PUISI KEMATIAN


images

IBU ITU

Seorang tetangga mati sore kemarin
Pagi tadi dikuburkan
Dia ibu beranak satu
Anaknya itu teman anakku

Ibu itu buruh pabrik PT MMUJ
dibunuh karena tidak mampu membayar hutang
Jumlahnya hanya 500 ribu

Dia tewas di tangan teman kerjanya:
–Dipukul besi, dimasukkan tong sampah
Di pabrik tempat kerjanya—
anaknya menangis,
bapaknya menangis

Akal sehat, kau nyungsep dimana?
Nurani, melenyap kemana kau?

Bumi, kekasihku..
Angkasa, sahabatku..
Angin, jiwaku
Duh Gusti, segalaku!

Perih rasaku, malam ini

Gebang, 17 Juni 2009

WONG ALUS

Categories: PUISI & PROSA | 15 Komentar

Navigasi pos

15 thoughts on “PUISI KEMATIAN

  1. KangBoed

    inilah keadaan kita sekarang ini… berjalan… bergerak… dalam kekosongan jiwa… dalam angan angan yang melambung lambung sebesar balon udara… sedangkan kita mulai melupakan sahabat sejati kita yaitu hati nurani kita sendiri… hmm… yayaya… merekalah Zombie Zombie alias Mayat Mayat Hidup yang bergentayangaaaan…
    awaaaaas… berhati hatilah !!!… Zombie Zombie dan Mayat Mayat Hidup sudah menguasai Kota desa dan segala penjuru… JANGAN sampai kita tergigit… dan terkena VIRUS sehingga kita menjadi seperti Mayat Mayat Hidup juga…Banguuun dan Bangkitlah… Mari kita sapa kembali saudara sejati kita sang Hati Nurani… dan mulai melangkah Eling dalam Kesadaran dan Waspada dalam setiap keputusan… selalu berfikir untuk menemukan makna yang tersembunyi… Bangun… bangun… bangun… sapalah hati nurani kita jangan dibiarkan tertidur… mari kawanku… para sahabatku… sebelum terlambat…

    Salam Sayang

    Salam Hormat

    Salam Taklim

    Salam Rindu untukmu.. 😆

  2. dBo

    itulah gambaran sekarang ini…

    Dagang telah menjadi religi…
    Uang berperan sebagai kitab-suci…
    Yang harus diperebutkan sampai mati…

    Culas kejam keji…
    Menjadi…Jihad-Suci…

    ya…illahi,…hyang murbeng dumadi…
    aku telah teramat tidak mengerti…
    haruskah puja-puji…kuakhiri disini…

  3. Anonim

    ada baik,ada buruk,ada hitam ada putih,qta bleh prihatin,tp DIA pnya khndak lain,mreka sudah menulis jln sndiri2,qlbih prhatin melihat dosaq sndiri,,yg dg nafas tnggal sejengkal tp tak mampu menutupi,.maaf dan maaf..salam

  4. wangwung

    Salam Hormat Wong Alus
    Tulisan anda membuat bergetar tali2 rasa….
    Mungkin Udara yang kita hirup sekarang sudah terlalu pekat polusinya..
    Polusi yang telah merusak raga, maupun polusi yang telah membuat tirai bagi jiwa..
    Mungkin kita memang harus berusaha lebih keras lagi untuk meraih kesejatian diri… entah itu untuk diri kita sendiri, syukur-syukur bisa memberikan vibrasi untuk alam sekitar….
    Semoga Yang Maha Agung masih memberikan tenggangnya…..
    Mohon maaf kalo ada tulisan yang kurang berkenan.

  5. Kang Boed terima kasih. Ini tulisan profetik panjenengan yang disampaikan sebagai pameling kita semua; KEMBALI KE NURANI atau KITA AKAN JADI ZOMBIE?

    Mas DBo, Maaf saya masih belum mengerti kenapa Tuhan menciptakan kejahatan. Mungkin Tuhan ingin agar kebaikan itu ada, sebab adanya kebaikan karena ada kejahatan. Sebuah perenungan abadi sepanjang masa dan jadi problem ontologi yang hingga kini belum terpecahkan.

    Yth Mas/mbak Anonymous
    Logika panjenengan ini sangat lurus untuk memecahkan misteri kenapa ada kejahatan. Sebab kejahatan dibutuhkan agar kebaikan itu memiliki nilai tinggi. Bisa dibayangkan bila semua baikkk semua, atau semua orang jelekk semua. Pasti absurd. Terima kasih.

    Mas wangwung, terima kasih. Komentar panjenengan menentramkan saya yang saat ini masih berada di ambang kegilaan. Semoga kita semua selalu diberi-Nya petunjuk ke jalan yang terang, meski harus dijalani sendiri dan sunyi.

