PENGUMUMAN


SALAM PASEDULURAN

SEHUBUNGAN DENGAN AKHIR PUASA RAMADHAN DAN MENYAMBUT HARI IEDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H, MAKA DENGAN INI DISAMPAIKAN BAHWA AKTIVITAS KAMPUS WONG ALUS DILIBURKAN (MAJELIS WIRID KWA, PELATIHAN MEDITASI, COFFE SHOP KWA) SEJAK KAMIS 9 AGUSTUS 2012.

AKTIVITAS DIMULAI LAGI SETELAH LEBARAN MENUNGGU PENGUMUMAN LEBIH LANJUT VIA BLOG. TERIMA KASIH ATAS KEIKUTSERTAAN DAN PARTISIPASI SEDULUR DALAM AKTIVITAS KWA. SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI USAHA KITA SEMUA. AMIN YRA.

SALAM PASEDULURAN.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

dok.majelis wirid kwa, kamis 9 agustus 2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 46 Komentar

AMALAN KEREJEKIAN


Pangeran Pengasih
Dolly Martin s. Dolly
dolly_bae88@yahoo.co.id

Ass,,salam jumpa ,salam kangen untuk para sedulur ku salam hormat untuk ki wongalus beserta jajaran panglima nya,serta salam takzim saya kepada para pendekar tanah air yang bergabung dalam wadah kampus wong alus ,,,saya pangeran pengasih dari majelis ratib alhaddad dibulan ramadhan ini ingin membagi salah satu amalan yang diijazahkan oleh guru kami alhabib muhammad bin ali bin ahmad al-shihab yang saya ambil dari kitab (kira –kira bahasa indonesia nya) membuka gudang harta dan pohon berbuah emas.berikut amalan nya:
Seorang ulama besar mengatakan jika engkau mempunyai suatu hajat maka engkau mulai pada malam rabu setelah sholat maghrib langsung membaca 114 kali surat at-tholaq ayat 2-3(ayat yang dibaca dari wa may yattaqillah sampai likulli syaiin qodroo).kemudian baca surat al-qodr 4x,setia 1x tiup kearah satu penjuru,sampai empat penjuru mulai dari kanan ,kiri,atas,bawah.dan lakukan juga pada kedua malam berikutnya yaitu malam kamis dan malam jum’at maka hajatmu akan terwujud Insya Allah.ini telah saya coba berkali-kali ternyata demikian adanya.Saya ajarkan pada teman-teman saya dan semua nya membenarkan nya.Apabila dalam minggu ini belum berhasil,maka ulangi lagi pada minggu berikutnya sampai samapi 3 x tidak usah engkau ragukan lagi akan terwujud dengan rahmat Allah TA’ala
Ada pula cara lain yang berbeda dengan cara diatas:
As-Syeck As-Sayyid Murtadha ,seorang ulama besar menulis dalam catatannya sebagai berikut:
Di pemakaman Ar-Ridha Alaihissalam Dikota Thusi pada hari selasa tanggal 3 rabiul awwal 1352 h.saya berkata kepada As-Sayyid Al-Jalil Mirza Abdullah As-Sairazi At-Tawasili:ijazahkan kepada saya amalan yang engkau terima dari ayah saya’’kemudian
Dia menjawab’’Dia (ayahmu)diberi ijazah oleh Dadim Akar Muhtaj dan saya ijazah pula untukmu amalan itu begini:dikerjakan malam rabu ,malam kamis,malam jum’at 3 malam berturut turut setelah sholat maghrib sebelum berkata-kata dan melakukan sesuatu pertma membaca surat al-qodr 6 x setiap selesai satu kali tiup kearah satu penjuru sampai enam penjuru dengan tertib sebagai berikut;pertama keatas,bawah,kanan,kiri,depan,belakang,setelah itu membaca surat al tholaq 2-3 sebanyak 114 x bagi yang mengamalkannya rizki datang minggu itu juga sebanyak yang diperlukan .kemudian Syeck mirza Abdullah berkata :Saya amalkan dan ternyata seperti yang dikatakannya.

Terima kasih kepada ki wong alus udah menampilkan secerca tulisan saya..hormat saya,,,@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 124 Komentar

RAGAM MACAM KAROMAH


muhri kaizi/BAJANG LOMBOK
muhammadmuhri@gmail.com

Sayyid Muhyiddin Ibnu ‘Arabi r .a. menjelaskan bahwa terlipatnya bumi (menempuh jarak bumi dalam sekejap) bagi ahlul mujahadah (perang besar melawan nafsu) yang mempunyai kemampuan luar biasa adalah tanda kesungguhan dan kegigihan mereka dalam beribadah dan bekerja, karena Allah Yang Maha Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, lagi Maha Waspada, menyimpan hikmah dalam setiap munasabah (kesesuaian), itulah yang menjadi landasan kitab ini (Mawaqi’ al-Nujum). Suatu maqam tidak akan diperoleh, kecuali jika ada kesesuaian
antara maqam itu dan sifat yang kita punya. Seperti halnya mata, jika kita menggunakannya sesuai dengan perintah Allah Swt., baik yang wajib maupun yang sunnah, dan bersegera menggunakan-nya dengan sebaik-baiknya, maka mata akan dapat bermusyahadah.

Apabila kita diberi kemampuan munajat (doa dalam bentuk percakapan intim antara Allah dan manusia), maka jiwa akan merasa bahagia dari segi pendengaran (telinga) bukan penglihatan (mata). Mata tidak bisa merasakan kenikmatan munajat, karena hakikat fungsi mata adalah melihat dan mata tidak mengenal munajat, pembicaraan, dan lain-lain. Pahala yang diberikan Allah Swt. senantiasa sesuai dan cocok dengan yang menerimanya, karena Dia senantiasa meletakkan sesuatu pada tempatnya (Maha Adil). Allah tidak menjadikan musyahadah sebagai pahala bagi telinga dan munajat sebagai pahala bagi mata karena hakikatnya bukan begitu. Meskipun kita menganggap logis bahwa mata bisa mendengar, pada hakikatnya kemampuan mendengar itu bukan dilakukan oleh mata, tetapi dilakukan oleh telinga. Mata berfungsi untuk melihat dan musyahadah. Jika seorang wali hanya memiliki satu sarana pengetahuan sebagaimana dikatakan oleh sebagian wali, maka ia bisa mendengar dengan matanya dan melihat dengan telinganya. Hal tersebut sesuai dengan apa yang telah kami jelaskan.

Ilmu munasabah adalah ilmu yang mulia yang hanya diketahui oleh orang yang mendalam ilmunya (rasikhuna fi al-‘ilmi). Apabila demikian, maka apa manfaatnya mata jika belum pernah merasakan musyahadah. Oleh karena itu, bisa ditetapkan bahwa kemampuan seorang hamba untuk melipat bumi (mengelilingi bumi dalam sekejap) dalam alam kabir merupakan hasil dari kemampuannya melipat unsur tanah dalam dirinya dengan melakukan mujahadah dan macam-macam ibadah serta menjaga kesucian dan menahan lapar selama bermalam-malam. Begitu juga kemampuan berjalan di atas air bagi orang yang memberi makan orang yang membutuhkan, memberi pakaian orang yang telanjang, baik dari hartanya maupun karena gaji atas kerja mereka, mengajar orang yang bodoh, dan memberi petunjuk kepada para pencari ilmu. Kedua kemampuan ini merupakan rahasia dua kehidupan, baik kehidupan panca indra maupun kehidupan ilmiyah. Ada hubungan yang jelas antara dua kehidupan di atas dengan air. Barang siapa mampu menguasai dua kehidupan itu, maka ia bisa menguasai air. Kapan pun ia mau, ia bisa berjalan di atasnya.
Begitu pula kemampuan menghidupkan orang yang mati dalam kehidupan ilmiah. Akan tetapi, Ibnu ‘Arabi tidak begitu yakin dengan
karamah ini. Ibnu ‘Arabi hanya mengatakan bahwa apabila hal itu terjadi, inilah sebab-sebab, asal, dan sumbernya. Apabila hal tidak terjadi, berarti itu bukan bagian orang ‘arif. Bagiannya hanya pada kedudukan dan rahasia-rahasianya saja. Sebagaimana orang yang mampu berjalan di udara. Ia tidak bisa melakukan hal itu, kecuali jika ia meninggalkan nafsunya untuk mengikuti keinginan Allah.
Ibnu ‘Arabi pernah terlihat berjalan di udara, kemudian ia ditanya, “Dengan cara apa kamu memperoleh karamah ini?” Ia menjawab, “Kutinggalkan nafsuku untuk melaksanakan keinginan-Nya, sehingga Allah menundukkan udara untuk-ku.” Dalam pengetahuan tentang munasabah, ilmu dan hikmah merupakan ketetapan logika dan ketetapan ilahiyah yang mengandung hikmah.
Barangsiapa berpendapat bahwa Allah Swt. melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hal di atas, berarti ia tidak mempunyai pengetahuan tentang letak-letak hikmah. Allah berfirman. Makan dan minumlah dengan enak disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu (QS Al-Haqqah [69]: 24), yakni hari-hari puasa. Allah tidak berfirman saksikanlah atau dengarlah, karena itulah balasan yang sesuai atas puasa yang telah mereka lakukan.
Allah berfirman, Pada hari kiamat ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini (QS Al-A’raf [7]: 51); Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, tetapi kamu melupakannya, maka pada hari ini kamu pun dilupakan (QS Thaha [20]: 126); Jika kamu mengejek Kami, maka Kami pun akan mengejek kamu sebagaimana kamu mengejek Kami (QS Hud [11]: 38); Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman (QS Al-Muthaffifin [83]: 29). Dalam ayat selanjutnya, Allah berfirman tentang balasan untuk orang-orang kafir, Pada hari ini, orang-orang beriman menertawakan orang-orang kafir (QS Al-Muthaffifin [83]: 34)). Lalu Dia menyempurnakan firman-Nya, Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi balasan atas apa yang dahulu mereka lakukan (QS Al-Muthaffifin [83]: 36). Allah membalas olok-olok orang-orang munafiq kepada orang-orang mukmin sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya, Allah membalas olok-olok mereka (QS Al-Baqarah [2]: 15). Ayat ini jawaban atas ayat sebelumnya, Sesungguhnya kami hanya mengolok-olok. (QS Al-Baqarah [2]: 14) ^ fl i
Sebagian syaikh mimpi bertemu Muhyiddin Ibnu ‘Arabi, lalu mereka bertanya, “Apa yang Allah lakukan kepadamu?” Ibnu ‘Arabi
menjawab, “Dia mengasihiku dan berkata kepadaku, ‘Makanlah hai orang yang tidak makan! Minumlah hai orang yang tidak minum!'”
Mengapa Allah tidak mengatakan, “Makanlah, hai orang yang menghabiskan malam dengan membaca Al-Qurvan! Minumlah, hai orang yang melewati hari-hari melelahkan!” Inilah kesesuaian yang dianugerahkan Allah sebagai hikmah, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dia mengurutkan sesuatu sesuai dengan urutannya, dan hanya sedikit pengetahuan tentang keruntutan yang kita peroleh.
Ketika Ibnu ‘Arabi membicarakan tentang astronomi, ia berkata, “Sesungguhnya Allah tidak membuat sesuatu itu sia-sia, seperti dinyatakan dalam firman-Nya, Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia, Maha suci Engkau (QS Ah ‘Imran [3]: 191); Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya itu tanpa hikmah. Itu adalah anggapan orang-orang kafir (QS Shad [38]: 27); Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main (QS Al-Anbiya’ [21]: 16).”
Setiap wujud pasti mengandung hikmah bagi orang yang mengetahuinya, yang tidak akan diketahui orang bodoh. Dua wujud tidak akan menyatu dan bergabung, kecuali jika ada kesesuaian antara keduanya, baik tampak maupun tidak tampak. Apabila hal tersebut dicari dengan teliti, niscaya akan kelihatan. Seperti hikayat Imam al-Ghazali, salah seorang pemimpin dan penghulu tariqah. Al-Ghazali bisa melihat kesesuaian itu dan mengemukakannya. Pada suatu hari, ia melihat merpati dan gagak di Quds, keduanya saling mengendus, berkasih sayang, dan tidak bermusuhan. Al-Ghazali kemudian berkata, “Keduanya berkumpul karena ada kesesuaian antara keduanya.” Ia menunjuk kedua burung itu dengan jari, lalu kedua burung itu berjalan bersama. Lalu masing-masing terbang.
Begitupula seorang penghulu syaikh di wilayah barat, Abu al-Naja yang terkenal dengan nama Abu Madyan, telah mengalami hal ini. Pada suatu hari, Abu Madyan menemukan suatu ide. Lalu Abu Madyan bertemu seseorang yang seide dengannya, tetapi ia merasa tidak senang dengan orang itu, maka ia menanyainya, dan ternyata orang itu musyrik. Karena Abu Madyan mengerti ilmu munasabah, maka ia meninggalkan orang itu.
Munasabah (kesesuaian) ada dalam hubungan antara segala sesuatu, dan pengetahuan tentangnya merupakan maqam pengikut tariqah yang khawwash (khusus). Munasabah bersifat sangat samar dan ada dalam segala sesuatu, bahkan antara sebuah nama dan yang
mempunyai nama itu. Meskipun Abu Zaid al-Suhaili tampak asing bagi para pengikut tariqah ini, tetapi dalam kitab Al-Ma’arif wa al-I’lam, ia telah menunjukkan munasabah dalam nama Nabi Saw., “Muhammad” dan “Ahmad”. Dia menyatakan bahwa ada munasabah (kesesuaian) antara perbuatan dan akhlak Nabi Saw. dengan nama “Muhammad” atau “Ahmad”. Orang-orang yang berbicara tentang munasabah biasanya adalah para tokoh dari kalangan orang-orang yang dekat dengan Allah, beradab tinggi, serta menyibukkan diri dan hal mereka di jalan Allah.. Demikian penjelasan Ibnu ‘Arabi dalam kitab Mawaai’ al-Nujum.
Dalam bab 184 kitab Al-Futuhat al-Makiyyah, Ibnu ‘Arabi menjelaskan bahwa karamah merupakan kebenaran dari nama Allah, Al-Birru (Yang Maha Baik) dan hanya muncul pada hamba-hamba-Nya yang baik sebagai pahala yang setimpal dengan amal mereka. Sesungguhnya munasabah menuntut adanya karamah meskipun tidak ada tuntutan bagi orang yang mempunyai karamah. Karamah ada dua macam, hissiyah dan ma’nawiyah.
Orang-orang awam hanya bisa mengetahui karamah yang bisa diindra (hissiyah), contohnya berbicara lewat hati, memberitahu hal-hal gaib yang sudah terjadi dan kejadian yang akan terjadi, memperoleh rezeki dari alam, berjalan di atas air, menundukkan udara, melipat bumi, menutup penglihatan, terkabulnya doa seketika, dan lain-lain. Adapun karamah ma’nawiyah hanya diketahui oleh orang-orang khawwas. Hal itu karena orang-orang khaiuwas selalu menjaga etika syariat, berakhlak mulia, menghindari akhlak yang buruk, selalu menunaikan kewajiban secara mutlak dan tepat waktu, segera mengerjakan kebaikan, menghilangkan dengki, iri, dendam, dan buruk sangka terhadap orang lain dari dalam hati, menyucikan hati dari segenap sifat tercela dan menghiasinya dengan selalu memelihara jiwa, menjaga hak-hak Allah dalam dirinya dan dalam segala sesuatu, mencari jejak-jejak Allah dalam hatinya, memelihara jiwa dari masuk dan keluarnya jejak-jejak itu.
Semua itu adalah karamah para wah yang bersifat ma’nawi yang tidak bisa dimasuki makr dan istidraj. Karamah ma’nawi menunjukkan bahwa wah yang memilikinya telah memenuhi janji, mempunyai niat yang baik, ridha dengan ketentuan Allah terhadap apa yang hilang dan sesuatu yang dibencinya. Karamah semacam ini hanya bisa dimiliki oleh para malaikat yang dekat dengan Allah dan manusia-manusia terbaik pilihan-Nya
Karamah yang bisa diketahui oleh orang awam bisa dimasuki makr yang tersembunyi. Karena itu, menurut kami, karamah harus bisa
menghasilkan sikap istiqamah atau istiqamah akan menghasilkan karamah. Jika tidak demikian, tidak bisa disebut karamah. Jika karamah bisa menghasilkan sikap istiqamah, maka mungkin Allah menjadikan karamah itu sebagai pahala dan balasan atas perbuatanmu. Dengan kata lain, Allah memberikan perhitungan kepadamu dengan karamah ma’nawiyah. Karamah ma’nawiyah tidak mungkin dimasuki makr yang tersembunyi Kekuatan dan kemuliaan ilmu memberimu kemampuan untuk menangkal makr sehingga tidak masuk ke dalam karamah ma’nawiyyah.
Hukum-hukum syara’ tidak bisa dimasuki perangkap makr. Karena hukum-hukum syara’ merupakan sarana yang jelas untuk mendapat-kan kebahagiaan, sedang ilmu menjagamu agar tidak sombong dengan perbuatanmu. Salah satu kelebihan ilmu adalah ia menjagamu, dan apabila ia menjagamu, maka kamu akan selamat dari kesombongan, mendekatkanmu kepada Allah, dan memberitahukan kepadamu bahwa pertolongan dan petunjuk-Nya akan muncul dari dirimu. Ilmu akan menjaga hukum-hukum syara’.
Apabila muncul karamah dalam diri seorang wah, ia takut kepada Allah dan memin ta-Nya untuk menyembunyikan hal-hal luar biasa itu dan agar ia tidak dibedakan dari orang kebanyakan dengan karamah yang diberikan kepadanya kecuali ilmu, karena ilmu adalah suatu kebutuhan. Dengan ilmu orang akan bermanfaat meskipun belum sempat mengamalkannya. Sesungguhnya tidak sama orang-orang yang tahu dengan orang orang-orang yang tidak tahu. Para ulama adalah orang-orang yang percaya akan adanya percampuran (antara ilmu dan karamah). Karamah hanya diberikan oleh Allah untuk orang-orang yang taat kepada-Nya karena mereka belum melihat wajah Tuhan dalam dirinya Karamah mereka yang paling tinggi adalah ilmu, karena dunia adalah tempat ilmu, sedangkan kejadian-kejadian luar biasa sesungguhnya tidak bertempat di dunia. Jadi, kejadian luar biasa tidak bisa disebut karamah, kecuali disertai dengan ilmu tentang Allah (ma’rifat), tidak cukup hanya dengan kejadian luar biasa itu saja. Itulah yang disebut ilmu. Jadi, karamah ilahi adalah ilmu tentang Allah (ma’rifat) yang dianugerahkan Allah kepada para wali.
Abu Yazid r.a. pernah ditanya tentang kemampuan melipat (menempuh jarak dalam sekejap) bumi. Ia menjawab, “Itu tidak seberapa, karena iblis juga menempuh jarak dari ujung barat sampai timur hanya dalam sekejap, padahal ia tidak memiliki tempat di sisi Allah.”Selanjutnya Abu Yazid ditanya tentang orang yang mampu
melayang di udara. Ia menjawab, “Burung juga bisa terbang di udara, padahal di sisi Allah seorang mukmin lebih mulia daripada burung. Bagaimana mungkin apa yang bisa dilakukan burung bisa disebut karamah.”
Demikianlah penjelasan Abu Yazid, lalu ia berkata, “Tuhanku, sesungguhnya suatu kaum meminta Engkau memberikan apa yang mereka sebutkan, sehingga dengan itu Engkau membuat mereka sibuk dan ahli. Ya Allah, meskipun Engkau menjadikanku ahli tentang sesuatu, tapi berilah aku kemampuan untuk mengetahui rahasia-Mu.” Abu Yazid hanya meminta ilmu, karena ilmu merupakan hadiah dan karamah yang paling mulia. Meskipun dengan ilmu kamu bisa berhujjah, tetapi ilmu akan menjadikanmu introspektif dan mengetahui apa yang baik dan buruk bagimu serta apa yang menjadi milik-Nya.
Allah tidak pernah memerintahkan Nabinya untuk meminta tambahan sesuatu kecuali minta ditambah ilmu. Karena semua kebaikan terletak di dalam ilmu. Ilmu adalah karamah yang paling besar. Orang berilmu yang malas melaksanakan ibadah sunnah lebih baik daripada orang bodoh yang rajin melaksanakan ibadah sunnah.
Banyak cara mendapatkan ilmu. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu tentang Allah, hari akhir, sebab-sebab dan tujuan dunia diaptakan, sehingga manusia bisa memikirkan asal-usulnya dan mengenal diri serta aktivitasnya. Ilmu merupakan sifat segala sesuatu yang bersifat Ilahiyah. Ilmu adalah rahmat Allah yang paling mulia, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya, Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami dan Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami (QS Al-Kahfi [18]: 65). Ilmu adalah sumber rahmat.
Saya telah menjelaskan makna karamah. Karamah adalah pengetahuan ilahiyah yang diberikan kepadamu sebagai karamah dari-Nya. Dengan karamah itu, Allah tidak mengurangi pahala akhiratmu dan karamah itu juga bukan balasan atas perbuatanmu, tetapi balasan karena kamu mendatangi Allah. Kamu mendatangi Allah karena ketidaktahuanmu, karena kamu tak melihatnya di awal kedatanganmu.
Hal ini pernah terjadi pada Abu Yazid, ketika ia keluar mencari Allah di Bustam untuk pertama kali. Abu Yazid bertemu seseorang dan ia ditanya, “Wahai Abu Yazid, apa yang kau cari?” Abu Yazid menjawab, “Allah.” Orang itu berkata lagi, “Yang kau cari itu kau tinggalkan di Bustam.” Dari jawaban itu, Abu Yazid sadar mengapa ia mencari Allah padahal Dia telah berfirman, Dia bersamamu di mana pun kamu berada. Jadi dalam hal ini, tidak ada ilmu dan tidak ada
iman. Apabila Allah mengharamkanmu untuk mencapai ilmu musyahadah, itu bukan berarti keimananmu kepada-Nya lebih kecil. Oleh karena itu, kami mengatakan bahwa hanya orang yang tidak mengetahui Allah, yang berusaha mencari-Nya. Kelompok orang seperti ini berbuat karena Allah dan untuk mencari-Nya. Mereka adalah orang-orang yang mendatangi Allah, sehingga Dia mendekat kepada mereka sebagai-mana mereka mendekati-Nya, dan Dia memberitahu mereka bahwa kedatangan mereka itu dibolehkan secara khusus, meskipun mereka belum mengetahui hal itu dari-Nya melalui pemberitahuan kepada mereka karena dikhawatirkan ada makr ilahi di dalamnya, atau akan mengurangi pahala akhirat. Mereka mengharapkan akhirat karena mereka belum diberi tatkala di dunia. Allah hanya menyatakan kebenaran dan Dia memberi petunjuk. Demikianlah penjelasan Muhyiddin Ibnu ‘Arabi r.a…

