIN YAHIN ROBBANA ALAIKA TAWAKKALNA WA ILAIKA ANABNA WA ILAIKAL MASIR ROBBANA LA TUZIG QULUBANA BA’DA IDZ HADAYTANA WAHAB LANA MIN LADUNKA ROHMATAN INNAKA ANTAL WAHHAB WALA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL A’LIYYIL ADHIMI====

Konon Asmak ini diturunkan kepada Nabi Adam A.S, dan ketika diturunkan Nabi Adam membaca “SUBHANAKA MA A’DHOMA SYA’NUKA WA A’AZZA SULTONUKA”

Dalam kitab: Syamsul Ma,arif Al-Qubro disebutkan fadhilah Asmak ini diantaranya: berjalan di atas air, terbang diudara, Para RIJALUL GHOIB akan menampakkan wujudnya, mempelajari suatu ilmu dgn cepat yang apabila dipelajari secara biasa membutuhkan waktu yang sangat lama, serta fadhilah yang banyak sekali.

KHUSUS UNTUK PERJALANAN KE MEKKAH Nah ini yang menarik karena kita bisa Naik haji menggunakan Asmak ini. Caranya? Disebutkan di Kitab Syamsul Ma,arif Al-Qubro, baca Asmak Safir Adam lalu dilanjutkan dengan membaca kuncinya yaitu “YA KHUDDAMU HADZIHIL ASMA’ IHMALUUNI ILA MAKKAH ALMUSYARROFAH’ maka Khoddam asmak ini akan membawamu ke Mekkah seketika pulang dan pergi. Wallahualam…

Di kitab tersebut juga disebutkan tata cara umum pengamalannya yaitu: Riyadhoh 41 hari Tempat, pakaian badan suci dari najis, Tempat yang sepi jauh dari amarah dan suara suara, Membaca Asma’ Safir Adam ba’da Sholat Fardu 41x. Selalu dalam kondisi Wudhu, Tengah malam antara jam 12-3 membaca Ismu Dzat (ALLAHU) 6666x kemudian membaca Asma’ safir Adam 41x, Berbuka dengan makanan yang tidak bernyawa atau buah-buahan.

Ini bukan pengijazahan. Ini hanya berbagi informasi biasa saja. Terima kasih. Salam kwangen untuk sedulur KWA…rahayu…

========

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 26 Komentar

MEMBACA ULANG JEJAK KH. HAMIM TOHARI DJAZULI (GUS MIEK)


Siapa yang tidak mengenal Gus Mik? Di Jawa Timur khususnya, namanya begitu melegenda karena memiliki banyak kekhususan. Ia berdakwah dengan cara yang nyentrik dan dikenal di kalangan NU sebagai seorang kyai yang memiliki segudang ”kesaktian” alias Karomah.

Gus Mik dianggap oleh banyak orang memiliki kemampuan supranatural. Banyak kesaktian ditempelkan pada reputasinya. Banyak orang yang rela antre berlama-lama untuk bisa bertemu dengan Gus Mik dengan berbagai pamrih: ingin banyak rezeki, mau naik pangkat, menyembuhkan penyakit, sampai hajat untuk memperoleh nama untuk bayi yang baru lahir. Semuanya—dipercaya oleh para pengagumnya—bisa dibantu oleh Gus Mik. Kemampuan supranatural itu, dalam istilah eskatologi pesantren, dinamakan khariqul `adah. Kalangan awam memandang kemampuan semacam itu sebagai suatu keanehan.

Namun, di mata Gus Dur, kenyentrikan Gus Mik terletak pada kearifannya yang telah menembus batasan agama. Melalui transendensi keimanannya, ia tidak lagi melihat kesalahan pada keyakinan orang beragama atau berkepercayaan lain. Contohnya, Gus Mik bersikap membimbing kepada Ayu Wedhayanti, seorang Hindu yang kini telah berpindah hati ke Islam, seperti yang dilakukannya terhadap Machica Mochtar, penyanyi asal Ujungpandang yang muslim.

Kenyentrikan lain kiai yang memiliki citra rasa terhadap berbagai macam kopi itu telah menembus rambu-rambu baik dan buruk di mata kebanyakan manusia. Gus Mik, karena itu, tidak segan melepas jubah kekiaiannya dan bercengkerama dengan para penikmat hiburan malam di diskotek, klub malam, bar, dan coffee shop. Ibarat kata, di mata Gus Mik, seorang bajingan dan seorang suci adalah sama: manusia. Dan manusia memiliki potensi untuk memperbaiki diri.

“Kerinduannya kepada realisasi potensi kebaikan pada diri manusia inilah yang menurut saya menjadikan Gus Mik supranatural,” kata Gus Dur dalam buku Gus Dur Menjawab Tantangan Zaman, terbitan Kompas, Jakarta, 1999.

NU (Nahdlatul Ulama) adalah gudang kiai berperilaku eksentrik. Istilah populer untuk eksentrisitas di kalangan pesantren adalah khariqul `adah, sebuah kata dari bahasa Arab yang berarti “di luar kebiasaan”. K.H. Abdurrahman Wahid, bekas Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, memakai istilah khariqul `adah untuk dua pengertian: yang substantif dan yang permukaan (kulit). Gus Dur, begitu panggilan akrab kiai yang kini menjadi mantan presiden itu, pernah memakai istilah tadi untuk menggambarkan kenyentrikan almarhum Gus Mik (Kiai Hamim Jazuli), seorang ulama masyhur dari Pesantren Alfalah Ploso, Kediri.

Kiai-kiai yang nyentrik dengan dua pengertian itu memang bertebaran di NU, sebuah organisasi keagamaan yang berbasis kultural di pesantren tradisional. Tapi, tak pelak, cerita yang harum beredar di masyarakat adalah kenyentrikan yang bersifat permukaan. Bisa jadi karena hal permukaan itu yang memang mudah dilihat dan karenanya menjadi cerita eksotis bagi orang kebanyakan. Cerita-cerita supranatural itu banyak beredar dari mulut ke mulut, sementara kearifan para kiai nyentrik kurang memperoleh catatan yang memadai. Bisa jadi karena tradisi penulisan sejarah kurang memberikan pendekatan dari segi substansi. Atau, bisa jadi karena para kiai nyentrik itu cenderung hidup di luar pagar resmi organisasi.

Para kiai yang mengundang pesona eksotisme itu hadir sejak awal sejarah NU hingga kini. K.H. Muhammad Kholil (1835-1925), pendiri pesantren yang kini bernama Syaikhona I di Desa Kademangan, Bangkalan, misalnya. Kiai yang dianggap moyang para kiai supanatural itu memiliki kisah mistis-simbolis berkaitan dengan sejarah pembentukan NU. Guru para kiai besar di Jawa itulah yang menjadi penginspirasi pembentukan NU lewat isyarat penyerahan sebatang tongkat pada 1924, dan sebuah tasbih setahun kemudian, yang dikirim lewat Kiai As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pesantren Asembagus, Situbondo, kepada K.H. Hasyim Asy’ari, murid Kiai Kholil yang kemudian terkenal sebagai pendiri NU.

Kenyentrikan Kiai Kholil tampak sejak muda. Ketika belajar di Pesantren Langitan. Tuban, Kholil pernah membuat terpana Kiai Muhammad Noer, gurunya. Suatu hari Kholil ikut salat berjamaah yang diimami Kiai Noer. Di tengah salat, Kholil tertawa terbahak-bahak—sesuatu yang bisa membatalkan salat. Usai salat, Kiai Noer menanyakan alasan Kholil tertawa. “Maaf, kiai. Ketika salat tadi, saya melihat kiai sedang mengaduk-aduk nasi di bakul. Karena itu saya tertawa,” kata Kholil seperti ditulis dalam buku Biografi dan Karomah Kiai Kholil Bangkalan terbitan Pustaka Ciganjur, 1999. Santri muda itu tampaknya bisa membaca pikiran orang. Seperti yang diakui Kiai Noer, memang ketika salat, dia yang sedang lapar membayangkan terus nasi di benaknya.

