ROTIB AL ATHTHAS


===Sangat disayangkan bila untaian doa-doa mustajabah yang luar biasa dari Rotib Al Athtas ini terlewatkan dari wawasan kita. Selamat membaca dan semoga mendapatkan barokah++=== salam.

AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM

BISMILLAHIR-ROHMAANIR-RAHIIM. ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIINA HAMDAN YUWAFII NI’MAHU WAYUKAAFII MAZIDAHU, YAA RABBANA LAKAL HAMDU KAMAA YANBAGHI LIJALAALI WAJHIKA WALI’AZHIIMI SULTHAANIK, AL-FAATIHAH ILAA HADHRATI HABIIBINA WA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW. WA MAN WALAHU, ILAA RUUHI SAYIDINA AL-HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN AL-ATHTHAS SHAAHIBU RATIB, WA SYAIKH ALI BIN ABDULLAH AL-BAROS WA USHULIHIM WA FURU’IHIM, INNA ALLAHA YATAGHASYSYAHUM BIR-RAHMATI WAL MAGHFIRATI AL-FAATIHAH…..

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat-nikmat-Nya, Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimana layaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Al-Fatihah untuk kehadirat Tuanku, kekasih kami, dan pemberi syafa’at kami, pemimpin kami, Baginda Nabi Muhammad SAW dan keluarga, sahabat orang yang mengikutinya, dan ruhnya sayidina Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas penyusun ratib ini , dan syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros serta asal usul dan keturunan mereka, sesungguhnya Allah akan menolong mereka dengan rahmat dan ampunan, Al-Fatihah……

LAU ANZALNAA HAADZAL QUR’AANA ‘ALAA JABALIN LARAITAHU KHAASYI’AN MUTASHADDI’AN MIN KHASY-YATILLAAHI WATILKAL AMTSAALU NADHRIBUHAA LINNAASI LA’ALLAHUM YATAKKAFARUUN. HUWALLAHUL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWA ‘AALIMUL GHAIBI WASY-SYAHAADATI HUWAR RAHMAANUR RAHIIMU. HUWALLAAHUL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL MALIKUL QUDDUUSUS SALAAMUL MU’MINUL MUHAIMINUL ‘AZIIZUL JABBARUL MUKABBIRU SUBHAANALLAAHI ‘AMMAA YUSYRIKUUNA. HUWALLAAHUL KHAALIQUL BAARI-UL MUSHAWWIRU LAHUL ASMAA-UL HUSNA YUSABBIHU LAHUU MAA FIS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA HUWAL ‘AZIIZUL HAKIIM.

A’UUDZU BILLAHIS SAMII’IL ‘ALIIMI MINASYAITHAANIR RAJIIM (3X)
“Aku berlindung pada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk” (3x)

A’UUDZU BIKALIMAATILLAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ (3X)
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan-Nya” 3x

BISMILLAAHIL LADZIY LAA YADHURRU MA’ASMIHII SYAI-UN FIL ARDHI WALAA FIS SAMAA’II WAHUWAS SAMII’UL ‘ALIIM. (3X)
“Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM WA LAHAWLAA WA LAQUWWATA ILLAA BILLAAHI ‘AALIYYIL ‘AZHIIM. (10X)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan tiada kekuatan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”(10x)

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM (3X)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”(3x)

BISMILLAAHI TAHASHSHANNAA BILLAHI BISMILLAAHI TAWAKKALNA ‘ALAALLAH (3X)
“Dengan nama Allah aku berlindung dengan Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri pada Allah”(3x)

BISMILLAHI AAMANNAABILLAAHI WA MAN YU’MIN BILLAAHI LAKHAUFUN ‘ALAYHI (3X)
“Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Barangsiapa beriman kepada Allah maka tiada takut baginya”(3x)

SUBHANALLAHI ‘AZALLAHU SUBHANALLAHI JALLALLAAHU
“Maha suci Allah, Maha Mulia Allah, Maha suci Allah Maha Agung Allah”(3x)

SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHII SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIM (3X)
“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” (3x)

SUBHANANALLAAHI WALHAMDULILLAAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHA WALLAAHU AKBAR (4X)
“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” (4x)

YAA LATHIIFAN BI KHALQIH, YAA ‘AALIMAN BI KHALQIH, YAA KHABIIRAN BI KHALQIH, ULTHUF BINA YA LATHIIFU, YA ‘ALIIMU, YA KHABIIR 3X
“Yang Maha Lembut terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengetahui terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengamati terhadap makhlukNYA, berlemah lembutlah kepada kami Yang Maha Lembut, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengamati” 3x

LAA ILAHA ILLAALLAHU (40/70/100X) MUHAMMADUR RASULULLAAH
“Tiada yang wajib disembah selain Allah (40/70/100x) Muhammad adalah rasul Allah”

HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIIL (7X)
Bagi kami cukup Allah sebagai pelindung kami dan Dia adalah sebaik-baiknya Penolong

ALLAHUMM SHALLI ‘ALAA MUHAMMADIN, ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAIHI WASSALLIM (11X)
“Wahai Tuhan kami, berilah shalawat/rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad, Ya Tuhan Kami berilah shalawat/rahmat-Mu kepadanya dan kesejahteraan-Mu.” 11x

ASTAGHFIRULLAHI (11X)
“Aku mohon ampunan Allah” (11x)

TA’IBU ‘ILAALLAAHU (3X)
Semoga aku termasuk golongan orang yang taubat kepad Allah

YA ALLAH BIHA, YA ALLAH BIHA, YA ALLAHU BI HUSNIL KHATIMAH 3X
“Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah karuniailah kami husnul khatimah (akhir hayat yang baik)” 3x

GHUFRAANAKA RABBANAA WA ILAIKAL MASHIIR.
LAA YUKALLIFULLAAHU NAFSAN ILLA WUS’AHAA LAHAA MAA KASABAT WA’ALAIHAA MAKTASABAT, RABBANA LAA TU-AAKHIDZNAA IN NASIINAA AU AKHTHA’NAA RABBANAA WALAA TAHMIL ‘ALAINAA ISHRAN KAMAA HAMALTAHUU ‘ALAL LADZIINA MIN QABLINAA RABBANAA WALAA TUHAMMILNAA MAA LAA THAAQATA LANAA BIH, WA’FU’ANNA WAGHFIRLANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHURNAA ‘ALAL QAUMIL KAAFIRIIN.

“ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepadaMu-lah kami kembali.
Allah tidak membebani seseorang melainkan lebih dari kemampuannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya (mereka berdo’a) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada oramg-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami janganlah pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.”

AL-FATIHAH ILAA HADHRATI RUUHI SAYYIDINA WA HABIIBINA WA SYAFI”INA WA MAULANA MUSTHAFA MUHAMMAD BIN ABDULLAH SAW WA AALIHI WA ASHAABIHI WA DZURRIYAATIHI WA AHLI BAITIHIIM AJMAA’IN. INNALLAAHA YUKLII DARAJAATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UNAA BIASRAARIHIM WA ANWAARIHIM WA ‘ULUUMIHIM WA SYAFA’ATIHIM WA BIHURMATIHIM FID DIIN WA DUNYAA WAL AKHIRAATI WAYAJ ’ALUUNAA MIN HIZBIHIM WA YARZUQUUNA MAHABBATAHUM WA YATAWAFFANAA ‘ALAA MILLATIHIM WA YAHSYARNAA FII ZUMRATIHIM. SYAILI-LLAAHI LAHUM AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada hadirat penghulu kami, kecintaan kami dan pemberi syafaat kami, Rasullullah Muhammad bin Abdillah SAW, juga kepada keluarganya, sahabat – sahabatnya, istri – istri nya dan anak cucu nya, dengan harapan semoga Allah meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Rahasia mereka, cahaya mereka dan ilmu mereka dalam urusan agama dan dunia, dan semoga Allah menjadikan kami termasuk golongan mereka, dan mengaruniai kami kecintaan terhadap mereka, serta mewafatkan kami atas agama mereka dan membangkitkan kami dalam barisan mereka. Al Fatihah semoga Allah memberikan pahala kepada kamu sekalian.”

AL-FATIHAH ILAA HADHRATI RUUHI SAYYIDINA AHMAD BIN ISA AL-MUHAJIR WA SAYIDINA AL-FAQIH AL-MUQADDAM MUHAMMAD BIN ALI BA’ALAWY WA SAYIIDIL AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD AS-SEQAFF, WA USHUULIHIM WA FURUU’IHIM WA AHLI SILSILAATIHIM WAL AKHIDZIINA MINHUM WAL JAMI’I SADATINA ALII BA’ALAWY WA DZAWIIL HUQUUQI ‘ALAYHIM ‘AJMA’IIN. INNALLAAHA YAGHFIRULLAHUM WA YARHAMHUM WA YUKLII DARAJAATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UNAA BI BARAKATIHIM WA ASRAARIHIM WA ANWAARIHIM WA ‘ULUUMIHIM WA SYAFA’ATIHIM WA BIHURMATIHIM FID DIIN WA DUNYAA WAL AKHIRAATI. SYAILI-LLAAHI LAHUM AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan kepada ruh Sayyidinal Imam al Mujahir Ilallah, Ahmad bin Isa, dan kepada ruh Al Fagihil Muqaddam bin Ali Ba Alawy juga kepada nenek moyang dan anak cucu keduanya, semua dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka serta meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Asror mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah”

KHUSHUSHAN AL-FATIHAH ILAA HADHRATI RUUHI SAYYIDINA WA HABIBINA WA BARAKATINA SHAHIBI RATIB QUTHBI ANFAS AL-HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN AL-ATHTHAS TSUMMA ILAA RUUHI SYAIKH ALI BIN ABDULLAH AL-BAROS, WA USHUULIHIM WA FURUU’IHIM WA AHLI SILSILAATIHIM WAL AKHIDZIINA MINHUM, INNALLAHA YAGHFIRULLAHUM WA YARHAMHUM WA YUKLII DARAAJATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UUNAA BI BARAKAATIHIM, WA ASRAARIHIM, WA ANWAARIHIM, WA ‘ULUMIHIM, WA NAFAKHATIHIM FII DIIN WA DUN-YAA WAL AKHIRAAT, SYAI-UN LILLAAHI LAHUM. AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al-Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada ruh penyusun ratib ini, sayyidina wa habiibina wali penolong, wali qutub yang utama, al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas juga kepada ruh Syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros, juga kepada nenek moyangnya, anak cucu mereka dan orang – orang yang mempunyai hak atas mereka semuanya, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kami dengan berkah mereka,Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka juga semangat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat, Al Fatihah.”

AL-FATIHAH ILLAA HADHRATI JAMI’IL AULIYA TA’ALA WA SHALIHIINA WAL IMMATIR-RASYIDIINA WAL ULAMA’I AMIILIIN, WA ILLAA HADHRATI WALIDIINA WA MASYAIKHINA WA MU’ALLIMIINA WA DZAWIIL HUQUUQI ‘ALAINAA AJMA’IN. TSUMMA ILLAA HADHRATI JAMII’IL MUKMINIINA WAL MUKMINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYAA’I WAL AMWAAT. INNALLAHA YAGHFIRULLAHUM WA YARHAMHUM WA YUKLII DARAAJATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UUNAA WA BARAKAATIHIM, WA ANWAARIHIM, WA ASRAARIHIM, WA ‘ULUUMIHIM FID DIIN WA DUNYAA WAL AKHIRAATI. SYAILI-LLAAHI LAHUM AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada arwah para aulia, orang – orang yang saleh dan pemimpin yang adil. Kemudian kepada arwah orang tua kami, guru – guru kami, mereka yang telah mengajar kepada kami, serta mereka yang mempunyai atas kami semuanya. Kemudian kepada arwah mukminin, mukminat, dan muslimin, muslimat, penduduk negeri ini, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kami dari Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah.”

