DOA MUJARAB AGAR KEJANTANAN ANDA SEHAT PERKASA


PENIS YANG SEHAT SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN SUAMI ISTERI (BERSETUBUH ). NAMUN ADA KALANYA PENIS LEMBEK SEHINGGA MENIMBULKAN MASALAH. BILA TIDAK DIATASI MAKA AKAN MENGAKIBATKAN HUBUNGAN SUAMI ISTERI MENJADI TERGANGGU. BAGAIMANA MENGATASI PENIS YANG LEMBEK SEHINGGA KUAT DAN SEHAT SERTA BISA MELAKSANAKAN TUGAS KEWAJIBAN SUAMI ISTERI? BERIKUT DOA-DOA PENGUAT PENIS YANG BISA DICOBA. INSYA ALLAH MUJARAB DULUR…

 ***AMALAN PERTAMA—- UNTUK SUAMI DENGAN SATU ISTERI***

CARA baca doa ini sebanyak 7 kali tiupkan ke air hangat di sebuah baskom kemudian mandikanlah penis anda. Ambil kain dan celupkan baskom tersebut dan bungkus penis anda hingga air terasa dingin. Ulangi hingga 7 hari. Insya-Allah penis akan kuat untuk bersetubuh. Ini doanya:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

YAA QAHAR, LA ILLAHA ILLALLAH WAHIDUL QAHAR.

****AMALAN KEDUA —UNTUK SUAMI DENGAN SATU ISTERI****

Bacalah doa ini 3 kali dan tipkan ke penisnya sebelum bersetubuh sehingga penis akan kuat melaksanakan kewajiban Insya Allah.  Inilah Doanya.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. ALLAHUMMA INNAA NA’UD ZUBIKA TAMMAH. WARRUHI, WADDAMI, WALHMI, WASAHMI, WAL HURUBI WALJULUBI WATAKDZI  FAIZA KODZOITA AMRON FAINNAMAA YAKULU LAHU KUN FAYAKUN. ( 3 X)

***AMALAN KETIGA — SPESIAL TEGANGAN TINGGI—YANG PUNYA ISTERI LEBIH DARI SATU/POLIGAMI***

Baca 7 kali ketika hendak bersetubuh. Isya-Allah dapat Penis anda keras kuat dan tahan lama. Inilah doa penguat penis bagi saudara yang memiliki isteri lebih dari satu (berpoligami) .  Doanya.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

ALHAMDULILLA HILLADZI KHOLAKO MINAL MAA’I BASHARO

***AMALAN KEEMPAT— SPESIAL TEGANGAN TINGGI—YANG PUNYA ISTERI LEBIH DARI SATU/POLIGAMI***

Sebelum tidur ambil sedikit minyak urut yang tidak berbahaya bagi penis dan gosokkan dengan tapak tangan. Urut mulai selangkangan antara dubur ke telur penis sambil berdoa sebanyak 7 kali .

YA QODIM  YA DAIM  YA AHAD  YA WAHID YA SAMAD YA ALLAH (3x) YA QOHAR (3x) LAILAHA ILALLAHU WAHIDUL QOHAR

Amalan ini banyak yang membuktikan keberhasilannya. Penis akan tegang mulai malam hingga pagi dan Bisa dilakukan setiap malam sebelum tidur agar urat syaraf yang berada pada penis menjadi hidup kembali.

Terima kasih dan bagi yang belum menikah silahkan disimpan saja. Bagi yang sudah berkeluarga silahkan mempraktekkan. Kita tunaikan kewajiban suami isteri sambil mengingat kebesaran ALLAH SWT.

Oh ya pesan saya terakhir, bacalah BISMILAHIRROHMANIRROHIM sebelum memulai berhubungan suami isteri dan akhiri dengan ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIN. Salam asah asih dan asuh.

@wongalus, 2014

Categories: PENIS SEHAT PERKASA | 98 Komentar

WACANA MISTIK: MEMBACA ULANG NABI SULAIMAN AS


BAHASA INGGRISNYA KING SOLOMON, BAHASA INDONESIANYA RAJA SULAIMAN A.S.  DIA ADALAH SALAH SEORANG NABIYULLAH YANG JUGA SEORANG RAJA YANG SANGAT BERKUASA.

Allah SWT memberinya kerajaan yang besar. Allah menundukan manusia, jin, burung dan angin untuknya. Barangsiapa membaca Al Quran tentang hidupnya, maka akan mengetahui bahwa nabi Sulaiman gemar berjihad fi sabilillah, memperhatikan bala tentaranya, cermat meneliti mereka dan perlengkapan mereka.

Kegemaran nabi Sulaiman akan jihad fi sabilillah, ditujukan oleh firman Allah,” Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia, dan burung. Lalu mereka itu diatur dengan tertib dalam barisan”, QS. An-Naml : 17.

Lihatlah bagaimana nabi Sulaiman hendak meminta tanggung jawab salah satu bala tentaranya manakala nabi Sulaiman melihat burung Hud-hud tidak hadir, dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata “mengapa aku tidak melihat hud-hud? Apakah dia termasuk yang tidak hadir? Sungguh, aku benar2 akan mengadzabnya dengan adzab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”, QS An-Naml: 20-21.

Nabi Sulaiman menumbuhkan generasi yang gemar amar makruf nahi munkar. Dipaparkan oleh Rasulullah SAW kepada kita, bahwa pada suatu ketika Nabi Sulaiman “bersumpah” untuk menggauli dalam satu malamnya 99 isterinya,dengan harapan satu orang isteri melahirkan seorang prajurit yang akan berperang di jalan Allah.

Dalam syariat nabi Musa, seorang laki-laki diperbolehkan menikah tanpa dibatasi. Taurat menyebutkan bahwa isteri nabi Sulaiman mencapai 700 (tujuh ratus) orang, dan Allah memberikan kemampuan yang besar kepada nabi Sulaiman dalam urusan isteri.  Akan tetapi harapannya kandas. Nabi Sulaiman tidak bisa mewujudkan sumpahnya. Nabi Sulaiman hanya diberi bayi dari salah seorang isterinya.

Rasulullah SAW  menjelaskan sebabnya: Nabi Sulaiman lupa mengucapkan INSYA ALLAH, walaupun  Malaikat telah mengingatkan hal itu kepadanya. Dan sepertinya nabi Sulaiman sedang sibuk dengan urusan-urusannya sehingga membuatnya lalai mengucapkan itu agar takdir Allah terlaksana kepadanya. Seandainya nabi Sulaiman mengucapkan kalimat itu, niscaya sumpahnya terpenuhi dan keinginannya terwujud, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW

Bagaimana mungkin nabi Sulaiman bersumpah terhadap sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang?. Padahal itu termasuk perkara yg semestinya tidak bias dipastikan oleh hamba Allah ? Inilah rahasia Ilahi: ada sebagian hamba Allah jika mereka bersumpah, maka Allah mewujudkan sumpahnya dan memenuhi permintaannya. Sebagaimana dalam hadist …. “sesungguhnya diantara hamba Allah terdapat orang-orang yang jika bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah memenuhinya”.

Tentu saja nabi Sulaiman memiliki kedudukan mulia di sisi NYA…“Dan Kami karuniakan kepada Dawud (seorang anak) yaitu Sulaiman dan dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)”, QS Shad:30.

“Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya mengucapkan “segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman”, QS An-Naml : 15.

Beberapa amalan yang dikaitkan dengan nama Nabi Sulaiman AS.

AYAT KHATIM SULAIMAN:

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣٠) سورة النمل

Sesungguhnya surat itu dari Nabi Sulaiman dan kandungannya (seperti berikut): Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

DOA KHOTIM SULAIMAN:

وخاتم سليمان على لساني فمن تكلمت إليه قضى حاجتي

Cap Sulaiman atas lidahku maka siapa yang aku berbicara dengannya dia akan menuruti kata-kataku.

RAJAH KHATIM SULAIMAN: khatIm sulaiman KWA

Yang berbintang dipanggil Bintang Daud atau disebut Star David. Rajah Khatim Sulaiman ini juga disebut Bintang Tujuh dan sering digunakan sebagai jimat dengan cara ditulis pada kertas atau diukir pada cincin, tongkat dan sebagainya. Kadang juga dirajah dengan tangan mengikuti sanad ilmu masing-masing.

lambang itu juga dipakai oleh beberapa tarikat untuk lambang mereka.. misalnya rifai. Lambangnya sbb:

Rifai_kwa

Kajian terkini oleh pakar sejarah Arab menemukan bahwa ini adalah lambang kebesaran kerajaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dan bukan lambang memanggil jin dan sebagainya.

SALAM NABI SULAIMAN:

سلام على سليمان في العالمين

DOA NABI SULAIMAN

اَللَّهُمَّ أَدْخِلْناَ فِي سُوْرِ سُلَيْماَنَ….

DOA NABI SULAIMAN DALAM QURAN:

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (١٩) سورة النمل

Wahai Tuhanku, ilhamkanlah padaku supaya tetap bersyukur akan nikmat-Mu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah daku dengan limpah rahmat-Mu dalam kumpulan hamba-hamba-Mu yang soleh.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (٣٥) سورة ص

Wahai Tuhanku! Ampunkanlah kesalahanku dan kurniakanlah kepadaku sebuah kerajaan (yang tidak ada taranya dan) yang tidak akan ada pada siapapun setelah aku; sesungguhnya Engkaulah sentiasa melimpahkan kurnia-Nya.

Teluk Sulaiman yaitu suatu istilah digunakan ahli makrifat berupa rajahan yang banyak terdapat dalam ilmu hikmah. Caranya ditulis pada kertas atau diisyarat dengan tangan atau pada pasir.

Ayat al-Quran yang ada menyebut nama Nabi Sulaiman ASW sebanyak 17 kali.

SUMPAH NABI SULAIMAN A.S.

(1) Ketika ular masuk rumah kita disarankan menghalaunya sebelum membunuh. Salah satu kata sumpah Sulaiman ialah:

إِنَّا نَسْأَلُكَ بِعَهْدِ نُوْحٍ وَبِعَهْدِ سُلَيْمَانَ بْنَ دَاوُدَ أَلَّا تُؤْذِيْنَا

Sesungguhnya kami minta padamu dengan perjanjian Nuh dan perjanjian Sulaiman bin Daud yang engkau tidak menyakiti kami.

(2) Jika kita akan menghalau jin atau agar jin tidak masuk pagar rumah/perkarangan atau ingin mengusir jin dari suatu kawasan maka berdirilah di kawasan tersebut dan bacalah doa:

أُنَاشِدُكُمْ بِالْعَهْدِ الَّذِي أَخَذَهُ عَلَيْكُمْ سُلَيْمَانُ أَنْ تَخْرُجُوْا وَتَرْحَلُوْا مِنْ بَيْنِنَا.

أُنَاشِدُكُمُ اللهَ أَنْ تَخْرُجُوْا وَلَا تُؤْذُوْا أَحَدًا.

Aku perintahkan kamu dengan sumpah yang pernah diucapkan oleh Nabi Sulaiman kepada kamu agar keluar dan pergi dari rumah kami. Aku sumpah kamu dengan nama Allah; keluarlah dan jangan menyakiti siapa pun.

(3) Dalam Perjanjian Lama atau juga disebut Sumpah Nabi Sulaiman a.s kalimatnya sebagian sebagai berikut:

بسم الله الحي القيوم الرحمن الرحيم رب جبريل وميكائيل أه أه أه أه أهيا شراهيا هاهيا نماهيا أدوناي أصباؤت آل شداي …

Diriwayatkan, Nabi Sulaiman bin Daud AS suatu ketika melihat seorang perempuan tua yang sudah beruban rambutnya. Dua matanya berwarna biru, kedua keningnya bertanduk, pahanya kecil, rambutnya kusut, mulutnya ternganga dan keluar api dari mulutnya. Ia  bisa membelah bumi dengan menggunakan kukunya yang tajam dan memecahkan batu-batuan yang besar dengan pekikan suaranya.

Nabi Allah Sulaiman bertanya kepadanya, siapakah kamu? Apakah kamu dari jenis manusia atau jin? Aku tidak pernah melihat orang yang paling bodoh selain daripada engkau.

Perempuan itu menjawab: “Akulah Ummu Sibyan (Ibu penyakit sawan) yang dapat menguasai anak Adam lelaki dan perempuan, aku bisa masuk ke rumah-rumah, bisa berkokok seperti ayam, menyalak seperti anjing, bersuara seperti lembu, keledai dan kura-kura dan bersiul seperti ular. Aku juga bisa ganti wajah dengan aneka rupa wajah, aku bisa mengikat rahim perempuan, bisa membunuh anak-anak di dalam kandungan dan mereka semua tidak akan mengetahui bahwa itu adalah perbuatanku. Aku memasuki rahim perempuan dan aku ikat serta sumbat lalu dia tidak bisa mengandung dan jadilah rahimnya kosong, aku masuk ke dalam perut perempuan yang hamil di waktu janin di dalam kandungannya sedang membesar aku tendang, maka dia keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua”.

Dia melanjutkan… “Aku menyusup masuk kepada anak-anak perempuan ataupun orang-orang perempuan yang telah diberikan tanda kepadanya, lalu aku kasih penyakit dengan ekorku, aku tukarkan kegembiraan orang-orang yang sudah bertunangan dengan kecelakaan, aku menyusup masuk ke dalam badan laki-laki dan aku hisap spermanya yang putih pekat dan aku tinggal di dalamnya mani yang cair lagi jernih, maka jadilah dia mandul dan tidak mampu punya anak.

Aku juga pergi kepada para pedagang dan aku palingkan jualannya. Dengan itu, dia tidak akan mendapatkan keuntungan, aku meresap masuk ke dalam bumi yang kering, lalu aku sapu bumi sehingga tandus. Dengan itu, bumi tidak lagi subur dan segala tanaman tidak akan menghasilkan buah. Aku juga datangi anak-anak dan aku campakkan kepadanya panas yang sangat panas dan dia akan kesakitan yang mengerikan. Maka, dengan itu mengigillah badan mereka dan wajah mereka kurusak supaya dibenci orang”.

Dengan kekuasaan Allah, Nabi Allah Sulaiman AS menangkapnya sambil berkata: “Wahai perempuan yang celaka! Kamu tidak boleh lari dari genggamanku dan berikan satu perjanjian dan sumpah setia kepada anak-anak Adam, lelaki dan perempuan”.

Lalu jin itu pun berkata: “Wahai Nabi allah! Aku akan berikan kepada engkau perjanjian dan sumpah setia bahwa aku tidak akan mendekati dan tidak akan menyakiti lelaki, perempuan atau anak-anak, gedung-gedung perniagaan, tanah-tanah untuk bercocok tanam ataupun binatang-binatang ternak dan sebagainya mereka menulis dan menggantungkan perjanjian ini”

Inilah doa perjanjian/SUMPAH PERJANJIAN/QOSAM tersebut…

1) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو الملك القدوس مالك الملك مالك الدنيا والآخرة محيي العظام الناخرة هادي من عصاه ومبغض من اتبع هواه القاهر القابض الذي لا يغلبه غالب ولا يفر من قضائه هارب ولا تدركه الأبصار وهو يدرك الأبصار إنك لا تقرب على من تكون عليه هذه المواثيق لا في ليل ولا في نهار ولا في سفر ولا في حضر ولا في بر ولا في بحر ولا في يقظة ولا في منام والله على ما أقول وكيل.

2) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو عالم الغيب والشهادة القوي العزيز الحميد المجيد والبطش الشديد والسلطان القوي والحكم النافذ المطلع على العباد قامع أهل الزيغ والفساد إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود ولا في لحمه ولا في عظمه ولا في شعره ولا في بشره ولا في دمه ولا في شيء من سائر جسده ما دامت السماوات مرتفعة والأرض منبسطة والله ما أقول وكيل.

3) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم ذو الجلال والإكرام، خالق جميع الآنام بقدرته ولا ينجو منه هارب ولا يخيب من فضله راج إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود لا في ماله ولا في عياله ولا في سفره ولا في إقامته ولا في خلاء ولا في ملاء، والله ما أقول وكيل.

4) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو مرسل الرسل عالم البعض والكل، هو الأول والآخر والظاهر والباطن الولي المتعال رب الآخر والأولى والبداية والمنتهى وله الأسماء الحسنى حرز الفلك مالك الملك إنك لا تقرب على ما يقرأ عليه هذه العهود لا في أكل ولا في شرب ولا مشي ولا في جلوس ما دامت الأفلاك دائرة، والله ما أقول وكيل.

5) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو الرحمن الرحيم مالك الدنيا والآخرة رب الأرباب ومسبب الأسباب ومعتق الدواب إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود لا في فرحه ولا في حزنه ولا في حديثه ولا في سكونه، والله ما أقول وكيل.

6) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو رافع السماء بلا عمد وباسط الأرض على ما جمد مشرق الصباح وباعث الأرواح، إنك لا تقرب على من يقرأ عليه العهود لا في ضحك ولا في لعب ولا في حركة ولا في سكون، والله ما أقول وكيل.

7) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو خالق الخلق وباسط الرزق ومرسل القطر ومنبت الشجر ومقدر القدر وبكلمات الله الطيبات التي لا يجاوزهن بار ولا فاجر، إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود بحال من جميع الأحوال، والله ما أقول وكيل.

Berikut ini merupakan contoh wafaq yang didalamnya terdapat khatim sulaiman sebagai salah satu bagian terpenting dalam rajah. Rajah ini disebut juga dengan “Rajah Ratu Saba”. pola aslinya sudah dikenal sejak zaman Nabi Sulaiman, kemudian direkontruksi menjadi rajah seperti ini. Fungsinya adalah untuk melunturkan segala macam sihir. membuatnya adalah dengan tinta za’faran, misik dan air mawar pada kamis malam, kemudian dibangkitkan pola energynya dengan membaca sumpah di atas sebanyak 81 kali, kemudian dibasuh dengan air sumur yang tidak terkena cahaya matahari dan bulan, air basuhannya diminum sebagian di usapkan keseluruh tubuh.

KWA-R

WALLAHU A’LAM. SEMOGA BERMANFAAT.

@wongalus,2014

Categories: MEMBACA ULANG SULAIMAN | 35 Komentar

LIMA KERIS PUSAKA SEPUH UNTUK SEDULUR YANG HADIR PADA MILAD KWA KELIMA APRIL 2014


ilustrasi keris hibahan milad kwa

Ilustrasi keris hibahan milad kwa

ADA SEORANG SESEPUH KWA YANG BAIK HATI DAN TIDAK SOMBONG INISIAL “KETEPEL ALIT” MENGHIBAHKAN LIMA PUSAKA TUA –YANG HADIR DENGAN SENDIRINYA– UNTUK SEDULUR YANG DATANG SILATURAHIM NASIONAL KWA APRIL 2014 NANTI. PUSAKA ITU ANGGAPLAH SEBAGAI TANDA PERSAUDARAAN DI KAMPUS WONG ALUS. MAKA HADIRLAH BERSILATURAHIM DENGAN KAMI… SIAPA TAHU ANDA YANG MEMILIKI PUSAKA TERSEBUT, SEDULUR !!!

Kampus Wong Alus (KWA) sebagai blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 41,956,512 orang dengan jumlah kunjungan  40.000 – 50.000 orang perhari. Dengan jumlah kunjungan itu sudah bisa dipastikan KWA memiliki banyak pembaca setia blog. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA ke-5.

Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada  :

Hari / Tanggal       :  Sabtu – Minggu, 19 – 20  April  2014

Waktu                   :  Pukul  07:00 – 17:00  WIB  (Bakti Sosial)

Pukul  21:00 – 03:00  WIB  (Pengijasahan)

Tempat                 :  Pantai Parang Kusumo, Yogyakarta,  Jawa Tengah

Bakti Sosial ini meliputi kegiatan  :

  1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
  2. Pendaftaran anggota KWA
  3. Donor Darah
  4. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
  6. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
  7. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  8. Wisata Alam Gaib
  9. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA
  10. Kunjungan dan sumbangan ke Yayasan Yatim & Piatu

Adapun susunan kepanitiaan untuk kegiatan bakti sosial ini  :

Penanggungjawab         :  Ki Wong Alus/Muhammad Wildan

Ketua Panitia                 :  Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan

Seksi  Acara                   :  Bengawan Candu

Seksi  Humas                 :  Andi Baso/Kimas Yassien Kusumo Yudho Negoro

Seksi  Donor  Darah        :  dr. Anom  Mursalim

Seksi  Kaos  Panitia         :  Arya Kusuma Yudha

Seksi  Banner                  : – Wa  Kasan  Mbelink & Erik  Widodo

Tester                             :  Andi Baso

Seksi  Perlengkapan         : – Wa’ Kasan Mbhelink & – Arya Kusuma Yudha dan Anggota forum wirid kamis

Seksi  Sponsorship            :  Semua alumni Pelatihan KWA

Koordinator Wilayah Pemberangkatan   :

-  Jakarta  –>  Anyabrea Valentine            0877 7557 3775

-  Cirebon  –>  Elang cadaluarrssa

-  Boyolali  –>  RPK                                  0813 2652 5249

————————————————————–

 Susunan  Acara  Milad  KWA ke-5

1. Jam 07.00 – 09.00  WIB

Acara

Menerima kedatangan para sedulur KWA, pendaftaran anggota KWA dan informasi tentang kegiatan Milad KWA ke- 5. Sedulur KWA diberikan ID Card Milad KWA ke- 5 .

Perlengkapan:

Meja dan kursi ,Alat tulis menulis, form daftar hadir, ID Card, jadwal acara.

Pos         :  Ki Cahya, Arya dan 2 orang sedulur alumni KWA

2. Jam 09.00 – 09.45  WIB

Acara

Pembukaan acara HUT KWA ke- 5 yang akan diisi oleh sambutan ketua panitia Ki Bayu dan Owner sekaligus guru besar KWA Ki Wong Alus. Dalam acara ini juga diperkenalkan para alumni dan para sesepuh serta para pengijasah dalam acara ini.

Perlengkapan

Sound system

Pos         :  Bengawan Candu sebagai MC dan 1 alumni KWA

3. Jam 09.45 – 14.30  WIB

Acara

Donor darah dan konsultasi berbagai masalah.

Kegiatan donor darah dan konsultasi dilakukan dalam waktu bersamaan, agar tidak ada peserta yang menunggu di satu kegiatan.

Untuk Donor darah, panitia bekerjasama dengan PMI setempat. Acara donor darah merupakan acara yang mengandung point buat peserta untuk pengijasahan ilmu.

Untuk konsultasi ditetapkan beberapa alumni kwa

Perlengkapan

Meja dan kursi, alat tulis, dan kerjasama PMI setempat

Pos Donor Darah              :  Ki Anom Mursalim dan 2 orang alumni KWA

Pos Konsultasi                  :  Erik Widodo dan beberapa orang alumni KWA

4. Jam 10.30 – 14.30

Acara  :  Cara Lesehan

Kajian Spiritual, Budaya, Religi dan Supranatural oleh para Sesepuh KWA.