Al-Tajj al-Subki menjelaskan macam-macam karamah dalam kitab Al-Tabaqah al-Kubra sebagai berikut:

1. Menghidupkan yang sudah mati
Kisah Abu ‘Ubaid al-Bisri dalam sebuah peperangan ketika memohon kepada Allah untuk menghidupkan kembali binatang yang dikendarainya, maka hiduplah binatang yang sudah mati itu. Kisah Mifraj al-Dimamini ketika berkata kepada ayam yang dipanggang, “Terbanglah!” Tiba-tiba ayam itu terbang. Kisah Syaikh al-Ahdai ketika memanggil seekor kucing yang sudah mati, lalu kucing itu mendatanginya. Hikayat Syaikh ‘Abdul Qadir ketika berbicara dengan ayam setelah ia menyantap dagingnya, “Bangunlah dengan izin Allah, Zat Yang Menghidupkan tulang-tulang yang remuk,” tiba-tiba ayam itu bangkit kembali. Kisah Syaikh Abu Yusuf al-Dahmani ketika mendatangi sesosok mayat, ia berkata, “Bangkitlah! Dengan izin Allah,” lalu mayat itu berdiri dan hidup kembali dalam waktu yang cukup lama. Kisah Syaikh Zainuddin al-Faruqi al-Syafi’i, guru besar Syam, yang diriwayatkan oleh Al-Subki bahwa di rumah Syaikh Zainuddin, ada anak kecil yang jatuh dari atap lalu meninggal. Syaikh Zainuddin kemudian berdoa kepada Allah, hingga akhirnya anak tersebut hidup kembali. (Riwayat Syaikh Fathuddin Yahya, putra Syaikh Zainuddin) Al-Subki selanjutnya berkata, “Tidak ada cara untuk menghitung cerita-cerita seperti ini karena banyaknya. Tetapi saya atau mungkin juga orang lain belum yakin bahwa seorang wali bisa menghidupkan orang yang sudah lama mati dan telah menjadi tulang belulang
kemudian mayat itu hidup untuk waktu lama. Hal ini belum pernah kami temui dan saya tidak percaya hal itu bisa dilakukan oleh seorang wali, tetapi tidak diragukan bahwa kejadian semacam itu pernah dilakukan oleh nabi-nabi Hal ini bisa terjadi melalui mukjizat bukan dengan karamah. Seorang nabi sebelum tertutupnya pintu kenabian bisa menghidupkan umat yang telah hancur beberapa abad, kemudian mereka hidup kembali untuk waktu lama. Saya tidak percaya bahwa wali bisa menghidupkan Imam Syafi’i atau Imam Abu Hanifah lalu keduanya hidup dalam waktu lama sebelum wali tersebut wafat atau bahkan hanya untuk waktu singkat dan mereka bisa bergaul dengan orang yang hidup sebagaimana mereka bergaul sebelum wafat.’

2. Dapat berbicara dengan orang mati
Karamah ini lebih banyak terjadi dibandingkan karamah sebelumnya. Misalnya kisah tentang Abu Sa’id al-Kharazi r.a., Syaikh ‘Abdul Qadir r.a., dan golongan wali setelah mereka yakni beberapa guru Syaikh Imam al-Walid, ayahanda dari Imam Taqiyuddin al-Subki.

3. Membelah dan mengeringkan laut, serta berjalan di atas air Karamah ini sering terjadi. Syaikhul Islam dan pemimpin kaum
mutaakhirin, Taqiyuddin bin Daqiqil ‘Id juga telah mengalami hal ini

4. Merubah benda-benda
Diceritakan bahwa Syaikh ‘Isa al-Hatar al-Yamani pernah didatangi utusan seseorang yang mengolok-oloknya dengan membawa dua bejana penuh arak. Kemudian Syeikh ‘Isa menuangkan arak dari salah satu bejana ke wadah lainnya dan Syaikh berkata kepada murid-muridnya, “Dengan menyebut nama Allah, makanlah!” Mereka lalu memakannya dan tiba-tiba arak itu berubah menjadi mentega dan tidak terlihat sedikit pun warna maupun aroma arak. Banyak orang menceritakan kisah semacam ini.

5. Melipat jarak bumi
Diceritakan bahwa beberapa wali berkumpul di Masjid Tharsus, mereka ingin sekali mengunjungi Masjidil Haram. Mereka kemudian memasukkan kepala ke dalam saku masing-masing. Ketika kepala mereka dikeluarkan, mereka sudah sampai di Masjidil Haram. Hikayat-hikayat semacam ini sampai kepada kita dengan jalan mutawatir, tidak ada yang mengingkarinya, kecuali para pendusta.
6. Berbicara dengan benda mati dan binatang
Tidak diragukan hal ini sering terjadi Diceritakan bahwa Ibrahim bin Adham memanggil sebatang pohon delima ketika ingin sekali me
makannya. Beliau memakannya, mulanya buahnya kecil, tetapi kemudian memanjang, dan yang mulanya asam, menjadi manis. Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun.
7. Menyembuhkan berbagai macam penyakit
Al-Sari menceritakan bahwa ia pernah bertemu dengan seorang laki-laki di sebuah gunung yang dapat menyembuhkan cacat sebagian anggota badan, buta, dan penyakit lain. Diceritakan pula kisah Syaikh ‘Abdul Qadir ketika berkata kepada seorang bocah yang lumpuh, buta, dan sakit lepra, “Bangunlah dengan izin Allah.” Akhirnya bocah tersebut bangun tanpa kesulitan.
8. Menundukkan binatang
Seperti hikayat Abu Sa’id bin Abu Khair al-Mihani yang menundukkan singa dan hikayat Ibrahim al-Khawwash. Juga kemampuan menundukkan benda mati seperti hikayat Syaikhul Islam ‘Izzuddin bin ‘Abdussalam yang menundukkan angin dalam peristiwa al-Faranji, “Angin, bawalah mereka!”
9. Melipat waktu
10. Membentangkan waktu
Dua macam karamah di atas sulit dipahami, dan lebih baik kita menyerahkan pemahamannya kepada para ulama. Hikayat-hikayat tentang keduanya cukup banyak.
11. Terkabulnya doa
Karamah macam ini sering terjadi dan kita juga sering menyaksikannya.
12. Mengendalikan lisan ketika berkata dan fasih bicaranya.
13. Memikat hati dalam majelis hingga mempengaruhi akhir keputusan yang diambil
14. Memberitahukan dan menyingkap hal-hal gaib. Karamah ini merupakan tingkatan yang melampaui batas pengetahuan kita
15. Sabar atas ketiadaan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama
16. Mengendalikan perubahan musim
Banyak orang menceritakan bahwa ada wali yang selalu diikuti hujan, diantaranya Syaikh ‘Abdul’Abbas al-Syathir (dari kelompok ulama mutaakhirin) yang pernah menjual hujan dengan harga beberapa dirham. Banyak hikayat tentang karamah semacam ini, sehingga tidak ada alasan untuk mengingkarinya.
17. Mampu memperoleh banyak makanan
18. Terjaga dari memakan makanan haram
Diceritakan bahwa Al-Harits al-Muhasibi mampu mencium aroma panas makanan yang haram sehingga ia tidak jadi memakannya. Ada yang mengatakan tubuhnya bergerak-gerak jika menemukan makanan haram. Syaikh Abu ‘Abbas al-Mursi juga mempunyai kemampuan serupa.
19. Melihat tempat yang jauh dari belakang h ijab
Sebagaimana diceritakan bahwa Syaikh Abu Ishaq al-Syirazi mampu melihat Ka’bah, padahal ia sedang berada di Baghdad.
20. Ditakuti
Orang yang menyaksikannya secara langsung bisa meninggal seperti sahabat Abu Yazid al-Busthami, atau menjadi tidak berkutik di hadapannya, atau mengaku bahwa ia menyembunyikan sesuatu darinya, dan lain-lain.
21. Allah mencegah kejahatan yang akan menimpa seorang wali dan mengubahnya menjadi kebaikan, seperti yang terjadi antara Imam Syafi’i dan Khalifah Harun al-Rasyid.
22. Menampakkan diri dalam bentuk yang berbeda-beda
Dalam istilah sufi disebut alam mitsal (dunia penyerupaan). Mereka menetapkannya sebagai dunia pertengahan antara dunia fisik dan dunia metafisik sehingga disebut alam mitsal, yakni dunia yang lebih lembut daripada dunia fisik dan lebih kasar daripada dunia metafisik. Ruh bisa mengambil bentuk dan menampakkan diri dalam bentuk yang bermacam-macam di alam mitsal lalu menyerupai manusia, berdasarkan firman Allah, Maka ia (malaikat) menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna (QS Maryam [19]: 17). Diceritakan bahwa Qadhib al-Ban al-Musili, salah seorang Abdal, dituduh meninggalkan shalat oleh seseorang yang belum pernah melihatnya. Ia tiba-tiba mengubah dirinya menjadi beberapa bentuk lalu bertanya, “Dalam bentuk mana engkau melihatku tidak melakukan shalat?”
Banyak kisah mengenai karamah semacam ini. Salah satu kisah yang disepakati oleh para ulama Mutaakhirin adalah kisah tentang seorang sufi besar di Kairo yang berwudhu tidak secara berurutan di madrasah Suyufiyyah. Kemudian ada orang menegurnya, “Wahai Syaikh, wudhumu tidak berurutan.” Syaikh itu lalu menjawab, “Saya selalu berwudhu dengan urut, kamu yang salah lihat.” Ia lalu mengambil tangan orang itu dan memperlihatkan Ka’bah kepadanya.
Orang itu kemudian melewati Mekah dan melihat Syaikh itu ada di Mekah, dan ia tinggal di sana beberapa tahun.

