Arsip Penulis: wongalus

TAUHID


pangeran pengasih.
dolly_bae88@yahoo.co.id

ass..salam takzim saya ucapkn kepada ki wong alus serta para ahlul albab,meneruskan tulisan yang kemarin tentang sembahyang.. kali ini saya mengangkat tema tentang tauhid.dan sekali lagi sya ingatkan bahwa tulisan ini jangan jadi perdebatan maupun permusuhan tapi sebagai bahan renungan.

Kita bergantung kepada Allah secara mutlak tanpa ada sedikitpun rasa syak wasangka dan was-was terhadap Allah

Artinya : Kita bertauhid kepada Zat, Pada Sifat, Pada Asma’ dan pada Af’al Allah Semata

Tauhid pada Zat ialah :

Kita mutlak yakin bahwa zat Allah lah yang memerintah alam maya ini (dunia dan isinya) dan tidak menyekutukan- Nya dengan yang lain

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. (Ali-Imran : 109)

Tauhid pada Sifat ialah :

Kita bergantung sepenuhnya pada Allah. Manusia tidak berhak atas segala sesuatu kecuali dengan izin Allah

Artinya : kita menafikan diri jahir kita dan mengisbatkan diri kita hanya kepada Allah semata

Tauhid pada Asma’ ialah :

Kita memandang bahwa setiap yang ada dan wujud kita adalah membawa nama Allah dimanapun kita berada disitu ada Allah.

Tauhid pada Af’al ialah :

Kelakuan kita adalah kelakuan Allah SWT semata.

Artinya : kita menafikan kelakuan diri jahir kita dengan mengisbatkan diri bathin kita itu ialah kelakuan zat Allah semata.

1. Suhudul Kasra fil wahda

Artinya : saksikanlah pada yang banyak itu, kepada yang satu

2. Suhudul wahda fil Kasra

Artinya : saksikanlah pada yang satu itu, kepada yang banyak

Ma’rifatullah ialah

Mengenal Allah SWT. Pada Zat-Nya, pada Sifat-Nya, pada Asma’-Nya dan pada Af’al-Nya.

1.AWALUDIN MA’RIFATULLAH
AWAL AGAMA MENGENAL ALLAH

2.LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH
TIDAK SYAH SHOLAT TANPA MENGENAL ALLAH

3.MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU
BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA DIA AKAN MENGENAL TUHANNYA

4.ALASTUBIRAFBIKUM QOLU BALA SYAHIDENA
BUKANKAH AKU INI TUHANMU ? BETUL ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI (Q.S AL-‘ARAF 172)

5.AL INSAANU SIRRI WA ANNA SIRRUHU
MANUSIA ITU RAHASIAKU DAN AKULAH RAHASIANYA

6.WAFI AMFUSIKUM AFALA TUB SIRUUN
AKU ADA DI DALAM JIWAMU MENGAPA KAMU TIDAK MEMPERHATIKAN

7.WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ
AKU LEBIH DEKAT DARI URAT NADI LEHERMU

8.LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH
AKU TIDAK AKAN MENYEMBAH ALLAH BILA AKU TIDAK MELIHATNYA LEBIH DAHULU

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH
Pada alam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah berantah pada zat semata-mata yaitu pada belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada bulan, belum ada matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu. Malahan belum ada tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang empunya zat tersebut ialah mentajalikan diri-Nya untuk memuji diri-Nya

Lantas ditajali-Nya-lah Nur Allah dan kemudian ditajali-Nya pula Nur Muhammad yaitu insan kamil, yang pada peringkat ini dinamakan anta ana, ana anta. Maka yang empunya zat bertanya kepada Nur Muhammad dan sekalian roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.

Lantas ditanyakannya kepada Nur Muhammad, apakah Aku ini Tuhanmu? Maka menjawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh roh, ya Engkau Tuhanku. Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-‘Araf 172.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Selepas pengakuan atau persumpahan Roh ini dilaksanakan maka bermulalah era baru di dalam perwujudan Allah SWT. Seperti firman Allah dalam hadits qudsi yang artinya : “Aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan makhluk ini dan perkenalkan diriku kepada mereka lalu merekapun mengenal diriku.

Apa yang dimaksud dengan makhluk ini ialah : Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan dari pada Nur Muhammad. Tuhan yang empunya zat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri, maka diri rahasianya itu adalah ditanggung dan diakui amanahnya oleh suatu kejadian yang bernama :

Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia atau rohani.
Firman Allah dalam hadits qudsi :

Al-Insaanu Sirri wa Ana Sirruhu
Artinya : Manusia itu adalah Rahasiku dan akulah yang menjadi rahasianya.
Jadi yang dinamakan manusia itu ialah : karena Ia mengandung Rahasia

Dengan perkataan lain manusia itu menanggung Rahasia Allah maka manusia harus berusaha mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal Tuhan-Nya, sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang empunya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT. Yaitu Tatkala berpisah Roh dengan jasad.

Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 58 sbb:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Hal tersebut di atas dipertegas lagi oleh Allah dalam hadits qudsi :

Man arafa nafsahu, paqat arafa rabbahu.
Artinya : barang siapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya

Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini, pernah ditawarkan rahasia-Nya itu kepada langit, bumi dan gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.

Seperti firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 72.

Inna ‘araf nal amanata, alas samawati wal ardi wal jibal fa abaina anyah milnaha wa as fakna minha, wahama lahal insannu.

Artinya : sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan memikulnya dan mereasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya.

Oleh karena amanat (rahasia Allah) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya. Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang empunya Rahasia

Setelah amanat (Rahasia Allah) diterima oleh manusia (diri bathin/Roh) untuk tujuan inilah maka Adam dilahirkan untuk memperbanyak diri, diri penanggung rahasia dan berkembang dari satu dekade ke satu dekade, dari satu generasi ke generasi yang lain sampai alam ini mengalami kiamat dan rahasia dikumpulkan kembali.

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun.
Artinya : kita berasal dari Allah , kembali kepada Allah.

Ilmu Qalam ialah ilmu yang paling rendah tingkatannya yaitu Dunia. Namun demikian dengan ilmu ini manusia sudah sampai pergi ke bulan.

Ilmu ghaib ialah ilmu yang diterima manusia melalui jalan laduni yaitu dengan petunjuk guru ghaib yang mursyid. Melalui 5 cara :

1.Nur yaitu petunjuk ghaib yang diterima melalui mimpi-mimpi yang bisa diterjemahkan oleh guru ghaib.

2.Tajali yaitu ilmu ghaib yang diterima melalui penjelmaan buah pikiran dari pada perasaan zuk semasa mereka menjalani latihan tarekat tasauf, sehingga muncul dari akalnya suatu pengetahuan baru yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

Misalnya : terbacalah olehnya sepotong do’a sedangkan do’a tersebut belum pernah di bacanya atau diketahuinya.

1.Cara Sir ialah : suatu jalan penyampaian ilmu ghaib secara rahasia, ia hanya dapat dirasakan dan didengar oleh seseorang itu secara mutlak dimana seseorang itu akan mendengar suatu suara yang datang kepadanya. Suara tersebut akan memberi tahu sesuatu dan mengajarkan ilmu ghaib dengan terang dan jelas berupa bisikan dan disertai dengan satu kelejatan yang sulit untuk diceritakan

2.Cara Sirusir ialah suatu cara penyampaian ilmu dengan cara rahasia . seseorang yang menerima ilmu ghaib dengan cara ini mereka dapat melihat dengan mata basir dan mendengar dengan telinga bathin.

3.Cara Tawasul ialah penjelmaan seorang guru atau wali-wali Allah yang Ghaib dan mereka menjelma untuk bertemu dengan orang-orang tertentu yang sedang menjalankan ilmu tasauf, mereka ketemu dalam keadaan nyata (hidup) bukan dalam mimpi, dia datang sama seperti kedatangan tamu biasa atau kawan kita. Kadang-kadang penjelmaan mereka bisa dilihat oleh orang ramai, bila kebetulan penjelmaan itu terdapat banyak orang.

Perlu diingat kedatangan mereka merupakan suatu penghormatan yang besar kepada Ahli tasauf atau murid yang sedang mendalami ilmu tasauf. Bagi mereka yang dapat menguasai dan mengalami sendiri ilmu ini maka sudah pasti mereka dapat menjelajahi seluruh alam maya.

Mereka diberi peluang untuk menjelajahi alam lain termasuk alam barzah, syurga dan neraka, arash dan qursyi Allah SWT,. Bagi mereka yang sudah sampai keperingkat ini jiwanya akan tenang disamping tuhannya, semasa hidupnya didunia ini dan juga dalam akhirat nanti, mereka adalah termasuk dikalangan manusia yang baik dan beruntung.

Ilmu Syahadah ialah merupakan Martabat ilmu yang tertinggi, karena ilmu ini Tuhan sendiri yang akan mengajarkan kepada manusia

Manusia diajarkan untuk mengenali dirinya (jasmani) dan diri bathinnya (rohani). Hanya orang yang mempunyai maratabat tinggi disisi Allah yang dapat menguasai ilmu ini. Ilmu ini. Ilmu ini sangat luar biasa karena hanya dimiliki oleh para rasul, Nabi dan wali-wali Allah yang teragung. Maka beruntunglah manusia yang termasuk wali-wali Allah.

