SEPOTONG FRAGMEN DARI SEBUAH MILAD (1)


oleh:
KI GEDE PANEMBAHAN ISWANTO PENANGGUNGAN – SIDOARJO – 085334991908

milad kwa

Ancang ancang

Pada awalnya tulisan ini hanya sebuah catatan kumal saya yang bersifat pribadi. Goresan compang camping yang tidak memenuhi standard baku tulisan seorang intelek. Saya berpikir berulang kali untuk mempublikasikannya sampai pada suatu pagi Ki Wong Alus memberi pesan singkat “tulisan tentang milad sudah ditunggu”.

Baiklah, dengan mengucap Basmalah dan Istighfar berkali-kali saya dedikasikan tulisan ini bagi kebesaran Tuhan, perjuangan panitia, ketahanan peserta dan sedulur di KWA, ijinkan tulisan ini sekedar mampir berteduh di blog ini.

Inilah tulisan reportase dari pandangan mata saya yang beranjak rabun.

Menuju barat daya

Jutaan bintik hitam menggumpal dan menyelimuti kami ketika Wak Kasan untuk sekian ratus kalinya menginjak pedal rem mobil. Kendaraan kami terpaku kaku sejenak di sepotong tanah kosong sebelah timur sebuah pendopo. Parang Kusumo, dini hari itu kami yang pertama menghirup udaranya. Jarum berdetak jam 03.30. Azan Subuh beberapa saat lagi akan diterbangkan, alam akan dibangunkan, tetapi jutaan bintik hitam itu belum juga berhenti menghujami kami.

Kami rombongan dari Sidoarjo, tanah Jenggala di Brang Wetan, sebanyak delapan orang ditambah dengan Daeng, saudara yang datang dari Makasar menghuni mobil itu untuk 9 jam lamanya. Komposisi, bangku depan Ki wong Alus kemudian Wak Kasan di kemudi, bangku tengah Pak Jono, Daeng dan Kang Sigit sementara dibangku belakang bergerombolah Ki Arya, Mbah Duro dan Keponakannya serta saya sendiri. Mobil berguncang menembus debu dan kelam, memasuki lingkaran misteri hutan Saradan dan alas Ngawi, menyusup dalam dengkur setiap kota yang dilewati.

Ini bukan rombongan pelancong saudara-saudara, ini rombongan para peziarah, jangan bicara tentang kemewahan atau kenyamanan, tetapi berceritalah tentang kepala dan tapak kaki kita yang sama rendah saat bersujud dihadapan-Nya.

Jam 01.00 kami baru melindas jalanan Jogja setelah makan di Jombang jam 20.00 dan jam 23.30 Sholat di Masjid Agung Ngawi serta mendengar kabar gempa yang kembali mengaduk bumi Mataram. Kejadian lindu ini juga membuat kami mencari dulur dari Pati yang tercecer dari travelnya.

Dan azan subuh belum juga terdengar ketika kami bersiap menggelar spanduk dan tikar. Seorang pria berpostur pendek gempal berkaos lusuh menghampiri kami setelah mengusir beberapa orang yang tidur disitu,

“ayo ngaleh-ngaleh ono dayoh iki lho, ngaleehh” (ayo pergi-pergi ada tamu ini lho, pergiii) pekiknya menutupi suara serangga malam.

“aku cah bagus mas, aku yo biso ngrewangi pasang iki lho mas”(saya anak ganteng mas, saya juga bisa bantu masang ini lho mas) lanjutnya mengenalkan diri. Terus terang saya agak geragapan menyikapi sambutan semesra ini.

Dari jawaban Si Bocah Bagus ini saya tahu bahwa (meminjam istilah Emha Ainun Najib) ini adalah salah satu jenis hamba yang dianugerahi tuhan, karena tidak akan ditimbang amal dan dosanya dihadapan Hakim Yang Maha Segalanya di oro-oro Masyhar nanti.

“Ayo rokok,” kata saya mencoba untuk “mengamankan” situasi dari bocah bagus ini. Diluar perkiraan tangan saya ditampiknya “ora mas, nggarai watuk wae kae” (tidak usah mas, itu hanya bikin batuk saja) jawabnya sambil menggaet spanduk ditangan saya. Ketika ditawari uang dia menjawab kalau dia sudah makan. Tidak ada upaya lagi selain membiarkan dia membantu kami. Kesimpulannya: dia butuh pekerjaan. Kesimpulan lainnya, mungkin dia anggap kalau saya adalah teman sejawatnya……

Dan jutaan bintik hitam belum juga pergi dari kami. Gunung pasir meremang putih di satu jarak. Lampu-lampu rumah penduduk takluk dalam kelam. Azan subuh mulai terdengar dan kemana perginya bocah bagus tadi?

Parang Kusumo, sebuah pantai dibarat Parangtritis ini menjadi arena peziarahan bagi pelaku spiritual. Parang Kusumo, tempat pertemuan Panembahan Senopati dengan Ratu Laut Kidul. Parang Kusumo, gua keheningan jiwa yang mulai dipaksa mengikuti logika pasar dan trend. Parang Kusumo, tempat ini menjadi titik bidik saudara-saudara kita yang sekarang menjadi jaksa bagi keyakinan setiap individu yang tidak sesuai dengan mereka.

EEHH DAYOHE TEKO, EEHH GELARNO KLOSO

Jam 07.00 sedulur dari 7 penjuru berkumpul di pendopo barat, tanpa tempat duduk, menghadap ke utara. Dua tikar tergelar di bawah spanduk. 4-5 orang berbincang-bincang dengan suara rendah, sebagian memejamkan mata mencoba menebus rasa kantuk semalam. Ki Wong Alus bercelana Jeans, berkaos oblong berbasa basi dengan beberapa peserta sepuh. Beliau belum tidur semalaman dan belum tentu sudah sarapan. Batu Karang Cepuri yang diselimuti bunga taburan terkurung dalam pagar separuh badan dengan gerbang menghadap laut.

Suara gedebuk buah siwalan jatuh menjadi selingan. Buah kegemaran dewa itu jatuh dari ketinggian, menetak sejawatnya yang jatuh duluan. Langit dan laut sama birunya ditentang bukit hijau berterasiring. Deretan rumah penduduk disebelah barat pendopo tampak ayem dalam kepasrahan hidup, berlainan dengan pantai sebelahnya yang bergelora dalam pasar plesiran.

Bukit pasir berkolom putih memantulkan cahaya. Menabur debu pasir pada tangga beton dalam panas sengangar. Tapi Parang Kusumo adalah keteduhan.

Rombongan Sunda Kelapa datang dari brang kulon, dentang jam 08.00. koordinasi panitia langsung digelar cepat di pendopo timur. Semua perlengkapan dibagi dengan petugasnya sekali. Ki Bayu, ketua Panitia itu berjalan cepat dan tampak belum istirahat dari perjalanan. Tapi tugas tidak bisa menunggu. Maka berbarislah para panitia ke pendopo barat untuk berkenalan dengan peserta yang sudah lama menunggu. Acara dilanjutkan untuk pembukaan dan sambutan. Sementara panitia berjalan ke posnya masing-masing.

Bersama dengan Pak Sujono dan Ki Agung Kediri, saya berada di pos pendaftaran. Alat yang diperlukan tergelar tanpa meja tanpa kursi, bersila menunggu datangnya peserta yang mendaftar. Benar saja setengah jam kemudian peserta berduyun-duyun kearah kami. Baiklah, cek titik kota keberangkatannya, nomor urutnya dan kasih poin, tugas selesai. Tidak perlulah saya ceritakan tentang pendaftaran itu.

11.30 jumlah peserta sudah mencapai 96 orang. Parang kusumo mendadak sepi karena para peserta menuju pos donor darah. Seorang sedulur mengantar peserta yang terlambat datang, seorang gadis dari Jakarta. Setelah mendaftar kami antar peserta tersebut ke pos donor darah. Saya, pak Sujono dan si gadis melewati jalan paving sepanjang pantai yang menyengat. Mengandalkan tanda penunjuk jalan yang telah dipasang. Beberapa kendaraan melewati kami diselingi cericit riang bocah pantai dan teriakan ibu warung yang mejajakan minuman. Pohon tumbuh jarang-jarang dalam jarak tertentu. Anak-anak muda dengan baju warna warni nongkrong diatas motornya. Beberapa mobil terparkir di pantai, sebagian piknik keluarga, sebagian konsolidasi asmara dan sebagian membakar dupa.

Matahari bermurah hati. Laut bermurah hati. Angin bermurah hati.

Sampai di lokasi donor darah tersiar kabar sebagian besar peserta drop tidak bisa disetujui untuk donor darah karena banyak sebab. Kekecewaan mengambang di wajah peserta gagal. Adzan Dhuhur terdengar.

Karena tidak ada lagi yang saya bisa bantu disana, berjalanlah saya bersama Mbah Duro dan keponakannya setelah saya temukan mereka dalam sebuah warung bakso. Kami menuju Cepuri setelah meninggalkan Pak Jono sebagai pembeli pengganti Mbah Duro.

Cepuri Pendopo barat masih sepi. Hanya tas para peserta yang bergeletakan disana-sini. Sementara di pendopo timur Ki Wong Alus dan beberapa sesepuh bercengkerama gayeng. Sumbangan berdatangan dari air minum mineral sampai kue tart.

Dua peziarah selain kami, bapak tua berpakaian hitam-hitam dan temannya tampak tidak terganggu dengan acara ini. Berbincang diselingi kopi dan rokok tembakau klembak menyan-nya. Dari kokok petok ayam yang berseliweran dan gesekan daun pohon siwalan dapat diketahui bahwa ini bukan acara yang formal dan kaku. Lihatlah, bagaimana tenangnya ibu penjual kacang atau peminta sedekah di gerbang Parang Kusumo. Lihat juga ketika pemilik puluhan ayam itu memanggil ternaknya dengan menepuk rantang lurik bekas.

Musholah dipenuhi peserta yang setelah sholat beristirahat di terasnya. Bapak penunggu toilet menghitung income dari peti Aladdin miliknya, sebuah kotak putih dari kayu. Satu persatu panitia memasuki Cepuri dari arah pantai. Jam menunjuk 14.00.

Saat sore hari semua berkumpul di pantai. Lingkaran para peserta yang mengikuti proses penggemblengan di dekat garis laut. Ki Bayu di tengah lingkaran memberi aba-aba, kain belakang udeng iketnya berkibaran ditiup angin. Baju beberapa peserta dikotori pasir basah dengan latar belakang ombak laut yang menggaris putih dan tidak simetris mencoba merayap ke darat. Nun di pojok sana Mbah Duro bersila dan Ki Jono berdiri menatap samudera Sang Ratu. Rinai mulai turun. Hujan bertambah deras. Matahari bersiap meninggalkan cepuri.

BERSAMBUNG….

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

ALBUM MILAD KELIMA KWA APRIL 2014 DI PANTAI PARANGKUSUMO (BAGIAN 1)


panitiamilad2milad8panitia3panitia4 milad7milad3miklad5milad9@Bersambung…

NOTE: Bila sedulur-sedulur memiliki dokumentasi acara milad KWA yang sangat semarak dan beragam, monggo kirimkan ke email kami kiwongalus2013@gmail.com. Terima kasih.

Categories: APRIL 2014 | 61 Komentar

SIAP-SIAP DULUR…. YUK HADIR DI MILAD KWA KELIMA MINGGU INI…..


MILAD KAMPUS WONG ALUS (KWA) KE-5
(Acara Silaturahmi Nasional, Bakti Sosial, Wisata Alam Gaib, Doorprize, Ijasahan Ilmu-ilmu Gaib)

wisatalalamgaib2

Assalamu alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Dengan Hormat,

Kampus Wong Alus (KWA) sebagai blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 44,952,514  (data per tgl 12 April 2014 pukul 12.00 WIB) dengan jumlah kunjungan 40.000 – 50.000 orang perhari. Dengan jumlah kunjungan itu sudah bisa dipastikan KWA memiliki banyak pembaca setia blog. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA ke-5. Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada :

Hari / Tanggal : Sabtu – Minggu, 19 – 20 April 2014

Waktu : Pukul 07:00 – 17:00 WIB (Bakti Sosial)
Pukul 21:00 – 03:00 WIB (Pengijasahan 49 Keilmuan)

Tempat : Cepuri Pantai Parang Kusumo
Yogyakarta, Jawa Tengah

peta-parangkusumo1

Bakti Sosial ini meliputi kegiatan :
1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
2. Pendaftaran anggota KWA
3. Donor Darah
4. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
6. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
7. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan (ada 49 macam keilmuan yg meliputi : terapi, pengobatan, pengaktifan, kerejekian, proteksi, kesaktian)
8. Wisata Alam Gaib
9. Pengundian Door Prize
10. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA
11. Kunjungan dan sumbangan ke Yayasan Yatim & Piatu

kwa 4

Doorprize :
a) 5 pusaka (keris) tua
b) 17 pasang Buluh Perindu
c) 2 batu alami dr hasil riadhoh di alam : Kecubung Teh dan Kecubung Wulung
d) 1 Golok Ciomas, Banten
e) 1 Keris tua
f) 7 Akik pilihan
g) 7 Tasbih Wali Kukun
h) 5 VCD Modul Getaran dan Isobionik
i) 2 Kujang tua

————————————————————-

GRATIS DAN TIDAK DIPUNGUT BIAYA

YUK HADIR DULUR… KITA BERTEMU UNTUK SALING BERTEGUR SAPA, MENAMBAH SAUDARA, MENAMBAH ILMU, MENAMBAH IMAN KITA DI GELOMBANG RASA BATIN YANG SAMA. RAHAYU.. RAHAYU.. RAYAHU… WASSALAMUALAIKUM WR. WB.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 73 Komentar

RUQYAH


wongalus

Berikut ini adalah salah satu dari sekian banyak cara meruqyah/ membersihkan tubuh/badan seseorang yang kemasukan mahluk halus. Gejala-gejala kemasukan makhluk halus cukup banyak, misalnya terjadi perubahan drastis terhadap kesehatan dan dokter sudah “menyerah” karena dokter tidak sanggup melakukan diagnose. Keanehan-keanehan lainnya yang cukup banyak.

Nah, sebagai seorang ahli mistik, biasanya digunakan ilmu terawangan untuk mendeteksinya. Ilmu terawangan itu seperti keker/teleskop yang digunakan seorang tentara untuk melihat musuh sebelum terjun ke medan perang.

Setelah kita mendeteksi tubuh seseorang itu ada jin yang mengganggu maka ruqyah kita mulai dengan membacakan ayat-ayat “PENYIKSA”/ AZAB/ ANCAMAN. Baca salah satu atau beberapa ayat

AL-ANFAL ( SURAH 8 : AYAT 9-14 )

إِذْتَسْتَغِيثُونَرَبَّكُمْفَاسْتَجَابَلَكُمْأَنِّيمُمِدُّكُمبِأَلْفٍمِّنَالْمَلآئِكَةِمُرْدِفِينَ (9) وَمَاجَعَلَهُاللّهُإِلاَّبُشْرَىوَلِتَطْمَئِنَّبِهِقُلُوبُكُمْوَمَاالنَّصْرُإِلاَّمِنْعِندِاللّهِإِنَّاللّهَعَزِيزٌحَكِيمٌ (10)

إِذْيُغَشِّيكُمُالنُّعَاسَأَمَنَةًمِّنْهُوَيُنَزِّلُعَلَيْكُممِّنالسَّمَاءمَاءلِّيُطَهِّرَكُمبِهِوَيُذْهِبَعَنكُمْرِجْزَالشَّيْطَانِوَلِيَرْبِطَعَلَىقُلُوبِكُمْوَيُثَبِّتَبِهِالأَقْدَامَ (11) إِذْيُوحِيرَبُّكَإِلَىالْمَلآئِكَةِأَنِّيمَعَكُمْفَثَبِّتُواْالَّذِينَآمَنُواْسَأُلْقِيفِيقُلُوبِالَّذِينَكَفَرُواْالرَّعْبَفَاضْرِبُواْفَوْقَالأَعْنَاقِوَاضْرِبُواْمِنْهُمْكُلَّبَنَانٍ (12)ذَلِكَبِأَنَّهُمْشَآقُّواْاللّهَوَرَسُولَهُوَمَنيُشَاقِقِاللّهَوَرَسُولَهُفَإِنَّاللّهَشَدِيدُالْعِقَابِ (13) ذَلِكُمْفَذُوقُوهُوَأَنَّلِلْكَافِرِينَعَذَابَالنَّارِ (14)

[9] (Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan kamu, lalu Dia perkenankan permohonan kamu (dengan firmanNya): Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu (bala tentera) dari malaikat yang datang berturut-turut. [10] Dan Allah tidak menjadikan (bantuan malaikat) itu melainkan sebagai berita gembira dan supaya hati kamu tenang tenteram dengannya dan kemenangan itu pula hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.[11] (Ingatlah) ketika kamu diliputi perasaan mengantuk sebagai satu (pemberian) aman dari Allah (untuk menghapuskan kecemasan kamu) dan (ingatlah ketika) Dia menurunkan kepada kamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengannya dan menghapuskan dari kamu gangguan Syaitan dan juga untuk menguatkan hati kamu dan menetapkan dengannya tapak pendirian (kamu di medan perjuangan). [12] (Ingatlah) ketika Tuhanmu wahyukan kepada malaikat: Sesungguhnya Aku menyertai kamu (memberi pertolongan), maka tetapkanlah (hati) orang-orang yang beriman. Aku akan mengisi hati orang-orang yang kafir dengan perasaan gerun; oleh itu, pancunglah leher mereka (musuh) dan potonglah tiap-tiap anggota mereka. [13] (Perintah) yang demikian ialah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan RasulNya dan siapa yang menentang Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Allah Maha berat azab siksaNya. [14] Itulah (azab dunia) maka rasalah dia (hai orang-orang kafir). Sesungguhnya orang-orang yang kafir disediakan baginya azab Neraka (di akhirat).

AL-HIJR ( SURAH 15 : AYAT 16-18 )

وَلَقَدْجَعَلْنَافِيالسَّمَاءبُرُوجًاوَزَيَّنَّاهَالِلنَّاظِرِينَ (16) وَحَفِظْنَاهَامِنكُلِّشَيْطَانٍرَّجِيمٍ (17) إِلاَّمَنِاسْتَرَقَالسَّمْعَفَأَتْبَعَهُشِهَابٌمُّبِينٌ (18)

[16] Dan demi sesungguhnya! Kami telah menjadikan di langit: Bintang-bintang (yang berbagai bentuk dan keadaan) serta Kami hiasi langit itu bagi orang-orang yang melihatnya. [17] Dan Kami pelihara (urusan) langit itu dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang kena rejam.[18] Kecuali Syaitan yang curi mendengar percakapan (malaikat di langit), maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menyala, yang nyata kelihatan.

