SANTET KANJENG NYAI LAWU


Di wilayah pegunungan Lawu, Magetan, Jatim ada sebuah danau yang indah yaitu danau sarangan. Danau ini adalah tujuan wisata nomor satu di Magetan. Pengunjungnya luar biasa banyak pada saat hari libur.Tapi tahukah Anda, bahwa danau ini memiliki energi supranatural yang dahsyat?

Itu karena di dasar danau tersebut ada “penunggu” yaitu makhluk halus perempuan murid Kanjeng Ratu Roro Kidul. Kaum dukun aliran hitam menyebutnya Kanjeng Nyai Lawu. Banyak dukun memanfaatkan Kanjeng Nyai Lawu ini untuk mendapatkan kekuatan supranatural.

Pada malam hari, para dukun itu mengadakan ritual pemanggilan Kanjeng Nyai yang bersemayam di istananya di dasar danau. Memberi sesajen beraneka rupa, dan mantra yang isinya sebagai berikut: “Kanjeng Nyai Lawu, kekayaan yang saya kumpulkan ini kekayaanmu. Panjenengan adalah sesembahan saya, ratu saya. Selama Anda memberi saya kekuatan gaib, saya akan terus tunduk dan memberikan sesajen saya”

Dan Kanjeng Nyai pun datang menemui sang dukun dan Kanjeng Nyai mengeluarkan “tai” atau “muntah” kotoran. Oleh sang dukun, tai dan muntahan itu kemudian ditelan. Sang dukun pun mendapatkan kesaktian yang luar biasa dahsyat. Bila dukun itu mengarahkan kekuatannya kepada seorang korban, maka korban akan mengalami bisul-bisul serta penyakit kulit yang sangat sukar disembuhkan. Ini adalah semacam santet berupa penyakit-penyakit kotor manusia. Dukun itu kemudian mengalami sukses luar biasa. Dia akan menjadi kaya raya dan termasyhur di jagad paranormal.

Untuk menyembuhkan penyakit santet hasil kiriman dukun santet seperti ini, caranya adalah Anda perlu memiliki kekuatan batin tingkat tinggi hasil latihan olah batin yang terus menerus. Langkah khusus selanjutnya adalah duduk dalam posisi meditasi.

Letakkan telapak tangan kiri dibawah telapak tangan kanan di depan dada. Posisi kedua telapak tangan mencengkeram seperti belut. Lalu visualisasikan seekor naga hijau terbang di angkasa dan muncul dari balik awan. Naga itu diutus Tuhan Yang Maha Perkasa untuk membantu kita. Kemudian memuntahkan sinar putih dan arahkan ke tubuhkorban untuk mensucikan penyakit kulitnya sebanyak 7 kali. Dan bacalah ayat kursi dan sampai ayat berikut ini: Walaa ya-uuduhu hifdzuhumaa ( baca 108 kali).

Selanjutnya, pasrahkan diri pada Tuhan Yang Maha Perkasa apapun yang terjadi dan lupakan bahwa Anda telah membantu orang lain.

@wongalus,2009

Categories: SANTET KANJENG NYAI LAWU | 8 Komentar

MENYEMBUHKAN SUAMI/ISTERI/PACAR YANG HOBI SELINGKUH


Tukang selingkuh perlu disadarkan. Apabila perbuatan negatif seperti itu diteruskan maka suatu ketika mereka akan mendapatkan balasan sesuai dengan hukum sebab akibat/hukum karma di dunia maupun di akhirat. Bila suatu ketika, suami/isteri Anda selingkuh maka lakukan AMALAN PELEBURAN CINTA agar rasa cintanya kepada orang lain sirna. Amalannya sebagai berikut:

(1). Tulislah rajah ini pada kain milik suami/isteri/pacar Anda yang suka selingkuh. Rajahnya sebagai berikut:

RAJAH SELINGKUH

(2) Tanam rajah ini di atas kuburan seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Pada saat AKAN MENAMAM membaca baca ayat ini sekali:

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, YA AYYUHALLADZIINA AAMANU AWFUU BIL UQUUD, UHILAT LAKUM BAHIIMATUL AN’AAMI ILLA MAA YUTLAA ALAYKUM GHAIRAA MUHILLISH SHAYDI WA ANTUM HURUM (Al Maidah:1)

(3) Selanjutnya baca doa:
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, ALLAHUMMA BIHAQQI HAADZIHIL AAYATI, UMMU MAHABBATA ….. BIN ….. (nama pria peselingkuh) ILA …. BINTI …… (perempuan yang diselingkuhi) FA INNAKA FA’ALUN LIMAA TASYAA-U WA ANTA ARHAMURRAAHIMIN.

(4). Baru kemudian rajah ditanam sambil membaca: MATIYO SEJO SIRO ….. (nama suami/isteri yang selingkuh) MARING DEMEN KARO ….. BINTI …. (orang yang diselingkuhi) …. KOYO MATINE WONG KANG ING KUBUR IKI.

Insya Allah, cinta suami/isteri/pacar kepada selingkuhannya akan sirna atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa dan kembali mencintai Anda seperti sedia kala.

@wongalus,2009

Categories: AMALAN ANTI SELINGKUH | 89 Komentar

PROSES MENANGKAP TUYUL


Bila di lingkungan rumah Anda resah karena banyak orang merasa kehilangan uang atau barang tanpa diketahui siapa yang mengambilnya, maka boleh dicurigai disekitar Anda ada tuyul. Sehingga ada baiknya dilakukan penangkapan atau menjerat tuyul.

Proses penangkapan hendaknya dilakukan bersama-sama para tetangga disaksikan oleh masyarakat. Selanjutnya dicari orang-orang yang dicurigai sebagai pemilik tuyul. Adapun cara menangap tuyul sebagai berikut: Sediakan seekor yuyu (kepiting darat), dlingu bengle (salah satu bahan jamu tradisional) biasanya tersedia di pasar tradisional/penjual jamu tradisional secukupnya. Bawang putih jantan dan Jahe secukupnya. Bunya mawar atau melati.

Pada malam SELASA KLIWON ATAU JUMAT KLIWON datangi orang yang dicurigai memiliki tuyul. Kepiting dan bunga diikat tali. Sementara jahe, bawang putih dan dlingu bengle dikunyah sampai halus kemudian semprotkan dengan mulut di depan masuk rumah. Pegang pucuk tali yang mengikat kepiting dan bunga, goyangkan perlahan dan mohon bantuan kepada Allah agar proses menangkap tuyul ini berhasil.

Bila orang tersebut memang memelihara tuyul, maka tuyulnya akan datang tunduk dan patuh mengikuti perintah Anda. Tangkaplah tuyul itu untuk dipertunjukkan kepada para warga dan laksanakan musyawarah bersama para tokoh masyarakat untuk memutuskan sanksi sosial bersama-sama. Ini agar pemilik tuyul itu jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

CATATAN: Bila Tuyul tersebut disakiti, maka pemelihara tuyul juga akan merasakan kesakitan yang hebat. Untuk mempraktekkan penangkapan tuyul, Anda bisa mencoba kemampuan menangkap tuyul itu. Cari tempat paling mudah tuyul ditemukan, misalnya di pasar tradisional. Kebanyakan pasar tradisional adalah daerah beroperasinya pencurian oleh tuyul. Untuk para pemilik tuyul, segera bertobat dengan melepaskan tuyulnya. Bila tidak, maka hati-hati dengan para siswa paguron jagad maya  KAMPUS WONG ALUS yang siap-siap untuk menelanjangi kejahatan Anda.

@wongalus, 2009

Categories: TUYUL CARA MENANGKAPNYA | 63 Komentar

LIMA TINGKAT PENGELIHATAN BATIN


Pengelihatan dikategorikan menjadi dua berdasarkan pancaindera yang digunakan. Yaitu pengelihatan mata dan pengelihatan batin. Pengelihatan Batin pun dibagi menjadi lima tingkat.

Beberapa saat yang lalu ada sebuah email yang masuk ke inbox si X, yang isinya meminta bantuan karena kehilangan barang berharga. Setelah membaca email tersebut,  X memutuskan untuk membantu dengan doa agar barang tersebut kembali ke pemiliknya. X tidak mengenal dan melihat barang yang hilang itu maupun si pemilik sebelumnya. Ketika X mendoakan agar barang yang hilang itu kembali ke pemiliknya, suatu mujizat terjadi. X dapat menyaksikan terjadinya pencurian itu disamping juga melihat bagaimana pencuri menyembunyikan barang itu kamarnya.

Tiga hari setelah X berdoa pada Tuhan Yang Maha Mengetahui, sang pemilik barang tersebut mengirim X email lagi. Dia menjelaskan bahwa barang yang hilang tersebut sudah ada di depan rumahnya. Rupanya, si pencuri itu merasa diperintahkan agar mengembalikan barang yang telah dicurinya.

Pada umumnya, orang kejadian ini menganggapnya aneh. Bahkan mungkin menganggapnya sebagai kebetulan. Padahal, ini sebagai sebuah bukti dari keberadaan ‘penglihatan batin’. Sebuah kejadian yang sering terjadi pada pendahulu kita dulu yang gemar olah batin sehingga mempunyai kemampuan batiniah.

Bagaimana fenomena ini dijelaskan? Ketika X berdoa untuk barang yang hilang itu, X mengirim sebuah ‘gelombang energi doa’ yang menyebar di angkasa. Berapa kuat gelombang doa tersebut dan berapa luas penyebarannya tergantung kemampuan dari batin masing-masing orang.

Barang itu juga mengirimkan gelombang gelombang. Ketika kedua gelombang bertemu, terjadilah resonansi (komunikasi). Penjelasannya adalah sebagai berikut: X itu seperti sebuah televisi. Pikiran X adalah seperti monitor televisi. Memfokuskan pikiran itu sama seperti memilih saluran televisi tertentu. Sementara barang yang hilang itu seperti menara pemancar yang mengirimkan frekwensi.

