AGENDA KWA JAKARTA


ASSALAMUALAIKUM.WR.WB.

SEDULUR KWA JAKARTA,… DALAM RANGKA MENSUKSESKAN ACARA SILATURAHIM KWA JAKARTA TANGGAL 31 OKTOBER MAKA KAMI MENGHARAPKAN KEHADIRAN SAUDARA UNTUK MEMBAHAS ACARA DIMAKSUD PADA:

HARI/ TANGGAL: MINGGU/ 24-10-2010

JAM : 12.00.

TEMPAT: KAMPUNG JATI RT 01/ RW 01 NO 26. KEL. JATINEGARA KAUM. KEC. PULO GADUNG. JAKARTA TIMUR. (THANMUS THEPOS)

AGENDA: PEMBENTUKAN PANITIA DAN PENYUSUNAN AGENDA SILATURAHIM

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA. WASSALAMUALAIKUM. WR.WB.

Kontak person

WONGITEM RAWA MANGUN 085674991459
THANMUS THEPOS 08128671411
DEADMAN 02132345408/085696789797

WASSALAMUALAIKUM WR WB. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR…. PERTAMAAAAAAXXXXXX KWA JAKARTA!!!!

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMA’ NURUL QOLBU


Pengijazah: Ki Sudadi

Assalamu’alaikum, salam hormat dan takzim kepada Ki Wongalus dan Ki Ajar Celse, pengasuh Redaksi KWA serta salam persaudaraan pada mahasiswa di KWA, semoga selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya, Amin. Mohon maaf sebelumnya Ki Wongalus dan para sesepuh/pinisepuh KWA, saya tidak bermaksud untuk PROMOSI ATAU KOMERSIAL. Amalan ini telah saya berikan ke mas suwandi untuk membantunya pada waktu ada masalah, setelah itu mas suwandi mengirimkan pengalamannya kepada Redaksi KWA mungkin sudah kehendak Allah alhamdulillah para sesepuh/pinisepuh menanggapi dan memberikan komentar amalan ini diberi nama ” ASMA’ NURUL QOLBU “ serta Ki Wongalus membuka rahasia makna arti yang terkandung di dalam surat An-nur ayat 35 .

Tata Cara Mengamalkan ASMA’ NURUL QOLBU

1. Tawasul kepada : Nabi Muhammad saw, Nabi Sulaiman as, Nabi Khidir as, Shohabat Nabi : Abu Bakar, umar, Ustman, Ali. Syekh Abdul qodir jailani, Syekh Abil Hasan Asy-syadzilly, Syekh Ahmad Ali Al-Bunni, Sunan kalijogo, Kedua orang kita.

2. Membaca : Syahadat > 3x, Sholawat Al-Fatih > 7x, Istighfar > 3x

3. Puasanya selama 41 hari / 7 hari

4. Pada waktu puasa tidak boleh bersentuhan dengan seorang wanita yang sudah baligh ( dewasa) apabila bersentuhan sengaja atau tak sengaja puasanya batal.

5. Dibaca habis sholat fardhu.

Inilah Ayat dan do’a lengkapnya yang saya wiridkan:

BISMILLAHIIRRHMAANIRRAHIIM. ALLAAHU NUURUSSAMAAWAATI WAAL-ARDH , MATSALU NUURIHI KAMISYKAATIN FIIHAA MISHBAAH, ALMISHBAAHU FII ZUJAAJAH, AZZUJAAJATU KA-ANNAHAA KAWKABUN DURRIYUI YUUQODU MIN SYAJARATIN MUBAARAKATIN ZAYTUUNATIN LAA SYARQIYYATIU WALAA GHARBIYYATIN YAKAADU ZAYTUHAA YUDHII-U WALAW LAM TAMSAS-HU NAAR, NUURUN ‘ALAA NUUR YAHDIILLAAH LINUURIHI MAIYASYAA WAYADHRIBU-LLOOHU AL-AMTSAALA LILNNAAS WALLOOHU BIKULLI SYA-IN ‘ALIIM > 1000x

Artinya: Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca,(dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang di nyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hamper-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIIN.ARRAHMAANIR RAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-AMTA ‘ALAIHIM GHAIRL MAGHDHUUBI ALAIHIM WALADH-DHAALLII. > 1000x

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah seru sekalian alam. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menguasai hari kemudian. Hanya Engkaulah yang kami sembah . Dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukkilah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah engkau berikan nikmat kepada mereka, sedang mereka itu bukan orang-orang yang dimurkai dan bukanpula orang-orang yang sesat.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. ALLAHUMMAJ’AL FII QOLBII NUURON WAFII BASHORII NUURUN WAFII SAM’II NUURON WA’AN YAMIINI NURURON WAKHALFII NUURON WAFII ASHABII NUURUN WAFII LAHMII NUURON WAFII SYA’RII NIUURON WAFII BASYORII NUURON > 7x

Artinya : Ya Allah Tuhan kami, berikanlah aku penyuluh/cahaya dalam hatiku, curahkanlah cahaya dalam pandanganku, curahkanlah cahaya dalama pendengaranku, curahkanlah dalam sisi kananku, curahkanlah cahaya dibelakangku, curahkanlah cahayadalam saraf-sarafku, curahkanlah dalam dagingku, curahkanlah cahaya dalam rambutku dan curahkanlah cahaya dalam hatiku.

ALLAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAIUN WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’DAKA SYAIN-UN WA ANTAL AALIMUL GHOIBI WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN, WA ANTA ALLAAMUL QHUYYUB WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAIN-IN ALIIM BIRAKHMATIKA YAA ARKHAMAR ROOKHIMIIN. > 7x

Artinya : Wahai Tuhanku Engkau terdahulu tiada sesuatupun sebelummu dan Engkau terakhir tiada sesuatupun sesudahmu dan Engkau mengetahui yang ghaib (yang semua makhluk tiada dapat mengetahui) dan Engkau kuasa atas segala sesuatu dan Engkau maha mengetahui perkara yang ghaib dan Engkau waspada atas segala sesuatu. Berkat Rahmatmu Wahai Tuhan paling Rakhim.

Di akhir membaca wirid :

- YA QAWIYYU YA MATINU > 325 x Wahai Yang Mahakuat, Wahai Yang Mahakokoh

- HASBUNAALLAH WANI’MAL WAKIL > 1000x Cukuplah bagi kami Allah dan Dia adalah sebaik-baik pelindung

Sholawat Al-Fatih :

BISMIILAAHIRRAH MAANIRRAHIIM. ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NIL-FAATIHI LMAA UGHLIQA WALKHAATIMI LIMAA SABAQA WANNAASHIRIL HAQQI BILHAQQI WAL-HAADII ILAA SHIRAATIKAL MUSTAQIIMI. SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA ‘ALAA AALIHI WA-ASH-HAABIHIL HAQQA QADRIHI WAMIGDAARIHIL ‘AZHIIMI

Artinya : Ya Allah, limpahkanlah rahmat takzim, salam sejahtera serta keberkahan kepada junjungan kita Muhammad saw. Sebagai pembuka sesuatu yang terkunci (tertutup) dan penutup sesuatu (para utusan) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan kebenaran dan petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allahmelimpahkan (memberikan) rahmat takzim atau shalawat kepadanya beserta keluarganya (yang beriman dan mengikuti petunjuknya) dan para sahabat-sahabatnya dengan sepenuhnya atau dengan sebenar-benarnya qudrah dan miqdrarnya yang tinggi.

• Keterangan untuk therapy bacalah : YA QAWIYYU YA MATINU IKFINA SYARRAZH-ZHALIMIN > 325x Wahai Yang Mahakuat, Wahai Yang Mahakokoh, tolonglah kami mengatasi kejahatan kaum yang zalim.

Shohibul ijazah mengucapkan semoga amalan ini bermanfaat didunia maupun akhirat untuk Anda dan keluarga yang mengamalkannya, amiin 3x.

Wa’alaikum salam Wr.Wb. @@@

Categories: ASMA’ NURUL QOLBU | 60 Komentar

MEMBACA ULANG CAHAYA


Kepada Guruku Al Ghazali, Terima kasih 39756 x…..

ALLAH ADALAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI. PERUMPAMAAN CAHAYA-NYA ADALAH IBARAT SEBUAH MISYKAT. DALAM MISYKAT ITU ADA PELITA. PELITA ITU DI DALAM KACA. KACA ITU LAKSANA BINTANG BERKILAU. DINYALAKAN DENGAN MINYAK POHON YANG DIBERKATI, YAITU POHON ZAITUN YANG BUKAN DI TIMUR MAUPUN DI BARAT. YANG MINYAKNYA NYARIS MENYALA SENDIRI-NYA WALAU TIDAK DISENTUH API. CAHAYA DI ATAS CAHAYA! ALLAH MENUNTUN KEPADA CAHAYA-NYA SIAPA SAJA YANG IA KEHENDAKI DAN ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN BAGI MANUSIA. SUNGGUH ALLAH MENGETAHUI SEGALA SESUATU. (QS AN NUR: 35)

Itulah satu ayat di dalam Surat An Nur: 35. Entah kenapa, saya sangat senang dengan ayat yang di kalangan ahli hikmah disebut sebagai ASMAK NURUL QOLBU ini. Sejak lama saya begitu menyukai keindahan bahasa ayat tersebut sekaligus penasaran dengan makna kata “Cahaya.” Tentu Tuhan tidak membuat perumpamaan secara sembarangan, sebagaimana juga dia membuat perumpamaan-perumpamaan lain di dalam Kitab Suci. Tentu ada makna dan hikmah yang besar bila kita mau bertafakkur, memikirkan dan merenungkan kandungan-kandungannya secara mendalam dan intensif.

