JIMAT MAHABBAH (PENGASIHAN)


HINDARI MUSYRIK dan SYIRIK: mempersekutukan Allah SWT.  Musyrik dan syirik  ada di batin kita. Jangan mudah menuduh orang lain mempersekutukan Allah sebelum dirimu sendiri bersikap kritis pada pandangan hidupmu, pada keyakinanmu, pada perilakumu dan pada pikiran/mindsetmu sendiri.

Kalau dirimu masih menyembah uang, menyembah karier pangkat jabatan dan ketakutan akan rasa aman, menyembah idola, menyembah perut, tidak percaya pada nasib dan hari depanmu, juga takut akan kematian masih menyelubungimu itu artinya sama saja dengan syirik.

Lain sisi begini. Hakekat jimat adalah doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.  Kau boleh membawa setiap benda dan jimat ketika disana kau memaknainya sebagai wujud doamu dan pengharapanmu akan keselamatan. JIMAT adalah TANDA KEPASRAHANMU KEPADA ALLAH SWT. Jimat sama dengan benda apapun, sifatnya NETRAL sebab yang memberi tuah adalah PEMEGANGNYA/ORANGNYA. Yang sakral dan bertuah adalah keyakinan kita yang harus tetap LURUS kepada ALLAH SWT. Keyakinan itulah JIMAT yang sesungguhnya.

Ketika engkau dewasa dalam berpikir dan berkeyakinan, tidak mudah bergeser karena sudah terlalu banyak pengalamanmu, silahkan menuliskan doa ini pada media apapun misalnya kain/kulit dan bawa sebagai tanda doa kasih sayangmu kepada Allah.  Berilah wewangian misalnya minyak misik, atau minyak yang kau sukai agar kau semakin mantap telah berniat MEMBUKA MAHABBAH kepada orang lain/lingkungan sekitarmu. Bawalah media itu dan  yakinlah Allah SWT memberimu kasih sayang selalu dimanapun engkau berada.

===========================================

بسم الله الرحمن الرحيم حجبتك ياحامل كتابى هذا من الحديد ومن ضرب السيوف والرصاص
ما يضرك ويؤذيك ومن الامراض ومن كل فاجر وفاجرة وباغ وباغية وحاسد وحاسدة ومن
الانس والجن والشياطين بحق الواحد الاحد الفرد الصمد الذى لم يلد ولم يولد ولم يكن له
كفوا احد وبحق كهيعص حمعسق ألمص ألمر فالله خير حافظا وهو ارحم الراحمين

ف-ق-ج-م-خ-م-ت
ت-ف-ق-ج-م-خ-م
م-ت-ف-ق-ج-م-خ
خ-م-ت-ف-ق-ج-م
م-خ-م-ت-ف-ق-ج
ج-م-خ-م-ت-ف-ق
ق-ج-م-خ-م-ت-ف

============================================

terima kasih dan salam paseduluran.

wongalus

Categories: JIMAT MAHABBAH (PENGASIHAN) | 48 Komentar

PAMER ILMU KEBAL


wongalus

Banyak sekali iklan-iklan di media (majalah/internet) yang menawarkan belajar di perguruan-perguruan yang bernuansa mistis seperti belajar ilmu kanuragan/ kekebalan atau sejenisnya. Bahkan saya menemukan di youtube yang memperagakan seseorang kebal ditembak, ditusuk dan disilet. Nah pada kesempatan kali ini akan kita bahas tentang ilmu kebal karena blog KAMPUS WONG ALUS adalah wahana tempat belajar bersama sehingga kita bisa cerdas dan tidak mudah ‘diakali’ atau dibohongi orang tanpa fakta dan bukti yang mendukung.

Mungkinkah masih ada orang jaman sekarang yang punya ilmu kebal yang paten artinya kebal beneran? Mungkin masih ada meskipun jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Kecuali UNTUK PERTUNJUKAN dan itu pun pelaku harus dalam kondisi TRANCE, kesurupan alias TIDAK SADAR sehingga dia dimasuki JIN yang membuat POWER mereka jadi SUPERMAN. Namun begitu ia sadar, maka tidak kebal. Itu berarti mereka tidak SUNGGUH-SUNGGUH kebal. NAH, mau kah Anda berada dalam kondisi KESURUPAN BERLAMA LAMA? tentu tidak bukan?

Di youtube ada yang konyol. Seseorang pamer ilmu kebal, diberondong tembakan polisi tidak mempan. Konon, sumber ilmu kebal adalah jimat dan kemudian didor bagian jari hingga jimat terlepas. Dia pun apes. Tersungkur di tanah.Yang pertama, perhatikan secara jelas, apakah para polisi itu menembak dengan benar. Yang kedua, peluru apakah yang dipergunakan polisi tersebut? Peluru tajam atau peluru hampa? Peluru hampa tak akan melontarkan proyektil peluru karena hanya berisi mesiu saja. Yang ketiga, kenapa disaat polisi menembak orang yang katanya preman tersebut justru dinding dari rumah preman tersebut yang pada bolong?

Jika memang para polisi itu menembak dengan benar, bukankah peluru yang digunakan akan mental karena preman tersebut berilmu kebal? Kenapa justru dinding rumah yang jadi berlubang? Dikatakan lagi, jimat si premanlah yang membuat preman tersebut kebal, namun anehnya, kenapa jimat tersebut ditembak dan si preman berdarah? Bukankah masih menempel di tubuh preman yang artinya preman tersebut kebal terhadap senjata sekalipun pistol?

Perhatikanlah dengan jelas peristiwa yang bisa anda saksikan diatas. Semuanya tidak seperti pada kenyataannya. Ilmu kebal sebagaimana ditayangkan di youtube adalah ilmu yang tidak asli. Ilmu kebal yang hanya dijadikan sebagai tontonan dan hiburan pada sebuah pertunjukan semata. Dan pengujinya adalah “orang=orang terpilih” yang memang sudah dipersiapkan seolah-olah mereka adalah penonton yang nyatanya mereka adalah para krunya sendiri. Bagaimana dengan pertunjukan memakan api? ya tetap dengan menggunakan LATIHAN FISIK dan POTENSIAL membuat tubuh terluka.. Karena semuanya itu bukanlah ilmu kebal yang asli, tetapi merupakan ketrampilan dan teknik semata. Marilah tidak mudah percaya terhadap sesuatu yang tidak nyata. Otak, logika, nalar dan akal budi yang diberikan Tuhan kepada manusia bukanlah hanya sebagai pajangan, namun perlu digunakan untuk menyikapi semua hal dan itu yang membedakan manusia dengan binatang, yaitu berakal budi.Tidak sedikit kisah masa lalu di era raja-raja nusantara, seseorang pribumi yang kebal akhirnya tewas diberondong pelor oleh kumpeni Belanda. Pelor yang dipakai untuk menembus kekebalan seseorang pun terkadang harus dioleskan dengan sejenis minyak, bahkan terkadang harus memakai peluru emas .Memang saya tidak menolak dan tetap dimungkinkan seseorang mampu menguasai berbagai ILMU KEKEBALAN tanpa trik. NAMUN YA ITU TADI, TETAP MENGGUNAKAN KETRAMPILAN DAN LATIHAH KEKUATAN TUBUH disertai PENGARUH ENERGI JIN. Misalnya di India ada satu festifal kekebalan dengan cara congkel mata namun mereka sudah terlatih dan mengetahui TEKNIK dan METODE agar tidak merusak mata. (Jadi DILARANG DIPRAKTEKKAN BILA TIDAK AHLI YANG TERLATIH).

Karena penasaran, sejak tahun 1979 saya melalang buana dari ujung barat sampai timur, hanya ingin mencari ilmu yang benar-benar ilmu. Misalnya ilmu yang berkaitan dengan kanuragan/kekebalan yang benar-benar. Bukan sulap dan trik-trik.

Sudah banyak orang-orang tua dan perguruan-perguruan tenaga dalam yang katanya bisa mengajari ilmu kanuragan/kekebalan tapi semua nonsen alias kosong. Pernah saya belajar di suatu perguruan kanuragan yang mengajarkan kekebalan, pernah saya dicoba memang saat itu tidak mempan bacok, tapi setelah beberapa lama tidak kebal lagi. Kemudian saya pindah berguru mencari suhu/guru ke berbagai tempat diajarkan ajian dan ilmu-ilmu, mantra-mantra, berpuasa mutih dan sebagainya, sudah saya jalankan semua. Mulai tingkat ilmu kebal senjata biasa hingga tingkat kebal senjata pusaka (keris, tombak, dll). Hasilnya? nol juga. Ada juga guru yang mencoba atraksi dengan golok yang saya punya, namun akhirnya jebol juga.

Yang jelas sampai pada saat ini belum saya temukan orang yang benar-benar kebal senjata. Sekebal apapun orangnya akan tetap jebol bila ditusuk dengan jenis pusaka TOMBAK PENATASAN. Pemilik ilmu kebal sehebat apapun akan jebol dengan tombak jenis ini. MAU COBA? hehe.. jangan dulur…. nanti urusannya jadi panjang….

Kemudian saya belajar di satu perguruan olah nafas nah disini justeru terasa manfaatnya yaitu olah pernapasan dan KESEHATAN, BUKAN KEKEBALAN. Oleh sebab itu saya berpesan: Jangan mudah percaya sebelum melihat dan menjalani sendiri. Akhirnya saya berpikir dulu Nabi juga gak kebal semua apa yang terjadi karena kehendak Tuhan.

Mulailah saya berpikir, bagaimana Ilmu kebal bila dilihat dari sisi Aqidah Islam? Kami bukan memusuhi orang yang menggunakan ilmu kebal, namun kalau kita kaji lebih dalam di setiap even peperangan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW, maka kita lihat bahwa sepanjang sejarah kita tidak menemukan indikasi beliau SAW menggunakannya.

Padahal kalau dipikir-pikir, Rasulullah SAW pernah diminta oleh para jin muslim untuk mengisi pengajian. Bahkan para shahabat sampai kebingungan mencari beliau SAW. Ketika hari berganti, tiba-tiba Rasulullah SAW muncul lagi dan beliau mengatakan telah diundang oleh sekumpulan jin yang ingin belajar agama Islam.

Kalau kita pikir secara logika, mengapa beliau SAW tidak minta bantuan jin untuk mengisi para shahabat dengan ilmu kebal sehingga tidak mempan dibacok atau disabet dengan pedang? Mengapa para jin itu tidak ikut perang melawan para kafir Jahiliyah di Medan Badar, Uhud, Khandak dan lainnya?

Jawabnya ada di masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Beliau adalah nabi terakhir yang diberi kekuasaan dan wewenang untuk memanfaakan bangsa jin oleh Allah SWT. Sepeninggal beliau, para nabi yang lain tidak diberikan wewenang itu. Mereka diminta berjuang di jalan Allah dengan segala resiko fisik.

Maka Nabi Zakaria pun harus mati di gergaji oleh kaumnya yang membangkang. Padahal kalau memang dibolehkan, seharusnya Nabi Zakaria pun minta bantuan jin untuk diberi ilmu kebal agar tidak mempan dibacok.

Seandainya meminta bantuan jin dan mengisi raga dengan ilmu kebal itu dibenarkan secara aqidah, seharusnya Rasulullah SAW tidak perlu patah giginya dan hancur mukanya saat dilempari batu di Thaif. Dan semua peperangan selama 23 tahun di zaman kenabian itu tidak perlu menghasilkan sejumlah syuhada’.

Namun karena aqidah Islam melarang kita meminta bantuan kepada jin, meskipun jin muslim sekali pun, maka kita tidak pernah melihat para mujahidin sepanjang zaman yang pakai ilmu kebal. Wal hasil, Rasulullah mengajarkan doa-doa keselamatan dan kemenangan dalam pertempuran.

Kalau pun ada pertolongan dari Allah, maka pertolongan itu turun dengan sendirinya. Itu adalah karomah yang Allah berikan kepada siapa saja dari para hambanya yang shalih, yaitu yang beraqidah benar, menjalankan hukum halal dan haram secara benar, dan juga selalu menghindari diri dari dosa, kebencian, kebengisan dan dendam.

Para mujahidin sepanjang zaman menang berjihad melawan orang kafir karena usaha strategi dan doa-doa amalan tertentu, atau karena dirajah atau diberikan amalan khusus. Itu syariatnya, hakekatnya mereka menang karena pertolongan Allah. Karena yang mereka tegakkan adalah kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, bukan kepentingan sesaat, bukan dendam yang tidak jelas, juga bukan kepentingan dan agenda orang-orang di belakang layar.

Itulah jihad yang dilakukan para mujahidin di masa lalu, dan itulah yang dilakukan oleh para pahlawan di negeri kita sendiri. Dengan cara itulah kita melawan Belanda dan Jepang di masa lalu. Jihad kita bukan untuk memukuli sesama muslim karena berbagai persoalan yang tidak jelas, hanya karena dipanasi oleh media yang sangat berat sebelah.

Semoga Allah SWT melindungi kita dari beragam jebakan Iblis yang inginnya kita selalu berseteru dengan sesama muslim. Semoga Allah memadamkan tipu daya Iblis dan memenangkan agama-Nya.

BERBAGAI TRIK ILMU KEBAL DI MASYARAKAT….

kebal 1

Siapa yang tidak takjub melihat atraksi di mana para pemain debus berdemonstrasi kebal dicambuk, tubuh tidak tertusuk duri salak ketika mereka berguling di atas hamparan duri salak, perut dimartil dengan al-madad, mengunyah beling dan silet, tubuh kebal bacokan dan sayatan. Bahkan terkadang bisa membuat orang yang menontonnya menjadi jantungan sebab mengerikannya atraksi-atraksi tersebut. Agar tidak penasaran, mereka bisa melakukan atraksi mengerikan itu ? buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan membongkar rahasia-rahasia tersebut:

 A. KEBAL PUKULAN CAMBUK

3Beberapa group kesenian tradisional debus atau kuda lumping sering memperagakan kekebalan tubuhnya terhadap sebetan cambuk. Benarkah hal itu karena kekebalan tubuh atau karena teknis memukulnya ?

Jawabnya tentu hanya trik saja. Tekhniknya sebenarnya adalah bagaimana cara pemain debus dalam mencambuk seseorang. Pemukul harus berupaya untuk tidak memukul dengan ujung cambuk. Tetapi harus menggunakan teknis “pukul putar” yang artinya, ketika memukul harus menggunakan bagian tengah cambuk, sehingga memberikan efek ujung cambuk melingkari bagian yang terkena. Dengan demikian maka rasa sakit akan berkurang, karena yang menimbulkan sakit dari pukulan cambuk berasal dari ujung cambuknya dan bukan dari bagian tengah cambuk. Tehnik “pukul putar” selain akan menghindarkan dari rasa sakit juga akan menimbulkan efek suara ledakan cambuk.

 Selain itu ada juga tehnik lain yaitu dengan menggunakan pelindung dari bahan kulit kambing atau kulit kerbau yang dipakai melingkar pada bagian dalam tubuh.

Pelindung tersebut mempunyai fungsi ganda. Selain kulit tidak merasakan sakit, benturan ujung cambuk dengan pelindung tersebut akan menimbulkan suara yang keras.

Tetapi untuk penggunaan pelindung kulit binatang tersebut haruslah rapi dan hati-hati. Cara mengikat pada tubuh harus benar-benar kuat.

Setelah itu pemain debus mengupayakan menutupnya dengan kaos dalam, baru setelah itu pemain debus mengenakan baju atau kaos yang resmi. Fungsi kaos tersebut adalah untuk mengelabui penonton, sebab tanpa adanya kaos dalam maka penonton akan curiga.

Jika pemain debus kesulitan mendapatkan pelindung dari kulit, mereka biasanya menggunakan karton tebal. Sedangkan para pemain kuda lumping umumnya menggunakan pelindung dari bengkung atau ikat pinggang wanita yang melingkari perut secara berangkap-rangkap.

B. BERGULIR PADA HAMPARAN DURI SALAK

image012Bagaimana kita tidak terheran-heran jika melihat atraksi kekebalan berguling pada hamparan duri salak yang terlihat tajam. Untuk bisa mendapatkan kekebalan itu dikatakan oleh pemain debus haruslah belajar ilmu ghaib yang sangat berat. Sesungguhnya atraksi yang mereka lakukan itu hanyalah sebuah trik.

