>>PERPUSTAKAAN UTAMA

MENYEBERANGI PADANG PASIR KEHIDUPAN BERSAMA GURU TERCINTA


Diterjemahkan dari Crossing The Desert of Life
Ditulis Oleh: M. R. Bawa Muhaiyaddeen
Penerjemah Dimas Tandayu

Sayangku, cucu-cucuku, anak-anakku, putra-putriku. Maukah kau ikut denganku ke Arabia? Sejauh kau memandang, yang terlihat hanyalah padang pasir. Lihat bagaimana angin menghembuskan pasir hingga menjadi sebuah gurun. Beberapa tebing bebatuan ada disini dan disana, dan biasanya terdapat semak-semak berduri atau pohon kurma, tetapi saat ini dapatkah kita melihat air, orang-orang, perkampungan, atau kehidupan lainnya?. Kemanapun kita memandang, kita hanya melihat pasir, batu-batu dan cakrawala yang menjulang. Jika manusia terdampar disini, dia akan berhadapan dengan badai gurun, angin topan dan matahari yang menyengat.

Cucu-cucuku, berkenala sepanjang padang pasir ini akan menjadi sangat sulit. Dapatkah kau rasakan kakimu tenggelam kedalam pasir setiap kali kau melangkah? Kau harus mengangkatnya pada setiap langkahmu. Oh, lihat disana, diujung cakrawala. Dapatkah kau melihat burung unta berlari bergerombol menelusuri gurun? Mereka bisa berlari hingga dua puluh kilometer perjam. Kita tidak dapat berlari secepat itu. Kenyataannya, kaki kita terasa sangat berat dipasir dan menyulitkan kita untuk berjalan. Tetapi kita harus terus bergerak, karena jika kita diam disini kita akan mati. Kita harus mencari air sebelum badai gurun datang. Jangan sampai keletihan, kita tidak boleh membuang waktu. Kita harus terus berjalan.

Awas nak! banyak kalajengking dan ular di dekat batu itu. Beberapa ular adalah jenis ular yang berjalan merayap kesamping ketika menyusuri pasir. Lihat, kau juga bisa melihat beberapa iguana dan tikus, dan disebelah sana ada seekor rubah. Bagaimanapun juga mereka semua bisa hidup di padang pasir ini. Tetapi sangatlah tidak mungkin bagi manusia untuk bisa bertahan hidup di sini dimana mataharinya sangat menyengat dan tanahnya yang tandus, dengan hanya beberapa pohon saja yang bisa memberi keteduhan.

Cucu-cucuku, mari kita berjalan menuju gunung bebatuan diujung sana. Lihat! Apakah kau melihat asap yang datang dari sana? Ayo kita berjalan lebih dekat lagi. Sekarang mata kita bisa melihat dua atau tiga tenda dengan kuda dan unta yang diikat di luar. Tetap berjalan, kita hampir sampai disana. Sepertinya beberapa keluarga nomad hidup di sini. Mereka pasti berasal dari suku yang hidup di padang pasir. Para nomad biasanya dipandang rendah dan digolongkan kedalam kasta yang rendah oleh mereka yang menggolongkan diri mereka sebagai kasta yang tinggi. Tetapi mereka ini sangatlah baik dan bijaksana. Lihat bagaimana mereka mendatangi kita dan menawari kita makanan dan air dari kendi-kendi mereka.

“Salam, mari bergabung dan makan bersama kami. Apa yang membawa kalian kemari?
“Kami datang untuk menjelajahi padang pasir. Dan kami belum bertemu seseorang pun sampai Tuhan membimbing kami kepadamu.”

“Sahabatku, kau membutuhkan air untuk perjalananmu. Hanya terdapat sedikit mata air di daerah ini, tetapi kami bisa memberitahu kepadamu bagaimana untuk menemukan mata air itu. Kami juga bisa mengarahkanmu kepada beberapa orang yang memiliki rumah di gunung terdekat. Kau selayaknya bisa menemukan mereka dengan mudah, tetapi jangan dengan berjalan kaki. Silahkan bawa kuda-kuda dan unta-unta kami, mereka terlatih untuk berjalan di gurun dan akan membuat perjalanan kalian lebih mudah. Kami menungganginya kemanapun kami pergi.”

Cucu-cucuku, apakah kau tidak bertanya-tanya bagaimana mereka menemukan makanan di tanah yang panas dan tandus ini? Ayo kita tanya tuan rumah kita. Kita bisa belajar sesuatu jika kita mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang ia katakan kepada kita.

“Kami memakan binatang yang hidup di gurun, burung-burung unta dan unta-unta, beberapa sapi liar dan beberapa ayam. Kadang-kadang kami menangkap sejenis kambing gunung yang memakan rumput pada bebatuan. Dimanapun kami menemukan air, kami menggali sumur, mengisi kendi-kendi kami, dan membawanya kembali ke tenda kami. Kami juga mendapatkan susu dari unta-unta kami. Bagaimapun kami memutuskan untuk tetap disini.Hidup mungkin sulit, tetapi kami tidak pernah kekurangan makanan. Tuhan selalu mencukupi kebutuhan kami.
Cucu-cucuku, ayo kita minum sedikit air dari kendi-kendi ini. Lihat, airnya sebening kristal dengan bayangan agak kebiru-biruan.Mmmm, rasanya begitu segar dan nikmat. Siramkan sedikit ke badanmu. Air itu akan menghilangkan keringatmu dan mendinginkanmu. Ahh, begitu segarnya.

Cucu-cucuku, perjalanan hidup kita sama seperti berjalan mengarungi padang pasir. Kita harus menyeberangi lautan ilusi dan kemudian menyeberangi padang pasir kehidupan. Hari ini kau telah mengalami kesulitan-kesulitan yang ada di kehidupan gurun, dan tetap saja banyak mahluk hidup disini yang hidup tanpa mengalami kesulitan. Unta-unta, burung-burung elang, rubah-rubah, dan ular-ular juga tidak kesulitan dengan badai gurun. Hanya manusia yang menderita. Binatang-binatang hidup hari demi hari, menerima apa saja yang mereka dapatkan setiap harinya. Mereka tidak memiliki kemampuan analisa yang bijak untuk mengetahui yang benar dan yang salah. Mereka memakan apapun yang diberikan kepada mereka, tanpa berpikir akan masa depan.

Tetapi manusia merasakannya sangat sulit. Ia mengumpulkan barang-barang dan menyimpannya untuk besok, hari setelah besok, dan juga untuk sepanjang hidupnya. Ia menimbun barang-barang untuk anaknya dan istrinya. Ia mengumpulkan begitu banyak barang-barang dan mengikat mereka menjadi sebuah timbunan besar. Dia membawa keburukan, hasrat, kegelapan, ikatan keturunan, ilusi, dan fanatisme. Apakah kau melihat bagaimana akan sulitnya bagi dia untuk berjalan menyeberangi padang pasir kehidupan dengan segala beban ini? Dia mencoba membawa muatan yang begitu berat, tetapi ia mendapati kesulitan karenanya bahkan untuk mengangkat kakinya sendiri. Binatang-binatang tidak membawa beban seperti itu. Kau lihat betapa mudahnya burung-burung unta berlari menyeberangi padang pasir. Manusia tidak dapat berlari secepat itu karena ia membawa begitu banyak timbunan beban. Dan seiring dengan waktu, badai gurun dari pikiran dan hasratnya berhembus melawan dirinya dan menekannya ke dalam. Betapa menderitanya ia!

Bahkan jika manusia memutus untuk berenang menyeberangi lautan ilusi, ketika ia telah gagal keluar dari daratan padang pasir ini, gundukan pasir menimpanya dari atas dirinya dan ia mati dalam neraka. Lalu rubah-rubah, anjing-anjing liar, tikus-tikus besar akan memangsa jasadnya. Manusia datang ke padang pasir kehidupan dengan sifat-sifat neraka, dan neraka menunggunya disana, siap untuk memangsanya.

Sayangku, cucu-cucuku. Kita harus berenang menyeberangi lautan ilusi, menyeberangi padang pasir kehidupan, dan menaiki gunung bebatuan dari pikiran. Kita harus menghindar dari semak-semak berduri yang merupakan sifat-sifat beracun yang berkembang didalam pikiran kita. Kita harus menghindar dari sifat jahat yang menyambar untuk memangsa kita, dan dari rubah-rubah, anjing-anjing liar, burung bangkai, singa-singa, harimau-harimau, dan beruang yang siap untuk mencabik tubuh kita. Kita harus menghindar dari setan yang berkeinginan amat besar untuk menelan kita.
Anakku, pada perjalanan ini kita belajar betapa sulitnya kehidupan di padang pasir. Tetapi kaum nomad yang kita temui tidak mengalami kesulitan yang berarti. Mereka sangat bahagia hidup disini, karena mereka mengetahui bagaimana untuk bertahan hidup di tanah yang tandus dan kering ini. Mereka memiliki unta-unta dan kuda-kuda untuk membawa mereka di padang pasir, mereka memiliki tenda yang memberi mereka tempat berlindung, dan mereka mengetahui bagaimana dan dimana untuk mencari makanan. Mereka bisa memberi kita kenyamanan dan menunjukkan kita bagaimana menemukan air. Kita menderita karena kehausan, karena kita tidak menyadari bahwa terdapat air di tempat kita berjalan. Tetapi mereka mengetahui.

Cucu-cucuku, sebagaimana ada manusia yang mengetahui bagaimana untuk hidup di padang pasir, terdapat beberapa manusia bijak yang mengetahui bagaimana caranya menjelajahi padang pasir kehidupan. Manusia yang bijak tidak menemukan kesulitan dalam perjalanan ini, karena ia berjalan pada keimanan, keteguhan, kebenaran, kebersamaan, dan cinta. Dia berjalan pada kearifan, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Tuhan, yang dapat bergerak sangat cepat. Anakku, manusia seperti itu akan membantu memudahkan perjalananmu dengan menawarimu bentuk perjalanan yang sama.

Sebagaimana suku nomad bisa memberitahu dimana kita dapat menemukan makanan dan air, manusia bijak bisa memberitahu kita dimana menemukan kebenaran. Dia bisa menunjukkan kepada kita bagaimana untuk meringankan kelelahan, kelaparan, kehausan dan bagaimana membuat perjalanan kita menjadi mudah. Dia akan menjelaskan dan menunjukkan setiap jalan dan setiap langkah yang ada diperjalanan. Dia akan menunjukkan kepada kita bagaimana caranya menyeberangi lautan ilusi, bagaimana menyeberangi padang pasir kehidupan, dan bagaimana untuk menghindar dari binatang ketidaktahuan. Dia akan menunjukkan kepada kita, “Ini adalah sifat-sifat baik, Ini adalah sifat bijak, inilah Tuhan.” Manusia bijak akan mengajarkan kepada kita bagaimana menjalani hidup kita, bagaimana menghalau ketidaktahuan dan menghindari kecelakaan, bagaimana menghindar dari angin topan, dan akhirnya bagaimana mencapai kebebasan bagi jiwa kita dan membangun hubungan menuju Tuhan. Manusia bijak mengetahui semua ini. Dan ketika kau berjalan bersamanya menyeberangi padang pasir kehidupan, kau akan menemukan perjalananmu lebih mudah karena bantuannya.

Sayangku, cucu-cucuku, tolong pikirkan dalam-dalam tentang hal ini. Kau harus menemukan manusia bijak seperti ini, seseorang yang telah menyeberangi padang pasir ini dan mengetahui jalannya. Dia akan menolongmu pada setiap jalan. Sangatlah sulit untuk menemukan manusia sejati. Hal ini telah terbukti dimasa lalu, terbukti di masa sekarang, dan akan tetap terbukti di masa yang akan datang. Memang sulit untuk menemukan seseorang yang mengetahui jalannya. Juga cukup sulit untuk menemukan makanan dan air yang kau butuhkan, tetapi kamu harus belajar bagaimana caranya. Kau jangan berharap keajaiban untuk membantumu. Apa gunanya keajaiban jika kau tidak bisa keluar dari padang pasir?

Cucu-cucuku, padang pasir kehidupan penuh dengan binatang-binatang. Jika kau tidak melewati padang pasir ini, kau akan mati dan menjadi makanan untuk rubah-rubah dan setan. Tetapi jika kamu menemukan manusia yang bijak, kau akan berhasil dalam menyeberangi padang pasir kehidupanmu dengan kebahagiaan, cinta dan kegembiraan. Itu adalah keajaiban yang sebenarnya. Keajaiban yang terjadi didalam diri, bukan sesuatu yang orang-orang melakukannya dari luar. Tolong mengerti hal ini, cucu-cucuku. Semoga Tuhan memberimu kearifan dan kejernihan hati untuk melakukan ini. Amin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 48 Komentar

IHDINASHIROTOL MUSTAQIM


by Bagong Suwung
jimtomang@gmail.com

Saudaraku…Dalam kehidupan sehari hari kita sering di hadapkan kepada banyak persoalan dari yang ringan, sedang maupun yang berat, baik itu masalah yang berhubungan dengan kebutuhan ekonomi, menderita sakit atupun masalah masalah lainnya. Yang kadang memaksa seseorang bertindak irasional, bodoh, konyol, nekat atau apapun istilahnya. Misalnya berbuat nekat seperti menipu, mencuri bahkan merampok, mendatangi tempat tempat tertentu yang di anggap dapat memberikan solusi atau mendatangi sesorang yang di anggap mempunyai kemampuan tertentu yang bisa memberikan jalan keluar baginya. Parahnya lagi bukannya mendapat solusi justru menambah beban atau memperparah masalah yang kita hadapi. Karena minimnya pemahaman agama seseorang bisa berbuat yang tidak masuk akal bahkan boleh dikatakan menyekutukan Tuhan di pandang dari sudut agama.

Kita sebagai seorang muslim seharusnya sadar dan kembali kepada jalan Allah, bukankah Allah lewat firmanNya dalam Qs. Al Baqoroh; 45-46 telah mengajari kita

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, 46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Allah telah memberikan kita isyarat dalam menghadapi menghadapi segala masalah yang sedang kita hadapi “ jadikanlah sabar..” Pemahaman sabar disini bisa dikaji dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu akan tetapi intinya adalah apapun yang dapat menjadikan seseorang untuk tetap taat dan patuh pada Tuhannya itulah sabar. Sabar bisa berupa menjaga sholat fardlu, sholat malam puasa sunnah, menuntut ilmu ataupun lainnya. Dan “ ..dan sholat ..” di sini bisa kita artikan secara harfiah [ sebagai mana kita menjalankannya sehari hari] dan maknawi, secara maknawi sholat bisa di artikan ingat pada Allah [ dirikanlah sholat untuk mengingatku} mengingat bisa berupa dzikir lisan, qolby maupun perbuatan.

Menjauhi larangan dan menjalankan perintah Tuhan termasuk dzikir [sholat] selanjutnya janji Allah “..sebagai penolongmu..” disini ada petunjuk bahwa dengan sabar dan sholat Tuhan menjanjikan pertolongan segala masalah yang sedang kita hadapi, yang tentunya bentuk pertolongannya adalah dalam ilmu Allah yang kadang kita tidak dapat merasakan secara langsung. Selanjutnya “ dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang orang yang khusyu’..” khusyu di sini maksudnya adalah taat. Memang secara pribadi bagi saya yang demikian itu sangatlah berat karena keinginan keinginan duniawi untuk pemenuhan nafsu yang menghalangi kita untuk khusyu [semoga Allah menolong kita]

Mungkin selama ini kita berasumsi khusyu adalah sebagaimana halnya yang kita dengar seperti kisah Sayiddina Aly kwj saat beliau terkena anak panah dalam sebuah peperangan melawan kaum kafir, beliau meminta shohabat lainnya untuk mencabut anak panahnya saat beliau mengerjakan sholat, sungguh luar biasa beliau tidak merasakan sama sekali saat anak panah di cabut. Yang demikian itu adalah karena tingkat kekhusyu’an beliau. Namun kita juga pernah mendengar Rosulullah SAW saat sholat memperpanjang sujudnya karena cucu beliau menaiki punggung beliau dan beliau mempercepat sholatnya karena mendengar cucu beliau menangis. Apakah ini berarti Sayiddina Aly lebih khusyu dari Rosulullah Saw, tentunya tidak bukan? Karena Rosulullah Saw adalah pemilik maqom KEHAMBAAN yang paling sempurna dari semua makhluk Allah. Jadi jelaslah bahwa khusyu adalah taat {Quran} sedangkan khusyu yang terjadi pada Sayiddina Aly adalah tingkatan karena ilmu dan pertolongan Allah SWT. Jadi sebagaimana kita orang awam melaksanakan sholat adalah bentuk nyata dari khusyu itu sendiri, sekarang tinggal bagaiman kita meningkatkan kualitas kekhusyu’an kita.

Selanjutnya “ .. orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” di jelaskan lagi bahwa orang orang yang yakin, yakin akan apa? Yakin akan datangnya kematian dan yakin akan hari kebangkitan dimana seluruh makhluk Allah SWT di mintai pertanggung-jawaban akan amanah yang telah di berikan oleh Allah SWT. Tentunya orang orang yang percaya akan itu benar benar mempersiapkan pribadinya untuk menghadapi apa yang telah di janjikanNya, dengan banyak mengingat kematian menjadikan seseorang menjadi Qona’ah [nrimo,jawa] sehingga menyetujui apapun yang menjadi kehendak Allah. Dengan Qona’ah tidak lagi ada perbuatan perbuatan yang melanggar dari apa yang di larang dan di perintahkanNYA. Semoga Allah selalu memberikan kita pertolongan. qqq dan kebaikan yang sempurna. Allhumma amin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

SBY KEHILANGAN PERSPEKTIF BHINEKA TUNGGAL IKA


MAS KUMITIR & KI WONG ALUS

PRESIDEN TELAH KEHILANGAN PERSPEKTIF BHINEKA TUNGGAL IKA DAN MEMAKSAKAN SISTEM DEMOKRASI BARAT YANG BERTENTANGAN DENGAN NILAI-NILAI DEMOKRASI PANCASILA. DEMOKRASI PANCASILA TIDAK PERNAH MENGENAL SISTEM OLIGARKI. DEMOKRASI PANCASILA DIBANGUN BERDASARKAN ATAS PENGHARGAAN YANG SETINGGI-TINGGINYA PADA ADAT ISTIADAT DAN BUDAYA MASYARAKAT. UNTUK MEMBANGUN BANGSA INI, ADA HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN, SALAH SATUNYA ADALAH KEKHUSUSAN DAN KERAGAMAN DAERAH YAITU PRINSIP BHINEKA TUNGAL IKA YANG TERMAKTUB DALAM PASAL 18 A UUD 1945. DENGAN DASAR KEBHINEKAAN, KEKHUSUSAN DAN KERAGAMAN INILAH MUNCULNYA DAERAH ISTIMEWA ACEH, YOGYAKARTA DAN OTONONOMI KHUSUS PAPUA.