23. Allah memperlihatkan isi bumi kepada mereka Sebagaimana dalam hikayat Abu Turab, ketika kakinya menjejak
bumi, tiba-tiba air memancar. Ibn al-Subki mengatakan, “Karamah ini terjadi sebagai berikut: Allah menciptakan air tidak pada tempatnya, sementara bumi patuh pada kaki yang menginjaknya.” Diceritakan pula bahwa ada seseorang yang dilanda kehausan di tengah perjalanan menunaikan ibadah haji, ia tidak menemukan seorang pun yang memiliki air. Ia hanya menemukan seorang sufi sedang menyandarkan tongkat di suatu tempat, sementara air memancar dari bawah tongkat itu. Selanjutnya ia memenuhi bejana miliknya dengan air itu, kemudian ia menunjukkan sumber air itu kepada jamaah haji rombongannya, akhirnya mereka memenuhi bejana yang mereka bawa dengan air tersebut.
24. Kemudahan para ulama untuk menyusun karya dalam waktu relatif singkat. Mereka mampu menyusun banyak kitab di tengah kesibukan dalam bidang keilmuan sampai mereka wafat, padahal untuk menuliskan kitab-kitab itu pun waktu yang ada tidak mencukupi apalagi untuk mengarangnya. Hal ini termasuk karamah memanjangkan waktu seperti telah kami sebutkan di muka. Para ulama sepakat bahwa umur Imam Syafi’i r.a. tidak cukup untuk menyusun sepuluh kitabnya, padahal ia setiap hari menghatamkan Al-Qur’an sambil merenungkannya. Dan setiap bulan Ramadhan ia khatam dua kali sehari padahal ia sibuk mengajar, memberi fatwa, berpikir dan berzikir serta terkadang tertimpa sakit karena ia terkena satu atau dua penyakit atau lebih, dan mungkin ia terkena tiga puluh macam penyakit. Demikian juga yang terjadi pada Imam Haramain Abu Ma’ali al-Juwani r.a., bila umur, karya-karya yang dihasilkannya, pertemuan-pertemuannya untuk pengajaran, dan waktu zikirnya di majelis zikir yang tidak pernah terlewatkan dibandingkan, niscaya umurnya tidak cukup untuk melakukan semua itu.
Banyak wali yang mampu menghatamkan Al-QurKan 8 kali setiap harinya. Imam Al-Rabani Syaikh Muhyiddin al-Nawawi r.a. telah mengisi hidupnya untuk menyusun berbagai kitab, padahal usia hidupnya tidak cukup untuk menuliskan kitab-kitab itu apalagi untuk mengarangnya, ditambah lagi waktu untuk melakukan berbagai ibadah dan aktivitas lainnya. Demikian juga Syaikh Imam al-Walid, ayahanda
dari Syaikhul Islam Imam Taqiyuddin al-Subki r.a. Jika waktunya untuk menyusun berbagai kitab, ditambah dengan kegiatan ibadahnya, aktivitas-aktivitas lain yang bermanfaat, mengajarkan ilmu, menuliskan fatwa, membaca Al-Qursan, dan kesibukannya dalam urusan hukum dihitung, niscaya umurnya tidak cukup untuk melakukan sepertiga dari aktivitas-aktivitasnya itu. Semua itu terjadi berkat Allah yang Maha Suci yang telah memberikan berkah dan rahmat kepada para wali.
25. Menghilangkan pengaruh racun dan hal yang membahayakan.
Diceritakan bahwa pada sua tu hari seorang syaikh ditantang oleh seorang raja untuk menunjukkan karamahnya, “Kalau Engkau tidak bisa menunjukkan hal yang luar biasa kepadaku, maka aku akan membunuh murid-muridmu ini?” Saat itu, di dekat syaikh ada kotoran unta, lalu syaikh berkata, “Lihatlah!” Tiba-tiba kotoran itu berubah menjadi emas. Di sisi syaikh ada sebuah gayung tanpa air. Lalu ia mengambil gayung itu dan melemparkannya ke udara. Sewaktu ia mengambilnya kembali, gayung itu sudah penuh air, padahal posisi gayung itu terbalik tetapi tidak ada setetes air pun yang tumpah. Sang raja berkomentar, “Ini sihir!” Selanjutnya raja menyalakan api besar, lalu memerintahkan murid-murid syaikh itu memasukinya. Selesai mengelilingi api, masuklah syaikh dan beberapa muridnya ke dalam api. Kemudian syaikh keluar lagi dari api itu dan menyambar putra kecil sang raja. Ia masuk kembali ke dalam api dan menghilang selama satu jam sampai raja menduga anaknya ikut terbakar. Kemudian Syaikh dan anak raja itu keluar sambil memegang apel dan delima. Sang ayah bertanya, “Dari mana saja kamu?” Jawabnya, “Dari taman.” Berkomentarlah para punggawa raja, “Ini dibuat-buat, tidak nyata.” Sang raja berkata kepada Syaikh itu, “Kalau kamu bisa selamat minum segelas racun ini, maka aku akan mempercayaimu.” Syaikh itu meminumnya, maka terkoyak-koyaklah pakaiannya. Hadirin lalu memberinya pakaian yang lain, maka terkoyak-koyaklah kainnya. Demikian hal tersebut dilakukan berulang-ulang hingga hancurlah pakaian syaikh tersebut hingga kelihatan ototnya. Tetapi racun yang mematikan itu tidak berpengaruh apa-apa.
Selanjutnya Al-Subki menjelaskan, “Menurut perkiraan saya, karamah para wali lebih dari seratus macam. Macam-macam karamah yang telah saya kemukakan di atas merupakan bukti bagi orang yang meremehkan dan mengabaikannya. Semua karamah di atas telah banyak diriwayatkan dan diceritakan dan telah tersebar pula khabar-khabar dan riwayat-riwayat tentangnya. Jadi, selain kebenaran adalah
kesesatan, dan kalau bukan berupa penjelasan tentang hidayah berarti sia-sia. Orang yang setuju tidak menyerah begitu saja, tetapi selalu meminta kepada Tuhannya untuk menghubungkannya dengan orang-orang yang saleh. Mereka senantiasa berjalan di atas jalan yang lurus. Kalau saya mencoba membatasi apa yang terjadi pada para wali, berarti saya telah mempersempit jiwa kita dan menghabiskan banyak kertas.’ Imam’ Abdur Rauf al-Munawi menuturkan dalam pendahuluan kitab Thabaqah al-Shugra tentang macam-macam karamah dengan gaya bahasa yang berbeda. Meskipun pendapatnya tidak berbeda dengan pendapat Muhyiddin Ibnu ‘Arabi dalam kitab Mawaqi’ al-Nujum, akan tetapi Al-Munawi memberikan ringkasan, mengemukakan pendapat-nya sendiri, dan menolak pendapat yang sudah ada.
Al-Munawi berkata, “Perlu diketahui bahwa tujuan Allah menampakkan karamah adalah untuk menunjukkan keajaiban-keajaiban-Nya dan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada wali tersebut yang akan menambah kecintaan wali kepada maqamnya dan memperkuat tujuannya. Sebagaimana firman Allah, Agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami (QS Al-Isra’ [17]: 1). Maksudnya adalah, apabila seorang wali telah menaati Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan memberikan karamah kepadanya seperti kemampuan untuk mengetahui orang yang akan datang dari jarak jauh atau melalui hijab yang tebal, melihat Ka’bah dari tempat yang jauh, menyaksikan alam gaib, dan hal-hal luar biasa lainnya seperti yang dialami Nabi, sebagai penghormatan bagi orang yang mengikuti dan mencintainya. Ia juga bisa menyaksikan alam malakut seperti malaikat, alam jabarut seperti jin, dan alam ruh seperti Abdal dan Autad. Para malaikat adalah makhluk yang difirmankan Allah sebagai, Mereka bertasbih malam dan siang tiada hentinya (QS Al-Anbiya’ [21]: 20). Apa anggapanmu terhadap orang yang menjadi teman para malaikat yang tidak pernah lalai. Ia pasti orang yang selalu berzikir dan merenungi kekurangan dirinya dengan menjalankan berbagai ketaatan untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi dan menyaksikan {musyahadah) Yang Maha Agung dan Mulia, dan teman yang menyelamatkan dari kejahatan. Adapun alam ruhani bisa disaksikan oleh setiap orang yang mempunyai sifat seperti malaikat yang teguh dan sungguh-sungguh menaati perintah Allah serta mempunyai sifat-sifat yang sempurna seperti Nabi Khidir a.s. dan lain-lain. Tidakkah kau lihat Ibrahim al-Khawwas ketika bertemu dengan Khidir, ia menjadikan pertemuan itu sebagai bentuk penghormatan.
Lalu ia bertanya kepada Khidir, ‘Bagaimana aku bisa melihat engkau?’ Khidir menjawab, Itu karena kebaikanmu terhadap ibumu.'”
Masih menurut Al-Munawi, pertemuan dengan makhluk-makhluk Allah yang mulia harus kita yakini sebagai perhatian Allah kepada kita, karena Allah-lah yang telah mempertemukan kita dengan makhluk-Nya yang taat dan khawwash, yaitu makhluk yang Dia cintai dan mereka mencintai-Nya. Tidak akan sengsara orang yang menjadi teman mereka karena mereka adalah orang-orang yang telah terlepas dari unsur-unsur tanah dan keluar dari kejelekan-kejelekan sifat manusia. Cahaya perlindungan Allah telah mematangkan sifat-sifat ketanahan mereka yang baik, terberkati, lurus, dan bercampur dengan sifat-sifat yang lembut, lalu mengeluarkan mereka dari asal mula mereka untuk mencapai alam yang tinggi. Sehingga pada akhirnya kebiasaan-kebiasan mereka menjadi luar biasa. Apabila manusia memiliki sifat-sifat malaikat, maka ia akan keluar dari kebiasaan manusia dan muncul darinya keajaiban seperti yang dimiliki malaikat hasil dari musyahadatnya. Kebanyakan manusia seperti itu tidak bisa dilihat oleh mata sebab terhalang oleh sesuatu, bisa dirasakan tetapi tidak bisa dilihat, mampu berjalan di atas air, terbang di udara, tidak terlihat, dan mampu berubah bentuk seperti alam ruhani, seperti Khidir a.s. yang bisa menjelma menjadi bentuk yang ia inginkan.

Al-Munawi menjelaskan lagi, “Ketahuilah bahwa manusia bisa berpindah dari menyaksikan alam malakut yang ada di luar dirinya untuk melihat keadaan alam khusus tersebut. Melihat di sini artinya terbuka mata batinnya sehingga tersingkaplah baginya rahasia hakikat dan tampaklah cahaya yang suci, yakni tersingkapnya selubung hati sehingga maksud-maksud ilahiah dan rahasia-rahasia hakikat menjadi jelas. Hal itu menjelma dalam cermin imajinasi penglihatan sehingga mata batin bisa melihatnya yang pada akhirnya tampak kepadanya hal-hal gaib dan apa yang tersembunyi dalam hati. Apabila hijab (penghalang) mata hati telah tersingkap dan tutupnya telah terbuka, maka orang akan mampu mengetahui getaran-getaran hati yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu, apabila seorang wali mau, niscaya ia bisa menunjukkan kemampuannya itu dan apabila tidak dia akan menutupinya sesuai kondisi, waktu, dan kemaslahatan. Berdasarkan hal ini, ada sebagian wali yang mampu menyingkap hal-hal gaib, dan sebagian lain mampu menandai sifat-sifat orang lain dalam cermin hatinya karena kesuciannya. Hal itu berlaku bagi orang yang melepaskan keinginan-keinginan duniawi. Dan apabila ia menemukan keinginan yang tidak sesuai dengan maqamnya, maka ia tahu bahwa itu adalah keinginan orang-orang yang ada di hadapannya. Sebagian wali tidak mengetahui itu keinginan siapa, maka ia berbicara tentang ciri-ciri orang yang sesuai dengan keinginan tersebut. Dan sebagian lagi mengetahui siapa yang menginginkannya, sehingga langsung menyatakannya kepada orang yang dimaksud. Pangkal pengetahuannya adalah bahwa pada dasarnya antar hati itu ada hubungan. Apabila terlintas dalam hati syaikh atau murid sesuatu yang jelek maka muncullah asap yang membentuk awan gelap dalam hati Syaikh. Apabila syaikh sedang berhadapan dengan orang yang mempunyai keinginan jelek, maka asapnya semakin tebal, dan apabila ia memalingkan wajah darinya maka asap itu menghilang. Apabila terlintas sesuatu yang baik maka asap itu menjadi asap yang lembut dan berbau harum di hidungnya. Keadaan itu terjadi apabila orang yang menginginkannya ada di hadapannya. Apabila tidak ada, maka seperti ahli ma’rifa t yang berdiam diri di sebuah masjid dan pada saat yang sama keluarganya atau orang lain menginginkan makanan tertentu. Tiba-tiba makanan itu ada di hadapannya, padahal ia tidak menginginkannya. Tahulah ia bahwa ia tidak menginginkan makanan itu untuk dirinya, maka ia memberikan dan mengirimkannya kepada orang yang menginginkannya.”

Termasuk kategori mukasyafah yang halus adalah terbersitnya suatu keinginan dalam hati seorang wali, lalu di bajunya muncullah tanda bahwa keinginannya itu diperintahkan atau dilarang oleh Allah. Sebagaimana yang dialami Abu Madyan r.a. ketika ingin menceraikan istrinya, Abu ‘ Abbas al-Khasyab melihat tulisan di baju Syaikh Abu Madyan, “Pertahankan istrimu!” Dan seperti yang dialami Ibnu ‘Arabi r.a. ketika sibuk menyusun sebuah kitab, ada yang berkata kepadanya, “Tulislah bab yang sulit dipahami ini.” Setelah itu, ia tidak tahu apa yang akan dituliskannya dan bingung sesaat. Seteleh kebingungannya hilang, ia melihat papan bertangkai yang bercahaya di hadapannya, di atasnya terdapat tulisan hijau bercahaya, kemudian papan itu hilang. @@@

 

 

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 39 Komentar

AYO BERLATIH MEDITASI


Meditasi alias diam alias meneng alias wening alias ngesti adalah jalan pintas untuk mencapai pencerahan dengan cara pemusatan konsentrasi atau perhatian pada objek tertentu, sebagaimana yang mulai kita pelajari di markas KWA yaitu napas.

Ada banyak obyek lagi yang bisa digunakan untuk meditasi. Napas hanya salah satunya. Tujuan dari meditasi ini adalah untuk melatih pikiran sehingga terkendali dan akhirnya diam dan hening. Saat kondisi pikiran benar-benar terpusat sangat kuat, hening, diam, dan tercerap sepenuhnya pada objek meditasi maka pada saat itu kita bisa mencapai pencerahan.

Tujuan lain dari meditasi, kita mampu semakin perhatian penuh, introspeksi, observasi realitas, kewaspadaan objektif, dan belajar dari pengalaman setiap momen. Inti dari meditasi ini adalah mengamati segala proses mental atau fisik yang paling dominan pada saat sekarang Dengan kata lain, menyadari, mencatat, ingat ketika lenyap.

Ada istilah “Meditation is a state of consciousness, a spesific brain-wave pattern, not a technique”. Menurut saya ini bisa disimak dalam pola gelombang otak para master dan guru spiritual.

Ada satu data yang menarik yaitu semua master dan guru meditasi itu punya gelombang otak yang sama. Pola ini disebut dengan pola Awakened Mind (AM) yang terdiri dari beta, alfa, theta, dan delta dengan komposisi yang pas. Beta di sini adalah low beta dan hanya sedikit saja, karena hanya digunakan untuk menyadari, mengetahui, mencatat.