AL-FATIHAH BINIYYATIL QABUULI WA WUSHUULI WA HUSHULI TAMAMI KULLI SU’LIN WA MA’MUUL WA SHALAHISY-SYAANI ZHAHIRAAN WA BATHINAN FI DIIN WA DUNYA WAL AKHIRAT DAFI’ATAN LIKULLI SYARRIN JALIBATAN LIKULLI KHAIRIN LANA WALIDIINA WALI’AWLADINA WA ‘AHBAABINAA WA MASYAIKHINAA FID-DIINI MA’AL LUTHFI WAL ‘AAFIAH WA’ALAA NIYYATIN YUNAWWIRU QULUUBANA WA QUWWALIBANAA MA’AT TUQAA WAL HUDAA WAL’AFAAFA WAL MAUTI ‘ALAA DIINIL ISLAM WAL IIMAN BILAA MIHNATIN WA LAA IMTIHAANIN BI HAQQI SAYYIDINAA WALADI ‘ADNAAN WA LIKULLI NIYYATIN SHAALIHATIN WA ILLA HADHRATIL HABIIB MUSTHAFA MAULANA SAYIDINA MUHAMMAD SHALLALLAAHU ALAIHI WA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLAMA. AL-FATIHAH……

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga bacaan kami diterima dan sampai kepada Allah serta dapat mencapai semua yang dicita – citakan, mendapat perbaikan keadaan lahir dan batin dalam urusan agama, dunia dan akhirat, serta menolak semua kejahatan dan mendatangkan semua kebaikan, bagi kami, orang tua kami, orang – orang yang kami cintai, guru – guru kami dalam agama, disertai kelembutan dan kesejahteraan. Dan dengan niat semoga Allah menerangi kalbu dan sanubari kami dengan cahaya takwa, petunjuk dan penjauhan diri dari keinginan – keinginan hina, dan meninggal dunia dalam keadaan memeluk Islam dan iman, tanpa disertai bencana dan cobaan, berkat kemuliaan putra Adnan (Rasullullah) , mengumpulkan semua niat yang baik dan bertambah – tambah cinta kepada sayyidina Nabi Muhammad SAW wa shohbihi wa sallam, Al Fatihah.”

BISMILLAHIR-ROHMAANIR-RAHIIM.ALHAMDULILLAHIR-RABBIL-‘ALAAMIN.
AR-RAHMAANIR-RAHIIM (3X)
ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIINA HAMDAN YUWAFII NI’MAHU WAYUKAAFII MAZIDAHU, YAA RABBANA LAKAL HAMDU KAMAA YANBAGHI LIJALAALI WAJHIKA WALI’AZHIIMI SULTHAANIK
SUBHAANAKA LAA NUHSII TSANAA-AN ‘ALAIKA ANTA KAMA ATSNAITA’ALAA NAFSIKA FALAKAL HAMDU HATTA TARDLAA WA LAKAL HAMDU IDZAA RADLIITA WA LAKAL HAMDU BA’DAR RIDLAA.
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL AWAALIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL AAKHIRIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIN-NABIYYIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL MURSALIIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL MALA ILLA YAUMID-DIIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FII KULLI WAQTIN WAHIIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN HATTA TARITSAL ARDLA WAMAN ‘ALAIHAA WA ANTA KHAIRUL WAARITSIINA.
ALLAAHUMMA INNAA NASTAHFIDHUKA WA NASTAUDI’UKA DIINANAA WA ANFUSANAA WA AHLANAA WA AULAADANA WA MASYAIKHINA WA AMWALAANA WA KULLA SYAI’IN A’THAITANAA.
ALLAHUMMAJ’ALNAA FII KANAFIKA WA AMAANIKA WA JIWAARIKA WA ‘IYAADZIKA MIN KULLI SYAITHAANIN MARIIDIN WA JABBARIN ‘ANIIDIN WA DZII’AININ WA DZII BAGHYIN WA MIN SYARRI KULLI DZII SYARRIN INNAKA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QODIIR.
ALLAHUMMA JAMMILNAA BIL’AAFIYATI WAS SALAAMAATI WA HAQIQNAA BIT TAQWAA WAL ISTIQAMAATI WA A’IDZNAA MIN MUUJIBAATI NADAMATI FIL-HALI WAL MAALI INNAKA SAMII’UD DU’AAI.
ALLAHUMAGHFIRLANA WA LIWALIDIINA WA LI AWLADIINA WA MASYAIKHINA WA LII IKHWANINAA FID DIINI WA LI ASHABIINA WA ‘AHBAABINAA WA LIMAN AHABBANAA FIIKA WALIMAN AHSANA ILAINA WA MU’ALIMIINA FID-DIIN WA DZAWIIL HUQUUQI ‘ALAINAA AJMA’IN WA LIL JAMII’IL MUKMINIINA WAL MUKMINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYAA’I WAL AMWAAT INNAKA ALLA KULLI SYAI’IN QADIIR YAA RABBAL ‘ALAAMIIN.
WA SHALLI ALLAHUMMA BIJAMALIKA WA JALALIKA ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHI AJMA’IN.
ALLAHUMMAR-ZUQNAA KAMAA LAL MUTABA’ATI LAHU ZHAHIRAN WA BATHINAN BIL ‘AFIYAATA WAL SALAMAH YAA ARHAMAR-RAHIIMIIN
SUBHAANAKA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMA YASHIFUUNA WASALAMUN ‘ALAL MURSALIINA WAL HAMDULILLAHI RABBIL’AALAMIIN.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat – nikmat Nya.
Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimana layaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Maha Suci Engkau kami tidak mampu menghinggakan sanjungan kepada Mu, sebagaimana Engkau telah menyanjung diri Mu sendiri.Bagi Mu lah segala pujian hingga Engkau Ridho, bagi Mu lah segala pujian jika Engkau Ridha, dan bagi Mu lah segala pujian sesudah Engkau ridha.
Ya Allah limpahkanlah segala shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad, di kalangan orang – orang permulaan; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad dikalangan orang – orang kemudian ; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad di setiap waktu dan saat ; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad di kalangan malaikat hingga hari kiamat ; dan limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad hingga Engkau warisi bumi dan siapa – siapa yang ada di atasnya, sedang Engkau adalah sebaik – baik pemberi warisan.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan-MU dan kami titipkan kepadaMU agama, diri, keluarga, anak-anak, harta, dan segala sesuatu yang telah Kau berikan kepada kami.
Ya Allah jadikanlah kami selalu di bawah pengawasan, keamanan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang terkutuk, pengusa-pengusa yang keji, dari orang-orang yang berbuat aniaya dan dzalim dan dari segala sesuatu yang bersifat jahat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas penentu segala sesuatu.
Ya Allah, tetapkanlah diri kami dengan kesehatan dan keselamatan, yakinlah diri kami dengan takwa dan istiqomah dan hindarkanlah kami dari penyebab-penyebab penyesalan, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Segala doa.
Ya Allah ampunilah segala dosa kami semua, anak cucu keturunan kami, guru-guru kami, kedua orang tua kami, istri/suami kami kakek-nenek kami, keluarga kami, saudara-saudara kami, sanak kerabat kami, orang-orang dirumah kami, sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami dan kecintaan kami karena Allah, orang-orang yang berbuat baik kepada kami, orang-orang yang mengajarkan agama kepada kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, serta seluruh kaum muslimin muslimat wal mukminin mukminat.
Limpahkanlah shalawat ya Allah dengan keindahan dan keagunganMu atas junjungan kami Muhammad dan atas keluarganya dan semua sahabat-sahabatnya.
Ya Allah limpahkanlah/anugrahkan selalu kesempurnaan rezeki kepada kami untuk menjadi pengikutnya yang baik; lahir dan batin, dalam keadaan sejahtera dan selamat atas rahmat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan keutamaan ayat : Maha Suci Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari apa yang disifatkan oleh orang orang kafir, dan sejahtera atas sekalian Rasul dan segala puji bagi Allah yang mempunyai alam semesta ini.”
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 25 Komentar

SHOLAWAT SULTHON


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَحْمَةِ الله
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ فَضْلِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ خَلْقِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا فِى عِلْمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَرَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ حُرُوْفِ كَلاَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَلِمَاتِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ قَطْرِ اْلاَمْطَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ وَرَقِ اْلاَشْجَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَمْلِ اْلقِفَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اْلحُبُوبِ وَ اْلثِمَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا اَظْلَمَ عَلَيْهِ اللَّيْلِ وَ اَشْرَقَ عَلَيْهِ النَّهَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اَنْفَاسِ اْلخَلْقِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ لُجُُوْمِ السَمَوَاتَََِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ كُلٍَّ شَىْءٍ فِى الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ
وَصَلَوَاتُ اللهِ وَ مَلاَءِكَتَهُ وَ اَنْبِيَاءِهِ وَ رُسُلِهِ وَ جَمِيْعِ خَلْقِهِ عَلَى سَيِّدِ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اِمَامِ اْلمُتَّقِيْنَ
وَ قَاءِدِ غُرِّ اْلمُحَجِّلِيْنَ وَ شَفِيْعِ اْلمُذْنِبِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اصْحَابِهِ وَ اَزْوَاجِهِ
وَ ذُرِّيَتِهِ وَ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ اْلاَءِمَّةِ اْلمَضِيِّيْنَ وَ اْلمَشَاءِخِ اْلمُتَقَدِّمِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ
وَ اَهْلِ طَاعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ مِنْ اَهْلِ السَّمَوَاتِ وَ اْلاَرَضِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
وَ يَا اَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ

 

Bismillahirrahmanirrahim.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI RAHMATILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI FADHLILLAH
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KHOLQILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAA FI ILMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KAROMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI HURUFI KALAMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KALIMATILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI QOTHRIL AMTHOR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI WAROQIL ASY,JAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI ROMLIL QIFAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI HUBUBI WA TSIMAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAA ADHLAMA ALAIHIL LAIL W ASYROQ ALAIHIN NAHAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAN SHOLA ALAIH
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAN LAM YUSHOLLI ALAIH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI ANFASIL KHOLQ.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI NUJUMIS SAMAAWAT.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KULLI SAIY,IN FID DUNY WAL AKHIRAH.
SHOLAWATULLAHI WA MALAIKATIHI WA ANBIYAIHI WA RUSULHI WA JAMI’I KHOLQIHI ALA SAYYISIL MURSALIM WA IMAMIL MUTTAQIN WA QOIDIL GHURIL MUHAJJALIN WA SYAFI’IL MUDZNIBIIN SAYYIIDINA MUHAMMADIN WA ALAA ALIHI WA SHAABIHI WA AZWAJIHI WA DZURRIYATIHI WA AHLI BAITIHI WAL A,IMMATIL MAADHIYYIN WA MASYAIKHIL MUTAQODDIMIN WA SHUHADA’I WAS SHOLIHIN WA AHLI THOATIKA AJMAIN MIN AHLI SAMAAWATI WAL ARDHIYN BI ROHMATIKA YA ARHAMARROHIMIN WA YAA AKROMAL AKROMIN WALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMAIN WA SHOLLA ALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMADIN WA ALAA ALAHIH WA SHOHBIHI WA SALLAM..

“Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah rahmatnya Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah keutamaan dari Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah ciptaan Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa-apa yang ada dalam pengetahuan Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kemuliaan dari Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah huruf Kalamullah (Kitab-Kitab Allah).
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kalimat Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak tetesan air hujan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah daun-daun pepohonan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah butir pasir di gurun.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah biji-bijian dan buah-buahan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah yang dinaungi kegelapan malam dan diterangi oleh benderang siang.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang telah bershalawat kepadanya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang belum bershalawat kepadanya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah napas-napas makhluk ciptaan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa yang ada di seluruh langit.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah tiap-tiap sesuatu yang ada di dalam dunia dan akhirat.
Dan segenap shalawat dari Allah beserta para malaikat-Nya, dan para Nabi-Nya, dan para Rasul-Nya, dan seluruh ciptaan-Nya, semoga tercurah atas junjungan para Rasul, pemimpin orang-orang yang bertaqwa, pemuka para ahli surga, pemberi syafa’at orang-orang yang berdosa, Nabi Muhammad dan juga atas keluarganya, para sahabatnya, istri-istrinya, keturunannya, ahli baitnya, para pemimpin yang telah lampau, para guru yang terdahulu, para syuhada dan orang-orang soleh, dan yang senantiasa taat kepada Allah seluruhnya, dari penghuni bumi dan langit, dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang, dan Engkau Yang Maha Mulia dari semua yang mulia, segala pujian bagi Allah Tuhan alam semesta. Dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.”

 

Ada seorang Sulthon (Raja) yang bernama Sulthon Mahmud Al Ghaznawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW. Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya. Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya.
Namun sang raja yang ditunggu-tunggu tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya. Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.
Di dalam mimpinya, Rasulullah SAW bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar? Sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka.” Raja menjawab, “Saya duduk berlama-lama begitu, tak lain karena saya membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan saya berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawat saya selesai.”
Rasulullah SAW lalu berkata, “Kalau begitu kasihan orang-orang yang punya keperluan dan orang-orang lemah yang memerlukan perhatianmu. Sekarang aku akan ajarkan kepadamu shalawat yang apabila kamu baca sekali saja, maka nilai pahalanya sama dengan bacaan 100.000 kali shalawat. Jadi kalau kamu baca tiga kali, pahalanya sama dengan 300.000 kali shalawat yang kamu baca.” Rasulullah SAW lalu membacakan lafazh shalawat yang kemudian dikenal dengan nama shalawat sulthon.
Akhirnya, raja Mahmud lalu mengikuti anjuran Rasulullah SAW tersebut, yaitu membaca shalawat tadi sebanyak “TIGA KALI”.
Dengan cara demikian,shalawat dapat beliau baca dan urusan negara dapat dijalankan dengan sempurna.
Setelah beberapa waktu mengamalkan shalawat itu, raja kembali bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Apa yang kamu lakukan, sehingga malaikat kewalahan menuliskan pahala amalmu?” Raja menjawab, “Saya tidak mengamalkan sesuatu, kecuali mengamalkan shalawat yang anda ajarkan kepada saya itu.”

semoga ada manfaatnya.

============================

G2K
xpujanggamaya@gmail.com

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 61 Komentar

===MENJADI MAGNET PENARIK BENDA-BENDA PUSAKA (KERIS, AKIK, UANG KUNO DAN LAIN-LAIN.)====


Dari banyaknya amalan penarikan benda goib yang ada diblog KWA, ada satu cara yang terselip di antara sekian ribu artikel, yang menurut saya cukup mudah dipraktekkan yaitu cara berikut ini. (mohon maaf, siapa yang dulu pernah punya amalan ini)

AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM 21 X Tahan nafas

ASTAGHFIRULLOHALADZIM 7 X Tahan nafas

ASYHADUANLA ILAHA ILALLAH WAASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH 7 X Tahan nafas

ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WAALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD 7 X Tahan nafas

LAHAWLA WALA QUUWATA ILA BILLAHILALIYYIL ADHIM 7 X Tahan nafas

ALLAHU AKBAR 21X Tahan nafas

Baca Kunci amalan ini.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM. KAF HA YA ‘AIN SHOD.HA MIM ‘AIN SIN QOF.QUWMITU WA QUWMITU 3 X Tahan nafas

Telapak kedua tangan arahkan lurus ke depan dan tarik kearah tubuh kita sambil mengucap ALLOHU AKBAR sebanyak mungkin sampai pusaka ada didepan kita.

NB: Dalam prakteknya, akan lebih mudah menarik benda goib bila kita mencari tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang, seperti sungai, kamar yg jarang dimasuki orang atau tempat gelap. Biasanya kita tidak tahu secara pasti dimana benda goib itu berada sehingga perlu dicoba di beberapa tempat. Kalau tempat itu ada benda pusakanya, akan ketarik dengan amalan ini. Dalam beberapa kasus benda itu seperti dilemparkan ke arah kita meskipun tidak sampai kena tubuh. Pada kasus yang lain benda itu tiba-tiba tertangkap tangan kita. Bila nafas tidak kuat, segera bernafas lalu tahan lagi begitu seterusnya. Monggo dicoba atau dilatih sampai bisa menguasai ilmu ini. Ada baiknya energi magnet di tubuh eterik diperkuat dengan melakukan puasa-puasa dan laku tirakat. Ini juga untuk menghindari diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Silahkan dipilih yang menurut anda paling bagus. Bila anda sudah pernah sekali saja berhasil melakukan penarikan, maka di lain waktu penarikan akan lebih mudah. Beda bila belum pernah sama sekali. Nuwun. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 567 Komentar

ROTIB AL KUBRO


Disusun oleh Habib Thaha bin Hasan bin Yahya Ba’Alawy

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Al-Fatihah…

Huwallaahul-ladzii laa ilaaha illaa huwa `alimul ghaybi wasy-syahadati huwar rahmaanur rahiim.
Huwallaahul-ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu’minul muhayminul `aziizul jabbarul mutakabbir, subhaanalaahi `amma yusyrikuun.
Huwallahul khaliqu bari-ul mushawwiru lahul-asmaul-husna, yu sabbihuu lahu maa fis samaawaati wal ardhi wa huwal `azizul hakiim.

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum La ta’khudzuhu sinatun walaa nawm. Lahu maa fis-samawati wama fil-ardh. Man dzalladzii yasyfa’u `indahu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa bayna aydihim wama khalfahum wala yu hiithuuna bisyay-in min ‘ilmihi illaa bima syaa-a. Wasi`a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa yauuduhu hifzhuhumaa wahuwal –‘aliyyul `azhiim.

Sabbahaa lillaahi maa fis-samaawaati wamaa fil ardhi wahuwal `aziizul hakiim.

Lahu mulkus samaawaati wal ardhi, yuhyii wa yumiitu wa huwa `ala kulli syay-in qadiir.

Huwal awwalu wal aakhiru wazh-zhaahiru wal baathinu wahuwa bikulli syay-in ‘aliim.

Huwalladzii khalaqas samaawaati wal ardha fii sittati ayyaamin tsummastawaa ‘alal `arsy. Ya `lamu maa yaliju fil ardhi wamaa yakhruju minhaa wamaa yanzilu minas samaa’i wamaa ya`ruju fihaa wa huwa ma`akum aynamaa kuntum wallaahu bima ta’maluuna bashiir.

Lahu mulkus samaawaati wal ardhi wa ilallaahi wa turja`ul umuur.

Yuulijul layla fin-nahaari wa yuulijun nahaara fil layli wa huwa `aliimun bidzaatish-shuduur.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillaahilladzii khalaqas samaawaati wal ardha wa ja’alazh-zhulumaati wan nuur. Tsummal-ladziina kafaruu birabbihim ya`diluun. Huwalladzii khalaqakum min thiinin tsumma qadlaa ajalan, wa ajalun musamma `indahu tsumma antum tamtaruun.

Wa huwallaahu fis samaawaati wa fiil ardhi ya’lamu sirrakum wa jahrakum wa ya’lamu maa taksibuun.

Laqad jaa-akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun `alaihi maa `anittum hariishun `alaykum bil mu’miniina rauufun rahiim.

Fa’in tawallaw faqul hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alayhi tawakkaltu wahuwa rabbul `arsyil ‘azhiim.

Allahumma innii ash-bahtu wa amsaytu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaaikatika wa jami`i khalqika annaka antallahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariikalaka wa anna sayyidanaa Muhammadan shallallaahu `alayhi wa sallama `abduka wa rasuuluka.

Allahu nuurus samaawaati wal ardhi matsalu nuurihi kamisykaatin fihaa mishbaah, al-mishbahu fii zujaajah, azzujaajatu ka-annahaa kawkabun durriyyun yuuqadu min syajaratin mubaarakatin zaytuunatin laa syarqiyyatin walaa gharbiyyah. Yakaadu zaytuhaa yudhi-’u walaw lam tamsas-hu naar. Nuurun ‘alaa nuur, yandillaahu li nuurihi man yasyaa-u, wa yadhribullaahul amtsaala linnaasi wallaahu bikulli syay-in ‘aliim.

Subhanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallahu akbar. (3 x)

Subhanallaahi wa bihamdihi subhanallaahil `azhiim. (3 x)

Bismillahirrahmanirrahim.
Alam nasyrah laka shadrak. Wawadha`naa `anka wizrak.
Alladzii anqadha zhahraka.
Wa rafa`naa laka dzikrak.
Fainna ma’al `usri yusran inna ma’al `usri yusra.
Fa idzaa faraghta fanshab wa ilaa rabbika farghab.

Radhiina billaahi rabban wabil islaami dinaa wabi sayyidinaa Muhammadin shallalaahu ‘alaihi wasallama nabiyyan wa rasuula..(3 x)

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad. Kamaa shalayta ‘alaa sayyidina Ibraahim wa sayyidina Ibraahim, wabárik ’alaa sayyidinaa
Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad kamaa barakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahim wa sayyidinaa Ibraahim fil `aalamina innaka hamidun majid.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin `abdika wa nabiyyika wa rasuulikan nabiyyil ummiyyi wa `alaa alihi wa shahbihi wa sallim. (3 x)

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin, Allahumma shalli `alayhi wa sallim. (3 x)

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammadin `abdika wa nabiyyika wa rasulikan nabiyyil ummiyyi wa alihi wa shahbihi wa baarik wa sallim ‘adada maa `alimta wa zinata maa `alimta wa mil-a maa `alimta. (3 x)

Allahumma innii as-aluka bika an tu
shalliya ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa saaril anbiyaai wal mursalin wa ‘alaa alihim wa shahbihim ajma’in wa an taghfira li fiimaa madhaa wa tahfazhani fimaa baqiy. (3 x)

Laailaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Fastajabnaa lahu wanajjaynaahu minal ghammi, wa kadzaalika nunjil mu’miniin.

Walaw annahum idz zhalamuu anfusahum ja-uuka fastaghfarullaaha wastaghfara lahumur rasuulu lawajadullaaha tawwaaban rahiima.

Rabbaana laa tuzigh qulubanaa ba’da idz hadaytanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.

Rabbanaghfirlii wa liwaalidayya walil mu’miniina yawma yaquumul hisaab.

Rabbanaghfir lanaa wa li ikhwaani nalladziina sabaquuna bil iimaani walaa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanu rabbanaa innaka ra’uufur rahiim.