Selain di ayat tersebut, kata “Cahaya” juga disampaikan oleh Nabi SAW dalam sabdanya: “Allah mempunyai tujuh puluh ribu hijab (tirai penutup) cahaya dan kegelapan. Seandainya IA menyibakkannya niscaha cahaya-cahaya wajah-NYA akan membara siapa saja yang memandangnya”

Saya yakin meskipun belum memulai, begitu kita masuki tabir-tabir rahasia di dalamnya, kita akan mendapati sebuah pengertian dimana kita akhirnya merasa bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa sedang memberi pembelajaran pada kita agar senantiasa mensyukuri berkah dan karunia untuk memikirkan bahasa-bahasa simbolik dengan akal budi. Kita akan memasuki sebuah pendakian spiritual hingga memasuki persada ketuhanan yang berseluk beluk dan sangat tinggi. Tentu saja, kita terkadang tidak diperkenankan untuk menceritakan kepada mereka yang “belum sampai.” Tidak setiap hakikat boleh dijelaskan karena nanti akan membuat kebimbangan dan kekeruhan. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh seorang yang arif: “Mengungkapkan rahasia Ilahi adalah kekufuran”

Namun, bila rahasia Ilahi itu disampaikan pada saat yang tepat, saya kira tetap mendatangkan manfaat sebagaimana disampaikan oleh seorang penyair: “Barangsiapa memberikan ilmu kepada yang tidak patut menerimanya, sama saja dengan menyia-nyiakannya. Siapa saja yang menutup ilmu dari yang berhak mengetahuinya, sungguh ia telah berbuat aniaya yang sebesar-besarnya.” Semoga ini saat yang tepat untuk memohon pada-NYA agar membuka kunci-kunci rahasia tersebut.

Apakah itu CAHAYA? Cahaya adalah sebuah dzat yang darinya segala sesuatu itu tampak oleh mata kita. Kita menganggap sebuah benda misalnya daun memiliki warna tertentu. Namun sesungguhnya, kalau tidak ada dzat yang bernama cahaya apakah daun itu tetap berwarna hijau? Tentu saja warnanya hilang dan gelap tidak terlihat. Jadi syarat utama penampakan segala sesuatu di muka bumi ini adalah adanya CAHAYA. Karena kenyataan ini sebenarnya bertingkat-tingkat sesuai dengan wujud kesempurnaannya masing-masing maka kita bisa merumuskan bahwa ada satu-satunya syarat agar semua itu ada dan tidak ada syarat lagi bagi keberadaannya. Syarat itu adalah CAHAYA MAHA CAHAYA, Cahaya Tertinggi dan Terakhir, Cahaya Hakiki dan tiada cahaya lain di atasnya. Sang Causa Prima-nya Cahaya.

Penampakan segala sesuatu adalah NISBI karena tergantung pada sebab-sebab yang lain. Penampakan daun itu nisbi, penampakan manusia itu nisbi, penampakan dunia ini nisbi. Semuanya nisbi, relatif dan tidak absolut. Keberadaan semua yang ada ini bergantung pada sesuatu yang lain. Kita bisa melihat dan mendengar karena kita punya mata dan telinga (audio-visual), itu tingkat dasar. Tingkat selanjutnya, kita bisa memastikan segala sesuatu karena kita punya alat-alat untuk merasa (kinestetik) dan rasa lebih tinggi derajat kepastiannya dari mata dan telinga. Darimana indera rasa ini terletak dan berasal?

Akhirnya, kita akan sampai pada pemahaman tentang JIWA atau RUH melihat dan merasakan segala sesuatu. Sifatnya tidak terlihat namun menjadi sumber pengelihatan dan sumber kepastian-kepastian segala sesuatu. Jadi yang menentukan gelap terangnya dunia ini, yang menentukan luas sempitnya dunia, yang menentukan ada dan tidaknya dunia ini termasuk anda dan saya adalah RUH kita. Segala sesuatu itu terwujud bila RUH kita menghendaki untuk terwujud dan bila RUH kita tidak menghendaki, maka segala sesuatu termasuk dunia inipun tidak ada! RUH adalah CAHAYA SEJATI yang tidak memiliki daya cerap dan tidak pula mewujudkan pencerapan, tetapi ia menyimpan potensi KEHENDAK untuk mewujudkan segala sesuatu.

Jadi di dalam diri kita ini, ada CAHAYA SEJATI yang memiliki sifat sempurna yang tidak pernah keliru. Kebenaran absolut yang sesungguhnya. Ada kalanya ia dinamakan AQL, RUH atau NAFS. Namun sebaliknya kita lewati saya istilah-istilah ini agar tidak menimbulkan kebingungan saat membahas tentang cahaya ini. Bila mata kita tidak bisa melihat mata, maka RUH bisa melihat dirinya sendiri. CAHAYA yang bisa mencerap CAHAYA, pengetahuan tentang pengetahuan dan seterusnya. Bila mata tidak bisa melihat sesuatu yang terlalu jauh atau dekat, maka AQL atau RUH bisa terbang kemanapun yang dikehendaki, bisa terbang ke langit manapun dan turun ke langit manapun yang dikehendakinya. Hingga mampu memaknai HAKIKATNYA HAKIKAT, sampai pada hakikat segala sesuatu, samudra yang luasnya meliputi sifat-sifat-NYA, puncaknya puncak dan dasarnya dasar segala sesuatu. Pada titik penghayatan ini, kita akan memahami bahwa sesungguhnya manusia adalah CERMIN TUHAN… Innallaha kholaqo aadama alaa suurotini… Allah menciptakan Adam menyerupai citra-NYA.

Masalahnya adalah ruh, nafs dan akal yang bagaimana yang sesungguhnya bebas dari sifat relatif dan terbatas? Kita sadar bahwa diri kita yang sejati ini merupakan limpahan DZAT-NYA, namun kok dalam kehidupan sehari-hari kita masih diliputi oleh keterbatasan dan tidak mencerminkan khalifah di muka bumi ini? Jangankan khalifah, yang terjadi malah sering berbuat kerusakan dan melanggengkan kemunkaran. Menjadi manusia yang tidak tahu SANGKAN PARANING DUMADI, seperti tersesar di hutan belantara problem dunia fana, tidak tahu asal termasuk kebingungan jalan untuk pulang.

Kita ini ya Fir’aun sebagaimana yang disebut Tuhan di dalam kitab suci. Tuhan pada hakikatnya sedang menuding diri kita ini. Jangan sampai terlambat untuk menyadari kesalahan diri kita dan masukilah senantiasa kesadaran ruh kita. Jangan sampai ketika air laut kematian merangsek ke sungsum dan sel sel darah, dan nyawa kita tinggal sejumput kita baru terbangun…. lah kemana saja kita selama ini, ohoi … Firaun abad 21?

Saat nanti kita sekarat akan meninggal dunia disanalah kita kemudian baru memasuki wilayah kesadaran ruh. Oh….. betapa sia-sia hidupku selama ini…..aku telah mempertuhankan diriku yang palsu…. tidak mempertuhankan DIRIKU YANG SEJATI…Kesadaran sejati yang selama ini tertimbun di dalam diri dan tidak pernah kubangunkan. Sungguh celaka dan sia-sia…. Ampun Gusti….Aku telah menyembah berhala yang tidak lain diriku sendiri, nafsu-nafsuku, keinginan-keinginanku, isteri dan anakku, harta bendaku, syahwatku, kesenangan-kesenanganku, kehormatanku, kemuliaanku, pangkat derajatku…. Wahai Tuhan Kami, kini kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia agar dapat beramal sholeh.. kini kami telah menjadi orang-orang yang yakin…. dan Tuhan bersabda: Telah Kami singkap tirai yang menutupimu, kini pengelihatanmu amat tajam!

Kita sampai pada pemahaman bahwa cahaya itu sesungguhnya tidak hanya bersifat fisik namun sumber cahaya itu justeru hal yang bersifat metafisik. Al Qur’an sebagai cahaya, tentu saja memiliki dimensi metafisik. Bukan hanya buku yang bisa dibakar dan aus, namun memiliki ruh yaitu Al Quran yang bersifat metafisik berupa hakikat pergelaran alam semesta ini. Kalau kita menyebut pergelaran alam semesta… maka jangan hanya diartikan bumi dan langit saja. Itu semua hakikatnya justeru merupakan JAGAD CILIK (Mikrokosmos) sementara pergelaran alam semesta yang hakiki adalah DIRI SEJATI yang merupakan JAGAD GEDE (makrokosmos). Itulah Al Qur’an hidup yang harus kita jelajahi kedalaman semestanya. Kenapa manusia makrokosmos? Sebab yang menentukan besar kecilnya alam semesta bukan alam semesta itu sendiri, melainkan diri kita. Ya Akal kita, Ya Ruh kita. Bukankah kita yang membuat meteran, penggaris, penentu dan pencipta ukuran bagi segala sesuatu? Jadi yang menentukan besar kecilnya “Tuhan” ya anggapan diri kita masing-masing. Cantik mana Luna Maya dengan Cut Tari? Tentu saja tergantung persepsi. Bagi Ariel Peterpan mungkin cantik Luna Maya, namun bagi saya mungkin lebih cantik Cut Tari. Besar mana “Tuhanmu” dengan “Tuhanku?” Tentu saja tergantung pada penghayatan masing-masing orang.

Susunan, sifat, asma/nama dan perbuatan Tuhan (pada diri-NYA sendiri) tetap tidak mampu diketahui kecuali mereka yang sudah mendapat petunjuk atau hidayah dan bagi kebanyakan orang awam benar-benar menjadi misteri sampai kapanpun. Kita hanya bisa melihat FENOMENA-NYA. Sementara NOUMENA-nya jelas tidak bisa kita ketahui. Kita hanya bisa melihat aksidensia-NYA, sementara SUBSTANSI/ESENSI-NYA wallahu a’lam. Kita hanya bisa melihat Miss Universe dari jauh, melihatnya dari luar.. warna kulitnya, bajunya, rambutnya, bibirnya… sementara wujud aslinya apakah seperti itu? Ya silahkan dikira-kira sendiri.