5. Jam 12.30 – 14.00  WIB

ISHOMA

Menyiapkan tempat istirahat dan sholat serta MCK para peserta.

Pengaturan konsumsi untuk para sesepuh dan panitia.

Pos         :  Arya dan 2 orang alumni KWA

6. Jam 14.00 -15.00  WIB

Acara

Bakti sosial membersihkan sekitar tempat acara dan pantai dari sampah. Panitia menyiapkan kantong plastik untuk diberikan ke peserta yang akan dipergunakan mengumpulkan sampah. Kegiatan ini mengandung point yg berarti buat mendapatkan pengijasahan ilmu KWA.

Pos         :  Andi Baso dan semua alumni KWA

7. Jam 16.00 – 17.30  WIB

Acara

Pelatihan singkat Kepekaan Diri

Semua peserta yang berminat

Pos         :  Ki Bayu dan 2 orang murid KSO, Alumni KWA membantu mengawasi dan mengatur peserta.

8. Jam 18.00 – 20.00

ISHOMA

9. Jam 21.00 – 22.00  WIB

Acara

Pengisian benda benda pusaka.

Peserta yang membawa benda pusaka dipersilahkan untuk ikut dalam acara ini,

Pos         :  Ki Bayu dan alumni Kwa

10. Jam 22. 15 -02.00  WIB

Acara

Pengijasahan Ilmu yang dilakukan oleh alumni KWA dan para sesepuh serta para sukarelawan yang akan mengijasahkan keilmuannya.

Pos         :  Ki Bayu dan alumni KWA

11. Jam 02.15- 03.00  WIB

Acara

WISATA ALAM GAIB

Seluruh peserta yang akan di pimpin oleh Guru Besar KWA Ki Wong Alus

Pos         :  Arya dan alumni KWA

12. Jam 03.00  WIB

PENUTUPAN DAN DOA

Pos         :   Bengawan Candu

Panitia bersalaman dengan peserta kegiatan,,,,,

13.  Jam 06.00-08.00  WIB

Acara Intern Alumni Program Guru KWA

(Penyetaraan Keilmuan KWA)

14.  Jam 09.00-11.00  WIB

Kunjungan dan sumbangan uang hasil zakat peserta Milad ke Yayasan Yatim & Piatu.

——————————————————-

Mekanisme  Point  Pengijasahan

 Pengumpulan Point

1)      Apresiasi atas kedatangan peserta Milad KWA ke-5  :

a.      Peserta Zone  I (Prop DIY, JaTeng)                          –>  100

b.      Peserta Zone  II (Prop JaBar, JaTim, DKI, Banten)    –>  200

c.      Peserta Zone  III (Prop Bali, Lampung)                     –>  300

d.      Peserta Zone  IV (Diluar prop I – III)                         –>  400

2)      Membawa dan mendaftarkan kaum Hawa (perempuan) menjadi anggota KWA  –>  100

(Mengisi biodata dan menyerahkan fotocopy KTP/SIM yg masih berlaku)

3)      Donor Darah                                                                                            –>  400

a.      Bagi yg gagal mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan bukti tes darah) –>  400 / 2  org

b.      Bagi yg sdh mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan kartu donornya)    –>  400 / 4  org

4)      Bersih Pantai  :

a.      Sampah Ringan (misal : plastik)                    –>  25 / kg

b.      Sampah Berat (misal : kayu, sabut kelapa)    –> 25 / 3 kg

5)      Memberikan Sponsorship untuk Kepanitiaan  :

a.      Sponsorship untuk doorprize peserta   –>  200

b.      Memasukkan sponsor                         –>  400

6)      Pemakaian Atribut KWA  :

a.      Kaos                     –> 40

b.      Topi                     –>  30

c.       Ikat Kepala          –>  20

d.      Pin                       –>  10

e.      Stiker                   –>  10

7)      Zakat (Yayasan Yatim & Piatu)    –>  50/Rp 25.000

B.  Pengijasahan ILMU apa saja? : akan disampaikan nanti di TKP oleh PANITIA. INTINYA, PANITIA TIDAK AKAN MENGECEWAKAN ANDA DAN POKOKNYA SUPER MANTAPP DULUR…

—————————————————————

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan             :  18  April  2014

Waktu                                          :  Pukul  15.00  WIB

Kendaraan    :

-  Kendaraan Elf (15 seat) atau

-  Medium Bus (29 seat)

Titik  Pemberangkatan                  :  Halte  Bis  Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)

Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur

Biaya                                            :  Rp  350.000/orang

Jika berminat mengikuti acara “Go West” dapat menghubungi Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan di nomor 0877 7557 3775.

=================

UNTUK PEMBERANGKATAN DARI SIDOARJO, SURABAYA, GRESIK, PASURUAN DAN SEKITARNYA SILAHKAN MENDAFTARKAN DIRI KE MARKAS KWA DI MUSHOLA BALAI DIKLAT, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO JATIM/ SEBELAH KOMPI SENAPAN/SELATAN RSUD SIDOARJO, SETIAP KAMIS MALAM PUKUL 20.00 WIB DI ACARA CANGKRUKAN WIRID. CONTACT PERSON: ARYA KUSUMA YUDHA, PHONE 08885105860/ 083856901337.

Wassalamu Alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Jakarta,  16  Januari  2014

Ttd.

Ki Ageng Bayu Penanggungan

YUKKK HADIR DULUR, RUGI SEUMUR HIDUP KLO SAMPAI GAK DATANG!!!!

 

TANYA JAWAB

 Anyabrea Valentine

@ Reza Wardhana Saputra : Acara Milad KWA ke-5 berakhir hari minggu (20 April) jam 11:00 siang. (lihat susunan acara di atas). Dan seandainya mengharapkan pengijasahan ilmu hrs mendptkan point untuk ditukar dgn pengijasahan. Pengijasahan dilakukan jam 22:00 – 02:00.

@ Bejo : Untuk peserta wilayah Yogya dan sekitarnya bisa langsung datang ke TKP hari sabtu pagi (19 April).

@ Setengah Iblis Setengah Dewa : Panitia tdk membuat list peserta yg mengikuti acara Milad KWA ke-5 dari wilayah masing2.. Silakan hubungi koordinator wilayah masing2.

@ Ki Lurah : Biaya itu sdh PP, diluar biaya makan dan penginapan. Dan akan diusahakan senin pagi sekitar jam 4-5, sdh berada di Jkt lagi. Hal ini mengingat byk yg sdh bekerja pd hr senin itu.

—————-

Koordinator Wilayah Pemberangkatan :
- Jakarta –> Anyabrea Valentine (0877 7557 3775)
- Indramayu –> Kimas Amus Suma (0852 2408 3221), Elang cadaluarrssa (0838 2426 0610/ 0888 0827 0162)
- Semarang, Kendal, Demak, Ungaran –> Laskar Lung Gading (0822 2333 8379), Pencari Guru Sejati (0821 3352 6671)
- Boyolali, Solo, Sragen, Klaten, Salatiga –> RPK (0813 2652 5249), Bajul Kesupen (0812 2513 4134)
- Blitar –> Gus Santri (0815 5655 5866)
- Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan –> Arya Kusuma Yudha (0888 5105 860/ 0838 5690 1337)

Suherman : Cara pendaftaran peserta rombongan Jakarta, dapat melalui transfer bank BCA atau menemui saya langsung saat saya melatih di Gelanggang Olah Raga (GOR) Senam di Jalan Radin Inten, Buaran, Jkt Timur setiap hari sabtu & minggu jam 16:00 – 18:00. Pembayaran biaya acara “Go West” paling lambat tgl 14 maret 2014 atau stlh jumlah pemesan yg telah membayar mencapai 15 atau 29 orang.

————————————

Koordinator Wilayah Pemberangkatan :
- Jakarta –> Anyabrea Valentine (0877 7557 3775)
- Sumedang –> Asep Saepul (0878 2558 0456)
- Indramayu –> Kimas Amus Suma (0852 2408 3221), Elang cadaluarrssa (0838 2426 0610/ 0888 0827 0162)
- Semarang, Kendal, Demak, Ungaran –> Laskar Lung Gading (0822 2333 8379), Pencari Guru Sejati (0821 3352 6671)
- Boyolali, Solo, Sragen, Klaten, Salatiga –> RPK (0813 2652 5249), Bajul Kesupen (0812 2513 4134)
- Blitar –> Gus Santri (0815 5655 5866)
- Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan –> Arya Kusuma Yudha (0888 5105 860/ 0838 5690 1337)

Teguh Hendro P : Pendaftaran anggota KWA tdk dipungut biaya dan dapat dilakukan saat acara Milad KWA ke-5 nanti di Pantai Parang Kusumo.

Suherman : Transfer pembayaran acara “Go West” ke Bank BCA dgn nomor rekening 274 116 0937 a/n Bayu Wicoro Djati, SH. Setelah transfer kirim SMS ke nomer 0877 7557 3775 yg berisi tanggal transfer, nama pentransfer dan jumlah transfer. Selanjutnya akan dikirimkan kode kursi yg terdiri dr 4 digit angka, yg mana angka ini akan di cross cek dgn data yg ada pada kami saat keberangkatan tgl 18 April nanti.

Saat ini sdh 2 orang yg melakukan pembayaran acara “Go West” shg kursi tersisa tinggal 13 kursi lagi (dari kapasitas 15 seat).

——————————–

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan : 18 April 2014
Waktu Pemberangkatan : Pukul 14.00 WIB
Kendaraan :
- Kendaraan Elf (15 seat) –> Full AC, TV, LCD, DVD, Reclining Seat
- Medium Bus (29 seat) –> Full AC, TV, LCD, DVD, Karaoke, Reclining Seat
Titik Pemberangkatan : Halte Bis Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)
Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur
Rute : Jalur Selatan (Tol Cipularang-Tasikmalayaya-Ciamis-Wangon-
Kebumen-Purworejo-Yogyakarta-Pantai Parang Kusumo)
Biaya : Rp 350.000/orang (Pergi – Pulang)
Cara Pembayaran : Transfer ke Bank BCA dgn nomor rekening 274 116 0937 a/n Bayu Wicoro Djati, SH. Setelah transfer kirim SMS ke nomer 0877 7557 3775 yg berisi tanggal transfer, nama pentransfer dan jumlah transfer. Selanjutnya akan dikirimkan password yg terdiri dr 6 digit kombinasi angka dan huruf. Password ini akan di cross cek antara password yg dipegang oleh calon peserta dan dgn data yg ada pada kami saat keberangkatan tgl 18 April nanti.

N B :
Pembayaran paling lambat untuk acara “Go West” ini tgl 14 Maret 2014 atau selama masih ada kursi tersisa. Karena tempat di kendaraan terbatas, siapa yang cepat dia yang akan mendapatkan kursi.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

BERITA MISTIK: PETI HARTA KARUN BERISI RIBUAN KOIN EMAS KUNO DAN PEDANG EMAS DITEMUKAN DI ACEH


20131112_penemuan-koin-emas-kuno_7857Warga Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, sempat dihebohkan oleh penemuan koin emas (dirham) dalam jumlah besar di kuala Krueng Doy, Gampong Merduati. Peristiwa tersebut, terjadi pada Senin (11/11/2013) lalu. Ratusan warga terus berdatangan dan beramai-ramai menyusuri aliran Krueng Doy untuk mencari koin  kuno itu.

Informasi temuan koin emas ini, awalnya diketahui Serambi dari warga Lampaseh Aceh, Senin sore. Ia menyebutkan, seorang tetangganya mendapat sejumlah kepingan koin emas seukuran kancing baju, di dasar kuala Krueng Doy.

“Ada tetangga baru pulang cari emas di sungai. Banyak orang disitu rame-rame turun ke sungai. Dapatnya banyak, ada yang sudah jual ke pasar sampai seratus juta lebih. Tapi sekarang lokasinya sudah dijaga oleh polisi,” kata warga tersebut.

Di lokasi penemuan koin emas tersebut, selepas Magrib, terlihat  puluhan orang pria dan wanita, mulai dari orang tua sampai anak-anak, berada di dalam sungai dengan peralatan senter, ember, dan perlengkapan lainnya.

Diperoleh informasi bahwa aparat polisi bukan melarang warga untuk mencari emas di sungai itu, tapi terpaksa membubarkan karena sudah menjelang magrib. Apalagi, saat itu jumlah warga yang datang ke lokasi semakin banyak, bukan hanya dari Kecamatan Kutaraja tapi juga dari wilayah lainnya.

Kabar temuan koin emas, disertai bumbu penarik rasa penasaran, masih terus merebak dengan cepat. Sehingga, hanya beberap menit setelah salat Isya usai, lokasi tersebut kembali ramai dengan warga. Mereka datang dengan membawa peralatan yang lebih lengkap.

Bahkan, sekitar pukul 22.30 WIB, seorang warga kembali menemukan segenggam koin emas. Keadaan ini semakin menambah semangat warga lainnya untuk turut menceburkan diri ke sungai yang ketinggian airnya hanya sebatas paha orang dewasa itu.

Temuan koin emas di aliran sungai itu, kali pertama ditemukan oleh Shalihin, warga Lampaseh Aceh yang sedang mencari tiram di dasar sungai, yang sebelum tsunami merupakan kompleks pekuburan kuno. Aktivitas mencari tiram sering dilakukannya dan warga setempat saat air sedang surut untuk kemudian dijual.

Senin pagi, saat sedang mengais dasar sungai untuk mencari tiram, langkah Shalihin terhenti saat menemukan sebuah peti yang sekelilingnya diselimuti tiram.  “Dia memukul peti itu dengan parangnya untuk melepaskan tiram yang menempel.

Namun, peti itu terbuka dan berhamburlah koin- koin emas yang ada di dalamnya, jumlahnya mungkin mencapai ribuan keping,” kata Gompal, Ketua Pemuda Gampong Merduati.

Masih menurut cerita Gompal, Shalihin dan beberapa warga yang berhasil mengambil koin emas itu, langsung menjualnya ke toko emas di Pasar Atjeh. “Ada yang mendapat Rp 117 juta untuk segenggam koin emas yang dijualnya,” ungkap Gompal.

Informasi lainnya yang diperoleh, hingga kemarin sore sudah banyak juga warga yang berhasil mendapatkan koin emas itu dan menjualnya. Uang yang didapat dari hasil menjual koin emas itu bervariasi, tergantung jumlah koin yang ditemukan.

Di lokasi penemuan, harga koin emas itu dihargai Rp 350 ribu per koin seukuran kancing baju, dan Rp 800 ribu untuk koin seukuran uang logam Rp 1.000. Hingga berita ini diturunkan pukul 23.00 WIB malam tadi, lokasi temuan koin emas itu masih dipenuhi warga yang mencari koin emas dari dasar Kuala Krueng Doy.

KOETARADJA MILIKI BANYAK HARTA KARUN KARENA TIGA KALI DISAPU TSUNAMI

 tsunami-aceh-bandaKawasan Gampong Pande, Banda Aceh yang dulu bernama Koetaradja, mendadak jadi buah bibir di berbagai daerah lantaran ditemukannya harta karun berlimpah pada pekan lalu.

Sedikitnya, warga menemukan ribuan koin emas atau dirham dan sepasang pedang VOC di areal tambak desa itu. Ternyata, kawasan harta karun tersebut sudah tiga kali disapu bencana tsunami besar.

Faktor itu diyakini menjadi penyebab utama,  pusat Kerajaan Aceh Darussalam itu ditinggalkan penghuninya dan banyak benda-benda bersejarah berserakan atau tertimbun di situ. Data kepurbakalaan bahwa Gampong Pande sedikitnya sudah tiga kali didera tsunami diungkapkan Dr Nazli Ismail, Ketua Jurusan Fisika FMIPA Unsyiah.

Doktor jebolan Swedia ini mengakui, sudah melakukan kajian paleo tsunami di Gampong Pande sejak  2011. Paleo tsunami adalah kajian tentang peristiwa tsunami di masa lampau. 

“Terungkap bahwa di Gampung Pande ada dua priode pendudukan (settlement) dilihat dari variasi batu nisan di sana. Satu periode bersamaan dengan Lamuri (di Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar) dan yang satu lagi pada masa Kerajaan Aceh Darussalam (di atas 1511 Hijriah),” ungkap Nazli.

Pergantian settlement tersebut, diduga Nazli, berkaitan dengan kejadian tsunami besar. “Satu kali terjadi pada pertengahan abad 14 dan satu lagi sekitar 500 tahun kemudian. Dan yang terakhir terjadi pada 26 Desember 2004. Jadi, totalnya tiga kali,” kata Nazli.

Menurut Nazli, tim riset yang dia pimpin, saat meneliti di Gampong Pande  hanya fokus pada variasi batu nisan di desa itu. Ditemukan satu jenis plak pling mirip dangan yang terdapat di Lamreh, sedangkan yang lainnya seperti batu Aceh biasa. Batu-batu nisan itu bertanda dua periode pendudukan dengan masa yang berbeda.

“Sedangkan di Lamreh kami temukan dua periode tsunami dan yang satunya terkoneksi dengan periode Kerajaan Lamuri dengan nisan yang lebih kuno dibanding batu Aceh biasa. Artinya, saat Lamuri berkembang, di Gampong Pande sudah ada penduduk, tapi Lamreh setelah itu tidak berkembang lagi sampai sekarang,” kata mantan wartawan Serambi Indonesia ini.

Hasil temuan Nazli dkk sejalan dengan asumsi sejarawan Aceh, Drs Rusdi Sufi. Menurut dosen pada Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsyiah ini, ada dua kemungkinan utama mengapa Gampo Pande sebagai pusat Kerajaan Aceh dulunya ditinggalkan dan penghuninya pindah ke Dalam Darul Dunia yang kini berlokasi sekitar Pendapa (Meuligoe) Gubernur Aceh.

Penyebab pertama karena Gampong Pande sempat diduduki Belanda pada 1874 (saat Aceh dipimpin Sultan Alaidin Mahmudsyah) dan kemungkinan kedua karena Gampong Pande sebelumnya pernah dilanda tsunami besar, sehingga sebagian besar penghuninya meninggal, sedangkan yang selamat mengungsi dan akhirnya  menetap di kawasan Dalam Darul Dunia (sekitar 5 km dari Gampong Pande).

Pada saat itulah diperkirakan Rusdi banyak barang berharga milik Kerajaan Aceh, termasuk uang dirham berbahan emas, tertimbun dan terpencar di kawasan Gampong dan sekitarnya. Sebagian dari koin emas itu ditemukan pencari tiram pada Senin siang lalu. Keasliannya kini sedang diteliti tim arkeolog dari Balai Kepurbakalaan Kemendikbud RI.

RIZWAN: PEDANG BERLAPIS EMAS VOC ITU DIJAGA HARIMAU DAN ULAR

20131114_penemuan-pedang-kuno_8919Identitas pemuda yang menemukan sepasang pedang berlapis emas peninggalan VOC di lokasi penemuan emas, akhirnya terungkap. Kamis (14/11/2013), pemuda yang menemukan pedang itu kembali datang ke Banda Aceh. Ia mengakui, bernama Rizwan (26), asal Kota Langsa yang selama ini tinggal bersama Muslim, pamannya, di Punge Blangcut, Banda Aceh.

Ditemani rekannya bernama Mansyur dan Muslim, Rizwan bertutur kepada Serambi cerita awal penemuan pedang VOC tersebut. Ia tertarik datang ke lokasi tempat ditemukan ratusan keping koin emas, Senin lalu itu karena Mansyur membawa pulang pecahan teko yang ia temukan di lokasi, Selasa (12/11) siang.

Setelah melihat pecahan teko tersebut, Rizwan minta kepada Mansyur agar membawanya ke lokasi temuan. Permintaan itu dipenuhi Mansyur, lalu mereka pulang. Karena tetap penasaran, akhirnya Rizwan sekitar pukul 23.30 WIB kembali ke Gampong Pande. Kali ini bersama temannya yang lain, bernama Syaiful.

“Saya sempat bertemu warga. Mereka sempat ingatkan saya agar tidak masuk ke lokasi itu, karena menurut mereka kawasan terlarang. Kalaupun masuk, risikonya tanggung sendiri. Tapi saya tetap masuk,” kata Rizwan.

Saat Rizwan masuk ke lokasi temuan koin emas, Syaiful justru memutuskan menunggu di permukiman warga. “Pada saat masuk ke tempat itu, saya lihat ada seekor harimau besar yang berjalan di depan saya. Lalu saya jalan lagi, tiba-tiba ada ular besar di pohon. Waktu itulah saya lari dan pulang,” kata Rizwan.

Telanjur penasaran, pada Rabu (13/11) sekitar pukul 14.00 WIB, Rizwan mengaku kembali ke lokasi dengan mengajak Mansyur. “Setelah kedua pedang itu saya temukan, saya dipergoki warga. Sehingga saya dibawa ke kantor keuchik. Begitulah ceritanya. Saya pergi, karena waktu itu, saya tak pakai baju, sehingga warga tidak sempat menanyakan siapa nama saya,” ungkap Rizwan.

Sementara itu, di lokasi Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande kemarin, mulai sepi. Bahkan beberapa titik jalur masuk ke areal mulai dijaga ketat oleh polisi dibantu TNI serta pegawai Kantor Kecamatan Kutaraja bersama warga Gampong Pande dan Merduati.

“Kalaupun ada warga yang ke lokasi, hanya karena mereka penasaran ingin melihat tempat itu dan tidak ada yang berniat masuk untuk mencari koin emas atau barang lainnya di tempat itu,” kata Camat Kutaraja, Yusnardi SSTP kepada Serambi.

Ia meminta seluruh warga agar senantiasa menyadari bahwa benda-benda dari masa Kesultanan Aceh yang ditemukan di kawasan Kuala Krueng Geudong, merupakan pusaka leluhur yang harus dijaga dan dirawat serta wajib dilestarikan.

Sementara di Kantor Keuchik Gampong Pande, Jalan Tgk Dikandang, tampak sebagian warga menyambangi kantor desa itu. Mereka ingin melihat sepasang pedang VOC yang ditemukan Rizwan, Rabu (13/11).

pedang-emas-vocUntuk mengatasi rasa penasaran warga yang mengunjungi tempat itu, di bagian dinding kantor keuchik akhirnya ditempel dua foto bergambar pedang yang ditemukan. Di foto pertama terlihat pedang sedang dipegang oleh tokoh gampong dan foto satu lagi pedang telah diletakkan di atas sajadah.

