HIZIB KHIDIR AS


Sudah lama rasanya KWA tidak membahas tentang ilmu-ilmu kanuragan. Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan mengkaji bersama Hizib Khidir sebagaimana yang sudah ditulis oleh Ki Taofik. Konon, Hizib ini puluhan kali lebih kuat dari Asmak Rajeh Dirajeh (RDR). Benarkah demikian?

Bismillahirrahmanirrahim*
*ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAM,*
*ALLAHUMMA KAMAA LATHAFTA FII ‘ADHAMATIKA DUUNALLUTHAFAA, WA ‘ALAWTABI‘ADHAMATIKA ALAL ‘UDHAMAA, WA ‘ALIMTA MAA TAHTA ARDHIKA KA’ILMIKA BIMAAFAUQA ‘ARSYIKA, WA KAANAT WASAAWISASSHUDUURI KAL’ALANIYYATI ‘INDAKA, WA‘ALAA NIYYATILQAULI KASSIRRI FII ILMIKA, WANQAADA KULLU SYAYIN LI‘ADHAMATIKA, WA KHADHA’A KULLU DZI SULTHAANIN LI SULTHAANIKA, WA SHAARAAMRUDDUNYA WAL AKHIRATI KULLUHU BIYADIKA. *
*IJ’AL LII MIN KULLI HAMMIN ASHBAHTU AW AMSAIYTU FIIHI FARAJAN WA MAKHRAJAA,*
*ALLAHUMMA INNA ‘AFAWAKA ‘AN DZUNUUBIY, WA TAJAAWAZAKA ‘AN KHATHII’ATHIY, WASITRAKA ALAA QABIIHI A’MAALIY, *
*ATHMI’NIY ‘AN AS’ALUKA MAA LAA ASTAWJIBUHU MINKA MIMMA QASHHARTU FIIHI,AD’UUKA AAMINAN, WA AS’ALUKA MUSTA’ANISAA. WA INNAKALMUHSINU ILAYYA, WAANALMUSII’I ILAA NAFSIY FIIMA BAYNIY WA BAINAKA, TATAWADDADUU ILAYYABINI’MATIKA, WA ATABAGGHADHU ILAIKA BILMA’ASHIY, WALAKINNATTSIQATA BIKAHAMALATNIY ALAL JARAA’ATI ‘ALAIKA, FA’UD BIFADHLIKA WA IHSAANIKA ALAYYA.INNAKA ANTAT TAWABURRAHIIM ,WA SHALALLAHU ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALIHIWA SHAHBIHI WA SALLIM.*

Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2010/05/15/asma-sunge-rajeh-versi-sunan-kali-jaga/#comment-100874.

Categories: HIZIB KHIDIR AS | 124 Komentar

JIKA SAHABAT TIDAK BAIK


SUDADI
sudadijawi@yahoo.com

Yang mulia AL-Imam Ibnu Athaillah Askandary dalam Kalam Hikmah sebagai berikut :
“Kadang kala anda org yg tidak baik, maka Allah memperlihatkan kepada anda kebaikan anda, karena persahabatan anda kepada orang-orang yg lebih jahat kaadaannya dari anda”.

Pengertian Kalam Hikmah tersebut diatas:
Apabila kita msh tergolong yg blm baik, artinya meskipun kita tdk pernah meninggalkan ibadat dan tdk pernah absen dlm beramal dan mengerjakan taat, tetapi apabila keikhlasan dlm hati blm dpt kita buat seluruh ibadat dan amaliah kita, maka itu kita masih disebut dg org yg blm baik. Justeru itu wajiblah kita menyadari diri sendiri untuk memperbaikinya sedikit demi sedikit agar kita menjadi org yg baik. Salah satu jalannya adalah berteman dan bergaul dg org yg baik.

Bahwa bergaul dengan orang-orang baik itu terbagi dua bagian yaitu:

Pergaulan Shuhbatul Iraadah, artinya pergaulan menyerah diri menurut kehendak sahabat dan teman kita. Pergaulan dlm tingkat ini biasanya pergaulan kita dg seorang guru besar di samping itu ia mempunyai pengetahuan yang banyak dan mengamalkan ilmunya serta selalu menuntun manusia kepada jalan kebaikan, jg guru besar itu hrs mengetahui pula penyakit-penyakit hati kita, spt dengki, pemarah, khianat dan lain-lain. Maka bagi kita yg bergaul dengan beliau hendaklah kita jadikan diri kita laksana si mayit dg org yg memandikannya. Artinya segala nasihat guru itu dan tuntunan-tuntunan kebaikan buat kita tdk kita bantah, tetapi kita patuh sepatuh-patuhnya dan mengerjakannya sebaik-baiknya. Hal keadaan ini yg banyak kita jumpai dalam sejarah hamba-hamba Allah yg saleh di zaman dahulu hingga mereka diangkat martabatnya oleh Allah sehingga auliaNya dan hamba-hamba yg dicintai olehNya.

Pergaulan Shuhbatut Tabarruk, artinya pergaulan dan persahabatan dg org2 baik agar kita menjadi anggota jamaah mereka dg mengikuti peraturan2 yg diatur oleh mereka sampai kepada pakaian yg kita pakai. Pergaulan dlm tingkat kedua ini adalah pergaulan dg org2 baik utk dpt meniru mereka dlm segala kebaikan, baik yg bersifat pribadi apalagi yg bersifat jamaah. Misalnya saja seperti kita bergaul dg org2 yg taat, tdk pernah meninggalkan sembayang, tdk pernah mengerjakan dosa2 besar dan mengekalkan dosa2 kecil, di samping itu pula ia tdk lupa kepada Allah dan tdk lupa pula kepada NabiNya, Rasulullah SAW. Pergaulan yg begini faedahnya semoga Allah memberikan keberkahan org baik itu buat diri kita. Perlu diketahui, bahwa jamaah atau masyarakat dimana kita bergaul itu tdk dihrskan mereka itu org2 alim yg banyak ilmu pengetahuannya, tetapi cukup dg keadaan mereka.

Awas kita jgn sampai kita bergaul dg org-org yg tdk baik, di mana saja dan kapan saja. Apabila kita bergaul dg org yg tdk baik, maka awas pula jangan sampai kita bersahabat dg org yg lebih rusak dr kita, karena org-org itu bukanlah memperlihatkan kekurangan-kekurangan kita pd tempat-tempat yg kita memang kurang, tapi selain menina bobokkan kita dg menutup-nutupi segala keaiban dan kejelekan kita juga diperlihatkannya kpd org-org lain, bahwasanya itu semua bukan jelek tetapi baik. Dengan demikian maka jatuhlah kita dalam lubang ujub, dan terdamparlah kita dlm perasaan fatamorgana, seolah-olah amal ibadah yg telah kita kerjakan sudah cukup, dan kita tdk berkeinginan lg utk menambahnya dan meningkatkannya. Na’udzubillahi min dzalik, berlindunglah kita dg Allah dr pergaulan yg demikian dg segala akibat-akibatnya. Amin, ya Rabbal ‘alamin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 113 Komentar

TASAWUF


Juru Angon

Aqidah Islam merupakan aqidah yang sangat jelas membedakan antara dua hal, yaitu dlahir dan batin. Maksudnya adalah antara syari’at (yang merupakan pintu yang harus dimasuki oleh semua orang) dan hakikat (yang hanya bisa dicapai oleh mereka yang terpilih). Pemisahan kedua hal ini bukanlah pemisahan yang dipaksakan, tetapi lebih merupakan sesuatu yang sudah semestinya, karena kesiapan manusia itu berbeda-beda dan sebagian mereka ada yang lebih siap untuk mengetahui hakikat.

Kami sering menemui banyak orang yang mengumpamakan syari’at dan hakikat dengan kulit dan isinya atau dengan lingkaran dan titik pusatnya. Syari’at mencakup aspek i’tiqadi (keyakinan), hukum dan aspek sosial-kemasyarakatan, yang kesemuanya tidak bisa dipisahkan dari Islam itu sendiri. Syari’at adalah pintu pertama yang harus dimasuki oleh orang yang mau menempuh jalan tasawuf. Sedangkan hakikat pada dasarnya adalah pengetahuan atau ma’rifat semata. Namun demikian, anda harus mengetahui bahwa ma’rifat inilah yang membuat syari’at memiliki maknanya yang lebih mendalam. Hakikat memberi nilai tambah bagi eksistensi syari’at. Sebenarnya, hakikat – meskipun tidak disadari oleh kebanyakan orang mu’min – adalah “titik pusat”, jika kita umpamakan dengan titik tengah lingkaran.