Hari Jumat, 26 November 2010 kemarin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat terbatas di Kantor Presiden. Agendanya, mendengarkan pemaparan dari Mendagri Gamawan Fauzi tentang perkembangan empat RUU yang akan segera dirampungkan oleh pemerintah, di antaranya RUU Keistimewaan DIY yang telah lama terbengkalai. Ternyata rapat itu menuai kontroversi saat SBY mengungkapkan pandangannya mengenai RUU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam sambutannya Presiden menyebut tidak mungkin sistem monarki dapat diterapkan di negara demokrasi seperti Indonesia. “Tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik dengan konstitusi maupun nilai demokrasi,” kata Presiden SBY. SBY lalu menjelaskan Indonesia adalah negara hukum dan demokrasi, sehingga nilai demokrasi tidak boleh diabaikan. Oleh karenanya terkait penggodokan RUU Keistimewaan DIY, pemerintah akan memprosesnya bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendapatkan satu UU yang tepat.

Pendapat Presiden ini tak pelak menimbulkan kontroversi. Partai oposisi PDIP, melalui kadernya Ganjar Pranowo menyebut ungkapan Presiden ini adalah indikasi keinginan SBY untuk melaksanaan pilkada di DIY secara langsung, tidak seperti saat ini yang dilakukan penunjukan langsung kepada Sultan Yogyakarta. “Kalau itu sikapnya (SBY) begitu, pasti dia menghendaki gubernur dipilih langsung. Maka keistimewaan Yogya selama ini akan diakhiri oleh SBY,” kata Ganjar Pranowo.

Ganjar menjelaskan, penetapan Gubernur DIY seperti yang berlangsung sampai saat ini adalah bagian dari kekhususan dan keragaman daerah, sebagaimana tertulis dalam pasal 18A ayat 1 UUD 1945. Kekhususan dan keragaman ini juga yang melandasi diberlakukannya hukum syariah di Aceh, otonomi khusus Papua, dan ditunjuknya Walikota di Provinsi DKI Jakarta.

Mendapat sorotan, pernyataan SBY tersebut coba untuk dijelaskan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Vernando Wanggai. Menurut pria asli Papua ini, Presiden SBY menghargai keistimewaan DIY. Velix meminta bentuk keistimewaan DIY tidak dimaknai secara sempit pada rekrutmen kepala daerah saja.

“Karena itu, pernyataan Presiden SBY yang lalu perlu dimaknai sebagai upaya pengakuan dan penghormatan warisan tradisi, kekhususan, dan kebudayaan keraton dalam konteks demokrasi yang sedang kita konsolidasikan dewasa ini,” jelasnya.

Sementara keluarga Sultan Hamengkubuwono X bersuara pedas menanggapi pendapat Presiden SBY. Adik Sultan, GBPH Joyokusumo mempertanyakan pernyataan SBY. Penyataan SBY dinilai bisa menhancurkan kesatuan NKRI karena menafikan aspek historis. “Dengan pernyataan yang tidak punya dasar sejarah, konstitusi, dan demokrasi itu, sadar atau tidak sadar, SBY mau menghancurkan NKRI,” kata Joyokusumo.

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengibaratkan kondisi keistimewaan Yogyakarta sebagai bentuk monarki adalah sebuah pernyataan yang ahistoris. Selama ini Sultan sebagai kepala daerah bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah menjalankan tugas, peran, dan fungsi sebagaimana kepala daerah lainnya. Bahkan kewajibannya. Perangkat DIY sebagai provinsi pun tidak berbeda, ada sekretaris daerah, kepala dinas, pengawasan DPRD, adanya peraturan daerah sebagai produk legislatif, dan penyusunan APBD. Jadi, DIY sama sekali bukan sebuah ‘monarki’ DIY, tapi sebuah provinsi.

Yang berbeda di DIY hanyalah penetapan kepala daerah. Namun, bukankah pengaturan tentang kepala daerah pun sudah mendapat legitimasi oleh negara? Jika pernyataan SBY bermaksud mempersoalkan tata cara penetapan kepala daerah, maka pernyataan tersebut berdampak jauh dalam konteks NKRI karena pernyataan tentang monarki seolah menempatkan DIY bukan bagian dari NKRI.

Pernyataan SBY tentang keistimewaan DIY, seolah mengabaikan pesan konstitusi tentang kekhususan dan keistimewaan. Mengibaratkan keberadaan keistimewaan DIY sebagai monarki dalam NKRI tentu saja mengganggu spirit NKRI dimana DIY adalah salah satu provinsi dalam negara Indonesia. Ada sejarah yang telah kita lalui dimana memang menghendaki Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa. Sebutan sistem monarki yang dikemukakan SBY dengan begitu juga dianggap terlalu menyederhanakan persoalan dalam memandang sistem kerajaan dan politik modern.

AA GN Ari Dwipayana, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada menjelaskan yang terjadi di DIY bukanlah sistem monarki, tetapi lebih pada tradisi budaya yang secara eksis berkembang dan mengakar kuat. Harus diakui, eksistensi keraton sangat kuat. Persoalannya, bagaimana menempatkan keraton dalam sistem pemerintahan modern. Itu yang harus dijawab dalam Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (Yogyakarta).

Menurut dia, Yudhoyono terlalu terpaku pada makna keistimewaan sebatas perekrutan kepala daerah. Akibatnya, dengan mudah menyebut sistem pemerintahan DIY sebagai sistem monarki. Masih banyak isu keistimewaan lain yang harus mendapat perhatian, seperti isu pertanahan dan tata ruang wilayah.

Ari juga mengkritisi pernyataan Yudhoyono yang menyebutkan sistem monarki bertabrakan dengan demokrasi. Menurut dia, pengalaman sejumlah negara, sistem monarki bisa berdampingan dengan politik modern. Misalnya, di Inggris, Belanda, dan Malaysia. ”Tidak seharusnya monarki ditabrakkan dengan demokrasi,” katanya.

Secara terpisah, dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hestu Cipto Handoyo, mengatakan, dengan menyebut sistem monarki, Yudhoyono tidak memahami konsep keistimewaan DIY. ”SBY (Yudhoyono) tampaknya salah menafsirkan keistimewaan DIY,” ujarnya.

Sejarah, menurut Handoyo, harus dipakai sebagai referensi utama dalam menyusun undang- undang yang mengatur tentang tata negara. Keistimewaan DIY, katanya, muncul karena adanya hak privilege yang diberikan Pemerintah Indonesia yang berkuasa saat itu kepada Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VII.

Hak itu diberikan karena Keraton Ngayogyakarto dan Pakualaman merupakan daerah merdeka yang memilih untuk menjadi bagian dari Indonesia. ”Kontrak politik antara DIY dan Indonesia itu mestinya tidak diingkari. Hak privilege semacam itu bahkan juga diakui oleh Pemerintah Belanda dan Jepang yang pernah menduduki wilayah Indonesia,” kata Handoyo menambahkan.

Anggota Komisi II DPR Akbar Faisal menyebut SBY tak paham substansi kesitimewaan Yogyakarta. “Bagi saya pribadi Presiden keliru. Karena (keistimewaan) itu ada dalam undang-undang,” ujarnya. Dikatakannya, Sultan menyadari bahwa Provinsi DIY bukan pemerintahan monarki sebagaimana diungkapkan Presiden. Menurut Sultan, Provinsi DIY ini sama dengan sistem organisasi manajemen provinsi lain. “Yang saya agak bingung dari istilah monarki yang dikatakan, Presiden seperti mendramatisir kesitimewaan Yogyakarta. Padahal banyak daerah yang diperlakukan sejenis,” jelasnya.

“Keistimewaan DIY lebih cenderung pada sejarah dan budaya yang melekat pada Yogyakarta. Jadi, saya kira wajar jika Sultan dan rakyat Yogyakarta tersinggung dengan pernyataan Presiden itu,” imbuh dia. Tak hanya itu, lanjut Akbar, statement Presiden soal monarki ini juga dianggap cukup merugikan. “Karena seakan-akan ini suara Jakarta. Padahal DPR tidak sepakat dengan ini,” katanya.

APA KATA SRI SULTAN?
”Kalau sekiranya saya dianggap pemerintah pusat menghambat proses penataan DIY, jabatan gubernur yang ada pada saya ini akan saya pertimbangkan kembali,” Demikianlah pernyataan Sri sultan Hamengkubuwono X dalam jumpa pers di kantor Gubernur Kepatihan, Yogyakarta. Pernyataan Sultan yang juga gubernur DIY itu agak terasa keras dan ditujukan langsung kepada SBY.

Sumber petaka tidak harmonisnya hubungan Yogya dengan pemerintah pusat sebenarnya berpuncak dari RUU Keistimewaan Yogyakarta yang tak pernah terselesaikan, dalam RUU tersebut pemerintah pusat berkeinginan agar Gubernur DIY dipilih langsung oleh rakyat, sama seperti apa yang diberlakukan terhadap daerah propinsi lainnya. Draft RUU tersebut hingga hari ini tak kunjung diajukan oleh pemerintah ke DPR, hingga membuat nasib Yogyakarta menjadi terkatung-katung tanpa ketentuan yang jelas. Dan ini merupakan bentuk keteledoran pemerintah pusat terhadap daerah istimewa yogyakarta.

Tiba-tiba muncul pernyataan presiden yang seolah-olah Yogyakarta dengan segenap keistimewaannya selama ini dianggap sebagai sebuah pemerintah daerah yang dijalankan dengan sistem monarki dan bertabrakan dengan sistem demokrasi yang dijalankan oleh pemerintah pusat.

Sultan sendiri membantah bahwa tidak ada perbedaan antara pemerintahan DI Yogyakarta dan propinsi lainnya, Gubernur diangkat bukan melalui sistem baku yang berlaku dikraton, tapi menurut tatanan yang diatur oleh pemerintah disaat itu. Namanya diusulkan oleh DPRD dan diangkat menjadi Gubernur dengan SK dari presiden yang waktu itu dijabat oleh Habibie, dan dilanjutkan pula oleh Megawati, sedikitpun tak ada campur tangan kraton dan kerabatnya. Namun secara kebetulan saat ini Gubernurnya dijabat oleh seorang Sultan.

KEHILANGAN PERSPEKTIF
Pengamat politik Asmari Rahman menilai demokrasi itu penting untuk membangun bangsa ini, tapi bukan berarti segala-galanya, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjalankannya dinegeri ini, salah satunya adalah kekhususan dan keragaman daerah yang selalu kita sebut dengan istilah Bhineka Tungal Ika dan ketentuan sebagaimana yang termaktub dalam pasal 18 A UUD 1945. Dengan dasar kebhinekaan, kekhususan dan keragaman inilah munculnya Daerah Istimewa Aceh, Yogyakarta dan Otononomi khusus Papua.

Di Aceh dan Otonomi khusus untuk Papua memang tidak terkait dengan apa yang disebut dengan Monarkhi, tapi jika negara ini ingin dijalankan menurut faham Demokrasi secara utuh maka hukum yang diberlakukan di Aceh adalah hukum nasional, dan tidak ada lagi istilah Partai Lokal, demikian juga halnya dengan istilah Otsus Papua, jika Papua mendapat perlakuan khusus maka seluruh Propinsi juga harus diberikan Otononomi khusus, bila perlu kita anut sistem federal sekalian.

Jika presiden memaknai Demokrasi itu dengan pengangkatan kepala daerah melalui pilihan rakyat bagaimana dengan jabatan walikota yang ada di DKI, mereka ini semuanya diangkat bukan dipilih, padahal semua bupati dan walikota yang ada dinegeri ini dipilih langsung oleh rakyat, mengapa walikota di DKI Jakarta tidak ?

Khusus mengenai urusan DI Yogyakarta ini, sebaiknya presiden selaku kepala pemerintahan memanggil Sultan sebagai Gubernur, bicara face to face untuk membahas persoalan ini terutama soal RUU keistimewaan Yogyakarta yang sudah lama terbengkalai, sehingga ada solusi yang terbaik bagi penyelesaian darft RUU tersebut, dan tidak menjadi topik pembahasan yang bertele-tele serta menjadi perdebatan publik yang tak berkesudahan.

Dan satu hal yang perlu dicatat adalah jika Gubernur DI Yogyakarta dipilih secara langsung pada saat ini maka tak dapat diragukan lagi bahwa pilihan rakyat adalah Sri Sultan HB X, bahkan mungkin jika diberikan kesempatan secara terbuka bertarung dalam pemilihan presiden saya perkirakan Sri Sultan Hamengkubuwono akan mengungguli calon lainnya, termasuk SBY sendiri. Intinya adalah bukan soal monarki atau tidaknya DI Yogyakarta, tapi bagaimana kita memaknai dan menghargai kebhinekaan dan keberagaman berbagai daerah yang ada di Nusantara ini, dan sudah sejak lama Sri Sultan HB X menunggu RUU keistimewaan Yogyakarta tapi tak kunjung selesai juga sehingga pernah terlintas dibenak Sultan untuk menanyakannya secara langsung kepada rakyat lewat referendum.

Demokrasi tetap penting untuk membangun negeri ini, tapi jangan pernah demokrasi ala barat. Demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila. Demokrasi ala Barat sudah terbukti tidak sempurna sebagaimana yang dibayangkan. Buktinya Bupati dan Gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat belum tentu menjadi pemimpin yang baik yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, bahkan tak sedikit diantaranya menjadi pesakitan dikursi terdakwa karena melakukan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Bahan informasi dihimpun dari berbagai sumber: koran tempo, kompas, detik.com, vivanews, dan lainnya @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 277 Komentar

MISTERI KANKER PAYUDARA


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum kepada wongalus para sesepuh dan pembaca yang saya hormati. Saya akan mencoba sedikit menguak penyakit kanker payudara yang selama ini sangat ditakuti bagi kaum hawa karena prosentase orang yang kena kanker payudara mengalami gagal penyembuhan.Berangkat dari kakak saya sendiri yang tidak tertolong akibat serangan kanker payudara beberapa tahun yang lalu dalam benak saya ingin menguak apa yang terjadi dibalik kanker payudara. Syukur2 saya bisa memberikan solusi kepada orang lain sehingga kejadian seperti yang dialami almarhumah kakak saya tidak terulang pada saudara2 kita.

Sebelum saya menulis lebih jauh tentang kanker payudara akan saya ceritakan berbagai macam terapi yang dijalankan kakak saya yang belum ada yg membuahkan hasil.Ya kalau diputus itu sebuah takdir alloh memang semua sudah takdir.Namun bagi saya ada rasa penasaran dan ingin tahu yang kuat apa yg terjadi dibalik proses terjangkitnya penyakit kanker payudara.Saya berpikir pasti ada hukum sunatulloh/ketetapan alloh dibalik proses terjadinya kanker payudara.Ketika kakak saya terkena kanker payudara saya berusaha mencarikan solusi keberbagai kenalan praktisi supranatural namun sebelumnya dia telah konsumsi buah merah.Sesepuh yg pertama saya temui menganjurkan menggunakan keladi tikus.Hasilnya cukup melegakan karena walaupun benjolanya blm hilang namun2 keluhan2 seperti panas badan dan rasa nyeri sdh tidak terasa.Namun setahun kemudian walaupun walau kakak sy masih rutin konsumsi keladi tikus keluhanya terasa lagi.Lalu kakak berganti ramuan atas saran sesepuh yg lain.Tiap hari merubus kelapa hijau dlm kelapa itu diberi daun tembaga dan ramuan lain selain kakak minum berbagai produk MULTI LEVEL sebagai konsumsi harian.Namun sepertinya berbagai ramuan dan obat sudah tdk ada pengaruhnya sama sekali.Lalu saya ajak kakak mendatangi tempat terapi penyakit dg metode transfer penyakit ke kambing.Saya beserta rombongan yg kebetulan 5 org punya keluhan kanker semua walau tempat kankernya berbeda2.Tapi anehnya ke 5 orang tersebut setelah ditransfer penyakitnya ke kambing dan melakukan terapi lanjutan selama 3 bulan dan harus mendatangi tempat tersebut tiap minggu semua tdk ada perubahan.Akhirnya bosan dan pilih menghentikan terapi.Kakaku masih tetap mengkonsumsi berbagai ramuan dg tujuan menghambat pertumbuhan kankernya.Termasuk konsumsi buah sirsak atas saran dokter dokter ahli kanker lulusan kanada.

Karena seringnya berkonsultasi dg dokter tersebut ditempat prakteknya saya beranikan diri bertanya tentang penyakit kanker.Dia menjawab:sampai saat ini seluruh dokter didunia belum bisa mengetahui secara pasti apa penyebab
kanker.Bahkan dia mengecam terapi kemo yg masih di gunakan di indonesia krn diluar negri terapi kemo sdh lama ditinggalkan dan dia malah menganjurkan kpd saya agar kakak menghindari operasi.Karena berbagai macam ramuan dan terapi baik medis maupun alternatif belum membuahkan hasil termasuk terapi reiki yg dilakukan teman2 saya juga doa bersama oleh seluruh anggota keluarga dan para sahabat yg ikut prihatin atas penderitaan kakak namun belum diberi kesembuhan.Akhirnya kakak dioprasi.Namun setelah dioprasi keadaanya malah semakin parah sampai akhirnya dia menghadap kehadirat illahi.Atas kejadian tersebut saya semakin ingin tahu apa sebenarnya kanker payudara.Walaupun melalui proses yang panjang dengan menghubungi para saudara yang kena kanker payudara baik yg telah sembuh maupun yang belum sembuh.Testimoni mereka yang telah sembuh saya coba bagikan kepada yang belum sembuh.Proses itu saya lalukan berulang2.Dan akhirnya ada sedikit kesimpulan bahwa penyakit kanker payudara ini ada dua jenis yaitu KANKER PAYUDARA BIASA:kanker payudara yang ini sangat mudah disembuhkan asal sabar dan telaten dg meminum ramuan apa saja yang penting arahnya ke penyembuhan kanker cepat sembuh.Yang mudah dicari dan praktis konsumsi daun dewa mentah2.Bisa juga ramuan yang lain. KANKER PAYUDARA NON MEDIS:Mungkin jenis ini dulu yang menimpa kakak saya sehingga uang ratusan juta lebih dikeluarkan alloh blm memberi kesembuhan juga.Untuk membedakan itu kanker payudara non medis lakukan titip sebagai berikut:hafalkan dua buah doa yg akan sy tulis dibawah.