K.H. Abdul Wahab Abdullah (1888-1971), murid Kiai Kholil yang kemudian menjadi pengasuh Pesantren Tambakberas, Jombang, juga ketularan kelebihan gurunya. Salah seorang pendiri NU itu mempunyai andil dalam pencarian nama NU. Caranya pun lewat jalan spiritual. Konon, sebelum penentuan pilihan dari sejumlah nama, Kiai Wahab melakukan istikharah, salat untuk menentukan pilihan. Dalam suatu penglihatan mata batin, Kiai Wahab bertemu Sunan Ampel, seorang wali Jawa Timur, yang memberi blangkon dan sapu bulu ayam bergagang panjang. Tak jelas apa arti simbol itu. Tapi, menurut Hasib Wahab, anaknya, dalam penglihatan itulah Kiai Wahab memperoleh keputusan untuk menamakan organisasi kaum ulama tradisional itu dengan nama NU.

Kiai Wahab, yang sewaktu muda dijuluki macan oleh Kiai Kholil, Bangkalan, itu dalam sejarahnya selain jago berdebat politik juga dikenal sebagai pendekar silat. Ada cerita, suatu waktu di Desa Tambakberas berlangsung pertandingan pencak silat. Semua jago silat di Jawa Timur konon turun gelanggang. Salah satu jagoannya, Djojo Rebo, dikenal kebal. Ketika hampir semua pendekar takluk, Djojo Rebo melihat kehadiran Kiai Wahab hanya sebagai penonton. Padahal, Gus Dul, begitu panggilan akrab Kiai Wahab, dikenal jago silat.

Djojo Rebo pun menantangnya. “Gus Dul, ayo turun kemari. Keluarkan seluruh ajimat yang kamu bawa dari Mekkah. Ayo kita bertarung,” kata Djojo Rebo. Kiai Wahab, yang baru saja pulang dari Tanah Suci untuk belajar agama, itu tak bisa menolak tantangan. Akhirnya Kiai Wahab turun juga. Tapi jurusnya unik: ia hanya berdiri mematung dengan sorot mata memandang ke mata Djojo Rebo. Tiba-tiba tubuh Djojo Rebo terempas dan melayang bagai kapas hingga jatuh ke tanah.

Kelebihan Gus Mik terasa lebih hidup karena masih banyak kesaksian segar yang bisa dikumpulkan, termasuk dari anak-anaknya. Gus Sabut Pranoto Projo menyimpan kisah tentang kemampuan pecah diri (bi-lokasi) Gus Mik. Ketika Kiai Romly, pendiri Pesantren Darul Ulum, Jombang, dan seorang mursyid tarekat meninggal dunia, keluarga Kiai Akhmad Jazuli, ayah Gus Mik, datang melayat. Menjelang berangkat, Gus Mik kecil menolak ajakan untuk melayat ke Jombang dan memilih tinggal di rumah. Tapi, setelah keluarga itu tiba di rumah duka, Gus Mik telah berada di tempat yang sama. Lebih mengherankan lagi, keluarga Kiai Romly menyaksikan bahwa Gus Mik telah menemani almarhum sejak seminggu sebelum Kiai Romly wafat.

Kisah-kisah supranatural bertebaran di kalangan NU. Salah satu faktornya karena sebagian kiai nahdliyin menjalankan tradisi sufisme. Di lingkungan NU, seperti kata doktor sejarah dan kebudayan Andree Fellard dalam buku NU vis-à-vis Negara, para kiai yang tergabung dalam tarekat memiliki pengaruh yang paling kokoh terhadap masyarakat luas di pesantren ataupun di luar wilayah desanya. Pengaruh yang mereka dapatkan datang dari kepercayaan masyarakat terhadap bakat supranatural yang dimiliki kiai: sebagai penyembuh, pengusir makhluk halus, dan sebagai penasihat rumah tangga. Ketersohoran kiai tarekat telah turut mengimbangi memudarnya otoritas ulama dan ahli fikih yang pernah berpindah ke tangan birokrasi.

Kiai dengan kelebihan supranatural masih hadir hingga masa menjelang pergantian abad ke-21. Lora Kholil, 31 tahun, adalah kiai muda yang memiliki percikan khoriqul `adah di masa kini. Pamor lulusan Universitas Ainus Syams, Saudi Arabia, itu amat kondang di Situbondo. Bukan hanya karena pengaruh nama besar K.H. As’ad Syamsul `Arifin, ayahanda dan pendiri Pesantren Asembagus, Situbondo, tetapi dia sendiri memiliki aura kewibawaan. Berbadan ceking, selalu bersarung dengan surban putih, pengasuh Pesantren Walisongo, Situbondo, itu berhasil “menaklukkan” ribuan anak jalanan (preman) pada awal 1990-an.

K.H. Ahmad Mustofa Bisri dari Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, memilih untuk tidak memiliki kelebihan supranatural dengan menekankan tasawuf pada aspek akhlak dan pengolahan interioritas batin. Toh, kekuatan supranatural bisa dipelajari setiap orang (lihat juga: Mukjizat, Mata Ketiga, dan Sains). Juga K.H. Habib Luthfi, seorang ulama tasawuf yang lebih suka menebarkan pesona musikal. Menyikapi kenyentrikan kiai, Gus Dur memberikan contoh terbaik: mengagumi yang substansi daripada yang permukaan.
KH. Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940,beliau adalah putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri), Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Hamid Pasuruan, dan KH. Achmad Siddiq, serta melalui keterikatannya pada ritual ”dzikrul ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah, telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa. Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik di dunia maupun akhirat.

SIAPA SESUNGGUHNYA GUS MIK?
Gus Miek seorang hafizh (penghapal) Al-Quran. Karena, bagi Gus Miek, Al-Quran adalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisa dimengerti orang lain. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran, Gus Miek merasakan ketenangan dan tampak dirinya berdialog dengan Tuhan, beliaupun membentuk sema’an alquran dan jama’ah Dzikrul Ghofilin.

Gus Miek selain dikenal sebagai seorang ulama besar juga dikenal sebagai orang yang nyeleneh, beliau lebih menyukai da’wah di kerumunan orang yang melakukan maksiat seperti diskotik, club malam dibandingkan dengan menjadi seorang kyai yang tinggal di pesantren yang mengajarkan santrinya kitab kuning. hampir tiap malam beliau menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur keluar masuk club malam, bahkan nimbrung dengan tukang becak, penjual kopi di pinggiran jalan hanya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang sedang dalam kegelapan. Ajaran-ajaran beliau yang terkenal adalah suluk jalan terabas atau dalam bahasa indonesia-nya pemikiran jalan pintas.

Pernah diceritakan Suatu ketika Gus Miek pergi ke diskotik dan di sana bertemu dengan Pengunjung yang sedang asyik menenggak minuman keras, Gus Miek menghampiri mereka dan mengambil sebotol minuman keras lalu memasukkannya ke mulut Gus Miek salah satu dari mereka mengenali Gus Miek dan bertanya kepada Gus Miek. ”Gus kenapa sampeyan ikut Minum bersama kami ? sampeyankan tahu ini minuman keras yang diharamkan oleh Agama ?” lalu Gus Miek Menjawab “aku tidak meminumnya …..!! aku hanya membuang minuman itu kelaut…!” hal ini membuat mereka bertanya-tanya, padahal sudah jelas tadi Gus Miek meminum minuman keras tersebut. Diliputi rasa keanehan, Gus miek angkat bicara “sampeyan semua ga percaya kalo aku tidak meminumnya tapi membuangnya kelaut..?” lalu Gus Miek Membuka lebar Mulutnya dan mereka semua terperanjat kaget didalam Mulut Gus miek terlihat Laut yang bergelombang dan ternyata benar minuman keras tersebut dibuang kelaut. Dan Saat itu juga mereka diberi Hidayah Oleh Alloh SWt untuk bertaubat dan meninggalkan minum-minuman keras yang dilarang oleh agama. Itulah salah salah satu Karomah kewaliyan yang diberikan Alloh kepada Gus Miek.

