Arsip Penulis: wongalus

DALAM RANGKA MILAD KWA APRIL 2014: IJASAH ULANG ILMU KALIMAH TIGA


TANDA SEORANG PENDEKAR ILMU HIKMAH YANG MUMPUNI: SEMAKIN TINGGI ILMU MAKA DIA AKAN SEMAKIN MERUNDUK, BISA ‘NGEMONG’ ATAU MEMBIMBING ORANG LAIN DAN BANYAK MENGALAH. MAKA SEDULUR… JADIKANLAH ILMU INI SEBAGAI SARANA UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT. BUKAN UNTUK PAMER KEKEBALAN, BUKAN UNTUK PAMER KEKUATAN, PAMER KESAKTIAN DAN KESOMBONGAN.

MENYAMBUT MILAD KWA PADA APRIL 2014 MAKA BERSAMA INI ADMIN BLOG MENGADAKAN IJASAHAN ULANG ILMU KALIMAH TIGA  KEPADA PARA SEDULUR YANG MEMBUTUHKANNYA DENGAN HAK DAN SEMPURNA ATAS IJIN ALLAH SWT….

BERIKUT TATA CARANYA:

TAWASSUL SEMPURNA (KIRIM AL FATIHAH KE RASULULLAH, SEMUA NABI SEMUA WALI SEMUA MUSLIMIN DAN MUSLIMAT BAIK YANG SUDAH MENINGGAL MAUPUN YANG MASIH HIDUP), PARA PENGIJASAH, AYAH IBU DAN LELUHUR ANDA SERTA DIRI ANDA SENDIRI…..

###TINGKAT PERTAMA UNTUK KEKEBALAN – KEKUATAN SEMPURNA SEBAGAI SARANA IBADAH, KEKUATAN KONSENTRASI PIKIRAN.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

LA BULU DAN KULIT, ILAHA DARAH DAN DAGING, ILA URAT DAN TULANG, ALLAH OTAK DAN SUMSUM BERKAT KALIMAH LA ILAHA ILALLAH  1000 X selama 10 hari

=================================================

#####TINGKAT KEDUA UNTUK KESELAMATAN LAHIR BATIN SEMPURNA, REJEKI TAK TERBATAS, MAHABBAH/PENGASIHAN/JODOH IDEAL KARENA ALLAH BUKAN KARENA NAFSU, KEKUATAN SANDARAN HIDUP HANYA PADA ALLAH, MEMBUKA JALUR KHUSUS HUBUNGAN DENGAN ILAHI, PELENYAPAN DIRI EGO DAN ADANYA ALLAH DALAM HIDUP KITA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

ZIKIRKU DI KANDUNG ALLAH, BADANKU DI KANDANG RASULULLAH, PINTU QALBI HIDAYATULLAH, TERANGKANLAH JALANKU WARAHMATULLAH, AKU TIDUR DI DALAM BAITULLAH, BANTAL AKU LAM JALALLAH, LENYAPKAN AKU DALAM KALIMAH LA ILAHA ILALLAH 1000 x selama 10 hari

==================================================

####### TINGKAT KETIGA UNTUK MENDAPATKAN PEMBIMBING GOIB DAN NYATA/ LAHIR DAN BATIN AGAR SUKSES HIDUP KITA DI AKHIRAT DAN DUNIA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

YAA ALLAH YAA RASULULLAH  YAA KHIDIR YAA QODIR YAA SYADZILI  YAA  ANA  1000 x selama 10 hari

===============================================================

TATA CARA DAN SYARIAT:

Hayatilah dan hapalkan tingkatan ilmu ini dan resapilah sesempurna-sempurnanya. Jauhi dosa dan maksiat. Sukailah puasa dan riyadhoh-riyadhoh lain sebagaimana yang dituntunkan agama. Laksanakan amar makruf dan nahi munkar dan bertindaklah dewasa. Semakin anda mampu menyempurnakan hidup sesuai dengan amal perbuatan maka Insya allah Anda akan mampu menguasai ilmu hikmah ini dengan sempurna atas ijin Allah SWT.

==========================================================================

@PENYELARASAN@

Bagi sedulur yang membutuhkan penyelarasan ILMU KALIMAH TIGA, kami sampaikan bahwa kami akan mengadakan penyelarasan jarak jauh SEBELUM ATAU SETELAH ANDA MENJALANI LAKU ILMU INI pada:

HARI: KAMIS
TANGGAL: 20 Maret 2014
PUKUL: 21.00 WIB S/D21.15 WIB
TEMPAT: RUMAH ATAU LOKASI MASING MASING. BOLEH DI LUAR RUMAH/ALAM TERBUKA INSYA ALLAH AKAN LEBIH TERASA POWERNYA…

Kami mohon saudara pada jam itu untuk duduk diam (POSISI MEDITASI MONGGO, POSISI WIRID MONGGO) dan membaca ISTIGHFAR selama kurang lebih 5 menit dan LANJUTKAN DENGAN NIAT DALAM HATI sbb: SAYA TERIMA PANCARAN TENAGA KALIMAH TIGA JARAK JAUH DENGAN HAK DAN SEMPURNA DARI KI WONGALUS ATAS IJIN ALLAH SWT. Selanjutnya bisa anda lanjutkan dengan WIRID ILMU KALIMAH TIGA tingkat pertama dan seterusnya (terserah sesuai kemampuan).

Demikian terima kasih.

@WONGALUS@

Categories: IJASAHAN ULANG ILMU KALIMAH TIGA | 107 Komentar

AGAR ILMU MUNCUL POWERNYA: TINGGALKAN AKU-MU AGAR AKU-NYA HADIR KUN FAYAKUN


TANYA:
KI WONGALUS SAYA SUDAH MENGAMALKAN ASMAK, TAPI APAKAH ASMAK ITU SUDAH MENYATU DALAM DIRI SAYA DAN ADA POWERNYA?

JAWAB: PERTANYAAN INI SEDERHANA, TAPI MOHON MAAF SAYA TIDAK BISA MENJAWABNYA SECARA SEDERHANA. NAH, ARTIKEL INI INSYA ALLAH BISA MENJAWAB BANYAK PERTANYAAN SERUPA BAGAIMANA CARA AGAR SEBUAH ILMU (ASMAK, HIZIB, ILMU-ILMU HIKMAH –YANG HAKIKATNYA SEMUA ITU ADALAH DOA KEPADA ALLAH SWT — MEMILIKI KEKUATAN, POWER, DAYA, KAROMAH, TUAH DAN BISA MENYATU DALAM DIRI KITA.

Untuk menjawabnya ijinkan saya memaparkan sebuah kisah sejarah —menurut Mursyid saya, memaparkah kisah sejarah kaum sufi meskipun berulang kali sangat bagus karena ada energi baru yang bisa diambil— sebagaimana yang dituliskan oleh sufi Farududdin Attar dalam bukunya TAZKIRAT-UL AULIYA dan dalam buku MASNAWI karya sufi Jalaluddin Rumi. Yaitu seorang sosok  paling menonjol dari awal pertapa Sufi yaitu IBRAHIM IBN ADHAM (إبراهيم بن أدهم) yang hidup pada 718 - 782 Masehi. Insya allah anda nanti akan mampu menjawab pertanyaan anda di atas…

kwa ibrahimKisah ini bermula ketika Ibrahim ibn Adham menjadi raja di Balkh,  wilayah yang masuk dalam kerajaan Khurasan, menggantikan ayahnya yang baru wafat. Sebagaimana umumnya kehidupan para raja, Ibrahim bin Adham juga bergelimang kemewahan. Hidup dalam istana megah berhias permata, emas, dan perak. Setiap kali keluar istana ia selalu di kawal 80 orang pengawal. 40 orang berada di depan dan 40 orang berada di belakang, semua lengkap dengan pedang yang terbuat dari baja yang berlapis emas.

Suatu malam, ia tidur di pembaringan kerajaan. Pada tengah malam, atap kamar tidurnya berguncang dasyat seolah olah ada seseorang yang berjalan di atasnya.”Siapa itu?” teriaknya. Dijawab, “Seorang teman. Aku kehilangan seekor unta, dan aku kini tengah mencarinya di atap ini.””Dasar bodoh, engkau mencari unta di atap?” pekik Ibrahim.”Orang jahil (bodoh),” tukas suara itu, “apakah engkau mencari Tuhan di dalam pakaian sutra dan di atas tempat tidur emas?”.

Kata kata ini menyentak hati Ibrahim dan membuatnya ketakutan. Api serasa berkobar di dalam dirinya, dan ia pun tidak dapat kembali tidur. Ketika pagi tiba, Ibrahim kembali ke mimbar dan duduk di singgasananya; berpikir, bingung, dan waspada. Para menteri kerajaan berdiri di tempat mereka masing-masing; budak budaknya berdiri berjajar berhimpitan. Semua warga istana hadir. Tiba tiba, seorang lelaki dengan raut wajah yang sangat buruk memasuki ruangan, sangat buruk untuk dilihat sehingga tak ada seorang pun dari para pejabat dan pelayan kerajaan yang berani menanyakan namanya; lidah lidah mereka tertahan di tenggorokan. Lelaki ini mendekat dengan khidmat ke singgasana.
“Apa maumu” tanya Ibrahim.
“Aku baru saja tiba di penginapan ini,” ujar lelaki itu.
“Ini bukan penginapan. Ini istanaku. Kau gila,” teriak Ibrahim.
“Siapa yang memiliki istana ini sebelummu?” tanya lelaki itu.
“Ayahku,”jawab brahim.”
Dan sebelumnya?”
“Kakekku?”
“Dan sebelumnya?”
“Buyutku.”
“Dan sebelumnya?”
“Ayah dari buyutku.”
“Ke mana mereka semua pergi?” tanya lelaki itu.
“Mereka telah tiada. Mereka telah meninggal dunia,” jawab Ibrahim.
“LaIu, apa lagi namanya tempat ini kalau bukan penginapan, di mana seseorang masuk dan yang lainnya pergi?”

Setelah berkata begitu, lelaki asing itu pun menghilang. Ia adalah Nabi Khidhr as. Api berkobar semakin dahsyat di dalam jiwa Ibrahim, dan seketika kesedihan menatap dalam hatinya. Kedua kejadian itu, di malam dan siang hari, sama sama misterius dan tidak dapat dijelaskan oleh akal.
Akhirnya Ibrahim berkata, “Pasang pelana kudaku. Aku akan pergi berburu. Aku tidak tahu apa yang telah kualami hari ini. Ya Tuhan, bagaimana ini akan berakhir?”Pelana kudanya dipasang, dan ia pun pergi berburu. Sejurus kemudian, ia memacu kudanya melintasi padang pasir; sepertinya ia tidak tahu apa yang sedang ia lakukan. Dalam keadaan bingung, ia terpisah dari para Pengawalnya. Di tengah perjalanan, tiba tiba ia mendengar sebuah suara, “Bangunlah, sebelum engkau tidak mampu bangun!”Ia berpura pura tidak mendengarnya dan terus memacu kudanya.
Untuk kedua kalinya suara itu terdengar lagi, tapi ia tidak menghiraukannya. Kali yang ketiga, ia mendengar suara yang sama, ia pun pergi menjauh. Kemudian, suara itu kembali terdengar untuk keempat kalinya, “Bangunlah, sebelum engkau tak mampu bangun!”Kali ini ia kehilangan kendali dirinva. Tiba tiba ia melihat seekor rusa muncul, dan Ibrahim pun Membidiknya. Rusa itu berbicara pada Ibrahim, “Aku diutus untuk mencarimu. Engkau tak dapat menangkapku. Untuk inikah engkau diciptakan, ataukah ini yang diperintahkan kepadamu?””Ah, apa yang, kualami ini?” tukas Ibrahim. Ibrahim pun memalingkan wajahnya dari rusa itu. Kemudian ia mendengar kata kata yang sama keluar dari bagian depan pelana kudanya. Rasa takut dan ngeri menguasai dirinya.
Kemudian pesan Ilahi itu menjadi lebih jelas, karena Allah Yang Maha kuasa berkehendak untuk menyempurnakan komunikasi itu. Untuk ketiga kalinya, suara yang sama keluar dari kerah bajunya. Pesan ilahiah itu pun sempurna, dan surga terbuka baginya. Kini keimanan merebak di dalam diri Ibrahim. Ibrahim turundari kudanya; pakaian dan kudanya basah terkena tetes air matanya.

MENGENAKAN JUBAH ‘KEMISKINAN’ HAKIKATNYA MEMULAI MENINGGALKAN KE-AKUAN DAN MENGHINDARI KESOMBONGAN KARENA KESOMBONGAN DAN RIYA (NARSISME) ADALAH HIJAB/TIRAI RUHANI…

Ibrahim pun bertobat dengan sebenar benarnya dan tulus. Ia melangkah ke tepi jalan, kemudian ia melihat seorang gembala yang mengenakan pakaian dari penutup kepala yang terbuat dari bulu hewan, menggembalakan domba dombanya. Ibrahim melihat lebih dekat, dan menyadarinya bahwa gembala itu adalah budaknya. Ibrahim memberikan jubahnya yang bersulam emas dan mahkotanya yang bertahtakan permata kepada gembala itu, juga sekalian dengan domba dombanya. Sedangkan Ibrahim mengambil pakaian dan penutup kepala gembala itu, dan itu ia pakai sendiri. Semua malaikat berdiri memandang Ibrahim.”Betapa agungnya kerajaan yang kini dimiliki Ibnu Adham,” ujar mereka. “Ia telah membuang pakaian dekil duniawi, dan kini mengenakan jubah agung kemiskinan.”

Setiap hari, Ibrahim pergi bekerja mencari nafkah hingga malam hari. Semua pendapatannya ia belanjakan untuk keperluan para sahabatnya. Tetapi, saat ia selesai mendirikan salat malam (Maghrib dan Isya), membeli sesuatu, dan kembali kepada para sahabatnya, malam telah lama berlalu.
Suatu malam, para sahabat sufi-nya berkata, “Ibrahim, selalu datang telat. Ayo, kita makan roti dan pergi tidur. Itu akan menjadi isyarat bagi Ibrahim agar ia kembali lebih awal di kemudian hari. Agar ia tidak lagi membiarkan kita menunggu begitu lama.”Mereka pun melakukan hal itu. Ketika lbrahim kembali, ia melihat para sahabatnya tertidur. Ia mengira mereka belum makan apa-apa dan tidur dalam keadaan lapar. Ibrahim pun segera menyalakan api. Ia membawa sedikit tepung, maka ia membuat adonan untuk dibuat makanan agar para sahabatnya punya sesuatu untuk dimakan ketika mereka bangun, sehingga mereka sanggup untuk berpuasa di siang harinya. Para sahabat Ibrahim bangun dan melihatnya dengan jenggotnya di atas tanah, sedang meniup api; air matanya bercucuran, dan ia dikelilingi oleh asap.”Apa yang sedang engkau lakukan?” mereka bertanya.”Aku melihat kalian tertidur,” Ibrahim menjawab. “Aku berkata dalam hati, mungkin kalian tidak memiliki apa-apa untuk dimakan dan tidur dalam keadaan lapar. Maka aku pun membuatkan sesuatu untuk kalian makan setelah kalian bangun.”
“Lihatlah bagaimana dia berpikir tentang kita, dan bagaimana kita berpikir tentang dia,” ujar mereka.
Berbulan bulan mengembara, sambil berkhalwat Ibrahim pun mulai memberikan pegajaran-pengajaran melalui hikmah yang ditemukannya selama dalam perjalanan. Suat ketika dia tiba di sebuah kampung bernama Bandar Nishafur. Di sana pun mencari gua untuk dijadikan tempat  menyendiri, berdzikir dan memperbanyak lbadah. Hingga keshalihan, kezuhudan dan kesufiannya semakin dikenal banyak orang. Banyak di antara mereka yang mendatangi dan menawarkan bantuan kepadanya, tetapi Ibrahim selalu menolak.

MENJADI PENJAGA KEBUN HAKIKATNYA MELEBURKAN DIRI KEPADA KEHENDAK ILAHI. BELAJAR UNTUK TIDAK MEMPERTURUTKAN KEINGINAN KITA, BELAJAR MENGENDALIKAN EGO DAN BELAJAR UNTUK MENTAATI KEINGINAN ALLAH KEPADA KITA.