Syari’at memerintahkan untuk melaksanakan ibadah, sedangkan hakikat mengajarkan tentang penyaksian rubbubiyyah. Syari’at tanpa didukung oleh hakikat tidak akan diterima, begitu juga hakikat tanpa syari’at tidak akan berhasil dicapai. Syari’at diturunkan untuk mengatur makhluk, sedangkan hakikat memberitahu tentang “perbuatan” Allah Swt. Dengan syari’at, engkau menyembah-Nya dan dengan hakikat, engkau menyaksikan-Nya. Syari’at adalah melaksanakan apa yang Allah Swt perintahkan, sedangkan hakikat menyaksikan apa yang oleh Allah Swt telah ditentukan, disembunyikan dan dinampakkan. Saya pernah mendengar Syiekh Abu ‘Ali al-Daqaq berkata: “Bahwa perkataan iyyaka na’budu adalah manifestasi dari syari’at, sedangkan perkataan iyyaka nasta’in sebagai perwujudan dari hakikat. Ketahuilah bahwa syari’at juga merupakan hakikat, karena syari’at wajib ditaati oleh hakikat. Hakikat juga merupakan syari’at, karena semua ma’rifat tentang-Nya diwajibkan dalam syari’at. Lihat al-Risalah al-Qusyairiyah.

Namun demikian, “batin” tidak hanya hakikat semata tetapi juga mencakup jalan yang bisa membawa kepada hakikat tersebut, yakni tarekat yang bisa mengantarkan seseorang dari syari’at menuju hakikat. Jika kita kembali pada gambar simbolis yang berupa lingkaran dan titik pusatnya, maka tarekat bisa diumpamakan dengan garis yang menghubungkan tepi lingkaran dan titik pusatnya. Semua titik yang ada pada tepi lingkaran adalah awal permulaan garis. Garis-garis ini, yang tidak terbatas jumlahnya, semuanya berakhir pada satu titik pusat yang sama. Itulah tarekat, yang bisa berbeda-beda sesuai dengan perbedaan manusia, sehingga ada yang mengatakan bahwa “Jalan-jalan menuju Allah Swt itu sebanyak nafas anak Adam”.

Meskipun jalan-jalan itu berbeda satu sama lain, tetapi tujuannya adalah sama, yakni satu titik yang sama, hakikat yang sama. Perbedaan-perbedaan yang ada pada titik permulaannya, satu persatu mulai hilang. Pada saat seorang salik sampai pada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi, maka hilanglah sifat-sifat kehambaannya (eksistensi dirinya) – yang pada dasarnya bagaikan penjara bgi ruhaninya. Dia mengalami fana’ atau kehilangan eksistensi dirinya. Yang ada sekarang adalah sifat-sifat rabbani dalam dirinya.

Tarekat dan hakikat adalah dua hal yang menandai tasawuf. Tidak ada madzhab tertentu dalam tasawuf, karena hakikat itu bersifat mutlak. Begitu juga tidak ada aliran tertentu dalam tarekat, karena semua jalan itu menuju pada satu hakikat mutlak, yakni tauhid yang satu. Perlu dicatat, bahwa seorang sufi tidak mungkin mengaku bahwa dirinya seorang sufi, kecuali dia seorang yang bodoh. Dengan mengaku sebagai seorang sufi justeru semakin jelas bahwa dirinya pada hakikatnya adalah bukan seorang sufi. Ini adalah suatu rahasia antara seorang sufi yang sebenarnya dengan Tuhannya. Seseorang hanya diperbolehkan untuk mengaku sebagai seorang mutashawwif, yang merupakan sebutan umum bagi seorang salik pada tingkatan apapun. Sebutan sufi dalam pengertian yang hakiki tidak bisa dilekatkan pada seseorang kecuali ia telah sampai pada tingkatan yang tertinggi.

Mengenai asal usul kata (الصوفي) telah terjadi berbagai perbedaan pendapat. Masing-masing mengemukakan argumentasinya, tetapi tidak ada yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya. Semuanya tidak bisa diterima. Sesungguhnya, kata (الصوفى) sebenarnya hanyalah sebutan simbolis saja. Jika kita ingin mengurai maknanya, maka sebaiknya kita berpegang pada “nilai bilangan” dari huruf-huruf penyusun kata tersebut. Yang jelas, bahwa nilai bilangan dari huruf-huruf pembentuk kata (الصوفى) sebanding dengan nilai bilangan dari huruf-huruf pembentuk kata (الحكيم الالهى). Oleh karena itu, seorang sufi sejati adalah seseorang yang telah sampai pada al-hikmah al-Ilahiyah (pengetahuan tertinggi tentang Tuhan). Dia lah yang al-‘arif billah (yang benar-benar mengetahui atau ma’rifat kepada Allah Swt), karena Allah Swt tidak bisa diketahui kecuali dengan al-hikmah al-Ilahiyah tersebut. Itulah pengetahuan tingkat tertinggi, ma’rifat hakiki atau pengetahuan sejati.

Dari uraian di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa tasawuf bukanlah sesuatu yang “ditempelkan” pada agama Islam. Tasawuf bukanlah sesuatu yang berasal dari luar Islam. Sebaliknya, tasawuf adalah bagian paling substantif dari agama Islam. Islam tanpa tasawuf akan menjadi kurang maknanya, yakni kurang dalam hal ketinggiannya, karena tasawuf berbicara tentang “titik pusat”. Oleh karena itu, adalah keliru, jika ada yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari tradisi di luar Islam, seperti Yunani, India maupun Persia. Pendapat-pendapat tersebut bertentangan dengan istilah tasawuf itu sendiri yang memiliki keterkaitan erat dengan bahasa Arab. Jika ada persamaan antara tasawuf dengan sesuatu yang menyerupainya dalam budaya atau tradisi lain, maka itu adalah hal yang wajar, dan tidak perlu dianggap bahwa tasawuf “meminjam” unsur non Islam. Hal ini karena, selama hakikat itu bersifat tunggal, maka substansi semua aqidah adalah satu juga, meskipun berbeda bentuk luarnya.

Kita tidak perlu memberikan perhatian yang lebih untuk mendiskusikan asal-usul kata tasawuf, yang ternyata terus berlanjut di kalangan sejarawan tasawuf, khususnya tentang kapan kepastiannya kata tasawuf itu mulai ada. Kadangkala sesuatu itu telah ada sebelum ia memiliki nama atau sebutan yang khusus untuknya. Adakalanya sesuatu itu telah ada dengan nama yang lain dan adakalanya juga sesuatu itu tidak perlu untuk dinamai. Oleh karena itu, penjelasan yang benar persoalan tersebut adalah sebagai berikut;

Sesungguhnya sunnah telah memberikan petunjuk yang sangat jelas bahwa syari’at dan hakikat bersumber langsung pada ajaran Rasulullah Saw, dan pada kenyataannya, semua tarekat yang benar berpegang teguh pada silsilah (mata rantai) yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah Saw. Sesungguhnya tasawuf berasal dari Arab-Islam, sebagaimana dengan al-Qur’an – yang menjadi sumber langsung ajaran tasawuf – juga Arab-Islam. Jika tasawuf melandaskan ajaran-ajarannya pada al-Qur’an, maka bisa dipastikan bahwa tasawuf belum diketemukan sebelum al-Qur’an difahami, ditafsiri dan direnungkan. Dari al-Qur’an lah memancar sumber kebenaran atau hakikat yang pada kenyataannya adalah makna terdalam dri al-Qur’an itu sendiri. Pertama kali, al-Qur’an ditafsirkan dari tinjauan bahasa dan logika. Sedangkan tafsir al-Qur’an yang bersifat sufistik, yang merenungkan makna al-Qur’an secara mendalam dan komprehensip, membutukan waktu yang lama. Jika al-Qur’an adalah sumber syari’at dan hakikat, maka antara syari’at dan hakikat tidak ada pertentangan apapun. Bagaimana mungkin keduanya bisa bertentangan, sedangkan sumbernya adalah satu? Bagaimana terjadi pertentangan, sedangkan hakikat harus berdiri di atas syari’at?

TASAWUF DAN GUGURNYA KEWAJIBAN SYARI’AT

Oleh: Syeikh Abdul Halim Mahmud (Mantan Rektor al-Azhar Mesir)
Alih bahasa: Juru Angon

Kita sering menemukan adanya provokator dalam setiap bidang kehidupan, baik dalam bidang keagamaan, politik, keilmuan bahkan dalam bidang tasawuf itu sendiri. Tujuan para provokator tersebut sangat jelas, yakni memperoleh keuntungan materiil dengan jalan pintas. Agar agama, ilmu pengetahuan maupun tasawuf tidak menjadi suatu yang disalahfahami, maka kita perlu menjelaskan bagaimana para provokator menyembunyikan wajahnya.

Agama dan ilmu pengetahuan memiliki kebenaran dan karakteristiknya sendiri yang sangat jelas, sehingga bisa menjadi “alat ukur” untuk mengungkap berbagai kebohongan dan kebatilan yang telah dilontarkan oleh para pendusta. Begitu juga dengan tasawuf.
Kami kemukakan hal di atas, karena berkaitan dengan apa yang pernah kami dengar berkaitan dengan adanya bid’ah dlalalah (bid’ah yang sesat) yang telah meresap dalam sebagian hati orang-orang yang belum mendalami agama secara khusus dan tasawuf secara umum.

