PENGIJAZAHAN ASR MADURA SELATAN (PREVIEW)


Menyambut Ultah KWA ketiga pada 2012 ini saya ijazahkan lagi kepada Sedulur Kampus Wong Alus (KWA) secara sempurna yang berminat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT ASR MADURA SELATAN.
TAWASUL “Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat,
Malaikat Muqorrobin dan Qoribin,
Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan,
Syekh Abdul Qodir Jailani,
Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura,
Kyai Damanhuri Pamekasan Madura,
Orang tua dan leluhur kita
Diri sendiri
Man Ajazani
ASR MADURA SELATAN:
INNAKA QUWWATAH KATABAL QUWWATAH KITABAL QUWWATIH. 1000 x 7 hari.
INNAKA QUWWATAH KATABAN NATAH KITABAN NATAH. 1000 x 7 hari.
INNAKI QUWWATIH KATABUN NATAH KITABUN NATAH. 1000 x 7 hari.
INNAKA SHOHABATIKA SHOHIBIKA. 1000 x 7 hari.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 84 Komentar

KOPDAR PEMBACA KWA


ASSALAMUALAIKUM WR WB. DEMI MEMERIAHKAN ULANG TAHUN KETIGA BLOG KWA, AKAN DIADAKAN COPY DARAT (KOPDAR) PADA:

HARI/TANGGAL: JUMAT, 23 MARET 2012

PUKUL 19.00 WIB SAMPAI SELESAI.

TEMPAT: CEPURI, PANTAI PARANGKUSUMO YOGYAKARTA. 100 METER SEBELAH BARAT PINTU UTAMA PANTAI PARANGTRITIS YOGYAKARTA.

MERUPAKAN KEMULIAAN BAGI KAMI BILA SEDULUR BERKENAN HADIR UNTUK SALING MENYAPA DAN MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM.

WASSALAMUALAIKUM WR WB.

ADMIN BLOG KWA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ***** KWA KEMBALI KE KHITTAH***** | 80 Komentar

MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL MENDATANG, KAMI MENGULANG PENGIJAZAHAN DOA-DOA SELEKSI DARI REDAKSI. KENAPA MENGULANG PENGIJAZAHAN? TAK LAIN AGAR KITA SEMUA SENANTIASA MENYUKAI BERZIKIR.


BERIKUT PETIKAN PUISI EMHA AINUN NADJIB DALAM PENGAJIAN PADHANG BULAN YANG MERUPAKAN PUISI SINDIRAN BAHWA BERDZIKIR HARUS DISERTAI DENGAN LAKU PERBUATAN YANG NYATA DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI.

BERDZIKIR HAMBA-KU, BERDZIKIR!

Kalian berdzikir “Subhanallah”
Maha Suci Allah, Maha Suci Allah
Apa benar kalian mensucikan Aku?
Apa benar kehidupan kalian mensucikan Aku?
Apa benar watak dan perilaku kalian, kebudayaan dan kemajuan bangsa kalian – mensucikan Aku?

Kalian berdzikir “Alhamdulillah”
Segala puji bagi Allah, Segala puji bagi Allah
Apa benar perekonomian kalian memuji Aku?
Apa benar gedung-gedung kalian, kantor-kantor kalian, pertimbangan dan keputusan kalian, kasih dan sepak terjang kalian – memuji Aku?

Kalian berdzikir “Wa lailaha illallah”,
Tiada tuhan selain Allah
Hai hamba-Ku, apa benar Akulah yang kalian tuhankan?
Apa benar Aku faktor primer dalam bagan strategi sejarah kalian?
Apa benar Aku yang nomor satu di dalam kerangka akal dan susunan pikiran kalian
Apa benar cinta kalian mendasar kepadaKu?
Apa benar Aku sedang menarik hati kalian, dibanding uang, keuntungan dan kekuasaan dunia?

Kalau Aku ikut Kontes Idola, apakah kalian kirim sms untuk memenangkan Aku?
Kalian berdzikir “Allahu Akbar”
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Wahai hamba-Ku, apa tanda kebesaranKu di negeri penyembah berhala yang kalian bangga-banggakan ini?
Di bagian mana dari kebudayaanmu,
Di sebelah mana dari langkah politikmu
Di sudut mana dari gedung-gedung megah industrimu
Yang mencerminkan keunggulanKu?

Kau lakukan kedhaliman di sana-sini
Merata di seantero negeri
Kedhaliman yang samar sampai yang transparan
Kedhaliman struktural, sistemik
Bahkan kedhaliman yang telanjang dan kasat mata
Kedhaliman bahkan kepada dzatKu
Kepada hakekat dan syariat eksistensiKu
Kemudian kalian ucapkan “Allahu Akbar”
Tanpa sedikitpun rasa malu

Bahkan masjid-masjidmu, yakni rumah-rumah suciKu
Kalian pakai untuk menendangku
Sebagian dari kalian membangun rumahKu dengan sisa-sisa uang perampokan struktural
Sebagian dari kalian menegakkan rumahKu dengan biaya hasil mengemis-ngemis di tengah jalan

Kalian mengemis atas namaKu,
Kalian melantikku sebagai Sang Maha Pengemis
Di masjid-masjid kalian tertulis : Allah yang Maha Fakir Miskin.
Oleh karena itu setiap orang perlu menaruh rasa belas kasihan kepadaKu
Dan jika datang seorang koruptor membereskan semua pembiayaan masjid itu, dialah yang kau puji-puji dan kau sanjung-sanjung.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT 1 S/D TINGKAT IV DIIJAZAHKAN KI JATIRAGA DAN ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT V DIIJAZAHKAN OLEH KI SADEWA.


