PENGIJAZAHAN ASMAK SUNGE RAJEH MADURA UTARA DARI KI JATIRAGA KEPADA KAMPUS WONG ALUS (PREVIEW)


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KAMPUS WONG ALUS, KAMI MEMPREVIEW PENGIJAZAHAN YANG KAMI SELEKSI. ASR MADURA UTARA INI BOLEH JADI ADALAH TAHAPAN PALING AWAL DAN JADI PONDASI SEBELUM MENGAMALKAN VARIAN ASR YANG LAIN.

“Assalamualaikum. Bismillahirrohmanirrohim, saya ijazahkan ASMAK SUNGE RAJEH VERSI MADURA UTARA SECARA LENGKAP kepada KAMPUS WONG ALUS dengan mengharap Ridho Allah SWT, terjadilah

Tawasul ALFATIHAH ASMAK SUNGE RAJEH disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat, Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana, Man Ajazani.”
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH 1000 x dibaca selama 7 hari.

@@@

Categories: ASR MADURA UTARA | 360 Komentar

ASMAK RADJEH DIRAJEH (RDR) PENGIJAZAHAN DARI RADEN SANCANG UNGU KEPADA KAMPUS WONG ALUS (preview)


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL MENDATANG, KAMI AKAN MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN RADEN SANCANG UNGU ALIAS KI ARYA KUSUMA DEWA SEBAGAI SOHIBUL IJAZAH YANG MENGIJAZAHKAN ASMAK RDR UNTUK ANDA PEMBACA KAMPUS WONG ALUS. IJAZAH INI HANYA UNTUK DIRI ANDA SENDIRI. TIDAK BOLEH DIIJAZAHKAN DAN DIPERJUALBELIKAN KEPADA ORANG LAIN. GUNAKAN SECARA BIJAKSANA SEMATA-MATA UNTUK MENCARI KERIDHOAN ALLAH SWT DAN SEMOGA AMAL IBADAH KITA DITERIMA DI SISI-NYA. AMIN.
ASMAK RADJEH DIRAJEH INI LEBIH BAGUS DIAMALKAN DI MUARA ATAU DI PINGGIR SUNGAI DAN DIMOHON TIDAK DIAMALKAN DI DALAM RUMAH KARENA DIKHAWATIRKAN ADA TABRAKAN ENERGI.

Tawasul kirim alfatihah RADJEH DI RAJEH di sampaikan SECARA UMUM saja seperti biasanya, misalnya…
• NABI MUHAMMAD SAW DAN KELUARGA
• KHULAFAURRASYIDIN,
• MALAIKAT MUQORROBIN DAN QARIBIN,
• NABI KHIDIR A.S BALYA BIN MALKAN,
• SYEIKH ABDUL QADIR AL JAELANI,
• SYEIKH BUJUK TUMPENG PAMEKASAN MADURA,
• KYAI DAMANHURI PAMEKASAN MADURA,
• SYEIKH SYARIF HIDAYATAULLAH SUNAN GUNUNG JATI,
• PANGERAN CAKRA BUANA
• MBAH KUWU SANGKAN
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
1. INNA JAHARA HUJAHUNA LIKATABASSARUM LAKATABAN HUSSAJIN HUSAJANI.
2. INNA JAHARA HUJAHUNA LIRAJSYIN LAKATABAN HUSSAJIN
HUSAJANI
+
Tambahkan ASMAK QUWATAMBILLAHI……………..
BISMILLAHI URQIKA MIN KULLI SYAY’IN YAHZUKA BI QUWATAMBILLAHI KATABUN BILLAHI
DIBACA 313 X SELAMA 3-7 HARI.

TATA CARA PENGGUNAAN:
Untuk melontarkan energi dibaca satu kali yang nomor satu
Untuk menyerap kembali energi yang terlontar dibaca satu kali yang nomor dua
Silahkan Mengamalkan. Jadikan ASMAK RADJEH DIRAJEH ini sarana untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Semoga Allah Swt Senantiasa Memberi Limpahan Ridho Dan Rahmat-Nya Kepada Kita Semua. Asmak RDR adalah ilmu hikmah TINGKAT TINGGI NAMUN TIDAK YANG TERTINGGI. Sedulur pengamal RDR diharapkan tidak jumawa, sombong, tinggi hati dan senantiasa tawadu’ atau rendah hati. Amin Ya Robbal Alamin.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 239 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMAK NAKABAN (preview)


Dari berbagai sumber dikatakan bahwa Asmak Nakaban adalah suatu ilmu yang serumpun/sama dengan Asmak Sunge Raje, cuma namanya saja yang berbeda. Arti nama Nakaban adalah salah satu kata dalam bacaan asmak ini yang diambil dari Bahasa Suryani, yaitu bahasa yang dipergunakan oleh nabi-nabi pada jaman dahulu kala. Asmak Nakaban ini diijazahkan secara langsung oleh Nabi Khidir A.S. kepada salah seorang Kyai Besar/Alim Ulama di Pamekasan Madura. Kehebatan dan Kedahsyatan asmak ini dengan seijin Allah SWT tidak perlu diragukan lagi, multifungsi sesuai niat baik dari pemilik asma ini.
Jika sudah menguasai dengan benar dan sempurna. Maka Spesialiasi/Fungsi utama daripada asmak ini pertama adalah untuk : Penyembuhan, Kedua adalah untuk Keselamatan atas Izin dan Ridhonya Allah S.W.T. Dalam hal ancaman kejahatan, kehebatan dan kedahsyatan asmak ini adalah mengikuti kekuatan/kesaktian lawan sehingga sehebat apapun lawan kita , atas ijin Allah kekuatan kita pun akan berlipat ganda mengikuti lawan yg dihadapinya.

BERIKUT PENGIJAZAHAN KI SADEWA KEPADA KAMPUS WONG ALUS:

ass sodaraku semua.. asmak nakaban yg sy punya silahkan diamalkan bagi yg berminat….

BASMALLAH…
INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH.
WALLOHU MIN WAROO IHIM MUHIITH BALHUWA QUR’ANUM MAJIID FII LAUHIN MAHFUUDZ.
INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN AY YAQULA LAHU KUN FAYAKUN.

selama 3 hari 3 malam.
tiap pardu 400x
tiap hajat 1000x
total 3 hari 3 malam 9000x.

keterangan lanjut asmak nakaban sy:
1.untuk malam pertama siapkanlah syarat-syarat diatas seperti garam,misik dan air.
2.setelah selesai wirid diatas maka campurkanlah garam 3 butir,misik putih 3 tetes kedalam gelas air putih tadi lalu berdoalah.
“ya alloh ya muhammad ya sayyidina syekh abdul qodir jaelani, hamba mohon berkah dan karomahmu, bangkitkanlah daya metafisik dalam diri hamba dan berikanlah kekuatan, karomah asmak nakaban secara sempurna yg telah diijazahkan oleh alif sadewa semoga bermanfaat didunia dan akhirat.amin”
3.setelah berdoa silahkan air tadi diminum lalu tariklah nafas panjang dan simpan dipuser lalu kejangkan seluruh tubuh jika nafas gak kuat lepaskan lalu tarik lagi dan diulang 3x.
4.setelah penahanan nafas lalu meditasi dan rasakan getaran energi yg masuk (sensasi tiap org berbeda-beda) selama mungkin (biasa tersadar sendiri).
5.poin 1/4 itu buat malam pertama saja malam selanjutnya gak usah cukup sholat,tawasul,wirid dan doa saja, untuk tiap pardunya cukup wirid dan doa tanpa tawasul.
6.misik selalu dipakai setiap wiridnya dan oleskan ketasbih kita agar energi asmak bisa menyatu juga pada tasbih.
7.asmak ini gak berpengaruh mau diamalkan dimana saja yg penting niatnya ibadah bukan mau bentrok sama gaib.
8.setelah usai 3 hari 3 malam asmak cukup dibaca 3/7/11x jika ada hajat dgn keyakinan penuh bahwa hajat kita dikabulkan alloh swt.
9.masalah hawa energi panas,hangat,dingin itu hanya masalah niat pengamal saja kalo bisa niatkan saja ibadah maka insya alloh adem-adem wae.
Demikianlah keterangan dari sy yg awam ini, sebelum dan sesudahnya sy yg dhoif memohon maaf yg gak terhingga kpd para sesepuh dan sedulurku semua sekiranya share sy ini terlalu sombong,pamer dll karna gak ada niat sy untuk demikian karna niat sy hanya ingin berbagi saja.
Salam Takjim sy pada ki alus dan sesepuh sekalian.
wassalam.
Langkah-Langkah yang harus dilakukan.
1. Lakukan sholat taubat dan hajat.
2. Istighfar dan sholawat nabi masing-masing 71x.
3. Siapkan garam 3 butir, misik putih dan air putih 1 gelas.
4. Tawassul.
A. Ila hadrotin nabiyil mustafa muhammadin saw
B. Wa ila hadroti khulafatur rosyidin
sayidina abi bakrin wa umaro wa usman wa ali radyallahu anhu.
C. Summa ila hadroti jamiil malaikati muqorrobin wa qoribiyun sayidina jibril, mikail, isrofil, izroil as.
D. Wa ila hadroti nabi khidlir as.
E. Wa ila hadroti sultonil aulyai sayidina syeh abdul qodir jailani ra.
F. Wa ila arwahi kyai bujug tumpeng
G. Wa ila arwahi mbah kuwu sangkan
cirebon girang.
H. wa ila arwahi syekh syamsuddin batu ampar.
I. wa ila arwahi/ruuhi (masih ada ruuhi/sudah wafat arwahi) abi wa ummi.
J. wa ila hadroti man ajazani wa syehihi wa masyayihihi.
K. Wa ila ruuhi abi wa ummi.
5. Lalu baca ASMAK NAKBAN
6.untuk malam pertama siapkanlah syarat-syarat diatas seperti garam,misik dan air.
7.setelah selesai wirid diatas maka campurkanlah garam 3 butir,misik putih 3 tetes kedalam gelas air putih tadi lalu berdoalah. “ya alloh ya muhammad ya sayyidina syekh abdul qodir jaelani, hamba mohon berkah dan karomahmu, bangkitkanlah daya metafisik dalam diri hamba dan berikanlah kekuatan, karomah asmak nakaban secara sempurna yg telah diijazahkan oleh alif sadewa semoga bermanfaat didunia dan akhirat.amin”
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 153 Komentar

DIALOG DENGAN KI LURAH SEMAR: “MENUNGSO SING SUWUNG BAKAL SEKTI SAK KABEHE”


Berkomunikasi dengan jagad lelembut itu ibarat menyetel radio. Saat gelombangnya pas dengan satu stasiun radio, apalagi cuaca cerah tidak ada gangguan listik maka suara yang ditangkap pun jernih dan jelas. Malam minggu ini, usai sholat isya’ saya mencoba untuk menghubungkan diri dengan gelombang jagad lelembut. Yang tertangkap adalah sosok Ki Lurah Semar, dahnyang tanah Jawa.

Ki Semar duduk di sebuah batu, berpakaian Jawa, berblangkon dan berada di bawah sebuah pohon Sawo di sebuah keraton yang ada di atas puncak Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Matanya sayu dan raut mukanya terlihat sedih. Ki Lurah Semar memang tidak seperti biasanya yang tenang dan bersahaja. Kali ini dia bermuka misterius seakan ingin meluapkan isi hatinya. Dengan tutur wicaranya yang khas dia melantunkan sebuah kalimat sebelum saya sempat menyapanya. Dialog berikut ini sudah saya sederhanakan bahasanya karena diskusi saya dengan Ki Lurah Semar cukup panjang dan kadang menggunakan bahasa yang tidak saya pahami sepenuhnya. Campur aduk bahasa Jawa, Indonesia dan kadang bahasa aneh yang tidak saya ketahui. Tiba-tiba terdengar suara keras Ki Semar yang berteriak mengagetkan saya….

eko bumi dwi sawah tri gunung catur segoro ponco taru sad panggonan sapto pandito hasto tawang nowo dewo doso ratu”

Wong alus: Rahayu ki. Sugeng dalu.. apa artinya?

Semar: Wee lhadalah, malam ini datang kamu le..

Wong alus: Betul ki, saya hadir untuk menghadap, memohon saran dan masukan terkait kondisi bangsa masa depan

Semar: Wis tak jelaske mau..

Wong alus: Apa artinya ki? Saya kurang paham.

Semar: Eko artine kaping pisan, pertama. Yoiku daratan sing dikelilingi karo samudro. Dwi artine loro, yoiku sawahe poro tani. Tri artine telu, gunung paku bumi. Catur iku papat, samudro. Ponco iku limo yoiku godhong lan wit-witan. Sad artine enem, suket kanggo mangan poro kewan. Sapto artine pitu, menungso sing sampurno ilmu lan amale. Hasto iku wolu, yo langit sak isine. Nowo artine songo, dewo sing iso kanggo tulodho manungso, doso artine sepuluh, rojo kang adil ambeg paramarato

Wong alus: maknanya apa ki?

Semar: kabeh saiki wis peteng, jagad menungso lan poro dewo sarto poro lelembut kabeh yo peteng, isine ngamuk lan ngumbar angkoro.. ngene iki le, tondo-tondo arep ono goro-goro gede..

Wong alus: Buktinya apa ki?

Semar: Bala bencana datang bertubi-tubi, angin lesus, tanah bengkah, kabeh penduduk dunia was-was

Wong Alus: Bagaimana prediksi ke depan, apa semakin gawat?

