SIRRUL WAQIAH

SIRRUL WAQIAH


Pangeran Sukemilung
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb…santri Kampus Wong Alus yang kami muliakan. Ini adalah metode pembacaan suratul WaQiah. Lazimnya seperti kita ketahui bahwa surat ini seperti yang di infokan didalam Hadist Nabawiyah berkhasiat untuk memudahkan segala urusan. Terlebih lagi yang berhubungan dengan Rezeqi. Al-Habib Muhammad bin Ali Syahab, guru kami- mengatakan bahwa metode ini diajarkan dan diwariskan secara berkesinambungan dari Al-Imam As-Sajjad Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Tholib Ra. Selanjutnya silahkan simak tata cara pembacaan Sirrul Waqiah ini….

Kaifiatu ‘Amal :

Al-fatehah liridho illahi ta’alaa wa syafaa’atin nabiyyi Sayyidina Muhammadin Sholallahu ‘alaihi wa alihi was sallama wa libarokaati karoomaati auliyaa illahi ta’alaa was-sholihin wa ridho walidayni li qodho-i haajatii….( niat )…wa ila hadrotin nabiyyi Sayyidina Muhammadin Sholallahu ‘alaihi wa alihi was sallama, wa nabiyullah Khidir Balya ibni Mulkan AS. Khususon ila hadrotin Al-Imam As-Sajjad Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Tholib wa ummihi Sayyidatina Fatimah Azzahroh binti Rasulullah Muhammad SAW, wa man ajazani Al-Habib Muhammad bin Ali Syahab – Palembang. Bisirril Al-fatehah….

Dimulai pada awal bulan Hijriah hari senen sampai 14 hari kedepan. Dan dibaca sebanyak urutan harinya. Caranya sebagai berikut :
• Hari 01 senen dibaca : 1x
• Hari 02 selasa dibaca : 2x
• Hari 03 Rabu dibaca : 3x
• Hari 04 Kamis dibaca : 4x
• Hari 05 Jum’at dibaca : 5x
• Hari 06 Sabtu dibaca : 6x
• Hari 07 Ahad dibaca : 7x
• Hari 08 Senen dibaca : 8x
• Hari 09 Selasa dibaca : 9x
• Hari 10 Rabu dibaca : 10x
• Hari 11 Kamis dibaca : 11x
• Hari 12 Jum’at dibaca : 12x
• Hari 13 Sabtu dibaca : 13x
• Hari 14 Ahad dibaca : 14x

Dan khusus pada hari kamis setelah membaca surah waqiah sejumlah hari yang jatuh pada hari itu bacalah doa khusus dibawah ini. Dalam 14 hari itu akan ada 2x hari kamis. Yaitu hari ke 4 dan ke 11. Amalan ini khusus untuk meluaskan rezeqi, memperbanyakkan harta, dan memudahkan segala kesulitan seperti hutang dan lain-lain. Sangat Mustajab !! Rahasiakan amalan ini dari orang-orang yang tidak baik. Inilah doa yang khusus dibaca pada kedua hari kamis tersebut. Saat pembacaan Surah Al-Waqiah sebaiknya setelah Waktu Isya’.

Bismillahir rahmaanir rahiim…

Yaa Waahidu, Yaa Ahaadu, Yaa Majiidu, Yaa Jawaadu, Yaa Haliimu, Yaa Hannaanu, Yaa Mannaanu, Yaa Kariimu, As-aluka tuhfatan min tuhfaatika tallumu bihaa sya’syii wa taqdhii bihaa daynii wa tushlihu bihaa sya’nii Birohmatika Yaa Sayyidi. Allahumma in kaana rizqii fis-samaa-i fa-anzilhu, wa in kaana fiil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana ba’iidan faqorribhu, wa in kaana qoriiban fayassirhu, wa in kaana qoliilan fakasy-syirhu, wa in kaana kasyiroon fabaariklii fiihii, wa arsilhu ‘alaa aidii khiyaari kholqika, walaa tuhawwijnii ilaa syiroorin kholqika, wa in lam yakun fakawwinhu bi kaynuu niyyatika wawahdaa niyyatika. Allahumman qulhu ilaa haitsu akuunu walaa tunqulnii ilaihi haitsu yakuunu, innaka ‘alaa kulli syai-in qodiirin. Yaa Hayyu Yaa Qoyyumu, Yaa Waahidu, Yaa Majiidu, Yaa Barru, Yaa Kariim, Yaa Rohiimu, Yaa Ghoniyyu, Sholli ‘ala Muhammadin wa ali Muhammadin wa tammim ‘alaina ni’mataka wa hanni’naa karoomataka wa albisnaa ‘afiataka.

Catatan :

Untuk doanya diluar hari kamis, silahkan pembaca menggunakan doa yang sudah biasa digunakan. Atau doa-doa umum seperti yang banyak ditulis didalam risalah doa-doa. Dan tambahkan doa diatas khusus pada hari kamis saja.

Sekilas tentang Al-Imam As-Sajjad Sayyidina Ali Zainal Abidin Ra.

Tragedi Padang Karbala.