Beberapa tahun kemudian, ia meninggalkan Bandar Nishafur, dan dalam perjalanan selanjutnya menuju Makkah, hampir di setiap kota yang ia singgahi terdapat kisah menarik tentang dirinya yang dapat menjadi renungan bagi kita, terutama keikhlasan dan ketawadhuannya.
Pernah satu ketika, di suatu kampung Ibrahim kehabisan bekal. Untungnya, ia bertemu dengan seorang kaya yang membutuhkan penjaga untuk kebun delimanya yang sangat luas. Ibrahim pun diterima sebagai penjaga kebun, tanpa disadari oleh orang tersebut kalau lelaki yang dipekerjakannya adalah Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang sudah lama ia kenal namanya. Ibrahim menjalankan tugasnya dengan baik tanpa mengurangi kuantitas ibadahnya.
Satu hari, pemilik kebun minta dipetikkan buah delima. Ibrahim melakukannya, tapi pemilik kebun malah memarahinya karena delima yang diberikannya rasanya asam.
“Apa kamu tidak bisa membedakan buah delima yang manis dan asam,” tegumya.
“Aku belum pernah merasakannya, Tuan,” jawab Ibrahim.
Pemilik kebun menuduh Ibrahim berdusta. Ibrahim lantas shalat di kebun itu, tapi pemilik kebun menuduhnya berbuat riya dengan shalatnya.
“Aku belum pernah melihat orang yang lebih riya dibanding kamu.”
“Betul tuanku, ini baru dosaku yang terlihat. Yang tidak, jauh lebih banyak lagi,” jawabnya. Dia pun dipecat, lalu pergi.
Di perjalanan, ia menjumpai seorang pria sedang sekarat karena kelaparan. Buah delima tadi pun diberikannya. Sementara itu, tuannya terus mencarinya karena belum membayar upahnya. Ketika bertemu, Ibrahim meminta agar gajinya dipotong karena delima yang ia berikan kepada orang sekarat tadi. “Apa engkau tidak mencuri selain itu?” tanya pemilik kebun. “Demi Allah, jika orang itu tidak sekarat, aku akan mengembalikan buah delimamu,” tegas Ibrahim.

Setahun kemudian, pemilik kebun mendapat pekerja baru. Dia kembali meminta dipetikkan buah delima. Tukang baru itu memberinya yang paling manis. Pemilik kebun bercerita bahwa ia pernah memiliki tukang kebun yang paling dusta karena mengaku tak pernah mencicipi delima, memberi buah delima kepada orang yang kelaparan, minta dipotong upahnya untuk buah delima yang ia berikan kepada orang kelaparan itu. “Betapa dustanya dia,” kata pemilik kebun.
Tukang kebun yang baru lantas berujar, “Demi Allah, wahai majikanku. Akulah orang yang kelaparan itu. Dan tukang kebun yang engkau ceritakan itu dulunya seorang raja yang lantas meninggalkan istananya karena zuhud.” Pemilik kebun pun menyesali tindakannya, “Celaka, aku telah menyia-nyiakan seseorang yang memiliki nama besar dan kekayaan ilmu yang belum pernah aku temui sebelumnya.”

MENYEMBUNYIKAN KESHOLEHAN, PENYANGKALAN DIRI AGAR TUHAN TIDAK CEMBURU KEPADA KITA, DAN HAKIKATNYA KITA PERLU TERUS MENERUS MENEMPA DIRI…

Syahdan, perjalanan Ibrahim Ibnu Adham sudah hampir masuk ke wilayah Kota Makkah. Ternyata berita kedatangannya sudah didengar oleh para pemimpin dan ulama Mekkah, dan mereka bersama sama menunggu. Sayangnya, tak seorang pun yang mengenali wajah Ibrahim sebelumnya.
Saat itu para penjaga kota Mekkah diutus untuk menunggu kedatangan sang sufi Ibrahim Ibn Adham. Hari yang ditunggu-tunggu datanglah. Ibrahim datang berjalan kaki menggunakan pakaian pengemis yang sangat kotor dengan wajah yang susah dikenali. Bertanyalah penjaga kota Mekkah kepada pengemis tersebut. “Apakah kamu mengenal Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang terkenal itu?”
Pengemis yang tak lain Ibrahim Ibn Adham pun menjawab: “Untuk apa kamu menanyakan si ahli bidah itu?”
Mendapat jawaban yang tidak sopan seperti itu, Penjaga kota mekkah marah bukan main karena merasa ada seseorang yang menginjak harga diri seorang ulama besar rajanya kaum sufi. Penjaga tersebut memukuli Ibrahim berulangkali dan menyeretnya menghadap pemimpin Makkah.
Saat diinterogasi, jawaban yang keluar dari mulutnya tetap sama, “Untuk apa kalian menanyakan si ahli bid’ah itu?” Ibrahim pun masuk ruang penyiksaan dan disiksa karena dia dianggap menghina seorang ulama agung.
Apakah Ibrahim sedih? Ternyata tidak sama sekali. Dalam hatinya ia Ibrahim bersyukur diperlakukan demikian, ia berkata kepada dirinya sendiri, “Wahai Ibrahim, dulu waktu berkuasa kamu memperlakukan orang seperti ini. Sekarang, rasakanlah olehmu tangan-tangan penguasa ini.”
Banyak momentum spiritual didapatkan Ibrahim ibn Adham ketika dirinya direndahkan orang, dipukuli, disiksa sehingga dia bisa mengetahui kekeliruan dan inilah saatnya untuk memperbaiki diri. Kesendiriannya membawanya kepada rasa bersalah dan memohon ampun kepada Allah SWTm menebus segala kesalahan dan kelalaian. Fakta yang buruk mengajarkan keikhlasan, kezuhudan, dan ketawadhuannya yang tak ternilai harganya.

MENYADARKAN ORANG LAIN, TERUSLAH ISTIQOMAH DI JALAN KEYAKINAN, SEBARKAN KEBAIKAN SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI DAN TUTUP SEGERA CELAH-CELAH DOSA DALAM DIRIMU…

Dan pada suatu hari, Ibrahim bin Adham didatangi seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabiah. Ia meminta nasehat kepada dirinya agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya. Ia berkata, “Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya.”
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, “Jika kamu mampu melaksanakan lima syarat yang kuajukan, maka aku tidak keberatan kau berbuat dosa.”
Mendengar jawaban laki-laki tersebut gembira dan dengan penuh rasa ingin tahu yang besar dia bertanya, “Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak (Ibrahim ibn Adham)?”
“Syarat pertama, jika kau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rizki Allah”, ujarnya.
Lelaki itu mengernyitkan dahinya lalu berkata, “lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rizki Allah?”
“Benar”, jawab ibrahim tegas. “Bila kau telah mengetahuinya, masih pantaskah kau memmakan rizki-Nya sementara kau terus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintah-Nya?”
“Baiklah…”, jawab lelaki itu tampak menyerah, “Kemudian apa syarat yang kedua?”
“Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya”, kata Ibrahim lebih tegas lagi.
Syarat kedua ini membuat jahdar lebih kaget lagi. “Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?”
“Benar. Karena itu pikirkahlah baik-baik. Apakah kau masih pantas memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya sementara kau terus berbuat maksiat?”, tanya Ibrahim.
“Kau benar Aba Ishak”, ucap Jahdar kemudian. “Lalu apa syarat yang ketiga?”, tanyanya dengan penasaran.
“Kalau kau masih juga bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat yang terembunyi agar tidak terlihat oleh-Nya.”
Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. “Ya Aba Ishak, nasehat macam apakah semua ini? Mana mungin Allah tidak melihat kita?”
“Bagus! Kalau kau yakin Allah melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rizkNya, tinggal di buminya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya. Pantaskah kau melakukan semua itu?”, tanya Ibrahim kepada lelaki yang masih tampak membisu itu. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabiah tidak berkutik dan membenarkannya.
“Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat yang keempat?”
“Jika malaikatul maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertobat dan melakukan amal shaleh.”

Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukan selama ini. Ia kemudian berkata, “Tidak mungkin…. Tidak mugnkin semua itu kulakukan”.
“Ya Abdallah (hamba Allah), bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?”
Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasehat kepada lelaki itu.
“Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!”
Lelaki yang ada di hadapan Ibrahim bin Adham itu tampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasehatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal, ia berkata, “cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah”.
Lelaki itu memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyuk.

AGAR ILMUMU ADA POWERNYA, AGAR DOAMU DIKABULKAN ALLAH, AGAR KATA-KATAMU BERKAROMAH, INI SYARATNYA…

Suatu ketika Ibrahim bin Adham, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, “Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?”
Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, “Saudara sekalian. Ada 10 hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.
1.    Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.
2.    Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.
3.    Ketiga, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.
4.    Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.
5.    Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.
6.    Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.
7.    Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.
8.    Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.
9.    Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya.
10.    Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa.”
Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.
Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya kenapa ia menangis. Ibrahim menjawab, “Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa. Serta saya melihat Allah mengadili semua makhluk di Padang Mahsyar, sementara saya belum mempunyai alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.”

MENJAGA KEYAKINAN SECARA TEGUH TIDAK TERGOYAHKAN, TERUS MEWASPADAI JEBAKAN SETAN YANG ADA DALAM DIRI…

Pernah suatu hari beliau  ditanya, “kenapa kamu keluar dari istana menjadi fakir miskin dan bekumpul dengan manusia miskin lainnya?”. Ibrahim Bin Adham tidak langsung menjawab, beliau diam sejenak lalu menjawab, “saya ingin memegang agamaku erat-erat dan menaruhnya di antara dadaku, saya lari membawa agamaku dari satu negara ke negara yang lain, siapapun yang melihat pasti ia mengira bahwa saya seorang pengembala atau orang gila, semuanya saya lakukan hanya untuk menjaga agamaku dari gangguan setan yang terkutuk. Saya ingin membawa imanku menuju keselamatan hingga  menemui ajal”.

Ibrahim ibn Adham memilih hidup sederhana dan mencari nafkah melalui kerja kasar yang halal hingga beliau meninggal. Ibrahim Bin Adham  pernah berpesan seseorang tidak akan bisa sampai kederajat “sholeh”  kecuali mampu menahan enam cobaan:
1. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kenikmatan dan membuka pintu gerbang kesulitan.
2. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kemasyhuran dan membuka pintu gerbang kehinaan
3. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang hidup santai dan membuka pintu gerbang kerja keras
4. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang tidur dan membuka pintu gerbang jaga tengah malam
5. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kekayaan dan membuka pintu gerbang kemiskinan
6. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang cita-cita dan membuka pintu gerbang kesiapan menghadapi mati.

Syaqiiq al-Balkhi adalah teman Ibrahim bin Adham yang juga dikenal ahli ibadah, zuhud dan tinggi tawakalnya kepada Allah. Hingga pernah sampai pada tataran enggan untuk bekerja. Penasaran dengan keadaan temannya, Ibrahim bin Adham bertanya, “Apa sebenamya yang menyebabkan Anda bisa seperti ini?” Syaqiiq menjawab, “Ketika saya sedang dalam perjalanan di padang yang tandus, saya melihat seekor burung yang patah kedua sayapnya.

Lalu saya berkata dalam hati, aku ingin tahu, dari mana burung itu mendapatkan rizki. Maka aku duduk memperhatikannya dari jarak yang dekat. Tiba-tiba datanglah seekor burung yang membawa makanan di paruhnya. Burung itu mendekatkan makanan ke paruh burung yang patah kedua sayapnya untuk menyuapinya. Maka saya berkata dalam hati, “Dzat yang mengilhami burung sehat untuk menyantuni burung yang patah kedua sayapnya di tempat yang sepi ini pastilah berkuasa untuk memberiku rejeki di manapun aku berada.”

Maka sejak itu, aku putuskan untuk berhenti bekerja dan aku menyibukkan diriku dengan ibadah kepada Allah. Mendengar penuturan Syaqiiq tersebut Ibrahim berkata, “Wahai Syaqiiq, mengapa kamu serupakan dirimu dengan burung yang cacat itu? Mengapa Anda tidak berusaha menjadi burung sehat yang memberi makan burung yang sakit itu? Bukankah itu lebih utama? Bukankah Nabi bersabda, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?”

Sudah selayaknya bagi seorang mukmin memilih derajat yang paling tinggi dalam segala urusannya, sehingga dia bisa mencapai derajat orang yang berbakti? Syaqiiq tersentak dengan pernyataan Ibrahim dan ia menyadari kekeliruannya dalam mengambil pelajaran. Serta merta diraihnya tangan Ibrahim dan dia cium tangan itu sambil berkata, “Sungguh. Anda adalah ustadzku, wahai Abu Ishaq (Ibrahim ibn Adham).”

KESIMPULAN: BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH TERAKHIR DAN MENUNGGU RAHMAT ALLAH SWT…

Seorang raja kaya dengan istananya yang megah gemilang. Kemegahannya saat itu belum ada yang menandinginya. Meskipun hidup bergelimang harta dan kekuasaan tidak membuat hati beliau lalai. Bahkan beliau terkenal sebagai orang yang taat beribadah dan sangat penyantun terhadap sesama terlebih kepada orang-orang miskin di negerinya. Setiap Jum’at dikumpulkan para fakir miskin di depan istananya dan ditaburkannya uang dirham ke halaman istana. Ia juga gemar memberi hadiah bagi orang-orang yang dianggap berjasa serta memberi zakat dan shadaqah jariyah pada hari-hari tertentu. Ibrahim bin Adham, dikenal orang tak pernah duduk dengan menumpangkan kakinya. Seorang muridnya pernah bertanya, “Wahai Guru, mengapa kau tak pernah duduk dengan bertumpang kaki?” “Aku pernah melakukan itu satu kali,” jawab Ibrahim, “Tapi kemudian aku dengar sebuah suara dari langit: Hai Anak Adham, apakah seorang hamba duduk seperti itu di hadapan tuannya?” Aku segera duduk tegak dan memohon ampun.”…

Itulah sopan santun manusia di hadapan Tuhannya. Menjaga benar hatinya agar tiada apapun dihatinya selain ALLAH. Laa Ilaha Ilallah Muhammadar Rasulullah. Tiada tuhan selain Allah. Tiada aku/ego/diri lagi di dalam hati kecuali disana ada ALLAH yang bersemayam satu-satunya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidup sang sufi agung Ibrahim ibn Adham ini. Al Fatihah kukirim buatmu, wahai sang guru aulia dan ijinkanlah aku yang penuh dosa ini membersihkan debu di kakimu dan angkatlah aku menjadi muridmu ….

@wongalus,2014

Categories: IBRAHIM IBN ADHAM | 51 Komentar

IJASAHAN ULANG ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT 1 S/D TINGKAT 5


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL, KAMI MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT 1 S/D TINGKAT V DENGAN PENGIJAZAH KI JATIRAGA.

Cara mengamalkan baca tawasul ALFATIHAH disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat, Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana, Man Ajazani.

Selanjutnya baca:

1. INNA QUWWATIH NAKAFATINA NAKABA KABANA TABANA 1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat dua.

2. INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).

3. INNA QUWWATIH NAKABUN NATAH KITABUN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).

4. INNA QUWWATIH NAKATABANA FATINA NABADAN. (1000 X Selama tiga hari)

5. INNA QUWWATIN NAKATA BANATA KINNA NATABA. (1000 x diulang selama tiga hari)

Silahkan diambil/dirasakan/diamalkn :

“0000000000000000000000″

Matur nuwun
Wassalam

KI JATIGARA

Categories: ASR CIREBON | 163 Komentar

DUA PENGUMUMAN


PENGUMUMAN PERTAMA
BAKSOS GEMBLENGAN PELANCAR REZEKI

Dalam Rangka Menyambut MILAD KWA KELIMA YANG JATUH PADA APRIL MENDATANG, maka bersama ini akan diselenggarakan GEMBLENGAN PELANCAR REJEKI pada…

Hari / Tanggal       :  KAMIS, 13 MARET 2014

Waktu                   :   20.30 WIB s/d selesai

Tempat          : Markas KWA ,Mushola Balai Diklat, Jl Majapahit 5  Sidoarjo  Jawa Timur. Selatan RSUD SIDOARJO, Sebelah Kompi Senapan 516.

Acara        :  GEMBLENGAN PELANCAR REZEKI

SYARAT-SYARAT:

Datang dengan memakai baju/kaos/kemeja warna hitam. Celana bebas. 

Membawa air mineral satu botol untuk anda minum sendiri.

GEMBLENGAN Ini adalah kegiatan BAKTI SOSIAL. GRATIS DAN TIDAK DIPUNGUT BIAYA.