……..Man Arafa Nafsahu, Fakat Arafa Rabbahu……

(“Barang Siapa Mengenal Dirinya Maka IA akan Mengenal Tuhan-nya”)

Nyawa :

1.Nafas
Berada dimulut yaitu keadaan keluar masuk dari pada tubuh manusia

2.Ampas
Berada dihidung yaitu keadaan keluar masuk dari pada tubuh manusia

3.Tanapas
Berada ditengah-tengah antara telinga kanan dan telinga kiri

4.Nupus
Berada dijantung yaitu keadaan kedalam jua, tidak keluar tidak kekanan, maupun kekiri, keatas maupun kebawah, kehadapan maupun kebelakang, yaitu Alif pada insan yang meliputi sekalian tubuh manusia.

Hidup Nafas Karena Ampas
Hidup Ampas Karena Tanapas
Hidup Tanapas Karena Nupus

Hidup Nupus Dengan Rahasia Dan Rahasia Itu Adalah Diri Rahasia Allah SWT, Yaitu Diri Bathin Manusia

orang yang sakti belum tentu dekat dengan allah,tapi orang yang dekat dengan allah pasti sakti. orang cerdas memiliki rencana jangka panjang maupun jangka pendek rencana jangka pendek : memiliki ilmu gaib agar nyaman dan aman beribadah kepada allah selama hidup didunia rencana jangka panjang : memiliki amal ibadah yang banyak dan berbobot tuk bekal bertemu allah dan kengerian hari kiamat.. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 47 Komentar

HIKMAH & WIRID


PANGERAN SUKEMILUNG
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr,wb santri KWA yang kami mulyakan…artikel ini terdiri dari dua bahasan mengenai Wirid dan Doa. Berisikan penjelasan mengenai serba-serbi yang patut diketahui mengenai wirid dan doa. Bagian ini adalah yang pertama dari dua bahasan tersebut. Semoga penjelasan yang kami nukil dari berbagai kitab ini dapat menambah wawasan kita dan membuka cakrawala berpikir yang lebih baik. Dengan itu dapat menjadi pondasi bagi seseorang yang menyukai hal-hal supranatural, bagaimana memilah suatu wirid dan berdoa. Sehingga hal itu dapat mengantarkan maksud dan tujuan sebagaimana mestinya. Selamat membaca…

1.Pengertian Wirid Dan Manfaat Merutinkannya.

Mungkin anda pernah mendengar istilah ini,Wiridan. Cobalah untuk bertamu ketempat teman atau saudara sesaat setelah waktu sholat, mungkin anda akan disambut pemilik rumah dengan ucapan “ tunggu sebentar, sedang wiridan.” Istilah ini begitu popular sekali bagi kaum muslimin, khususnya warga Nahdliyyin yang notabene aktivitas ibadahnya tidak pernah absen dari kegiatan yang satu ini.Anak-anak mudanya apalagi kalangan santri yang melihat diantara mereka ada yang mempunyai bacaan-bacaan yang panjang pasti akan mengeluarkan ucapan “ wah, wiridannya kenceng .”

Tapi apa sebenarnya bentuk dari aktivitas yang satu ini? “ Wiridan” (wird ; bahasa arab), adalah kata yang biasa diucapkan dan telah menyatu dalam bahasa masyarakat kita khususnya kalangan santri dipondok-pondok pesantren.Asal katanya “ warada “artinya hadir,datang,sampai ( Mukhtar-Ashshahah, Muhammad Abu Bakar Ar-Razi ).Kemudian secara terminalogi menjadi istilah untuk berzikir dan berdoa sesuai dengan `aurad` ( jamak dari kata wirid ) yang datang dari Nabi Saw, para sahabat, maupun para ulama “ waratsatul Anbiya /wali.”

Istilah lainnya adalah “ Istighatsah” artinya memohon pertolongan kepada Allah secara langsung pada saat terjepit.Kata “wirid” dalam Al-qur`an sebagai berikut :

1.QS.28 Al-Qashash :23

و لما ورد ما ء مدين و جد عليه ا مة من الناس يسقون

“ Dan tatkala ia sampai disumber air negeri madyan ia menjumpai disana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya)

2.QS.12 Yusuf : 19

و جا ء ت سيا رة فا ر سلو ا وا رد هم فاداى دلوه

“ Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir ,lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya …”

3.QS.50 Qaaf : 16

ولقد خلقنا الانسن ونعلم ماتوسوس به نفسه,ونحن اقرب اليه من حبل الوريد

“ Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

4.QS.55 Ar-Rahman : 37

فاءذا انشقت السماء فكانت وردةكالدهان

“ Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti ( kilapan ) minyak”

Dengan demikian amalan wirid diharapkan menjadi pengantar kesegaran ruhani dan bagian erat keseharian kita dan masyarakat , untuk memperoleh keselamatan, kebahagiaan, keberuntungan, ketentraman, kedamaian, tercukupi segala kebutuhan dan terpenuhi keinginan yang dimaksud dalam berbagai aktivitas mencapai ridha Allah SWT.Bahkan Hujjatul islam imam Al Ghozali telah mengatur wirid-wirid tertentu dalam kitab Bidayatul Hidayah.Para syekhul islam banyak menyusun kitab-kitab wirid dikarenakan banyaknya keberkahan, keuntungan yang didapat dari aktivitas ini. Ayat-ayat Alqur’an yang menunjukkan kepada masalah tersebut antara lain firman-firman Allah Ta’ala :

واتل مااوحي اليك من كتاب ربك لامبدل لكلمته ولن تجد من دونه ملتحدا واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم با لغداة والعشي يريدون وجهه ولاتعد عيناك عنهم تريد زينة الحيات الدنيا ولاتطع من اغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان امره فرطا

“ Dan engkau bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari kitab Tuhanmu,tidak ada perobah yang dapat merobah Kalimat-kalimatNYA, dan engkau tidak akan menemukan selain dariNYA tempat bersandar dan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Tuhannya dipagi dan petang demi mendambakan keridhaanNYA dan janganlah engkau memalingkan perhatianmu dari mereka karena menginginkan perhiasan duniawi dan janganlah engkau patuhi orang yang kami lupakan hatinya dari mengingat kami dan dia senantiasa mengikuti hawa nafsunya dan adapun tindakannya berlebih-lebihan.”

Pada dasarnya wirid berhubungan erat dengan kemaslahatan hidup. Dengan terus-menerus menjaga hubungan kita dengan sang Pencipta, kita akan berada terus dalam pengawasan-NYA. Aktivitas wirid adalah sarat dengan permohonan dan doa. Dalam Islam sangat ditekankan sekali agar seorang muslim selalu berdoa. Seorang yang mendapat ridho dan rahmat-NYA niscaya akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat.

Kebahagian itu tidak mesti dengan berbentuk harta yang melimpah. Karena bisa saja berupa yang lain, seperti anak-anak yang cerdas, istri yang sholihah, disukai tetangga, hidup yang sehat jauh dari penyakit, pekerjaan lancar dan lain sebagainya.Tapi mesti diakui kita tidak bisa melepaskan dan mengingkari kemanusiaan kita yang memiliki nafsu, termasuk nafsu duniawi. Selama yang kita minta tidak bertentangan dengan agama, yang masih dalam jangkauan Ridho dan Rahmat Allah SWT, maka hal itu tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah Niat kita. Niat yang benar niscaya akan mendatangkan keberkahan.

Lalu wirid yang terbaik adalah membaca Alqur`an “ Barangsiapa ingin berdialoq dengan Allah, maka bacalah Alqur`an,” begitu sabda Rasulullah SAW. Dialoq dengan Allah adalah wirid yang paling indah. Setelah itu kalimat Thayyibah seperti La Ilaha Illallah. Allah menjaminkan surga bagi siapa pembaca kalimat itu. Lainnya adalah Istighfar, shalawat, tahmid, tasbih, Asma al-Husna, doa-doa ma`tsur dari Rasulullah. Selanjutnya kenapa kita tidak membiasakan aktivitas ini, setelah tahu manfaat yang bisa kita peroleh begitu nyata dan besar ?

2.Rahasia waktu, bilangan bacaan dan huruf.

Pada saat anda menerima ijazah wirid, pernahkah terpikir kenapa wirid harus dibaca dengan memperhatikan waktu-waktu tertentu ?ada yang mesti dibaca ba`da sholat fardhu, atau cukup dibaca ba`da maghrib dan shubuh saja, atau hanya satu kali dalam sehari semalam?Dan pernahkah anda memperhatikan untuk sebuah wirid mesti mempunyai hitungan tersendiri.Kenapa tidak kita baca saja saja sesuai dengan keinginan hati kita ?

Setiap kali Allah menciptakan sesuatu tentu ada maksud dan rahasia sendiri. Termasuk Waktu adalah salah satu rahasia yang tidak dipahami orang-orang awam. Hanya sedikit dari mereka yang bisa memahami ini. Yang sedikit itulah dari para Ulama-ulama Hikmah (baca:Waliyullah) yang dapat memahami asror dibalik penciptaan ini.Ketentuan waktu dibaca waktu shubuh, asar, maghrib dan isya memang berhubungan dengan rahasia dalam sholat.Allah SWT menciptakan jumlah rakaat yang berbeda, walaupun ada yang sama seperti zhuhur, asar dan isya yaitu empat rakaat. Maghrib tiga rakaat dan shubuh dua rakaat. Jelas kalau kita hubungkan dengan ilmu falaq sangat besar pengaruhnya.