Mengapa para pemain debus itu selalu menggunakan duri salak ? Rahasianya karena duri salak walau tajam dan panjang, namun memiliki kelenturan yang sangat elastis sehingga ketika tertimpa oleh tubuh maka durinya akan rebah sehingga tidak menusuk kulit, apalagi kulit manusia sampai tekanan tertentu memiliki kekenyalan dan elastisitas yang tinggi. Setiap orang asal berani mencoba yakinlah tidak akan terjadi apa-apa, kecuali kulit orang tersebut akan sedikit memerah dan jikapun sampai lecet hanya akan mengenai kulit ari dan tidak pernah ada insiden duri salak akan masuk ke dalam tubuh pemain debus sebab mereka tahu tehniknya

Percayalah! Banyak pemain debus yang telah berani mencoba, mereka semua selamat. Tidak akan terjadi hal-hal yang membahayakan seperti duri salak tersebut akan menembus tubuh mereka, kecuali hanya akan meninggalkan sedikit ruam merah pada kulit mereka

C. PERUT DIMARTIL

Debus_articleimageKita kerap melihat ditelevisi atau bahkan melihat secara langsung peragaan dari pemain debus yang memegang Almadad, lalu ditusukkan di perutnya dengan cara dipukul dengan palu godam.

 Permainan ini mempunyai rahasia, yaitu almadad tersebut harus dipegang dengan kedua tangan. Tujuan dari pegangan tersebut selain untuk memeganginya juga sekaligus menahan sentakan atau tekanan dari pukulan palu godam.

Dengan demikian maka ujung besi yang kelihatannya lancip tersebut hanya sedikit menempel pada perut. Sehingga kemungkinan menjadi luka amatlah kecil. Apalagi pada saat pemain debus lain memukul dengan palu godam, pemain debus yang memegang almadad juga memegang dengan erat almadad tersebut.

Selain menggunakan cara menahan laju lancipan besi almadad dengan kedua tangan, ada juga yang menggunakan sabuk khusus. Sabuk tersebut terbuat dari kulit binatang yang dirangkap. Dan untuk hal ini cara mendemonstrasikannya, kulit binatang yang melilit diperut tidak boleh kelihatan dan harus tertutup baju.

Tehniknya adalah :

 1. Pemain debus memegang almadad  tersebut dengan kedua tangan pada ujung lancipan dan pada tengah besi almadad.

2. Posisi kuda-kuda dari yang menerima pukulan adalah kuda-kuda depan

3. Badan agak sedikit membungkuk ke depan.

Ketiga posisi di atas sangat membantu pemain debus dalam menahan benturan palu godam

d. Mengunyah Beling dan Silet

Siapa yang tidak menggeleng-gelengkan kepala ketika para pemain debus dengan tenangnya mengunyah beling dan silet lalu ditelannya. Namun semua itu ada tehnik yang bisa kita pelajari. Berikut ini penjelasan rahasianya :

MENGUNYAH BELING

MvHHMRLDxiDemonstrasi mengunyah dan memakan semprong lampu ini banyak dilakukan para pemain kuda lumping dan para pemain debus. Pada atraksi ini sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja tidak perlu harus belajar ilmu ghaib yang aneh-aneh.

Tehnik memakan beling ini biasanya pemain debus atau kuda lumping memilih beling yang tipis dan rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon yang terbuat dari stum yang memang jika pecah tidak tajam dan tidak membahayakan jika tertelan. Sebelum memakan beling pemain debus harus makan makanan yang lengket seperti pisang atau ketan. Fungsi makanan tersebut akan mengamankan dan lebih melindungi usus dari kemungkinan adanya sisa-sisa beling yang tidak bisa dicerna. Untuk lebih amannya sebelum dan sesudah atraksi makan beling tersebut para pemain debus makan makanan yang lengket. Kita tidak perlu menggolongkan ketrampilan memakan beling sebagai permainan mistik dan magis, sebab sebagian besar orang pasti bisa melakukannya asal tahu tehniknya dan berani.

Kunci atraksi makan beling adalah : Tidak boleh ada gigi yang berlubang.
Pilih jenis beling yang paling tipis dan paling rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon. Beling (semprong lampu atau lampu neon) harus dikunyah sampai benar-benar halus barulah ditelan. Dalam mengunyah jangan ragu-ragu tetapi harus mantap dan tempatkan beling tersebut selalu diantara gigi.

MENGUNYAH SILET

ilmu kebal siletSatu lagi jenis permainan mengunyah yang lebih spektakuler adalah mengunyah silet. Namun rahasia permainannya juga tak jauh beda dengan cara mengunyah beling. Untuk melakukan atraksi ini seseorang jangan memilih jenis silet yang liat seperti merk Goal tetapi pilihlah yang bermerk Tiger yang lebih rapuh dan mudah patah. Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membuat permainan ini lebih terkesan spektakuler, yaitu sebelum silet dikunyah dibuat untuk memotong-motong kertas terlebih dahulu.

Tehnik pelaksanaannya adalah hilangkan terlebih dahulu ketajaman silet dengan cara menggosokkannya pada benda-benda keras seperti besi, batu dan sebagainya. Lalu biarkan sebagian kecil ujung dari salah satu sudut silet itu tajam, dan bagian itu nantinya akan digunakan untuk memotong-motong kertas. Penonton tak akan mengetahui trik tersebut kerena mereka menganggap bahwa seluruh bagian silet memiliki ketajaman semuanya.

Ketika atraksi makan silet berlangsung seorang pemain debus harus tetap memegang ujung dari sudut silet yang masih tajam tersebut dan ujung silet tersebut dipatahkan dengan digigit lalu disembunyikan pada sela-sela jari jemari.

E. TUBUH KEBAL BACOKAN DAN SAYATAN

Siapa yang tak heran dan takjub ketika melihat atraksi para pemain debus yang membacok dan menyayat-nyayat tubuh dengan golok bahkan ada juga atraksi kebal dengan sayatan silet yang tajam. Namun semua demonstrasi itu bisa dipelajari dan ada tehniknya. Berikut ini penjelasan rahasianya:

MEMBACOK TUBUH DENGAN GOLOK

admin_dabuih-debus-piamanPada atraksi kita dapat melihat adanya pemain yang membacok-bacokkan golok ke berbagai bagian tubuhnya, namun mereka sama sekali tidak terlihat kesakitan dan kulit mereka sama sekali tidak terluka. Sesungguhnya atraksi ini hanyalah trik belaka dan siapapun juga bisa melakukannya jika sudah tahu tehniknya.

Caranya adalah dengan mempersiapkan golok yang tidak terlampau tajam. Golok yang tidak terlalu tajam, jika dibacokkan pada daging tidak akan membuat daging terluka. Pilihlah anggota badan yang banyak dagingnya seperti dada, perut, leher, lengan paha dan punggung. Jangan mengenai anggota badan yang bertulang seperti kepala, tulang kering sebab dengan sedikit benturan dengan benda tidak tajam sekalipun bisa menimbulkan luka lebam. Selain itu membacoknya juga dengan teknik : ketika bacokan mengenai lengan, ikuti gerakan golok seolah lengan pemain debus terdorong oleh kerasnya sabetan golok. Padahal yang terjadi adalah pemain debus itu mengikuti gerakan golok agar benturan itu dapat diminimalisir. Selain trik di atas, seorang pemain debus biasanya ber-acting untuk mendramatisir atraksi mereka.

 Jika ada yang bertanya atau mengkritisi ”Jika benar golok pemain  itu tidak terlampau tajam, mengapa pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dalam sekali tebas? Penjelasannya adalah pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dengan sekali tebas karena mereka tidak mengikuti gerakan golok ketika dibacok, jadi benturan diterima 100%. Selain itu pelepah kelapa dan leher ayam memang mudah terkoyak karena strukturnya tidak padat seperti kayu jati ataupun kenyal dan elastis seperti bagian perut, paha, dada atau lengan. Dan biasanya, ketika para pemain akan membacoknya, ia melafadzkan do’a-do’a khusus sambil mengusap-usap golok sehingga para penonton semakin terhipnotis.

HARUS DIPERHATIKAN

1. Permain melakukan atraksi kebal bacok ini hanya pada bagian tubuh yang banyak dagingnya.

2. Pemain biasanya berhati-hati agar tidak menggoreskan golok, sebab meskipun agak tumpul tapi golok bisa melukai jika digoreskan dengan kuat. Biasanya jika pemain ingin melakukan atraksi kebal sayatan dengan menyediakan pedang bermata dua. Salah satu dibuat agar tumpul, benar-benar tumpul, atau pemain debus juga bisa menggunakan golok yang bagian depannya tajam tapi belakang tumpul atau sebaliknya.

3. Untuk meyakinkan penonton, pemain selalu untuk melakukan “pengujian” senjata sebelum mereka melakukan ujicoba bacok / sayat. Ada juga variasi yang tak kalah dramatis, yaitu di mana salah satu pemain debus meletakkan buah-buahan seperti pisang, semangka, timun atau sayur-sayuran seperti sayur kol di paha atau bagian tubuh lain seperti perut atau dada. Kemudian pemain lain mencacah dengan golok sayuran atau buah-buahan tadi di salah satu bagian tubuh tertentu seperti paha, perut atau dada. Walau pemain mencacah dengan begitu banyaknya ternyata tubuh yang jadi dasar tempat meletakkan sayuran atau buah tadi tidak terluka. Bagaimana rahasianya? Sesungguhnya atraksi ini tergolong sangat ringan, namun juga memiliki resiko yang tinggi jika tidak tahu tehniknya.

 Cara melakukan yang paling aman adalah :

1. Sasaran yang dicacah atau dirajang diletakkan pada bagian perut, karena bagian tersebut tidak memiliki tulang dan sangat kenyal juga elastis sehingga bisa menetralisir sabetan golok.

2. Pemain tidak mencacah dengan cara mengiris sebab akibatnya bisa fatal, kecuali bagi mereka yang sudah berpengalaman.

3. Pemain mengatur agar daya ayun untuk mencacah buah atau sayur tersebut jangan sampai terlalu keras. Upayakan ayunannya hanya untuk memutuskan sasaran benda di atas perut (atau bagian tubuh lain yang lunak) dan secepatnya diangkat atau jika mengenai perut upayakan jangan terlalu keras. Dengan memperhatikan aturan-aturan di atas, para pemain debus akan mampu memperagakannya dan ini bukanlah mistik melainkan hanya tehnik belaka.

MENGGORES ATAU MENGIRIS TUBUH DENGAN GOLOK

debusDemonstrasi kekebalan kulit yang mempunyai efek bahaya adalah tehnik goresan. Karena secara alami, gerakan senjata menggores lebih memiliki daya sobek luar biasa pada kulit, karet atau benda-benda yang cukup kenyal dan elastis, dibandingkan dengan cara senjata tersebut diayunkan atau dipukulkan pada benda yang kenyal dan elastis.

Tetapi kita terkadang melihat adanya atraksi debus yang memperagakan atraksi kekebalan dengan cara menggores tubuh. Namun jika kita sudah tahu tehniknya hal ini bukan barang mustahil bisa dilakukan oleh siapa saja.

Caranya adalah dengan cara menggunakan senjata tajam yang sudah diatur seperti membiarkan bagain-bagian tertentu pada senjata tersebut tumpul dan bagian tertentu lainnya tetap tajam.

Tujuannya agar nanti anda bisa meyakinkan penonton dengan cara menguji ketajaman pada benda-benda seperti batang pisang, pelepah kelapa dan benda lainnya.
Dari penjelasan di atas, penonton akan menjadi yakin kerena mereka tidak mengetahui bahwa pada bagian senjata tersebut ada wilayah pedang tajam dan ada pula wilayah pedang tumpul.

Tehnik menggores umumnya dilakukan dengan cara tidak memberikan tekanan yang kuat, sehingga amat masuk akal apabila kulit menjadi aman dari ketajaman senjata walaupun senjata yang digunakan bagi pemain yang profesional dapat memakai senjata yang cukup tajam.

ATRAKSI KEBAL SAYATAN SILET

Atraksi kebal sayat silet menggunakan silet yang sudah dimodifikasi. Silet tersebut salah satu sisinya ditumpulkan dengan cara menggosokkannya ke batu. Setelah itu, masukkan lagi ke bungkusnya dengan rapi dan kemudian di-lem merekat seperti baru. Ingat, karena pada umumnya silet yang baru dianggap benda sangat tajam, maka atraksi ini sering berhasil membuat orang terkagum-kagum.

Cara Atraksi:

1. Pemain mengambil silet baru yang sudah dimodifikasi itu.

2. Pemain meminta penonton untuk membukanya, agar dia yakin bahwa silet itu masih baru.

3. Ambil silet itu, kemudian gunakanlah untuk mengiris kertas atau koran. Selain membuktikan pada penonton bahwa silet itu tajam, manfaat lain dari langkah ini adalah : Pemain bisa mengetahui sisi silet mana yang tajam dan yang tumpul.

4. Setelah pemain yakin mengetahui sisi silet yang tumpul, atraksi pun dimulainya.

5. Pertama kali, pemain biasanya mencoba menyayat rambutnya. Mengapa rambut dulu ? Karena jika ternyata pemain salah memegang sisi silet, maka tidak terjadi luka yang membahayakan.

6. Setelah berhasil dengan sayat rambut, Pemain lalu melakukan sayatan di mana saja. Agar lebih seru, pemain juga menyayat penonton. Dengan mengatakan “orang yang saya pegang juga ikut kebal karena aliran energi dari tubuh saya”.

7. Setelah atraksi selesai, Biasanya pemain debus mengamankan silet tersebut.

NAH, ITU SEMUA PERTUNJUKAN. KITA HARGAI DAN HORMATI PROFESI MEREKA KARENA TUJUAN MEREKA ADALAH UNTUK MENGHIBUR. TOH MEREKA BUTUH MAKAN UNTUK MENGHIDUPI KELUARGANYA BUKAN? OLEH SEBAB ITU BILA ADA ATRAKSI PERTUNJUKAN ILMU KEBAL KITA HARUS TETAP TUNJUKKAN ANTUSIAS DAN JANGAN MELECEHKAN MEREKA. KASIHAN…

OKE, SALAM PASEDULURAN.. RAHAYU RAHAYU RAHAYU….

@@@

Categories: PAMER ILMU KEBAL | 51 Komentar

ASMAK DERAJAT


wongalus

Manusia memiliki derajat dan kedudukannya masing-masing. Derajat dan kedudukan ditentukan oleh amal perbuatannya semasa di dunia. Dunia adalah ladang amal sehingga selain kita bisa memetik ‘buah’nya di akhirat, di dunia pun siapa yang memiliki amal perbuatan yang baik maka berlaku hukum sunatullah. Ia akan mendapatkan derajat dan kedudukan yang tinggi di mata masyarakat. Oleh sebab itu, alangkah bijaksananya bila kita senantiasa memperbaiki amal perbuatan sehari-hari agar semakin bermanfaat secara nyata di masyarakat.

Berikut doa ASMAK DERAJAT agar Allah SWT meridhoi upaya dan usaha kita agar bisa memiliki derajat yang tinggi di masyarakat. Asmak ini ada di QS Al Hijr, 14:

Bismillahirrohmanirrohim
====WA LAU FATAHNA ALAIHIM BABAM MINAS SAMA’I FAZALLU FIHI YA’RUJUN====

Dibaca seikhlasnya dalam jumlah dan waktu yang tidak dibatasi. Insya allah kita akan memiliki kekayaan, kejayaan dunia dan akhirat serta derajat tinggi atas ijin Allah SWT. Terima kasih dan salam persahabatan.
@wongalus,2013

Categories: ASMAK DERAJAT | 82 Komentar

SHOLAWAT AN NISA


WONGALUS

Sholawat An Nisa atau Sholawat untuk perempuan pekerja keras agar senantiasa diberkahi dengan hati yang tegar, sabar dan ikhlas. Diberikan tenaga yang kuat sehingga pekerjaan cepat selesai dengan sempurna atas ijin Allah SWT.

Sholawat ini adalah Ijazah dari Habib Ahmad bin Hasan Al Kaff yang diterima dari Paman Beliau, Habib Abdurrahman bin Ahmad Al Kaff.
Berikut doanya….
====Allahumma sholli  alaa Sayidina Muhammadin wa ’alaa aalihi wa shahbihi wasalim wa adz hib hazana qolbii fii dunya wal akhirah===
 
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat & salam kepada sayyidina Muhammad beserta para keluarga & sahabatnya, dan hilangkanlah kesedihan hatiku di dunia maupun akhirat..”
Dibaca setiap hari dengan jumlah bilangan yang tidak ditentukan. Salam persaudaraan.
@ 2013,wongalus
Categories: SHOLAWAT AN NISA | 19 Komentar

SHOLAWAT FULUS REZEKI LANCAR


Asysyeikh- Kalimantan Selatan

Assalamu’alaikum WrWb. Kepada Ki Wong Alus, Dengan Izin Allah saya Ijazahkan Solawat Fulus kepada seluruh anggota KWA, semoga mendapat Ridho Allah SWT.

ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻥ ﺍﻠﺮﺤﻴﻢ

ﺃﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻟﻰ ﺴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﺍﻟﻤﺒﻌﻮﺚ ﺼﻼﺓ ﺘﺟﺮﺑﻬﺎ

ﺍﻷﻤﻮﺍﻝ ﻮﺍﻠﻔﻠﻮﺲ ﻮﻋﻠﻰﺁﻠﻪ ﻮﺼﺤﺒﻪ ﻮﺴﻠﻢ

Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil mab’uutsi sholaatan tajurru bihal am-waali wal-fuluusi wa ‘alaa aalihi wa-shohbihi wa-sallim

Dibaca setelah sholat Subuh sebanyak 70 kali dan tiupkan ke duit yang akan kita belanjakan. Insya Allah.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 179 Komentar

AJIAN KAMARA GENI SUNAN KALIJAGA


wongalus

Dalam masa berdakwah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, Sunan Kalijaga — saat itu tanah Jawa banyak pendekar/jawara yang memiliki beragam ilmu kesaktian— merasa perlu untuk membekali para murid, sahabat, saudara, sedulur-sedulur dengan beragam ilmu kesaktian juga. Tak lain dengan tujuan agar para murid yang baru saja memeluk agama Islam (mualaf) itu semakin yakin dengan keyakinannya. Kalau kalah, bisa dipastikan keyakinan mereka lama-lama akan meluntur.

Salah satu yang diajarkan Sunan Kalijaga adalah Ajian Kamara Geni yang memiliki tuah menolak, menangkal, dan mengembalikan kiriman energi jarak jauh dari seseorang yang berniat jahat (dikenal dengan nama Santet, teluh, tenung, ragam ajian-ajian penyerang/pemukul jarak jauh dsb). Ajian Kamara Geni ini, oleh Sunan Kalijaga diturunkan kepada  Ki Ageng Sebayu dan Ki Gede Pekalongan, juga berfungsi untuk menghantam jin yang bersifat syetan / nakal dan berniat jahat.

Laku ajian ini, versi Sunan Kalijaga sebagai berikut:

1. Puasa mutih 3 hari atau boleh juga 7 hari, puasa dimulai hari weton anda.

2. Laksanakan sholat lima waktu dan

3. sesudah sholat membaca 7 x doa ajian ini DENGAN POSISI KEPALA BERADA DI BAWAH DAN KAKI BERADA DI ATAS. (Jawa: topo ngalong/posisi kelelawar).

ilustrasi foto kira-kira seperti ini. foto ini hanya ilustrasi yang ada di mbah google dan anda bisa memodifikasinya dengan tubuh menempel di dinding. kepala dikasih alas bantal disangga oleh kedua tangan.

546055_4582489520133_821923998_n

========AJIAN KAMARA GENI==========

bismilahirohmanirohim

Doa bali sumpah waliyullah anamuka badan ya Rasulullah. Allohumma yaa bali yaa bali yaa bali sakudung ingsun. Kulhu kamara geni tutup bali, balika balika balika balkum balkum balkum.

===============

Usai mengamalkan biidznillah anda akan kebal santet luar dalam. Anda juga bisa melindungi/mengobati orang lain dengan cara membaca doa di atas 7 x tiupkan ke segelas air putih dan meminumkan air putih kepadanya.

Bila saudara ingin mengamalkannya, dipersilahkan dan tentu saja jangan lupa untuk mengirim al fatihah khususnya kepada Rasulullah SAW dan kepada Sohibul ijasah Sunan Kalijaga dan pengijazah2 lain hingga ajian ini sampai kepada kita.

terima kasih dan salam paseduluran.

@@@

Categories: AJIAN KAMARA GENI SUNAN KALIJAGA | 74 Komentar

ASMAK WAAW ALIF


wongalus

Tawassul kirim Al Fatihah kepada Rasulullah SAW, para Nabi, Sahabat 4 Rasulullah SAW, Malaikat Muqarrabin Qoribin, Para Wali, Syaikh Abdul Qodir Al Jilani, ayah ibu dan para leluhur kita, diri kita.

Bismillahirrohmanirrohim.

tingkat dasar

========================================

YAA QAWIYYU BI QUWWATIKA FANSHURNAA  243 x selama  7 hari

selesai.

==========================================

tingkat lanjut

YAA QAWIYYU BI QUWWATIKA FANSHURNAA

WAAW ALIF NUUN ALIF SHIIN

243 x selama  7 hari

selesai.

========================================

arti asmak di atas :

YAA QAWIYYU BI QUWWATIKA FANSHURNAA

Ya Allah Yang Maha Kuat, dengan kekuatan-Mu tolonglah kami.

WAAW ALIF NUUN ALIF SHIIN

==================================

Keterangan jumlah wirid 243 X. Huruf yang membentuk nama-nama planet diatur sedemikian rupa untuk menunjukkan kecepatan rotasi mereka. Huruf Waaw-Alif-Nuun-Alif-Shiin merujuk pada planet Venus yang dalam bahasa Arab muncul berdampingan dalam ayat 72 surat Al-Anfal dan  ayat 3 Surat Hud. Ada 243 ayat di antara kedua surat tersebut. Jadi, dibutuhkan tepatnya 243 hari bagi Venus untuk berputar mengelilingi porosnya sendiri. Dengan kata lain, revolusi dimulai lagi setelah 243 hari. Surat-surat yang terdiri dari kata Venus muncul sebanyak  243 ayat dalam Al Qur’an.

FUNGSI:

KEBAL SENJATA, KEKUATAN, KEBERANIAN, PERTOLONGAN/BANTUAN BERAGAM KESULITAN HIDUP SEPERTI MASALAH HUTANG/ASMARA/KARIER/ DLL

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

salam paseduluran.

Categories: ASMAK WAAW ALIF | 103 Komentar

SEPENGGAL CATATAN DARI MANGLAYANG


wongalus

Berusahalah sekuat tenaga dengan memastikan bahwa kalian bisa memiliki kepatuhan seutuhnya sebelum hadir dihadapan NYA, tidak melakukan kesalahan apalagi kurang ajar terhadap NYA…Sesungguhnya kalian ini pembohong, tidak mengetahui jalan menuju pintu NYA…. Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

(Syeikh Abdul Qodir al Jilani: Qaddasallah Sirrah al Aziz)

DSC_0381Tersebutlah suatu ketika saya menyadari dan menggedor-gedor nurani untuk tidak hanya menghayati kata-kata Syaikh Abdul Qodir tersebut namun bermaksud membuktikan apa yang disampaikannya. Konon syaikh adalah pemimpin para wali yang ada di bumi. Saya yakin apa yang disampaikannya itu benar, namun bila ada pembuktian lebih lanjut tentu saja nilai lebih bagi kita. Tidak hanya kata anu, kata ini kata itu.. namun tahu dengan pengalaman dan penyaksian akan menancap dalam hati sanubari yang terdalam. Kemantapan hati berbuah tekad yang kuat untuk berangkat memenuhi panggilan itulah NIAT AWAL saya.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Berangkatlah saya dengan persiapan minim menuju ke wilayah barat pada hari Sabtu 13 April 2013. Uang saku dan bekal pun pas pasan hanya untuk bertahan hidup. Raga dan tubuh syariatnya menuruti ‘peraturan’ dan ‘perintah’ keduniawian semata, namun hati dan rasa/batinnya sungguh lain. Hati harus menuruti sebuah PERINTAH yang kadar KEHARUSANNYA lebih berat.

Wilayah yang kutuju saat itu adalah Gunung Manglayang, sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi yang berada di wilayah Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. Titik koordinatnya pun sudah pasti sesuai syariat yaitu di depan Bumi Perkemahan Kiara Payung, sekitar 5 km dari jalan raya utama Sumedang- Bandung. Hawanya dingin sejuk memaksa saya untuk menyesuaikan diri sebisa mungkin. Maklum, aku terbiasa hidup di Sidoarjo, Jawa Timur yang berhawa panas menyengat. Di Manglayang, keringat tidak akan keluar sehingga bau badan pun tidak berubah. Tetap harum meski tanpa parfum.

Terkait dengan tempat dingin sejuk seperti ini, saya langsung ingat Gunung Bromo. Siang pun memang tetap panas kena cahaya matahari, namun udara yang dihembuskannya tidak membuat kulit menjadi kering. Pepohonan rindang dan lingkungan yang masih alami membuat betah berlama-lama. Di Manglayang, saya tinggal dua belas hari lamanya. Mengakhiri perjalanan tanggal 27 April 2013 kemarin. Lumayan lama untuk ukuran saya yang biasa dengan mobilitas tinggi. Jangka waktu dua belas hari itu saya manfaatkan benar-benar untuk belajar. Belajar mulai dari nol lagi hingga merangkak naik setahap demi setahap.

Saya tidak pernah malu memulai dari nol, sebab berkaca pada Rasulullah, panutan hidup saya bahwa: Nabi Muhammad SAW pun memulai dari nol sebelum melangkah ke tahap demi tahap pendakian spiritual. Bagaimana tidak?

Bukankah saat pertama kali Muhammad SAW menerima wahyu dia menganggap dirinya tidak ‘bisa’ membaca? Padahal saat itu dia sudah ahli berpuasa dan nyepi di gua? Bukankah saat itu dia sudah memiliki kedewasan mental spiritual yang matang? Bukankah saat itu dia sudah ‘sakti’ dan memiliki ‘kekuatan spiritual’ yang pilih tanding sehingga kuat ditempa masalah hidup yang sedemikian berat? Faktanya, Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi ketika usianya 40 tahun. Masa sebelum usia 40 tahun itu, dia harus mampu bertahan dari kejinya fitnah, bertahan dari lingkungan yang dominan paganism yang begitu tua di jazirah Arab. Hal yang mustahil dilakukan orang kebanyakan yang dalam hidupnya tidak punya prinsip dan keteguhan.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Maka Rasulullah SAW memulai di titik nol ketika bertemu Malaikat Jibril, PERANTARA PERJUMPAAN DENGAN JALAN ALLAH SWT. Dan bagi Rasulullah, kejujuran untuk mengakui bahwa dirinya ‘tidak bisa membaca’ bermakna bahwa dia belum mampu membaca semua kejadian ini dalam kerangka pemahaman yang holistic, nyambung, awal akhir lahir dan batin dalam genggaman Allah SWT.

Buah kejujurannya itulah dia kemudian diberkahi Allah SWT dengan ilmu, yang mana dengan ilmu itu dia mampu untuk ‘membaca dengan Nama Tuhan Yang Maha Menciptakan’. Jadi tidak sekedar pengetahuan yang berasal dari akal dengan menyusun fakta-fakta dan kemudian dijadikan mossaik pandangan hidup yang tersusun lengkap, namun benar-benar menghancurkan EGO DIRI –tahap akhir pendakian spiritual — dan berada di titik NOL sehingga hidayah ALLAH SWT itu turun.

Meneladani Rasulullah SAW itulah semangat dan tekad saya. Kuanggap ini sebuah purifikasi. Katarsis menuju titik NOL. Menjiwai dan mencoba belajar untuk bertahan di tengah kepungan masalah hidup, kepungan citra-citra diri, nilai-nilai yang campur baur, kemacetan pehamanan dan penghayatan akan makna hidup di sana sini, salah kaprahnya tujuan yang akhirnya membekam plus menutup diri untuk mbobot dan mbabar, metamorphosis kepompong menjadi kupu-kupu…

Tidaklah menarik untuk menceriterakan secara detail apa yang saya alami; setiap detik berlalu lalang makhluk-makhluk dari beragam jenis dari yang tampak maupun yang tidak tampak. Juga muncul berbagai peristiwa layaknya para pejalan spiritual yang lain. Itu semua hanya bumbu duniawi semata dan yang lebih penting untuk diungkap dan disampaikan adalah RASAnya.  APA RASA YANG LAHIR ketika berada di TITIK NOL. Saya tidak tahu apa-apa. Rasanya terlahir kembali, melihat dengan cara pandang baru tentang semuanya. Mengalir tenang dan lancarnya aliran yang selama ini tersumbat oleh kotor lemak dan sampah duniawi.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Di satu titik, di depan BUMI PERKEMAHAN, KIARA PAYUNG CAMP, di depannya.. bukan di dalam, hanya di pinggir jalan kecil, saya jadikan homebase. Setiap kesempatan saya berlalu lalang, naik mendaki ke puncak, minum di air sumber, dan turun lagi ke homebase. Mencari makan yang tersedia. Termasuk diberi sedekah makan oleh tiga sahabat KWA: (1) sesepuh KWA Mbah Selor Selawe (matur suwun sudah ditraktir sate dan bakso, maaf saya harus pura-pura jadi pejabat) (2) mas Ghozali (matur suwun sudah dikasih jamuan makan malam dan sweater, maaf saya harus pura-pura jadi ustad) dan (3) mas Firman (atas pasedulurannya dan keheranannya). Al Fatihah sent…

Kalau perut sudah kenyang, maka Raga tubuh saya istirahatkan tertidur, menikmati hidup, nafas tarik nafas keluar, meditasi tidur, meditasi duduk, meditasi dinamis, bergerak naik ke Manglayang, kehujanan, sholat, minum air sumber, makan yang bisa saya makan, semuanya adalah syariat agar tetap hidup. Toh saya dilarang membunuh diri sebab saya tidak memiliki hidup. Hidup itu milik NYA, dan tugas/kewajiban saya hanyalah menjalankan raga sesuai PERINTAH. Untuk mempermudah pemahaman, saya mengkategorikan menjadi tiga perintah.

Perintah itu bertingkat-tingkat: pertama perintah AKAL. Kedua perintah HATI NURANI. Ketiga PERINTAH dari KEBENARAN/KESESATAN. Untuk BISA MENTAATI perintah ketiga itu, AKAL harus memiliki kelurusan LOGIKA dan HATI yang jujur. Tiada lain syarat untuk itu kecuali MEMBUKA DIRI untuk terus belajar dan JANGAN PERNAH MERASA SUDAH PINTAR. Akan lebih mudah kita mendapatkan kelurusan logika dan hati yang jujur bila kita mau untuk terus mau mendengarkan pendapat orang lain, tidak menyanggah, namun kemudian menyaringnya. Tetaplah tersenyum meskipun barangkali tidak pas dan tidak sesuai dengan hati nurani, itu akan lebih BIJAKSANA karena anda akan mendapatkan lebih banyak dari orang lain. Bila anda mendebat pendapat orang lain, bukankah orang lain akhirnya diam dan anda tidak mendapatkan informasi lagi?

Ketika menjadi kepompong, di gunung manglayang tersebut, saya diuji dengan beragam ujian. Yang bisa saya ceritakan di forum ini adalah ujian kabar dari isteri: rumah saya hampir roboh. Tak bisa berbuat apapun untuk menolong keluarga di rumah, saya hanya bisa bersabar sambil menunggu selesainya tugas dan ada perintah untuk pulang. Semoga keluarga dalam lindungan ALLAH SWT. Inna lillahi wainna ilaihi rojiun… Selain itu banyak ragam ujian lain, misalnya, dari Eyang Guntur yang menyambar-nyambar kepala hingga membuat keberanian habis, dan seterusnya…

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Ada satu orang tua yang membuat saya terkesan meskipun pertemuan saya dengannya hanya sekilas, tidak kurang dari sekian menit dan itu pun pertemuan yang terasa ‘tidak disengaja’. Padahal tidak demikian, apa sih di dunia ini yang kebetulan? Tentu saja TIDAK ADA. Semua sudah ditentukan sesuai dengan NIAT dan TUJUAN kita. Nah, orang tua ini seorang buruh pengangkut getah kayu pinus. Sehari-hari dia hanya mendapatkan upah sekian rupiah dari usahanya membawa berpuluh-puluh kilo dengan jarak yang amat jauh. Namun ia jalani dengan ikhlas kerjanya untuk menghidupi anak dan isterinya di desa jauh terpencil.

Auranya wajahnya memancar kejujuran dan pancaran cahaya ilahiah tersimpan dibalik baju kumal ala kadarnya. Saya dapatkan ILMU HIKMAH YAITU ILMU NOL, ILMU KEKOSONGAN: jadilah orang sederhana mengakui kelemahan dan ketidakberdayaan kita. Apa yang kita sombongkan? Dihadapan Ilahi, semuanya adalah sama dan setara kecuali amalnya.

Di gunung manglayang itu pula, saya bertemu dengan Sembilan Guru Tanah Pasundan yang baik hati. Ilmu mereka tinggi-tinggi, jauuuhhh di atas kita.

Guru pertama, seorang perempuan. Dia mengajari banyak gerakan tubuh yang selaras dan serasi dengan aliran “chi”, ilmu pelet pengasihan yang dahsyat.

Guru Kedua, seorang perempuan juga, mengajari ilmu-ilmu tentang rezeki lancar.

Guru ketiga, seorang unik nyeleneh. Pria berbadan tegap pemberani. Dia mempraktekkan kesaktiannya dengan menembus dinding dan penjagaan aparat yang sangat ketat tanpa terdeteksi.

Guru keempat, misalnya, memamerkan kedigdayaannya dengan ilmu peluntur. Seketika itu juga menghilangkan kesaktian orang.