Bid’ah ini memandang bahwa seseorang yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat tertentu, ia dibebaskan dari kewajiban syari’at, sehingga ia boleh meninggalkan shalat, zakat, haji dan lain-lain yang telah menjadi kewajiban seorang muslim.
Ironisnya, pandangan tersebut pertama kali dimunculkan oleh mereka yang menggeluti bidang hukum dan syari’at. Mereka mengaku bahwa dirinya telah sampai pada tingkat ma’rifat tasawuf yang tertinggi dan sampai pada satu kondisi yang menurut anggapan mereka sudah tidak diwajibkan lagi menjalankan kewajiban-kewajiban syari’at.

Ketika saya melacak sumber “ma’rifat” mereka, maka anda pasti akan sangat heran, karena sumber pengetahuan mereka tidak lain adalah ruh-ruh yang sengaja mereka hadirkan – yang menurut mereka – melalui perantaraan tubuh seseorang. Ruh-ruh tersebut memberikan informasi kepada mereka mengenai berbagai persoalan ghaib dan lain-lain.

Perbuatan bid’ah yang berupa “menghadirkan ruh” telah bgitu tersebar dan populer di kalangan mereka. Kegiatan tersebut telah menjadi “agama” mereka. Dalam pandangan mereka, informasi yang diberikan ruh tersebut mengalahkan kedudukan al-Qur’an dan Sunnah.

Lebih ironis lagi, mereka justeru mengaku sebagai pengamal ajaran tasawuf. Mereka menganggap diri mereka sebagai tokoh sufi, orang ‘arif dan orang yang memperoleh ilham. Bahkan ada yang sudah keterlaluan karena mengaku sebagai seorang wali. Ada juga yang mengaku sebagai seorang rasul. Bahkan ada yang berani mengaku bahwa dirinya adalah Isa (‘alaihi salam), kemudian ada juga yang mengaku sebagai Nabi Muhammad Saw.

Yang lebih keterlaluan lagi, ada yang bahwa “kemanusiaan” yang ada dalam dirinya telah lenyap dalam sekejap, kemudian mengaku kepada para pengikutnya bahwa “Tuhan telah menyatu dengan dirinya”. Semua pengakuan orang tersebut selalu diperkuat dan didukung oleh ruh yang dihadirkannya. Ruh tersebut selalu membenarkan apa yang dikatakan orang tersebut. Maha benar Allah Swt, karena Dia memberikan perumpamaan tentang orang yang berhubungan dengan jin dan berpaling dari jalan kebenaran.
“Dan ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” Qs. Al-Jin; 6).

Mungkin anda akan bertanya: “Apakah ada hubungan antara menghadirkan ruh dengan tasawuf?” Jawaban ahli tasawuf tentang hal itu sangat jelas, bahwa antara menghadirkan ruh dengan tasawuf sama sekali tidak memiliki keterkaitan, justeru sebaliknya, keduanya saling bertentangan. Para ahli tasawuf menganggap bahwa menghadirkan ruh termasuk perbuatan pembodohan, karena hal itu sama saja dengan bekerja sama dengan jin dan syaitan. Allah Swt berfirman tentang hal itu.

“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta” (Qs. Al-Syu’ara; 221-223).

Allah Swt juga berfirman: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk” (Qs. Al-Zuhruf; 36-37).

Tujuan tulisan kami di sini hanyalah untuk menjelaskan pandangan tasawuf tentang “gugurnya kewajiban-kewajiban syari’at”. Persoalan ini sering dianggap bukan sebagai sesuatu yang bid’ah (mengada-ada) oleh mereka yang mengaku sebagai orang sufi di era modern ini. Sesungguhnya, persoalan tersebut merupakan kesesatan yang telah ada sejak lama dan telah muncul di tengah-tengah masyarakat, kemudian dianggap sebagai salah satu dasar ajaran tasawuf. Suatu anggapan yang sangat keliru dan ditentang oleh tokoh-tokoh sufi yang sejati kapanpun dan di manapun mereka berada.

Yang pasti, jika ada beberapa problem atau permasalahan, maka yang menjadi rujukan dalam penyelesaiannya adalah mereka yang benar-benar menguasai bidang permasalahan tersebut. Oleh karena itu, ketika kami merujuk pada tokoh-tokoh tasawuf yang tidak lagi diragukan kredibilitasnya, baik mereka yang hidup di masa lalu maupun di era modern sekarang ini, semuanya sangat mengingkari dan menentang pendapat di atas. Mereka menganggap bahwa gagasan tentang “gugurnya kewajiban syari’at” merupakan gagasan atau pendapat yang menyesatkan, penuh kebohongan dan tidak sejalan dengan ajaran agama secara umum.Kami akan membicarakan tentang pendapat sebagian ahli tasawuf klasik mengenai persoalan tersebut.

Abu Yazid al-Busthami pernah berkata kepada salah seorang temannya: “Marilah kita sama-sama melihat seorang lelaki yang mengaku dirinya sebagai seorang wali” – dan dia memang dikenal ke-zuhud-annya. Kemudian, ketika laki-laki tadi keluar dari rumahnya dan memasuki masjid, dia membuang ludahnya ke arah kiblat. Melihat kejadian tersebut, Abu Yazid langsung bergegas meninggalkannya dan tidak memberi salam kepadanya, lalu beliau berkata: “Laki-laki tadi tidak bisa mengamalkan akhlaq Rasulullah Saw, bagaimana mungkin pengakuannya (sebagai seorang wali) bisa dipercaya?”

Abu Yazid al-Busthami juga pernah berkata: “Kalian jangan tertipu, jika kalian melihat seseorang yang memiliki karamah -meski dia bisa terbang di udara-, sampai kalian melihat bagaimana orang tersebut melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah Swt, menjaga dirinya dari hudud (hukum pidana Allah Swt) dan bagaimana dia melaksanakan syari’at Allah Swt.”

Sahl al-Tusturi mengatakan tentang pinsip-prinsip dasar tasawuf: “Dasar-dasar tasawuf itu adalah tujuh, yaitu berpegang teguh pada al-Qur’an; meneladani Sunnah Nabi Muhammad Saw; memakan makanan yang halal; menahan diri dari menyakiti (orang lain); menjauhi maksiyat; senantiasa bertaubat; dan memenuhi segala yang telah menjadi kewajibannya”.

Al-Junaid, seorang tokoh dan Imam para sufi, berkata – sebagaimana dikutip oleh al-Qusyairi: “Barang siapa yang tidak menghafal al-Qur’an dan tidak menulis hadits, maka janganlah ia mengikuti jalan tasawuf ini, karena ilmu kami ini berasal dari dalil-dalil al-Qur’an dan sunnah.” Beliau menambahkan: “Ilmu kami ini selalu diperkuat dengan hadits Rasulullah Saw”. Beliau juga berkata: “Pada dasarnya jalan tasawuf itu tertutup bagi semua orang, kecuali bagi mereka yang memilih jalan yang ditempuh Rasulullah Saw, mengikuti sunnahnya dan terus tetap berada di jalannya.”

Pernah ada seorang laki-laki yang menuturkan tentang ma’rifat di hadapan al-Junaid dengan berkata: “Ahli ma’rifat kepada Allah Swt akan sampai pada satu kondisi dimana ia bisa meninggalkan perbuatan baik apapun dan ber-taqarrub¬ kepada Allah Swt”. Mendengar perkataan orang tersebut, al-Junaid berkata: “Itulah pendapat sekelompok orang yang menyatakan tentang ‘gugurnya amal perbuatan’, dan hal ini, menurutku, merupakan suatu kesalahan atau dosa yang sangat besar. Bahkan orang yang mencuri dan bezina masih lebih baik keadaannya daripada orang yang mengatakan pendapat tersebut”.

Jika kita menengok pada Imam al-Ghazali, maka kita akan melihat bahwa beliau menyatakan pendapatnya dengan tegas, jelas dan kuat argumentasinya. “Ketahuilah, bahwa orang yang menempuh perjalanan menuju Allah Swt itu sangat sedikit jumlahnya, namun mereka yang mengaku-aku sangat banyak jumlahnya. Kami ingin anda mengetahui seorang salik yang sebenarnya, antara lain; semua amal perbuatannya yang bersifat ikhtiyari selalu selaras dengan aturan-aturan syari’at, baik keinginannya, aktualisasinya maupun performansinya. Karena tidak mungkin bisa menmpuh jalan tasawuf, kecuali setelah ia benar-benar menjalankan syari’at. Tidak ada orang yang akan sampai (pada tujuan tasawuf), kecuali mereka yang selalu mengamalkan amalan-amalan sunah. Oleh karena itu, bagaimana mungkin seseorang yang meremehkan kewajiban-kewajiban syari’at bisa sampai (pada tujuan tasawuf tersebut)?”