Semar: Tambah ngrekoso le..wingit angker isi dunyo iki, bledeg tat tit, kusut-kusut menghasut, huru hara, malapetaka, ribut tunggang langgang kabeh jalmo menungso golek slamet nanging marani beboyo

Wong Alus: Subhanallah, apakah sedemikian mengerikannya ki.. dan kenapa semua ini jadi penuh bencana seperti ini?

Semar: Jejeg jejere, ngadeg ambruke tatanan nyoto lan goib iki asale soko dedungone poro pandito, ulama, kyai, santri, kabeh menungso sing ngaku hambane Gusti Kang Akaryo Jagad.. nanging saiki dungo iku mau ora ono lakune

Wong Alus: Apakah itu karena doanya tidak lengkap dan sempurna bacaannya?

Semar: Ora le, dungo mau ora ono laku prihatine, isine mung kanggo kepentingane dewe-dewe sing roto-roto mung golek bondo dunyo, mas picis rojo brono. Ojo koyo ngono le, kui kabeh mung centelan.. ora langgeng tan owah gingsir. Ujug-ujug poro pandhito (spiritualis red.) golek slamet dewe-dewe malah moro nyang poro panguoso lan rojo

Wong Alus: Oh jadi karena kurang laku prihatin dan laku hidupnya sudah melenceng dari arah yang benar, begitu ki?

Semar: yo ngono kui le, nanging sakjane sing paling akeh salahe yo sirahe kabeh titah iki, sopo kui? Rojo utowo panguoso…

Wong alus: Kenapa raja atau pemimpin yang menjadikan bencana ini? Bukankah ini kesalahan dari perilaku semua manusia ki?

Semar: maqom lan derajate panguoso lan rojo iku dhuwur nanging abot le…Nek rojo wis kelangan kawicaksanan, sing digoleki mung jeneng lan jenang, entenono goro-goro musibah bala bencana… Dongane panguoso lan rojo wis ora ketrimo le…

Wong Alus: Astaghfirullohal adzim… sebegitu kah akibatnya ki? akhirnya kemudian terjadi musibah bencana alam dan kemanusiaan?

Semar: Iyo le… Sak jane poro dewo kahyangan, nek kowe kabeh arani malaikat lan sak panunggalane sejatine yo sedih nanging ora iso nulungi manungso kabeh le.. amargo ati lan perasaanmu kabeh sing wis ketutup pedhut laku sing olo…

Wong Alus: Bagaimana cara agar kita semua terhindar dari bencana ki?

Semar: Bali menyang asal… asalmu soko kahyangan suroloyo (surga red) nanging saiki neng dunyo mancopodo (bumi) kanggo nggolek kawicaksanan lan nandur kabecikan, manfaat kanggo sapodo-podho. Elingo kowe kabeh kui sopo.. awasono atimu dewe-dewe karo lan waspodo tondo-tondo sing digelar Gusti Murbeng Jagad

Wong Alus: artinya kita harus banyak beribadah dan beramal sosial, banyak menuntut ilmu agar derajat kita semakin naik ya ki?

Semar: kasunyatan jatining sir, gaibe tan keno winoring tulis, tan arah nggon tanpo dunung, tan pesti akir awal manembahing manuksmeng roso pendulu rajem lir hudoyo retno trusno wening datanpo tepi…

Wong Alus: apa bisa kita manusia biasa yang seperti ini menjelajah hakikat sampai “suwung” kosong dari ego sejauh itu ki?

Semar: Iso wae le

Wong Alus: Apa ciri-ciri orang yang bisa sampai pada tahap makrifat ki?

Semar: telenging paningal, surosone kang sastro kalih desi lan mirit sipat rong puluhe sipat kahananing dat ponang akan durung ono ananipun kababarin gending akal… kui jenenge bali murbo miseso ing jero njobo.. menungso suwung bakal sekti sak kabehe.

Wong Alus: terima kasih ki, mohon ijin untuk menuliskan pesan-pesan Ki Lurah Semar ini untuk saya bagikan pada para sedulur saya.

Semar: Yo ora popo le..mugo ono manfaate kanggo awakmu kabeh

Wong Alus: Rahayu ki…

Demikian sedikit apa yang bisa saya sampaikan saat bertemu dengan Ki Lurah Semar malam ini. Kalau dalam dialog ada kesalahan pencerapan, pendengaran dan kalimat sehingga menyesatkan, itu semata-mata dari saya pribadi. Bila ada benarnya, itu semata-mata berasal dari Allah SWT melalui banyak tangan, banyak cara dan banyak hal yang tidak kita ketahui sepenuhnya. Terima kasih.

@Wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, KI LURAH SEMAR | 127 Komentar

AYO NGAMEN…. JRENNGGG JRENGGG JRENGGGG….


Ya hayyu hiina laa hayya, yaa hayyu muhyil mautaa. ya hayyu laa illaaha illaa anta, allaahumma maddidnaa waj’alnaa min kulli hammin makhrajan wa farajan

Semesta ini bersifat aktif. Bukan pasif. Ia senantiasa dinamis berdasarkan atas hukum internal yang sudah dicangkokkan ke dalam masing-masing hal. Ketika seseorang meniadakan prinsip aktifnya diri ini, dan kemudian melepaskan kewajiban tersebut yang terjadi adalah kemalasan. Malas bekerja, malas membanting tulang, suka berkhayal, melamun dan akhirnya lamunan ini menjurus ke hal-hal yang bertentangan dengan aku sejatinya. Aku sejati bisa dikenali dengan cara menggerakkan akal nurani dan tangan serta kaki untuk bekerja.

 Sejak tahun 1999 saya berprofesi sebagai jurnalis. Saya mencari penghasilan dari bertualang, berpikir, merenung dan kemudian menumpahkan hasil renungan tersebut pada komputer. Saya memandang kehidupan ini sedemikian sederhana dan meskipun kadang menurut beberapa orang pikiran saya ini dianggap bercabang-cabang, njlimet dan ruwet.

 Sebelum menjadi jurnalis, saya merintis menjadi penulis lepas di Yogya untuk sebuah harian yang terbit di Jakarta. Saat itu saya berusaha untuk profesional. Tidak ada yang memerintah dan tidak ada atasan tidak membuat saya lantas ‘nglokro’ atau malas bekerja.  Justeru sebaliknya, energi hidup terasa sedemikian tinggi hingga tiada kata lain selain harus menulis. Dan ini artinya saya bekerja.

 Bekerja tidak harus punya kantor. Tidak harus punya atasan. Tidak harus berada di satu perusahaan. Tidak harus menerima slip gaji setiap bulan. Buktinya, banyak orang yang bekerja secara mandiri dengan kemampuannya, ia mendapatkan banyak penghasilan. Dan karena dulu saya tidak punya modal uang, maka saya hanya bisa memanfaatkan satu modal bawaan dari Tuhan yaitu Sumber Daya Manusia. Inilah modal pengamen…..

 Saya merasakan bekerja sebagai penulis itu sangat gampang. Cukup seonggok mesin ketik butut, lalu menggerakkan jari dan menulis, lantas dimuat di majalah. Modal mesin ketik itu pun saya dapatkan secara gratis hasil pemberian seorang teman. Tetapi harus diingat punya mesin ketik belum tentu merupakan jalan keluar bagi sukses menjadi seorang penulis. Menjadi penulis membutuhkan olah laku penghayatan kehidupan merenungi masalah-masalah, peka terhadap nilai-nilai, kerja keras dengan otak, akal budi, perasaan dan hati nurani.

Terkait dengan hal-hal teknis, misalnya harus punya komputer, punya laptop, punya mesin ketik, maka sebenarnya itu hal yang sekunder.  Saya tidak pernah berpikir serius soal-soal teknis karena itu soal paling gampang. Bisa nunut di kantor, di tetangga, di rumah pacar kalau punya pacar. Yang lebih esensial adalah berjuang agar bisa tekun dan menghargai proses mulai dari satu kata. Ini adalah soal-soal yang kualitatif sifatnya.

 Penulis itu seperti pengamen. Meski ada perbedaannya, Namur kesamaannya terletak pada kalau menjadi pengamen profesional maka dia akan menyanyi lagu yang indah diiringi dengan musik yang indah agar pendengarnya suka. Penulis juga begitu, tulislah dengan sebaik-baiknya agar pembacamu menyukainya.

 Pesan pribadi saya kepada patriot pemburu masa depan: berapa jam kerjamu dalam sehari-hari? Saya kini berusia 40 tahun lebih, dan justru karena itu saya tidur setelah subuh, kemudian pukul 07.00 pagi sudah siap ngamen: perang lagi dengan konsep, kalimat dan kata-kata.

Kalau direnung-renungkan secara lebih mendalam lagi modal saya menjadi penulis dan mencari nafkah sebenarnya  hanyalah sebagai berikut: saya ada karena anugerah Allah. Menyukai belajar dan bekerja keras. Dan keikhlasan Ibu saya dan Anda semua. Dengan tiga hal ini maka diri ini berkembang menyesuaikan dengan irama alam semesta.

Ada apa dengan alam semesta? Kita ketahui, semesta ini adalah medan energi yang sangat besar, medan energi inilah yang membuat alam terus bergerak, planet dan bulan melakukan rotasi dan revolusi, begitu juga dengan komet dan asteroid. Terjadi gravitasi antar partikel sehingga alam semesta ini terus menerus berkembang pesat.

Hidup adalah alam semesta itu sendiri. Hidup adalah berkembang, berubah dan terus berubah menyesuaikan dengan luapan energi yang hadir dari mana mana. Ia harus menampung semua yang ada di langit, planet, bintang, satelit, komet yang tersusun dalam galaksi-galaksi yang terus mengembang dalam satu tempat atau wadah yang jauh lebih besar dari pada langit yang mampu menampung langit itu sendiri.

Hidup memang tidak terdefinisikan sampai kapanpun. Sebagaimana kita yang tiada akan mampu memaknai diri dan hidup kita sendiri secara holistik dan sempurna. Imajinasi dan angan-angan kita tidak akan pernah berhenti. Seperti langit yang demikian luasnya yang tidak terhitung berapa banyak bintang di alam semesta ini dan banyak galaksi-galaksi yang belum ditemukan dan diberi nama?

Ahaiii.. apa ini artinya? Untuk hidup kita perlu bekerja. Bekerja bisa apa saja. Kebetulan saya memilih menjadi penulis. Menjadi penulis, mungkin juga menjadi apapun memerlukan etos kerja. Yaitu kesediaan untuk bekerja keras dan kejam kepada diri sendiri. Kreatif dengan sanggup bekerja maksimal dalam kondisi dan fasilitas yang minimal.

 Maka, ijinkan saya akan terus ngamen ngamen dan ngamen. Saya tidak perduli apa kata anda apakah lagu saya serak atau fals. Yang penting saya akan terus melangkahkan kaki untuk bekerja keras dan yang terbaik untuk hidup. Saya akan memanfaatkan semua yang saya miliki untuk mencari penghasilan. Bukankah Rasulullah secara simbolis mengajurkan kita untuk bekerja keras? ”Pergilah ke hutan, carilah kayu bakar. Itu lebih mulia daripada menjadi peminta-minta….”

 Karena Rasulullah sudah mengajurkan agar kita perlu masuk hutan ini maka kita tidak perlu ragu mencari rezeki yang halal yang diberikan Allah SWT kepada kita. Jadilah pejuang bagi dirinya sendiri dan lingkungan kita, sebab tidak ada perjuangan yang titik tujuan atau hasilnya bisa dipastikan.

Kalau Rasulullah yang menyuruh masuk hutan, kita tidak perlu memastikan dulu apakah di dalamnya ada buah yang dicari, ada harimau atau ular yang rnengancam atau tidak. Tidak perlu riset dulu berapa luas hutan, jenis tanahnya, atau ada warung atau tidak, ada pentas dangdut dan metal atau tidak. Kalau sudah jelas semuanya, baru melangkahkan kaki masuk hutan. Jangan seperti itu. Cukup ucapkan BISMILLAHIRROHMANIRROHIM dan langkahkan kaki untuk mencari rezeki yang halal. Insya alloh kita akan selamat!

Saya percaya Tuhan Maha Pelindung. DIA pun tidak sedang bermain dadu dalam penciptaan alam semesta termasuk mencipta diri saya. Semua sudah diletakkan pas dengan ukurannya.

Apakah kita akan takut mati gara-gara di hutan ada harimau? Apakah saya khawatir beriklan di blog milik sendiri nanti lantas dianggap komersialisasi idealisme sebagai manusia yang berjiwa sosial? Siapakah dirimu yang menakar dengan berani dan menilai dengan separuh mata itu? Bukankah itu sebentuk iri dengan proses yang sedang berjalan ini? Oh, manusia….setitik partikel yang tidak berarti di alam semesta karena dalam dadamu menyembul ujub riya iri dengki dan sombong.. Kemudian merasa mampu menilai Kebesaran Tuhan dan mengadili manusia …..Subhanallah….

 Sudah ah, mohon undur diri dulu sedulur… pengamen mau bekerja…..kulangkahkah kakiku yang rapuh… tinggalkan kota asalku…. jrennggg jrenggg jrengggg….

 @Wongalus, 2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, WONGALUS PENGAMEN | 137 Komentar

DUKA DI BUMI LANGITAN


 INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN. telah berpulang ke Rahmat ALLAH SWT, KYAI HAJI ABDULLAH FAQIH, Ketua Majlis Masayikh Pondok Langitan Widang Tuban Jatim, Selasa 28 Februari 2012, Petang JAM 19.OO WIB. 