Jika sedang jalan-jalan atau keluar, Gus Miek sering kali mengenakan celana jeans dan kaos oblong. Tidak lupa, beliau selalu mengenakan kaca mata hitam lantaran lantaran beliau sering menangis jika melihat seseorang yang “masa depannya” suram dan tak beruntung di akhirat kelak.

Ketika beliau berdakwah di Semarang tepatnya di NIAC di Pelabuhan Tanjung Mas. Niac adalah surga perjudian bagi para cukong-cukong besar baik dari pribumi maupun keturunan, Gus Miek yang masuk dengan segala kelebihannya mampu memenangi setiap permainan, sehingga para cukong-cukong itu mengalami kekalahan yang sangat besar. NIAC pun yang semula menjadi surga perjudian menjadi neraka yang sangat menakutkan bagi para penjudi dan penikmat maksiat.

Satu contoh lagi ketika Gus Miek berjalan-jalan ke Surabaya, ketika tiba di sebuah club malam Gus Miek masuk kedalam club yang di penuhi dengan perempuan-perempuan nakal, lalu Gus Miek langsung menuju waitres (pelayan minuman) beliau menepuk pundak perempuan tersebut sambil meniupkan asap rokok tepat di wajahnya, perempuan itu pun mundur tapi terus di kejar oleh Gus miek sambil tetap meniupkan asap rokok diwajah perempuan tersebut. Perempuan tersebut mundur hingga terbaring di kamar dengan penuh ketakutan, setelah kejadian tersebut perempuan itu tidak tampak lagi di club malam itu.

Pernah suatu ketika Gus Farid (anak KH.Ahamad Siddiq yang sering menemani Gus Miek) mengajukan pertanyaan yang sering mengganjal di hatinya, pertama bagaimana perasaan Gus Miek tentang Wanita ? “Aku setiap kali bertemu wanita walaupun secantik apapun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja jadi jalan untuk syahwat tidak ada” jawab Gus miek.

Pertanyaan kedua Gus Farid menayakan tentang kebiasaan Gus Miek memakai kaca mata hitam baik itu dijalan maupun saat bertemu dengan tamu…”Apabila aku bertemu orang dijalan atau tamu aku diberi pengetahuaan tentang perjalanan hidupnya sampai mati. Apabila aku bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk maka aku menangis, maka aku memakai kaca mata hitam agar orang tidak tahu bahwa aku sedang menagis“ jawab Gus Miek

Adanya sistem Dakwah yang dilakukan Gus miek tidak bisa di contoh begitu saja karena resikonya sangat berat bagi mereka yang Alim pun Sekaliber KH.Abdul Hamid (pasuruan) mengaku tidak sanggup melakukan da’wak seperti yang dilakukan oleh Gus Miek padahal Kh.Abdul Hamid juga seorang waliyalloh.

GUS MIEK BERTEMU KH. MAS’UD
Ketika masih berusia 9 tahun, Gus Miek sowan ke rumah Gus Ud (KH. Mas’ud) Pagerwojo, Sidoarjo. Gus Ud adalah seorang tokoh kharismatik yang diyakini sebagai seorang wali. Dia sering dikunjungi olah sejumlah ulama untuk meminta doanya. Di rumah Gus Ud inilah untuk pertama kalinya Gus Miek bertemu KH. Ahmad Siddiq, yang di kemudian hari menjadi orang kepercayaannya dan sekaligus besannya.

Saat itu, Kiai Ahmad Siddiq masih berusia 23 tahun, dan tengah menjadi sekretaris pribadi KH. Wahid Hasyim yang saat itu menjabat sebagai menteri agama. Sebagaimana para ulama yang berkunjung ke ndalem Gus Ud, kedatangan Kiai Ahmad Siddiq ke ndalem Gus Ud juga untuk mengharapkan do’a dan dibacakan Al-Fatehah untuk keselamatan dan kesuksesan hidupnya. Tetapi, Gus Ud menolak karena merasa ada yang lebih pantas membaca Al-Fatehan. Gus Ud kemudian menunjuk Gus Miek yang saat itu tengah berada di luar rumah. Gus Miek dengan terpaksa membacakan Al-Fatehah setelah diminta oleh Gus Ud.

KH. Ahmad Siddiq, sebelum dekat dengan Gus Miek, pernah menemui Gus Ud untuk bicara empat mata menanyakan tentang siapakah Gus Miek itu. “Mbah, saya sowan karena ingin tahu Gus Miek itu siapa, kok banyak orang besar seperti KH. Hamid menghormatinya?” Tanya KH. Ahmad Siddiq. “Di sekitar tahun 1950-an, kamu datang ke rumahku meminta do’a. Aku menyuruh seorang bocah untuk mendoakan kamu. Itulah Gus Miek. Jadi, siapa saja, termasuk kamu, bisa berkumpul dengan Gus Miek itu seperti mendapatkan Lailatul Qodar,” jawab Gus Ud.

Begitu Gus Ud selesai mengucapan kata Lailatul Qodar, Gus Miek tiba-tiba turun dari langit-langit kamar lalu duduk di antara keduanya. Sama sekali tidak terlihat bekas atap yang runtuh karena dilewati Gus Miek. Setelah mengucapkan salam, Gus Miek kembali menghilang.

Suatu hari, Gus Miek tiba di Jember bersama Syafi’i dan KH. Hamid Kajoran, mengendarai mobil Fiat 2300 milik Sekda Jember. Sehabis Ashar, Gus Miek mengajak pergi ke Sidoarjo. Rombongan bertambah Mulyadi dan Sunyoto. Tiba di Sidoarjo, Gus Miek mengajak istirahat di salah satu masjid. Gus Miek hanya duduk di tengah masjid, sementara KH. Hamid Kajoran dan Syafi’i tengah bersiap-siap menjalankan shalat jamak ta’khir (Magrib dan Isya).

Ketika Syafi’i iqomat, Gus Miek menyela, “Mbah, Mbah, shalatnya nanti saja di Ampel.” KH. Hamid dan Syafi’i pun tidak berani melanjudkan. Tiba-tiba, dri sebuah gang terlihat seorang anak laki-laki keluar, sedang berjalan perlahan. Gus Miek memanggilnya.
“Mas, beri tahu Mbah Ud, ada Gus Hamim dari kediri,” kata Gus Miek kepada anak itu.
Anak itu lalu pergi ke rumah Mbah Ud. Tidak beberapa lama, Mbah Ud datang dengan dipapah dua orang santri.

“Masya Allah, Gus Hamim, sini ini Kauman ya, Gus. Kaumnya orang-orang beriman ya, Gus. Ini masjid Kauman, Gus. Anda doakan saya selamat ya, Gus,” teriak Mbah Ud sambil terus berjalan ke arah Gus Miek. Ketika sudah dekat, Gus Miek dan Mbah Ud terlihat saling berebut untuk lebih dulu menyalami dan mencium tangan. Kemudian Gus Miek mengajak semuanya ke ruamah Mbah Ud. Tiba di rumah, Mbah Ud dan Gus Miek duduk bersila di atas kursi, kemudian dengan lantang keduanya menyanyikan shalawat dengan tabuhan tangan. Seperti orang kesurupan, keduanya terus bernyanyi dan memukul-mukul tangan dan kaki sebagai musik iringan. Setelah puas, keduanya terdiam. “Silakan, Gus, berdoa,” kata Mbah Ud kepada Gus Miek. Gus miek pun berdoa dan Mbah Ud mengamini sambil menangis.