Di sana juga ada tulisan di kertas kanton merah, berbunyi “Untuk sementara waktu demi keamanan kita bersama, maka pedang kami amankan dulu. Demikian, untuk dimaklumi bersama. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Tertanda Keuchik Gampong Pande, Amiruddin. (mir)

 KOIN EMAS DI KUTARAJA TERNYATA DARI DINASTI OTTOMAN TURKI

Misteri asal muasal dua jenis dari ribuan koin emas yang ditemukan di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh mulai terkuak. Ternyata benda bersejarah tersebut, berasal dari Dinasti Ottoman Turki dan Sultan Aceh.

Ribuan keping dirham jenis pertama yang berukuran sebesar uang logam seribu rupiah, ternyata dicetak pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman bin Salim dari Dinasti Utsmaniyyah (Ottoman) di Turki.

Hal tersebut, diungkapkan peneliti sejarah kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad yang melakukan penelitian terhadap dirham tersebut.

“Asal keping koin itu terkuak berkat tulisan sebelah muka dirham tersebut berbunyi ‘Sultan Sulaiman bin Sultan Salim Syah `uzza nashruhu dhuriba fi Mishr sanah 927′” kata Taqiyuddin, Selasa (20/11/2013).

Kalimat itu, kata dia, bermakna “Sultan Sulaiman bin Sultan Salim Syah–semoga dikuatkan kemenangannya–dicetak di Mesir pada tahun 927/6 (Hijriah).”

“Sultan Sulaiman atau juga yang lebih dikenal dengan Al-Qanuniy adalah penguasa ke-10 dari Dinasti Utsmaniyyah di Turki dan telah memerintah dalam masa yang lama sejak kemangkatan ayahnya Sultan Salim pada 926 H/1520 M sampai dengan wafatnya pada 974 H/1566 M,” terangnya.

Sementara itu, satu jenis dirham lainnya seukuran kancing baju yang ditemukan di tempat yang sama setelah diteliti tercetak nama seorang sultan besar dalam sejarah Aceh. Pada bagian mukanya tertulis, “Alawuddin bin `Ali Malik Azh-Zhahir”. Sedangkan sebelah belakang tertulis “As-Sulthan Al-Adil”.

Menurut Taqiyuddin, Sultan Alawuddin adalah putra Sultan Ali Mughayat Syah yang dianggap merupakan pelopor kebangkitan Aceh Darussalam di awal abad ke-16 M.

Sesuai data inskripsi (kata-kata yang diukirkan pada batu atau dicap pada uang logam) yang berhasil diungkap dari nisan makam Sultan Alawuddin yang berada di kompleks makam Kandang XII, Banda Aceh, menunjukkan ia adalah seorang sultan agung di kawasan Asia Tenggara dalam abad tersebut.

“Adalah takdir Yang Maha Kuasa semata, dunia Islam pada waktu itu dikuatkan oleh kehadiran kedua pemimpin umat ini, Al-Qanuniy di Barat dan Ri’ayah Syah di Timur,” kata Taqiyuddin.

Penemuan dirham Sultan Sulaiman Al-Qanuniy bersamaan dengan dirham bertuliskan `Ala’uddin Ri’ayah Syah Malik Azh-Zhahir di Gampong Pande baru-baru ini menjadi bukti kongkret adanya hubungan yang sangat kuat antara kedua penguasa dunia Islam ini.

“Keduanya diibaratkan dua bersaudara yang telah menyumbangkan banyak kebaikan bagi umat Islam dalam abad ke-16 itu,” ujarnya.

Menurutnya, masa pemerintahan Al-Qanuniy merupakan masa puncak kegemilangan Dinasti Utsmaniyyah. Angkatan lautnya di bawah komando Khairuddin Barbaros (Hayreddin Barbarossa) telah berhasil melakukan banyak gerakan penaklukan yang penting dalam sejarah dinasti ini.

Dalam masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al-Qanuniy di Turki, Aceh berada dalam pemerintahan Sultan `Ala’uddin Ri’ayah Syah yang menjadi sultan setelah ayahnya, Sultan `Ali Mughayat Syah, mangkat pada 936 H/1530 M.

Sebagaimana Al-Qanuniy, Ri’ayah Syah merupakan sultan yang memerintah dalam masa yang lama pula, yaitu sampai dengan wafatnya pada 979 H/1572 M, dan masanya juga merupakan masa kegemilangan Aceh Darussalam. (sar)

BUNDA KESURUPAN ROH PUTROE CANDEN SETELAH PENEMUAN PEDANG EMAS

bunda-kesurupuan-di-banda-acehPeristiwa-peristiwa berbau mistis terus bermunculan seiring ditemukannya dua bilah pedang berlapis emas peninggalan VOC Belanda, di Banda Aceh, Rabu (13/11/2013).

Selain kisah pemuda penemu kedua pedang emas yang sempat dikejar harimau, kehebohan lain terjadi pada Rabu sekitar pukul 16.15 WIB. Kejadian ini persis setelah kedua pedang emas itu berhasil ditemukan.

Seorang wanita yang biasa disapa Bunda, warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, mengalami kesurupan. Ia jatuh dari arah kerumunan warga yang berdesak-desakan ingin menyaksikan penemuan kedua pedang VOC tersebut. Wanita yang diperkirakan berumur sekitar 48 tahun itupun, langsung dibawa ke dalam Kantor Keuchik Gampong Pande.

Dalam ceracaunya, wanita itu mengaku bernama Putroe Canden dan meminta kedua pedang yang ditemukan itu disimpan di sekitar Makam Tgk Di Kandang yang berada di Gampong Pande.

Ia juga minta semua orang tidak lagi mengeruk dan mengambil apa pun barang yang ditemukan dari Kuala Krueng Geudong, tempat koin emas pertama didapat.

“Selama ramai orang yang datang ke tempat itu, kami telah terusik. Mereka telah menghancurkan tempat kami. Bila barang kami tidak dikembalikan tunggulah bencana datang,” ujar wanita itu di sela-sela tangisnya.

Putroe Canden yang mengaku keturunan dari para raja, terus meminta agar tempat peristirahatan mereka tidak diganggu dan dijamah.

SEKELOMPOK DUKUN COBA TEROBOS MASUK LOKASI HARTA KARUN KUTARAJA

Segerombolan orang dengan gerak-gerik dan penampilan seperti paranormal (dukun), dilaporkan berusaha menerobos masuk ke lokasi temuan koin emas (dirham) dan pedang VOC di Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh.

Upaya orang-orang tak dikenal tersebut, sempat menimbulkan ketegangan dengan warga setempat yang sejak beberapa hari ini melakukan penjagaan ketat dengan tidak mengizinkan siapapun masuk ke lokasi terlarang itu.

Informasi adanya orang-orang tak dikenal yang berupaya masuk ke lokasi temuan dirham diperoleh Serambi, Sabtu (16/11/2013) siang, dari sejumlah warga Gampong Pande yang sedang mengamankan lokasi tersebut.

Menurut warga, sejak Kamis (14/11) malam hingga Jumat (15/11), terlihat beberapa orang tak dikenal dengan penampilan seperti dukun, bahkan ada yang bertato, berusaha masuk ke lokasi temuan dirham dan pedang VOC di Kuala Krueng Geudong.

Orang asing itu datang dalam kelompok-kelompok kecil, terdiri tiga sampai empat orang menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat.

“Kami sampaikan secara baik-baik bahwa lokasi itu sudah tidak diizinkan masuk, dan kami diamanahkan untuk mengamankan keputusan itu. Tetapi kebanyakan mereka tak bisa terima bahkan sempat terjadi perang mulut. Ada yang mengeluarkan kamera dan memotret kawan-kawan kami yang berusaha menghadang mereka,” ungkap seorang pemuda Gampong Pande.

Suasana menjurus panas terjadi pada malam Jumat atau Kamis malam, ketika beberapa orang asing yang membawa benda-benda aneh (seperti media perdukunan) bersikeras untuk masuk ke lokasi temuan benda-benda kuno.

Pada malam Jumat itu, seorang anak muda setempat sempat kemasukan sambil menyebut-nyebut adanya orang-orang tertentu yang akan masuk melakukan praktik perdukunan. Atas info itu, maka dilakukan penyisiran secara lebih ketat dan terlihat beberapa orang di kompleks makam Tgk Di Kandang seperti akan melakukan ritual tertentu.

“Warga yang melakukan patroli langsung saja meminta orang itu pergi namun sempat terjadi ketegangan,” kata seorang sumber di kalangan aparat Desa Gampong Pande.

Keuchik Gampong Pande, Amiruddin yang dikonfirmasi Serambi terkait masuknya orang-orang asing yang mirip dukun itu, tidak bersedia berkomentar panjang karena khawatir akan timbul masalah baru bahkan pertentangan yang tak diinginkan.

“Ya, saya juga mendapat informasi tentang orang-orang tak dikenal yang berusaha masuk ke lokasi temuan dirham. Warga melarang karena sudah ada keputusan lokasi itu tidak diizinkan masuk. Kita berharap semua pihak memahami keputusan itu,” kata Amiruddin.

Seperti diberitakan, sejak Senin siang, 11 November 2013, masyarakat Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh dihebohkan penemuan koin emas (dirham) dalam jumlah besar di aliran sungai dalam wilayah Gampong Pande.

Suasana semakin heboh karena dua hari kemudian ditemukan lagi sepasang pedang bercap VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie/persekutuan dagang bentukan Belanda pada tahun 1602). Maka, semakin berduyun-duyunlah warga dari berbagai kawasan untuk mengadu peruntungan ke aliran sungai yang selama ini menjadi lokasi usaha pencari tiram tersebut. (nas/mir). @@@

Sumber: TRIBUNNEWS, BANDA ACEH.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 8 Komentar

PENGUMUMAN


YTH SEDULUR KWA…

ASSALAMUALAIKUM WR WB. DENGAN HORMAT KAMI SAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT BERGABUNG DI JAJARAN GURU KWA ANGKATAN X.

http://wongalus.wordpress.com/alumni-kwa/

1. KI RAINAN  SOERJO MENTARAM, Blitar – Jatim, rainan44@gmail.com

2. KI SUJONO SOERJO MENTARAM, Sidoarjo – Jatim.
Phone 087752903466

ki wongalusMOHON DOA RESTU SEDULUR SEMUA, SEMOGA UPAYA KITA UNTUK MENGABDI KEPADA SESAMA MENDAPATKAN RIDHO ALLAH SWT. SAYA MENGENAL PARA GURU KWA ADALAH ORANG-ORANG LUAR BIASA YANG MENDAPAT LIMPAHAN ALLAH SWT DENGAN HATI YANG BENING DAN SAYA REKOMENDASIKAN BELAJARLAH HIDUP YANG LURUS DAN BENAR SERTA BERGURULAH KEPADA MEREKA.  …

KHUSUS UNTUK AGENDA BULAN FEBRUARI 2014 INI, PELATIHAN PARANORMAL PROFESIONAL KWA TINGKAT GURU AKAN DISELENGGARAKAN PADA:

HARI SABTU TANGGAL: 22-23 FEBRUARI 2014

MULAI PUKUL: 12.00 WIB

TEMPAT BERKUMPUL: MARKAS KELUARGA KWA, BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO JAWA TIMUR.

MATERI DAN METODE
Materi pelatihan ini adalah PENGIJAZAHAN ENAM BELAS (16) ILMU KEPARANORMALAN —ILMU PENGOBATAN, ILMU KEREJEKIAN, ILMU PELET PENGASIHAN, ILMU KEKUATAN/KEKEBALAN, ILMU RAGA SUKMA, ILMU TERAWANGAN, DAN LAIN-LAIN—yang dilanjutkan dengan PRAKTEK langsung bersama trainer dan asistensi/pendampingan langsung oleh KI WONG ALUS. Metode pelatihan ini menganut ‘Two Way Active System’ yang melibatkan semaksimal mungkin interaksi dua arah antara trainer dan peserta. Peserta mendapatkan bimbingan intensif dan konsultasi tahapan perkembangan spiritual secara pribadi dan mendalam. Program pelatihan memadukan ilmu, teori, tanya jawab dan sekaligus praktik tahapan kemajuan yang berlangsung dengan komposisi secara berimbang. Pada saat pengamalan dilakukan pendampingan intensif hingga peserta bisa mempraktekkannya untuk berbagai hajat. Selain indoor, peserta juga melaksanakan pengamalan di luar ruangan (outdoor) di tempat-tempat yang dirahasiakan untuk umum dan akan disampaikan di kemudian hari.

INVESTASI
Pembiayaan program pelatihan ini dilakukan secara otonom dan mandiri. Tidak ada donatur dari lembaga baik swasta maupun pemerintah, sehingga setiap peserta dikenakan biaya sebesar Rp 5.700.000,- (lima juta tujuh ratus ribu rupiah).

CARA PENDAFTARAN
1. SMS niat anda mengikuti program ini ke 081-233500577 (KI WONGALUS/
Muhammad Wildan).
3. Transfer ke BANK JATIM (kode transfer 114) nomor rekening: 0262927024 .

DEMIKIAN PENGUMUMAN DARI KAMI. TERIMA KASIH. SALAM ASAH ASIH DAN ASUH.

TERTANDA

KI WONGALUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

IJASAHAN DARI KITAB AL QIRTHOS


Al-Habib Ali bin Hasan Al Attas —dipanggil dengan nama Shohib Masyhad darri Bahrain — dalam Kitabnya Al Qirthos menjelaskan bahwasanya kesepuluh zikir ini adalah amalan tetap beliau. Dan dengannyalah beliau memperoleh apa yang didambakannya. Dan dijadikannya amalan ini sebagai suatu  Hadiah dari beliau untuk mereka yang mau mengamalkannya suatu Ijazah dan izin bagi siapa saja yang berminat terhadapnya (Amalan ini). Siapa saja diantara mereka baik saudara dan pengikut yang mencintai beliau ataupun mereka yang membenci dan memusuhinya.

Disampaikannya bahwa sepuluh zikir ini adalah termasuk dari zikir-zikirnya para Al-‘Ubbad dan Az-Zuhhad, didalamnya terdapat fadhilah dan faedah yang besar sekali serta memiliki keistimewaan tersendiri. Bagi mereka yang telah memeliharanya menurut tertib membacanya yaitu setiap hari setelah sholat shubuh dan sholat maghrib jumlah mereka telah banyak sekali. Dan kesemua mereka itu adalah Ahlil-Fadhel dan As-Sholihin, yang telah mengetahui rahasia tentang kelebihannya. Mereka telah menggunakannya dengan niat untuk meminta keluasan rezeki, melepaskan kesulitan, melindungi diri dari musuh, menghindarkan bahaya, menangkal sihir dan gangguan jin serta mengobatinya, menundukkan semua makhluk, minta pemeliharaan dalam arti menyeluruh sekali rangkap yaitu untuk diri sendiri juga untuk semua keluarga agar turut tersertakan dari segala gangguan yang dhohir maupun bathin, termasuk harta benda mereka, beserta keamanan keadaan lingkungan dimana mereka berada agar semuanya senantiasa dalam keadaan keamanan, kebahagiaan, kemakmuran, kedamaian, dalam arti seluas-luasnya dan jangkauan yang sejauh-jauhnya.

Atas ijin Allah SWT, kesemua itu terbukti dan demikianlah yang mereka dapatkan diantara hasilnya di dunia ini. Dan itu semua masih sangat sedikit karena faedah tersebut hanyalah untuk didunia namun faedahnya untuk akherat hanya Allah sajalah yang mengetahuinya dengan sebenarnya dan yang dapat menghitungnya. 

berikut dzikirnya…

بسم الله الرحمن الرحيم.
1. Bismillahir rahmaanir rahiim.100x
“ Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang “ 100 x

الحمد الله رب العالمين.
2. Alhamdulillahi robbil ‘alamiin.100x
“ Segala Puji Bagi Allah, Tuhan semesta Alam “ 100 x

لااله الا الله محمد رسول الله.
3. Laa ilaha ilallah Muhammadur rasulullah.100x
“ Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah Utusan-NYA.” 100 x

اللهم صل على محمد وعلى ال محمد.
4. Allahumma sholli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa ali Muhammadin.100x
“ Ya Allah, limpahkanlah shalawat / kesejahteraan kepada Junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga Beliau.” 100 x

سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم
5. Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adhiim.100x
“ Maha suci Allah dan segala puji bagi-NYA. Maha suci Allah Yang Maha Agung.” 100 x

استغفر الله العظيم واساله التوبة
6. Astaghfirullahal ‘adhiim wa as-aluhut taubah.100x
“ Aku memohon ampunan dari Allah Yang Maha Agung dan memohon Taubat ( atas segala dosa ) pada-NYA.” 100 x

اللهم انى اسالك فعل الخيرات وترك المنكرات وحب المساكين وان تغفرلى وترحمنى

7. Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroti wa tarkil munkarooti wa hubbul masaakiina wa an taghfirlii wa tarhamnii.100x
Ya Allah, aku memohon pada-MU dapat mengerjakan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran dan mencintai orang-orang miskin agar Engkau mengampuni dan menyayangiku.

سورة الاخلاص
8. Suratul Ikhlas.100x
( Membaca surat Al-Ikhlas. 100 x )

حسبنا الله ونعم الوكيل
9. Hasbunallahu wa ni’amal wakiil.100x
Cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik Pelindung.100 x

اللهم صل على محمد النبي الامى وعلى ال محمد وسلم
10. Allahumma sholli ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummi wa ‘alaa ali Muhammadin wa sallim.3x
Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi yang Ummi dan berilah keselamatan atas keluarga beliau.3 x

@SUMBER LINK TERKAIT

Categories: IJASAHAN DARI KITAB AL QIRTHOS | 55 Komentar

WIRID CAK NUN (EMHA AINUN NADJIB)


CAK NUN MEMILIKI BANYAK WIRID DAN JUGA SYAIR-SAYR INDAH DI BAWAH INI, SILAHKAN DISIMAK DENGAN SEKSAMA.

W-1. WIRID KASIH SAYANG Ya Mannaan
Ya Allaahu ya mannaanu yaa kariim, ya allaahu ya rahmaanu ya rahiim
Ya Allaahu ya fattaahu yaa haliim, ya allaahu ya rahmaanu ya rahiim

W-2. WIRID PENJAGAAN Ya Hafiidh
Ya hafiidh, ya hafiidh, ihfadhnaa. Ya rahiim, ya rahiim, irhamnaa

W-3. WIRID KETERTINDASAN Dholamuuna
Allaahumma dholamuuna fahfadhnaa
warhamnaa wanshurnaa warzuqnaa

W-4. WIRID KEPENGASUHAN Ma Lanaa
Ya Allah maa lanaa maulan wa waliyyan siwaaka ya Allah

W-5. WIRID KEKUATAN Huwal’aziizulqowiyyu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal ‘aziizul qowiyyul qoodiru
dzul quwwatil matiinul muqtadirul jabbaarul mutakabbirul qoohirul qohhaar

W-6. WIRID PAMRIKSA Huwal’adhiimulhaliimu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal ‘adhiimul haliimul khobiirul
mubiinul haadii ‘allaamul ghuyuub

W-7. WIRID KESAKSIAN Huwalmukhiithul’aliimu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal mukhiithul ‘aalimu
robbusysyahiidul hasiibul fa’’aalul khollaaqul khooliqul baari-ul mushawwir

W-8. WIRID LOLOS BAHAYA La yadhurru
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardli
wa laa fissamaa-i wa huwassamii’ul ‘aliim

W-9. WIRID PENGUSIRAN ’Alimun biasrori
‘Aliimun bi-asroorii khobiirun bihaajatii samii’un bashiirun
bilquluubi wamaa hawat, bismika arjuu naila maa thaalibii
bijaahika falamlaaka jam’an tasaara’at

W-10. WIRID PINTU TERBUKA Ya Mufattihal-abwab
Ya mufattihal abwaab, yaa musabbibal asbaab, yaa muqallibal quluubi
wal abshaar, yaa mudabbiral laili wannahaar, yaa muhawwilal haala
wal ahwaal, hawwil haalanaa ilaa ahsanil ahwaal

W-11. WIRID PENCAHAYAAN Qalbi nuron
Allaahummaj’al qalbii nuuran wa sam’ii nuuran wa basharii nuuran wa lisaanii nuuran wa yadayya nuuran wa rijlayya nuuran wa jamii’a jawaarihi nuuran yaa nuural anwaar

W-12. WIRID KECUKUPAN Kafa billah
Wa kafaa billaahi robba wa kafaa billaahi waliyyaa
wa kafaa billaahi nashiiraa wa kafaa billaahi razzaaqaa

W-13. WIRID JALAN KELUAR Ya Shohibi
Yaa shoohibii ‘inda kulli syiddatin wa yaa ghiyaatsii ‘inda kulli kurbatin sholli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, waj’al lii min amrii farajan wa makhrajan

W-14. WIRID KECINTAAN Nawwir Yusufa
Allaahumma ya baduuh yaa baduuh yaa baduuh nawwir yuusufa fii wajhii wa khootama sulaimaana ‘alaa lisaanii wa shouta daawuuda fii ‘indii bibarokati laa ilaaha illallaah muhammadur rasuulullah

W-15. WIRID KEMUDAHAN La Sahla
Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan, wa anta yaa allaah in syi’ta ja’altas sho’ba sahlan, sahhil lanaa umuuronaa wa yassir lanaa warhamnaa innaka anta arhamur roohimiin

W-16. WIRID MOHON AMPUNAN Ilahi lastu
Ilaahii lastu lilfirdausi ahlan walaa aqwaa ‘ala naaril jahiimi, fahablii taubatan waghfir dzunuubii fa innaka ghoofirudz-dzanbil ‘adhiimi

W-17. WIRID KABUL Ya Lathif
Ya Lathiif 129 X 129 Alaa ya’lamu man kholaqa wa huwallathiiful khabiir…innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

W-18. WIRID TAK SANGKA La Yahtasibuu
Min haitsu laa yahtasibuu

W-19. WIRID PELIPUR LARA Thibbil Qulub
Allahu X4 ya rabbi shalli ‘alal mukhtar thibbil qulub

W-20. WIRID PENAMPUNGAN Liannahum
Liannahum khodzaluuni, fakun yaa ‘aziizu naashirii
Liannahum abghodhuunii, fakun yaa waduudu habiibii
Liannahum khodza’uunii, fakun yaa ‘aadlu hakami
Liannahum haramuunii, fakun yaa basithu raziiqi
Liannahum amradhuunii, fakun yaa syaafii mulathifi
Liannahum tharaduuni, fa amini ya Mannanu aamiinii
Liannahum fatanuunii, fa kun yaa ra’uuf masih dumu’ii
Auba’unii fii dhulumatin, fa minka yaa nuur altamisunuri
Liannahum jaahiluu wa jahhaluu yaa ilaahii
Yaa ‘aziiz yaa Mannaan

W-21. WIRID PANGGILAN Maulan Siwallah
Allah X4 maa lanaa maulan siwallaah,
kulla maa naadaita yaa Hu qala yaa ‘abdii anallaah

W-22. DUH GUSTI
Duh Gusti mugi paringo ing margi kaleresan, kados margining manungso kang manggih kanikmatan, sanes margining manungso kan Paduka laknati

W-23. ASTAGHFIRULLAH
Astaghfirullah wabbal baraayaa, astaghfirullah minal khathayaa Rabbii zidnii ‘ilman naafi’an, wawaffiqnii ‘amalan maqbuulaa

W-24. YA RABBI YA RAHMAN
Ya rabbi ya rahman anta muzilul Qur’an, ya rabbi ya rahman
anta mutsbitul Islam, irhamna jami;an warzuqnaa waasi’an,
ya Allah X2 khaliqul anaam

W-25. YA ALLAH YA `ADHIM
Yallah ya ‘adhiim antal ‘adhiim qad hammana hammun ‘adhiim, wa kullu hammin hammanaa yahuunu bismika ya ‘adhim

W-26. ILIR-ILIR
Lir ilir X2 tandure wus sumilir takijo royo-royo
tak senggo temanten anyar
Bocah angon X2 peneken blimbing kuwi
lunyu-lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodot iro
Dodot iro X2 kumitir bedah ingin pinggir,
dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung jembar kalangane, mumpung padhang rembulane
Yo surako surak hiyo

W-27. WIRID JANGAN DIPECAT La takhrijna
Allahumma la takhrijna min jannatika,
Allahumma la takhrijna min hifdika
Allahumma la takhrijna min quwwatika,
Allahumma la takhrijna min barakatika
Allahumma la takhrijna min `izzatika,
Allahumma la takhrijna min haulika

W-28. KALIMAH THAYYIBAH
Subhanallaah walhamdulillaah walaailaaha illallaah

W-29. WIRID HIDUPNYA KEHIDUPAN Ya Hayyu Hina la hayya
Ya hayyu hiina laa hayya, yaa hayyu muhyil mautaa. ya hayyu laa illaaha illaa anta, allaahumma maddidnaa waj’alnaa min kulli hammin makhrajan wa farajan

W-30. WIRID TAUHIDI
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu annal hayaata walmauta lillah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu annarrizqa wal hifdha lillah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna ghairallaahi laisal ilaah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna hijratii wa jihaadii ilallah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan
habiibii wa imaamii

W-31. WIRID PELEPASAN La ilaha illa anta
Laa ilaaha illaa anta subhaana innii kuntu minadhdhoolimiin

W-32. WIRID PERAHMATAN Wa ma romaita
Wamaa romaita idz romaita walaakinnallaaha romaa

W-33. WIRID TANGKISAN Afahasibtum
Afahasibtum annamaa kholaqnaakum ‘abatsan wa annakum ilainaa laa turja’uun. Fata’aalalloohul maalikul haqqu laa ilaaha illaa huwa robbul ‘arsyil kariim. Fa mayyad’u ma’alloohi ilaahan aakhoro laa burhaana lahuu bihii fa innamaa hisaabuhu ‘inda robbihii, innahuu laa yuflikhul kaafiruun. Wa qur robbighfir warham wa anta khoirurrohimiin.

