AMALAN MABUK CINTA DARI ACEH


Ini amalan mabuk cinta dari Negeri Serambi Mekah, Aceh Darussalam. Lebih tepat dipraktekkan para pemuda yang sudah siap menikah dan sudah punya calon pacar agar tergila-gila dengan kita.

Caranya:
Puasa 3 hari: Selasa, Rabu dan Kamis dan saat berbuka hindari makanan yang bergaram. Para Kamis malam, berdiri di halaman rumah menghadap orang yang dikasihi. Bila kita tidak tahu tempat tinggalnya maka harus menghadap ke empat penjuru mata angin secara bergantian dengan membaca mantra ini:

NERANJI ALAM TERHEMPAS DI BATANG NYIUR
SAMPAIKAN DOAKU MALAM HARI INI KEPADA RUH … (Nama orang yang dituju), JANGANLAH IA ….. (namanya lagi) DIBERI TETAP TIDUR. APABILA BANGUN DISURUH BERDIRI. APABILA IA BERDIRI DISURUH TERJUN. TIADA BERTANGGA MABUK GILA, MABUK BERCINTA. DATANGLAH RUH ….. BERKAT DOA INI MIMPI ALLAH MIMPI BAGINDA RASULULLAH.

Lalu baca: Laa Ilaaha illallah Muhammadar Rasulullah.

Perhatian: Selama puasa tidak boleh kencing berdiri.
@wongalus,2009

Categories: AMALAN MABUK CINTA | 84 Komentar

NGRAGA SUKMA BERTEMU PARA WALI


Orang yang sudah meninggal, sebenarnya jasad fisiknya saja mati. Ruh/Arwahnya masih tetap hidup di kelanggengan. Kita masih bisa bertemu dengan mereka.

Begitu juga dengan para leluhur penyebar agama Islam. Arwah mereka hingga kini masih bisa kita temui untuk ngangsu kawruh dan kita bisa meminta nasehat pada mereka. Ini amalan untuk bertemu dan terhubung dengan para wali waskita dari tersebut.

Sholat tahajud, 2 rokaat. Selesai sholat dan dalam posisi duduk maka baca Al Fatihah 41 X (empat puluh satu kali) yang ditujukan pada wali yang akan ditemui. Setelah itu baca ayat ini 1000 X:

Alaa ya’lamu man khalaqa wahuwallathiiful khabiir
(QSAl Mulk, 14).

Ucapkan dalam hati doa sebagai berikut: Ya Allah, temukan aku dengan yang terkasih wali……….

Pejamkan mata dan meditasi sehening heningnya. Tunggu sampai wali …. muncul di depan Anda dan sampaikan maksud Anda untuk menemuinya.

@wongalus,2009

Categories: NGRAGA SUKMA BERTEMU WALI | 77 Komentar

AMALAN ANTI SIHIR


Ilmu hitam atau sihir memiliki banyak tingkatan. Semakin tinggi ilmu sihir, maka semakin sulit ditangkal/disembuhkan. Ini amalan untuk mengatasi sihir yang tergolong berat.

Baca ayat kursi sebanyak 1.707 kali setiap malam Senin dan Kamis. Bila perlu lakoni puasa biasa 7 atau 40  hari dimulai pada hari weton penderita sihir. Insya Allah sihir seberat apapun akan sembuh dan tawar dengan ijin-Nya.

@wongalus,2009

 

 

Categories: AMALAN ANTI SIHIR | 17 Komentar

AMALAN JAHAT MENCELAKAI ORANG LAIN


Semoga kita selalu awas eling dan waspada agar terhindar dari apapun jenis kejahatan yang dipancarkan orang lain. Selalu berlindung kepada Allah SWT dan giat berlatih olah batin.

Kita beber di forum ini dengan tujuan agar dengan memiliki “pengetahuan” maka kita akan semakin bijaksana dan justeru tidak membuat kita melakukannya. Kita perlu pengendalian emosi karena orang yang tingkat spiritualnya tinggi pasti tidak akan melakukan perbuatan yang keji dan munkar sebagaimana orang-orang beraliran ilmu hitam.

Cara mereka yang berilmu hitam untuk  ngerjai orang lain dengan mudah sebagai berikut:
1. Usahakan foto/gambar orang yang akan dikerjai
2. Tanam foto di tanah dengan ditindih batu/bata di dekat tungku yang terbuat dari tanah (Jawa: tumang, luweng).
3. Sebelumnya, batu bata ditempeli dengan kertas yang ditulisi ayat yang bunyinya sebagai berikut:
Innamaa amruhuu idzaa araada syayan an yaquula lahuu kun fayakun (QS Yasin, 82).

Setelah ditanam, para dukun berpuasa selama 7 hari. Maka, orang yang akan dicelakai pun akan mendapat musibah.

Astaghfirullahaladzim, semoga kita selalu mampu untuk bersabar. Selalu menegakkan sholat karena sholat akan mencegah perbuatan yang keji dan munkar.  Dan ingatlah bahwa apa yang Anda lakukan ini nanti akan mendapat HUKUM KARMA: YAITU BALASAN DARI TUHAN SEBAGAI AKIBAT PERBUATAN KEJI YANG TELAH KITA LAKUKAN.

Untuk mereka yang masih mempraktekkan cara-cara mencelakai orang lain, mohon agar Anda segera bertobat kepada Tuhan Yang Maha Welas Asih.  Salam.

@wongalus, 2009

Categories: CARA JAHAT MENGERJAI ORANG | 94 Komentar

AMALAN MENGAMBIL “PULUNG” KEPALA DESA


Mencalonkan diri menjadi kepala desa membutuhkan “pulung” yaitu energi gaib yang ada di alam semesta atas ijin Allah SWT.

Tanpa upaya batin untuk mendapatkan ijin-Nya, maka usaha lahiriah semata tidak akan mendatangkan keberuntungan lahir dan batin. Amalan yang perlu dilakukan oleh Calon Kepala Desa adalah:

Puasa sunah 7 hari
Saat puasa, setiap sholat subuh dan ashar membaca ayat ini 21 kali dan ayat itu bunyinya;

WA ALQAYTU ALAYKA MAHABBATAM MINNI WALITUSHNA A ALAA AYNI. (QS Thaaha, 39)

Selesai puasa, bacalah ayat di atas 5000 kali saat malam hari mulai jam 23.00 sd selesai

Sejak mengamalkan amalan di atas hingga pelaksanaan Pilkades, Calon Kades dan isteri menyimpan di dalam dompet atau saku dan dibawa kemanapun bepergian yaitu nama-nama ashabul kahfi yaitu:

Maksalmiina,

Tamliikha,

Marthuunis,

Naynuunis,

Saribunis,

Dzuunawaanis,

Falyastathyuunis, dan

Qithmiir.

(nama ini ditulis di kertas/kain. Lebih afdol memakai bahasa Arab.

Semoga cita-cita menjadi Kepala Desa tercapai atas ijin Allah SWT.

@wongalus, 2009

Categories: AMALAN MENJADI KEPALA DESA | 30 Komentar

AMALAN MENGETAHUI DAN MENCARI PENCURI


Ini amalan yang banyak dipraktekkan para kyai jaman kuno. Yaitu amalan untuk mengetahui siapa pencuri barang yang hilang.