Guru Kelima, seorang pria, memamerkan teknik menyerap ilmu orang lain dengan singkat dengan cara langsung ‘meniru’ maka semua ilmu orang dihadapannya akan terserap.

dan seterusnya hingga….

Guru kesembilan seorang perempuan tua memamerkan dirinya mengalahkan dengan mudah penunggu goib (dahnyang) sebuah wilayah.

Namun anehnya, Sembilan guru sakti ini masih ada celah kelemahannya. Misalnya, suatu ketika guru kesembilan ini berjalan di atas air namun tiba-tiba kakinya tersedot bumi sehingga kaki kanannya terjepit. Guru kesatu hingga kesembilan ini, kesimpulan saya akhirnya adalah, mereka ini guru-guru dunia…

Tataran ilmu mereka tidaklah seperti guru kesepuluh yaitu eyang sepuh buruh pengangkut getah kayu pinus tadi. Kusimpulkan, guru kesepuluh inilah guru akhirat yang sesungguhnya. Meskipun guru akhirat, dia memberiku satu mahkota unik dan langka, yang sekarang saya simpan sebagai tanda kasih sayang saya pada guru-guru ilmu hikmah dari tanah Pasundan yang telah mengajari saya. Al fatihah sent…

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

(bersambung: dahsyatnya kekuatan wirid AL IKHLAS)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

PENGGILA DENGAN MEDIA ROKOK


Damas Ri

Ilmu ini bisa dipakai/digunakan baik laki-laki maupun perempuan yang merokok tentunya.
ini bacaannya : Bismillahirrohmanirrohim
Roko Roki Roko bernama si Raja Wudun
Tembakaunya bernama si Raja Nila
Asapnya bernama si Lamputih
itulah untuk aku menundukkan dan mengariaukan….adikku/abangku…yang bernama……(sebut namanya jika tahu, jika tidak cukup warna bajunya)
berkat aku memakai…….baca syahadat…..
Caranya : baca tiga kali semua bacaan tersebut, lalu isap dengan perlahan rokoknya, terus asapnya dihembuskan kearah target/sasaran, tidak perlu banyak yang penting ada terhirup/terhisap oleh target.
@@@

Categories: PENGGILA DENGAN MEDIA ROKOK | 93 Komentar

FANA’


1. Pengertian Fana

Kebanyakan kitab-kitab tua seperti Kitab Syarah Hikam Ibni Athoillah As-Kandariah, Kitab Manhal-Shofi, Kitab Addurul-Nafs dan lain-lain menggunakan istilah-istilah seperti ‘binasa’ dan ‘hapus’ untuk memperihalkan tentang maksud fana. Ulama-ulama lainnya yang banyak menggabungkan beberapa disiplin ilmu lain seperti falsafah menggunakan istilah-istilah seperti ‘lebur’, ‘larut’, ‘tenggelam’ dan ‘lenyap’ dalama usaha mereka untuk memperkatakan sesuatu tentang ‘hal’ atau ‘maqam’ fana ini. Di dalam Kitab Arrisalah al-Qusyairiah disebutkan erti fana itu ialah; Lenyapnya sifat-sifat basyariah(pancaindera) Maka sesiapa yang telah diliputi Hakikat Ketuhanan sehingga tiada lagi melihat daripada Alam baharu, Alam rupa dan Alam wujud ini, maka dikatakanlah ia telah fana dari Alam Cipta. Fana bererti hilangnya sifat-sifat buruk (maksiah lahir dan maksiat batin) dan kekalnya sifat-sifat terpuji(mahmudah). Bahawa fana itu ialah lenyapnya segala-galanya, lenyap af’alnya/perbuatannya(fana fil af’al), lenyap sifatnya(fana fis-sifat), lenyap dirinya(fan fiz-zat) Oleh kerana inilah ada di kalangan ahli-hali tasauf berkata: “Tasauf itu ialah mereka fana dari dirinya dan baqa dengan Tuhannya kerena kehadiran hati mereka bersama Allah”. Sahabat Rasulullah yang banyak memperkatakan tentang ‘fana’ ialah Sayyidina Ali, salah seorang sahabat Rasulullah yang terdekat yang diiktiraf oleh Rasulullah sebagai ‘Pintu Gedung Ilmu’.

**Sayyidina Ali sering memperkatakan tentang fana. Antaranya :

“Di dalam fanaku, leburlah kefanaanku, tetapi di dalam kefanaan itulah bahkan aku mendapatkan Engkau Tuhan”.

**Demikianlah ‘fana; ditanggapi oleh para kaun sufi secara baik, bahkan fana itulah merupakan pintu kepada mereka yang ingin menemukan Allah(Liqa Allah) bagi yang benar-benar mempunyai keinginan dan keimanan yang kuat untuk bertemu dengan Allah(Salik).

Firman Allah yang bermaksud: “Maka barangsiapa yang ingin akan menemukan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amalan Sholeh dan janganlah ia mempersekutukan siapapun dalam beribadat kepada Allah (Surah Al-Kahfi:)

**Untuk mencapai liqa Allah dalam ayat yang tersebut di atas, ada dua kewajiban yang mesti dilaksanakan iaitu:

** Pertamanya mengerjakan amalan sholeh dengan menghilangkan semua- sifat-sifat yang tercela dan menetapkan dengan sifat-sifat yang terpuji iaitu Takhali dan Tahali.

**Keduanya meniadakan/menafikan segala sesuatu termasuk dirinya sehingga yang benar-benar wujud/isbat hanya Allah semata-mata dalam beribadat. Itulah ertinya memfanakan diri.

**Para Nabi-nabi dan wali-wali seperti Sheikh Abu Qasim Al-Junaid, Abu Qadir Al-Jailani , Imam Al-Ghazali, Ab Yazid Al-Busthomi sering mengalami keadaan “fana” fillah dalam menemukan Allah.

**Umpamanya Nabi Musa alaihisalam ketika ia sangat ingin melihat Allah maka baginda berkata yang kemudiannya dijawab oleh Allah Taala seperti berikut; “Ya Tuhan, bagaimanakah caranya supaya aku sampai kepada Mu? Tuhan berfirman: Tinggalkan dirimu/lenyapkan dirimu(fana), baru kamu kemari.”

2. Kata-kata Hikmah Dari Wali-wali Allah yang telah mengalami FANA

Ada seorang bertanya kepada Abu Yazid Al-Busthomi; “Bagaimana tuan habiskan masa pagimu?”. Abu Yazid menjawab: “Diri saya telah hilang(fana) dalam mengenang Allah hingga saya tidak tahu malam dan siang”.

**Satu ketika Abu Yazid telah ditanyai orang bagaimanakah kita boleh mencapai Allah. Beliau telah menjawab dengan katanya: “Buangkanlah diri kamu.

Di situlah terletak jalan menuju Allah. Barangsiapa yang melenyapkan(fana) dirinya dalam Allah, maka didapati bahawa Allah itu segala-galanya”.

Beliau pernah menceritakan sesuatu tentang fana ini dengan katanya; Apabila Allah memfanakan saya dan membawa saya baqa dengaNya dan membuka hijab yang mendinding saya dengan Dia, maka saya pun dapat memandangNya dan ketika itu hancur leburlah pancainderaku dan tidak dapat berkata apa-apa.

Hijab diriku tersingkap dan saya berada di keadaan itu beberapa lama tanpa pertolongan sebarang panca indera.

Kemudian Allah kurniakan saya mata Ketuhanan dan telinga Ketuhanan dan saya dapat dapati segala-galanya adalah di dalam Dia juga.”

**Al-Junaid Al-Bagdadi yang menjadi Imam Tasauf kepada golongan Ahli Sunnah Wal-Jamaah pernah membicarakan tentang fana ini dengan kata-kata beliau seperti berikut: Kamu tidak mencapai baqa(kekal dengan Allah) sebelum melalui fana(hapus diri) Membuangkan segala-galanya kecuali Allah dan ‘mematikan diri’ ialah kesufian. Seorang itu tidak akan mencapai Cinta kepada Allah(mahabbah) hingga dia memfanakan dirinya. Percakapan orang-orang yang cinta kepada Allah itu pandangan orang-orang biasa adalah dongeng sahaja.

3. Himpunan Kata-kata Hikmat Tentang Fana

*A. Sembahyang orang yang cinta (mahabbah) ialah memfanakan diri sementara sembahyang orang awam ialah rukuk dan sujud.

*B. Setengah mereka yang fana (lupa diri sendiri) dalam satu tajali zat dan kekal dalam keadaan itu selama-lamanya. Mereka adalah Majzub yang hakiki.

*C. Sufi itu mulanya satu titik air dan menjadi lautan. Fananya diri itu meluaskan kupayaannya. Keupayaan setitik air menjadi keupayaan lautan.

*D. Dalam keadaan fana, wujud Salik yang terhad itu dikuasai oleh wujud Allah yang Mutlak. Dengan itu Salik tidak mengetahui dirinya dan benda-benda lain. ]

Inilah peringkatWilayah(Kewalian).

*Perbezaan antara Wali-wali itu ialah disebabkan oleh perbezaan tempoh masa keadaan ini. Ada yang merasai keadaan fana itu satu saat, satu jam, ada yang satu hari an seterusnya. Mereka yang dalam keadaan fana seumur hidupnya digelar majzub. Mereka masuk ke dalam satu suasana dimana menjadi mutlak.

*E. Kewalian ialah melihat Allah melalui Allah. Kenabian ialah melihat Allah melalui makhluk. Dalam kewalian tidak ada bayang makhluk yang wujud. Dalam kenabian makhlik masih nampak di samping memerhati Allah. Kewalaian ialah peringakat fana dan kenabian ialah peringkat baqa

*F. Tidak ada pandangan yang pernah melihat Tajalinya Zat. Jika ada pun ia mencapai Tajali ini, maka ianya binasa dan fana kerana Tajali Zat melarutkan semua cermin penzohiran. Firman Allah yang bermaksud : Sesungguhnya Allah meliputi segala-galanya.(Surah Al-Fadhilah:54)

*G. Tajali bererti menunjukkan sesuatu pada diriNya dalam beberapa dan berbagai bentuk. Umpama satu biji benih menunjukkan dirinya sebgai beberapa ladang dan satu unggun api menunjukkan dirinya sebagai beberapa unggun api.

* H. Wujud alam ini fana (binasa) dalam wujud Allah.Dalilnya ialah Firman Allah dalam Surah An-Nur:35 yang bermaksud; “Cahaya atas cahaya, Allah membimbing dengan cahayanya sesiapa yang dikehendakinya.” dan “Allah adalah cahaya langit dan bumi.”

*I. Muraqobah ialah memfanakan hamba akan afaalnya dan sifatnya dan zatnya dalam afaal Allah, sifat Allah dan zat Allah.

*J. Al-Thomsu atau hilang iaitu hapus segala tanda-tanda sekelian pada sifat Allah. Maka iaitu satu bagai daripada fana.

4. Pesanan Dari Suluk Hakikat tidak akan muncul sewajarnya jika syariat dan thorikat belum betul lagi kedudukannya.

5. Tajuk-tajuk yang berkaitan dengan Fana Mikraj Muhammad Alamat Sampai Kepada Maqam Yang Tinggi.

Huruf-huruf tidak akan tertulis dengan betul jika pena tidak betul keadaannya. Dari itu saudara-saudaraku anda seharusnya banyak menuntut dan mendalami ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan syariat , usuluddin dan asas tasauf untuk mendekatkan diri dengan Allah .

ALLAH MAHA ESA, SEDIA DAN KEKAL TELAH ADA ALLAH DAN TIADA SESUATU BESERTA-NYA. DAN, DIA KINI ADALAH TETAP SEBAGAIMANA ADANYA.

Pada martabat zat, segala sifat, nama dan semua kewujudan lenyap di dalamnya, tidak boleh disaksi dan ditakbir lagi. Selagi boleh disaksi dan ditakbir ia masih lagi sifat bukan zat.

Apabila sampai kepada perbatasan: “Lemah mengadakan pendapat tentang zat Ilahiat”, seseorang tidak ada pilihan melainkan mengakui wujudnya zat Wajibul Wujud (Wajib Wujud) kerana jika tidak wujud zat nescaya tidak ada sifat dan tidak ada kejadian atau perbuatan.

**Seorang bukan ahli kasyaf bermakrifat dengan akalnya dan beriman kepada zat Wajibul Wujud setelah terjadi kebuntuan akalnya mengenai hal ketuhanan pada suasana yang diistilahkan sebagai Wahadiyyah atau suasana pentadbiran Ilahi yang juga dipanggil Rububiah.

**Akal menyaksikan Rububiah atau hal ketuhanan yang menggerakkan sekalian makhluk. Peringkat kesudahan pencapaian akal dan ilmu makhluk dinamakan Hijab al-‘Izzati atau benteng keteguhan. Ilmu sekalian orang alim dan arif terhenti di sini.

**Zat Allah s.w.t tidak diketahui oleh makhluk kerana Dia tidak termasuk di dalam sempadan maklumat, pendapat dan kenyataan.

Allah berfirman : Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diri-Nya (menyeksa kamu). ( Ayat 30 : Surah a-li ‘Imran )

*Rasulullah s.a.w bersabda:

*Semua kamu (yang berfikir) tentang Zat Allah adalah orang dungu*.

Percubaan akal untuk menembusi Hijab Keteguhan adalah sia-sia.

Jika dipaksa juga tidak ada yang ditemui melainkan kemungkinan menjadi gila.

Begitulah makrifat Allah s.w.t melalui akal.

Makrifat dengan akal menjadi asas kepada makrifat melalui zauk atau pandangaan mata hati. Ahli Allah s.w.t meningkatkan imannya dengan membenamkan dirinya ke dalam ibadat dengan bersungguh-sungguh.

Mereka berpuasa pada siang hari dan bersembahyang pada malam hari.

Ada antara mereka yang bersembahyang lebih 500 rakaat sehari, khatam membaca al-Quran tiap-tiap hari dan berpuasa sepanjang tahun.

Sekiranya Allah s.w.t izinkan, mereka akan mengalami hakikat wujud Zat Allah s.w.t yang sukar untuk dihuraikan.

**Pengalaman makrifat menurut akal berhenti pada kenyataan: “Semata-mata zat, yang maujud hanya Wajibul Wujud”.

**Pengalaman makrifat secara zauk pula berakhir pada: “Zat yang kosong dari makhluk, yang maujud hanya Allah s.w.t.

Telah ada Allah s.w.t dan tiada sesuatu beserta-Nya. Dia kini adalah tetap sebagaimana dahulunya ”.

Ungkapan ini bukan untuk dibahaskan atau dihuraikan dengan terperinci kerana ia telah melepasi sempadan ilmu.

Ia adalah pengalaman rohani, dinamakan penyaksian hakiki mata hati, tatkala hilang rasa wujud diri dan sekalian yang maujud, hanya Wujud Allah s.w.t yang nyata, semata-mata Allah s.w.t dan segala-galanya Allah s.w.t.

Keadaan ini dicapai setelah melepasi makam-makam ilmu, amal, berserah diri, reda, ikhlas, lalu masuk ke dalam makam tauhid yang hakiki dan pengalaman tauhid yang hakiki itulah yang dinyatakan oleh Hikmat 46 di atas.

Telah ada Allah s.w.t dan tiada sesuatu beserta-Nya. Allah s.w.t kini adalah Allah s.w.t yang dahulu juga.

**Pengalaman rohani adalah aneh menurut kacamata akal.

Ia adalah satu keadaan terlepasnya ikatan kesedaran terhadap diri sendiri dan dikuasai oleh kesedaran yang lain.

Jika mahu memahami akan kesedaran-kesedaran yang mempengaruhi kesedaran manusiawi itu terlebih dahulu perlulah difahami tentang kejadian manusia itu.

**Manusia yang bertubuh badan boleh diistilahkan sebagai alam jasad.

Alam jasad mendiami alam dunia.

Hubungan yang rapat antara alam jasad dengan alam dunia menyebabkan pengaruh alam dunia kepada alam jasad sangat kuat.

Alam jasad menerima pengaruh alam dunia dan menganggapnya sebagai kesedaran dirinya sendiri. Ia tidak dapat lagi membezakan antara kesedaran jasad yang asli dengan kesedaran duniawi yang menguasainya.

** Alam dunia pula berada di dalam Alam Malakut (alam malaikat).

Alam Malakut menguasai alam dunia dan alam jasad.

Tenaga malaikat-malaikat menjadi tenaga kepada dunia dan jasad yang menyebabkan dunia dan jasad boleh bergerak.

Sistem yang berjalan rapi di dunia dan jasad adalah disebabkan oleh tenaga malaikat yang bekerja dengan tepat mengawalnya.

Sedutan udara, kerlipan mata, peredaran darah, pertumbuhan rambut dan kuku, pergerakan otot dan semuanya adalah hasil daripada tindakan malaikat walaupun manusia tidak menyedarinya. Perjalanan matahari, penurunan hujan, tiupan angin dan semua aktiviti benda-benda dunia terhasil daripada tindakan malaikat-malaikat.