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL, KAMI MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT 1 S/D TINGKAT IV DENGAN PENGIJAZAH KI JATIRAGA.

Cara mengamalkan baca tawasul ALFATIHAH disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat, Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana, Man Ajazani.
Selanjutnya baca:

1. INNA QUWWATIH NAKAFATINA NAKABA KABANA TABANA 1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat dua.

2. INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).

3. INNA QUWWATIH NAKABUN NATAH KITABUN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).

4. INNA QUWWATIH NAKATABANA FATINA NABADAN. (1000 X Selama tiga hari)

KI JATIGARA

XXXXXXXXXXXXXX
ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT V DIIJAZAHKAN OLEH KI SADEWA.

MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL MENDATANG, KAMI AKAN MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT V.

Tiada maksud hati untuk menyombongkan diri yg miskin ilmu ini, tiada lain hanya untuk berbagi dgn niat yg mulia dihati. Dalam kesempatan ini insyallah saya ikhlaskan dan ijazahkan ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE V ini buat saudara2ku yg mau dan serius mengamalkannya buat amalan bekal dunia dan akhirat kita,amin..

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIM.

Saya shohibul ijazah mengikhlaskan dan mengijazahkan ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE 5 dgn ikhlas kepada saudara2ku sesama muslimin dgn mengharap berkah dan keridhon-Nya. amin..

KETERANGAN:
Sebelum saudara2ku sesama muslim mengucapkan QOBILTU alangkah baiknya saudara2ku bertawassul terlebih dahaulu seperti tawassul yg dishare ki bolosewu diatas dgn menyediakan air putih dihadapan saudara. Usai tawassul ucapkan QOBILTU dan baca MANTRA ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE-5 ini 3 x tanpa nafas dan tiup kan keair tadi dan minum dgn Baca basmallah. Setelah minum tarik nafas sedalam2nya, tahan didada/perut lalu kencangkan seluruh anggota badan,bila nafas gak kuat silahkan lepas dan tarik lagi sepertisemula selama 3 x ulang. Lalu bermeditasi selama kurang lebih 15 menit rasakan sensasi yg ada selama meditasi. Demikianlah panduan penerima ijazah dari saya semoga dapat dimanfaatkan dan diistiqomahkan serana bekal kita kembali nanti.

INILAH MANTRA ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE 5.

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

INNA QUWWATIN NAKATA BANATA KINNA NATABA(1000 x diulang 7 malam ditempat dan jam yg sama).

Semoga bermanfaat.
Terima kasih kepada para sesepuh yg telah mengijin buat saya share disini. Wassalam.
KI SADEWA
*******

Categories: ASR CIREBON | 298 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMAK SUNGE RAJEH MADURA UTARA DARI KI JATIRAGA KEPADA KAMPUS WONG ALUS (PREVIEW)


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KAMPUS WONG ALUS, KAMI MEMPREVIEW PENGIJAZAHAN YANG KAMI SELEKSI. ASR MADURA UTARA INI BOLEH JADI ADALAH TAHAPAN PALING AWAL DAN JADI PONDASI SEBELUM MENGAMALKAN VARIAN ASR YANG LAIN.

“Assalamualaikum. Bismillahirrohmanirrohim, saya ijazahkan ASMAK SUNGE RAJEH VERSI MADURA UTARA SECARA LENGKAP kepada KAMPUS WONG ALUS dengan mengharap Ridho Allah SWT, terjadilah

Tawasul ALFATIHAH ASMAK SUNGE RAJEH disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat, Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana, Man Ajazani.”
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH 1000 x dibaca selama 7 hari.

@@@

Categories: ASR MADURA UTARA | 360 Komentar

ASMAK RADJEH DIRAJEH (RDR) PENGIJAZAHAN DARI RADEN SANCANG UNGU KEPADA KAMPUS WONG ALUS (preview)


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL MENDATANG, KAMI AKAN MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN RADEN SANCANG UNGU ALIAS KI ARYA KUSUMA DEWA SEBAGAI SOHIBUL IJAZAH YANG MENGIJAZAHKAN ASMAK RDR UNTUK ANDA PEMBACA KAMPUS WONG ALUS. IJAZAH INI HANYA UNTUK DIRI ANDA SENDIRI. TIDAK BOLEH DIIJAZAHKAN DAN DIPERJUALBELIKAN KEPADA ORANG LAIN. GUNAKAN SECARA BIJAKSANA SEMATA-MATA UNTUK MENCARI KERIDHOAN ALLAH SWT DAN SEMOGA AMAL IBADAH KITA DITERIMA DI SISI-NYA. AMIN.
ASMAK RADJEH DIRAJEH INI LEBIH BAGUS DIAMALKAN DI MUARA ATAU DI PINGGIR SUNGAI DAN DIMOHON TIDAK DIAMALKAN DI DALAM RUMAH KARENA DIKHAWATIRKAN ADA TABRAKAN ENERGI.

Tawasul kirim alfatihah RADJEH DI RAJEH di sampaikan SECARA UMUM saja seperti biasanya, misalnya…
• NABI MUHAMMAD SAW DAN KELUARGA
• KHULAFAURRASYIDIN,
• MALAIKAT MUQORROBIN DAN QARIBIN,
• NABI KHIDIR A.S BALYA BIN MALKAN,
• SYEIKH ABDUL QADIR AL JAELANI,
• SYEIKH BUJUK TUMPENG PAMEKASAN MADURA,
• KYAI DAMANHURI PAMEKASAN MADURA,
• SYEIKH SYARIF HIDAYATAULLAH SUNAN GUNUNG JATI,
• PANGERAN CAKRA BUANA
• MBAH KUWU SANGKAN
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
1. INNA JAHARA HUJAHUNA LIKATABASSARUM LAKATABAN HUSSAJIN HUSAJANI.
2. INNA JAHARA HUJAHUNA LIRAJSYIN LAKATABAN HUSSAJIN
HUSAJANI
+
Tambahkan ASMAK QUWATAMBILLAHI……………..
BISMILLAHI URQIKA MIN KULLI SYAY’IN YAHZUKA BI QUWATAMBILLAHI KATABUN BILLAHI
DIBACA 313 X SELAMA 3-7 HARI.