W-34. WIRID KEMENANGAN Inna fatahna
Innaa fatahnaa laka fahan mubiinaa, liyaghfira lakallaahu maa taqaddama min dzanbika wamaa ta-akhkhara, wa yutimma ni’matahuu ‘alaika wa yahdiyaka shiraatan mustaqiimaa

W-35. WIRID PEMENUHAN Wa nuridu
Wa nuriidu an namunna ‘alalladziina-studh’ifuu fil ardli wa naj’aluhum a-immatan wa naj’aluhumul waaritsiin

W-36. WIRID PENGHANCURAN Lau anzalna
Lau anzalnaa haadzal qur’aana ‘alaa jabalin laro-aitahuu khoosyi’an mutashoddi’an min khosyyatillaah, wa tilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatafakkaruun

W-37. WIRID PENUNTASAN Innama amruhu
Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an ayyaquula lahuu kun fayakuun, fasubhaanalladzii biyadihii malakuutu kulli syai-in wa ilaihi turja’uun

W-38. WIRID PERLINDUNGAN Wala ya’uduhu
Ayatul Kursiyy 9X walaa yauuduhu hifdhuhuma

W-39. WIRID SUMELEH Anta ta’lam
Ilaahii anta ta’lamu maa nuriid

W-40. WIRID KETENTERAMAN Salamun qaulan
Salaamun qaulan mir-robbir-rohiim

W-41. WIRID PENYAMARAN La tudrikuhul abshor
Laa tudrikuhul abshaara wahuwa yudrikul abshaara
wa huwallathiiful khabiir

W-42. WIRID PENGADILAN Ja-al haq
Wa qul jaa-al haqqu fazahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa

W-43. WIRID BEBAS ADZAB Wama kanallahu
Wa maa kaanallaahu liyu’adzdzibahum wa anta fiihim
wa maa kaanallaahu mu’adzdzibahum wahum yastaghfiruun

W-44. AL-ASMAUL HUSNA Nas-aluka
Nas – Aluka Yaa Man Huwallahulladzii Laa Ilaaha Illaahu
Awarrohmaanur Rohimul Almalikul Qudduusus Salaamul Mu’minul
Muhaiminul ‘Aziizul Jabbaar – Almutakabbirul Khooliqulbaariul Mushowirul Ghoffar
Walqohharul Wahaabur Rozzaaqul Fattaahul ‘Aliim – Alqoobidhul Baasithul Khoofidhur Alroofi’ul Mu’izzul Mudhillus Samii’ul Bashiirul Hakamul’adl – Allathiiful Khobiir – Alhaliimul ‘Adhim – Alghofurus Syakuur – Al’aliyul Kabiirul Hafiidhul Muqiit – Alhasiibul Jaliil Al Kariimur Roqiibul Mujiibul Waa Si’ul Hakiimul Waduudul Majiidul Baa’itsus Syahid –
Alhaqqulwakiil – Alqowiyul Matiin – Alwaliyul Hamiid – Almuhshil Mubdiul Mu’iid – Almuhyil Mumiitul Hayyul Qoyyum – Alwaajidul Maajidul Waahidus Shomadul Qoodirul
Muqtadirul Muqoddimul Muakh Khirul Awwalul Akhiir – Addhoohirul Baatinul Waalil Muta’al Bar Ruttawwaaabul Muntaqimul ‘Afuwwur Roufum
Maalikul Mulki Dzul Jalaali Qal Ikroom – Almuqsitul Al Jaami’ul Ghoniyul Mughnil
Maani’ud Dhoor Runnaafi’un Nuurul Haadii Badii’ul Baaqii – Alwaaritsur rosyiidus
Shobuurulladzi ladza kamits lihi Syaiun Wawas Samii’ul Bashiir – Alloohumma Solli Afdhollas Sholati’alaa As’adi MAkhluuqoo Tika Sayyidinaa Muhammadiwa’alaa alihii
Washohbihii wasallim ‘Adada Ma’luu Maatika Wamidaa Dzakalimaa Tika Kullamaa
Dzakaro Kad Dzaakiruuna Waghofala ‘An Dzikrihil Ghoofiluun.

W-45. MUDAH URUSAN Robbisyrokhlii
Robbisyrohlii shodrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatan
min lisaanii yafqohuu quolii

W-46. MELAWAN KEBOHONGAN Bimaa kadzdzabuun
Robbinshurnii bimaa kadzdzabuun

W-47. KESENDIRIAN Khoirul Waritsin
Robbii laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waaritsiin
________________________________________
________________________________________
SYAIR-SYAIR SHALAWAT YANG INDAH

S1AYYUHAR RAAJUN
Yaa ayyuhar-rojuna minhu syafa’ah
Sholluu ‘alaihi wa sallimuu taslimaaa
Wa yaa ayyuhal musytaquuna ‘alaa ru’yaa jamalih
Shollu ‘alaihi wa sallimuu taslimaa
Wa yaa man yakhtubu wisholahu yaqadhatan wa manaama
Shollu ‘alaihi wa sallimuu taslimaa
(Wahai engkau yang mendambakan darinya syafaat
Wahai yang kangen ingin memandang keindahan wajahnya
Wahai yang hendak melamar kebersamaan dengannya
Tatkala terjaga maupun ketika tidur)

S2

SHALAWAT TASYRIF
Allahumma shalli wa sallim
Asyrafash-shalati wat-taslim
`Ala Sayyidina wa Nabiyyina
Muhammadinir-ra’ufirrahim
(Ya Allah anugerahkan semulya-mulyanya shalawat dan
keselamatan kepada Sayid dan Nabi kami yang jiwanya
santun dan penuh kelembutan itu)

S3
YA RABBI SHALLI Baku
Ya Rabbi shalli `ala Muhammad
Ya Rabbi shalli `alaih
(Wahai Tuhan bersholawatlah baginya
Wahai Tuhan limpahkan keselamatan baginya)

S5
ASSALAMU `ALAIK Baku
Assalamu `alaika zainal Anbiya-i
Assalamu `alaik
(Salam padamu penghulu para Nabi
Salam Padamu)

S7
ANNABI SHALLU `ALAIH Baku
An-nabi shallu `alaih
Shalawatullahi `alaih
Wa yanalul-barakah
Kullu man shalla `alaih
(Inilah Sang Nabi, bersholawatlah untuknya,
karena shalawat Allahpun menaburinya
Sungguh senantiasa melimpah barokah kepada
Siapapun yang bersholawat kepadanya)

S9
HUBBU AHMADIN Baku
Hubbu Ahmadin qalbi sakan (2x)
Wal-fata `aliyyil-mu’taman
Ya`aini wabnaihil-Husaini wal-Hasan
Ya ruhi wabnaihil-Husaini wal-Hasan
(Cinta Muhammad telah merasuki kalbuku
Juga kepada pemuda yang terpercaya itu
Pun Wahai Husein dan Hasan dua bola mataku
Wahai Husein dan Hasan tenaga hidupku)

S11

NURUL MUSTHAFA Baku
Nurul Musthafa nurul Musthafa
Mala-al-akwan mala-al -akwan
Habibi Muhammad Muhammad
Muhammad khairil mursalin
(Cahaya Sang Terpilih memenuhi semesta
ia kekasihku, Muhammad
Termulia diantara semua utusan)

S13
YA IMAMAR RUSLI Baku
Ya Imamar-rusli ya sanadi anta ba`dallahi mu`tamadi
Fa bidunyaya wa akhirati ya Rasulallahi khudz biyadi
(Wahai penghulu para Rasul Wahai asal usulku
Sesudah Allah engkaulah sandaran hidupku
Dengan dunia dan akhiratku Wahai Rasul ambil aku di
Tanganmu)

S15
BISYAHRI
Sholatun wa tasliimun wa azkaa tahiyyati
‘Alal Musthafal Mukhtar khaital bariyyati
(Cinta, keselamatan, serta sedalam-dalam penghormatanku
Bagi sang lelaki pilihan, sebaik-baik ciptaan)

S16
YA RASULALLAH Kanjengan Melayu
Ya Rasulallah salamun alaika
Ya rafi’asyani waddaroji
Adfatayaji rattal’alami
Ya uhailaljudi walkarami

S20
DA`UNI DA`UNI
Da`uni da`uni unaji habibi
Wa la ta’dzuluni fa ‘adzli haram (2x)
(Biarlah, biarlah aku mengeluh kepada kekasihku
jangan hardik aku jangan ganggu kemesraanku)

S21
INNA FIL-JANNAH
Inna fil-Jannati nahran min laban
Li’Aliyyin wa Husainin wa Hasan (2x)
(Lihatlah di surga mengalir sungai susu
Yang diperuntukkan bagi Ali, Husein dan Hasan)

S22
YA THAIBAH Baku
Ya thaibah ya thaibah
Ya dawal `ayana sytuqnalik wal-hawa nadana
Wal-hawa nadana
(Wahai gudang kebajikan
Kami berduyun mendatangi pintumu
Kami terpanggil terhanyut oleh cintamu

S24
BAINA KATIFAIH
Baina katifaihi `alamah (2x)
Khatimar-ruslil-kiram (2x)
(Di antara kedua ketiaknya terdapat tanda
Kemulian Kerosulannya)

S25
KHAIRAL-BARIYYAH
Khairal-bariyyah, nahdrah ilayya
Maa anta ilaa kanzul `athiyyah (X2)
(Sebaik-baik CiptaanNya,betapa tajam tampak di mata
Tiadalah engkau kecuali gudang segala kekayaan)

S26
YA ALA BAITIN NABI
Ya ala baitin-nabi
As-sayyidil-`Arabi
Lakum madattu yadi
Fa farriju kurabi
(Wahai penghuni rumah Nabi, tetua negeri Arab
Kepada aku panjangkan tangan, untuk memekikan harapan)

S27
SIDNAN NABI Baku
Sidnan Nabi sidnan Nabi sidnan Nabi (3x)
Sidi Muhammad amin qutbi
Habibin Nabi
(Nabi sayyid kita, nabi syyid kita Sayyid Muhammad
Pecinta yang terpercaya)

S29
ALFU SALAM Baku
Shalatun minallah wa alfa salam
`Alal Musthafa Ahmad syarifil-maqam
(Shalawat dan seribu salam dari Allah
Bagi Muhammad yang terpilih untuk tinggal
Di semulya-mulyanya persemayaman)

S31
THALAMA ASYKU
Thalama asyku gharami
Ya nural-wujud
Wa unadi ya tihami
Ya ma`danal-jud
(Betapa lama kukeluhkan, Wahai cahaya keberadaan
Betapa kudampakan, Wahai sumber segala kemurahan)

S32
YA RABBI BIL MUSTHAFA Baku
Ya rabbi bil Musthafa
Balligh maqashidana
Waghfir lana ma madla
Ya wasi’al karami
( Ya Allah, berkad Muhammad antarkan kami
pada keindahan itu
Ampunilah dosa-dosa kami yang lampau,
Wahai penghampar kemuliaan)

S34
SHALAWAT BADRIYAH Baku
Shalatullah salamullah
`Ala Thaha Rasulillah
Shalatullah salamullah
`Ala Yasin Habibillah
(Sholawat dan salam Allah bagi Rasul-Nya
Shalawat dan salam Allah bagi yasin kekasih-Nya)

S45
ALHAMDU LILLAH WASYSYUKRU LILLAH
Alhamdu lillah wasysyukru lillah
Azka shalati wa salami liRasulillah
(Segala puji dan syukur bagi Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam
Bagi Rosulullah)

S46
MARHABAN
Marhaban Ya marhaban
Marhaban Ya Rosulallah
Marhaban Ya marhaban
Marhaban Ya Habiballah
(Haru biru cintaku buat Rasulullah
Lubuk terdalam cintaku untuk kekasih Allah)

S47
MARHABAN YA MARHABAN Kanjengan
Marhaban ya marhaban ya Rasulallah
Marhaban ya marhaban ya Nabiyallah
Marhaban ya marhaban ya Habibalah

S48
MARHABAN AHLAN WASAHLAN Kanjengan
Marhaban ahlan wa sahlan
Marhaban ya nurrazzaman
Marhaban ya nurral’aini
Marhaban jaddal Husaini

S49
SHALLU ‘ALAIH Kanjengan Magelang
Shallu ‘ala shallu ‘ala khairil anam
Almusthafa almusthafa badrittamam
Shallu’ala shallu ‘ala ya salimu
Yasfa’lana yasfa’lana yaumazzikham

S50
YA SAYYIDI Kanjengan
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Rosulallah
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Nabiyallah
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Waliyaallah
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Habiballah

S51
SHALLI WA SALLIM Baku
Shalli wa sallim da-iman `alAhmada (2x)
Wal ali wal ashhabi man qad wahada
(Berilah shalawat dan salam
Yang abadi kepada Muhammad
Serta bagi keluarga dan sahabat
Yang telah menyatu dengannya)

S53
DAWINI DAWINI
Dawini ya nural hay X2
Dawini wandhur ilayya
Dawini dawi ya nural hay

S54
SHALLALLAHU `ALA MUHAMMAD
Shallallahu `ala Muhammad
Shallallahu `alahi wa sallim
(Allah bershalawat kepada Muhammad
Allah bershalawat dan menaburkan salam
Kepada Muhammad)

S55
THALA`AL BADRU Baku
Thala`al badru ‘alaina
Min tsaniyyatil wada`I
Wajabas-syukru `alaina
Ma da`a lillahi da`I
(Telah terbit rembulan atas kita
Dari celah antara dua bukit
Wajib syukur bagi kita
Atas panggilannya kepada Allah)

S59
SHALAWAT `INDAL QIYAM Baku
Ya Nabi salam `alaika
Ya Rasul salam ‘alaika
Ya Habib salam ‘ alaika
Shalawatullah ‘alaika
(Wahai Nabi salam kepadamu
Wahai Rasul salam kepadamu
Wahai kekasih salam kepadamu
Karena Allahpun melimpahkan Shalawat bagimu)

S61
ALLAHUMMA SHALLI
Allahumma shalli `ala Muhammad
Ya Robbi shalli `alaihi wasallim
(Tuhan kami bersholawatlah kepada Muhammad juga
berilah salam padanya)

S62
AHMAD YA HABIBI Baku
Ahmad ya habibi salamun`alaika
Ya`aunal-gharibi salamun`alaika
(Wahai kekasih, kusampaikan salam
Wahai penolong orang usiran
Bagimu keselamatan)

________________________________________

SYAIR ABU NAWAS

Ilaahi Lastu Lil Firdausi Ahlaa
Walaa Aqwaa ‘Alan Naaril Jahiimi
Fahablii Taubatan Waghfir Dzunuubii
Fainnaka Ghoofirudz Dzambil ‘Adhiimi
Dzunuubii Mitslu A’daadir Rimaali
Fahabli Taubatay Yaadzal Jalaali
Wa ‘Umrii Naaqishun Fii Kulli Yaumi
Wa Dzambii Zaidun Kaifach Timaali
Ilaahii ‘Abdukal ’Aashii Ataaka
Muqirrom Bidz Dzunuubi Waqod Da’aaka
Wain Taghfir Fa-Anta Lidzaaka Ahlun
Fain Tathrud Faman Arju Siwaaka

@@@ SUMBER: LINK TERKAIT

Categories: WIRID CAK NUN | 18 Komentar

ILMU-ILMU LADUNI KH ABDUL MAJID MA’RUF, PENGASUH PONPES KEDUNGLO KEDIRI


“IKUTlLAH BERJUANG MEMPERBAIKI MENTAL MASYARAKAT LEWAT JALAN BATHINIYAH”.

kwaKali ini kita akan membahas sosok fenomenal. Sebelumnya, kita pasti mengingat doa ilmu kebal berikut ini: ALLAHUMMA SALIMNA MINAL BOM WAL BUNDUQ, WAL BEDIL WAL MARTIL, WA UDDADA HAYATINA. sambil minum air yang biasa dipakai untuk wudhu di masjid, maka kebal lah dia. Itulah amalan yang diberikan kepada para pejuang 45 yang bertempur melawan penjajah yang menyerang Surabaya pada 10 Nopember 1945. Sang pengijasah amalan ini bukan orang sembarangan, dia adalah Hadlrotus Syekh Al-Mukarrom KH Abdul Madjid Ma’ruf, Pengasuh Pesantren Kedunglo, Desa Bandar Lor, Kota Kediri.

KH. Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA lahir dari pernikahan Syaikh Mohammad Ma’roef, pendiri Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadharah dengan Nyahi Hasanah putri Kyai Sholeh Banjar, Melati Kediri. KH. Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA lahir pada hari Jum’at Wage malam 29 Ramadhan 1337 H/20 Oktober 1918 M sebagai putra ke tujuh dari sembilan bersaudara.

Beliau lahir di tengah pesantren yang luas nan sepi. Dikelilingi rawa-rawa dengan jumlah santri yang tak pernah lebih dari empat puluh orang, Kedunglo.

Ketika masih baru berumur dua tahun oleh bapak-ibunya, gus Madjid dibawa pergi haji ke Makkah Al Mukarramah. Di Makkah, setiap memasuki jam dua belas malam, Kyai Ma’roef selalu menggendong Gus Madjid ke Baitullah di bawah Talang Mas. Di sana Kyai Ma’roef berdoa, agar bayi yang berada dalam gendongannya kelak menjadi orang besar yang sholeh hatinya, Kyai Ma’roef selalu mendoakan Gus Madjid agar menjadi orang shaleh. Konon selama berada di Mekah, si kecil Agus Madjid yang juga dikhitankan di sana akan diambil anak oleh salah seorang ulama Arab dan disetujui oleh Mbah Yahi Ma’roef. Beruntung Mbah Nyahi Hasanah keberatan, sehingga Agus Madjid tetap berada dalam asuhan kedua orang tuanya.

Cerita Gus Madjid akan diangkat anak oleh ulama Mekah memunculkan sebuah ungkapan, “Kalau bukan karena Kyai Madjid maka Shalawat Wahidiyah tidak akan lahir. Dan kalau bukan karena Nyahi Hasanah, Shalawat Wahidiyah tidak akan lahir di bumi Kedunglo”.

Sepulang dari Mekah, muncul kebiasaan unik pada diri Agus Madjid. Beliau yang masih dalam usia tiga tahun (balita), hampir di setiap kesempatan berkata, “Qul, dawuha sira Muhammad” (Qul, katakanlah, wahai Muhammad) sambil meletakkan tangannya di atas kepala. Kebiasaan semacam ini terus berlangsung hingga Beliau memasuki usia tujuh tahun. Kebiasaan lain Beliau semasa kanak-kanak adalah suka menyendiri, kurang suka bergaul dan sangat pendiam. Romlah dan Mbakyunya ini pula yang mula pertama mengajari Beliau baca tulis Al-Qur’an.

Sifat pendiam dan tidak suka memamerkan keistimewaan yang dimiliki terus dibawanya hingga Beliau memasuki usia remaja. Karena sifat pendiam Agus Madjid inilah hingga tidak ada yang tahu keistimewaan-keistimewaan Beliau di masa kanak-kanak dan remajanya.

Walaupun Gus Madjid secara lahiriyah nampat tidak istimewa dibandingkan dengan Gus Malik adiknya yang pandai dan sering menampakkan kekeramatannya. Dan Gus Malik pula yang bertindak sebagai wakil ayahnya apabila Kyai Ma’roef tidak ada atau sedang berhalangan, hingga tidak sedikit yang menyangka bahwa Gus Maliklah calon penerus ayahnya. Akan tetapi pada hakikatnya, Kyai Ma’roef telah mempersiapkan Agus Madjid sebagai penggantinya sejak Beliau baru dilahirkan. Terbukti, meski Gus Madjid masih baru berusia dua tahun ada yang mengatakan baru berumur 1,5 tahun, ayahnya telah membawanya serta pergi haji. Padahal kita semua tahu bagaimana kondisi transportasi dan akomodasi jamaah haji di tahun 1920-an. Sungguh sulit, penuh rintangan dan sangat melelahkan. Belum lagi kondisi cuaca alam tanah Arab yang berbeda jauh dengan kondisi di Indonesia, dan itu ditempuh berbulan-bulan lamanya.