Cara untuk mengetahuinya sebagai berikut:
Sediakan piring yang diolesi sedikit minyak kelapa.
Sediakan lampu teplok yang menyala
Baca surat al fatihan (3 X) dan baca sholawat (3X) dengan batin ingin memohon pertolongan Allah.
Angkat piring di atas lampu teplok dan minta kepada seorang anak yang belum di khitan untuk berkaca pada piring tersebut
Pegang bagian belakang lehernya dan baca doa ini (3X):

“Walmalakulladzii bilaa abin wa-ummin. Laa akla laa syurba walaa nawma lahum”

Suruhlah anak tadi memperhatikan permukaan piring, dengan Ijin Allah SWT akan tampak wajah pencuri barang Anda. Bila anak tersebut belum melihat wajah pencuri, ulangi langkah ini dari awal.

@wongalus, 2009

Categories: AMALAN MENGETAHUI SI PENCURI | 71 Komentar

SEMUA DAUN BAMBU MEMPUNYAI BAYANGAN


Senin kemarin (2/11) pukul 20.23 WIB dalam sebuah perjalanan naik sepeda motor malam hari dari rumah menuju kantor untuk mengerjakan pekerjaan yang belum tuntas, saya mengalami sebuah kejadian tidak terduga.

Di sebuah jalan di tengah semak dan area pertambakan yang tenang dan disinari cahaya bulan, dalam hitungan kedipan mata tiba-tiba “sukma” saya terbang meluncur ke langit. Saya bisa merasakan pecahnya raga dengan sukma ini setelah sekilas melihat tubuh saya menjauh dari diri saya. Tubuh saya naik sepeda motor di jalan lengang, dan saya yang digapai sesosok ruh yang lain.

Dia kemudian menggapai tangan saya dan mengajak terbang ke sebuah awan. Di satu awan yang diliputi cahaya bulan itu, kami kemudian berhenti. Dia mengucapkan salam dan perkenalkan diri sebagai ruh binatang “wergul” (sejenis musang). Awan yang lembut dan basah itu menjadi permadani kami berdua untuk berdialog.

“Kamu tahu siapa aku?”

+Tidak tahu.

Aku ruhnya wergul

+Salam sejahtera untukmu

Sama-sama. Kau tahu untuk apa kau kuajak naik ke awan?

+ Tidak tahu

Kau kuajak sholat bersama ruh lain

+Alhamdulillah, terima kasih

Lihatlah di sekeliling sana, semua pada sujud di hadapan Ilahi. Yang berwarna coklat itu ruh para binatang, yang bewarna hijau itu ruhnya pepohonan, yang berwarna putih bersinar itu para malaikat-Nya… dan ruh manusia seperti kau lihat dirimu sekarang ini. Saat itu saya menyaksikan ruh saya sendiri tidak berwarna.

+ Allahu Akbar, ya saya benar-benar menyaksikan mereka…(Terlihat awan beriring yang jumlahnya sangat banyak tidak terhitung. Di awan-awan itu, tampak dari kejauhan bayangan beragam jenis makhluk Tuhan yang beraneka rupa. Ada yang duduk bersila, ada yang sedang sujud, ada yang sedang berdiri. Bayangan itu semakin jauh sehingga mata saya tidak lagi bisa menyaksikan mereka lagi.

Marilah kita sekarang menunaikan sholat.

+ Baiklah ya makhluk Tuhan, saya menjadi makmummu.

LALU KAMI SHOLAT DUA ROKAAT. DALAM SHOLAT SAYA LANGSUNG TIDAK SADARKAN DIRI BLANK, KOSONG, SUWUNG. Saya tidak mampu lagi mengingat apa yang terjadi saat sholat itu. Setelah mengakhiri sholat dengan salam, saya menunggu apa yang dikatakannya.

Sudahlah. Inilah tujuanku mengajakmu kemari. Menyaksikan betapa Maha Kuasanya Allah. Berterima kasihlah setiap hembusan nafasmu. Jangan pernah lalai, sombong dan tidak menyadari siapa dirimu.

+Terima kasih ya makhluk Tuhan. (Berkali kali dalam hati saya bersyukur yang tidak terhingga atas anugerah-Nya sehingga saya mendapatkan pengalaman gaib luar biasa ini. Rasa-rasanya tak pantas bila saya tidak menceriterakan pengalaman saya berhubungan dengan para makhuk Tuhan ke semua orang termasuk ke Anda, pembaca. Saya ingin bercerita agar Anda semua yang mungkin belum mengalami hal ini percaya sepenuhnya pada kegaiban makhluk Tuhan)

Baiklah, saya akan mengajakmu kembali (Dalam hitungan sepersekian detik, saya dituntun ruh wergul itu kembali ke bumi, Saya masuk tubuh saya kembali seperti sedia kala yang sedang mengendarai sepeda motor).

MENDAPATKAN JAWABAN
Sangat irasional, tidak masuk akal, bagaimana saya bisa terbang padahal saya bukan pesawat terbang? Saya juga tidak punya sayap, namun kenapa tiba-tiba saya bisa mengangkasa ke langit? Bukankah ini berlawanan dengan hukum newton mengenai gravitasi?

Semua itu terjadi dalam hitungan kecepatan yang tidak bisa diprediksi. Waktu di bumi begitu cepat, sementara saya diterbangkan begitu cepat dan bisa melaksanakan sholat. Saya hingga artikel ini ditulis menduga bahwa waktu kita dengan waktu ruhani itu sangat berbeda. Buktinya, saat itu saya bisa masuk kembali ke tubuh saya seperti sedia kala tepat dimana saya mulai keluar dari tubuh fisik saya.

Allahu Akbar…

Awalnya, saya enggan menceriterakan pengalaman gaib ini ke orang lain. Namun akhirnya saya mendapat petunjuk agar pengalaman gaib ini ditulis saja di blog dengan maksud agar pembaca bisa mengetahui bahwa alam gaib itu sungguh-sungguh nyata dan sangat bisa dipercaya.

Tiba di kantor, saya bertemu dengan Ki Kumitir, sahabat karib saya dan menceriterakan sedikit apa yang saya alami ini kepadanya. Sambil menyelesaikan pekerjaan kantor, kami pun terlibat diskusi ngalor ngidul padanya. Hari semakin larut dan Ki Kumitir pulang naik sepeda gunung hijau kesayangannya.

Saya meneruskan bekerja di depan layar komputer meskipun pikiran saya terpecah. Terus terang konsentrasi saya justeru pada pengalaman aneh tadi. Dalam hati saya bertanya soal jati diri siapa yang mengajak saya terbang ke angkasa tadi. Ya memang dia sudah memperkenalkan diri sebagai ruhnya wergul. Tapi benarkan ruh binatang itu ada? Aneh juga. Selama ini saya hanya mengenal dari buku atau dari informasi orang lain dan saya yakin begitu saja tanpa saya mampu membuktikannya. Ee… apa ini jin siluman binatang ya?

Beberapa jam kemudian, tiba-tiba komputer saya byar pet. Wah gangguan nih, apa voltase listrik kantor yang menurun ya? Saya bertanya dalam hati. Namun, tiba-tiba komputer nyala lagi dan tanpa saya sadari jari-jari tangan bergerak tanpa kendali, membuka koneksi internet dan langsung ke portal google. Di situ jari saya menulis kata kunci, klik enter dan langsung mengunduh tiga file yang total bermuatan tujuh belas buku elektronik yang terformat dalam bentuk Zip. Kalau ditotal, jumlah halaman buku itu sekitar 2000 halaman lebih. Saya membayangkan, kalau buku ini harus saya beli di toko buku berapa uang yang harus saya keluarkan ya?