Itu sebabnya, kita tidak boleh sedkitpun mengaku dan merasa tahu tentang diri-NYA. Yang merasa kita tahu tentangnya, 99 asma-NYA yang kita kenal selama ini sebenarnya hanyalah seperti peta penunjuk jalan agar kita tidak tersesat. MAP IS NOT THE TERRITORY: Peta tentu beda dengan wilayah yang sesungguhnya. Apalagi tentang Allah SWT??? Apalagi bahasa dan akal kita sangat terbatas. Dimana batasnya bahasa dan akal? Disinilah batasnya. Yaitu tidak mampu menggapai Susunan, sifat, asma/nama dan perbuatan Tuhan (pada diri-NYA sendiri). Mereka yang awam adalah mereka yang masih belum tersingkap pemahamannya akan alam hakikat. Dia tidak bisa lepas dari alamul hiss was-syahadah… alam kasat mata dan belum mampu memasuki pintu alam malakut yaitu pintu alam yang bisa dimasuki oleh mata batiniah. Mata batin mendapatkan cahaya yaitu RUH Al QUR’AN dan PETUNJUK-NYA yang diturunkan dalam hidup kita sehari-hari, detik ini, disini…

Ketersingkapan pintu alam malakut secara sempurna sungguh mempesonakan hati. Sebuah alam penuh keajaiban dimana kita merasa tidak bisa tidak kecuali HARUS MENGUCAPKAN TERIMA KASIH, sujud sukur tanpa pernah berhenti untuk bertasbih memuji-NYA. Betapa aneh diri kita ini, kok bisa-bisanya tiba-tiba ada di dunia ini. Opo tumon??? Siapa yang menciptakan aku??? Apakah ini perbuatan yang disengaja atau iseng? Pasti disengaja. Bukan iseng. Padahal aku mengisi hidupku dengan iseng, menghabiskan waktuku untuk main domino, mencolek gadis-gadis bahenol di lokalisasi, dan bergaul dengan para preman? Betapa hinanya diriku yang setelah menyadari hal ini kemudian melanjutkan hidup di alam-alam rendah yang sesat… pantas aku lebih sesat dari hewan yang tidak bisa terbang ke alam malakut. Aku tuli dan buta dari sapaan mesra kekasih….

“MEREKA SEPERTI BINATANG, BAHKAN MEREKA LEBIH SESAT LAGI. MEREKALAH ORANG-ORANG YANG LALAI” (QS 7: 179)

Siapa yang telah terbuka pintu alam malakut? Dialah berhak menyandang gelar menjadi hamba Allah SWT. Yaitu mereka yang menghamba kepada-NYA. Bukan kepada yang lain. Mereka ini kemudian menjadi bagian dari alam malakut itu sendiri, dimana kesadaran kosmik-nya telah berubah total, final dan eternal. Indera dan khayalnya, imajinasinya, bukan menjadi bumi tempat tinggalnya lagi, termasuk langit (samaawaat…) serta segala yang terjauh dan ter-ada yang pernah dipikirkannya.

Setiap hari baginya merupakan sebuah pendakian atau Mi’raj. Hidupnya ya suluk itu sendiri. Senantiasa menghampiri hadirat Yang Maha Pecinta bahkan selalu menempel pada Hadhrat Al Quds (Hadirat Kesucian Allah SWT) dimana semua kunci gaib digenggamannya. Yaitu hanya dari sisi-NYA jua semua penyebab adanya maujudat di alam syahadah ini diturunkan dengan perkenaan-NYA. Sebab alam syahadah adalah akibat dari alam malakut yang merupakan sebab. Kalau sekarang ini banyak banjir, tanah longsor, kereta api terbakar, kemacetan di mana-mana, dan keruwetan-keruwetan hidup.. maka itulah akibat dari sebab utama yaitu alam batin kita semua yang kisruh, ruwet dan amburadul!

TALI SIMPUL
Nur artinya cahaya. Muhammad artinya kualitas diri yang terpuji. Muhammad sebagai sosok pribadi telah kembali ke sisi-NYA, namun sebagai kualitas diri maka ia akan tetap hadir pada diri-diri yang mampu menunjukkan derajatnya sebagai Pelita yang Menerangi (SIRAJ MUNIR) sepanjang jaman. Nur Muhammad ada sebelum alam semesta ini ada, sebab cahaya yang mampu menerangi dan meng-ada-kan alam semesta ini ya KEHENDAK, dan KEHENDAK AWAL PENCIPTAAN alam semesta ini adalah KEHENDAK BAIK. Nur Muhammad nanti juga akan mengakhiri pergelaran dan penggulungan alam semesta dengan makna hakikat yang sama. Dan setelah itu, dunia ini diisi dengan cahaya dari semua nabi yang juga merupakan cahaya sepanjang masa, termasuk diri anda, diri saya, diri kita semua. Semua punya satu keping mosaik kebenaran yang harus dikumpulkan agar kebenaran itu menyatu sempurna. Salam paseduluran….@WONGALUS,2010

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 289 Komentar

TAREKAT IMAM AL-GHAZALI


Disarikan dari Kitab Ihya Ulumiddin
Oleh Juru Angon

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa: “Jalan tasawuf bisa ditempuh dengan cara; melakukan mujahadah atau menghilangkan sifat-sifat tercela, memutuskan semua keterkaitan dengan sifat-sifat tercela tersebut dan menggantungkan harapannya dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. Jika ia berhasil melakukan semua itu, maka Allah Swt akan “menguasai” hatinya dan menyinarinya dengan cahaya ilmu-Nya. Jika Allah Swt yang menjadi “penguasa” hati seorang hamba, maka ia akan selalu diliputi oleh rahmat-Nya. Allah Swt akan menerbitkan cahaya dalam hatinya, melapangkan dadanya dan membukakan kepadanya rahasia malakut, cakrawala Tuhan.
Allah Swt akan menghilangkan hijab yang menutupi hatinya dengan kelembutan rahmat-Nya, sehingga dalam hatinya bersinar hakikat Ilahiyah. Manusia hanya diharuskan untuk mempersiapkan diri saja dengan mensucikan hati dan mengencangkan cita-citanya disertai keinginan yang benar, tekad yang bulat dan penuh harap menanti Allah Swt membukakan rahmat-Nya kepadanya. Para nabi dan wali-Nya telah mengalami semua itu. Hati mereka dipenuhi dengan cahaya ilmu, bukan lantaran mereka belajar atau menulis buku, tetapi karena ke-zuhud-an mereka terhadap dunia. Mereka mampu membebaskan diri dari segala hal yang berhubungan dengan keduniawian dan mengosongkan hatinya dari hiruk pikuk dunia serta mampu mengantungkan harapannya semata-mata kepada Allah Swt. Barang siapa yang (menyerahkan dirinya) untuk Allah Swt, maka Allah Swt akan bersamanya.
Banyak orang yang berpendapat bahwa jalan (tarekat) tasawuf yang dimaksud adalah; Pertama, dengan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan keduniawian, mengosongkan hati dari hiruk pikuk duniawi dan memutuskan pikirannya dari isteri, anak, harta, kampung halaman, ilmu, kedudukan dan pangakt. Ia harus berusaha agar hatinya mampu menganggap keberadaan semua itu sama dengan ketiadaannya. Kemudian, ia menyepikan diri dalam sebuah zawiyah (tempat yang bisa digunakan kaum sufi untuk ber-khalwat). Di tempat itu, ia cukup melakukan shalat wajib dan sunah rawatib saja. Kemudian, ia duduk dengan hati dan pikiran penuh konsentrasi. Konsentrasi pikiran dan hatinya jangan dipecahkan dengan membaca al-Qur’an, merenungkan makna atau tafsirnya, atau dengan sesuatu apapun yang membuat konsentrasinya buyar. Usahakan agar jangan ada yang terbersit dalam hatinya kecuali Allah Swt.
Di saat duduk – dalam khalwat-nya – bibirnya tidak henti-hentinya mengucapkan lafal “Allah, Allah, Allah” disertai dengan ke-hudlur-an hati. Hal itu terus dilakukan sampai bibirnya tidak perlu digerakkan lagi karena seolah-olah lafal “Allah” telah mengalir begitu saja dalam bibirnya. Teruslah bertahan, sampai akhirnya hanya hatinya saja yang terus disibukkan dengan dzikir. Setelah itu, upayakan agar hatinya mampu menghilangkan gambaran dan huruf-huruf pembentuk lafal “Allah”.
Yang ada dalam hatinya sekarang adalah makna substantif dari lafal “Allah” tersebut, seolah-olah telah melekat dan menyatu dalam hatinya. Ia harus berusaha untuk mencapai keadaan (tahap) ini dan mempertahankannya terus menerus dengan menghilangkan segala was-was yang ada. Ia tidak perlu berusaha “mamaksa” rahmat Allah Swt datang kepadanya, bahkan, jika ia telah mampu mencapai tahap ini, dengan sendirinya ia telah siap menerima “hembusan” rahmat-Nya. Ia hanya perlu menunggu saatnya rahmat Allah Swt dilimpahkan kepadanya sebagaimana Allah Swt telah berikan kepada para nabi dan wali-Nya, karena mereka juga menempuh jalan (tarekat) seperti ini.
Oleh karena itu, jika ia telah memurnikan dan meluruskan keinginannya, melaksanakan semua yang dipaparkan di atas dengan baik, tidak terpengaruh lagi oleh keinginan syhawatnya, serta tidak lagi tergoda untuk memikirkan semua yang ada kaitannya dengan urusan duniawi, maka cahaya Allah Swt akan bersinar dalam hatinya.
Pada awalnya, cahaya itu datang hanya sekejap bagaikan kilat yang menyambar, kemudian lenyap, lalu kembali lagi dan kadang juga berakhir. Jika cahaya tadi datang kembali, maka kadang menetap dan kadang juga berkelebat saja. Jika cahaya atau sinar tadi menetap, kadang bertahan lama dan kadang hanya sebentar. Seringkali juga diikuti berturut-turut dengan cahaya-cahaya yang lain dan kadang juga hanya satu jenis cahaya saja. Kedudukan para wali Allah Swt dalam hal ini berbeda-beda dan tidak terbatas sebagaimana halnya dengan perbedaan tingkatan akhlaq mereka. Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa jalan (tarekat) di atas tidak lain adalah penyucian diri dan hati dari segala yang ada di sekitarnya dan bersiap diri serta menunggu apa yang akan diberikan Allah Swt kepadanya. Itu saja.
Mereka yang berpandangan luas dan berpikiran jernih, tidak akan mengingkari adanya jalan atau metode ini dan kemungkinan tercapainya tujuan yang dikehendaki, karena semua itu adalah metode yang ditempuh oleh para nabi dan auliya. Namun demikian, ada di antara mereka yang menganggap jalan ini terlalu sukar untuk ditempuh, karena bagi mereka, menghilangkan semua rintangan yang menghalagi jalan ini sangat sulit untuk dilakukan. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 44 Komentar

