Author Archives: wongalus

AGAR TUYUL TIDAK MEMASUKI RUMAH


Ada banyak cara mengusir makhluk halus seperti tuyul yang berniat untuk mencuri uang di pasar-pasar, toko-toko, warung-warung rumah-rumah penduduk. Berikut ada cara lainnya yaitu sebagai berikut:

1. Berpuasalah mutih sehari (tidak makan-makanan yang berwarna saja/boleh makan yang berwarna putih dan hanya boleh minum air putih) mulai subuh sampai maghrib dan akhiri dengan berbuka puasa (dengan makan makanan yang berwarna) sebagaimana biasanya.

2.Setelah berpuasa mutih, tuliskanlah ayat 15 Surat Al Mujaadilah ayat 15 yang bunyinya A’ADDALLAAHU LAHUM ‘ADZAABAN SYADIIDAA INNAHUM SAA-A MAA KAANU YA’MALUUN di atas sebuah kertas dengan pena/bolpen biasa/tinta yang tahan air. Lalu taruh kertas tersebut di tempat penyimpanan UANG/brankas anda.

3. Insya allah atas ijin Allah SWT, tuyul atau pesugihan-pesugihan yang biasa mencuri harta benda tidak akan berani untuk melakukan aksinya. Mereka akan lari terbirit-birit mengetahui adanya ayat Allah SWT tersebut.

terima kasih dan semoga ada manfaatnya.

@wongalus,2014

Categories: MENGUSIR TUYUL MENGGUNAKAN POWER AYAT AL QURAN | 17 Komentar

ANGKATAN 16 MOHON DOA RESTU


Alhamdulillahirrobbilalamin.
16cSukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga kami telah selesai melaksanakan program pelatihan PARANORMAL KWA ANGKATAN 16 untuk menggembleng peserta dengan kualifikasi GURU/MASTER . Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan anda mengikuti program ini dan harapan kami semoga ilmu-ilmu yang telah anda dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada seluruh sedulur KWA, mohon doa restunya untuk kami agar bisa untuk memberi manfaat dan bantuan sesuai dengan kompetensi kami di bidang solusi-solusi alternatif. Datangilah mereka. Mintailah SARAN dan KONSULTASI terkait dengan masalah-masalah hidup yang mendera ANDA. Insya Allah, Anda menemukan tempat konsultasi yang benar dan terpercaya biidznillah. Mereka adalah:

KI SURATNO PENANGGUNGAN, LUAR NEGERI (LAOS), 0852054408017 dan CILACAP (081392697466/082242014149)

KI PUJI PENANGGUNGAN, SRAGEN (081226198670).

16aDemikian apa yang bisa saya sampaikan dan terima kasih. Wawwahul muwaffiq ilaa aqwamit thoriq. Wassalamualaikum wr wb.

Salam paseduluran. Rahayu..rahayu..rahayu…

KI WONGALUS

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

SENJATA TAJAM TIDAK MAMPU MELUKAI AHLI WIRID


Assalamualaikum wr wb.

Dalam berbagai kesempatan, saya kerap ditanya oleh sedulur-sedulur: bagaimana caranya agar benda-benda/senjata-senjata tajam tidak mampu melukai tubuh kita?

Pada kesempatan kali ini, ijinkan saya untuk memaparkan bahwa sebenarnya dalam kondisi normal, manusia tetap bisa terluka kena tebasan senjata tajam.

Namun, dalam kondisi khusus, misalnya ketika saat kita wirid maka senjata tajam yang ditebaskan ke tubuh tidak mampu melukai. PASTI INI KARENA IJIN PERLINDUNGAN ALLAH SWT  dan sebab rasionalnya, bisa jadi kondisi tubuh orang yang sedang wirid muncul secara otomatis sebuah tameng PELINDUNG BAHAYA yang sangat kuat. Malaikat di sisi depan dan belakang, kanan dan kiri kita diperintahkan oleh Allah SWT melindungi kita dari gangguan apapun. Saya percaya dan mengimani hal-hal gaib seperti ini.

Terkait dengan perlindungan orang yang sedang melakukan wirid/dzikir/berdoa ini, saya berulangkali melakukan tes bacok dengan senjata tajam (yang benar-benar tajam) dan alhamdulillah orang yang sedang wirid terselamatkan dari sayatan dan tidak luka sedikitpun. Padahal tenaga yang saya sayatkan ke tubuh orang termasuk tenaga yang cukup besar. Komentar orang yang saya tes bacok biasanya mengatakan bahwa senjata yang tadinya terlihat tajam itu tiba-tiba terasa seperti lemas dan senjata jadi tumpul. Padahal setiap akan melakukan tes, senjata itu selalu saya asah sampai-sampai kapas atau kapuk putus oleh tebasan senjata saya. Hal inilah yang akhirnya membuat saya bisa menyimpulkan bahwa perlindungan ALLAH SWT akan datang ketika seseorang itu sedang melakukan wirid. Untuk itu saya menyarankan sebagai berikut:

1. Laksanakan wirid/dzikir sesering mungkin dalam setiap kesempatan.

2. Seringnya kita melakukan wirid/dzikir ini ukurannya adalah KETIKA ANDA MENYADARI pentingnya wirid maka segeralah wirid. Jangan menunggu diperintah oleh orang lain. Perintahkan ke dalam diri anda agar segera wirid begitu anda menyadarinya.

2. Senangi dan jadikanlah wirid/dzikir sebagai aktivitas yang menyenangkan. Bukan terpaksa dan bukan karena ingin kebal bacok, bukan karena ingin rejeki banyak dll. Wirid/dzikir kita lakukan karena kita ingin hidup kita DIRIDHOI—DIRESTUI—DISAYANGI ALLAH SWT. Kalau Allah SWT sayangi kita maka apapun yang kita minta PASTI akan diberikan.

3. Dzikir adalah tahapan tingkat lanjut dari berpikir rasional dengan akal. Dzikir adalah aktivitas ruhani yang kaya akan pengalaman spiritual yang tidak anda dapatkan ketika anda hanya menggunakan akal sehat saja.

4. Tujuan hidup kita akan ditemukan ketika kita melakukan tafakkur (berpikir dengan otak), tadzakur (berdzikir/wirid dengan hati) sehingga keterpaduan akal-hati ini kita bisa bertadabbur— mendapatkan inti sari/sari pati hidup ini .

5. Tujuan akhir dzikir adalah iman dan takwa kepada Allah SWT dengan syahadat peneguh keimanan yaitu LAA ILAHA ILALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH.

=SURAT AL HADIID=

SAMSUNG CAMERA PICTURESKhusus terkait dengan bagaimana agar tubuh kita tidak luka oleh bacokan/tebasan/sayatan senjata tajam orang dholim yang berniat membunuh dan melukai anda, maka ini adalah salah satu cara alternatif, selain beberapa cara lain yang kerap saya (wongalus) lakukan adalah sebagai berikut ini:

– dalam kondisi wudhu atau suci dari hadats, tuliskan di sesobek kertas Surat Al Hadiid ayat 20 dalam BAHASA ARAB (JANGAN BAHASA INDONESIA ATAU BAHASA DAERAH LHO YA..) , yang bunyinya: Wa maghfirotum minallahi waridhwanan wa mal hayaatud dunyaa illa mataa’ul ghuruur.

–Baca dengan KEYAKINAN PENUH DOA INI…. INGAT SEKALI LAGI KEYAKINAN PENUH TIDAK HANYA SERATUS PERSEN TAPI SERIBU PERSEN: Audzubillahi minasyaitonirrojim, Bismilahirroh manirrohim. hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannasir 7 x selanjutnya bakarlah kertas tersebut dan abu kertas tersebut campurkan dalam segelas air putih dan minumlah.

–Daya power dari Surat Al Hadiid yang masuk ke tubuh metafisik anda maka senjata tajam tidak akan menjadi tajam dan tidak akan melukai anda.

Insya allah cara tersebut akan melidungi kita dari bahaya apapun khususnya bacokan senjata tajam.  Demikian apa yang bisa saya sampaikan dan terima kasih. Wassalamualaikum wr wb.

