ILMU SADULUR PAPAT


KI AJI SATRIA T.AGUNG
satriajaya_abadi@yahoo.com

Buat warga wong kampus di sini saya mau ijasahkan ilmu sadulur papat.

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
ARIYAH, NURIYAH, JATMIKO, NURSARI, SAK DULURKU PAPAT KANG LAHIR BARENG SAK UWAT. KANG BEBARENGAN URIP ONO ING ALAM DUNYO AKU DUWE KAREP LAN TUJUAN TURUTONO.

LAMON SIRO GELEM NURUTI OPO SING DADI PANJALUKU SLIRAHMU
BAKAL TAK AJAK MINGGAH TUNGGAL SAK AJANG
LAMON SIRO ORA GELEM NURUTI OPO SING DADI PANJALUKKU ,
SLIRAHMU BAKAL KENO BENDUNE ALLAH TA,ALLAH

ASHADU ALLA ILA HA ILALLAH, WA ASHADU ANNA MUHAMMADARASULULLAH

terus minta dalam hati permintaan kita apa terserah untuk apa multi fungsi

tata cara mengamalkan
puasa 3 hari
tidur di depan pintu tanpa memakai sehelai benang
terus beralaskan sapu lidi / sapu korek untuk bantal.
selamat mengamalkan anda akan mengalami ke ajaiban2
trima kasih. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 404 Komentar

TENUNG LUGUT


Ki Joko Lodhang

Ada banyak jenis tenung alamiah yang berasal dari khasanah ilmu hitam untuk tujuan jahat yaitu membunuh korban. Tidak perlu amalan khusus, hanya berasal dari bahan-bahan alami yang berasal tumbuhan. Yaitu LUGUT BAMBU WULUNG yang sangat tajam namun tidak terlihat oleh mata.

Cara membuatnya: Lugut bambu wulung dikerik/dikerok lembut dan campurkan ke makanan dan minuman kopi atau yang berwarna/kental. Lugut itu nanti akan masuk ke aliran darah dan menjebolkan jantung. Dalam waktu sekitar tiga bulan, korban pelan-pelan akan mengalami kematian.

Penangkal: Bila anda curiga terhadap sakit seseorang yang semacam ini, maka carikan air buah PACE. Dan minumkan ke orang yang sakit ini. Air buah pace itu melunturkan racun ini.

* Kami mengupas untuk pengetahuan saja dan dilarang untuk dipraktekkan karena anda akan bertemu dengan aparat penegak hukum. Bagi aparat penegak hukum, ilmu ini juga bisa dipakai sebagai referensi yang memperkaya pengetahuan
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 101 Komentar