Coba perhatikan, terkadang ijazah wirid sering sekali harus dibaca ba`da shubuh dan maghrib, karena kedua waktu itu mempunyai keistimewaan yang berbeda. Sekali lagi, setiap waktu memiliki kelebihan dan keistimewaan. Satu contoh, doa-doa Rasulullah SAW banyak yang terkait dan dibaca pada waktu shubuh dan malam hari. Diantaranya “ Allahumma inni asbahtu…”

Kalau kita bisa melihat, waktu-waktu mustajabah yang diberikan oleh Allah SWT itu justru pada waktu shubuh, plus nilai tambah pada saat pergantian waktu malam ke siang yang berkhasiat bagi kesehatan. Yaitu sejak matahari memancarkan sinarnya. Yang merupakan awal hari untuk beraktivitas. Dengan membekali diri untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dengan mengaplikasi bacaan-bacaan saat shalat shubuh agar menjadi bekal kita hingga sore harinya.

Pada saat pergantian hari itulah kita dihadapkan pada satu kelemahan. Terkadang disebabkan aktivitas dan lingkungan ikut terpengaruh kedalam tubuh, jasmani maupun rohani. Satu kelemahan yang sangat jelas, saat kita membutuhkan penjagaan Allah. Karena itu kita memerlukan bacaan-bacaan tertentu. Bacaan-bacaan yang berbeda tapi memiliki maksud dan tujuan yang sama.

Dan waktu malam adalah saat yang penuh dengan kelalaian. Disinilah seorang harus membekali diri dengan penjagaan Illahiyah. Sudah dimaklumi, saat seperti inilah penuh dengan biasg-bayang jerat dari iblis dan sekutu-sekutunya. Orang-orang yang iri dengan hak dan rezeki orang lain akan melancarkan serangan pada waktu malam. Berusaha menghancurkan mereka yang lalai dari perlindungan Allah SWT.

Berusaha melindungi diri dengan memohon penjagaan dari Allah SWT adalah yang terbaik. Tidak hanya untuk diri pribadi, tapi untuk keluarga dan semua yang dikasihi. Memohon penjagaan dan keberkahan dari Allah SWT untuk urusan dunia dan akhirat. Disinilah fungsi dan tujuan dari wirid tersebut. Perhatikan ayat berikut ini,

وهو الذى جعل الليل والنهار خلفة لمن اراد ان يذكر او اراد شكورا

“ Dan Dialah yang menjadikan siang dan malam silih berganti untuk siapa yang mengingat Allah atau ingin mensyukurinya “

Sebagian dari ulama mengatakan makna ‘ khilfatan ‘ pada ayat tersebut yaitu ‘ yang satu mengiringi yang lain.’ Dan hal itu adalah untuk agar apa yang tak sempat dikerjakan diwaktu siang masih dapat dikerjakan (diqhodo’i) pada malamnya, yaitu waktu-waktu untuk berzikir dan bersyukur. Juga dengan adanya pergantian siang dan malam maka akan dapat pula diketahui batasan-batasan waktu, selain beraneka ragam amal-amal ibadah dan amal-amal baik lainnya dapat dikerjakan sesuai dengan waktu-waktunya. Untuk masalah itu terdapat pemberitahuan dari Rasulullah SAW, yaitu sabda Beliau,” hamba-hamba yang paling disukai Allah adalah mereka yang senantiasa memperhatikan matahari dan bulan dan pertukaranya demi untuk berzikir pada Allah Ta’ala.”

Allah tidak pernah meminta bantuan kepada siapapun.Karena DIA Maha Besar dan Maha Agung.Tapi DIA menjadikan sesuatu ada pembantu/penjaganya.Termasuk ayat-ayat atau doa-doa yang diturunkan. Tugas dari penjaga (khodam) ayat atau doa tersebut adalah mendoakan agar sipembaca ayat atau doa itu dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memang benar, setiap huruf Hijaiyyah memiliki kandungan asrar (rahasia) masing-masing. Yang mengetahui hal tersebut adalah orang yang ahli al-asrar atau ulama tertentu. Ulama-ulama yang memahami ilmu ini biasanya Ulama Ahli Hikmah. Tidak jarang mereka mengetahui makna dan penggunaannya, misalkan huruf Alif Lam Mim, Ha Mim, Alif Lam Ro, Yaa Siin, dan seterusnya.

Ulama-ulama Hikmah yang menemukan formula bacaan suatu wirid dapat mengetahui asror dari bacaan-bacaan tersebut. Dari merekalah kemudian dapat diketahui nilai plus dari suatu bacaan. Hasil penyelidikan metafisis itulah akhirnya kita bisa mengetahui, sebagai contoh kenapa surat At-Tholaq ayat 2-3 banyak digunakan untuk wirid penarik rezeqi ? atau kenapa jika ayat Qursy dibaca 3 kali dengan menahan nafas pada bagian tertentu berfungsi untuk meredam niat jahat seseorang ?

Tidak usah kita memperpanjang bagian ini. Cukuplah untuk kita mengambil manfaat dari apa yang mereka tinggalkan. Mengambil apa yang mereka ajarkan. Dan menerapkan dalam kehidupan.

3.Kedudukan wirid dalam Agama dan kaitannya dengan Ijazah.

Masih jelas sekali dalam benak saya,pertama kali menerima ijazah sang guru menjabat tangan saya dan berucap,” Ajaztuka “ spontan saya mesti menjawab “ Qobiltu !” yang berarti serah terima wirid dianggap sah.Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak beruntung mempunyai guru atau yang mengambil wirid berdasarkan buku atau melalui sarana/media tertentu misalnya?Apakah bisa dan sah jika wiridnya diamalkan? Bagaimana keberkahan wirid yang seperti ini? Manjur atau tidak bermanfaat sama sekali?

Mengenai ini pernah dibahas Syaikhina Al-Mursyid Habib Lutfi bin Yahya, beliau mengatakan untuk mereka yang mengambil bacaan wirid tidak langsung dari seorang guru hendaknya sedapat mungkin bersikap bijaksana. Karena bacaan wirid yang termaktub dibuku memiliki ijazah yang bersifat `ammah (umum). Sebab sang Muallif memberikannya secara bersama-sama kepada semua umat tanpa melihat kondisi umat secara langsung.

Namun agar ijazah tersebut bisa mengantar kita dalam mencapai peningkatan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, hendaknya mengikuti apa yang telah digariskan atau dicontohkan oleh Baginda Nabi SAW, sahabat, tabiin, tabiit-tabiin , yang itu tidak terdapat dalam penjabaran ijazah tersebut. Baik itu i`lan atau peringatan, maupun i`bar atau pemberitahuan dari para mualif tersebut. Sekalipun Ijazah tersebut sudah diberikan secara `ammah, tetap saja memerlukan seorang guru.

Selanjutnya beliau mengatakan, guru disini berfungsi sebagai penyambung lidah dalam bentuk ijazah `Ammah.Guru-guru atau Ulama tersebut adalah orang yang tahu persis dosis dan kemampuan orang yang menerima dan mengamalkan muamalah itu.Disinilah penting dan tingginya nilai seorang Guru, khususnya untuk menerapkan ijazah-ijazah yang `Ammah didalam kitab/buku tersebut.

Kalau sudah begini, berarti mengamalkan wirid yang didapat dari buku berarti sia-sia ? Jawabnya “ TIDAK !” karena ada atsar yang mengatakan,” Sesungguhnya Ilmu dan Hikmah itu adalah milik kaum muslim yang hilang, maka ambillah dimanapun dia berada.”

Selanjutnya Habib Lutfi mengatakan, “… Ambil dan teruskan bacaan-bacaan wirid tersebut sebagai satu bentuk nilai ibadah,…selanjutnya sesegera mungkin dimintakan ijazah kepada Ulama/guru yang memahami bidang tersebut…” Dalam dunia Wirid, Ijazah diperlukan dalam rangka menata hati supaya lebih mantap dan untuk mencapai pendekatan yang sempurna kepada Allah SWT.

Secara garis besar peran guru diperlukan dalam semua disiplin ilmu. Adanya seorang guru, permasalahan apapun dapat segera menemui jalan keluar.Berbeda dengan yang mencari jawaban sendiri, meskipun bisa dapat dipastikan tidak akan sempurna.

Perhatikan hadist berikut ini, Rasulullah bersabda :

“ Ilmu merupakan perbendaharaan. Kuncinya adalah bertanya, karena itu bertanyalah semoga Allah melimpahkan Rahmat kepada kalian.Sehubungan dengan masalah ilmu ini, ada empat kelompok orang yang memperoleh pahala, yaitu orang yang bertanya, orang yang mengajarkan, orang yang mendengarkan, dan orang yang mencintai ketiganya.” (HR.Abu Nuaim dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib KWH).