TATA CARA PENGGUNAAN:
Untuk melontarkan energi dibaca satu kali yang nomor satu
Untuk menyerap kembali energi yang terlontar dibaca satu kali yang nomor dua
Silahkan Mengamalkan. Jadikan ASMAK RADJEH DIRAJEH ini sarana untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Semoga Allah Swt Senantiasa Memberi Limpahan Ridho Dan Rahmat-Nya Kepada Kita Semua. Asmak RDR adalah ilmu hikmah TINGKAT TINGGI NAMUN TIDAK YANG TERTINGGI. Sedulur pengamal RDR diharapkan tidak jumawa, sombong, tinggi hati dan senantiasa tawadu’ atau rendah hati. Amin Ya Robbal Alamin.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 239 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMAK NAKABAN (preview)


Dari berbagai sumber dikatakan bahwa Asmak Nakaban adalah suatu ilmu yang serumpun/sama dengan Asmak Sunge Raje, cuma namanya saja yang berbeda. Arti nama Nakaban adalah salah satu kata dalam bacaan asmak ini yang diambil dari Bahasa Suryani, yaitu bahasa yang dipergunakan oleh nabi-nabi pada jaman dahulu kala. Asmak Nakaban ini diijazahkan secara langsung oleh Nabi Khidir A.S. kepada salah seorang Kyai Besar/Alim Ulama di Pamekasan Madura. Kehebatan dan Kedahsyatan asmak ini dengan seijin Allah SWT tidak perlu diragukan lagi, multifungsi sesuai niat baik dari pemilik asma ini.
Jika sudah menguasai dengan benar dan sempurna. Maka Spesialiasi/Fungsi utama daripada asmak ini pertama adalah untuk : Penyembuhan, Kedua adalah untuk Keselamatan atas Izin dan Ridhonya Allah S.W.T. Dalam hal ancaman kejahatan, kehebatan dan kedahsyatan asmak ini adalah mengikuti kekuatan/kesaktian lawan sehingga sehebat apapun lawan kita , atas ijin Allah kekuatan kita pun akan berlipat ganda mengikuti lawan yg dihadapinya.

BERIKUT PENGIJAZAHAN KI SADEWA KEPADA KAMPUS WONG ALUS:

ass sodaraku semua.. asmak nakaban yg sy punya silahkan diamalkan bagi yg berminat….

BASMALLAH…
INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH.
WALLOHU MIN WAROO IHIM MUHIITH BALHUWA QUR’ANUM MAJIID FII LAUHIN MAHFUUDZ.
INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN AY YAQULA LAHU KUN FAYAKUN.

selama 3 hari 3 malam.
tiap pardu 400x
tiap hajat 1000x
total 3 hari 3 malam 9000x.

keterangan lanjut asmak nakaban sy:
1.untuk malam pertama siapkanlah syarat-syarat diatas seperti garam,misik dan air.
2.setelah selesai wirid diatas maka campurkanlah garam 3 butir,misik putih 3 tetes kedalam gelas air putih tadi lalu berdoalah.
“ya alloh ya muhammad ya sayyidina syekh abdul qodir jaelani, hamba mohon berkah dan karomahmu, bangkitkanlah daya metafisik dalam diri hamba dan berikanlah kekuatan, karomah asmak nakaban secara sempurna yg telah diijazahkan oleh alif sadewa semoga bermanfaat didunia dan akhirat.amin”
3.setelah berdoa silahkan air tadi diminum lalu tariklah nafas panjang dan simpan dipuser lalu kejangkan seluruh tubuh jika nafas gak kuat lepaskan lalu tarik lagi dan diulang 3x.
4.setelah penahanan nafas lalu meditasi dan rasakan getaran energi yg masuk (sensasi tiap org berbeda-beda) selama mungkin (biasa tersadar sendiri).
5.poin 1/4 itu buat malam pertama saja malam selanjutnya gak usah cukup sholat,tawasul,wirid dan doa saja, untuk tiap pardunya cukup wirid dan doa tanpa tawasul.
6.misik selalu dipakai setiap wiridnya dan oleskan ketasbih kita agar energi asmak bisa menyatu juga pada tasbih.
7.asmak ini gak berpengaruh mau diamalkan dimana saja yg penting niatnya ibadah bukan mau bentrok sama gaib.
8.setelah usai 3 hari 3 malam asmak cukup dibaca 3/7/11x jika ada hajat dgn keyakinan penuh bahwa hajat kita dikabulkan alloh swt.
9.masalah hawa energi panas,hangat,dingin itu hanya masalah niat pengamal saja kalo bisa niatkan saja ibadah maka insya alloh adem-adem wae.
Demikianlah keterangan dari sy yg awam ini, sebelum dan sesudahnya sy yg dhoif memohon maaf yg gak terhingga kpd para sesepuh dan sedulurku semua sekiranya share sy ini terlalu sombong,pamer dll karna gak ada niat sy untuk demikian karna niat sy hanya ingin berbagi saja.
Salam Takjim sy pada ki alus dan sesepuh sekalian.
wassalam.
Langkah-Langkah yang harus dilakukan.
1. Lakukan sholat taubat dan hajat.
2. Istighfar dan sholawat nabi masing-masing 71x.
3. Siapkan garam 3 butir, misik putih dan air putih 1 gelas.
4. Tawassul.
A. Ila hadrotin nabiyil mustafa muhammadin saw
B. Wa ila hadroti khulafatur rosyidin
sayidina abi bakrin wa umaro wa usman wa ali radyallahu anhu.
C. Summa ila hadroti jamiil malaikati muqorrobin wa qoribiyun sayidina jibril, mikail, isrofil, izroil as.
D. Wa ila hadroti nabi khidlir as.
E. Wa ila hadroti sultonil aulyai sayidina syeh abdul qodir jailani ra.
F. Wa ila arwahi kyai bujug tumpeng
G. Wa ila arwahi mbah kuwu sangkan
cirebon girang.
H. wa ila arwahi syekh syamsuddin batu ampar.
I. wa ila arwahi/ruuhi (masih ada ruuhi/sudah wafat arwahi) abi wa ummi.
J. wa ila hadroti man ajazani wa syehihi wa masyayihihi.
K. Wa ila ruuhi abi wa ummi.
5. Lalu baca ASMAK NAKBAN
6.untuk malam pertama siapkanlah syarat-syarat diatas seperti garam,misik dan air.
7.setelah selesai wirid diatas maka campurkanlah garam 3 butir,misik putih 3 tetes kedalam gelas air putih tadi lalu berdoalah. “ya alloh ya muhammad ya sayyidina syekh abdul qodir jaelani, hamba mohon berkah dan karomahmu, bangkitkanlah daya metafisik dalam diri hamba dan berikanlah kekuatan, karomah asmak nakaban secara sempurna yg telah diijazahkan oleh alif sadewa semoga bermanfaat didunia dan akhirat.amin”
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 153 Komentar