TAFSIRAN AYAT-AYAT TENTANG PUASA


Assalamu’alaikum Wr. Wb. sedulurku semua…
Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya.
Allah Ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kama agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang teutentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya bevpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak beupuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui “(Al-Baqarah: 183-184)
Allah berfirman yang ditujukan kepada orang-orang beriman dari umat ini, seraya menyuruh mereka agar berpuasa. Yaitu menahan dari makan, minum dan bersenggama dengan niat ikhlas karena Allah Ta’ala. Karena di dalamnya terdapat penyucian dan pembersihan jiwa, juga menjernihkannya dari pikiran-pikiran yang buruk dan akhlak yang rendah.
Allah menyebutkan, di samping mewajibkan atas umat ini, hai yang sama juga telah diwajibkan atas orang-orang terdahulu sebelum mereka. Dari sanalah mereka mendapat teladan. Maka, hendaknya mereka berusaha menjalankan kewajiban ini secara lebih sempurna dibanding dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Tafsir Ibn Katsir, 11313.)
Lalu, Dia memberikan alasan diwajibkannya puasa tersebut dengan menjelaskan manfaatnya yang besar dan hikmahnya yang tinggi. Yaitu agar orang yang berpuasa mempersiapkan diri untnk bertaqwa kepada Allah, Yakni dengan meninggalkan nafsu dan kesenangan yang dibolehkan, semata-mata untuk mentaati perintah Allah dan mengharapkan pahala di sisi-Nya. Agar orang beriman termasuk mereka yang
bertaqwa kepada Allah, taat kepada semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan dan segala yang diharamkan-Nya. (Tafsir Ayaatul Ahkaam, oleh Ash Shabuni, I/192.)
Ketika Allah menyebutkan bahwa Dia mewajibkan puasa atas mereka, maka Dia memberitahukan bahwa puasa tersebut pada hari-hari tertentu atau dalam jumlah yang relatif sedikit dan mudah. Di antara kemudahannya yaitu puasa tersebut pada bulan tertentu, di mana seluruh umat Islam melakukannya.
Lalu Allah memberi kemudahan lain, seperti disebutkan dalam firman-Nya:
“Maka barangsiapa di antara kama ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. ” (Al-Baqarah: 184)
Karena biasanya berat, maka Allah memberikan keringanan kepada mereka berdua untuk tidak berpuasa. Dan agar hamba mendapatkan kemaslahatan puasa, maka Allah memerintahkan mereka berdua agar menggantinya pada hari-hari lain. Yakni ketika ia sembuh dari sakit atau tak iagi melakukan perjalanan, dan sedang dalam keadaan luang. (Lihat kitab Tafsiirul Lat’nifil Mannaan fi Khulaashati Tafsiiril Qur’an, oleh Ibnu Sa’di, hlm. 56.)
Dan firman Allah Ta ‘ala :
“Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari lain.” (Al-Baqarah : 184)
Maksudnya, seseorang boleh tidak berpuasa ketika sedang sakit atau dalam keadaan bepergian, karena hal itu berat baginya. Maka ia dibolehkan berbuka dan mengqadha’nya sesuai dengan bilangan hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari lain.
Adapun orang sehat dan mukim (tidak bepergian) tetapi berat (tidak kuat) menjalankan puasa, maka ia boleh memilih antara berpuasa atau memberi makan orang miskin. Ia boleh berpuasa, boleh pula berbuka dengan syarat memberi makan kepada satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. Jika ia memberi makan lebih dari seorang miskin untuk setiap harinya, tentu akan lebih baik. Dan bila ia berpuasa, maka puasa lebih utama daripada memberi makanan. Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhum berkata: “Karena itulah Allah berfirman :
“Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. ” (Tafsir Ibnu Katsir; 1/214)
Firman Allah Ta ‘ala :
“(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petuniuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah: 185).
Allah memberitahukan bahwa bulan yang di dalamnya diwajibkan puasa bagi mereka itu adalah bulan Ramadhan. Bulan di mana Al-Qur’an –yang dengannya Allah memuliakan umat Muhammad-diturunkan untuk pertama kalinya. Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai undang-undang serta peraturan yang mereka pegang teguh dalam kehidupan. Di dalamnya terdapat cahaya dan petunjuk. Dan itulah jalan kebahagiaan bagi orang yang ingin menitinya. Di dalamnya terdapat pembeda antara yang hak dengan yang batil, antara petunjuk dengan kesesatan dan antara yang halal dengan yang haram.
Allah menekankan puasa pada bulan Ramadhan karena bulan itu adalah bulan diturunkannya rahmat kepada segenap hamba, Dan Allah tidak menghendaki kepada segenap hamba-Nya kecuaii kemudahan. Karena itu Dia membolehkan orang sakit dan musafir berbuka puasa pada hari-hari bulan Ramadhan (Tqfsir Ayarul Ahkam oleh Ash Shabuni, I/192), dan memerintahkan mereka menggantinya, sehingga sempurna bilangan satu bulan. Selain itu, Dia juga memerintahkan memperbanyak dzikir dan takbir ketika selesai melaksanakan ibadah puasa, yakni pada saat sempurnanya’ bulan Ramadhan. Karena itu Allah berfirman :
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kama bersyukur. ” (Al- Baqarah: 185).
Maksudnya, bila Anda telah menunaikan apa yang diperintahkan Allah, taat kepada-Nya dengan menjalankan hal-hal yang diwajibkan dan meninggalkan segala yang diharamkan serta menjaga batasan-batasan (hukum)-Nya, maka hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur karenanya. ‘)” (Tafsir Ibnu Karsir, 1/218)
Lain Allah berfirman :
“Dan apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo ‘a apabila ia memohon Kepada-Ku maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah:186)
Sebab Turunnya ayat :
Diriwayatkan bahwa seorang Arab badui bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah Tuhan kita dekat sehingga kita berbisik atau jauh sehingga kita berteriak (memanggil-Nya ketika berdo’a)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanya terdiam, sampai Allah menurunkan ayat di atas. ‘ (Tafsir Ibnu Katsir; I/219.)
Tafsiran ayat:
Allah menjelaskan bahwa Diri-Nya adalah dekat. Ia mengabulkan do’a orang-orang yang memohon, serta memenuhi kebutuhan orang-orang yang meminta. Tidak ada tirai pembatas antara Diri-Nya dengan sarah seorang hamba-Nya. Karena itu, seyogyanya mereka menghadap hanya kepada-Nya dalam berdo’a dan merendahkan diri, lurus dan memurnikan ketaatan pada-Nya semata. (Tafsir Ibnu Katsir, I/218.)
Adapun hikmah penyebutan’Allah akan ayat ini yang memotivasi memperbanyak do’a berangkaian dengan hukum-hukum puasa adalah bimbingan kepada kesungguhan dalam berdo’a, ketika bilangan puasa telah sempurna, bahkan setiap kali berbuka.
Anjuran dan Keutamaan Do’a:
Banyak sekali nash-nash yang memotivasi untuk berdo’a, menerangkan fadhilah (keutamaan)nya dan mendorong agar suka melakukannya. Di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Firman Allah Ta ‘ala :
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Ghaafir: 60).
Di dalamnya Allah memerintahkan berdo’a dan Dia menjamin akan mengabulkannya.
2. Firman Allah Ta’ala :
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ” (Al-A’raaf: 55).
Maksudnya, berdo’alah kepada Allah dengan menghinakan diri dan secara rahasia, penuh khusyu’ dan merendahkan diri. “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Yakni tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, baik dalam berdo’a atau lainnya, orang-orang yang melampaui batas dalam setiap perkara. Termasuk melampaui batas dalam berdo’a adalah permintaan hamba akan berbagai hal yang tidak sesuai untuk dirinya atau dengan meninggikan dan mengeraskan suaranya dalam berdo’a.
Dalam Shahihain, Abu Musa Al-Asy’ari berkata: “Orang-orang meninggikan suaranya ketika berdo’a, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Wahai sekalian manusia, kasihanilah dirimu, sesungguhnya kama tidak berdo’a kepada Dzat yang tuli, tidak pula ghaib. Sesungguhnya Dzat yang kama berdo’a pada-Nya itu Maha Mendengar lagi Maha Dekat. “
Firman Allah Ta ‘ala : “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan?” (An Naml: 62).
Maksudnya, apakah ada yang bisa mengabulkan do’a orang yang kesulitan, yang diguncang oleh berbagai kesempitan, yang sulit mendapatkan apa yang ia minta, sehingga tak ada jalan lain ia baru keluar dari keadaan yang mengungkunginya, selain Allah semata? Siapa pula yang menghilangkan keburukan (malapetaka), kejahatan dan murka, selain Allah semata?
4. Dari An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
“Do’a adalah ibadah.” (HR, Abu Daud dan At-TiYmidzi, At-Tirmidzi berkata, hadits hasan shahih).
Dari Ubadah bin Asb-Shamit radhiallahu ‘anhu ia berkata, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak ada seorang muslim yang berdo’a kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Dia mengabulkannya, atau menghilangkan dauipadanya keburukan yang semisalnya, selama ia tidak meminta suatu dosa atau pemutusan kerabat. ” Maka berkatalah seouang laki-laki dari kaum: “Kalau begitu, kita memperbanyak (do’a). “
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah memberikan kebaikan-Nya lebih banyak daripada yang kalian minta” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hadits hasan shahih), (Lihat kitab Riyaadhus Shaalihiin, hlm. 612 dan 622) Lalu Allah Ta’ala berfirman :
“Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isterimu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahrvasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan cavilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, dan makan minumlah hinngga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi)janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.” (Al-Baqarah:187)
Sebab turunnya ayat :
Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Al-Barra’ bin ‘Azib, bahwasanya ia berkata :
“Dahulu, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, jika seseorang (dari mereka) berpuasa, dan telah datang (waktu) berbuka, tetapi ia tidur sebelum berbuka, ia tidak makan pada malam dan siang harinya hingga sore. Suatu ketika Qais bin Sharmah Al-Anshari dalam keadaan puasa, sedang pada siang harinya bekerja di kebun kurma. Ketika datang waktu berbuka, ia mendatangi isterinya seraya berkata padanya: “Apakah engkau memiliki makanan ?” Ia menjawab: “Tidak, tetapi aku akan pergi mencarikan untukmu.” Padahal siang harinya ia sibuk bekerja, karena itu ia tertidur. Kemudian datanglah isterinya. Tatkala ia melihat suaminya (tertidur) ia berkata: “Celaka kamu.” Ketika sampai tengah hari, ia menggauli (isterinya). Maka hal itu diberitahukan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, sehingga turunlah ayat ini :
“Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isterimu. “
Maka mereka sangat bersuka cita karenanya, kemudian turunlah ayat berikut :
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. (Lihat kitab Ash Shahiihul Musnad min Asbaabin Nuzuul, hlm. 9.)
Tafsiran ayat :
Allah Ta’ala berfirman untuk memudahkan para hamba-Nya sekaligus untuk membolehkan mereka bersenang-senang (bersetubuh) dengan isterinya pada malam-malam bulan Ramadhan, sebagaimana mereka dibolehkan pula ketika malam hari makan dan minum :
“Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa melakukam “rafats” dengan isteri- isterimu. “
Rafats adalah bersetubuh dan hal-hal yang menyebabkan terjadinya. Dahulu, mereka dilarang melakukan hal tersebut (pada malam hari), tetapi kemudian Allah membolehkan mereka makan minum dan melampiaskan kebutuhan biologis, dengan bersenang-senang bersama isteri-isteri mereka. Hal itu untuk menampakkan anugerah dan rahmat Allah pada mereka.
Allah menyerupakan wanita dengan pakaian yang menutupi badan. Maka ia adalah penutup bagi laki-laki dan pemberi ketenangan padanya, begitupun sebaliknya.
Ibnu Abbas berkata: “Maksudnya para isteri itu merupakan ketenangan bagimu dan kamu pun merupakan ketenangan bagi mereka.”
Dan Allah membolehkan menggauli para isteri hingga terbit fajar. Lalu Dia mengecualikan keumuman dibolehkannya menggauli isteri (malam hari bulan puasa) pada saat i’tikaf. Karena ia adalah waktu meninggalkan segala urusan dunia untuk sepenuhnya konsentrasi beribadah. Pada akhirnya Allah menutup ayat-ayat yang mulia ini dengan memperingatkan agar mereka tidak melanggar perintah-perintah-NYa dan melakukan hal-hal yang diharamkan serta berbagai maksiat, yang semua itu merupakan batasan-batasan-Nya. Hal-hal itu telah Dia jelaskan kepada para hamba-Nya agar mereka menjauhinya, serta taat berpegang teguh dengan syari’at Allah sehingga mereka menjadi orang-orang yang bertaqwa. (Tafsir Ayaatil Ahkaam, oleh Ash-Shabuni, I/93.)
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua).
Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.
Billahi taufik wal hidayah .
Wassalamu alaikum wr. Wb.