Di sepanjang perjalanan menuju ruamah Syafi’i di Ampel, Sunyoto berbisik-bisik dengan Mulyadi. Keduanya penasaran dengan kejadian yang baru saja mereka alam. Karena Mbah Ud Pagerwojo terkenal sebagai wali dan khariqul ‘adah (di luar kebiasaan). Hampir semua orang di Jawa Timur segan terhadapnya. “Mas, misalnya ada seorang camat yang kedatangan tamu, lalu camat tersebut mengatakan silakan-silakan dengan penuh hormat, itu kalau menurut kepangkatan, bukankah tinggi pangkat tamunya?” Tanya Sunyoto kepada Mulyadi.

Mbah Ud adalah salah seorang tokoh di Jawa Timur yang sangat disegani dan dihormati Gus Miek selain KH. Hamid Pasuruan. Hampir pada setiap acara haulnya, Gus Miek selalu hadir sebagai wujud penghormatan kepada orang yang sangat dicintainya itu.

KETERTUNDUKAN BINATANG
Ketika gus miek baru mulai bisa merangkak, saat itu ibunya membawa ke kebun untuk mengumpulkan kayu bakar dan panen kelapa, bayi itu ditinggalkan sendirian di sisi kebun, tiba-tiba dari semak belukar muncul seekor harumau. Spontan sang ibu berlari menjauh dan luapa bahwa bayinya tertinggal. Begitu sadar, sang ibu kemudian berlari mencari anaknya. Tetapi, sesuatu yang luar biasa terjadi. Ibunya melihat harimau itu duduk terpaku di depan sang bayi sambil menjilagti kuku-kukunya seolah menjaga sang bayi.

Peristiwa ketertundukan binatang ini kemudian berlanjut hingga Gus Miek dewasa. Di antara kejadian itu adalah Misteri Ikan dan Burung Raksasa. Gus Miek yang sangat senang bermain di tepi sungai Brantas dan menonton orang yang sedang memancing, pada saat banjir besar Gus Mik tergelincir ke sungai dan hilang tertelan gulungan pusaran air. sampai beberapa jam, santri yang ditugaskan menjaga Gus Miek, mencari di sepanjang pinggiran sungai dengan harapan Gus Miek akan tersangkut atau bisa berenang ke daratan. Tetapi, Gus Miek justru muncul di tengah sungai, berdiri dengan air hanya sebatas mata kaki karena Gus Miek berdiri di atas punggung seekor ikan yang sangat besar, yang menurut Gus Miek adalah piaraan gurunya. Pernah suatu hari, ketika ikut memancing, kail Gus Miek dimakan ikan yang sangat besar. Saking kuatnya tenaga ikan itu, Gus Miek tercebur ke sungai dan tenggelam. Pengasuhnya menjadi kalang kabut karena tak ada orang yang bisa menolong, hari masih pagi sehingga masih sepi dari orang-orang yang memancing. Hilir mudik pengasuhnya itu mencari Gus Miek di pinggir sungai dengan harapan Gus Miek dapat timbul kembali dan tersangkut. Tetapi, setelah hampir dua jam tubuh Gus Miek belum juga terlihat, membuat pengasuh itu putus asa dan menyerah.

Karena ketakutan mendapat murka dari KH. Djazuli dan Ibu Nyai Rodyiah, akhirnya pengasuh itu kembali ke pondok, membereskan semua bajunya ke dalam tas dan pulang tanpa pamit. Dalam cerita yang disampaikan Gus Miek kepada pengikutnya, ternyata Gus Miek bertemu gurunya. Ikan tersebut adalah piaraan gurunya, yang memberitahu bahwa Gus Miek dipanggil gurunya. Akhirnya, ikan itu membawa Gus Miek menghadap gurunya yaitu Nabi Khidir. Pertemuan itu menurut Gus Miek hanya berlangsung selama lima menit. Tetapi, kenyataannya Gus Miek naik ke daratan dan kembali ke pondok sudah pukul empat sore. beberapa bulan kemudian, setelah mengetahui bahwa Gus Miek tidak apa-apa, akhirnya kembali ke pondok.

Pada suatu malam di ploso, Gus Miek mengajak Afifudin untuk menemaninya memancing di sungai timur pondok Al Falah. Kali ini, Gus Miek tidak membawa pancing, tatapi membawa cundik. Setelah beberapa lama menunggu, hujan mulai turun dan semakin lama semakin deras. Tetapi, Gus Miek tetap bertahan menunggu cundiknya beroleh ikan meski air sungai brantas telah meluap. Menjelang tengah malam, tiba-tiba Gus Miek berdiri memegangi gagang cundik dan berusaha menariknya ke atas. Akan tetapi, Gus Miek terseret masuk ke dalam sungai. Afifudin spontan terjun ke sungai untuk menolong Gus Miek. Oleh Afifudin, sambil berenang, Gus Miek ditarik ke arah kumpulan pohon bambu yang roboh karena longsor. Setelah Gus Miek berpegangan pada bambu itu, Afifudin naik ke daratan untuk kemudian membantu Gus Miek naik ke daratan. Sesampainya di darat, Gus Miek berkata “Fif, ini kamu yang terakhir kali menemaniku memancing. Kamu telah tujuh kali menemaniku dan kamu telah bertemu dengan guruku.“ Afifudin hanya diam saja. Keduanya lalu kembali kepondok dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

GUS MIEK WAFAT
Tepat tanggal 5 juni 1993 Gus Miek menghembuskan napasnya yang terakhir di rumah sakit Budi mulya Surabaya (sekarang siloam). Kyai yang nyeleneh dan unik akhirnya meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang lebih abadi dan bertemu dengan Tuhannya yang selama ini beliau rindukan.

DAWUH DAWUH GUS MIK

Dhawuh 1
“Saya adalah mursyid tunggal Dzikrul Ghofilin” kata Gus Mik. “Lho, Gus kok berkata begitu bagaimana dengan farid dan syauki..?” tanya Gus Ali sidoarjo.”mereka hanya meramaikan saja” , jawab Gus Miek

Dhawuh 2
Demi Allah, saya hanya bisa menangis kepada Allah, semoga sami’in yang setia, pengamal Dzikrul Ghofilin, semua maslah-masalahnya tuntas diperhatikan oleh Allah.

Dhawuh 3
Bila mengikuti Dzikrul Ghofilin, kalau tidak tahu artinya yang penting hatinya yakin.

Dhawuh 4
Barusan ada orang bertanya: Gus, Dzikrul Ghofilin itu apa..? saya jawab: “Jamu”.

Dhawuh 5
Dzikrul Ghofilin itu senjata pamungkas, khususnya menghadapi tahun 2000 ke atas

Dhawuh 6
Ulama sesepuh yang dikirimi fatihah oleh orang-orang yang tertera atau tercantum dalam Dzikrul Ghofilin itu yang akan saya dan kalian ikuti di akhirat nanti.

Dhawuh 7
Dekatlan kepada Allah..! kalau tidak bisa, dekatlah dengan orang yang dekat denganNya.

Dhawuh 8
Kemanunggalan sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin adalah sesuatu yang harus di wujudkan oleh pendherek, pimpinan Dzikrul Ghofilin, dan jama’ah sema’an Al Qur’an. Sebab antara sema’an Al Qur’an kaliyan Dzikrul Ghofilin ingkang sampun dipun simboli kaliyan fatihah miata marroh ba’da kulli shalatin, meniko berkaitan manunggal.

Dhawuh 9
Semoga Dzikrul Ghofilin ini menjadi ketahanan batiniah kita, sekaligus penyangga kita di hari Hisab (hari perhitungan amal). Itulah yang paling penting..!