Bukti lain bahwa Gus Madjid dipersiapkan sebagai calon penerus ayahnya, adalah setiap mendekati bulan haji, Kyai Ma’roef selalu kedatangan tamu dari kalangan sayyid dan sayyidah dari jazirah Arab. Saat itulah, sambil menggendong Gus Madjid, Nyahi Hasanah berkata kepada tamunyam, “Niki, Ndoro Sayyid yugo kulo, njenengan suwuk, dados tiyang ingkang sahaleh atine.” (Ini Tuan Sayyid, do’akan anak saya agar menjadi orang yang shaleh hatinya).

Pernah, suatu hari saat Kyai Ma’roef sedang bepergian, datang seorang habib hendak bersilaturrahim. Karena Kyai Ma’roef tidak ada, si tamu minta dipanggilkan Gus Madjid, katanya akan dido’akan. Karena Gus Madjid sedang bermain dan belum mandi, maka abdi dalem (pembantu) membawa Gus Malik yang sudah rapi untuk menemui si tamu. “Wah, ini bukan Gus Madjid, tolong bawa Gus Madjid kemari!” kata habib kepda abdi dalem.

Memasuki usia sekolah, Gus Madjid sekolah di Madrasah Ibtidaiyyah, namun hanya sampai kelas dua. Selanjutnya, Kyai Ma’roef mengantar Agus Madjid mondok di Jamsaren Solo pada Kyai Abu Amar. Genap tujuh hari di Jamsaren, Agus Madjid dipanggil gurunya, disuruh kembali ke Kedunglo. “Sampun Gus, panjenengan kundur mawon!”, sambil dititipi surat agar disampaikan kepda ayahnya. Gus Madjid menuruti perintah Kyai Abu Amar, meski dengan pikiran penuh tanda tanya kembali ke Kediri. Terdorong oleh jiwa muda ayng haus akan ilmu pengetahuan, Agus Madjid kemudian mondok di Mojosari, Loceret, Nganjuk. Namun setelah hari ketujuh, Beliau dipanggil Kyai Zainuddin, gurunya.

“Gus, njenengan sampun cukup, mboten usah mondok, kundur kemawon, wonten ndalem kemawon”. (Gus, Anda sudah cukup, tidak mondok, pulang saja, di rumah saja). Agus Madjid pun kembali ke Kedunglo dan matur kepada ayahnya, kalau gurunya tidak bersedia memberinya pelajaran. “Wis kowe tak wulang dewe, sak wulan podho karo sewu wulan”. (Kalau begitu, kamu aku didik sendiri saja, satu bulan nilainya sama dengan seribu bulan), ujar Kyai Ma’roef.

Maka setelah empat belas hari mondok di Jamsaren dan Mojosari, gurunya adalah ayahnya sendiri, Kyai Haji Mohammad Ma’roef RA yang telah mewarisi ilmu dari Kyai Kholil, Bangkalan. Oleh ayahnya, setiap selesai sholat maghrib, Gus Madjid diajari aneka macam ilmu yang diajarkan di pondok-pondok pesantren maupun ilmu yang tidak diajarkan di pondok pesantren. Sehingga ayahnya pernah berkata kepada adik Gus Madjid, “Madjid iku nggak kalah karo anak pondokan” (Madjid itu tidak kalah dengan anak pesantren).

Tak heran kalau pada akhirnya Beliau tumbuh sebagai pemuda ayng sangat ‘alim dan wara’. Ibarat padi semakin tinggi ilmunya Beliau semakin tawadhu’ dan pendiam, sehingga siapapun tidak pernah menyangka kalau di balik kediamannya tersimpan segudang ilmu pengetahuan dan sejuta keistimewaan. Tapi itulah keistimewaan Beliau yang tidak pernah menammpakan keistimewaannya, karamahnya kepada sesamanya.

Menikah
Ketika Agus Madjid sudah berumur 27 tahun dan hampir menguasai keseluruhan ilmu ayahnya, Beliau semakin nampak dewasa dan matang. Tidaklah aneh kalau banyak gadis yang mengidamkannya. Karena disamping Beliau dikenal sebagai putra kyai ampuh yang masyhur dan makbul doanya, Agus Madjid adalah sosok pemuda ‘alim berwajah tampan nan rupawan bagai rembulan.

Namun dari sekian gadis, putri-putri kyai yang mendambakan dipersunting oleh Agus Madjid, akhirnya yang menang adalah dara manis yang sedang beranjak remaja, bernama Shofiyah yang kala itu berusia 16 tahun putri K. Moh. Hamzah dengan Ibu Ummi Kulsum, buyut KH. Mansyur pendiri Kota Tulung Agung yang mendapat tanah perdikan dari Sultan Hamengkubuwono II karena telah berhasil mengeringkan sumber Tulung Agung, dan kini menjadi alun-alun kota Tulung Agung.

Semula, oleh ibunya Agus Madjid dijodohkan dengan sepupunya sendiri yaitu “Nyahi Zainab” putri KH. Abdul Karim Manaf Lirboyo (akhirnya dinikahi oleh KH. Mahrus Lirboyo. Red). Apalagi Agus Madjid saat ditawari akan dinikahkan dengan saudara sepupunya yang cantik dan pinter itu hanya diam saja. Meski tidak mendapat jawaban yang pasti dari Agus Madjid, antara pihak Kedunglo dan pihak Lirboyo sepakat akan menikahkan keduanya.
Kemudian diselenggarakanlah upacara akad nikah putra dan putri kyai yang masih kerabat dekat dan sama-sama pernah menjadi santri Kyai Kholil Bangkalan ini dengan menyembelih lima ekor kambing.

Tetapi entah mengapa, ketika Pak Naib meng-akid, calon pengantin putra hanya diam saja tidak menjawab. Berkali-kali Pak Naib mengucapkan ijab tetapi tidak mendapat jawabab qobul dari Agus Madjid. Maka menghertilah kedua orang tuanya termasuk calon mertuanya, kalau Gus Madjid tidak mau menikah dengan “Nyahi Zainab”, saudara sepupunya tersebut. Lepas dari perkawinan antara kerabat, Agus Madjid ditawari kembang dari Tawangsari, Tulung Agung yang sedang mekar-mekarnya oleh Yusuf santri ayahnya yang tak lain adlah paman si gadis. Agus Madjid setuju dan nontoni (melihat) si gadis yang sedang memetik beberapa kuntum Melati dari balik jendela di bawah menara masjid. Si gadis itu tak lain adalah Shofiyah putri ke-7 dari 12 bersaudara.

Perkawinan antara Kyai Abdul Madjid dengan Nyahi Shofiyah dikaruniai 14 orang anak. Keempatbelas putra-putri itu adalah Ning Unsiyati (Almh), Ning Nurul Isma, Ning Khuriyah (Almh), Ning Tatik Farikhah, Agus Abdul Latief, Agus Abdul Hamid, Ning Fauziah (Almh), Ning Djauharatul Maknunah, Ning Istiqomah, Agus Moh. Hasyim Asy’ari (Alm), Ning Tutik Indyah, Agus Syafi’ Wahidi Sunaryo, Ning Khusnatun Nihayah dan Ning Zaidatun Inayah.

Kepribadiannya

Mbah KH. Abdul Madjid QS wa RA mempunyai kepribadian yang sangat mempesona. Menurut penuturan orang-orang yang hidup sejaman dengan Beliau, akhlak Mbah Yahi Abdul Madjid QS wa RA adalah bi akhlaqi Rasulillah SAW. Berbadan sedang, dengan warna kulit putih bersih. Berhidung mancung agak tumpul dan berbibir bagus, agak lebar dengan garis bibir tidak jelas yang menunjukkan bahwa Beliau mempunyai tingkat kesabaran yang luar biasa. Matanya cekung dengan kelopak dan pelipis mata ke dalam bak gua, menunjukkan bahwa Beliau seorang yang mempunyai pemikiran yang tajam dan dalam. Di antara kedua matanya terdapat urat halus dan lurus sebagai pertanda Beliau Mbah Yahi Madjid memiliki otak yang brilian. Tangannya halus dan lembut, selembut hatinya yang pemaaf. Kalau berjalan, Beliau melangkah dengan pelan tapi pasti dengan sorot mata mengarah ke bawah. Terkadang Beliau juga menoleh ke kiri/kekanan untuk melihat situasi dan keadaan jamaah. Mengenai jalannya Mbah Yahi ini, Kyai Zainudin menuturkan bahwa yang paling mendekati jalannya Mbah Yahi adalah Beliau Romo Yahi Abdul Latief Madjid RA, ketika Beliau mios (berangkat) ke masjid untuk pengajian Minggu pagi.

Kalau bicara tenang dan santai disertai senyum, Beliau juga sering melontarkan kalimat-kalimat canda yang membuat Beliau dan tamunya tertawa. Beliau berbicara dengan jawami’ kalam. Artinya, kata-kata yang dituturkannya mengandung makna yang banyak, karena Beliau mempuNyahi kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu dengan ringkas dan padat. Beliau juga mampu memberikan makna yang banyak dalam satu ucapan yang dituturkannya. Beliau mengucapkan kata-kata dengan jelas, tidak lebih dan tidak kurang dari yang dikehendaki. Beliau memperhatikan sungguh-sungguh kepada orang yang berbicara dengannya.
Di samping itu Beliau dikenal sangat dermawan. Tak jarang tamunya yang sowan dan nampat tidak punya ongkos buat pulang, disangoni (diberi ongkos) oleh Mbah Yahi. Pernah Mbah Yahi memberi uang belanja kepada seorang pengamal (sebutan untuk pengamal Shalawat Wahidiyah) yang tidak punya penghasilan. Ada pula seorang pengamal yang ingin tahu karamah Beliau, ketika si tamu pamit pulang Mbah Yahi memberikan jubahnya kepada si tamu.

Beliau sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian badannya. Baju yang telah dipakainya sekali tidak dipakainya lagi. Karena tak heran kalau Beliau sering mencuci pakainnya sendiri bahkan juga menguras jeding-nya (bak mandi) sendiri. Dalam masalah ini Beliau pernah mengungkapkan rumah itu hendaknya suci seperti masjid dan bersih seperti rumah sakit. Bila marah, Beliau cuma diam. Hanya roman mukanya sedikit berubah. Kalau Beliau mau berbicara pertanda bahwa marahnya sudah hilang dan sperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Perihal marahnya Mbah Yahi QS wa RA ini, Mbah Nyahi sebagai orang terdekat yang telah menemani Beliau lebih dari 40 tahun menuturkan, “Kalau Beliau kurang berkenan kepada saya, atau ada kesalahan ayng telah saya lakukan, tetapi saya kurang menyadarinya, Beliau hanya diam saja dengan roman muka sedikit berubah tidak seperti biasanya. Kalau Mbah Yahi sudah demikian, saya bingung dan sedih sekali. Begitu besarkah kesalahan saya di amta Beliau? Kemudian satu persatu saya koreksi kesalahan apa yang telah saya lakukan sehingga Beliau tidak menegur saya. Semakin saya koreksi, saya merasakan terlalu banyak kesalahan yang telah saya perbuat sehingga saya tidak tahu di mana letak kesalahan saya sendiri. Namun itu tidak berlangsung lama, sebentar kemudian Beliau menegur saya dan selanjutnya seperti tak pernah terjadi apa-apa.”

Dari sini kita tahu kalau kehidupan rumah tangga Beliau jauh dari perselisihan dan tidak pernah terjadi pertengkaran. Kalaupun ada kesalahan yang telah dilakukan, masing-masing sibuk mengoreksi kesalahannya sendiri. Itulah Mbah Yahi, yang sering berfatwa agar para pengamal lebih sering nggrayahi githoke dewe (mengoreksi kesalahan sendiri), ketimbang mengurusi kesalahan orang lain, ternyata terlebih dahulu diterapkan pada keluarga Beliau. Kehidupan rumah tangga Mbah Yahi dan Mbah Nyahi adalah potret kehidupan rumah tangga harmonis dan sangat bahagia. Sebagai suami, Mbah Yahi adalah sosok suami yang romantis, amat setia, mencintai dan menyayangi istri sepenuh hati. Meski sebagai putra kyai, Mbah Yahi tidak segan-segan menghibur istrinya dengan mengajaknya menonton pasar malam, seraya menggandeng tangan Mbah Nyahi. Bahkan Beliau juga menggendong Mbah Nyahi apabila menjumpai jalan licin atau ada kubangan-kubangan di tengah jalan. “Kalau kami jalan berdua, Mbah Yahi itu tidak pernah melepaskan tangan saya. Beliau selalu menggandeng tangan saya. Kemana-mana selalu kami lakukan berdua. Bahkan untuk mencari hutangan kalau kami tidak punya uang, kami mencari bersama-sama”, tutur Mbah Nyahi saat menceritakan kemesraan Mbah Yahi.

Dalam kehidupan sehari-hari Mbah Yahi Madjid QS wa RA, sebagaimana yang dikatakan Mbah Nyahi RAH, Beliau adalah manusia biasa seperti manusia lainnya. Beliau mencuci baju sendiri dan kerap kali mencucikan baju Mbah Nyahi atau baju putra-putrinya yang tertinggal di kamar mandi. Beliau selalu membantu Mbah Nyahi menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Kalau Mbah Nyahi akan memasak sayur santan, Mbah Yahi yang memarut kelapanya dan Mbah Nyahi ayng membuat bumbunya. Mbah Yahi juga membantu mengasuh putra-putrinya yang masih kecil-kecil. Memandikan, ndandani (berhias) bahkan menyuapi.

Kalau persediaan padi hasil panen habis, Mbah Yahi memanen sayuran kangkung yang Beliau tanam sendiri, lalu dijual ke pasar oleh Mbah Nyahi untuk dibelikan beras. Tak jarang Beliau sekeluarga hanya makan sayur kangkung saja. Dalam kehidupan rumah tangga Mbah Yahi dulu, tidak mempunyai apa-apa sama sekali sudah biasa. Dan kondisi semacam itu diterima dengan tabah, sabar dan ikhlas oleh Mbah Nyahi. Melihat kondisi Mbah Yahi sekelurga yang sangat sederhana dan apa adanya tersebut, Pak Haji Alwan merasa kasihan dan berkata kepada Mbah Yahi, “Romo Kyai Ma’roef itu orangnya ampuh dan apa-apa yang Beliau inginkan, Kyai Ma’roef tinggal berdo’a memohon kepda Allah langsung diijabahi”.

Tapi apa tanggapan Mbah Yahi? “Pak Haji Alwan, kalau bapak dulu dengan berdoa langsung diijabahi oleh Allah, sedangkan saya ndak usah berdoa, hanya krenteg (terbetik) dalam hati saja langsung diijabahi oleh Allah, tapi saya tidak mau”. Pernyataan Mbah Yahi QS wa RA di atas mengingatkan kita kepada Rasulullah SAW, saat Malaikat Jibril merasa sangat prihatin menyaksikan kehidupan keseharian Rasulullah SAW sebagai makhluk terkasih di sisi Allah SWT yang hidupnya sangat sederhana, sehignga Malaikat Jibril menawarkan Rasulullah hendak mengubah gunung menjadi emas.

“Biarlah saya begini, sehari lapar sehari kenyang. Ketika aku lapar, aku bisa mengingat Tuhanku dan menjadi orang yang sabar. Dan ketika aku kenyang, aku bisa memuji Tuhanku menjdi hamba Allah yang bersyukur”, itulah jawaban seorang manusia termulia di muka bumi ini. Mbah Yahi QS wa RA saat awal menyusun Shalawat Wahidiyah, senantiasa prihatin. Beliau prihatin karena urusan-urusan penting yang sedang di hadapinya. Keprihatinan Beliau bukanlah berkaitan dengan masalah khusus mengenai dirinya, melainkan yang berhubungan dengan orang lain, berhubungan dengan masyarakat jami’al ‘alamin. Hal lain mengenai Beliau adalah setiap orang yang memandangnya akan merasakan kesejukan yang merasuk ke dalam hati. Dan siapa pun yang Beliau pandang hatinya pasti bergetar.

Wahidiyah
Sebelum mentaklif Shalawat Wahidiyah, Beliau adalah seorang aktifis NU. Ketika usia remaja, Beliau aktif di Kepanduan (sekarang Pramuka) milik NU. Beliau juga gemar berolah raga khususnya sepak bola. Jadi meskipun Beliau terlihat sangat pendiam dan nampak kurang pergaulan, tetapi kenyataannya Beliau adalah seorang yang luwes dalam pergaulan. Keaktifannya di NU terus berlanjut meski Beliau sudah menikah. Beliau pernah menjabat sebagai pimpinan Syuriah NU kec. Mojoroto dan Syuriah NU cabang Kodya Kediri. Namun setelah Beliau diberikan amanah Rasulullah SAW untuk menyampaikan Shalawat Wahidiyah dan ajarannya (1963) ke pada umat masyarakat, Beliau tidak aktif lagi di organisasi NU.

Pada tahun 1964, Mbah Yahi menyelenggarakan resepsi ulang tahun Shalawat Wahidiyah pertama sekaligus khitanan Agus Abdul Hamid dan selapan harinya Ning Tutik Indiyah dengan mengundang Pembesar Ulama dari berbagai daerah Jawa Timur, di samping keluarga dan kaum muslimin lainnya. Hadir sebagai tamu kehormatan, antara lain: KH. Abdul Wahab Hasbullah, Rois ‘Am NU dan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambah Beras, Jombang; KH. Machrus Ali, Syuriah NU Wilayah Jatim dan Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri; KH. Abdul Karim Hasyim (Putra Pendiri NU) Pengasuh Pesantren Tebu Ireng, Jombang; dan KH. Hmim Djazuli (Gus Mik) Putra pendiri Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Kesempatan baik tersebut dipakai oleh Mbah Yahi untuk menyiarkan Shalawat Wahidiyah kepda segenap hadirin.

“Nuwun sewu, kula gadah amalan Shalawat Wahidiyah. Punapa Panjenengan kersa kula ijazahi?” (Mohon maaf, saya mempunyai amalan Shalawat Wahidiyah. Apakah Hadirin bersedia saya beri ijazah?), tutur Mbah Yahi dalam sambutannya. Spontan yang hadir menjawab “kerso” (bersedia). Di antara hadirin, ada yang berdiri dan ada yang setengah berdiri, seakan tergugah dalam hatinya. Saat itu pula KH. Wahab Hasbullah spontan berdiri sambil mengacungkan tangannya dibarengi ucapan yang lantang: “Qobiltu awwalan. Qobiltu awwalan.” (Saya yang menerima pertama).

Sementara itu KH. Wahab Hasbullah dalam sambutannya, antara lain mengatakan, “Hadirin.. ilmunya Gus Madjid dalam sekali, ibaratnya sumur begitu, sedalam sepuluh meter. Sedang saya hanya memiliki ukuran satu koma dua meter saja. Sholawatnya Gus Madjid ini akan saya amalkan..”.
Setelah itu Mbah Yahi semkin giat dalam menyiarkan Shalawat Wahidiyah. Karena itulah Beliau mulai dijahui oleh kawan-kawannya di syuriah, karena ada beberapa yang merasa takut, kalau-kalau Wahidiyah akan jadi saingan NU. Maka ketika beberapa ulama utusan Partai NU cabang Kediri bersama-sama silaturrahim kepada Beliau mohon penjelasan tentang Shalawat Wahidiyah, Beliau pun menjelaskannya dengan jawaban yang singkat dan tepat. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan di antaranya, “Sholawat Wahidiyah itu prinsipnya apa? Dasar apa dan menurut qoul yang mana?”

Dengan tegas, Beliau menjawab, “Sholawat Wahidiyah itu susunan saya sendiri”. Para tamu, kembali bertanya, “Apa benar, Kyai mengatakan kalau orang membaca Sholawat Wahidiyah itu sama dengan ibadah satu tahun?”
“Oh.. bukan begitu. Saya hanya mendapat alamat, kalau membaca sholawat Allahumma kamaa anta ahluh… itu sama dengan ibadah setahun. Begitu itu, ya tidak saya jadikan hukum. Ada lagi keterangan lain, orang membaca Sholawat Badawi sekali sama saja dengan khatam dalil sepuluh kali”, jawab Mbah Yahi Madjid QS wa RA. Para tamu masih terus bertanya, “Apa benar Kyai, kalau tidak mengamalkan Shlawat Wahidiyah itu tidak bisa ma’rifat? Itu kan namanya menjelek-jelekan thoriqoh. Menafikan thoriqoh?” “Bukan begitu. Masalah jalannya ma’rifat itu banyak”, jawab Mbah Yahi. Mendengar jawaban Mbah Yahi yang tegas dan lugas, kemudian para tamu tidak bertanya kembali.

Suatu ketika Mualif Sholawat Wahidiyah memberikan penjelasan mengenai Sholawat Wahidiyah di dukuh Mayam Desa Kranding, Kec. Mojo, Kab. Kediri, di hadapan para kyai se-kecamatan Mojo Selatan, di antara yang hadir adalah Almaghfurllah KH. M. Djazuli Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, dalam khutbah iftitah-nya Beliau Mualif Sholawat Wahidiyah mengucapkan: “Alhamdulillaahi aataanaa bilwahidiyyati bi fadhli robbinaa..”

Sebelum Wahidiyah disiarkan secara umum, Mbah Yahi mengirimkan Shalawat Wahidiyah yang ditulis tangan oleh K. Muhaimin (Alm) santri Kedunglo kepada para ulma Kediri dan sekitarnya disertai surat pengantar yang Beliau tandatangani sendiri. Sejauh itu tak satupun di antara kyai yang dikirimi shalawat, mempermasalahkan Shalawat Wahidiyah.

“Semua doa sholawat itu baik”. Begitu komentar para kyai waktu itu.
Walaupun pada akhirnya muncul beberapa kyai atau ustadz yang kurang sependapat terhadap adanya (lahirnya) Shalawat Wahidiyah, namun oleh Mbah Yahi justru mereka yang tidak atau kurang sependapat dengan adanya Shalawat Wahidiyah dipandang sebagai kawan seperjuangan. Sebab dengan adanya mereka yang tidak sependapat dengan Shalawat Wahidiyah dan ajarannya mendorong pengamal jadi lebih giat dalam bermujahadah dan sesungguhnya mereka yang tidak sependapat itu turut menyiarkan Wahidiyah dengan cara dan gaya mereka sendiri-sendiri. Karena dengan adanya silang pendapat atau salah faham tersebut, orang yang tadinya belum tahu Shalawat Wahidiyah menjadi tahu. Mereka ikut andil dalam Perjuangan Fafirruu Ilallah wa Rasuulihi SAW. (Begitu mulia akhlaq Hadratul Mukarram Mbah KH. Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA, Al Faathihah….)