Kiageng Jembar Jumantoro

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 20 Komentar

PENGALAMANKU MEMAKAI SUSUK


risang.mukti@gmail.com

assalamu alaikum.sebelumnya mohon maaf sy mau cerita pengalaman
hidupku yang dulu suka berburu ilmu kanuragan karena dorongan
nafsu.sejak sma saya suka beburu ilmu kanuragan.berbagai ilmu
kupelajari ada yg berhasil aku kuasai namun ada jg yg gagal.suatu saat
sy menemui seorang guru kebatinan dipelosok kota pati.dia sdh berusia
ratusan tahun waktu itu skitar thn 1995.dia menurunkan ilmu cuma pada
tanggal satu suro.itupun melalui proses yg sul it.singkat cerita sy
dpt jatah ilmu dr dia.waktu itu sebelum tirakat saya disuruh makan
serbuk benalu dmalam tanggal satu suro.lalu dia menjelaskan pantangan
ilmu itu yaitu tdk blh makan buah manggis.apabila makan buah manggis
hilanglah smua ilmu yg telah dia berikan.lalu setiap hari kelahiran sy
disuruh puasa.semua pesan dia kujalani dg telaten.

tahun 1998 Saya merantau didaerah banten selatan malimping sampe cibaliung.waktu itu
di cibaliung saya pernah disabet golok beberapa kali karena saya
terlibat pertengkaran.sy dikeroyok 5 org.benar2 luar biasa waktu
disabet golok tubuhku mengeluarkan percikan api kaya kembang api.dg
kejadian itu para pengeroyok kabur dan akupun bangga.stlah kejadian
itu hari2ku kulalui dg biasa saja tdk aneh pd diriku.tahun 2001 sy
menikah mulai saat itulah ada yg aneh.terus terang sy bisa menjalankan
tugas sbg suami namun sy tdk merasakan apa2.

maaf waktu hubungan suami istri sy tak merasakan apa2.apalagi nikmat sy tak merasakan
sedkitpun.lalu sy diajak tman sy ketulung agung ke ponpes campur
darat.pak kyai bilang keluhan yg kurasakan krn ilmuku dia berusaha
membuang khodam dlm diriku namun blm berhasil.waktu itu aku terus
berusaha ksana kemari.namun kesimpulanya sama tdk mampu mengusir
khodam ilmuku.setelah kesana kemari lelah akhirnya aku pasrah.hari
hariku q hbskan dg membaca al.iklas dan kalimat tauhid.dan alhamdul
ilah akhirnya pertolongan alloh datang.insya alloh akan saya tulis
nanti.smga saudaraku bisa mengambil hikmah dr perjalanan
hidupku.terutama dalam mensikapi ilmu kanuragan. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 147 Komentar

SEPTEMBER SENJA DI PARANGKUSUMO


DARI DULU SAMPAI SEKARANG
WAKTU TIDAK PERNAH MUNDUR
IA TERUS MELAJU
SEBAB WAKTU IBARAT KERETA
MELESAT TANPA KITA KENAL SIAPA DIA

SAAT KITA DILEWATI WAKTU
KITA BISA MELAMBAIKAN TANGAN TANDA PERPISAHAN
SEBAB TAK ADA YANG BISA MENGHADANGNYA

TAPI-TAPI…,
KITA JUGA BISA MENGABADIKANNYA
DAN MERASAKAN ALIRAN DENYUT NADINYA SAAT BERTASBIH

MESKI HANYA SEJENAK
UNTUK BERIMAN BERAMAL
MENEBARKAN SALAM DAN ILMU
SERTA YANG DI BAWAH INI:

MEMANFAATKAN KESEMPATAN DALAM WAKTU
MARILAH KITA SESAAT BERKUMPUL
SEKEDAR BERTEGUR SAPA
TIDAK HANYA DI DUNIA MAYA
TAPI DI BUMI DAN TANAH YANG NYATA
UNTUK MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM

SABTU SENJA ITU….
(BILA SEBELUMNYA DIRENCANAKAN PADA HARI JUMAT 17 SEPTEMBER MAKA SILATURAHIM AKAN DIADAKAN
SABTU, 18 SEPTEMBER 2010 PUKUL 15.OO)