**Perkaitan antara jasad, dunia dan malakut adalah umpama sebatang pokok kelapa di atas sebuah pulau di dalam laut.

Pokok kelapa tidak terpisah dari pulau dan tidak terpisah dari laut.

Air laut meresap ke dalam tanah pulau dan air yang sama juga meresap ke dalam akar, batang, daun dan seluruh pokok kelapa.

Pokok kelapa memperolehi tenaga pertumbuhan dari air laut yang meresap ke dalamnya. Begitulah ibaratnya tenaga malaikat yang menjadi sistem aktiviti manusia.

**Alam Malakut dengan segala isinya termasuklah dunia dan jasad berada di dalam Alam Jabarut.

Jabarut bukanlah alam seperti yang difahamkan.

Jabarut bermakna sifat Allah s.w.t. Ini bermakna malakut, dunia dan jasad adalah kesan daripada keupayaan sifat atau dikatakan juga perbuatan yang dihasilkan oleh sifat.

**Jabarut pula dikuasai oleh Lahut iaitu Zat Ilahiat.

Malakut, dunia dan jasad diistilahkan sebagai sekalian alam, merupakan perbuatan yang dikuasai oleh sifat dan sifat pula dikuasai oleh zat.

Ini bermakna tidak putus perkaitan di antara Lahut kepada Jabarut kepada malakut kepada dunia dan kepada jasad.

**Jika dilihat kepada lapisan yang paling luar akan kelihatanlah pergerakan benda-benda. Jika direnungkan kepada lapisan yang lebih mendalam sedikit kelihatanlah pula pergerakan benda-benda dihasilkan oleh tenaga malaikat.

**Jika dilihat kepada lapisan yang lebih mendalam akan kelihatan pula pergerakan benda-benda dan tenaga malaikat merupakan perbuatan Tuhan.

**Jika dilihat kepada lapisan yang lebih dalam akan kelihatan pula sekalian perbuatan Tuhan itu adalah kesan daripada keupayaan sifat Allah s.w.t.

**Jika dilihat kepada lapisan yang paling dalam akan kelihatanlah bahawa sekalian alam yang muncul kerana perbuatan Tuhan, perbuatan pula lahir daripada keupayaan sifat Tuhan dan sifat pula bersumberkan zat Ilahiat.

**Jika dilihat semuanya tanpa terdinding antara satu dengan yang lain maka kelihatanlah bahawa zat Ilahiat menguasai segala sesuatu.

Apabila semuanya sudah sempurna kedudukannya maka Allah s.w.t mengwujudkan sesuatu yang sangat istimewa.

**Ia adalah roh manusia.

Roh manusia adalah sesuatu yang dari Allah s.w.t, tiupan Roh Allah s.w.t, berkait dengan Zat Allah s.w.t, tidak boleh dinisbahkan kepada apa sahaja melainkan kepada Allah s.w.t, tetapi ia bukanlah Allah s.w.t kerana “Tiada sesuatu yang menyamai-Nya”.

** Roh manusia yang dinisbahkan kepada Allah s.w.t inilah yang paling mulia: Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya (Adam), serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan)-Ku maka hendaklah kamu sujud kepadanya. ( Ayat 72 : Surah Saad ) Kemuliaan roh manusia yang Allah tiupkan dari Roh-Nya menyebabkan malaikat-malaikat kena sujud kepada Adam.

**Roh pada martabat ini adalah urusan Allah s.w.t:

Katakanlah: “Roh itu dari perkara urusan Tuhanku”. ( Ayat 85 : al-Israa’ )

**Bagaimana atau apakah perkaitan roh dengan Allah s.w.t? Perkaitannya adalah Rahsia Allah s.w.t yang manusia tidak diberi pengetahuan mengenainya kecuali sedikit sahaja.

Roh pada martabat Rahsia Allah s.w.t inilah yang sudah mengenal Allah s.w.t dan menyaksikan bahawa: Sesungguhnya Allah Maha Esa. Tiada sesuatu beserta-Nya.

Roh yang berkait dengan Allah s.w.t menghadap kepada Allah s.w.t dan dikuasai oleh kesedaran yang hakiki atau penglihatan rohani yang hakiki atau kesedaran tauhid yang hakiki.

**Roh urusan Allah s.w.t itu kemudiannya berkait pula dengan perbuatan Allah s.w.t iaitu alam.

Unsur alam yang menerima perkaitan dengan roh urusan Allah s.w.t itu dinamakan roh juga.

**Roh jenis kedua ini menghuni alam seperti makhluk Tuhan yang lain juga.

Tempat roh tersebut ialah Alam Arwah {alam roh}.

**Roh yang mendiami Alam Arwah ini kemudiannya berkait pula dengan jasad.

**Jasad yang berkait dengan roh menjadi hidup dan dipanggil manusia.

Perjalanan dari atas ke bawah ini dinamakan: Kami datang dari Allah s.w.t. Oleh sebab manusia datang dari Allah s.w.t mereka berkewajipan pula kembali kepada Allah s.w.t. Kepada Allah s.w.t kami kembali.

** Perjalanan kembali kepada Allah s.w.t hendaklah dilakukan ketika jasad masih lagi diterangi oleh roh iaitu ketika kita masih hidup di dalam dunia.

Apabila roh sudah putus hubungannya dengan jasad, tidak ada lagi peluang untuk kembali kepada Allah s.w.t.

**Sesiapa yang buta (hati) di dunia akan buta juga di akhirat, malah lebih buruk lagi.

Hamba Allah s.w.t yang menyedari kewajipannya akan berusaha bersungguh-sungguh untuk kembali kepada Allah s.w.t ketika kesempatan masih ada.

**Syariat diturunkan supaya manusia tahu jalan kembalinya.

Orang yang berjuang untuk kembali kepada asalnya melepaskan kesedaran alam bawah yang menguasainya.

Dia masuk kepada kesedaran malaikat.

Kemudian dia keluar dari kesedaran malaikat dan masuk kepada kesedaran roh yang murni dan seterusnya masuk kepada kesedaran roh yang menjadi Rahsia Allah s.w.t dan kembali menyaksikan Yang Hakiki sebagaimana telah disaksikannya sebelum berkait dengan jasad dahulu.

**Keluarlah ucapannya: Telah ada Allah s.w.t (sebagaimana ia menyaksikan sebelum berkait dengan jasad) dan tiada sesuatu yang menyertai-Nya (sebagaimana disaksikannya dahulu).

**Dan Dia kini (sedang disaksikannya semula) sama seperti ada-Nya (seperti yang disaksikannya dahulu).

Keadaannya adalah seperti orang yang melihat kepada sesuatu, kemudian dia memejamkan matanya seketika.

Bila dia membuka matanya semula dia melihat sesuatu yang sama berada dihadapannya.

Tahulah dia bahawa pengalaman semasa memejam mata itu sebenarnya gelap, majazi atau khayalan.

Dia kembali melihat yang benar setelah matanya terbuka.

**Jadi, seseorang hanya boleh melihat Yang Hakiki setelah kembali kepada keasliannya iaitu dia kembali melihat dengan penyaksian hakiki mata hati.

Hikmat 46 di atas walaupun pendek tetapi menggambarkan perjalanan datang dan pergi yang sangat jauh, bermula dari Allah s.w.t, sampai kepada dunia dan jasad, kemudian kembali semula kepada Allah s.w.t. Perjalanan yang telah diceritakan di atas adalah pengalaman rohani bukan perpindahan jasad dari satu tempat kepada tempat yang lain. Orang yang sedang mengalami hal yang demikian masih berada di bumi, masih bersifat sebagai manusia, bukan ghaib daripada pandangan orang lain.

Hanya perhatian dan kesedarannya terhadap yang selain Allah s.w.t ghaib dari alam perasaan hatinya.

Pengalaman rohani tersebut memberinya kefahaman dan pengenalan tentang Tuhan.

**Makrifatullah melalui pengalaman rohani jauh lebih kuat kesannya kepada hati daripada makrifatullah melalui pandangan akal.

Akal yang mengenali Allah s.w.t bersifat Maha Melihat dan Mendengar melahirkan kewaspadaan pada tindakan dan tingkah-laku.

**Makrifat tentang Allah Maha Melihat dan Mendengar yang dialami secara kerohanian menyebabkan gementar dan kecut hati sehingga ketara pada tubuh badan seperti pucat mukanya dan menggigil tubuhnya.

**Pengalaman kerohanian tentang Allah Maha Esa menanamkan pengertian pada hati mengenai keesaan Allah s.w.t.

Pengertian yang lahir secara demikian menjadi keyakinan yang teguh, tidak boleh dibahas atau ditakwilkan lagi.

**BERKENAAN AIR Kebersihan itu dapat dilakukan dengan Air Mutlak, Air Yang Ghaib, yang mana Jernihnya itu membanjiri seluruh alam nyata ini. Jernih itu menimbulkan pelbagai warna dalam penzhohirannya.

**Dirinya tetap satu tetapi banyak pada penzhohirannya. Kerana penzhohiran itu, Ia terlindung. Mutlak dalam nisbahNya.

Inilah Air yang tidak sedikit pun ada kotor dan boleh dibuat untuk membersihkan diri.

**Berkenaan Air ini, seorang ahli makrifat ada berkata; “Bersucilah engkau dengan Air Ghaib itu, jika engkau ada Sir(Rahsia). Jika tidak, bersucilah engkau dengan tanah atau batu.” Carilah Air Hakiki ini. Siapa yang dapat Air ini, tidaklah lagi akan kekurangan.

Oleh itu, orang yang berakal hendaklah mencari Air ini.

Ambillah ia di mana sahaja engkau mendapatinya. Carilah Air ini walaupun dengan memakan korban yang besar, walaupun dengan mengorbankan nyawa sendiri.

Air tidak akan kotor jika tidak ditukar keadaannya kecuali air yang lama bertakung.

Jika air itu bertukar keadaan kerana bercampur dengan sesuatu yang bersih, misalnya dikeruhkan oleh tanah liat merah, anggaplah ia bersih.

Begitu jua air yang cair.

Ini adalah air biasa dalam dunia ini.

**(Sheikh Ahmad Al-‘Alawi). Ilmu menurut pandangan ulama ialah perkataan-perkataan dan maknanya.

**Menurut ArifbiLlah, Ilmu itu ialah mengetahui Asma dan objek-objek(bentuk) yang ditunjukkan oleh Asma itu.

Mana mungkin seseorang yang sibuk menghuraikan maksud dan makna dari istilah yang didirikan dapat mengetahui(menyedari) Tajalli yang sentiasa berselindung di sebalik bentuk-bentuk objek itu.

**Sebenarnya amal ialah ilmu yang berupa atau berbentuk.

Lampaui kedua-duanya dan capai “hal” iaitu sempadan yang paling hujung bagi kedua-dua itu.

**BERBAIK SANGKA TERHADAP ALLAH**

Petikan Dari Untaian Kisah Para Wali Allah Diceritakan dari Syeikh Ibrahim Al-Khowwas rahimahullah, bahwasanya dia berkata; Aku meninggalkan negeriku menuju ke Makkah untuk berhaji, kali ini tanpa kenderaan dan bekal apa pun. Di tengah perjalanan, aku tersesat sehingga tidak mengetahui arah mana yang harus dituju. Tiba-tiba terlihat olehku seorang pendita Nasrani mendatangiku seraya bertanya: “Wahai Pendita muslim! bolehkah aku menemanimu dalam perjalanan ini?” “Boleh, jawabku kepadanya. Memang kebetulan pula, saya pun tak mempunyai teman yang lain.” Aku tidak tahu dari mana pendita Nasrani, dan aku pun tidak mahu bertanya. Hatiku berkata syukur aku telah dikurniai Tuhan seorang teman, kalau tidak tentu aku akan terus sesat tidak tahu menuju ke mana. Kami pun berjalan selama tiga hari tiga malam tanpa merasakan makan dan minum. Kami merasa terlalu lapar sekali, namun begitu masing-masing kami terus berdiam diri antara satu dengan yang lain. Kemudian dengan tiba-tiba pendita Nasrani itu berkata: “Wahai pendita muslim! apakah engkau tidak membawa makanan dan minuman untuk kita menikmati bersama?” Mendengar pertanyaan itu, aku agak terkejut sedikit. Selama ini aku berkata di dalam hatiku, apakah si pendita Nasrani ini tidak membawa bekal makan atau minum. Rupanya dia tidak punya apa-apa, maka dia bertanya pula kepadaku. Apa yang hendak aku ketakan kepadanya? “Ya, ada!” tiba-tiba terkeluar dari mulutk kata-kata yang berani itu. “Marilah kita nikmati bersama!” usul pendita Nasrani itu wajah yang tersenyum. Celaka aku! Aku telah berdusta kepada diriku sendiri. Di mana ada makanan dan minuman yang akan aku keluarkan? Wajahku pucat lesi. Tiada jalan lagi bagiku melainkan dengan memohon kernia dari Allah Subhanahuwa Taala. Aku menengadah ke arah langit, lalu berdoa: “Ya Tuhan hamba! Wahai pengguasa yang tiada terbatas! Berilah hamba sesuatu untuk menutup lapar dan dahaga kami berdua ini, dan janganlah sampai hamba dihinakan di hadapan pendita Nasrani ini! Ya Allah, Ya Tuhanku! Dengarlah permohonan hamba ini!” Tanpa diduga, dengan tiba-tiba turunlah dari angkasa sebuah talam yang berisi roti, daging dan sekendi air. Kamipun memakannya berdua sehingga kenyang, serta bersyukurlah kami kepada Tuhan Maha Pemurah yang telah menurunkan kurniaNya secara luarbiasa itu. Kemudian kamipun melanjutkan perjalanan kami tanpa membicarakan apa-apapun tentang bagaimana turunnya makanan dan minuman dari angkasa itu. Orang Nasrani itu nampaknya kelihatan tidak hairan, seolah-olah perkara serupa itu adalah biasa saja. Namun begitu aku tetap takjub tentang hal itu, kerana itu adalah yang pertama kali berlaku atas diriku. Kini, sudah tiga hari tiga malam, kami berjalan lagi tanpa makan dan minum apapun. Maka pada hari keempat, aku berkata pula kepada pendita Nasrani itu: “Wahai pendita Nasrani! Kini giliranmu pulalah untuk mengeluarkan apa yang yang ada padamu untuk kita makan dan minum bersama!” “Baiklah,” jawabnya tenang saja. Aku hairan, dan aku ingin lihat apa pula yang dibuatnya. Pendita Nasrani itu lalu menengadah ke arah langit lalu berdoa. Tiba-tiba meluncur turun dua buah talam yang penuh dengan makanan dan minuman. “Sila makan!” pelawa pendita Nasrani itu. “Ini ada dua hidangan satu untukmu satu untukku.” Aku tercengang, tidak tahu apa yang hendak aku katakan. Bila dulu aku meminta kepada Allah untuk menurunkan makanan, aku hanya mendapat satu talam saja. Kini si pendita Nasrani ini mendapat dua talam. “Sila makan!” pelawanya sekali lagi. “Tidak! Demi Allah, aku tak akan memakanya sebelum kau menjelaskan terlebih dulu tentang makanan dan minuman ini!” kataku Kepada pendita Nasrani itu. Pendita itu lalu menjawab dengan riang gembira, katanya: “Selama saya menemani tuan, benar-benar saya tertarik kepada amalanmu itu, dan saya yakin bahwa selama ini diriku dalam kesesatan yang nyata, dan jelas sekali saya tak mampu berbuat seperti dengan perantaraan Kesalihan tuan dan kekeramatan tuan di sisi Allah, Semoga Allah berkenan memberi kami makanan dan minuman. Dan rupanya doa itu dikabulkan Tuhan, dan inilah dia makanan dan minuman yang diberikanNya, dan DiberikanNya kita dua talam pula sebagai kurnia hidangan daripadaNya. Maka sekarang, saksikanlah bahwa saya telah memeluk islam: “Asyhadu Illaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah!” Alangkah gembiranya hatiku bila mendengar penjelasan tuan pendita itu. Aku terus merangkulnya dengan perasaan yang terharu, dan hatiku gembira tidak pernah gembira seperti hari ini. Kemudian kami pun makan dan minum bersama. Selesai makan dan minum, dia lalu bertanya kepadaku: “Ke mana tujuanmu dari sini?” “Aku akan ke Mekah untuk naik haji,” jawabku. “Aku akan mengikutmu ke sana juga,” jawab pendita itu pula. Kami pun meneruskan perjalan menuju ke Makkah untuk berhaji bersama-sama pula. Sewaktu kami berada di Mekah, pada suatu ketika , aku kehilangan dirinya, lalu aku mencarinya ke sana ke mari, sehingga aku menemukannya sedang giat bershalat di suatu tempat yang terlindung dari pandangan orang ramai. Aku pun menunggunya di situ sehinggalah ia selesai dari shalatnya. Aku lalu memberi salam kepadanya. Ia menjawab salamku itu dengan baik dan penuh gembira. Kemudian ia berkata pula: “Tuan! Rupa-rupanya aku terasa diriku ini akan segera pergi untuk mengadap Tuhan Rabbul-alamin!” “Bagaimana kau tahu?!” tanyaku ingin mengatahui. “Aku tahu,” jawabnya pendek sahaja. Dia lalu menghulurkan tangannya sambil berkata: “Aku berdoa moga-moga persahabatan kita ini diteruskan Allah nanti ketika kita berada di akhirat nanti!” dia lalu menggoyang-goyangkan tanganya ke tangan tanda mesra. “Amin!” jawabku. Dia bangun untuk meneruskan shalatnya, tiba-tiba ia menggeletar hebat, lalu jatuh di tempat shalatnya, dan sambil membaca dua kalimah syahadat, dia menghembus nafasnya yang terakhir. Wajahnya kelihatan tenang dan bercahaya. Aku merasa sangat sedih kerana kehilangan seorang teman yang baik sepertinya. Aku kemudian memandikanya, mengkafankannya, menshalatinya, kemudian menguburkannya. Dan pada malam itu, aku memimpikannya sedang berpakaian yang sangat indah, di tempat kediaman yang amat indah pula. Aku pun bertanya kepadanya: “Bukankah kau ini temanku?” “Benar!” jawabnya. “Alhamdulillah,” ucapku untuknya. Dia ketawa suka dan riang sekali. “Bagaimana sambutan Allah kepadamu?” aku bertanya kepadanya. “Aku datang kepadaNya dengan membawa dosa yang bertumpuk-tumpuk, namun Allah berkenan mengampuniku, kerana aku telah berbaik sangka kepadaNya, dan semoga Allah menjadikanku sebagai temanmu nanti di akhirat,” dia memberitahuku. Aku pun terjaga dari mimpiku itu, dan merasa sangat gembira sekali.