AL-ISRA’ ( SURAH 17 : AYAT 110-111 )

قُلِادْعُواْاللّهَأَوِادْعُواْالرَّحْمَـنَأَيًّامَّاتَدْعُواْفَلَهُالأَسْمَاءالْحُسْنَىوَلاَتَجْهَرْبِصَلاَتِكَوَلاَتُخَافِتْبِهَاوَابْتَغِبَيْنَذَلِكَسَبِيلاً (110) وَقُلِالْحَمْدُلِلّهِالَّذِيلَمْيَتَّخِذْوَلَدًاوَلَميَكُنلَّهُشَرِيكٌفِيالْمُلْكِوَلَمْيَكُنلَّهُوَلِيٌّمِّنَالذُّلَّوَكَبِّرْهُتَكْبِيرًا (111)

[110] Katakanlah (wahai Muhammad): Serulah nama “Allah” atau nama “Ar-Rahman”, yang mana saja kamu serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka); karena Allah mempunyai banyak nama-nama yang baik serta mulia dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah saja satu cara yang sederhana antara itu. [111] Dan katakanlah: Segala puji tertentu bagi Allah yang tiada mempunyai anak, dan tiada bagiNya sekutu dalam urusan kerajaanNya dan tiada bagiNya penolong disebabkan sesuatu kelemahanNya dan hendaklah engkau membesarkan serta memuliakanNya dengan bersungguh-sungguh!

AL-ANBIYA’ ( SURAH 21 : AYAT 70 )
وَأَرَادُوابِهِكَيْدًافَجَعَلْنَاهُمُالْأَخْسَرِينَ
[70] Dan mereka (dengan perbuatan membakarnya itu) hendak melakukan angkara yang menyakitinya, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang amat rugi, (kalah dengan hinanya).

AS-SAFFAT ( SURAH 37 : AYAT 1-10 )

وَالصَّافَّاتِصَفًّا (1) فَالزَّاجِرَاتِزَجْرًا (2) فَالتَّالِيَاتِذِكْرًا (3) إِنَّإِلَهَكُمْلَوَاحِدٌ (4) رَبُّالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِوَمَابَيْنَهُمَاوَرَبُّالْمَشَارِقِ (5) إِنَّازَيَّنَّاالسَّمَاءالدُّنْيَابِزِينَةٍالْكَوَاكِبِ (6) وَحِفْظًامِّنكُلِّشَيْطَانٍمَّارِدٍ (7) لَايَسَّمَّعُونَإِلَىالْمَلَإِالْأَعْلَىوَيُقْذَفُونَمِنكُلِّجَانِبٍ (8) دُحُورًاوَلَهُمْعَذَابٌوَاصِبٌ (9) إِلَّامَنْخَطِفَالْخَطْفَةَفَأَتْبَعَهُشِهَابٌثَاقِبٌ (10)

Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani [1] Demi (hamba-hambaKu) yang berbaris dengan berderet-deret.[2] (Hamba-hambaKu) yang melarang (dari kejahatan) dengan sesungguh-sungguhnya.[3] (Hamba-hambaKu) yang membaca kandungan Kitab Suci.[4] (Sumpah demi sumpah) sesungguhnya Tuhan kamu hanyalah Satu.[5] Tuhan (yang mencipta serta mentadbirkan) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dan Tuhan (yang mengatur) tempat-tempat terbit matahari.[6] Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan hiasan bintang-bintang.[7] Dan (Kami pelihara urusan langit itu) dengan serapi-rapi kawalan dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang derhaka.[8] (Dengan itu) mereka tidak dapat memasang telinga mendengar (percakapan malaikat) penduduk langit dan mereka pula dirajam (dengan api) dari segala arah dan penjuru.[9] Untuk mengusir mereka dan mereka pula beroleh azab siksa yang tidak putus-putus.[10] Kecuali siapa di antara syaitan-syaitan itu yang curi mendengar percakapan (malaikat), maka dia diburu dan diikuti dengan panah api yang menjulang lagi menembus

AD-DUKHAN ( SURAH 44 : AYAT 43-50 )

إِنَّشَجَرَةَالزَّقُّومِ (43) طَعَامُالْأَثِيمِ (44) كَالْمُهْلِيَغْلِيفِيالْبُطُونِ (45) كَغَلْيِالْحَمِيمِ (46) خُذُوهُفَاعْتِلُوهُإِلَىسَوَاءالْجَحِيمِ (47) ثُمَّصُبُّوافَوْقَرَأْسِهِمِنْعَذَابِالْحَمِيمِ (48) ذُقْإِنَّكَأَنتَالْعَزِيزُالْكَرِيمُ(49)إِنَّهَذَامَاكُنتُمبِهِتَمْتَرُونَ (50)

[43] (Ingatlah), sesungguhnya pokok Zaqqum; [44] (Buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa (dalam Neraka). [45] (Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut;[46] Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya.[47] (Lalu diperintahkan kepada malaikat penjaga Neraka): Renggutlah orang yang berdosa itu dan seretlah dia ke tengah-tengah Neraka. [48] Kemudian curahkanlah di atas kepalanya (azab siksa) dari air panas yang menggelegak.[49] (Serta dikatakan kepadanya secara mengejek): Rasalah azab siksa, sebenarnya engkau adalah orang yang berpengaruh dan terhormat (dalam kalangan masyarakatmu) [50] (Kemudian dikatakan kepada ahli Neraka umumnya): Sesungguhnya inilah dia (azab siksa) yang kamu dahulu ragu-ragu terhadapnya!
AL-JATHIYA ( SURAH 45 : AYAT 7-11 )

وَيْلٌلِّكُلِّأَفَّاكٍأَثِيمٍ (7) يَسْمَعُآيَاتِاللَّهِتُتْلَىعَلَيْهِثُمَّيُصِرُّمُسْتَكْبِرًاكَأَنلَّمْيَسْمَعْهَافَبَشِّرْهُبِعَذَابٍأَلِيمٍ (8) وَإِذَاعَلِمَمِنْآيَاتِنَاشَيْئًااتَّخَذَهَاهُزُوًاأُوْلَئِكَلَهُمْعَذَابٌمُّهِينٌ (9) مِنوَرَائِهِمْجَهَنَّمُوَلَايُغْنِيعَنْهُممَّاكَسَبُواشَيْئًاوَلَامَااتَّخَذُوامِندُونِاللَّهِأَوْلِيَاءوَلَهُمْعَذَابٌعَظِيمٌ (10) هَذَاهُدًىوَالَّذِينَكَفَرُوابِآيَاتِرَبِّهِمْلَهُمْعَذَابٌمَّنرِّجْزٍأَلِيمٌ (11)

[7] Kecelakaanlah bagi tiap-tiap pendusta yang berdosa; [8] Yang mendengar ayat-ayat penerangan Allah sentiasa dibacakan kepadanya, kemudian dia terus berlagak sombong (enggan menerimanya), seolah-olah dia tidak mendengarnya; oleh itu gembirakanlah dia dengan azab siksa yang tidak terperi sakitnya. [9] Dan apabila sampai ke pengetahuannya sesuatu dari ayat-ayat penerangan Kami, dia menjadikannya ejek-ejekan; mereka yang demikian keadaannya, akan beroleh azab yang menghina. [10] Di hadapan mereka (di akhirat kelak) ada Neraka Jahanam (yang disediakan untuk mereka) dan apa jua yang mereka usahakan, tidak dapat menyelamatkan mereka sedikit pun; demikian juga yang mereka sembah atau puja selain Allah, tidak dapat memberikan sebarang perlindungan dan (kesudahannya) mereka akan beroleh azab siksa yang besar. [11] Al-Quran ini ialah hidayat petunjuk yang cukup lengkap dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat penerangan Tuhannya, mereka akan beroleh azab dari jenis azab siksa yang tidak terperi sakitnya.

AL-AHQAF ( SURAH 46 : AYAT 29-34 )

وَإِذْصَرَفْنَاإِلَيْكَنَفَرًامِّنَالْجِنِّيَسْتَمِعُونَالْقُرْآنَفَلَمَّاحَضَرُوهُقَالُواأَنصِتُوافَلَمَّاقُضِيَوَلَّوْاإِلَىقَوْمِهِممُّنذِرِينَ (29) قَالُوايَاقَوْمَنَاإِنَّاسَمِعْنَاكِتَابًاأُنزِلَمِنبَعْدِمُوسَىمُصَدِّقًالِّمَابَيْنَيَدَيْهِيَهْدِيإِلَىالْحَقِّوَإِلَىطَرِيقٍمُّسْتَقِيمٍ(30)يَاقَوْمَنَاأَجِيبُوادَاعِيَاللَّهِوَآمِنُوابِهِيَغْفِرْلَكُممِّنذُنُوبِكُمْوَيُجِرْكُممِّنْعَذَابٍأَلِيمٍ (31) وَمَنلَّايُجِبْدَاعِيَاللَّهِفَلَيْسَبِمُعْجِزٍفِيالْأَرْضِوَلَيْسَلَهُمِندُونِهِأَولِيَاءأُوْلَئِكَفِيضَلَالٍمُّبِينٍ (32) أَوَلَمْيَرَوْاأَنَّاللَّهَالَّذِيخَلَقَالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَوَلَمْيَعْيَبِخَلْقِهِنَّبِقَادِرٍعَلَىأَنْيُحْيِيَالْمَوْتَىبَلَىإِنَّهُعَلَىكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ (33) وَيَوْمَيُعْرَضُالَّذِينَكَفَرُواعَلَىالنَّارِأَلَيْسَهَذَابِالْحَقِّقَالُوابَلَىوَرَبِّنَاقَالَفَذُوقُواالْعَذَابَبِمَاكُنتُمْتَكْفُرُونَ (34

[29] Dan (ingatkanlah peristiwa) semasa Kami menghalakan satu rombongan jin datang kepadamu (wahai Muhammad) untuk mendengar Al-Quran; setelah mereka menghadiri bacaannya, berkatalah (setengahnya kepada yang lain): Diamlah kamu dengan sebulat-bulat ingatan untuk mendengarnya!Kemudian setelah selesai bacaan itu, kembalilah mereka kepada kaumnya (menyiarkan ajaran Al-Quran itu dengan) memberi peringatan dan amaran. [30] Mereka berkata: Wahai kaum kami! Sesungguhnya kami telah mendengar Kitab (Al-Quran) yang diturunkan (oleh Allah) sesudah Nabi Musa, yang menegaskan kebenaran Kitab-kitab Suci yang terdahulu daripadanya, lagi memandu kepada kebenaran (tauhid) dan ke jalan yang lurus (agama Islam) [31] Wahai kaum kami!Sahutlah (seruan) Rasul (Nabi Muhammad) yang mengajak ke jalan Allah, serta berimanlah kamu kepadanya, supaya Allah mengampunkan sebahagian dari dosa-dosa kamu dan menyelamatkan kamu dari azab siksa yang tidak terperi sakitnya. [32] Dan siapa tidak menyahut (seruan) Rasul yang mengajaknya ke jalan Allah, maka dia tidak akan dapat melepaskan diri (dari balasan azab walau ke mana saja dia melarikan diri) di bumi dan dia tidak akan beroleh siapapun yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung yang membelanya; mereka (yang demikian sifatnya) adalah dalam kesesatan yang nyata. [33] Masihkah mereka ingkar dan tidak mahu memikir serta mengetahui bahawa sesungguhnya Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tidak mengalami kesukaran dalam menciptakannya berkuasa menghidupkan makhluk-makhluk yang telah mati? Sudah tentu berkuasa!Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. [34] Dan (ingatlah) hari orang-orang yang kafir didedahkan kepada Neraka, (lalu dikatakan kepada mereka): Bukankah (azab) Neraka ini benar? Mereka menjawab: Ya, benar, demi Tuhan kami! (Setelah itu) dikatakan lagi (kepada mereka): Maka sekarang rasalah azab siksa dengan sebab kamu kufur ingkar di dunia dahulu.

AR-RAHMAN ( SURAH 55 : AYAT 32-44 )

فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (32) يَامَعْشَرَالْجِنِّوَالْإِنسِإِنِاسْتَطَعْتُمْأَنتَنفُذُوامِنْأَقْطَارِالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِفَانفُذُوالَاتَنفُذُونَإِلَّابِسُلْطَانٍ (33) فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (34)يُرْسَلُعَلَيْكُمَاشُوَاظٌمِّننَّارٍوَنُحَاسٌفَلَاتَنتَصِرَانِ (35) فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (36) فَإِذَاانشَقَّتِالسَّمَاءفَكَانَتْوَرْدَةًكَالدِّهَانِ (37) فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (38) فَيَوْمَئِذٍلَّايُسْأَلُعَنذَنبِهِإِنسٌوَلَاجَانٌّ (39) فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (40) يُعْرَفُالْمُجْرِمُونَبِسِيمَاهُمْفَيُؤْخَذُبِالنَّوَاصِيوَالْأَقْدَامِ(41)فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (42) هَذِهِجَهَنَّمُالَّتِييُكَذِّبُبِهَاالْمُجْرِمُونَ (43) يَطُوفُونَبَيْنَهَاوَبَيْنَحَمِيمٍآنٍ (44)

[32] Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? [33] Wahai sekalian jin dan manusia!Kalau kamu dapat menembus keluar dari kawasan-kawasan langit dan bumi (untuk melarikan diri dari kekuasaan dan balasan Kami), maka cubalah kamu menembus keluar. Kamu tidak akan menembus keluar melainkan dengan satu kekuasaan (yang mengatasi kekuasaan Kami; masakan dapat)! [34] Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? [35] Kamu (wahai golongan yang kufur ingkar dari kalangan jin dan manusia) akan ditimpakan dengan api yang menjulang-julang dan leburan tembaga cair (yang membakar); dengan yang demikian, kamu tidak akan dapat mempertahankan diri (dari azab siksa itu). [36] Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? [37] Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah-belah lalu menjadilah ia merah mawar, berkilat seperti minyak. [39] Pada masa itu tiada siapapun, samada manusia atau jin yang akan ditanya tentang dosanya (karena masing-masing dapat dikenal menurut keadaannya). [40] Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? [41] Orang-orang yang berdosa dapat dikenal dari tanda-tandanya, lalu dipegang dari atas kepala dan kakinya (serta diseret ke Neraka). [42] Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? [43] (Lalu dikatakan kepada mereka): Inilah Neraka Jahanam yang selalu orang-orang yang berdosa mendustakannya. [44] Mereka (terus disiksa) berulang-ulang di antara api Neraka dengan air yang menggelegak yang cukup masak panasnya!

AL-HAQQAH ( SURAH 69 : AYAT 25-37 )

وَأَمَّامَنْأُوتِيَكِتَابَهُبِشِمَالِهِفَيَقُولُيَالَيْتَنِيلَمْأُوتَكِتَابِيهْ (25) وَلَمْأَدْرِمَاحِسَابِيهْ (26) يَالَيْتَهَاكَانَتِالْقَاضِيَةَ (27) مَاأَغْنَىعَنِّيمَالِيهْ (28) هَلَكَعَنِّيسُلْطَانِيهْ (29)خُذُوهُفَغُلُّوهُ (30) ثُمَّالْجَحِيمَصَلُّوهُ (31) ثُمَّفِيسِلْسِلَةٍذَرْعُهَاسَبْعُونَذِرَاعًافَاسْلُكُوهُ (32) إِنَّهُكَانَلَايُؤْمِنُبِاللَّهِالْعَظِيمِ (33) وَلَايَحُضُّعَلَىطَعَامِالْمِسْكِينِ (34) فَلَيْسَلَهُالْيَوْمَهَاهُنَاحَمِيمٌ (35) وَلَاطَعَامٌإِلَّامِنْغِسْلِينٍ (36) لَايَأْكُلُهُإِلَّاالْخَاطِؤُونَ (37)

[25] Adapun orang yang diberikan menerima Kitab amalnya dengan tangan kirinya, maka dia akan berkata (dengan sesalnya): Alangkah baiknya kalau aku tidak diberikan Kitab amalku. [26] Dan aku tidak dapat mengetahui hitungan amalku. [27] Alangkah baiknya kalau kematianku di dunia dahulu, menjadi kematian pemutus (yang menamatkan kesudahanku, tidak dibangkitkan lagi).[28] Harta kekayaanku tidak dapat menolongku sedikitpun. [29] Kuat kuasaku (dan hujah-hujahku membela diri), telah binasa dan hilang lenyap dariku. [30] (Lalu diperintahkan malaikat penjaga Neraka): Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia. [31] Kemudian bakarlah dia di dalam Neraka Jahiim. [32] Selain dari itu, masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, (dengan membelitkannya ke badannya)! [33] Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. [34] Dan dia juga tidak menggalakkan (dirinya dan orang lain) memberi makanan (yang berhak diterima oleh) orang miskin. [35] Maka pada hari ini, tidak ada baginya di sini (seorangpun dari) kaum kerabat serta sahabat handai (yang dapat menolongnya). [36] Dan tidak ada makanan (baginya) melainkan dari air danur. [37] Yang tidak memakannya melainkan orang-orang yang melakukan perkara yang salah.