Ghoutsu Zamanihi
Menurut penjelasan Kyai Baidhowi, Mbah Yahi QS wa RA diangkat menjadi “Ghouts” oleh Allah SWT sebelum Beliau dipercaya oleh Rasulullah SAW mentaklif Sholawat Wahidiyah, jadi antara tahun 1959 – 1992. Mbah Yahi QS wa RA sendiri pada pertengahan tahun 1961 sering dawuh menganjurkan kepada penderek (pengikut) dekatnya agar mencari Ghoutsu Hadzaz Zaman.
“Monggo sami madosi Ghoutsu Hadzaz Zaman, manggene wonten pundi?” (mari bersama-sama mencari Ghoutsu Hadzaz Zaman, keberadaannya di mana?)
Mendengar dawuh Mbah Yahi seperti itu, Mbah KH. Mubasyir Mundir (Alm) salah seorang yang dekat dengan Mbah Yahi, yang sudah masyhur kewaliannya di Jawa Timur berangkat ke Ponpes Tebu Ireng-Jombang yang diasuh oleh KH. Abdul Karim Hasyim (cucu Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ary RA) bermaksud riyadhah mencari “Ghoutsu Zaman”. Rencananya Mbah Mundir (panggilan akrab KH. Mubasyir Mundir)akan riyadhah dengan puasa mutih selama 40 hari. Namun baru seminggu, beliau sudah menerima alamat (isyarah bathiniyah) bahwa: KH. Abdul Madjid Ma’roef adalah “Quthbul Aqthob Hadzaz Zaman”. Akhirnya rencana riyadhoh selama 40 hari beliau batalkan. Selanjutnya Mbah Mundir kembali ke Kedunglo. Sesampainya di Kedunglo dan berjumpa denagn Mbah Yahi QS wa RA, tanpa berkata sepatah kata pun, Mbah Mundir langsung tersungkur di hadapan Mbah Yahi.
“Gus, mbok ya sampun ngoten, biasa-biasa kemawon” (Gus, tidak usah seperti itu, yang wajar-wajar saja), tutur Mbah Yahi.
Setelah peristiwa tersebut, Mbah Mundir berpesan kepada putra kesayangannya yakni Agus Thoha Yasin, “Ha.. (Thoha) nanti kalau ada tamu jangan dibukakan pintu, tapi kalau tamunya Kyai Madjid, persilahkan masuk”.

Bersamaan itu, masih menurut Kyai Baidlowi, keponakan Mbah mundir, Agus Muhaimin Abdul Qodir dalam kondisi terjaga dihadiri Nabiyullah Khidir AS, yang intinya menyampaikan bahwa Beliau Mualif Shalawat Wahidiyah adalah Qathbul Aqthob. Kyai Agus Muhaimin kurang percaya, seraya bertanya: “Masih banyak ulama yang ‘allamah, kenapa kok Pak Kyai Abdul Madjid yang menduduki jabatan Shulthonul Auliyaa?” Nabi Khidzir menjawab, “Tidak ada pilihan lain ‘indallah selain dia”. Setelah jawaban itu, nabi Khidzir pun menghilang.

KH. Hamim Djazuli (Gus Mik) yang kondang kewaliannya, mengakui kalau Muallif Shalawat Wahidiyah adalah “Shulthonul Auliyaa” seperti yang disampaikannya saat beliau memberi kata sambutan dalam acara khitanan dan ulang tahun pertama Shalawat Wahidiyah. Di antara sambutannya, “Para hadirin, siapakah sebenarnya Agus Abdul Madjid itu?” Karena tak satu pun dari yang hadir menjawab, maka beliau meneruskan sambutannya, “Beliau adalah Roisul ‘Arifin. Hadirin, seumpama Panjenenganipun Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani masih hidup, saya yakin akan juga ikut mengamalkan shalawat Agus Abdul Madjid ini”.

Di sisi lain, setelah KH. Djazuli Utsman, ayahanda Gus Mik juga dengan sungguh-sungguh mengamalkan Shalawat Wahidiyah. Konon katanya, setiap melaksanakan shalat fardhu dan mengamalkan Shalawat Wahidiyah, Mbah Yahi Madjid QS wa RA nampak di hadapannya. Kejadian tersebut terus berlangsung hingga tujuh hari. Sementara itu Ibu Nyai Djazuli mengungkapkan, ketika membaca Shalawat Wahidiyah mendengar suara ghaib yang menyatakan dengan jelas bahwa Kyai Abdul Madjid adalah Ghautsu Hadzaz Zaman, berulang-ulang sampai tiga kali. Kemudian pengalaman bathin tersebut disampaikan kepada Kyai Djazuli Ustman, beliau juga menceritakan pengalaman yang sama. Akhirnya beliau berdua memutuskan sowan ke Kedunglo.

Keesokan harinya, sekitar jam tujuh pagi Kyai Djazuli Ustman beserta Ibu Nyai bersiap hendak pergi ke Kedunglo dengan membawa sekarung beras dan rencananya akan mengendarai dokar. Tetapi belum sampai berangkat, Mbah Yahi beserta Mbah Mundir dan Bapak Abdul Jalil Jaserman telah tiba lebih dulu di Ponpes Ploso (tempat tinggal Kyai Djazuli Ustman).

Selasa Kelabu di Bulan Rajab
“Romo Yahi kurang sehat….” “Romo Yahi lagi gerah…” Kabar itu segera menyebar ke seluruh perserta Mujahadah Kubro di bulan Rajab tahun 1989. Kontan saja resepsi Mujahadah Kubro memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW serasa lain dari biasanya. Suasana syahdu tersa sangat melingkupi hari-hari Mujahadah Kubro. Apalagi pada malam pertama, kedua dan ketiga Mbah Yahi tidak mios (tidak hadir secara langsung ke arena mujahadah) untuk menyampaikan fatwa dan amanat.

Pada malam terakhir, sebenarnya Mbah Yahi QS wa RA sudah melimpahkan pengisian fatwa dan amanah kepda putra lekaki pertamnya (Romo KH. Abdul Latief Madjid RA). Tetapi para pecintanya sangat merindukan Mbah Yahi hadir di tengah-tengah peserta untuk mendengarkan fatwa terakhir Beliau. Kemudian wakil dari peserta menyampaikan kepada Mbah Nyahi akan kerinduan dan kecintaan para pengamal kepada Mbah Yahi. Akhirnya Mbah Nyahi sowan kepada Mbah Yahi agar Mbah Yahi berkenan menyampaikan fatwa dan amanat terakhirnya.

Puji syukur Al-Hamdulillah, karena kasih dan sayang Mbah Yahi kepada pengamal, Beliau berkenan menyampaikan fatwa dan amanat terakhir di malam terakhir pelaksanaan mujahadah kubro, meski dari dalam kamar di ndalem (rumah Beliau) tengah. Pada kesempatan tersebut Beliau memberikan “ijazah” Shalawat Wahidiyah kepada seluruh hadirin untuk diamalkan dan disiarkan dengan kalimat, “Ajaztukum bihadzihish shalawatil wahidiyah fil amali wan nasyri”. Setelah itu, kondisi kesehatan Beliau semakin berkurang, walau demikian Beliau masih juga berkenan mengisi pengajian Ahad pagi dari ndalem.

Begitulah Mbah Yahi QS wa RA, di saat-saat terakhir hayatnya, Beliau masih membimbing dan men-tarbiyah pe-nderek-nya. Mengenai siapa di antara putra-putra Beliau yang kerap disebut, sebagaimana yang diceritakan oleh Kyai Rahmat Sukir dari penuturan Mbah Nyahi. Pada detik terakhir menjelang wafatnya, yang dipanggil-panggil Mbah Yahi adalah Agus Latief (Romo Yahi Abdul Latief RA). Saat itulah, Romo Yahi Abdul Latief RA memohonkan maaf segenap keluarga dan seluruh pengamal Shalawat Wahidiyah kepada Mbah Yahi QS wa RA. “Ya..” jawab Mbah Yahi QS wa RA. Tak lama berselang, saat itu Selasa Wage tanggal 7 Maret 1989 atau 29 Rajab 1409 H, jam 10.30 WIB, Sang Warasatul Anbiyaa, Al Ghauts, Shulthonul Auliyaa, Al ‘Arif Billah KH. Abdul Madjid RA telah ridla dan diridlai menghadap Allah SWT.

Tak ada tangis yang meledak, hanya awan kedukaan begitu kelabu menyelimuti Selasa itu, dan perlahan-lahan air mata pun menetes di bumi Kedunglo Al-Munadharah seiring datangnya para tamu dari berbagai penjuru, yang ingin bertakziyah dan memyampaikan penghormatan terakhir kepada sesorang yang ‘Alim, namun tidak pernah menampakkan ke-‘aliman-nya. Semakin senja para peziarah semakin membanjir. Shalat janazah pun dilaksankan secara bergilir, karena masjid sudah tidak menampung jumlah jamaah. Begitu juga pemakaman terpaksa ditunda, mengingat jumlah peziarah yang terus mengalir dan menunggu keputusan musyawarah keluarga ndalem Mbah Yahi.

Begitulah sekilas “manaqib” Hadratul Mukarram Al Ghauts, Shulthonul Auliyaa, Al ‘Arif Billah KH. Abdul Madjid QS wa RA Muallif Shalawat Wahidiyah, Mujaddid, Reformis Akhlak, Pahlawan Pembebas Nafsu yang gelar kepahlawanannya bukan direkomendasi oleh pejabat pemerintah melainkan direkomendasi langsung oleh Allah SWT. Semoga kita semua bisa meneladaninya. Amiin.

ILMU-ILMU LADUNI
Hadratul Mukarram Al Ghauts, Shulthonul Auliyaa, Al ‘Arif Billah KH. Abdul Madjid QS wa RA kebanyakan menerima amalan doa doa secara laduni artinya menerima “alamat ghoib”- istilah Beliau – dalam keadaan terjaga dan sadar, bukan dalam mimpi. Maksud dan isi alamat ghoib tersebut kurang lebih: “ikutlah berjuang memperbaiki mental masyarakat lewat jalan bathiniyah”.

Sesudah menerima alamat ghoib tersebut Beliau sangat prihatin. Kemudian mencurahkan / memusatkan kekuatan bathiniyah, bermujahadah (istilah Wahidiyah), bermunajat / mendekatkan diri kepada Alloh memohon bagi kesejahteraan ummat masyarakat, terutama perbaikan mental / akhlaq dan kesadaran kepada Alloh wa Rosuulihi.

Do’a-do’a / amalan yang Beliau perbanyak adalah do’a sholawat, seperti Sholawat Badawiyah, Sholawat Nariyah, Sholawat Munjiyat, Sholawat Masisiyah dan masih banyak lagi.

Boleh dikatakan bahwa hampir seluruh doa yang beliau amalkan untuk memenuhi maksud alamat ghoib tersebut adalah do’a Sholawat. Seakanakan boleh dikatakan bahwa seluruh waktu beliau tidak ada yang tidak dipergunakan untuk membaca sholawat. Suatu contoh ketika bepergian dengan naik sepeda, beliau memegang stir sepeda dengan tangan kiri, sedang tangan kanan Beliau dimasukkan ke dalam saku baju untuk memutar tasbih. Untuk amalan Sholawat Nariyah misalnya Beliau sudah terbiasa mengkhatamkannya dengan bilangan 4444 kali dalam tempo kurang lebih 1 (satu) jam.

Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lummin lak”
 
Artinya :Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Banyaknya bilangan bacaan yang ditempuh dalam waktu sesingkat itu bagi Beliau tidaklah mustahil. Itulah kelebihan yang diberikan oleh Alloh kepada sebagian Waliyulloh. Karomah tersebut lazimnya disebut “thoyyul-waqti” (melipat/menyingkat waktu) sebagaimana karomah yang serupa yang disebut “thoyyul-ardli” (melipat/ memperpendek jarak bumi). Yakni suatu jarak / jangka waktu yang umumnya harus ditempuh dalam waktu yang lama (beberapa jam/hari/ minggu), bagi sebagian waliyulloh yang diberi karomah di bidang itu bisa ditempuh hanya beberapa saat saja.

Beliau menerima alamat ghoib lagi, alamat yang ke dua ini bersifat peringatan terhadap alamat ghoib yang pertama. Maka Beliaupun mening-katkan mujahadah kepada Alloh, sehingga kondisi fisik / jasmani Beliau sering terganggu, namun tidak mempenga-ruhi kondisi bathiniyah Beliau.

Tidak lama dari alamat ghoib yang ke dua itu, beliau menerima lagi alamat ghoib dari Alloh, untuk yang ke tiga kalinya. Alamat yang ke tiga ini lebih keras lagi dari pada yang kedua “Malah kulo dipun ancam menawi mboten enggal-enggal ngelaksanaaken” (malah saya diancam kalau tidak cepat-cepat melaksanakan). Demikian kurang lebih penjelasan beliau “Saking kerasipun peringatan lan ancaman, kulo ngantos gemeter sak bakdanipun meniko” (karena kerasnya peri-ngatan dan ancaman, saya sampai gemetar sesudah itu), tambah Beliau. Sesudah itu semakin bertambahlah prihatin, mujahadah, taqorrub dan permohonan Beliau ke Hadlirot Alloh.

Dalam situasi bathiniyah yang senantiasa ber-tawajjuh ke Hadlirat Alloh wa Rosulihi itu, beliau menyusun suatu do’a sholawat. ”Kulo lajeng ndamel oret-oretan” (saya lalu membuat coretan), istilah Beliau. “Sak derenge kulo inggih mboten angen-angen badhe nyusun sholawat” (sebelumnya saya tidak berangan-angan menyusun Sholawat). Beliau menjelaskan : “Malah anggen kulo ndamel namung kalian nggloso” (bahkan dalam menyusun saya hanya dengan tiduran).

Yang dimaksud do’a sholawat yang baru lahir dari kandungan bathiniyah yang bergetar dalam frekuensi tinggi kepada Alloh wa Rosuulihi, bathiniyah yang diliputi rasa tanggung jawab dan prihatin terhadap ummat masyarakat, adalah Sholawat sebagai berikut :

اَللّهُمَّ كَمَآ أَنـْتَ أَهْـلُهْ , صَـلّ وَسَـلّمْ وَبـَارِك ْعَـلَىسَـيّــدِنـَا وَمَــوْلانَـا وَشَفِـيْعِنَا وَحَبِـيْبـِنَا وَقُـرَّة ِأَعْـيُـنِـنَا مُحَـمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كمَا هُوَ أَهْـلُهْ , نَسْـأَلُكَ اللّـهُمَّ بـِحَقِّهِ أَنْ تُغْرِقَـنَا فِى لُجَّةِ بَحْر الْوَحْدَةْ , حَتَّى لا نَرَى وَلانَسْمَعَ ولا نَجِدَ وَلاَ نُحِسَّ وَلا نَـتَحَرَّك وَلا نَسْكُنَ إِلاّ َّبِهَا , وَتَرْزُقَــنَا تَمَـامَ مَغْـرف تِكْ , وَتَمَامَ  نِعْمَتـِك ْ, وَتَمَامَ مَعْرِِفَـتِكْ , وَتَمَامَ مَحَبَّـتِـكْ , وَتَـمَامَ رضْـوَانِكْ , وَصَـلّ وَسَلِّمْ وَبَاركْ عَلَيْهِ وَعَلَىآلِهِ وَصَحْبِهْ , عَدَدَ مَآ أَحَاط بهِ عِلْمُك وَأَحْصَـاهُ كِتَابُكْ , بِرَحْمَـتِكَ يـَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن , وَالْحَـمْـدُ  ِللهِ رَبّ ِالْـعَالَمِــْين

ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA, WASYAFII’INAA, WAHABIIBINAA, WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN.

“Niki kulo namekaken Sholawat Ma’rifat” (Ini saya namakan Sholawat Ma’rifat), penjelasan Beliau.

Dalam sholawat tersebut belum ada kalimat يَآ أَلله setelah kalimat تــَمَامَ  مَـغْـــرف تـِك dan seterusnya seperti yang ada sekarang ini .

Kemudian Beliau menyuruh tiga orang supaya mengamalkan sholawat yang baru lahir tersebut. Tiga orang yang Beliau sebut sebagai pengamal percobaan itu ialah Bapak Abdul Jalil (almarhum) seorang tokoh tua (sesepuh) dari desa Jamsaren, Kota Kediri, Bapak Mukhtar (seorang pedagang dari desa Bandar Kidul, Kota Kediri), dan seorang santri pondok Kedunglo yang bernama Dakhlan, dari Demak, Jawa Tengah. Alhamdu lillah, setelah mengamalkan sholawat tersebut mereka menyampaikan kepada Beliau bahwa mereka dikaruniai rasa tenteram dalam hati, tidak ngongso-ngongso dan lebih banyak ingat kepada Alloh. Setelah itu Beliau menyu-ruh lagi beberapa santri pondok supaya mengamalkannya. Alhamdulillah, hasilnya juga sama seperti yang diperoleh oleh tiga orang tersebut di atas.

Beberapa waktu kemudian bertepatan dengan bulan Muharram Beliau menyusun Sholawat lagi yaitu :

للَّهُمَّ يَاوَاحِـدُ يَآ أَحَدْ , يَـاوَاجِـدُ يَاجَوَادْ , صَلّ وَسَلِّـمْ وَبَاركْ عَلَى سَـيّـِِدِنـَا مُحَـمَّدٍ وَّعَـلَى آلِِ سَيـِّدِنـَا مُحَمَّدْ , فِىكُلِّ لـَمْحَة ٍ وَّنَـفَسٍٍ بِعَـدَدِ مَـعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُـيُـوْضَاتِهِ وَأَمْدَادِهْ

Sholawat tersebut kemudian diletakkan pada urutan pertama dalam susunan Sholawat Wahidiyah. Karena lahirnya Sholawat ini pada bulan Muharram, maka Beliau menetapkan bulan Muharram sebagai bulan kelahiran Sholawat Wahidiyah yang diperingati ulang tahunnya dengan pelaksanaan Mujahadah Kubro Wahidiyah pada setiap bulan tersebut.

Untuk mencoba khasiat sholawat yang kedua ini, Beliau menyuruh beberapa orang supaya mengamalkannya, Alhamdulillah, hasilnya lebih positif lagi. Yaitu mereka dikarunia oleh Alloh, ketenangan bathin dan kesadaran hati kepada Alloh yang lebih mantap.

Semenjak itu Beliau memberi ijazah Sholawat اَللـــَّــهُمَّ يَاوَاحـــِــدُ dan للّـهُــمَّ كــَمَآ أَنــْتَ أَهْـلــُهْ tersebut secara umum, termasuk para tamu yang sowan (berziarah) kepada Beliau. Disamping itu, Beliau menyuruh seorang santri untuk menulis sholawat-sholawat tersebut dan mengirimkannya kepada para ulama / kyai yang diketahui alamatnya dengan disertai surat pengantar yang beliau tulis sendiri. Isi surat pengantar itu antara lain; agar sholawat yang dikirim itu bisa diamalkan oleh masyarakat setempat. Sejauh itu tidak ada jawaban negatif dari para ulama / kyai yang dikirimi.

Dari hari ke hari semakin banyak yang datang memohon ijazah amalan Sholawat Wahidiyah. Oleh karena itu Beliau memberikan ijazah secara mutlak. Artinya disamping diamalkan sendiri supaya disiarkan / disampaikan kepada orang lain tanpa pandang bulu.

Sejak sebelum lahirnya Sholawat tersebut, di masjid Kedunglo setiap malam Jum’at (secara rutin) diadakan pengajian kitab Al-Hikam yang dibimbing langsung oleh Hadhrotul Mukarrom Muallif sendiri. Pengajian tersebut diikuti oleh para santri, masyarakat sekitarnya dan beberapa kyai dari sekitar kota Kediri. Pada suatu pengajian rutin tersebut, Sholawat “ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH …..” ditulis di papan tulis dan Beliau menerangkan / menjelaskan hal-hal yang terkandung di dalamnya, kemudian memberi ijazah secara mutlak pula untuk diamalkan dan disiarkan disamping Sholawat “ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU…”.

Dengan semakin banyaknya orang yang memohon ijazah dua sholawat tersebut, maka untuk memenuhi kebutuhan, Bapak KH Mukhtar, Tulung agung, seorang pengamal Sholawat Wahidiyah yang juga ahli khoth (kaligrafi / tulis Arab) membuat lembaran Sholawat Wahidiyah yang terdiri dari “ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH …..” dan “ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU .…”. Pembuatannya menggunakan stensil yang sederhana dan dengan biaya sendiri serta dibantu oleh beberapa orang pengamal dari Tulungagung .

Pengajian kitab Al-Hikam yang dilaksanakan setiap malam Jum’at itu, atas usulan dari para peserta yang menjadi Pegawai / Karyawan, dirobah menjadi hari Minggu pagi sampai sekarang. Sebelum pengajian kitab Al-Hikam didahului dengan Sholat Tasbih berjama’ah dan Mujahadah Sholawat Wahidiyah. Pada suatu Pengajian kitab Al-Hikam  Beliau menjelaskan tentang “HAQIQOTUL WUJUD” sampai pengertian dan penerapan “BIHAQIQOTIL MUHAMMA-DIYYAH” yang dikemudian hari disempurnakan dengan penerapan “LIRROSUL-BIRROSUL”. Pada saat itu tersusunlah Sholawat yang ke tiga yaitu :

عَلَـِيْكَ نـُوْرَ الْخَلْقِ هَـادِيَ اْلأَنَامْ

فَـقَــدْ ظَـلَـمْـتُ أَبـَدًا وَّرَ بّـنـِـىْ

فـَإ ِنْ تـَرُدَّ كُـنْـتُ شَـخـْصًا هَالِكَا

*

*

*

يَاشَـافِـعَ الْخَلْقِ الصَّلاَة ُ وَالسَّلاَمْ

وََأَصْــلَـهُ وَرُوْحَــه ُ أَدْرِكـْـــنــِى

وَلَيـْــسَ  لِى يَا سَـيِّـدِىْ سِـوَاكـَا

Sholawat yang ke tiga ini disebut “SHOLAWAT TSALJUL QULUB” (Sholawat salju hati / pendingin hati). Nama lengkapnya “SHOLAWAT TSALJUL GHUYUUB LITABRIIDI HAROROTIL-QULUUB” (Sholawat Salju dari alam ghoib untuk mendinginkan hati yang panas).