Bertawakalah pada alloh dengan banyak bertaubat mengakui kesalahan kita.Lalu letakan telapak tangan kanan di titik antara 2 alis scr perlahan bacalah doanya masing2 11x.Setelah itu tempelkan telapak tangan kanan dipusar lalu bclah doanya masing2 11x.Lalu tempelkan telapak tangan di bwh pusar diatas kemaluan bc doanya sebelas 11x.Kl memang anda terkena jenis kanker payudara non medis maka akan ada yg janggal waktu melakukan pendeteksian mandiri seperti diatas diantaranya ngantuk mendadak atau seluruh badan kesemutan atau ditempat sakit terasa getar berdenyut atau perut seperti ditusuk2 jarum dan seperti ada yg terasa lari kesana kemari atau merasakan gempa bumi lokal.Semua prosesi pendeteksian bs dilakukan dg berbaring tenang.Dan ini khusus unt mendeteksi kanker payudara dan tdk berlaku unt kanker lain.Inilah doa yang saya maksud:

AUDZUBINUURILLAHI WABIL WAJHIL KARIM.WA BIKALIMATILLAHI TAMMATI LATTI LAA YUJAWIZU HUNNA BARUN WALAA FAJIRUN MIN SYARRI MAA KHOLAQ.WA DARO’A WA BARO’. WA MIN SYARRY MAA YANZILU MINAS SAMAA’I WA MIN SYARRI MAA YAKHRUJU FIIHAA.WA MIN SYARRI MAA DARO’A FIL ARDHI WA MIN SYARRI MAA YAKHRUJU MINHAA.WA MIN SYARRI FITANIL LAILI WANAHARI. WA MIN SYARRI THOWARIQIL LAILI WA NAHARI ILLA THORIQON YADRUKHU BI KHOIRIN YAA ARHAMA ROHIMIN 11X.

dan doa ini:YAA WADUDU YAA DZAL ARSYIL MAJID YA MUBDIU YAA MU’ID.YAA FA’ALU LIMAA YURID.AS’ALUKA BINUURI WAJHIKAL LADZII MALA’A ARKANA ARSYIK.WA AS’ALUKA BIQUDROTIKAL LADZII QODARTA BIHA ALA KHOLQIKA WA BIROHMATIKAL LATTI WASI’AT KULLA SYAI’.LAA ILAHA ILLA ANTA YAA MUGHIST.AGHISNI…AGHISNI..AGHISNI.

Untuk penyembuhan kanker payudara non medis silahkan email saya tentang doa lanjutanya.Saya tidak akan menarik mahar.Insya alloh kalau kena kanker payudara non medis kalau anda bertaubat tawakal kpd illahi akan diberi kesembuhan. Waktu terapi mandiri berkisar 3 sampai 4 bulan.Tapi ada juga yg seminggu pecah.Yang lama biasanya kempes secara perlahan tanpa pecah.Untuk kanker/tumor yg lain sy tdk berani melakukan pendeteksian jarak jauh.Karena yg saya pahami jenis tumor itu puluhan dilihat dr sudut pandang supranatural.Ada yang mudah ada yang sulit.Bisanya menentukan jenisnya setelah dilakukan pendeteksian langsung yang agak rumit.Dan saya juga setuju dg komentar saudara kita disini yang mengatakan dia kena kanker dan katanya kanker itu juga makluk alloh.Saya sendiri merasakan seolah kanker itu ada nyawanya.Demikian semoga bisa menambah wawasan @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 241 Komentar

INDAHNYA ALAM KUBUR


Iwan Kun
iwan.fajarbp@gmail.com

Suatu Kehormatan untuk Diri Saya Pribadi dapat Berbagi Pengalaman Cerita Pribadi Saya dalam Mengarungi Dunia dimana Dunia sulit Terjangkau Oleh Pikiran Dan nalar Kebanyakan Orang, Saya akan menceritakan pengalaman yang pernah saya alami Beberapa Tahun Yang Lalu pada Kampus Tercinta Kampus Wong Alus.

Saya mempunyai Tetangga yang posisi rumahnya tidak berjauhan dari rumah saya , saya Tinggal Di Desa Jatisari Bekasi Selatan, Sebut Saja Teman Saya bernama Si “A”, Suatu Hari Si”A” datang kerumah Saya untuk Menceritahan Keluh kesahnya Mengenai Kedaan Orang Tua Dari Pihak Istri ( Mertua ), yang sedang Sakit yang tidak Kunjung Sembuh, Sebut Saja Orang Tua Istri Dari Teman saya Si “ B “

Si “B” berusia 30 tahun Diatas saya, saat Sekarang usia saya 43 Tahun, Teman Saya Si A Ingin Memperkenalkan diri saya kepada Si B hanya sekedar bersilaturahmi menjalin hubungan kekeluargaan. Si B adalah seorang Mualaf Etnis Tiongha, karena si B berpindah Keyakinan maka si B tidak mendapat Posisi di dalam keluarga yang telah berbeda Aqidah , Akirnya Si B mendalami Aqidahnya dari Pesantren Ke Pesantren Untuk Mendalami dan meluruskan aqidah Yang diJalani sampai akhir Hayatnya.

Banyak Nasihat yang saya dapat dari Si B dalam mengarungi Bahtera Kehidupan Prinsip Welas Asih terhadap sesama Mahluk dan Sebagai Hamba Allah SWT selalu dijunjung tinggi terakhir petuah yang diberikan kepada saya untuk keselamatan di dunia dan untuk bekal di akhirat nanti petuah itu selalu ada dalam ingatan saya. Suatu Petuah Hidup Yang Luhur.yang diajarkan dari si B kepada diri saya.

Dengan suatu Bekal Ke Imanan Si B di Jadikan Panutan bagi warga sekitar maunpun dari luar daerah banyak sekali Orang bersareat ke pada Si B untuk pengobatan dan penyembuhan, tanpa meminta imbalan dari orang yang memerlukan Bantuan kepada Si B
Karena Prinsip Hidup Si B dalam mengarungi suatu ilmu Kita Hanya Memohon Kepada Allah SWT, dan tidak Boleh mengharpkan Imbalan Suatu apapun dari orang yang memerlukan pertolongan. Suatu prinsip yang mulia ini menjadi Bekal hidup untuk Si B dan pada sampai akirnya Si B Jatuh Sakit,selama 3 tahun mungkin karena usianya waktu itu Sudah mencapai berusia 73 Tahun, Akhirnya Si B Meminta Pertolongan Kepada Teman-Teman Seperguruanya diwaktu Menggali Ilmu Di Pesantren, Namun tak seorang Temanpun yang ikhlas membantu Si B, Kalau tidak ada uang Sekian saya tidak mau Menyembuhkan Kamu begitu ucapan teman seperguruan terhadap si B, Dengan Keinginan Untuk Sembuh akhirnya Si B Mengeluarkan Biaya yang di minta oleh teman teman seprguruan waktu dipesantren tak Kunjung sembuh akhirnya dari pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit umum daerah Bekasi.

Tak Kunjung Sembuh Setelah beberapa Minggu Di opname di Rumah Sakit Akhirnya Si B Memutuskan untuk dibawa Pulang kerumah saja sampai akhirnya terjalin silaturohmi dengan saya, Sumringah Wajah Si B ketika bertemu dengan saya , 1 Ucapan terakhir yang saya dengar dari Si B “ Bapak Sudah Lelah, Bapak Ingin Pulang “ dan akhirnya saya berunding dengan seluruh anak-anaknya untuk permintaan Si B bahwa beliau Ingin Pulang , Rupanya Si B sudah mempunyai Firasat Kalau Umurnya Tidak Lama Lagi.

Dua Minggu Kemudian Saya mendapat Kabar Bahwa Si B Telah Berpulang Kerahmatullah , Sebelum Berpulang Beliau Menggambil Air Wudhu untuk Menggunakan Kain Kafan Sendiri Berbaring Diatas Tempat Tidur dengan Ditunggui semua Anak-Anak Dan Cucunya, Seluruh Baju yang dipakai Di Lepas Di Ganti Dengan Kain Kaffan Yang Sudah Dipersiapkan Jauh-jauh Hari Oleh Si B, Setelah Kain Kafan Menutupi Seluruh Tubuh Si B , Meniggalkan kata terakhir “ Sudah Bapak Sudah Di Jemput “ Akhirnya Si B Pergi Dengan Ikhlas dan tenang.

Selang Memasuki Hari yang ke-40 saya mengirm Do’a Arwah dan Surat Al-Fatiha Kepada SI B waktu itu saya selesai Sholat Isya langsung Tawasulan, di Tengah-tengah Tawsulan Si B Datang menemui saya , Sambil Berkata Assalamualikum Na Iwan sayapun menjawab Waalaikumsalam, Bapak sudah enak sekarang Na iwan .

Akhirnya Si B mengajak saya untuk sekedar memperlihatkan keadaan suasana yang baru Masya Allah, Allahu Akbar Begitu Indahnya Suasana Di Alam Kubur Kedaan yang Tidak Mempunyai Batasan Saya mencoba untuk lebih jauh merasakan melihat kesekeliling Tidak ada Batasan yang menghalanginya, Putih Redup, Terang Benderang Suasana saat itulah yang saya rasakan di ajak oleh Si B. Tak Lama kemudian Si B Menuntun Saya kembali Ke Asal semula di posisi saya yang sedang Bertawasul, Air Mata Seketika itu Juga membanjiri Sejadah yang saya gunakan Menangis Seperti Anak Yang meminta sesuatu Pada orang Tua.

Kesimpulan dari pengalaman itulah yang menjadi pengalaman yang sangat berarti dalam hidup saya Hanya kepada Allah SWT tempat Kita Memohon dan Meminta, Amaliah Sesorang akan di bawa mendamping ketika kita berada di Alam Penantian. Bisakah Saya seperti Si B, Begitu Luas Alam Kuburnya, Begitu Terang Benderang Alam Kuburnya. Allahu Akbar…Allahu Akbar..Allahu Akbar Waalilla Ilham. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 64 Komentar

OBAT TRADISIONAL AMPUH DAN MUJARAB UNTUK SEGALA PENYAKIT RINGAN DAN BERAT


BY:YUSLICH
fathul786@yahoo.com

1. SAKIT LEOKIMIA (KANKER DARAH)
Obatnya sama dengan kanker biasa yaitu:
– Daun mauni
– Buah blimbing sayur (blimbing wuluh)
– Temu ireng

Ketiganya direbus, airnya untuk minum sehari-hari. Masa pengobatan 7 – 21 hari untuk orang usia muda biasanya sudah sembuh. Sedangkan untuk orang yang sudah agak tua bisa mencapai 2 bulan.

2. PENYAKIT TUMOR
Obatnya: Daun Tapak doro yang bunganya putih
Caranya: 20 helai daun direbus untuk minum pagi dan sore masing-masing 1 gelas

3. PENYAKIT DIABETES (KENCING MANIS/KENCING GULA)
– Apabila belum luka: cukup kunyit/kunir dimakan kulit dan ampasnya pagi, siang, dan sore masing-masing 7
– Apabila sudah luka: Maka ditambah kubis mentah tiap pagi, siang, dan sore masing-masing sehelai daun. Insyaalloh dalam waktu 21 hari sudah sembuh

4. PENYAKIT REUMATIK
Faktor penyebabnya:
Tidur di tempat yang dingin
Mandi sebelum tidur (malam hari)
Tidur di saat masih berkeringat
Mandi dalam keadaan berkeringat
Mandi setelah makan/minum yang panas

Macam-macam reumatik:
Reumatik kulit: Rasanya panas seperti kena cabe
Reumatik urat: Rasanya sering kram, kejang-kejang
Reumatik darah: Sering kesemutan (gringgingen)
Reumatik sumsum: Tulangnya semakin lama semakin pendek, bengkok
Reumatik usus: Sering tindihen

Obatnya:
a. Kunyit dan madu tiap pagi, siang, dan sore 7 buah.
b. Berjemur tiap pagi sampai keringat basah kuyub.
Insyaalloh dalam waktu 11 hari sudah sembuh.

5. PENYAKIT KADAS DAN KUDIS
Obatnya: Sirih beserta tangkainya ditambah belerang ditumbuk halus dan direbus dengan minyak kelapa. Mulai merebus diaduk terus-menerus sampai mendidih. Kemudian digunakan obat oles. Dengan pengobatan ini 7 hari sudah sembuh. Tapi pengobatan masih harus dilanjutkan sampai 7 hari lagi. Gunanya untuk membunuh telur-telurnya.

6. PENYAKIT ANEMIA (DARAH RENDAH)
Obatnya: Air kelapa hijau direbus dengan gula batu ditambah madu untuk minum sehari-hari. Untuk mempercepat penyembuhan ditambah makan kurma, pagi 3 buah, siang 6 buah, dan sore 9 buah.

7. PENYAKIT MAG
Obatnya: Air kelapa

8. JERAWAT (Jw. KUKUL)
a. Terjadinya di saat masa puber
b. Penyebabnya terlalu banyak kolesterol
c. Obatnya: Susu kambiing perah dicampur dengan air putih dan gula pasir direbus untuk minum pagi dan sore

9. PENYAKIT CAPLAK
Obanya: Daun kacang panjang (lembayung) digosokkan tiap hari 3 kali.

10. PENYAKIT PANU
Obatnya: Bensin dan tepung belerang dicampur lalu dioles-oleskan tiap ba’da Isya’. Dan ketika Subuh harus mandi. Kekuatan obat ini hanya 3 setengah tahun.

11. PENYAKIT BESER, AMBIEN, HERNIA, ISTIHADZOH, KEPUTIHAN
Obatnya: 7 kunyit dan madu tiap pagi, siang, dan sore. Ditambah lidah buaya untuk pagi dan sore, dan harus berolahraga SKOTJAM

12. PENYAKIT JANTUNG, LIMPA, PARU-PARU, DAN SEMUA PENYAKIT DALAM
Obatnya:
Daun muda pepaya, daun muda beluntas, daun muda bentis (pace), daun muda simbukan dan akar kelapa yang masih muda. Semuanya direbus, airnya diminum, sayurnya dimakan, danakarnya dibuang.

Olahraganya:
Lari sambil jinjit-jinjit di pematang sawah yang banyak rumputnya. Tangan direntangkan dan jari-jari dibuka-ditutup.

13. PENYAKIT KENCING BATU/BATU GINJAL
Obatnya: Daun kejibeling, adas, asam, bawang mmerah, meniran, dan bubuhan kesemuanya direbus. Airnya diminum setiap hari insyaalloh batu hancur dan keluar.

Semua resep di atas kami peroleh dari Almarhum KH. Agus Ma’shum Lirboyo-Kediri. Semoga bermanfaat. Amin.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 60 Komentar

DONGKRAK PESONA WANITA DENGAN ZIKIR JALJALUT


Didik Mulyono
mr_sengkreng242@yahoo.com

Assalaamualaikum..wr..wb,kepada kang mas wongalus,poro sesepuh,lan saudara2 semua,ijinkan saya kembali memberikan setitik ilmu yang pernah saya dapat dari seorang ustadz.Pengasuh padepokan Al Barakah,desa kedung pring,Balong panggang gresik.Berupa amalan zikir kidung jaljalut.Dimana zikir ini sangat ampuh untuk mendongkrak pesona wanita…dan juga,sebagai media zikir agar cepat memiliki keturunan bagi yang udah lama merindukan keturunan.Insya Alloh akan segera memiliki keturunan.Amin

Demikian zikirnya:
“BISSMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
WA YAA ASYMAKHIN JALIYYAAN SARII’AN QADINQADHAT 33X

(yaa Alloh,berkat namaMu an Nuur,penuhilah hajatku.wahai Tuhan yang bernama Asymakhin.Jaliyyan(yang maha pencipta)cepatkanlah pemenuhanMu secara nyata)
Digandeng dengan ayat 89 dari surat Al-Ambiyaa’ 1000X..Perlu diketahui,Surat Al-Ambiyyaa’ ayat 89,adalah zikir yang selalu di baca oleh Nabi Zakariyya.Untuk meminta anak kepada Alloh SWT.Jadi Zikir jaljalut jika di gandengkan dengan surat Al-Ambiyaa’ ayat 89,Insya Alloh jika ada seorang wanita yang udah lama merindukan anak,dan ingin segera dikaruniai anak yang sholeh sholikhah,Insya Alloh akan segera dikaruniai momongan oleh Alloh SWT.Seperti halnya Nabi Zakariyya AS,dikaruniai Alloh Putra yaitu,Nabi Yahya AS.

Dan bagi wanita yang ingin terlihat cantik mempesona,memiliki daya tarik yang luar biasa,Dan mungkin yang udah lama merindukan pendamping hidup.Silahkan melanggengkan zikir jaljalut digandeng dengan ayat 31.dari surat AR-Ra’du(petir).Di amalkan setiap habis sholat fardu 3x 3x(zikir jaljalut 3x dan surat Ar-RA’du ayat 31,3x) dan juga setiap usai sholat hajat,tata caranya sama seperti diatas.demikian ilmu ini saya turunkan semoga dapat menambah wawasan ilmu dan bermanfaat bagi saudara2ku sekalian….Wassalam. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 49 Komentar

MERCHANDISE KWA JAKARTA


Dengan Hormat, Team KWA Cabang Jakarta mempelopori ide membuat merchandise berupa kaos yang didesain unik dan bagus. Kepada KWA cabang lain kami juga persilahkan berinovasi dengan ide-ide segar demi kemajuan organisasi di wilayah masing-masing. Dana akan digunakan untuk kepentingan sosial kemanusiaan dn tetap mengedepankan paseduluran, silaturahmi dan tidak memberatkan. Kami sgt sng skl atas inisiatif ini,monggo silahkan ditindak lanjuti bagi cabang yg brsangkutan ato ke contact person. trmksh. @@@

Assalamu’alaikum….Salam takdzim kepada para sesepuh semua,
Berdasarkan usulan pada saat acara KWA Jakarta di JIC, yang dilatarbelakangi gagasan bahwa menghidupi organisasi KWA JAKARTA memerlukan dana untuk kegiatan sosial kemanusiaan serta tidak untuk kepentingan pribadi maka dengan ini KWA JAKARTA menyediakan merchandise berupa KAOS KWA Jakarta dengan harga yang pantas. Dana akan dikelola secara mandiri oleh KWA Jakarta.