AL-BURUJ ( SURAH 85 : AYAT 1-22 )
وَالسَّمَاءذَاتِالْبُرُوجِ (1) وَالْيَوْمِالْمَوْعُودِ (2) وَشَاهِدٍوَمَشْهُودٍ (3) قُتِلَأَصْحَابُالْأُخْدُودِ (4) النَّارِذَاتِالْوَقُودِ (5) إِذْهُمْعَلَيْهَاقُعُودٌ (6) وَهُمْعَلَىمَايَفْعَلُونَبِالْمُؤْمِنِينَشُهُودٌ (7) وَمَانَقَمُوامِنْهُمْإِلَّاأَنيُؤْمِنُوابِاللَّهِالْعَزِيزِالْحَمِيدِ (8) الَّذِيلَهُمُلْكُالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِوَاللَّهُعَلَىكُلِّشَيْءٍشَهِيدٌ (9)إِنَّالَّذِينَفَتَنُواالْمُؤْمِنِينَوَالْمُؤْمِنَاتِثُمَّلَمْيَتُوبُوافَلَهُمْعَذَابُجَهَنَّمَوَلَهُمْعَذَابُالْحَرِيقِ (10) إِنَّالَّذِينَآمَنُواوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِلَهُمْجَنَّاتٌتَجْرِيمِنتَحْتِهَاالْأَنْهَارُذَلِكَالْفَوْزُالْكَبِيرُ (11) إِنَّبَطْشَرَبِّكَلَشَدِيدٌ (12) إِنَّهُهُوَيُبْدِئُوَيُعِيدُ (13) وَهُوَالْغَفُورُالْوَدُودُ (14) ذُوالْعَرْشِالْمَجِيدُ (15) فَعَّالٌلِّمَايُرِيدُ (16) هَلْأَتَاكَحَدِيثُالْجُنُودِ (17) فِرْعَوْنَوَثَمُودَ (18) بَلِالَّذِينَكَفَرُوافِيتَكْذِيبٍ (19) وَاللَّهُمِنوَرَائِهِممُّحِيطٌ (20) بَلْهُوَقُرْآنٌمَّجِيدٌ (21) فِيلَوْحٍمَّحْفُوظٍ (22)
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
[1] Demi langit yang mempunyai tempat-tempat peredaran bintang-bintang; [2] Dan hari (pembalasan) yang dijanjikan; [3] Dan makhluk-makhluk yang hadir menyaksikan hari itu, serta segala keadaan yang disaksikan; [4] Celakalah kaum yang menggali parit, [5] (Parit) api yang penuh dengan bahan bakaran, [6] (Mereka dilaknat) ketika mereka duduk di kelilingnya, [7] Sambil mereka melihat apa yang mereka lakukan kepada orang-orang yang beriman. [8] Dan mereka tidak marah dan menyeksakan orang-orang yang beriman itu melainkan karena orang-orang itu beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Terpuji! [9] Tuhan yang menguasai segala alam langit dan bumi dan (ingatlah), Allah sentiasa menyaksikan tiap-tiap sesuatu. [10] Sesungguhnya orang-orang yang menimpakan bencana untuk memesongkan orang-orang lelaki yang beriman dan orang-orang perempuan yang beriman, kemudian mereka tidak bertaubat, maka mereka akan beroleh azab Neraka Jahanam (karena perbuatan buruk itu) dan mereka akan beroleh lagi azab api yang kuat membakar (karena mereka tidak bertaubat). [11] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka akan beroleh Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; yang demikian itu ialah kemenangan yang besar. [12] Sesungguhnya azab Tuhanmu (terhadap orang-orang yang kufur ingkar) amatlah berat.[13]Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (sekalian makhluk) pada mulanya dan yang mengembalikannya (hidup semula sesudah mati). [14] Dan Dialah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. [15] Tuhan yang mempunyai Arasy yang tinggi kemuliaannya, [16] Yang berkuasa melakukan segala yang dikehendakinya. [17] Sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal (kebinasaan yang telah menimpa) kaum-kaum yang menentang (Rasul-rasul yang diutuskan kepada mereka)? [18] (Mereka itu ialah kaum) Firaun dan Thamud (kaum Nabi Soleh). [19] (Kaummu wahai Muhammad, bukan saja menolak ajaranmu), bahkan orang-orang yang kafir itu terus tenggelam dalam keadaan mendustakan kebenaran; [20] Sedang Allah, dari belakang mereka, melingkungi mereka (dengan kekuasaanNya)! [21] (Sebenarnya apa yang engkau sampaikan kepada mereka bukanlah syair atau sihir), bahkan ialah Al-Quran yang tertinggi kemuliaannya; [22] (Lagi yang terpelihara dengan sebaik-baiknya) pada Luh Mahfuz.

AL-A’LA ( SURAH 87 : AYAT 1-19 )
سَبِّحِاسْمَرَبِّكَالْأَعْلَى (1) الَّذِيخَلَقَفَسَوَّى (2) وَالَّذِيقَدَّرَفَهَدَى (3) وَالَّذِيأَخْرَجَالْمَرْعَى (4)فَجَعَلَهُغُثَاءأَحْوَى (5) سَنُقْرِؤُكَفَلَاتَنسَى (6) إِلَّامَاشَاءاللَّهُإِنَّهُيَعْلَمُالْجَهْرَوَمَايَخْفَى (7) وَنُيَسِّرُكَلِلْيُسْرَى (8) فَذَكِّرْإِننَّفَعَتِالذِّكْرَى (9) سَيَذَّكَّرُمَنيَخْشَى (10) وَيَتَجَنَّبُهَاالْأَشْقَى (11) الَّذِييَصْلَىالنَّارَالْكُبْرَى (12) ثُمَّلَايَمُوتُفِيهَاوَلَايَحْيَى (13) قَدْأَفْلَحَمَنتَزَكَّى (14) وَذَكَرَاسْمَرَبِّهِفَصَلَّى (15) بَلْتُؤْثِرُونَالْحَيَاةَالدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُخَيْرٌوَأَبْقَى (17) إِنَّهَذَالَفِيالصُّحُفِالْأُولَى (18) صُحُفِإِبْرَاهِيمَوَمُوسَى (19

AL-BAQARAH ( SURAH 2 : AYAT 206 )
وَإِذَاقِيلَلَهُاتَّقِاللّهَأَخَذَتْهُالْعِزَّةُبِالإِثْمِفَحَسْبُهُجَهَنَّمُوَلَبِئْسَالْمِهَادُ
[206] Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah engkau kepada Allah”, timbullah kesombongannya dengan (meneruskan) dosa (yang dilakukannya itu). Oleh itu padanlah dia (menerima balasan azab) Neraka Jahanam dan demi sesungguhnya, (Neraka Jahanam itu) adalah seburuk-buruk tempat tinggal.

AN-NISA’ ( SURAH 4 : AYAT 166-169 )

لَّـكِنِاللّهُيَشْهَدُبِمَاأَنزَلَإِلَيْكَأَنزَلَهُبِعِلْمِهِوَالْمَلآئِكَةُيَشْهَدُونَوَكَفَىبِاللّهِشَهِيدًا (166) إِنَّالَّذِينَكَفَرُواْوَصَدُّواْعَنسَبِيلِاللّهِقَدْضَلُّواْضَلاَلاًبَعِيدًا (167) إِنَّالَّذِينَكَفَرُواْوَظَلَمُواْلَمْيَكُنِاللّهُلِيَغْفِرَلَهُمْوَلاَلِيَهْدِيَهُمْطَرِيقاً (168) إِلاَّطَرِيقَجَهَنَّمَخَالِدِينَفِيهَاأَبَدًاوَكَانَذَلِكَعَلَىاللّهِيَسِيرًا (169)

[166] (Orang-orang kafir itu tidak mahu mengakui apa yang telah diturunkan Allah kepadamu wahai Muhammad), tetapi Allah sentiasa menjadi saksi akan kebenaran Al-Quran yang telah diturunkanNya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmuNya dan malaikat juga turut menjadi saksi dan cukuplah Allah menjadi saksi (akan kebenaran Al-Quran ini). [167] Sesungguhnya orang-orang yang kafir serta menghalang orang-orang lain dari jalan Allah (agama Islam), sebenarnya mereka telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh. [168] Sesungguhnya orang-orang yang kafir serta berlaku zalim, Allah tidak sekali-kali akan mengampunkan mereka dan tidak akan menunjukkan jalan kepada mereka. [169] Selain dari jalan Neraka Jahanam, yang mereka akan kekal di dalamnya selama-lamanya; dan balasan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

AL-MAIDAH ( SURAH 5 : AYAT 33-37 )

إِنَّمَاجَزَاءالَّذِينَيُحَارِبُونَاللّهَوَرَسُولَهُوَيَسْعَوْنَفِيالأَرْضِفَسَادًاأَنيُقَتَّلُواْأَوْيُصَلَّبُواْأَوْتُقَطَّعَأَيْدِيهِمْوَأَرْجُلُهُممِّنْخِلافٍأَوْيُنفَوْاْمِنَالأَرْضِذَلِكَلَهُمْخِزْيٌفِيالدُّنْيَاوَلَهُمْفِيالآخِرَةِعَذَابٌعَظِيمٌ (33)إِلاَّالَّذِينَتَابُواْمِنقَبْلِأَنتَقْدِرُواْعَلَيْهِمْفَاعْلَمُواْأَنَّاللّهَغَفُورٌرَّحِيمٌ (34)

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُواْاتَّقُواْاللّهَوَابْتَغُواْإِلَيهِالْوَسِيلَةَوَجَاهِدُواْفِيسَبِيلِهِلَعَلَّكُمْتُفْلِحُونَ (35) إِنَّالَّذِينَكَفَرُواْلَوْأَنَّلَهُممَّافِيالأَرْضِجَمِيعًاوَمِثْلَهُمَعَهُلِيَفْتَدُواْبِهِمِنْعَذَابِيَوْمِالْقِيَامَةِمَاتُقُبِّلَمِنْهُمْوَلَهُمْعَذَابٌأَلِيمٌ (36) يُرِيدُونَأَنيَخْرُجُواْمِنَالنَّارِوَمَاهُمبِخَارِجِينَمِنْهَاوَلَهُمْعَذَابٌمُّقِيمٌ (37)

[33]Hanyasanya balasan orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya serta melakukan bencana kerosakan di muka bumi ialah dengan dibalas bunuh (kalau mereka membunuh saja dengan tidak merampas) atau dipalang (kalau mereka membunuh dan merampas), atau dipotong tangan dan kaki mereka berselang (kalau mereka merampas saja), atau dibuang negeri (kalau mereka hanya mengganggu ketenteraman umum).Hukuman yang demikian itu adalah suatu kehinaan di dunia bagi mereka dan di akhirat kelak mereka beroleh azab siksa yang amat besar. [34] Kecuali orang-orang yang bertaubat sebelum kamu dapat menangkapnya, (mereka terlepas dari hukuman itu).Maka ketahuilah, bahawasanya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. [35] Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang boleh menyampaikan kepadaNya (dengan mematuhi perintahNya dan meninggalkan laranganNya); dan berjuanglah pada jalan Allah (untuk menegakkan Islam) supaya kamu beroleh kejayaan. [36] Sesungguhnya orang-orang yang kafir, kalau (tiap-tiap seorang dari) mereka mempunyai segala yang ada di muka bumi atau sebanyak itu lagi bersamanya, untuk mereka menjadikannya penebus diri mereka dari azab siksa hari kiamat, nescaya tebusan itu tidak akan diterima dari mereka dan mereka akan beroleh azab siksa yang tidak terperi sakitnya. [37] Mereka sentiasa berharap hendak keluar dari api neraka itu, padahal mereka tidak sekali-kali akan dapat keluar daripadanya dan bagi mereka azab siksa yang tetap kekal.

SETELAH MEMBACA SATU ATAU BEBERAPA AYAT-AYAT YANG MERUPAKAN AZAB/SIKSAAN / ANCAMAN DI ATAS MAKA LAKUKAN PENGUSIRAN KEPADA JIN YANG MASUK KE TUBUH. BACALAH SATU AYAT ATAU BEBERAPA AYAT AYAT-AYAT PENGUSIR PAKSA/PEMUKUL. SESEORANG YANG MEMILIKI AMALAN WIRID-WIRID (ASMAK, HIZIB, DOA-DOA) TERTENTU JUGA SANGAT BAGUS DIGUNAKAN SEBAGAI MEDIA MERUQYAH. DENGAN MELAKUKAN WIRID RUTIN, AKAN MUNCUL CAHAYA (NUR) WIRID YANG KUAT DI DALAM DIRI KITA. JIN TAHU SESEORANG ITU KUAT IBADAHNYA, KUAT WIRIDNYA, KUAT RIYADHOHNYA DARI CAHAYA WIRID YANG ADA PADA DIRI SESEORANG.

PADA SAAT MEMBACA AYAT-AYAT PENGUSIR PAKSA/PEMUKUL INI BIASANYA TANGAN PERUQYAH MEMUKULKAN AYAT-ALAT YANG TIDAK BERBAHAYA/TIDAK MENYAKITI TUBUH FISIK PASIEN SEPERTI SAJADAH, SORBAN, SELENDANG, TASBIH, ROTAN, BANTAL, ATAU YANG LAIN-LAIN. SEBELUM MEMUKULKANNYA PUTARLAH ALAT-ALAT (SAJADAH, SORBAN, SELENDANG, TASBIH, ROTAN, BANTAL) SEPERTI PUTARAN BALING-BALING. SEBELUM MEMULAI PUKULAN DENGAN AYAT-AYAT PENGUSIR PAKSA/PEMUKUL, BACA SURAH AL-MUKMINUN:115-118 (AFAHASIBTUM) BERIKUT INI…

 أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116) وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (117) وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (118)

115. Maka apakah kamumengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? 116. Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. 117. Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannyahanya pada Tuhannya. Sungguh, orang-orang kafir itu tidak akan beruntung. 118. Dan katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik”

LANJUTKAN DENGAN MEMBACA SATU ATAU BEBERAPA AYAT PENGUSIR PAKSA/PEMUKUL:

AL-ANFAL: 17

فَلَمْتَقْتُلُوهُمْوَلَـكِنَّاللّهَقَتَلَهُمْوَمَارَمَيْتَإِذْرَمَيْتَوَلَـكِنَّاللّهَرَمَىوَلِيُبْلِيَالْمُؤْمِنِينَمِنْهُبَلاءحَسَناًإِنَّاللّهَسَمِيعٌعَلِيمٌ

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu’min dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

AL-`ADIYAAT:2

فَالْمُورِيَاتِقَدْحًا

dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya)
AL-INSYIQAQ:4

وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ

dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
AL-FIIL:4

تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

AS-SYUAARA: 130

وَإِذَابَطَشْتُمبَطَشْتُمْجَبَّارِينَ

Dan apabila kamu memukul atau menyiksa lakukanlah dengan kejam bengis

AL-FURQAN: 23

وَقَدِمْنَاإِلَىمَاعَمِلُوامِنْعَمَلٍفَجَعَلْنَاهُهَبَاءمَّنثُورًا

dan Kami tujukan perbicaraan kepada apa ang mereka telah kerjakan dari jenis amal (yang mereka pandang baik), lalu Kami jadikan dia terbuang sebagai debu yang berterbangan.

AL-ANFAL:12

إِذْيُوحِيرَبُّكَإِلَىالْمَلآئِكَةِأَنِّيمَعَكُمْفَثَبِّتُواْالَّذِينَآمَنُواْسَأُلْقِيفِيقُلُوبِالَّذِينَكَفَرُواْالرَّعْبَفَاضْرِبُواْفَوْقَالأَعْنَاقِوَاضْرِبُواْمِنْهُمْكُلَّبَنَانٍ

(ingatlah) ketika Tuhanmu wahyukan kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku menyertai kamu (memberi pertolongan), maka Tetapkanlah (hati) orang-orang yang beriman. Aku akan mengisi hati orang-orang kafir dengan perasaan gelisah dan pancunglah leher mereka (musuh) dan potonglah tiap-tiap anggota mereka

 QUNUT NAZILAH

اللَّهُمَّ اِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِ أَعْدَاءِنَا، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ, اَللَّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ، وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، وَشَتِّتْ كَلِمَتَهمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ كَلْبًا مِنْ كِلَابِكَ يَا قَهَّار , يَا جَبَّار , يَا مُنْتَقِم ,يَا اَلله , يَا اَلله, يَا اَلله , اَللَّهُمَ يَامُنْزِلَ الْكِتَابَ، وَيَامُجْرِىَ السَّحَابِ، وَيَاهَازِمَ الْأحْزَابِ , اِهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ, بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ رَّاحِيْمِيْنَ

Ya Allah, kami serahkan Engkau dibatang leher musuh kami dan kami berlindung denganMu dari kejatanan mereka, kaca-balaukanlah persatuan mereka, cerai-beraikanlah mereka, goncangkan pendirian mereka, hantarkan anjing-anjing ke atas mereka, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Wahai Tuhan Yang Bersifat Murka, Ya Allah (3x), Wahai Allah, tuhan yang menurunkan kitab (al-Quran), tuhan yang menggerakan langit, tuhan yang mengalahkan tentera ahzab, kalahkan sekutu-sekutu mereka, dan tolonglah kami atas mereka.

 TAAWUZ

أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشّيْطَانِ الرَّجِيمِ

أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ ونَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

QULHU GHONI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ كُنْ فَيَكُونُ مَاشَاءَ اللهُ قَدِيرٌ اَبَدًا اَبَدًا

Dalam nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Katakanlah: Allah itu Esa, Jadi, Maka Jadilah! Apa yang Allah kehendaki hal-hal yang tidak pernah, tidak pernah
Semoga bermanfaat dan salam paseduluran.