Ketika keduanya saling berhubungan, layar pikiran mengulang kembali berbagai kejadian yang telah terjadi sebelum dan sesudah pencurian. Pengulangan (replay) seperti ini merupakan penggambaran yang tepat tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Lagipula, barang itu kemungkinan terus mengusik batin pencuri tersebut. Itu sebabnya dalam gambaran batin X, barang yang hilang, termasuk dibawa kemana barang tersebut setelah dicuri dapat terekam dengan jelas.

Gelombang Otak akan memancarkan ke gelombang otak lain. Bila X mengkonsentrasikan pikiran maka yang terjadi adalah mengirim dan juga dapat menerima gelombang otak dari si pencuri. Tingkat kemampuan batin orang bervariasi. ‘Gelombang doa’ sebagian orang dapat menembus dan mencapai tingkat tingkat yang lebih tinggi dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk disana. Sebagian orang kebatinan dapat mengirim gelombang vibrasi yang dapat membungkus seluruh bumi. Sebagian orang kebatinan mempunyai gelombang yang lebih lemah yang menyebabkan hambatan hambatan dalam komunikasi dan ketidaktepatan dalam hasil.

Disamping itu, ada berbagai metode dalam mengembangkan kemampuan batin. Sebagian orang mengandalkan kekuatan dengan mengandalkan metode keagamaan seperti dzikir dan sebagainya. Sebagian mengandalkan upaya ilmu parapsikologi dengan menggunakan hipnosis dan konsentrasi pikiran. Sebagian menggunakan obat-obatan dan ilmu perdukunan. Ada pula yang memang terlahir mempunyai kemampuan ini.

Menurut pendapat X, penglihatan batin itu bisa dikategorikan dalam 5 tingkat. X membagi tingkatan itu menjadi: Mata Syahadat, Mata Sholat, Mata Zakat, Mata Puasa, dan Mata Haji. Mata Syahadat adalah tingkat tertinggi dan juga disebut “Penglihatan Sejati”. Mata Haji adalah tingkat terendah dan juga disebut Penglihatan Ilusi. Orang bisa mencapai tingkatan-tingkatan itu bila sudah menjalani proses masing-masing tingkat dengan penuh kesungguhan dan menyelami hakikatnya dengan sempurna.

Disamping mengandalkan latihan kerohanian, orang juga bisa mendapatkan mata batin dengan cara berkonsentrasi pikiran atau bermeditasi dengan berbagai cara-cara yang sesuai dengan tradisi dimana dia berada. Bahkan ada yang menggunakan hipnosis, gendam dan obat-obatan. Namun, penglihatan batin seperti ini masih berada dalam katagori ‘penglihatan ilusi’. Hal ini bukanlah hal sederhana yang dapat dijelaskan dengan beberapa baris kalimat saja.

Ya, sudah waktunya kini bagi kita semua untuk meyakini bahwa dunia ruh(ani) itu benar benar ada sehingga di dalam hidup yang singkat di dunia ini tidak boleh hanya mengandalkan otak yang cenderung terbiasa memanipulasi fakta dan puas dengan kebohongan-kebohongan.

@wongalus,2009

Categories: PENGELIHATAN BATIN | 53 Komentar

LAKU DAN MANTRA


Mantra dan laku. Laku dan mantra. Dibolak balik tetap sama. Dua unsur pokok itu wajib ada agar sebuah amalan bisa ‘manjing’. Apa sesungguhnya mantra itu? Berikut kutipan paparan dari Christiana Dwi Wardhana dalam Seminar Nasional Naskah Kuno Nusantara, Jakarta 2-3 September 2003.

Mantra adalah perkataan atau ucapan yang mampu untuk mendatangkan daya gaib, menyembuhkan, mendatangkan celaka dan sebagainya. Susunan kata berunsur puisi yang dianggap mengandung kekuatan gaib ini biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Mantra juga dapat disamakan dengan doa.

Dalam tradisi Jawa, mantra disebut pula dengan japa, japa mantra, kemad, peled, aji-aji, rajah, donga, sidikara yang semuanya dianggap mempunya daya kekuatan gaib. Mantra jika dibaca dengan bersuara disebut di-mel-kan dan kalau hanya dibaca dalam hati disebut matek mantra atau matek aji.

Wujud mantra ada beberapa macam di antaranya: (1) Mantra dalam wujud kata-kata/puisi lisan yang dibaca dalam batin disebut japa mantra, aji-aji dan rapal. (2). Mantra dalam wujud tulisan misalnya tertulis pada kain, kertas, kulit disebut rajah. (3). Mantra yang ditanam pada benda disebut jimat, aji-aji.

Berdasakan atas fungsinya dan kandungan kekuatan magis mistisnya, mantra dapat digolongan menjadi 4 jenis:

(1) MANTRA JAYA KAWIJAYAN: untuk kekuatan dan kemenangan. MISALNYA SEMAR KUNING: Aku umbulna menyang Suralaya, Jalukna Klambiku si Klonthong Wesi, Sabet nggeng, Lot kelot-kelot, Teguh alot, Ya iki klambiku si Klonthong Wesi. Mantra ini digunakan untuk kekebalan dari tusukan senjata tajam dan pukulan.

(2). MANTRA PANULAKAN, untuk menolak dan kandungan kekuatannya mampu untuk mengembalikan atau merintangi kekuatan lain yang berasal dari lawan baik yang berasal dari manusia maupun kekuatan lain. GUMBALA GENI: Kuci-kuci omahku Gumbala Geni, Lurungku si Alas Agung, Ngarepku segara gunung, Latarku latar bengawan, Joganku jogan segara, Sapa sumedya tumerah ala marang aku, Kena katujawa bingleng, Teka bingleng teka bungleng saking kersane Allah. Mantra ini menolak perbuatan jabat dan membuat bingung pihak lain.

(3) MANTRA PENGASIHAN, untuk menimbulkan cinta dan mempunyai kandungan kekuatan yang mampu mengubah atau menimbulkan rasa cinta kasih seseorang. Contoh MANTRA JARAN GOYANG: Bismillahirrohmanir rohim, Niyat ingsung matek ajiku si Jaran Goyang, Sabete sada lanang, Tak sabetake gunung jugruk, Tak sabetake segara asat, Tak sabetake lemah bongkah, Sira mulya ingsun kongkon, Golekana jabang bayine … (nama dimaksud), Caketna marang jabang bayine …. (nama diri) Yen bocah turu gugahen, Yen wis nglilir lungguhna, Yen wis ngadeg lakokna, Caketna marang jabang bayine … (nama diri), Ora suwe tak enteni, Neng ngarep lawang Medinah, Aku durung pati-pati lunga, Yen durung caket jabang bayine …. (nama dimaksud), Wassalammu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

Contoh lain: MANTRA MELAYU PENAMBAT KASIH Ini mantra yang dipraktekkan oleh pria Melayu untuk menambatkan wanita sang pujaan hati agar tidak serong karena terpuaskan dalam hubungan intim. Sebelum berhubungan intim, tubuh harus mandi dan memakai parfum yang harum. Mantra ini diucapkan satu kali oleh sang suami menjelang bersetubuh. Bismillahir Rahmanir Rahim, Cang cang setandang besi, Anak harimau setandang malam, Keras kalam menjadi besi, Keras siang hingga ke malam, Keras seperti besi khursaini, Panah batu, batu runtuh, Panah gunung, gunung runtuh, Panah selera dengan aku, Oh nyaman, oh berkat aku pakai, Dengan berkat La ilaha illa llah

4. MANTRA PALEREMAN. Fungsinya untuk meredakan kemarahan orang lain yang marah kepada kita. Kandungan kekuatannya mampu menetralisir emosi negatif agar tenang dan netral. Diucapkan saat ada orang lain marah. Misalnya MANTRA PANGLARUTAN: Sukma rasa sira sun kongkon laruten banyune Si ……. (sebut nama dimaksud), Cucupen banyune lan ilangana karepe, Lemes lemes saking kersane Allah.

Di dalam mantra yang lengkap tercakup unsur judul, unsur pembuka, unsur niat, unsur sugesti, unsur tujuan dan unsur penutup. Unsur sugesti merupakan unsur yang PALING PENTING DAN PALING POKOK dalam struktur mantra. Unsur sugesti memiliki daya atau kekuatan untuk membangkitkan potensi kekuatan magis atau kekuatan gaib. Mengingat mantra memiliki spesifikasi, maka unsur sugesti pada mantra berbeda-beda meskipun fungsinya bisa sama. Misalnya, sama-sama berfungsi untuk pengasihan, namun tiap mantra unsur sugestinya beda. Unsur sugesti berupa ungkapan metafora atau analogi yang bersfta INDIVDUAL UTTERANCE.
Misalnya pada Aji bandung Bandawasa: “Matek ajiku bandung Bandawasa, Ototku kawat, Balungku wesi, Kulitku tembaga, Sabet nggeng, Lot kelot kelot, Teguh alot”

Meskipun UNSUR SUGESTI ini sangat penting namun sama sekali tidak berlaku jika tidak diikuti dengan unsur LAKU. Jadi aspek magis mistis sebuah amalan berpusat pada unsur SUGESTI dan LAKU MISTIK pengamalnya. Jika diperhatikan, unsur sugesti yang dianggap memiliki daya magis dapat dipilah menjadi beberapa macam:

(1). Ungkapan magis yang mendasarkan pada kekuatan alam, binatang, bunga. (2). Ungkapan magis yang mendasarkan pada kekuatan mitos tokoh baik dari dunia perwayangan maupun tokoh mitologi (3) Ungkapan magis yang mendasarkan pada kekuatan Allah, Malaikat, nabi, Dewa, Raja, resi atau Pertapa.

Seberapa jauh Laku Mistik dapat menjamin keberhasilan amalan? Keberhasilannya sifatnya tergantung penghayatan subyektif. Laku mistik berhubungan dengan kepercayaan dan keyakinan seseorang. Semakin sungguh-sungguh dan yakin seyakin-yakinnya saat menjalani laku amalan maka amalan ajian akan bisa berhasil.

