APA ITU HIZIB?


Santosoiman Wahyu
santosoimanwahyu@yahoo.com

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam hormat untuk para sedulur dan sesepuh KWA. Numpang lewat saja sambil ngasih coret-coretan anggap saja sebagai oretan-oretan lemah dari orang yang kurang pengetahuannya saja. Tiada maksud untuk menggurui atau menghakimi dari tulisan lain sekedar urun rembug dan share saja. Saya minta maaf sekali jika tidak berkenan di hati saudara. Jika memang mengganggu anggap saja tulisan sekedar lewat..

Bismillah. Saya mencoba mengkaji Apa Itu Hizib. Hizib adalah Rangkaian doa yang diambil asrar dari ayat-ayat Al-quran, kutipan hadist serta doa dari Nabi Allah yang disusun oleh waliyullah berdasarkan urut asbabun nuzul dengan latar belakang penyusun (waqi’iyyah) berdasarkan ilham dari Allah SWT atau Nabi Muhammad SAW.

Hizib berbeda dengan Ratib walau sama-sama mengandung ayat-ayat Al-quran dan Doa Karena pada Hizib di rancang untuk kalangan tertentu sedangkan ratib untuk umum sebab karena pada hizib banyak sirr (Rahasia tersembunyi) dan pada hizib lebih banyak Izmul A’zam (Asma Allah yang Agung). Sehingga Hizib mempunyai fadhilah yang luar biasa. (Wallahu A’lam Hanya Allah yang Tahu)

ALASAN HIZIB/AMALAN MEMERLUKAN IJAZAH :
Fadhilah yang luar biasa berkaitan erat dengan ujian Allah yang berat untuk pengamal Hizib diantara : mudah menjadi sombong karena adanya kehebatan hasil hizib. Mudah baik darah dan kehilangan kontrol menjadi darah panas, berkaitan dengan rizki cepat menguap karena panasnya darah.

Berkaitan dengan umur sehingga ada kesiapan mental dan badan si pengamal. Memerlukan pendamping seorang ulama yg mengerti dosis hizib dan sanad ijazah hizib yang tersambung sehingga bisa memantau pengamal hizib. Setiap orang belum tentu sama hak hizibnya. Ada yang cocok dngan hizib ini ada pula yang tidak. Pemberian Hizib berkaitan dengan waktu yang tepat dan hak dari Allah yang di berikan kepada Pengijazah. Alasan-alasan diatas itulah yang menyebabkan suatu hizib tidak bisa di ijazahkan sembarangan kepada semua orang.

Hizib menjadi sekedar bacaan biasa jika : Pengijazahnya tidak mengerti dosis hizib dan tidak tersambung sanad ijazahnya serta belum mengerti ayat-ayat Allah yang tersurat maupun tersirat.. Pengijazahnya bukan guru yang shalih. Tidak mengetahui siapa yang di ijazahkan dan siapa yg mengijazahkan sehingga tidak tahu bacaan yg tepat dan assarnya sehingga tidak mengetahui sirrnya (Rahasianya). Adanya syarat Mahar biaya / untuk komersil. Sehingga tidak ada unsur Ikhlas dan Ridho karna semata-mata Allah Ta’ala. Karena Hizib bukan untuk Jual beli dengan syarat Mahar Apapun. Hizib hak dari Allah. Pemberian seikhlasnya di perbolehkan jika tidak bersangkut paut dengan pemberian hizib.

Contoh: jika tidak di beri sujumlah biaya maka hizib tidak di berikan. Pemberian sekedarnya, ikhlas dan terjadi sesudah hizib diberikan dan atau sesudah Insya Allah berhasil suatu hajatnya. Dan jika tidak diberi pengijazah tidak mempersoalkan karena niatnya hanya Allah semata. Ini saya tekankan karena saat ini banyak sekali orang yang memperjual belikan Hizib dengan alasan Mahar. Sedangkan Allah memberikan hanya meminta mahar ke Tauhid tan kita dan ibadah kita kepada Allah. (Jual beli kepada Allah): Al-Quran At-taubah [111] Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahwa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Al-Quran dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual belinya itu dan (ketahuilah bahawa) jual beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar.

Itulah mengapa Hizib itu ibarat obat yang diberikan oleh dokter kepada Pasiennya. Obat untuk sakit tertentu diberikan oleh orang yang mengerti ilmu kedokteran dan diberikan kepada pasien yang membutuhkan pada waktu yg tepat dengan dosis yang tepat. Jadi tidak dapat dikonsumsi oleh sembarangan seperti orang sehat, anak-anak dan alergi obat.

Sehingga Ratib itu sama dengan Vitamin atau suplemen yang membuat orang tambah sehat dan semangat untuk menjalankan hidup tapi juga tidak berlebihan sehingga manusia bisa seperti yang diharapkan dalam Al-quran dan Hadist. Demikian oret-oretan saya yang kurang pengetahuannya, sekali lagi maaf jika sudah mengganggu dan kalau ada yang salah saya minta maaf dan di koreksi sehingga kita sama sama belajar.

Yang benar dari Allah yang salah pasti dari saya.Semoga Allah memaafkan kita semua. Amin. Dari saya yang baru belajar Alif. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 39 Komentar

RENUNGAN TENTANG KUNCI AMALAN (2)


Gus Santri
muhammadmubarok17@gmail.com

Assalamu’alaikum wr wb.
Ngapunten Ki Wong Alus, kadose tulisan kulo kok wonten ingkang terpotong njih Ki. Menurut kulo niki penting dipun tampilaken. Kekirangan teks yang belum ditampilkan adalah:

Kedua kunci dari amalan di atas juga bisa diibaratkan kunci sepeda motor atau kunci apa pun. Kan pasti ada kunci khususnya. Kunci khusus itu dipegang pemiliknya. Tetapi meski demikian, seorang ahli kunci pasti bisa membuat duplikatnya. Atau bahkan membuat kunci baru yg cocok. Artinya, tukang kunci mempunyai kunci umum dan selalu siap membuat kunci khusus. Seseorang yang ingin mengendarai motor tadi, bisa saja meminjam dari pemiliknya. Itu yang paling mudah. Atau mencari tukang kunci agar dibuatkan duplikatnya atau dibuatkan kunci baru.

Saudaraku, tidak ada satu pun makhluk ALLAH yang dapat mengetahui semua kunci amalan. Tetapi juga tidak ada satu amalan pun yang tidak bisa dicari kunci khususnya. Kalau begitu apa yang mesti kita lakukan? Jawabannya, jadilah seperti tukang kunci. Dia tidak menyiapkan semua kunci khusus. Karena kunci khusus itu tak terhitung jumlahnya, sebanyak semua barang yang terkunci. Tetapi, dia siap membuat duplikat kunci atau kunci baru sesuai dengan kebutuhan. Hanya sesuai kebutuhan saja.

Saudaraku, misalnya kita ingin kuncinya amalan LAA ILAAHA ILLALLOOH. Maka salah satu kunci umum yang bisa saya sampaikan adalah bacalah sebanyak banyaknya dengan khusyu’, khudhur, ikhlas, yaqin dan mantap kepada ALLAH pada setiap waktu. Dan pada waktu yang khusus seperti sesudah sholat dan tengah malam bacalah berapa kali yang Saudaraku yakini. Misalnya, sebanyak hitungan ganjil yang disukai ALLAH sperti 3/5/7/11/21/41. Atau sebanyak bilangannya, yakni 165 (LAA=31+ILAAHA=36+ILLA=32+ALLAH=66). Atau sebanyak hitungan yang dianggap banyak dalam riyadhoh, seperti 500, 1000, 5000, 10.000 dll. Atau sebanyak hitungan yang mempunyai makna khusus, seperti 313 (jumlah rosul yang muttafaqun ‘alaihim dan jumlah Ash habul badr) dan lain sebagainya.