Dhawuh 10
Nuzulul Qur’an yang bersamaan dengan turunnya hujan ini, semoga menjadi isyarat turunnya petunjuk kepada saya dan kalian semua, seperti firman Allah: “Ulaika ‘ala hudan min rabbihim wa ulaika hum al-muflihun” (Mereka telah berada di jalan petunjuk , dan mereka adalah orang-orang yang beruntung).

Dhawuh 11
Barusan ada orang yang bertanya: Gus, bagaimana saya ini, saya tidak bisa membaca Al Qur’an..? saya jawab: “Paham atau tidak, yang penting sampean datang ke acara sema’an, karena mendengarkan saja besar pahalanya”.

Dhawuh 12
Sejak sekarang, yang kecil harus berpikir: kelak kalau besar, aku besar seperti apa, yang besar harus berpikir, kalau tua kelak, aku tua seperti apa, yang tua juga harus berpikir, kelak kalau mati, aku mati dalam keadaan seperti apa.

Dhawuh 13
Dalam sema’an ada seorang pembaca Al Qur’an, huffazhul Qur’an dan sami’in. Seperti ditegaskan oleh sebuah hadits: Baik pembaca maupun pendengar setia Al Qur’an pahalanya sama. Malah di dalam ulasan tokoh lain dikatakan: pendengar itu pahalanya lebih besar daripada pembacanya. Sebab pendengar lebih main hati, pikiran, dan telinganya. Pendengar dituntut untuk lebih menata hati dan pikirannya dan lebih memfokuskan pendekatan diri kepada Allah.

Dhawuh 14
Satu-satunya tempat yang baik untuk mengutarakan sesuatu kepada Allah adalah majelis sema’an Al Qur’an. Hal ini tertera di dalam (kalau tidak salah) tiga hadits. Antara lain Man arada an yatakallam ma’a Allah falyaqra’ Al Qur’an (siapa ingin berkomunikasi dengan Allah, hendaknya ia membaca Al Qur’an).

Dhawuh 15
Seorang yang ikut sema’an berturut-turut 20 kali saya jamin apa pun masalah yang sedang dihadapinya pasti akan beres/tuntas.

Dhawuh16
Ada seorang datang kepada saya: “Gus, problem saya bertumpuk-tumpuk, saya sudah mengikuti sema’an 19 kali, tinggal 1 kali lagi, kira-kira masalah saya nanti tuntas atau tidak..?” saya jawab: “yang sial itu saya, kok bertemu dengan orang yang mempunyai masalah seperti itu.”

Dhawuh 17
Saya sendiri sebagai pencetus sema’an Al Qur’an ternyata kurang konsekuen, sementara sami’in datang dari jauh, bahkan hadir sejak subuh, mulai surat Al fatihah dibaca sampai berakhir setelah doa khotmil Qur’an malam berikutnya baru mereka pulang. Sedang saya ini, baru datang kalau sema’an Al Qur’an akan diakhiri. Itu pun tidak pasti. Terkadang saya berpikir, saya ini seorang yang dipaksakan untuk siap dipanggil kiai.

Dhawuh 18
Berapa yang hadir setiap sema’an? Jangan lebih lima persen. Nanti bila sami’innya terlalu banyak, saya hanya menangis dan membaca Al Fatihah, lalu pulang. Saya sadar, saya tidak mampu berbuat apa-apa. Jangankan untuk orang banyak, untuk satu orang saja saya tidak bisa.

Dhawuh 19
Kalau saya nongol, mungkin tak cukup semalaman. Satu persatu harus dilayani. Saya besok ke mana? Apa yang harus saya lakukan? Kami tidak punya modal? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, Dan, saya dituntut untuk memberikan keterangan yang bisa mereka terima, setidaknya agak menghibur, dengan lelucon atau dengan pengarahan yang pas.

Dhawuh 20
Semoga sema’an dan Dzikrul Ghofilin ini kelak menjadi tempat duduk-duduk dan hiburan anak cucu kita semua.

Dhawuh 21
Alhamdulillah, saya adalah yang pertama memberitahukan kepada “anak-anak” tentang makna dan kegunaan sema’an Al Qur’an. Di tengah maraknya Al Qur’an diseminarkan dan didiskusikan, Alhamdulillah masih ada kelompok kecil yang menyakini bahwa Al Qur’an itu mengandung berkah.

Dhawuh 22
Saya mengambil langkah silang dengan mengatakan kepada anak-anak yang berkumpu agar sebulan sekali mengadakan pertemuan, ngobrol-ngobrol, guyon-guyon santai, syukur bisa menghibur diri dengan hiburan yang berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. Kebetulan saya menemukan satu pakem bahwa pertemuan yang dibarengi dengan alunan Al Qur’an, membaca dan mendengarkannya, syukur-syukur dari awal sampai akhir, Allah akan memberikan rahmat dan nikmatNya. Jadi, secara batiniah, sema’an Al Qur’an ini menurut saya adalah hiburan yang bersifat hasnah (bernilai baik). Juga, pendekat diri kita kepada Allah dan tabungan di hari akhir. Itu pula yang benar-benar diyakini para pengikut sema’an Al Qur’an.

Dhawuh 23
Di bukit ini terdapat 3 tiang kokoh (panutan), yaitu (1) Syaikh Abdul Qodir Khoiri, seorang wali yang penuh kasih, (2) Abdul Sholih As-Saliki, seorang wali yang terus menjaga wudhunya demi menempuh jalan berkah, (3) Muhammad Herman, ia adalah wali penutup, orang-orang terbaik berbaur dengannya. Wahai tuhanku, berilah manfaat dan berkah mereka. Kumpulkan aku bersama mereka.

Dhawuh 24
Mengenai tata krama ziarah kubur, selayaknya lahir batin ditata dengan baik. Saya juga berpesan, kalau seseorang berceramah, hendaknya ia tidak meneliti siapa yang dimakamkan, juga riwayat hidupnya. Setidaknya hal demikian ini hukumnya makruh.

Dhawuh 25
Tiga orang yang tidur ini hidup sebelum Wali songo. Orang-orang banyak datang kesini. Demikian juga orang-orang yang sakit, mereka kalau datang ke sini sembuh.

Dhawuh 26
Kelak, bila aku sudah tiada, yang saya tempati ini (makam tambak) bertambah ramai (makmur)

Dhawuh 27
Saya disini hanya ittiba’(mengikuti) kiai sepuh, seperti kiai Fattah dan kiai Mundzir. Di sini, dulu pernah dibuat pertemuan kiai-kiai pondok besar.

Dhawuh 28
Makam ini yang menemukan keturunan Pangeran Diponegaoro. Dulu, desa ini pernah dibuat istirahat oleh pangeran Diponegoro. Di desa ini tidak ada shalat dan tidak ada apapun. Keturunan Diponegoro ini ada dua, yang satu menjadi dukun sunat tetapi kalau berdandan nyentrik, sedang adiknya jadi pemimpin seni jaranan.

Dhawuh 29
Berbaik sangka itu sulit. Jangankan berbaik sangka kepada Allah, kepada para wali dan para kiai sepuh saja sulit.

Dhawuh 30
Di tambak itu, kalau bisa bersabar, akan terasa seperti lautan, dan kalau bisa memanfaatkan, akan banyak sekali manfaatnya. Tapi kalau tidak bisa memanfaatkan, ia akan bisa menenggelamkan.

Dhawuh 31
Huruf hijaiyah itu ada banyak ada ba’, jim, dhot, sampai ya’. Demikian juga dengan taraf ilmu seseorang. Ada orang yang ilmunya cuma sampai ba’, ada orang yang ilmunya sampai jim, ada orang yang ilmunya sampai dhot saja. Nah, orang yang ilmunya seperti itu tidak paham kalau di omongi huruf tha’, apalagi huruf hamzah dan ya’.