Alfa berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pikiran sadar dan bawah sadar. Theta adalah pikiran bawah sadar dan delta adalah pikiran nirsadar. Kita tetap membutuhkan beta, walaupun hanya sedikit saja, untuk bisa mengetahui atau menyadari apa yang sedang kita alami. Bila tidak ada beta maka kita sama sekali tidak akan tahu atau ingat yang terjadi atau alami saat meditasi.

Meditasi bila dilihat dari pola gelombang otak, bertujuan untuk meng-OFF-kan gelombang beta. Beta adalah gelombang pikiran sadar dan berkisar pada kisaran frekuensi 12-25 Hz. Gelombang ini aktif bila kita berpikir, memberikan penilaian (judgement) atau memberikan makna pada sesuatu, mengkritik, membuat daftar, menganalisa, atau berbicara pada diri sendiri (self talk).

High Beta, frekuensi di atas 25 Hz berhubungan dengan stress dan kecemasan. Semakin aktif high beta seseorang maka semakin “liar” pikirannya. Pikiran akan lari ke sana ke mari, melompat dari satu hal ke hal lain, tidak bisa diam, sulit atau hampir tidak mungkin untuk dikendalikan. Kesulitan ini yang dialami oleh semua meditator pemula.

Banyak orang menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk belajar mendiamkan pikirannya mereka namun tidak berhasil. Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti bermeditasi karena tidak merasakan manfaat.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat seseorang mahir meng-OFF-kan pikirannya? Ini semua bergantung pada waktu dan teknik yang digunakan. Umumnya, untuk meng-OFF-kan pikiran sadar, orang menggunakan objek napas.

Pikiran dilatih untuk diam dengan cara difokuskan pada napas. Dan pada saat pikiran lari ke objek lain maka pikiran ditarik kembali ke napas dan demikian selanjutnya sampai dicapai kekuatan konsentrasi yang sangat tinggi. Sulitnya mendiamkan pikirannya, selain karena aktifnya high beta, juga disebabkan tubuh yang tegang. Posisi duduk yang tidak tepat, apa lagi kalau sampai melakukan postur full lotus, membuat otot paha dan tubuh menjadi begitu tegang sehingga adalah tidak mungkin untuk bisa mencapai kondisi pikiran yang rileks.

Makanya, dalam latihan Sabtu 4 Agustus 2012 kemarin kita juga melakukan meditasi dengan cara yaitu tidur… rileks dan santai…

Banyak yang berpikir, “Jika tidak ada kesadaran lalu bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan pencerahan, insight atau kebijaksanaan?” Jawabnya: Kebijaksanaan yang sesungguhnya justeru berasal dari theta atau pikiran bawah sadar. Kedalamam meditasi ditentukan oleh kedalaman theta yang berhasil kita capai. Theta adalah tempat terjadinya koneksi spiritual paling dalam. Saat seseorang berada dalam deep theta maka ia akan merasakan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan yang luar biasa.

Dan yang paling penting adalah marilah kita belajar meditasi agar semakin teratih untuk masuk dan mengalami kondisi kesadaran (state of consciousness) yang mencerahkan dan fresh, mampu mendiamkan pikirannya sehingga menjadi tenang dan hening dalam waktu yang relatif singkat………. Salam kwangen …..

=================
BELAJAR MEDITASI KWA: SETIAP SABTU MALAM PUKUL 21.00 WIB.

KELUARGA KAMPUS WONG ALUS MENGUNDANG SEDULUR (SEGALA UMUR, SUKU, AGAMA, PENDIDIKAN, JENIS KELAMIN, DOMISILI MANAPUN) UNTUK BERSAMA-SAMA BELAJAR MEDITASI.

BAGI SEDULUR YANG BERMINAT SILAHKAN  LANGSUNG HADIR DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO JATIM JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, SELATAN RSUD SIDOARJO, SETIAP SABTU MALAM PUKUL 21.00 WIB s/d selesai.

TIDAK DIPUNGUT BIAYA DAN INSYA ALLAH BERMANFAAT BAGI SEDULUR UNTUK MENGEMBANGKAN DIRI DI BIDANG APAPUN. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

RITUAL DAN RIYADHOH ILMU RAHASIA SAYAP LALAT


KI GUNA CIREBON
kigunacerbon@yahoo.com

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum Wr Wb
Kepada Yth. Ki Wong alus beserta segenap jajaran sesepuh dan anggotanya
Salam hangat buat semua aktifis2 di blog KWA yang kita cintai ini.
Semoga dengan adanya blog ini
kita bisa mendapat Barokah dan manfaat dunia akhirat . Amin.

Berikut ini perkenankanlah kami memposting sebuah ilmu yang cukup tua dan nyaris punah.
Agar bisa dikenal, dijadikan tambahan wawasan dan juga di amalkan bagi yang sanggup dan siap lahir bathinnya.
Semoga bermanfaat bagi umat dan semesta alam.

CATATAN : UNTUK MENJALIN PERSAHABATAN DENGAN GHAIB BERBEDA BEDA CARA, TEMPAT, MEDIA DAN WAKTUNYA. UNTUK ILMU INI MEMBUTUHKAN WAKTU YANG LAMA, MAKA PELAKU NYA HARUS SABAR HINGGA BATAS AKHIR WAKTUNYA SELESAI BARU AKAN MENDAPATKAN HASILNYA. INSYA ALLAH .

Ilmu ini sebenarnya tidak ada judul atau sebutannya, namum para sesepuh kami telah mengamalkannya selama beratus ratus tahun dalam rangka BERINTERAKSI DENGAN ALAM SEKITAR yang kebetulan berada di lingkungan pantai dan laut.
jaman dulu nya pertama kali nya (JAMAN KERAJAAN ISLAM ) ilmu ini hanya dipakai sebagai PEMBUKA HIJAB GHAIB DI LAUTAN – pada fase berikutnya ( era KEMERDEKAAN )dipergunakan untuk MEMPEROLEH SUMBER DAYA ALAM SEBAGAI KEBUTUHAN SEHARI HARI (konsumsi). Dan pada fase fase sekarang oleh para SANTRI (murid) dan pengikut2 nya banyak dimanfaatkan untuk “MENARIK PUSAKA DI DALAM LAUT “.

maka kami kira untuk judul tepatnya adalah : ” RITUAL DAN RIYADHOH ILMU RAHASIA SAYAP LALAT “

” MOHON JIKA MENTAL BELUM SIAP JANGAN MENGAMALKAN ILMU INI ” ATAU JIKA TIDAK ADA KEPERLUAN APA APA JADIKAN SEBAGAI KOLEKSI PENGETAHUAN SAJA “

ADAPUN RITUAL DAN RIYADHOHNYA SBB :
PUASA TANPA MAKAN MAKANAN BERNYAWA SETIAP HARI KAMIS , BERBUKA PADA WAKTU MAGRIB LALU MALAMNYA TIDAK TIDUR HINGGA WAKTU SUBUH ( MELEK)
(selama 40 Kamis berturut turut )

TENGAH MALAM : BAKARLAH “SAJEN” NYA BERUPA 7 LEMBAR SAYAP LALAT ( SALAH SATU DARI SEPASANG, HARUS YANG SEBELAH KANAN KARENA ITULAH OBAT BAGI MANUSIA DAN MAKANAN (ASAP BAKARANNYA NYA) BAGI JIN LAUT. SEDANGKAN YANG SEBELAH KIRINYA ADALAH PENYAKIT BAGI MANUSIA DAN RACUN BAGI JIN ( ASAPNYA ). maka jangan tertukar.
BAKARLAH SAYAP LALAT TERSEBUT ( BOLEH DI TUSUK ATAU DI PIRING ) ” ingat jangan menggunakan kemenyan ataupun wewangian apapun. LAKUKAN SELAMA 40 X MALAM JUMAT BERTURUT TURUT – TIDAK BOLEH PUTUS !!!

APABILA TELAH SAMPAI PADA MALAM YANG TERAKHIR ( KE 40 NYA )

RITUAL TERSEBUT DISERTAI MANTRA SEBAGAI BERIKUT :

(DISARANKAN TAWASUL TERLEBIH DAHULU KEPADA SBB :
NABI MUHAMMAD S,A,W DAN PARA SAHABAT KHUSUSAN KHALIFAH 4 ( ABU BAKAR, UMAR, USMAN , ‘ALI R.A )
MALAIKAT JIBRIL, MIKAIL, ISRAFIL, IZRAIL,
PARA NABI DAN ROSUL KHUSUSON NABI SULAIMAN A.S DAN NABI KHIDIR A.S
PARA AULIA KHUSUSON : SYEKH ABDUL QADIR JAILANI, MBAH KUWU , SUNAN GUNUNG JATI, MBAH BUYUT MASJID KASEPUHAN, DAN PARA PEWARIS IJAZAH)

” BISMILLAH “
” MONGO KULO ATURI PANJENENGAN INGKANG MBAU REKSO TENG LAUT NIKI – KULO BADE SILATURAHMI LAN WONTEN PRIYOGI DUMATENG PANJENENGAN – ” BILHAQQI SULAIMAN WA KHOTMIL ANBIYA SAYYIDI RASULILLAH MUHAMMAD S.A.W ” ” HADIIR…HADIIR..HADIIR “
( SAMBIL MENUNGGU – BACA LAH : SHOLAWAT APA SAJA )

maka akan ada kabut mula2 tipis datang menhampiri kita perlahan2, lama kelamaan akan semakin tebal JANGAN LAH TAKUT tetap baca lah SHOLAWAT .
SETELAH KABUT TEBAL MAKA TUBUH KITA AKAN TERASA RINGAN TETAPI TEGANG ( KENCANG ) PERTANDA MAHLUK GHAIB TELAH MENYATU DALAM DIRI KITA – usahakan terus mengingat ALLAH dalam hati agar tidak lepas kontrol.
GHAIB DARI LAUT INI SIFATNYA AKAN LANGSUNG MASUK KE DALAM RAGA KITA RTETAPI PIKIRAN DAN BATHIN KITA MASIH TERKONTROL. NAH SETELAH GHAIB TERSEBUT MENYATU, MAKA KITA AKN DAPAT MERASAKAN DAN MENGALAMI HAL HAL YANG DILUAR KEBIASAAN UMUM NYA MANUSIA DI ANTARANYA :
YANG RINGAN : MELIHAT BANYAK PUSAKA DI DALAM LAUT ( KELIHATAN SINARNYA ADA YANG MERAH, KUNING, BIRU DAN PUTIH ), MELIHAT MAHLUK2 GHAIB DI SEKITAR LAUTAN
YANG SEDANG : KULIT JADI KEBAL SENJATA, API DAN TAHAN TERHADAP DINGIN
YANG BERAT : BISA BERNAFAS DI DALAM AIR (DULU DIPAKAI UNTUK MENCARI IKAN ATAU MUTIARA, SEKARANG BISA UNTUK MENCARI DAN MENGAMBIL PUSAKA ATAU HARTA KARUN DI DASAR LAUT )

MANTRA UNTUK MELEPASKAN GHAIB DARI TUNUH KITA SBB :

” INGSUN NIAT LEPAS SEJATINE INGKANG BAUREKSO SAKING BADAN KULO – SALIIM SALIIM YA GHAIB YA RASULULLAH – LAHAWLA WALAQUWWATA ILABILLAAHIL ‘ALIYIN AZHIEM “

UNTUK SELANJUTNYA JIKA INGIN GHOIB TERSEBUT KITA UNDANG, BACA SAJA MANTRA SEPERTI YANG PERTAMA TADI DAN MELEPASNYA SEPERTI MANTRA TADI JUGA TETAP DENGAN MEMBAKAR 7 SAYAP LALAT JUGA NAMUN TANPA MELAKUKAN PUASA LAGI ( RIYADHOH )

DEMIKIAN ILMU WARISAN LELUHUR INI KAMI PAPARKAN AGAR DIJADIKAN UNTUK MENAMBAH WAWASAN, PEBENDAHARAAN KEILMUAN, DAN PERBANDINGAN BUDAYA. SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUA.

SALAM HORMAT
( dan saya pribadi menghaturkan selamat beribadah puasa ramadhan serta pada Idul Fitri nanti saya mohon maaf lahir bathin kepada Ki Wong Alus, para sesepuh , anggota dan semua yang telah menyimak postingan saya. Mudah mudahan kita akan terus bertemu di blog ini dan saling belajar dan menambah wawasan keilmnuan. Insya Allah. Amin.)
WASSALAMU’ALAIKUM WR WB.@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 47 Komentar

PENGOBATAN LUKA BERDARAH


BAJANG LOMBOK
muhammadmuhri@gmail.com

assalamualaikum wr wb ,salam persahabatan saya ucapkan selalu buat teman -2 semua,karenasaya telah banyak mendapatkan ilmu pengetahuan dari KWA tercinta ini,saya mohon keridoan teman teman sekalian atas semua ilmu pengetahuan yang saya dapat dari kampus tercinta ini,dan sekarang saya akan berbagi,ilmu pengetahuan buat teman -2 semua,tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada sesepuh yang ada di KWA ini, bismillah ini adalah ilmu/mantra untuk mengobati luka yang mengeluarkan darah,supaya lukanya cepat tertutup,sembuh,mantra ini adalah asli dari lombok,saya dulu waktu menerimanya masih berumur kurang lebih 5 tahun,tapi dari dulu saya sudah sering membuktikan khasiatnya,insya alloh manjur,yang penting dengan keyakinan yang tinggi dan mengharap pertolongan tuhan yang maha esa,caranya ialah baca mantranya satu kali lalu ludahi luka yang berdarah itu insya ALLOH lukanya akan berhenti mengeluarkan darah,dengan izin ALLOH,dan lukanya cepat sembuh,ini mantrany
INGKAT ANGKET TALING KAYUK SIMPEMPERDET BESATAOK MENDI BERKAT LAAILAAHAILLALLOH MUHAMMADARRASULULLOH
semoga ber manfaat bagi kita semua dan saya ikhlaskan buat kawan -2 semua anggota KWA dimana saja berada, saLAm persahabatan dariku. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 32 Komentar

RALAT TANGGAL SILATURAHIM


BERSAMA INI DISAMPAIKAN BAHWA ACARA ACARA SILATURAHIM NASIONAL KWA SEKALIGUS “SYAWALAN” YANG SEDIANYA DILAKSANAKAN PADA: HARI : SABTU MALAM MINGGU S/D MINGGU SIANG TANGGAL : 8 – 9 SEPTEMBER 2012
PUKUL : 19.00 WIB S/D SELESAI BER TEMPAT DI : BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, JAWA TIMUR DIUNDUR MENJADI TANGGAL 15 – 16 SEPTEMBER PUKUL : 19.00 WIB S/D SELESAI BER TEMPAT DI : BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, JAWA TIMUR. DEMIIAN PEMBERITAHUAN DARI KAMI. TERIMA KASIH DAN HARAP MAKLUM.

TTD

PANITIA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 11 Komentar

AYO DULUR KITA BERMAAFAN DI SILATURAHIM NASIONAL KWA


MENYAMBUNG PERSAUDARAAN TALI SILATURAHIM ITU MEMBUAT PANJANG UMUR AWET MUDA, MENAMBAH REJEKI DAN BANYAK MANFAAT DUNIA AKHIRAT LAINNYA. KARENA ITU JAJARAN PENGURUS KAMPUS WONG ALUS AKAN MENGADAKAN ACARA SILATURAHIM NASIONAL KWA SEKALIGUS “SYAWALAN” PADA:

HARI : SABTU MALAM MINGGU S/D MINGGU SIANG
TANGGAL : 8 – 9 SEPTEMBER 2012
PUKUL : 19.00 WIB S/D SELESAI
TEMPAT : BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, JAWA TIMUR.

@ ROUTE: BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO BERALAMAT DI JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO. SELATAN RSUD –SEBELAH SELATAN KOMPI SENAPAN, KIRI JALAN DARI ARAH SURABAYA MENUJU MALANG.