Dalam waktu sangat singkat, satu persatu buku itu kemudian terdownload secara sempurna. Saya pun bersyukur Tuhan telah memberikan sebuah pengajaran yang langsung pada hari Senin malam itu. Pertama pengalaman spiritual dan kedua, jawaban pengalaman spiritual itu langsung dalam bentuk buku. Meskipun hingga kini belum semua buku tuntas saya baca, namun di salah satu buku itu saya telah menemukan jawaban bahwa yang mengajak saya mengangkasa adalah ruh binatang Wregul (sejenis musang).

Ya, dalam buku itu tertulis sebagai berikut: “Mereka bertanya kepada saya tentang ruh anak hasil aborsi. Apakah ada ruh anak hasil aborsi? Saya menjawab: SEMUA DAUN BAMBU MEMPUNYAI BAYANGAN (mungkin artinya semua yang menjadi makhluk Tuhan itu mempunyai ruh sesuai tingkat derajat masing-masing) Apakah ada gunanya memberi persembahan kepada ruh anak hasil aborsi? Hidup ini hanya ilusi. Begitu pula persembahan. Hanya mimpi belaka. Namun, ini adalah solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Ruh anak hasil aborsi itu memiliki tempat tinggal, sedangkan si ibu mendapat ketenangan”

Dalam khasanah spiritualitas bangsa Jepang, semua yang ada memiliki ruh. Bahkan ruh binatang itu oleh orang Jepang disebut dewa. Salah satu dewa itu adalah dewa Daoh Hee (dewa yang berbentuk binatang musang). Di Jepang dewa ini sangat dielu-elukan, di Cina juga begitu. Mereka percaya bahwa dewa ini mampu mendatangkan rezeki yang banyak. Tubuh mereka memancarkan sinar harmoni ke lingkungan. Mata mereka jernih dan dalam. Meski berbentuk musang, namun mereka terlihat anggun dan senyumnya seperti gadis Jepang yang sipit dan sopan. Itu berarti yang mengajak saya untuk sholat di awan adalah benar-benar ruh binatang musang.

Akhirnya, saat menerima jawaban langsung dari Tuhan, saya hanya bisa pasrah menerima apa yang terjadi. Pengetahuan saya tentang dunia nyata dan gaib ini begitu terbatas dan kini saya tidak bisa berkata apa-apa selain mengimani sebuah ayat Allah yang baru saja dihamparkan di depan mata.

“Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” [Surat Thaahaa: 98] ***

@wongalus,2009

Categories: BERKELANA KE ALAM RUH | 35 Komentar

MENEMBUS RUANG GAIB YANG TERSUCI DI LAPISAN CAHAYA MAHA CAHAYA


Meneruskan laku spiritual hingga tingkat tertinggi tidak boleh meninggalkan syariat. Misalnya, saat saya memeluk agama Islam, untuk mencapai taraf makrifat maka saya tidak boleh meninggalkan syariat sholat lima waktu. Banyak orang berpendapat, bila sudah mencapai taraf spiritual yang tinggi maka diperkenankan untuk meninggalkan syariat yang merupakan “kulit” untuk meraih makrifat atau “isi”. Bagi saya, orang yang demikian berarti belum mampu menghayati dan menyelami hakikat “sangkan paraning dumadi” yang sejati.

Hidup adalah proses belajar. Belajar menghayati semua fenomena hidup sehingga kita akhirnya bisa meminum segarnya menjadi wakil dan utusan Tuhan di bumi.Tubuh fisik kita terbuat dari empat anasir (air, api, udara, tanah) dan panca skanda. Untuk mencapai pencerahan sempurn, kita (orang-orang yang membina diri) menggunakan tubuh fisik (bagian dari diri kita yang semu) untuk menemukan diri kita yang sejati (diri sejati/guru sejati). Kita melahih diri kita terus menerus sehingga sifat diri sejati kita menampakkan diri. Penekanannya adalah kata MEMBINA DIRI.

Makrifat adalah satu momentum. Bukan kondisi yang berlangsung tetap. Meskipun kondisi spiritual kita telah mencapi tahap ini, namun itu tidak berlangsung tetap melainkan terjadi pada saat-saat khusus. Sementara tubuh fisik kita harus terus dilatih untuk mencicipi saat-saat untuk ekstasis itu. Sholat adalah bentuk meditasi (visualisasi) tertinggi dalam Islam. Dengan sholat, diri sejati akan menampakkan diri di hadapan kita dalam bentuk gerakan-gerakan sholat. Maka, sholat sebenarnya adalah bentuk latihan fisik dengan metode “menggunakan jasad fisik yang palsu untuk melatih yang asli.”

Penolakan para spiritualis untuk sholat, karena mereka secara epistemologis salah anggapan. Mereka beranggapan bahwa dunia ini sesungguhnya sesuatu yang riil dan terlepas dari pengamatan kita (realisme mutlak). Padahal dunia adalah berasal dari pikiran (idealisme) sehingga secara filsafati, tidak akan muncul kontroversi apabila kita melakukan syariat dengan benar.

Ya, syariat dengan tetek bengek ritualnya adalah sesuatu yang semu. Begitu juga dengan KEBENARAN sebenarnya adalah sesuatu yang semu. Namun dengan membayangkan bahwa hal tersebut tidak semu, maka benar-benar terjadi bahwa hal tersebut tidak semu. Supaya hal itu menjadi efektif, maka kita harus memiliki KEYAKINAN bahwa sholat, zakat, puasa, pergi haji dan syariat Islam lainnya adalah suatu hal yang bernilai dan nyata. Perlu diketahui bahwa Tuhan sebagai subyek persembahan kita sebenarnya memang menginginkan agar kita menyadari obyektivitas diri kita. Bahwa kita adalah obyek-Nya, merasa “diamati” oleh Sang Maha Subyek, sehingga secara etis dan filosofis adalah sebuah tindakan yang benar bilakita melaksanakan syariat untuk menyampaikan rasa hormat dan ikhlas kita kepada Tuhan.

Maka, dalam konteks itu akan terpetakan dua hal: OBYEK (hamba/kawulo) dan SUBYEK (Tuhan/Gusti./Ingsun). Keduanya memiliki tujuan dan kehendak yang berbeda. Sehingga untuk mencapai MANUNGGALING KAWULO GUSTI, tidak ada cara lain selain harus ada KESEPAKATAN antara subyek dan obyek. Kesepakatan itu bisa terjadi saat sang obyek harus manembah/sujud kepada subyek karena hanya subyeklah semua ini KUN atau terjadi. Obyek ada karena diadakan oleh Subyek. Subyek satu-satunya dasar kenyataan sehingga ketika kita (Obyek) melakukan dan menjalankan syariat, yang terjadi sesungguhnya yang terjadi adalah kita meluluhkan obyektivitas kita untuk bermanunggal menjadi subyek sejati.

Menundukkan kepala, menempelkan wajah di sajadah, menyebut nama Allah dan membayangkan bertemu serta berkomunikasi dengan Allah, semuanya itu agar mempunyai tujuan yang sama yaitu melatih kekuatan kemauan dan pikiran kita.  Bersujud saat sholat dengan menggunakan kekuatan pikiran secara hakiki adalah sebuah kunci pembuka hijab mata kita agar terbuka pada Kehadiran-Nya yang Maha Dekat di dalam ruang gaib yang tersuci di lapisan Cahaya Maha Cahaya.