Bertanya adalah kunci untuk memahami rahasia ilmu dan menyingkap keghaiban didalam hati. Menurut Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad (Shohibur Rotib), ilmu itu seperti harta benda dirumah yang tidak dapat diambil kecuali dengan kunci. Begitupun ilmu para Ulama dan Arifin, tidak akan dapat dipelajari dan diambil manfaatnya, kecuali dengan mengajukan pertanyaan secara jujur dan dengan keinginan yang kuat serta adab yang baik. Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa wirid menempati kedudukan yang penting dalam agama dan mempunyai kelebihan tersendiri.As-syaikh Al-Umari, pengarang kitab Bahrul Anwar mengatakan “ ketahuilah bahwa yang membuat jiwa dan hati manusia jernih dan murni, sumbernya ialah dia berada ditempat-tempat yang dekat disisi Allah dan tempat bersaksi kepada-NYA. Selain dari itu untuk seseorang bisa sampai ketempat itu dia harus menggunakan sebab-sebab yang dapat menyampaikannya kesitu, serta berjalan dengan mengikuti rambu petunjuk yang telah tersedia dijalan kearah tempat itu. Adapun sebab yang harus digunakan dan jalan yang harus dilalui dan rambu yang arahnya harus diikuti adalah mengerjakan wirid-wirid.”

Al-Imam Habib Abdurrahman bin Muhammad Asseqaf mengatakan “ Barangsiapa yang tak mempunyai amalan wirid disetiap harinya, maka tak ubahnya dia seperti seekor binatang kera.” Wirid merupakan sebab bersihnya hati. Membuat jiwa jernih dan suci. Yang dapat melepaskan kekotoran-kekotoran yang diakibatkan oleh syahwat yang tadinya menempel dan melekat padanya. Ibarat karat yang menempel pada besi.

Selanjutnya Syaikh Umari mengatakan bahwa Allah dengan HikmahNYA , dijadikan-NYA didalam semua bentuk peribadatan yang berlaku terdapat sesuatu untuk pengetuk dan pembuka pintu alam-alam ghaib. Maka barangsiapa melaksanakan semua amal ibadahnya dengan memenuhi semua syarat dan adabnya, maka alam ghaib tidak lagi tertutup bagi dirinya.Dengan sebab itulah wirid dapat mengangkat derajat seseorang. Seseorang yang menjaga wiridnya dari hari kehari sama artinya berada dalam penjagaan Allah SWT terus-menerus.

Mengenai memilih Wirid dan zikir, sebagian ulama mengatakan sudah seharusnya seseorang memilih untuk dirinya dan menentukan zikir-zikir yang sesuai dengan kemampuannya yang dirasakannya ringan bagi dirinya, karena itu akan membantu untuk merutinkan dan menekuninya, serta akan tetap terpelihara kestabilan semangatnya dan tidak mengalami kejenuhan sehingga dia akan dapat mencapai tujuannya dengan mudah. Ketahuilah bahwa Allah memberikan bantuan-NYA kepada seseorang hamba sebesar kadar niat orang itu sendiri.

Disinilah terjadi peran guru. Guru yang bijaksana akan mengetahui kapasitas batin si murid. Tidak mungkin murid yang punya sifat malas diberi amalan yang panjang dan lama. Begitu juga karakter seseorang akan menentukan jenis wirid yang cocok untuk dibaca. Guru yang sempurna ilmunya lahir dan batin, akan ‘membaca’ pribadi si murid semata-mata untuk kebaikan dirinya. Tidak jarang kita mendengar ada Ahli Wirid yang mengalami ‘ kegoncangan ‘ / gangguan kejiwaan karena berlebihan ‘ dosis ‘ wiridnya. Biasanya adalah bacaan-bacaan Hizib yang memang sangat riskan sekali diijazahkan secara ‘ammah ( umum ). Karena doa-doa yang mempunyai ‘ dosis ‘ besar tidak akan terbuka begitu saja asror / rahasianya sebelum si pengamal di uji terlebih dahulu. Sekali lagi ! jika kita mendapatkan sebuah bacaan wirid alangkah baik dibawakan kepada ahlinya. Setidaknya hal itu akan membuat kita lebih aman dan mantab dalam pengamalannya. Apalagi jika bacaan itu berbentuk Hizib, yang notabene memang termasuk amalan ‘ kelas berat@@@

SERBA-SERBI D O A

1.DOA DAN SEGALA PERMASALAHANNYA

Doa secara bahasa berarti panggilan. Ketika engkau berkata “ aku berdoa kepada si fulan “ ketika engkau memanggilnya sudah tentu engkau berharap dia menjawabmu. Secara istilah, doa berarti permohonan dari pihak yang lebih rendah kepada pihak yang lebih tinggi, dengan cara kita merendahkan diri. Saat kita berkata “ Aku memohon pada-MU ya Allah !” ketika itulah kita memohon dengan merengek merendahkan diri kita dihadapan-NYA, penuh harap atas kebaikan-NYA.Ketahuilah ! doa sungguh punya keutamaan Agung dan pahala yang besar. Doa adalah senjata untuk mengalahkan musuh, benteng dari marabahaya. Dengan Doa berbagai kebutuhan tercukupi, tercapai dan berbagai kesulitan teratasi.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata,” Doa mengandung kunci-kunci kesuksesan, kunci-kunci kebahagiaan. Sebaik-baik doa adalah yang berasal dari hati yang suci dan bersih.” Allah berfirman ketika memerintahkan untuk berdoa dan menjamin pengabulannya,

ادعوني استجب لكم

“ Berdoalah kepada-KU, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.”( Al-Mukmin {40}:60 )

واذا سالك عبادي عني فاني قريب اجيب دعوة الداع اذا دعان فايسجيبوالي وليومنوا بي بعلهم يرشدون

“ Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-KU. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-KU dan hendaklah mereka beriman kepada-KU agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah {2} : 186)

قل ما يعبا بكم ربي لولل دعاوكم

“ Katakanlah (kepada kaum musyrik) :” Tuhanku tidak mengindahkan kalian, melainkan kalau ada ibadah kalian.”

( Al-Furqan {25} : 77 )

Ayat-ayat diatas jelas mengandung anjuran untuk berdoa, jelas pula bahwa doa bisa menjadi pencegah dari musibah.Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa yang yang diucapkan dengan hati yang lalai dan membelakangi/membangkang. Karena itu jika berdoa menghadaplah kepada Allah dengan sepenuh hati, dan yakini bahwa doa itu akan terkabul.Dalam satu hadist disebutkan,” Seorang lelaki menyuapkan satu suapan haram kemulutnya, niscaya Allah tidak akan mengabulkan doanya selama 40 hari. Dalam hadist lain,” Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa seorang hamba yang diperutnya ada makanan haram, atau dia pernah berlaku zalim kepada sesame makhluk Allah.” Disebutkan pula bahwa berdoa dengan tetap memakan makanan haram sama halnya dengan membangun diatas air.

Inilah hambatan paling berat bagi terkabulnya sebuah doa. Doa memiliki berbagai syarat dan adab. Karena itu jadikan berbagai syarat dan adab itu sebagai persiapan untuk berdoa. Ada 3 perkara yang setidaknya mesti diindahkan seorang pendoa :

Pertama, iktikad yang shahih. Artinya benar-benar meyakini apa yang diajarkan Nabi SAW dan para salafush shalihin/Wali kedalam dirinya. Dan mengharapkan terkabulnya doa/ijabah dengan lantaran keberkahan dari doa yang mereka susun ataupun karena pribadi mereka yang dekat kepada Allah SWT.

Kedua, menghadapkan diri sepenuhnya kepada Allah ketika berdoa dan meyakini akan RahmatNYA. Allah berfirman :

فادعوا الله مخلصين

“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-NYA” ( Al-Mukmin {40} : 14 )

Ketiga, sebaiknya membaca doa dengan benar, berhati-hati agar tidak salah baca. Dalam kitab Iddatu-Ddai, ibn Fahd berkata,” maksudnya bacaan yang salah dari sebuah doa tidak akan sampai/naik kepada Allah adalah, Para malaikat hafadzah (penjaga) akan ‘menyensor’ terlebih dahulu kesalahan baca itu, berikut konsekwensi perubahan-perubahan maknanya. Allahpun tidak akan menjawab doa berdasarkan bacaan yang salah, melainkan Dia akan menjawabnya berdasarkan maksud si pendoa. Allah dengan sifat RahmanNYA akan mengabulkan maksud sipendoa walaupun dia tidak fasih dalam melafalkan doa.

Selanjutnya perlu di perhatikan pula bahwa, kalaupun doa telah memenuhi syarat-syarat diatas terkadang pengabulannya di akhirkan juga. Yakni pengakhiran ini dimaksudkan untuk kemaslahatan sipendoa itu sendiri. Atau bisa saja Allah mencintai hamba-NYA dan senang mendengar rintihan doanya, mengecilkan diri dan mendesak-desak permohonannya kepada Allah. Dengan begitu pengabulannya sengaja tidak disegerakan supaya ia sering kembali kepadaNYA.

Diriwayatkan Jabir bin Abdullah, Nabi SAW bersabda,” Seorang hamba berdoa kepada Allah dan Allah mencintainya, maka Allah berkata kepada Jibril,” Penuhi permintaan hambaKU ini, tapi tunda dulu ! karena aku senang mendengar rintihan suara doanya.” Disisi lain seorang hamba berdoa kepada Allah dan Allah membencinya, maka Allah berkata kepada Jibril,” Penuhi kebutuhan hambaKU ini segera, karena aku benci mendengar rintihan doanya.”

Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Tholib berkata.” Bisa jadi pengabulan doa seorang hamba diakhirkan, supaya pahala sang pemohon jauh lebih besar karunia kepadanya jauh lebih melimpah. Jika kita bisa memahami ini, tidak usahlah meragukan doa ketika pengabulannya belum kunjung jua (diakhirkan), karena itu semata untuk kemaslahatan dirimu juga. Karena sungguh tidaklah ragu terhadap ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir.

Begitu juga sangat dianjurkan sekali untuk berdoa dengan cara Bertawasul. Mengenai ini sudah sangat jelas sekali dalilnya. Banyak cara bertawasul, misalnya dengan membaca asma-asma tertentu, dengan doanya orang sholeh, ataupun dengan amal saleh yang pernah kita lakukan. Mengenai bertawasul ini dapat diketahui contohnya dari satu hadist mengenai Nabi Adam A.S, tatkala dia berkata,” Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMU dengan kemuliaan Muhammad disisiMU agar engkau mengampuni semua kesalahanku.”

Begitu juga dengan bacaan-bacaan yang mengandung asma-asma Allah alhusna sangat dianjurkan sekali, sebab dengan itu dapat terbuka semua kesulitan dan memudahkan maksud dengan sebab kemuliaan dan sifat Rahman Allah SWT.

2.Sebagian dari syarat-syarat yang harus dipenuhi

oleh seseorang yang akan berdoa.

Kami ringkaskan bagian ini dari kitab Al-Qirthas, syarah Ratib Al-Attas. Disitu disebutkan bahwa sebagian dari adab-adab dalam berdoa adalah harus bersihnya dhohir dan bathin, juga pakain dan tempat melaksanakannya, kosongnya perut dari makanan haram, memakai harum-haruman dan didahului dengan melakukan amal-amal shaleh dan bersedekah walau hanya dengan sesuatu yang sedikit. Kemudian memperbanyak melakukan ( doa ) setelah mengerjakan shalat-shalat wajib atau lewat tengah malam. Ini mengacu pada hadist yang telah diriwatkan oleh Attirmizi dari Abi Umamah Al-Bahili r.a dia mengatakan bahwa telah ditanyakan kepada rasul Allah SAW,” Doa yang bagaimana yang lebih didengar ?’ dijawab oleh beliau SAW dengan sabdanya “ dipenghujung akhir tengah malam dan seusai shalat-shalat yang wajib.”Selanjutnya dijelaskan bahwa sebaiknya doa dilakukan dengan menghadap kekiblat dalam keadaan terbuka kepala tidak tertutup dengan menundukkan kepala dan memusatkan pikiran dan bergairah dengan kemauan serta semangat yang sungguh-sungguh. Berkeyakinan kuat akan terkabulnya doa dengan berbaik sangka kepada Allah SWT. Disertai rasa takut dan hormat, seperti yang dimaksud dalam ayat :

ويدعوننا رغبا ورهبا

“ Dan mereka meminta kepada kami dengan penuh semangat dan rasa takut.”

Kemudian perlu juga diperhatikan cara pengucapannya yaitu dengan perasaan memelas dan jangan dilagu-lagukan. Kemudian bagi yang mendengarkan agar turut meng-Amin-kan.Jika hendak berdoa usahakanlah pada waktu-waktu dan tempat-tempat yang mempunyai keberkatan dan keistimewaan tersendiri. Seperti didalam masjid atau pada waktu lewat tengah malam. Atau pada saat turun hujan lebat, pada malam/siang hari jum’at dan saat matahari akan terbenam dihari itu, dan juga disore hari kamis.Ketika imam sedang duduk diantara dua khotbah, ketika sebelum mengucapkan AMIN dalam setiap shalat (diakhir setiap Fatihah), juga dihari Arafah, juga setelah bersuci baik wudhu maupun mandi janabah yang wajib ataupun sunahnya, juga mandi sunah lainnya seperti mandi sunah Taubat, mandi sunah Jum’at, mandi sebelum Ihram dan mandi sunah hari lebaran.

Kemudian sepanjang bulan Ramadhan disiang maupun malamnya, juga setiap hari biasa disetiap kedua penghujung malamnya ( maghrib dan fajar ), saat berkecamuknya peperangan antara umat islam melawan kuffar, saat setelah diucapkan iqamatis shalat, pada saat sujud, setelah membaca / meghkatamkan Alqur’an, saat minum air zam-zam , saat menutupkan mata orang mati.

Juga ditempat-tempat suci dan dalam keseluruhan peribadatan ditanah Haram Makkah dan Madinah dan Baitul Maqdis, juga didekat Maqbarah ( kuburan ) Nabi terutama Maqbarah Nabi Muhammad SAW, juga tatkala berada didekat guru baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal, saat berbuka puasa sebelum makan/minum.

Termasuk juga dari adabnya adalah mengangkat tangan sebatas tinggi bahu dan perut telapak tangan ditadahkan keatas dan membalikkannya tatkala beristiazah (minta ditolakkan) seperti memberi isyarat menolak sesuatu atau ketika meminta agar dihindarkan dari suatu kejahatan. Dan dalam kedua hal itu tangan tetap telanjang. Membuka doanya dengan kata pujian, tahmid, tasbih dan beristighfar kepada Allah serta bershalawat atas Nabi Muhammad SAW.

Janganlah dikira arti ridho terhadap qadha adalah meninggalkan doa, atau membiarkan saja anak panah yang dibidikkan kearah dirinya tanpa usaha untuk menangkisnya dengan tameng, sehingga membiarkannya mengenai dirinya. Sedangkan dia berkemampuan untuk menahannya dengan perisai. Termasuk dalam Ridho terhadap qadha adalah berusaha mencapai apa yang disukai Allah melalui penyebab untuk memperolehnya. Meninggalkan asbab adalah sesuatu yang berlawanan dengan apa yang di ridhaiNYA. Doa adalah tameng/perisai dari ketentuan Allah. Dengan sebab berdoa ketentuan yang tidak disukai tidak akan mengenai secara vital. Hal ini berbeda dengan orang yang membiarkan saja semua ketentuan yang berlaku yang berpendapat bahwa apapun yang ditaqdirkan sudah seharusnya diterima apa adanya. Jika sudah begini tidak ada gunanya Doa.

Sebetulnya dengan penjelasan yang ada dan tersebut diatas tidak perlu untuk menambahinya lagi dengan penjelasan lainnya. Namun perlu disinggung sedikit agar dapat lebih mudah dipahami, karena tujuan kami adalah untuk lebih menguatkan keyakinan pembaca dan menambah gairah untuk mengamalkannya. Bahwa sebagian orang (golongan) berpendapat bahwa segala sesuatu yang berkenaan dengan doa ( baca :khasiat-khasiat amalan/doa ) hal itu merupakan sesuatu yang tidak jelas dan tidak nyata dan tidak ada buktinya atau dengan kata lain tidak ada kepastiannya dan diluar rumus-rumus ilmiah. Lebih jauh mereka mengatakan bahwa apa yang disampaikan (para Ulama) mengenai hal itu adalah cerita bikin-bikinan saja. Dan tidak puas dengan itu, mereka juga mengajak orang lain untuk mengikuti dan membenarkan pendapat mereka.

Kami nukil penjelasan ini dari guru kami Al-Habib Muhammad bin Ali Syihab. Berkenaan dengan adannya sebagian orang yang berpendapat ‘nyeleneh’ seperti itu. Karena tidak semua umat punya kemampuan memahami dan mempelajari hikmah dari suatu doa. Berikut ini penjelasannya :

“ Untuk mengarahkan kepenjelasan yang dimaksud itu maka akan kami antar dengan cara menjelaskan arti kata-kata yang sering terdengar yaitu ILMUL YAQIN,AINUL YAQIN dan HAQQUL YAQIN, walaupun mungkin hal itu sudah dimengerti namun tetap saja ada kemungkinan ada yang belum memahaminya. Terutama dari kalangan Pemuda yang kebanyakan dari mereka tidak berkesempatan memperhatikan hal demikian dengan teliti apalagi mempelajarinya dengan seksama. Dan faktor penghambatnya adalah pengetahuan tentang bahasa, dan kalaupun ada juga hanya sebatas mereka mendapatkan dari hasil “ nguping “ sepintas saja.
ILMUL-YAQIN

Ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan Ilmul-Yaqin adalah satu lukisan kata-kata tentang sesuatu yang diperoleh dengan cara menyimak dan diyakini kebenarannya. Dan sifat keyakinannya itu adalah hanya berdasarkan kepercayaan sipenyimak terhadap orang yang `menjelaskan/memberitahukan kepadanya. Sampai dia mengetahui sesuatu yang dimaksud, hanya saja pengetahuan tentang itu masih berupa gambaran atau lukisan sebab dari penjelasan tadi. Bahwa begitu adanya atau bentuknya atau begini masalahnya atau begitu nanti jadinya atau seperti itu prosesnya, namun dia sendiri belum pernah menyaksikan sesuatu yang dilukiskan itu bagaimana yang sebenarnya. Namun meyakini penjelasan itu adalah benar dan betul adanya.