PANTAI PARANGKUSUMO JOGJA AKAN JADI SAKSI PASEDULURAN KITA

DISANA,…

TIDAK ADA GURU-MURID, TIDAK ADA KYAI-SANTRI,
TIDAK ADA DOSEN-MAHASISWA, TIDAK ADA PANITIA-PESERTA
TIDAK ADA ORANG SAKTI DAN TIDAK SAKTI, TIDAK ADA ORANG BODOH- PINTER, TIDAK ADA ORANG BIJAKSANA- TIDAK BIJAKSANA… SAAT ITU
SEMUA DARI KITA BERDERAJAT SAMA


SAMA SAMA MENCARI ILMU
SAMA SAMA INGIN MENCARI JALAN LURUS MENUJU LANGIT RIDHO ILAHI
SAMA-SAMA MENJADI TURIS DI JOGJA
SAMA-SAMA DLOSORAN DI PASIR
DARI SORE HINGGA SUBUH TIDAK ADA ACARA SEREMONIAL
YANG ADA HANYA LARUT DALAM HENING CANDA TAWA
DI PINGGIR OMBAK LAUT SELATAN YANG MENDERU
MERASAKAN KECILNYA DIRI
DI TENGAH SEMESTA-NYA
YANG MAHA LUAS INI
LALU PULANG DENGAN LAPANG DADA
ALHAMDULILLAH…..

YA ALLAH, TUHANKU
TUHANNYA MANUSIA
DAN SEMUA YANG ADA
BERILAH KAMI KESEMPATAN
AGAR BISA HADIR DI ACARA SILATURAHIM INFORMAL ITU
UNTUK BERTEMU, BERTAMU DAN SALING MENYAPA SAUDARAKU
MESKI SEJENAK DAN MUNGKIN HANYA SATU KALI
DI DALAM HIDUPKU YANG SINGKAT INI. AMIN..

@@@@

Categories: >SILATURAHIM NASIONAL KWA 2010

AJAKAN BIJAKSANA BAGI PARA PENELITI DAN MAHASISWA


mas Hu
hunain.me@swadayagraha.com

Ass Wr. Wb. Salam Takzim kepada seluruh Sesepuh, Dewan Guru, dan mahasiswa. Marilah kita bersama-sama merekonstruksi asma tersebut kedalam tata bahasa yang benar, sesuai dengan makna yang dimaksud oleh para salafus solihin dan guru-guru yang terdahulu. Inilah salah satu fungsi dan kelebihan dari kampus kita, saling berbagi ilmu dan pengetahuan.

Berikut urutan yang kira-kira bisa menjadi panduan kita untuk merekonstruksi asma ASR yang telah banyak diturunkan secara tidak tertulis.
1. Telusuri sejarah Ilmu: menelusuri sejarah masa lalu dari ilmu tersebut. mengumpulkan referensi-referensi, mencari mengumpulkan nara sumber, telaah kembali maksud, tujuan dan hikmah dari ilmu tersebut.
2. Rekonstruksi tata bahasa Asma sesuai dengan maksud, tujuan dan hikmah dari ilmu tersebut.
3. Share ilmu tersebut di kampus kita ini agar di apraisal oleh para ahlinya, sesuai bidang masing-masing. Kita diskusikan sampai mencapai titik temu, dan memahami perbedaan-perbedaan yang timbul.
4. Ambil kesimpulan melalui musyawarah/sidang yang diikuti oleh sesepuh, dewan guru, mahasiswa dan para pemerhati keilmuan. (usul agar tak memakan biaya sidangnya dialam maya neh, di kolom tertentu).
5. Kalau sudah tersimpulkan dengan baik, kita verivikasi lalu beri masa validasi satu tahun misalnya, kemudian tahun berikutnya di tinjau lagi apakah masih ada revisi, dan bagaimana perkembangan dari ilmu tersebut (sharring pengalaman mengamalkan ilmu).
6. Filing yang baik agar bisa digunakan oleh anak cucu kita dimasa mendatang (dalam bentuk e-book, ada verivikasi dan validasi dari team ahli. simpan dalam dunia maya- di situs Kampus Wong Alus – E-library).

Demikian, pandangan kami yang bodoh ini, dan kami sampaikan terima kasih atas perhatian saudara-saudara semua.

Wassalamualaikum Wr.Wb.
mas Hu

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 97 Komentar

ASMA ALLOH ALAYYA


=Wahyu

INNA QUWWATIH
KATABALLOHU
KATABA ‘ALAYYA
BI LAHAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADHIM.

Istighfar 33x
laa ilaha illalloh 33x
lahaula wala quwata illa billahil aliyil adhim 33x
ayat kursi 3x.
Tawassul.
Baca asma 7x tahan nafas terus di wirid sprti biasa. dalam hitungan wirid tdk di utamakan yang penting ikhlas dan rasakan sensasinya dn setelah selesai tutup dngn baca ayat kursi 1x.

Nah bg para sedulur yg ingin mengamalkan.. silahkan, yg pnting ikhlas.

Peringatan..!! Laranganya bukan mutlak sprti asr, tapi menjauhi larangan-NYA dan menjalankan perintah-NYA. Dn lanjutan ASMA ALLOHU ALAYYA saya sarankan untuk hati hati, sebelumnya mulai melaksanakan sholatlah taubat dulu, taubatan nasuha.

Lanjutannya asma di atas sbb:
INNA QUWWATILLAHI
ALAA ARSYIS SAMAWATI WAL ARDHI INNA LAHU KUN FAYAKUN
Sesunggunya kekuatan Allah di atas ars-nya langit dan bumi sesunggunya bagi-Nya (cukup berkata) jadilah maka jadilah. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 159 Komentar

TERJEMAHAN BERBAGAI ASR


ery lim hu hu
eyangmashuri@yahoo.com

Assalamualaikum. Sebelumnnya saya mohon maaf buat sesepuh di wong alus ini. Ini cuma sedikit terjemahan dari ASR yg setiap artinya hampir sama. Ini saya terjemahkan bersama seorang yg HAFIZ ALQUR’AN.. dan mengenai asr ini.saya juga udah bertanya kpd orang tua ,tua baik di Jawa maupun Sumatra yg memang asma ini adalah ilmu rahasia dari sifat dan zat allah yg kita minta, maka bagi saudara ku semua yg mengamalkan asma apun ,silahkan karena tujuannya kita minta kpd ALLAH SWT .