@wongalus, 2009

Categories: RUANG GAIB TERSUCI | 17 Komentar

MENGHILANGKAN KEKUATAN PELET


Telah dipaparkan pada kesempatan terdahulu bagaimana amalan dan cara memiliki ilmu pelet pengasihan. Tidak arif rasanya bila kita tidak memaparkan pula amalan untuk menolak dan menawarkan pengaruh ilmu pelet.

Senin malam (2/11) sekitar pukul 23. 00 WIB, dalam sebuah olah rasa, Tuhan telah mempertemukan saya dengan seorang guru spiritual yang luar biasa. Salah satu dari sekian banyak hal yang diajarkannya adalah bertahan dari serangan ilmu sihir . Bisa dipraktekkan untuk menyembuhkan DIRI SENDIRI dan ORANG LAIN yang terkena pelet/guna-guna. Inilah caranya:

POSISI: Duduk meditasi. Buka Mata. Tangan kanan diturunkan. Tangan kiri di depan dada, telapak tangan menghadap keluar dan lurus mengarah ke depan.

VISUALISASI: Tubuh berubah menjadi gunung besar yang duduk tenang kokoh di atas bumi

MANTRA: Om Erna-Erna Peina Nanshiya Suara (7 x)

Latihan 7 hari di depan cermin yang menggambarkan bahwa DIRI KITA SEKOKOH GUNUNG BESAR DI BUMI. Para dukun akan tahu, bahwa dia telah berhadapan dengan seorang ahli esoterik. Ilmu sihir akan kehilangan kekutannya.

@wongalus, 2009

Categories: AMALAN ANTI PELET | 48 Komentar

MENGAKSES ENERGI ALAM SEMESTA UNTUK KEDAMAIAN HIDUP DAN MELENYAPKAN PENDERITAAN


Ini adalah salah satu amalan mengakses energi alam semesta dan digunakan untuk melenyapkan penderitaan yang kita alami, hidup dinamis dan mencapai kedamaian hidup.

Pejamkan mata, duduk santai dan visualisasikan sebuah teratai di dalam hati kita memancarkan cahaya putih ke semua anggota tubuh kita. Lalu, lantunkan puisi mantra ini di dalam hati.

“HATIKU ADALAH HATIMU
SEMUA HATI ADALAH SATU HATI
SATU HATI ADALAH HATI ALAM SEMESTA”

Lalu diam dan rasakan aliran energi alam semesta yang begitu dahsyat merambat di nadi, darah, tulang dan seluruh tubuh kita selama 5 menit. Sederhana dan mudah bukan? Ya, memang ini cara yang sangat sederhana dan tidak perlu diperumit. Mengakses energi alam ini ada di semua agama semua tradisi spiritual dan aliran kepercayaan manapun di dunia. Cara boleh berbeda namun, tentu saja hakikatnya sama: MENYADARI SEMUA YANG ADA BERASAL DARI SATU SUMBER. YAITU TUHAN YANG MAHA SEGALANYA YANG MERUPAKAN CAUSA PRIMA (SUMBER SEBAB TERAKHIR YANG TIDAK DISEBABKAN LAGI).

Praktek rutin visualisasi ini sangat efektif dapat melenyapkan semua penderitaan yang kita alami dan menghilangkan hawa nafsu serta mendapatkan pencerahan hakiki. Bahwa sesungguhnya manusia adalah bagian dari dinamika alam semesta. Dinamika kosmologis yang terhubung oleh satu kesadaran rasa/batin untuk selalu bersujud pada Tuhan.

Mengapa efektif? Sebab visualisasi ini secara esoterik akan menyapa alam semesta (Alam semesta adalah makhluk terbesar ciptaan Tuhan) secara tulus sehingga alam semesta juga menyapa kita dan terjadi transfer energi alam semesta yang luar biasa dahsyat.

Bila kita tidak mengirim getaran sinyal rasa welas asih pada mereka, bagaimana mereka dapat menerima sinyal kita? Karena itu hati yang tulus sangat penting kita pancarkan ke alam semesta. Hati yang tulus dapat menggugah hati alam semesta untuk menyelimuti kita dan memberikan energinya (yang sejatinya bersumber dari energi-Nya) pada kita. Sebaliknya, hati yang tertutup dan keras membatu akan memancarkan energi penolakan sehingga antara kita dan alam semesta tidak bisa nyambung dan alam juga tidak akan membuka pintu energinya untuk kita.

@wongalus, 2009

Categories: AMALAN MENYERAP ENERGI ALAM SEMESTA | 218 Komentar

HAKIKAT KIAMAT


“Pa, apa benar kiamat terjadi tahun 2012?”

Pertanyaan ini begitu mengusik saya. Betapa tidak, yang melontarkan pertanyaan adalah anak saya sendiri yang masih berusia 8 tahun. Saat saya tanya informasi itu datang dari mana, anak saya menjawab dari teman-teman sekolah.

Anak usia sekolah mendapatkan pengetahuan dari buku, dari  “katanya si peramal A, B, C” atau dari “buku A, B, C”. Orang Jawa mengatakan JARE. Pengetahuan yang berasal dari TEMBUNG JARE ini kemudian terus berkembang seiring dengan perkembangan usia anak.

Kini, saat kita sudah memasuki fase berada pada lingkaran puncak kedewasaan mental harusnya pengetahuan yang berasal dari JARE itu sudah tidak boleh diugemi lagi. Harusnya seseorang bisa mengalami bagaimana beragama, bagaimana beriman, bagaimana berperilaku. Apek implementasi dari JARE itulah yang harusnya didahulukan.

Bila di kitab suci dikatakan kita perlu yakin bahwa hari akhir/kiamat itu ada. Maka pengetahuan tentang keyakinan itu sudah harus bisa dibuktikan. Jangan mengaku beriman kalau belum membuktikan. Misalnya kita diberitahu bahwa Tuhan itu ada, namun apabila kita belum menemukan ada-Nya Tuhan maka iman kita tingkatannya masih sangat rendah. Ibarat kita percaya bahwa api itu panas namun apabila belum pernah keslomot merasakan panasnya api maka kita belum bisa dikatakan beriman secara sempurna.

Kita harus berikhsan, kita perlu makrifat, kita perlu mengalami dan menyaksikan sendiri dengan akal budi, jiwa, batin, rasa. Amat sangat disayangkan bila umur kita dihabiskan hanya untuk mengumpulkan pengetahuan namun tidak mampu mengolahnya dan mengalaminya. Seperti kita bisa mengumpulkan banyak uang namun tidak bisa menikmati uang tersebut untuk kebahagiaan. Buat apa? Mending memiliki sedikit uang, mending memiliki sedikit pengetahuan namun bisa memberikan kemanfaatan bagi hidup kita yang sejati.

Tuhan Maha Adil dan Bijaksana. Masing-masing orang diberi rezeki dengan ukuran yang berbeda-beda. Namun setiap orang diberi kesempatan yang sama untuk menemukan cahaya kebenaran yang akan menjadi pencerahan di gelapnya hidup di dunia materi apus-apus (tipuan) ini.

Pemahaman terhadap kiamat juga harusnya tidak sekedar diyakini karena kitab suci mengatakan seperti itu. Kiamat juga harusnya juga bisa dialami oleh masing individu sehingga kita benar-benar yakin. Tidak hanya tembung JARE. Dan apa hakikat kiamat tersebut?