Kemudian istiqomah-lah, ajeg-lah, bersabar-lah, dan selalu ikhlas-lah. Suatu saat kita pasti akan ketemu sendiri dengan kunci khususnya. Dan kalau sudah ketemu, maka karomah, hikmah, ilmu, anugerah, nikmat, rahmat, derajat dan apa pun kehendak kita insyaallah akan dicurahkan kepada kita dan diwujudkan senyata nyatanya. Meskipun, pada saat itu, kita sudah tidak berkehendak apa-apa kecuali mendapatkan ridho dari Sang Kekasih Sejati ALLAH SUBHAANAHUU WA TA’AALA saja. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 28 Komentar

OBAT & DOA UNTUK MENGOBATI LUKA BAKAR


asya_dillah@ovi.com

Asslkm..wa rohmah.. Salam cinta dan sayang ALLAH semoga tercurah untuk para sesepuh KWA dan para ikhwan/akhwat di kampus yg mudah2an Allah slalu meridhoi. Agar kulit yg tersiram air panas atau terbakar tdk menimbulkan rasa panas dan luka yg lbh parah,seperti melepuh,infeksi,para ikhwan/akhwat dpt mengatasi nya dgn cra seperti di bwh ini:

-Bacalah ayat ini 3 x tanpa nafas YAA NAARU KUUNI BARDAN WA SALAAMAN. artinya:”Wahai api,jadilah kamu dingin dan selamat”(QS.Al-Anbiyaa:69)
-Kemudian tiupkanlah atau ludahkanlah pada tmpt yg luka.
-Setelah itu carilah getah pisang apa saja yg masih mentah untuk di usapkan pada luka tersebut.
-Usahakan luka terhindar dari air.

Mudah2an amalan yg ana share ada manfaat nya buat para ikhwan/akhwat KWA. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 19 Komentar

AJI BRAJAMUSTI (VERSI MATARAM)


Singo Luedro
mahsun_qoiri@yahoo.co.id

Assalamualaikum.nuwun sewu ki wong alus soho sedulur sedoyo anggota kwa.ijinkan sy yg miskin ilmu ini kembali berbagi setetes ilmu dgn panjenengan sedoyo.ajian ini berfungsi melindungi dan memperkuat tubuh dan menambah daya pukulan hingga berlipat ganda.semua senjata tajam trmsk bbrp senjata pusaka insyaAllah tak akan mempan jika berhadapan dgn ajian ini.tatacara pengamalannya:hr pertama mandi keramas dgn bunga tujuh rupa.lalu mulailah puasa nglowong 7hr. Selama puasa bc mantra berikut:

INGSUN MATEK AJIKU SI BRAJAMUSTI. KANG ANENG PRINGGONDANI,PURUBAYA,PURUBAYA,PURUBAYA.OTOTKU KAWAT, BALUNGKU WESI, KULITKU TEMBOGO, DENGKULKU PARON. DAGINGKU WAJA. EPEK EPEKKU WESI MEKANGKANG. ANTEP TANPA SAMA. AJUR MUMUR KETIBAN TANGANKU. HEH IYO AKU PURUBAYA RATUNING WESI KABEH. SAKABEHING BRAJA NGLUMPRUK KADI KAPUK.TAN ANA TUMAMAMA ING BADANKU.

bila akan di gunakan bc mantra satu kali.pantangan jangan sekali kali memukul dgn tangan kiri.bg sedulur yg mau mengamalkan monggo. Nyuwun hadiah fatihah kagem Gus Ham (padepokan suryo pitu) kudus.sungkem kulo kagem poro sesepuh sedoyo. Wassalamu’alaikum.wrwb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 155 Komentar

DOA UNTUK MENYEMBUHKAN SAKIT DALAM


Ahmad Ahmad
mahlulqiyam@yahoo.com

Assalamu ‘alaikum wr wb kepada segenap pengunjung blog kampus wongalus, saya yg msh awwam dan miskin ilmu ingin berbagi sdikit dr yg saya tau kpd para pembaca skalian. walaupun saya org awam, tp saya sudah merasakan sendiri manfaat dan khasiat do’a ini, do’a ini bs di gunakan utk menyembuhkan penyakit2 dalam sprti jantung, paru2 dan lainnya, tp smata2 ini adalah do’a dan ikhtiar kita, dan yg memberikan kesembuhan tiada lain hanyalah yg di atas ALLAH ‘AZZA WAJALLA. berikut ini adalah do’anya:

”WA BIL HAQQI ANZALNAAHU, WA BIL HAQQI NAZALA ”

Tata cara menggunakannya, dibaca 7x sambil tahan nafas, kmudian di tiupkan ke telapak tangan, lalu di usap2kan di bagian yg sakit. adapun sblm membaca tawassul dulu sbb:
1. ila hadrotinnabiyyil mustofa saw alfatihah…
2. ila hadroti abil ‘abbas alkhodiru alaihissalam alfatihah…
3. ila hadroti abil husaini ahmadabni abil khuwaaro alfatihah…
agar lbih berdaya guna sbaiknya tawassul di baca stiap hari sesudah shlt mgrib.

smoga bermanfa’at. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 49 Komentar

HAKEKAT HARI RAYA


Ki Ageng Jembar Jumantoro kiagengjembarjumantoro@yahoo.co.id

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. SUMINARING SURYA ENJANG DINTEN RIYADIN, PETHAK CINANDRA RESIK ING WARDAYA. MANGAYUBAGYA DINTEN RIYADIN 1431 H. NYUWUN AGUNGING PANGAJSAMI LEPAT SEDULURKU SEMUA… SELAMAT ‘IEDUL FITRIL 1 SYAWAL 1431 HIJRIYAH, SEMOGA MENJADI HAMBA YANG MUTTAQIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN KEPADA SESEPUH DAN SEDULUR SEMUA ANGGOTA KWA

Allahuma ya Allah, ya Tuhan kami. Terimalah segala amal ibadah kami, terimalah ibadah shaum kami, terimalah shalat kami, dan amal ibadah kami lainnya. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang selalu bertaqwa yang ridha dan ikhlas untuk melaksanakan segala aturan dan perintah Mu, yang ridha dan ikhlas serta menjadikan Islam sebagai benteng kehidupan kami, dan menjadikan al-Qur’an sebagai imam dan petunjuk hidup kami, dan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam sebagai panutan kami.

Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya kariim, kullu amin wa antum bi khairin. Maaf lahir dan bathin. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya. Monggo dulur –dulur selamat menikmati kajian meniko.

Hari raya adalah saat berbahagia dan bersuka cita. Kebahagiaan dan kegembiraan kaum mukminin di dunia adalah karena Tuhannya, yaitu apabila mereka berhasil menyempurnakan ibadahnya dan memperoleh pahala amalnya dengan kepercayaan terhadap janji-Nya kepada mereka untuk mendapatkan anugerah dan ampunan-Nya. Allah Ta ‘ala berfirman : “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ” (Yunus: 58).