1.INNAQUWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH
artinya; sesungguhnya kekuatan itu diatas kitab yg nyata

2.INAQUWATAH KATABAL QUWATAH KITABAL QUWATIH
artinya;sesungguhnya kekuatan itu tertulis dalam kekuatan dan kekuatan kitab kitab itu.

3.INAKAQUWATAH KATABAN NATAH KITABAN NATAH
artinnya;sesungguhnya kekuatan itu tercatat atas kitab yg nyata didalam kitabnya

4.INAKI QUWATAH KATABUN NATAH KITABUN NATAH
hampir sama artinya dg no 3

5.INAKA SOHABATIKA SHOHIBIKA
artinya;sesungguhnya amalmu adalah sahabatmu

6. ASMA NUR RAJEH
BI QUWATILAH BI NURILAH
artinnya dg kekuatnnya dan cahaya Allah

7. ILMU ASMA SHADAT RAJEH
INNAQUWATIH SYAHADATAN SYAHADATIN NAKHTUHUM JAUZUL ZAHAR BI HUSAJIN HUSSAJANI
artinya; sesungguhnya kekuatan itu bersaksi tiada tuhan selain allah dan penutupnya dg suara yg jelas dan keyakinan yg benar kepada Allah…

8. ASMA SINGKIR RAJEH
INAQUWATIH AJBAROSYIN AIN NATAFA TIHATAN AMSONIHIM SOHIBIKA
yg artinya ; sesungguhnya kekuatan itu bersama yg menghantar dg mata yg terbuka yaitu dg khorin kita
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 423 Komentar

AMALAN MULTIFUNGSI DARI LOMBOK


Xxx
08121631xxx

Diijazahkan oleh Ustad Sahur Umbul Sari, Lombok yang didapat dari Tuan Guru. Ini amalan yang banyak fungsinya. Namun khusus bila untuk mengobati orang sakit harus dilihat dulu sakitnya apa karena mendekati sudah takdir karena ajal mendekat atau yang lain. Karena kalau sudah takdir yang bersangkutan mendekati ajal, maka usaha penyembuhan tidak maksimal dan akan terlihat kepala orang tersebut hilang.

Inilah amalannya:

AL FATIHAH 41 X

ATAHIYATUN AYATUL MUKABROHUN SUBBUHUN WARRUUHUN QUDDUSUN WAROBBUL MALAIKATU WARRUH 313 X

Lakukan 41 hari agar penguasaan ilmu bisa sempurna. @@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 143 Komentar

PERHATIAN


SEMUA ILMU DAN AMALAN DI KAMPUS WONG ALUS TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN KE PIHAK LAIN. BILA ADA YANG MEMPERJUALBELIKAN ILMU DI BLOG INI ATAS IJIN ALLAH SWT YANG MAHA KERAS SIKSANYA DUNIA DAN AKHIRAT TIDAK AKAN BERFUNGSI DAN JUSTERU AKAN MERUSAK DIRI ANDA SENDIRI. ILMU DAN AMALAN DI KAMPUS WONG ALUS HANYA BERFUNGSI SEMPURNA BILA DIMANFAATKAN UNTUK DIRI PRIBADI, KELUARGA DAN UNTUK MEMBANTU ORANG LAIN TANPA MAHAR.

BILA MASIH ADA YANG MEMPERJUALBELIKAN ILMU DAN AMALAN DIMOHON MENGHENTIKANNYA SETELAH PENGUMUMAN INI DIBUAT. ILMU DAN AMALAN ANDA AKAN LANGSUNG DITARIK PENGIJAZAHANNYA.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 321 Komentar

SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN


Assalamu’alaikum Wr. Wb. sedulurku semua…

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu ‘anhuma, ia berkata :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.
Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan:
“Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. ”
Dan menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamjika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta. ”
Kedermawanan adalah sifat murah hati dan banyak memberi. Allah pun bersifat Maha Pemurah, Allah Ta’ala Maha Pemurah, kedermawanan-Nya berlipat ganda pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadhan.
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, juga paling mulia, paling berani dan amat sempurna dalam segala sifat yang terpuji; kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan berlipat ganda dibanding bulan-bulan lainnya, sebagaimana kemurahan Tuhannya berlipat ganda pada bulan ini.
Berbagai pelajaran yang dapat diambil dari berlipatgandanya kedermawanan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Ramadhan :

1. Bahwa kesempatan ini amat berharga dan melipatgandakan amal kebaikan.
2. Membantu orang-orang yang berpuasa dan berdzikir untuk senantiasa taat, agar memperoleh pahala seperti pahala mereka; sebagaimana siapa yang membekali orang yang berperang maka ia memperoleh seperti pahala orang yang berperang, dan siapa yang menanggung dengan balk keluarga orang yang berperang maka ia memperoleh pula seperti pahala orang yang berperang. Dinyatakan dalam hadits Zaid bin Khalid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
“Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala ovang yang berpuasa itu tanpa menguuangi sedikitpun dari pahalanya. ” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzl).

3. Bulan Ramadhan adalah saat Allah berderma kepada para hamba-Nya dengan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api Neraka, terutama pada Lailatul Qadar Allah Ta ‘ala melimpahkan kasih-Nya kepada para hamba-Nya yang bersifat kasih, maka barangsiapa berderma kepada para hamba Allah niscaya Allah Maha Pemurah kepadanya dengan anugerah dan kebaikan. Balasan itu adalah sejenis dengan amal perbuatan.

4. Puasa dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama termasuk sebab masuk Surga. Dinyatakan dalam hadits Ali radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sungguh di Surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luamya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. ” Maka berdirilah kepada beliau seorang Arab Badui seraya berkata: Untuk siapakah ruangan-ruangan itu wahai Rasulullah,?jawab beliau: “Untuk siapa saja yang berkata baik, memberi makan, selalu berpuasa dan shalat malam ketika orang-orang dalam keadaan tidur. ” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Isa berkata, hadits ini gharib)
Semua kriteria ini terdapat dalam bulan Ramadhan. Terkumpul bagi orang mukmin dalam bulan ini; puasa, shalat malam, sedekah dan perkataan baik. Karena pada waktu ini orang yang berpuasa dilarang dari perkataan kotor dan perbuatan keji. Sedangkan shalat, puasa dan sedekah dapat menghantarkan pelakunya kepada Allah Ta ‘ala.