No. tlp/hp berikut :
0881150922 a/n Ki Toro
08161424502 a/n Hasibuan
081806332879 a/n Angker Ludiarto
02132345408 a/n Ki Dead man

terimakasih
ttd
KWA JAKARTA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 97 Komentar

1001 MANFAAT ILMU RAJEH


KI NURJATI

Ni deh ane share beberapa dari manfaat ASR. Karena selama ini menurut ane belum pernah sekalipun di share oleh master2 ASR di forsup secara terbuka

1. Pengasihan Umum : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, kemudian tiupkan dan diusapkan ke wajah.

2. Pengasihan Khusus : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Ulangi amalan ini selama 3 hari hingga berhasil dengan sempurna. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

3. Keberanian Luar Biasa : Setiap akan berhadapan dengan musuh atau ketika akan mau keluar rumah, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.

4. Pelarisan Usaha Apa Saja : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada pasir atau gula pasir, lalu tiupkan. Kemudian terbarkanlah pasir atau gula pasir tersebut didepan tempat usaha.

5. Kewibawaan Tingkat Tinggi : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.

6. Meredam Amarah Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

7. Kekuatan Pukulan Tangan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, kemudian tiupkan dan pukulkanlah kearah musuh atau benda keras.

8. Menghancurkan Benda Keras : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu ditiupkan ke arah benda keras yang akan dihancurkan tersebut.

9. Kebal Pukulan Tangan Dan Benda Tumpul : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.

10. Mengusir Musuh Lewat Bentakan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu bentaklah musuh atau lawan tersebut.

11. Terlihat Seperti Raksasa Ketika Akan Dikeroyok : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian tiupkan ke arah musuh yang hendak mengeroyok atau mengepung.

12. Menghentikan Pendarahan Pada Luka : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke daerah tubuh yang luka atau berdarah.

13. Mendapatkan Pinjaman Uang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

14. Memudahkan Seseorang Sakratul Maut : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian teteskanlah air putih itu secara perlahan – lahan pada mulut orang yang sulit meninggal atau sakratul maut tersebut.

15. Naik Kendaraan Umum Tanpa Bayar (Saat Terdesak) : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, kemudian tiupkan dan usapkan ke tubuh serta wajah. Lalu bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah kondektur atau supir kendaraan umum tersebut.

16. Menambah Kekuatan Fisik : Setiap akan mau melakukan pekerjaan bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada segelas air putih, lalu tiupkan dan minumlah hingga habis.

17. Menambah Keampuhan Ilmu : Setiap selesai sholat fardhu, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.

18. Melumpuhkan Ilmu Kesaktian : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah musuh yang punya ilmu kesaktian tersebut.

19. Selamat Dari Razia Petugas : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali. Dan jika bertemu dengan razia Polisi atau petugas keamanan lainnya, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian tiupkan ke arah para petugas razia tersebut.

20. Selamat Dari Serangan Senjata Tajam, Senjata Api Dan Bom : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.

21. Selamat Dari Kecelakaan Darat, Laut Dan Udara : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.

22. Menundukkan Musuh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

23. Menagih Hutang Dan Pinjaman : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

24. Meluluhkan Hati Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

25. Menetralisir Tempat Angker : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada garam dan pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke garam dan pasir tersebut. Kemudian tebarkanlah garam dan pasir tersebut ke sekeliling atau ke seluruh lokasi yang hendak dinetralkan.

26. Menetralisir Tempat Yang Dipasangi Sihir : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada garam dan pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke garam dan pasir tersebut. Kemudian tebarkanlah garam dan pasir tersebut ke sekeliling atau ke seluruh lokasi yang hendak dinetralkan.

27. Menangkal Sihir Dan Ilmu Hitam : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.

28. Mengusir Makhluk Ghaib : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol air mineral yang sudah dicampuri garam. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air mineral tersebut. Kemudian percik – percikkanlah air mineral itu pada tempat yang menjadi kediaman atau markasnya para makhluk ghaib yang dianggap mengganggu.

29. Ditakuti Makhluk Ghaib : Setiap akan berangkat bepergian melewati kawasan yang angker, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.

30. Mengobati Diri Sendiri : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumlah air putih itu sampai habis.

31. Mengobati Seseorang Terkena Sihir Dan Gangguan Jin : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih yang sudah dicampuri garam. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu sampai habis.

32. Mengobati Penyakit Medis Dan Non Medis : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol air mineral. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air mineral tersebut. Kemudian minumkanlah air mineral itu sampai habis.
33. Mengobati Penyakit Parah : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumkanlah sebagian air hujan itu dan sebagiannya lagi dicampurkan ke dalam air mandi untuk membasuh seluruh anggota badan.

34. Pagaran Ghaib Rumah Dan Lahan : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada pasir, lalu tiupkan. Kemudian terbarkanlah pasir tersebut disekeliling tempat yang akan dipagari.

35. Menghentikan Badai Dan Angin Topan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah badai atau angin topan (angin puting beliung).

36. Menghentikan Ombak Ganas : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah ombak laut yang sedang mengganas atau bergelombang besar.

37. Menundukkan Hewan Buas : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah hewan buas atau hewan yang sedang mengamuk.

38. Mengusir Tamu Tak Di Undang : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah tamu yang akan di usir tersebut.

39. Menahan Mendung : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah langit yang sedang mendung atau hujan.

40. Mendatangkan Hujan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali pada tiap – tiap penjuru mata angin, kemudian tiupkan.

41. Agar Disayang Majikan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian berikanlah air putih tersebut secara diam – diam kepada majikan atau dicampurkan ke minuman lain agar di minum olehnya. Dan ketika akan bertemu dengan majikan, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

42. Mempermudah Persalinan Ibu Melahirkan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada wanita yang akan melahirkan.

43. Menghilang Dari Pandangan Musuh : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah musuh. Kemudian Asma’ dibaca kembali sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, lalu tiupkan dan usapkan ke tubuh serta wajah.

44. Mengisi Azimat Dan Sejenisnya : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada Azimat atau benda yang akan di isi. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 111 kali, tiupkanlah ke Azimat atau benda yang akan di isi tersebut.

45. Menghantam Musuh Dari Jarak Jauh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Ulangi amalan ini selama 7 hari hingga berhasil dengan sempurna.

46. Mengisi Kekuatan Pada Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada orang yang akan di isi.

47. Menetralisir Racun Dan Sejenisnya : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke makanan, minuman atau benda yang dianggap mengandung racun dan sejenisnya.

48. Mendapat Kepercayaan Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

49. Mengembalikan Barang Hilang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih yang sudah dicampuri garam. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian percik – percikkanlah air itu di sekitar tempat lokasi hilangnya barang.

50. Mempertajam Indera Ke – 6 : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada malam hari diluar rumah sambil menatap bayangan wajah pada genangan air atau pada cermin tanpa berkedip sedikit pun. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah pada titik antara kedua mata (Cakra ‘Aiinun). Ulangi amalan ini selama 7 malam hingga berhasil dengan sempurna.

51. Mempengaruhi Pikiran Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

52. Memulangkan Seseorang Yang Minggat : : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap ke arah tempat orang itu pergi pertama kali. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Kemudian Asma’ dibaca kembali sebanyak 333 kali sambil menahan nafas pada bekas pakaiannya, lalu tiupkan. Kemudian gantunglah bekas pakaiannya tersebut di depan pintu masuk kamarnya atau di atas tempat tidurnya.

53. Pengobatan Jarak Jauh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali, sambil membayangkan atau menerawang wajah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, lalu tiupkan ke arah bayangan wajah orang tersebut.

54. Kuat Seks Berjam – Jam : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada segelas madu yang sudah dicampuri dengan sebutir telur ayam kampung. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah ke madu tersebut. Kemudian minumlah madu itu hingga habis setiap akan mau tidur. Ulangi amalan ini selama 7 hari hingga berhasil dengan sempurna.

55. Meningkatkan Nafsu Birahi Pasangan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada Si suami / istri sampai habis sebelum akan melakukan hubungan badan (bersetubuh).

56. Mengubah Rasa Makanan Dan Minuman : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah makanan atau minuman yang akan di ubah rasanya.

57. Menutup Tempat Ramai : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah tempat atau kedai yang akan dibuat sepi dari pengunjung.

58. Mengusir Hama Pengganggu : Asma’ dibaca sebanyak 1.111 kali pada pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 111 kali, tiupkanlah ke pasir tersebut. Kemudian terbarkanlah pasir itu disekitar tempat / kebun yang terdapat hama pengganggu.

59. Ketenangan Batin Dan Pikiran : Setiap selesai sholat fardhu, bacalah Asma’ sebanyak 7 kali.

60. Memperkuat Aura Tubuh : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali setelah selesai sholat Maghrib, lalu tiupkan pada kedua telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh.

61. Mengatasi Kendaraan Mogok : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah kendaraan yang sedang mogok jalan.

62. Merontokkan Susuk : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah bagian tubuh orang yang memakai susuk tersebut.

63. Mengatasi Anak Rewel : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada anak yang suka rewel tersebut.

64. Menarik Rezeki Dari Segala Arah : Setiap jam 6 pagi, bacalah Asma’ sebanyak 9 kali pada tiap – tiap penjuru mata angin, kemudian tiupkan.

65. Mendongkrak Perolehan Ikan : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali, lalu tiupkan ke arah umpan yang akan digunakan untuk memancing atau menangkap ikan.

66. Kirim SMS Tanpa Pulsa (Saat Terdesak) : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah Handphone (HP).

67. Menghilangkan Penyakit Demam Panggung : Setiap akan berhadapan dengan orang ramai atau sebelum naik ke atas panggung, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas. Dan ketika sudah naik ke atas panggung, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah para hadirin.

68. Memenangkan Persidangan : Selama dalam perjalanan menuju tempat persidangan, bacalah Asma’ sebanyak – banyaknya. Dan ketika sudah berhadapan dengan para hakim dan jaksa pengadilan, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah mereka.

69. Menaikkan Jenjang Karir : Setiap akan berhadapan atau bertemu dengan bos / pemimpin, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.

70. Menetralisir Rasa Panas Minyak Goreng : Setiap akan mau memasak, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.

71. Mempercepat Surutnya Air Banjir : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah ujung air banjir atau sungai.

72. Mengeraskan Benda Lunak : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah benda lunak tersebut.

73. Mengangkat Benda Berat : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian angkatlah benda yang berat tersebut.

74. Memindahkan Penyakit Ke Telur : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali sambil menggosok – gosokkan telur ayam ke daerah tubuh yang sakit. Setelah selesai, lalu tiupkan ke arah telur ayam tersebut dan kemudian pecahkan.

75. Kekebalan Tubuh : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian tusuklah anggota tubuh dengan jarum, pisau, pedang dan berbagai senjata tajam lainnya.

76. Mengisi Kekebalan Tubuh : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada orang yang akan di isi kekebalan tubuh. Setelah 15 menit, lalu cobalah tusukkan anggota tubuh orang tersebut dengan jarum, pisau, pedang dan berbagai senjata tajam lainnya.
77. Melumpuhkan Badan Musuh : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah musuh.

78. Menghipnotis Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah orang yang akan di hipnotis tersebut atau tepuklah bahu kirinya.

79. Memisahkan Pasangan Selingkuh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol air mineral. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air mineral tersebut. Kemudian berikanlah air putih tersebut secara diam – diam kepada orang yang suka berselingkuh tersebut atau dicampurkan ke minuman lain agar di minum olehnya.

80. Pengasihan Tingkat Tinggi : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali setiap tengah malam, lalu tiupkan pada kedua telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh.

81. Mempercepat Penjualan Tanah Dan Rumah : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada 1 kg gula pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 111 kali, tiupkanlah ke gula pasir tersebut. Kemudian terbarkanlah gula pasir itu di sekitar lokasi tanah atau rumah yang hendak di jual.

82. Mengisi Aura Kecantikan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada 7 kuntum bunga – bunga harum yang masih segar, lalu tiupkan. Kemudian campurkanlah bunga – bunga itu ke dalam air yang digunakan untuk mandi junub (mandi wajib) oleh wanita yang ingin tampil cantik tersebut.

83. Mengisi Aura Ketampanan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol minyak wangi non alkohol, lalu tiupkan. Kemudian campurkanlah minyak wangi itu itu ke dalam air yang digunakan untuk mandi junub (mandi wajib) oleh pria yang ingin tampil tampan tersebut.

84. Menarik Benda Pusaka : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada malam hari di depan lokasi tersimpannya benda pusaka. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah pada lokasi tempat benda pusaka tersebut. Ulangi amalan ini selama 3 malam hingga berhasil dengan sempurna.

85. Mengobati Hewan Sakit : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah sebagian air putih itu kepada hewan yang sakit tersebut dan sebagian lagi dicampurkan ke dalam air yang digunakan untuk mandinya.

86. Selamat Dari Jeratan Hukum : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu sampai habis.

87. Dijaga Malaikat Al – Khidhir : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas di depan pintu.

88. Dikawal Macan Ghaib : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas di depan pintu.

89. Menarik Ilmu Para Leluhur : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada malam hari di depan makam leluhur. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah pada makam leluhur tersebut. Ulangi amalan ini selama 3 malam hingga berhasil dengan sempurna.

90. Memperbaiki Kerusakan Barang Elektronik : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada barang elektronik yang sedang rusak. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah ke barang elektronik tersebut. Kemudian tutuplah barang elektronik itu dengan kain mori warna putih, dan diamkan selama 1 malam hingga benar – benar kembali baik.

91. Memiliki Daya Lembu Sakilan : Asma’ dibaca sebanyak 3.333 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumlah air hujan itu hingga habis. Ulangi amalan ini selama 7 hari hingga berhasil dengan sempurna.
92. Mendapatkan Keturunan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumkanlah air hujan itu kepada suami dan istri sampai habis sebelum akan melakukan hubungan badan (bersetubuh).

93. Memenangkan Pemilihan Pejabat : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada orang yang akan ikut pemilihan pejabat tersebut. Kemudian Asma’ dibaca kembali sebanyak 111 kali pada sebuah cincin, lalu tiupkan. Dan suruhlah orang tersebut mengenakan cincin itu kemana saja dia pergi selama masa pemilihan pejabat.

94. Benteng Dari Serangan Jin Dan Manusia : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, setiap akan tidur dan setiap akan beraktifitas, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.

95. Memenangkan Perlombaan : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali sebelum akan mengikuti perlombaan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, bayangkan / terawanglah hadiah perlombaan yang ingin didapatkan, lalu tiupkan.

96. Meredakan Pertengkaran : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah orang yang sedang bertengkar.

97. Memakbulkan Ucapan : Setiap akan mau berbicara dengan seseorang, bacalah Asma’ sebanyak 7 kali sambil menahan nafas.

98. Mengobati Seseorang Yang Kesurupan : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke ubun – ubun kepala atau ke arah orang yang sedang kesurupan tersebut.

99. Mengisi Keselamatan Lahir Dan Batin : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumkanlah sebagian air hujan itu kepada orang yang akan di isi tersebut dan sebagian lagi dicampurkan ke dalam air yang digunakan untuk mandinya.

100. Dan berbagai manfaat lainnya, sesuai dengan niat dan tujuan Anda. @@@

Catatan: ini adalah email dari zeusarus@yahoo.com. Assalamualaikum wr.wb. Sebelumnya saya minta sebesar2 besarnya kepada Ki NurJati, jika terlambat menyampaikan amanat, pesan Ki Nurjati dalam email baru saya baca dan baru mengerti maksudnya untuk share kiriman email dari beliau. Mohon Kepada Ki Wongalus untuk memposting artikel 1001 manfaat keilmuan rajeh. Wassalam.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 160 Komentar

IJAZAH AMALAN MENJAGA DIRI


GUS SANTRI
muhammadmubarok17@gmail.com

Bismillahirrahmanirrahim. Kali ini, saya mengijazahkan amalan perlindungan dari segala mara bahaya. Amalan ini saya peroleh dari Almukarrom KH. IMAM SUGHROWARDI pimpinan pesantren APIS Sanan gondang Talun Blitar. Ketika itu saya masih nyantri di sana. Amalan tersebut hanya simpel dan tidak panjang. Kaifiyahnya (tata cara lakunya) pun gampang. Cukup amalkanlah secara istiqomah setelah selesai sholat 5 waktu. Insyaallah Tuhan kita akan selalu menjaga kita dengan cara-Nya.

Misalnya peristiwa yang saya alami ini mungkin tidak masuk akal. Pada waktu itu saya naik sepeda motor hendak belok ke kanan. Saya pun mulai melambat dan memberi lampu sein kanan sebagai tanda bagi kendaraan di belakang saya. Saya santai saja karena jalanan saat itu memang sepi. Hanya saja hati ini selalu saya usahakan amalan ini saat berkendara.

Praak. Saat sepeda motor saya hampir mencapai sisi sebelah kanan tiba-tiba saja tanpa sadar saya meloncat lepas dari sepeda motor dan mendarat dengan tenang di tempat yang aman. Beberapa detik kemudian saya sadar ternyata saya ditabrak oleh sepeda motor dengan kecepatan tinggi persis tengah motor tempat saya duduk. Motor yang menabrak saya itu dikendarai tukang ojek yang tidak menyadari saya hendak belok kanan.

Walau pun posisi saya tertabrak saya sama sekali tidak luka. Sebab sudah meloncat duluan. Motor saya pun tidak begitu parah. Justru motor penabrak ringsek tidak karu-karuan dan dua penumpang di atasnya luka-luka berat. Sehingga harus digotong ke rumah sakit. Akhirnya kami selesaikan dengan damai.

Inilah amalannya:
YA hAFIIDZ IhFADZNII 3X
(WAHAI DZAT YANG MAHA MENJAGA, JAGALAH DIRIKU)

Semoga ada manfa’at dan barokahnya.
Wassalamu’alaikum wr wb.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 73 Komentar

MENITI JEJAK ANTARA DZIKIR DAN OLAH RASA


Patramantra
tanpamantra@yahoo.com

Mungkin bukan kesalahan kita secara mutlak, jika kurang memahami mengenai olah rasa. Walau sebenarnya Dzikir dan Olah Rasa itu sama. Merupakan dua cara/metode dalam tata laku meditasi. Adapun dua metode meditasi itu antara lain :

1. Dengan metode kosentrasi/isi (yg sering digunakan para pelaku olah rasa),
yaitu menggunakan daya cipta/kosentrasi pada obyek tertentu untuk mengisi bathin, dengan harapan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Misalnya seseorang ingin membuka mata bathin/mata ketiga. Mereka berkonsentrasi dengan melihat objek tertentu, kemudian dia membawa gambaran bentuk obyek tersebut ke ruang bathin secara berulang-ulang sampai ia bisa melihat obyek tersebut secara detail sama seperti melihat dengan mata fisik.