Tradisi Jawa mengenal laku mistik yaitu:
(1). PUASA.
PUASA BIASA seperti saat puasa Ramadhan. Ada yang hanya makan sekali saat tengah malam. PUASA MUTIH: hanya makan makan nasi putih, minum air putih. Mutih ada beberapa cara: NGEPEL yaitu banyaknya makan diukur dengan jumlah hari lama berpuasa, Sekali makan tidak tambah, makan hanya diwaktu siang atau malam.
PUASA NGROWOT: makan berasal dari makanan yang berasal dari tanah dan harus tawar. Pelaksanaannya seperti puasa biasa atau puasa mutih.
PUASA NGALONG: yang dimakan hanya makanan jenis buah-buahan dan harus tawar, pelaksanaan seperti biasa.
(2). NGEBLENG: tidak makan-minum, waktu biasanya sehari semalam. Tidak boleh keluar rumah.
(3). NLOWONG: tidak makan minum, waktu sehari semalam, tidak terbatas ruangan.
(4). PATI GENI: tidak menghidupkan api dan berada di dalam ruangan tertutup.
(5). KUNGKUM: berendam di air sungai, menantang arus air dan dipertemuan arus sungai.
(6). MELEK: tidak tidur siang malam, baik di dalam maupun di luar rumah.
(7). MENDEM: mengubur diri di dalam tanah dengan udara secukupnya dengan sikap seperti orang mati
(8). NGEDAN: bertingkah seperti orang gila di tempat umum
(9). BISU: tidak bicara
(10). BERJALAN: tidak boleh duduk. Boleh istirahat, tidur, makan, minum sambil berdiri. Tidak boleh masuk rumah/ruang.
(11). SESIRIK: menjauhi segala kesenangan.
Dan lain-lain.

@wongalus,2009

Categories: RAGAM JENIS MANTRA | 14 Komentar

HAKIKAT RUH PENDAMPING


+ Ibumu meninggal ya?
-Ya. Sudah dua bulan lalu ibu saya meninggal. Kamu kok tahu?

+Apakah ibumu orangnya kecil pendek, suka mengenakan jarik dan masih sehat meski usianya 89 tahun?
-Kamu kok bisa tahu siapa yang memberitahumu? Kau kan nggak pernah ke desaku bertemu ibuku?

+ …….(diam sedang melihat ruh seorang perempuan tua di samping tersebut)

-ya saya anak tertua dan paling dekat dengan ibu saya
+Berarti yang memberi tahu saya tadi adalah ibumu yang sekarang jadi ruh pendampingmu.

-Oh, gitu ya? Saya masih mencintai ibu
+Itulah yang membuat ibumu juga betah untuk mendampingimu

-Setiap ibadah, saya usahakan selalu berdoa agar ibu dan bapak almarhum mendapatkan perlindugan Tuhan.
+Itulah keharusan agar kamu juga selalu diberi petuah dan didoakan olehnya.

-Matur nuwun

Bagi sebagian kalangan yang mendalami kebatinan, kemampuan untuk melihat ruh sudah bukan hal yang aneh. Termasuk juga kemampuan untuk bersahabat akrab dan saling membantu. Pada diri manusia yang paling inti, ada ruh. Dialah diri sejati yang menjadi guru sejati dari akal dan tubuh fisik kita. Kalau kita biasa mengatakan “dengarkan hati nuranimu” itu artinya dengarkanlah suara ruh(ani) mu.

Hakikat keberadaan ruh sebenarnya juga bisa dinalar dengan ilmu pengetahuan. Sejak lama, para ilmuwan mengamati bahwa obyek-obyek makro di angkasa atau disebut bintang adalah satu pusat dengan sekumpulan planet. Planet itu juga dikelilingi lagi satelit-satelit. Sebagaimana sistem tata surya, matahari dikelilingi 9 planet. Begitu pula dengan obyek-obyek ukuran mikro seperti atom. Di satu butir atom, terdapat pula nukleus yang dikelilingi oleh eketron-elektron yang bergerak.

Sudah lama diketahui pula oleh kalangan ahli kebatinan Barat dan Timur termasuk para Yogi, bahwa ruh manusia adalah ruh utama yang dikelilingi oleh ruh-ruh lain yang disebut dengan ruh pendamping (di jawa konsep ruh pendamping itu disebut: sedulur papat, sementara di Arab merujuk pada malaikat.atau mungkin disebut dengan jin pendamping?). Jadi setiap sistem ruh pada satu diri manusia terdiri dari lima ruh.

Dari lima ruh itu, setidaknya ada empat kemungkinan kombinasi yang terjadi. Pertama, ruh utama adalah pria dan keempat ruh pendamping adalah pria. Kedua, ruh utama adalah wanita dan keempat ruh pendamping adalah wanita.Ketiga, ruh utama adalah pria dan ruh pendampingnya adalah 2 pria 2 wanita. Keempat, ruh utama adalah wanita dan ruh pendampingnya adalah 1 wanita dan 3 pria.

Terdapat kemungkinan adanya lebih dari satu atau kurang dari 4 ruh pendamping. Para ruh pendamping ini bisa saja berganti. Misalnya seseorang mungkin tadinya mempunyai ruh pendamping pria tetapi setelah beberapa lama, ruh pendamping pria ini pergi dan digantikan oleh seorang ruh wanita. Perubahan seperti ini akan mengakibatkan perubahan emosi, mental dan kondisi spiritual ruh utama yang bersangkutan.

Ahli-ahli kebatinan percaya bahwa baik ruh utama maupun ruh pendamping memiliki kehidupan yang otonom/mandiri/independen. Ruh sama seperti matahari dan bulan keduanya terpisah secara otonom dalam garis edar hidupnya masing-masing. Perbedaan antara ruh utama dan ruh pendamping adalah bahwa tingkat kemampuannya. Ruh utama akan mempengaruhi ruh-ruh pendampingnya, sedangkan tingkat kemampuan ruh pendamping hanya akan mempengaruhi diri mereka sendiri dan sangat sedikit untuk mampu mempengaruhi ruh utama.

Secara umum ruh pendamping adalah ruh yang mempunyai hubungan pribadi yang sangat erat dengan  ruh utama. Bila bukan anggota keluarganya, juga para leluhurnya, atau bahkan  teman-teman dekatnya. Ruh-ruh pendamping adalah ruh-ruh yang mengawasi ruh utama. Para ahli kebatinan yang melakukan penyelidikan mengenai karakter dan nasib seseorang berdasarkan pengamatan mereka tentang ruh-ruh pendmping orang yang bersangkutan. Semakin tinggi kemampuan ruh pendamping, semakin tinggi pula kemampuan ruh utama. Semakin rendah dan lemah kemampuan ruh pendamping maka semakin lemah pula kemampuan ruh utama untuk mencapai hidup yang lurus dan sukses.

Bila dikatakan bahwa ruh utama sebagai nukleus dari atom dan ruh pendamping sebagai elektron-elektron, maka perubahan jumlah elektron kan mengubah secara dramatis sifat atom itu sendiri. Hukum kegaiban sesungguhnya sama dengan prinsip fisika yaitu bergerak menuruti aturan yang sah dan berlaku sebagai derivat dari hukum Tuhan.

Banyak orang yang tidak menyadari adanya ruh pendamping mereka. Bahkan yangtragis, banyak pula yang menolak keberadaan ruh-ruh pendamping mereka sendiri. Mereka hanya memahami manusia hanyalah materi fisiknya  dan tidak percaya adanya ruh. Padahal di dalam agama apapun, pasti ada konsep tentang ruh ini. Kalau kita mempelajari secara metafisis, berbagai tradisi yang sudah dijalani oleh para nenek moyang dulu sebenarnya sangat memperhatikan keberadaan ruh pendamping ini. Berbagai tradisi slametan, misalnya, selain berdimensi sosial (horizontal) namun juga untuk menghormati dan rasa berterima kasih kepada para ruh pendamping yang demikian setia untuk menemani kita selama hidup.

Namun bila saran ruh pendamping (para leluhur kita dulu) ini diabaikan bahkan cenderung ditolak dan bahkan kepercayaan adanya mereka dituduh sebagai bid’ah/takhayul maka mereka akan pergi dan diganti dengan ruh-ruh pendamping yang lebih kasar bahkan bisa jadi ruh pendamping yang jahat. Nah, sekarang mana yang kita pilih? Berteman dengan ruh pedamping kita dengan cara menghormati dan menyayangi mereka atau sebaliknya, memusuhi dan mengusir mereka dari hidup kita? Semua berpulang pada keyakinan masing-masing.

@wongalus, 2009

Categories: HAKIKAT RUH PENDAMPING | 11 Komentar

HAKIKAT SURGA


Sekurang-kurangnya sekali dalam hidup ini, pasti pernah terlintas di benak kita pertanyaan sebagai berikut: kenapa alam ini diciptakan dan siapa yang ‘iseng’ mencipta alam semesta ini?

Apa Anda setuju bila ada yang berpendapat jika alam semesta ini tercipta dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan? Tiba-tiba seperti kilat langsung jadi begitu saja tanpa ada proses pendahuluannya? Jelas tidak mungkin karena segala sesuatu pasti ada penciptanya. Seperti sebuah pesawat, pasti ada pabriknya. Di pabrik itu ada banyak insinyur penerbangan, ahli mekaniknya, ahli bahan logamnya dan sebagainya. Lha kalau alam semesta, pabriknya dimana dan apa ada banyak otak untuk menciptakannya?

Kayaknya alam semesta ini tidak mungkin ada pabrik dengan banyak otak. Cukup satu “otak” yang ada di satu “insinyur” yang sangat cerdas. Orang menyebutnya Tuhan, Allah, Hyang Widi, Gusti, Ingsun, Yahweh, God, dan sebagainya. Banyak sebutan/nama namun sejatinya menunjuk pada satu Dzat saja. Satu Dzat dengamn banyak nama/asma. God itu juga tidak marah bila disebut dengan Yahweh. God juga tidak marah bila disebut Allah, God juga tidak marah bila disebut Wyang Widi. Pendeknya, terserah pada yang menyebut. Dia mengetahui isi hati penyebut tersebut.