@wongalus,2014

Categories: KEBAL SENJATA TAJAM

MOHON DOA RESTU


Alhamdulillahirrobbilalamin.
Sukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga kami telah selesai melaksanakan program pelatihan PARANORMAL KWA ANGKATAN 15 untuk menggembleng peserta dengan kualifikasi GURU/MASTER pada 25 Mei 2014. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan anda mengikuti program ini dan harapan kami semoga ilmu-ilmu yang telah anda dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada seluruh sedulur KWA, mohon doa restunya untuk kami agar bisa untuk memberi manfaat dan bantuan sesuai dengan kompetensi kami di bidang solusi-solusi alternatif. Begurulah dan belajarlah kepada mereka karena saya mengenal mereka ini adalah orang-orang yang memiliki karakter dan dedikasi yang tinggi untuk membantu sesama. Mintailah SARAN, MASUKAN dan INFORMASI terkait dengan masalah-masalah hidup yang mendera ANDA. Insya Allah, Anda menemukan tempat konsultasi yang benar dan terpercaya biidznillah. Mereka adalah:

KI BACHTARUDIN PENANGGUNGAN, PADANG SUMBAR, 081-1666083

KI SISWANTO PENANGGUNGAN, BANDUNG.

unnamed3Demikian apa yang bisa saya sampaikan dan terima kasih. Wawwahul muwaffiq ilaa aqwamit thoriq. Wassalamualaikum wr wb.

Salam paseduluran. Rahayu..rahayu..rahayu…

KI WONGALUS

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

MEMBUKA PINTU AMPUNAN ALLAH


Pernahkan anda salah? Selama hidupnya, seseorang pasti mengalami kesalahan. Jangankan kita, para nabi saja pernah salah koq. Kenapa begitu? Sebab tolok ukur kesalahan itu bukan pada kita, masyarakat, negara, atau pun yang lain melainkan tolok ukurnya adalah petunjuk Allah SWT. Nah, apa yang perlu kita lakukan apabila kita salah? Hal yang paling logis adalah MEMOHON AMPUNAN ALLAH SWT. Apabila setiap hari kita memohon ampun, insya allah, Tuhan Yang Maha Kuasa akan semakin mencintai dan menyayangi kita. Berikut ini adalah doa sholawat untuk membuka pintu ampunan dari Allah SWT dan disusun oleh SYEKH AL QUTUB AHMAD DARDIR AL KHALAWATI R.A.

===ALLAHUMMA SHOLLI WASSALIM WABARIK ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WAALAA AALIHI ADADA’IN AAMILLAHI WA’IFDHOLIHI===

YA ALLAH BERIKAH SHOLAWAT, SALAM DAN BERKAH KEPADA PEMIMPIN KAMI MUHAMMAD DAN KEPADA KELUARGANYA SEJUMLAH KENIKMATAN ALLAH DAN KARUNIANYA.

Shalawat AL IN’AM ini merupakan doa agar pintu-pintu keni’matan dunia dan akhirat terbuka dan pahala membacanya sangat besar tak terhingga.. demikian dikatakan oleh  Syekh Ahmad Bin Muhammad as-Shawiy.

Kalimat ” sejumlah kenikmatan Allah” artinya: kekuasaan Allah itu berhubungan dengan segala ni’mat dunia maupun akhirat. Sedangkan kalimat ” sejumlah karunia-Nya” artinya: kekuasaan Allah berhubungan dengan seluruh anugerah dunia dan akhirat. Jadi permohonan Shalawat kepada Allah di atas dilimpahkan kepada Nabi Muhammad dengan jumlah shalawat yang tak terhingga.  Tidak ada satu ni’mat maupun anugrah yang ada di alam ini melainkan terjadi dengan kehendak Allah dan anugrah Allah tidak terhingga jumlahnya. Subhanallah.

Semoga pengamal sholawat ini nantinya mendapatkan limpahan rejeki dunia dan akhirat yang tidak terhitung. Amin YRA.

@wongalus,2014

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 26 Komentar

MENEMUKAN NABI KHIDIR SEBAGAI GURU ILMU HIKMAH


CARA PERTAMA
(PERNAH DIPOSTING DI BLOG KWA 12 FEBRUARI 2014)

Nabi Musa AS adalah sosok yang rasional, logis dan sangat-sangat mengandalkan akal. Pada suatu ketika dia menyombongkan diri. Saya ini orang paling suci dan paling cerdas di dunia ini. Allah SWt menegurnya dengan mengirimkan Hamba Allah yaitu nabi Khidir AS, sosok yang kecerdasannya melampaui Nabi Musa atas ijin Allah.

Ilmu Khidir adalah ilmu futurologis… tahu sebelum terjadi. Nah bila anda berguru kepada Nabi Khidir, bersiapkan menerima pengajaran-pengajaran tidak terduga dalam hidup kita di dunia yang sangat-sangat singkat ini.

 Berikut ini adalah amalan untuk bertemu Sayidina Khidir Alahi Salam. Bila Allah SWT menghendaki maka Anda akan dipertemukan dengan Sayidina Khidir. Bisa melalui mimpidan bisa pula dipertemukan secara fisik di sebuah tempat yang tidak anda sangka sebelumnya. Ingat, Nabi Khidir ahli melakukan penyamaran. Jadi setelah mengamalkan amalan ini waspadalah, siapa tahu dia berwujud sosok pengemis, sosok tukang semir sepatu, sosok tukang pencari ikan dan sebagainya, wallahu a’lam.

Amalannya sebagai berikut:

  •         Usahakan berwudhu terlebih dulu dan setelah itu jangan berbicara kepada siapapun sebelum tidur.
  •         Berbaringlah/tidurke sisi kanan tubuh anda.
  •         Baca LAILAHA ILALLAH setelah anda berbaring 11 x
  •         Kemudian baca doa berikut 15 kali.

 BISMILLAHHIROHMANIRROHIM BISMILLAHI AL AMAAN AL AMAAN YA HANAAN AL AMAAN AL AMAAN YA MANAAN AL AMAAN AL AMAAN YA DA YAAN AL AMAAN AL AMAAN YA SUBHAN AL AMAAN AL AMAAN YA BURHAAN AL AMAAN AL AMAAN MIN FITNATIZ ZAMAANI WAJAFAA IL IKHWANI WA SHARRISH SHAITON WA DZULMIS SULTON BIFADHLIKA  YA RAHIIM YA RAHMAN YA DZULJALAALI WAL IKROM WASALLALLOHUALA KHOIRI KHALIQIHI MUHAMMADIN WA ALIHI WAASHAABIHI AJMAIIN BI ROHMATIKA YA ARHAM AR ROHIMIIN WASALLALLAHU ALA KHOIRI KHOLIQIHI MUHAMMADIN WA ALIHI WA ASHAABIHI AJMAIIN BI ROHMATIKA YA ARHAM AR ROHIMIIN (15 X)

  •     Kemudian baca lagi LAA ILAHA ILALLAH 11 kali
  • Akhiri dengan doa untuk bertemu nabi khidir dengan bahasa anda masing-masing. Misalnya: ‘YA ALLAH, BILA PERTEMUAN DENGAN NABI KHIDIR ITU BAIK BAGIKU MAKA PERTEMUKAN AKU DENGAN DIA AGAR AKU BISA BERGURU LANGSUNG ILMU-ILMU MU”

Selanjutnya tidurlah.

 ULANGI AMALAN ITU DALAM TUJUH MALAM. SELAMA TUJUH  HARI BERSIHKAN HATI NIAT DAN PERILAKU DARI HAL-HAL YANG TIDAK TERPUJI. AKAN LEBIH BAIK TENTU SAJA TIDAK HANYA TUJUH HARI TAPI SELAMANYA.

 Insya Allah, Jika Allah menghendaki maka Anda akan dipertemukan dengan Nabi Sayyidina Khidir AS. Bisa saat tertidur selama mengamalkan, bisa jadi setelah kita mengamalkan selama beberapa waktu.

CARA KEDUA

Ini adalah cara amalan kedua agar Allah SWT memperkenankan kita mendapatkan Guru Ilmu Hikmah yaitu Nabi KHIDIR BALYAN IBNI MALKAN AS. Bila diijikan Allah SWT maka Nabi Khidir datang memberikan pengajaran ilmu-ilmu hikmah melalui mimpi atau datang secara langsung, atau bisa juga berwujud yang lain.

TATA CARA:

Usahakan setelah membaca doa ini segera tidur dalam kondisi tubuh berwudhu.

