Arsip Bulanan: April 2013

AJIAN KAMARA GENI SUNAN KALIJAGA


wongalus

Dalam masa berdakwah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, Sunan Kalijaga — saat itu tanah Jawa banyak pendekar/jawara yang memiliki beragam ilmu kesaktian— merasa perlu untuk membekali para murid, sahabat, saudara, sedulur-sedulur dengan beragam ilmu kesaktian juga. Tak lain dengan tujuan agar para murid yang baru saja memeluk agama Islam (mualaf) itu semakin yakin dengan keyakinannya. Kalau kalah, bisa dipastikan keyakinan mereka lama-lama akan meluntur.

Salah satu yang diajarkan Sunan Kalijaga adalah Ajian Kamara Geni yang memiliki tuah menolak, menangkal, dan mengembalikan kiriman energi jarak jauh dari seseorang yang berniat jahat (dikenal dengan nama Santet, teluh, tenung, ragam ajian-ajian penyerang/pemukul jarak jauh dsb). Ajian Kamara Geni ini, oleh Sunan Kalijaga diturunkan kepada  Ki Ageng Sebayu dan Ki Gede Pekalongan, juga berfungsi untuk menghantam jin yang bersifat syetan / nakal dan berniat jahat.

Laku ajian ini, versi Sunan Kalijaga sebagai berikut:

1. Puasa mutih 3 hari atau boleh juga 7 hari, puasa dimulai hari weton anda.

2. Laksanakan sholat lima waktu dan

3. sesudah sholat membaca 7 x doa ajian ini DENGAN POSISI KEPALA BERADA DI BAWAH DAN KAKI BERADA DI ATAS. (Jawa: topo ngalong/posisi kelelawar).

ilustrasi foto kira-kira seperti ini. foto ini hanya ilustrasi yang ada di mbah google dan anda bisa memodifikasinya dengan tubuh menempel di dinding. kepala dikasih alas bantal disangga oleh kedua tangan.

546055_4582489520133_821923998_n

========AJIAN KAMARA GENI==========

bismilahirohmanirohim

Doa bali sumpah waliyullah anamuka badan ya Rasulullah. Allohumma yaa bali yaa bali yaa bali sakudung ingsun. Kulhu kamara geni tutup bali, balika balika balika balkum balkum balkum.

===============

Usai mengamalkan biidznillah anda akan kebal santet luar dalam. Anda juga bisa melindungi/mengobati orang lain dengan cara membaca doa di atas 7 x tiupkan ke segelas air putih dan meminumkan air putih kepadanya.

Bila saudara ingin mengamalkannya, dipersilahkan dan tentu saja jangan lupa untuk mengirim al fatihah khususnya kepada Rasulullah SAW dan kepada Sohibul ijasah Sunan Kalijaga dan pengijazah2 lain hingga ajian ini sampai kepada kita.

terima kasih dan salam paseduluran.

@@@

Categories: AJIAN KAMARA GENI SUNAN KALIJAGA | 71 Komentar

ASMAK WAAW ALIF


wongalus

Tawassul kirim Al Fatihah kepada Rasulullah SAW, para Nabi, Sahabat 4 Rasulullah SAW, Malaikat Muqarrabin Qoribin, Para Wali, Syaikh Abdul Qodir Al Jilani, ayah ibu dan para leluhur kita, diri kita.

Bismillahirrohmanirrohim.

tingkat dasar

========================================

YAA QAWIYYU BI QUWWATIKA FANSHURNAA  243 x selama  7 hari

selesai.

==========================================

tingkat lanjut

YAA QAWIYYU BI QUWWATIKA FANSHURNAA

WAAW ALIF NUUN ALIF SHIIN

243 x selama  7 hari

selesai.

========================================

arti asmak di atas :

YAA QAWIYYU BI QUWWATIKA FANSHURNAA

Ya Allah Yang Maha Kuat, dengan kekuatan-Mu tolonglah kami.

WAAW ALIF NUUN ALIF SHIIN

==================================

Keterangan jumlah wirid 243 X. Huruf yang membentuk nama-nama planet diatur sedemikian rupa untuk menunjukkan kecepatan rotasi mereka. Huruf Waaw-Alif-Nuun-Alif-Shiin merujuk pada planet Venus yang dalam bahasa Arab muncul berdampingan dalam ayat 72 surat Al-Anfal dan  ayat 3 Surat Hud. Ada 243 ayat di antara kedua surat tersebut. Jadi, dibutuhkan tepatnya 243 hari bagi Venus untuk berputar mengelilingi porosnya sendiri. Dengan kata lain, revolusi dimulai lagi setelah 243 hari. Surat-surat yang terdiri dari kata Venus muncul sebanyak  243 ayat dalam Al Qur’an.

FUNGSI:

KEBAL SENJATA, KEKUATAN, KEBERANIAN, PERTOLONGAN/BANTUAN BERAGAM KESULITAN HIDUP SEPERTI MASALAH HUTANG/ASMARA/KARIER/ DLL

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

salam paseduluran.

Categories: ASMAK WAAW ALIF | 97 Komentar

SEPENGGAL CATATAN DARI MANGLAYANG


wongalus

Berusahalah sekuat tenaga dengan memastikan bahwa kalian bisa memiliki kepatuhan seutuhnya sebelum hadir dihadapan NYA, tidak melakukan kesalahan apalagi kurang ajar terhadap NYA…Sesungguhnya kalian ini pembohong, tidak mengetahui jalan menuju pintu NYA…. Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

(Syeikh Abdul Qodir al Jilani: Qaddasallah Sirrah al Aziz)

DSC_0381Tersebutlah suatu ketika saya menyadari dan menggedor-gedor nurani untuk tidak hanya menghayati kata-kata Syaikh Abdul Qodir tersebut namun bermaksud membuktikan apa yang disampaikannya. Konon syaikh adalah pemimpin para wali yang ada di bumi. Saya yakin apa yang disampaikannya itu benar, namun bila ada pembuktian lebih lanjut tentu saja nilai lebih bagi kita. Tidak hanya kata anu, kata ini kata itu.. namun tahu dengan pengalaman dan penyaksian akan menancap dalam hati sanubari yang terdalam. Kemantapan hati berbuah tekad yang kuat untuk berangkat memenuhi panggilan itulah NIAT AWAL saya.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Berangkatlah saya dengan persiapan minim menuju ke wilayah barat pada hari Sabtu 13 April 2013. Uang saku dan bekal pun pas pasan hanya untuk bertahan hidup. Raga dan tubuh syariatnya menuruti ‘peraturan’ dan ‘perintah’ keduniawian semata, namun hati dan rasa/batinnya sungguh lain. Hati harus menuruti sebuah PERINTAH yang kadar KEHARUSANNYA lebih berat.

Wilayah yang kutuju saat itu adalah Gunung Manglayang, sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi yang berada di wilayah Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. Titik koordinatnya pun sudah pasti sesuai syariat yaitu di depan Bumi Perkemahan Kiara Payung, sekitar 5 km dari jalan raya utama Sumedang- Bandung. Hawanya dingin sejuk memaksa saya untuk menyesuaikan diri sebisa mungkin. Maklum, aku terbiasa hidup di Sidoarjo, Jawa Timur yang berhawa panas menyengat. Di Manglayang, keringat tidak akan keluar sehingga bau badan pun tidak berubah. Tetap harum meski tanpa parfum.

Terkait dengan tempat dingin sejuk seperti ini, saya langsung ingat Gunung Bromo. Siang pun memang tetap panas kena cahaya matahari, namun udara yang dihembuskannya tidak membuat kulit menjadi kering. Pepohonan rindang dan lingkungan yang masih alami membuat betah berlama-lama. Di Manglayang, saya tinggal dua belas hari lamanya. Mengakhiri perjalanan tanggal 27 April 2013 kemarin. Lumayan lama untuk ukuran saya yang biasa dengan mobilitas tinggi. Jangka waktu dua belas hari itu saya manfaatkan benar-benar untuk belajar. Belajar mulai dari nol lagi hingga merangkak naik setahap demi setahap.

Saya tidak pernah malu memulai dari nol, sebab berkaca pada Rasulullah, panutan hidup saya bahwa: Nabi Muhammad SAW pun memulai dari nol sebelum melangkah ke tahap demi tahap pendakian spiritual. Bagaimana tidak?

Bukankah saat pertama kali Muhammad SAW menerima wahyu dia menganggap dirinya tidak ‘bisa’ membaca? Padahal saat itu dia sudah ahli berpuasa dan nyepi di gua? Bukankah saat itu dia sudah memiliki kedewasan mental spiritual yang matang? Bukankah saat itu dia sudah ‘sakti’ dan memiliki ‘kekuatan spiritual’ yang pilih tanding sehingga kuat ditempa masalah hidup yang sedemikian berat? Faktanya, Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi ketika usianya 40 tahun. Masa sebelum usia 40 tahun itu, dia harus mampu bertahan dari kejinya fitnah, bertahan dari lingkungan yang dominan paganism yang begitu tua di jazirah Arab. Hal yang mustahil dilakukan orang kebanyakan yang dalam hidupnya tidak punya prinsip dan keteguhan.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Maka Rasulullah SAW memulai di titik nol ketika bertemu Malaikat Jibril, PERANTARA PERJUMPAAN DENGAN JALAN ALLAH SWT. Dan bagi Rasulullah, kejujuran untuk mengakui bahwa dirinya ‘tidak bisa membaca’ bermakna bahwa dia belum mampu membaca semua kejadian ini dalam kerangka pemahaman yang holistic, nyambung, awal akhir lahir dan batin dalam genggaman Allah SWT.

Buah kejujurannya itulah dia kemudian diberkahi Allah SWT dengan ilmu, yang mana dengan ilmu itu dia mampu untuk ‘membaca dengan Nama Tuhan Yang Maha Menciptakan’. Jadi tidak sekedar pengetahuan yang berasal dari akal dengan menyusun fakta-fakta dan kemudian dijadikan mossaik pandangan hidup yang tersusun lengkap, namun benar-benar menghancurkan EGO DIRI –tahap akhir pendakian spiritual — dan berada di titik NOL sehingga hidayah ALLAH SWT itu turun.

Meneladani Rasulullah SAW itulah semangat dan tekad saya. Kuanggap ini sebuah purifikasi. Katarsis menuju titik NOL. Menjiwai dan mencoba belajar untuk bertahan di tengah kepungan masalah hidup, kepungan citra-citra diri, nilai-nilai yang campur baur, kemacetan pehamanan dan penghayatan akan makna hidup di sana sini, salah kaprahnya tujuan yang akhirnya membekam plus menutup diri untuk mbobot dan mbabar, metamorphosis kepompong menjadi kupu-kupu…

Tidaklah menarik untuk menceriterakan secara detail apa yang saya alami; setiap detik berlalu lalang makhluk-makhluk dari beragam jenis dari yang tampak maupun yang tidak tampak. Juga muncul berbagai peristiwa layaknya para pejalan spiritual yang lain. Itu semua hanya bumbu duniawi semata dan yang lebih penting untuk diungkap dan disampaikan adalah RASAnya.  APA RASA YANG LAHIR ketika berada di TITIK NOL. Saya tidak tahu apa-apa. Rasanya terlahir kembali, melihat dengan cara pandang baru tentang semuanya. Mengalir tenang dan lancarnya aliran yang selama ini tersumbat oleh kotor lemak dan sampah duniawi.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Di satu titik, di depan BUMI PERKEMAHAN, KIARA PAYUNG CAMP, di depannya.. bukan di dalam, hanya di pinggir jalan kecil, saya jadikan homebase. Setiap kesempatan saya berlalu lalang, naik mendaki ke puncak, minum di air sumber, dan turun lagi ke homebase. Mencari makan yang tersedia. Termasuk diberi sedekah makan oleh tiga sahabat KWA: (1) sesepuh KWA Mbah Selor Selawe (matur suwun sudah ditraktir sate dan bakso, maaf saya harus pura-pura jadi pejabat) (2) mas Ghozali (matur suwun sudah dikasih jamuan makan malam dan sweater, maaf saya harus pura-pura jadi ustad) dan (3) mas Firman (atas pasedulurannya dan keheranannya). Al Fatihah sent…

Kalau perut sudah kenyang, maka Raga tubuh saya istirahatkan tertidur, menikmati hidup, nafas tarik nafas keluar, meditasi tidur, meditasi duduk, meditasi dinamis, bergerak naik ke Manglayang, kehujanan, sholat, minum air sumber, makan yang bisa saya makan, semuanya adalah syariat agar tetap hidup. Toh saya dilarang membunuh diri sebab saya tidak memiliki hidup. Hidup itu milik NYA, dan tugas/kewajiban saya hanyalah menjalankan raga sesuai PERINTAH. Untuk mempermudah pemahaman, saya mengkategorikan menjadi tiga perintah.