Hal Rahsia Diri zahir ada 12 macam dan ilmu batin pun 12 macam dibahagi kepada golongan umum dan golongan khusus menurut kadar perjuangannya.

**Dari 24 macam ini terbagi ia kepada 4 bab.

Bab 1 – Zahir Syariat – iaitu tentang perintah dan larangan serta hukum – hukum.

Bab 2 – Batin Syariat – yang disebut Ilmu Batin dan Tariqat.

Bab 3 – Ilmu Batin yang disebut Ilmu Ma’rifat.

Bab 4 – Ilmu Hakikat.

**Manusia diharuskan menguasai bab keempat tadi, seperti mana sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: “Syariat bagaikan pohon, Tariqat bagaikan cabang; Ma’rifat bagaikan daun dan Hakikat bagaikan buah”.

**Al-Quran mencakup 4 bab di atas dengan petunjuk dan isyarat secara tafsir dan takwil. Penyusun Kitab ‘Al – Majma’ berfatwa bahawa tafsir bagi awam dan takwil bagi orang khusus, kerana orang – orang khusus ini adalah ulama’ yang ‘rusukh’.

**Rusukh maknanya tetap kuat, kukuh dan teguh di bidang ilmu.

**Sifat ini dimiliki oleh ulama Rasikhin iaitu suatu hasil dari kalimat yang ditanamkan di lubuk hati setelah berupaya membersihkan hati.

**Bukti ketinggian martabat ulama Rasikhin adalah ayat Al-Quran yang mencantumkan lafaz Rasikhin yang di’athafkan kepada lafaz Jalalah (Illallah) dalam ayat ‘Syahidallahu….’ dan seterusnya di dalam Surah Ali Imran: 18;

**Mufassir Tafsir Al – Kabir berkata : “Bila pintu yang ini (Rasikhin) telah terbuka, maka akan terbukalah segala yang batin.

Seorang hamba diwajibkan melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan melawan nafsu di seluruh daerah yang empat,

1).mulki (jasad)

2).malakut (hati)

3).jabarut (fuad)

4).lahut (sir)

**Nafsu menggoda di daerah syariat dengan membuat perlawanan – perlawanan.

**Sedangkan di daerah Tariqat, nafsu menggoda dengan mendorong dan menyetujuinya tetapi di dalamnya terkandung tipuan seperti pengakuan menjadi nabi, wali dan sebagainya.

** Sedangkan di daerah ma’rifat nafsu menggoda dengan syirik khafi (penyekutuan yang samar) yang bangsa cahaya seperti pengakuan menjadi tuhan.

Allah berfirman (Al-Furqan:43): “Engkau mengetahui orang – orang yang menjadi Tuhan sebagai hawa nafsunya”

**Di daerah Hakikat pula syaitan, nafsu dan malaikat tidak dapat memasukinya sebab bila berada di situ akan hangus, kecuali AlLah.

**Jibril a.s. berkata : “Kalau aku memasukkan hujung jariku ke alam ini maka hanguskah aku. Manusia yang telah mencapai alam ini bererti dia selamat dari dua seteru; dan jadilah dia manusia yang ikhlas”.

**Sesuatu yang tidak mencapai hakikat, maka dia tidak akan mencapai ikhlas kerana sifat – sifat ‘Basyariyyah Ghairiyyah’ (sifat manusia selain Tuhan) tidak akan hancur, kecuali dengan ‘Tajalli Zat’.

**Sifat bodoh hanya akan hilang dengan Ma’rifat Zat.

Allah akan memberi ilmu orang yang sampai ke darjat ini tanpa perantaraan.

Manusia akan mengenal AlLah kerana diperkenalkan oleh AlLah dan beribadat kepada AlLah dengan pendidikan AlLah, seperti Nabi Khidir a.s. Di alam ini dia akan menyaksikan Ruh – ruh Qudsiyah dan mengetahui Nabinya (Muhammad SAW) secara hakiki.

Maka akan berbicaralah dari akhirnya hingga permulaannya.

Seluruh nabi menyampaikan khabar gembira atas keberhasilan si hamba kerana sampai kepada AlLah yang kekal. Firman AlLah (Surah An-Nisa':69): “Dan mereka itulah teman sebaik – baiknya”.

**Amaliyah bagi Ruh Jasmani adalah menggunakan Ilmu Zahir.

Pahalanya hanya syurga. Maka di sana akan jelaslah kebaikan dari sifat (orang yang beribadah akan masuk syurga; sebaliknya orang yang tidak beribadah akan masuk neraka).

**Sedangkan untuk masuk ke ‘Haramil Qudsiyah’ dan dekat dengan AlLah tidak cukup bila hanya menggunakan Ilmu Zahir saja.

Untuk ke sana harus dengan Ilmu Terbang; dan terbang itu harus menggunakan dua sayap.

Bila satu, maka perjalanan akan pincang.

**Maka dengan kesepaduan Ilmu Zahir dan Batin barulah sampai seorang hamba ke Alam Qudsi.

AlLah berfirman di dalam Hadis Qudsi:

“Hai hambaKu, bila engkau ingin masuk ke HaramilKu (Haramil Qudsiyah), maka engkau jangan tergoda oleh Mulki, Malakut, Jabarut; kerana alam Mulki adalah syaitan bagi orang Alim; alam Malakut, syaitan bagi orang Arif; alam Jabarut, syaitan bagi orang yang akan masuk ke alam Qudsiyah”.

**Wajib bagi semua manusia mengetahui ukuran dirinya dan jangan mengaku sesuatu yang bukan haknya.

**Imam Ali berkata:

“AlLah menyayangi orang – orang yang mengetahui kadar dirinya dan tidak melewati batas perjalanannya; menjaga lisannya dan tidak mensia – siakan umurnya”.

Seorang Alim harus mampu mencapai makna hakikat manusia yang disebut Tiflul Ma’ani (Bayi Ma’nawi).

**Setelah itu harus mendidiknya dengan tetap melakukan Asma Tauhid dan keluar dari alam Jasmani ke alam Ruhani, iaitu alam As-Sirri yang di sana tidak sesuatupun selain AlLah.

**Sir itu seperti lapangan dari cahaya, tidak ada hujungnya. Inilah Maqam Al-Muwahidin.

Mudah – mudahan tulisan di atas bermanfaat dan menjelaskan sedikit sebanyak hal rahsia diri – insan. Berusahalah untuk mencapai ke tahap itu melalui tunjukan guru atau orang yang ahlinya. Ada di antaranya sengaja tidak dihuraikan dengan lebih lanjut kerana sebagiannya adalah rahsia yang perlu dibicarakan secara khusus.

BAJANG LOMBOK

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

ASMAK ZUHAL


WONGALUS

Rezeki lancar, pesugihan, panen melimpah. Jiwa yang adil, cocok juga diamalkan bagi yang dirundung hutang dan kesulitan, bebas tuntutan bagi yang kena perkara di pengadilan, penunduk hakim, kepintaran dan kecerdasan pikiran mental spiritual, menumbuhkembangkan jiwa suka memberi manfaat pada sesama, kedermawanan, keselamatan dari bahaya lahir batin atas ijin Allah SWT
wiridnya.

Bismillahirrohmanirrohim
========YA AMZAH ADAMU HUMMA 313 x 7 hari========

di hari ketujuh usai wirid tambah doa ini……….

====YA RIJALUL GHOIB YA AYYUHAL ARWAHIL MUQADASSAH YA NUQOBAA YA NUJABAA YA RUQOBA YA BUDALA YA AUTAD AL ARDI, YA AUTAD ARBA’AH, YA IMAAMAN, YA QUTB, YA FARD, YA UMANAA AGHITSNI BI GHAUSATIN WANZURUNI BI NADHROTIN WARHAMUUNII WA HASHSHILUU MURODI WA MAQSHUUDI WA QUUMUU ALAA QODLOOI HAWAAIJ INDA NABIYYINAA MUHAMMADIN SALLALAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SALLAMU KUMULLAHU FIDDUNYA WAL AKHIRAH. ALLAHU AKBAR ====

dibaca 1 x sambil menghadap ke:
barat
utara
timur
selatan

terakhir dibaca sambil menghadap ke atas.

Tata cara penggunaan:

Baca doa asmaknya 3 kali tahan napas untuk berbagai keperluan.

Demikian pengijazahan lengkap dan sempurna. semoga bermanfaat dulur… nuwun,…

Gunung Manglayang, 16-4-2013
@@@

Categories: ASMAK ZUHAL | 192 Komentar

KAF TIGA


Dengan ijin Allah SWT saya ijazahkan ILMU KAF TIGA :

Asyhadu Kaf Kaf Ilaa Nuuhin Kaf

Apabila mau digunakan, ambil air wudhu kemudian baca sebanyak 3 x, maka semua perbuatan Jin dan manusia tidak akan berfungsi. Kita akan kebal selama wudhu tidak batal.

Asysyeikh

Kalimantan Selatan

Categories: KAF TIGA | 182 Komentar

FADHILAH AL FATIHAH: MERUBAH HIDUP MENJADI LEBIH BAIK, MULIA, BERDERAJAT


wongalus

Banyak di kampung-kampung, di desa-desa, dan dimana-mana kita menyaksikan para penganggur yang hidupnya lontang lantung, sehari-hari disibukkan dengan bermain judi, mabuk-mabukan dsb. Hal ini tentu saja memprihatinkan.

Bukankah hidup itu perlu diisi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat? Masih banyak kegiatan yang lebih positif. Berbuat baik dan penuh kemuliaan seperti membantu, menolong dan meneruskan risalah Rasulullah SAW sepanjang masa.

Hal ini kiranya lebih penting dijadikan focus orientasi dibanding melakukan dan memikirkan hal-hal yang kurang berfaedah. Untuk sahabat-sahabat yang masih berusia muda, mari kita luruskan hidup selurus-lurusnya. Isi waktumu sebaik-baiknya agar kamu masa depanmu terang benderang. Waktu tidak pernah berulang lagi…

Berikut ada amalan berupa rangkaian doa. Fadhilahnya apa? Fadhilahnya ada di dalam arti dan makna doa yang dirumuskan oleh Imam al Hadad itu. Amalkan dan istiqomahlah.. pasti jalan hidupmu akan berubah.

Amalan ini dimulai dengan membaca Al Fatihah 1000 x selama 3/7 hari.
Selanjutnya di akhir wirid al fatihah, akhiri dengan berdoa berikut ini:

ALLOHUMMA INNAA NASALUKA BIHAQQIL FAATIHATIL MU’AZHOMAH
WASSAB’ILL MATSAANII AN-TAFTAHA LANAA BIKULLI KHOIR.
WA AN TAJ’ALANAA MIN AHLIL KHOIR.
WA AN TU’AA MILANAA YAA MAULAANAA MU’AAMALATAKA LIAHLIL KHOIR.
WA AN TAHFAZHONAA FII ADYAA NINAA WA ANFUSANAA WA AHLINAA WA ASHHAA BINAA WA AHBAABINAA WAL MUSLIMIINA FII KULLI MIHNATIW WAFITNATIW WA BU’SIW WA DHOIR
INNAKA WA LIYYUN KULLI KHOIR
WA MUTAFADHDHILUM BIKULLI KHOIR WA MU’THII KULLI KHOIR.
BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN.
=====
Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dgn haq surat al-Fatihah yg agung, dan tujuh ayat yg diulang-ulang, bukakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami golongan orang yg berbuat kebaikan, wahai Tuhan kami, kiranya kami dapat melakukan kebaikan, Engkau pelihara agama kami, jiwa raga kami, para keluarga kami, sahabat-sahabat kami, para kekasih kami, dan orang-orang muslim dari segala malapetaka, fitnah, keburukan dan kemudaratan. Sesungguhnya Engkau penolong segala kebaikan, yg mengkaruniakan segala kebaikan, yg memberikan segala kebaikan. Dengan Rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
======

Demikian untaian doa yang bila diamalkan secara SUNGGUH-SUNGGUH dengan ditambah dengan TEKAD KUAT akan membawa perubahan dalam hidup kita, biidznillah.. terima kasih atas waktunya. Wassalamualaikum wr wb.

@2013

Categories: BERDERAJAT | 133 Komentar

FILOSOFI KERIS


Bengawan Candhu

“AUM AWIGHNAMASTU, HANATA SIRA INARCAYA, YEKA SARA ULUN, ULUN YUN MIMINTA, INGGITA DE INAGRUHAN RI ANDIKA” YANG ARTINYA,

“YA,TUHAN SEMOGA TIDAK ADA HALANGAN. ADALAH PUSAKA YANG DIHORMATI, IALAH PUSAKAKU, HAMBA INGIN MEMOHON SYARAT TANDA-TANDA DIBERI NUGRAHA YANG BAIK”.

Menyambut ultah KWA yg ke 4 ini,kami dr salah satu kepingan kecil dari keluarga kwa ingin mengucapakan selamat ulang tahun kwa yg ke 4,semoga tetap menjadi sarana dan wahana silaturahmi yang membawa berkah danmanfaat bagi kita semua dan segenap sohibul bait. Dan pada kesempatan ini,kami bermaksud  berbagi share saja buat semua sedulur2 disini,terutama dibabagan tosan aji atau pusaka,mumpung masih hangatnya pengechasan dan pembangkitan sabda doa dan aura pusaka di kwa sidoarjo. Dan mohon maaf,ini bukan bermaksud mengunggulkan keris di jawa atau filosofinya kok cenderung ke jawa,karena memang ini sebatas pemahamn kami yg cetek dan masih muda,sehingga sudut pandang kami masih sangat terbatas. Semoga pada kesempatan yang lain bisa kami lengkapi dan kami tambahkan,atau bahkan ada sedulur yg berkenan meng share dengansudut pandang berbeda dan lebih lengkap kembali.

1)Keris filosofi secara jarwo dosok,atau makna dari pemenggalan kata.

Keris

Kata ini dapat kita jarwa dosok-kan ke dalam dua suku kata sebagaimana yang dijabarkan berikut ini.

Ke … dari asal kata … kekeran, yang mempunyai arti; pagar, penghalang, peringatan atau     pengendalian. Ris …  dari asal kata …. aris, yang mempunyai arti ; tenang, lambat atau halus.

Dengan berlandaskan pada penjabaran tersebut di atas, Sang mPu sebagai pembuat keris tersebut menginginkan agar hasil karyanya itu selalu dapat “ngeker” atau memagari dan menghalangi maupun memperingatkan juga mengendalikan sang pemilik secara “aris” atau tenang dan lambat-sabar. Artinya walaupun kita mempunyai kepandaian, kekayaan dan sejenisnya, hendaknya kita tidak “grusa-grusu”  atau tergesa-gesa untuk memamerkannya pada orang lain, agar dirinya tenar dan diketahui oleh semua orang bahwa dia mempunyai kelebihan.

Duwung

Seperti halnya kata keris tadi, kata duwung ini juga dapat dijabarkan sebagai berikut.

