JIN DAN SURGA

JIN: “SURGA ITU DICIPTAKAN UNTUK MEREKA YANG TIDAK IKHLAS”


Nikmatnya kalau hidup ini banyak sahabat dan teman. Dari teman kita bisa mendapatkan saran, masukan, curhat dan sekaligus hati kita terhibur di kala sepi. Keberadaan teman dan sahabat oleh sebab itu bisa menjadi sarana kita untuk beraktualisasi diri sebagai pemenuhan eksistensi kita sebagai salah satu makhluk Tuhan di antara makhluk lainnya. Dan siapa tahu, dari para sahabat ini Tuhan memberikan petunjuk pada kita.

Salah satu teman yang baru saja menemui saya pagi ini adalah seorang jin yang baik. Tiba-tiba dia keluar dari dinding kamar dan berpakaian seragam coklat. Tubuhnya tinggi besar ganteng, dia datang dan sejenak kemudian mengajak saya bepergian ke alamnya. Awalnya dia menggunakan semacam papan nama di dada, namun saat saya baca papan nama itu. Dia kemudian menutupinya dan menghapus tulisan di papan nama itu. Dia berpesan agar tidak perlu menyebutkan namanya untuk ditulis diblog.

Saya pun kemudian menuruti ajakannya masuk ke alam jin. Alam jin adalah alam yang mirip dengan alam sebagaimana alam manusia. Persis dengan apa yang pernah kita lihat di alam manusia. Saya manut saja ketika saya diajaknya menonton konser musik di sebuah gedung pertunjukan. Gedung itu sebenarnya adalah seperti stadion yang terbuka. Tempat duduknya terbuat dari cor semen yang keras. Di sana sudah penuh dengan jin-jin dan saya dan dia duduk di baris paling depan menunggu mulainya konser.

Di sinilah saya wongalus (W) terlibat sebuah diskusi dengan Jin (J) sahabat yang baik hati.

J: Tahukah kamu, untuk apa surga itu diciptakan Tuhan?
W: Tidak tahu

J: Surga diciptakan untuk mereka yang tidak ikhlas
W: Kok bisa begitu, bukankah surga sebagai balasan mereka yang berbuat baik di dunia?

J: Manusia serba menuntut. Inginnya pasti balasan. Apa manusia tidak ingat dia dilahirkan tanpa membawa apapun. Dia dilahirkan gratis, tidak modal apapun juga kan?. Kenapa kok menuntut macam-macam atas tindakannya. Ini berarti manusia tidak ikhlas dan bersyukur.

W: Logikamu dan jalan pikiranmu menarik

J: Manusia sebagaimana yang saya ketahui kebanyakan dholim, melampaui batas. Tidak mau ikhlas. Padahal ikhlas ini sesungguhnya tingkatan awal untuk hidup di jalan Allah. Bukankah kita memang sudah seharusnya bersyukur tanpa mengharap imbalan apapun?? Itu sebabnya Tuhan Maha Tahu sifat manusia yang suka menuntut ini, maka dia menciptakan surga. Sebagai upaya agar manusia mau untuk beribadah dan ikut di jalan Tuhan maka diadakankah surga untuk iming-iming agar dia mengutamakan negeri akhirat.

W: Saya akui kebanyakan manusia seperti saya lupa untuk bersyukur

J: Harusnya setiap saat manusia bersyukur. LIhatlah aku, hidup di alam bayangan, alam gaib yang hanya bisa menikmati alam tanpa materi. Kamu, manusia, memiliki unsur jasad fisik di alam materi namun batin dan hatimu ada di alam gaib. Maka kamu sesungguhnya hidup di dua alam. Seperti kodok maupun buaya. Sementara aku dan alamnya malaikat alamnya cuma satu, alam gaib saja. Kamu bisa lebih bahagia dan memang makhluk yang paling unggul dan mulia. Allahu Akbar, bersyukurlah.. bersyukurlah bersyukurlah… (sambil menangis seakan mengajak saya untuk segera bersimpuh sujud mensyukuri karunia dan anugerah Allah SWT).