Ghufraanaka rabbanaa wa ilaykal mashiir. Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus`aha lahaa maa kasabat wa ‘alayhaa maktasabat rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil `alaynaa ishran kamaa hamaltahu `alalladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi wa`fu `annaa waghfir lanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa `alal qawmil kaafiriin.

Allahummaghfirlii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimaat al-ahyaai minhum wal amwaat. (3 x)

Allaahummaghfir ummata sayyidinaa Muhammad shallallaahu `alayhi wa aalihi wa sallam.
Allaahummarham ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu `alayhi wa aalihi wa sallam
Allaahuma ashlih ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu `alayhi wa aalihi wa sallam.
Allaahumastur ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu `alayhi wa aalihi wa sallam,
Allaahummajbur ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam.  (3 x)

Fain tawalaw faqul hasbiyallaahu la ilaha illaa huwa `alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil `azhiim. (7 x)

Hasbunallaah wa ni`mal wakil. (7 x)

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil `azhiim. (3 x)

Yaa hayyu yaa qayyuum bika astaghitsu laa ilaaha illaa anta. (3 x)

Yaa lathiif. (129 x)

Yaa ‘alliyyu yaa kabiiru yaa ‘aliimu yaa qadiiru yaa samii`u yaa bashiir ya lathiifu ya khabiir…(3 x)

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aali sayyidinaa Muhammadin wa bihaqqi sayyidinaa Muhammadin wa aali sayyidinaa Muhammadin an takfiyanaa syarra maa nakhaafu wa nahdzar. (3 x)

Yaa hafiizhu yaa nashiiru yaa wakiilu yaa Allaah. (3 x)

A’uuduzu bikalimaatillaahit tammaati min syarri maa khalaq. (3 x)

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syay-un fil ardhi walaa fis samaai wahuwas sami`ul ‘aliim. (3 x)

Hasbiyallaahu lidiinii, hasbiyallaahu limaa ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa `alayya, hasbiyallaahu liman hasadanii, hasbiyallaahu liman kaadanii bisuuin hasbiyallaahu `indal mawt, hasbiyallaahu `indal mas-alati fil qabri, hasbiyallaahu `indal mas-alati fil mizaan, hasbiyallaahu `indal hisaab, hasbiyallaahu Indash-shiraath, hasbiyallaahu laa ilaha illaa anta huwa ‘alayhi tawakkaltu wa ilayhi uniib.

Yaa dzal jalaali wal ikraam amitnaa ‘alaa diinil Islam. (7 x)

Allaahumma laa tukhzinii yawma yub`atsuun yawma laa yanfa`u maalun wala banuun illaa man atallaaha biqalbin saliim. (3 x)

Allaahumma innaa nas-aluka ridhaaka wal jannah wa na’uudzu bika min sakhathika wan naar. (3 x)

Yaa ‘alimas-sirri minnaa laa tahtikis sitra aannaa wa ‘aafina wa `fu ‘annaa wa kun lanaa haytsu kunnaa. (3 x)

Yaa Allaah bihaa yaa Allaah bihaa yaa Allaahu bihusnil khaatimah. (3 x)

Allaahummaf’al bii wa bihim ‘aajilan wa aajilan fid dini wad dunyaa wal aakhirah, maa antalahu ahlun walaa taf’al binaa yaa mawlaanaa maa nahnu lahu ahlun innaka ghafuurun haliimun jawwaadun kariimun rauufun rahiim. (3 x)

Yaa lathiifan bikhalqihi yaa ‘aaliiman bikhalqihi yaa khabiiran bikhalqihi ulthuf binaa yaa lathiif yaa ‘aliim yaa khabiir. (3 x)

Laa ilaaha illallaah almalikul haqqul mubiin. (10 x, 25 x, 50 x, atau 100 x)
Muhammadur Rasuulullah shadiqul wa’dil aamiin.

Shallallaahu ‘alayhi wa sallama fii kulli lamhatin wa nafasin ‘adada maa wasi’a ‘ilmullaah.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Mu
hammadin alladzii mala-at qalbuhu min jalaalika wa ‘aynuhu min jamaalika fa-ashbaha farhan wa suruuran muayyadan manshuuran wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim tasliiman katsiiran. Walhamdulillaahi ‘alaa dzaalik.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin bahri anwaarika wa ma’dini asraarika wa lisaani hujjatika wa ‘uruusyi mamlakatika wa imaama hadhratika wa thiraazi mulkika wa khazaa-ini rahmatika wa thariiqi syarrii’atika al-mutaladzdzi-dzi bitawhiidika insaani `aynil wujuud was-sababi fi kulli mawjuud, ayni a’yaani khalqika al-mutaqaddimi min nuuri dhiyaa-ika shalaatan taduumu bidawaamika wa tabqaa bibaqaaika, la muntahaa lahaa duuna ‘ilmika shalatan turdhiika wa turdhiihi wa tardhaa bihaa ‘annaa yaa rabbal ‘aalamiin.

Allaahumma shalli `alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatan takuunu laka bihaa ridhan walihaqqihi adaa-a. (3 x)

Allaahumma shalli ’alaa sayyidina Muhammadin shalaatan tahabu lanaa minhu akmalal imdaadi wa fawqal muraad fii darid dunyaa wafii daaril ma’aad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim wa baarik biqadri azhamati dzaatika ‘adada maa ‘alimta wa zinata maa ‘alimta wa mil-a maa `alimta. (1 x, 3 x, atau 10 x)

Allahumma shalli `alaa sayyidinaa Muhammadin annabiyyil ummiyyil habiibil ‘aalil qadril ‘azhiimil jaah wa `alaa aalihi wa shahbihi wa barik wasallim. (10 x atau 100 x)

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu dzaakiran habiiban wa mudzakiran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu ahmad wa Muhammadan wa sayyidan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu shaabiran nabiyyan wa murakkiban sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu ghaaliban wa rahiiman wa haliiman sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu `aaqiban kariiman wa hakiiman sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu `adlan jawwaadan wa muzzammilan sayyidina Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu qaasiman mahdiyyan wa haadiyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu syakuuran wa hariishan wa muddats-tsiran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu qaaiman hafiyyan wa `abdallaah sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu syaahidan wa bashiiran wa mahdiyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu baahiyan nuuran wa makkiyyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu syaakiran wa waliyyan wa nadiiran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu thaahiran shafiyyan wa mukhtaaran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu burhaanan shahiihan wa syariifan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu musliman rauufan wa rahiiman sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu mu’minan ‘aliiman wa madaaniyyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allahumma shalli ‘alaa man sammaytahu qayyiman mahmudan wa haamidan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu mish-baahan aamiran wa naahiyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Wa shallallaahu ‘alayhi wa aalihi wa shahbihi wa azwaajihi wa dzurriyyaatihi wa ahli baytihi wa radhiyallaahu ‘an kulli shahaabati ajma’iin.

Bismillahirrahmanirrahim
Qul Huwallaahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad.(3x)

Bismillahirrahmanirrahim
Qul a’uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaassiqin idzaa waqab. Wamin syarrin naffaatsaati fil ‘uqad. Wamin syarri haasidin idzaa hasad.

Bismillahirrahmanirrahim
Qul a’uudzu birabbinnaas, malikin naas, ilaahinnaas, min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurrinnaas minal jinnati wannaas.

Al-faatihah ilaa ruuhi habiibinaa wa syafi’ina rasuulillah Muhammadibni Abdillaah shallallaahu ‘alayhi wa sallama wa aalihi wa ash-haabihi wa dzurriyyaatihi annallaaha yu’li darajaatihim fil jannati wa yanfa’unaa bi asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihi fid dini wad dunyaa wal aakhirah. Wayaj’alunaa min hizbihim wa yarzuqanaa mahabatahum wayatawaffaanaa ‘alaa millatihim wa yahsyurunaa fii zumratihim Al-faatihah.

Al-faatihah ilaa ruuhi sayyidina al-faqih al-muqaddami muhammad ibni Ali Baa Alawii, wa ushuulihi wa furuu`ihim wadzawil huquuqi ‘alayhim ajmaa’in. Annallaaha yaghfiru lahum wayarhamuhum wa yu’li darajaatihim fil jannati wa yan fa’unaa bi asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihim fid diini wad dunyaa wal aakhirah Al-faatihah.

Al-faatihah ilaa sayyidinal habiib shaahibir raatib sulthaanil awliyaa Al-Habib Thaha bin Hasan bin Yahyaa wa ushuulihi wa furuu’ihim wa dzawil huquuqi ‘alayhim ajma’iin. Annallaaha yaghfiru lahum wayarhamuhum wa yu’li darajaatihim fil jannati wa yanfa’unaa bi asraarihim wa anwarihim wa ‘uluumihim fid diini wad dunyaa wal aakhirah. Al-faatihah.

Tsumma ilaa arwaahil awliyaa wash-shaalihin wal aimmati war raasyidiin tsumma ilaa arwaahi waalidiina wa masyaayikhina wa mu’allimiina wadzawil huquuqi `alayhim ajma’iin. Annallaaha yaghfiru lahum wayarhamuhum wa yu’li darajaatihim fil jannati wa yanfa’unaa bi asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumiim fid diini wad dunyaa wal aakhirah. Al-faatihah.

Al-faatihah biniyyatil qabuul wal wushuul wa hushuuli tamaami kulli suul wa ma’muul washalahisy sya’ni zhaahiran wa baathinan fid dini wad dunyaa wal aakhirati daafi’atan likulli syarrin jaalibatan likulli khayrin lanaa waliwaalidinaa wa li awladinaa wa li ahbaabinaa wa masyaayikhina fid dini ma’al luthfi wal ‘aafiyati wa niyyati annallaaha yunawwiru quluubanaa wa qawaalibanaa ma’at tuqa wal hudaa wal ‘afaafa wal mawta ‘alaa diinil Islaami bilaa mihnatin walamtihaanin bijaahi sayyidi waladi Adnaan, jaami’atan likulli niyyatin shaalihatin wa ziyaadatin wa mahabbatin fii syarafil habiibi Muhammadin shallallaahu ‘alayhiwa sallama wa‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Al-faatihah.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 35 Komentar

TRADISI REBO WEKASAN


Tradisi perlu dihargai dan dihormati. Ia merupakan bagian dari Budaya dari masyarakat setempat yang menandai sebuah momentum tertentu. Tradisi biasanya menjadi pengingat bahwa manusia ini harus bersikap reflektif, merenungkan kejadian-kejadian yang telah dilakukan agar ada upaya perbaikan. Budaya akan menjadikan manusia lebih manusiawi dengan kepadatan eksistensinya. Budaya beda dengan agama. Namun keduanya memiliki titik singgung. Kalau budaya itu aras nya ke hubungan vertical, hubungan sesama manusia, namun Agama arasnya lebih ke horizontal, hubungan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Salah satu budaya dan tradisi yang sangat popular di kalangan Nahdliyyin (NU) adalah tradisi Rabu Wekasan. Kalangan NU meyakini kalau Rabu Wekasan adalah Rabu terakhir pada bulan Safar yang mana di hari itu terjadi ribuan bencana di dunia ini.

Wekasan, pungkasan, atau panungtung dalam Bahasa Sunda artinya terakhir. Yakni, peristiwa dihancurkannya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Rabu Wekasan erat kaitannya dengan beberapa peristiwa atau sejarah umat terdahulu yang bisa terjadi pada umat saat ini. Boleh dikata Rabu Wekasan merupakan hari “sial atau naas” yang merupakan penamaan yang salah satunya merujuk kepada Q.S. Fushilat: 15-16, dan Q.S. Alqamar: 19.