Jika anda bertanya: “Apakah kedudukan salik akan sampai pada suatu tingkatan di mana ia boleh meninggalkan sebagian yang menjadi kewajiban syari’atnya dan atau melakukan sebagian perbuatan yang dilarang oleh syari’at, sebagaimana pendapat sebagian syeikh yang menggampangkan persoalan tersebut?”

Jawabanku: “Ketahuilah, bahwa pendapat tersebut merupakan bentuk tipuan dan kebohongan yang nyata, karena orang-orang sufi sejati mengatakan: ‘Jika engkau melihat seseorang yang dapat terbang di atas udara dan berjalan di atas air tetapi dia melakukan satu hal yang bertentangan dengan syari’at, maka ketahuilah bahwa dia adalah syaitan’.”

Selanjutnya, kita sampai pada pendapat Abi Hasan al-Syadzali yang mengatakan: “Jika kasyf-mu bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah, maka berpeganglah kepada al-Qur’an dan Sunnah dan abaikanlah kasyf-mu itu, lalu katakan pada dirimu sendiri; sesungguhnya Allah Swt telah memberikan jaminan tentang kebenaran al-Qur’an dan Sunnah kepadaku, tetapi Allah Swt tidak memberikan jaminan kepadaku tentang kebenaran kasyf, ilham dan musyahadah kecuali setelah dikonfirmasikan dengan al-Qur’an dan Sunnah”.

Orang-orang sufi mengikuti semua petunjuk yang berupa nash al-Qur’an dan Sunnah, baik Sunnah qauliyah (perkataan Nabi) maupun Sunnah ‘amaliyah (perbuatan Nabi). Mereka pasti sangat menyadari akan kebenaran sejarah bahwa Rasulullah Saw adalah contoh ideal dalam segala hal hingga akhir hayatnya.

Itulah beberapa pendapat dari kalangan sufi klasik. Sebagai penutup, kami kutipkan sebuah hadits Nabi Muhammad Saw. Beliau pernah ditanya tentang sekelompok orang yang meninggalkan amal perbuatan atau kewajiban agama, tetapi mereka ber-husnu al-dzan (berprasangka baik) kepada Allah Swt. Rasulullah Saw menjawab: “Mereka itu bohong, kalau mereka itu berprasangka baik, tentu baik pula amal perbuatan mereka”. @@@

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 139 Komentar

HAKIKAT MANUSIA DALAM MENUJU ILLAHI BAB-4


“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Assalamu’ alaikum Wr. Wb. Salam pamuji rahayu katur dulur-dulur semuanya

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.

Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dulur-dulur aktivis Kampus Wong Alus di seluruh nusantara dalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan saya menghaturkan terima kepada para pini sesepuh atas wejangannya yang bermanfaat dalam menuju kehadirat Ilahy.

Monggo kita lanjutkan belajarnya tentang Hakikat Manusia Dalam Menuju Illahi Bab-4

Namun kita telah mencoba melakukan pembangkitan kesadaran yang lebih luas. Yaitu kesadaran dimana tubuh bukanlah apa yang kita lihat seperti ini. Tubuh adalah susunan inti materi yang setiap saat berubah dan berganti. Terbatasnya kesadaran bahwa badan bukan lagi sekedar tangan, kaki, kepala. Akan tetapi berubah meluas menjadi kesadaran universal, yaitu kesadaran yang tidak ada batas. Pada tingkat kesadaran ini kita agak bingung, yang mana sebenarnya wujud ini sebenarnya. Karena setelah ditelusuri secara rinci, bahwa badan yang tadinya disadari sebagai sosok laki-laki atau wanita yang punya rupa cantik dan gagah. Pelan-pelan terhapus oleh kesadaran yang lebih luas, yaitu kesadaran jagat raya atau disebut kesadaran makrokosmos. Bahwa wujud badan ini tidak lagi sesempit dulu, aku tidak lagi sebatas kepala, tangan, dan kaki saja. Akan tetapi badanku adalah angin yang bergerak, atom-atom yang bertebaran serta bergantian saling tukar dengan benda-benda yang lain, badanku adalah butiran-butiran zarrah yang saling mengikat, ya .. aku saling ikat dengan tumbuhan, binatang, bumi serta dengan angkasa yang maha luas. Badanku adalah jagad raya. Dimana kesadaran sudah berubah luas dan menjadi satu kesatuan dengan lingkugan kita. Kesadaran ini akan memudahkan mengidentifikasikan siapa diri sebenarnya. Setelah tahu esensi badan ini. Yaitu kesadaran hakiki yang menggerakkan dan mengatur alam semesta.

Dikatakan dalam Al qur’an : “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya dalam gejala-gejala itu terdapat ayat-ayat Allah -(atau tanda-tanda kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mempergunakan akal”. (QS An Nahl 12).

Sebenarnya di dalam ayat ini tercantum juga ungkapan bahwa Allah menunduk-kan dan mengatur kelakuan matahari, bintang dan bulan dengan perintah-Nya. Peraturan inilah yang diikuti oleh seluruh alam semesta (makrokosmos), bagaimana ia harus bertingkah laku. Ia juga disebut hukum alam, atau peraturan yang diikuti oleh alam.

Lebih jelas lagi bila kita baca ayat 11 surat Fushilat : “Kemudian Dia mengarah kepada langit yang masih berupa kabut lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi : “Silahkan kalian mengikuti perintah-Ku dengan suka hati atau dengan terpaksa”. Jawab mereka : “Kami mengikuti dengan suka hati”.

Ayat ini membuktikan bahwa alam taat mengikuti segala perintah dan peraturan sang pencipta. Dan peraturan yang telah ditetapkan Allah itu tidak berubah selamanya, seperti yang telah ditegaskan dalam ayat 23 surat Al Fath : Artinya : “Sebagai sunatullah (atau peraturan Allah) yang telah berlaku sejak dahulu, sekali-kali kamu tak akan menemukan perubahan bagi sunatullah (atau hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah) itu.

Apabila zat-zat, tubuh manusia dan benda-benda dalam alam sudah dipahami sebagai rangkaian kejadian-kejadian, serta menurut kemauan sunatullah. Maka sebenarnya atom-atom atau zarrah bergerak bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi ada sosok yang bukan dirinya.

Dimana atom-atom itu bergerak mengikuti kekuatan yang maha besar. Benda-benda kecil itu hanya patuh terhadap yang tidak bisa diperbandingkan dengan sesuatu. Wujud itu begitu absolut. Ternyata benda-benda ini mati. Akan tetapi ia bergerak dan dihidupkan oleh suatu kuasa yang maha besar. Itulah metakosmos yang hidup, yang perkasa, yang meliputi segala benda. Ialah Rabbul alamin…..

Pada kesadaran ini sebaiknya kita berhenti sejenak dan jangan dipahami dengan pemikiran yang berlarut-larut. Biarkan Allah yang akan menuntun hati dan pengetahuan tentang ilmu selanjutnya dengan tetap mematuhkan jiwa dan tubuh kita kehadirat Allah yang maha suci.

Apabila kita meluruskan pandangan jiwa dan tubuh kita terhadap perintah-perintah-Nya (Ad dien) serta menundukkan dan memasrahkan segala ketaatan. Tubuh ini akan taat seperti taatnya alam semesta tanpa kita rekayasa, ia akan hidup seperti hidupnya alam, serta ia akan teratur seperti teraturnya matahari serta planet-planet yang tidak berbenturan. Ia akan patuh seperti patuhnya malaikat.

Demikianlah justru menurut pikiran logis, bahwa adanya diri (mikrokosmos), dan alam semesta (makrokosmos), telah mengajak kesadaran untuk sampai kepada pembuktian adanya Allah yang maha ghaib (metakosmos).

Pada pembahasan kali ini, mungkin ada hal-hal yang menyulitkan pembaca memahami hakikat diri. Untuk itu maka selanjutnya saya akan mengajak poro kadang Kampus Wong Alus masuk ke dalam dunia yang lebih kongkrit, yaitu bagaimana melakukan dan memasuki dunia rohani dengan benar. Pada kesempatan berikutnya kalau saya masih di kasih umur panjang dan ada waktu akan saya untai praktek-prakteknya dan poro kadang Kampus Wong Alus bisa mengikuti dengan seksama. “Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua). Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah . Wassalamu alaikum wr. Wb.

Ki Ageng JJ

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

LAPORAN PENYALURAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA MERAPI


Alhamdulillah atas Ridho dan rahmat Allah Swt yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang shg acr KWA di Merapi dmudahkan dan dberi kelancaran tnp kekurangan sesuatu apapun.