CP: Arya Kusuma Yudha

PHONE 082132379777

=====================================================

PENGUMUMAN KEDUA
PROGRAM PELATIHAN PRIVATE  GURU/MASTER KWA

SEKALIGUS PADA KESEMPATAN INI, KAMI SAMPAIKAN BAHWA PROGRAM PELATIHAN PRIVATE GURU/MASTER KWA  AKAN DISELENGGARAKAN

Hari / Tanggal       :  SABTU, 22  MARET 2014 s.d MINGGU 23 MARET 2014.

Mulai pukul             :   12.30 WIB s/d selesai

Tempat BERKUMPUL: Markas KWA, Mushola Balai Diklat, Jl Majapahit 5  Sidoarjo  Jawa Timur. Selatan RSUD SIDOARJO, Sebelah Kompi Senapan 516.

UNTUK PENDAFTARAN  caranya…..

SMS KE NOMER  081-233500577

Transfer DONASI sebesar 5,7 juta (lima juta tujuh ratus ribu rupiah) ke BANK JATIM (kode transfer 114) nomor rekening: 0262927024  atas nama Muhammad Wildan.

Demikian untuk menjadikan periksa. Terima kasih.

KWA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

BADGE KWA


kwa2kwa3

Kepada Yth Sedulur KWA

Saya sampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi sedulur-sedulur dalam acara Pengijasahan dan Pembangkitan Khodam Harimau Kelud yang telah dilaksanakan tadi malam, Kamis 6 Maret 2014 pukul 21.00.

Puluhan peserta dari berbagai daerah berdatangan dan tentu saja saling berkenalan. Maklum selama ini kita hanya mengenal melalui internet dan barangkali melalui sapa menyapa melalui komentar-komentar di blog.

BISA DIMASUKKAN DOMPET

IMG_20140307_185445 BADGE KWATepat pukul 21.00 WIB, saya mengajak peserta ke lapangan rumput belakang markas KWA, Balai Diklat Kab Sidoarjo untuk mengikuti proses PEMBERSIHAN DIRI, selanjutnya pengijasahan sekaligus teknik pembangkitannya, sekaligus teknik melepaskannya bila khodam tidak diperlukan. Di kegelapan malam, para peserta yang sudah memiliki khodam tersebut mengaktifkan khodamnya… tiba-tiba mereka mengaum hebat memecah keheningan. HRRRGGGGGHHH …….HRRRGGGGGHHH ……….. HUUUA AAAAAA……. HUUUUAAA AAAAAAAAAA…..  sosok Raja Harimau Kelud yang selama ini masih tersembunyi — sebagaimaa tersirat dalam Serat Kakiwaloka karya Sunan Kalijaga— menampakkan sosoknya dengan gagah dan garang!!!!

 

—- selain pembangkitan yang telah saya sampaikan tadi malam yaitu menepuk tanah 9 x, maka ada cara lainnya yaitu dengan cara salto ke depan 1 x maka khodam akan langsung aktif, dan untuk kembali ke kesadaran awal adalah anda salto 1 x ke belakang (ini tentunya bila kita berada dalam posisi di tengah laga perkelahian menghadapi musuh)—

Setelah selesai kita mengheningkan cipta memohon ampun kepada Allah SWT. Alhamdulillahirobbilalamin, atas ijin-NYA acara berjalan dengan baik dan lancar. Khodam harimau pun siap difungsikan oleh peserta.

Usai mengikuti acara, peserta juga berkenan untuk memiliki BADGE KWA yang terbuat dari kain warna hitam yang dibordir. BADGE KWA berisikan rajahan untuk banyak fungsi, biidznillah. Anggap saja ini semacam KTP, tanda pengenal, atau identitas di antara sedulur KWA.

BADGE KWA BERISI RAJAHAN YANG DITULIS  AULIA MAULANA SYEKH NAZIM ADIL AL HAQONI BERISI NAMA 7 PEMUDA ASHABUL KAHFI DAN NAMA ANJING MEREKA. BERFUNGSI UNTUK PERLINDUNGAN DARI PENGEJARAN ORANG DHOLIM, PEPERANGAN/TAWURAN, KEBAKARAN, TENGGELAM, BENCANA-BENCANA ALAM, perlindungan  selama perjalanan, untuk menemukan sesuatu barang hilang, memadamkan api , untuk menenangkan bayi yang rewel (diletakkan di bawah bantal), penunduk/pengasihan, untuk mengatasi sakit, untuk bisa menemui pembesar (nego berhasil), untuk melancarkan persalinan, untuk keringanan rezeki, perlindungan terhadap harta dan lainnya.

Ashabul Kahfi adalah kisah tujuh (7) pemuda yang tertidur lelap di dalam gua. Nama gua itu ialah Washid dan mereka ditidurkan oleh Allah SWT selama 309 tahun hijriah atau 300 tahun masehi, untuk melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus yang hidup sekitar tahun 250 M. Kisah ini bersumber dari Al Qur’an dalam Surah Al Kahfi. Menurut beberapa sejarahwan Islam, ketujuh pemuda tersebut bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama KITHMIR, yang dipercaya sebagai RAJA ANJING dan dia merupakan satu-satunya anjing yang masuk Surga.

Oleh sebab itu, saya menganjurkan agar saudara-saudara sedulur KWA memilikinya. Tempelkan pada jaket, kaos, training, bisa dimasukkan di dompet, atau bisa juga ditempel di tembok/pintu rumah/pintu almari dll.

CARA MEMILIKI BADGE KWA

Anda yang berada diseputar Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan dan sekitarnya: Monggo mampir pinarak ke Markas KWA ,Mushola Balai Diklat, Jl Majapahit 5  Sidoarjo  Jawa Timur. Selatan RSUD SIDOARJO, Sebelah Kompi Senapan 516, pada hari Kamis malam mulai pukul 20.00 wib dan  silahkan temui Sdr: Arya Kusuma Yudha

PHONE 0888 5105 860/ 0838 5690 1337/ 082132379777

Anda yang jauh dari markas KWA juga bisa memilikinya dengan cara mudah.

Caranya: SMS ke Sdr Arya Kusuma Yudha

PHONE 0888 5105 860/ 0838 5690 1337/ 082132379777

Selanjutnya transfer ke rekening:

BANK JATIM (kode transfer 114) nomor rekening: 0262927024.

Besarnya donasi badge KWA:

Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) SUDAH TERMASUK ONGKOS KIRIM KE ALAMAT ANDA.

Kalau tidak menggunakan jasa pengiriman/mengambil sendiri di markas KWA maka besarnya donasi Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah)

BADGE KWA JUGA TERSEDIA PADA SAAT MILAD KWA, 19 APRIL 2014 MENDATANG.

Demikian terima masih.

ttd

admin KWA

Categories: BADGE KWA | 36 Komentar

PENGIJASAHAN DAN PEMBANGKITAN 100 KHODAM HARIMAU GUNUNG KELUD


letusan-gunung-kelud-2

ASSALAMUALAIKUM WR WB,

SALAM PASEDULURAN..
KITA KETAHUI BEBERAPA SAAT YANG LALU, GUNUNG KELUD YANG TERLETAK DI KABUPATEN KEDIRI/BLITAR MELETUS. KEJADIAN ITU MEMBUAT SEMUA MAKHLUK BAIK NYATA MAUPUN GAIB TURUN KE PERMUKIMAN PENDUDUK. SALAH SATU MAKHLUK GOIB TERSEBUT ADALAH SANG RAJA HUTAN HARIMAU.

140214foto-gunung-kelud-MUNCULNYA MAKHLUK GOIB INI ADALAH GEJALA ALAM/TANDA ALAM UNTUK MENYEIMBANGKAN DIRINYA DAN SEMUA KEJADIAN ITU BISA DIRENUNGKAN OLEH MANUSIA UNTUK SENANTIASA KEMBALI KEPADA JALAN ILAHI.

SALAH SATU YANG BISA KITA AMBIL MANFAAT DAN HIKMAHNYA UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI ADALAH DATANGNYA RATUSAN “KHODAM HARIMAU” YANG BERKENAN UNTUK IKUT KEPADA SIAPA SAJA YANG INGIN MEMILIKINYA.

harimau KWASAYA MENAWARKAN KEPADA SEDULUR-SEDULUR PEMBACA KWA, BILA ANDA INGIN MEMILIKI PENDAMPING GOIB/KHODAM HARIMAU KELUD SEKALIGUS PENYELARASAN ENERGINYA MAKA SILAHKAN HADIR PADA:

Hari / Tanggal       :  KAMIS, 6 MARET 2014

Waktu                   :   20.30 WIB s/d selesai

Tempat                 : Markas KWA ,Mushola Balai Diklat, Jl Majapahit 5  Sidoarjo  Jawa Timur. Selatan RSUD SIDOARJO, Sebelah Kompi Senapan 516.

Acara        :

1. Pengijasahan Khodam Harimau Kelud dan Penyelarasan Energinya

2. Praktek langsung pembangkitan khodam harimau untuk pertahanan diri (self defence)

SYARAT-SYARAT:

1. Datang dengan memakai baju/kaos/kemeja warna hitam. Celana bebas.

2. Anda kami harapkan membeli badge KWA seharga Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) yang akan kami sediakan di  tempat.

3. Diharapkan mempertimbangkan sendiri-sendiri untung ruginya memiliki khodam harimau (Negatifnya: cenderung mudah emosi sehingga diperlukan banyak kesabaran. Positifnya: Pertahanan diri dan percaya diri sehingga tidak boleh sombong)

Kegiatan ini murni untuk BAKTI SOSIAL dan keseluruhan dana yang terkumpul akan dipergunakan untuk:

1. Shodakoh ke anak-anak yatim piatu

2. Mendukung acara SILATURAHIM NASIONAL KWA pada APRIL 2014

DEMIKIAN APA YANG BISA KAMI SAMPAIKAN. TERIMA KASIH. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

KI WONGALUS

@@@

Categories: KHODAM HARIMAU GUNUNG KELUD | 87 Komentar

UPDATE MILAD KWA: APRIL 2014


Kampus Wong Alus (KWA) sebagai blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 41,956,512 orang dengan jumlah kunjungan  40.000 – 50.000 orang perhari. Dengan jumlah kunjungan itu sudah bisa dipastikan KWA memiliki banyak pembaca setia blog. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA ke-5.

Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada  :

Hari / Tanggal       :  Sabtu – Minggu, 19 – 20  April  2014

Waktu                   :  Pukul  07:00 – 17:00  WIB  (Bakti Sosial)

Pukul  21:00 – 03:00  WIB  (Pengijasahan)

Tempat                 :  Pantai Parang Kusumo, Yogyakarta,  Jawa Tengah

Bakti Sosial ini meliputi kegiatan  :

  1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
  2. Pendaftaran anggota KWA
  3. Donor Darah
  4. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
  6. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
  7. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  8. Wisata Alam Gaib
  9. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA
  10. Kunjungan dan sumbangan ke Yayasan Yatim & Piatu

Adapun susunan kepanitiaan untuk kegiatan bakti sosial ini  :

Penanggungjawab         :  Ki Wong Alus/Muhammad Wildan

Ketua Panitia                 :  Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan

Seksi  Acara                   :  Bengawan Candu

Seksi  Humas                 :  Andi Baso/Kimas Yassien Kusumo Yudho Negoro

Seksi  Donor  Darah        :  dr. Anom  Mursalim

Seksi  Kaos  Panitia         :  Arya Kusuma Yudha

Seksi  Banner                  : – Wa  Kasan  Mbelink & Erik  Widodo

Tester                             :  Andi Baso

Seksi  Perlengkapan         : – Wa’ Kasan Mbhelink & – Arya Kusuma Yudha dan Anggota forum wirid kamis

Seksi  Sponsorship            :  Semua alumni Pelatihan KWA

Koordinator Wilayah Pemberangkatan   :

-  Jakarta  –>  Anyabrea Valentine            0877 7557 3775

-  Cirebon  –>  Elang cadaluarrssa

-  Boyolali  –>  RPK                                  0813 2652 5249

————————————————————–

 Susunan  Acara  Milad  KWA ke-5

1. Jam 07.00 – 09.00  WIB

Acara

Menerima kedatangan para sedulur KWA, pendaftaran anggota KWA dan informasi tentang kegiatan Milad KWA ke- 5. Sedulur KWA diberikan ID Card Milad KWA ke- 5 .

Perlengkapan:

Meja dan kursi ,Alat tulis menulis, form daftar hadir, ID Card, jadwal acara.

Pos         :  Ki Cahya, Arya dan 2 orang sedulur alumni KWA

2. Jam 09.00 – 09.45  WIB

Acara

Pembukaan acara HUT KWA ke- 5 yang akan diisi oleh sambutan ketua panitia Ki Bayu dan Owner sekaligus guru besar KWA Ki Wong Alus. Dalam acara ini juga diperkenalkan para alumni dan para sesepuh serta para pengijasah dalam acara ini.

Perlengkapan

Sound system

Pos         :  Bengawan Candu sebagai MC dan 1 alumni KWA

3. Jam 09.45 – 14.30  WIB

Acara

Donor darah dan konsultasi berbagai masalah.

Kegiatan donor darah dan konsultasi dilakukan dalam waktu bersamaan, agar tidak ada peserta yang menunggu di satu kegiatan.

Untuk Donor darah, panitia bekerjasama dengan PMI setempat. Acara donor darah merupakan acara yang mengandung point buat peserta untuk pengijasahan ilmu.

Untuk konsultasi ditetapkan beberapa alumni kwa

Perlengkapan

Meja dan kursi, alat tulis, dan kerjasama PMI setempat

Pos Donor Darah              :  Ki Anom Mursalim dan 2 orang alumni KWA

Pos Konsultasi                  :  Erik Widodo dan beberapa orang alumni KWA

4. Jam 10.30 – 14.30

Acara  :  Cara Lesehan

Kajian Spiritual, Budaya, Religi dan Supranatural oleh para Sesepuh KWA.

5. Jam 12.30 – 14.00  WIB

ISHOMA

Menyiapkan tempat istirahat dan sholat serta MCK para peserta.

Pengaturan konsumsi untuk para sesepuh dan panitia.

Pos         :  Arya dan 2 orang alumni KWA

6. Jam 14.00 -15.00  WIB

Acara

Bakti sosial membersihkan sekitar tempat acara dan pantai dari sampah. Panitia menyiapkan kantong plastik untuk diberikan ke peserta yang akan dipergunakan mengumpulkan sampah. Kegiatan ini mengandung point yg berarti buat mendapatkan pengijasahan ilmu KWA.

Pos         :  Andi Baso dan semua alumni KWA

7. Jam 16.00 – 17.30  WIB

Acara

Pelatihan singkat Kepekaan Diri

Semua peserta yang berminat

Pos         :  Ki Bayu dan 2 orang murid KSO, Alumni KWA membantu mengawasi dan mengatur peserta.

8. Jam 18.00 – 20.00

ISHOMA

9. Jam 21.00 – 22.00  WIB

Acara

Pengisian benda benda pusaka.

Peserta yang membawa benda pusaka dipersilahkan untuk ikut dalam acara ini,

Pos         :  Ki Bayu dan alumni Kwa

10. Jam 22. 15 -02.00  WIB

Acara

Pengijasahan Ilmu yang dilakukan oleh alumni KWA dan para sesepuh serta para sukarelawan yang akan mengijasahkan keilmuannya.

Pos         :  Ki Bayu dan alumni KWA

11. Jam 02.15- 03.00  WIB

Acara

WISATA ALAM GAIB

Seluruh peserta yang akan di pimpin oleh Guru Besar KWA Ki Wong Alus

Pos         :  Arya dan alumni KWA

12. Jam 03.00  WIB

PENUTUPAN DAN DOA

Pos         :   Bengawan Candu

Panitia bersalaman dengan peserta kegiatan,,,,,

13.  Jam 06.00-08.00  WIB

Acara Intern Alumni Program Guru KWA

(Penyetaraan Keilmuan KWA)

14.  Jam 09.00-11.00  WIB

Kunjungan dan sumbangan uang hasil zakat peserta Milad ke Yayasan Yatim & Piatu.