================================

“GERAKKAN TANGANMU, MAKA AKAN AKU TURUNKAN REJEKI KEPADAMU,”

Di meja saya, terpampang potret beliau. Foto itu saya dapatkan ketika tahun 1999 saya ditugasi kantor redaksi yang berlokasi di Graha Pena Surabaya untuk meliput satu kasus yang terjadi di Tuban. Tak urung saat itu saya mampir untuk sowan ke Pondok Pesantren yang namanya sudah melegenda di seantero tanah air itu. Di situlah saya mendapatkan foto KH Abdullah Faqih, sosok yang disebut publik sebagai salah satu “kyai khos” dari sekian banyak Kyai Khos tanah Jawa.

Meski tidak sempat bertemu dengan Kyai Abdullah Faqih, namun saya sempat ditemui oleh seorang putra beliau di rumahnya. Ia sempat menceritakan sosok dan figur sang ayah kelahiran tahun 1932 yang pada hari Selasa petang 28 Februari 2012 ini dipanggil kehadirat Allah SWT tersebut. Menurut sang putra, tradisi kesederhanaan ulama sangat meresap ke dalam diri Kyai Abdullah Faqih. Ia tak segan mengurusi sawah dan kebunnya. Terkadang pula terlihat dirinya ngurusi toko dan urusan lainnya. “Setiap orang harus bekerja, sekaligus buat contoh santri dan masyarakat sekitar. Kalau seluruh waktunya hanya dihabiskan untuk mengajar dan mengajar saja, nanti dikira masyarakat seorang kyai itu sudah tak mengurusi urusan-urusan duniawiyah lagi. Gerakkan tanganmu maka aku (Allah SWT) akan turunkan rezeki kepadamu” kata KH Abdullah Faqih menyitir hadits Qudsi pada suatu ketika.

Terkait dengan kondisi bangsa saat ini, melalui putranya itu, Kyai Abdullah Faqih terbiasa mewasiatkan agar setiap orang di negeri ini segera melakukan taubat nasuha baik secara pribadi maupun secara berjamaah. “Tidak perlu ribut dan beramai-ramai. Lakukanlah berzikir sendiri-sendiri dengan memperbanyak bacaan istighfar,” ujar KH Abdullah Faqih sebagaimana yang dijelaskan sang putra. Menurut KH Abdullah Faqih, jika setiap orang mau mengakui dosa-dosanya dengan memperbanyak beristighfar, insya Allah negeri ini akan aman sentosa. Seperti yang tertera dalam al-Qur’an, bahwa Allah tidak akan menimpakan azab bagi suatu kaum, selama kaum tersebut mau melakukan istigfar,” ujar sang putra mengingat pesan-pesan almarhum.

Setiap bencana, dalam pemahaman Kyai Faqih ada dua maksud; sebagai peringatan atau untuk peningkatan derajat. Sementara musibah beruntun yang menimpa bangsa ini, kita perlu merenungkan apakah untuk meningkatkan kualitas bangsa ataukah karena banyaknya dosa-dosa yang dilakukan. “Kalau melihat lahiriahnya, bangsa Indonesia itu sudah terlalu kebanyakan maksiat,” kata sang putra. Kesederhanaan kyai Abdullah Faqih sangat lekat hingga akhir hayatnya. Meskipun tak sedikit tokoh penting di negeri ini sowan kepadanya, namun dirinya merasa cukup. Ia tinggal di sebuah rumah berdinding papan, serta lantai rumah dari tegel biasa dan meja kursi yang seadanya yang berada di tengah Ponpes Langitan.

Dikisahkan putra tersebut, sejak kecil Ketua Majlis Masayikh Pondok Langitan ini dihabiskan di lingkungan Pondok Langitan bersama saudara-saudaranya untuk belajar ke ayahandanya Kyai Abdul Hadi. “Kamu cukup mengaji saja. Sebab kalau sekolah, kamu mesti akan pula meninggalkan pondok. Padahal jika pesantren itu sudah ditumbuhi ilalang, akan sulit sekali merawatnya. Ia akan menjadi sepi santri dan ditumbuhi semak belukar,” kisahnya menirukan ucapan Kyai Abdul Hadi sang kakek. Simbah buyut yang tak lain pendiri Ponpes Langitan memiliki kewaskitaan bahwa yang bisa untuk meneruskan tongkat estafet mengasuh pondok adalah kyai Abdullah Faqih. Oleh karenanya, kyai Abdullah faqih diberi amanah agar belajar mengaji dan tidak perlu sekolah.

Di usianya yang relatif muda, 15 tahun ia sudah bisa menguasai kitab kuning. Di saat itulah Kyai Faqih mulai mengajar para santri. Saat itu sebenarnya masih ingin nyantri di pondok lain, tetapi sang ayah Kyai Abdul Hadi tetap melarang lantaran ilmunya dirasa belum cukup. Pada tahun 1950-an, Kyai Abdullah Faqih nyantri ke pondok pesantren Lasem Jawa Tengah pada Mbah Kyai Maksum yang tak lain ayaha Kyai Ali maksum Krapyak Yogyakarta. Ia juga berguru kepada Syeckh Masduqi yang lama tinggal di Mekkah, Kyai Baidlowi ayah dari kyai Hamid Baidlowi dan juga ngaji kepada Kyai Mansur. Selama dua tahun setengah Kyai Faqih menjalani kehidupan di Pondok Lasem. Setelah pulang ke rumah halaman, dirinya justru merasa tak kerasan. Itulah yang mendorongnya untuk berangkat nyantri ke Pondok Senori Tuban. Di sini dirinya diasuh langsung oleh Kyai Abu Fadhol yang telah banyak mengarang kitab kuning.

Selepas dari Tuban, Kyai Abdullah Faqih pulang dan mendirikan madrasah formal bersama pamannya Kyai Ahmad Marzuki. Bagi santri yang tamat madrasah enam tahun ini, mereka harus menguasai kitab kuning dan hafal Alfiyah. Melihat lulusannya yang cukup menggembirakan, lalu didirikanlah lanjutannya berupa sekolah Mu’allimin 3 tahun. Meskipun publik masyarakat menilai Kyai Abdullah Faqih termasuk kyai khos yang ilmu agamanya sangat mumpuni, namun dirinya masih merasa haus ilmu dan masih ingin nyantri kembali ke pondok lain. Namun lantaran kesibukan di pondok terpaksa harus mengurungkan niatan tersebut. Lebih-lebih setelah Kyai Marzuki pergi ke tanah suci di tahun tahun 1953, sehingga Kyai Faqih menggantikan sepenuhnya tugas-tugas beliau. Untuk menuruti keinginannya itu, setiap tahunnya dirinya selalu pergi ngaji bulanan dengan cara sowan ke beberapa Kyai Sepuh lain. Dalam mengelola pondok pesantren, Kyai Faqih senantiasa berpegang pada wejangan kyai-kyai sepuh yang telah turut membimbingnya. Seperti wejangan dari Mbah Kyai Maksum agar orang itu jangan sampai nggak mengajar. Sementara dari kakeknya Kyai Khozin, selalu menekankan agar dalam mengajar suatu kitab itu jangan sampai tidak selesai.

Jumlah yang ngaji anak berapa pun harus tetap diajarnya secara sungguh-sungguh. Ayahandanya sendiri pernah mencontohkan bagaimana memegang amanat tersebut. Pada zaman agresi Belanda, santri pondok Langitan pernah bubar sama sekali. Tak satupun santri yang berani tetap tinggal di sana. Dalam kondisi semacam itu, Kyai Abdul Hadi tetap melanjutkan ngajinya. Tak pernah sama sekali meliburkan pengajian yang ada. Padahal waktu itu yang ngaji cuma Kyai Abdullah Faqih bersama dengan sepupunya. Dan kalau malam terpaksa memakai lampu oblek, karena situasi peperangan yang mencekam. Itulah tekad Abdullah Faqih untuk memperjuangkan agama. Untuk menghidupkan agama itu, nggak ada lain kecuali ilmu agama. Tidak bisa agama itu dikembangkan melalui jalan selain ilmu.

“Motor nggak bisa jalan kalau tak diisi bensin terlebih dahulu. Nah, jika ada motor yang bisa jalan padahal nggak ada bensinnya, berarti motor tersebut didorong,” ujar KH Abdullah Faqih sebagaimana yang dituturkan sang putra. AL FATIHAH TERKIRIMKAN UNTUK MU, GURU KITA SEMUA…..

@Wongalus, 2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 145 Komentar

MAHABAH SURAT YUSUP


radenwangsaprana@yahoo.co.id

Asalamualaiku ki wong alus,ijin saya nitip setetes ilmu pengasihan ..mga brmanfaat bgi para sedulur

Puasa 3 Hari
Ilahadrotin Nabiyil Mustopa Syaidina Muhamadin Saw Alfatiha 1x
Wa Khususon Ila Hadrotin Sulthonil Auliyai Syeh Abdul Qadir Jaelani Wa Silsilathim Raden Wangsa Prana Wa Ila Bpa Hermanto Wa Ila Ustad Tubagus Cilik Trah Kesepuhan Pandeglang Banten Alfatiha 3x
Idzhola Yusufi Li Abihi Ya Abati Ahadan Asyaro Kaukabau Wa Samsa Wal Qomaro Roaituhum Li Sajidin 41x

RASISINARA RASA AING RASA SINARA JABANG BAYI JABANG BAYU MANGKA WELAS MANGKA ASIH KA BADAN RAGA AWAKING
LAILAHAILLAH MUHAMAD ROSULLULAH 1X

walaikum salam w w
mhon d bnarkan bla tulisan y salah.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 77 Komentar

WONG LING LANG ALUS LING LUNG


Banyak email yang nyasar ke email redaksi rdrkwa@gmail yang rata-rata meminta ijin untuk mengamalkan ilmu di blog ini, namun lebih menarik adalah menjawab pertanyaan dari saudari yang punya email niecmila@gmail.com. Isi emailnya singkat, padat dan langsung masuk ke inti masalah sebagai berikut: “ASS KI WONG ALUS SY MAU TNYA.APA HIJAB ITU HRS DBKAKAN ATO BS BKA SNDRI?KL BKA SNDRI APA AMALAN UNTK BKA HIJAB”

Jawab saya:
YANG BISA MEMBUKA HIJAB ADALAH DIRI SENDIRI. ORANG LAIN TIDAK BISA MEMBUKAKAN HIJAB KITA. AMALAN MEMBUKA HIJAB ADALAH IMAN DAN AMAL SHOLEH.

Sebelum panjang lebar, akan lebih nyaman kiranya dijelaskan tentang hijab. Apa sesungguhnya hakikat hijab itu? Kata hijab awalnya muncul seiring dengan adanya para pejalan spiritual yang ingin untuk mencapai tangga makrifat. Mungkin beberapa puluh tahun atau ratusan tahun setelah Rasulullah SAW wafat.

Para pejalan spiritual yang berusaha menyelami samudra Makrifatullah dengan ragam cara ibadah dengan meniru kebiasaan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dengan tujuan agar Allah SWT memperkenankan sang diri bisa sampai kepada tahap sumeleh, pasrah, nrimo atau Mukhlasin. Yaitu rela dan menerima Allah sebagai satu-satunya Tuhannya. Rela menjalani hidup tanpa mengeluh, menghadapi semua kejadian dengan hati yang lapang serta tanpa pamrih.

Pejalan spiritual ini menghidupkan api cinta kepada Allah, sehingga Allah SWT yang memang sudah mencintai manusia sejak dilahirkan tersebut menjadi semakin cinta. Sebagaimana disampaikan Imam Jafar As Shadiq a.s yang berkata: apabila kecintaan kepada Allah bersinar di hati manusia, maka Allah akan membersihkannya dari segala kesibukan dan segala ingatan kecuali kepada Allah. Mereka yang mencintai Allah bercirikan berbicara benar, setia memenuhi janji, suci kelakuannya, tulus dzikirnya.

CINTA API ILAHI ADALAH API,
APA PUN YANG DILEWATINYA AKAN TERBAKAR
CINTA ILAHI ADALAH CAHAYA
DI MANA PUN IA TERBIT IA AKAN MEMANCAR
CINTA ILAHI ADALAH LANGIT
APA PUN YANG MUNCUL DI BAWAHNYA AKAN DINAUNGI
CINTA ILAHI ADALAH ANGIN
KE MANA PUN BEREMBUS IA AKAN MENGGERAKKANNYA
CINTA ILAHI ADALAH AIR
BUMI TUHAN YANG MENUMBUHKAN SEGALA SESUATU
BARANG SIAPA YANG MENCINTAI ALLAH,
ALLAH AKAN MEMBERIKAN
KEPADANYA SEMUA KERAJAAN DAN KEPEMILIKAN

Hijab sekat atau tembok penghalang jalannya jiwa untuk menemui Sang Khalik. Tembok-tembok itu tiada lain adalah kesalahan baik disengaja maupun yang tidak disengaja yang terjadi di setiap saat. Kesalahan itu ternilai sebagai “dosa” dimana semakin lama akan semakin memburamkan hati nurani manusia sehingga kita tidak mampu membaca ayat-ayat-NYA yang berupa kalam/firman Ilahi yang aktif didalam diri dan di luar diri manusia. Cahaya Allah yang terpancar ke semua yang ada pun tidak bisa dilihat dan didengar serta tidak merasuk dalam hati sanubari.