AINUL-YAQIN

Kemudian berdasarkan pengetahuan yang berupa gambaran/lukisan kata-kata yang didengarnya dan diyakininya itu, dia mencoba mengadakan praktek, jika hal itu merupakan suatu cara yang harus dipraktekkan atau mencarinya agar dapat menemukannya jika hal itu merupakan sesuatu yang telah berwujut fisik. Sehingga dia akan melihat hasil dari prakteknya itu, atau bagaimana rupanya, atau bagaimana hasilnya jika dikerjakan. Jika hasilnya sesuai dengan apa yang diberitahukan kepadanya, maka berarti pengetahuannya tentang itu telah meningkat sampai ketingkat pembuktian yaitu telah disaksikan sendiri dan begitulah yang dimaksudkan dalam pemberitahuan yang telah diterimanya. Dan betul telah dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri bahwa hal itu benar sesuai dengan kenyataan yang dilukiskan. Sampai tingkat ini hal itulah yang disebut sebagai Ainul-Yaqin.

HAQQUL-YAQIN

Pengetahuan yang telah didapat tadi dan diyakini kebenarannya mungkin saja masih diliputi dengan keraguan, apakah hal itu akan selamanya demikian atau masih ada peluang terjadinya perubahan-perubahan. Maka diulanginya lagi percobaan-percobaannya dan setelah ternyata hasilnya tetap sama, maka hilanglah keraguan tentang yang diketahuinya. Diapun menjadi tahu betul dan meyakini sepenuhnya tanpa ada keraguan sedikitpun terhadap apa yang diketahuinya itu. Dan inilah yang disebut Haqqul-Yaqin.

Untuk yang terakhir ini dapat pula dikatakan hal itu berupa pengetahuan yang dapat dirumuskan yang disebut rumusan ilmiah seperti yang telah populer, yaitu siapa saja yang menggunakan resep yang sama, cara dan bahan yang sama, dosis dan alat yang sama, dia akan mendapatkan hasil yang sama pula dan dapat dilakukan kapan saja.

Mungkin ada yang berkata, apa kaitannya penjelasan ini dengan rahasia dibalik doa ? yang kami maksud adalah bahwa doa dapat membuat reaksi pada alam disekitar kita dan akan menimbulkan suatu proses ghaibiyah. Ketahuilah bahwa dalam bidang ini percobaannya tidaklah sama seperti percobaan pada proses kimiawi atau seperti benda-benda fisik yang dapat dimaklumi keadaannya. Sehingga dapat dilihat proses kerja / kejadiannya dengan mata kepala.Berhubung duduk permasalahan ini adalah sesuatu yang tidak ada majasnya dan yang hanya berupa suara yang diucapkan atau berupa sesuatu yang dituliskan, jadi merupakan keghaiban pada manusia. Jadi laboratoriumnya adalah manusia itu sendiri dan mempraktekkannya sendiri dan merasakannya secara bathiniah.

Namun hal ini merupakan hukum pasti dan membutuhkan petunjuk dan guru-guru tertentu yang pengetahuannya telah sampai ketingkat itu. Yang telah mempunyai wewenang tentang hal tersebut, merekalah yang disebut Ulama atau Aulia ahlil kasyaf, Al-Washil Al-Mushil Al-Maftuh Lahu wal Mufattih Lil Akhar, yang dimaksud adalah Kasyaf Suariyah “ Ilmiah Ma’nawiyah Haqiqiah.” Karena ada juga diantara mereka yang mendapatkan kasyaf yaitu terbukanya hijab sesuatu sehingga dapat dilihatnya dengan mata kepalanya yang tidak tampak dimata manusia awam.Dari petunjuk merekalah kita harus meyakini sepenuhnya.

3.Arti Hikmah dan Fadhilah.

Mungkin anda pernah mendengar/membaca “ amalan ini hikmahnya adalah begini-begini …” sebenarnya yang dimaksudkan dengan kata itu adalah bahwa adanya sesuatu yang akan ditimbulkan oleh Amalan itu dan hal itu sudah menjadi semacam ketentuan. Jika hal itu dikerjakan maka akan terwujutlah apa yang dinamakan hikmahnya. Yang berarti apabila ada kalimah (baca:Doa) tertentu diucapkan oleh seorang hamba, maka dari ucapan itu akan terjadilah suatu proses untuk sebuah kejadian. Yang mulai terjadinya setelah Doa itu dilafazkan. Akibat dari doa tersebut itulah yang dinamakan Fadhilah/khasiat. Fadhilah bisa diartikan kelebihan atau kemuliaan atau keistimewaan, dipakai untuk mengungkapkan apa yang Allah jadikan tersirat didalam suatu amalan. Dan itu berarti sudah suatu hukum sebab akibat dan tetap akan berjalan kesemuanya menurut hukum yang berlaku. Pengetahuan tentang ini disebut juga Ulumul Hikmah. Yang Allah katakan “ dan barangsiapa yang mendapatkan Al-Hikmah maka dia telah memperoleh pengetahuan yang banyak.”

Termasuk dalam hal ini adalah Ilmu Pengetahuan, bahkan yang sifatnya jauh dari jangkauan pikiran manusia yaitu hal-hal yang bersifat ghaibiyah, dan cara menguasainya dan mendaya gunakannya. Dalam wawasan inilah didapatnya pengetahuan bahwa melalui pengucapan ayat-ayat Alqur’an , zikir-zikir dengan asma-asma dan doa. Bahwa hal itu dapat merobah suatu keadaan kepada keadaan lain/baru. Doa itu sendiri juga sudah termasuk pula kedalam zikir atau adalah salah satu zikir, malah keseluruhan peribadatan adalah doa dan doa ibarat otak baginya. Ketahuilah bahwa apa yang disebut dan diyakini sebagai suatu Fadhilah adalah nikmat yang tak ternilai yang diberikan Allah kepada hamba-hambanya.

Semoga dengan sedikit penjelasan ini akan menjadi terang permasalahan dan tidak ada lagi yang mengatakan bahwa bidang ilmu ini adalah TIDAK MASUK AKAL. Seterusnya hal ini tergantung kepada diri kita masing-masing. Yang jelas kami sudah memberikan pengertian sejauh apa yang dapat kami terangkan. Hanya sebatas ini yang dapat kami paparkan mudah-mudahan memberi manfaat. “ Bi husnil I’tiqat Tablughul Murad “ Dengan keyakinan yang baik dan sempurna akan dapat meraih apa yang diinginkan.

4.Tanda-tanda Doa Terkabul.

Apakah bisa diketahui bagaimana tanda-tanda terkabulnya sebuah do’a ? sesungguhnya Allah dengan sifat Rahman dan Rahimnya telah memberikan pertanda kepada hambanya yang mau berpikir. Coba saja anda perhatikan, seperti yang sudah diyakini biasanya jika mendung tebal menggantung dilangit tidak lama dari itu akan turun hujan lebat. Atau jika dirumah tiba-tiba ada kupu-kupu yang hinggap diyakini bakal ada tamu. Pertanda ini termasuk dalam ilmu Firasat. Orang jawa biasa menyebutnya ilmu Titen atau niteni !

Kami temukan dalam kitabnya KH. Ahmad Zainuri Rosyid “Al-Jawahirul Hilmiyah”, jus Awal halaman 32-33 jawaban mengenai hal ini. Adapun sebagian dari

tanda-tanda terkabulnya sebuah do’a adalah :
Mempunyai rasa khawatir
Mengeluarkan airmata
Semangat hatinya dalam berdoa
Tenang hatinya
Terasa ringan tubuhnya

Kemudian diterangkan pula orang-orang yang di Ijabah do’anya adalah :
Orang yang terdesak
Orang yang dianiaya
Do’a kedua orang tua
Pemimpin yang adil
Orang yang sholeh
Do’a anak yang berbakti pada orang tua, guru dan mertua.
Do’anya musafir
Do’anya orang yang berpuasa
Do’anya orang yang sakit
Doanya orang yang jihat fi sabilillah
Do’anya orang yang merutinkan mandi fajar dan melaksanakan sholat fajar.
Doanya orang yang pergi haji sampai kembali kerumah 40 hari

Sebagian dari syarat-syarat terkabulnya sebuah do’a
Taubat sebelum berdo’a
Mengembalikan sesuatu yang bukan haknya
Menjalankan perintahnya dan meninggalkan larangannya
Benar ucapannya / dapat dipercaya ( jujur )
Tidak tergesa-gesa untuk dikabulkan.
Yaqin do’anya di ijabah
Konsentrasi dalam permintaannya
Tidak meminta sesuatu yang dilarang syariat
Tidak meminta sesuatu yang mustahil

5.Mengapa Doa Tidak di Ijabah ?

Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).

Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :
Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada manfaatnya keimananmu itu.
Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu?
Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan. Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya.
Engkau takut kepada neraka, tetapi setiap saat kau dekati neraka dengan maksiat-maksiatmu. Lalu dimana rasa takutmu ?
Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu?
Setiap saat sengkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.
Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.
Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia.

Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.

6.Jihad Doa
Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki datang kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq, lalu berkata, “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yang aku tidak paham apa maksudnya ?”