MEMASUKI ALAM RASA


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum.Kepada wongalus dan semua pembaca yang saya hormati. Menjawab email salah satu pembaca yang mengirim email kepada saya tentang kurang pahamnya yang dia alami maka saya menulis posting ini agar pembaca yg lain juga bertambah wawasan.Tapi maaf artikel ini jangan dipandang dari segi ilmu tasawuf tapi kita pandang dari segi ilmu hikmah atau ilmu pengetahuan.Walaupun ada beberapa point yg saya kutipkan dari khasanah tasawuf.Dalam tradisi jawa mempelajari ilmu metafisik itu ada 3 tahapan yaitu:

ILMU KANURAGAN yaitu ilmu yang mempelajari tentang tehnik melindungi diri termasuk ilmu kebal. ILMU KADIGDAYAAN yaitu ilmu yang mempelajari lebih dari sekedar ilmu bela diri tapi sudah merambah ke ilmu penyembuhan ilmu menarik rejeki ilmu pengasihan dll. ILMU KESEMPURNAAN yaitu ilmu yg khusus mempelajari tentang cara menghadap dan kembali kepada illahi. Dalam khasanah jawa ilmu kesempurnaan inilah puncak dr ilmu karena sesakti apapun orang itu bila berhadapan dg orang yg memiliki ilmu kesempurnaan kesaktianya akan tawar,khodamnya akan kabur. Ilmu kanuragan menggali sumber ilmunya dengan mengolah potensi raga atau fisik walau fisik kadang juga memancarkan energi metafisik. Ilmu kadigdayan menggali sumbernya dengan olah cipta.Konsentrasi,visualisasi dll.Ilmu kesempurnaan menggali sumbernya dengan olah rasa.Tapi bukan rasa manis asin pahit sedih dll.Maka ilmu ini sering juga disebut ilmu olah rasa agar manusia bisa merasa tapi tidak merasa bisa.

Bagaimanapun sebenarnya ilmu ini sulit dijelaskan dengan bahasa. Kecuali orang yang menginginkan terjun langsung dan mengalami. Maka tak ayal berbagai uraian dari guru atau wacana lain sulit dipahami.Bukan berarti guru
itu berbelit2 tp dia mau mengungkapkan dg bahasa sulit. BAGAIMANA MENJELASKAN RASA PEDAS KEPADA ORANG YANG BELUM PERNAH MAKAN PEDAS.Paling bisanya cuma mengira2.Ilmu ini tidak ada puncaknya.Puncaknya adalah samudra tak bertepi,telapak kaki burung yg melayang.Dalam mendalami ilmu ini akan dibawa kedalam keadaan batiniah dan rasa yg berubah2.

Hari ini rasanya ini yg anda temui ini tp besok anda praktekan mengharap ketemu seperti sebelumnya tidak bisa. Dengan memperdalam ilmu ini memungkinkan orang mendapatkan ilham berupa ilmu yg belum diketahui manusia.Tp saya tdk menyebutnya ilmu laduni.Seandainya ada diantara saudara ada yg pernah ditemui nabiyulloh khidir as.Dan anda pernah diajari ilmu oleh beliau berarti ilmu itu sebelumnya pernah dikuasai oleh nabiyulloh khidir anda hanya berguru.Tapi ilham orang yang gemar mengolah rasa kalau memang berupa ilmu baik yg berupa metafisik atau non metafisik pasti ilmu tersebut belum pernah ada yg mengetahuinya.Puncak ilmu adalah ilmu selamat. Menurut berbagai sumber yang saya dapatkan ilmu selamat bukan berupa bacaan atau mantra.

Ilmu selamat adalah pemahaman orang jawa asli sebelum mereka mengenal surga dan neraka.Mereka memahami dan berusaha agar selamat dari berbagai malapetaka baik malapetaka fisik maupun malapetaka hati dan rasa.Ilmu selamat juga bersumber dari ilmu olah rasa dan diterapkan dalam kehidupan bukan hanya diterapkan dlm bentuk ritual saja.Dengan ilmu selamat para leluhur jawa berusaha agar hidupnya selamat didunia dan hidup dlm alam abadi. Dengan ilmu selamat mereka mampu melakukan SELAMAT TINGGAL DUNIA ATAU MATI SAK JERONING URIP.Bagi para sedulur yang lain silahkan dilengkapi uraian saya ini agar saudara yg sedang mendalami olah rasa semakin paham. Jangan dilemahkan semangat dia dalam pencarian.Mungkin dia sebenarnya ingin berguru mungkin karena situasi entah ekonomi atau harus berguru kemana dia bingung semoga uraian saya dan uraian saudara yg lain bisa menjadikan kefahaman dia.Insya alloh bersambung tentang pemahaman saya ttng hal ini juga akan saya ulas tentang belajar tanpa guru syetanlah pembimbingnya.BERSAMBUNG…. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 58 Komentar

SHOLAWAT SAYYID AHMAD BIN IDRIS AL MAGHROBI


arhom erwin rachman tayib
arhom_ert@hotmail.com

Assalamualaikum ww kpd KWA mania saya coba berbagi bacaan, tawasul bebas ditambah sesuai nama solawatnya, didawamkan secara rutin, moga bermanfaat. Nuwun.

SHOLAWAT SAYYID AHMAD BIN IDRIS AL MAGHROBI:
ALLAHUMMA INNI AS ALUKA BI NUURI WAJHILLAHIL ADHIIM,ALLADZI MALAA ARKAANA ARSYILLAHIL ADHIM,WAQOOMAT BIHI AWAALIMULLOHIL ADHIM,ANTUSHOLLIYA ALA MAWLAANAA MUHAMMADIN DZIL QODRIL ADHIM,WA ALA ALI NABIYILLAHIL ADHIM,BI QODRI ADHOMATI DZATILLAHIL ADHIM,FII KULLI LAMKHATIW WA NAFASIN ADADA MA FI ILMILLAHIL ADHIM,TA’DHIIMAL LI KHAQQIKA YAA MAWLAANAA YAA MUHAMMAD YAA AHMAD YAA ABAL QOSIM,YAA DZAL KHULUQIL ADHIM,WA SALLIM ALAYHI WA ALA AALIHI MITSLA DZALIKA,WAJMA’BAYNII WA BAYNAHUU KAMAA JAMA’TA BAYNAR RUUKHI WAN NAFSI,DHOHIROW WA BAATHINA,YA QODHOTAW WA MANAAMAN,WAJ ALHU YA ROBBI RUUKHAN LIDZAATII MIN JAMI’IL WUJUWHI FIID DUN YAA QOBLAL AAKHIROTI,(yaa adhim3x). @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

KAWAH CANDHRA DIMUKA SURAH AL FATEHAH


sigit kurniawan
denjati@yahoo.co.id

Assalamualaikum wrwbkt.. Salam hormat bwt ki alus, para sesepuh dan sedulur kwa, ijinkan kami yg fakir ilmu ini tuk berbagi sedikit pengetahuan. Kenapa judul ini kami namakan kawah candhra dimuka /pendidikan Dasar (dalam pengertian kami) surah al fatehah, karna surat ini menjadi awal, dasar, tiang, benteng dan pondasi bagi kita yg terjun kedalam dunia spiritual menuju ridho illahi…

Tata laku :
1. Niat/ikhlas
2. Shalat hajat (lebih bagus dimulai pd malam hari)
3. Amalkan surah al fatehah sebanyak 41 x selama 41 hari tanpa putus (kalo putus 1 hr saja harus diulang dr awal lagi)
4. Selesai laku amalan adakan tawasulan

Manfaat :
– Sebagai awal, dasar, tiang, benteng dan pondasi bagi si pengamal
– Sebagai pembuka hijab/rahasia qolbu
– Sebagai pengantar/mendatangkan guru gaib
– Sebagai ilmu puter giling
– Dan lain lain, banyak yg tdk dpt kami sbutkan satu persatu

Demikian sedikit pengetahuan yg bs kami babarkan, mohon maaf atas sgala kekhilafan/kekurang pengetahuan kami. Semoga dapat bermanfaat di duniat dan akhirat kelak… Amin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 86 Komentar

HIZIB AL JAYLANI


by.ki satya
ustad_satya.jendra@yahoo.co.id

hizib al jaylani …
-bacalah surat
Al-fatihah untk;
a.nabi muhammad 1x
b.syekh muhyiddin
abdul qodir
al jaylani 1x
c.kpada guru saya
syekh mahfuzh
sya’roni 1x
-lalu baca hizib
dbwah ini;
“BISSMILLAHIRROHMAANIRROHIM.ROBBI INNII MAGHLUUBUN FANTASHIR.WAJBUR QALBIL MUNKASIR.WAJMA’ SYAMLIL MUNDATSIR.INNAKA ANTAR RAHMAANUL MUQTADIR.IKFINII YAA KAAFII WA ANAL ‘ABDUL MUFTAQIR.WAKAFAA BILLAAHI WALIYYAN WA KAFAA BILLAAHI NASHIIROO.INNASY SYIRKALAZHULUMUN ‘AZHIIM.WAMALLAAHU YURIIDU ZHULMALIL’IBAAD.FAQUTHI’A DAABIRUL QAWMILLADZIINA ZHALAMUU WAL HAMDU LILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN.”

bagi yang mengamalkan amalan di atas,insya allah di samping akan di beri anugerah kesaktian ia juga akan mendapat ketentraman,dipersatukan kelompoknya dan di penuhi kebutuhanya oleh Allah. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

ASMAK NURUL QOLBU


INI ADA DOA YANG LUAR BIASA BAGUS UNTUK MEMBUKA PINTU-PINTU CAHAYA YANG DIKIRIM KI SUWANDI, wandi_bintangcell@ yahoo.co.id VIA KOMENTAR DIBLOG INI. SILAHKAN DISIMAK.