Untuk sementara tinggalkan dulu dan masukkan dulu pemahaman dan pengetahuan lama yang tentang kiamat yang kita dapatkan dari guru-guru agama SD, dari buku-buku dan informasi-informasi dari para agamawan. Marilah kita sejenak menjadi petualang spiritual dengan menelusuri dengan pengalaman mendapatkan kiamat yang sudah kita alami.

Kita mulai dengan pertanyaan apa itu kiamat? Menurut saya, kiamat adalah berkurangnya unsur penciptaan yang berproses secara evolutif. Seperti saat dulu kita ada untuk pertama kali di dalam KUN awal: IDE atau RENCANA TUHAN. Saat kita berada di alam ide itu mengalami kesempurnaan maka kita kemudian mengalami kiamat sedikit demi sedikit hingga kemudian ada di rahim ibu. Dan saat janin sudah mengalami kesempurnaan maka kita akhirnya mengalami kiamat hingga kemudian dilahirkan di dunia.

Dunia kita berkembang mengiringi kesempurnaan kesadaran ruh(ani) kita. Saat ruhani sudah mengalami puncak kesempurnaan, lama-lama kita akan mengalami kiamat berupa muksa yaitu transformasi ruh menuju alam ruhani sejati (alam kelanggengan). Ini kiamat diri pribadi. Bagaimana dengan kiamatnya dunia dan seisinya?

Saya beranggapan bahwa dunia ini sesungguhnya tidak ada bila saya tidak ada. Saya berpikir/ merasa (tentang adanya dunia) maka saya ada (dan dunia pun ada).  Sehingga penghubung antara adanya saya dengan adanya dunia adalah kesadaran tentang keberadaan. Kesadaran sebagai jembatan penghubung inilah yang dalam dunia kebatinan disebut rasa pangrasa.

Sekarang soalnya adalah kesadaran/rasa pangrasa. Apakah kita masih menganggap bahwa kita merasa ada sehingga kemudian dunia pun ada? Sebaliknya, apakah kita sudah mengakhiri dengan kesadaran bahwa kita sejatinya tidak ada sehingga dunia ini tidak ada?

Dalam ajaran sangkan paran makrifat, kita diberitahu bahwa sejatinya kita ini tidak ada. Hanya Tuhan/Gusti/Ingsun yang ada. Sehingga dunia pun sejatinya tidak ada. Inilah tingkat pengetahuan paling hakiki, paling inti, paling substansial yang ditemukan oleh manusia yang sudah mencapai tahap Wakil Tuhan.

Diri yang sudah tidak menyadari keberadaannya, diri yang sudah tidak mengakui dia berada, diri yang sudah tidak merasa memiliki rasa punya (ora duwe rasa duwe), hanya DIRI-NYA yang ada sehingga proses kemudian berjalan terus, kiamat pun akhirnya terjadi lagi setelah datangnya kesempurnaan.

Inilah hakikat kiamat. Sehingga saya berani bertaruh dengan semua paranormal hebat sedunia meskipun mereka meramalkan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012, namun saya yakin tidak akan terjadi kiamat pada tahun itu. Sebab apakah masing-masing dari kita sudah mengalami masa kesempurnaan kesadaran pribadi?

Selama masih ada bayi yang dilahirkan di dunia ini, selama itu pula Tuhan memberi kesempatan mereka untuk mengalami masa kesempurnaan diri. Tidak mungkin ujug-ujug datang kiamat sebelum dia memberi pengajaran pada setiap pribadi hingga mencapai sempurna. Nah, ada sedikit bocoran: tanda-tanda kiamat adalah tidak ada bayi yang lahir. Kapan itu? Tidak pernah ada bukan saat manusia tidak melahirkan bayi?

Maka sejatinya kiamat sebagaimana yang dipahami seperti bom meledak itu untuk sementara tidak perlu dikhawatirkan kedatangannya. Kecuali kalau kita sudah sempurna, maka bersiap-siaplah mengalami kiamat.

Ya, hidup sebagaimana yang kita alami sekarang ini sesungguhnya adalah sebuah panggung game maya di layar komputer. Hidup yang riil, kongkret, nyata adalah berada di luar komputer itu terus meruang-mewaktu bersama ruang-waktu-kehendak INGSUN YANG MAHA SEMPURNA-HIDUP KEKAL ABADI. Di situlah makna bahwa saat pribadi (kawulo) sudah bisa manunggal dengan Tuhan (Gusti), maka di situlah sejatinya kiamat itu tidak pernah ada.  Karena kesempurnaan Dzat, Sifat dan Perbuatan-Nya tidak akan menyusut dan memudar.

@wongalus, 2009

Categories: HAKIKAT KIAMAT | 13 Komentar

LOLOS DARI APARAT


Lupa adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Lupa adalah mekanisme otak agar bisa tetap fokus di satu hal dan agar otak kita tidak kelebihan beban yang bisa berakibat stress. Bahkan dalam hukum Tuhan pun, lupa tidak ada dasar hukumnya sehingga tidak berdosa orang yang lupa mengerjakan ibadah apapun termasuk sholat.

Namun hukum di dunia berkata lain. Lupa tetap dianggap sebagai kesalahan dan harus menanggung konsekuensinya. Misalnya, bila Anda kebetulan lupa tidak membawa surat-surat kendaraan, maka Anda tetap dinyatakan bersalah oleh aparat penegak hukum.

Tuhan Maha Adil Bijaksana dan Maha Pelindung. Hukum-Nya melindungi manusia dari jeratan hukum dunia (yang sebenarnya dibikin oleh manusia sendiri). Nah, apabila kebetulan suatu ketika Anda lupa membawa surat-surat kendaraan padahal sedang ada pemeriksaan aparat penegak hukum maka lakukan amalan di bawah ini:

Hapalkan dan baca doa ini dengan hati khusyuk kepada Tuhan saat Anda melihat ada operasi pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan:

Ta’azzaztu birabbil izzati wal jabaruut, watawakaltu alal hayyilladzii la yamuutu syahatil wujuuhu (3 x), wa’amatil abshaaru (3 X) tawakaltu alal wajhil qahhaari walaa hawla walaa quwwata illa billaahil aliyil adziim.

“Aku menjadi kuat dengan pertolongan Tuhan yang memiliki kekuatan dan kekuasaan dan aku berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Hidup, Yang tidak pernah mati. Merunduklah wajah-wajah dan butalah pengelihatan-pengelihatan. Aku berserah diri kepada Dzat Yang Maha Memaksa dan tidak ada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung.”

Lalu tiupkan ke arah dimana Bapak Aparat berada. Insya allah Anda akan lolos dari cegatan atau pemeriksaan. Doa ini terbukti benar-benar efektif. Kendaraan kita akan lolos dari operasi penegak hukum.

Semoga Tuhan Yang Maha Pelindung akan selalu melindungi kita semua dari urusan hukum yang menyita banyak energi. Buat Bapak-bapak pembaca yang kebetulan berprofesi sebagai aparat penegak hukum, karena saya sudah membuka rahasia ilmu kebatinan dan olah rasa Islam jadi ya ngapunten alias mohon maaf sebanyak-banyaknya…

@wongalus,2009

Categories: AMALAN LOLOS DARI APARAT | 64 Komentar

CARA MENUNDUKKAN SANTET


Ada banyak metode menyembuhkan orang dari santet. Ini adalah cara seorang pertapa Tibet sebagai tambahan wacana untuk kita.