2. Dengan cara mengosongkan pikiran (kosong)
yaitu pelaku berusaha mengosongkan pikiran dengan melafalkan doa-doa maupun dzikir tertentu, dengan harapan mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Dua cara yang beda, namun bisa memberi hasil yg sama. Dan juga pemahaman yang berbeda sebagai akibat kita seringnya mendapat keilmuan yg sudah matang dari para kyai, ustadz, kitab2 kuno, maupun buku2 yg dijual di emperan toko. Misalnya baca asma/doa/ayat…..1000x dan puasa selama 7 hari anda bisa kebal terhadap jenis senjata apapun. Dan jarang kyai/ustadz yang mengajarkan suatu keilmuan…..baca asma/doa/ayat……secara ikhlas dan puasa selama 7 hari, agar anda bisa mendapatkan kebal….. dsb .

Dengan kebiasaan menerima keilmuan yg sudah matang ini. Telah membuat kita banyak kehilangan moment pengalaman seperti yang didapat oleh para pelaku Olah Rasa. Karena kita sering kali melakukan dzikir hanya berdasarkan hitungan, tanpa berusaha menghayati maupun melakukan peresapan dlm berdzikir.

Namun dewasa ini para pelaku Olah Rasa dalam melakukan meditasi cenderung memilih obyek pada hal-hal yang bersifat ke-Tuhanan. Mereka mengisi bathin dengan gambaran Tuhan melalui rasa nikmat, rasa syukur, rasa ikhlas, rasa cinta dsb. Semua itu dilakukan baik dalam waktu meditasi maupun aktivitas yang lain (hidup dlm meditasi). Sehingga walau dlm keadaan tidur bathin masih tetap terjaga.

Hal seperti ini bisa juga dilakukan oleh para pelaku dzikir. Dengan cara membaca lafal dzikir tertentu/asma/doa/ayat apa aja yang diucapkan tanpa lisan/dalam hati ditujukan untuk mengingat Allah semata. Dan dilakukan secara terus menerus seperti halnya seorang pelaku olah rasa tsb di atas (hidup dlm meditasi). Maka pelaku dzikir akan memperoleh pengalaman yg sama seperti yang diperoleh para pelaku olah rasa. Seperti penglihatan dan pendengaran ghaib, penyembuhan dll. Kemampuan supranatural ini, diperoleh secara tidak disengaja, tetapi sebagai akibat dari perpindahan kesadaran dari tubuh fisik ke kesadaran jiwa (Rosojati basa jawa).
Terlepas dari mencari pembenaran dan penyalahan dari kedua metode penyampaian amalan ilmu hikmah tsb. Mari kita kaji dan diskusikan agar kita memahami tujuan dibalik pembacaan 1000x (metode kesatu). Juga memahami batasan toleransi pembacaan secara ikhlas (metode kedua). Agar kita bisa mencapai makna dzikir yang hakiki (lebih mudah dalam mencapai khusuk). @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 265 Komentar

INSKRIPSI KERIS/ RAJAH PADA BILAH KERIS


Bengawan.candhu
bintangparikesit@rocketmail.com

Pengertian rajah keris/Inskripsi ato rajah scr umum adlh suatu lukisan ato goresan ato motif yg biasanya trdapat pd bilah keris ato pedang ato badik dsb. Pamor dibuat dr lelehan batu meteor/emas/perak. Klo menggunakan meteor sbg dgn kadar panas tertentu,pamor dpt dlelehkan dan dicairkan kmdn dialirkan,dioleskan maupun diatur sedemikian rupa shg membentuk tulisan,huruf,gambaran semacam motif – motif atopun lukisan-lukisan tertentu yg scr sengaja drancang oleh empunya,ato kekuatan batin ilhamnya menuntun sang empu u/berkarya dgn ukirannya/motifnya yg dgambarkn dlm wujud rajah/symbol/tulisan/gambar. Bs jg menggunakan lapisan emas ato perak yg diukir dan dihiaskan pd bilah keris oleh sang empu. Inskripsi/Rajah dyakini oleh sebagian penggemar keris pusaka selain u/keindahan jg memiliki mksd ato tanda tertentu yg kt sebut “sabda doa” ato klo yg biasa kt kenal sebagai tuah.

Tp kami dsini lbh senang menyebutnya sbg “sabda doa”,krn klo tuah mnrt kami
seakan akan melukiskan suatu fungsi yg paten yg kami khawatirkn mengarah pengkultusan thdp benda pusaka,harapan kami klo yg terlampir ddalam keris disebut sabda doa,kt akan lbh mawas diri,selagi itu adlh sabda doa,kami harap kt akan sll ingat akan kebesaran Tuhan Sang Raja Semesta Alam dlm memandang dan mensikapi sebilah keris,karena mnrt pendapat kami yg namanya sabda doa ada yg akan djawab/dberikan ddunia ato di hari nnt/alam akhirat. Shg kt bersikap lbh hati2 dan bijak dlm menyikapi menyimpulkan sesuatu yg kt sebut sbg “tuah” scr lbh bijak dan berhikmah. Spt saat kt berdoa sehari2sj,ada yg dkabulkan atopun ada yg tdk/belum dkabulkn oleh Allah Swt.

U/memfokuskan pembahasan dsini maka yg kami mksd rajah/inskripsi adlh pd bilah pusaka khususnya keris. Semoga dr wacana ini dpt mjd share yg berguna bagi pendewasaan dan pengetahuan kt u/mengenal pusaka scr lbh baek akan salah satu budaya kekayaan intelektual nenek moyang kita. Pamor ato rajah ato inskripsi ini adlh sesuatu yg dharapkan/diagungkan oleh sang empu u/diabadikan beliau dlm sebilah keris. Bisa dlm berbagai bentuk ato macam gambar jelas,gambar tdk jls,huruf/rajah.

Gambar rajah/pamor dr masa kemasa memiliki perkembangan yg tdk sama. Bhkn mengalami perkembangan dan perubahan sesuai dgn masa atau jamannya.
Gambar rajah pd jaman majapahit bentuk inskripsi ato rajah biasanya adlh binatang2 yg dsucikan,msl naga,garuda,sapi,gajah,harimau,singa. Ato bhkn gmbr2 dewa ato simbo2 dewa yg dsembah raja ato masyarakat pd wkt itu. Pd inskripsi ato gambar rajah tsbt tdpt suatu doa pengharapan penghormatan pengingat ato bhkn suatu panutan/idola klo istilahnya skrg. Yg dilambangkan sbg lambing dr doa keselamatan dan perlindungan jg keberanian dsb.

Kmdn pd saat msknya jaman islam ato transisi ke jaman hindhu ke islam keris pd inskripsinya mengalami penyesuaian lbh didominasi huruf jawa dan arab,ato bhkn symbol bintang daud. Pd jaman majapahit inskripsi ato rajah keris diarahkn kea rah daya linuwih/power krn masa itu mmg masa perluasan kekuasaan ato wilayah ato jaman peperangan. Shg sabda doa yg dtekankan ke keris dharapkn dpt menambah kharisma,wibawa,keberanian dan daya linuwih bagi para pemegangnya.

Sedang pd jaman islam,krn pd masa ini lbh cenderung stabil damai dan dominasi para wali dalam pemerintahan dan kraton dan kepiawaian mrk msk dlm struktur social budaya masyarakat wkt itu. shg fungsi keris inskripsinya lbh cenderung kearah syiar ato dakwah. Shg byk menggunakan gambar rajah arab ato bhkn jawa. Krn pd jaman2 tsbt kebudayaan keris hampir dimiliki dan keharusan dimiliki oleh stp lapisan masyarakat. Pd jaman ini inskripsi ato rajah pd bilah keris bs sj huruf arab berupa surat-surat pendek,msl alfatihah,alfalaq,al ikhlas,asmaul husnah,annas dsb. Diharapkan dgn adanya penempelan rajah pd bilah keris tsbt org akan sll ingat akan kewajibannya sbg mns thdp Tuhannya.

Inskripsi ato rajah ini mrpkn suatu sugesti bagi pemilik2nya buat sugesti positif thinking yg trs menerus,brupa visualisasi energi yg positif kpd ilahiah brupa ketentraman yg sll dlantunkan dan diingat sang pemilik. Shg factor ini bs jd yg membawa kebaikan dan keberuntungan bagi sang pemilik krn hatinya sll ingat dan berdzikir krn Allah. Inskripsi rajah arab kmungkinan besar mengalami perkembangan yg cukup pesat pd jamannya wali songo ato pd jaman kasultanan demak,pajang dan mataram. Pd jaman mataram inilah puncak dr kesempurnaan pembuatan dan garap dr keris. Krn pd jaman mataram yg pd wkt itu Eyang Prabu Sultan Agung Anyakrakusumo memerintahkn kpd sgenap rakyat u/memiliki hak yg sama dlm menggunakan dan menyandang keris scr bebas. Tnp perlu u/takut diminta ato dirampas oleh para pejabat ato pemerintah. Shg rakyat wkt itu bnr2 bersuka cita dan smkn mencintai rajanya. Shg pd jaman tsbt sdh sgt jamak apbl rakyat biasa menyandang sebilah keris. Jg pd jaman Mataram Sultan Agung,empu2 yg mumpuni dan bnr2 ahli dkumpulkan dan mendapat fasilitas dan tdk jarang kedudukan dlm pemerintahan atas jasa2 mereka membuat dan mempersembahkn keris karya mrk kpd sang raja ato kpd klrg kerajaan. Shg pd jaman ini empu mendapat tmpt trsendiri dlm pemerintahan dan klrg kerajaan.

Sedang pd jaman PB IV dikembangkn kmbl oleh para empu yg ada pd saat itu sbg identitas sang empu,yg kmungkinan dipengaruhi budaya barat/eropa. Shg dibagian pesi/bagian yg dimasukkan kedlm gagang keris sdh mulai dituliskan nama empu pembuatnya. Biasanya yg membuat identitas diri dlm keris tsbt adlh empu2 dr keratin yg biasanya lbh revolusioner. Diantaranya adlh empu brajakaryo,brojo sentiko,empu japan,empu singo wijoyo dsb. Pamor ato rajah inskripsi pd jaman sekarang mengalami penyesuaian kmbl sbg suatu hal yg menambah nilai seni yg antik,unik dan menempati tempat trsendiri bagi para penggemar keris dtanah air maupun manca Negara. Memiliki nilai eksoteris yg bernilai tinggi dan indah. Suatu karya estetika yg adi luhung dan berseni tinggi. Berbahagialah,krn keris mrpkn satu2nya seni tempa,seni batin,seni karya cipta rasa karsa yg mjd satu dgn daya batin spiritual positif bagi generasi2 penerus di bawahnya. Tidak semua bangsa memiliki budaya spt budaya keris ini,shg UNESCO pun terketuk dan mengakui shg memutuskan bhw keris adlh budaya ASLI INDONESIA. Dan menyebutnya sbg MASTERPIECE OF THE ORAL AND INTANGIBLE HERITAGE OF HUMANITY ,ato KARYA AGUNG WARISAN KEMANUSIAAN BAGI SELURUH BANGSA DI DUNIA. Marilah kt jaga buadaya kt ini dgn sebaik2nya. Dgn menghormati dan menjaga budaya ini dgn sebaik2nya dan scr wajar.

Demikian setetes wacana perkembangan rajah/inskripsi pusaka dr jaman hindhu ke jaman islam. Smg dpt dsikapi dgn bijak dan diambil manfaatnya. Ada kurang lbhnya mhn dimaafkan,krn dsini kami bknnya merasa lbh bs dari para sesepuh dan pinisepuh tetapi semata keinginan kami u/napak tilas saja dr tuntunan kilas balik kami.
Insya allah,pd kesempatan berikutnya Kami akan membahas berbagai macam dan bentuk pamor,shg menambah referensi dan kajian bagi kt bersama.

Magelang, Bhumi Menoreh Pranan…..Mgg I November 2010.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 262 Komentar

