NAWUNG KRIDHA

==NAWUNG KRIDHA==


ALAM DAN DIRI KITA INI ADALAH BUKU YANG TERBUKA LEBAR-LEBAR.. SIAPA YANG MAMPU MEMBACA DAN MEMAKNAINYA DENGAN BENAR, MAKA DIA AKAN SAMPAI PADA KESIMPULAN YANG BENAR.

Saudaraku sedulur K.W.A:

Tanpa disadari kita sudah hampir memasuki setengah bulan puasa Ramadhan. Berbagai amalan untuk mencari ridho Allah SWT terus dishare atau tampilkan sesepuh dan sedulur semua. Sedulur pengirim artikel tidak pernah lelah untuk berbagi ilmu dan amalan, sementara sedulur yang lain tidak pernah bosan untuk belajar belajar dan belajar. Ini tentu saja sebuah perkembangan yang membahagiakan, dan di blog gratisan yang sangat sederhana ini ternyata bisa dipakai sebagai wahana pembelajaran. Tidak kalah belajar beneran di kelas-kelas di perguruan tinggi.

Maka bolehlah kemudian kita muncul sedikit pertanyaan yang bernada optimisme, sebenarnya mau dibawa kemana komunitas blog Kampus Wong Alus ini. Apakah hanya sebagai sarana untuk belajar dan setelah itu selesai atau ada rencana-rencana mulia lain dan seterusnya. Kadang, kita punya harapan berlebihan namun kadang pula kita hanya bisa berkata.. “Sudahlah, mengalir saja dan melihat apa yang akan terjadi kemudian….”

Ada pula saran dari sedulur semuanya, kalau sebenarnya kita punya modal besar yaitu SEMANGAT DAN RASA BERSATU untuk merencanakan dan membangun sesuatu yang baru selain hanya blog ini. Misalnya membuat sarana dan prasarana pembelajaran beneran, atau membuat katakanlah semacam pondok pesantren, atau membuat usaha, membuat A,B atau C…. Kita tidak membahasnya terlalu jauh malam ini karena bagi saya semua hal itu akan berkembang dengan sendirinya dan alamiah bila TUHAN MENGIJINKAN.

Justeru yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah bagaimana kita bisa selamat setelah kita mengalami fase-fase genting yaitu perpecahan di Keluarga Besar Kampus Wong Alus sendiri. Setiap hari pro kontra pandangan mampir di komentar-komentar blog ini. Rasa marah, benci, geram, emosi terkadang hadir saat membaca komentar saudara kita yang berbeda pandangan. Satu kepala satu ide, satu pendapat yang tidak ada yang sama satu dengan yang lainnya. Allahu Akbar…

Perbedaan itu rahmat dan anugerah… tapi saya percaya bahwa pendapat sedulur SEMUANYA BENAR. Sebab kepada setiap hal di dunia ini, Allah SWT membisikkan wahyu yaitu “ketaatan beribadah… ketaatan untuk selalu hidup segaris dengan kodrat penciptaannya”

YANG PENTING MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
Marilah kita merenungkan hal ini: bahwa benda-benda anorganik, tumbuh berkembangnya serta berkembangbiaknya tumbuh-tumbuhan, sensitifnya kehidupan hewani serta intelektifnya hidup kemanusiaan termasuk kepada Khalifatullah dan atau Rasulullah semuanya akan diperlihatkan rahasia kepribadian-NYA agar Tuhan tidak hanya di DIA-kan, akan tetapi juga di-ENGKAU-kan bahkan di-WAKILI.

Jarak antara pun makin diperdekat dan ALLAH SWT memang lebih dekat dari segala yang dekat. Tidak ada sesuatu pun yang lebih Maha Dekat dengan manusia selain ALLAH SWT. Saat seseorang berupaya mendekat kepada-NYA, maka IA akan memperkenankan pendekatan itu, bahkan menyambutnya dengan Maha Kasih dan Maha Sayangnya sehingga Ia melampauinya.

Tetapi untuk sampai kepada kedekatan yang tanpa jarak dengan-NYA itu, walaupun Ia lebih dekat dari urat nadi di leher, kita akan mengalami sebuah pencucian jiwa raga yang dahsyat. Sebagaimana Muhammad SAW tuntunan dan junjungan kita semua, yang mengalami diajak “jalan-jalan” dimalam hari, diproses dengan penderitaan dan ujian di siang hari langsung oleh-NYA.

