TERAPI ALTERNATIF

PENGOBATAN ALTERNATIF: MINUM URINE


Ini buku bagus yang sayang bila dibuang sehingga perlu disimpan di perpustakaan digital kita. Bila tidak butuh, langsung ditutup saja.  Salam damai.

Wong Alus

Rangkuman Buku “Terapi Auto urin” karya: Dr. Iwan T. Budiarso, DVM, MSc, Phd, APU, Gramedia, 2001, Ditambah dengan berbagai sumber lain di internet: http://www.universal-tao.com/article/urine_therapy.html, Shivambu Kalpa Vidhi From Wikipedia, the free encyclopedia, Three million Chinese drink their own urine (Reuters, June 1, 2001), http://www.medikaholistik.com /2033/2004/11 /28/ medika.html? xmodule=document_detail&xid=52, http://www.all-natural.com/urine.html, serta harian kompas.

Dari Pengalaman Pribadi

Dr. Iwan T. Budiarso, penulis buku ini adalah pakar patologi dan parasitologi alumnus Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat, sungguh tak luput dari penyakit. Tahun 1979, ketika sedang mengikuti seminar patologi di Bali, untuk pertama kalinya ia mengalami serangan jantung. Sejak itu jantungnya kerap ngadat.

Tahun 1984, ia menjalani operasi bypass di Australia. Menurut dokter setempat, operasi ini bisa membuat jantungnya tahan hingga 10-15 tahun. “Nyatanya, baru dua tahun sudah kumat lagi,” ujarnya dengan nada kocak.

Begitulah dengan berbagai upaya, ia bisa mengatasi beberapa kali serangan jantung. Namun jantungnya kian membengkak. “Jalan sedikit saja napas sudah sesak,” ungkapnya. Mau dioperasi lagi, selain biaya yang aduhai, resikonya juga terlalu tinggi. Maka, sesuai saran tim medis yang menanganinya, Iwan terpaksa menghentikan segala kegiatannya.

Dosen patologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, ini merasa sangat prihatin. “Kalau dulu saya bisa menolong orang, maka giliran saya yang harus ditolong orang,” ungkapnya.

April 1999, salah seorang sejawatnya menyarankan agar meminum air seninya sendiri. Sebagai peneliti, Iwanpun mencari literatur-literatur tentang terapi auto urin (meminum air seni sendiri) sebagai dasar ilmiahnya.

Setelah membaca buku ‘Water of Life, Treatise of Urine Therapy’ karya John W. Armstrong bab 9 tentang pembengkakan jantung, Iwanpun langsung menenggak urinnya sendiri. Keinginannya untuk sembuh membuat ia begitu bersemangat melakukannya. “Saya meminumnya sampai lebih dari 1 liter sehari.”

Keesokan harinya ia mendapati tekanan darahnya langsung normal. Iapun kian bersemangat mendalami ihwal terapi auto urin. Ia mengkontak pakar terapi urin di Yamanashi, Jepang, Dr. K. Sano, dan ilmuwan Belanda, C der Kroon, yang menulis buku ‘The Golden Fountain: The Complete Guide to Urine Therapy’.

Iwan juga menghubungi panitia penyelenggara The Second World Conference on Urine Therapy di Jerman, Mei 1999, untuk memesan makalah para pakar terapi urin dari berbagai negara. Sesuai disiplin ilmu yang digelutinya, Iwan melakukan pengkajian terhadap bahan-bahan tersebut. Seiring waktu, Iwan sangat bersyukur karena kondisi jantungnya normal kembali – setelah tekun meminum air seninya sendiri selama setahun.

Khasiat air seni juga dialami Eleanor Lanny. Pertengahan Agustus 1997, dokter menemukan semacam balon yang berisi cairan di ovariumnya. Ternyata, ada sel kanker stadium 2C. Selama 3 bulan, pemandu wisata pada sebuah biro perjalanan ini menjalani chemotherapy. Ternyata, sel-sel kanker tetap berkembang merajalela di rongga perutnya. Lanny mengalami konstipasi, sulit buang air besar karena ususnya terdesak. Dokter akan membuat lubang sementara di bagian perutnya untuk mengatasi hal itu.

April 1999, atas saran seorang kenalannya ia mulai meminum urinnya sendiri. Lalu ia membatalkan rencana operasinya yang ketiga. Selain meminum urin, ia juga mengkonsumsi kunyit putih dan daun tapak dara. Hasilnya, perutnya yang semula buncit sudah kempes dan perasaan nyeri hilang sama sekali. Sesudah menjalani terapi air seni, ia gembira mendapati hasil tes darahnya. “Sel kanker dalam tubuh saya sudah menurun banyak.”