Metafisika ‘ilmu hitam’ berprinsip bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta mempunyai kecerdasan dan kesadaran tersendiri. Sebagian baik dan sebagian jahat. Kecerdasan atau kesadaran ada di semua makhluk hidup di alam semesta, tidak terkecuali makhluk hidup yang ada di alam gaib.

Paranormal adalah orang orang yang mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk gaib dan dapat memerintahkan mereka untuk mencelakakan orang, dan dapat menyiksa korbannya sampai tunduk kepada mereka. Ilmu hitam tradisional amat banyak ragamnya dan semuanya berkaitan erat dengan jagad lelembut tadi.

Ini kisah seorang yang terkena santet yaitu seorang wanita sebut saja namanya Yeni. Sekitar matanya kuyu kehitaman. Pandangannya kosong. Dia mengatakan, selama satu minggu terakhir ini sekitar jam 3 pagi dia tiba-tiba bangun.

“Seolah olah ada orang lain di kamar saya. Jantung saya deg-degan dan gelisah tidak menentu. Saya mungkin akan mati karena sakit jantung. Setiap hari pikiran melayang entah kemana. Makan dan tidur tidak enak. Entah harus berbuat apa. Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya” paparnya.

Yeni akhirnya berkonsultasi dengan seorang Pertapa yang lama hidup di Tibet. Sang pertapa kemudian meminta sebuah baju bekas Yeni. Kemudian pergi ke persimpangan jalan di dekat rumah Yeni. Dia menancapkan tiga batang dupa di jalanan dan menyalakan lilin merah. Lalu, membaca nama dan tanggal lahir Yeni dan membaca mantra. Kemudian membakar beberapa lembar “kertas emas” dan selembar “kertas kuda”.

Pertapa yang gentur meditasi itu kemudian berdiri di persimpangan jalan sambil memegang baju bekas Yeni itu. “Saya menunggu terus sampai rohnya kembali dengan menunggangi kuda. Kemudian saya menyuruh yeni itu mengenakkan baju bekas yang sudah dimasuki rohnya itu. Si nona telah kembali normal seperti biasa kan..,” ujarnya.

Setelah sembuh dari guna-guna, Yeni menceritakan awalnya kena guna-guna. Suatu hari, dia menemani keluarganya pergi ke seorang dukun di luar kota. Disana, rupanya Yeni ikut ngobrol dengan si dukun dan terang-terangan menyatakan tidak yakin bahwa dukun itu memiliki kemampuan supranatural. Rupanya, sang dukun sakit hati dan pura-pura meramal Yeni dengan minta tanggal lahirnya. Secara tidak sadar, Yeni memberikan tanggal lahirnya dan perempuan cantik ini pun dikerjai dukun.

Ya, dukun ini telah menggunakan GUNA GUNA atau SANTET. Banyak metode untuk menyantet. Misalnya memakai mangkuk yang setengah terisi air bersih. Didepan mangkuk, sebatang lilin putih kecil dinyalakan. Si dukun membaca nama dan tanggal lahir calon korban, lalu membaca mantra. Jika si dukun telah dapat melihat bayangan kabur dari si korban muncul didalam air, maka berarti si korban telah digaet ruhnya.

Ada yang menggunakan orang orangan yang terbuat dari rumput. Sepotong kertas yang ditulis dengan tanggal lahir si korban dimasukkan ke bagian hati dari orang orangan itu. Lalu, didepan orang orangan itu, dupa dan lilin dinyalakan. Mantra dibaca sampai rumput pada orang orangan itu dapat bergerak sendiri seperti ditiup angin. Pada saat itu, ruh si korban telah berhasil diambil masuk kedalam orang orangan itu.

Ada lagi yang memakai batok kelapa. Didalamnya, rambut dan kuku si korban di masukkan, bisa juga menggunakan perhiasan yang sering dipakai si korban. Dupa dan lilin dinyalakan didepan batok kelapa itu. Mantra dibaca sampai ada hawa keluar dari mulut batok kelapa itu. Batok kelapa kemudian ditutup rapat. Ini berarti ruh si korban telah terkurung didalam batok kelapa itu.

Orang yang telah diambil ruhnya akan tampak seperti linglung, akan sakit-sakitan, pusing, dan lesu. Akhirnya, bila tidak diobati maka akan pingsan. Jika tidak segera ditolong, ruhnya bisa melayang. GUNA GUNA SANTET yang tertinggi adalah menggunakan batok kelapa untuk mengurung ruh si korban dan kemudian menutup mulut batok kelapa itu dengan “hu”. Ilmu ini sungguh sadis dan dapat mematikan orang.

Sang pertapa Tibet menggunakan cara esoterik untuk menundukkan GUNA GUNA SANTET dengan cara sebagai berikut:

SEDIAKAN BENANG LIMA WARNA DAN TARUH DIATAS LANTAI. KEDUA TELAPAK TANGAN TERBUKA KE ATAS.

VISUALISASIKAN TUHAN MEMANCARKAN SINAR PUTIH YANG MENYOROT BENANG LIMA WARNA ITU. LALU, VISUALISASIKAN SINAR MERAH MENYOROT BENANG PANCA WARNA ITU. TERAKHIR, VISUALISASIKAN SINAR BIRU MENYOROT BENANG ITU.

Mantranya:  “OM PADMAPASA HUM TISTA SOHA” sebanyak 108 kali.

Benang panca warna itu kemudian dikantongi atau digunakan sebagai ikat rambut atau dililitkan di tangan. Maka, GUNA GUNA SANTET tidak akan mampu mencelakakannya.

GUNA GUNA SANTET bekerja berdasarkan kekuatan batin. Orang yang tidak memiliki daya tahan mudah atau batin lemah mudah sekali terkenal SANTET. Orang yang lemah seperti itu sebaiknya banyak melakukan ibadah dan banyak berdoa. Sebab  ibadah dan doa adalah sebuah bentuk olah batin yang baik. Orang yang ruhnya sudah bisa keluar dari tubuh fisiknya (ngraga sukma) tak bisa lagi terkena ilmu santet seperti ini sehingga tidak menjadi masalah bila tanggal lahirnya diketahui orang lain. @@@

Categories: ILMU PEMUSNAH SANTET | 58 Komentar

MENCARI PETUNJUK DENGAN ISTIKHARAH


Hidup adalah pilihan. Setiap hari, kita dihadapkan pada berbagai alternatif pilihan. Kadang dalam suatu persoalan, pilihannya tidak selalu baik dan buruk, benar dan salah.

Namun kadang adanya jelek dan sangat jelek, bagus dan sangat bagus. Pada situasi-situasi khusus, kita memerlukan bantuan untuk memilih dua, tiga, atau empat alternatif sekaligus. Misalnya memilih calon isteri atau suami yang pilihannya lebih dari satu.

Adalah sebuah kewajaran bila dalam tindakan memilih tersebut harus hati-hati. Jangan salah pilih sebab bisa-bisa menyesal di kemudian hari. Penyesalan sebenarnya tidak boleh terjadi sebab kita lah yang telah memutuskan menentukan pilihan dengan sadar. Termasuk konsekuensi-konsekuensi yang muncul dari sebuah tindakan memilih.