Perintah itu bertingkat-tingkat: pertama perintah AKAL. Kedua perintah HATI NURANI. Ketiga PERINTAH dari KEBENARAN/KESESATAN. Untuk BISA MENTAATI perintah ketiga itu, AKAL harus memiliki kelurusan LOGIKA dan HATI yang jujur. Tiada lain syarat untuk itu kecuali MEMBUKA DIRI untuk terus belajar dan JANGAN PERNAH MERASA SUDAH PINTAR. Akan lebih mudah kita mendapatkan kelurusan logika dan hati yang jujur bila kita mau untuk terus mau mendengarkan pendapat orang lain, tidak menyanggah, namun kemudian menyaringnya. Tetaplah tersenyum meskipun barangkali tidak pas dan tidak sesuai dengan hati nurani, itu akan lebih BIJAKSANA karena anda akan mendapatkan lebih banyak dari orang lain. Bila anda mendebat pendapat orang lain, bukankah orang lain akhirnya diam dan anda tidak mendapatkan informasi lagi?

Ketika menjadi kepompong, di gunung manglayang tersebut, saya diuji dengan beragam ujian. Yang bisa saya ceritakan di forum ini adalah ujian kabar dari isteri: rumah saya hampir roboh. Tak bisa berbuat apapun untuk menolong keluarga di rumah, saya hanya bisa bersabar sambil menunggu selesainya tugas dan ada perintah untuk pulang. Semoga keluarga dalam lindungan ALLAH SWT. Inna lillahi wainna ilaihi rojiun… Selain itu banyak ragam ujian lain, misalnya, dari Eyang Guntur yang menyambar-nyambar kepala hingga membuat keberanian habis, dan seterusnya…

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Ada satu orang tua yang membuat saya terkesan meskipun pertemuan saya dengannya hanya sekilas, tidak kurang dari sekian menit dan itu pun pertemuan yang terasa ‘tidak disengaja’. Padahal tidak demikian, apa sih di dunia ini yang kebetulan? Tentu saja TIDAK ADA. Semua sudah ditentukan sesuai dengan NIAT dan TUJUAN kita. Nah, orang tua ini seorang buruh pengangkut getah kayu pinus. Sehari-hari dia hanya mendapatkan upah sekian rupiah dari usahanya membawa berpuluh-puluh kilo dengan jarak yang amat jauh. Namun ia jalani dengan ikhlas kerjanya untuk menghidupi anak dan isterinya di desa jauh terpencil.

Auranya wajahnya memancar kejujuran dan pancaran cahaya ilahiah tersimpan dibalik baju kumal ala kadarnya. Saya dapatkan ILMU HIKMAH YAITU ILMU NOL, ILMU KEKOSONGAN: jadilah orang sederhana mengakui kelemahan dan ketidakberdayaan kita. Apa yang kita sombongkan? Dihadapan Ilahi, semuanya adalah sama dan setara kecuali amalnya.

Di gunung manglayang itu pula, saya bertemu dengan Sembilan Guru Tanah Pasundan yang baik hati. Ilmu mereka tinggi-tinggi, jauuuhhh di atas kita.

Guru pertama, seorang perempuan. Dia mengajari banyak gerakan tubuh yang selaras dan serasi dengan aliran “chi”, ilmu pelet pengasihan yang dahsyat.

Guru Kedua, seorang perempuan juga, mengajari ilmu-ilmu tentang rezeki lancar.

Guru ketiga, seorang unik nyeleneh. Pria berbadan tegap pemberani. Dia mempraktekkan kesaktiannya dengan menembus dinding dan penjagaan aparat yang sangat ketat tanpa terdeteksi.

Guru keempat, misalnya, memamerkan kedigdayaannya dengan ilmu peluntur. Seketika itu juga menghilangkan kesaktian orang.

Guru Kelima, seorang pria, memamerkan teknik menyerap ilmu orang lain dengan singkat dengan cara langsung ‘meniru’ maka semua ilmu orang dihadapannya akan terserap.

dan seterusnya hingga….

Guru kesembilan seorang perempuan tua memamerkan dirinya mengalahkan dengan mudah penunggu goib (dahnyang) sebuah wilayah.

Namun anehnya, Sembilan guru sakti ini masih ada celah kelemahannya. Misalnya, suatu ketika guru kesembilan ini berjalan di atas air namun tiba-tiba kakinya tersedot bumi sehingga kaki kanannya terjepit. Guru kesatu hingga kesembilan ini, kesimpulan saya akhirnya adalah, mereka ini guru-guru dunia…

Tataran ilmu mereka tidaklah seperti guru kesepuluh yaitu eyang sepuh buruh pengangkut getah kayu pinus tadi. Kusimpulkan, guru kesepuluh inilah guru akhirat yang sesungguhnya. Meskipun guru akhirat, dia memberiku satu mahkota unik dan langka, yang sekarang saya simpan sebagai tanda kasih sayang saya pada guru-guru ilmu hikmah dari tanah Pasundan yang telah mengajari saya. Al fatihah sent…

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

(bersambung: dahsyatnya kekuatan wirid AL IKHLAS)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

PENGGILA DENGAN MEDIA ROKOK


Damas Ri

Ilmu ini bisa dipakai/digunakan baik laki-laki maupun perempuan yang merokok tentunya.
ini bacaannya : Bismillahirrohmanirrohim
Roko Roki Roko bernama si Raja Wudun
Tembakaunya bernama si Raja Nila
Asapnya bernama si Lamputih
itulah untuk aku menundukkan dan mengariaukan….adikku/abangku…yang bernama……(sebut namanya jika tahu, jika tidak cukup warna bajunya)
berkat aku memakai…….baca syahadat…..
Caranya : baca tiga kali semua bacaan tersebut, lalu isap dengan perlahan rokoknya, terus asapnya dihembuskan kearah target/sasaran, tidak perlu banyak yang penting ada terhirup/terhisap oleh target.
@@@

Categories: PENGGILA DENGAN MEDIA ROKOK | 83 Komentar

FANA’


1. Pengertian Fana

Kebanyakan kitab-kitab tua seperti Kitab Syarah Hikam Ibni Athoillah As-Kandariah, Kitab Manhal-Shofi, Kitab Addurul-Nafs dan lain-lain menggunakan istilah-istilah seperti ‘binasa’ dan ‘hapus’ untuk memperihalkan tentang maksud fana. Ulama-ulama lainnya yang banyak menggabungkan beberapa disiplin ilmu lain seperti falsafah menggunakan istilah-istilah seperti ‘lebur’, ‘larut’, ‘tenggelam’ dan ‘lenyap’ dalama usaha mereka untuk memperkatakan sesuatu tentang ‘hal’ atau ‘maqam’ fana ini. Di dalam Kitab Arrisalah al-Qusyairiah disebutkan erti fana itu ialah; Lenyapnya sifat-sifat basyariah(pancaindera) Maka sesiapa yang telah diliputi Hakikat Ketuhanan sehingga tiada lagi melihat daripada Alam baharu, Alam rupa dan Alam wujud ini, maka dikatakanlah ia telah fana dari Alam Cipta. Fana bererti hilangnya sifat-sifat buruk (maksiah lahir dan maksiat batin) dan kekalnya sifat-sifat terpuji(mahmudah). Bahawa fana itu ialah lenyapnya segala-galanya, lenyap af’alnya/perbuatannya(fana fil af’al), lenyap sifatnya(fana fis-sifat), lenyap dirinya(fan fiz-zat) Oleh kerana inilah ada di kalangan ahli-hali tasauf berkata: “Tasauf itu ialah mereka fana dari dirinya dan baqa dengan Tuhannya kerena kehadiran hati mereka bersama Allah”. Sahabat Rasulullah yang banyak memperkatakan tentang ‘fana’ ialah Sayyidina Ali, salah seorang sahabat Rasulullah yang terdekat yang diiktiraf oleh Rasulullah sebagai ‘Pintu Gedung Ilmu’.

**Sayyidina Ali sering memperkatakan tentang fana. Antaranya :

“Di dalam fanaku, leburlah kefanaanku, tetapi di dalam kefanaan itulah bahkan aku mendapatkan Engkau Tuhan”.

**Demikianlah ‘fana; ditanggapi oleh para kaun sufi secara baik, bahkan fana itulah merupakan pintu kepada mereka yang ingin menemukan Allah(Liqa Allah) bagi yang benar-benar mempunyai keinginan dan keimanan yang kuat untuk bertemu dengan Allah(Salik).

Firman Allah yang bermaksud: “Maka barangsiapa yang ingin akan menemukan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amalan Sholeh dan janganlah ia mempersekutukan siapapun dalam beribadat kepada Allah (Surah Al-Kahfi:)

**Untuk mencapai liqa Allah dalam ayat yang tersebut di atas, ada dua kewajiban yang mesti dilaksanakan iaitu:

** Pertamanya mengerjakan amalan sholeh dengan menghilangkan semua- sifat-sifat yang tercela dan menetapkan dengan sifat-sifat yang terpuji iaitu Takhali dan Tahali.

**Keduanya meniadakan/menafikan segala sesuatu termasuk dirinya sehingga yang benar-benar wujud/isbat hanya Allah semata-mata dalam beribadat. Itulah ertinya memfanakan diri.

**Para Nabi-nabi dan wali-wali seperti Sheikh Abu Qasim Al-Junaid, Abu Qadir Al-Jailani , Imam Al-Ghazali, Ab Yazid Al-Busthomi sering mengalami keadaan “fana” fillah dalam menemukan Allah.

**Umpamanya Nabi Musa alaihisalam ketika ia sangat ingin melihat Allah maka baginda berkata yang kemudiannya dijawab oleh Allah Taala seperti berikut; “Ya Tuhan, bagaimanakah caranya supaya aku sampai kepada Mu? Tuhan berfirman: Tinggalkan dirimu/lenyapkan dirimu(fana), baru kamu kemari.”

2. Kata-kata Hikmah Dari Wali-wali Allah yang telah mengalami FANA

Ada seorang bertanya kepada Abu Yazid Al-Busthomi; “Bagaimana tuan habiskan masa pagimu?”. Abu Yazid menjawab: “Diri saya telah hilang(fana) dalam mengenang Allah hingga saya tidak tahu malam dan siang”.

**Satu ketika Abu Yazid telah ditanyai orang bagaimanakah kita boleh mencapai Allah. Beliau telah menjawab dengan katanya: “Buangkanlah diri kamu.

Di situlah terletak jalan menuju Allah. Barangsiapa yang melenyapkan(fana) dirinya dalam Allah, maka didapati bahawa Allah itu segala-galanya”.

Beliau pernah menceritakan sesuatu tentang fana ini dengan katanya; Apabila Allah memfanakan saya dan membawa saya baqa dengaNya dan membuka hijab yang mendinding saya dengan Dia, maka saya pun dapat memandangNya dan ketika itu hancur leburlah pancainderaku dan tidak dapat berkata apa-apa.

Hijab diriku tersingkap dan saya berada di keadaan itu beberapa lama tanpa pertolongan sebarang panca indera.

Kemudian Allah kurniakan saya mata Ketuhanan dan telinga Ketuhanan dan saya dapat dapati segala-galanya adalah di dalam Dia juga.”

**Al-Junaid Al-Bagdadi yang menjadi Imam Tasauf kepada golongan Ahli Sunnah Wal-Jamaah pernah membicarakan tentang fana ini dengan kata-kata beliau seperti berikut: Kamu tidak mencapai baqa(kekal dengan Allah) sebelum melalui fana(hapus diri) Membuangkan segala-galanya kecuali Allah dan ‘mematikan diri’ ialah kesufian. Seorang itu tidak akan mencapai Cinta kepada Allah(mahabbah) hingga dia memfanakan dirinya. Percakapan orang-orang yang cinta kepada Allah itu pandangan orang-orang biasa adalah dongeng sahaja.