Baca tawassul berikut ini…
AUDZUBILLAHIMINASYATONIRROZIIMBISMILAHIRROHMANIRROHIM.
ASHADUALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADUANNA MUHAMMADAR ROSULULLOH
ILA HADROTI BAHRI SYAFAATI SAYIDINA MUHAMMAD ROSULILLAHI SAW, SYAI’U LILLAHI LAHUMUL FATIHAH.
ILA HADROTI JAMI’IL MALAIKATIL MUQOROBIN,KHUSUSON JIBRIL,WA MIKAIL,WA ISROFIL,WA IZROOIL, SYAI-U LILLAHI, LAHUMUL FATIHAH.
ILA HADROTI JAMI’IL HULAFAUR ROSIDIN SAYIDINA ABU BAKAR, WA UMAR, WA USMAN, WA ALI, SYAI’ULILLAHI LAHUMUL FATIHAH.
ILA HADROTI NABIYULLOH KHIDIR BALYAN IBNI MALKAN AS, SYAI’U LILLAHI LAHUMUL FATIHAH.
ILA HADROTI WALIDAYNI ABI WA UMI, WA HUSUSON SHOHIBUL IJAZAH. SYAI’U LILLAHI LAHUMUL FATIHAH
WA ILA ARWAHI ABA INA, WA UMAHATINA, WAJADDINA, WAJADATINA, WA AKHINA, WA AKHOWATINA, WALI JAMIIL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT, WALMUKMININ WAL MUKMINAT, AL AH-YA’I MINHUM WAL AMWAT, SYAI’U LILLAHI LAHUMUL FATIHAH

Baca doa ini 37 x

 BISMILLAHHIROHMANIRROHIM BISMILLAHI AL AMAAN AL AMAAN YA HANAAN AL AMAAN AL AMAAN YA MANAAN AL AMAAN AL AMAAN YA DA YAAN AL AMAAN AL AMAAN YA SUBHAN AL AMAAN AL AMAAN YA BURHAAN AL AMAAN AL AMAAN MIN FITNATIZ ZAMAANI WAJAFAA IL IKHWANI WA SHARRISH SHAITON WA DZULMIS SULTON BIFADHLIKA  YA RAHIIM YA RAHMAN YA DZULJALAALI WAL IKROM WASALLALLOHUALA KHOIRI KHALIQIHI MUHAMMADIN WA ALIHI WAASHAABIHI AJMAIIN BI ROHMATIKA YA ARHAM AR ROHIMIIN WASALLALLAHU ALA KHOIRI KHOLIQIHI MUHAMMADIN WA ALIHI WA ASHAABIHI AJMAIIN BI ROHMATIKA YA ARHAM AR ROHIMIIN 

Selanjutnya baca doa berikut ini:

YA ALLAH, BERILAH AKU GURU KHIDIR ALAIHI SALAM UNTUK MEMBIMBING KU DALAM MENUNTUT ILMU HIKMAH. AMIN AMIN YA ROBBAL ALAMIN. ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIN

Selanjutnya tidurlah dengan tenang. Amalan selesai.

@wongalus,2014

Categories: MENEMUKAN NABI KHIDIR SEBAGAI GURU ILMU HIKMAH | 57 Komentar

GEMBLENGAN ANGKATAN 14 GURU MASTER KWA: MOHON DOA RESTU


SAMSUNG CAMERA PICTURESAlhamdulillahirrobbilalamin.
Sukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga kami telah selesai melaksanakan program pelatihan PARANORMAL KWA untuk menggembleng peserta dengan kualifikasi GURU/MASTER pada 17 Mei 2014. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan anda mengikuti program ini dan harapan kami semoga ilmu-ilmu yang telah anda dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada seluruh sedulur KWA, mohon doa restunya untuk kami agar bisa untuk memberi manfaat dan bantuan sesuai dengan kompetensi kami di bidang solusi-solusi alternatif. Begurulah dan belajarlah kepada mereka karena saya mengenal mereka ini adalah orang-orang yang memiliki karakter dan dedikasi yang tinggi untuk membantu sesama. Mintailah SARAN, MASUKAN dan INFORMASI terkait dengan masalah-masalah hidup yang mendera ANDA. Insya Allah, Anda menemukan tempat konsultasi yang benar dan terpercaya biidznillah. Mereka adalah:

KI AGENG SUWIIN TROWULAN– PASURUAN– 082302103075

KI AGENG DONO TROWULAN– PEKALONGAN– 087733416495

KI  AGENG GUNAWAN TROWULAN– JOGJA

KI AGENG PRASETYA TROWULAN –JAKARTA– 087878600863

KI AGENG SARIJAN TROWULAN — PONOROGO — 081332688199

KI AGENG IRAWAN TROWULAN –TEGAL– 085642620113

KI AGENG RISTIAWAN TROWULAN– SEMARANG– 087876102440

KI AGENG ARGO TROWULAN — SEMARANG — 081372675850

Demikian apa yang bisa saya sampaikan dan terima kasih. Wawwahul muwaffiq ilaa aqwamit thoriq. Wassalamualaikum wr wb.

Salam paseduluran. Rahayu..rahayu..rahayu…

KI WONGALUS

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

GANDRING DHARMA BHAKTI KWA


GANDRING DHARMA BHAKTI adalah kegiatan bersifat sosial dan nirlaba yang dilaksanakan oleh civitas academica KWA.

GANDRING berasal dari bahasa Jawa Kawi yang berarti pertemuan. DHARMA adalah bahasa sansekerta berarti kewajiban dan BHAKTI artinya perbuatan yang menyatakan kesetiaan dalam bentuk kasih dan hormat. Kegiatan ini bertujuan untuk “mengembalikan “ ilmu dan amalan yang dilakukan selama ini kepada yang berhak, yaitu masyarakat dan alam selebihnya.

Kenapa harus dikembalikan? Menyitir pernyataan Ki Wong Alus dalam Temu Wirid kamis 15 Mei 2014, bahwa ilmu itu hanya bersifat titipan dari Illahi yang harus bisa dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan dan manusia untuk membantu mengatasi problema di masyarakat.

BENTUK KEGIATAN

  1. Konsultasi Spiritual untuk masalah asmara, perjodohan dan rumah tangga
  2. Konsultasi Spiritual untuk pekerjaan dan rejeki
  3. Konsultasi Spiritual dan ruqyah untuk penyakit non medis
  4. Riyadoh dan doa bersama

SIFAT KEGIATAN:  BAKTI SOSIAL KEMANUSIAAN/ NIRLABA

WAKTU KEGIATAN

GANDRING DHARMA BHAKTI dilaksanakan pukul 20.00 WIB s/d selesai setiap HARI KAMIS MALAM, minggu kedua, minggu ketiga dan minggu keempat SETIAP BULAN.

TEMPAT KEGIATAN

DI MARKAS KWA, MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 — SEBELAH SELATAN KOMPI SENAPAN 516 — 100 METER SELATAN RSUD SIDOARJO.

SUSUNAN PELAKSANA KEGIATAN

Penasihat            :               Ki Wong Alus

Koordinator        :               Ki Juru Suling

Pelaksana            :               1. Ki Sujono Soerjo Mentaram

                                                2. Ki Sigit Suropati

                                                3. Mbah Duro

                                                4. Gus AG

                                                5. Dibantu oleh seluruh anggota Forum Wirid

  1.                                         6.  Alumni diluar Sidoarjo.

 

PESERTA KEGIATAN

                Peserta kegiatan adalah seluruh elemen masyarakat tanpa batasan apapun.

KEWAJIBAN PESERTA KEGIATAN

  1. Mengisi daftar yang disediakan Pelaksana;
  2. Memberi penjelasan yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan selama proses konsultasi;
  3. Melaksanakan bentuk ritual/ibadah yang dipersyaratkan oleh Pelaksana selama dan sesudah proses konsultasi atau ruqyah;
  4. Membawa air putih satu botol dan telur dengan sesuai kemampuan/kebutuhan untuk proses ruqyah;
  5. Bersikap tenang dan tidak menimbulkan kegaduhan yang bersifat merugikan pihak lain selama proses kegiatan;
  6. Untuk proses konsultasi/ruqyah yang mengharuskan peserta dan pelaksana keluar dari tempat kegiatan, peserta harus didampingi muhrim/saksi dari pihak keluarga. Sementara untuk pelaksana akan didampingi oleh satu personel Forum Wirid.