Harapan kami smg acr sejenis ini dimasa yad dpt lbh meningkatkan keperdulian dan kebersamaan buat berbagi rasa sayang dan cinta kita kpd sesama. Tdk lupa kami smpkn ucapan trmksh jg doa kpd poro sedulur yg berkenan memberikan sumbangsih dalam berbagai bentuk support,semoga amal ibadah panjenengan smua mendapat ridho dan keberkahan dr Allah swt,shg lbh memberkahi dan lbh memantul dan terpancar kmbl dgn lbh agung,lbh manfaat dan terberkahkan dsepanjang wktnya. amin.

Dan tetap rasa hormat dan khidmat kami kpd yg belum berkesempatan berbagi kasih,trmksh atas sgenap doa dan supportnya kpd kami shg acr ini dpt terlaksana dgn baek tnp kekurangan sesuatu apapun,shg kami dpt plg dan berkumpul dgn segenap klrg dalam keadaan sehat tnp kekurangan sesuatu apapun. amin.

Kepada segenap sesepuh dan bolowongalus semua trmksh atas sgenap support,share dan masukannya slm ini kpd kami,shg acr ini dpt terealisasi. Dibawah ini akan kami smpkn laporan keuangan dan penggunaan dana scr transparan,bill dan nota sdh dsaksikan scr bersama2 diantara kami smua jd bs slg kroscek dan saling transparan. sbg wujud tanggung jawab diantara kt smua.

Dana + pulsa yg terkumpul adlh senilai lbh kurang 11.000.000 (sebelas juta):

Pembelian pakaian dalam…………………………….1.490.000 by bill
Bill I berisi :
snack pillus garuda,chickentomatobetter vanilla,nissin lovelly,taro snack,sun asi beras,garuda atom,balado sauce chilli,nestle bubur susu
senilai…………………………………………..2.585.159 by bill

Bill II berisi :
soklin,nuvo fam,sgm 1,2,3,lifebuoy shampoo……………4.228.965 by bill

Bill III berisi:
indomilk cair,better vanilla,softex,nestle bubur susu
senilai…………………………………………..2.390.286 by bill

Bill IV berisi :
hit aerosol,teh kotak,gulaku,you c,pocari sweat,mizone,roma sari gandum,minute maid…………………………………..174.607 by bill

Bill IV berisi :
kantong plastik……………………………………….5.000 by bill

kmdn pakaian pantas pakai sebanyak lbh krg 15 karung besar dan 10 kantong plastik dr sgenap poro sedulur.

Dana masuk + pulsa …………………….11.000.000
(sebelas juta rupiah)
Dana keluar……………………………10.874.000
(sepuluh juta delapan ratus tujuh puluh empat ribu rupiah)
Dana Lain lain……………………………125.983
(seratus dua puluh lima sembilan ratus delapan puluh tiga rupiah)
——————————————————————– -
sisa dana………………………………………..0 (enol)…..

CATATAN: da dana tambahan dr kwa jkt senilai 619rb, dana ini nnt akan dserahkan kpd kwa jogja ki sabdo langit u/dsalurkan kmbl.

Bersama dengan ini,brarti u/acr sosial di merapi sdh dinyatakan selesai dan dtutup di blog wongalus ini. bagi yg berniat menyalurkan kmbl bs melalui lembaga sosial ato lembaga independent yg laen. dmkn laporan yg kami smpkn harap menjadikan maklum adanya. trmksh yg tak terkira atas sgenap support dan atensinya.
Salam takzim.

Team Relawan blog Wongalus.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

LAYANAN SOSIAL


@@@

JAJARAN PENGURUS KWA,
FOE-KWA, LITBANG KWA, SELURUH CABANG KWA DI INDONESIA
DAN
KELUARGA BESAR KWA

MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1431 H

SEMOGA PENGORBANAN KITA SEMUA
MENDAPAT RESTU, RAHMAT DAN RIDHO-NYA.
AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

MERAPI TAK PERNAH INGKAR JANJI


Ki  SABDA LANGIT

Pada hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu secara berturut-turut kami menerima lagi sinyalemen tentang Merapi. Hari Selasa 9 Nov 2010 jam 14.30 wib, disampaikan oleh Ratu Gung Binatara dari tlatah kidul,”harus lebih hati-hati dan waspada, karena alamnya akan mengerikan, agar selamat semuanya sebaiknya nderek kersane Kang Murbeng Dumadi. Hari Kamis siang 11 Nov 2010, kami bersama para sedulur KampusWongalus yang semalaman sudah standby di rumah mempersiapkan barang-barang untuk membantu korban letusan Merapi, siang itu kami semua sedang berbelanja di mega-grosir Lotte Mart Maguwoharjo, untuk melengkapi barang-barang bantuan yang dibutuhkan terutama para balita dan anak-anak di lokasi pengungsian.

Dalam perjalanan antara mega-grosir menuju posko JEC yang berjarak sekitar 5 km, sepanjang jalan saya bersama istri mencium bau udang goreng yang sangat gurih baunya. Sementara AC dinyalakan dan pintu serta kaca kendaraan tertutup rapat. Di dalam kendaraan pun tak ada makanan matang yang berbau mirip udang goreng. Kami coba telpon ke rombongan sedulur-sedulur KWA di belakang kendaraan kami, ada Ki Bengawan Candhu, Ki Pandu, Mas Wawansleman, Mas Prabowo, Mas Filman, Mas Agus, Mas Setyo, Bang Jali, Mas AndraJogja, Mas Azizi, ternyata ada 3 atau 4 orang lainnya yang mencium bau yang sama sepanjang perjalanan. … SELANJUTNYA SILAHKAN KUNJUNGI http://sabdalangit.wordpress.com/2010/11/14/merapi-tak-pernah-ingkar-janji/#more-1593. @@@

Categories: KWA PEDULI SESAMA | 68 Komentar

PARA GURU ASMAK BASYMA


Salam damai Ki Wong Alus, Saya lampirkan daftar nama murid saya di KWA(Kampus Wong Alus) yang sudah bisa mewariskan AB(Asma Basyma) kepada orang lain di e-mail ini.

1.Erwansyah E
Alamat e-mail: erwansyah1985@yahoo.co.id

2.Dodik K.
e-mail address: dodikkuswanto@yahoo.co.id

3.Iwan S.
e-mail: core955x@gmail.com

4.Hendik H.
e-mail: hary9_hen@yahoo.com

5. Hasim H.
e-mail: samanera2@yahoo.com

6.Komang D.
doktrinaya@yahoo.com

7. Rendi S.
e-mail: rendisano@gmail.com

8. Aqa Mirza
e-mail: umar.arab59@gmail.com

9. Hendra S.
e-mail: hendra_stw@yahoo.com

Harap daftar nama para guru AB di atas dimuat di artikel KWA tentang “Asma Basyma”. Terimakasih. Namaste.. P. @@@

Categories: ASMA BASYMA SUNAN MURIA | 179 Komentar

PENGUMUMAN


Sedulur semua, jajaran manajemen Kampus Wong Alus (KWA) prihatin dengan blog yang secara sengaja mengambil keilmuan di KWA dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Kami harap agar anda hati-hati, apalagi bila ingin mengamalkannya keilmuan di blog tersebut karena bila tidak diijazahkan oleh pengijazah asli maka akan berakibat fatal dan negatif bagi anda sendiri.

Salah satu contoh adalah amalan RDR: “INNA JAHARO HUJAHURA LIKA TABASSARUM LAKATABAN HUSAJIN HUSAJANI” disini tampak kesalahan fatal yaitu pada kata “HUJAHURA” yang tidak memiliki arti dan makna apapun juga.

Selanjutnya pada amalan RDR diblog tersebut konon perlu dibarengi puasa mutih 7 hari hari terakhir puasa pati geni. Padahal, RDR atau ASR TIDAK PERLU MENGGUNAKAN puasa pati geni dll. Ini semakin tampak bahwa pengijazahnya tidak menguasai ASR atau RDR.

Contoh selanjutnya adalah asmak “INNA QUWATIH FATAHAL MULKA FATAHAL MULKI INNA QUWATIH SAHADATAN SAHADATAIN NAKHTUHTUM JAUZUL JAHAR BI HUSAJIN HUSAJANI.” Ini asmak asli dari sesepuh KWA yang punya sanad (jalur/garis keilmuan) dan sumber yang jelas sehingga sangat kecil kemungkinannya dimiliki oleh orang lain, namun diblog sebelah dicomot begitu saja dengan rekayasa amalan puasa dll. Padahal ASMAK ini tanpa perlu puasa.

Raden Sancang Ungu Trah Siliwangi dan jajaran sesepuh KWA tidak akan menerima alasan apapun bila ilmu yang diijazahkan di KWA diakui tanpa ijin. Kami akan bertindak jika pengambil keilmuan di KWA sudah melampaui batas toleransi.