Salah satu upaya batiniah agar kita tidak salah memilih adalah dengan melakukan istikharah yaitu meminta petunjuk Allah SWT agar berkenan membantu untuk menentukan pilihan terbaik. Terbaik di “mata” Allah, bisa jadi berbeda dengan terbaik di “mata” kita. Sehingga kitalah yang harusnya menuruti kehendak/karep-Nya. Bukan sebaliknya. Banyak cara beristikharah, antara lain dengan cara berikut ini:

1. BERWUDHU dan ambil Al Qur’an dengan sikap tawadhu’ dan ikhlas.
2. Baca Surat Al Fatihah (1 x)
3. Baca Surat Al Ikhlas (3 x)
4. Baca Surat Al Falaq (1 x)
5. Baca Surat An Nas (1 x)

Lanjutkan dengan membaca doa: “Bismillahirrohmanirrohim. Allahumma innii tawakkaltu alayka fii ghaybika waqultu bikitaabika fa-arinii ma huwal maktuubi fii sirrikal maknuuni fii ghaybikal mahzuuni. Allahumma Antal haqqu anzilil haqqa alal haqqi birahmatika yaa arhamarraahimiin.”

Lanjutkan dengan Sholawat Nabi (10 x)

Selanjutnya: Buka Al Quran sekenanya, lalu buka lagi tujuh lembar berikutnya. Kemudian lihat baris ke-7 dari atas. Pada baris itu, carilah huruf yang berdiri sendiri (tidak gandeng dengan yang lain) yang pertama kali. Huruf itulah yang akan menjadi petunjuk. Adapun keterangan setiap rinci arti yang ditunjukkan oleh huruf sebagai berikut:

ALIF: tanda apa yang Anda lakukan itu baik dan dapat dilakukan dengan sempurna
BA: tanda apa yang Anda lakukan itu baik dan dapat dilakukan dengan sempurna dan dikabulkan Allah.
TA: tanda Anda harus segera bertobat agar selamat
TSA: tanda akan mendapatkan pekerjaan yang mulia
JIM; tanda harus bersabar menjalani agar selamat
HA: tanda mendapatkan kemenangan dari segala upaya orang lain yang ingin menjatuhkan atas ijin Allah.
KHA: tanda harus betul-betul menjaga diri bila tidak akan menyesal
DAL: tanda akan mendapatkan pekerjaan yang mulia
DZAL; tanda akan mendapatkan kemenangan
RA: tanda akan mendapatkan keagungan
ZA: tanda apa yang Anda lakukan tidak baik. Bila dilakukan akan mendapatkan kesulitan dan penyesalan
SIN: tanda apa yang Anda lakukan itu baik dan dapat dilakukan dengan sempurna
SYIN: tanda akan bertemu musuh maka hati-hati
SHAD: tanda apa yang Anda lakukan itu baik dan akan mendapat kemenangan
DHAT: tanda apa yang Anda lakukan tidak baik dan tidak sesuai
THA: tanda apa yang anda lakukan itu baik dan akan mendapatkan apa yang diinginkan
ZHA: tanda akan mendapatkan pertolongan Allah.
AIN: tanda akan diberi kemudahan oleh Allah
GHAIN: tanda bila Anda rajin dan ikhlas maka Tuhan memberikan pertolongan
QAF: tanda kebaikan karena mendapatkan perlindungan Allah
KAF: tanda Anda akan banyak memberi sedekah dan ikhlas
LAM: tanda akan mendapatkan kebaikan dan keselamatan dari musuh-musuh
MIM: tanda akan mendapatkan pangkat derajat serta kesehatan, tercapai keinginan
NUN: tanda mendapatkan anugerah dan rajin ibadah
WAWU: tanda mendapatkan kebaikan dan rezeki asal sabar
HA: tanda kehancuran musuh Anda dan tanda mendapatkan kebahagiaan
HAMZAH: tanda mendapatkan pekerjaan yang baik namun harus sabar, rendah diri dan perbanyak bersedekah
YA: tanda bahwa sesuatu yang jauh akan mendekat dan mudah, akan mendapatkan untung banyak dan rezeki berlimpah.

Ini adalah salah satu laku untuk memohon petunjuk Allah SWT melalui sarana olah kebatinan Islam. Masih banyak cara lain yang sesuai dengan agama, tradisi, adat istiadat dimana kita tinggal. Marilah kita memohon perlindungan hanya pada-NYA dari petunjuk yang sesat dan kabur yang akan membuat kita memilih pilihan yang salah dan keliru. Semoga bermanfaat .

@wongalus,2009

Categories: ISTIKHARAH | 32 Komentar

MENUMBAL RUMAH DAN PEKARANGAN


Apabila Anda membeli tanah pekarangan dan ingin agar nanti dalam membangun rumah dan menempati rumah tersebut bisa aman tidak ada gangguan, atau Anda merasa bahwa di pekarangan Anda terasa sangar dan ada sesuatu yang tidak beres, maka ada baiknya dilakukan laku untuk menumbal pekarangan/rumah tersebut.

Menumbal pada hakikatnya adalah menselaraskan energi “chi” negatif yang ada agar menjadi netral, bahkan menjadi positif sehingga nantinya apabila tanah pekarangan tersebut dihuni maka penghuninya tidak mengalami godaan atau bila digunakan untuk kepentingan bisnis dan lain-lain akan mendatangkan keuntungan.

Laku untuk menumbal rumah yaitu puasa 2 hari, dilanjutkan dengan patigeni sehari semalam. Perlu disediakan uyah/garam 4 genggam serta membaca doa 4 x saat jam 1 malam sambil mengitari pekarangan/rumah. Garam 4 genggam tadi ditabur-taburkan hingga habis. Jadi kita berkeliling rumah tersebut 4 kali. Doanya sebagai berikut:

“Danyang smara bumi, ingsun pakuning bumi, asuning rijeki mring sira sanak putumu salawase, sira sun pitaya njaga karas iki, sira sun waleri tan kena angganngu gawe, sira manggona ing pernah pojok papat; slamet slamet slamet soko kersaning Allah”

Setelah selesai membaca doa dan berkeliling pekarangan 4 kali, kemudian duduk di belakang rumah, menghadap menurut arah rumah/pekaranga menghadap. Kalau rumah menghadap ke selatan, maka duduknya menghadap ke selatan juga. Duduknya ditata yang paling nyaman kemudian diam hening meditasi mengheningkan cipta, nanti kita akan mendapatkan bisikan gaib dalam hati. Bila sudah mendapat bisikan gaib, maka kita boleh mengakhiri laku tersebut untuk makan atau tidur. Namun bila belum, maka laku diteruskan sampai pagi, dan boleh makan dan tidur.

Maka, pekarangan/tanah yang energinya “chi” negatif akan berubah menjadi positif, bila ada makhluk halus maka mereka tidak akan mengganggu atau bila rumah tersebut untuk dihuni/untuk keperluan bisnis maka akan mendatangkan menguntungkan atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

@wongalus,2009

Categories: MENUMBAL RUMAH PEKARANGAN | 12 Komentar

AJI PANGLIMUNAN: MENGHILANG DARI PANDANGAN MATA


Diciptakan untuk dijalani. Diciptakan untuk dicoba dan berhasil. Inilah prinsip siswa perguruan olah batin. Bagaimanapun juga diciptakannya banyak ajian oleh para leluhur kita dulu tidak hanya untuk menjadi perbendaharaan ilmu kesaktian saja. Namun, berbagai ajian itu diciptakan agar dilakoni/dijalani dan memberikan kemanfaatan.