Sebagian orang bijak berujar: “Tiada seorang pun yang bergembira dengan selain Allah kecuali karena kelalaiannya terhadap Allah, sebab orang yang lalai selalu bergembira dengan permainan dan hawa nafsunya, sedangkan orang yang berakal merasa Senang dengan Tuhannya.”

Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba di Madinah, kaum Anshar memiliki dua hari istimewa, mereka bermain-main di dalamnya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah telah memberi ganti bagi kalian dua hari yang jauh lebih baik, (yaitu) ‘Idul fitri dan ‘Idul Adha (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i dengan sanad hasan).

Hadits ini menunjukkan bahwa menampakka rasa suka cita di hari Raya adalah sunnah da disyari’atkan.. Maka diperkenankan memperluas hari Raya tersebut secara menyeluruh kepada segenap kerabat dengan berbagai hal yang tidak diharamkan yang bisa mendatangkan kesegaran badan dan melegakan jiwa, tetapi tidak menjadikannya lupa untuk ta’at kepada Allah.

Adapun yang dilakukan kebanyakan orang di saat hari Raya dengan berduyun-duyun pergi memenuhi berbagai tempat hiburan dan permainan adalah tidak dibenarkan, karena hal itu tidak sesuai dengan yang disyari’atkan bagi mereka seperti melakukan dzikir kepada Allah. Hari Raya tidak identik dengan hiburan, permainan dan penghambur-hamburan (harta), tetapi hari Raya adalah untuk berdzikir kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Makanya Allah gantikan bagi umat ini dua buah hari Raya yang sarat dengan hiburan dan permainan dengan dua buah Hari Raya yang penuh dzikir, syukur dan ampunan.

Di dunia ini kaum mukminin mempunyai tiga hari Raya: hari Raya yang selalu datang setiap minggu dan dua hari Raya yang masing-masing datang sekali dalam setiap tahun. Adapun hari Raya yang selalu datang tiap minggu adalah hari Jum’at, ia merupakan hari Raya mingguan, terselenggara sebagai pelengkap (penyempurna) bagi shalat wajib lima kali yang merupakan rukun utama agama islam setelah dua kalimat syahadat.

Sedangkan dua hari Raya yang tidak berulang dalam waktu setahun kecuali sekali adalah: 1. ‘Idul Fitri setelah puasa Ramadhan, hari raya ini terselenggara sebagai pelengkap puasa Ramadhan yang merupakan rukun dan asas Islam keempat. Apabila kaum muslimin merampungkan puasa wajibnya, maka mereka berhak mendapatkan ampunan dari Allah dan terbebas dari api Neraka, sebab puasa Ramadhan mendatangkan ampunan atas dosa yang lain dan pada akhirnya terbebas dari Neraka.

Sebagian manusia dibebaskan dari Neraka padahal dengan berbagai dosanya ia semestinya masuk Neraka, maka Allah mensyari’atkan bagi mereka hari Raya setelah menyempurnakan puasanya, untuk bersyukur kepada Allah, berdzikir dan bertakbir atas petunjuk dan syari’at-Nya berupa shalat dan sedekah pada hari Raya tersebut. Hari Raya ini merupakan hari pembagian hadiah, orang-orang yang berpuasa diberi ganjaran puasanya, dan setelah hari Raya tersebut mereka mendapatkan ampunan.

2. Idul Adha (Hari Raya Kurban), ia lebih agung dan utama daripada ‘Idul Fitri. Hari Raya ini terselenggara sebagai penyempurna ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima, bila kaum muslimin merampungkan ibadah hajinya, niscaya diampuni dosanya.

Inilah macam-macam hari Raya kaum muslimin di dunia, semuanya dilaksanakan saat rampungnya ketakwaan kepada Yang Maha Menguasai dan Yang Maha Pemberi, di saat mereka berhasil memperoleh apa yang dijanjikan-Nya berupa ganjaran dan pahala. (Lihat Lathaa’iful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 255-258)

PETUNJUK NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM TENTANG HARI RAYA Pada saat hari Raya ‘Idul Fitri, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenakan pakaian terbaiknya dan makan kurma -dengan bilangan ganjil tiga, lima atau tujuh- sebelum pergi melaksanakan shalat ‘Id. Tetapi pada’Idul Adha beliau tidak makan terlebih dahulu sampai beliau pulang, setelah itu baru memakan sebagian daging binatang sembelihannya.

Beliau mengakhirkan shalat ‘Idul Fitri agar kaum muslimin memiliki kesempatan untuk membagikan zakat fitrahnya, dan mempercepat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha supaya kaum muslimin bisa segera menyembelih binatang kurbannya. Mengenai hal tersebut, Allah Ta ‘ala berfirman : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah ” (Al Kautsar: 2).

Ibnu Umar sungguh dalam mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar untuk shalat ‘Id kecuali setelah terbit matahari, dan dari rumah sampai ke tempat shalat beliau senantiasa bertakbir. Nabi shallallahu blaihi wasallam melaksanakan shalat’ Id terlebihdahulu baru berkhutbah, dan beliau shalat duaraka’at• Pada rakaat pertama beliau bertakbir 7 kali berturut-turut dengan Takbiratul Ihram, dan berhenti sebentar di antara tiap takbir. Beliau tidak mengajarkan dzikir tertentu yang dibaca saat itu. Hanya saja ada riwayat dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Dia membaca hamdalah dan memuji Allah Ta ‘ala serta membaca shalawat.

Dan diriwayatkan bahwa Ibnu Umar mengangkat kedua tangannya pada setiap bertakbir. Sedangkan Nabi shallallah u ‘alaihi wasallam setelah bertakbir membaca surat Al-Fatihah dan “Qaf” pada raka’at pertama serta surat “Al-Qamar” di raka’at kedua. Kadang-kadang beliau membaca surat “Al-A’la” pada raka’at pertama dan “Al-Ghasyiyah” pada raka’at kedua. Kemudian beliau bertakbir lalu ruku’ dilanjutkan takbir 5 kali pada raka’at kedua lain membaca Al-Fatihah dan surat. Setelah selesai beliau menghadap ke arah jamaah, sedang mereka tetap duduk di shaf masing-masing, lalu beliau menyampaikan khutbah yang berisi wejangan, anjuran dan larangan.

Beliau selalu melalui jalan yang berbeda ketika yang terkenal sangat bersungguh-mengikuti sunnah Nabi shallallahu berangkat dan pulang (dari shalat) ‘Id.’ Beliau selalu mandi sebelum shalat ‘Id. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memulai setiap khutbahnya dengan hamdalah, dan bersabda : “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan hamdalah, maka ia terputus (dari berkah). ” (HR.Ahmad dan lainnya).

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata : “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menunaikan shalat ‘Id dua raka’at tanpa disertai shalat yang lain baik sebelumnya ataupun sesudahnya. ” (HR. Al Bukhari dan Muslim dan yang lain).

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat ‘Id itu hanya dua raka’at, demikian pula mengisyaratkan tidak disyari’atkan shalat sunnah yang lain, baik sebelum atau sesudahnya. Allah Mahatahu segala sesuatu, shalawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, seluruh anggota keluarga dan segenap sahabatnya.

Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah . Wassalamu alaikum wr. Wb. Kiageng Jembar Jumantoro @@@

Categories: HAKEKAT HARI RAYA | 21 Komentar

TIGA TINGKATAN YAKIN


Gus Santri
muhammadmubarok17@gmail.com

Assalamu’alaikum wr wb. Izinkanlah saya menuliskan sedikit ilmu tentang yakin. Agar menjadi pemacu semangat kita menjadi insan kamil (jalmo utami/menungso kang paripurno atau manusia sempurna) di hadapan ALLAH SWT.

Bismillahirrahmanurrahiim. Tingkatan yakin ada tiga. Yakni, ‘Ilmul Yaqiin, haqqul Yaqiin dan ‘Ainul Yaqiin.

‘Ilmul Yaqiin adalah yakin yang dihasilkan oleh ilmu. Maka mencapainya adalah dengan banyak belajar dengan berbagai cara. Membaca kitab dan buku, melihat kejadian dan peristiwa, mendengar dari guru dan sahabat, dsb. Tingkatan ini tidak mudah diraih. Namun ini yang paling mungkin dicapai oleh seorang mukmin. Misalnya, kita meyakini adanya ALLAH itu dapat mencapai ‘Ilmul Yaqiin dengan banyak membaca dan menyimak berbagai literatur yang membuktikan keberadaan-Nya. Tanda tandanya bahwa kita mencapai ‘Ilmul Yaqiin adalah keyakinan sangat mantap dan tidak dapat dirubah oleh apa pun. Keyakinan seperti ini adalah keyakinan Para Alim Ulama dan Para Wali Allah.

Yang kedua adalah haqqul Yaqiin. Yaitu yakin yang dihasilkan oleh ilmu yang diamalkan dengan tekun. Kita dapat mencapainya dengan berusaha keras mengamalkan syari’at islam secara penuh dan istiqomah. Tanda-tandanya kita mencapai haqqul Yaqiin adalah merasa nikmat dalam beribadah dan berbuat kebajikan. Mudah melakukan hal yang diridhoi ALLAH dan tidak mau melangkah ke jalan yang tidak di ridhoi-Nya. Keyakinan seperti ini adalah keyakinan Para Wali Allah yang lebih tinggi.

Tingkatan yakin ketiga adalah ‘Ainul Yaqiin. Tingkatan ini tidak dihasilkan oleh usaha. Tetapi semata mata anugerah pemberian ALLAH kepada orang yang DIA pilih. Kita hanya dapat berusaha maksimal mencapai haqqul Yaqiin dan menyiapkan diri, siapa tahu ALLAH memilih kita mendapatkan ‘Ainul Yaqiin. Keyakinan ini adalah keyakinan Para Nabi dan Rosul Allah serta merupakan keyakinan Para Wali Allah tingkat puncak.

Saya berikan sebuah contoh penggambaran ketiga yakin di atas. Seseorang berada di dalam rumah gedung tertutup. Dia diberi tahu bahwa keadaan di luar rumah terjadi hujan. Lalu dia yakin bahwa di luar hujan. Maka keyakinan itu adalah ‘Ilmul Yaqiin. Seandainya dia membuka jendela dan betul-betul melihat tetes-tetes hujan turun. Lalu dia yakin bahwa di luar hujan. Maka keyakinan itu disebut haqqul Yaqiin.

Dan terakhir, seandainya dia keluar rumah dan berjalan ke halaman hingga dirinya basah kuyup oleh air hujan. Lalu dia yakin seyakin-yakinnya bahwa memang terjadi hujan. Maka itulah yang disebut ‘Ainul Yaqiin.

@@@

SEBUAH RENUNGAN TENTANG KUNCI AMALAN

muhammadmubarok17@gmail.com

Assalamu’alaikum wr wb. Salam hormat takdzim dan menjura dalam kepada Ki Wong Alus, Semua Sesepuh, dan Semua Saudaraku Anggota Kampus Wong Alus . Perkenankanlah saya menulis sebagai bahan renungan kita di dalam mengamalkan suatu amalan.

Ada sebuah pertanyaan mampir ke email saya. Apakah setiap amalan ada kuncinya? Bagaimana cara mengetahuinya? Berikut ini jawaban saya: Kalau yang dimaksudkan dengan kunci adalah cara agar memperoleh manfaat dari amalan tsb. Maka memang ada kuncinya. Dan kunci itu ada dua macam. Kunci umum dan kunci khusus.

Kunci umum itu cuma satu, yaitu niat yang mantap ditambah ikhlas karena ALLAH TA’AALA semata mata disertai dengan izin dan ridho dari-Nya. Sedangkan kunci khusus itu sangat banyak tak tehitung. Salah satu cara dari kunci khusus adalah dengan membacakan fatihah kepada malaikat penjaga amalan tersebut. Dan fatihah kepada guru yang memberikan amalan tersebut. Mengapa malaikat? Karena dia seolah-olah tuan rumah yang memegang kunci rumahnya. Mengapa guru? Karena beliau adalah lantaran sampainya ilmu kepada kita. Bukankah tanpa diberi tahu kita tidak akan pernah tahu?

Seseorang yang ingin masuk suatu rumah harus minta izin dulu kepada tuan rumahnya. Dia harus sabar sampai tuan rumah membukakan pintu. Baru dia dapat masuk rumah dan mendapatkan jamuan. Semakin dia akrab dengan tuan rumah semakin banyak jamuan dihidangkan. Dan kalau sudah sangat akrab maka berlaku seperti keluarga sendiri. Silakan ke manapun sudut rumah dan menikmati semua fasilitas yang ada. Tuan rumah itulah Para Malaikat penjaga amalan ayat, dzikir, wirid, sholawat dan doa.

Demikianlah, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum wr wb.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 113 Komentar

ILMU LEBUR SEBAYU


Ruli ansyah
rully.merry@gmail.com

Asslkm, buat sedulur KWA izin untuk berbagi yaitu ILMU LEBUR SEBAYU, amalan yg dpt membuat musuh loyo tiada daya saat menyerang:
1. puasa 3 hari di mulai selasa atau kamis
2. niat puasa mencari ridho Allah
3. Slama puasa melakukan sholat tahajud dan hajat
4. hajat pakai kulhu 4 rakaat 2 kali slm pakai
5. selama puasa baca amalan 41 kali selesai hajat dan tahajud selesai
sholat fardhu 3 kali
5. Baca BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM WA’ UFAWWIDHU AMRII ILALLAAH
‘ASALLAAH AYYAKUFFA BA’ SALLADZIINAKAFARUU WALLAAHU ASSYADDU BA’SAWWA ‘ASYADDU TANKIILAA’
6. untk terus menyimpan energi bathin harus slalu di baca selesai shubuh dan magrib
7. bila ingin di gunakan baca sholawat 1 kali dan amalan 3 kali.

silahkan bagi yg ingin mengamalkn dan berkehendak. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 37 Komentar

ILMU KHODAM REZEKI


noer_langit77@yahoo.co.id

Assalamua’alaikum WR.WB. Puji syukur kehadirat illahi Robbi gusti ALLAH SWT atas segala karunia yang tlah dianugerahkan kepada kita semua ciptaanNYA. Salam ta’dzim kita Padepokan ”Nur Langit” kepada ki wongalus beserta sesepuh pengampuh blog ini.