Selain itu, kami sampaikan bahwa Blog Kampus Wong Alus bukan sebagai sarana iklan/promosi sehingga dimohon untuk tidak memasukkan iklan di komentar-komentar blog ini dan kami melarang keras bagi siapapun juga untuk mengambil keilmuan di KWA dan diijazahkan ke pihak lain yang ujung-ujungnya untuk kepentingan komersial, bisnis atau motif-motif lain yang sifatnya untuk mengagungkan/membesarkan nama satu dua individu.

Perlu diketahui bahwa di KWA, ditradisikan bahwa mengagungkan/membesarkan nama satu dua individu sangat tidak etis karena tidak pada tempatnya seorang hamba yang berlumur dosa seperti kita ini diagung-agungkan namanya. Cukup Rasulullah SAW saja yang asmanya kita junjung. Di KWA, semua guru adalah murid. Semua bisa jadi guru dan semua bisa jadi murid sehingga prinsip saling asah asih dan asuh ini diutamakan dalam proses pembelajaran.

Terima kasih.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 356 Komentar

MACAM-MACAM SENGKOLO


Mukti Ali
pamukt1@yahoo.com

Macam-macam Sengkolo
Sengkolo bisa diartikan kesialan yg menghambat kehidupan seseorang, karna itu sengkolo hrs dibersihkan agar tidak menjadi hambatan dalam kehidupannya, minimal sesorang telah mendapatkan sugesti percaya diri bahwa tidak ada lagi kesulitan didalam menjalani kehidupannya.
Ritual buang sengkolo dapat dilakukan dengan cara Islam atau dengan cara kejawen yang intinya sama-sama mensugestikan dan mengarahkan seseorang agar berprilaku baik terhadap sesama dan berusaha menghindarkan sumpah serapah orang lain kepada diri kita.

Adapun Penyebab Sengkolo adalah :
1. Karna di kutuk Guru
2. Karna di kutuk Orang Tua
3. Orang yg dirampas haknya

Pada dasarnya ada 6 jenis sengkolo,
yaitu :
1. Sengkolo Rerewo Bodes :
mempunyai karakter penyakit yg sulit disembuhkan, andaikan sembuhpun akan muncul penyakit yg
lain, seumur hidup hanya bergelut dgn berbagai penyakit.

2. Sengkolo Caluring :
mempunyai karakter kesialan slalu jatuh rugi dalam stiap usaha yg dilakukan, dagang bangkrut, berter-
nak mati smua, bertani dimakan hama dan lain sebagainya.

3. Sengkolo Bahu Laweyan :
mempunyai karakter membunuh suami / istri / anak, seseorang yg memiliki sengkolo jenis ini sering -
meninggal, misalnya wanita dgn paras cantik terpaksa tdk ada yg brani menikahinya disebabkan sdh
beberapa org yg menikahinya berakhir dgn kematian dipihak lelaki.

4. Sengkolo Cangkring :
mempunyai karakter membunuh seperti pd jenis sengkolo diatas.

5. Sengkolo Kebo Kemali :
mempunyai karakter kesulitan utk mendptkan pasangan hidup/jodoh misalnya seorang wanita yg ber -
wajah cantik hrs patah hati krn setiap lelaki yg mendekatinya akan
membatalkan niatnya utk mempersuntingnya.

6. Sengkolo Patek Jangkar :
sengkolo yg timbul krn salah berlatih ilmu kebatinan, resikonya bisa stress atau gila.

Membuang sengkolo dilakukan dengan cara Ruwatan yg terbagi men jadi 3 Ruwatan, yaitu : Ruwatan Sengkolo, Ruwatan Trikolo dan Ruwatan Murwokolo.
Ruwatan Sengkolo dgn syarat2 yg sederhana, antara lain Ubo Rampenya :
– 7 helai rambut, potongan kuku tangan, Darah ayam putih mulus, Uang minimal Rp. 1000.-
Kain mori putih 2 meter dan 2 meter utk bungkusnya, Kembang telon 3 bungkus, Air dari 7 sumber mata
air atau dari air 7 masjid tua.

Utk Ruwatan Trikolo dan Ruwatan Murwokolo membutuhkan ubo rampe yg lengkap barangkali dari sesepuh ada yg ingin menambahkan penjelasannya. Matur sembah nuwun ki wong alus hanya sedikit pembabaran tentang sengkolo dari sy yang masih byk belajar dari poro sesepuh. Nuwun. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 54 Komentar

TAWADHU


Didik Mulyono
mr_sengkreng242@yahoo.com

Assalaamualaikum wr…wb…kepada kangmas Wongalus..poro sepuh lan pini sepuh,Izinkan,saya sedikit memberikan setitik ilmu yang pernah saya dapat dari sebuah kitab yang saya pelajari.Dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua pada umumnya dan pada saya pada khususnya,agar kita kembali pada titah kita sebagai mahluk Alloh yang kamil..amin.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Salah satu tanda kebahagiaan dan kesuksesan adalah tatkala seorang hamba semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.”

Beliau melanjutkan, “Dan tanda kebinasaan yaitu tatkala semakin bertambah ilmunya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakannya. Dan setiap kali bertambah amalnya maka bertambahlah keangkuhannya, dia semakin meremehkan manusia dan terlalu bersangka baik kepada dirinya sendiri. Semakin bertambah umurnya maka bertambahlah ketamakannya. Setiap kali bertambah banyak hartanya maka dia semakin pelit dan tidak mau membantu sesama. Dan setiap kali meningkat kedudukan dan derajatnya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakan dirinya. Ini semua adalah ujian dan cobaan dari Allah untuk menguji hamba-hamba-Nya. Sehingga akan berbahagialah sebagian kelompok, dan sebagian kelompok yang lain akan binasa. Begitu pula halnya dengan kemuliaan-kemuliaan yang ada seperti kekuasaan, pemerintahan, dan harta benda. Allah ta’ala menceritakan ucapan Sulaiman tatkala melihat singgasana Ratu Balqis sudah berada di sisinya (yang artinya), “Ini adalah karunia dari Rabb-ku untuk menguji diriku. Apakah aku bisa bersyukur ataukah justru kufur.” (QS. An Naml : 40).”

Kembali beliau memaparkan, “Maka pada hakekatnya berbagai kenikmatan itu adalah cobaan dan ujian dari Allah yang dengan hal itu akan tampak bukti syukur orang yang pandai berterima kasih dengan bukti kekufuran dari orang yang suka mengingkari nikmat. Sebagaimana halnya berbagai bentuk musibah juga menjadi cobaan yang ditimpakan dari-Nya Yang Maha Suci. Itu artinya Allah menguji dengan berbagai bentuk kenikmatan, sebagaimana Allah juga menguji manusia dengan berbagai musibah yang menimpanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun manusia, apabila Rabbnya mengujinya dengan memuliakan kedudukannya dan mencurahkan nikmat (dunia) kepadanya maka dia pun mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakan diriku.’ Dan apabila Rabbnya mengujinya dengan menyempitkan rezkinya ia pun berkata, ‘Rabbku telah menghinakan aku.’ Sekali-kali bukanlah demikian…” (QS. Al Fajr : 15-17). Artinya tidaklah setiap orang yang Aku lapangkan (rezkinya) dan Aku muliakan kedudukan (dunia)-nya serta Kucurahkan nikmat (duniawi) kepadanya adalah pasti orang yang Aku muliakan di sisi-Ku. Dan tidaklah setiap orang yang Aku sempitkan rezkinya dan Aku timpakan musibah kepadanya itu berarti Aku menghinakan dirinya.” (Al Fawa’id, hal. 149).

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 86 Komentar

DZIKIR MURROQOBAH


 

bayan.kang@yahoo.co.id

Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Terimakasih wongalus atas dimuatnya artikel ini. Ini termasuk dzikir latihan meningkatkan tangga2 ma’rifat dalam usaha semakin parek/dekat kpd Alloh, dzikir ini dpt meningkatkan energi ghoib, dibukanya banyak rahasia, terkabulnya do’a2, ijazah yang saya dapat sbb:

- dzikir dilakukan selama 7 malam berturut turut dg tatacara ;

1. Dzikir kalimah Alloh… Alloh.. Alloh… Konsentrasi dzikir didada kiri dibawah susu jarak 2 jari. Masukkan Asma Alloh terus menerus sebanyaknya lama2 akan terasa berdzikir sendiri kita hanya menyaksikan kebesaran.

2. Dzikir kalimah Alloh spt diatas tapi posisi konsentrasi dada kiri diatas susu kiri 2 jari.

3. Hari ke 3 dzikir Alloh.. Alloh juga tapi konsentrasi di dada kanan dibawah susu 2 jari.

4. Hari ke empat dzikir yang sama tapi konsentrasi diatas susu kanan 2 jari.

5. Hari ke lima sama tapi terpusat di bawah pusar.

6. Sama tapi terpusat di antara 2 mata pangkal hidung.

7. Hari ketuju konsentrasi seluruh badan.

- sebelum dzikir lakukan pensucian diri jasmani ruhani.