Alhamdulillah Mas Risang , anak saya tadi sore sudah sembuh nggak demam lagi, tadi siang hawanya lemas ngantuk setelah sholat duhur tertidur, terdengar azdan ashar saya dibangukan oleh kedua anak saya yang tadi siang masih demam, Pak ayo kita jalan2 ke ramayana ya Nak tapi bapak tak sholat asar dulu, setelah sholat saya wirid yang di kasih Mas Sudadi surat An-Nuur 35 ,doanya dan wirid

sediakan air segelas bacakan Surat Annur ayat 35 dan do’a di bawah ini habis sholat ashar atau sholat hajat terus diminum bersama-sama dg keluarga dg tawasul kepada : Nabi Muhammad saw, Nabi Sulaiman as, Nabi Khidir as, Shohabat Nabi : Abu Bakar, umar, Ustman, Ali. Syekh Abdul qodir jailani, Syekh Abil Hasan Asy-syadzilly, Syekh Ahmad Ali Al-Bunni, Sunan kalijogo, keluarga sendiri

Surat An-Nur ayat 35 :

ALLAAHU NUURUSSAMAAWAATI WAAL-ARDH , MATSALU NUURIHI KAMISYKAATIN FIIHAA MISHBAAH, ALMISHBAAHU FII ZUJAAJAH, AZZUJAAJATU KA-ANNAHAA KAWKABUN DURRIYUI YUUQODU MIN SYAJARATIN MUBAARAKATIN ZAYTUUNATIN LAA SYARQIYYATIU WALAA GHARBIYYATIN YAKAADU ZAYTUHAA YUDHII-U WALAW LAM TAMSAS-HU NAAR, NUURUN ‘ALAA NUUR YAHDIILLAAH LINUURIHI MAIYASYAA WAYADHRIBU-LLOOHU AL-AMTSAALA LILNNAAS WALLOOHU BIKULLI SYAY-IN ‘ALIIM

( do’a nya ) BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. ALLAHUMMAJ’AL FII QOLBII NUURON WAFII BASHORII NUURUN WAFII SAM’II NUURON WA’AN YAMIINI NURURON WAKHALFII NUURON WAFII ASHABII NUURUN WAFII LAHMII NUURON WAFII SYA’RII NIUURON WAFII BASYORII NUURON

ALLAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAIUN WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’DAKA SYAIN-UN WAANTAL AALIMUL GHOIBI WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN, WANTA ALLAAMUL QHUYYUB WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAIN-IN ALIIM BIRAKHMATIKA YAA ARKHAMAR ROOKHIMIIN.

di akhir baca do’a tsb atas bacalah :
– YA QAWIYYU YA MATINU IKFINA SYARRAZH-ZHALIMIN > 325X
– HASBUNAALLAH WANI’MAL WAKIL > 1000X
Klo ada pengaruhnya badan capek banget jgn di paksakan.

waktu wirid Ya qawiyyu…., telinga kanan dan kiri rasanya longgar sekali dan bunyi tek tek tek sampai akhir Hasbunaalloh.

bahkan yang telinga kanan saya sampai sekarang saya nulis ini masih terasa longgar dan sejuk kaya ada yang keluar secara perlahan halus sekali, punggung rasanya dingin seperti digosok balsem yang ada mentolnya dingin sempriwing.

terimakasih Mas Risang, terimakasih Mas Sudadi, terimakasih saudara2 ku semua yang telah membantu semoga Tuhan membalas kebaikan2 saudara saudaraku amiin. @@@

Categories: ASMAK NURUL QOLBU | 227 Komentar

KWA BANDUNG DAN SEKITARNYA


UNTUK SADULUR KWA KHUSUSNYA BANDUNG DAN SEKITARNYA MARI KITA BENTUK KORWIL K.W.A UNTUK MEMPERMUDAH KOORDINASI DAN MENJALIN TALI SILAURAHMI ANTAR SADULUR. OLEH KARENA ITU SAYA MINTA PARTISIPASI ANDA UNTUK MENCATAT NAMA, KOTA, NO TELP SUPAYA LEKAS TERBENTUK KORWIL BANDUNG DAN SEKITARNYA. ANGGOTA YANG SUDAH MENDAFTAR

1. KI BAYU DIGDOYO
2. PECEL LELE
3. ERI SAGITA
4. HARRY FIRMANSYAH INDRAMAYU 08197989606
3. BUDI SULISTYANTO,LEMBANG-081221048822,
5. MUHAMAD KHOZIN ANDIKA,LEMBANG-085648951332.
6. PANURATRAHSA AL ARRIDHA CIREBON 081 313 257 779
7. JAKA SUKA / + 966 552683097 / e-mail ed_182@rocketmail.com
8. ORANG BIASA KWA 470…. 081323739599

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 153 Komentar

ASMA RAJAH WAHYU AGUNG/ ASMAUL A’ZHOM AL QUR’AN/ RAJAH INTI AYAT QURSI


IMAM MASJID BABUS SALAM PURWOSARI
USTADZ ARIFIN MAULANA SYEIKH AINUL YAQIN
083197983445

Saya ijazahkan RAHASIA INTI ayat kursi sebagai bekal agar tidak sesat dalam beramal. Rasulullah SAW menjamin surga dan bersabda: Inilah ayat dan asma yang paling besar. Bila anda ingin mengamalkannya baca inti pertama dan inti kedua ayat kursi 3/7 X TANPA NAPAS.

Dengan demikian khowas dan karomahnya segera bangkit dan menyatu dengan diri kita. Bila ingin mempunyai KAROMAH yang besar/Khoriqun lil ‘adat melebihi Asma-Asma apapun yang ada, amalkan RAJA INTI /GABUNGAN 1 dan 2. Tiap malam 313 atau 1001 X.

ASMA RAJAH WAHYU AGUNG/ ASMAUL A’ZHOM AL QUR’AN/ RAJAH INTI AYAT QURSI

INTI PERTAMA: ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM

INTI KEDUA: WALAA YAUDUHU HIFZHUHUMA WA HUWAL ALIYYUL AZHIIM

INTI KHUSUS ASMA RAJA GABUNGANNYA: : ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUMUL ‘ALIYUL AZHIIM

Untuk mendapatkan khowas/khasiyat dan karomahnya, baca rutin ayat kursi walaupun hanya satu kali usai sholat fardhu. Tawasul dan wasilah sempurna kepada seluruh ahli silsilah/wali wali keramat juga khodamnya. Karena tawasulnya cukup panjang bisa hubungi kami saja bagi yang serius mengamalkannya. @@@

Categories: ASMA RAJAH WAHYU AGUNG | 242 Komentar

KWA JAKARTA


UNTUK SADULUR KWA KHUSUSNYA JAKARTA DAN SEKITARNYA UNTUK DIHARAPKAN UNTUK MENGISI DATA NAMA.ALAMAT.DAN NOMORTELEPON UNTUKMEMBENTUK KOODINASI WILAYAH ( KORWIL) JAKARTA DAN SEKITARNYA.UNTUK MENGKOORDINASI DAN MENJALIN TALI SULAURAHMI ANTAR SADULUR JAKARTA DAN SEKITARNYA,OLEH KARENA ITU SAYA MINTA PARTISIPASI SUPAYA TERBENTUK KORWIL JAKARTA DAN SEKITARYA. ANGGOTA YANG SUDAH MENDAFTAR

1. WONGITEM RAWA MANGUN 085674991459
2. WONGABANGAN JAKARTA SELATAN
3. THANMUS THEPOS
4. DEADMAN
5. KANCIL/MULYONO
6. NAMICHU
7. ANGKER LUDIARTO
8. SURYA BUANA
9. HERRYWAE
10.HASIBUAN
11.KI GENTAR ALAM
12.SENDANG 9
13.AMPEL
14.WAHYU BUDI EKO
15.RIKI SUHENDRO
16.NICOSYAH ALAM
17.HENDRA BEKASI
18……………………

SAYA HARAPKAN DAN PARTISIPASINYA SUPAYA KORWIL KHUSUSNYA JAKARTA DAN SEKITARNYA SUPAYA TERBENTUK UNUK MEMUDAHKAN SULATURAHMI ANTAR SADULUR JAKARTA.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 242 Komentar

KWA JAWA TIMUR


BAGI DULUR DULUR KWA YG WILAYAH JAWA TIMUR, RENCANA AKAN DI BENTUK KORWIL WILAYAH JAWA TIMUR, MELENGKAPI KORWIL JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT YANG AKAN TERBENTUK, SILAKAN ISI DAFTAR DI BAWAH :
1. MBAH SYAREB – SIDOARJO – 08883426447
2. ZEUS – MALANG – 08125214512
3. ADIM – PASURUAN – 03436226692
4. RONI WIJAYA. —– SUROBOYO. —– 081331903455 / 081216647577
5. EKO PURWANTORO — GRESIK —– 085781636708 / 03191283258
6. BUKAN GHAIB —– SIDOARJO —– 083857781009
7. M. ARIFIANTO —– GRESIK —– 08385982691
8. OYOT MIMANG —– MOJOKERTO JATIM —– 08813550005
9. GUSBONEX / MUKTARIAWAN —– SURABAYA —– 085649289282
10. ERBEDE232 – SIDOARJO – 081357964142
11. JOKO UMBARAN – PASURUAN – 085732231158
12. AGUS128 – SURABAYA – 03171325667
13. YOYOK SUPRIYADI – SIDOARJO – 085231830068
14. WONGSABAR SENTOSA-NGANJUK-
085235666510=SUPRAPTO24@YAHOO.COM
15. SURYO NGALAM-MOJOKERTO-085852757550
16. ANDI IRAWAN – RUJAKSENTE SUKOREJO POHJENTREK PASURUAN –
ANDI34567@OVI.COM – 081938415426
17. NURCAHYO – PONOROGO – 085233932931
18. BAYU PRAKASA – SUROBOYO – 085243290700
19. DIDIK S.(MR.DI2C) 085733359299LAMONGAN NO.URUT ANGGOTA (0129)
20. WONG MBOHOL.085732451559 LAMONGAN
21. SATRYO CILIK————-WAGE-SIDOARJO–08573200955
22. DIAH WIDURI————–WAGE-SIDOARJO–08573348404
23. HARRY LELONO—————-SURABAYA——085730134920
24. ARYO SAMBER AJI——–SURABAYA——-03175155527
25. DEMITS – SURABAYA – 085732361860
26. CAKJI – SURABAYA – 085732234068 – :CAKJI_COOLEDTOP@OVI.COM
27. AGUS SETIO NO1226 – BLITAR – 085246798278
28. JAKA LAMPUNG 08983421928 MAGETAN AL-HIKMAH001@HOTMAIL.COM

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 151 Komentar

POHON MAKRIFAT


Ki Sukma Rahayu
sukmarahayu70@yahoo.com

Amalan laksana pohon yang ditanam, siraman air dan perawatan laksana perangai (akhlak mulia), dan buah adalah ganjarannya

Insan di muka bumi sadar atau tidak sadar tengah menanam pohon yang kelak pasti akan memetik hasilnya. Pohon yang kelak akan dipetik hasilnya akan baik sekiranya disiram dengan air yang baik dan akan menghasilkan buah yang bermutu jika disiram dengan air yang sesuai. Jadi hasil buah pohon atau tanaman tergantung dari siraman air dan pemeliharaannya. Siraman air dan perawatan baik yang akan menentukan hasil buah yang diharapkan, tanpa siraman yang baik pohon hanya menghasilkan sampah dan duri yang sama sekali tidak dapat memberikan keuntungan, bahkan sebaliknya hanya merepotkan bagi pemiliknya.