    Salam cinta dari lubuk hati terdalam kagem para sanak kadang sedaya

  6. aduuu…uuuhh,manusia bejad,tega-teganya berbuat !

    ibu adalah simbul pengorbanan sejati.,dari mulai melahirkan sampai dengan membesarkan.Semangatnya ibarat lilin yang menyala,hancur luluh lantak untuk sang putra dan keluarga.

    dimanakah nurani…,hingga tega berbuat keji ????
    ingatlah…! jangan picik memikirkan diri.

    salam sejati kagem wongalus.

  7. Misteri kematian unik. Kasihan yg ditinggal dg cara kejam. Trus roh nya bgm?

  8. Yth.kadang sutresna mas Alus, lha saya juga tidak mengerti ditanya yang tidak mengerti juga…waahh?! Tapi asyik. Menyangkut kebaikan dan keburukan saya pernah mencoba menggunakan ‘hukum relatifitas’ Proporsi, Ruang dan Waktu. Kira-kira begini, diruang makan BAIKnya apa, BURUKnya apa, waktunya kapan serta porsinya seberapa. Di kamar mandi, kamar tidur, wc dst. Untuk relatifitas Waktu, saya masukkan paradigma Usia, artinya usia berapa BOLEH/HARUS/JANGAN bagaimana. Menyangkut Ruang, pengertiannya mencakup Negara. Begitulah yang menyangkut kehidupan manusia dibumi.
    Menyangkut pertanyaan kita ‘mengapa Tuhan menciptakan kebaikan dan keburukan’ ?! Sebenarnya untuk ini harus EKSTRA-HATI2 karena secara tidak kita sadari,kita menciptakan Fatamorgana, Halusinasi, Illusi…yang jauh LEBIH-BERBAHAYA dibanding ekstasi.
    Coba kita kaji terhadap ‘pernyataan/pertanyaan’ diatas tadi…dapat timbul pertanyaan baru ‘apa iya!?, kapan Tuhan menciptakannya!?’…kemudian muncul kesimpulan…kalau begitu Tuhan harus diadili…atau kalau begitu kalau saya melakukan kejahatan, nggak apa2 dong… Ini baru menyangkut kebaikan/kejahatan/keadilan/pengadilan…mulai tambah mengentalnya fatamorgana, halusinasi dan illusi tadi. Kalau kita teruskan pada matra HIDUP/MATI… Akan mulai ‘mengeras’, karena sudah ditanamkan paradigma harga-mati HIDUP/MATI DITANGAN TUHAN…titik.
    Kalau sudah sampai disini, bakal muncul kesimpulan: “saya ‘kan hanya menusuk jantung ibu itu atau saya cuma memberi minum saya campur racun tikus, soal dia MATI ya itu KEPUTUSAN/KEHENDAK TUHAN…..
    Semakin memuncak ketidakmengARTIan kita…
    Mohon dan mohon maaf mas Alus…

    Rasanya untuk mengungkap pernyataan/pertanyaan yang menyangkut Tuhan, ‘hukum relatifitas’ Porsi, Ruang dan Waktu, sangat penting kita terapkan…

    Inipun saya khawatir, uraian saya ini diintip mas Sikap Samin, dia pasti tertawa sambil berkomentar…’lha iya, kita2 ini sebenarnya persis seperti… ORANG2 BUTA YANG IKUT2AN MERABA GAJAH…he..he..he…’

    dipuncak tidak meng’arti’…
    ada satu puisi…
    yang masih kusimpan dalam nurani…

    Sekali lagi mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dihati mas Alus maupun kadang sutresna yang lain…

    Rahayu Karahayon…

  9. Yth Yang Kung Matur nuwun.

    Yth Pak Camat Ki Amig ingkang Wicaksana & Winasis sedulur saya. Panjenengan sejatinya lebih tahu daripada saya yang hanya orang pinggiran ini. Lami mboten kepanggih Pak, pripun kabare?

    Terkait dengan jagad lelembut sebagaimana yang panjenengan tanyakan bisa dijelaskan sbb: Ruh orang meninggal ada di alam barzakh atau alam kelanggengan. Alam ini berbeda tingkatnya dengan alam ghaib yang dihuni oleh para jin (makhluk halus dengan beragam jenis variasinya seperti demit, dhanyang, tuyul dll). Dua alam ini tidak akan bertemu dalam satu dimensi ruang dan waktu yang sama. Oleh sebab itu, tidak pernah ruhnya si A harus berurusan dengan misalnya, dhanyang penghuni kuburan atau jerangkong yang suka menakut-nakuti orang.