Apa yang dilakukan Iwan dan Lanny menunjukkan bahwa air seni ternyata mujarab. Memang belum banyak orang Indonesia yang mau mencobanya kecuali bila kepepet karena sakit. Padahal bagi orang sehat, air seni bisa mencegah datangnya penyakit dan memberi efek kesegaran bagi tubuh.

Dalam seminar Urine Therapy yang berlangsung di Hotel Santika, Jakarta, Jumat (14/4/00), Iwan menyimpulkan, jangan memandang urin sebagai musuh. Tetapi, jadikanlah sebagai teman penyembuh. “Hanya dengan modal keberanian, kita bisa merasakan khasiatnya,” tegasnya.

Masih Sedikit
Iwan memaparkan, sejarah terapi auto urin sebenarnya sudah ribuan tahun. Hal ini nampak dari Kitab Darma Tantra dari India yang terdiri dari 107 ayat – yang mengungkapkan khasiat air seni. “Kita akan dibersihkan dari segala racun dalam tubuh dan setelah lama kita juga dibersihkan secara rohani,” begitu salah satu penggalan ayatnya. Di India, kebiasaan meminum urin (shivambu) sudah dilakukan sebagian penduduknya. Bahkan klinik-klinik terapi urin bermunculan di berbagai tempat, khususnya di Mumbay (Bombay). Salah seorang peminum setia urin adalah mantan Perdana Menteri India (1977-1979), Morarji Desai. Selama 36 tahun ia terus meminumnya.

Seperti di India, di Jepang juga terdapat beberapa klinik terapi urin. Dan Dr. S. Arai, peneliti terapi urin dan manajer Fujisaki Institute di Hayashibara Biochemical Laboratories telah membuktikan bahwa urin dapat menyembuhkan penyakit kronis seperti kanker dan hepatitis. “Dewasa ini diperkirakan terdapat sekitar dua juta peminum auto urin di Jepang,” ujar Iwan. Begitu pula di Cina, Taiwan dan Amerika Serikat, kebiasaan meminum air seni sudah memasyarakat. Bahkan di Cina, sekitar 3 juta orang meminum urinnya sendiri, sementara di Jerman sekitar 5 juta orang sudah mempraktekkannya,” tambah Iwan.

Di Indonesia terapi ini terbilang baru. Artikel-artikel mengenai hal ini relatif masih sedikit. Salah seorang yang mendalami soal urin untuk desertasinya adalah Prof. Dr. Kurnia Kusnawijaya, di Universitas Padjadjaran tahun 1980.

Sepuluh Hipotesa
Iwan mengungkapkan, urin mengandung mineral, vitamin, enzim, hormon, asam amino, antibodi, antigen, allergen, garam dan nutrien lainnya. Sejauh ini, lanjut Iwan, ada sepuluh hipotesa cara kerja terapi auto urin.

1. Pertama, penyerapan dan penggunaan kembali nutrien.

2. Kedua, penyerapan kembali hormon. Misalnya, kortikosteroid yang dapat mencegah infeksi, rematik dan asma. Atau, melationin sebagai obat penenang dan anti kanker.

3. Ketiga, penyerapan kembali enzim.

4. Keempat, penyerapan kembali urea. Urin mengandung 25-30 gram urea per hari.

5. Kelima, memberi efek kekebalan.

6. Keenam, memberi efek bakterisida dan virusida.

7. Ketujuh, sebagai terapi garam yang berguna untuk memperlancar metabolisme, menyingkirkan kelebihan gula darah, dan mengeluarkan zat-zat toksik dari cairan dan jaringan tubuh.

8. Kedelapan, memberi efek diuretika, yakni untuk menstimuler ginjal, meningkatkan produksi air seni, membersihkan ginjal serta ‘mencuci’ gula darah dan zat-zat toksik.

9. Kesembilan, sebagai gambar hologram. Biofeedback-nya memberikan gambaran keadaan tubuh. Meminum urin akan mengoreksi dan memulihkan keseimbangan fisiologi tubuh yang terganggu penyakit.

10. Kesepuluh, memberi efek psikologis. Terapi ini dianggap sebagai penyembuhan dari dalam tubuh secara mekanistik dan holistik pada tingkat energi.