ALTERNATIF-ALTERNATIF:
1. BUS: TURUN TERMINAL PURABAYA – BUNGURASIH, NAIK KENDARAAN UMUM (COLT WARNA KUNING) JURUSAN SIDOARJO TURUN DI DEPAN BALAI DIKLAT ONGKOS SEKITAR 10 RIBU.
2. PESAWAT TERBANG: TURUN BANDARA JUANDA SURABAYA, NAIK TAKSI BANDARA (SEKITAR 100 RIBU) TURUN DI DEPAN BALAI DIKLAT.
3. KERETA API: DARI ARAH BARAT TURUN DI STASIUN GUBENG ATAU PASAR TURI. NAIK KERETA API KOMUTER JURUSAN STASUIN KA SIDOARJO (TARIF MURAH RP 5000,-) DARI STASIUN KA SIDOARJO NAIK BECAK KE BALAI DIKLAT RP 10 RIBU. ATAU YANG LEBIH MAHAL, NAIK TAKSI RP 150 RIBU TURUN DI BALAI DIKLAT.
4. MOBIL/SEPEDA MOTOR PRIBADI: DARI ARAH SURABAYA MENUJU MALANG TURUN DI JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO. SELATAN RSUD –SEBELAH SELATAN KOMPI SENAPAN, KIRI JALAN.
5. MOBIL/SEPEDA MOTOR PRIBADI: DARI ARAH MALANG, BALAI DIKLAT ADA DI ARAH KANAN JALAN. KENDARAAN PUTAR DI DEPAN KOMPI SENAPAN DAN BALIK MENUJU ARAH SELATAR 50 METER.

@ TERSEDIA MUSHOLA, KAMAR MANDI DAN AULA UNTUK MENYANDARKAN PUNGGUNG BERISTIRAHAT. KITA SEDIAKAN TIKAR APA ADANYA.

@BILA MEMBUTUHKAN TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN, BANYAK HOTEL TERDEKAT DI SIDOARJO DENGAN RAGAM TARIF MULAI 150 RIBU SAMPAI BINTANG LIMA.

@BANYAK TERSEDIA PKL MAKANAN DAN MINUMAN DI SEKELILING DIKLAT, RESTORAN DAN MAKANAN CEPAT SAJI.

MONGGO PARA SESEPUH, SEDULUR, PEMBACA, SIMPATISAN, KENALAN, HANDAI TAULAN, SOBAT KAMPUS WONG ALUS (SEGALA UMUR, SUKU, AGAMA, PENDIDIKAN, JENIS KELAMIN, DOMISILI MANAPUN) UNTUK HADIR, SALING MEMAAFKAN, SALING BERTEGUR SAPA MENJALIN KEAKRABAN LAHIR BATIN, DI FORUM YANG MULIA INI. DEMIKIAN PENGUMUMAN INI UNTUK DIKETAHUI. TERIMA KASIH.

WONGALUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 74 Komentar

“KAWAH CANDRADIMUKA” MAJELIS ASR KWA


wongalus

Kunci segala sesuatu adalah tidak ragu-ragu dan yakin bahwa apa yang kita usahakan, apa yang kita upayakan dan apa yang kita doakan itu tidak pernah sia-sia.  Sebab Allah SWT Maha Mendengar dan Melihat doa kita.

Doa banyak macam dan jenisnya. Salah satu doa itu adalah amalan wirid Asmak Sunge Rajeh yang di Kampus Wong Alus ini sudah dibeberkan oleh para pengijazah. Inilah asalan kenapa pada akhirnya ide dan gagasan membentuk Majelis ASR KWA ini dari sedulur-sedulur generasi muda itu perlu untuk disetujui dan diberikan wadah yang selayaknya. Secara pribadi, ketika mendengar ide ini dimunculkan, saya sama sekali tidak keberatan.

Akhirnya, tadi Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB Majelis ASR KWA ini benar-benar dihadiri oleh para sedulur dari berbagai daerah. Mereka berkumpul dengan suka rela untuk sama-sama belajar. Sebagian besar sudah pernah mendengar apa itu ASR, namun ternyata sebagian besar belum pernah riyadhoh ASR tersebut. Hal ini lah yang justeru memberikan motivasi dan semangat kita semua untuk berlatih bersama.

Di Majelis ini kita sampaikan, kita semua adalah Guru dan kita semua adalah Murid. Semua adalah sesepuh dan semua berhak untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang amalan-amalan, khususnya ragam varian Asmak Sunge Rajeh yang melegenda tersebut.

Kita jelaskan pula tentang apa itu ASR, apa itu asmak, wirid, hizib dan hakikat-hakikat doa agar peserta mendapatkan pemahaman yang lebih utuh dan menyeluruh. Kita sampaikan pula bahwa ASR ini adalah riyadhoh doa. ASR bukanlah ibadah yang bersifat kewajiban pokok yang dilaksanakan oleh seorang Muslim. Kewajiban seorang Muslim adalah sudah tertera jelas dalam rukun Islam dan Iman. Sementara ASR ini adalah doa kepada Allah SWT yang memang “bernuansa” Islami karena turun kepada waliyullah.

Meskipun demikian tidak ada alasan untuk menuduh bahwa doa semacam ini dianggap sebagai bid’ah, khurofat dan takhayul karena tidak dilakukan oleh Rasulullah. Banyak kebiasaan tata cara hidup yang tidak dilakukan di masa Rasulullah namun perlu kita lakukan sekarang karena perkembangan jaman menuntut kita untuk melakukannya. Jadi yang bersifat budaya seperti ini, Tuhan telah menyerahkan mandat-Nya kepada manusia untuk berbuat, berperilaku dan mengusahakan yang terbaik bagi hidupnya sendiri-sendiri.

Doa ASR ini adalah lebih ke arah kebiasaan kecil yang dilakukan para ahli hakikat, kaum sufi, kaum yang sedang bersuluk di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur sehingga merupakan sesuatu doa yang mulia dan insya allah barokah.

Acara dibuka dengan meditasi menerima kiriman booster energi dari seorang sesepuh ASR legendaris dari Jawa Barat. Majelis ASR KWA yang malam tadi dihadiri oleh sekitar 20 an orang tersebut duduk dalam posisi meditasi lotus. Pasrah diam dan menerima energi apapun yang dikirimkan sesepuh yang enggan disebutkan namanya tersebut. Sekitar 3 menit majelis sepi  “tidak melawan atau tidak menolak boosteran energi ASR”  itu.

Sesaat kemudian, peserta kita pandu untuk mengulang kembali pengijazahan umum yang pernah dilakukan di blog KWA. Diikuti oleh peserta, saya bertawasul atau mengirimkan Al Fatihah kepada para pengijazah yang sudah berkenan untuk ikhlas berbagi ilmu. Satu persatu al fatihah terkirim. Kita lanjutkan dengan wirid bersama ASR Madura Utara. Inilah asmak yang menjadi pondasi ragam varian ASR yang akan kita riyadhohi bersama-sama di Majelis ASR ini. Tanpa mengamalkan ASR Madura Utara, rasa-rasanya ragam varian ASR yang lain terasa tidak sreg. Kita mewiridkan doa ASR 313 X.

Malam Kamis ini adalah hari pertama peserta Majelis ASR KWA untuk mengamalkan ASR. Hari ini, besok dan selanjutnya peserta mewiridkan doa ASR di rumah masing-masing hingga hari Kamis mendatang peserta berkumpul kembali untuk mewiridkan bersama-sama. Total kita akan mewiridkan ASR itu selama tujuh hari.

Insya Allah kita rencanakan bersama bila tahap riyadoh ASR Madura Utara selesai maka Majelis ASR ini akan melanjutkan dengan riyadhoh ASR Cirebon, ASR Madura Selatan, Asmak Laut Rajeh, Asmak Nur Rajeh, Asmak Kayu Rajeh, …dst dst.. termasuk Asmak Radjeh Dirajeh, Asmak Nakaban, Aurad, Wirid-wirid, Hizib-Hizib dan lain sebagainya. Jadi meskipun nama majelis ini adalah Majelis ASR, namun kita juga akan melakukan riyadhoh bersama doa-doa legendaris yang tersebar di khasanah blog Kampus Wong Alus.

Banyak peserta mengatakan bahwa energi ASR yang diwiridkan bersama-sama akan terasa lebih cepat masuk ke badan dibanding dengan mewiridkannya secara sendiri-sendiri di rumah. Saya juga merasakannya demikian… Gelegar doa ASR itu begitu menggema di tengah malam purnama yang hening dan damai. Terasa betul betapa Tuhan Yang Maha Kuasa sudah menggelar langit dan bumi yang di dalamnya berisi daya-daya kekuatan yang tersimpan – yang kesemuanya adalah Kitabullah. Kita sekarang sedang mewiridkan doa ASR untuk membuka simpul-simpul kesadaran penuh batin kita sendiri untuk menyadari keagungan-NYA.  ALLAHU AKBAR!!!

Acara wirid bersama diselesaikan oleh Majelis dalam waktu kurang dari satu jam. Dilanjutkan dengan acara ngopi bersama. Di acara santai dan bebas ini muncul berbagai diskusi, pertanyaan dan jawaban. Seperti di dalam sebuah kelas khusus yang membahas hal-hal supranatural dan mistik yang selama ini hanya ada di forum-forum terbatas. Kita diskusikan secara rasional apa yang dialami oleh masing-masing peserta, kita bedah dan beber bersama apa yang selama ini hanya diyakini di dalam hati.

Di Majelis ASR ini kita bersama-sama akan memperkaya dan menambah pengetahuan sekaligus praktek bersama ragam varian ASR untuk tujuan pengobatan dan penyembuhan sakit, kebugaran tubuh, penolakan energi teluh tenung guna-guna, pengasihan atau mahabbah, pelarisan usaha, pemindahan hujan, perlindungan diri (self defensif) maupun perlindungan barang-barang milik pribadi dari kejahatan maling, pengisian energi ASR ke benda-benda, pemindahan makhluk astral dan lain sebagainya.

Seperti kamis malam ini, kita langsung mempraktekkan energi ASR: Kebetulan ada seorang putera dari seorang sedulur yang terkena sakit mental. Kita bacakan namanya dan kita bersama-sama mengirimkan energi ASR kepadanya. Semoga atas ijin Allah SWT doa kita segera terkabul dan lekas sembuh.

Saat kami melakukan riyadhoh, ada beberapa sedulur yang datang terlambat sehingga tidak sempat mengikuti pengijazahan serta booster energi. Bagi sedulur yang terlambat ini, kita sampaikan bahwa mereka bisa menyusul dan memulai riyadhoh ASR Kamis minggu depan. Para kesempatan kali ini, kita juga mohon doa restu dari semua sesepuh dan sedulur anggota KWA agar upaya kita membentuk Majelis ASR barokah dan bermanfaat untuk tujuan amar makruf nahi munkar, menyebarkan kebaikan dan mengurangi kemunkaran.

Demikian sedulur. Salam ASR! Salam paseduluran. Rahayu rahayu rahayu….

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 60 Komentar

PENGALAMAN MENGAMALKAN HIZIB AMAN


Songgojiwo
songgojiwo@gmail.com

Alhamdulillah, doa hizib aman ini adalh pegangan keluarga besar saya sehari-hari dari kira-kira semenjak 10 tahunan yg lalu. Hanya menurut yg sy ketahui bahwa ada tambahan yg dibaca sebelum membaca kalimat-kalimat doa yg disebutkan dalam hizib aman di KWA.

Lengkapnya kami sekeluarga membaca sbb:

Tawassul:
Ilaa hadhoroti sayyidina Muhammadin saw wa ilaa hadhoroti ghousti hadzazaman wa a’wanihi wa saairi auliaillahi rodhiyallahu ta’ala ‘anhum…

al-fatihah 7X .
Ayat kursyi 17X Walaa yauduhu hifdzuhuma wahuwal ‘aliyyul ‘adzim 1000X

ALLOHUMMA INNAKA AAMIN KULLI SYAI IN. WA KULLU SYAI IN KHOOIFUN MINKA. FABIAMNIKA MIN KULLI SYAI IN WA KHOUFU SYAI IN MINKA. AAAMINNA MIMMA NAKHOFU WA NAKHDAR. ( YAA LATIIF 3 X ). ULTUF BINA FII UMURINA KULLIHA KAMA TUHIBBU WA TARDHO WA RODHDHINA FID DUNYA WAL AKHIROTINA ( YAA SATTAAR 1000X). USTURNA BI SATRIKAL LADZI SATARTA BIHI ‘ALAA DZAATIKA FALA ‘AINUN TAROKA WALA YADUN TASHILU ILAIKA BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROHIMIIN.

pada kalimat yaa lathif cukup dibaca 3X saja.

Pada mulanya amalan ini saya terima dari salah satu ustad dari daerah jombang. Beliau mengajak kami sekeluarga utk ikut bareng mengamalkan hizib tsb secara berjamaah selama 40 hari.

Adapun manfaat dan fadhilah banyak sekali, diantaranya seperti yg saya ketahui ialah 1. Ditakuti oleh lawan disegani kawan dan dicintai atasan 2. Diberi kemudahan ketika ada urusan dengan orang lain 3. Diselamatkan dari segala hal yg ditakuti 4. Dan lain sebagainya

Dibawah ini saya tuliskan arti dari doa hizib aman diatas : “Yaa Allah, sungguh Engkau pemberi keamanan kepada semua makhluk dan semua makhluk takut kepada-Mu. Maka dengan keamanan dari-Mu semua makhluk takut kepada-Mu. Berilah kami keamanan terhadap yg kami takutkan dan khawatirkan. (Yaa Allah, Dzat yg Maha Kasih) sayangilah kami dalam segala urusan sesuai yg Engkau sukai dan ridhoi. Berilah kami keridhoan dunia dan akhirat. (Yaa Allah, Dzat yg Maha Menutupi ) Tutupilah kami dengan Tutup-Mu yg menutupi dzat-Mu, sehingga mata tidak dapat melihat dan tangan tidak dapat sampai kepada-Mu. Dengan Rakhmat-Mu yaa Allah dzat yg sgt kasih sayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam”

Saya diceritakan oleh ustad yg mengijazahkan hizib aman ini bhw pernah ada seorang pemuda dari kampung (pengamal hizib aman ) yg sedang makan disalah satu warung makan di kota jakarta. Pemuda tsb baru kali itu datang kejakarta. didalam warteg ada kira2 ada 5 orang pemuda yg entah bagaimana mulanya shg terjadi cekcok mulut dgn pemuda itu. Karena tdk mau cari masalah, pemuda itupun keluar dari warung yg ternyata diikuti oleh kelima pemuda yg berada diwarteg. kelima orang pemuda tsb seperti hendak mengeroyok si pemuda kampung. Pemuda kampung itu tiba-tiba menendang batu besar (batu kali berukuran besar ) yg berada ditempat itu. wallahu ‘alam, tapi menurut cerita, batu itu retak terbelah menjadi dua. melihat gelagat seperti itu kelima pemuda yg mulanya hendak mengeroyok itupun langsung lari tunggang langgang.

Sedangkan pengalaman ibu saya sendiri (beliau jg mengamalkan hizib aman ini )adalah ketika itu sedang naik angkot dikota pekalongan. tiba-tiba truk besar menyeruduk dari arah belakang. Mobil angkot terjungkal sebanyak 3 kali berguling. Akibat kejadian tsb, sebagian besar penumpang tewas ditempat, ada juga yg tewas setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit. Sopirnya sendiri selamat tapi kaki kananya putus terjepit. Sedangkan Ibu saya sendiri terpental keluar dari angkot dan menurut perasaannya waktu itu seperti ada seseorang tua berjubah putih yg menarik dan menggendongnya shg sampai ke tanah. Pd saat itu hny kondidsi ibu saya saja yg selamat. Bahkan lecet sedikitpun tidak. sementara yg lainnya minimal adalah pinsan dgn tubuh yg penuh luka dan darah.