Du      ….  dari asal kata udu, yang berarti andil, taruhan, rela kehilangan

Wung ….  dari asal kata kuwung, yang berarti kewibawaan, kenyataan.

Curiga

Sebagaimana penjabaran sebelumnya, curiga juga dapat dijarwa dosok-kan sebagai berikut.

Curi … dari asal kata padas curi, yang dapat diartikan sebagai; batu runcing, juga tempat berbahaya.

Ga    … dari asal kata raga, yang mempunyai arti badan wadag atau jasmaniah.

Penjabaran dari persenyawaan rasa di atas dapat diterangkan sebagai berikut. Padas curi (batu-batu runcing) jika diletakkan pada tempatnya akan menjadi pemandangan yang elok untuk dilihat. Akan tetapi jika padas curi tersebut diletakkan sembarang tempat akan menjadi tempat yang berbahaya bagi badan wadag  manusia.

Berawal dari deskripsi tersebut, dapat kita ambil makna bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini  sudah diatur oleh “Rta” ,hukum alam abadi. Semua sudah diatur oleh Arsitek Alam, Tuhan itu sendiri. Mulai dari tata surya, galaksi, bintang-bintang, hingga tata letak bumi. Semua itu sudah diatur berdasarkan arsitektur yang maha canggih sehingga membentuk integrasi alam yang selaras dan harmonis. Namun kadang kala manusia  sebagai makhluk yang tidak pernah puas dengan apa yang diterimanya selalu membuat kekacauan alam dengan merubah tatanan yang sudah digariskan oleh Rta tersebut.

Perincian rasa yang berbobot seperti tertera di atas, menjadi kenyataan bahwa para mPu adalah manusia yang rela kehilangan ilmu (energi/kekuatan)-nya untuk ikut udu atau andil demi kewibawaan hasil karyanya, sehingga dengan andil para mPu tadi duwung (keris) yang bersangkutan mempunyai kekuatan yang luar biasa yang juga dapat mengalirkan vibrasi kewibawaan itu pada sang pemilik keris. Dan hal ini, pada jaman dahulu untuk mendapatkan keris yang bertuah itu tidak bisa dibayar dengan segudang harta. Karena calon pemilik keris tersebut biasanya harus melakukan tapa, brata, yoga atau samadhi untuk mendapatkan keris yang sudah “berkuwung” sebagaimana para mPu juga melakukannya untuk memberikan kekuatan pada kerisnya.

2)Keris mengajarkan kita buat menyimpan atau mengesampingkan ego dan amarah. Kita tentu sering melihat bahwa pada waktu kita jagongan temanten,atau bhkn temanten sendiri atau bahkan keluarga keraton dan para abdi dalem dalam mengenakan pusaka diletakkan dibelakang punggung,ini dimaksudkan secara tersirat dan tersurat dalam ajaran leluhur kita,bahwa agar kita dalam hal berfikir,berpendapat dan bertindak diharapkan dapat lebih momong,bijaksana,serta perlunya menjaga akhlak dan tepo seliro kita terhadap sesama. Karena dengan menaruh dibelakang posisi keris diharapkan kita membelakangkan emosi,ego,amarah dalam serawung,pertemanan ataupun persahabatan baik didunia nyata maupun dunia maya. Tapi tetap dengan menunjukkan ketegasan dan kesantunan juga keberanian pada tempatnya dan pada saatnya. Dan ini menunjukkan bahwa kita memiliki dan mengedepankan etika,estetika dalam pergaulan,membuat perasaan nyaman bagi rekan2 di sekitar kita.

3) Keris dan warangka sebagai filosofi dimensi spiritual. Dan bila kita sudah berbicara keris maka tentu kita tdk luput buat membicarakan warangka/sarung dari keris tsbt.  Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat kita khususnya Jawa diartikan secara filosofis sebagai hubungan yang cukup sinergis, menyatu untuk mencapai tatanan kehidupan dunia yang harmonisan. Maka lahirlah filosofi “manunggaling kawula-Gusti”, dekat dan bersatunya hamba dengan rajanya,dekat dan  bersatunya insan kamil dengan Sang Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera. Karena masing sudah mengetahui tugas dan kewajibannya. Dimana manusia, selain saling hormat menghormati,tepo seliro,mawas diri antara yang satu dengan yang lainnya, juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar dan bertanggung jawab.

4) Keris sendiri dalam kultur Jawa dipandang dan diperlakukan sebagai simbol dan juga status bagi pemiliknya. Hampir setiap keluarga aristokrat Jawa, dapat dipastikan mereka memiliki keris pusaka keluarga, yang memiliki keampuhan-keampuhan yang khas atau keistimewaan khusus dalam dapur,ricikan,maupun katiyasan atau sabda doanya.

5)Keris juga kita akui sebagai bentuk senjata. Menurut Lord Abberton of Eaton, keris pertama diciptakan oleh Raden Panji Inukertapati. Bentuk keris pada relief candi penataran berbeda dengan bentuk keris yang biasa kita jumpai, hal ini dikarenakan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Namun corak dan gayanya menandakan sebagai senjata tikam. Dan dalam cerita purwacarita jaman pewayangan,empu yang pertama kali menciptakan keris adalah empu Ramahadi dengan tiga buah pusaka belum memakai gelar kyai tapi masih asli originalnya jadi menggunakan nama sang,3 buah karya empu ramahadi adalah sang lar ngatap,sang pasopati dan sang cundrik arum.

6) Keris dianggap sebagai peninggalan berharga dan istimewa atau bisa dianggap sebagai pusaka wasiat. Dan ini terbukti lo kangmas mbakyu,coba diingat2 kita pasti sering mendengar,apabila seseorang(orang tua kita,kakek nenek kita atau eyang eyang kita) akan tiba ajalnya atau jauh hari sebelumnya, banyak yang sudah mewasiatkan sesuatu peninggalan yang dianggap berharga semisal tanah, sawah maupun rumah, begitu pula sebilah keris, sesuatu yang paling membanggakan jika pewarisnya diberi kepercayaan untuk memeliharanya. Dan biasanya untuk pusaka2 tertentu akan dipilih keturunannya yg sekiranya orgnya sdh mantap dan matang secara lahir dan batin,agar dapat dimanfaatkan dan disimpan sebagaimana mestinya.

7). Keris sebagai lambang identitas pribadi. Sebilah keris erat kaitannya dengan identitas seseorang,terutama dalam cerita,hikayat maupun sejarah. Sebagai contoh keris empu gandring adalah kerisnya ken arok,keris naga sasra sabuk inten kerisnya mahesa jenar, keris  jaka piturun sebagai tanda Sultan di Yogyakarta, keris Kyai Setan Kober dengan Arya Penangsang, keris Kyai Pulanggeni dengan Raden Harjuna, tombak Kyai Baru dengan Ki Ageng Mangir,keris kyai carubuk kepunyaan kanjeng sunan kalijaga,keris gajah dompu adlh keris kepunyaan raja2 sisingamangaraja dan masih banyak tokoh-tokoh lain dalam legenda,cerita,hikayat,sejarah negeri ini dgn keris sebagai identitas pribadi.

8) Keris marupakan manifestasi doa dan sabda. Dalam dunia tosan aji, manusia Jawa merumuskan doa yang diwujudkan dalam sebentuk pusaka keris. Doa itu dilantunkan dalam laku, mulai tapa, matiraga, tapa bisu, dan lainnya. “Jadi keris sesungguhnya dalam filosofinya sebagai media untuk mengantarkan sugesti dari doa. Cita-cita dan harapan manusia Jawa dimantramkan dan disimpan dalam keris,seolah olah sang empu merekam dan menanam sabda dan doanya dalam sebilah keris. Yang dimana keris tsbt tidak jarang mjd sebuah keyakinan dan buku hidup.

9)Wujud keris yang lurus maupun ber-luk memiliki makna masing2,keris (berlekuk) adalah simbol kebijaksanaan,dimana bila kita hidup maka kita harus menghindari hal2 yg buruk yg bertentangan dgn hukum negara,hukum adat dan hukum ketuhanan. sedangkan keris lurus adalah simbol keteguhan prinsip,apbl kita melangkah harus mantap dan lurus dalam fikiran,perkataan dan perbuatan. Kebijaksanaan dan tekad itu harus seimbang dan akhirnya bermuara ke atas (Tuhan). Karena itu, keris ujungnya lancip,” Dan secara singkatnya,masing2 luk melambangkan filosofi sbb : Keris Lurus melambangkan kepercayaan diri dan mental yang kuat.
Keris Luk 3 melambangkan keberhasilan cita-cita.
Keris Luk 5 melambangkan : dicintai oleh banyak orang.
Keris Luk 7 melambangkan kewibawaan.
Keris Luk 9 melambangkan kewibawaan, kharisme dan kepempiminan.
Keris Luk 11 melambangkan kemampuan untuk mencapai pangkat tinggi.
Keris Luk 13 melambangkan : kehidupan stabil dan tenang.

10). Keris sebagai lambang kemapanan hidup. Bagi seorang lelaki masyarakat Jawa, hidupnya akan dikatakan paripurna/mapan/sempurna, jika telah memiliki hal2 sbb: Wisma/rumah, Wanita/istri, Turangga/kendaraan, Kukila/hewan piaraan, dan Curiga/keris. Dan kolektor  keris rata2 orangnya boleh dibilang ada budget yg bisa dianggarkan buat pemaharan pusaka2 tsbt bahakan bial diseriusi maka biaya perawatan juga perlu alokasi dana pada waktu tertentu.

11). Keris sebagai lambang status sosial. Ini bisa kita lihat pada gambar dari ukiran-tangkai keris yang mempunyai wanda atau istilah keren sekarang sebagai profil atau screen saver atau chasing, misalnya: samba keplayu, maraseba, mangkurat, yudawinatan, longok, pakubuwanan, pakucumbring dan lainnya, dimana profil tersebut disesuaikan dengan kepribadian dan kedudukan sosial sang pemakai. Begitu pula dari warna pendok kemalon: merah untuk para sentana-minimal para bupati, hijau untuk para mantri, coklat untuk para bekel, hitam untuk para abdi dalem tingkat biasa (mohon dikoreksi apabila pendapat ini keliru).


12). Keris sebagai tanda jasa/satya lencana/penghormatan pengakuan terhadap orang atau keahlian tertentu. Dalam dunia perkerisan, kita mengenal keris berganja kinatah gajah singa, keris ini merupakan satya lencana yang diberikan kepada para perwira/prajurit Mataram yang telah berjasa menumpas pemberontakan kadipaten pati atas kerajaan Mataram (Sultan Agung). Dan ada keris diatas luk 13,krn idealnya dan umumnya keris maximal adlh13,tp ternyata ada luk 15,17,19,21,25,27,29,31 bahkan dengar2 ada luk 37 dan luk 41. Luk diatas 13 tsbt diberikan sebagai penghargaan dan penghormatan kepada org2 yg memiliki ke ahlian khusus dalam lingkungan istana,msl ahli tari,ahli ukir,ahli pengobatan/tabib dsb.


13). Keris sebagai atribut duta. Sewaktu resepsi pernikahan Pangeran Bernard dengan Putri Juliana dari negeri Belanda, Raja Paku Buwana X (Surakarta) mengutus puteranya G.P.H Suryohamidjojo agar menghadiri resepsi tersebut, maka sang putera diberi izin memakai keris Kanjeng Kyai Pakumpulan. Atau pada jaman dahulu pernikahan dianggap sah,bila laki2 berhalalangan hadir cukup memasrahkan pusakanya sebagai wakil dirinya dalam acara resepsi pernikahan tsbt. Dan itu dianggap sah karena sdh terwakilkan oleh pusaka/ageman pribadi tsbt.


14). Keris sebagai lambang persahabatan. Pada zaman dahulu, tanda mata yang paling tinggi martabatnya adalah keris, ini dibuktikan dengan istilah “kancing gelung” atau “cundhuk ukel” yaitu pemberian sebilah keris lengkap dari orang tua kepada anak perempuannya yang baru saja menikah, yang pada akhirnya tanggung jawab pemeliharaan keris tersebut dipegang menantu lelaki. Sering kita dengar bahwa raja2 nusantara  memberikan keris dgn garap yg indah dan cukup mewah kepada raja2 lainnya. Misal keris taming sari kepunyaan hang tuah adlh beliau peroleh dr sang taming sari utusan raja majapahit. Kmdn raja solo pernah memberikan pusakanya tombak kepada pangeran diponegoro sebagai bentuk dukungan kepada pangeran diponegoro atas perjuangandan perlawanan beliau thdp penjajajah belanda.  Keris Si Ginje adalah keris kesultanan jambi yg dlm kisah sejarah mrpkn tanda persahabatan dr  sultan agung hanyakrakusuma.


15). Keris sebagai falsafah. Bentuk dhapur dan corak pamor yang beraneka ragam memiliki nilai falsafah, dhapur brojol= penggapaian cita-cita, pamor pedaringan kebak= harapan sukses akan material, dan lain sebagainya. Luk 11,contoh Dapur Sabuk Inten, merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan atau kemewahan. Dari aspek filosofi, dapur Sabuk Inten melambangkan kemegahan dan kemewahan yang dimiliki oleh para pemilik modal, pengusaha, atau pedagang pada zaman dahulu.
Luk 13,contoh Dapur Sengkelat mengandung makna nyala (kehidupan) hati, maksudnya adalah perilaku yang luhur, dimana setiap siang dan malam kita selalu waspada dalam keadaan apapun. Dan juga keris2 yg lain memiliki makna dan filosofi masing2.

16). Keris sebagai medium sengkalan(chronogram). Terkenal istilah sirna ilang kertaning bumi (sirna=0, ilang=0, kerta=4, bumi=1), sengkalan tersebut menggambarkan tahun 1400 saka, begitupula ganja berkinatah gajah singa= gajah singa keris siji= berarti tahun 1558 saka, tahun runtuhnya kadipaten Pati oleh prajurit Mataram.

17). Keris sebagai pelengkap busana. Ini sering dijumpai pada saat resepsi pernikahan umpamanya, sehingga kita dengar istilah disengkelit, dianggar dan lainnya yang kesemuanya ditentukan oleh macam upacara yang akan diikuti.
18). Keris sebagai medium. Medium= media perantara, Keris pusaka dianggap mempunyai angsar/ kekuatan untuk memperlancar komunikasi dua arah antara alam nyata dengan alam ghaib, fungsi inilah sampai kapanpun akan dianggap paling menarik untuk diperbincangkan,karena banyak hal yg cukup misterius,unik dan terasa istimewa bagi kalangan tertentu. Dan tidak jarang keris dijadikan sarana memperkuat atma sang supranaturalis dlm berkomunikasi maupun membuka alam gaib.


19). Keris sebagai dekorasi. Umumnya keris yang ditempel ditembok atau media lainnya adalah hanya keris semacam souvenir tanpa kandungan aura/yoni/isi, karena dianggap kurang etis bila menempatkan keris pusaka hanya dari sisi estetika saja.


20). Keris sebagai benda koleksi. Biasanya, bagi para keluarga yang mempunyai banyak keris dari hasil warisan, maka mereka sebagian besar hanya memandang dari keindahan luarnya saja tanpa menghiraukan aspek spiritualnya. Ini berarti sering diantara mereka memperjualbelikan keris pusaka sebagaimana benda koleksi yang lain.


21). Keris sebagai obyek hobby. Kalangan yang menempatkan keris sebagai hobby adalah mereka yang mengumpulkan banyak keris pusaka hanya untuk pemuasan hati semata, tanpa menghiraukan baik tidaknya sebuah pusaka,atau tdk terlalu memperhatikan tuah,tp semata2 nilai atau keindahan dr keris tsbt saja.


22). Keris sebagai sipat kandel / piandel. Sipat kandel adalah: suatu sarana yang membuat pemiliknya lebih percaya diri untuk meraih nasib baik, terlindung, selamat dan maksud lain yang sejenis. Kalangan pecinta keris pusaka semacam ini menjadikannya sebagai “jimat”. Contoh konkretnya adalah keris Jendral Sudirman, Keris Bung Tomo, Keris Bung Karno,karena dlm perjuangan mrk selalu menyertakan keris dlm menyertai perjuangan dan pengobar semangat juang keberanian mrk dlm menghadapi penjajah belanda. serta nama-nama besar lain negeri ini, disamping para beliau adalah para bijak cendekia namun ada sesuatu yang diharapkan dari keris pusaka, terutama pada saat kritis, hal tersebut adalah hal yang wajar sebagaimana kita membutuhkan sesuatu harus menggunakan alat-alat tertentu untuk mempermudah kerja usaha kita.