@2014,wongalus

Categories: RUQYAH | 42 Komentar

Hizib Nawawi


Hizib ini diijasahkan oleh syekh Abdallah Al-Kadi

بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ . بِسْـمِ اللهِ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ ، أقُوْلُ عَلَى نَفْسِيْ وَعَلَى دِيْنِيْ وَعَلَى اَهْـلِيْ وَعَلَى اَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِيْ وَعَلَى أَصْحَـابِيْ وَعَـلَى اَدْيَانِهِمْ وَعَلَى اَمْوَالِهِمْ اَلْفَ ِبِسْـمِ الله
اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ ، اَقُوْلُ عَلَى نَفْسِيْ وَعَلَى دِيْنِيْ وَعَلَى اَهْـلِيْ وعَلَى اَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِيْ وَعَلَى أَصْحَـابِيْ وَعَـلَى اَدْيَانِهِمْ وَعَلَى اَمْوَالِهِمْ . اَلْفَ اَلْفِ ِ بِسْـمِ الله .
اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَقُوْلُ عَلَى نَفْسِيْ وَعَلَى دِيْنِيْ وَعَلَى اَهْـلِيْ وَعَلَى اَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِيْ وَعَلَى أَصْحَـابِيْ وَعَـلَى اَدْيَانِهِمْ وَعَلَى اَمْوَالِهِمْ . اَلْفَ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِـاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ بِسْـمِ اللهِ وَبِاللهِ، وَمِنَ اللهِ، وَاِلَى اللهِ، وَعَلَى اللهِ، وفِى اللهِ ، وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِـاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ .
بِسْـمِ اللهِ عَلَى دِيْنِيْ وَعَلَى نَفْسِيْ وَعَلَى اَوْلاَدِيْ ، بِسْـمِ اللهِ عَلَى مَالِيْ وَعَلَى أَهْـلِيْ ، بِسْـمِ اللهِ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ اَعْطَانِيْهِ رَبِّيْ، بِسْـمِ اللهِ رَبِّ السَّمَوَتِ السَّبْعِ، وَرَبِّ اْلاَرَضِيْنَ السَّبْعِ، وَرَبِّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِبِسْـمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُـرُّ مَعَ اسْمِـهِ شيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلا َفِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ ًبِسْـمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُـرُّ مَعَ اسْمِـهِ شيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلا َفِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُبِسْـمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُـرُّ مَعَ اسْمِـهِ شيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلا َفِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
بِسْـمِ اللهِ خَيْرُ اْلاَسْمَآءِ، فِى اْلاَرْضِ وَفِى السَّمَآءِ
بِسْـمِ اللهِ اَفْتَتِحُ، وَبِهِ اَخْتَتِمُ، اَللهُ، الله،ُ اللهُ،اللهُ رَبِّيْ لاَ اُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، اَللهُ، اللهُ، اللهُاللهُ رَبِّيْ لآاِلَـهَ اِلاَّ اَللهُاللهُ، أَعَزُّ وَاَجَلُّ وَاَكْبَرُ مِمَّا اَخَافُ وَاَحْذَرُ بِكَ للَّهُمَّ اَعُوْذُ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَـِّر غَيْرِيْ وَمِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ رَبِّيْ وَذَرَأَوَبَرَأَ ،وَبِكَ اللَّهُمَّ اَحْـتَرِزُ مِنْهُمْ ، وَبِكَ اللَّهُمَّ اَعُوْذُ مِنْ شُرُوْرِهِم، ، وَبِكَ اللَّهُمَّ ادْرَأُ فِى نُحُوْرِهِمْ،ْوَاُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيَّ وَاَيْدِيْهِمْ. بسم الله الرحمن الرحيم قل هو الله أحد ، الله الصمد ، لم يلد ولم يولد ، ولم يكن له كفواً أحد.  بسم الله الرحمن الرحيم قل هو الله أحد ، الله الصمد ، لم يلد ولم يولد ، ولم يكن له كفواً أحد.  بسم الله الرحمن الرحيم قل هو الله أحد ، الله الصمد ، لم يلد ولم يولد ، ولم يكن له كفواً أحد. وَمِثْـلُ ذَلِكَ عَنْ يَمِيْنِيْ وَأَيْمَانِهِمْ، وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ شِمَالِيْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ، وَمِثْلُ ذَلِكَ اَمَامِيْ وَاَمَامَهُمْ ، وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ خِلْفِيْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ ، وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ فَوْقِيْ وَمِنْ فَوْقِهِمْ ، وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ تَحْتِيْ وَمِنْ تَحْتِهِمْ وَمِثْلُ ذَلِكَ مَحِيْطٌ بِيْ وَبِهِمْ
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ لِيْ وَلَهُمْ مِنْ خَيْرِكَ بِخَيْرِكَ اَلَّذِيْ لاَ يَمْلِكُهُ غَيْرُكَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ وَاِيَّاهُمْ فِى عِبَاَدِكَ، وَعِيَاذِكَ، وَجِوَارِكَ، وَاَمَنِكَ، وَحِزْبِكَ، وَحِرْزِكَ، وَكَنَفِكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْطَانٍ ، مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْطَانٍ وَسُلْطَانٍ وَإنْسٍ وَجَـآنٍّ، َوبَاغٍ وَحَاسِدٍ، وَسَبُعٍ وَحَيَةٍ وَعَقْرَبٍ. وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَآبَّةٍ اَنْتَ اَخِذُ بِنَاصِيَتَهِا اِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوْبِيْنَ، حَسْبِيَ الخَالِقُ مِنَ اْلمَخْلُوْقِيْنَ، حَسْبِيَ الرَّازِقُ مِنَ اْلمَرْزُوْقِيْنَ، حَسْبِيَ السَّاتِرُ مِنَ اْلمَسْتُوْرِيْنَ، حَسْبِيَ النَّاصِـرُ مِنَ اْلمَنْصُوْرِيْنَ، حَسْبِيَ اْلقَاهِرُمِنَ اْلمَقْهُوْرِيْنَ، حَسْبِيَ الَّذِيْ هُوَ حَسْبِيْ، حَسْبِيْ مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِيْ، حَسْبِيَ الله ُوَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ، حَسْبِيَ الله ُمِنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ. (اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّا لِحِيْنَ) (وَاِذَ اقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ لاَيُؤْمِنُوْنَ بِاْلأَخِرَةِ حَجِابًا مًسْتُوْرًا، وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوْبِهِمْ أَكِنَّةً اَنْ يَفْقَهُوْهُ وَفِى اَذَانِهِمْ وَقْرًا، وَاِذَا ذَكَرْتَ رَبْكَ فِى الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى اَدْبَارِهِمْ نُفُوْرًا)فَاِنْ تَوَلَوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِفَاِنْ تَوَلَوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِفَاِنْ تَوَلَوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِفَاِنْ تَوَلَوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِفَاِنْ تَوَلَوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِفَاِنْ تَوَلَوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِفَاِنْ تَوَلَوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِوَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِوَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ  وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَّمَدْ اِلنَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Kemudian ditiup ke kanan, ke kiri, ke depan dan ke belakang masing – masing 3x

خَبَأْتُ نَفْسِيْ فِى خَزَاِئنِ بِسْـمِ اللهِ ِ، اَقْفَالُهَا ثِقَتِى بِـاللهِ، مَفَاتِيْحُهَا لاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَةَ إِلاَّ بِـاللهِ ، اُدَافِعُ بِكَ اللَّهُمَّ عَنْ نَفْسِيْ مَـا اُطِيْقُ وَمَا لاَ اُطِيْقُ ، لاَ طَاقَةَ لِمَخْلُوْقٍ مَعَ قُدْرَةِ الْخَالِقِ،  حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِوصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِوصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلمحَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِوصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dengan nama Allah aku ucapkan ke atas diriku, ke atas agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, sahabat-sahabatku, agama mereka dan ke atas harta benda mereka seribu “la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim”

Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, aku ucapkan ke atas diriku, agamaku, ahli keluargaku, anak-anakku, harta-bendaku, sahabat-sahabatku, agama mereka dan ke atas harta benda mereka sejuta “la haula wala quwwata illa billahil’aliyyil ‘azhim”

Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, aku ucapkan ke atas diriku, ke atas agamaku, ahli keluargaku, anak-anakku, harta bendaku, sahabat-sahabatku, agama mereka dan ke atas harta benda mereka satu bilyun  “la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim”

Dengan nama Allah, aku berlindung dan memohon keberkatan, hanya dengan nama Allah, aku memohon pertolongan dan kemenangan, dan hanya dari Allah, aku memohon kurniaan, dan hanya kepada Allah, aku bernaung dan menyandar, dan hanya ke atas Allah, aku tenggelamkan diriku, jihadku, dan kesungguhanku, dan tiada daya (daripada mengelak maksiat) dan tiada upaya (daripada mengerjakan taat) melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Bismillah, (aku ucapkan) ke atas agamaku, jiwa ragaku, anak-anakku, harta bendaku, ahli keluargaku, sahabat-sahabatku, dan atas segala sesuatu yang dikurniakan Tuhanku kepadaku.

Dengan nama Allah, Tuhan pengatur tujuh petala langit, Tuhan Pengatur tujuh petala bumi, dan Tuhan pengatur ‘Arasy yang Agung. Dengan nama Allah yang tidak memberi mudarat beserta namaNya barang sesuatu pun yang ada di bumi ini dan di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Bismillah adalah sebaik-baik nama di bumi dan di langit, dengan nama Allah, aku mulakan dan aku akhiri segala-galanya. Allah, Allah, Allah, Allah Raja Pengaturku, aku tidak sekutukan denganNya barang sesuatu pun. Allah, Allah, Allah, Allah Raja Pengaturku, tiada Tuhan sebenar melainkan Allah. Allah lebih perkasa, lebih Agung dan lebih Besar daripada apa yang aku khuatiri.

Dengan Engkau ya Allah, aku berlindung dari kejahatan segala sesuatu yang diadakan oleh Raja Pentadbirku, yang dijadikan dan yang diciptakannya. Dengan Engkau ya Allah, aku bentengkan diriku dari mereka, dengan Engkau ya Allah, aku tolak dan tundukkan mereka. (aku jadikan ayat-ayat berikut sebagai pemohon syafaat) dan aku dahulukan ia dihadapanku dan dihadapan mereka, yaitu : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, katakanlah (wahai Muhammad s.a.w.) bahawasanya Allah itu Maha Esa. Allah itu Tempat Bergantung. Ia tidak beranak dan Ia pula tidak diperanakkan. Dan tiada siapa pun yang setara denganNya. (surah al-Ikhlas:1-4)

Dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) disebelah kananku dan disebelah kanan mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas disebelah kiriku dan disebelah kiri mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) dihadapanku dan dihadapan mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) dibelakangku dan dibelakang mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) diatasku dan diatas mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) dibawahku dan dibawah mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) meliputi diriku dan diri mereka.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau bagi manfaat diriku dan bagi diri mereka dari kebaikanMu dengan (hak) kebaikanMu yang tidak dimiliki oleh sesiapa pun selain Engkau.

Ya Allah, jadikanlah aku dan mereka di dalam golongan hambaMu yang sebenar dan di dalam perlindunganMu, orang-orang yang Engkau pergatikan dan orang-orang yang berdamping dengan Engkau, di dalam keamaanMu dan bentengMu, dan di dalam golonganMu dan naunganMu, daripada setiap syaitan dan raja, manusia dan jin, orang jahat dan orang yang hasud, binatang buas, ular dan kala jengking, dan daripada setiap binatang yang hanya Engkaulah Pemegang ubun-ubunnya (Pengaturnya). Sesungguhnya Tuhanku itu di atas jalan yang lurus.

Cukuplah bagiku Tuhanku daripada orang-orang yang diaturnya, cukuplah bagiku Penciptaku daripada semua ciptaanNya, cukuplah bagiku Tuhanku Yang Maha Pemberi Rezeki daripada orang-orang yang dikurniakan rezeki, cukuplah bagiku Tuhanku yang Maha Penutup (Pelindung) daripada orang-orang yang dilindungi, cukuplah bagiku Tuhanku yang Maha Penolong daripada orang-orang yang ditolong, cukuplah bagiku Tuhanku yang Maha Gagah daripada orang-orang yang digagahi, cukuplah bagiku Tuhanku yang hanya Dialah yang menjadi kecukupanku, cukuplah bagiku Tuhanku yang sentiasa menjadi kecukupanku, cukuplah bagiku Allah, dan Dialah sebaik-baik wakil, dan cukuplah bagiku Allah daripada sekalian makhlukNya, sesungguhnya penolongku ialah Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an, dan Dia pasti akan menolong orang-orang yang soleh.

{Dan apabila engkau membaca Al-Qur’an (wahai Muhammad s.a.w.), Kami jadikan dinding yang tidak dapat dilihat diantara kamu dan diantara orang-orang yang tidak beriman dengan hari akhirat. Dan Kami jadikan di atas hati mereka tutupan yang berlapis-lapis, juga sebagai penyumbat pada telinga mereka, yang menghalang telinga mereka dari memahami dan mendengar al-Qur’an, dan sebab itulah apabila engkau menyebut nama TuhanMu saja di dalam Al-Qur’an, mereka berpaling undur melarikan diri.} (Surah Al-Isra': 45-46)

{Kemudian jiwa mereka berpaling ingkar, maka katakanlah (wahai Muhammad s.a.w.) : “Cukuplah bagiku Allah (sebagai Pemeliharaku), tiada Tuhan yang sebenar melainkan Dia. Hanya kepada Allah aku berserah diri, dan Dialah Raja Pengatur ‘Arasy yang Agung.} (Surah At-Taubah: 129)

Dan tiada daya (daripada mengelak maksiat) dan tiada upaya (mengerjakan taat) melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga curahan solawat dan salam sentiasa ke atas penghulu kami, Muhammad s.a.w., ahli keluarganya dan para sahabatnya. @@@

 

Categories: HIZIB NAWAWI | 12 Komentar

IJASAH ILMU TERAWANGAN


wongalus

sujud nabiAssalamualaikum wr wb.. apa kabar dulur??? semoga selalu baik dan selalu meningkat ketaqwaan kita semua atas ijin NYA. Menyemarakkan milad KWA, 19 April 2014 di parangkusumo Yogyakarta maka bersama ini saya ijasahkan ilmu terawangan bagi siapa yang ingin mengamalkan.

Tata cara:

tawassul, kirim alfatihah kepada Nabi Muhammad SAW, seluruh nabi, seluruh malaikat, seluruh waliyullah, seluruh muslimin dan muslimat, serta seluruh pengijasah ilmu-ilmu

Bismillahirrohmanirrohim….

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

== WA’INDAHU MAFAATIHUL GHAYBI, LAA YA’LAMUHAA ILLAA HUWA WAYA’LAMU MAA FIIL BARRI WAL BAHRI, WAMAA TASQUTHU MIN WARAQATIN ILLAA YA’LAMUHAA WALAA HABBATIN FII ZHULUMAATIL ARDHI WALAA RATHBIN WALAA YAABISIN ILLAA FII KITAABIN MUBIININ ====

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” 

59

Baca Al Qur’an surat Al-An´âm ayat 59

Wiridkan ayat ini 1100/hari x selama 40 hari. Saat wirid usahakan dalam kondisi wudhu. PERSIAPKAN DIRI UNTUK MELIHAT HAL-HAL GAIB DAN JANGAN KAGET BILA TIBA-TIBA MATA FISIK dan MATA BATIN ANDA MENJADI SANGAT WASPADA. Silahkan diamalkan semoga adan manfaatnya dan barokah buat anda sedulur.. Wassalamualaikum wr wb.
@wongalus,2014
Categories: IJASAH ILMU TERAWANGAN | 201 Komentar

PENGIJASAHAN ASMAK SURYANI — ASMAK PERANG MILIK PANGERAN DIPONEGORO


— PENGIJASAHAN ULANG MENYAMBUT HUT KWA KELIMA, PARANGKUSUMO YOGYAKARTA 19 APRIL 2014 —-

Pengijazahan ASMAK SURYANI oleh  Bapak AJI SETIAWAN (ijazahkubro@gmail.com) kepada Pembaca KAMPUS WONG ALUS.

SEJARAH

Asmak Suryani ini dimiliki oleh ulama besar dan pahlawan nasional Kanjeng Pangeran Diponegoro. Beliau berguru pada seorang ahli filsafat dari Arab untuk memperoleh ilmu ini.

Pada suatu hari beliau berjalan-jalan sampai di suatu daerah, daerah tersebut sunyi dan hening, ternyata keheningan tersebut karena keserakahan dan kebiadaban belanda, betapa kegetnya beliau ketika melihat orang belanda menganiaya seorang Indonesia, lalu beliau mengambil kacang hijau dan berdoa pada Allah dengan membaca asma’ suryani, kemudian menyebarkan kacang hijau tersebut ke segerombolan orang belanda tersebut dan anehnya seketika itu juga kacang hijau tersebut berubah jadi ratusan tentara, sehingga belanda lari terbirit-birit.

Ini adalah bukti sejarah berupa monumen sebuah tembok yang dijebol Pangeran Diponegoro dengan Asmak Suryani saat meloloskan diri saat hendak ditangkap Belanda. Tembok jebol atau berlubang ini merupakan saksi bisu yang terletak di sebelah barat kompleks Museum Diponegoro Tegalrejo Yogyakarta yang masih bisa dilihat oleh pengunjung museum hingga saat ini.


ASMAK SURYANI DIPONEGORO

TAWASULAN KEILMUAN ASMAK SURYANI

Yth Para Guru-guru dan ahli silsilah Keilmuan Silat Pencak Kordho Manyuro (SPKM) CAMPURDARAT TULUNGAGUNG.

Yth sedulur KWA:
Dalam pengamalan sebuah keilmuan saya sangat mengandalkan tawasulan, karena pesan Guru saya, lebih mudah mendapatkan KERAMAT GANDUL daripada KERAMAT HAKIKI, keramat gandul ibaratnya LINK energy ke BOSTER yang lebih kuat powernya, jadi pijar lampu kita akan menyala terang, dalam sebuah guyonan anak-anak pondok Keramat Gandul diibaratkan seorang SOPIR yang lagi menghantarkan sang Kyai pada saat Makan-minum maupun AMPLOPANnya kadang-kadang bisa sama dengan Pak Kyainya.

Asma’dibawah ini niatkan MENGAMBIL IJAZAH dari orang / Waliyullah yang pertama mengijazahkan Asma’………….jadi LINKnya jangan ke saya, saya cukup perantara saja. Dengan demikian Insya Allah Powernya lebih Ampuh dan waktu baiat biasanya tangan menjadi membesar, mengeras dan ada energi yang merasuk dan menjalar, tapi jika menjalarnya masuk kejantung (Kecer ati / pulung hati) harus niat dalam diri sendiri untuk dihentikan, agar tidak membekukan jantung) dan Khodamnya bagi yang sudah terbuka biasanya hadir disekitar tempat Pengijazahan

TAWASULANNYA

  1. Biniyati Liridho Ilahi ta’ala Warohmatihi, wataufikihi, wa hidayatihi, wa Nurri Subhanahuwata’ala Al-Fatehah

  2. Ilahadrati Nabi Muhammadin Saw. Aj-wajihi waduriyatihi wa Ahli Baitihi Al-Fatehah

  3. Ila hadrati Malaikat Jibril, Mikail, Izrofil, ‘Ijroil Al-Fatehah

  4. Ila Hadrati Sayidina Khidir Balya Bin Malkan Al-Fatehah

  5. Ila hadrati Nabi Adam as, Nabi Ibrohim as, Nabi Yusus as, Nabi Sulaiman as, Nabi Musa as, Nabi Ayub as, Nabi Isa as. Al-Fatehah

  6. Ila hadrati Sahadatina Abi Bakrin, Wa Umaru, Wa Ustmanu, Wa Ali Radiyallahu anhu Al-Fatehah

  7. Ila hadrati Sayid Syech Muhyidin Abdul Qadir al Jilani Ra, Wa ila Hadrati Quthbi Jami’il Makom Wa Ghautsil A’dhom Sulthanu Auliya’i Arifina Sayid Syech Abi Hasan Ali As Syadzily Ra. Al Fatehah

  8. Ila Hadrati Syech Imam Al Ghozali, Syech Imam Ahmad Ali Al Buni, Syech Makruf Al Kharakhi, Syech Aqil Manjabihi, Syech Ngiyat Abi Qoyisin Al-fatehah

  9. Ila hadrati Para Wali Songo, khususipun Kanjeng Sunan Kali Jogo, Kanjeng Sunan Gunung Jati & Syech Subakir Al Fatehah

  10. Ila Hadrati Syaikhina Wa Mursidina Wamurobi Ruhina Al Alim Alamah Abu Muhammad Bahaudin Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasim Bin Yahya, wa ila Hadrati Syakhi Quthbi Simbah Abdul Malik Bin Ilyas Bin Yahya, Wa ila Syaikhina Mujiz Kyai Muhammad Ibnu Mu’thi Al-Fatehah

  11. Ila Hadrati Kanjeng Pangeran Benowo, Kanjeng Pangeran Diponegoro, Syech Basarudin, Mbah Sunan Kuning, Syech Magelung Sakti, Mbah Wali Bujuk Tumpeng, Pangeran Cakra Buana, Syech Kholil Bangkalan & Mbah Yai Damanhuri Pamekasan Al Fatehah

  12. Kobiltu Fi-ijazati Mbah Buyut Mundzir Campurdarat, mbah wali Dimyati Campurdarat, Mbah Raden Sunandar Suroboyo, Romo Yai Njosremo Suroboyo, Mbah Suro Ponorogo, Mbah Sihab Tulungrejo, Mbah Munawir Krapyak, Mbah Yai Khozin Malang, Mbah Miran Cembung, Mbah Abdul Karim, Mbah Ramelan, Mbah Abu, Mbah Dul Salam, Gus Maksum Dzauhari, Mbah Yon, KH. Ali Musta’in, Syech Muhammad Zaenal Arif Kediri & Syech Samsul Arifin wa Ila Hadrati Man Ajazani ila muntaha Wa Karomatihi Amin Al –Fatehah

  13. Khususon Para Leluhur Al Fatehah

  14. Khususon Lijasati Abi wa Umi (Ibu-Bapak) Al-Fatehah

  15. Khususon Cikal Bakal Desa (tempat kita)…….Al-Fatehah

  16. Khususon Badanku Pribadi : Mar-Marti, Kakang Kawah Adi Ari-ari, getih puser, sedulur ingsun kang krumatan, sedulur ingsung kang ora krumatan, sedulur ingsun kang metu soko margo hino, sedulur ingsun kang ora metu soko margo hino, lan sedurlur ingsun kang lahir bareng sedino, Bapak ono ngarep ibu ono mburi, ayo podo rewang-rewangono anggonku………. (isi niat / ilmu yang ingin dimasukkan) rumasuko marang Sumsum, Balung, Getih, Daging, Otot, kulit, ulu, rambut lan utek manjingo marang Paningal, pangambu, pangrungu, pangucap, panjongko, pangasto lan pangrosoku berkat kalimah Lailaha Ilallah Muhammadarasulullah Al-Fatehah

  17. Ila Jami’il Khodami Ayat, Wal Mu’jizati karomatil Ayat Al-Fatehah (tidak perlu dibaca bagi yang belum pernah bermimpi bertemu dengan Kanjeng Nabi Muhammad Saw.)