——————————————————-

Mekanisme  Point  Pengijasahan

 Pengumpulan Point

1)      Apresiasi atas kedatangan peserta Milad KWA ke-5  :

a.      Peserta Zone  I (Prop DIY, JaTeng)                          –>  100

b.      Peserta Zone  II (Prop JaBar, JaTim, DKI, Banten)    –>  200

c.      Peserta Zone  III (Prop Bali, Lampung)                     –>  300

d.      Peserta Zone  IV (Diluar prop I – III)                         –>  400

2)      Membawa dan mendaftarkan kaum Hawa (perempuan) menjadi anggota KWA  –>  100

(Mengisi biodata dan menyerahkan fotocopy KTP/SIM yg masih berlaku)

3)      Donor Darah                                                                                            –>  400

a.      Bagi yg gagal mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan bukti tes darah) –>  400 / 2  org

b.      Bagi yg sdh mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan kartu donornya)    –>  400 / 4  org

4)      Bersih Pantai  :

a.      Sampah Ringan (misal : plastik)                    –>  25 / kg

b.      Sampah Berat (misal : kayu, sabut kelapa)    –> 25 / 3 kg

5)      Memberikan Sponsorship untuk Kepanitiaan  :

a.      Sponsorship untuk doorprize peserta   –>  200

b.      Memasukkan sponsor                         –>  400

6)      Pemakaian Atribut KWA  :

a.      Kaos                     –> 40

b.      Topi                     –>  30

c.       Ikat Kepala          –>  20

d.      Pin                       –>  10

e.      Stiker                   –>  10

7)      Zakat (Yayasan Yatim & Piatu)    –>  50/Rp 25.000

B.  Pengijasahan ILMU apa saja? : akan disampaikan nanti di TKP oleh PANITIA. INTINYA, PANITIA TIDAK AKAN MENGECEWAKAN ANDA DAN POKOKNYA SUPER MANTAPP DULUR…

—————————————————————

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan             :  18  April  2014

Waktu                                          :  Pukul  15.00  WIB

Kendaraan    :

-  Kendaraan Elf (15 seat) atau

-  Medium Bus (29 seat)

Titik  Pemberangkatan                  :  Halte  Bis  Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)

Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur

Biaya                                            :  Rp  350.000/orang

Jika berminat mengikuti acara “Go West” dapat menghubungi Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan di nomor 0877 7557 3775.

=================

UNTUK PEMBERANGKATAN DARI SIDOARJO, SURABAYA, GRESIK, PASURUAN DAN SEKITARNYA SILAHKAN MENDAFTARKAN DIRI KE MARKAS KWA DI MUSHOLA BALAI DIKLAT, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO JATIM/ SEBELAH KOMPI SENAPAN/SELATAN RSUD SIDOARJO, SETIAP KAMIS MALAM PUKUL 20.00 WIB DI ACARA CANGKRUKAN WIRID. CONTACT PERSON: ARYA KUSUMA YUDHA, PHONE 08885105860/ 083856901337.

Wassalamu Alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Jakarta,  16  Januari  2014

Ttd.

Ki Ageng Bayu Penanggungan

YUKKK HADIR DULUR, RUGI SEUMUR HIDUP KLO SAMPAI GAK DATANG!!!!

 

TANYA JAWAB

 Anyabrea Valentine

@ Reza Wardhana Saputra : Acara Milad KWA ke-5 berakhir hari minggu (20 April) jam 11:00 siang. (lihat susunan acara di atas). Dan seandainya mengharapkan pengijasahan ilmu hrs mendptkan point untuk ditukar dgn pengijasahan. Pengijasahan dilakukan jam 22:00 – 02:00.

@ Bejo : Untuk peserta wilayah Yogya dan sekitarnya bisa langsung datang ke TKP hari sabtu pagi (19 April).

@ Setengah Iblis Setengah Dewa : Panitia tdk membuat list peserta yg mengikuti acara Milad KWA ke-5 dari wilayah masing2.. Silakan hubungi koordinator wilayah masing2.

@ Ki Lurah : Biaya itu sdh PP, diluar biaya makan dan penginapan. Dan akan diusahakan senin pagi sekitar jam 4-5, sdh berada di Jkt lagi. Hal ini mengingat byk yg sdh bekerja pd hr senin itu.

—————-

Koordinator Wilayah Pemberangkatan :
- Jakarta –> Anyabrea Valentine (0877 7557 3775)
- Indramayu –> Kimas Amus Suma (0852 2408 3221), Elang cadaluarrssa (0838 2426 0610/ 0888 0827 0162)
- Semarang, Kendal, Demak, Ungaran –> Laskar Lung Gading (0822 2333 8379), Pencari Guru Sejati (0821 3352 6671)
- Boyolali, Solo, Sragen, Klaten, Salatiga –> RPK (0813 2652 5249), Bajul Kesupen (0812 2513 4134)
- Blitar –> Gus Santri (0815 5655 5866)
- Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan –> Arya Kusuma Yudha (0888 5105 860/ 0838 5690 1337)

Suherman : Cara pendaftaran peserta rombongan Jakarta, dapat melalui transfer bank BCA atau menemui saya langsung saat saya melatih di Gelanggang Olah Raga (GOR) Senam di Jalan Radin Inten, Buaran, Jkt Timur setiap hari sabtu & minggu jam 16:00 – 18:00. Pembayaran biaya acara “Go West” paling lambat tgl 14 maret 2014 atau stlh jumlah pemesan yg telah membayar mencapai 15 atau 29 orang.

————————————

Koordinator Wilayah Pemberangkatan :
- Jakarta –> Anyabrea Valentine (0877 7557 3775)
- Sumedang –> Asep Saepul (0878 2558 0456)
- Indramayu –> Kimas Amus Suma (0852 2408 3221), Elang cadaluarrssa (0838 2426 0610/ 0888 0827 0162)
- Semarang, Kendal, Demak, Ungaran –> Laskar Lung Gading (0822 2333 8379), Pencari Guru Sejati (0821 3352 6671)
- Boyolali, Solo, Sragen, Klaten, Salatiga –> RPK (0813 2652 5249), Bajul Kesupen (0812 2513 4134)
- Blitar –> Gus Santri (0815 5655 5866)
- Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan –> Arya Kusuma Yudha (0888 5105 860/ 0838 5690 1337)

Teguh Hendro P : Pendaftaran anggota KWA tdk dipungut biaya dan dapat dilakukan saat acara Milad KWA ke-5 nanti di Pantai Parang Kusumo.

Suherman : Transfer pembayaran acara “Go West” ke Bank BCA dgn nomor rekening 274 116 0937 a/n Bayu Wicoro Djati, SH. Setelah transfer kirim SMS ke nomer 0877 7557 3775 yg berisi tanggal transfer, nama pentransfer dan jumlah transfer. Selanjutnya akan dikirimkan kode kursi yg terdiri dr 4 digit angka, yg mana angka ini akan di cross cek dgn data yg ada pada kami saat keberangkatan tgl 18 April nanti.

Saat ini sdh 2 orang yg melakukan pembayaran acara “Go West” shg kursi tersisa tinggal 13 kursi lagi (dari kapasitas 15 seat).

——————————–

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan : 18 April 2014
Waktu Pemberangkatan : Pukul 14.00 WIB
Kendaraan :
- Kendaraan Elf (15 seat) –> Full AC, TV, LCD, DVD, Reclining Seat
- Medium Bus (29 seat) –> Full AC, TV, LCD, DVD, Karaoke, Reclining Seat
Titik Pemberangkatan : Halte Bis Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)
Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur
Rute : Jalur Selatan (Tol Cipularang-Tasikmalayaya-Ciamis-Wangon-
Kebumen-Purworejo-Yogyakarta-Pantai Parang Kusumo)
Biaya : Rp 350.000/orang (Pergi – Pulang)
Cara Pembayaran : Transfer ke Bank BCA dgn nomor rekening 274 116 0937 a/n Bayu Wicoro Djati, SH. Setelah transfer kirim SMS ke nomer 0877 7557 3775 yg berisi tanggal transfer, nama pentransfer dan jumlah transfer. Selanjutnya akan dikirimkan password yg terdiri dr 6 digit kombinasi angka dan huruf. Password ini akan di cross cek antara password yg dipegang oleh calon peserta dan dgn data yg ada pada kami saat keberangkatan tgl 18 April nanti.

N B :
Pembayaran paling lambat untuk acara “Go West” ini tgl 14 Maret 2014 atau selama masih ada kursi tersisa. Karena tempat di kendaraan terbatas, siapa yang cepat dia yang akan mendapatkan kursi.

ADA SEORANG SESEPUH KWA YANG BAIK HATI DAN TIDAK SOMBONG INISIAL “KETEPEL ALIT” MENGHIBAHKAN LIMA PUSAKA TUA –YANG HADIR DENGAN SENDIRINYA– UNTUK SEDULUR YANG DATANG SILATURAHIM NASIONAL KWA APRIL 2014 NANTI. PUSAKA ITU ANGGAPLAH SEBAGAI TANDA PERSAUDARAAN DI KAMPUS WONG ALUS. MAKA HADIRLAH BERSILATURAHIM DENGAN KAMI… SIAPA TAHU ANDA YANG MEMILIKI PUSAKA TERSEBUT,

Categories: 5 TAHUN KWA | 23 Komentar

KH ABBAS DJAMIL BUNTET CIREBON, SANG PENDEKAR SEJATI YANG TAK PERNAH MATI


KH KWABISMILLAHIRROHMANIRROHIIM. ‘ALA HADZIHINNIYYATI WALIKULLI NIYYATIN SHOLIHAH BIBAROKATI UMMUL QUR’AN,AL-FATIHAH …….

ALLOHUMMA INNI AS ALUKAS SALAMATA WAL ‘AFIATA FIL IJAAZATI WAL KAROMATI WAL ISTIQOMATI, WAASALUKAL LOHUMMAR ROHMATA WAL BAROKATA WAL’INAYATA WALQUWWATA WASSAJAA’ATA FIDDIINI WADDUNYA WAL AKHIROH,TABAARUKAL LIASMAAILLAHI TA’ALA, AL-FATIHAH…….

  Alaa Biidznillahi Ta’ala Wabiridhoillahi Wabi Barokatihi Wabi Syafaa’atihi Rosulillahi SAW.Ila Hadrotinnabiyyil Mustofa Sayyidina Muhammadin SAW,Wa ‘ala Aalihi Wa Ashhabihi Wa Azwajihi Wadzurriyyatihi Wa Ahlibaitihil Kirom Syaiun Lillahi Lahumul Fatihah…….

Khususon Ila Ruuh Abiina Adam AS Wa ummina Hawa Wama Tanaasalu Bainahuma Ila Yaumil Qiyaamati,Syaiun Lilahi lahumal fatihah…….

Waila Hadroti Jamii’il Anbiyaai Walmursaliin,Sholawatullohi Wasalaamuhu ‘alaihi Wa’alaihim Ajma’in.Wajami’il Malaaikatil Muqorrobina Warruhaaniyyin Khususon Ila Ruhil Amiin Sayyidina Jibril AS, Wa Sayyidina Mikail AS,Wasayyidina Isrofil AS,Wa Sayyidina Izroil AS,Wa Sayyidina Naubatil Kiroom AS Syaiun Lillahilahumul fatihah …….

Tsumma Ila Hadroti Jamii’is Shohabati Rosulillahi SAW Minal Muhajiriina Wal Anshoriyyiina,Khususon Ila Ruhi Saadzatina Abi Bakrin,Wa ‘Umar,Wa ‘Usman,Wa ‘Ali Rodiyallohu ‘anhum Syaiun Lillahi Lahumul Fatihah …….

Khususon Ila Ruh Nabiyulloh Khidir Balya Bin Malkan AS , Wa Nabiyulloh Ilyas AS Al-fatihah …….

Tsumma Ila Arwahil Arba’atil Aimmatil Mujtahidiina Wamuqollidihim Fiddiin Wal ‘Ulamail ‘Amiliina Wal Fuqohai Wal Muhadditsiin Wal Qurrooi Wal Mufassiriina Wassaadzaati Shufuufiyyatil Muhaqqiqiin Wataabi’ihim Ila Yaumiddiin, Al-fatihah …….

Khususon Ila Hadroti Sulthonil Aulia Sayyidina Syekh Abdul Qodir Jailani RA,Shohibil Karomati Wal ‘Ajiibaah,Wal Ma’unati Wassalaamati Wal Barokah. Wausulihi Wafuruu’ihi Wa Talaamidzihi Innalloha Yu’li Darojaatihi Fil Jannati Waayyu’ida ‘alaina Min Barokatihil Fatihah …….

Wa ila Hadroti Jami’il Aulia Akthob,Wal Anjaab,Wal Autaad,Wal Akhyar Min Masyaariqil Ard Ila Maghoribiha Fi Barriha Wabahriha, Min Yaminiha Ila Simaliha,Khususon Ila Ruh :

ØSYEKH ABU HASAN AS-SADZILI RA,SHOHIBUL KAROMAH WAT THORIIQOH

ØSYEKH IMAM GHOZALI

ØSYEKH IMAM NAWAWI TANARA

ØSYEKH MUHAMMAD HAQQIN NAAZILI

ØSYEKH ABI ABDILLAH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AS SANUSI

ØSYEKH ABU QOSIM JUNAIDI AL BAGHDADI

ØSYEKH AHMAD BAIDOWI

ØSYEKH AHMAD RIFA’I

ØSYEKH AHMAD NABHANI

ØSYEKH AHMAD DAIROBI

ØSYEKH ABU YAZID AL BUSTOMI

ØSYEKH IMAM AHMAD BIN ALI AL BUNI

ØSYEKH IMAM SYAMSUDIN MUHAMMAD BIN ABU BAKAR BIN AYUB AD DAMSUKI

ØSYEKH ALI ABU HAYILLAH AL MARZUQI

ØSYEKH ABU HAMID AL GHOZALI

ØSYEKH ABU ABDULLAH MUHAMMAD BIN YUSUF

Rodiyallohu ‘anhum,Annalloha Yaghfirolahum Wayarhamuhum Wayataghosahum Birrohmati Wal Maghfiroti Wayu’li Darojatihim Fil Jannah,Wayanfa’una Bibarokatihim Waasroorihim Wa Anwarihim Wa’Uluumihim Fiddini Waddunya Walakhiroh,Syaiun Lillahi Lahumul Fatihah…….

Wa ila Arwahi Jami’il Auliya Wal Ulama Indonesi & Pulau Jawa, Khususon Ila Hadroti

ØSYEKH JAMBU KARANG

ØSYEKH MAULANA MALIK IBROHIM SUNAN GRESIK

ØSYEKH MAULANA RADEN ROHMAT SUNAN AMPEL

ØSYEKH MAULANA RADEN AINUL YAQIN SUNAN GIRI

ØSYEKH MAULANA RADEN QOSIM SYARIFUDIN SUNAN DRAJAT

ØSYEKH MAULANA MAKDUM IBROHIM SUNAN BONANG

ØSYEKH MAULANA JAFAR SHIDIQ SUNAN KUDUS

ØSYEKH MAULANA RADEN SA’ID SUNAN MURIA

ØSYEKH MAULANA RADEN SYAHID SUNAN KALIJOGO

ØSYEKH MAULANA SYARIF HIDAYATULLOH SUNAN GUNUNG JATI CIREBON

ØSYEKH MAULANA RADEN FATAH DEMAK

ØSYEKH MAULANA HASANUDIN BANTEN

ØSYEKH MAULANA MANSYURUDIN BANTEN

ØSYEKH IMAM NAWAWI BANTEN

ØSYEKH AHMAD SALIM BANTEN

ØSYEKH ABDUSSALAM BANTEN

ØSYEKH ALI MANDAYA BANTEN

ØSYEKH MUHAMMAD SYAMSUDIN BANTEN

ØSYEKH ABUYA DIMYATI BANTEN

ØAL HABIB HUSEN AL IDRUS KAROMAH LUAR BATANG JAKARTA

ØRADEN PRABU KIAN SANTANG SUNAN ROHMAT GARUT

ØSYEKH ABDUL MUHYI PAMIJAHAN TASIKMALAYA

ØKI AGENG ANGGAWANA KALISOKA TEGAL

ØRADEN PURBAYA KALISOKA TEGAL

ØSYEKH SARIDIN PATI

ØSYEKH SUBAKIR

ØSYEKH ABDURRAHMAN SAMBU REMBANG

ØSYEKH ASY’ARI TUBAN

ØSYEKH TUNDUNG MUSUH TUBAN

ØSYEKH MAULANA IBROHIM SAMARQONDI TUBAN

ØSYEKH SULAIMAN MOJOKERTO

ØSYEKH ABDUL HAMID PASURUAN

ØSYEH MUHAMMAD KHOLIL BANGKALAN

ØSYEKH AHMAD KHOTIB BIN ABDUL GOFAR SAMBAS

ØSYEKH FATHULLOH HARUN AL MURTADLO

ØSYEKH GIRI WASIAT

ØSYEKH NGADIROSO

ØEYANG SHOLEH AL HAJJ

ØKIYAI SABUK ALU PINAYUNGAN

ØKIYAI SUKMA AJI SEGARA

ØKIYAI GUNTUR HIDAYATULLOH

ØMUHAMMAD FATWA AL FATIH

ØEYANG PRABU SILIWANGI

ØEYANG PRABU GALUH

ØEYANG NAGARAPAGEUH CIAMIS

ØEYANG JAGADITA SAKTI CIAMIS

Rodiyallohu ‘anhum, Annalloha Yaghfirolahum Wayarhamuhum Wayataghosahum Birrohmati Wal Maghfiroti Wayu’li Darojatihim Fil Jannah,Wayanfa’una Bibarokatihim Waasroorihim Wa Anwarihim Wa’Uluumihim Fiddini Waddunya Walakhiroh,Syaiun Lillahi Lahumul Fatihah…….