5. Puasa dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama lebih dapat menghapuskan dosa-dosa dan menjauhkan dari api Neraka Jahannam, terutama jika ditambah lagi shalat malam. Dinyatakan dalam sebuah hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Puasa itu merupakan perisai bagi seseorang dari api Neraka, sebagaimana perisai dalam peperangan ” ( Hadits riwayat Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dari Ustman bin Abil-’Ash; juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya serta dinyatakan shahih oleh Hakim dan disetujui Adz-Dzahabi.) Hadits riwayat Ahmad dengan isnad hasan dan Al-Baihaqi.
Diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Puasa itu perisai dan benteng kokoh yang melindungi seseorang) dari api Neraka”
Dan dalam hadits Mu’adz radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sedekah dan shalat seseorang di tengah malam dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api” (Hadist riwayat At-Tirmidzi dan katrrnya. “Hadits hasan shnhih. ”

6. Dalam puasa, tentu terdapat kekeliruan serta kekurangan. Dan puasa dapat menghapuskan dosa-dosa dengan syarat menjaga diri dari apa yang mesti dijaga. Padahal kebanyakan puasa yang dilakukan kebanyakan orang tidak terpenuhi dalam puasanya itu penjagaan yang semestinya. Dan dengan sedekah kekurangan dan kekeliruan yang terjadi dapat terlengkapi. Karena itu pada akhir Ramadhan, diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan kotor dan perbuatan keji.

7. Orang yang berpuasa meninggalkan makan dan minumnya. Jika ia dapat membantu orang lain yang berpuasa agar kuat dengan makan dan minum maka kedudukannya sama dengan orang yang meninggalkan syahwatnya karena Allah, memberikan dan membantukannya kepada orang lain. Untuk itu disyari’atkan baginya memberi hidangan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa bersamanya, karena makanan ketika itu sangat disukainya, maka hendaknya ia membantu orang lain dengan makanan tersebut, agar ia termasuk orang yang memberi makanan yang disukai dan karenanya menjadi orang yang bersyukur kepada Allah atas nikmat makanan dan minuman yang dianugerahkan kepadanya, di mana sebelumnya ia tidak mendapatkan anugerah tersebut. Sungguh nikmat ini hanyalah dapat diketahui nilainya ketika tidak didapatkan. (Lihat kitab Larhaa’iful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 172-178.)
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua). Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya.
Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah .

Wassalamu alaikum wr. Wb.
Kiageng Jembar Jumantoro

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 24 Komentar

MOHON BANTUAN MENGECEK ASMA INI


nderek_mawon
zaki@live.com

Untuk para sesepuh semua saya mohon bantuannya untuk mengecek asma ini sebetulnya namanya apa? dan energinya bagaimana ?

Asma 1 :

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM KAF HA YA ‘AIN SHOD, HA MIM ‘AIN SIN QOF, KUN FAYAKUN.

INNA QUWWATIN KAF HA YA AIN SHOD KIFAYATUNA HA MIM AIN SIN QOF HIMAYATUNA AHIN AHIN ‘AMSHONIHIN ‘AMSHONIHIN AZLAMUSYIN AZLAMUSYIN WA NARIN TALHABAT

Terima kasih

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 67 Komentar

DOA AL FARAJ LI SAYYIDINA AL KHIDIR ALAIHISSALAM


suwandi
wandi_bintangcell@yahoo.co.id

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam,
Allahumma kamaa lathafta fii ‘adhamatika duunalluthafaa, wa ‘alawta bi‘adhamatika alal ‘udhamaa, wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyika, wa kaanat wasaawisasshuduuri kal’alaniyyati ‘indaka, wa ‘alaa niyyatilqauli kassirri fii ilmika, wanqaada kullu syayin li ‘adhamatika, wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, wa shaara amruddunya wal akhirati kulluhu biyadika.
Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa,
Allahumma inna ‘afawaka ‘an dzunuubiy, wa tajaawazaka ‘an khathii’athiy, wa sitraka alaa qabiihi a’maaliy,
athmi’niy ‘an as’aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi, ad’uuka aaminan, wa as;aluka musta;anisaa. Wa innakalmuhsinu ilayya, wa analmusii’i ilaa nafsiy fiima bayniy wa bainaka, tatawaddaduu ilayya bini’matika, wa atabagghadhu ilaika bilma’ashiy, walakinnattsiqata bika hamalatniy alal Jaraa’ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika alayya. innaka antattawaburrahiim ,wa shalallahu alaa Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallim.

DOA MOHON KESELAMATAN
NABI KHIDIR AS

Wahai Allah, Sebagaimana Engkau telah berlemah lembut dalam Keagungan Mu melebih segenap kelembutan, dan Engkau Maha Luhur dan Keagungan Mu melebihi semua Keagungan, Dan Engkau Maha Mengetahui terhadap apa apa yg terjadi di Bumi sebagaimana Engkau Maha Mengetahui apa apa yg terjadi di atas Arsy Mu, dan semua yg telah terpendam merisaukan hati adalah jelas terlihat dihadapan Mu, dan segala yg terang terangan diucapkan adalah Rahasia Yang terpendam dalam Pengetahuan Mu, dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan Mu, dan tunduk segala penguasa dibawah Kekuasaan Mu, maka jadilah segenap permasalahan dunia dan akhirat dalam Genggaman Mu, Maka jadikanlah segala permasalahanku dan kesulitanku segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini, Wahai Allah kumohon maaf Mu atas dosa dosaku, dan kumohon pengampunan Mu atas kesalahan kesalahanku, dan kumohon tabir penutup Mu dari keburukan amal amalku, berilah aku dan puaskan aku dari permohonanku yg sebenarnya tidak pantas diberikan pada Ku karena kehinaanku, kumohon pada Mu keamanan, dan kumohon pada Mu Kedamaian bersama Mu, Sungguh selalu berbuat baik padaku, sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku atas hubunganku dengan Mu, Kau Ulurkan Cinta kasih sayang lembut Mu padaku dengan kenikmatan kenikmatan Mu, sedangkan aku selalu memancing kemurkaan Mu dg perbuatan dosa, namun kuatnya kepercayaanku pada Mu membawaku untuk memberanikan diri lancang memohon pada Mu, maka kembalikanlah dengan Anugerah Mu dan Kebaikan Mu padaku, Sungguh Engkau Maha Menerima hamba hamba yg menyesal dan Engkau Maha Berkasih sayang,
Dan shalawat serta salam atas Sayyidina Muhammad serta keluarga dan limpahan salam, dan segala puji bagi Allah Pemilik Alam semesta. .
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 16 Komentar

AMALAN MELEPAS SUSUK


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum saudara2ku dikampus wongalus.ni saya mau berbagi pengalaman pribadiku tentang cara melepas susuk.melepas susuk ternyata tidak semudah seperti yg dkatakan si paranormal pemasang susuk.yg katanya kl kamu langgar pantanganya maka hilanglah susuk itu ternyata tdk semudah itu. Bagi saudaraku yg ingin melepas susuk coba wiridkan
doa ini:

HASHONTU NAFSI WA MAALI WA AHLI WA KULLI SYAI’IN A’THONIHI
ROBBI BIL KHAYYIL QOYUMUL LADZII LAA YAMUTU ABADAN WADA FA’TU ‘ANHUMUS SUU’A BILAA KHAULA WA LAA QUATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYIL ADZIIM.
333X.