DIALOG DENGAN KI LURAH SEMAR: “MENUNGSO SING SUWUNG BAKAL SEKTI SAK KABEHE”


Berkomunikasi dengan jagad lelembut itu ibarat menyetel radio. Saat gelombangnya pas dengan satu stasiun radio, apalagi cuaca cerah tidak ada gangguan listik maka suara yang ditangkap pun jernih dan jelas. Malam minggu ini, usai sholat isya’ saya mencoba untuk menghubungkan diri dengan gelombang jagad lelembut. Yang tertangkap adalah sosok Ki Lurah Semar, dahnyang tanah Jawa.

Ki Semar duduk di sebuah batu, berpakaian Jawa, berblangkon dan berada di bawah sebuah pohon Sawo di sebuah keraton yang ada di atas puncak Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Matanya sayu dan raut mukanya terlihat sedih. Ki Lurah Semar memang tidak seperti biasanya yang tenang dan bersahaja. Kali ini dia bermuka misterius seakan ingin meluapkan isi hatinya. Dengan tutur wicaranya yang khas dia melantunkan sebuah kalimat sebelum saya sempat menyapanya. Dialog berikut ini sudah saya sederhanakan bahasanya karena diskusi saya dengan Ki Lurah Semar cukup panjang dan kadang menggunakan bahasa yang tidak saya pahami sepenuhnya. Campur aduk bahasa Jawa, Indonesia dan kadang bahasa aneh yang tidak saya ketahui. Tiba-tiba terdengar suara keras Ki Semar yang berteriak mengagetkan saya….

eko bumi dwi sawah tri gunung catur segoro ponco taru sad panggonan sapto pandito hasto tawang nowo dewo doso ratu”

Wong alus: Rahayu ki. Sugeng dalu.. apa artinya?

Semar: Wee lhadalah, malam ini datang kamu le..

Wong alus: Betul ki, saya hadir untuk menghadap, memohon saran dan masukan terkait kondisi bangsa masa depan

Semar: Wis tak jelaske mau..

Wong alus: Apa artinya ki? Saya kurang paham.

Semar: Eko artine kaping pisan, pertama. Yoiku daratan sing dikelilingi karo samudro. Dwi artine loro, yoiku sawahe poro tani. Tri artine telu, gunung paku bumi. Catur iku papat, samudro. Ponco iku limo yoiku godhong lan wit-witan. Sad artine enem, suket kanggo mangan poro kewan. Sapto artine pitu, menungso sing sampurno ilmu lan amale. Hasto iku wolu, yo langit sak isine. Nowo artine songo, dewo sing iso kanggo tulodho manungso, doso artine sepuluh, rojo kang adil ambeg paramarato

Wong alus: maknanya apa ki?

Semar: kabeh saiki wis peteng, jagad menungso lan poro dewo sarto poro lelembut kabeh yo peteng, isine ngamuk lan ngumbar angkoro.. ngene iki le, tondo-tondo arep ono goro-goro gede..

Wong alus: Buktinya apa ki?

Semar: Bala bencana datang bertubi-tubi, angin lesus, tanah bengkah, kabeh penduduk dunia was-was

Wong Alus: Bagaimana prediksi ke depan, apa semakin gawat?

Semar: Tambah ngrekoso le..wingit angker isi dunyo iki, bledeg tat tit, kusut-kusut menghasut, huru hara, malapetaka, ribut tunggang langgang kabeh jalmo menungso golek slamet nanging marani beboyo

Wong Alus: Subhanallah, apakah sedemikian mengerikannya ki.. dan kenapa semua ini jadi penuh bencana seperti ini?

Semar: Jejeg jejere, ngadeg ambruke tatanan nyoto lan goib iki asale soko dedungone poro pandito, ulama, kyai, santri, kabeh menungso sing ngaku hambane Gusti Kang Akaryo Jagad.. nanging saiki dungo iku mau ora ono lakune

Wong Alus: Apakah itu karena doanya tidak lengkap dan sempurna bacaannya?