Tidak Mudah Memulai

Pada awalnya memang tidak mudah bagi siapapun meminum air seninya sendiri. Apalagi selama ini orang terlanjur menduga, air seni itu kotor dan merupakan buangan tubuh. “Hanya dengan modal keberanian, kita bisa mencoba manfaat dan khasiat terapi urin,” tegas Iwan. Karena rasanya yang cenderung tidak enak dan berbau, sebaiknya orang mencobanya satu-dua sendok per hari. Baru setelah terlatih, perlahan-lahan meningkatkan jumlah konsumsinya. Menurut Iwan, bagi yang merasa sulit menelannya, bisa mencampurnya dengan jus buah.

Rasa urin memang bisa berubah-ubah sesuai dengan apa yang kita makan setiap hari. Bila ingin air seni terasa tawar, disarankan untuk memperbanyak makan sayur dan buah. “Bila mengkonsumsi daging, urin akan terasa lebih asin, asam, bahkan pahit.” Iwan mengakui, selain efek menyembuhkan, terkadang terapi auto urin memberi efek lain, yakni recovery reaction atau detoxification period. Yakni, reaksi dari dalam tubuh bila akan sembuh. Gejalanya bermacam-macam. Misalnya, diare, batuk, pusing-pusing, berjerawat, dll.

Bila terjadi hal demikian, Iwan menyarankan untuk berhenti selama seminggu. Kemudian mulai meminumnya lagi dengan dosis meningkat dari yang paling kecil. Apapun rasanya, urin adalah penyembuh cuma-cuma. Cocok digunakan pada situasi sulit seperti sekarang ini untuk macam-macam penyakit. Bahkan John W. Armstrong menyebutnya sebagai air kehidupan — seperti tertera dalam Amsal 5:15, “Minumlah air dari kulahmu sendiri. Minumlah air dari sumurmu yang membual.”

Diminum Sampai Dilulur

Anda berminat mengkonsumsi urin sendiri? Silakan menadahinya dalam mangkuk atau gelas tertentu. Yang penting, buanglah tetesan-tetesan awal dan akhir. Ambil antaranya saja. Cara memakainya bisa dengan langsung diminum, dikumur, diteteskan (untuk mata, hidung dan telinga), direndam, dikompres atau dilulur, dan juga disuntikkan. Bentuknya bisa berupa air seni segar atau berupa ekstrak (melalui proses). Sedangkan dosis yang dianjurkan berbeda-beda.

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, minimal sehari satu kali meminum satu gelas (250 cc) urin pertama pagi hari sebelum makan pagi. Untuk pengibatan penyakit, minimal sehari meminum 3 gelas urin sebelum makan. Sedangkan untuk pengobatan kanker dan penyakit-penyakit kronis lainnya, minimal sehari meminum lima gelas urin – juga sebelum makan. Bagi yang menderita penyakit tertentu, sambil meminum urin, juga tetap meminum obat-obat dari dokter. Jika gejala penyakit sudah stabil, dosis obat tersebut boleh dikurangi sepertiga.

Setiap dua atau tiga minggu disarankan tetap cek ke dokter atau ke lab. Jika gejala penyakit stabil, obat bisa dikurangi hingga sepertiga dosis. Pada minggu ke-7 atau ke-9, penderita penyakit bisa bebas – tidak perlu meminum obat dokter. Hanya meminum urin saja.

SEJARAH

Terapi auto urin sudah dilakukan di India sejak 5.000 th yang lalu. Masyarakat di Eropa juga sudah mengenalnya sejak 4.000 th yang lalu. Namun di Cina baru diketahui sejak 1700 th yang lalu. Sedangkan di Jepang baru 700 th yang lalu dan hingga kini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat. Di India kuno orang lazim merawat kesehatan dengan minum satu gelas air seni setiap hari. Kebiasaan ini masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat, bahkan adapula orang penting yang pernah melakukannya demi kesehatan pribadinya. Sebagai contoh, pemimpin india, mantan perdana menteri Morarjibhai Desai, merupakan pelopor terapi urin dengan minum 1 gelas air seni setiap pagi. Morarjibhai melakukan hal ini demi menjaga kesehatan badannya. Ia minum mulai umur 65 tahun, selama 36 tahun sampai dia umur 100 tahun. Ia menuliskan pengalaman pribadinya di majalah Time pada tahun 1979.

Dalam literatur Cina kuno Shang Han Lung ( treatise on febrile disease ) yang ditulis oleh Chang Yi pada Dinasti han ( 1700 th lalu ) terdapat catatan terapi urin, yang konon berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, penenang, dan menghilangkan panas dalam, penyakit mata serta luka pukul.