Doa ini bila diwirid org yg punya susuk bereaksi.wiridkankah sampai anda tidak merasakan reaksi yg aneh2 pas wiridan doa ini.atau biar lebih sempurna membuat ramuan peluntur susuk.terima kasih semoga bermanfaat.wasalamu alaikum @@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

IJAZAH ASMA RAJA DIRAJEH (RDR) BAGDAD TINGKAT 3


KI  TAOFIK

DENGAN MEMOHON RIDHO-ALLAH SWT, SAYA IJAZAHKAN ASMA RAJA DIRAJEH BAGDAD TINGKAT 3:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

AKHDUUNA JABALAL JABALIL BALYAKAN BALYAKIN BARNULUHUM QOSYIN BARQOSYIN HAYUSYIN HAWSYIN AHIN 3 X RO’INU BARQUDARIN KATA ABUDAN BI QUDROTI KARKASYIN KAROSYIN AMSYOYASSYAKARIN BI NURIN KAFHA YA AIN SHOD HA MIM AIN SIN QOF ILA NUN4X BI QUDROTI AZATA JAWTAHTI YASYAHAYIN BIQUDROTI KHODURON BIHAMYAFAH BIJAMAH YAGHFIR MAYHAQAR MASIIL SYAHUUN SYAHUUN BIJAHUUN MALIHUUN.

@@@

Categories: ASMA RDR BAGDAD TINGKAT 3 | 157 Komentar

DIRGAHAYU INDONESIA


KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS

MENGUCAPKAN

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

YANG KE-65,

17 AGUSTUS 2010

SEMOGA INDONESIA SEMAKIN SEJAHTERA LAHIR DAN BATIN

ANGGARDA PARAMITHA!!!

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 31 Komentar

APA SIH TUJUAN BELAJAR ILMU ITU?


Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari apa sebenarnya hakekat mencari ilmu (ngelmu) tersebut, sehingga bisa jadi pengingat dan kalau bisa jadi bahan penyadaran kita semua. Sengaja saya kutip dari khasanah budaya Jawa yang kita tahu cukup mendalam falsafahnya.

Kita mulai dengan sebuah mocopat “Sekar Mocopat Tanpa Tandhing Ajinira sinawung ing Pocung” dari buku Warisan, Geguritan Macapat, karyan Suwardi, weton Balai Pustaka, 1983 disitu diungkapkan sebagai berikut:

THOLE KUNCUNG,
LAMUN SIRA NGUDI NGELMU,
JA PISAN SEMBRANA,
AWIT NGELMU MIGUNANI,
TANPA IKI URIPMU BAKAL REKASA.

Saat seseorang mencari ilmu yang pertama kali perlu diperhatikan adalah memahami pentingnya ilmu. Kenapa harus tahu ilmu? Sebab tanpa ilmu, hidup ini akan terasa susah dan hampa yang berakibat nanti kita akan sengsara. Sehingga kita tidak boleh “sembrana” atau kurang berhati-hati. Beda dengan orang yang punya ilmu, dia akan lebih waspada karena tahu sebab akibat dari piiran, niat, dan tingkah lakunya.

WIT WONG SEPUH,
INGKANG WUS BODHO KEBACUT,
ANANE MUNG PASRAH,
ORA BISA ANGGETUNI,
MARGA NGERTI GETUN MBURI TANPA GUNA.

Kalau usia sudah memasuki tua yang sudah terlanjur menjadi “bodoh” adanya hanya pasrah dan tidak bisa meratapi nasibnya di kemudian hari. Sebab bila meratapi nasib maka hal tersebut tidak ada gunanya.

ANAK PUTU,
ORA KENA MELU-MELU,
DADI WONG KLUYURAN,
AWIT MARAKAKE LALI,
GAWEYANMU KUDU RAMPUNG SABEN DINA.

Nah, sebagai generasi muda kita tidak boleh ikut-ikutan kebiasaan yang kurang bagus tersebut. Apalagi jadi orang yang tidak punya visi dan misi hidup atau jadi orang “keluyuran” karena hal tersebut mengakibatkan lupa pada pekerjaan yang harus diselesaikan setiap hari.

DISINAU,
AWAK AJA NGANTI NGELU,
AMRIH KABEH LANCAR,
MULA KUDU NGATI-ATI,
SABEN DINA ULAH RAGA DIMEN KUWAT.

Maka, belajarlah jangan sampai bingung supaya semuanya jadi lancar. Maka harus berhati-hatilah agar setiap hari tubuh dan raga kita bisa kita olah dengan sebaik-baiknya. Agar menjadi kuat dan sehat.

LAMUN ESUK,
AJA PISAH WEGAH WUNGU,
BANYU ANENG NJANGAN,
IKI PITUDUH SAYEKTI,
IKU LAMUN DIPUN UDI APIK TENAN.

Setiap pagi, jangan malas bangun pagi. Sebab embun pagi adalah sebuah petunjuk yang nyata sebab hawa pagi itu sangat bagus untuk dicari.

PANCEN KUDU,
SOLAH TINGKAH INGKANG CAKUT,
JANGKAHMU SIH AMBA,
GOLEK MULYA JAMAN MANGKIN,
ISIH AKEH IDHAM-IDHAMAN INGKANG MULYA.

Begitulah. Bahwa langkahmu masih panjang untuk mencari kemuliaan di jaman sekarang yang masih dicita-citakan yaitu yang mulia.

YEKTI KOJUR,
UWONG BODHO KAYA AKU,
SASAT LAWE KLASA,
AJI GODHONG JATI AKING,
EMAN-EMAN YEN URIP DITINGGAL JAMAN.

Orang yang bodoh bakal mengalami nasib buruk seperti tikar yang rusak dan perlu dibuang, masih bermanfaat daun jati yang kering. Maka sayang bila hidup ini kita ketinggalan jaman.

RUMANGSAMU,
APA JAMAN ORA MAJU,
IKI KUDU TANGGAP,
NGELMU PERLU KANGGO URIP,
PAWITAN KANG TANPA TANDHING AJINIRA.