Dia adalah causa prima, sebab terakhir dari deretan sebab. Karena terakhir, maka tidak ada yang yang menciptakan God tersebut. God itu tidak diketahui susunan biologisnya, susunan fisikanya seperti apa, susunan kimianya bagaimana. God itu God, Tuhan itu Tuhan. Kalaupun selama ini Tuhan biasa “digambar” oleh manusia dengan Dzat, Asma, Sifat, dan Af’al maka itu sesungguhnya hanya untuk mempermudah kita untuk memahaminya saja.

Semua gambar itu sebenarnya tidak menunjuk pada asli Dzat-Nya. Gambar tentang kerbau berbeda dengan kerbau aslinya. Apalagi bila hanya digambar/dipotret dengan kamera satu dimensi. Kerbau yang dishoting juga beda dengan kerbau aslinya yang berdimensi tiga. Apalagi Tuhan. Berapa dimensi Tuhan? Satu dua tiga? Atau berdimensi tidak terhingga? Ya, Dia adalah pencipta dimensi itu sendiri sehingga semua penggambaran dan penangkapan imaji tentang-Nya pasti SALAH BESAR.

Itu sebabnya, tidak ada satupun manusia di muka bumi ini boleh disebut paling tahu tentang Tuhan. Tidak jin, tidak malaikat, tidak biksu, tidak kyai khos, tidak pendeta, tidak pedanda, tidak politikus, tidak ekonom, tidak psikolog, tidak bromocorah, tidak menteri agama. Semuanya sama-sama tidak tahu apa dan bagaimana Tuhan sesungguhnya. Maka, bila ada seseorang mengaku yang paling tahu tentang apa dan bagaimana Tuhan sesungguhnya dia termasuk orang yang patut dikasihani.

Itu sebabnya, maka kita diharapkan untuk berendah hati terhadap wujud-Nya yang misterius tersebut. Kita tetap diperkenankan untuk berdiskusi, memikirkan, menghayati, memaknai hakikat Tuhan sebab diskusi-diskusi tingkat tinggi semacam ini akan memperkaya pemahaman dan memperdalam keyakinan.

Yang jelas, yang bisa kita lihat dengan mata adalah jejak-jejak Tuhan. Apa jejak-jejak Tuhan itu? Yairu keberadaan alam. Sejatinya, alam adalah suatu sistem celupan-Nya yang berdiri di atas prinsip keikhlasan. Alam ini adalah derivat dari Alif Lam Mim. Alam tidak mengenal sampah/residu karena di alam ada proses daur ulang otomatis. “Digelarnya” alam semesta dan “digulungnya” alam bukan tanpa tujuan. Tujuannya sangat jelas yaitu SYAHADAT; KESAKSIAN. Saksi apa? Saksi Keberadaan Tuhan. Itulah hakikat alam semesta.

Dalam hubungannya dengan alam ini, Tuhan berkenan menyatakan atau memperlihatkan Diri sebagai Rabbul Alamin (tercakup di dalamnya Rabbul Falaq dan Rabbin Nas) sedangkan terhadap APA-APA yang ada di dalamnya, termasuk di sana langit dan bumi, Tuhan menyatakan diri sebagai PENCIPTA. Jadi, kalau manusia ingin mengetahui maka dia perlu mengenal Tuhan. Melalui apa? Ya melalui dirinya sendiri karena diri ini adalah Ciptaan Tuhan.

Mengenal Tuhan berarti juga mendekati Tuhan, mendekati Tuhan tidak sama dengan mendekati benda. Maka, bila ingin mendekati Tuhan caranya adalah mengenal diri sejati. Sebab di dalam diri sejati itulah sesungguhnya ada “kehendak dan keinginan Tuhan”.

Berapa bentangan panjang alam semesta? Seujung debu di “mata” Tuhan. Berapa bentangan usia/umur alam? Sekejap “mata” Tuhan. Puji sukur Tuhan bahwa semua pergelaran alam semesta ini masih ADA DI DALAM CIPTA, “PENGAWASAN PIKIRAN TUHAN”. Kita tidak dibiarkan hidup sak karepe dhewe. Alam semesta juga tidak dibiarkan berjalan dalam ketidakpastian. Sebab di sana juga diciptakan sebuah HUKUM/PRINSIP KEBERADAAN sehingga alam ini bisa teratur rapi dan pergerakannya tidak berloncatan ke sana kemari. Jadi Tuhan sangat bersungguh-sungguh terhadap apa yang diciptakan-Nya yaitu manusia dan alam semesta ini. Tapi coba kita balik, bagaimana manusia bersungguh-sungguh terhadap alam semesta?

Hmmm….. rasa-rasanya kita masih belum pantas disebut manusia. Lha wong membuang sampah saja sembarangan, lha wong semut itu ciptaan Tuhan, kecil lagi ee kok tega-teganya dibunuh? Padahal semut tidak pernah berdosa dan salah. Dimanapun di muka bumi ini, yang berbuat SALAH hanya MANUSIA. Bukan jin, bukan iblis, bukan setan. Ya, sikap kita terhadap alam semesta ciptaan Tuhan ini masih sembrono.

Bagaimana manusia bersungguh-sungguh terhadap dirinya sendiri? Setali tiga uang. Manusia biasanya hanya merawat bentuk tubuhnya, merawat wajahnya, merawat penampilannya, memanjakan keinginannya, merawat kedudukannya, kerawat jabatannya. Namun manusia belum sungguh-sungguh merawat dirinya sendiri. Bagaimana kita bisa disebut telah merawat dirinya sendiri lha wong jati diri atau diri sejatinya saja dia tidak tahu?

Merawat jelas dibutuhkan rasa ingin tahu sehingga nanti dia memiliki pengetahuan, bila sudah memiliki pengetahuan maka dia akan mampu mengenal sekaligus mengakrapi dan kemudian mencintai dan melebur dalam diri sejatinya. Tahukah Anda apa ciri-ciri orang yang sudah ikhsan dan sudah makrifat? Yaitu orang yang sudah mampu melebur dengan diri sejatinya. Ini bisa dikenali bila antara buah pikiran, kehendak hati nurani yang suci, dan kelakuannya sudah satu dan sama. Antara gerakan sadar dan bawah sadar sudah sepenuhnya berada di dalam kontrol satu pusat kesadaran. Yairu KESADARAN DIRI SEJATI.

Bagaimana mengenal diri sejati ini? Nah, ada seseorang yang berniat kuat bertapa, menjalani laku meditasi (tidak makan minum dan bergerak selama 40 hari 40 malam) untuk mengenal diri yang paling sejati. Hari pertama hingga hari 30 dia mendapati banyak tantangan.

Tantangan itu berupa datangnya makhluk-makhluk gaib yang berniat untuk menggugurkan niatnya. Ada raja tuyul menawari kekayaan berlimpah, ada raja jin menawarkan keberlimpahan harta, tahta, wanita. Apabila si pertapa mengentikan lakunya saat itu maka dia sudah jadi kaya raya hidup enak di dunia. Namun dia tidak bergeming dengan rayuan itu, dia terus melakukan apa yang jadi tekadnya meskipun tubuhnya sudah lemah lunglai.

Pada hari 39 muncul sinar beraneka warna menyinari tubuhnya yang sudah hampir mati ini. Sinar ini adalah “Malaikat” yang menawarkan semua kenikmatan hidup dunia bahkan akhirat dan jaminan masuk surga. Namun pertapa ini tidak mau, dia terus bertekad untuk menemukan jawaban siapa diri sejatinya. Pada hari dan detik terakhir di hari ke-40 tubuhnya sudah hampir mati, gelombang otaknya sudah sampai di titik nadir. Nafasnya tinggal sejengkal lagi. Tapi dia masih hidup. Sebab ruhnya belum lepas dari raga. Saat genting itu apa yang dicari orang ini pun datang. Tiba-tiba dari dalam dirinya muncul sosok yang sama persis dengan dirinya. Terjadilah percakapan batin berikut ini:

-Kamu siapa
+ aku guru sejatimu
-Inilah hasilku mengenal diri sejati?
+Ya, kau akan mengenali kehendak dan keinginanku
-Kamu berkehendak apa terhadap aku?
+Kehendakku adalah menuntunmu dan ikutilah aku
-Kenapa?
+Agar kau mengenal Tuhan
-Siapa Tuhan?
+Aku
-Jadi kau itu tuhan? Aku tidak percaya.
+Kau tidak akan mampu melihat Dzat Tuhan, maka aku mewakiliNya agar kau bisa tetap hidup dengan pikiran-pikiranmu. Jangan pikirkan Tuhan karena sesungguhnya Dia tidak bisa dipikirkan. Pikiranmu untuk mengenali-Nya sesungguhnya adalah proses awal dari pemahamanmu terhadapku.
-Baiklah aku sekarang jadi tahu siapa diri sejatiku, terima kasih dan apa saranmu?
+Ikuti aku, aku akan selalu menuntunmu menuju pada jalan hidup yang lurus.

Pertapa itu kemudian menghentikan meditasinya dan kembali meniti hidup sebagaimana manusia biasa dan normal. Sebagaimana Anda semua. Apa yang bisa ditangkap dari pengalaman nyata di atas? Yaitu, kenalilah diri sejatimu maka kau akan mengenal Tuhanmu.

Manusia pada hakikatnya adalah “alam makro”. Bukan alam mikro. Sebab bentangan panjang pendeknya usia, panjang pendeknya fisik alam semesta ini sepenuhnya berada di dalam jangkauan pengetahuan dan kesadaran manusia. Kok bisa? Lha coba Anda tanyakan panjang alam semesta kepada seorang astronom dan kepada seorang politikus. Maka, jawabannya pasti beda.