KHODAM JIN DAN KHODAM MALAIKAT


Ustadz Helmi andrian
helmi.andrian17@gmail.com
Yang dimaksud khodam dalam uraian ini adalah penjaga yang didatangkan dari dunia ghaib untuk manusia, bukan untuk benda bertuah. Didatangkan dari rahasia urusan Ilahiyah yang terkadang banyak diminati oleh sebagian kalangan ahli mujahadah dan riyadlah tetapi dengan cara yang kurang benar. Para ahli mujahadah itu sengaja berburu khodam dengan bersungguh-sungguh. Mereka melakukan wirid-wirid khusus, bahkan datang ke tempat-tempat yang terpencil. Di kuburan-kuburan tua yang angker, di dalam gua, atau di tengah hutan.
Ternyata keberadaan khodam tersebut memang ada, mereka disebutkan di dalam al-Qur’an al-Karim. Diantara mereka ada yang datang dari golongan Jin dan ada juga dari Malaikat, namun barangkali pengertiannya yang berbeda. Karena khodam yang dinyatakan dalam Al-Qur’an itu bukan berupa kelebihan atau linuwih yang terbit dari basyariah manusia yang disebut “kesaktian”, melainkan berupa sistem penjagaan dan perlindungan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh sebagai buah ibadah yang mereka lakukan. Sistem perlindungan tersebut dibangun oleh rahasia urusan Allah s.w.t yang disebut “walayah”, dengan itu supaya fitrah orang beriman tersebut tetap terjaga dalam kondisi sebaik-baik ciptaan. Allah s.w.t menyatakan keberadaan khodam-khodam tersebut dengan firman-Nya:
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Bagi manusia ada penjaga-penjaga yang selalu mengikutinya, di muka dan di belakangnya, menjaga manusia dari apa yang sudah ditetapkan Allah baginya. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubahnya sendiri”. (QS. ar-Ra’d; 13/11)
Lebih jelas dan detail adalah sabda Baginda Nabi s.a.w dalam sebuah hadits shahihnya:
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ قَالَ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ رواه البخاري و مسلم *
“Hadits Abi Hurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mencintai seorang hamba, memanggil malaikat Jibril dan berfirman : “Sungguh Aku mencintai seseorang ini maka cintailah ia”. Nabi s.a.w bersabda: “Maka Jibril mencintainya”. Kemudian malaikat Jibril memanggil-manggil di langit dan mengatakan: “Sungguh Allah telah mencintai seseorang ini maka cintailah ia, maka penduduk langit mencintai kepadanya. Kemudian baginda Nabi bersabda: “Maka kemudian seseorang tadi ditempatkan di bumi di dalam kedudukan dapat diterima oleh orang banyak”. (HR Bukhori dan Muslim )
Dan juga sabdanya:
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ
“Hadits Abi Hurairah r.a Sesungguhnya Rasulullah s.w.t bersabda: “Mengikuti bersama kalian, malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang dan mereka berkumpul di waktu shalat fajar dan shalat ashar kemudian mereka yang bermalam dengan kalian naik (ke langit), Tuhannya bertanya kepada mereka padahal sesungguhnya Dia lebih mengetahui keadaan mereka: di dalam keadaan apa hambaku engkau tinggalkan?, mereka menjawab: mereka kami tinggalkan sedang dalam keadaan shalat dan mereka kami datangi sedang dalam keadaan shalat”. (HR Buhori dan Muslim)
Setiap yang mencintai pasti menyayangi. Sang Pecinta, diminta ataupun tidak pasti akan menjaga dan melindungi orang yang disayangi. Manusia, walaupun tanpa susah-susah mencari khodam, ternyata sudah mempunyai khodam-khodam, bahkan sejak dilahirkan ibunya. Khodam-khodam itu ada yang golongan malaikat dan ada yang golongan Jin. Diantara mereka bernama malaikat Hafadhoh (penjaga), yang dijadikan tentara-tentara yang tidak dapat dilihat manusia. Konon menurut sebuah riwayat jumlah mereka 180 malaikat. Mereka menjaga manusia secara bergiliran di waktu ashar dan subuh, hal itu bertujuan untuk menjaga apa yang sudah ditetapkan Allah s.w.t bagi manusia yang dijaganya.
Itulah sistem penjagaan yang diberikan Allah s.w.t kepada manusia yang sejatinya akan diberikan seumur hidup, yaitu selama fitrah manusia belum berubah. Namun karena fitrah itu terlebih dahulu dirubah sendiri oleh manusia, hingga tercemar oleh kehendak hawa nafsu dan kekeruhan akal pikiran, akibat dari itu, matahati yang semula cemerlang menjadi tertutup oleh hijab dosa-dosa dan hijab-hijab karakter tidak terpuji, sehingga sistem penjagaan itu menjadi berubah.
KHODAM JIN DAN KHODAM MALAIKAT
‘Setan’, menurut istilah bahasa Arab berasal dari kata syathona yang berarti ba’uda atau jauh. Jadi yang dimaksud ‘setan’ adalah makhluk yang jauh dari kebaikan. Oleh karena hati terlebih dahulu jauh dari kebaikan, maka selanjutnya cenderung mengajak orang lain menjauhi kebaikan. Apabila setan itu dari golongan Jin, berarti setan Jin, dan apabila dari golongan manusia, berarti setan manusia. Manusia bisa menjadi setan manusia, apabila setan Jin telah menguasai hatinya sehingga perangainya menjelma menjadi perangai setan. Rasulullah s.a.w menggambarkan potensi tersebut dan sekaligus memberikan peringatan kepada manusia melalui sabdanya:
لَوْلاَ أَنَّ الشَّيَاطِيْنَ يَحُوْمُوْنَ عَلَى قُلُوْبِ بَنِى آَدَمَ لَنَظَرُوْا اِلَى مَلَكُوْتِ السَّمَاوَاتِ
“Kalau sekiranya setan tidak meliputi hati anak Adam, pasti dia akan melihat alam kerajaan langit”.
Di dalam hadits lain Rasulullah s.a.w bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَجْرِى مِنِ ابْنِ آَدَمَ مَجْرَى الدَّمِ فَضَيِّقُوْا مَجَاِريَهُ ِبالْجُوْعِ.
“Sesungguhnya setan masuk (mengalir) ke dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darahnya, maka sempitkanlah jalan masuknya dengan puasa”.
Setan jin menguasai manusia dengan cara mengendarai nafsu syahwatnya. Sedangkan urat darah dijadikan jalan untuk masuk dalam hati, hal itu bertujuan supaya dari hati itu setan dapat mengendalikan hidup manusia. Supaya manusia terhindar dari tipu daya setan, maka manusia harus mampu menjaga dan mengendalikan nafsu syahwatnya, padahal manusia dilarang membunuh nafsu syahwat itu, karena dengan nafsu syahwat manusia tumbuh dan hidup sehat, mengembangkan keturunan, bahkan menolong untuk menjalankan ibadah.
Dengan melaksanakan ibadah puasa secara teratur dan istiqomah, di samping dapat menyempitkan jalan masuk setan dalam tubuh manusia, juga manusia dapat menguasai nafsu syahwatnya sendiri, sehingga manusia dapat terjaga dari tipudaya setan. Itulah hakekat mujahadah. Jadi mujahadah adalah perwujudan pelaksanaan pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya secara keseluruhan, baik dengan puasa, shalat maupun dzikir. Mujahadah itu merupakan sarana yang sangat efektif bagi manusia untuk mengendalikan nafsu syahwat dan sekaligus untuk menolak setan. Allah s.w.t berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka berdzikir kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat”. (QS.al-A’raaf.7/201)
Firman Allah s.w.t di atas, yang dimaksud dengan lafad “Tadzakkaruu” ialah, melaksanakan dzikir dan wirid-wirid yang sudah diistiqamahkan, sedangkan yang dimaksud “Mubshiruun”, adalah melihat. Maka itu berarti, ketika hijab-hijab hati manusia sudah dihapuskan sebagai buah dzikir yang dijalani, maka sorot matahati manusia menjadi tajam dan tembus pandang.
Jadi, berdzikir kepada Allah s.w.t yang dilaksanakan dengan dasar Takwa kepada-Nya, di samping dapat menolak setan, juga bisa menjadikan hati seorang hamba cemerlang, karena hati itu telah dipenuhi Nur ma’rifatullah. Selanjutnya, ketika manusia telah berhasil menolak setan Jin, maka khodamnya yang asalnya setan Jin akan kembali berganti menjadi golongan malaikat.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ(30)نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) “Janganlah kamu merasa takut janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”(30)Kamilah pelindung-pelindungmu di dalam kehidupan di dunia maupun di akherat”. (QS. Fushilat; 41/30-31)
Firman Allah s.w.t di atas yang artinya: “Kami adalah pelindung-pelindungmu di dalam kehidupan di dunia maupun di akherat”, itu menunjukkan bahwa malaikat-malaikat yang diturunkan Allah s.w.t kepada orang yang istiqamah tersebut adalah untuk dijadikan khodam-khodam baginya.
Walhasil, bagi pengembara-pengembara di jalan Allah, kalau pengembaraan yang dilakukan benar dan pas jalannya, maka mereka akan mendapatkan khodam-khodam malaikat. Seandainya orang yang mempunyai khodam Malaikat itu disebut wali, maka mereka adalah waliyullah. Adapun pengembara yang pas dengan jalan yang kedua, yaitu jalan hawa nafsunya, maka mereka akan mendapatkan khodam Jin. Apabila khodam jin itu ternyata setan maka pengembara itu dinamakan walinya setan. Jadi Wali itu ada dua (1) Auliyaaur-Rohmaan (Wali-walinya Allah), dan (2) Auliyaausy-Syayaathiin (Walinya setan). Allah s.w.t menegaskan dengan firman-Nya:
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Dan orang-orang yang tidak percaya, Wali-walinya adalah setan yang mengeluarkan dari Nur kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS.al-Baqoroh.2/257)
Dan juga firman-Nya:
إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
“Sesungguhnya kami telah menjadikan setan-setan sebagai Wali-wali bagi orang yang tidak percaya “. (QS. Al-A’raaf; 7/27)
Seorang pengembara di jalan Allah, baik dengan dzikir maupun wirid, mujahadah maupun riyadlah, kadang-kadang dengan melaksanakan wirid-wirid khusus di tempat yang khusus pula, perbuatan itu mereka lakukan sekaligus dengan tujuan untuk berburu khodam-khodam yang diingini. Khodam-khodam tersebut dicari dari rahasia ayat-ayat yang dibaca. Semisal mereka membaca ayat kursi sebanyak seratus ribu dalam sehari semalam, dengan ritual tersebut mereka berharap mendapat¬kan khodamnya ayat kursi.
Sebagai pemburu khodam, mereka juga kadang-kadang mendatangi tempat-tempat yang terpencil, di kuburan-kuburan yang dikeramatkan, di dalam gua di tengah hutan belantara. Mereka mengira khodam itu bisa diburu di tempat-tempat seperti itu. Kalau dengan itu ternyata mereka mendapatkan khodam yang diingini, maka boleh jadi mereka justru terkena tipudaya setan Jin. Artinya, bukan Jin dan bukan Malaikat yang telah menjadi khodam mereka, akan tetapi sebaliknya, tanpa disadari sesungguhnya mereka sendiri yang menjadi khodam Jin yang sudah didapatkan itu. Akibat dari itu, bukan manusia yang dilayani Jin, tapi merekalah yang akan menjadi pelayan Jin dengan selalu setia memberikan sesaji kepadanya.
Sesaji-sesaji itu diberikan sesuai yang dikehendaki oleh khodam Jin tersebut. Memberi makan kepadanya, dengan kembang telon atau membakar kemenyan serta apa saja sesuai yang diminta oleh khodam- khodam tersebut, bahkan dengan melarungkan sesajen di tengah laut dan memberikan tumbal. Mengapa hal tersebut harus dilakukan, karena apabila itu tidak dilaksanakan, maka khodam Jin itu akan pergi dan tidak mau membantunya lagi. Apabila perbuatan seperti itu dilakukan, berarti saat itu manusia telah berbuat syirik kepada Allah s.w.t. Kita berlindung kepada Allah s.w.t dari godaan setan yang terkutuk.
Memang yang dimaksud khodam adalah “rahasia bacaan” dari wirid-wirid yang didawam¬kan manusia. Namun, apabila dengan wirid-wirid itu kemudian manusia mendapatkan khodam, maka khodam tersebut hanya didatangkan sebagai anugerah Allah s.w.t dengan proses yang diatur oleh-Nya. Khodam itu didatangkan dengan izin-Nya, sebagai buah ibadah yang ikhlas semata-mata karena pengabdian kepada-Nya, bukan dihasilkan karena sengaja diusahakan untuk mendapatkan khodam.
Apabila khodam-khodam itu diburu, kemudian orang mendapatkan, yang pasti khodam itu bukan datang dari sumber yang diridlai Allah s.w.t, walaupun datang dengan izin-Nya pula. Sebab, tanda-tanda sesuatu yang datangnya dari ridho Allah, di samping datang dari arah yang tidak disangka-sangka, bentuk dan kondisi pemberian itu juga tidak seperti yang diperkiraan oleh manusia. Demikian¬lah yang dinyatakan Allah s.w.t:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا(2)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah. Allah akan menjadikan jalan keluar baginya (untuk menyelesaikan urusannya) (2) Dan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak terduga”. (QS. ath-Tholaq; 65/2-3)
Khodam-khodam tersebut didatangkan Allah s.w.t sesuai yang dikehendaki-Nya, dalam bentuk dan keadaan yang dikehendaki-Nya pula, bukan mengikuti kehendak hamba-Nya. Bahkan juga tidak dengan sebab apa-apa, tidak sebab ibadah dan mujahadah yang dijalani seorang hamba, tetapi semata sebab kehendakNya. Hanya saja, ketika Allah sudah menyatakan janji maka Dia tidak akan mengingkari janji-janji-Nya.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 65 Komentar

NUR DI ATAS NUR (part-1)


Ustadz Helmi Andrian
helmi.andrian17@gmail.com

Allah SWT adalah Nur langit dan Nur bumi. Dengan nur-Nya Allah menerangi dua alam, alam bumi dan alam langit. Allah Menerangi alam bumi dengan NUR LANGIT dan menerangi alam langit dengan NUR BUMI. Bumi diterangi dengan ‘MATAHARI LANGIT’ dan langit diterangi dengan ‘MATAHARI BUMI’.

Yang dimaksud MATAHARI BUMI adalah Nur yang memancar dari hati para kekasih Allah yang mulia, para Nabi dan para Rasul serta para Ulama’ pilihan-Nya. Sebagai Khalifah Bumi Zamannya, keberadaan mereka dimana-mana mampu membangkitkan iman dan semangat pengabdian manusia. Hati para kekasih Allah itu bahkan bagaikan kuburan rahasia ketuhanan dan sekaligus menjadi simpul pengendali kehidupan bumi dan isinya.

Hati yang suci itu seperti tangan kanan yang melipat langit (QS. az-Zumar; 67), maka kehidupan dan kematian di bumi terkadang terjadi mengikuti rahasia gerakan yang ada di dalamnya. Dengan izin Allah mereka mengeluarkan orang-orang beriman dari kegelapan kepada cahaya, menyelesaikan segala urusan kehidupan manusia, menyembuhkan kesedihan, mengabulkan segala do’a dan permohonan, mendatangkan hajat-hajat, bahkan di tangan mereka ada kehidupan dan kematian. Allah Penciptanya, semua itu dari Allah dan hanya untuk Allah, adapun yang selain-Nya hanyalah fatamorgana ciptaan-Nya.
Yang dimaksud Nur di atas Nur adalah mengikuti apa yang dapat digali dari makna firman Allah dalam Qur’an Surat an-Nur Ayat 35-40. Dengan ayat tersebut Allah telah membuat perumpamaan terhadap sesuatu yang keberadaannya ada di dunia dalam, padahal di dunia luar tidak ada contohnya. Dengan ayat itu dan ayat-ayat sejenisnya, seorang hamba wajib menggali maknanya. Lalu, di samping menindaklanjuti isyaroh yang tertangkap, baik melalui rasa maupun rasio, juga beri’tibar dan menakwilkannya semampu mungkin dengan cara yang dibenarkan Allah.

Tanpa Nur Allah, berarti hati manusia menjadi gelap gulita : “Seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun” (QS.an Nur/40). Meski hati tersebut sudah mendapat kehidupan, hal itu ditandai dengan adanya ilmu yang setinggi langit misalnya, sehingga mampu menerangi jagat raya, namun ilmu tersebut tidak mampu menerangi hati sendiri. Ilmu itu hanya berguna untuk mengoreksi kesalahan orang tapi tidak bisa menunjukkan kesalahan sendiri, bahkan untuk sombong-sombongan, merasa paling benar sendiri, suka menghina orang lain dan sedikitpun tidak mau menerima pendapat temannya sendiri, meski pendapat itu disampaikan dengan kasih sayang.

Akibatnya, dimana-mana orang tersebut hanya mampu menciptakan perpecahan diantara umat manusia. Itulah pertanda, meski hati orang tersebut sesungguhnya sudah dihidupi dengan ilmu, tapi tetap saja dalam keadaan gelap gulita karena tidak mendapat NUR atau hidayah dari Allah SWT. Ayat tersebut adalah berikut ini:
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (35) فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timurnya (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (35) Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang(56)”. (QS. an-Nur; 24/35-36).

Dari ayat di atas, marilah kita mencari makna lafal “Nur “ tersebut di dalam dua pengertian sebagai berikut:
1. Allah adalah Dzat yang menghilangkan gelap dan mendatangkan terang.
2. Allah adalah Dzat yang memasukkan hidayah dan iman ke dalam hati seorang hamba.

NUR DI ATAS NUR (part-2) (NUR dalam Arti Mendatangkan Terang)
NUR DI ATAS NUR (part-2) (NUR dalam Arti Mendatangkan Terang)
Untuk lebih memudahkan pemahaman, marilah kita mencari makna firman Allah di atas dengan metode tafsiriah sebagaimana yang digunakan oleh para Ulama’ salafush shaleh:
1. Firman Allah:
(اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْض)
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi”.

Maksudnya, Allah SWT dengan segala Kehendak, Perbuatan, Kebesaran dan Kekuasaan-Nya adalah Dzat yang memberi Petunjuk dan Hidayah kepada seluruh makhluk-Nya, baik makhluk yang di langit maupun yang di bumi. Karena hanya Allah yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur, demikian itulah yang tertangkap dari isyarat Rasulullah SAW saat Beliau berdo’a di dalam shalat malamnya. Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ الَّيْلِ يَقُوْلُ: “اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيُّوْمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ” الحديثَ
“Dari Ibnu Abbas RA berkata: Adalah Rasulullah SAW ketika shalat malam dan berdo’a : Wahai Allah hanya untuk-Mu segala puji. Engkau adalah Nur langit dan Bumi dan orang-orang di dalamnya, dan hanya untuk-Mu segala puji. Engkau adalah yang menegakkan dan bertanggungjawab terhadap langit dan bumi dan orang-orang di dalamnya – Al-hadits” (HR. Bukhori-Muslim)
Allah SWT telah menyampaikan Petunjuk dan Hidayah-Nya baik di langit maupun di bumi. Dengan sinar matahari untuk kehidupan di muka bumi dan dengan firman-firman-Nya untuk kehidupan di dunia dan di akherat. Itulah Nur langit dan Nur bumi, di samping sebagai petunjuk bagi manusia juga merupakan perhiasan bagi alam persada.

Dengan pengertian seperti itu, maka hakekat Nur langit dan Nur bumi itu menerangi empat tempat:
1) Di langit dengan sinar matahari, bulan dan bintang-bintang.
2) Di bumi dengan ilmu dan akhlak para Nabi dan para Wali serta para Ulama’-Nya.
3) Di akal dan pikiran dengan ilmu pengetahuan yang berupa pemahaman, keterangan, dalil-dalil, bukti-bukti dan argumentasi.
4) Di hati dan ruh dengan cinta kasih, iman, yakin dan ma’rifatullah.
Allah SWT melalui al-Qur’an al-Karim telah membuat perumpamaan agar manusia dapat memahami segala kehendak-Nya. Artinya bahwa melalui firman-Nya Allah berkehendak bicara kepada manusia dengan bahasa manusia, bukan bahasa makhluk lainnya. Oleh karena baginda Nabi Muhammad SAW dilahirkan sebagai orang Arab, maka al-Qur’an al-Karim diturunkan dengan bahasa Arab agar manusia mudah memahami kandungan isinya. Meskipun demikian, al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk orang arab, melainkan untuk seluruh umat manusia bahkan sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN. Jadi, sebagai orang Jawa kita tidak seharusnya berkecil hati, tidak perlu merasa mengikuti AGAMA IMPORT dengan memeluk Agama Islam, karena ajaran al-Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan segala keyakinan nenek moyang kita.