Sebagian ulama yang arif ahli mukasyafah menyatakan pada Rabu terakhir bulan Safar diturunkan sekitar 320.000 bencana. Hari itu merupakan hari yang paling sulit dibandingkan hari-hari lain di tahun itu sehingga kita melaksanakan amalan terutama sedekah untuk menolak bencana. Sedekah bisa berbagai berbentuk misalnya kenduri, dan lain sebagainya.

Amalan-amalan yang dilakukan saat Rabu Wekasan, di antaranya membanyak berdoa, salawat, dan salat sunah. Juga dianjurkan membaca Alquran khususnya Q.S. Yasin atau surat-surat lainnya agar terhindari dari bencana.

Seorang `ulama besar, Imam Abdul Hamiid Quds, mufti dan imam Masjidil Haram Makkah pada awal abad 20 dalam bukunya “Kanzun Najah was-Suraar fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhaar” menjelaskan bahwa banyak Auliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Hari ini dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun. Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yakni “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari ini.

Untuk melindungi dari kutukan yang jatuh ke bumi pada hari tersebut tepatnya Rabu terakhir di bulan Safar kita dianjurkan untuk melakukan Sholat 4 rakaat (Nawafil, sunnah).

Caranya sbb:
Setiap rakaat setelah al-Fatihah
dibaca surat al-Kawtsar 17 kali lalu
surat al-Ikhlash 5 kali,
surat al-Falaq dan
surat an-Naas masing-masing sekali.

Setelah salat dianjurkan untuk memanjatkan doa memohon perlindungan dari segala kutukan dan bencana yang jatuh ke bumi pada hari tersebut. Doanya adalah sebagai berikut:

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM, ALLAAHUMMA YA SYADIDAL QUWA, WA YA SYADIDAL MIHAL, YA AZIIZ, YA MAN ZALLAT LI IZZATIKA JAMII’A KHALIQIKA, IKFINI MIN SYARRI JAMII’I KHALIQIKA, YA MUHISINU, YA MUJMILU, YA MUTAFADH-DHILU, YA MUN’IMU, YA MUKRIMU, YA MAN LA ILAHA ILLA ANTA ARHAMNI BI RAHMATIKA YA ARHAMA AR-RAHIMIIN, ALLAHUMA BI SIRRIL HASANI WA AKHIIHI, WA JADDIHI WA ABIIHI, WA UMMIHI WA BANIIHI, IKFINI SYARRA HAAZAL YAWMI WA MA YANZILU FIIH, YA KAAFI AL-MUHIMMAAT, YA DAAFI AL-BALIYYAT, FASA YAKFIIKA HUMULLAAHU WA HUWA SAMII’UL ALIIM, WA HASBUNA ALLAH WA NI’MAL WAKIIL WA LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLA HIL ALI’YYIL AZHIIM. WA SHALLALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAM. AMIIN.

Demikian semoga membawa secuil manfaat. Salam paseduluran. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

ROTIB ISTIGOSAH


Diijazahkan oleh Abah al-Arfibillah Mawlana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Ba’Alawy, Selasa 13 juli 2010, Jakarta. Duren Sawit jalan Madrasah II no.11, dan diijazahkan kembali di Gambir Rabu 14 Juli 2010 untuk di ijazahkan kembali. Disusun al-Arifbillah al-Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Tawasul

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada junjungan Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta keluarganya, shohabatnya, para istri anak cucunya, para penganutnya dan para pecintanya, dengan niat semoga apa yang di cita-citakan dalam menuju baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur dikabulkan oleh Alloh, serta negara dan bangsa ini dijaga oleh Alloh keutuhannya, kesatuan, persatuan dan semakin kuat kokoh stabilitas nasional dan ditumbuhkan hati kami semakin kuat dalam merasa memiliki handarbeni Republik ini, serta kasih sayang diantara satu sama lain dan saling asah asih asuh serta memperkokoh tali persaudaraan, al-faatihah ……

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta para Nabi, para Rosul, para Malaikat, para Wali, para ‘Ulama, para Sholihin, dengan niat semoga Alloh ta’ala memberi berkah kepada bangsa kita, berkah dalam ekonomi dan perekonomiannya, perdagangannya, pertaniannya, panennya, dijauhkan dari bentuk segala kerugian dan penyebab kerusakan moral, akhlaq, ekonomi dan dijauhkan dari segala kefakiran yang menyebabkan tipisnya iman, ideologi, serta nasionalisme cinta bangsa dan tanah air, al-faatihah …………

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta para Syuhada’, para Wali, para ‘Ulama, yang ada di negara ini semoga Alloh ta’ala menjauhkan dari segala bentuk perpecahan dari skup yang kecil sampai yang besar yang menjauhkan turunnya rohmah, barokah dan pertolongan, al-faatihah …

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada Baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta kepada orang tua kami, guru kami, keluarga kami, dan para mu’minin mu’minat, muslimin muslimat, dan para leluhur bangsa kami, semoga Alloh ta’ala menyelamatkan bangsa kami dari segala penyakit lahiriyyah bathiniyyah, bala’ yang keluar dari bumi dan turun dari langit, dan dari segala cobaan, fitnah, pengadu domba, provokasi, dan segala sebab yang merugikan di dunianya dan akhiratnya, dan dari murka yang maha kuasa. Ya Alloh jadikanlah bangsaku ini menjadi hambamu yang sholeh-sholeh serta pada akhirnya kami menjadi hambamu yang berakhlaq, beradab, serta selalu dijaga oleh taufiq dan hidayah-Mu yang sehingga tidak menjadi hambamu yang memalukan para sesepuhnya dihadapanmu dan berilah para pemimpin kami dari ‘Ulama ‘Umaro’ diberi kekuatan lahiriyyah maupun bathiniyyah dalam memimpin bangsa kami sehingga menjadi baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur, al-faatihah

Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Rasulullaah SAW wa aalihi wa ashaabihi  wa dzurriyaatihi wa ahli baitihiim ajmaa’in, Wa ilaa hadhrati arwaahi jamii’il anbiyaa wal mursaliin wa arwaahi khulafair rasyidiin Sayidina Abu Bakar, wa Umar, wa Utsman, wa Ali radhiallaahu anhum. Wa ilaa hadhrati arwaahi jami’il Syuhada wa shalihiina wa wa sidiqqina wa ashaabina Rasulullah SAW wa tabi’iina wa tabii’in tabii’ina ila yaumid-diin ajma’in. Wa ilaa arwaahi wali jami’il Auliyaa’ta’alla wa Auliyaa’il muqarabiin wa ulama’il amiliin wa ulama’il rasyiidiin wa tho’ifati sufiiyah muhaqqiiqin wa jami’il ibadikash shaalihin wa fuqoro’in wa mufasiriin wa muhadistin wa ahli shalawat ilaa hadhrati nabiyyil karim SAW wa ahli dzikrii taqaruban illaallah wa ahli tauhid wa jami’il Imamil mujtahid wa illaa hadhrati jami’il Auliyaika min ahli ardhi wa ahli samaa’wati al-ahyaa’ wal ma-maati khusushan ahli sadaah fii masyariqil ardhi ilaa maghaaribiha wamin yamiiniha ilaa syimaaliha wa ardhi wa sama’waat. Wa ilaa hadhrati jami’il malaikatil muqarabiin, wa malaikatil ruuhaniyun, khusushan Syaikhina Sayyidi Syekh Mawlana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, wa ilaa hadhratii jami’il mu’miniina wal mu’minaati wal musliimiina wal musliimati al-ahyaa’i wal mamaati. Syai’ulillahi lahum Al-Fatihah……..

Selesai membaca tawasul Fatihah maka membaca Ratib Istighatsah sbb:

1.       Al – Fatihah bi niyyati ridho illah, al-Fatihah…

2.       QS. Al-Baqarah 1-5

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alif-laam-miim. Dzalikal kitaabu laa raiba fiihi hudallil muttaqiin. Alladziina yu’minuuna bil-ghaibi wayuqimunash shalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquuna. Wal-laziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila min qablika wa bil aakhirati hum yuqiinuun. Ulaa-ika ‘alaa hudam mirrabihim wa ulaa-ika humul muflihuun.

“Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

“(1).Alif laam miim (2).Kitab(Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa (3).(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rizki yang Kami anugrahkan kepada mereka (4).dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat (5). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

3. QS. Al-Baqarah 163

Wa ilaa hukum ilaahuw waahid laa ilaaha illaa huwar-rahmaanur-rahiim.

“(163). Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang“

4. QS.al-Baqarah 255 (ayat Kursi)

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum, lahuu maa fis samaawaati wamaa fil ardhi, man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi ‘idznihi,  ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihi illaa bi maa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho, wa laa ya-uduhu hif-zhuhumaa wa huwal ‘alliyyil ‘azhiim

“(255). Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus, tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur.KepunyaanNya segala apa yg ada di langit dan di bumi.siapakah yg dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yg ada di hadapan mereka dan yg di belakang mereka. Sedang mereka tidak dapat meliputi sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yg Allah kehendaki, Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

5. QS.al-Baqarah 284-286

Lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ardhli, wa in tubduu maa anfusikum au takhfuuhu yuhasibkum bihillaahu, fayaghfiru liman yasyaa-u wa yu’adzdzibu man yasyaa-u wallaahu ‘alaa kulli syai’in qadiirun.

Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mirrabbihii wal mu’minuuna kullun aamana billaahi wa malaaikatihii wakutubihii warusulihii laa nufarriqu baina ahadin mir rusulihii wa qaaluu sami’naa wa atha’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.

Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alaihaa maktasabat, rabbana laa tu-aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa’fu’anna waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin. 

“(284).Kepunyaan Allah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Jika kamu melahirkan apa yang ada di hati kamu atau kamu menyembunyikannya niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan lamu tentang perbuatan itu. Maka Allah mengampuni siapa saja yang dikehendaki-NYA dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (285) Rasul (SAW) telah beriman kepada Al Qur’an yg telah diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat2Nya, kitab2Nya, rasul2Nya, (mereka mengatakan) kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan “ kami dengar dan kami taat” (mereka berdo’a) ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepadaMu-lah kami kembali.”. “(286).Allah tidak membebani seseorang melainkan lebih dari kemampuannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya (mereka berdo’a) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada oramg-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami janganlah pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

6.      Laa ilaaha ilallahu wahdahu laa syarikallaahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir (3x)

“Tiada Tuhan yang sebenarnya berhak disembah, kecuali hanya Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kerajaan ini dan memiliki segala puji. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dialah yang sangat berkuasa atas segala sesuatu.” 3x

7.      Subhananallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaaha wallaahu akbar (3x)

“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” 3x

8.      Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim (3x)

“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” 3x

9.    Laa hawla wala quwwata ilaa billaahil ‘aliyil’adzhiim (3x)

“Tiada daya kekuatan tanpa daya upaya dari Allah”

10.  Allahumaghfir ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumarham ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumashlih ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumastur ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumajbur ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam (3x)

Yaa Allah! Ampunilah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Rahmatilah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Rukunkanlah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Sembunyikanlah kekurangan ‘aib seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Peliharalah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

11.  Allahumaghfirlii waliwalidayyaa wal mukminina wal mukminat wal muslimina wal muslimat al-ahya’i wal amwaat (3x)

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa orang-orang yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, dan orang mukmin, laki-laki dan perempuan  yang masih hidup maupun yang telah mati .”