Anggapanmu, apakah jaman itu berjalan di tempat? Kita harus tanggap bahwa ilmu itu perlu untuk hidup. Modal yang tiada bandingannya.
Dari penjelasan tersebut, kita akan memahami pentingnya ilmu. Ilmu berbeda dengan ngelmu. Kalau ilmu adalah pasif dan sebuah “benda” maka Ngelmu bersifat aktif. Artinya kita sudah meresapi, memanfaatkan dan memproses ilmu dalam tingkah laku sehari-hari. Inilah hakekat NGELMU.
Apa saja hambatan orang yang sedang ngelmu? Mari kita telusuri bait-baik Suluk Wragul Sunan Bonang. Seorang yang sedang mencari Ilmu itu seperti pemburu….

WRAGUL 28
PEMBURU TAK HENTI BERKELANA
IBARAT BURUNG BANGAU BERTAPA DI RAWA
TIADA LAIN NIATNYA
KECUALI MENCARI IKAN DI AIR
DIMAKANNYA SIANG MALAM
SEPERTI BANGAU BOTAK
SEPERTI KAMBING PRUCUL
MAKA ORANG YANG MENJALANI LAKU
JANGAN CEPAT MELANGKAH DULU
BERTANYALAH KEPADA YANG TAHU

Inilah pentingnya kita berguru laku kepada seseorang yang lebih tahu agar tidak tersesat. Kepada siapa kita berguru? Di Jawa kita mengenal adanya guru bakal, guru dadi dan guru laku. Mereka inilah yang seharusnya menuntun patrap-patrapnya ilmu? Apalah arti doa dan amalan bila tidak diresapi makna dan hakekatnya sehingga nanti baru kita melangkah ke tahap NGELMU, atau aplikasi dari pemahaman akan makna dan hakekat tersebut. Sebuah ilmu bisa “kontak” dengan sumber-sumber energi dalam hidup bila ada guru/mursyid. Dan guru inilah yang mengijazahi sebuah ilmu. Pengijazahan maksudnya adalah memberikan secara ikhlas ilmu yang sudah dia kuasai dan jalani. Pengijazah yang belum menguasai dan menjalani “ilmu” dan hanya sekedar tahu maka ilmu tersebut tidak bisa dijalankan.

WRAGUL 29
HARUSLAH LAHIR BATIN KALAU MEMUJI
YANG DIUCAPKAN MUSTI DIMENGERTI
YANG DILIHAT HENDAKNYA DIPAHAMI
JUGA SEGALA YANG DIDENGAR
BETAPA SUKAR ORANG MEMUJI
MAKA SEBAIKNYA CARILAH GURU
YAKNI ORANG YANG LEBIH TAHU
YAKNI AHLI IBADAH
DAN MEMUJILAH HINGGA MERASUKI HATI
BEGITULAH ORANG MELAKUKAN SEMBAH PUJI

Ilmu itu adalah rangkaian paket puja dan puji untuk-NYA. Ilmu adalah penafsiran tentang sebuah fenomena yang tergelar di alam semesta ini. Ilmu menafsirkan rahasia-rahasia alam mulai alam sahir dan alam kabir. Dalam mengajani ngelmu, maka kita harus mengerti dengan sungguh-sungguh dan apa yang dilihat dan didengar hendaknya benar-benar dipahami. Jangan hanya ikut gelombang keinginan orang lain tanpa paham maksudnya. Apa langkah yang harus dilakukan bila kita belum paham? Ya apa boleh buat, kita harus mencari sosok guru.

WRAGUL 30
KALAU TAK TAHU APA YANG DISEMBAH
HILANGLAH APA YANG DISEMBAH
KARENA SESUNGGUHNYA TAK ADA TIRAI ITU
TATAPLAH GUNUNG
DAN BUNGA DALAM KESEPIAN
IKAN TANPA MATA
WAHYU SEJATI
PANDANGLAH ARJUNA
KALAU BERTAPA TAK TERGODA
OLEH APA SAJA

Dalam menjalani ngelmu kita akan menemui banyak godaan dan hambatan. Godaan dan hambatan itu bukan kita yang menciptakan, tapi memang sudah ada secara alamiah ketika seseorang berniat mencari dan mendapatkan ilmu.

WRAGUL 31
ADA TIGA MACAM PEPUJI
PERTAMA MELIHAT YANG DISEMBAH
KEDUA MELIHAT RUPANYA
KETIGA TAK MELIHAT
KEPADA SESUATU, NAMUN
MENGHADAP YANG DISEMBAH
IBARAT MENCARI
DALANG TOPENG YANG SEDANG MELAKUKAN PERTUNJUKAN
TAK BEDA SEGALA YANG DIMILIKI
BERPADU SATU RAGAWI RUHANI

Sebenarnya, semua ilmu apapun muaranya kepada ilmu-ilmu ketuhanan dan ketauhidan. Sehingga dalam ilmu kita akan mememukan tiga hal. Pertama mengetahui apa yang kita cari yaitu sesuatu yang kita sembah. Kedua, merasakan kehadirannya dan ketiga kita sudah tidak lagi melihat lagi sesuatu tersebut karena sejatinya sesuatu itu sebenarnya ada di dalam diri diri kita sendiri. Kita sudah manunggal dengan sesuatu yang kita sembah tersebut.

WRAGUL 36
DALANG DAPAT BERTUKAR RUPA
BANYAK ORANG JATUH CINTA
MENYAKSIKAN TINGKAH WAYANGNYA
TERLIHAT SEGALA TINGKAH LAKUNYA
SEMUA SALING JATUH CINTA
BETAPA MENDALAM KEINGINAN
MENATAP SANG DALANG
NAMUN DICARI TAK KETEMU
MESKIPUN DENGAN SUSAH DAN RINDU

Ketika ilmu sudah menyatu dalam diri, maka kita akan menemukan hakekat ilmu yang sejati. Orang yang berilmu tinggi, maka dia akan merasa semakin tidak tahu apa-apa. Yang dirasakannya adalah kerinduan pada “Sang Dalang” atau Yang Maha Menciptakan semua yang ada ini. Perlu diingat bahwa “Sang Dalang” itu tetap susah dicari meskipun dengan kerinduan yang mendalam.
Kami ingin mengakhiri paparan malam ini dengan sebuah pesan bahwa “Kebijaksanaan adalah tetesan kesaktian yang tidak menimbulkan luka” artinya buat apa kita belajar ilmu, memiliki ilmu bila hanya untuk mencari musuh atau untuk menyakiti sesama?

@Mas Kumitir & Wongalus, 2010

Categories: APA SIH TUJUAN BELAJAR ILMU? | 91 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.