Terima kasih atas kepercayaan sedulur semua yg menghubungi saya via SMS/telp serta E-mail, sungguh saya ini Cuma manusia yg lemah tanpa punya daya upaya dan kekuatan, semua kembali hanya milik Gusti ALLOH SWT Tuhan saya dan Tuhan kita semua yang maha segalanya, sesungguhnya tetap permohonan dan do’a hanya wajib kita panjatkan kehadirat gusti ALLAH SWT yg maha kuasa atas segalanya, Jadi jangan menjadikan syirik atas apapun itu karena semua ini apa itu berupa ilmu atau benda hanyalah makluk. Sudah menjadi keniscayaan percaya atau tidak kekuatan metafisik lewat laku spiritual semisal : lantunan do’a khusus, amalan-amalan ilmu hikmah, dzikir, istighotsa, riadho/tirakat, shodaqoh, puasa, qiyamullail, do’a ortu, do’a para guru/kyai/ustadz, sahabat dll. Bisa bekerja mendukung apa yang kita harapkan insyaALLAH. Peliharalah rasa yaqin sebagai suatu bumbu penyedap dari semua syariat bersifat multi amal, karena manusia itu makluk yg sangat lemah hanya punya ikhtiar atau sebab dan yang menentukan hanyalah gusti ALLAH SWT semata. Allahu a’lam bissawab

Atas permintaan semua dulur melalui Telp/SMS untuk sekian kalinya saya sebarkan/amalkan amalan yang dalam dunia Hikmah khosiatnya sangat luar biasa dalam membuka pintu rizki dan apabila anda beruntung akan ditemui khodamnya, amalan ini salah satu dari sekian amalan saya disaat dapat ujian himpitan ekonomi dan lilitan hutang, benar apa yang dinasehatkan kanjeng Rosul dalam hadits ”bahwa hutang itu bikin hidup kita tidak tenang” saya sendiri mengalami pengalaman tsb dengan diteror, ancaman demi ancaman, tidur tidak tenang, stress bahkan para preman/orang suruhan yang nagih hutang tsb pernah saya ajak duel karena saking stresnya padahal itu sangat konyol tapi memang pada saat itu saya sudah belajar kanuragan/kejadugan sebelum merantau kebandung dan sampai sekarang hutang itu belum lunas semua, sehingga mendorong saya terjebur dan masuk kedunia spiritual, dunia kegoiban, keparanormalan ini.

Puji syukur Alhamdulillah sekarang lebih tenang karena badai tsb sudah berkurang tapi saya yaqin ada kemurahan dan hikmah dari gusti ALLOH SWT dibalik setiap ujian dan cobaan, setiap ada satu masalah maka tersedia dua kemudahan seperti dalam Q.S.Alam Nasyroh, dan juga gusti ALLOH SWT tentunya memberi ujian itu sesuai dengan kemampuan serta kesanggupan setiap manusia tsb seperti dalam Q.S.Al Baqoroh 3 ayat terakhir. Jujur memang tidak seketika setelah kita mengamalkan trus semua masalah kita selesai atau ujug-ujug /seketika dapat duit gepokan atau dapat duit sekarung dari langit, bukan begitu tapi secara bertahap kemudahan demi kemudahan akan datang.

Saya juga jujur setelah mengamalkan amalan ini apa trus semua masalah keuangan akan selesai, jawabnya hanya gusti ALLOH SWT yang maha kuasa atas segalanya, bagi ALLAH SWT semua muda tanpa terkecuali kalau Dia sudah berkehendak hanya dengan ”Kun Fayakun” maka haqqul yaqin pasti terjadi, karena tidak ada yang mustahil kalau ALLAH SWT sudah berkehendak semua akan menjadi muda. Jadi semua bertahap tapi yang pasti dan itu modal yang sangat penting dalam menghadapi ujian berat apapun hati kita akan semakin damai, tentram jauh dari rasa putus asa karena kita Cuma bergantung pada kuasa gusti ALLOH SWT insya ALLAH bi’idznillah. Jangan berputus asa dari rahmat ALLAH SWT karena Dia Maha kaya, maha rahman dan maha rohiim.

Saya nasehati diri sendiri dan para sedulur yang mau mengamalkan untuk lebih rajin lagi ibadah, jaga sholatnya, mohon do’a restu kedua orang tua dengan sujud tawaduk dikakinya, bila perlu ini merupakan ajaran dan amalan dari kyai saya dengan minta dilangkahi kedua orang tua kita 3x balikan dengan membaca Syahadat dan sholawat, jadikan tetesan air mata ibu dan bapak kita sebagai air kehidupan yang menyejukkan, bila perlu minum air ludahnya, jilat keringatnya..!!! apa kita sudah pernah???!! (ini merupakan bahasa simbol saja jadi jangan menjadi perdebatan dalam tataran syareat) jadika amalan ini dalam rangka membuka pintu keberkahan, membuka pintu langit dan pintu syurga dengan jimat sejati yaitu do’a restu dan ridho dari kedua orang tua kita, bukankah ” ridhollohu fii ridho walida’ini….” Ridho gusti ALLAH SWT itu ada pada ridho kedua orang tua kita, bukankah syurga itu berada ditelapak kaki ibu…… renungkan dan amalkan untuk kita lebih berbakti pada kedua orang tua kita. Mintalah do’a para guru, kyai dan ustadz kita, do’a orang-orang alim/soleh, do’a dari keluarga, teman dan sahabat semua. Amalkan amalan ini dengan ikhlas, penuh keyaqinan atas pertolongan gusti ALLAH SWT dan istiqomah tanpa bosan bukankah dalam kaidah pesan para sufi ”itiqomah itu lebih afdhol dan lebih dasyat dari 1000 karomah” allahu’alam bissawab. Ini amalannya tsb::

ILMU KHODAM REZEKI

1. BACALAH : “ALLOH” 5000 X, YA HAYYU YA QOYYUM 1000 X, LALU BERDO’A : YA ALLAH BERILAH RIZKI YG BERLIMPAH DAN MAMPU MEMBAYAR HUTANG,AMIIN.
2. BACALAH : ALA LAHUL KHOLQU WAL AMRU TABAROKALLOHU ROBBUL ‘ALAMIN 1111 X.
3. DIKERJAKAN TENGAH MALAM, INSYA’ ALLAH REZEKI BERLIMPAH DAN DITEMUI KHODAMNYA NANTI DAN DIBERI HARTA, BILA ANDA BENAR-2 KESULITAN.
4. SEBELUMNYA SHOLAT HAJAD DULU 2 ROKAAT
5. MEMBAKAR GAHRU ATAU BUHUR AL WANGI ATAU MINYAK WANGI
6. KERJAKAN DENGAN NIAT DAN PASRAH APA YG TERJADI

ILMU PELARISAN

1. BACALAH SYAHADAT MASING-2 24 X DIMULAI ARAH BARAT, UTARA,TIMUR DAN SELATAN. JADI SETIAP ARAH 24 X LALU KEMBALI KEBARAT BERDO’A SESUAI HAJAD.
2. DIKERJAKAN SEBELUM KELUAR RUMAH ATAU MAU USAHA.