12.  Allahumma bariklanaa wa iyyahum fii umrinaa waa fii rizqinaa wa awladinaa wa fii tijaaratinaa wa fii ma’isyatinaa wa fii mazra’atinaa wa hasadinaa (3x)

“Yaa Allah berkahilah kami semuanya dalam umur kami, rezeki kami, anak keturunan kami, perdagangan, usaha pekerjaan kami, urusan kami dan kebajikan kami”

13.  Allahumma salimnaa wal muslimiina wal muslimat wal mukminiina wal mukminaat min kulli fitnatin wa maakrin fii ‘ayiijihaat min bilad al-Muslimin ‘aammat wa ahlahaa wa man fiihaa aynamaa kaanuu min masyaariqil ‘ardhi wa maghaaribihaa min yamiinihaa ilaa syimalihaa wa najjinaa wa iyyahum min syarril hayaati wa syarril wafaati yaa waliiyyal hasanaati wa yaa qaadhiiyal haajaati (3x)

“Yaa Allah selamatkanlah kami, dan seluruh kaum muslimin dan mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, dari maka-tipu muslihat, di dalam negara kami dan seluruh negari muslimin, beserta para warga penduduknya, semuanya tanpa terkecuali, baik yang berada di ujung timur maupun barat, yang di laut maupun di udara, limpahkanlah keselamatan perlindungan kepada semuanya dari seluruh keburukan-kejahatan di dalam hidup, maupun keburukan/kejahatan dalam wafat kami, Wahai Dzat Pemilik Kebaikan dan Maha Pengabul Pemenuhan kebutuhan hamba-Nya.

14.  Allahumma tukhzinii yauma yub’atsuuna yaumala yanfuu maalun wa laa banuuna illa min ‘ataallahu biqalbin saliim (3x)

“Yaa Allah, jangan sedihkan aku pada saat semua makhluk dibangunkan pada hari kiamat, pada saat anak dan harta tak berguna lagi kecuali mereka yang datang dengan hati yang selamat

15.  Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayidinaa muhammadin qad-dhaqat hiilatii ‘adriknii (3x)

“Yaa Allah limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad dan para keluarganya serta keturunan junjungan kami Muhammad, sedikit sekali upayaku (kemampuanku) maka engkau adalah perantara kami, peganglah dan tolonglah kami. (Yaa Rasulullah SAW)

16.  Yaa Lathiif (129x)

“Wahai Yang Maha Lembut “

17.  Yaa Hafiizh yaa Nashiir yaa Wakiil ya Allah (3x)

“Wahai Yang Maha Pemelihara, Wahai Yang Maha Penolong, Wahai Yang Maha Penanggung , Wahai Allah”

18.  Yaa haadii yaa ‘Aliim yaa Khabiir yaa Mubiin (3x)

“Wahai Yang Maha Pemberi Petunjuk, Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Mengamati, Wahai Yang Maha Menerangkan.”

19.  A’udzu bikalimaatillaahiit-taamaati min syari maa khalaq (3x)

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.”

20.  Bismillaahil ladziy laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa’ii wahuwas samii’ul ‘aliim. (3x)

“(Aku menjalani hidup pada siang atau malam ini) Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat/bencana, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x

21.   Yaa Lathiifan bi khalqih, Yaa ‘Aaliman bi khalqih,  Yaa Khabiiran bi khalqih, ulthuf bina ya Lathiifu, ya ‘Aliimu, ya Khabiir  3x

“Yang Maha Lembut terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengetahui terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengamati terhadap makhlukNYA, berlemah lembutlah kepada kami Yang Maha Lembut, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengamati” 3x

22.   Yaa Lathifan lam yazal, ulthul bina fiimaa nazal, innaka lathiifun lam tazal ulthuf binaa wal muslimiin  3x

“Wahai Yang Maha Lembut, janganlah Engkau menurunkan (bencana) kepada kami berlemah lembutlah kepada kami dengan apa yang Engkau turunkan itu (bencana), karena sesungguhnya Engkau senantiasa Maha Lemah Lembut (untuk tidak menurunkan bencana itu), Berlemah lembutlah kepada kami dan juga kaum muslimin” 3x

23. Ya muhaimin ya salam salimni wal muslimin binnabii khoiril anam wa bi umil mukminin3x

24.  “Yaa amaanal khaifin, aminnaa mimmaa nakhaaf            

Yaa amaanal khaifin, sallimnaa mimmaa nakhaf

Yaa amaanal khaifin, najjinaa mimmaa nakhaf “ 3x

“Yang mengamankan orang yang takut, karunialah kami rasa aman dari rasa takut

Yang mengamankan orang yang takut, selamatkanlah kami dari segala yang kami takuti

Yang mengamankan orang yang takut, hindarkanlah kami dari segala yang kami takuti”

25.   –Doa-

Allahumma shalli wa sallim alaa Sayidina Muhammadin Nabiyiil Ummiy wa alaa alihi wa shahbihi wasalim bi adadi shalawatullah wa anbiya’ihi wa rasulihi wa malaikatihi wa awliya’ihi, wa yanfa’una bihaa min barakatihim wa anwarihim wa asrarihim wa nafakhatihim wa ‘alaa awladina wa abnaa’ina wa banatinaa wa ahli baitina wa ahbabina wa liman ahabuhum wa liman ahsana ilayna fiika fii dunya wal akhirah birahmatika yaa arhamar rahimin

Yaa Allah limpahkanlah shalawat dan salam kepada Baginda Sayidina Muhammad Nabi yang Ummi dan kepada seluruh keluarga dan sahabatnya, dengan shalawatnya Allah dan shalawatnya para Nabi, shalawatnya para Rasul dan Shalawatnya para malaikat serta shalawatnya para Awliya-Nya, yang memberikan kepada kita barakahnya, cahayanya, rahasianya, manfaatnya kepada kita, anak cucu keturunan kita, keluarga kita, ahli bait kita, kecintaan kita dan yang mencintai kita, dan orang-orang yang berbuat baik kepada kita karena Allah di dunia dan akhirat, dengan rahmat dari Mu, Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 35 Komentar

BENARKAN ILMU HIKMAH CONDONG PADA KEMUSYRIKAN?


Ini sebuah email yang mampir ke email rdrkwa@gmail, email redaksi KWA dari seorang sedulur perihal ilmu hikmah. Silahkan disimak.

TANYA
Assalamu’alaikum wr wb. Ki Wongalus, saya pernah mendengar dari seorang penceramah bahwa mengamalkan ijazahan sebuah asmak/hizib dari seorang guru termasuk ijazahan yang ada di blog KWA ini ternyata condong pada kemusyrikan. Banyak orang bilang, ilmu yang saya pelajari tersebut termasuk ilmu hikmah. Saya mohon berkenan memberikan penjelasan. Wassalamu’alaikum wr wb.
(Adi, Jakarta)

JAWAB.
Wa’alaikumsalam wr wb. Setiap manusia diperintahkan taat kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, jelas kita akan memperoleh pahala yang bisa menjadi lantaran memperoleh rahmat Allah, yang antara lain berupa surga. Artinya, jika kita ber’itikad atau meyakini bahwa yang memasukkan kita ke surga adalah rahmat Allah yang kita peroleh dengan beramal soleh, ya boleh-boleh saja. Namun jika kita meyakini bahwa yang memasukkan kita ke surga adalah pahala dan amal shaleh kita itu termasuk syirik.

Begitu juga dengan rangkaian doa dalam ilmu hikmah, seperti hizib atau asma yang disusun oleh para ulama yang biasanya diawali lafadz  “Allahumma, Ya Allah…” jika kita meyakini bahwa doa-doa ilmu hikmah hanyalah sarana untuk memohon kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang bisa memberi dan menolong, tentu tidak ada masalah. Namun jika kita meyakini bahwa doa itulah yang mendatangkan kekayaan atau membuat selamat, perbuatan kita tersebut termasuk syirik.

Kita perlu berhati-hati, tidak mudah mengatakan perbuatan ini syirik, perbuatan itu musyrik. Karena syirik itu letaknya di hati, yang tidak diketahui oleh orang tersebut dan hanya Allah SWT yang tahu.

Tidak usah jauh-jauh tentang ilmu hikmah, meyakini bahwa seseorang meninggal dunia karena terkena penyakitpun sudah syirik. Sebab, kematian apapun penyebabnya, adalah ketetapan Allah Ta’ala atas setiap mahluk-Nya yang bernyawa. Jika Allah menghendaki seseorang mati, baik ada penyakit maupun tidak, pasti orang itu akan mati. Maka jika ada yang meyakini bahwa penyakit bisa membawa kematian, atau kesehatan bisa memperpanjang usia, itu juga bisa digolongkan sebagai syirik.

Kepada saudara Adi, saya sarankan bila memang asmak/hizib/awrad dalam ilmu hikmah yang anda amalkan bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya serta dengan efeknya bisa turut membela agama dan sesama muslim, silahkan teruskan. Yang penting jaga i’tiqad baik-baik agar tidak tersusupi kemusyrikan.

Untuk menuju kepada Allah SWT, kita memerlukan TAUHID yang murni. Berikut beberapa ”Penjara” dimana seseorang harus bisa membebaskan diri ketika harus berhadapan dengan Allah SWT.

Yang pertama membebaskan diri daripada penjara alam jasad: Penjara alam jasad adalah hawa nafsu. Di dalam penjara ini tersedia banyak hidangan yang lezat-lezat, seperti kekuasaan, kemuliaan, puji-pujian, tamak, loba, dengki, khianat dan sebagainya. Jika mau bebas daripada penjara ini perlulah menjauhkan diri daripada perkara yang tidak baik itu, perkara-perkara itu menjadi penghalang.

Penjara kedua adalah dunia: Penjara ini mengandung berbagai keindahan dan keseronokan yang menjanjikan keabadian yang palsu kepada salik. Penjara ini menghidangkan berbagai jenis nikmat yang seronok dan menggairahkan. Dengan lain kata inilah yang dikatakan penjara syahwat. Jikalau salik lalai dan panjang angan-angan, maka nampaknya tidak ada kemungkinan salik itu dapat bebas daripada penjara ini.

Penjara ketiga adalah akhirat. Nampaknya hidangan-hidangan yang disediakan dalam penjara ini lebih enak daripada penjara dunia, di sini hidangannya adalah pahala, syurga dan bidadari yang cantik lagi menggoda. Rantai yang membelenggu dalam penjara ini adalah kehendak dan keinginan diri sendiri. Menganggap diri sendirilah yang melakukan segala sesuatu sama ada baik atau buruk….Bagaimanapun, kendaraan yang dapat membebaskan salik daripada penjara ini adalah ilmu, yaitu salik tidak memandang kepada perbuatannya tetapi adalah anugerah daripada Alloh SWT.

Penjara keempat adalah alam malaikat. Inilah penjara alam wujud yang terakhir. Hidangan yang terdapat dalam penjara ini adalah mendapatkan keramatan keampuhan dan kemuliaan di sisi Mahluk. Rantai yang membelenggu salik dalam penjara alam malaikat ini adalah sisa-sisa kehendak diri sendiri dan kesadaran tentang diri sendiri, Yaitu segala yang dilakukan adalah atas daya diri sendiri bukan karunia dari Alloh SWT.Untuk keluar dari penjara ini perlulah menghapuskan segala kehendak, keinginan, cita-cita dan angan-angan dengan menyadari bahwa salik adalah kosong, yang ada hanyalah Alloh semata-mata.

