KAMPUNG BATIN

KAMPUNG BATIN


Sebulan penuh berpuasa, tibalah saatnya kita memasuki yang batin… Menggapai dasar kesadaran ruhaniah di hari kemenangan Iedul Fitri. Berpuasa berarti sebuah momen olah raga, ,menahan diri dari makan, minum, berhubungan seks, menahan mulut dan semua jasad dari keinginan yang biasa dilakukan oleh kaum muslimin.

Selain itu, puasa juga momen yang baik untuk olah rasa atau olah batin untuk menyadari bahwa antara kebutuhan raga dan rasa itu sangat beda. Kebutuhan batin berupa ketenangan, kedamaian, kebeningan, keadilan, keakraban, bahkan sampai pada kebersatuan rasaku dengan Rasa – MU, yaitu rasanya Gusti Allah.

Nah, apakah hingga selesainya ramadhan kita sudah merasakan berbagai rasa tadi? Bila belum, maka kita perlu meneruskan usaha batiniah hingga tingkat tertinggi. Sebab pada hakekatnya, semua bulan dalam satu tahun, setiap saat kita ini diberi kesempatan untuk berolah raga puasa, dan berolah rasa batin.

Iedul fitri bagi kalangan ahli kebatinan adalah momen mengingat kembali jati diri manusia, bahwa dia ada untuk manembah kepada Gusti. Sebagaimana perjanjian antara ruh dengan Gusti sebelum dia dilahirkan ke dunia. Itulah jati diri manusia yang harus terus diingat dan diusahakan sepanjang hidup manusia.

Jati diri bahwa manusia sebenarnya harus hidup di kampung batin……….. Selamat iedul fitri 1430 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin.

Puncak Lawu, 1 Hijriyah

by wongalus

Categories: KAMPUNG BATIN | 17 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.