Terapi urin dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti kanker, maag, radang usus, bronkhitis, asma, penyakit jantung, aritmia, tekanan darah tinggi/ rendah, saluran kemih, kelenjar prostat membesar, rematik, radang sendi, psoriasis, SLE, mandul, osteoporosis, insomnia, epilepsi, sakit kepala, sakit pinggang, hepatitis, sirosis, dan juga bisa membuat kulit menjadi halus, flek-flek kulit hilang, rambut uban menjadi hitam kembali, melancarkan peredaran darah, melancarkan kencing dan menghilangkan sembelit.

Dosis terapi urin tidak terbatas, artinya makin banyak urin yang diminum makin cepat sembuhnya. Tidak bisa keracunan dan overdosis. Tidak ada efek samping , tetapi reaksi yang ditimbulkanya adalah disebut reaksi Koten ( Bhs Jepang ) atau Meigen ( bhs Cina ) yang artinya jika terjadi gejala-gejala seperti gatal, mencret, ngilu, batuk-batuk, kembung, sembelit, gigi dan gusi ngilu dan nyeri, kepala pening dsb, ini berarti bahwa penyakitnya akan sembuh.

Jika terjadi reaksi Koten atau meigen, jangan takut atau panik, boleh berhenti dulu 2-3 hari, setelah hilang gejalanya, hari ke 4 mulai minum lagi urin. Kalau mau minum terus juga tidak apa-apa. Juga boleh minum obat dokter untuk menghilangkan gejalanya sambil tetap minum air seni.

Nutrisi yang terdapat dalam Urin, di antaranya:

Alanine, total ….. 38 mg/day

Arginine, total ….. 32 mg/day

Ascorbic acid ….. 30 mg/day

Allantoin ….. 12 mg/day

Amino acids, total ….. 2.1 g/day

Bicarbonate ….. 140 mg/day

Biotin ….. 35 mg/day

Calcium ….. 23 mg/day

Creatinine ….. 1.4 mg/day

Cystine ….. 120 mg/day

Dopamine ….. 0.40 mg/day

Epinephrine ….. 0.01 mg/day

Folic acid ….. 4 mg/day

Glucose ….. 100 mg/day

Glutamic acid ….. 308 mg/day

Glycine ….. 455 mg/day

Inositol ….. 14 mg/day

Iodine ….. 0.25 mg/day

Iron ….. 0.5 mg/day

Lysine, total ….. 56 mg/day

Magnesium ….. 100 mg/day

Manganese ….. 0.5 mg/day

Methionine, total ….. 10 mg/day

Nitrogen, total ….. 15 g/day

Ornithine ….. 10 mg/day

Pantothenic acid ….. 3 mg/day

Phenylalanine ….. 21 mg/day

Phosphorus, organic ….. 9 mg/day

Potassium ….. 2.5 mg/day

Proteins, total ….. 5 mg/day

Riboflavin ….. 0.9 mg/day

Tryptophan, total ….. 28 mg/day

Tyrosine, total ….. 50 mg/day

Urea ….. 24.5 mg/day

Vitamin B6 ….. 100 mg/day

Vitamin B12 ….. 0.03 mg/day

Zinc ….. 1.4 mg/day

DOSIS URIN YANG DIANJURKAN

1. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, Minimal 1 gelas ( 100 – 200 cc ) setiap pagi habis bangun tidur.

2. Untuk pengobatan penyakit, Minimal 3 gelas setiap hari, pagi setelah bangun tidur, 1 jam setelah jam 12.00 makan siang dan 1 jam setelah makan malam.

3. Untuk pengobatan kanker, Minimal 5 gelas setiap hari. Pertama pagi setelah bangun tidur. Kedua jam 10 pagi. Ketiga 1 jam setelah makan siang. Ke 4 jam 4 sore. Ke lima 1 jam setelah makan malam.