    Setiap manusia memiliki Jin Pendamping yang biasa disebut dengan Qarin. Boleh dikatakan si Qarin adalah tiruan kloning dari orang yang meninggal tersebut. Si Qarin inilah yang biasanya mengaku sebagai orang meninggal tersebut, dan permintaannya aneh-aneh. Empat puluh hari setelah meninggal Qarin mbah anu, Qarin eyang anu biasanya masih mbulet disekitar rumah. Seakan tidak rela bila yang diikutinya selama ini sudah dipanggil Gusti Kang Maha Wisesa.

    Saat si tuan meninggal, Si Qarin biasanya kebingungan, scock dan stress apalagi meninggalnya dengan cara mendadak dan menyakitkan seperti tewas akibat pembunuhan, kecelakaan dll. Dia lah yang biasanya minta disempurnakan agar tidak ngelambrang, menakuti orang-orang disekitar TKP. Bagaimana sikap kita bila si Qarin minta sebuah ritual agar rela meninggalkan sebuah tempat dan untuk tidak mengusik disempurnakan? Monggo saja dilaksanakan ritual khusus seperti slametan dll, toh yang mendapatkan manfaat akhirnya juga banyak orang, baik tetangga yang pulang dengan mendapatkan berkat maupun mereka yang ahirnya tidak diganggu oleh Si Qarin ini.

    Pemahaman ini menurut saya perlu diluruskan mengingat banyak yang selama ini beranggapan ruh orang yang meninggal biasanya masih ada di rumahnya hingga empat puluh hari, setelah itu dia baru lepas menuju alam barzakh. Sekali lagi, ruh orang yang meninggal akan segera oncat dengan kecepatan luar biasa ke dimensi alam barzakh tadi. Tidak perlu menunggu satu, dua tiga empat minggu dst.

    Wass..Salam damai, semoga semua makhluk berbahagia.

    Yth: Mas DBo911, penjelasan Panjenengan semakin melengkapi keharusan kita untuk selalu rendah hati terhadap ilmu-ilmu ketuhanan. Manusia bisanya menentukan satu titik pusat pandang seperti satu titik jangka untuk menjangkah keluasan pengetahuan-Nya yang tiada berhingga. Matur nuwun dan ngapunten bila kurang berkenan. Wass

  10. Ngabehi

    maaf Ki ikut gabung ya, saya pernah mendengar pendapat tentang Qorin tersebut dari seseorang. Ketika seseorang menghadapi sakaratul maut, apa lagi dalam kondisi yang sama sekali tidak siap, seperti contohnya kecelakaan , pembunuhan dan lain lain, pikiran (bathin) orang tersebut akan tertinggal dan mengkristal, sehingga bentuk fikiran ini kadang bisa tertangkap dalam bentuk suara ataupun fisik, penampakan tersebut biasanya di waktu waktu yang sama (ajeg) kemudian mengilang lagi, seandainya orang yang meninggal tersebut di akhir hidupnya memikirkan hutang, maka pikiran yang tertinggal tersebut akan berusaha menyampaikan kepada ahli waris atau orang 2 terdekat. biasanya bila pesan tersebut telah terpenuhi maka akan menghilang dengan sendirinya.Fikiran yang tertinggal tersebut sebetulnya mengalami pengikisan umur, satu sampai 7 hari bentuk fisiknya masih bisa dilihat lama kelamaan tinggal suara suara, terus menghalus lagi lewat mimpi atau sengaja dengan meditasi masih bisa dipanggil.Contoh kejadian di tempat saya dulu, mbah N meniggal dunia, dari hari pertama sampai beberapa hari setelah beliau meninggal, banyak orang yang melihat mbah N ini pulang tiap jam 12 malam, anehnya mbah N langsung pergi ke kandang sapi dan selalu memberi umpan sapi sapinya yang ditinggalkan. Tentu saja hal ini membuat orang2 kampung jadi ketakutan, dan setelah diadakan selamatan khusus atas anjuran orang pintar, kejadian tersebut akhirnya menghilang. Selidik punya selidik, dimasa hidupnya mbah N ini sangat mencintai sapi sapinya melebihi yang lain. Saya pernah mengalami pengalaman yang uik Ki, saya pernah kena depresi berat, hingga suatu saat saya tak sadarkan diri. Tapi pada saat pingsn tersebut saya sadar sesadar sadarnya, karena saya tahu disekeliling saya banyak orang. cuma mulut ini telah terkunci, pada saat itu saya merasa ajal saya sudah dekat, saya tidak bisa bernafas lagi hingga saya masuk pada titik yang tidak bisa saya gambarkan. pada masuk titik tersebut saya mengalami ketakutan yang luar biasa, karena yang hadir adalah semua perbuatan2 buruk saya dan juga keinginan2 yang belum terpenuhi, nah entah darimana tiba2 timbul kepasrahan total dalam diri saya, yang akhirnya sedikit demi sedikit membuat saya tersadar dan kembali sehat sampai saat ini.Rupanya Allah telah mengajarkan ilmu kematian pada saya melalui depresi tersebut.semikian sharing saya ki, mohon maaf kalu Ki wong Alus yang jauh pengetahuanya di atas saya kurang berkenan.
    Rahayu