W: Baiklah jin sahabatku, terima kasih kamu telah mengingatkan saya. Untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Lembut, tidak perlu saya tunjuk-tunjukkan di hadapanmu. Hati saya setiap saat bersyukur dan memuji Asma-Nya. Ibadah itu urusan saya pribadi dengan Allah. Manusia dan kamu tidak perlu melihat saat saya bersyukur dan sujud pada-Nya. Itu nanti membuat saya riya dan ujub, menyombongkan diri termasuk beribadah hanya karena ingin dilihat olehmu dan oleh manusia. Melakukan ibadahpun harus diteliti dengan hati dan batin. Apakah saat beribadah itu nanti mengandung unsur riya, sombong atau tidak. Percuma ibadah bila dalam hati masih belepotan nafsu. Celakanya nafsu itu lagi-lagi demi motif dunia. Payah kan?? Makanya mohon maaf aku tidak ingin menuruti ajakanmu sekarang. Biarlah saya tulis dan camkan saja di ingatan ajakanmu. Saya juga berjanji padamu, percakapan ini akan saya tulis diblog agar lebih banyak orang membaca pesanmu.

J: Terima kasih. Saya percaya padamu. Tolong darmakan hidupmu hanya untuk melayani Tuhan Yang Satu. Jalan selamat adalah menjadikan hidup tetap berada di garis Tuhan. Terserah agamamu apa, yang penting kamu harus selalu ingat bahwa semua yang ada, termasuk semua keyakinan dan agama itu sumbernya satu, Yang Satu, Yang Maha Satu, Yang Hanya Satu dan tidak boleh diduakan. Bila ini diketahui oleh semua mahluk maka mereka akan selamat dunia akhirat. Semua mahluk kebanyakan sudah mengetahui dan mereka berikrar untuk menghabiskan rentang usianya untuk berbakti pada Tuhan. Termasuk makhluk halus seperti saya. Hanya manusia yang memiliki pilihan bebas yang bisa ingkar. Manusia bila memilih apakah dia ikhlas atau tidak ikhlas untuk menjalani hidupnya. Karena itu Tuhan menciptakan surga bagi yang ikhlas dan neraka bagi yang tidak ikhlas. Surga adalah tempat yang mulia. Saya belum pernah melihatnya. Itu tempat khusus buat manusia. Kami semua tidak akan bisa masuk ke surga. Namun kami juga tidak masuk neraka sebab kami tidak punya pilihan lain selain menjalani kodrat kami sebagai teman manusia.

W: Hai jin sahabatku, kamu salah. Kodrat jin sepertimu juga bebas. Kebebasan itu juga milikmu. Kamu juga bisa masuk surga dan masuk neraka. Buktinya di duniamu ada jin yang ingkar dan baik namun ada yang buruk. Nanti kita sama-sama diadili dan dihisab oleh Tuhan. Lantas kita dimaukkan surga dan neraka. Itu artinya alam kita dan kehendak serta kodrat kita ini hakikatnya sama. Maka marilah kita saling mengingatkan bila di antara kita ada yang salah. Agar nanti kita sampai pada akhir yang baik (khusnul khotimah).

J: Begitu ya? Alhamdulillah, hari ini dan saat ini saya mendapat petunjuk dari Allah melalui mulutmu. Bahwa kelak saya juga bisa masuk surga bila saya ikhlas dan masuk neraka bila saya tidak ikhlas. Saya pasti memilih masuk surga. Saya berterima kasih dan ternyata ini kesimpulannya, kenapa Tuhan memerintahkan saya untuk menemuimu. Yaitu untuk belajar dan sekali lagi terima kasih.

Setelah berada di gedung pertunjukan yang penuh dan ternyata artisnya belum datang saya memilih untuk keluar gedung dan dia mengetahui saya sudah malas di dalam gedung maka dia mengajak saya jalan-jalan ke sebuah pertokoan yang berlantai sebelas. Pertokoan ini sudah usang dan kurang menarik. Tiba di lantai sebelas pertokoan, dia melirik saya namun melihat saya tetap kurang bersemangat diajak jalan-jalan.

“Saya pengen pulang” kata saya. Sedetik kemudian, dia mengantar saya kembali ke alam nyata. Namun sebelumnya, saya bertanya padanya: Apa yang harus saya lakukan bila saya ingin bertemu dengannya lagi? “(1). Gesekkan tanganmu ke dinding kamar tidur seperti kamu membikin lingkaran. Lalu (2) cabut atau potong bulu hidungmu di depan cermin. Maka aku akan menemuimu lagi, hai sahabatku,” katanya. “Baiklah terima kasih, selamat jalan Jin sahabatku…” kata saya.

SEMOGA ALLAH SWT SELALU MEMBERI KITA SEMUA KESIAPAN AGAR MAMPU MEMBACA PETUNJUKNYA YANG SETIAP SAAT ADA DI DEPAN MATA FISIK DAN MATA BATIN KITA MASING-MASING.

Jum’at pagi ba’da sholat Idul Adha 1430H.

@wongalus,2009

Categories: JIN DAN SURGA | 12 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.