Pohon laksana amalan yang ditanam, siraman air dan perawatan laksana perangai (akhlak mulia), dan buah adalah ganjaran dari amalan dimaksud.

Imam Abul Abbas Ahmad al-Baghdadi seorang ulama sufi kenamaan pada zamannya pernah mengingatkan bahwa hasil dari pohon adalah akibat dari air siramannya,”Pohon makrifat (ilmu pengetahuan) disiram dengan air ide-ide pemikiran cemerlang. Pohon kelalaian disiram dengan air kebodohan dan pohon taubat disiram dengan air penyesalan. Pohon kasih sayang disiram dengan air sedekah. Seorang ilmuwan jika tak diiringi dengan akhlak mulia maka orang tersebut sebenarnya masih bodoh”.

Menurut Abul Abbas dalam kaitan ini bahwa cendikiwan, llmuwan dan kyai setinggi apapun ilmunya jika tidak disertai dengan akhlak mulia dan mengamalkan ilmunya tidak bisa disebut sebagai ilmuan atau kyai, karenanya manusia dituntut untuk senantiasa melakukan sesuatu dengan ilmi yang amali dan amal yang ilmi.

Untuk mengharapkan kesuksesan, pohon-pohon (amalan) ini semuanya harus disiram dengan air keihlasan, ketakwaan, kegigihan, keuletan, ketekunan, giat belajar, mawas diri, selalu introspeksi diiringi dengan akhlak mulia dan senantiasa berjalan dengan tuntunan yang telah digariskan oleh ajaran agama.

Kalimat dan perilaku indah merupakan pohon kesuksesan yang terus berkibar yang diumpamakan oleh Tuhan sebagai pohon yang langgeng,”Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buah pada semua musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar senantiasa ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tegak(tetap) sedikitpun”. [QS. Ibrahim:14]

Dari Bibit yang diletakan akan timbul Pohon Cinta dan Makrifat
Pohon ini kalimat yang baik dan sempurna
Diumpamakan oleh Alloh SWT adalah Pohon Kehidupan

“Alloh Membuat Perumpamaan bahwa perkataan yang baik
akarnya Teguh dan Cabangnya Tinggi (QS.Ibrahim 14:42)”

Untuk mengenal pohon makrifat
mulailah dari akar syariat
waspadalah dengan belitan rotan
dipandang cantik durinya tajam.

Jika akar syariat sudah kuat
barulah berpaut di dahan tarekat
dalam berpaut hendaklah berhati-hati
boleh tergelincir kiranya lumut disangka rumput.

Jika dahan tarekat sudah ampuh
barulah meniti ranting hakikat
dalam meniti hendaklah teliti
kerana sampai di sini segala-galanya rumit sekali
ranting tak boleh patah
jika patah dan goyah
tumbanglah pohon makrifat.

Untuk mencari pohon makrifat
pasti bukan di panggung dunia
banyak Rawana berwatak Rama
bukan juga di masjid dan musala
jika beramal mengharap pahala
jika bersolat meminta syurga
jika berbakti ikhlas dijaja
jika bersedekah mengundang bangga.
Andai pohon makrifat tumbuhnya di neraka
masihkah berkira mencarinya
andai perintah sudah disanggah
masihkah mengaku sebagai hamba.

Untuk mencari pohon makrifat
tidaklah jauh sebenarnya dekat
kuak tabir alam, sejengkal is
sekali nafas sudah jelas
tak berbentuk tak berupa
tak boleh disentuh boleh dirasa.

Pohon makrifat
hanya kukuh tumbuh di taman hati
yang nafsunya tidak berbekas
lagi yang egonya sudah lebur
yang angkuh ya sudah tersungkur
di situ bermukim jiwa dan raga
akhir perjalanan kehidupan fana.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 60 Komentar

Etika Islam Menuju Illahi


“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”
Assalamu’ alaikum Wr. Wb. Salam pamuji rahayu katur dulur-dulur semuanya. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.
Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dulur-dulur aktivis Kampus Wong Alus di seluruh nusantara dalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan saya menghaturkan terima kepada para pini sesepuh atas wejangannya yang bermanfaat dalam menuju kehadirat Ilahy.

Masalah kemerosotan moral dewasa ini menjadi santapan keseharian masyarakat kita. Meski demikian tidak jelas faktor apa yang menjadi penyebabnya. Masalah moral adalah masalah yang pertama muncul pada diri manusia, “baik ideal maupun realita”.

Secara ideal bahwa pada ketika pertama manusia di beri “ruh” untuk pertama kalinya dalam hidupnya, yang padanya disertakan “rasio” penimbang baik dan buruk (QS. Assyams 7-8).

Secara realita bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, dimana individu merupakan bagian dari masyarakat manusia, maka yang awal mula muncul dalam kesadarannya ialah pertanyaan “What must be ?”(Apa yang seharusnya), yang lalu disusul dengan “What must I do ?”(Apa yang dilakukan) pelaksanaan “What must I do?”, menanti lebih dulu jawaban “What must be?”.

Pertanyaan “What must be?”, ditujukan kepada kemampuan rohani pada diri manusia yang berbentuk kategori-kategori tertentu yang tidak timbul dari pengalaman maupun pemikiran, kemampuan ini bersifat intuitif dan apriori. Oleh sebab itu masalah moral adalah masalah “normatif”.

Di dalam hidupnya manusia dinilai! Atau akan melakukan sesuatu karena nilai! Nilai mana yang akan dituju tergantung kepada tingkat pengertian akan nilai tersebut.
Pengertian yang dimaksud adalah bahwa manusia memahami apa yang baik dan buruk serta ia dapat mambedakan keduanya dan selanjutnya mengamalkannya. Pengertian tentang baik buruk tidak dilalui oleh pengalaman akan tetapi telah ada sejak pertama kali “ruh” ditiupkan. Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (QS. 91: 7-8).

Pengertian (pemahaman) baik dan buruk merupakan asasi manusia yang harus diungkap lebih jelas, “atas dasar apa kita melakukan sesuatu amalan”. Imam Alghazali menamakan pengertian apriori sebagai pengertian “awwali”. Dari mana pengertian-pengertian tersebut diperoleh, sebagaimana ucapannya : Pikiran menjadi sehat dan berkeseimbangan kembali dan dengan aman dan yakin dapat ia menerima kembali segala pengertian-pengertian awwali dari akal itu. Semua itu terjadi tidak dengan mengatur alasan atau menyusun keterangan, melainkan dengan Nur (cahaya) yang dipancarkan Allah SWT ke dalam batin dari ilmu ma’rifat).

Di sini, Alghazali mengembalikannya ke dasar pengertian awwali yaitu pengertian Ilahyah. Sedang Plato menyebutnya “idea”. Ia mengungkap-kan bahwa “idea” hakekatnya sudah ada, tinggal manusia mencarinya dengan cara menenangkan pikiran atau disebut mencari inspirasi bagi seniman. Jelasnya “idea” bukan timbul dari pengalaman atau ciptaan pikiran sehingga menghasilkan “ide”.

Kesadaran tentang keberlangsungan ide yang sejak awal ruh ditiupkan, menyebabkan Allah dalam firman-firmanNya menghendaki manusia masuk pada posisi asasinya yang disebut “idul fitri”, yaitu kembali kepada “kesejatian diri”. Sebab kesejatian inilah yang bisa dipertanggung-jawabkan kebenaran sikapnya karena perilaku yang keluar bersandar pada kejernihan fitrah.
Maka sesungguhnya fitrah itu sejalan dengan kehendak Allah (fitrah Allah), yang disebut dalam Al qur’an; Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya (QS. Arrum : 30).

Pada dasarnya fitrah manusia itu suci, akan tetapi proses penerimaan ide (ilham) tersebut, terkadang menjadi tidak murni disebabkan kekotoran jiwa yang diliputi nafsu syahwat.

Dalam hal ini Allah berfirman : Dan demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu Dan merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asysyams 7-8).

Betapa bahayanya ilham-ilham tersebut bila diterima oleh jiwa yang kotor, sebab pengetahuan-pengetahuan itu akan digunakan untuk bagaimana mencuri, korupsi, menipu dan merusak alam semesta. Tetapi alangkah indahnya jika ilham-ilham tersebut diterima oleh jiwa yang tenang dan bersih yang akan menimbulkan kemaslahatan bagi dirinya maupun alam semesta. Maka dari sini dapat dimengerti, walau seseorang sudah memiliki pengertian “baik buruk secara apriori”, bukan berarti ia telah tahu secara mutlak, namun pengertiannya masih bersifat relatif dan hal itu akan lebih jelas jika disinari oleh wahyu ketuhanan. Sebab ia tidak akan mampu menelusuri secara intelektual tanpa adanya “daya spiritual” dalam menerima ide yang sesuai dengan Fitrah Allah. Sebaliknya kalau dibiarkan jiwa kita diam, terbelenggu oleh keinginan syahwat, maka apa yang diperoleh oleh jiwa berupa ide ilmu pengetahuan akan digunakan sesuai dengan kepentingan syahwatnya.