Dhawuh 32
Saya bukan kiai, saya ini orang yang terpaksa siap dipanggil kiai. Saya juga bukan ulama. Ulama dan kiai itu beda. Kiai dituntut untuk punya santri dan pesantren. Ulama itu kata jamak yang artinya beberapa ilmuwan. Ketepatan saja saya punya bapak yang bisa ngaji dan punya pesantren. Itu pun tidak ada hubungannya dengan saya yang lebih banyak berkelana. Dari berkelana itu lahirlah sema’an Al Qur’an. Jadi, hiburan “anak-anak” dan saya datang bukan atas nama apa-apa. Hanya salah satu pengikut sama’an Al Qur’an, yang bukan sami’in setia bukan pengikut yang aktif.

Dhawuh 33
Nanti, kalau suamimu berani menjadi kiai harus sanggup hidup melarat.

Dhawuh 34
Akhirnya (maaf), kita menyadari bahwa kaum ulama, lebih-lebih seperti saya, dituntut untuk menggali dana yang lebih baik, dana yang benar-benar halal, kalau kita memang mendambakan ridho Allah.

Dhawuh 35
Di era globalisasi ini kita dituntut untuk lebih praktis, tidak terlalu teoretis. Semua kiai dan ulama sekarang ini dituntut mengerti bahwa dirinya punya satu tugas dari Allah, yakni membawa misi manusiawi.

Dhawuh 36
Kalau ingin pondok pesantrennya besar, itu harus kaya terlebih dahulu. Nah, kaya inilah yang sulit.

Dhawuh 37
Pondok pesantren ini, walaupun kecil, mbok ya biarkan hidup, yang luar biar di luar, yang dalam biar di dalam.

Dhawuh 38
Saya punya pertanyaan buat diri saya sendiri: mampukah saya mengatarkan “anak-anak?” Sedang ulama saja banyak yang kurang mampu mengantarkan anak-anak untuk saleh dan sukses. Suksenya diraih, salehnya meleset. Di dalam pesantren sama sekali tidak diajarkan keterampilan. Timbul pertanyaan: Bagaimana anak-anak kami nanti di masa mendatang, bisnisnya, ekonominya, nafkahnya hariannya? Mungkinkah mereka berumah tangga dengan kondisi seperti ini?.

Dhawuh 39
Mbah, manusia itu kalau punya keinginan, hambatannya Cuma dua. Godaan dan hawa nafsu. Kuat cobaan apa tidak, kuat dicoba apa tidak.

Dhawuh 40
Para santri itu lemah pendidikan keterampilannya. Sudah terlanjur sejak awalnya begitu. Tapi Alhamdulillah, di pesantren-pesantren seperti Gontor dan pondok pabelan diajarkan keterampilan-keterampilan. Di sana, keterampilannya ada, tapi wiridannya tidak ada. Saya senang pesantren yang ada wiridannya.

Dhawuh 41
Sukses dalam studi belum menjamin sukses dalam hidup. Pokoknya, di luar buku, di luar bangku, di luar kampus, masih ada kampus yang lebih besar, yakni kampus Allah. Kita harus banyak belajar. Antara lain belajar dangdut Jawa, belajar tolak berhala, dan belajar tolak berhala itu sulit sekali! Sulit sekali.

Dhawuh 42
Hidup ini sejak lahir hingga mati, adalah kuliah tanpa bangku.

Dhawuh 43
Mbah, kamu itu ketika mengaji, jika dipanggil ayah, ibu atau putra-putra ayah, siapa saja itu, jangan menunggu selesai mengaji, langsung saja ditaruh kitabnya, lalu menghadap dengan niat mengaji.

Dhawuh 44
Seorang (santri) yang tak kuat menahan lapar, bahayanya orang (santri) itu di pondok bisa berani banyak utang.

Dhawuh 45
Mbah, kalau kamu menggantungkan kiriman dari rumah, kalau belum dikirim jangan mengharap-harap dikirim, semua sudah diatur oleh Allah.

Dhawuh 46
Sekarang, mencari orang bodah itu sulit, sebab orang bodoh kini mengaku pintar. Kelak, kalau kamu sekolah, berlaku bodah saja. Bagaimana caranya? Pura-pura saja, dan harus bisa pura-pura bodoh. Maksudnya, kamu harus pintar membedakan antara orang bodoh dengan orang yang pura-pura bodoh.

Dhawuh 47
Dunia itu memang sedikit, tapi tanpa dunia, seseorang bisa mecicil (blingsatan).

Dhawuh 48
Jadi orang itu harus mencari yang halal, jangan sampai jadi tukang cukur merangkap jagal.

Dhawuh 49
Miskin dunia sedikitnya berapa, tak ada batasannya demikian juga kaya dunia. Seorang yang kaya pasti ada yang di atasnya, seorang yang melarat banyak temannya. Orang kaya pasti ada kurangnya. Ini adalah ilmu Jawa, tidak perlu muluk-muluk mengkaji kitab kuning.

Dhawuh 50
Kamu memilih kaya-sengsara atau melarat-terlunta? Maksudnya, kaya-sengsara itu adalah di dunia diganggu hartanya, sedang di akhirat banyak pertanyaannya.

Dhawuh 51
Gus, tolong saya didoakan kaya. “kaya buat apa?”, tanya Gus Miek. Buat membiayai anak saya. Royan, kamu tak usah khawatir, saya berdoa kepada tuhan agar orang selalu baik dan membantu kamu. Adapun orang yang berbuat buruk atau berniat buruk kepadamu akan saya potong tangannya. Kelak, dirimu saya carikan tempat yang lebih baik dari dunia ini.

Dhawuh 52
Royan, kamu ingin kaya ya? Kalau sudah kaya, nanti kamu repot lho.

Dhawuh 53
Orang kaya yang masuk surga itu syaratnya harus baik dengan tetangganya yang fakir.

Dhawuh 54
Seorang fakir yang tahan uji, yang tetap bisa tertawa dan periang. Sedang hatinya terus mensyukuri keadaan-keadaannya, masih lebih terhormat dan lebih unggul melebihi siapa pun, termasuk orang dermawan yang 99% hak miliknya diberikan karena Allah, tetap saja masih unggul fakir yang saleh tadi.

Dhawuh 55
Saat memimpin doa pada acara haul KH. Djazuli Ustman, Gus Miek membaca Ayyuha Ad-Dunya Thallaqtuka Fa’anta Thaliqah.(Wahai dunia, aku telah menalak kamu, sungguh aku telah mentalak kamu). Gus Miek lalu berhenti dan berkomentar: Doa-doa seperti ini jangan sampai kalian ikut mengamini, belum mengamini saja sudah senin kemis, apalagi mengamini, bertambah dalam (terperosok) lagi.

Dhawuh 56
Maaf, kalau saya harus mengatakan: Anda sebaiknya punya keterampilan. Jangan malu mengerjakan yang kecil, asal halal. Karena banyak sekali rekanan saya yang malu, misalnya jualan kopi di ujung sana, di sektor informal. Kok jualan kopi sih? Padahal saya mendambakan menjadi karyawan bank, biar terdengar keren dengan gaji tinggi. Kok ini? Kata mereka. Padahal ini halal menurut Allah dan sangat mulia. Sayang, mereka salah menempatkan, menjaga gengsi di hadapan manusia. Nah, ini tidak konsekuen, ini terlanjur salah kaprah. Kalau saya mengatakannya secara salah, saya yang terjepit.

Dhawuh 57
Saya ini kan lain. Walau income resmi enggak ada, tanah tak punya, tapi ada rekanan yang lucu-lucu. Hingga rasa tasyakurlah yang lebih berkobar. Bukan rasa kurang atau yang lain.