Wa Khususon Ila Arwahi :

ØHADROTUS SYEKH KH.HASIM ASY’ARI JOMBANG

ØKH.ABDURRAHMAN WAHID JOMBANG

ØGUS MA’SUM LIRBOYO

ØKH.ABDUL HAMID PASURUAN

ØKH.RADEN KHOLIL (AYAH BANJAR) CIAMIS

ØKH.MUHAMMAD ILYAS RUHYAT TASIKMALAYA

ØKH. ABBAS ABDUL JAMIL BUNTET CIREBON

Rodiyallohu ‘anhum ,Annalloha Yaghfirolahum Wayarhamuhum Wayataghosahum Birrohmati Wal Maghfiroti Wayu’li Darojatihim Fil Jannah,Wayanfa’una Bibarokatihim Waasroorihim Wa Anwarihim Wa’Uluumihim Fiddini Waddunya Walakhiroh,Syaiun Lillahi Lahumul Fatihah…….

KHUSUSON ILA ABI WA UMMI LAHUMAL FATIHAH…….

TSUMA ILAA JAMII’IL AHLIL KUBUUR MINAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAATI, WALMUMINIINA WAL MUMINAATI MIN MASYAARIQIL ARDI ILA MAGHORIBIHAA, BARRIHAA WA BAHRIHAA KHUSUUSHON ILAA AABAAINA WA UMMAHAATINA WAAJDADINAA WAJADDATINAA WAMASYAAYIKHINA WAMASYAAYIKHI MASYAAYIKHINAA WALIMAN AHSANA ILAINA WALIMAN AHABBA ILAINA WALIMANIJTAMA’NA HAA HUNAA BISABABIHI,LAHUMUL FAATIHAH…………

###

SURABAYA TAHUN 1945.

Syahdan, ia berdiri di atas tempat yang agak tinggi. Mengenakan bakiak yang dibawanya dari Cirebon, ia membaca doa sambil menengadahkan tangannya ke langit. Saat itulah kekuatan karamahnya keluar. Ribuan alu (penumbuk padi) dan lesung melesat dari rumah-rumah penduduk dan menerjang para serdadu musuh, memukul mundur pasukan penjajah. Pihak sekutu kemudian mengirimkan pesawat pengebom Hercules untuk meluluhlantakkan Surabaya. Namun pesawat itu, berkat kekuatan karamah Kyai Abbas, meledak di udara. ALLAHU AKBAR….

masjid buntetSetiap usai salat zuhur atau Asar, tahun 1920-an, sebuah langgar di langgar Buntet, Cirebon, selalu penuh sesak oleh para tamu. Ada yang datang dari daerah sekitar Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan ada yang dari Jawa Timur. Mereka bukan santri yang hendak menuntut ilmu agama, melainkan masyarakat yang hendak belajar ilmu kesaktian kepada sang guru.

Walaupun namanya sudah sangat terkenal di seantero pulau jawa, baik karena kesaktian maupun kealimannya. Kala itu Kiai Abbas (1879-1946) tetap saja hidup sederhana. Dilanggar beratap genteng itu, ada dua kamar dan ruang terbuka cukup lebar dengan hamparan tikar yang terbuat dari pandan. Di ruang terbuka inilah, sejak tahun 1920 hingga 1945 kiai Abbas menerima tamu tak henti-hentinya

Kiai Abbas Djamil Buntet adalah putra sulung Kiai Abdul Djamil, yang dilahirkan pada hari Jumat 24 Zulhijah 1300 H atau 1879 M di desa Pekalangan, Cirebon. Sedangkan KH. Abdul Djamil adalah putra KH. Muta’ad, menantu pendiri Pesantren Buntet, yakni mbah Muqayyim, salah seorang Mufti pada masa pemerintahan Sultan Khairuddin I, kesultanan Cirebon.

Masa kecilnya banyak dihabiskan dengan belajar pada ayahnya sendiri, KH Abdul Djamil. Setelah menguasai dasar-dasar ilmu agama, ia baru pindah ke Pesantren Sukanasari, Pleret, Cirebon, di bawah asuhan Kiai Nasuha. Kemudian pindah lagi ke Pesantren salaf di daerah Jatisari, Pimpinan Kiai Hasan, masih di jawa Barat, lalu ia melanjutkan ke sebuah Pesantren yang diasuh oleh Kiai Ubaidah di Tegal, Jawa Tengah.

Setelah berbagai ilmu keagamaan dikuasai, ia pindah ke Pesantren yang sangat kondang di Jawa Timur, Tebuireng, Jombang, di bawah asuhan Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, tokoh kharismatik yang kemudian menjadi pendiri NU. Di Pesantren Tebuireng, kematangan dan kepribadian Kiai Abbas mulai terbentuk. Di Pesantren itu ia mulai bertemu dengan para santri lain dan Kiai yang terpandang, seperti KH. Wahab Chasbullah (Tokoh dan sekaligus salah seorang arsitek berdirinya NU), KH Abdul Manaf (pendiri pesantren Lirboyo, Kediri).

Abbas Djamil dikenal juga sebagai santri yang gigih dan giat belajar, walaupun ilmunya sudah sangat dalam, ia tetap berniat memperdalam ilmunya dengan belajar ke Makkah Al-Mukarramah. Beruntunglah ia bisa belajar ke sana. Saat itu di Tanah Mekah itu masih ada ulama Jawa terkenal sebagai guru utamanya, yaitu KH Mahfudz Termas, asal Pacitan Jawa Timur.

Sedangkan rekan santri yang lain adalah KH. Bakir (Yogjakarta), KH Abdillah (Surabaya) dan KH. Wahab Chasbullah (Jombang). Di waktu senggang, Kiai Abbas ditugasi mengajar para Mukimin (orang-orang Indonesia yang tinggal di Mekah). Santrinya antara lain, KH Cholil Balerante (Palimanan), KH Sulaiman Babakan (Ciwaringin).

Sepulang dari Makkah, Kiai Abbas Langsung memimpin Pesantren Buntet dengan penuh kesungguhan. Kiai muda ini, sangat energik, mengajarkan berbagai khasanah kitab kuning. Namun ia juga tidak lupa memperkaya dengan ilmu keislaman modern yang mulai berkembang saat itu. Kitab karya ulama Mesir, seperti Tafsir Tontowi jauhari dan Fahrurrazi, juga diajarkan di Pesantrennya.

Dengan sikapnya itu, nama Kiai Abbas dikenal di seluruh Jawa, sebagai seorang ulama yang alim dan berpikiran progresif. Namun demikian ia tetap saja rendah hati kepada para santrinya.

Walaupun usianya ketika itu sudah 60 tahun, tubuhnya masih kelihatan gagah dan tegap. Rambutnya yang lurus, dan sebagian sudah mulai memutih, selalu di tutupi peci putih yang dilengkapi serban, seperti lazimnya para Kiai. Pada saat itu, tahun 1939, perjuangan kemerdekaan sedang menuju puncaknya. Pengajaran ilmu kenuragan dirasa lebih mendesak untuk mendukung kemerdekaan. Maka Kiai Abbas pun mulai merintis perlawanan, dengan mengajarkan berbagai ilmu kanuragan pada masyarakat luas.

Sudah barang tentu orang-orang yang berguru kepada Kiai Abbas bukan sembarangan atau pesilat pemula, melainkan para pendekar yang ingin meningkatkan ilmunya. Biasanya tamu yang datang langsung di bawa masuk ke dalam kamar pribadinya. Dalam kamar itulah mereka langsung dicoba kemampuannya dengan melakukan duel, sehingga membuat suasana gaduh. Baru setelah diuji kemampuannya, sang Kiai mengijazahkan wirid tertentu sebagai amalan yang diperlukan, sehingga kesaktian dan kekebalan mereka bertambah.

Dengan gerakan itu, Pesantren Buntet dijadikan markas pergerakan kaum Republik, untuk melawan penjajahan. Mulai saat itu, pesantren Buntet menjadi basis perjuangan umat Islam melawan penjajah yang tergabung dalam barisan Hisbullah. Di Pesantren Buntet, organisasi ini di ketuai oleh Abbas dan adiknya, KH Anas, serta dibantu ulama lain, seperti KH. Murtadlo, KH. Sholeh, dan KH. Mujahid. Karena itu muncul tokoh Hisbullah di zaman pergerakan Nasional yang berasal dari Cirebon, seperti KH Hasyim Anwar, dan KH Abdullah Abbas, putra Kiai Abbas.

Ketika melakukan perang gerilya, tentara Hisbullah memusatkan perhatiannya di daerah Legok, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, dengan front di perbukitan Cimaneungteung, yang terletak di daerah Walet selatan membentang  ke bukit Cihirup, Kecamatan Ciipancur, Kuningan. Daerah tersebut terus dipertahankan sampai terjadinya perundingan Renville tahun 1947, ketika kemudian pemerintah RI beserta semua tentaranya hijrah ke Yogjakarta pada tahun yang sama.

Semasa perang kemerdekaan, banyak warga pesantren Buntet yang gugur dalam pertempuran. Diantaranya, KH. Mujahid, Kiai Akib, Mawardi, Abdul Jalil, Nawawi, dan lain-lain.

Basis-basis kekuatan laskar yang dibangun oleh Kiai Abbas itu kemudian menjadi pilar penting bagi tercetusnya Revolusi Nofember di Surabaya tahun 1945. Peristiwa itu terbukti setelah KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Bung Tomo segera datang berkonsultasi kepada KH. Hasyim Asy’ari guna minta restu dimulainya perlawanan terhadap tentara Inggris. Tetapi KH Hasyim menyarankan agar perlawanan rakyat itu tidak dimulai terlebih dahulu sebelum Kiai Abbas dan laskar andalannya datang ke Surabaya.

Memang setelah dipimpin oleh Kiai Abbas dan adiknya KH. Anas, laskar Pesantren Buntet mempunyai peranan besar dalam perjuangan menentang tentara Inggris yang kemudian dikenal dengan peristiwa 10 November 1945, atas restu KH. Hasyim Asy’ari. Ia terlibat langsung dalam pertempuran di Surabaya tersebut. Selanjutnya juga Kiai Abbas mengirimkan para pemuda yang tergabung dalam tentara Hisbullah ke berbagai daerah pertahanan, untuk melawan penjajah yang hendak menguasai kembali Republik ini, seperti ke Jakarta, Bekasi, Cianjur dan lain-lain.

Di mata KH Hasyim Asy’ari, KH. Abbas memang bukan sekedar santri biasa. Dialah santri yang mempunyai beberapa kelebihan, baik dalam bidang ilmu beladiri maupun ilmu kedigdayaan. Tidak jarang kiai Abbas diminta bantuan khusus yang berkaitan dengan keahliannya itu. Hubungan KH. Hasyim dengan Kiai Abbas memang sudah lama terjalin, terlihat ketika pertama kali KH Hasyim mendirikan Pesantren Tebuireng, Kiai sakti dari Cirebon itu banyak memberikan perlindungan, terutama dari gangguan para penjahat setempat, yang merasa terusik oleh kehadiran Pesantren Tebuireng sekitar tahun 1900.

Walaupun revolusi November 1945 di Surabaya dimenangkan oleh laskar-laskar pesantren dengan gemilang, hal itu tidak membuat mereka terlena. Belanda dengan segala kelicikannya akan selalu mencari celah menikam Republiki ini. Karena itu kiai Abbas selalu mengikuti perkembangan politik, baik di lapangan maupun di meja perundingan.

Di tengah gigihnya perlawanan rakyat terhadap penjajah, misi diplomasi juga dijalankan. Semua tidak terlepas dari perhatian para ulama. Maka betapa kecewanya para pejuang, termasuk para ulama yang memimpin perang itu, ketika sikap para diplomat kita sangat lemah, banyak mengalah pada keinginan Belanda dalam perjanjian Linggarjati pada tahun 1946, yang hasilnya banyak mengecewakan tentara RI.

Mendengar isi perjanjian seperti itu, Kiai Abbas sangat terpukul, merasa perjuangannya dikhianati. Ia jatuh sakit, dan akhirnya kiai yang sangat disegani sebagai pemimpin gerilya itu wafat pada Hari Ahad, Subuh, 1 Rabiulawal 1365 atau tahun 1946 M. Beliau dimakamkan di komplek Pesantren Buntet. Mutiara dari Pesantren Buntet itu telah menyumbangkan sesuatu yang sangat berarti bagi nusa dan bangsa. Meskipun dia sudah tiada, namun semangat kepahlawanannya tidak pernah luntur dan menjadi inspirasi para pejuang muslim di seluruh nusantara@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tags: , , , | 11 Komentar

DIALOG SYEKH ABDUL QADIR AL JAELANI DENGAN ALLAH SWT


INI ADALAH DIALOG BATINIAH ANTARA ALLAH SWT DAN SULTHANUL AULIA SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI, YANG DITERIMA MELALUI ILHAM QALBI DAN PENYINGKAPAN RUHANI [KASYF MA’NAWI] DIMUAT DALAM RISALAH AL GHAUTSIYYAH. BERIKUT DIALOG TERSEBUT…

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Muhammad. Berkatalah sang penolong agung, yang terasing dari selain Allah dan amat intim dengan Allah.

Allah SWT Berkata : “Wahai penolong agung! (nama panggilan kepada SYEKH ABDUL QADIR AL JAELANI RED.) ”
Aku menjawab : “Aku mendengar panggilan-Mu, Wahai Tuhannya si penolong.”

Dia Berkata : “Setiap tahapan antara alam Naasut dan alam Malakut adalah syariat; setiap tahapan antara alam Malakut dan Jabarut adalah tarekat; dan setiap tahapan antara alam Jabarut dan alam Lahut adalah hakikat.” 1

Lalu Dia berkata kepadaku : “Wahai penolong agung ! Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.”

Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak memiliki tempat.”

Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, makanan dan minuman kaum fakir adalah makanan dan minuman-Ku.”2

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, dari apa Engkau ciptakan malaikat ?”. Dia Berkata kepadaku : “Aku Ciptakan malaikat dari cahaya manusia, dan Aku Ciptakan manusia dari cahaya-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Jadikan manusia sebagai kendaraan-Ku, dan Aku jadikan seluruh isi alam sebagai kendaraan baginya.”3

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, betapa indahnya Aku sebagai Pencari ! Betapa indahnya manusia sebagai yang dicari ! Betapa indahnya manusia sebagai pengendara, dan betapa indahnya alam sebagai kendaraan baginya.”4

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya. Jika manusia menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, ‘milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?’.”5

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidaklah manusia makan sesuatu, atau minum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan suatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku Ada [Berperan] di situ, Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya.”6

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tubuh manusia, jiwanya, hatinya, ruhnya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, dan lidahnya, semua itu Aku Persembahkan kepadanya oleh Diri-Ku, untuk Diri-Ku. Dia tak lain adalah Aku, dan Aku Bukanlah selain dia.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jika engkau melihat seseorang terbakai oleh api kefakiran dan hancur karena banyaknya kebutuhan, maka dekatilah ia, karena tidak ada penghalang antara Diri-Ku dan dirinya.”7

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, janganlah engkau makan sesuatu atau minum sesuatu dan janganlah engkau tidur, kecuali dengan kehadiran hati yang sadar dan mata yang awas.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa terhalang dari perjalanan-Ku di dalam batin, maka ia akan diuji dengan perjalanan lahir, dan ia tidak akan semakin dekat dari-Ku melainkan justru semakin menjauh dalam perjalanan batin.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, kemanunggalan ruhani merupakan keadaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Siapa yang percaya dengannya sebelum mengalaminya sendiri, maka ia telah kafir. Dan barang siapa menginginkan ibadah setelah mencapai keadaan wushul, maka ia telah menyekutukan Allah SWT.”8

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa memperoleh kebahagiaan azali, maka selamat atasnya, dia tidak akan terhina selamanya. Dan barang siapa memperoleh kesengsaraan azali, maka celaka baginya, dia tidak akan diterima sama sekali setelah itu.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Jadikan kefakiran dan kebutuhan sebagai kendaraan manusia. Barangsiapa menaikinya, maka ia telah sampai di tempatnya sebelum menyeberangi gurun dan lembah.”9

Lalu Dia Berkatak kepadaku : “Wahai penolong agung, bila manusia mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, tentu ia tidak menginginkan hidup di dunia ini. Dan ia akan berkata di setiap saat dan kesempatan, ‘Tuhan, matikan aku !’.”10

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, semua makhluk pada hari kiamat akan dihadapkan kepadaKu dalam keadaan tuli, bisu dan buta, lalu merasa rugi dan menangis. Demikian pula di dalam kubur.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, cinta merupakan tirai yang membatasi antara sang pencinta dan yang dicintai. Bila sang pencinta telah padam dari cintanya, berarti ia telah sampai kepada Sang Kekasih.”11

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Melihat Ruh-ruh menunggu di dalam jasad-jasad mereka setelah ucapanNya, ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu ?’ sampai hari kiamat.”

Lalu sang penolong berkata : “Aku melihat Tuhan Yang Maha Agung dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa bertanya kepadaKu tentang melihat setelah mengetahui, berrti ia terhalang dari pengetahuan tentang melihat. Barangsiapa mengira bahwa melihat tidak sama dengan mengetahui, maka berarti ia telah terperdaya oleh melihat Allah SWT.’”12

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang fakir dalam pandangan-Ku bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa, melainkan orang fakir adalah ia yang memegang kendali atas segala sesuatu. Bila ia berkata kepada sesuatu, ‘jadilah !’ maka terjadilah ia.”13

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Tak ada persahabatan dan kenikmatan di dalam surga setelah kemunculan-Ku di sana, dan tak ada kesendirian dan kebakaran di dalam neraka setelah sapaan-Ku kepada para penghuninya.”14

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Yang Paling Mulia di antara semua yang mulia, dan Aku Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidurlah di sisi-Ku tidak seperti tidurnya orang-orang awam, maka engkau akan melihatKu.” Terhadap hal ini aku bertanya : “Wahai Tuhanku, bagaimana aku tidur disisi-Mu ?”. Dia Berkata : “Dengan menjauhkan jasmani dari kesenangan, menjauhkan nafsu dari syahwat, menjauhkan hati dari pikiran dan perasaan buruk, dan menjauhkan ruh dari pandangan yang melalaikan, lalu meleburkan dzatmu di dalam Dzat.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada sahabatmu dan pencintamu, siapa di antara kalian yang menginginkan kedekatan dengan-Ku, maka hendaklah ia memilih kefakiran, lalu kefakiran dari kefakiran. Bila kefakiran itu telah sempurna, maka tak ada lagi apapun selain Aku.”15

Lalu Dia Berkata : “Wahai penolong agung, berbahagialah jika engkau mengasihi makhluk-makhluk-Ku, dan beruntunglah jika engkau memaaafkan makhluk-makhluk-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada pencintamu dan sahabatmu, ambillah manfaat dari do’a kaum fakir, karena mereka bersama-Ku dan Aku Bersama mereka.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Bersama segala sesuatu, Tempat Tinggalnya, Pengawasnya, dan kepada-Ku tempat kembalinya.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jangan peduli pada surga dan apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara. Dan jangan peduli pada neraka serta apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara.”16

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, para penghuni surga disibukkan oleh surga, dan para penghuni neraka disibukkan oleh-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sebagian penghuni surga berlindung dari kenikmatan, sebagaimana penghuni neraka berlindung dari jilatan api.”17

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa disibukkan dengan selain Aku, maka temannya adalah sabuk [tanda kekafiran] pada hari kiamat.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang-orang yang dekat mencari pertolongan dari kedekatan, sebagaimana orang-orang yang jauh mencari pertolongan dari kejauhan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sesungguhnya Aku Memiliki hamba-hamba yang bukan nabi maupun rasul, yang kedudukan mereka tidak diketahui oleh siapapun dari penghuni dunia maupun penghuni akhirat, dari penghuni surga ataupun neraka, tidak juga malaikat Malik ataupun Ridwan, dan Aku Tidak Menjadikan mereka untuk surga maupun untuk neraka, tidak untuk pahala ataupun siksa, tidak untuk bidadari, istana maupun pelayan-pelayan mudanya. Maka beruntunglah orang yang mempercayai mereka meski belum mengenal mereka.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, engkau adalah salah satu dari mereka. Dan di antara tanda-tanda mereka di dunia adalah tubuh-tubuh mereka terbakar karena sedikitnya makan dan minum; nafsu mereka telah hangus dari syahwat, hati mereka telah hangus dari pikiran dan perasaan buruk, ruh-ruh mereka juga telah hangus dari pandangan yang melalaikan. Mereka adalah pemilik keabadian yang terbakar oleh cahaya perjumpaan [dengan Tuhan].”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila seseorang yang haus datang kepadamu di hari yang amat panas, sedangkan engkau memiliki air dingin dan engkau sedang tidak membutuhkan air, jika engkau menahan air itu baginya, maka engkau adalah orang yang paling kikir. Bagaimana Aku Menolak mereka dari rahmat-Ku padahal Aku Telah Menetapkan atas Diri-Ku, bahwa Aku Paling Pengasih di antara yang mengasihi.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tak seorang pun dari ahli maksiat yang jauh dari-Ku, dan tak seorangpun dari ahli ketaatan yang dekat dari-Ku.”18

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila seseorang dekat kepada-Ku, maka ia adalah dari kalangan maksiat, karena ia merasa memiliki kekurangan dan penyesalan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, merasa memiliki kekurangan merupakan sumber cahaya, dan mengagumi cahaya diri sendiri merupakan sumber kegelapan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, ahli maksiat akan tertutupi oleh kemaksiatannya, dan ahli taat akan tertutupi oleh ketaatannya. Dan Aku Memiliki hamba-hamba selain mereka, yang tidak ditimpa kesedihan maksiat dan keresahan ketaatan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sampaikan kabar gembira kepada para pendosa tentang adanya keutamaan dan kemurahan, dan sampaikan berita kepada para pengagum diri sendiri tentang adanya keadilan dan pembalasan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, ahli ketaatan selalu mengingat kenikmatan, dan ahli maksiat selalu mengingat Yang Maha Pengasih.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Dekat dengan pelaku maksiat setelah ia berhenti dari kemaksiatannya, dan Aku Jauh dari orang yang taat setelah ia berhenti dari ketaatannya.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Menciptakan orang awam namun mereka tidak mampu memandang cahaya kebesaran-Ku, maka Aku Meletakkan tirai kegelapan di antara Diri-Ku dan mereka. Dan Aku Menciptakan orang-orang khusus namun mereka tidak mampu mendekati-Ku dan mereka sebagai tirai penghalang.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada para sahabatmu, siapa di antara mereka yang ingin sampai kepada-Ku, maka ia harus keluar dari segala sesuatu selain Aku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, keluarlah dari batas dunia, maka engkau akan sampai ke akhirat. Dan keluarlah dari batas akhirat, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, keluarlah engkau dari raga dan jiwamu, lalu keluarlah dari hati dan ruhmu, lalu keluarlah dari hukum dan perintah, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”

Maka aku bertanya : “Wahai Tuhanku, shalat sepert apa yang paling dekat dengan-Mu ?.” Dia Berkata : “Shalat yang di dalamnya tiada apapun kecuali Aku, dan orang yang melakukannya lenyap dari shalatnya dan tenggelam karenanya.”19

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, puasa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Puasa yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, dan orang yang melakukannya lenyap darinya.”

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, amal apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Amal yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, baik itu [harapan] surga ataupun [ketakutan] neraka, dan pelakunya lenyap darinya.”

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tangisan seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tangisan orang-orang yang tertawa.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tertawa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tertawanya orang-orang yang menangis karena bertobat.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tobat seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Tobatnya orang-orang yang suci.” Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, kesucian seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Kesucian orang-orang yang bertobat.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, pencari ilmu di mata-Ku tidak mempunyai jalan kecuali setelah ia mengakui kebodohannya, karena jika ia tidak melepaskan ilmu yang ada padanya, ia akan menjadi setan.”20

Berkatalah sang penolong agung : “Aku bertemu Tuhanku SWT dan aku bertanya kepada-Nya, ‘Wahai Tuhan, apa makna kerinduan [‘isyq] ?’, Dia Menjawab : ‘Wahai penolong agung, [artinya] engkau mesti merindukan-Ku dan mengosongkan hatimu dari selain Aku.’” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jika engkau mengerti bentuk kerinduan maka engkau harus lenyap dari kerinduan, karena ia merupakan penghalang antara si perindu dan yang dirindukan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau berniat melakukan tobat, maka pertama kali engkau harus bertobat dari nafsu, lalu mengeluarkan pikiran dan perasaan buruk dari hati dengan mengusir kegelisahan dosa, maka engkau akan sampai kepada-Ku. Dan hendaknya engkau bersabar, karena bila tidak bersabar berarti engkau hanya bermain-main belaka.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau ingin memasuki wilayah-Ku, maka hendaknya engkau tidak berpaling kepada alam mulk, alam malakut, maupun alam jabarut. Karena alam mulk adalah setannya orang berilmu, dan malakut adalah setannya ahli makrifat, dan jabarut adalah setannya orang yang sadar. Siapa yang puas dengan salah satu dari ketiganya, maka ia akan terusir dari sisi-Ku.”

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, perjuangan spiritual [mujahadah] adalah salah satu lautan di samudera penyaksian [musyahadah] dan tela dipilih oleh orang-orang yang sadar. Barangsiapa hendak masuk ke samudera musyahadah, maka ia harus memilih mujahadah, karena mujahadah merupakan benih dari musyahadah dan musyahadah tanpa mujahadah adalah mustahil. Barangsiapa telah memilih mujahadah, maka ia akan mengalami musyahadah, dikehendaki atau tidak dikehendaki.”21

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, para pencari jalan spiritual tidak dapat berjalan tanpa mujahadah, sebagaimana mereka tak dapat melakukannya tanpa Aku.”

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sesungguhnya hamba yang paling Ku Cintai adalah hamba yang mempunyai ayah dan anak tetapi hatinya kosong dari keduanya. Jika ayahnya meninggal, ia tidak sedih karenanya, dan jika anaknya pun meninggal, ia pun tidak gundah karenanya. Jika seorang hamba telah mencapai tingkat seperti ini, maka di sisi-Ku tanpa ayah dan tanpa anak, dan tak ada bandingan baginya.”22

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, siapa yang tidak merasakan lenyapnya seorang ayah karena kecintaan kepada-Ku dan lenyapnya seorang anak karena kecintaan kepada-Ku, maka ia tak akan merasakan lezatnya Kesendirian dan Ketunggalan.”

Dia juga Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau ingin memandang-Ku di setiap tempat, maka engkau harus memilih hati resah yang kosong dari selain Aku.” Lalu aku bertanya : “Tuhanku, apa ilmunya ilmu itu ?.” Dia Menjawab : “Ilmunya ilmu adalah ketidaktahuan akan ilmu.”

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, berbahagialah seorang hamba yang hatinya condong kepada mujahadah, dan celakalah bagi hamba yang hatinya condong kepada syahwat.”

Lalu aku bertanya kepada Tuhanku SWT tentang mi’raj. Dia Berkata : “Mi’raj adalah naik meninggalkan segala sesuatu kecuali Aku, dan kesempurnaan mi’raj adalah pandangan tidak berpaling dan tidak pula melampauinya [ QS 53 : 17].” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidak ada shalat bagi orang yang tidak melakukan mi’raj kepada-Ku.”23

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang yang kehilangan shalatnya adalah orang yang tidak mi’raj kepada-Ku.”

KETERANGAN :
1. Alam Naasut adalah alam manusia, di dalamnya yang tampak adalah urusan-urusan kemanusiaan yang lembut dan bersifat ruhaniah. Alam Malakut adalah alam dimana para malaikat berkiprah melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah SWT. Alam Jabarut adalah alam gaib tempat urusan-urusan ilahiah yang menunjukkan hakikat daya paksa, kekerasan, kecepatan tindak pembalasan, dan ketidakbutuhan kepada segala sesuatu. Alam Lahut adalah alam gaib yang di dalamnya hanya tampak urusan-urusan ilahiah murni.

2. Yang dimaksud fakir disini bukanlah orang yang membutuhkan harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT.

3. Kendaraan di sini berarti sarana untuk menyampaikan seseorang kepada tujuan. Untuk tujuan tertentu, Allah SWT memanfaatkan manusia sebagai saranaNya, sementara manusia memanfaatkan alam sebagai sarana untuk mencapai tujuannya.

4. Allah SWT sebagai pencari sarana, memilih manusia – makhluk yang paling mulia – sebagai kendaraanNya. Betapa Agungnya Dia dan betapa terhormatnya manusia yang telah dipilihNya. Dan merupakan keagungan pula bagi alam karena telah dijadikan oleh manusia sebagai kendaraan yang membawanya kepada tujuannya.

5. Jika manusia mengetahui secara hakiki betapa tinggi kedudukannya dan betapa dekat ia dengan Allah SWT, maka ia akan merasa bahwa suatu saat nanti – karena kedekatan itu – Allah akan memberikan kekuasaanNya kepadanya. Karena itulah ia akan senantiasa menanti, kapan saat penyerahan itu tiba, dengan kalimat : “Milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?.”

6. Allah SWT selalu berperan dalam setiap gerak dan diamnya manusia.

7. Orang yang telah menyadari kefakiran dan kebutuhannya di hadapan Allah SWT, berarti ia telah memahami posisi dirinya terhadap Tuhannya. Sehingga tiada lagi penghalang antara dirinya dan Allah SWT.

8. Penyatuan ruhani antara makhluk dan Khaliq tidak akan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Jika seseorang belum mengalaminya sendiri, maka ia akan cenderung mengingkarinya. Dan orang yang mengaku telah mengalaminya padahal belum, maka ia telah kafir. Orang yang telah mencapai keadaan ini, tiada yang ia inginkan selain perjumpaan dengan Allah. Jika ia menginginkan hal lain, meski itu berupa ibadah sekalipun, dalam maqam ini, ia dianggap telah menyekutukan Allah dengan keinginannya yang lain.

9. Kefakiran dan kebutuhan merupakan sarana yang membawa manusia kepada kesadaran akan jati dirinya dan kebesaran Allah SWT. Orang yang telah sampai pada kesadaran semacam ini berarti telah sampai pada posisinya yang tepat tanpa harus menempuh perjalanan yang berliku-liku.

10. Kematian merupakan saat disingkapkannya hakikat segala sesuatu, dan perjumpaan dengan Tuhan adalah saat yang paling dinantikan oleh orang yang merindukanNya.

11. Cinta tiada lain kecuali keinginan sang pencinta untuk berjumpa dan bersatu dengan yang dicintai. Bila keduanya telah bertemu, maka cinta itu sendiri akan lenyap, dan keberadaan cinta itu justru akan menjadi penghalang antara keduanya.

12. Yang dimaksud mengetahui adalah melihat dengan mata hati. Jadi, di sini melihat sama dengan mengetahui.

13. Fakir dalam pandangan Allah SWT bukanlah orang yang tidak memiliki harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT, dan tidak memiliki perhatian kepada apapun selain Allah SWT. Orang seperti ini, kehendaknya sama dengan kehendak Allah SWT, sehingga apa yang ia inginkan untuk terwujud akan terwujud.

14. Keinginan dan kenikmatan terbesar manusia di alam akhirat itu hanyalah perjumpaan dengan Allah SWT. Maka kenikmatan di dalam surga dan kesengsaraan di dalam neraka tidak akan terasa jika dihadapkan pada kenikmatan perjumpaan dengan Allah SWT, meski itu hanya dalam bentuk sapaan belaka.