3. Himpunan Kata-kata Hikmat Tentang Fana

*A. Sembahyang orang yang cinta (mahabbah) ialah memfanakan diri sementara sembahyang orang awam ialah rukuk dan sujud.

*B. Setengah mereka yang fana (lupa diri sendiri) dalam satu tajali zat dan kekal dalam keadaan itu selama-lamanya. Mereka adalah Majzub yang hakiki.

*C. Sufi itu mulanya satu titik air dan menjadi lautan. Fananya diri itu meluaskan kupayaannya. Keupayaan setitik air menjadi keupayaan lautan.

*D. Dalam keadaan fana, wujud Salik yang terhad itu dikuasai oleh wujud Allah yang Mutlak. Dengan itu Salik tidak mengetahui dirinya dan benda-benda lain. ]

Inilah peringkatWilayah(Kewalian).

*Perbezaan antara Wali-wali itu ialah disebabkan oleh perbezaan tempoh masa keadaan ini. Ada yang merasai keadaan fana itu satu saat, satu jam, ada yang satu hari an seterusnya. Mereka yang dalam keadaan fana seumur hidupnya digelar majzub. Mereka masuk ke dalam satu suasana dimana menjadi mutlak.

*E. Kewalian ialah melihat Allah melalui Allah. Kenabian ialah melihat Allah melalui makhluk. Dalam kewalian tidak ada bayang makhluk yang wujud. Dalam kenabian makhlik masih nampak di samping memerhati Allah. Kewalaian ialah peringakat fana dan kenabian ialah peringkat baqa

*F. Tidak ada pandangan yang pernah melihat Tajalinya Zat. Jika ada pun ia mencapai Tajali ini, maka ianya binasa dan fana kerana Tajali Zat melarutkan semua cermin penzohiran. Firman Allah yang bermaksud : Sesungguhnya Allah meliputi segala-galanya.(Surah Al-Fadhilah:54)

*G. Tajali bererti menunjukkan sesuatu pada diriNya dalam beberapa dan berbagai bentuk. Umpama satu biji benih menunjukkan dirinya sebgai beberapa ladang dan satu unggun api menunjukkan dirinya sebagai beberapa unggun api.

* H. Wujud alam ini fana (binasa) dalam wujud Allah.Dalilnya ialah Firman Allah dalam Surah An-Nur:35 yang bermaksud; “Cahaya atas cahaya, Allah membimbing dengan cahayanya sesiapa yang dikehendakinya.” dan “Allah adalah cahaya langit dan bumi.”

*I. Muraqobah ialah memfanakan hamba akan afaalnya dan sifatnya dan zatnya dalam afaal Allah, sifat Allah dan zat Allah.

*J. Al-Thomsu atau hilang iaitu hapus segala tanda-tanda sekelian pada sifat Allah. Maka iaitu satu bagai daripada fana.

4. Pesanan Dari Suluk Hakikat tidak akan muncul sewajarnya jika syariat dan thorikat belum betul lagi kedudukannya.

5. Tajuk-tajuk yang berkaitan dengan Fana Mikraj Muhammad Alamat Sampai Kepada Maqam Yang Tinggi.

Huruf-huruf tidak akan tertulis dengan betul jika pena tidak betul keadaannya. Dari itu saudara-saudaraku anda seharusnya banyak menuntut dan mendalami ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan syariat , usuluddin dan asas tasauf untuk mendekatkan diri dengan Allah .

ALLAH MAHA ESA, SEDIA DAN KEKAL TELAH ADA ALLAH DAN TIADA SESUATU BESERTA-NYA. DAN, DIA KINI ADALAH TETAP SEBAGAIMANA ADANYA.

Pada martabat zat, segala sifat, nama dan semua kewujudan lenyap di dalamnya, tidak boleh disaksi dan ditakbir lagi. Selagi boleh disaksi dan ditakbir ia masih lagi sifat bukan zat.

Apabila sampai kepada perbatasan: “Lemah mengadakan pendapat tentang zat Ilahiat”, seseorang tidak ada pilihan melainkan mengakui wujudnya zat Wajibul Wujud (Wajib Wujud) kerana jika tidak wujud zat nescaya tidak ada sifat dan tidak ada kejadian atau perbuatan.

**Seorang bukan ahli kasyaf bermakrifat dengan akalnya dan beriman kepada zat Wajibul Wujud setelah terjadi kebuntuan akalnya mengenai hal ketuhanan pada suasana yang diistilahkan sebagai Wahadiyyah atau suasana pentadbiran Ilahi yang juga dipanggil Rububiah.

**Akal menyaksikan Rububiah atau hal ketuhanan yang menggerakkan sekalian makhluk. Peringkat kesudahan pencapaian akal dan ilmu makhluk dinamakan Hijab al-‘Izzati atau benteng keteguhan. Ilmu sekalian orang alim dan arif terhenti di sini.

**Zat Allah s.w.t tidak diketahui oleh makhluk kerana Dia tidak termasuk di dalam sempadan maklumat, pendapat dan kenyataan.

Allah berfirman : Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diri-Nya (menyeksa kamu). ( Ayat 30 : Surah a-li ‘Imran )

*Rasulullah s.a.w bersabda:

*Semua kamu (yang berfikir) tentang Zat Allah adalah orang dungu*.

Percubaan akal untuk menembusi Hijab Keteguhan adalah sia-sia.

Jika dipaksa juga tidak ada yang ditemui melainkan kemungkinan menjadi gila.

Begitulah makrifat Allah s.w.t melalui akal.

Makrifat dengan akal menjadi asas kepada makrifat melalui zauk atau pandangaan mata hati. Ahli Allah s.w.t meningkatkan imannya dengan membenamkan dirinya ke dalam ibadat dengan bersungguh-sungguh.

Mereka berpuasa pada siang hari dan bersembahyang pada malam hari.

Ada antara mereka yang bersembahyang lebih 500 rakaat sehari, khatam membaca al-Quran tiap-tiap hari dan berpuasa sepanjang tahun.

Sekiranya Allah s.w.t izinkan, mereka akan mengalami hakikat wujud Zat Allah s.w.t yang sukar untuk dihuraikan.

**Pengalaman makrifat menurut akal berhenti pada kenyataan: “Semata-mata zat, yang maujud hanya Wajibul Wujud”.

**Pengalaman makrifat secara zauk pula berakhir pada: “Zat yang kosong dari makhluk, yang maujud hanya Allah s.w.t.

Telah ada Allah s.w.t dan tiada sesuatu beserta-Nya. Dia kini adalah tetap sebagaimana dahulunya ”.

Ungkapan ini bukan untuk dibahaskan atau dihuraikan dengan terperinci kerana ia telah melepasi sempadan ilmu.

Ia adalah pengalaman rohani, dinamakan penyaksian hakiki mata hati, tatkala hilang rasa wujud diri dan sekalian yang maujud, hanya Wujud Allah s.w.t yang nyata, semata-mata Allah s.w.t dan segala-galanya Allah s.w.t.

Keadaan ini dicapai setelah melepasi makam-makam ilmu, amal, berserah diri, reda, ikhlas, lalu masuk ke dalam makam tauhid yang hakiki dan pengalaman tauhid yang hakiki itulah yang dinyatakan oleh Hikmat 46 di atas.

Telah ada Allah s.w.t dan tiada sesuatu beserta-Nya. Allah s.w.t kini adalah Allah s.w.t yang dahulu juga.

**Pengalaman rohani adalah aneh menurut kacamata akal.

Ia adalah satu keadaan terlepasnya ikatan kesedaran terhadap diri sendiri dan dikuasai oleh kesedaran yang lain.

Jika mahu memahami akan kesedaran-kesedaran yang mempengaruhi kesedaran manusiawi itu terlebih dahulu perlulah difahami tentang kejadian manusia itu.

**Manusia yang bertubuh badan boleh diistilahkan sebagai alam jasad.

Alam jasad mendiami alam dunia.

Hubungan yang rapat antara alam jasad dengan alam dunia menyebabkan pengaruh alam dunia kepada alam jasad sangat kuat.

Alam jasad menerima pengaruh alam dunia dan menganggapnya sebagai kesedaran dirinya sendiri. Ia tidak dapat lagi membezakan antara kesedaran jasad yang asli dengan kesedaran duniawi yang menguasainya.

** Alam dunia pula berada di dalam Alam Malakut (alam malaikat).

Alam Malakut menguasai alam dunia dan alam jasad.

Tenaga malaikat-malaikat menjadi tenaga kepada dunia dan jasad yang menyebabkan dunia dan jasad boleh bergerak.

Sistem yang berjalan rapi di dunia dan jasad adalah disebabkan oleh tenaga malaikat yang bekerja dengan tepat mengawalnya.

Sedutan udara, kerlipan mata, peredaran darah, pertumbuhan rambut dan kuku, pergerakan otot dan semuanya adalah hasil daripada tindakan malaikat walaupun manusia tidak menyedarinya. Perjalanan matahari, penurunan hujan, tiupan angin dan semua aktiviti benda-benda dunia terhasil daripada tindakan malaikat-malaikat.

**Perkaitan antara jasad, dunia dan malakut adalah umpama sebatang pokok kelapa di atas sebuah pulau di dalam laut.

Pokok kelapa tidak terpisah dari pulau dan tidak terpisah dari laut.

Air laut meresap ke dalam tanah pulau dan air yang sama juga meresap ke dalam akar, batang, daun dan seluruh pokok kelapa.

Pokok kelapa memperolehi tenaga pertumbuhan dari air laut yang meresap ke dalamnya. Begitulah ibaratnya tenaga malaikat yang menjadi sistem aktiviti manusia.

**Alam Malakut dengan segala isinya termasuklah dunia dan jasad berada di dalam Alam Jabarut.

Jabarut bukanlah alam seperti yang difahamkan.

Jabarut bermakna sifat Allah s.w.t. Ini bermakna malakut, dunia dan jasad adalah kesan daripada keupayaan sifat atau dikatakan juga perbuatan yang dihasilkan oleh sifat.

**Jabarut pula dikuasai oleh Lahut iaitu Zat Ilahiat.

Malakut, dunia dan jasad diistilahkan sebagai sekalian alam, merupakan perbuatan yang dikuasai oleh sifat dan sifat pula dikuasai oleh zat.

Ini bermakna tidak putus perkaitan di antara Lahut kepada Jabarut kepada malakut kepada dunia dan kepada jasad.

**Jika dilihat kepada lapisan yang paling luar akan kelihatanlah pergerakan benda-benda. Jika direnungkan kepada lapisan yang lebih mendalam sedikit kelihatanlah pula pergerakan benda-benda dihasilkan oleh tenaga malaikat.

**Jika dilihat kepada lapisan yang lebih mendalam akan kelihatan pula pergerakan benda-benda dan tenaga malaikat merupakan perbuatan Tuhan.

**Jika dilihat kepada lapisan yang lebih dalam akan kelihatan pula sekalian perbuatan Tuhan itu adalah kesan daripada keupayaan sifat Allah s.w.t.

**Jika dilihat kepada lapisan yang paling dalam akan kelihatanlah bahawa sekalian alam yang muncul kerana perbuatan Tuhan, perbuatan pula lahir daripada keupayaan sifat Tuhan dan sifat pula bersumberkan zat Ilahiat.

**Jika dilihat semuanya tanpa terdinding antara satu dengan yang lain maka kelihatanlah bahawa zat Ilahiat menguasai segala sesuatu.

Apabila semuanya sudah sempurna kedudukannya maka Allah s.w.t mengwujudkan sesuatu yang sangat istimewa.

**Ia adalah roh manusia.

Roh manusia adalah sesuatu yang dari Allah s.w.t, tiupan Roh Allah s.w.t, berkait dengan Zat Allah s.w.t, tidak boleh dinisbahkan kepada apa sahaja melainkan kepada Allah s.w.t, tetapi ia bukanlah Allah s.w.t kerana “Tiada sesuatu yang menyamai-Nya”.