Pada suatu kurun waktu, adalah sebuah suratan takdir bila seseorang harus mengalami sebuah kejadian yang tidak diharapkannya. Misalnya, apa yang dialami oleh nenek atau kakek kita dulu, atau simbahnya kakek atau nenek kita dulu. Kalau di suruh memilih, mungkin mereka akan memilih hidup di jaman sekarang yang serba enak dan mudah. Namun, karena takdir akhirnya mereka harus dilahirkan pada jaman peperangan, jaman sengsara, jaman dimana seleksi alam berlaku: yang kuat akan menang dan yang lemah akan kalah.

Dalam khasanah perbendaharaan ilmu kesaktian Jawa, kita mengenal Aji Panglimuman. Pemilik ajian ini benar-bila bisa menghilang dari pandangan mata sehingga tidak bisa dideteksi keberadaannya. Para pendekar yang memiliki aji panglimunan dipastikan mereka yang ilmu kesaktiannya sudah sampai tataran tinggi. Olah rasa/batinnya sudah benar-benar bisa dibuktikan. Sebab ajian ini sebenarnya untuk njangkepi/melengkapi semua ajian yang sudah ada.

Ajian panglimunan adalah jenis ajian yang tidak digunakan untuk menyerang, namun untuk menghindar dari serangan fisik dan metafisik. Maka sifat Aji panglimunan ini adalah untuk bertahan dan menjauh tanpa diketahui oleh pihak lawan. Meskipun begitu, Aji Panglimunan juga bisa digunakan untuk memasuki wilayah-wilayah musuh untuk mencuri informasi penyerangan. Maka ajian ini cocok untuk para telik sandi namun tidak boleh digunakan untuk mencuri. Sebab, bila digunakan untuk mencuri untuk kepentingan pribadi, maka si pemiliknya akan mendapatkan celaka.

Untuk mendapatkan ajian langka ini, para murid paguron harus melaksanakan laku sebgai berikut: Puasa ngebleng 7 hari 7 malam, dimulai pada hari Selasa Kliwon. Mantra ajian ini sebagai berikut:

“Sir ora katon, sirep berkat saking nabi Muhammad la illaha illallahu yahu anta anta hem, iyo iyo hum nasrum hu allah”

Setelah usai menjalani laku, pagi harinya saat matahari terbit para murid ini merapalkan mantra aji panglimunan dan membuktikan apakah mereka sudah bisa menghilang dengan cara melihat bayangannya sendiri. Tanda-tanda ajian ini sudah bekerja dengan baik adalah bila tubuhnya sudah tidak ada bayangannya lagi. Ini artinya mata manusia biasa sudah tidak bisa melihat dirinya lagi.

Namun, bila belum berhasil menghilangkan tubuh, itu berarti dia masih belum menguasai aji panglimunan dan harus kembali menjalani laku puasa ngebleng dari awal.

Bila sudah berhasil menguasai ajian hebat ini termasuk juga ajian lin, oleh para leluhur kita disarankan untuk menggunakannya dengan bijaksana yang disertai dengan sikap rendah hati dan mampu menguasai emosi sebaik-baiknya. Bhirawa Anoraga: Perkasa tapi rendah hati. Sebab sebaik-baik manusia adalah manusia yang berbudi luhur dengan memeri kemanfaatan pada sesama, mengayomi/melindungi mereka yang lemah dan tidak menebar permusuhan. Kebaikan pasti akan mengalahkan kejahatan. “Suradira jayadiningrat, lebur dening pangastuti.”

@wongalus,2009

Categories: AJI PANGLIMUNAN | 138 Komentar

HARI YANG PALING BERBAHAYA


“dalane waskita saka niteni”

Salah satu karya para leluhur Jawa dalam membaca tanda-tanda atau gejala alam kosmis adalah Primbon. Membaca ILMU TITEN yang berbentuk Primbon, kita seakan diajak untuk membuka kamus tentang hidupnya orang Jawa yang penuh dengan ‘petung’ atau hitung-hitungan. Misalnya, kapan kita tidak boleh bepergian, kapan kita boleh melaksanakan hajatan, apa makna di balik mimpi, cara berdoa dan lain sebagainya.

Tidak salah kiranya kita membaca primbon dengan niat agar kita juga bisa menyerap kearifan nenek moyang kita dulu dalam mengolah hidupnya dan berjuang di dunia yang keras ini. Para nenek moyang kini tentu sudah tiada, namun mereka meninggalkan warisan yang tidak ternilai harganya. Kemerdekaan bangsa, tata nilai dan peradaban yang adi luhung, kesadaran antropologis-kosmis, bahkan nilai-nilai religiusitas yang kita anut bukankah itu juga peninggalan nenek moyang?

Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan apa HARI YANG PALING BERBAHAYA karena mengandung bahaya atau naas sehingga kita diminta untuk tidak bepergian jauh, maupun menyelenggarakan hajatan. Hari itu adalah:

1. RABU LEGI
2. MINGGU PAING
3. KAMIS PON
4. SELASA WAGE
5. SABTU KLIWON

Sementara yang juga dikategorikan HARI BAHAYA adalah:

1. MINGGU PAING
2. SABTU PON
3. JUMAT WAGE
4. SELASA KLIWON
5. SENIN LEGI
6. KAMIS WAGE

Pada hari-hari itu, kita diminta untuk banyak berdoa dan melaksanakan ibadah agar diberi keselamatan hidup dunia akhirat, lahir dan batin. Nah, sebuah anjuran yang bagus bukan?

Ada juga jam-jam larangan agar pasangan suami-isteri tidak melaksanakan saresmi/bersetubuh karena akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Jam-jam itu siang dan malam yaitu:

HARI MINGGU: Jam 10 s/d Jam 11 dan Jam 5 s/d Jam 6
HARI SENIN: Jam 8 s/d jam 9 dan Jam 3 s/d Jam 4
HARI SELASA: Jam 6 s/d jam 7 dan Jam 1 s/d jam 2
HARI RABU: Jam 12 s/d jam 1 dan Jam 6 s/d Jam 6
HARI KAMIS: Jam 10 s/d Jam 11 dan Jam 3 s/d jam 4
HARI JUMAT: Jam 8 s/d jam 9 dan jam 1 s/d jam 2
HARI SABTU: Jam 6 s/d jam 7 dan jam 11 s/d jam 12.

Sebagai tambahan, sebelum melakukan persetubuhan, kita disarankan untuk membaca doa sebagai berikut:
“Niyatingsun munggah ing girikumala angengakake lawang kancana tinampan mbok dewi Pertimah, ashaduallah illa haillallah waas hadu anna MuhammadarRasulullah”

Diteruskan membaca:
Aku lanang sejati, anurukake rasa tumiba rachmatullah, kang linuku racuk garu, kang ginaru lacuk luku, kang thukul ing krakatoilah, kang sinung kanugrahane Allah, lailla haillallah Muhammadarrasulullah.

Setelah selesai melakukan persetubuhan, membaca:
Niyatingsun mudhun saka girikumala, anginebake lawang kancana atas Gusti Kang Agung, atas Gusti Rasulullah, lailla haillallah Muhammadarrasulullah.

@wongalus, 2009

Categories: HARI YANG BERBAHAYA | 8 Komentar

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. The Adventure Journal Theme.