4. Puasa urin, Terapi ini memang drastis, tetapi hasilnya memang hebat. Caranya hanya minum air putih dan urin saja dan tidak makan apa-apa sepanjang hari, untuk beberapa hari, beberapa minggu dan maksimal 50 hari. Cara ini harus dibawah pengawasan ahli urinoterapis. Dosis 1000 cc @ setiap kali minum 100 cc, mulai minum 1 jam setelah makan malam 100 cc. lalu antara jam 20-22 mungkin bisa minum 2 kali. Antara jam 22.00- 06.00 pagi, waktu tidur, jika bangun minum 100 cc, jika 2 – 3 kali bangun minum 2- 3 kali sampai yang jam 5-6 pagi. Beri jarak 1 jam , jam 07.00 pagi makan pagi plus semua obat dokter diminum ,1 jam kemudian minum lagi @ 100 cc setiap kencing sampai jam 12.00 siang. Sisa kencing yang tidak diminum jangan dibuang akan tetapi dikumpulkan dalam waskom. Setelah jam 12.00 siang sampai 17.00, urin tidak diminum lagi tetapi dikumpulkan dalam waskom yang sama. Jam 17.00 sebelum mandi, urin dalam waskom dipanaskan sampai hangat kuku atau kira-kira 40 derajat celcius. Kencing hangat ini dipakai untuk luluran dan pijat. Ambil handuk kecil atau waslap, celupkan dalam urin hangat, peres, lalu digosok gosokan dan dilulurkan mulai dari kepala, muka,leher, tangan, dada, badan terus sampai kaki. Ulangi pijatan dan luluran ini selama 1 jam. Begitu selesai, lalu langsung mandi. Tidak usah pakai sabun dan shampoo. Tidak ada baunya.

APA OBAT DOKTER BOLEH DIMINUM ?

Ya, boleh dimakan. Obat dari dokter tetap boleh dimakan dulu bersamaan dengan urin. Hanya beri jarak 1 jam, sebelum dan setelah minum urin. Sebaiknya obat dokter dimakan bersamaan dengan waktu makan pagi , siang dan malam.

KAPAN OBAT DOKTER BOLEH DIBERHENTIKAN ?

Setelah minum urin 1 bulan, lalu check up ke dokter, jika gejala penyakit stabil, bulan berikutnya , obat dokter boleh dikurangi secara bertahap ( konsultasikan kembali dengan dokter anda ). Air seni tetap diminum untuk beberapa bulan sampai betul-betul gejala penyakit tetap stabil.

Nah kalau sudah stabil sekarang boleh dicoba untuk mengurangi dosis urin. Secara bertahap untuk mengurangi maintenance dose ( dosis pemeliharaan sehari-hari ). Jika mula-mula 9 – 10 kali maka, setiap 2- 4 minggu dosis dapat dikurangi 1 kali, jadi dari 10 kali menjadi 9 kali, jika dua minggu lagi masih stabil menjadi 8 kali dst. Umpamanya nanti setelah mencapai hanya 3 kali minum urin @ 100 cc, maka penyakitnya kumat, maintenance dose anda adalah 4 kali minum, Dan maintenance dose ini terus diminum untuk seumur hidup anda. Tetapi sudah tidak perlu makan obat lagi.

URIN UNTUK AWET MUDA

Menurut Prof. E.N. Kosasih,M.D dari Medan sebagaimana yang dimuat harian KOMPAS di rubrik Kesehatan pada Selasa, 05 April 2005, antioksidan tak harus diperoleh dari buah dan sayur, urine pun merupakan sumber antioksidan dan gratis. “Cobalah autourine therapy, kalau ingin tetap sehat dan awet muda. Dari urine kita dapat meredam tingkah liar radikal bebas, si biang penyebab penyakit kanker dan lainnya..” ujar Kosasih.

Misteri faedah serta keberhasilan pengobatan alternatif dengan meminum air seni sendiri (autourine therapy, AUT), seperti yang telah dilakukan sejak berabad-abad silam di India dan Cina, kini mulai terkuak. Air seni atau urine ternyata mengandung antioksidan yang tinggi. Tentu saja keberadaan antioksidan dalam urine itu membuat pelaku terapi ini semakin bersemangat meneruskan terapinya. Betapa tidak, antioksidan itu merupakan senjata ampuh melumpuhkan radikal bebas yang berkeliaran di sekitar dan di dalam tubuh kita.

Dengan pengetahuan tentang tingginya kadar antioksidan dalam urine, AUT bisa menjadi alternatif bagi mereka yang kurang mendapatkan cukup asupan antioksidan dari makanan dan minuman. Sebagai pelayan di bidang kesehatan, saya sudah sering menjumpai pelbagai penderita yang sembuh dengan pengobatan alternatif ini, antara lain penderita asma dan kencing manis.

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki kemampuan mengatasi atau menetralisasi radikal bebas. Kemampuan itu membuat tubuh terbentengi dari segala gangguan kesehatan, baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh. Pelbagai penyakit, termasuk kanker pun bisa dilibas. Untuk yang sehat, jalan menuju kondisi bugar semakin lapang. Yang tak kalah menggembirakan, antioksidan bisa menghambat proses penuaan.