Kuncinya: hati sanubari…

Tidak usah jauh-jauh memberi contoh. Saya contohkan diri saya sendiri saja. Beberapa hari terakhir, saya mendapat ujian yang begitu besar setelah membatalkan acara bertema “Silaturahim Nasional KWA ketiga” yang sedianya akan dilangsungkan di Jakarta. Saya menelorkan ide menyelenggarakan acara itu, yang dalam bayangan saya akan dilangsungkan secara besar-besaran dengan melibatkan sedemikian besar pihak yang perduli akan budaya nasional kita yang terpuruk. Pentas seni dan budaya daerah semeriah mungkin dengan kekuatan dan dukungan seluruh sedulur KWA se tanah air.

Karena saya tidak mendapat informasi tentang kerja panitia yang ada di Jakarta, saya merasa terhijab dari panitia. Sekali rapat online yang saya ikuti saya merasa bahwa rapat tersebut tidak profesional dan asal-asalan. Akhirnya yang terjadi adalah ketidaktahuan karena kebodohan saya dan kemudian muncul sangkaan saya yang keliru kepada Panitia. Itu point pertama.

Point kedua. Saya berprasangka buruk terkait dengan independensi KWA. Saya merasa banyak pihak punya “hidden agenda” yaitu punya kepentingan dengan menginginkan komunitas KWA yang terjalin di dunia maya ini agar mengikuti arus dan tujuan mereka. Yang pertama adalah satu ormas di Jakarta yang konon kalau ingin agar acara lancar maka sedulur KWA perlu mendaftar menjadi anggota ormas tersebut.

Terus terang terkait dengan hal ini saya hanya bisa tersenyum. Betapa tidak, sesepuh-sesepuh yang sekian lama saya hormati independensinya ternyata punya agenda semacam itu karena menurut informasi yang saya terima, ormas tersebut sekarang sepi peminat. Bahkan saya mendatangi langsung si bos sesepuh tersebut di Jogja dan dia menawari saya segudang agenda agar saya cepat kaya.

Sejak 1999 saya berprofesi seorang wartawan. Teknik saya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan strategi yang mungkin agak kelewatan. Dan akhirnya, setelah mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi saya menuliskan sikap saya menolak mentah-mentah ajakan sesepuh tersebut dengan menulis sikap saya di blog, Tapi apa yang terjadi?

Saya di sms yang intinya banyak sesepuh yang akan meninggalkan KWA setelah artikel tersebut ditempel di blog. Dasar kepala batu, saat itu saya malah timbul rasa jengkel: kalau mau meninggalkan KWA ya silahkan saja… emangnya anda dulu masuk ke KWA yang undang siapa? Anda gabung ke KWA kan atas inisiatif anda sendiri dan kalau pun sekarang anda ingin meninggalkan KWA ya silahkan saja, emangnya gue pikirin?

Saking jengkelnya dengan HIDDEN-HIDDEN AGENDA tercetuslah ide untuk menjual blog KWA… tercatat beberapa sesepuh saya kabari saya akan jual saja blog ini kepada siapa yang ingin memilikinya. Terus terang saya kecewa, betapa perasaan mereka untuk memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya jauh diatas rasa kepemilikan saya atas blog ini…..dan alhamdulillah sampe sekarang menjual blog ini tidak saya lakukan.

Point ketiga. Saya mendengar informasi akan terjadinya chaos pada beberapa bulan mendatang di Jakarta dari beberapa sesepuh. Saya disarankan untuk menunda perhelatan itu. Kenapa mereka menyarankan ke saya? karena saya lah yang paling bertanggungjawab bila nanti acara ini merugikan sedulur-sedulur. Sebab saya yang melahirkan ide dan yang harus bertanggungjawab terhadap pelaksanaan dan sekaligus harus bertanggungjawab secara menyeluruh atas keberhasilan atau kegagalan acara ini. Bagi saya, pantang untuk tinggal glanggang colong playu alias tidak bertanggungjawab terhadap pelaksanaan acara. Jelek-jelek begini, saya punya mental bonex.. alias bondo nekad….

Namun kali ini lain… Tiba-tiba saya miris dan tegang dengan informasi akan terjadinya chaos ini. Kulihat berita-berita di televisi, kucuri-curi informasi di teman-teman para spiritualis.

Beda dengan dua tahun sebelumnya, amanah bersama menjalin silaturahim dijalankan dengan sebaik-baiknya. Namun kali ini, saya berburuk sangka. Apa iya nanti panitia bisa mengendalikan keadaan bila terjadi suasana tidak mendukung? Tiba-tiba diserang masa lain yang tidak sepaham dan lain sebagainya. Apa masih bisa seberuntung dua kali silaturahim KWA di Jawa Tengah dan DIY?. Dua kali yang sukses dan lancar meskipun tanpa campur tangan saya. Yang kerja keras panitia. Bukan saya. Salam takzim untuk mereka.

HATI MERUPAKAN PUSAT DARI SEGALA KEBRENGSEKAN, KESAMPAHAN, KEMUNAFIKAN, KEMUSYRIKAN, NAMUN JUGA SEBALIKNYA: MERUPAKAN PUSAT DARI APA YANG MEMBUAT SEORANG MANUSIA MENJADI MANUSIAWI. DAN PUSAT INI MERUPAKAN TEMPAT DIMANA MEREKA JUGA BISA “BERTEMU” DAN BERTAMU KE PINTU TUHAN, GUSTI KANG MURBENG DUMADI. HATI INILAH YANG MEMBEDAKAN KITA DENGAN KUDA, LALAT, MAUPUN KALA JENGKING.

Saya bertanya-tanya dalam hati sekaligus mengintrospeksi kenapa hati saya begitu berdebu? Kenapa saya berprasangka buruk dan jahat kepada yang lain? Kenapa saya hanya bisa ngomong tentang pentingnya berprasangka baik sementara saya sendiri justeru berprasangka buruk pada semua hal? Saya salahkan diri saya sendiri, saya blejeti diri saya, saya maki-maki, saya cerca yang namanya Muhammad Wildan ini… Duh guobloknya pikiran saya sumbernya adalah hati saya yang busuk dan penuh borok ini.

Dan parahnya, lha wong sudah saya akui salah eeh… kok saya masih punya bahan untuk membela diri sebagai berikut toh semua bisa salah. Doktor bisa salah, cendekiawan bisa salah, politik pun bisa salah, mahasiswa juga sering salah. Apalagi pemerintah, sangat banyak membuat salah. Maka jika semua yang saya sampaikan ini salah itu karena saya manusia, namun jika benar toh itu kan hanya dari Allah SWT.

Tidak hanya anda, namun saya pun menuduh diri saya sendiri bahwa ya seperti ini kalau hati masih dominan setan… meskipun sudah berusaha keras untuk berubah menjadi baik, ibadah dan berbaik sangka namun perilakuku masih jauh dari jalan yang lurus… Padahal setiap saat inginnya bertaubat .. nah taubat yang begini ini tentu saja bukan taubat nasuha!

Saya menangis menjadi-jadi. Apakah salat saya sudah sebenar-benar salat? Ingatan langsung melayang saat Sunan Bonang ketika berpesan kepada Sunan Kalijaga di Suluk Wujil: Jangan lakukan salat Andai tiada tahu siapa dipuja. Bilamana kaulakukan juga Kau seperti memanah burung tanpa melepas anak panah dari busurnya. Jika kaulakukan akan sia-sia.. Karena yang dipuja wujud khayalmu semata .. Ingatlah Wujil, waspadalah…. Hidup di dunia ini jangan ceroboh dan gegabah. Sadarilah dirimu bukan yang Haqq dan Yang Haqq bukan dirimu… Orang yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan …. Asal usul semua kejadian dan inilah jalan makrifat sejati.

TIBA-TIBA SAYA MERASA BERADA DI ALAM KEGILAAN…. DUNIA BERPUTAR SEPERTI ANGIN TORNADO… MENGHEMPASKAN NILAI-NILAI DAN MENGHANCURKAN SEMUA ANGGAPAN SAYA KEPADA ANDA….. BAIK DAN BURUK SIAPA YANG MENCIPTAKAN? YANG MENCIPTAKAN ADALAH KONSEP DI PIKIRAN KITA. SEBAB DI DALAM KONSEP SANG KEBENARAN SEJATI, BELUM TENTU ADA YANG NAMANYA BAIK BURUK BENAR DAN SALAH.

Kemarin minggu pagi-pagi saya berangkat ke Makam Raden Rahmat Sunan Ampel Surabaya naik mobil butut saya. Di suatu ruas jalan, mobil berhenti oleh perlintasan kereta api. Ketika melihat kereta api berjalan diatas rel, terbetik pertanyaan. Bagaimana roda-roda yang berat itu bisa bergerak dan lari? Pikiran saya sampai kepada pemikiran tentang alat-alat dan mesin-mesin itulah yang menggerakkan roda yang berat itu. Adakah setelah itu kita dibenarkan jika berpendapat bahwa alat kereta itu sendiri yang menggerakkan kereta tersebut?

Perkaranya tidak semudah itu, sebab masinislah yang mengendalikan mesin. Kemudian ada insinyur yang menciptakan rancangan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan, maka pada hakekatnya tak ada wujud bagi kereta itu, dan tidaklah mungkin terjadi gerakan dan perputaran pada roda-roda tanpa kerja insinyur. Mesin-mesin itu bukanlah akhir dari cerita sebuah kereta api, akan tetapi hakikat yang paling akhir adalah AKAL yang telah mengadakan mesin itu, kemudian menggerakkan menurut rencana yang telah dipersiapkan.

Melihat realitas kereta api, mulai dari gerbong yang digerakkan oleh roda-roda, kemudian roda-roda digerakkan oleh mesin, mesin digerakkan oleh masinis, dan semua itu direncanakan, oleh yang menciptakan yaitu insinyur. Pertanyaan terakhir saya adalah mungkinkah roda-roda, mesin, dan alat-alat kereta api itu mampu melihat yang menciptakan? Jawabannya adalah insinyur itu sendiri yang mengetahui akan dirinya, sebab kereta api dan insinyur adalah dua hal yang jauh berbeda ….

Singkat kata, untuk bisa memahami Sang Kebenaran Sejati kita harus mengerti keterbatasan-keterbatasan konsepsi kita, karena tak ada yang bisa mengenal Kebenaran kecuali Kebenaran sendiri. Karena itu kita punya pengertian tentang Kebenaran, Kebenaran menurut konsepsi saya dan Kebenaran menurut konsepsi Sang Kebenaran Sejati jelas beda. DIA yang dibicarakan berkaitan dengan konsepsi saya dan DIA yang hakiki tidak bisa kita fahami, baik oleh saya maupun kita semua.

Karena itu kita tidak bisa berbicara tentangnya secara bermakna. bagaimana kita bisa memahami tentang DIA, sedang kata-kata yang ada hanya melemparkan kita keluar dari seluruh konsepsi manusia. Seperti, Dia yang Awal dan yang akhir, Dia yang tampak dan yang tersembunyi, cahaya-Nya tidak di timur dan tidak di barat, tidak laki-laki dan tidak tidak perempuan, tidak serupa dengan ciptaan-Nya dst….

NAH, INI TENTU TIDAK MASUK AKAL DAN TIDAK BISA DIBAYANGKAN.. SEBAB GAMBARAN BAYANGAN DI OTAK KITA KARENA KITA SUDAH MENYAKSIKAN SESUATU YANG KITA BAYANGKAN.. KALAU BELUM MENYAKSIKAN, TENTU TIDAK BISA MEMBAYANGKAN.

Kenyataan Sang Kebenaran Sejati tidak bisa dikenal dan diketahui berasal dari penegasan dasar tauhid `LAA ILAHA ILLALLAH ATAU LAISA KA MISTLIHI SYAI’UN …tidak sama dengan sesuatu. Karena DIA secara mutlak dan tak terbatas benar-benar Dzat Maha Tinggi, sementara kosmos berikut segala isinya hanya secara relatif bersifat hakiki, maka realitas Ilahi berada jauh diluar pemahaman realitas makhluK. Dzat yang Maha Mutlak tidak bisa dijangkau oleh yang relatif.

Kita dan ALAM SEMESTA yang kosmos ini berhubungan melalui sifat-sifat Ilahi yang menampakkan jejak-jejak dan tanda-tandanya di alam. Kita tidak bisa mengenal dan mengetahui DIA dalam dirinya sendiri, tetapi hanya sejauh DIA mengungkapkan diri-Nya melalui sifat, nama, af’al. Sifat, nama, dan af’al, secara relatif yang bisa dirasakan dan difahami maknanya dengan keterbatasan akal. Akan tetapi Dzat tetaplah adalah realitas mutlak dan absolut.

Maka kunci untuk benar-benar memahami secara hakiki barangkali adalah mampu memfanakan diri. Fana adalah keadaan manusia seperti sebelum dilahirkan atau diciptakan…..

NAH, APA YANG KITA RASAKAN SAAT FANA?
PERSIS SAAT KITA BERADA DIDALAM PERUT IBU
ITULAH ALAM KOSONG AWANG UWUNG SUNYARURI
ALAM LING LANG LING LUNG…
TIDAK ADA YANG MENGETAHUI
KECUALI ALLAH SENDIRI…
YANG BISA KITA KETAHUI SEKARANG ADALAH MENATA LAKU
AGAR SESUAI DENGAN PEDOMAN HIDUP SEJATI
YAITU MENGENAL HAKIKAT DIRI
TIDAK BOLEH MELALAIKAN SHALAT YANG KHUSYUK
KARENA
PRIBADI BESAR PASTI SUKA MENCARI HAKIKAT DIRI
AGAR MENGETAHUI MAKNA SEJATI HIDUP
DAN ARTI KEBERADAANNYA DI DUNIA
KARENA ITU SUCIKAN DIRIMU
TINGGALAH DALAM KESUNYIAN PAMRIH
HINDARI KEKERUHAN DAN HIRUK PIKUK
HASRAT DAN KEINGINAN AKAN DUNIA

AKHIRNYA, SIAPA YANG SALAH DARI KEJADIAN TIDAK JADINYA ACARA SILATURAHIM KWA DI JAKARTA?