Adik saya ketika itu hendak menyebrang jalan tiba-tiba diseruduk motor roda dua. Adik saya (perempuan) terpental beberapa meter. Pingsan! semua orang datang mengerubung termasuk kakak saya juga pada saat itu langsung ke TKP (kebetulan kejadiannya tidak jauh dari jarak rumah ). Kakak saya (perempuan) langsung memeluk tubuh adik saya tsb sambil menangis dan menjerit. Tapi tdk berapa lama kmdn adik saya tiba-tiba sadar. Alhamdulillah tubuh tidak lecet sedikitpun dan bahkan ketika dibawa kerumah sakit terdekatpun dinyatakn tidak apa-apa dan boleh langsung pulang. Yg unik adalah ketika adik sy pingsan, dia (waktu itu usianya msh sekitar 20 tahunan ) merasa dirinya ada disebuah hutan yg lebat. Diapun kebingungan bagaimana asal mulanya koq tiba-tiba ada ditempat tsb. yg dia ingat waktu itu sdg menyeberang jalan lalu kmdn dia msh sempat melihat ada motor yg menabrak tubuhnya dan sempat mendengar orang-orang berteriak. Dalam kebingungannya tsb dia didatangi seorang kakek tua berjubah putih yg kmdn mengantarnya jalan munuju pulang pada satu cahaya. dan ketika dia merasa masuk kecahaya tsb itulah adik saya siuman dari pingsannya.

Demikian sekelumit yg saya tau mengenai hizib aman yg selama ini msh setia kami sekeluarga amalkan. Terima kasih. @@@

 

 

 

Categories: HIZIB AMAN | 96 Komentar

AYO BELAJAR MEDITASI DAN ASR DI MARKAS KELUARGA KWA!


BELAJAR MEDITASI: SETIAP SABTU MALAM PUKUL 21.00 WIB.

KELUARGA KAMPUS WONG ALUS MENGUNDANG SEDULUR (SEGALA UMUR, SUKU, AGAMA, PENDIDIKAN, JENIS KELAMIN, DOMISILI MANAPUN) UNTUK BERSAMA-SAMA BELAJAR MEDITASI.

BAGI SEDULUR YANG BERMINAT SILAHKAN  LANGSUNG HADIR DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO JATIM JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, SELATAN RSUD SIDOARJO, SETIAP SABTU MALAM PUKUL 21.00 WIB s/d selesai.

CATATAN: MEMBAWA ALAS DUDUK/SAJADAH)

TIDAK DIPUNGUT BIAYA DAN INSYA ALLAH BERMANFAAT BAGI SEDULUR UNTUK MENGEMBANGKAN DIRI DI BIDANG APAPUN.

&

BELAJAR ASR: SETIAP KAMIS MALAM PUKUL 21.00 WIB

KELUARGA KAMPUS WONG ALUS MENGUNDANG SEDULUR (SEGALA UMUR, SUKU, AGAMA, PENDIDIKAN, JENIS KELAMIN, DOMISILI MANAPUN) UNTUK BERSAMA-SAMA BELAJAR AMALAN ASMAK SUNGE RAJEH DALAM FORUM MAJELIS ASR KWA.

BAGI SEDULUR YANG BERMINAT SILAHKAN HADIR DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO  JATIM, SETIAP KAMIS MALAM PUKUL 21.00 WIB s/d selesai.

CATATAN: MEMBAWA TASBIH DAN ALAS DUDUK (SAJADAH).

TIDAK DIPUNGUT BIAYA DAN INSYA ALLAH BERMANFAAT BAGI SEDULUR UNTUK MENGEMBANGKAN DIRI DI BIDANG APAPUN. TERIMA KASIH DAN SALAM PASEDULURAN.

& & &

KELUARGA KWA
Satu Jiwa Satu Semangat Saling Tolong Menolong

SEKRETARIAT KWA: MBAH SAREP (082332333647)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 85 Komentar

HIJAMAH (BEKAM)


M.MUHRIKAIZI(Lombok,ntb)
muhrikaizi@gmail.com.

Dari Jabir, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah Saw. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang shahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Tiba-tiba beliau bersabda, “Lepaskan tangan kalian!”. Beliau mengirim utusan untuk memanggil wanita Yahudi itu, lalu beliau bersabda, “Rupanya engkau telah meracun domba ini”. “Siapa yang memberitahumu? tanya wanita Yahudi. Beliau menjawab, “Bagian kaki domba inilah yang memberitahukannya kepadaku”. “Memang aku telah meracunnya. Dalam hati aku berkata, “Kalau memang dia benar-benar seorang Nabi, maka racun itu tidak akan membahayakannya dirinya. Tapi kalau memang dia bukan seorang Nabi, maka kami dapat merasa tenang,” jawab wanita Yahudi. Rasulullah Saw memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebagian shahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah Saw melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau. Orang itu budak milik bani Bayadhah dari kalangan Anshar.
SEJARAH HIJAMAH (BEKAM)
Hijamah/bekam/cupping/kop/chantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.
Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.
PENGERTIAN BEKAM (AL HIJAMAH)
Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Hijamah adalah pengobatan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi. Nama lainnya adalah bekam, canduk, canthuk, kop, mambakan, di Eropa dikenal dengan istilah “Cuping Therapeutic Method”. Dalam bahasa Mandarin disebut Pa Hou Kuan.
Kata “Hijamah” berasal dari bahasa Arab, dari kata Al Hijmu yang berarti pekerjaan membekam. Al Hajjam berarti ahli bekam. Al Hijmu berarti menghisap atau menyedot. Al Hajjam sama dengan Al Mashshah, yaitu tukang menghisap atau tukang menyedot. Sedangkan Al Mihjam atau Al Mihjamah merupakan alat untuk bekam yang berupa tabung gelas untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit.
Kata al hijmu berarti pekerjaan al hajjam, tukang bekam. Al Hijmu berarti mengisap atau menyedot. Al Hajjam sama dengan al mashshash, tukang mengisap, tukang bekam. Al Mihjam atau al mihjamah merupakan gelas yang digunakan untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit pasien, atau gelas untuk menghimpun darah hijamah.
Kesimpulan definisi hijamah menurut bahasa adalah ungkapan tentang mengisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang kemudian ditampung di dalam gelas mihjamah, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit dengan pisau bedah, guna untuk mengeluarkan darah.
Hijamah berbeda dengan qath’ul-irqi (memotong urat). Qath’ul-irqi adalah memasukkan jarum suntik untuk mengambil darah dari urat nadi seperti halnya aksi menyumbang darah, yang disebut al fashdu.
Dalam ilmu kedokteran Islam, bekam tidak boleh sembarang dilakukan. Bekam hanya boleh dilakukan pada pembekuan/penyumbatan dalam pembuluh darah, karena fungsi bekam yang sesungguhnya adalah untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh.
Madu menjadi dasar dari obat-obatan herba, bekam menjadi dasar kepada pembedahan, sedangkan besi panas (api) menjadi dasar kepada pengobatan melalui laser.
Hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi menyatakan, bahwa Rasul SAW mengarahkan pengikut-pengikutnya menggunakan bekam sebagai kaedah pengobatan penyakit. Beliau memuji orang yang berbekam, “Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan.”
Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu tahun untuk berpuasa (pada bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani. Dan berbekam merupakan salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasmani
JENIS BEKAM
1. Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari atau akan kelihatan memar selama 1 atau 2 pekan. Insya Allah sangat baik diolesi minyak habbah sauda’ atau minak zaitun untuk menghilangkan tanda lebam pada kulit yang selesai dibekam. Bekam ini sedotannya hanya sekali dan dibiarkan selama 5 – 10 menit.
Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Bekam kering bermanfaat juga untuk terapi penyakit paru-paru, radang ginjal, pembengkakan liver/radang selaput jantung, radang urat syaraf, radang sumsum tulang belakang, nyeri punggung, rematik, masuk angin, wasir, dan lain-lain.
Terdapat dua teknik bekam kering yang dapat dipraktekkan untuk tempat tertentu yaitu bekam luncur dan bekam tarik.
2. Bekam luncur, caranya dengan meng-kop pada bagian tubuh tertentu dan meluncurkan ke arah bagian tubuh yang lain. Teknik bekam ini biasa digunakan untuk pemanasan pasien, berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, pelemasan otot, dan menyehatkan kulit.
3. Bekam tarik, dilakukan seperti ditarik-tarik. Dibekam hanya beberapa detik kemudian ditarik dan ditempelkan lagi hingga kulit yang dibekam menjadi merah.
4. Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet) atau sayatan pisau steril (surgical blade), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian setelah diolesi minyak habbah sauda’ atau minyak zaitun. Dan selama 3 jam setelah dibekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 4 minggu.
Bekam basah berkhasiat untuk berbagai penyakit, terutama penyakit yang terkait dengan terganggunya sistem peredaran darah di tubuh. Kalau bekam kering dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan, maka bekam basah dapat menyembuhkan penyakit-penyakti yang lebih berat, akut, kronis ataupun yang degeneratif, seperti darah tinggi, kanker, asam urat, diabetes mellitus (kencing manis), kolesterol, dan osteoporosis.
MENGAPA HARUS BERHIJAMAH?
Teknik pengobatan hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Darah kotor adalah darah yang mengandung toksid/racun, atau darah statis yang menyumbat peredaran darah sehingga sistem peredaran darah tidak dapat berjalan lancar. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Akibatnya akan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan, dan mudah naik pitam. Ditambah lagi dengan angin yang sulit dikeluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh akan mudah kena penyakit mulai dari yang akut seperti influenza sampai dengan penyakit degeneratif semacam stroke, darah tinggi, kanker, kencing manis, bahkan sampai dengan gangguan kejiwaan.
Toksid dalam tubuh manusia dapat berasal dari:

pencemaran udara
makan siap saji (fast food) karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk tubuh seperti pengawet, pewarna, essense, penyedap rasa, dan sebagainya
hasil pertanian seperti pestisida (insektisida, fungisida, herbisida)
kebiasaan buruk (bad habit) seperti merokok, makan tidak teratur/bersih, makan tidak seimbang, terlalu panas atau dingin, terlalu asam, dan lain-lain
Obat-obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ atau mikroba yang normal dalam tubuh.

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan darah statis, yaitu:

Darah statis yang diakibatkan oleh kecelakaan sewaktu di dalam rahim dan sewaktu dilahirkan.
Darah statis yang bersumber dari trauma penderitaan fisik, seperti kecelakaan, terseleo, berkelahi, kena cubit, kena tendang, kena rotan, dan sebagainya.
Darah statis akibat perbuatan sendiri, seperti mengangkat beban berat, penggunaan pakaian ketat, ikat kepala yang berkepanjangan.
Darah statis yang bersumbrr dari emosi yang tidak terkawal. Kemarahan, ketakutan, kesedihan, kesayuan, dan kerisauan menyebabkan pengeluaran adrenalin berlebihan yang dapat membahayakan metabolisme tubuh.
Darah statis yang diakibatkan oleh diet yang tidak seimbang, kegemukan, sering sembelit, dan pencemaran alam sekitar.

Dengan demikian darah statis harus dikeluarkan dengan cara apapun. Namun sistem pengobatan allopathy (konvensional) tidak dapat bertindak demikian. Jadi, kita harus mencari pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut secara cepat agar tubuh tidak lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah satu caranya adalah dengan berhijamah (berbekam).
Hijamah/bekam merupakan metode paling unggul dan sangat berkhasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Bekam juga merupakan preventive medicine (metode pencegahan) selain juga sangat efektif untuk curative medicine (metode penyembuhan).
Hijamah bukanlah pengobatan alternatif. Namun ia merupakan pengobatan berdasarkan wahyu (sunnah Rasul), maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya, dan yang menyembuhkannya tetap adalah Allah SWT.
HADITS YANG BERKAITAN DENGAN HIJAMAH (BEKAM)
Ada suatu pertanyaan ‘asing’ yang mesti kita jawab dan renungkan: “Apakah Anda pernah mendengar istilah bekam (hijamah)? Apakah Anda pernah dibekam? Berbahagialah apabila Anda menjawab, “pernah”. Sayangnya, menurut sebuah survei, sebagian besar kaum muslimin belum pernah mendengar istilah bekam apalagi yang pernah dibekam.
Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Sebab bekam sudah dikenal ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman Nabi Musa AS, dan dikukuhkan syariatnya pada zaman Rasulullah SAW, akhirnya berkembang ke seluruh dunia hingga saat ini.
Kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Rasulullah SAW yang sangat lengkap. Di antara sebagian kedokteran Nabi SAW yang dilupakan itu adalah bekam. Sebaliknya dunia barat terus melakukan penelitian tentang bekam, yang akhirnya mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka tidak mengakuinya sebagai warisan Rasulullah SAW.
Orang-orang beriman baik laki-laki maupun perempuan pasti sangat rindu ingin mendengar Sunnah Nabi SAW, khususnya yang telah dilupakan (sunnah matrukah). Sekarang mulai tampak banyak orang menyaksikan langsung mukjizat kesembuhan dengan mengikuti salah satu Sunnah Nabi SAW, yaitu pengobatan dengan bekam dalam mengatasi penyakit yang sulit disembuhkan oleh para dokter.
Setiap muslim tahu bahwa hadits-hadits Nabi SAW tidak pernah berubah atau berganti, karena ia merupakan wahyu dari Allah SWT, sedangkan wahyu telah berhenti turun sejak Nabi SAW wafat dan agama telah sempurna. Maka hadits-hadits Nabi SAW yang menyangkut metode pengobatan dengan bekam, keutamaannya, hari-hari pelaksanaannya, dan sebagainya adalah bersifat tetap tidak berubah.
Dengan maksud dakwah dan tabligh agar kaum muslimin mengetahui seluk beluk thibbun nabawi, maka perlu disampaikan di sini hadits-hadits yang berkaitan dengan bekam.
Hadits Keutamaan dan Manfaat Bekam

Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi)
Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim).
Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori)
Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388)
Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya.” (HR. Tirmidzi, hasan gharib).

10. Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).
11. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian harus berbekam dan menggunakan al-qusthul bahri.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581).
12. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).
13. Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731)
14. Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))
15. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)
16. Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440))
17. Dari Anas RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212))
Keadaan Ketika Melakukan Bekam dan Titik-Titik Bekamnya

Dari Ibnu Abbas RA, berkata: “Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang ihram.” (HR. Bukhari)
Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram karena rasa sakit yang beliau rasakan di kepalanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187))
Dari Anas RA, berkata: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187))
Dari Ibnu Abbas RA, berkata: “Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang puasa.” (HR. Bukhari)
Dari Abdullah bin Buhainah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW berbekam di bagian tengah kepalanya sedang beliau tengah berihram karena pusing yang beliau rasakan.” (HR. Bukhari)
Dari Ibnu Umar RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam di kepalanya dan menyebutnya dengan Ummu Mughits.” (Kitab al-Fawaaid, dinilai hasan oleh al-Albani)
Dari seseorang, dia bercerita, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam’.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, sanad hasan oleh al-Albani)
Dari Jabir RA, dia bercerita: “Sesungguhnya Nabi SAW jatuh dari kuda beliau dan menimpa batang pohon, sehingga kaki beliau patah. Waki’ RA berkata: ’Sesungguhnya Nabi SAW berbekam di bagian kaki yang terkilir’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya al-Albani )
Dari Jabir RA: “Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir.” (Shahih Ibnu Khuzaimah)

10. Dari Anas bin Malik RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih (vena jugularis/jugular vein) dan punggung bagian atas.” (HR. Abu Dawus, dishahihkan oleh al-Albani)
11. Dari Abu Kabsyah al-‘Anmari RA: “Rasulullah SAW pernah dibekam bagian tengah kepalanya dan diantara kedua pundaknya. Dan Beliau bersabda: ‘Barangsiapa mengalirkan darah ini, maka tidak akan mudharat baginya untuk mengobati sesuatu dengan sesuatu’.” (Shahih Sunan Abu Dawud (no. 3268), lihat juga kitab Jaami’ul Ushuul (VII/541))
12. Disebutkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab ath-Thibbun Nabawi, sebuah hadits marfu’: “Kalian harus berbekam di jauzatil qamahduwah, karena sesungguhnya ia dapat menyembuhkan dari 5 penyakit.” Beliau menyebutkan diantaranya adalah kusta.
Tanggal Pelaksanaan Bekam

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)
Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204))
Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “ Rasulullah SAW biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Beliau biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

Hari Pelaksanaan Bekam

Dari Abu Hurairah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa berbekam pada hari Rabu atau hari Sabtu, lalu tertimpa wadhah (cahaya dan warna putih, lepra), maka hendaklah dia tidak menyalahkan, melainkan dirinya sendiri’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah SWT. Hindarilah berbekam pada hari Jumat dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari dimana nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, II/261, karya Imam al-Albani)