Sekadar mengingatkan, yang termasuk dalam antioksidan adalah beta karoten, vitamin C, dan vitamin F. Nah, dalam urine ternyata zat-zat gizi itu juga ditemukan. Martha Christy dalam artikel Your Own Perfect Medicine (allnatural.com) mengungkapkan bahwa Dr. A.H. Free, salah seorang pendiri Miles Laboratories, berhasil menemukan ratusan senyawa dalam urine.

Senyawa-senyawa itu dalam bentuk asam amino (misalnya, lisin dan metionin), karbohidrat rantai pendek (glukosa), vitamin (termasuk vitamin sumber antioksidan seperti asam askorbat – vitamin C) dan mineral (macam zat besi, magnesium, potasium, atau seng).

Yang mengejutkan, urine kita ternyata juga mengandung antioksidan tertinggi di antara beberapa jenis cairan tubuh manusia. Fakta itu tertuang dalam tulisan Ziobro A dan Bartosz G dari University of 1.odz, Banacha, Polandia, berjudul A Comparison of the Total Antioxidants Capacity of Some Human Body Fluids. Dalam tulisan itu dipaparkan hasil penelitian yang membandingkan kadar total antioksidan (TAC) pada pelbagai cairan tubuh manusia dan beragam usia.

Yang menarik dari tabel itu, antioksidan dalam ludah perokok ternyata jauh lebih rendah dari bukan perokok. Ini tentu bukan berita menyenangkan, apalagi merokok dapat meningkatkan radikal bebas. Hasil penelitian lain menggambarkan adanya penurunan kadar total antioksidan sejalan dengan berlanjutnya usia. Hasil penelitian kadar total antioksidan dalam darah (serum) yang berasal dari tiga golongan usia yang masing-masing berjumlah 31 orang sebagai sampel adalah sebagai berikut:

Usia 18 – 24 tahun: 0,84 + 0,34 mM

Usia 25 – 39 tahun: 0,59 + 0,18 mM

Usia 40 – 60 tahun: 0,49 + 0,20 mM

Untuk memperoleh tambahan antioksidan, kita bisa melakukannya dengan mengonsumsi sayur antara lain bayam, brokoli, dan wortel, serta pelbagai buah seperti apel, pisang, jambu. Wajar kalau kemudian mereka yang kurang makan buah dan sayur ternyata rendah kadar antioksidannya. Antioksidan juga bisa diperoleh dari ginseng dan gingko biloba. Atau, bisa pula dari suplemen vitamin A, C, E, dan beta karoten. Selain itu, rempah-rempah macam bawang, angkak (Monaseus purpureus/fungus fermented in red rice), dan keluwak (biasa untuk memasak rawon) juga merupakan penyumbang antioksidan yang baik. Namun, di antara semua makhluk hidup kadar antioksidan dalam serum manusia tercatat paling tinggi.

Merampas secara berantai
Antioksidan punya musuh bebuyutan yang mesti ditumpas. Namanya, radikal bebas. Ia adalah atom-atom atau sekelompok atom yang mengandung elektron tak berpasanganan (sehingga tidak stabil). Karena elektron mempunyai kecenderungan kuat untuk berpasangan, maka radikal bebas bertendensi kuat untuk merampas elektron dan atom lain secara membabi buta.

Karena keliarannya itulah ia disebut sebagai radikal bebas (free radical). Atom lain yang salah satu elektronnya dicuri pun menjadi radikal bebas, yang kemudian disebut sebagai radikal bebas sekunder. Proses ini akan berlangsung secara berantai, karena radikal bebas sekunder ini akan merampas pula elektron dari atom lain, sehingga akhirnya proses berantai ini akan mengakibatkan kerusakan biologis.

Radikal bebas merusak molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan deoxyribo nucleic acid (DNA). Akibatnya, sel menjadi rusak, mati, atau bermutasi. Peristiwa ini menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit dan proses penuaan sel. Penyakit yang bisa muncul akibat ulah si radikal bebas itu termasuk penyakit degeneratif pada usia lanjut, seperti kanker, aterosklerosis, hipertensi, diabetes, rheumatoid arthritis, beragam gangguan inflamasi kronis, gangguan Parkinson, demensia, dan penyakit Alzheimer.
Sumber radikal bebas bisa berasal dari dalam tubuh kita sendiri (endogen), bisa pula dari luar tubuh (eksogen). Radikal bebas endogen terbentuk sebagai sisa proses metabolisme (proses pembakaran) protein, karbohidrat, dan lemak yang kita konsumsi. Sedangkan radikal bebas eksogen berasal dari polusi udara, asap kendaraan bermotor, asap rokok, pelbagai bahan kimia, makanan yang terlalu hangus (carbonated), dan lain sebagainya.