Lafad “Nur” di dalam ayat di atas sejatinya hanyalah istilah, sebagai “bahasa bantu”. Dengan istilah itu supaya manusia memahami apa yang dikehendaki Allah dengan firman-Nya itu. Oleh karena itu, apabila orang memahami firman di atas dengan membayangkan Dzat Allah sebagai cahaya yang dapat dirasakan indera mata, berarti pemaham tersebut telah terpeleset kepada kesalahan fatal. Maha Suci Allah dari segala imajinasi manusia. Jadi, yang dimaksud Allah dengan ayat: اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْض ialah bahwa Allah pemberi petunjuk baik di langit dan di bumi dan Allah pula yang mengatur keduanya.
2. Firman Allah:
مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ
“Perumpamaan Nur Allah, seperti Misykat di dalamnya ada pelita dan pelita di dalam kaca..”.
Perumpamaan Nur Allah itu seperti misykat (lubang yang tidak tembus) yang di dalamnya ada pelita dan pelita itu di dalam kaca. Itulah gambaran dada orang yang beriman. Di dalam dada orang beriman itu berisi ilmu pengetahuan, argumentasi, penalaran, kasih sayang, iman, yakin dan ma’rifatullah yang diibaratkan seperti pelita. Ketika pelita itu dibungkus dengan pelaksanaan amal ibadah, pengabdian dan akhlakul karimah, yang ibaratnya seperti kaca kristal, maka alam yang ada di sekitarnya menjadi terang benderang.
Itulah “Nur di atas Nur”, yaitu “hakekat Nur” yang terpancarkan dari bumi dan mampu menerangi ufuk langit. Nur yang pertama kali telah dipancarkan melalui akhlak manusia pilihan, panutan umat sepanjang zaman, Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian akan menerangi kehidupan manusia sepanjang zaman. Kini Nur itu telah diwariskan pada Ulama’ pewaris para Nabi, yaitu khalifah bumi zamannya. Mereka itulah para guru mursyid yang suci lagi mulia dan nyata-nyata telah mampu membimbing murid-murid dan pengikutnya menuju jalan keridlaan Allah. Semoga Allah meridlai mereka.
“Nur di atas Nur” itu bukan sekedar ilmu saja, meski itu ilmu agama, terlebih ilmu agama yang diperjualbelikan dengan harga dunia, melainkan ilmu agama yang benar-benar telah terbukti mampu menerangi jalan hidup manusia. Pemahaman yang mampu menghapus keraguan dan menancapkan keyakinan di hati umat manusia. Yaitu ilmu agama yang mampu menyelamatkan manusia dari jurang neraka dan mengantarkan menuju hidayah dan ridla Allah. Selain para Nabi dan para Rasul SAW tidak ada yang mampu berbuat seperti itu kecuali mereka itu, yakni para guru mursyid yang suci lagi mulia.
Allah menamakan kitab-Nya juga dengan istilah Nur melalui firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu`jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).”(QS. An-Nisa’; 4/174)
Juga memberikan nama nabi-Nya dengan Nur di dalam firman-Nya:
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ (15) يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Wahai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. – Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”. (QS. Al-Ma’dah; 5/15)
Oleh karena sifat Kitab dan sifat Nabi sama yaitu menerangkan dan menunjukkan jalan bagi manusia, maka yang dimaksud dengan “misykat” tentunya bukan kitab tapi dada manusia. Maka “mishbaah” adalah ilmu dan imannya, “zujajaah” adalah hatinya dan “zaitun” atau minyak adalah dalil-dalil, bukti dan hikmah yang dapat menguatkan ilmu dan iman itu.
Adapun yang dimaksud “syajaroh” (yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya) adalah potensi sumber ilham atau potensi komunikasi atau potensi wushul antara seorang hamba dengan Allah, yang sifatnya seperti tumbuhan. Artinya, potensi hubungan antara seorang hamba kepada Allah itu, semula seperti bibit, ketika bibit itu mampu dikembangkan dengan baik maka bibit itu akan menjadi tumbuhan yang kuat dan berbuah. Itulah hakekat ma’rifatullah. Maka yang dimaksud dengan “asy-syajaroh” adalah dasar pemahaman manusia akan tuhannya, itu adalah sebagai pembawaan manusia sejak lahir. Apabila dasar pemahaman itu mampu dikembangkan dengan ilmu dan amal, maka akan menjadi ma’rifatullah yang mampu menyinari perilaku kehidupan manusia.
3. Firman Allah:
لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ
“tidak di timurnya sesuatu dan tidak di baratnya sesuatu”.
MA’RIFATULLAH (asy-syajaroh), kedudukannya tidak di dataran bumi maupun di ufuk langit, tidak di timurnya sesuatu dan tidak pula di baratnya, melainkan di dalam jati diri manusia, yaitu dalam relung rongga dadanya sendiri, hal itu sebagai pembawaan manusia sejak dilahirkan ibunya. Oleh karena itu, apapun yang tumbuh di dalam hati, baik ilmu pengetahuan, iman, yakin dan ma’rifatullah, apabila masing-masing itu kemudian menjadi kuat, sejatinya potensinya sudah tersedia sejak zaman azali. Ibarat orang menggosok mutiara, bukannya batu kali digosok menjadi mutiara, namun aslinya memang sudah mutiara, hingga meski digosok sedikit saja, sinarnya sudah mampu menyilaukan mata. Seperti juga air hujan yang menghidupkan tanah tandus hingga menjadi subur kemudian tumbuh tanaman, bukan air hujan itu yang membawa bibit dari langit, melainkan bibit-bibit itu sejatinya telah tersebar di dataran bumi itu, sehingga ketika musim hujan datang, meski tanpa ditanami benih, tanah yang semula kering itu seketika menjadi hijau dan tumbuh subur.
Itulah perumpamaan potensi iman dan ma’rifatullah yang tumbuh di dalam dada orang-orang beriman, seperti minyak pohon yang seakan-akan telah menerangi walau tanpa tersentuh api. Artinya, iman itu sudah bersinar meski belum dimasuki ilmu pengetahuan, dan ketika disentuh ilmu, maka iman itu menjadi semakin memancarkan sinarnya. Itulah Nur hidayah Allah dalam dada hamba pilihan, sinarnya mampu menyalakan obor iman, menghidupkan semangat pengabdian dan jihad di jalan Allah. Bahkan seperti sungai bermata air, meski musim kemarau panjang, airnya bahkan semakin jernih dan tetap mengalir sepanjang zaman.
4. Firman Allah:
” زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ “
“Minyak dari pohon yang banyak berkahnya, pohon zaitun, yang tidak di timurnya sesuatu dan tidak pula di baratnya sesuatu”.
Gambaran lain tentang iman itu seperti daun yang berada di tengah rerimbunan dedaunan. Tidak terkena sinar matahari dari timur dan barat sehingga menjadi daun yang hijau segar dan berkilau. Seperti itulah keadaan hati orang yang beriman. Hati itu tidak menjadi layu sebab penderitaan dan tidak angkuh dan keras sebab penghormatan dan kenikmatan. Hati yang demikian itu dapat dilihat dari empat tanda-tanda; (1) apabila berkata, benar; (2) apabila memutuskan adil; (3) apabila mendapat musibah, sabar, dan (4) apabila mendapatkan kenikmatan, bersyukur. Keberadaan orang yang hatinya seperti itu di tengah-tengah manusia seperti seorang lelaki yang sedang berjalan di antara pekuburan orang mati.
Jadi yang dimaksud “asy-syajaroh” itu tempatnya bukan di muka bumi bukan pula di langit, tapi di dalam hati orang-orang yang beriman. Yaitu pohon yang mampu menjadikan seorang hamba mencintai dan dicintai Allah. Ketika pohon itu disuburkan dengan ilmu, iman, amal shaleh dan akhlakul karimah, maka dengan izin Allah, buahnya dapat dimakan setiap saat. Itulah buah ma’rifatullah yang oleh ahlinya dikatakan “surga ma’rifat”. Allah memberikan perumpamaan dengan firman-Nya yang lain:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit (24) pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (25). (QS.Ibrahim/24-25)
5. Firman Allah:
“نُوْرٌ عَلَى نُوْرٍ”
(Nur di atas Nur) hakekatnya adalah perpaduan antara Ilmu dan Iman. Apabila ilmu dan iman sudah diaktualisasikan dalam bentuk ibadah dan pengabdian yang hakiki, maka akan memancarkan cahaya yang cemerlang melalui karakter dan perilaku manusia sehingga amal dan pengabdian mereka mudah mendapat peneriman di tengah umat, selanjutnya akan mengangkat derajat pemiliknya pada derajat yang tinggi di sisi Allah.
Hal tersebut bisa terjadi, karena Nur Ilahiyah itu memancar dari tiga indera manusia, pendengaran, penglihatan dan hatinya. Oleh karena ketiga indera itu selalu mendapatkan pancaran hidayah Allah, maka apapun yang diperbuat oleh orang tersebut mampu memancarkan kembali hidayah itu kepada umat manusia. Kongkritnya, dengan Nur itu menjadikan mereka mampu mendengar, melihat, dan merasakan hanya dengan dasar kasih sayang yang bersih. Itulah buah ibadah, yang tidak hanya mampu memberikan kemanfaatan kepada diri sendiri, namun juga kepada sesama manusia dan menjadi “rahmatan lil ‘aalamiin”.
6. Firman Allah:
” يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ”
“Seakan-akan minyaknya sudah menerangi walaupun tidak disentuh api”.
Itulah minyak abadi yang menyalakan pelita iman di hati para hamba pilihan yang tanda-tandanya dapat terbaca dari pemiliknya. Berupa sinar yang selalu memancar dari air muka dan budi pekerti menyejukkan. Itulah air muka para kekasih Allah, sehingga hanya dengan memandang sinar wajahnya saja, kadang-kadang menjadikan sebab orang mendapatkan hidayah dari-Nya. Air muka yang sejuk itu bahkan mampu membangkitkan rasa rindu kepada Allah, menghidupkan harapan dengan terbitnya suatu permintaan di dalam hati: “Ya Allah, kalau seandainya aku sudah tidak mungkin menjadi orang seperti dia, oh semoga, barangkali anakku saja”. Bahkan hanya bertemu dan bertatap muka saja, orang yang hatinya sedang susah dapat terobati dengan sendirinya.
Oleh karena itu, seandainya Baginda Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengaku sebagai Nabi sekalipun, dengan kebaikan budi pekerti yang disinari dengan keteduhan sinar wajah yang menyejukkan, manusia yang hatinya selamat pasti mengerti bahwa sesungguhnya beliau itu adalah seorang Nabi. Yang demikian itu telah dibuktikan sejarah, sehingga Beliau mendapat julukan al-Amin jauh hari sebelum diangkat menjadi seorang Nabi.
Jadi, tanda-tanda orang yang mendapat Nur Ilahiyah itu bukan hanya orang yang pandai menulis dan berbicara tentang NUR saja, terlebih jika isinya tidak mencerminkan akhlak yang mulia, tetapi juga orang yang mampu menunjukkan perilaku dan ucapan yang dapat memberi kemanfaat kepada orang lain, bukan sebaliknya. Yang ditulis dan diucapkan itu sekedar ungkapan, mengungkapkan keadaan hati orang tersebut.
Makanya, jika ada orang hobby-nya suka menghina orang lain, baik dalam tulisan ataupun ucapan, apalagi jika orang yang selalu dihina itu tidak pernah berbuat salah kepada orang tersebut, itu jelas menunjukkan, bahwa hati orang tersebut sesungguhnya sedang sakit kronis. Dia sesunguhnya orang yang hina, bukan orang yang dihina. Oleh karena hatinya RINGKIH dan sakit-sakitan, maka tidak kuat ketika melihat orang yang dibenci itu dihormati oleh orang lain. Berarti fungsi hidup orang tersebut hanya untuk menyebarkan penyakit masyarakat, … kecuali dia itu memang seorang DOKTER yang sedang mengimunisasi orang banyak, supaya masyarakat tidak terkena wabah penyakit…….., semoga memang demikian.

NUR DI ATAS NUR (part-3 ) – “NUR” Dalam Arti Hidayah
NUR DI ATAS NUR (part-3 ) – “NUR” Dalam Arti Hidayah
Firman Allah SWT:
(اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْض)
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi”.
Allah SWT adalah Dzat yang memasukkan hidayah dan iman di dalam hati seorang hamba. Hanya Allah yang menghendaki adanya iman di dalam hati seorang hamba. Seandainya tidak, maka tidak ada lagi yang mampu menjadikan orang beriman kepada-Nya, bahkan Malaikat sekalipun. Allah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya:
وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
“Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS. al-An’am; 111)
Seperti orang yang matanya buta, meski matahari sedang tinggi, tetap saja alam dalam keadaan gelap gulita. Seperti itu keadaan orang yang hatinya ingkar, meski Kitab-Kitab langit sudah diturunkan di muka bumi, Rasul dan Nabi diutus untuk membimbing manusia, Ulama’ disebarkan dengan membawa “ilmu warisan”, tetap saja orang tersebut tidak mau beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Itu bisa terjadi, karena yang buta bukan mata yang di kepala, tapi “matahati” yang ada dalam rongga dada. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya yang artinya:
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”. (QS. Al Hajj; 46)
Oleh sebab itu, tidak semua orang mempunyai ilmu agama Islam pasti memiliki iman. Karena kedudukan ilmu di akal sedangkan kedudukan iman di hati. Mengapa demikian … ? karena yang dikelola hanya “ilmu” bukan “iman”. Terlebih dengan orientasi duniawi, sehingga tidak segan-segan orang Islam menimba ilmu Agama Islam kepada orang yang bukan Islam, sekedar secara formal agar lebih mendapatkan pengakuan. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan hidup duniawi, ilmu agama Islam ini kini marak dijual murahan di panggung-panggung pengajian yang dikelola seperti panggung hiburan. Bukannya mengajak manusia ke jalan Allah, tetapi malah untuk mengocak perut dengan dagelan sambil menjual ayat dengan dikolaborasikan musik dangdutan agar sajian laku terjual.
Apabila niat di dalam hati ternyata benar-benar hanya untuk mencari keuntungan duniawi, bukan ibadah, berarti sama saja orang tersebut telah berkhianat kepada amanat ilmunya sendiri. Akibatnya, boleh jadi orang tersebut akan dimasukkan neraka akibat penerapan ilmu agama yang mereka miliki itu. Gambarannya seperti lilin, memberikan penerangan kepada orang lain tapi menghancurkan diri sendiri. Itulah kerugian yang nyata, rugi dunia dan akherat.
Adapun “Nur” dalam arti Hidayah atau sampainya iman ke dalam hati seorang hamba, telah ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آَمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
“Allah Pelindung orang-orang yang beriman ; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya”. (QS. al-Baqoroh; 2/257)
Karena Allah mencintai orang-orang yang percaya (iman), maka Allah senantiasa menolong mereka dengan mengeluarkan dari kegelapan kafir dan syirik menuju cahaya tauhid. Bahkan menghidupkan hati mereka yang asalnya sudah mati disebabkan oleh kerak dosa yang menempel bagai karat hingga menjadi suci dan bersih dan kembali disinari hidayah iman. Allah telah menegaskan hal itu dengan firman-Nya:
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan bukankah mereka adalah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya”.(QS. al-An’am; 6/122)
Dengan Nur iman itu, hati yang asalnya kaku dan keras, menjadi lunak dan lentur. Hati yang mati menjadi hidup kembali. Bahkan yang asalnya bodoh menjadi mengerti. Hasilnya, hati itu kian peka kepada keadaan sekelilingnya sekaligus juga gampang menerima pendapat orang lain walau kadang kala tidak sefaham dan bertentangan dengan pendapatnya sendiri. Selanjutnya, berkat kebaikan budi pekerti yang disinari iman itu, akhirnya lingkungannya pun menjadi baik karenanya.
*********
Allah SWT berfirman:
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu “Ruh” (Al-Qur’an) dari urusan Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami”. (QS. asy-Syuura.42/52)
Di dalam ayat di atas, “Nur Hidayah” yang mampu menghidupkan iman dan hati yang mati disebut “Ruh”. Nur tersebut asal kejadiannya hanya satu, yaitu “Nur Muhammad SAW”, makhluk yang pertama kali diciptakan Allah dari “Nur-Nya”. Ketika Nur itu dipancarkan di alam semesta, Nur itu kemudian bercabang dan menjadi bermacam-macam bentuk kebutuhan hidup manusia.
Bentuk kebutuhan itu di antaranya ialah; untuk mencukupi mata, maka Nur itu menjadi cahaya yang dipancarkan matahari. Untuk mencukupi kebutuhan akal dan fikir, maka Nur itu menjadi ilmu pengetahuan yang dipancarkan al-Qur’an dan hadits Nabi. Untuk menyediakan kebutuhan hati maka Nur itu menjadi sifat kasih-sayang yang dipancarkan sifat Rahman Allah. Dan untuk menyediakan kebutuhan ruh, maka Nur itu menjadi iman, yakin dan ma’rifatullah yang dipancarkan sifat Rahim Allah. Selanjutnya, dengan keempat indera tersebut (mata, akal, hati dan ruh) Ulama’ sebagai pewaris para Nabi dan Khalifah bumi zamannya bertugas memancarkan kembali Nur itu kepada alam yang ada di sekelilingnya. Allah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya:
إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dari orang-orang yang berbuat baik”.(QS. Al-A’raaf; 56)
Hanya Allah yang mampu berbuat demikian, menancapkan hidayah dalam hati manusia sehingga orang tersebut beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Adapun para khalifah bumi itu adalah pengganti Allah di muka bumi. Sebagai pelaksana kehendak dan takdir yang sudah ditetapkan-Nya sejak zaman azali, menyampaikan rahmat Allah yang sudah mereka terima kepada alam semesta menjadi rahmat yang universal yaitu “rahmatan lil ‘aalamiin”, baik rahmat lahir yang berupa ilmu pengetahuan maupun rahmat batin berupa iman, yakin dan ma’rifatullah. Para Kholifah Bumi itu tidak hanya menyampaikan ilmu Agama saja, terlebih dengan cara debat kusir yang tidak ada ujung pangkalnya. Disamping mereka itu selalu mengajarkan ilmu pengetahuan dan pemahaman hatinya dengan sabar, juga menuntun umatnya dalam pelaksanaan amal ibadah dengan didasari akhlak mulia untuk berjalan bersama menuju keridhoan Ilahi Rabby.

NUR DI ATAS NUR (part-4 ) – (Nur Kehidupan)
NUR DI ATAS NUR (part-4) – (Nur Kehidupan)
Manusia dikatakan hidup apabila seluruh indera yang dimiliki—baik yang lahir maupun yang batin—hidup. Apabila indera-indera tersebut mati (tidak berfungsi sebagaimana mestinya), terlebih indera yang batin, berarti manusia itu hakekatnya mati meski masih bernyawa. Sebab, meski indera lahirnya hidup, dengan matinya indera batin, sungguh tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh manusia tersebut kecuali hanya makan dan bersenang-senang. Selanjutnya kenikmatan itu harus dipertanggungjawabkan dengan siksa neraka Jahanam. Allah menggambarkan keadaan mereka itu melalui firman-Nya:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ
“Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka”. (QS. Muhammad; 12)
Makan seperti cara makan binatang ternak itu artinya ‘hidup untuk makan’ bukan ‘makan untuk hidup’. Akibat dari itu, meski badan mereka sehat tapi hatinya penuh dengan penyakit dan bahkan mati. Di dalam firman-Nya yang lain, Allah menggambarkan keadaan mereka di neraka:
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ (2) ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akherat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim(2) Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka itu)”. (QS. Al Hijr; 2-3)
Itulah gambaran kehidupan orang yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya, meski secara lahir kelihatannya hidup bahkan mampu mengelola dunia dengan baik, namun sejatinya itu adalah kehidupan yang mati.
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan bukankah mereka adalah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya”. (QS. al-An’am; 6/122)
Yang dimaksud ‘orang mati’ dalam ayat di atas bukan orang yang nyawanya sudah dicabut sehingga jasadnya harus segera dikubur, tapi hatinya sedang beku dan kaku, sehingga meski jasad itu masih dalam segar bugar, namun tidak dapat memberikan manfaat yang berarti bagi dirinya sendiri. Hal itu bisa terjadi, karena matahatinya sedang ditutupi mendung kerak dosa dan kabut sifat-sifat duniawi yang terlanjur menjadi karakter dasar perilaku hidupnya sehari-hari.
Dikatakan mati karena orientasi hidupnya pendek dan sempit, hanya dibatasi oleh kematian di dunia namun panjang angannya, penuh fatamorgana yang menggoda. Artinya, setelah batas kematian itu terlewati, tidak ada lagi kehidupan menyenangkan baginya, yang tertinggal hanya siksa neraka yang pedih untuk selama-lamanya.
“Nur hidayah Allah”, melalui indera-indera lahir manusia tersebut seharusnya mampu menghidupkan kembali hati yang mati itu, dengan cara memadukan antara iman dan amal shaleh dalam pelaksanaan pengabdian hakiki. Adapun indera manusia pada hakekatnya hanya ada dua yaitu; (1) Bashoro atau indera lahir yang meliputi panca indera dan rasio (akal dan fikir) dan (2) Bashiroh atau indera batin (perasa) yang meliputi perasaan hati dan ruh atau ruhaniah. Dari kedua indera tersebut (bashoro dan bashiroh), indera manusia bercabang-cabang dengan cabang yang tidak terhitung, di mana masing-masing indera itu membutuhkan Nur kehidupan.
Untuk menyingkat uraian maka kedua indera tersebut (bashoro dan bashiroh) masing-masing dibagi menjadi dua cabang.
1. Bashoro atau indera lahir yang terdiri dari dua indera:
a) Indera mata; membutuhkan Nur atau cahaya yaitu sinar matahari. Oleh karena itu, meski mata dalam keadaan melek dan sempurna, tanpa adanya sinar matahari, mata itu tidak dapat berfungsi sehingga tidak bermanfaat bagi manusia.
b) Indera akal; membutuhkan Nur berupa ilmu pengetahuan yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis. Sebagaimana mata tanpa sinar matahari yang tidak membawa kemanfaatan, akal juga demikian, tanpa ilmu al-Qur’an berarti akal menjadi mati. Untuk itulah fungsi Ilmu Al-Qur’an adalah sebagai Nur bagi akal sebagaimana fungsi matahari sebagai Nur bagi indera mata.
2. Bashiroh juga meliputi dua Indera:
a) Hati (القُلب); membutuhkan Nur yang berupa “rahmah” atau kasih sayang dan cinta kasih sebagaimana diisyaratkan Allah di dalam firman-Nya:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”. (QS. Ali Imran; 3/159)
وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
“Dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang” (QS. ar-Rum; 30/21)
وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً
“Dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang”. (QS. al-Hadid; 57/27)
Hati tanpa kasih sayang menjadikan kehidupan seseorang kaku, sama dengan mata tanpa sinar matahari yang menjadi buta. Orang seperti itu hidupnya hanya mengutamakan diri sendiri tanpa peduli kepada orang lain. Bahkan ketika hatinya telah dipenuhi rasa dendam, seringkali manusia mampu berbuat kejam melebihi binatang buas. Itulah binatang paling tidak disukai Allah sebagaimana terungkap dalam firman-Nya:
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun”. (QS. Al-Anfal; 22)
Adapun hati yang lemah lembut karena ada Nur kehidupan di dalamnya, sekiranya tidak, niscaya hati itu akan menjadi kasar dan keras. Ketika hati itu kasar dan keras maka orang-orang di sekitarmu akan menjauhimu. (Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu).
Tanda-tanda hati yang telah mendapatkan Nur kehidupan itu ialah hati yang gemar memberi maaf kepada manusia dengan memohonkan ampunan kepada Allah, sebagaimana firman-Nya:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran; 3/134)
b) Ruh (Ruhaniah); Setelah ruh mendapatkan “Nur kehidupan” pertama yaitu iman, ruh juga membutuhkan Nur lagi yang disebut dengan “Nur Nubuwah” atau “Nur Walayah”. Nur kehidupan yang kedua itu berfungsi agar iman yang sudah ada menjadi semakin kuat dan yakin hingga menjelma ma’rifatullah. Tentang Nur Nubuwah ini telah dinyatakan Allah dengan Firman-Nya:
أُولَئِكَ الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ
“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmah, dan Nubuwah”. (QS. al-An’am; 6/89)
Nur Iman ibarat penglihatan, sedangkan Nur Nubuwah atau Nur Walayah itu ibarat mataharinya. Tanpa Nur yang pertama (iman), berarti sama saja seperti orang menjadi buta, maka Nur yang kedua (Nur Nubuwah atau Nur Walayah) itu tidak akan berguna bagi manusia. Oleh sebab itu, ilmu agama saja tidak cukup bagi manusia, tanpa iman, orang yang memiliki Ilmu Agama itu seperti orang buta sehingga ilmu agama itu sedikitpun tidak mampu memberikan petunjuk (hidayah) bagi hatinya sendiri. Seperti itulah gambaran orang yang hatinya ingkar, sehingga ilmu agamanya cenderung hanya dijadikan alat mencari kehidupan duniawi. Mengapa demikian itu bisa terjadi, karena sesunguhnya yang buta bukan akal dan matanya akan tapi hatinya:
فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (QS. Al Hajj; 46)
Namun demikian, orang yang sudah memiliki Nur Iman, tanpa Nur Nubuwah atau Nur Walayah, Nur Iman itu tidak dapat berkembang sempurna bahkan malah mati. Adapun satu-satunya jalan untuk menguatkan Nur Iman adalah amal shaleh, karena iman itu dapat bertambah dan berkurang dan bahkan juga dapat mati.
@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 40 Komentar