Maka bentangan panjang alam semesta ini DITENTUKAN dan DIUKUR oleh manusia sendiri. Jadi MANUSIA LEBIH BESAR DARI ALAM SEMESTA. Sehingga saya berpendapat bahwa ALAM SEMESTA ini adalah MIKROKOSMOS, sementara MANUSIA adalah MAKROKOSMOS. Tidak sebaliknya sebagaimana yang biasa disebut orang banyak. Dari sini bila diteruskan kita akan mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru.

Maka konsep Tuhan yang sering kita sebut sehari-hari dan alam semesta yang kita nalar ini pada hakikatnya berada di dalam “genggaman pengetahuan” manusia. Yang tidak ada di dalam genggaman pengetahuan manusia adalah Tuhan dan alam semesta yang TIDAK KITA PIKIRKAN NAMUN KITA RASAKAN. Mengenai RASA ini ada dua macam keadaan yaitu RASA PANGRASA artinya rasa yang bercabang/tersebar dan rasa yang menyatu. Rasa yang tersebar disebut PANGRASA (panging rasa/cabangnya rasa, adalah seperti cabang ranting pohon. Sedangkan rasa yang utuh sebagai kesatuan (maligi) adalah seperti “deleg” pohon sebagai kesatuan.

Untuk mencapai upaya MALIGINING RASA, menurut serat Kacawirangi ada 4 tingkatan. Pertama, mengupayakan agar rasa pangrasa jangan terlalu menyebar. Kedua, dengan teliti dan kontinyu mengikuti “ugering dumadi” pandam, pandom dan panduming dumadi). Ketiga, mangastuti (manembah) kepada Tuhan. Keempat, pada saat khusus misalnya saat malam hari yang sangat hening maka lakukan patrap “panunggal samadhi”. Yaitu menghentikan angan-angan dan nafsu agar MENYATU ANTARA BUDI, RASA DAN NAFAS.

Apabila budi sudah tidak terhalang lagi oleh gerak angan-angan, serta rasa sudah tidak terliputi getarnya sendiri, maka tercapailah PRAMANA. Keadaan manusia yang pramana seperti itu ibarat CERMIN YANG JERNIH dari “KAHANAN JATI.”

Tahap akhir perjalanan RASA setelah tercapai PRAMANA, adalah kembali ke asal mula atau SANGKAN PARANING DUMADI, yaitu menyaksikan “alam lami” yang karenanya dituntun oleh diri sejati yang merupakan guru sejati ini akan menumbuhkan kualitas surga. Di sini kita mencapai PAMUNGKASING DUMADI yang merupakan SAMPURNANING PATRAP yaitu LULURING DIRI PRIBADI atau LULURING RAOS AKU. Disitulah lenyapnya tabir/hijab pembungkus kenyataan yang sebenarnya.

Ki Ageng Suryomentaram mengatakan bahwa orang yang sudah sampai tahap itu berarti manusia yang sempurna tanpa cacat. Manusia disebut insan kamil yaitu mereka yang sudah “luluhnya AKU yang DIENGKAUKAN diganti dengan AKU YANG TAK MUNGKIN DIENGKAUKAN (dudu kowe).” Pada titik ini, hal-hal di luar kejadian biasa atau hal-hal yang bertolak belakang dengan prosesi hukum alam tidak lain adalah hakikat primordial Tuhan.

Jadi, Manusia Sempurna adalah manusia yang tanpa angan-angan. Batinnya berada di dalam alam yang tanpa wujud, alam tanpa nilai, alam apa adanya. Inilah ARUPADHATU. Alam bebas tanpa kerangkeng dan penjara. Alam SUNYARURI, ALAM KETIADAAN, ALAM SUWUNG yaitu alam kebahagiaan yang bebas dari segala bentuk baik yang pernah dilihat maupun yang hanya diangankan.

Sebagai hadiah, mereka yang sudah berada di ALAM SUNYARURI ini akan mengalami SWARGA (kebahagiaan yang kekal abadi). Jadi SWARGA tidak “di sana”, melainkan “di sini”:

“Tidak ada seorang pun mengetahui kebahagiaan yang tersembunyi bagi mereka (yang mengenal diri sejati) sebagai anugerah amalan mereka” (QS 32,17).

@wongalus, 2009

Categories: HAKIKAT SURGA | 16 Komentar

HIZBUL BARQI = HIJIB HALILINTAR


Para pejuang kemerdekaan kita dulu memiliki semangat bertempur yang luar biasa. Mereka sangat percaya diri maju ke medan laga tanpa takut mati. Bila memang sudah tiba saatnya takdir dari Tuhan menjemput, saat tidur di kasur empuk pun orang pasti akan menemui ajal.

Pasrah dan ikhlas atas menerima apa yang terjadi memang sebuah keharusan. Namun ini tidak boleh diartikan kita pasif dan kehilangan jati diri. Ya, pada kasus-kasus yang khusus jangan lupakan ikhtiar untuk “mempertahankan diri”. Sebab mempertahankan diri dari serangan adalah sebuah perintah Tuhan juga. Kita ingat bagaimana Rasulullah, Muhammad SAW dulu harus berdarah-darah di medan perjuangan menegakkan kebenaran Tuhan. Bahkan, tidak ada satu pun utusan Tuhan yang bisa hidup melenggang tanpa ada rintangan. Perjalanan hidup mereka tidak seperti melaju di jalan tol yang lurus dan lempang. Tapi berliku dan penuh aral yang melintang.

Kita bisa memaklumi, kenapa dulu para shaolin, siswa vihara Budha harus melatih dirinya dengan berbagai ilmu perang agar bisa mempertahankan diri dari serangan para ninja. Padahal kita tahu, ajaran Budha sangat menonjolkan perdamaian dan menekankan kebersatuan dan harmoni dengan alam (tao).

Selain raga yang terlatih, para pejuang gigih membekali diri dengan olah batin/olah rasa dengan tingkat kedisiplinan yang luar biasa. Hasilnya pasti berbeda bila mereka tidak membekali diri dengan latihan olah batin. Yang gigih mengolah batin dengan amalan khusus akan selamat, dan tidak pernah mengolah batinnya akan celaka.

Salah satu contoh, dalam latihan olah batin Jawa diajarkan bagaimana menghilang dari kejaran musuh dengan amalan khusus yaitu Aji Panglimunan, atau mampu berlari dengan sangat cepat tanpa bisa terkejar musuh dengan amalan Aji Bayu Bajra, Ajian Kulhu Sungsang untuk menolak tenung, ajian Welut Putih untuk berkelit dari kepungan dan sebagainya. Bila pejuang tersebut tidak memiliki dua amalan ampuh ini, dengan mudah mereka tertangkap dan dihukum mati. Ya, hukum alam pasti berlaku. Maka, mereka yang akan maju perang harus bersiap dengan ilmu-ilmu kesaktian.

Bagaimana di jaman sekarang? Apakah masih relevan memiliki amalan-amalan khusus seperti ini? Jawabannya masih. Kenapa? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya menggunakan kacamata awam saja. Bahwa kejahatan ada dimana-mana. Setiap hari, perampokan, penculikan, pemerkosaan, pembunuhan, kekerasan ada di sekeliling kita. Kita tidak pernah menduga, kejahatan itu ada begitu dekat dengan keseharian kita. Kalau pun kita sudah “selamat” dari kejahatan jalanan tersebut, kita masih belum benar-benar “aman” dari kejahatan yang dilakukan para koruptor, para makelar kasus, para pemimpin (sejatinya penjahat) yang berkedok pejuang rakyat.

Saya memiliki banyak pengalaman. Dulu, hampir setiap saat menginvestigasi para penjahat jalanan ini. Tidak untuk saya gebuki, namun untuk saya wawancarai agar mengetahui motivasi apa mereka melakukan kejahatan. Saya juga memiliki pengalaman bergaul dengan para pejabat. Hampir setiap saat, saya melihat bagaimana pencurian-pencurian uang negara dan penyalahgunaan wewenang mereka lakukan. Keduanya sama-sama merugikan orang lain untuk memenuhi hasrat/nafsu/egonya pribadi. Tidak ada kata “saya terpaksa melakukan kejahatan”. Sebab pilihan lain yang tanpa kejahatan pasti ada.

Kalau suatu hari perut saya lapar, saya tidak perlu mencuri uang tetangga karena ini kejahatan. Saya bisa mencari makan dengan ikut mencuci piring tetangga, teman, sahabat, atau orang lain yang punya rumah makan. Sehingga akhirnya muncul rasa belas kasihan mereka sehingga saya diberi makan. Jadi tidak ada alasan kita harus melakukan kejahatan dengan mencuri uang. Kalau suatu hari saya butuh mobil maka saya tidak boleh merampok bank untuk membeli mobil. Kenapa? Sebab selalu ada alternatif yang bisa kita pilih agar kita tidak melakukan kejahatan.

Nah, ada situasi yang benar-benar khusus yang mengakibatkan kita tidak punya pilihan selain melakukan “pertahanan diri” atau bahkan diperbolehkan “menyerang”. Daripada jauh-jauh mengambil contoh, saya mencontohkan apa yang pernah saya lakukan saja. Menceriterakan hal telah saya alami, tujuan saya tidak untuk menyombongkan diri namun sekedar berbagi untuk kawan-kawan muda agar tetap termotivasi untuk berjuang menegakkan apa yang diyakini benar menurut hati nurani.

Kejadian ini di tahun 2004. Korupsi gila-gilaan terjadi di sebuah lembaga legislatif lokal. Tercatat sebanyak 21 milyard uang rakyat dikorupsi dengan dalih dana tersebut untuk Pengembangan SDM (jumlah wakil rakyat ada 45 orang).