Penjara kelima adalah ilmu Allah SWT. Ilmu Allah SWT bukanlah alam namun tidak keluar dari alam, sebagaimana empat penjara yang sebelumnya, yang mana penjara-penjara tersebut adalah alam ciptaan Penciptanya. Ilmu Alloh adalah sesuatu yang bersangkutan dengan hal-hal keILAHIYAHAan itu sendiri.Hidangan yang terdapat dalam penjara ilmu ini adalah rahasia-rahasia yang ghoib-ghaib tentang hukum-hukum Alloh SWT. Dalam hal ilmu Allah ini, salik dapat melihat pengaturan Allah yang menggerakkan alam dan semua kejadian yang berlaku di dalamnya. Ilmu Allah sangat luas dan tidak Ada persamaanNya.Salik yang asyik dengan ilmu Allah akan terpenjara di dalamnya buat selama-lamanya.

Penjara keenam adalah makrifatullah. Ini adalah penjara yang paling kuat dan sangat sulit untuk di lepas maka kita perlu berhati-hati, ilmu Allah dan makrifatullah bukanlah alam, tetapi HAQ yang berkaitan dengan hal-hal keilahian-Nya sendiri, hidangan yang terdapat di sini adalah hakikat-hakikat alam semesta akan tampak nyata jauh dekat sama, hal-hal yang rahasia-rahasia berkaitan keilahian itu janganlah di sampaikan ke orang yang belum sampai ke pemahaman tersebut.

Salah satu upaya untuk membebaskan diri dari Penjara di atas maka ada cara/jalan menuju Allah SWT yang disebut tarikat/tarikat. Tarikat adalah teman kembar dari syariat. Semua tarikat yang mu’tabarah ada gurunya masing-masing dan mempunyai sumber yang sama, yaitu Baginda Nabi SAW, melalui jalur beberapa sahabat, diantaranya Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq RA, Umar Bin Khattab RA, Ali Bin Abi Thalib RA, Anas RA, Salman Al Farisi RA.

Rasulullah SAW mengajarkan agar kita suka berdzikir dan bermacam-macam cara berdzikir dilakukan sejak sahabat Rasulullah SAW sesuai dengan kemampuan mereka. Misalkan ada yang mampu berdzikir dalam hitungan puluhan, maka disediakan pintunya. sedangkan bagi yang mampu hingga hitungan ribuan, juga disediakan pintunya. Tapi semua dzikir itu berdasarkan ayat: ala bidzikrillahi tatmainul qulub yang artinya berdzikir itu akan menenangkan hati, dan firman Allah SWT yang memerintahkan kita untuk memperbanyak dzikir. Sementara inti dari dzikir-dzikir tersebut sama yaitu supaya tidak lupa/lalai kepada Allah SWT dan mendekat sedekat dekatnya kepada Ilahi.

Inti dari semua tarikat tersebut adalah dzikir kesaksian yaitu LAA ILAAHA ILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH dan dzikir sirrnya yaitu ALLAH, ALLAH, ALLAH atau HU, HU, HU,(Dia, Dia, Dia) serta dzikir lain yang terkait dengan mentauhidkan Allah SWT.

Dzikir dalam tarikat tersebut sejatinya bukan bacaan untuk mencari pahala, tetapi meraih buahnya, yaitu selalu mengingat Allah SWT. Buah ini akan mewarnai kehidupan individu atau pribadi yang menjalankan tarikat tersebut. Perumpamaan ini bukan berarti membandingkan kalimah Laa Ilahailallah dengan dunia, melainkan untuk memahami, seseorang yang mempunyai cincin yang dihiasi batu permata yang tiada ternilai harganya, maka cincin itu akan dijaganya baik-baik. Ketika hendak makan saja, cincin itu disimpannya dikantong khusus agar tidak kotor atau terjatuh.

Itu baru batu. Lalu bagaimana dengan kalimah LAA ILAHAILALLAH MUHAMMMADUR RASULULLAH, yang nilainya tidak bisa kita takar seperti cincin bertahtakan batu permata tersebut? Kalimat tahlil ini mesti mengiringi dan mewarnai saat kita makan. Maksudnya, nasi yang kita makan sekedar sebagai sarana mencari kenyang, sementara yang memberikan rasa kenyang hanyalah Allah SWT. Jadi kita akan selalu ingat bahwa tiada dzat yang yang wajib disembah kecuali Allah SWT. Dan kita juga akan selalu ingat akan perintah dan larangan-Nya.

Kita akan selalu merasa didengar dan dilihat oleh Allah SWT. Dan bila sudah demikian mungkinkah kita akan banyak melakukan hal yang tidak disukai Allah SWT dan RasulNya? Tentu saja tidak. Ketika kita menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya pun kita kembalikan kepada Allah SWT. sehingga muncullah keikhlasan dalam setiap perilaku kita. Inilah tarikat. Jadi bukan hanya untuk mencari pahala, atau pendekatan diri kepada Allah SWT diwaktu mengamalkan. Akan tetapi mampukah kita membawa buah dari kalimah tahlil ini dalam kehidupan sehari-hari.

Keistimewaan kalimah tahlil dalam setiap tarikat itu berbeda-beda. seperti keistimewaan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan Allah SWT. Misalnya daun kumis kucing berkhasiat bagi orang yang kena penyakit kencing manis. Ada juga daun delima, atau daun keci beling dan sebagainya. Tumbuhan itu di beri kelebihan masing-masing oleh Allah SWT.

Begitu juga dengan kalimat tahlil dalam setiap tarikat. Kalimah ini bak lautan yang tak bertepi. Walau keistimewaanya dibagi-bagi kepada Tarikat Syadzaliyah, Qadiriyah, Maulawiyah dan sebagainya tak kan pernah habis. Justru kita akan melihat keagungan ilmu Allah SWT yang ditunjukan kepada kita. Karena itu yang penting bagi kita adalah bagaimana kita belajar salah satu tarikat yang sekiranya mampu diamalkan dan menjalankan ajarannya secara istiqamah.

Tarikat-Tarikat yang dipegang oleh para Awliya seperti Syekh Abdul Qadir Al Jilani, Syekh Abu Hlani, Syekh Abu Hasan Asy Syadzili, Sayiid Ahmad Ar Rifa’i, Syaikh Ahmad Al Badawi, Syekh Ibrahim Ad Dasuki dan tokoh-tokoh ulama yang lain tidak mungkin akan menyesatkan dengan ajarannya. Sebab, dipundak mereka ini terdapat amanah Rasulullah SAW. Bukankah mereka itu waratsatul anbiya? Karena itu pula kita yakin, para ulama itu yang takutnya hanya kepada Allah SWT tidak akan menyesatkan kita. Jadi jelaslah bahwa tarikat yang bersumber dari para awliya tersebut tidak akan lepas dari Al Qur’an dan sunnah Nabi SAW. Wallahua’lam ulasan yang serba terbatas ini semoga ada manfaatnya.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 70 Komentar

ZIARAH SURO KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS KE PARA WALI LELUHUR NUSANTARA SERTA MEDITASI BERSAMA


ASSALAMUALAIKUM WRB WB.

DISAMPAIKAN DENGAN HORMAT KEPADA SEDULUR-SEDULUR SEMUA, BAHWA PADA HARI KAMIS, 29 NOVEMBER 2012 KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS AKAN MENGADAKAN ACARA ZIARAH SURO KE MAKAM WALI SYEKH JUMADIL QUBRO DAN  PARA WALI YANG LAIN SERTA LELUHUR NUSANTARA YAITU PRABU BRAWIJAYA V & PUTRI CHAMPA, DI KAWASAN TROWULAN DIAKHIRI DENGAN LAKU MEDITASI/MALADIHENING DI TAMBAK SEGARAN, TROWULAN, MOJOKERTO.

BAGI YANG INGIN MENGIKUTI, DIPERSILAHKAN UNTUK HADIR DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, PUKUL 19.00 WIB UNTUK BERANGKAT BERSAMA-SAMA KAMI.

KEGIATAN INI TIDAK DIPUNGUT BIAYA ALIAS GRATIS SEHINGGA KAMI TIDAK MENYEDIAKAN KENDARAAN DAN KEPERLUAN LAINNYA. INI KEGIATAN MANDIRI AGAR TIDAK MEMBERATKAN KITA SEMUA. JADI SAUDARA-SAUDARA DIPERSILAHKAN MEMBAWA KENDARAAN (SEPEDA MOTOR/MOBIL) SENDIRI-SENDIRI. JANGAN LUPA MEMBAWA BUNGA DAN DUPA WANGI UNTUK ZIARAH LELUHUR NUSANTARA LHO YA….

SEMOGA ACARA KITA MENDAPAT BERKAH DAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

TERIMA KASIH DAN SALAM PASEDULURAN. RAHAYU KANG SAMI PINANGGIH. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

NB: Boleh juga langsung ke TKP dan bertemu disana….bebas…..

TTD

KWA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

SURAT AL FATIHAH: PEMBUKA SEMUA HAJAT (*****)


wongalus

Ini adalah sebuah amalan dahsyat yang dibaca setelah setiap selesai shalat fardhu. Barang siapa mengamalkannya secara rutin insya Allah akan mendapatkan beragam karomah luar biasa, biidznillah. Yang sakit akan sembuh, yang seret rejeki akan lancar, yang lemah akan perkasa, yang punya hutang akan terbayar dan banyak manfaat lainnya. Derajat akan naik setinggi mungkin. Coba simak kandungan artinya…. Bagi yang sudah mantap, silahkan mengamalkannya semoga bermanfaat.

Amalan ini juga merupakan pembuka semua ilmu. Bagi yang sudah mengamalkan beragam asmak, hizib dan wirid, namun belum merasakan hasilnya silahkan mengamalkan amalan ini.

Tata caranya cukup mudah yaitu membaca Surah Al-Fatihah setelah selesai SHOLAT dalam sehari-semalam 100 x.

Perinciannya sebagai berikut :
Usai Subuh 30 X
Usai dhuhur 25 X
Usai Ashar 20 X
Usai maghrib 15 X
Usai Isya 10 X.

setelah selesai membaca Al- Fatihah membaca doa ini tiga kali.
Inilah doanya :

======
Bismillaahirrohmaanirrohiim

(ALHAMDULILLAAHI RABBIL-‘AALAMIIN) MUNAWWIRI ABSHAARIL-‘AARIFINA BINUURIL-MA’RIFATI YAQIINI, JAADZIBI AZIMMATI ASRAARIL-MUHAQQIQIINA BIJADZABAATIL-QURBI WAT-TAMKIIN, FAATIHI AQFAALI QULUBIL-MUWAHHIDIIN BIFAATIHATIT-TAWHIIDI WAL-FATHIL-MUBIIN, ALLADZII AHSANA KULLA SYAY-IN KHALAQAHU WABADA-A KHALQAL-INSAANI MIN THIININ TSUMMA JA’ALA NASLAHU MIN SULAALATIN MIN MAA’IN MAHIIN.

(ARRAHMAANIR-RAHIIM) AL-‘AZIIZIL-HAKIIMIL-‘ALIYYIL-‘AZHIIMIL-AWWALIL-QADIIM, KHAATHABA MUUSAAL-KALIMA BIKHITHAABIT-TAKRIIMI WA SYARRAFA NABIYYAHUL-KARIIMA BINNASHSHISY-SYARIIF, WALAQAD AATAYNAAKA SAB’AN MINAL-MATSAANII WAL-QURAANAL ‘AZHIIM.

