REFLEKSI SETAHUN KAMPUS WONG ALUS

REFLEKSI SETAHUN KAMPUS WONG ALUS


Assalamualaikum wr wb:

Tidak terasa sudah satu tahun blog ini hadir. Kalau manusia, usia satu tahun adalah usia ketika kita masih bayi. Apa yang harus dikerjakan bayi agar semakin bijaksana dan dewasa? Tidak ada. Bayi adalah bayi. Yang bisa dilakukan bayi adalah menjalani prosesnya secara alamiah tanpa berpikiran macam-macam. Bayi masih dituntun oleh instink-nya dan belum sepenuhnya sadar apa hakekat hidupnya yang sejati. Bayi itu belajar berjalan dengan merangkak, belajar untuk mengetahui segala sesuatu dengan banyak bertanya kepada siapa saja yang ada di dekatnya, belajar juga merasakan apa yang terasa oleh inderanya.

Bayi belum mampu untuk banyak mengungkapkan apa yang dirasakannya, kecuali bahasa tubuh dan bahasa verbal berupa TANGISAN. Tangisan bayi menandakan sebuah permintaan yang wajib dituruti orang tuanya. Kalau bayi pada suatu ketika pipis maka dia akan menangis. Kalau bayi suatu ketika merasa senang, dia akan tersenyum dan tertawa-tawa kecil. Meskipun tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan kesedihan dan kebahagiaan, bahasa tubuh sang bayi menandakan misteri yang sangat dalam. Bayi adalah simbol bahasa kesucian dan teratai kedamaian semedhi manusia yang tidak memiliki kesalahan. Ia bebas dari dosa karena ia belum memiliki daya pertimbangan akan nilai-nilai.

Falsafah bayi inilah yang mengilhami kami untuk maju terus berkarya. Kami akui awalnya blog ini berjalan apa adanya, hanya sebagai media ekspresi jiwa saja sebagaimana blog-blog lain di jagad maya. Mungkin tidak menarik untuk diketahui para pembaca. Seiring berjalannya waktu, mulailah kami memberi muatan semangat untuk nguri-uri budaya nusantara dan juga semangat untuk menumbuhkan semangat religiusitas kita bersama. Seiring perjalanan waktu, mulailah kami menemukan semacam formulasi baru ketika semua semangat di atas bersinggungan bahwa untuk menyampaikan sesuatu yang ideal diperlukan sebuah media pembungkus yaitu budaya mistik nusantara. Budaya mistik ini kami akui cukup menarik untuk diperbincangkan dan untuk diketahui.

Ilmu-ilmu metafisik, ajian, amalan, wirid, hizib, mantra dan lain sebagainya pun mulai kami sajikan dengan gaya fulgar. Terasa sangat jauh dari semangat religiusitas dan kematangan mental seorang spiritualis yang dewasa. Banyak yang menilai blog ini jatuh ke jurang kenistaan karena menyebarkan pemahaman-pemahaman yang menyesatkan dan jauh dari akidah tauhid. Sehingga ada sebagian pembaca yang meninggalkan blog ini setelah kami mengubah artikel-artikel dari yang sebelumnya mengkhususkan diri untuk mengkaji soal-soal spiritualitas dan makrifat menjadi artikel-artikel yang berbau klenik dan perdukunan.

Bagi kami pribadi, penilaian dan klaim seperti itu tidaklah begitu jadi soal. Sebab kami pribadi yakin bahwa apa yang mungkin terasa menyesatkan itu adalah bagian dari seni untuk berkreasi menggapai persatuan dengan kebenaran itu sendiri. Untuk menyampaikan apa yang kita yakini sebagai “kebenaran” pasti tidak harus menjadi dai atau juru dakwah dan hidup di lingkungan pondok pesantren, masjid dan memakai jubah dan jenggot. Sebab menyampaikan siapa “jati diri” kita yang sejati juga merupakan bentuk dakwah. Mungkin tidak dengan lisan, namun dengan contoh laku perbuatan yang bisa jadi lebih efektif. Sebab jaman sekarang, adalah jaman dimana kita kehilangan banyak figur yang bisa menjadi pembimbing yang benar-benar bisa dijadikan suri teladan.