** Roh manusia yang dinisbahkan kepada Allah s.w.t inilah yang paling mulia: Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya (Adam), serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan)-Ku maka hendaklah kamu sujud kepadanya. ( Ayat 72 : Surah Saad ) Kemuliaan roh manusia yang Allah tiupkan dari Roh-Nya menyebabkan malaikat-malaikat kena sujud kepada Adam.

**Roh pada martabat ini adalah urusan Allah s.w.t:

Katakanlah: “Roh itu dari perkara urusan Tuhanku”. ( Ayat 85 : al-Israa’ )

**Bagaimana atau apakah perkaitan roh dengan Allah s.w.t? Perkaitannya adalah Rahsia Allah s.w.t yang manusia tidak diberi pengetahuan mengenainya kecuali sedikit sahaja.

Roh pada martabat Rahsia Allah s.w.t inilah yang sudah mengenal Allah s.w.t dan menyaksikan bahawa: Sesungguhnya Allah Maha Esa. Tiada sesuatu beserta-Nya.

Roh yang berkait dengan Allah s.w.t menghadap kepada Allah s.w.t dan dikuasai oleh kesedaran yang hakiki atau penglihatan rohani yang hakiki atau kesedaran tauhid yang hakiki.

**Roh urusan Allah s.w.t itu kemudiannya berkait pula dengan perbuatan Allah s.w.t iaitu alam.

Unsur alam yang menerima perkaitan dengan roh urusan Allah s.w.t itu dinamakan roh juga.

**Roh jenis kedua ini menghuni alam seperti makhluk Tuhan yang lain juga.

Tempat roh tersebut ialah Alam Arwah {alam roh}.

**Roh yang mendiami Alam Arwah ini kemudiannya berkait pula dengan jasad.

**Jasad yang berkait dengan roh menjadi hidup dan dipanggil manusia.

Perjalanan dari atas ke bawah ini dinamakan: Kami datang dari Allah s.w.t. Oleh sebab manusia datang dari Allah s.w.t mereka berkewajipan pula kembali kepada Allah s.w.t. Kepada Allah s.w.t kami kembali.

** Perjalanan kembali kepada Allah s.w.t hendaklah dilakukan ketika jasad masih lagi diterangi oleh roh iaitu ketika kita masih hidup di dalam dunia.

Apabila roh sudah putus hubungannya dengan jasad, tidak ada lagi peluang untuk kembali kepada Allah s.w.t.

**Sesiapa yang buta (hati) di dunia akan buta juga di akhirat, malah lebih buruk lagi.

Hamba Allah s.w.t yang menyedari kewajipannya akan berusaha bersungguh-sungguh untuk kembali kepada Allah s.w.t ketika kesempatan masih ada.

**Syariat diturunkan supaya manusia tahu jalan kembalinya.

Orang yang berjuang untuk kembali kepada asalnya melepaskan kesedaran alam bawah yang menguasainya.

Dia masuk kepada kesedaran malaikat.

Kemudian dia keluar dari kesedaran malaikat dan masuk kepada kesedaran roh yang murni dan seterusnya masuk kepada kesedaran roh yang menjadi Rahsia Allah s.w.t dan kembali menyaksikan Yang Hakiki sebagaimana telah disaksikannya sebelum berkait dengan jasad dahulu.

**Keluarlah ucapannya: Telah ada Allah s.w.t (sebagaimana ia menyaksikan sebelum berkait dengan jasad) dan tiada sesuatu yang menyertai-Nya (sebagaimana disaksikannya dahulu).

**Dan Dia kini (sedang disaksikannya semula) sama seperti ada-Nya (seperti yang disaksikannya dahulu).

Keadaannya adalah seperti orang yang melihat kepada sesuatu, kemudian dia memejamkan matanya seketika.

Bila dia membuka matanya semula dia melihat sesuatu yang sama berada dihadapannya.

Tahulah dia bahawa pengalaman semasa memejam mata itu sebenarnya gelap, majazi atau khayalan.

Dia kembali melihat yang benar setelah matanya terbuka.

**Jadi, seseorang hanya boleh melihat Yang Hakiki setelah kembali kepada keasliannya iaitu dia kembali melihat dengan penyaksian hakiki mata hati.

Hikmat 46 di atas walaupun pendek tetapi menggambarkan perjalanan datang dan pergi yang sangat jauh, bermula dari Allah s.w.t, sampai kepada dunia dan jasad, kemudian kembali semula kepada Allah s.w.t. Perjalanan yang telah diceritakan di atas adalah pengalaman rohani bukan perpindahan jasad dari satu tempat kepada tempat yang lain. Orang yang sedang mengalami hal yang demikian masih berada di bumi, masih bersifat sebagai manusia, bukan ghaib daripada pandangan orang lain.

Hanya perhatian dan kesedarannya terhadap yang selain Allah s.w.t ghaib dari alam perasaan hatinya.

Pengalaman rohani tersebut memberinya kefahaman dan pengenalan tentang Tuhan.

**Makrifatullah melalui pengalaman rohani jauh lebih kuat kesannya kepada hati daripada makrifatullah melalui pandangan akal.

Akal yang mengenali Allah s.w.t bersifat Maha Melihat dan Mendengar melahirkan kewaspadaan pada tindakan dan tingkah-laku.

**Makrifat tentang Allah Maha Melihat dan Mendengar yang dialami secara kerohanian menyebabkan gementar dan kecut hati sehingga ketara pada tubuh badan seperti pucat mukanya dan menggigil tubuhnya.

**Pengalaman kerohanian tentang Allah Maha Esa menanamkan pengertian pada hati mengenai keesaan Allah s.w.t.

Pengertian yang lahir secara demikian menjadi keyakinan yang teguh, tidak boleh dibahas atau ditakwilkan lagi.

**BERKENAAN AIR Kebersihan itu dapat dilakukan dengan Air Mutlak, Air Yang Ghaib, yang mana Jernihnya itu membanjiri seluruh alam nyata ini. Jernih itu menimbulkan pelbagai warna dalam penzhohirannya.

**Dirinya tetap satu tetapi banyak pada penzhohirannya. Kerana penzhohiran itu, Ia terlindung. Mutlak dalam nisbahNya.

Inilah Air yang tidak sedikit pun ada kotor dan boleh dibuat untuk membersihkan diri.

**Berkenaan Air ini, seorang ahli makrifat ada berkata; “Bersucilah engkau dengan Air Ghaib itu, jika engkau ada Sir(Rahsia). Jika tidak, bersucilah engkau dengan tanah atau batu.” Carilah Air Hakiki ini. Siapa yang dapat Air ini, tidaklah lagi akan kekurangan.

Oleh itu, orang yang berakal hendaklah mencari Air ini.

Ambillah ia di mana sahaja engkau mendapatinya. Carilah Air ini walaupun dengan memakan korban yang besar, walaupun dengan mengorbankan nyawa sendiri.

Air tidak akan kotor jika tidak ditukar keadaannya kecuali air yang lama bertakung.

Jika air itu bertukar keadaan kerana bercampur dengan sesuatu yang bersih, misalnya dikeruhkan oleh tanah liat merah, anggaplah ia bersih.

Begitu jua air yang cair.

Ini adalah air biasa dalam dunia ini.

**(Sheikh Ahmad Al-’Alawi). Ilmu menurut pandangan ulama ialah perkataan-perkataan dan maknanya.

**Menurut ArifbiLlah, Ilmu itu ialah mengetahui Asma dan objek-objek(bentuk) yang ditunjukkan oleh Asma itu.

Mana mungkin seseorang yang sibuk menghuraikan maksud dan makna dari istilah yang didirikan dapat mengetahui(menyedari) Tajalli yang sentiasa berselindung di sebalik bentuk-bentuk objek itu.

**Sebenarnya amal ialah ilmu yang berupa atau berbentuk.

Lampaui kedua-duanya dan capai “hal” iaitu sempadan yang paling hujung bagi kedua-dua itu.

**BERBAIK SANGKA TERHADAP ALLAH**

Petikan Dari Untaian Kisah Para Wali Allah Diceritakan dari Syeikh Ibrahim Al-Khowwas rahimahullah, bahwasanya dia berkata; Aku meninggalkan negeriku menuju ke Makkah untuk berhaji, kali ini tanpa kenderaan dan bekal apa pun. Di tengah perjalanan, aku tersesat sehingga tidak mengetahui arah mana yang harus dituju. Tiba-tiba terlihat olehku seorang pendita Nasrani mendatangiku seraya bertanya: “Wahai Pendita muslim! bolehkah aku menemanimu dalam perjalanan ini?” “Boleh, jawabku kepadanya. Memang kebetulan pula, saya pun tak mempunyai teman yang lain.” Aku tidak tahu dari mana pendita Nasrani, dan aku pun tidak mahu bertanya. Hatiku berkata syukur aku telah dikurniai Tuhan seorang teman, kalau tidak tentu aku akan terus sesat tidak tahu menuju ke mana. Kami pun berjalan selama tiga hari tiga malam tanpa merasakan makan dan minum. Kami merasa terlalu lapar sekali, namun begitu masing-masing kami terus berdiam diri antara satu dengan yang lain. Kemudian dengan tiba-tiba pendita Nasrani itu berkata: “Wahai pendita muslim! apakah engkau tidak membawa makanan dan minuman untuk kita menikmati bersama?” Mendengar pertanyaan itu, aku agak terkejut sedikit. Selama ini aku berkata di dalam hatiku, apakah si pendita Nasrani ini tidak membawa bekal makan atau minum. Rupanya dia tidak punya apa-apa, maka dia bertanya pula kepadaku. Apa yang hendak aku ketakan kepadanya? “Ya, ada!” tiba-tiba terkeluar dari mulutk kata-kata yang berani itu. “Marilah kita nikmati bersama!” usul pendita Nasrani itu wajah yang tersenyum. Celaka aku! Aku telah berdusta kepada diriku sendiri. Di mana ada makanan dan minuman yang akan aku keluarkan? Wajahku pucat lesi. Tiada jalan lagi bagiku melainkan dengan memohon kernia dari Allah Subhanahuwa Taala. Aku menengadah ke arah langit, lalu berdoa: “Ya Tuhan hamba! Wahai pengguasa yang tiada terbatas! Berilah hamba sesuatu untuk menutup lapar dan dahaga kami berdua ini, dan janganlah sampai hamba dihinakan di hadapan pendita Nasrani ini! Ya Allah, Ya Tuhanku! Dengarlah permohonan hamba ini!” Tanpa diduga, dengan tiba-tiba turunlah dari angkasa sebuah talam yang berisi roti, daging dan sekendi air. Kamipun memakannya berdua sehingga kenyang, serta bersyukurlah kami kepada Tuhan Maha Pemurah yang telah menurunkan kurniaNya secara luarbiasa itu. Kemudian kamipun melanjutkan perjalanan kami tanpa membicarakan apa-apapun tentang bagaimana turunnya makanan dan minuman dari angkasa itu. Orang Nasrani itu nampaknya kelihatan tidak hairan, seolah-olah perkara serupa itu adalah biasa saja. Namun begitu aku tetap takjub tentang hal itu, kerana itu adalah yang pertama kali berlaku atas diriku. Kini, sudah tiga hari tiga malam, kami berjalan lagi tanpa makan dan minum apapun. Maka pada hari keempat, aku berkata pula kepada pendita Nasrani itu: “Wahai pendita Nasrani! Kini giliranmu pulalah untuk mengeluarkan apa yang yang ada padamu untuk kita makan dan minum bersama!” “Baiklah,” jawabnya tenang saja. Aku hairan, dan aku ingin lihat apa pula yang dibuatnya. Pendita Nasrani itu lalu menengadah ke arah langit lalu berdoa. Tiba-tiba meluncur turun dua buah talam yang penuh dengan makanan dan minuman. “Sila makan!” pelawa pendita Nasrani itu. “Ini ada dua hidangan satu untukmu satu untukku.” Aku tercengang, tidak tahu apa yang hendak aku katakan. Bila dulu aku meminta kepada Allah untuk menurunkan makanan, aku hanya mendapat satu talam saja. Kini si pendita Nasrani ini mendapat dua talam. “Sila makan!” pelawanya sekali lagi. “Tidak! Demi Allah, aku tak akan memakanya sebelum kau menjelaskan terlebih dulu tentang makanan dan minuman ini!” kataku Kepada pendita Nasrani itu. Pendita itu lalu menjawab dengan riang gembira, katanya: “Selama saya menemani tuan, benar-benar saya tertarik kepada amalanmu itu, dan saya yakin bahwa selama ini diriku dalam kesesatan yang nyata, dan jelas sekali saya tak mampu berbuat seperti dengan perantaraan Kesalihan tuan dan kekeramatan tuan di sisi Allah, Semoga Allah berkenan memberi kami makanan dan minuman. Dan rupanya doa itu dikabulkan Tuhan, dan inilah dia makanan dan minuman yang diberikanNya, dan DiberikanNya kita dua talam pula sebagai kurnia hidangan daripadaNya. Maka sekarang, saksikanlah bahwa saya telah memeluk islam: “Asyhadu Illaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah!” Alangkah gembiranya hatiku bila mendengar penjelasan tuan pendita itu. Aku terus merangkulnya dengan perasaan yang terharu, dan hatiku gembira tidak pernah gembira seperti hari ini. Kemudian kami pun makan dan minum bersama. Selesai makan dan minum, dia lalu bertanya kepadaku: “Ke mana tujuanmu dari sini?” “Aku akan ke Mekah untuk naik haji,” jawabku. “Aku akan mengikutmu ke sana juga,” jawab pendita itu pula. Kami pun meneruskan perjalan menuju ke Makkah untuk berhaji bersama-sama pula. Sewaktu kami berada di Mekah, pada suatu ketika , aku kehilangan dirinya, lalu aku mencarinya ke sana ke mari, sehingga aku menemukannya sedang giat bershalat di suatu tempat yang terlindung dari pandangan orang ramai. Aku pun menunggunya di situ sehinggalah ia selesai dari shalatnya. Aku lalu memberi salam kepadanya. Ia menjawab salamku itu dengan baik dan penuh gembira. Kemudian ia berkata pula: “Tuan! Rupa-rupanya aku terasa diriku ini akan segera pergi untuk mengadap Tuhan Rabbul-alamin!” “Bagaimana kau tahu?!” tanyaku ingin mengatahui. “Aku tahu,” jawabnya pendek sahaja. Dia lalu menghulurkan tangannya sambil berkata: “Aku berdoa moga-moga persahabatan kita ini diteruskan Allah nanti ketika kita berada di akhirat nanti!” dia lalu menggoyang-goyangkan tanganya ke tangan tanda mesra. “Amin!” jawabku. Dia bangun untuk meneruskan shalatnya, tiba-tiba ia menggeletar hebat, lalu jatuh di tempat shalatnya, dan sambil membaca dua kalimah syahadat, dia menghembus nafasnya yang terakhir. Wajahnya kelihatan tenang dan bercahaya. Aku merasa sangat sedih kerana kehilangan seorang teman yang baik sepertinya. Aku kemudian memandikanya, mengkafankannya, menshalatinya, kemudian menguburkannya. Dan pada malam itu, aku memimpikannya sedang berpakaian yang sangat indah, di tempat kediaman yang amat indah pula. Aku pun bertanya kepadanya: “Bukankah kau ini temanku?” “Benar!” jawabnya. “Alhamdulillah,” ucapku untuknya. Dia ketawa suka dan riang sekali. “Bagaimana sambutan Allah kepadamu?” aku bertanya kepadanya. “Aku datang kepadaNya dengan membawa dosa yang bertumpuk-tumpuk, namun Allah berkenan mengampuniku, kerana aku telah berbaik sangka kepadaNya, dan semoga Allah menjadikanku sebagai temanmu nanti di akhirat,” dia memberitahuku. Aku pun terjaga dari mimpiku itu, dan merasa sangat gembira sekali.