(MAALIKI YAWMID-DIIN) QAAHIRIL-JABAABIRATI WAL-MUTAMARRIDIINA WA MUBIIDITH-THUGHAATIL JAAHIDIINA DZA LIKUMULLAAHU RABBUKUM FATABAARAKALLAAHU AHSANUL-KHAALIQIIN, FAYAAMAN LAA SYARIIKA LAHU WALAA MU’IN.
(IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IIN) MU’TARIFIINA BIL-AJZI ‘ANIL-QIYAAMI WA HIYA RAMIIM.

(IHDINASH-SHIRAATHAL-MUSTAQIIM) SHIRAATHA AHLIL-IKHLAASHI WAT-TASLIIM

(SHIRAATHAL-LADZIINA AN’AMTA ‘ALAYHIM)
SHIRAATHAL-LADZIINA TASALLAW BIL-HUDAA WAFARIHUU BIMAA LADAYHIM.

(GHAYRIL MAGHDHUUBI ‘ALAYHIM) HABNALLAAHUMMA MINKA MAWAJIBASH-SHIDDIIQIIN. WA ASYHIDNAA MASYAAHIDASY-SYUHADAA’I WALAA TAJ’ALNAA DHALLIINA WALAA MUDHILLIINA WALAA TAHSYURNAA FII ZUMRATIZH-ZHAALIMIINA

(WALADH-DHAALLIIN) (AAMIIN)
ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHIL-FAATIHATI, IFTAH LANAA FATHAN QARIIBA, ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHISYSYAAFIYATI ISYFINAA MIN KULLI AAFATIN WA ‘AAHATIN FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH. ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHIL-KAAFIYATI, IKFINAA MAA AHAMMANAA MIN AMRID-DUNYAA WAL AAKHIRATI WA AJRI TA’ALLUQAATII WA TA’ALLUQAATI ‘IBAADIKAL-MU’MINIINA ‘ALAA AJALLI ‘AWAA’IDIKA WASYFA’LANAA BINAFSIKA ‘INDA NAFSIKA FID-DUNYAA WAL-AKHIRAH, IDZ LAA ARHAMA BINAA WABIHIM MINKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

WA SHALLALLAAHU ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAMA TASLIIMAN KATSIIRAN ILAA YAWMID-DIIN WAL HAMDU LILLAAHI RABBIL-‘AALAMIIN.====

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam) Yang menyinari pandangan orang-orang arif dengan cahaya ma’rifah dan keyakinan, Yang menarik kendali rahasia-rahasia para muhaqqiq (orang yang tahu detail-detail sesuatu) dengan tarikan-tarikan kedekatan dan kekokohan, pembuka kunci-kunci hati orang-orang yang bertauhid dengan pembuka tauhid dan kemenangan yang nyata, yang membaguskan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, dan memulai penciptaan manusia (yakni penciptaan Adam) dari tanah kemudian menjadikan keturunannya dari suatu saripati air yang hina.
(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Yang Maha Mulia, Maha Bijaksana, Maha Tinggi, Yang Maha Agung, Maha Awal, Maha Terdahulu. Dia berbicara kepada Nabi Musa, Kalamullah, dengan pembicaraan yang memuliakan. Dan Dia memuliakan Nabi-Nya yang mulia (Nabi Muhammad) dengan nash yang mulia, Wa laqad aataynaaka sab’an minal matsaani wal-qur’anal-‘azhiim (Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung).
(Yang menguasai hari kemudian) Yang mengalahkan orang-orang yang zhalim dan mereka yang sewenang-wenang, Yang membinasakan para thaghut yang ingkar. Itulah Allah, Tuhan kalian. Maha Suci Allah, sebaik-baik yang menciptakan. Wahai Dzat Yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak pula ada penolong.
(Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) Dengan mengakui kelemahan dalam melaksanakan hak-Mu di setiap waktu dan saat. Wahai Dzat Yang Membangkitkan angin yang diam, wahai Dzat Yang menghidupkan tulang-belulang yang dalam keadaan hancur.
(Tunjukilah kami jalan yang lurus) Jalan orang-orang yang memiliki keikhlasan dan penyerahan diri.
(Yakni jalan orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka) Jalan orang-orang yang terhibur dengan petunjuk dan merasa gembira dengan apa yang ada pada mereka.
(Bukan jalan orang-orang yang dimurkai) Berikanlah kepada kami, Ya Allah, dorongan-dorongan kaum shiddiqin, dan perlihatkanlah kepada kami pemandangan-pemandangan para syuhada, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang sesat dan jangan pula tergolong orang-orang yang menyesatkan, dan janganlah Engkau kumpulkan kami dalam golongan orang-orang yang zhalim.
(Dan bukan pula orang-orang yang sesat) (Aamiin).
Ya Allah, dengan kemuliaan Al-Fatihah (pembuka) ini, bukakanlah bagi kami keterbukaan (kemenangan) yang dekat. Ya Allah, dengan kemuliaan penyembuh ini, sembuhkanlah kami dari segala penyakit dan gangguan kesehatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, dengan kemuliaan surah yang mencukupi ini, cukupilah kami dalam segala yang penting bagi kami dari urusan dunia dan akhirat. Dan jadikanlah kecintaan kami dan kecintaan hamba-hamba-Mu yang mukmin adalah pada manfaat dari-Mu yang terbesar. Berilah kami pertolongan dengan diri-Mu pada diri-Mu di dunia dan akhirat, karena tidak ada yang lebih penyayang terhadap kami dan terhadap mereka daripada Engkau, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya sebanyak-banyaknya sampai hari akhir kelak, dan segala puji milik Allah, Tuhan sekalian alam.”

###

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 229 Komentar

SHOLAWAT PERLINDUNGAN, KEAMANAN, PENJAGAAN DARI SEGALA FITNAH SERTA KESULITAN YANG KELUAR DARI DALAM BUMI


Ijazah Rois Am Jam’iyah Ahli Thoriqoh KH Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’  Alawy…….

=====ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMI WA ‘ALAA ALIHI WA SHAHBIHI WA SALIM SHALATAN WA AN TAGHFIRALII BIHA WALIWALIDAYYAA WAL MU’MININA WAL MU’MINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYA’I MINHUM WAL AMWAAT WA ASHLIH BIHAA AL IMAMA WAL UMMATA WAR RA’IYA WAR RA’IYYATA WA ALLIF BAYNA QULUBIHIM WADFA’ SYARRA BADHIHIM ‘AN BADH WA MIM MA NAKHAFU WA NAHDZAR====

3 x bakda sholat fardhu

artinya
Ya Allah limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad, nabi yang ummi, dan keluarganya serta para sahabatnya kesejahteraannya dengan Shalawat ini Engkau Mengampuni dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa orang-orang yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, dan orang mukmin, laki-laki dan perempuan yang masih hidup maupun yang telah mati dan memperbaiki kepada ulama dan umat serta pemimpin dan rakyat, dan satukanlah hati-hati mereka, dan menjauhi segala keburukan diantara mereka dan dari segala yang kami takuti dan kami khawatirkan.

Shalawat ini merupakan amalannya para Wali Abdal, Autad dan Aqthab. Shalawat ini mempunyai banyak faedah, manfaat dan khasiatnya serta keajaiban yang tidak bisa dihitung dan tak terbatas. Diantara keuntungan itu adalah Allah SWT akan melimpahkan maghfirah-ampunan dan memperbaiki, melindungi, mendapatkan perlindungan, keamanan, penjagaan dari segala fitnah serta kesulitan yang keluar dari dalam bumi maupun turun dari langit, perlindungan dari segala keburukan seperti penyakit dan akibat dari perbuatan buruk yang mengenai fisik dan jiwa, juga mendapatkan keselamatan dari segala urusan lahir dan batin di dalam urusan agama, dunia dan akhirat.

Boleh dibaca kapan saja, sebanyak sekali, tiga kali atau tujuh kali, boleh setiap sehabis sholat, setiap pagi dan malam, atau setiap hari. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 80 Komentar

AMALAN REZEKI TERCEPAT TAK DISANGKA


Wongalus

Bismillahirrahmanirrahim, saya ijazahkan amalan wirid dari para leluhur ini untuk sedulur yang berkenan mengamalkannya secara rutin untuk segala hajat…. Baca wirid ini satu kali secara rutin selesai sholat fardhu secara istiqomah Biidznillah. Syarat lain: Banyak beramal.

Rangkaian Wiridnya mulai dgn Tawassul/ kirim al fatihah:

Nabi Muhammad SAW, sahabat dan isteri-isteri beliau, Para nabi dan rasul, Malaikat 4, Para Waliyullah khusushon Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, semua ulama, leluhur kita, ayah ibu kita, diri sendiri.

Baca wirid ini:

BISMILLAAHIRROHMAANIRRAHIIM.
ALLAAHUMMA INII AS-ALUKA BIHAQQI BISMILLAAHIR ROHMAANIR-RAHIIM,
WABIHURMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIFADHLI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’AZHAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJALAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIHAYBATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMANZILATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMALAKUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJABARUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKIBRIYAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABITSANAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBAHAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKARAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABISULTHAANI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBARAKATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’IZZATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUWWATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUDRATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
IRFA’ QADRII WASYRAH SHADRII WA YASSIR AMRII WARZUQNII MIN HAYTSU LAA YAHTASIB BIFADHLIKA WA KARAMIKA, YA MAN HUWA KAAF HAA YAA ‘AIN SHAD HAA MIM ‘AIN SIN QAAF, WA AS-ALUKA BIJALAALIL-‘IZZATI WA JALALIL-HAYBATI WA JABARUUTIL ‘AZHAMATI AN TAJ’ALANII MIN ‘IBAADIKASH-SHAALIHIINAL-LADZIINA (LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WALAA HUM YAHZANUUN) BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIN WA AN TUSHALLIYA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULLA LAHU KUN ……………………FAYAKUN.

(Keterangan: Ketika anda membaca KUN maka anda harus menahannya terlebih dulu beberapa saat untuk menyampaikan secara batiniah hajat apa yang ingin anda laksanakan. Baru setelah itu anda membaca kelanjutannya yaitu FAYAKUN).

Arti wirid di atas seperti ini:
Ya Allah, Sesungguhnya Aku Memohon Kepada-Mu Dengan Haq Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keutamaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keagungan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keindahan Bismillaahir rahmaanir -Rahiim, Dan Dengan Kesempurnaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kewibawaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kedudukan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keperkasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Pujian Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Cahaya Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim Dan Dengan Keberkahan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuatan Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Angkatlah Kemuliaanku, Lapangkanlah Dadaku, Mudahkanlah Urusanku, Dan Berikanlah Aku Rizqi Yang Tak Disangka-Sangka Datangnya Dengan Keutamaan-Mu Dan Kemuliaan-Mu, Wahai Dzat Yang Dia KAF HA YA ‘AIN SHAD HA MIM ‘AIN SIN QAF Dan Aku Memohon Dengan Kebesaran Kemuliaan-Mu, Dengan Kebesaran Kewibawaan-Mu, Dengan Keperkasaan Keangungan-Mu, Agar Engkau Menjadikanku Tergolong Hamba-Hamba-Mu Yang Shalih, Dengan Rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih Di Antara Yang Pengasih. Dan Aku Memohon Agar Engkau Senantiasa Melimpahkan Rahmat Kepada Junjungan Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Junjungan Kami, Nabi Muhammad.

Terima kasih semoga bermanfaat. Salam persaudaraan KWA

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 336 Komentar

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.