AMALAN UNTUK MELUNASI HUTANG DAN MENDAPAT RIZKI BERLIMPAH

1. KIRIM AL FATEHA PADA NABI MUHAMMAD SAW 1 X, PADA SYECH ABDUL QODIR AL JAELANI 1X, PADA MALAIKAT JIBRIL AS, MIKAIL AS, ISROFIL AS, IZROIL AS 1 X
2. BACALAH : “ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMADINIL MAB’US, SHOLAATAN KAAMILATAN TAJARRU BIHAL AMWALU WALFULUS, WAL MAT’UMATA WAL MAALA BIYADII FI AYYI SA’ATTIN FIL QIYAMI WAL JULUS 100 X, di baca pada malam hari diatas jam 22.00 malam.
3. SHODAQOH MINIMAL Rp. 100,- dan MAKSIMAL TERSERAH HARUS SHODAQOH SETIAP HARI.
KEGUNAAN AMALAN INI UNTUK MELUNASI HUTANG DAN MENDAPAT REZEKI BERLIMPAH BILA BERUNTUNG AKAN DITEMUI KHODAMNYA MALAIKAT.

Semoga amalan ini bermanfaat bagi umat, terutama anggota atau siswa KWA, semoga juga menjadi amalan jariyah bagi ustadz yang pernah meng-ijazahkannya dan juga bagi keluarga besar sanggar spiritual ”Nur Langit” dimanapun berada. Salam persaudaraan bagi semua, semoga persaudaraan kita terikat oleh ALLOH semata. Puji syukur slalu semoga senantiasa kita panjatkan dan haturkan hanya pada gusti pangeran ALLOH SWT yang menggenggam setiap jiwa, maha dari segala maha. Sholawat serta salam semoga terlimpahkan slalu pada junjungan kita kanjeng Rosul Muhammad SAW. Seberta para keluarga, sohabat, tabi’in, ta’biit-ta’bi’in dan safaatnya akan mengguyur kita umatnya seperti air hujan dari langit. Amien allhuma astajib lakum, amien ya robbal a’lamiin. Mohon maaf apabila ada slilit riya’, ujub dll semoga ikhlas untuk kami.amiin.

Wassalam,
Pengasuh ”NUR LANGIT”
Gus Noer_santri mbelink (HP: 0856 2020 397)

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 163 Komentar

BERPISAH DENGAN RAMADHAN


kiagengjembarjumantoro@yahoo.co.id

Assalamu’alaikum Wr. Wb. sedulurku semua… Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya. Monggo dulur –dulur kita hayati sebentar kajian berpisah dengan Ramadhan.Semoga bermanfaat buat kita semua.

Disebutkan dalam Shahihain sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa puasa bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari (Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ”

Dan dalam Musnad Imam Ahmad dengan sanad hasan disebutkan: “Dan (dosanya) yang Kemudian. “”Barangsiapa mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar, karena iman dan mengharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari (Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” An-Nasa’i menambahkan: “Diampuni dosanya, baik yang telah lalu maupun yang datang belakangan. “
Ibnu Hibban dan A1Baihaqi meriwayatkan dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda : “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya (ketentuan -ketentuannya) serta memelihara hal-hal yang harus dijaga, maka dihapus dosanya yang telah lalu. ”

Ampunan dosa tergantung pada terjaganya sesuatu yang harus dijaga seperti melaksanakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan segala yang haram. Mayoritas ulama berpendapat bahwa ampunan dosa tersebut hanya berlaku pada dosa-dosa kecil, hal itu berdasarkan hadits riwayat Muslim, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda: “Shalat lima waktu, Jum’at sampai dengan Jum’at berikutnya dan Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa yang terjadi di antara waktu-waktu tersebut, selama dosa-dosa besar ditinggalkan. ”

Hadits ini memiliki dua konotasi : Pertama : Bahwasanya penghapusan dosa itu terjadi dengan syarat menghindari dan menjauhi dosa-dosa besar. Kedua : Hal itu dimaksudkan bahwa kewajiban-kewajiban tersebut hanya menghapus dosa-dosa kecil. Sedangkan jumhur ulama berpendapat, bahwa hal itu harus disertai dengan taubat nashuha (taubat yang semurni-murninya) .

Hadits Abu Hurairah di atas menunjukkan bahwa tiga faktor ini yakni puasa, shalat malam di bulan Ramadhan dan shalat pada malam Lailatul Qadar, masing-masing dapat menghapus dosa yang telah lampau, dengan syarat meninggalkan segala bentuk dosa besar. Dosa besar adalah sesuatu yang mengandung hukuman tertentu di dunia atau ancaman keras di akhirat; seperti zina, mencuri, minum arak, melakukan praktek riba, durhaka terhadap orang tua, memutuskan tali keluarga dan memakan harta anak yatim secara zhalim dan semena-mena.

Dalam firman-Nya, Allah Ta ‘ala menjamin orang-orang yang menjauhi dosa besar akan diampuni semua dosa kecil mereka: “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecilmu) dan Kami memasukkanmu ke tempat yang mulia (Surga). “(An-Nisaa’: 31).

Barangsiapa melaksanakan puasa dan amal kebajikan lainnya secara sempurna, maka ia termasuk hamba pilihan. Barangsiapa yang curang dalam pelaksanaannya, maka Neraka Wail pantas untuknya. Jika Neraka Wail diperuntukkan bagi orang yang mengurangi takaran di dunia, bagaimana halnya dengan mengurangi takaran agama.

Ketahuilah bahwa para salafus shalih sangat bersungguh-sungguh dalam mengoptimalkan semua pekerjaannya, lantas memperhatikan dan mementingkan diterimanya amal tersebut dan sangat khawatir jika ditolak. Mereka itulah orang-orang yang diganjar sesuai dengan perbuatan mereka sedangkan hatinya selalu gemetar (karena takut siksa Tuhannya).

Mereka lebih mementingkan aspek diterimanya amal daripada bentuk amal itu sendiri, mengenai hal ini Allah Ta ‘ala berfirman : “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa. ” (Al-Maa’idah:27).

Oleh karena itu mereka berdo’a (memohon kepada Allah) selama 6 (enam) bulan agar dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan, kemudian berdo’a lagi selama 6 (enam) bulan berikutnya agar semua amalnya diterima.

Banyak sekali sebat-sebab didapatnya ampunan di bulan Ramadhan oleh karena itu barangsiapa yang tidak mendapatkan ampunan tersebut, maka sangatlah merugi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jibril mendatangiku seraya berkata; ‘Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan, lantas tidak mendapatkan ampunan, kemudian mati, maka ia masuk Neraka serta dijauhkan Allah (dari rahmat-Nya). ‘Jibril berkata lagi;’Ucapkan amin’ maka kuucapkan, ‘Amin.’ ” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah)

Ketahuilah saudaraku, bahwasanya puasa di bulan Ramadhan, melaksanakan shalat di malam harinya dan pada malam Lailatul Qadar, bersedekah, membaca Al-Qur’an, banyak berdzikir dan berdo’a serta mohon ampunan dalam bulan mulia ini merupakan sebab diberikannya ampunan, jika tidak ada sesuatu yang menjadi penghalang, seperti meninggalkan kewajiban ataupun melanggar sesuatu yang diharamkan. Apabila seorang muslim melakukan berbagai faktor yang membuatnya mendapat ampunan dan tiada sesuatu pun yang menjadi penghalang baginya, maka optimislah untuk mendapatkan ampunan. Allah Ta ‘ala berfirman : ” Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap dijalan yang benar. ” (Thaaha : 82).