Saya mencari data akurat korupsi mereka sehingga saya akhirnya bisa melakukan tindakan strategis yaitu melakukan “penyerangan.” Mulailah saya lakukan sebuah operasi intelijen: pertama, mendirikan LSM untuk menggempur kejahatan sistemik itu. Kedua, saya mengkoordinasikan gerakan di tingkat grass root, termasuk menggandeng media-media massa agar demonstrasi kami diliput, hingga menekan kejaksaan aan banyak langkah lain. Hasilnya, seluruh anggota legislatif periode itu masuk bui termasuk Ketua dan Wakil Ketua.

Masih banyak contoh lainnya tindakan saya yang aneh, seperti membongkar kasus KKN para pejabat yang menjijikkan dll.. yang memaksa saya untuk memposisikan diri sebagai penjahatnya penjahat atau malingnya para maling.

Saya termasuk orang yang tidak bisa tinggal diam melihat kebobrokan moral yang dilakukan kaum “atas” yang ada di depan mata. Saya begitu heran, kenapa justeru saya yang bukan dari kalangan agamawan (yang merupakan benteng moral masyarakat) dan bukan dari kalangan aparat penegak hukum yang terpanggil untuk membela kaum yang lemah. Terus terang melihat kejahatan, dosa rasanya bila saya tidak “nyentil” atau mengingatkan mereka.

Pada saat keadaan yang sangat terpaksa saya harus tetap berpikir jernih untuk mengambil keputusan-keputusan penting untuk hajat hidup orang lain. Saya lebih memilih untuk menjadi “iblis” yang banyak dikambing hitamkan manusia karena dianggap sumber kejahatan. Padahal, perilaku manusialah sendirilah yang sesungguhnya jahat. Keberadaan Iblis, bukankah justeru menjadi tetenger agar manusia selalu awas eling dan waspada terhadap perilaku yang tidak berlandaskan garis ketetapan-Nya? Nanti, pada pengadilan akhir Jaman, Tuhan bisa jadi akan berkata seperti ini: Terima kasih, hai Iblis. Kau makhlukku paling konsisten untuk melaksanakan tugas. Sehingga ganjarannya silahkan kamu masuk surga yang pertama kali.

Sebagai penutup artikel ini ijinkan kami untuk memaparkan sebuah amalan olah batin khusus untuk “menyerang” yaitu AMALAN HIZBUL BARQI atau HIJIB HALILINTAR. Khasiat Hijib ini antara lain bisa membutakan musuh, menulikan dan membungkan mulut mereka sehingga menghalangi agar mereka tidak berbuat kejahatan. Lafal hijib tersebut adalah:

ASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAHU. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAHI. NARUDDU BIKAL ADAA A MINKULLI WIJHATIN, WABIL ISMI NARMIIHIM MINAL BU’DI BISY SYATAAT FA ANTA RAJAA II YA ILAAHII WASAYYIDII, FAFARRIQ LAMIIMAL JAYSYI IN RAMAA BII GHALAT

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dengan nama-Mu kami menolak musuh musuh dari segala arah. Dengan nama Allah kami melempari mereka dari jauh agar tercerai berai. Engkau adalah tempat aku berharap, Ya Tuhanku dan Tuanku, maka ceraiberaikanlah persatuan musuh, bila mereka bermaksud jahat padaku, maka didihkanlah mereka.”

Cara mengamalkannya: Puasa ngrowot (tidak makan nasi, telur dan daging) selama 7 hari. Selama puasa baca rijib ini rutin setelah sholat maghrib dan subuh 77 kali. @@

@wongalus,2009

Categories: HIZBUL BARQI | 67 Komentar

ILMU KARATONING WALI PITU


Iki Ilmu Karatoning Wali Pitu, waris saka panjenengane para wali kang pada sumare ing tanah Jawa kabeh.

Kang dingin, waris saka Ingkang Sinuhun Ngampeldenta
Waris saka Kanjeng Susuhunan Benang
Waris saka Kanjeng Susuhunan Prawata
Waris saka Kanjeng Susuhunan Lepenjaga
Waris saka Kanjeng Susuhunan Adi
Waris saka Kanjeng Susuhunan Kudus
Waris saka Kanjeng Susuhunan Bagadas

Ilmu kadadekake siji, mung kajumput kang luwih prelu bae, kabeh padha nganggo kawitan. Bismillahirrachmanirrakhimi. Ing ngisor iki ilmu-ilmune.

IKI PANUWUN TETEPING IMAN
“Jati pralina urip ing rahina, tunggangane sang buwana, syati saelah aku lan anakku lan rakyatku kabeh, reksanen sadina sawengi, ila masaalah aku lan anakku lan rakyatku kabeh, reksanen salawase”

KAWRUH MARANG PANUWUN
“Bumi camretan kasiya ginantang ing jalantara, sirnaning raga ilang nurja ilang, ilang karsaning Allah”

IKI MARANG KAWRUHE NGAURIP
“Wajib badan pasrahena ing leburen, rehina dadekna ati wajib, kalbine ing leburen atinira, dadekna roh wajib, bulpasraha nuli lembut, rahina wengi sirnaning badan, rokhani sifat leburen, atinira dadekna wahyu, den kasebut pangan tulis”

UGA KAWRUHING NGAURIP
“Papan lebur tulis ilang, apa kang jumeneng dzat utlak, chak ing piyambake”

KAWRUH MARANG PAMUJI
“Asasahu la ilaha karnuhu. Muhammadan Rasulullah sallallahu alaihi wasalam”

UGA MARANG PAMUJI
Allahu masaallah, ya Allah. Ya alam, ya kun la khaula wa la kuwwata ila billahil alayyil adiim”

IKI MARANG KAWRUH
Sechuallah ing ngarepku, walinullah ing buriku, aminullah ing tengenku, senurullah ing kiwaku”

IKI PEPUJIAN
“Siksa Allah, amit aku lan anakku lan rakyatku kabeh, aturu sadina sawengi, insya Allah aku lan anakku lan rakyatku kabeh, reksanen sadina sawengi, iya masaalah aku lan anakku lan rakyatku kabeh, reksanen salawase”

IKI KALIMAH LORO
“Caya caya mur caya, cahyaning Nabi Adam, mulane ana lanang wadon teka, Babu Kawa sakatahing caya preg mendeng ing cahyaku, la ilaha ilallahu, urip ing dewekira

IKI LANGIT LAPIS PITU
Gedonging suksma, pasebaning enur suksma mulya

IKI KHAKULLAH
Kala masa Allahu, ora ana nefsune, karo Allahu ora ana nabine, karo rabbahu ora ana rohe la ilaha ilalallahu ora ana pangerane

IKI PIKUKUHING SARIRA
“Kulhu balik ambekta Jabarail luputena pancabaya kulhu balik kulhu balik”

PURBA KARO WASESA
“Ashadu ing ananingsun, kebanuk ing araningsun”

TETULAK MARANG PIALA UTAWA MARANG WISA
“Tulak daya balik, luput kang dinaya kena kang andaya, jahil jahilullah sapa jahil dadi satruning Allah, tutup kunci mata kalbu, Ia ilaha ilallah, Muhammadar Rasulullah” (Pasa mutih 7 ndina 7 wengi, diwaca kaping 100)

IKI PANGASIHAN
“Puter giling mungguh ing giri wisesa, anuruhaken sarining bayu, guruning pangucap, guruning paningal, guruning pamiyarsa, guruning rasa, iya rasa iya rasul, ya Allah, ya Muhammad, roh idlafi ratuning nyawa sakelir, rohe sang prabu sumuyuda maring rohku, roh sumuyuda maring rohe sang prabu, sang prabu yen ningali yen angrasakaken maring rohku, teka welas teka asih maring aku, la ilaha ilallah, muhammadar rasulullah saw”

IKI PANGADEPAN KARO PANGASIHAN
“Puter giling mungguh ing giri wisesa, anuruhaken sarining bayu, guruning pangucap, guruning paningal, guruning pamiyarsa, guruning rasa, iya rasa iya rasul, ya Allah, ya Muhammad, roh idlafi ratuning nyawa sakelir, rohe wong sajagad pada sumuyuda maring rohku, roh sumuyuda maring rohe wong sajagad, wong sajagad yen ningali yen angrasakaken maring aku, pada idep tetep wedi welas asih marang aku, preg mandeg ing ngarepku la ilaha ilallahu urip ing dewekira”

IKI PANGADEPAN KARO PANGASIHAN
“Puter giling mungguh ing giri wisesa, anuruhaken sarining bayu, guruning pangucap, guruning paningal, guruning pamiyarsa, guruning rasa, iya rasa iya rasul, ya Allah, ya Muhammad, roh idlafi ratuning nyawa sakelir, rohe wong sabrang sumuyuda maring rohku, roh sumuyuda maring rohe wong sabrang, wong sabrang yen ningali yen angrasakaken maring aku, pada idep ngarepku aku, la ilaha ilallahu urip ing dewekira”

IKI PANGADEPAN MARANG KAWULA LAN KUTU KUTU WALANG TAGA
“Sechullah ing ngarepku, walinullah ing buriku, aminullah ing tengenku, senurullah ing kiwaku, ana kabeh wedi menyang aku”

PANGADEPAN SAWARNANING LELEMBUT
“Allahumma bahung kulon, malaekat satus punjul papat, kang rumeksa ing awakku, awakku ing anakku ing rakyatku kabeh, Allahumma bahung wetan malaekat satus punjul papat, kang rumeksa ing awakku, awakku ing anakku ing rakyatku kabeh, Allahumma bahung kidul malaekat satus punjul papat, kang rumeksa ing awakku, awakku ing anakku ing rakyatku kabeh, Allahumma bahung lor malaekat satus punjul papat, kang rumeksa ing awakku, awakku ing anakku ing rakyatku kabeh, Allahumma bahung ngisor malaekat satus punjul papat, kang rumeksa ing awakku, awakku ing anakku ing rakyatku kabeh, Allahumma bahung ndhuwur malaekat satus punjul papat, kang rumeksa ing awakku, awakku ing anakku ing rakyatku kabeh, la ilaha ilallah muhammadar rasulullah. (menawa ngapalake ora kena cedhak bocah cilik)