Hal Rahsia Diri zahir ada 12 macam dan ilmu batin pun 12 macam dibahagi kepada golongan umum dan golongan khusus menurut kadar perjuangannya.

**Dari 24 macam ini terbagi ia kepada 4 bab.

Bab 1 – Zahir Syariat – iaitu tentang perintah dan larangan serta hukum – hukum.

Bab 2 – Batin Syariat – yang disebut Ilmu Batin dan Tariqat.

Bab 3 – Ilmu Batin yang disebut Ilmu Ma’rifat.

Bab 4 – Ilmu Hakikat.

**Manusia diharuskan menguasai bab keempat tadi, seperti mana sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: “Syariat bagaikan pohon, Tariqat bagaikan cabang; Ma’rifat bagaikan daun dan Hakikat bagaikan buah”.

**Al-Quran mencakup 4 bab di atas dengan petunjuk dan isyarat secara tafsir dan takwil. Penyusun Kitab ‘Al – Majma’ berfatwa bahawa tafsir bagi awam dan takwil bagi orang khusus, kerana orang – orang khusus ini adalah ulama’ yang ‘rusukh’.

**Rusukh maknanya tetap kuat, kukuh dan teguh di bidang ilmu.

**Sifat ini dimiliki oleh ulama Rasikhin iaitu suatu hasil dari kalimat yang ditanamkan di lubuk hati setelah berupaya membersihkan hati.

**Bukti ketinggian martabat ulama Rasikhin adalah ayat Al-Quran yang mencantumkan lafaz Rasikhin yang di’athafkan kepada lafaz Jalalah (Illallah) dalam ayat ‘Syahidallahu….’ dan seterusnya di dalam Surah Ali Imran: 18;

**Mufassir Tafsir Al – Kabir berkata : “Bila pintu yang ini (Rasikhin) telah terbuka, maka akan terbukalah segala yang batin.

Seorang hamba diwajibkan melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan melawan nafsu di seluruh daerah yang empat,

1).mulki (jasad)

2).malakut (hati)

3).jabarut (fuad)

4).lahut (sir)

**Nafsu menggoda di daerah syariat dengan membuat perlawanan – perlawanan.

**Sedangkan di daerah Tariqat, nafsu menggoda dengan mendorong dan menyetujuinya tetapi di dalamnya terkandung tipuan seperti pengakuan menjadi nabi, wali dan sebagainya.

** Sedangkan di daerah ma’rifat nafsu menggoda dengan syirik khafi (penyekutuan yang samar) yang bangsa cahaya seperti pengakuan menjadi tuhan.

Allah berfirman (Al-Furqan:43): “Engkau mengetahui orang – orang yang menjadi Tuhan sebagai hawa nafsunya”

**Di daerah Hakikat pula syaitan, nafsu dan malaikat tidak dapat memasukinya sebab bila berada di situ akan hangus, kecuali AlLah.

**Jibril a.s. berkata : “Kalau aku memasukkan hujung jariku ke alam ini maka hanguskah aku. Manusia yang telah mencapai alam ini bererti dia selamat dari dua seteru; dan jadilah dia manusia yang ikhlas”.

**Sesuatu yang tidak mencapai hakikat, maka dia tidak akan mencapai ikhlas kerana sifat – sifat ‘Basyariyyah Ghairiyyah’ (sifat manusia selain Tuhan) tidak akan hancur, kecuali dengan ‘Tajalli Zat’.

**Sifat bodoh hanya akan hilang dengan Ma’rifat Zat.

Allah akan memberi ilmu orang yang sampai ke darjat ini tanpa perantaraan.

Manusia akan mengenal AlLah kerana diperkenalkan oleh AlLah dan beribadat kepada AlLah dengan pendidikan AlLah, seperti Nabi Khidir a.s. Di alam ini dia akan menyaksikan Ruh – ruh Qudsiyah dan mengetahui Nabinya (Muhammad SAW) secara hakiki.

Maka akan berbicaralah dari akhirnya hingga permulaannya.

Seluruh nabi menyampaikan khabar gembira atas keberhasilan si hamba kerana sampai kepada AlLah yang kekal. Firman AlLah (Surah An-Nisa’:69): “Dan mereka itulah teman sebaik – baiknya”.

**Amaliyah bagi Ruh Jasmani adalah menggunakan Ilmu Zahir.

Pahalanya hanya syurga. Maka di sana akan jelaslah kebaikan dari sifat (orang yang beribadah akan masuk syurga; sebaliknya orang yang tidak beribadah akan masuk neraka).

**Sedangkan untuk masuk ke ‘Haramil Qudsiyah’ dan dekat dengan AlLah tidak cukup bila hanya menggunakan Ilmu Zahir saja.

Untuk ke sana harus dengan Ilmu Terbang; dan terbang itu harus menggunakan dua sayap.

Bila satu, maka perjalanan akan pincang.

**Maka dengan kesepaduan Ilmu Zahir dan Batin barulah sampai seorang hamba ke Alam Qudsi.

AlLah berfirman di dalam Hadis Qudsi:

“Hai hambaKu, bila engkau ingin masuk ke HaramilKu (Haramil Qudsiyah), maka engkau jangan tergoda oleh Mulki, Malakut, Jabarut; kerana alam Mulki adalah syaitan bagi orang Alim; alam Malakut, syaitan bagi orang Arif; alam Jabarut, syaitan bagi orang yang akan masuk ke alam Qudsiyah”.

**Wajib bagi semua manusia mengetahui ukuran dirinya dan jangan mengaku sesuatu yang bukan haknya.

**Imam Ali berkata:

“AlLah menyayangi orang – orang yang mengetahui kadar dirinya dan tidak melewati batas perjalanannya; menjaga lisannya dan tidak mensia – siakan umurnya”.

Seorang Alim harus mampu mencapai makna hakikat manusia yang disebut Tiflul Ma’ani (Bayi Ma’nawi).

**Setelah itu harus mendidiknya dengan tetap melakukan Asma Tauhid dan keluar dari alam Jasmani ke alam Ruhani, iaitu alam As-Sirri yang di sana tidak sesuatupun selain AlLah.

**Sir itu seperti lapangan dari cahaya, tidak ada hujungnya. Inilah Maqam Al-Muwahidin.

Mudah – mudahan tulisan di atas bermanfaat dan menjelaskan sedikit sebanyak hal rahsia diri – insan. Berusahalah untuk mencapai ke tahap itu melalui tunjukan guru atau orang yang ahlinya. Ada di antaranya sengaja tidak dihuraikan dengan lebih lanjut kerana sebagiannya adalah rahsia yang perlu dibicarakan secara khusus.

BAJANG LOMBOK

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

ASMAK ZUHAL


WONGALUS

Rezeki lancar, pesugihan, panen melimpah. Jiwa yang adil, cocok juga diamalkan bagi yang dirundung hutang dan kesulitan, bebas tuntutan bagi yang kena perkara di pengadilan, penunduk hakim, kepintaran dan kecerdasan pikiran mental spiritual, menumbuhkembangkan jiwa suka memberi manfaat pada sesama, kedermawanan, keselamatan dari bahaya lahir batin atas ijin Allah SWT
wiridnya.

Bismillahirrohmanirrohim
========YA AMZAH ADAMU HUMMA 313 x 7 hari========

di hari ketujuh usai wirid tambah doa ini……….

====YA RIJALUL GHOIB YA AYYUHAL ARWAHIL MUQADASSAH YA NUQOBAA YA NUJABAA YA RUQOBA YA BUDALA YA AUTAD AL ARDI, YA AUTAD ARBA’AH, YA IMAAMAN, YA QUTB, YA FARD, YA UMANAA AGHITSNI BI GHAUSATIN WANZURUNI BI NADHROTIN WARHAMUUNII WA HASHSHILUU MURODI WA MAQSHUUDI WA QUUMUU ALAA QODLOOI HAWAAIJ INDA NABIYYINAA MUHAMMADIN SALLALAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SALLAMU KUMULLAHU FIDDUNYA WAL AKHIRAH. ALLAHU AKBAR ====

dibaca 1 x sambil menghadap ke:
barat
utara
timur
selatan

terakhir dibaca sambil menghadap ke atas.

Tata cara penggunaan:

Baca doa asmaknya 3 kali tahan napas untuk berbagai keperluan.