Yakni terus melakukan hal-hal yang menjadi sebab didapatnya ampunan hingga dia mati. Yaitu keimanan yang benar, amal shalih yang dilakukan semata-mata karena Allah, sesuai dengan tuntunan As-Sunnah dan senantiasa dalam keadaan demikian hingga mati. Allah Ta’ala berfirman : “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu apa yang diyakini (ajal).” (AI-Hijr: 99).

Di sini Allah tidak menjadikan batasan waktu bagi amalan seorang mukmin selain kematian. Jika keberadaan ampunan dan pembebasan dari api neraka itu tergantung kepada puasa Ramadhan dan pelaksanaan shalat di dalamnya, maka di kala hari raya tiba, Allah memerintahkan hamba-Nya agar bertakbir dan bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan kepada mereka, seperti kemudahan dalam pelaksanaan ibadah puasa, shalat di malam larinya, pertolongan-Nya terhadap mereka dalam nelaksanakan puasa tersebut, ampunan atas segala dosa dan pembebasan dari api Neraka. Maka sudah selayaknya bagi mereka untuk memperbanyak dzikir, akbir dan bersyukur kepada Tuhannya serta selalu , bertaqwa kepada-Nya dengan sebenar-benar ; ketaqwaan. Allah Ta’ala berfirman : “Dan hendaklah kama mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur. “(Al-Baqarah: 185).

Wahai para pendosa -demikian halnya kita semua, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, karena perbuatan-perbuatan jelekmu. Alangkah banyak orang sepertimu yangdibebaskan dari Neraka dalam bulan ini, berprasangka baiklah terhadap Tuhanmu dan bertaubatlah atas segala dosamu, karena sesungguhnya Allah tidak akan membinasakan seseorang pun melainkan karena ia membinasakan dirinya sendiri. Allah Ta ‘ala berfirman: “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kama berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagri Maha Penyayang. (Az-Zumar: 53).

Sebaiknya puasa Ramadhan diakhiri dengan istighfar (permohonan ampun), karena istighfar merupakan penutup segala amal kebajikan; seperti shalat, haji dan shalat malam. Demikian pula dengan majlis-majlis, sebaiknya ditutup dengannya. Jika majlis tersebut merupakan tempat berdzikir maka istighfar adalah pengukuh baginya , namun jika majlis tersebut tempat permainan maka istighfar berfungsi sebagai pelebur dan penghapus dosa. (Lihat kitab Lathaaiful-Ma’aarif; oleh Ibnu Rajab, hlm. 220-228)

PERINGATAN :
Sebagian orang apabila datang bulan Ramadhan, mereka bertaubat, mendirikan shalat dan melaksanakan badah puasa. Namun jika Ramadhan lewat mereka kembali meninggalkan shalat dan melakukan perbuatan maksiat. Mereka inilah seburuk-buruk manusia, karena mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan saja. Tidakkah mereka tahu bahwa pemilik bulan-bulan itu adalah Satu, berbagai bentuk kemaksiatan adalah haram di setiap waktu dan Allah Maha Mengetahui setiap gerak-gerik mereka di mana saja dan kapan saja. Maka sebaiknya mereka cepat-cepat bertaubat nashuha, yakni dengan meninggalkan berbagai bentuk kemaksiatan, menyesalinya dan bertekad untuk tidak mengulanginya di masa mendatang, sehingga taubatnya diterima Allah dan diampuni segala dosanya. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orangyang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nuur: 31).

Dan dalam ayat yang lain Allah Ta ‘ala berfirman : ” Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai ” (At-Tahrim: 8).

Barangsiapa mohon ampunan kepada Allah dengan lisannya, namun hatinya tetap terpaut dengan kemaksiatan dan bertekad untuk kembali melakukannya selepas Ramadhan, lalu dia benar-benar melaksanakan niatnya tersebut, maka puasanya tertolak dan tidak diterima.

Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, Dzat yang tiada Tuhan yang haq kecuali Dia, Yang Maha hidup dan Berdiri Sendiri. Tuhanku, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku karena sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Ya Allah aku telah berbuat banyak kezhaliman terhadap diriku sendiri dan tiada yang dapat mengampuni dosa melainkan Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, segenap keluarga dan para sahabat beliau.

CATATAN PENTING:
1. Pada bulan Ramadhan tidak sedikit orang yang membuat berbagai variasi pada menu makanan dan minuman mereka. Walaupun hal itu diperbolehkan, tetapi tidak dibenarkan israf (erlebih-lebihan) dan melampaui batas. Justeru seharusnya adalah menyederhanakan makanan dan minuman. Allah Ta ‘ala berfirman : “Makan dan minumlah dan janganlah kalian berbuat israf (berlebih-lebihan), sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat israf. ” (Al-A’raaf: 31),

Ayat ini termasuk pangkal ilmu kedokteran. Sebagian salaf berkomentar: “Allah mengklasifikasikan seluruh ilmu kedokteran hanya dalam setengah ayat,” lantas membacakan ayat ini. ( Lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/210.)

Ayat ini menganjurkan makan dan minum yang merupakan penopang utama bagi kelangsungan hidup seseorang, kemudian melarang berlebih-lebihan dalam hal tersebut karena dapat membahayakan tubuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa disertai dengan berlebih-lebihan dan kesombongan. ” (HR. Abu Daud dan Ahmad, Al-Bukhari meriwayatkannya secara mu’allaq)

Nabi shallallahu halaihi wasallam bersabda lagi : ‘Tiada tempat yang lebih buruk, yang dipenuhi anak Adam daripada perutnya, cukuplah bagi mereka beberapa snap yang dapat menopang tulang punggungnya (penyambung hidupnya) jika hal itu tidak bisa dihindari maka masing-masing sepertiga bagian untuk makanannya, minumnya dan nafasnya. ” (HR. Ahmad, An-Nasaa’i, Ibnu Majah dan At-Tfrmidzi, beliau berkomentar: Hadits ini Hasan, dan hadits ini merupakan dasar utama bagi semua dasar ilmu kedokteran). (Lihat Al Majmu’atul Jalilah, hlm. 452.)

Malik bin Dinar radhiallahu’anhu berkata: “Tidak pantas bagi seorang mukmin menjadikan perutnya sebagai tujuan utama, dan nafsu syahwat mengendalikan dirinya.” Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: “Jika Anda menghendaki badan sehat dan tidur sedikit, maka makanlah sedikit saja.”

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sungguh, di antara yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian adalah nafsu yang menyesatkan dalam perut dan kemaluanmu serta hal-hal yang dapat menyesatkan hawa nafsu. ” (HR.Ahmad).

Ketahuilah, bahwa dampak teringan akibat berlebih-lebihan dalam makan dan minum adalah banyak tidur dan malas melaksanakan shalat tarawih serta membaca Al-Qur’an, balk di waktu malam atau di siang hari. Barangsiapa yang banyak makan dan minumnya, maka akan banyak tidurnya sehingga tidak sedikit kerugian yang menimpanya karena ia telah menyia-nyiakan detik-detik Ramadhan yang mulia dan sangat berharga yang tidak dapat digantikan dengan waktu lain serta tidak ada yang menyamainya. Ketahuilah bahwa waktumu terbatas dan detak nafasmu terkalkulasi rapi, sedangkan dirimu nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas waktumu, dan kamu akan diganjar atas perbuatan yang kamu lakukan di dalamnya. Maka janganlah sekali-kali kamu menyia-nyiakannya tanpa amal perbuatan dan jangan kamu biarkan umurmu pergi percuma, terutama pada bulan dan musim yang mulia dan agung ini.