Kembali kepada masalah “nilai”. Seseorang pasti akan dinilai atau pasti akan melakukan sesuatu karena nilai, dan jika “nilai” masih bersifat relatif, maka nilai tersebut akan tergantung kepada dasar yang ia pakai. Bisa jadi, mencuri itu mendapat nilai kebajikan apabila perilaku tersebut didasari oleh hukum-hukum tentang permalingan, juga sekularisme, hedonisme, komunisme dan ateisme, dasar-dasar inilah yang akan menilai perilaku itu baik atau buruk. Begitupun tata nilai ketuhanan (Islam), setiap “perilaku” Islam sangat menekankan orientasi niat yang kuat, menyandarkan peribadatannya didasari konsep “Lillahi ta’ala”.

Pendasaran kepada setiap “laku” manusia, mengandung tuntutan kesadaran, bukan paksaan!! Perilaku seseorang tersebut baru bisa dikatakan mempunyai nilai. Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi : Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya (Hadist riwayat Bukhari Muslim).

Dalam hadist tersebut jelas, setiap perilaku mempunyai dasar (niat), sehingga perbuatannya dikategorikan baik atau buruk dimana ia menggantungkan niatnya. Suatu riwayat, ketika Rasulullah Hijrah ke Madinah, diungkapkan masalah “niat”. “Maka barang siapa hijrahnya didasari (niat) karena Allah dan Rasulullah maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan barang siapa hijrahnya didasari (niat) karena kekayaan dunia yang akan didapat atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti (tertolak) pada apa yang ia hijrah kepadanya”. (Al Hadits)

Di sini sangat penting kesadaran akan “niat” untuk memperjelas perbedaan mana yang baik menurut nafsu, dan baik menurut Allah. Perilaku yang lalai atau tidak karena Allah seperti dalam shalat, maka nilai kelurusan shalat yang terhalang oleh pikiran yang tidak khusyu’ akan berakibat pada rusaknya nilai ibadah shalat. Seperti yang termaktub alam Al qur’an: “Maka celakalah bagi yang melakukan shalat karena”niat”-nya (lalai) terhambat oleh ingin dilihat orang lain1). Perbuatan macam ini tidak bisa dikatakan sebagai “Dien”. Sebab agama mempunyai satu dasar penilaian yang sangat sempurna yakni; Islam, Iman, dan Ihsan.

Etika pada umumnya menentukan “sadar bebas” sebagai obyeknya, dan ternyata hal ini hanya melihat dari segi lahiriah perbuatan. Setia dan bertingkah baik an-sich tanpa memperhitungkan syarat lain, memang dapat digolongkan ke dalam “kebajikan”. Namun belum tentu dikategorikan dalam kebajikan jika ditinjau lebih jauh pada kondisi-kondisi lain, yakni pada apa perbuatan itu bersangkut paut atau apa yang melatari perbuatan tersebut. Misalnya: Si Amina memberikan sedekah kepada fakir miskin. Ketika terjadi tindakan tersebut terdapat :

1. Subjek yang berbuat, yaitu “Amina”.
2. Objek yang diperbuat, yaitu Amina melakukan “sedekah”.
3. Objek yang terkena perbuatan, yaitu sedekah diberikan kepada fakir miskin.
4. Objek yang dipergunakan, yaitu niat karena apa (bisa karena ingin dilihat orang, karena Allah dll).

Pada faktor-faktor inilah disamping “niat” batin, Islam meletakkan nilai syarat yang ikut mengambil bagian dalam menilai suatu perbuatan sebagai tindakan etis. Tegas sekali Islam mewajibkan “niat karena Allah” sebagai tanggung jawab penghambaan kepada Kholiqnya.

Tanggung jawab Islam dalam syariat (etika ketuhanan) selalu mengandung kedalaman dimensi yang tidak saja tindakan fisik sebagai objek nilai, juga di dalamnya nilai psikologis merupakan tindakan etis yang secara naluriah, mengembalikan kepada Fitrah Allah. Dalam tahapan ini manusia sampai kepada tahapan tertinggi yang dalam tindakannya sesuai dengan kehendak Allah (Fitrah Allah), diharapkan setiap perilaku (ibadah) sampai kepada syarat; islam, iman dan ihsan. Karena akan dikatakan (dinilai) sebagai agama apabila meliputi ketiga kriteria tersebut.

Dalam Hadist riwayat Bukhori dan Muslim disebutkan bahwa sesungguhnya Jibril pernah datang kepada Nabi dalam bentuk seorang Arab Badui, lalu ia bertanya kepadanya tentang islam, maka Nabi menjawab, “Islam itu, ialah hendaknya engkau bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, engkau keluarkan zakat, engkau puasa bulan Ramadhan dan engkau pergi haji ke Baitullah jika engkau mampu pergi ke sana. Lalu Jibril bertanya apakah Iman itu? Nabi menjawab, “Yaitu hendaknya engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada para Utusan-Nya, bangkit dari kubur sesudah mati, dan hendaknya engkau beriman kepada takdir tentang takdir baik dan buruknya. Jibril bertanya lagi, apakah ihsan itu? Nabi menjawab, yaitu hendaknya engkau menyembah Allah yang seolah-olah engkau melihat Allah, sekalipun engkau tidak bisa melihat-Nya tetapi Ia bisa melihat engkau. Kemudian dalam akhir Hadist itu dikatakan Rasulullah saw bersabda (kepada para sahabatnya) : Dia itu Jibril, Ia datang kepadamu untuk mengajarkan tentang agamamu.

Hal ini seluruhnya termasuk agama, dan agama (dien) itu sendiri berarti khudhu’ (tunduk) dan dzull (merendah) seperti perkataan : “Ku tundukkan dia, maka ia tunduk”
yakni : beribadah kepada Allah dan taat kepada-Nya serta merendahkan diri kepada-Nya.

Agama meliputi :
• Islam : berupa syariat Islam (syahadat, shalat, zakat, puasa, haji).
• Iman : kepercayaan, keyakinan, transendental.
• Ihsan : kekuatan psikologis dimana ia mengaitkan nilai perilakunya karena Allah.

Maka setiap peribadatan, apakah itu shalat, zakat, puasa akan terasa sia-sia apabila dilakukan tanpa dibarengi dengan tunduk dan patuh serta merasakan adanya sikap “ihsan” (seakan-akan melihat Allah, jika tidak mampu melihat-Nya sesungguhnya Ia melihat kalian). Hal inilah yang selalu menjadi permasalahan pokok dan mensosialisasi sebagai kebiasaan buruk yang tidak lagi menjadi masalah, padahal kita bertahun-tahun melakukan peribadatan tidak mendapatkan apa-apa kecuali capek dan sia-sia. Ihsan adalah kontak batin dan dialogis, responsif. Ihsan adalah roh setiap peribadatan, dan menentukan diterima tidaknya peribadatan. Sikap ini pula yang menjadikan ihsan itu rukun agama, yang apabila ditinggalkan salah satu rukun agama, maka batallah sebagai agama. Permasalahan rukun agama ini telah dihukumkan dan disyaratkan kepada orang yang sampai baligh.

Sebagaimana Hadist Rasulullah : “Hukum tidak berlaku bagi tiga golongan; orang yang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi basah, dan orang gila sampai sembuh” (Abu Dawud, Ibnu Majah dan Annasay, hadist sohih).

Selanjutnya Islam mengajarkan bahwa seorang muslim yang beramal kebajikan, tetapi tujuannya bukan Lillahi ta’ala tidak mungkin diterima amalnya, sebagaimana firman Allah : “Kami menurunkan kitab ini kepada engkau dengan sebenarnya, sebab itu sembahlah Allah seraya mengihklaskan agama bagi-Nya saja” (Q.s. Az-zumar: 2).

Nash tersebut di atas merupakan kesimpulan dari tujuan etika Islam, yaitu mengembalikan kepada posisi fitrah manusia, yang dengan kesadaran itu, maka ia akan menjadi manusia paripurna dan ia akan berakhlaq sebagaimana akhlaq Allah, dengan kecenderungan berbuat baik tanpa beban dan paksaan.

Untuk itu kecenderungan berbuat baik akan terjadi apabila kita mampu berusaha membersihkan jiwa. Dan kebersihan jiwa akan didapat apabila kita melaksanakan peribadatan sesuai dengan kriteria-kriteria pada penjelasan di atas.

1). Al Qur’an surat Al Maa’uun ayat 4-5 yang artinya : “Maka kecelakaanlah bagi orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”

“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua).
Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan. Billahi taufik wal hidayah. Wassalamu alaikum wr. Wb.
Ki Ageng JJ

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 21 Komentar

DICINTAI IBLIS


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamualaikum. Kepada wongalus dan seluruh pembaca yg saya hormati.Saya mau membuka sedikit tabir mistis tentang dicintai iblis.Namun mohon dimaafkan kalau uraian saya tidak jelas dan tidak lengkap. Semua itu karena keterbatasan saya sebagai manusia. Untuk memudahkan pembahasan saya kasih judul dicintai iblis. Fenomena ini jarang terjadi tapi ada. Dicintai iblis yg saya maksud disini adalah adanya makluk gaib yg merugikan kita dengan jalan dia jatuh cinta kepada manusia.Dia mencintai manusia dg asmaranya.Efek yang ditimbulkan orang yg dicintai iblis ini ada 2 kemungkinan.Yang pertama dia sulit menikah.Yang kedua bila sudah menikah dalam rumah tangganya kurang harmonis alias sering berantem karena hal2 sepele. Kenapa begitu?Karena si iblis ini punya rasa cemburu juga.Tapi jangan lantas kalau rumah tangganya tdk harmonis mengambil kesimpulan wah saya dicintai iblis.Cermati segala permasalahan dulu.Kalau ada unsur mistis selesaikan dg mistis.

Kalau tdk ada unsur mistis selesaikan dengan logika dan rasa.Dalam kehidupan sehari2 kita sering kurang cermat dalam hal ini. Misalkan ada sebuah rumah tangga yg selalu cekcok. Berbagai saran dari orang2 terdekat sudah dilaksanakan.Yg saya maksud saran perbaikan rumah tangga dari segi logika saja tapi kedamaian tak kunjung didapatkan.Tak tahunya dalam jiwa salah satu suami atau istri tsb dikuasai iblis.Sebelum iblis ini lepas dari jiwanya 1000 nasehat yg bersifat logika sulit unt mengubahnya. Sering juga saya diajak sharing begini mas saya sudah bekerja keras sudah rutin membaca alwaqiah puasa senin kamis ikut pelatihan2 kesuksesan tapi kenapa rejeki saya tetap seret. Setelah dicermati ternyata ada kekuatan tak kasat mata menghalangi rejekinya. Bahkan sering disaat sy disuruh membantu orang yg kena paranoid didepan saya familinya mengatakan orang sakit beban pikiran didoai 5 tahun pun g bakal sembuh.Sebelum si sakit sembuh saya tidak akan komentar apa2. Setelah si sakit sembuh baru saya jelaskan akar masalahnya biar org lain memahami ternyata ada kekuatan2 gaib yg tdk pernah kita sadari sebelumnya ikut campur dlm kehidupan kita.

Begitu juga dalam kasus dicintai iblis ini.Bila salah satu pihak curhat ke teman atau saudara kebanyakan yg diajak curhat mengambing hitamkan salah satu pihak. Dia mengatakan kurang ini dan itu. Mari kita bersama2 mencermati kasus dicintai iblis ini agar kita bisa mengambil langkah yg tepat. Dicintai iblis ada gejala2 yg dialami oleh orang yang dicintai. Diantaranya sering mimpi bertemu lawan jenis entah itu tetangga teman saudara dsb. Kapasitas mimpi ini sering banget. Di dalam mimpi tersebut ada yg merasa mesra2an. Ada juga yg merasa ketemu saja.Tanda selanjutnya dibagian pundak belakang entah kanan atau kiri slalu terasa pegal walau tidak capek.Tp tidak stiap pegal dipundak dicintai iblis lho.Bila mengalami hal 2hal itu bg yang sudah rumah tangga keluarganya kurang harmonis.Misal sisuami yg dicintai iblis.Walaupun si suami ini sdh berusaha berbuat baik dimata istrinya tp dia tetap disalahkan si istri.Sisuami ngajak ngobrol enak santai dg istripun ujung2nya salah paham dan cekcok.

Darimana datangnya iblis ini kok mencintai manusia?Penulis tdk dapat memastikan.Untuk mengetahui datangnya bisa dijadikan sedikit acuan di tulisan MENDETEKSI ENERGI NEGATIF. Silahkan anda deteksi diri anda secara mandiri dan simpulkan.Untuk solusinya juga tergantung.Kita cermati dulu dari mana datangnya.Tapi untuk solusi secara umum insya alloh akan saya tulis berikutnya.Saya tuliskan kasus2 contoh untuk memudahkan memahami kasus ini.Ada seorang teman penulis menghamili cewek.Sampai si cewek melahirkan.Si cowok bertanggung jawab atas semua itu.Tp sicewek menjawab akan tetap merawat anaknya tp kalau dinikahi cowok itu dia g mau.Lalu cowok menangis merasa bersalah dan tdk hbs pikir kenapa bisa begitu.Penulis
katakan padanya bahwa dia dicintai iblis tp sicowok tdk percaya.Beberapa tahun kemudian cowok ini pacaran dg cewek lain.Tp ketika sicewek mau dinikahi dia pilih kabur.Bgt terus terulang berkali2.Akhirnya cowok tsb baru pcy bhw ada unsur tak kasat mata mengganggu dirinya.

Contoh dua ada cewek berumur 25 thn telah menjanda 3x. Pdhal hal semacam itu dijawa tengah jarang terjadi.Saat saya Tanya apakah kamu sering ketemu lawan jenis dlm mimpi?Dia menjawab bukan hanya sering tp tiap hari sejak smp dan bukan hanya ketemu tiap hari dlm mimpi itu selalu berhubungan seksual.Walaupun dia habis melakukan hubungan seksual dg suaminya.Diwaktu tidur dia mimpi lagi melakukan dg org lain. Dan dia mengatakan kl melakukan dlm mimpi rasanya enak tp kl melakukan dg ke3 suami yg dl rasanya hambar. Setelah sy kasih bc an wirid dan dzikir.Seminggu kemudian dia datang lagi ketempat penulis dan bercerita selama mengamalkan wirid selama seminggu malah yang datang tiap malam selama seminggu nonstop adalah penulis.

Menurut dia penulis slalu mengajak hubungan seksual scr paksa dg dia.Penulis sangat malu dan dlm benak saya mengatakan inilah fitnah iblis yg menyerupai.Lalu cewek td sy suruh ritual yg sangat berat dg versi jawa yg bisa mewujudkan iblis dg kasat mata.Dia setuju.Dihari yg telah ditentukan dg bermodal senjata sapu lidi tua makluk itu benar2 menampakan wujud dg bentuk manusia berkepala kerbau lalu dia dipukul dg sapu lidi yg telah disiapkan makluk itu menjerit dan lenyap dan alhamdulillah dia tidak pernah mimpi lg. Memang menurut para ahli kebatinan jawa makluk ini takut dg sapu lidi tua atau sapu gerang.Namun alhamdulillah sekarang sdh menemukan bacaan2 yg tidak memberatkan bg yg terkena kasus semacam ini.Untuk bacaanya insya alloh akan saya tulis dilain waktu. @@@

RUGI DONG TIDAK MENGGUNAKAN KEKUATAN GAIB

risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum. Kepada wongalus dan seluruh pembaca yang saya hormati.Mungkin ungkapan judul dan tulisanku ini agak kontraversi. apalagi bagi yang berpegang pada prinsip ROSULULLOH SAW TIDAK PERNAH MENGAJARKAN. saya sudah pasti dicap penyebar bid’ah.Ya silahkan sajalah saya dicap apapun.Memang tulisan ini hanya ekspresi dari diri saya sendiri.Sebenarnya manusia itu suatu perangkat yang lengkap melebihi lengkapnya perangkat super canggih jaman sekarang. Seluruh kelengkapan itu diberikan kepada manusia agar manusia mampu mempergunakan semaksimal mungkin.Selain kelengkapan lahiriah manusia juga dilengkapi unsur batiniah.Mungkin saja banyak unsur2 pada diri manusia yg belum terungkap.Untuk sementara ini yg terungkap berkisar pikiran,qolbu,nafsu/jiwa dan roh. Tapi mungkin masih banyak hal yg
selama ini belum terungkap yang ada dalam diri manusia.Apakah semua kompenen lahir dan batin ini hanya kita gunakan sebagai title WAH dihadapan para makluk lain?Inilah aku manusia suatu bentuk ciptaan yg paling sempurna diantara kalian para makluk lain begitu misalnya ungkapan diri kita dihadapan para jin atau hewan.

Alloh menciptakan manusia dg kompenan yg lengkap tentunya bukan hanya agar manusia merasa WAH dihadapan makluk lain tanpa menggunakan secara maksimal kompenen2 itu.Termasuk kekuatan supranatural sebenarnya semua manusia sudah dilengkapi dg kekuatan supra ini.Tinggal manusianya mau tidak untuk menggali dan menggunakanya.Mungkin ada yg menyanggah bukankan diciptakan jin dan manusia itu hanya untuk beribadah?Bukan untuk belajar kekuatan2 supranatural. Mungkin ada yg bertanya begitu.

Kalau saya menjawab betul hal itu. Tapi ketika saya diundang menghadiri acara pesta manten si pengundang mengatakan yang penting mas bisa hadir dan hanya memberi doa restu. Setelah saya mendatangi pesta tersebut ternyata saya tdk hanya disuruh merestui saja tp disana saya juga diajak makan prasmanan. JADI RUGI DONG KALAU TIDAK IKUT MAKAN.walaupun disaat itu seandainya saya tidak ikut prasmanan si punya hajat juga tidak marah. Jadi rugi dong kalau kita sudah dibekali alloh perangkat batiniah yang merupakan potensi gaib ini tidak saya gunakan.Tidak usah menggunakan potensi dari makluk lain.Potensi kita sudah lengkap.Potensi2 tersebut ternyata pada orang awam seperti saya tersimpan di jiwa lawwamah,mulhamah dan muthmainah.

Mungkin bagi para orang khusus tidak lagi tersimpan di dalam jiwa tersebut tp tersimpan di kompenan yg lebih tinggi.Dalam postingan terdahulu saya menulis suatu amalan disitu sy sertakan penyucian nafsu sampai tingkat tiga. Jadi amalan itu selain unt sarana penyembuhan jg unt menggali potensi2 ini tp memang sengaja saya tulis scr samar. Segala kemampuan metafisik bagi orang awam yg menggali dr sumber kekuatan diri tanpa mengakses kekuatan khodam bersumber pd ke 3 nafsu diatas.Semoga bisa menambah wawasan kita. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 132 Komentar

ILMU HIKMAH RATIB AL MUHDHOR


Sudadi
sudadijawi@yahoo.com

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Mohon ijin para sesepuh KWA yang dirahmati Allah SWT, ijinkan saya berbagi pengetahua ilmu hikmah “DO’A RATIB AL MUHDHOR” atas permintaan para sedulur KWA.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

LA ILAHA ILLALLAH > 50x
ASTAGHFIRULLAH > 5x
ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAN-NABIYYIL-UMIYYI MUHAMMADIN WA ALIHI WA SALIM > 11x
YA RAHMANU YA RAHIMU YA ALLAH > 11x
YA JAWADU YA KARIMU YA ALLAH > 11x
YA SATTARU YA HALIMU YA ALLAH > 11x
YA FATTAHU YA ‘ALIMU YA ALLAH > 11x
YA MUHAIMINU YA SALAMU YA QAYYUMU LA YANAM > 11x
YA SALAMU SALLIMNA WAL-MUSLIMINA BIN-NABIYYI KHAIRIL-ANAMI WA BI’UMMIL-MU’MININ > 11 x
YA LATHIFU SYAFI YA HAFIZHU YA KAFI >7x
ANTALLAH > 50x

Kemudian tawasul membaca Al Fatihah dihadiahkan kepada :
– Rasulullah SAW
– Khadijah al Kubra
– Fathimah az Zahra
– Habib al Faqih al Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi
– Syekh Abubakar bin Salim
– Habib Ahmad bin Muhammad al Muhdhar
– Kaum Muslim dan Mukmin

Kegunaan dari ratib tsb insyaallah untuk keselamatan, keharmonisan rumah tangga, melebur dosa, dilapangkan rezikinya dll. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 193 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.