Demikian pengijazahan lengkap dan sempurna. semoga bermanfaat dulur… nuwun,…

Gunung Manglayang, 16-4-2013
@@@

Categories: ASMAK ZUHAL | 190 Komentar

KAF TIGA


Dengan ijin Allah SWT saya ijazahkan ILMU KAF TIGA :

Asyhadu Kaf Kaf Ilaa Nuuhin Kaf

Apabila mau digunakan, ambil air wudhu kemudian baca sebanyak 3 x, maka semua perbuatan Jin dan manusia tidak akan berfungsi. Kita akan kebal selama wudhu tidak batal.

Asysyeikh

Kalimantan Selatan

Categories: KAF TIGA | 175 Komentar

FADHILAH AL FATIHAH: MERUBAH HIDUP MENJADI LEBIH BAIK, MULIA, BERDERAJAT


wongalus

Banyak di kampung-kampung, di desa-desa, dan dimana-mana kita menyaksikan para penganggur yang hidupnya lontang lantung, sehari-hari disibukkan dengan bermain judi, mabuk-mabukan dsb. Hal ini tentu saja memprihatinkan.

Bukankah hidup itu perlu diisi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat? Masih banyak kegiatan yang lebih positif. Berbuat baik dan penuh kemuliaan seperti membantu, menolong dan meneruskan risalah Rasulullah SAW sepanjang masa.

Hal ini kiranya lebih penting dijadikan focus orientasi dibanding melakukan dan memikirkan hal-hal yang kurang berfaedah. Untuk sahabat-sahabat yang masih berusia muda, mari kita luruskan hidup selurus-lurusnya. Isi waktumu sebaik-baiknya agar kamu masa depanmu terang benderang. Waktu tidak pernah berulang lagi…

Berikut ada amalan berupa rangkaian doa. Fadhilahnya apa? Fadhilahnya ada di dalam arti dan makna doa yang dirumuskan oleh Imam al Hadad itu. Amalkan dan istiqomahlah.. pasti jalan hidupmu akan berubah.

Amalan ini dimulai dengan membaca Al Fatihah 1000 x selama 3/7 hari.
Selanjutnya di akhir wirid al fatihah, akhiri dengan berdoa berikut ini:

ALLOHUMMA INNAA NASALUKA BIHAQQIL FAATIHATIL MU’AZHOMAH
WASSAB’ILL MATSAANII AN-TAFTAHA LANAA BIKULLI KHOIR.
WA AN TAJ’ALANAA MIN AHLIL KHOIR.
WA AN TU’AA MILANAA YAA MAULAANAA MU’AAMALATAKA LIAHLIL KHOIR.
WA AN TAHFAZHONAA FII ADYAA NINAA WA ANFUSANAA WA AHLINAA WA ASHHAA BINAA WA AHBAABINAA WAL MUSLIMIINA FII KULLI MIHNATIW WAFITNATIW WA BU’SIW WA DHOIR
INNAKA WA LIYYUN KULLI KHOIR
WA MUTAFADHDHILUM BIKULLI KHOIR WA MU’THII KULLI KHOIR.
BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN.
=====
Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dgn haq surat al-Fatihah yg agung, dan tujuh ayat yg diulang-ulang, bukakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami golongan orang yg berbuat kebaikan, wahai Tuhan kami, kiranya kami dapat melakukan kebaikan, Engkau pelihara agama kami, jiwa raga kami, para keluarga kami, sahabat-sahabat kami, para kekasih kami, dan orang-orang muslim dari segala malapetaka, fitnah, keburukan dan kemudaratan. Sesungguhnya Engkau penolong segala kebaikan, yg mengkaruniakan segala kebaikan, yg memberikan segala kebaikan. Dengan Rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
======

Demikian untaian doa yang bila diamalkan secara SUNGGUH-SUNGGUH dengan ditambah dengan TEKAD KUAT akan membawa perubahan dalam hidup kita, biidznillah.. terima kasih atas waktunya. Wassalamualaikum wr wb.

@2013

Categories: BERDERAJAT | 126 Komentar

FILOSOFI KERIS


Bengawan Candhu

“AUM AWIGHNAMASTU, HANATA SIRA INARCAYA, YEKA SARA ULUN, ULUN YUN MIMINTA, INGGITA DE INAGRUHAN RI ANDIKA” YANG ARTINYA,

“YA,TUHAN SEMOGA TIDAK ADA HALANGAN. ADALAH PUSAKA YANG DIHORMATI, IALAH PUSAKAKU, HAMBA INGIN MEMOHON SYARAT TANDA-TANDA DIBERI NUGRAHA YANG BAIK”.

Menyambut ultah KWA yg ke 4 ini,kami dr salah satu kepingan kecil dari keluarga kwa ingin mengucapakan selamat ulang tahun kwa yg ke 4,semoga tetap menjadi sarana dan wahana silaturahmi yang membawa berkah danmanfaat bagi kita semua dan segenap sohibul bait. Dan pada kesempatan ini,kami bermaksud  berbagi share saja buat semua sedulur2 disini,terutama dibabagan tosan aji atau pusaka,mumpung masih hangatnya pengechasan dan pembangkitan sabda doa dan aura pusaka di kwa sidoarjo. Dan mohon maaf,ini bukan bermaksud mengunggulkan keris di jawa atau filosofinya kok cenderung ke jawa,karena memang ini sebatas pemahamn kami yg cetek dan masih muda,sehingga sudut pandang kami masih sangat terbatas. Semoga pada kesempatan yang lain bisa kami lengkapi dan kami tambahkan,atau bahkan ada sedulur yg berkenan meng share dengansudut pandang berbeda dan lebih lengkap kembali.

1)Keris filosofi secara jarwo dosok,atau makna dari pemenggalan kata.

Keris

Kata ini dapat kita jarwa dosok-kan ke dalam dua suku kata sebagaimana yang dijabarkan berikut ini.

Ke … dari asal kata … kekeran, yang mempunyai arti; pagar, penghalang, peringatan atau     pengendalian. Ris …  dari asal kata …. aris, yang mempunyai arti ; tenang, lambat atau halus.

Dengan berlandaskan pada penjabaran tersebut di atas, Sang mPu sebagai pembuat keris tersebut menginginkan agar hasil karyanya itu selalu dapat “ngeker” atau memagari dan menghalangi maupun memperingatkan juga mengendalikan sang pemilik secara “aris” atau tenang dan lambat-sabar. Artinya walaupun kita mempunyai kepandaian, kekayaan dan sejenisnya, hendaknya kita tidak “grusa-grusu”  atau tergesa-gesa untuk memamerkannya pada orang lain, agar dirinya tenar dan diketahui oleh semua orang bahwa dia mempunyai kelebihan.

Duwung

Seperti halnya kata keris tadi, kata duwung ini juga dapat dijabarkan sebagai berikut.

Du      ….  dari asal kata udu, yang berarti andil, taruhan, rela kehilangan

Wung ….  dari asal kata kuwung, yang berarti kewibawaan, kenyataan.

Curiga

Sebagaimana penjabaran sebelumnya, curiga juga dapat dijarwa dosok-kan sebagai berikut.

Curi … dari asal kata padas curi, yang dapat diartikan sebagai; batu runcing, juga tempat berbahaya.

Ga    … dari asal kata raga, yang mempunyai arti badan wadag atau jasmaniah.

Penjabaran dari persenyawaan rasa di atas dapat diterangkan sebagai berikut. Padas curi (batu-batu runcing) jika diletakkan pada tempatnya akan menjadi pemandangan yang elok untuk dilihat. Akan tetapi jika padas curi tersebut diletakkan sembarang tempat akan menjadi tempat yang berbahaya bagi badan wadag  manusia.

Berawal dari deskripsi tersebut, dapat kita ambil makna bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini  sudah diatur oleh “Rta” ,hukum alam abadi. Semua sudah diatur oleh Arsitek Alam, Tuhan itu sendiri. Mulai dari tata surya, galaksi, bintang-bintang, hingga tata letak bumi. Semua itu sudah diatur berdasarkan arsitektur yang maha canggih sehingga membentuk integrasi alam yang selaras dan harmonis. Namun kadang kala manusia  sebagai makhluk yang tidak pernah puas dengan apa yang diterimanya selalu membuat kekacauan alam dengan merubah tatanan yang sudah digariskan oleh Rta tersebut.

Perincian rasa yang berbobot seperti tertera di atas, menjadi kenyataan bahwa para mPu adalah manusia yang rela kehilangan ilmu (energi/kekuatan)-nya untuk ikut udu atau andil demi kewibawaan hasil karyanya, sehingga dengan andil para mPu tadi duwung (keris) yang bersangkutan mempunyai kekuatan yang luar biasa yang juga dapat mengalirkan vibrasi kewibawaan itu pada sang pemilik keris. Dan hal ini, pada jaman dahulu untuk mendapatkan keris yang bertuah itu tidak bisa dibayar dengan segudang harta. Karena calon pemilik keris tersebut biasanya harus melakukan tapa, brata, yoga atau samadhi untuk mendapatkan keris yang sudah “berkuwung” sebagaimana para mPu juga melakukannya untuk memberikan kekuatan pada kerisnya.

2)Keris mengajarkan kita buat menyimpan atau mengesampingkan ego dan amarah. Kita tentu sering melihat bahwa pada waktu kita jagongan temanten,atau bhkn temanten sendiri atau bahkan keluarga keraton dan para abdi dalem dalam mengenakan pusaka diletakkan dibelakang punggung,ini dimaksudkan secara tersirat dan tersurat dalam ajaran leluhur kita,bahwa agar kita dalam hal berfikir,berpendapat dan bertindak diharapkan dapat lebih momong,bijaksana,serta perlunya menjaga akhlak dan tepo seliro kita terhadap sesama. Karena dengan menaruh dibelakang posisi keris diharapkan kita membelakangkan emosi,ego,amarah dalam serawung,pertemanan ataupun persahabatan baik didunia nyata maupun dunia maya. Tapi tetap dengan menunjukkan ketegasan dan kesantunan juga keberanian pada tempatnya dan pada saatnya. Dan ini menunjukkan bahwa kita memiliki dan mengedepankan etika,estetika dalam pergaulan,membuat perasaan nyaman bagi rekan2 di sekitar kita.

3) Keris dan warangka sebagai filosofi dimensi spiritual. Dan bila kita sudah berbicara keris maka tentu kita tdk luput buat membicarakan warangka/sarung dari keris tsbt.  Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat kita khususnya Jawa diartikan secara filosofis sebagai hubungan yang cukup sinergis, menyatu untuk mencapai tatanan kehidupan dunia yang harmonisan. Maka lahirlah filosofi “manunggaling kawula-Gusti”, dekat dan bersatunya hamba dengan rajanya,dekat dan  bersatunya insan kamil dengan Sang Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera. Karena masing sudah mengetahui tugas dan kewajibannya. Dimana manusia, selain saling hormat menghormati,tepo seliro,mawas diri antara yang satu dengan yang lainnya, juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar dan bertanggung jawab.

4) Keris sendiri dalam kultur Jawa dipandang dan diperlakukan sebagai simbol dan juga status bagi pemiliknya. Hampir setiap keluarga aristokrat Jawa, dapat dipastikan mereka memiliki keris pusaka keluarga, yang memiliki keampuhan-keampuhan yang khas atau keistimewaan khusus dalam dapur,ricikan,maupun katiyasan atau sabda doanya.

5)Keris juga kita akui sebagai bentuk senjata. Menurut Lord Abberton of Eaton, keris pertama diciptakan oleh Raden Panji Inukertapati. Bentuk keris pada relief candi penataran berbeda dengan bentuk keris yang biasa kita jumpai, hal ini dikarenakan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Namun corak dan gayanya menandakan sebagai senjata tikam. Dan dalam cerita purwacarita jaman pewayangan,empu yang pertama kali menciptakan keris adalah empu Ramahadi dengan tiga buah pusaka belum memakai gelar kyai tapi masih asli originalnya jadi menggunakan nama sang,3 buah karya empu ramahadi adalah sang lar ngatap,sang pasopati dan sang cundrik arum.