15. Kefakiran adalah suatu keadaan butuh. Jika seseorang tidak membutuhkan apa pun selain Allah, maka kefakirannya telah sempurna. Baginya, Yang Wujud hanyalah Allah SWT, tak ada selainNya.

16. Ini seperti ungkapan Rabi’ah Al Andawiyah : “Aku menyembah Allah bukan karena mengharap surga atau takut akan neraka, melainkan karena Dia memang layak untuk disembah dan karena aku mencintai-Nya.”

17. Penghuni surga berlindung dari kenikmatan agar mereka tidak terlena sehingga lupa akan kenikmatan yang paling besar, yakni perjumpaan dengan Allah SWT.

18. Maksudnya, walaupun seseorang termasuk ahli maksiat, Allah tetap dekat dengannya sehingga jika ia mau bertobat, Allah pasti menerimanya. Dan janganlah seorang yang taat menyombongkan diri atas ketaatannya, karena dengan begitu ia justru akan semakin jauh dari Allah. Memiliki perasaan kekurangan dan penyesalan itulah yang menyebabkan seseorang dekat kepada Allah.

19. Lenyap dari shalat bermakna bahwa niat dan perhatian si pelaku shalat hanya tertuju kepada Allah SWT. Fokusnya bukan lagi penampilan fisik maupun gerakan-gerakan, melainkan kepada makna batiniah shalat itu.
20. Ilmu yang sesungguhnya adalah yang ada di sisi Allah SWT, sementara ilmu yang kita miliki hanyalah semu dan palsu. Selama manusia tidak melepas kepalsuan itu, ia tidak akan menemukan ilmu sejati. Ilmu sejati tidak akan berlawanan dengan perbuatan. Setan adalah contoh pemilik ilmu yang perbuatannya berlawanan dengan ilmu yang dimilikinya.

21. Mujahadah adalah perjuangan spiritual dengan cara menekan keinginan-keinginan jasmani, nafsu, dan jiwa, agar tunduk di bawah kendali ruh kita. Musyahadah adalah penyaksian akan kebesaran dan keagungan Allah SWT melalui tanda-tanda keagungan-Nya di alam ini.

22. Kecintaan seseorang kepada anak atau orang tua semestinya tidak melebihi kecintaannya kepada Allah SWT. Ia harus menyadari bahwa orang tua maupun anak adalah anugerah Allah SWT yang bersifat sementara, dan cepat atau lambat ia akan berpisah dengan mereka. Maka seharusnya perpisahan itu tidak membuatnya gundah dan gelisah mengingat hal itu terjadi karena kehendak Allah SWT [ QS 80 : 34-37]

23. Dalam sebuah hadist, Nabi SAW berkata : “Shalat adalah mi’raj kaum mukmin.” Mi’raj berarti naiknya ruh menghadap Allah SWT meski jasad kita tetap berada di alam ini. Jika shalat seseorang belum membawanya kepada keadaan seperti ini, berarti ia belum melakukan shalat dengan sempurna.

@@@

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 31 Komentar

KUATNYA RIYADHOH SUFI BESAR SYBLI


Ia pernah menjadi gubernur. Demi mencari kebenaran Ilahiah, ia rela meninggalkan jabatan, lalu jadi pengemis, dan kelaparan menjadi jalan hidupnya….

Nama Abu Bakar Asy-Syibli banyak menghiasi berbagai kitab tentang sufi. Sufi besar ini tidak hanya dikenal dengan konsepnya tentang bagaimana menempuh jalan kerohanian, tapi juga terkenal karena kehidupannya yang unik. Harta berlimpah dan jabatan tinggi ditinggalkannya, demi memburu hakikat hidup dalam sufisme yang mendalam. Tak pelak kehidupannya yang unik memberikan inspirasi para peminat tasawuf bagi generasi-generasi berikutnya.

Nama aslinya adalah Abu Bakar bin Dulaf ibnu Juhdar Asy-Syibly. Nama Asy-Syibli dinisbatkan kepadanya karena ia dibesarkan di Kota Syibli di wilayah Khurasan, Persia. Ia dilahirkan pada 247 H di Baghdad atau Samarra dari keluarga yang cukup terhormat. Mendapat pendidikan di lingkungan yang taat beragama dan berkecukupan harta, ia berkembang menjadi seorang yang cerdas.

Di Baghdad ia bergabung dengan kelompok Junaid. Ia menjadi sosok terkemuka dalam sejarah Al-Hallaj yang menghebohkan. Ia dikenal karena perilakunya yang eksentrik, yang menyebabkan akhirnya menyeret dia ke rumah sakit jiwa. Ia meninggal dunia pada 334 H / 846 M dalam usia 87 tahun.

Mula-mula ia menempuh pendidikan agama dengan belajar fikih Mazhab Maliki dan ilmu hadits selama hampir 12 tahun. Kecerdasan dan keluasannya dalam ilmu agama membawanya masuk dalam lingkungan kekuasaan, sehingga sempat menyandang berbagai jabatan. Karirnya melesat, ia menduduki beberapa jabatan penting selama bertahun-tahun. Ia, antara lain, menjabat sebagai Gubernur di Provinsi Dermavend.

Dalam buku ajaran dan teladan para sufi, Dr. HM. Laili Mansur menulis:

“Bersama dengan seorang pejabat baru, Abu Bakar Asy-Syibli dilantik oleh Khalifah dan secara resmi dikenakan seperangkat jubah pada dirinya. Setelah pulang, di tengah jalan pejabat baru itu bersin dan batuk-batuk seraya mengusapkan jubah baru itu ke hidung dan mulutnya. Perbuatan pejabat tersebut dilaporkan kepada Khalifah. Dan Khalifah pun memecat serta menghukumnya.”

Asy-Syibli pun terheran-heran, mengapa hanya karena jubah seseorang bisa diberhentikan dari jabatannya dan dihukum. Tak ayal, peristiwa ini membuatnya merenung selama berhari-hari. Ia kemudian menghadap Khalifah dan berkata:

“Wahai Khalifah, engkau sebagai manusia tidak suka bila jubah jabatan diperlakukan secara tidak wajar. Semua orang mengetahui betapa tinggi nilai jubah itu. Sang Maharaja alam semesta telah menganugerahkan jubah kepadaku di samping cinta dan pengetahuan. Bagaimana dia akan suka kepadaku jika aku menggunakannya sebagai sapu tangan dalam pengabdianku pada manusia?”

Sejak itu ia meninggalkan karir dan jabatanya, dan ingin bertobat. Kisah pertobatannya menyentuh kalbu. Asy-Syibli mulai mengarungi dunia tasawuf. Ia berguru kepada sejumlah ulama sebagai pembimbing spritualnya. Antara lain ia juga masuk ke dalam kelompok spritual Khairal Nassaj. Belakangan ia juga berguru kepada beberapa sufi terkenal, seperti Junaid Al-Baghdadi – yang sangat mempengaruhi perkembangan kerohaniannya. Sufi masyhur yang cemerlang dalam berbagai gagasan tasawuf ini memang punya banyak pengikut.

Pertemuannya dengan Junaid Al-Baghdadi digambarkan oleh Fariduddin Aththar dalam kitab Tadzkirul Awliya. “Engkau dikatakan sebagai penjual mutiara, maka berilah aku satu atau juallah kepadaku sebutir,” kata Asy-Syibli kepada Junaid.

Maka Junaid pun menjawab:

“Jika kujual kepadamu, engkau tidak sanggup membelinya, jika kuberikan kepadamu secara cuma-cuma, karena begitu mudah mendapatkannya engkau tidak akan menyadari betapa tinggi nilainya. Lakukanlah apa yang aku lakukan, benamkanlah dulu kepalamu di lautan, apabila engkau dapat dapat menunggu dengan sabar, niscaya engkau akan mendapatkan mutiaramu sendiri.”

Lalu kata Asy-Syibli, ”Jadi apakah yang harus kulakukan sekarang?”

Jawab Junaid, “Hendaklah engkau berjualan belerang selama setahun.”

Maka Asy-Syibli berjualan belerang selama setahun. Lorong-lorong Kota Baghdad dilaluinya tanpa seorangpun yang mengenalnya. Setelah setahun lewat, ia kembali kepada Junaid. Maka ujar Junaid:

“Sekarang sadarilah nilaimu! Kamu tidak ada artinya dalam pandangan orang lain. Janganlah engkau membenci mereka dan janganlah engkau segan. Untuk beberapa lamanya engkau pernah menjadi bendahara, dan untuk beberapa lamanya engkau pernah menjadi Gubernur. Sekarang kembalilah ke tempat asalmu dan berilah imbalan kepada orang-orang yang pernah engkau rugikan.”

Maka ia pun kembali ke Kota Demavend. Rumah demi rumah disinggahinya untuk menyampaikan imbalan kepada orang-orang yang pernah dirugikannya. Akhirnya masih tersisa satu orang, tapi ia tidak tahu kemana dia pergi. Ia lalu berkata, “Aku telah membagi-bagikan 1000 dirham, tapi batinku tetap tidak menemukan kedamaian.” Setelah empat tahun berlalu, ia pun kembali menemui Junaid. Perintah Junaid, “Masih ada sisa-sisa keangkuhan dalam dirimu. Mengemislah selama setahun!”

Tanpa banyak bicara, ia pun segera melaksanakan perintah sang guru. “Setiap kali aku mengemis, semua yang kuperoleh kuserahkan kepada Junaid. Dan Junaid membagi-bagikan kepada orang-orang miskin, sementara pada malam hari aku dibiarkan kelaparan,” kenang Asy-Syibli.

Setahun kemudian Junaid berkata, “Kini kuterima engkau sebagai sahabatku, tapi dengan satu syarat, engkau terus jadi pelayan sahabat-sahabatku.”

Setelah ia melaksanakan perintah sang guru, Junaid berkata lagi, “Hai Abu Bakar, bagaimanakah pandanganmu sekarang terhadap dirimu sendiri?” Jawab Asy-Syibli, “Aku memandang diriku sendiri sebagai orang yang terhina di antara semua makhluk Allah.”

Junaid menimpali, “Sekarang sadarilah nilai dirimu, engkau tidak ada nilainya di mata sesamamu. Jangan pautkan hatimu pada mereka, dan janganlah sibuk dengan mereka.” Junaid pun tersenyum, sembari berkata, “Kini sempurnalah keyakinanmu.”

Banyak hikmah dan karomah di sekitar sufi besar ini. Dalam kitab Tadzkirul Awliya diceritakan, selama beberapa hari Syibli menari-nari di bawah sebatang pohon sambil berteriak-teriak, “Hu, Hu, Hu!”

Para sahabatnya bertanya-tanya, “Apakah arti semua ini?” beberapa hari kemudian Syibli menjawab, “Merpati hutan di pohon itu meneriakkan “Ku, Ku”, maka aku pun mengirinya dengan “Hu, Hu”, burung itu tidak berhenti bernyanyi sebelum aku berhenti meneriakkan Hu, Hu,” begitulah!”
Membakar Surga

Di lain hari orang menyaksikan Syibli berlari-lari sambil membawa obor. “Hendak kemanakah engkau?” tanya orang-orang itu. “Aku hendak membakar Ka’bah, sehingga orang-orang hanya mengabdi kepada yang memiliki Ka’bah,” jawab Syibli.

Di lain waktu, tampak Syibli membawa sepotong kayu yang terbakar di kedua ujungnya, “Aku hendak membakar neraka dengan api di satu ujung kayu ini dan membakar surga dengan api di ujung lainnya, sehingga manusia hanya mengabdi karena Allah.

Setelah mengalami kemajuan spiritual sampai pada suatu titik di mana ia dapat memenuhi sakunya dengan gula-gula, dan pada setiap bocah yang ia temui, ia akan berkata, “Katakanlah, Allah!” lalu ia akan memberikan gula-gula. Setelah itu ia akan memenuhi saku bajunya dengan uang dirham dan dinar. Ika berkata, “Siapa saja yang berkata Allah sekali saja, aku akan penuhi mulutnya dengan emas.”

Setelah itu semangat kecemburuan berkobar dalam dirinya, dengan menghunus pedang, sambil berkata, “Siapa saja yang menyebut nama Allah, akan ku tebas kepalanya dengan pedang ini,” pekiknya.

Orang-orang berkata, “Sebelumnya engkau biasa memberikan gula-gula dan emas, namun mengapa sekarang engkau mengancam mereka dengan pedang?”

Ia menjelaskan, “Sebelum ini aku kira mereka menyebut nama-Nya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan hakiki. Kini aku sadar bahwa mereka melakukannya tanpa perhatian dan hanya sekedar kebiasaan. Aku tidak dapat membiarkan lidah-lidah kotor menyebut nama-Nya.”

Setelah itu di setiap tempat yang ia temui, ia menuliskan nama Allah. Tiba-tiba sebuah suara berkata padanya: “Sampai kapan engkau akan terus berkutat dengan nama itu? Jika engkau merupakan seorang pencari sejati, carilah pemiliknya!”

Kata-kata ini begitu menyentak As-Syibli. Tak ada lagi ketenangan dan kedamaian yang ia rasakan. Betapa kuatnya cinta menguasainya, begitu sempurnanya ia diliputi oleh gonjang-ganjing mistis, sampai-sampai ia menceburkan diri ke Sungai Tigris.

Gelombang sungai membawanya kembali ke tepi. Kemudian ia menghempaskan dirinya ke dalam kobaran api, namun api itu kehilangan daya untuk membakarnya. Ia mencari tempat di mana sekelompok singa berkumpul lalu berdiam diri di sana, namun singa-singa itu malah melarikan diri menghindarinya. Ia terjun bebas dari puncak gunung, namun angin mencengkram dan menurunkannya ke tanah dengan selamat. Kegelisahannya semakin memuncak beribu-ribu kali lipat.

Ia memekik, “Terkutuklah ia, yang tidak diterima oleh air maupun api, yang ditolak oleh binatang buas dan pengunungan!” Lalu terdengarlah sebuah suara, “Ia yang diterima oleh Allah, tidak diterima oleh yang lain.”

Kemudian orang-orang membelenggunya dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Mereka berkata, “Orang ini sudah gila.”

Ia menjawab, “Di mata kalian aku ini gila dan kalian waras. Semoga Allah menambah kegilaanku dan kewarasan kalian. Kalian dihempaskan semakin jauh dan jauh lagi!”

Khalifah lalu menyuruh seseorang untuk merawatnya. Orang itu datang dan menjejalkan obat secara paksa ke mulut As-Syibli.

“Jangan persulit dirimu,” pekik As-Syibli. “Penyakit ini bukanlah jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan obat-obatan seperti itu.”

Saat As-Syibli tengah dikurung dan di belenggu di rumah sakit jiwa, beberapa orang sahabatnya datang menjenguk.

“Siapa kalian?” pekiknya.

“Sahabat-sahabatmu,” jawab mereka.

Tiba-tiba ia mulai melempari mereka dengan batu, dan mereka lari menghindar.

Ia berteriak, “Dasar pembohong! Apakah seorang sahabat lari dari sahabatnya hanya karena beberapa bongkah batu? Ini membuktikan bahwa kalian sebenarnya adalah sahabat bagi diri kalian sendiri, bukan sahabatku!”

***

DIRIWAYATKAN bahwa ketika As-Syibli mulai mempraktikkan penyangkalan diri, selama bertahun-tahun ia biasa mengurapi matanya dengan garam agar ia tetap terjaga. Ia telah menghabiskan 260 kilogram untuk itu.

Ia kerap berujar, “Allah Yang Maha Kuasa selalu memperhatikanku.”

“Orang yang tidur itu lalai, dan orang lalai itu terhijabi,” tambahnya.

Suatu hari Junaid mengunjungi As-Syibli dan melihat sedang menahan kelopak matanya dengan jepitan.

“Mengapa engkau melakukan ini?” tanya Junaid.

“Kebenaran telah menjadi nyata, namun aku tak tahan melihatnya,” jawab As-Syibli. “Aku menjepit kelopak mataku karena siapa tahu Dia berkenan menganugerahkanku satu pandangan saja.”

As-Syibli biasa pergi ke sebuah gua dengan membawa seikat tongkat kayu. Kapan saja hatinya lalai, ia akan memukul dirinya sendiri dengan tongkat-tongkat itu.