- buka dg kontak fatehah, baca surat iklas, falaq, an nass, fatehah juga sholawat secukupnya.

- baca “bismillahirroh manirrohiem illahi anta maksudi waridloka mat lubi a’tini mahabbataka wa ma’rifataka ya Alloh..”

-mulailah dzikir… 7 hari tiap malam.

Mudah2an bisa bermanfaat, wassalam. @@@

Categories: DZIKIR MURROQOBAH | 96 Komentar

TAHU TEMPE ENAK RASANE


bodokeremezken,
bodokeremezken@hotmail.com

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh. salam hormat, salam ta’zim, salam sungkem katur poro kanjeng guru mbah kyai KWA, izinkanlah muridmu yang bodokeremezken ini, membuka kembali tulisan dari buku yang saya jiplak dan sedikit saya ubah…..waduh lupa bukunya apa….xixixixixi lalen.com

dan mohon maaf berhubung saya lupa maka tulisan ini saya kasih judul ; TAHU TEMPE ENAK RASANE

Pandang kedepan tetapkan langkah telusuri alam semasta ini, apakah kita mengira alam semesta ini terjadi wujud semula jadi, apakah pandangan mata, pendengaran telinga kita, benar-benar sudah mengerti arti wujud sebenar. sedang tauhid ikhlas belum didapat, tapi kita sudah mengaku khusuk sungguh bodoh, sakit tapi tak tau kalau sakit, tauhid belum benar mana mungkin tau benar salah, dengan mata kepala, dengan pendengaran telinga dengan mudahnya kita mengklaim seseorang dengan sebutan kafir, zholim, kufur sedangkan dirikita tidak tau sudah tenggelam didalamnya,

Tauhid adalah kunci semua dan segala-galanya, sedang ikhlas adalah kunci diterima segala-gala amal perbuatan itu, bisakah kita berdiam diri selamanya ditipu diri sendiri, kita tidak mau tau, tidak mau belajar, apalagi mengerti arti wujud itu, kita tidak mau keluar dari kehinaan kita, kita tetep menjadi pengikut hawa, nafsu, keinginan kita, ingat janji gusti allah azzawajalla itu pasti, ingat siksa-NYA amat pedih, seharusnya kita yang menguasai hawa nafsu keinginan kita dan bukan sebaliknya.

Jadi semua larangan-NYA dan semua perintah-NYA pasti mengandungi keistimewaan dan hikmah yang sangat bermanfaat bagi yang mau mengidahkanya.

Akal berubah menjadi hati, hati berubah menjadi sirri, sirri berubah menjadi fana dan fana berubah menjadi wujud. mari kita imani rukun iman yang enam, kalau sekedar kita baca, kita tidak faham, mengerti dan mengamalkanya, maka tidak ada sembarang manfaat yang kita peroleh.

SUBHANALLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH DIALAH GUSTI KANG MOHO SUCI. ngapunten, salah silaf mohon maaf. salam salim salam salam hormat salam ta’zim salam sungkem katur sedanten pembaca dan keluarga besar KWA.

Sugeng rahayu kerahayon. Nuhun. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 45 Komentar

HAKIKAT MANUSIA DALAM MENUJU ILLAHI BAB-3


“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Assalamu’ alaikum Wr. Wb. Salam pamuji rahayu katur dulur-dulur semuanya. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.

Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dulur-dulur aktivis Kampus Wong Alus di seluruh nusantara dalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan saya menghaturkan terima kepada para pini sesepuh atas wejangannya yang bermanfaat dalam menuju kehadirat Ilahy.

Monggo kita lanjutkan belajarnya tentang Hakikat Manusia Dalam Menuju Illahi Bab-3

B. Kesadaran Universal.

Menghayati mulai dari kesadaran fisik sampai kepada kesadaran transendental dimana sejatinya manusia adalah sesuatu yang bukan fisik. Dengan sejatinya inilah manusia menunaikan kebaktiannya kepada Allah sebagaimana fitrahnya (QS Arrum : 30).

Al qur’an telah banyak mengungkapkan tentang apa dan siapa manusia sebenarnya. Namun ungkapan ini tidak akan menjadi suatu kesadaran apabila fikiran dan perasaan jiwa kita tidak pernah dibawa ke alamnya secara nyata, bukan teori tasawuf yang sulit dimengerti. Kesadaran dimulai yang sangat sederhana.

Adalah seorang bayi yang tiba-tiba lahir dengan proses alami. Ia lahir bukan karena permintaan dan kehendaknya. Ia tidak mengerti untuk apa dilahirkan. Ia tidak punya apa-apa bahkan telanjang serta malupun tidak punya. Kemudian sekelilingnya memberikan kesadaran secara bertahap. Mulai dari pemberian nama dan identitas kelamin, dan batasan kesadaran yang sangat sempit. Ia dikenalkan dengan dirinya bahwa namanya si Anu dan jenis kelaminnya laki-laki. Diajarkannya pula nama-nama anggota tubuhnya, ini telinga, ini kepala, ini tangan, dan seterusnya.

Kesadaran ini membuat terikat kepada sebatas apa yang ia terima (ketahui). Sehingga sang diri terbelenggu dan tersesat dalam ketidaktahuan siapa yang sebenarnya diri ini. Ada ungkapan rasullullah “barang siapa mencintai sesuatu maka ia akan menjadi hambanya”.

Pakaian atau dodot dalam tembang ilir-ilir sunan Ampel adalah sesuatu yang menimbulkan ikatan pada jiwa seseorang. Dalam filsafat perenial, pakaian adalah sesuatu yang binding (mengikat) dalam jiwa manusia. Jika manusia melakukan sikap yang binding dengan dunia sekelilingnya, jiwanya akan terkungkung dan kebebasannya (kesadarannya) terbelenggu. Oleh karena itu manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha melakukan unbinding terhadap dunia sekitarnya.

Maksudnya manusia harus mulai menyadari keterbatasan dirinya yang selama ini kita dijerumuskan oleh pengetahuan yang kita dapat, bahwa diri ini hanya terbatas pada mata, telinga, kaki serta anggauta tubuh yang kelihatan. Namun hal ini mustahil kalau saya ungkap secara detail dalam tulisan ini, sebab kesadaran ini harus dilakukan dengan latihan dan pengisian ilmu pengetahuan tentang diri secara imanen transendental (pengalaman langsung).

Mari kita perhatikan tentang apa sebenarnya tubuh ini. Hirupan nafas masuk ke tubuh, lalu sekaligus mengeluarkan zat residu berupa asam arang. Sekadar bayangan kesadaran tentang diri agaknya hal-hal di bawah ini akan menolong kita. Ibaratnya keadaan itu bisa diserupakan dengan penerangan sebuah kota, yang dialirkan oleh sentral listriknya.

Perbandingan ini menjadi semakin tajam apabila disadari dengan ilmu bahwa apa yang ada dalam kehidupan sehari-hari kita pandang (sadari) bentuk tubuh manusia adalah terbatas pada garis nyata. Sehingga kenyataan ini membuat orang tertipu oleh pengetahuan yang ia miliki.

Padahal lebih dari yang ia bayangkan, bahwa manusia baik logam, tumbuhan dan gunung adalah sebetulnya terdiri dari suatu untaian kejadian-kejadian atau proses. Dimana segala alam lahir ini tersusun oleh senyawa-senyawa kimiawi yang dinamai zarrah (atom).

Dan atom-atom ini dalam analisa terakhir adalah satu unit tenaga listrik, yang energi positifnya (proton) berjumlah sebanyak energi negatifnya (elektron). Di dalam atom ini, terus-menerus setiap detik terjadi loncatan dan pancaran (charge and park). Itulah semburan-semburan yang tidak ada hentinya dari daya listrik. Maka semburan atau loncatan yang tidak putus-putus dengan kecepatan yang sangat luar biasa ini manusia tidak mampu melihat dengan kasat mata biasa, kecuali dengan kesadaran ilmu yang cukup.

Sebagaimana Al qur’an mengungkap-kan tentang gunung yang dianggap oleh orang awam seperti diam tak bergerak: “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan” (An naml : 88).

Bagi orang awam sebuah gunung atau pegunungan memang tampaknya kokoh berdiri di tempatnya masing-masing. Jadi kalau benda-benda termasuk manusia yang dalam surat Al hijir 28-29 diciptakan dari esensi alam.

Maka benarlah apa yang kita namai benda adalah sebuah bongkahan besar “runtutan peristiwa” loncatan listrik. Maka disini tidak sama sekali dijumpai lagi suatu yang padat atau baku (tetap). Bahan yang dipakai untuk pembentukan alam dan manusia bukanlah benda atau zat-zat akan tetapi ialah “aksi” yaitu aliran berangkai dari peristiwa-peristiwa.