Beliau terlahir dengan nama Ali adalah putra Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Tholib – cucu Rasulullah SAW. Dilahirkan pada hari kamis 5 Sya’ban 38 H. Ibunya bernama Syahzanan ( disebut juga Syahbanu ), putri Yazdajird – Raja Persia ketika negeri itu ditaklukkan pasukan muslimin. Dan beliau adalah satu-satunya putra yang dipersembahkan oleh Putri Syahzanan ( Syahbanu ) untuk Sayyidina Husein. Karena beliau meninggal dunia sesaat setelah melahirkan puteranya tersebut. Semoga Rahmad Allah atasnya !!

Ali bin Husein tumbuh dewasa dilingkungan keluarga Rasul SAW dibawah asuhan ayahandanya. Dan beliau telah ditakdirkan Allah SWT sebagai satu-satunya penerus keturunan Fathimah binti Rasul SAW. Melalui Husein salah seorang dari kedua puteranya. Saat itu beliau – Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali yang selamat dari pembantaian tentara Yazid bin Mu’awiyyah di Karbala ( 10 Muharram 61 H ). Saat itu beliau sedang sakit keras sehingga tidak dapat berperang membela ayahanda tercinta bersama 72 orang keluarga dan pengikutnya yang gugur sebagai syuhada didepan matanya.Mereka berhadapan dengan 4000 tentara lawan dikepung ditengah-tengah kegersangan padang pasir dan dicegah dari air minum selama beberapa hari. Beliau sendiri nyaris terbunuh, seandainya tidak dibela mati-matian oleh bibinya Sayyidah Zainab binti Ali.

Tragedi yang memilukan hati beliau itu menorehkan luka yang teramat pedih didalam hatinya.Beliau lebih suka menyendiri dan memusatkan hidupnya pada ibadat dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Beliau melumatkan dirinya didalam sholat dan ibadah.Oleh karena itulah beliau mendapat julukan Zainal Abidin ( Pemuka para ahli Ibadat ) dan juga As-Sajjad ( Yang amat banyak bersujud ). Allah SWT menganugerahi beliau dengan berbagai macam karomah dan doanya selalu Maqbul. Salah seorang sahabatnya berkata,” Aku pernah berada dihadapan ka’bah ditengah malam buta. Lalu kulihat Ali Zainal Abidin bin Husein masuk, setelah selesai Thawaf segera memulai sholatnya. Lama sekali beliau berdiri, kemudian bersujud untuk waktu yang lama pula, sehingga aku berkata kepada diriku sendiri : Sebaiknya kuperhatikan apa yang di ucapkannya didalam sujudnya. Ku dekati beliau dan ku dengar kata-katannya ( doa ) :

“Abduka bi finaa-ika, miskiinuuka wa faqiiruka bi finaa-ika, sa-iluka bi finaa-ika “

Yaa Allah, Hamba-MU berada dipekarangan-MU. Si Miskin milik-MU dipekarangan-MU, Si Pengemis Kepunyaan-MU dipekarangan-MU, si Faqir yang membutuhkan-MU dipekarangan-MU….”

Berkata si sahabat melanjutkan,” Demi Allah. tidak pernah ke berdoa dan memohon dengan kata-kata itu dalam setiap kesusahanku melainkan Allah SWT selalu menghilangkannya dariku.”
Beliau meninggal pada tahun 95 H karena dibunuh dengan cara diracun oleh khalifah Walid bin Abdul Malik dengan perantaraan saudaranya Sulaiman bin Abdul Malik. Ruh Imam yang Mulia itu berpulang kehadirat Allah SWT dalam usia 57 Tahun. Ia meninggalkan beberapa orang putra dan putri. Diantaranya Sayyidina Muhammad Al-Baqir dan Sayyidina Zait bin Ali. Beliau dimakamkan di Pekuburan Baqi’ ( Madinah ) dekat dengan makam pamannya Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib. Semoga Allah SWT melimpahkan kedamaian atas mereka semua )

“ Dzalikal-ladzi yubasy-syirullahu ‘ibaadahul-ladziina aamanuu wa ‘amiluush-sholihati, Qullaa as-alukum ‘alaihi ajroon illal mawaddata fiil Qurbaa, wa man yaqtarif hasanataan najid lahu fiihaa husbaan. Innallaha Ghofurun syakuurun.” ( QS. Asy-Syuura : 23 )

Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. QS. Asy-Syuura : 23).

(Dinuqil Manaqib diatas dari tulisan Saudara Yang Mulia Muhammad Al-Baqir, Bandung).

Sekian dari kami Sirrul Waqiah ini dengan Lintasan sekilas Manaqib As-Sayyid Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Tholib. Semoga dengan ini bertambah lagi pengetahuan kita dari sumber yang jernih. Akhirul kalam…semoga bermanfaat bagi para ikhwan. Mohon maaf jika ada kesalahan dalan translet bahasa. Kesalahan itu murni dari kami dan kebenaran hanyalah milik Allah SWT. Barakalloh fikum..

Wabillahit-taufiq wal Hidayah, wassallamu’alaikum wr wb.

@mk

Categories: SIRRUL WAQIAH | 194 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.