Saudaraku sedulur K.W.A:
Blog ini juga merupakan sarana belajar dan mengaji ayat-ayat-NYA yang bertebaran dimana-mana ini. Saat kita melek, membuka mata di pagi hari apa yang biasanya kita lakukan dan kita lihat? Saya terbiasa langsung berkata ALHAMDULILLAH,… SEGALA PUJI BAGI ALLAH.. Kenapa kita perlu bersyukur? Sebab kita masih diperkenankan untuk belajar dan mempelajari semua hal. Hawa sejuk di pagi hari, air gemericik di sungai, kicau burung merdu adalah musik alam yang bisa membuat jiwa dan raga kita senantiasa sehat.

Selanjutnya seperti biasanya menunaikan sholat. Lalu melipat sarung dan keluar rumah melihat-lihat tumbuhan dan bunga di sekeliling rumah. Kalau kita rajin melihat tanaman, kita bisa menyimpulkan bahwa tumbuh-tumbuhan dibimbing oleh sinar matahari di siang hari sementara bunga-bunga kembang setamannya dibimbing cahaya bulan di malam hari. Corona bunga menjadikan corolla bunga berkembang dan menaburkan wangi-wangian alami.

Maka tidaklah mengherankan bila apabila seorang pemuda memandang bayangan “bulan” di balik wajah seorang pemudi atau sebaliknya, dan kemudia merasa JATUH CINTA maka sesungguhnya ia merasakan gaya tarik OUT OF BODY, yang hampir serupa dengan para spiritualis sejati di saat akan sampai pada ambang kesaksian CINTA SEJATI pada ALLAH.

Saat cahaya bulan yang satu saja sudah mampu mengembangkan bunga-bunga seribu satu malam, bagaimana bila seribu bulan menyatukan cahaya sinoptik di satu malam? Itulah yang terjadi dengan Muhammad SAW di malam lailatul qodar, yaitu malam di bulan cahaya, malam cahaya bulan, malam turunnya Al Qur’an.. Pada saat itulah Muhammad mengalami TRANSFORMASI DIRI “out of body” dari Muhammad Abduhu menjadi Muhammad Rasulullah.

Di Serat Wedhatama: Panembahan Senopati mengalami pula OUT OF BODY itu sebagai LELANA DATENG BATOS, INGKANG SEPEN SAKING PANGGAGAS DONYA, ING NGRIKU ING BATOS SUMEDYA ONCAT SAKING RAGA (WISMA) AMARGI INGKANG KAJANGKA, WISMANING PEPADHANG, INGGIH PUNIKA HYANG PRAMANA…. ANGGAYUH PEPADHANGING PRAMANA PUNIKA INGKANG KAWASTANAN “ANGGARWA” RATU KIDUL, TEGESIPUN AWIT SAKING DAYANING WAHYU, INGKANG KATEMBUNGAKEN “MELOK” UTAWI KAPURNAMAN.

Sampai saat ini kita semua masih banyak yang bingung dengan cara OUT OF BODY saat meraga sukma…… ndak apa-apa karena semuanya pasti butuh proses pembelajaran.

Peristiwa meraga sukma sebenarnya bukan hanya isapan jempol belaka melainkan peristiwa “misterius” yang sungguh-sungguh terjadi. Kita katakan misterius bila memang akal dan pikiran kita belum cukup mampu meraba hubungan kausalitasnya dan tidak mampu dijelaskan secara biasa. Dan memang raga sukma tidak butuh logika, yang dibutuhkan hanya menyesuaikan dengan kadar AMAL dan ILMU kita. Maka, cara meraga sukma yang paling mudah adalah beramal sebanyak-banyaknya dan tuntut ilmu yang setinggi-tingginya. Selanjutnya pasrahkan pada Yang Empunya Sukma..

Intensitas kejadian setiap orang saat OUT OF BODY sebenarnya sangat menarik untuk dibahas saat bulan Ramadhan kali ini. Sebab saat raga dan tubuh kita istirahatkan di siang hari dengan puasa dan memperbanyak amal sholeh serta perbuatan-perbuatan yang terpuji itulah, kita akan mengalami kejadian-kejadian yang diluar nalar. Itu terjadi setelah ruh kita mampu mengatasi yang lahir-lahir, yang benda-benda dan JUMENENG atau berdiri tegak untuk ber-MANUNGGAL DENGAN YANG MAHA DEKAT. Ini hampir sama dengan kejadian “Kilatan Ndaru” saat pemilihan lurah di satu desa yang wawasan kosmologisnya masih utuh.