 

KEWAJIBAN PELAKSANA KEGIATAN

  1. Melaksanakan proses konsultasi dengan benar dan sesusai kebutuhan peserta
  2. Meminta penjelasan yang benar kepada peserta
  3. Untuk proses konsultasi/ruqyah yang mengharuskan peserta dan pelaksana keluar dari tempat kegiatan, Pelaksana akan didampingi oleh satu personel Forum Wirid.
  4. Menjaga nama KWA selama kegiatan berlangsung

 

KEGIATAN YANG DIHINDARI SELAMA KEGIATAN

                                Selama kegiatan ini Pelaksana GANDRING DHARMA BHAKTI tidak melayani:

  1. Mengirim tenung/santet atau apapun yang bersifat ghoib dengan bertujuan menyakiti fisik/spiritual pada pihak lain.
  2. Mengirim balik tenung/santet atau apapun yang bersifat ghoib.
  3. Mahabah, pengasihan, pelet yang bertujuan merugikan pihak lain.
  4. Penyakit-penyakit bersifat medis dan herbal.
  5. Pengijazahan ilmu, asma atau amalan yang bersifat kanuragan.
  6. Konsultasi terhadap kegiatan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

 

 Sidoarjo , 16 Mei 2014

Salam salim dan salam tahzim

 

Pelaksana Kegiatan GANDRING DHARMA BHAKTI

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 31 Komentar

MEMBUAT SARANA PENYEMBUHAN DARI AYAT AL QUR’AN YANG DITULIS DI ATAS PIRING


Assalamualaikum wr wb. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Amin. Berikut ini kami sampaikan salah satu ayat dalam Al Qur’an yang biasa digunakan sebagai sarana alternative untuk menyembuhkan segala penyakit. Caranya cukup mudah: tulis di piring dengan tinta campur dengan minyak misik, za’faron dan air bunga mawar. Mantra yang ditulis harus dalam bahasa Arab:

وَمَنۡ اَحۡسَنُ قَوۡلًا مِّمَّنۡ دَعَاۤ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ‏

Wa man ahsanu qaulam mimman da’aa ilallaahi wa’amila shaalihaa waqaala innanii minal muslimin.

Setelah ditulis di piring lalu isi piring dengan air sampai tinta di atas piring tersebut luntur dan bercampur dengan  air dan selanjutnya diminumkan kepada orang yang sakit, insya allah, ayat Al Quran ini akan menyembuhkannya atas ijin Allah SWT.

Terima kasih dan salam paseduluran.
@wongalus,2014

Categories: AYAT AL QURAN UNTUK PENYEMBUHAN | 27 Komentar

ASMAK UNTUK KECERDASAN, KETINGGIAN DERAJAT, DAN KERINGANAN MASALAH HIDUP


wongalus

Assalamualaikum wr wb. Bismilahirrohmanirrohim. Dengan menyebut asma Allah yang Maha Kuasa, pagi ini saya ijasahkan doa asmak untuk hajat agung meninggikan derajat, kelapangan dan keringanan hidup, kecerdasan intelektual, mental, spiritual, sosial kita semua.
Kirim Al fatihah/tawassul kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, para nabi dan aulia, muslimin/muslimat, pengijasah amalan. Lanjutkan dengan doa wirid: WA RAFA’NA LAKA DZIKRAK 1100 X 7 selama 10 hari.
Usai wirid perhari, hembuskan nafas ke tangan dan usapkan ke seluruh tubuh 3 x. Hembuskan nafas ke air putih dan minumlah. Boleh juga tiupkan ke beberapa gelas air putih dan diminum untuk anak-anak kita agar dia cerdas di sekolah, insya allah.
Demikian semoga banyak manfaatnya buat anda semua. Wassalamualaikum wr wb.

@wongalus,2014

Categories: ASMAK KECERDASAN DAN KETINGGIAN DERAJAT | 97 Komentar

SEPOTONG FRAGMEN DARI SEBUAH MILAD (2)


OLEH KI JURU SULING

Dan Mereka Pun Berbagi

Cepuri, ba’da isya. Lapangan pendopo barat mendadak ramai. Proses hitung poin selesai. Para peserta terklasifikasi untuk konsultasi atau pengijazahan. Lokasi untuk kegiatan itu sudah ditentukan oleh panitia. Kegiatan ini digelar secara bergilir karena tenaga dan tempat untuk pengijazahan sangat terbatas. Kegiatan pengijazahan ini juga diselingi oleh pembagian door prize sebagaimana yang dijadwalkan.

Adapun ilmu atau doa yang diijazahkan cukup “seram” juga. Untuk poin paling rendah (200) doa yang diijazahkan salah satunya adalah ASR Madura Utara. Semakin tinggi poin yang didapat semakin tinggi pula energy doa yang diijazahkan.

Dilihat dari jumlah peserta pengijazahan beberapa jenis doa menjadi favorit peserta, tengok saja seperti Ngrogo Sukmo atau Harimau Kelud. Penerima ijazah berbaris berbanjar-banjar, berteriak sesuai dengan permintaan pengijazah. Peserta berperan aktif dan seperti tidak punya lelah setelah kegiatan siang panjang.

Sementara peserta yang belum gilirannya duduk tenang dipendopo.

Waktu merangkak menuju tengah malam. Pengijazahan selesai dan peserta berbaris menuju tepi pantai, wisata alam ghaib dan ini adalah Parang Kusumo, pantai kental mistis yang dipercaya gerbang istana Laut kidul.

Peserta duduk berbanjar tiga memanjang menghadap pantai. Pasir basah oleh hujan tadi sore. Barisan berjarak + 50 meter dari garis ombak  yang semakin naik. Pukul 00.30 acara dimulai, panitia melingkar mengelilingi peserta sementara Ki Erik Widodo Pati dan Ki Arya Sidoarjo memulai sebuah ritual doa.

“LA TUDRIKUHUL ABSORU WA HUWA YUDRIKUL ABSORO WA HUWAL LATIFUL KHOBIRU”

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui….

kami tunduk, takluk, bersimpuh, menyerah dan pasrah pada-Mu wahai Dzat pemilik segala Maha, pemilik segala Nama. Dzikir : Ya Khobir, Ya Khobir, Ya Khobir, Ya Khobir, Ya Khobir.

Buka mata. Tutup mata. Tetap berpegang pada dzikir. Menggenggam Asma-Nya. Menjejak Cahaya-Nya.

Buka mata. Tutup mata. Merasakan kesadaran yang membumbung tinggi kemudian menukik dan meghujam ceruk kelam dalam negeri antah berantah. Menjadi tamu “mereka” atau tamasya dengan mata batin yang runcing.

Buka mata. Tutup mata. Dzikir. Rasakan. Lihat.

Air laut merayap mendekati peserta. Sudah satu jam setengah kami bertamasya. Saatnya pulang dari alam sunya ruri ke kesadaran kamadatu. Buka mata, saudara-saudara dan ucapkan tasbih lengkap. Acara selesai.

Saat para peserta berjalan pelan menuju pendopo Cepuri, sesuatu terjadi. Seorang peserta perempuan terkapar kemudian meronta berkeras menuju tengah laut “kesana, kesana” sambil tangan menuding tengah samudera Hindia. Agak kerepotan juga mencegah tenaganya yang mendadak perkasa itu. Namun peristiwa ini tidak berlanjut lama, Pak Sujono turun tangan dan semua kembali normal.

Uap embun pagi mulai terhirup.

SENDRATARI CAH BAGUS

Balung pakel duh mbok gunung

 teja bengkok nginum warih

 sn puwung rabiya kadang

 dadi lok-ing wong sabumi

 rejasa kang mimba warna

 sun temah dadiya krami

Gatot Kaca bersyair nyaring. Dia jatuh cinta. Merayu Pergiwa di suatu taman anta berantah. Ia tidak peduli dengan suasana yang tengah terjadi. Beksan dan tetangkasannya boleh juga walaupun Gatot Kaca yang satu ini hanya pakai kaos oblong, celana pendek, bersandal jepit dan selembar kain selempang bahu.