IKI PANGADEPAN KARO KAROSAN
“Gelap sayuta pangucapku, buta salekta ing swaraku alad alad ilad ilad ing jenengku, gunung rubuh segara asat, nyep aku jati wisesa purba mulya langgeng”

IKI PANGAGEMAN
Allah, Pangeran, iya Ingsun

IKI MARANG KAWRUNG PANGAGEMAN
“Badaningsun sir, nyawaningsun cipta, napasingsun rasa, iya ingsun kang jumeneng hidayatullah jengengingsun asmaning dzat, sifatingsun amarullah, nur rahmatullah, iya Ingsun azal kodratullah, kang suci tetep ing bumi suci, manik maya putih, manik maya suci, manik maya langgeng, Allah uripingsun, Ahmad nyaningsun, Rasulullah rasaningsun, iya badan iya nyawa, Iya Allah, Iya Ahmad Iya Rasulullahu alaihi wassalam”

ASMA DZAT KODRAT AF’AL
“Bismillahirrahmanirrahimi, hu iya Ingsun Sajatining Urip”

SALAT DAIM
Ana rasa sajroning obah, ana obah sajroning polah, Ingsun Polahe Allah”

SALAT MUTLAK
Ya ingsun Ila ning, Ingsun ning ing Allah

SALAT KUSTA
Sang ireng meneng osik pangrasane Sang eneng, meneng sajatining angrasa, Ingsun sajatining angrasa”

SALAT ISMU ALAM
“Metu murub Rasulullah, urub-uruh Dzatullah Allah mosik sajroning ati, Allah mobah sajroning ngrasa ya rasa ya Rasul, ya Rasul, ya Rasul

SALAT BATIN
“Adegku manusa kurda, rukukku jati sampurna, sujudku wujuding suksma, lungguhku barenging nyawa gleger jager wangsul nugraha”

SALAT WUJUD NING
“Ana ning sajroning eneng, ana ning sajroning langgeng, Ingsun dzating langgeng”

@wongalus, 2009

Categories: ILMU KARATONING WALI PITU | 13 Komentar

SHOLAT BATIN KANGGO NYENYUWUN NUGRAHANING PANGERAN


“Adegku manusa kurda, rukukku jati sampurna, sujudku wujuding suksma, lungguhku barenging nyawa, gleger jager wangsul nugraha”

Kapatrapake saben jam 3 bengi ngadeg ana satengahing latar utara satengahing ara-ara. Insya Allah ora suwe enggal katularan sih wahyu nugrahaning Pangeran kang metu saka ing kaelokan.

@wongalus,2009

Categories: DOA NYENYUWUN WAHYU | 8 Komentar

AMALAN MABUK CINTA DARI ACEH


Ini amalan mabuk cinta dari Negeri Serambi Mekah, Aceh Darussalam. Lebih tepat dipraktekkan para pemuda yang sudah siap menikah dan sudah punya calon pacar agar tergila-gila dengan kita.

Caranya:
Puasa 3 hari: Selasa, Rabu dan Kamis dan saat berbuka hindari makanan yang bergaram. Para Kamis malam, berdiri di halaman rumah menghadap orang yang dikasihi. Bila kita tidak tahu tempat tinggalnya maka harus menghadap ke empat penjuru mata angin secara bergantian dengan membaca mantra ini:

NERANJI ALAM TERHEMPAS DI BATANG NYIUR
SAMPAIKAN DOAKU MALAM HARI INI KEPADA RUH … (Nama orang yang dituju), JANGANLAH IA ….. (namanya lagi) DIBERI TETAP TIDUR. APABILA BANGUN DISURUH BERDIRI. APABILA IA BERDIRI DISURUH TERJUN. TIADA BERTANGGA MABUK GILA, MABUK BERCINTA. DATANGLAH RUH ….. BERKAT DOA INI MIMPI ALLAH MIMPI BAGINDA RASULULLAH.

Lalu baca: Laa Ilaaha illallah Muhammadar Rasulullah.

Perhatian: Selama puasa tidak boleh kencing berdiri.
@wongalus,2009

Categories: AMALAN MABUK CINTA | 84 Komentar

NGRAGA SUKMA BERTEMU PARA WALI


Orang yang sudah meninggal, sebenarnya jasad fisiknya saja mati. Ruh/Arwahnya masih tetap hidup di kelanggengan. Kita masih bisa bertemu dengan mereka.

Begitu juga dengan para leluhur penyebar agama Islam. Arwah mereka hingga kini masih bisa kita temui untuk ngangsu kawruh dan kita bisa meminta nasehat pada mereka. Ini amalan untuk bertemu dan terhubung dengan para wali waskita dari tersebut.

Sholat tahajud, 2 rokaat. Selesai sholat dan dalam posisi duduk maka baca Al Fatihah 41 X (empat puluh satu kali) yang ditujukan pada wali yang akan ditemui. Setelah itu baca ayat ini 1000 X:

Alaa ya’lamu man khalaqa wahuwallathiiful khabiir
(QSAl Mulk, 14).

Ucapkan dalam hati doa sebagai berikut: Ya Allah, temukan aku dengan yang terkasih wali……….

Pejamkan mata dan meditasi sehening heningnya. Tunggu sampai wali …. muncul di depan Anda dan sampaikan maksud Anda untuk menemuinya.

@wongalus,2009

Categories: NGRAGA SUKMA BERTEMU WALI | 84 Komentar

AMALAN ANTI SIHIR


Ilmu hitam atau sihir memiliki banyak tingkatan. Semakin tinggi ilmu sihir, maka semakin sulit ditangkal/disembuhkan. Ini amalan untuk mengatasi sihir yang tergolong berat.

Baca ayat kursi sebanyak 1.707 kali setiap malam Senin dan Kamis. Bila perlu lakoni puasa biasa 7 atau 40  hari dimulai pada hari weton penderita sihir. Insya Allah sihir seberat apapun akan sembuh dan tawar dengan ijin-Nya.

@wongalus,2009

 

 

Categories: AMALAN ANTI SIHIR | 18 Komentar

AMALAN JAHAT MENCELAKAI ORANG LAIN


Semoga kita selalu awas eling dan waspada agar terhindar dari apapun jenis kejahatan yang dipancarkan orang lain. Selalu berlindung kepada Allah SWT dan giat berlatih olah batin.

Kita beber di forum ini dengan tujuan agar dengan memiliki “pengetahuan” maka kita akan semakin bijaksana dan justeru tidak membuat kita melakukannya. Kita perlu pengendalian emosi karena orang yang tingkat spiritualnya tinggi pasti tidak akan melakukan perbuatan yang keji dan munkar sebagaimana orang-orang beraliran ilmu hitam.

Cara mereka yang berilmu hitam untuk  ngerjai orang lain dengan mudah sebagai berikut:
1. Usahakan foto/gambar orang yang akan dikerjai
2. Tanam foto di tanah dengan ditindih batu/bata di dekat tungku yang terbuat dari tanah (Jawa: tumang, luweng).
3. Sebelumnya, batu bata ditempeli dengan kertas yang ditulisi ayat yang bunyinya sebagai berikut:
Innamaa amruhuu idzaa araada syayan an yaquula lahuu kun fayakun (QS Yasin, 82).

Setelah ditanam, para dukun berpuasa selama 7 hari. Maka, orang yang akan dicelakai pun akan mendapat musibah.

Astaghfirullahaladzim, semoga kita selalu mampu untuk bersabar. Selalu menegakkan sholat karena sholat akan mencegah perbuatan yang keji dan munkar.  Dan ingatlah bahwa apa yang Anda lakukan ini nanti akan mendapat HUKUM KARMA: YAITU BALASAN DARI TUHAN SEBAGAI AKIBAT PERBUATAN KEJI YANG TELAH KITA LAKUKAN.

Untuk mereka yang masih mempraktekkan cara-cara mencelakai orang lain, mohon agar Anda segera bertobat kepada Tuhan Yang Maha Welas Asih.  Salam.

@wongalus, 2009

Categories: CARA JAHAT MENGERJAI ORANG | 100 Komentar

AMALAN MENGAMBIL “PULUNG” KEPALA DESA


Mencalonkan diri menjadi kepala desa membutuhkan “pulung” yaitu energi gaib yang ada di alam semesta atas ijin Allah SWT.

Tanpa upaya batin untuk mendapatkan ijin-Nya, maka usaha lahiriah semata tidak akan mendatangkan keberuntungan lahir dan batin. Amalan yang perlu dilakukan oleh Calon Kepala Desa adalah:

Puasa sunah 7 hari
Saat puasa, setiap sholat subuh dan ashar membaca ayat ini 21 kali dan ayat itu bunyinya;

WA ALQAYTU ALAYKA MAHABBATAM MINNI WALITUSHNA A ALAA AYNI. (QS Thaaha, 39)

Selesai puasa, bacalah ayat di atas 5000 kali saat malam hari mulai jam 23.00 sd selesai

Sejak mengamalkan amalan di atas hingga pelaksanaan Pilkades, Calon Kades dan isteri menyimpan di dalam dompet atau saku dan dibawa kemanapun bepergian yaitu nama-nama ashabul kahfi yaitu:

Maksalmiina,

Tamliikha,

Marthuunis,

Naynuunis,

Saribunis,

Dzuunawaanis,

Falyastathyuunis, dan

Qithmiir.

(nama ini ditulis di kertas/kain. Lebih afdol memakai bahasa Arab.

Semoga cita-cita menjadi Kepala Desa tercapai atas ijin Allah SWT.

@wongalus, 2009

Categories: AMALAN MENJADI KEPALA DESA | 30 Komentar

AMALAN MENGETAHUI DAN MENCARI PENCURI


Ini amalan yang banyak dipraktekkan para kyai jaman kuno. Yaitu amalan untuk mengetahui siapa pencuri barang yang hilang.