  18. Ilahi anta maqsudi wa ridhoka matlubi Al-Fatehah

  19. Baca Al-Ikhlas 11x Falaq –Annas – Ayat Kursi masing – masing 7x

  20. Asma Pembuka dan Penutup segala Keilmuan :

  • Ashadu Alla ila Ha ilallah, Wa Ashadu anna Muhammadarasulullah 3x

  • Allahuma sholi ‘ala Sayidina Muhammad Wa-ala ali Sayidina Muhammad 3x

  • Lahaula Wala Quwata Ila Billahil Aliyil Adzim 3x

  • Astagfirullahil Adzim, aladzi Lailaha ilallah Huwal Hayul Qayum Wa-atubu Ilaih 3x

  • Ya Qayum 3x

  • Allahu Akbar 3x

  • Setelah dibuka, Wiridkan Asma Suryani

ASMA’ SURYANI:
BISMILLAHIROHMANIRROHIM WAMANG KANA WA-INAHU AKAU THOU-THOU KAUSI WAMA KANA ROSULIHI AKAUTIN TUSI

lalu ditutup kembali dengan asma diatas, biar wiridnya tidak memuai / ngabar dan kalau bisa juga dikunci Insya Allah Mustajab

Asma Penutup :

  • Ashadu Alla ila Ha ilallah, Wa Ashadu anna Muhammadarasulullah 3x

  • Allahuma sholi ‘ala Sayidina Muhammad Wa-ala ali Sayidina Muhammad 3x

  • Lahaula Wala Quwata Ila Billahil Aliyil Adzim 3x

  • Astagfirullahil Adzim, aladzi Lailaha ilallah Huwal Hayul Qayum Wa-atubu Ilaih 3x

  • Ya Qayum 3x

  • Allahu Akbar 3x

MAHAR ASMAK SURYANI

Saat Pertama kali membaca Tulisan ini langsung saja ambil uang seikhlasnya (jika diberikan orang,orang yang diberi itu langsung kaget, tapi kagetnya jangan karena terlalu sedikit he2..), genggam tangan kiri/kanan terserah, baca Alhamdulillah 9x wujud rasa syukur mendapatkan asma ini, lalu keluar rumah jika ada orang baik itu anak atau orang dewasa / kotak amal /masjid jika disitu hati anda merasa tersentuh dan ingin memberikan uang tersebut langsung berikan, niatkan sodakoh. Lalu dalam perjalanan cari batuan yang sekiranya menarik hati entah karena unik, bagus, ada nilai beda dll ambilah batu itu yang nantinya bisa anda guna untuk proses pentransferan asma’ Suryani, biasanya ada orang yang menawari entah itu batu akik, kul buntet dll

 

CARA MEMILIKI ASMA’ SURYANI

  • Tanpa puasa tapi harus hafal

  • Kalimat dirahasiakan ( tidak boleh ditulis dan dibaca keras-keras, didengarkan orang yang tidak memiliki asma’ ini, jangan sampai didengarkan orang yang sedang hamil, karena bisa keguguran )

  • Setelah orang yang dituruni ilmu asma’ ini hafal, kemudian orang tersebut dikasih minum air azimat

Inilah rajahnya (sudah saya modifikasi bentuknya biar mudah dibuatnya, tanpa mengurangi atau menambah dari rajah aslinya, ini merupakan rajah tajrib (menurut Guru saya dari Kediri, merupakan surat Al Fiil /alamtara yang pada bacaan TARMIHIMTAR) :

rajah-suryani KWA

 Setelah jadi azimat dilipat segi empat, terus dikasih batu lalu dilipat satu kali lipatan, kemudian diikat pakai benang dan direndam ke dalam gelas yang beriisi air, Sebelum minum salami dulu orangnya, bacakan 7x tapi suruh orang yang ditransfer tahan nafas, stelah selesai ganti orang tersebut yang anda tuntun membaca sampai hafal lalu tiupkan keair dan kemudian diminumkan kepada orang yang sudah dituruni asma’ ini, selanjutnya orang tersebut selama tujuh malam berturut-turut sehabis sholat isya’ harus membaca asma’ suryani min 100 x untuk pribadi sedangakan untuk BOSTER / GURU Minimal diamalkan sebanyak 6666x, insya Allah kekebalan orang tersebut bisa dicoba selama orang tersebut  masih hafal asma’ ini.

FAEDAH ASMAK SURYANI 

  1. Mendatangkan seribu keinginan

Cara : sholat haja dua rekaat, setelah salam membaca asma’ suryani 313 x tapi sebelumnya mintalah pada Allah apa yangdiinginkan, insya Allah dikabulkan.

  1. Mahabbah atau pelet ampuh

Cara : duduk bersila menghadap kiblat, konsentrasi (bayangkan wajah orang yang dimaksud, seolah-olah dia tersenyum pada anda)

Lalu bacalah do’a penyalur aura ini :

ILAA KHADZOROTI KHUSUSON……(sebut nama yang dituju) SUPAYA……(sebut hajat anda), LAHU (jika laki-laki) LAHA (jika perempuan) LAHUMA (jika dua orang) LAHUM (jika orang banyak laki-laki aatau perempuan) LAHUNNA (jika khusus untuk rombongan wanita) ASMA’ SURYANI ” (asma’nya dibaca)

  1. Kekebalan dan pengisian kepala

Cara : baca asma’ suryani 3 x tanpa nafas, kemudian bayangkan seolah-olah asma’ suryani masuk keseluruh badan atau kepala, insya Allah jika kepala dihantam pakai genteng tidak apa-apa (harus masih hafal asma’ suryani)

  1. Pengisisan tangan dan kaki

Cara : sholat hajat 2 rekaat, setelah salam, niatlah anda mengisi balsem untuk kekuatan tangan dan kaki, lalu asma’ dibaca 100 x dan ditiupkan ke balsam 3 x, kemudian balsam dioleskan ke tangan dan kaki, insya Allah menambah pukulan, tendangan, dan loncatan.

  1. Menagih hutang agar cepat dibayar

Cara : sholat hajat 2 rekaat, setelah salam membaca :

ILA KHADZOROTI KHUSUSON … (sebut orang yang punya hutang)SUPAYA MAU MELUNASI HUTANGNYA DENGAN SEGERA, JIKA TIDAK TERKENA SIAL SEUMUR HIDUPNYA LAHU / LAHA asma’ suryani (asma’nya dibaca)

  1. Pengisian gawang supaya bola tidak bisa masuk

Cara : bacalah asma’ pada tiang gawang kanan 7x dan gawang kiri 7 xsambil ditiupkan 3 kali 3 kali, lalu didepan gawang dibacakan 7 kali.

  1. Pengisisan kaki untuk permainan sepak bola

Cara : baca asma’ 7 kali, lalu ditiupkan ke kaki 3 kali atau balsem

  1. Menghancurkan orang dhalim (santet)

Cara : sebelumnya bayangkanlah wajah orang yang mau dihancurkan dan bacalah :

ILA KHADZOROTI KHUSUSON … (sebut namanya) SUPOYO … (terserah keinginan anda) SUPOYO HANCUR LAHU / LAHA / LAHUM / LAHUNNA asma’ suryani (asma’nya dibaca)

Keterangan :

  • Jika yang dituju laki-laki satu : LAHU

  • Jika yang dituju perempuan satu : LAHA

  • Jika yang dituju laki-laki / permpuan dua : LAHUMA

  • Jika yang dituju laki-laki / perempuan banyak : LAHUM

  • Jika yang dituju perempuan banyak : LAHUNNA

 Ilmu ini pada intinya adalah ilmu atraksi dipondok pada waktu pengijazahan dulu bisa untuk atraksi makan beling, kekebalan dll sedangkan ditempat saya melatih silat Kordho Manyuro bisa untuk atraksi berjalan diatas 2 lembar koran, pukulan jarak jauh, kebal pukul, silat karomah, beratkan benda, tarik mobil, kebal iris, mengeraskan orang, anti api, meringankan tubuh, lari cepat dan untuk meringankan tubuh & lari cepat digabung dengan Asma Karomatul Husna, mantra klambi watu, aji tapak angin dan asma al-Karim (asma yang jika dibaca dengan khusuk akan datang angin yang membuat kita melayang)

@@@

 

Categories: ASMAK SURYANI | 35 Komentar

ASMAK RADJEH DIRAJEH (RDR) PENGIJAZAHAN ULANG MENYAMBUT HUT KWA 19 APRIL 2014 DI PANTAI PARANGKUSUMO YOGYAKARTA


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL MENDATANG, KAMI AKAN MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN KI ARYA KUSUMA DEWA SEBAGAI SOHIBUL IJAZAH YANG MENGIJAZAHKAN ASMAK RDR UNTUK ANDA PEMBACA KAMPUS WONG ALUS. IJAZAH INI HANYA UNTUK DIRI ANDA SENDIRI. TIDAK BOLEH DIIJAZAHKAN DAN DIPERJUALBELIKAN KEPADA ORANG LAIN. GUNAKAN SECARA BIJAKSANA SEMATA-MATA UNTUK MENCARI KERIDHOAN ALLAH SWT DAN SEMOGA AMAL IBADAH KITA DITERIMA DI SISI-NYA. AMIN.

ASMAK RADJEH DIRAJEH INI LEBIH BAGUS DIAMALKAN DI MUARA ATAU DI PINGGIR SUNGAI DAN DIMOHON TIDAK DIAMALKAN DI DALAM RUMAH KARENA DIKHAWATIRKAN ADA TABRAKAN ENERGI.

Tawasul kirim alfatihah RADJEH DI RAJEH di sampaikan SECARA UMUM saja seperti biasanya, misalnya…
• NABI MUHAMMAD SAW DAN KELUARGA
• KHULAFAURRASYIDIN,
• MALAIKAT MUQORROBIN DAN QARIBIN,
• NABI KHIDIR A.S BALYA BIN MALKAN,
• SYEIKH ABDUL QADIR AL JAELANI,
• SYEIKH BUJUK TUMPENG PAMEKASAN MADURA,
• KYAI DAMANHURI PAMEKASAN MADURA,
• SYEIKH SYARIF HIDAYATAULLAH SUNAN GUNUNG JATI,
• PANGERAN CAKRA BUANA
• MBAH KUWU SANGKAN

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

1. INNA JAHARA HUJAHUNA LIKATABASSARUM LAKATABAN HUSSAJIN HUSAJANI.

2. INNA JAHARA HUJAHUNA LIRAJSYIN LAKATABAN HUSSAJIN HUSAJANI

+
Tambahkan ASMAK QUWATAMBILLAHI:
BISMILLAHI URQIKA MIN KULLI SYAY’IN YAHZUKA BI QUWATAMBILLAHI KATABUN BILLAHI
DIBACA 313 X SELAMA 3-7 HARI.

TATA CARA PENGGUNAAN:
Untuk melontarkan energi dibaca satu kali yang nomor satu
Untuk menyerap kembali energi yang terlontar dibaca satu kali yang nomor dua

Silahkan Mengamalkan. Jadikan ASMAK RADJEH DIRAJEH ini sarana untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Semoga Allah Swt Senantiasa Memberi Limpahan Ridho Dan Rahmat-Nya Kepada Kita Semua. Asmak RDR adalah ilmu hikmah TINGKAT TINGGI NAMUN TIDAK YANG TERTINGGI. Sedulur pengamal RDR diharapkan tidak jumawa, sombong, tinggi hati dan senantiasa tawadu’ atau rendah hati. Amin Ya Robbal Alamin.
@@@

Categories: RDR | 116 Komentar

WIRID KESUKAAN RASULULLAH: AL IKHLAS


Wongalus

QUL HUWA ALLAAHU AHAD
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

ALLAAHU ALSHSHAMAD

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

LAM YALID WALAM YUULAD

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan

WALAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Surat Al-Ikhlas (Memurnikan Ke-Esa-an Alloh SWT) adalah Surat ke-112 dalam Al-Qur an. Surat ini tergolong Surat Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan ke-Esa-an Alloh dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.  Sangat banyak fadhilah dan manfaat wirid Al Ikhlas sebagaimana yang pernah ditulis di blog KWA http://wongalus.wordpress.com/category/wirid-al-ikhlas.

Berikut tambahan artikel di atas…

Dari A’isyah r.a., bahwasanya Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al-Ikhlas. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya apa yang melatarbelakangi dia berbuat seperti itu, merekapun menanyakannya.

Lalu dia pun menjawab: “Karena sesungguhnya surat Al-Ikhlas itu mengandung sifat yang dimiliki oleh Ar-Rohman (Alloh SWT) dan aku suka untuk membacanya. Maka Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kabarkan kepadanya bahwa Alloh subhanahu wata’ala mencintainya” (HR. Al-Bukhari no.7375).

Terakhir monggo disimak salah satu Sabda Rasulullah SAW yang lain:

Demi Alloh yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya
“Qul Huwallohu Ahad” itu tertulis di sayap malaikat Jibril a.s,
“Allohush-shomad” itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s,
“Lam yalid walam yuulad” tertulis pada sayap malaikat ‘Izroil a.s,
“Walam yakullahu kufuwan Ahad” tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.

“Qul Huwallohu Ahad” itu tertulis di dahinya Abu Bakar As-shiddiq .r.a.,
“Allohush-shomad” itu tertulis di dahinya ‘Umar bin Khattab r.a.,
“Lam yalid walam yuulad” tertulis di dahinya ‘Utsman bin ‘Affan r.a.,
“Walam yakullahu kufuwan Ahad” tertulis di dahinya ‘Ali bin Abi Tholib r.a..
@@@

Categories: WIRID AL IKHLAS | 23 Komentar

AYAT YANG SANGAT EFEKTIF UNTUK PELINDUNG RUMAH/TANAH/BANGUNAN DARI GANGGUAN SETAN


wongalus

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menulis sebuah kitab 2000 tahun sebelum menciptakan langit & bumi. Lalu diturunkan 2 ayat darinya yang digunakan untuk menutup surat Al Baqarah.
Apabila dua ayat itu dibaca di sebuah rumah selama tiga malam, rumah itu tidak akan didekati setan.” (HR. Ath Tirmidzi).

Silahkan membaca ayat berikut ini selama 3 malam berturut turut agar sebuah rumah/tanah/bangunan itu tidak akan didekati setan:

Bismillahirrohmanirrohim
AAMANA ALRRASUULU BIMAA UNZILA ILAYHI MIN RABBIHI WAALMU/MINUUNA KULLUN AAMANA BIALLAAHI WAMALAA-IKATIHI WAKUTUBIHI WARUSULIHI LAA NUFARRIQU BAYNA AHADIN MIN RUSULIHI WAQAALUU SAMI’NAA WA-ATHA’NAA GHUFRAANAKA RABBANAA WA-ILAYKA ALMASHIIRU
Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’at.” (Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.

LAA YUKALLIFU ALLAAHU NAFSAN ILLAA WUS’AHAA LAHAA MAA KASABAT WA’ALAYHAA MAA IKTASABAT RABBANAA LAA TU-AAKHIDZNAA IN NASIINAA AW AKHTHA/NAA RABBANAA WALAA TAHMIL ‘ALAYNAA ISHRAN KAMAA HAMALTAHU ‘ALAA ALLADZIINA MIN QABLINAA RABBANAA WALAA TUHAMMILNAA MAA LAA THAAQATA LANAA BIHI WAU’FU ‘ANNAA WAIGHFIR LANAA WAIRHAMNAA ANTA MAWLAANAA FAUNSHURNAA ‘ALAA ALQAWMI ALKAAFIRIINA
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. @@@

Categories: AYAT PELINDUNG GANGGUAN SETAN | 24 Komentar

SURAT YANG LEBIH DICINTAI RASULULLAH DARIPADA DUNIA SEISINYA


Wongalus

Dari Qatadah, Anas bin Malik menceritakan kepadanya ketika turun surat al fath: “inna fatahna laka fathan mubina, liyaghfira laka” sampai “fauzan azhima”. Yaitu ketika beliau pulang dari Hudaibiyah. Waktu itu mereka (sahabat) diliputi kesedihan dan kejengkelan atas kaum musyrikin, sedang denda sudah disembelih di Hudaibiyah. Lalu beliau Rasulullah SAW bersabda, “TELAH DITURUNKAN KEPADAKU SEBUAH SURAT YANG LEBIH AKU CINTAI DARIPADA DUNIA SEISINYA.” (HR. Muslim).