Nah, untuk menumpasnya, serahkan saja pada antioksidan. Peran positif dari antioksidan adalah memperkuat sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi pembangkit penyakit yang memasuki dan menyerang tubuh.
Lalu, bagaimana mendapatkan antioksidan dari urine?
Apabila tidak ada penyakit berat, untuk tujuan mempertahankan kesehatan, awet muda, dan memperpanjang usia, minum saja urine dengan takaran 100 – 200 ml tiap hari. Air seni yang segar, baru dikemihkan, diambil dari bagian tengah dari aliran kencing. Caranya, pada awal kencing air seni dibuang, setelah itu air seni ditampung. Cara penampungan seperti ini menghindari kontaminasi dari alat kelamin bagian luar, walaupun sebenarnya air seni itu sendiri steril.

Untuk penderita penyakit berat seperti penyakit jantung, darah tinggi, kencing manis, dan lain-lain, frekuensi takarannya bila perlu dapat ditingkatkan menjadi beberapa kali dalam sehari. Khusus menghadapi kanker, penderita dianjurkan meminum paling sedikit lima kali 200 ml per hari.

AUT merupakan terapi murah tetapi bukan merupakan obat ajaib, bekerjanya perlahan, kadang-kadang memerlukan waktu berbulan-bulan lamanya. Jarang sekali dapat terjadi efek sampingan, misalnya diare atau timbul jerawat saat menjalani pengobatan.

Kalaupun ada efek sampingannya, sebaiknya AUT dihentikan sementara waktu. Setelah normal kembali, tahap demi tahap AUT bisa dimulai lagi dari satu sendok makan, dan besoknya terus ditingkatkan sampai dosis semula, satu atau dua gelas sehari.

PENGALAMAN MINUM URINE
Harian Kompas pada Selasa, 21 Desember 2004 menurunkan kisah seorang penderita berbagai macam gangguan kesehatan, yakni hipertensi, diabetes melitus, asam urat, dan viste. Konon, sekitar akhir tahun 1999, Gunawan Santoso (57 tahun) tekanan darahnya 170/110, sedangkan kadar gula darah sudah mencapai 300-an.

Gangguan lain yang menonjol adalah asam urat. Bila sedang kambuh, sendi-sendi di sekitar jempol kakinya terasa sakit. Gangguan lainnya adalah timbulnya viste di gusi gigi depan dan geraham. Viste itu bila dipencet akan mengeluarkan nanah.

Suatu ketika, di sebuah pesta ulangtahun lansia pada bulan Februari 2000, Gunawan bertemu temannya, Djoko Sukaryo. Djoko yang mengetahui penyakit Gunawan menganjurkannya untuk menjalani terapi air seni. Anjuran ini dilontarkan karena pengalaman istrinya sembuh dan diabetes melitus lewat terapi air seni. Namun, Gunawan yang punya latar belakang pendidikan kedokteran tidak seratus persen percaya. Ia lalu mencoba membeli buku tentang terapi urin karangan J.W. Amstrong dan Coen Van der Kroon. Secara kebetulan, ia juga sempat menyaksikan acara Dr. Iwan Budiarso di televisi tentang terapi air seni.

Setelah mendapat informasi lengkap, Gunawan mencoba mempraktikkannya di rumah. Awalnya, ia takut ketahuan istri saat minum air seni, takut disangka tak waras. Secara sembunyi-sembunyi, saat mandi, ia coba menadahi air seninya di gayung. Hal itu ia lakukan hingga 10 hari. Ajaib, setelah itu kadar gula darahnya 78. Tekanan darah pun sudah pada angka 130/90.

Selain penurunan kadar hipertensi dan diabetes melitus, viste-viste di mulut pun hilang. Begitu pula dengan asam urat. Kini, setelah tahu manfaat lebih dan terapi urin, Gunawan tak takut-takut lagi untuk minum air seni sendiri. Setiap pagi ia selalu menyediakan 250 cc air seni sebagai pembuka aktivitas. Ia menghindari konsumsi protein yang berasal dan hewani, sekadar menjaga kualitas urin yang akan diminumnya.