6) Keris dianggap sebagai peninggalan berharga dan istimewa atau bisa dianggap sebagai pusaka wasiat. Dan ini terbukti lo kangmas mbakyu,coba diingat2 kita pasti sering mendengar,apabila seseorang(orang tua kita,kakek nenek kita atau eyang eyang kita) akan tiba ajalnya atau jauh hari sebelumnya, banyak yang sudah mewasiatkan sesuatu peninggalan yang dianggap berharga semisal tanah, sawah maupun rumah, begitu pula sebilah keris, sesuatu yang paling membanggakan jika pewarisnya diberi kepercayaan untuk memeliharanya. Dan biasanya untuk pusaka2 tertentu akan dipilih keturunannya yg sekiranya orgnya sdh mantap dan matang secara lahir dan batin,agar dapat dimanfaatkan dan disimpan sebagaimana mestinya.

7). Keris sebagai lambang identitas pribadi. Sebilah keris erat kaitannya dengan identitas seseorang,terutama dalam cerita,hikayat maupun sejarah. Sebagai contoh keris empu gandring adalah kerisnya ken arok,keris naga sasra sabuk inten kerisnya mahesa jenar, keris  jaka piturun sebagai tanda Sultan di Yogyakarta, keris Kyai Setan Kober dengan Arya Penangsang, keris Kyai Pulanggeni dengan Raden Harjuna, tombak Kyai Baru dengan Ki Ageng Mangir,keris kyai carubuk kepunyaan kanjeng sunan kalijaga,keris gajah dompu adlh keris kepunyaan raja2 sisingamangaraja dan masih banyak tokoh-tokoh lain dalam legenda,cerita,hikayat,sejarah negeri ini dgn keris sebagai identitas pribadi.

8) Keris marupakan manifestasi doa dan sabda. Dalam dunia tosan aji, manusia Jawa merumuskan doa yang diwujudkan dalam sebentuk pusaka keris. Doa itu dilantunkan dalam laku, mulai tapa, matiraga, tapa bisu, dan lainnya. “Jadi keris sesungguhnya dalam filosofinya sebagai media untuk mengantarkan sugesti dari doa. Cita-cita dan harapan manusia Jawa dimantramkan dan disimpan dalam keris,seolah olah sang empu merekam dan menanam sabda dan doanya dalam sebilah keris. Yang dimana keris tsbt tidak jarang mjd sebuah keyakinan dan buku hidup.

9)Wujud keris yang lurus maupun ber-luk memiliki makna masing2,keris (berlekuk) adalah simbol kebijaksanaan,dimana bila kita hidup maka kita harus menghindari hal2 yg buruk yg bertentangan dgn hukum negara,hukum adat dan hukum ketuhanan. sedangkan keris lurus adalah simbol keteguhan prinsip,apbl kita melangkah harus mantap dan lurus dalam fikiran,perkataan dan perbuatan. Kebijaksanaan dan tekad itu harus seimbang dan akhirnya bermuara ke atas (Tuhan). Karena itu, keris ujungnya lancip,” Dan secara singkatnya,masing2 luk melambangkan filosofi sbb : Keris Lurus melambangkan kepercayaan diri dan mental yang kuat.
Keris Luk 3 melambangkan keberhasilan cita-cita.
Keris Luk 5 melambangkan : dicintai oleh banyak orang.
Keris Luk 7 melambangkan kewibawaan.
Keris Luk 9 melambangkan kewibawaan, kharisme dan kepempiminan.
Keris Luk 11 melambangkan kemampuan untuk mencapai pangkat tinggi.
Keris Luk 13 melambangkan : kehidupan stabil dan tenang.

10). Keris sebagai lambang kemapanan hidup. Bagi seorang lelaki masyarakat Jawa, hidupnya akan dikatakan paripurna/mapan/sempurna, jika telah memiliki hal2 sbb: Wisma/rumah, Wanita/istri, Turangga/kendaraan, Kukila/hewan piaraan, dan Curiga/keris. Dan kolektor  keris rata2 orangnya boleh dibilang ada budget yg bisa dianggarkan buat pemaharan pusaka2 tsbt bahakan bial diseriusi maka biaya perawatan juga perlu alokasi dana pada waktu tertentu.

11). Keris sebagai lambang status sosial. Ini bisa kita lihat pada gambar dari ukiran-tangkai keris yang mempunyai wanda atau istilah keren sekarang sebagai profil atau screen saver atau chasing, misalnya: samba keplayu, maraseba, mangkurat, yudawinatan, longok, pakubuwanan, pakucumbring dan lainnya, dimana profil tersebut disesuaikan dengan kepribadian dan kedudukan sosial sang pemakai. Begitu pula dari warna pendok kemalon: merah untuk para sentana-minimal para bupati, hijau untuk para mantri, coklat untuk para bekel, hitam untuk para abdi dalem tingkat biasa (mohon dikoreksi apabila pendapat ini keliru).


12). Keris sebagai tanda jasa/satya lencana/penghormatan pengakuan terhadap orang atau keahlian tertentu. Dalam dunia perkerisan, kita mengenal keris berganja kinatah gajah singa, keris ini merupakan satya lencana yang diberikan kepada para perwira/prajurit Mataram yang telah berjasa menumpas pemberontakan kadipaten pati atas kerajaan Mataram (Sultan Agung). Dan ada keris diatas luk 13,krn idealnya dan umumnya keris maximal adlh13,tp ternyata ada luk 15,17,19,21,25,27,29,31 bahkan dengar2 ada luk 37 dan luk 41. Luk diatas 13 tsbt diberikan sebagai penghargaan dan penghormatan kepada org2 yg memiliki ke ahlian khusus dalam lingkungan istana,msl ahli tari,ahli ukir,ahli pengobatan/tabib dsb.


13). Keris sebagai atribut duta. Sewaktu resepsi pernikahan Pangeran Bernard dengan Putri Juliana dari negeri Belanda, Raja Paku Buwana X (Surakarta) mengutus puteranya G.P.H Suryohamidjojo agar menghadiri resepsi tersebut, maka sang putera diberi izin memakai keris Kanjeng Kyai Pakumpulan. Atau pada jaman dahulu pernikahan dianggap sah,bila laki2 berhalalangan hadir cukup memasrahkan pusakanya sebagai wakil dirinya dalam acara resepsi pernikahan tsbt. Dan itu dianggap sah karena sdh terwakilkan oleh pusaka/ageman pribadi tsbt.


14). Keris sebagai lambang persahabatan. Pada zaman dahulu, tanda mata yang paling tinggi martabatnya adalah keris, ini dibuktikan dengan istilah “kancing gelung” atau “cundhuk ukel” yaitu pemberian sebilah keris lengkap dari orang tua kepada anak perempuannya yang baru saja menikah, yang pada akhirnya tanggung jawab pemeliharaan keris tersebut dipegang menantu lelaki. Sering kita dengar bahwa raja2 nusantara  memberikan keris dgn garap yg indah dan cukup mewah kepada raja2 lainnya. Misal keris taming sari kepunyaan hang tuah adlh beliau peroleh dr sang taming sari utusan raja majapahit. Kmdn raja solo pernah memberikan pusakanya tombak kepada pangeran diponegoro sebagai bentuk dukungan kepada pangeran diponegoro atas perjuangandan perlawanan beliau thdp penjajajah belanda.  Keris Si Ginje adalah keris kesultanan jambi yg dlm kisah sejarah mrpkn tanda persahabatan dr  sultan agung hanyakrakusuma.


15). Keris sebagai falsafah. Bentuk dhapur dan corak pamor yang beraneka ragam memiliki nilai falsafah, dhapur brojol= penggapaian cita-cita, pamor pedaringan kebak= harapan sukses akan material, dan lain sebagainya. Luk 11,contoh Dapur Sabuk Inten, merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan atau kemewahan. Dari aspek filosofi, dapur Sabuk Inten melambangkan kemegahan dan kemewahan yang dimiliki oleh para pemilik modal, pengusaha, atau pedagang pada zaman dahulu.
Luk 13,contoh Dapur Sengkelat mengandung makna nyala (kehidupan) hati, maksudnya adalah perilaku yang luhur, dimana setiap siang dan malam kita selalu waspada dalam keadaan apapun. Dan juga keris2 yg lain memiliki makna dan filosofi masing2.

16). Keris sebagai medium sengkalan(chronogram). Terkenal istilah sirna ilang kertaning bumi (sirna=0, ilang=0, kerta=4, bumi=1), sengkalan tersebut menggambarkan tahun 1400 saka, begitupula ganja berkinatah gajah singa= gajah singa keris siji= berarti tahun 1558 saka, tahun runtuhnya kadipaten Pati oleh prajurit Mataram.

17). Keris sebagai pelengkap busana. Ini sering dijumpai pada saat resepsi pernikahan umpamanya, sehingga kita dengar istilah disengkelit, dianggar dan lainnya yang kesemuanya ditentukan oleh macam upacara yang akan diikuti.
18). Keris sebagai medium. Medium= media perantara, Keris pusaka dianggap mempunyai angsar/ kekuatan untuk memperlancar komunikasi dua arah antara alam nyata dengan alam ghaib, fungsi inilah sampai kapanpun akan dianggap paling menarik untuk diperbincangkan,karena banyak hal yg cukup misterius,unik dan terasa istimewa bagi kalangan tertentu. Dan tidak jarang keris dijadikan sarana memperkuat atma sang supranaturalis dlm berkomunikasi maupun membuka alam gaib.


19). Keris sebagai dekorasi. Umumnya keris yang ditempel ditembok atau media lainnya adalah hanya keris semacam souvenir tanpa kandungan aura/yoni/isi, karena dianggap kurang etis bila menempatkan keris pusaka hanya dari sisi estetika saja.


20). Keris sebagai benda koleksi. Biasanya, bagi para keluarga yang mempunyai banyak keris dari hasil warisan, maka mereka sebagian besar hanya memandang dari keindahan luarnya saja tanpa menghiraukan aspek spiritualnya. Ini berarti sering diantara mereka memperjualbelikan keris pusaka sebagaimana benda koleksi yang lain.


21). Keris sebagai obyek hobby. Kalangan yang menempatkan keris sebagai hobby adalah mereka yang mengumpulkan banyak keris pusaka hanya untuk pemuasan hati semata, tanpa menghiraukan baik tidaknya sebuah pusaka,atau tdk terlalu memperhatikan tuah,tp semata2 nilai atau keindahan dr keris tsbt saja.


22). Keris sebagai sipat kandel / piandel. Sipat kandel adalah: suatu sarana yang membuat pemiliknya lebih percaya diri untuk meraih nasib baik, terlindung, selamat dan maksud lain yang sejenis. Kalangan pecinta keris pusaka semacam ini menjadikannya sebagai “jimat”. Contoh konkretnya adalah keris Jendral Sudirman, Keris Bung Tomo, Keris Bung Karno,karena dlm perjuangan mrk selalu menyertakan keris dlm menyertai perjuangan dan pengobar semangat juang keberanian mrk dlm menghadapi penjajah belanda. serta nama-nama besar lain negeri ini, disamping para beliau adalah para bijak cendekia namun ada sesuatu yang diharapkan dari keris pusaka, terutama pada saat kritis, hal tersebut adalah hal yang wajar sebagaimana kita membutuhkan sesuatu harus menggunakan alat-alat tertentu untuk mempermudah kerja usaha kita.

23) . Spirit KerisMenurut Mpu Brojoningrat dari Surakarta dalam makalahnya, menuliskan keris merupakan visualisasi dari simbol-simbol dapur/bentuk, pamor, bahan/guru bakal guru dadi dan ukuran (anatomi antara lain, sanyari, sakilan dan lain-lain). Keris adalah kaca benggala pola tatanan hidup, falsafah, hingga pemahaman ketuhanan (konsepsi Lingga Yoni). Terciptanya Keris pusaka sebagai titik temu kemanunggalan antara Yang tinemu ing nalar (sesuatu yang dapat dinalar) dan Yang tan tinemu ing nalar (sesuatu yang tidak dapat dinalar). Heneng (konsentrasi), hening (tenang), awas (waspada) dan eling (ingat). Keris merupakan perpaduan unsur material ibu bumi bopo akoso, baja, besi dan pamor (meteorid). Yang diasuh/ditempa ribuan kali hingga sampai pada tataran wesi ‘tapisane gebagan’. Diharapkan manusia juga sampai pada tataran tapisane gebagan. Mpu dalam membabar keris pusaka tansah hateteken kasukcen apepayung budi rahayu (dituntun kesucian dan dilindungi budi luhur), jumbuhing kawulo gusti (anugerah Yang Kuasa), warongko majing curigo (perlindungan dari kecurigaan), rorohing atunggil (roh Yang Maha Esa). Keris punya konsep netes, nitis dan natas. Purwo, madyo, wusono, miwiti, nengahi, mungkasi, pathet 6, pathet 9 dan pathet menyuro. Tri loka lekere kongsi. Pada besalen dalam bangunan limasan apitan, relief candi sukuh terdapat ububan/lamusan. Susuh angin ngendi nggone, tapake kuntul ngalayang, kusumo njrah ing tawang.