23) . Spirit KerisMenurut Mpu Brojoningrat dari Surakarta dalam makalahnya, menuliskan keris merupakan visualisasi dari simbol-simbol dapur/bentuk, pamor, bahan/guru bakal guru dadi dan ukuran (anatomi antara lain, sanyari, sakilan dan lain-lain). Keris adalah kaca benggala pola tatanan hidup, falsafah, hingga pemahaman ketuhanan (konsepsi Lingga Yoni). Terciptanya Keris pusaka sebagai titik temu kemanunggalan antara Yang tinemu ing nalar (sesuatu yang dapat dinalar) dan Yang tan tinemu ing nalar (sesuatu yang tidak dapat dinalar). Heneng (konsentrasi), hening (tenang), awas (waspada) dan eling (ingat). Keris merupakan perpaduan unsur material ibu bumi bopo akoso, baja, besi dan pamor (meteorid). Yang diasuh/ditempa ribuan kali hingga sampai pada tataran wesi ‘tapisane gebagan’. Diharapkan manusia juga sampai pada tataran tapisane gebagan. Mpu dalam membabar keris pusaka tansah hateteken kasukcen apepayung budi rahayu (dituntun kesucian dan dilindungi budi luhur), jumbuhing kawulo gusti (anugerah Yang Kuasa), warongko majing curigo (perlindungan dari kecurigaan), rorohing atunggil (roh Yang Maha Esa). Keris punya konsep netes, nitis dan natas. Purwo, madyo, wusono, miwiti, nengahi, mungkasi, pathet 6, pathet 9 dan pathet menyuro. Tri loka lekere kongsi. Pada besalen dalam bangunan limasan apitan, relief candi sukuh terdapat ububan/lamusan. Susuh angin ngendi nggone, tapake kuntul ngalayang, kusumo njrah ing tawang.


Demikian yang bisa kami sampaikan filosofi keris yang bisa kami samapaikan,agar bagi kita pemilik keris akan semakin mengerti dan menghargai budaya adiluhung peradaban besar nenek moyang dan leluhur kita yg perlu kita jaga dan kita lestariakan keberadaannya. Semoga bermanfaat.

Terimakasih kepada para senior dibidang tosan aji atas segenap inspirasi dan karya2ya. Dan trmksh kepada para empu nusantara yg sampai detik ini,karyanya yg adiluhung masih bs kita nikmati eksotika,karya,keindahan,kewingitan dan keisitimewaannya,yg telah memberikan ilham dan hikmah kepada kami semuanya selaku generasi muda.

Terimakasih kepada sohibul bait  yg selalu berendah hati dan berkenan senantiasa meluangkan waktu,biaya dan fikiran dlm setiap waktu dan setiap detikny u/momong dan menyedulur kepada segenap lapisan sedulur2 dimanapun berada.

Terimakasih kepada segenap keluarga besar Kampus Wongalus yg tetap hadir dan seduluran di blog wongalus maupun dalam blog2,grup,twitter dimanapun berada,salam hormat dan salam paseduluran selalu. Silaturahmi dan paseduluran Never die.

1.     ^ Darmosoegito, Ki. 1992. Bab Dhuwung. Djojobojo. Surabaya. Hal. 16.

2.     ^Indonesia – Information related to Intangible Cultural Heritage. Laman UNESCO.

3.     ^abOrigin of The Keris. II. Chinese Influence. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

4.     ^Origin of The Keris. III. Keris and Sivaism. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

5.     ^abc Lumintu. 1985. Besi, Baja, dan Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. hal. 4.

6.     ^Origin of The Keris. I. Keris Buda. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

7.     ^ Lumintu. 1985. Besi, Baja, dan Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 3.

8.     ^ Moebirman. 1980.a,Keris Senjata Pusaka. Yayasan Sapta Karya. Jakarta.

9.     ^ lihat misalnya pada versi bahasa Inggris dari terbitan 1944 oleh Armando Cortesao (Cortesao A. 2005. Suma Oriental of Tome Pires and The Book of Francisco Rodriguez. Asian Publishing House. New Delhi. Hal. 179.

10.                        ^Origin of The Keris. IV. The birth of modern keris. Laman Old Blades – Malay World Edged Weapons

11.                        ^Recits 1997.

12.                        ^ Darmosoegito, Ki. 1992. Ibid. Hal. 9.

13.                        de Voyages du XVI et XVIIème siècle. Laman Old Blades: Malay World Edged Weapons.

14.                        ^The Malay armed forces in: ‘Description of Malaca’, from Godinho de Eredia (1613). Laman Old Blades: Malay World Edged Wapons. “Description of Malaca” dirilis ulang oleh The Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society, Cetakan 14,

15.                        ^ Harsrinuksmo B. 1986. Petunjuk Praktis Merawat Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 7.

16.                        ^ Harsrinuksmo, B. 1985. Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 7–8.

17.                        ^ Kusni. 1979. Pakem. Pengetahuan tentang Keris. C.V. Aneka. Semarang. Hal. 91.

18.                        ^abc Murtidjono. 1991. Besalen-besalen di Surakarta Masa Kini. Dalam:Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta 1991. Kumpulan Makalah. Panitia Pameran dan Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 35–42.

19.                        ^ Harsrinuksmo B. 1985. Tanya Jawab Soal Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 30., dan Jeno Harumbrojo (Yogyakarta)

20.                        PENGARANG : MT. Arifin JUDUL : Keris Jawa [Bilah latar sejarah hingga pasar]
PENERBIT : Hajied Pustaka JakartaCETAKAN : 2006ISBN : 979-25-5290-1
JUMLAH HALAMAN:460

 @@@

Categories: FILOSOFI KERIS | 37 Komentar

GEBYAR AURA SPIRITUAL 4 TAHUN KAMPUS WONG ALUS


Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga salah satu rangkaian acara HUT KWA “Pengaktifan Daya Pusaka” bisa terlaksana dengan baik dan lancar.  Saya mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas partisipasi sedulur2 semua sehingga acara yang kami gelar tidak ada kendala sama sekali.

Persaudaraan yang terjalin akrab di forum tersebut merefleksikan bagaimana seharusnya kita hidup di masyarakat. Toleransi dan saling menghargai berbagai agama keyakinan dan budaya sesuai dengan semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA. Berbeda-beda tetapi tetap satu prinsip yaitu menjaga kesatuan dan persaudaraan. Yang kuat melindungi yang lemah. Yang kaya membantu yang miskin. Yang berilmu berkenan untuk membagi ilmunya agar kita semua bisa maju dan bertambah wawasannya.

Nah, blog KAMPUS WONG ALUS ini telah berumur 4 (empat tahun). Blog ini hadir pada bilan April 2009 sebelum era facebook dan twitter semarak seperti sekarang ini. Kini meskipun lahir era baru yaitu era jejaring sosial namun era blog belum habis. Sebab blog menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki era jejaring sosial yang lain.

Sengaja pada tahun ini, acara ulang tahun kami bagi menjadi dua acara. Acara pertama adalah “pengaktifan Daya bertuah” yang sudah berlangsung sukses dan lancar pada hari Kamis 4 April 2013 kemarin mulai pukul 19.30 s/d Jumat pagi bertempat di pelataran Mushola Balai Diklat Jl Majapahit 5 Sidoarjo.

Acara ulang tahun kedua yaitu Semedi, Ziarah Ruhani ke makam leluhur, dan pengijazahan ilmu yang insya allah akan digelar pada Hari Jumat tanggal  26 April 2013 yang akan datang. Tempat Tanggal dan waktu masih bisa berubah menunggu kepastian dari beberapa pihak yang terkait dan bila sudah fix akan kita umumkan di blog.

PENGAKTIFAN DAYA PUSAKA

foto acara kamisProsesi acara “Pengaktifan Daya Pusaka” tersebut dimulai dengan mengumpulkan pusaka yang dibawa sedulur-sedulur di dalam mushola. Di sisi kanan mushola sudah kami pajang dalam posisi berdiri tujuh pusaka yang masing-masih memiliki “tuah” yang berbeda-beda. Ada tuah kerezekian yaitu keris dengan dhapur gumbeng, ada tuah kekebalan (anti cukur/anti bacok/anti senjata api) yaitu tombak korowelang, ada tuah pengasihan yaitu keris patrem mini, ada tuah keperkasaan yaitu keris Satrio/Karno tanding, ada tuah kebegawanan/keresian/kependetaan/kebangsawanan yaitu cis sajen, ada tuah menjebol kesaktian lawan yaitu tombak baru klinthing, dan tombak cacing kanil dengan tuah untuk kekayaan, naik derajat dan kemakmuran. Foto-foto masing-masing pusaka monggo di buka http://www.pusakakwa.wordpress.com

Para sedulur kami persilahkan untuk meletakkan pusaka-pusakanya di depan tujuh pusaka tersebut. Satu persatu mereka meletakkannya sesuai dengan hati nurani. Sengaja tidak saya sampaikan ‘tuah’ di masing-masing pusaka yang saya bawa dengan harapan agar sedulur juga berkenan untuk belajar menayuh pusaka tersebut. Ada yang menurut saya tepat letaknya. Ada yang tidak. Yang meletakkanya tepat, misalnya ada sedulur yang membawa keris omyang jimbe diletakkan di depan keris dhapur banyu mili.

Selanjutnya saya membaca doa mantra untuk mohon ijin agar sekiranya para goib yang ada di tujuh pusaka itu berkenan untuk membagi dan mengaktifkan daya yang ada di masing-masing pusaka yang dibawa oleh para sedulur. Begitu saya rapal mantra, tampak masing-masing goib keris tersebut memancarkan daya ke pusaka-pusaka (keris/pusaka/benda-benda apapun yang diletakkan di depannya.

Acara selanjutnya adalah ‘pengijazahan’ daya tiga pusaka kepada para sedulur. Tiga goib penunggu pusaka yaitu cis sajen, tombak korowelang dan cis naga segi empat tersebut memancarkan daya kepada sedulur yang mengikuti ‘pengijazahan’. Di sesi ini ada kejadian unik yaitu selesai ‘pengijazahan’ saya mengambil gambar sedulur-sedulur. Ee… tak satupun yang jadi…kecuali satu foto yang tampak luapan energi yang berlimpah dan kabur padahal sebelumnya kamera tidak saya uprek/setting ulang. Tampak dengan mata batin bahwa setiap sedulur yang ikut pengijazahan telah terisi daya yang luar biasa. Alhamdulillah…

foto acara kamis2

Sedulur-sedulur yang berbahagia, demikian sedikit yang bisa saya sampaikan dan selamat ulang tahun blog KAMPUS WONG ALUS.. semoga blog ini semakin mampu menjadi jembatan tali silaturahim antar suku, antar budaya, dan antar generasi. Salam paseduluran.. terima kasih..

wongalus

@wongalus, 2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 46 Komentar

ILMU PENGASIHAN DAN KEKEBALAN


Berikut ini share dari dua sedulur, satu Ilmu pengasihan mahabbah umum/ yang ditujukan untuk membuka aura diri agar disayang banyak orang dan kedua Ilmu kebal. Untuk ilmu kebal sayang tidak disertai tata cara lengkap sehingga belum bisa diamalkan. Jadi untuk sementara hanya digunakan sebagai referensi/perpustakaan saja. terima kasih ==wongalus==

1. ILMU PENGASIHAN WONG NGAWULO DARI JAWA

nasir ahmad

Ass.wr.wb. Ki wongalus kawulo padhe bagi ilmu saking Alharhum eyang kulo. iki ilmune: Pengasihan wong ngawulo iki dongane:  (Ki wongalus ini ada ilmu dari eyang saya yang sudah almarhum namanya pengasihan wong ngawulo ini doanya red.)

Bismillahi’rrahim.

GUDHANG RI MANIK,ULES PUTIH NUR NGERAN, SIYA HAKAR NGAJADI NUR,CANGARAN,SIYA,ANGGAS MARUPA NUR PUTIH,CAHYANING ALLAH,NUR ASEM,NUR CAHYANE PANGERAN,IYA IKU KEKASIHE ALLAH,SANG NGIGANG IRENG ARAN, SIHANE SUKSMA LANGGENG PUTIH, SALLA’ALAIHI WASALLAM.

Sarate yen ana ngarep lawang njejeg lemah kaping telu. (syaratnya berdiri di depan pintu dan jejakkan kaki tujuh kali dengan membaca mantra di atas red)

Maturuwun kula diparing bagi ilmu. (terima kasih saya diberikan ruang untuk berbagi ilmu). wass.wr.wb.

2.      2.  ILMU KEKEBALAN DARI SULAWESI

armed

Ijin kepada ki Wong Alus, sy ingin nyumbang sedikt ilmu sulawesi ilmu ini tergolong ilmu kebal, atau kunci badan.

ANJURU BESI ANJURU TEMBAGA ISAH MARILAH API API MUSAH MATI TURUSI MANURU SALY BAGINDA ALLY KUN.. BARAKATI BISMILLAH..

Wass. (sayangnya penulis tidak melengkapi dengan tata cara yang lengkap. Mohon bila penulis berkenan untuk melengkapinya agar bisa diamalkan secara benar dan sempurna sebab ilmu-ilmu bukan untuk main-main dan berurusan dengan ‘nyawa’ red.)

@@@

Categories: ILMU PENGASIHAN DAN KEKEBALAN | 72 Komentar

BAKSOS HUT KWA =========== KOLABORASI TUJUH PUSAKA KWA UNTUK AKTIFKAN DAYA TUAH PUSAKA DAN JIMAT MILIK ANDA


Salam Budaya…

Kita ketahui bersama bahwa sudah menjadi adat kebiasaan dan budaya masyarakat kita sejak berabad-abad silam bahwa para nenek moyang kita menyukai untuk mematerialisasikan isi doa dalam wujud benda pusaka. Oleh sebab itu, benda pusaka bukan sekedar materi yang terbuat dari logam saja namun lebih dari itu benda pusaka memiliki energi doa dari sang pembuatnya (Empu bhs Jawa). Nenek moyang dan leluhur kita percaya bahwa dengan menyimpan pusaka maka akan membantu banyak hal yang membawa manfaat bagi kehidupannya sehari-hari.  

Seiring dengan perjalanan jaman, kepercayaan terhadap benda pusaka sedikit-demi sedikit mengalami degradasi. Diganti dengan percaya pada hal-hal yang sifatnya rasional (akal) saja. Faktor utama penyebabnya adalah kurikulum pendidikan di Indonesia yang cenderung ke ilmu-ilmu Barat (westernisasi)

Ini tentu merupakan hal yang memprihatinkan. Aspek rasa/batin/heart hendaklah mewarnai selalu dalam kehidupan kita termasuk di antaranya bagaimana kita semua mengembangkan secara maksimal aspek batiniah ini. Bukankah di ajaran-ajaran agama diajarkan bagaimana harus “percaya” pada hal-hal gaib? Bukankah kita dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa? Pada titik ini, sangat tidak relevan kiranya bila keyakinan kita terhadap energi doa yang dimaterialisasikan oleh para nenek moyang kita dalam wujud benda pusaka itu dianggap sebagai hal-hal yang syirik, khurafat, takhayul.

Justeru sebaliknya, kepercayaan kita pada akal sebagai satu-satunya SUMBER kebenaran, kepercayaan kita pada diri kita sendiri yang paling benar, GOLEK MENANGE DHEWE, GOLEK BENERE DHEWE justeru bisa jadi merupakan syirik dan MENYESATKAN. Nah, akan lebih bijaksana bila kita harus senantiasa menghargai dan menghormati setiap individu. Sementara kebenaran diri kita semua ini sifatnya RELATIF. Kita perlu untuk terus belajar kepada kearifan budaya lokal (local genius) suku-suku bangsa di Indonesia termasuk adat istiadatnya.

Nah, Dalam rangka ulang tahun KWA yang jatuh pada bulan April 2013 ini dan sebagai bagian dari komunitas masyarakat yang ingin MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA, blog KWA akan mengadakan sebuah kegiatan sosial yaitu: PENGISIAN DAYA TUAH dan KAROMAH pusaka (keris, tombak, jimatan, gembolan, cincin dll) milik Anda.

Media yang akan kami gunakan untuk mengisi ulang tuah pusaka milik anda tersebut adalah:

PUSAKA SUPER KWA  

Dan  

TUJUH PUSAKA KWA….

  1. CIS PUTHUT
  2. KERIS SATRIO TANDING  
  3. PEDANG KETUA SUKU LOMBOK
  4. KERIS DHAPUR SEPANG
  5. KERIS DHAPUR GUMBENG
  6. PUSAKA CACING KANIL
  7. TOMBAK KORO WELANG

Kami persilahkan sedulur-sedulur hadir dengan membawa pusaka (keris, jimat, akik dll) atau benda-benda lain yang ingin diisi dengan daya tuahnya.

Acara ini GRATIS dan TIDAK DIPUNGUT BIAYA.

TEMPAT: HALAMAN DEPAN MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO

HARI/TANGGAL: KAMIS 4 APRIL 2013

MULAI PUKUL 19.30 WIB s/d SELESAI

Demikian apa yang bisa saya sampaikan. Salam paseduluran lintas budaya…

 ttd

wongalus

Categories: HUT KWA 2013 | 40 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.