Tidaklah mengherankan bahwa dari bahan-bahan yang sangat labil ini terbentuklah alam yang selalu berubah-ubah, menjelma dari bentuk ke bentuk mengikuti suatu proses evolusi.

Sampai disini kesadaran kita sampai kepada tahapan yang agak abstrak, dimana penglihatan kita malah seakan-akan kehilangan penglihatan dimana bentuk tubuh yang selama ini kita sadari. Jelas hal ini membigungkan kesadaran yang telah lama terpatri.

“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua). Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah . Wassalamu alaikum wr. Wb.

Ki Ageng JJ

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 24 Komentar

TATA CARA TAWASUL DAN MENGAMALKAN ILMU HIKMAH TANPA PUASA


Assalamu’alaikum Wr.Wb. Salam takzim kepada ki wongalus, para sesepuh dan pinisepuh serta para sedulur semuanya, semoga Allah SWT melimpahkan barokah, rahmat dan hidayahNya kepada kita semuanya diforum KWA ini, Amiin.

Sebelum membaca amalan ilmu hikmah yang kalian inginkan baik amalan setelah selesai sholat fardhu dan sholat hajad/tahajud, kalian terlebih dahulu harus melakukan tawasul dengan urutan yang diijazahkan dari guru kalian. Contoh sebagai berikut:

1. Nabi Muhammad SAW

2. Nabi Sulaiman AS

3. Nabi Khidir AS

4. Malaikat Muqorrobin

5. Khulafaurrosidin Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali

6. Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Syekh Abil Hasan Asy-Syadziliy, Syekh Ahmad Ali Al Buni

7. Habib Abu Bakar As Sakran, Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

8. Sunan Kalijogo

9. Man Ajazani

10. Kunci utama do’a hajat ilmu hikmah yang akan kita dikuasai.

Kemudian mulailah membaca amalan ilmu hikmah yang diniatkan sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan.

 

Cara mengamalkan setiap ilmu hikmah tanpa puasa

Jika kalian ingin mengamalkan ilmu hikmah tanpa harus menjalani puasa sunah sedikit pun. Dan cukup dengan hanya mengamalkan amalan ilmu hikmahnya setiap selesai saholat fardhu dan sholat hajad/tahajud saja, maka perpanjanglah hari pengamalan ilmu hikmah tsb dengan aturan sebagai berikut:

· Puasa sunah 3 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 9 hari

· Puasa sunah 5 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 17 hari

· Puasa sunah 7 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 21 hari

· Puasa sunah 9 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 33 hari

· Puasa sunah 11 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 41 hari

· Puasa sunah 17 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 57 hari

· Puasa sunah 21 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 69 hari

· Puasa sunah 33 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 87 hari

· Puasa sunah 41 hari = Diganti pengamalan tanpa puasa selama 100 hari

Selama pengamalan ilmu hikmah, baik sholat fardhu atau pun sholat hajad/tahajud tidak boleh tertinggal sekali pun. Jika tertinggal, maka pengamalan harus diulang kembali dari awal.

Agar kemampuan ilmu hikmah tetap terawat dan mudah digunakan, setelah selesai puasa sunah amalannya dibaca setiap selesai sholat fardhu sebanyak 3/7/21 kali.

By sudadi

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 74 Komentar

RENUNGAN WALIYULLAH (BAGIAN KEDUA)


Assalamu’ alaikum Wr. Wb. Warga Kampus Wong Alus yang berbahagia. Dalam posting sebelumnya, Ibn Arabi menceritakan tentang seorang waliyullah yang sedang bertafakkur dan bermunajat kepada Rabb-nya. Dia mengadukan berbagai persoalan dan kebingungan yang melilit perjalanan hidupnya, sampai kemudian Allah Swt memberikan petunjuk kepadanya melalui ilham. Sebagian isi ilham sudah dipaparkan pada postingan yang lalu. Postingan kali ini adalah kelanjutan dari ilham Allah Swt yang diterima oleh waliyullah tersebut. Silahkan menyimak, semoga bermanfaat. Wassalamu ‘ala man ittaba’al huda. Nuwun

Juru Angon

===ooo===

Hai hamba-Ku! Jika kamu merasa berat melaksanakan apa yang Aku perintahkan kepadamu, ucapkanlah:

Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Sebagaimana hal itu diucapkan oleh para malaikat-Ku yang memikul ‘Arasy, karena meresa merasa sangat berat menanggunya.

Jika kamu ditimpa musibah atau cobaan, ucapkanlah:

Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kami kembali.
Sebagaimana hal itu diucapkan oleh para kekasih-Ku.

Jika kamu tergelincir berbuat maksiyat atau dosa kepada-Ku, berdoalah sebagaimana kekasihku Adam dan isterinya memohon kepada-Ku:

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Jika kamu kamu mengahadapi masalah, bingung dan ingin memperoleh petunjuk untuk menyelesaikannya, maka berdo’alah seperti do’a yang diucapkan oleh kekasihku Ibrahim ‘alaihi salam:

(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, dan Dia-lah yang memberi petunjuk kepadaku (78) Dia-lah yang memberi makan dan minum kepadaku (79) Jika aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku (80) Dia-lah yang dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (81) Dia-lah Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat (82) (Ibrahim berdo`a): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, (83) dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, (84) dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan, (85) dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, (86) dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (87) (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, (88) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”(89) (Qs Al-Syu’ara; 78-89)
Jika kamu ditimpa musibah yang menyedihkan, ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh Nabi Ya’qub ‘alaihi salam:

Ya`qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.”(Qs Yusuf; 86)
Jika kamu melakukan kesalahan, ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh Nabi Musa ‘alaihi salam:

“Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)” (Qs Al-Qashash; 15)
Jika terbersit dalam hatimu untuk berbuat maksiyat kepaaku, maka ucapkanlah seperti yang dikatakan oleh Nabi Yusuf ‘alaihi salam:

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs Yusuf; 53)
Jika kamu ditimpa suatu fitnah atau ujian, maka lakukanlah seperti yang dilaksanakan oleh kekesih-Ku Daud ‘alaihi salam, yakni meminta ampun, bersujud dan bertaubat (sebagaimana tersurat dalam al-Qur’an surat Shad ayat 24).

“Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat” (Qs Shad; 24).
Jika kamu melihat hamba-hamba-Ku yang bermaksiyat dan berbuat kesalahan,dan kamu tidak tahu bagaimana aku akan menghukum mereka, maka ucapkanlah seperti ucapan Nabi Isa ‘alaihi salam:

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(Qs Al-Maidah;118)
Jika kamu hendak meminta ampun kepada-Ku, maka berdo’alah seperti do’a yang diucapkan oleh Nabi Muhammad Saw dan sahabat-sahabatnya:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”(Qs Al-Baqarah; 286).
Jika kamu khawatir akan akibat dari suatu perkara dan kamu tidak tahu bagaimana akhir dari proses perjalanan hidupmu, maka berdo’alah seperti yang diucapkan oleh para kekasih-Ku:

(Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” (Qs Ali Imran; 8-9).

Selesai…

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 321 Komentar

ISIM MANDAL


Mukti Ali
pamukt1@yahoo.com

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Saya Ijazahkan Ilmu Izim Mandal Kepada Pembaca Blog Kampus Wong Alus

Tawasul :
1. Ridhoillahi wabi syafa’ati Rosulillah Sholullohu ‘Alaihi Wassalam, Alfateha
2. Kpd Nabi Muhammad Saw
3. Malaikat 4
4. Sahabat 4
5. Syekh Abdul Qodir Jaelani
6. Man Azajani

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
AQSAMTU ‘ALAYKUM WA ‘AZAMTU ‘ALAYKUM YAA AYYUHAL ARWAHU RUHANIYYU JISMANIYYUSH SHUGHLIYAT BIHAQQI WA MUNTASIRLI ‘ARIQIN

1. Puasa 3 hari Bilaruhin hari terakhir tidak boleh tidur
2. Amalan dibaca : 3x/21x/41x atau sekuatnya tiap ba’da sholat fardhu & sholat hajat.

Gunanya :
Untuk melihat pencuri dari kuku, ambil minyak klapa dan arang yg dihancurkan sampai jadi bubuk, kemudian aduk dgn minyak klapa lalu tempelkan pada kuku anak kecil yg belum aqil baliq, bacakan amalan diatas 3x/7x/11x tanpa napas pada kukunya, Insya Allah akan terlihat pencurinya.

Pantangan Ilmu :
Menjaga lisan dari perkataan yang kotor seperti : menghujat, menghina, merendahkan orang lain. Menajamkan Ilmu perbanyaklah bersodaqoh.

Smoga Ilmu ini bermanfaat bagi yang mengamalkan nya. @@@

Categories: ISIM MANDAL | 100 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.