Semar: Ora le, dungo mau ora ono laku prihatine, isine mung kanggo kepentingane dewe-dewe sing roto-roto mung golek bondo dunyo, mas picis rojo brono. Ojo koyo ngono le, kui kabeh mung centelan.. ora langgeng tan owah gingsir. Ujug-ujug poro pandhito (spiritualis red.) golek slamet dewe-dewe malah moro nyang poro panguoso lan rojo

Wong Alus: Oh jadi karena kurang laku prihatin dan laku hidupnya sudah melenceng dari arah yang benar, begitu ki?

Semar: yo ngono kui le, nanging sakjane sing paling akeh salahe yo sirahe kabeh titah iki, sopo kui? Rojo utowo panguoso…

Wong alus: Kenapa raja atau pemimpin yang menjadikan bencana ini? Bukankah ini kesalahan dari perilaku semua manusia ki?

Semar: maqom lan derajate panguoso lan rojo iku dhuwur nanging abot le…Nek rojo wis kelangan kawicaksanan, sing digoleki mung jeneng lan jenang, entenono goro-goro musibah bala bencana… Dongane panguoso lan rojo wis ora ketrimo le…

Wong Alus: Astaghfirullohal adzim… sebegitu kah akibatnya ki? akhirnya kemudian terjadi musibah bencana alam dan kemanusiaan?

Semar: Iyo le… Sak jane poro dewo kahyangan, nek kowe kabeh arani malaikat lan sak panunggalane sejatine yo sedih nanging ora iso nulungi manungso kabeh le.. amargo ati lan perasaanmu kabeh sing wis ketutup pedhut laku sing olo…

Wong Alus: Bagaimana cara agar kita semua terhindar dari bencana ki?

Semar: Bali menyang asal… asalmu soko kahyangan suroloyo (surga red) nanging saiki neng dunyo mancopodo (bumi) kanggo nggolek kawicaksanan lan nandur kabecikan, manfaat kanggo sapodo-podho. Elingo kowe kabeh kui sopo.. awasono atimu dewe-dewe karo lan waspodo tondo-tondo sing digelar Gusti Murbeng Jagad

Wong Alus: artinya kita harus banyak beribadah dan beramal sosial, banyak menuntut ilmu agar derajat kita semakin naik ya ki?

Semar: kasunyatan jatining sir, gaibe tan keno winoring tulis, tan arah nggon tanpo dunung, tan pesti akir awal manembahing manuksmeng roso pendulu rajem lir hudoyo retno trusno wening datanpo tepi…

Wong Alus: apa bisa kita manusia biasa yang seperti ini menjelajah hakikat sampai “suwung” kosong dari ego sejauh itu ki?

Semar: Iso wae le

Wong Alus: Apa ciri-ciri orang yang bisa sampai pada tahap makrifat ki?

Semar: telenging paningal, surosone kang sastro kalih desi lan mirit sipat rong puluhe sipat kahananing dat ponang akan durung ono ananipun kababarin gending akal… kui jenenge bali murbo miseso ing jero njobo.. menungso suwung bakal sekti sak kabehe.

Wong Alus: terima kasih ki, mohon ijin untuk menuliskan pesan-pesan Ki Lurah Semar ini untuk saya bagikan pada para sedulur saya.

Semar: Yo ora popo le..mugo ono manfaate kanggo awakmu kabeh

Wong Alus: Rahayu ki…

Demikian sedikit apa yang bisa saya sampaikan saat bertemu dengan Ki Lurah Semar malam ini. Kalau dalam dialog ada kesalahan pencerapan, pendengaran dan kalimat sehingga menyesatkan, itu semata-mata dari saya pribadi. Bila ada benarnya, itu semata-mata berasal dari Allah SWT melalui banyak tangan, banyak cara dan banyak hal yang tidak kita ketahui sepenuhnya. Terima kasih.

@Wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, KI LURAH SEMAR | 127 Komentar

AYO NGAMEN…. JRENNGGG JRENGGG JRENGGGG….


Ya hayyu hiina laa hayya, yaa hayyu muhyil mautaa. ya hayyu laa illaaha illaa anta, allaahumma maddidnaa waj’alnaa min kulli hammin makhrajan wa farajan

Semesta ini bersifat aktif. Bukan pasif. Ia senantiasa dinamis berdasarkan atas hukum internal yang sudah dicangkokkan ke dalam masing-masing hal. Ketika seseorang meniadakan prinsip aktifnya diri ini, dan kemudian melepaskan kewajiban tersebut yang terjadi adalah kemalasan. Malas bekerja, malas membanting tulang, suka berkhayal, melamun dan akhirnya lamunan ini menjurus ke hal-hal yang bertentangan dengan aku sejatinya. Aku sejati bisa dikenali dengan cara menggerakkan akal nurani dan tangan serta kaki untuk bekerja.

 Sejak tahun 1999 saya berprofesi sebagai jurnalis. Saya mencari penghasilan dari bertualang, berpikir, merenung dan kemudian menumpahkan hasil renungan tersebut pada komputer. Saya memandang kehidupan ini sedemikian sederhana dan meskipun kadang menurut beberapa orang pikiran saya ini dianggap bercabang-cabang, njlimet dan ruwet.

 Sebelum menjadi jurnalis, saya merintis menjadi penulis lepas di Yogya untuk sebuah harian yang terbit di Jakarta. Saat itu saya berusaha untuk profesional. Tidak ada yang memerintah dan tidak ada atasan tidak membuat saya lantas ‘nglokro’ atau malas bekerja.  Justeru sebaliknya, energi hidup terasa sedemikian tinggi hingga tiada kata lain selain harus menulis. Dan ini artinya saya bekerja.