Cara untuk mengetahuinya sebagai berikut:
Sediakan piring yang diolesi sedikit minyak kelapa.
Sediakan lampu teplok yang menyala
Baca surat al fatihan (3 X) dan baca sholawat (3X) dengan batin ingin memohon pertolongan Allah.
Angkat piring di atas lampu teplok dan minta kepada seorang anak yang belum di khitan untuk berkaca pada piring tersebut
Pegang bagian belakang lehernya dan baca doa ini (3X):

“Walmalakulladzii bilaa abin wa-ummin. Laa akla laa syurba walaa nawma lahum”

Suruhlah anak tadi memperhatikan permukaan piring, dengan Ijin Allah SWT akan tampak wajah pencuri barang Anda. Bila anak tersebut belum melihat wajah pencuri, ulangi langkah ini dari awal.

@wongalus, 2009

Categories: AMALAN MENGETAHUI SI PENCURI | 71 Komentar

SEMUA DAUN BAMBU MEMPUNYAI BAYANGAN


Senin kemarin (2/11) pukul 20.23 WIB dalam sebuah perjalanan naik sepeda motor malam hari dari rumah menuju kantor untuk mengerjakan pekerjaan yang belum tuntas, saya mengalami sebuah kejadian tidak terduga.

Di sebuah jalan di tengah semak dan area pertambakan yang tenang dan disinari cahaya bulan, dalam hitungan kedipan mata tiba-tiba “sukma” saya terbang meluncur ke langit. Saya bisa merasakan pecahnya raga dengan sukma ini setelah sekilas melihat tubuh saya menjauh dari diri saya. Tubuh saya naik sepeda motor di jalan lengang, dan saya yang digapai sesosok ruh yang lain.

Dia kemudian menggapai tangan saya dan mengajak terbang ke sebuah awan. Di satu awan yang diliputi cahaya bulan itu, kami kemudian berhenti. Dia mengucapkan salam dan perkenalkan diri sebagai ruh binatang “wergul” (sejenis musang). Awan yang lembut dan basah itu menjadi permadani kami berdua untuk berdialog.

“Kamu tahu siapa aku?”

+Tidak tahu.

Aku ruhnya wergul

+Salam sejahtera untukmu

Sama-sama. Kau tahu untuk apa kau kuajak naik ke awan?

+ Tidak tahu

Kau kuajak sholat bersama ruh lain

+Alhamdulillah, terima kasih

Lihatlah di sekeliling sana, semua pada sujud di hadapan Ilahi. Yang berwarna coklat itu ruh para binatang, yang bewarna hijau itu ruhnya pepohonan, yang berwarna putih bersinar itu para malaikat-Nya… dan ruh manusia seperti kau lihat dirimu sekarang ini. Saat itu saya menyaksikan ruh saya sendiri tidak berwarna.

+ Allahu Akbar, ya saya benar-benar menyaksikan mereka…(Terlihat awan beriring yang jumlahnya sangat banyak tidak terhitung. Di awan-awan itu, tampak dari kejauhan bayangan beragam jenis makhluk Tuhan yang beraneka rupa. Ada yang duduk bersila, ada yang sedang sujud, ada yang sedang berdiri. Bayangan itu semakin jauh sehingga mata saya tidak lagi bisa menyaksikan mereka lagi.

Marilah kita sekarang menunaikan sholat.

+ Baiklah ya makhluk Tuhan, saya menjadi makmummu.

LALU KAMI SHOLAT DUA ROKAAT. DALAM SHOLAT SAYA LANGSUNG TIDAK SADARKAN DIRI BLANK, KOSONG, SUWUNG. Saya tidak mampu lagi mengingat apa yang terjadi saat sholat itu. Setelah mengakhiri sholat dengan salam, saya menunggu apa yang dikatakannya.

Sudahlah. Inilah tujuanku mengajakmu kemari. Menyaksikan betapa Maha Kuasanya Allah. Berterima kasihlah setiap hembusan nafasmu. Jangan pernah lalai, sombong dan tidak menyadari siapa dirimu.

+Terima kasih ya makhluk Tuhan. (Berkali kali dalam hati saya bersyukur yang tidak terhingga atas anugerah-Nya sehingga saya mendapatkan pengalaman gaib luar biasa ini. Rasa-rasanya tak pantas bila saya tidak menceriterakan pengalaman saya berhubungan dengan para makhuk Tuhan ke semua orang termasuk ke Anda, pembaca. Saya ingin bercerita agar Anda semua yang mungkin belum mengalami hal ini percaya sepenuhnya pada kegaiban makhluk Tuhan)

Baiklah, saya akan mengajakmu kembali (Dalam hitungan sepersekian detik, saya dituntun ruh wergul itu kembali ke bumi, Saya masuk tubuh saya kembali seperti sedia kala yang sedang mengendarai sepeda motor).

MENDAPATKAN JAWABAN
Sangat irasional, tidak masuk akal, bagaimana saya bisa terbang padahal saya bukan pesawat terbang? Saya juga tidak punya sayap, namun kenapa tiba-tiba saya bisa mengangkasa ke langit? Bukankah ini berlawanan dengan hukum newton mengenai gravitasi?

Semua itu terjadi dalam hitungan kecepatan yang tidak bisa diprediksi. Waktu di bumi begitu cepat, sementara saya diterbangkan begitu cepat dan bisa melaksanakan sholat. Saya hingga artikel ini ditulis menduga bahwa waktu kita dengan waktu ruhani itu sangat berbeda. Buktinya, saat itu saya bisa masuk kembali ke tubuh saya seperti sedia kala tepat dimana saya mulai keluar dari tubuh fisik saya.

Allahu Akbar…

Awalnya, saya enggan menceriterakan pengalaman gaib ini ke orang lain. Namun akhirnya saya mendapat petunjuk agar pengalaman gaib ini ditulis saja di blog dengan maksud agar pembaca bisa mengetahui bahwa alam gaib itu sungguh-sungguh nyata dan sangat bisa dipercaya.

Tiba di kantor, saya bertemu dengan Ki Kumitir, sahabat karib saya dan menceriterakan sedikit apa yang saya alami ini kepadanya. Sambil menyelesaikan pekerjaan kantor, kami pun terlibat diskusi ngalor ngidul padanya. Hari semakin larut dan Ki Kumitir pulang naik sepeda gunung hijau kesayangannya.

Saya meneruskan bekerja di depan layar komputer meskipun pikiran saya terpecah. Terus terang konsentrasi saya justeru pada pengalaman aneh tadi. Dalam hati saya bertanya soal jati diri siapa yang mengajak saya terbang ke angkasa tadi. Ya memang dia sudah memperkenalkan diri sebagai ruhnya wergul. Tapi benarkan ruh binatang itu ada? Aneh juga. Selama ini saya hanya mengenal dari buku atau dari informasi orang lain dan saya yakin begitu saja tanpa saya mampu membuktikannya. Ee… apa ini jin siluman binatang ya?

Beberapa jam kemudian, tiba-tiba komputer saya byar pet. Wah gangguan nih, apa voltase listrik kantor yang menurun ya? Saya bertanya dalam hati. Namun, tiba-tiba komputer nyala lagi dan tanpa saya sadari jari-jari tangan bergerak tanpa kendali, membuka koneksi internet dan langsung ke portal google. Di situ jari saya menulis kata kunci, klik enter dan langsung mengunduh tiga file yang total bermuatan tujuh belas buku elektronik yang terformat dalam bentuk Zip. Kalau ditotal, jumlah halaman buku itu sekitar 2000 halaman lebih. Saya membayangkan, kalau buku ini harus saya beli di toko buku berapa uang yang harus saya keluarkan ya?

Dalam waktu sangat singkat, satu persatu buku itu kemudian terdownload secara sempurna. Saya pun bersyukur Tuhan telah memberikan sebuah pengajaran yang langsung pada hari Senin malam itu. Pertama pengalaman spiritual dan kedua, jawaban pengalaman spiritual itu langsung dalam bentuk buku. Meskipun hingga kini belum semua buku tuntas saya baca, namun di salah satu buku itu saya telah menemukan jawaban bahwa yang mengajak saya mengangkasa adalah ruh binatang Wregul (sejenis musang).

Ya, dalam buku itu tertulis sebagai berikut: “Mereka bertanya kepada saya tentang ruh anak hasil aborsi. Apakah ada ruh anak hasil aborsi? Saya menjawab: SEMUA DAUN BAMBU MEMPUNYAI BAYANGAN (mungkin artinya semua yang menjadi makhluk Tuhan itu mempunyai ruh sesuai tingkat derajat masing-masing) Apakah ada gunanya memberi persembahan kepada ruh anak hasil aborsi? Hidup ini hanya ilusi. Begitu pula persembahan. Hanya mimpi belaka. Namun, ini adalah solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Ruh anak hasil aborsi itu memiliki tempat tinggal, sedangkan si ibu mendapat ketenangan”

Dalam khasanah spiritualitas bangsa Jepang, semua yang ada memiliki ruh. Bahkan ruh binatang itu oleh orang Jepang disebut dewa. Salah satu dewa itu adalah dewa Daoh Hee (dewa yang berbentuk binatang musang). Di Jepang dewa ini sangat dielu-elukan, di Cina juga begitu. Mereka percaya bahwa dewa ini mampu mendatangkan rezeki yang banyak. Tubuh mereka memancarkan sinar harmoni ke lingkungan. Mata mereka jernih dan dalam. Meski berbentuk musang, namun mereka terlihat anggun dan senyumnya seperti gadis Jepang yang sipit dan sopan. Itu berarti yang mengajak saya untuk sholat di awan adalah benar-benar ruh binatang musang.

Akhirnya, saat menerima jawaban langsung dari Tuhan, saya hanya bisa pasrah menerima apa yang terjadi. Pengetahuan saya tentang dunia nyata dan gaib ini begitu terbatas dan kini saya tidak bisa berkata apa-apa selain mengimani sebuah ayat Allah yang baru saja dihamparkan di depan mata.

“Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” [Surat Thaahaa: 98] ***

@wongalus,2009

Categories: BERKELANA KE ALAM RUH | 35 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.