“Bagaimana bunyi dua ayat itu?” Tanya Imam Ja’far.
“Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” (Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu’min [40] : 60).“ Lalu aku berdo’a dan aku tidak melihat do’aku diijabah,” ujarnya.
“Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far.
“Tidak,” jawab orang itu.
“Lalu ayat yang kedua apa?” Tanya Imam Ja’far lagi.

“Ayat yang kedua berbunyi “Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin” (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya,” ujarnya.
“Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far lagi.
“Tidak,” jawabnya.
“Lalu mengapa?” Tanya imam Ja’far.
“Aku tidak tahu,” jawabnya

Imam Ja’far kemudian menjelaskan, “Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepadamu, kemudian engkau berdo’a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do’amu. Adapun engkau berinfak tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal, kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo’a kepada Allah, maka berdo’alah kepada-Nya dengan Jihad Do’a. Tentu Alah akan menjawab do’amu walaupun engkau orang yang berdosa.”

“Apa yang dimaksud Jihad Do’a?” sela orang itu.

“Apabila engkau melakukan yang fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yang telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian, bacalah shalawat kepada Nabi SAW dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang telah engkau peroleh.Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat.

Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan dengan penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.Kemudian bacalah, “Ya Allah, aku meminta maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku segala hal yang engkau ridhai. Karena aku tidak melihat seseorangpun bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu, kecuali dengan kenikmatan yang Engkau berikan. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyiakan do’amu,” papar Imam Ja’far.***

Disarikan dari kitab :
Al Qirthas, syarah Ratib Al Atthos /

Habib.Ali bin Hasan Al Atthos
Almakhroju minal musykilati wadzofaru bil hasanati /

Habib.Muhammad bin Ali Syihab
Al `Athiyyatul Haniyyah wal wasiatul Mardhiyyah /

Habib.Ali bin Hasan Al Atthos
Nasihat Spiritual, Mengenal Tarekat Ala Habib Lutfi bin Yahya/

Fahmi Jindan
Al Ijazat minal Masyaayikhi wal Habaib Al Kirom

=== Selesai syarah wirid dan Doa ===

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

SEMBAHYANG


pangeran pengasih
dolly_bae88@yahoo.co.id

ass.kepada wong alus yang sya hormati juga kepda guru hikmah wal kasyaf.pda kesepatan kali ini sya akan memberikan berupa coretan kecil yng saya dapatkan 2 hari yang lalu yaitu:

HAKEKAT SEMBAHYANG :
Berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita… hanya diri bathin (Allah) dan diri zahir kita (Muhammad) adalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.

Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu :

Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal)

Kalimat alhamdu ini diterima ketika rasulullah isra’ dan mi’raj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata alhamdulillah artinya : segala puji bagi Allah

Apa yang di puji…. Adalah : zat (Allah) , Sifat (Muhammad), Asma’ (Adam) dan Af’al (Manusia):

Jadi sembahyang itu bukan sekali-kali berarti :

Menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu adalah diri Allah semata.Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta.. tiada sesuatu yang kita punya : kecuali Hak Allah semata.

Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab 72 Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal. Fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu.

Artinya :

“sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”

Dan karena firman Allah inilah kita mengucap :

“Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”

Yang berarti :
Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah Semata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai dengan tanggal yang telah ditentukan.

Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri.

Karena bila manusia dapat mengenal dirinya, maka dengan itu pulalah ia dapat mengenal Allah.

Hadits Qudsi….
“MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU”
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah

ALIF ITU ARTINYA : NIAT SEMBAHYANG

LAM ITU ARTINYA : BERDIRI

HA ITU ARTINYA : RUKU’

MIM ITU ARTINYA : DUDUK

Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar) Perkata ini diambil dari peringatan ketika sempurnanya roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam AS. Adam AS. Pun berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

Dalam sembahyang harus memenuhi 3 syarat :
1.Fiqli (perbuatan)

2.Qauli (bacaan)

3.Qalbi (Hati atau roh atau qalbu)

Mengapa kita sembahyang sehari semalam 17 rakaat :
Adalah mengambil pengertian sebagai berikut :

Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah

1.Ah Itu Menandakan Sembahyang Subuh

Rakaat Yaitu Zat Dan Sifat

2.Allah Itu Menandakan Sembahyang Zohor

Rakaat Yaitu : Wujud, Alam, Nur Dan Shahadat.

3.Muhammad Itu Menandakan Sembahyang Asar

Rakaat Yaitu : Tanah, Air, Api, Dan Angin

4.Adam Itu Menandakan Sembahyang Maghrib

Rakaat Yaitu : Ahda, Wahda, Dan Wahdia

5.Hawa Itu Menandakan Sembahyang Isya

Rakaat Yaitu : Mani’, Manikam, Madi, Dan Di

MENGAPA KITA SEMBAHYANG SEHARI SEMALAM 17 RAKAAT :

Adalah mengambil pengertian sebagai berikut :

Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah ( )

1. AH ( ) itu menandakan sembahyang subuh…….”2”rakaat yaitu…Zat dan Sifat

2. ALLAH itu menandakan sembahyang Zohor “4” rakaat yaitu :Wujud,Alam,Nur dan Syahadat.

3. MUHAMMAD itu menandakan sembahyang Asar “4” rakaat yaitu : Tanah,Air,Api dan Angin.

4. Adam itu menandakan sembahyang Magrib “3” rakaat yaitu :Ahda,Wahda,dan Wahdia.

5. HAWA itu menandakan sembahyang Isya “4” rakaat yaitu : Mani,Manikam,Madi dan DI.

MENGAPA KITA MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT 9 KALI DALAM 5 WAKTU SEMBAHYANG

Sebab diri bathin manusia mempunyai 9 wajah.

Dua kalimah syahadat pada :

1.Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia)

2.Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH

3.Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA

4.Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD

5.Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD

MENGAPA KITA HARUS BERNIAT DALAM SEMBAHYANG

Karena : niat itu merupakan kepala sembahyang.

Hakekat niat letaknya pada martabat alif dan ataupun kalbu manusia didalam sembahyang itu kita lapazkan didalam hati :

Niat sbb :

“aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.”

Dalilnya :
1.LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI

Artinya : Tidak Sah Shalat Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya)

2.LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH

Artinya : Tidak Syah Sholat Tanpa Mengenal Allah

3.WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH

Artinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah

4.WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ

Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu

5.IN NAMAS SHALATU TAMAS KUNU TAWADU’U

Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R. Tarmizi)

6.AKI MIS SHALATA LI ZIKRI

Artinya : Dirikan Shalat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145)

Sedangkan :

1.Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang

2.Tahayat ialah merupakan hati sembahyang

3.Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan

HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT

Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT

Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu :
1.Bulu

2.Kulit

3.Daging

4.Darah

5.Tulang

6.Lemak

7.Lendir

7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling ka’bah.

HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH :

“Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam AS. Mengucap kalimah Allahu Akbar.

Peristiwa ini merupakan tajali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu :

1. Wujud 2. Ilmu 3. Nur 4. Syahadat

Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat zat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat : sifat.

Jadi zat dan sifat itu tidak boleh berpisah, zat dan sifat sama-sama saling puji memuji

DALAM SHALAT ITU JUGA MENGANDUNG HAKEKAT ZAKAT.

Hakekat zakat dalam shalat ialah :

Mengandung makna “ Pembersih hati “ dari pada syirik kepada Allah SWT.

“ iiya Kanak Budu Wa iiya Kanasta’in”

Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan

HAKEKAT PUASA DALAM SHALAT :

1.Tidak Boleh Makan Dan Minum
2.Mata Berpuasa
3.Telinga Berpuasa
4.Kulit Berpuasa
5.Hati Berpuas

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 233 Komentar

DAFTAR PENGISI ACARA SILATURAHIM NASIONAL KWA 2 CANDI MENDUT, 22-23 APRIL 2011


Naga kala buana
nagakalabuana@yahoo.co.id

Asswrwb. Alhamdulillahirrabil alamin,segala puja dan puji bagi Allah Sang Maharaja Semesta Raya yg telah berkenan mempertemukan dan menyatukan kt u/guyub paseduluran menyambut tali silaturahmi. jg trmksh kpd sohibulbait: kiwongalus, maskumitir, kijatiraga, kiarya kusuma dewa yg tlh memberikan ruangannya kpd kami u/berkomunikasi dan berorganisasi kmbl.

Trmksh dan salam takdzim kami haturkan kpd segenap sohibul ijazah yg tlh berkenan memberikan support,atensi dan kontribusi u/mensuksesakan acr ini. Berikut ini kami smpkn daftar sementara poro sesepuh jg sohibul ijazah yg tlh berkenan memberikan support dan attensinya acr gathering bln apr hr kms dan jmt 22-23apr 2011.

1) Ki Sabda Langit
- Teori dan praktek tenaga dr alam makro dan mikro kt (tenaga dalam).
- Wisata Alam Ghaib II (mhn doa dan restunya, agar isyarat alam mengijinkan kt melakukan scr bersama2wisata alam ghaib ini).