SAYA SEPAKAT DENGAN ANDA: SAYA LAH YANG BERSALAH DAN SAYA LAH YANG TERHIJAB OLEH KESALAHAN SENDIRI. DAN… ANDA SEMUA LAH YANG  BENAR!

RAHAYU RAHAYU RAHAYU….

@wongalus, 2012

Categories: LING LUNG | 231 Komentar

PENGIJAZAHAN KAJI SERAT TUBUH (IBU ALFATEHA)


rajaryzal kelayang
rajaryzalkelayang@gmail.com

bismillahhirrahmannirrahim,…..asyhaduanlaillah haillallah wasyhaduanna muhammadarrasullallah,memohon syafaat penghuluku nabi besar MUHAMMAD bin ABDULLAH rasullallah,aku tularkan kaji serat tubuh (IBU ALFATEHA) kepada kawan kawan sebangsa dan setanah air,dengan nawaitu dapat mengambil syarat dan manfaat dari energy dentuman alfateha yang mengandung berbagai aplikasi nyata dari rahim 7 lapis bumi,7 lapis langit yang dengan memahami sedikit kaji nya ini dapat di daya gunakan untuk berbagai solusi permasalahan hidup,tentu lah dan sangat pasti bahwa tetap jadikan kerja keras,usaha dan berpikir sebagai panglima dari mendapatkan solusi permasalahan hidup tersebut.ini hanya sebagai bentuk lain dari media tawakaltu dan sengaja saya tularkan ini agar terhindar dari rasa paraduga ( bida’ah lah,syiriklah,salah lah,tidak sepaham dengan agamis lah serta berbagai macam hal)sehingga terkadang membuat si pencari solusi menjadi semakin bingung,tumbang,linglung dan endingnya semakin terjerembab dalam permasalahan tampa terlihat mana ujung mana pangkal,harapan saya dengan kaji ini sesorang lebih nyaman mengamalkannya,lebih lega dalam ritualnya sehingga lebih menciptakan rasa menyelesaikan masalah tampa masalah.hehe.he.he..kayak slogan penggadaian..sebab alfateha sudah selalu kita baca seperti membaca koran,saking akrabnya dan sudah jelas kajinya bahwa ia di anjurkan oleh agama serta telah terlegalisir tiada satupun yang salah dalam kalimat alfateha tersebut,maka sesiapa yang mengatakan bahwa seorang mengamalkan kaji alfateha salah maka pastilah di ragukan ia beragama islam atau tidak,…

dengan memohon kesedian kawan kawan lain juga saya meminta maaf jika penggalan kaji alfateha saya ini dangkal mata airnya,itu di sebabkan qodo saya yang masih jauh kepahamannya dari kaji kawan kawan makrifat yang lain,karena di asia ini saya yakini teramat banyak kawan kawan yang memiliki dan memahami makrifat dari ibu alfateha jauh lebih dalam,jauh lebih berpaham dan jauh lebih tinggi dari saya,tiada lain maksud saya hanya sedikit berbagi untuk dapat berkecimpung menjadi bagian dari makrifat rasa BAHWA KITA SATU BANGSA SENASIB SEPENANGGUNGAN,mencoba memberikan sedikit media agar kesusahan kawan kawan lain dapat menemukan ujung dari permasalahan yang tengah di hadapi…amin.

versi dari kaji ini adalah tergolong kaji makrifat di mana ia mengkaji terlebih dahulu apa alfateha itu,bagaimana ia terjadi daan apa fenomena fenomena saat ia terjadi dan di mana ayat by ayat dari alfateha ini bersembunyi/berada,ia di sebut ibu karena memang darinya lah segala tuah,segala energy,segala tenaga mistis,segala kejadian bermula ( keyakinan saya dalam islam)bahkan bergerak kemana kita pada hari ini,berpikir apa kita ini,kenapa sipat sipat kita terbentuk itu juga sesungguhnya ada ikut campur dari serat alfateha.

namun walaupun begitu islami nya kaji ini menurut sepengalaman saya energy nya juga dapat di gunakan oleh kawan kawan non muslin bagi yang mau mencoba menggunakan nya saja,bagi yang anti ya di harapkan mencari media lain yang lebih di yakini,toh mencoba tidak ada salahnya.

sebelum saya buka kajinya ijinkan saya menceritakan dahulu dari mana saya mendapatkan pemahaman ini,agar jelas dan tidak terpeleset dalam menggunakan sert mengkaji tehnik dari sya ini,sekaligus jelas sanad serta riyadhohnya kelak jika kawan kawan mengamalkan nya.

saya mendapatkan kaji ini bermula di kampung dulu,saya memang di lahirkan sebuah desa jauh di pedalaman hutan sebuah kabupaten di riau,dengan culture yang sangat wajib taat pada petuah petuah/pitutur pitutur dari sesepuh sesepuh desa,saya biasa mengaji ( dari juz ama sampai khatam alquran) pada seorang guru mengaji bernama datuk MONTI ( monti adalah panggilan seorang penghulu kampung yang di yakini keturunan wali islam di sumatra,kebetulan beliau cucu kandungnya syech burhanudin wali 13 pulau sumatra).

dan sudah kebiasaan adat di kampung saya bersama anak anak muda yang lain,jika ia telah khatam alquran maka sang guru mengaji akan memberikan sebuah ayat alquran yang di pituahkan berguna untuk bertemu dengan nabi KHIDIR,sebab menurut keyakinan desa saya saat itu yang bisa dan syah mengatakan seorang itu khatam mengaji alquran adalah NABI KHIDIR,sedangkan guru hanya berkewajiban mengajar kan tajwid,salah benar nya dalam mengaji,kebetulan khatam alquran itu menurut adat saya sangatlah agung,hanya orang orang yang berniat lurus dan bertekad baja yang dapat melakukannya,sehingga timbul satu sapaan pada seseorang yang khatam alquran itu panggillan datuk walaupun ia berumur masih belasan tahun,nah seperti abang abang saya terdahulu,saat saya sudah khatam alquran saya juga mendapat amanah amalan bertemu nabi khidir tersebut beserta syarat dan pantang larangnya,dengan tekad lurus saya memulai melakukan tata cara seperti yang guru mengaji saya hanturkan,kebetulan kampung saya dekat dengan sungai yang memang salah satu syaratnya saya harus mengaji dan membaca amalan tersebut di tepi sungai ( guru saya juga memberikan ciri ciri pasti fisik nabi khaidir)singkat muqadimah,pada malam ke 3 saya bertemu dengan orang seperti yang guru mengaji saya katakan beserta ciri ciri fisiknya,( mungkin karena umur masih belia dan hati masih bersih tinggalpun di desa sehingga saya di ijinkan gusti ALLAH bertemu,itu pun saya memohon maaf kepada kawan kawan lain bahwa yang saya tulis di sini adalah versi pengalaman saya,benar atau tidaknya saya serahkan pada tuhan seru sekalian alam saja,jadi ingat saya tidak meng claim itu nabi khaidir asli seperti yang pernah kawan kawan lain temui..!!!).

lalu saya di suruh oleh beliau membaca 3 surat di alquran dengan khusuk dan benar seperti apa yang guru mengaji saya ajarkan,saya ikuti perintah beliau tampa rasa gemetar sedikitpun,ini di sebabkan karena sosok ini sudah menjadi icon/pamor bagi desa saya,ALHAMDULILLAH..setelah saya selesai mengaji tadi beliau tersenyum,menyalami saya dan berkata dengan jelas bahwa saya telah KHATAM,dan selama hidup sampai skratul maut jangan di lupakan membaca 3 surat tadi,saya sujud syukur dan segera ingin beranjak pulang menemui guru mengaji saya,tiba tiba beliau menahan tangan saya dan berkata dengan lembut,tunggu sejenak anaknda…aku akan berikan satu kaji yang penuh manfaat untuk engkau gunakan dan bawa dalam hidup mu ini, (beliau berbahasa melayu seperti bahasa kampung saya,tidak berbahasa ibrani,yunani,roma,arab atau bahasa lainnya).singkat cerita subuh itulah beliau membuka kan sedikit kaji ibu alfateha ini yang sebentar lagi akan saya tulis tentu dengan bahasa yang mudah kita mengerti saja………..

ALFATEHA dalam serat makrifat terjadi jauh seebelum malaikat,adam dan hawaa serta alam zahir ini di ciptakan,alfateha adalah kalimat lengkap serta awal dari ucapan makhluk semula awal kepada tuhannya sebagai rasa menghamba/mengakui bhwa ia hamba dan tuhan itu yang di hamba/ia yang menyembah dan tuhan yang di sembah,yaitu NUR yang bernama MUHAMMAD,ALFATEHA adalah reflexi mitologi dari ke absahan pengakuan makhluk paling awal saat ia mengakui bahwa yang makhluk itu ia (nur muhammad) dan yang bukn makhluk itu TUHAN ( ALLAH…sebelum bernama ALLAH tuhan bernama xxxx),nah setelah alfateha itu tercetus kalimatnya oleh nur muhammad namun masih belum teratur,masih zigzag karena mahkluk awal tadi masih terkejut dengan kejadiannya,setelah qalam qlamullah mulai menjadi seperti malaikat,ruh dan nabi adam maka mulailah alfateha ini menjadi penggerak utama dari bio modeling kejadian kejadian makhluk lain tadi,alfateha mulai terpikirkan oleh makhluk makhluk tersebut sebagai rangkaian ruh kalimat yang harus di rangkai,nah pada saat inilah alfateha mulai menjadi cikal bakal,sebab musabab dari bermulanya sipat sipat serta kejadian makhluk ALLAH tersebut,dengan maksud yang lebih standar adalah:

“SAAT ALFATEHA ITU DI SUSUN BERDASARKAN SUSUNAN RUH YANG INDAH BAIK DAN TEPAT DI SAAT ITU PULA MENJADILAH BEBERAPA BENTUK DARI ALAM SEMESTA INI,MAKSUD SAYA SAAT AYAT PERTAMA ALFATEHA DI BENTUK DENGAN DI SUSUPI RUH NYA MAKA TERBENTUKLAH SUSUNAN GEOMETRIS LANGIT PERTAMA DAN SUSUNAN BIO COLLECTIV SUSUNAN ZAHIR OTAK NABI ADAM DENGAN LENGKAP,PINTER BERAKAL DAN SEMPURNA.DENGAN BEGITU MAKA OTAK NABI ADAM tentu juga semua manusia adalah sedulur,selahir dengan ayat alfateha yang pertama,NAH JIKA KALIMAT AYAT INI TERGANGGU ATAU TIDAK TERBACA OLEH MANUSIA MAKA AKAN SANGAT BERPENGARUH KEPADA OTAK MANUSIA TERSEBUT.(ini kunci ilmu ibu alfateha tersebut)

“KAJI YANG KEDUA: ALFATEHA ITU SETELAH LENGKAP TERSUSUN DI ALAM MALAKUT IA DI SUMPAH BAHWA ENERGY NYA AKAN MENYELAMATKAN SIAPA SAJA YANG MEMBACANYA DENGAN PENUH LENGKAP DAN ISTIQOMAH,NAH JIKA ADA SEORANG ANAK CUCU NABI ADAM MEMBACA ALFATEHA LALU IA BELUM SEMPAT MELENGKAPI AYATNYA KARENA TERGANGGU OLEH PERKARA LAIN MAKA AKAN TERGANGGULAH SELURUH ROTASI PERPUTARAN MUKA BUMI INI,MAKA ALAM SEMESTA AKAN KACAU BALAU,MEMORI SELURUH MAKHLUK AKAN TERGANGGU.MAKA OLEH ITU SESIAPA YANG MEMBACA ALFATEHA MAKA IA AKAN DI SELAMATKAN DARI SEGALA KEJAHATAN SAMPAI IA SELESAI MEMBACA LENGKAP PENUH AYAT ALFATEHA TERSEBUT OLEH KHODAMUS SERTA ALAM SEKITARNYA.

“KAJI YANG KE TIGA”: SESUNGGUHNYA SESIAPA YANG SALAH SEDIKIT SAJA BUNYI TAJWID MEMBACA ALFATEHA MAKA SUSUNGGUHNYA IA TELAH MENGUNDANG 9 ANAK CUCU SYEITHON UNTUK HADIR DAN BEKERJA UNTUKNYA,SEBAB DI DALAM ALFATEHA ITU ADA NAMA 9 ANAK SYEITHON JIKA KITA TERSALAH BUNYI MEMBACANYA,SEPERTI ” IYYA KANAQ BUDHU WA IYYA KANASTAIN” JIKA TERSEBUT KANASSTAIM,MAKA TAIM ITU ADALAH ANAK SYEITHON DARI GOLONGAN JIN THAHIT.