Demikian yang bisa kami sampaikan filosofi keris yang bisa kami samapaikan,agar bagi kita pemilik keris akan semakin mengerti dan menghargai budaya adiluhung peradaban besar nenek moyang dan leluhur kita yg perlu kita jaga dan kita lestariakan keberadaannya. Semoga bermanfaat.

Terimakasih kepada para senior dibidang tosan aji atas segenap inspirasi dan karya2ya. Dan trmksh kepada para empu nusantara yg sampai detik ini,karyanya yg adiluhung masih bs kita nikmati eksotika,karya,keindahan,kewingitan dan keisitimewaannya,yg telah memberikan ilham dan hikmah kepada kami semuanya selaku generasi muda.

Terimakasih kepada sohibul bait  yg selalu berendah hati dan berkenan senantiasa meluangkan waktu,biaya dan fikiran dlm setiap waktu dan setiap detikny u/momong dan menyedulur kepada segenap lapisan sedulur2 dimanapun berada.

Terimakasih kepada segenap keluarga besar Kampus Wongalus yg tetap hadir dan seduluran di blog wongalus maupun dalam blog2,grup,twitter dimanapun berada,salam hormat dan salam paseduluran selalu. Silaturahmi dan paseduluran Never die.

1.     ^ Darmosoegito, Ki. 1992. Bab Dhuwung. Djojobojo. Surabaya. Hal. 16.

2.     ^Indonesia – Information related to Intangible Cultural Heritage. Laman UNESCO.

3.     ^abOrigin of The Keris. II. Chinese Influence. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

4.     ^Origin of The Keris. III. Keris and Sivaism. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

5.     ^abc Lumintu. 1985. Besi, Baja, dan Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. hal. 4.

6.     ^Origin of The Keris. I. Keris Buda. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

7.     ^ Lumintu. 1985. Besi, Baja, dan Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 3.

8.     ^ Moebirman. 1980.a,Keris Senjata Pusaka. Yayasan Sapta Karya. Jakarta.

9.     ^ lihat misalnya pada versi bahasa Inggris dari terbitan 1944 oleh Armando Cortesao (Cortesao A. 2005. Suma Oriental of Tome Pires and The Book of Francisco Rodriguez. Asian Publishing House. New Delhi. Hal. 179.

10.                        ^Origin of The Keris. IV. The birth of modern keris. Laman Old Blades – Malay World Edged Weapons

11.                        ^Recits 1997.

12.                        ^ Darmosoegito, Ki. 1992. Ibid. Hal. 9.

13.                        de Voyages du XVI et XVIIème siècle. Laman Old Blades: Malay World Edged Weapons.

14.                        ^The Malay armed forces in: ‘Description of Malaca’, from Godinho de Eredia (1613). Laman Old Blades: Malay World Edged Wapons. “Description of Malaca” dirilis ulang oleh The Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society, Cetakan 14,

15.                        ^ Harsrinuksmo B. 1986. Petunjuk Praktis Merawat Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 7.

16.                        ^ Harsrinuksmo, B. 1985. Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 7–8.

17.                        ^ Kusni. 1979. Pakem. Pengetahuan tentang Keris. C.V. Aneka. Semarang. Hal. 91.

18.                        ^abc Murtidjono. 1991. Besalen-besalen di Surakarta Masa Kini. Dalam:Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta 1991. Kumpulan Makalah. Panitia Pameran dan Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 35–42.

19.                        ^ Harsrinuksmo B. 1985. Tanya Jawab Soal Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 30., dan Jeno Harumbrojo (Yogyakarta)

20.                        PENGARANG : MT. Arifin JUDUL : Keris Jawa [Bilah latar sejarah hingga pasar]
PENERBIT : Hajied Pustaka JakartaCETAKAN : 2006ISBN : 979-25-5290-1
JUMLAH HALAMAN:460

 @@@

Categories: FILOSOFI KERIS | 37 Komentar

GEBYAR AURA SPIRITUAL 4 TAHUN KAMPUS WONG ALUS


Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga salah satu rangkaian acara HUT KWA “Pengaktifan Daya Pusaka” bisa terlaksana dengan baik dan lancar.  Saya mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas partisipasi sedulur2 semua sehingga acara yang kami gelar tidak ada kendala sama sekali.

Persaudaraan yang terjalin akrab di forum tersebut merefleksikan bagaimana seharusnya kita hidup di masyarakat. Toleransi dan saling menghargai berbagai agama keyakinan dan budaya sesuai dengan semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA. Berbeda-beda tetapi tetap satu prinsip yaitu menjaga kesatuan dan persaudaraan. Yang kuat melindungi yang lemah. Yang kaya membantu yang miskin. Yang berilmu berkenan untuk membagi ilmunya agar kita semua bisa maju dan bertambah wawasannya.

Nah, blog KAMPUS WONG ALUS ini telah berumur 4 (empat tahun). Blog ini hadir pada bilan April 2009 sebelum era facebook dan twitter semarak seperti sekarang ini. Kini meskipun lahir era baru yaitu era jejaring sosial namun era blog belum habis. Sebab blog menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki era jejaring sosial yang lain.

Sengaja pada tahun ini, acara ulang tahun kami bagi menjadi dua acara. Acara pertama adalah “pengaktifan Daya bertuah” yang sudah berlangsung sukses dan lancar pada hari Kamis 4 April 2013 kemarin mulai pukul 19.30 s/d Jumat pagi bertempat di pelataran Mushola Balai Diklat Jl Majapahit 5 Sidoarjo.

Acara ulang tahun kedua yaitu Semedi, Ziarah Ruhani ke makam leluhur, dan pengijazahan ilmu yang insya allah akan digelar pada Hari Jumat tanggal  26 April 2013 yang akan datang. Tempat Tanggal dan waktu masih bisa berubah menunggu kepastian dari beberapa pihak yang terkait dan bila sudah fix akan kita umumkan di blog.

PENGAKTIFAN DAYA PUSAKA

foto acara kamisProsesi acara “Pengaktifan Daya Pusaka” tersebut dimulai dengan mengumpulkan pusaka yang dibawa sedulur-sedulur di dalam mushola. Di sisi kanan mushola sudah kami pajang dalam posisi berdiri tujuh pusaka yang masing-masih memiliki “tuah” yang berbeda-beda. Ada tuah kerezekian yaitu keris dengan dhapur gumbeng, ada tuah kekebalan (anti cukur/anti bacok/anti senjata api) yaitu tombak korowelang, ada tuah pengasihan yaitu keris patrem mini, ada tuah keperkasaan yaitu keris Satrio/Karno tanding, ada tuah kebegawanan/keresian/kependetaan/kebangsawanan yaitu cis sajen, ada tuah menjebol kesaktian lawan yaitu tombak baru klinthing, dan tombak cacing kanil dengan tuah untuk kekayaan, naik derajat dan kemakmuran. Foto-foto masing-masing pusaka monggo di buka http://www.pusakakwa.wordpress.com

Para sedulur kami persilahkan untuk meletakkan pusaka-pusakanya di depan tujuh pusaka tersebut. Satu persatu mereka meletakkannya sesuai dengan hati nurani. Sengaja tidak saya sampaikan ‘tuah’ di masing-masing pusaka yang saya bawa dengan harapan agar sedulur juga berkenan untuk belajar menayuh pusaka tersebut. Ada yang menurut saya tepat letaknya. Ada yang tidak. Yang meletakkanya tepat, misalnya ada sedulur yang membawa keris omyang jimbe diletakkan di depan keris dhapur banyu mili.

Selanjutnya saya membaca doa mantra untuk mohon ijin agar sekiranya para goib yang ada di tujuh pusaka itu berkenan untuk membagi dan mengaktifkan daya yang ada di masing-masing pusaka yang dibawa oleh para sedulur. Begitu saya rapal mantra, tampak masing-masing goib keris tersebut memancarkan daya ke pusaka-pusaka (keris/pusaka/benda-benda apapun yang diletakkan di depannya.

Acara selanjutnya adalah ‘pengijazahan’ daya tiga pusaka kepada para sedulur. Tiga goib penunggu pusaka yaitu cis sajen, tombak korowelang dan cis naga segi empat tersebut memancarkan daya kepada sedulur yang mengikuti ‘pengijazahan’. Di sesi ini ada kejadian unik yaitu selesai ‘pengijazahan’ saya mengambil gambar sedulur-sedulur. Ee… tak satupun yang jadi…kecuali satu foto yang tampak luapan energi yang berlimpah dan kabur padahal sebelumnya kamera tidak saya uprek/setting ulang. Tampak dengan mata batin bahwa setiap sedulur yang ikut pengijazahan telah terisi daya yang luar biasa. Alhamdulillah…

foto acara kamis2

Sedulur-sedulur yang berbahagia, demikian sedikit yang bisa saya sampaikan dan selamat ulang tahun blog KAMPUS WONG ALUS.. semoga blog ini semakin mampu menjadi jembatan tali silaturahim antar suku, antar budaya, dan antar generasi. Salam paseduluran.. terima kasih..

wongalus

@wongalus, 2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 46 Komentar

ILMU PENGASIHAN DAN KEKEBALAN


Berikut ini share dari dua sedulur, satu Ilmu pengasihan mahabbah umum/ yang ditujukan untuk membuka aura diri agar disayang banyak orang dan kedua Ilmu kebal. Untuk ilmu kebal sayang tidak disertai tata cara lengkap sehingga belum bisa diamalkan. Jadi untuk sementara hanya digunakan sebagai referensi/perpustakaan saja. terima kasih ==wongalus==

1. ILMU PENGASIHAN WONG NGAWULO DARI JAWA

nasir ahmad

Ass.wr.wb. Ki wongalus kawulo padhe bagi ilmu saking Alharhum eyang kulo. iki ilmune: Pengasihan wong ngawulo iki dongane:  (Ki wongalus ini ada ilmu dari eyang saya yang sudah almarhum namanya pengasihan wong ngawulo ini doanya red.)

Bismillahi’rrahim.

GUDHANG RI MANIK,ULES PUTIH NUR NGERAN, SIYA HAKAR NGAJADI NUR,CANGARAN,SIYA,ANGGAS MARUPA NUR PUTIH,CAHYANING ALLAH,NUR ASEM,NUR CAHYANE PANGERAN,IYA IKU KEKASIHE ALLAH,SANG NGIGANG IRENG ARAN, SIHANE SUKSMA LANGGENG PUTIH, SALLA’ALAIHI WASALLAM.

Sarate yen ana ngarep lawang njejeg lemah kaping telu. (syaratnya berdiri di depan pintu dan jejakkan kaki tujuh kali dengan membaca mantra di atas red)

Maturuwun kula diparing bagi ilmu. (terima kasih saya diberikan ruang untuk berbagi ilmu). wass.wr.wb.

2.      2.  ILMU KEKEBALAN DARI SULAWESI

armed

Ijin kepada ki Wong Alus, sy ingin nyumbang sedikt ilmu sulawesi ilmu ini tergolong ilmu kebal, atau kunci badan.

ANJURU BESI ANJURU TEMBAGA ISAH MARILAH API API MUSAH MATI TURUSI MANURU SALY BAGINDA ALLY KUN.. BARAKATI BISMILLAH..

Wass. (sayangnya penulis tidak melengkapi dengan tata cara yang lengkap. Mohon bila penulis berkenan untuk melengkapinya agar bisa diamalkan secara benar dan sempurna sebab ilmu-ilmu bukan untuk main-main dan berurusan dengan ‘nyawa’ red.)

@@@

Categories: ILMU PENGASIHAN DAN KEKEBALAN | 70 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.