  11. Setiap kali berhadapan dengan hal-hal yang ghaib, saya biasanya mengacu pada Kibat Suci saja. Ini barangkali lebih aman daripada mencari referensi dari pendapat umum, pendapat orang lain, maupun pengalaman saya pribadi, ki. Saya khawatir, nanti malah keliru menafsirkan sesuatu yang samar tersebut sebab kisa jadi nanti menjadi benalu-benalu akidah ketauhidan kita pada Gusti.

    Apalagi saat membahas tentang makhluk yang tidak bisa diraba, didengar dan hanya bisa dilihat dengan hati nurani. Bila mengacu pada Kitab Suci kan tidak tercemari statemen-statemen non-ilmiah. Banyak beredar pemahaman tentang makhluk halus termasuh ruh yang tidak berdasarkan kitab suci. Dan bila kajian tentang makhluk halus ini dipisahkan dari keyakinan yang keliru maka kajian bisa betul-betul logis. Meskipun tidak bisa dilihat, tapi ini bukan alasan untuk menjadikan pembahasan tentang makhluk halus itu tidak rasional.

    Benar ki, saya pun yakin bahwa keinginan yang belum tersampaikan di dunia benar-benar masih tersimpan di ruh orang yang meninggal. Keinginan masih ada, tapi sudah tidak mungkin lagi memenuhinya karena sudah tidak bertubuh. Namun, apakah ruh ini masih bisa dilihat oleh mata batin maupun mata wadag, saya tidak begitu yakin. Sebab: “Ruh itu urusan Tuhan, kita hanya diberikan pengetahuan tentangnya serba sedikit.” Sama seperti kita harus mengimani hal-hal yang ghaib seperti malaikat itu ada dan hadir di sekeliling kita, tapi apakah kita pernah melihatnya dengan mata hati?

    Pengalaman yang saya temui saat bertakziah ke orang-orang yang telah meninggal, maupun anggota keluarga saya yang baru meninggal tidak mendukung untuk menyusun argumentasi yang kuat. Memang, kadang saya juga merasakan kehadiran makhluk-makluk halus di sekitar rumah itu dan wujudnya pun persis dengan mereka yang sudah meninggal namun saya tidak berani mengatakan bahwa ruh-nya si A,B,C itu ternyata belum pulang ke alam barzakh dst.

    Pendapat spt itu akhirnya saya tepis dengan keyakinan terhadap ayat-ayat suci tadi bahwa apa yang saya lihat adalah si Qarin, Jin Pendamping ybs semasa hidup. Mungkin saya berpandangan bahwa lebih baik saya tidak tahu daripada saya tahu namun pengetahuan saya keliru.

    Bisa jadi apa yang Panjenengan sampaikan ini lebih benar dari pendapat saya yakni tentang pikiran yang bisa tertinggal dan mewujud sehingga masih bisa dilihat. Wallahu a’lam, Semoga kita semua selalu diberikan petunjuk ke arah yang lebih benar dan lebih lurus. Terima kasih ki.
    salam alus…

  12. Ngabehi

    Setuju Ki , 1000% saya setuju dengan pemahaman dan keyakinan penjenengan seperti tertulis di atas, semoga Gusti Allah tansah paring pengayoman dumateng kita sedaya saking tumindak ingkang nalingsir saking paugeraning Gusti.
    Matur sembah nuwun

  13. nugraha

    Hidup harus ingat mati . . .
    Sungguh saya terkesan dengan PUISI KEMATIAN ini . . .singkat dan dalam . . .
    Saya selalu tanamkan dalam Jiwa saya untuk senanntiasa memohon dan meminta kepada Allah SWT untuk Qusnulkhatimah . . .ini sangat penting menurut saya, karena saya sebagai hamba-Nya hanya dengan meminta dan memohon selalu untuk yang terbaik menurut sutradara hidup ini yaitu Allah SWT . . .
    Semoga manusia di Bumi ini mendapatkan hidayah
    Allah SWT . . .aamiin

  14. wongalus

    Sang Sutradara terus berkarya, menciptakan ide-ide baru. Agar “menjadi” Allah–manunggaling kawolo lan Gusti– (:”menjadi” seperti yang Allah kehendaki) caranya mudah: teruslah berkarya dan tidak hanya berpangku tangan menunggu hidayah dari langit. Dijamin, hidayah tidak akan datang bila kita tidak berusaha.

    Tx.

  15. Adim

    derek nyimak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: