REFRESHING YUK… ke PANTAI KARANGBOLONG SAJA


Sugeng ndalu,
Ki WA, Ki Ageng JJ, Ki Nurjati, Ki Abdul jabbar, Ki Abie, Ki Thepos, Ki Dead Man, Ki Candhu, Ki Wisanggeni, Ki Sri dan poro sepuh sadoyo,

Dengan restu dari poro leluhur , dan atas ijin saking Ingkang Murbeng Dumadi , monggo lenggah kanti ikhlasing manah.

” INI SEMUA UNTUK APA DAN UNTUK SIAPA?”

Saya percaya poro sepuh sangatlah wicaksono, ” yen ono goro-goro, iku awale rejo” Dan saya percaya, poro sepuh bisa melihat hari yang sangat baik untuk pertemuan kita, hari ke enam ditanggal enam malem ke tujuh.
Enam itu sama dengan Genap, Tujuh itu Pitu ( Pitutur ). Hari itulah di genapkan pitutur. Hari itulah saatnya diberikan pelajaran Yang terlengkap( geneping pitutur).

Marilah kita saling Rendah Hati, bersama berkumpul dan mencari tempat yang terbaik, mungkin di Pantai Karang Bolong, mungkin di petilasan Banten lama. Kita tinggalkan angka tigapuluh, kita tinggalkan angka tigapuluhsatu, walau kita tahu itu tanggal” MAYA” tertinggi, kita ganti hari “PADA”, tetapi membawa “cahaya”.

Kita tinggalkan Taman Mini, Kita tinggalkan Padepokan Ki Ageng Jembar Jumantoro. Kita mencari “Jumantoro yang lebih luas lagi”, kita mencari “Taman yang lebih Maxi lagi”, yaitu Ketulusan dan Keikhlasan hati. Ini lebih luas dari segala yang ada.

Sekian sekedar roso pangroso dari saya, yang oleh para leluhur baru boleh di tulis setelah pk.24.00. Seperti nama sayapun, poro leluhur mengijinkan menjadi Ki Sabdo Sejati, setelah umur saya 65 thn. Masih 10 tahun lagi.
Nuwun. (KI SABDO SEJATI)

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 274 Komentar

PENGUMUMAN


PERKULIAHAN DI KAMPUS WONG ALUS DILANJUTKAN KEMBALI….


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 157 Komentar

ARGUMENTASI SYAR’IYAH PEMBELAJARAN KAUM SUFI


Disarikan dari pemikiran al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin

Oleh Juru Angon
agilfatih@yahoo.co.id

Ketahuliah, bahwa seseorang yang mengetahui sesuatu – walaupun sesuatu yang sangat sederhana – dengan melalui ilham yang tiba-tiba saja ada dalam hatinya tanpa pernah menyadarinya, maka berarti ia telah mengetahui kebenaran jalan tersebut. Dan barang siapa yang belum pernah mendapatkan pengetahuan ilhami semacam ini, hendaklah dia mempercayai tentang kebenaran adanya, karena pengetahuan semacam ini merupakan pengetahuan yang sangat tinggi tingkatannya. Hal ini diperkuat dengan dalil-dalil syara’ dan pengalaman atau kisah-kisah mereka yang mengalaminya.

Di antara dalil-dalil itu adalah firman Allah Swt: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (Qs. Al-Ankabut; 69).

Semua hikmah itu muncul dari hati lantaran ketekunannya dalam beribadah dan bukan disebabkan karena belajar, dengan kata lain, melalui ilham dan kasyf.

Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang berbuat sesuai dengan apa yang diketahuinya, maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum pernah diketahuinya dan memberikan petunjuk atas apa yang dikerjakannya sehingga ia berhak mendapatkan surga. “Barang siapa yang tidak berbuat sesuai dengan apa yang diketahuinya, maka Allah Swt akan menyesatkan apa yang telah diketahuinya itu dan (Allah Swt) pun tidak memberikan petunjuk atas apa yang dikerjakannya, sehingga ia pantas masuk neraka.”

Allah Swt berfirman: “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah Swt, Allah Swt akan memberikan jalan keluar baginya (dari semua kesulitan dan ketidaktahuan), dan menganugerahkan rizki kepadanya dari jalan yang tidak terduga” (Qs.Al-Thalaq; 2-3). Maksudnya adalah; Allah Swt menganugerahkan ilmu tanpa melalui belajar dan memberikannya kecerdasan tanpa harus berlatih.

Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan” (Qs. Al-Anfal; 29).

Yang dimaksud dengan “furqan” dalam ayat diatas adalah cahaya atau nur yang bisa membedakan antara yang haq dan yang batil serta dapat mengeluarkankannya dari hal-hal yang syubhat atau tidak jelas status halal-haramnya. Oleh karena itu, Rasulullah Saw dalam do’anya selalu memohon diberikan cahaya atau nur, sebagaimana nampak dalam do’a beliau berikut ini:

“Ya Allah, berilah aku nur, tambahilah aku nur dan jadikanlah nur berada dalam hatiku, dalam kuburku, dalam pendengarnku, dalam penglihatanku, dalam rambutku, dalam kulitku, dalam dagingku, dalam darahku dan dalam tulangku.”

Rasulullah Saw pernah ditanya tentang maksud kata “syaraha” dalam ayat: “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Qs. Al-Zumar; 22).

Jawab Rasulullah Saw: “Yakni “meluaskan atau melapangkan”, karena jika Allah Swt menempatkan nur dalam hatinya, maka dadanya akan menjadi luas dan lapang.”

Rasulullah Saw juga pernah mendo’akan Ibn Abbas:“Ya Allah, fahamkanlah ia dalam persoalan agama dan ajarkanlah ia ta’wil (kemampuan untuk menafsiri al-Qur’an-pen).”

Ali (semoga Allah Swt meridlainya) berkata: “Tidak ada sesuatu pun di sisi kami yang bisa mebuat Rasulullah Saw senang kepada kami, kecuali Allah Swt memberikan seorang hamba yang faham betul terhadap kitab suci-Nya.” Dan ini bukan diperoleh karena belajar.

Diriwayatkan, bahwa yang dimaksud dengan “hikmah” dalam ayat (“Barang siaa yang telah diberi hikmah, maka sesunggunya ia telah dikaruniai kebaikan yang sangan banyak”- Qs. Al-Baqarah; 269) adalah “pemahaman terhadap kitabullah”. Sedangkan maksud ayat (“Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); Qs. Al-Anbiya; 79) adalah Allah Swt telah memberikan kasyf kepada Sulaiman ‘alaihi salam.

Abu Darda berkata: “Seorang mukmin adalah orang yang melihat dengan nur Allah Swt dari belakang hijab yang tipis. Demi Allah Swt, sesungguhnya Allah Swt telah menempatkan cahaya atau nur kebenaran dalam hati mereka dan lidah mereka.”

Salah seorang salaf berkata: “Seorang mukmin sering disangka sebagai “kuhan” atau paranormal.”

Rasulullah Saw bersabda: “Berhati-hatilah dengan “firasat” orang yang beriman, karena ia melihat dengan “nur” Allah Swt.”

Hal itu juga diisyratkan oleh Allah Swt dalam firmannya: “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda” (Qs. Al-Hijr; 75); dan dalam ayat:“Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin” (Qs. Al-Baqarah; 118).

Al-Hasan meriwayatkan dari Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda: “Ilmu itu ada dua. Ilmu batin itu ada di dalam hati, dan itulah ilmu yang bermanfaat…”

Ketika salah seorang ulama ditanya tentang ilmu batin, dia menjawab: “Ilmu batin adalah salah satu rahasia Allah Swt yang diberikan ke dalam hati para kekasih-Nya. Allah Swt bahkan tidak memberikannya kepada malaikat dan manusia biasa”.

Rasulullah Saw bersabda: “Di antara umatku ada yang menjadi “muhdisin” guru dan mukallimin (ahli kalam). Sedangkan Umar adalah salah satu dari mereka.” Yang dimaksud dengan al-muhdis adalah al-mulham (orang yang diberi ilham), yakni orang yang hatinya telah dibukakan (al-kasyf) oleh Allah Swt, sehingga bisa mengetahui sesuatu tanpa menggunakan perantaraan panca indera sebagaimana orang kebanyakan.

Sedangkan al-Qur’an telah menjelaskan bahwa taqwa adalah kunci dari hidayah dan al-kasyf, yang berarti bahwa al-kasyf diperoleh tanpa harus belajar. Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs. Yunus; 6).

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa hanya orang yang beriman saja lah yang diberi keistimewaan untuk mengetahui semua yang diisyaratkan dalam ayat di atas.

Dalam ayat lain, Allah Swt juga berfirman: “(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs. Ali Imran; 138).

Abu Yazid al-Busthami berkata: “Bukanlah dinamakan ‘alim orang yang menghafalkan kitab, karena jika ia lupa maka ia menjadi orang yang bodoh. Yang disebut ‘alim yang sesungguhnya adalah orang yang mendapatkan ilmunya langsung dari Allah Swt tanpa menghafal atau belajar. Inilah ilmu rabbani yang diisyaratkan Allah Swt dalam firmanya (“Lalu mereka (Musa dan pembantunya) bertemu dengan seorang hamba (Nabi Khidlir) di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” – Qs. Al-Kahfi; 65).

Meskipun semua ilmu adalah berasal dari Allah Swt, tetapi ada sebagian ilmu yang diperoleh harus dengan belajar-mengajar dan ini tidak disebut dengan ilmu ladunni. Adapun ilmu ladunni adalah ilmu yang ada dengan sendirinya di dalam hati tanpa sebab-sebab yang wajar, sebagaimana biasanya pengetahuan masuk dari luar.”

Itulah beberapa uraian tentang dalil-dalil naqliyah mengenai persoalan di atas. Sekiranya kami kumpulkan semua ayat, hadits dan perkataan sahabat atau tabiin niscaya akan sangat banyak.

Adapun bukti-bukti yang berupa pengalaman juga sangat banyak, dan itu banyak dialami oleh para sahabat, tabiin dan generasai sesudahnya. Abu Bakar Ashidiq, menjelang wafatnya, pernah berkata kepada puterinya, ‘Aisyah :”Engkau akan mempunyai adik perempuan.” Pada saat itu isteri Abu Bakar sedang hamil dan ternyata memang kemudian melahirkan seorang bayi perempuan. Abu Bakar telah mengetahui sebelumnya bahwa anak yang dikandung isterinya adalah perempuan.

Umar bin Khatab juga pernah berteriak di tengah-tengah khutbahnya: “Awas, berlindunglah kalian di balik bukit itu!” Umar saat itu mengalami kasyf, yakni mengetahui bahwa di atas bukit, musuh sedang mengawasi pasukan Islam, sehingga Umar memperingatkan pasukan Islam yang saat itu sedang berperang di suatu tempat, padahal beliau sedang berada di atas mimbar masjid, tetapi suara beliau terdengar sampai ke tengah-tengah pasukan Islam. Hal ini tentu merupakan salah satu bukti karamah beliau.

Anas bin Malik menceritakan pengalamannya: “Saya bertamu ke rumah Usman bin Afan. Sebelumnya, di tengah jalan, saya bertemu dengan seorang wanita. Saya sempat meliriknya dan membayangkan kecantikannya. Ketika saya masuk ke rumah Usman, beliau berkata: “Ada salah seorang di antara kalian yang masuk ke rumahku dan sisa-sia zina nampak di matanya! Tidakkah kamu tahu bahwa zina mata adalah memandang (pada sesuatu yang dilarang)? Kamu mau bertaubat, atau saya hukum kamu?” Saya bertanya kepadanya: “Adakah wahyu setelah nabi? Jawab beliau: “Tidak, tetapi saya tahu (kejadian tentangmu) berdasarkan firasat yang benar.”

Abu Said al-Harraz berkata: “saya memasuki masjidil haram dan melihat serang faqir yang mengenakan pakaian sobek-sobek. Aku pun berkata dalam hati: “Orang ini mungkin pura-pura miskin.” Lalu dia mengundangku dan berkata: “Sesungguhnya Allah Swt mengetahui apa yang ada di hatimu, maka takutlah kepada-Nya” (Qs. Al-Baqarah; 235). Kemudian, aku pun beristighfar dalam hati dan dia berkata lagi: “Sesungguhnya Allah Swt menerima taubat dari hamba-hamba-Nya” (Qs. Al-Syura; 25), lalu dia menghilang dan aku tidak pernah melihatnya lagi.

Zakariya bin Daud berkata: “Abu al-Abbas bin Masruq berkunjung ke rumah Abu al-Fadl al-Hasyimi yang sedang sakit. Al-Hasyimi mempunyai keluarga yang banyak dan Abu al-Abbas tidak mengetahui darimana al-Hasyimi menghidupi keluarganya. Al-Hasyimi berkata: “Ketika aku bertanya dalam hati, darimana laki-laki ini bisa memberi makan keluarganya, tiba-tiba al-Hasyimi menghardikku: “Hai Abu al-Abbas, hilangkanlah pikiran yang rendah itu, karena sesungguhnya Allah Swt memiliki rahasia yang tersembunyi.” @@@

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 84 Komentar

AGENDA KWA JAKARTA


ASSALAMUALAIKUM.WR.WB.

SEDULUR KWA JAKARTA,… DALAM RANGKA MENSUKSESKAN ACARA SILATURAHIM KWA JAKARTA TANGGAL 31 OKTOBER MAKA KAMI MENGHARAPKAN KEHADIRAN SAUDARA UNTUK MEMBAHAS ACARA DIMAKSUD PADA:

HARI/ TANGGAL: MINGGU/ 24-10-2010

JAM : 12.00.

TEMPAT: KAMPUNG JATI RT 01/ RW 01 NO 26. KEL. JATINEGARA KAUM. KEC. PULO GADUNG. JAKARTA TIMUR. (THANMUS THEPOS)

AGENDA: PEMBENTUKAN PANITIA DAN PENYUSUNAN AGENDA SILATURAHIM

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA. WASSALAMUALAIKUM. WR.WB.

Kontak person

WONGITEM RAWA MANGUN 085674991459
THANMUS THEPOS 08128671411
DEADMAN 02132345408/085696789797

WASSALAMUALAIKUM WR WB. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR…. PERTAMAAAAAAXXXXXX KWA JAKARTA!!!!

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMA’ NURUL QOLBU


Pengijazah: Ki Sudadi

Assalamu’alaikum, salam hormat dan takzim kepada Ki Wongalus dan Ki Ajar Celse, pengasuh Redaksi KWA serta salam persaudaraan pada mahasiswa di KWA, semoga selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya, Amin. Mohon maaf sebelumnya Ki Wongalus dan para sesepuh/pinisepuh KWA, saya tidak bermaksud untuk PROMOSI ATAU KOMERSIAL. Amalan ini telah saya berikan ke mas suwandi untuk membantunya pada waktu ada masalah, setelah itu mas suwandi mengirimkan pengalamannya kepada Redaksi KWA mungkin sudah kehendak Allah alhamdulillah para sesepuh/pinisepuh menanggapi dan memberikan komentar amalan ini diberi nama ” ASMA’ NURUL QOLBU “ serta Ki Wongalus membuka rahasia makna arti yang terkandung di dalam surat An-nur ayat 35 .

Tata Cara Mengamalkan ASMA’ NURUL QOLBU

1. Tawasul kepada : Nabi Muhammad saw, Nabi Sulaiman as, Nabi Khidir as, Shohabat Nabi : Abu Bakar, umar, Ustman, Ali. Syekh Abdul qodir jailani, Syekh Abil Hasan Asy-syadzilly, Syekh Ahmad Ali Al-Bunni, Sunan kalijogo, Kedua orang kita.

2. Membaca : Syahadat > 3x, Sholawat Al-Fatih > 7x, Istighfar > 3x

3. Puasanya selama 41 hari / 7 hari

4. Pada waktu puasa tidak boleh bersentuhan dengan seorang wanita yang sudah baligh ( dewasa) apabila bersentuhan sengaja atau tak sengaja puasanya batal.

5. Dibaca habis sholat fardhu.

Inilah Ayat dan do’a lengkapnya yang saya wiridkan:

BISMILLAHIIRRHMAANIRRAHIIM. ALLAAHU NUURUSSAMAAWAATI WAAL-ARDH , MATSALU NUURIHI KAMISYKAATIN FIIHAA MISHBAAH, ALMISHBAAHU FII ZUJAAJAH, AZZUJAAJATU KA-ANNAHAA KAWKABUN DURRIYUI YUUQODU MIN SYAJARATIN MUBAARAKATIN ZAYTUUNATIN LAA SYARQIYYATIU WALAA GHARBIYYATIN YAKAADU ZAYTUHAA YUDHII-U WALAW LAM TAMSAS-HU NAAR, NUURUN ‘ALAA NUUR YAHDIILLAAH LINUURIHI MAIYASYAA WAYADHRIBU-LLOOHU AL-AMTSAALA LILNNAAS WALLOOHU BIKULLI SYA-IN ‘ALIIM > 1000x

Artinya: Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca,(dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang di nyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hamper-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIIN.ARRAHMAANIR RAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-AMTA ‘ALAIHIM GHAIRL MAGHDHUUBI ALAIHIM WALADH-DHAALLII. > 1000x

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah seru sekalian alam. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menguasai hari kemudian. Hanya Engkaulah yang kami sembah . Dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukkilah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah engkau berikan nikmat kepada mereka, sedang mereka itu bukan orang-orang yang dimurkai dan bukanpula orang-orang yang sesat.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. ALLAHUMMAJ’AL FII QOLBII NUURON WAFII BASHORII NUURUN WAFII SAM’II NUURON WA’AN YAMIINI NURURON WAKHALFII NUURON WAFII ASHABII NUURUN WAFII LAHMII NUURON WAFII SYA’RII NIUURON WAFII BASYORII NUURON > 7x

Artinya : Ya Allah Tuhan kami, berikanlah aku penyuluh/cahaya dalam hatiku, curahkanlah cahaya dalam pandanganku, curahkanlah cahaya dalama pendengaranku, curahkanlah dalam sisi kananku, curahkanlah cahaya dibelakangku, curahkanlah cahayadalam saraf-sarafku, curahkanlah dalam dagingku, curahkanlah cahaya dalam rambutku dan curahkanlah cahaya dalam hatiku.

ALLAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAIUN WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’DAKA SYAIN-UN WA ANTAL AALIMUL GHOIBI WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN, WA ANTA ALLAAMUL QHUYYUB WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAIN-IN ALIIM BIRAKHMATIKA YAA ARKHAMAR ROOKHIMIIN. > 7x

Artinya : Wahai Tuhanku Engkau terdahulu tiada sesuatupun sebelummu dan Engkau terakhir tiada sesuatupun sesudahmu dan Engkau mengetahui yang ghaib (yang semua makhluk tiada dapat mengetahui) dan Engkau kuasa atas segala sesuatu dan Engkau maha mengetahui perkara yang ghaib dan Engkau waspada atas segala sesuatu. Berkat Rahmatmu Wahai Tuhan paling Rakhim.

Di akhir membaca wirid :

- YA QAWIYYU YA MATINU > 325 x Wahai Yang Mahakuat, Wahai Yang Mahakokoh

- HASBUNAALLAH WANI’MAL WAKIL > 1000x Cukuplah bagi kami Allah dan Dia adalah sebaik-baik pelindung

Sholawat Al-Fatih :

BISMIILAAHIRRAH MAANIRRAHIIM. ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NIL-FAATIHI LMAA UGHLIQA WALKHAATIMI LIMAA SABAQA WANNAASHIRIL HAQQI BILHAQQI WAL-HAADII ILAA SHIRAATIKAL MUSTAQIIMI. SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA ‘ALAA AALIHI WA-ASH-HAABIHIL HAQQA QADRIHI WAMIGDAARIHIL ‘AZHIIMI

Artinya : Ya Allah, limpahkanlah rahmat takzim, salam sejahtera serta keberkahan kepada junjungan kita Muhammad saw. Sebagai pembuka sesuatu yang terkunci (tertutup) dan penutup sesuatu (para utusan) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan kebenaran dan petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allahmelimpahkan (memberikan) rahmat takzim atau shalawat kepadanya beserta keluarganya (yang beriman dan mengikuti petunjuknya) dan para sahabat-sahabatnya dengan sepenuhnya atau dengan sebenar-benarnya qudrah dan miqdrarnya yang tinggi.

• Keterangan untuk therapy bacalah : YA QAWIYYU YA MATINU IKFINA SYARRAZH-ZHALIMIN > 325x Wahai Yang Mahakuat, Wahai Yang Mahakokoh, tolonglah kami mengatasi kejahatan kaum yang zalim.

Shohibul ijazah mengucapkan semoga amalan ini bermanfaat didunia maupun akhirat untuk Anda dan keluarga yang mengamalkannya, amiin 3x.

Wa’alaikum salam Wr.Wb. @@@

Categories: ASMA’ NURUL QOLBU | 60 Komentar

MEMBACA ULANG CAHAYA


Kepada Guruku Al Ghazali, Terima kasih 39756 x…..

ALLAH ADALAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI. PERUMPAMAAN CAHAYA-NYA ADALAH IBARAT SEBUAH MISYKAT. DALAM MISYKAT ITU ADA PELITA. PELITA ITU DI DALAM KACA. KACA ITU LAKSANA BINTANG BERKILAU. DINYALAKAN DENGAN MINYAK POHON YANG DIBERKATI, YAITU POHON ZAITUN YANG BUKAN DI TIMUR MAUPUN DI BARAT. YANG MINYAKNYA NYARIS MENYALA SENDIRI-NYA WALAU TIDAK DISENTUH API. CAHAYA DI ATAS CAHAYA! ALLAH MENUNTUN KEPADA CAHAYA-NYA SIAPA SAJA YANG IA KEHENDAKI DAN ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN BAGI MANUSIA. SUNGGUH ALLAH MENGETAHUI SEGALA SESUATU. (QS AN NUR: 35)

Itulah satu ayat di dalam Surat An Nur: 35. Entah kenapa, saya sangat senang dengan ayat yang di kalangan ahli hikmah disebut sebagai ASMAK NURUL QOLBU ini. Sejak lama saya begitu menyukai keindahan bahasa ayat tersebut sekaligus penasaran dengan makna kata “Cahaya.” Tentu Tuhan tidak membuat perumpamaan secara sembarangan, sebagaimana juga dia membuat perumpamaan-perumpamaan lain di dalam Kitab Suci. Tentu ada makna dan hikmah yang besar bila kita mau bertafakkur, memikirkan dan merenungkan kandungan-kandungannya secara mendalam dan intensif.

Selain di ayat tersebut, kata “Cahaya” juga disampaikan oleh Nabi SAW dalam sabdanya: “Allah mempunyai tujuh puluh ribu hijab (tirai penutup) cahaya dan kegelapan. Seandainya IA menyibakkannya niscaha cahaya-cahaya wajah-NYA akan membara siapa saja yang memandangnya”

Saya yakin meskipun belum memulai, begitu kita masuki tabir-tabir rahasia di dalamnya, kita akan mendapati sebuah pengertian dimana kita akhirnya merasa bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa sedang memberi pembelajaran pada kita agar senantiasa mensyukuri berkah dan karunia untuk memikirkan bahasa-bahasa simbolik dengan akal budi. Kita akan memasuki sebuah pendakian spiritual hingga memasuki persada ketuhanan yang berseluk beluk dan sangat tinggi. Tentu saja, kita terkadang tidak diperkenankan untuk menceritakan kepada mereka yang “belum sampai.” Tidak setiap hakikat boleh dijelaskan karena nanti akan membuat kebimbangan dan kekeruhan. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh seorang yang arif: “Mengungkapkan rahasia Ilahi adalah kekufuran”

Namun, bila rahasia Ilahi itu disampaikan pada saat yang tepat, saya kira tetap mendatangkan manfaat sebagaimana disampaikan oleh seorang penyair: “Barangsiapa memberikan ilmu kepada yang tidak patut menerimanya, sama saja dengan menyia-nyiakannya. Siapa saja yang menutup ilmu dari yang berhak mengetahuinya, sungguh ia telah berbuat aniaya yang sebesar-besarnya.” Semoga ini saat yang tepat untuk memohon pada-NYA agar membuka kunci-kunci rahasia tersebut.

Apakah itu CAHAYA? Cahaya adalah sebuah dzat yang darinya segala sesuatu itu tampak oleh mata kita. Kita menganggap sebuah benda misalnya daun memiliki warna tertentu. Namun sesungguhnya, kalau tidak ada dzat yang bernama cahaya apakah daun itu tetap berwarna hijau? Tentu saja warnanya hilang dan gelap tidak terlihat. Jadi syarat utama penampakan segala sesuatu di muka bumi ini adalah adanya CAHAYA. Karena kenyataan ini sebenarnya bertingkat-tingkat sesuai dengan wujud kesempurnaannya masing-masing maka kita bisa merumuskan bahwa ada satu-satunya syarat agar semua itu ada dan tidak ada syarat lagi bagi keberadaannya. Syarat itu adalah CAHAYA MAHA CAHAYA, Cahaya Tertinggi dan Terakhir, Cahaya Hakiki dan tiada cahaya lain di atasnya. Sang Causa Prima-nya Cahaya.

Penampakan segala sesuatu adalah NISBI karena tergantung pada sebab-sebab yang lain. Penampakan daun itu nisbi, penampakan manusia itu nisbi, penampakan dunia ini nisbi. Semuanya nisbi, relatif dan tidak absolut. Keberadaan semua yang ada ini bergantung pada sesuatu yang lain. Kita bisa melihat dan mendengar karena kita punya mata dan telinga (audio-visual), itu tingkat dasar. Tingkat selanjutnya, kita bisa memastikan segala sesuatu karena kita punya alat-alat untuk merasa (kinestetik) dan rasa lebih tinggi derajat kepastiannya dari mata dan telinga. Darimana indera rasa ini terletak dan berasal?

Akhirnya, kita akan sampai pada pemahaman tentang JIWA atau RUH melihat dan merasakan segala sesuatu. Sifatnya tidak terlihat namun menjadi sumber pengelihatan dan sumber kepastian-kepastian segala sesuatu. Jadi yang menentukan gelap terangnya dunia ini, yang menentukan luas sempitnya dunia, yang menentukan ada dan tidaknya dunia ini termasuk anda dan saya adalah RUH kita. Segala sesuatu itu terwujud bila RUH kita menghendaki untuk terwujud dan bila RUH kita tidak menghendaki, maka segala sesuatu termasuk dunia inipun tidak ada! RUH adalah CAHAYA SEJATI yang tidak memiliki daya cerap dan tidak pula mewujudkan pencerapan, tetapi ia menyimpan potensi KEHENDAK untuk mewujudkan segala sesuatu.

Jadi di dalam diri kita ini, ada CAHAYA SEJATI yang memiliki sifat sempurna yang tidak pernah keliru. Kebenaran absolut yang sesungguhnya. Ada kalanya ia dinamakan AQL, RUH atau NAFS. Namun sebaliknya kita lewati saya istilah-istilah ini agar tidak menimbulkan kebingungan saat membahas tentang cahaya ini. Bila mata kita tidak bisa melihat mata, maka RUH bisa melihat dirinya sendiri. CAHAYA yang bisa mencerap CAHAYA, pengetahuan tentang pengetahuan dan seterusnya. Bila mata tidak bisa melihat sesuatu yang terlalu jauh atau dekat, maka AQL atau RUH bisa terbang kemanapun yang dikehendaki, bisa terbang ke langit manapun dan turun ke langit manapun yang dikehendakinya. Hingga mampu memaknai HAKIKATNYA HAKIKAT, sampai pada hakikat segala sesuatu, samudra yang luasnya meliputi sifat-sifat-NYA, puncaknya puncak dan dasarnya dasar segala sesuatu. Pada titik penghayatan ini, kita akan memahami bahwa sesungguhnya manusia adalah CERMIN TUHAN… Innallaha kholaqo aadama alaa suurotini… Allah menciptakan Adam menyerupai citra-NYA.

Masalahnya adalah ruh, nafs dan akal yang bagaimana yang sesungguhnya bebas dari sifat relatif dan terbatas? Kita sadar bahwa diri kita yang sejati ini merupakan limpahan DZAT-NYA, namun kok dalam kehidupan sehari-hari kita masih diliputi oleh keterbatasan dan tidak mencerminkan khalifah di muka bumi ini? Jangankan khalifah, yang terjadi malah sering berbuat kerusakan dan melanggengkan kemunkaran. Menjadi manusia yang tidak tahu SANGKAN PARANING DUMADI, seperti tersesar di hutan belantara problem dunia fana, tidak tahu asal termasuk kebingungan jalan untuk pulang.

Kita ini ya Fir’aun sebagaimana yang disebut Tuhan di dalam kitab suci. Tuhan pada hakikatnya sedang menuding diri kita ini. Jangan sampai terlambat untuk menyadari kesalahan diri kita dan masukilah senantiasa kesadaran ruh kita. Jangan sampai ketika air laut kematian merangsek ke sungsum dan sel sel darah, dan nyawa kita tinggal sejumput kita baru terbangun…. lah kemana saja kita selama ini, ohoi … Firaun abad 21?

Saat nanti kita sekarat akan meninggal dunia disanalah kita kemudian baru memasuki wilayah kesadaran ruh. Oh….. betapa sia-sia hidupku selama ini…..aku telah mempertuhankan diriku yang palsu…. tidak mempertuhankan DIRIKU YANG SEJATI…Kesadaran sejati yang selama ini tertimbun di dalam diri dan tidak pernah kubangunkan. Sungguh celaka dan sia-sia…. Ampun Gusti….Aku telah menyembah berhala yang tidak lain diriku sendiri, nafsu-nafsuku, keinginan-keinginanku, isteri dan anakku, harta bendaku, syahwatku, kesenangan-kesenanganku, kehormatanku, kemuliaanku, pangkat derajatku…. Wahai Tuhan Kami, kini kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia agar dapat beramal sholeh.. kini kami telah menjadi orang-orang yang yakin…. dan Tuhan bersabda: Telah Kami singkap tirai yang menutupimu, kini pengelihatanmu amat tajam!

Kita sampai pada pemahaman bahwa cahaya itu sesungguhnya tidak hanya bersifat fisik namun sumber cahaya itu justeru hal yang bersifat metafisik. Al Qur’an sebagai cahaya, tentu saja memiliki dimensi metafisik. Bukan hanya buku yang bisa dibakar dan aus, namun memiliki ruh yaitu Al Quran yang bersifat metafisik berupa hakikat pergelaran alam semesta ini. Kalau kita menyebut pergelaran alam semesta… maka jangan hanya diartikan bumi dan langit saja. Itu semua hakikatnya justeru merupakan JAGAD CILIK (Mikrokosmos) sementara pergelaran alam semesta yang hakiki adalah DIRI SEJATI yang merupakan JAGAD GEDE (makrokosmos). Itulah Al Qur’an hidup yang harus kita jelajahi kedalaman semestanya. Kenapa manusia makrokosmos? Sebab yang menentukan besar kecilnya alam semesta bukan alam semesta itu sendiri, melainkan diri kita. Ya Akal kita, Ya Ruh kita. Bukankah kita yang membuat meteran, penggaris, penentu dan pencipta ukuran bagi segala sesuatu? Jadi yang menentukan besar kecilnya “Tuhan” ya anggapan diri kita masing-masing. Cantik mana Luna Maya dengan Cut Tari? Tentu saja tergantung persepsi. Bagi Ariel Peterpan mungkin cantik Luna Maya, namun bagi saya mungkin lebih cantik Cut Tari. Besar mana “Tuhanmu” dengan “Tuhanku?” Tentu saja tergantung pada penghayatan masing-masing orang.

Susunan, sifat, asma/nama dan perbuatan Tuhan (pada diri-NYA sendiri) tetap tidak mampu diketahui kecuali mereka yang sudah mendapat petunjuk atau hidayah dan bagi kebanyakan orang awam benar-benar menjadi misteri sampai kapanpun. Kita hanya bisa melihat FENOMENA-NYA. Sementara NOUMENA-nya jelas tidak bisa kita ketahui. Kita hanya bisa melihat aksidensia-NYA, sementara SUBSTANSI/ESENSI-NYA wallahu a’lam. Kita hanya bisa melihat Miss Universe dari jauh, melihatnya dari luar.. warna kulitnya, bajunya, rambutnya, bibirnya… sementara wujud aslinya apakah seperti itu? Ya silahkan dikira-kira sendiri.

Itu sebabnya, kita tidak boleh sedkitpun mengaku dan merasa tahu tentang diri-NYA. Yang merasa kita tahu tentangnya, 99 asma-NYA yang kita kenal selama ini sebenarnya hanyalah seperti peta penunjuk jalan agar kita tidak tersesat. MAP IS NOT THE TERRITORY: Peta tentu beda dengan wilayah yang sesungguhnya. Apalagi tentang Allah SWT??? Apalagi bahasa dan akal kita sangat terbatas. Dimana batasnya bahasa dan akal? Disinilah batasnya. Yaitu tidak mampu menggapai Susunan, sifat, asma/nama dan perbuatan Tuhan (pada diri-NYA sendiri). Mereka yang awam adalah mereka yang masih belum tersingkap pemahamannya akan alam hakikat. Dia tidak bisa lepas dari alamul hiss was-syahadah… alam kasat mata dan belum mampu memasuki pintu alam malakut yaitu pintu alam yang bisa dimasuki oleh mata batiniah. Mata batin mendapatkan cahaya yaitu RUH Al QUR’AN dan PETUNJUK-NYA yang diturunkan dalam hidup kita sehari-hari, detik ini, disini…

Ketersingkapan pintu alam malakut secara sempurna sungguh mempesonakan hati. Sebuah alam penuh keajaiban dimana kita merasa tidak bisa tidak kecuali HARUS MENGUCAPKAN TERIMA KASIH, sujud sukur tanpa pernah berhenti untuk bertasbih memuji-NYA. Betapa aneh diri kita ini, kok bisa-bisanya tiba-tiba ada di dunia ini. Opo tumon??? Siapa yang menciptakan aku??? Apakah ini perbuatan yang disengaja atau iseng? Pasti disengaja. Bukan iseng. Padahal aku mengisi hidupku dengan iseng, menghabiskan waktuku untuk main domino, mencolek gadis-gadis bahenol di lokalisasi, dan bergaul dengan para preman? Betapa hinanya diriku yang setelah menyadari hal ini kemudian melanjutkan hidup di alam-alam rendah yang sesat… pantas aku lebih sesat dari hewan yang tidak bisa terbang ke alam malakut. Aku tuli dan buta dari sapaan mesra kekasih….

“MEREKA SEPERTI BINATANG, BAHKAN MEREKA LEBIH SESAT LAGI. MEREKALAH ORANG-ORANG YANG LALAI” (QS 7: 179)

Siapa yang telah terbuka pintu alam malakut? Dialah berhak menyandang gelar menjadi hamba Allah SWT. Yaitu mereka yang menghamba kepada-NYA. Bukan kepada yang lain. Mereka ini kemudian menjadi bagian dari alam malakut itu sendiri, dimana kesadaran kosmik-nya telah berubah total, final dan eternal. Indera dan khayalnya, imajinasinya, bukan menjadi bumi tempat tinggalnya lagi, termasuk langit (samaawaat…) serta segala yang terjauh dan ter-ada yang pernah dipikirkannya.

Setiap hari baginya merupakan sebuah pendakian atau Mi’raj. Hidupnya ya suluk itu sendiri. Senantiasa menghampiri hadirat Yang Maha Pecinta bahkan selalu menempel pada Hadhrat Al Quds (Hadirat Kesucian Allah SWT) dimana semua kunci gaib digenggamannya. Yaitu hanya dari sisi-NYA jua semua penyebab adanya maujudat di alam syahadah ini diturunkan dengan perkenaan-NYA. Sebab alam syahadah adalah akibat dari alam malakut yang merupakan sebab. Kalau sekarang ini banyak banjir, tanah longsor, kereta api terbakar, kemacetan di mana-mana, dan keruwetan-keruwetan hidup.. maka itulah akibat dari sebab utama yaitu alam batin kita semua yang kisruh, ruwet dan amburadul!

TALI SIMPUL
Nur artinya cahaya. Muhammad artinya kualitas diri yang terpuji. Muhammad sebagai sosok pribadi telah kembali ke sisi-NYA, namun sebagai kualitas diri maka ia akan tetap hadir pada diri-diri yang mampu menunjukkan derajatnya sebagai Pelita yang Menerangi (SIRAJ MUNIR) sepanjang jaman. Nur Muhammad ada sebelum alam semesta ini ada, sebab cahaya yang mampu menerangi dan meng-ada-kan alam semesta ini ya KEHENDAK, dan KEHENDAK AWAL PENCIPTAAN alam semesta ini adalah KEHENDAK BAIK. Nur Muhammad nanti juga akan mengakhiri pergelaran dan penggulungan alam semesta dengan makna hakikat yang sama. Dan setelah itu, dunia ini diisi dengan cahaya dari semua nabi yang juga merupakan cahaya sepanjang masa, termasuk diri anda, diri saya, diri kita semua. Semua punya satu keping mosaik kebenaran yang harus dikumpulkan agar kebenaran itu menyatu sempurna. Salam paseduluran….@WONGALUS,2010

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 289 Komentar

TAREKAT IMAM AL-GHAZALI


Disarikan dari Kitab Ihya Ulumiddin
Oleh Juru Angon

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa: “Jalan tasawuf bisa ditempuh dengan cara; melakukan mujahadah atau menghilangkan sifat-sifat tercela, memutuskan semua keterkaitan dengan sifat-sifat tercela tersebut dan menggantungkan harapannya dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. Jika ia berhasil melakukan semua itu, maka Allah Swt akan “menguasai” hatinya dan menyinarinya dengan cahaya ilmu-Nya. Jika Allah Swt yang menjadi “penguasa” hati seorang hamba, maka ia akan selalu diliputi oleh rahmat-Nya. Allah Swt akan menerbitkan cahaya dalam hatinya, melapangkan dadanya dan membukakan kepadanya rahasia malakut, cakrawala Tuhan.
Allah Swt akan menghilangkan hijab yang menutupi hatinya dengan kelembutan rahmat-Nya, sehingga dalam hatinya bersinar hakikat Ilahiyah. Manusia hanya diharuskan untuk mempersiapkan diri saja dengan mensucikan hati dan mengencangkan cita-citanya disertai keinginan yang benar, tekad yang bulat dan penuh harap menanti Allah Swt membukakan rahmat-Nya kepadanya. Para nabi dan wali-Nya telah mengalami semua itu. Hati mereka dipenuhi dengan cahaya ilmu, bukan lantaran mereka belajar atau menulis buku, tetapi karena ke-zuhud-an mereka terhadap dunia. Mereka mampu membebaskan diri dari segala hal yang berhubungan dengan keduniawian dan mengosongkan hatinya dari hiruk pikuk dunia serta mampu mengantungkan harapannya semata-mata kepada Allah Swt. Barang siapa yang (menyerahkan dirinya) untuk Allah Swt, maka Allah Swt akan bersamanya.
Banyak orang yang berpendapat bahwa jalan (tarekat) tasawuf yang dimaksud adalah; Pertama, dengan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan keduniawian, mengosongkan hati dari hiruk pikuk duniawi dan memutuskan pikirannya dari isteri, anak, harta, kampung halaman, ilmu, kedudukan dan pangakt. Ia harus berusaha agar hatinya mampu menganggap keberadaan semua itu sama dengan ketiadaannya. Kemudian, ia menyepikan diri dalam sebuah zawiyah (tempat yang bisa digunakan kaum sufi untuk ber-khalwat). Di tempat itu, ia cukup melakukan shalat wajib dan sunah rawatib saja. Kemudian, ia duduk dengan hati dan pikiran penuh konsentrasi. Konsentrasi pikiran dan hatinya jangan dipecahkan dengan membaca al-Qur’an, merenungkan makna atau tafsirnya, atau dengan sesuatu apapun yang membuat konsentrasinya buyar. Usahakan agar jangan ada yang terbersit dalam hatinya kecuali Allah Swt.
Di saat duduk – dalam khalwat-nya – bibirnya tidak henti-hentinya mengucapkan lafal “Allah, Allah, Allah” disertai dengan ke-hudlur-an hati. Hal itu terus dilakukan sampai bibirnya tidak perlu digerakkan lagi karena seolah-olah lafal “Allah” telah mengalir begitu saja dalam bibirnya. Teruslah bertahan, sampai akhirnya hanya hatinya saja yang terus disibukkan dengan dzikir. Setelah itu, upayakan agar hatinya mampu menghilangkan gambaran dan huruf-huruf pembentuk lafal “Allah”.
Yang ada dalam hatinya sekarang adalah makna substantif dari lafal “Allah” tersebut, seolah-olah telah melekat dan menyatu dalam hatinya. Ia harus berusaha untuk mencapai keadaan (tahap) ini dan mempertahankannya terus menerus dengan menghilangkan segala was-was yang ada. Ia tidak perlu berusaha “mamaksa” rahmat Allah Swt datang kepadanya, bahkan, jika ia telah mampu mencapai tahap ini, dengan sendirinya ia telah siap menerima “hembusan” rahmat-Nya. Ia hanya perlu menunggu saatnya rahmat Allah Swt dilimpahkan kepadanya sebagaimana Allah Swt telah berikan kepada para nabi dan wali-Nya, karena mereka juga menempuh jalan (tarekat) seperti ini.
Oleh karena itu, jika ia telah memurnikan dan meluruskan keinginannya, melaksanakan semua yang dipaparkan di atas dengan baik, tidak terpengaruh lagi oleh keinginan syhawatnya, serta tidak lagi tergoda untuk memikirkan semua yang ada kaitannya dengan urusan duniawi, maka cahaya Allah Swt akan bersinar dalam hatinya.
Pada awalnya, cahaya itu datang hanya sekejap bagaikan kilat yang menyambar, kemudian lenyap, lalu kembali lagi dan kadang juga berakhir. Jika cahaya tadi datang kembali, maka kadang menetap dan kadang juga berkelebat saja. Jika cahaya atau sinar tadi menetap, kadang bertahan lama dan kadang hanya sebentar. Seringkali juga diikuti berturut-turut dengan cahaya-cahaya yang lain dan kadang juga hanya satu jenis cahaya saja. Kedudukan para wali Allah Swt dalam hal ini berbeda-beda dan tidak terbatas sebagaimana halnya dengan perbedaan tingkatan akhlaq mereka. Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa jalan (tarekat) di atas tidak lain adalah penyucian diri dan hati dari segala yang ada di sekitarnya dan bersiap diri serta menunggu apa yang akan diberikan Allah Swt kepadanya. Itu saja.
Mereka yang berpandangan luas dan berpikiran jernih, tidak akan mengingkari adanya jalan atau metode ini dan kemungkinan tercapainya tujuan yang dikehendaki, karena semua itu adalah metode yang ditempuh oleh para nabi dan auliya. Namun demikian, ada di antara mereka yang menganggap jalan ini terlalu sukar untuk ditempuh, karena bagi mereka, menghilangkan semua rintangan yang menghalagi jalan ini sangat sulit untuk dilakukan. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 44 Komentar

MEMASUKI ALAM RASA


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum.Kepada wongalus dan semua pembaca yang saya hormati. Menjawab email salah satu pembaca yang mengirim email kepada saya tentang kurang pahamnya yang dia alami maka saya menulis posting ini agar pembaca yg lain juga bertambah wawasan.Tapi maaf artikel ini jangan dipandang dari segi ilmu tasawuf tapi kita pandang dari segi ilmu hikmah atau ilmu pengetahuan.Walaupun ada beberapa point yg saya kutipkan dari khasanah tasawuf.Dalam tradisi jawa mempelajari ilmu metafisik itu ada 3 tahapan yaitu:

ILMU KANURAGAN yaitu ilmu yang mempelajari tentang tehnik melindungi diri termasuk ilmu kebal. ILMU KADIGDAYAAN yaitu ilmu yang mempelajari lebih dari sekedar ilmu bela diri tapi sudah merambah ke ilmu penyembuhan ilmu menarik rejeki ilmu pengasihan dll. ILMU KESEMPURNAAN yaitu ilmu yg khusus mempelajari tentang cara menghadap dan kembali kepada illahi. Dalam khasanah jawa ilmu kesempurnaan inilah puncak dr ilmu karena sesakti apapun orang itu bila berhadapan dg orang yg memiliki ilmu kesempurnaan kesaktianya akan tawar,khodamnya akan kabur. Ilmu kanuragan menggali sumber ilmunya dengan mengolah potensi raga atau fisik walau fisik kadang juga memancarkan energi metafisik. Ilmu kadigdayan menggali sumbernya dengan olah cipta.Konsentrasi,visualisasi dll.Ilmu kesempurnaan menggali sumbernya dengan olah rasa.Tapi bukan rasa manis asin pahit sedih dll.Maka ilmu ini sering juga disebut ilmu olah rasa agar manusia bisa merasa tapi tidak merasa bisa.

Bagaimanapun sebenarnya ilmu ini sulit dijelaskan dengan bahasa. Kecuali orang yang menginginkan terjun langsung dan mengalami. Maka tak ayal berbagai uraian dari guru atau wacana lain sulit dipahami.Bukan berarti guru
itu berbelit2 tp dia mau mengungkapkan dg bahasa sulit. BAGAIMANA MENJELASKAN RASA PEDAS KEPADA ORANG YANG BELUM PERNAH MAKAN PEDAS.Paling bisanya cuma mengira2.Ilmu ini tidak ada puncaknya.Puncaknya adalah samudra tak bertepi,telapak kaki burung yg melayang.Dalam mendalami ilmu ini akan dibawa kedalam keadaan batiniah dan rasa yg berubah2.

Hari ini rasanya ini yg anda temui ini tp besok anda praktekan mengharap ketemu seperti sebelumnya tidak bisa. Dengan memperdalam ilmu ini memungkinkan orang mendapatkan ilham berupa ilmu yg belum diketahui manusia.Tp saya tdk menyebutnya ilmu laduni.Seandainya ada diantara saudara ada yg pernah ditemui nabiyulloh khidir as.Dan anda pernah diajari ilmu oleh beliau berarti ilmu itu sebelumnya pernah dikuasai oleh nabiyulloh khidir anda hanya berguru.Tapi ilham orang yang gemar mengolah rasa kalau memang berupa ilmu baik yg berupa metafisik atau non metafisik pasti ilmu tersebut belum pernah ada yg mengetahuinya.Puncak ilmu adalah ilmu selamat. Menurut berbagai sumber yang saya dapatkan ilmu selamat bukan berupa bacaan atau mantra.

Ilmu selamat adalah pemahaman orang jawa asli sebelum mereka mengenal surga dan neraka.Mereka memahami dan berusaha agar selamat dari berbagai malapetaka baik malapetaka fisik maupun malapetaka hati dan rasa.Ilmu selamat juga bersumber dari ilmu olah rasa dan diterapkan dalam kehidupan bukan hanya diterapkan dlm bentuk ritual saja.Dengan ilmu selamat para leluhur jawa berusaha agar hidupnya selamat didunia dan hidup dlm alam abadi. Dengan ilmu selamat mereka mampu melakukan SELAMAT TINGGAL DUNIA ATAU MATI SAK JERONING URIP.Bagi para sedulur yang lain silahkan dilengkapi uraian saya ini agar saudara yg sedang mendalami olah rasa semakin paham. Jangan dilemahkan semangat dia dalam pencarian.Mungkin dia sebenarnya ingin berguru mungkin karena situasi entah ekonomi atau harus berguru kemana dia bingung semoga uraian saya dan uraian saudara yg lain bisa menjadikan kefahaman dia.Insya alloh bersambung tentang pemahaman saya ttng hal ini juga akan saya ulas tentang belajar tanpa guru syetanlah pembimbingnya.BERSAMBUNG…. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 58 Komentar

SHOLAWAT SAYYID AHMAD BIN IDRIS AL MAGHROBI


arhom erwin rachman tayib
arhom_ert@hotmail.com

Assalamualaikum ww kpd KWA mania saya coba berbagi bacaan, tawasul bebas ditambah sesuai nama solawatnya, didawamkan secara rutin, moga bermanfaat. Nuwun.

SHOLAWAT SAYYID AHMAD BIN IDRIS AL MAGHROBI:
ALLAHUMMA INNI AS ALUKA BI NUURI WAJHILLAHIL ADHIIM,ALLADZI MALAA ARKAANA ARSYILLAHIL ADHIM,WAQOOMAT BIHI AWAALIMULLOHIL ADHIM,ANTUSHOLLIYA ALA MAWLAANAA MUHAMMADIN DZIL QODRIL ADHIM,WA ALA ALI NABIYILLAHIL ADHIM,BI QODRI ADHOMATI DZATILLAHIL ADHIM,FII KULLI LAMKHATIW WA NAFASIN ADADA MA FI ILMILLAHIL ADHIM,TA’DHIIMAL LI KHAQQIKA YAA MAWLAANAA YAA MUHAMMAD YAA AHMAD YAA ABAL QOSIM,YAA DZAL KHULUQIL ADHIM,WA SALLIM ALAYHI WA ALA AALIHI MITSLA DZALIKA,WAJMA’BAYNII WA BAYNAHUU KAMAA JAMA’TA BAYNAR RUUKHI WAN NAFSI,DHOHIROW WA BAATHINA,YA QODHOTAW WA MANAAMAN,WAJ ALHU YA ROBBI RUUKHAN LIDZAATII MIN JAMI’IL WUJUWHI FIID DUN YAA QOBLAL AAKHIROTI,(yaa adhim3x). @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

KAWAH CANDHRA DIMUKA SURAH AL FATEHAH


sigit kurniawan
denjati@yahoo.co.id

Assalamualaikum wrwbkt.. Salam hormat bwt ki alus, para sesepuh dan sedulur kwa, ijinkan kami yg fakir ilmu ini tuk berbagi sedikit pengetahuan. Kenapa judul ini kami namakan kawah candhra dimuka /pendidikan Dasar (dalam pengertian kami) surah al fatehah, karna surat ini menjadi awal, dasar, tiang, benteng dan pondasi bagi kita yg terjun kedalam dunia spiritual menuju ridho illahi…

Tata laku :
1. Niat/ikhlas
2. Shalat hajat (lebih bagus dimulai pd malam hari)
3. Amalkan surah al fatehah sebanyak 41 x selama 41 hari tanpa putus (kalo putus 1 hr saja harus diulang dr awal lagi)
4. Selesai laku amalan adakan tawasulan

Manfaat :
– Sebagai awal, dasar, tiang, benteng dan pondasi bagi si pengamal
– Sebagai pembuka hijab/rahasia qolbu
– Sebagai pengantar/mendatangkan guru gaib
– Sebagai ilmu puter giling
– Dan lain lain, banyak yg tdk dpt kami sbutkan satu persatu

Demikian sedikit pengetahuan yg bs kami babarkan, mohon maaf atas sgala kekhilafan/kekurang pengetahuan kami. Semoga dapat bermanfaat di duniat dan akhirat kelak… Amin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 86 Komentar

HIZIB AL JAYLANI


by.ki satya
ustad_satya.jendra@yahoo.co.id

hizib al jaylani …
-bacalah surat
Al-fatihah untk;
a.nabi muhammad 1x
b.syekh muhyiddin
abdul qodir
al jaylani 1x
c.kpada guru saya
syekh mahfuzh
sya’roni 1x
-lalu baca hizib
dbwah ini;
“BISSMILLAHIRROHMAANIRROHIM.ROBBI INNII MAGHLUUBUN FANTASHIR.WAJBUR QALBIL MUNKASIR.WAJMA’ SYAMLIL MUNDATSIR.INNAKA ANTAR RAHMAANUL MUQTADIR.IKFINII YAA KAAFII WA ANAL ‘ABDUL MUFTAQIR.WAKAFAA BILLAAHI WALIYYAN WA KAFAA BILLAAHI NASHIIROO.INNASY SYIRKALAZHULUMUN ‘AZHIIM.WAMALLAAHU YURIIDU ZHULMALIL’IBAAD.FAQUTHI’A DAABIRUL QAWMILLADZIINA ZHALAMUU WAL HAMDU LILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN.”

bagi yang mengamalkan amalan di atas,insya allah di samping akan di beri anugerah kesaktian ia juga akan mendapat ketentraman,dipersatukan kelompoknya dan di penuhi kebutuhanya oleh Allah. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

ASMAK NURUL QOLBU


INI ADA DOA YANG LUAR BIASA BAGUS UNTUK MEMBUKA PINTU-PINTU CAHAYA YANG DIKIRIM KI SUWANDI, wandi_bintangcell@ yahoo.co.id VIA KOMENTAR DIBLOG INI. SILAHKAN DISIMAK.

Alhamdulillah Mas Risang , anak saya tadi sore sudah sembuh nggak demam lagi, tadi siang hawanya lemas ngantuk setelah sholat duhur tertidur, terdengar azdan ashar saya dibangukan oleh kedua anak saya yang tadi siang masih demam, Pak ayo kita jalan2 ke ramayana ya Nak tapi bapak tak sholat asar dulu, setelah sholat saya wirid yang di kasih Mas Sudadi surat An-Nuur 35 ,doanya dan wirid

sediakan air segelas bacakan Surat Annur ayat 35 dan do’a di bawah ini habis sholat ashar atau sholat hajat terus diminum bersama-sama dg keluarga dg tawasul kepada : Nabi Muhammad saw, Nabi Sulaiman as, Nabi Khidir as, Shohabat Nabi : Abu Bakar, umar, Ustman, Ali. Syekh Abdul qodir jailani, Syekh Abil Hasan Asy-syadzilly, Syekh Ahmad Ali Al-Bunni, Sunan kalijogo, keluarga sendiri

Surat An-Nur ayat 35 :

ALLAAHU NUURUSSAMAAWAATI WAAL-ARDH , MATSALU NUURIHI KAMISYKAATIN FIIHAA MISHBAAH, ALMISHBAAHU FII ZUJAAJAH, AZZUJAAJATU KA-ANNAHAA KAWKABUN DURRIYUI YUUQODU MIN SYAJARATIN MUBAARAKATIN ZAYTUUNATIN LAA SYARQIYYATIU WALAA GHARBIYYATIN YAKAADU ZAYTUHAA YUDHII-U WALAW LAM TAMSAS-HU NAAR, NUURUN ‘ALAA NUUR YAHDIILLAAH LINUURIHI MAIYASYAA WAYADHRIBU-LLOOHU AL-AMTSAALA LILNNAAS WALLOOHU BIKULLI SYAY-IN ‘ALIIM

( do’a nya ) BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. ALLAHUMMAJ’AL FII QOLBII NUURON WAFII BASHORII NUURUN WAFII SAM’II NUURON WA’AN YAMIINI NURURON WAKHALFII NUURON WAFII ASHABII NUURUN WAFII LAHMII NUURON WAFII SYA’RII NIUURON WAFII BASYORII NUURON

ALLAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAIUN WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’DAKA SYAIN-UN WAANTAL AALIMUL GHOIBI WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN, WANTA ALLAAMUL QHUYYUB WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAIN-IN ALIIM BIRAKHMATIKA YAA ARKHAMAR ROOKHIMIIN.

di akhir baca do’a tsb atas bacalah :
– YA QAWIYYU YA MATINU IKFINA SYARRAZH-ZHALIMIN > 325X
– HASBUNAALLAH WANI’MAL WAKIL > 1000X
Klo ada pengaruhnya badan capek banget jgn di paksakan.

waktu wirid Ya qawiyyu…., telinga kanan dan kiri rasanya longgar sekali dan bunyi tek tek tek sampai akhir Hasbunaalloh.

bahkan yang telinga kanan saya sampai sekarang saya nulis ini masih terasa longgar dan sejuk kaya ada yang keluar secara perlahan halus sekali, punggung rasanya dingin seperti digosok balsem yang ada mentolnya dingin sempriwing.

terimakasih Mas Risang, terimakasih Mas Sudadi, terimakasih saudara2 ku semua yang telah membantu semoga Tuhan membalas kebaikan2 saudara saudaraku amiin. @@@

Categories: ASMAK NURUL QOLBU | 227 Komentar

KWA BANDUNG DAN SEKITARNYA


UNTUK SADULUR KWA KHUSUSNYA BANDUNG DAN SEKITARNYA MARI KITA BENTUK KORWIL K.W.A UNTUK MEMPERMUDAH KOORDINASI DAN MENJALIN TALI SILAURAHMI ANTAR SADULUR. OLEH KARENA ITU SAYA MINTA PARTISIPASI ANDA UNTUK MENCATAT NAMA, KOTA, NO TELP SUPAYA LEKAS TERBENTUK KORWIL BANDUNG DAN SEKITARNYA. ANGGOTA YANG SUDAH MENDAFTAR

1. KI BAYU DIGDOYO
2. PECEL LELE
3. ERI SAGITA
4. HARRY FIRMANSYAH INDRAMAYU 08197989606
3. BUDI SULISTYANTO,LEMBANG-081221048822,
5. MUHAMAD KHOZIN ANDIKA,LEMBANG-085648951332.
6. PANURATRAHSA AL ARRIDHA CIREBON 081 313 257 779
7. JAKA SUKA / + 966 552683097 / e-mail ed_182@rocketmail.com
8. ORANG BIASA KWA 470…. 081323739599

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 153 Komentar

ASMA RAJAH WAHYU AGUNG/ ASMAUL A’ZHOM AL QUR’AN/ RAJAH INTI AYAT QURSI


IMAM MASJID BABUS SALAM PURWOSARI
USTADZ ARIFIN MAULANA SYEIKH AINUL YAQIN
083197983445

Saya ijazahkan RAHASIA INTI ayat kursi sebagai bekal agar tidak sesat dalam beramal. Rasulullah SAW menjamin surga dan bersabda: Inilah ayat dan asma yang paling besar. Bila anda ingin mengamalkannya baca inti pertama dan inti kedua ayat kursi 3/7 X TANPA NAPAS.

Dengan demikian khowas dan karomahnya segera bangkit dan menyatu dengan diri kita. Bila ingin mempunyai KAROMAH yang besar/Khoriqun lil ‘adat melebihi Asma-Asma apapun yang ada, amalkan RAJA INTI /GABUNGAN 1 dan 2. Tiap malam 313 atau 1001 X.

ASMA RAJAH WAHYU AGUNG/ ASMAUL A’ZHOM AL QUR’AN/ RAJAH INTI AYAT QURSI

INTI PERTAMA: ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM

INTI KEDUA: WALAA YAUDUHU HIFZHUHUMA WA HUWAL ALIYYUL AZHIIM

INTI KHUSUS ASMA RAJA GABUNGANNYA: : ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUMUL ‘ALIYUL AZHIIM

Untuk mendapatkan khowas/khasiyat dan karomahnya, baca rutin ayat kursi walaupun hanya satu kali usai sholat fardhu. Tawasul dan wasilah sempurna kepada seluruh ahli silsilah/wali wali keramat juga khodamnya. Karena tawasulnya cukup panjang bisa hubungi kami saja bagi yang serius mengamalkannya. @@@

Categories: ASMA RAJAH WAHYU AGUNG | 242 Komentar

KWA JAKARTA


UNTUK SADULUR KWA KHUSUSNYA JAKARTA DAN SEKITARNYA UNTUK DIHARAPKAN UNTUK MENGISI DATA NAMA.ALAMAT.DAN NOMORTELEPON UNTUKMEMBENTUK KOODINASI WILAYAH ( KORWIL) JAKARTA DAN SEKITARNYA.UNTUK MENGKOORDINASI DAN MENJALIN TALI SULAURAHMI ANTAR SADULUR JAKARTA DAN SEKITARNYA,OLEH KARENA ITU SAYA MINTA PARTISIPASI SUPAYA TERBENTUK KORWIL JAKARTA DAN SEKITARYA. ANGGOTA YANG SUDAH MENDAFTAR

1. WONGITEM RAWA MANGUN 085674991459
2. WONGABANGAN JAKARTA SELATAN
3. THANMUS THEPOS
4. DEADMAN
5. KANCIL/MULYONO
6. NAMICHU
7. ANGKER LUDIARTO
8. SURYA BUANA
9. HERRYWAE
10.HASIBUAN
11.KI GENTAR ALAM
12.SENDANG 9
13.AMPEL
14.WAHYU BUDI EKO
15.RIKI SUHENDRO
16.NICOSYAH ALAM
17.HENDRA BEKASI
18……………………

SAYA HARAPKAN DAN PARTISIPASINYA SUPAYA KORWIL KHUSUSNYA JAKARTA DAN SEKITARNYA SUPAYA TERBENTUK UNUK MEMUDAHKAN SULATURAHMI ANTAR SADULUR JAKARTA.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 242 Komentar

KWA JAWA TIMUR


BAGI DULUR DULUR KWA YG WILAYAH JAWA TIMUR, RENCANA AKAN DI BENTUK KORWIL WILAYAH JAWA TIMUR, MELENGKAPI KORWIL JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT YANG AKAN TERBENTUK, SILAKAN ISI DAFTAR DI BAWAH :
1. MBAH SYAREB – SIDOARJO – 08883426447
2. ZEUS – MALANG – 08125214512
3. ADIM – PASURUAN – 03436226692
4. RONI WIJAYA. —– SUROBOYO. —– 081331903455 / 081216647577
5. EKO PURWANTORO — GRESIK —– 085781636708 / 03191283258
6. BUKAN GHAIB —– SIDOARJO —– 083857781009
7. M. ARIFIANTO —– GRESIK —– 08385982691
8. OYOT MIMANG —– MOJOKERTO JATIM —– 08813550005
9. GUSBONEX / MUKTARIAWAN —– SURABAYA —– 085649289282
10. ERBEDE232 – SIDOARJO – 081357964142
11. JOKO UMBARAN – PASURUAN – 085732231158
12. AGUS128 – SURABAYA – 03171325667
13. YOYOK SUPRIYADI – SIDOARJO – 085231830068
14. WONGSABAR SENTOSA-NGANJUK-
085235666510=SUPRAPTO24@YAHOO.COM
15. SURYO NGALAM-MOJOKERTO-085852757550
16. ANDI IRAWAN – RUJAKSENTE SUKOREJO POHJENTREK PASURUAN –
ANDI34567@OVI.COM – 081938415426
17. NURCAHYO – PONOROGO – 085233932931
18. BAYU PRAKASA – SUROBOYO – 085243290700
19. DIDIK S.(MR.DI2C) 085733359299LAMONGAN NO.URUT ANGGOTA (0129)
20. WONG MBOHOL.085732451559 LAMONGAN
21. SATRYO CILIK————-WAGE-SIDOARJO–08573200955
22. DIAH WIDURI————–WAGE-SIDOARJO–08573348404
23. HARRY LELONO—————-SURABAYA——085730134920
24. ARYO SAMBER AJI——–SURABAYA——-03175155527
25. DEMITS – SURABAYA – 085732361860
26. CAKJI – SURABAYA – 085732234068 – :CAKJI_COOLEDTOP@OVI.COM
27. AGUS SETIO NO1226 – BLITAR – 085246798278
28. JAKA LAMPUNG 08983421928 MAGETAN AL-HIKMAH001@HOTMAIL.COM

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 151 Komentar

POHON MAKRIFAT


Ki Sukma Rahayu
sukmarahayu70@yahoo.com

Amalan laksana pohon yang ditanam, siraman air dan perawatan laksana perangai (akhlak mulia), dan buah adalah ganjarannya

Insan di muka bumi sadar atau tidak sadar tengah menanam pohon yang kelak pasti akan memetik hasilnya. Pohon yang kelak akan dipetik hasilnya akan baik sekiranya disiram dengan air yang baik dan akan menghasilkan buah yang bermutu jika disiram dengan air yang sesuai. Jadi hasil buah pohon atau tanaman tergantung dari siraman air dan pemeliharaannya. Siraman air dan perawatan baik yang akan menentukan hasil buah yang diharapkan, tanpa siraman yang baik pohon hanya menghasilkan sampah dan duri yang sama sekali tidak dapat memberikan keuntungan, bahkan sebaliknya hanya merepotkan bagi pemiliknya.

Pohon laksana amalan yang ditanam, siraman air dan perawatan laksana perangai (akhlak mulia), dan buah adalah ganjaran dari amalan dimaksud.

Imam Abul Abbas Ahmad al-Baghdadi seorang ulama sufi kenamaan pada zamannya pernah mengingatkan bahwa hasil dari pohon adalah akibat dari air siramannya,”Pohon makrifat (ilmu pengetahuan) disiram dengan air ide-ide pemikiran cemerlang. Pohon kelalaian disiram dengan air kebodohan dan pohon taubat disiram dengan air penyesalan. Pohon kasih sayang disiram dengan air sedekah. Seorang ilmuwan jika tak diiringi dengan akhlak mulia maka orang tersebut sebenarnya masih bodoh”.

Menurut Abul Abbas dalam kaitan ini bahwa cendikiwan, llmuwan dan kyai setinggi apapun ilmunya jika tidak disertai dengan akhlak mulia dan mengamalkan ilmunya tidak bisa disebut sebagai ilmuan atau kyai, karenanya manusia dituntut untuk senantiasa melakukan sesuatu dengan ilmi yang amali dan amal yang ilmi.

Untuk mengharapkan kesuksesan, pohon-pohon (amalan) ini semuanya harus disiram dengan air keihlasan, ketakwaan, kegigihan, keuletan, ketekunan, giat belajar, mawas diri, selalu introspeksi diiringi dengan akhlak mulia dan senantiasa berjalan dengan tuntunan yang telah digariskan oleh ajaran agama.

Kalimat dan perilaku indah merupakan pohon kesuksesan yang terus berkibar yang diumpamakan oleh Tuhan sebagai pohon yang langgeng,”Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buah pada semua musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar senantiasa ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tegak(tetap) sedikitpun”. [QS. Ibrahim:14]

Dari Bibit yang diletakan akan timbul Pohon Cinta dan Makrifat
Pohon ini kalimat yang baik dan sempurna
Diumpamakan oleh Alloh SWT adalah Pohon Kehidupan

“Alloh Membuat Perumpamaan bahwa perkataan yang baik
akarnya Teguh dan Cabangnya Tinggi (QS.Ibrahim 14:42)”

Untuk mengenal pohon makrifat
mulailah dari akar syariat
waspadalah dengan belitan rotan
dipandang cantik durinya tajam.

Jika akar syariat sudah kuat
barulah berpaut di dahan tarekat
dalam berpaut hendaklah berhati-hati
boleh tergelincir kiranya lumut disangka rumput.

Jika dahan tarekat sudah ampuh
barulah meniti ranting hakikat
dalam meniti hendaklah teliti
kerana sampai di sini segala-galanya rumit sekali
ranting tak boleh patah
jika patah dan goyah
tumbanglah pohon makrifat.

Untuk mencari pohon makrifat
pasti bukan di panggung dunia
banyak Rawana berwatak Rama
bukan juga di masjid dan musala
jika beramal mengharap pahala
jika bersolat meminta syurga
jika berbakti ikhlas dijaja
jika bersedekah mengundang bangga.
Andai pohon makrifat tumbuhnya di neraka
masihkah berkira mencarinya
andai perintah sudah disanggah
masihkah mengaku sebagai hamba.

Untuk mencari pohon makrifat
tidaklah jauh sebenarnya dekat
kuak tabir alam, sejengkal is
sekali nafas sudah jelas
tak berbentuk tak berupa
tak boleh disentuh boleh dirasa.

Pohon makrifat
hanya kukuh tumbuh di taman hati
yang nafsunya tidak berbekas
lagi yang egonya sudah lebur
yang angkuh ya sudah tersungkur
di situ bermukim jiwa dan raga
akhir perjalanan kehidupan fana.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 60 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.