PENGALAMAN VICKY BURKI

Vicky Burki, presenter dalam urusan olah tubuh tidak diragukan lagi. Pengajar dan instruktur senam ini memang tidak rela bila perutnya berlemak atau tubuhnya mudah lelah setelah beraktivitas. Untuk itu perempuan kelahiran 17 Juni 1965 ini memiliki berbagai cara untuk meningkatkan kebugaran tubuhnya. ”Tiada hari tanpa berolahraga. Pokoknya gerak mengeluarkan keringat. Dan, sebetulnya resep saya ini juga berlaku bagi siapa saja bahkan yang tidak pernah berolahraga sekalipun,” katanya.

Menurut Vicky, sebetulnya untuk menciptakan tubuh bugar, sehat, dan ideal bersumber dari niat orang itu. Apa pun olahraganya entah itu senam, renang, naik sepeda, atau jogging semua bersumber dari niatnya sendiri. Vicky menuturkan dirinya mulai terjun ke dunia senam sejak usia 4 tahun. Saat itu ia menekuni balet. Bila dihitung-hitung ia telah 34 tahun menekuni profesi menari. ”Kemudian saya kembangkan sendiri. Semua yang saya lakukan ini benar-benar autodidak. Saya belajar dari buku dan praktikkan sendiri,” ujar Vicky yang kini terjun ke dunia sinetron.

Pemeran dalam sinetron Bidadari, Kehormatan, dan Cinta Terlarang ini kemudian mengembangkan bakatnya menjadi penari dan instruktur senam terkenal hingga sekarang. “Saya kira semua orang bisa melakukannya. Tinggal niatnya saja seperti apa. Selain itu setiap orang memiliki kemampuan tidak sama dalam berolahraga. Apalagi untuk orang sakit, olahraganya berbeda. Untuk pemula, olahraga cukup 20 menit, kemudian terus meningkat sesuai kemampuan. Sampai akhirnya orang itu mampu berolahraga selama satu jam setiap hari,” jelas Vicky. Semua itu, lanjutnya, melalui proses. Dan, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter olahraga apa yang cocok dan berapa lama orang mengidap penyakit tertentu berolahraga.

Vicky memang sedikit eksentrik. Belajar senam dan menari secara autodidak. Dan, kini dalam menjaga kesehatan tubuhnya pun ia menggunakan terapi minum air seni (urine). Sudah bertahun-tahun ia membiasakan meminum urinenya sendiri agar tubuhnya selalu fit. “Saya baca di buku dan mencobanya. Ternyata air seni memiliki banyak khasiat. Ada 14 macam penyakit yang bisa diobati dengan terapi air seni, termasuk diabetes dan jantung.”

Vicky pun rutin meminum air seninya setiap pagi untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Ide awal minum air seni itu saat Vicky sedang mendapat pekerjaan cukup banyak. Mojang Priangan ini khawatir pekerjaan menumpuk yang banyak menyita energi dan waktu itu membuat tubuhnya gampang sakit. “Kondisi tubuh bisa tidak fit ketika pekerjaan banyak dan kurang istirahat. Setelah membaca buku terapi air seni, saya coba saja dan khasiatnya memang nyata.”

Terapi air seni itu, kemudian ia tawarkan pula ke teman-temannya, namun banyak yang menolak dengan alasan jijik. “Kebanyakan orang merasa jijik begitu melihat warna dan mencium baunya. Padahal itu baik untuk kesehatan tubuh,” kata Vicky yang tidak berkecil hati ketika teman-temannya menolak terapi air seni itu. Vicky mengaku setiap pagi ia minum air seninya yang pertama kali. Ia tidak merasa jijik, padahal warnanya lebih pekat dan baunya juga menyengat. Namun, manfaat yang dirasakannya kini ia merasa tubuhnya fit, meskipun pekerjaan cukup banyak.

Sementara untuk menjaga perutnya selalu langsing atau bagian-bagian yang rawan timbunan lemak, ia tangkal dengan olahraga. Selain terapi air kencing, Vicky juga memilih menjadi vegetarian. “Makan sayur dan buah-buahan membuat tubuh sehat. Buah dan sayur mengandung banyak vitamin, mineral, dan unsur gizi lainnya. Dan, ternyata enak menjalani hidup sebagai vegetarian,” kata Vicky yang senang melakukan hal-hal baru.

&&&

Categories: TERAPI ALTERNATIF | Tags: , , , | 54 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.