Pergiwa juga tak kalah tengil. Dengan berpakaian seadanya duduk bersimpuh tidak bergeming mendengar tembang itu.  Terkadang ia tersenyum kecil mencibir. Gatot Kaca yang sedang kasmaran berat tidak peduli dengan sikap pergiwa-nya. Ia tetap saja menari dan menembang. Menembang dan menari. Kain selempangnya seperti sampur mobat-mabit.

Terus terang saya menikmati tontonan dadakan itu. Teriakan Ki Arya tidak saya dengar. Ditengah gumpalan energi yang terkumpar dari doa dan pusaka dan mantera itu “sendratari” dari dua orang yang “dianugerahi” ini lumayan menghibur. Kiranya bukan saya saja yang tersihir. Wajah-wajah yang hadir di pendopo  timur itu mufakat tanpa musyawarah mentelengi kiprah mereka berdua. Masing-masing punya persepsi dalam menyikapi pertunjukan ini.

Lagu yang bercerita tentang rayuan Gatot Koco pada Pergiwa ini memang tidak muncul dari peserta. Benar, Para pembaca, penari yang saya maksud ini adalah Cah bagus dengan sejawat perempuannya. Cah Bagus sedang meng-nggandrung-nya. Mondar-mandir dengan langkah tertata. Menjauh mendekat. Perputar bergelung dengan tatapan sinis sebagian penonton. Kemudian Gatot Kaca meminjamkan sandal jepitnya pada Pergiwa dan menarik tangannya.

Penonton terkesiap tegang. Wah, Gatot Kaca mau berbuat yang bukan-bukan pada Pergiwa.

Ketika birahi Gatot kaca sudah diubun-ubun para penonton pada meneriaki mereka. Pergiwa pergi kearah timur membawa rasa malu. Gatot Kaca yang merasa kehilangan Pergiwa-nya ribut dengan seorang ibu penonton. Si ibu mengancamnya akan menjepretnya dengan karet gelang jika pagelaran dadakan ini dilanjutkan. Gatot kaca merasa Ngeri juga. Daripada kena jepret karet gelang dia beranjak mencari Pergiwa. Pagelaran bubar tanpa tancep kayon.

Pangapunten, mohon maaf, tidak ada maksud saya untuk mengistimewakan mereka berdua dalam hal ini. Peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan konteks kegiatan milad dan kesibukan panitia yang menghitung poin di pendopo barat tetapi ini adalah peristiwa yang sempat mampir dalam ingatan saya. Jika ada sebagian pembaca tidak berkenan silahkan hapus tulisan ini.

Cinta atau nafsu yang mengkabut pada Cah Bagus? Sementara dalam kasus ini demarkasinya adalah tingkat kewarasan pikiran seseorang yang kadang Cuma selisih serambut dengan kegilaan. Ah, bukan keahlian saya menjawab itu, hanya ada bisikan lirih dalam nurani saya: Tuhan yang Maha Adil memberi juga rasa itu pada semua mahluk, termasuk pada Cah Bagus tokoh yang sudah diceritakan diatas.

CINTA DALAM SEKARUNG BERAS

(KISAH MESRA KANG SIGIT DAN YUK NGADIYEM)

Simbol kemesraan bisa apa saja, bunga, puisi ataupun beras. Namun cara menyampaikan kemesraan harus dipelajari karena itu juga bentuk keintiman sendiri. Masih dalam wilayah kegiatan milad, ijinkan saya mengangkat cerita kemesraan dua anak manusia lantaran beras.

Kang Sigit dan Yuk Ngadiyem adalah dua sosok yang berbeda asal yang di disatukan tuhan dalam sebuah kejadian. Ibarat pepatah Kang Sigit dari Sidoarjo dan Yuk Ngadiyem dari Jogja bertemu di karung beras. Karena sekarung beras itu juga status mereka berbeda, yang satu menjadi penderita dan lainnya menjadi obyek penderita kawan-kawannya.

Peristiwa ini terjadi setelah kami dari Panti Asuhan Miftahul Jannah.

Seandainya saya ada kesempatan interview dengan Yuk Ngadiyem, bisa jadi inilah penuturannya:

“ Kalau melihat condong matahari saya tahu ini sekitar jam 10 pagi. Saat-saat seperti ini kegiatan saya adalah nginang (mengunyah sirih) sambil duduk bale bambu di depan rumah. Di dekat pertigaan beberapa orang bergerombol di dekat sebuah mobil. Saya tidak tahu pasti siapa mereka dan apa yang dikerjakan.

Dua orang memasuki pekarangan saya. Salah satunya menggendong sekarung beras sementara lainnya tidak membawa apa-apa. Saya waspada, wong tidak satupun dari mereka yang saya kenal, kog beraninya mereka menginjak pekarangan saya. Sesampai didepan saya, orang yang membawa beras mengatakan bahwa beras sekarung ini milik saya, buat saya. Saya kaget dapat beras itu. Nah, Belum sembuh kaget saya dan “huugghh”beras ini ditaruh dipangkuan saya. Ampun gusti….ini orang apa tidak lihat saya ini usianya berapa kog naruh beras tidak kira-kira. Apa sangkanya saya ini seusia dia yang masih kuat mengangkat beras berapapun beratnya. Nafas saya sampai tersengal-sengal.

Ini anak-anak kampung mana punya kelakuan seperti itu. Umpama waktu itu saya lepas sendi atau kursi saya patah, apa saya tidak jatuh ditimpa beras. Apa mereka mau tanggung jawab, terutama itu yang meletakkan beras itu!

Seandainya didekat saya ada bambu pikulan ingin saya ambil pikulan itu. Bukan, bukan untuk angkat beras tapi buat ketok kepala mereka semua.”

Saudara-saudaraku, itulah peristiwa beras yang diperankan Kang Sigit dan Yuk Ngadiyem. Kejadian ini tidak bisa dilupakan oleh pemberi atau penerima beras, juga oleh kami, para saksi peristiwa itu.

Sepanjang jalan kami membicarakan masalah itu. Konferensi dadakan dengan tema TRAGEDI PAK SIGIT DAN NENEK NGADIYEM digelar tanpa moderator tanpa undangan.  Kesimpulan paten: Pak Sigit adalah tersangka, titik! Namanya juga konfrensi insidentil, walaupun kesimpulan sudah jelas masih ramai juga oleh analisa, Geremengan, gugatan, hujatan hingga saran agar si tersangka membaca istighfar dalam perjalanan pulang dari Jogja sampai Sidoarjo.

Dan gugatan tetap meluncur seperti tanggul jebol. Ki Anya mengusulkan pada foto tersangka di blok hitam pada mata. Wak Kasan berpendapat agar sedulur Jogja aktif monitoring kondisi kesehatan Nenek Ngadiyem. Mas Takiyan Jogja usul agar pulang melewati jalan tikus saja demi keselamatan Pak Sigit.

Pak Sigit bergumam “habis dah,”.

Tancep kayon

Jangan coba-coba cari sakti disini, kata Ki Wong Alus pada saya pada suatu ketika. Karena kita tidak punya itu. Kesaktian hanya milik Tuhan dan diserahkan pada manusia yang dikehendaki-Nya. Manusia yang bisa mempertanggungjawabkan kekuatan itu pada sesama mahluk dan kepada-Nya. Kesaktian lebih gampang menelikung kita pada kesombongan dan riya’. Karenanya keangkuhan hanya membuat jiwa kita sungsang.  Itu gerbang dari kehancuran. Karena kekuatan yang berjalan tanpa kontrol akan cenderung binasa dan membinasakan.

Kita tidak punya satu apapun, bahkan sehelai rambut. Sujud adalah pengakuan itu, ketika sejajarnya kepala dengan tapak kaki. Organ yang kita anggap mulia dan kita anggap hina sama rendahnya. Kita yang mahluk compang camping ini hanya punya hak bernafas dan ibadah, itupun atas kehendak-Nya. Segalanya akan dimintai tanggung jawab, termasuk penggunaan nafas kita.

Ki Wong Alus melanjutkan, Tuhan menyediakan ribuan jalan untuk umat yang ingin mendekati-Nya. Dan yang kita lakukan tidak lebih meniti salah satu jalan itu untuk kembali pada upaya menata ulang ibadah kita. Belajar menjadi manusia yang berbakti pada-Nya dan berguna bagi mahluk-mahluk-Nya. Karena kita adalah mahluk yang sudah dibai’at untuk belajar sampai terpisahnya sukma dengan raga. Setiap detik kita menjejak El-Maut.