2. Jika diperhatikan, banyak manusia yang menghabiskan siang hari di bulan Ramadhan hanya untuk tidur mendengkur, sementara malamnya mereka habiskan untuk mengobrol dan bermain-main, sehingga mereka tidak merasakan puasa sedikit pun bahkan tidak sedikit yang meninggalkan shalat berjamaah -semoga Allah menunjukinya. Hal ini mengandung bahaya dan kerugian yang sangat besar bagi mereka, karena Ramadhan adalah musim segala ibadah seperti melaksanakan shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, dzikir, berdo’a dan mohon ampunan. Ramadhan merupakan bilangan hari, yang berlalu dengan cepat dan menjadi saksi ketaatan bagi orang-orang yang taat, sekaligus sebagai saksi bagi para tukang maksiat atas semua perbuatan maksiatnya.

Seyogyanya setiap muslim selalu memanfaatkan waktunya dalam hal-hal yang berguna, janganlah memperbanyak makan di malam hari dan tidur di slang hari, jangan pula menyia-nyiakan sedikit pun waktunya tanpa berbuat amal shalih atau mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri rahimahullah, bahwasanya ia berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan bulan Ramadhan sebagai saat untuk berlomba-lomba dalam amal kebajikan dan bersaing dalam melakukan amal shalih. Maka satu kaum mendahului lainnya dan mereka menang, sedangkan yang lain terlambat dan mereka pun kecewa.”

Ketahuilah bahwa slang dan malam hari itu merupakan gudang bagi manusia yang sarat dengan simpanan amal baik atau buruknya. Kelak pada hari Kiamat akan dibuka gudang ini untuk (diperlihatkan dan diserahkan kepada) pemiliknya. Orang-orang yang bertakwa akan mendapati simpanan mereka berupa penghargaan dan kemuliaan, sedangkan orang-orang pendosa yang menyia-nyiakan waktunya akan mendapatkan kerugian dan penyesalan.

3. Sebagian orang malah begadang sepanjang malam, yang hal tersebut hanya membawa dampak negatif, baik berupa obrolan kosong, permainan yang tidak ada manfaatnya ataupun keluyuran di jalanan. Mereka makan sahur di pertengahan malam dan tertidur sehingga tidak melaksanakan shalat Shubuh berjamaah.

Dalam hal inl banyak hal-hal yang dilarang, di antaranya adalah:
a. Begadang tanpa manfaat, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan berbicara sesudahnya, kecuali dalam hal-hal yang baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Mas’ud : “Tidak diperkenankan bercakapcakap di malam hari kecuali bagi orang yang sedang mengerjakan shalat atau sedang bepergian. ” (HR. Ahmad, As-Suyuti menandainya sebagai hadits hasan).

b. Tersia-siakannya waktu yang amat mahal di bulan Ramadhan dengan percuma, padahal manusia akan merugi sekali dari setiap waktunya yang berlalu tanpa diisi dengan dzikir sedikit pun kepada Allah.

c. Mendahulukan sahur sebelum saat yang dianjurkan dan disunnahkan yakni di akhir malam sebelum fajar.

d. Dan musibah terbesar adalah ia tertidur hingga meninggalkan shalat Shubuh tepat pada waktunya dengan berjamaah, padahal pahalanya sebanding dengan melaksanakan shalat separuh malam bahkan semalam suntuk, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Utsman radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mendirikan shalat Isya’ dengan berjamaah;maka ia bagaikan melaksanakan shalat separuh malam; dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah maka ia bagaikan shalat semalam suntuk. ” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, mereka yang selalu mengakhirkan shalat dan bermalas-malasan dalam melaksanakannya serta menghalangi dirinya sendiri dari keutamaan dan pahala shalat berjamaah yang agung berarti memiliki sifat-sifat orang munafik.

Allah Ta ‘ala berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka; Dan apabila mereka mendirikan shalat mereka mendirikannya dengan malas.” ( An-Nisaa’: 142).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya shalat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Shubuh, jika mereka mengetahui pahalanya, niscaya mereka mendatanginya kendatipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Maka sudah selayaknya -terutama di bulan Ramadhan- setiap muslim segera tidur setelah melaksanakan shalat tarawih, lain secepatnya bangun di akhir malam, kemudian shalat malam dan menyibukkan diri dengan dzikir, do’a, istighfar dan taubat sebelum dan seusai sahur hingga shalat fajar.

Tetapi lebih utama lagi jika ia habiskan malam harinya dengan membaca dan mempelajari Al-Qur’an, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi shallallahu a’alaihi wasallam bersama Jibril ‘alaihis salam.

Allah Ta’ala memuji dan menyanjung orang-orang yang memohon ampunan di akhir malam, sebagaimana dalam firman-Nya :
“Mereka sedikit sekali ridur di malam hari, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah). ” (Adz-Dzaariyaat:17-l8).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam sewaktu malam tinggal sepertiga bagian akhir, lantas berfirman, ‘Barangsiapa berdo’a akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon pasti Aku perkenankan. Barangsiapa minta ampun niscaya Aku mengampuninya, hingga terbit fajar. ” (HR. Muslim)

Maka sudah sepantasnya bagi setiap muslim yang selalu berharap rahmat Tuhannya dan takut terhadap siksaNya- memanfaatkan kesempatan penting ini, dengan berdo’a dan mohon ampun kepada Allah untuk dirinya, kedua orang tuanya, anak-anaknya, segenap kaum muslimin dan para penguasanya. Memohon ampun dan bertaubat kepada Allah di setiap malam bulan Ramadhan dan di setiap saat dari umurnya yang terbatas sebelum maut menjemput, amal perbuatan terputus dan penyesalan berkepanjangan. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bertaubatlah kalian semua orang-orang yang beuiman supaya kalian beruntung. ” (An-Nuur: 31),

Ya Allah terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan ke haribaan Nabi Muhammad, segenap keluarga dan para sahabatnya.

Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah . Wassalamu alaikum wr. Wb.

Kiageng Jembar Jumantoro

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 17 Komentar

AMALAN MENOLAK KEJAHATAN JIN DAN MANUSIA


USTADZ KOMARUDIN AL FIKRI
asysyifaul_hikmah@ovi.com

untuk menghilangkan susah atau takut akan kejahatan jin dan manusia,caranya yaitu shalat sunat 4 raka’at di waktu siang atau malam hari.
1) FATIHAH DAN HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL. 100 X
2) FATIHAH DAN LAILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZH ZHOLIMIN. 100 X
3) FATIHAH DAN SURAT AL MAIDAH AYAT 55 : FA’ASALLAHU AY YA’TIYA BIL FATHI AW AMRIM MIN ‘INDIHI FAYUSHBIHU ‘ALA MA ASARRU FI ANFUSIHIM NADIMIN. 100 X
4) FATIHAH DAN WA UFAWWIDHU AMRI ILALLAHI INNALLAHA BASHIRUM BIL ‘IBAD. 100 X
kalau sudah menjalankan semua itu dengan baik dan benar,maka walaupun jin dan manusia berkumpul menjadi satu untuk berbuat jahat,tidak mungkin mampu.bi idznillah…@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 36 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.