Dhawuh 58
Ada satu kios kecil yang isi dengan kebutuhan kampung seperti lombok, beras dan gula, di tempat yang sami’in tidak tahu. Kios itu saya percayakan pada seseorang. Terserah dia! Dan, tidak harus untung. Mungkin dia sendiri harus belajar untuk menerima kenyataan. Termasuk untuk tidak untung.

Dhawuh 59
Jadilah seburuk-buruk manusia di mata manusia tetapi luhur di mata Allah.

Dhawuh 60
Tidak apa-apa dianggap seperti PKI tetapi kelak masuk surga.

Dhawuh 61
Hidup itu yang penting satu, keteladanan.

Dhawuh 62
Kunci sukses adalah bergaul, dan di dalam bergaul kita harus ramah terhadap siapa saja. Sedang prinsipnya adalah bahwa pergaulan harus menjadikan cita-cita dan idaman kita tercapai, jangan sebaliknya.

Dhawuh 63
Segala langkah, ucapan, dan perbuatan itu yang penting ikhlas, hatinya ditata yang benar, tidak pamrih apa-apa.

Dhawuh 64
Kalau ada orang yang menggunjing aku, aku enggak usah kamu bela. Kalau masih kuat, silakan dengarkan, tapi kalau sudah tidak kuat, menyingkirlah.

Dhawuh 65
Kalau ada orang yang menjelek-jelekkan, temani saja, jangan menjelek-jelekkan orang yang menjelek-jelekkan. Kalau memang senang mengikuti sunnah nabi, ya jangan dijauhi mereka itu karena nabi itu rahmatan lil alamin.

Dhawuh 66
Kita anggota sami’in Dzikrul Ghofilin khususnya, ayo ramah tamah secara lahir dan batin dengan orang lain, dengan sesame, kita sama-sama manusia, walaupun berbeda wirid dan aliran. Kita harus mendukung kanan dan kiri yang sudah terlanjur mantab dalam Naqsabandiyah, Qodiriyah, atau ustadz-ustadz Tarekat Mu’tabarah. Jangan sampai terpancing untuk tidak suka, tidak menghormati pada salah satu wirid yang jelas muktabar dengan pedoman-pedoman yang sudah terang, khusus dan tegas

Dhawuh 67
Tadi ada orang bertanya: Gus, saya ini di kampung bersama orang banyak. Jawab saya: Yang penting ingat pada Allah, tidak merasa lebih suci dari yang lain, tidak sempat melirik maksiat orang lain, dengan siapa saja mempunyai hati yang baik, itulah ciri khas pengamal Dzikrul Ghofilin.

Dhawuh 68
Era sekarang, orang yang selamat itu adalah orang yang apa adanya, lugu dan menyisihkan diri.

Dhawuh 69
“Miftah, kamu masih tetap suka bertarung pencak silat?” Tanya Gus Miek. Lha bagaimana Gus, saya ikut, jawab Miftah. “Kalau kamu masih suka (bertarung) pencak, jangan mengharap baunya surga.”

Dhawuh 70
Saya lebih tertarik pada salah seorang ulama terdahulu, contohnya Ahmad bin Hambal. Kalau masuk tempat hiburan yang diharamkan Islam, dia justru berdoa: “Ya Allah, seperti halnya Kau buat orang-orang ini berpesta pora di tempat seperti ini, semoga berpesta poralah mereka di akhirat nanti. Seperti halnya orang-orang di sini bahagia, semoga berbahagia pula mereka di akhirat nanti.” Ini kan doa yang mahal sekali dan sangat halus. Tampak bahwa Ahmad bin Hambal tidak suka model unjuk rasa, demonstrasi anti ini anti itu. Apalagi seperti saya yang seorang musafir, saya dituntut untuk lebih menguasai bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati.

Dhawuh 71
Seorang yang diolok-olok atau dicela orang lain, apa itu termasuk sabar? Badanya sakit, anaknya juga sakit, istrinya meninggal, apa itu juga termasuk sabar? Hartanya hancur, istrinya mati, anaknya juga mati, apa itu termasuk orang yang sudah sabar? Seperti itu tidak bisa disebut sebagai orang sabar, entah sabar itu bagaimana, aku sendiri tidak mengerti.

Dhawuh 72
Tadi, ada orang yang bertanya: periuk terguling, anak-istri rewel, hati sumpek, pikiran ruwet, apa perlu pikulan ini (tanggung jawab keluarga) saya lepaskan untuk mencari sungai yang dalam (buat bunuh diri). Saya jawab: Jangan kecil hati, siapa ingin berbincng-bincang dengan Allah, bacalah Al Qur’an.

Dhawuh 73
Tadi ada yang bertanya: Gus, bagaimana ya, ibadah saya sudah bagus, shalat saya juga bagus, tetapi musibah kok datang dan pergi? Saya jawab: mungkin masih banyak dosanya, mungkin juga bakal diangkat derajat akhiratnya oleh Allah; janganlah berkecil hati.

Dhawuh 74
Orang-orang membacakan Al-Fatehah untukku, katanya aku ini sakit. Aku ini tidak sakit, hanya fisikku saja yang tidak kuat karena aktivitasku ini hanya dari mobil ke mobil, dan tidak pernah libur.

Dhawuh 75
Ada empat macam perempuan yan diidam-idamkan semua orang (lelaki). Perempuan yang kaya, perempuan bangsawan, dan perempuan yang cantik. Tapi ada satu kelebihan yan tidak dimiliki oleh ketiga perempuan itu, yaitu perempuan yang berbudi.

Dhawuh 76
Anaknya orang biasa itu ada yang baik dan ada yang jelek. Demikian juga anaknya kiai, ada yang baik dan ada yang jelek. Jangankan anaknya orang biasa atau anaknya kiai, anaknya nabi pun ada yang berisi dan ada yang kosong. Kalau sudah begini, yang paling baik bagi kita adalah berdoa.

Dhawuh 77
Di tengah-tengah sulitnya kita mengarahkan istri, menata rumah tangga, dan sulitnya menciptakan sesuatu yang indah, sedang tanda-tanda musibah pun tampak di depan mata, semua itu menuntut kita menyusun ketahanan batiniah, berusaha bagaimana agar Allah sayang dan perhatian kepada kita semua.

Dhawuh 78
Tadi, ada orang yang bertanya: anak saya nakal, ditekan justru menjadi-jadi, bagaimana Gus? Nasehat orang tua terhadap anaknya janganlah menggunakan bahasa militer, pakailah bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati.

Dhawuh 79
Gus, kenapa Anda menamakan anak Anda dengan bahasa Arab dan non Arab? Begini, alas an saya menamakan dengan dua bahasa itu karena mbahnya dua; mbahnya di sini santri, mbahnya di sana bukan. Mbahnya di sini biar memanggil Tajud karena santri, mbahnya di sana yang bukan santri biar memanggil Herucokro; mbanya di sini biar memanggil sabuth, mbahnya di sana biar memanggil panotoprojo.

Dhawuh 80
Menurut Anda, bagaimana sebaik-baiknya busana muslim itu? Jilbab kan banyak dipertentangkan akhir-akhir ini? Pada akhirnya, seperti penggabungan Indonesia, Siangapura, Malaysia, Thailand, Brunei, dan Filipina menjadi ASEAN, tidak menutup kemungkinan, ada bahasa dan busana ASEAN. Sehingga siapa pun dengan terpaksa untuk ikut dan patuh. Ya, kita sebagai orang tua harus diam kalau itu nanti terjadi, dan kalau ingin selamat, ya mulai sekarang kita harus berbenah.

Dhawuh 81
Saya kira-kira dituntut untuk lebih menggalakkan ibadatul qalbi (ibadah dalam hati). Mungkin begitu. Sebetulnya putrid rekan-rekan ulama juga sudah banya yang terbawa arus; ya sebagian ada yang masih mengikuti aturan, tetap berjilbab, misalnya. Tetapi ada juga yang tetap berjilbab karena sungkan lantaran orang tuanya mubaligh. Secara umum, sudah banyak yang terbawa arus.