CONTOH YANG KEDUA ADA PADA KALIMAT “IYYA KANAQ BUDHU” JIKA TERSEBUT BUNYI “IYA KANAQ BUHDU” IYYA MENJADI,IYA” MAKA ARTINYA BUKAN LAGI PADA ‘KEPADA MU YA ALLAH KAMI MENYEMBAH tetapi MENJADI KEPADA MU YA MATAHARI KAMI MENYEMBAH” ( dahulu jaman jaman lagi maraknya dukun santet,saya pernah bertemu seorang ahli santet yang ia menggunakan santet nya hanya dengan membaca alfateha tetapi alfateha nya di salah salahkan bunyinya,agar yang berbunyi memanggil nama anak anak syeithon)

“KAJI YNG KE EMPAT: 7 ayat alfateha itu sesungguhnya berada dan berbentuk dalam serat bagian tubuh manusia,ia menjadi qursani dan hamiyyah(besi semula jadi dan api tubuh manusia) ayat tersebut berada terpencar pencar di dalam 7 bagian tubuh manusia,jika ke 7 kalimat alfateha ini yang berada pada 7 bagian tubuh manusia tersebut dapat di connect kan maka ia akan menghasilkan dentuman energy nyata yang sngat besar,sesungguhnya TENAGA DALAM YANG MAMPU MEMENTALKAN BENDA MATI,TAMPA EMOSI,ORANG YANG MAMPU MENGELUARKAN SERANGAN API DARI TUBUHNYA,MAMPU MELAYANG DI UDARA ATAU BERLARI SECEPAT ANGIN,ATAU MENGGUNAKAN ILMU GAYUNG JANTUNG (ilmu gayung adalah ilmu pukulan jarak jauh yang mampu membuat lawan putus jantungnya seperti di gunting) itu semua adalah bentuk nyata dari qursani dan hamiyyah tubuh yang ter focus oleh 7 ayat alfateha yang telah connect/terhubung tadi….sayangnya sangat banyak orang kita muslim sekarang yang ke 7 ayat alfateha di batang tubuhnya ini masih berpencar/terputus putus satu dengan yang lainnya sehingga tidak dapat merasakan manfaat khasiat dari alfateha yang ia baca atau amalkan,saya terkejut saat 1 tahun lalu datang ke salah satu biara saholin temple di inggris miliknya Mr wong karena hendak mendalami THAI CHI COMBAT DAN CHI KUNG salah satu peserta di situ anak muda dari brebes jawa tengah mampu menghantam dan melontarkan meja besi jarak jauh tampa menyentuh tampa menggunakan olah pernapasan tenaga dalam,lalu ia sudi membeberkan sedikit rahasianya bahwa ia mengkaji dan belajar menggabungkan/meng connectkan 7 ayat dalam alfateha tersebut di tubuhnya dan stelah connect energy bio atom itu lah yang ia picu untuk di hantamkan ke benda mati tampa olah napas apapun (bertambah keimanan saya pada alfateha).

baiklah berikutnya akan saya ijzahkan tehnik serta tata cara menggabungkan ke 7 ayat alfateha yang terpencar pencar dalam batang tubuh kita tadi beserta tata cara menggunakan induk alfteha ini,tentu dengan struktur yang telah sya dapat dari fenomena saya khatam tadi

AYAT YANG PERTAMA TERSIMPAN PADA SERAT TUBUH TENGKORAK KEPALA MANUSIA,jika ayat ini di control dan di daya gunakan seperti di preteli dan di utak atik oleh orang lain maka akan ber efect mengganggu system syaraf serta mempengaruhi sipat serta kebiasaan organ bagian tubuh yang di jaga oleh tengkorak kepala tersebut,namun jika bio energy nya mampu di connect kan pada ayat tubuh yang lain maka reaksi sangat postive dapat si pengamal raih.

AYAT YANG KEDUA ALFATEHA TERSIMPAN PADA SERAT TUBUH BAGIAN JANTUNG jika ayat ini tidak tersambung/di utak atik atau di baca zigzag maka akan sangat berpengaruh pada seluruh reaksi jantung dan jiwa,orang yang tadi sangat bahagia bisa tiba tiba menangis merauang raung tampa sebab,jiwa yang sakit jika mampu di connectkan dengan ayat ini dengan 7 ayat lainnya maka akan mampu memproduksi energy ketenangan luar biasa nyata pada jiwa nya,dan jika ayat ini di utak atik maka organ jantung nya bisa terlepas dari untaian,ini jualah yang di lakukan oleh praktisi ilmu gayung bathin atau gayung api (membuat jantung lawan terputus).

AYAT YANG KETIGA tersimpan dalam serat tubuh bagian bahu sampai telapak tangan sebelah kanan

AYAT YANG KE EMPAT tersimpan di serat tubuh bagian bahu sampai telapak tangan kiri

AYAT ALFATEHA YANG KE LIMA tersimpan pada serat tubuh bagian kaki kanan

AYAT ALFATEHA YANG KE ENAM tersimpan pada serat tubuh bagian kaki kiri…dan

AYAT ALFATEHA YANG KE TUJUH tersimpan pada serat tubuh bagian zakar/kelamin ( jika ayat ke 7 ini mampu di connect kan dengan ayat yang lain sangat ampuh dan efective untuk media solusi bagi yang sudah berkelurga namun belum mendapatkan keturunan).

ketujuh ayat surat alfateha ini jika ia mampu mengalirkan energy dengan connecitas yang stabil maka seluruh inti sari serat ruh serta energy dari alfateha itu sangat berpungsi nyata untuk berbagai keperluan,ia menjdi tonggak tunggal dari media penyelesaian masalah dalam hidup ini.namun jika ia di putus maka terputus jualah sebab sebab dari kejadian yang bersamaan dengannnya tadi sehingga bagian tubuh yang tersimpan serat tersebut akan goncang dan tidak dapat lagi di pungsikan sesuai dengan kehendak si pemilik tubuh,ia akan bergerak dan bertindak di luar control tampa di sadari oleh si pemilik tubuh…

BERIKUT TATA CARA MENG CONNECT KAN KE TUJUH AYAT ALFATEHA YANG TERSIMPAN BERPENCAR DI BATANG TUBUH MANUSIA (menurut ijazah yang saya dapat bahwa jika ke tujuh ayat ini belum mampu connect/tergabung/menyambung satu dengan lainnya maka energy dari ibu alfateha ini sangat sulit untuk di aplikasikan pada berbagai keperluan zahir maupun bathin:

-ambillah air hujan/tampunglah air hujan biasa dengan menggunakan wadah dari plastic,air hujan yang saya maksud adalah air hujan yang pertama sekali hujan setelah minimal 3 hari tidak hujan,tampungnya jangan terkena bahan lain dalam artian air hujan yang jatuh tersebut jangan di tampung dari tetesan daun,pohon atau atap rumah,tampunglah air tersebut dengan tidak terkena bahan lain ( seperti membuat air battre/AKI ).

setelah di dapat air hujan murni dari zat lain tersebut,pada jam 11 malam (boleh hari apa saja) ambillah wudhuk lalu sholatlh 2 rakaat bagi yang tidak sholat silahkan langsung duduk berzikir saja,nah setelah selesai sholat letakkan air hujan tersebut dalam piring yang juga terbuat dari plastic,lalu lakukan zikir tehnik seperti ini:

DENGAN DI DAHULUI BISMILLAH DAN SYAHADAT BACALAH SURAT AL-FATH ayat terakhir sebnyak 7x lalu di lanjutkan ayat alfateha yang pertama sebanyak 1x dengan posisi tangan memegang tengkorak kepala maksud saya kedua telapak tangan tempelkan ke pada kedua telinga seperti saat kita azhan.(lihat surat AL-FATH ayat terakhir tersebut akan terdapat semua huruf dari ALIF sampai YA berada pada satu ayat tersebut,ini ayat yang sangat lengkap karena semua huruf alquran berada lengkap pada satu ayatnya).

LANJUTKAN DENGAN AYAT YANG KEDUA SAMPAI AYAT KE TUJUH SURAT ALFATEHA TERSEBUT DENGAN TEHNIK YANG SAMA SEPERTI DI ATAS,DENGAN POSISI DUDUK SEPERTI INI:

PADA AYAT KEDUA POSISI KEDUA TANGAN MEMEGANG/MENDEKAP JANTUNG

PADA AYAT KE TIGA POSISI TANGAN KANADAN MELINTANG MENEMPEL PADA PERUT DAN TANGAN KIRI LURUS BIASA SAJA

PADA AYAT KE EMPAT POSISI TANGAN KIRI MENDEKAP MELINTANG DI PERUT DAN TANGAN KANAN LURUS BIASA SAJA

PADA AYAT KE LIMA KAKI KANAN MELINTANG BERSILA DAN KAKI KIRI LURUS MEMBUJUR

PADA AYAT KE ENAM KAKI KIRI YANG MELINTANG BERSILA DAN KAKI KANAN LURUS MEMBUJUR

PADA AYAT KE TUJUH SAMPAI AMIN BAGIAN SELANGKANGAN/KELAMIN KENCANGKAN DENGAN MENAHAN NAPAS,ingat saya katakn kencangkan bukan tegangkan..ntr malah terkena pasal pidana pencabulan lagi,hehehe..jadi saat membaca tehnik yang saya tulis tersebut tahanlah napas bukan oleh napas.

setelah itu selesai hembuskan napas tujuh kali pada air hujan dalam piring plastic tadi,lalu simpan dulu air hujan tersebut,lakukan tehnik connecsitas tersebut selama 7 malam berturut turut dengan tehnik yang sama dan jam yang sama pula.nah saat nanti selesai tujuh malam maka gunakanlah air hujan tersebut untuk mandi pada sore hari (campur dengan air mandi biasa) sebelum mandi bacalah alfateha tujuh kali dengan membaca ber HARKAT,ada 7 harkat dalam alfateha tersebut jangan di baca seperti membaca koran.nah setelah itu selesai si pengamal ibu alfateha ini sudah dapat menggunakan energy inti sari dari ruh alfateha ini seperti contoh berikut:

TATA CARA MAKRIFAT PENGGUNAAN YANG PERTAMA:

bacalah bismillahhirrahmnnirrahim

syahadat 1x

alfateha sampai pada kalimat iyya kanaq budhu waiyya kanastain…! stop smpai pada kalimat ini lalu

sambung dengan niat (tidak akan tersambung alfateha ini sebelum si (nama terget) datang kepada ku membayar hutangnya)

NB: jangan di sambung alfateha yang tadi kita baca sebelum si penghutang datang membayar hutangnya (namun jika dalam sholat alfateha yang dibaca wajib harus penuh sampai amin,intinya alfateha yang telah kita niatkan untuk menghantam si penghutang tadi saja yang tidak akan kita sambung sebelum niat nya terkabul.

TATA CARA YANG KEDUA:

tata cara ini kalau merujuk pada bahasa sesepuh kwa di namakan BOSSTER keilmuan seperti contoh saya selalu melakukan tehnik seperti ini:

bismillahhirrahmannirrahim

syahadat 1x

alfateha dari awal sampai iyya kanaq budhu waiyya kanastain lalu saya sambung dengan kalimat” besi lah bebismillah,bismillah karena aku,aku karena ALLAH..dst,lalu baru saya tes tembak si orang yang tadi saya isikan sumpah serapah besi” setelah nyata tidak luka tubuhnya oleh pelor barulah saya sambung kembali alfateha tersebut,mulai dari baca awal sampai amin,dan ucapkan syukur pada gusti ALLAH bahwa doanya telah terkhabul.

TATA CARA KE TIGA:

` bismillahhirrahmannirrahim

syahadat 1x

alfateha dari awal sampai iyya kanaq budhu waiyya kanastain lalu tambah niat(tidak akan saya sambung alfateha ini sebelum saya selamat aman sampai di rumah kembali) dan berangkat lah keluar rumah untuk mencari rezeki di bumi ALLAH yang luas ini,selama alfateha itu belum tersambung tidak akan ada satu makhluk pun yang mampu mencelakai/menipu si pengamal,karena jika alfateha tidak tersambung di baca oleh anak cucu adam maka terputuslah sebab akibat,qodo dan qadar dari rotasi alam semesta ini,ayo mana lebih penting menyelamat kan qodo alam semesta dari pada satu niat dan kesempatan dari mahkluk lain yang berniat jahat.biasanya sepengalaman saya tidak ada satupun manusia yang mampu menahan gempuran penjaga alfateha ini,jika ia di baca setengah dengan niat karena sebab si (target belum membayar hutangnya atau yang lainnya)ingat sangatlah penting bagi penjaga khodamus surat alfateha menyelamatkan si pembaca alfateha yang baru setengah tadi alfateha terbaca utuh sehingga kekuatan ruh alfateha dan rotasi alam semesta dapat berlangsung seperti yang telah di qadar kan.

-untuk penggunaan lain silahkan tambahkan saja niat sesuai dengan kondisi masalah yang tengah kawan kawan hadapi,medianya boleh ilmu sendiri,boleh juga ranting kayu di jalanan jika ingin selamat dari serangan orang demo,senjata lawan juga mampu di tumpulkan dengan tehnik ibu alfateha ini,tenaga lawan pun yang menyerang dengan bringas juga akan tawar,lumpuh lemah jika di gunakan penawar dengan tehnik seperti di atas.

-sepengalaman saya menggunakan makrifat ibu alfateha ini hampir semua kegiatan zahir dan bathin serta economi yang mampu energy nya mediasi,tinggal kawan kawan saja memahami inti makrifatnya dan menggunakannya dengan sungguh sungguh.