Catatan:
Al-Khallal berkata: “Aku diberitahu Ishmah bin Isham, dia berkata: Aku diberitahu Hambal, dia berkat: ‘Abu Abdullah Ahmad bin Hambal biasa melakukan bekam kapan pun ketika darah tidak normal dan kapan pun waktunya’.”Dari beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa Nabi SAW biasa melakukan bekam ketika sakit, tanpa harus melihat kapan waktunya, tanpa harus menunggu hingga tiba waktu tertentu. Secara ilmiah dan medis, jika waktu-waktu yang ditetapkan para ulama itu merupakan waktu yang paling baik dan paling tepat untuk melakukan bekam, karena pada saat itulah darah sedang tidak normal, maka waktu datangnya sakit merupakan waktu yang paling tepat dan efektif, karena saat itulah darah sedang tidak normal.
Halalnya Upah Bagi Pembekam (Hajjam)

Dari Ibnu Abbas RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih dan di bagian antara kedua pundak yang merupakan pangkal punggung. Lalu beliau memberikan upah kepada pembekam. Seandainya upah bekam itu haram, pastilah Beliau SAW tidak memberinya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)
Dari Rafi’ bin Khadij RA, Rasulullah SAW bersabda: “Apa yang didapatkan oleh seorang pembekam, maka sebaiknya upah itu diberikan rangsum makanan untuk binatang ternak.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, Abu Dawud, at-Tirmidzi)
Dari Ibnu Umar RA: “Bahwa Nabi SAW pernah mengundang seorang tukang bekam lalu dia membekam beliau SAW. Setelah selesai, beliau SAW bertanya kepadanya: ‘Berapa pajakmu?’ Dia menjawab: ‘Tiga sha’.’ Lalu beliau SAW membatalkan satu sha’ dari pajaknya, kemudian beliau memberikan upahnya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)
Dari Ali RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam dan menyuruhku untuk memberi tukang pembekam upahnya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)
Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW melarang mencari rizqi melalui tukang bekam.” (HR. Ibnu Majah)
Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW pernah berbekam, beliau dibekam oleh Abu Thayyibah RA. Lalu beliau menyuruh seseorang untuk memberikan dua sha’ bahan makanan kepadanya. Beliau memberitahu keluarganya, lalu mereka menghapuskan pajaknya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtisar oleh Imam al-Albani)

Catatan:
Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya dari ‘Ikrimah RA: “Ibnu Abbas RA memiliki tiga orang budak yang ahli bekam. Dua orang diantaranya dikaryakan untuk sumber penghasilan dirinya dan keluarganya, sedangkan yang satu orang lagi khusus membekam dirinya dan keluarganya.” (Ath-Thibb, 1978, hasan ghorib)
TESTIMONI PENELITIAN
Berdasarkan Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam tahun 2001 M (pada 300 kasus) dalam buku Ad Dawa’u l-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut:

Dalam kasus-kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas-batas normal.
Dalam kasus-kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas batas normal.
Jumlah sel-sel darah putih (leukosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas-batas normal.
Kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus.
Jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus.
Pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh.? tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

PROSEDUR MELAKUKAN PEMBEKAMAN

PERSIAPAN

MENYIAPKAN ALAT, SARANA DAN RUANGAN

1) Alat yang dipersiapkan: set kop/tabung penghisap, skapel, jarum, lancet pen, pisau bedah, duk kain, sarung tangan, masker, mangkok/cawan, tempat sampah, meja dan kursi
2) Bahan yang disiapkan: kassa, kapas/tissue, betadin, detol, sabun, zalf, alkohol, spiritus, minyak zaitun, minyak habbatussauda, al qusthul hindi, minyak urut hangat (misal gandapura), minuman hangat, baik kalau disediakan madu dan susu.
3) Mensterilkan alat agar bebas kuman dan tidak menyebarkan penyakit, dengan cara: merebus tabung kop paling sedikit selama 30 menit setelah air mendidih terus menerus (karet dilepas dulu). Sarung tangan, karet dan duk kain disterilkan dengan tablet formalin.
4) Jarum, pinset, pisau, silet, hanya boleh sekali pakai saja. Selesai satu pasien, langsung buang
5) Ruangan harus bersih, terang dan cukup aliran udara dan tidak pengap
B. MENYIAPKAN PASIEN
1) Pasien dijelaskan tentang bekam, efek yang terjadi, proses kesembuhan dll
2) Pasien disiapkan mentalnya agar tidak gelisah dan takut, bimbinglah berdoa dan berwudlu
3) Bagi pasien yang belum pernah dibekam cukup dibekam 1 – 2 gelas
4) Pasien dipersiapkan makanan, minuman, kebersihan tubuh dan kebersihan tempat yang akan dibekam
C. MENYIAPKAN DIRI SENDIRI (JURU BEKAM)
1) Juru bekam dalam keadaan sehat, tidak sakit, sudah berwudlu dan berdoa
2) Juru bekam telah menguasai ilmu bekam (professional)
3) Juru bekam sudah sering dibekam dan membekam
4) Juru bekam meningkatkan iman dan taqwa
2. IDENTIFIKASI PASIEN
A. Mencatat Identitas Umum: Nama, alamat, usia, jenis kelamin, status
B. Mencatat Identitas Keluarga: Kedudukan dan status dalam keluarga
3. MEWAWANCARAI PASIEN
A. Keluhan pasien, keluhan utama, keluhan tambahan/lain, riwayat penyakit
B. Keluhan dari masing-masing organ tubuh
4. MEMERIKSA FISIK PASIEN
A. Pemeriksaan Umum: tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan, lidah, iris, telapak tangan, dll
B. Pengamatan, pendengaran, dan penciuman dari daerah keluhan, dan dari masing-masing organ
C. Perabaan sekitar keluhan dan perabaan pada sekitar organ lain
D. Pengetukan daerah sekitar keluhan dan pada organ lain
5. PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN
A. Pemeriksaan khusus: iris mata (iridologi), lidah, telinga, telapak tangan dll
B. Pemeriksaan penunjang: laboratorium, radiologi, CT-Scan, MRI dll
6. PENYIMPULAN DAN PENENTUAN DIAGNOSA PENYAKIT
A. Menentukan jenis keluhan
B. Menentukan jenis penyakit
C. Menentukan letak penyakit
D. Menentukan penyebab penyakit
E. Menentukan jenis pengobatan
7. MENENTUKAN DAERAH DAN TITIK YANG DIBEKAM
A. Titik yang sesuai dengan yang dikeluhkan
B. Titik lain yang satu jurusan/meridian dengan titik yang dikeluhkan
C. Titik lain yang berlawanan dengan titik yang dikeluhkan
D. Titik lain yang berpasangan dengan titik yang dikeluhkan
E. Titik-titik istimewa
F. Titik-titik khusus
8. MELAKUKAN PEMBEKAMAN
A. Bekam tanpa mengeluarkan darah (hijamah jaffah = bekam kering)
B. Bekam dengan mengeluarkan darah (hijamah damamiyah = bekam basah)
9. MEMBERIKAN TERAPI LAIN
A. Memberikan terapi tindakan, operasi dll
B. Memberikan “food suplement” obat-obatan dan bahan berkhasiat
C. Memberikan nasehat, tausiyah dan doa.
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PROSES PEMBEKAMAN

Bekam tidak dianjurkan terhadap:

a) Penderita diabetes (kencing manis) atau pendarahan, kecuali juru bekam yang benar-benar ahli.
b) Pasien yang fisiknya sangat lemah
c) Penderita infeksi kulit yang merata
d) Orang tua, jika mereka tidak sangat membutuhkannya, karena lemahnya fisik mereka
e) Anak-anak penderita dehidrasi (kekurangan cairan) (bekam basah)
f) Penderita penyakit kanker darah
g) Penderita yang sering mengalami keguguran kandungan
h) Penderita penyakit gila dan ketidakstabilan emosi
i) Penderita Hepatitis A dan B apabila sedang dalam kondisi parah. Adapun bila kondisi sudah tidak parah atau penyakit tersebut merupakan penyakit menahun, maka tidak mengapa untuk diobati dengan bekam
j) Pengidap penyakit kuning karena hepatitis. (bersambung)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 27 Komentar

DAFTAR ANGGOTA KWA SEDUNIA s/d 26 Juli 2012 (15)


KI SELOR SELAWE
selor.KWA0025@gmail.com
KWA BANDUNG

Ass. Wr. Wb. Kepada Semua Sedulur KWA

Bersama ini kami sampaikan Rekapitulasi Daftar Anggota KWA Sedunia sampai dengan tanggal 26 Juli 2012 Jam 23.20 WIB.
Daftar tersebut dapat di download di :

http://www.ziddu.com/download/19991530/DaftarAnggotaKWA26072012.zip.html

BAGI SEDULUR YG MAU DAFTAR MENJADI ANGGOTA KWA BARU, SILAHKAN TULIS di KOTAK COMMENT, IDENTITAS LENGKAP : NAMA, ALAMAT/KOTA, NO TELP/HP (WAJIB) & EMAIL (JIKA ADA). SECARA BERKALA AKAN ADA UPDATE DAFTAR ANGGOTA TERBARU. TERIMA KASIH. SALAM DAMAI DAN SALAM PASEDULURAN.

SELAMAT MENJALANKAN PUASA RAMADHAN Semoga bermanfaat. Salam Paseduluran

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, >DAFTAR ANGGOTA K.W.A

ILMU PANGRACUTAN (ILMU KESEMPURNAAN WARISAN KANJENG SUNAN KALIJAGA)


WONGALUS

“BADANINGSUN JASMANI WUS SUCI, INGSUN GAWA MARANG KAHANAN JATI TANPO JALARAN PATI, BISO MULYO SAMPURNA WALUYA URIP SALAWASE, ANA ING ALAM DONYA INGSUN URIP TUMEKANE ‘ALAM KAHANAN JATI INGSUN URIP, SAKA KODRAT IRADATINGSUN, DADI SAKCIPTANINGSUN, ANA SASEDYANINGSUN, TEKA SAKARSANINGSUN.”

“Badan jasmani ku telah suci, kubawa dalam kehidupan sejati yang tidak diakibatkan kematian, dapat sempurna abadi selamanya, di dunia aku hidup, sampai di alam sejati aku juga hidup, dari kodrat iradat KU, terjadilah apa yang KU pikirkan, apa yang KU inginkan ada dan datang apa yang KU kehendaki” (Kanjeng Sunan Kalijaga)

Itulah mantra Ilmu Pangracutan yang terkenal sejak dipergunakan oleh Sunan Kalijogo dan Syekh Siti Jenar. Dua pendekar wali tanah Jawa ini terkenal karena kemampuannya untuk meracut seketika dan tiba-tiba. Meracut artinya melepaskan nyawa dari tubuh.

Menurut Sunan Kalijogo yang mendapatkan inti sari ilmu dari Sunan Ampel —-sebagaimana manuskrip huruf Jawa Serat Kekiyasaning Pangracutan Serat Kekiyasaning karya Sultan Agung Raja Mataram (1613-1645) yang ditulis kembali pada tahun shaka 1857 / 1935 masehi oleh R. Ng. Rongowarsito —-untuk menguasai ILMU PANGRACUTAN seseorang perlu memiliki dasar kemampuan spiritual yang mapan dan mumpuni. Kemampuan spiritual itu adalah mukjizat seperti yang di alami para Nabi, atau datangnya karomah seperti para Wali, atau datangnya Ma’unah seperti para mukmin khos.

Caranya adalah menjalani apa yang disebut LAKU LAMPAH 1000. Detail lakunya sebagai berikut:

1. Menahan hawa nafsu, 1000 HARI (siang dan malam)
2. Menahan Syahwat (Seks), 100 hari (siang dan malam)
3. Tidak berbicara, topo bisu 40 hari (siang dan malam)
4. Puasa padam api (pati geni) 7 hari 7 malam
5. Melek, lamanya 3 hari 3 malam
6. Pati raga/Raga Sukma, tidak bergerak-gerak lamanya sehari semalam

Keterangan sebagai berikut: Menahan hawa nafsu, bila telah mendapat 900 hari, lalu diteruskan dengan Menahan syahwat selama 40 hari lalu dirangkap juga dengan Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari. Adapun membisu bila sampai pada 33 hari dilanjutkan dengan, Pati geni selama 7 hari tujuh malam, setelah mendapat 4 hari 4 malam dilanjutkan dengan Jaga selama 3 hari tiga malam, bila sudah mendapatkan 2 hari 2 malam dilanjutkan dengan Pati raga/Raga Sukma  sehari semalam.

Pakar ilmu kebatinan menamakan pati raga dengan kemampuan Meraga Sukma yang sangat bermanfaat karena bisa: 1. Mendekatkan yang jauh, 2. Apa yang dipikirkan akan terjadi 3. Mendatangkan apa yang dikehendaki, 4. Sangat bermanfaat bila digunakan di jalan yang benar termasuk bila telah sampai pada sakaratul maut. 5. Sarana melatih kenyataan, supaya dapat mengetahui pisah dan kumpulnya Kawula dan Gusti.

@Waspada: Saat latihan harus serius dan dipandu oleh yang sudah menguasai karena kita akan melewati alam kematian. Bila lengah akan mengakibatkan kematian permanen.

Adapun cara Pati Raga/Raga Sukma sebagai berikut:

1. Tangan Sedekap dengan kaki lurus berdempet, menutup kesemua lubang, jari-jari kedua belah tangan saling bersilang, ibu jari bertemu keduanya, lalu ditumpangkan di dada. Dalam sikap tidur itu kedua belah kaki diluruskan, ibu jari kaki saling bertemu, kelamin diamankan agar tidak terhimpit paha.

2. Pandangan memandang lurus dari ujung hidung lurus ke dada hingga tampak lurus melalui pusar hingga memandang ujung jari. Setelah semuanya dapat terlihat lurus maka memulai menarik nafas tadi. Dari kiri tariklah kekanan dan dari arah kanan tariklah kekiri. Kumpulnya menjadi satu berada di pusar beberapa saat lamanya, maka tariklah keatas pelan-pelan jangan tergesa-gesa. Kumpulkan nafas, tanafas, anafas, nufus gaib lalu pejamkan mata dengan perlahan-lahan, mengatubkan bibir dengan rapat, gigi dengan gigi bertemu. Pada saat itulah heningkan cipta, menyerah dengan segenap perasaan yang telah menyatu, pasrah kepada diri sejati kita pribadi.

Setelah itu, baca dengan kesadaran batin dibawah ini:

MANTRA1

INGSUN DZATING GUSTI KANG ASIFAT ESA, ANGLIMPUTI ING KAWULANINGSUN, TUNGGAL DADI SAKAHANAN, SAMPURNA SAKA ING KUDRATINGSUN.

===Aku mengumpulkan Kawula Gusti yang bersifat Esa, meliputi dalam kawulaku, satu dalam satu keadaan dari kodrat-Ku=.

MANTRA 2
INGSUN DZAT KANG AMAHA SUCI KANG SIFAT LANGGENG, KANG AMURBA AMISESA KANG KAWASA, KANG SAMPURNA NILMALA WALUYA ING JATININGSUN KALAWAN KUDRATINGSUN.

===Aku sebenarnya Dzat Yang Maha Suci, bersifat kekal, menguasai segala sesuatu, sempurna tanpa cacat, kembali pada hakekat-Ku, karena kodrat-Ku.

MANTRA 3
INGSUN DZAT KANG MAHA LUHUR KANG JUMENENG RATU AGUNG, KANG AMURBA AMISESA KANG KAWASA, ANDADEKAKE ING KARATONINGSUN KANGA GUNG KANG AMAHA MULYA. INGSUN WENGKU SAMPURNA SAKAPRABONINGSUN, SANGKEP, SAISEN-ISENING KARATONINGSUN, PEPAK SABALANINGSUN, KABEH ORA ANA KANG KEKURANGAN, BYAR GUMELAR DADI SACIPTANINGSUN KABEH SAKA ING KUDRATINGSUN.