Dhawuh 82
Dunia ini semakin lama semakin gelap, banyak hamba Allah yang bingung, dan sebagian sudah gila. Sahabat Muazd bin Jabbal berkata: “siapa yang ingat Allah di tengah-tengah dunia yang ramainya seperti pasar ini, dia sama dengan menyinari alam ini.”

Dhawuh 83
Memiliki lidah atau mulut itu jangan dibirkan saja, lebih baik dibuat zikir pada Allah, dilanggengkan membaca lafal Allah.

Dhawuh 84
Hadirin tadi ada orang yang bertanya: Gus, pendengar Al Qur’an ini kalau usai shalat fardhu, yang terbaik membaca apa ya? Saya jawab: Untuk wiridan, kecuali kalian yang sudah mengikuti sebagian tarekat mu’tabarah, baik membaca Al Fatehah 100 kali. Ini juga menjadi simbolnya Dzikrul Ghofilin. Resepnya, mengikuti imam Abu Hamid Al Ghazali, yang juga diijasahnya oleh adiknya, Syaikh Ahmad Al Ghazali.

Dhawuh 85
Trimah, kamu pasti mau bertanya: Kiai, wiridannya apa, mau bertanya begitu kan? Tidak sulit-sulit, baca shalawat sekali, pahalanya 10 kali lipat; jangan repot-repot, baca shallallah ‘ala Muhammad, itu saja, yang penting benar.

Dhawuh 86
Saya punya penyakit yang orang lain tidak tahu. Saya ini terus terang tamak, takabur yang terselubung, dan diam-diam ingin kaya. Padahal saya punya persoalan khusu dengan Allah. Artinya, saya adalah hamba yang diceramahkan, sedang Allah yang sudah saya yakini adalah sutradara.

Dhawuh 87
Persoalan mengenai hakikat hidup di dunia masih sering kita anggap remeh. Olih karena itu, sangat perlu dilakukan sebentuk muhasabah. Sejauh mana tauhid kita, misalnya. Dan, ternyata kita belum apa-apa. Kita belum menjadi mukmin dan muslim yang kuat.

Dhawuh 88
Taqarrub (pendekatan) kita kepada Allah seharusnya menjadi obat penawar bagi kita. Apa pun yang terjadi, apa pun yang diberikan Allah, syukuri saja. Sayang, terkadang kita belum bisa menciptakan keadaan yang demikian. Kita seharusnya bangga menjadi orang yang fakir. Sebab sebagian penghuni surga itu adalah orang –orang fakir yang baik.

Dhawuh 89
Dahulu, pada usia sekitar 10 tahun, saya sering didekati orang,dikira saya itu siapa. Ungkapan orang yang datang kepada saya itu-itu saja: minta restu atau mengungkapkan kekurangan, terutama yang berhubungan dengan materi. Perempuan yang mau melahirkan juga datang. Dikira saya ini bidan. Karena makin banyak orang berdatangan, lalu saya menyimpulkan: jangan-jangan saya ini senang dihormati orang, jangan-jangan saya ini dianggap dukun tiban juru penolong atau orang sakti.

Dhawuh 90
Surga itu miliknya orang-orang yang sembahyang tepat pada waktunya.

Dhawuh 91
Shalat itu, yang paling baik, di tengah-tengah Al-Fatehah harus jernih pikiran dan hati.

Dhawuh 92
Shalat itu, yang paling baik adalah berpikir di tengah-tengah membaca Al-Fatehah.

Dhawuh 93
Coro pethek bodon. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik satu itu rugi. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik dua itu rugi. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik tiga itu baru untung.

Dhawuh 94
Kalau kamu ingin meningkat satu strip, barang yang kamu sayangi ketika diminta orang, berikan saja. Itu naik 1 strip, lebih-lebih sebelum diminta, tentu akan naik 1 strip lagi.

Dhawuh 95
Seorang yang berani melakukan dosa, harus berani pula bertobat.

Dhawuh 96
Kalau kamu mengerjakan kebaikan, sebaiknya kau simpan rapat-rapat; kalau melakukan keburukan, terserah kamu saja: mau kau simpan atau kau siarkan.

Dhawuh 97
Kowe arep nandi Sir? Tanya Gus Miek. Badhe tumut ujian, jawab Siroj. Kapan? tanya Gus miek . sak niki, jawab Siroj. Golek opo?, Tanya Gus Miek lagi. “Ijasah,” jawab Siroj juga. Lho kowe ntukmu melu ujian ki mung golek ijasah, e mbok sepuluh tak gaekne. Yoh, dolan melu aku.
Artinya:
Kalau kamu ikut ujian hanya untuk ijasah, sini, mau 10 saya buatkan, ayo ikut saya.

Dhawuh 98
“Kamu mau kemana sir?” Mau ngaji. “Biar dapat apa?” Biar masuk surga. “jadi, alasan kamu mengaji itu hanya untuk mencari surga? Jadi, surga bisa kamu peroleh dengan mengaji? Kalau begitu, sudah kitabmu ditaruh saja, ayo ikut bersama saya ke Malang.

Dhawuh 99
Saya katakana kepada anak-anak, Dzikrul Ghofilin jangan sampai diiklankan atau dipromosikan sebagai senjata pengatrol kesuksesan duniawi.

Dhawuh 100
Saya imbau, jangan sampai ada yang berjaga lailatul Qodar, itu ibarat memikat burung perkutut.

Dhawuh 101
Belum tahun 2000 saja sudah begini; bagaimana kelak di atas tahun 2000? Dunia ini semakin lama semakin panas, semakin lama semakin panas, semakin lama semakin panas.

Dhawuh 102
Saya senang orang-orang Nganjuk karena orangnya kecil-kecil. Ini sesuai sabda nabi: “Orang itu yang baik berat badannya 50.” Juga, ada sabda lain yang menguatkan : “Orang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang paling sedikit makannya.” Ini sesuai firman Allah: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut (QS. Quraiys: 4).
Lapar adalah syarat untuk menghasilkan tujuan. Maka, siapa tidak senang lapar, ia bukan bagian dari ahli khalwat (menyendiri).

Dhawuh 103
Miftah, kalau kamu nanti sudah pulang dari mondok, jangan suka menjadi orang terdepan.

Dhawuh 104
Biarkan dunia ini maju. Akan tetapi, bagi kita umat Islam, akan lebih baik kalau kemajuan di bidang lahiriah dan umumiyah ini dibarengi dengan iman, ubudiyah, serta sejumlah keterampilan positif. Jadi, memasuki era globalisasi menuntut kita untuk lebih meyakini bahwa shalat lima waktu itu, misalnya, adalah senam atau olah raga yang paling baik. Setidak-tidaknya, bagi orang Jawa bangun pagi itu tentu baik. Apalagi kita yang mukmin. Dengan bangun pagi dan menyakini bahwa kegiatan shalat Subuh adalah senam olah raga yang paling baik, otomatis kita tersentuh untuk bergegas selakukan itu.

Dhawuh 105
Sir, kalau kamu mau bertemu aku, bacalah Al-Fatehah 100 kali.

Dhawuh 106
Kalau mau mencari aku, di mana dan kapan saja, silakan baca surah Al-Fatehah.

Dhawuh 107
Mbah, kalau kamu mau bertemu aku, sedang kamu masih repot, kirimi saja aku Al-Fatehah, 41kali.

Dhawuh 108
Mencari aku itu sulit; kalau mau bertemu dengan aku, akrablah dengan keluargaku, itu sama saja dengan bertemu aku.

Sumber:
Dunia Pesantren, http://www.mypesantren.com, http://aliks-fx.blogspot.com, buku Karomah para Kyai dan lain-lain.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 39 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.