Sekali lagi, tahapan kita baru belajar. Ilmu Tuhan sangat luas untuk dipelajari, terbumbung pada debu, terkobar pada api, terjejak pada tanah, terhembus pada angin, termenung pada gunung, tersinar pada cahaya, terkelam pada gelap, pada lancip ombak samudera, daun yang melayang, patahan ranting.

Sang Guru Yang Maha Bijaksana telah menggariskan cara belajar tanpa pernah sekalipun ayat-ayat-Nya menyalahkan manusia. Kesalahan adalah sesuatu yang telah melekat pada manusia seumur hidup. Dan Sang Guru telah membuat pula koridor untuk memperbaiki kesalahan itu. Marilah kita berderap dalam khusuk belajar dan meminta ampun.

Belajar untuk menjadi benar tanpa berupaya mencari cacat pihak lain. Karena tak elok jika kita menyalahkan orang lain. Benar atau salah biarlah ditentukan oleh Hakim Yang Maha Adil.

Percakapan berakhir. Ki Wong Alus menuju Cepuri. Cakrawala dan samudera dan garis ombak menantang untuk menggerus aus takaburnya manusia. Menjolok mata agar ingat akan bagian tubuh yang bernama tapak kaki.

Dan Parang Kusumo masih menyatu dalam debur ombak abadi.

Tanah Jenggala, 29 April 2014

Ki Juru Suling

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 12 Komentar

PENGUMUMAN: RIYADHOH BERSAMA KE PENGIJASAH ASR


FORUM WIRID RUTIN DI MARKAS KWA AKAN MENGADAKAN RIYADHOH KE MAKAM/ PESAREAN BATU AMPAR, PAMEKASAN MADURA, PADA HARI KAMIS MALAM 1 MEI 2014 MULAI PUKUL 22.00 WIB s/d selesai. BAGI SEDULUR YANG BERKENAN IKUT, TIDAK DIPUNGUT BIAYA DAN SILAHKAN LANGSUNG HADIR DI PESAREAN BATU AMPAR. SEBAGAI TANDA AGAR MUDAH DIKENALI, KAMI AKAN MENGGUNAKAN IKAT KEPALA KHUSUS. TERIMA KASIH.

batu ampar kwa

Asmak Songe Rajeh (ASR) identik dengan Syekh Buju Tompeng, sang pengijazah awal ASR yang kini sudah menghadap Ilahi dan dimakamkan di batu Ampar Madura.

Alkisah dahulu di masa hidup Buju’Tompeng (Batsaniyah) ada seorang yang penuh karamah dan di hormati di daerah Pamekasan. Buju’Sarabe namanya, karena dorongan jiwa yang di provokasi syaitan, beliau merasa risih dan kepanasan mendengar seseorang menyaingi kekeramatannya di telatah Madura, maka timbullah maksud hati untuk menjajal ilmunya agar di ketahui khalayak siapa yang pantas di pertuan guru di tanah pamekasan.

Sebelum Buju’Sarabe berangkat, beliau persiapkan segala kemampuan dhahir bathiinnya untuk menghadapi uji kesakatian ini. Setelah tirakat mempertajam ilmu dan yakin akan kemampuannya, maka berangkatlah sang Buju’ke daerah batu am ar untuk mengunjungi sang Buju’Tompeng lengkap dengan membawa keris Aji dan para pengawal dari para murid jawaranya.

Ketika itu, putra Buju’ Tompeng,yang bernama Su’adi yang dikenal dengan Abu Syamsuddin masih kanak-kanak. Beliau sedang bermain layang-layang di pematang sawah dengan asyiknya.Tiba-tiba Su’adi kecil di kejutkan oleh suara orang menyapa padanya. Ternyata Buju’Sarabe dan anak buahnya sedang kebingungan mencari rumah Bujuk Tompeng. Bujuk Sarabe tidak sadar, anak kecil yang dia sapa itu adalah putra Buju’ yang dia akan jajal kedigdayaannya. Karena sudah berkeliling mencari kediaman Buju’ Tompeng, akhirnya Bujuk Sarabe bertanya kepada anak kecil yang bermain layangan tadi.

Beliau bertanya dengan congkaknya, ”Nak, di mana rumahnya Buju’Tompeng ? aku ingin menjajal kesaktiannya.” anak tersebut hanya menunjuk arah dalem Buju’ Tompeng yang memang di dekatnya.
Bergembiralah Buju’ Sarabe karena telah dekat dengan orang yang di carinya itu. Setelah sampai disana Buju’ Sarabe menemukan penghuninya sebagai orang tua yang sederhana dan tak nampak keangkerannya. Lalu dengan nada tinggi dia bertanya kepada orang yang memang Buju’Tompeng itu sendiri.

”Ki sanak, mana yang namannya Buju’ Tompeng ?aku ingin bertemu.” .Buju’
Tompeng balik tanya dengan halus. ”untuk apa aki mencarinya?”.
”aku ingin mengadu kesaktian dengannya. Agar orang-orang tahu siapa yang pantas untuk di hormati dan di tuakan oleh mereka”, jawab Buju’Sarabe.

”kisanak, ilmu itu bukan untuk di pertontonkan, apalagi untuk menyakiti orang lain, tapi ilmu itu untuk kebajikan dan menolong orang yang sedang kesusahan”, Buju’ Tompeng menimpali.
Buju’ Sarabe dengan ketus menyela ”pak tua, jangan banyak omong. mana Buju’ Tompeng. aku sudah bersusah payah kesini ingin mengalahkannya dalam adu kesaktian”. sang Buju’menjawab dengan santai.
”Maaf kisanak,dalam dua tahun ini berapa kali kisanak buang angin (ngentut)? begitu berani kisanak mau menantang Buju’ tumpeng”
Bujuk Sarabe menjawab dengansombongnya, ”hahaha… aku buang angin dua kali dalam setahun. mana dia beranimenghadapiku”.

Bujuk Tompeng menjawab dengan tenang. ”sebaiknya ki sanak kembali ke tempat ki sanak, kalau kisanak sudah selama dua tahun tidak pernah buang angin (ngentut). kisanak kesini lagi”.
Dengan marah Buju’ Sarabe langsung menyuruh anak buahnya mencabut senjata mereka dan menghabisi orang tua itu.

Bluaaarrrrr…..bagai suara bledek di siang bolong, semua senjata anak buah Buju’ Sarabe sudah tinggal warangkanya saja, senjatanya hilang entah kemana. Yang lebih ajaib, Bujuk Sarabe merogoh gagang keris pusakanya dengan gemeter, karena dia tidak menemukan kerisnya ada di tempatnya.
Merasa telah kalah digdaya, sebagai pendekar ksatria beliau bersimpuh meminta maaf dan berjanji akan bertaubat dan mengamalkan ilmunya untuk kebaikan.
Sarabe berujar, ”Tuan torhormat, boleh tahu siapa Anda ?”.
“Ya..aku yang bernama batsaniyah. orang memanggilku Buju’ Tompeng” jawab beliau.

Bertambahlah kecintaan dan kata’dhiman Buju Sarabe kepada beliau, karena selain digdaya beliau mempunyai akhlak santun dan mulia. Sebelaum pamit
Buju’ Sarabe memohon agar senjata pusaka mereka di kembalikan seperti
semula. Lalu Buju’menunjuk agar mereka bertanya kepada anak yang bermain layangan di sawah yang pernah mereka temui sebelumnya.
Ternyata anak itu bernama Su’adi putra Buju’Tompeng. Atas petunjuk Buju’ Tompeng, rombongan Buju’Sarabe menuju ke tempat Su’adi yang sedang bermain layang-layang.

Sebelumnya mereka meminta ma’af dan memohon agar Su’adi berkenan mengembalikan pusaka mereka. Anak itu tanpa menjawab menunjukkan bahwa senjata mereka ada di atas tumpukan kotoran sapi (bahasa Maduranya latthong).

Dari kisah inilah tersebar gelar untuk anak itu sebagai Buju’Latthong, karena walau masih anak-anak sudah dapat mengalahkan orang digdaya dengan melumpuhkan mereka tanpa sadar dan momentnya berhubungan dengan kotoran sapi (Latthong).