2) Mr. XXX akan melakukan suatu afirmasi trhdp obyek2 tertentu,dgn energi alam semesta yg dpt digunakan u/mengetahui bhw ilmu ato amalan yg sdh kt tirakati itu sdh msk ato blm,sdh manjing ato belum. ini sgt berguna skl,bagi kt2 yg msh menyangsikan ato krg mantap thdp adanya amalan ato ilmu yg diamanahkan kebadan kt.
3). Den Bagus dari Jatim, berkenan u/ melakukan penyelarasan benda2 pusaka dr alam ghaib ke alam nyata. insya Allah,bagi kt yg mgkn msh merasa awam dan ingin melihat keajaiban karunia alam, monggo silahkan disaksikan di depan mata.

4). Mbah Abdul Jabar pembangkitkan tenaga dalam sedulur bathin para sedulur Bolowongalus yg berkenan hadir dan jg beliau berkenan membangkitkan tenaga dalam poro sedulur yg berkenan hadir di pendopo candi mendut nntnya.

5). Ki Cipto Husodo dengan terapi bekam,pijat refleksi,totok,terapi listrik bagi mrk yg ingin terapi alternatif sumonggo silahkan bergabung di mendut.

6). Kiageng Ungaran, penyelarasan dan pembangkitan energi alam semesta u/keselamatan tahap II. berguna u/keselamatan,kharisma,daya pesona.

7). Raka Mas Jambrong

8). Ki Wongalus dan Ki Angon dgn KUPAT nya (kuliah seperempat jamnya) u/pencerahan dan motivasi jg eling kpd sejatinya kt hidup ini.

U/smntr ini daftar sohibul ijazah yg sdh berkenan berkoordinasi dan konfirmasi ke kami kmbl,kami msh menunggu koordinasi dan konfirmasi kmbl dr ki Ardewa Mahaputra, Ki Yusuf supriyadi Sang Budak Gemblung, ki Bams Satria jg dr sesepuh2 yg laen. monggo kpd sesepuh2 yg laen yg berkenan hadir,kami akan menyediakan wkt secukupnya agar semua apresiasi dr sedulur dpt terakomodasi dgn baik….dr jakarta,bogor,indramayu,cirebon,pekalongan,demak,kudus,pati dsb. kami tgg koordiasinya.

Salam Takdzim….Salam Pamuji Rahayu….

ttd

Koordinator Acara

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 105 Komentar

AJI SAHADAT PANALUKAN


agung wisnu putra ardea
bengawan.candhu@gmail.com

Sohibul Ijazah : Ki Taopik
Dengan mengharap ridho Allah monggo sy ijazahkan buat warga sedulur KWA.
Bismillahirrahamirrahiim.
Niat Kawulo ngawatek aji sahadat,sahadatnu diwatek keurnalukeun jeung nundukeun mahluk,tunduk jeung taluk ku’adhomna Allah nu dikwasakeun kakula,kun kagungan Allah Fayakun Kagungan Muhammad,Tunduk silaing nu nyata taluk silaing nu gaib,sinuhun ya Allah Ya Rasulullah.

Kifayatal ‘amal : puasa 7 hari mutih ,dibaca 313 x jam 12mlm slm puasa. setelah puasa dibaca 3x smbl tahan nafas.
Fungsi : buat menakhlukkan makhluk dr tataran prajurit hingga raja dgn ijin Allah.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 70 Komentar

PUTER GILING


Prayoga Gemilang
gemilang.prayoga@yahoo.co.id

Assalamu alaikum wr.wb.
amalan ini saya dapatkan dari seorang ustadz di wilayah solo,jawa tengah. amalan ini di khususkan untuk mendatangkan/memanggil seseorang dari jarak yg jauh. adapun caranya adalah sebagai berikut:

Bayangkan sejelas~jelasnya orang yang akan kita panggil.
setelah mendapat gambaran wajah orang yg kita panggil dengan jelas maka bacalah niat permohonan seperti contoh di bawah ini:
“Ya Allah hamba mohon kekuatanmu untuk memanggil si jabang bayi….(sebutkan namanya)supaya datang kepadaku”.
setelah membaca permohonan di atas,tariklah nafas dan bayangkan wajah orang yg di tuju sejelas~jelasnya sambil dalam hati membaca” ROSO PUTIH TALINING URIP SUKMO PUTIH TALINING EMUT. ENGETO SAKJRONING URIP.INGSUN KONGKON UNDANGEN SI JABANG BAYINE…..(nama orang yang di tuju).
di baca berulang~ulang.kalo nafas tdk kuat di lepas pelan~pelan melalui mulut dan ulangi lagi dari awal sampe beberapa kali.

apabila ingin mengakhiri hentakkan kaki kanan ke tanah 3x sambil baca takbir 3x.
waktu yg tepat untuk ritual di atas adalah pada waktu tengah malam.
agar kekuatan puter giling bertambah kuat,bacalah amalan di atas pada waktu pagi dan sore sambil tahan nafas,seperti pada ritual tengah malam.
wassalam
PRAYOGA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 54 Komentar

SILAHTURAHIM SEDULUR KWA YANG ADA DI DEPOK


Ardian Wijaya
mustika.siliwangi38@yahoo.co.id

Assalamu’alaikum wr.wb
Salam Asah,asih,asuh untuk segenap sesepuh kwa, dan para sedulur semuanya. Dengan ini kami ingin menyampaikan bahwa insyaAllah kami akan menggelar acara silahturahim kwa depok, bagi yang berminat silahkan kirim ke email kami mustika.siliwangi38@yahoo.com dan tinggalkan nama,usia,serta no Hp yang bisa kami hubungi. Bagi yang dapat hadir akan ada LATIHAN PENGAKTIFAN KHODAM PRIBADI DENGAN METODE “ASMAK KALAM”. Sekian dari kami, atas perhatian para sedulur semua kami ucapkan terimakasih.
Wassalam.wr.wb @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 42 Komentar

PESUGIHAN JIN SAIBAH


Bayu Brojomusti
bayubrojomusti@yahoo.co.id

mantra: HADAH HADAI TUNA JIN SAIBAH dibaca berulang-ulang mulai jam 7 malam sampai jam 3 pagi, setelah itu tidak boleh tidur dan hari ke 2 dan ke 3 sama dengan hari pertama,waktu wirit didepan pintu kamar anda dalam keadaan gelap gulita. @@@

JIN NASIBIN{JIN KEKAYAAN}
puasa 1 hr mlai selasa kliwon,tawasul:khususon jin nasibin 41x,mantra:surah al-jin ayat 6 bca trus smpai dtang. @@@

ILMU SETAN GUNDUL{SIHIR/GENDAM UANG}

mantra: KAKI DURGO NINI DURGO,SARUPONO DOLANANKU,YEN ORA KOK SURUPI,TAK ATURAKE SANG HYANG WENANG,BEL ROBEL SETAN GUNDUL.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 229 Komentar

PATRAP MUDAH MENGETAHUI BENDA BERTUAH


Ilmu ini sangat simpel keadaannya kita tinggal patrap akan mengetahui terdapat benda bertuah dimanapun kita berada hanya dengan kita memegang tanah yg akan kita suvey benar atau tidaknya ada benda bertuah disekitar tanah tersebut. cara pengamalannya terlebih dahulu kita puasa mutih 3 hari dmulai dari hari jum’ad di akhiri dengan melek semalem/ngebleng

inilah patrapnya:

” NOGO PRATOLO SIRAHENG BUMI LOKANTOLO PUSERENG BUMI BUMI TUO TINEMU TUO DZATULLAH SIFATULLAH SAKENG KERSANE ALLAH ”

Dibaca 7x didepan rumah tanpa ada penghalang. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi sya tanpa dkenakan biaya alias gratis.

“Shang Jalak Jiwo”
08995905071

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 205 Komentar

AJI WARINGIN SUNGSANG


shang jalak jiwo
pring.sendang@gmail.com

” NIAT INGSUN AMATEK AJIKU WARINGIN SUNGSANG LUHURKU SUNDUL LANGIT, WEWAYANGANKU NGEBEKI JAGAD SAKEHE RUPA PANINGALKU, SAKEHE GELAP SUARAKU , GEDE CILIK TUO NOM NDELENG AK TEKA WELAS TEKA ASIH TEKO LEREP KEDEP REP KEDEP REP KEDEP SHANG HYANG WENANG, SANG BETARA SURYA KANG TOPO ONO PUCUKE GUNUNG KENDALISODO, SABDO PANDITO ANIUP RASANE MANUNGSA ANIUP RASANE ALLAH YA AKU KANG ARAN LANANG SEJATI”

DIBACA 77 X

PUASA 7 HARI MUTIH TERAHIR NGEBLENG

SALAMAT MENCOBA

“SHANG JALAK JIWO”
08995905071

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 45 Komentar

CARA MENGENAL ALLAH (MAKRIFATULLAH)


Assalamualaikum wr wb.

1. Berpikirlah dengan seluruh kecerdasan anda dan rasakanlah dengan seluruh rasa anda tentang Dzat, Asma (nama) dan Af’al (perbuatan)-NYA.
2. Selanjutnya akui bahwa pikiran dan perasaan anda tentang-NYA itu pasti SALAH karena ALLAH SWT berbeda dengan apa yang anda pikirkan dan anda rasakan tersebut dan ini adalah sifat-NYA; yaitu berbeda dengan semesta kemakhlukan.
3. Kemudian laksanakan sholatlah untuk memohon ampunan atas kesalahan anda pada-NYA.

Wassalamualaikum wr wb.

@wongalus,2011

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 115 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.