DIBANTU KHODAM


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum kepada wongalus para sesepuh dan pembaca yang saya hormati. Pengalaman antara individu satu dengan individu lainya kadang beda kadang juga sama.Sampai saat ini tentang khodam memang masih simpang siur apalagi khodam termasuk makluk tak kasat mata. Saya bukanlah orang yang paham betul tentang seluk beluk khodam. Saya hanya mau bercerita masa lalu saya yang pernah ditemui makluk gaib. Entah khodam entah jin entah ilusi namun untuk memudahkan sebut saja khodam.

PENGALAMAN PERTAMA: Beberapa tahun yang lalu istriku sakit mendadak tiba2 badanya panas kepala pusing melihat rumah katanya rumahnya berputar2.Perutnya tegang dan mengeras.Saya menangkap sinyal ini sakit tak wajar.Lalu saya berusaha menerapkan doa2 hikmah yang pernah saya pahami namun reaksinya sembuh sehari besoknya kambuh lagi.Dalam benaku bingung apa yang harus saya lakukan.Semula saya akan mencari bantuan kepada orang lain unt menyembuhkan istriku namun hal itu saya urungkan karena saya ingat nasehat ayahku SAK MANDI MANDINE LAKUNE WONG LIYO ISIH MANDI LAKUNE DEWE(SEMANJUR2NYA LAKU ORANG PINTAR/PARANORMAL MASIH AMPUH LAKU KITA SENDIRI).

Lalu saya membaca buku kecil dan tipis berisi tentang doa nurbuat yg kubeli dibis. Saya berusaha menghafal scr kilat wl doanya agak panjang.Lalu dalam benaku ada komitmen tdk akan berhenti wirid doa nurbuat sebelum istri saya sembuh.Saya sholat hajar 2 rokaat lalu mengamalkan doa nurbuat sesuai petunjuk buku waktu itu saya baca 100x.Dalam hati tak terbersit sedikitpun minta bantuan malaikat atau makluk alloh apapun.Saya hanya berdoa yaa alloh sembuhkanlah istri saya.Itu saya ucapkan setelah saya wirid nurbuat 100x.Mungkin langkah saya waktu itu salah tp sy tdk tahu
harus berbuat apa.Singkat kata saya kepepet tahunya cuma metode itu.Itupun dari buku murah yg saya beli dibis. Dihari ke 9 saat saya wirid nurbuat dikamar sholat tiba2 istiku mengetuk2 kamar sholat lalu wiridku saya hentikan.Dia cerita ada orang pakae jubah menembus tembok mengusap kepalanya saat ditemui dia tdk ketakutan tp setelah orang pakai jubah itu berlalu dia takut luar biasa.Lalu saya khatamkan wirid nurbuat didekat istri yg sedang berbaring sampai katam 100x. Dihari yang ke 10 makluk berjubah itu menemuai istriku lg saat saya wirid dikamar namun kali ini makluk itu berbicara kpd istri sy. Saat diajak bicara dia tdk ketakutan.Makluk itu mengatakan dihalaman rumahmu ada kotoran ayam yang telah dicampur kapur/gamping ambilah dan buanglah jauh2.Dan dia sepertinya mengambil sesuatu ditelapak kaki istriku.Setelah makluk itu hilang lagi2 istriku ketakutan dan menceritakan semua kejadian yang baru saja dialami.Malam itu juga saya kehalaman rumah mencari benda yg ditunjuk.Benar ada kotoran ayam bercampur kapur di 3 lokasi yg sudah mengering dan bercampur tanah.Benda tsb saya ambil dan paginya saya buang jauh2 dan alhamdulilah istriku sembuh.Dan selanjutnya makluk tsb tidak pernah muncul lg.

PENGALAMAN KE DUA:
Terosebsi kata teman yang mengatakan khodam bisa membantu kesulitan hidup lalu saya diajak menemui sesepuh di mangkang semarang untuk minta ijazah menghadirkan khodam ayat kursi.Doanya hampir mirip diblog2 dan di kwa ini sepertinya pernah ada yg menulis Kalau tdk salah HIZIB AYAT KURSI doanya sama cuma lakunya berbeda.Karena saat itu saya terjepit masalah ekonomi walau lakunya berat saya jalankan juga dg harapan kesulitan ekonomi bisa teratasi.Waktu itu diharuskan puasa dan mandi malam sebelum wirid dan memakai wangi2an non alkohol selama 40hr kl gagal diulang dr awal.Setelah sy jalani dihari2 pertama tidak ada apapun. Dihari yg ke 21 keatas saat wirid ada suara lemari berjalan dan benda2 seisi rumah seolah berjalan.Dihari yg ketigapuluh ke atas setiap kali wirid diatas tempat wirid seolah ada blower AC dan menjadikan tubuh sangat dingin sekali.Sampai hari terakhir puasa yg saya rasakan sangat kedinginan tidak ada kejadian apapun. Saat sudah selesai riyadhoh tidak ada yg sy harapkan tp sy jg tidak menyesal.Namun dihari yg ke 41 setelah riyadhoh saat saya sholat dhuha sehabis salam tiba2 ada makluk besar dan tinggi dg sikap tangan sungkem dihadapanku dg kaget jg takut saya ucapkan salam namun dia tdk menjawab dia hanya mengangguk dan semakin merunduk.Lalu aku tanya apakah kamu jin atau khodam ayat kursi?

Dia hanya sungkem tdk menjawab.Lalu saya katakan lagi kalau kamu jin jahat enyahlah dari hadapanku dia hanya diam dan tanganya tetap bersikap seperti orang menyembah.Karena gugup lalu saya katakan kalau kamu membantuku lariskanlah daganganku.Saat itu sy dan istri dagang beras dipasar.Dia langsung sungkem lg dan mengangguk dan pergi.Lalu saya kepasar membantu istri saya.Benar hari itu penjualan beras laris sekali.Sampai saya pinjam stock kanan kiri sesama pedagang.Dihari kedua dan ke 3 setelah sy ditemui makluk itu penjualan memang luar biasa. Namun dihari ke 4 dan seterusnya berjalan biasa cenderung sepi krn saat itu memang puncak2nya krisis ekonomi.Lalu sy menemui sesepuh yg memberi ijazah dan sy ceritakan semua kejadian.Dia berkata seharusnya waktu itu kamu minta uang tunai apa emas.Padahal waktu sblm riadhoh niatnya minta uang tp entah belum rejeki entah gugup dan takut rencana itu hilang mendadak.Itulah pengalaman saya masa lalu semoga bisa menambah wasasan tentang khodam walaupun mungkin yg saya temui jin sy jg tidak tahu. Namun sekarang setelah diberi wawasan dari berbagai pihak dan dalam benak menyimpulkan berbagai wawasan saya tidak berani lagi mengundang khodam.Saya jg tidak menilai khodam itu buruk namun secara pribadi mempunyai pendapat minta langsung kepada sang pencipta dengan mengabaikan khodam. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 664 Komentar

SAMBUTAN REKTOR KWA


Asswrwb….Innalillah lahawla wala quwwata illa billah….Segala sesuatu adlh milik allah dan tiada daya dan kekuatan kecuali Allah….

Kepada segenap sesepuh dan pini sepuh yg snantiasa kami hormati dan kami muliakan….
Kepada segenap dewan pakar dan sohibul ijazah yg snantiasa kami cintai…
Kepada segenap bolowongalus dan pecinta blogwongalus dimanapun panjenengan smua berada….
Salam dan salim takzim dan hormat Kami buat semuanya…..

Trmksh dan Innalillah…sblmnya atas sgenap kepercayaan dan amanah sebagai rektor kampus wongalus tlh diamantkn kpd kami. Suatu amanat dan tanggung jwab yg slm ini tdk prnh terkilas dan terfikir dalam fikiran sy. Aplg ambisi menduduki jabatan spt ini. Kami mmg prnh kuliah,tp kami sndr krg “ngeh”dgn hal jabatan rektor ini. Kami fikir malah sekedar semacam menteri dlm kabinet pemerintahan dgn tugas membantu tugas2 dr presiden. Gak taunya rektor itu malah presidennya sndr.

Waduh,smp gak bisa ngomong wkt itu….hanya mengucap innalillahi wa ‘inna ilaihi rajiun…subhanallah…lahawla wala quwwata illa billah….krn ini trjd hanya dlm diskusi kecil sy dgn sesepuh,sy mnt wkt buat menimbang dan memutuskan dan sy pun mnt tempo satu bulan buat memutuskn sy fikir hanya sbg bantu2 admin dan upload, malah tdk mengira yg dkasihkan adlh boomnya. Krn sy pribadi merasa empaty thdp tugas dan tanggung jawab kiwongalus sbg admin,uploader ,pemilik dan ketua blog. Sy hanya mencoba membantu meringankan tugas dan tanggung jwb beliau sj. Ttp yg diputuskan adlh hal2 tsbt. Mskpn dgn setengah ngeyel dan mbalelo, ttp ya sdh, krn ini mmg sdh diputuskan oleh kiwongalus dan sesepuyh yg laen,sy mencoba berbesar hati dan mensikapi ini scr lbh legowo jg positif,dan sy insya allah akan brsh menjalankan amanah ini semaksimal mgkn dgn tentunya dbantu dgn kehadiran panjenengan smuanya.

Mohon maaf sy smpkn kpd yg mengucapkn selamat kpd sy via sms maupun via chat, ada yg sy balas bahkan ada yg sy diamkan trlebih dahulu tnp jawaban apapun smp dgn saat ini. Krn jujur sy msh menunggu dan memberi kesempatan kpd sgenap sedulur yg mgkn ingin “mengkoreksi” dan lebih“merasa mampu” u/mengemban amanat ini,akan dgn sangat legowo dan lbh berbesar hati akan sy serahkn kepemimpinan ini dgn disetujui dan di sepakati oleh poro sedulur dan kiwongalus sbg pemilik blog. Ada perasaan sungkan yg dalam atas pengangkatan ini thdp diri sy. Shg sy mencoba berdiam diri,intropeksi diri dan menata batin ini u/mjd pribadi yg lbh baek. Sy tetap memantau segenap aktivitas blog dr hp dan komputer,tp mmg jarang koment. Bukan krn sy bermaksud menjaga jarak dgn panjenengan trutama jajaran bolo rame rame blog yg slm ini menemani hari2 sy dgn ceria. Tp semata2 sy ingin lbh banyak melihat kedalam diri sy pribadi ttg arti semua ini.

Blog ini mskpn milik pribadi dan perseorangan ttp kt gunakan bersama2,mari kt jaga bersama agar suasananya ttp kondusif,sehat dan terpelihara agar nyaman dkunjungi. Selagi ini masalah diskusi,perbedaan pendapat,pro dan kontra adlh hal biasa dan lumrah dalam kehidupan sehari hari trmsk dlm kehidupan berorganisasi. Krn ini merupakan slh satu cara agar kt bs mensikapi segala sesuatunya lbh bijaksana dan obyektif. Mrpkn salah satu alam membentuk pendewasaan bagi kt apbl kita bs mensikapi pro dan kontra dgn lbh adem dan bijak. Karena dmuka bumi ini tdk ada kebenaran yg abadi dan mutlak,kecuali kebenaran dr Sang Raja Diraja Semesta dan Rajanya para Raja di dunia ini.

Silahkan share,diskusi dan informasi dsmpkn semaksimal mgkn dan dgn dtelaah scr bersama2 agar pola fikir kt dapat lbh berkembang. BUDAYAKAN U/BERTANYA JGN HANYA QABILTU sj krn dgn kt bertanya maka informasi yg akan kt trm akan smkn jls dan akan smkn byk. Giring dan peras dlm situasi diskusi yg unik dan menarik,agar stp artikel yg sdh dposting mjd lbh bernilai dan berarti dalam alurnya. Shg apbl kt kangen,maka kt spt akan me refresh dan melihat catatan2 penting yg prnh kt lalui dgn senyam senyum dan pnh arti dan makna. Krn mgkn inget dgn cengengesan dan guyonan kt dsela2 pertanyaan dan diskusi kt. Monggo dlihat kmbl catatan2 diskusi kt yg lalu klo kangen,agar kt mendapat sesuatu yg baru dan lbh bernilai u/mengembangkan diskusi yg hidup dan bernilai lbh kmbl.
Kepada segenap sesepuh dan sohibul ijazah,kami mhn bantuan u/share dan diskusinya biar dimaksimalakn,krn ini insya allah akan jd catatan sepanjang masa kt. Mjd amal kt yg ikhlas disepanjang masa. Hanya Gusti Allah Sang Raja semesta yg akan membalas budi baek panjenengan di masanya nnt. Dan akan memberkahkan ilmu ,pengetahuan,wawasan dan hikmah dlm diri panjenengan smua. Mohon bantuan support,inputan kpd sedulur smua u/kemajuan dan kebersamaan dlm blog wongalus ini dr semua lapisan pengunjung maupun bolowongalus dan sgenap sesepuh yg exist maupun msh menyembun yikan diri maupun menyembunyikan identitasnya.

Akhirul kata…tak ada gading yg tak retak..mati satu tumbuh seribu…smg mjd motivasi kt u/lbh mawas diri dan memacu kita u/lbh semangat lg dlm berkarya. Smg apa yg sy smpkn ini dpt kt ambil manfaatnya klo mmg ada,klo mmg tdk ada manfaatnya biar mjd catatan pribadi sy sbg pendewasaan dlm jiwa sy.

Bismillah…Semoga ini mjd sarana silaturahmi dan menjalin paseduluran dan pendewasaan bagi kt smua,dan mampu mencetak generasi yg smkn bersyukur dan mengenal akan Tuhan dgn lbh baek dan lbh berimbang. Amin.

Dedicated for : peace love respect and bolowongalus dmnpun berada.
Salam takzim…salam hormat…salam pamuji rahayu….

BENGAWAN.CANDHU

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 439 Komentar

SAMPURNANING SEMBAH


SAMPURNANING SEMBAH LAWAN PUJI
TAN HANDULU MUNGGUH ANANING HYANG
TAN DINULU ING ANANE
PAPAN TULIS WUS LEBUR
SIPATING RO TAN ANA KARI
MUNG MANTAP ANANIRA
APA KANG DEN DULU
PAN TAN PARAN PINARANAN
PRANAWENG TYAS TAN KAWORAN BANGSA PIKIR
SANGKING NENG NINGING NALA

LUWIH GAWAT GAWATING PAKARTI
NORA KENA RASAN RINASANAN
TAN KENA GINUROKAKE
REKE PRIYAN DEN RAMPUNG
PANGRASUKE HENENG LAN HENING
IKU NUGRAHANING PANGERAN
RASA KANG PITUDUH
DENE KASIDAYANING SEDYA
AMUNG SIRA DHEWE DEDALANE DADI
SANGKING HENENG NINGIRO.

(CENTHINI)

KESEMPURNAAN DARI SEMBAHYANG BUKAN BERARTI MELIHAT TUHAN, KEADAAN-NYA TIDAK KELIHATAN MATA, PAPAN TULIS TELAH LENYAP, KEDUA DUANYA TIDAK MENINGGALKAN BEKAS, HANYA KEMANTAPAN BERADA, BAHWA “TIDAK ADA APA-APA” ITULAH HATI YANG TERANG, TIDAK TERGANGGU OLEH PERSOALAN PIKIRAN. DEMIKIANLAH KETENANGAN KARENA TERANGNYA PANDANGAN. ITULAH SEGAWAT GAWATNYA PEKERJAAN, YANG TIDAK BOLEH HANYA MENJADI BAHAN PEMBICARAAN DAN TIDAK DAPAT DIPERGUNAKAN. MASALAH PENYELESAIANNYA YAITU MENCAPAI ALAM TENANG DAN PANDANGAN YANG TERANG, ADALAH ANUGERAH TUHAN. YANG MENJADI PETUNJUKNYA ADALAH RAHSA. ANDA SENDIRILAH YANG MENEMPUH JALAN SETEPATNYA DAN MENCAPAI TUJUAN ENENG-ENING. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 185 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.