 Bekerja tidak harus punya kantor. Tidak harus punya atasan. Tidak harus berada di satu perusahaan. Tidak harus menerima slip gaji setiap bulan. Buktinya, banyak orang yang bekerja secara mandiri dengan kemampuannya, ia mendapatkan banyak penghasilan. Dan karena dulu saya tidak punya modal uang, maka saya hanya bisa memanfaatkan satu modal bawaan dari Tuhan yaitu Sumber Daya Manusia. Inilah modal pengamen…..

 Saya merasakan bekerja sebagai penulis itu sangat gampang. Cukup seonggok mesin ketik butut, lalu menggerakkan jari dan menulis, lantas dimuat di majalah. Modal mesin ketik itu pun saya dapatkan secara gratis hasil pemberian seorang teman. Tetapi harus diingat punya mesin ketik belum tentu merupakan jalan keluar bagi sukses menjadi seorang penulis. Menjadi penulis membutuhkan olah laku penghayatan kehidupan merenungi masalah-masalah, peka terhadap nilai-nilai, kerja keras dengan otak, akal budi, perasaan dan hati nurani.

Terkait dengan hal-hal teknis, misalnya harus punya komputer, punya laptop, punya mesin ketik, maka sebenarnya itu hal yang sekunder.  Saya tidak pernah berpikir serius soal-soal teknis karena itu soal paling gampang. Bisa nunut di kantor, di tetangga, di rumah pacar kalau punya pacar. Yang lebih esensial adalah berjuang agar bisa tekun dan menghargai proses mulai dari satu kata. Ini adalah soal-soal yang kualitatif sifatnya.

 Penulis itu seperti pengamen. Meski ada perbedaannya, Namur kesamaannya terletak pada kalau menjadi pengamen profesional maka dia akan menyanyi lagu yang indah diiringi dengan musik yang indah agar pendengarnya suka. Penulis juga begitu, tulislah dengan sebaik-baiknya agar pembacamu menyukainya.

 Pesan pribadi saya kepada patriot pemburu masa depan: berapa jam kerjamu dalam sehari-hari? Saya kini berusia 40 tahun lebih, dan justru karena itu saya tidur setelah subuh, kemudian pukul 07.00 pagi sudah siap ngamen: perang lagi dengan konsep, kalimat dan kata-kata.

Kalau direnung-renungkan secara lebih mendalam lagi modal saya menjadi penulis dan mencari nafkah sebenarnya  hanyalah sebagai berikut: saya ada karena anugerah Allah. Menyukai belajar dan bekerja keras. Dan keikhlasan Ibu saya dan Anda semua. Dengan tiga hal ini maka diri ini berkembang menyesuaikan dengan irama alam semesta.

Ada apa dengan alam semesta? Kita ketahui, semesta ini adalah medan energi yang sangat besar, medan energi inilah yang membuat alam terus bergerak, planet dan bulan melakukan rotasi dan revolusi, begitu juga dengan komet dan asteroid. Terjadi gravitasi antar partikel sehingga alam semesta ini terus menerus berkembang pesat.

Hidup adalah alam semesta itu sendiri. Hidup adalah berkembang, berubah dan terus berubah menyesuaikan dengan luapan energi yang hadir dari mana mana. Ia harus menampung semua yang ada di langit, planet, bintang, satelit, komet yang tersusun dalam galaksi-galaksi yang terus mengembang dalam satu tempat atau wadah yang jauh lebih besar dari pada langit yang mampu menampung langit itu sendiri.

Hidup memang tidak terdefinisikan sampai kapanpun. Sebagaimana kita yang tiada akan mampu memaknai diri dan hidup kita sendiri secara holistik dan sempurna. Imajinasi dan angan-angan kita tidak akan pernah berhenti. Seperti langit yang demikian luasnya yang tidak terhitung berapa banyak bintang di alam semesta ini dan banyak galaksi-galaksi yang belum ditemukan dan diberi nama?

Ahaiii.. apa ini artinya? Untuk hidup kita perlu bekerja. Bekerja bisa apa saja. Kebetulan saya memilih menjadi penulis. Menjadi penulis, mungkin juga menjadi apapun memerlukan etos kerja. Yaitu kesediaan untuk bekerja keras dan kejam kepada diri sendiri. Kreatif dengan sanggup bekerja maksimal dalam kondisi dan fasilitas yang minimal.

 Maka, ijinkan saya akan terus ngamen ngamen dan ngamen. Saya tidak perduli apa kata anda apakah lagu saya serak atau fals. Yang penting saya akan terus melangkahkan kaki untuk bekerja keras dan yang terbaik untuk hidup. Saya akan memanfaatkan semua yang saya miliki untuk mencari penghasilan. Bukankah Rasulullah secara simbolis mengajurkan kita untuk bekerja keras? ”Pergilah ke hutan, carilah kayu bakar. Itu lebih mulia daripada menjadi peminta-minta….”

 Karena Rasulullah sudah mengajurkan agar kita perlu masuk hutan ini maka kita tidak perlu ragu mencari rezeki yang halal yang diberikan Allah SWT kepada kita. Jadilah pejuang bagi dirinya sendiri dan lingkungan kita, sebab tidak ada perjuangan yang titik tujuan atau hasilnya bisa dipastikan.

Kalau Rasulullah yang menyuruh masuk hutan, kita tidak perlu memastikan dulu apakah di dalamnya ada buah yang dicari, ada harimau atau ular yang rnengancam atau tidak. Tidak perlu riset dulu berapa luas hutan, jenis tanahnya, atau ada warung atau tidak, ada pentas dangdut dan metal atau tidak. Kalau sudah jelas semuanya, baru melangkahkan kaki masuk hutan. Jangan seperti itu. Cukup ucapkan BISMILLAHIRROHMANIRROHIM dan langkahkan kaki untuk mencari rezeki yang halal. Insya alloh kita akan selamat!