SANGAT PENTING: setelah terkhabul niat serta ilmu nya dengan menggunakan tehnik ibu alfateha ini maka ingatlah jangan lewat dari 7 jam laftehanya harus segera di sambung karena jika terlewat akan sangat berisiko sangat tinggi bagi organ tubuh si pengamal..!!!!

NB: ada ratusan lagi kaji makrifat dari penggunaan serta pemahaman dari alfateha ini yang saya tidak dapat tuliskan di blog tercinta ini karena teramat panjangnya kaji sehingga tentu di luar batas standarisasi penulisan blogger,selain itu sesepuh yang lain juga sangat saya yakini dapat menularkan kaji makrifat alfateha yang jauh lebih tinggi dari yang saya tulis ini.

TATA CARA CONNECTION KE 7 AYAT ALFATEHA YANG TERPENCAR PENCAR TERSEBUT:

cara yang kedua ini dapat di lakukan langsung dengan bersalaman dengan NABI KHAIDIR atau saya,dengan cara ini jika saya yang menyalami?tehnik bersalaman maka kemungkinan akan saya ketahui bahwa ke tujuh ayat itu sudah terhubung satu sama lain atau belum karena biasanya jika sudah terhubung reaksi nya sangat nyata berupa sengatan listrik yang lumayan besar terasa mengalir di tangan saat bersalaman,listrik yang mengalir sangat nyata dan bukan karna sugesti atau aliran rasa rasa dan kira kira saja,selain itu biasanya alat alat electronik akan mati/off sendiri dalam beberapa menit setelah selesai akan hidup lagi(bukan rusak alat alatnya tetapi off sebentar saja) ini terjadi bukanlah karena khodam ataupun jin dari ayat tersebut tetapi radar konsleting frekwensi dari terhubungnya serat sari pati dari ruh ayat ayat alfateha tadi dalam tubuh manusia ( baca jg buku air electric penemuan prof TESLA saingannya thomas alva edison) bahkan cara seperti ini termasuk cara seperti di atas meng connect kan sendiri akan sngat efective membangunkan diri yang sebenar dirinya ( biasanya saat ke 7 ayat alfateha itu terhubung dalam serat organ tubuh manusia maka secara outomatic diri yang sebenar dirinya akan bangun sehingga ia akan merasakan satu fenomena kehidupan berpikir yang jauh lebih sehat,matang tenang dan dapat mengendalikan ke arah mana tujuan hidupnya harus ia tempuh.

namun cara yang kedua ini sangat lah sulit untuk di lakukan selain kita sama sama memiliki kerja dan kewajiban masing masing,yang mengikat kita akan waktu bertemu tentu juga bertemu nabi khaidir tadi memerlukan pikiran yang bersih,saya pun bertemu beliau kemungkinan besar hanya karena waktu itu saya masih muda belia dan tinggal di kampung,jaman sekarang kita kita yang sudah hidup di kota dan di penuhi oleh kontaminasi moderen terkadang membuat hati kita sdh di susupi tipu daya dan iri dengki,kemunkinan ini lah yang membuat kita rawan gagal bertemu beliau.

nah saya RAJA RYZAL KELAYANG.Ms.F.MH,dengan sadar sesadar sadarnya,rela ikhlas telah mengijazahkan apa yang saya tau kepada kawan kawan sebangsa dan setanah air,sehingga jika esok hari kawan kawan saya menurunkan kaji ini kepada anak cucu atau yang lainnya maka SYAH karna lillahi ta”ala mendapatkan kaji ini dari berguru kepada manusia yaitu saya,bukan di dapat dari buku buku mujarobat tepi jalan atau dari curi curi copy paste di internet.SYAH KHABUL MAGHBUL BARAKATI LILLAHI TA’ALA..amin.

SALAM DARI SAYA KITA BERSUMPAH SATU BANGSA YAITU BANGSA INDONESIA,BERBAHASA SATU BAHASA INDONESIA DAN BERSUKU SATU SUKU RAYA INDONESIA….ASSALLAMMUALAIKUM. @@@

Categories: IBU ALFATEHA | 624 Komentar

SPIRITUAL ODYSSEY DI MATA SAYA: SEBUAH KESAKSIAN


Oleh: Ki Juru Suling

Assalamualaikum, wr wb. Begitulah, sahaya yang hina dan hanya juru suling ini dihubungi oleh sedulur tua, Ki Wong Alus. Intinya meminta sahaya untuk membantu Pelatihan Spiritual yang akan diselenggarakannya. Membantu, katanya. Dan bagi sahaya kata “membantu” ini melahirkan multi tafsir yang lumayan bobotnya. Apalah arti seorang juru suling dalam pelatihan dengan tema, yang menurut sahaya, sangat misterius ini. Ditambah lagi kehidupan spiritual sahaya yang compang-camping dari muda “akibat pergaulan bebas” dengan filsafat-filsafat barat. Dan Ki Wong Alus sudah tahu itu tetapi masih juga mengajak yang akhirnya sahaya menyanggupi untuk membantu. Apalagi sahaya sudah kenal lama dengan Wong Alus, sejak persamaan nasib sebagai anak debu jalanan yang membuat kami berdua harus mengaduk-aduk jalanan demi eksistensi.

17 Februari 2012, pukul 17.30 wib, akhirnya dengan modal celana hitam, baju hitam untuk Ngaben dan Destar hitam sahaya ikut dalam rombongan peserta pelatihan ini. Bersama sahaya juga turut membantu sedulur Mas Nazuddin dan Mbah Sarip. Bus akhirnya meluncur meninggalkan Balai Diklat Sidoarjo setelah beberapa penjelasan dari Wong Alus dan jeprat-jepret para peserta dengan spanduk. Kursi penumpang yang 54 orang itu dikepras separoh, membuat bagian belakang bus lebih longgar dan lega. Bagian itu digelari tikar untuk istirahat dan diskusi. Waktu berangkat dibagian belakang duduk bersila Ki Wong Alus, Mas Tajudin, Mbah Sarip dan sahaya sendiri. Tak lama kemudian sedulur Ariyanto dari Bekasi bergabung dengan kami. Percakapan tambah gayeng. Hanya sayang tidak ada singkong rebus dan kopi tubruk.

Adzan Maghrib terdengar dan bus kami masih bergeleng-geleng di jalanan Mojokerto. Arloji menunjukkan 18.30 ketika bus berhenti disebuah mini market untuk peserta belanja.

Akhirnya bus memasuki gerbang menuju situs Trowulan untuk menuju Candi Tikus. Sayangnya kami tidak bisa menjemput sedulur Henry dari Magelang yang dari sore sudah berada di Pendopo Agung. Akhirnya sedulur itu menyusul kami dengan ojek. Mohon maaf sedulur Henry.

 Menyerap Energi Purba Batu Candi Tikus

Candi Tikus dalam selimut kelam. Bias lampu jalan yang merkuri itu belum mampu membuat rongga-rongga menembus aura misterius Candi Tikus. Situs ini adalah sebuah kolam pemandian dalam komplek kraton Majapahit yang baru diketemukan tahun 1914 kala Mojokerto diserang wabah pes. Tikus-tikus itu bersarang disebuah gundukan tanah, dan ketika dibongkar menyembulkan bata yang tertata sebagai candi.

Pukul 18.45 para peserta memasuki area candi yang kedalamanya kurang lebih 2 meter dari permukaan tanah. Sunyi saja perjalanan ini, hanya bisik satu dua peserta yang terdengar. Karena ini adalah perjalanan spiritual purba bukan bertujuan untuk melancong. Beberapa peserta membawa senter, panitia sendiri menggunakan 5 batang lilin yang ditaruh dalam 5 biji kendil (baskom kecil dari tanah liat). Kendil-kendil itu juga yang menerangi peserta yang melakukan meditasi menyerap energi batu candi ditingkahi denting kuningan dan suling yang sayup-sayup. Selanjutnya ditempat yang sama (kolam kecil dengan makara Mahameru) peserta melakukan meditasi gerak Amertha yang bertujuan mengeksplorasi gerak sejati manusia.

Acara di Candi Tikus selesai. Beberapa peserta mengambil momentum dengan saling foto.

Pendopo Agung Trowulan

Bus  meluncur menuju Pendopo Agung Trowulan yang dulunya adalah kraton Majapahit. Dihalaman pendopo Beberapa anak muda setempat yang sedang kongkow sambil menggeber motornya. Mereka sedikit terkejut melihat kami yang turun dari bus. Dan anak-anak itu bubar.

Pukul 19.45, Pendopo Agung Trowulan tampak temaram. Berhelai-helai kabut mengerubuti lampu-lampunya. Pintu gerbang berbentuk Candi Bentar menyambut kami dan dibaliknya tertancap sebuah payung emas susun tiga yang menaungi sosok tinggi besar hitam membawa gada diatas batu. Sosok itu hanya kelihatan siluetnya. Sedulur Bumi Awang-awung dari Bojonegoro tiba-tiba berseru “Sosok ini..sosok ini yang tadi saya lihat di Candi Tikus, beliau siapa, mas?” sambil memandang sosok tersebut. Setelah diberitahu bahwa itu adalah patung Raden Wijaya Pendiri Majapahit, sedulur dari Bojonegoro itu mangut-mangut tanpa melepas pandang dari patung tersebut.

Para peserta melakukan sholat yang dilanjutkan makan malam digelaran tikar dalam Pendopo Agung Trowulan. Panitia menyiapkan peralatan untuk acara materi dan prolog. Setelah persiapan itu selesai sahaya dan Mbah Sarip berjalan ke belakang Pendopo Agung Trowulan, dimana terdapat Batu Gajah (Tiang pengikat kekang gajah), makam penduduk sekitar dan petilasan tempat Raden Wijaya bertapa serta pengucapan Sumpah Amukti Palapa oleh Mahapatih Gajahmada. Kami kembali ke Pendopo Agung setelah melihat kondisi sekitar dan Mbah Sarip melakukan meditasi singkat di petilasan tersebut.

Acara telah dimulai, aroma dupa membumbung berayun-ayun, sahaya mendapat kehormatan memberikan prolog tentang hubungan pelatihan dengan situs-situs kerajaan tua serta beberapa fragmen singkat sejarah Majapahit. Materi inti dimulai. Ki Wong Alus menjabarkan tentang pengertian energi, pemusatan energi, pembangkitan energi sampai dengan hubungan energi dengan cipta, rasa dan karsa. Acara diakhiri dengan dengan meditasi gerak Amertha diiringi suara Sujiwo Tejo dan Kidung Rumekso Ing Wengi. Selanjutnya Ki Wong Alus berbicara tentang hakekat doa, jenis doa, dan bagaimana sikap agar doa diterima. Dalam sesi ini peserta menuliskan harapan-harapannya masing-masing yang dibacakan dan dibahas oleh Ki Wong Alus diakhir acara. Malam menunjukkan pukul 23.15 wib.

 Aura Magis Di Petilasan Raden Wijaya dan Gajah Mada

Acara di Pendopo Agung Trowulan usai. Peserta berjalan ke belakang menuju petilasan. Setelah melewati gerbang belakang pendopo kami disergap suasana yang sunyi. Udara malam sangat mengigit. Jalan paving itu hanya diterangi sebuah lampu neon berjarak 50 langkah. Untuk sampai dipetilasan itu kami melalui Batu Gajah yang berdekatan dengan gerbang makam penduduk sekitar. Ya, petilasan itu terletak di tengah makam umum. Terkepung oleh puluhan batu nisan yang menyembul diantara remang-remang lampu. Jarak petilasan dengan gerbang makam hanya 30 langkah. Aura magis langsung menyeruak.

Petilasan itu sendiri berupa bangunan utama yang pintunya terkunci, pendopo kecil , pintu gerbang  dan taman kecil. Aroma dupa yang dibakar pengunjung sebelum kami masih mengambang di udara. Beberapa peserta mengheningkan cipta dengan sikap berdiri mengapurancang. Sedulur dari Kediri, Ibu Dessy melakukan meditasi diam bersila di depan pintu petilasan. Ki Wong Alus berdiri agak jauh disebelahnya.

Suara binatang malam bersahutan. Sesekali angin semilir mengusap-usap. Jam menunjukkan 23.40 wib, peserta mulai meninggalkan petilasan menuju bus ke. Tambak Segaran.

Kabut Berpusar Di Tambak Segaran

Kami tiba di Tambak Segaran, sebuah situs tua berbentuk kolam bujur sangkar dengan batu bata kuno yang berfungsi sebagai lantai sekaligus plengsengan (dinding penguat). Pada jam segini terlihat belasan pemancing di areal kolam. Bandul fosfor mereka memantulkan cahaya di air. Dari beberapa ponsel mereka terdengar musik house remix. Sama dengan anak-anak muda di Pendopo Agung, mereka juga terkejut melihat rombongan kami, gerombolan anak-anak tua yang membawa kendil dan dupa.

Acara pun dimulai. Kendil dikumpulkan disatu tempat bersama dengan bunga dan dupa. Peserta tenggelam dalam meditasi setelah Wong Alus mendentingkan kuningan. Mereka bersila menghadap kolam. Tidak ada musik. Sesekali angin menderu di telinga. Satu dua kecipak ikan dalam air. Bayangan lampu jalan terpantul dari air kolam. Dan peserta makin terhisap dalam sunyi. Beberapa saat satu-persatu peserta melempar segengam bunga pada kolam. Wong Alus melengkingan suara kuningan, tanda bagi peserta untuk mengakhiri meditasi.