Inilah surat AL FATH, surat yang berisi 29 ayat dan sangat disayangi Rasulullah SAW tersebut:…

BISMI ALLAAHI ALRRAHMAANI ALRRAHIIMI
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

INNAA FATAHNAA LAKA FATHAN MUBIINAAN
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata

LIYAGHFIRA LAKA ALLAAHU MAA TAQADDAMA MIN DZANBIKA WAMAA TA-AKHKHARA WAYUTIMMA NI’MATAHU ‘ALAYKA WAYAHDIYAKA SHIRAATHAN MUSTAQIIMAAN
supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus

WAYANSHURAKA ALLAAHU NASHRAN ‘AZIIZAAN
dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)

HUWA ALLADZII ANZALA ALSSAKIINATA FII QULUUBI ALMU/MINIINA LIYAZDAADUU IIMAANAN MA’A IIMAANIHIM WALILLAAHI JUNUUDU ALSSAMAAWAATI WAAL-ARDHI WAKAANA ALLAAHU ‘ALIIMAN HAKIIMAAN
Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

LIYUDKHILA ALMU/MINIINA WAALMU/MINAATI JANNAATIN TAJRII MIN TAHTIHAA AL-ANHAARU KHAALIDIINA FIIHAA WAYUKAFFIRA ‘ANHUM SAYYI-AATIHIM WAKAANA DZAALIKA ‘INDA ALLAAHI FAWZAN ‘AZHIIMAAN
supaya Dia memasukkan orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah

WAYU’ADZDZIBA ALMUNAAFIQIINA WAALMUNAAFIQAATI WAALMUSYRIKIINA WAALMUSYRIKAATI ALZHZHAANNIINA BIALLAAHI ZHANNA ALSSAW-I ‘ALAYHIM DAA-IRATU ALSSAW-I WAGHADHIBA ALLAAHU ‘ALAYHIM WALA’ANAHUM WA-A’ADDA LAHUM JAHANNAMA WASAA-AT MASHIIRAAN
dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali

WALILLAAHI JUNUUDU ALSSAMAAWAATI WAAL-ARDHI WAKAANA ALLAAHU ‘AZIIZAN HAKIIMAAN
Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

INNAA ARSALNAAKA SYAAHIDAN WAMUBASYSYIRAN WANADZIIRAAN
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan

LITU’MINUU BIALLAAHI WARASUULIHI WATU’AZZIRUUHU WATUWAQQIRUUHU WATUSABBIHUUHU BUKRATAN WA-ASHIILAAN
supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

INNA ALLADZIINA YUBAAYI’UUNAKA INNAMAA YUBAAYI’UUNA ALLAAHA YADU ALLAAHI FAWQA AYDIIHIM FAMAN NAKATSA FA-INNAMAA YANKUTSU ‘ALAA NAFSIHI WAMAN AWFAA BIMAA ‘AAHADA ‘ALAYHU ALLAAHA FASAYU/TIIHI AJRAN ‘AZHIIMAAN
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar

SAYAQUULU LAKA ALMUKHALLAFUUNA MINA AL-A’RAABI SYAGHALATNAA AMWAALUNAA WA-AHLUUNAA FAISTAGHFIR LANAA YAQUULUUNA BI-ALSINATIHIM MAA LAYSA FII QULUUBIHIM QUL FAMAN YAMLIKU LAKUM MINA ALLAAHI SYAY-AN IN ARAADA BIKUM DHARRAN AW ARAADA BIKUM NAF’AN BAL KAANA ALLAAHU BIMAA TA’MALUUNA KHABIIRAAN
Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah : “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

BAL ZHANANTUM AN LAN YANQALIBA ALRRASUULU WAALMU/MINUUNA ILAA AHLIIHIM ABADAN WAZUYYINA DZAALIKA FII QULUUBIKUM WAZHANANTUM ZHANNA ALSSAW-I WAKUNTUM QAWMAN BUURAAN
Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mu’min tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa

WAMAN LAM YU/MIN BIALLAAHI WARASUULIHI FA-INNAA A’TADNAA LILKAAFIRIINA SA’IIRAAN
Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala

WALILLAAHI MULKU ALSSAMAAWAATI WAAL-ARDHI YAGHFIRU LIMAN YASYAAU WAYU’ADZDZIBU MAN YASYAAU WAKAANA ALLAAHU GHAFUURAN RAHIIMAAN
Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi.Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

SAYAQUULU ALMUKHALLAFUUNA IDZAA INTHALAQTUM ILAA MAGHAANIMA LITA/KHUDZUUHAA DZARUUNAA NATTABI’KUM YURIIDUUNA AN YUBADDILUU KALAAMA ALLAAHI QUL LAN TATTABI’UUNAA KADZAALIKUM QAALA ALLAAHU MIN QABLU FASAYAQUULUUNA BAL TAHSUDUUNANAA BAL KAANUU LAA YAFQAHUUNA ILLAA QALIILAAN
Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan; “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu”; mereka hendak merobah janji Allah. Katakanlah: “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan : “Sebenarnya kamu dengki kepada kami”. Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

QUL LILMUKHALLAFIINA MINA AL-A’RAABI SATUD’AWNA ILAA QAWMIN ULII BA/SIN SYADIIDIN TUQAATILUUNAHUM AW YUSLIMUUNA FA-IN TUTHII’UU YU/TIKUMU ALLAAHU AJRAN HASANAN WA-IN TATAWALLAW KAMAA TAWALLAYTUM MIN QABLU YU’ADZDZIBKUM ‘ADZAABAN ALIIMAAN
Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”

LAYSA ‘ALAA AL-A’MAA HARAJUN WALAA ‘ALAA AL-A’RAJI HARAJUN WALAA ‘ALAA ALMARIIDHI HARAJUN WAMAN YUTHI’I ALLAAHA WARASUULAHU YUDKHILHU JANNAATIN TAJRII MIN TAHTIHAA AL-ANHAARU WAMAN YATAWALLA YU’ADZDZIBHU ‘ADZAABAN ALIIMAAN
Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih

LAQAD RADHIYA ALLAAHU ‘ANI ALMU/MINIINA IDZ YUBAAYI’UUNAKA TAHTA ALSYSYAJARATI FA’ALIMA MAA FII QULUUBIHIM FA-ANZALA ALSAKIINATA ‘ALAYHIM WA-ATSAABAHUM FATHAN QARIIBAAN
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)

WAMAGHAANIMA KATSIIRATAN YA/KHUDZUUNAHAA WAKAANA ALLAAHU ‘AZIIZAN HAKIIMAAN
Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil.Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

WA’ADAKUMU ALLAAHU MAGHAANIMA KATSIIRATAN TA/KHUDZUUNAHAA FA’AJJALA LAKUM HAADZIHI WAKAFFA AYDIYA ALNNAASI ‘ANKUM WALITAKUUNA AAYATAN LILMU/MINIINA WAYAHDIYAKUM SHIRAATHAN MUSTAQIIMAAN
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mu’min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus

WAUKHRAA LAM TAQDIRUU ‘ALAYHAA QAD AHATHA ALLAAHU BIHAA WAKAANA ALLAAHU ‘ALAA KULLI SYAY-IN QADIIRAAN
Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu

WALAW QAATALAKUMU ALLADZIINA KAFARUU LAWALLAWUU AL-ADBAARA TSUMMA LAA YAJIDUUNA WALIYYAN WALAA NASHIIRAAN
Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong

SUNNATA ALLAAHI ALLATII QAD KHALAT MIN QABLU WALAN TAJIDA LISUNNATI ALLAAHI TABDIILAAN
Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu,kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

WAHUWA ALLADZII KAFFA AYDIYAHUM ‘ANKUM WA-AYDIYAKUM ‘ANHUM BIBATHNI MAKKATA MIN BA’DI AN AZHFARAKUM ‘ALAYHIM WAKAANA ALLAAHU BIMAA TA’MALUUNA BASHIIRAAN
Dan dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan

HUMU ALLADZIINA KAFARUU WASHADDUUKUM ‘ANI ALMASJIDI ALHARAAMI WAALHADYA MA’KUUFAN AN YABLUGHA MAHILLAHU WALAWLAA RIJAALUN MU/MINUUNA WANISAAUN MU/MINAATUN LAM TA’LAMUUHUM AN TATHAUUHUM FATUSHIIBAKUM MINHUM MA’ARRATUN BIGHAYRI ‘ILMIN LIYUDKHILA ALLAAHU FII RAHMATIHI MAN YASYAAU LAW TAZAYYALUU LA’ADZDZABNAA ALLADZIINA KAFARUU MINHUM ‘ADZAABAN ALIIMAAN
Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mu’min dan perempuan-perempuan yang mu’min yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang yag kafir di antara mereka dengan azab yang pedih

IDZ JA’ALA ALLADZIINA KAFARUU FII QULUUBIHIMU ALHAMIYYATA HAMIYYATA ALJAAHILIYYATI FA-ANZALA ALLAAHU SAKIINATAHU ‘ALAA RASUULIHI WA’ALAA ALMU/MINIINA WA-ALZAMAHUM KALIMATA ALTTAQWAA WAKAANUU AHAQQA BIHAA WA-AHLAHAA WAKAANA ALLAAHU BIKULLI SYAY-IN ‘ALIIMAAN
Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

LAQAD SHADAQA ALLAAHU RASUULAHU ALRRU/YAA BIALHAQQI LATADKHULUNNA ALMASJIDA ALHARAAMA IN SYAA-A ALLAAHU AAMINIINA MUHALLIQIINA RUUUSAKUM WAMUQASHSHIRIINA LAA TAKHAAFUUNA FA’ALIMA MAA LAM TA’LAMUU FAJA’ALA MIN DUUNI DZAALIKA FATHAN QARIIBAAN
Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat

HUWA ALLADZII ARSALA RASUULAHU BIALHUDAA WADIINI ALHAQQI LIYUZHHIRAHU ‘ALAA ALDDIINI KULLIHI WAKAFAA BIALLAAHI SYAHIIDAAN
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi

MUHAMMADUN RASUULU ALLAAHI WAALLADZIINA MA’AHU ASYIDDAAU ‘ALAA ALKUFFAARI RUHAMAAU BAYNAHUM TARAAHUM RUKKA’AN SUJJADAN YABTAGHUUNA FADHLAN MINA ALLAAHI WARIDHWAANAN SIIMAAHUM FII WUJUUHIHIM MIN ATSARI ALSSUJUUDI DZAALIKA MATSALUHUM FII ALTTAWRAATI WAMATSALUHUM FII AL-INJIILI KAZAR’IN AKHRAJA SYATH-AHU FAAAZARAHU FAISTAGHLAZHA FAISTAWAA ‘ALAA SUUQIHI YU’JIBU ALZZURRAA’A LIYAGHIIZHA BIHIMU ALKUFFAARA WA’ADA ALLAAHU ALLADZIINA AAMANUU WA’AMILUU ALSHSHAALIHAATI MINHUM MAGHFIRATAN WA-AJRAN ‘AZHIIMAAN
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. @@@

Categories: AL FATH | 7 Komentar

MOHON DOA RESTU


Alhamdulillahirrobbilalamin.
Sukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga kami telah selesai melaksanakan program private PARANORMAL KWA untuk menggembleng peserta dengan kualifikasi GURU. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan anda mengikuti program ini dan harapan kami semoga ilmu-ilmu yang telah anda dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada seluruh sedulur KWA, mohon doa restunya untuk kami agar bisa untuk memberi manfaat dan bantuan sesuai dengan kompetensi kami di bidang solusi-solusi alternatif. Begurulah dan belajarlah kepada mereka karena saya mengenal mereka ini adalah orang-orang yang memiliki karakter dan dedikasi yang tinggi untuk membantu sesama. Mereka adalah:
IMG_20140323_062611

KI GEDE PANEMBAHAN SUNTIKA PENANGGUNGAN – TANGERANG – 085780472021
KI GEDE PANEMBAHAN GANDA PENANGGUNGAN – BEKASI – 081297055737
KI GEDE PANEMBAHAN USEP PENANGGUNGAN – GARUT – 087724957546
KI GEDE PANEMBAHAN ISWANTO PENANGGUNGAN – SIDOARJO – 085334991908

Demikian apa yang bisa saya sampaikan dan terima kasih. Wawwahul muwaffiq ilaa aqwamit thoriq. Wassalamualaikum wr wb.
Salam paseduluran. Rahayu..rahayu..rahayu…

KI WONGALUS

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

THE POWER OF ALIP


wongalus

Ya Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Hakikat Rahmat Ketuhanan, mutiara yang terang benderang memancar dengan rahasia pengertian dan pernyataan, cahaya segala sesuatu yang menjadikan manusia wadah Kebenaran Ketuhanan, yang bagaikan kilat memancar dengan melimpahkan curahan rahmat kepada setiap orang yang menghadap-Nya daripada segenap lingkungan dan masa, dan cahayaMU yang bergemerlapan memenuhi dengannya wadah ciptaanMU dengan ketinggian pangkat. Ya Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Hakikat Kebenaran yang mempernyatakan daripadanya naungan seluruh rahsia-rahsia hakikat yang memiliki kearifan tertinggi, yang sentiasa merintis jalanMU yang sempurna. Ya Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Penyeru Kebenaran dengan Kebenaran yang menjadi Gedung Teragung, Sumber bagi segala limpahanMu yang daripadaMU kepadaMU meliputi cahaya yang terpilih. Rahmat Allah ke atasnya juga kepada keluarganya dengan rahmat membukakan kami dengannya haqiqat.

Teringat seorang guru jiwa yang selalu menerangi dikala susah dan gembira. Darinya, kita belajar untk senantiasa cerdas dalam menyembunyikan sifat-sifat mulia dan berperilaku sebagaimana yang diajarkan Sang Nabi. Dia sang guru jiwa ini kerap menyamar sebagai si bodoh namun gemar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT setiap saat, pagi siang dan malam.

Suatu ketika, sang guru jiwa terbetik hatinya untuk mengajari ilmu kebijaksanaan kepada seorang ustadz lulusan sebuah pondok pesantren. Usia ustadz ini tergolong muda, 30-an tahun, kariernya cemerlang dan santrinya datang untuk menimba ilmu tajwid. Tidak hanya ilmu tata bahasa Arab, sang ustadz juga membuka praktik pengobatan alternatif di rumahnya. Hampir tiap malam rumah yang terletak di pinggir kota itu ramai oleh orang yang datang dari berbagai penjuru. Di tengah kariernya sebagai seorang ustadz yang sedang moncer, terbetik rasa sombong dan takabur sehingga Allah mengutus sang guru jiwa untuk memberi pelajaran padanya.

Suatu sore, guru jiwa ini datang kepadanya mengenakan pakaian lusuh kumuh seperti pengemis ke tempatnya mengajar. Ustadz itu sedang mengajar banyak santri untuk mengaji Al-Quran di sebuah serambi masjid itu dikelilingi para santri/santriwati

Guru Jiwa: Assalamualaikum…Salam salim ustadz

Ustadz: Waalaikumsalam ada yang bisa saya bantu pak tua? (mimiknya kaget disapa seorang yang mirip pengemis yang tiba-tiba mendatangi masjid, para santri yang sebelumnya membaca Al Quran pun terdiam. Mereka melihat tamu dekil tersebut)

Guru Jiwa: Mohon saya diajari ngaji Al Quran, saya belum bisa ngaji ustadz

Ustadz: Astaghfirullah, kamu sudah tua belum bisa ngaji.. berapa usiamu?

Guru Jiwa: 73 ustadz (sambil terbatuk-batuk)

Ustadz: Wah mendekati ajal donk.. hahaha (para santri ikut tertawa bernada sinis mengejek)… sebenarnya usia segitu  telat untuk belajar ngaji pak..harusnya dulu waktu usiamu kanak kanak .. tapi untunglah kamu akhirnya sadar pentingnya ngaji

Guru Jiwa: Maaf, mungkin ini semua sudah dikehendaki Allah atas diriku

Ustadz: Itu karena kamu malas menuntut ilmu saja, jangan mencari pembenaran.. hahaha. Tapi baiklah, kapan pun boleh kamu belajar ngaji kepadaku setelah aku ngajari santri-santri disini..  

Guru Jiwa: Apa syaratnya belajar ngaji kepadamu?

Ustadz: Syaratnya kamu tiap Selasa dan Kamis sore ke masjid ini berpakaian bersih memakai sarung dan kopyah, nggak perlu bayar untuk belajar ngaji padaku. Kalau santri disini semua shodakoh tiap bulan tapi khusus buatmu ada dispensasi atau pengecualian. Aku maklum kondisimu.. kamu pengemis ya?

Guru Jiwa: Bukan ustadz. Saya bukan pengemis dan tak pernah minta-minta kepada manusia. Saya hanya meminta kepada Allah SWT. Kerja saya sehari-hari pemulung sampah. Saya sanggup kasih infak ke ustadz untuk bayar ngaji saya

Ustadz: Oh nggak usah. Aku lebih kaya darimu. Moso minta infak? Oh pemulung? Makanya badanmu bau (puluhan santri tertawa terbahak-bahak). Kalau mau ke masjid sini, mandi dulu pak… bau….

Guru Jiwa: Baiklah ustadz. Kapan ustadz mulai mengajari saya?

Ustadz: Sekarang boleh kalau kamu mau.

Guru Jiwa: Baiklah saya akan menyimak pelajaran pertama dari mu

Ustadz: Oke, untuk mengaji kamu harus tahu tentang huruf hijaiyah. Saya akan menuliskan Huruf Hijaiyah. Huruf ini dimulai dari alif, ba, ta ….

(belum meneruskan kalimatnya, segera diserobot oleh guru jiwa)

Guru Jiwa: Terima kasih ustadz. Wassalamualaikum (sambil bergegas ngeloyor pergi)

Ustadz: Lho kok pergi pak tua, pelajaran belum selesai. Kok pulang? Siapa yang menyuruhmu pulang?

Santri-santri: orang gila… wong gendeng… hahahaha

Ustadz: Biarlah, ternyata orang gila tho. Oalah… mau dikasih pelajaran malah pulang.

Satu minggu …. satu bulan… lima bulan …. waktu berlalu berlalu begitu cepat…. Genap tujuh bulan kemudian Pak tua alias Sang Guru Jiwa itu datang lagi menemui para ustadz yang dikelilingi para santri di serambi masjid. Kali ini Sang Guru Jiwa

Guru Jiwa: Assalamualaikum Ustadz

Ustadz: Waalaikumsalam. Lama amat kamu datang lagi pak tua. Belajar ngaji itu ada jadwalnya … tidak seenakmu…Berbulan-bulan kamu nggak datang, sekarang kamu datang lagi kemari.. (raut wajah ustadz agak marah)

Guru Jiwa: Begitulah kalau Allah memerintahkan aku, maka aku segera laksanakan. Saya tinggalkan semua urusan termasuk mengaji. Jadi maklumlah..

Ustadz: Oke deh kalau begitu sekarang apa kamu masih ingat pelajaran yang kuberikan dulu padamu?

Guru Jiwa: Masih ingat ustadz. Saya mengucapkan terima kasih atas pelajaran ustadz yang luar biasa dan atas ijin Allah sudah saya kuasai sempurna.

Ustadz: Pelajaran apa pak tua? Saya dulu kan belum selesai memberikan materi pelajaran dan kamu sudah pergi begitu saja? Apa yang kau ingat dari ucapanku saat itu?

(pak tua itu melangkah berdiri dan menuju ke dinding masjid yang ada papan tulisnya. Diambilnya kapur tulis dan digoreskannya huruf hijaiyah)

Guru Jiwa: ini huruf alif ….

(begitu jarinya menggores kapur tulis, tiba-tiba dinding masjid bergetar seperti gempa bumi dan akhirnya runtuh bergemuruh.. suaranya memekakkan telinga …. ustadz dan para santri kaget dan sekonyong-konyong menyelamatkan diri berhamburan keluar dari bangunan masjid yang runtuh itu… Yang aneh, ternyata pak tua itu tidak kejatuhan material bangunan masjid.. diantara debu-debu reruntuhan dia tegak berdiri sambil tersenyum… masyarakat desa yang menyaksikan peristiwa itu sangat kaget dan berduyun-duyun datang semakin lama semakin banyak.