Saya percaya Tuhan Maha Pelindung. DIA pun tidak sedang bermain dadu dalam penciptaan alam semesta termasuk mencipta diri saya. Semua sudah diletakkan pas dengan ukurannya.

Apakah kita akan takut mati gara-gara di hutan ada harimau? Apakah saya khawatir beriklan di blog milik sendiri nanti lantas dianggap komersialisasi idealisme sebagai manusia yang berjiwa sosial? Siapakah dirimu yang menakar dengan berani dan menilai dengan separuh mata itu? Bukankah itu sebentuk iri dengan proses yang sedang berjalan ini? Oh, manusia….setitik partikel yang tidak berarti di alam semesta karena dalam dadamu menyembul ujub riya iri dengki dan sombong.. Kemudian merasa mampu menilai Kebesaran Tuhan dan mengadili manusia …..Subhanallah….

 Sudah ah, mohon undur diri dulu sedulur… pengamen mau bekerja…..kulangkahkah kakiku yang rapuh… tinggalkan kota asalku…. jrennggg jrenggg jrengggg….

 @Wongalus, 2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, WONGALUS PENGAMEN | 137 Komentar

DUKA DI BUMI LANGITAN


 INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN. telah berpulang ke Rahmat ALLAH SWT, KYAI HAJI ABDULLAH FAQIH, Ketua Majlis Masayikh Pondok Langitan Widang Tuban Jatim, Selasa 28 Februari 2012, Petang JAM 19.OO WIB. 

================================

“GERAKKAN TANGANMU, MAKA AKAN AKU TURUNKAN REJEKI KEPADAMU,”

Di meja saya, terpampang potret beliau. Foto itu saya dapatkan ketika tahun 1999 saya ditugasi kantor redaksi yang berlokasi di Graha Pena Surabaya untuk meliput satu kasus yang terjadi di Tuban. Tak urung saat itu saya mampir untuk sowan ke Pondok Pesantren yang namanya sudah melegenda di seantero tanah air itu. Di situlah saya mendapatkan foto KH Abdullah Faqih, sosok yang disebut publik sebagai salah satu “kyai khos” dari sekian banyak Kyai Khos tanah Jawa.

Meski tidak sempat bertemu dengan Kyai Abdullah Faqih, namun saya sempat ditemui oleh seorang putra beliau di rumahnya. Ia sempat menceritakan sosok dan figur sang ayah kelahiran tahun 1932 yang pada hari Selasa petang 28 Februari 2012 ini dipanggil kehadirat Allah SWT tersebut. Menurut sang putra, tradisi kesederhanaan ulama sangat meresap ke dalam diri Kyai Abdullah Faqih. Ia tak segan mengurusi sawah dan kebunnya. Terkadang pula terlihat dirinya ngurusi toko dan urusan lainnya. “Setiap orang harus bekerja, sekaligus buat contoh santri dan masyarakat sekitar. Kalau seluruh waktunya hanya dihabiskan untuk mengajar dan mengajar saja, nanti dikira masyarakat seorang kyai itu sudah tak mengurusi urusan-urusan duniawiyah lagi. Gerakkan tanganmu maka aku (Allah SWT) akan turunkan rezeki kepadamu” kata KH Abdullah Faqih menyitir hadits Qudsi pada suatu ketika.

Terkait dengan kondisi bangsa saat ini, melalui putranya itu, Kyai Abdullah Faqih terbiasa mewasiatkan agar setiap orang di negeri ini segera melakukan taubat nasuha baik secara pribadi maupun secara berjamaah. “Tidak perlu ribut dan beramai-ramai. Lakukanlah berzikir sendiri-sendiri dengan memperbanyak bacaan istighfar,” ujar KH Abdullah Faqih sebagaimana yang dijelaskan sang putra. Menurut KH Abdullah Faqih, jika setiap orang mau mengakui dosa-dosanya dengan memperbanyak beristighfar, insya Allah negeri ini akan aman sentosa. Seperti yang tertera dalam al-Qur’an, bahwa Allah tidak akan menimpakan azab bagi suatu kaum, selama kaum tersebut mau melakukan istigfar,” ujar sang putra mengingat pesan-pesan almarhum.

Setiap bencana, dalam pemahaman Kyai Faqih ada dua maksud; sebagai peringatan atau untuk peningkatan derajat. Sementara musibah beruntun yang menimpa bangsa ini, kita perlu merenungkan apakah untuk meningkatkan kualitas bangsa ataukah karena banyaknya dosa-dosa yang dilakukan. “Kalau melihat lahiriahnya, bangsa Indonesia itu sudah terlalu kebanyakan maksiat,” kata sang putra. Kesederhanaan kyai Abdullah Faqih sangat lekat hingga akhir hayatnya. Meskipun tak sedikit tokoh penting di negeri ini sowan kepadanya, namun dirinya merasa cukup. Ia tinggal di sebuah rumah berdinding papan, serta lantai rumah dari tegel biasa dan meja kursi yang seadanya yang berada di tengah Ponpes Langitan.

Dikisahkan putra tersebut, sejak kecil Ketua Majlis Masayikh Pondok Langitan ini dihabiskan di lingkungan Pondok Langitan bersama saudara-saudaranya untuk belajar ke ayahandanya Kyai Abdul Hadi. “Kamu cukup mengaji saja. Sebab kalau sekolah, kamu mesti akan pula meninggalkan pondok. Padahal jika pesantren itu sudah ditumbuhi ilalang, akan sulit sekali merawatnya. Ia akan menjadi sepi santri dan ditumbuhi semak belukar,” kisahnya menirukan ucapan Kyai Abdul Hadi sang kakek. Simbah buyut yang tak lain pendiri Ponpes Langitan memiliki kewaskitaan bahwa yang bisa untuk meneruskan tongkat estafet mengasuh pondok adalah kyai Abdullah Faqih. Oleh karenanya, kyai Abdullah faqih diberi amanah agar belajar mengaji dan tidak perlu sekolah.