Semua peserta membuka mata. Semua mata menyaksikan sebuah garis hitam diair yang melingkar + 5 meter didepan peserta. Kabut diatas kolam juga membentuk pusaran serupa. Fenomena itu kami nikmati beberapa lama hingga Wong Alus mengajak rombongan untuk menziarahi makam Putri Campa dan Prabu Brawijaya V yang letaknya tak jauh dari makam. Namun fenomena itu membuat sedulur Bumi Awang-awung enggan bangkit dari meditasi sampai Wong Alus membangunkannya.

 Kelebat Bayangan Di Makam Putri Campa

Kami memasuki gapura yang mengandung arsitektur China. Dibaliknya terdapat meja penjaga dengan buku tamu diatasnya. Namun waktu kami tidak ada penjaga duduk disana. Dibelakang meja terdapat bangunan musollah yang juga berfungsi sebagai pesanggrahan, tampak beberapa peziarah menginap disana. Disebelah bangunan itu terdapat toilet untuk umum. Kedua bangunan tersebut dinaungi pohon beringin besar.

Untuk sampai ke makam kami memasuki sebuah lorong sempit berlantai paving dan memasuki gerbang kedua. Dibalik gerbang ini terdapat sebuah kumpulan makam tua dengan beberapa nisan ditutupi kain mori. Memasuki gerbang ketiga baru kami sampai pada makam Putri Campa dan Prabu Brawijaya V yang bernaung dibawah joglo. Makam kedua tokoh itu berjejer dan nisannya tertutup kain putih. Diareal itu tampak seorang peziarah laki-laki.

Kami duduk bersimpuh mengelilingi makam yang penuh tumpukan bunga itu. Aroma bunga membumbung diudara. Beberapa peserta meditasi sambil menyentuh dinding makam. Sebagian peserta berdoa, sebagian lagi menekur mengheningkan cipta. Sementara Ki Wong Alus meditasi berdiri mengapurancang di ujung makam.

Arloji menunjuk angka 00.45. cahaya remang-remang makam dan suara binatang malam melebur menjadi teaterikal sunyi. Tidak ada suara dari peserta. Suasana makin terhisap dalam keheningan. Total. Juga ketika satu persatu peserta meninggalkan makam. Tidak ada suara selain langkah kaki yang melangkah hati-hati.

Beberapa sedulur menundukkan kepala berpamitan pada penghuni makam dan menyusul teman-teman yang lain. Tinggallah sahaya dengan sedulur kita Pak Tansya. Ah..rupanya sedulur kita ini minta diabadikan momen ini. Sedulur ini bersimpuh di sisi makam dan sahaya potret dengan handycamnya. Namun karena suasana yang kurang cahaya akibatnya sesi pemotretan itu kami ulangi beberapa kali.

Kami berdua keluar makam dan mendapati Ki Wong Alus berdiri Mendampingi beberapa orang bermeditasi dan menyentuh sebuah makam. Dan pak Tansya berlari kecil kearah mereka, kembali memimnta momen itu diabadikan. Yaa..ya..ya..sedulur dari Buton ini sangat bersemangat dalam segala hal. Bahkan menurut saya hanya sedikit peristiwa dalam hidup yang mampu membuat beliau sedih. Semoga tuhan selalu memberkatinya sedulur yang selalu ceria itu.

Kami keluar melalui gerbang kedua, menyusuri lorong dan menjumpai Andri Kurniawan (pemilik travel yang kami gunakan) bercengkrama dengan juru kunci makam ini, seorang ibu separoh baya yang terkantuk-kantuk. Satu dua orang peserta menuju toilet. Ki Wong Alus berdiri berbicara dengan sedulur dari Kebumen dibawah pohon beringin tua. Bumi Awang-Awung berkali-kali menoleh, merasa melihat kelebat bayangan yang berlari diantara pohon dan sela-sela nisan. Pak Jaffar, Sedulur dari Lampung berkata bahwa tubuhnya merasa berat,” seperti ada mahluk yang mau ikut” katanya. Dan masalah ini diselesaikan oleh Ki Wong Alus. Bumi Majapahit, 18 Pebruari 2012, pukul 01.15 dini hari. (BERSAMBUNG).

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, =SPIRITUAL ODYSSEY= | 96 Komentar

AMALAN MAKRIFAT JAWA MENGENAL AKU SEJATI


@wongalus,2012

Berikut adalah amalan bagi para pejalan spiritual untuk pembangkitan kesadaran akan diri sejati. Ini merupakan tugas yang sangat penting yang merupakan ajang mujahadah untuk menemukan kesejatian. Kenapa mengenal diri sejati sangat penting? Sebab dengan kesejatian itu pula manusia akan mencapai hakikat diri serta terbukanya kebenaran pengakuan serta kesaksian adanya Allah secara hakiki, yakni makrifatullah.

Amalan ini sudah ada sejak era Islam di Jawa, yang diajarkan para Wali Songo. Meskipun berbahasa Jawa yang terasa ada penyesuaian dengan budaya masyarakat setempat, namun ajaran yang disampaikan tetap memurnikan ketauhidan kita kepada Allah.

Tata laku amalannya adalah:

1. Senantiasa membersihkan diri dari dosa dan kesalahan yang disengaja.
2. Senantiasa mengendalikan nafsu birahi, nafsu mata, nafsu telinga, nafsu akal. Ungkapan Jawa: nutupi babadan hawa sanga/menutup sembilan lobang dalam diri manusia.
3. Mengendalikan hati agar senantiasa sabar, syukur dan pasrah/nrimo atas semua pemberian-NYA.
4. Membaca doa dibawah ini usai sholat fardhu maupun sholat sunnah yang lain. Tidak ada jumlah berapa kali harus dibaca. Doa juga boleh dibaca sewaktu-waktu agar senantiasa mengingat Allah dimanapun tempatnya seiring dengan nafas
5. Doa perlu dihayati artinya serta diperdalam maknanya….

Doanya:

BISMILAHIRROHMANIRRAHIM
MELEBU ALLAH..METU ALLAH
ANDADEKAKE URIP IKU ALLAH
UTEK DUNUNGNO KODRATE ALLAH
YA HU ALLAH …. YA HU ALLAH ….YA HU ALLAH
NABI MUHAMMAD IKU UTUSANE ALLAH

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Masuknya nafas karena Allah keluarnya nafas karena Allah
Yang mengadakan hidup itu Allah
Otak diletakkan atas kodrat Allah
Ya hu Allah ….ya hu Allah ….ya hu Allah
Nabi Muhammad itu Rasullullah.

PENJELASAN:
Yang paling sederhana memikirkan sumber hidup adalah masuk dan keluarnya nafas yang merupakan kodrat Allah yang tidak bisa dicegah. Manusia hanya menerima dengan pasrah atas kekuasaan Allah yang meliputi nafas. Sehingga fikiran ini diajak patuh dan pasrah bersamaan dengan patuhnya nafas tanpa kecuali totalitas. Bahwa yang mengadakan hidup adalah Allah. Dimana seluruh makhluk, apakah itu binatang, manusia, tumbuhan serta bumi, matahari semuanya bergerak dinamis atas sifat hidup Allah Al Hayyu. Otak adalah merupakan bentuk kekuasaan Allah atas manusia, yang mana manusia diwajibkan berfikir dan berkontemplasi untuk menyatakan sebagai wakil Allah maka dengan itu otak harus sesuai dengan kehendak-kehendak dan perintah-NYA. Wahai zat yang tidak sama dengan makhluknya. Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu Rasulullah.

Apabila kita rutin mengamalkan riyadhoh ini, Insya Allah kita akan dituntun NYA menemukan kemana muara pencarian diri sejati secara universal. Kita akan menghayati mulai dari kesadaran fisik sampai kepada kesadaran transendental dimana kesejatian manusia adalah sesuatu yang bukan fisik dan bukan kesadaran yang muncul dari raga atau otak bahkan juga bukan dari rasa/batin kita. Namun kesadaran yang lahir karena PEMBERIAN ALLAH dan dengan kesejatian inilah manusia menunaikan baktinya kepada Allah sebagaimana fitrahnya.

Apa dan siapa manusia sebenarnya? Hal ini tidak akan bisa terpahami menjadi suatu kesadaran apabila fikiran dan jiwa kita tidak pernah dibawa ke alam jiwa secara nyata. Sejak bayi yang tiba-tiba lahir dengan proses alami. Ia lahir bukan karena permintaan dan kehendaknya. Ia tidak mengerti untuk apa dilahirkan. Ia tidak punya apa-apa bahkan telanjang serta malupun tidak punya. Kemudian sekelilingnya memberikan kesadaran secara bertahap. Mulai dari pemberian nama dan identitas kelamin, dan batasan kesadaran yang sangat sempit. Ia dikenalkan dengan dirinya bahwa namanya si Anu dan jenis kelaminnya laki-laki. Diajarkannya pula nama-nama anggota tubuhnya, ini telinga, ini kepala, ini tangan, dan seterusnya.

Kesadaran ini membuat terikat kepada sebatas apa yang ia terima dan ia ketahui. Sehingga sang diri terbelenggu dan tersesat dalam ketidaktahuan siapa yang sebenarnya diri ini. Identitas biri palsu ibarat pakaian yang menimbulkan ikatan pada jiwa seseorang. Jika manusia melakukan sikap yang mengikat dengan dunia sekelilingnya, jiwanya akan terkungkung dan kesadarannya terbelenggu.

Oleh karena itu manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha mengurai ikatan terhadap dunia sekitarnya. Maksudnya, manusia harus mulai menyadari keterbatasan diri yang selama ini dijerumuskan oleh pengetahuan yang didapatnya. Ya, diri ini bukan hanya terbatas pada mata, telinga, kaki serta anggota tubuh yang kelihatan. Kesadaran ini harus dilakukan dengan latihan dan pengisian ilmu pengetahuan tentang diri secara imanen transendental dan pengalaman langsung.

Manusia bukanlah tubuh yang padat atau baku. Bahan pembentuknya bukanlah benda atau zat-zat semata, akan tetapi aksi amal perbuatan yaitu aliran berangkai dari peristiwa-peristiwa. Tidaklah mengherankan bahwa dari bahan-bahan yang sangat labil ini terbentuklah alam yang selalu berubah-ubah, menjelma dari bentuk ke bentuk mengikuti suatu proses evolusi, berubah dan berganti. Kesadaran pun berubah meluas menjadi kesadaran universal, yaitu kesadaran yang tidak ada batas, kesadaran jagat raya atau disebut kesadaran makrokosmos.

Wujud raga ini tidak lagi sesempit dulu. ……aku tidak lagi sebatas kepala, tangan, dan kaki saja. Akan tetapi badanku adalah angin yang bergerak, atom-atom yang bertebaran serta bergantian saling tukar dengan benda-benda yang lain, badanku adalah butiran-butiran zarrah yang saling mengikat, ya aku saling ikat dengan tumbuhan, binatang, bumi serta dengan angkasa yang maha luas. Badanku adalah jagad raya. Dimana kesadaran sudah berubah luas dan menjadi satu kesatuan dengan semua yang ada…..

Apabila zat-zat, tubuh manusia dan benda-benda dalam alam sudah dipahami sebagai rangkaian kejadian-kejadian, serta menurut kemauan sunatullah. Maka sebenarnya atom-atom bergerak bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi ada sosok yang bukan dirinya. Dimana atom-atom itu bergerak mengikuti kekuatan yang maha besar. Benda-benda kecil itu hanya patuh terhadap yang tidak bisa diperbandingkan dengan sesuatu. Wujud itu begitu absolut, benda-benda ini ternyata mati. Akan tetapi ia bergerak dan dihidupkan oleh suatu kuasa yang maha besar. Itulah metakosmos yang hidup, yang perkasa, yang meliputi segala benda, ialah Rabbul alamin…..

Pada kesadaran ini sebaiknya kita berhenti sejenak dan…. NO MIND… jangan berpikir…..Biarkan Allah SWT yang menuntun hati dan pengetahuan dengan tetap mematuhkan jiwa dan tubuh kita kehadirat Allah yang Maha Suci. Apabila kita meluruskan pandangan jiwa dan tubuh kita terhadap perintah NYA serta menundukkan dan memasrahkan segala ketaatan.

Tubuh ini akan taat seperti taatnya alam semesta tanpa kita rekayasa, ia akan hidup seperti hidupnya alam, serta ia akan teratur seperti teraturnya matahari serta planet-planet yang tidak berbenturan. Ia akan patuh secara otomatis…. bahwa adanya diri dan alam semesta telah mengajak kepada kesadaran untuk sampai kepada pembuktian adanya Allah yang Maha Gaib.

Terakhir, di tahun 2012 ini terasa suasana batiniah kita tidak tenang dan gelisah karena terpengaruh oleh suhu politik di pusat yang begitu panas membara. Mari kita berdoa agar nusantara ini tidak ada lagi pertumpahan darah dan air mata seperti era 1998 silam…….

Ing jagat bumi, kanthi sakjrakahipun, kang kanthi nyuwun sesarengan bayu lan gumebyaring langit, ndadosaken sareh ing donya, amargi laku manungsa ing bumi jagat raya, sumonggo dipun lampahi sesarengan. Anteng anteng langite anteng, anteng anteng bayune anteng, anteng anteng segoro anteng, anteng anteng bumine anteng. Anteng anteng rakyat e anteng, anteng anteng nuswantoro anteng……Rahayu Rahayu Rahayu….

 @wongalus,2012

@@@

Categories: AMALAN MAKRIFAT JAWA MENGENAL AKU SEJATI | 236 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.