Ketiga rangkaian Sholawat tersebut diawali dengan surat Al-Fatihah, diberi nama“SHOLAWAT WAHIDIYAH”. Kata “WAHIDIYAH” diambil sebagai tabarukan (mengambil berkah) salah satu dari “ASMAUL HUSNA” yang terdapat dalam Sholawat yang pertama, yaitu “WAAHIDU”, artinya “MAHA SATU”. Satu tidak bisa dipisah-pisahkan lagi. Mutlak SATU AZALAN WA ABADAN. “SATU” bagi Alloh tidak seperti “satu”-nya” makhluq.

Para ahli mengatakan, bahwa diantara khowas (hasiat) AL-WAAHIDU, adalah menghilangkan rasa bingung, sumpek, resah / gelisah dan takut. Barang siapa membacanya 1000 kali dengan sepenuh hati dan khudlu’, maka dia dikaruniai Alloh tidak mempunyai rasa takut / khawatir kepada makhluq, di mana takut kepada makhluq itu adalah sumber dari segala balak / bencana di dunia dan akhirat. Dia hanya takut kepada Alloh saja ! Barang siapa memperbanyak dzikir “AL-WAAHIDU AL-AHAD” atau “YAA WAAHIDU YAA AHADU” maka Alloh membuka hatinya untuk sadar bertauhid / memahaesakan Alloh sadar Billah.

Diadakan pertemuan / silaturrahmi yang diikuti oleh para ulama / kyai dan tokoh masyarakat yang sudah mengamalkan Sholawat Wahidiyah dari Kediri, Tulungagung, Blitar, Jombang dan Mojokerto bertempat di Langgar (Musholla) Bapak KH. Abdul Jalil (Almar-hum) Jamsaren – Kediri. Musyawarah tersebut dipimpin oleh Hadlrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah sendiri. Diantara hasilnya adalah susunan redaksi / kalimat yang ditulis di dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk garansi / jaminan. Mengenai redaksi jaminan / garansi itu atas usulan dari Beliau dan disetujui oleh seluruh peserta musyawarah. Redaksinya adalah : “MENAWI SAMPUN JANGKEP 40 DINTEN BOTEN WONTEN PEROBAHAN MANAH, KINGING DIPUN TUNTUT DUN-YAN WA UKHRON” -“Kedunglo Kediri”

Menjelang peringatan ulang tahun lahir-nya Sholawat Wahidiyah yang pertama (EKA WARSA) dalam bulan Muharram, Lembaran Sholawat Wahidiyah mulai dicetak dengan klise yang pertama kalinya di kertas HVS putih sebanyak + 2500 lembar. Yang mengusahakan klise dan percetakan itu Bapak KH Mahfudz dari Ampel-Surabaya, atas biaya dari Ibu Hj. Nur AGN (almarhumah), Surabaya. Susunan dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah yang dicetak adalah : Hadiah fatihah, “ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU…………..”, ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH ………..……”, “YAA SYAAFI’AL KHOLQIS-SHOLAATU WASSALAAM ………” tanpa “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH” dengan dilengkapi keterangan tentang cara pengamalannya dan termasuk garansi tersebut di atas.

Setelah lembaran Sholawat Wahidiyah dengan susunan di atas beredar secara luas, disamping banyak yang menerima, juga ada yang menolak / mengontrasinya. Kebanyakan alasan para pengontras adalah adanya garansi : Menawi sampun jangkep sekawan doso dinten boten wonten perobahan manah, kenging dipun tuntut dun-ya wa ukhro -“Kedunglo Kediri”. Mereka memberikan penafsiran tentang garansi dengan pemahaman yang jauh bertentangan dengan makna sebenarnya. Pemahaman mereka terhadap “garansi” menjadi : “Barang siapa mengamalkan Sholawat Wahidiyah dijamin masuk surga”.

Sebenarnya kalimat garansi / pertanggungjawaban tersebut merupakan suatu ajaran atau bimbingan agar kita meningkatkan rasa tanggung jawab dengan segala konsekwensi kita terhadap segala sesuatu yang kita lakukan; Bahasa populernya “berani berbuat, berani bertanggung jawab”.

Setelah pelaksanaan peringatan ulang tahun Sholawat Wahidiyah yang pertama, di Kedonglo diadakan Asrama Wahidiyah I yang diikuti para kyai dan tokoh agama dari daerah Kediri, Blitar, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Malang, Madiun dan Ngawi. Asrama ini dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam. Kuliah-kuliah Wahidiyah diberikan langsung oleh Beliau sendiri. Di dalam Asrama ini lahirlah kalimat nidak “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH”. Untuk melengkapi amalan Sholawat Wahidiyah yang telah ada, kalimat nidak tersebut dimasukkan dalam lembaran Sholawat Wahidiyah. Lembaran Sholawat Wahidiyah yang berisikan tiga rangkaian itu beredar dengan tidak ada perubahan.

Di dalam Kuliah Wahidiyah yang Beliau sampaikan, antara lain Beliau mnerangkan tentang GHOUTSUZ ZAMAN dengan panjang lebar. Pada saat itu lahir dari kandungan Beliau :

يَآ أَيّـُـهَـا الْـغَوْثُ سَــــلا َمُ الله ْ

*

عَـلَــيْـكَ رَبـّـــِنيْ بِـإذْنِ الله

وَانـْظـُرْ إِلـَىَّ سَـيّــدِىْ بِنَـظــْرَة ْ

*

مُـوْصِلَـةٍ لـّّلْحَـضْـرَةِ الْـعَـلِـيَّةْ

Amalan tersebut merupakan suatu jembatan emas yang menghu-bungkan tepi jurang pertahanan nafsu di satu sisi dan tepi kebahagiaan yang berupa kesadaran kepada Alloh wa Rosuulihi, Shollalloohu ‘alaihi wasallam di sisi lain. Para Pengamal Sholawat Wahidiyah menyebutnya “ISTIGHOTSAH”. Ini tidak langsung dimasukkan ke dalam rangkaian Sholawat Wahidiyah dalam lembaran-lembaran yang diedarkan kepada masyarakat. Tetapi para Pengamal Wahidiyah yang sudah agak lama dianjurkan untuk mengamalkannya terutama dalam mujahadah-mujahadah khusus.

Beliau memberi ijazah lagi berupa kalimat nida’ ففروا الى الله dan وقــــل جــــاء الحـــــق   Kalimat nidak ini pada saat itu juga belum dimasukkan dalam rangkaian pengamalan Sholawat Wahidiyah, tetapi dibaca oleh imam dan makmum pada akhir setiap do’a. Begitu juga “WAQUL JAA-AL HAQQU…” belum dirangkaikan dengan “FAFIRRUU ILALLOOH” seperti sekarang. Tentulah ini suatu kebijaksanaan yang mengandung berbagai macam hikmah dan sirri-sirri yang kita tidak mampu menguraikan, tegasnya kita tidak mengetahuinya.

Pada tahun 1968 lahir Sholawat :

عَـلَى مُحَـمَّـدٍ شَـفِــيْـعِ اْلأُمَــمِ

*

يـَارَ بّـَنـَا اللـّــهُـمَّ  صَـلّ سَلّــِمِِ

بـِالْـوَاحـِدِيـَّة ِلِـرَبّ الْـعَالَمِـيْن

*

وَاْلآلِِ وَاجْـعَـلِ اْلأَنـَـامَ مُسْـرِعِـيْن

قَـرّبْ وَأَلّـِفْ بـَيْـنَـنَـا يـَارَبَّـــنَا

*

يـَارَبَّنَا اغــْفِرْ يَسّـِرافْتـَحْ وَاهْدِنـَا

Kemudian “YAA AYYUHAL GHOUTSU….” dan Sholawat ini dima-sukkan ke dalam lembaran Sholawat Wahidiyah yang diedarkan kepada masyarakat.

Pada tahun 1971, menjelang Pemilu di negara kita, lahirlah Sholawat :

يَاشَافِـعَ الـْخَــلْقِِ حَبـِيـْبَ الله

*

صَـلاَتُـهُ عَـلَـيْكَ مَـعْ سَـلا َمِـهِ

ضَلَّتْ وَضَـلَّّّتْ حِيْلَـتِـىفِىبَلْدَتِى

*

خُـذْ بِيَـدِىْ يَا سَـيّـِدِىْ وَاْلأُ مَّـةِ

 

يَا سَـيّـِدِيْ   يَا رَسُـــوْلَ  الله

 

Kemudian Sholawat ini dimasukkan ke dalam lembaran Sholawat Wahidiyah diletakkan sesudah “YAA AYYUHAL GHOUTSU…” sebelum “YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI….”

Pada tahun 1972 Beliau menambah do’a : “ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL BALDAH” (belum ada kalimat “YAA ALLOOH”).

Pada tahun 1973 bacaan nida’ “FAFIRRUU ILALLOOH” dirangkaikan dengan “WAQUL JAA-AL HAQQU…” dan didahului dengan do’a :

بِسْـمِ اللهِ الـَّرحْمــنِ الرَّحِـيْـم .اللّـهُـمَّ بـِحَـقّ اسْمِـكَ اْلأَعْـظـَــمْ , وَبـِجَـاهِ سَــيّـِـدِنـَا مُحَـمَّـدٍ صَلـَّى الله ُعَـلَـيْه ِوَسَـلـَّـمْ , وَبِـبَرَكَـةِ غـَــوْثِ هَـذَا الزَّمَـــانْ وَأَعْوَانِـهِ وَسَـآئـِرِ أَوْلِيَـآئِكَ يـَآ أَلله , يـَآ أَللهْ , يـَآ آللهْ , رَضِىَ اللهُ تَعَالَىعَـنْـهُمْ × 3

بَـلّـِغْ جَـمِيْعَ الـْعَالَمِــيْنَ نـِدَآءَنـَا هَـذَا وَاجْــعَـلْ فِـيْـهِ تـَأْثِـــيْرًا بـَلِـيْغًـا ×3

فـَإِنـَّك َعَـلَى كُلّ شَـيْـئٍٍِ قَدِيـْـر, وَبِـاْلإِجَـابـَةِ جَدِيْـر ×3

فَـفِرُّوآ إِلَى الله ْ× 7

وَقُـلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَـقَ الْـبَاطِلُط إِنَّ الْـبَاطِلَ كـَانَ زَهُـوْقًا × 3

Pada saat itu pula mulai dilaksanakan nida’ “FAFIRRUU ILALLOOH” dengan berdiri menghadap empat penjuru yaitu pada saat acara Mujahadah dalam rangka peletakan batu pertama Masjid Desa Tanjungsari Tulungagung yaitu Masjid KH. Zaenal Fanani.

Demikian penambahan dan penyempurnaan Sholawat Wahidiyah secara berangsur seirama dengan pengembangan dan penyempurnaan Ajaran Wahidiyah yang diberikan oleh Hadhrotul Mukarrom Yai Muallif. Sholawat Wahidiyah sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi di dalam ummat masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri.

Selanjutnya Beliau menambah do’a “ALLOOHUMMA BAARIK FII HAADZIHIL-MUJAAHADAH YAA ALLOOH” yang diletakkan sesudah “ALLOO-HUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH”.

Seterusnya ada tambahan dalam Sholawat Ma’rifat, yaitu sesudah bacaan “WATARZUQONAATAMAAMA MAGHFIROTIKA” ditambah “YAA ALLOOH”. Demikian juga setelah “WATAMAAMA NI’MATIKA” dan seterus-nya sampai “WATAMAAMA RIDLWAANIKA” Jadi sebagaimana dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah sampai sekarang.

Ditambahkan doa “ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAA-DZIHIL BALDAH” ditambah “YAA ALLOOH”, dan doa “ALLOOHUMMA BAARIK FII HAADZI-HIL MUJAAHADAH YAA ALLOOH” dirobah menjadi “WAFII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOOH”. Sehingga rangkaiannya menjadi “ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOOH, WAFII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOOH”.

Lembaran Sholawat Wahidiyah yang ditulis dengan huruf Al-Qur’an (huruf Arab) diperbaharui dengan susunan yang sudah lengkap dengan disertai petunjuk cara pengamalannya, Ajaran Wahidiyah dan keterangan tentang ijazah dari Beliau secara mutlak. Susunan dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah seperti itu tidak ada perobahan hingga sekarang kecuali beberapa kalimat dalam penjelasan keterangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aturan bahasa.

Demikian secara kronologis atau urut, sejarah ringkas lahirnya Sholawat Wahidiyah dari awal sampai penyempurnaan di setiap periode. Setiap penyempurnaan sudah barang tentu memiliki sirri-sirri (rahasia) yang kita tidak mengetahui secara pasti. Hanya ada sebagian dari Pengamal Wahidiyah yang ditunjukkan sirri-sirrinya secara bathiniyah. Mari dalam kesempatan ini kita sowan di haribaan Beliau dengan adab lahir batin yang sebaik-baiknya.

REDAKSIONAL
SHOLAWAT WAHIDIAH LENGKAP BESERTA ARTINYA:


ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam. Al-Fatihah

WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA’AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA’AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLOH, Rodiyallohu ta’alaa Anhum. Al-Fatihah

ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI’ADADI MA’LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. (100X)
Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh.

ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII’INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN. (7X)
Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi WaSallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Alloh, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Alloh, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Alloh. Dan sekali lagi Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat salan dn barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam.

YAA SYAFI’AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM ” ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM
WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII ” FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII
WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA ” FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA (3x)

Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan ¨ Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia ¨ Duhai unsur dan jiwa makhluq,bimbing dan didiklah diriku ¨ Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu ¨ tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii ¨ jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku ‘kan hancur binasa.

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH  (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh

YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH ” ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH ” MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL’ALIYYAH. (3x)

Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman, kepangkuan-MU salam Alloh kuhaturkan ¨ Bimbing dan didiklah diriku dengan izin Alloh ¨ dan arahkan pancaran sinar Nadroh-MU kepadaku Duhai Yaa Sayyidii ¨ radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirat Maha Luhur Tuhanku

YAA SYAAFI’AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI ” SHOLAATUHUU’ALAIKA MA’SALAAMIHII,
DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII ” KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII  (3x)

Duhai Kanjeng Nabi penberi Syafa’at makhluq, duhai Kanjeng Nabi Kekasih Alloh ¨ Kepangkuan-MU sholawat dan salam Alloh aku sanjungkan ¨ jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negriku ¨ cepat, cepat, cepat raihlah tanganku Yaa Sayyidii tolonglah diriku dan seluruh ummat ini.

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH  (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh

YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI ” ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI,
WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI’IIN ” BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN
YAA ROBBANAGH-FIR YASSAIR IFTAH WAHDINAA ” QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA. (3x)

Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam ¨ atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat ¨ dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari, ¨ lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam, ¨ Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami ¨ , pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami.

ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! (7X)
Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan, dan didalam negri ini Yaa Alloh, dan didalam mujahadah ini Yaa Alloh

I S T I G H R O O Q
( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH )
AL FAATIHAH
(1 X) Kemudian berdo’a seperti di bawah ini

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,

ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A’WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA’AALA’ANHUM 3X
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang( Yaa Alloh, dengan hak kebesaran Asma-MU, dan dengan kemuliaan serta keagungan Kanjeng Nabi Mahammad Sollallohu ‘Alaihi WaSallam, dan dengan Barokahnya Ghoutsu Hadhaz Zaman wa A’wanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-MU Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodiyallohu Ta’ala Anhum

BALLIGH JAMII’AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ’AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO 3X
Sampaikanlah seruan kami ini kepada jami’al Alamin dan letakkanlah kesan yang sangat mendalam

FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR 3X
Maka sesungguhnya engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah

FAFIRRUU ILALLOOH (7X) = Larilah kembali kepada Alloh !

WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO  (3X)
Dan katakanlah (wahai Muhammad) perkara yang hak telah datang dan musnahlah perkara yang batal, sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah.Al-Fatihah ( membaca surat Al-Fatihah satu kali )

FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU

dibaca bersama-sama imam dan ma’mum. Maknanya : Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri.

A L  F A A T I H A H (1X)
S e l e s a i

@Majalah Aham Edisi 31/Th.IV Rajab 1421 /Oktober 2000, Penerbit Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo – Kota Kediri dan link/sumber terkait KH Abdul Majid Makruf.

Categories: ILMU ILMU LADUNI KH ABDUL MAJID MAKRUF | 34 Komentar

SHOLAWAT TIBIL QULUB: DOA KESEMBUHAN SEGALA PENYAKIT


kwa tibil qulub
Alhamdullahi rabbl’alamin Allahuma shalliwasallim ‘ala sayyidina muhammadin Shalatan thibbil Qulubiwadawaiha wa ‘afiyatil abdani wasyifaiha wanuril abshari wadliyaiha wa ‘ala alihi washahbihi wasallim
Lailaha illahul halimul karim Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzim alhamdulillahi robbilalamin As-aluka mujibati rohmatik waaima maghfirotik
Segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam ya Allah berilah rahmat dan salam-Mu untuk junjungan kami Nabi muhammad SAW dengan selawat yang bisa mengobati hati dan menyembuhkannya yang dapat memberikan afiat kepada badan dan kesembuhannya dan memberi cahaya mata dan kecemerlangannya Rahmat dan salam semoga juga disampaikan kepada keluarga dan sahabatnya Maha suci AlLAH yang menjadi penguasa Arsy yang Agung  segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam aku meminta rahmat dan ampunanmu.
DIBACA MINIMAL 7 X DAN TIUPKAN KE AIR PUTIH. MINUMKAN KE ORANG SAKIT APAPUN, INSYA ALLAH SEMBUH BIIDZNILLAH.
@@@WONGALUS,2014 @@@
Categories: SHOLAWAT THIBIL QULUB | 62 Komentar

DOA-DOA MUSTAJABAH UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH


BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

ALLAHUMMA LAKAL-HAMDU ANTA NUURUS-SAMAWAATI WAL-ARDI WA MAN FIHINNA, WA LAKAL-HAMDU ANTA QAYYIMUS-SAMAWAATI WAL-ARDI WA MAN FIHINNA, WA LAKAL-HAMDU ANTA ROBBUS-SAMAWAATI WAL-ARDI WA MAN FIHINNA.

ANTAL-HAQQU WA WA’DUKAL-HAQQU WA QAWLUKAL-HAQQU WA LIQA’UKA HAQQUN, WAL-JANNAHTU HAQQUN WAN-NARU HAQQUN, WAS-SA’ATU HAQQUN, WAN-NABIYYUUNA HAQQUN WA MUHAMMADUN HAQQ.

ALLAHUMMA LAKA ASLAMNAA, WA BIKA AAMANNAA, WA ALAYKA TAWAKKALNAA, WA BIKA KHAASAMNAA, WA ILAYKA HAAKAMNAA, FAGHFIR LANAA MAA QADDAMNAA WA MAA AKHKHARNAA, WA MAA ASRARNAA WA MAA A’LANNAA, ANTAL-MUQADDIMU WA ANTAL-MU’AKHKHIRU LAA ILAAHA ILLAA ANTA.

ALLAHUMMA SALLI ALA MUHAMMADIN WA ALA MUHAMMAD, KAMAA SALLAYTA ALA IBRAHIIMA WA ALAA AALI IBRAHIM, INNAKA HAMIIDUN MAJIID. WA BARIK ALA MUHAMMADIN WA ALA AALI MUHAMMAD, KAMA BARAKTA ALA IBRAHIMA WA ALA AALI IBRAHIM, INNAKA HAMIIDUN MAJIID.

ALLAHUMMA A’IZZAL-ISLAMA WAL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA A’IZZAL-ISLAMA WAL-MUSLIMIIN, WA ADHILLASH-SHIRKA WAL-MUSHRIKIIN, WA DAMMIR A’DAA’AD-DIIN, WAHMI HAWZATAL-ISLAMI YA RABBAL-ALAMIIN.

ALLAHUMMANSUR DIINAKA WA KITABAKA WA SUNNAHTA NABIYYIKA WA IBAADAKAL-MUWAHHIDIIN.

ALLAHUMMA INNA NAS’ALUKA BI ANNA LAKAL-HAMD, LAA ILAHA ILLA ANAT, WAHDAKA LA SHARIIKA LAKA, AL-MANNAN, YA BADIAS-SAMAWAATI WAL-ARDI, YA DHAL-JALALI WAL-IKRAAM, YA HAYYU YA QAYUUM.

NAS’ALUKA BI ANANAA NASH-HADU ANNAKA ANTALLAH, LA ILAHA ILLA ANTA, AL-AHADUS-SAMADU-LADHDHI LAM YALID WA LAM YU-LAD WA LAM YAKUL-LAHU KUFUWAN AHAD. AN TANSURAL-ISLAMA WA AHLAHU FI KULLI MAKAAN. ALLAHUMMA-NSURIL-ISLAMA WA AHLAHU FI KULLI MAKAAN. ALLAHUMMANSURIL-ISLAMA WA AHLAHU FI KULLI MAKAAN.

ILAYKA NASHKU DA’FA QUWWATINA, WA QILLATA HIILATINA, WA HAWANANA ‘ALAN-NAAS, YA ARHAMAR-RAHIMIIN. ANTA RABBUL-MUSTAD’AFIIN

WA ANTA RABBUNA, ILA MAN TAKILUNA, ILA BA’IIDIN YATAJAHHARUNA, WA ILA ‘ADUWWIN MALLAKTAHU AMRANA, IN LAM YAKUN BIKA GHADABUN ‘ALAYNAA FALA NUBAALI, GHAYRA ANNA ‘AFIYATAKA HIYA AWSA’U LANA.

NA’UDHU BI NUURI WAJHIKAL-LADHI ASHRAQAT LAHUDH-DHULUMAT, WA SALUHA ‘ALAYHI AMRUD-DUNYA WAL-AKHIRAH, AY-YAHILLA ALAYNA GHADABUK, WA AY-YANZILA BINA SAKHATUK, LAKAL-’UTBAA HATTA TARDA, WA LA HAWLA WA LA QUWWATA ILLA BIKA.

FA ILAYKA NASHKU DA’FANA, FA ILAYKA NASHKU DA’FANA

ALLAHUMMA HADHIHI RUUSIYA JA’AT BI JAYSHIHA WA HADIIDIHA, BI DHULMIHA WA FAKHRIHA, JA’AT TUHADDUKA WA TUKADHDHIBU RASUULAKA, WA TUQATTILUL-MUSTAD’AFINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAN.

ALLAHUMMA ANJIZ LAHUM MA WA’ADTAHUM, ALLAHUMMA ANJIZ LAHUM MAA WA’ADTAHUM, ALLAHUMMA ANJIZ LAHUM MA WA’ADTAHUM FII KITABIK.

ALLAHUMMA INNANA NANSHUDU ‘AHDAKA WA WA’DAK. ALLAHUMMA ANZIL NASRAKA WA TA’YIDAK, ANTA ‘ADIIDUHUM, WA ANTA NASIIRUHUM, WA BIKA YUQATILUUN.

ALLAHUMMA INNAHUM MAGHLUUBUNA FANTASIR LAHUM.