Di usianya yang relatif muda, 15 tahun ia sudah bisa menguasai kitab kuning. Di saat itulah Kyai Faqih mulai mengajar para santri. Saat itu sebenarnya masih ingin nyantri di pondok lain, tetapi sang ayah Kyai Abdul Hadi tetap melarang lantaran ilmunya dirasa belum cukup. Pada tahun 1950-an, Kyai Abdullah Faqih nyantri ke pondok pesantren Lasem Jawa Tengah pada Mbah Kyai Maksum yang tak lain ayaha Kyai Ali maksum Krapyak Yogyakarta. Ia juga berguru kepada Syeckh Masduqi yang lama tinggal di Mekkah, Kyai Baidlowi ayah dari kyai Hamid Baidlowi dan juga ngaji kepada Kyai Mansur. Selama dua tahun setengah Kyai Faqih menjalani kehidupan di Pondok Lasem. Setelah pulang ke rumah halaman, dirinya justru merasa tak kerasan. Itulah yang mendorongnya untuk berangkat nyantri ke Pondok Senori Tuban. Di sini dirinya diasuh langsung oleh Kyai Abu Fadhol yang telah banyak mengarang kitab kuning.

Selepas dari Tuban, Kyai Abdullah Faqih pulang dan mendirikan madrasah formal bersama pamannya Kyai Ahmad Marzuki. Bagi santri yang tamat madrasah enam tahun ini, mereka harus menguasai kitab kuning dan hafal Alfiyah. Melihat lulusannya yang cukup menggembirakan, lalu didirikanlah lanjutannya berupa sekolah Mu’allimin 3 tahun. Meskipun publik masyarakat menilai Kyai Abdullah Faqih termasuk kyai khos yang ilmu agamanya sangat mumpuni, namun dirinya masih merasa haus ilmu dan masih ingin nyantri kembali ke pondok lain. Namun lantaran kesibukan di pondok terpaksa harus mengurungkan niatan tersebut. Lebih-lebih setelah Kyai Marzuki pergi ke tanah suci di tahun tahun 1953, sehingga Kyai Faqih menggantikan sepenuhnya tugas-tugas beliau. Untuk menuruti keinginannya itu, setiap tahunnya dirinya selalu pergi ngaji bulanan dengan cara sowan ke beberapa Kyai Sepuh lain. Dalam mengelola pondok pesantren, Kyai Faqih senantiasa berpegang pada wejangan kyai-kyai sepuh yang telah turut membimbingnya. Seperti wejangan dari Mbah Kyai Maksum agar orang itu jangan sampai nggak mengajar. Sementara dari kakeknya Kyai Khozin, selalu menekankan agar dalam mengajar suatu kitab itu jangan sampai tidak selesai.

Jumlah yang ngaji anak berapa pun harus tetap diajarnya secara sungguh-sungguh. Ayahandanya sendiri pernah mencontohkan bagaimana memegang amanat tersebut. Pada zaman agresi Belanda, santri pondok Langitan pernah bubar sama sekali. Tak satupun santri yang berani tetap tinggal di sana. Dalam kondisi semacam itu, Kyai Abdul Hadi tetap melanjutkan ngajinya. Tak pernah sama sekali meliburkan pengajian yang ada. Padahal waktu itu yang ngaji cuma Kyai Abdullah Faqih bersama dengan sepupunya. Dan kalau malam terpaksa memakai lampu oblek, karena situasi peperangan yang mencekam. Itulah tekad Abdullah Faqih untuk memperjuangkan agama. Untuk menghidupkan agama itu, nggak ada lain kecuali ilmu agama. Tidak bisa agama itu dikembangkan melalui jalan selain ilmu.

“Motor nggak bisa jalan kalau tak diisi bensin terlebih dahulu. Nah, jika ada motor yang bisa jalan padahal nggak ada bensinnya, berarti motor tersebut didorong,” ujar KH Abdullah Faqih sebagaimana yang dituturkan sang putra. AL FATIHAH TERKIRIMKAN UNTUK MU, GURU KITA SEMUA…..

@Wongalus, 2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 145 Komentar

MAHABAH SURAT YUSUP


radenwangsaprana@yahoo.co.id

Asalamualaiku ki wong alus,ijin saya nitip setetes ilmu pengasihan ..mga brmanfaat bgi para sedulur

Puasa 3 Hari
Ilahadrotin Nabiyil Mustopa Syaidina Muhamadin Saw Alfatiha 1x
Wa Khususon Ila Hadrotin Sulthonil Auliyai Syeh Abdul Qadir Jaelani Wa Silsilathim Raden Wangsa Prana Wa Ila Bpa Hermanto Wa Ila Ustad Tubagus Cilik Trah Kesepuhan Pandeglang Banten Alfatiha 3x
Idzhola Yusufi Li Abihi Ya Abati Ahadan Asyaro Kaukabau Wa Samsa Wal Qomaro Roaituhum Li Sajidin 41x

RASISINARA RASA AING RASA SINARA JABANG BAYI JABANG BAYU MANGKA WELAS MANGKA ASIH KA BADAN RAGA AWAKING
LAILAHAILLAH MUHAMAD ROSULLULAH 1X

walaikum salam w w
mhon d bnarkan bla tulisan y salah.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 78 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.