Leluhur kita, orang-orang waskita jaman dulu yang gentur olah batin, olah rahsa dan hidup prihatin namun tetap banyak bersyukur dan bahagia dengan banyak-banyak memuji-NYA. Orang-orang waskita pasti sangat paham akan hal ini. Mereka sering mengalami sebuah kejadian berupa KELEBATAN/THE GLIMPSES OF LIGHT, BAYANGAN TRANSPARAN… yaitu kejadian out of body atau orang jawa menyebutnya NAWUNG KRIDHA. Tentu saja, pemahaman orang setaraf dengan AMAL (labuh) dan ILMU (labet) nya masing-masing.

ADA MASANYA KETIKA YANG ADIKODRATI DAN KODRATI MASIH MENYATU, LALU KEDUANYA MENGAMBIL JARAK, KEMUDIAN PENEKANAN KE SALAH SATUNYA, SAMBIL PENIADAAN YANG LAIN. Sekarang, di saat Ramadhan ini marilah kita kembali untuk BERSATU, dan TANDA-TANDANYA ADALAH KERINDUAN YANG MELUAP-LUAP DI DALAM DADA…..

ALAM MEYERUKAN PUJA PUJI KEPADA TUHAN SERU SEKALIAN ALAM. KITA SEMUA RINDU KESEJATIAN DAN KEADILAN… SEMOGA DIRI INI MAMPU “JEJEG ANGASTA PUSARANING ADIL.”

BERUMAH DI ANGIN
Saudaraku sedulur K.W.A: Kalaupun toh pada akhirnya, saya tidak punya rencana apa-apa terhadap masa depan blog ini maka mohon dimaafkan saja. Sebab sepertinya merupakan sebuah garis bahwa saya memang tidak ingin masuk ke wilayah-wilayah formal pembelajaran yang biasa kita kenal sebelumnya. Kalaupun ada sedulur semua yang ingin memasuki wilayah-wilayah formal tersebut saya menyambut dengan tangan terbuka. Kenapa? Sebab saya ingin tetap tinggal di angin saja.

Saya pada akhirnya harus memilih dimana saya harus berada. Tetap tinggal di angin dan maya seperti sekarang ini atau harus memasuki wilayah nyata dan kongkret dengan aturan formal dan normatif selayaknya hadir sebagai “manusia nyata”. Apalagi bila dilihat bahwa pada faktanya, usia saya sudah tidak muda lagi bila diharuskan untuk membangun sesuatu yang baru dimana kita harus memulai lagi dari awal.

—Yang tinggal di angin tidak punya rencana ruang karena ia meruang, tidak punya rencana waktu karena ia di dalam alam, kemarin dan esok adalah hari ini, tidak punya perhitungan untung rugi karena di mata alam. Bencana keberuntungan sama saja; ia tidak mencari “SATU” di luar dirinya karena begitu ia mengalami langit di luar dan langit di badan bersatu dalam jiwanya.. itulah SATU-nya—

Terakhir, mohon maaf pada sedulurku semua bila ada laku perbuatan, kata-kata maupun hati yang masih lusuh, berdebu dan abu-abu. Itu semua tidak menyurutkan langkah saya untuk terus:

…. MAJU PANTANG MUNDUR MELAWAN MUSUH-MUSUH YANG MENGHANCURKAN KESATUAN DAN KEMANUSIAAN…

Dan meskipun badanku ada di dunia, tapi ruhku ada di genggaman-NYA. Sabda nabi: perkataanku itu syariat, perbuatanku itu tarekat, hatiku itu hakikat.. Kelanjutannya amat jelas bahwa Ruhku itu makrifat. Mengapa Muhammad SAW itu nabi besar? Karena Muhammad itu bukan hanya nama diri tapi juga kualitas pribadi yakni YANG TERPUJI karena selalu MEMUJI ALLAH, TUHAN SERU SEKALIAN ALAM. Hakikat segala sesuatu adalah puja dan puji untuk-NYA. Enaknya makanan untuk berbuka puasa adalah lahiriah. Batiniahnya/hakekatnya adalah ayat LA HAULA WA LA QUWWATA ILA BIL-LAH.

WAHAI PEMILIK SEGALANYA, MAHA SEGALA YANG MAHA, SUMBER DARI SEGALA SUMBER, AMPUNINAH KESALAHAN KAMI. BERILAH KEKUATAN PADA KAMI UNTUK MENSYUKURI SEMUA PEMBERIANMU DAN KASIHI KAMI YANG LEMAH INI DENGAN KEKUATANMU YANG MAHA KUAT DAN MAHA PERKASA.

Sedulurku di k.w.a: terima kasih.
Salam damai penuh cinta kasih persahabatan…

@@@

Categories: NAWUNG KRIDHA | 72 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.