Ustadz: astaghfirullah… astaghfirullah…

Guru Jiwa:  Ustadz dan santri-santri, ini sudah kehendak Allah SWT, jadi atas semua hal yang terjadi pada kita maka kita wajib bersyukur.

Setelah ketakjuban selesai dan kondisi tenang, Ustadz bertanya ke Pak Tua

Ustadz: Wahai pak tua, apa rahasia amalanmu sehingga kekuatanmu begitu dahsyat. Hanya dengan huruf ALIF, satu huruf saja kau membuat gedung runtuh, bagaimana seandainya banyak huruf, banyak kalimat doa-doa kau lantunkan kepada Allah SWT?

Guru Jiwa: Satu huruf yang diyakini dalam hati lebih bermakna dari kalimat panjang yang tidak kau yakini… huruf ALIF adalah huruf pertama kalamullah, huruf pembuka semua huruf, daya energi pertama sebelum Allah meneruskan dengan daya-daya energi yang termuat dalam huruf hijaiyah … huruf selanjutnya setelah alif, adalah BA… di bawah nya ada TITIK BA…. dan seterusnya …. hayatilah KEHADIRAN ALLAH SWT dalam perilakumu sehari-hari … dalam huruf ALIF tersimpan kekuatan tidak terduga atas KUN FAYAKUN nya.

Ustadz: subhanallah, maafkan saya yang sudah sombong dan merasa berilmu ini, ternyata ilmu ku tidak ada apa-apanya dibanding ilmunya Allah SWT….. Pak tua, berilah nasehat pada saya yang masih muda ini.

Guru Jiwa: Ilmu yang diwariskan oleh para Nabi ‘alaihimussalaam ialah melepaskan diri dari belenggu kegelapan dan membersihkannya dari segala kotoran materi serta mengarahkannya untuk menelusuri alam ruh dan malakut sehingga tidak terperdaya lagi oleh materi atau sebagainya. Ilmu ini menyingkap segala sesuatu yang sangat halus dengan kejernihan jiwa dan Nur Illahi, hingga dengannya ia dapat melihat, mendengar, berdiam, bergerak, mengetahui, mengambil sesuatu, dan meninggalkan sesuatu pekerjaan. Dengan sucinya hati, kelak pewaris ilmu akan menjadi orang yang dicintai-Nya. Inilah bentuk kecintaan yang murni dan agung. Kaum aulia adalah merupakan pewaris para Nabi. Allahlah yang mengajarkan mereka segala penyakit dan obatnya. Mereka merupakan dokter hati dan dokter kerusakan ruh atau jiwa.

Ustadz: Lanjutkan pak tua, mulai saat ini saya akan berguru kepadamu…

Guru Jiwa: Innal Ulamâ waratsatul Anbiya’ wa innal Anbiyâa lam yuritsu dinaran wala dirhaman walakinnahum warratsu al-ilm, faman akhodzahu akhodza bi haddzin wâfirin.
Sesungguhnya Ulama merupakan pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka ia telah meraut banyak kebaikan….. Pak ustadz adalah adalah bagian dari ulama itu… Oleh sebab itu sebarkan ilmu yang diwariskan padamu atas ijin Allah. Baiklah saya ijin untuk pergi… Assalamualaikum.

Ustadz: Hendak kemanakah engkau pergi pak tua?

Guru Jiwa: Melanjutkan perjalanan bersama Allah SWT, dan menikmati firman-firman-Nya, meninggalkan segala sesuatu selain-Nya dengan menyempurnakan pengabdian dalam ibadah dan menunaikan hak-hak Rububiyyah-Nya

Ustadz: Terima kasih atas pengajaranmu kepadaku pak tua. Alhamdulillah saya termasuk orang yang beruntung bisa bertemu denganmu. Kuingat Qs.Al-Jum’ah: 4 …. Dzalika fadhlullahi yu’tihi man yasa’ wallahu dzul fadhlil ‘Adziem... Demikian karunia Allah diberikan kepada yang Dia kehendaki; Dan Allah memiliki karunia yang besar….  waalaikumsalam wr wb.  

@ 2014,wongalus

Categories: THE POWER OF ALIP | 41 Komentar

DALAM RANGKA MILAD KWA APRIL 2014: IJASAH ULANG ILMU KALIMAH TIGA


TANDA SEORANG PENDEKAR ILMU HIKMAH YANG MUMPUNI: SEMAKIN TINGGI ILMU MAKA DIA AKAN SEMAKIN MERUNDUK, BISA ‘NGEMONG’ ATAU MEMBIMBING ORANG LAIN DAN BANYAK MENGALAH. MAKA SEDULUR… JADIKANLAH ILMU INI SEBAGAI SARANA UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT. BUKAN UNTUK PAMER KEKEBALAN, BUKAN UNTUK PAMER KEKUATAN, PAMER KESAKTIAN DAN KESOMBONGAN.

MENYAMBUT MILAD KWA PADA APRIL 2014 MAKA BERSAMA INI ADMIN BLOG MENGADAKAN IJASAHAN ULANG ILMU KALIMAH TIGA  KEPADA PARA SEDULUR YANG MEMBUTUHKANNYA DENGAN HAK DAN SEMPURNA ATAS IJIN ALLAH SWT….

BERIKUT TATA CARANYA:

TAWASSUL SEMPURNA (KIRIM AL FATIHAH KE RASULULLAH, SEMUA NABI SEMUA WALI SEMUA MUSLIMIN DAN MUSLIMAT BAIK YANG SUDAH MENINGGAL MAUPUN YANG MASIH HIDUP), PARA PENGIJASAH, AYAH IBU DAN LELUHUR ANDA SERTA DIRI ANDA SENDIRI…..

###TINGKAT PERTAMA UNTUK KEKEBALAN – KEKUATAN SEMPURNA SEBAGAI SARANA IBADAH, KEKUATAN KONSENTRASI PIKIRAN.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

LA BULU DAN KULIT, ILAHA DARAH DAN DAGING, ILA URAT DAN TULANG, ALLAH OTAK DAN SUMSUM BERKAT KALIMAH LA ILAHA ILALLAH  1000 X selama 10 hari

=================================================

#####TINGKAT KEDUA UNTUK KESELAMATAN LAHIR BATIN SEMPURNA, REJEKI TAK TERBATAS, MAHABBAH/PENGASIHAN/JODOH IDEAL KARENA ALLAH BUKAN KARENA NAFSU, KEKUATAN SANDARAN HIDUP HANYA PADA ALLAH, MEMBUKA JALUR KHUSUS HUBUNGAN DENGAN ILAHI, PELENYAPAN DIRI EGO DAN ADANYA ALLAH DALAM HIDUP KITA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

ZIKIRKU DI KANDUNG ALLAH, BADANKU DI KANDANG RASULULLAH, PINTU QALBI HIDAYATULLAH, TERANGKANLAH JALANKU WARAHMATULLAH, AKU TIDUR DI DALAM BAITULLAH, BANTAL AKU LAM JALALLAH, LENYAPKAN AKU DALAM KALIMAH LA ILAHA ILALLAH 1000 x selama 10 hari

==================================================

####### TINGKAT KETIGA UNTUK MENDAPATKAN PEMBIMBING GOIB DAN NYATA/ LAHIR DAN BATIN AGAR SUKSES HIDUP KITA DI AKHIRAT DAN DUNIA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

YAA ALLAH YAA RASULULLAH  YAA KHIDIR YAA QODIR YAA SYADZILI  YAA  ANA  1000 x selama 10 hari

===============================================================

TATA CARA DAN SYARIAT:

Hayatilah dan hapalkan tingkatan ilmu ini dan resapilah sesempurna-sempurnanya. Jauhi dosa dan maksiat. Sukailah puasa dan riyadhoh-riyadhoh lain sebagaimana yang dituntunkan agama. Laksanakan amar makruf dan nahi munkar dan bertindaklah dewasa. Semakin anda mampu menyempurnakan hidup sesuai dengan amal perbuatan maka Insya allah Anda akan mampu menguasai ilmu hikmah ini dengan sempurna atas ijin Allah SWT.

==========================================================================

@PENYELARASAN@

Bagi sedulur yang membutuhkan penyelarasan ILMU KALIMAH TIGA, kami sampaikan bahwa kami akan mengadakan penyelarasan jarak jauh SEBELUM ATAU SETELAH ANDA MENJALANI LAKU ILMU INI pada:

HARI: KAMIS
TANGGAL: 20 Maret 2014
PUKUL: 21.00 WIB S/D21.15 WIB
TEMPAT: RUMAH ATAU LOKASI MASING MASING. BOLEH DI LUAR RUMAH/ALAM TERBUKA INSYA ALLAH AKAN LEBIH TERASA POWERNYA…

Kami mohon saudara pada jam itu untuk duduk diam (POSISI MEDITASI MONGGO, POSISI WIRID MONGGO) dan membaca ISTIGHFAR selama kurang lebih 5 menit dan LANJUTKAN DENGAN NIAT DALAM HATI sbb: SAYA TERIMA PANCARAN TENAGA KALIMAH TIGA JARAK JAUH DENGAN HAK DAN SEMPURNA DARI KI WONGALUS ATAS IJIN ALLAH SWT. Selanjutnya bisa anda lanjutkan dengan WIRID ILMU KALIMAH TIGA tingkat pertama dan seterusnya (terserah sesuai kemampuan).

Demikian terima kasih.

@WONGALUS@

Categories: IJASAHAN ULANG ILMU KALIMAH TIGA | 110 Komentar

AGAR ILMU MUNCUL POWERNYA: TINGGALKAN AKU-MU AGAR AKU-NYA HADIR KUN FAYAKUN


TANYA:
KI WONGALUS SAYA SUDAH MENGAMALKAN ASMAK, TAPI APAKAH ASMAK ITU SUDAH MENYATU DALAM DIRI SAYA DAN ADA POWERNYA?

JAWAB: PERTANYAAN INI SEDERHANA, TAPI MOHON MAAF SAYA TIDAK BISA MENJAWABNYA SECARA SEDERHANA. NAH, ARTIKEL INI INSYA ALLAH BISA MENJAWAB BANYAK PERTANYAAN SERUPA BAGAIMANA CARA AGAR SEBUAH ILMU (ASMAK, HIZIB, ILMU-ILMU HIKMAH –YANG HAKIKATNYA SEMUA ITU ADALAH DOA KEPADA ALLAH SWT — MEMILIKI KEKUATAN, POWER, DAYA, KAROMAH, TUAH DAN BISA MENYATU DALAM DIRI KITA.

Untuk menjawabnya ijinkan saya memaparkan sebuah kisah sejarah —menurut Mursyid saya, memaparkah kisah sejarah kaum sufi meskipun berulang kali sangat bagus karena ada energi baru yang bisa diambil— sebagaimana yang dituliskan oleh sufi Farududdin Attar dalam bukunya TAZKIRAT-UL AULIYA dan dalam buku MASNAWI karya sufi Jalaluddin Rumi. Yaitu seorang sosok  paling menonjol dari awal pertapa Sufi yaitu IBRAHIM IBN ADHAM (إبراهيم بن أدهم) yang hidup pada 718 - 782 Masehi. Insya allah anda nanti akan mampu menjawab pertanyaan anda di atas…

kwa ibrahimKisah ini bermula ketika Ibrahim ibn Adham menjadi raja di Balkh,  wilayah yang masuk dalam kerajaan Khurasan, menggantikan ayahnya yang baru wafat. Sebagaimana umumnya kehidupan para raja, Ibrahim bin Adham juga bergelimang kemewahan. Hidup dalam istana megah berhias permata, emas, dan perak. Setiap kali keluar istana ia selalu di kawal 80 orang pengawal. 40 orang berada di depan dan 40 orang berada di belakang, semua lengkap dengan pedang yang terbuat dari baja yang berlapis emas.

Suatu malam, ia tidur di pembaringan kerajaan. Pada tengah malam, atap kamar tidurnya berguncang dasyat seolah olah ada seseorang yang berjalan di atasnya.”Siapa itu?” teriaknya. Dijawab, “Seorang teman. Aku kehilangan seekor unta, dan aku kini tengah mencarinya di atap ini.””Dasar bodoh, engkau mencari unta di atap?” pekik Ibrahim.”Orang jahil (bodoh),” tukas suara itu, “apakah engkau mencari Tuhan di dalam pakaian sutra dan di atas tempat tidur emas?”.

Kata kata ini menyentak hati Ibrahim dan membuatnya ketakutan. Api serasa berkobar di dalam dirinya, dan ia pun tidak dapat kembali tidur. Ketika pagi tiba, Ibrahim kembali ke mimbar dan duduk di singgasananya; berpikir, bingung, dan waspada. Para menteri kerajaan berdiri di tempat mereka masing-masing; budak budaknya berdiri berjajar berhimpitan. Semua warga istana hadir. Tiba tiba, seorang lelaki dengan raut wajah yang sangat buruk memasuki ruangan, sangat buruk untuk dilihat sehingga tak ada seorang pun dari para pejabat dan pelayan kerajaan yang berani menanyakan namanya; lidah lidah mereka tertahan di tenggorokan. Lelaki ini mendekat dengan khidmat ke singgasana.
“Apa maumu” tanya Ibrahim.
“Aku baru saja tiba di penginapan ini,” ujar lelaki itu.
“Ini bukan penginapan. Ini istanaku. Kau gila,” teriak Ibrahim.
“Siapa yang memiliki istana ini sebelummu?” tanya lelaki itu.
“Ayahku,”jawab brahim.”
Dan sebelumnya?”
“Kakekku?”
“Dan sebelumnya?”
“Buyutku.”
“Dan sebelumnya?”
“Ayah dari buyutku.”
“Ke mana mereka semua pergi?” tanya lelaki itu.
“Mereka telah tiada. Mereka telah meninggal dunia,” jawab Ibrahim.
“LaIu, apa lagi namanya tempat ini kalau bukan penginapan, di mana seseorang masuk dan yang lainnya pergi?”

Setelah berkata begitu, lelaki asing itu pun menghilang. Ia adalah Nabi Khidhr as. Api berkobar semakin dahsyat di dalam jiwa Ibrahim, dan seketika kesedihan menatap dalam hatinya. Kedua kejadian itu, di malam dan siang hari, sama sama misterius dan tidak dapat dijelaskan oleh akal.
Akhirnya Ibrahim berkata, “Pasang pelana kudaku. Aku akan pergi berburu. Aku tidak tahu apa yang telah kualami hari ini. Ya Tuhan, bagaimana ini akan berakhir?”Pelana kudanya dipasang, dan ia pun pergi berburu. Sejurus kemudian, ia memacu kudanya melintasi padang pasir; sepertinya ia tidak tahu apa yang sedang ia lakukan. Dalam keadaan bingung, ia terpisah dari para Pengawalnya. Di tengah perjalanan, tiba tiba ia mendengar sebuah suara, “Bangunlah, sebelum engkau tidak mampu bangun!”Ia berpura pura tidak mendengarnya dan terus memacu kudanya.
Untuk kedua kalinya suara itu terdengar lagi, tapi ia tidak menghiraukannya. Kali yang ketiga, ia mendengar suara yang sama, ia pun pergi menjauh. Kemudian, suara itu kembali terdengar untuk keempat kalinya, “Bangunlah, sebelum engkau tak mampu bangun!”Kali ini ia kehilangan kendali dirinva. Tiba tiba ia melihat seekor rusa muncul, dan Ibrahim pun Membidiknya. Rusa itu berbicara pada Ibrahim, “Aku diutus untuk mencarimu. Engkau tak dapat menangkapku. Untuk inikah engkau diciptakan, ataukah ini yang diperintahkan kepadamu?””Ah, apa yang, kualami ini?” tukas Ibrahim. Ibrahim pun memalingkan wajahnya dari rusa itu. Kemudian ia mendengar kata kata yang sama keluar dari bagian depan pelana kudanya. Rasa takut dan ngeri menguasai dirinya.
Kemudian pesan Ilahi itu menjadi lebih jelas, karena Allah Yang Maha kuasa berkehendak untuk menyempurnakan komunikasi itu. Untuk ketiga kalinya, suara yang sama keluar dari kerah bajunya. Pesan ilahiah itu pun sempurna, dan surga terbuka baginya. Kini keimanan merebak di dalam diri Ibrahim. Ibrahim turundari kudanya; pakaian dan kudanya basah terkena tetes air matanya.

MENGENAKAN JUBAH ‘KEMISKINAN’ HAKIKATNYA MEMULAI MENINGGALKAN KE-AKUAN DAN MENGHINDARI KESOMBONGAN KARENA KESOMBONGAN DAN RIYA (NARSISME) ADALAH HIJAB/TIRAI RUHANI…

Ibrahim pun bertobat dengan sebenar benarnya dan tulus. Ia melangkah ke tepi jalan, kemudian ia melihat seorang gembala yang mengenakan pakaian dari penutup kepala yang terbuat dari bulu hewan, menggembalakan domba dombanya. Ibrahim melihat lebih dekat, dan menyadarinya bahwa gembala itu adalah budaknya. Ibrahim memberikan jubahnya yang bersulam emas dan mahkotanya yang bertahtakan permata kepada gembala itu, juga sekalian dengan domba dombanya. Sedangkan Ibrahim mengambil pakaian dan penutup kepala gembala itu, dan itu ia pakai sendiri. Semua malaikat berdiri memandang Ibrahim.”Betapa agungnya kerajaan yang kini dimiliki Ibnu Adham,” ujar mereka. “Ia telah membuang pakaian dekil duniawi, dan kini mengenakan jubah agung kemiskinan.”

Setiap hari, Ibrahim pergi bekerja mencari nafkah hingga malam hari. Semua pendapatannya ia belanjakan untuk keperluan para sahabatnya. Tetapi, saat ia selesai mendirikan salat malam (Maghrib dan Isya), membeli sesuatu, dan kembali kepada para sahabatnya, malam telah lama berlalu.
Suatu malam, para sahabat sufi-nya berkata, “Ibrahim, selalu datang telat. Ayo, kita makan roti dan pergi tidur. Itu akan menjadi isyarat bagi Ibrahim agar ia kembali lebih awal di kemudian hari. Agar ia tidak lagi membiarkan kita menunggu begitu lama.”Mereka pun melakukan hal itu. Ketika lbrahim kembali, ia melihat para sahabatnya tertidur. Ia mengira mereka belum makan apa-apa dan tidur dalam keadaan lapar. Ibrahim pun segera menyalakan api. Ia membawa sedikit tepung, maka ia membuat adonan untuk dibuat makanan agar para sahabatnya punya sesuatu untuk dimakan ketika mereka bangun, sehingga mereka sanggup untuk berpuasa di siang harinya. Para sahabat Ibrahim bangun dan melihatnya dengan jenggotnya di atas tanah, sedang meniup api; air matanya bercucuran, dan ia dikelilingi oleh asap.”Apa yang sedang engkau lakukan?” mereka bertanya.”Aku melihat kalian tertidur,” Ibrahim menjawab. “Aku berkata dalam hati, mungkin kalian tidak memiliki apa-apa untuk dimakan dan tidur dalam keadaan lapar. Maka aku pun membuatkan sesuatu untuk kalian makan setelah kalian bangun.”
“Lihatlah bagaimana dia berpikir tentang kita, dan bagaimana kita berpikir tentang dia,” ujar mereka.
Berbulan bulan mengembara, sambil berkhalwat Ibrahim pun mulai memberikan pegajaran-pengajaran melalui hikmah yang ditemukannya selama dalam perjalanan. Suat ketika dia tiba di sebuah kampung bernama Bandar Nishafur. Di sana pun mencari gua untuk dijadikan tempat  menyendiri, berdzikir dan memperbanyak lbadah. Hingga keshalihan, kezuhudan dan kesufiannya semakin dikenal banyak orang. Banyak di antara mereka yang mendatangi dan menawarkan bantuan kepadanya, tetapi Ibrahim selalu menolak.