RABBANA AFRIGH ‘ALAYHIM SABRAN WA THABBIT AQDAMAHUM WANSURHUM ‘ALAL-QAWMIL-KAFIRIIN.

ALLAHUMMA MAKKIR LAHUM, WAKFIHIM BIMAA SHI’T. IN TANSURHUM FALAA GHALIBA LAHUM, WA IN TAKHDHULHUM FA MAN DHAL-LADH’ YANSURHUM MIN BA’DIKA.

ALLAHUMMA MAKKIR LAHUM, WAKFIHIM BIMAA SHI’T. IN TANSURHUM FALAA GHALIBA LAHUM, WA IN TAKHDHULHUM FA MAN DHAL-LADH’ YANSURHUM MIN BA’DIKA.

LA ILAHA ILLALLAHUL ADHIMUL-HALIIM. LA ILAHA ILLALLAHU, RABBUL-ARSHIL-ADHIIM. LA ILAHA ILLALLAHU RABBUS-SAMAWAATI WA RABBUL-ARDI WA RABBUL-ARSHIL-KARIIM.

ALLAHUMMA ANJIL-MUSTADAFIINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAAN. ALLAHUMMA ANJIL-MUSTADAFIINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAAN. ALLAHUMMA ANJIL-MUSTADAFIINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAAN. ALLAHUMMASH-DUD WATA’ATAKA ALA RUUSIYA, ALLAHUMMAJ-ALHA ‘ALAYHIM SINIINA KA SINIINI YUSUF

ALLAHUMMA KHUDH-UM AKHDHA ‘ZIIZIN MUQTADIR, ALLAHUMMAJ’AL ID-DA’IRATA ALAYHIM, ALLAHUMMA ARINA FIIHIM YAWMAN ASWADA

ALLAHUMMA SHATTIT SHAMLAHUM, WA MAZZIQ JAM’AHUM, WA KHARRIB DIYARAHUM, WA DAMMIR ASLIHATAHUM. ALLAHUMMA ANZIL ‘ALAYHIMUL-A’ASIIRAL-MUDAMMIRA WAL-AMRADAL-FATTAAKA

ALLAHUMMA AHSIHIM ADADA, WAQTUL-HUM BADADA, WA LA TUGHADIR MINHUM AHADA, WAJ’ALHUM IBRATAN LI AMTHALIHIM MINAL-YAHUDI WAN-NASAARA WAL-MUSHRIKIINA ADHILLATAN SAAGHIRIIN

ALLAHUMMA INNA NAJ’ALUKA FI NUHUURIHIM, WA NA’UDHU BIKA MIN SHURUURIHIM.

ALLAHUMMA MUNZILAL-KITAB, MUJRIYAS-SAHAB, HAZIMAL-AHZAAB, IHZIMHUM WA ZALZILHUM, WA ARINA FIIHIM AJA’IBA QUDRATIK, FA INNAHUM LA YU’JIZUUNAKA YA QAWIYYU YA ‘AZIZ

RABBANA ANTA ADIIDUNA WA ANTA NASIIRUNA, WA ANTA HASBUNA WA NI’MAL-WAKIIL.

ALLAHUMMA FUKKA QAYDA ASRANA WA ASRAL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA FUKKA QAYDA ASRANAA WA ASRAL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA FUKKA QAYDA ASRANA WA ASRAL-MUSLIMIIN, WA RUDDAHUM ILAA AHLIHIM SALIMIIN.
ALLAHUMMA INNAHUM FI HAJATIN ‘AJILATIN ILA RAHAMATIK, ALLAHUMMA INNAHUM FI HAAJATIN ‘AJILATIN ILA RAHAMATIK, ALLAHUMMA INNAHUM FI HAAJATIN ‘AJILATIN ILA RAHAMATIK, FA ANZIL ALAYHIM RAHAMATIKA YA RAHMANU, YA RAHIIM, FA ANZIL ALAYHIM RAHMATIKA YA RAHMAANU YA RAHIIM.

ALLAHUMMA MAN ADHAHUM FA ADHIHI, WA MAN ADAHUM FA ADIHI.

LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA, INNA KUNNA MINADH-DHALIMIIN.

ALLAHUMMA RABBANA AZZA JAARUK, WA JALLA THANA’UK, WA TAQADDASAT ASMA’UK, ALLAHUMMA LA YURADDU AMRUK, WA LA YUHZAMU JUNDUK, SUBHANAKA WA BI HAMDIK.

ALLAHUMMA A’IDIL-MASJIDIL-AQSA ILA RIHABIL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA A’IDIL-MASJIDIL-AQSA ILA RIHABIL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA A’IDIL-MASJIDIL-AQSA ILA RIHABIL-MUSLIMIIN, WAR-ZUQNA FIIHI SALATAN QABLAL-MAMAAT.

ALLAHUMMA TAHHIRHU MIN IKHWANIL-QIRADATI WAL-KHANAZIIR, ALLAHUMMA MAZZIQHUM KULLA MUMAZZAQ, ALLAHUMMA FARRIQ BAYNAHUM WA BAYNA MAN SHAYA’AHUM.

ALLAHUMMA ASLIH AHWAALAL-MUSLIMIINA FI FILISTIIN, ALLAHUMMA ASLIH AHWAALAL-MUSLIMIINA FI FILISTIINA WA FI KULLI MAKAANIN YA DHUL-JALALI WAL-IKRAAM.

ALLAHUMMA LA TAJ’AL LI KAFIRIN ALAYNA SABIILA, ALLAHUMMA INNA NA’UDHU BIKA MIN SUU’IL-QADA, WA DARKISH-SHAQA’, WA SHAMATATIL-A’DA’, WA JAHDIL-BALA’, WA NA’UDHU BIKA MIN MUNKARATIL-AKHLAQI WAL-AMALI WAL-AHWA’I WAL-ADWA’.

ALLAHUMMA ABRIM LI HADHIHIL-UMMATI AMRA RUSHD, YU’AZZU FIHI AHLU TA’ATIK, WA YUDHALLU FIHI AHLU MA’SIYATIK, WA YU’MARU FIIHI BIL-MA’RUF, WA YUNHA FIHI ANIL-MUNKARI ALA BASIIRATIN, YA DHUL-JALALI WAL-IKRAM.

ALLAHUMMA ARINAL-HAQQA HAQQAN WARZUQNAT-TIBA’AH, WA ARINAL-BATILA BATILAN WARZUQNAJ-TINABAH, BI RAHMATIKA YA ARHAMAR-RAHIMIIN.

ALLAHUMMA WAFFIQ IMAMANA LIMA TUHIBBU WA TARDA, WA KHUDH BI NASIYATIHI LIL BIRRI WAT-TAQWA, ALLAHUMMA WAFFIQHU LI HUDAK, WAJ’AL AMALAHU FI RIDAK, WA HAYYI’ LAHUL-BITANATAS-SALIHATAN-NASIHAH ALLATI TADULLUHU ALAL-KHAIRI WA TU’INUHU ALAYHI YA DHUL-JALALI WAL-IKRAAM.

WA WAFFIQ JAMI’A WULATA UMUURIL-MUSLIMIINA LIL AMALI BI KITABIK, WAT-TIBA’I SUNNATI NABIYYIKA SALLALLAHU ALAYHI WASALLAM.

ALLAHUMMA AMINNA FI AWTANINA, WA ADIM NI’MATAL-AMNI WAL-ISTIQRARI FI BILADINA

ALLAHUMMA MAN ARADANA WA BILADINA BI SU’IN FASH-GHILHU FI NAFSIH, WAJ’AL KAYDAHU FI NAHRIH, WAJ’AL TADBIRAHU TADMIIRAH.

ALLAHUMMA ALAYKA BI MAN ADKHALA ILA BILADINA WA BILADIL-MUSLIMIINAL-MUKHADDIRATI WAL-MUSKIRAT, ALLAHUMMA ALAYKA BI MAN ADKHALAHA, ALLAHUMMA ALAYKA BI MURAWWIJIHAA, WA SANI’IHA WA TUJJARIHA, ALLAHUMMA ALAYKA BI MUHARRIBIIA WA BA’IHA WA MAN A’ANA ALAN-TISHARIHA.

ALLAHUMMA IN LAM TURID HIDAYATAN LAHUM FAL’ANHUM LA’NAN KABIRA, ALLAHUMMA IN LAM TURID HIDAYATAN LAHUM FAL’ANHUM LA’NAN KABIRA, RABBANA ATIHIM DI’FAYNI MINAL-’ADHABI WAL’ANHUM LA’NAN KAB’RA FID-DUNYA WAL-AKHIRAH.

ALLAHUMMAR-FA’ ‘ANNAL-GHALA WAL-WABA’ WAR-RIBA WAZ-ZINA WAL-ZALAZILA WAL-MIHAN, WA SU’AL-FITAN, MA DHAHARA MINHA WA MA BATAN, ‘AN BILADINA HADHA KHASATAN WA ‘AN SA’IRI BILADIL-MUSLIMIIN, BI RAHMATIKA YA ARHAMAR-RAHIMIIN.

ALLAHUMMA YA HAYYU YA QAYYOOM, BI RAHMATIKA NASTAGHIITH, ASLIH LANA SHA’NANA KULLAHU WA LA TAKILNA ILA ANFUSINA TARFATA AYNIN WA LA AQALLA MIN DHALIK.

WALHAMDULILLAHI RABBIL-ALAMIIN, WA SALLAL-LAHUMMA WA SALLAMA WA BARAKA ALA NABIYYINA MUHAMMADIN WA ALA ALIHI WA SAHBIHI WAT-TABI’IIN.

ALLOHUMMA AMIIN. ALLOHUMMA AMIIN. ALLOHUMMA AMIIN.

@WONGALUS,2014

Categories: DOA DOA MUSTAJABAH | 19 Komentar

QOSAM ALLAH SWT


YAA-SIIN. WAALQUR-AANI ALHAKIIMI. INNAKA LAMINA AL MURSALIINA

Surat Yasin termasuk dalam satu surat Al-Qur’an, yang diturunkan di Mekah  dan terdiri dari ada delapan puluh tiga ayat. Ayat-ayatnya pendek dan sangat mengena di hati. Pembahasan surat Yasin tentang tauhid Uluhiyah dan Rububiyah dan akibat orang-orang yang mendustakannya. Tiga ayat tersebut yaitu adalah awal surah Yasin dan merupakan qosam atau sumpah pengakuan-tegas Allah kepada orang-orang yang mengingkari kerasulan dan kenabian Muhammad SAW.  “Demi Al-Quran yang mengandung hikmah.dan sesungguhnya engkau ya Muhammad adalah sebagian dari rasul-rasul.

Allah telah membaca surah yasiin dan surat thoha sebelum Allah menciptakan langit dan bumi dalam kurun waktu 2000 tahun. Tatkala para malaikat menyimak apa yang telah di baca Allah, lalu berkatalah malaikat : “Alangkah bahagiannya umat nabi Muhammad dimana Allah akan menurunkan dua surah (Yasin dan Toha), alangkah bahagianya bagi orang-orang yang hafal kedua surat itu, dan alangkah bahaginya lidah-lidah yang membacakannya. Sesungguhnya ahli surga adalah ahli baca Alquran khususnya surah thoha, yasin dan Arrahman.

“inna likulli syain qolban, waqolbul qurani yasin”: sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada hatinya(jantung). Dan hatinya alquran adalah surat yasin. “man qoro’a yasin, kataballahu lahu qira’atalqurani ‘asyara maratin: siapa orang yang membaca surah yasin, maka Allah akan mencatat baginya pahala membaca 10 x khatam Qur’an.

Fadhilah surat Yasin luar biasa banyak. Misalnya siapa orang yang membaca surat yasin pada malam hari karena mengharap ridho Allah, maka Allah akan mengampuni segala dosanya. Maka bacakanlah yasin disisi orang mati. Ada pula yang suka membaca secara terus menerus pada setiap malam, maka Allah akan mewafatkannya dalam keadaan Syahid.

Seorang muslim yang di bacakan surat yasin pada saat ajal menjemputnya, maka turunlah malaikat dari setiap satu huruf didalam surat yasin sepuluh malaikat. Mereka berdiri dihadapannya bershaf-shaf, meraka menshalatinya, mereka membacakan isthigfar untuknya, mereka menyaksikan pemandiannya, mereka mengiringi jenazahnya, dan mereka menyaksikan pemakamannya.

Malaikat maut tidak akan mencabut ruhnya sampai datang malaikat ridwan–malaikat penjaga pintu surga– membawa minuman dari surga dan memberikan minum kepadanya . Dan setelah itu malaikat maut mencabut ruhnya sedangkan ia dalam keadaan tidak kehausan, ia masuk kedalam kubur tidak kehausan, ia sedikitpun tidak membutuhkan air dari telaga para nabi, sampai ia masuk surganya Allah tanpa kehausan.

Membaca surah yasin maka pahalanya berbanding 10 kali berhaji dan siapa orang yang mendengarkanya maka pahalanya berbanding shadaqoh 1000 dinar dijalan Allah. Dan siapa orang yang mencatatnya kemudian meminumnya maka masuk kedalam perutnya 1000 obat, 1000 cahaya, 1000, berkah, 1000 rahmat, dan diangkat segala macam penyakitnya.

Oleh sebab itu dalam surah yasin ada 20 keberkahan. Maka tiadalah orang kelaparan membacanya melainkan Allah mengenyangkannya. (FUNGSI REJEKI), Tiadalah orang telanjang membacanya melainkan Allah akan memakaikan pakaian untuknya. (FUNGSI DERAJAT), Tiadalah orang yang belum kawin membacanya melainkan Allah akan mendatangkan jodohnya. (FUNGSI MAHABBAH),  Tiadalah orang yang takut membacanya melainkan Allah akan melindunginya. (FUNGSI PERLINDUNGAN), Tiadalah di bacakan disisi orang mati melainkan diringankan siksa kuburnya. (FUNGSI AKHIRAT), Tiadalah orang yang kehausan membacanya melainkan Allah akan menghilangkan dahaganya (FUNGSI KECUKUPAN REJEKI), Tiadalah orang yang sakit membacanya melainkan Allah akan menyembuhkanya. (FUNGSI PENGOBATAN)

Di dalam Al-Quran ada satu surat yang bisa memberikan syafaat kepada yang membacanya dan diampui segala dosa orang yang mendengarkannya dan itu adalah surah yasin. Membaca surat yasin bagus pula bila dilanjutkan dengan surat Ad Dukhan bersamaan pada satu malam dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah sehingga insyalllah kita akan diampuni dosa yang pernah kita lakukan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: segala puji bagi Allah yang telah memulikanku dan memuliakan umatku dengan surah Yasin, ayat Kursi, dan surat Al-Ikhlash.  Ada pula yang ketika shalat sunat dua rakaat pada malam jumat lalu membaca surat Yasin pada rakaat pertama dan surat Tabarak (al-mulk) pada rakaat kedua maka Allah akan memberikan cahaya yang berjalan mengitarinya, dan pada hari qiamat nanti Allah memberikan kitab amalnya dari tangan kanannya. Allah mencatat untuknya bebas dari api neraka dan dia bisa mensyafaati 70 orang dari keluarganya biidznillah.
Dalam satu riwayat dari Said bin Zubeir, Rasulullah bersabda: siapa orang yang membaca surah yasin atas orang gila maka sembuhlah orang gila tersebut dengan berkah surah Yasin. Siapa orang yang menjadikan surat yasin sebagai imam hajatnya, maka Allah akan mengabulkan segala permohonannya.

Selama ini umumnya kita mengenal surat Yasin hanyalah sebuah nama dari nama-nama surah yang ada didalam Al-Quran. Akan tetapi sesungguhnya, sudah berabad-abad lamanya terjadi beda argumentasi mengenai makna yasin.

Makna Yasin bisa dibagi menjadi beberapa katagori. Pendapat yang Pertama : Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasiin” dengan arti “ya insan” . Dengan satu alasan bahwa adat dan kebiasaan orang arab dalam mengambil suatu kata melalui satu hurufnya, kemudian mereka mengucapkannya. Meraka mengambil kata untuk “nida” (memangil seseorang) dari huruf “ya”. dan mengambil kata insan dari huruf “siin”, maka meraka menyusunnya kedua kata tersebut menjadi dua huruf yaitu “yasiin”. Yang destinasi maknanya adalah: “Ya insan, mempunyai artinya “wahai manusia . dengan implementasi Maksud kalimatnya adalah : “ Ya Muhammad”

Pendapat yang kedua: “Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata yasiin dengan arti “ya sayyidil-mursaliin. Yang artinya “ wahai pemimpin para rasul”.
Pendapat yang ketiga : “Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasiin dengan sebuah nama dari nama-nama Quran
Pendapat yang keempat :”Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasin, dengan sebuah nama dari nama-nama surah.
Pendapat yang kelima : Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasin dengan sebuah nama dari nama-nama Allah SWT

Sesungguh-nya Allah memiliki “4000 nama”. 1000 namanya tidak ada yang mengetahui melainkan Allah sendiri. 1000 nya lagi tidak ada yang mengetahui melainkan malaikat-malaikatnya. 1000 nya lagi disimpan di “lauhul-mahfuzh”. 300-nya terdapat didalam kitab taurat. 300-nya terdapat didalam kitab injil. 300-nya terdapat didalam kitab jabur. 100- nya lagi terdapat di dalam kitab Al-Quran, dan Allah perlihatkan 99 namanya dan merahasiakan salah satu namanya. Dan tidak ada mengetahuinya melainkan para nabi dan rasulnya. Sebagian ulama berpendapat “yasin” itulah nama Allah SWT.

Pada ayat kedua didalam surat yasin kedudukannya adalah sebagai QOSAM dan jawab-qosam yaitu “sumpah Allah yang berisikan pengakuan yang tegas : “Demi Al-Quran yang mengandung hikmah, Bahwa sesungguhnya engkau (ya Muhammad) adalah sebagian dari salah satu rasul-rasulnya. “Allah Bersumpah Dengan Al-Quran yang mengadung hikmah”

Qosam dalam bahasa arab yang berarti sumpah. Makna Qosam sama halnya dengan makna “yamin dan makna halaf dalam bahasa tersebut, akan tetapi untuk lebih jelas lagi mengenal huruf Qosam, mari kita mengetahui huruf qosam secara ilmu nahwu. Didalam kitab “Tasywiqulkholan” karangan syekh muhammad ma’sum  dijelaskan Huruf Qosam terbagi menjadi 3 bagian Yaitu: “wawu, “ba dan “ta.

Ada sedikit perbedaan diantara huruf-huruf Qosam tersebut. “kenapa ini dinamakan huruf-huruf (Qosam) sumpah? beliau menjawab: “karena masuknya salah satu huruf-huruf tersebut pada orang yang bersumpah dan selalu digunakan sebagai isyarah sumpah. Syekh sanwani didalam kitab tersebut mengatakan:”ada tiga sarat mutlak didalam menggunakan wawu Qosam didalam sumpah:

Yang pertama: pada wawu qosam diharuskan membuang fiil qosamnya(kata kerjanya)yang menyertainya. seperti contoh : “Uqsimu waallahi”. seperti yang di bolehkan pada huruf ba” seperti contoh : “uqsimu bihazalbalad. karena yang demikian banyak sekali menggunakanya.

Yang Kedua: wawu qosam tidak boleh di gunakan pada qosamu-sual(pada kalimat permintaan) seperti contoh waallah ikhbirni” yang artinya : demi allah kabarkanlah aku. seperti yang dibolehkan pada huruf “ba” seperti contoh : billahi akhbini.

Yang Ketiga: Wawu Qosam tidak dapat masuk pada isim-isim dhomir. Seperti contoh : “waka artinya :demi kamu. seperti yang dibolehkan pada huruf ba. Seperti contoh : “bika” yang artinya: “demi kamu.
Tiga ayat tersebut di atas merupakan sumpah dan pengakuan-tegas Allah kepada orang-orang yang mengingkari kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. bahwa sesungguhnya beliau adalah salah satu dari rasul-rasulnya,

Ahli Tafsir menafsirkan kata HAKIM dengan makna MAHKAMAH yg artinya kitab yang memiliki kandungan yang sempurna dari yang maha sempurna, kandungan yang berisi ilmu dan pengetahuan yang sangat luar biasa tingginya. Dan didalam ayat ini Allah telah bersumpai: “Demi Al-Quran yang mengandung hikmah.dan sesungguhnya engkau ya Muhammad adalah sebagian dari rasul-rasul.

Yasin sebagai jantung Al-Quran bisa ditelusur sebab turunnya ayat ini yang berhubungan dengan penghinaan orang-orang kafir terhadap nabi Muhammad SAW. Beberapa orang kafir mengejek, memaki, dan menghina nabi Muhammad SAW. Lalu mereka berkata : “sesungguhnya Muhammad bukanlah seorang nabi dan bukanlah seorang rasul,  dia hanyalah yatim abi thalib, dia hanyalah seorang penganggur, dia orang yang tidak punya pekerjaan, dia tidak pernah menutut ilmu dimanapun. ”bagaimana Muhammad bisa menjadi seorang nabi dan rasul?

Keraguan dan penyangkalan orang kafir terhadap Nabi Muhammad SAW dijawab Allah SWT dengan menurunkan 3 ayat di atas yang artinya : “ demi alquran yang mengandung hikmah, sesungguhnya engkau wahai muhammad, adalah sebagian salah satu diantara rasul-rasul.

Kemudian Allah bersumpah dan menyaksikan dengan zatnya atas kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. Lalu Allah Berkata : “Ya Muhammad, sengguhnya orang kafir telah mengingkari kerasulan dan kenabianmu, maka janganlah engkau bersedih atas ucapan mereka. Hari ini aku bersumpah demi Al-Quran yang mengadung hikmah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah sebagian dari rusul-rasulku.

Sejarah mencatat dalam kisah tadi, tatkala Allah bersumpah dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. Dan menolak segala bentuk pengingkaran orang-orang kafir yang telah mengejek, memaki, dan menghina, bahkan mengancam nabi Muhammmad dengan ribuan acaman lalu Allah membangun jiwa rasul yang di cintainya dengan perkataan : “Ya Muhammad Janganlah engkau bersedih sekalipun mereka tidak mengakuimu sebagai seorang nabi dan rasul, “hari ini aku berumpah dan bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalah sebagian dari rasu-rasul-ku.
Perkataan Allah pada ayat ini terungkap jelas, sehingga ini ayat sebagai penunjukan, dan sebagai saksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. Oleh karena itulah tiga ayat diatas menjadikan yasin sebagai jantung hati Al-Quran.

Terakhir, marilah kita menyelami samudra Yasin dengan istiqomah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala… Salam paseduluran, saling asah asih dan asuh.

@redaksi KWA dari berbagai sumber terkait, 2014.

Categories: QOSAM ALLAH | 17 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.