Sebab itulah karena khawatir dikenali sebagai sosok wali beliau menutupi dadanya dengan cara mengoleskan Latthong di sekitar dada beliau. Banyak sekali kisah kekeramatan beliau semasa hidup. Setelah cukup menjalani darma baktinya sebagai ulama, beliau wafat dengan meninggalkan tiga orang putra dan dikebumikan di Batu Ampar, Madura.

Kompleks pemakaman/Pesarean Batu Ampar terletak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Kompleks itu merupakan pemakaman keluarga para ulama Batu Ampar sejak ratusan tahun silam.

Selain dikenal dengan ketinggian ilmu agamanya, para Buju’ Batu Ampar dikenal juga sebagai para petapa. Sejarah menyebutkan buju’ pertama yang datang ke daerah itu, yakni Syekh Abd. Mannan atau dikenal dengan Buju’ Kosambi. Dia datang dari Bangkalan. Pada waktu itu, di wilayah Batu Ampar masih berupa perbukitan. Tanda-tanda aktivitas manusia juga masih belum tampak.

Di tempat baru itu sang syekh menjalankan tirakat atau tapa. Di bawah
pohon kosambi, sang ulama melakukan tirakat selama 21 tahun. Begitu juga keturunan syekh setelahnya, juga dikenal sebagai petapa. Selama melaksanakan pertapaan, banyak kejadian dan karomah luar biasa terjadi pada diri seseorang yang bertapa disana.
***

SUMBER: KISAH PARA BUJU’

Categories: ZIARAH KE MAKAM BUJU' TOMPENG | 31 Komentar

ALBUM MILAD KELIMA KWA APRIL 2014 DI ANTAI PARANGKUSUMO (BAGIAN 3)


kepekaan diri kwawisata gaib kwawisatagaibkwa2ijasahan khodamijasahana khodam harimau kwadok: ARYAKUSUMAYUDHA.

DSC00739DSC00738DSC00740

SAMSUNG CAMERA PICTURESmilad kwa 3

DOK KI AGENG BAYU PENANGGUNGAN
0877 7557 3775
.

dan ARYA KUSUMA YUDHA

BERSAMBUNG…………

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 22 Komentar

ALBUM MILAD KELIMA KWA APRIL 2014 DI PANTAI PARANGKUSUMO (BAGIAN 2)


DSC00749DSC00753DSC00758DSC00761DSC00762DSC00768DSC00769DSC00774DSC00771DSC00776 DOK:
KI AGENG BAYU PENANGGUNGAN
0877 7557 3775
.

(BERSAMBUNG….)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 23 Komentar

SEPOTONG FRAGMEN DARI SEBUAH MILAD (1)


oleh:
KI GEDE PANEMBAHAN ISWANTO PENANGGUNGAN – SIDOARJO – 085334991908

milad kwa

Ancang ancang

Pada awalnya tulisan ini hanya sebuah catatan kumal saya yang bersifat pribadi. Goresan compang camping yang tidak memenuhi standard baku tulisan seorang intelek. Saya berpikir berulang kali untuk mempublikasikannya sampai pada suatu pagi Ki Wong Alus memberi pesan singkat “tulisan tentang milad sudah ditunggu”.

Baiklah, dengan mengucap Basmalah dan Istighfar berkali-kali saya dedikasikan tulisan ini bagi kebesaran Tuhan, perjuangan panitia, ketahanan peserta dan sedulur di KWA, ijinkan tulisan ini sekedar mampir berteduh di blog ini.

Inilah tulisan reportase dari pandangan mata saya yang beranjak rabun.

Menuju barat daya

Jutaan bintik hitam menggumpal dan menyelimuti kami ketika Wak Kasan untuk sekian ratus kalinya menginjak pedal rem mobil. Kendaraan kami terpaku kaku sejenak di sepotong tanah kosong sebelah timur sebuah pendopo. Parang Kusumo, dini hari itu kami yang pertama menghirup udaranya. Jarum berdetak jam 03.30. Azan Subuh beberapa saat lagi akan diterbangkan, alam akan dibangunkan, tetapi jutaan bintik hitam itu belum juga berhenti menghujami kami.

Kami rombongan dari Sidoarjo, tanah Jenggala di Brang Wetan, sebanyak delapan orang ditambah dengan Daeng, saudara yang datang dari Makasar menghuni mobil itu untuk 9 jam lamanya. Komposisi, bangku depan Ki wong Alus kemudian Wak Kasan di kemudi, bangku tengah Pak Jono, Daeng dan Kang Sigit sementara dibangku belakang bergerombolah Ki Arya, Mbah Duro dan Keponakannya serta saya sendiri. Mobil berguncang menembus debu dan kelam, memasuki lingkaran misteri hutan Saradan dan alas Ngawi, menyusup dalam dengkur setiap kota yang dilewati.

Ini bukan rombongan pelancong saudara-saudara, ini rombongan para peziarah, jangan bicara tentang kemewahan atau kenyamanan, tetapi berceritalah tentang kepala dan tapak kaki kita yang sama rendah saat bersujud dihadapan-Nya.

Jam 01.00 kami baru melindas jalanan Jogja setelah makan di Jombang jam 20.00 dan jam 23.30 Sholat di Masjid Agung Ngawi serta mendengar kabar gempa yang kembali mengaduk bumi Mataram. Kejadian lindu ini juga membuat kami mencari dulur dari Pati yang tercecer dari travelnya.

Dan azan subuh belum juga terdengar ketika kami bersiap menggelar spanduk dan tikar. Seorang pria berpostur pendek gempal berkaos lusuh menghampiri kami setelah mengusir beberapa orang yang tidur disitu,

“ayo ngaleh-ngaleh ono dayoh iki lho, ngaleehh” (ayo pergi-pergi ada tamu ini lho, pergiii) pekiknya menutupi suara serangga malam.

“aku cah bagus mas, aku yo biso ngrewangi pasang iki lho mas”(saya anak ganteng mas, saya juga bisa bantu masang ini lho mas) lanjutnya mengenalkan diri. Terus terang saya agak geragapan menyikapi sambutan semesra ini.

Dari jawaban Si Bocah Bagus ini saya tahu bahwa (meminjam istilah Emha Ainun Najib) ini adalah salah satu jenis hamba yang dianugerahi tuhan, karena tidak akan ditimbang amal dan dosanya dihadapan Hakim Yang Maha Segalanya di oro-oro Masyhar nanti.

“Ayo rokok,” kata saya mencoba untuk “mengamankan” situasi dari bocah bagus ini. Diluar perkiraan tangan saya ditampiknya “ora mas, nggarai watuk wae kae” (tidak usah mas, itu hanya bikin batuk saja) jawabnya sambil menggaet spanduk ditangan saya. Ketika ditawari uang dia menjawab kalau dia sudah makan. Tidak ada upaya lagi selain membiarkan dia membantu kami. Kesimpulannya: dia butuh pekerjaan. Kesimpulan lainnya, mungkin dia anggap kalau saya adalah teman sejawatnya……

Dan jutaan bintik hitam belum juga pergi dari kami. Gunung pasir meremang putih di satu jarak. Lampu-lampu rumah penduduk takluk dalam kelam. Azan subuh mulai terdengar dan kemana perginya bocah bagus tadi?

Parang Kusumo, sebuah pantai dibarat Parangtritis ini menjadi arena peziarahan bagi pelaku spiritual. Parang Kusumo, tempat pertemuan Panembahan Senopati dengan Ratu Laut Kidul. Parang Kusumo, gua keheningan jiwa yang mulai dipaksa mengikuti logika pasar dan trend. Parang Kusumo, tempat ini menjadi titik bidik saudara-saudara kita yang sekarang menjadi jaksa bagi keyakinan setiap individu yang tidak sesuai dengan mereka.

EEHH DAYOHE TEKO, EEHH GELARNO KLOSO

Jam 07.00 sedulur dari 7 penjuru berkumpul di pendopo barat, tanpa tempat duduk, menghadap ke utara. Dua tikar tergelar di bawah spanduk. 4-5 orang berbincang-bincang dengan suara rendah, sebagian memejamkan mata mencoba menebus rasa kantuk semalam. Ki Wong Alus bercelana Jeans, berkaos oblong berbasa basi dengan beberapa peserta sepuh. Beliau belum tidur semalaman dan belum tentu sudah sarapan. Batu Karang Cepuri yang diselimuti bunga taburan terkurung dalam pagar separuh badan dengan gerbang menghadap laut.