MENJADI PENJAGA KEBUN HAKIKATNYA MELEBURKAN DIRI KEPADA KEHENDAK ILAHI. BELAJAR UNTUK TIDAK MEMPERTURUTKAN KEINGINAN KITA, BELAJAR MENGENDALIKAN EGO DAN BELAJAR UNTUK MENTAATI KEINGINAN ALLAH KEPADA KITA.

Beberapa tahun kemudian, ia meninggalkan Bandar Nishafur, dan dalam perjalanan selanjutnya menuju Makkah, hampir di setiap kota yang ia singgahi terdapat kisah menarik tentang dirinya yang dapat menjadi renungan bagi kita, terutama keikhlasan dan ketawadhuannya.
Pernah satu ketika, di suatu kampung Ibrahim kehabisan bekal. Untungnya, ia bertemu dengan seorang kaya yang membutuhkan penjaga untuk kebun delimanya yang sangat luas. Ibrahim pun diterima sebagai penjaga kebun, tanpa disadari oleh orang tersebut kalau lelaki yang dipekerjakannya adalah Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang sudah lama ia kenal namanya. Ibrahim menjalankan tugasnya dengan baik tanpa mengurangi kuantitas ibadahnya.
Satu hari, pemilik kebun minta dipetikkan buah delima. Ibrahim melakukannya, tapi pemilik kebun malah memarahinya karena delima yang diberikannya rasanya asam.
“Apa kamu tidak bisa membedakan buah delima yang manis dan asam,” tegumya.
“Aku belum pernah merasakannya, Tuan,” jawab Ibrahim.
Pemilik kebun menuduh Ibrahim berdusta. Ibrahim lantas shalat di kebun itu, tapi pemilik kebun menuduhnya berbuat riya dengan shalatnya.
“Aku belum pernah melihat orang yang lebih riya dibanding kamu.”
“Betul tuanku, ini baru dosaku yang terlihat. Yang tidak, jauh lebih banyak lagi,” jawabnya. Dia pun dipecat, lalu pergi.
Di perjalanan, ia menjumpai seorang pria sedang sekarat karena kelaparan. Buah delima tadi pun diberikannya. Sementara itu, tuannya terus mencarinya karena belum membayar upahnya. Ketika bertemu, Ibrahim meminta agar gajinya dipotong karena delima yang ia berikan kepada orang sekarat tadi. “Apa engkau tidak mencuri selain itu?” tanya pemilik kebun. “Demi Allah, jika orang itu tidak sekarat, aku akan mengembalikan buah delimamu,” tegas Ibrahim.

Setahun kemudian, pemilik kebun mendapat pekerja baru. Dia kembali meminta dipetikkan buah delima. Tukang baru itu memberinya yang paling manis. Pemilik kebun bercerita bahwa ia pernah memiliki tukang kebun yang paling dusta karena mengaku tak pernah mencicipi delima, memberi buah delima kepada orang yang kelaparan, minta dipotong upahnya untuk buah delima yang ia berikan kepada orang kelaparan itu. “Betapa dustanya dia,” kata pemilik kebun.
Tukang kebun yang baru lantas berujar, “Demi Allah, wahai majikanku. Akulah orang yang kelaparan itu. Dan tukang kebun yang engkau ceritakan itu dulunya seorang raja yang lantas meninggalkan istananya karena zuhud.” Pemilik kebun pun menyesali tindakannya, “Celaka, aku telah menyia-nyiakan seseorang yang memiliki nama besar dan kekayaan ilmu yang belum pernah aku temui sebelumnya.”

MENYEMBUNYIKAN KESHOLEHAN, PENYANGKALAN DIRI AGAR TUHAN TIDAK CEMBURU KEPADA KITA, DAN HAKIKATNYA KITA PERLU TERUS MENERUS MENEMPA DIRI…

Syahdan, perjalanan Ibrahim Ibnu Adham sudah hampir masuk ke wilayah Kota Makkah. Ternyata berita kedatangannya sudah didengar oleh para pemimpin dan ulama Mekkah, dan mereka bersama sama menunggu. Sayangnya, tak seorang pun yang mengenali wajah Ibrahim sebelumnya.
Saat itu para penjaga kota Mekkah diutus untuk menunggu kedatangan sang sufi Ibrahim Ibn Adham. Hari yang ditunggu-tunggu datanglah. Ibrahim datang berjalan kaki menggunakan pakaian pengemis yang sangat kotor dengan wajah yang susah dikenali. Bertanyalah penjaga kota Mekkah kepada pengemis tersebut. “Apakah kamu mengenal Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang terkenal itu?”
Pengemis yang tak lain Ibrahim Ibn Adham pun menjawab: “Untuk apa kamu menanyakan si ahli bidah itu?”
Mendapat jawaban yang tidak sopan seperti itu, Penjaga kota mekkah marah bukan main karena merasa ada seseorang yang menginjak harga diri seorang ulama besar rajanya kaum sufi. Penjaga tersebut memukuli Ibrahim berulangkali dan menyeretnya menghadap pemimpin Makkah.
Saat diinterogasi, jawaban yang keluar dari mulutnya tetap sama, “Untuk apa kalian menanyakan si ahli bid’ah itu?” Ibrahim pun masuk ruang penyiksaan dan disiksa karena dia dianggap menghina seorang ulama agung.
Apakah Ibrahim sedih? Ternyata tidak sama sekali. Dalam hatinya ia Ibrahim bersyukur diperlakukan demikian, ia berkata kepada dirinya sendiri, “Wahai Ibrahim, dulu waktu berkuasa kamu memperlakukan orang seperti ini. Sekarang, rasakanlah olehmu tangan-tangan penguasa ini.”
Banyak momentum spiritual didapatkan Ibrahim ibn Adham ketika dirinya direndahkan orang, dipukuli, disiksa sehingga dia bisa mengetahui kekeliruan dan inilah saatnya untuk memperbaiki diri. Kesendiriannya membawanya kepada rasa bersalah dan memohon ampun kepada Allah SWTm menebus segala kesalahan dan kelalaian. Fakta yang buruk mengajarkan keikhlasan, kezuhudan, dan ketawadhuannya yang tak ternilai harganya.

MENYADARKAN ORANG LAIN, TERUSLAH ISTIQOMAH DI JALAN KEYAKINAN, SEBARKAN KEBAIKAN SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI DAN TUTUP SEGERA CELAH-CELAH DOSA DALAM DIRIMU…

Dan pada suatu hari, Ibrahim bin Adham didatangi seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabiah. Ia meminta nasehat kepada dirinya agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya. Ia berkata, “Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya.”
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, “Jika kamu mampu melaksanakan lima syarat yang kuajukan, maka aku tidak keberatan kau berbuat dosa.”
Mendengar jawaban laki-laki tersebut gembira dan dengan penuh rasa ingin tahu yang besar dia bertanya, “Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak (Ibrahim ibn Adham)?”
“Syarat pertama, jika kau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rizki Allah”, ujarnya.
Lelaki itu mengernyitkan dahinya lalu berkata, “lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rizki Allah?”
“Benar”, jawab ibrahim tegas. “Bila kau telah mengetahuinya, masih pantaskah kau memmakan rizki-Nya sementara kau terus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintah-Nya?”
“Baiklah…”, jawab lelaki itu tampak menyerah, “Kemudian apa syarat yang kedua?”
“Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya”, kata Ibrahim lebih tegas lagi.
Syarat kedua ini membuat jahdar lebih kaget lagi. “Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?”
“Benar. Karena itu pikirkahlah baik-baik. Apakah kau masih pantas memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya sementara kau terus berbuat maksiat?”, tanya Ibrahim.
“Kau benar Aba Ishak”, ucap Jahdar kemudian. “Lalu apa syarat yang ketiga?”, tanyanya dengan penasaran.
“Kalau kau masih juga bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat yang terembunyi agar tidak terlihat oleh-Nya.”
Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. “Ya Aba Ishak, nasehat macam apakah semua ini? Mana mungin Allah tidak melihat kita?”
“Bagus! Kalau kau yakin Allah melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rizkNya, tinggal di buminya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya. Pantaskah kau melakukan semua itu?”, tanya Ibrahim kepada lelaki yang masih tampak membisu itu. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabiah tidak berkutik dan membenarkannya.
“Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat yang keempat?”
“Jika malaikatul maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertobat dan melakukan amal shaleh.”

Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukan selama ini. Ia kemudian berkata, “Tidak mungkin…. Tidak mugnkin semua itu kulakukan”.
“Ya Abdallah (hamba Allah), bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?”
Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasehat kepada lelaki itu.
“Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!”
Lelaki yang ada di hadapan Ibrahim bin Adham itu tampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasehatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal, ia berkata, “cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah”.
Lelaki itu memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyuk.

AGAR ILMUMU ADA POWERNYA, AGAR DOAMU DIKABULKAN ALLAH, AGAR KATA-KATAMU BERKAROMAH, INI SYARATNYA…

Suatu ketika Ibrahim bin Adham, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, “Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?”
Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, “Saudara sekalian. Ada 10 hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.
1.    Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.
2.    Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.
3.    Ketiga, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.
4.    Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.
5.    Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.
6.    Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.
7.    Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.
8.    Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.
9.    Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya.
10.    Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa.”
Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.
Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya kenapa ia menangis. Ibrahim menjawab, “Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa. Serta saya melihat Allah mengadili semua makhluk di Padang Mahsyar, sementara saya belum mempunyai alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.”

MENJAGA KEYAKINAN SECARA TEGUH TIDAK TERGOYAHKAN, TERUS MEWASPADAI JEBAKAN SETAN YANG ADA DALAM DIRI…

Pernah suatu hari beliau  ditanya, “kenapa kamu keluar dari istana menjadi fakir miskin dan bekumpul dengan manusia miskin lainnya?”. Ibrahim Bin Adham tidak langsung menjawab, beliau diam sejenak lalu menjawab, “saya ingin memegang agamaku erat-erat dan menaruhnya di antara dadaku, saya lari membawa agamaku dari satu negara ke negara yang lain, siapapun yang melihat pasti ia mengira bahwa saya seorang pengembala atau orang gila, semuanya saya lakukan hanya untuk menjaga agamaku dari gangguan setan yang terkutuk. Saya ingin membawa imanku menuju keselamatan hingga  menemui ajal”.

Ibrahim ibn Adham memilih hidup sederhana dan mencari nafkah melalui kerja kasar yang halal hingga beliau meninggal. Ibrahim Bin Adham  pernah berpesan seseorang tidak akan bisa sampai kederajat “sholeh”  kecuali mampu menahan enam cobaan:
1. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kenikmatan dan membuka pintu gerbang kesulitan.
2. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kemasyhuran dan membuka pintu gerbang kehinaan
3. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang hidup santai dan membuka pintu gerbang kerja keras
4. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang tidur dan membuka pintu gerbang jaga tengah malam
5. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kekayaan dan membuka pintu gerbang kemiskinan
6. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang cita-cita dan membuka pintu gerbang kesiapan menghadapi mati.

Syaqiiq al-Balkhi adalah teman Ibrahim bin Adham yang juga dikenal ahli ibadah, zuhud dan tinggi tawakalnya kepada Allah. Hingga pernah sampai pada tataran enggan untuk bekerja. Penasaran dengan keadaan temannya, Ibrahim bin Adham bertanya, “Apa sebenamya yang menyebabkan Anda bisa seperti ini?” Syaqiiq menjawab, “Ketika saya sedang dalam perjalanan di padang yang tandus, saya melihat seekor burung yang patah kedua sayapnya.

Lalu saya berkata dalam hati, aku ingin tahu, dari mana burung itu mendapatkan rizki. Maka aku duduk memperhatikannya dari jarak yang dekat. Tiba-tiba datanglah seekor burung yang membawa makanan di paruhnya. Burung itu mendekatkan makanan ke paruh burung yang patah kedua sayapnya untuk menyuapinya. Maka saya berkata dalam hati, “Dzat yang mengilhami burung sehat untuk menyantuni burung yang patah kedua sayapnya di tempat yang sepi ini pastilah berkuasa untuk memberiku rejeki di manapun aku berada.”

Maka sejak itu, aku putuskan untuk berhenti bekerja dan aku menyibukkan diriku dengan ibadah kepada Allah. Mendengar penuturan Syaqiiq tersebut Ibrahim berkata, “Wahai Syaqiiq, mengapa kamu serupakan dirimu dengan burung yang cacat itu? Mengapa Anda tidak berusaha menjadi burung sehat yang memberi makan burung yang sakit itu? Bukankah itu lebih utama? Bukankah Nabi bersabda, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?”

Sudah selayaknya bagi seorang mukmin memilih derajat yang paling tinggi dalam segala urusannya, sehingga dia bisa mencapai derajat orang yang berbakti? Syaqiiq tersentak dengan pernyataan Ibrahim dan ia menyadari kekeliruannya dalam mengambil pelajaran. Serta merta diraihnya tangan Ibrahim dan dia cium tangan itu sambil berkata, “Sungguh. Anda adalah ustadzku, wahai Abu Ishaq (Ibrahim ibn Adham).”

KESIMPULAN: BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH TERAKHIR DAN MENUNGGU RAHMAT ALLAH SWT…

Seorang raja kaya dengan istananya yang megah gemilang. Kemegahannya saat itu belum ada yang menandinginya. Meskipun hidup bergelimang harta dan kekuasaan tidak membuat hati beliau lalai. Bahkan beliau terkenal sebagai orang yang taat beribadah dan sangat penyantun terhadap sesama terlebih kepada orang-orang miskin di negerinya. Setiap Jum’at dikumpulkan para fakir miskin di depan istananya dan ditaburkannya uang dirham ke halaman istana. Ia juga gemar memberi hadiah bagi orang-orang yang dianggap berjasa serta memberi zakat dan shadaqah jariyah pada hari-hari tertentu. Ibrahim bin Adham, dikenal orang tak pernah duduk dengan menumpangkan kakinya. Seorang muridnya pernah bertanya, “Wahai Guru, mengapa kau tak pernah duduk dengan bertumpang kaki?” “Aku pernah melakukan itu satu kali,” jawab Ibrahim, “Tapi kemudian aku dengar sebuah suara dari langit: Hai Anak Adham, apakah seorang hamba duduk seperti itu di hadapan tuannya?” Aku segera duduk tegak dan memohon ampun.”…

Itulah sopan santun manusia di hadapan Tuhannya. Menjaga benar hatinya agar tiada apapun dihatinya selain ALLAH. Laa Ilaha Ilallah Muhammadar Rasulullah. Tiada tuhan selain Allah. Tiada aku/ego/diri lagi di dalam hati kecuali disana ada ALLAH yang bersemayam satu-satunya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidup sang sufi agung Ibrahim ibn Adham ini. Al Fatihah kukirim buatmu, wahai sang guru aulia dan ijinkanlah aku yang penuh dosa ini membersihkan debu di kakimu dan angkatlah aku menjadi muridmu ….

@wongalus,2014

Categories: IBRAHIM IBN ADHAM | 52 Komentar

IJASAHAN ULANG ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT 1 S/D TINGKAT 5


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL, KAMI MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT 1 S/D TINGKAT V DENGAN PENGIJAZAH KI JATIRAGA.

Cara mengamalkan baca tawasul ALFATIHAH disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat, Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana, Man Ajazani.

Selanjutnya baca:

1. INNA QUWWATIH NAKAFATINA NAKABA KABANA TABANA 1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat dua.

2. INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).

3. INNA QUWWATIH NAKABUN NATAH KITABUN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).

4. INNA QUWWATIH NAKATABANA FATINA NABADAN. (1000 X Selama tiga hari)

5. INNA QUWWATIN NAKATA BANATA KINNA NATABA. (1000 x diulang selama tiga hari)

Silahkan diambil/dirasakan/diamalkn :

“0000000000000000000000″

Matur nuwun
Wassalam

KI JATIGARA

Categories: ASR CIREBON | 216 Komentar

DUA PENGUMUMAN


PENGUMUMAN PERTAMA
BAKSOS GEMBLENGAN PELANCAR REZEKI

Dalam Rangka Menyambut MILAD KWA KELIMA YANG JATUH PADA APRIL MENDATANG, maka bersama ini akan diselenggarakan GEMBLENGAN PELANCAR REJEKI pada…

Hari / Tanggal       :  KAMIS, 13 MARET 2014

Waktu                   :   20.30 WIB s/d selesai

Tempat          : Markas KWA ,Mushola Balai Diklat, Jl Majapahit 5  Sidoarjo  Jawa Timur. Selatan RSUD SIDOARJO, Sebelah Kompi Senapan 516.

Acara        :  GEMBLENGAN PELANCAR REZEKI

SYARAT-SYARAT:

Datang dengan memakai baju/kaos/kemeja warna hitam. Celana bebas. 

Membawa air mineral satu botol untuk anda minum sendiri.

GEMBLENGAN Ini adalah kegiatan BAKTI SOSIAL. GRATIS DAN TIDAK DIPUNGUT BIAYA.

CP: Arya Kusuma Yudha

PHONE 082132379777

=====================================================

PENGUMUMAN KEDUA
PROGRAM PELATIHAN PRIVATE  GURU/MASTER KWA

SEKALIGUS PADA KESEMPATAN INI, KAMI SAMPAIKAN BAHWA PROGRAM PELATIHAN PRIVATE GURU/MASTER KWA  AKAN DISELENGGARAKAN

Hari / Tanggal       :  SABTU, 22  MARET 2014 s.d MINGGU 23 MARET 2014.

Mulai pukul             :   12.30 WIB s/d selesai

Tempat BERKUMPUL: Markas KWA, Mushola Balai Diklat, Jl Majapahit 5  Sidoarjo  Jawa Timur. Selatan RSUD SIDOARJO, Sebelah Kompi Senapan 516.

UNTUK PENDAFTARAN  caranya…..

SMS KE NOMER  081-233500577

Transfer DONASI sebesar 5,7 juta (lima juta tujuh ratus ribu rupiah) ke BANK JATIM (kode transfer 114) nomor rekening: 0262927024  atas nama Muhammad Wildan.

Demikian untuk menjadikan periksa. Terima kasih.

KWA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.