Dulu, para winasis dan waskita juga gigih untuk berkreasi menciptakan formulasi ilmu-ilmu gaib yang beraneka rupa. Mereka bukanlah orang-orang yang bodoh, terbelakang dan tersesat. Jauh sebelum dikenal ilmu matematika dan ilmu-ilmu ketuhanan, mereka telah menciptakan ilmu wafaq dan wifiq yang begitu rumit dan mengagumkan. Sebab mampu menciptakan formulasi rumus untuk menarik energi gaib milik Tuhan yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan apapun. Ya, Tuhan Maha Pemberi dan Penyayang yang memberikan apa yang diminta manusia bila manusia mau untuk berdoa dan meminta. Sangat mengerikan bila manusia tidak mau untuk berdoa dan sombong dengan kekuatan yang dimilikinya. Dalam konteks ini, manusia sebenarnya tidak memiliki daya dan kekuatan apa-apa. TIDAK ADA MANUSIA YANG SAKTI DI DUNIA INI. YANG ADA ADALAH MANUSIA YANG MENGAKUI KELEMAHAN DIRINYA KEMUDIAN MEMINTA PADA TUHAN. MAKA TUHAN MEMBERIKAN KESAKTIAN YANG LUAR BIASA.

Hanya dengan melafalkan mantra tertentu atau menempelkan “jimat”, sebuah daya keajaiban datang. Tubuh akan kebal semua senjata, dikeroyok orang sekampung tidak mati. Bahkan saat beramai-ramai dilukai dan tubuhnya jatuh ke tanah, tiba-tiba hidup lagi dan mampu untuk melawan musuh. Ini jenis Aji Rawa Rontek dan Aji Pancasona dimana orang yang mempraktekkannya seperti memiliki nyawa yang rangkap. Mereka tidak bisa mati jika menyentuh tanah. Bagaimana kejadian ini bisa dijelaskan dengan akal sehat? Inilah yang menjadi wilayah kajian KAMPUS WONG ALUS. Yaitu mencoba merasionalisasikan apa yang menjadi misteri keajaiban di sekeliling kita. Sebab sesuatu yang kelihatannya merupakan fenomena supranatural dan tidak masuk akal itu sebenarnya memiliki dasar yang rasional dan bisa ditelusuri jejaknya dengan menggunakan logika biasa.

Tidak hanya mengkaji dan mengumpulkan kesimpulan-kesimpulan kemudian menyimpannya di perpustakaan, kami juga bergerak untuk mempraktekkan rumus-rumus ilmu metafisis pada winasis dan waskita di jaman dulu tersebut. Jadi katakanlah sebuah laboratorium dimana ilmu-ilmu metafisis itu terus menerus dikembangkan dan ditularkan. Kenapa harus ditularkan? Jawabannya adalah bahwa ilmu-ilmu metafisik ini memiliki pesona dan daya tarik yang luar biasa untuk dipraktekkan. Selain mendatangkan kemanfaatan praktis, seorang pelaku ilmu-ilmu tersebut saat telah matang secara mental, emosional dan spiritual diharapkan mampu mengambil hikmah dan intisarinya. Bahwa ilmu-ilmu gaib itu bisa berjalan dengan syarat mutlak yaitu BILA ALLAH SWT MENGIJINKAN (soko kersaning Allah).

Memang tidak semua mantra Ilmu gaib ada kata/kalimat yang menyebut nama Tuhan. Banyak pula kalimat yang seakan bertentangan dengan agama dan tauhid dan dicap sebagai ilmu hitam karena justeru meminta kekuatan kepada Iblis/danyang/roh-roh halus/jin setan peri perayangan dan sebagainya. Sementara yang menyebut nama Tuhan dicap sebagai ilmu hikmah. Ini semua adalah paradigma bahasa paling awam, bahasa aturan-aturan syariat, bahasa kulit lahiriah saja. Karena pada hakikatnya, antara ilmu hitam/sihir dan ilmu putih/ilmu hikmah itu sesungguhnya seperti sisi-sisi yang bertentangan di dalam satu keping mata uang logam. Sama-sama satu keping logam dari pabrik yang sama! Yaitu Tuhan Sang Maha Pencipta. Maka ilmu apapun warnanya tergantung pada niat kita. Untuk apa kita gunakan ilmu tersebut.

Sebab, bila kita rasakan dengan kebeningan dan kejernihan: BUKANLAH KEJAHATAN DAN KEBAIKAN ITU SUMBERNYA JUGA SATU? BUKANKAH SURGA DAN NERAKA ITU PENCIPTANYA JUGA SATU? BUKANKAH IBLIS SERTA ANAK CUCUNYA DAN MALAIKAT-MALAIKAT ITU PENCIPTANYA JUGA SATU YAITU ALLAH SWT?