Akhirnya ia kehabisan tongkat, semuanya telah patah. Maka ia pun membentur-benturkan kedua tangan dan kakinya ke dinding gua.

As-Syibli selalu mengatakan kalimat: “Allah…, Allah…,” salah seorang muridnya yang setia bertanya kepadanya, “Mengapa Guru tidak berkata, “Tiada Tuhan selain Allah.”

As-Syibli menghela nafas dan menjelaskan, “Aku takut ketika aku mengucapkan “Tiada Tuhan” nafasku terhenti sebelum sempat mengatakan “Selain Allah.” Jika begitu, aku akan benar-benar hancur.

Kata-kata ini benar-benar menggetarkan dan menghancurkan hati sang murid, hingga ia tersungkur dan akhirnya meninggal dunia.

Teman-teman si murid itu datang dan menyeret As-Syibli ke hadapan Khalifah. As-Syibli, tetap dalam gejolak ekstasinya, berjalan seperti orang mabuk. Mereka menuduh As-Syibli telah melakukan pembunuhan.

“As-Syibli, apa pembelaanmu?” tanya Khalifah.

As-Syibli menjawab, “Jiwanya, yang terbakar sempurna oleh kobaran api cinta, tak sabar menghadap keagungan Allah. Jiwanya, yang keras disiplinnya, telah terbebas dari keburukan badaniah. Jiwanya, yang telah sampai pada batas kesabarannya sehingga tak mampu menahan lebih lama lagi, dikunjungi secara berturut-turut oleh para utusan Tuhannya yang mendesak. Kilatan cahaya keindahan dari kunjungan ini menembus inti jiwanya. Jiwanya, seperti burung, terbang keluar sangkarnya, keluar tubuhnya. Apa salah As-Syibli dalam hal ini?

“Segera kembalikan As-Syibli ke rumahnya,” perintah Khalifah. “Kata-katanya telah membuat batinku terguncang sedemikian rupa hingga aku bisa terjatuh dari singgasanaku ini!”

Ketika ajalnya hampir tiba, pandangan matanya tampak murung. Ia minta segenggam abu, kemudian ditaburkannya di kepalanya. Ia gelisah.

“Mengapa engkau gelisah?” tanya salah seorang sahabatnya. Maka jawab Syibli:

“Aku iri kepada Iblis. Di sini aku duduk dalam dahaga, tapi dia memberi nikmat kepada yang lain. Allah telah berfirman: “Sesungguhnya laknat-Ku kepadamu hingga hari kiamat (QS, 38:78). Aku iri karena Iblislah yang mendapatkan kutukan Allah itu. Meskipun berupa kutukan, bukanlah kutukan itu dari Dia dan dari kekuasaan-Nya?”

Apakah yang diketahui oleh si laknat mengenai nilai kutukan itu? Mengapa Allah tidak mengutuk pemimpin-pemimpin kaum muslimin dengan membuat mereka menginjak mahkota di singgasana-Nya? Hanya ahli permatalah yang mengetahui nilai permata. Jika seorang Raja mengenakan gelang manik dari kristal, itu akan tampak seperti permata. Tapi jika pedagang sayur mengenakan cincin setempel dari permata, cincin itu akan tampak sebagai manik dari kaca.”

Setelah beberapa saat tenang, Syibli kembali gelisah. “Mengapa engkau gelisah lagi?” tanya sahabatnya.

Maka jawabnya, “Angin sedang berembus dari dua arah. Yang satu angin kasih sayang, yang lain angin kemurkaan. Siapa saja yang ingin terhembus oleh angin kasih sayang, tercapailah harapannya. Dan siapa yang terembus angin kemurkaan, tertutuplah penglihatannya. Kepada siapakah angin bertiup? Bila angin kasih sayang berembus ke arahku karena akan tercapai harapan itu, aku dapat menanggung segala penderitaan dan jerih payah. Jika angin kemurkaan berembus ke arahku, penderitaan ini tidak ada artinya dibanding bencana yang akan menimpaku. Tidak ada yang lebih berat dalam batinku daripada uang satu dirham yang kuambil dari seseorang secara aniaya. Walaupun untuk itu aku telah menyedekahkan 1000 dirham, batinku tidak memperoleh ketenangan. Berikan air kepadaku untuk bersuci!”

Maka para sahabatnya pun mengambil air untuknya. Usai bersuci, Asy-Syibli pun wafat dengan tenang. @@@

Sumber: Majalah Alkisah Nomor 09 / 25 April – 8 Mei 2005

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 11 Komentar

IJASAH DARI KITAB SIRRUL ASROR SYEKH ABDUL QADIR AL JILANI


DOA DAN ZIKIR BERHUBUNG DENGAN JALAN SULUK

Siapa yang memilih untuk memisahkan dirinya daripada dunia supaya dia dapat menghampiri Allah hendaklah tahu ibadat-ibadat seperti doa dan zikir yang sesuai untuk tujuan tersebut. Melakukan ibadat tersebut memerlukan suasana yang suci dan sebaik-baiknya berada di dalam keadaan berpuasa. Bilik khalwat biasanya berhampiran dengan masjid kerana syarat bagi salik perlu meninggalkan bilik khalwatnya lima kali sehari bagi mengerjakan sembahyang berjemaah dan pada ketika tersebut hendaklah menjaga dirinya agar tidak menonjol, menyembunyikan diri dan tidak berkata-kata walau sepatah perkataan pun. Sesiapa yang di dalam suluk hendaklah mengambil langkah tegas untuk lebih menghayati dan mematuhi prinsip-prinsip, dasar-dasar dan syarat-syarat sembahyang berjemaah.

Setiap malam, ketika tengah malam, salik mestilah bangun untuk mengerjakan sembahyang tahajjud, yang bermaksud suasana jaga sepenuhnya di tengah-tengah tidur. Sembahyang tahajjud membawa symbol kebangkitan setelah mati. Bila seseorang berjaya bangun untuk melakukan sembahyang tahajjud dia adalah Pemilik hatinya dan pemikirannya bersih. Agar suasana jaga ini tidak rosak dia tidak seharusnya melibatkan diri dengan kegiatan harian seperti makan dan minum.

Bangun dengan menyedari dibangkitkan daripada kelalaian kepada kesedaran, ucapkan:
“Alhamduli-Llahi ahyani ba’da ma amatani wa-ilaihin-nusyur- Segala puji bagi Allah yang membangkitkan daku setelah mengambil hidupku. Selepas mati semua akan dibangkitkan dan kembali kepada-Nya”.

Kemudian bacakan sepuluh ayat terakhir surah al-‘Imraan, ayat 190 – 200. Selepas itu mengambil wuduk dan berdoa:
“Kemenangan untuk Allah! Segala puji untuk-Mu. Tidak ada yang lain daripada-Mu yang layak menerima ibadat. Daku bertaubat dari dosaku. Ampuni dosaku, maafkan kehadiranku, terimalah taubatku. Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memaafkan. Wahai Tuhanku! Masukkan daku ke dalam golongan mereka yang menyedari kesalahan mereka  dan masukkan daku ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang salih yang memiliki kesabaran, yang bersyukur, yang mengingati Engkau dan yang memuji Engkau malam dan siang”.

Kemudian dongakkan pandangan ke langit dan buat pengakuan:
“Aku naik saksi tiada Tuhan melainkan Allah, Esa, tiada sekutu, dan aku naik saksi Muhamamd adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Daku berlindung dengan keampunan-Mu daripada azab-Mu. Daku berlindung dengan keredaan-Mu daripada murka-Mu. Daku berlindung dengan-Mu daripada-Mu. Aku tidak mampu mengenali-Mu sebagaimana Engkau kenali Diri-Mu. Aku tidak mampu memuji-Mu selayaknya. Daku adalah hamba-Mu, daku adalah anak kepada hamba-Mu. Dahiku yang di atasnya Engkau tuliskan takdir adalah dalam tangan-Mu. Perintah-Mu berlari menerusi daku. Apa yang Engkau tentukan untukku adalah baik bagiku. Daku serahkan kepada-Mu tanganku dan kekuatan yang Engkau letakkan padanya. Daku buka diriku di hadapan-Mu, mendedahkan semua dosaku. Tiada Tuhan kecuali Engkau, dan Engkau Maha Pengampun, aku yang zalim, aku yang berbuat kejahatan, daku menzalimi diriku. Untukku kerana daku adalah hamba-Mu ampunkan dosa-dosaku. Engkau jualah Tuhan, hanya Engkau yang boleh mengampunkan”.

Kemudian menghadap ke arah kiblat dan ucapkan:
“Allah Maha Besar! Segala puji untuk-Nya. Aku ingat dan membesarkan-Nya”.

Kemudian ucapkan sepuluh kali:
“Segala kemenangan buat Allah”.

Kemudian ucapkan sepuluh kali:
“Segala puji dan syukur untuk Allah”.

Kemudian ucapkan sepuluh kali:
“Tiada Tuhan melainkan Allah”.

Kemudian lakukan sembahyang sepuluh rakaat, dua rakaat satu salam. Nabi s.a.w bersabda, “Sembahyang malam dua, dua”. Allah memuji orang yang bersembahyang malam.

“Dan di sebahagian malam hendaklah engkau sembahyang tahajjud sebagai sembahyang sunat untukmu, supaya Tuhanmu bangkitkan kamu di satu tempat yang terpuji”. (Surah Bani Israil, ayat 79).

“Renggang rusuk-rusuk mereka dari tempat tidur, dalam keadaan menyeru Tuhan mereka dengan takut dan penuh harapan, dan sebahagian daripada apa yang Kami kurniakan itu mereka belanjakan”. (Surah as-Sajadah, ayat 16 & 17).

Kemudian pada akhir malam bangun semula untuk mengerjakan sembahyang witir tiga rakaat, sembahyang yang menutup semua sembahyang-sembahyang pada hari itu. Pada rakaat ketiga selepas al-Faatihah bacakan satu surah dari Quran, kemudian angkatkan tangan seperti pada permulaan sembahyang sambil ucapkan “Allahu Akbar!” dan bacakan doa qunut. Kemudian selesaikan sembahyang seperti biasa.

Setelah matahari terbit orang yang di dalam suluk perlu melakukan sembahyang isyraq, sembahyang yang menerangi, dua rakaat. Selepas itu melakukan sembahyang istihadha’ dua rakaat, mencari perlindungan dan keselamatan daripada syaitan. Pada rakaat pertama selepas al-Faatihah bacakan surah al-Falaq. Dalam rakaat kedua selepas al-Faatihah bacakan surah an-Nas.

Bagi mempersiapkan diri untuk hari itu lakukan sembahyang sunat istikharah, sembahyang meminta petunjuk Allah untuk keputusan yang benar pada hari itu. Pada tiap rakaat selepas al-Faatihah bacakan ayat al-Kursi. Kemudian tujuh kali surah al-Ikhlas. Kemudian pagi itu lakukan sembahyang dhuha, sembahyang kesalihan dan kedamaian hati. Lakukan enam rakaat. Bacakan surah asy-Syams dan surah ad-Dhuha. Sembahyang dhuha diikuti oleh dua rakaat kaffarat, sembahyang penebusan terhadap kekotoran yang mengenai seseorang tanpa boleh dielakkan atau disedari. Tersentuh dengan kekotoran walaupun secara tidak sengaja masih berdosa, boleh dihukum. Ini boleh berlaku walaupun di dalam suluk, misalnya melalui keperluan tubuh badan. Nabi s.a.w bersabda, “Jaga-jaga dari najis – walaupun ketika kamu kencing, satu titik tidak mengenai kamu – kerana ia adalah keseksaan di dalam kubur”. Setiap rakaat, selepas membaca al-Faatihah bacakan surah al-Kausar tujuh kali.

Satu lagi sembahyang – panjang, walaupun empat rakaat – harus dilakukan dalam satu hari semasa khalwat atau suluk. Ini adalah sembahyang tasbih – sembahyang penyucian atau pemujaan. Jika seseorang itu mengikuti mazhab Hanafi dia melakukannya empat rakaat satu salam. Jika dia berfahaman Syafi’e dilakukannya dua rakaat satu salam, dua kali. Ini jika dilakukan di siang hari. Jika dilakukan malam hari Hanafi dan Syafi’e sependapat, dua rakaat satu salam, dua kali.

Nabi s.a.w memberitahu mengenai sembahyang ini kepada bapa saudara baginda, Ibnu Abbas, “Wahai bapa saudaraku yang ku kasihi. Ingatlah aku akan berikan kepada kamu satu pemberian. Perhatikanlah aku akan Sampaikan kepada kamu satu yang sangat baik. Ingatlah aku akan berikan kepada kamu kehidupan dan harapan baharu. Ingatlah aku akan berikan kepada kamu sesuatu yang bernilai sepuluh daripada perbuatan-perbuatan yang baik. Jika kamu kerjakan apa yang aku beritahu dan ajarkan kepada kamu Allah akan ampunkan dosa-dosa kamu yang lalu dan yang akan datang, yang lama dan yang baharu, yang kecil dan yang besar. Lakukan secara diketahui atau tidak diketahui, secara tersembunyi atau terbuka”.

“Engkau kerjakan sembahyang empat rakaat. Pada tiap-tiap rakaat selepas al-Faatihah kamu bacakan satu surah dari Quran. Ketika kamu berdiri bacakan lima belas kali:

Subhana Llahi il-hamdu li-Llahi la ilaha illa llahu wa-llahu akbar, wa-la hawla wa-la quwwata illa billahil l-‘Ali I-‘Azim.

Bila kamu rukuk, tangan di atas lutut, bacakan sepuluh kali. Ketika berdiri ulanginya sepuluh kali lagi. Ketika kamu sujud bacakan sepuluh kali. Bila kamu bangun dari sujud bacakan sepuluh kali. Ketika duduk bacakan sepuluh kali. Sujud semula bacakan sepuluh kali. Duduk semula bacakan sepuluh kali. Kemudian bangun untuk rakaat kedua. Lakukan serupa untuk rakaat yang lain sehingga empat rakaat”.
“Jika kamu mampu lakukan sembahyang ini setiap hari. Jika tidak lakukan sekali sebulan. Jika tidak mampu juga lakukan sekali setahun. Jika masih tidak mampu lakukan sekali seumur hidup”.

Jadi, empat rakaat itu tasbih diucapkan sebanyak tiga ratus kali. Sebagaimana Nabi s.a.w ajarkan kepada bapa saudara baginda Ibnu Abbas, dianjurkan juga kepada orang yang bersuluk melakukan sembahyang tersebut.

Selain daripada tugas tersebut orang yang di dalam suluk juga dianjurkan membaca Quran sekurang-kurangnya sebanyak 200 ayat sehari. Dia juga hendaklah mengingati Allah secara terus menerus dan menurut suasana rohani, samada menyebut nama-nama-Nya yang indah secara kuat atau senyap di dalam hati. Ingatan di dalam hati secara senyap hanya bermula bila hati kembali jaga dan hidup. Bahasa zikir ini adalah perkataan rahsia yang tersembunyi.

Setiap orang mengingati Allah menurut keupayaan masing-masing. Allah berfirman:
“Hendaklah kamu sebut Dia sebagaimana Dia pimpin kamu”. (Surah al-Baqarah, ayat 198).

Ingatlah kepada-Nya menurut kemampuan kamu. Pada setiap tahap kerohanian ingatan itu berbeza-beza. Ia mempunyai satu nama lagi, ia mempunyai satu sifat lagi, satu cara lagi. Hanya orang yang ditahap itu tahu zikir yang sesuai.

Orang yang di dalam suluk juga dianjurkan membaca surah al-Ikhlas seratus kali sehari. Perlu juga membaca Selawat seratus kali sehari. Dia juga perlu membaca doa ini sebanyak seratus kali:

“Astaghfirullah al-‘Azim, la ilaha illa huwal – Hayyul-Qayyum – mimma qaddamtu wa-ma akhkhartu wa-ma ‘alantu wa-ma asrartu wa-ma anta a’lamu bihi minni. Anta l-Muqaddimu wa-antal Muakhkhiru wa-anta ‘ala kulli syai in Qadir”.

Masa yang selebihnya setelah dilakukan ibadat-ibadat yang telah dinyatakan, gunakan untuk membaca Quran dan lain-lain pekerjaan ibadat. @@@

Categories: IJASAH KITAB SIRRUL ASROR SYEKH ABDUL QADIR AL JAELANI | 14 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.