===Aku Dzat yang Maha Luhur, yang menjadi Raja Agung. Yang menguasai segala sesuatu, yang kuasa menjadikan istana-Ku, yang Agung Maha Mulia, Ku Kuasai dengan sempurna dari kebesaran-Ku, lengkap dengan segala isinya Keraton-Ku, lengkap dengan bala tentara-Ku, tidak ada kekurangan, terbentang jadilah semua ciptaanKu, ada segala yang Ku-inginkan, karena kodrat-Ku.

MANTRA 4
JISIMINGSUN KANG KARI ANA ING ALAM DUNYA, YEN WIS ANA JAMAN KARAMAT KANG AMAHA MULYA, WULU KULIT DAGING GETIH BALUNG SUNGSUM SAPANUNGGALANE KABEH, ASALE SAKA ING CAHYA MULIHA MARING CAHYA, SAMPURNA BALI INGSUN MANEH, SAKA ING KODRATINGSUN.

===Aku meracut jisim-Ku yang masih tertinggal di alam dunia, bila telah tiba di zaman keramatullah yang Maha Mulia, bulu, kulit, kuku, darah, daging, tulang, sungsum keseluruhannya, yang berasal dari cahaya, yang berasal dari bumi, api, angin, bayu kalau sudah kembali kepada anasir-Ku sendiri-sendiri, lalu aku racut menjadi satu dengan sempurna kembali kepada-Ku, karena kodrat-Ku.

MANTRA 5
AKU MENARIK ANAK-KU YANG SUDAH PULANG KERAHMATULLAH, KAKI, NINI, AYAH, IBU, ANAK DAN ISTERI, SEMUA DARAH-KU YANG MEMANG SALAH TEMPATNYA, SEMUANYA AKU TARIK MENJADI SATU DENGAN KEADAAN-KU, MULIA SEMPURNA KARENA KODRAT-KU. AKU MENGUKUT KEADAAN DUNIA, AKU JADIKAN SATU DENGAN KEADAANKU, KARENA KODRAT-KU. KETURUNANKU YANG MASIH TERTINGGAL DI ALAM DUNIA, SEMUANYA SEMOGA MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN, KAYA DAN TERHORMAT, JANGAN SAMPAI ADA YANG KEKURANGAN, DARI KODRAT-KU.

MANTRA 6
AKU MENGAMALKAN AJI PENGASIH, KEPADA SEMUA MAHKLUK-KU, BESAR, KECIL, TUA, MUDA, LAKI-LAKI, PEREMPUAN, YANG MENDENGAR DAN MELIHAT SEMOGA WELAS ASIH PADAKU, KARENA KODRAT-KU.

MANTRA 7
AKU MENERAPKAN DAYA KESAKTIAN, KEPADA SEMUA MAHKLUK-KU, BARANG SIAPA YANG TIDAK MENGINDAHKAN AKU, AKAN TERKENA AKIBAT DARI KESAKTIAN-KU, KARENA KODRAT-KU.

Setelah selesai membaca mantra di atas, hati ditenangkan dan rasakan sensasinya. Kadang muncul sesak nafas namun harus ditertibkan lagi selalu ingat pada Tuhan dan sentosa. Penting untuk menjaga agar jangan sampai kacau balau pernapasan karena nafas itu ikatan badan berada di hati dan menjadi jembatan yang menghubungkan antara fikiran dan hati.

Bila sudah begitu roh larut lalu terasalah kram seluruh organ tubuh, mengakibatkan mata menjadi kabur, telinga menjadi lemas, hidungpun lemah lubang hidung menciut, lidah mengerut, akhirnya cahaya suram, suara hilang, yang tinggal hanyalah hidupnya fikir dan dzikir saja.

Kita akan merasakan nikmat pada seluruh bagian tubuh, melebihi kenikmatan ketika mengeluarkan rahsa saat bersenggama. Pada saat itulah di batin akan muncul tekad yang kuat bahwa kita ini hidup langgeng karena ada Dzat yang Maha Hidup di dalam diri kita dan kita akan karam dimabuk rindu pada DZAT-NYA…. wallahu’alam.

Begitulah sedikit yang bisa saya sampaikan dan mohon maaf bila ada kekurangan. Wassalamualaikum wr wb. @@@

wongalus

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ILMU PANGRACUTAN | 82 Komentar

RIYADHOH MERAIH LAILATUL QODAR ( versi INDRAMAYU )


kigunacerbon@yahoo.com

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji Syukur kepada Allah SWT Semoga Sholawat swnantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW Salam Sejahtera lan Sugeng Rahayu Kepada Yth. Ki Wong Alus : Pengasuh Blog Kampoes Wong Aloes (KWA)
Para Sesepuh, Senior, dan Seluruh Anggota KWA dimanapun berada. Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

Dengan Hormat ,

Senang rasanya bisa berjumpa anda di blog KWA ini lagi. Ucapan terima kasih kepada Ki Wong Alus yang berkenan memposting makalah2 dari saya. Di Bulan Suci yang mulia ini, perkenankan saya mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN , bulan yang telah dinanti nantikan oleh seluruh ummat Muhammad SAW yang beriman dan mengharapkan ketaatan kepada Allah untuk mengisinya. Pada kesempatan tepat di bulan suci ini, kami akan memposting tentang RIYADHOH meraih LAILATUL QODAR.

ilmu ini kami peroleh dari salah seorang guru kami dari daerah pesisir pantai utara Jawa (Pantura) tepatnya daerah ERETAN , Indramayu ( Jawa Barat ). Al-Mukarrom Bapak Dur Dermayon Qs Sr. Di antara para santri nya hanya beberapa saja yang telah berhasil mendapatkan secara nyata LAILATUL QODAR di Bulan Ramadhan beberapa dekade yang lalu dengan melalui RIYADHOH yang beliau ajarkan.

kami sarankan untuk umum ( maksudnya yang sehari harinya terikat dengan pekerjaan duniawi), hendaknya ada cadangan dana atau uang kebutuhan hidup untuk keluarga nya selama menjalankan RIYADHOH ini, karena memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 90 hari ( 3 bulan ) Di tempat yang sama terutama untuyk tahapan KE TIGA , misalnya PESANTREN, MASJID KERAMAT, ALAM LUAS, GOA, GUNUNG, PANTAI, RUMAH KHUSUS, ATAU PADEPOKAN .

TAHAPANNYA SBB :

1 bulan pertama ( RAJAB) selama 30 hari , melakukan AQOBAH TAUBATAN NASYUHA ( bertaubat dari segala maksiyat ), artinya kita melakukan makan, minum, dan hajat lainnya sambil menjalankan wiridnya tetapi mutlah tidak boleh berbuat DOSA BESAR (hal-hal yang dilarang Syariat ).
1 bulan berikutnya (RUWAH ) melakukan AQOBATUL ZUHUD ( amal ibadah seperti sholat, membaca quran, dll disertai perilaku zuhud atau menjauhkan diri dari keinginan memperoleh kenikmatan duniawi ) , serta mengambil 3 hari puasa, hari dan tanggal boleh yang mana saja selama bulan RUWAH tersebut, ( lebih AFDHOL 3 hari berturut2 di pertengahan bulan) dan diiringi dengan wirid nya.
1 bulan berikutnya ( SELAMA BULAN RAMADHAN ) mengamalkan yang disebut AQOBATUL SIRRI ( MERAIH RAHASIA HATI ), di jawa dikenal dengan ” NGAJI RASA “sebuah amalan bathin yang kelihatannya ringan namun justru ini yang paling BERAT dan sangat jarang yang LULUS. Yaitu disamping berpantang secara fisik dari makan, minum dan hal2 yang membatalkan puasa kita sesuai aturan syariat jua hati kita diajak BERGERAK ATAU BERAKTIFITAS dalam mencari Ridho -Nya yaitu dengan terus menerus memperhatikan keadaan kita dengan membandingkan kepada setiap orang yang kita temui. Misalnya kita menderita / merasakan kelaparan, maka kita harus mengumpulkan makanan agar orang tersebut nanti pada saat berbuka puasa ada makanan untuk menghilangkan laparnya. Jika kita melihat diri kita hangat dan nyaman karena ditutupi pakaian yang layak, maka jika bertemu dengan orang yang tidak layak pakaiannya atau hanya itu itu saja adanya, orang tersebut harus bisa merasakan seperti nikmat yang kita rasakan, berarti kita harus memberikan dia baju sesuai rasanya dengan yang kita pakai. Nah untuk tahapan ketiga ini ( RAMADHAN) kesanggupan NGAJI RASA nya bergantung pada kesanggupan INDIVIDU masing masing, jika kita tidak sanggup menghadapi banyak orang , maka carilah tempat atau lingkungan ( sementara menjalankan RIYADHOH ini saja ) yang sesedikit orang yang kita temui, karena tolak ukur Riyadhoh ini adalah perbandingan dengan orang yang kita jumpai, bukan yang tidak di jumpai. Bisa di tempat terpencil, perbukitan, kaki gunung, pulau, gua, dan lain lain. Semakin sedikit orang yang kita temui semakin sedikit pengorbanan yang kita berikan, namum semakin banyak akan lebih semakin afdhol dan semakin cepat kita mendapatkan HASIL nya, yaitu LAILATUL QODAR tersebut.
Pengalaman salah satu santri, begitu keluar dari tempat Riyadhoh di sebuah hutan untuk mengambil air di Sungai ( malam ke 21 Ramadhan ) bertemu dengan seorang nelayan yang sedang memancing, setelah ditanyakan kenapa memancing jawabnya untuk makan nanti pada saat berbuka puasa, mendengar itu santri tersebut langsung memberikan semua perbekalannya kepada orang tersebut ( yang ternyata di ketahui adalah malaikat, menurut Guru kami ). Nah, malamnya santri tersebut menjumpai LAILATUL QODAR .

adapun Wirid nya sbb :

selama bulan RAJAB pada masa QOBATUL TAUBATAN NASYUHA, baca ” ASTAGHFIRULLAH HAL AZHIEM ALLADZI LAAILAHAILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM ” ( 7 x atau 77 X atau 700 x sesempatnya anda ) diwiridkan setelah sholat WIITIR TARAWIH.

selama bulan RUWAH pada masa AQOBATUL ZUHUD melanggengkan bacaan sbb : ” HASBUNALLAHU WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WA NI’MAN NASHIR ” ” 4444 X pada tengah malam.selama masa BERPUASA SUNNAH yang 3 hari tersebut.

selama bulan RAMADHAN untuk tahapan AQOBATUL SIRRI , tidak ada wiridan atau zikir yang harus dijalankan. Namun jika ada wiridan sndiri tidak apa apa, digunakan saja.Yang berlaku dalam tahapan ini adalah KHOTIR atau gerak hati, menggali rahasia rahasia hati kita, menciptakan dan merealisasikan rasa simpati dan EMPATHI kepada sesama, ITULAH aktifitas sehari harinya sampai pada didapatkannya LAILATUL QADAR seperti yang diharapkan.

Demikian sekelumit ulasan yang kami rasa tepat diposting dalam bulan Ramadhan ini. ( Semoga Ki Wong Alus menampilkannya secepatnya ) . Semoga bermanfaat pada semua nya dan Mohon maaf atas segala kekurangannya. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Hormat saya,

Ki Guna Cirebon
NB : ( tentang penjelasan mengenai LAILAUL QODAR serta pengalaman menemui Lailatul Qadar dari Guru / sesama pelaku riyadhoh akan kami babarkan lewat email bagi yang menghendakinya). @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW


Yth, Redaksi KWA, juga para sedulur KWA….

Perkenalkan Saya Santo Sutawijaya, Rasanya saya blum afdol klo blum kasih artikel buat ngisi blog ini… Kalo berkenan ya dimasukin, klo nggak ngih monggo mboten nopo2 hehe…
Salam sungkem kangge sederek2 KWA..

DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW

♥ Bismillahirrahmaanirrahiim ♥

Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, ” Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur’an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku”

Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala.

Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, ” Rasululloh akan meninggalkan kita semua” keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah rasululloh masih tertutup. Di dalamnya rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, “bolehkah saya masuk?’
tanyanya.

Fatimah tak mengijinkan masuk. “Maafkan ayahku sedang demam.”

Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya, “siapakah itu wahai anakku” “Tak taulah ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.

Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang mengetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak di kenangnya.

” Ketahuilah. Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikul maut” kata rasululloh. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.

Ketika malaikat maut datang mendekat, rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. Kemudian di panggilah jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah” tanya rasul dengan suara yang teramat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka. para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Ternyata itu tidak membuat rasul lega. Matanya masih penuh gambaran kecemasan.

” Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya jibril.

” Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

” Jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepada ku, Ku haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya” kata jibril.

Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh rasululloh di tarik. Nampak sekujur tubuh rasul bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini” rasululloh mengaduh lirih. Fatimah terpejam. Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya rasululloh pada malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah di renggut ajal,” kata Jibril. Kemudian terdengar rasul memekik karena sakit yang tak tertahankan. “Ya Allah, dasyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”.

Badan rasul mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, ” Uushikum bis shalati, wa maa malakat aymanukum. Peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu”

Di luar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinga di bibir rasul yang mulai kebiruan, ” Ummatii…, ummatii…., ummatii…,”

Berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi.”
Wallahu a’lam.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 33 Komentar

DUA EMAIL MOHON BANTUAN


Redaksi menerima dua email mohon bantuan dari dua sedulur. Berikut email tersebut:
DIDUGA KERASUKAN JIN

dari choerul imam
yukenz@ymail.com

Assalamu’alaikum… wr.wb salam kenal buat anggota kwa.. dan khususnya buat ki wong alus yang saya hormati, smoga selalu di berkahi allah swt. Amin langsung saja saya utarakan niat mengirim email ini, bahwasannya saya ingin meminta bantuan para sepuh skalian agar saudara saya yang bernama :

Asep saepudin anak dari ibu wasirih dan bapak gunawan

bisa kembali normal dan hidup sebagai mesti anak” seusianya ….

ceritanya begini ki…. tepatnya kira kira sore jum’at tanggal 19 juli 2012 anak itu di ajak mengebor air di sawah,, dan menurut cerita dari orang kawasan itu angker, sepulang dari sawah pada malam hari anak tersebut mulai menampakan perilaku aneh, seperti berbicara sendiri atau sering di bilang kesurupan.. lebih parah lagi sudah ada skitar 5 paranormal yang bilang tidak bisa mengatasinya.. sampai saat ini keadaan anak tersebut sngat memperihatinkan, terlebih saya kasihan terhadap orang tua anak tersebut..
sudi kiranya para sepuh agar bisa menolong sodara saya yang terkena ganggguan jin tersebut dengan sangat. sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kata – kata yang salah dalam tulisan ini..

assalamu’alaikum … wr.wb

@@@
KEHILANGAN KOMPUTER
r.syahreza@gmail.com

Bismillahirrohmanirrohiim.. Assalamu alaikum ki… saya mohon maaf sebelumnya dan mengucapakan banyak terima kasih aki menyempatkan membaca email saya..

saya tinggal kost di bandung di daerah sukamulya. sekitar hari kamis kemarin sebelum bulan Puasa yaitu tanggal 19 July 2012, sepulang kerja kamar kostan saya telah kemasukan maling… anehnya kamar kostan saya itu masih terkunci dan pencuri itu mengunci kembali pintu kamar saya..tidak ada saksi yg jelas mengetahui siapa yg memasuki kamar saya… komputer dan TV yg baru saya beli baru 2 minggu itu hilang diambil pencuri tanpa meninggalkan jejak kerusakan di kunci pintu sedikitpun..

saya pernah bertanya kepada orang yg katanya bisa menerawang tapi hanya sebatas diberitahu bahwa yg mencuri ngga jauh dari sekitar kostan saya.. mohon maaf sebelumnya, saya sangat berterima kasih dan saaaangat-sangat berterima kasih seumpama aki mau membantu saya…. siapakah orang berani yg memasuki kamar kostan saya dan mengambil barang yg bukan hak miliknya itu?
jika memungkinkan, semoga orang tersebut sadar dan rela mengembalikan barang yg bukan haknya tersebut kepada saya..
semoga Alloh senantiasa memberikan hidayah dan hikmah, baik kepada mereka yg mencuri, begitu juga untuk saya.. Insya Alloh.. Amin Ya Alloh..

Sangat di tunggu kabar baiknya ya ki…
Terima Kasih dan Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb…

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 20 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.