Pada akhirnya, kita menyimpulkan SEMUA YANG ADA INI HARUS MENGAKUI DZAT-NYA. NAMUN JUGA TUNDUK DAN PATUH UNTUK MENJALANI PERINTAH DAN MENJAUHI LARANGANNYA. Inilah bedanya antara kita dengan Iblis, makhluk paling dekat dengan Tuhan karena mampu berdialog langsung dengan-NYA. Iblis mengakui Dzat-NYA namun tidak mau tunduk pada perintah-NYA untuk bersujud pada Adam karena Adam berasal dari tanah. Iblis lupa, bahwa dalam diri Adam itu sudah diberi tiupan nama-nama segala benda, wujud kemahasempurnaan ILMU-NYA.

Jika saja saat itu Iblis mau tunduk dan patuh pada perintah-NYA, kami yakin bahwa dia makhluk yang pertama kali masuk surga. Namun, meski dicap sebagai makhluk paling berbahaya dan paling dimusuhi manusia, ijinkan kami tetap berguru kepada iblis. Sebab Iblis— makhluk yang paling sakti di dunia ini— adalah makhluk paling konsisten di jagad raya. Karena ada Iblis pula manusia memiliki pembanding baik buruk benar salah. Ada kebaikan kalau ada keburukan. Ada keburukan kalau ada kebaikan. Ada surga karena ada iblis yang setia mengganggu manusia.

Apa doa iblis sekarang setelah mengetahui bahwa semua orang di dunia sudah masuk neraka tanpa campur tangan iblis lagi? “Ya Allah, adalah tugasku dulu adalah mengajak agar manusia sebanyak-banyaknya masuk neraka. Kini tugasku selesai karena manusia sendiri yang akan memenuhi neraka tanpa campur tanganku lagi. Hidupku terasa sia-sia ya Allah… Kini aku mohon padamu Ya Allah, tetapkan aku selalu setia mengabdi pada-MU dan besarkan tubuhku memenuhi neraka agar semua orang di dunia ini masuk surgamu yang mulia….”

PENGIJAZAHAN AJIAN ANDALAN

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam. Pada kesempatan kali ulang tahun ke-1 KAMPUS WONG ALUS, akan disampaikan dua AJIAN kepada pembaca yang mulia yaitu:

1. ASMA SUNGE RAJEH CIREBON LENGKAP

2. AJI LAMPAH LUMPUH

Untuk mendapatkan amalan (1). ASMA SUNGE RAJEH CIREBON LENGKAP yang masih terpassword/terkunci tersebut kami mohon pembaca sendiri yang membukanya. Kuncinya/paswordnya adalah jawaban dari pertanyaan: Apa agama terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW?

Untuk mendapatkan amalan (2) AJI LAMPAH LUMPUH yang masih terpassword/terkunci tersebut kami juga mohon pembaca sendiri yang membukanya. Kuncinya/paswordnya adalah jawaban dari pertanyaan: Apakah Dasar Negara Republik Indonesia?

Terakhir, kami mohon maaf kepada para pembaca sekalian bila selama satu tahun kehadiran KAMPUS WONG ALUS ini terasa tidak membawa manfaat apapun juga. Ini semata-mata karena kebodohan kami sebagai manusia yang ditunjuk-NYA untuk mengisi setitik noktah di samudra ILMU MAKRIFAT-NYA YANG TIADA TERHINGGA. Sebagai penutup, marilah kita simak doa yang merupakan kunci ajaran Al Haddad:

ILZAM BABA RABBIK

WATRUK KULLA DUN

WAS ALHUS SALAMA

MIN DAARIL FUTUN

LA TUHAYYIJ SHADRA

AL HADITS YAHUN

ALLAHUL MUQADDIR

WAL ALAM SYUUN

Berdiri tegak di hadapan pintu Tuhanmu

Tinggalkan yang lain

Muhonkan kepada-NYA selamat

Dari terperdaya negeri yang penuh fitnah ini

Jangan kau biarkan dadamu bergoncang

Segala kejadian adalah perkara kecil belaka

Tuhanlah yang mentakdirkan segalanya

Dan kejadian di alam, memang beraneka rupa…

Wassalamualaikum wr.wb.

@wongalus,2010

Categories: REFLEKSI SETAHUN KAMPUS WONG ALUS | 44 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.