Suara gedebuk buah siwalan jatuh menjadi selingan. Buah kegemaran dewa itu jatuh dari ketinggian, menetak sejawatnya yang jatuh duluan. Langit dan laut sama birunya ditentang bukit hijau berterasiring. Deretan rumah penduduk disebelah barat pendopo tampak ayem dalam kepasrahan hidup, berlainan dengan pantai sebelahnya yang bergelora dalam pasar plesiran.

Bukit pasir berkolom putih memantulkan cahaya. Menabur debu pasir pada tangga beton dalam panas sengangar. Tapi Parang Kusumo adalah keteduhan.

Rombongan Sunda Kelapa datang dari brang kulon, dentang jam 08.00. koordinasi panitia langsung digelar cepat di pendopo timur. Semua perlengkapan dibagi dengan petugasnya sekali. Ki Bayu, ketua Panitia itu berjalan cepat dan tampak belum istirahat dari perjalanan. Tapi tugas tidak bisa menunggu. Maka berbarislah para panitia ke pendopo barat untuk berkenalan dengan peserta yang sudah lama menunggu. Acara dilanjutkan untuk pembukaan dan sambutan. Sementara panitia berjalan ke posnya masing-masing.

Bersama dengan Pak Sujono dan Ki Agung Kediri, saya berada di pos pendaftaran. Alat yang diperlukan tergelar tanpa meja tanpa kursi, bersila menunggu datangnya peserta yang mendaftar. Benar saja setengah jam kemudian peserta berduyun-duyun kearah kami. Baiklah, cek titik kota keberangkatannya, nomor urutnya dan kasih poin, tugas selesai. Tidak perlulah saya ceritakan tentang pendaftaran itu.

11.30 jumlah peserta sudah mencapai 96 orang. Parang kusumo mendadak sepi karena para peserta menuju pos donor darah. Seorang sedulur mengantar peserta yang terlambat datang, seorang gadis dari Jakarta. Setelah mendaftar kami antar peserta tersebut ke pos donor darah. Saya, pak Sujono dan si gadis melewati jalan paving sepanjang pantai yang menyengat. Mengandalkan tanda penunjuk jalan yang telah dipasang. Beberapa kendaraan melewati kami diselingi cericit riang bocah pantai dan teriakan ibu warung yang mejajakan minuman. Pohon tumbuh jarang-jarang dalam jarak tertentu. Anak-anak muda dengan baju warna warni nongkrong diatas motornya. Beberapa mobil terparkir di pantai, sebagian piknik keluarga, sebagian konsolidasi asmara dan sebagian membakar dupa.

Matahari bermurah hati. Laut bermurah hati. Angin bermurah hati.

Sampai di lokasi donor darah tersiar kabar sebagian besar peserta drop tidak bisa disetujui untuk donor darah karena banyak sebab. Kekecewaan mengambang di wajah peserta gagal. Adzan Dhuhur terdengar.

Karena tidak ada lagi yang saya bisa bantu disana, berjalanlah saya bersama Mbah Duro dan keponakannya setelah saya temukan mereka dalam sebuah warung bakso. Kami menuju Cepuri setelah meninggalkan Pak Jono sebagai pembeli pengganti Mbah Duro.

Cepuri Pendopo barat masih sepi. Hanya tas para peserta yang bergeletakan disana-sini. Sementara di pendopo timur Ki Wong Alus dan beberapa sesepuh bercengkerama gayeng. Sumbangan berdatangan dari air minum mineral sampai kue tart.

Dua peziarah selain kami, bapak tua berpakaian hitam-hitam dan temannya tampak tidak terganggu dengan acara ini. Berbincang diselingi kopi dan rokok tembakau klembak menyan-nya. Dari kokok petok ayam yang berseliweran dan gesekan daun pohon siwalan dapat diketahui bahwa ini bukan acara yang formal dan kaku. Lihatlah, bagaimana tenangnya ibu penjual kacang atau peminta sedekah di gerbang Parang Kusumo. Lihat juga ketika pemilik puluhan ayam itu memanggil ternaknya dengan menepuk rantang lurik bekas.

Musholah dipenuhi peserta yang setelah sholat beristirahat di terasnya. Bapak penunggu toilet menghitung income dari peti Aladdin miliknya, sebuah kotak putih dari kayu. Satu persatu panitia memasuki Cepuri dari arah pantai. Jam menunjuk 14.00.

Saat sore hari semua berkumpul di pantai. Lingkaran para peserta yang mengikuti proses penggemblengan di dekat garis laut. Ki Bayu di tengah lingkaran memberi aba-aba, kain belakang udeng iketnya berkibaran ditiup angin. Baju beberapa peserta dikotori pasir basah dengan latar belakang ombak laut yang menggaris putih dan tidak simetris mencoba merayap ke darat. Nun di pojok sana Mbah Duro bersila dan Ki Jono berdiri menatap samudera Sang Ratu. Rinai mulai turun. Hujan bertambah deras. Matahari bersiap meninggalkan cepuri.

BERSAMBUNG….

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

ALBUM MILAD KELIMA KWA APRIL 2014 DI PANTAI PARANGKUSUMO (BAGIAN 1)


panitiamilad2milad8panitia3panitia4 milad7milad3miklad5milad9@Bersambung…

NOTE: Bila sedulur-sedulur memiliki dokumentasi acara milad KWA yang sangat semarak dan beragam, monggo kirimkan ke email kami kiwongalus2013@gmail.com. Terima kasih.

Categories: APRIL 2014 | 61 Komentar

SIAP-SIAP DULUR…. YUK HADIR DI MILAD KWA KELIMA MINGGU INI…..


MILAD KAMPUS WONG ALUS (KWA) KE-5
(Acara Silaturahmi Nasional, Bakti Sosial, Wisata Alam Gaib, Doorprize, Ijasahan Ilmu-ilmu Gaib)

wisatalalamgaib2

Assalamu alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Dengan Hormat,

Kampus Wong Alus (KWA) sebagai blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 44,952,514  (data per tgl 12 April 2014 pukul 12.00 WIB) dengan jumlah kunjungan 40.000 – 50.000 orang perhari. Dengan jumlah kunjungan itu sudah bisa dipastikan KWA memiliki banyak pembaca setia blog. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA ke-5. Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada :

Hari / Tanggal : Sabtu – Minggu, 19 – 20 April 2014

Waktu : Pukul 07:00 – 17:00 WIB (Bakti Sosial)
Pukul 21:00 – 03:00 WIB (Pengijasahan 49 Keilmuan)

Tempat : Cepuri Pantai Parang Kusumo
Yogyakarta, Jawa Tengah

peta-parangkusumo1

Bakti Sosial ini meliputi kegiatan :
1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
2. Pendaftaran anggota KWA
3. Donor Darah
4. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
6. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
7. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan (ada 49 macam keilmuan yg meliputi : terapi, pengobatan, pengaktifan, kerejekian, proteksi, kesaktian)
8. Wisata Alam Gaib
9. Pengundian Door Prize
10. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA
11. Kunjungan dan sumbangan ke Yayasan Yatim & Piatu

kwa 4

Doorprize :
a) 5 pusaka (keris) tua
b) 17 pasang Buluh Perindu
c) 2 batu alami dr hasil riadhoh di alam : Kecubung Teh dan Kecubung Wulung
d) 1 Golok Ciomas, Banten
e) 1 Keris tua
f) 7 Akik pilihan
g) 7 Tasbih Wali Kukun
h) 5 VCD Modul Getaran dan Isobionik
i) 2 Kujang tua

————————————————————-

GRATIS DAN TIDAK DIPUNGUT BIAYA

YUK HADIR DULUR… KITA BERTEMU UNTUK SALING BERTEGUR SAPA, MENAMBAH SAUDARA, MENAMBAH ILMU, MENAMBAH IMAN KITA DI GELOMBANG RASA BATIN YANG SAMA. RAHAYU.. RAHAYU.. RAYAHU… WASSALAMUALAIKUM WR. WB.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 73 Komentar

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. The Adventure Journal Theme.